“Tapi, Dek Mega merasakan sakit, nggak?”.

“Ndak. Aku mau jalan-jalan, Kak. Nanti, kalau sudah sembuh.”.

***.Keinginan itu terbilang sederhana.Namun, teramat ingin diwujudkan Mega Evi Erika sesegera mungkin.Remaja 14 tahun asal Desa Mulyoharjo, Pati ini merupakan anak pertama dari pasangan Ibu Sulasini dan Pak Marjuki yang berprofesi sebagai tukang becak.

Pada 2018, Mega divonis mengidap kanker getah bening oleh dokter di RSUP Dr. Kariadi.Semula berawal dari sebuah benjolan di leher bagian kanan yang mucul setahun yang lalu.Benjolan yang dikira gejala gondongan itu kian membesar dan tak kunjung sembuh.

Sebelum kami dipertemukan dengan Dek Mega pada Oktober 2018, Pak Marjuki yang hanya berprofesi sebagai tukang becak sempat menjual beberapa perabotan rumah tangganya untuk membiayai pengobatan putri pertamanya.

Segala upaya telah dilakukan Pak Marjuki dan Bu Sulasini demi kesembuhan sang buah hati.

“Dulu bolak-balik Pati-Semarang.”
“Setelah biopsi ya sering mimisan,” terang ibunya.
“Saya hanya berharap anak saya dapat sembuh.”
“Bisa sekolah lagi. Dia anak yang cerdas, selalu dapat ranking di sekolah.”

Kini, #SedekahRombongan mendampingi perjuangan Dek Mega dan keluarga menjuju kesembuhan.

“Kami nggak akan menyerah.
“Akan terus kami lawan sampai akhir.”

Mega saat ini sedang menjalani program kemoterapi yang keempat.Kondisi Mega pun semakin lemah dengan badan yang semakin kurus.Tapi, semangat sembuhnya begitu tinggi.Ia masih menyanggupkan diri untuk duduk tegak dan mengobrol dengan para. Kurir #SR yang mendampinginya.

***“Pokoknya tetap semangat ya, Dek. Tetap berjuang.”.“Iya,” jawabnya dibarengi dengan senyum manis.

Mari dampingi perjuangan Dek Mega agar dapat ceria dan berprestasi kembali dengan donasi langsung ke #SedekahRombongan.

Rekening donasi:
SYARIAH MANDIRI 4111-4111-45
MUAMALAT 532-000-6666
BCA 84655-23456 
MANDIRI 137-00-111-00-118
a.n. Sedekah Rombongan

“Karena apa yang kita miliki, tak ‘kan berkurang saat kita berbagi.”