Saya memiliki keyakinan kuat bahwa sakit atau musibah baik yang kita alami atau dialami keluarga seperti anak dan istri mengandung pesan dari Allah. Dan kebanyakan pesannya adalah kita kurang sedekah atau kurang istighfar. Tapi, ada juga yang musibah itu datang bukan karena kita salah, tapi justru karena Allah lagi sayang sama kita. Ibarat cubitan mesra dari sang kekasih. Sakit tapi nikmaaat.. :) Tapi yang bentuknya seperti ini biasanya mudah dirasakan. Walaupun berat, kita seolah-olah punya kekuatan yang besar untuk mengatasinya. Yang akan kita bahas disini adalah musibah karena ada yang salah dalam amal kita.

Jika dihitung-hitung dosa dan pahala yang kita perbuat ternyata banyak dosa, maka ada 2 kemungkinan yang terjadi. Jika dosa itu terlalu sering kita lakukan, biasanya Allah akan melakukan pembiaran (kalau dalam bahasa jawa disebut dilulu). Dibiarkan kita berdosa, biar sekalian habis pahala amal kita yang gak seberapa. Jika tiba masanya tinggal eksekusi saja, di dunia di siksa, di akherat masuk neraka.

Kemungkinan kedua adalah dosa itu dihapus oleh Allah dalam bentuk musibah. Kalau kita sabar, makin banyak dosa yang terhapus. Besarnya musibah tergantung besarnya dosa. Nah, kita harus pandai-pandai menghitung amal. Kalau rasa-rasanya dosa atau salah kita pada Allah banyak, buruan perbanyak amal juga. Jangan sampai dosa mengalahkan amal. Cara paling mudah adalah dengan sedekah. Karena sedekah melibatkan minimal 2 orang. Pemberi dan penerima. Si penerima, pasti akan mendoakan kita. Saat sedekah ada pahala silaturahim, ada pahala senyum dan membuat orang senyum, ada pahala jariyah jika kita sedekah jariyah.

Berikut ini kisah rekan kita yang lolos dari musibah karena seringnya beliau bersedekah. Yuk, kita simak kisahnya:

15 Desember 2011, pagi ini seperti biasa aku berangkat ke kantor dari rumah dengan sepeda motor menuju stasiun sudimara,..tidak ada yang menyangka..

”Kejadian semalam secara tidak sengaja aku menjatuhkan tempat sabun cuci piring,.. paginya kejadian tersebut terulang, istriku menjatuhkan tempat sabun cuci piring juga,..mungkin kurang hati-hati meletakkan tempat sabun cuci piring tersebut…”

Jatuh dari Motor

Jatuh dari Motor

Seperti ada yang ingin mengingatkan sesuatu agar hati-hati… dan benar…kejadian ini terjadi.. sepeda motorku tiba-tiba oleng jatuh entah kenapa di tengah jalan pada saat menyeberang jalan raya ke kiri..saat itu banyak kendaraan motor dan angkot.. yang melaju kencang dari depan dan arah belakangku.. karena posisi jalan raya ada di turunan..

Saat motor jatuh pikiranku sudah melayang terbayang wajah istri dan anakku… wah bakalan tewas kelindes nie aku yang tegencet motor.., tapi entah kenapa seperti ada tenaga ekstra yang menggerakkan, tiba-tiba langsung aku cepat bangkit mengangkat dan meminggirkan motorku ke tepi jalan…tersisa spion kaca motor yang lepas hancur terlindas kendaraan yang melaju kencang…

Setelah di tepi jalan baru terasa kalo kaki kiriku yang tergencet motor terasa sakit, Alhamdulillah, hanya kaki dan tanganku yang memar dan lecet…. Dan memang menurut informasi orang di jalan tersebut sering rawan terjadi kecelakaan…

……Jangan lupa sedekah Jangan menunda sedekah.. ada uang di dompet sedekahin …

(http://angwi.wordpress.com/2011/12/15/alhamdulillah-sedekah)

Tiga keutamaan Sedekah bagi orang yang melakukannya:
Memanjangkan Umur, Menolak Bala, dan Melapangkan rejeki. .