SRI MARYATI (85 / PASIEN, SRI MARYATI, LANSIA) Grogol, RT 1/1, Grogol, Paliyan, Gunungkidul, DIY Mbah Maryati (85) hidup berdua dengan kakaknya, Mbah Samiyem (91). Sebelumnya Mbah Maryati merantau, tetapi tidak dikaruniai keturunan, lalu di usia sepuh memilih pulang kampung tinggal bersama kakaknya. Kedua kakak-beradik tak lagi bisa bekerja karena usia. Sehari-harinya mereka menunggu belas.kasihan tetangga. Tabungan tak punya, tenaga sudah renta. Bila tak ada yang membantu, mereka pasrah tak makan. Mereka pun hanya tinggal di rumah tak layak huni. Atapnya bocor. Dinding bambu berlubang dimakan rayap. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah dari sedekaholics. Semoga titipan langit ini dapat membantu meringankan biaya kehidupan sehari-hari Mbah Maryati dan Mbah Samiyem.

Jumlah bantuan:Rp. 2.000.000
Tanggal:14-03-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Bantuan tunai



DESTINA EKA SARI (6/ PASIEN, DESTINA EKA SARI, Lumpuh) Dusun Munggur, RT 2/2, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY Sejak lahir Destina mengalami cacat pendengaran, cacat bicara, dan lumpuh. Di usia 4 tahun ibunya meninggal, lalu ia diasuh oleh kakek neneknya yang tidak punya pekerjaan tetap. Sementara ayahnya merantau ke Jakarta. Kehidupan Destina sangat memprihatinkan. semua kebutuhan sehari hari Destina dibantu oleh kakek dan neneknya, makan minum harus disuapi. Selain minum susu, setiap hari ia juga memakai pampers. Pengeluaran keluarga sederhana ini pun semakin banyak. Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja sudah pas-pasan. Ibarat kata, untuk sekadar bertahan menjalani hidup mereka sudah mengikat kuat ikat pinggang. Saat bersilaturahim , Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Bantuan dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga Destina. Ungkapan syukur dan terima kasih tak henti-henti mengalir dari keluarga ini.

Jumlah bantuan:Rp. 2.000.000
Tanggal:05-05-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Destina mengalami cacat pendengaran, cacat bicara, dan lumpuh



IIS APRIYANTI (16 / PASIEN, IIS APRIYANTI, LUPUS) Ngrejek Wetan, RT 3/4, Gombang, Ponjong, Gunungkidul, DIY Sekitar bulan Agustus 2017 Iis Aprianti mengalami demam tinggi tak kunjung sembuh. Lalu ia dibawa ke puskesmas dan rawat inap di RS Panti Rahayu selama tiga hari. Selang dua hari diperbolehkan pulang, Iis demam kembali. Ia diperiksakan ke RSUD Wonosari lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani pemeriksaan dokter dan laboratorium, dokter mendiagnosa Iis menderita lupus yang berdampak ke jantung dan hati. Ia menjalani perawatan intensif selama 1 minggu, lalu kontrol rutin dua kali seminggu selama rawat jalan. Ayahnya, Bapak Slamet (48) dan Ibunya, Rahmi (44) selalu setia mendampingi pengobatan Iis. Setiap kontrol rutin, Pak Slamet meminjam motor tetangga untuk mengantar Iis. Badan Iis memang masih lemas dan tidak stabil, tetapi kondisi ekonomi keluarga memang mengharuskan Iis harus menempuh lebih dari 70km dengan berboncengan motor saja. Ahamdulillah proses pengobatannya lancar, meskipun kambing peliharaannya telah habis dijual untuk biaya akomodasi, itupun masih berhutang ke tetangga. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Iis sangat merasa trenyuh dan haru melihat kondisinya. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga Iis.

Jumlah bantuan:Rp. 2.000.000
Tanggal:08-04-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Iis menderita lupus



YATI SURYATI (49 / PASIEN, YATI SURYATI, KATARAK) Toboyo Timur, RT 25 /7, Plembutan, Playen, Gunungkidul, DIY Ibu Yati suryati menjadi kepala keluarga sejak 2013, selepas suaminya meninggal. Ia tinggal berpindah-pindah rumah kontrakan bersama seorang anaknya yang masih bersekolah SMK. Pada bulan Desember 2018 penglihatan mata kanannya terasa kabur dan kalau melihat seperti ada bayangan. Keesokan harinya ia diperiksakan ke klinik dokter lalu dirujuk ke RSUD Wonosari. Setelah dilakukan pemeriksaan Ibu Yati dirujuk ke RS Mata Dr. YAP, Yogyakarta. Lalu akhir Januari 2019 lalu, Ibu Yati menjalani operasi di RSUP Dr. Sardjito. Sebelum sakit Ibu Yati menyambung hidup dengan berjualan pakan ternak di depan rumah. Sehari ia mendapat untung Rp 30.000. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim terasa sekali kesulitan yang dihadapi Ibu Yati. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi pengobatannya. Ibu Yati sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan:Rp. 2.000.000
Tanggal bantuan:14-03-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Bu Yati menderita katarak



WINDARTI BINTI KASNI (17, Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (45) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (39) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan keempat belas sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 745, 764, 788, 866, 880, 897, 935, 990, 1052, 1066, 1117 dan Rombongan Baru 3 dan 12. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Busnajudin @Alfi @Jeans_Oswolf @Andhika_KAB @Supriyanto @Vendi_Vero

Windarti divonis kena tumor otak



AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keempatbelas pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 ,13, 14, 21, 23 dan 29. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf
@Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP

Pak Agus mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan



FAJRIL REVAN NURAYA (14, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Tumpang RT 2/2, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Fajril demikian anak ini biasa dipanggil adalah putra pasangan bapak Ardi Gumar (40) dan bu Neti (40), tetapi kondisi orang tua sudah bercerai. Fajril mengalami sakit semenjak 3 tahun yang lalu. Awalnya berobat di Rsup. Soedono Madiun dan selanjut nya dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Fajril berobat menggunakan fasilitas Bpjs pemerintah tetapi untuk berobat ke Yogya dibutuhkan biaya yang sangat besar. Bu Neti yang bekerja serabutan sangat merasa berat dengan biaya transportasi berobat ke Yogyakarta belum lagi harus menanggung 2 anak usia sekolah. Saat ini Fajril menjalani pengobatan dengan kontrol rutin sebulan sekali. Informasi mengenai Fajril diperoleh dari warga sekitar yang masih perduli dengan kondisi Fajril. Fajril mulai di dampingi Sedekah Rombongan Magetan sejak 14 November 2018. Setelah sekian lama dalam daftar antrian Fajril dijadwal kan operasi tanggal 22 Maret 2019, semoga operasi berjalan lancar. Bantuan keempat sebesar Rp.1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap dan transport ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21, 23 dan 32. Bu Neti sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Fajril bisa segera sembuh dan bisa bersekolah normal seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Vendi_Vero

Fajril menderita jantung Bocor



SANEM BINTI WONGSO KADIKUN (73, gagal ginjal). Alamat : Dukuh Gondang RT 4/3, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sanem demikian biasa beliau dipanggil oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga sekitar. Mbah Sanem menderita sakit gagal ginjal sejak 2 tahun lalu dan diharuskan menjalani Hemodialisa seminggu sekali tiap hari Rabu di Rsud. Sayidiman Magetan. Kondisi mbah Sanem makin hari makin lemah, jika berangkat ke Rumah sakit terpaksa harus naik sepeda motor berbonceng 3. Beliau diposisi tengah dan harus diapit anaknya karena kondisi yang lemah. Dengan kondisi ini harus berangkat pagi untuk mencari jalur tikus supaya tidak kena Tilang Polisi. Untuk menyewa mobil cateran tentu keluarga sudah tidak mampu lagi. Suami mbah Sanem yaitu Alm. Mbah Sarbi telah lama meninggal sehingga anak nya yang mengurus mbah Sanem, sedangkan kondisi perekonomian anak nya pun dibawah garis rata-rata. Informasi mengenai mbah Sanem diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Mbah Sanem masuk sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai tanggal 7 November 2018. Bantuan ketiga sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pemenuhan makanan sehat yang dianjurkan untuk penyakit gagal ginjal. Bantuan sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21 dan 29. Pada tanggal 15 Maret 2019 keluarga mengabarkan bahwa mbah Sanem meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat diruang ICU. Semoga mbah Sanem husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik disisiNya. Tak lupa keluarga mbah Sanem mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan selama ini oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk semua Sedekaholic sekalian. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin @Supriyanto

Mbah Sanem menderita sakit gagal ginjal



SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR (46, Ca Mamae). Alamat : Jalan Salak RT 9/2, Desa Gulun. Bu Yuni demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae mulai tahun 2016. Berawal pada bulan September tahun 2016, merasakan ada benjolan di daerah dada kanan bawah, apabila dipegang tidak sakit, lalu di periksakan ke puskesmas setempat. Berikutnya bu Yuni dirujuk ke Rsau. Iswahyudi Maospati, dilakukan pemeriksaan Lab dan pemeriksaan lanjutan, kemudian tanggal 2 Januari 2017 dilakukan Operasi pengangkatan benjolan dan payudara. Usai operasi menjalani kontrol rutin 2 bulan. Berikutnya dirujuk ke RS Haji Sukolilo untuk dilakukan Kemoterapi. Setelah kemo 6 kali, dirujuk lagi ke Rsup Dr. Sutomo untuk terapi sinar sebanyak 25 kali, dimulai tanggal 22 Januari 2018. Pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Katino (53) yaitu suami bu Yuni yang bekerja sebagai buruh tani. Walaupun bu Yuni menggunakan jaminan KIS untuk proses pengobatan, tetapi biaya akomodasi transport dirasa cukup memberatkan. Informasi mengenai bu Yuni diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan yang bertemu bu Yuni saat berobat di Rsup. dr. Soetomo Surabaya. Selanjutnya bu Yuni masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 29 Januari 2018. Setelah di dampingi SR selama satu tahun lebih, pada bulan Februari 2019 kondisi bu Sri Wahyuni terus menurun. Selama beberapa minggu harus keluar masuk rawat inap di Rsud. Soedono Madiun sampai akhirnya takdir berkata lain, beliau meninggal dunia pada tanggal 12 Maret 2019. Semoga beliau diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisiNya. Santunan ketujuh sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap dan santunan kematian. Bantuan sebelum nya yang diterima oleh bu Yuni telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1117, 1126 dan Rombongan Baru 3, 12, 21, 23 dan 32. Keluarga Bu Yuni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan selama ini, semoga berbalas beribu kebaikan untuk para kurir dan Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 dan 13 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Dedik_Prasetyo @Khoirul_Busnajudin @Andika_KAB @Supriyanto

Bu Sri menderita sakit ca mamae



KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Pada bulan Maret 2019 tumbuh benjolan lagi dan dilakukan operasi untuk pegangkatan benjolan tersebut. Santunan keduabelas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094, 1107, 1117 dan 1142 dan Rombongan Baru 3, 12, 17, 23, 29 dan 32. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mirsa_DP @Khoirul_Busnajudin @Rubi_Farma

Bu Kasmi menderita ca mamae dan myom



NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Dan pada 30-8-2018 dilakukan operasi pemasangan Ilizarof untuk yang kedua kali. Titipan santunan keduapuluhempat dari sedekahholic sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pembayaran Bpjs Mandiri dan biaya medikasi, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 7, 12, 16, 23, 29 dan 32. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Rubi_Farma @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin

Pak Nur menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja



MULYONO BIN JIRAN (59, Stroke ). Alamat : Dusun Wonorejo RT. 7/ 5 Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Mulanya Pak Mul termasuk tipe pekerja keras, pekerjaan sehari harinya menjadi penambal ban dan tukang vulkanisir ban. Namun semenjak 2 yang lalu mengalami jatuh dan dinyatakan terkena stroke. Anaknya 6 yang sudah bekerja baru 1 yang sulung, sedang yang 5 masih dalam pengasuhannya. Semenjak itulah pak Mul sampai sekarang tidak mampu bekerja lagi sebagai penambal dan vulkanisir ban. Pekerjaannya diambil alih oleh isterinya dan seorang anaknya yang baru lulus SMP. Penghasilan yang didapat sangat pas pasan untuk mencukupi keperluan sehari hari dan biaya sekolah anaknya, yang terkadang harus mencari pinjaman ke tetangganya. Rumah yang ditinggali sekaligus tempat usahanya berdiri diatas tanah sewaan, berdinding anyaman bambu berlantaikan tanah. Informasi mengenai pak Mul diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi beliau. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup. Setelah mendapat bantuan dari para dermawan Pak Mul dengan isterinya sangat berterima kasih, karena selama ini belum ada orang yang memberi bantuan kepadanya. Seraya berdoa semoga amalan dari para dermawan mendapat balasan berlipat ganda dan mendapatkan pertolongan Allah SWT di segala hajatnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Pak Mul terkena stroke



MINEM BINTI TARUNO ( 78, Katarak ) Alamat : Dusun Getas RT. 2/ 6 Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Mbah Minem melewati masa tuanya dengan banyak ujian. Keadaan ekonominya bisa dibilang sangat kurang/miskin, kondisinya badannya pun sudah mulai sakit sakitan. Penglihatannya mulai tidak dapat melihat dengan jelas/ kabur dan berair. Sehingga sudah tidak dapat bekerja atau melakukan aktifitas secara normal. Karena ketiadaan biaya sehingga tidak mampu untuk menjalani pengobatan. Keadaan kesehariannya sangat memprihatinkan. Rumah yang ditinggali pernah mendapat bantuan program bedah rumah dari pemerintah beberapa tahun yang lalu. Informasi mengenai mbak minem diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi beliau. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup. Mbah Minem sangat berterima kasih atas bantuan dari para dermawan yang diterimanya, sehingga dapat dipergunakan untuk berobat dan memenuhi biaya hidup kesehariannya. Dan mendoakan para dermawan semoga mendapat imbalan yang lebih besar dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Mbah Minem menderita katarak



ASMO MIDI BIN DUL KASAN (99, Prostat). Alamat : Dusun Pait RT 27/4 Desa Buluharjo Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mbah Midi, demikian beliau biasa disapa oleh keluarga, tetangga dan sanak saudara. Diusia nya yang sudah renta, mbah Midi harus mengalami sakit prostat selama 3 tahun terakhir. Keterbatasan sarana dan biaya membuat keluarga mbah Midi hanya mampu berobat di tingkat puskesmas saja. Kebetulan mbah Midi juga tidak mempunyai KIS padahal kondisi rumah dan kondisi perekonomian mbah Midi benar-benar sangat memprihatinkan. Rumahnya masih berlantai tanah dengan penghuni yang sangat banyak. Kondisi ini yang membuat sakit mbah Midi tidak kunjung sembuh. Anak nya bekerja sebagai kuli bangunan sudah berkeluarga dan tinggal satu rumah dengan mbah Midi. Sementara istri nya yaitu mbah Rinem (80) juga sudah sangat renta dan tentu sudah tidak dapat bekerja lagi. Informasi mengenai mbah Midi diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat mbah Midi. Mbah Rinem sangat terharu saat menerima bantuan dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbah Midi bisa sembuh dan mampu beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Mbah Midi mengalami sakit prostat



MARINA BINTI SAIMAN (45, Diabet). Alamat : Desa Sampung RT 16/3 Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Bu Marina adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah menderita diabetes yang cukup parah. Setahun yang lalu menjalani operasi pengangkatan benjolan di punggung. Karena ada riwayat diabet jadi sulit untuk memulihkan luka bekas operasi. Disaat luka sudah mengering tumbuh lagi benjolan di kaki dan dilakukan operasi untuk pengangkatan. Untuk luka di kaki ini sulit mengering, bahkan harus dilakukan amputasi. Biaya pengobatan bu Marina selama ini ditanggung oleh KIS tetapi biaya diluar operasi sangat banyak terutama untuk biaya medikasi yang harus dilakukan setiap hari karena jika terlambat satu hari saja tidak dimedikasi maka akan menimbulkan bau yang menyengat. Awal nya untuk medikasi memanggil jasa perawat tapi karena terus menerus keluarga tidak mampu membiayai. Akhirnya pak Markaban (49) suaminya melakukan medikasi sendiri tiap hari. Pak Markaban yang bekerja sebagai buruh tani sangat kesulitan untuk biaya pengobatan istrinya, apalagi masih punya tanggungan 1 anak yang sekolah di SLTP. Informasi mengenai bu Marina diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya medikasi bu Marina. Pak Markaban sangat terharu saat menerima bantuan dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Marina bisa sembuh dan mampu beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Bu Marina menderita diabetes



JUMIATI BINTI SUPANGAT (44, Ca Colon). Alamat : Dusun Ngasem RT 1/2, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Jum, demikian ibu setengah baya ini biasa disapa oleh keluarga, sanak saudara dan para tetangga. Bu Jum mulai sakit sejak Januari 2018, terdapat benjolan di anus nya. Oleh pak Jarni (46) suaminya, dibawa berobat ke poly bedah Rsud. Sayidiman Magetan. Sempat dirawat inap selama 8 hari dan kontrol 2 kali tetapi karena tidak ada perubahan maka pengobatan dihentikan. Kondisi bu Jum semakin parah, sama sekali tidak bisa duduk dan sedikit kesulitan untuk berjalan. Bu Jum berobat menggunakan Bpjs pemerintah, namun demikian pak Jarni yang bekerja sebagai buruh tani tidak punya cukup biaya untuk melanjutkan pengobatan bu Jum. Setelah 10 bulan diabaikan tanpa pengobatan, bu Jum dipertemukan dengan Sedekah Rombongan Magetan berdasarkan informasi dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bu Jum menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 7 November 2018, beliau diantar membuat rujukan di Puskesmas Panekan dan langsung menjalani rawat inap selama 5 hari di Rsud. Sayidiman Magetan untuk pemulihan kondisi. Setelah membaik bu Jum dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun, dan setelah beberapa kali pemeriksaan langsung di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dan menjalani rawat inap selama 2 minggu. Menurut pemeriksaan dokter, kanker nya sudah tidak dapat diangkat dan akan dilakukan kemoterapi untuk menghancurkan kanker. Sedangkan untuk saluran pencernakan dibuatkan melalui perut dengan tindakan operasi. Saat ini bu Jumiati menjalani kemoterapi yang rencananya dilakukan sebanyak 6 kali kemoterapi. Bantuan kelima sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelumnya menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21, 23, 29 dan 32. Pak Jarni mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Jum segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma @Khoirul_Busnajudin

Bu Jum menderita ca colon



ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan kesembilan sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3, 7, 13, 14, 21, 23, 29 dan 32. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Busnajudin @Alfi @Jeans_Oswolf @Andhika_KAB @Supriyanto @Vendi_Vero

Ardinda menderita pembengkakan jantung



ATIK MARYATI BINTI JUARI (26, Polip). Alamat : Gurdo Barat, Desa Rejuno RT 5/5, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Atik demikian ibu muda ini biasa disapa oleh sanak saudara dan para tetangga. Mbak Atik menderita sakit polip mulai tahun 2016 ditandai dengan perasaan pusing dan sering mimisan. Awalnya berobat di Rsud. dr. Soeroto Ngawi dan pada bulan April 2016 dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah berobat beberapa saat mbak Atik dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Bulan Juli 2018 penyakitnya kembali kambuh dan berobat lagi di Rsud. Soedono Madiun. Setelah pengobatan selama 3 bulan akhirnya mbak Atik mendapat rujukan pengobatan ke Rsud. Moewardi Solo dan harus melakukan tindakan operasi. Kondisi ini sangat memberatkan mbak Atik dan suaminya yaitu pak Jamun (40) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan pak Jarmun tidak menentu bahkan untuk makan pun kadang masih kurang. Awal berobat mbak Atik dibantu oleh para tetangga dan sanak saudara dengan patungan uang. Alhamdulillah mbak Atik dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi yang masuk dari kurir Sedekah Rombongan Madiun. Mbak Atik akhirnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 21 Oktober 2018 dan melanjutkan pengobatan ke Rsup. Moewardi Solo dan sudah menjani operasi. Saat ini menjalani kontrol rutin seminggu sekali ke Rsdm Solo. Bantuan keenam sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport dan rawat inap. Sebelum nya mbak Atik telah menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 14, 21, 24, 29 dan 32. Mbak Atik dan suami sangat bersyukur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga mbak Atik bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Busnajudin @Alfi @Jeans_Oswolf @Andhika_KAB @Supriyanto @Vendi_Vero

Mbak Atik menderita sakit polip



TANEM BINTI IMAM BAKIN (77, patah tulang belakang). Alamat : Dukuh Toro RT 4/1 Desa Nguntorondi, Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Tanem, demikian beliau biasa dipanggil oleh saudara dan para tetangga. Pada awal Januari 2019 mbah Tanem yang menyapu di depan rumah tiba-tiba terjatuh. Beliau mengeluhkan sakit yang luar biasa, anak nya memanggil tukang pijat untuk membantu mbah Tanem. Karena selama 2 hari mbah Tanem terus merasa kesakitan akhirnya keluarga membawa mbah Tanem ke Rsud. Soedono Madiun untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil rotgen diketahui bahwa mbah Tanem mengalami patah tulang belakang dan harus menjalani pengobatan rutin dua kali seminggu di poly orthopedi Rsud. Soedono Madiun. Mbah Tanem berobat dengan menggunakan jaminan BPJS, namun demikian masih dirasakan cukup berat untuk biaya transport dari Nguntoronadi ke Madiun seminggu 2 kali. Suami mbah Tanem sudah meninggal beberapa saat lalu, jadi mbah Tanem hanya bergantung pada 2 anak nya. Yang pertama bekerja sebagai buruh di Jakarta dan yang kedua tinggal dirumah dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Informasi mengenai mbah Tanem diperoleh dari salah satu kurir SR Madiun yang bertemu dengan mbah Tanem saat berobat di Rsud. Soedono Madiun. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi berobat ke Rsud Soedono Madiun. Keluarga mbah Tanem mengucapkan banyak tetimakasih atas bantua yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga mbah Tanem bisa segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Dedik_Setiyawan @Rupin_Indrajaya

Mbah Tanem mengalami patah tulang belakang



ISNI BIN AMAT NI (54, Stroke). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2 Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Isni demikian biasa beliau disapa oleh keluarga, kerabat dan sanak saudara. Pak Isni adalah seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi keluarga nya. Sudah 3 tahun terakhir beliau menderita stroke sehingga tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya. Kondisinya saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak bisa bicara. Saat ini istri nya yaitu bu Tuminah (49) yang mengambil alih posisi pak Isni untuk mencari nafkah dengan menganyam bambu dan dijual dipasar. Hasil dari menganyam hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Padahal pak Isni masih membutuhkan biaya untuk berobat, membeli pampers, susu dan lain-lain. Sementara masih ada tanggungan 1 anak yang masih sekolah setingkat SLTP. Informasi mengenai pak Isni diperoleh dari salah satu pasien dampingan SR Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan dan pembelian pampers. Bu Tuminah sangat terharu saat menerima santunan dan tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan. Semoga pak Isni segera sembuh dan dapat bekerja mencari nafkah untuk keluarga nya lagi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Andika_KAB @Khoirul_Mukhlisin @Khoirul_Busnajudin

Bu Isni menderita stroke



RUMINI BINTI SUPARMAN (53, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Desa Botok RT 1/2, Kecamatan Karas Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Bu Rum, demikian biasa beliau dipanggil oleh keluarga, sanak saudara dan para tetangga. Bu Rum diusia nya yang menginjak 53 tahun belum menikah dan hidup berdua dengan ibunya yang sudah sangat sepuh sekali. Selama ini beliau bekerja merantau di Jakarta puluhan tahun sebagai pembantu rumah tangga dan akhirnya harus pulang ke kampung halaman karena menderita sakit kelenjar getah bening dalam setahun terakhir. Pengobatan dimulai di Rsud Sayidiman Magetan dan dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo sejak 14-12-2018. Bu Rum berobat dengan menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri tetapi sangat keberatan untuk biaya trsnsport dan akomodasi ke Solo karena memang beliau sudah tidak mampu bekerja lagi. Selama berobat, beliau di dampingi oleh tetangga nya yaitu Bu Siti yang begitu telaten menemani beliau berobat ke Solo walaupun usia bu Siti sudah 60 tahun lebih. Operasi bu Rum telah dilakukan tanggal 8-1-2019 dan saat ini sedang menjalani kemoterapi. Bu Rum masuk dalam dampingan SRmagetan sejak 10-2-2019. Santunan kedua sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kemoterapi. Bantuan sebelum nya telah diterima bu Rum dan dilaporkan pada Rombongan Baru 32. Bu Rum sangat berbahagia dan bersyukur karena atas bantuan dari para Sedekaholic sekalian bisa melanjutkan pengobatan karena beliau hampir putus asa tidak berobat karena kurang nya biaya. Semoga dengsn ikhtiar pengobatan yang maksimal ini bu Rum bisa segera sembuh dan beraktifitas kembali seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mirsa_DP @Jeans_Oswolf @Anggariantuka

Bu Rumini menderita sakit kelenjar getah bening



MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Maret 2019). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Maret 2019 sebesar Rp 1.100.000,- di gunakan untuk pembelian BBM dan biaya cuci Mtsr 1 Magetan. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada Rombongan Baru 32.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Maret 2019



MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Maret 2019). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Maret 2019 sebesar Rp 3.120.000,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, biaya ganti oli dan pemeliharaan rutin. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada Rombongan Baru 32.

Jumlah Bantuan : Rp 3.120.000,-
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Maret 2019



RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Maret 2019). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan, sembako pasien, perlengkapan kantor dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan serta kebutuhan pasien di Rssr Magetan selama bulan Maret 2019 setelah sebelum nya masuk Rombongan Baru 32.

Jumlah Santunan : Rp 684.074,-
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Maret 2019



PUTRI LESTARI ( 9,Tumor pipi ) Alamat : Dusun Ngrumpon RT 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur . Putri Lestari gadis kecil kelahiran 15 Mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu dr Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayahnya yaitu Pak Mesran (34) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (36) adalah sebagai ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah Pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelumnya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua Orang tua Putri sangat bersemangat dan mengiginkan putrinya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di Rsup Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Santunan Ketujuh sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dari Pacitan ke Yogyakarta dan biaya akomodasi berobat selama di Yogyakarta. Santunan Sebelumnya sudah masuk dan dilaporkan pada Rombongan Lama 1058,1091, Rombongan Baru 3, 7, 20, dan 29. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekahholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro

Putri menderita kelainan di pipinya sejak kecil



ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke Rsup. dr. Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami ananda Ganies. Santunan kesepuluh pun disampaikan sebesar Rp 500.000, dan digunakan untuk biaya dan akomodasi kontrol dan berobat. Bantuan sebelumya telah disampaikan dan tercatat di nomer Rombongan Baru 1109, 1117 , 1126, 1135, 1143, Rombongan baru 3, 7, 20, dan 29 untuk mambantu biaya akomodasi berobat adik Ganies ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @RestySucia

Ganiez menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia



RIZKY ARIWIBOWO (21, Flex Paru-Paru). Alamat : Dusun Druju RT2/2 , Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur. Rizki merupakan anak dari pasangan Bapak Darta (70), dan ibu Suti (53). Ia merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah pada tahun 2014, Rizki memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Jakarta. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan. Awal keberangkatan ke Jakarta dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan maupun riwayat sakit apapun. bahkan ia masih sering pulang untuk sekedar bertemu dengan orang tuanya. Namun tepatnya bulan September Tahun 2017 Rizki pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya sekarang ini yaitu flek paru – paru. Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Tepatnya bulan Desember kemarin Rizki harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pacitan Selama 5 hari. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Rizki merupakan keluarga yang tidak mampu. Rumah yang di tempat oleh 6 orang tersebut merupakan bantuan dari Koramil keluarga inipun juga termasuk keluarga yang mendapatkan bantuan beras rastra dari pemerintah yang datangnya tiap 1 bulan sekali. Bahkan untuk makanpun keluarga ini harus kerja membanting tulang dengan bertani maupun dengan membuka usaha mie ayam di pinggir jalan. Bantuan ketujuh sebesar Rp 500.000,- setelah sebelumya tercatat di nomer Rombongan Lama 1126, 1135, 1143 dan Rombongan Baru 3, 20,dan 29 disampaikan untuk biaya berobat dan dan trasportasi. Dan tidak lupa keluarga Bapak Darta mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Rizky menderita flek paru – paru



ABAS IMAMI (20, Gagal ginjal + Saraf + Paru-Paru basah) Alamat : Dusun Sinoman Kidul, RT 2/6, Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Abas Imami merupakan putra dari pasangan Bapak Riyanto (61), dan ibu Giyah (52). Setelah lulus dari SMP, Abas memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Solo. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Restoran. Awal keberangkatan ke Solo dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan sakit apapun. Namun tepatnya Tahun 2015 Abas sakit dan harus opname selama 2 minggu di PKU Muhammadiyah Solo. Dengan Kondisi badannya bengkak semua. Setelah sakit tersebut akhirnya Abas tidak melanjutkan kerja dan langsung pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya yaitu gagal ginjal. Selama 3 tahun mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Abas harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan penyakit yang di derita nya. Sekarang bahkan penyakit yang di derita nya komplikasi. Mulai dari saraf, paru paru basah dan penyakit lainnya. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali untuk cuci darah dan 1 Bulan sekali untuk sarafnya. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Abas merupakan keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan harus ditempati 6 orang di dalamnya. Selain itu untuk merawat sakitnya Abas keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari menjual kayu, menjual hewan ternak dan tanah yang di milikinya Propinsi penyembuhan anaknya. Bahkan sekarangpun masih memiliki beberapa hutang yang harus ditanggung untuk biaya transportasi Abas waktu akan kontrol ke Rumah Sakit Pacitan. Alhamdullillah sedekah rombongan dipertemukan dengan nya, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk bisa membantu Saudara Abas untuk melanjutkan Pengobatan cuci darah dan penyakit saraf serta paru-paru basah yang di derita nya, sehingga dapat kembali sehat dan kembali bisa beraktifitas seperti sediakala. Santunan ketujuh sebesar Rp 500.000 pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer Rombongan Lama 1135, 1143, Rombongan Baru 3, 7 20, dan 29 untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kontrol. Orang tuanya sangat mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Abas menderita gagal ginjal + saraf + paru-paru basah



SUMANAN BIN KATIMIN (59 Pembengkakan Pembuluh Darah). Alamat RT 03/09, Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pak Sumanan diusia 59, dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Aktifitas sehari-hari pak Sumanan selain sebagai Petani Ia adalah salah satu penggerak dan penggiat wisata di Goa Gong. Pak Sumanan berprofesi sebagai juru foto amatiran bagi para pengunjung Goa Gong yang akan mengabadikan momen wisata mereka. Dari kegiatan itulah Pak Sumanan bisa membiayai sekolah anaknya dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Berawal dari 3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, Setelah pulang dari Goa Gong untuk mengais rejeki beliau memiliki keluhan pusing yang terus menerus. Bagi Beliau hal tersebut dianggap hal yang biasa, dibelikan obat warung dan besoknya sudah sembuh. Namun ternyata keluhan sakit tersebut terus-menerus terasa dan tidak kunjung sembuh. Dan akhirnya atas inisiatif keluarganya, beliau diperiksakan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaaan dari Dokter, bahwa Pak Sumanan mengalami pembengkakan Pembuluh Darah dan harus istirahat dan opname di Rumah Sakit. Bahkan sampai sekarang beliau harus tetap bolak-balik ke rumah sakit untuk obat jalan. Kondisinya sekarang sekarang sudah tidak bisa beraktifitas seperti sedi kala. Aktifitasnya sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur Dan yang lebih miris lagi kondisi badannya semakin hari semakin kurus. Santunan keempat sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Dr Darsono Pacitan dan biaya akomodasi berobat. Santunan Sebelumnya masuk Rombongan Baru ke 7, 20, dan 29. Pak Sumanan sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga bisa kembali berobat rutin. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Pak Sumanan mengalami pembengkakan pembuluh darah



MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan kelimabelaspun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan baru 4, 13, 17, 24, 29, dan 34. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai menderita kelainan jantung



MUHAMMAD ANANG FARIZ NAUFAL (4, Katarak) Alamat : Dukuh Tawangrejo, RT 10/5, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Fariz, biasa dipanggil demikian oleh lingkungan tetangga, sejak lahir terlihat ada bercak putih di mata Fariz. Ditanyakan ke bidan terkait hal tersebut, disuruh melihat dulu perkembangan sampai usia 3 bulan. Setelah ditanyakan lagi, disarankan untuk ke RS Batil. Di situ baru di vonis katarak. Saran dokter harus operasi. Operasinya di Madiun tidak bisa. Akhirnya di rujuk ke RS Soedono diperiksa oleh dr. Toto, beliau juga bilang kalau di Madiun tidak bisa menangani karena masih anak-anak, umur masih 3 bulan, kemudian di rujuk ke RS Undaan Surabaya saat itu di tolak dengan alasannya peralatan yang kurang lengkap. Akhirnya dikembalikan ke Madiun oleh dr Toto di rujuk ke dr Soetomo Surabaya. Di situ diterima. Menurut dokter di sana harus cepat di operasi . Saat itu umur 3 bulan di operasi salah satu mata. Umur 6 bulan operasi mata yang satunya. Untuk operasi ke 3 belum, karena kendala beberapa faktor, dulu terkendala untuk lensa, di Indonesia lensa untuk Fariz belum ada, adanya di London dengan harga per lensa 11 juta, itupun kalo ada, oleh karena itu dicari opsi lain, sementara memakai kacamata. Sementara bapaknya dek Faris yang bekerja serabutan, merasa berat untuk proses pengobatan dek Faris yang harus sering kembali ke Surabaya. Belum lagi kalau di Surabaya harus mencari kos-kosan. Dek Fariz memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Informasi tentang dek Faris diperoleh melalui teman salah satu kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Faris dan orangtuanya. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 12 dan 29. Bapaknya dek Fariz sangat senang dan tidak lupa mengucapkan benyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Faris di vonis katarak



RIZAL ZABATHIL AMIN (20, Ca Nasofaring) Alamat : Desa Sewulan RT 11/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizal biasa dipanggil warga sekitar. Rizal tinggal bersama bapak, ibu, adik, dan neneknya. Rizal adalah seorang anak dengan kehidupan sehari-hari membantu bapaknya yaitu Pak Supardi yang bekerja serabutan. Awal mula Rizal sakit bulan Mei 2018, ada benjolan di leher dan di ketiak, dia tidak memperdulikan benjolannya, setelah 2 bulan benjolan tersebut membesar, barulah Rizal berobat ke Puskesmas kemudian di rujuk di RSUD Dolopo, di situ Rizal mengetahui penyakitnya yaitu Kanker kelenjar getah bening stadium 2, dari RSUD Dr. Soedono Rizal di rujuk ke RSDM Solo dimana harus melakukan kemoterapi. Pak Supardi adalah tulang punggung keluarga. Rizal memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Rizal dan kedua orang tuanya. Santunan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Rizal, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20, 24, dan 29. Pak Supardi dan keluarga merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Supardi menderita ca nasofaring



KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan keempatbelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125, 1133, Rombongan Baru 3, 7, 12, 17, 24, 28, dan 34. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan tiga kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Katiyem mengalami sakit asictes



DANIS ALDHIAN FAEZA (7, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Sutomo Surabaya. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke lima belas pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 4, 7, 12, 17, 20, 24, dan 34. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danis menderita sakit leukemia



ARWANI BIN TOHIR (57, Leukimia). Alamat : Dusun Tempursari, RT 14/4, Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Arwani adalah seorang bapak dengan 3 orang anak, anak pertama dan kedua sudah menikah dan ikut dengan suaminya, saat ini pak Arwani dirawat oleh istri dan anak ketiganya yang masih duduk di bangku SMA. Awal mula sakit pada awal 2014 lalu beliau merasakan lemas dan dibawa ke Rsup dr. Soedono Madiun dan diagnosa pak Arwani adalah Leukimia dan di rujuk ke RS dr Moewardi Solo. Saat ini beliau kesulitan transport ke Solo yang rutin kontrol tiap bulan, beliau sudah tidak bisa bekerja seperti dulu lagi, saat ini hanya istrinya yang bekerja sebagai penjahit untuk biaya makan, kebutuhan sehari – hari, dan transport ke Solo dan masih harus membiayai satu anaknya yang masih duduk di bangku SMA. Pak Arwani memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Arwani dan keluarga. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20 dan 24. Pak Arwani mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Arwani menderita sakit leukemia



DANNY ARYA KUSUMA PUTRA (18, Patah tulang). Alamat : Dusun Klorogan, RT 2/1, Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Danny, demikian biasa dipanggil oleh keluarga dan lingkungannya, Danny anak pertama dari tiga bersaudara, awal mula sakit Danny yang baru lulus SMK tahun ini bekerja di pabrik kertas di daerah Surabaya, waktu bekerja Danny mengalami kecelakaan kerja, tangan kanan dan hampir separo badannya masuk mesin pemotong kertas di pabrik tempatnya bekerja, Danny baru saja bekerja dua bulan dan sudah mengalami kecelakaan kerja, saat ini kondisi Danny masih terbaring lemah dan harus kontrol rutin dua kali seminggu di RS Orthopedi Surabaya, karena tidak mempunyai biaya untuk transport, keluarga Danny minta kontrol nya seminggu sekali dan setiap mau kontrol harus minjam uang sana sini untuk menyewa mobil karena bapaknya yang bekerja serabutan sehingga Danny dan keluarga sangat kesulitan untuk menyewa mobil yang tidak murah dari Madiun ke Surabaya untuk kontrol ke RS Orthopedi Surabaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Danny, dan sangat memahami kondisi yang dialami Danny dan kedua orang tuanya. Bantuan ketigapun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 24 dan 29. Danny dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga Danny bisa berobat lagi untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danny menderita patah tulang



TANEM BINTI KARYO (74, Paru-Paru). Alamat : Dusun Panggung, RT 16/7, Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Tanem, demikian dipanggil oleh tetangganya, 10 tahun yang lalu beliau punya riwayat sakit paru- paru dan dirawat di RS Paru Dungus. Sempat sakitnya dinyatakan sembuh dan beliau mampu beraktifitas kembali untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun demikian, beberapa bulan yang lalu beliau sakit kembali. Sudah periksa ke Puskesmas setempat dan di diagnosa bahwa paru-parunya kambuh dan dirujuk ke RS. Paru Dungus. Karena beliau tidak punya biaya, tidak mendapatkan KIS dan BPJS mandirinya tak mampu membayar hingga nunggak selama 30 bulan. Beliau tidak melanjutkan pengobatanya. Sampai saat ini kondisi beliau memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi dan badanya pun sangat kurus. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Mbah Tanem dan keluarga. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat mbah Tanem. Betapa senangnya keluarga mbah Tanem menerima bantuan tersebut dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa melanjutkan pengobatan dan menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 30 Maret 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Erik

Bu tanem menderita sakit paru- paru



SUCI SRI HARTINI (42, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Krajan, RT 3/1, Desa Nampan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Mbak Suci semenjak sakit ditinggal begitu saja oleh suaminya tanpa adanya tanggung jawab dengan meninggalkan mbak Suci dan 6 anaknya, anak pertama kembar perempuan saat ini sekolah di SMK sambil kerja membantu dokter praktek, yang lain ada yang sekolah SMP dan SD, sedangkan yang paling kecil di rumah bersama neneknya ibu Sumiyati. Pada waktu berkunjung ke kediaman pak Hadi yang ternyata adalah rumah kontrakan, relawan hanya bertemu ibu Sumiyati dan cucunya yang paling kecil. Ibu Sumiyati menyampaikan bahwa pak Hadi lagi di Jakarta karena ibunya sedang sakit, saat ini pak Hadi dan ibu Sumiyati menghidupi keenam cucunya sejak mbak Suci berobat di Surabaya. Pak Hadi sehari – harinya bekerja serabutan dan sedikit servis elektronik bila ada tetangganya yang mempunyai kendala. Melihat kondisi dan cerita ibu Sumiyati cukup prihatin dan trenyuh, santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan biaya sekolah juga biaya hidup sehari – hari anak – anak mbak Suci. Bu Suci atas nama keluarga merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari – hari cucu dari pak Hadi dan bu Sumiyati.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 14 Maret 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Suci menderita ca mamae



SUTRISNO BIN MUNIRAN (54, Colostomy status). Alamat : Jl. Raya Ponorogo – Madiun, RT 1/1, Desa Babadan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Sutris, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, adalah seorang bapak yang tinggal bersama istri ibu Kundayani dan kedua anaknya Diyah Ayu Kuntari dan Dwi Setyo Mulyo. Bapak Sutrisno semula bekerja sebagai buruh panggul di pasar, guna mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Semenjak bulan Juli 2018, bapak Sutrisno merasakan sakit di lambung yang amat sangat, hingga terjadi drop. Sampai dokter mendiagnosa sakit Colostomy status. Setelah menjalani operasi, dokter merujuk ke RSUD dr. Moewardi Surakarta untuk menjalani kemoterapi setiap satu bulan sekali. Sejak Nopember 2018 bapak Sutrisno menghentikan terapinya ke Surakarta karena terkendala biaya transportasi dan penginapan, walau sebenarnya beliau memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Saat kurir SR mendatangi rumahnya kembali semangat untuk kesembuhan timbul kembali. Sedekah Rombongan memahami kondisi yang dialami pak Sutris dan keluarga. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Sutris. Beliau merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih keada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga bisa mewujudkan keinginan kembali melakukan Kemo terapi ke RSUD dr. Moewardi Surakarta kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 14 Maret 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914 @Kosiar

Pak Sutris sakit colostomy status



NOVI INDRIANI (22, Lambung + Maag Kronis). Alamat : Jl. Widorokandang, RT 1/1, Dukuh Jenangan, Desa Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Provunsi Jawa Timur. Novi Indriani adalah seorang remaja yang sedang mengalami sakit lambung dan maag kronis. Sejak 8 bulan yang lalu mengalami gangguan lambung. Awalnya yang dirasakan Novi, badannya panas dan nafsu makan tidak ada. Sebelum sakit, bekerja di sebuah mall di Yogyakarta. Semakin lama keadaannya semakin memburuk. Oleh dokter Novi Indriani didiagnosa Maag Kronis. Sampai sekarang bobot badannya tinggal 30 kg saja. Keluarga Novi Indriani tidak memiliki biaya untuk berobat. Sementara jaminan kesehatan yang baru belum bisa aktif hingga 3 bulan ke depan. Sementara setiap 5 hari sekali harus menjalani pemeriksaan ke dokter dalam. Saat kurir SR mendatangi rumahnya, kondisi Novi berbaring di tempat tidur dengan badan yang sangat lemas. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Novi dan keluarga. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Novi. Orang tua Novi merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga dapat membantu biaya berobat, dan meringankan beban yang dideritanya, karena Novi Indriani ingin sekali segera sembuh dan kembali bekerja agar roda perekonomian bisa tetap berjalan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914 @Kosiar

Novi mengalami sakit lambung dan maag kronis



MUHAMMAD MUHAIMIN (51, Saraf kejepit + tulang punggung meleset). Alamat : Dukuh Melikan, RT 2/2, Desa Kambeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Muhammad, beliau merupakan tulang punggung keluarga, mengalami sakit sudah sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini pak Muhaimin hanya bisa berbaring di atas tempat tidur yang sangat sederhana, karena tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan lagi. Kondisi tubuh pak Muhaimin semakin hari semakin kurus, tinggal 40 kg. Keseharian pak Muhaimin sebelum sakit, mengajar di Madrasah dan rumah, sambil berjualan sayur di pasar desa, dengan penghasilan tidak menentu, keluarga merasa kesulitan untuk mengobatkan beliau, walau sebenarnya beliau memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Muhaimin. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Muhaimin. Istrinya merasa senang sekali dan atas nama pak Muhaimin, istrinya mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 19 Maret 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Kosiar

Pak Muhammad menderita Saraf kejepit + tulang punggung meleset



AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tidak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Saat ini dek Ajeng sudah menjalani operasi. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng masih mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan keempatbelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142, Rombongan Baru 4, 8, 12, 20, 24 dan 29. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Ajeng mengalami sakit syaraf



MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Maret 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, RSUD Sogaten, RS Griya Husada, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisiyah Madiun, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Sarjito, RSUP Dr. Moewardi, dan juga RSUP Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan dan konsumsi. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan Baru 34.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.779.331,-
Tanggal : 31 Maret 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya Operasional Maret 2019



Siti amunah (30), Alamat : Kp. Suka bakti rt 008/004 rajeg kab tangerang ,biasa ia di pangil siti , siti sehari-hari buruh pabrik bekak,ia terkenal orang yang pekerja keras,karena tulang punggung keluarga, namun 5 bulan yang lalu siti ada benjolan di payudarah seperti jerawat siti pikir hanya jerawat biasa hari demi hari makin membesar seperti bisul akhirnya berobat ke kelinik namun kata kelinik itu hanya infeksi biasa, 3 bulan yang lalu bisul itu semakin besar sebesar telur ayam dan mengeluarkan nanah, makin hari makin besar dan mengelurkan bau akhirnya siti tidak lgi kerja dan pihak kelinik merujuk ke rsud ternyata itu tumor ganas ,tadinya siti mau di operasi namun pihak rs menyuruh menunggu di rumah karna masih harus menunggu jadwal operasi ,akhirnya siti pulang dan setelah 3 hari di rumah siti harus balik lgi ke rs karna benjolnya mengeluarkan nanah samapi terlihat bolong di payudara pihak rs merujuknya ke RSCM namun karna tidak ada uang pihak keluarga kembali tidak langsung ke RS, 2 hari kemudian siti mendaptkan pinjaman uang dari tetangga untuk ongkos saat sampai ke rscm ternyata tumor siti sudah stadium akhir dan hanya bisa di kemo ,pada tgl 25 april siti menghembuskan napas terakhirnya. #SedekahRombongan merasakann kesusahan dan kesedihan keluarga siti dan memberikan bantuan awal sebanyak satu juta rupiah untuk biaya transortasi selama hidup(hutang ke tetangga)dan biyaya pemakaman siti. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan keluarga siti dan mudah2an siti di laangkan kuburn nya di terima amal ibadahnya dan di ampuni dosanya.

Bantuan awal: Rp. 1.000.000
Tgl pemberian: 28-04-2019
Kurir : Dita Nurhidayah

Bu Siti menderita ca mamae



Kakek Sukirman (75 Tahun) adalah Manula sebatang kara yang tinggal di Jalan Musyawarah, Kampung Parung Benying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan – Banten. Beliau sehari hari hidup di gubuk tua ditemani seekor kucing kesayangan. Pendengaran beliaupun sudah agak menurun. Anak dan Istri beliaupun tidak ada kabar dimana keberadaanya. Awalnya saya tahu tentang beliau dari temen saya Indra Januarman, yang notabene adalah tetangga beliau. Informasi tentang Kakek Sukirman sudah masuk di RTV, kira kira satu tahun lalu dan video pendeknya pun di share ke saya. langsung saya bergegas menvari tahu keberadaan Kakek Sukirman. Tetangganya yang bernama Nenek Aini lah yang sehari hari mengasuh beliau. Nenek Aini adalah seorang penjual Ikan Asin di pasar, dia ikhlas merawat kakek sukirman untuk mencari ridho Allah Subhanu Wa Ta’ala. Nenek Aini berharap agar para tetangga sekitar juga peduli terhadap keberadaan Kakek Sukirman. Bantuanpun dari #SedekahRombongan pun diberikan sebesar Rp 500.000 kepada Nenek Aini untuk biaya santunan sehari hari Kakek Sukirman. Semoga bermanfaat bagi Kakek Sukirman.

Bantuan : Rp 500.000
Tanggal Pemberian : 15 April 2019
Kurir : Alvin Noor Pratama

Bantuan tunai



Rina Triyana (32th, TB Usus) Jl. H fathullah sam’un link delingseng RT 01/01 Kebonsari Kec citangkil Cilegon Banten. Rina seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang putra berusia 1,5th sudah 7 bln sakit. 3 bln ditahun 2019 sudah sulit untuk bangun, melakukan aktifitas. Selama 7 bln pengobatan hanya dokter umum di puskesmas karena terkendala biaya. Suami bekerja sebagai serabutan. Setelah dibantu salah seorang temannya yang merasa prihatin atas kondisi Rina akhirnya. Rina dilakukan cek up di lab melalui serangkaian tes dan hasilnya setelah konsultasi dengan dokter internis Sari Asih Serang, Rina harus dirawat. Penyakit Rina memang komplek lambung tb usus,tb saluran cerna. Mulutpun ikut radang. Makan sulit dan berat badan terus menyusut. Selama di Rumah sakit Rina memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk keperluan obat, perawatan dan tindakan medis lainnya. Apalagi Rina diharuskan menjalani operasi penambalan usus. Sehingga memerlukan biaya besar untuk operasi. Teman Rina menghubungi team kurir SR, sehingga diperoleh informasi mengenai penyakit Rina. Rina terbantu dengan santunan dari para sedekaholic. Rina dan keluarga menghaturkan terima kasih untuk para donatur SR yang telah membantunya.

Tanggal pemberian bantuan : 27 April 2019
Besar Bantuan : Rp 1.000.000
Kurir @evairmakusmayanti

Rina menderita TB Usus



Siti binti Kusen (47th, Kanker Payudara) Kp. Batung rt/rw 003/005 Ds Cinangka Kec Cinangka Kab Serang Banten. Bu Siti yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien kanker payudara, sebelah kiri telah dioperasi akan tetapi payudara sebelah kananpun kondisi mengalami pembengkakan dan mengeras. Sehingga memerlukan tindakan selanjutnya untuk segera ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam. Payudara sebelah kanan sedang dalam tahap laser sebelum mendapatkan tindakan lebih lanjut. Laser payudara sebelah kanan memerlukan 20 kali pelaseran. Pun dibulan Ramadan kali ini Bu siti harus terus menjalani laser tsb. Sehingga memerlukan biaya untuk transpotrasi ke RS Darmais di Jakarta yang cukup jauh dari kediamannya. Keputusan dari dokter akan diketahui setelah peroses laser selesai. Untuk biaya laser bu Siti menggunakan kartu jaminan kesehatan dari pemerintah. Sedekaholic membantu meringankan biaya transportasi bu Siti. Bu Siti dan keluarga menghaturkan terima kasih untuk para donatur SR yang telah membantunya.

Tanggal pemberian bantuan : 26 Mei 2019
Besar Bantuan : Rp 500.000,.
Kurir @evairmakusmayanti

Bu Siti menderita ca mamae



Najla Khairunnisa (19 thn,Autoimun jenis sistemik Sclerosis, polymylitis dan overlap syndrom) Perumahan Titan Arum blok B5 no 5, Drangong-Taktakan – Serang Banten. Najla adalah gadis remaja aktif. Ayahnya bernama M. Ali 48 tahun Honorer dinas pertanian. Najla Sejak SMP menderita Asma, pembengkakan kelenjar air liur dan alergi. Pada bulan Oktober 2017 mengalami kelumpuhan diagnosa dokter kelainan tulang belakang (spina bifida) HNP dan cedera otot. Berobat dan terapi di spesialis syaraf dan ortopedi, kondisi memburuk hingga muntah darah karena terlalu banyak analgesik yg diberikan. Pada Juli 2018 mencari perobatan alternatif herbal (krn tubuhnya sdh menolak obat kimia) dan dirawat 3 pekan di RS Holistik Purwakarta, ditemukan aktivitas autoimun pd tubuh Najla. September 2018, dilakukan serangkaian pemeriksaan lab di RS Siloam dan hasilnya positif autoimun. Kemudian diberikan obat dan terapi. Pengobatan dilanjutkan di RSKM Cilegon. Terapi tetap harus didampingi pengobatan herbal karena masalah lambungnya. April 2019 hasil cek Ana Profile menunjukkan peningkatan intensitas autoimunnya, positif mengindap Sistemik Sclerosis, Polymylitis dan overlap Syndrome. Pada gejala awal, sempat mengalami kelumpuhan seperti Otot dan sendi kaku, sakit dan bengkak-bengkak, tidak bisa beraktivitas normal, berjalan hanya sebentar2 saja, sensitif thd sinar matahari (ruam dan perih) mata, mulut kering. Sering kelelahan padahal tidak melakukan apa2(mood swing). Kondisi saat ini, kadar autoimun meningkat, shg kondisi Najla menurun. Sedang berobat ke Dr Amarullah (NATUROPATHIC) krn tak kuat obat kimia. Najla membutuhkan, biaya untuk membeli obat, kontrol rutin ke dokter, cek lab rutin dan transportasi ke RS di jakarta. Ibu Nia ibunda Najla, menghubungi kurir SR meminta bantuan biaya pengobatan. Keluarga Najla menghaturkan terima kasih kepada para sedekaholic yang telah membantu biaya pengobatan serta transportasi untuk Najla berobat.

Tanggal pemberi bantuan : 23 Mei 2019
Besar Bantuan : Rp 1.000.000,.
Kurir @evairmakusmayanti

Najla mengalami kelainan tulang belakang (spina bifida) HNP dan cedera otot



NURSALAMAH ABDULAH (8 tahun, Gangguan saraf) Alamat :Kp.Rancalabuh Rt 10/2 Ds.Rancalabuh Kec.Kemiri Kab.Tangerang. Nur biasa di panggil adalah seorang anak bontot dari pasangan Bpk Abdulah(56) dan ibu Amsah (50) yg kini sudah bersekolah kelas 1 di SDN Rancalabuh 1. Nur memiliki semangat yg tinggi untuk belajar meskipun memiliki keterbatasan ,Nur tak dapat melihat dan berbicara serta perkembangan motorik nya yg lambat .Nur tidak seperti teman teman nya yg lain namun hal itu tak mematahkan semangat ibu Amsah untuk mengantarkan Nur setiap hari kesekolah meskipun banyak gunjingan dari teman” sesama wali murid yang lain. Nur mengalami sakit semenjak dari lahir karena perkembangan janin yg tidak normal ketika hamil nya ,kurangnya informasi dan tak pernah memeriksakan diri ke bidan ketika hamil yg sudah memilki usia rawan akhir nya nur pun terlahir dg kondisi cacat di bagian saraf. Pada masa perkembangan usia balita Nur beda dgn anak anak yg lain keterlambatan fisik motorik serta keterlambatan bicara sampai sekarang . Kini orang tua Nur semangat untuk membawa Nur berobat dan Terapy ke RS Sari Asih. Kondisi saat ini : mata tak dapat melihat dengan jelas ,motorik kasar dan halus mengalami keterlambatan,tak dapat bicara,emosi yang tidak stabil. Semoga Nur bisa sembuh dari sakit nya dan dapat bersekolah tanpa beda dengan yg lain

Bantuan terakhir : 07 Maret 2019
Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tgl bantuan : 29 Mei 2019
Kurir @alvin @fatmahalwiny @misnamina

Nur menderita gangguan syaraf

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah bantuan
1 SRI MARYATI 2,000,000
2 DESTINA EKA SARI 2,000,000
3 IIS APRIYANTI 2,000,000
4 YATI SURYATI 2,000,000
5 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
6 AGUS SUYONO 500,000
7 FAJRIL REVAN NURAYA 1,000,000
8 SANEM BINTI WONGSO KADIKUN 500,000
9 SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR 1,000,000
10 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
11 NURYADI BIN SUPARMIN 500,000
12 MULYONO BIN JIRAN 1,000,000
13 MINEM BINTI TARUNO 1,000,000
14 ASMO MIDI BIN DUL KASAN 1,000,000
15 MARINA BINTI SAIMAN 1,000,000
16 JUMIATI BINTI SUPANGAT 500,000
17 ARDINDA MAYANG MARSELA 500,000
18 ATIK MARYATI BINTI JUARI 1,000,000
19 TANEM BINTI IMAM BAKIN 1,000,000
20 ISNI BIN AMAT NI 1,000,000
21 RUMINI BINTI SUPARMAN 500,000
22 MTSR 1 MAGETAN 1,100,000
23 MTSR 2 MAGETAN 3,120,000
24 RSSR MAGETAN 684,074
25 PUTRI LESTARI 500,000
26 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 500,000
27 RIZKY ARIWIBOWO 500,000
28 ABAS IMAMI 500,000
29 SUMANAN BIN KATIMIN 500,000
30 MUHAMMAD RIFAI 500,000
31 MUHAMMAD ANANG FARIZ NAUFAL 500,000
32 RIZAL ZABATHIL AMIN 500,000
33 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
34 DANIS ALDHIAN FAEZA 500,000
35 ARWANI BIN TOHIR 500,000
36 DANNY ARYA KUSUMA PUTRA 500,000
37 TANEM BINTI KARYO 1,000,000
38 SUCI SRI HARTINI 1,000,000
39 SUTRISNO BIN MUNIRAN 1,000,000
40 NOVI INDRIANI 1,000,000
41 MUHAMMAD MUHAIMIN 1,000,000
42 AJENG SUKMA AYU 500,000
43 MTSR MADIUN 4,779,331
44 Siti amunah 1,000,000
45 Kakek Sukirman 500,000
46 Rina Triyana 1,000,000
47 Siti binti Kusen 500,000
48 Najla Khairunnisa 1,000,000
49 NURSALAMAH ABDULAH 500,000
Total   46,683,405