SIGIT SUNARSO, (22, Patah Tulang) Alamat Dusun Gumuk Limo RT/RW 023/018, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa TImur. Awal mulanya Sigit sehat, namun pada bulan Mei tahun 2017 Sigit mengalami kecelakaan ketika akan berangkat kerja yang mengakibatkan patah Tulang pada kaki bagian paha kiri. Kemudian dalam penanganannya Sigit menjalani operasi dan pemasang mangkok tulang paha pada bagian kaki yang patah. Dirumah beliau tinggal bersama Ibu dan saudaranya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sigit yang memang membutuhkan bantuan selama proses penyembuhan dan rawat jalan. Saat ini Sigit sudah terdaftar sebagai anggota KIS-PBI Mandiri Kelas 3 yang telah di urus dengan Kurir Sedekah Rombongan. Dan Kurir pun mendampingi Sigit selama rawat jalan dengan memberikan bantuan pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi di rumah sakit, dan pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Semoga kondisi Sigit semakin membaik dan diberi kesembuhan seperti diakala, Amiin. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 817.500,-
Tanggal : Desember 2018, Januari 2019, Februari 2019, 8 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Sigit mengalami patah tulang pada kaki bagian paha kiri


M ALVIN RISALATUS SHOLEH, (9, Kanker Gusi) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 024/022, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Alvin menderita penyakit serius sejak enam bulan terakhir ini. Tak di sangka beliau menderita Kanker gusi. Awalnya Alvin merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya oleh orang tua Iqbal memeriksakan kondisinya ke Klinik Dokter Gigi. Akan tetapi, pihak Klinik menyarankan untuk diperiksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menajalani pengobatan serta operasi. Namun sayangnya, orang tuanya kebingung dengan masalah biaya pengobatan di RS serta Akomodasi selama di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Alvin memerlukan bantuan pendampingan dalam berobat karena dari keluarga kurang mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Alvin untuk mengurus rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Alvin memiliki Jaminan kesehatan berupa SPM yang meringankan beban keluarganya. Alvin adalah anak yatim yang hanya tinggal bersama Ibunya Siti Mutmainnah (31) yang berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Alvin. Santunan yang diberikan di pergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Alvin dan semoga sembuh seperti sediakala, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 31

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Alvin menderita Kanker gusi


SUNARSIH BINTI SAMSUNARDI, (63, Pembengkakan Jantung) Alamat Jl PB Sudirman Dusun Paseban RT/RW 004/002, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sunarsih sudah sejak satu tahun yang lalu mengalami pembengkakan jantung dan Batu Empedu yang menyebabkan aktifitas hariannya sebagai pedagang kue. Namun sejak beberapa bulan terakhir kondisi kesehatannya makin menurun dan sering keluar masuk rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Memang untuk biaya pengobatannya sudah dijamin oleh BPJS yang dimiliki namun keluarga terkendala dengan biaya penebusan obat yang tidak di cover oleh BPJS. Maklum saja karena Ibu Sunarsih tidak bekerja dan Suaminya Bapak Sunarto (61) hanya bekerja sebagai Kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka saja tanpa bisa membantu banyak untuk pengobatan sang istrinya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Ibu Sunarsih pun langsung mengunjung Ibu Sunarsih di tempat tinggalnya. Kondisi nya masih terlihat lemah dan tidak bisa diajak berbicara banyak. Bapak Sunarto suami dari Ibu Sunarsih bercerita sudah sekitar beberapa hari di Rawat di RSUD Dr Soebandi Jember karena tiba – tiba pingsan dan kini mereka sedang kebingungan untuk menebus obat yang diberikan oleh dokter dan tidak tercover BPJS. Bantuan disampaikan untuk ibu Sunarsih yang digunakan untuk akomodasi selama di rumah sakit dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga kondisi kesehatan Ibu Sunarsih cepat pulih seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 865.000,-
Tanggal : November 2018, Desember 2018, Januari 2019, Februari 2019, 28 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu sunarsih mengalami pembengkakan jantung


DWI AFIFATUL MAULIDAH, (7, Gangguan Syaraf, histeria) Alamat Kp Tunjang RT/RW 02/02, Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Pada sore hari tahun 2015 Adik Afifa sedang berjalan-jalan hendak menyeberang ke seberang jalan. Tepat sebelum sampai ke trotoar adik Afifa tertabrak oleh sepeda angin, adik Afifa terpental dan kepala adik Afifa terbentur ke tepi trotoar, seketika itu adik Afifa muntah-muntah tetapi tidak sampai terjadi perdarahan hanya lebam pada kepala bagian samping (pelipis). Saat itu juga keluarga membawa adik Afifa ke bidan setempat, karena menurut bidan adik Afifa tidak terjadi hal yang gawat, adik Afifa hanya diberikan obat anti nyeri saja. Namun setelah beberapa hari (kurang lebih 2-3 hari dari kejadian) adik Afifa merasa pusing dan terus menerus menangis, karena keluarga menganggap hal tersebut berbahaya, keluarga membawa ke dokter spesialis anak untuk mencari pengobatan lanjutan, dari dokter tersebut adik Afifa disarankan pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan terpadu yaitu CT Scan, menurut dokter dikhawatirkan terjadinya cedera otak. Karena terbentur oleh dana dan transportasi keluarga hanya meminta obat jalan sementara, maka dokter hanya memberikan obat suplemen vitamin biasa. Selang beberapa tahun karena adik Afifa tidak ada keluhan yang berarti keluarga membiarkan saja. Namun setelah 2 tahun dari kejadian tersebut atau tepatnya sekitar tahun 2017, adik Afifa sering mengalami pusing dan sering pingsan, dan sampai saat ini adik Afifa tidak mendapatkan pelayanan medis yang layak karena masalah dana dan sebagainya. Kondisi terakhir saat survei adik Afifa tampak sering melamun dan berteriak sendiri, terkadang marah-marah tanpa ada hal yang jelas (histeris). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk membantu adik Afifa. Santunan yang diberikan untuk pembayaran tunggakan BPJS dan Akomodasi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Afifa, Semoga sakit yang dialaminya dapat segera pulih seperti sediakala Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @budaili

Dwi menderita gangguan syaraf, histeria


EDI SUPRAPTO (47, Ca. Nasofaring). Alamat : Jalan A. Yani, RT 01/01, Desa Dasabah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016 Bapak Edi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah dua bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Selain rasa sakit di tenggorokan Bapak Edi juga mengalami penurunan pengelihatan. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Juli 2016 Bapak edi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Edi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2017 Bapak Edi memeriksakan ke RSUD Bondowoso dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring. Bapak Edi dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang lebih lengkap. Bapak Edi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan istrinya, Ibu Septin (25) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Edi memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas II yang sangat membantu biaya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan Santunan Tunai untuk kebutuhan pak Edi. Semoga Bapak Edi segera diberikan kesehatan agar dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 29 April 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Edi menderita ca. nasofaring


AHMAD HASAN ABDILLAH, (10, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 905.876,-
Tanggal : Februari 2019, Maret 2019
Kurir : @firmanyunizar @viandwiprayugo @budaili

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Maret 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 33

Jumlah santunan: Rp. 4.032.222,-
Tanggal: 28 Maret 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @Budaili @edikpurwanto

Biaya operasional Maret 2019


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Maret 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 33

Jumlah santunan : Rp.2.574.963,-
Tanggal: 29 Maret 2019
Kurir : @Firman Yusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto @budaili

Biaya operasional Maret 2019


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Maret 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Maret 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 33

Jumlah Santunan : Rp. 1.641.600,-
Tanggal : 29 Maret 2019
kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @wachdanfirmanfarezha @budaili

Sembako pasien RSSR Maret 2019


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Maret 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Maret 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 33

Jumlah Santunan : Rp. 1.641.600,-
Tanggal : 29 Maret 2019
kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @wachdanfirmanfarezha @budaili

Sembako pasien RSSR Maret 2019


ASMUJI BIN NGATUN, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Muji sering beliau panggil. Pak Muji adalah buruh tani, setiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah pagi sampai sore. Pak Muji bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Muji tinggal bersama Istri dan anaknya. Kini Pak Muji tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh saat hendak selesai menanam kedelai di Sawah dan tiba tiba Pak Muji sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar badan Pak Muji mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Muji yang semakin memburuk, warga membawanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Muji diagnosis mengalami pecahnya pembuluh darah di kepala dan mengakibatkan Stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Muji memiliki Jaminan Kesehatan Berupa KIS PBI, yang meringankan beban keluarganya dalam pembiayaan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Tetapi biaya hidup dirumah sakit dan Transport ke Rumah sakit, Ibu Sri Wahyuni (36) istri dari Pak Muji dan anaknya kebingungan karena dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar derita dari keluarga Pak Muji, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pak Muji. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Santunan 2 bulan sekali. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Muji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Muji menderita stroke ringan


MUSTOFA BIN MUSTOFA, (81, Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 004/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Mus, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai buruh tani jika ada yang memanggilnya untuk bekerja. Terkadang bekerja untuk membersihkan rumput rumput di halaman rumah tetangga, namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil tenaganya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Pendengaran pak Mus sudah tidak begitu normal, karena faktor usia. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Mus. Santunan disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Pak Mus sangat gembira, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


RSSR Jogja (Operasional Bulan Maret 2019). Alamat : Jalan Munggur Gang Permadi No. 50A RT 15/5, Demangan Kidul, Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. RSSR Jogja sejak 1 Januari 2019 telah menempati rumah singgah yang baru. Di rumah singgah baru ini pasien anak dan dewasa tinggal disatu rumah yang sama dengan pemisahan kamar pasien dewasa dan anak. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Maret 2019 yang meliputi biaya administrasi perkantoran (atk), biaya telekomunikasi perawat, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet, biaya pemeliharaan dan peralatan rumah singgah. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 988.500,-
Tanggal : 29 Maret 2019
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Biaya operasional bulan Maret 2019


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Maret 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan operasional ini untuk pembelian bahan bakar, selama pertengahan bulan Maret 2019. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 2.858.000,-
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Maret 2019


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Februari 2019). Alamat : Jalan Munggur Gang Permadi No. 50A RT 15/5, Demangan Kidul, Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja tidak hanya berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Banjarnegara, Temanggung bahkan dari luar pulau seperti Sorong, Batam dsb. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien fisioterapi pasien, dan biaya hidup pasien selama bulan Maret 2019. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.957.359,-
Tanggal : 29 Maret 2019
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Februari 2019


MTSR JOGJA (AB 1056 EG, Operasional Bulan Maret 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1056 EG inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar, biaya service dan ganti olie selama bulan Maret 2019. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.935.478,-
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional Maret 2019


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Maret 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar dan biaya perawatan, untuk pembelian ban bulan Maret 2019. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala jariyah bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.643.000,-
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional Maret 2019


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Maret 2019. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk bahan bakar, biaya perawatan AC double power, dan pembelian accu, selama bulan Maret 2019. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 35. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala yang berlipat dari tiap putaran rodanya bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.983.000,-
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional Maret 2019


SYAFA MAURA HARAHAP (6, Thalassemia). Alamat tinggal : Rumah Liar di Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Syafa adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan dengan diagnosis dokter mengidap penyakit Thalassemia. Thalassemia adalah penyakit kelebihan sel darah putih dalam tubuhnya yang menyebabkan harus dilakukan tranfusi darah setiap 1 bulan sekali untuk menambah sel darah merah pada tubuhnya. Dek Syafa mengidap penyakit ini sudah 2 tahun sejak 2016 dengan gejalanya badan panas tinggi, muka pucat dan perut membuncit. Sang ayah Pak Mansur hanya bekerja sebagai buruh harian lepas (perawat atau penjaga taman) di Batam dan ibunya Bu Nurjannah hanya ibu rumah tangga yang mengurus Dek Syafa setiap harinya. Dengan pendapatan sang ayah yang tidak menentu mereka sangat kesulitan biaya transportasi berobat ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Di Batam keluarga ini tidak memiliki tempat tinggal yang sah, hanya menumpang pada tanah BP Batam yang disebut Rumah Liar(RULI). Jika ada perintah untuk meninggalkan, mereka pun kebingungan untuk tinggal dimana lagi. Selama menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Dek Syafa dijadwalkan setiap bulan harus transfusi darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam, Kepulauan Riau. 23 Maret 2019 telah dilakukan trasnfusi darah dengan keterangan dokter bahwa kondisi Dek Syafa semakin membaik namun dengan catatan harus rutin dilakukan transfusi darah setiap 1 bulan 1 kali. Pengobatan di rumah sakit selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Laporan Rombongan Baru 36. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatan dan transportasi dari rumah ke rumah sakit guna transfusi darah. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Syafa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 21 April 2019
Kurir : Boim dan Rian (Ogek)

Syafa mengidap penyakit thalassemia


EM YUNIS (Kelainan Gangguan Saraf, 42 tahun). Alamat : Kampung Suka Damai RT.001 RW.006 Kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk Kota Batam, Kepulauan Riau. Pak Em Yunis dulunya bekerja sebagai karyawan di kawasan Industri Batamindo sebagai cleaning service. Pada suatu saat motornya disewa oleh orang selama 3 hari, di sinilah awal musibah terjadi. Setelah motor dikembalikan (mungkin motor dipakai untuk yang tidak baik) beliau selalu merasa diikuti oleh orang. Malam yang naas itu, Pak Em Yunis tiba-tiba di tempat yang sepi dikeroyok oleh 3 orang yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Sekujur tubuhnya penuh luka dan ditolong oleh seorang security yang kebetulan lewat. Dalam keadaan kritis beliau diantar ke rumah sakit dan karena luka yang begitu banyak di sekujur tubuh dan luka sobek yang dalam. Paha tembus 2 tusukan dan urat besar pada tangannya putus maka dilakukan operasi. Dua tahun pasca kejadian beliau habis kontrak kerja. Beliau kembali mencoba mencari pekerjaan dan diterima di sebuah bank swasta bekerja sebagai cleaning service lagi. Beberapa tahun bekerja beliau sering merasakan kebas awalnya di tangan kemudian punggung, tapi beliau menganggap mungkin karena kecapekan bekerja. Namun makin lama keadaan kebas yang beliau alami makin menjadi. Ketika bekerja sapu dan peralatan kerja yang beliau pakai sering terlepas sendiri dari tangannya. Melihat kondisi ini akhirnya pihak bank pun memutuskan hubungan kerja(PHK). Sudah 4 tahun lebih bapak ini sudah tidak bekerja. Dengan sisa uang gaji yang beliau punya, Sang Istri (Indarsih, 42) mencoba membuat usaha kue basah dan dijual keliling sebagai penyambung hidup keluarga sampai sekarang. Pak Em Yunis pernah dibawa ke ahli saraf di RS Awal Bros Batam, namun karena keterbatasan biaya akhirnya dihentikan pengobatan medis tersebut sampai sekarang. Beliau juga pernah dibantu oleh perkumpulan satu kampungnya berobat alternatif urut sebanyak 3 kali namun sekarang bantuan itu sudah tidak ada lagi. Kendala yang dihadapi adalah biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit. Selama bulan Maret, sudah 3 kali dilakukan kontrol di RSUD Embung Fatimah Batam untuk konsultasi dengan dokter Poli Paru, Poli Saraf dan Poli Bedah. 20 Maret dilakukan kontol dan diberikan oleh dokter saraf obat untuk melemahkan sarafnya yang berdampak pasien sering jatuh(tidak bisa bangun). Akibat sering jatuh tersebut pasien luka-luka pada badannya. 3 hari setelah meminum obat tersebut, istrinya menghentikan konsumsi obat tersebut. Pada tanggal 02 April 2019 sudah dijadwalkan kembali untuk kontrol di RSUD Embung Fatimah Batam. Bantuan sebelumnya tercatat pada Laporan Rombongan Baru 36. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk berobat pasien. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Pak Em Yunis diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 25 April 2019
Kurir : Boim dan Alamsyah

Pak Em Yunus menderita kelainan gangguan saraf


KELARA BIN JUARI (14 Tahun, Kelainan Saraf). Alamat tinggal : Pulau Nguan RT.002 RW.004 Kelurahan Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Kelara tinggal jauh dari Pulau Batam yaitu di Pulau Nguan RT.002 RW.004 Kelurahan Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Kelara lahir dengan normal seperti anak bayi pada umumnya tidak menampakkan gejala-gejala penyakit. Pada tahun 2007 mengijak umur 1 tahun 7 bulan, saat di ayunan tiba-tiba badannya gemetar/menggigil dan mukanya pucat. Akibatnya pasien langsung koma/tidak sadar di rumahnya. Karena di pulau tersebut tenaga medis tidak ada maka orang tuanya memanggil orang pintar untuk menanyakan tentang penyakit anaknya. Namun setelah sehari semalam pasien tidak sadar, segeralah pasein dibawa oleh keluarga ke rumah sakit di Batu Aji(rumah sakit lama) Batam untuk ditangani oleh dokter. Setelah di rumah sakit pasien langsung diopname dan selama 3 hari tidak sadarkan diri(koma) hanya sesekali badannya gemetar. Selama 3 hari 3 malam di rawat di rumah sakit tersebut tidak ada perubahan, sang kakek pasien memaksakan untuk membawa pulang. Akhirnya pasien dibawa pulang ke Pulau Nguan dan dilakukan pengobatan dari orang pintar. Selang beberapa hari pasien pun sadar namun tidak bisa berbicara dan hanya bisa berbaring. Setelah sekian bulan sadar, pasien kumat gemetar/menggigil lagi disetai koma. Segera dibawa kembali ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan/perawatan. Selama di rumah sakit pasien mengkonsumsi obat dari dokter dan dikemoterapi di rumah sakit tersebut. Setelah dikemoterapi sang dokter menyimpulkan, tulang pasien sangat rapuh, maka kemoterapinya dihentikan. Selama beberapa tahun ini, pasien sangat jarang makan dan minum. Pasien susah untuk membuka mulut alias susah makan dan minum, sampai 3 hari tidak makan. Setelah tidak ada perkembangan dan biaya hidup/mendampingi pasien di rs yang besar akhirnya dibawa kembali pulang ke Pulau Nguan(Abang Kecil). Di rumah pun kondisinya sama seperti di rumah sakit, susah untuk makan, tidak bisa berbicara dan hanya berbaring. Sebulan terakhir sering menangis karena kesakitan, tangan kirinya bengkak. Sang ayah segera membawanya ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk dilakukan pengobatan. Setelah dicek dokter, Hemoglobinnya sangat rendah yaitu 4,2 g/dL yang seharusnya mencapai 11-13 g/dL. Kendala yang dihadapi adalah biaya transportasi yang sangat besar. Pertama nyebrang dari pulau Nguan(Abang Kecil) ke Pulau Galang dan yang kedua transportasi dari Pulau Galang(jembatan 6) ke rumah sakit yang ada di Pusat Kota Batam(Pulau Batam) yang sangat jauh. Karena kondisi darurat terpaksa sang ayah menyewa sebuah angkot untuk membawa pasien ke RSUD Embung Fatimah Batam. Biaya sewa angkot satu kali perjalanan dari Pulau Galang ke RSUD Embung Fatimah Batam mencapai Rp. 300.000,00. Selain biaya transportasi yang sangat mahal, biaya hidup sehari-hari pun tidak ada. Karena mata pencaharian sang ayah Pak Juari (36) hanya seorang nelayan kampung. Terakhir berobat pada 28 Maret 2019 di Puskesmas Sembulang Pulau Rempang. Hasil pemeriksaan kondisinya tidak selemah daripada sebelumnya dan tidak disarankan untuk dibawa ke RSUD Embung Fatimah Batam. Bantuan sebelumnya tercatat pada Laporan Rombongan Baru 36. Sedekah Rombongan memberikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya pengoabatan dan transportasi. Santunan sebelumnya sudah tercatat pada Laporan Rombongan Baru 36. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Kelara diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 22 April 2019
Kurir : Boim, Bentha, Ogek, Alamsyah, Fina, dan Weni

Kelara menderita kelainan saraf


LINA BINTI HUSIN (60 Tahun, Patah tulang dan Osteoartritis) Alamat : Perumahan Taman Cipta Indah Blok B2 No.1 Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Mamak biasanya Bu Lina kerap dipanggil adalah seorang janda berusia lanjut yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya beliau berprofesi sebagai tukang urut tradisional. Mamak tinggal sendirian sejak 11 tahun yang lalu karena kepergian suaminya dan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Beliau kehilangan kontak dengan anak-anaknya yang diketahui terakhir berada di Jakarta. Pertama kali beliau jatuh ketika sedang pergi ke hajatan tetanggany, tersandung baju dan terjatuh sehingga kesulitan bergerak, sudah dibawa ke RS Otorita Batam untuk berobat dan diberi obat untuk penguat tulang. Tepat satu bulan lalu beliau terjatuh ketika hendak berwudhu di kamar mandi rumahnya. Setelah jatuh mamak mengalami pingsan dan ketika bangun tidak bisa menggerakkan anggota badannya. Saat itu beliau di bawa oleh tetangga sekitar rumah untuk berobat ke RSUD Embung Fatimah untuk segera diobati. Dari hasil rontgen, dokter menyatakan mamak mengalami patah tulang pada bagian tulang pinggul kaki bagian kiri yang bertepatan di bagian sendi pinggul. Dikarenakan tulang yang sudah mengeropos maka tempurung sendi mamak harus diganti dengan tempurung buatan. Harus menempuh operasi dengan biaya sekitar 80 juta. Data-data yang mamak miliki tidak sinkron antara KK dan KTP, harus disesuaikan dulu diganti nomor KKnya maka BPJS mamak baru bisa diproses . Setelah dibantu warga dengan mengerahkan sana-sini akhirnya biaya pengobatan operasi mamak ditanggung dan dibiayai dengan Jamkesda Provinsi Kepri. Akan tetapi untuk biaya pengobatan, kontrol dan terapi setelah operasi tidak lagi ditanggung oleh pemerintah. Biaya pengobatan dan kontrol mamak pertama kali tanggal 20 februari 2019 lalu berasal dari iuran warga yang bergerak bersama sama membantu pengobatan beliau. Saat ini Bu Lina sudah tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit dikarenakan ketika terakhir checkup, dokter tidak memeriksa secara menyeluruh hanya diambil darah dan diberi obat dengan resep yang sama. Selama ini obat tersebut tidak memberikan efek perubahan membaik pada pasien. Pasien melanjutkan diobati oleh dokter yang praktek di klinik sekitar Tanjung Uncang yang berbaik hati mengobati beliau dengan datang ke rumah dan gratis. Beliau pun merasa cocok dengan obat-obatannya. Alhamdulillah saat ini pasien sudah bisa berjalan walau pelan-pelan ketika jalan dan duduk kaki sudah tidak bengkak. Keperluan hidup sehari-hari pasien dibantu oleh RM AS-SYIFA Tanjung Uncang Kota Batam dan dari Perumahan Barelang. Bantuan sebelumnya tercatat pada Laporan Rombongan 36. Sedekah Rombongan memberikan santunan pada Bu Lina melalui Kurir Sedekah Rombongan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Lina diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 25 April 2019
Kurir : Zahra

Ibu Lina menderita patah tulang dan osteoartritis


SRI HARTATI (44, Serangan Stroke). Alamat : Maitri Indah Blok D9 No.3A RT.002 RW.025 Kelurahan Buliang Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Gejala awalnya pada tanggal 19 Desember 2018, Bu Sri Hartati merasakan pusing yang cukup hebat disertai dengan mual-mual dan mengakibatkan muntah. Kemudian dicek tensi darahnya oleh bidan di sekitar rumahnya, hasilnya mencapai angka 200/110 mmHg. Oleh karena itu segera pasien dibawa ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk ditangani lebih lanjut. Hasil pemeriksaan tensinya meningkat mencapai 237/110 mmHg yang mengakibatkan pasien pingsan dan sempat tak sadarkan diri. Dokter menjelaskan bahwa pembuluh darah di otaknya pecah yang mengakibatkan cairan yang di dalam kepala harus diambil. Berhubung keterbatasan alat medis, keesokan harinya pasien dirujuk ke RS Badan Pengusahaan (Otorita Batam) untuk segera ditangani lebih lanjut. Pada tanggal 20 Desember 2018 pasien masuk ruang ICU RSBP Batam sampai 26 Desember 2018. Selama dirawat, biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan tetapi masih ada kendala yang dihadapi oleh keluarga ini. Biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Karena kondisi yang membaik dokter memperbolehkan pasien dirawat di rumah(kontrakan) saja dengan ketentuan membeli obat dari resep dokter. Tapi sang suami kebingungan karena tidak ada biaya untuk menebus resep obat tersebut dan pada tanggal 05 Januari 2019 diharuskan untuk kontrol ulang di RSBP Batam untuk mengetahui perkembangan dari pasien. Kendala yang dihadapi adalah biaya untuk membayar obat yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, biaya transportasi PP rumah ke rumah sakit, biaya hidup sehari-hari dan bayar kontrakan. Sang Suami, Pak Fredy (51) sudah tidak mempunyai pekerjaan dikarenakan pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya tidak normal lagi (pincang) dan sekarang Pak Fredy hanya menganggur/buruh serabutan. Bantuan sebelumnya tercatat pada Laporan Rombongan Baru 30. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Sri Hartati diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 21 April 2019
Kurir : Boim

Bu sri menderita stroke


MUHAMMAD DIMAS ARDHIANSYAH (18 Tahun, Jantung Bocor) Alamat : Tembesi Sidomulyo RT.001 RW.006 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam, Kepulauan Riau. Pada tanggal 29 Januari 2019 Dek Dimas merasakan nyeri lambung dan orang tuanya membawanya ke klinik Sei Lekop Batam. Kemudian dilakukan pemeriksaan dan diberi obat untuk mengurangi rasa nyerinya. Berselang beberapa hari, dada pasien membengkak. Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan kembali di klinik yang sama. Menurut dokter, disarankan agar dirujuk di Rumah Sakit Hermine Batam agar dilakukan CT SCAN. Setelah melakukan proses serangkaian pemeriksaan Dek Dimas dinyatakan mengidap penyakit jantung bocor dan harus rawat inap. Karena keterbatasan biaya, pasien hanya beberapa hari dirawat inap di rumah sakit tersebut. Tetangga rumahnya menyarankan pada orang tuanya untuk meminta tolong pada salah satu paguyuban Majapahit Batam. Paguyuban Majapahit Batam pun merespon dengan baik kemudian pasien dibawa ke RSUD Embung Fatimah agar dilakukan perawatan. Setelah beberapa hari rawat inap, dokter menyarankan harus dirujuk ke RSCM Jakarta guna dilakukan operasi. Saat ini JAMKESDA sedang proses pengurusan oleh keluarganya. Pasien belum bisa dibawa ke RSCM Jakarta karena keluarga belum memiliki biaya untuk merujuknya kesana. Saat ini pasien sudah pulang dari rumah sakit dan tinggal di rumahnya. Sang Ayah, Pak Muji (53) hanya bekerja sebagai buruh harian lepasyang tidak memiliki penghasilan tetap/tidak mencukupi biaya sehari-hari. Untuk saat ini ayahnya hanya menanam sayur pada tanah milik orang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sang Ibu, Marsuroh (45) hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anaknya. Di Batam pun, mereka tinggal di rumah bukan miliknya (alias numpang pada tanah milik orang). Mereka belum memiliki rumah pribadi. Alhamdulillah kondisi Dek Dimas mulai membaik dan direncanakan tanggal 12 Mei 2019 akan melanjutkan kontrol di RS Otorita Batam. Bantuan sebelumnya tercatat pada Laporan Rombongan Baru 36. Sedekah Rombongan memberikan santunan pada Dek Dimas Melalui Kurir Sedekah Rombongan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu Dek Dimas diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,00
Tanggal : 21 April 2019
Kurir : Boim

Dimas mengidap penyakit jantung bocor


MUHAMAD FAIQ MAULANA (1, Gizi Buruk). Alamat Desa Sudimara RT 07 RW 03 Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir berat badan Dik Faiq kecil dan grafik tumbuh kembang di Kartu Menuju Sehat (KMS) berada di garis merah. Dik faiq sering mengalami demam, batuk serta pilek di karenakan kurangnya asupan nutrisi dan lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat. Keluarga sering membawa Dik Faiq berobat ke mantri desa dan di saran kan untuk berobat ke dokter spesialis anak untuk membantu menstabilkan berat badan Dk Faiq. Kondisi keluarga yang kurang mampu di tambah kurangnya pengetahuan orang tua Dik Faiq dalam menjaga serta memberi nutrisi yang baik makin memperburuk kondisi Dik Faiq. Alhamdulillah kini Dik Faiq sudah memiliki Jaminan Kesehatan JKN – KIS Kelas 3 sehingga bisa rutin periksa nutrisi di puskesmas. Ayah Dik Faiq, Bapak Erik Setiawan (31) bekerja sebagai buruh harian lepas sedangkan ibunya Ibu Taslimah hanyalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Erik hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari keluarga dengan tiga orang anak. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Faiq dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu pembayaran kartu JKN KIS Kelas 3 selama 3 bulan. Santunan sebelumya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan baru 25. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan kondisi dik faiq makin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2018
Kurir : @ddeean @ddeean

Faiq menderita gizi buruk


DIAN SEKARANING PUTRI (17, Atrial Septal Defect). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari pasca operasi jantung Dian. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan baru 1. Kini Dian masih menjalani kontrol 6 bulan sekali untuk memeriksa kerja jantungnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2019
Kurir : @ddeean @paulsyifa

Dian mengalami gangguan pernafasan


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal ginjal komplikasi) Jl. Kulon, RT 1/ RW 3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu dua kali sepekan. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan Bapak Yulianto dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut, serta untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan baru 27. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Kurir : @ddeean @ddeean
Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal: 13 Maret 2019

Pak Yulianto mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak


WINDI NUR SULISTYANINGRUM (12, Jantung Bocor). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Windi bermula pada tahun 2013. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan keras, mudah lelah dan sesak nafas. Orang tuanya membawa Dik Windi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Margono dan didiagnosis menderita jantung bocor. Pengobatan Dik Windi dilanjutkan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Dik Windi adalah anak ketiga dari pasangan Alm. Suparmono dan Sutristiyaningsih (47). Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang terkadang membuat jajanan pasar bila ada pesanan. Kedua kakaknya sudah bekerja dengan penghasilan yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Windi dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Windi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu operasional kontrol ke RSUP Sarjito. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan baru 11. Kini Dik Windi masih harus menjalani kontrol enam bulan sekali di RSUP Sardjito. Semoga Dik Windi segera diberi kesembuhan dan diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2019
Kurir : @ddeean Zulfikar @yaswi_rd

Windi menderita jantung bocor


ANGGIT HERMAWAN (23, Anggit Hermawan, Gagal Ginjal). Alamat : RT 03/05, Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2004, Anggit merasakan sakit pada pinggangnya dan deman tinggi. Lalu diperiksa ke mantri tapi tidak kunjung sembuh. Kemudian diperiksakan lagi ke Puskesmas Wangon 1 dan di rawat inap selama 2 hari. Dari Puskesmas Wangon 1 Anggit dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Di RSUD Ajibarang, Anggit melakukan cek laboratoriun ureum creatin. Karena keterbatasan alat, lalu dirujuk lagi ke RSUD Banyumas. Dokter spesialis mendiagnosis Anggit terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah sepekan 2 kali hingga saat ini. Kondisi Anggit pun sekarang sering merasa nyeri pada perut, nafas sesak dan sulit berjalan. Sejak kecil Anggit tidak bisa berbicara dan ibunya meninggal dunia sejak usianya 8 tahun. Bapaknya Itmam Fauzi (54) bekerja sebagai tukang becak. Selama pengobatan Anggit menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Saat ini Anggit mengalami kesulitan dalam biaya transportasi untuk menjalani hemodialisa di RSUD Banyumas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Anggit dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan digunakan untuk membeli kursi roda dan trasnpotasi hemodialisa ke RSUD Banyumas. Bantuan sebelumnya sudah tercatat dan masuk dalam rombongan baru 32. Semoga santunan dari sedekaholic bermanfaat dan Anggit dapat sehat seperti semula.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2019
Kurir : @ddeean Toni Yahdianto @yaswi_rd

Anggit terkena gagal ginjal


ANGGIT SETIAWAN (33, Gagal Ginjal). Alamat Desa Karangbawang RT 001 RW 05 Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Maret 2018 Anggit tubuhnya terasa lemas. Pada saat buang air kecil sedikit mengeluarkan urine, pinggang terasa sakit serta tubuh Anggit membengkak dan menguning. Kemudian keluarga membawa Anggit berobat Ke Puskesmas Rembang. Anggit memerlukan perawatan lebih lanjut dan kemudian di rujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Setelah dilakukan seragkaian pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam mendiagnosis Anggit menderita gagal ginjal kronis dan harus menjalani hemodialisa sebanyak 2 kali dalam satu minggu disamping minum obat rutin. September 2018 Anggit dirawat di RS Siaga Medika Banyumas selama enam hari. Bapak Anggit tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun dan selama sakit, Anggit sudah tidak dapat bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Ayah Anggit Bapak Suntari (78) menderita stroke sejak lama dan Ibu tiplek (72) hanya merawat ayah Anggit. Alhamdulillah Anggit dipertemukan kembali dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya sudah tercatat dan masuk dalam rombongan baru 33. Semoga Anggit dapat melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Anggit terkena gagal ginjal


MUHAMAD HAFIZ BIN ROHMAN (6 bulan/HIDROCHEPALUS). MUHAMAD HAFIZ adalah anak dari bapak Rohman dan ibu Upit Sarimanan dengan alamat Kp Haurdapung Rt 008 Rw 003 Kelurahan Pagintungan kecamatan Jawilan Kabupaten Serang Banten.. Muhamad Hafiz anak keempat dari keluarga ibu Iput Sarimanah, keempat saudaranya masih berusia sekolah. Muhamad Hafiz menderita hidrochepalus sejak lahir. Sejak dalam kandungan muhamad Hafis sudah menunjukan gejala yang tidak normal, kemudian setelah lahir muhamad hafis mendapatkan perawatan di RS Aji Darmo Lebak, dan mendapatkan rujukan untuk berobat lanjutan ke RSCM. Pengobatan yang dilakukan diRSCM dengan tindakan operasi pemasangan selang untuk mengalirkan cairan dari kepala pasien. Setelah pemasangan selang setiap bulan muhamad Hafiz harus control ke RSCM Jakarta. Kendala biaya menyebabkan pengobatan mengalami kesulitan karena Bapak Rohman meninggalkan keluarganya sejak kelahiran Muhamad Hafiz sejak sebulan semenjak kelahirannya, sehingga praktis semua beban keluarga menjadi tanggungan ibu iput Sarimananh. Ibu Iput sebelum Hafiz lahir dan sakit berjualan pulsa dirumahnya menjalankan usaha yang dimodali oleh temannya. tetapi setelah kelahiran Muhamad Hafiz dengan sakit tersebut usaha yang dijalankan tidak terurus dan tutup. Biaya pengobatan yang lumayan besar menambah sulit kehiupan keluarga ini walaupun mendapatak BPJS tetapi akamodasi dan transportasi bolak balik ke RSCM sangat kesulitan. Selama ini biaya tersebut dibantu oleh orang tua dari ibu Upit. Alhamdulillah kurir #SRSerang dipertemukan dengan keluarga Muhamad Hafiz melalui informasi melalui WA grup SR Banten. Kemudian kami kurir SR Serang bersilaturahmi dengan beliau. Kamipun dari SR Serang kemudian menyerahkan amanah titipan dari para sedekaholik kepada keluarga Muhamad Hafiz agar bisa digunakan untuk biaya berobat dan membantu biaya kebutuhan akomodasi dan transportasi pengobatan pasien Muhamad Hafiz. Keluaga Ibu Iput Sarimanah selaku orang tua dari Muhamad Hafiz mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholik yang telah memberikan bantuannya melalui sedekah rombongan, semoga amal dari bapak ibu bisa membantu meringankan beban beliau. Beliau juga mendoakan semoga para sedekaholik semuanya diberikan kehidupan yang barokah, selalu sehat dan dilapangkan rejekinya.

Tanggal pemberian bantuan : 14 April 2019
Besar Bantuan : Rp 500,000,-
Kurir : Agus Suyono

Muhamad Hafiz menderita hidrochepalus sejak lahir


SITI NURA SIFA (7,6 tahun/GIZI BURUK/BERKEBUTUHAN KHUSUS). Siti Nura Sifa adalah anak dari bapak Asriya dengan alamat Kp Wirana Pasir Rt 001 Rw 001 Kelurahan Wirana Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang. Siti merupakan anak kedua pasangan suami istri Asriya – Dian Mardiana mempunyai kakak satu orang yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan mempunyai adik bernama Alm. Yunifah ( 5 th) yang mempunyai penyakit sama dengan siti nurasifa yaitu menderita gizi buruk dan berkebutuhan khusus, Yunifa meninggal 2 bulan yang lalu karena tidak mendapatkan perawatan secara maksimal. Bapak Asriya ini tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, beliau bekerja serabutan kadang bekerja di Jakarta apabila ada yang membutuhkan tenaganya. Keluarga ini selain mempunyai tanggungan 2 orang anak yang masih hidup serta istrinya Dian Mardiana juga mempunyai tangungan nenek dari ibu dian yang juga tidak bekerja. Siti Nura Sifa ini sakit sejak lahir, sewaktu masih bayi pernah dirawat di RSUD aji darmo Rangkas bitung. Tetapi karena kesulitan biaya dan akomodasi rujukan yang diberikan pihak rumah sakit tidak ditindaklanjuti. Pengobatan yang dilakukan sekarang hanya mengandalkan dari dana PKH (Peserta Keluarga Harapan) yang tidak mencukupi untuk biaya perawatan maksimal ditambah lagi dengan kelahiran Yunifah yang mempunyai kelainan yang sama dengan siti nurasifa semakin menambah beban dalam rangka mengobati anak anaknya. Jaminan kesehatan dari keluarga ini juga belum didapatkan sehingga tidak bisa mendapatkan pelayanan pengobatan di klinik atau rumah sakit secara gratis. Sehingga apabia siti nura sifa ini sakit hanya di bawa berobat ke bidan desa dan tidak menadapatkan penanganan lebih lanjut. Alhamdulillah kurir #SRSerang dipertemukan dengan keluarga Siti Nura Sifa melalui informasi ibu Muntakoh pendamping PKH Desa Wihara Pasir Kecamatan Pamarayan untuk bersilaturahmi dengan beliau. Kamipun dari SR Serang kemudian menyerahkan amanah titipan dari para sedekaholik kepada keluarga Siti Nura Sifa agar bisa digunakan untuk biaya berobat dan membantu biaya kebutuhan dalam peningkatan gizi dari pasien Siti. Keluaga bapak Asriya selaku orang tua dari Siti Nura sifa mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholik yang telah memberikan bantuannya melalui sedekah rombongan, semoga amal dari bapak ibu bisa membantu meringankan beban beliau. Beliau juga mendoakan semoga para sedekaholik semuanya diberikan kehidupan yang barokah, selalu sehat dan dilapangkan rejekinya.

Tanggal pemberian bantuan : 9 April 2019
Besar Bantuan : Rp 1.000,000,-
Kurir : Agus Suyono

Siti menderita gizi buruk dan berkebutuhan khusus


MULHAT CIJERUK (55,Tb paru) Alamat : Kp/Ds.Cijeruk Rt 8/3 Kec.Mekar baru Kab.Tangerang Prov.Banten. Bpk mulhat adalah seorang kepala keluarga yang memiliki 3 orang anak. Keseharian Bpk mulhat adalah sbg buruh bangunanan yg memiliki pnghasilan tdk pasti,hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari harinya saja. Sejak 3 Thn yg lalu Bpk mulhat menderita sakit di bagian paru selalu mengeluh desak nafas dan cepat lelah,namun pak mulhat tdk pernah memeriksakan diri ke Dokter ataupun klinik hingga akhirnya sakit itupun smkin parah,baru beberapa bulan terakhir pak mulhat pergi memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan setelah beberapa kali kontrol dokterpun mendiagnosa pak mulhat menderita TB paru dan harus menjalani pengobatan rawat jalan setiap bulan. Walaupun pak Mulhat memiliki jaminan kesehatan(BPJS) namun pak mulhat tetap merasa kebingungan ketika hendak kontrol karena tdk memiliki biaya untuk transfortasi ke RS. Alhamdulillah tim #SR di ketemukan dgn pak Mulhat dan dpt sedikit membantu meringankan bebannya.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal bantuan : 28 Maret 2019
Kurir : @alvin @misnamina @fatmahalwinny

Pak mulhat menderita TB paru


SOHARA SADELI(58,Darah Tinggi+Stroke) Alamat : Kp.Pasilian Lama Rt3/3 DS.Pasilian Kec.Kronjo Kab.Tangerang Prov.Banten. Ibu SOHARA adalah seorang janda yg tdk memiliki penghasilan yg hidupnya hanya mengandalkan pemberian dari anak2nya,sejak 3 Thn yg lalu ibu Sahara sering mengalami sakit di bagian kepala dan kaki sering kesemutan,ibu Sahara pun pergi ke Dokter utk memerokdakan diri setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata Bu SOHARA memiliki tekanan darah tinggi,setelah satu Thn berlalu Bu Sahara menderita stroke tangan dan kakinya sebelah kiri tdk dpat di gerakan. Kembali Bu SOHARA memeriksakan diri ke Dokter dan Dokter menyarankan agar ibu SOHARA menjalani pisioterafi ke RSUD Tangerang karena jarak dari rumah ke RS sangat jauh dan keterbatasan biaya membuat Bu SOHARA mengurungkan niatnya pergi ke RS,walaupun Bu SOHARA memiliki kartu jaminan kesehatan(BPJS) tapi tetap membuat Bu Sohara bingung utk biaya transfortasi ke RS. Alhamdulillah wasilah info dari tetangga kami kurir #Sr di pertemukan dgn ibu Sohara guna membantu memberikan biaya transfortasi berobat dan fisioterapi pasien.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal bantuan : 28 Maret 2019
Kurir : @Alvin @Misnamina @fatmahalwinny.

Bu Sahara menderita stroke tangan dan kakinya sebelah kiri tidak dapat di gerakan


ECU TAKTAKAN (33 TAHUN/CA Mamae). ECU TAKTAKAN adalah istri dari bapak Andika yang beralamat di Lingk Cowe RT 003 RW 002 kelurahan Sepang Kecamatan Taktakan Provinsi Banten. Ibu Ecu mempunyai anak 2 orang yang masih kecil usia sekolah dasar dan satu orang anaknya masih kecil umur 1 tahun. Selain mempunyai tanggungan 2 orang anak serta orang tuanya. Suami ibu Ecu bekerja sebagai tukang parker di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab Serang. Derita ibu Ecu dimulai dengan adanya benjolan di payudaranya yang lambat laun makin membesar, kemudian diperiksakan ke puskesma dan di rujuk ke RSUD Drajatprawiranegara Kabupatan Serang. Keterbatasan biaya menyebabkan pengobatan ibu Ecu tidak rutin dan hanya dilakukan pengobatan dengan menempelkan ramuan dedaunan ke benjolan payudaranya. Derita ibu ecu semakin parah semenjak 8 bulan terakhir ini karena benjolan yang ada semakin besar dan pecah. Setelah semakin parah ibu Ecu kembali berobat dengan menggunakan BPJS dan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta. Pengobatan di RS Darmais dilakukan dengan control sesuai saran dokter yang menanganinya, kadang sebulan 2 kali. Penangan dilakukan oleh RS Darmais masih harus dilanjutkan, keterbatasan biaya perjalanan dan tempat singgah/menginap di Jakarta yang menjadi kendala keluarga ibu Ecu dan suaminya bapak Andika karena penghasilan sebagai tukang parker tidak bisa mencukupi semua biaya yang diperlukan. Alhamdulillah kurir #SRSerang dipertemukan dengan keluarga Muhamad HafIbu Ecu melalui informasi melalui WA grup SR Banten. Kemudian kami kurir SR Serang bersilaturahmi dengan beliau ditemani tokoh masyarakat bapak Muktar. Kamipun dari SR Serang kemudian menyerahkan amanah titipan dari para sedekaholik kepada keluarga Ibu Ecu taktakan agar bisa digunakan untuk biaya berobat dan membantu biaya kebutuhan akomodasi dan transportasi pengobatan ibu Ecu. Keluaga Ibu Ecu dan Bapak Andika mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholik yang telah memberikan bantuannya melalui sedekah rombongan, semoga amal dari bapak ibu bisa membantu meringankan beban beliau. Beliau juga mendoakan semoga para sedekaholik semuanya diberikan kehidupan yang barokah, selalu sehat dan dilapangkan rejekinya.

Tanggal pemberian bantuan : 25 April 2019
Besar Bantuan : Rp 1.000,000,-
Kurir : Agus Suyono

Bu Ecu menderita ca mamae


MAHMUD BIN SYARIF (42 th, Gegar otak), Kp. Pabuaran RT. 001/002 Ds. Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang Prov. Banten. Sudah lama mang Mahmud bekerja sebagai tukang ojek, demi memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah anak-anaknya ia rela bekerja sejak dini hari sampai malam hari, kadang dia terlihat kelelahan dan tertidur di motornya. Pada dini hari tanggal 26 April lalu mang Mahmud mengalami kecelakaan ketika sedang mengantarkan penumpangnya di daerah Sentul Jayanti kab. Tangerang. Karena menghindari jalan yang rusak ia menabrak mobil kontener yang sedang parkir, sehingga ia dan penumpangnya menghantam bagian belakang mobil kontener dengan keras. Kepala dan tubuh mang mahmud membentur bodi belakang mobil menyebabkan gegar otak dan luka robek dari bagian dada sampai ke perut, sedangkan penumpangnya meninggal di tempat karena rahangnya menghantam mobil. Satu jam kemudia mang Mahmud ditemukan oleh polisi dan langsung dilarikan ke RSUD Balaraja. Setelah dua hari dirawat karena kekurangan alat dan tenaga medis mang Mahmud di rujuk ke RS. Persahabatan di Jakarta. Ibu saryamah dan keluarga merasa sangat sedih dan terpukul dengan kondisi yang dialami mang Mahmud, selain itu mereka juga sangat kebingungan karena biaya pengobatan mang Mahmud tidak bisa di cover BPJS tapi oleh Jasamarga sehingga harus di urus terlebih dahulu ke Polres dan pihak Jasamarga. Terpaksa biaya pengobatan mang Mahmud di RSUD Balaraja harus dibayar tunai sedangkan biaya pengobatan di RS. Persahabatan sedang diajukan dan mudah-mudahan bisa di cover oleh pihak Jasamarga. Alhamdulillah SR dipertemukan dengan keluarga mang Mahmud dan menyampaikan bantuan dari para sedekaholick untuk membantu biaya pengobatan mang Mahmud yang saat ini masih berada di ruang ICU RS. Persahabatan. Ibu Saryamah dan keluarga pun sangat terharu dan berterimakasih atas bantuan tersebut. Mudah-mudahan Allah segera menyembuhkan sakit mang Mahmud dan menjadikannya sehat seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000;
Tanggal pemberian : 04-04-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Pak Mahmud menderita gegar otak


Emad bin mursaid (55), Alamat : Kp. Laksana rt 001/002 paku haji kab tangerang, biasa ia di pangil pak emad , pak emad sehari-hari memulung botol2 bekas ia terkenal orang yang pekerja keras,sekarang harus terbaring lemah dan tak berdaya,dua tahun yang lalu pak emad sakit-sakitan terutama pusing , sering merasakan pusing tiba-tiba ,namun pak emad rasa pusingnya hanya pusing biasa pak emad hanya minum obat warung hingga satu tahun yang lalu pak emad merasakan pusing yang luar biasa akhirnya pak rt membawa pak emad ke puskesmas ternyata pak emad di diagnosa darah tinggi , 2bulan setelah itu masih merasakan sakit di bagian kepala dan akhir nya pak emad jatuh tangan dan kakinya sulit di gerakan .#SedekahRombongan merasakann kesusahan dan kesedihan keluarga pak emad dan memberikan bantuan awal sebanyak lima ratus ribu rupiah untuk biaya transortasi dan kebutuhan rumah tangga pak emad. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan pak emad sekeluarga dan mudah2an pak emad bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Bantuan awal: Rp. 500.000
Tgl pemberian: 16-04-2019
Kurir : Dita Nurhidayah

Bantuan tunai


Ainun bin alm yusuf(63,Tumor bagian Rahim dan usus buntu), Alamat : jln arya santika rt/rw 01/03 sumur pacing kota Tangerang, biasa ia di pangil mak indun, mak indun sehari-hari berjualan di warung kecil milik nya ia terkenal orang yang ramah dan humoris ,sekarang harus terbaring lemah dan merasakn sakit yang luar biasa,lima tahun yang lalu mak indun jika BAB merasakan sakit dan setelah di periksa di nyatakan menderita ambeyen ,mak indu sering merasakan sakit perut dan di rasa sakitnya hanya sakit biasa mak indun hanya minum obat warung hingga satu tahun yang lalu mak indun merasakan sakit yang luar biasa akhirnya Kedua orang anaknya membawa mak indun ke kelinik dan pihak kelinik merujuk untuk ke RS ternyata mak indun di diagnosa usus buntu ,dan harus di operasi, setelah operasi selesai mak indun masih merasakan sakit di bagian perutnya dan ternyata ada tumor di bagian Rahim nya sehingga mak indun di rujuk ke RSCM,dan sekarang mak indun sedang menjalankan serangkaian pengobatan di rscm. #SedekahRombongan merasakann kesusahan dan kesedihan keluarga mak indun dan memberikan bantuan awal sebanyak lima ratus ribu rupiah untuk biaya transortasi berobat mak indun. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan mak indun sekeluarga dan mudah2an mak indun bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Bantuan awal: Rp. 500.000
Tgl pemberian: 9-03-2019
Kurir : Dita Nurhidayah

Mak Indun menderita tumor bagian rahim dan usus buntu

—-

BUDI DARMAWAN (44, Batu Ginjal) Panusupan RT 006 RW 02 Alamat : RT 1/5, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Budi mengalami susah buang air kecil dan sakit di daerah punggung. Beliau kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Gutheng Purbalingga. Setelah dicek beberapa kali ternyata Bapak Budi menderita sakit batu ginjal. Beliau pun sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Oleh karena itu pada tanggal 3 Agustus 2018 dokter menyarankan agar Bapak Budi segera menjalani operasi pengambilan batu ginjal. Bapak Budi hanya bekerja sebagai supir.Selama ini kebutuhan sehari-hari keluarganya dibantu anaknya. Selama berobat Pak Budi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya operasi, kontrol serta akomodasi. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Budi dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya sudah tercatat dan masuk dalam rombongan baru 13. Semoga Bapak Budi segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Kurir : @ddeean @purnawanspd @paulsyifa
Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal: 22 November 2018

Pak Budi menderita batu ginja


VITA APRILIANA (9, Jantung Bocor). Alamat : Bojongsari, RT 1/1 , Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. 5 tahun lalu saat umurnya 4 tahun, Dik Vina mulai ada gejala batuk-batuk dan tak kunjung sembuh, lalu oleh orang tuanya diperiksakan ke Bidan setempat. Saat diperiksa Bidan tersebut merasa detak jantung Dik Vina tidak wajar, lalu disarankan untuk diperiksakan ke rumah sakit namun orang tuanya tidak menjalani saran bidan karena takut. Setelah bertahun-tahun vita dibiarkan tidak ditangani secara medis, hingga kini kondisi kesehatannya menurun, mudah lelah, sering lemas, ngos-ngosan, dan sering juga mengeluh kakinya sakit. Lalu akhirnya keluarga memutuskan untuk periksa ke Rumah Sakit (RS) Margono pada tanggal 30 Juli 2018 dan hasilnya positif jantung bocor. Dokter berencana akan merujuk ke rumah sakit lain di luar kota. Kondisi Dik Vita saat ini masih sering lemas ketika terlalu lelah. Dik Vita adalah putri dari Bapak Darto (45) yang bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya yaitu Ibu Sunarti (34) bekerja sebagai buruh pembuat bulu mata. Selama pengobatan Dik Vita menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS PBI. Sedangkan kesulitan yang kerap kali dirasakan oleh orang tua Dik Vita adalah biaya kebutuhan sehari-hari dan transportasi selama proses pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Vita sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari Dik Vita. Bantuan sebelumnya sudah tercatat dan masuk dalam rombongan baru 25. Semoga bermanfaat dan Dik Vita lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @yaswi_rd

Vita menderita jantung bocor


LASIM BIN MAJI (35, Ca Testis). Alamat : Desa Kasegaran, RT 9 /3, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu, Bapak Lasim merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, lambat laun ada benjolan yang cukup mengganggu dan benjolan itu terus bertumbuh, sehingga beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Namun, rumah sakit tersebut merasa tidak mampu kemudian beliau dirujuk lagi ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil diagnosa dokter, Bapak Lasim mengidap kanker testis dan harus dioperasi. Setelah dioperasi Bapak Lasim merasa semakin sakit, dan benjolannya tumbuh kembali. Dari pihak RS Margono merekomendasikan untuk berobat di RS Sardjito namun pihak keluarga masih mempertimbangkannya. Pada akhir bulan mei 2018, akhirnya keluarga pak lasim memutuskan untuk berobat ke sardjito seperti saran dokter di RS Margono, namun setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan, dokter RS Sardjitopun angkat tangan. Keluarga lalu membawa pulang Bapak Lasim dan mengobati sakitnya dengan cara herbal saja. Bapak Lasim hidup dibawah garis kemiskinan, semasa sehat ia bekerja sebagai buruh harian lepas, istrinya Ruhyati (37), berjualan kue keliling. Selama pengobatan, Bapak Lasim dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Beliau mengalami kesulitan dalam memenuhui kebutuhan sehari-hari dikarenakan Bapak Lasim tidak bisa bekerja seperti semula. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan datang kembali ke rumahnya untuk memberikan santunan dari sedekaholic yang sebelumnya sudah dilaporkan dan masuk dalam rombongan baru 24. Semoga Bapak Lasim diberi kelancaran dalam mengikhtiarkan kesembuhannya dan bisa hidup sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2019
Kurir : @ddeean @menttariii @yaswi_rd

Bapak Lasim mengidap kanker testis


HADI PRAYITNO DARSONO (58, Infeksi Kaki) Alamat Desa Arcawinangun RT 2 RW 2 Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Jumat 27 Juli 2018, kaki Bapak Hadi terkena knalpot, lalu diobati dengan getah pisang. 3 hari setelahnya luka tersebut bengkak. Beliau pun dibawa ke Puskesmas Mersi namun obat yang diberikan tidak cocok, sehingga badannya menggigil. Beliau kemudian diperiksakan kembali ke Klinik Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Keadaan Bapak Hadi membaik, sudah tidak menggigil tetapi kaki masih bengkak. Kemudian beliau memeriksakan diri ke Klinik IDI. Beliau diberi obat salep namun Bapak Hadi merasa kepanasan dengan salep tersebut. Besok harinya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih. Dokter mengatakan bahwa kaki Bapak Hadi terkena infeksi. Bapak Hadi pun menjalani operasi pembersihan nanah. Karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan akhirnya rumah sakit memulangkan Bapak Hadi. Istrinya yaitu Ibu Yatini (54), yang saat ini menggantikan posisi Bapak Hadi sebagai kepala keluarga bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bapak Hadi tidak memilik fasilitas jaminan kesehatan apapun. Beliau masih harus rutin ganti perban setiap hari yang akhirnya memutuskan untuk memakai jasa perawat dan keluarga harus mengeluarkan biaya Rp 75.000,- setiap harinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Hadi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan digunakan untuk membantu biaya jasa perawat untuk mengganti perban dan pembayaran BPJS Kesehatan. Bantuan sebelumnya sudah tercatat dan masuk dalam rombongan baru 10. Semoga bantuan dari sedekaholic bermanfaat dan Bapak Hadi lekas sembuh.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Januari 2019
kurir : @ddeean @mentariii @yaswi_rd

Bapak Hadi terkena infeksi kaki


SENO BIN SALAM (38, Chronic Ulcer Of Skin). Alamat RT 5/3 Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas ProprinsiJawa Tengah.Tahun 2008 Bapak Seno merasa nyeri, perih dibagian kaki kanan. Namun beliau tidakmenghiraukan rasa nyeri tersebut dan tetap bekerja sebagai kondektur bis antar kota. Bapak Seno mengemudikan Bis dari Tegal ke Jakarta tiba – tiba betis kaki bagian kanan hancur sudah bercucuran darah. Bapak Seno langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat di daerah Pantura dan kakinya diperban dan dalam kondisi sakit beliau masih tetap bekerja dan di tahun 2010 luka di kaki tidak kunjung sembuh kemudian Bapak Seno memeriksakan diri ke Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Bapak Seno menjalani operasi pembersihan sel – sel kulit mati. Setelah itu beliau hanya kontrol 1 kali dimargono. Bapak Seno sempat merasa putus asa karena luka bekas operasi tidak kunjung sembuh sampai tahun 2015. Selama satu tahun Bapak Seno hanya mengganti luka perban ke mantri desa dan sempat keracunan obat antibiotik yang diberikanoleh mantra desa sehingga kondisi Bapak Seno semakin parah. Perut membesar dan badan bengkak semua. setelah ditanyakan ke mantri desa tersebut, ternyata obat tersebut sudah expired. November 2017 Bapak Seno kembali dirawat di RSMS. Dokter spesialis Bedah menyaran kan untuk pembersihan ulang jaringan kulit yang telah membusuk sehinggamenyebabkan infeksi akut. Namun hal tersebut tidak dilakukan karena tidak ada keluarga yang bisa menunggu Bapak Seno pasca pembedahan. Selama sakit, Bapak Seno tidak dapat bekerja dan hanya mengandalkan ibu beliau, Ibu Saritem (60) yang sudah tua dan sering sakit – sakitan dan hanya bekerja serabutan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Seno dan santunan dari Sedekaholics di sampaikan untuk membantu kebutuhan sehari – hari dan akomodasi kontrol ke RSMS. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan Bapak Seno segera diberika kesembuhan. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2018
Kurir : @ddeean Toni Yahdianto

Pak Seno menderita chronic ulcer of ski



SUTOSO BIN SUHER (34, Lumpuh). Alamat : Dukuh Dono, Rt 5/12, Desa Tunjungmulih, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sutoso menderita sakit lumpuh akibat jatuh dan syaraf bagian tulang belakangnya putus sehingga beliau menderita lumpuh bagian pusar ke bawah. Semenjak tahun 2015, bagian pinggang mengalami luka yang melebar sampai ke pantat. Selama ini Bapak Sutoso belum menjalani upaya medis untuk pengobatannya karena terkendala biaya. Padahal Bapak Sutoso perlu pengobatan agar luka tidak melebar. Bapak Sutoso memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI namun karena terkendala biaya akomodasi mengakibatkan pengobatannya terhenti. Bapak Sutoso yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan sudah tidak dapat bekerja lagi, sedangkan penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sutoso sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya sudah tersampaikan dan dilaporkan pada rombongan 1145

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2019
Kurir : @ddeean Didik @paulsyifa

Bapak Sutoso menderita sakit lumpuh



HANANIA HANUM MARSARI (5 bln, Gizi Buruk dan Kelainan Jantung). Alamat Jalan Tidar, Gang Mandala 4 RT 7/5, Kecamatan Sidanegara, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2018 berat badan Dik Hanania terus menurun. Ukuran lingkar lengan atas berkurang. Dik Hanania juga sering sesak napas dan gerak tubuhnya terbatas. Produksi ASI ibu Mardiani (41) yang tidak terlalu banyak memperburuk kondisi tubuh Dik Hanania yang menyebabkan asupan nutrisinya kurang terserap dengan baik. Dik Hanania tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga tidak membawa dik Hanania berobat. Hari – demi hari kondisi Dik Hanania makin menurun. Keluarga membawa Dik Hanania periksa ke RSUD Cilacap. Dari hasil pemeriksaan Medis, Dokter Spesialis Anak mendiagnosa Dik Hanania menderita gizi buruk dan kelainan Jantung Bawaan dan harus di rujuk ke RSUP Sarjito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensive. Namun keluarga belum berani membawa Dik Hanania ke Sarjito dengan pertimbangan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Ayah Dik Hanania, Bapak Sarijan (35) bekerja sebagai Satpam Sekolah Luar Biasa (SLB) di Cilacap. Penghasilan Bapak Sarijan hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari – hari dan sewa kamar kos. Sementara keluarga Dik Hanania masih memilki tunggakan biaya rumah sakit pada saat operasi bedah Caesar Dik Hanania. Alhamdulillah Dik Hanania dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari Sedekaholics disampaikan untuk meringankan biaya berobat. Semoga pengobatan Dik Hanania dapat dilanjutkan dan diberikan kemudahan, kelancaran serta segera sembuh dari sakitnya. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 4.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2019
Kurir : @ddeean Yuliana

Hanania menderita gizi buruk dan kelainan jantung



SUWARTO BIN MAHWARDI (48, Tumor Perut). Alamat linggasari RT 2/2, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Suwarto mengalami gejala sakit pada tahun 2012 saat ia masih bekerja di Jakarta, perutnya terasa perih. Bapak Suwarto memeriksakan diri ke Rumah Sakit Budi Asih Jakarta. Awalnya Dokter Spesialis Dalam Mendiagnosa Maag atau Typus saja lalu dan menjalani rawat inap selama satu minggu namun tidak ada perubahan justru perutnya semakin membesar. Kemudian dilakukan USG dan ditemukan benjolan. Dokter menyarankan Bapak Suwarto melakukan CT scan, namun terbentur biaya karena saat itu Bapak Suwarto tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Tahun 2015 Bapak Suwarto pulang ke Purwokerto. Bapak suwarto berobat ke Puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Perut Bapak Suwarto semakin membasar dan dilakukan tindakan operasi pengangkatan jaringan yang beratnya mencapai 1,7 kg. Hasil Patologi Klinis jaringan yang di angkat adalah tumor ganas. Pasca operasi Bapak Suwarto tidak mengalami sakit lagi dan ia merasakan sudah sembuh total, namun pada Juli 2018 Bapak Suwarto merasakan tumbuh benjolan lagi diperutnya. Kemudian Bapak Suwarto berobat ke Rumah Sakit Dadi Keluarga. Dokter hanya menyarankan minum obat saja. Seiring berjalanya waktu, rasa sakitnya semakin parah dan perutnya semakin membesar membuat Bapak Suwarto kembali diopname di RSMS dan pada bulan Januari 2019, dilakukan tindakan operasi kedua namun ternyata dokter tidak bisa mengambil benjolan yang sudah sebesar bola karena beresiko tinggi. Biaya pengobatan Bapak Suwarto terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN-KIS Non PBI Kelas 3. Namun selama sakit, Bapak Suwarto tidak dapat bekerja sementara istri Beliau, Ibu Yuyun Yuningsih (43) bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga dan penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah Bapak Suwarto dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari Sedekaholics disampaikan untuk membantu akomodasi berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Pengobatan Bapak Suwarto berjalan lanjar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2019
Kurir : @ddeean @menttarii

Pak Suwarto menderita tumor perut



MUHAMMAD RIDHO FAUZI (3, Harlequin Ichthyosis). Alamat Desa Kaliori RT 5/5 Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Januari 2016 Dik Ridho terlahir prematur secara Seksio Sesarea (SC) karena kondisi sang ibu yang memiliki riwayat hipertensi. Ketika lahir tubuh Dik Ridho terbungkus oleh lempengan kulit tebal yang retak dan terbelah. Dokter mendiagnosa Dik Ridho mengalami kelainan genetika pada kulit yang dimakan Harlequin Ichthyosis. Kasus ini sangat langka dan hanya dialami oleh satu berbanding satu juta di dunia. Menurut keterangan Dokter Spesialis Kulit Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto belum ada pengobatan secara medis untuk menyembuhkan kelainan kulit tersebut. Sehingga keluarga tidak membawa Dik Ridho periksa ke Rumah Sakit manapun. Di usia 10 bulan kulit Dik Ridho sangat kering sehingga menyebabkan luka dan pendarahan pada tubuhnya. Untuk menjaga kelembaban kulitnya, setiap hari tubuh Dik Ridho di oles lotion bayi, minyak lentik dan minyak zaitun. Di usia 3 tahun ini Dik Ridho belum bisa berjalan, seluruh tubuhnya kaku, jari – jari tangan dan kaki terbuskus oleh kulit dan belm bisa berbicara. Tubuh Dik Ridho harus sering diberi minyak zaitun dan lation untuk menjaga kelembaban tubuhnya dan harus sering ganti pampers. Ayah Dik Ridho Bapak Gesang Budi Sukmono (42) bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank swasta di Jakarta sedangkan ibu Dik Ridho, Ibu Siti Nur Endah berkerja sebagai guru honorer di Taman Kanak – Kanak di Kalibogor. Penghasilan mereka berdua hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari dan membiayai sekolah 2 orang anak. Alhamdulillah Dik Ridho dipertemukan denganSedekah Rombongan dan santunan dari Sedekaholics disampaikan untuk membantu meringankan pembelian lation bayi, minyak zaitun, susu dan keperluan lainnya. Semoga Dik Ridho diberikan kesehatan dan dapat tumbuh dengan baik seperti anak – anak lainnya. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2019
Kurir : @ddeean @ddeean

Ridho menderita harlequin ichthyosis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SIGIT SUNARSO 817,500
2 M ALVIN RISALATUS SHOLEH 500,000
3 SUNARSIH BINTI SAMSUNARDI 865,000
4 DWI AFIFATUL MAULIDAH 500,000
5 EDI SUPRAPTO 500,000
6 AHMAD HASAN ABDILLAH 905,876
7 MTSR JEMBER 4,032,222
8 MTSR JEMBER 2,574,963
9 MTSR JEMBER 1,641,600
10 RSSR JEMBER 1,641,600
11 ASMUJI BIN NGATUN 500,000
12 MUSTOFA BIN MUSTOFA 500,000
13 RSSR Jogja 988,500
14 MTSR JOGJA 2,858,000
15 RSSR JOGJA 3,957,359
16 MTSR JOGJA 4,935,478
17 MTSR JOGJA 3,643,000
18 MTSR JOGJA 6,753,000
19 MTSR JOGJA 3,983,000
20 SYAFA MAURA HARAHAP 1,000,000
21 EM YUNIS 1,000,000
22 KELARA BIN JUARI 1,000,000
23 LINA BINTI HUSIN 500,000
24 SRI HARTATI 1,000,000
25 MUHAMMAD DIMAS ARDHIANSYAH 1,500,000
26 MUHAMAD FAIQ MAULANA 500,000
27 DIAN SEKARANING PUTRI 500,000
28 YULIANTO BIN NASIR 500,000
29 WINDI NUR SULISTYANINGRUM 500,000
30 ANGGIT HERMAWAN 1,500,000
31 ANGGIT SETIAWAN 500,000
32 MUHAMAD HAFIZ BIN ROHMAN 500,000
33 SITI NURA SIFA 1,000,000
34 MULHAT CIJERUK 500,000
35 SOHARA SADELI 500,000
36 ECU TAKTAKAN 1,000,000
37 MAHMUD BIN SYARIF 1,000,000
38 Emad bin mursaid 500,000
39 Ainun bin alm yusuf 500,000
40 BUDI DARMAWAN 500,000
41 VITA APRILIANA 500,000
42 LASIM BIN MAJI 500,000
43 HADI PRAYITNO DARSONO 500,000
44 SENO BIN SALAM 500,000
45 SUTOSO BIN SUHER 1,000,000
46 HANANIA HANUM MARSARI 4,000,000
47 SUWARTO BIN MAHWARDI 500,000
48 MUHAMMAD RIDHO FAUZI 100,000
Total   66,597,098