RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Januari 2019) Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSUD Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 28. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.196.855
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan Januari 2019


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Februari 2019) Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSUD Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 28. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 978.640
Tanggal :28 Februari 2019
Kurir : @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan Februari 2019


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Februari 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil oprasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo , RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada, dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Dr. Kariyadi, Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvei dhuafa, menyampaikan santunan maupun menganter jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara,Purbalingga,Banyumas,Cilacap) dan Brebes. Biaya Oprasional kali ini digunakan untuk Bahan bakar Kendaraaan, Tune Up,Ganti oli dan service ringan . Laporan keuangan Oprasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 28.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.421.592 ,-
Tanggal : 28 Februari 2019
Kurir : @ddeean Zulfikar

Biaya Operasional Februari 2019


ZAINAL ARIFIN, (27, Syndrom Stephen Jonshon). Alamat : Dusun 3, RT 5/10, Desa Ngestirahayu, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi. Pak Zainal tinggal berdua dengan sang ibu, sekitar bulan Desember 2018 kulit Pak Zainal gatal-gatal dan ada beberapa seperti melepuh. Pak Zainal merasa risih lalu berobat ke Puskesmas terdekat lalu dirujuk ke RS Demang Sepulau Raya Lampung Tengah. Setelah melakukan pemeriksaan Pak Zainal didiagnosa sakit Syndrom Stephen Johnshon. Dan melakukan pengobatan, namun sakit tak kunjung reda. Hingga pemeriksaan berikutnya Pak Zainal juga didiagnosa mengalami penurunan daya imun tubuh lainnya. Sang ibu, Juwarni (60) yang hanya buruh tani tak mempunyai biaya lebih, terlebih untuk biaya pergi-pulang pengobatan sang anak. Hingga akhirnya memutuskan untuk dirawat dirumah saja. Pak Zainal juga tidak memiliki jaminan kesehatan. Mendengar kabar tentang Pak Zainal kurir Sedekah Rombongan Lampung tergerak menemui, dan melakukan proses survey. Selanjutnya kurir pun segera menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk Pak Zainal guna biaya pengobatannya. Semoga Pak Zainal dapat kembali berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2019
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sigitrudianto2 @xkurniawatix

Pak Zainal didiagnosa sakit syndrom stephen johnshon


GHOZALI AZ, (51, Tumor Nasofaring). Alamat : Jl. Dipenogoro RT 38/8, Kelurahan Hadimulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pak Ghozali AZ sebelumnya bekerja sebagai tukang becak. Sekitar tahun 2017 Pak Ghozali merasa sakit gigi terus menerus. Kemudian leher Pak Ghozali membengkak dan kesulitan untuk menelan. Pak Ghozali mula-mula tak ingin berobat karena mendahulukan pengobatan anaknya yang menderita Thalasemia. Tetapi lama kelamaan bengkak terus membengkak, tubuh pak Ghozali juga mulai mengurus. Setelah dirayu keluarga, Pak Ghozali akhirnya mau berobat. Pak Ghozali pun berobat ke RS Ahmad Yani Metro dan diagnosa Tumor Nasofaring. Lalu di rujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Pak Ghozali sempat beberapa kali melakukan kemoterapi tetapi tidak dilanjutkan karena terkendala biaya. Lebih dari setahun Pak Ghozali hanya dirawat seadanya. Dan leher Pak Ghozali semakin membesar. Keluarga mengungkapkan keinginan untuk kembali melakukan pengobatan dan proses kemoterapi. Sang istri, Sunting Mas (41) yang menjadi ibu rumah tangga terus menerus memberi semangat kepada sang suami agar mau berobat, karena ada jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas III. Meski untk pemasukan sehari-hari tidak ada. Mengetahui kabar Pak Ghozali dan keinginannya, kurir Sedekah Rombongan Lampung pun segera menyampaikan titipan sedekaholics untuk membatu biaya pengobatannya. Semoga Pak Ghozali lekas sehat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2019
Kurir : @saesarraya @sayasepti @xkurniawatix

Pak Ghozali menderita tumor nasofaring


KAYLA ALMIRA FAREN (4, Tetralogy of Fallot). Alamat : Dusun II, RT 1/1, Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar bulan April 2014 atau ketika Kayla berumur 4 bulan, pada saat dimandikan tiba-tiba kulitnya berubah jadi kebiruan. Kemudian Kayla juga mengalami batuk, dan sesak napas. Karena khawatir melihat keadaan Kayla langsung dibawa ke dokter spesialis anak. Mendapatkan diagnosa ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut). Dan disarankan untuk berobat rutin selama 6 bulan. Setelah selesai pengobatan tapi tidak ada perubahan maka dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) atau dikenal dengan kebocoran jantung. Setelah dilakukan echocardiografi diketahui letak kebocoran ada pada serambi. Akhirnya Kayla harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Jadwal kontrol rutin setiap 3 bulan sekali membuat rangtuanya, Tata Boim (28) dan Yuli Arta (23) sering meninggalkan pekerjaannya sebagai petani untuk mendampingi pengobatan putrinya. Sehingga tidak ada lagi pemasukan tetap. Alhamdulillah, Kayla sudah operasi pemasangan kateter dan dijadwalkan untuk kontrol setelah operasi. Kayla merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kayla berobat menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri Kelas III. Oleh karenanya kembali disampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transport dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di RS Harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam Rombongan Baru 16.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 April 2019
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sigitrudianto2 @xkurniawatix

Kayla menderita kebocoran jantung


HERLINA WATI, (50, Suspect Kanker Lidah). Alamat : Jl. Pala No. 2, RT 40/18, Kelurahan Iringmulro, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Dari tahun 2017 Bu Herlina merasa lidahnya terus menerus terluka karena giginya, dengan perkiraan giginya yg bolong terlalu tajam dan akhirnya melukai lidahnya. Tapi Bu Herlina enggan menunjungi dokter ataupun pusat pengobatan untuk memastikan sakitnya. Hingga lidah Bu Herlina bolong akibat giginya. Bu Herlina pun mengunjungi dokter gigi, dan dokter mendapi lidah Bu Herlina ternyata melebar sehinga gigi Bu Herlina dapat melukai lidahnya. Dilakukan tindakan awal mencabut gigi yang dapat melukai lidah Bu Herlina, tetapi Bu Herlina tetap disarankan ke rumah sakit. Bu Herlina pun ke rumah sakit dan dilakukan pemotongan lidah yang melebar. Hampir setahun berselang lidah Bu Herlina kembali melebar juga membengkak hingga susah digerakkan, hingga sama sekali tidak bisa digerakkan dan membuat mulut Bu Herlina tidak dapat menutup. Bu Herlina sudah melakukan pengobatan kembali dan diduga kanker lidah, tahap pengobatan selanjutnya akan dilakukan operasi pemotongan lidah kembali. Suami Bu Herlina, Sarmin (53) yag bekerja sebagai supir menjadi satu satunya pencari nafkah. Dengan jaminan kesehatan BPJS KIS PBI Kelas III Bu Herlina berobat. Tetapi masih dibutuhkan biaya lainnya. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan sedekaholics. Semoga titipan yg disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2019
Kurir : @saesarraya @sayasepti @xkurniawatix

Bu Herlina menderita suspect kanker lidah


IHYA RAMADHANI (16, Truncus Arteriosus). Alamat : Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 8 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya telah melakukan operasi pemasangan kateter yang keempat. Diperlukan tindakan operasi besar pada jantungnya. Kondisi Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Untuk memantau kondisinya mengharuskan Ihya kontrol ke RS Harapan Kita Jakarta rutin setiap bulan. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik dengan penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan berupa Jamkesmas. Bulan Oktober 2019 direncanakan akan melakukan operasi pemasangan kateter yang ke lima. Dan masih harus berobat rutin tiap bulan. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dana akomodasi ke RS harapan Kita. Ihya merasa bersyukur bisa terus melakukan pengobatan atas bantuan sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Bantuan terakhir tercatat dalam Rombongan Baru 35.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 April 2019
Kurir : @saesarraya @sayasepti Siti Aminah @xkurniawatix

Ihya sudah didiagnosis truncus arteriosus


SYAFA MAURA HARAHAP (6, Thalassemia). Alamat tinggal : Rumah Liar di Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Syafa adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan dengan diagnosis dokter mengidap penyakit Thalassemia. Thalassemia adalah penyakit kelebihan sel darah putih dalam tubuhnya yang menyebabkan harus dilakukan tranfusi darah setiap 1 bulan sekali untuk menambah sel darah merah pada tubuhnya. Dek Syafa mengidap penyakit ini sudah 2 tahun sejak 2016 dengan gejalanya badan panas tinggi, muka pucat dan perut membuncit. Sang ayah Pak Mansur hanya bekerja sebagai buruh harian lepas (perawat atau penjaga taman) di Batam dan ibunya Bu Nurjannah hanya ibu rumah tangga yang mengurus Dek Syafa setiap harinya. Dengan pendapatan sang ayah yang tidak menentu mereka sangat kesulitan biaya transportasi berobat ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Di Batam keluarga ini tidak memiliki tempat tinggal yang sah, hanya menumpang pada tanah BP Batam yang disebut Rumah Liar(RULI). Jika ada perintah untuk meninggalkan, mereka pun kebingungan untuk tinggal dimana lagi. Selama menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Dek Syafa dijadwalkan setiap bulan harus transfusi darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam, Kepulauan Riau. 23 Maret 2019 telah dilakukan trasnfusi darah dengan keterangan dokter bahwa kondisi Dek Syafa semakin membaik namun dengan catatan harus rutin dilakukan transfusi darah setiap 1 bulan 1 kali. Pengobatan di rumah sakit selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Laporan Rombongan Baru 30. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatan dan transportasi dari rumah ke rumah sakit guna transfusi darah. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Syafa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : Boim dan Rian (Ogek)

Syafa mengidap penyakit thalassemia


KELARA BIN JUARI (13, Saraf). Alamat tinggal : Pulau Nguan RT.002 RW.004 Kelurahan Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Kelara tinggal jauh dari Pulau Batam yaitu di Pulau Nguan RT.002 RW.004 Kelurahan Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Kelara lahir dengan normal seperti anak bayi pada umumnya tidak menampakkan gejala-gejala penyakit. Pada tahun 2007 mengijak umur 1 tahun 7 bulan, saat di ayunan tiba-tiba badannya gemetar/menggigil dan mukanya pucat. Akibatnya pasien langsung koma/tidak sadar di rumahnya. Karena di pulau tersebut tenaga medis tidak ada maka orang tuanya memanggil orang pintar untuk menanyakan tentang penyakit anaknya. Namun setelah sehari semalam pasien tidak sadar, segeralah pasein dibawa oleh keluarga ke rumah sakit di Batu Aji(rumah sakit lama) Batam untuk ditangani oleh dokter. Setelah di rumah sakit pasien langsung diopname dan selama 3 hari tidak sadarkan diri(koma) hanya sesekali badannya gemetar. Selama 3 hari 3 malam di rawat di rumah sakit tersebut tidak ada perubahan, sang kakek pasien memaksakan untuk membawa pulang. Akhirnya pasien dibawa pulang ke Pulau Nguan dan dilakukan pengobatan dari orang pintar. Selang beberapa hari pasien pun sadar namun tidak bisa berbicara dan hanya bisa berbaring. Setelah sekian bulan sadar, pasien kumat gemetar/menggigil lagi disetai koma. Segera dibawa kembali ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan/perawatan. Selama di rumah sakit pasien mengkonsumsi obat dari dokter dan dikemoterapi di rumah sakit tersebut. Setelah dikemoterapi sang dokter menyimpulkan, tulang pasien sangat rapuh, maka kemoterapinya dihentikan. Selama beberapa tahun ini, pasien sangat jarang makan dan minum. Pasien susah untuk membuka mulut alias susah makan dan minum, sampai 3 hari tidak makan. Setelah tidak ada perkembangan dan biaya hidup/mendampingi pasien di rs yang besar akhirnya dibawa kembali pulang ke Pulau Nguan(Abang Kecil). Di rumah pun kondisinya sama seperti di rumah sakit, susah untuk makan, tidak bisa berbicara dan hanya berbaring. Sebulan terakhir sering menangis karena kesakitan, tangan kirinya bengkak. Sang ayah segera membawanya ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk dilakukan pengobatan. Setelah dicek dokter, Hemoglobinnya sangat rendah yaitu 4,2 g/dL yang seharusnya mencapai 11-13 g/dL. Kendala yang dihadapi adalah biaya transportasi yang sangat besar. Pertama nyebrang dari pulau Nguan(Abang Kecil) ke Pulau Galang dan yang kedua transportasi dari Pulau Galang(jembatan 6) ke rumah sakit yang ada di Pusat Kota Batam(Pulau Batam) yang sangat jauh. Karena kondisi darurat terpaksa sang ayah menyewa sebuah angkot untuk membawa pasien ke RSUD Embung Fatimah Batam. Biaya sewa angkot satu kali perjalanan dari Pulau Galang ke RSUD Embung Fatimah Batam mencapai Rp. 300.000,00. Selain biaya transportasi yang sangat mahal, biaya hidup sehari-hari pun tidak ada. Karena mata pencaharian sang ayah Pak Juari (36) hanya seorang nelayan kampung. Terakhir berobat pada 28 Maret 2019 di Puskesmas Sembulang Pulau Rempang. Hasil pemeriksaan kondisinya tidak selemah daripada sebelumnya dan tidak disarankan untuk dibawa ke RSUD Embung Fatimah Batam. Sedekah Rombongan memberikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya pengoabatan dan transportasi. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Kelara diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 07 Maret 2019
Kurir : Zahra, Boim dan Rian(Ogek)

Kelara menderita sakit syaraf


EM YUNIS (Kelainan Gangguan Saraf, 42 tahun). Alamat : Kampung Suka Damai RT.001 RW.006 Kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk Kota Batam, Kepulauan Riau. Pak Em Yunis dulunya bekerja sebagai karyawan di kawasan Industri Batamindo sebagai cleaning service. Pada suatu saat motornya disewa oleh orang selama 3 hari, di sinilah awal musibah terjadi. Setelah motor dikembalikan (mungkin motor dipakai untuk yang tidak baik) beliau selalu merasa diikuti oleh orang. Malam yang naas itu, Pak Em Yunis tiba-tiba di tempat yang sepi dikeroyok oleh 3 orang yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Sekujur tubuhnya penuh luka dan ditolong oleh seorang security yang kebetulan lewat. Dalam keadaan kritis beliau diantar ke rumah sakit dan karena luka yang begitu banyak di sekujur tubuh dan luka sobek yang dalam. Paha tembus 2 tusukan dan urat besar pada tangannya putus maka dilakukan operasi. Dua tahun pasca kejadian beliau habis kontrak kerja. Beliau kembali mencoba mencari pekerjaan dan diterima di sebuah bank swasta bekerja sebagai cleaning service lagi. Beberapa tahun bekerja beliau sering merasakan kebas awalnya di tangan kemudian punggung, tapi beliau menganggap mungkin karena kecapekan bekerja. Namun makin lama keadaan kebas yang beliau alami makin menjadi. Ketika bekerja sapu dan peralatan kerja yang beliau pakai sering terlepas sendiri dari tangannya. Melihat kondisi ini akhirnya pihak bank pun memutuskan hubungan kerja(PHK). Sudah 4 tahun lebih bapak ini sudah tidak bekerja. Dengan sisa uang gaji yang beliau punya, Sang Istri (Indarsih, 42) mencoba membuat usaha kue basah dan dijual keliling sebagai penyambung hidup keluarga sampai sekarang. Pak Em Yunis pernah dibawa ke ahli saraf di RS Awal Bros Batam, namun karena keterbatasan biaya akhirnya dihentikan pengobatan medis tersebut sampai sekarang. Beliau juga pernah dibantu oleh perkumpulan satu kampungnya berobat alternatif urut sebanyak 3 kali namun sekarang bantuan itu sudah tidak ada lagi. Kendala yang dihadapi adalah biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit. Selama bulan Maret, sudah 3 kali dilakukan kontrol di RSUD Embung Fatimah Batam untuk konsultasi dengan dokter Poli Paru, Poli Saraf dan Poli Bedah. 20 Maret dilakukan kontol dan diberikan oleh dokter saraf obat untuk melemahkan sarafnya yang berdampak pasien sering jatuh(tidak bisa bangun). Akibat sering jatuh tersebut pasien luka-luka pada badannya. 3 hari setelah meminum obat tersebut, istrinya menghentikan konsumsi obat tersebut. Pada tanggal 02 April 2019 sudah dijadwalkan kembali untuk kontrol di RSUD Embung Fatimah Batam. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk berobat pasien. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Pak Em Yunis diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 07 Maret 2019
Kurir : Weni dan Alamsyah

Pak Em mengalami kelainan gangguan saraf


SABIKIS BIN SULIYAN (37, Bisul pada usus besar). Alamat : Bengkong Indah Swadebi II Blok J No.75 RT.002 RW.002 Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, Kepulauan Riau. Sejak tahun 2016 ketika Pak Sabikis masih bekerja sebagai buruh bangunan, beliau merasakan sakit di saluran pencernaannya yang mengakibatkan pasien tidak bisa BAB dan buang angin. Kemudian dibawa RS Badan Pengusahaan Batam untuk diperiksa dan endoskopi. Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan pasien mengidap penyakit kelenjar di usus besar. Setelah kondisi membaik pasien pun kembali bekerja seperti biasa, namun sering sakit. Apabila kerja dalam satu minggu, 2 minggu selanjutnya sakit tersebut kambuh. Dan itu berjalan selama 2 tahun. Pada akhir tahun 2018, pasien bekerja selama 2 hari kemudian langsung drop(tidak bisa bekerja) karena sakit yang diderita. Kemudian dibawa kembali ke RSBP Batam, dan dokter menyimpulkan ada bisul pada usus besarnya. Berselang beberapa hari, bisul tersebut pecah dan membuat lubang baru dekat ‘lubang anusnya’. Jadi apabila pasien BAB maka akan keluar di kedua lubang tersebut. Biaya pengobatan selama di rumah sakit masih ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun kendalanya adalah Biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Karena Pak Sabikis (pasien) sudah tidak bisa mencari nafkah dan hanya berbaring di kasur. Sang istri, Bu Ira Utami (36) hanya sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus pasien dan anaknya yang masih sekolah. Saat ini pasien rawat jalan di rumah dan dipantau oleh dokter yang menanganinya. Dijadwalkan pada tanggal 10 April 2019 akan dilakukan operasi pada lubang di tulang belakangnya agar tidak infeksi. Sudah 3 bulan berjalan pasien menggunakan popok dewasa karena kotoran dan nanah keluar di lubang tulang belakang tersebut. Sedekah Rombongan menyerahkan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk kebutuhan transportasi ke rumah sakit, biaya pembelian popok, tisu, kain kasa dan biaya hidup sehari-hari. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Pak Sabikis diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : Tano dan Dian

Pak sabikis menderita bisul pada usus besar


RAFA SAPUTRA (4 Bulan, Sakit paru-paru). Alamat Kost : Windsore Square Blok A No. 38 RT.001 RW.003 Kelurahan Lubuk Baja Kota Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Kepulauan Riau. Sejak Lahir Dek Rafa sudah merasakan sakit paru-paru. Lahir di Klinik Mitra Bunda Baloi Kota Batam. Saat persalinan Dek Rafa, dari pukul 09.00 WIB s.d. 18.00 WIB tidak mau keluar(pembukaannya tidak bertambah). Oleh karena itu Sang Ibu, Bu Lesi Sapitri dirujuk ke RS Harapan Bunda Batam untuk dibantu proses persalinan menggunakan alat bantu vakum karena kondisi urgent. Setelah 6 jam dari lahirnya Dek Rafa kondisinya di luar dugaan, pasien mengalami kejang-kejang kemudian segera dirujuk ke RS Otorita Batam. Setelah 2 minggu dirawat inap di RSOB akhirnya Dek Rafa dibawa pulang ke rumah(kontrakan) dengan keadaan sudah membaik. Namun dokter menyarankan untuk dilakukan kontrol setiap 3 hari sekali ke RSOB untuk mengetahui perkembangan kondisinya. Dokter telah menyimpulkan bahwa Dek Rafa mengidap penyakit paru-paru yang disebabkan oleh lecet terkena air ketuban yang pecah ketika proses persalinannya. Awalnya dokter mengatakan itu hanya sakit ringan bukan masalah besar. Namun bertambah usianya Dek Rafa kondisiya semakin mengkhawatirkan. Saat ini kondisi Dek Rafa semakin memburuk, karena tidak ada respon menghisap udara oleh lparu-parunya dan nafasnya pun maksa seperti orang mendengkur. Dokter menyarankan untuk segera di bawa ke RSCM Jakarta agar ditangani oleh dokter yang lebih berpengalaman dan alat medis yang lengkap. Di Rumah Sakit Harapan Bunda Rafa sudah 2 bulan. Proses pengobatan saat ini di tanggung oleh BPJS Kesehatan. Sang Ayah, Pak Furqon (19) hanya seorang buruh serabutan yang tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sang Ibu hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus Dek Rafa sehari-hari. Sedekah Rombongan memberikan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya sehari-hari dan biaya pengobatan Dek Rafa. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Rafa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 11 Maret 2019
Kurir : Tano

Rafa mengidap penyakit paru-paru


MUHAMMAD DIMAS ARDHIANSYAH (18 Tahun, Jantung Bocor) Alamat : Tembesi Sidomulyo RT.001 RW.006 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam, Kepulauan Riau. Pada tanggal 29 Januari 2019 Dek Dimas merasakan nyeri lambung dan orang tuanya membawanya ke klinik Sei Lekop Batam. Kemudian dilakukan pemeriksaan dan diberi obat untuk mengurangi rasa nyerinya. Berselang beberapa hari, dada pasien membengkak. Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan kembali di klinik yang sama. Menurut dokter, disarankan agar dirujuk di Rumah Sakit Hermine Batam agar dilakukan CT SCAN. Setelah melakukan proses serangkaian pemeriksaan Dek Dimas dinyatakan mengidap penyakit jantung bocor dan harus rawat inap. Karena keterbatasan biaya, pasien hanya beberapa hari dirawat inap di rumah sakit tersebut. Tetangga rumahnya menyarankan pada orang tuanya untuk meminta tolong pada salah satu paguyuban Majapahit Batam. Paguyuban Majapahit Batam pun merespon dengan baik kemudian pasien dibawa ke RSUD Embung Fatimah agar dilakukan perawatan. Setelah beberapa hari rawat inap, dokter menyarankan harus dirujuk ke RSCM Jakarta guna dilakukan operasi. Saat ini JAMKESDA sedang proses pengurusan oleh keluarganya. Pasien belum bisa dibawa ke RSCM Jakarta karena keluarga belum memiliki biaya untuk merujuknya kesana. Saat ini pasien sudah pulang dari rumah sakit dan tinggal di rumahnya. Sang Ayah, Pak Muji (53) hanya bekerja sebagai buruh harian lepasyang tidak memiliki penghasilan tetap/tidak mencukupi biaya sehari-hari. Untuk saat ini ayahnya hanya menanam sayur pada tanah milik orang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sang Ibu, Marsuroh (45) hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anaknya. Di Batam pun, mereka tinggal di rumah bukan miliknya (alias numpang pada tanah milik orang). Mereka belum memiliki rumah pribadi. Sedekah Rombongan memberikan santunan pada Dek Dimas Melalui Kurir Sedekah Rombongan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu Dek Dimas diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 28 Maret 2019
Kurir : Zahra dan Boim

Dimas dinyatakan mengidap penyakit jantung bocor


LINA BINTI HUSIN (60 Tahun, Patah tulang dan Osteoartritis) Alamat : Perumahan Taman Cipta Indah Blok B2 No.1 Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Mamak biasanya Bu Lina kerap dipanggil adalah seorang janda berusia lanjut yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya beliau berprofesi sebagai tukang urut tradisional. Mamak tinggal sendirian sejak 11 tahun yang lalu karena kepergian suaminya dan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Beliau kehilangan kontak dengan anak-anaknya yang diketahui terakhir berada di Jakarta. Pertama kali beliau jatuh ketika sedang pergi ke hajatan tetanggany, tersandung baju dan terjatuh sehingga kesulitan bergerak, sudah dibawa ke RS Otorita Batam untuk berobat dan diberi obat untuk penguat tulang. Tepat satu bulan lalu beliau terjatuh ketika hendak berwudhu di kamar mandi rumahnya. Setelah jatuh mamak mengalami pingsan dan ketika bangun tidak bisa menggerakkan anggota badannya. Saat itu beliau di bawa oleh tetangga sekitar rumah untuk berobat ke RSUD Embung Fatimah untuk segera diobati. Dari hasil rontgen, dokter menyatakan mamak mengalami patah tulang pada bagian tulang pinggul kaki bagian kiri yang bertepatan di bagian sendi pinggul. Dikarenakan tulang yang sudah mengeropos maka tempurung sendi mamak harus diganti dengan tempurung buatan. Harus menempuh operasi dengan biaya sekitar 80 juta. Data-data yang mamak miliki tidak sinkron antara KK dan KTP, harus disesuaikan dulu diganti nomor KKnya maka BPJS mamak baru bisa diproses . Setelah dibantu warga dengan mengerahkan sana-sini akhirnya biaya pengobatan operasi mamak ditanggung dan dibiayai dengan Jamkesda Provinsi Kepri. Akan tetapi untuk biaya pengobatan, kontrol dan terapi setelah operasi tidak lagi ditanggung oleh pemerintah. Biaya pengobatan dan kontrol mamak pertama kali tanggal 20 februari 2019 lalu berasal dari iuran warga yang bergerak bersama sama membantu pengobatan beliau. Sedekah Rombongan memberikan santunan pada Bu Lina melalui Kurir Sedekah Rombongan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Lina diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,00
Tanggal : 09 Maret 2019
Kurir : Zahra

Mamak mengalami patah tulang pada bagian tulang pinggul kaki bagian kiri


SYIFA DESTRI ANANDA(10 Tahun, Kebocoran pada usus). Alamat : Perum Sarmen Raya Blok S No.6 RT.006 RW.005 Kelurahan Tanjung Buntung Kecamatan Bengkong Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Syifa hidup dengan orang tua dan tiga saudarinya dengan mengontrak rumah di daerah Bengkong Kota Batam. Tahun 2016 Dek Syifa merasakan sakit di bagian perut, lalu orang tuanya membawa ke mantri di dekat rumah. Saran dari matri tersebut untuk dibawa ke RS Awal Bros batam karena di rumah sakit tersebut ada dokter sepesialis bedah anak dan peralatan medisnya pun lengkap. Tanggal 26 juni 2016 dibawa ke RS Awal Bros untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dokter, usus pasien bocor yang mengakibatkan cairannya bocor ke perut yang membahayakan pasien apabila didiamkan saja karena dalam cairan tersebut banyak kuman dan bakteri. Keesokan harinya dilakukan operasi untuk menaikkan satu ususnya ke perut(dikeluarkan) agar cairan yang mengandung kuman dan bakteri tersebut tidak menyebar lagi di dalam perutnya. Keluarganya belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan yang mengakibatkan biaya di rumah sakit membengkak. Keluarganya tidak sanggup untuk melanjutkan rawat inap karena keterbatasan biaya, akhirnya mengambil keputusan untuk membawa pulang pasien ke rumah. Pihak keluarga meminta dirujuk ke RS Budi Kemuliaan Batam agar biaya tidak terlalu mahal. Namun setelah satu minggu dirawat di RS Budi Kemuliaan Dek Syifa mengalami infeksi di area yang dioprasi. Oleh karena itu pihak keluarga minta dirujuk kembali ke RS Awal Bros Batam. Sampainya di RS Awal Bros, segera dilakukan operasi yang ke-2 untuk membuang luka yang infeksi dan mengangkat satu lagi usus ke perutnya. Kini Dek Syifa memiliki 2 kantong di perutnya guna membuang kotoran. Karena perawatan yang cukup mahal, keluarga mempunyai tunggakan sebesar Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) pada RS Awal Bros Batam. Keluarga sudah tidak sanggup membiayai pengobatan selama ini, agar bisa keluar rumah sakit keluarga harus memberikan jaminan pada rumah sakit. Qrang tua Dek Syifa lalu mengusrus BPJS Kesehatan untuk pengobatan berlanjut dengan rawat jalan. Namun karena orang tua Dek Syifa terkena PHK dari tempatnya bekerja, BPJS Kesehatan pun menunggak dan pengobatan Dek Syifa terhenti. Selain biaya kehidupan sehari-hari, keluarganya membutuhkan uluran tangan dari sedekaholic untuk membeli kantung penampung dan transportasi saat check up/kontrol ke rumah sakit, Saat ini Sang Ayah, Pak Jusrizal (41) hanya buruh antar jemput isi ulang air galon yang pendapatannya tidak mencukupi biaya hidup sehari-hari dan kebutuhan berobat Dek Syifa. Sang Ibu, Bu Dely Yusnita (38) hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus pasien sehari-harinya.
Sedekah Rombongan menyerahkan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk kebutuhan transportasi kontrol ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Dek Syifa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : Tano dan Dian

Syifa menderita kebocoran pada usus


KARTIPAH BINTI FULAN (47 Tahun). Alamat : Perum Bumi Sarana Indah II Blok 2 No.12 RT.002 RW.017 Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Pada tahun 2017 di bulan Desember pasien tiba-tiba saja jatuh di kamar mandi dan mengalami stroke yang mengakibatkan kelumpuhan. Oleh karena itu, anak-anaknya yang ada di Simalungun Sumatera Utara membawanya berobat dan dirawat inap. Setelah berkonsultasi dengan dokter maka diperbolehkan pulang ke rumah tetapi harus kontrol. Namun karena tidak ada perubahan maka sang anak yang di Batam (Mujiono) menjemputnya untuk di lakukan pengobatan di Batam. Sang anak yang di Batam melakukan pengobatan rutin di RSUD Embung Fatimah Batam. Dikarenakan faktor umur yang sudah sepuh/usia lanjut pengobatan yang dilakukan terhadap ibunya tidak berdampak positif atau tidak ada perkembangan yang membaik. Banyak cara pengobatan sudah dilakukan dari medis, non medis(alternatif, sinse) semi kesembuhan sang ibu. Anaknya yaitu Pak Mujiono hanya bekerja sebagai pegawai swasta yang berpenghasilan pas-pasan. Selain menanggung biaya pengobatan ibunya, Pak Muji harus memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan ketiga anaknya. Kondisi pasien hanya bisa berbaring di atas kasur karena kondisi yang lemahnya.
Sedekah Rombongan menyerahkan santunan melalui Kurir Sedekah Rombongan untuk biaya hidup sehari-hari. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Kartipah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 15 Maret 2019
Kurir : Boim dan Rian (Ogek)

Bu Kartipah mengalami stroke


UUM BINTI SAJUM (60, Tumor Abdomen). Alamat : Jalan Merpati Gang Nuri Kampung Sidojadi RT.001 RW.009 Kelurahan Batu XI Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Bu Uum sejak tahun 2010 muncul benjolan sebesar kuku jari jempol di atas perutnya, pasien mengira hanya daging tumbuh biasa jadi dibiarkan saja. Lama-kelamaan benjolan membesar sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dan pada aktu itu tepat tahun 2015 mulai terasa berdenyut dan pasien hanya minum obat penghilang nyeri dari puskesmas dengan keluhan demam tinggi, dan puncaknya pada bulan Desember 2018 sakit yang dirasa tidak tertahankan seperti ada yang bergerak di dalam perut dan atas desakan teman akhirnya cek ke puskesmas dengan keluhan benjolan yang sudah lama tumbuh di perutnya itu. Pihak Puskesmas langsung merujuknya ke RSUP Provinsi KEPRI. Hasilnya adalah benjolan itu adalah tumor abdomen. Pasien sering merasakan denyut pada perutnya yang tidak bisa ditahan dengan minum obat penghilang nyeri, benjolan meradang. Saran dari dokter harus operasi. Pasien adalah janda yang tinggal bersama 1 anak kandung(laki-laki) dan satu anak angkatnya(perempuan). Keduanya bekerja sebagai penjaga toko kelontong dengan penghasilan yang pas-pasan. Sehari-hari biaya hidup ditanggung oleh kedua anaknya tersebut. Kendala yang dihadapi adalah biaya transportasi saat cek-up dan kebutuhan sehari-hari. Pada bulan Februari telah dilakukan operasi untuk pengangkatan tumor dalam perutnya, saat ini pasien dalam pemulihan pasca operasi. Alhamdulillah, bekas hasil operasi di perutnya sudah membaik. Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan melaui Kurir Sedekah Rombongan untuk keperluan pengobatan dan transportasi. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat meringankan dan Bu Uum diberikan kesabaran dalam iktiarnya mencari kesembuhan, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 16 Maret 2019
Kurir : Dinda

Bu Uum menderita tumor abdomen


DEPOL BINTI TINAH (53, Tumor Abdomen dan Kista usus). Alamat : Jalan Jali Abas Kampung Pasir Lintas RT.003 RW.002 Kelurahan Pulau Duyung Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Awalnya Bu Depol sejak Februari 2018 merasakan sakit perut, menurutnya itu sakit maag biasa maka selama sakit itu kambuh beliau minum obat maag warung. Namun berganti hari sakit yang dirasakan tidak kunjung berkurang kemudian pasien cek ke puskesmas terdekat. Pihak dari puskesmas langsung merujuk pasien ke RSUP Provinsi KEPRI karena di Kabupaten Lingga keterbatasan alat-alat dan tenaga medis. Setelah diperiksa oleh dokter RSUP Provinsi KEPRI hasilnya adalah tumor abdomen dan sakit perut seperti ada yang bergerak adalah Kista yang menempel di Usus Besar. Sang suami Pak Mazlan (62) hanya bekerja sebagai nelayan kampung yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Saat pasien berangkat ke RSUP KEPRI di Tanjungpinang hanya diantar oleh keluarganya, sang suami dan anaknya tetap di Kabupaten Lingga karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup. Perjalanan dari Pulau Lingga ke Tanjungpinang membutuhkan waktu 3 jam mnggunakan kapal fery. Selama di Tanjungpinang pasien menumpang di rumah saudaranya. Dilema dihadapi oleh pasien karena posisi kista dan tumornya nempel pada ususnya. Menurut dokter harus dilakukan operasi untuk memotong usus yang ada tumor abdomen dan kistanya yang mengakibatkan harus membuat lubang anus baru. Sementara ini, hasil pengobatan menunjukan hasil yang baik yaitu tidak ada air pada luka tersebut. Dijadwalkan pada tanggal 15 April 2019 dilakukan kontrol untuk merudingkan keputusan operasi.Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan melaui Kurir Sedekah Rombongan untuk keperluan pengobatan dan transportasi. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat meringankan dan Bu Depol diberikan kesabaran dalam iktiarnya mencari kesembuhan, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 16 Maret 2019
Kurir : Dinda

Bu Depol menderita tumor bbdomen dan kista usus


MASKAH BIN KARPEN (76 tahun) adalah Pak Maskah dan istri baru saja kehilangan anak yang menjadi tulang punggung keluarga. Anak beliau (Alm. Aksilo) meninggal akibat kecelakaan kerja di Tanjung Uban pada tanggal 29 Januari 2019. Karena kehilangan tulang punggung keluarga, Pak Maskah tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usia yang sudah tua tidak memungkinkan beliau dan istri untuk mencari nafkah. Pak Maskah juga mengalami gangguan pendengaran dan tidak bisa berdiri/berjalan terlalu lama/jauh. Beliau tidak lagi bisa mengkonsumsi obat, karena setelah konsumsi obat tubuhnya akan lemah dan kepala terasa pusing. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari, saat ini beliau hanya mengharapkan bantuan dari anaknya yang sudah menikah. Namun dengan kondisi ekonomi anak-anaknya yang pas-pasan, sehingga tidak dapat banyak membantu. Disamping kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, Pak Maskah juga tinggal dirumah yang sudah lapuk dan berlantai tanah. Jika hujan lebat akan kemasukan air dan apabila angin kuat maka dinding rumah yg bertriplek akan bergoyang. Bahkan ketika Alm.Aksilo meninggal, almarhum tidak disemayamkan dirumahnya, tetapi di rumah abangnya yg berada tidak jauh dari rumah. Sedekah Rombongan melalui Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka pada Pak Maskah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga rejeki yang diberikan bermanfaat bagi Pak Maskah dan istrinya dan meringankan beban hidupnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 09 Maret 2019
Kurir : Fina

Bantuan tunai


M. YUSUF ADITYA RASYA(1,4 Th, JANTUNG BOCOR) adalah seorang anak yang mengidap penyakit kelainan jantung, yaitu Jantung bocor.Dia tinggal di Perumahan sederhana yang saat ini orang tuanya masih harus menanggung cicilan rumah. Perum Lobam mas asri blok M 107 Kec. Sri Kualalobam Kab. Bintan Kepri tepatnya. Yusuf tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu bapak Bambang(32Th) yang bekerja sebagai karyawan swasta di Lobam dan ibu Mira Afriani(30Th) seorang ibu rumah tangga. Yusuf menderita sakit bocor jantung sejak lahir. Namun Saat usia dua bulan setelah kelahirannya, ibunda Yusuf baru merasakan kelainan pada anaknya. Anaknya jarang menangis dan kurang aktif. Ketika baru lahir dg kelahiran normal, menurut pengakuan dokter semua sehat. Namun karena RS Busung masih terbatas peralatan medisnya, jadi tidak terdeteksi. Yusuf adalah anak yg ditunggu lama oleh ibu bapaknya, setelah 3 tahun menikah baru keluarga ini mendapat karunia kehadiran anak. Suatu saat Yusuf mengalami demam pilek yang menyebabkan Yusuf tidak mau menyusu, sebentar menyusu langsung dilepas begitu terus, sampai akhirnya berat badannya turun drastis. Kedua orang tuanya membawa ke RS Busung dan dari RS busung dirujuk ke RS Angkatan Laut Tanjung Pinang. Saat itu karena usianya belum mencapai 1th dokter menyarankan untuk perbaikan gizi dulu. Jadi dokter menyampaikan ada kelainan di jantungnya, dan dokter meminta untuk kontrol setiap bulan dan supaya minum susu Pediasure. Setelah usia Yusuf 1th, orang tuanya membawa ke RSUP yang kemudian memberi rujukan ke RS Harapan Kita Jakarta, setelah menjalani pengobatan disana selama 6 bulan dokter menyarankan untuk kontrol setiap 6 bulan sekali ke RS Harkit dan melakukan therapy di RS busung. Dan tanggal 17 Juni mendatang saatnya adek Yusuf menjalani kontrol ke Jakarta yang mana orang tua belum tahu apakah nantinya langsung dilakukan tindakan atau tidak. Alhamdulillah pada tanggal 26 Februari Allah mempertemukan adek Yusuf dengan Sedekah Rombongan. Dan bulan Maret ini Yusuf diajukan, dan alhamdulillah mulai bulan inilah Yusuf menjadi pasien dampingan SR Kepri. Santunan telah disampaikan kepada Yusuf dan ibunya yang pada sedang menjalani kontrol di RSUP Tanjung Pinang

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 13 Maret 2019
Kurir : Fina

Yusuf menderita sakit bocor jantung


BU SUTIAH binti Fulan(57th) adalah seorang yang hidup sebatang kara di Desa Lancang Kuning RT 03/ RW 02 Kec. Bintan Utara Kab. Bintan. Ibu Sutiah tinggal seorang diri di gubuk sederhana yang dibangun menumpang di tanah milik orang. Adalah bapak Iwan yang sehari-hari membantu ibu Sutiah, bahkan beliau yang dibantu tetangga membuatkan gubuk untuk tempat tinggalnya. Ibu Sutiah yang lahir tanggal 31 Juli 1952 datang ke Bintan sejak tahun 2004. Kegiatan ibu Sutiah sehari-hari adalah menjual Peyek punya tetangga. Ibu sutiah hanya menjualkan yang kemudian nantinya beliau diberi upah sekedarnya. Selain berjualan, bu Sutiah juga rajin menanam ubi di sekitar rumahnya. Itu yang kemudian menjadi makanan pokoknya ketika tidak sedang punya beras. Awal Januari, ibu Sutiah sakit dan dibawa oleh pak Iwan berobat ke RS Busung. Dari hasil pemeriksaan, ibu Sutiah mengidap penyakit ginjal. Sebenarnya penyakit ini sudah lama, namun karena ibu Sutiah tidak menganggapnya suatu penyakit serius dan terlebih karena ketiadaan biaya sehingga tidak pernah dirawat di RS. Saat dirawat di RS Busung telah dilakukan transfusi darah dan cuci darah. Setelah itu ibu Sutiah merasa mulai membaik yang kemudian diijinkan pulang. Sementara sakit, ibu Sutiah tinggal di rumah pak Iwan. Namun karena pak Iwan khawatir dg sakitnya, beliau membawanya ke Rumah Bahagia Kab. Bintan agar dirawat oleh seorang perawat. Beberapa hari di Rumah bahagia, sekitar 5 hari pak Iwan mendapati kabar ibu Sutiah telah meninggal pada hari Minggu 24 Februari 2019. Dua hari kemudian kurir SR Kepri baru mendapatkan info ibu Sutiah sakit, sementara kami survey, ternyata beliau telah lebih dulu pulang kehadirat Allah SWT. Sehingga kami mengajukan untuk santunan duka cita yang kemudian diserahkan kepada bapak Iwan yang merawatnya sewaktu sakit dan mengurus pemakaman ibu Sutiah, serta do’a 3 dan 7 hari ibu Sutiah. Karena bapak Iwan ini juga sesungguhnya termasuk keluarga yang sangat sederhana, maka alhamdulillah santunan dari Sedekah Rombongan telah tersampaikan. Semoga almarhumah ibu Sutiah husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 05 Maret 2019
Kurir : Farida dan Raudo

Santunan duka

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR PURWOKERTO 1,196,855
2 RSSR PURWOKERTO 978,640
3 MTSR PURWOKERTO 5,421,592
4 ZAINAL ARIFIN 1,000,000
5 GHOZALI AZ 1,000,000
6 KAYLA ALMIRA FAREN 1,500,000
7 HERLINA WATI 500,000
8 IHYA RAMADHANI 1,500,000
9 SYAFA MAURA HARAHAP 1,000,000
10 KELARA BIN JUARI 1,000,000
11 EM YUNIS 1,000,000
12 SABIKIS BIN SULIYAN 1,000,000
13 RAFA SAPUTRA 1,000,000
14 MUHAMMAD DIMAS 1,000,000
15 LINA BINTI HUSIN 1,500,000
16 SYIFA DESTRI ANANDA 1,000,000
17 KARTIPAH BINTI FULAN 500,000
18 UUM BINTI SAJUM 1,000,000
19 DEPOL BINTI TINAH 1,000,000
20 MASKAH BIN KARPEN 1,000,000
21 M. YUSUF ADITYA RASYA 1,000,000
22 BU SUTIAH binti Fulan 1,000,000
Total 27,097,087