BAPAK ASKUR (40, Leukimia) Beralamat di Jl. Kimaja, Lorong Bakso, RT 001, RW 009, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sebelum Bapak Askur didiagnosa menderita penyakit Chronic Myeloid Leukimia, beliau pernah menderita sakit splenomegali (Pembengkakan hati limpa). Pada akhir tahun 2017 Bapak Askur mulai merasakan perutnya sakit dan keras, pada saat itu Bapak Askur dirawat di salah satu Rumah Sakit Swasta Kota Palu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Undata Palu, selain itu Bapak Askur juga berobat Alternatif/Tradisional dikampung halamannya. Pada saat itu pengobatan tidak dilanjutkan karena alasan sibuk bekerja. Lalu berikutnya pada Tahun 201.Bapak Askur Drop dan kembali dirawat di Rumah Sakit Al Khairat Palu, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Undata dan dari hasil pemeriksaan oleh dokter diberitahukan bahwa sel darah putih terlalu tinggi. Dokter pun mendiagnosa Bapak Askur menderita Penyakit Leukimia tetapi masih muncul keraguan dikarenakan alat untuk pemeriksaan lebih lanjut penyakit tersebut tidak tersedia dirumah sakit Kota Palu, Dokter menyarankan Bapak Askur dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk evaluasi lanjut ke konsultan Hematologi Onkologi Medik.
Kondisi Bapak Askur sekarang semakin lemah dan tidak boleh terlalu lelah, sudah 2 bulan ini bapak Askur izin bekerja. Melihat kondisinya tersebut, istrinya tidak mengizinkan untuk kembali bekerja, saat ini untuk membiayai kedua anaknya istri bapak Askur mulai bekerja. Besar keinginan Bapak Askur untuk melakukan pemeriksaan sesuai rujukan dokter tetapi kendala biaya untuk berangkat, menurut keterangan istrinya, surat-surat kelengkapan maupun kartu berobat telah lengkap. Pada tanggal 29 Januari Pak Askur dirujuk ke Makassar dan didampingi langsung oleh teman-teman kurir SR Makassar. Tanggal 03 Februari Pak Askur masuk rawat inap dan melakukan pemeriksaan darah yang hasilnya positif terkena kanker darah atau Leukimia. Saat ini Pak Askur sudah masuk dua bulan di Makassar dalam ikhtiar mencari kesembuhan. Santunan ini diberikan untuk biaya hidup dan pembayaran kamar sewa (Kost) selama berobat di Makassar. Terimakasih kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan yang telah membantu dan memudahkan Pak Askur dalam berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.850.000
Tanggal : 08 Maret 2019
Kurir : @areefy_dip @ahmadhamzahmo @ajiusman

Bapak Askur didiagnosa menderita penyakit Chronic Myeloid Leukimia


Ibu Estin (28, Patah Tulang kaki kiri) Beralamat di Jln. Paesula, Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Pada tanggal 28 september 2018 tepatnya jam 18.05 menjelang Maghrib terjadi gempa bumi yg berkekuatan 7.4 SR yang mengakibatkan tsunami dan likuifaksi, Ibu Estin yang berdomisili di Kel. Petobo pada saat itu merasa dunia seakan runtuh karena setelah terjadi gempa di Kel. Petobo terjadi likuifaksi fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan sehingga tanah berubah menjadi lumpur penghisap yg mematikan dan semua tanah2 yg dipijak oleh ibu Estin bergerak-gerak sehingga ibu Estin dan keluarga menjadi panik, dari kejadian likuifaksi ini memberikan dampak yg sangat luar biasa bagi ibu Estin dan keluarga dan kami seluruh masyarakat Palu Sigi dan Donggala (PASIGALA), ujian yg Allah berikan kepada kami semua tentunya. Ibu Estin tak pernah menyangka kejadian likuifaksi setelah gempa di kelurahan Petobo menyebabkan ia kehilangan anak dan suami tercinta, baru ia keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari gempa, tiba-tiba muncul gelombang lumpur setinggi pohon kelapa yg menghempaskan dan menyeret tubuhnya sejauh satu kilometer, ia baru tersadar ketika beberapa orang berusaha untuk menyadarkannya, dan membersihkan sekujur tubuhnya yang dipenuhi lumpur, disitulah ia tersadar jika kaki dibagian kirinya tidak bisa digerakkan dan muncul luka yang memperlihatkan sebagian dari patahan tulang betis terlihat. Ibu Estin kemudian di evakuasi dan ditempatkan di pengungsian terdekat. Setelah 6 hari di pengungsian ibu Estin baru mendapatkan perawatan dari pihak medis, pada hari itu juga ibu Estin dioperasi oleh dr. Ortopedi dari luar Palu untuk pemasangan Pen pada kaki kirinya, setelah masa pemulihan ibu Estin mengontrol kan dirinya selama 2 hari sekali di rumah sakit umum Anuta Pura Palu untuk mengantikan perban pada kaki yg telah dioperasi. Sebulan pasca operasi pemasangan pen Ibu estin masih berada di posko pengungsian yg ada di kelurahan petobo yg mana kondisinya jauh dari pengobatan dan ibu Estin menunggu operasi tahap ke duanya untuk mengeluarkan Pen yg berada diluar kakinya, menurut keterangan ibu Estin untuk melakukan operasi tersebut harus menunggu beberapa pasien dengan kasus yang sama oleh pihak rumah sakit Akan melakukan operasi, karena nenurut pihak rumah sakit dokter yg akan melakukan operasi tdk berada di kota palu, karena takut menunggu terlalu lama dan Informasi dari Rumah Sakit tak kunjung datang, Alhamdulillah Allah mempertemukan kami tim #SR Palu dengan Ibu estin dan menyampaikan maksud dan tujuan kami untuk membantu pengobatan selanjutnya. Pada tanggal 29 Januari 2019 Ibu Estin di rujuk ke Rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, untuk melajutkan proses operasi dan pengobatan selanjutnya.Alhamdulillah pada tanggal 13 Februari telah dilakukan operasi pelepasan Pen dan pemasangan besi untuk menguatkan patahan tulang yg ada di kaki kiri ibu Estin. Ini adalah santunan untuk biaya pembayaran kamar sewa (Kost) selama sebulan dan Pembelian tiket pesawat kembali ke Palu. Ibu Estin sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah mendampingi selama di Palu dan Makassar untuk memudahkan dalam pengobatan. Kini Ibu Estin kembali ke Palu untuk menunggu jadwal pelepasan besi yang telah dipasang di kaki Bu Estin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.357.000
Tanggal : 03 Maret 2019
Kurir : @areefy_dip @ahmadhamzahmo @ajiusman

Bu estin menderita patah tulang kaki kiri


MUADZ AL FARUQ BIN IFET VIOLAN ADIL (4, Leukimia). Alamat : Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Palu, Sulawesi Tengah. Muadz mulai terlihat sakit pada awal bulan januari, dengan gejala awal yaitu demam tinggi dan mendadak tidak bisa berjalan. Orang tua Muadz cemas dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Samaritan dengan diagnosa dokter bahwa Muadz menderita penyakit Leukimia (Kanker Darah) karna belum memiliki BPJS orang tua memutuskan untuk merawat Muadz dirumah. Selama 3 minggu dirawat di rumah Muadz masih belum bisa berjalan normal , Muadz kembali dirawat di Rumah Sakit Undata Palu dengan diagnosa dokter yaitu kekurangan zat besi. Di Rumah Sakit Undata Palu Muadz dirawat selama 10 hari. Setelah dibolehkan pulang, tidak berlangsung lama Muadz kembali sakit dan bertambah parah karena perutnya mulai membesar dan mengalami pendarahan di mulut. Muadz kembali dilarikan ke Rumah Sakit BK (Bala Keselamatan) dengan diagnosa yang sama yaitu Leukimia atau kanker darah. Karena mengalami pendarahan, Muadz harus melakukan transfusi darah sebanyak 3 kantong. Dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Makassar. Dengan dana pinjaman seadanya Muadz langsung berangkat untuk dirawat di Makassar. Sesampainya di Rumah Sakit Wahidin Makassar, tanpa menunggu lama Muadz langsung transfusi darah sebanyak 11 kantong yang merupakan bantuan dari organisasi pahlawan darah daerah Makassar, setelah dirawat di RS Wahidin, dokter menyarankan terapi kemo selama 2 tahun berturut-turut, hanya bisa bertahan selama 5 bulan, Muadz menjalani terapi di Makassar, karena kehabisan dana dan kelihatan pasien ada perubahan, orang tua memutuskan balik ke Palu untuk dirawat seadanya.
5 bulan berjalan keadaan Muadz mulai kelihatan normal, awal bulan desember 2018, kondisi Muadz kembali drop, dengan gejala perut mulai membesar dan pendarahan pada gusi. Orang tua mengambil tindakan dengan membawanya ke RS. Budi Agung dan dirawat selama seminggu. Mulai hari jum’at (13/12/2018) kemarin kondisi semakin menurun Muadz tidak bisa berjalan, dokter menyarankan secepatnya dirujuk kembali ke RS. Wahidin Sudirohusodo di Makassar untuk menjalani terapi kemoterapi.
Saat ini orang tua Muadz berharap bisa membawa Muadz berobat kembali ke Makasar karena kondisi Muadz sangat menghawatirkan, meskipun dengan dana seadanya. Orang tua Muadz tetap berusaha mencari bantuan dana karena pengobatan di Makasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pembelian tiket pesawat, biaya hidup, dan biaya pengobatan diluar BPJS.
Alhamdulillah dengan dipertemukan dengan Sedekah Rombongan akhirnya Muadz bisa terbantu lagi untuk menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Wahidin Makassar, berselang beberapa hari terakhir Muadz bisa berangkat dari Palu menuju ke Makassar untuk melakukan tindakan pengobatan selanjutnya di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Pada saat tiba Muadz langsung rawat jalan dan keesokan harinya dokter langsung melakukan tindakan kemo lanjutan. kondisi sekarang masih melakukan tranfusi darah sebanyak 11 kantong dan sudah menjalani kemo ke Enam kali, dalam melakukan kemo ke Enam kondisi Muadz sempat drop disebabkan ada pembengkaan di hati dan perut mulai membuncit, dan untuk asupan makanan harus menggunakan alat bantu selang agar bisa stabil lagi, Alhamdulillah Sedekah Rombongan Makassar melakukan pengajuan dampingan untuk mengurangi beban orangtuanya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS.
Rabu 13 Maret 2018, kurir sedekah rombongan menemui Muadz di ruangan Lontara 4 Anak RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO. Saat itu muadz tampak bermain di tempat tidurnya, meskipun rambutnya berguguran dan akhirnya kepalanya menjadi plontos dia tetap bisa bermain dengan ceria. Saat itu ditangan kirinya terpasang infus dan setelah di cek ternyata yang terpasang adalah obat kemoterapi. Keluarga tampak senang dikunjungi kurir SR. Saat ini Muazd sedang menjalani siklus kemoterapi ke-8. Ini adalah bantuan kedua yang sebelumnya Adik Muadz masuk dalam Rombongan Baru 31. Doakan Muadz dan keluarganya agar mereka tetap sabar dan kuat dalam menjalani siklus-siklus kemo selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 13 Maret 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman @ahmadhamzahmo

Muadz menderita penyakit leukimia


ANDI NUGI NUGRAHA BIN ANDI RIDWAN (4, Miningitis TB). Alamat : Desa Bonto, Kecamatan Takkalla Kabupaten Wajo, Sulawsi Selatan. Adik Nugi merupakan anak pertama dari pasangan Andi Ridwan dan Rosmala, Adik Nugi menjadi yatim tanpa pernah melihat ayahnya. sang ayah masuk RS pada saat Nugi dilahirkan dan meninggal dunia 2 bulan dirujuk ke Wahidin. Pada usia 15 bulan, sang Ibu mengajak Nugi berkunjung ke rumah Neneknya, ditengah perjalanan keduanya mengalami kecelakaan. keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit di Kab. Pinrang dan dirujuk ke RS Umum Pare-Pare. Namun, karena keterbatasan alat dan kondisi yang mengancam nyawa disebabkan pendarahan di kepala, Nugi kemudian di rujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar didampingi oleh ibunya yg jg masih dengan luka di sekujur badannya. sejak itu Nugi mengalami 2 kali operasi di kepalanya selama sebulan lebih dirawat. Operasi pertama untuk mengatasi perdarahan, sebulan kemudian muncul diagnosa baru berupa Hidrocephalus sehingga harus kembali di operasi untuk pemasangan sepang vp shunt. Ibu Nugi merupakan penopang hidup keluarga setelah kepergian ayahnya disebabkan sakit. Selama dirawat ibunya tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan sang nenek yang bekerja sebagai buruh tani. Setahun setelahnya Nugi kembali harus dirawat karena muntah dan demam selama 15 hari dan di rujuk kembali ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Nugi mengalami kejang dan penurunan kesadaran. Nugi dirawat selama 6 Bulan dan menjalani 9 kali operasi di kepaka disebabkan infeksi di pemasangan selangnya. Hampir setiap 2 pekan Nugi menjalani sekali operasi. Setelah kondisi agak membaik, Nugi di izinkan pulang ke rumah. Namun, tidak sampai 12 jam Nugi masuk UGD lagi dengan hasil CT Scan kepala penuh dengan nanah, esoknya kemudian di operasi kembali untuk mengeluarkan nanah di kepala, setelah itu di rawat selama sebulan hingga diizinkan pulang. Kini Adik Nugi masih menjalani kontrol di poli Rumah Sakit Wahidin. sementara untuk biaya hidup masih ditopang oleh neneknya. Untuk meringankan biaya hidup, Ibu Nugi memilih tinggal di Rumah Singgah Harapan Makassar yang telah bekerjasama dengan Sedekah Rombongan. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Nugi, Ibunya harus berjalan jauh ke pasar untuk menghemat ongkos atau meminta sayuran yang ditanam warga sekitar dalam pagar rumahnya. Ini adalah bantuan kedua untuk membantu biaya tranportasi dari Rumah Singgah menuju ke RS Wahidin Sudirohusodo dan membelikan obat yang tidak dicover oleh BPJS. Sebelumnya, Nugi sudah masuk dalam Rombongan Baru 30. Maret ini, Nugi masih berjuang dengan penyakitnya, menjalani kontrol di Poli Mother and Child RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar setiap Senin dan Kamis, setiap hari masih mengkonsumsi obat OAT (obat anti tuberkulosis). Obat ini harus dikonsumsi selama setahun dan saat ini adalah bulan ke-10. Selain itu Nugi juga menjalani fisioterapi untuk mengembalikan fungsi-fungsi anggota tubuhnya dimana sebelumnya kedua kaki dan tangannya tidak dapat digerakkan, di usianya yang ke 3 tahun Nugi tidak bisa duduk dan harus ditopang, Nugi juga dulunya tidak mampu menelan makanan dan susunya sehingga makan harus menggunakan pipa NGT. Setelah beberapa bulan ini fisioterapi, Nugi sudah mulai bisa menelan, meskipun sang Ibu harus bersabar dengan prosesnya yang bertahap dan lama. Keluarga Nugi sangat berterimakasih atas bantuan dari sedekahholic sekalian, semoga sedekahholic senantiasa diberi rezki yang berkah dan berlimpah. Doakan juga Nugi agar bisa lulus pengobatan OAT dan tidak ada relaps lagi dan bisa pulih seperti sedia kala. Mohon doakan juga Ibu dan Neneknya agar senantiasa tegar dan bersabar dengan takdir yang Allah telah tetapkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 13 Maret 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman

Nugi menderita miningitis TB


MUDJIAMAN BIN SADIRAN (52, Kanker Leher). Alamat : Jalan Merpati, Gang Ayam Alas, No. 6B, RT. 7/3, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur. Pak Jaman biasa dipanggil demikian oleh tetangga. Pak Jaman awalnya kontrak rumah sendiri di Jl. Merpati Madiun, karena semenjak 4 bulan yang lalu dinyatakan oleh dokter mengidap tumor colli (leher kiri) akhirnya beliau memutuskan untuk pulang kumpul bareng di rumah ibunya yang hidup seorang diri. Pak Jaman adalah seorang dhuafa yang tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak punya pekerjaan tetap. Beliau tinggal disebuah rumah kecil yang berdiri diatas tanah milik org lain bersama ibunya yang berusia 80 tahun. Untuk makan setiap hari biasanya tergantung pada tetangganya dan saudara jauh. Setelah beliau dinyatakan positif mengidap kanker, beliau rutin untuk periksa yang kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo. Karena sakit yang dideritanya membutuhkan penanganan yang intensif dan alat yang memadai, maka saat ini beliau dirujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Jaman sekeluarga. Santunan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Jaman, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 13, 17, 20, dan 24. Keluarga dari pak Jaman merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Jaman mengidap tumor colli


DWI SUNDUSIAH (42, Lumpuh). Alamat : Desa Prambon, RT : 4/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dwi , demikian biasa disapa keluarga dan tetangga sekitar. Dwi merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Awal mula sakit saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas, waktu itu jam istirahat duduk di halaman sekolah secara tidak sengaja dan bermaksud bercanda Dwi di pukul di bagian pinggangnya dan merasakan sakit yang luar biasa sampai akhirnya lumpuh di bagian pinggang ke bawah lumpuh dan mati rasa, dulu pernah dibawa berobat ke rumah sakit namun karena kondisi ekonomi akhirnya keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan kondisi seadanya. Saat ini Dwi tinggal bersama kedua orang tua dan adik laki – laki nya. Untuk keperluan sehari – hari makan dan lain – lain semua dipenuhi adiknya yang bekerja serabutan karena bapaknya sudah tidak mampu lagi bekerja, dan untuk makan, mandi semuanya dibantu adiknya bahkan untuk miring pun harus dibantu. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dwi, dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Dwi. Santunan lepaspun disampaikan kepada Dwi untuk biaya berobat. Dwi dan keluarga sangat senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 6 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Dwi lumpuh di bagian pinggang ke bawah


DAFA MUHAMMAD FAIZAN (6, Demam Berdarah). Alamat : Jl. Diponegoro, RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dafa adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya yang masih kelas 1 MI dan adiknya yang baru tiga tahun merupakan anak dari pak Roini yang bekerja serabutan. Dengan gaji yang pas – pasan dan tidak menentu, pak Roini harus mencukupi kebutuhan 3 anak dan istrinya, apalagi bila anaknya sakit seperti ini. Ibunya tidak bekerja dan mengurus rumah tangga. Dafa yang biasanya ceria dan suka lari-larian, sore itu hanya diam di rumah karena badannya panas sekali. Oleh bapaknya diperiksakan ke puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan, Dafa trombositnya rendah sekali. Disarankan untuk rawat inap di Rumah Sakit, namun bapaknya minta obat jlan saja, dikarenakan bapaknya takut kalau nanti harus membayar mahal bila sampai rawat inap, sementara bapaknya tidak memiliki uang yang cukup bila ke Rumah Sakit. Sebenarnya dek Dafa memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun tetap terasa berat apabila untuk melanjutkan proses pengobatan, apalagi bila sampai ranap. Sedekah Rombongan memahami kondisi yang dialami dek Dafa dan kedua orang tuanya, dengan kondisinya yang sangat lemah, tidak mau makan, dan hanya berbaring di tempat tidur. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dek Dafa. Orang tua dek Dafa sangat senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu biaya berobat dek Dafa.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 7 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Dafa menderita demam berdarah


ININTYA EKA SAPUTRI ( 24, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jln. Endah Manis Raya Blok E No.10, Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Tya belum lama menikah dan belum dikaruniai anak, sungguh malang nasibnya. Sudah lama mengeluh tentang sakitnya, dan oleh ibunya sudah diperiksakan ke sana ke mari, namun belum juga diberi kesembuhan. Terakhir mbak Tya dirujuk ke RSDM Solo dan ditangani oleh 4 dokter : TB, Bedah, Dalam, Terapi Anantomi. Dicek darahnya baik semua. Ini kasus langka, komentar dokterna. Diagnosa awal TBC Kelenjar. Tapi setelah dilab. hasil baik semua. Sudah dioperasi ada daging di selangkah sebesar telur. Sekarang pasca operasi, bekas operasi disobek sedikit untuk jalan keluar nanah. Dan selalu memakai tester untuk kencingnya. Suaminya yang bekerja di swalayan merasa sangat sedih melihat istrinya seperti itu. Sementara kondisi seperti itu, mereka untuk berteduh sehari-hari masih ngontrak di desa Uteran, dan selama sakit ditemani ibu dan bapaknya. Saat Sedekah Rombongan bertemu dengan mbak Tya, kondisi nya sangat lemah dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Tya. Santunan lepaspun disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Mbak Tya dan kedua orang tuanya sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas santunan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 8 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Tya menderita TBC kelenjar


PARDI BIN SALEH (74, Patah tulang + benah rumah). Alamat : Desa Uteran, RT 17/6, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Pardi adalah seorang kakek yang tinggal dengan anak laki – lakinya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, pak Pardi harus menerima kondisi sakitnya dengan hanya berbaring di atas tempat tidurnya yang jauh dari layak pakai. Bagaimana tidak, sudah lama pak Pardi mengalami patah tulang dan tidak bisa berobat kemana-mana, walau sebenarnya memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara anaknya yang bekerja serabutan seadanya, bila ada yang menyuruh membantu di sawah, baru dia bekerja. Keseharian mereka sangatlah memprihatinkan. Kondiai rumah yang di sana – sini banyak kerusakan, namun mereka biarkan saja karena ketidakmampuan untuk merenofasi. Sebenarnya sudah sering ada orang yang memfoto kondisi rumahnya, namun sampai sekarang belum ada yang membantu. Belum lama kemarin, pada saat hujan deras dan angin kencang, sebagian rumahnya yang bagian pojok depan roboh karena terhempas angin yang sangat kencang. Akhirnya tetangga – tetangganya beserta RT membantu memperbaikinya dengan bahan dan alat seadanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Pardi. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan renovasi rumahnya. Pak Pardi sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu pak Pardi untuk bisa berobat lagi dan bisa untuk membenahi rumahnya yang sudah reyot.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000.-
Tanggal : 8 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Pardi mengalami patah tulang


YULIANA BINTI USUP (37, Ca Mamae). Alamat : Desa Dagangan, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau dikaruniai seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Suaminya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko mebel. Dua bulan yang lalu Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara. Setelah konsultasi dengan dokter, kemudian beliau dianjurkan untuk segera operasi. Karena takut kanker semakin menyebar akhirnya keluarga mengikuti saran dari dokter untuk segera dilakukan tindakan operasi. Keadaan beliau waktu itu belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk meminjam uang pada tetangga untuk biaya operasi yang kurang lebih menghabiskan dana 13 juta. Akhirnya operasi pun dilakukan pada akhir bulan Juli di RS DKT Kota Madiun, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan operasi kemudian dokter menyarankan untuk dilakukannya kemo terapi. Karena terkendala biaya akhirnya keluarganya pun segera membuat jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3 dan telah mulai aktif sejak tanggal 18 Agustus. Kesulitan beliau pun saat ini bertambah karena beliau di rujuk ke Solo untuk menjalani kemo terapi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yuli. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 7, 12, 17, 24, dan 28. Bu Yuli sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa melakukan kemoteraphi demi menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AliFirdaus

Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan keempatbelaspun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan baru 4, 13, 17, 24, dan 29. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai menderita kelainan jantung


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Sutomo Surabaya. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke empat belas pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 4, 7, 12, 17, 20 dan 24. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danis menderita sakit leukemia


SITI FATIMAH (51, Kanker Rahim). Alamat : Dusun Banjarsari, RT 5/2, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti Fatimah biasa dipanggil Bu Siti adalah sosok ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengrajin sapu ijuk rumahan, setelah suami beliau meninggalkan rumah sejak anaknya masih kecil sampai sekarang beliau tinggal hanya bersama anak laki-laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 8, di saat penghasilannya yang hanya pas buat makan sehari-hari, beliau diberi cobaan sakit Kanker Rahim, sakit yg sudah sejak bulan Januari 2018 beliau rasakan sangat menggangu aktifitasnya. Awal sakitnya beliau periksa di puskesmas desa dan karena keterbatasan sarana beliau dirujuk di rumah sakit daerah Madiun, karena sakit beliau akhirnya rumah sakit merujuk ke Moewardi Solo yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Melihat anaknya yg masih butuh perhatian, Ibu Siti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yg dideritanya. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke RSU Muwardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas – pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke solo naik bis yang terkadang harus berdesak-desakan dengan menahan rasa sakitnya dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Bu Siti memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Siti. Bantuan ketujuhpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1133, 1142, rombongan baru 3, 8, 13, dan 24. Bu Siti merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk bisa sembuh dari sakit yang menjadi momok semua wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu siti menderita kanker rahim


INDAH RETNA (34, Patah tulang paha). Alamat : Desa Balerejo, RT 22/3, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Mbak Indah adalah seorang janda memiliki satu anak perempuan. Awal mula dari keadaannya diakibatkan oleh kecelakaan motor tiga tahun yang lalu (satu hari sebelum hari raya), terjadi bersama suami dan anaknya, namun kondisinya lebih parah dari suami dan anaknya. Saat itu juga sudah dilakukan operasi penyambungan, karena mengingat patah tulangnya remuk (multiple). Operasi harus dilakukan bertahap. Dengan dipasang pen. Walaupun kondisi sudah dilakukan operasi 2 kali tapi kondisi tulangnya belum bisa tersambung, sehingga mbak Indah sampai saat ini harus menunggu giliran operasi lagi dimana biaya dari jasa raharja sudah habis, walau sebenarnya menggunakan Bpjs kelas 3. Tetapi kendala yang dihadapi adalah biaya untuk transpirtasi dari rumah ke RS Sudono karena harus menggunakan mobil sewa. Mbak Indah tidak bisa berjalan dan harus memakai alat bantu untuk berjalan. Sekarang Mbak Indah juga berusaha membuat kripik tempe yang dititipkan ke tetangga sebelah rumah untuk membiayai dia dan anaknya, serta bantuan dari adik laki-lakinya. Karena masih membutuhkan biaya untuk perawatan luka pasca operasi. Walau mbak Indah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS mandiri kelas 3, namun tidak mampu mengcover semuanya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Indah. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat mbak Indah, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 2, 3, dan 7. Mbak Indah mengucapkan terimakasih yang zebesar-besarnya kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Indah menderita patah tulang paha


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 9 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 8, 12, 17, 20, 24, dan 29. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke 21 untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan Alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka sekarang ini dek Hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Hamdan menderita shepinabifida


ALM. AYU SITI KHOTIJAH (1, Jantung Bocor). Alamat : Desa Jatisari, RT 11/3, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Ayu aalah seorang bayi mungil yang masih berusia 2 bulan. Nasib malang menimpa si kecil Ayu. Pada saat lahir, dek Ayu di bawah normal beral badannya, hanya 1,7 kg. Sehingga harus di oven di Rumah Sakit Bathil selama 2 minggu. Setelah itu orang tua Ayu melihat kejanggalan di wajah sekitar hidung Ayu. Nampak kebiru-biruan di situ. Setelah melalui pemeriksaan ternyata dek Ayu memiliki kelainan yaitu jantung bocor. Betapa kaget kedua orang tua Ayu menerima kenyataan putri nya tersebut. Untuk proses engobatan lebih lanjut oleh dokter dirujuk ke Rsdm Solo . Bapaknya Ayu yang bekerja serabutan, dan ibunya seorang ibu rumah tangga, sangatlah merasa berat untuk membiayai pengobatan putrinya tersebut. Apalagi mulai Ayu lahir, bapak nya tidak bekerja. Kedua orang tua Ayu masih menumpang di rumah neneknya yang hidup sendirian. Karena ingin sekali putrinya lekas sembuh, bapaknya Ayu berencana segera membawa Ayu ke Rsdm Solo untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Bapaknya Ayu harus meminjam uang ke tetangganya untuk berangkat ke Solo. Ayu memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Saat Sedekah Rombongan bertemu dengan Ayu, berat badannya sudah naik 1 kg. Namun masih kelihatan kecil sekali. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi dek Ayu dan kedua oran tuanya. Baru sekali Sedekah Rombongan mendampingi proses pengobatan dek Ayu, Allah berkehendak lain. Pada saat minum susu terasa seperti tersedak, dan sesak nafas, dek Ayu dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Dan sempat dirawat selama 2 hari. Namun dek Ayu akhirnya meninggal dunia. Dek Ayu sudah tenang di sisi Allah. Semoga kelak bisa menyambut kedua orangtuanya di pintu surga. Tidak lupa kedua orang tua dek Ayu mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 25 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Ayu memiliki kelainan jantung bocor


MUHAMMAD AZKA ABIPUTRA (1, Gizi Buruk). Alamat : Desa Banjarsari kulon, RT 3/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Merupakan putra kedua dari pasangan Bapak Suyanto dan ibu Isti Kalimah. Dek Azka dinyatakan gizi buruk karena setelah 4 bulan berat badan cenderung semakin menurun dan sekarang hanya 4 kg. Apalagi dek Azka sudah tidak mau minum ASI, jadi hanya minum susu botol. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Pak Suyanto sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, dengan penghasilan yang tidak menentu beliau merasa kesulitan untuk mencukupi kebutuhan keluarga terutama asupan nutrisi putra kedua mereka yang masih bayi. Saat kurir SR mendatangi rumah adik Muhammad Azka Abiputra, kedua orang tuanya menceritakan kondisi yang dialami putra mereka, dan harapan yang besar agar bisa sembuh dan tumbuh sehat dengan berat badan normal seperti anak-anak seusianya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Azka dan kedua orang tuanya. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dek Azka. Kedua orang tua dek Azka sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 25 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Azka dinyatakan gizi buruk


HADI IHWANTO (27, Tumor Regtosigemoid Infiltrasi Buli). Alamat Desa Banjarsari Kulon, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Biasa di panggil Hadi oleh warga sekitar. Hadi seorang anak dari bapak Nursam (56) yang bekerja sebagai instalasi pemasangan listrik di inka. Karena begitu sibuknya bekerja dan harus menyelesaikan pekerjaannya yang ditargetkan oleh perusahaan, Hadi tidak bisa mengatur pola hidup makan tidak teratur. Terjadilah rasa sakit pada usus, dan di rawat di RSI Madiun, dari dokter diagnosa Tumor Rektum dan dilakukan tindakan operasi pada usus untuk pembuatan saluran BAB di pinggang. Bapak Nursam bekerja sebagai Buruh Tani, kalau ada yang membutuhkan ya dikerjakan, dan Hadi adalah tulang punggung dari keluarganya, selama sakit Hadi tidak bisa menafkahi keluarganya karena saat ini tidak bisa bekerja. Setelah menjalani pengobatan di RSI Madiun, di rujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo untuk mengembalikan saluran BAB menjadi normal. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mas Hadi. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat mas Hadi. Mas Hadi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sedekahholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 25 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Hadi menderita tumor regtosigemoid infiltrasi buli


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mencukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillah bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan ketigabelaspun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 7, 12, 17, 24, dan 28. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkat korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Rokhim menderita gangguan di tulang belakang


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan ketigabelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125, 1133, Rombongan Baru 3, 7, 12, 17, 24, dan 28. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan tiga kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu katiyem mengalami sakit asictes


INVENTRIS MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Cutting Stiker dan Kaca Film MTSR). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR, kondisi roda agar tetap prima dan tampilan yang selalu bagus. Adapun biaya cutting stiker dan kaca film MTSR sebesar Rp. 1.500.000,- . Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya cutting stiker dan kaca film MTSR


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Februari 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, RSUD Sogaten, RS Griya Husada, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisiyah Madiun, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Sarjito, RSUP Dr. Moewardi, dan juga RSUP Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan dan konsumsi. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan Baru 29.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.722.690,-
Tanggal : 28 Februari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya operasional Februari 2019


PUTRI LESTARI (9 / Pasien, PUTRI LESTARI, Tumor Pipi) Dusun Ngrumpon RT 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Putri Lestari gadis kecil kelahiran 15 mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa membawanya berobat ke RSU dr Soetomo saat usianya 3 tahun, dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayahnya yaitu Pak Mesran (34) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (36) adalah sebagai ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah Pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayahnya bekerja Putri dibawa berobat ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelumnya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua Orang tua Putri sangat bersemangat dan mengiginkan putrinya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di RSUP Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Bantunan disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup di Yogyakarta. Bantunan sebelumnya sudah masuk dan dilaporkan pada Rombongan 20. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekahholics. Aamiin.

Kurir: ariarlanthi
Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:08-11-2018

Putri menderita kelainan di pipinya


Siti Nur K (37 / Pasien, Siti Nur K, Ca Mulut) RT 3/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Januari 2017 Ibu Siti divonis kanker mulut oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Beliau disarankan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 36 kali di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Saat ini Ibu Siti masih menjalani rangkaian kemoterapi tersebut. Suaminya, Muhammad Ansori (45) adalah seorang karyawan pembuat roti. Pasangan ini memiliki 3 anak yang masih kecil. Penghasilannya yang kecil hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bapak Ansori sempat izin tidak bekerja selama beberapa hari karena harus mengantar dan merawat Ibu Siti yang sedang sakit. Biaya pengobatan Ibu Siti dibantu jaminan kesehatan beripa JKN-KIS Non PBI Kelas II yang dibayarkan oleh pemilik toko roti tempat Bapak Ansori bekerja. Setelah selesai menjalani rangkaian kemoterapi di RSUD Dr. Margono, Ibu Siti Nur di rujuk ke RSUP Dr Sarjito. Saat ini Ibu Siti Nur menjalani pengobatan di RSUP Dr Sardjito. Jarak dari Banyumas – Yogyakarta yang jauh terkadang ditempuh Pak Ansori dan Bu Siti Nur dengan mengendarai motor saat jadwal kontrol. Amanah dari sedekaholics diberkan kepada bu Siti Nur untuk membantu biaya transportasi ke RSUP Sarjito dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan Baru 19. Ibu Siti akan menjalani operasi penambalan rahang atas di RSUP Sarjito Yogyakarta. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan:Rp. 1.334.000
Tanggal:28-11-2018
Kurir:Angga Kusuma

Ibu Siti divonis kanker mulut


NOVA PUTRI PURYATI (10 / Pasien, NOVA PUTRI PURYATI, Skoliosis) Dusun Krajan RT 2/2, Desa Karang Gedong Kec.Ngadirjo Kab.Temanggung, Prov. Jawa Tengah Nova Putri Puryati atau biasa dipanggil Putri adalah anak ke-2 dari keluarga Bapak Purwoto dan Ibu Sugiarti. Tanggal 19 juni 2017 adalah hari dimana Putri terjatuh yang pertamanya di sekolah. Mulanya sakitnya tidak begitu dirasa karena bisa pulang sampai rumah, namun beberapa hari kemudia putri jatuh kembali lantaran didorong kawannya. Gadis yang masih duduk dibangku kelas 3 SD itu merasa kesakitan dan oleh keluarganya dibawa ke tukang urut atau pijat beberapa kali, dan dinyatakan menderita tulang kecepit. Karena tidak kunjung sembuh walaupun sudah diupayakan dengan berbagai cara, termasuk dibawa ke RSUD Temanggung. Keadaan Putri makin lama makin tidak bisa berjalan. Pihak RS menyatakan putri mengalami gangguan saraf tulang belakang dan harus menjalani operasi di Solo. Ayah Putri, Purwoto (50 th), adalah seorang buruh tani yang keseharianya membantu tetangganya yang membutuhkan tenaganya sementara ibuknya, Suratmi saat ini sudah keluar dari bekerja di ternak ayam dan kakaknya., Nur halimah bekerja di Semarang hanya bisa memenuhi kebutuhanya sendiri. Mereka terbilang keluarga yang pas-pasan. Saat kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya kondisi fisik Putri lemas tidak bisa berjalan sendiri harus dengan bantuan orang lain atau dengan kursi roda. Kakinya kaku tidak bisa digerakkan, dan sakit dibagian punggung dan terkadang kakinya. Sehingga Putri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan untuk proses pengobatan. Saat ini (bulan November 2018) Putri harus menjalani pengobatan dan perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta untuk operasi tulang belakang sesuai rujukan yang diberikan dari rumah sakit sebelumnya. Bantuan diberikan kepadanya untuk biaya pengobatan dan perawatan selama di rumah sakit. Pihak keluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan, dan mendo’akan semoga sedekaholics Sedekah Rombongan mendapat balasan yang setimpal dari Alloh SWT. Aamiin. Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Jumlah bantuan:Rp. 1.376.600
Tanggal: 29-11-2018
Kurir: Angga Kusuma

Putri mengalami gangguan saraf tulang belakang


JOKO SANTOSA (26, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Bantuan ini disampaikan untuk pembelian susu pasien, cek laboratorium dan obat yang tidak tercover BPJS dan biaya hidup pasien. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 18. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 794.700,-
Tanggal : 24 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN @wulansa43510514 Perawat RSSR Jogja

Pak Joko menderita kanker nasofaring


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Oktober 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti ban dan bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga pertengahan Oktober 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 14. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.723.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Oktober 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti ban dan bahan bakar selama pertengahan bulan Oktober hingga bulan November 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 14. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.148.675,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti ban dan bahan bakar selama bulan Desember 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 14. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala yang berlipat dari tiap putaran rodanya bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2. 859.147,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Desember 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 33. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala jariyah bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.521.320,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Desember 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar minyak selama Desember 2018, serta biaya perawatan antara lain ganti olie mesin, kampas kopling, drek laker dan filter olie. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 30.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.221.320,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Desember 2018


Sri Ambar Asih (40, Ca Mamae), Alamat Lengkap : Dusun Kumpulrejo RT 01 RW 02 Desa kumpulrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sri Ambar sari mulai ada kejanggalan pada tahun 2011, ada benjolan sebesar kacang daerah sekitar payudara. Bu Sri tidak dirasakan dan hanya pengobatan alternatif. Karena bu Sri dan suaminya bapak Supartoni (40) hanya sebagai buruh pabrik berdomisili di Bogor. Benjolan tersebut semakin besar maka pemeriksaan di rumah sakit Umum daerah Bogor. Setelah melakukan pengobatan bu Sri dan suaminya pulang kampung ke Purworejo serta melakukan pengobatan lanjutan kemoterapi ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Upayanya beserta keluarga memperjuangkan kesembuhan telah optimal dilakukan dan pada tanggal 19 Desember 2018 beliau dipanggil sang kuasa. Bantunan dari sedekaholics diberikan untuk biaya pemakaman.Semoga Bu Sri Ambar.

Jumah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Desember 2018
Kurir : Sudiarto Aziz Yoga didit

Bu Sri menderita ca mamae


SUKASNI (40 / Pasien, SUKASNI, Ca Nasofaring) Pakis 1, RT 03, Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta Ibu Kasni biasa beliau di panggil, sebelum masa kehamilan Ibu Kasni sering merasa seperti flu, sulit menelan hingga di bawa keluarga ke puskesmas terdekat. Diagnosa awal adanya infeksi radang. Setelah satu bulan berjalan,diketahui Ibu Kasni juga mengadung dan kandungannya telah menginjak usia 3 bulan. Dari puskesmas Ibu Kasni di rujuk ke RSUP Sardjito. Setelah beberapa bulan pengobatan, muncul benjolan di hidung kiri disertai benjolan di leher sebelah kanan dan dokter mendiagnosa Ca Nasofaring stadium 4B. Saat usia kandungan jalan 6 bulan, kanker ini semakin membesar dan menutup jalan napas, hingga Ibu Kasni bernapas lewat mulut. Pihak RSUP Sardjito memutuskan menghentikan pengobatan untuk melindungi janin dalam kandungan, namun Allah berkehendak lain bayi Ibu Kasni lahir premature dengan BB 1.5 kg. Setelah melewati serangkaian konsultasi , akan di lakukan tindakan kemoterapi pada 04 April 2019. Beberapa usaha pengobatan sudah di lakukan seperti bekam, namun satu bulan ini beliau menghentikan pengobatan karena ketiadaan biaya. Dargito (36) suami Ibu Kasni kesehariannya berprofesi sebagai buruh mebel. Gaji yang pas- pas an cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan membeli susu formula untuk anaknya saja. Alhamdulillah, kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga ini untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics guna meringankan biaya pengobatan. Semoga Ibu Sukarni di beri ketabahan menjalani ikhtiar untuk mencapai kesembuhan dan dapat merawat bayinya dengan baik. Aamiin.

Kurir : @anggakusumaa @keliqer, @ddeean @jemigigi
Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 02-03-2019

Bu Sukasni menderita ca nasofaring stadium 4B


SUCI NUR SHOLEHAH (11 / Pasien, SUCI NUR SHOLEHAH, Leukimia) Pundung RT 9/1, Sangup, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah Suci biasa dia dipanggil merupakan siswi di sebuah SD di daerah Boyolali. Pada awalnya Suci mengalami demam, kehilangan nafsu makan, dan sering lelah . Oleh keluarga di bawa ke puskesmas terdekat. Dari awal dokter puskesmas sudah mendiagnosa leukimia dan di rujuk ke RSUP Sardjito. Di RSUP Sardjito di lakukan pemeriksaan lanjutan dan di lakukan pengambilan sumsum tulang belakang dan didapatkan hasil positif leukimia. Karena jaminan kesehatan baru bisa di pakai September 2018, maka anak Suci baru bisa di lakukan tindakan kemoterapi sebanyak 17 kali kemoterapi dengan protokol satu minggu sekali. Ayah Suci, Basuki (38) berprofesi sebagai buruh tani mengungkapkan sungguh sangat terbantu dengan adanya jaminan BPJS, karena beliau tahu mahalnya biaya pengobatan saat ini yang terkadang obatnya tidak tercover BPJS. Di samping itu karena jarak rumah jauh dari RSUP Sardjito membuat keluarga ini harus banyak menguras biaya untuk biaya transportasi. Sedekah Rombongan merasaan kesulitan mereka, bantuan awalpun di sampaikan untuk biaya pengobatan dan biaya akomodasi transportasi selama pengobatan kemoterapi. Semoga Suci segera sembuh dan dapat bersekolah lagi seperti basanya. Aamiin

Kurir : @anggakusumaa @keliqer @jemigigi dian
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:28-02-2019

Suci menderita leukimia


JOKO SANTOSA (26 / Pasien, JOKO SANTOSA, Ca Nasofaring) Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Namun pertengah bulan Desember 2018 Joko mengalami penurunan kondisi kesehatan dan dirawat di RSUP Dr Sardjito beberapa hari. Akhirnya Allah memanggilnya ke rumahnya yan abadi,. Joko meninggal pada tanggal 26 Desember 2018. Bantuan sebelumnya telah terlapor pada Rombongan Baru 18. Keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics dan kurir Sedekah Rombongan untuk bantuan pendampingan selama ini. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi semua yang telah membantu Joko selama masa pengobatan dan menjadi dampingan Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah bantuan:Rp. 1.500.000
Tanggal: 26-12-2018
kurir: AnggaKusuma

Pak Joko menderita ca nasofaring


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (49 / Pasien, SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO, Ca Mamae Dextra) Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sudah dua tahun lebih Bu Suprapti menderita kanker payudara. Awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Yogyakarta. Oleh dokter dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Jadwal kemoterapinya sudah selesai. Bu Suprapti pun sudah menjalani operasi mastektomi (pengangkatan payudara) sebelah kanan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Suaminya, Bapak Yanto, bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri, dulu, bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka cukup digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari. Bu Suprapti kemudian menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Selama pengobatan Bu Suprapti menggunakan fasilitas BPJS Mandiri Kelas III. Saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bu Suprapti dijadwalkan 30x sinar di RS Moewardi Solo. Alhamdulillah, pengobatan di Solo sudah selesai. Bu Suprapti kembali kontrol rutin di RS Panti Rapih dan RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Dari pantauan kondisi kesehatannya, kanker yang ia derita bermetastase ke tulang. Bu Suprapti yang beraktivitas di kursi roda semakin membaik kondisinya. Meski begitu ia dan suami tetap bersemangat berobat. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan rutin, pembelian obat yang tidak tercover BPJS, dan pembelian susu suplemen. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan Baru 21. Semoga Bu Suprapti segera memeroleh kesembuhan dan bisa beraktivitas lagi, Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 847.650
Tanggal: 19-12-2018
Kurir:Angga Kusuma

Bu Suprapti menderita ca mamae dextra

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah bantuan
1 BAPAK ASKUR 2,850,000
2 Ibu Estin 3,357,000
3 MUADZ AL FARUQ BIN IFET VIOLAN ADIL 1,000,000
4 ANDI NUGI NUGRAHA BIN ANDI RIDWAN 1,000,000
5 MUDJIAMAN BIN SADIRAN 500,000
6 DWI SUNDUSIAH 1,000,000
7 DAFA MUHAMMAD FAIZAN 1,000,000
8 ININTYA EKA SAPUTRI 1,000,000
9 PARDI BIN SALEH 1,500,000
10 YULIANA BINTI USUP 500,000
11 MUHAMMAD RIFAI 500,000
12 DANIS ALDHIAN FAEZA 750,000
13 SITI FATIMAH 750,000
14 INDAH RETNA 500,000
15 MUSOFA HAMDAN 1,500,000
16 ALM. AYU SITI KHOTIJAH 500,000
17 MUHAMMAD AZKA ABIPUTRA 1,000,000
18 HADI IHWANTO 500,000
19 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
20 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
21 INVENTRIS MTSR MADIUN 1,500,000
22 MTSR MADIUN 4,722,690
23 PUTRI LESTARI 500,000
24 Siti Nur K 1,334,000
25 NOVA PUTRI PURYATI 1,376,600
26 JOKO SANTOSA 794,700
27 MTSR JOGJA 2,723,000
28 MTSR JOGJA 3,148,675
29 MTSR JOGJA 2,859,147
30 MTSR JOGJA 2,521,320
31 MTSR JOGJA 4,221,320
32 Sri Ambar Asih 1,000,000
33 SUKASNI 1,000,000
34 SUCI NUR SHOLEHAH 1,000,000
35 JOKO SANTOSA 1,500,000
36 SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO 847,650
Total 51,756,102

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 0,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM ROMBONGAN

Rp. 62,379,176,858,-