MAKMURI BIN MANYAMA (49, Gagal Ginjal). Alamat : RT 4/1, Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2013 yang lalu, Bapak Makmuri mengalami sesak nafas, berkeringat dingin dan jantung berdetak kencang sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Kemudian beliau dirawat inap selama 10 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Makmuri menderita gagal ginjal. Dokter juga menganjurkan agar beliau menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa dan Jum’at di RSUD Banyumas. Sampai saat ini, beliau masih rutin menjalani cuci darah sudah enam tahun. Sejak sakit, Bapak Makmuri tidak bekerja. Istrinya, Ratiniyem (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Bapak Makmuri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Penghasilan keluarga pun terhenti dan mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Makmuri sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Santunan sebelumya telah disampaikan dan laporanya terdapat dalam rombongan baru 19. Kini beliau masih sering merasa pusing, nyeri di pinggang, mual, dan sesak nafas. Semoga Bapak Makmuri selalu diberi kesabaran dan tetap semangat menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2019
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Makmuri menderita gagal ginjal


SYAHIDIN BIN WIRYA DRANA (48, Gagal Ginjal). Alamat : RT 6/3, Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Lima tahun yang lalu, Bapak Syahidin mengalami sesak nafas, berkeringat dingin dan jantung berdetak kencang sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari. Kemudian beliau dirujuk ke RS Banyumas dan dirawat inap selama 10 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Syahidin menderita gagal ginjal. Dokter juga menganjurkan agar beliau menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa dan Jum’at di RS Palang Biru Pius, Gombong. Sampai saat ini, beliau masih rutin menjalani cuci darah. Kini beliau masih sering merasa pusing, nyeri di pinggang dan mual. Sejak sakit, Bapak Syahidin tidak bekerja. Istrinya, Yatini (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga pun terhenti dan mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Biaya pengobatan Bapak Syahidin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamduillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Syahidin sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Santunan sebelumya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1091. Semoga bantuan dari sedekaholics dapat bermanfaat bagi beliau.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2019
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Bapak Syahidin menderita gagal ginjal.


RIFKI SEPTA ANDRIASYAH BIN MOCH.FARID (35 tahun/ PARKINSON/TREMOR). Rifki adalah anak ke 2 dari Bapak Moch Farid. Orang tuanya mempunyai 3 orang anak dengan pekerjaan yang tidak tetap beralamat Kartu Tanda Penduduk Graha walantaka D2 No 14 Walantaka Kota Serang, 2 orang saudaranya sudah dewasa dan bekerja, tetapi tidak bisa membantu untuk menanggung semua kebutuhan. Sejak Rifki sakit secara otomatis menggangu pekerjaan orang tuanya yang bekerja memberikan les olah raga basket disekolah sekolah di sekitar Kota Serang karena semua aktifitas Rifki harus dibantu oleh orang tua/saudaranya baik itu berdiri bangun dari duduk dan aktifitas lainya bergantung kepada orang lain. Karena hal tersebut orang tua Rifki sekarang mengotrak rumah di Taman Pipitan Indah Blok B. Pada awalnya Rifki normal seperti anak anak sekolah yang lain sampai melanjutka untuk kuliah. Pada saat kuliah itulah pederitaan Rifki dimulai sekitar tahun 2005 awalnya sakit biasa kemudaian lambat laun anggota badan mulai susah digerakan dan temornya tidak terkontrol sehingga susah untuk memegang benda sampai lama kelamaan tidak bisa digerakan. Upaya penyembuhan dilakukan oleh keluarga bapak Farid dengan melakukan pemeriksaan ke RSUD Drajat Prawiranegara Serang. Sempat dirawat diRSUD Drajat beberapa hari dan melakukan pemeriksaan MRI di Rumah sakit Siloam Hospital Tangerang. Karena keterbatasa biaya dalam berobat pengobatan tidak dilanjutkan dan hanya di berikan penanganan sekedarnya dirumah sehingga secara tiadak langsung menambah berat sakit yang di deritanya. Alhamdulillah kurir #SRSerang dipertemukan saudara Rifky dari orang tua pasien Bapak Farid yang kebetulan memberikan les olah raga bola basket di SMK kurir serang mengajar, dan kebetulan saat itu beliau mengajak anaknya ke sekolah karena dirumah tidak ada yang menjaganya. . Kamipun dari SR Serang kemudian menyerahkan amanah titipan dari para sedekaholik kepada bapah Hartono agar bisa digunakan untuk biaya berobat dan membantu biaya transportasi. Saudara Rifki dan bapak Farid mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholik yang telah memberikan bantuannya melalui sedekah rombongan, semoga amal dari bapak ibu bisa membantu meringankan beban beliau. Beliau juga mendoakan semoga para sedekaholik semuanya diberikan kehidupan yang barokah, selalu sehat dan dilapangkan rejekinya.

Tanggal pemberian bantuan : 15 Februari 2019
Besar Bantuan : Rp 500,000,-
Kurir : Agus Suyono

Rifky menderita parkinson


ZULFA AZKIYA ZAHIRA (6 BULAN, Limpoblastik Akut) Alamat :Kp. Babakan Turi RT:03 RT:02, Kel. Taman Sari Kec. PuloMerak – Banten Bayi Zulfa terlahir dari pasangan Zulfan dan Desi ini tengah menderita sebuah penyakit kanker darah jenis langka yaitu Leukimia Himpoblastik Akut (LLA). Penyakit ini menyerang bayi Zulfa ketika berumur 3 bulan yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di kulitnya, pengakit ini sebelumnya tidak terdeteksi padahal bayi Zulfa rajin dibawa Ibu nya ke Posyandu setiap bulan dari semenjak lahir. Setelah berobat ke Puskesmas dan Dokter Umum di daerah Sukajadi akhirnya dirujuklah ia ke RSUD CILEGON. Di rumah sakit inilah setelah melakukan serangkaian tes medis duketahui bayi Zulfa menderita penyakit (LLA), tentu saja kedua orangtuanya terkejut dan bersedih. Mereka bingung memikirkan biaya RS yang harus di tanggung dikarenakan mereka berasal dari keluarga kurang mampu, adapun BPJS belum bisa digunakan karena dari jarak pengurusan kartu BPJS memakan waktu 2 pekan untuk bisa aktif, sedangkan bayi Zulfa sangat membutuhkan segera tindak lanjutan untuk penyakitnya. Akhirnya setelah mendapatkan bantuan dari segala arah seperti bantuan tetangga, teman dan sumbangan-sumbangan para Donatur lainnya biaya RS bisa tertutupi dan dirujuk ke RSUD Kab Tangerang. Disinilah kini bayi Zulfa berada untuk mendapatkan tindak medis yang lebih lanjut karena peralatan dan pelayanan du RSUD ini lebih lengkap dan memadai. Tapi sayangnya ketika BPJS sudah jadi ternyata untuk biaya RS bayi Zulfa tetap harus pembayaran dengan umum karena sesuai prosedur awal dan ketika ditemui kurir #SR CILEGON mereka bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada mereka dan tetap berharap untuk kedepan nya ada jalan bagi bayi Zulfa agar terus dirawat Inap di RSUD Kab Tangerang walau dengan pembayaran umum.
Semoga dengan bantuan dari #SR ini dapat sedikitnya meringankan dan bermanfaat bagi bayi Zulfa.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2019
Kurir : Fera Dewi Y.

Zulfa menderita leukimia himpoblastik akut


ANISA NUR AZIZAH (11bln/21 Maret 2018, penomonia + hisprung disiase) Alamat :Kp.Pasir awi Rt 16/7 Kel.Pasir jaya Kec.cikupa Kab Tangerang. Bayi Nisa merupakan putri kedua dari pasangan Marwadi (29) danTri yuliana (27) Bayi nisa dari dalam kandungan sudah terinfeksi cairan ketuban karna hasil USG air ketuban keruh dan berwarna kuning.bayi anisa lahir prematur dg BB 2,1 kg, setelah lahir bayi anisa harus dirawat di NICU selama 3 hari krn lahir dg kondisi tdk menangis dan detak jantung yg tdk setabil.perawatan NICU yang begitu mahal dan Nisa belom memiliki jaminan kesehatan akhir nya bayi Nisa izin pulang paksa.dan hanya mampu pasrah dan berdoa agar anisa bisa bertahan dan melakukan perawatan di rumah selama 14 hari sambil menunggu BPJS .setelah BPJS jadi anisa kembali ke RS Annisa Tangerang untuk opname diruang NICU untuk pematangan paru dan disinar didalam inkubator karna waktu itu kulit bayi anisa menguning.sempat membaik setelah opname 7 hari di NICU.tapi harus kembali opname lagi waktu umur 6 bln karna sesak nafas dan tidak bisa BAB. Dari bayi seperti tdk ada kelainan tapi setelah Mp ASI diumur 6 bln mulai tampak ada kelainan usus.bayi anisa mempunyai riwayat anemia jadi setiap sakit akan langsung drop karna HB turun drastis dan harus ditranfusi darah..sekarng bayi anisa umur 11 bln.tapi karna tumbuh kembang ny terganggu atau motorik kasar nya lambat bayi anisa blm bisa duduk seperti bayi pada umum nya hany berbaring dan terlungkap saja.kini bayi anisa tiap kali perut ny kembung dan membesar harus di WO istilah kedokteran ny dg memasukn selang kecil ke anus namnya selang RECTAL TUBE dan dibantu dg alat suntik serta cairan NACL. Menurut dokter Bayi anisa harus dioprasi namun masih ada kendala yg harus dihadapi yaitu kondisi paru paru anisa yg tak kunjung membaik ,saat ini bayi Nisa sedang melakukan fisoterapi sinar untuk membantu mengelurakan dahak diparu paru nya.Meskipun semua pengobatan bayi Nisa di tanggung BPJS namun orang tua Nisa kerap kebingungan saat akan membawa Nisa ke RS untuk kontrol karena tak ada biaya untuk menebus obat yg dibutuhkan yang tidak ter cover BPJS dan biaya akomodasi saat opname dirumah sakit untuk persiapan operasi. Pekerjaan Bp Marwadi seorang buruh harian lepas yg hanya memiliki penghasilan 2jt perbulan dan harus membiayai 2 orang putri dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk Nisa juga untuk mencicil hutang2 bekas biaya Nisa selama di RS sebelum memilki BPJS yg jumlah nya sangat besar Rp 15 juta kpd keluarga teman dan tetangga. Hal itu yg ibu Yanti ceritakan kepada kami ketika kami mengunjungi nya untuk memberikan bantuan kepada bayi Nisa guna biaya transportasi berobat yg di lakukan setiap 4 kali dlm satu Minggu dan setiap kali berobat harus mengeluarkan dana transportasi sebesar 200rb lebih
Alhamdulillah sedekah rombongan dpt bertemu dan membantu ibu Yanti untuk keperluan bayi Nisa

Jumlah bantuan :Rp.1.000.000
Tgl bantuan : 26 02 2019
Kurir @nurmanmlana @endangmplus @misnamina @fatmahalwiny

Anisa menderita pnumonia + hisprung disiase


ARDANI MEKAR BARU (48,TUMOR) Alamat : Kp.Pinggir kali Rt 1/1 Ds.Kosambi dalem Kec.Mekar baru Kab.Tangerang Prov.Banten. Inalillahi wa Inna ilaihi Raji’un telah pulang ke Rahmatullah pasien dampingan SR atas nama Bpk Ardani (58,tumor di perut) pada hari Senin,11/03/2019 pukul 23.00. Setelah menjalani perawatan di RSUD Balaraja Tangerang selama 21 hari untuk melakukan pengobatan lanjutan berupa operasi perut nya yg semakin lama semakin keras pasca operasi pengangkatan tumor yg di derita nya.selama itu pula pak Ardani merasakan kesedihan karena selama di RS pak Ardani tak mendapatkan tindakan apa pun,hanya di lakukan CTScan di bagian anus nya dan itu mengakibatkan pak Ardani mengalami pendarahan karena semua anggota tubuh pak Ardani hampir tak berfungsi terutama ginjal nya dan cairan infusan yg di terima pun hanya lari kebagian kaki dan membuat kaki nya bengkak. Dokter pun memutuskan untuk merujuk beliau ke RSCM dan sementara beliau di perbolehkan pulang dan istirahat dirumah. Selama perawatan di rumah kurir SR mencoba merayu beliau untuk pergi ke RSCM untuk berobat lanjutan namun beliau menolak dg alasan kondisi nya yg sudah tidak kuat dan kasihan kpd sang istri yg merawat nya sendirian dan beliau memutuskan untuk pasrah saja dg keadaan nya saat ini. Dua Minggu sudah pak Ardani dlm perawatan sepulang dari RS selama itu pula tak ada asupan makanan yg bisa masuk ke perut nya hampir dua Minggu beliau tak mau makan apapun hanya minum susu untuk membuat tubuh nya kuat. semakin hari kondisi nya semakin memburuk .tapi beliau tetap menolak untuk di bawa ke RS dan memilih untuk lebih pasrah dengan keadaan nya saat ini.Ternyata Allah lebih sayang Sama beliau dan beliau pun menghembuskan nafas terakhir nya pada hari Senin 11/03/2019 di pangkuan istri tercinta
Selamat jln Bpk ardani semoga amal ibadahmu di terima yg maha kuasa dan masuk dlm surga Nya aamiin. Bantuan dari SR di gunakan untuk biaya pemakaman Almarhum

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal bantuan : 12-03-2019
Kurir @nurmanmlana @alvin @fatmahalwiny @misnamin

Pak Ardani menderita tumor


MUHAMAD LUBIS (3th,virus cmv congonital)Alamat : Kp.Banyawakan Rt 2/3 Ds.Klebet Kec.Kemiri Kab.Tangerang Prov.Banten. Lubis adalah seorang anak yang aktif yang selalu ceria seperti anak anak pada umum nya meski pun lubis memiliki kelainan yaitu sakit yang ada sejak bayi (bawaan lahir ) namun lubis tetap ceria Ketika ananda berumur 7 bulan ibu nya melihat ada ketidak wajaran dalam perkembangan anak nya .yang pada umum nya bayi berumur 7bulan sudah bisa duduk dan merangkak namun tidak dengan lubisOrang tua lubis pun memeriksa kan anak nya ke bidan, namun tak ada hasil dan ketika ananda berumur 2 tahun orang tua lubis Bpk Danupi (32) dan Ibu Ufiyah (26) membawa anak nya ke RS untuk di periksa lebih lanjut Akhir nya dokter pun menyaran kan agar lubis melakukan CTSCAN dan hasil nya ananda lubis memiliki virus CMV CONGONITAL yaitu terdapat virus pada darah dan ada gumpalan pada pembuluh darah di kepala dan memiliki gejala tumbuh kembang yang melambat dan sebagian tubuh nya mengalami kaku (mati)Kondisi lubis sekarang lubis tak dapat berjalan dengan sempurna kaki dan tangan kiri lubis tak dpt di gerakan telinga nya pun tak dapat mendengar.
Setelah melakukan berbagai macam therapy di RS Sari Asih Tangerang dan orang tua Lubis pun tak berhenti untuk berusaha memberikan pengobatan terbaik untuk Lubis guna menebus obat yg sedianya harus di tebus setiap bulan seharga Rp.8juta .Alhamdulillah kini Lubis dpt konsumsi obat tersebut dan sudah 2 bulan perkembangan nya pun sudah mulai terlihat tangan Lubis sudah dapat di gerakan walau belum sempurna. Lubis masih harus terus menjalani therapy untuk kelenturan motorik nya
Sedekah rombongan kembali membantu Lubis memberikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi therapy Lubis yg di lakukan 3x dalam satu Minggu

Jumlah bantuan: Rp.500.000
Tgl bantuan : 07 03 2019
Kurir @fatmahalwiny @misnamina

Lubis memiliki virus CMV CONGONITAL


SACI binti SARPIN, usia 50 tahun, kampung bojong sarung desa lebak gedong kecamatan lebak gedong kabupaten lebak provinsi banten, di usia nya yang sudah cukup tua SACI binti SARPIN kerap sekali mengalami sakit yang berkelanjutan, beberapa gejala yang ia alami seperti: kencing berbusa yang berlebihan,lemas,mual,muntah,dan sakit pinggang,hingga pada saat itu 15 januari 2019 penyakit yang di derita SACI binti SARPIN makin memburuk, dari semenjak itu ia sering berobat ke beberapa klinik atau PUSKESMAS,karna kondisi ekonomi yang tidak mampu, selama ia berobat hutang yang di tanggung nya kepada tetangga sekitar Rp. 5.000.000,00 kurang lebih, dengan keadaan tersebut keluarga SACI binti SARPIN segera membuat kartu BPJS karna takut penyakitnya semakin parah dan untuk persiapan jika di bawa ke RSUD, pada tanggal 06 maret 2019 SACI binti SARPIN di bawa ke PUSKESMAS CIPANAS, dan dari sana di rujuk ke RSUD ADJI DARMO RANGKAS BITUNG. Menjalani pemeriksaan dokter, pengobatan dan perawatan, pihak rumah sakit mengatan bahwa SACI binti SARPIN mengalami pembengkakan pada ginjal, dampak dari itu kondisi SACI BINTI SARPIN, lemas,dan mengalami pembengkakan di bagian kaki, dari semenjak di bawa ke RSUD ADJI DARMO, SEDEKAH ROMBONGAN BANTEN, mendampingi SACI binti SARPIN dan pada tanggal 12 Maret 2019 SEDEKAH ROMBONGAN menyalurkan bantuan kepada SACI BINTI SARPIN

JUMLAH BANTUAN: Rp.500.000
TANGGAL PEMBERIAN: 12 MARET 2019
KURIR: SOHIBUL MAHMUD @Lubihos Boezal

BU SACI mengalami pembengkakan pada ginjal


SUPARMI BINTI MARTO PAWIRO (69 / Pasien, SUPARMI BINTI MARTO PAWIRO, TUMOR REGIO COLI) Dusun Ponces, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. D.I. Yogyakarta. Pada tahun 2017, Bu Suparmi sering merasakan nyeri pada bagian kepala sebelah kiri, yang ia rasa karena sakit gigi biasa. Pada bulan puasa tahun 2017 ia diperiksakan ke Klinik Harapan Sehat di Nanggulan Kulon Progo oleh keluarganya. Setelah lebaran sakitnya tak kunjung sembuh sehingga Bu Parmi berobat ke Puskesmas Girimulyo 2. Saat berobat bu Parmi mengaku tidak diberi tahu penyakit yang dideritanya, dan setiap obat habis ia merasakan kesakitan lagi. Setiap kali berobat ia harus mengeluarkan biaya minimal Rp. 40.000,- untuk bayar ojek sedangkan untuk biaya pengobatan gratis. Bu Parmi melakukan penobatan di Puskesmas Girimulyo 2 sebanyak 8 kali, namun tak kunjung sembuh. Ia kemudian memutuskan pindah ke klinik swasta dan rumah sakit secara bergantian. Ia datang ke Klinik Harapan sehat sebanyak 8 kali dengan biaya ojek Rp.40.000,- dan biaya berobat 30.000- 35.000 (jika dengan suntik), ia juga melakukan pemeriksaan ke Klinik dr. Saiful sebanyak 2 kali dengan biaya ojek Rp 50.000 dan biaya pemeriksaan Rp.25.000 untuk setiap kali periksa. Ibu ingin segera sembuh sehingga ia juga melakukan pemeriksaan ke RS. Panti Baktiningsih sebanyak 3 kali dengan biaya setiap periksa biaya ojek Rp.60.000 ribu dan biaya pengobatan Rp.141.000,- . Bu Parmi juga pernah diperiksakan ke PKU Jogjakarta oleh keluarganya. Pada tanggal 4 Desember nampak benjolan semakin besar dan nyeri tidak hilang serta wajah semakin perot akhirnya keluarga memutuskan membawa Bu Parmi ke RSUD Nyai Ageng Serang. Di RS ini dilakukan operasi pembedahan terhadap benjolan tersebut. Pasca operasi tanggal 10 Desember 2018 saat pasien melakukan kontrol ke rumah sakit diberitahukan hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan tumor regio coli pada benjolan tersebut sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Wirosaban. Pada tanggal 17 Desember 2018 pasien dilakukan operasi tumor di Rumah sakit Wirosaban. Pasien merupakan janda yang memiliki 8 anak namun 7 anak pasien tidak tinggal serumah, 6 anak pergi merantau. Saat ini Bu Parmi hanya tinggal berdua dengan anak laki-lakinya yang memiliki keterbatasan fisik, kakinya lumpuh dan tangan tidak mampu digunakan secara sempurna. Anak perempuannya yang tinggal di Jakarta ingin pulang merawat ibunya namun karena memiliki tanggungan pekerjaan dan suaminya juga sakit stroke niat tersebut belum terlaksana. Anak perempuan ibu Parmi ini juga berkeinginan jika dia memiliki modal ingin membuka usaha jahit dan bordir di rumah ibunya sehingga bisa merawat ibu dan adiknya yang lumpuh. Ibu Parmi sehari-hari bekerja sebagai petani sedangkan anak laki-laki yang mempunyai keterbatasan membantu membuat berbagai anyaman bambu yaitu menganyam kepang, tedo, dan bagor. Penghasilan perbulan yang didapatkan yaitu berkisar Rp.300.000.,-. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Parmi terkadang mendapat kiriman dari anak-anaknya dengan jumlah terbatas. Melihat dan mendengar kondisi Ibu Suparmi tersebut kurir sedekah rombongan bersilturahim, kemudian menyampaikan titipan bantunan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari hari. Moga Ibu Parmi segera sembuh. Kurir: endro edwin prihas

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:09-01-2019
Kurir:Angga Kusuma

Bu Suparmi menderita tumor regio coli


ALM. KASYANTO BIN DWIJOSISOYO (34 / Pasien, ALM. KASYANTO BIN DWIJOSISOYO, Tumor Mata) Ds. Marangan, RT 04/18 Bokoharjo, Prambanan Sleman, DI.Y Kesehariannya Alm. Kasyanto dulu berprofesi sebagai tenaga pengelasan di tempat kerabat dekatnya. Alm Kasyanto sudah berkeluarga dan mempunyai 1 orang anak berusia 5.5 tahun, dan istrinya Ibu Rina berjualan online yang penghasilannya tidak menentu. Dulu selama bekerja Alm tidak memakai alat pelindung mata yang benar saat bekerja. Suatu ketika matanya kemasukan serbuk besi dan hanya dibersihkan dengan uang logam. Setelah beberapa hari matanya mengalami pandangan kabur lalu di periksakan ke RS Yap lalu di lakukan CT Scan. Setelah menjalani 3 bulan pengobatan, mata tak kunjung sembuh malah membengkak keluar dan terjadi perdarahan. Karena keadaan semakin parah dari RS Yap di rujuk ke RSUP Sardjito untuk menjalani Pengobatan lanjutan Sinar 35 kali. Di tengah- tengah pengobatan dokter mengatakan Tumor mata sudah metastase ke syaraf otak dan punggung hingga Alm. Kasyanto semakin hari semakin drop mulai dari hilang ingatan, keadaan umum yang memburuk dan akhirnya harus opname lagi selama 12 hari di RSUP Sardjito. Setelah dilakukan perawatan intensif dan segala upaya pengobatan sudah di lakukan namun Allah SWT berkehendak lain, Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Allah memanggil Alm.Kasyanto lebih dulu. Selamat Jalan Pak Kasyanto, Semoga husnul Khotimah. Aamiin

Kurir : @keliqer @dinisaja
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:10-01-2019

Pak Kasyanto menderita tumor mata


SUPADI BIN ALM TADI MARYONO (50 / Pasien, SUPADI BIN ALM TADI MARYONO, Inguinal Hernia) Dusun Kleben, RT 10 RW 05, Desa Kali Agung, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta Bapak Supadi yang akrab di panggil dengan sebutan bapak Supad adalah seorang laki-laki paruh baya yang berusia 50 tahun . Bapak Supad menderita sakit Hernia sudah sekitar 38 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1980 saat usia beliau masih 12 tahun. Awal mulanya Bapak Supad jatuh dari pohon kelapa, yang menyebabkan bagian perutnya turun dan mengalami beseran yang terus menerus. Bapak Supadi belum pernah memeriksakan diri ke rumah sakit hingga sekarang. Karena takut apabila nanti harus operasi, tidak bisa bekerja untuk membiayai hidup keluarga dan mencicil hutang. Benjolan yang berada diperut bawahnya dari tahun ke tahun semakin membesar. Kemudian dari tahun 2003 hingga sekarang bagian perut bawahnya memutar ke selangkangan di tali erat pakai ban. Hal itu menyebabkan luka yang semakin parah. Bapak supadi hanyalah seorang yang bekerja sebagai tukang giling padi dengan gaji yang tidak seberapa, dan untuk menambah penghasilan biasanya beliau pergi ke sawah setiap pagi dan sore. Lestari (40) istri bapak supadi merupakan ibu dari 3 orang anak, kadita(10), Reihan(7), dan Shafa(2) hanyalah seorang ibu rumah tangga. Jadi, untuk pemasukan hanya mereka peroleh dari hasil keringat sehari-hari bapak Supad. Untuk berobat bapak Supadi menggunakan Kartu Indonesia Sehat(KIS). Saat pertama kali kurir sedekah rombongan mengunjungi rumahnya, Tari istri bapak Supad mengeluhkan, sampai saat bapak Supad ini belum mau berangkat ke Rumah sakit, dikarenakan belum punya biaya untuk hidup sehari-hari yang masih menanggung 3 anak yang masih kecil-kecil, jika beliau dirawat dirumah sakit sampai nantinya kembali pulih dan kuat bekerja lagi. Sedekah rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan diberikan untuk biaya selama Bapak Supad dirawat di rumah sakit sampai kembali pulih dan bisa kembali bekerja untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Kurir : @anggakusuma @endro @prihas
Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal:11-01-2019

Bapak Supad menderita sakit hernia


EVA SETIAWATI (46 / Pasien, EVA SETIAWATI, Ca Mamae) Noyokerten RT 03 RW 37 Sendangtirto Berbah SLeman DIY Bu Eva sudah lama menderita sakit Ca mamae. Dulu beliau bekerja disalah satu hotel di Yogyakarta. Namun sejak sakit beliau mengundurkan diri. Awalnya hanya ada benjolan kecil kemudian diperiksakan ke puskesmas dan dirujuk ke RSUP Sardjito. Setelah dilakukan pemeriksaan,beliau didiagnosa menderita sakit Ca mamae dan harus menjalani operasi. Sekitar satu tahun yang lalu sudah dioperasi dan harus dilanjutkan dengan kemoterapi. Namun karena keadaan ekonomi beliau tidak bisa berangkat kemo secara rutin, hanya bisa berangkat jika sedang ada uang, sedangkan beliau sudah tidak mempunyai pendapatan lagi. Untuk biaya pengobatan ia menggunakan BPJS KIS dan untuk akomodasi serta biaya hidup sehari-hari ia dibantu teman-temannya yang masih peduli padanya. Suaminya meninggalkannya setelah Bu Eva menderita sakit. Ia tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama ayah, ibu dan adiknya. Alhamdulillah Kurir SR dipertemukan dengan keluarga Beliau dan bisa menyampaikan sedikit bantuan guna meringankan beban beliau dan dapat membantu sedikit biaya pengobatan.

Kurir : @keliqer @dinisaja @sigittejo @jemigigi
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:14-01-2019

Eva menderita sakit ca mamae


TIRTO SUNGKONO (56 / Pasien, TIRTO SUNGKONO, Ca Nasofaring) Klendrekan, Banjarsari, Samigaluh, kulonprogo, DIY. Pak Tirto biasa beliau di sapa, beberapa tahun lalu menyadari timbulnya warna hitam dan ada benjolan kecil di leher namun tak ia hiraukan pada awalnya. Lama-kelamaan warna hitam itu semakin pekat dan terasa kaku. Merasa tidak nyaman, keluarga membawa Pak Tirto ke Puskesmas, oleh Puskesmas di rujuk ke RSUD Wates dan terdiagnosa kelanjar getah bening. Untuk memastikan oleh keluarga ia di bawa ke RS Charitas Klepu Minggir Sleman, oleh tim medis RS Caritas yang menangani ia diberi rujukan ke RSUP Dr. Sardjito. Setelah beberapa kali pemeriksaan RSUP Dr Sardjito ia didiagnosa positif kelenjar getah bening dan dokter menyarankan untuk kemoterapi dan kontrol rutin. Karena saat itu ketiadaan biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan, pasien menghentikan pengobatan sambil mengurus jaminan kesehatan. Karena terlalu lama benjolan itu akhirnya pecah dan timbulah luka. Saat ini Pak tirto mengulang pengobatan di RSUP Sardjito dengan keadaan leher membesar, sulit bergerak, dan ada luka. Dokter tetap menyarankan untuk melakukan tindakan kemo. Istri Pak Tirto, Sujilah (53) berprofesi sebagai petani yang hasilnya tak tentu. Saat ini biaya pengobatan Pak Tirto terbantu karena sudah ada BPJS, namun masih terkendala biaya transportasi dan mahalnya obat yang tidak tercover BPJS. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga Pak Tirto diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin.

Kurir: @keliqer @jemigigi fitri
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:16-01-2019

Pak Tirto menderita kelanjar getah bening


TRI AGUSTIN (37 / Pasien, TRI AGUSTIN , Operasi Caesar) Karangjati, RT 19/42, Sinduadi, Mlati, Kab. Sleman, DIY. Ibu Tri biasa beliau dipanggil, selama kehamilan beliau selalu rutin memeriksakan kandungannya dan rutin mengkonsumsi Vitamin yang diberikan dokter selama masa kehamilan. Selama kehamilan beliau mengatakan tidak mengalami kendala dan kelainan pada janin ataupun ibunya. Tepat kamis, 10/01/2019 Ibu Tri mengalami perdarahan hebat, untuk menyelamatkan bayi dan ibunya dokter menyarankan tindakan operasi cesar. Kamis, 10/01/2019 jam 23.00 dokter selesai melakukan operasi caesar dengan lancar, dan lahir bayi perempuan dengan BB 21 Ons. Saat ini kondisi bayi masih dalam pengawasan dokter di rumah sakit dan Ibu Tri menjalani rawat jalan untuk pemulihan diri pasca melahirkan di rumah. Namun, setiap harinya beliau berkunjung ke rumah sakit untuk memberikan Asi Ekslusif. Sudarmanto (40) suami dari Bu Tri kesehariannya bekerja sebagai ojek online. Hasil dari ngojek dan simpanannya belum cukup untuk menutup biaya operasi caesar dan perawatan anaknya selama di rumah sakit. Keluarga inipun tidak punya jaminan kesehatan apapun untuk memperingan pembiayaan selama di Rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan di amanahi untuk menyampaikan amanah dari Sedekaholics,untuk sedikit meringankan biaya persalinan. Semoga ini jalan beliau dan bayinya untuk menuju kesembuhan yang lebih baik, dan bayinya bisa segera di rawat di rumah. Aamiin.

Kurir : @keliqer @JemiGigi
Jumlah bantuan:Rp. 1.500.000
Tanggal:17-01-2019

Bantuan operasi caesar


IMAM SULAIMAN (9, Thalasemia). Alamat: Gunung Anggar Desa Mulang Maya RT. 1/1 Kec. Kotabumi Selatan, Kab. Lampung Utara, Prov. Lampung. Adik Imam menderita thalasemia yang kemungkinan dari faktor keturunan, karena Kakaknya meninggal pada saat masih bayi dan dikarenakan thalasemia ini. Adik Imam tidak bisa terlalu capek, baik dalam bermain atau kegiatan lainnya. Jika terlalu capek, membuat Adik Imam harus transfusi darah akibat penyakit yang dideritanya. Adik Imam terindikasi thalasemia sejak bayi. Sering bolak balik ke rumah sakit untuk meraih kesembuhan sejak bayi hingga saat ini. Setiap 3 minggu sekali Imam harus transfusi. Orang tua Adik Imam (Cecep Supriyadi, 31) dan Ibunya (Apri Yanti, 30), bekerja sebagai buruh pabrik batu dan ibu rumah tangga. Sehingga Adik Imam membutuhkan biaya selama berobat, biaya transportasi, dan biaya transfusi walaupun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan transportasi Adik Imam untuk melanjutkan pengobatan. Semoga Adik Imam diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siskakhadija purnawan andhika @xkurniawatix

Imam menderita thalasemia


NAZILA ALHAMIRA (1, Luka Bakar). Alamat: Desa Banjar Ratu, Kec. Muara Sungkai, Kab. Lampung Utara, Prov. Lampung. Pada sore hari, Adik Nazila bermain dengan Ibunya dan sambil beberes rumah. Ibunya buatkan kopi untuk Bapaknya. Setelah kopi jadi, ditinggal beberes lagi. Ketika lengang dari pengawasan, ternyata Adik Nazila mengambil kopi panas yang baru diseduh. Belum sempet mengambil, kopi tersebut menyiram badan Adik Nazila bagian punggung. Ibunya lalu mengambil handuk untuk mengelap. Ternyata setelah di lap pakai handuk, kulitnya mengelupas. Lalu Adik Nazila dibawa ke Bidan Desa, dari Bidan Desa di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu di Kotabumi. Setelah perawatan beberapa hari di rawat, ternyata harus ada tindakan medis yang RSUD Ryacudu belum bisa melaksanakan. Jadi, di rujuk ke RSUD Abdoel Moeloek. Dengan keterbatasan dana, keluarga mengikuti saran dokter dengan dibantu keluarga. Kulit yang tersiram menghitam dan harus segera operasi. Orang tua Nazila (Rizal, 38) dan Ibunya (Yanti, 31), orang tuanya bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga. Sehingga Adik Nazila membutuhkan biaya rumah sakit dan biaya transportasi apalagi jaminan kesehatan belum dimiliki. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan transportasi Adik Nazila untuk melanjutkan pengobatan. Semoga Adik Nazila diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siskakhadija purnawan @xkurniawatix

Nazila menderita luka bakar


KIRMAN BIN TIRTANOM (51, Asma). Alamat Desa Panusupan RT 003 RW 07 Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa tahun yang lalu dada Bapak Kirman terasa sakit. Beliau sering mengeluh sesak napas dan gampang lelah apabila melakukan aktivitas yang berat. Bapak kirman memeriksakan diri ke Puskesmas Rembang. Dokter Puskesmas mendiagnosa Bapak Kirman menderita penyakit Asma dan harus melakukan pengobatan Intensif ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Goeteng Purbalingga. Bapak Kirman belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Goeteng Purbalingga karena keterbatasan biaya transportasi meskipun biaya pengobatan Bapak Kirman ditanggung oleh Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Penghasilan Bapak Kirman sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari keluarga sementara istri beliau Ibu Hadminah (43) hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kirman dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi berobat dan biaya hidup sehari – hari. Semoga bermanfaat dan Bapak kirman dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Bapak Kirman menderita penyakit asma


ANGGIT SETIAWAN (33, Gagal Ginjal). Alamat Desa Karangbawang RT 001 RW 05 Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Maret 2018 Anggit tubuhnya terasa lemas. Pada saat buang air kecil sedikit mengeluarkan urine, pinggang terasa sakit serta tubuh Anggit membengkak dan menguning. Kemudian keluarga membawa Anggit berobat Ke Puskesmas Rembang. Anggit memerlukan perawatan lebih lanjut dan kemudian di rujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Setelah dilakukan seragkaian pemeriksaan Dokter Spesialis Penyakit Dalam mendiagnosis Anggit menderita gagal ginjal kronis dan harus menjalani hemodialisa sebanyak 2 kali dalam satu minggu disamping minum obat rutin. September 2018 Anggit dirawat di RS Siaga Medika Banyumas selama enam hari. Bapak Anggit tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun dan selama sakit, Anggit sudah tidak dapat bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Ayah Anggit Bapak Suntari (78) menderita stroke sejak lama dan Ibu tiplek (72) hanya merawat ayah Anggit. Alhamdulillah Anggit dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan di rumah sakit. Semoga Anggit dapat melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Anggit menderita gagal ginjal kronis


KARNADI BIN YAWITANA (68, Diabetes Mellitus). Alamat Dusun Bojongsana Panusupan RT 003 RW 007 Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2012 Bapak Karnadi sering merasa lelah, mudah lapar dan sering buang air kecil. Merasa kondisi makin menurun, Bapak Karnadi memeriksakan diri ke Puskesmas Rembang. Bapak Karnadi didiagnosis menderita diabetes mellitus. Bapak Karnadi diharuskan meminum obat rutin dan menjalani diet makanan. Tahun 2018 kaki Bapak Karnadi luka dan membengkak. Berat badan Bapak Karnadi makin menurun. Bapak karnadi melakukan perawatan luka rutin di puskesmas. Karena luka yang makin membesar dan bau yang makin menyengat, Bapak Karnadi harus menjalani operasi amputasi Kaki. Alhamdulillah Biaya pengobatan Bapak Karnadi terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN – KIS PBI yang dimilikinya namun masih terkendala biaya operasional berobat. Bapak Karnadi bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari – hari dan istri beliau sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah Bapak Karnadi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari Sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya operasional berobat. Semoga Bapak Karnadi dapat melanjutka pengobatan dan diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Bapak Karnadi didiagnosis menderita diabetes mellitus


KASROJI BIN WARSADI (67, Batu Ginjal). Alamat Desa Panusupan RT 04 RW 05 Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa tahun yang lalu Bapak Kasroji mengalami kesulitan dalam buang air kecil dan berdarah. Tubuhnya terasa lemas serta sering demam, mual dan muntah – mutah. Bapak Kasroji juga merasakan sakit di sekitar kemaluan, pinggang dan paha. keluarga Bapak Kasroji membawa beliau periksa ke Puskesmas Rembang. Bapak Kasroji di diagnosa menderita batu ginjal dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Purbalingga untuk mendapatkan perawatan intensif serta kemungkinan operasi pengangkatan batu ginjal. Alhamdulillah biaya pengobatan Bapak Kasroji terbantu dengan Jaminan Kesehatan JKN – KIS PBI yang dimilikinya, namun pengobatan terkendala oleh biaya akomodasi dan operasional ke rumah sakit serta membeli pampers. Bapak Kasroji tinggal dengan anak beliau yang kondisi ekonominya serba kekurangan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kasroji dan santunan dari Sedekaholics diberikan untuk membantu biaya operasional berobat ke rumah sakit. Semoga Bapak Kasroji dapat melanjutkan pengobatan dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Bapak Kasroji di diagnosa menderita batu ginjal


MAULANA AZMI KHASNI (3, Tidak Mempunyai Anus). Alamat : RT 6/2, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir, Maulana tidak memiliki anus dan kesulitan untuk buang air besar. Kemudian Maulana dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan diberi lubang di perutnya. Namun, Maulana belum bisa di operasi dikarenakan kondisi pertumbuhan badan yang kurang. Saat ini kondisi Maulana sudah membaik dan pada 18 April 2018 sudah melakukan operasi pemasangan ring di RS Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Maulana adalah putra dari pasangan Bapak Vandi Iswanti (40) dan Ibu Watini (37). Bapak Vandi bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Watini adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Maulana dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun penghasilan orang tua Maulana yang kecil dan tidak menentu, membuat mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Maulana sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat. Santunan sebelumya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan baru 4 Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan Maulana dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2019
Kurir : @ddeean Khaerul Purnawan @firdhanelis

Maulana tidak memiliki anus


EMANSYAH NURIYANTO (3,5 bulan, Infeksi Usus). Alamat Kampung Cimasuk Desa Cintamanik RT 06 RW 03 Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Bulan 2018 perut Dik Emansyah membesar. Keluarga kemudian membawa Dik Emansyah periksa ke Rumah Sakit Suci Nurhayati Garut. Dik Emansyah di rawat inap selama dua hari. Selama dua hari dirawat, perut Dik Emansyah makin membesar sehingga di rujuk ke RSUP Hasan Sadiki Bandung. Keluarga mengurungkan niat membawa Dik Emansyah berobat ke bandung karena terkendala biaya akomodasi da tempat tinggal selama di bandung serta Dik Emansyah belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Akhirnya keluarga membawa Dik Emansyah berobat ke RSUD Cilacap yang lebih dekat dengan keluarga Ayah Dik Emansyah. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Dokter mendiagnosis Dik Emansyah terkena infeksi usus akibat memakan makanan yang seharus nya belum diberikan kepada bayi usia 3 bulan. Di RSUD Cilacap Dik Emansyah dirawat selama 18 hari karena ususnya pecah dan dilakukan operasi pemotongan usus. Orang tua Dik Emansyah sudah lama bercerai dan tidak ada kabar dari sang Ibu. Dik Emansyah dirawat oleh neneknya yang bekerja sebagai buruh dan penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah Sedekah Rombonga dipertemukan dengan Dik Emansyah dan santunan dari Sedekaholics di sampaika untuk membant biaya perawatan di RSUD Cilacap. Semoga Dik Emansyah segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 15 November 2018
Kurir : @ddeean Khaerul

Emansyah terkena infeksi usus


SOFYAN SYAPUTRA SIREGAR (18, Fraktur Acetabulum Post THR Sinistra). Alamat RT 6/1 Gunung Wuled Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa bulan yang lalu Sofyan mengalami kecelakaan lalulintas di Purwokerto. Sofyan dilarikan ke IGD Rumah Sakit Margono Soekaro (RSMS) Purwokerto. Dari hasil ronsen diketahui tulang pinggul Sofyan patah kemudian dilakukan operasi pemasangan pen di panggul. Seminggu pasca operasi, Sofyan kembali rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Purbalingga. Untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif, Sofyan di Rujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. Biaya perawatan Sofyan terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN – KIS PBI yang dimilikinya namun masih terkendala akomodasi dan tempat tinggal selama menjalani fisioterapi di RSUP Karyadi Semarang. Ayah dan Ibu sofyan sudah lama bercerai dan sofyan hanya tinggal dengan neneknya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak sakit, Sofyan tidak dapat bekerja dan hanya mengandalkan biaya hidup dari neneknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan denga Sofyan dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kehidupan sehari – hari selama di Semarang. Semoga Sofyan dapat melanjutkan pengobatannya dan dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Sofyan menderita fraktur acetabulum post THR sinistra


SUHEMI BIN SUEB (37, Tumor Testis). Alamat Dusun Munggang Lor RT 004 RW 006 Desa Candinegara Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Mei 2017 Bapak Suhemi merasakan sakit dibagian kemaluannya. Selang beberapa minggu kemaluan Bapak Suhemi membengkak. Bapak Suhemi memeriksakan diri ke Puskesmas Pekuncen kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Bedah (RSB) Jatiwinangun Purwokerto. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, ditemukan benjolan di sekitar kemaluan Bapak Suhemi. Bapak Suhemi menjalani operasi pengangkatan jaringan testis. Biaya pengobatan Bapak Suhemi terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN – KIS yang dimilikinya. Bapak Suhemi adalah tulang punggung keluarga sedangkan istri beliau Ibu Rasini (38) hanyalah seorang ibu rumah tangga. Terdesak kebutuhan hidup dan harus membiayai seoklah dua orang anak, dua minggu pasca operasi, Bapak Suhemi pergi ke Jakarta untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Enam bulan kemudian benjolan di testis Bapak Suhemi makin besar. Beliau memutuskan pulang kampong dan kembali memeriksakan diri ke RSB Jatiwinangun Purwokerto. Dokter mndiagnosis Bapak Suhemi menderita Tumor Testis. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suhemi dan santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kehidupan sehari – hari. Semoga pengobatan Bapak suhemi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan serta dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 November 2018
Kurir : @ddeean Purnawan

Pak Suhemi menderita tumor testis


LAILI WAHYUNI, (37, Ca Mamae) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Laili Wahyuni merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Laili hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Laili langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RSUD Dr. Soebandi Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Laili memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Laili, Bapak Samsul Arifin (45) bekerja sebagai Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini Ibu Laili menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. setelah pengobatan di RS DKT Jember Ibu Laili semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah satu tahun 6 Bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Ibu Laili berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.264.300,-
Tanggal : 23 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Laili menderita ca mamae


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (9, Postop Kloaka). Alamat: Perumahan Kramat 1 blok M-8, Desa Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Diardo adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena rumah sakit di Jember saat itu tidak mampu menangani dik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga dik Diardo beralih membuat BPJS agar pengobatan dik Diardo dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang dikeluarkan yaitu untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Diardo dan keluarga, sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo disarankan dokter untuk melakukan suntik hormon satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Keluarga merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diardo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Pada bulan ini Diardo masih menjalani pengobatan untuk proses kesembuhannya. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya. Bulan ini Diardo masih menjalani pemerikasaan rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan dari Sedekaholics untuk Biaya Pengobatan dan Akomodasi pasca Kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Diargo dan semoga cepat sembuh dari sakit yang dialaminya, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @WachdanFirmanFarezha

Diardo menderita postop kloaka


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala, Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @Firman Yusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Seniman memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir


MUJAYANA BINTI MUJAR, (55 Ca Mamae) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 03/01, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mujayana merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak dua bulan yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah empat bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu empat Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Ibu Mujayana hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Ibu Mujayana langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RS DKT Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Mujayana memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Ibu Mujayana, Bapak Darmaji (57) bekerja sebagai Buruh Tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, biaya administrasi Pasien, dan biaya Pengobatan yang tidak di tanggung oleh JKN -KIS Ibu Mujayana. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Mujayana dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 23

Jumlah Santunan : Rp. 834.500
Tanggal : Januari 2019, Februari 2019, 19 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Mulyana menderita ca mamae


SENAWI BIN NIMUM, (56, Ca Nasofaring) Alamat Dusun Krajan Kidul RT/RW 10/03, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2017 Bapak Senawi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah empat bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Mei 2017 Bapak Senawi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Senawi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2018 Bapak Senawi memeriksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring, Pada bulan Juli 2018 Bapak Senawi menjalankan kontrol dan cek laboratorium. Bapak Senawi dirujuk ke Rumah Sakit DKT Jember untuk menjalani kemotrapi. Bapak Senawi bekerja sebagai Buruh Tani dan istrinya, Ibu Jumariyah (50) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Senawi memiliki jaminan kesehatan KIS yang sangat membantu biaya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya pembayaran KIS setiap bulan dan juga akomodasi selama dirumah sakit pasca kemotrapi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Senawi dan Terima Kasih kepada Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 806.500,-
Tanggal : Februari 2019 dan 24 Maret 2019
Kurir : @yudhoari @Firman Yusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Senawi menderita ca. nasofaring


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Februari 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Renovasi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Februari 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 1.690.857,-
Tanggal : 28 Februari2019
kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @Wachdanfirmanfarezha

Biaya operasional RSSR Februari 2019


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Februari 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Februari 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 28

Jumlah Santunan : Rp. 1.202.500,-
Tanggal : 28 Februari 2019
kurir :@yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @wachdanfirmanfarezha

Sembako pasien RSSR Februari 2019


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Februari 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 28

Jumlah santunan: Rp.1.878.686,-
Tanggal: 28 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @Firman Yusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Biaya operasional Februari 2019


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Februari 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 28

Jumlah santunan: Rp. 2.726.754,-
Tanggal: 28 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @adikamha

Biaya operasional Februari 2019


MUHAMMAD PUTRA PURNAMA (3 / Pasien, MUHAMMAD PUTRA PURNAMA, Leukimia) Gambiran UHV/56 RT 33/9, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY. Adik Putra positif menderita leukimia ARL setelah pemeriksaan di RSUP Sardjito. Saat ini sudah menjalani kemoterapi selama 7 bulan sebulan sekali. Proses kemoterapi butuh waktu 2 tahun, setelah itu dilihat kembali hasil perkembangannya. Setiap kali kemo harus dilakukan cek darah terlebih dahulu. Biaya untuk cek darah ini tidak tercover BPJS. Apabila kondisi darahnya bagus dilanjutkan kemoterapi, namun jika hasil tes darahnya kurang baik maka harus diberi obat oral yang harganya Rp 900.000,- obat ini tidak tercover BPJS. Biaya tersebut sangat memberatkan bagi keluarga ini. Penghasilan keluarga ini hanya Rp 400.000,- per minggunya dan Rp 100.000,- uang makan untuk ayahnya yakni Bapak Hendra Resa Purnama yang bekerja membantu di sebuah bengkel. Tentu saja untuk menyambung hidup saja butuh perjuangan, apalagi ditambah dengan beban biaya pengobatan anaknya dalam waktu panjang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan adik ini dan menyampaikan titipan dari sedekah hollics guna melanjutkan membantu pengobatannya. Semoga Adik Muhammad Putra Purnama segera sembuh dan keberkahan rejeki tercurah bagi Sedekah Hollics Sedekah Rombongan.

Kurir : @anjesmoalen @jemigigi
Tanggal:Rp. 2.000.000
Tanggal:30-10-2018

Putra menderita leukimia


MTSR JOGJA (AB 1070 RJ, Operasional Bulan Oktober 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Beberapa waktu lalu, seorang sedekaholics menyedekahkan mobilnya untuk dijadikan MTSR. Saat ini mobil ber-merk APV warna putih ini telah beroperasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. MTSR ini diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Meski masih bisa dibilang baru beroperasi, tetapi tidak menyurutkan semangat kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk memaksimalkan penggunaan MTSR ini. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan.MTSR ini telah diset-up dari mobil pribadi ke ambulans transport demi kenyamanan pasien. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar, biaya perawatan MTSR antara lain ganti seal busi, seal rem, tune up, dan ganti sparepart selama bulan Oktober 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan baru 13. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.065.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @panggihjuni Endro

Biaya operasional bulan Oktober 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Oktober 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan September hingga Oktober 2018 dan biaya pembelian halogen lampu. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 13. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.762.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Oktober 2018


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan operasional ini untuk pembelian bahan bakar, selama pertengahan bulan Oktober hingga November 2018. Biaya ini juga digunakan untuk perawatan MTSR antara lain ganti olie dan auto injector cleaner. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 3.955.000,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 1056 EG, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1056 EG inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan November 2018 dan biaya perawatan MTSR yaitu service rutin dan ganti olie. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 13. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.490.000,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR ini juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk transportasi menuju rumah target pasien (survey pasien) dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka atau mengantar ke pemakaman. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan Oktober hingga November 2018, serta biaya perawatan antara lain ganti olie mesin, kampas kopling, drek laker dan filter olie. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 25.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.940.000,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Oktober hingga bulan November 2018. Dan biaya service antaralain ganti olie, timming belt G, turun kopling, ganti kamplas kop & drek laker, dan presnelleng. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala jariyah bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.285.000,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 1070 RJ, Operasional Bulan November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Beberapa waktu lalu, seorang sedekaholics menyedekahkan mobilnya untuk dijadikan MTSR. Saat ini mobil ber-merk APV warna putih ini telah beroperasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. MTSR ini diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Meski masih bisa dibilang baru beroperasi, tetapi tidak menyurutkan semangat kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk memaksimalkan penggunaan MTSR ini. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan.MTSR ini telah diset-up dari mobil pribadi ke ambulans transport demi kenyamanan pasien. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar minyak selama bulan November 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan baru 13. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 589.900,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @panggihjuni Endro

Biaya operasional bulan November 2018


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan operasional ini untuk pembelian bahan bakar, selama bulan Desember 2018 dan service rutin MTSR. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 3.016.320,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Desember 2018


MTSR JOGJA (AB 1056 EG, Operasional Bulan Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1056 EG inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan Desember 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 13. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.521.320,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan Desember 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien November 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Banjarnegara, Temanggung bahkan dari luar pulau seperti Sorong, Batam dsb. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien fisioterapi pasien, dan biaya hidup pasien selama bulan November 2018. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 18.368.880,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien November 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan November 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. RSSR Jogja terdiri dari 2 rumah singgah yaitu RSSR 1 dengan bangunan 2 lantai yang dipergunakan untuk rumah singgah pasien anak dan kantor aadministrasi pusat, dan RSSR 2 untuk pasien dewasa. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan November 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi perawat, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet, biaya pemeliharaan dan peralatan rumah singgah. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.299.436,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Biaya operasional bulan November 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Desember 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Banjarnegara, Temanggung bahkan dari luar pulau seperti Sorong, Batam dsb. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien fisioterapi pasien, dan biaya hidup pasien selama bulan Desember 2018. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 21.027.151,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Desember 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Desember 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. RSSR Jogja terdiri dari 2 rumah singgah yaitu RSSR 1 dengan bangunan 2 lantai yang dipergunakan untuk rumah singgah pasien anak dan kantor aadministrasi pusat, dan RSSR 2 untuk pasien dewasa. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Desember 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi perawat, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet, biaya pemeliharaan dan peralatan rumah singgah. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 25. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 961.267,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Biaya operasional bulan Desember 2018

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MAKMURI BIN MANYAMA 500,000
2 SYAHIDIN BIN WIRYA DRANA 500,000
3 RIFKI SEPTA ANDRIASYAH BIN MOCH.FARID 500,000
4 ZULFA AZKIYA ZAHIRA 500,000
5 ANISA NUR AZIZAH 1,000,000
6 ARDANI MEKAR BARU 1,000,000
7 MUHAMAD LUBIS 500,000
8 SACI binti SARPIN 500,000
9 SUPARMI BINTI MARTO PAWIRO 1,000,000
10 ALM. KASYANTO BIN DWIJOSISOYO 1,000,000
11 SUPADI BIN ALM TADI MARYONO 1,000,000
12 EVA SETIAWATI 1,000,000
13 TIRTO SUNGKONO 1,000,000
14 TRI AGUSTIN 1,500,000
15 IMAM SULAIMAN 500,000
16 NAZILA ALHAMIRA 500,000
17 KIRMAN BIN TIRTANOM 500,000
18 ANGGIT SETIAWAN 500,000
19 KARNADI BIN YAWITANA 1,000,000
20 KASROJI BIN WARSADI 1,000,000
21 MAULANA AZMI KHASNI 1,000,000
22 EMANSYAH NURIYANTO 5,000,000
23 SOFYAN SYAPUTRA SIREGAR 1,000,000
24 SUHEMI BIN SUEB 1,000,000
25 LAILI WAHYUNI 1,264,300
26 DIARDO BRIGITA WIRYAWAN 500,000
27 SUWARNI NIKET 500,000
28 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
29 MUJAYANA BINTI MUJAR 834,500
30 SENAWI BIN NIMUM 806,500
31 RSSR JEMBER 1,690,857
32 RSSR JEMBER 1,202,500
33 MTSR JEMBER 1,878,686
34 MTSR JEMBER 2,726,754
35 MUHAMMAD PUTRA PURNAMA 2,000,000
36 MTSR JOGJA 3,065,000
37 MTSR JOGJA 2,762,000
38 MTSR JOGJA 3,955,000
39 MTSR JOGJA 3,490,000
40 MTSR JOGJA 4,940,000
41 MTSR JOGJA 5,285,000
42 MTSR JOGJA 589,900
43 MTSR JOGJA 3,016,320
44 MTSR JOGJA 2,521,320
45 RSSR JOGJA 18,368,880
46 RSSR JOGJA 1,299,436
47 RSSR JOGJA 21,027,151
48 RSSR JOGJA 961,267
Total 108,685,371