MUADZ AL FARUQ BIN IFET VIOLAN ADIL (4, Leukimia). Alamat : Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Palu, Sulawesi Tengah. Muadz mulai terlihat sakit pada awal bulan januari, dengan gejala awal yaitu demam tinggi dan mendadak tidak bisa berjalan. Orang tua Muadz cemas dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Samaritan dengan diagnosa dokter bahwa Muadz menderita penyakit Leukimia (Kanker Darah) karna belum memiliki BPJS orang tua memutuskan untuk merawat Muadz dirumah. Selama 3 minggu dirawat di rumah Muadz masih belum bisa berjalan normal , Muadz kembali dirawat di Rumah Sakit Undata Palu dengan diagnosa dokter yaitu kekurangan zat besi. Di Rumah Sakit Undata Palu Muadz dirawat selama 10 hari. Setelah dibolehkan pulang, tidak berlangsung lama Muadz kembali sakit dan bertambah parah karena perutnya mulai membesar dan mengalami pendarahan di mulut. Muadz kembali dilarikan ke Rumah Sakit BK (Bala Keselamatan) dengan diagnosa yang sama yaitu Leukimia atau kanker darah. Karena mengalami pendarahan, Muadz harus melakukan transfusi darah sebanyak 3 kantong. Dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Makassar. Dengan dana pinjaman seadanya Muadz langsung berangkat untuk dirawat di Makassar. Sesampainya di Rumah Sakit Wahidin Makassar, tanpa menunggu lama Muadz langsung transfusi darah sebanyak 11 kantong yang merupakan bantuan dari organisasi pahlawan darah daerah Makassar, setelah dirawat di RS Wahidin, dokter menyarankan terapi kemo selama 2 tahun berturut-turut, hanya bisa bertahan selama 5 bulan, Muadz menjalani terapi di Makassar, karena kehabisan dana dan kelihatan pasien ada perubahan, orang tua memutuskan balik ke Palu untuk dirawat seadanya.
5 bulan berjalan keadaan Muadz mulai kelihatan normal, awal bulan desember 2018, kondisi Muadz kembali drop, dengan gejala perut mulai membesar dan pendarahan pada gusi. Orang tua mengambil tindakan dengan membawanya ke RS. Budi Agung dan dirawat selama seminggu. Mulai hari jum’at (13/12/2018) kemarin kondisi semakin menurun Muadz tidak bisa berjalan, dokter menyarankan secepatnya dirujuk kembali ke RS. Wahidin Sudirohusodo di Makassar untuk menjalani terapi kemoterapi.
Saat ini orang tua Muadz berharap bisa membawa Muadz berobat kembali ke Makasar karena kondisi Muadz sangat menghawatirkan, meskipun dengan dana seadanya. Orang tua Muadz tetap berusaha mencari bantuan dana karena pengobatan di Makasar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pembelian tiket pesawat, biaya hidup, dan biaya pengobatan diluar BPJS.
Alhamdulillah dengan dipertemukan dengan Sedekah Rombongan akhirnya Muadz bisa terbantu lagi untuk menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Wahidin Makassar, berselang beberapa hari terakhir Muadz bisa berangkat dari Palu menuju ke Makassar untuk melakukan tindakan pengobatan selanjutnya di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Pada saat tiba Muadz langsung rawat jalan dan keesokan harinya dokter langsung melakukan tindakan kemo lanjutan. kondisi sekarang masih melakukan tranfusi darah sebanyak 11 kantong dan sudah menjalani kemo ke Enam kali, dalam melakukan kemo ke Enam kondisi Muadz sempat drop disebabkan ada pembengkaan di hati dan perut mulai membuncit, dan untuk asupan makanan harus menggunakan alat bantu selang agar bisa stabil lagi, Alhamdulillah Sedekah Rombongan Makassar melakukan pengajuan dampingan untuk mengurangi beban orangtuanya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, orangtua Muadz sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman @ahmadhamzahmo

Muadz menderita penyakit leukimia


SYAHRATU ZITA (10, Patah Tulang Kaki) Beralamat di Jl. Karang Ria No. 190, Kec. Banawa, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah. Adik Zita Menderita patah dikedua kakinya akibat terkena reruntuhan bangunan beton saat terjadi gempa dan tsunami di Palu tanggal 28 September 2018 lalu.
Sore itu Zita bersama Ayahnya sedang duduk santai sambil menikmati hidangan di Anjungan Pantai Kabonga, Donggala. tiba-tiba terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 SR yang meluluhlantakkan semua bangunan yang ada disekitarnya, Tak bisa dihindari kedua kaki Dik Zita tertindis beton, butuh 4 orang yang mengangkat beton tersebut baru kaki Dik Zita bisa dikeluarkan, kemudian tak lama berselang setelah gempa, menyusul air laut naik dan menenggelamkan Dik Zita dan bersama Ayahnya (Alimuddin, 49) beruntung dengan sigap Ayah Zita langsung memegang tangan Zita sampai ada orang yang membantu naik ke daratan. Syukur Alhamdulillah Zita dan Ayahnya bisa terselamatkan. namun, kedua kaki Dik Zita tidak bisa digerakkan, bekas tindihan beton itu menyebabkan patah tulang dan terluka, ia kemudian dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena kondisi Puskesmas yang padat Dik Zita lalu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah Kabelota, Donggala, disana ia dirawat satu malam lalu dirujuk ke Rumah Sakit Anutapura, Palu. Karena kekurangan alat, Dik Zita lalu dirujuk ke Makassar menggunakan pesawat Hercules kala itu, Di Makassar, Dik Zita di rawat di Rumah Sakit Sayang Rakyat.
Di RS Sayang Rakyat, dokter memutuskan untuk dilakukan operasi kaki kanan dan amputasi untuk kaki kiri, stelah operasi kaki kanan berhasil keluarga Dik Zita menolak untuk amputasi kaki kiri, Dik Zita lalu keluar paksa dan melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, disana ia melakukan lanjutan operasi untuk kaki kiri. dari kedua kaki Dik Zita yang patah, kaki kirilah yang terparah karena kondisinya sudah tidak bisa ditekuk lagi akibat pengangkatan tulang lutut yang telah hancur.
Saat ini kondisi Dik Zita masih menjalani pemeriksaan berkala, mereka tinggal sementara di rumah tampung khusus bagi pasien dan korban gempa dari Palu. Alhamdulillah kurir SR dipertemukan dengan Dik Zita lalu memberikan santunan untuk meringankan biaya kontrol dan biaya hidup selama masa pengobatan di Makassar.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000
Tanggal : 06 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman @ahmadhamzahmo

Zita menderita patah dikedua kakinya


ATMI BINTI IRWAN (14, Tumor Pipi) Alamat : Desa Bongkong, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Dia merupakan seorang siswi kelas 9 di SMPN 2 Sinjai Tengah, Namun, untuk saat ini masih izin untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.Atmi saat ini menderita sakit tumor pada bagian pipi (Limfoma Maligna Regio Maksila Dextra Post Partial Maksilectomy) sehingga oleh dokter harus menjalani operasi dengan mengangkat terlebih dahulu rahang atas dan bawah, kemudian operasi pengangkatan tumor, lalu pemasangan rahang kembali dan chemotherapy sebanyak 6 kali. Saat ini ia baru melewati tahap pengangkatan rahang, dengan mendatangi 6 (enam) Rumah Sakit di Makassar.Atmi adalah seorang pelajar, Ayahnya bernama Irwan bekerja sebagai petani kebun yang kini sudah menikah lagi dan tinggal bersama keluarga barunya, Ibunya bernama Hasra (almarhum). Saat ini Atmi tinggal bersama neneknya yang profesinya juga sebagai petani kebun. Atmi memiliki BPJS tetapi hanya beberapa saja yang menjadi tanggungan asuransi kesehatan tersebut. Sehingga pasien masih kesulitan terkait pengobatannya juga termasuk transport pulang pergi dari Sinjai ke Makassar dan ke Rumah Sakit. Berharap dari hasil kebun tentunya tidaklah cukup untuk membiayai pengobatan Atmi, uluran tangan dari orang lain sangat ia harapkan untuk berikhtiar mencari kesembuhan.
Bantuan dari Sedekah Rombongan tentu sangat berarti dengan beberapa kegunaan antara lain; biaya pengobatan bila mana ada beberapa obat tidak menjadi tanggungan BPJS, biaya transpostasi dari rumah singgah sementara ke Rumah Sakit, biaya makanan/minuman kesehatan pasien, dan biaya kebutuhan lainnya. Atmi dan neneknya sangat berterimakasih bias dipertemukan dengan teman-teman kurir Sedekah Rombongan dan juga kepada semua Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 22 Februari 2019
Kuri :@areefy_dip @ahmadhamzahmo @rifyalmukarram

Atmi menderita sakit tumor pada bagian pipi


MIFTAHUL JANNAH BIN LAMPE (35, Adenopati) Alamat : Sumpan Ale, Desa Kalobba, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai. Sulawesi Selatan. Ibu Miftah mulai terlihat sakit bagian ketiak sebelah kiri pada tahun 2017, awal mulanya Ia tidak menghiraukan gejala yang dialaminya apalagi Ibu Miftah hanya seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus tiga orang anak yang mana anak pertama baru masuk SMP, anak ke Dua dan ke Tiga baru Sekolah Dasar. Sehari-hari, selain menjadi ibu rumah tangga dia juga membantu suami sebagai petani sawah yang mana sawah yang dia garap milik orang lain. Kondisi inilah yang mebuat Ibu Miftah tidak terlalu menghiraukan sakit yang dia derita karena untuk makan sehari-hari saja masih kurang apalagi untuk berobat ke dokter. Pada akhir Desember 2018 Ibu Miftah mulai tidak bisa menahan rasa sakitnya sehingga ia menceritakan kepada orangtuanya yang mana Ibu Miftah masih menetap satu atap bersama orangtuanya, dengan tidak banyak tanya maka orangtuanya membawa Ibu Miftah ke Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai untuk melakukan pemeriksaan, setelah pemeriksaan dokter belum mengetahui apa penyakitnya. Namun, dokter menyarankan untuk membuat BPJS terlebih dahulu agar bisa dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Makassar. Berselang beberapa hari Ibu Miftah dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin untuk pemeriksaan dengan berbagai tahapan pemeriksaan. Pada saat itu dokter menyimpulkan ada benjolan dibagian ketiak kiri dengan diagnosa kelenjar getah bening. untuk itu dokter menyaran untuk terapi dengan masa pengobatan selama 6 bulan.
Waktu berjalan Ibu Miftah melakukan pengobatan sudah memasuki bulan ke Dua, setelah memasuki pengobatan bulan ke Tiga, obat yang dikomsumsi ada yang tidak ditanggung BPJS yang mana obat yang tidak ditanggung ini berupa suntikan yang mana suntikan tersebut harus dia pakai Satu kali dalam seminggu dan harga satu suntikan sebesar Lima ratus ribu rupiah, sehingga Ibu Miftah merasa khawatir apalagi suaminya hanya seorang petani yang penghasilannya bisa ia dapat Enam bulan sekali panen.
Alhamdulillah tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Miftah dan menyerahkan langsung bantuan dari Sedekaholic untuk memudahkan beban biaya pengobatan Ibu Miftah selama 6 bulan kedepan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 15 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @ahmadhamzahmo @m.usman

Bu Miftah menderita kelenjar getah bening


NURUL ISTIKHARAH (16, Post Amputasi Above Knee Billateral) Beralamat di Jl. Kenanga, Kel. Balaroa, Kec. Palu Barat, Sulawesi Tengah. Nurul sapaan akrabnya, merupakan salah satu dari sekian banyak pasien korban gempa dan tsunami yang berikhtiar mencari kesembuhan dan mendapatkan rujukan untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tak banyak yang tahu bagaimana kisah Nurul bisa selamat dari gempa yang berkekuatan 7,4 SR itu. Nampak dari raut wajahnya masih terlihat trauma dan merasakan kesedihan yang mendalam, posisinya terbaring disebelah kiri ayahnya (Yusuf, 46) ketika tim Sedekah Rombongan pertama kali menemui Nurul. Ayahnya bercerita bagaimana Ia dan Nurul bisa selamat kala itu, ketika gempa terjadi semua orang yang ada di dalam rumah berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, adalah Nurul, Ibunya (Alm Risni, 40) dan kedua adiknya ikutan berlari keluar rumah mencari perlindungan yang menurutnya paling aman, dalam keadan panik Ibu Risni, Nurul dan kedua adiknya terus berlari mencari tempat berlindung, saat kejadian sang ayah sedang diluar rumah, ia mengurusi usaha kamar kost yang selama ini menghidupi keluarganya. masih dalam guncangan yang dahsyat Ibu Risni, Nurul, dan kedua adiknya berhenti sejenak untuk istirahat disamping rumah besar tak jauh dari rumahnya. Tak terduga pagar tembok setinggi 2 meter dari rumah besar tersebut jatuh menimpa Ibunya, Nurul dan kedua adiknya. Dalam kejadian tersebut beruntung hanya mengenai separuh dari tubuh Nurul, namun naas Ibu dan kedua adiknya meninggal tak terselamatkan. 3 hari 3 malam Nurul tertindis reruntuhan dinding tembok tanpa makan dan minum, ia baru bisa dievakuasi setelah im relawan sampai diwilayahnya. Nurul kemudian dibawa ke Rumah Sakit Undata, Palu. karena kekurangan alat serta obat-obatan, Nurul segera dirujuk dan dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Karena lukanya sangat parah, dokter kemudian melakukan amputasi diatas lutut. Saat ini Nurul dan ayahnya tinggal di rumah singgah khusus pasien korban gempa dan tsunami dari Palu, Nurul masih menjalani kontrol sambil menunggu luka bekas operasi mengering untuk pemasangan kaki palsu, tentunya semua usaha yang menunjang ekonomi keluarga terputus, Nurul sangat membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu meringankan beban biaya kontrol, akomodasi dan biaya kebutuhan hidup di Makassar selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 06 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman @ahmadhamzahmo

Nurul mengalami post amputasi above knee billateral


MUHAMMAD RISAL BIN RUSLI (17, Polio) Beralamat di Tamalaba, Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, Daya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dik Risal menderita polio sejak berusia 9 bulan, sekujur tubuhnya kaku dan sulit untuk digerakkan, keseharian Dik Risal hanya berbaring tak berdaya. Kedua orangtuanya sampai sekarang masih bingung dan tidak tahu apa penyebab Dik Risal sakit seperti ini. Usaha untuk mencari kesembuhan sudah pernah dilakukan oleh sang Ibu (Emmi, 39) dan ayahnya (Rusli,39) , mereka pernah membawanya ke tempat urut namun tidak ada perubahan. Begitupun dengan pengobatan tradisional lainnya, tetap hasilnya nihil. Menurut penuturan sang ibu, hal serupa juga pernah menimpa kakak risal yang meninggal di usia 11 tahun, tanpa penyebab apapun kakak risal juga terkena polio namun ia lebih dulu dipanggil oleh sang pencipta.
Hingga saat ini Dik Risal masih sering berteriak dan meronta menandakan masih ada rasa sakit yang ia rasakan, jika hal itu terjadi ibunya hanya memberi obat penghilang rasa nyeri seperti asammefenamat obat anti nyeri lainnya. Ayah Risal bekerja sebagai supir yang mengantar anak sekolah setiap hari, sedangkan ibunya bekerja di tempat pengasuhan anak di dekat rumahnya. Ibunya tidak bisa beraktifitas jauh dari rumah karena segala kebutuhan Dik Risal sangat tergantung kepada ibunya. Untuk kebutuhan sehari-hari Dik Risal masih membutuhkan tambahan makanan bergizi, susu dan pampers untuk masa pertumbuhannya. Alhamdulillah dengan izin Allah teman-teman Sedekah Rombongan dipertemukan dan bersilaturrahim menyampaikan titipan dari sedekaholic untuk membantu Dik Risal dalam memenuhi kebutuhan penambahan gizi dan juga untuk keperluan biaya terapi.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 06 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @ahmadhamzahmo

Dik Risal menderita polio sejak berusia 9 bulan


MTSR MAKASSAR (DD 1317 DA, Biaya Operasional Bulan Januari 2019) Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau biasa disingkat MTSR adalah Mobil Ambulance yang membantu pergerakan kurir dalam bergerak sehari-hari untuk melayani dan mengantar pasien/dhuafa sakit dari rumah singg(50 / Pasien, R DIDIT NURBAWONO, Diabetes + Kanker Tulang) Klampok RT 1/24 Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY Pada tahun 2010, Bapak Didit mengalami gejala demam yang luar biasa, setelah diperiksa ke dokter dan tes laboratorium, diketahui beliau menderita kanker tulang. Segala usaha telah dilakukannya untuk menjemput kesembuhan, namun pada akhirnya beliau harus merelakan kaki kirinya diamputasi dan harus menjalani transfusi darah. Setelah operasi masih ia harus rawat jalan selama beberapa bulan untuk pemulihan. Beberapa tahun kemudjan diketahui menderita sakit ia menderita diabetes, sampai saat ini harus minum obat secara rutin. Bapak ini tinggal bersama ibu dan adiknya dan tidak memiliki penghasilan. Adiknya juga tidak memiliki pekerjaan. Walaupun Pak Didit mempunyai wawasan yang luas pendidikan tinggi, kehalian dibidang desain grafis dan sistem online shop namun dengan kondisi sakit beliau tidak bisa bekerja. Untuk memulai usaha beliau terkendala masalah modal dan tidak memiliki sarana transportasi untuk berpergian. Keterbatasan ekonomi ini membuat Pak Didit terpaksa membeli obat yang lebih murah dari anjuran dokter. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan bisa menyampaikan sedikit bantuan guna meringankan beban beliau untuk membeli obat. Semoga bermanfaat dan menjadi jalan kesembuhan pak Didit.

Kurir : @sigittejo @jemigigi
Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 21-12-2018

Biaya operasional bulan Januari 2019


R DIDIT NURBAWONO (50 / Pasien, R DIDIT NURBAWONO, Diabetes + Kanker Tulang) Klampok RT 1/24 Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY Pada tahun 2010, Bapak Didit mengalami gejala demam yang luar biasa, setelah diperiksa ke dokter dan tes laboratorium, diketahui beliau menderita kanker tulang. Segala usaha telah dilakukannya untuk menjemput kesembuhan, namun pada akhirnya beliau harus merelakan kaki kirinya diamputasi dan harus menjalani transfusi darah. Setelah operasi masih ia harus rawat jalan selama beberapa bulan untuk pemulihan. Beberapa tahun kemudjan diketahui menderita sakit ia menderita diabetes, sampai saat ini harus minum obat secara rutin. Bapak ini tinggal bersama ibu dan adiknya dan tidak memiliki penghasilan. Adiknya juga tidak memiliki pekerjaan. Walaupun Pak Didit mempunyai wawasan yang luas pendidikan tinggi, kehalian dibidang desain grafis dan sistem online shop namun dengan kondisi sakit beliau tidak bisa bekerja. Untuk memulai usaha beliau terkendala masalah modal dan tidak memiliki sarana transportasi untuk berpergian. Keterbatasan ekonomi ini membuat Pak Didit terpaksa membeli obat yang lebih murah dari anjuran dokter. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan bisa menyampaikan sedikit bantuan guna meringankan beban beliau untuk membeli obat. Semoga bermanfaat dan menjadi jalan kesembuhan pak Didit.

Kurir : @sigittejo @jemigigi
Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal transfer: 21-12-2018

Pak didit menderita kanker tulang


MUHAMMAD PUTRA PURNAMA (3 / Pasien, MUHAMMAD PUTRA PURNAMA, Leukimia) Gambiran UHV/56, RT33 /9, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Adik Putra positif mnderita leukimia ARL setelah pemeriksaan di RSUP Sardjito. Saat ini sudah menjalani kemoterapi selama 7 bulan sebulan sekali. Proses kemoterapi butuh waktu 2 tahun, setelah itu dilihat kembali hasil perkembangannya. Setiap kali kemo harus dilakukan cek darah dahulu, dimana biaya untuk cek darah tidak tercover bpjs. Apabila kondisi darahnya bagus maka bisa dilanjutkan kemoterapi, namun jika hasil tes darahnya kurang baik maka harus diberi obat oral yang harganya Rp 900.000,- dan tidak tercover BPJS. Hal ini dirasakan sangat memberatkan bagi keluarga ini, dimana penhasilan keluarga ini hanya Rp 400.000,- per minggunya dan Rp 100.000,- uang makan untuk ayah dari Muhamad Putra yakni bapak Hendra Resa Purnama yang bekerja membantu di sebuah bengkel. Tentu saja untuk menyambung hidup saja butuh perjuangan, apalagi ditambah dengan beban biaya pengobatan anaknya dalam waktu panjang. . Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan adik ini dan bisa menyampaikan bantuan dari sedekah hollics guna melanjutkan pengobatannya. Moga Adik Muhamad Putra Purnama segera diberi kesembuhan dan sedekah hollics diberikan keberkahan rejeki oleh Tuhan yang Maha Esa.

Kurir: @anjesmoalen @jemigigi
Jumlah santunan: Rp. 2.000.000
Tanggal: 30-12-2018

Putra positif mnderita leukimia ARL


DELLA FEBRIANTI, (11, TB TULANG), Dusun Gumuk Gebang RT/RW 032/023, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Saedi (35) memiliki 2 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak Saedi bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu Siti Fatimah (25) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik Della sudah mengalami sakit sejak 2 tahun yang lalu. dan sejak saat itu Della mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Della mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek Della. Dan karena sakit ini, adik Della sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Della yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Della dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Della sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk Akomodasi pasca operasi, pembelian Susu Pediasure agar perkembangan adik Della semakin membaik dan Walker. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.380.000,-
Tanggal : Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, 20 Februari 2019
Kurir : @yuhdoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Della mengalami penyakit TB tulang


SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 23

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Februari 2019
Kurir : @Firmanyunizar @fahmi @viandwiprayugo

Bu Sutik menderita kanker thyroid


SINDI RAHMADANI, (13, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk pembayaran BPJS dan biaya perawatan dan pengobatan Pasien, dan Biaya Administrasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Aamiin.. santunan sebelumnya masuk dirombongan 15

Jumlah Santunan : Rp. 615.500,-
Tanggal : November 2018, Desember 2018, Januari 2019, 14 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Sindi mengalami sakit hipospadia


AHMAD HASAN ABDILLAH, (10, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 21

Jumlah Santunan : Rp. 617.500,-
Tanggal : Desember 2018, 28 Januari 2019
Kurir : @firmanyunizar @viandwiprayugo @reza

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


MARSYAH ANANDA PUTRI, (2, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk BPJS setiap Bulan, Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan yang tidak di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 21

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : Desember 2018, Januari 2019, 20 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Marsyah mengalami penyakit Jantung bawaan sejak lahir


ARSYELA AURA PUTRI, (1, Tumor Bibir) Alamat Dusun Krajan A 1 RT/RW 003/015, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Arsyela biasa ia disebut gadis kecil cantik yang sejak lahir terdapat benjolan di bibirnya. Orang tua Arsyela telah memeriksakan kondisi Arsyela ke puskesmas. Karena keterbatasan biaya membuat orang tua Arsyela tidak melanjutkan pengobatan Arsyela pada tahap operasi. Saat ini benjolan yang ada di bibir Arsyela mulai membesar. Ibunya, Wiwit Wulandari (24) dan ayahnya Mohammad Irfan (24) selalu mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Arsyela menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Mohammad Irfan yang selama ini pekerjaannya sebagai wiraswasta sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan Arsyela. Jangankan untuk berobat, kendaraan pun mereka tidak punya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pembayaran BPJS setiap bulan, biaya Akomodasi selama dirumah sakit. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 15

Jumlah Santunan : Rp. 513.500,-
Tanggal : November 2018, Desember 2018, Januari 2019, 22 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Arsyela menderita tumor bibir


LAILI WAHYUNI, (37, Ca Mamae) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Laili Wahyuni merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Laili hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Laili langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RSUD Dr. Soebandi Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Laili memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Laili, Bapak Samsul Arifin (45) bekerja sebagai Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, dan biaya administrasi Pasien Laili. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Laili dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 18

Jumlah Santunan : Rp. 1.682.400,-
Tanggal : Desember 2018, Januari 2019, 26 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Laily menderita Ca mamae


M ALVIN RISALATUS SHOLEH, (9, Kanker Gusi) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 024/022, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Alvin menderita penyakit serius sejak enam bulan terakhir ini. Tak di sangka beliau menderita Kanker gusi. Awalnya Alvin merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya oleh orang tua Iqbal memeriksakan kondisinya ke Klinik Dokter Gigi. Akan tetapi, pihak Klinik menyarankan untuk diperiksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menajalani pengobatan serta operasi. Namun sayangnya, orang tuanya kebingung dengan masalah biaya pengobatan di RS serta Akomodasi selama di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Alvin memerlukan bantuan pendampingan dalam berobat karena dari keluarga kurang mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Alvin untuk mengurus rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Alvin memiliki Jaminan kesehatan berupa SPM yang meringankan beban keluarganya. Alvin adalah anak yatim yang hanya tinggal bersama Ibunya Siti Mutmainnah (31) yang berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Alvin. Santunan yang diberikan di pergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Alvin dan semoga sembuh seperti sediakala, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 15

Jumlah Santunan : Rp. 611.500,-
Tanggal : November 2018, Desember 2018, Januari 2019, 26 Februari 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Alvin menderita kanker gusi


SEPTIANINGSIH BIN SUPARNO (18 / Pasien, SEPTIANINGSIH BIN SUPARNO, Keloid) Ds Ganjuran RT 4, Kelurahan Hardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY Sejak Septianingsih lahir terlihat ada toh atau bisul di wajahnya. Lama-kelamaan bisul atau toh itu membesar hingga menutup separuh muka bagian kanan. Kemudian membesar hingga menutup mata kanan. Dari toh yang menutup mata kanan ini. Sejak itu toh mengecil, tetapi membekas seperti luka di bagian wajahnya dan mata sebelah kiri tidak bisa melihat. Sewaktu kecil, orangtua Septianingsih membawanya berobat ke RSUP Dr. Sardjito, tetapi tidak ada perkembangan kondisi kesehatan. Dan meminta kalau dik Septi sudah besar kembali ke RS untuk operasi. Ayahnya, Suparno (54) ialah petani, sementara ibunya, Surani (47) ialah ibu rumah tangga. Septianingsih yang saat ini semestinya masih belajar di bangku SMA, memilih berhenti sekolah terlebih dulu. Ia malu dengan bekas luka yang dideritanya. Dik Septi mempunyai BPJS tetapi tidak bisa digunakan untuk pengobatan keloid. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk, orangtua Septianingsih mengaku akan memulai kembali memperbaiki kondisi putrinya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke rumah Pak Suparno untuk menyampaikan bantuan dari Sedekahholics untuk digunakan pengobatan selanjutnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics dapat digunakan untuk mengobati bekas luka saudari Septi, Aamiin. Bantuan sebelumnya tecatat pada Rombongan 815 dan Rombongan 1122.

Kurir : @satyaluke
Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 02-01-2019

Septi menderita keloid


RADITYA DWI RAMADHAN (3 / PASIEN, RADITYA DWI RAMADHAN, GANGGUAN TUMBUH KEMBANG) Gari, RT 6/12, Gari, Wonosari, Gunungkidul, DIY Raditya Dwi Ramadhan terlahir prematur di usia kandungan 7 bulan. Selama 3 bulan ia menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito. Setelah itu ia masih kontrol rutin setiap seminggu sekali. Tapi karena keadaan ekonomi orangtua yang sulit, selama sekitar 1 tahun ini, Raditya sering tidak menjalani kontrol ke rumah sakit. Di usia lebih dari 3 tahun ini berat badannya hanya 5,5kg. Selain itu, ia juga terhambat tumbuh kembangnya, belum bisa berjalan dan berbicara seperti anak-anak seusianya. Ayahnya, Pujiyanto (48) bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunya, Cicih Susilowati (36) ialah ibu rumah tangga yang juga merawat sang buah hati. Meskipun memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), penghasilan keluarga yang tak seberapa tidak mampu menutupi biaya transportasi pengobatan Raditya. Alhamdulillah, bulan ini Raditya mendapat bantuan transportasi dari petugas kesehatan setempat. Raditya pun bisa kontrol rutin ke RSUD Wonosari. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan juga disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit. Semoga sinergitas ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Raditya, Aamiin.

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal:05-01-2019
Kurir: atin lelya sukowati

Radit mengalami terhambat tumbuh kembangnya


WITO REJO (88 / PASIEN, WITO REJO, Kanker Kulit) Prigi, RT 7/1, Sidoarjo, Tepus, Gunungkidul, DIY Sekitar dua tahun lalu, lengan kanan Mbah Wito terasa nyeri dan kebas. Tapi tidak dihiraukan, berharap akan segera sembuh seperti sedia kala. Tapi lama-kelamaan lengan kanannya semakin membesar. Pada bulan Juli 2018, Mbah Wito terjatuh dan lengan kanannya luka. Kemudian diperiksakan ke puskesmas dan pengobatan rawat jalan selama 1 minggu. Karena tidak mengalami perubahan yang signifikan, Mbah Wito dirujuk ke RSUD Wonosari dan dirawat selama 2 bulan. Pada bulan Oktober lalu, Mbah Wito kambuh lalu dirujuk ke RS Panti Rapih. Sekitar 1 bulan pengobatan, Mbah Wito dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Mbah Wito hidup bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Dalam pengobatan ini Mbah Wito sudah menjual habis hewan ternaknya, juga berhutang ke tetangga. Ia menyadari tidak bisa tergantung dengan penghasilan anaknya yang serba pas-pasan, tidak akan cukup untuk membiayai pengobatannya. Meskipun sudah dibantu dengan fasilitas BPJS APBN tetapi biaya operasional transportasi dan akomodasi masih terbilang mahal bagi keluarga ini. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Mbah Wito terlihat lemas dan sesak nafas. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan juga disampaikan untuk meringankan beban Mbah Wito sekeluarga.

Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:13-01-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Mbah wito menderita kanker kulit


SITI KIRANA (11 / PASIEN, SITI KIRANA, Hidrosepalus) Pringwulung, RT 6/2, Krambil sawit, Saptosari, Gunungkidul, DIY Adik Siti sejak lahir sudah dicurigai memiliki kelainaan. Saat orangtuanya memeriksakan ke bidan desa terlihat adanya perubahan bentuk tubuh dan badannya lemas. Lalu Adik Siti diperiksakan ke puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Wonosari. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter merujuk Adik Siti ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Adik Siti sempat melakukan operasi pemasangan selang. Semestinya ia pun menjalani kontrol rutin, tetapi karena ketiadaan biaya, sejak bulan Januari 208 tidak pernah lagi berobat ke rumah sakit. Ayahnya, Bapak Sunardi (40) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara ibunya, Jumani (39) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat sang buah hati. Dengan penghasilan tak menentu, Bapak Sunardi merasa berat untuk menanggung biaya operasional pengobatan walaupun sudah memiliki kartu BPJS dari pemerintah. Alhamdulillah, untuk kebutuhan makan sehari-hari dapat terpenuhi karena Bapak Sunardi diperbantukan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Keluarga Pak Sunardi sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:13-01-2019
Kurir: atin lelya sukowati

Siti menderita hidrosepalus


RAFIQ GELANG ALFADIL (4 / PASIEN, RAFIQ GELANG ALFADIL, Pneumonia) Kedung II, RT 2/7, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, DIY Pada tanggal 2 November 2018 adik Rafiq mengalami demam lalu dibawa ke RS PKU Piyaman. Kemudian ia dirujuk ke RS Bethesda dan menjalani rawat inap selama 18 hari. Setelah itu ia tetap menjalani kontrol rutin intensif. Kemudian Dik Rafiq dirujuk kembali ke RS Panti Rahayu untuk menjalani fisioterapi. Hingga saat ini perkembangan tumbuh kembang Dik Rafiq belum sama dengan teman-teman seusianya. Ayahnya, Pak Ramtoko (40) bekerja sebagai penjual dawet keliling, sementara ibunya, Dwi Suryani (33) ialah ibu rumah tangga. Penghasilan yang tak seberapa terasa tak cukup untuk melanjutkan pengobatan Dik Rafiq, meskipun keluarga ini sebetulnya ingin terus mengusahakan kesembuhan sang putra. Maka untuk mencukupi kebutuhannya, Pak Ramtoko terpaksa berhutang ke teman dan tetangga. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga ini. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk sedikit meringankan beban keluarga Pak Ramtoko. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Rafiq, Aamiin.

Jumlah:Rp. 2.000.000
Tanggal:17-01-2019
Kurir: atin lelya sukowati

Rafiq menderita pneumonia


SRI SULIYATUN (42 / PASIEN, SRI SULIYATUN, Kanker Payudara) Kaliwaru, RT 2/12, Ngawen, Ngawen, Gunung Kidul, DIY Pujiyanto (45), suaminya, bekerja sebagai buruh tani musiman yang bekerja saat musim panen di lahan milik orang lain. Penghasilannya pas-pasan hanya cukup untuk makan dan membeli kebutuhan sehari-hari. Sementara Bu Sri Suliyatun sendiri ialah ibu rumah tangga. Keluarga ini mempunyai dua orang anak, yang pertama sudah bekerja sebagai karyawan di sebuah gudang retail. Anak kedua masih duduk di bangku sekolah menengah atas swasta. Kehidupan keluarga ini bergantung pada kepala keluarga dan sang anak pertama. Riwayat penyakit Bu Sri Suliyatun berawal dari dua tahun yang lalu, terasa ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Benjolan waktu itu sebesar telur puyuh, karena takut maka benjolan itu hanya dibiarkan begitu saja. Benjolan itu semakin hari semakin membesar hingga sebesar apel. Bahkan benjolan itu berwarna merah, bernanah dan berbau busuk, dicurigai telah terjadi penyebaran pembengkakan pada kelenjar ketiak dan leher sehingga ibu dua anak ini tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Tubuhnya pun semakin lemah. Selama sakit untuk kebutuhan transportasi berobat mereka berhutang ke tetangga, sementara untuk biaya pengobatan sudah ter-cover jaminan kesehatan BPJS. Selama dua tahun terakhir ini Bu Sri menjalani kontrol rutin di RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Ia pun telah dua kali menjalani operasi. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Tetapi akhir bulan lalu, Bu Sri yang biasanya ceria dan beraktivitas biasa memberi kabar ke Kurir Sedekah Rombongan bahwa ia kesulitan berjalan. Suaminya pun semakin ekstra merawatnya di rumah. Praktis, perekonomian pun goyah. Bantuan ini diberikan untuk meringankan biaya hidup dan operasional pengobatan Bu Sri Sulyatun. Keluarga Bu Sri sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah terlapor pada Rombongan 881.

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:27-01-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Bu Sri menderita kanker payudara


NARTIYEM BINTI ALM SUMARNO (46 / PASIEN, NARTIYEM BINTI ALM SUMARNO, Kelainan Jantung + Tumor Payudara) Plarung, RT 2/4, Sawahan, Ponjong, Gunungkidul, DIY Sekitar dua tahun lalu, Bu Nartiyem didiagnosa menderita batu empedu dan menjalani operasi. Selang empat bulan kemudian terlihat perutnya membesar. Setelah diperiksakan ke rumah sakit diketahui ada cairan di rongga perut. Beberapa kali dilakukan sedot cairan sebanyak 4 liter, 6 liter, dan 10 liter. Ia pun sempat menjalani rawat inap selama seminggu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui Bu Nartiyem juga menderita kelainan jantung dan tumor payudara. Bu Nartiyem ialah seorang janda yang berjuang sendirian. Selama pengobatan ini praktis ia tak dapat bekerja. Ia pun terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan operasional pengobatan yang tidak tercover BPJS. Saat menjenguknya, Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dihadapi. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu membayar hutang pengobatan dan pembelian obat yang tidak tercover. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Nartiyem, Aamiin.

Jumlah:Rp. 5.000.000
Tanggal: 31-01-2019
Kurir: atin lelya sukowati

Bu Nartiyem menderita kelainan jantung dan tumor payudara


KUSNIA BERLINA KUSUMA DEWI (11/ PASIEN, KUSNIA BERLINA KUSUMA DEWI , Hidrosepalus) Tanjung, RT 23/4, Getas, Playen, Gunungkidul, DIY Kusni ialah anak ke 3 dari pasangan Bapak Sujarno (54) dan Ibu Sumirah (52). Ia lahir normal seperti anak-anak lainnya. Tetapi sekitar Maret 2008 Kusni mengalami panas tinggi, lalu diperiksakan ke bidan. Beberapa hari kemudian demamnya turun, tetapi selama lima bulan berjalan Ibu Kusni merasa tidak wajar dengan perkembangan tubuh sang putri. Lama-kelamaan kepalanya cenderung membesar. Kemudian ia periksa ke bidan kembali lalu dirujuk ke RSUD Wonosari. Dokter mendiagnosa ia menderita hidrosepalus. Hingga pada 25 Desember 2008 dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk tindakan operasi dan perawatan lebih lanjut. Dua bulan berobat rutin, orangtuanya memutuskan berhenti karena tak ada biaya lagi. Memang biaya pengobatannya tercover jaminan KIS, tetapi biaya hidup dan operasional sangat berat bagi Bapak Sujarno yang hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Bahkan Kakak Kusni pun sempat putus sekolah setamat SMP karena kesulitan ekonomi. Tetapi semangat Kusni dan orangtua sangat tinggi. Saat ini aktivitas Kusni terbatas di atas kursi roda yang juga hampir rusak. Badannya pun kurus cenderung kekurangan gizi. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan dalam bentuk hadiah kursi roda dan pembelian susu formula. Semoga hadiah ini dapat menambah semangat Kusni untuk menjemput kesembuhan, Aamiin.

Jumlah:Rp. 1.500.000
Tanggal: 01-02-2019
Kurir:atin lelya sukowati

Kusnia menderita hidrosepalus


SUPARTI MUGITA (56 / PASIEN, SUPARTI MUGITA, Tumor Payudara ) Pangkah, RT 1/8, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY Di tahun 2015 Ibu Suparti merasakan ada benjolan kecil di payudaranya dan terasa nyeri. Kemudian ia menjalani pengobatan alternatif tapi tidak ada perubahan kondisi. Lalu berobat ke dokter klinik beberapa kali. Alhamdulillah rasa nyerinya hilang. Ia sempat dianjurkan untuk operasi, tetapi takut lalu diurungkan. Hingga tiga bulan yang lalu Bu Suparti merasakan nyeri kembali. Selain itu juga keluar cairan coklat kehitaman yang lengket. Meski memiliki Kartu Indonesia Sehat, tapi Bu Suparti tak kunjung berobat. Keadaan ekonomilah alasannya. Suaminya, Mugita (60) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu. Tiga anaknya telah berkeluarga dengan kondisi ekonomi yang hampir sama, sementara satu putranya masih tinggal serumah dan mengalami gangguan mental. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Saat ini Bu Suparti masih dalam proses pemeriksaan di RSUD Wonosari untuk persiapan tindakan operasi. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 2.000.000
Tanggal:01-02-2019
Kurir: atin lelya sukowati

Bu Suparti menderita tumor payudara


BERKAH SEPTIAN (21 / Pasien, BERKAH SEPTIAN, TBC) Dusun Krajan RT4 /1, Desa Jelun, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Sekitar 3 Bulan yang lalu saat masih tinggal di Banyuwangi, Septian begitu ia biasa dipanggil, diperiksakan oleh keluarganya ke rumah sakit Blambangan dan hasil diagnosa dokter dia dinyatakan menderita TBC. Pihak rumah sakit dan dokter yang menangani Septian diarahkan untuk berobat rutin di Rumah Sakit. Namun karena keterbatasan biaya, maka pengobatan Septian tidak di lanjutkan. Ibunya sudah meninggal sejak tahun 2015 silam, sehingga ia tinggal bersama ayah tirinya di Dusun Krajan RT4 /1, Desa Jelun, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dengan kondisi yang sangat memprihatikan. Sang ayah Mualimin (49) yang bekerja sebagai buruh harian lepas merasakan beban yang sangat berat untuk membiayai pengobatan Septian. Kemudian ia memutuskan untuk mengantarkan Septian ke keluarga yang berada di Sentolo, Kulon Progo. Pada hari Selasa 11 September 2018 malam Septian telah sampai di rumah keluarganya yang berada di Sentolo dan Bapak Mualimin meninggalkan Septian begitu saja tanpa pamit. Keluarga di Sentolo kemudian membawa Septian ke Puskesmas Sentolo. Hasil diagnosa Dokter di Puskesmas Septian dinyatakan Postif TBC. Setelah beberapa kali berobat di Puskesmas kondisi berat badan semakin menurun, kemudian di rujuk ke RS Nyi Ageng Serang. Dari RS Nyi Ageng Serang diberikan rujukan lagi ke RSUP Dr Sardjito dan dirawat inap untuk dilakukan evaluasi oleh dokter. Untuk biaya pengobatan keluarga masih kebingungan karena BPJS dan Identitas masih dibawa orangtuanya yang meninggalkan Septian. Sedangkan untuk menebus obat biaya yang dikeluarkan Rp. 600.000 untuk 14 hari dan tidak boleh putus, sedangkan obat itu tidak tercover BPJS . Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada rombongan Baru 18. Semoga Septian segera sembuh. Amin. Kurir: endro gilang prihastutik

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:31-01-2019
Kurir: Angga Kusuma

Septian menderita TBC


M. ILHAM PADMA (1) Tahun, merupakan seorang bayi kecil dari pasangan ibu Dini dan Pak Empad yang mengalami gejala Leukosit Tinggi. Pak empad berasal hanya berprofesi sebagai tukang kebun sedangkan ibu Dini hanyalah seorang Ibu rumah Tangga, namun, pada saat itu hubungan antara keduanya mulai sedikit renggang karena terkendala faktor Ekonomi dan biaya pengobtanan Ilham. M. Ilham sekarang diasuh oleh ibu kandungnya yaitu ibu Dini di dusun Kp. Caringin Desa Caringin Kec. Labuan Kab. Pandeglang-Banten. Dirumah neneknya ilham diasuh dan dirawat dengan baik, sudah sekian lama pengobatan rutin dilakukan oleh dini dan ibunya (neneknya) Ilham. Sampai beberapa kali melakukan perawatan di RSUD Pandeglang, Klinik dr. Akbar, Klinik dr. Suradal dan pengobatan alternatif namun kesembuhan Ilham masih melalui beberapa tahapan sehingga ibu dini harus rutin Cek up ke Kelinik terdekat. Ibu dini dan neneknya merupakan orang yang tergolong tidak mampu (miskin) keseharian ibu dini adalah dengan berjualan makanan didaerah pesisir pantai Caringin-Labuan yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya. Untuk melakukan medical cek up setiap hari senin ibu dini harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sehingga akhirnya iapun berusaha meminjam biaya berobat dan transfortasi kepada tetantangga untuk pergi mengantarkan anaknya ke kelinik terdekat. Namun, dengan kondisi ekonomi yang begitu sulit pasca Sunami Selat Sunda ibu dini tidak pesimis dan tetap berusaha dengan keras mencari tambahan agar anak yang ia sayangi dapat sehat dan bisa kembali seperti anak kecil pada umumnya. Tibalah suatu saat ketika seorang tetangganya mengetahui kondisi M. Ilham Padma, sebut saja Sri Latifah (19) tahun salah seorang tetangganya ibu Dini yang masih cukup muda, dan kebetulan yang mengetahui kondisi tersebut, maka Sri Lantas mendatangi salah seorang Kurir #SR Banten (Pandeglang) yang ia kenal dan tidak jauh dari rumahnya Srilatifah. Dengan bermodal laporan dari Sri Latifah kamipun mengunjungi kediaman Ibu Dini serta melihat kondisi M. Ilham Padma yang pada saat itu sedang tertidur dipangkuan ibunya. Ibu Dini menyambut kami dengan hangat, dan memberikan informasi tentang kondisi M. Ilham Padma serta surat-surat keterangan bereobat dari Klinik terdekat. Tidak lama kemudian kami pun terketuk hatinya untuk mengulurkan sedikit bantuan kepada M. Ilham Padma, walaupun tidak begitu banyak namun sangat bermanfaat bagi Ibu Dini dan kesembuhan M. Ilham Padma. Setelah menjalin silaturahmi dengan baik lantas kamipun memohon ijin untuk pamit dan meninggalkan keluarga ibu Dini M. Ilham.

Tgl Pemberian Bantuan : 26 Januari 2019
Besar Bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @Hendarkiswanto

Ilham mengalami gejala leukosit tinggi


AHMAD GOJALI CISAAT (26 tahun, Tipus ) Alamat. Kp. Cisaat RT/RW 004/002 Desa. Tegal Kec. Cikedal Kab. Pandeglang – Banten. Beberapa hari yang lalu saudara gojali selalu berbaring ditempat tidur merasakan panas dingin dan badan lemas, Awalnya saudara gojali ini merasa dingin namun dianggap biasa dikarnakan mungkin hanya masuk angin saja atau kecapean setelah seharian bekerja, setelah diperiksa ke klinik terdekat tenyata saudara gojali ini terkena gejala Tipus. Dokter menyaranksn untuk dirawat inap, akan tetapi keluarga mengeluh karna kekurangan biaya. Setelah kurir Sedekah Rombongan datang menyampaikan #Sedekahholics saudara gozali merasa terharu karna terbantu atas sedekah yang diterimanya untuk dipergunaksn berobat. Saudara gojali hanyalah seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidaklah seberapa dan tidak pasti pula. Bapak dengan satu anak ini hanya bisa pasrah dan selalu berharap dan berdo’a agar bisa sembuh dan sehat kembali serta bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya

Tgl Pemberian Bantuan : 21 Januari 2019
Besar Bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @Aminudin

Gazali menderita tipes


SUJANA CISAAT TEGAL (75 tahun, Darah Tinggi) ALAMAT: Kp. Cisaat RT/RW 007/002 Desa. Tegal Kec. Cikedal Kab. Pandeglang – Banten. Dua tahun lebih bapak sujana hanya bisa berbaring ditempat tidur yang beralas tikar saja tanpa menggunakan kasur karna melihat kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, rumah yang berdinding bambu (bilik) dan berlantai tanah. Awalnya sakit bapak sujana mengira itu hanya masuk angin dan dianggap biasa namun lama kelamaan sakitnya nambah parah kemudian dibawa ke klinik terdekat pas diperiksa ternyata bapak sujana divonis darah tinggi oleh dokter, karna tidak mempunyai biaya untuk rawat inap pihak keluarga hanya bisa rawat jalan saja, itu pun kalau keluarga punya uang, terkadang bapak sujana mengeluh merasakan rasa sakit hingga menyebabkan tidak bisa gerak dan hanya bisa berbaring saja. Bapak sujana sebelum sakit adalah seorang guru ngaji dan beliau tinggal dirumah sederhana berdua dengan istrinya. Anak – anaknya sudah berumah tangga semua dan mempunyai tanggung jawab masing – masing. terkadang bapak sujana dan istrinya mengeluh karna mau berobat tidak punya uang, sedangkan anaknya hanyalah buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. istrinya hanya bisa sabar dan berharap kesembuhan untuk suaminya. Setelah kurir sedekah Rombongan datang menyampaikan #Sedekah kholiq bapak sujana dan istri sedih merasa terharu dan mengucapkan Alhamdulillah terimaksih, semoga harta yang diberikan dibalas oleh Allah S.W.T. Harapan kami semoga bapak sujana diberikan kesehatan kembali oleh Allah dan bisa beraktivitas seperti dahulu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 19 Februari 2019
Kurir : Aminudin

Bapak sujana divonis darah tinggi


RAKMIN DESA BAMA (89 tahun, Lumpuh dan Duaffa) Alamat : Kp. Pasir Tengah RT.004 RW.002 Desa. Bama Kec. Pagelaran Kab. Pandeglang – Banten. Kakek Rakmin bisa dipanggil sebagai duaffa, karna usia yang lumayan tua dan Allah berikan umur panjang. Lima tahun sudah beliau tidak bisa berjalan dan hidup seorang diri dirumah yang sederhana. Kakek ini hidup seorang diri setelah istrinya meninggal 7 tahun yang lalu, untuk makan dan kebutuhan sehari – harinya hanya mengharapkan dari anak dan tetangganya. Beliau tinggal sendirian dirumah anaknya tidak bisa terus menemaninya karna mempunyai tanggungan keluarga. Anaknya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilan tidak menentu. Kini kakek dengan usia renta ini menikmati sisa hidupnya dengan sendirian. Kakek ini mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk oleh kurir #SedekahRombongan yang menyampaikan amanah para #Sedekah kholiq.
Semoga kakek ini selalu diberi kesehatan dan ketabahan Amiinnn.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 19 Februari 2019
Kurir : Aminudin

Bantuan tunai


Siti binti Kusen (47th, Kanker Payudara) Kp. Batung rt/rw 003/005 Ds Cinangka Kec Cinangka Kab Serang Banten. Bu Siti sapaan sehari-hari, mempunyai tiga orang anak dan dua orang cucu. Ibu rumah tangga ini bersuamikan abah, yang sehari-hari hanya buruh tani di ladang. Dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membiayai makan sehari-hari. Pada pertengahan tahun 2017 bu Siti merasakan sakit payudara sebelah kiri, setelah beberapa bulan payudara tersebut mengeras seperti ada benjolan. Setelah dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat, dokter menyarankan berobat ke dokter spesialis. Karena, keterbatasan dana transportasi untuk berobat karena jarak dokter yang cukup jauh. Mengurungkan hal tersebut, hanya berobat ke dokter klinik saja. Keterangan dari dokter membuat bu Siti dan keluarga sempat terkejut bahwa benjolan tersebut bisa terindikasi kanker. Anak bu Siti memberikan informasi kepada kurir SR. Sehingga kurir SR melakukan survey serta melihat kondisi bu Siti ke rumahnya. Kanker payudara sebelah kiri berhasil dioperasi setelah beberapa bulan berlalu, payudara sebelah kananpun merasakan hal yg sama mengeras dan seperti ada benjolan. Bu Siti ingin memeriksakan kembali payudara sebelah kanan dan memerlukan biaya transpotasi bolak-balik ke RS Darmais. Bu Siti dan keluarga menghaturkan terima kasih untuk para donatur SR yang telah membantunya.

Tanggal pemberian bantuan : 10 Februari 2019
Besar Bantuan : Rp 500.000
Kurir @evairmakusmayanti

Bu Siti menderita kanker payudara


YULI binti MUHAMAD (usia 15 tahun,alamat kampung buluheun desa banjar irigasi kecamatan lebak gedong kabupaten lebak provinsi banten). YULI binti MUHAMAD seorang yatim yang telah di tinggal kan mati oleh ibu nya sejak umur 9 tahun, saat ini YULI menjalani kehidupan hanya berdua bersama ayah nya, sedangkan kaka kaka nya yang sudah menikah menjalani rumah tangga di luar daerah. Dengan kondisi ayah YULI yang sudah tidak bekerja, dan ekonomi keluarga yang tidak mampu, Yuli hanya menduduki bangku sekolah dasar(SD), Pada tanggal 11 januari 2016, YULI mengalami gejala gatal gatal dan terasa panas di bagian kaki setelah memakan daging ayam ,namun YULI dan juga keluarganya hiraukan sampai kondisi semakin memburuk hanya di obati se adanya, karna dengan kondisi ekonomi yang tidak mampu, sampai sekarang 2019 YULI tidak pernah mendapatkan kesembuhan yang maksimal, karna tidak pernah ada penanganan kusus terhadap penyakit yang di derita YULI, walaupun saat ini YULI mempunyai BPJS namun keluarga YULI tidak mempunyai biaya akomodasi ke rumah sakit, penyakit yang di derita YULI sudah hampir 3 tahun, kondisi saat ini memar,terasa panas dan bernanah di bagian kaki, YULI hanya menjalani pengobatan tradisional dan berobat ke puskmas, tanpa pernah di tangani serius oleh dokter specialis, karna perekonomian keluarga yang tidak mampu, kaka YULI yang menjadi tumpuan keluarga pun menderita tumor ganas, Pada tanggal 23 februari 2019 SEDEKAH ROMBONG berhasil mensurvei YULI binti MUHAMAD, dan pada tanggal 05 maret 2019 SEDEKAH ROMBONGAN menyalurkan bantuan kepada YULI binti MUHAMAD,

JUMLAH BANTUAN: Rp.500.000
TANGGAL PEMBERIAN: 05 MARET 2019
KURIR: SOHIBUL MAHMUD

Yuli bernanah di bagian kaki


MISAN BIN BANID (77 thn, TB. Paru). Kp. Pabuaran RT. 002/002 Ds. Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang Prov. Banten. Sudah lama abah Misan menderita batuk yang tak kunjung sembuh segala macam jenis obat sudah dicobanya. Berobat ke ke klinik dan puskesmas sudah ia jalani hanya berobat ke rumah sakit besar saja yang belum ia lakukan karena tidak ada biaya. Penghasilannya sebagai seorang petani hanya cukup untuk makan malah terkadang untuk makan pun kurang, apalagi ia tidak punya jaminan kesehatan apapun sehingga membuat abah Misan tambah tidak berani untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Sejak istrinya meninggal tiga tahun lalu kondisi kesehatannya semakin buruk, seminggu sekali ia harus berobat ke klinik agar tubuhnya tidak drop. Oleh dokter di klinik ia disarankan untuk melakukan rongten dan tes laboratorium sehingga nantinya bisa diketahui ia positif terkena TB. Paru atau tidak, tapi hal tersebut urung abah Misan lakukan karena selain tidak ada biaya, ia juga merasa enggan karena memang dulu ia pernah positif terkena TB. Paru dan berobat ke Puskesmas selama enam bulan berturut-turut tapi sembuhnya hanya sebentar dan entah karena apa ia kembali terserang penyakit batuk sampai sekarang. Abah Misan sekarang tinggal seorang diri keenam orang anaknya sudah berkeluarga semua dan tinggal jauh dengan keluarganya masing-masing, terkadang sebulan sekali mereka datang menjenguk. Untuk mengisi waktu luangnya selain menjadi petani ia juga menjadi guru ngaji dan DKM mushola ditempatnya. Hanya saja sejak tiga tahun lalu ia tidak lagi bekerja sebagai petani karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk bekerja keras. Untuk keperluan hidupnya ia hanya mengandalkan kiriman dari anak-anaknya itupun tidak seberapa dan hanya satu bulan sekali. Untunglah sebagai seorang ustadz/guru ngaji ada saja masyarakat atau tetangga yang mengundangnya berdo’a dan memberikan bantuan ala kadarnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan abah Misan dan memberikan bantuan awal untuk biaya berobat dan rongten abah Misan. Beliau merasa sangat terharu dan sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan para sedekaholick melalui SR kepada abah Misan. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa membantu biaya berobat abah Misan dan membantu meringankan penderitaan hidupnya. Semoga Allah segera mengangkat penyakit abah Misan dan menyembuhkannya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000;
Tanggal pemberian : 13-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Pak Misan positif terkena TB. Paru


ESAH BINTI SUPI (50 thn. Diabetes), Kp. Pabuaran RT 001/002 Ds. Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang Prov. Banten. Bi Esah adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin merepotkan suaminya mang Ersan (56 thn.), ia hanya tinggal berdua dengan suaminya. Ketiga orang anaknya sudah menikah dan tinggal jauh dengan keluarganya masing-masing. Awalnya sekitar tiga bulan yang lalu, kaki kiri bi Esah terluka dan tidak sembuh-sembuh. Lama kelamaan luka dikaki kiri bi Esah makin lama makin membesar dan berlubang serta berubah menjadi borok. Tadinya bi Esah tidak mau di ajak berobat oleh suaminya. ia sadar penghasilan suaminya sebagai supir angkot tidaklah seberapa dan tidak mungkin bisa digunakan untuk berobat karena untuk biaya makan sehari-hari saja kadang tidak cukup. Tetapi sekarang kondisi borok dikakinya sudah sangat memprihatinkan, bau dan sudah ada belatungnya sehingga mau tidak mau ia dibawa berobat oleh suaminya ke Puskesmas Sukamulya dan kemudian dirujuk ke RSUD Balaraja agar bisa dirawat lebih intensif. Setelah diperiksa dan dilakukan pemeriksaan lab bi Esah didiagnosis terkena diabetes dan harus di operasi untunglah bi Esah segera di bawa berobat ke rumah sakit, kalau tidak maka kaki bi Esah harus diamputasi. Bi Esah merasa bersyukur karena suaminya segera membawanya berobat kalau tidak entah bagaimana nasib kakinya. Dan tentang biaya pengobatan bi Esah boleh merasa lega karena setelah diurus ternyata ia bisa mendapatkan kartu JKN/KIS yang ditanggung oleh pemerintah sehingga ia tidak perlu membayar untuk berobat, hanya saja yang masih jadi kendala adalah biaya transportasi berobat ke rumah sakit selama ia melakukan rawat jalan apalagi satu minggu lagi ia harus menjalani operasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan bi Esah, dengan diantar kang Yayat (25 thn) selaku tetangga bi Esah kurir SR menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat kepada bi Esah. Bi Esah dan mang Ersan sangat berterima kasih kepada para sekedaholick yang telah memberikan bantuannya melalui SR. Semoga bantuan tersebut bisa membantu meringankan beban kehidupan bi Esah dan suaminya dan semoga penyakit bi Esah segera disembuhkan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000;
Tanggal pemberian :14-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Bu Esah didiagnosis terkena diabetes


SARNO BIN SALIP, (46 thn, Stroke). Kp. Pabuaran RT 001/002 Ds. Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang – Banten. Mang Sarno (biasa dia dipanggil), adalah seorang suami yang rajin dan bertanggung jawab. Dia tidak malu bekerja apa saja yang penting halal dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia tidak mau anak-anaknya nanti bernasib seperti dirinya, hanya sekolah tamatan SD, meskipun miskin ia ingin dua orang anaknya sekolah tinggi minimal sampai lulus SMA sehingga nantinya bisa mencari pekerjaan yang layak dan terhornat tidak seperti dirinya yang hanya bisa bekerja serabutan kadang bekerja sebagai buruh harian lepas, kuli bangunan, bahkan jadi buruh tani atau membantu membersihkan ladang tetangga. Meskipun hidupnya susah tapi tak pernah sekalipun mang Sarno bersedih ia selalu terlihat semangat dan bahagia, tak pernah sekalipun ia mengeluh tentang kesusahan hidupnya. Tetapi sejak satu bulan yang lalu mang Sarno tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Dia terkena stroke, badanya yang sebelah kiri mati rasa tidak bisa digerakan. Hal itu bermula ketika ia membantu tetangganya membuat empang untuk dijadikan tempat peternakan lele. Entah karena terlalu lelah atau kondisi tubuhnya memang sudah drop, setelah beberapa hari mengerjakan empang tersebut, malamnya ketika ia pergi ke kamar mandi ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Ketika terbangun bagian kiri tubuhnya tak bisa digerakkan dan mati rasa. Suami dari ibu Rasmanah ini pun oleh keluarganya langsung dilarikan ke RSUD Balaraja setelah diperiksa oleh dokter ternyata ia terkena strooke yang mengakibatkan tubuhnya mati sebelah. Mang Sarno hanya bisa pasrah pada nasibnya kini ia hanya terbaring di tempat tidur dan tidak bisa lagi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beruntung istrinya ibu Rasmanah adalah istri yang setia dengan sabar ia yang selama ini merawat dan mengurus segala keperluan suaminya. Ia juga yang mengantikan suaminya untuk mencari nafkah dengan bekerja menjadi buruh tani atau buruh cuci gosok tetangganya. Walaupun tak seberapa tapi hasilnya bisa untuk menyambung hidup keluarga, sedangkan untuk biaya berobat suaminya sudah ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah ada kang Oman (tetangga mang Sarno) yang mempertemukan kurir SR dengan mang Sarno sehingga Sedekah Rombongan bisa menyampaikan amanah dari sedekaholick dan memberikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya transportasi berobat mang Sarno. Saat ini mang Sarno masih berobat jalan di RSUD Balaraja. Kondisinya belum begitu membaik, badannya memang sudah bisa duduk dan berdiri tetapi tangan dan kakinya sebelah kiri masih belum bisa digerakkan. Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan lanjutan kepada mang Sarno agar mang Sarno bisa terus melanjutkan pengobatannya. Mang Sarno sebelumnya telah mendapat bantuan dan berada di rombongan baru 25. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban hidup dan penderitaan mang Sarno sekeluarga. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000;
Tanggal pemberian : 14-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Pak sarno terkena stroke


SUDIN BIN SAIMUN (46 thn. Asma akut), Kp. Tarikolot RT 002/003 Ds. Kaliasin Kec. Sukamulya Kab. Tangerang Prov. Banten. Sudah satu tahun ini mang Sudin menderita sesak nafas, tapi ia tidak pernah memperdulikan penyakitnya tersebut karena memang tidak berani untuk berobat karena tidak ada biaya. Penghasilannya sebagai tukang ojek tidaklah seberapa terkadang malah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Untuk menambah penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dan juga biaya sekolah ketiga orang anaknya mang Sudin dan istrinya bi Sainah (42 thn.) bekerja sebagai buruh tani di sawah tetangganya. Tetapi sejak dua bulan lalu mang Sudin tidak bisa lagi bekerja ataupun ngojeg karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, nafasnya semakin sesak dan pendek-pendek. Oleh istrinya ia dibawa berobat ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Balaraja, menurut dokter ia terkena bronchitis dan harus dirawat secara insentif di rumah sakit. Setelah dirawat selama satu minggu mang Sudin diperkenan pulang tapi harus melakukan rawat jalan selama beberapa bulan kedepan. Untunglah mang Sudin mempunyai kartu JKN/ KIS sehingga untuk berobat ia tidak perlu khawatir akan biayanya, hanya saja untuk biaya transportasi dan kebutuhan hidup ia dan keluarganya yang membuatnya risau. Sejak dirinya sakit istrinyalah yang selalu merawatnya sehingga tidak ada yang bekerja untuk mencari nafkah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mang Sudin. Dengan diantar oleh ibu Nunung (tetangga mang Sudin) kurir SR berkunjung ke rumah mang Sudin dan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat dan biaya hidup sehari-hari mang Sudin dan keluarga. Mang Sudin pun sangat terharu dan berterima kasih atas bantuan dari para sedekaholick yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan mang Sudin dan semoga Allah segera mengangkat penyakitnya dan menyembuhkannya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal pemberian : 13-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Mang Sudin menderita sesak nafas


NANI BINTI ACE (ALM) 38 tahun. Alamat kampung bujal desa cipanas Kecamatan cipanas Kabupaten lebak provinsi banten, sekitar lima bulan yang lalu ibu NANI mengalami pembengkakan kaki sebelah kiri, dengan kondisi tersebut ibu NANI tetap menjalani kehidupan seperti biasa nya, menjadi ibu rumah tangga, terkadang di sela waktu istirahatnya ia membantu suami nya yang bekerja sebagai kuli di ternak ikan mas, gajihnya pun tak seberapa,tidak sesuai dengan kebutuhan sehari hari, kebutuhan sekolah anak anak nya, ia mempunyai 3 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yang pertama SMA, kedua SMP,dan ketigaSD, dalam ke adaan ekonomi yang kurang cukup dan kebutuhan yang semakin bertambah, ibu NANI sering sakit sakitan, namun ia hanya mengandalkan obat di apotik se adanya, pada tanggal 1 september 2018 ibu nani mengalami beberapa gejala,seperti: nyeri ulu hati,mual,muntah,dan kekurangan darah, kondisinya semakin memburuk dan pada tanggal 25 september 2018 ibu NANI menjalani perawatan di RSUD ADJI DARMO rangkas bitung, hasil pemeriksaan dokter ibu NANI di haruskan oprasi ginjal dikarnakan ginjal ibu NANI rusak(membusuk), setelah berhasil di oprasi dan menjalani perawatan, ibu NANI kembali pulang dan harus melakukan transfusi darah satu minggu dua kali, Sejak itu ibu NANI sering kali keluar masuk rumah sakit,dengan berbagai sebab, pada tanggal 17 februari 2019 terjadi kebocoran di area blod transfusi mengakibatkan pembengkakan dan memar pada kulit, Pada tanggal tersebut 18 februari 2019, SEDEKAH ROMBONGAN mendapatkan informasi kondisi dan keadaan ibu NANI, dengan sigap dan cepat SEDEKAH ROMBONGAN segera melaksakan penangan untuk menyalur kan bantuan kepada ibu NANI, dan pada tanggal 20 februari 2019 SEDEKAH ROMBONGAN berhasil menyalurkan bantuan kepada ibu NANI sebesar Rp.500.000

JUMLAH BANTUAN : Rp.500.000
TANGGAL : 20 FEBRUARI 2019
KURIR : SOHIBUL MAHMUD

Ibu Nani mengalami pembengkakan kaki sebelah kiri


MARSANI BINTI MARKIM (52 thn. Katarak & Dhuafa), Kp. Rancailat RT 003/002 Ds. Rancailat Kec. Kresek Kab. Tangerang Prov. Banten. Teh Marsani adalah seorang janda miskin yang sabar dan penuh tanggung jawab. Walaupun sudah puluhan tahun berpisah dengan suaminya ia tak pernah berkeinginan untuk menikah lagi. Hal itu ia lakukan karena ia tak ingin menelantarkan anaknya (muklas, 20 thn), sejak umur 5 tahun anaknya tersebut memang menderita sakit dan membutuhkan perhatian lebih dari dirinya. Teh Marsani hanya tinggal berdua dengan anaknya. Sejak berpisah dengan suaminya ia bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya, meskipun hasilnya tidak seberapa hal itu terpaksa ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup dan berobat anaknya. Untuk mencari tambahan ia juga menjadi pemulung, mengumpulkan barang-barang bekas di sekitar tempat tinggalnya. Terkadang ketika memulung ia dibantu oleh anaknya. Sebenarnya ia tidak tega membiarkan anaknya untuk membantunya memulung mengingat kondisi anaknya memang tidak memungkin untuk bekerja terlalu keras. Kang Muklas anaknya menderita gangguan pada kandung kemih dan perutnya sehingga ia tidak bisa bergerak dengan cepat dan selalu kesakitan jika berjalan. Tapi semenjak dua tahun lalu, teh Marsani tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh tani karena kondisinya yang sering sakit-sakitan dan gangguan pada penglihatannya. Mata teh Marsani tidak bisa melihat dengan jelas, menurut dokter di Puskesmas matanya terkena katarak dan harus dioperasi. Teh Marsani hanya bisa pasrah ia menyesal mengapa dulu ia tidak segera berobat. Awalnya ketika dia sedang bekerja di sawah menjadi buruh tani, matanya tertusuk daun padi dan membengkak, tapi karena keterbatasan biaya ia hanya mengobati matanya dengan obat tetes dari warung dan tidak memeriksakan diri ke dokter. Kini ia hanya bisa pasrah dan berdiam diri dirumah, ia tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh tani. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari terpaksa ia membiarkan kang Muklas anaknya untuk bekerja sebagai pemulung. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan teh Marsani. Berdasarkan informasi dari kang Habib (tetangga teh Marsani), kurir SR pun berkunjung ke rumah teh Marsani. Melihat kondisinya rumahnya saja hati sudah miris karena kondisinya sudah kumuh dan tidak layak huni, kontras sekali dengan rumah disekelilingnya yang mewah dan megah. Kebetulan ketika berkunjung teh Marsani sedang pergi untuk berobat. Kami pun menitipkan amanah dari sedekaholick kepada kang Muklas, mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan hidup teh Marsani dan kang Muklas.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000;
Tanggal pemberian : 15-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Bantuan tunai


HERLINDA WATI binti UHER(ALM) 39 tahun, alamat: kp.lebak sempur desa.maja sari kec.sobang ka.lebak prov.banten, adalah ibu dari dua orang anak, sudah 5 tahun lamanya HERLINDA WATI bercerai dengan suami nya . Semenjak itu HERLINDA WATI menapkahi kedua orang anak nya dengan menjadi tukang es keliling ke tiap tiap kampung,sekolahan,dan tempat keramaian, namun musibah menimpa HERLINDA WATI pada tanggal 23 juni 2014, di saat ia berkeliling menjajakan barang dagangan nya,tak di duga mobil berkecepatan tinggi menabrak HERLINDA WATI, HERLINDA WATI pun tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi badan penuh luka,dan patah tulang pada bagian kaki, dengan kondisi ekonomi yang kurang cukup HERLINDA WATI tidak segera menjalani pemeriksaan di rumah sakit, melainkan hanya menjalani pemeriksaan dengan tukang pijat se adanya, karna keterlambatan HERLINDA WATI menjalani pemeriksaan ke rumah sakit,mengakibatkan kaki HERLINDA WATI menjadi tidak normal (panjang sebelah). pada tanggal 15 maret 2015 dengan kondisi memburuk HERLINDA WATI pun di larikan ke RSUD ADJI DARMO rangkas bitung, menjalani perwatan intensif, hasil keputusan pihak rumah sakit kaki HERLINDA WATI di harus kan melakukan pemanjangan tulang pada bagian paha, dikarnakan keterbatasan pasilitas rumahsakit HERLINDA WATI pun di rujuk ke RS soeharso sukorahjo, dengan ke adaan ekonomi yang kurang cukup HERLINDA WATI menunda oprasi pemanjangan tulang, setelah pulang dari rumah sakit HERLINDA WATI kembali beraktipitas seperti biasa dengan kondisi kesulitan untuk berjalan karna sakit dan ngilu yang HERLINDA WATI rasakan pada bagian kaki, namun tak menghentikan semangat nya untuk tetap menapkahi kedua orang anaknya, dan mengumpulkan biaya untuk melakukan oprasi pemanjangan tulang. Pada tanggal 14 februari 2019, SEDEKAH ROMBONGAN mendapatkan info terkait ke adaan HERLINDA WATI, dan pada tanggal 16 februari 2019 SEDEKAH ROMBONGAN berhasil mensurvey dan mendapatkan info yang cukup untuk menyalurkan bantuan. 19 februari 2019 SEDEKAH ROMBONGAN berhasil menyalurkan bantuan kepada HERLINDA WATI

TANGGAL PEMBERIAN BANTUAN: 19 februari 2019
JUMLAH BANTUAN : Rp.500.000
KURIR : SOHIBUL MAHMUD

Bu herlinda mengalami kecelakaan


HARTONO CS PIPITAN (62 tahun/STROKE) Alamat : Penduduk Taman Pipitan Indah C3 No 13 Walantaka Kota Serang – Banten. Pak Hartono orang tua dengan empat orang anak dengan pekerjaan yang tidak tetap. 4 orang anak Pak Hartono, 2 orang anaknya sudah dewasa dan bekerja, satu orang masih sekolah di SLA dan satu orang masih usia sekolah dasar. Pak hartono dalam kehidupan sehari hari tidak bekerja lagi karena penyakit yang dideritanya dan mengandalkan bantuan dari anaknya yang sudah bekerja, karena kekurangan itulah pak hartono sekarang mengontrak rumah di Taman Pipitan Indah Blok B3 No 1.Sebelum sakit Pak Hartono menghidupi keluarganya dengan bekerja lepas/ Serabutan, sehingga kurang memperhatikan pola makan dan pola hidup sehat. Hal tersebuat berdampak pada kesehatan Pak Hartono. Awala mula sakit diawali tahun 2016 dengan gejala badan pegal dan susah di gerakan, karena merasa kesakitan terus pak hartono melakukan pemeriksaan ke dokter RSUD Banten di Kota Serang. Karena sakitnya pak hartono harus dirawat di RSUD Bantenmenggunakan Kartu Indonesia sehat /KIS kurang lebih 2 minggu, sepulang dari perawatan dirumah sakit banten pak Hartono jarang kontol lagi penyakitnya ke RSUD Banten di karenakan ketiadaan biaya berobat dan biaya hidup sehari hari, karena sejak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja kembali secara normal karena tangan dan kakinya sulit digerakan. Apabila sakit yang dideriata kambuh Pak Hartono hanya menjalani terapi alternative di tukang pijat. Kesuitan yang dihadapi pak hartono akan bertambah bila dalam sebulan harus ke alternative untuk pijak lebih dari 2 kali jangankan untuk biaya berobat untuk makanpun masih sangat kekurangan. Alhamdulillah kurir #SRSerang dipertemukan dengan beliau melalui informasi Bapak Rasmadi salah satu tetangga pasien untuk bersilaturahmi dengan beliau. Kamipun dari SR Serang kemudian menyerahkan amanah titipan dari para sedekaholik kepada bapah Hartono agar bisa digunakan untuk biaya berobat dan membantu biaya transportasi. Bapak hartono mengucapkan terima kasih kepada semua sedekaholik yang telah memberikan bantuannya melalui sedekah rombongan, semoga amal dari bapak ibu bisa membantu meringankan beban beliau. Beliau juga mendoakan semoga para sedekaholik semuanya diberikan kehidupan yang barokah, selalu sehat dan dilapangkan rejekinya.

Tanggal pemberian bantuan : 14 Februari 2019
Besar Bantuan : Rp 500,000,-
Kurir : Agus Suyono

Pak Hartono menderita stroke


SUDIN BIN AHMAD (54 Tahun, Prostat) Kp. Sawah Timur Rt/Rw 1/1 Desa Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Sudin adalah marbot mesjid di tempat tinggalnya, setiap menjelang waktu shalat ia selalu mengumandangkan adzan. Namun sekitar dua bulan yang lalu ia sering merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawah perutnya namun karena tidak memiliki biaya rasa sakitnya ditahan hingga pada akhirnya keluarga membawanya ke Puskesmas Labuan, maklumlah Sudin hanya marbot mesjid yang pendapatannya tidak seberapa dan istrinya hanya ini rumah tangga, Ajay (40 Tahun, ketua RW setempat mengatakan Sudin sudah sebulan lebih tidak ke masjid karena sakit, saya dan warga sempat membawa berobat ke puskesmas” Namun Sudin dan keluarga hanya berobat di Puskesmas yang seharusnya oleh dokter telah merujuk untuk berobat ke RSUD Pandeglang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialaminya hingga pada saat kurir #Sedekah Rombongan menjenguk Sudin ke puskesmas dan menyampaikan sejumlah biaya untuk berobat, Sudin dan keluarganya terharu dan menyampaikan terimakasih kepada Sedekaholic atas kepeduliannya. Biaya tersebut akan digunakan Sudin untuk akomodasi dan biaya berobat lanjutan. Semoga Sudin segera sembuh seperti sediakala dan dapat menjalankan kembali kewajibannya sebagai marbot mesjid.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 13 Februari 2019
Kurir: Oji Fahruroji / @oji_fahrur

Pak sudin menderita prostat


JENAB BINTI ASPURI, (70, Tumor). Kp. Pabuaran RT. 002/002 Ds. Buniayu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang. Bi Jenab (biasa orang memanggilnya) adalah perempuan desa yang sederhana. Dulu sebelum suaminya meninggal, ia adalah seorang wanita yang periang dan penyabar. Ibu dua orang anak ini tidak pernah mengeluh akan kesusahan dan penderitaan hidupnya. Meskipun panghasilan suaminya tidak seberapa ia terima dengan ikhlas. Tetapi setelah kematian suaminya beberapa tahun yang lalu, bi Jenab menjadi pendiam dan pemurung. Ditambah lagi ketika anaknya yang kedua meninggalkan rumah. Entah permasalahan apa yang menyebabkan anaknya tersebut kabur dari rumah. Hingga kini seringkali bi Jenab duduk melamun memikirkan nasib anaknya yang tak ada kabar beritanya. Lengkap sudah penderitaan hidup bi Jenab, sejak kecil dia sudah menderita karena tumor dikakinya. Sekarang dia ditinggalkan oleh oleh suami dan anaknya. Semua kejadian tersebut hampir-hampir membuatnya gila, sehingga penyakit tumor yang dideritanya sejak kecil tidak pernah ia hiraukan, walaupun semakin hari benjolan dikakinya tersebut semakin membesar dan membuat sulit untuk berjalan. Pernah suatu ketika bi jenab tejatuh dan benjolan dikakinya itu robek dan banyak mengeluarkan darah. Karena tidak ada biaya bi Jenab hanya di bawa berobat ke klinik terdekat. Kang Jasam anak pertama bi Jenab tak mampu membawa ibunya ke rumah sakit. Penghasilannya sebagai buruh pembersih rongsokan dan barang bekas di lapak tetangganya hanya cukup untuk makan. Itu pun kalau barang-barang bekas dilapak tersebut sedang banyak tapi kalau barang bekasnya sedikit seringkali ia tidak kebagian dan terpaksa bekerja serabutan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup ia dan ibunya. Terkadang ada tetangga bi Jenab yang merasa kasihan dan memberikan bantuan makanan dan uang ala kadarnya. Alhamdulillah Sedekah rombongan bisa dipertemukan dengan bi Jenab. Dengan diantar oleh bu Nunung (tetangga bi Jenab), Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan dari sedekaholick kepada bi Jenab, sehingga bi Jenab bisa terus berjuang untuk mengobati penyakitnya. Saat ini luka di tumornya bi Jenab sudah mengering. Hanya saja ia belum bisa beraktifitas seperti biasa karena trauma dan khawatir tumor dikakinya akan kembali pecah. Bi Jenab sebelumnya telah dibantu dalam rombongan baru 25. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa membantu meringankan beban kehidupan dan penderitaan yang dialami oleh bi Jenab. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000;
Tanggal pemberian : 13-02-2019
Kurir : @alvin noor pratama @mistaaja

Bi Jenap menderita tumor dikaki


SALKA BIN ENJEN (56 thn, Hernia), Kp. Cidongke, Rt/Rw.005/002 Ds. Pejamben Kec. Carita Kab. Pandeglang-Banten. Mang Salka adalah seorang duda yang tidak memiliki keturunan sama sekali. Lahir dari kalangan tidak mampu (Miskin) tidak membuatnya menyerah untuk mencari nafkah agar dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari, setiap pagi mang Salka melangkahkan kakinya menuju sungai Cigede (sungai yg berada diantara 2 Kecamatan yaitu Labuan-Carita) yang memang tidak jauh dari kediamannya, maklum saja mang Salka hanya seorang Buruh kasar atau pekerja serabutan yang kadang apapun bisa ia lakukan dengan ikhlas dan tekun tanpa mengetahui sejauhmana resiko yang akan dialami. Dengan sabar mang Salka mengayunkan tangannya mengambil Pasir ditengah sungai, resiko bisa saja terjadi, terkadang ketika air cukup deras (pasang), ia menghentikan pekerjaannya sejenak agar tidak membahayakan dirinya. Karena sejak kecil mang Salka sudah terbiasa dengan pekerjaan yang ia geluti, mengikuti jejak mendiang ayahnya Mang Salka lama kelamaan terbiasa dengan pekerjaan ayahnya yang berprofesi sebagai kuli panggul pasir disungai Ci’gede. Namun, tak disangka, karena sering berendam mengangkat pasir dan tidak luput terkadang sampai harus meyelam didasar air sungai untuk mengambil pasir sehingga tubuhnya lama-kelaman mang Salkapun sering jatuh Sakit, apalagi ketika bangun tidur, terasa sakit disekitar perut terutama didaerah sensitif lainya. yang pada akhirnya ia harus menghentikan pekerjaanya tersebut karena kondisi badan yang semakin memburuk, hingga rutin melakukan pengobatan baik secara alternatif dan sesekali medis selalu ia lakukan, terkadang terkendala biaya berobat dan transfortasi menuju rumah sakit/klinik, karena dulu masih belum mempunyai kartu sehat seperti BPJS. hingga menginjak usianya sekarang 56 tahun. mang Salka tidak lagi bekerja sebagai kuli panggul pasir disungai, ia malah lebih memilih menjadi pengembala kambing milik tetangganya. Yang pada akhirnya dipertemukan dengan kurir #SR Pandeglang yg tidak begitu jauh kediamanya. melalui perantara Kepala Dusun/Ketua RT yang bernama mustofa, kami lantas menuju rumah mang Salka dan bersilaturahmi dengan adiknya, ibu Nasmah yang kebetulan hadir pada saat itu. Serta kamipun menyerahkan titipan langit (amanah ) dari para Hamba Allah SWT. Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat meringankan dan bermanfaat bagi mang Salka.

Tgl pemberi bantuan : 12-02-2019
Besar bantuan : Rp. 500,000;
Kurir :@hendarkiswanto

Mang salka menderita hernia


KUSNIYATI BINTI ROHANI (48, Diagnosa Tumor Ganas + Kelenjar Getah Bening). Alamat : Jalan Musyawarah Parung Benying RT 4/3, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Bule Kusniyati telah meninggalkan dunia untuk selama lamanya pada tanggal 24 Januari bada Subuh di Rumah Sakit Fatmawati, Almarhumah meninggalkan seorang suami dan tiga orang anak, setelah berjuang melawan kanker dengan melakukan kemoterapi sampai 6 kali, tapi ternyata Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak lain. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga almarhumah, bantuan diberikan untuk membantu biaya pemakaman almarhumah. Semoga pihak keluarga almarhumah bisa tabah dan sabar menjalani kehidupan ke depannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 24 Januari 2019
Kurir : Alvin Noor Pratama

Bu Kusniati menderita tumor ganas + kelenjar getah bening


SAIBAH MEILANI (5, Hedrosefalus). Alamat : Lingkungan1, RT.13/3, Desa Bandarjaya Barat, Kec. Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah Provinsi Lampung. Adik Saibah lahir normal seperti anak lainnya, tapi setelah beberapa hari kelahiran terjadi keanehan dikepalanya sehingga keluarga membawanya ke dokter terdekat, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa ternyata Adik Saibah terkena hedrosefalus dan harus dilakukan operasi dan setelah sekian lama tidak pernah sakit tiba-tiba diusia lima tahun Adik Saibah sakit panas tinggi dan kejang kemudian dibawa ke rumah sakit dan beberapa kali juga masuk rumah sakit dan dokter menyarankan untuk rawat inap karena kondisi Adik Saibah semakin lemah dan penglihatan terganggu dan harus dipasang selang dan sekarang untuk santunan berikutnya Adik Saibah kondisinya semakin melemah dan sempat muntah darah karena terjadi iritasi dilambungnya. Sedangkan orangtua Adik Saibah, Sonny Sahputra (32) hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak setiap waktu dan ibunya, Istia Fitriani (23) merupakan ibu rumah tangga. Sehingga sering kali kesulitan untuk membeli keperluan guna perawatan Adik Saibah. Walaupun guna pengobatan Adik Saibah telah menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung pun tergerak untuk melihat dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya perawatan yang ketiga untuk Adik Saibah. Orangtua Adik Saibah mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2019
Kurir : @saesarraya @siska andika @xkurniawatix

Saibah menderita hidrocepalus


MAD RUSMAN (86, Benjolan leher + Jamur tenggorokan + Tumor Paru-Paru). Alamat : Dusun Wates 1 RT. 3/2 Desa Wates Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Mbah Mad merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan wilayah Lampung, yang baru saja diperiksa adanya benjolan pada bagian leher serta adanya jamur pada tenggorokan. Awalnya pada bulan November 2018, Mbah Mad merasakan sakit pada dadanya. Kemudian saudara membawa Mbah Mad melakukan pengobatan pada di klinik spesialis paru-paru dan diagnosis paru-paru kotor. Pada Februari 2019 Mbah Mad merasakan sakit dan nyeri pada dadanya dan kembali melakukan rawat inap di Rumah Sakit Wisma Rini selama 4 hari. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, didiagnosa adanya benjolan pada leher dan jamur pada tenggorokan. Mbah Mad kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Muluk Bandar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mbah Mad dirawat selama 4 hari di RSUD Abdul Muluk kemudian dipulangkan kembali karena kondisi yang mulai membaik, namun harus melakukan medical check up lanjutan. Pada 4 Maret 2019, dilakukan check up lanjutan dan ternyata selain adanya benjolan pada leher dan jamur pada tenggorokan, Mbah Mad juga divonis mengalami tumor pada paru-paru dan dijadwalkan melakukan kemoterapi pada 27 Maret 2019. Kondisi saat ini Mbah Mad sulit untuk berbicara dikarenakan adanya benjolan di leher dan jamur pada tenggorokan serta mengeluhkan sakit pada paru-paru. Sehari-hari Mbah Mad hanya bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan istri Mbah Mad sudah meninggal. Selama melakukan pengobatan, Mbah Mad menggunakan JKN-KIS. Namun pada proses pengobatan, Mbah Mad kesulitan biaya transportasi ke rumah sakit dan check up. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan check up untuk Mbah Mad. Semoga Mbah Mad diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 10 Maret 2019
Kurir : @saesarraya leni nana @xkurniawatix

Mbah mad menderita benjolan pada bagian leher serta adanya jamur pada tenggorokan


ROHIM BIN ARBANI (43th, Dahak pada Paru-paru). Alamat : Wonodadi RT. 2/2 Desa Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Bapak Rohim adalah salah satu pasien Sedekah Rombongan wilayah Lampung, yang divonis terdapat dahak pada paru-parunya. Pada pertengahan 2016 Bapak Rohim mengalami sesak nafas lalu melakukan pengobatan di Puskesmas Gadingrejo dan didiagnosa menderita penyakit asma. Kemudian pada pertengahan 2017 sesak nafas yang dialami Bapak Rohim kambuh kembali dan kembali melakukan pengobatan rawat inap di puskesmas Gadingrejo. Karena belum juga sembuh, pihak puskesmas kemudian menganjurkan untuk melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu guna penanganan lebih lanjut. Dari Rumah Sakit Wisma Rini, Bapak Rohim disarankan melakukan pengobatan ke klinik Harum Melati spesial penyakit paru-paru. Namun, karena di klinik Harum Melati tidak bekerjasama dengan BPJS dan terkendala biaya pengobatan dan transportasi, Bapak Rohim tidak melakukan pengobatan lebih lanjut. Pada bulan Desember 2018 sesak napas yang diderita Bapak Rohim kembali terjadi dengan sesak yang disertai sekujur tubuh berkeringat dan segera melakukan penguapan sebanyak 13 kali. Karena dirasakan sesak yg semakin menjadi, keluarga Bapak Rohim melakukan pengobatan ke klinik Harum Melati dan didiagnosa ada pengendapan dahak pada paru-paru Bapak Rohim. Saat ini kondisi Bapak Rohim mengalami sesak nafas yg semakin intensif disertai badan yang lemah. Bapak Rohim sehari-hari bekerja sebagai penjual cilok keliling. Sedangkan istrinya, Ibu Hartati (42) hanya ibu rumah tangga yang membantu Pak Rohim membuat cilok dan memiliki 2 orang anak yang masih sekola SD. Selama melakukan pengobatan, Bapak Rohim menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Namun karena biaya pengobatan Klinik Harum Melati tidak dicover BPJS dan kendala biaya transportasi, pengobatan Pak Rohim terpaksa dihentikan. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan transportasi Pak Rohim untuk melanjutkan pengobatan pada Klinik Harum Melati. Semoga Bapak Rohim dan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 9 Maret 2019
Kurir : @saesarraya leni nana @xkurniawatix

Pak Rohim menderita penyakit asma


NITA MARINDA (32, Paru-paru) Alamat : Bojong menteng RT. 1/4 , Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Awalnya pada bulan februari 2018, Ibu Nita mengalami sakit didaerah perut dan dada nya sesak, lalu dibawa ke klinik, tak kunjung sembuh lalu dibawa ke RS Bayukarta Karawang, dan dirujuk lagi ke Rumah Sakit Proklamasi dan selama 6 hari dirawat, dokter mengatakan terindikasi Liver. Setelah membaik Ibu Nita dibawa pulang. Selang beberapa bulan yaitu bulan Juni 2018 perut Ibu Nita membesar, saat itu Ibu Nita dibawa pulang kerumah orang tua nya di daerah Gadingrejo Pringsewu Lampung. Dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada selama 6 hari. Selama itu Ibu Nita melakukan perawatan dan dokter berhasil mengeluarkan cairan yang ada di dalam perut ibu Nita sebanyak 13 kantong. Setelah diperiksa kembali diagnose dokter Ibu Nita terkena Paru-paru kotor dan mengarah ke jantung juga. Ibu Nita masih terus menjalani berobat jalan di puskesmas selama 6 bulan. Kondisi terkini, Ibu Nita saat ini masih mengalami sesak napas, dan jantung berdegup kencang. Saat ini Ibu Nita tinggal bersama kedua anak nya di rumah orang tuanya. Sementara suaminya Usman Baehaki (35) yang bekerja sebagai sopir harus kembali kerja di daerah Bekasi. Saat itu biaya ditanggung BPJS ketenagakerjaan namun untuk biaya hidup serta biaya transportasi untuk berobat Ibu Nita mengandalkan kedua orang tua yang kondisi nya pun sudah tua. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan transportasi Ibu Nita untuk melanjutkan pengobatan. Semoga Ibu Nita dan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 12 Maret 2019
Kurir : @saesarraya leni rani nana @xkurniawatix

Ibu Nita terkena paru-paru kotor dan mengarah ke jantung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUADZ AL FARUQ BIN IFET VIOLAN ADIL 1,000,000
2 SYAHRATU ZITA 800,000
3 ATMI BINTI IRWAN 2,000,000
4 MIFTAHUL JANNAH BIN LAMPE 1,000,000
5 NURUL ISTIKHARAH 1,500,000
6 MUHAMMAD RISAL BIN RUSLI 1,000,000
7 MTSR MAKASSAR 1,700,000
8 R DIDIT NURBAWONO 1,000,000
9 MUHAMMAD PUTRA PURNAMA 2,000,000
10 DELLA FEBRIANTI 1,380,000
11 SUTIK BINTI SUBUWET 750,000
12 SINDI RAHMADANI 615,500
13 AHMAD HASAN ABDILLAH 617,500
14 MARSYAH ANANDA PUTRI 600,000
15 ARSYELA AURA PUTRI 513,500
16 LAILI WAHYUNI 1,682,400
17 M ALVIN RISALATUS SHOLEH 611,500
18 SEPTIANINGSIH BIN SUPARNO 1,000,000
19 RADITYA DWI RAMADHAN 1,000,000
20 WITO REJO 1,000,000
21 SITI KIRANA 1,000,000
22 RAFIQ GELANG ALFADIL 2,000,000
23 SRI SULIYATUN 1,000,000
24 NARTIYEM BINTI ALM SUMARNO 5,000,000
25 KUSNIA BERLINA KUSUMA DEWI 1,500,000
26 SUPARTI MUGITA 2,000,000
27 BERKAH SEPTIAN 1,000,000
28 M. ILHAM PADMA 5,000,000
29 AHMAD GOJALI CISAAT 500,000
30 SUJANA CISAAT TEGAL 500,000
31 RAKMIN DESA BAMA 500,000
32 Siti binti Kusen 500,000
33 YULI binti MUHAMAD 500,000
34 MISAN BIN BANID 500,000
35 ESAH BINTI SUPI 500,000
36 SARNO BIN SALIP 500,000
37 SUDIN BIN SAIMUN 500,000
38 NANI BINTI ACE 500,000
39 MARSANI BINTI MARKIM 500,000
40 HERLINDA WATI binti UHER(ALM) 500,000
41 HARTONO CS PIPITAN 500,000
42 SUDIN BIN AHMAD 1,000,000
43 JENAB BINTI ASPURI 500,000
44 SALKA BIN ENJEN 500,000
45 KUSNIYATI BINTI ROHANI 1,000,000
46 SAIBAH MEILANI 1,000,000
47 MAD RUSMAN 500,000
48 ROHIM BIN ARBANI 1,000,000
49 NITA MARINDA 500,000
Total 52,770,400