Maryati mengalami sakit tumor dalam perut dan kista

MUDRIKAH BINTI ISDI (53, Gangguan Syaraf). Alamat: Dusun Krajan, Desa Pringsari RT 2/3, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pada pertengahan tahun lalu, Ibu Mudrikah tiba-tiba terjatuh saat berjalan. Beliau merasakan kesakitan yang luar biasa di kepalanya. Karena diduga hanya sakit kepala biasa, beliau meminum obat sakit kepala yang biasa dijual di toko kelontong sekitar rumah. Namun, semakin lama sakit kepalanya menjadi semakin parah, hal ini membuat pandangan terhadap objek di sekitarnya seperti berputar-putar. Karena keadaan kesehatannya, Ibu Mudrikah tidak bisa bekerja lagi, padahal beliau adalah tulang punggung keluarga menggantikan suaminya yang sudah tidak mampu bekerja lagi semenjak kaki sebelah kirinya harus diamputasi. Suatu pagi, saat bangun tidur beliau merasa tubuhnya gemetaran dan tidak bisa berhenti. Ibu Mudrikah tidak mampu berdiri ataupun melakukan aktvitas lainnya. Semakin lama penglihatan Ibu Mudrikah semakin berkurang. Saat ini, tubuh Ibu Mudrikah masih gemetaran (kecuali saat tidur) dan beliau tidak mampu melihat keadaan sekitar. Ibu Mudrikah belum pernah kontrol secara medis di puskesmas atau rumah sakit karena terkendala masalah akomodasi. Sulit bagi beliau untuk berobat karena beliau hanya tinggal bersama suaminya. Allah berkehendak lain, Ibu Mudrikah telah dipanggil oleh Sang Pencipta pada hari Kamis, 12 Juli 2018. Oleh karena itu kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka kepada keluarga beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Anggun @muhtadinexc

Ibu Mudrikah menderita gangguan syaraf


MUJIONO BIN KASMURI (58, Difable). Alamat: Dusun Krajan, Desa Pringsari RT 2/3, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kakek Jiono, biasa beliau dipanggil, merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kabupaten Semarang. Beliau memiliki cacat fisik karena menjadi korban tabrak lari. Beliau telah mendapat penanganan dan bantuan berupa kaki palsu dengan dampingan dari Sedekah Rombongan. Setelah mendapat kaki palsu untuk membantu Kakek Jiono beraktivitas, akhirnya Sedekah Rombongan memutuskan untuk melepas proses pendampingan. Memiliki keterbatasan fisik bukan suatu halangan bagi Kakek Jiono untuk tetap mencar nafkah guna menghidupi keluarga. Dibantu istrinya, beliau tetap bertani meskipun tidak bisa selincah dulu. Lama-kelamaan, kaki palsu beliau mengalami kerusakan sedikit demi sedikit, mulai dari berlubang hingga patah pada pergelangan kaki palsu dan ditambal dengan lakban. Hal ini membuat Kakek Jiono kesulitan beraktivitas dan mengharuskan istrinya bekerja sendiri. Pada pertengahan tahun lalu istri beliau mengalami gangguan syaraf yang berakibat mengganggu penglihatannya sehingga sang istri tidak bisa bekerja lagi. Kakek Jiono ingin kembali bekerja, namun biaya akomodasi dan transportasi menjadi kendala bagi beliau. Saat ini istri Kakek Jiono telah meninggal dan Kakek Jiono belum sempat mendapat kaki palsu baru. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari Sedekahholics untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi agar Kakek Jiono segera mendapat kaki palsu baru.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Anggun @muhtadinexc

Kakek Jiono seorang difabel


MANDARMI BINTI SUPENDI (89, Bantuan Hidup). Alamat: Dusun Kedungglatik RT 3/1, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus. Kabupaten Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Nenek Darmi merupakan warga tertua di Dusun Kedungglatik. Beliau belum pernah menikah dan tidak memiliki saudara. Nenek Darmi hidup sendirian. Kebutuhan sehari-harinya sedikit terbantu dengan berjualan cengkaruk (nasi kering yang digoreng) dengan penghasilan berkisar Rp 4.000,- – Rp 5.000,- per hari. Hasil dari penjualan ini beliau gunakan untuk membeli lauk sekali makan karena harga bahan makanan di dusun ini hampir 3 kali lipat dari harga normal. Sedangkan beras atau nasi berasal dari pemberian warga sekitar. Terkadang beliau juga hanya makan dengan nasi dan garam apabila hari itu tidak ada pemasukan hasil jualan. Terkadang beliau sesekali menginginkan mie instant, salah satu makanan yang tegolong istimewa disana, beliau harus makan tanpa lauk selama dua hari barulah bisa membeli mi instan. Nenek Darmi tidak setiap hari berjualan cengkaruk karena tidak setiap hari juga tetangga memberi makanan. Melihat kondisi Nenek Darmi, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Anggun @muhtadinexc

Bantuan tunai


SRI SUNARMI (39, Gangguan Psikis). Alamat: Dusun Nalen RT 3/6, Kelurahan Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Keadaan psikis Ibu Sri berubah sejak tahun 2011, saat itu beliau merasa tertekan karena perlakukan dan perbuatan suaminya yang sering pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan marah-marah, sampai-sampai pernah suatu hari suaminya membanting televisi hingga meledak. Kondisi seperti ini bu Sri ketakutan dan tertekan jika suami pulang kerja. Kesabaaran Ibu Sri sampai pada keadaan sang suami pergi meninggalkan rumah dengan meniggalkan Ibu Sri dan dua orang anaknya yang masih sekolah. Sejak tahun 2017 kondisi mental bu Sri tergoncang dan jantung sering berdebar dengan kencang akibat KDRT yang sering beliau alami. Kemudian beliau disarankan oleh tetangganya untuk berobat di RSUD Ambarawa. Ketika meminta rujukan di Puskesmas beliau disarankan untuk kontrol di Poli Kejiwaan. Hasil diagnosa dokter jiwa menganjurkan Ibu Sri untuk mengikuti terapi di rumah sakit dan wajib kontrol sekali dalam satu minggu. Saat ini kontrol dilakukan satu bulan sekali dan tidak boleh putus dalam mengkonsumsi obat. Beliau sekarang hidup bersama dua orang anaknya di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu masih beralas tanah, dinding dari bilik yang sudah berlubang-lubang, kamar mandi hanya ditutup oleh kain bahkan ketika harus buang air besar hanya ada lubang kecil untuk buang kotoran tanpa penutup apapun. Beliau bekerja di warung makan untuk menopang biaya hidup keluarga. Kurir Sedakah Rombongan telah menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi berobat dan biaya hidup termasuk beliau sudah bisa membayar cicilan hutang di PKK lingkungan tempat tinggalnya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 10 Juli 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Ibu Sri mengalami gangguan jiwa


SRI FATMAWATI (44, Patah Tulang). Alamat: Desa Gebugan RT 3/1, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bulan Januari 2018, Ibu Sri Fatmawati melakukan operasi ulang di RSUD Ambarawa karena ada masalah pada kaki bekas operasi yang sembuh total. Masalah pada kaki beliau muncul karena digunakan untuk bekerja, meskipun sebelumnya dokter telah melarang beliau untuk melakukan banyak kegiatan. Ibu Sri Fatmawati merupakan single parent dengan tanggungan dua anak yang masih sekolah. Beliau bekerja sebagai penjual jajanan untuk anak-anak SD di salah satu SD di dekat rumah dan sampai saat ini belum bisa kembali bekerja. Oleh karena itu, masalah ekonomi menghambat beliau dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari juga dalam hal pengobatan. Setelah melakukan kontrol dan pengobatan rutin di RSUD Ambarawa dengan dampingan Sedekah Rombongan, beliau sudah mulai bisa berlatih melepas penyangga kaki saat berjalan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan agar bisa digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembayaran iuran Fasilitas Kesehatan JKN-BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Anggun @muhtadinexc

Ibu Sri mengalami patah tulang


SAKIYEM BINTI SUKEJO (74, Kaki Lumpuh). Alamat: Dusun Kedungglatik RT 2/3, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Nenek Sakiyem mengalami kelumpuhan sejak tahun 2016. Beliau tertimpa pohon jati besar. Pohon yang jatuh karena salah perkiraan dari pegawai pemotong kayu dari Perusahaan ini tidak hanya melumpuhkan kaki beliau, tapi juga menghancurkan rumah dan menghilangkan nyawa suami dan putri beliau. Setelah dievakuasi, Nenek Sakiyem menjalani perawatan secara non-medis yaitu dengan dipijat oleh tukang pijat. Hal ini karena sulitnya medan jalan dan moda transportasi serta keterbatasan biaya. Nenek Sakiyem yang hidup seorang diri, kini untuk berjalan beliau harus ngesot (menyeret tubuhnya dilantai dengan kekuatan tangan). Nenek Sakiyem bertahan hidup dengan belas kasihan tetangga. Warga bergotong-royong membangunkan rumah untuk beliau di salah satu tanah milik warga lain di sebelah kandang kambing. Rumah baru beliau berukuran 4 x 4 meter berbentuk persegi, tanpa kamar, dapur, ataupun kamar mandi. Kebutuhan sehari-hari beliau juga berasal dari warga sekitar. Oleh karena itu kuriri Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Anggun @muhtadinexc

Nenek Sakiyem mengalami kelumpuhan


MARSONO BIN SUMARNO (34, Stroke). Alamat: Domas RT 3/8, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.
Karena tuntutan kebutuhan hidup bapak Sumarsono bekerja siang hingga malam hari untuk menghidupi istri dan kedua orang anaknya yang masih kecil. Siang hari beliau bekerja sebagai tukang batu dan malamnya bekerja sebagai pemulung. Tanpa mengenal lelah beliau bekerja dan bekerja hingga lupa dengan kondisi tubuhnya. Tahun 2011 menjadi awal terjadinya stroke. Ketika bangun tidur tubuhnya tidak bisa digerakan dan terasa sangat pusing, beberapa hari kemudian badan sebelah kiri tidak bisa digerakan. Kemudian sang istri membawa pak Sumarsono ke RSUD Salatiga untuk periksa kesehatan menggunakan faskes JKN-BPJS PBI. Dokter saraf mengatakan bahwa pak Sumarsono terkena stroke akibat bekerja berat mulai dari pagi hingga malam hari. Dokter menyarankan agar beliau berobat seminggu sekali dan dilakukan terapi. Melihat kindisi sang suami yang sedang sakit, Ibu Titik Kusmiyati (34) menggantikan posisi suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Ibu Titik bekerja di pemotongan ayam tetapi hanya bertahan 2 tahun dikarenakan sakit terkena usus buntu hingga membusuk dan harus dilakukan operasi pemotongan usus. Suami-istri sakit semua sampai biaya hidup sudah tidak bisa lagi seperti layaknya kehidupan normal. Kemudian pak Sumarsono mulai mengamen menggunakan tape recorder, walaupun tubuhnya tidak berfungsi seperti orang normal yaitu jalan diseret dan tangan harus digantung. Setengah hari mengamen bisa memperoleh uang 30rb dan digunakan untuk makan selama 3 hari. Setelah uang habis beliau keliling ngamen lagi. Saat itu rumah yg ditempati juga tidak layak dan tidak sehat, ruang tidur, ruang tamu dan dapur menjadi satu. Kamar mandi juga harus numpang di rumah tetangga di sebelahnya. Setelah kurir Sedekah Rombongan mencoba mendalami keadaan beliau dan akhirnya menyampaikan bantuan untuk biaya berobat, perawatan dan biaya hidup.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 20 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Pak Sumarsono terkena stroke


DINDA MUSTIKA (7, Kecelakaan Mata). Alamat: Lingkungan Wonorejo RT 2/10, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Dinda adalah siswi kelas II SD, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang mengalami kecelakaan di sekolah sewaktu ia bermain, kecelakaan itu terjadi ketika secara tidak sengaja teman lelakinya memukul matanya menggunakan botol kaca akibatnya mata kirinya membengkak, memar, dan berwarna merah. Pada bulan Mei 2018 Dinda sudah melakukan operasi kecil di RSUP dr. Kariadi Semarang. Sambil menunggu donor mata, Dinda harus tetap melakukan kontrol rutin. Oleh karenanya kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi pengobatan selama kontrol rutin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 22 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Dinda mengalami kecelakaan mata


WAHYU LISTIYONINGSIH (46, Patah Tulang). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 3/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wahyu mengalami patah tulang sejak tanggal bulan Mei 2016. Beliau mengalami kecelakaan tabrak lari yang mengakibatkan kakinya patah. Ibu Wahyu sempat berobat ke RS KenSaras Ungaran, karena tidak mempunyai jaminan fasilitas kesehatan JKN-BPJS akhirnya pembayaran operasi bu Wahyu hanya mendapat bantuan dari Jasa Raharja sebesar 10 jt. Sampai saat ini bu Wahyu masih mempunyai tunggakan pembayaran sebesar 14 jt. Selama sakit bu Wahyu tidak bisa berobat ke rumah sakit karena tidak mempunyai faskes JKN-BPJS dan selama pengobatan hanya dibantu perawat dari rumah sakit untuk mengganti perban dan diberi obat-obatan seadanya. Selama sakit bu Wahyu tidak bisa beraktifitas karena tidak bisa berjalan, untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan belas kasihan dari teman dan tetangga kos. Bu Wahyu hanya hidup di kos seorang diri tanpa sanak saudara maupun keluarga. Alhamdulilah bu Wahyu dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan akhirnya menjadi pasien dampingan. Bersama Sedekah Rombongan, bu Wahyu bisa berobat lagi sampai akhirnya bu Wahyu bisa berjalan lagi dan sudah mulai bisa beraktifitas kembali. Saat ini bu Wahyu bekerja di warung berjualan nasi, oleh karena itu kuiri Sedekah Rombongan menyampaikan santunan sebagai bantuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000, –
Tanggal: 14 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Bu Wahyu mengalami patah tulang


YAYUK SURYANI (50, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Susukan RT 5/1, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kurang lebih satu tahun yang lalu di sekitar payudara bu Yayuk ada benjolan kecil, karena tidak dirasakan sakit maka bu Yayuk tidak memperdulikannya. Akan tetapi semakin lama benjolan itu semakin membesar dan dirasakan nyeri, kemudian bu Yayuk memeriksakan dirinya ke RSUD Ambarawa dan setelah di lakukan cek darah, rontgent, serta di lakukan operasi pengambilan tes lab, bu Yayuk terdiagnosa mengidap kanker payudara. Bu yayuk dirujuk ke RSUP dr. Kariadi untuk di lakukan tindakan lebih lanjut, tetapi karena ada kendala untuk akomodasi dan transpotasi beliau memilih dengan pengobatan ala kadarnya. Kanker dan benjolan itu semakin membesar. Namun Allah berkehendak lain, beliau telah dipanggil kembali oleh Sang Pencipta, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka kepada keluarga bu Yayuk Suryani.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 22 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Bu Yayuk terdiagnosa mengidap kanker payudara


LATHIF GALANG (6, Pendarahan Otak). Alamat: Dusun Sentul RT 2/6, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Galang adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang kini kondisinya semakin membaik pasca operasi dan di lakukan kontrol berkala serta terapi di RSUP dr. Kariadi Semarang. Galang telah menjalani terapi satu minggu sekali sebanyak delapan kali pertemuan. Saat ini di Galang akan melakukan terapi secara mandiri di rumah. Galang juga sudah mulai kembali ke sekolah, meskipun fungsi tangannya masih belum sempurna. Perkembangan kesembuhan tangan Galang terus membaik, untuk itu kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan terakhir sebagai tambahan kebutuhan penyembuhan Galang.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Maret 2018.
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk Eka @muhtadinexc

Galang mengalami pendarahan otak


MUHAMMAD JUMRONI (53, Stroke). Alamat: Krajan RT 1/7, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Muhammad Jumroni seorang kepala keluarga yang telah pensiun dari pekerjaanya sebagai karyawan pabrik garmen. Beliau mengalami serangan stroke sehingga mengalami hambatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Karena sakitnya maka beliau tidak mampu lagi bekerja mencari nafkah. Sehingga beliaupun mengalami keterbatasan biaya untuk proses pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai bapak Jumroni, setelah kurir Sedekah Rombongan melakukan kunjungan dan mendalami bagaimana keadaan pak Jumroni, akhirnya kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan pak Jumroni.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 21 Maret 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Wawan @muhtadinexc

Pak Jumroni mengalami serangan stroke


KUSTINAH BINTI ABDULLAH (49, Infeksi Tulang). Alamat: Dusun Susukan RT 5/1, Kelurahan Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Kustinah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita infeksi tulang kaki, beliau sudah cukup lama tidak mendapat perawatan medis secara intensif. Melalui dampingan Sedekah Rombongan beliau intensif menjalani perawatan infeksi tulang kakinya, pada tahun 2017 beliau telah menjalani operasi pemasangan pen di bagian kakinya yang terkena infeksi. Setalah beberapa bulan, luka di bagian kaki terkena ada infeksi hingga membuat lukanya terbuka dan harus kembali kontrol ke doktoer. Karena proses pengobatan masih berlanjut, maka kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya perawatan dan pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 22 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Bu Kustinah mengalami infeksi tulang kakinya


TEGAR PANGUDI (1, Kelenjar Tiroid). Alamat: Lingkungan Bawen RT 1/3, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Sewaktu Tegar masih berumur 6 bulan ada benjolan kecil di bagian leher, semakin lama benjolan tersebut semakin membesar. Setelah benjolannya semakin membesar dan Tegar mulai sering rewel. Ibunda Tegar memeriksakannya ke RSUD Ambarawa. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa benjolan tersebut adalah kelainan kelenjar tiroid. Setelah mendapat tindakan medis di RSUD Ambarawa, ia mendapat rujukan pemeriksaan ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani opname di RSUP dr. Kariadi Semarang. Keluarga Tegar adalah keluarga kurang mampu, mereka tinggal di kos. Bapaknya merantau tidak ada kabar, ibunda Tegar berdagang sosis untuk mencari nafkah. Ibunda Tegar juga harus membiayai beberapa saudra, sehingga ibunda Tegar tidak mampu untuk membiayai pengobatan Tegar. Alhamdulillah, setelah kurir Sedakah Rombongan menemui keluarga Tegar dan berkomunikasi untuk pengobatan Tegar, akhirnya Tegar didampingi oleh Sedekah Rombongan. Tegar telah dijadwalkan untuk menjalani operasi, untuk itu Sedekah Rombongan memberikan santunan sebagai tambahan bantuan membiayai akomodasi untuk pengobatan Tegar.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 26 Juli 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Pak tegar mengalami kelainan kelenjar tiroid


MUHAMMAD RASIDI (39, Stroke + Kerusakan Kornea Mata). Alamat: Dusun Wonorejo RT 5/1, Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Rasidi biasa ia dipanggil, beliau adalah bapak dari empat anak yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak bulan Februari 2016 ia mengalami strok akibat tekanan darah tinggi. Stroke yang dialami pak Rasidi membuat kornea mata sebelah kanan rusak. Pak Rasidi telah menjalani operasi kornea mata. Sejak pak Rasidi jatuh sakit dan menjalani pengobatan intensif, jekal itu juga istrinya terpaksa harus keluar dari tempat kerjanya, yakni keluar dari pekerjaan sebagai buruh pabrik. Karena beliau berdua tidak bekerja maka untuk kebutuhan makan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan bantuan dari jamaah pengajian Bina Tani. Pada bulan April 2017 saluran listrik di rumahnya sempat diputus oleh PLN, karena ketiadaan dana untuk membayar tagihan rekening listrik. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Setelah kurir memahami lebih jauh keadaan pak Rasidi dan keluarga, akhirnya kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu pak Rasidi membiayai akomudasi selama pengobatan di Rumah Sakit. Alhamdulillah Pak Rasidi sudah menjalani operasi sebanyak 2 kali, dan sekarang bersama istrinya mereka mencari nafkah dengan berjualan buah dan kacang eceran di SPBU Karang Jati, Kabupaten Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 7 Agustus 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Pak Rasidi mengalami kornea mata sebelah kanan rusak


ROZIKIN BIN ABDULLAH (43, Patah Tulang Kaki). Alamat: Sruwen RT 1/1, Kelurahan Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2015 pak Rozikin ikut bekerja tetangganya menambang pasir di Klaten Jawa Tengah, dalam perjalanan, truk yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan itu kaki kiri pak Rozikin terpaksa harus diamputasi sampai di atas lutut, dan kaki kanannya mengalami patah tulang sehingga harus dipasang pen. Sehari-harinya pak Rozikin hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur, bahkan untuk ke kamar kecil harus dibantu orang lain. Karena keterbatasan, biaya selama dua tahun pasca kecelakaan pak Rozikin tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit. Pak Rozikin dulunya berkerja sebagai tenaga serabutan, dengan kondisi fisik pasca kecelakaan tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anaknya yang masih SD, istrinyalah yang mencari nafkah dengan bekerja di toko kelontong milik tetangganya. Setelah menunggu pembuatan kaki palsu di RS KenSaras Ungaran yang memakan waktu lebih dari 3 bulan, akhirnya selesai juga pembuatan kaki palsunya. Namun itu tidak lantas membuat pak Rozikin bisa belajar berjalan, karena masih harus operasi sekali lagi untuk memulihkan kaki kanannya yang saat ini posisinya tidak bisa menapak normal ditanah. Sedekah Rombongan terus mendampingi proses pemulihan dan menunggu jadwal operasi selanjutnya, santunan disampaikan kembali untuk biaya akomodasi dan bantuan membiayai kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 Juli 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Pak Rozikin mengalami patah tulang kaki


NGATIRAH BINTI HASYIM (61, Gagal Ginjal + Diabet ). Alamat: Susukan RT 3/3, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dua tahun belakangan ini bu Ngatirah mengidap sakit diabet, awalnya beliau pingsan saat melakukan aktivitas keseharian ibu rumah tangga. Karena kondisinya semakin lemah maka beliau dirawat inap di RSUD Ungaran. Hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa bu Ngatirah positif mengidap penyakit diabet .Setelah kondisi mulai membaik, bu Ngatirah diperbolehkan pulang, tapi dua minggu setelah rawat inap kondisi bu Ngatirah semakin menurun sampai tidak sadarkan diri. Akhrinya beliau dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan menjalani rawat di ruang ICU. Beberapa hari setelah kondisi bu Ngatirah membaik baru kemudian dilakukan amputasi di jari kaki karena ada luka di kakinya. Setelah menjalani rawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang, beliau masih menjalani rawat jalan dan kontrol berkala di RS KenSaras Ungaran. Waktu itu kondisi bu Ngatirah belum stabil, bahkan hasil check up terakhir menunjukkan bahwa beliau juga mengidap gagal ginjal. Sampai pada kondisi seperti ini bu Ngatirah sudah kehabisan biaya untuk berobat dan akomodasi selama kontrol, maka dari Sedekah Rombongan beliau diberi santunan untuk membantu membiayai akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 Agustus 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Bu Ngatirah positif mengidap penyakit diabetes


PIERE FIONAT HAN (1, Hisprung). Alamat: Dusun Krajan RT 5/1, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Setelah menjalani kontrol berkala dan rawat inap di RS dr. Sardjito Yogyakarta, Piere menjalani operasi penerikan usus ke anusnya. Operasi dilakukan pada tanggal 18 Juli 2018, operasi berjalan dengan lancar meski kondisi Piere sempat menurun dan harus dirawat di ruang ICCU. Setelah menjalani rawat inap selama kurang lebih dua minggu, akhir kondisi Piere semakin membaik dan sudah bisa melakukan buang air besar melalui anusnya. Sebagai tindak lanjut dan proses penyembuhan pasca operasi, Piere masih harus menjalani kontrol berkala, untuk itu kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lagi untuk membantu membiayai akomodasi selama kontrol berkala.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Yayuk Eka @muhtadinexc

Piere menderita hisprung


AILA PUTRI (1, Hydrocephallus). Alamat: Dusun Muncar RT 1/2, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Aila adalah putri ke-tiga dari pasangan bapak Sudiono (42) dan ibu Sunarti (43). Aila terlahir kembar bersama adiknya Aima Putri. Pertumbuhan Aima sangat baik dan sehat, berbeda kondisi dengan kakaknya, Aila, yang sejak usia 20 hari mulai menunjukkan sakit dengan gejala susah minum, hingga akhirnya mulai usia 50 hari sudah terlihat tanda-tanda pembesaran pada kepala. Pekerjaan pak Sudiono yang tidak tetap yakni sebagai pencari barang bekas dan sopir, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aila, sehingga dapat mendampingi pengobatannya. Tanggal 17 November 2017, Aila menjalani operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang untuk memasang selang sebagai saluran guna mengurangi cairan di dalam kepalanya. Kini Aila menjalani terapi rutin 2 kali dalam seminggu di RS Dr Asmir Salatiga untuk membantu perkembangan tubuhnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu mebiayai akomodasi selama terapi dan kebutuhan berobat lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @muhtadinexc

Aila menderita hydrocephallus


PUJI RAHAYU (35, TB Tulang ). Alamat: Dusun Krajan RT 2/5, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Akhir Maret 2017 bu Puji Rahayu merasakan sakit di punggung, awalnya dikira hanya terkilir, lalu dicoba dipijat ke tukang pijat, namun beberapa kali dipijat tidak kunjung sembuh. Setelah dilakukan permeriksaan di RS Karima Utama Solo, dokter mendiagnosa bu Puji Rahayu menderita TB tulang. Awalnya Bu Puji tidak mampu untuk membayar obat dari resep dokter karena belum mempunyai fasilitas jaminan kesehatan dari JKN-BPJS. Sementara itu, suami bu Puji sehari-hari bekerja sebagai penjual kacang, sedangkan dia harus menghidupi empat orang anak. Setelah mendaftar untuk menjadi anggota JKN-BPJS dan kartu BPJS telah aktif, bu Puji Rahayu rutin memeriksakan diri ke RS dr. Asmir Salatiga. Dokter memberikan anjuran agar bu Puji rutin mengkonsumsi obat selama 6 bulan. Saat ini kondisi bu Puji Rahayu semakin membaik, beliau sudah bisa beraktivitas keseharian secara mandiri di rumah. Perkembangan selanjutnya, bu Puji dirujuk ke RS Ortopedi Solo untuk melakukan pemeriksaan MRI untuk mengetahui kondisi terkini penyakitnya. Sedekah Rombongan terus mendampingi dan memantau perkembangan kondisi kesehatan bu Puji, santunan kembali disampaikan untuk membantu membiayai akamodasi di rumah sakit dan keperluan harian.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 September 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Bu Puji Rahayu menderita TB tulang


ISNUN MISKA (35, Kanker Payudara). Alamat: Lingkungan Tegalrejo RT 6/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya bu Isnun tidak mengira kalau ia memiliki benjolan asing di payudara, yang ia rasakan selama ini seperti masuk angin biasa. Saat merasa tidak enak badan beliau hanya mengoles bagian yang nyeri sampai putingnya berair dan luka. Kondisi itu telah berjalan selama enam bulan. Suami bu Isnun bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan bu Isnun bekerja sebagai buruh serabutan. Mereka hanya menumpang tinggal di rumah saudaranya. Karena keterbatasan biaya, bu Isnun hanya menjalani pengobatan alternatif di praktik akupuntur. Namun, dirasa semakin mahal, pengobatan hanya bertahan selama satu bulan. Sebelumnya bu Isnun pernah periksa ke RSUD Ambarawa, dokter menyarankan agar beliau melakukan cek laboratorium dan melakukan operasi. Namun, bu Isnun tidak berani dan karena tidak adanya biaya, sebab bu Isnun tidak memiliki dana untuk berobat. Saat ini bu Isnun masih merasakan nyeri di panyudara bagian kiri. Beliau sangat ingin sembuh dan hidup sehat seperti sedia kala. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Isnun, setelah memahami kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi keluarganya, akhirnya kurir Sedekah Rombongan siap mendampingi pengobatan dan sebagai langkah awal menyampaikan santunan untuk biaya priksa dan cek laboratorium di rumah sakit serta pengurusan keanggotaan JKN-BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 4 September 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk Eka @muhtadinexc

Bu Isnan menderita ca mamae


SRI ATMINI (38, Selulitis). Alamat: Tambangan RT 7/3, Kelurahan Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri adalah istri dari bapak Sukiyo (48), mereka dikaruniai anak yang masih duduk di bangku SMK dan SD. Ibu Sri menderita selulitis sejak beberapa bulan yang lalu. Awalnya beliau didiagnosa hanya kekurangan hemoglobin, tetapi setelah dilakukan transfusi darah ternyata keadaannya belum membaik. Beliau diperiksa ulang di RS dr. Asmir Salatiga dan akhirnya diketahui bahwa ternyata bagian pinggang beliau terdapat dua benjolan, oleh dokter dilakukan operasi karena terdapat nanah di dalam benjolan tersebut. Pasca pembedahan bu Sri tetap harus membersihkan nanah yang keluar dari dua benjolan setidaknya sehari dua kali. Alhamdulillah sekarang kondisi lubang tersebut perlahan sudah mulai mengecil dan saat ini pembersihan nanah cukup dilakukan sehari satu kali. Pembersihan luka dilakukan oleh perawat yang datang langsung ke rumah beliau dengan biaya Rp 50.000,- per hari. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan agar digunakan untuk membiayai pengobatan bu Sri.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 September 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Fitria @muhtadinexc

Ibu Sri menderita selulitis


BAGAS SYAHRUL WICAKSONO (8, Kecelakaan Kehilangan Telapak Kaki). Alamat: Dusun Bajangan RT 11/1, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa tengah. Bagas adalah putra dari pasangan Sarwono dan Sugiyanti, dahulu mereka merantau di Riau. Suatu hari, saat pak Sarwono dan ibu Sugiyanti beserta kedua anaknya dalam perjalanan pulang menjenguk sodaranya, tiba-tiba ibu Sugiyanti terjatuh bersama Bagas yang saat itu masih berusia 18 bulan. Mereka terjatuh karena tererempet mobil. Seketika pak Sarwono memastikan anak dan istrinya baik-baik saja. Namun pak Sarwono menemukan segumpal daging yang bercucuran darah di tengah jalan. Ternyata itu adalah potongan telapak kaki Bagas. Bagas langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, namun fasilitas di rumah sakit yang dituju tidak memadahi sehingga Bagas harus dibawa ke rumah sakit daerah kota yang fasilitas medisnya lebih memadahi. Setalah dilakukan pemeriksaan, dokter menyarankan agar kaki Bagas dioprasi. Awalnya telapak kaki Bagas masih tersisa setengah bagian, namun karena adanya alas an medis sehingga bagian telapak kaki yang tersisa harus dihilangkan. Sehingga bagas harus kehilangan telapak kakinya sampai sekarang. Pak Sarwono belum pernah mencoba mengajukan bantuan kaki palsu dikarenakan minimnya informasi tentang bantuan kaki palsu. Beberapa orang pernah mengusahakan kaki palsu untuk Bagas, namun sampai saat ini belum ada yang berhasil. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bagas, setelah memahami kendala yang dihadapi pak Sarwono akhrinya kurir menyampaikan santunan untuk membantu membiayai perawatan kaki Bagas dan keperluan harian.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000;-
Tanggal: 2 September 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Anjar @muhtadinexc

Bagas mengalami kecelakaan kehilangan telapak kaki


JUMADI BIN SUPENDI (62, Diabetes + Komplikasi). Alamat: Dusun Kedung Glatik RT 2/3, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Jumadi seorang petani musiman di Desa Candirejo, Kab. Semarang. Beliau, istri, dan kedua anaknya hidup bertumpu dari hasil panen mereka. Ketika musim tanam, semua biaya habis untuk membeli pupuk, obat, dan bibit tanaman. Keseharian mereka teratasi oleh hasil penjualan gablok (sejenis lontong pecel) dan nasi jagung yang dijual oleh istri beserta anak perempuan beliau. Gejala awal diketahuinya penyakit pebilau adalah ketika beliau mengalami demam yang tinggi dan lemas, bahkan semakin hari badannya semakin kurus. Ketika melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh barulah diketahui bahwa bapak Jumadi terserang penyakit diabetes kering, asam urat, dan komplikasi lainnya. Saat ini beliau tengah menjalani rawat jalanan di RSUD Ungaran, Kab. Semarang. Namun, proses pengobatan beliau terhambat karena akses transportiasi yang sulit, sarana untuk sampai ke RSUD dan biaya berobat di luar pembiayaan JKN-BPJS. Hal tersebut membuat beliau tidak bisa rutin kontrol ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari Sedekaholic untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 16 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @anggun @muhtadinexc

Bapak Jumadi terserang penyakit diabetes kering, asam urat, dan komplikasi lainnya


MUJIONO BIN SUPARDI (57, Difable). Alamat: Desa Pringsari RT 3/2, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bapak Mujiono merupakan penjual di Pasar Pon Ambarawa, Kab. Semarang. Dua tahun lalu bapak Mujiono mengalami kecelakaan dan kehilangan kaki kirinya. Setelah mendapat dampingan dari Sedekah Rombongan, beliau berhasil mendapatkan kaki palsu yang difasilitasi oleh RS KenSaras Ungaran Kab. Semarang. Setelah tidak lagi didampingi oleh Sedekah Rombongan, kurir Sedekah Rombongan mendapati bahwa kaki palsu beliau mengalami kerusakan dan sudah sulit untuk digunakan, padahal kaki tersebut merupakan modal awal beliau bekerja sebagai petani. Kemudian kurir Sedekah Rombongan memutuskan untuk kembali mendampingi beliau agar mendapatkan kaki palsu yang baru. Saat mengusahakan kaki plasu, sempat terkendala karena aturan baru dari BPJS. Akhirnya kurir Sedekah Rombongan bekerjasama dengan kurir Sedekah Rombongan Purwokerto agar Bapak Mujiono segera mendapatkan kaki palsu yang baru sehingga beliau bisa kembali beraktifitas. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada beliau untuk biaya pembuatan kaki palsu.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @anggun @muhtadinexc

Bapak Mujiono mengalami kecelakaan dan kehilangan kaki kirinya


KINEM BINTI ABDULLAH (43, Kanker Mulut). Alamat: Gilirejo RT 1/5, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, pada tahun 2010 di bagian bawah mulut ibu Kinem muncul benjolan kecil seperti jerawat. Benjolan itu semakin lama semakin membesar, oleh suaminya, Nursam (47), bu Kinem dibawa ke RSUD Boyolali kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk diperasi. Namun menjelang operasi, kondisi bu Kinem drop, sehingga operasi dibatalkan dan belum diperiksakan kembali. Karena untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, meskipun sang istri sedang sakit terpaksa suami bu Kinem tetap harus bekerja menjadi kuli bangunan di luar kota selama beberapa tahun, sehingga sampai sekarang tidak diperiksakan kembali. Semakin lama benjolan di bawah mulut bu Kinem semakin membesar dan mengganggu aktivitas bu Kinem. Qodarullah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan bu Kinem, setelah memahami kondisi bu Kinem dan keluarga, akhirnya kurir Sedekah Rombongan bersedia mendampingi pengobatan bu Kinem ke rumah sakit. Pada saat itu suami bu Kinem masih di luar kota, kemudian memutuskan untuk pulang mendampingi pengobatan bu Kinem. Berita sakitnya bu Kinem ternyata tersebar dari mulut ke mulut sampai ke Bupati Boyolali, lalu dijanjikan untuk mendampingi pengobatan bu Kinem sampai tuntas. Karena Pemerintah Kabupaten Boyolali sudah mendampingi, maka Sedekah Rombongan memberikan santunan lepas untuk mendukung proses pegobatan dan sedikit membantu kebutuhan harian keluarga bu Kinem.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Bu Kinem menderita kanker mulut


SLAMET RAHAYU (11, Dhuafa Tunanetra). Alamat: Dusun Ngroto RT 6/5, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Slamet Rahayu atau yang biasa dipanggil Ayu merupakan anak tunggal dari pasangan bapak Darmadi dan Ibu Tarmi. Ayu mengalami tunanetra sejak lahir dan saat ini dia sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas 4 di SLB Salatiga. Ayu menjadi anak piyatu saat usia masih satu bulan kelahiran, dan sejak saat itu dia dirawat oleh kakek dan neneknya yakni orang tua dari bapak Darmadi. Saat ini Pak Darmadi sudah menikah lagi dan sudah fokus dengan keluarga barunya. Kakek Ayu bekerja sebagai buruh serabutan (buruh mencangkul, buruh bangunan, bersih2 dll) dan nenek Ayu hanya sebagai ibu rumah tangga dan setiap harinya harus mengantar Ayu berangkat sekolah ke Salatiga. Waktu Ayu masih kecil kakek dan nenek Ayu sudah berusaha mencari bantuan dan melakukan pengobatan secara medis dan alternatif agar dek Ayu bisa melihat, tetapi sayangnya sampai saat ini belum membuahkan hasil. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ayu dan santunan disampaikan untuk membantu membiayai kebutuhan sekolah Ayu dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 6 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @fitria @muhtadinexc

Bantuan biaya sekolah


SRI ATMINI (38, Selulitis). Alamat: Dusun Tambangan RT 7/3, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sri Atmini adalah seorang ibu rumah tangga yang biasa bekerja mengurus rumah dan kedua anaknya yang masih bersekolah di tingkat SMK dan SD. Suami beliau bekerja sebagai pedagang bibit tanaman dengan penghasilan yang tidak tetap setiap harinya. Awalnya beliau memiliki diagnosa kekurangan hemoglobin, tetapi setelah dilakukan transfusi darah keadaannya belum juga membaik dan masih merasakan sakit pada pinggangnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, ternyata ibu Sri mengalami sakit selulitis dan lambungnya juga bermasalah. Ibu Sri telah menjalani pembedahan pada pinggang beliau, karena terdapat gumpalan nanah dan sampai saat ini masih menjalani pengobatan rawat jalan. Setiap hari ibu Sri harus membersihkan pinggangnya karena masih terdapat nanah. Qodarullah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Sri dan mengusahakan pendampingan pengobatan medis sejak bulan Agustus 2018. Kondisi ibu Sri saat ini sudah membaik. Nanah yang keluar dari lukanya semakin berkurang dan dalam proses pemulihan, selanjutnya adalah menunggu sedikit demi sedikit sampai dagingnya pulih seperti semula. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 5 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @fitria @muhtadinexc

Ibu Sri menderita selulitis


NGATINI BINTI AMIR (36, Tumor). Alamat: Dusun Ngaliyan RT 3/13, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Ngatini adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak tahun 2016, beliau mengidap sakit tumor dagu. Setelah menjalani operasi dan kontrol berkala di RSUP dr. Kariadi Semarang, kondisi beliau semakin membaik dan bahkan sudah bisa bekerja kembali di sebuah Warung Makan di Ungaran. Karena kondisi yang seudah semakin membaik, maka kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang dilakukan sekali dalam 3 bulan. Kedepannya dokter menyarankan beliau agar melakukan tindakan operasi pemasangan rahang dan gigi, kelanjutan tindakan tersebut menunggu jadwal yang ditentukan oleh dokter yang menanganinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memeberikan santunan untuk membatu biaya kontrol rutin ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 4 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Bu ngatini mengidap sakit tumor dagu


AILA PUTRI (1, Hydrocephallus). Alamat: Dusun Muncar RT 1/2, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Aila adalah putri ke-tiga dari pasangan bapak Sudiono (42) dan ibu Sunarti (43). Aila terlahir kembar bersama adiknya Aima Putri. Pertumbuhan dik Aima sangat baik dan sehat, berbeda kondisi dengan kakaknya, dik Aila, yang sejak usia 20 hari mulai menunjukkan sakit dengan gejala susah minum, hingga akhirnya mulai usia 50 hari sudah terlihat tanda-tanda pembesaran pada kepala. Pekerjaan Pak Sudiono yang tidak tetap yakni sebagai pencari barang bekas juga sopir, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Aila, sehingga dapat mendampingi pengobatannya. Tanggal 17 November 2017, Dik Aila mendapat tindakan operasi pemasangan selang untuk mengurangi cairan di dalam kepala di RSUP dr. Kariadi Semarang. Namun, Qodarullah setelah ikhtiar pengobatan selama 1 tahun, dik Aila dipanggil Allah swt pada tanggal 14 Oktober 2018. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan santunan dari sedekaholic untuk biaya pemakaman dan kebutuhan lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 17 Oktober 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Aila menderita hydrocephallus


TINEM BINTI TIYONO (56, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Deresan RT 3/4, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Semenjak suaminya meninggal 5 tahun yang lalu, beliau hidup sendiri dan untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh tetangga. Bersyukur masih ada beras zakat yang tersisa untuk makan karena tidak mendapatkan raskin atau program bantuan lainnya dari pemerintah. Sampai saat ini masih ada tetangga yang berbaik hati dengan meminjamkan modal agar beliau bisa berjualan didalam rumah. Sebenarnya sudah sejak 10 tahun silam beliau merasakan sakit bahkan tiga bulan yang lalu sempat opname di RS Moewardi Solo selama dua minggu karena ada cairan di lutunya, tetapi cairan yang ada di lututnya tidak dapat diambil. Karena terkendala biaya tranportasi yg mahal akhirnya beliau berobat alternatif di desa nya. Alhamdulilah ada salah satu warga yang berbaik hati memberikan pinjaman modal tanpa bunga dan boleh dikembalikan kapan saja sehingga bu Tinem bisa memulai jualan kecil-kecilan di dalam rumahnya untuk menyambung hidup. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung kembali, untuk menyampaikan santunan dana dari sedekaholic dan disaksikan tokoh masyarakat sekitar beliau menangis karena belau senang masih ada harapan untuk berikhtiar menjemput kesembuhan kembali.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000.-
Tangga: 11 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Bantuan tunai


WELAS ASIH (34, Lumpuh). Alamat: Dusun Bantengan RT 3/3, Desa Bantengan, Kecamatan Karang Gede, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Welas Asih hanya hidup berdua bersama ibunya yang sudah lanjut usia, dia menjadi tulang punggung keluarga. Mereka hidup dengan kondisi ekonomi apa adanya, bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup yang layak saja mereka kesulitan, sehingga merasa berat untuk membiayai perawatan sakit Welas di rumah. Meskipun kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, namun mereka pernah dapat bantuan untuk renovasi rumah hanya Rp 500.000,-, sedangkan tetangga lainnya banyak yang mendapatkan program bedah rumah senilai 15jt. Sakit yang diderita Welas berawal sekitar 4 tahun yang lalu setelah Welas terjatuh ketika mandi di sungai. Setelah kejadian itu, badan Welas terasa pegal-pegal kemudian oleh keluarga diperiksakan ke Klinik Medika di Desa nya dan hanya diberi obat penahan nyeri. Semakin lama kondisi fisiknya semakin memburuk sampai akhirnya beliau tidak bisa berjalan, sehingga beliau diperiksakan kembali di Klinik Medika, Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau hanya mendapat informasi bahwa itu adalah gejala saraf terjepit dan dirujuk ke RSUD Boyolali. Karena jarak tempuh antara rumah Welas dengan rumah sakit yang cukup jauh yaitu memakan waktu sekitar 3 jam sampai dengan 4 jam perjalanan dengan biaya yang cukup besar akhirnya beliau tidak dibawa ke RSUD Boyolali. Kini ibundanya hanya pasrah dengan kondisi Welas. Kebutuhan sehari-hari Welas dan ibunya dibantu oleh tetangga dan saudara. Kondisi medan jalan dan keadaan Welas yang sudah kesulitan untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit, akhirnya kurir Sedekah Rombongan hanya bisa menyampaikan titipan bantuan dari sedekaholic untuk Welas, agar bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan harian Welas beserta ibunya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 11 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Bu Welas mengalami lumpuh


TANEM BINTI JADI (73, Stroke). Alamat: Dusun Gesangan RT 18/5, Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Ibu Tanem sakit sejak awal tahun 2013, kondisi badannya lemas dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, badan sebelah kanan tidak bisa digerakan. Beliau sempat diperiksakan ke RST dr. Asmir Salatiga, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa bu Tanem terkena stroke dan harus rawat inap. Selama 8 hari bu Tanem dirawat di RST dr. Asmir Slalatiga menggunakan fasilitas kesehatan JKN-PBI BPJS. Setelah pemeriksaan pertama kali, beliau hanya melakukan kontrol sebanyak satu kali. Kemudian bu Tanem hanya dirawat oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan sehingga ada kendala biaya untuk membawa bu Tanem berobat ke rumah sakit. Selama perawatan bu Tanem hanya berbaring di tempat tidur dengan kondisi kaki berair bercampur nanah dan pinggang juga mengeluarkan nanah. Qodarullah pada tanggal 15 Oktobet 2018, mbah Tanem meninggal dunia, kurir Sedekah Rombongan memahami bagaimana kondisi anak bu Tanem yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk mengurus kebutuah sepeninggalnya bu Tanem, akhirnya kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan bantuan dari sedekaholic untuk membantu membiayai keperluan pasca meninggalnya bu Tanem.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 18 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Bu Tanem terkena stroke


SUTINAH BINTI SUPANGAT (46, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Ngayon RT 1/6, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Selama kurang lebih tujuh bulan lamanya bu Sutinah merasakan mual-mual dan pusing, ketika diperiksakan di klinik di desanya, beliau hanya didiagnosa sakit mag. Namun, karena tidak kunjung sembuh akhirnya beliau oleh anaknya diperiksakan ke RSUD Salatiga dengan kondisi tubuh tidak fit dan kulit mulai menghitam sehingga harus rawat inap. Setelah dilakukan tes USG ternyata ada masalah dengan ginjalnya dan hasil laboratorium menunjukkan ginjal hanya berfungsi 50%, sehingga dokter menyarankan untuk cuci darah setiap minggu. Proses selanjutnya, beliau dirujuk dari RSUD Salatiga ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk pemasangan avisam yaitu selang ditangan utk jalan masuknya jarum saat cuci darah. Barulah setelah pemasangan avisam beliau dirujuk kembali ke RSUD Salatiga. Sebelum sakit beliau bekerja di rumah makan di daerah Magelang, sekarang biaya hidup ditanggung oleh anaknya yang berusia 23 tahun, anaknya bekerja dipabrik. Saat berobat bu Sutinah menggunakan fasilitas kesehatan JKN-PBI BPJS, namun ada kendala transportasi dari tempat tinggal ke RSUD Salatiga. Di sana tidak ada angkutan atau transportasi, semisal ada pun harus berangkat pagi bersamaan dengan anak-anak sekolah karena ada angkutan umum yang hanya berangkat satu kali dalam sehari pada pukul 6 pagi dan setelah itu tidak ada angkutan lagi, atau harus naik ojek. Keinginan untuk sembuh masih sangat besar karena masih ingin tetap bekerja untuk biaya hidup dan perawatan. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi jika ingin kontrol dan untuk membantu membiayai kebutuhan harian ibu Sutinah.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000.-
Tanggal: 18 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Tri @muhtadinexc

Bu Sutinah menderita gagal ginjal


SUPRIHATIN BINTI ABDULLAH (32, Infeksi Kaki). Alamat: Jl. Jaya Negara RT 3/5 Langen Sari Barat, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Suprihatin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Sejak 6 tahun lalu mengalami sakit infeksi pada kaki dan sudah menjalani pengobatan di RSUD Ungaran, Kab. Semarang dan RS Ortopedi Solo. Selama sakit sudah menjalani operasi 1 kali dan sampai sekarang Suprihatin belum diberi kesembuhan. Karena selama 1 tahun ini bengobatan berhenti karena tidak mempunyai biaya untuk transportasi dan akomodasi ke rumah sakit dan Suprihatin selama ini hanya mengandalkan ibunya yang hanya seorang penjual nasi di warung kecil di pinggir jalan yang harus menghidupi 6 anak dan 2 cucu. sedangkan adik Suprihatin yang bisa membantu bekerja hanya satu orang dan hasilnya sudah untuk membantu kakaknya yang juga sakit tumor. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mbak Supri dan keluarga dan Suprihatin menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan seudah selama satu tahun. Alhamdulillah beliau sudah bisa berobat lagi dan menjalani operasi 2 kali. Suprihatin mendapat santunan kembali dari Sedekaholic untuk biaya akomodasi berobat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 28 November 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @dayati

Bu Suprihatin mengalami sakit infeksi pada kaki


HANUM BERLIANA MUMTAZ (1, Hypoglicemic). Alamat: Desa Bergas Lor RT 4/8, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Hanum adalah putri pertama dari pasangan bapak Arif dan Ibu Devita. Sejak lahir Hanum memiliki ketidak wajaran zat gula dalam tubuhnya sehingga membuat kondisinya lemah dan daya ketahanan tubuh yang tidak setabil. Sejak dilahirkan di RSUD Ambarawa, kondisi Hanum semakin memburuk meskipun sudah dilakukan perawatan dan injeksi untuk menambah kadar gula. Hanum sudah dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang, dia telah menjalani terapi dan perbaikan gizi serta telah dipasang selang untuk membantu proses penambahan sari makanan. Kondisi Hanum sampai saat ini masih belum setabil. Ada kemungkinan untuk dilakukan operasi setelah mencapai usia 6 bulan. Kedua orang tua Hanum saat ini sangat membutuhkan banyak dana karena sebagian besar obat dan alat-alat yang dibutuh tidak masuk dalam anggaran jaminan fasilitas kesehatan JKN-PBI BPJS. Sejak melahirkan Hanum, Ibu Devita tidak bekerja lagi, dia lebih memilih fokus merawat Hanum. Sehingga mereka mengandalkan penghasilan hanya dari sang ayah, bapak Arif yang bekerja sebagai buruh serabutan. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah Hanum, kurir melihat kondisi Hanum dan mengetahui kendala yang dihadapai keluarga Hanum untuk melanjutkan pengobatan Hanum, sehingga Hanum menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan santunan dari Sedekaholic untuk membantu membiayai keperluan pengobatan dan perawatan Hanum.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 2 Desember 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Hanum menderita hypoglicemic


ALINA JULIA AFRA (7, Tumor Otak). Alamat: Gendongan Timur RT 5/5, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Rara adalah nama panggilan untuk Alina Julia Afra, ia masih anak kecil namun telah memiliki sakit tumor otak sejak tahun 2015. Rara dibawa ke RSUD Salatiga pada tanggal 8 Oktober 2018, ia dibawa ke rumah sakit setelah mengalami panas badan yang tidak normal dan penglihatan mata tidak fokus. Setelah dirawat kurang lebih selama 10 hari dan terdeteksi bahwa tumornya tumbuh lagi, Rara dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang pada tanggal 18 Oktober 2018 untuk operasi pengangkatan tumor di otaknya. Selama menjalani perawat di RSUP dr. Kariadi Semarang, kondisi Rara sempat drop, sehingga ketika itu operasi belum bisa ditentukan. Setelah kondisi Rara membaik, pada tanggal 1 November 2018, akhirnya Rara mendapat jadwal operasi. Rara dioperasi selama kurang lebih 5 jam dan operasi berjalan lancar. Setelah menjalani masa pemulihan, Rara dibawa pulang pada tanggal 11 November 2018. Alhamdulillah saat ini Rara sudah sehat dan kembali ceria lagi. Santunan diberikan untuk membantu membiyai akomodasi dan keperluan selama proses pengobatan dan operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tgl : 22 November 2018
Kurir @agtian @datik @woko @muhtadinexc

Alina menderita tumor otak


WAWAN IRAWAN (51, Diabetes). Alamat: Desa Joho RT 2/4, Kelurahan Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Wawan adalah seorang sopir bajai di Jakarta. Beliau menderita sakit diabet sudah sejak tahun 2017. Beliau sudah menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Pak Wawan telah pulang ke Jawa menyusul anak dan istrinya yang saat ini tinggal di Jawa. Setelah satu minggu pak Wawan di Jawa, beliau merasakan tidak enak badan, kemudaian dibelikan obat di Apotek dengan resep dokter yang biasa pak Wawan minum. Namun selama seminggu pak Wawan tidak merasakan kondisi badannya membaik, beliau malah merasakan sakitnya semakin parah dan tidak mau makan dan minum. Istri pak Wawan tidak mampu membawanya ke rumah sakit karena terkendala biaya. Istrinya tidak memiliki cukup dana karena ia hanya seorang buruh pabrik yang gajinya telah terpakai untuk kebutuhan harian dan untuk biaya sekolah kedua anaknya yang tengah duduk di bangku SD. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Kurir Sedekah Rombongan telah menjenguk kondisi pak Wawan di rumahnya. Namun Allah sudah berkehendak lain selepas kurir Sedekah Rombongan menjenguk beliau dan berniat untuk mengusahakan pengobatan beliau, ternyata pak Wawan lebih duluan berpulang ke rahmatullah, dengan meniggalkan seorang istri dan dua orang anak. Kurir Sedekah Rombongan kembali berkunjung ke rumah pak Wawan untuk menyampaikan bela sungkawa serta menyampaikan santunan kematian dari Sedekaholic untuk keluarga pak Wawan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 9 Desember 2018
Kurir:@agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Pak Wawan menderita sakit diabetes


GIBRAN CAHYA RAMADHANI (7, Liver). Alamat: Dusun Sarowo RT 3/3, Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gibran yang masih duduk di kelas satu Madrasah Ibtidaiyah di Ungaran ini adalah seorang yatim piatu. Ibunya meninggal saat Gibran usia tiga bulan, beberapa tahun kemudian bapaknya meninggal akibat kecelakaan. Gibran tinggal bersama kakek dan neneknya, Gibran yang pinter dan periang ini ternyata mengidap penyakit liver yang sudah akut. Setelah dirawat di RSUD Ungaran beberapa hari, kondisinya masih belum membaik bahkan harus tranfusi darah karena pembuluh darahnya sudah pecah. Gibran dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan dirawat di ruang ICU. Kondisi Gibran semakin drop dan tidak sadarkan diri sampai akhirnya pada hari senin tanggal 10 Desember 2018 pukul 20.30 WIB, Gibran meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan sempat mendampingi pengobatan Gibran sampai akhirnya ia meninggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari Sedekaholic untuk keluarga Gibran sebagai santunan duka.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 17 Desember 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Gibran mengidap penyakit liver


MARYATI BINTI SUPRAJO (38 ,Tumor + Kista). Alamat: Jl. Jaya Negara RT 3/5, Desa Langen Sari Barat, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Maryati adalah anak ke 2 dari 6 bersaudara. Sejak tiga tahun yang lalu Maryati mengalami sakit tumor dalam perut dan kista. Beliau sudah menjalani pengobatan di RSUD Ungaran, Kab. Semarang dan telah dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Setelah dilakukan pemeriksaan dini oleh dokter, beliau disarankan untuk melakukan operasi karena tumor dalam perutnya sudah sangat besar sekali. Selama satu tahun pengobatan Maryati berhenti karena beliau tidak mempunyai biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Selama ini Maryati hanya mengandalkan ibunya yang mencari nafkah dengan cara menjual nasi di warung kecil di pinggir jalan, dengan pekerjaan itu Ibunda Maryati harus menafkahi 6 anak dan 2 cucu. Sedangkan adik Maryati yang bisa membantu bekerja hanya satu orang dan hasil berjualan sudah digunakan untuk membantu kakaknya yang juga sakit infeksi kaki. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Maryati dan keluarga. Maryati telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan selama satu tahun, dan alhamdulillah sudah bisa berobat lagi. Sudah 6 bulan Maryati menunggu jadwal operasi, namun belum ada panggilan. Pada tanggal 15 Desember 2018 Maryati mengalami drop dan dibawa ke RSUD Ambarawa untuk mendapatkan tindakan medis. Maryati kembali mendapat santunan dari Sedekaholic untuk biaya akomodasi berobat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 18 Desember 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Dayati @muhtadinexc

Maryati mengalami sakit tumor dalam perut dan kista


MUHAMAD RAZIF SOLICHIN (22, Patah Tulang). Alamat: Dusun Kenangkan RT 4/7, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Solichin biasa dipanggil, dia adalah putra dari ibu Iswarti yang bekerja sebagai buruh serabutan dan kini mas Solichin menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal pergi bapaknya tanpa jelas keberadaannya. Kurang lebih sebulan yang lalu ketika mas Solichin pulang kerja tengah malam, ia ditabrak pengendara motor yang sedang mabuk. Penabrak langsung meninggal dunia di lokasi sedang mas Solichin terluka dan dibawa ke RS KenSaras Ungaran. Mas Solichin mengalami patah tulang, luka di mata yang parah, serta rongga hidung patah. Kondisi mas Solichin menjadikan ia harus menjalani beberapa operasi. Karena sebab kecelakaan dan beberapa hal, maka biayanya tidak bisa tercover secara penuh dengan fasilitas JKN-BPJS. Saat itu ada informasi dari pihak rumah sakit bahwa mas Solichin tidak bisa dibawa pulang dari rumah sakit karena belum bisa membayar tagihan biaya rumah sakit sebesar Rp 22.158.000,-. Akhirnya ibunda mas Solichin menggadaikan sertifikat rumah untuk membayar biaya tagihan rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar mas Solichin, setelah kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah mas Solichin untuk melihat kondisi mas Solichin dan keadaan rumahnya, maka kurir memutuskan mas Solichin resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, sebab kondisi ekonomi keluarga yang paspasan bahkan kurang serta ia juga masih harus melakukan kontrol berkala ke Poli Syaraf, Othopedi, THT, Jantung dan Mata. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan santunan dari Sedekaholic kepada mas Solichin untuk membantu membiayai akomodasi selama kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 25 Desember 2018
Kurir: @agtian @datikdungg Yayuk @muhtadinexc

Mas Solichin mengalami patah tulang, luka di mata yang parah, serta rongga hidung patah


ROZIKIN BIN ABDULLAH (43, Patah Tulang Kaki ). Alamat: Dusun Sruwen RT 1/1, Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2015 Bapak Rozikin ikut bekerja tetangganya menambang pasir di Klaten, dalam perjalanan, truk yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan itu kaki kiri Bpk. Rozikin terpaksa harus diamputasi sampai di atas lutut, dan kaki kanannya mengalami patah tulang sehingga harus dipasang pen. Sehari-harinya bapak Rozikin hanya bisa beraktifitas di atas tempat tidur, bahkan untuk ke kamar kecil harus dibantu orang lain. Karena keterbatasan biaya selama dua tahun pasca kecelakaan bapak Rozikin tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit. Bapak Rozikin dulunya berkerja sebagai tenaga serabutan, dengan kondisi fisiknya pasca kecelakaan beliau tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anaknya yang masih SD, istrinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga, dengan bekerja di toko kelontong milik tetangganya. Setelah melakukan kontrol kembali ke RS Ortopedi Surakarta, akhirnya pada bulan Desember 2018 pak Rozikin dioperasi bagian ligament kaki kanannya, sehingga diharapkan dari operasi ini kondisi telapak kaki kanan bisa dipakai untuk berjalan, sembari terus berlatih berjalan dibantu dengan menggunakan kaki sambung kirinya. Sedekah Rombongan terus mendampingi proses pemulihan dan menunggu jadwal operasi selanjutnya, santunan disampaikan kembali untuk biaya akomodasi dan kehidupan sehari-hari . Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan…….

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Desember 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Ethika @muhtadinexc

Pak Rozikin mengalami patah tulang kaki


SRI ATMINI (38, Selulitis). Alamat: Dusun Tambangan, RT 7/RW 3, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Sri Atmini adalah seorang ibu rumah tangga yang biasa bekerja mengurus rumah dan kedua anaknya yang masih bersekolah di tingkat SMK dan SD. Suami beliau bekerja sebagai pedagang bibit tanaman dengan penghasilan yang tidak tetap setiap harinya. Awalnya beliau diduga kekurangan hemoglobin, tetapi setelah dilakukan transfusi darah keadaannya belum membaik dan masih merasakan sakit pada pinggangnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, ternyata ibu Sri mengalami sakit selulitis dan lambungnya juga bermasalah. Setelah itu dilakukan pembedahan pada pinggang beliau karena terdapat gumpalan nanah dan sampai saat ini masih menjalani pengobatan rawat jalan. Setiap hari membersihkan luka di pinggangnya karena masih terdapat nanah. Qodarullah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Sri dan mendapingi proses pengobatannya sejak bulan Agustus 2018. Namun, pada tanggal 17 November 2018 beliau meninggal dunia. Saat ini kedua anak ibu Sri diasuh oleh suami dan ibunda dari ibu Sri Atmini.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 24 November 2018
Kurir @agtian @datikdungg Fitria @muhtadinexc

Ibu Sri menderita selulitis


SUMIYEM BINTI ABDULLLAH (56/ Lumpuh). Alamat: Dusun Gedangan RT 5/3, Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2017, ibu Sumiyem jatuh di sawah saat melakukan pembakaran sawah. Kejadian itu membuat ibu Sumiyem terluka, parahnya luka tersebut menjadi infeksi. Ibu Sumiyem memiliki riwayat sakit gula maka dari infeksi tersebut mulai mengeluarkan darah dan nanah di kaki dan di lengan kanan.Selama ini ibu Sumiyem menjalani pengobatan di RSUD Boyolali. Ibu Sumiyem hidup sendirian, tidak ada sanak saudara yang membantu memenuhi keperluan kehidupannya. Karena keadaan ekonomi yang seudah terhimpit, dengan terpaksa ibu Sumiyem menjual tanahnya senilai 60jt. Uang hasil menjual tanah satu-satunya yang ibu Sumiyem miliki digunakan untuk biaya berobat dan perawatan selama di rumah. Saat ini ibu Sumiyem tinggal di lahan kosong yang dipinjami oleh warga dan bangunannya dibangun oleh Lurah. Ibu Sumiyem sekarang dirawat oleh tetangganya yang dibayar sebesar Rp 50.000,- s.d Rp 70.000,- menggunakan uang hasil penjualan tanah. Selain itu setiap satu minggu sekali ada perawat dari RSUD Boyolali yang datang ke rumah ibu Sumiyem untuk mengobati dan mengganti perban dengan biaya Rp 200.000,- yang juga diambilkan dari uang hasil penjualan tanah. Suatu saat, jika uang hasil penjualan tanah telah habis kemungkinan tidak ada lagi yang mau merawat, karena tidak ada dana untuk membayar orang yang merawatnya. Uang hasil penjualan tanah sebesar 60 jt sekarang hanya tersisa 1jt, karena tidak ada keluarga yang mengarahkan sehingga uang tersebut habis. Pembeli tanah ibu Sumiyem membayar uang 60 jt secara bertahap sesuat kebutuhan ibu Sumiyem. Kurir Sedekah Rombongan telah mengunjugi ibu Sumiyem, setelah melihat keadaannya, akhirnya kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan santunan dana dari Sedekaholic untuk ibu Sumiyem, agar dapat digunakan sebagai tambahan biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Desember 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Agus Tri @muhtadinexc

Bu sumiyem mengalami lumpuh


HARYATI BINTI BUANG (34, Penyakit Kulit). Alamat : Jl. Kutoarjo, RT 7, Kel. Puncak Kemuning, Kec. Lubuklinggau Utara II, Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya Bu Haryati beraktivitas seperti biasa, tidak ada tanda-tanda ia menderita sakit apapun. Tetapi keadaan berubah justru pasca ia bersalin. Saat itu kondisi tubuhnya melemah dan kulit pecah-pecah. Suaminya, Riswanto (37) segera membawanya berobat. Awalnya diperiksakan ke RS AR Bunda, Lubuklinggau. Kemudian dokter merujuk untuk pengobatan lebih lanjut ke RS Muhammad Husein Palembang. Berbekal jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Bapak Riswanto terus mengupayakan kesembuhan sang istri. Bahkan ia pun rela berhutang untuk menutup biaya obat yang tidak tercover dan biaya operasional pengobatan lainnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, kondisi Ibu Haryati sangat lemas. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga Ibu Haryati. Keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2019
Kurir : indah pratiwi koto

Bu Haryati mengalami sakit kulit


NAVISA NUR AZIZAH (2, Mikrosefalus). Alamat: Dusun 4 RT. 2/2 Desa Terbanggi Besar Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Sejak lahir Adik Naviza mengalami kejang kemudian keluarga membawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek setelah di lakukan pemeriksaan ternyata ada gumpalan cairan di kepala. Namun karena baru lahir dokter tidak berani melakukan penyedotan cairan karena ukuran kepala Adik Naviza yang masih terlalu kecil sehingga jika di lakukan penyedotan ukuran nya akan lebih kecil. Dan dokter menyarankan orang tuanya untuk membawa Adik Naviza ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk melakukan pengobatan lanjutan, namun karena keterbatasan biaya keluarga hanya membawa Adik Naviza ke Rumah Sakit yang ada di daerah untuk melakukan kontrol dan kondisi sekarang hanya bisa berbaring dan masih sering kejang. Hery Purnomo (43) dan Ibu Ratna Wati (34) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu rumah tangga sehingga keluarga ini membutuhkan biaya untuk transportasi pengobatan untuk berobat Adik Navisa ke rumah sakit walaupun keluarga ini menggunakan KIS PBI Kelas III. Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Adik Navisa, Keluarga Bapak Hery merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Adik Navisa segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali agar bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siska @andhika @purnawan @xkurniawatix

Navisa menderita mikrosefalus


BUDI NINGSIH (41, Patah tulang kaki kanan). Alamat tinggal : Perum Taman Lestari Blok B8 BO.25 RT.002 RW.014 Kelurahan Kibing Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Bu Ningsih adalah korban kecelakaan pada Rabu tanggal 21 November 2018 ketika beliau akan berangkat kerja pada pukul 20.00 WIB. Pasien ditabrak oleh kendaraan besar (truk container) dan kaki kanannya patah. Beliau mengalami pendarahan cukup banyak, kemudian dibawa oleh yang menolong di jalan ke Rumah Sakit Embung Fatimah Batam. Ketika sudah di-rontgen, dokter memberitahukan bahwa biaya yang dibutuhkan sangat besar > 40 juta rupiah dan ditanggung oleh pribadi. Karena pasien baru bekerja selama 2 bulan, maka BPJS Kesehatan pun tidak dapat diklaim. Karena biaya di rumah sakit sangat besar, maka pasien dibawa ke pengobatan alternatif tulang dengan biaya sebesar Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) dengan ditanggung oleh yang menabrak sebesar 70 % dari biaya tersebut. Dan biaya yang harus ditanggung oleh pasien adalah sebesar Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah). Sang pasien adalah janda yang harus menghidupi anak-anaknya dengan kerja di suatu pabrik. Pasien ini adalah tulang punggung keluarganya karena sang suami sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Kendala yang dihadapi pasien adalah biaya untuk pengobatan alternatif sebesar Rp. 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah), biaya hidup sehari-hari, dan biaya pendidikan untuk ke-4 anaknya. Anak pertama laki-laki murid kelas 3 SMP, anak kedua perempuan murid kelas 1 SMP, anak ketiga murid kelas 5 SD, dan anak keempat murid kelas 2 SD. Di Batam pun Bu Ningsih tidak mempunyai keluarga, karena kedua orang tuanya pun sudah meniggal. Oleh karena kecelakaan tersebut maka pasien pun terpaksa untuk keluar dari tempatnya bekerja, padahal baru mendapatkan pekerjaan 2 bulan. Sudah 3 minggu sang pasien dirawat di tempat alternatif (menginap disana), dan anak-anaknya pun dititipkan pada tetangganya. Anak sulungnya yang sering menemani ketika sudah pulang sekolah karena sang pasien tidak bisa kemana-mana. Mereka tinggal di rumah pribadinya yang dicicil oleh almarhum suami. Karena suaminya meninggal dan rumah tersebut sudah diasuransikan maka otomatis sisa pembayaran rumah kredit tersebut lunas. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan melalui kurir Sedekah Rombongan. Semoga dapat membantu dan meringankan beban yang ditanggung oleh Bu Ningsih, serta pasien diberikan ketabahan dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,00
Tanggal : 11 Januari 2019
Kurir : Zahra dan Boim

Pak Budi kaki kanannya patah


NAZRIL FAEZRUL BIN ZULKIFLI (2 Tahun, Saraf). Alamat : Perumahan Airis Tiban Permai Blok C No 12A Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam, Kepulauan Riau. Dek Nazril merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan dengan penyakit saraf. Dan diagnosis terbaru pasien ini mengidap penyakit Epilepsy juga. Gejala awalnya pada bulan Januari 2017 yaitu pada usia 4 bulan, pasien menangis 4 hari berturut-turut dan keesokan harinya mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi kemudian pasien dibawa ke rumah sakit. Sang ayah Pak Zulkifli (30) hanya bekerja di perusahaan swasta yang harus menanggung hidup istri, 3 anaknya termasuk Dek Nazril dan orang tuanya yang sedang sakit stroke. Di Batam keluarga ini belum memiliki rumah pribadi alias masih mengontrak rumah dengan mendapatkan potongan karena sang pemilik kontrakan merasa iba terhadap Dek Nazril. Selama menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Dek nazril dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RS Otorita Batam). Terakhir dirawat selama 2 (dua) minggu karena Dek Nazril mengalami kejang-kejang dan batuk yang membuat khawatir kedua orangtuanya. Kemudian setelah kondisi pasien membaik, diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh dokter pada tanggal 06 November 2018. Biaya perawataan di rumah sakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan, transportasi dari rumah ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat meringankan dan Dek Nazril diberikan kesabaran dalam iktiarnya mencari kesembuhan, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 22 Januari 2019
Kurir : Boim dan Alamsyah

Nazril mengidap penyakit epilepsy


KATMINI BINTI WIRJOARJO (75, Lumpuh). Alamat tinggal : Jl. Bukit Sidomulyo RT.002 RW.007 Kelurahan Tanjung Balai Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Tepatnya satu tahun yang lalu pada tanggal 10 November 2017 beliau jatuh di kamar. Kepalanya terbentur lantai, kemudian sang pasien dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan pasien tidak bisa berjalan lagi karena mengalami kelumpuhan yang disebabkan jatuh. Kondisi terkini pasien hanya bisa berbaring saja di atas tempat tidurnya. Pasien jarang dibawa berobat karena keterbatasan biaya. Sang pasien adalah janda dengan 2 anak. Anak pertamanya hanya sebagai buruh bangunan dengan pendapatan yang tidak menentu dan tidak bisa membantu untuk biaya berobat sang ibu. Anak keduanya hanya sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki pendapatan. Sehari-hari pasien hanya diurus oleh anak pertamanya dengan biaya hidup seadanya. Biaya untuk hidup sehari-hari karena sang anak ekonominya sangat rendah, untuk makan sehari-hari pun hanya mendapatkan dari sumbangan tetangga. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Katmini diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.00
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : Sopyan

Bu Katmini menderita lumpuh


ANISA BINTI MUHAMMAD SALIMIN (41, tumor di dada kanan). Alamat tinggal : Kampung Bukit Atas RT.004 RW.001 Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral Kabuapaten Karimun, Kepulauan Riau. Bu Anisa adalah pasien yang pernah disantuni oleh Sedekah Rombongan pada bulan April 2018 karena sakit tumor ganas pada kaki kirinya yang mengakibatkan kaki kirinya diamputasi di RS Karyadi Semarang. Pada bulan Agustus 2018 pasien kembali ke Karimun Kepulauan Riau untuk mengurus anak bungsunya yang sudah 6 bulan ditinggalkan. Setibanya di Karimun, pada dada kanan sebelah atas muncul lagi benjolan. Lama-kelamaan benjolan itu membesar dan terasa sakit. Pada pertengahanan bulan Desember 2018 pasien merasakan rasa sakit yang cukup hebat sehingga pasien pingsan dan segera dibawa ke IGD RSUD MUHAMMAD SANI KARIMUN. Hasil pemeriksaan dokter, tumor ganas telah menyerang bagian tubuh di atas dan disarankan untuk segera dilakukan operasi pengangkatan tumor ganas tersebut. Dokter menyarankan untuk dibawa kembali ke RS Karyadi Semarang. Sang suami, Pak Jayadi (36) hanya sebagai sopir angkot dengan penghasilan yang pas-pasan. Di Karimun keluarga ini hanya mengontrak rumah sederhana karena belum memiliki tempat tinggal tetap. Kendala yang dihadapi adalah biaya transportasi dari Karimun-Batam-Semarang yang memerlukan biaya cukup besar. Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan terhadap pasien untuk biaya transportasi ke Semarang. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Anisa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 4.840.000,00
Tanggal : 13 Januari 2019
Kurir : Sopyan

Bu Anisa menderita tumor di dada kanan


SRI HARTATI (44, Serangan Stroke). Alamat tinggal : Maitri Indah Blok D9 No.3A RT.002 RW.025 Kelurahan Buliang Kecamatan Batu Aji Kota Batam, Kepulauan Riau. Gejala awalnya pada tanggal 19 Desember 2018, Bu Sri Hartati merasakan pusing yang cukup hebat disertai dengan mual-mual dan mengakibatkan muntah. Kemudian dicek tensi darahnya oleh bidan di sekitar rumahnya, hasilnya mencapai angka 200/110 mmHg. Oleh karena itu segera pasien dibawa ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk ditangani lebih lanjut. Hasil pemeriksaan tensinya meningkat mencapai 237/110 mmHg yang mengakibatkan pasien pingsan dan sempat tak sadarkan diri. Dokter menjelaskan bahwa pembuluh darah di otaknya pecah yang mengakibatkan cairan yang di dalam kepala harus diambil. Berhubung keterbatasan alat medis, keesokan harinya pasien dirujuk ke RS Badan Pengusahaan (Otorita Batam) untuk segera ditangani lebih lanjut. Pada tanggal 20 Desember 2018 pasien masuk ruang ICU RSBP Batam sampai 26 Desember 2018. Selama dirawat, biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan tetapi masih ada kendala yang dihadapi oleh keluarga ini. Biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Karena kondisi yang membaik dokter memperbolehkan pasien dirawat di rumah(kontrakan) saja dengan ketentuan membeli obat dari resep dokter. Tapi sang suami kebingungan karena tidak ada biaya untuk menebus resep obat tersebut dan pada tanggal 05 Januari 2019 diharuskan untuk kontrol ulang di RSBP Batam untuk mengetahui perkembangan dari pasien. Kendala yang dihadapi adalah biaya untuk membayar obat yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, biaya transportasi PP rumah ke rumah sakit, biaya hidup sehari-hari dan bayar kontrakan. Sang Suami, Pak Fredy (51) sudah tidak mempunyai pekerjaan dikarenakan pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya tidak normal lagi (pincang) dan sekarang Pak Fredy hanya menganggur/buruh serabutan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bu Sri Hartati diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,00
Tanggal : 11 Januari 2019
Kurir : Zahra dan Boim

Bu Sri menderita stroke


YANTO BIN HASYIM (41, Crusis Dextra). Alamat tinggal : Baran III Meral RT.002 RW.002 Kelurahan Meral Kota Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Awal kejadiannya pada tanggal 26 Desember 2018 saat berangkat kerja, pasien ditabrak oleh motor dari arah depan yang mengakibatkan motornya menimpa kaki kanan pasien. Kemudian segera dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun. Hasil rontgen dan pemariksaan dokter kaki kanan pada bagian betis mengalami patah tulang yang diharuskan operasi pasang pen di RSBP Batam atau RS Budi Kemuliaan Batam. Namun karena disebabkan kecelakaan maka BPJS Kesehatan tidak bisa menanggung biaya selama pengobatan. Akhirnya keluarga berunding untuk membawa pulang dan mengobati dengan dokter china (Shinse) karena keterbatasan biaya. Sampai saat ini sudah dilakukan 3 kali pengobatan oleh Shinse terhadap pasien dengan biaya mencapai Rp. 300.000,00 setiap kali pengobatan. Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan selama pengobatan dan biaya kehidupan sehari-hari karena beliau tidak masuk kerja maka tidak memiliki pendapatan. Disarankan dokter untuk istirahat selama 3 bulan agar penyembuhannya optimal. Sang istri, Bu Iin hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anaknya sekolah. 1 anaknya sudah bekerja di Jakarta pun hanya sebagai buruh serabutan saja dengan penghasilan yang sangat pas-pasan. Semoga rejeki dari Sedekah Rombongan dapat membantu dan Bang Yanto diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal :10 Januari 2019
Kurir : Sopyan

Pak Yanto menderita crusis dextra


MTSR LAMPUNG ( B 1583 SRT, Operasional MTSR Lampung). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan biasa disebut MTSR, merupakan kendaraan yang berfungsi untuk mempermudah transportasi pasien Sedekah Rombongan maupun kaum papa untuk melakukan pengobatan di Puskesmas maupun rumah sakit. MTSR berupa mobil ambulans yang digunakan oleh kurir untuk menjemput/mengantar pasien berobat dan survey pasien Sedekah Rombongan. Jauhnya jarak tempuh MTSR Lampung yang mencakup 13 kabupaten/kota di Lampung. Dimana rumah sakit rujukan tertinggi ada di wilayah Bandar Lampung, tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Jadi biaya yang dikeluarkan untuk operasional yaitu bahan bakar dan pemeliharaan. Berupa cek keseluruhan, dan lainnya. Semoga MTSR Lampung dapat terus bermanfaat bagi dhuafa sakit dan bergerak ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @yulian_safri @xkurniawatix

Biaya operasional


FATONI BIN AHMAD (44, FATONI BIN AHMAD, GAGAL GINJAL) Kayogan 5/4 , Kel. Maron, Kec. Temanggung 1, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah Pak Toni begitu disapa adalah seorang kepala rumah tangga beristrikan Muslihah (39, ibu rumah tangga) dan mempunyai 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Awal sakit Pak Toni ini dimulai sekitar 6 bulan yang lalu dimana diketahui kepala sering pusing. Istrinya membawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukanpemeriksaan dan diketahui mengalami gagal ginjal. Istrinya yang mengetahui hal itu langsung merasa lemas dan terus membujuk agar suaminya dapat berobat. Setelah dilakukan perawatan jalan kondisinya semkain melemah dan Dokter menyarankan untuk dilakukan cuci darah seminggu 2 kali. Kondisi ini membuat istrinya dan anak anaknya berhenti sekolah karena harus merawat Pak Toni. Meskipun pengobatan menggunakan KIS PBI JKN namun untuk biaya transportasi dan akomodasi dan kebutuhan setiap harinya sangat mebutuhkan bantuan. Istrinya hanya bisa pasrah atas keadaan ini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Pak Toni dan dapat membantu memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang mana bantuan itu dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan cuci darah di RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan ini dan meminta doanya semoga Pak Toni segera diberikan kesehatan dan bekerja seperti dulu.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2019
Kurir : @Fathurrozaq82

Pak fatoni menderita gagal ginjal


SURATMI YATUN (51, SURATMI YATUN , KATARAK) Alamat Dusun Capar RT01/01, Desa Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Prov Jateng Suratmi Yatun (mbk Yatun) mengalami sakit mata sebelah kiri sudah sejak kecil. Usia 2 tahun, Yatun kecil terjatuh dan mata sebelah kiri terkena kayu,sehingga keluar darah dan tidak bisa melihat.Orang tua Yatun tidak memeriksakan ke rumah sakit,dikarenakan tidak mempunyai biaya,hanya obat tradisional yg dikasihkan. Sampai pada ahirnya,satu tahun yang lalu Mbk Yatun memberanikan diri untuk memeriksakan matanya ke RSUD Wonosobo. Ternyata hasil pemeriksaan dokter menyatakan, mata mbak Yatun sudah terkena Katarak diluar umum,sehingga perlu penanganan lebih intensif agar mata mbak Yatun bisa melihat kembali. Mbak Yatun harus menjalani operasi agar mata sebelah kiri bisa melihat lagi. Akan tetapi mbk Yatun tidak langsung menindak lanjuti perintah dokter, dikarenakan terkendala biaya selama dan setelah operasi. Saat ini mbak Yatun menjadi tulang punggung keluarga,karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani yang belum tentu mendapatkan hasil.Suami mbk Yatun, Suyanto (60) sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membersihkan masjid di sekitar rumahnya,karena sering menganggur. Mbak Yatun harus banting tulang keliling kampung untuk menjajakan daganganya. Dari satu desa ke desa yg lain,bahkan sampai luar kecamatan,hasilnya pun hanya bisa untuk makan sehari-hari. Beruntung Kurir #Sedekah Rombongan mengetahui hal tersebut dan menyalurkan bantuan untuk mbak Yatun agar bisa menjalani operasi dengan lancar. Mbak Yatun menitikan air mata pertanda gembira karena mendapat perhatian dan bantuan dari #Sedekah Rombongan. Dengan tulus mbak Yatun mendoakan para donatur #Sedekah Rombongan dikabulkan apa yang menjadi cita-citanya,sehingga bisa lebih sukses.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30-1-2019
Kurir:@faturrozaq86,Swastiko, Tri P

Bu Suratmi menderita katarak


HADIYAH BINTI SUWARNA ( 57,HADIYAH BINTI SUWARNA, Tumor kandungan).Dsn Singkir RT03/12 Kel.Jaraksari Kec.Wonosobo, Kab.Wonosobo Prov. jateng Ibu Hadiyah mengalami tumor ini sudah sekitar 3 tahun yang lalu , namun sakitnya tidak dirasakan dan masih digunakan untuk bekerja sebagaimana biasanya di sawah. Sekitar 6 buan yang lalu sakit yang dideritanya sudah memuncak sehingga keluarga membawanya ke RSUD Wonosobo untuk dilakukan pemeriksaan, Hasilnya diketahui Ibu Hadiyah menderita Tumor Kandungan dan segera diberikn rujukan untuk dilakukan operasi di RSSarjito Yogyakarta. Sebulan setelah dilakukan operasi kondisinya semakin membaik dan harus melakukan kontrol rutin selama 2 kali sebulan. Untuk hal ini keluarga sangatlah keberatan mengingat untuk transportasi dan akomodasinya juga sangat besar. Meskipun pengobatan menggunakan BPJS PBI namun untuk biaya transportasinya sangatlah kesulitan mengingat beliau masih menumpang dirumah saudaranya. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dapat bersiaturahim dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics dimana bantuan itu digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kontro rutin. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga Ibu Hadiya segera memperoleh kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 18 Desember 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko, Tri Purwanto

Ibu Hadiyah menderita tumor kandungan


MUH. FAIRUZ AZKHA (6, Microcephalus, Cerebralpalsy) Beralamat di Desa Pasaran, Kelurahan Tanete, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan. Dik Fairuz menderita Mikrocephalus sejak lahir, sejak dalam kandungan ibunya tidak pernah merasakan keluhan apa-apa, mulai dari makanan yang dikomsumsi sampai pada penjagaan dari benturan ia lindungi. Namun Allah berkehendak lain, Bayi mungil yg lahir tahun 2012 ini terlahir normal. namun, seiring berjalannya waktu pertumbuhan badan yg tidak normal mulai terlihat, seluruh badannya kaku, persendian tidak bisa digerakkan, dan tempurung kepala Dik Fairuz tidak berkembang layaknya bayi normal.
Di usia 2 tahun Dik Fairuz pernah dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena fasilitas Rumah Sakit yang ada di daerahnya belum memadai. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindak operasi. Namun, kekhawatiran yang tinggi akan keselamatan anaknya serta rasa kasihan kepada Dik Fairuz membuat orang tuanya menolak untuk operasi. Selanjutnya Dik Fairuz hanya menjalani terapi, tapi itu tidak berjalan lama, karena faktor ekonomi membuat pengobatan terapi itu berhenti. Ayah Fairuz (Danang Rohmadi, 37) bekerja sebagai penjual makanan cepat saji di pinggir jalan, sedangkan ibunya (Rasnawaty, 37) ibu rumah tangga yang mana hasil dari pekerjaan tersebut sangat terbatas untuk menjalani terapi terus menerus. belum lagi jarak tempuh ke rumah sakit rujukan di Makassar itu bisa menempuh waktu sekitar 8 jam perjalanan dan memakan banyak biaya untuk kesana.
Saat ini Dik Fairuz menjalani perawatan di rumah, tidak ada yang bisa dimasukkan ke dalam tubuhnya selain susu yang dialirkan lewat feeding tube yang tiap 2 minggu diganti. besarnya biaya kebutuhan inilah yang membuat orang tuanya merasa perlu untuk mendapatkan bantuan dan perhatian dari pihak lain, dan Alhamdulillah kurir SR Makassar dipertemukan dengan keluarga Dik Fairuz dan menyampaikan titipan dari Sedekaholic untuk biaya terapi dan kebutuhan pokok seperti Susu dan Feeding Tube. Kedua orangtua Fairuz sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Sedekah Rombongan serta semua Sedekaholic atas bantuannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 14 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip, @ahmadhamzahmo

Dik Fairuz menderita mikrocephalus


ANDI NUGI NUGRAHA BIN ANDI RIDWAN (4, Miningitis TB). Alamat : Desa Bonto, Kecamatan Takkalla Kabupaten Wajo, Sulawsi Selatan. Adik Nugi merupakan anak pertama dari pasangan Andi Ridwan dan Rosmala, Adik Nugi menjadi yatim tanpa pernah melihat ayahnya. sang ayah masuk RS pada saat Nugi dilahirkan dan meninggal dunia 2 bulan dirujuk ke Wahidin. Pada usia 15 bulan, sang Ibu mengajak Nugi berkunjung ke rumah Neneknya, ditengah perjalanan keduanya mengalami kecelakaan. keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit di Kab. Pinrang dan dirujuk ke RS Umum Pare-Pare. Namun, karena keterbatasan alat dan kondisi yang mengancam nyawa disebabkan pendarahan di kepala, Nugi kemudian di rujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar didampingi oleh ibunya yg jg masih dengan luka di sekujur badannya. sejak itu Nugi mengalami 2 kali operasi di kepalanya selama sebulan lebih dirawat.
Operasi pertama untuk mengatasi perdarahan, sebulan kemudian muncul diagnosa baru berupa Hidrocephalus sehingga harus kembali di operasi untuk pemasangan sepang vp shunt. Ibu Nugi merupakan penopang hidup keluarga setelah kepergian ayahnya disebabkan sakit. Selama dirawat ibunya tidak bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan sang nenek yang bekerja sebagai buruh tani.
Setahun setelahnya Nugi kembali harus dirawat karena muntah dan demam selama 15 hari dan di rujuk kembali ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Nugi mengalami kejang dan penurunan kesadaran. Nugi dirawat selama 6 Bulan dan menjalani 9 kali operasi di kepaka disebabkan infeksi di pemasangan selangnya. Hampir setiap 2 pekan Nugi menjalani sekali operasi. Setelah kondisi agak membaik, Nugi di izinkan pulang ke rumah. Namun, tidak sampai 12 jam Nugi masuk UGD lagi dengan hasil CT Scan kepala penuh dengan nanah, esoknya kemudian di operasi kembali untuk mengeluarkan nanah di kepala, setelah itu di rawat selama sebulan hingga diizinkan pulang.
Saat ini Nugi masih menjalani kontrol di poli Rumah Sakit Wahidin. sementara untuk biaya hidup masih ditopang oleh neneknya. Untuk meringankan biaya hidup, Ibu Nugi memilih tinggal di Rumah Singgah Harapan Makassar yang telah bekerjasama dengan Sedekah Rombongan. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Nugi, Ibunya harus berjalan jauh ke pasar untuk menghemat ongkos atau meminta sayuran yang ditanam warga sekitar dalam pagar rumahnya. Kurir sedekah rombongan wilayah Makassar menyampaikan santunan untuk membantu biaya tranportasi dari Rumah Singgah menuju ke RS Wahidin Sudirohusodo dan membelikan obat yang tidak dicover oleh BPJS. dan Ibu Nugi sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang telah memberikan santunan. Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban hidup selama pengobatan rawat jalan di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000
Tanggal : 6 Februari 2019
Kurir : @areefy_dip @m.usman @ahmadhamzahmo

Andi menderita miningitis TB

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUDRIKAH BINTI ISDI 1,000,000
2 MUJIONO BIN KASMURI 500,000
3 MANDARMI BINTI SUPENDI 1,000,000
4 SRI SUNARMI 1,000,000
5 SRI FATMAWATI 500,000
6 SAKIYEM BINTI SUKEJO 1,000,000
7 MARSONO BIN SUMARNO 1,000,000
8 DINDA MUSTIKA 500,000
9 WAHYU LISTIYONINGSIH 500,000
10 YAYUK SURYANI 1,000,000
11 LATHIF GALANG 1,000,000
12 MUHAMMAD JUMRONI 1,000,000
13 KUSTINAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
14 TEGAR PANGUDI 1,000,000
15 ROZIKIN BIN ABDULLAH 1,000,000
16 NGATIRAH BINTI HASYIM 1,000,000
17 PIERE FIONAT HAN 500,000
18 AILA PUTRI 1,000,000
19 PUJI RAHAYU 1,000,000
20 ISNUN MISKA 500,000
21 SRI ATMINI 500,000
22 BAGAS SYAHRUL WICAKSONO 500,000
23 JUMADI BIN SUPENDI 1,000,000
24 MUJIONO BIN SUPARDI 1,000,000
25 KINEM BINTI ABDULLAH 1,000,000
26 SLAMET RAHAYU 1,500,000
27 SRI ATMINI 1,000,000
28 NGATINI BINTI AMIR 500,000
29 AILA PUTRI 1,000,000
30 TINEM BINTI TIYONO 500,000
31 WELAS ASIH 1,000,000
32 TANEM BINTI JADI 1,000,000
33 SUTINAH BINTI SUPANGAT 1,000,000
34 SUPRIHATIN BINTI ABDULLAH 1,000,000
35 HANUM BERLIANA MUMTAZ 500,000
36 ALINA JULIA AFRA 1,000,000
37 WAWAN IRAWAN 1,000,000
38 GIBRAN CAHYA RAMADHANI 1,000,000
39 MARYATI BINTI SUPRAJO 1,000,000
40 MUHAMAD RAZIF SOLICHIN 1,000,000
41 ROZIKIN BIN ABDULLAH 1,000,000
42 SRI ATMINI 1,000,000
43 SUMIYEM BINTI ABDULLLAH 1,000,000
44 HARYATI BINTI BUANG 1,000,000
45 NAVISA NUR AZIZAH 1,000,000
46 BUDI NINGSIH 2,000,000
47 NAZRIL FAEZRUL BIN ZULKIFLI 1,000,000
48 KATMINI BINTI WIRJOARJO 500,000
49 ANISA BINTI MUHAMMAD SALIMIN 4,840,000
50 SRI HARTATI 2,500,000
51 YANTO BIN HASYIM 1,000,000
52 MTSR LAMPUNG 1,000,000
53 FATONI BIN AHMAD 1,000,000
54 SURATMI YATUN 500,000
55 HADIYAH BINTI SUWARNA 1,000,000
56 MUH. FAIRUZ AZKHA 1,500,000
57 ANDI NUGI NUGRAHA BIN ANDI RIDWAN 1,350,000
Jumlah 58,190,000