ALM. SUMARNO BIN SUDJONO (55, Gagal Ginjal). Alamat : Jl. Merapi, Gang Lodayan, No.7, RT 21/7, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sumarno menderita DM (kencing manis) sejak kurang lebih 20 tahun yang lalu, waktu terus berjalan dan walaupun secara rutin sering kontrol ke poli penyakit dalam ternyata penyakitnya justru menimbulkan komplikasi dari penyakit Paru, Stroke ringan dan bahkan sekarang muncul penyakit baru (Gagal ginjal) yg benar – benar membuat keluarga cemas dan mulai kebingungan masalah ekonomi. Mengingat awalnya pak Marno adalah tulang punggung keluarga, yang tadinya bisa mencari makan walaupun dengan sebagai tukang parkir di parkiran Matahari mall dan kadang-kadang merangkap buruh serabutan. Namun sekarang pak Marno harus mondar mandir keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Dan dua bulan terakhir ini, pak Marno harus menjalani cuci darah seminggu dua kali. Sungguh berat beban yang ditanggung pak Marno. Walau pak Marno memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk menanggung biaya akomodasi berobat yang sering itu, pak Marno sangatlah merasa berat sekali. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Marno. Sejak November 2018 pak Marno mulai didampingi Sedekah Rombongan. Namun Allah berkehendak lain. Di bulan Januari 2019 pak Marno meninggal dunia. Semoga pak Marno husnul khotimah. Keluarga yang ditinggal diberi keikhlasan dan ketabahan. Tak lupa ucapan maaf dan terimakasih disampaikan kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombingan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AllCrewMadiun

Bapak Sumarno menderita DM (kencing manis)


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan ketigabelaspun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan baru 4, 13, 17, dan 24. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai menderita kelainan jantung


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 9 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 8, 12, 17, 20, dan 24. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke 20 untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan Alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka sekarang ini dek Hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Hamdan menderita shepinabifida


MUHAMMAD ANANG FARIZ NAUFAL (4, Katarak) Alamat : Dukuh Tawangrejo, RT 10/5, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Fariz, biasa dipanggil demikian oleh lingkungan tetangga, sejak lahir terlihat ada bercak putih di mata Fariz. Ditanyakan ke bidan terkait hal tersebut, disuruh melihat dulu perkembangan sampai usia 3 bulan. Setelah ditanyakan lagi, disarankan untuk ke RS Batil. Di situ baru di vonis katarak. Saran dokter harus operasi. Operasinya di Madiun tidak bisa. Akhirnya di rujuk ke RS Soedono diperiksa oleh dr. Toto, beliau juga bilang kalau di Madiun tidak bisa menangani karena masih anak-anak, umur masih 3 bulan, kemudian di rujuk ke RS Undaan Surabaya saat itu di tolak dengan alasannya peralatan yang kurang lengkap. Akhirnya dikembalikan ke Madiun oleh dr Toto di rujuk ke dr Soetomo Surabaya. Di situ diterima. Menurut dokter di sana harus cepat di operasi . Saat itu umur 3 bulan di operasi salah satu mata. Umur 6 bulan operasi mata yang satunya. Untuk operasi ke 3 belum, karena kendala beberapa faktor, dulu terkendala untuk lensa, di Indonesia lensa untuk Fariz belum ada, adanya di London dengan harga per lensa 11 juta, itupun kalo ada, oleh karena itu dicari opsi lain, sementara memakai kacamata. Sementara bapaknya dek Faris yang bekerja serabutan, merasa berat untuk proses pengobatan dek Faris yang harus sering kembali ke Surabaya. Belum lagi kalau di Surabaya harus mencari kos-kosan. Dek Fariz memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Informasi tentang dek Faris diperoleh melalui teman salah satu kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Faris dan orangtuanya. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 12. Bapaknya dek Fariz sangat senang dan tidak lupa mengucapkan benyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Faiz di vonis katarak


MUHAIMIN BIN SADIRAN (46, Mata+telinga ). Alamat : Desa Sumberejo, RT 11/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Cepuk, demikian biasa dipanggil tetangganya sejak kecil, adalah seorang pemuda yang bernasip malang. Sejak masih sekolah dulu, mas Cepuk sudah merasakan mulai sakit matanya. Sebenarnya juga sudah periksa semenjak merasakan sakit mata yang dideritanya itu. Namun entah bagaimana, sampai sekarang belum kunjung sembuh juga. Yang dirasakan, kalau untuk melihat kabur, namun kalau ada cahaya kelihatan terang, tetapi tidak jelas. Sering menabrak benda – benda yang ada di depannya karena kurang jelas penglihatannya tersebut. Sudah lama mas Cepuk tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Untuk kebutuhan sehari – hari, makan dan minum, diberi oleh kakaknya yang berjualan nasi pecel di pagi hari. Dulu mas Cepuk masih jarang – jarang keluar rumah sekedar jalan ke rumah kakaknya. Namun sekarang lebih sering berdiam di rumah, karena khawatir kalau menabrak apa yang ada di depannya saat berjalan. Mas Cepuk memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS. Walau memiliki KIS, mas Cepuk merasa sangat tidak mampu untuk biaya berobat. Sementara itu, mas Cepuk ingin sekali bisa melihat lagi dengan normal. Sedekah Rombongan sangat memahmi kondisi yang dialami mas Cepuk. Bantuan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20 dan 24. Mas Cepuk sangat bersyukur dan mengucapkan banyak trrima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Mas cepuk sakit mata dan telinga


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tidak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Saat ini dek Ajeng sudah menjalani operasi. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng masih mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan ketigabelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142, Rombongan Baru 4, 8, 12, 20, dan 24. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Ajeng menderita sakit syaraf


FAJAR SETIAWAN (9, Leukemia). Alamat : Dusun Beketok, RT 39/14, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Fajar, demikian biasa dipanggil demikian oleh keluarga dan lingkungannya. Tanggal 6 Nopember 2018 MRS di RS Dolopo, dilakukan transfusi darah putih 6 kolf, darah merah 2 kolf. Adek Fajar (9) putra dari Bapak Solikin dan Ibu Is, baru diketahui menderita Kanker Darah. Awalnya pusing terus keluar darah di hidung, cerita Bapak Solikin tentang dek Fajar. Kemudian dibawa ke RS, dirawat sekitar 5 hari, butuh transfusi darah, karena di Madiun kosong, maka harus ke Ponorogo, di sana dapat 3 ampul darah tapi harus membayar 1 juta lebih. Belum lagi obat di RS tidak ada, akhirnya harus beli sendiri ke apotik dan tidak tercover Bpjs. Saat itu bapaknya membawa uang 400 ribu, ternyata obatnya total Rp.1.080.000, sehingga uang nya tidak cukup umtuk menebus obat. Sekarang anaknya jadi mudah lelah, terus lemes, padahal dulu lincah. Dek Fajar sempat dapat rujukan ke Rsup. dr Soedono di kota Madiun, tidak dijalankan karena keterbatasan biaya. Bapaknya tidak mau bawa ke sana, nanti khawatir bayar lagi, sudah tidak sanggup membayar nanti, akhirnya sekarang diberi obat herbal saja. Bapak Solikin yang pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh tani, sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatan dek Fajar. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Fajar dan kedua orang tuanya. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 24. Pak Solikin merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Fajar menderita kanker darah


DANNY ARYA KUSUMA PUTRA (18, Patah tulang). Alamat : Dusun Klorogan, RT 2/1, Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Danny, demikian biasa dipanggil oleh keluarga dan lingkungannya, Danny anak pertama dari tiga bersaudara, awal mula sakit Danny yang baru lulus SMK tahun ini bekerja di pabrik kertas di daerah Surabaya, waktu bekerja Danny mengalami kecelakaan kerja, tangan kanan dan hampir separo badannya masuk mesin pemotong kertas di pabrik tempatnya bekerja, Danny baru saja bekerja dua bulan dan sudah mengalami kecelakaan kerja, saat ini kondisi Danny masih terbaring lemah dan harus kontrol rutin dua kali seminggu di RS Orthopedi Surabaya, karena tidak mempunyai biaya untuk transport, keluarga Danny minta kontrol nya seminggu sekali dan setiap mau kontrol harus minjam uang sana sini untuk menyewa mobil karena bapaknya yang bekerja serabutan sehingga Danny dan keluarga sangat kesulitan untuk menyewa mobil yang tidak murah dari Madiun ke Surabaya untuk kontrol ke RS Orthopedi Surabaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Danny, dan sangat memahami kondisi yang dialami Danny dan kedua orang tuanya. Bantuan keduapun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 24. Danny dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga Danny bisa berobat lagi untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danny mengalami kecelakaan kerja


RIZAL ZABATHIL AMIN (20, Ca Nasofaring) Alamat : Desa Sewulan RT 11/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizal biasa dipanggil warga sekitar. Rizal tinggal bersama bapak, ibu, adik, dan neneknya. Rizal adalah seorang anak dengan kehidupan sehari-hari membantu bapaknya yaitu Pak Supardi yang bekerja serabutan. Awal mula Rizal sakit bulan Mei 2018, ada benjolan di leher dan di ketiak, dia tidak memperdulikan benjolannya, setelah 2 bulan benjolan tersebut membesar, barulah Rizal berobat ke Puskesmas kemudian di rujuk di RSUD Dolopo, di situ Rizal mengetahui penyakitnya yaitu Kanker kelenjar getah bening stadium 2, dari RSUD Dr. Soedono Rizal di rujuk ke RSDM Solo dimana harus melakukan kemoterapi. Pak Supardi adalah tulang punggung keluarga. Rizal memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Rizal dan kedua orang tuanya. Santunan ketigapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Rizal, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20 dan 24. Pak Supardi dan keluarga merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rizal menderita kanker kelenjar getah bening stadium 2


INVENTRIS MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Pembelian Ban mtsr). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR, kondisi roda agar tetap prima dan tampilan yang selalu bagus. Adapun biaya pembelian ban mtsr sebesar Rp. 1.540.000,- . Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.540.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya pembelian ban mtsr


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, RSUD Sogaten, RS Griya Husada, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisiyah Madiun, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Sarjito, RSUP Dr. Moewardi, dan juga RSUP Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk menyurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi, dan pajak tahunan MTSR. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan Baru 24.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.775.720,-
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya operasional Desember 2018


ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO (4 , Acute Lymphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Towo, RT 2/5 , Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Adik Ganies biasa dipanggil demikian oleh keluarganya. Ganies mulai dari November 2016 sudah sering sakit-sakitan dan sudah berobat ke RSUD dr. Darsono Pacitan, karena belum menemukan diagnosa penyakit kemudian di rujuk ke Rsup. dr. Sadjito Yogyakarta. Setelah melalui diagnosa cukup lama sekitar 3 bulan kemudian di ketahui menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia. Dek Ganies memilik fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami ananda Ganies. Santunan kesembilan pun disampaikan sebesar Rp 500.000, dan digunakan untuk biaya dan akomodasi kontrol dan berobat. Bantuan sebelumya telah disampaikan dan tercatat di nomer Rombongan Baru 1109, 1117 , 1126, 1135, 1143, Rombongan baru 3, 7 dan 20 untuk mambantu biaya akomodasi berobat adik Ganies ke RSUD dr Sardjito Yogyakarta. Alhamdulilah adik Ganiez telah rutin kembali berobat kemoterapi. Orang tua merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @RestySucia

Ganies menderita penyakit acute lymphoblastic leukemia


RIZKY ARIWIBOWO (21, Flex Paru-Paru). Alamat : Dusun Druju RT2/2 , Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur. Rizki merupakan anak dari pasangan Bapak Darta (70), dan ibu Suti (53). Ia merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara. Setelah lulus dari sekolah pada tahun 2014, Rizki memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Jakarta. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Rumah Makan. Awal keberangkatan ke Jakarta dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan maupun riwayat sakit apapun. bahkan ia masih sering pulang untuk sekedar bertemu dengan orang tuanya. Namun tepatnya bulan September Tahun 2017 Rizki pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya sekarang ini yaitu flek paru – paru. Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Tepatnya bulan Desember kemarin Rizki harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pacitan Selama 5 hari. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Rizki merupakan keluarga yang tidak mampu. Rumah yang di tempat oleh 6 orang tersebut merupakan bantuan dari Koramil keluarga inipun juga termasuk keluarga yang mendapatkan bantuan beras rastra dari pemerintah yang datangnya tiap 1 bulan sekali. Bahkan untuk makanpun keluarga ini harus kerja membanting tulang dengan bertani maupun dengan membuka usaha mie ayam di pinggir jalan. Bantuan keenam sebesar Rp 500.000,- setelah sebelumya tercatat di nomer Rombongan Lama 1126, 1135, 1143 dan Rombongan Baru 3 dan 20 disampaikan untuk biaya berobat dan dan trasportasi. Dan tidak lupa keluarga Bapak Darta mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Rizky menderita flek paru – paru


ABAS IMAMI (20, Gagal ginjal + Saraf + Paru-Paru basah) Alamat : Dusun Sinoman Kidul, RT 2/6, Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Abas Imami merupakan putra dari pasangan Bapak Riyanto (61), dan ibu Giyah (52). Setelah lulus dari SMP, Abas memutuskan untuk bekerja mengais rejeki ke Solo. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di Restoran. Awal keberangkatan ke Solo dengan kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan sakit apapun. Namun tepatnya Tahun 2015 Abas sakit dan harus opname selama 2 minggu di PKU Muhammadiyah Solo. Dengan Kondisi badannya bengkak semua. Setelah sakit tersebut akhirnya Abas tidak melanjutkan kerja dan langsung pulang ke desa dengan kondisi sakit yang di deritanya yaitu gagal ginjal. Selama 3 tahun mulai dari tahun 2015 sampai sekarang, Keluarga sudah berinisiatif untuk memeriksakan ke rumah sakit. Abas harus bolak balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan penyakit yang di derita nya. Sekarang bahkan penyakit yang di derita nya komplikasi. Mulai dari saraf, paru paru basah dan penyakit lainnya. Dan yang dilakukannya sekarang adalah ia harus sering kontrol ke Rumah Sakit setiap 2 minggu sekali untuk cuci darah dan 1 Bulan sekali untuk sarafnya. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, keluarga Abas merupakan keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan harus ditempati 6 orang di dalamnya. Selain itu untuk merawat sakitnya Abas keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari menjual kayu, menjual hewan ternak dan tanah yang di milikinya Propinsi penyembuhan anaknya. Bahkan sekarangpun masih memiliki beberapa hutang yang harus ditanggung untuk biaya transportasi Abas waktu akan kontrol ke Rumah Sakit Pacitan. Alhamdullillah sedekah rombongan dipertemukan dengan nya, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk bisa membantu Saudara Abas untuk melanjutkan Pengobatan cuci darah dan penyakit saraf serta paru-paru basah yang di derita nya, sehingga dapat kembali sehat dan kembali bisa beraktifitas seperti sediakala. Santunan keenam sebesar Rp 500.000 pun di sampaikan, setelah sebelumya tercatat di nomer Rombongan Lama 1135, 1143, Rombongan Baru 3, 7 dan 20 untuk membantu biaya akomodasi berobat dan kontrol. Orang tuanya sangat mengucapkan terimakasih kepada sedekahholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro @Jemi

Abas menderita sakit saraf dan paru paru basah


PUTRI LESTARI ( 9,Tumor pipi ) Alamat : Dusun Ngrumpon RT 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur . Putri Lestari gadis kecil kelahiran 15 mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu dr Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayahnya yaitu Pak Mesran (34) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (36) adalah sebagai ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah Pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelumnya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua Orang tua Putri sangat bersemangat dan mengiginkan putrinya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak anak lain seusianya. Saat ini Putri sedang menjalani pengobatan di Rsup Sardjito Yogyakarta dalam dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Santunan Keenam sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dari Pacitan ke Yogyakarta dan biaya akomodasi berobat selama di Yogyakarta. Santunan Sebelumnya sudah masuk dan dilaporkan pada Rombongan Lama 1058,1091, Rombongan Baru 3, 7 dan 20. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekahholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @EdiSutaro

Putri menderita kelainan di pipinya sejak kecil


SUMANAN BIN KATIMIN (59 Pembengkakan Pembuluh Darah). Alamat RT 03/09, Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pak Sumanan diusia 59, dengan kondisi awal yang sehat bugar dan bisa beraktifitas seperti biasa. Aktifitas sehari-hari pak Sumanan selain sebagai Petani Ia adalah salah satu penggerak dan penggiat wisata di Goa Gong. Pak Sumanan berprofesi sebagai juru foto amatiran bagi para pengunjung Goa Gong yang akan mengabadikan momen wisata mereka. Dari kegiatan itulah Pak Sumanan bisa membiayai sekolah anaknya dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Berawal dari 3 tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, Setelah pulang dari Goa Gong untuk mengais rejeki beliau memiliki keluhan pusing yang terus menerus. Bagi Beliau hal tersebut dianggap hal yang biasa, dibelikan obat warung dan besoknya sudah sembuh. Namun ternyata keluhan sakit tersebut terus-menerus terasa dan tidak kunjung sembuh. Dan akhirnya atas inisiatif keluarganya, beliau diperiksakan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaaan dari Dokter, bahwa Pak Sumanan mengalami pembengkakan Pembuluh Darah dan harus istirahat dan opname di Rumah Sakit. Bahkan sampai sekarang beliau harus tetap bolak-balik ke rumah sakit untuk obat jalan. Kondisinya sekarang sekarang sudah tidak bisa beraktifitas seperti sedi kala. Aktifitasnya sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur Dan yang lebih miris lagi kondisi badannya semakin hari semakin kurus. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Dr Darsono Pacitan dan biaya akomodasi berobat.Santunan Sebelumnya masuk Rombongan Baru ke 7 dan 20. Pak Sumanan sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan sehingga bisa kembali berobat rutin. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Edisutaro @Jemi

Pak Sumanan mengalami pembengkakan pembuluh darah


ADITYA WAHYU INDRA (15 / PASIEN, ADITYA WAHYU INDRA, Hidrosepalus) Bendo, RT 2/4, Krambil Sawit, Saptosari, Gunungkidul, DIY Aditya lahir tanggal 16 Juni 2018. Selang dua minggu kemudian Aditya mengalami demam, lalu diperiksakan ke RSUD Wonosari. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Di usia satu tahun, orangtuanya melihat perubahan fisiknya. Kepala Aditya membesar. Orangtuanya segera membawa periksa ke RSUD Wonosari lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Saat ini Aditya masih menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Ayahnya, Suwardiyono, meninggal dunia karena kecelakaan ketika Aditya berusia 7 tahun. Ibunya, Kaniyem (48) menjadi ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga. Sebagian besar waktunya memang untuk Aditya, karena ia hanya bisa mengonsumsi susu dan makanan lembek saja. Belum lagi untuk terapi obat jalan, Ibu Kaniyem harus ekstra mendampingi Aditya. Ibu Kaniyem terus bersemangat mengupayakan kesehatan sang buah hati. Setiap kontrol rutin, mereka menyewa mobil dan terpaksa berhutang, bahkan untuk kebutuhan operasional dan biaya pengobatan yang lain. Aditya juga tinggal bersama nenek yang juga menjadi tanggungan Ibu Kaniyem. Ketiganya tinggal di rumah sederhana dengan alas ala kadarnya. Saat bersilaturahim Kurir Sedekah Rombongan merasakan haru dan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Selain menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan untuk membantu transportasi pengobatan Aditya, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan kasur dan bantal baru untuk kelurga Aditya. Ucapan doa dan terima kasih terus bergumam dari keluarga Aditya atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga proses kesembuhan Aditya selalu diberikan kelancaran, Aamiin.

Jumlah: Rp. 2.000.000
Tanggal: 09-12-2018
Kurir: atin lelya sukowati

Aditya menderita hidrosepalus


NUR HASANAH (47 / Pasien, NUR HASANAH, Tumor Ovarium) Gemawang RT 2/43, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DI. Yogykarta Ibu Nurhasanah telah lama merasa tidak enak dengan perutnya, namun tidak dirasakan dan tidak berobat. Beliau baru periksa ke dokter saat kondisinya telah parah, dan hasil diagnosa daokter menunjukkan beliau menderita Tumor Ovarium. Perutnya semakin hari semakin membesar kemudian dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Di RSUP Dr. Sardjito dilakukan tindakan penyedotan cairan di perut, sebanyak dua kali. Namun perutnya masih nampak besar. Meskipun memiliki kartu anggota BPJS, namun beberapa tindakan medis dan obat diluar tanggungan BPJS. Sehingga keluarga mengalami kesulitan biaya pengobatannya.Suaminya, Sugito bin Wito Pawiro (48th), yang berprofesi sebagai buruh bangunan mempunyai pendapatan yang tidak menentu setiap harinya. Kondisi ini menjadi hambatan untuk Ibu Nur Hasanah menjalani pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nur Hasanah dan bisa menyalurkan bantuan dari para Sedekahholics guna melanjutkan pengobatan selanjutnya. Kurir : @ekadian @jemigigi

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 12-12-2018
Kurir: Angga Kusuma

Bu Nur menderita tumor ovarium.


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Bu Yuni menjalani proses kemoterapi sebanyak 6 kali dan saat ini menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Santunan ke tujuhbelas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 986, 1023, 1032, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107, 1117, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 dan 17. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP

Bu Yuni menderita ca mamae


SUYITNO BIN SUTO SETU (59, Diabetes Melitus) Alamat : Dusun Kandenan RT 38/ 7, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, pak Suyitno tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran, oleh istrinya, Hartini Kristiani (55) dan dibantu tetangga sekitar pak Suyitno dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pak Suyitno didiagnosa Diabetes Melitus dan ada gangguan di paru-paru. Oleh dokternya, pak Suyitno dibuatkan rujukan ke RS Hermina Bitung Tangerang karena dipercaya dokter disana mampu untuk menangani penyakit pak Suyitno. Beberapa bulan di RS Hermina Bitung pak Suyitno memutuskan untuk pulang karena kondisi tidak semakin membaik dan biaya hidup di Tangerang yang terlalu tinggi. Setelah pulang ke Magetan pak Suyitno kembali mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke IGD RSUD Magetan, dan disana dirawat beberapa hari. Setelah dinyatakan pulih pak Suyitno diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin. Penyakit Diabetes Melitus yang diderita beliau menyebabkan penglihatan beliau terganggu. Oleh karena itu, dari RSUD Magetan beliau dirujuk ke RS YAP Jogja untuk tindakan mata beliau dan Operasi dilaksanakan tanggal 4 September 2018. Pak Suyitno saat ini tinggal di rumah kontrakan, kondisi ekonomi beliau tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, Alhamdulillah tetangga masih mau untuk sekedar memberi sekedarnya kepada keluarga beliau, istri beliau yang bekerja sebagai penjahit permak pakaian tidak setiap hari menghasilkan uang, hanya ketika ada tetangga yang mempermak bajunya. Setiap kontrol beliau menggunakan angkutan umum. Barang dan perabot yang beliau punya sudah banyak yang terjual untuk pengobatan dan hidup sehari-hari. Keinginan beliau untuk sembuh sangatlah besar, hal itu dibuktikan dengan semangat berobat beliau & keluarga yang sangat besar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Pak Yitno sudah menjalani operasi katarak mata sebelah kanan dan selanjutnya menunggu jadwal operasi yang sebelah kiri. Beliau sangat gembira dan bersyukur karena dapat melihat lagi sehingga bisa bekerja lagi seperti biasanya. Santunan kelima diberikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk membantu biaya akomodasi rawat inap dan membayar iuran Bpjs Mandiri. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 7, 12, 14 dan 23. Pak Yitno dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal ibadah kurir diterima oleh Allah, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Hadi_Sulistiyono @Mirsa_DP @ Khoirul_Mukhlisin @Rubi_Farma

Pak Suyitno didiagnosa diabetes melitus dan ada gangguan di paru-paru.


SRINARTI BINTI SLAMET (47, Ca Cervix + Myom). Alamat : RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Narti, demikian beliau biasa disebut oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga. Bu Narti merasakan sakit sejak bulan Januari 2018. Pertama beliau berikhtiar untuk berobat ke Rsud. Sogaten Madiun. Setelah 3 bulan bu Narti di rujuk ke Rsud. Soedono Madiun dan divonis menderita Ca cervix, Myom dan Pembengkakan ginjal. Untuk berobat, bu Narti menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 3. Selanjutnya bu Narti dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo sehingga beliau merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Suaminya yaitu pak Wiyono (49) bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Apalagi saat harus mendampingi istri nya berobat, praktis pak Wiyono tidak busa bekerja sama sekali. Saat ini bu Narti sudah menjalani 5 kali kemoterapi dan dilanjutkan dengan terapi sinar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 25 kali mulai tanggal 26 Oktober 2018 sampai 29 November 2018. Sinar dalam pun sudah dilakukan sebanyak 3 kali selama bulan Januari 2019. Informasi mengenai bu Narti diperoleh dari kurir SR Magetan yang sedang mengantar pasien ke Rsdm Solo. Akhirnya bu Narti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 16 September 2018. Bantuan kelima sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 13, 14, 21 dan 23. Rasa haru dan ucapan terimakasih disampaikan oleh bu Narti atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau segera pulih dan sembuh seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas normal kembali. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Mukhlisin @Alfi @Jeans_Oswolf

Bu Sri menderita ca cervix, myom dan pembengkakan ginjal


ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan ketujuh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3, 7, 13, 14, 21 dan 23. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Mukhlisin @Alfi @Jeans_Oswolf

Ardinda menderita pembengkakan jantung


ATIK MARYATI BINTI JUARI (26, Polip). Alamat : Gurdo Barat, Desa Rejuno RT 5/5, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Atik demikian ibu muda ini biasa disapa oleh sanak saudara dan para tetangga. Mbak Atik menderita sakit polip mulai tahun 2016 ditandai dengan perasaan pusing dan sering mimisan. Awalnya berobat di Rsud. dr. Soeroto Ngawi dan pada bulan April 2016 dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah berobat beberapa saat mbak Atik dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Bulan Juli 2018 penyakitnya kembali kambuh dan berobat lagi di Rsud. Soedono Madiun. Setelah pengobatan selama 3 bulan akhirnya mbak Atik mendapat rujukan pengobatan ke Rsud. Moewardi Solo dan harus melakukan tindakan operasi. Kondisi ini sangat memberatkan mbak Atik dan suaminya yaitu pak Jamun (40) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan pak Jarmun tidak menentu bahkan untuk makan pun kadang masih kurang. Awal berobat mbak Atik dibantu oleh para tetangga dan sanak saudara dengan patungan uang. Alhamdulillah mbak Atik dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi yang masuk dari kurir Sedekah Rombongan Madiun. Mbak Atik akhirnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 21 Oktober 2018 dan melanjutkan pengobatan ke Rsup. Moewardi Solo dan sudah menjani operasi. Saat ini menjalani kontrol rutin seminggu sekali ke Rsdm Solo. Bantuan keempat sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport dan rawat inap. Sebelum nya mbak Atik telah menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 14, 21 dan 24. Mbak Atik dan suami sangat bersyukur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga mbak Atik bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Mukhlisin @Alfi @Jeans_Oswolf

Mbak Atik menderita sakit polip


SAPTONO BIN SAERAN ( 63, Stroke ) Alamat : Dusun Bogem RT. 2/2 Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Kurang lebih 5 bulan yang lalu Pak Saptono mengalami sakit yang lemas dikiranya masuk angin, kemudian di rawat di rumah RS. Dr. Sayidiman Magetan selama 8 hari. Oleh dokter dinyatakan telah mengalami stroke yang mengakibatkan kelumpuhan dan tidak dapat berbicara. Setelah diperbolehlan pulang beliau menjalani beberapa kali terapi pijat dan terapi penyinaran, namun hasilnya belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sampai saat ini sudah tidak mampu lagi menjalani terapi, sehubungan ketiadaan biaya. Isterinya yang semula bekerja sebagai penjual makanan di warung depan rumahnya, semenjak suaminya sakit sudah tidak dapat bekerja lagi karena harus merawatnya. Untuk kebutuhan makan dan keperluan lain terkadang diberi oleh anaknya yang bekerja di Bandung dan terkadang mendapat pemberian dari sanak famili dan tetangganya. Kedua anaknya penghasilannya juga pas pasan, sehingga terkadang tidak dapat mengirimi uang kepada kedua ibu bapaknya. Perabot rumah pak Saptono sudah habis dijual untuk keperluan berobat, karena mereka tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai pak Saptono dari salah satu pasien dampingan SRMagetan yang rumah nya berdekatan dengan beliau. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Saptono dan istri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Muklisin @Rubi_Farma

Pak Sapto mengalami stroke


KANDIM BIN ABDUL SOMAD (53, Diabet). Alamat : Desa Dadapan RT 1/1, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Pak Kandim adalah seorang kepala keluarga yang menderita sakit diabet selama 8 tahun. Dalam 1 tahun terakhir kondisi nya memburuk dengan adanya luka di kaki yang selalu basah. Medikasi luka harus dilakukan di puskesmas seminggu dua kali. Kontrol rutin sebulan sekali ke Rsud. Soeroto Ngawi. Dalam 3 bulan terakhir harus rawat inap di Rsud. Soeroto sebanyak dua kali. Istri nya yaitu bu Kasirotun (35) adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu merasa kesulitan dengan biaya pengobatan pak Kandim walaupun sudah memiliki jaminan kesehatan Kis. Informasi mengenai pak Kandim diperoleh dari istrinya yang mendatangi rumah singgah Sedekah Rombongan Magetan. Istri nya tau tentang Sedekah Rombongan dari salah satu pasien Dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan pak Kandim. Pasutri ini sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga bisa meringankan beban keluarga ini dan semoga pak Kandim segera sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Muklisin @Rubi_Farma

Pak Kandim menderita sakit diabet selama 8 tahun


ELNINO ARDIANSA IMRON ( 10, Demam berdarah). Alamat : Desa Karangasem II, RT 4/6, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Nino demikian biasa dipanggil oleh keluarga dan sanak saudara adalah putra pertama pasangan Pak Imron (37) dan Rini Handayani (31). Nino mengalami panas badan yang tinggi dalam beberapa hari, karena panas badan tidak juga menurun akhirnya dipriksakan ke Puskesmas dan ternyata terkena sakit Demam berdarah. Saat itu semua rumah sakit daerah sudah penuh dengan pasien rawat inap dengan penyakit yang sama karena memang musim penghujan. Akhirnya mendapatkan ruang inap di RSI AT-Tin Ngawi. Kondisi berikutnya adalah Bpjs Mandiri Klas 3 keluarga pak Imron tidak dapat digunakan karena sudah setahun tidak dibayarkan preminya karena keterbatasan ekonomi. Akhirnya Nino bisa dirawat dengan menggunakan biaya umum. Hal ini cukup membuat pak Imron bingung karena saat ini sedang tidak bekerja karena memang selama ini pekerjaan nya serabutan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai adik Nino dari salah satu pasien dampingan SRMagetan yang rumah nya berdekatan dengan pak Imron. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya administrasi Rumah Sakit. Pak Imron dan istri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Hadi_Sulistiyono @Mirsa_DP @ Khoirul_Mukhlisin @Rubi_Farma

Elnino menderita demam berdarah


SADIR BINTI WOSO SAMIN (90, Katarak). Alamat : Dusun Muning RT 10/2, Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbak Sadir, demikian beliau dipanggil oleh para tetangga dan sanak saudara. Mbak Sadir dimasa tua nya hidup sebatangkara di rumah yang sangat sederhana bahkan bisa disebut tidak layak huni. Sebenarnya mbak Sadir punya satu anak laki-laki tapi sudah menetap dengan keluarganya dan juga sakit-sakitan karena usianya yang sudah tua. Mbak Sadir selama ini hidup dengan bantuan salah satu keponakan yang sangat perduli. Tiap hari mengantar makanan dan mengecek kondisi mbah Sadir. Sudah setahun terakhir mbak Sadir menderita katarak sehingga harus berjalan dengan bantuan tongkat dan sedikit kesulitan untuk menjalankan aktifitas dengan kondisi ini. Selain keponakan, ada juga beberapa tetangga yang perduli dengan mengantar makanan, memberikan saluran listrik dan air secara gratis. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai mbah Sadir dari salah satu teman kurir SR Magetan yang rumahnya berdekatan dengan rumsh mbah Sadir. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehati-hari. Mbah Sadir sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Mbak Sadir menderita katarak


SUPARMI BINTI SUPARDI (46, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jatirejo RT 1/3, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Parmi, demikian beliau biasa dipanggil tetangga dan sanak saudara adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita gagal ginjal dalam dua bulan terakhir. Berawal dari rasa sakit yang dirasakan, bu Parmi diantar oleh suaminya yaitu pak Sarbi (50). Berawal dengan rujukan puskesmas Kendal Ngawi melakukan pengobatan ke Rsud. Sogaten Madiun. Hasil pemeriksaan menujukkan kalau bu Parmi menderita gagal ginjal dan harus menjalani Hemodialisa seminggu sekali. Selanjutnya bu Parmi berobat ke Rumah sakit terdekat dari rumahnya yaitu Rsud. Sayidiman Magetan untuk melakukan hemodialisa. Karena terbatasnya jumlah mesin dan overload pengguna maka bu Parmi belum mendapatkan jadwal tetap untuk hemodialisa. Hanya apabila ada jadwal yang kebetulan kosong bu Parmi dihubungi pihak Rumah sakit untuk melakukan hemodialisa. Jarak sekitar 35 km dengan rumah sakit terdekat sangat memberatkan proses pengobatan bu Parmi. Suami bu Parmi yang bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat pada pembiayaan pengobatan. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai bu Parmi dari salah satu pasien dampingan SRMagetan yang rumah nya berdekatan dengan bu Parmi. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi berobat. Bu Parmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Hadi_Sulistiyono @Mirsa_DP @ Khoirul_Busnajudin

Bu Suparmi menderita gagal ginjal


ARINI DYAH MULYANI (1, Bibir Sumbing). Alamat : Jalan Salak 9/2, Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Adik Arini lahir pada tanggal 1 Desember 2018 di Rsud Sayidiman Magetan. Terlahir prematur dan mengalami bibir sumbing dan harus menjalani perawatan di inkubator selama 10 hari sebelum diperbolehkan pulang. Adik Arini adalah putri pertama pasangan Pak Mardani (31) dan bu Fatimah Suyanti (21). Pengobatan yang dijalani saat ini adalah kontrol seminggu sekali untuk mengganti selang. Untuk pengobatan lebih lanjut masih menunggu cukup usia dan cukup berat badan. Pak Mardani yang bekerja serabutan sangat merasa kesulitan untuk proses pengobatan putri semata wayang nya tersebut. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai adik Arini dari salah satu pasien dampingan SRMagetan yang rumah nya berdekatan dengan pak Mardani. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi berobat. Pak Mardani dan istri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Hadi_Sulistiyono @Mirsa_DP @ Khoirul_Busnajudin

Arini mengalami bibir sumbing


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 5 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 17 Mei 2017. Santunan kedelapanbelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan Lama 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107, 1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2, 3 ,7, 13,16 dan 21. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin

Seno menderita gagal ginjal


NOVI KURNIASARI (25, Kista Ovarium). Alamat : Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Novi, demikian biasa dipanggil oleh tetangga adalah seorang wanita usia 25 tahun dan dalam 1 tahun terakhir menderita penyakit Kista Ovarium. Gejala yang dirasakan adalah perut membesar tetapi tidak terasa sakit. Pertama berobat ke RSI Madiun dengan menggunakan fasilitas KIS. Selanjutnya mbak Novi harus di rujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan terkendala biaya untuk transportasi. Mbak Novi yang bekerja sebagai Prt dengan penghasilan ala kadarnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ayah nya sudah lama meninggal sedangkan ibunya yaitu bu Suparmi (60) bekerja sebagai buruh tani. Mbak Novi masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan sejak 18 Maret 2018. Operasi sudah terlaksana di Rsdm Solo pada tanggal 29 Mei 2018, dan saat ini melakukan kontrol rutin serta kemoterapi 5 kali. Dari pemeriksaan diketahui bahwa kista sudah bersih tetapi harus tetap menjalani kontrol sebulan sekali. Informasi mengenai mbak Novi diperoleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbak Novi. Santunan ketujuh titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan rawat inap. Santunan sebelum nya telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1126, 1142, Rombongan Baru 7, 12, 16 dan 23. Mbak Novi dan ibunya merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbak Novi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_Busnajudin

Novi menderita penyakit kista ovarium


SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR (46, Ca Mamae). Alamat : Jalan Salak RT 9/2, Desa Gulun. Bu Yuni demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae mulai tahun 2016. Berawal pada bulan September tahun 2016, merasakan ada benjolan di daerah dada kanan bawah, apabila dipegang tidak sakit, lalu di periksakan ke puskesmas setempat. Berikutnya bu Yuni dirujuk ke Rsau. Iswahyudi Maospati, dilakukan pemeriksaan Lab dan pemeriksaan lanjutan, kemudian tanggal 2 Januari 2017 dilakukan Operasi pengangkatan benjolan dan payudara. Usai operasi menjalani kontrol rutin 2 bulan. Berikutnya dirujuk ke RS Haji Sukolilo untuk dilakukan Kemoterapi. Setelah kemo 6 kali, dirujuk lagi ke Rsup Dr. Sutomo untuk terapi sinar sebanyak 25 kali, dimulai tanggal 22 Januari 2018. Pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Katino (53) yaitu suami bu Yuni yang bekerja sebagai buruh tani. Walaupun bu Yuni menggunakan jaminan KIS untuk proses pengobatan, tetapi biaya akomodasi transport dirasa cukup memberatkan. Informasi mengenai bu Yuni diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan yang bertemu bu Yuni saat berobat di Rsup. dr. Soetomo Surabaya. Selanjutnya bu Yuni masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 29 Januari 2018. Santunan ketujuh sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat selama di Surabaya dan biaya transportasi. Bantuan sebelum nya yang diterima oleh bu Yuni telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1117, 1126 dan Rombongan Baru 3, 12 21 dan 23. Bu Yuni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan tang telah disampaikan. Semoga bu Yuni segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_Busnajudin

Bu Sri menderita sakit ca mamae


YATMI BINTI RANTI ( 51, Tumor Ginjal ). Alamat : Dusun Taji RT. 7 RW. 1 Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Bu Yatmi awalnya hanya merasakan sakit nyeri pada bagian perutnya namun tidak kunjung sembuh, akhirnya diperiksakan ke puskesmas Taji dan dirujuk ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dirawat beberapa hari. Karena tak kunjung ada perbaikan kemudian dirujuk ke Rsup. Soedono Madiun. Oleh dokter yang menangani dinyatakan menderita sakit tumor pada ginjalnya, dan dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo untuk dilakukan operasi. Setelah dibawa ke Solo dan menjalani pemeriksaan beberapa kali kemudian dilakukan penyedotan pada 29 Agustus 2018 yang lalu. Sampai sekarang bu Yatmi menjalani pengobatan kemoterapi di Rsud Moewardi sebulan sekali. Bu Yatmi tinggal di rumah orangtuanya, suaminya yaitu pak Suwarno (54) bekerja sebagai tukang rosok dengan pendapatan yang cukup hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Memiliki 2 orang anak yang satu sudah berkeluarga yang satu masih di rumah namun mengalami sedikit kelainan. Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari sangat pas pasan, sedangkan untuk keperluan berobat istrinya terkadang menunggu dapat pinjaman dan pemberian sanak famili dan tetangganya. Pernah saat dapat jadwal periksa ke Rsdm Solo tertunda gara gara tak punya biaya untuk perjalanan ke Solo. Informasi mengenai bu Yatmi diperoleh salah satu kurir dari Ngawi yang kebetulan naik bis bersamaan dengan bu Yatmi saat pulang berobat dari Solo. Bu Yatmi masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai tanggal 19 November 2018. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap dan transport setelah sebelum nya menerima bantuan dan laporannya masuk pada Rombongan Baru 21 dan 23. Pak Suwarno sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu yatmi segera sembuh dari sakit yang dideritanya dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin

Bu Yatmi menderita sakit tumor pada ginjalnya


SANEM BINTI WONGSO KADIKUN (73, gagal ginjal). Alamat : Dukuh Gondang RT 4/3, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sanem demikian biasa beliau dipanggil oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga sekitar. Mbah Sanem menderita sakit gagal ginjal sejak 2 tahun lalu dan diharuskan menjalani Hemodialisa seminggu sekali tiap hari Rabu di Rsud. Sayidiman Magetan. Kondisi mbah Sanem makin hari makin lemah, jika berangkat ke Rumah sakit terpaksa harus naik sepeda motor berbonceng 3. Beliau diposisi tengah dan harus diapit anaknya karena kondisi yang lemah. Dengan kondisi ini harus berangkat pagi untuk mencari jalur tikus supaya tidak kena Tilang Polisi. Untuk menyewa mobil cateran tentu keluarga sudah tidak mampu lagi. Suami mbah Sanem yaitu Alm. Mbah Sarbi telah lama meninggal sehingga anak nya yang mengurus mbah Sanem, sedangkan kondisi perekonomian anak nya pun dibawah garis rata-rata. Informasi mengenai mbah Sanem diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Mbah Sanem masuk sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai tanggal 7 November 2018. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pemenuhan makanan sehat yang dianjurkan untuk penyakit gagal ginjal. Bantuan sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21. Keluarga mbah Sanem sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk semua Sedekaholic sekalian. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin

Mbah Sanem menderita sakit gagal ginjal sejak 2 tahun lalu


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Dan pada 30-8-2018 dilakukan operasi pemasangan Ilizarof untuk yang kedua kali. Titipan santunan keduapuluhdua dari sedekahholic sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pembayaran Bpjs Mandiri dan biaya pembelian kasa + perlengkapan medikasi, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 7, 12, 16 dan 23. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Mirsa_DP @Khoirul_ Busnajudin

Mas Nur mengalami tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan ketigabelas pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 ,13, 14, 21dan 23. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak agus mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan


MARGONO BIN SUKADI (33, pengapuran ginjal). Alamat : RT 3/1 Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mas Margono menderita sakit kurang lebih enam bulan terakhir, dimulai bulan Februari 2018. Sakit nya ditandai dengan tidak bisa Bab dan setelah sakit selama 2 bulan mas Margono tidak bisa berjalan sama sekali. Selama kurun waktu 6 bulan mas Margono menjalani rawat inap di Rsi selama 10 hari, di Rsud Soedono selama 14 hari, di Rsud Sayidiman Magetan selama 7 hari. Saat menjalani pengobatan rutin di Rsud. Soedono Madiun divonis menderita pengapuran ginjal tetapi begitu dirujuk di Rsdm Solo dan menjalani beberapa pemeriksaan dan observasi di vonis tumor leher. Sepanjang bulan Januari 2019 Pak Margono menjalani rawat inap karena kondisinya yang lemah. Sejak sakit otomatis mas Margono sudah tidak dapat bekerja lagi sedangkan istri nya yaitu bu Rulik Wahyuni (32) seorang ibu rumah tangga sehingga beban biaya pengobatan ini dirasa cukup berat apalagi harus menghidupi 2 anak mereka yang masih sangat kecil. Informasi mengenai mas Margono diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Mas Margono masuk dampingan Sedekah Rombongan Magetan sejak 20 Agustus 2018. Bantuan keenam sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi rawat inap. Sebelum nya mas Margono telah menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Baru 7, 13,17, 21 dan 23. Keluarga mas Margono merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yg telah disampaikan. Semoga mas Margono bisa segera sembuh dan mampu beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 dan 23 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Dedik_Prasetyo @Iqbal_Fahmi

Mas margono divonis menderita pengapuran ginjal


PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan kesepuluh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 1090, 1117, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7, 13, 17 dan 21. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Dedi_Prasetyo

Bu Tyas menderita gagal ginjal


SUPRAPTI BINTI WARDI (37, Ca Mamae). Alamat : Desa Kwarigan RT 2/1, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Prapti demikian beliau biasa disapa tetangga dan sanak saudara. Bu Prapti adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit kanker payudara sejak bulan Januari 2017. Telah dilaksanakan operasi di Rs. PKU Muhammadiyah Solo. Saat ini bu Prapti menjalani pengobatan lanjutan yaitu kemoterapi ke 5. Biasanya beliau berangkat ke Solo diantar suaminya yaitu pak Sukarni (40) dengan mengendarai sepeda motor. Selama ini bu Prapti melakukan pengobatan dengan jaminan Bpjs Mandiri kelas 3. Namun demikian untuk biaya akkmodasi dan transportasi masih dirasa berat oleh pak Sukarni yang bekerja sebagai kuli bangunan. Dan otomatis pak Karni tidak dapat bekerja fulltime seperti biasa selama mendampingi istrinya menjalani pengobatan. Belum lagi harus membiayai anak-anaknya yang semua masih dalam usia sekolah. Sedekah Rombongan memperoleh informasi mengenai bu Suprapti dari salah satu pasien dampingan SRMagetan yang rumah nya berdekatan dengan pak Sukarni. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi berobat. Bu Suprapti dan suami sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan pula dari Allah SWT dan bu Prapti segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Hadi_Sulistiyono @Andhika_BAP @Alfi @ Khoirul_Busnajudin

Bu Prapti menderita sakit kanker payudara


KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan kesepuluh titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094, 1107, 1117 dan 1142 dan Rombongan Baru 3, 12, 17 dan 23. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 dan 30 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Busnajudin @Mirsa_DP

Bu Kasmi menderita ca mamae dan myom


JUMIATI BINTI SUPANGAT (44, Ca Colon). Alamat : Dusun Ngasem RT 1/2, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Jum, demikian ibu setengah baya ini biasa disapa oleh keluarga, sanak saudara dan para tetangga. Bu Jum mulai sakit sejak Januari 2018, terdapat benjolan di anus nya. Oleh pak Jarni (46) suaminya, dibawa berobat ke poly bedah Rsud. Sayidiman Magetan. Sempat dirawat inap selama 8 hari dan kontrol 2 kali tetapi karena tidak ada perubahan maka pengobatan dihentikan. Kondisi bu Jum semakin parah, sama sekali tidak bisa duduk dan sedikit kesulitan untuk berjalan. Bu Jum berobat menggunakan Bpjs pemerintah, namun demikian pak Jarni yang bekerja sebagai buruh tani tidak punya cukup biaya untuk melanjutkan pengobatan bu Jum. Setelah 10 bulan diabaikan tanpa pengobatan, bu Jum dipertemukan dengan Sedekah Rombongan Magetan berdasarkan informasi dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bu Jum menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 7 November 2018, beliau diantar membuat rujukan di Puskesmas Panekan dan langsung menjalani rawat inap selama 5 hari di Rsud. Sayidiman Magetan untuk pemulihan kondisi. Setelah membaik bu Jum dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun, dan setelah beberapa kali pemeriksaan langsung di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dan menjalani rawat inap selama 2 minggu. Menurut pemeriksaan dokter, kanker nya sudah tidak dapat diangkat dan akan dilakukan kemoterapi untuk menghancurkan kanker. Sedangkan untuk saluran pencernakan dibuatkan melalui perut dengan tindakan operasi. Saat ini bu Jumiati menjalani kemoterapi yang rencananya dilakukan sebanyak 6 kali kemoterapi. Bantuan ketiga sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelumnya menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21 dan 23. Pak Jarni mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Jum segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 dan 31 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma

Bu Jum menderita ca colon


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Januari 2019). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalumelakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Januari 2019 sebesar Rp 2.089.000,- di gunakan untuk pembelian BBM dan biaya pemeliharaan dan perbaikan dan biaya Tol. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada Rombongan Baru 27

Jumlah Bantuan : Rp 2.089.000,-
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Januari 2019


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Januari 2019). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Januari 2019 sebesar Rp 3.405.000,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, biaya cuci Mtsr, pembelian Accu serta biaya perawatan dan pemeliharaan rutin. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada Rombongan Baru 23.

Jumlah Bantuan : Rp 3.405.000,-
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Januari 2019


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Januari 2019). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan, sembako pasien, perlengkapan kantor dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan serta kebutuhan pasien di Rssr Magetan selama bulan Januari 2018 setelah sebelum nya masuk Rombongan Baru 23.

Jumlah Santunan : Rp 1.129.524,-
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew SRMagetan

Biaya operasional Januari 2019


SRI ASTUTI (45 / Pasien, SRI ASTUTI, Ca Servik + Tumor Kandungan) Dusun Karangasem, RT 05 RW 03, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DI. Yogyakarta Ibu Sri Astuti adalah seorang ibu yang tinggal seorang diri dirumahnya. Ibu Sri Astuti merasakan sakit sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya Ibu Sri merasakan sakit seluruh perut pada tanggal 26 September 2018 dan langsung di bawa ke IGD RSUD Wates pada pukul 03.00 dinihari. Pukul 06.00 ibu Sri diizinkan pulang dan boleh obat jalan, namun seharian dirumah merasakan sakit yang semakin hebat dan dibawa ke IGD RS Nyi Ageng Serang oleh tetangganya. Dokter mendiagnosa ususbuntu, dan dilakukan tindakan operasi. Setelah 3 hari dirawat beliau diizinkan pulang, dan jadwal kontrol setiap seminggu sekali. Minggu ketiga Pasca operasi Ibu Sri merasakan sakit semakin hebat pada bagian perut kiri bawah. Beliau ke puskesmas pengasih 2 dan didiagnosa infeksi saluran kencing. Seminggu kemudian beliau meminta rujukan ke poli kandungan RSUD Wates. Hasil diagnosa di RSUD Wates ditemukan tumor pada perutnya. Untuk memastikan tumor tersebut Ibu Sri melakukan pengecekan ke Laboratorium dan hasilnya beliau didiagnosa kanker servik dan tumor. Sehingga beliau di rujuk ke RSUP Sardjito hari Jum’at tanggal 23 November 2018 hasilnya postif kanker servik stadium 4 dan Tumor ganas di indung telur dan sudah menyebar hingga bagian paru-paru.. BU Sri menunggu antrian operasi di RS Sardjito yang diperkirakan masih 1 bulan. Sementara hanya di kasih plaster anti nyeri dibagian perut bawah. Ketika masih sehat Ibu Sri bekerja sebagai pengrajin enceng gondok dirumahnya. Sehingga ketika sakit sudah tidak memiliki penghasilan. Pada kunjungan pertama kali ke rumah ibu sri kurir sedekah rombongan menyaksikan tetangga membawakan makanan. Biaya pengobatan di rumah sakit menggunakan JKN-KIS. Ia dirawat dirumah dengan perawatan yg seadanya dan kurang intensif, kondisi ibu Sri Astuti semakin lemas, kaki sulit di gerakkan, sulit berbicara, dan bahkan sesak nafas saat menunggu antrian pengobatan selanjutnya di RSUP Sardjito. untuk menangani sesak nafasnya terpaksa dipasang oksigen dirumah. Ia semat dilarikan ke RS Nyi Ageng Serang karena kondisinya drop. Ia juga mengalami tidak bisa buang air kecil. Atas bantuan kurir sedekah rombongan yang meminta admisi ke RSUP Dr Sarjito ia kemudian di rawat disana.Bantunan dari sedekah hollics disampaikan untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit yang tidak ditanggung JKN-KIS. Alhamdulillah pada hari Jum’at tanggal 14 Desember 2018 Ibu Sri menjalani proses operasi. Santunan sebelumnya sudah pernah di berikan terlapor pada Rombongan Baru 27.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 12-12-2018
Kurir: Angga Kusuma

Bu Sri menderita ca servik + tumor kandungan


TURSINI BINTI ADAM (46, Pembengkakan Jantung + Ginjal). Alamat : Dusun 4, Desa Sribhawono, Kec. Bandar SriBhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Ibu Tursini biasa beliau disapa, beliau mulai merasakan sakit sekitar satu tahun yg lalu, yang dirasakannya adalah kaki-kakinya sakit, kemudian ia berobat ke medis terdekat. Oleh medis dinyatakan sakit asam urat. Semakin hari sakitnya tidak membaik malah sebaliknya anggota tubuh bengkak dan sangat cepat lelah sehingga ia tidak bisa bekerja seperti biasa sebagai buruh cuci pakaian. Karena merasakan sakit semakin parah ia memeriksakan penyakitnya ke dokter sehingga diketahui beliau mengidap penyakit pembengkakan jantung dan ginjal. Sekarang Ibu Tursini tinggal bersama orang tuanya Alm. Pak Wagiyo dan Ibu Manteb (55) yang bekerja sebagai tani sehingga keluarga ini membutuhkan biaya untuk transportasi pengobatan berobat Ibu Tursini ke rumah sakit karena keluarga ini juga belum jaminan kesehatan. Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Ibu Tursini, Keluarga merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Ibu Tursini segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali agar bisa beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2018
Kurir : @saesaraya @Taufik Irawan @Aprilyanti @xkurniawatix

Bu Tursini mengidap penyakit pembengkakan jantung dan ginjal


ALINA JULIA AFRA (8, Tumor Otak). Alamat: Gendongan RT 5/5, Kelurahan Gendongan Timur, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Alina Julia Afra adalah nama lengkap dari Rara, Alhamdulillah kondisi Rara semakin membaik. Cara berjalan yang kemarin-kemarin masih tidak seimbang, saat ini sudah jauh lebih membaik. Pada tanggal 18 Desember 2018, Rara kontrol di RSUD Salatiga, tidak ada keluhan dan dokter mengatakan bahwa kondisinya baik, dokter hanya menyarankan agar Rara melakukan kontrol 1 bulan sekali. Mulai pembelajaran awal semester awal 2018 kemarin Rara sudah masuk sekolah lagi, tetapi setelah pulang sekolah Rara masih ada 1 jam pelajaran tambahan untuk mengejar materi pelajaran. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membantu membiayai kebutuhan pengobatan rutin dan kebutuhan harian Rara.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 20 Desember 2018
Kurir: @agtian @datikdungg @dwipwoko @muhtadinexc

Alina menderita tumor otak


BAGAS SYAHRUL WICAKSONO (8, Cidera Telapak Kaki). Alamat: Dusun Bajangan RT 11/1, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bagas harus kehilangan telapak kakinya karena kecelakaan. Belum pernah mencoba mengajukan bantuan kaki palsu dikarenakan minimnya info tentang bantuan kaki palsu. Beberapa orang pernah berjanji akan membantu mengajukan namun hingga saat ini belum ada yang terealisasi. Kurir Sedekah Rombongan telah bertemu dengan keluarga dik Bagas, kurir Sedekah Rombongan menginfokan agar dik Bagas dimintakan surat rujukan dari Puskesmas terdekat untuk dibawa ke RS Ken Saras Ungaran. Kemudian Bagas diantar ke RS Ken Saras Ungaran dan dilakukan pemeriksaan. Pihak RS Ken Saras Ungaran menginfokan bahwa kaki Bagas masih bisa untuk dilakukan pemasangan kaki palsu. Namun setelah satu minggu kemudian ternyata antara pihak rumah sakit dan BPJS belum bisa merealisasikan kaki palsu untuk dek bagas. Akhirnya kurir Sedekah Rombongan mencarikan info untuk pembuatan kaki palsu. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi dari kurir Sedekah Rombongan Purwokerto bahwa di Purwokerto ada yang bisa membuatkan kaki palsu. Bagas telaj dibawa ke Purwokerto yang pertama kalinya untuk mencetak kaki dan yang kedua kalinya mengambil hasil cetakan dan pemasangan kaki palsu. Alhamdulillah akhirnya Bagas sekarang bisa memakai kaki palsu. Santunan diberikan untuk membantu selama proses pemasangan kaki palsu Bagas dan keperluan pasca pemasangan kaki palsu.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 15 Oktober 2018
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Bantuan proses pemasangan kaki palsu bagas


OKTAVIA TRI FATMASARI (7, Osteosarkoma). Alamat: Dusun Tegalsari RT 6/3, Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Fatma nama panggilannya, ia adalah anak ke-tiga dari pasangan bapak Zumri dan ibu Kismiyati. Fatma tengah mengidap sakit kanker tulang. Sejak kecil Fatma sering mengeluh pegal di kaki sebelah kanan, oleh sang ibu dikira pegal biasa dan hanya dipijat-pijat biasa saja. Suatu ketika Fatma terjatuh kemudian dipriksakan ke RS dr. Asmir Salatiga. Setelah dilakukan rongen, ditemukan ada tumor dari faktor genetic, dan disarankan untuk periksa lebih lanjut ke RS Ortopedi Solo. Bulan Mei 2018 Fatma diperiksakan di RS Ortopedi Solo dan dilakukan biopsi hingga tiga kali. Pada tahapan biopsi yang ke-dua, kaki Fatma mulai membengkak. Bulan Agustus 2018 kaki Fatma dioprasi untuk yang pertama kalinya. Setelah operasi selesai, Fatama pulang bersama orang tuanya dengan mengendarai motor. Saat ini Fatma hanya bisa beraktivitas di rumah, ia tidak sekolah sejak tahun ajaran baru 2018. Fatma masih harus menjalani kontrol berkala ke RS Ortopedi Solo, yakni setiap seminggu sekali. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fatma dan keluarga. Setelah mengetahui lebih rinci tentang sakit yang diderita Fatma dan memahami bagaimana kondisi keluarga Fata, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan santunan dari sedekaholic untuk membantu membiayai pengobatan kaki Fatma.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 2 September 2018
Kurir : @agtian @datikdungg Anjar @muhtadinexc

Okta menderita osteosarkoma

—-
OKTAVIA TRI FATMASARI (7, Osteosarkoma). Alamat: Dusun Tegalsari RT 6/3, Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Fatma adalah anak ke tiga dari bapak Zumri dan ibu Kismiyati yang tengah mengidap sakit kanker tulang. Sejak kecil Fatma sering mengeluh pegal di kaki sebelah kanan, ibundanya mengira pegal yang dirasakan Fatma adalah rasa pegal biasa dan hanya di pijat-pijat saja. Pada suatu ketika Fatma jatuh kemudian diperiksakan ke RST dr. Asmir Salatiga. Setelah dilakukan rongen, kata dokter ada tumor dari faktor genetik. Setelah itu disarankan untuk melanjutkan pengotaban ke RS Ortoepedi Surakarta. Di RS Ortoepedi Surakarta dilakukan biopsi hingga tiga kali. Biopsi yang ke dua pada bulan Mei 2018 mengakibatkan kaki Fatma mulai membengkak. Kemudian bulan Agustus 2018 dilakukan biopsi ke tiga. Ibunda Fatma bercerita setelah biopsi ke tiga saat kepulangan Fatma dibawa dengan kendaran bermotor. Saat ini Fatma hanya bisa terbaring di rumah, tidak sekolah sejak tahun ajaran baru 2018 karena kaki Fatma tidak bisa untuk berjalan dan bengkak. Saat ini sedang menjalani kemoterapi dan kontrol di RS Ortoepedi Surakarta. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Fatma sehingga dapat mendampingi pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan santunan dari Sedekaholic untuk membantu biaya perawatan dan keperluan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 November 2018
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Okta menderita osteosarkoma

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ALM. SUMARNO BIN SUDJONO 500,000
2 MUHAMMAD RIFAI 750,000
3 MUSOFA HAMDAN 750,000
4 MUHAMMAD ANANG FARIZ NAUFAL 750,000
5 MUHAIMIN BIN SADIRAN 500,000
6 AJENG SUKMA AYU 500,000
7 FAJAR SETIAWAN 500,000
8 DANNY ARYA KUSUMA PUTRA 500,000
9 RIZAL ZABATHIL AMIN 500,000
10 INVENTRIS MTSR MADIUN 1,540,000
11 MTSR MADIUN 4,775,720
12 ANANDA GANIEZ CALLIEZYA PUTRI SULARTO 500,000
13 RIZKY ARIWIBOWO 500,000
14 ABAS IMAMI 500,000
15 PUTRI LESTARI 500,000
16 SUMANAN BIN KATIMIN 500,000
17 ADITYA WAHYU INDRA 2,000,000
18 NUR HASANAH 1,000,000
19 YUNI PURWANINGSIH 500,000
20 SUYITNO BIN SUTO SETU 500,000
21 SRINARTI BINTI SLAMET 500,000
22 ARDINDA MAYANG MARSELA 500,000
23 ATIK MARYATI BINTI JUARI 1,000,000
24 SAPTONO BIN SAERAN 1,000,000
25 KANDIM BIN ABDUL SOMAD 1,000,000
26 ELNINO ARDIANSA IMRON 1,000,000
27 SADIR BINTI WOSO SAMIN 1,000,000
28 SUPARMI BINTI SUPARDI 1,000,000
29 ARINI DYAH MULYANI 1,000,000
30 SENO BIN SUPANI 500,000
31 NOVI KURNIASARI 500,000
32 SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR 500,000
33 YATMI BINTI RANTI 500,000
34 SANEM BINTI WONGSO KADIKUN 500,000
35 NURYADI BIN SUPARMIN 500,000
36 AGUS SUYONO 500,000
37 MARGONO BIN SUKADI 1,000,000
38 PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO 500,000
39 SUPRAPTI BINTI WARDI 1,000,000
40 KASMI BINTI SAKERAN 1,000,000
41 JUMIATI BINTI SUPANGAT 1,000,000
42 MTSR 1 MAGETAN 2,089,000
43 MTSR 2 MAGETAN 3,405,000
44 RSSR MAGETAN 1,129,524
45 SRI ASTUTI 1,000,000
46 TURSINI BINTI ADAM 1,000,000
47 ALINA JULIA AFRA 1,000,000
48 BAGAS SYAHRUL WICAKSONO 1,000,000
49 OKTAVIA TRI FATMASARI 500,000
50 OKTAVIA TRI FATMASARI 1,000,000
Total 46,189,244