SAIBAH MEILANI (5, Hedrosefalus). Alamat : Lingkungan1, RT.13/3, Desa Bandarjaya Barat, Kec. Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah Provinsi Lampung. Adik Saibah lahir normal seperti anak lainnya, tapi setelah beberapa hari kelahiran terjadi keanehan dikepalanya sehingga keluarga membawanya ke dokter terdekat, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa ternyata Adik Saibah terkena hedrosefalus dan harus dilakukan operasi dan setelah sekian lama tidak pernah sakit tiba-tiba diusia lima tahun Adik Saibah sakit panas tinggi dan kejang kemudian dibawa ke rumah sakit dan beberapa kali juga masuk rumah sakit dan dokter menyarankan untuk rawat inap karena kondisi Adik Saibah semakin lemah dan penglihatan terganggu dan harus dipasang selang dan sekarang kondisi Saibah masih terbaring lemah tapi sudah tidak dipasang selang lagi.Sedangkan orangtua Adik Saibah, Sonny Sahputra (32) hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak setiap waktu dan ibunya, Istia Fitriani (23) merupakan ibu rumah tangga. Sehingga sering kali kesulitan untuk membeli keperluan guna perawatan Adik Saibah. Walaupun guna pengobatan Adik Saibah telah menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung pun tergerak untuk melihat dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya perawatan yang kedua untuk Adik Saibah. Orangtua Adik Saibah mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siska andika @xkurniawatix

Adik Saibah terkena hidrosefalus


NAVISA NUR AZIZAH (2, Mikrosefalus). Alamat: Dusun 4 RT. 2/2 Desa Terbanggi Besar Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Sejak lahir Adik Naviza mengalami kejang kemudian keluarga membawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek setelah di lakukan pemeriksaan ternyata ada gumpalan cairan di kepala. Namun karena baru lahir dokter tidak berani melakukan penyedotan cairan karena ukuran kepala Adik Naviza yang masih terlalu kecil sehingga jika di lakukan penyedotan ukuran nya akan lebih kecil. Dan dokter menyarankan orang tuanya untuk membawa Adik Naviza ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk melakukan pengobatan lanjutan, namun karena keterbatasan biaya keluarga hanya membawa Adik Naviza ke Rumah Sakit yang ada di daerah untuk melakukan kontrol dan kondisi sekarang hanya bisa berbaring dan masih sering kejang. Hery Purnomo (43) dan Ibu Ratna Wati (34) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu rumah tangga sehingga keluarga ini membutuhkan biaya untuk transportasi pengobatan untuk berobat Adik Navisa ke rumah sakit walaupun keluarga ini menggunakan KIS PBI Kelas III. Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Adik Navisa, Keluarga Bapak Hery merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Adik Navisa segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali agar bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siska @andhika @purnawan @xkurniawatix

Nafisa menderita mikrosefalus


SUPINAH BINTI BAKRAN (75, Stroke + Darah Tinggi). Alamat: Dusun V ,RT. 16/5, Desa Balairejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mbah Supinah Awalnya hanya sakit biasa seperti halnya orang yang sudah lanjut usia, dan biasanya hanya berobat ke balai pengobatan setempat dan diagnose sakit darah tinggi, tetapi sekitar pertengahan bulan lalu, tiba-tiba Mbah Supinah terjatuh dan pihak keluarga membawa beliau ke rumah sakit terdekat karena belum ada perubahan dan mengalami stroke Mbah Supinah dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada, beberapa hari dirumah sakit akhirnya Mbah Supinah dibawa pulang dikarenakan tidak adanya biaya. Kini kondisi Mbah Supinah sudah sangat melemah dan tidak dapat berjalan karena terserang stroke. Mbah Supinah tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, sehingga dibutuhkan biaya untuk berobat dan transportasi karena belum memiliki jaminan kesehatan Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Mbah Supinah Keluarga merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Mbah Supinah segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali .

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2019
Kurir : @saesarraya leni @xkurniawatix

Mbah supinah mengalami stroke


DARMI BINTI SUROWIJOYO (44, Diabetes + Ginjal). Alamat : Desa Saribumi RT. 4/2 Wates Selatan Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Ibu Darmi tinggal ber 3 di rumahnya di dusun sari bumi mulai merasakan sakit 5 tahun yang lalu yang di rasakan kaki kanan terasa kram dan keras serta membesar sehingga menyebabkan nafas sesak.di sertai batuk dan oleh medis di nyatakan sakit ginjal sehingga butuh rawat inap dirumah sakit, selama menjalani pengobatan beliau membutuhkan transfusi darah golongan A sebnyak 4 kantong selama beberapa hari dirumah sakit pihak keluarga membawa beliau pulang kerumah dikarenakan terkendala biaya sehingga kondisi Ibu Darmi sekarang beberapa anggota badan terlihat bengkak terutama di wajah dan kaki.mudah lelah dan cepat mengantuk.dan sekarang belum bias beraktivitas Ibu Darmi tinggal bersama suaminya (Pujiono, 59) sudah tidak mampu untuk bekerja sehingga biaya pengobatan dibantu anaknya yang keadaan ekonominya tidak beda jauh dengan orang tuanya, ditambah keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan. Kurir #sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga Ibu Darni dan bantuan awalpun diberikan, Semoga Ibu Darni lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2019
Kurir : @Saesar leni @xkurniawatix

Bu darmi menderita diabetes dan ginjal


ARGA FERNANDA (1, Hidrosefalus). Alamat : Lingkungan 5 RT.1/- Desa Pringombo 5 Kecamatan Pringsewu Timur, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Adik Arga adalah salah satu pasien Sedekah Rombongan wilayah Lampung, yang baru saja divonis mengalami Hidrosefalus. Mulanya pada Oktober 2018 ketika umur 2 bulan Adik Arga mengalami pembesaran lingkar kepala. Kemudian oleh orang tuanya dibawa ke Puskesmas Pringsewu. Namun, oleh dokter di Puskesmas tersebut diberikan rujukan ke Rumah Sakit Mitra untuk dilakukan Ct Scan agar mengetahui penyebab membesarnya lingkar kepala Adik Arga. Pada 19 November 2018 dilakukan Ct Scan di RS Mitra Husada Pringsewu karena mata Adik Arga terus mengeluarkan belek disertai air mata dan dari hasil Ct Scan Adik Arga divonis mengalami Hidrosefalus. Dari hasil Ct Scan tersebut Adik Arga dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, dari pemeriksaan di RSAM disarankan untuk memeriksakan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Saat ini kondisi lingkar kepala Adik Arga semakin membesar dan akan melakukan pemeriksaan Ct Scan lanjutan di RSAM sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan di RSCM. Bapak Eko Wahyudi (30) ayah dari Adik Arga merupakan buruh harian lepas yang pekerjaannya tidak menentu. Sedangkan Ibu Hesty (27) merupakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Selam melakukan pengobatan, Adik Arga menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Namun karena kendala biaya transportasi untuk ke RSCM dan biaya yang harus dikeluarkan selama di Jakarta, proses pengobatan Adik Arga belum bisa dilakukan sebagaimana saran dari dokter. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban pengobatan. Semoga Adik Arga dan orang tuanya diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 29 Januari 2019
Kurir : @saesar @leni @Nana @xkurniawatix

Arga mengalami hidrosefalus


FATIMAH AZZAHRA HIDAYAT (1,Hidrosefalus). Alamat Kampung Setia Negara, Dusun Dadi Rejo, RT 2/6, Setia Negara, Negara Batin, Kabupaten Way kanan, ProvinsiLampung. Fatimah panggilan bayi mungil yang saat ini menjadi pasien dampingan sedekah rombongan di wilayah Lampung. Tidak lama ini divonis Hidrosefalus oleh dokter. Awal mula pada umur 6 bulan , Fatimah mengalami panas tinggi, lalu sang ayah Nor(27) membawanya berobat ke bidan desa terdekat, dibidan Fatimah diberi sirup penurun panas. Dan selama 2 hari Fatimah sembuh, namun selang sehari Fatimah kembali demam. Fatimah dilarikan ke RS Swasta terdekat, disana Fatimah berobat jalan. Dalam sehari Fatimah sembuh namun keesokan harinya Fatimah kembali demam, dan tidak bisa menoleh dengan sempurna atau kaku. Selang beberapa hari Fatimah mengalami kejang. Tanpa berpikir panjang Nor(27) ayah Fatimah mengantarkanya ke RS Swasta di daerah Way kanan dan saat itu tidak menggunakan BPJS karena pihak RS tidak menyediakan layanan BPJS. Selama 3 hari dirawat Fatimah sembuh, namun ketika niat pagi mau dibawa pulang, tiba-tiba subuh Fatimah kejang lagi. Fatimah langsung dirujuk ke RS Umum Haji Kamino dan dirawat selama setengah hari, lalu di rujuk lagi ke RS Abdul Mulk selama 12 hari. Saat itu dokter menyarankan untuk oprasi, karena Fatimah didiagnosa terkena Hidrosefalus namun Nor(27) menolak. Setalah beberapa hari dirawat Fatimah melanjutkan pengobatan di dokter spesialis anak di daerah pringsewu Lampung, karena tubuh kaku yang dialami Fatimah semakin parah, dan lingkar kepala mulai membesar. Fatimah tidak bisa melakukan aktivitas seperti bayi pada umumnya. Ketika dia tertidur badan seperti biasa namun ketika dia mulai bangun dan bergerak semua badannya menjadi kaku, Fatimah hanya bisa menangis untuk menahan sakit yang di deritanya. Saat ini Fatimah serta kedua orang tuanya menumpang di rumah saudara di daerah Guyuban pesawaran Lampung, karena rumah yang letaknya lumayan jauh dari tempat berobat. Ayah Fatimah, Nor(27) merupakan buruh tani dan ibu sri(24) ibu rumah tangga biasa. Saat kurir Sedekah Rombongan bergerak untuk menyampaikan santunan, orang tua Fatimah sangat berterima kasih dan berharap Fatimah segera diberi kesembuhan. Semoga Adik Fatimah segera pulih agar bisa tumbuh dan aktif seperti anak lainnya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2019
Kurir :@saesar @leni @Rani @xkurniawatix

Fatimah mengalami hidrosefalus


NURSAH BINTI SAIMRA (51, Ulkus DM Pedis Sinitra). Alamat : Jl. Pala No. 36, RT. 40/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sebelumnya Bu Nursah memang memiliki riwayat diabetes mellitus. Pada bulan Agustus 2018 Bu Nursah terjatuh dan kaki kirinya tertancap pecahan kaca. Pecahan tersebut susah untuk dibuang. Lalu keluarga memutuskan untuk membawa ke Puskesmas terdekat. Akhirnya pecahan tersebut dicabut. Tetapi Bu Nuryati merasa ada pecahan kaca yang masih tersisa didalam kakinya. Dan karena riwayat penyakit diabetes mellitusnya membuat luka Bu Nursah susah mengering. Pecahan kaca yang dirasa masih tersisa membuat kaki Bu Nursah terasa sakit yang tak bisa ditahan. Akhirnya Bu Nursah dibawa ke RS Mardi Waluyo dan dilakukan operasi untuk dilakukan pembersihan pecahan kaca. Rasa sakit menghilang tetapi luka sampai saat ini belum mengering. Dalam bahasa medis sakit Bu Nursah disebut dengan Ulkus Diabetes Mellitus Pedis Sinitra. Oleh karenanya Bu Nursah tidak dapat beraktifitas lebih, hanya tiduran diruang tengah rumahnya. Awalnya untuk membersihkan luka keluarga memanggil perawat rumah sakit, dengan membayar disetiap perawatan diluar biaya alat dan bahan untuk perawatan luka. Tetapi kini keluarga memutuskan untuk merawat sendiri dikarenakan tidak ada biaya. Disebabkan tidak ada pemasukan tetap dari sang suami, Sajiun bin Jasan (51) yang perkerjaannya serabutan saat ada panggilan saja. Untuk alat dan bahan merawat luka yang masih belum sembuh membutuhkan biaya sendiri dan tidak tertanggung jaminan kesehatan BPJS KIS PBI Kelas III yang dimiliki. Untuk membantu Bu Nursah kurir Sedekah Rombongan Lampung segera menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya perawatan luka. Bu Nursah dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2019
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sitiaminah886 @xkurniawatix

Bu Nursah menderita ulkus diabetes mellitus pedis sinitra


NURYATI BINTI MASIRAH (53, Gagal Ginjal). Alamat : Jl. Merica II, RT. 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sudah beberapa tahun terakhir Bu Nuryati menderita diabetes mellitus tetapi Bu Nuryati memutuskan tidak berobat karena takut ketika meminum obat secara rutin akan terkena gagal ginjal dan penyakit komplikasi lainnya. Ternyata meski tidak mengonsumsi obat, Bu Nuryati tetap terkena gagal ginjal, tepatnya 10 hari lebaran tahun 2018 atau pertengahan bulan Juni 2018 Bu Nuryati merasa sangat lemas. Akhirnya Bu Nuryati dibawa ke RS Ahmad Yani dan dirawat beberapa hari disana, sambil melakukan pemeriksaan. Bu Nuryati pun diperbolehkan pulang, tetapi tidak lama kemudian harus dirawat kembali, sedangkan hasil pemeriksaan belum keluar. Tak lama berselang Bu Nuryati didiagnosis menderita gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah seminggu dua kali. Bu Nuryati akhirnya rutin menjalani cuci darah seminggu dua kali di RS Ahmad Yani Metro. Bu Nuryati didahulukan pengobatannya meski sang suami, Sumardi bin Sutrisno (58) juga dalam kondisi sakit dan tidak bisa berjalan. Sehingga biaya transportasi selama menjalani cuci darah menjadi kendala tersendiri mengingat suami Bu Nuryati tidak bisa bekerja sehingga tidak ada pemasukan. Anak-anak Bu Nuryati menyokong biaya transportasi meski kondisi ekonominya juga tidak lebih baik dari keluarga Bu Nuryati. Selama berobat Bu Nuryati menggunakan jaminan kesehatan BPJS KIS PBI Kelas III. Kurir Sedekah Rombongan Lampung berkunjung ke kediaman Bu Nuryati dan mendengar kisah Bu Nuryati dan tergerak untuk menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya transportasi ketika cuci darah. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2019
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sitiaminah886 @xkurniawatix

Bu Nuryati terkena gagal ginjal


SUMARDI BIN SUTRISNO (58, Suspect Saraf Kejepit). Alamat : Jl. Merica II, RT 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sebelumnya Pak Sumardi tidak merasakan keluhan apapun hanya pegal-pegal ketika selesai beraktifitas sebagai tukang tambal ban. Namun sekitar bulan Juni 2018 Pak Sumardi mulai merasakan lemas dan tidak kuat berdiri lama. Puncaknya ketika Ramadhan Pak Sumardi hendak melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid terdekat, tapi apadaya Pak Sumardi sudah tidak mampu berdiri tegak. Akhirnya Pak Sumardi dibawa ke klinik Azizah Kota Metro lalu disarankan untuk rujuk ke RS Muhammadiyah Kota Metro lalu dirujuk kembali ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung, hasil pemeriksaan menunjukkan Pak Sumardi suspect Saraf Kejepit didaerah tulang belakang dan disarankan untuk operasi. Namun malang tak dapat ditolak istri Pak Sumardi, Nuryati binti Masirah (53) juga jatuh sakit dan disarankan untuk cuci darah seminggu dua kali. Untuk itu Pak Sumardi memutuskan untuk menunda pengobatannya dan mendahulukan pengobatan sang istri. Karena Pak Sumardi tidak lagi bekerja untuk biaya pengobatan ditanggung anak-anak Pak Sumardi. Pak Sumardi mengungkapkan keinginannya untuk berobat, beliau ingin sekali bisa berjalan kembali. Biaya transport menjadi kendala terbesar saat melanjutkan pengobatannya mengingat kondisinya yang tidak bisa berjalan. Meskipun untuk biaya pengobatannya sendiri sudah menggunakan jaminan kesehatan BPJS KIS PBI Kelas III. Mendengar keinginan besar Pak Sumardi, kurir Sedekah Rombongan Lampung segera membantu menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transport. Semoga Pak Sumardi bisa berobat kembali dan segera dapat berdiri. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2019
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sitiaminah886 @xkurniawatix

Pak Sumardi suspect saraf kejepit didaerah tulang belakang


AHMAD SHIDIQ AL HAFIDZ, (3, Demam Berdarah) Alamat Jl KH Ahmad Dahlan GG 03/70 Lingk Kepatihan RT/RW 003/001, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwate, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada pertengahan Januari, kondisi adik Shidiq drop, panas tinggi dengan diagnosa awal step. Setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas, adik Shidiq diharuskan dirawat intensif karena kondisinya yang turun drastis. Ia menjalani perawatan di Puskesmas Jember Kidul dengan umum karena tidak memiliki jaminan apa pun. Setelah empat hari menjalani pemeriksaan, adik Shidiq dinyatakan terkena Demam Berdarah dan Typus yang diharuskan untuk perbaikan kondisi di Puskesmas. Mereka kesulitan bekal selama menjalani perawatan di Puseksmas. Ayahnya, Pak Iwan Santuso (40) hanya seorang Kuli Bangunan sedangkan ibunya, Bu Siti Maryam (33) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk pembayaran tagihan biaya di puskesmas. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Shidiq dan segera lekas sembuh, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Adik Shidiq dinyatakan terkena demam berdarah dan typus


SITI MUAWANAH, (36, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, pembelian obat yang tak tercover BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 8

Jumlah Santunan : Rp. 680.200,-
Tanggal : Desember 2018 dan 29 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Muawanah mederita tumor otak


SAYUDI BIN NAIM, (43, Kanker Usus Besar) Alamat Dusun Langsepan RT/RW 005/006, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tujuah bulan yang lalu, keluar cairan pekat berwarna hitam dari anus Bapak Sayudi saat beliau buang air besar. Selain itu juga tumbuh benjolan sebesar bola pingpong di anusnya. Mengetahui hal tersebut, Bapak Sayudi memeriksakan diri ke Puskesmas Ajung. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soebandi Jember. Beliau pun menjalani operasi pengambilan jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker usus besar (ca colon) yang ganas. Pada tanggal 29 Agustus 2018, Bapak Sayudi menjalani operasi colostomy di RSUD Dr. Soebandi Jember. Kini beliau masih merasakan nyeri di bagian anus dan hanya dapat beraktivitas di tempat tidur. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Siti Maryam (37) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang semula kecil kini terhenti, sehingga mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Sayudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III. Namun, pengobatan beliau masih terkendala biaya pembayaran BPJSnya setiap bulan dan akomodasi selama berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah setelah pengobatan di RS Soetomo Surabaya Bapak Sayudi semakin membaik, namun Allah berkehendak lain. Setelah lima bulan dalam masa dampingan Sedekah Rombongan, Bapak Sayudi berpulang menghadap sang Ilahi. Sedekah Rombongan menyampaikan titipan untuk santunan kematian, pembayaran bpjs setiap bulan dan akomodasi alm bapak Sayudi semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.918.000,-
Tanggal : Oktober 2018, November 2018, Desember 2018, 28 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @WachdanFirmanFarezha

Pak Sayudi menderita kanker usus besar


SAWATI BINTI MUSI’IN, (70, Ca Mamae) Alamat Dusun Gumuksari RT/RW 17/11, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sawati mengalami sakit semenjak empat bulan yang lalu. Sakitnya berawal dari adanya benjolan di sekitar payudara. Semula bu Sawati mengira bahwa benjolan yang ada di payudara tidak berbahaya. Namun, lama-kelamaan benjolan yang ada di payudara meradang dan terasa sakit. Karena khawatir ibu Sawati memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, dari pemeriksaan tersebut dijelaskan bahwa bu Sawati mengidap Ca Mamae atau kanker Payudara. Saat ini ibu Sawati menggunakan fasilitas kesehatan berupa JKN KIS PBI. Ibu Sawati adalah seorang janda tua yang tinggal bersama ponakannya dirumah sederhana, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk biaya Check lab yang tidak di tanggung oleh BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit pasca operasi, dan biaya administrasi lainnya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sawati semoga penyakit yang dialami sembuh seperti sediakala dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.214.250,-
Tanggal : Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, Oktober 2018, November 2018, dan 31 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Sawati mengidap ca mamae


FARIDAH BINTI ISNIMAN, (48, Ca Mamae) Alamat KP. Gunung Mas RT/RW 001/002, Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Faridah merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Ibu Faridah hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Faridah langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RS Bhayangkara Bondowoso. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Faridah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Ibu Faridah, Bapak Murawi (61) bekerja sebagai Buruh Tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan di berikan yang dipergunakan untuk Transportasi Akomodasi selama di rumah sakit, dan biaya administrasi Pasien Ibu Faridah. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Faridah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Oktober 2018, Januari 2019, 1 Februari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Faridah mengidap Ca Mamae


SENAWI BIN NIMUM, (56, Ca Nasofaring) Alamat Dusun Krajan Kidul RT/RW 10/03, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2017 Bapak Senawi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah empat bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Mei 2017 Bapak Senawi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Senawi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2018 Bapak Senawi memeriksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring, Pada bulan Juli 2018 Bapak Senawi menjalankan kontrol dan cek laboratorium. Bapak Senawi dirujuk ke Rumah Sakit DKT Jember untuk menjalani kemotrapi. Bapak Senawi bekerja sebagai Buruh Tani dan istrinya, Ibu Jumariyah (50) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Senawi memiliki jaminan kesehatan KIS yang sangat membantu biaya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya pembayaran KIS setiap bulan dan juga akomodasi selama dirumah sakit pasca kemotrapi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Senawi dan Terima Kasih kepada Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.418.000,-
Tanggal : Oktober 2018, November 2018, Desember 2018, 25 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Senawi menderita ca. nasofaring


MUSTOFA BIN MUSTOFA, (81, Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 004/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Mus, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai buruh tani jika ada yang memanggilnya untuk bekerja. Terkadang bekerja untuk membersihkan rumput rumput di halaman rumah tetangga, namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil tenaganya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Pendengaran pak Mus sudah tidak begitu normal, karena faktor usia. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Mus. Santunan disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Pak Mus sangat gembira, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai

SUPAR BIN BREGUL (48, Ambein). Alamat : Dukuh Platang, RT 4 /4, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Supar adalah seorang bapak yang memiliki seorang istri bernama ibu Jaenem. Dan memiliki satu anak perempuan bernama Fitri Setiana sekolah di SMP kelas 1. Sudah lebih dari 2,5 tahun ini bapak Supar menderita pendarahan / ambeiyen berkelanjutan. Sehingga dengan keadaan itu sudah tidak mampu lagi bekerja sebagai buruh tani. Istrinya, ibu Jaenem sendiri saat ini juga sedang sakit reumatik yang mengakibatkan kesulitan berjalan. Pak Supar yang dulu kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu dan hanya cukup untuk makan sehari – hari dengan sederhana, sekarang sudah tidak bisa bekerja lagi. Pak Supar memiliki jaminan kesehatan berupa KIS. Namun demikian pak Supar merasa berat untuk mencukupi biaya berobat sakitnya. Saat kurir SR mendatangi rumah bapak Supar, beliau berbaring di tempat tidur sederhana, dengan kondisi lemah. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Supar. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat. Pak Supar bersyukur dan mengucapkan banyak teromakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatan agar bisa bekerja lagi menghidupi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Tyan @Kosiar

Pak supar menderita wasir

ASMUJI BIN NGATUN, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Muji sering beliau panggil. Pak Muji adalah buruh tani, setiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah pagi sampai sore. Pak Muji bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Muji tinggal bersama Istri dan anaknya. Kini Pak Muji tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh saat hendak selesai menanam kedelai di Sawah dan tiba tiba Pak Muji sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar badan Pak Muji mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Muji yang semakin memburuk, warga membawanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Muji diagnosis mengalami pecahnya pembuluh darah di kepala dan mengakibatkan Stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Muji memiliki Jaminan Kesehatan Berupa KIS PBI, yang meringankan beban keluarganya dalam pembiayaan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Tetapi biaya hidup dirumah sakit dan Transport ke Rumah sakit, Ibu Sri Wahyuni (36) istri dari Pak Muji dan anaknya kebingungan karena dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar derita dari keluarga Pak Muji, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pak Muji. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Muji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 23

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Februari 2019
Kurir : @firmanyusnizar @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Muji menderita stroke


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Januari 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Renovasi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan Januari 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 25

Jumlah Santunan : Rp. 2.115.645,-
Tanggal : 31 Januari 2019
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Wachdanfirmanfarezha.

Biaya operasional RSSR Januari 2019


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Januari 2019 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Januari 2019. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 25

Jumlah Santunan : Rp. 898.100,-
Tanggal : 30 Januari 2019
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @wachdanfirmanfarezha

Sembako pasien RSSR Januari 2019


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional Januari 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 25

Jumlah santunan: Rp. 5.309.000,-
Tanggal: 29 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @adit

Biaya Operasional Januari 2019


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Januari 2019 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 25

Jumlah santunan: Rp.2.616.699,-
Tanggal: 30 Januari 2019
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Biaya Operasional Januari 2019


SUMASI BINTI MISTARI, (60, Gagal Ginjal) Alamat Lor Sawah Dusun Grundo RT/RW 2/15, Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Sumasi begitu disapa adalah seorang ibu rumah tangga, awal deritanya sekitar 1 tahun yang lalu, saat itu dirasakan pusing dan muntah. Oleh Suaminya dibawalah ke Puskesmas setempat dan diberikan rujukan ke Rumah Sakit Jember Klinik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksanaan diketahui ada masalah di ginjalnya dan diberikan rawat jalan. Namun kondisinya tak kunjung membaik dan akhirnya sejak empat bulan lalu dilakukan cuci darah seminggu 2 kali. Saat masuk berobat ibu Sumasi menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Pemerintah. Ibu Sumasi hanya bisa pasrah akan keadaan ini mengingat dia harus melakukan cuci darah jarak yang cukup jauh. Saat ini kondisinya sangat lemah dan perutnya sudah terlihat semakin membuncit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan memberikan santunan dari para Sedekahholics untuk Akomodasi di rumah sakit dan biaya untuk transportasi untuk berobat. Ibu Sumasi mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan meminta doa semoga Ibu Sumasi dapat segera diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000,-
Tanggal : September 2018, 25 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @sukarman

Bu sumasi menderita gagal ginjal


NAFIZHA KAYLA AGUSTINA (4, Jantung Bocor). Alamat Desa Pakuncen RT 2 RW 2 Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah Jateng. Sejak lahir Dik Nafizha mengalami kelainan bawaan atau kongenital yaitu masalah pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir sehingga akan mengubah aliran normal darah melalui jantung dan membuat sekujur tubuh Dik Nafizha biru kehitaman. Dik Nafizha Divonis mengalami jantung bocor yang mengharuskan minum obat setiap hari sehingga membuat kondisi badan Dik Nafizha semakin kurus. Hingga usia 2 tahun Dik Nafizha mengalami gizi buruk. Semenjak divonis jantung bocor, anak bungsu dari Ibu Supriati (33) dan Bapak Rohmat (39) rutin berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito Yogyakarta. Mulai bulan Februari 2016, Dik Nafisa kontrol ke Rumah Sakit Jantung (RSJ) Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai rujukan dokter yang menangani sebelumnya yaitu menjalankan operasi pembuluh darah depan. Tahun 2018 Dik Nafizha kembali menjalani operasi pembuluh darah samping. Bulan Januari 2019 Dik Nafizha kembali akan dijadwalkan operasi jantung bocor yang terakhir di RSJ Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Nafisa terbantu oleh Jaminan kesehatan JKN – KIS Non PBI Kelas 3. Meski demikian, keluarga masih memiliki kendala karena tidak memiliki biaya ketika harus kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Nafizha dan santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu operasional kontrol ke RSUD Banyumas. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya masuk pada rombongan 897. Kini tubuh Dik Nafizha tidak sekurus dulu dan badannya sudah tidak membiru lagi. Dik Nafisa sudah dapat bercanda dan tertawa seperti balita seusianya. Dokter Spesialis Jantung RSJ Harapan Kita menyarankan untuk kontrol setiap 3 bulan sekali. Pengobatan Dik Nafizha berlanjut di RSUD Banyumas kontrol setiap 1 bulan sekali. Semoga operasi terakhir jantung bocor Dik Nafizha berjalan lancar serta segera diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2018
Kurir : @ddeean Didik Suprayogi

Dik Nafizha Divonis mengalami jantung bocor


TURYATI BINTI ROHADI (47, Ca Servick). Alamat Desa Lambur RT 01 RW 02 Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Awal Januari 2017 Ibu Turyati mengalami pendarahan. Keluarga segera membawa Ibu Turyati ke IGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Panti Nugroho Purbalingga dan menjalani rawat inap selama lima hari. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi mendiagnosis Ibu turyati menderita Ca Servick atau kanker rahim dan dilakukan operasi pengangkatan rahim. Pasca operasi, Ibu Turyati di rujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto untuk menjalani radioterapi sebanyak dua puluh delapan kali. Pengobatan Ibu turyati sempat terhenti karena terkendala biaya akomodasi radioterapi ke RSMS dan baru menjalani pengobatan kembali di akhir tahun 2018. Ibu Turyati baru menjalani satu kali radioterapi namun kondisi beliau langsung menurun. Alhamdulillah Pengobatan Ibu Turyati terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN KIS PBI yang dimilikinya. Suami Ibu Turyati, Bapak Daryanto (42) bekerja sebagai sopir dan penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah Ibu Turyati dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu akomodasi radioterapi ke RSMS. Semoga Ibu Turyati diberikan kesabaran dan kelancaran dalam berobat serta dapat beraktivitas seperti sediakala.

Kurir : @ddeean Didik Suprayogi
Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal: 20 Oktober 2018

Ibu turyati menderita Ca Servick


NAFIZHA KAYLA AGUSTINA (4, Jantung Bocor). Alamat Desa Pakuncen RT 2 RW 2 Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir Dik Nafizha mengalami kelainan bawaan atau kongenital yaitu masalah pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir sehingga akan mengubah aliran normal darah melalui jantung dan membuat sekujur tubuh Dik Nafizha biru kehitaman. Dik Nafizha Divonis mengalami jantung bocor yang mengharuskan minum obat setiap hari sehingga membuat kondisi badan Dik Nafizha semakin kurus. Hingga usia 2 tahun Dik Nafizha mengalami gizi buruk. Semenjak divonis jantung bocor, anak bungsu dari Ibu Supriati (33) dan Bapak Rohmat (39) rutin berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito Yogyakarta. Mulai bulan Februari 2016, Dik Nafisa kontrol ke Rumah Sakit Jantung (RSJ) Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai rujukan dokter yang menangani sebelumnya yaitu menjalankan operasi pembuluh darah depan. Tahun 2018 Dik Nafizha kembali menjalani operasi pembuluh darah samping. Bulan Januari 2019 Dik Nafizha kembali akan dijadwalkan operasi jantung bocor yang terakhir di RSJ Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah biaya pengobatan Dik Nafisa terbantu oleh Jaminan kesehatan JKN – KIS Non PBI Kelas 3. Meski demikian, keluarga masih memiliki kendala karena tidak memiliki biaya ketika harus kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Nafizha dan santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu operasional kontrol ke RSJ Harapan Kita Jakarta. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya masuk pada rombongan 897. Kini tubuh Dik Nafizha tidak sekurus dulu dan badannya sudah tidak membiru lagi. Dik Nafisa sudah dapat bercanda dan tertawa seperti balita seusianya. Dokter Spesialis Jantung RSJ Harapan Kita menyarankan untuk kontrol setiap 3 bulan sekali. Pengobatan Dik Nafizha berlanjut di RSUD Banyumas kontrol setiap 1 bulan sekali. Semoga operasi terakhir jantung bocor Dik Nafizha berjalan lancar serta segera diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Santuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2019
Kurir : @ddeean Didik Suprayogi

Dik Nafizha Divonis mengalami jantung bocor


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan November 2018) Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSUD Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 24. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.616.308
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan November 2018


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Desember 2018) Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSUD Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 24. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.291.223
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan Desember 2018


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Desember Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran dan alin – lain yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSUD Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 24. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 347.300
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Sembako pasien bulan Desember tahun 2018


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional November 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil oprasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo , RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada, dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Dr. Kariyadi, Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvei dhuafa, menyampaikan santunan maupun menganter jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara,Purbalingga,Banyumas,Cilacap) dan Brebes. Biaya Oprasional kali ini digunakan untuk Bahan bakar Kendaraaan, Tune Up,Ganti oli dan service ringan. Laporan keuangan Oprasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 24.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.602.166,-
Tanggal : 30 November 2018
Kurir : @ddeean Zulfikar

Biaya operasional November 2018


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil oprasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo , RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada, dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Dr. Kariyadi, Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvei dhuafa, menyampaikan santunan maupun menganter jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara,Purbalingga,Banyumas,Cilacap) dan Brebes. Biaya Oprasional kali ini digunakan untuk Bahan bakar Kendaraaan dan service ringan. Laporan keuangan Oprasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 24.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.403.227,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ddeean Zulfikar

Biaya operasional Desember 2018


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Januari 2019). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil oprasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo , RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Husada, dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Dr. Kariyadi, Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvei dhuafa, menyampaikan santunan maupun menganter jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara,Purbalingga,Banyumas,Cilacap) dan Brebes. Biaya Oprasional kali ini digunakan untuk Bahan bakar Kendaraaan dan service ringan. Laporan keuangan Oprasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 24.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.885.103,-
Tanggal : 31 Januari 2019
Kurir : @ddeean Zulfikar

Biaya operasional Januari 2019


SRI WAHYUNI (47, Jantung Koroner). Alamat: Desa Gunung Agung RT. 49/- Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung tengah Provinsi Lampung. Setahun terakhir ini Ibu Sri merasakan nyeri di jantungnya, sekitar bulan Januari 2018 Ibu Sri mengeluh jantung nya sakit dan sesak nafas hingga sampai pingsan akhirnya keluarga membawa Ibu Sri ke Puskesmas terdekat, ternyata ada pembengkakan di jantungnya dan akhirnya beliau di rujuk ke Rumah Sakit Islam yang berada di Bandar Jaya, Lampung tengah. Dan dokter memvonis Ibu Sri terkena jantung koroner sehingga semenjak saat itu sampai sekarang beliau keluar masuk rumah sakit karena ketika kelelahan beliau merasakan nyeri di jantungnya. Tidak hanya itu beliau juga memiliki penyakit diabetes dan lambung serta asam urat yang sering kumat, saat ini dadanya terasa sakit dan bengkak di kakinya dan tidak boleh terlalu capek dalam beraktifitas. Suami Ibu Sri (Suparlan, 57) bekerja sebagai buruh serabutan sehingga keluarga ini membutuhkan biaya untuk transportasi pengobatan untuk berobat Ibu Sri ke rumah sakit walaupun keluarga ini menggunakan KIS PBI Kelas III. Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Ibu Sri, Keluarga Ibu Sri merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Ibu Sri segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali agar bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 4 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @siska @andhika @xkurniawatix

Ibu Sri terkena jantung koroner


MASTIRAH BIN SAYIDI (48, Geger Otak) Alamat : Kp. Tenjolahang Sangir RT 2/2, Ds. Tenjolahang, Kec. Jiput Kab. Pandeglang. Pada suatu pagi di awal Januari 2019 Mastirah dan Suaminya (SAYIDI, 49) mengendarai sepeda roda dua menuju ke pasar, namun sesaat hampir sampai pada tujuan motor yang dikendarsinya tertabrak motor roda dua lainnya hingga menyebabkan kepala bagian belakang Mastirah terbentur setelah kejadian tersebut ia tidak sadarkan diri, tidak terlihat luka yang serius akan tetapi kondisi Masturah dikhawatirkan keluarga sehingga di bawa ke puskesmas Jiput untuk berobat, dokter menyarankan agar Mastirah segera di bawa ke RSUD untuk dilakukan rontgen dan pengobatan. Akan tetapi apadaya Sayidi suaminya tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki biaya untuk berangkat ke RSUD Pandeglang, maklumlah ia hanya tukang ojek pangkalan yang tidak seberapa pendapatannya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami Mastirah dan keluarga Ketika kurir #SR menjenguk Mastirah di rumahnya ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang diberikan, bantuan tersebut akan digunakan untuk rontgen kepalanya. Semoga Mastirah kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 24 Januari 2019
Kurir : Oji Fahruroji

Bu Mastirah menderita gegar otak


IPAH SOIPAH (41 Tahun, Keropos tulang dan Rematik) Alamat : .Kp. Cisaat RT/RW 007/002 Desa. Tegal Kec. Cikedal Kab. Pandeglang – Banten. Sebulan yang lalu ibu ipah merasakan sakit dikaki awalnya terasa seprti keram namun ibu ipah melakukan pengobatan sendiri dengan cara mengurut kakinya sendiri, tapi lama kelamaan sakitnya nambah parah sampai tidak bisa berjalan, setelah diperiksa ke kelinik ternyata ibu ipah mengalami penyakit keropos tulang dan rematik. karena tidak punya biaya untuk berobat maka ibu ipah hanya bisa pasrah dan menggunakan pengobatan tradisonal dan meminum jamu tradisional. jangankan untuk berobat untuk makan saja susah, ujarnya”. Suami ibu ipah hanyalah seorang marebot masjid yang penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, dan ibu ipah pun membatunya dengan berjualan gorengan ke sekolah – sekolah terdekat dengan berjualan gorengan sedikit membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namun kini Semenjak ibu ipah sakit kini ia hanya bisa pasrah. Setelah kurir Sedekah Rombongan datang menyampaikan sedekah kholik ibu ipah merasa terharu , bantuan diberikan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi. Semoga ibu ipah bisa senantiasa sehat dan kembali beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 23 Januari 2019
Kurir : Aminudin

Ibu ipah mengalami penyakit keropos tulang dan rematik


ARDANI MEKAR BARU (48,TUMOR) Alamat : Kp.Pinggir kali Rt 1/1 Ds.Kosambi dalem Kec.Mekar baru Kab.Tangerang Prov.Banten. Bpk Ardani 48th adalah seorang marbot masjid di daerah Mekar baru Tangerang. Sejak bulan Oktober 2017,beliau menderita sakit di bagian perut .perut terasa kembung susah buang air besar dan buang angin semakin lama perut nya semakin membesar dan serasa mau meledak, bermodalkan KTP dan KK beliau pun pergi ke RS untuk memeriksakan diri. Setelah beberapa kali pemeriksaan di ketahui bahwa pak Ardani menderita TUMOR seberat 1,5kg dan harus di operasi dan menjalani colostomi (pemindahan saluran pembuangan kotoran dari anus ke perut). Dengan kartu Jamkesda biaya operasi tak di tanggung sepenuh nya dan harus membayar separo dari biaya tsb .total biaya keseluruhan Rp.45 JT dan pak Ardani hanya mampu membayar Rp.3 JT itu pun hasil dari penjualan kambing dan motor milik nya. Ujian pak Ardani tak hanya di situ sepulang dari RS pak Ardani mendapati rumah nya sudah rata dg tanah karena roboh kena angin besar. Terpaksa pak Ardani pun harus menumpang di rumah saudaranya sampai beberapa bulan. Setelah itu pak Ardani hanya pasrah dan tak dapat melanjutkan pengobatan karena tak ada biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari nya saja pak Ardani hanya mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Hampir satu setengah tahun pak Ardani hanya terbaring lemah tanpa melakukan aktifitas dan pengobatan lanjutan pak Ardani hanya pasrah dengan keadaan nya dan tak henti berdoa untuk slalu mohon pertolongan dari NYA. Alhamdulillah kini Allah kabulkan doa doa pak Ardani dengan memudah kan urusanya. Dengan mengirimkan orang orang baik yang mau membantu meringankan beban pak Ardani untuk melanjutkan pengobatan nya dan kini pak Ardani kembali menjalani rawat inap di RSUD Balaraja untuk menjalani operasi yg ke dua Pak Ardani pun sudah tidak khawatir dg biaya RS karena kini pak Ardani sudah memiliki jaminan kesehatan KIS Rasa syukur kpd Allah dan ucapan terima kasih dari pak Ardani kepada semua pihak dan sedekah kholic yang sudah membantu meringankan beban hidup nya.Hal itu beliau ungkapkan ketika kami team sedekah rombongan datang untuk menjenguk nya di RS dan memberikan bantuan untuk Biaya Akomodasi selama di RS

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal bantuan : 08 januari 2019
Kurir @nurmanmlana @alvin @fatmahalwiny @misnamina

Pak Ardani menderita tumor perut


ABU HANIFAH (23th,Kusta) Alamat : Kp.Benyawakan Rt6/7 Ds.Klebet kec.Kemiri Kab.Tangerang Prov.Banten. Abu biasa dia panggil adalah seorang santri yang belajar di pondok pesantren sudah satu terakhir mengalami sakit kusta gejala awal nya seperti keluar bercak bercak putih di bagian tangan nya seperti panu dan jamur kulit tapi tak gatal dan hal itu tak di hiraukan nya semakin hari bercak itu semakin banyak dan menyebar ke seluruh anggota badan nya.Abu pun memeriksakan diri ke dokter dan di kasih obat anti gatal dan itu tak membuat bercak itu hilang malah semakin parah bercak putih itu berubah menjadi merah kehitaman sampai ke wajah dan abu merasakan panas seperti terbakar. 2 Minggu kemudian abu kembali ke dokter dan dokter pun memberi rujukan ke Abu untuk pergi ke RS Kusta Sitanala Tangerang untuk di tindak lanjut karena dokter memprediksi kalau Abu mengidap sakit Kusta. Setelah pemeriksaan awal sudah bisa di tebak jika Abu memang sakit Kusta dan abu di sarankan oleh dokter untuk rawat jalan ,beberapa hari setelah pulang dari RS Abu mengalami sakit yg semakin parah dan keluarga membawa Abu kembali ke RS dan Abu harus di rawat inap selama satu Minggu. Abu yang hanya seorang santri dan hanya memiliki ibu karena ayah nya sudah meninggal dunia harus berfikir keras untuk kesembuhan nya walaupun Abu memiliki jaminan kesehatan KIS namun Abu tidak memiliki biaya untuk berobat jalan yang di saran kan sebulan sekali selama satu tahun dan tidak boleh libur sekalipun karena Abu harus konsumsi obat selama itu. Abu yg kini masih menimba ilmu di pondok pesantren dan masih membutuhkan biaya untuk kebutuhan nya selama di pondok dan biaya untuk berobat bingung harus minta bantuan ke siapa selama ini Abu sering di bantu oleh saudara dan teman2 pondok nya jika waktu kontrol sudah tiba. Alhamdulillah Abu di pertemukan dengan sedekah rombongan dan sedikit membantu beban yang sedang di alami Abu semoga Abu dan sembuh seperti sediakala

Bantuan awal : Rp.500.000
Tgl bantuan. : 26 Januari 2019
Kurir @nurmanmlana @alvin @fatmahalwiny @misnamina

Abu mengidap sakit Kusta


TAMAH BINTI ADAM (54th, Batu Ginjal) Alamat : Kp.Pasilian Rt 3/3 DS.Pasilian Kec.Kronjo Kab.Tangerang Prov.Banten. Ibu Tamah adalah seorang Ibu rumah Tangga yg memiliki 4 orang Anak dan yang tinggal di daerah pelelangan ikan dan keseharian nya membantu suami nya yang bekerja sebagai nelayan. Ibu Tamah menderita sakit Batu ginjal sejak satu tahun yang lalu awal nya ibu Tamah sering sakit di bagian pinggang dan sering mengalami keram dan kesemutan namun hal itu tak pernah beliau hiraukan ,baru beberapa bulan terakhir sakit ibu Tamah semakin parah dan tak dapat berjalan ibu Tamah pun di bawa ke RSUD Tangerang untuk berobat namun setelah di lakukan pemeriksaan dokter pun menyarankan ibu Tamah untuk di rawat inap dan menjalani operasi karena batu ginjal nya sudah sangat banyak bersarang di dalam ginjal ibu Tamah. Selesai operasi pengangkatan batu ginjal dan menjalani perawatan selama beberapa hari dan ibu Tamah di anjurkan untuk melanjutkan pengobatan rawat jalan setiap bulan . Dan kini stelah beberapa bulan menjalani pengobatan rawat jalan ibu Tamah masih harus menunggu jadwal operasi ke 2 pengangkatan batu ginjal. Walaupun ibu Tamah memiliki kartu jaminan kesehatan KIS namun Suami ibu Tamah kerap kebingungan untuk biaya transportasi berobat ke RS, karena jarak dari rumah ke RS yg cukup jauh dan penghasilan suami ibu Tamah yang hanya seorang nelayan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga Hal itu beliau ceritakan kepada kami ketika kami sedekah rombongan mengunjungi kediaman beliau untuk memberikan bantuan guna biaya berobat Isti beliau yaitu ibu Tamah. Semoga ibu Tamah segera sembuh dari sakit nya dan dapat beraktifitas seperti biasa nya aamiin

Bantuan awal : Rp.500.000
Tgl bantuan. : 26 Januari 2019
Kurir @nurmamlana @alvin @faymahalwiny @misnamina

Ibu Tamah menderita sakit batu ginjal


ALIBI RIFAHMI (1,Hidrosefalus). Alamat: Waykandis Kelurahan Kampung Baru, RT. 9/2 Kota Agung Timur Tanggamus Provinsi Lampung. Adik Ali pada usia 1 tahun 8 bulan mengalami panas kemudian dibawa berobat ke bidan terdekat, dan ternyata ada benjolan dikepalanya maka bidan menganjurkan rujukan kepuskesmas, dan dari Puskesmas Adik Ali dirujuk lagi ke Rumah Sakit Bintang Amin, Karena belum ada perubahan Adik Ali dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek dan didiagnosa terkena hidrosefalus dan sudah beberapa kali Adik Ali keluar masuk rumah sakit, dan sekarang Adik Ali kepala sering terasa gatal dan semakin membesar. Orang tua Adik Ali (Sutisna, 32) dan Juariyah (26) bekerja sebagai buruh serabutan sehingga keluarga ini membutuhkan biaya untuk transportasi pengobatan berobat Adik Ali ke rumah sakit walaupun keluarga ini menggunakan KIS PBI Kelas III. Saat kurir #sedekahrombongan datang untuk memberikan santunan awal kepada Adik Ali, Keluarga Adik Ali merasa berterima kasih dan kami pun merasakan kesulitan mereka. Semoga Adik Ali segera diberi kesembuhan dan lekas pulih kembali agar bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Februari 2019
Kurir : @saesarraya @leni ita mira @xkurniawatix

Alibi terkena hidrosefalus


TURSINI BIN WARTIM (28, Tyroid). Alamat Desa Jatisaba RT 6/5 Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. September 2018 Ibu Tursini meresakan ada benjolan dilehernya dan beliau memeriksakan diri ke poli Bedah Rumah Sakit Umum (RSUD) Ajibarang. Dari hasil pemeriksaan Ultrasonography (USG) terlihat ada benjolan kanan dan kiri leher Ibu Tursini namun lebih dominan yang disebelah kanan. Ibu Tursini memerlukan perawatan lebih lanjut kemudian dokter spesialis bedah RSUD Ajibarang merujuk beliau ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Ibu Tursini tidak memiliki biaya untuk berobat dan juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga beliau belum jadi melalukan pemeriksanan lebih lanjut ke RSMS Purwokerto. Seami beliau, Bapak Sigit Pramono (40) bekerja sebagai sopir sementara Ibu Tursini hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Bapak Sigit hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari – hari dan sekolah 2 orang anak. Alhamdulillah Ibu Tursini dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu membuat kartu jaminan kesehatan. Semoga Ibu tursini dapat melanjutkan pengobatan dan Allah SWT segera mengangkat sakit da penderitaannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Nova Setyaputri

Ibu Tursini menderita tyroid


ANIS MAHMUDAH (42, Lemah Jantung). Alamat RT 3/7 Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Maret 2018 Ibu Anis sering lemas, pusing dan sesak nafas. Ibu Anis memeriksakan diri ke puskesmas Bobotsari. Ibu Anis dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Goeteng Purbalingga. Dari hasil pemeriksaan Elektrokardigram (EKG), Ibu Anis divois menderita lemah jantung dan harus menjalani rawat inap selama beberapa hari untuk menstabilkan kondisi beliau. Pasca rawat inap, Ibu Anis harus menjalani kontrol rutin setiap bulan dan mengkonsumsi obat setiap hari. Alhamdulillah pengobatan Ibu Anis terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN – KIS PBI yang dimilikinya. Namun masih terkendala oleh akomodasi dan operasional berobat rutin. Suami Ibu Anis, Bapak Suwejo (50) hanyalah seorang buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari keluarga. Atas izin Allah SWT, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Anis. Santunan dari Sedekaholics disampaikan untuk membantu meringankan akomodasi berobat. Semoga pengobatan Ibu Anis berjalan dengan lancar dan sehat seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Didik Suprayogi

Ibu Anis divois menderita lemah jantung


NAZHA SYIFA RAMADHANI (6, Tidak Memiliki Lubang Anus). Alamat RT 2 / 5 Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak lahir Nazha tidak memiliki lubang anus. Tiga hari setelah kelahiran Nazha, dilakukan operasi pembuatan lubang buatan di saluran pencernaan untuk membuang kotoran atau kolostomi di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Tahun 2013 Nazha kembali menjalani operasi kolostomi karena masih ada cairan yang rembes di sekitar kemaluannya. Dua bulan kemudian Nazha masih kesulitan buang air besar sehingga dilakukan kembali operasi kolostomi. Nazha masih menjalani kontrol rutin di RSMS setiap 2 bulan sekali. Pada tahun 2018 Nazha masih kesulitan buang air besar dan masih terjadi rembesan cairan di sekitar kemaluan sehingga dilakukan kembali operasi kolostomi. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, Nazha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito Yogyakarta untuk menjalani operasi pembetulan fistel yang sobek. Alhamdulillah biaya pengobatan Nazha terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN – KIS PBI yang dimilikinya. Namun masih terkendala akomodasi dan operasional melanjutkan pengobatan ke RSUP Sarjito. Dengan izin Allah SWT Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nazha dan santunan dari Sedekaholics di sampaikan untuk membantu biaya operasional kontrol ke RSUP Sarjito. Semoga operasi Nazha dimudahkan dan dilancarkan dan segera diberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Didik Suprayogi

Sejak lahir Nazha tidak memiliki lubang anus


ARIK RIDWAN KOMARA (30, Tumor Otak). Alamat Dusun Cigebot RT 06 RW 05 Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Mei 2018 Arik sering merasakan pusing dan meminum obat yang dibeli di apotek untuk menghilangkan sakit kepalanya. Beberapa waktu kemudian merasakan sakit kepala yang luar biasa, muntah – muntah dan sempat tidak sadarkan diri. Keluarga membawa arik ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) puskesmas Cipaku. Arik langsung dirawat selama 3 hari. Arik membutuhkan perawatan yang lebih intensive dan perlu melakukan CT Scan untuk mengetahui gangguan yang ada di kepalanya sehingga Arik di rujuk ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Ciamis dan rawat inap selama delapan hari. Hasil pemeriksaan CT Scan diketahui ada gumpalan di kepala Arik dan harus segera diangkat. Arik Divonis menderita tumor otak. Pertengahan Juni 2018 Arik dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto untuk menjalankan operasi otak. Operasi pertama dilakukan dengan membuka tempurung kepala untuk memberi rongga udara karena tumor di kepala Arik sudah mulai membesar. Pasca operasi, penglihatan arik sudah tidak jelas. Agustus 2018 Arik menjalani operasi yang ke dua untuk mengangkat sebagian tumor yang telah menutupi otak. Pasca operasi kedua kondisi arik makin buruk dan sebagian tubuh dan kaki arik tidak bisa digerakkan. Hasil Patologi menunjukan tumor Arik ganas kemudian Oktober 2018 Arik kembali menjalani operasi pengangkatan tumor. Pasca operasi ketiga, Arik di haruskan menjalani Radioterapi sebanyak 32 kali di RSMS. Awal November 2018 Arik mulai menjalani Radioterapi dan selesai akhir akhir Desember 2018. Sejak sakit Arik sudah tidak dapat bekerja, sementara Bapak Arik Bapak Komar (57) hanyalah seorang Buruh tani dan ibunya Ibu Dede Rusmini (53) seorang Ibu rumah tangga dan penghasilan Bapak komar hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari – hari keluarga dan sekolah adik arik. Alhamdulillah pengobatan Arik terbantu oleh Jaminan Kesehatan JKN KIS PBI yang dimilikinya. Namun masih terkendala oleh akomodasi dan operasional selama perawatan. Dengan izin Allah SWT Arik dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan disampaikan untuk membantu akomodasi pulang ke ciamis. Semoga Arik segera diberi kesembuhan da bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ddeean Zulfikar @yaswi_rd

Arik Divonis menderita tumor otak


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan keduabelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125, 1133, Rombongan Baru 3, 7, 12, 17, dan 24. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan dua kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu katiyem mengalami sakit asictes


YULIANA BINTI USUP (37, Ca Mamae). Alamat : Desa Dagangan, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau dikaruniai seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Suaminya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko mebel. Dua bulan yang lalu Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara. Setelah konsultasi dengan dokter, kemudian beliau dianjurkan untuk segera operasi. Karena takut kanker semakin menyebar akhirnya keluarga mengikuti saran dari dokter untuk segera dilakukan tindakan operasi. Keadaan beliau waktu itu belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk meminjam uang pada tetangga untuk biaya operasi yang kurang lebih menghabiskan dana 13 juta. Akhirnya operasi pun dilakukan pada akhir bulan Juli di RS DKT Kota Madiun, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan operasi kemudian dokter menyarankan untuk dilakukannya kemo terapi. Karena terkendala biaya akhirnya keluarganya pun segera membuat jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3 dan telah mulai aktif sejak tanggal 18 Agustus. Kesulitan beliau pun saat ini bertambah karena beliau di rujuk ke Solo untuk menjalani kemo terapi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yuli. Bantuan kelimapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 7, 12, 17, dan 24. Bu Yuli sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa melakukan kemoteraphi demi menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AliFirdaus

Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mencukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillah bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan keduabelaspun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 7, 12, 17, dan 24. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkat korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Rokhim menderita gangguan di tulang belakang


MUHAMAD ASWURI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan ke 13 pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033, 1054, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142, Rombongan Baru 3, 12, dan 20. Pak Aswuri masih melakukan hemodialisa dan kontrol rutin di RS Sudono Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Aswuri menderita gagal ginjal


TATIK ERNAWATI (42, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Kranggan RT 10/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Tatik, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai dua orang anak. Salah satu anaknya sudah meninggal dunia, sementara satunya sekarang sekolah SMK kelas 11. Mbak Tatik sudah bercerai dengan suaminya. Setahun yang lalu mbak Tatik awalnya merasakan sakit mual – mual, sering sesak nafas. Karena dianggap hal biasa, maka tidak segera diperiksakan sakitnya tersebut. Lama kelamaan semakin parah, akhirnya periksa ke dokter dan ternyata mbak Tatik sakit gagal ginjal dan harus cuci darah secara rutin. Mbak Tatik pada mulanya masih belum mau mengikuti saran dokter, dikarenakan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat minim. Ibunyalah yang memberi semangat agar mbak Tatik mau terus berobat. Mbak Tatik yang tinggal di rumah kecil bersama ibu dan anaknya, sejak sakit sudah tidak bisa bekerja. Sementara ibunya yang sudah tua harus tetap bekerja keras supaya tetap bisa untuk makan sehari – hari. Ibunya berjualan bothok di pasar besar Madiun. Anaknya mbak Tatik, alhamdulillah memiliki Kartu Indonesia Pintar sehingga bisa terbantu sekali untuk biaya sekolahnya. Setiap jadwal cuci darah, mbak Tatik selalu kebingungan nanti siapa yang mengantar. Kalau jadwal pagi, maka bisa diantar anaknya sambil berangkat sekolah. Kalau tidak ada yang mengantar, terpaksa memakai gojek, walau terkadang ibunya harus mencari pinjaman uang ke tetangganya untuk biaya gojek. Karena ibunya ingin sekali mbak Tatik bisa sehat kembali. Mbak Tatik walau memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun merasa sangat tidak mampu untuk biaya transportasi pada saat berobat. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Mbak Tatik. Bantuan ke 4 pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 4, 12, dan 20. Mbak Tatik sangat gembira dan mengucapkan terimakasih kepada sedekaholic atas bantunan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga mbak Tatik bisa berobat secara rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Tatik menderita gagal ginjal


YULIANA BINTI KATENO (23, Tumor Tulang). Alamat : Jl. Walet, no 6, RT 36/12, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Yuli adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak, sejak 2,5 tahun yang lalu, dirasakan saat hamil 7 bulan anak pertama. Kemeng – kemeng di sekitar paha kiri atas. Di saat diperiksakan ke bidan dikatakan karena gawan bayi. 2 bulan kemudian melahirkan bayi normal. Setelah selapan (35 hari) melahirkan, diajak pulang ke rumah mertuanya di Ngawi. 1 bulan kemudian pulang ke Madiun di Jalan Walet no 6 Madiun. Tahu – tahu kaki kiri (paha) mulai terasa nyeri sekali dan mulai tidak bisa jalan. Setelah diperiksakan ke dokter Suud (Bedah) dinyatakan tumor tulang (hasil foto ronsen). Pasien saat itu juga dirujuk ke RS Muwardi Solo, dirawat dan dilakukan kemoterapi (2x). Tetapi setelah dilakukan kemoterapi 2x pasien sering drop. Dan juga dioperasi (pasang pening) di RS Sogaten Madiun. Karena keluarga tidak mampu biaya wira wiri ke RS Moewardi. Sampai sekarang sering keluar masuk RS untuk memperbaiki KU. Saat ini di rawat di Ruang Wijaya Kusuma B RS Sudono Madiun. Mbak Yuli memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS kelas 3. Namun demikian, mbak Yuli merasa berat untuk mencukupi biaya hidup dan biaya operasional selama sakit walaupun pasien menggunakan BPJS. Tetapi yang menjadi permasalahan tidak ada biaya untuk berobat ke RS Moewardi karena suami belum bekerja dan orang tua bekerja sebagai penjual jamu (beras kencur) di pasar. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbak Yuli. Santunan lepaspun disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Mbak Yuli sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholic yang telah disampaikan untuk biaya berobat demi kesembuhan sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Yuliana menderita tumor tulang


SUTARNI BIN KASYADI (64, Diabees + Stroke + bilik rumah roboh). Alamat : Dukuh Gupak Warak, RT 2 /5, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Sutar adalah seorang bapak yang memiliki seorang istri bernama ibu Katiyem. Bapak Sutarni tidak memiliki anak. Semenjak 3 tahun lalu beliau mengidap penyakit Diabetes dan stroke. Selama ini pak Sutar hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pak Sutar yang dulu bekerja serabutan, sekarang hidupnya harus ditopang belas kasihan tetangganya. Istri yang setia dengan tulus merawat semampunya. Sekitar 2 tahun lalu pernah mendapatkan bantuan dari komunitas Ponorogo Peduli berupa sembako dan sejumlah uang. Namun penderitaannya semakin diperparah, pada suatu hari sebelum kurir mendatangi rumah bapak Sutarni, tempat tinggal bagian bilik depan roboh karena usia. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Bapak Sutarni ingin sekali segera sembuh dari penyakitnya. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Sutar. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Sutar. Betapa senangnya beliau menerima bantuan dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk dapat membantu mewujudkannyan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2019
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914 @Kosiar

Pak Sutardi mengidap penyakit diabetes dan stroke

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SAIBAH MEILANI 1,000,000
2 NAVISA NUR AZIZAH 500,000
3 SUPINAH BINTI BAKRAN 1,000,000
4 DARMI BINTI SUROWIJOYO 500,000
5 ARGA FERNANDA 500,000
6 FATIMAH AZZAHRA HIDAYAT 500,000
7 NURSAH BINTI SAIMRA 500,000
8 NURYATI BINTI MASIRAH 500,000
9 SUMARDI BIN SUTRISNO 500,000
10 AHMAD SHIDIQ AL HAFIDZ 500,000
11 SITI MUAWANAH 680,200
12 SAYUDI BIN NAIM 1,918,000
13 SAWATI BINTI MUSI’IN 2,214,250
14 FARIDAH BINTI ISNIMAN 500,000
15 SENAWI BIN NIMUM 1,418,000
16 MUSTOFA BIN MUSTOFA 500,000
17 SUPAR BIN BREGUL 1,000,000
18 ASMUJI BIN NGATUN 500,000
19 RSSR JEMBER 2,115,645
20 RSSR JEMBER 898,100
21 MTSR JEMBER 5,309,000
22 MTSR JEMBER 2,161,699
23 SUMASI BINTI MISTARI 700,000
24 NAFIZHA KAYLA AGUSTINA 500,000
25 TURYATI BINTI ROHADI 500,000
26 NAFIZHA KAYLA AGUSTINA 1,000,000
27 RSSR PURWOKERTO 1,616,308
28 RSSR PURWOKERTO 1,291,223
29 RSSR PURWOKERTO 347,300
30 MTSR PURWOKERTO 4,602,166
31 MTSR PURWOKERTO 54,033,227
32 MTSR PURWOKERTO 4,885,103
33 SRI WAHYUNI 750,000
34 MASTIRAH BIN SAYIDI 500,000
35 IPAH SOIPAH 500,000
36 ARDANI MEKAR BARU 1,000,000
37 ABU HANIFAH 500,000
38 TAMAH BINTI ADAM 500,000
39 ALIBI RIFAHMI 500,000
40 TURSINI BIN WARTIM 500,000
41 ANIS MAHMUDAH 750,000
42 NAZHA SYIFA RAMADHANI 1,000,000
43 ARIK RIDWAN KOMARA 500,000
44 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
45 YULIANA BINTI USUP 500,000
46 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
47 MUHAMAD ASWURI 500,000
48 TATIK ERNAWATI 500,000
49 YULIANA BINTI KATENO 1,000,000
50 SUTARNI BIN KASYADI 1,500,000
Total 106,690,221