Kenzo Julian (2, Kenzo Julian, Hydrocephalus) Jalan Dukuh Kupang Barat 1 Gang Buntu 3 Nomer 39, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bersama ibunya. Salah satu ibu kader di kegiatan tersebut mengamati Kenzo dan menasehati ibu Kenzo agar anaknya segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini bantuan sedang dilakukan untuk pembuatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas SKTM. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Semoga Kondisi Kenzo semakin membaik

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:21-12-2018
Kurir: Martino Afandi

Kenzo menderita hydrocephalus


Samiatun (46, Samiatun, Lupus) DSN. WARUGUNUNG RT/RW. 4/1 DS. SUMBERJO KEC. SARIREJO – LAMONGAN Ibu Samiatun adalah seorang petani Padi di desanya. ia sehari berangkat ke sawah setelah sholat subuh. kebiasaan itu selalu dilakukan setiap hari olehnya. tetapi keadaan yang berbeda dia rasakan pada pertengahan tahun 2018 silam. Kondisi tubuhnya tiba tiba melemah dan ia merasa tak mampu untuk bekerja. Anton selaku anak Samiatun yang bekerja sebagai buruh pabrik di desanya membawa Ibunya dengan ayahnya Santriman yang bekerja sebagai buruh serabutan ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas lalu mkerujuk Samiatnu ke RSUD Dr Soegiri Lamongan dan di diagnosa menderita penyakit Lupus yang diketahui melalui proses Lab Darah. Lalu tanggasl 18 oktober 2018 Pasien dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. tetapi keluarga Samiatun merasa keberatan karna mereka tidak mampu dengan biaya pengobatan dan kehidupan sehari hari. walaupun mereka termasuk penerima bantuan kesehatan dari pemerintah/PBI. Akhirnya, Kami Tim #Sedekahrombongan yang mendapat informasi ini, bersilaturahmi dengan keluarga Samiatun dan memabntu mereka. Kami juga memberikan uang Santunan untuk biayab hidup dan pengobatan.Akhirnya pasien telah di berangkatkan ke RSUD Dr.Soetomo dan telah menjalani beberapa proses pengobatan

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:23-11-2018
Kurir:Martino Afandi

Bu Samiatun menderita penyakit lupus


Muhammad Khoiri Adnan (14, Muhammad Khoiri Adnan, Thyroid) Dusun Tegal Mijin RT 11/03 Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Pada awalnya Adnan menemukan benjolan menyerupai uci uci di bagian lehernya. Hal itu sementara dianggap hal kecil karena mengira benjolan tersebut timbul akibat gigitan nyamuk. Namun semakin hari benjolan bukannya menghilang tetapi malah membesar. Karena keadaan tersebut yang membuat Mashuri dan Juriyah Khawatir dengan kondisi Adnan. mereka membawa Adnan ke Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan. Tetapi pihak puskesmas merujuk Adnan ke RSUD Bondowoso agar Adnan menjalani pemeriksaan yang lebih intensif. di rumah sakit Adnan menjalani CT scan dan dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Adnan menderita Kanker Kelenjar Thyroid dan harus dirujuk ke Surabaya untuk menjalani kemoteraphy. Mashuri dan Juriyah sempat merasa kebingungan karna penghasilan mereka yang hanya cukup untuk makan, merasa tidak sanggup untuk membawa Adnan ke Surabaya. Tetapi Kekhawatiran mereka terputus setelah bertemu dengan #Sedekahrombongan yang mendengar keluh kesah mereka dari mulut ke mulut. Kami mulai membantu menguruskan jaminan kesehatan untuk mempermudah proses pengobatan Adnan selama di Surabaya nanti dan memberikan uang Santunan untuk biaya Hidup mereka nanti di sana. Mashuri dan Juriyah mengucapkan Terimakasih kepada #Sedekahrombongan yang telah membantu mereka sehingga Adnan bisa melanjutkan pengobatannya di Surabaya. Saat i ni Adnan masih harus menjalani Kemoterapi agar kondisinya terus membaik

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 22-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Adnan menderita kanker kelenjar thyroid


Sukarmi (56, Sukarmi, Infeksi Jantung) Desa Winong Kecamatan Kalidawit Kabupaten Tulungagung Jawa Timur Sukarmi merasakan Sakit semenjak 4 bulan yang lalu kira kira semenjak Bulan Maret 2018 lalu. yang pada awalnya diawali dengan 2 jari kakinya yang tiba tiba membengkak dan menghitam (peyumbatan pembuluh darah ). Keluarga membawa Sukarmi ke RSUD Dr Iskak Tulungagung dan kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya dilakukan operasi pengangkatan 2 jari yang membengka tersebut. Dari Hasil Patalogi Anatomi yang diambil dari sample jari tersebut diketahui bahwa Sukarmi menderita Infeksi Jantung. Sukarmi hidup berdua bersama anaknya yang bekerja sebagai petani di desanya . Fajar anak Sukarmi semapt kebingungan karna ia kehabisan uang untuk biaya pengobatan ibu yang tidak ditanggung BPJS dan untuk biaya hidup sehari hari karna ia sudah tidak bekerja untuk mengurus ibunya. Tim #Sedekahrombongan yang mendengar informasi tersebut dari petugas rumah sakit bersilaturahmi kepada Sukarmi dan membantu beliau. Kami memberikan Santunan utnuk biaya hidup Sukarmi dan Fajar selama di Surabaya. saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Sukarmi haru menjalani pengobatan seumur hidup. semoga Keadaan Sukarmi terus membaikj

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 22-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Bu Sukarmi menderita infeksi jantung


fitri wulandari (28, fitri wulandari, Tumor mata) DSN. DROJOK RT/RW. 2/1 DS. JATIDROJOK KEC. KEDUNPRING – LAMONGAN Fitri mulai merasakan sakitnya sejak tahun 2011 silam. awalnya ia merasakan pedih di matanya pada saat mengendarai sepeda motor. hal itu dianggap hanya kelilipan biasa saja. tetapi hari demi hari matanya terasa sakit sekali sehingga ia harus berobat ke puskesmas.. di Puskesmas ia dirujuk ke RSUD Lamongan dan setelah menjalani pemeriksaan CT scan, diketahui bahwa Fitri menderita tumor mata jinak. Supardi ayah dari Fitri adalah seorang petani yabng bekerja sebagai buruh di ladang orang. penghasila ia sehari hari sekitar Rp.20.000,- yang hanya cukup digunakan untuk makan sehari hari saja. Fitri harus dirujuk ke Surabya untuk menjalani kemoterapi karna peralatan dan obat yang lebih lengkap di Surabaya yaitu di RSUD Dr. Soetomo. tetapi Supardi sempat menolak karna ia merasa tidak mampu dengan biaya pengobatan yang sangat besar. selama ini ia hanya menggantungkan harapan pada surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oelh pihak kelurahan saja. tetapi itu hanya bisa digunakan di daerah Lamongan saja. maka dari itu Tim #Sedekahrombongan yang mendengar info tersebut bersilaturahmi dengan Fitri dan keluarga dan membantu pengurusan jaminan kesehatan demi memperlancar proses pengobatan yang akan dijalani di Surabaya. kami juga menyalurkan uang santunan untuk biaya hidup selama pengobatan. Fitri akhirnya diberangkatkan ke Surabaya dan saat ini telah menjalani proses kemoterapi. semoga kondisi mata Fitri dapat kembali seperti semula

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 22-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Fitri menderita tumor mata jinak


farichah (41, farichah, Lumpuh Total) Desa Gunung Anyar Tambak 1 no 67 RT 2/1 Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya Jawa Timur Bu Farichah sudah sakit sejak tahun 2012. Awal mulanya, Bu Farichah mendapati lututnya bengkong dengan sendirinya saat bangun tidur dan hendak melaksanakan ibadah sholat subuh. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh. Beliau pernah menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya selama tiga kali namun berhenti karena keterbatasan biaya. Kini Bu Farichah benar-benar sudah tidak dapat berjalan karena sudah lumpuh total. Beliau bergantung dengan mengandalkan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bu Farichah adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau sudah bercerai. Bu Farichah tinggal bersama tiga orang anaknya. Anak pertama belum bekerja dan lulusan SMP dengan paket B. anak kedua saat ini masih menjalani paket B dan belum membayar. Sedangkan anak ketiga masih bersekolah dan memiliki tunggakan daftar ulang sebesar Rp 150.000,- dan raport sebesar Rp 85.000,-. Untuk makan sehari-hari hanya dapat mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Untuk sarapan, Bu Farichah mendapatkan jatah 1 kotak nasi oleh pemerintah. Saat menjalani pengobatan tempo dulu, Bu Farichah menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Saat mengetahui kondisi Bu Farichah, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan. Selain itu juga dibantu dalam pembuatan kartu jaminan kesehatan. Semoga Bu Farichah dapat segera sembuh dan dapat bekerja untuk membiayai hidup keluarga dan anak-anaknya. Amin.

jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:21-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Bu Farichah didiagnosa menderita lumpuh


Kenzo Julian (2, Kenzo Julian, Hydrocephalus) Dukuh Kupang Barat 1 gang Buntu 3 Nomer 39 Kelurahan putat Jaya kecamatan Sawahan kota Surabaya Jawa Timur Kenzo kecil harus menahan semua keluhan sakitnya semenjak ia lahir. Selama ini, ia hanya dapat menangis karena masih belum bisa mengeluh bagian mana yang sakit. Semenjak Kenzo lahir, kepala Kenzo sudah sedikit membesar dari ukuran kepala bayi pada umumnya. Selain itu, Kenzo juga terlihat sangat lemas dan selalu rewel. Karena disangka hanya rewel seperti bayi-bayi yang lain, orangtua Kenzo tidak mencemaskan hal tersebut. Hingga suatu ketika, Kenzo sedang menjalani kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bersama ibunya. Salah satu ibu kader di kegiatan tersebut mengamati Kenzo dan menasehati ibu Kenzo agar anaknya segera diperiksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena kepala Kenzo yang semakin terlihat membesar. Akhirnya kedua orangtua Kenzo pun membawa Kenzo ke RSUS Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kenzo didiagnosa menderita Hydrosephalus. Kini, Kenzo sedang menjalani pengobatan karena kepala Kenzo semakin membesar karena berisi cairan. Ayah Kenzo, Rizki (18) dan ibunya, Rodilah (17) belum bekerja. Kenzo tinggal bersama dengan ibu, nenek, kakek, dan pamannya. Selama ini, nenek Kenzo bekerja untuk menghidupi keluarga besar mereka sebagai seorang buruh swasta karena kakek Kenzo juga sakit-sakitan sehingga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan ayah Kenzo pulang ke rumah ibunya karena belum bisa memberikan nafkah. Selama menjalani pengobatan, Kenzo menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurangi biaya pengobatan. Karena SKTM tersebut berlaku 2 bulan saja, kini bantuan sedang dilakukan untuk pembuatan BPJS. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas SKTM. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan. Semoga Kondisi Kenzo semakin membaik

jumlah bantuan: Rp. 500.000
tanggal: 21-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Kenzo menderita hydrocephalus


Agus wanto (35, Agus wanto, Kecalakaan ) Dusun Warung dowo RT 001 RW 008 Pandaan Pasuruan Jawa Timur pada awal tahun 2016 lalu pak Agus mengalami kecelakaan saat pulang kerja.. sepeda motor yang ia kendarai ditabrak oleh bus antar kota dari belakang.. karna kerasnya benturan,pak Agus sampai terlempar dan terlindas bans depan bus di bagian selangkangan.. kejadian tersebut mengakibatkan tulang paha pak Agus retak sehingga harus dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya.. sudah hampir 1 tahun beliau menjalani pengobatan di Soetomo dan Alhamdulilllah kondisi beliau sudah mulai membaik.. ini diiringi dengan kegiatan beliau yang saat ini sudah tidak bergantung lagi pada dragbar Ambulance dan tongkat untuk membantu aktifitasnya.. beliau sudah bisa berjalan dan saat ini pengobatan belau terfokus pada perbaikan sistem pembuangan air kecil karna saat ini beliau buang air kecil melalui stoma yang dulu dibuatkan oleh dokter

Jumlah bantuan: Rp. 750.000
Tanggal: 21-11-2018
Kurir: Martino Afandi

pak Agus mengalami tulang paha retak


Kusbudiningsih (41, Kusbudiningsih, Kanker Payudara) Pengkol RT 2/4 Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk Jawa Timur KUSBUDININGSIH USUF (40, Kanker Payudara). Alamat: Pengkol RT 2/4, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal tahun 2016, bu Kus sudah merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudara beliau sebelah kanan. Karena mengira benjolan tersebut akibat gigitan serangga, beliau mengabaikan benjolan tersebut dan berasumsi akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan yang awalnya hanya seperti benjolan akibat gigitan serangga tersebut semakin membesar sehingga membuat bu Kus kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada bulan April 2017, bu Kus akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Kus dirujuk ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal, bu Kus dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Kus adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Usuf (49) bekerja sebagai buruh serabutan service elektro. Mereka belum dikaruniai seorang anak. Selama menjalani pengobatan, bu Kus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, bu Kus masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima bu Kus berupa bantuan biaya transportasi. Bulan ini Bu Kus masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1108. Jumlah Bantuan : Rp 569.200,- Tanggal : 23 Januari 2018 Kurir : BambangBKY Gita

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 21-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Bu Kus didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium 3


Savira Febiyanti (8, Savira Febiyanti, Leukimia AMI) Dusun Nglingkuk Trowulan Mojokerto Savira adalah anak yang periang, mudah bergaul, dan sopan terhadap semua orang. namun keceriaan itu berubah di tahun 2016 silam. ia mulai merasakan tubuhnya lemah dan mudah lelah. karena hal ini, Suliono dan Suti lantas memeriksakan anak mereka ke Puskesmas terdekat. pihak puskesmas merujuk Savira ke RSUD Mojokerto untuk pemeriksaan yang lebih intensif. di RS Savira menjalani ct scan dan lab darah, hasil dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Savira menderita Leukimia AMI. Pihak Rumah sakit merasa tidak sanggup menangani Savira, maka itu Savira akan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Tetapi Suliono dan Suti merasa keberatan bila Savira harus dirawat di Surabaya. Mengingat pekerjaan mereka yang hanya sebagai Tukang sapu jalanan dan Buruh cuci. Pendapatan mereka setiap harinya kurang dari Rp.50.000,- dan hanya cukup untuk makan saja. mereka takut akan tidak mampu dengan biaya hidup di Surabaya yang besar selama Savira dirawat. Tim #Sedekahrombongan yang mendengar informasi ini segera bergerak untuk bersilaturahmi dengan keluarga mereka. Selanjutnya kami mengawal dan membantu proses pembuatan jaminan kesehatan untuk mempermudah proses pengobatan Savira. Kami juga memberikan Santunan untuk biaya hidup selama Savira dirawat di Surabaya. Semoga keadaan Savira segera membaik

Jumlah: Rp. 500.000
Tanggal: 21-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Savira menderita leukimia AMI


Hartini Asrofi (45, Hartini Asrofi, Kanker Payudara) Candi Lontar Tengah RT 8/11 Kelurahan Lontar kecamatan Sambikerep Kota Surabaya HARTINI ASROFI (43, Kanker Payudara). Alamat: Jalan Candi Lontar Tengah RT 8/11, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Hartini sebenarnya sudah mulai mengalami berbagai keluhan sakit pada tahun 2015. Namun karena menganggap hanya sakit biasa, penyakit serius yang kini menimpa beliau baru terdiagnosa pada tahun 2017. Awal mulanya, bu Hartini mendapati adanya benjolan di area payudara. Karena benjolan tersebut kecil dan tidak terasa sakit, bu Hartini pun tidak melakukan tindakan apapun dan menganggap benjolan akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan pada payudara bu Hartini semakin membesar dan mulai terasa nyeri. Akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Hartini dirujuk ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap pada bulan Maret 2017. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter kembali merujuk bu Hartini ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, bu Hartini menjalani kemoterapi dan penyinaran. Kini, Bu Hartini masih sering mengeluh nyeri ketika menjalani kontrol rutin dan kemoterapi. Bu Hartini adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Asrofi (37) bekerja sebagai karyawan swasta di Pabrik Kayu. Mereka memiliki 2 anak yang masih duduk di bangku TK dan SD. Rumah yang beliau tinggali selama ini adalah rumah milik kedua orangtuanya. Selama menjalani pengobatan, bu Hartini menggunakan jaminan kesehatan BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika ke Surabaya. Selama ini, Bu Hartini diantar tetangga beliau ketika melakukan kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, apabila tetangga Bu Hartini sedang berhalangan sehingga tidak dapat mengantar Bu Hartini, Bu Hartini akhirnya didampingi oleh suami beliau. Ketika suami Bu Hartini mendampingi Bu Hartini untuk kontrol rutin, suami bu Hartini tidak dapat bekerja sehingga tidak memperoleh penghasilan. Alhamdulillah, bantuan pun telah diterima oleh pihak keluarga berupa bantuan biaya pengobatan transportasi. Semoga bu Hartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Bulan ini Bu Hartini masih menjalani pemerikasaan rutin. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1107. Jumlah Bantuan : Rp 690.000,- Tanggal : 24 Januari 2018 Kurir : BambangBKY Taufik

Jumlah: Rp. 500.000
Tanggal: 20-11-2018
Kurir: Martino Afandi

Bu Hartini didiagnosa menderita kanker payudara


Desi Reka Frisilia (20, Desi Reka Frisilia, Lupus) RT 02 RW 03 Dusun Demping Desa Baluk Karangrejo, Magetan jawatimur Desi adalah anak pertama dari dua bersaudara. saat ini ia tengah menempuh pendidikan perguruan tinggi di sebuah Universitas ternama di Surabaya. Desi merupakan anak yang cerdas sehingga ia mendapatkan Beasiswa untuk Kuliah di Surabaya. Pada saat berada di dalam perkuliahan, ia merasakan tubuhnya lema, Pusing, Mual. Dengan dibantu oleh teman temannya, Desi dibawa ke rumah sakit Haji. dirumah sakit tersebut Desi harus menjalani rawat inap karna kondisinya yang lemah. Bapak Mulyadi selaku Ayah Desi yang bekerja sebagai penjaga sekolah dan Ibu Parni selaku ibunya yang bekerja serabutan segera datang ke Surabaya untuk menengok kondisi anak mereka. setelah menjalani Tes Darah, MRI, Dan Foto Rontgen Diketahui bahwa Desi terdiagnosa Lupus. kondisnya semakin lemah, saat ini ia hanya bisa melakukan aktifitasnya di tempat tidur. Dokter merujuk Desi Ke RSUD Dr Soetomo untuk melakukan proses sinar dan menjalani kemoteraphy. Keluarga sempat bingung mengenai biaya rumah sakit, sementara keluarga mereka bukan merupakan keluarga yang berada. Akhirnya tim #Sedekahrombongan yang mendengar informasi ini langsung datang kepada keluarga Desi dan bersilaturahmi. Kami juga berkoordinasi dengan teman teman daerah tempat dimana ayah dan ibu desi tinggal. Hasilnya, Kami membantu biaya pengobatan Desi dan membantu melakukan pengurusan BPJS. Selama di RS Haji, Biaya rumah sakit ditanggung oleh Universitas tempat dimana Desi menimba Ilmu. Desi dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. ia bersemangat sekali untuk sembuh karena ingin melanjutkan pendidikannya. Semoga Desi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sedia kala

Jumlah: Rp. 570.000
Tanggal: 26-06-2018
Kurir: Martino Afandi

Desi terdiagnosa Lupus


MARKINI BINTI MUHAMMAD (60, MARKINI BINTI MUHAMMAD, Jantung,Darah Tinggi) jln.Ngagel Rejo Utara RT 03 RW 09,Ngagel,Kota Surabaya Ibu Markini sakit Jantung sejak awal tahun 2010 silam. awalnya beliau merasakan sakit di bagian dadanya terutama saat menjalani aktifitas dirumahnya. beliau adalah seorang Single Parents dengan 2 orang anak.. anak pertamanya seorang wanita. dia bekerja sebagai tukang sapu di sebuah sekolah di dekat rumahnya. sementara anak keduanya seorang laki laki yang bekerja di Peti kemas di daerah Osowilangun, Gresik.. Ibu Markini sempat menjalani pengobatan di Rs Dr.Soetomo Surabaya.. Namun karena kondisi rumah sakit yang setiap hari ramai karna merupakan rumah sakit rujukan di indonesia bagian timur, proses pengobatan menjadi terhambat. oleh karena itu, Puskesmas Ngagel yang merujuk beliau ke soetomo memindahkan proses pengobatan beliau ke Rs.Soewandhi, Surabaya. pasien memiliki semangat hidup yang tinggi walau penyakit beliau tidak dapat disembuhkan. pengobatan yang dijalani hanya untuk mempertahankan kondisi beliau agar tetap stabil.. kendala yang sering dihadapi oleh beliau adalah tidak adanya uang transport dari rumah menuju rumah sakit sehingga beliau seringkali tidak bisa berangkat kontrol karna kedua anaknya harus bekerja

Jumlah: Rp. 750.000
Tanggal: 21-05-2018
Kurir: Martino Afandi

Bu Markini menderita darah tinggi


AZKADAVANDI AL FEBIAN & AZKADAVANDA AL FEBIAN (8 / PASIEN, AZKADAVANDI AL FEBIAN & AZKADAVANDA AL FEBIAN, Radang Paru-Paru) Dusun Tungul Barat, RT 3/15, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY Dari awal kehamilan ibu Heni Wardayaningsih (21) tidak pernah mengeluhkan masalah kehamilan. Proses perkembangan kehamilannya wajar seperti umumnya. Tetapi memasuki usia kehamilan 7 bulan, ia mengalami bocor ketuban. Selama 1 bulan sang ibu dipantau secara khusus kesehatan dan kehamilannya. Bidan dan tim medis berusaha mempertahankan janin yang dikandungnya. Dari perawatan di RSUD Wonosari kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Alhamdulillah, pada tanggal 8 Oktober 2018 lahir bayi kembar laki-laki dengan persalinan normal. Selama satu bulan berikutnya si kembar masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sekitar tiga bulan kemudian, dokter mendiagnosa ada gangguan di sistem pernafasan kedua bayi ini. Hingga saat ini, nafas mereka tersengal-sengal dan terasa berat. Badannya juga kurus. Si kembar tinggal bersama ibu dan neneknya, sedangkan ayahnya, Yusuf Nurdiyanto (22) bekerja sebagai buruh bangunan di Yogyakarta. Saat ini si kembar menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Meskipun memiliki jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), biaya sewa mobil ke rumah sakit bukanlah hal murah bagi keluarga ini. Tak ayal, mereka pun berhutang ke tetangga dan kelompok arisan setempat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga bayi kembar mungil ini segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah: Rp. 2.000.000
Tanggal: 24-11-2018
Kurir: atin lelya sukowati

Bayi kembar menderita padang paru-paru


SRI ASTUTI (45 / Pasien, SRI ASTUTI, Ca Servik + Tumor Kandungan) Karangasem, RT 05 RW 03, Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, DI. Yogyakarta Ibu Sri Astuti adalah seorang ibu yang tinggal seorang diri dirumahnya. Ibu Sri Astuti merasakan sakit sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya Ibu Sri merasakan sakit seluruh perut pada tanggal 26 September 2018 dan langsung di bawa ke IGD RSUD Wates pada pukul 03.00 dinihari. Pukul 06.00 ibu Sri diizinkan pulang dan boleh obat jalan, namun seharian dirumah merasakan sakit yang semakin hebat dan dibawa ke IGD RS Nyi Ageng Serang oleh tetangganya. Dokter mendiagnosa ususbuntu, dan dilakukan tindakan operasi. Setelah 3 hari dirawat beliau diizinkan pulang, dan jadwal kontrol setiap seminggu sekali. Minggu ketiga Pasca operasi Ibu Sri merasakan sakit semakin hebat pada bagian perut kiri bawah. Beliau ke puskesmas pengasih 2 dan didiagnosa infeksi saluran kencing. Seminggu kemudian beliau meminta rujukan ke poli kandungan RSUD Wates. Hasil diagnosa di RSUD Wates ditemukan tumor pada perutnya. Untuk memastikan tumor tersebut Ibu Sri melakukan pengecekan ke Laboratorium dan hasilnya beliau didiagnosa kanker servik dan tumor. Sehingga beliau di rujuk ke RSUP Sardjito hari Jum’at tanggal 23 November 2018 hasilnya postif kanker servik stadium 4 dan Tumor ganas di indung telur dan sudah menyebar hingga bagian paru-paru.. BU Sri menunggu antrian operasi di RS Sardjito yang diperkirakan masih 1 bulan. Sementara hanya di kasih plaster anti nyeri dibagian perut bawah. Ketika masih sehat Ibu Sri bekerja sebagai pengrajin enceng gondok dirumahnya. Sehingga ketika sakit sudah tidak memiliki penghasilan. Untuk makan sehari-hari mendapatkan uluran tangan dari tetangga. Kurir Sedekah Rombongan saat survei menjadi saksi langsung ketika tetangga membawakan makanan untuknya.Tetangga pula yang membantu biaya transportasi dan pengobatan kerumah sakit serta mendampingi Ibu Sri ke rumah sakit. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka dan bantuan disampaikan untuk biaya makan harian Ibu Sri. Semoga dengan keajaiban Allah, Ibu Sri bisa sembuh dan dikuatkan untuk menunggu antrian pengobatan selanjutnya di RS Sardjito. Kurir : Endro @prihas

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 01-12-2018
Kurir: Angga Kusuma

Ibu Sri menderita ca servik + tumor kandungan


KIRANA DERMAWAN (3 / Kanker Kaki Kanan) RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya. Dari hasil CT scan terakhir diketahui bahwa kanker di kaki kanan Dik Kirana tidak menyebar ke tulang dan sudah mengecil. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi kontrol di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan baru 18. Kini Dik Kirana sedang menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan sel kanker setelah sinar. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 10 Januari 2019
Kurir: @ddeean zulfikar @yaswi_rd

Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya


AGESTHA PANDU PRASETYA (3 Nephrotic Syndroms). Alamat : RT 1/1, Desa Samudra, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Gestha, begitu ia biasa disapa, menderita Nephrotic Syndroms yang merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan pada ginjal yang ditandai dengan banyaknya jumlah protein dalam urin, tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah, rendahnya kadar albumin dalam darah, serta terjadinya pembengkakan di kaki, mata kaki, atau kadang di tangan atau wajah. Awal Juli 2017, tubuh Dik Gestha bengkak dan terlihat sangat gemuk. Kemudian keluarga membawa Dik Gestha memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dedijaya Brebes dan menjalani rawat inap selama 5 hari. September 2017, Dik Gestha kembali dirawat di RS Dedijaya karena kondisinya yang terus menurun dan lemah. Awal Desember 2017, Dik Gestha dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Margono Soekarjo karena lemas, tidak mau makan dan kehilangan bayak cairan tubuh. Dik Gestha menjalani rawat inap selama 10 hari di RS Margono dan di diagnosa menderita Nephrotic Syndrome serta harus di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Karyadi semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Priyono (29), ayah Dik Gestha bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Siti Tutiana (23), ibu Dik Gestha adalah seorang ibu rumah tangga. Pengobatan Dik Gestha terbantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatan Dik Gestha terkendala oleh akomodasi serta biaya hidup sehari-hari selama menjalani pemeriksaan di RSUP Karyadi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Gestha sehingga dapat menyampaikan satunan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUP Karyadi dan bantuan biaya kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1142. Saat ini Dik Gestha masih menjalani kontrol rutin setiap 1 bulan sekali pasca kemoterapi.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 10 Januari 2019
Kurir: @ddeean zulfikar @yaswi_rd

Gestha menderita nephrotic syndroms


MOZAYATUN LATIFAH (6, Jantung Bocor). Alamat Desa Dawuhan Wetan RT 4 RW 2 Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Usia 2 tahun Dik Moza sering sesak napas dan mudah capek. Keluarga tidak memeriksakan Dik Moza ke dokter karena tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan apapun. Pada usia 4 tahun keluarga membawa Dik Moza berobat ke poli anak Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan medis, Dik Moza dirujuk ke poli Jantung RSMS dan di diagnosis mengalami jantung bocor. Pengobatan Dik moza berhenti selama 2 tahun karena Dokter Spesialis Jantung RSMS melanjutkan sekolah ke luar negeri. Menginjak usia 6 tahun Dik Moza berobat kembali ke Poli Jantunh RSMS dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sarjito Yogyakarta. Alhamdulillah pengobatan Dik moza terbantu dengan Jaminan Kesehatan JKN KIS Mandiri Kelas 3. Namun masih terkendala oleh biaya akomodasi dan operasional selama menjalani pengobatan rawat jalan di RSUP Sarjito Yogyakarta. Ayah Dik Moza, Bapak Agus Latifudin (41) bekerja sebagai buruh tani sedangkan ibu Dik Moza Ibu Khanifah (40) hanyalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan bapak Agus Latifudin hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari dan biaya sekolah 2 orang anak. Alhamdulillah Dik Moza dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu akomodasi kontrol ke RSUP Sarjito Yogyakarta. Semoga Dik moza segera diberikan kesembuhan dan bisa melanjutkan sekolah dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2018
Kurir : @ddeean @ddeean

Moza mengalami jantung bocor


SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal ginjal) RT 2/ RW 4, Desa kalisube, kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak lebih dari 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan baru13. Kini Bapak Satiman masih sering merasa sesak nafas dan mudah merasa lelah. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Kurir : @ddeean Zulfikar @yaswi_rd
Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:24 Desember 2018

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal ginjal komplikasi) Jl. Kulon, RT 1/ RW 3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu dua kali sepekan. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan Bapak Yulianto dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut, serta untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan baru 13. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Kurir : @ddeean Zulfikar @yaswi_rd
Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal: 24 Desember 2018

Pak Yullianto mengalami gagal ginjal


AGUS NUGROHO (18 / Pasien, AGUS NUGROHO, Luka Bakar) Jatingarang Kidul Rt/Rw:050/018, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo Yogyakarta 55671 Agus merupakan salah satu siswa SMK Swasta di Kulon Progo. Sejak kecil Agus memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia tidak pernah membolos sejak SD meskipun sedang dalam kondisi sakit Agus. Musibah datang pada tanggal 6 November 2017 saat Agus mengikuti ujian praktek semester di sekolah. terjadi kecelakaan kerja, saat Agus menghidupkan alat las di ruang praktek, alat las tersebut tiba tiba meledak mengenai tubuh Agus dan seorang guru pengujinya. Agus berlari sambil berteriak takbir kemudian lompat ke dalam selokan kecil berukuran 0.5 meter di depan sekolah untuk memadamkan Api yang membakar tubuhnya. Setelah Api padam Agus dilarikan ke Rumah sakit terdekat yaitu PKU Muhammadiyah Nanggulan namun RS tersebut merujuknya ke RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo. Di Rumah Sakit tersebut Agus dirujuk lagi RSUP Dr Sardjito, karena karena mengalami luka bakar 70% badannya. Di RS Sarjito ia mendapatkan perawatan intensif selama 53 hari.Selama di Rumah Sakit Agus merasa kesakitan tubuhnya terasa panas dan mengalami 3 kali operasi kulit untuk menambal bagian tubuh yang terbakar harus mengambil jaringan kulit dari bagian tubuh lain. Semua biaya rumah sakit saat itu ditanggung oleh BPJS. Setelah dibawa pulang Agus disarankan untuk mendapatkan perawatan luka satu minggu sekali. Pada saat pertama kali kontrol di RSUP Sarjito Agus mengalami shock karena tidak kuat menahan panas dan perih yang diderita. Sejak kejadian tersebut orang tua Agus memutuskan untuk menggunakan perawatan Home care oleh perawat yang datang setiap minggu. Setiap Bulan orang tuanya Bapak Kirdi (61tahun) dan Ibu Sarjinem (58 tahun) bermatapencaharian sebagai petani. Setiap bulan mereka harus mengeluarkan biaya perawatan meliputi Perawat + transport Rp. 1.040.000/bulan. Biaya peralatan dan bahan habis pakai minimal Rp. 800.000/bulan, Nutrisi dan vitamin Rp. 50.000/hari atau rata-rata Rp. 1.500.000 per bulan untuk obat. Penghasilan Pak Kirdi dan Istri hanya sekitar Rp. 1.500.000/bulan. Alhamdulillah dari sekolah Agus peduli dan membantu seperempat biaya berobat bulanan namun hal tersebut belum bisa menutupi biaya pengobatan Agus. Untuk menutupi kekurangan biaya tersebut keluarga Agus meminjam keluarga dekat dan meminjam kepada tenaga kesehatan yang merawat Agus di rumah. Selama ini perawatan home care tidak ditanggung BPJS sehingga seluruh biaya ditanggung oleh keluarga. Keluarganya saat ini, memiliki tunggakan tagihan obat sebesar Rp. 5 juta. Sudah lebih dari 1 tahun setelah Agus mengalami musibah tersebut namun sampai saat iniAgus belum bisa bergerak normal dan masih terdapat luka terbuka yang memerlukan perawatan secara intensif. Namun Agus tetap semangat belajar, ia tetap belajar setiap hari dari Buku pelajaran yang diberikan dari sekolahnya.Ia tidak tertinggal pelajaran dengan teman-temannya yang belajar di kelas walau dalam pembaringan. Bantuan dari Sedekah Rombongan oleh Pak Kirdi akan digunakan untuk menambah pembiayaan pengobatan rutin Agus.

Kurir : Endro @prihas @edwindarua @emerald_aida
Jumlah: Rp. 1.500.000
Tanggal: 02-12-2018

Pak Agus mengalami luka bakar 70%


SRI LESTARI (55 / Pasien, SRI LESTARI, Tumor Perut) Maguwo RT 16, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta Pada tahun 2015, ibu Sri Lestari pernah menderita sakit Tumor perut, dan sudah dioperasi. Setelah operasi seharusnya dilanjutkan dengan kemoterapi, namun karena kurang berpengalaman dan ketidaktahuannya jika sudah ada pengantar dan jadwal kemoterapinya, ibu tidak Sri Lestari tidak melaksanakan kemoterapi. Sekitar empat bulan lalu, perutnya terasa mual, kemudian diperiksakan ke puskesmas. Pada awalnya diduga sakit asam lambung. Namun beberapa bulan kemudian mualnya tidak juga sembuh bahkan perutnya membesar, barulah ibu Sri Lestari ingat kalau pernah sakit dan operasi tumor. Kondisi ekonomi keluarga ini memprihatinkan, karena suaminya juga sakit sudah sekitar satu tahun tidak bisa bekerja, sehingga untuk kehidupan sehari-hari tergantung dari pemberian tetangga sekitar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri dan menyampaikan amanah dari Sedekahholics guna melanjutkan pengobatan Ibu Sri Lestari.
Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 08-12-2018
Kurir: Angga Kusuma

Bu Sri menderita tumor perut


SUHARNI BINTI SUHARI (62 / Pasien, SUHARNI BINTI SUHARI, Katarak) Noyokerten RT 3/37 Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta Ibu Suharni sudah menderita katarak sejak lama, awalnya yang sakit hanya mata sebelah kanan, namun karena tidak punya biaya tidak pernah berobat hingga mata sebelah kanannya mengalami kebutaan. Dengan keadaan seperti itu ibu Suharni masih harus bekerja jualan baju-baju bekas untuk menyambung ekonomi kelurga, karena suaminya juga sakit tidak bisa bekerja lagi. Namun sejak 2 tahun yang lalu mata kirinya juga terasa sakit, hingga tak mampu bekerja lagi. Makin lama pandangannya makin kabur dan kini juga terancam kebutaan permanen jika tidak segera diobati. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan sakit yang dideritanya saat ini membuat serba sulit. Ada kemauan untuk sembuh namun keterbatasan biaya dan tidak ada jaminan kesehatan yang dimiliki. Bu Suharni saat ini menempati rumah kontrakan yang sempit bersama suami kedua anaknya dan seorang cucunya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bisa menyampaikan amanah dari Sedekahholics guna melanjutkan pengobatan Ibu Suharni selanjutnya. Moga mata ibu Suharni segera sembuh dan ia bisa bekerja kembali.

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 08-12-2018
Kurir: Angga Kusuma

Ibu Suharni sudah menderita katarak


SHOLJHATUL JANAH (46 / PASIEN, SHOLJHATUL JANAH, PostOperasi Tumor Payudara) Padukuhan Ngrancang, RT 84/11, Bleberan, Playen, Gunungkidul, DIY Pada bulan November tahun 2017, Ibu Janah menjalani operasi tumor payudara di RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Pascaoperasi, dokter menyarankan untuk kemoterapi tetapi pihak keluarga menolak karena ketiadaan biaya transportasi ke rumah sakit. Sejak awal berobat Ibu Janah hanya bergantung pada Kartu Indonesia Sehat yang dimiliki. Tiga bulan kemudian ia merasakan perutnya membengkak dan kadang panas. Beberapa kali ia berobat ke rumah sakit, ke RS Panti Rahayu, RS PKU Muhammadiyah Piyaman, RS Nur Rohmah Playen, tetapi diagnosa penyakitnya belum tegas. Tanggal 21 Juni 2018 ia dirujuk ke RS Panti Rapih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil laboratorium menunjukkan semua normal, tetapi perutnya tetap membesar. Suaminya, Jumanto (43) hanya pasrah melihat kondisi istrinya. Berbagai usaha telah dilakukan untuk memperjuangkan kesehatan sang istri, tapi hasil belum kunjung terlihat. Selain bekerja sebagai buruh tani, ia juga sigap menyiapkan keperluan harian sang istrinya juga anak keduanya yang duduk di bangku SMP. Bapak Jumanto mengaku ingin terus menemani istrinya berobat, tetapi biaya transportasi ke rumah sakit terlampau mahal bagi mereka. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Janah, Aamiin.

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal: 08-12-2018
Kurir: atin lelya sukowati

Bantuan post op tumor payudara


SITI FATIMAH (53 / Pasien, SITI FATIMAH, Ca Mamae) Tebon 13 RT 4/30 Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DIY. Ibu Siti Fatimah menderita sakit Ca Mamae selama 10 tahun terakhir ini. Dan pengobatan yang telah dilakukan antara lain operasi pengangkatan payudara kiri 10 tahun yang lalu, operasi di salah satu rumah sakit daerah. Setelah operasi tidak ada pengobatan lanjutan maupun perawatan lagi karena kekurangan biaya. Pekerjaan sehari-hari hanya mengandalkan berjualan hasil kebun. Jika diperkirakan hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Saat berobat terkendala kartu BPJS tidak bisa digunakan karena tidak aktif sehingga harus membayar sebagai pasien umum. Sekitar tahun 2017 lalu paru-parunya dipenuhi oleh cairan. Akibatnya beliau merasakan sesak, kemungkinan disebabkan oleh cairan yang ada di paru-parunya. Sel Kankernya juga telah metatase ke tangan sehingga tangan sebelah kirinya membesar. Kurir Sedekah Rombongan menemukan beliau sedang terbaring di Rumah Sakit. Amanah Sedekah hollics diberikan kepada Ibu Siti Fatimah untuk membantu proses pengobatan selanjutnya dengan harapan jaminan kesehatannya aktif dan dapat digunakan kembali.

Kurir: @anggakusumaa @wulansa @keliqer Ekadian
Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal:09-12-2018

Ibu Siti Fatimah menderita sakit ca mamae


ADITYA WAHYU INDRA (15 / PASIEN, ADITYA WAHYU INDRA, Hidrosepalus) Bendo, RT 2/4, Krambil Sawit, Saptosari, Gunungkidul, DIY Aditya lahir tanggal 16 Juni 2018. Selang dua minggu kemudian Aditya mengalami demam, lalu diperiksakan ke RSUD Wonosari. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Di usia satu tahun, orangtuanya melihat perubahan fisiknya. Kepala Aditya membesar. Orangtuanya segera membawa periksa ke RSUD Wonosari lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Saat ini Aditya masih menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Ayahnya, Suwardiyono, meninggal dunia karena kecelakaan ketika Aditya berusia 7 tahun. Ibunya, Kaniyem (48) menjadi ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga. Sebagian besar waktunya memang untuk Aditya, karena ia hanya bisa mengonsumsi susu dan makanan lembek saja. Belum lagi untuk terapi obat jalan, Ibu Kaniyem harus ekstra mendampingi Aditya. Ibu Kaniyem terus bersemangat mengupayakan kesehatan sang buah hati. Setiap kontrol rutin, mereka menyewa mobil dan terpaksa berhutang, bahkan untuk kebutuhan operasional dan biaya pengobatan yang lain. Aditya juga tinggal bersama nenek yang juga menjadi tanggungan Ibu Kaniyem. Ketiganya tinggal di rumah sederhana dengan alas ala kadarnya. Saat bersilaturahim Kurir Sedekah Rombongan merasakan haru dan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Selain menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan untuk membantu transportasi pengobatan Aditya, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan kasur dan bantal baru untuk kelurga Aditya. Ucapan doa dan terima kasih terus bergumam dari keluarga Aditya atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga proses kesembuhan Aditya selalu diberikan kelancaran, Aamiin.

Jumlah: Rp. 2.000.000
Tanggal: 09-12-2018
Kurir: atin lelya sukowati

Aditya menderita hidrosepalus


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Desember 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalumelakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Desember 2018 sebesar Rp 1.607.500,- di gunakan untuk pembelian BBM dan biaya pemeliharaan dan perbsikan. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada Rombongan Baru 21

Jumlah Bantuan : Rp 1.607.500,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Desember 2018


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, uang konsumsi kurir saat move, cuci ambulan, biaya isi ulang kartu E-tol. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan baru 25. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.254.286,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Juli 2018). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota, cuci ambulance, biaya pajak kendaraan, dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan baru 25. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.820.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy Rofik @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Juli 2018


MTSR MALANG (L 1533 MF, Operasional Juli 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobil luxio hitam yang dimiliki Sedekah Rombongan Malang ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, untuk survey pasien baru, menyampaikan santunan di area Malang, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lainnya. Perawatan serta kebersihan terus dilakukan oleh para kurir agar tetap bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan adanya MTSR baru ini diharapkan lebih bisa membantu masyarakat dan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang yang berada di Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli bahan bakar untuk kebutuhan penjemputan pasien dan untuk membeli pulsa. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan baru 25. Semoga para Sedekaholics diberikan kelancaran untuk segala urusan yang dijalani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir: @FaizFaeruz @KatinoRianto Fatir @SiscaDwi

Biaya operasional bulan Juli 2018


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Juli 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, tea dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan baru 21. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.399.700,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Sembako pasien RSSR bulan Juli 2018


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Juli 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air PDAM, internet, obat-obatan, membeli kresek untuk tempat sampah, sabun cuci baju, pewangi pakaian, sabun cuci piring, pembersih lantai, dan jasa petugas sampah. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan baru 21. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.548.507,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya operasional RSSR bulan Juli 2018


RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan Juli 2018). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan yang semakin banyak berdatangan. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli Kasur 2, bantal 22, dan sarung bantal 22. Hal ini diperlukan untuk penggantian Kasur yang sudah tidak layak pakai dan penamahan bantal untuk persiapan jika pasien banyak. Selain itu dibeli juga peralatan terdiri dari palu, gergaji, dan meteran untuk perbaikan di RSSR. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan baru 21. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 4.274.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Pembelian inventaris RSSR bulan Juli 2018


RSSR MALANG (Biaya Sewa 1th dan Biaya Renovasi RSSR Baru). Alamat : Jalan Bango, No 46, RT 1/3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang dulu berada di Jalan Emas 15B sekarang telah pindah ke Jalan Bango 46 akan menjadi saksi baru untuk perjuangan para pasien melawat penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. RSSR baru ini mempunyai tempat yang lebih besar dan luas sehingga dapat ditempati oleh banyak pasien SR. Selain itu, agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk biaya sewa rumah yang digunakan untuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) baru dan juga untuk renovasi. Peralatan yang dibutuhkan untuk revonasi yaitu seperti cat, kayu, kuas cat, lampu, paku, dll. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan baru 21. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 41.671.000,-
Tanggal : 31 Juli 2018
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Biaya sewa 1th dan biaya renovasi RSSR baru


NURDIN ARPA (61,Tumor Lidah). Alamat : Jl Raden Intan Mega Satu RT. 1/1, Kelurahan Talang Padang Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Pada tahun 2017 Bapak Nurdin mengira bahwa Cuma sakit sariawan biasa, tetapi sudah 3 bulan tak kunjung sembuh melainkan sakitnya menjalar kekuping dan susah menelan saat makan serta lidah rasanya kelu kemudian 12 Januari 2018 melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk rawat jalan THT dengan keluhan telinga kiri sakit dan berdengung keras pada saat itu belum ada hasil diagnosa dokter hanya diberikan obat pereda nyeri saja. Namun semakin hari keadaan Bapak Nurdin semakin drop, untuk makan susah, hingga turun berat badan drastis, bicara susah karena seperti ada yang mengganjal didalam lidah. 12 Mei 2018 periksa ke dokter spesialis THT karena kondisi semakin memburuk , setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosa dari hasil laboratorium bahwa pasien mengidap tumor lidah. setelah mendapat diagnosa tersebut keluarga mencoba ikhtiar dengan pengobatan alternatif namun tak ada hasil yang signifkan. 4 November 2018 Pasien Drop dan banyak mengeluarkan darah dari mulutnya dibawa ke puskesmas setempat dan dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumaharjo Kondisi sekarang Bapak Nurdin semakin susah bicara dan terdapat benjolan pada leher. Bapak Nurdin kini sudah tidak mampu bekerja karena telah berumur dan kondisi sakit yang sedang diderita, sedangkan Ibu Nana (60) istri dari Bapak Nurdin merupakan ibu rumah tangga biasa. Selama melakukan pengobatan, Bapak Nurdin menggunakan fasilitas kesehatan berupa KIS Non PBI Kelas III Karenanya kesulitan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan membuat Bapak Nurdin mengalami hambatan dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya proses pengobatan Bapak Nurdin. Semoga Bapak Nurdin diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 12 desember 2018
Kurir : @Saesaraya leni @xkurniawatix

Pak Nurdin mengidap tumor lidah


RSSR JAMBI (Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-2 RSSR). Alamat : Komplek Pemda Bukit Indah, Jalan Achmad Chatib, RT. 14, No. 45, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanai, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jambi merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan Jambi semakin dikenal oleh masyarakat baik di Kota Jambi sendiri maupun di Kabupaten – Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi. Oleh karena banyaknya pasien yang berasal dari luar kota Jambi sedang melakukan pengobatan rawat jalan di kota Jambi, maka Sedekah Rombongan Jambi memerlukan RSSR sebagai tempat singgah dan tinggal sementara para pasien. Terhitung sejak tanggal 09 Desember 2018 Sedekah Rombongan Jambi memiliki Rumah Singgah. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya sewa Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jambi selama satu tahun. Semoga dengan adanya titipan dari para sedekaholics, RSSR Jambi dapat segera digunakan dan bermanfaat untuk para dhuafa.

Jumlah bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 09 Desember 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @fadol_s

Pelunasan pertamabiaya sewa tshun Ke-2 RSSR


RAHAYU BINTI NGATIJO (11, Hydrocephalus). Alamat : Temuwuh, RT 2, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulan Maret 2016, saat Rahayu masih tinggal di Lampung, ia merasakan kepalanya sangat pusing. Orangtuanya segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi karena cairan di kepalanya harus disedot. Alhamdulillah, operasi yang dilakukan sebulan kemudian berjalan lancar. Namun Rahayu mengalami buta mata karena efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Sepuluh hari setelah rawat inap tersebut perut Rahayu membesar karena cairan yang ada di tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Sebulan kemudian cairan di perutnya disedot, tetapi seminggu setelahnya perutnya membesar lagi, sehingga setiap bulan hingga bulan ke-9 cairan di perutnya selalu disedot. Jarak rumah dengan rumah sakit yang memerlukan satu hari penuh untuk sekali perjalanan membuat keluarga rahayu memutuskan pengobatan lanjutan untuk anak ke 4 dari 6 bersaudara ini dilakukan di kampong halaman saja, Yogyakarta. Ayahnya, Ngatijo (60) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya Robiyah (41) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat Rahayu dan seorang saudaranya yang juga mengalami lumpuh kaki. Kadang-kadang ibunya pun turut membantu buruh di ladang, tetapi penghasilan kedua orangtua ini tetap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbekal hasil menjual tanah ibu dan anak ini berangkat ke Yogyakarta, bertekad hendak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Rahayu pun putus sekolah sejak kelas 4 SD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Hampir setahun Rahayu menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Serangkaian pengobatan kemoterapi, radioterapi, cek laboratorium, dan kontrol rutin telah dilakukan. Alhamdulillah, dokter memperbolehkan Rahayu pulang ke Lampung, sementara kontrol rutin yang sebelumnya tiga bulan sekali, saat ini dilakukan setahun sekali. Santunan ini dipergunakan untuk biaya transportasi Jogja-Lampung. Keluarga Rahayu sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semua usaha telah dilakukan tetapi Allah swt berkehandak lain, semoga adik Rahayu tenang disisi Nya. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1105.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2018
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Ina @xkurniawatix

Rahayu menderita hydrocephalus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Kenzo Julian 500,000
2 Samiatun 500,000
3 Muhammad Khoiri Adnan 500,000
4 Sukarmi 500,000
5 fitri wulandari 1,000,000
6 farichah 500,000
7 Kenzo Julian 500,000
8 Agus wanto 750,000
9 Kusbudiningsih 500,000
10 Savira Febiyanti 500,000
11 Hartini Asrofi 500,000
12 Desi Reka Frisilia 570,000
13 MARKINI BINTI MUHAMMAD 750,000
14 AZKADAVANDI AL FEBIAN & AZKADAVANDA AL FEBIAN 2,000,000
15 SRI ASTUTI 1,000,000
16 KIRANA DERMAWAN 500,000
17 AGESTHA PANDU PRASETYA 1,000,000
18 MOZAYATUN LATIFAH 500,000
19 SATIMAN BIN SAJUM 500,000
20 YULIANTO BIN NASIR 500,000
21 AGUS NUGROHO 1,500,000
22 SRI LESTARI 1,000,000
23 SUHARNI BINTI SUHARI 1,000,000
24 SHOLJHATUL JANAH 1,000,000
25 SITI FATIMAH 1,000,000
26 ADITYA WAHYU INDRA 2,000,000
27 MTSR 1 MAGETAN 1,607,500
28 MTSR MALANG 9,254,286
29 MTSR MALANG 4,820,000
30 MTSR MALANG 1,100,000
31 RSSR MALANG 4,399,700
32 RSSR MALANG 3,548,507
33 RSSR MALANG 4,274,000
34 RSSR MALANG 41,671,000
35 NURDIN ARPA 500,000
36 RSSR JAMBI 15,000,000
37 RAHAYU BINTI NGATIJO 1,500,000
Total 108,744,993