Daekal Wahyu ( 13, usus buntu ) alamat : desa candi sayang, RT.01 RW. 01. Desa candi , kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur. Adek Daekal , saat ini tinggal dengan nenek dan budhe nya. Ayah dan ibu nya meninggal saat Daekal masih kecil. 2 bulan lalu Daekal merasakan nyeri pada perutnya,demam dan merasakan mual, nafsu makan pun menurun. Daekal di bawa ke puskesmas terdekat oleh budhenya. Dan di rujuk ke RSUD Sidoarjo , Daekal di diagnosa usus buntu. Keluarga merasa keberatan akan biaya pengobatan Daekal karena tidak memiliki kartu kesehatan apapun . Keluarga pun meminta bantuan pada dinas sosial setempat. Alhamdulillah salah satu kurir SR mendengar informasi adek Daekal dari perawat RSUD , setelah proses penyurveyan selesai dan adek Daekal menjadi salah satu pasien dampingan SR Sidoarjo. Operasi pun berjalan lancar dan adek Daekal bisa kembali beraktivitas.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Daekal di diagnosa usus buntu


Deni Dwi Prasetyo ( 18th, leukimia ) alamat : Tenggulunan RT.11 RW. 04 , kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Provinsi: Jawa timur. Setahun yang lalu ,tubuh kurus itu mulai merasakan sakit pada bagian perut nya. Hanya di rasakan dan tidak diobatkan karena keterbatasan biaya. Ibu nya Musdalifah (48) berprofesi sebagai tukang pijat. Sedang kan ayah nya Mat Hari (alm.) Sudah pergi menghadap Sang Khaliq saat Deni masih kecil. Badannya yang kurus , susah makan, selalu merasakan mual dan muntah. Dengan keterbatasan biaya, keluarga Deni membawanya ke rumah sakit untuk rontgen dan diagnosa dokter ,Deni mempunyai riwayat sakit ginjal dan liver. Deni tidak memiliki kartu berobat apapun, Alhamdulillah pemerintah setempat membantu dg membuatkan rekomendasi dari dinas sosial. Deni 4 bersaudara, hanya adeknya yg paling kecil yg bersekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Deni dan keluarga. Dan mulai dampingan dari antar jemput pasien untuk berobat dan pemberian santunan untuk masa opname di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 1 Oktober 2018
Kurir : Mira Kaka @mzboz1027 @nurrypay

Deni menderita leukimia


Muhammad Zahran Pranata (13,kelainan jantung ) alamat : Dusun Sumantoro kelurahan Plumbungan kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. lahir normal di Bidan desa pada tanggal 7 Oktober 2018. lahir dari ibu Nia fifi oktavia ( 25 th) dan ayah Derrt Pranatha ( 28 th) 2 hari setelah pulang dari bidan Zahran mengalami sesak nafas secara tiba tiba, setelah diantar ke Bidan oleh Bidan dirujuk ke IGD RS Rohman Rohim, Alhamdulillah bayi Zahran mendapat penanganan insetif, Namun karena peralatan di RS Rohman Rohim ini kurang bayi Zahran harus dirujuk ke RS yang punya cukup alat, 3 hari dirawat biaya sudah diangka 7.200.000, Orang tua bayi zahran hanya kerja serabutan dan tidak cukup punya tabungan.. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke RS Rohman Rohim untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bayi Zahran yang memerlukan pengobatan lanjutan. Kini bayi Zahran sudah dirujuk ke RS Siti Khodijah dibawah pantauan teman-teman #SRsidoarjo. 4 hari di RS Siti Khotijah dengan kondisi yang naik turun. Hari ke 7 adik menghembuskan nafas terakhir nya. Segenap kurir Sedekah Rombongan mengucapkan turut berdukacita sedalam dalamnya. Semoga keluarga di berikan ketabahan dan keikhlasan.

Jumlah bantuan : 11.512.300
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : Mira Lilik Tantri @mzboz1027 @nurrypay

Zahran menderita kelainan jantung


Deni Dwi Prasetyo ( 18th, leukimia ) alamat : Tenggulunan RT.11 RW. 04 , kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Provinsi: Jawa timur. Setahun yang lalu ,tubuh kurus itu mulai merasakan sakit pada bagian perut nya. Hanya di rasakan dan tidak diobatkan karena keterbatasan biaya. Ibu nya Musdalifah (48) berprofesi sebagai tukang pijat. Sedang kan ayah nya Mat Hari (alm.) Sudah pergi menghadap Sang Khaliq saat Deni masih kecil. Badannya yang kurus , susah makan, selalu merasakan mual dan muntah. Dengan keterbatasan biaya, keluarga Deni membawanya ke rumah sakit untuk rontgen dan diagnosa dokter ,Deni mempunyai riwayat sakit ginjal dan liver. Deni tidak memiliki kartu berobat apapun, Alhamdulillah pemerintah setempat membantu dg membuatkan rekomendasi dari dinas sosial. Deni 4 bersaudara, hanya adeknya yg paling kecil yg bersekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Deni dan keluarga. Dan mulai dampingan dari antar jemput pasien untuk berobat dan pemberian santunan untuk masa opname di rumah sakit. Hampir 2 Minggu menjadi pasien dampingan #SR Sidoarjo , Deni menghembuskan nafas terakhir setelah di rujuk ke RSUD. Soetomo Surabaya. Proses demi proses di lalui dengan sabar dan tabah oleh keluarga, Deni di diagnosa Leukimia. Semoga amal ibadah beliau di tera Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp. 2.337.500
Tanggal : 24 Oktober 2018
Kurir : Mira Kaka @mzboz1027 @nurrypay

Deni menderita leukimia


Syafa AZ Zahra ( 8th, speech Delay ) alamat : Dsn.Sodomukti RT.10 RW .02 Desa Kraton. Kec. Krian. kab.sidoarjo.Syafa adalah anak ABK. Dimana ini terjadi karena pada saat di rahim bunda terkena virus , sehingga Syafa harus di lahir kan saat usia kandungan 7bl. Syafa , anak dari bapak Syahidin (alm) dan ibu kusnawati (47th ) lahir tidak seperti anak pada umumnya. Ibu Syafa bekerja sebagai penjual LPG dan es batu yg pemasukan nya tidak tentu. Syafa termasuk anak hiperaktif, usianya 8th Syafa masih memakai Pampers karena sulit dalam menerapkan toilet training. Untuk kartu berobat Syafa menggunakan BPJS , Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan oleh Syafa dan keluarga. Di bantu proses antar jemput untuk terapi dan biaya akomodasi lainnya .

Jumlah bantuan : 500.000
Tanggal : 24 Oktober 2018
Kurir : Mira Tantri @mzboz1027 @nurrypay

Syafa menderita speech delay


Kuwati bin Dahlan (39, gangguan jiwa ) alamat : Kramat jegu UU- 2 , Kec . Taman . Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur. Berawal dari kesendirian 5th yang lalu , merasa depresi tak punya teman berbicara. Maklum , istri dari bapak wagijem( 69th) tinggal seorang diri di rumah tengah sawah . Tanpa tetangga , tanpa saudara. Suami bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota dan pulang 2 Minggu sekali. Merasa depresi , tertekan dengan masalah ekonomi namun tak bisa melampiaskan, akhirnya Bu Kuwati mulai berbicara sendiri, marah , emosi dan tak jarang melempar kan barang yg ada di sekitar nya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan keluarga bu Kuwati. Saat ini suami sudah tidak bekerja karena menjaga Bu Kuwati yang tak jarang ingin mengakhiri hidupnya . Dan menganiaya anak nya . Di bantu terapi dan komunikasi dalam waktu 3 Minggu, Alhamdulillah kondisi nya semakin membaik, semoga kedepannya kembali sehat dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 24 Oktober 2018
Kurir : Mira Tantri @mzboz1027 @nurrypay

Bu Kuwati mengalami gangguan jiwa


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Oktober Tahun 2018). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 20. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 197.634
Tanggal : 31 Oktober 2018
Kurir : @ddeean @menttariii

Sembako pasien bulan Oktober Tahun 2018


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Oktober 2018) Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk operasional bulanan RSSR seperti pembayaran listrik, PAM, hotline, dan lain sebagainya. Bantuan untuk operasional pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan baru 17. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa. Jumlah

Jumlah: Rp. 946.901
Tanggal: 31 Oktober 2018
Kurir: @ddeean @menttariii

Bantuan operasional bulan Oktober 2018


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Oktober 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya Oprasional kali ini digunakan untuk Bahan bakar Kendaraaan, Tune Up, Ganti oli dan service ringan dan juga pembelian strecher. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 20.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.364.695,-
Tanggal : 31 Oktober 2018
Kurir : @ddeean zulfikar

Bantuan operasional bulan Oktober 2018


LASIM BIN MAJI (35, Ca Testis). Alamat : Desa Kasegaran, RT 9 /3, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu, Bapak Lasim merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, lambat laun ada benjolan yang cukup mengganggu dan benjolan itu terus bertumbuh, sehingga beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang. Namun, rumah sakit tersebut merasa tidak mampu kemudian beliau dirujuk lagi ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil diagnosa dokter, Bapak Lasim mengidap kanker testis dan harus dioperasi. Setelah dioperasi Bapak Lasim merasa semakin sakit, dan benjolannya tumbuh kembali. Dari pihak RS Margono merekomendasikan untuk berobat di RS Sardjito namun pihak keluarga masih mempertimbangkannya. Pada akhir bulan mei 2018, akhirnya keluarga pak lasim memutuskan untuk berobat ke sardjito seperti saran dokter di RS Margono, namun setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan, dokter RS Sardjitopun angkat tangan. Keluarga lalu membawa pulang Bapak Lasim dan mengobati sakitnya dengan cara herbal saja. Bapak Lasim hidup dibawah garis kemiskinan, semasa sehat ia bekerja sebagai buruh harian lepas, istrinya Ruhyati (37), berjualan kue keliling. Selama pengobatan, Bapak Lasim dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Beliau mengalami kesulitan dalam memenuhui kebutuhan sehari-hari dikarenakan Bapak Lasim tidak bisa bekerja seperti semula. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan datang kembali ke rumahnya untuk memberikan santunan dari sedekaholic yang sebelumnya sudah dilaporkan dan masuk dalam rombongan baru 5. Semoga Bapak Lasim diberi kelancaran dalam mengikhtiarkan kesembuhannya dan bisa hidup sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2018
Kurir : @ddeean @menttariii @yaswi_rd

Bapak Lasim mengidap kanker testis


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (61, DIABETES DM) Alamat : jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholic yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholic di catat dan di balas oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Oktober 2018
Kurir : Mira Risky @mzboz1027 @nurrypay

Bu napsiani menderita diabetes


Evan Syahputra ( 11, radang otak ) alamat : kebaron RT.04 RW. 01. Kec. Tulangan , kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak sejak usia 3bl, berawal dari demam dan kejang. Keluarga sempat membawa nya ke RSUD Soetomo dan sempat berobat rutin selama 2th. Ibunya ( 33 ) bekerja sebagai buruh pabrik dan bapak nya Adi Suprap ( 43 ) bekerja sebagai buruh tani. Karena biaya semakin hari semakin menumpuk dan hutang semakin banyak untuk transportasi, biaya MRS ,dll. Keluarga memutuskan berhenti berobat, meski selama ini berobat menggunakan kartu berobat BPJS , namun mereka terkendala biaya yang tidak di cover BPJS . Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan adek Evan dan keluarga , berawal dari viral di medsos , sampai berakhir menjadi pasien dampingan . Saat ini kondisi nya semakin membaik dengan terapi rutin , Evan sudah bisa duduk tegak dan mengangkat kepalanya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 November 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak


Muhammad Muklis (43, gagal ginjal ) alamat : jl. Plumbungan RT.4 RW. 2 kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa timur.Berawal dari 4 th lalu pak Muklis merasakan mual ,muntah ,lemas dan bengkak pada tangan kakinya. Suami dari ibu Ninik Masturoh ( 31 ) sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. 4 th lalu pak Muklis muntah muntah dan akhirnya mengganggu aktivitas beliau sehari hari. Pihak keluarga memeriksa kan pak Muklis ke dokter dan di diagnosis gagal ginjal. Hingga di haruskan menjalani cuci darah seminggu 2x. Pak Muklis berobat ke Rumah sakit Haji Surabaya menggunakan kartu berobat BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Muklis dan keluarga sehingga Sedekah Rombongan Sidoarjo berkesempatan mendampingi proses berobatnya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 19 November 2018
Kurir : Mira Lilik @mzboz1027 @nurrypay

Pak Muklis di diagnosis gagal ginjal


Daekal Wahyu ( 13, usus buntu ) alamat : desa candi sayang, RT.01 RW. 01. Desa candi , kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur. Adek Daekal , saat ini tinggal dengan nenek dan budhe nya. Ayah dan ibu nya meninggal saat Daekal masih kecil. 2 bulan lalu Daekal merasakan nyeri pada perutnya,demam dan merasakan mual, nafsu makan pun menurun. Daekal di bawa ke puskesmas terdekat oleh budhenya. Dan di rujuk ke RSUD Sidoarjo , Daekal di diagnosa usus buntu. Keluarga merasa keberatan akan biaya pengobatan Daekal karena tidak memiliki kartu kesehatan apapun . Keluarga pun meminta bantuan pada dinas sosial setempat. Alhamdulillah salah satu kurir SR mendengar informasi adek Daekal dari perawat RSUD , setelah proses penyurveyan selesai dan adek Daekal menjadi salah satu pasien dampingan SR Sidoarjo. Operasi pun berjalan lancar dan adek Daekal bisa kembali beraktivitas.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 19 November 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Daekal di diagnosa usus buntu


Romlah binti Fulan (48, tumor kandungan ) Alamat : Jl.H.Romli Timur RW.05 RT.01. Kalanganyar . Kec.sedati. kab. Sidoarjo. Provinsi.jawatimur. Tahun 2014 Bu Romlah mengalami pendarahan dan harus menjalani kuret di RS Usada Wage. Selama ini tidak merasakan apa apa, tidak merasa kan sakit atau nyeri, namun istri dari alm. Bapak Yatiman ini pada tgl 5 Agust 2018 Pinggul, kaki terasa sakit dan mengalami pendarahan. Oleh keluarga di bawa ke puskesmas,oleh puskesmas di sarankan untuk melakukan USG di RS. Mitra Husada dengan biaya Rp 300.000 . Berhubung Bu Romlah belum memiliki kartu kesehatan dan Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan beliau sehingga di lakukan pendampingan untuk berobat. Kondisi nya saat ini masih naik turun dan belum stabil. Setiap minggunya harus melakukan kemoterapi secara rutin. Semoga Bu Romlah bisa kembali seperti sedia kala dan bisa beraktivitas kembali. Aammiin

Jumlah bantuan : Rp. 1.700.000
Tanggal : 20 November 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Bu Romlah menderita tumor kandungan


Mudawam bin asro (67, infeksi saluran kencing) alamat : Kalanganyar RT.23. RW. 05. Kalanganyar, kec. Sedati . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur. Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 20 November 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Pak Mudawam menderita infeksi saluran kencing


Abdul Jamil (55, gangguan jiwa ) Kemantren RT.005 . RW. 001. Kec. Tulangan. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur.25th lalu, pak Jamil bekerja sebagai kernet angkutan umum, saat sedang mencari penumpang pak Jamil di tinggal oleh supirnya dan pak Jamil pulang kerumah dengan menumpang teman yang sesama supir angkot. Saat sampai rumah beliau seperti orang yang sedang memendam amarah, Krn beliau tidak seperti kebanyakan org yg bisa mengungkapkan emosinya secara langsung. Semenjak saat itu beliau sering melamun, marah marah dan melemparkan barang barang di sekitar nya. Akhirnya pak Jamil di bawa ke rumah sakit Menur selama 1 bulan. Setelah 1bl pak Jamil pulang ke rumah dengan kondisi yang semakin membaik,namun beliau memutuskan untuk berhenti kontrol dan susah di ajak kembali berobat . Suami dari ibu Sunaipah (53 ) 2th berhenti berobat, kejiwaannya semakin parah dan di bawa kembali ke RSJ selama 2bl. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau dan keluarga sehingga di lakukan kembali proses pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp .500.000
Tanggal : 21 November 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Pak Jamil menderita gangguan jiwa


Rani bin Kerto (62, diabetes ) alamat : Desa Sukodono RT.01. RW. 01 . Kec.sukodono . Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur . Bu Rani sudah sering keluar masuk rumah sakit karena diabetes yang beliau derita sudah sangat serius. Oleh keluarga Bu Rani di bawa ke RS. Rohman Rohim Sidoarjo. Beliau mengeluh susah bernafas, susah mencerna makanan dan minuman. Sedangkan setiap di paksa makan selalu di muntah kan. Kondisi Luka di kaki pun sudah sangat serius , 2 jari kaki nya telah di amputasi akibat diabetes yg beliau derita. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan oleh Bu Rani dan keluarga. Beliau rencana nya di rujuk ke RSUD karena di Rahman Rahim tidak mampu menangani Bu Rani . Namun rencana rujuk hanya tinggal rencana, Bu Rani menghembuskan nafas nya yang terakhir. Semoga keluarga di berikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 21 November 2018
Kurir : Mira Lilik Wina @mzboz1027 @nurrypay

Bu Rani menderita diabetes


MAULANA PUTRA (3, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 November 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @laksmiwaty @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru dan busung lapar


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (61, DIABETES DM) Alamat : jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholic yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholic di catat dan di balas oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 November 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Bu napsiani menderita diabetes


ALM. SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Sudah sekian lama Sedekah Rombongan mendampingi pak Salamun. Terbukti dengan bantuan yang telah disampaikan sudah ketiga belas kali untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yaitu masuk pada Rombongan Lama 1018, 1079, 1083, 1094, 1107, 1116, 1124, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 7 dan 12. Namun Allah berkehendak lain. Pak Salamun kondisi ngedrop hanya beberapa hari dan meninggal dunia pada tanggal 30 November 2018. Keluarga pak Salamun minta maaf bila selama didampingi ada salah dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada almarhum pak Salamun selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak salamun menderita leukemia


MUHAIMIN BIN SADIRAN (46, Mata+telinga ). Alamat : Desa Sumberejo, RT 11/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Cepuk, demikian biasa dipanggil tetangganya sejak kecil, adalah seorang pemuda yang bernasip malang. Sejak masih sekolah dulu, mas Cepuk sudah merasakan mulai sakit matanya. Sebenarnya juga sudah periksa semenjak merasakan sakit mata yang dideritanya itu. Namun entah bagaimana, sampai sekarang belum kunjung sembuh juga. Yang dirasakan, kalau untuk melihat kabur, namun kalau ada cahaya kelihatan terang, tetapi tidak jelas. Sering menabrak benda – benda yang ada di depannya karena kurang jelas penglihatannya tersebut. Sudah lama mas Cepuk tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Untuk kebutuhan sehari – hari, makan dan minum, diberi oleh kakaknya yang berjualan nasi pecel di pagi hari. Dulu mas Cepuk masih jarang – jarang keluar rumah sekedar jalan ke rumah kakaknya. Namun sekarang lebih sering berdiam di rumah, karena khawatir kalau menabrak apa yang ada di depannya saat berjalan. Mas Cepuk memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS. Walau memiliki KIS, mas Cepuk merasa sangat tidak mampu untuk biaya berobat. Sementara itu, mas Cepuk ingin sekali bisa melihat lagi dengan normal. Sedekah Rombongan sangat memahmi kondisi yang dialami mas Cepuk. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20. Mas Cepuk sangat bersyukur dan mengucapkan banyak trrima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak cepuk sakit mata dan telinga


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan kesebelaspun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1056, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142 dan Rombongan baru 4, 13, dan 17. Sampai saat ini Rifai masih rutin kontrol ke RS Sutomo Surabaya. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Sebenarnya dek Rifai ingin segera bisa melanjutkan sekolah lagi ke SLTP, harapannya dalam waktu dekat ini dek Rifai bisa lekas menjalani operasi sehingga nanti di tahun pelajaran baru semoga sudah bisa sekolah. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Rifai menderita kelainan jantung


ROKHIMIN BIN SLAMET (38, Tulang Belakang). Alamat : Desa Prambon, RT 9/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Rokhim adalah seorang kepala rumah tangga yang dahulu berkerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari anak dan istrinya, namun sekarang harus terbaring sakit dan akhirnya sekarang istrinya yang harus bekerja keras membanting tulang untuk mncukupi kebutuhn sehari – hari. Istrinya pak Rokhim bekerja sebagai penjaga kantin sebuah sekolahan di kecamatan Dagangan yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Sakit pak Rokhim bermula sekitar 2 tahun yang lalu menderita gangguan di tulang belakang, pernah berobat ke RSUD Dolopo (fisio trapi) hampir 1 tahun. Alhamdulillh bisa berjalan tetapi jalannya membungkuk. Sebenarnya beliau mau melanjutkan berobat, karena kendala biaya walaupun mempunyai BPJS kelas 3 namun sampai sekarang beliau tidak pernah konsultasi ke dokter lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Rokhim sekeluarga. Santunan kesebelaspun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat pak Rokhim, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 7, 12, dan 17. Selain menjalani terapi rutin, pak Rokhimin juga disarankan untuk memakai korset khusus untuk terapi sakitnya tersebut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkat korset untuk terapi yang selalu dipakainya setiap saat. Beliau merasa senang sekali, bersyukur, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Rokhim sakit tulang belakang


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 897, 959, 976, 989, 1018, 1039, 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 3, 8, 12, 17, dan 20. Kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke sembilanbelas belas untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan Alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka sekarang ini dek Hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, namun masih masih tetep rutin kontrol. Kondisi terakhir dek Hamdan selain kontrol rutin ke rumah sakit Sudono Madiun, juga dirujuk ke rumah sakit dr. Sutomo Surabaya . Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Hamdan menderita shepinabifida


AMINI BINTI ROHMAD (57, Tumor jinak). Alamat : Desa Sumberejo, RT 10/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Amin, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Anak pertamanya meninggal dunia saat masih berusia 20 tahun. Sementara anak keduanya laki – laki sekarang sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Bu Amin sehari – harinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga tak jauh dari kediamannya. Berangkat kerja pagi naik sepeda pancal dan pulang di sore hari. Bu Amin sudah lama menderita sakit diabet. Beliau rutin memeriksakan sakitnya setiap bulan sekali ke pegawai kesehatan terdekat dengan rumahnya. Itupun mencari waktu sepulang dia kerja, agar bekerjanya tidak terganggu. Dengan gaji setiap bulan 400 ribu rupiah, bu Amin harus bisa mencukupi biaya hidupnya untuk sebulan. Setahun yang lalu bu Amin merasakan ada benjolan pada lehernya. Awalnya kecil, namun lama – kelamaan benjolan tersebut semakin besar. Sampai sekarang bu Amin merasakan benjolan pada lehernya dirasakan semakin besar. Namun karena keterbatasan biaya, benjolan tersebut belum pernah diperiksakan. Sebenarnya ingin sekali bu Amin memeriksakannya. Bu Amin takut kalau nanti membutuhkan biaya banyak, padahal beliau hidup sehari – harinya serba pas – pasan. Bu Amin memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Saat Sedekah Rombongan bertemu dengan bu Amin, menceritakan keadaan yang dialaminya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Bu Amin. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Amin, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 2, 3, 8, dan 20. Bu Amini sudah menjalani operasi dan Alhamdulillah berjalan dan berhasil dengan baik sehingga oleh dokter sudah dinyatakan sembuh. Betapa senangnya bu Amin, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan kepadanya sehingga bisa untuk biaya akomodasi berobat sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Desember 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09-

Bu amin menderita tumor jinak


AJENG SUKMA AYU (7, Syaraf). Alamat : Dukuh Genting, RT 1/1, Desa Menang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Adik Ajeng terlahir premature sehingga setelah lahir dilakukan oven/pemanasan. Namun tidak diketahui penyebabnya setelah beberapa bulan kemudian saraf gerak kaki dan sebagian tangan tidak berfungsi sehingga kaki tidak bisa digerakkan dan bentuknya bengkok. Tulang belakangpun juga bentuknya bengkok kelihatan membungkuk. Sejak usia – 3 tahun Adik Ajeng memakai kursi roda. Bantuan dari dinas sosial. Namun meskipun begitu Adik Ajeng tetap semangat bersekolah. Waktu anak – anak seusianya masuk TK, dia tidak ketinggalan ikut sekolah meskipun mamakai kursi roda dengan didorong ibunya setiap berangkat sekolah dan pulang. Akan tetapi sampai saat ini dia belum bisa melanjutkn ke SD karena keterbatasan kemampuan fisiknya. Terpaksa saat ini dia masih diikutkan di TK. Adik Ajeng kurang lebih sejak satu tahun terakhir dilakukan teraphi secara rutin oleh ayahnya ke RSUD Harjono Ponorogo. Namun karena perkembangsnnya lambat oleh dokter disarankan dirujuk ke Solo (Rsud. Moewardi). Dan bulan Oktober 2017 kemarin meskipun dengan uang seadanya dan harus menumpang tetangga yang kebetulan kontrol ke Solo, adik Ajeng bisa kontrol ke Solo didampingi ayahnya. Kemudian kontrol yang kedua bersama ayahnya diantar temannya ke Solo dengan uang seadanya. Dan sesuai hasil kontrol dan konsultasi diputuskan untuk kontrol dan teraphi di RSU khusus tulang Harsoyo Solo. Saat ini dek Ajeng sudah menjalani operasi. Menurut diagnosa dokter, Adik Ajeng masih mempunyai harapan besar sembuh jika telaten dan rutin teraphi. Dek Ajeng memiliki jaminan kesehetan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Ajeng dan orang tuanya. Bantuan keduabelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, 1142, Rombongan Baru 4, 8, 12, dan 20. Puji syukur dan bahagia dirasakan oleh bapaknya dek Ajeng. Tidak lupa ucapan terimakasih disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Ajeng terkena sakit saraf


GEMI BINTI SADELI (34, Ca Mamae).Alamat : Dusun Kayang, RT 17/3, Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Gemi biasa dipanggil tetangga sekitar. Gemi adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau mempunyai satu anak perempuan dan suaminya bekerja di Bogor sebagai buruh pabrik. Awal mula sakit pada awal bulan September 2017. Beliau 2 kali operasi di RSUD Dolopo kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo untuk proses kemoterapi. Dalam proses berobat beliau ditemani kakak kandungnya dan sempat menginap 2 kali di teras RSUP Dr. Moewardi karena menanti hasil laboratorium esok hari dengan alas tidur seadanya. Saat ini beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS. Beliau kesulitan perjalanan berobat ke RSUP Dr. Moewardi Solo dan biaya kost waktu proses kemoterapi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Gemi. Dan Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Gemi. Bantuan kesembilanpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat bu Gemi, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1107, 1116, 1125, 1133, 1142, Rombongan Baru 4, 8 dan 17. Beliau dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikn melalui Sedekah Rombongan karena telah membantu berikhtiar menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu gemi menderita ca mamae


YULIANA BINTI USUP (37, Ca Mamae). Alamat : Desa Dagangan, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau dikaruniai seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Suaminya bekerja sebagai karyawan di sebuah toko mebel. Dua bulan yang lalu Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara. Setelah konsultasi dengan dokter, kemudian beliau dianjurkan untuk segera operasi. Karena takut kanker semakin menyebar akhirnya keluarga mengikuti saran dari dokter untuk segera dilakukan tindakan operasi. Keadaan beliau waktu itu belum mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk meminjam uang pada tetangga untuk biaya operasi yang kurang lebih menghabiskan dana 13 juta. Akhirnya operasi pun dilakukan pada akhir bulan Juli di RS DKT Kota Madiun, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan operasi kemudian dokter menyarankan untuk dilakukannya kemo terapi. Karena terkendala biaya akhirnya keluarganya pun segera membuat jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3 dan telah mulai aktif sejak tanggal 18 Agustus. Kesulitan beliau pun saat ini bertambah karena beliau di rujuk ke Solo untuk menjalani kemo terapi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yuli. Bantuan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Baru 7, 12, dan 17. Bu Yuli sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa melakukan kemoteraphi demi menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AliFirdaus

Bu Yuli terindikasi mengidap penyakit kanker payudara


SITI FATIMAH (51, Ginokologi). Alamat : Dusun Banjarsari, RT 5/2, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti Fatimah biasa dipanggil Bu Siti adalah sosok ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengrajin sapu ijuk rumahan, setelah suami beliau meninggalkan rumah sejak anaknya masih kecil sampai sekarang beliau tinggal hanya bersama anak laki-laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 8, di saat penghasilannya yang hanya pas buat makan sehari-hari, beliau diberi cobaan sakit Ginekologi, sakit yg sudah sejak bulan Januari beliau rasakan sangat menggangu aktifitasnya. Awal sakitnya beliau periksa di puskesmas desa dan karena keterbatasan sarana beliau dirujuk di rumah sakit daerah Madiun, karena sakit beliau akhirnya rumah sakit merujuk ke Muwardi Solo yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Melihat anaknya yg masih butuh perhatian, Ibu Siti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yg dideritanya. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke RSU Muwardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas – pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke solo naik bis yang terkadang harus berdesak-desakan dengan menahan rasa sakitnya dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Bu Siti memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Siti. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1133, 1142, rombongan baru 3, 8, dan 13. Bu Siti merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk bisa sembuh dari sakit yang menjadi momok semua wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu siti sakit ginekologi

—-
RIZAL ZABATHIL AMIN (20, Ca Nasofaring) Alamat : Desa Sewulan, RT 11/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizal biasa dipanggil warga sekitar. Rizal tinggal bersama bapak, ibu, adik, dan neneknya. Rizal adalah seorang anak dengan kehidupan sehari-hari membantu bapaknya yaitu Pak Supardi yang bekerja serabutan. Awal mula Rizal sakit bulan Mei 2018, ada benjolan di leher dan di ketiak, dia tidak memperdulikan benjolannya, setelah 2 bulan benjolan tersebut membesar, barulah Rizal berobat ke Puskesmas kemudian di rujuk di RSUD Dolopo, di situ Rizal mengetahui penyakitnya yaitu Kanker kelenjar getah bening stadium 2, dari RSUD Dr. Soedono Rizal di rujuk ke RSDM Solo dimana harus melakukan kemoterapi. Pak Supardi adalah tulang punggung keluarga. Rizal memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Rizal dan kedua orang tuanya. Santunan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Rizal, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20. Pak Supardi dan keluarga merasa senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Rizal menderita ca nasofaring


DANIS ALDHIAN FAEZA (6, Leukemia). Alamat : Jl. Lapangan, RT 1/6, Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Danis, di usia yang masih belia, menderita sakit leukemia. Sementara ibunya Danis tuna rungu, namun tetap semangat bekerja demi dua orang anaknya yang masih kecil. Danis yang masih sekolah TK mempunyai adik perempuan usia 3 tahun. Ibunya Danis bekerja apabila ada tetangga yang memanggilnya untuk membantu mencuci, seterika dan membersihkan rumah. Kadang juga ke SLB Kebonsari untuk membantu menjahit, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan. Kondisi Danis awalnya badannya panas, biasanya kalau diperiksakan ke mantri kesehatan sudah sembuh. Ini sampai 3 hari tidak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksakan ke puskesmas. Dan disuruh membawa ke Rsud. Soedono. Dari Rsud. Soedono dirujuk ke Rsup. Sutomo Surabaya, sampai sekarang masih rutin kontrol dan kemo di Rsup. Sutomo Surabaya. Dan perkiraan bisa sampai 3 bulanan untuk proses awal pengobatan Danis. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Danis. Bantuan ke tiga belas pun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat dek Danis, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada Rombongan Lama 1083, 1094, 1107, 1116, 1125, 1133, Rombongan Baru 2, 4, 7, 12, 17, dan 20. Dek Danis jadwal kontrolnya masih sering/padat dan juga masih sering ranap. Pamannya dek Danis, atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danis menderita sakit leukemia


MAZMUR EKA PUTRA (6, Epilepsi+ GDD). Alamat : Jl.Bali Gg.XI/19 Rt.33/6 Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun. Dek Mazmur biasa dipanggil demikian. Dek mazmur menderita Global Delay Development dan juga Epilepsi. Ayahnya yang juga memiliki kelainan pada punggungnya, hanya bisa bekerja sebagai tukang jahit, itupun tidak selalu ada yang menjahitkan pada beliau. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Istrinya terpaksa memulung barang bekas dan menjualnya pada pengepul. Mereka hidup di sebuah gubuk kecil berukuran 3m x 4m dan itupun bukan hak miliknya karena hanya disuruh menempati karena kasihan. Dek Mazmur melakukan Rehab Medik setiap hari Rabu. Dan beberapa bulan yang lalu dek Mazmur dirujuk ke RSDM Solo, namun tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya. Dek Mazmur memiliki jaminan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami kedua orang tua dek Mazmur. Bantuan lepaspun disampaikan untuk membeli kursi roda dek Mazmur, dengan harapan agar dek Mazmur bisa terbantu dalm tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1125, 1133, Rombongan Baru 2 dan 3. Dek mazmur sudah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, namun oleh dokter kembali dirujuk ke rumah sakit Soedono untuk melakukan teraphy rutin. Atas nama dek Mazmur, bapaknya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk melanjutkan pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 27 Desember 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Dedik1914

Dek mazmur menderita global delay development dan juga epilepsi


FAJAR SETIAWAN (9, Leukemia). Alamat : Dusun Beketok, RT 39/14, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Fajar, demikian biasa dipanggil demikian oleh keluarga dan lingkungannya. Tanggal 6 Nopember 2018 MRS di RS Dolopo, dilakukan transfusi darah putih 6 kolf, darah merah 2 kolf. Adek Fajar (9) putra dari Bapak Solikin dan Ibu Is, baru diketahui menderita Kanker Darah. Awalnya pusing terus keluar darah di hidung, cerita Bapak Solikin tentang dek Fajar. Kemudian dibawa ke RS, dirawat sekitar 5 hari, butuh transfusi darah, karena di Madiun kosong, maka harus ke Ponorogo, di sana dapat 3 ampul darah tapi harus membayar 1 juta lebih. Belum lagi obat di RS tidak ada, akhirnya harus beli sendiri ke apotik dan tidak tercover Bpjs. Saat itu bapaknya membawa uang 400 ribu, ternyata obatnya total Rp.1.080.000, sehingga uang nya tidak cukup umtuk menebus obat. Sekarang anaknya jadi mudah lelah, terus lemes, padahal dulu lincah. Dek Fajar sempat dapat rujukan ke Rsup. dr Soedono di kota Madiun, tidak dijalankan karena keterbatasan biaya. Bapaknya tidak mau bawa ke sana, nanti khawatir bayar lagi, sudah tidak sanggup membayar nanti, akhirnya sekarang diberi obat herbal saja. Bapak Solikin yang pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh tani, sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatan dek Fajar. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Fajar dan kedua orang tuanya. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Solikin merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Fajar menderita kanker darah


MUDJIAMAN BIN SADIRAN (52, Kanker Leher). Alamat : Jalan Merpati, Gang Ayam Alas, No. 6B, RT. 7/3, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur. Pak Jaman biasa dipanggil demikian oleh tetangga. Pak Jaman awalnya kontrak rumah sendiri di Jl. Merpati Madiun, karena semenjak 4 bulan yang lalu dinyatakan oleh dokter mengidap tumor colli (leher kiri) akhirnya beliau memutuskan untuk pulang kumpul bareng di rumah ibunya yang hidup seorang diri. Pak Jaman adalah seorang dhuafa yang tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak punya pekerjaan tetap. Beliau tinggal disebuah rumah kecil yang berdiri diatas tanah milik org lain bersama ibunya yang berusia 80 tahun. Untuk makan setiap hari biasanya tergantung pada tetangganya dan saudara jauh. Setelah beliau dinyatakan positif mengidap kanker, beliau rutin untuk periksa yang kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo. Karena sakit yang dideritanya membutuhkan penanganan yang intensif dan alat yang memadai, maka saat ini beliau dirujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Jaman sekeluarga. Santunan keempatpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Jaman, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 13, 17, dan 20. Keluarga dari pak Jaman merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Jaman mengidap tumor colli (leher kiri)


ARWANI BIN TOHIR (57, Leukimia). Alamat : Dusun Tempursari, RT 14/4, Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Arwani adalah seorang bapak dengan 3 orang anak, anak pertama dan kedua sudah menikah dan ikut dengan suaminya, saat ini pak Arwani dirawat oleh istri dan anak ketiganya yang masih duduk di bangku SMA. Awal mula sakit pada awal 2014 lalu beliau merasakan lemas dan dibawa ke Rsup dr. Soedono Madiun dan diagnosa pak Arwani adalah Leukimia dan di rujuk ke RS dr Moewardi Solo. Saat ini beliau kesulitan transport ke Solo yang rutin kontrol tiap bulan, beliau sudah tidak bisa bekerja seperti dulu lagi, saat ini hanya istrinya yang bekerja sebagai penjahit untuk biaya makan, kebutuhan sehari – hari, dan transport ke Solo dan masih harus membiayai satu anaknya yang masih duduk di bangku SMA. Pak Arwani memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Arwani dan keluarga. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada Rombongan Baru 20. Pak Arwani mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Pak Arwani menderita leukimia


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar. Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan kesebelaspun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada Rombongan Lama 1007, 1054, 1094, 1116 , 1125, 1133, Rombongan Baru 3, 7, 12, dan 17. Bu Katiyem sudah menjalani sedot cairan dua kali, sehingga sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Bu Katiyem menderita asictes


DANNY ARYA KUSUMA PUTRA (18, Patah tulang). Alamat : Dusun Klorogan, RT 2/1, Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Danny, demikian biasa dipanggil oleh keluarga dan lingkungannya, Danny anak pertama dari tiga bersaudara, awal mula sakit Danny yang baru lulus SMK tahun ini bekerja di pabrik kertas di daerah Surabaya, waktu bekerja Danny mengalami kecelakaan kerja, tangan kanan dan hampir separo badannya masuk mesin pemotong kertas di pabrik tempatnya bekerja, Danny baru saja bekerja dua bulan dan sudah mengalami kecelakaan kerja, saat ini kondisi Danny masih terbaring lemah dan harus kontrol rutin dua kali seminggu di RS Orthopedi Surabaya, karena tidak mempunyai biaya untuk transport, keluarga Danny minta kontrol nya seminggu sekali dan setiap mau kontrol harus minjam uang sana sini untuk menyewa mobil karena bapaknya yang bekerja serabutan sehingga Danny dan keluarga sangat kesulitan untuk menyewa mobil yang tidak murah dari Madiun ke Surabaya untuk kontrol ke RS Orthopedi Surabaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Danny, dan sangat memahami kondisi yang dialami Danny dan kedua orang tuanya. Bantuan awalpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Danny dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, sehingga Danny bisa berobat lagi untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Danny mengalami kecelakaan kerja


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Pengecatan mtsr). Mobil Gran Max tahun 2014 adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior ambulance untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR, kondisi roda agar tetap prima dan tampilan yang selalu bagus. Adapun biaya pengecatan mtsr sebesar Rp. 2.000.000,- . Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2018
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya pengecatan MTSR


MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional Desember 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, RSUD Sogaten, RS Griya Husada, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisiyah Madiun, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Sarjito, RSUP Dr. Moewardi, dan juga RSUP Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk menyurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi, dan pajak tahunan MTSR. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan Baru 20.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.824.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @AllCrewSRMadiun

Biaya operasional Desember 2018


WISEM (60, Buta Mata Parsial). Alamat : Karang belimbing, RT 1/1, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Wisem sudah lama mengalami penyakit hipertensi dan sekitar 1 tahun belakangan ini kondisi penglihatan Ibu Wisem mulai melemah akibat hipertensi . Awalnya beliau memeriksakan diri di katarak centre tetapi tidak ada gejala mata katarak, akhirnya bu wisem hanya menjalani perawatan jalan memakai tetes mata dan obat mata dari klinik katarak. Semakin lama penglihatan Ibu Wisem semakin memudar dan sekitar bulan juli 2018 indera penglihatan Ibu Wisem sudah tidak bisa untuk melihat. Ibu Wisem tinggal seorang diri dan tidak memiliki saudara. Selama pengobatan dan cek di katarak centre, Ibu Wisem menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Kesulitan yang dihadapi Ibu Wisem yaitu tidak ada yang merawat dan mengantar beliau ke Rumah Sakit untuk berobat dikarenakan beliau tinggal seorang diri. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Wisem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari beliau. Semoga bermanfaat dan Ibu Wisem tetap semangat untuk menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2018
Kurir : @ddeean devyana @yaswi_rd

Bu Wisem menderita buta mata parsial


KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI (41, Patah Tulang Sum-Sum Belakang + Postlaminektomy). Alamat : RT 2/1, Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang sejak februari 2018 lalu. Saat itu beliau terjatuh dari pohon manggis. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika dan menjalani operasi. Namun sampai saat ini beliau belum dapat berjalan seperti sediakala, sehingga belum dapat beraktivitas normal dan bekerja kembali. Hal tersebut berdampak pada penghasilan keluarga. Kini Bapak Kusrin hanya dapat berbaring di tempat tidur, dan belum bisa berjalan,sehingga istrinya, Fatiah (40) yang harus bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ibu Fatiyah bekerja sebagai buruh tandur. Penghasilan keluarga yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama berobat Bapak Kusrin dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun Bapak Kusrin masih kesulitan untuk memenuhi biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kusrin sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari, pembelian panpes,susu anline Akomodasi kontrol ke RS Siaga Medika Banyumas. Santunan sebelumnya terdapat dalam laporan rombongan 1145. Kini beliau masih menjalani kontrol rutin sepekan dua kali. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @ddeean lasminah @yaswi_rd

Bapak Kusrin mengalami patah tulang sum-sum belakang


MUSRIMAH BINTI SARIFUDIN TIHAD (26, Lumpuh + Epilepsi). Alamat : RT 3/5, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Musriah lahir normal, namun pada usia 2 tahun ia mengalami kecelakaan. Ia jatuh dari ayunan sehingga tulang pahanya bergeser. Ia pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Setelah beberapa hari, belum juga ada perkembangan. Hingga ia berobat ke beberapa tempat juga tidak ada perubahan. Tubuhnya semakin layu, lemas dan sekarang saat ia dewasa, badannya besar namun kakinya kecil sehingga dia tidak dapat berjalan. Sebulan yang lalu, Musrimah mengeluhkan sakit perut, pusing dan mual. Setelah diperiksakan ke RS Banyumas, Ia didiagnosis menderita epilepsi dan disarankan agar menjalani kontrol setiap sebulan sekali ke RS Banyumas. Kini ia masih sering merasa pusing dan tangannya nyeri dan sakit. Ayahnya, Sarifudin Tihad baru saja meninggal dunia 2 tahun yang lalu. Ibunya, Aminah (55) adalah seorang ibu rumah tangga. Kini mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Musrimah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun ia masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Musrimah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kehidupan sehari-hari,Akomodasi selama kontrol ke RS Banyumas.Santunan sebelumnya terdapat dalam laporan rombongan 1095.Kini beliau masih menjalani kontrol rutin sepekan sekali. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi.

Musriah menderita lumpuh + epilepsi


MUHAMAD MUHAERI TUGIRAN (52, Kanker Nasofaring + Kelenjar Getah Bening). Alamat : RT 1/12, Desa Sekarmayang, Kelurahan Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Setahun yang lalu Bapak Tugiran mengalami flu, demam, dan keluar darah dari hidung. Beliau segera dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas beliau dirujuk ke dokter spesialis THT. Bapak Tugiran lalu menjalani berobat jalan. Namun sakit yang beliau rasakan kambuh lagi. Bapak Tugiran langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap dan menjalani opname selama 5 hari. Tetapi setelah menjalani opname kondisi kesehatan beliau tidak mengalami perubahan yang membaik. Bapak Tugiran lalu dirujuk ke RSUD Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan menjalani opname selama 7 hari. beliau didiagnosis menderita Nasopharingeal Carcinoma (NPC) atau kanker nasofaring oleh dr. Sekti Joko Islamanto, Sp. THT dan dianjurkan untuk kontrol sebanyak 7 kali dan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Pada tanggal 6 Maret 2017 lalu beliau menjalani terapi sinar. Kondisi Bapak Tugiran saat ini terdapat benjolan di leher sebelah kiri, lemas, mual, pusing, nyeri tenggorokan, dan pendengarannya menurun dan sudah menjalani cemo selama 30 hari di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.Karena kondisi kesehatannya tersebut beliau tidak dapat bekerja mencari nafkah. Istrinya, Mutmanatun (45), adalah seorang ibu rumah tangga. Selama berobat beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Beliau kesulitan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tugiran sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari.Santunan sebelumnya terdapat dalam laporan rombongan 1124.Kini beliau masih menjalani kontrol rutin sepekan sekali,Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi.

Pak Tugiran menderita menderita nasopharingeal carcinoma (NPC) atau kanker nasofaring


JASEM BINTI YADIKRAMA (51, Kanker Otak). Alamat : RT 5/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Jasem mengalami sakit dan nyeri di bagian kepala pada pertengahan Juni 2017. Beliau sempat berobat ke dokter dan menjalani rawat jalan, namun tidak ada perubahan. Akhirnya beliau berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, kemudian pindah berobat ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Beliau didiagnosis menderita kanker otak. Beliau pun dirujuk ke RS Margono dan dianjurkan untuk menjalani operasi. Alhamdulillah, operasi beliau berjalan lancar meski dengan biaya sendiri. Saat ini beliau harus menjalani kontrol rutin pasca operasi sebanyak sepekan sekali.Tgl 1 Oktober 2018 beliau mengalami pusing dan kejang-kejang sehingga langsung di larikan ke Puskesmas namun di rujuk ke RS Siaga Medika Banyumas dan koma selama 4 hari,dan badan jg bintik merah gatal-gatal. Suaminya, Darmudji Al Dasum (53) bekerja sebagai petani. Penghasilan sebagai petani hanya cukup untuk menghidupi keluarganya dengan sederhana, sehingga tidak ada simpanan uang untuk biaya berobat dan transportasi selama Ibu Jasem kontrol di RS Margono. Biaya pengobatan Ibu Jasem kini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun beliau masih kesulitan untuk membayar biaya angsuran ke BPJS, transportasi ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan beliau, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya angsuran ke BPJS, transportasi selama kontrol di RS Margono dan biaya kehidupan sehari-hari keluarganya. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1094. Kini Ibu Jasem masih menjalani kontrol sebulan sekali ke RS Margono.Kini masih merasakan pusing pada kepala dan badan gatal-gatal. Semoga Ibu Jasem segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi

Bu Jasem menderita kanker otak


ENEIDA MAYA (44, Syaraf+HIV). Alamat : Desa Kuntili, RT 1/2, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa tengah. Empat bulan yang lalu Ibu Ida merasakan pusing, tidak nafsu makan, lemas, berat badan turun drastis mencapai 10kg, disertai batuk terus-menerus. Keluarga membawa beliau ke Puskesmas Sumpiuh dan dirawat inap selama 3 hari. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, Ibu Ida dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono Soekardjo Purwokerto dan dirawat inap selama 4 hari. Diagnosa dokter Ibu Ida mengidap HIV AIDS dan syaraf. Ibu Ida dianjurkan untuk kontrol satu bulan sekali. Satu bulan yang lalu badan dan wajah mulai berkoreng, nafsu makan menurun, badanpun semakin kurus. Kondisi Ibu Ida saat ini masih harus menjalani kontrol setiap satu bulan sekali ke RS Margono Soekardjo Purwokerto. Ibu Ida hidup bersama anak angkatnya dan sekarang tinggal menumpang dengan tetangganya dikarenakan pihak keluarga tidak mau menampung nya. Suaminya yaitu Bapak Notosiswanto telah meninggal 2 tahun yang lalu dengan penyakit yang sama. Selama pengobatan Ibu Ida menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS MANDIRI KELAS II. Kesulitan yang seringkali dialami oleh Ibu Ida adalah memenuhi kebutuhan sehari-hari, transport untuk berobat dan pembayaran BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ida sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan juga pembayaran iuran BPJS. Semoga bermanfaat dan Ibu Ida tetap semangat menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi.

Ibu Ida mengidap HIV AIDS dan syaraf


APRILIA DWI RIYANTO (1, Bibir Sumbing + Mata Kanan Buta). Alamat : Jalan Teuku Umar, RT 3/3, Kecamatan Buntu, Kabupaten Cilacap, Provinsi jawa tengah. Pada saat mengandung Aprilia, Ibu Resmi merasa baik-baik saja dan tidak mengalami keluhan apapun. Bahkan setiap bulan Ibu Resmi rutin memeriksakan kehamilannya ke Bidan Desa. Pada saat usia kehamilan memasuki 7 bulan, Ibu Resmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas untuk menjalani USG dan hasilnya posisi janin dalam keadaan baik. Pada usia kehamilan 9 bln 7hari, Ade Aprilia lahir pada tanggal 12 April 2018 di RSUD Banyumas, dengan berat badan 2,5.kg dan panjang badan 48cm dengan operasi Caesar. Aprilia lahir dengan kondisi cacat dari lahir, tidak mempunyai langit langit gusi atas dan bibir sumbing. Menurut diagnosis dokter, itu disebabkan karena pembuahan sperma ke sel telur yang tidak sempurna.Dokter menganjurkan pada usia 6 bulan, Aprilia harus menjalani operasi bibir sumbing. Rencananya pada tanggal 9,10 November 2018 Aprilia akan menjalani operasi yang pertama. Kondisi Aprilia saat ini tidak bisa minum, harus menggunakan sendok, terdapat juga benjolan di dekat mata dan mata yang tertutup. Aprilia adalah putri dari Bapak Riyanto (39) yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Resmi (36) hanya seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Aprilia menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS MANDIRI III. Orang tua Aprilia kerap kali mengalami kesulitan dalam pembayaran iuran BPJS, biaya pembelian pampers, dan transport ke Rumah Sakit DKT Purwokerto. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aprilia sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk pembayaran BPJS, pembelian pampers, dan membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat dan operasi Aprilia berjalan lancar serta lekas diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi

Aprilia menderita bibir sumbing + mata kanan buta


SRIYANTI BINTI SANTUN MADSAYUDI (32, Epilepsi + Bisul di Mata Kanan). Alamat : Desa Karanggintung, RT 2/1, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sriyanti lahir dengan normal namun, pada usia 12 tahun ketika ia pulang dari sekolah mengalami pusing dan kejang-kejang sampai pingsan. Akhirnya Sriyantipun dilarikan ke Puskesmas Kemranjen. Lima bulan yang lalu tumbuh benjolan di sekitar mata, kemudian ia dibawa ke bidan setempat. Hingga akhirnya benjolan pecah dan sampai sekarang masih mengeluarkan kotoran dan berair terus-menerus bahkan di pipi sudah mulai ada benjolan lagi, namun belum di periksakan. Kondisi Sriyanti saat ini masih sering kejang –kejang. Sriyanti adalah putri dari Bapak Santun Madsayudi (70) yang hanya bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Karsinem (68) seorang ibu rumah tangga. Keadaan orang tua Sriyanti pun sangat memprihatinkan. Bapak Santun sudah mulai sering sakit-sakitan sedangkan Ibu Karsinem mengalami rabun. Selama pengobatan Sriyanti tidak mengunakan fasilitas jaminan kesehatan apapun dikarenakan tidak memiliki BPJS. Inilah yang sekaligus menjadi kesulitan yang dirasakan oleh Sriyanti, yaitu tidak memiliki BPJS. Selain itu Sriyanti mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sriyanti sehingga dapat menyampaikan amanah dari sedekaholic yang dapat digunakan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi berobat ke Rumah Sakit Umum Banyumas. Semoga bermanfaat dan Sriyanti lekas diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @Yaswi.

Bu Sri menderita epilepsi + bisul di mata kanan


SAHRONI BIN ROSYID (56, Ambeien + Darah Tinggi). Alamat : Desa Mlaya, Rt 1/03, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan April 2018, Bapak Sahroni merasa sakit saat buang air besar dan keluar darah. Bapak Sahroni berobat ke dokter praktek di Punggelan dan dokter mendiagnosa beliau terkena sakit Ambeien. Setelah 2 hari mengkonsumsi obat dari dokter, Bapak Sahroni mengalami sakit kepala sehingga beliau kontrol kembali ke dokter. Dokter mendiagnosa Bapak Sahroni mempunyai darah tinggi dan dokter menyarankan untuk rawat inap di Puskesmas tapi Bapak Sahroni tidak mau. Setelah 3 hari di rumah, Bapak Sahroni tidak kunjung sembuh sehingga oleh keluarga dibawa ke Puskesmas dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Kondisi Bapak Sahroni saat ini masih sering mengalami pusing dan masih rutin kontrol. Bapak Sahroni tinggal bersama istrinya yaitu Ibu Supriyati (52) beliau bekerja sebagai buruh tani. Selama pengobatan, Bapak Sahroni menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri kelas III. Kesulitan yang kerap kali dirasakan oleh keluarga Bapak Sahroni adalah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dikarenakan Bapak Sahroni sudah tidak bekerja semenjak sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Bapak Sahroni sehingga dapat menyampaikan santunan yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat dan Bapak Sahroni lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2018
Kurir : @ddeean wiwid @Yaswi

Pak sahroni terkena sakit Ambeien


SIGIT BIN SUWARNO (40, TB Paru). Alamat : Desa Beji, RT 3/2, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Awal bulan Januari 2018, Bapak Sigit mengalami demam saat bekerja sebagai buruh proyek bangunan di Jakarta. Bapak Sigit memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Sesampainya di rumah, beliau pingsan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat lau dirawat inap selama 5 hari. Dokter mendiagnosa Bapak Sigit terkena Typhus. Setelah satu minggu di rumah, Bapak Sigit mulai batuk-batuk dan sesak nafas yang kemudian memeriksakan diri ke dokter praktek. Seminggu kemudian tetap tidak ada perubahan, dokter menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Hj. Anna, dokter mengatakan bahwa Bapak Sigit terkena TB Paru dan harus menjalani pemeriksaan rutin selama 6 bulan. Kondisi beliau saat ini sudah mulai membalik, namun masih belum bisa beraktivitas. Bapak Sigit tinggal bersama istri yaitu Ibu Sugini (38) seorang ibu rumah tangga yang merawat beliau sampai saat ini. Selama pengobatan Bapak Sigit menggunakan jaminan fasilitas kesehatan JKN-KIS PBI. Sedangkan kesulitan yang kerap kali dirasakan Bapak Sigit adalah biaya kebutuhan sehari-hari dikarenakan beliau tidak bisa bekerja selama sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sigit dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya kebutuhan sehar-hari Bapak Sigit. Kami berharap semoga bermanfaat, dan Bapak Sigit tetap semangat menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Mei 2018
Kurir : @ddeean wiwid @Yaswi

Bapak Sigit terkena TB paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Daekal Wahyu 500,000
2 Deni Dwi Prasetyo 500,000
3 Muhammad Zahran Pranata 11,512,300
4 Deni Dwi Prasetyo 2,334,500
5 Syafa AZ Zahra 500,000
6 Kuwati bin Dahlan 500,000
7 RSSR PURWOKERTO 197,634
8 RSSR PURWOKERTO 946,901
9 MTSR PURWOKERTO 6,364,695
10 LASIM BIN MAJI 500,000
11 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
12 Evan Syahputra 500,000
13 Muhammad Muklis 500,000
14 Daekal Wahyu 500,000
15 Romlah binti Fulan 1,700,000
16 Mudawam bin asro 500,000
17 Abdul Jamil 500,000
18 Rani bin Kerto 1,000,000
19 MAULANA PUTRA 500,000
20 NAPSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
21 ALM. SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
22 MUHAIMIN BIN SADIRAN 500,000
23 MUHAMMAD RIFAI 500,000
24 ROKHIMIN BIN SLAMET 500,000
25 MUSOFA HAMDAN 500,000
26 AMINI BINTI ROHMAD 1,000,000
27 AJENG SUKMA AYU 500,000
28 GEMI BINTI SADELI 500,000
29 YULIANA BINTI USUP 500,000
30 SITI FATIMAH 500,000
31 RIZAL ZABATHIL AMIN 1,000,000
32 DANIS ALDHIAN FAEZA 750,000
33 MAZMUR EKA PUTRA 1,000,000
34 FAJAR SETIAWAN 500,000
35 MUDJIAMAN BIN SADIRAN 1,000,000
36 ARWANI BIN TOHIR 500,000
37 KATIYEM BINTI JAIMAN 500,000
38 DANNY ARYA KUSUMA PUTRA 1,000,000
39 MTSR MADIUN 2,000,000
40 MTSR MADIUN 4,824,000
41 WISEM 500,000
42 KUSRIN BIN MOHAMMAD JAMJURI 500,000
43 MUSRIMAH BINTI SARIFUDIN TIHAD 500,000
44 MUHAMAD MUHAERI TUGIRAN 500,000
45 JASEM BINTI YADIKRAMA 500,000
46 ENEIDA MAYA 1,000,000
47 APRILIA DWI RIYANTO 500,000
48 SRIYANTI BINTI SANTUN MADSAYUDI 1,000,000
49 SAHRONI BIN ROSYID 750,000
50 SIGIT BIN SUWARNO 750,000
Total 55,630,030