SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 12

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2018 dan 26 November 2018
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Bu Sutik menderita kanker thyroid



MADRI BIN JOYO, (58, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 012/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Madri, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup berdua dengan sang Istri Ibu Rumiasih (55) di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai buruh tani jika ada yang memanggilnya untuk bekerja. Terkadang bekerja untuk membersihkan rumput rumput di halaman rumah tetangga, namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil tenaganya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Pendengaran pak Madri sudah tidak begitu Normal. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Madri. Santunan disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Pak Madri sangat gembira, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai



ASMUJI BIN NGATUN, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Muji sering beliau panggil. Pak Muji adalah buruh tani, setiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah pagi sampai sore. Pak Muji bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Muji tinggal bersama Istri dan anaknya. Kini Pak Muji tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh saat hendak selesai menanam kedelai di Sawah dan tiba tiba Pak Muji sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar badan Pak Muji mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Muji yang semakin memburuk, warga membawanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Muji diagnosis mengalami pecahnya pembuluh darah di kepala dan mengakibatkan Stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Muji memiliki Jaminan Kesehatan Berupa KIS PBI, yang meringankan beban keluarganya dalam pembiayaan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Tetapi biaya hidup dirumah sakit dan Transport ke Rumah sakit, Ibu Sri Wahyuni (36) istri dari Pak Muji dan anaknya kebingungan karena dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar derita dari keluarga Pak Muji, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pak Muji. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Muji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Muji diagnosis mengalami stroke



RICKY AKBAR, (4 ,Atresi Ani) Alamat Dusun Jampit RT 007 RW 003, Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adek Ricky adalah Putra kedua dari pasangan Pak Buhari yang berkerja sebagai Buruh PTPN XII dan Ibu Sriwati sebagai Ibu Rumah Tangga. Semenjak lahir tidak mempunyai anus dan sejak umur 1 hari langsung di rujuk ke rumah sakit Bondowoso. Dikarenakan rumah sakit bondowoso tidak mampu menangani hingga dirujuk kerumah sakit Dr.Soebandi Jember sehingga dilakukan tindakan operasi pembuatan Anus sementara diperut. Saat ini adik Ricky menunggu jadwal operasi. Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Rumah Adek Ricky dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu adik Ricky. Santunan telah disampaikan untuk pembayaran denda BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Adek Ricky dan menghasilkan kesehatan Adek Ricky. Aamiin .

Jumlah Santunan : Rp. 1.503.630,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juli 2018, Agustus 2018, 26 Desember 2018
Kurir : @yudhoari , @viandwiprayugo, @awwaludin_yudha

Ricky menderita atresi ani



MUHAMMAD ULIL AMRI (3, Retinoblastoma). Alamat Dusun Kebonsari RT/RW 1/11, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada tahun 2017, Ulil merasa perih dimata dan muncul bintik putih pada mata sebelah kiri. Semakin lama semakin membengkak dan pandangan semakin kabur. Setelah mata Ulil semakin membesar orangtuanya memeriksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kondisi sekarang ini mata Ulil yang sebelah kiri sudah tidak bisa melihat dan semakin besar. Pada bulan ini, Ulil menjalankan cek laboratorium, kemoterapi yang ke 5, ke 6 dan ke 7. Orangtua Ulil yaitu Bapak Hadi Wiyono (42) mencari nafkah sebgai buruh tani dan ibunya, Ibu Nasriyatul Azizah (37) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Ulil mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS yang sangat membantu biaya pengobatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ulil, bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi Jember-Malang dan biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Semoga pengobatan yang dilakukan lancar dan segera diberikan kesehatan. Aamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000
Tanggal : Juli 2018, 6 Desember 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ulil menderita retinoblastoma



ENA BINTI SAGIAN, (54, Kencing Manis) Alamat Dusun Karanganyar RT/RW 012/004, Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Ena sudah sejak lama mengidap penyakit Stroke. Namun sejak satu tahun yang lalu penyakitnya bertambah, yakni sering merasakan sering pusing, mudah lelah dan haus berlebihan. Ibu Ena memeriksakan penyakit yang dideritanya ini ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Mohammad Saleh, dengan menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Mandiri. Dari hasil pemeriksaan diketahui Ibu Ena terkena Diabetes atau kencing manis. Dokter pun menganjurkan jempol ditangan Ibu Ena di amputasi karena luka tidak kunjung sembuh malah semakin merembet karena kadar gula tinggi. Keseharian Ibu Ena sebagai ibu rumah tangga biasa, ditambah dengan keadaan suami ibu Ena yakni Pak Tosan (60) yang sedang sering sakit sakitan masih semangat untuk mencari nafkah untuk kebutuhan sehari harinya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Ibu Ena sehingga bantuan awal dari para sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu kesulitannya. Semoga usaha Ibu Ena untuk mendapatkan kesembuhan diridhoi Allah, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 21

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Ibu Ena terkena diabetes atau kencing manis



MUJAYANA BINTI MUJAR, (55 Ca Mamae) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 03/01, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mujayana merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak dua bulan yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah empat bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu empat Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Ibu Mujayana hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Ibu Mujayana langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RS DKT Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Mujayana memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Ibu Mujayana, Bapak Darmaji (57) bekerja sebagai Buruh Tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, biaya administrasi Pasien, dan biaya Pengobatan yang tidak di tanggung oleh JKN -KIS Ibu Mujayana. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Mujayana dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.740.000
Tanggal : Juli 2018, September 2018, Oktober 2018, November 2018, 21 Desember 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Muljayana menderita ca mamae



KASLIAH BINTI SUKEMI (40, Ca Mammae). Alamat : Desa Kota Baru, RT 1/1, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Ibu Kasliah mendapati benjolan di payudara sebelah kiri bagian bawah sejak Januari 2015 lalu dan sampai saat ini benjolan tersebut semakin membesar, sudah sebesar telur ayam. Tentu saja sangat menyiksa karena tidak bisa bebas beraktifitas. Dengan kondisi itu Ibu Kasliah pergi ke dokter untuk pertama kalinya. Kemudian Ibu Kasliah mendatangi salah satu dokter di Sukanegara dan saran nya pun sama dengan dokter sebelumnya yakni harus diangkat kankernya dengan menjalani operasi. Namun Ibu Kasliah berterus terang kepada dokter tersebut bahwa dia tidak berani ke rumah sakit untuk operasi karena tidak punya biaya untuk itu. Dan sebagai gantinya dokter memberikan resep ramuan tradisional yang bisa diminum sebagai alternatif meringankan penyakitnya, yaitu dengan menggunakan rebusan daun jeruk nipis dan dioleskan pada bagian yang sakit. Dan semenjak 2 bulan yang lalu Ibu Kasliah sudah tak pernah ke dokter lagi, karena dengan rebusan jeruk nipis Ibu Kasliah merasa lebih enak dan berkurang rasa sakitnya, tidak seperti sebelumnya yang katanya sakitnya sampai ketulang punggung. Hingga saat ini Ibu Kasliah masih rajin memakai rebusan jeruk nipis tersebut dan fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Untuk membantu biaya berobat karena keluarganya yang tak mampu, Kurir Sedekah Rombongan segera bergerak untuk menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk Ibu Kasliah. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Ibu Kasliah. Kini Ibu Kasliah telah menjadi pasien dampingan sedekah rombongan. Kondisi terakhir Ibu Kasliyah sudah mulai membaik meskipun terkadang masih terasa nyeri, payudaranya dilakukan kemo beberapa kali. Titipan langit selanjutnya kembali disampaikan kepada Ibu Kasliah guna biaya transportasi, akomodasi selama pengobatan dan juga biaya untuk membeli obat. Titipan Langit sebelumnya telah terdata dirombongan 1096.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Desember 2018
Kurir : @saesarraya @siskakhadija @juniwahyu1927 @xkurniawatix

Bu Kasliah menderita ca mamae



JAROT PURNOMO (31, Asam Urat + Gagal Ginjal + Darah Tinggi). Alamat : Simpang Lopon, RT. 6, Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Pada tanggal 14 Oktober Bapak Jarot mengalami tekanan darah tinggi dan terserang struk ringan karena terkendala biaya pasien yang tinggal di jambi atas musyawarah keluarga dibawa ke kediaman orang tuanya di Pringsewu Lampung pada tanggal 1 November kemudian selang beberapa hari dirumah orang tuanya, pasien mengalami muntah darah dan keluar darah dari hidung dan keluarga akhirnya keluarga membawa ke rumah sakit terdekat dengan kondisi Bapak Jarot yang semakin melemah.Istri Bapak Jarot, (Fitrianingsih, 29) seorang ibu rumah tangga yang selama ini yang menafkahi kelurga hanya Bapak Jarot. Sehingga sering kali kesulitan untuk membeli keperluan guna perawatan Bapak Jarot. Walaupun keluarga ini menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung pun tergerak untuk melihat dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya perawatan Bapak Jarot. Semua usaha sudah dilakukan tapi Allah swt berkehandak lain, Bapak Jarot kembali ke rahmatullah, semoga beliau tenang di sisi Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2018
Kurir : @saesarraya leni nana @xkurniawatix

menderita asam urat + gagal ginjal + darah tinggi



ANISA NUR HASANAH (3, Downsindrom + Bibir Sumbing + Jantung + Penyempitan di Lubang Hidung). Alamat : Desa Negri Ratu, RT. 1/1, Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung.Sejak lahir Adik Anisa memiliki penyakit downsindrom, jantung dan bibir sumbing, beberapa kali operasi sudah di lalui seperti operasi bibir sumbing dan operasi jantung di Jakarta di total Adik Anisa sudah empat kali melakukan operasi dan sekarang harus melakukan operasi lagi di bagian hidung dan graham nya, sehingga kondisi sekarang setiap kali Adik Anisa makan bubur keluar lagi dari salah satu hidungnya jadi makannya masih menggunakan dot. Ayah Adik Nisa (Amir,37) dan ibunya (Junaini, 43) adalah seorang petani, yang tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, sehingga membutuhkan biaya untuk biaya transportasi ke Jakarta dan biaya selama ada di Jakarta meskipun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa KIS PBI. Kurir #sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga tersebut dan bantuan awalpun diberikan, Semoga Adik Nisa lekas sembuh dan bisa kembali ceria seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2018
Kurir : @Saesaraya @siskakhadija @purnawan @andhika @xkurniawatix

Adik Anisa memiliki penyakit downsindrom, jantung dan bibir sumbing



SAIBAH MEILANI (5, Hedrosefalus). Alamat : Dusun IV RT. 10/15 Desa Sri Bhawono, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung. Adik Saibah lahir normal seperti anak lainnya, tapi setelah beberapa hari kelahiran terjadi keanehan dikepalanya sehingga keluarga membawanya ke dokter terdekat, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa ternyata Adik Saibah terkena hedrosefalus dan harus dilakukan operasi dan setelah sekian lama tidak pernah sakit tiba-tiba diusia lima tahun Adik Saibah sakit panas tinggi dan kejang dibawa ke rumah sakit dan beberapa kali masuk rumah sakit dan dokter menyarankan untuk rawat inap karena kondisi Adik Saibah semakin lemah dan penglihatan terganggu dan harus dipasang selang.Sedangkan orangtua Adik Saibah, Sonny Sahputra (32) hanya bekerja sebagai buruh yang penghasilannya tidak setiap waktu dan ibunya, Istia Fitriani (23) merupakan ibu rumah tangga. Sehingga sering kali kesulitan untuk membeli keperluan guna perawatan Adik Saibah. Walaupun guna pengobatan Adik Saibah telah menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung pun tergerak untuk melihat dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya perawatan Adik Saibah. Orangtua Adik Saibah mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2018
Kurir : @saesarraya @siska andika @xkurniawatix

Saibah menderita hydrocepalus



NASIHIN BIN NGADEMEN (32, Terkena Mesin Grinda). Alamat : Jalan Danau Lingkungan 5 RT. 3/5 Desa Pringombo 5 Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Pada tanggal 4 November 2018 Bapak Nasihin sedang memperbaiki alat gerindra dirumahnya, ketika sedang mencoba alat tersebut tidak berputar dengan baik sehingga melukai tiga tempat pada tangan kiri Bapak Nasihin. Melihat luka dan darah yang banyak keluarga langsung membawa ke puskesmas terdekat, namun dokter puskesmas merujuk pasien ke rumah sakit karena terindikasi terkena urat nadi. Kondisi Bapak Nasihin saat ini mengalami luka ditiga tempat dengan 25 jahitan pada tangan kiri. Istri Bapak Nasihin (Oktaviani, 23) adalah seorang ibu rumah tangga karena suami sakit sehingga keluarga ini untuk biaya berobat karena keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan. Kurir #sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga tersebut dan bantuan awalpun diberikan, Semoga Bapak Nasihin lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Desember 2018
Kurir : @Saesaraya leni nanaanisa @xkurniawatix

Pak Nasihin terkena mesin grinda



ROHADI BIN MADROPINGI (62, Infeksi + Darah Tinggi + Struk ). Alamat : Pringombo 2, RT. 3/2 Kecamatan Pringsewu Timur Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Bapak Rohadi adalah salah satu pasien Sedekah Rombongan wilayah Lampung, yang sekitar 15 tahun menderita penyakit stroke dan dirawat di rumah sakit. Seiring berjalannya waktu dan perawatan, stroke Bapak Rohadi mulai membaik. Sekitar 3 tahun belakangan Bapak Rohadi mengalami gejala gatal-gatal di bagian kaki. Karena rasa gatal yang sangat, Bapak Rohadi menggaruk terus sampai kakinya mengalami infeksi dan menyebabkan luka yang serius. Karena luka yang semakin serius, Bapak Rohadi memutuskan untuk memeriksakan ke dokter. Setelah melakukan beberapa rangkaian tes, diketahui Bapak Rohadi mengalami infeksi berat di kaki sebelah kiri dan darah tinggi yang kembali kambuh. Kondisi Bapak Rohadi saat ini masih terjadi infeksi di kaki bagian kiri serta penyakit darah tinggi yang semakin sering kambuh. Bapak Rohadi kini sudah tidak mampu bekerja karena telah berumur dan kondisi sakit yang sedang diderita, sedangkan Ibu Kardiyah (60) istri dari Pak Rohadi merupakan ibu rumah tangga biasa. Selama melakukan pengobatan, Bapak Rohadi menggunakan biaya sendiri karena tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Karenanya, kesulitan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan membuat Bapak Rohadi mengalami hambatan dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya proses pengobatan Bapak Rohadi. Semoga Bapak Rohadi diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 12 desember 2018
Kurir : @Saesaraya leni budiarista @xkurniawatix

Bapak Rohadi mengalami infeksi berat di kaki sebelah kiri dan darah tinggi


Tristan abraham Alex Pratama ( 4, atresia Ani ) alamat : jl.kwadengan timur RT.01 RW. 01 ,desa lemah Putro, kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur.
adek Tristan terlahir cacat , kaki nya nya tidak normal ( membentuk huruf O ) tidak memiliki anus dan tidak dapat bicara. Sakit itu baru di ketahui oleh keluarga saat adek berusia 6 bulan. Dan di lakukan pengobatan di RSUD Jember lalu di rujuk ke RSUD Soetomo , untuk kaki sudah di lakukan pengobatan dari terapi sehingga saat ini usia hampir 4th adek sudah bisa berjalan. Saat usia 6 bulan adek di ketahui juga tidak memiliki anus dan sudah melakukan operasi pertama pada November 2016, setelah operasi pertama berhasil keluarga menunggu panggilan operasi yg ke 2, namun sampai satu tahun yang lalu tidak ada panggilan dan keluarga saat ini sudah mengganti nomor hp dg nomor yg baru. Th 2016 keluarga memutuskan utk berhenti berobat Krn keadaan ekonomi, tidak memiliki biaya utk transportasi,Mrs,dan biaya yg tidak di tanggung BPJS. Alhamdulillah sedekah Rombongan di pertemukan dengan keluarga melalui teman kurir dan setelah di lakukan survey , adek Tristan di uruskan kembali pembayaran BPJS yang sempat terhenti dan di bawa kembali ke RSUD Soetomo, tinggal menunggu antrian kamar.

Jumlah bantuan : 1.328.500
Tanggal : 1 Oktober 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

Tristan tidak memiliki anus dan tidak dapat bicara



Mudawam bin asro ( 67 , infeksi saluran kencing ) kalanganyar RT.23 RW. 05 , kalanganyar ,Sedati. Kab. Sidoarjo. Provinsi.jawa timur. Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Jumlah bantuan : Rp 850.000
Tanggal : 11 Oktober 2018
Kurir : Mira @laksmiwaty @mzboz1027 @nurrypay

Pak Mudawam menderita infeksi saluran kencing



Andik Kuswanto (28, tumor mata ) Alamat:Masangan kulon RT. 006 RW. 002 . Kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi Jawa Timur. Mas Andik , panggilan akrabnya , th 2015 lalu mengalami mimisan tanpa henti, merasakan pusing tak terhingga. Oleh keluarga di larikan ke puskesmas terdekat , di beri obat pereda nyeri. Setelah beberapa hari rasa itu kambuh lagi. Dan di bawa lah ke RSUD Sidoarjo, melalui proses pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya mas Andi di vonis kanker mata dan di rujuk lah ke Soetomo. Sempat berhenti berobat 1 th dan memilih pengobatan alternatif, suami dari Intan Febriana ( 25th ) bukan nya semakin sembuh namun semakin parah. Alhamdulillah sedekah Rombongan melalui pesan Viral medsos akhirnya di pertemukan dengan keluarga. Meminta kembali untuk berobat ke RSUD Soetomo dengan langkah awal melunasi BPJS nya. Alhamdulillah pasien dan keluarga mau kembali berobat. Hampir 1 th menjadi dampingan SR Sidoarjo, namun Allah berkehendak lain. Ma Andik menghembuskan nafas terakhir. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholic telah membantu selama ini.

Jumlah : 500.000
Tanggal : 11- 10-2019
Kurir : Mira Lilik @mzboz1027 @nurrypay

Mas Andi di vonis kanker mata



PONIRAH BINTI KROMO SUTO (63, Amputasi kaki). Alamat : Dusun Nggeneng RT 10/2 Desa Slagreng, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Pon, demikian beliau disapa oleh para tetangga dan sanak saudara. Bu Pon adalah seorang ibu rumah tangga yang suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan tidak dikaruniai seorang anak. Setelah suaminya meninggal, bu Pon kembali ke Desanya dan berjualan sayuran di Pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup nya. Saat pulang dari pasar, bu Pon terjatuh di depan rumahnya dan mengakibatkan kaki nya terluka. Bu Pon tidak mengangap serius kejadian ini sampai akhirnya luka nya mengalami infeksi karena kurang nya perawatan. Akibat infeksi ini akhir nya bu Pon harus kehilangan satu kakinya karena harus diamputasi. Untuk biaya perawatan rumah sakit, bu Pon menggunakan KIS sedangkan untuk akomodasi nya dibantu oleh keponakan dan tetangga sekitar beliau. Pasca amputasi, otomatis bu Pon tidak bisa beraktifitas ke pasar lagi. Akhirnya beliau meminta tolong tetangga nya membelanjakan di pasar dan dijual dirumah. Karena keterbatasan biaya pun barang dagangan nya hanya sedikit. Informasi mengenai bu Pon diperoleh dari salah satu teman kurir SRMagetan. Berdasarkan hasil survey, akhirnya santunan sebesar Rp. 1.000.000,- disampaikan dan digunakan untuk tambahan modal untuk bu Pon. Rasa haru bu Pon saat menerima bantuan dan ucapan terimakasih tak lupa disampaikan untuk para Sedekaholic yang telah membantu beliau melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang telah disampaikan dapat bermanfaat untuk bu Pon dan berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Bu Pon mengalami amputasi kaki



MALEM BINTI ARJO UNTUNG (49, Katarak). Alamat : Dusun Geneng RT 10/2, Desa Slagreng, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Malem adalah seorang ibu yang tinggal sendirian di rumahnya tanpa mempunyai anak ataupun suami. Untuk menyambung hidupnya, bu Malem bekerja serabutan sebagai buruh tani atau buruh cuci untuk tetangga sekitarnya. Tetapi dalam 2 tahun terakhir bu Malem sudah tidak dapat bekerja seperti biasa nya karena beliau menderita katarak. Saat diperiksakan ke dokter dengan menggunakan fasilitas Kis, dokter menyatakan bahwa kataraknya sudah tidak dapat dioperasi karena sudah terlalu parah. Dengan kondisi demikian, praktis kehidupan bu Malem sangat tergantung dengan saudara dan tetangga yang masih perduli dengan kondisinya. Dalam kondisi penglihatan yang terbatas, bu Malem masih sering membantu tetangga nya yang sakit pasca amputasi kaki. Informasi mengenai bu Malem diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Berdasarkan hasil survey, maka bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Bu Malem merasa sangat terharu dan tak lupa mengucapkan banyak terimakadih atas bantuan yang telah disampaikan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga energi positif ini berbalas dengan beribu kebaikan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Bu Malem menderita katarak



SUYITNO BIN SUTO SETU (59, Diabetes Melitus) Alamat : Dusun Kandenan RT 38/ 7, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, pak Suyitno tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran, oleh istrinya, Hartini Kristiani (55) dan dibantu tetangga sekitar pak Suyitno dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pak Suyitno didiagnosa Diabetes Melitus dan ada gangguan di paru-paru. Oleh dokternya, pak Suyitno dibuatkan rujukan ke RS Hermina Bitung Tangerang karena dipercaya dokter disana mampu untuk menangani penyakit pak Suyitno. Beberapa bulan di RS Hermina Bitung pak Suyitno memutuskan untuk pulang karena kondisi tidak semakin membaik dan biaya hidup di Tangerang yang terlalu tinggi. Setelah pulang ke Magetan pak Suyitno kembali mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke IGD RSUD Magetan, dan disana dirawat beberapa hari. Setelah dinyatakan pulih pak Suyitno diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin. Penyakit Diabetes Melitus yang diderita beliau menyebabkan penglihatan beliau terganggu. Oleh karena itu, dari RSUD Magetan beliau dirujuk ke RS YAP Jogja untuk tindakan mata beliau dan Operasi dilaksanakan tanggal 4 September 2018. Pak Suyitno saat ini tinggal di rumah kontrakan, kondisi ekonomi beliau tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, Alhamdulillah tetangga masih mau untuk sekedar memberi sekedarnya kepada keluarga beliau, istri beliau yang bekerja sebagai penjahit permak pakaian tidak setiap hari menghasilkan uang, hanya ketika ada tetangga yang mempermak bajunya. Setiap kontrol beliau menggunakan angkutan umum. Barang dan perabot yang beliau punya sudah banyak yang terjual untuk pengobatan dan hidup sehari-hari. Keinginan beliau untuk sembuh sangatlah besar, hal itu dibuktikan dengan semangat berobat beliau & keluarga yang sangat besar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Pak Yitno sudah menjalani operasi katarak mata sebelah kanan dan selanjutnya menunggu jadwal operasi yang sebelah kiri. Beliau sangat gembira dan bersyukur karena dapat melihat lagi sehingga bisa bekerja lagi seperti biasanya. Santunan keempat diberikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk membantu biaya akomodasi rawat inap dan membayar iuran Bpjs Mandiri. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dikaporkan pada Rombongan Baru 7, 12 dan 14.
Pak Yitno dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal ibadah kurir diterima oleh Allah, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KhoirulMuklisin

Pak Suyitno didiagnosa Diabetes melitus dan ada gangguan di paru-paru



JUMIATI BINTI SUPANGAT (44, Ca Colon). Alamat : Dusun Ngasem RT 1/2, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Jum, demikian ibu setengah baya ini biasa disapa oleh keluarga, sanak saudara dan para tetangga. Bu Jum mulai sakit sejak Januari 2018, terdapat benjolan di anus nya. Oleh pak Jarni (46) suaminya, dibawa berobat ke poly bedah Rsud. Sayidiman Magetan. Sempat dirawat inap selama 8 hari dan kontrol 2 kali tetapi karena tidak ada perubahan maka pengobatan dihentikan. Kondisi bu Jum semakin parah, sama sekali tidak bisa duduk dan sedikit kesulitan untuk berjalan. Bu Jum berobat menggunakan Bpjs pemerintah, namun demikian pak Jarni yang bekerja sebagai buruh tani tidak punya cukup biaya untuk melanjutkan pengobatan bu Jum. Setelah 10 bulan diabaikan tanpa pengobatan, bu Jum dipertemukan dengan Sedekah Rombongan Magetan berdasarkan informasi dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bu Jum menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 7 November 2018, beliau diantar membuat rujukan di Puskesmas Panekan dan langsung menjalani rawat inap selama 5 hari di Rsud. Sayidiman Magetan untuk pemulihan kondisi. Setelah membaik bu Jum dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun, dan setelah beberapa kali pemeriksaan langsung di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dan menjalani rawat inap selama 2 minggu. Menurut pemeriksaan dokter, kanker nya sudah tidak dapat diangkat dan akan dilakukan kemoterapi untuk menghancurkan kanker. Sedangkan untuk saluran pencernakan dibuatkan melalui perut dengan tindakan operasi. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelumnya menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21. Pak Jarni mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Jum segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi_Farma

Bu Jum menderita ca colon



NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Dan pada 30-8-2018 dilakukan operasi pemasangan Ilizarof untuk yang kedua kali. Titipan santunan keduapuluhsatu dari sedekahholic sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pembayaran Bpjs Mandiri dan biaya akomodasi rawat inap, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 7, 12 dan 16. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Dedik_Prasetyo

Pak Nur tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja



ATIK MARYATI BINTI JUARI (26, Polip). Alamat : Gurdo Barat, Desa Rejuno RT 5/5, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Atik demikian ibu muda ini biasa disapa oleh sanak saudara dan para tetangga. Mbak Atik menderita sakit polip mulai tahun 2016 ditandai dengan perasaan pusing dan sering mimisan. Awalnya berobat di Rsud. dr. Soeroto Ngawi dan pada bulan April 2016 dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah berobat beberapa saat mbak Atik dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Bulan Juli 2018 penyakitnya kembali kambuh dan berobat lagi di Rsud. Soedono Madiun. Setelah pengobatan selama 3 bulan akhirnya mbak Atik mendapat rujukan pengobatan ke Rsud. Moewardi Solo dan harus melakukan tindakan operasi. Kondisi ini sangat memberatkan mbak Atik dan suaminya yaitu pak Jamun (40) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan pak Jarmun tidak menentu bahkan untuk makan pun kadang masih kurang. Awal berobat mbak Atik dibantu oleh para tetangga dan sanak saudara dengan patungan uang. Alhamdulillah mbak Atik dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi yang masuk dari kurir Sedekah Rombongan Madiun. Mbak Atik akhirnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 21 Oktober 2018 dan melanjutkan pengobatan ke Rsup. Moewardi Solo. Bantuan ketiga sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport dan rawat inap. Sebelum nya mbak Atik telah menerima bantuan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 14 dan 21. Mbak Atik dan suami sangat bersyukur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga mbak Atik bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Andika @Alfi @Mirsa_DP

Mbak Atik menderita sakit polip



SILAH BINTI SAIMUN (64, Ca Cervix). Alamat : Dusun Dadi RT 26/13, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bu Silah demikian beliau biasa dipanggil oleh keluarga, saudara dan para tetangga. Sejak April 2018 bu Silah mengalami sakit perut disertai perdarahan tetapi tidak dihiraukan. Baru pada akhir September 2018 melakukan pengobatan di Rsau. Iswahyudi Maospati Magetan dan langsung dirujuk ke Rsdm Solo. Keluarga sangat bingung karena tidak mempunyai cukup biaya untuk berobat ke Solo. Suami bu Silah yaitu pak Sardi (59) bekerja sebagai buruh tani yang pendapatan nya hanya cukup untuk kebutuhan makan seha-hari. Pasutri ini mempunyai 5 anak dan sudah berkeluarga menetap di kota lain. Yang masih serumah ada 2 orang dengan kondisi ekonomi yang dibawah rata-rata. Karena kondisi drop bu Silah sempat menjalani rawat inap di Puskesmas Plaosan. Saat itulah Sedekah Rombongan Magetan mendapat informasi dan segera survey ke rumah bu Silah. Mulai 3 Oktober 2018 dengan di dampingi SR Magetan bu Silah melakukan pengobatan ke Rsdm Solo. Setelah 3 kali berobat di Rsdm Solo, bu Silah akhirnya dirujuk ke Rsup. Karyadi Semarang. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Semarang setelah sebelum nya menerima bantuan dan masuk laporan pada Rombongan Baru 16. Saat ini bu Silah telah menjalani 25 kali terapi sinar di Rsup. Kariyadi Semarang mulai tanggal 18-10-2018 sampai tanggal 22-11-2018. Dilanjutkan dengan terapi sinar dalam yang akan dimulai tanggal 19-12-2018. Bu Silah sangat bersyukur atas bantuan dari Sedekah Rombongan sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan. Rasa terimakasih pun disampaikan pada para Sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Silah bisa segera sembuh dan beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KhoirulMuklisin

Bu Silah menderita ca cervix



SRINARTI BINTI SLAMET (47, Ca Cervix + Myom). Alamat : RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Narti, demikian beliau biasa disebut oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga. Bu Narti merasakan sakit sejak bulan Januari 2018. Pertama beliau berikhtiar untuk berobat ke Rsud. Sogaten Madiun. Setelah 3 bulan bu Narti di rujuk ke Rsud. Soedono Madiun dan divonis menderita Ca cervix, Myom dan Pembengkakan ginjal. Untuk berobat, bu Narti menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 3. Selanjutnya bu Narti dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo sehingga beliau merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Suaminya yaitu pak Wiyono (49) bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Apalagi saat harus mendampingi istri nya berobat, praktis pak Wiyono tidak busa bekerja sama sekali. Saat ini bu Narti sudah menjalani 5 kali kemoterapi dan dilanjutkan dengan terapi sinar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 25 kali mulai tanggal 26 Oktober 2018 sampai 29 November 2018. Informasi mengenai bu Narti diperoleh dari kurir SR Magetan yang sedang mengantar pasien ke Rsdm Solo. Akhirnya bu Narti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 16 September 2018. Bantuan keempat sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 13, 14 dan 21. Rasa haru dan ucapan terimakasih disampaikan oleh bu Narti atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau segera pulih dan sembuh seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas normal kembali. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Mukhlisin @Andhika @Alfi @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Bu Narti menderita ca cervix, myom dan pembengkakan ginjal



SUYATIN BINTI SETU (68, Anemia + Diabet + Gagal Ginjal). Alamat : Desa Suratmajan RT 25/3, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yatin, demikian beliau biasa dipanggil keluarga dan tetangga adalah seorang ibu rumah tangga yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami sakit anemia, Diabet dan gagal ginjal. Berawal saat bu Yatin pulang dari sawah dan terjatuh, kondisinya drop dan keluarga membawa ke Rsud. Sayidiman Magetan. Tidak disangka bahwa bu Yatin memiliki 3 penyakit serius setelah diadakan pemeriksaan secara intensif. Karena kondisi ini bu Yatin harus kontrol rutin dan transfusi darah seminggu sekali. Tentu saja keluarga bu Yatin dengan perekonomian dibawah rata-rata sangat keberatan dengan ritme pengobatan yang harus dijalani. Suaminya yaitu bapak Imam Muslih telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu sedangkan anak nya bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Informasi mengenai bu Yatin diperoleh kurir SR saat sedang mendampingi pasien di Rsud. Sayidiman Magetan. Bu Yatin masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 16 Oktober 2018. Santunan kedua sebesar Rp. 1.000.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat serta biaya transport. Sebelum nya bu Yatin telah menerima bantuan dan pelaporan nya masuk dalam Rombongan Baru 16. Bu Yatin sangat berbahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Yatin bisa segera sembuh dan pulih seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Muklisin @Andhika @Alfi @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Bu Suyatin menderita mengalami sakit anemia, diabet dan gagal ginjal



NOVI KURNIASARI (25, Kista Ovarium). Alamat : Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Novi, demikian biasa dipanggil oleh tetangga adalah seorang wanita usia 25 tahun dan dalam 1 tahun terakhir menderita penyakit Kista Ovarium. Gejala yang dirasakan adalah perut membesar tetapi tidak terasa sakit. Pertama berobat ke RSI Madiun dengan menggunakan fasilitas KIS. Selanjutnya mbak Novi harus di rujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan terkendala biaya untuk transportasi. Mbak Novi yang bekerja sebagai Prt dengan penghasilan ala kadarnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ayah nya sudah lama meninggal sedangkan ibunya yaitu bu Suparmi (60) bekerja sebagai buruh tani. Mbak Novi masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan sejak 18 Maret 2018. Operasi sudah terlaksana di Rsdm Solo pada tanggal 29 Mei 2018, dan saat ini melakukan kontrol rutin serta kemoterapi 5 kali. Informasi mengenai mbak Novi diperoleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbak Novi. Santunan keenam titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan rawat inap. Santunan sebelum nya telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1126, 1142, Rombongan Baru 7, 12 dan 16. Mbak Novi dan ibunya merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbak Novi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Khoirul_Muklisin @Andhika @Alfi @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Novi menderita penyakit kista ovarium



ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 4 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (47) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah (47), seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Saat ini Andik sedang menjalani pengobatan dengan pemakaian Ilizarof (alat untuk terapi penumbuhan tulang) mulai Januari 2017 sampai September 2018. Perkembangan pertumbuhan tulang sudah baik dan operasi pelepasan Illizarof dilaksanakan tanggal 28 September 2018. Berikutnya akan direncanakan pemasangan pen dalam yang dijadwalkan tanggal 6 Februari 2019. Santunan ke 9 titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000,-telah disampaikan dan digunakan untuk biaya rawat inap, setelah sebelum nya dilaporkan dan masuk Rombongan Lama 929, 949, 1007, 1058, 1080, 1117, Rombongan Baru 3 dan 13. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Rubi_Farma

Mas Andik mengalami remuk tulang kaki karena kecelakaan



MARGONO BIN SUKADI (33, pengapuran ginjal). Alamat : RT 3/1 Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mas Margono menderita sakit kurang lebih enam bulan terakhir, dimulai bulan Februari 2018. Sakit nya ditandai dengan tidak bisa Bab dan setelah sakit selama 2 bulan mas Margono tidak bisa berjalan sama sekali. Selama kurun waktu 6 bulan mas Margono menjalani rawat inap di Rsi selama 10 hari, di Rsud Soedono selama 14 hari, di Rsud Sayidiman Magetan selama 7 hari. Mas Margono divonis menderita pengapuran ginjal. Saat ini sedang menjalani pengobatan rutin di Rsud. Soedono Madiun. Sejak sakit otomatis mas Margono sudah tidak dapat bekerja lagi sedangkan istri nya yaitu bu Lulik Wahyuni (32) seorang ibu rumah tangga sehingga beban biaya pengobatan ini dirasa cukup berat apalagi harus menghidupi 2 anak mereka yang masih sangat kecil. Informasi mengenai mas Margono diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Mas Margono masuk dampingan Sedekah Rombongan Magetan sejak 20 Agustus 2018. Setelah beberapa saat berobat di Rsdm Solo, pak Margono divonis menderita tumor leher dan akan ada tindakan operasi yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2019. Bantuan keempat sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi rawat inap. Sebelum nya mas Margono telah menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Baru 7, 13,17 dan 21. Keluarga mas Margono merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yg telah disampaikan. Semoga mas Margono bisa segera sembuh dan mampu beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rubi_Farma

Mas Margono divonis menderita pengapuran ginjal



SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR (46, Ca Mamae). Alamat : Jalan Salak RT 9/2, Desa Gulun. Bu Yuni demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae mulai tahun 2016. Berawal pada bulan September tahun 2016, merasakan ada benjolan di daerah dada kanan bawah, apabila dipegang tidak sakit, lalu di periksakan ke puskesmas setempat. Berikutnya bu Yuni dirujuk ke Rsau. Iswahyudi Maospati, dilakukan pemeriksaan Lab dan pemeriksaan lanjutan, kemudian tanggal 2 Januari 2017 dilakukan Operasi pengangkatan benjolan dan payudara. Usai operasi menjalani kontrol rutin 2 bulan. Berikutnya dirujuk ke RS Haji Sukolilo untuk dilakukan Kemoterapi. Setelah kemo 6 kali, dirujuk lagi ke Rsup Dr. Sutomo untuk terapi sinar sebanyak 25 kali, dimulai tanggal 22 Januari 2018. Pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Katino (53) yaitu suami bu Yuni yang bekerja sebagai buruh tani. Walaupun bu Yuni menggunakan jaminan KIS untuk proses pengobatan, tetapi biaya akomodasi transport dirasa cukup memberatkan. Informasi mengenai bu Yuni diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan yang bertemu bu Yuni saat berobat di Rsup. dr. Soetomo Surabaya. Selanjutnya bu Yuni masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 29 Januari 2018. Santunan keenam sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat selama di Surabaya dan biaya transportasi. Bantuan sebelum nya yang diterima oleh bu Yuni telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1117, 1126 dan Rombongan Baru 3, 12 dan 21. Bu Yuni sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan tang telah disampaikan. Semoga bu Yuni segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Andhika @Alfi @Mirsa_DP

Bu Sri menderita sakit ca mamae



ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan keenam sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3, 7, 13, 14 dan 21. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Andhika @Khoirul_Mukhlisin @Alfi @Mirsa_DP

Dinda menderita pembengkakan jantung



YATMI BINTI RANTI ( 51, Tumor Ginjal ). Alamat : Dusun Taji RT. 7 RW. 1 Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Bu Yatmi awalnya hanya merasakan sakit nyeri pada bagian perutnya namun tidak kunjung sembuh, akhirnya diperiksakan ke puskesmas Taji dan dirujuk ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dirawat beberapa hari. Karena tak kunjung ada perbaikan kemudian dirujuk ke Rsup. Soedono Madiun. Oleh dokter yang menangani dinyatakan menderita sakit tumor pada ginjalnya, dan dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo untuk dilakukan operasi. Setelah dibawa ke Solo dan menjalani pemeriksaan beberapa kali kemudian dilakukan penyedotan pada 29 Agustus 2018 yang lalu. Sampai sekarang bu Yatmi menjalani pengobatan kemoterapi di Rsud Moewardi sebulan sekali. Bu Yatmi tinggal di rumah orangtuanya, suaminya yaitu pak Suwarno (54) bekerja sebagai tukang rosok dengan pendapatan yang cukup hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Memiliki 2 orang anak yang satu sudah berkeluarga yang satu masih di rumah namun mengalami sedikit kelainan. Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari sangat pas pasan, sedangkan untuk keperluan berobat istrinya terkadang menunggu dapat pinjaman dan pemberian sanak famili dan tetangganya. Pernah saat dapat jadwal periksa ke Rsdm Solo tertunda gara gara tak punya biaya untuk perjalanan ke Solo. Informasi mengenai bu Yatmi diperoleh salah satu kurir dari Ngawi yang kebetulan naik bis bersamaan dengan bu Yatmi saat pulang berobat dari Solo. Bu Yatmi masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai tanggal 19 November 2018. Santunan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap dan transport setelah sebelum nya menerima bantuan dan laporannya masuk pada Rombongan Baru 21. Pak Suwarno sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu yatmi segera sembuh dari sakit yang dideritanya dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Andhika @Khoirul_Mukhlisin

Bu Yatmi menderita sakit tumor pada ginjalnya



MUTI BINTI BONTAYIB (64, Tumor paru). Alamat : Dusun Karangasem II, RT. 4/6 Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Muti terpaksa pulang kampung sehabis menjalani operasi pengangkatan tumor paru di Jakarta, tepatnya bulan April 2018. Dengan harapan memperoleh kesembuhan setelah menjalani operasi tersebut. Namun kenyataannya beliau masih didera sakit nyeri dada dan sesak. Sekarang menjalani pengobatan kemoterapi di Rsup. Moewardi Solo sebulan sekali. Segala harta yang dimiliki telah habis dijual, hanya rumah yang ditempati dengan anak cucunya yang tersisa. Untuk biaya hidup dan keperluan lain diperoleh dari suaminya yang bekerja menunggui warung kopinya di Jakarta. Kalau lagi ada rejeki sebulan sekali kirim uang, kalau tidak menunggu bulan berikutnya. Informasi mengenai bu Muti diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo. Bantuan kedua telah disampaikan sebesar Rp.500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat dsn kontrol ke Rsdm Solo. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21. Bu Muti sangat terharu dan berterima kasih atas bantuan yang diterimanya, semoga para sedekaholic mendapat imbalan dari Allah SWT dan diijabah segala hajat hidupnya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Andhika

Bu Muti menderita tumor paru



IIN SUYATNI BINTI KAMIYUN (49, Ca Cervix). Alamat : Desa Soco RT 14/4, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Iin menderita sakit selama satu tahun terakhir. Awalnya berobat ke Rsau. Pangkalan Maospati dan selanjutnya dirujuk ke Rsup. Soedono Madiun, sempat menjalani rawat inap selama seminggu. Berikutnya bu Iin dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo. Bu Iin berobat menggunakan Bpjs Pemerintah, namun demikian setelah menjalani pengobatan di Solo sangat membutuhkan biaya yang cukup besar untuk transport dan akomodasi berobat. Pak Sunardi (44) suaminya, bekerja sebagai buruh tani sehingga merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Iin. Saat ini bu Iin sudah menjalani 6 kali kemoterapi dan 25 kali sinar dan selanjutnya akan melakukan sinar dalam. Informasi mengenai bu Iin diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bu Iin mulai menjadi pasien dampingan Magetan sejak tanggal 12 November 2018. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21. Bu Iin sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Iin bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Andhika

Bu Iin menderita ca cervix



FAJRIL REVAN NURAYA (14, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Tumpang RT 2/2, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Fajril demikian anak ini biasa dipanggil adalah putra pasangan bapak Ardi Gumar (40) dan bu Neti (40), tetapi kondisi orang tua sudah bercerai. Fajril mengalami sakit semenjak 3 tahun yang lalu. Awalnya berobat di Rsup. Soedono Madiun dan selanjut nya dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Fajril berobat menggunakan fasilitas Bpjs pemerintah tetapi untuk berobat ke Yogya dibutuhkan biaya yang sangat besar. Bu Neti yang bekerja serabutan sangat merasa berat dengan biaya transportasi berobat ke Yogyakarta belum lagi harus menanggung 2 anak usia sekolah. Saat ini Fajril menjalani pengobatan dengan kontrol rutin sebulan sekali. Informasi mengenai Fajril diperoleh dari warga sekitar yang masih perduli dengan kondisi Fajril. Fajril mulai di dampingi Sedekah Rombongan Magetan sejak 14 November 2018. Bantuan kedua sebesar Rp.500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 21. Bu Neti sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Fajril bisa segera sembuh dan bisa bersekolah normal seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_ Mukhlisin @Andhika

Fajril menderita jantung bocor



AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keduabelas pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 ,13, 14 dan 21. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Agus mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan



SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Setelah kemoterapi dilakukan, dilanjutkan dengan terapi sinar yang rencana nya dilakukan di RS. Ken Saras Ungaran mulai 28 Desember 2018 sebanyak 25 kali. Bantuan kesepuluhpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi berobat dan kontrol rutin setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Lama 1107, 1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2, 3, 7, 13 dan 21. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Ratmi menderita sakit ca nasofaring



SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bpjs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan keduabelas titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 1090, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7, 12, 16 dan 21. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Bu Darsi menderita ca mamae



KHOIRUL NUR HUDA (17, Distropy Muscullar Progresive). Alamat : Dusun Nganjer RT 08/05, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Eko demikian biasa dipanggil adalah putra satu-satunya dari bapak Sukadi (57) dan ibu Sarmi (50). Penyakit DMP yang diderita Eko berawal dari usia TK. Dia sering terjatuh. Dan semakin lama kekuatan ototnya semakin melemah. Sampai kelas 3 SD, akhirnya Eko mulai tidak bisa berjalan, kedua kakinya terasa lemas dan kaku pada persendian. Orang tuanya kemudian membawa Eko periksa ke Rumah Sakit Soedono Madiun, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Karena jarak yg terlalu jauh, akhirnya dari Rumah sakit Dr. Soetomo dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Solo biar lebih dekat. Untuk pengobatan Eko menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3, namun biaya akomodasi transport ke Solo dirasa sangat berat. Pak Sukardi yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pendapatan sendiri. Saat ini Eko melakukan pengobatan rutin tiap bulan ke Rumah Sakit Ortopedi Solo dan terapi rutin tiap hari Selasa di Rsud. Sayidiman Magetan. Eko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan sejak 17 Oktober 2018. Bantuan ketiga sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya terapi yang tidak dicover pembiayaan nya oleh Bpjs. Bantuan sebelumnya juga telah disampaikan dan dilaporkan masuk pada Rombongan Baru 16 dan 21. Pak Sukadi dan Bu Sarmi sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga usaha yang dilakukan oleh orang tua Eko bisa membuahkan hasil dan Eko bida kembali hidup normal seperti anak-anak seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rina_MayaRanti @Moch_AnwarYusuf

Eko menderita distropy muscullar progresive



KASMI BINTI SAKERAN (41, Ca Mamae + Myom). Alamat : Dusun Ngasem RT 2/1, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kasmi adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita sakit Ca Mamae dan Myom selama satu tahun terakhir. Pertama kali bu Kasmi berobat ke dokter umum, selanjutnya dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa bu Kasmi menderita Ca Mamae dan Myom sehingga harus dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Bu Kasmi mulai berobat ke Rsdm Solo bulan Mei 2017 dan operasi dilaksanakan tanggal 13 September 2017. Sebelum operasi sudah dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Jahitan bekas operasi sedikit mengalami kegagalan sampai harus 2 kali dilakukan perbaikan baik di Rsud. Magetan maupun di Rsdm Solo. Bu Kasmi tidak memiliki anak, dan suaminya sudah tidak memperdulikan dia lagi sehingga sering kali bu Kasmi harus berangkat berobat sendiri walau kadang didampingi kakak nya atau ibu mertua nya yang masih sangat perduli dengan bu Kasmi. Informasi tentang bu Kasmi diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses Survey, bu Kasmi masuk menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai Senin, 30 Oktober 2017. Saat ini direncanakan proses kemoterapi suntik sebulan sekali. Santunan kesembilan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi ranap, kontrol dan pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1083, 1094, 1107, 1117 dan 1142 dan Rombongan Baru 3, 12 dan 17. Bu Kasmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Kasmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin

Bu Kasmi menderita ca mamae dan myom



MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Desember 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan September 2018 sebesar Rp 2.848.051,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, biaya cuci Mtsr serta biaya perawatan dan pemeliharaan rutin. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada Rombongan Baru 21.

Jumlah Bantuan : Rp 2.848.051,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Desember 2018



RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan serta kebutuhan pasien di Rssr Magetan selama bulan Desember 2018 setelah sebelum nya masuk Rombongan Baru 21.

Jumlah Santunan : Rp 772.858,-
Tanggal : 31 Desember 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Desember 2018



ABDULLAH JAMAL (75, Adenomacarcinoma). Alamat : Jalan Gajah Mada, RT. 7/3, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Kakek Jamal hanya bisa bersabar dengan kondisinya yang sekarang. Bagaimana tidak, di usianya yang kian menua, dirinya hanya berbaring lemah dengan benjolan di leher dan kaki yang kian membesar. Benjolan itu diketahui telah ada sejak Juli 2017. Kakek Jamalpun diperiksa di RSUD Hamba Bulian dan keluarlah hasil bahwa benjolan itu merupakan tumor ganas sehingga kakek Jamal harus segera dirujuk untuk rangkaian pemeriksaan selanjutnya. Kakek hanya tinggal berdua bersama istrinya Fatimah (66) di sebuah rumah mungil. Anak-anak beliaupun tak sanggup membawa kakek Jamal berobat ke kota dikarenakan keterbatasan biaya. Kakek Jamal tidak memiliki penghasilan, hanya mengharap pemberian dari anak-anak beliau yang hidupnya juga serba pas-pasan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Jambi mendengar dan melihat langsung keadaan kakek Jamal. Dan dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pengobatan lanjutan kakek Jamal. Semoga Allah angkat penyakitnya dan kakek Jamal bisa beraktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @cut.yusnila @limzki_99

Pak Jamal menderita adenomacarcinoma



ALI SYAIFUDIN (9, Hidrosefalus). Alamat : Desa bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Ketika usia 6 tahun, Adik Ali mulai merasakan melayang dan sering jatuh ketika berjalan dengan kondisi ukuran kepala yang semakin membesar. Orangtuanya membawa adik Ali berobat ke Rumah Sakit Muaro Bungo, kemudian adik Ali dirujuk ke Padang pada tahun 2015. Pihak medis menyarankan untuk dioperasi saat usia 10 tahun, proses kontrol terus dijalani tapi sekarang tidak dilanjutkan lagi karena kekurangan biaya. Namun orangtua tetap ikhtiar dengan mengkonsumsi obat herbal dan kadang dibawa kontrol ke Rumah Sakit Bangko. Ayahnya, Ngatiyo (41) kesehariannya bekerja sebagai penjaga dan merawat kebun sawit milik oranglain dengan penghasilan yang tidak tetap. Ibunya, Mulyani (32) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, dengan tanggungan 2 orang anak yang masih dibangku Sekolah Dasar. Keluarga ini kesulitan untuk biaya kontrol ke Padang selama pengobatan. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan lepaspun disampaikan untuk membantu biaya pembuatan jaminan kesehatan dan biaya kontrol.

Jumlah bantuan : 1.300.000,-
Tanggal : 27 Februari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @ritagusnia@aswirdiyandi @limzki_99

Ali menderita hidrosefalus



MARNINGSIH BINTI SUMARTO (46, Ca Mammae). Alamat : Jalan Lintas Sumatra, RT. 2/3, Desa Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi. Ibu Marningsih telah menjalani operasi pengangkatan payudara kanannya. Alhamdulillah, semua berjalan lancar atas kehendak Allah serta bantuan dari para sedekaholics. Selalu ditemani oleh sang suami serta dukungan keluarga menjadikan Ibu Marningsih kuat dan sabar dalam menjalani ujian-Nya. Santunanpun kembali disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan Jambi guna pengambilan hasil laboratorium yang tidak tercover oleh BPJS. Sebelumnya, santunan awal sudah disampaikan pada Rombongan 1099. Insha Allah, Ibu Marningsih akan menjalani kemoterapi untuk penuntasan pengobatannya. Semoga Allah beri kesembuhan kepada bu Marningsih. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @cut.yusnila @limzki_99

Bu Marningsih menderita ca mamae



HAPSAH ZAINUDDIN (40, Tumor Pipi). Alamat : Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ibu Hapsah harus hidup dengan tumor yang tumbuh di pipinya selama 10 tahun. Tumor tersebut berawal dari jerawat kecil yang semakin membesar, tidak ada penyebab yang pasti dan Ibu Hapsah tidak merasakan sakit di pipinya. Ukuran tumor yang semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan saat ibu Hapsah beraktivitas dan ia khawatir tumor tersebut semakin lama akan menutupi wajahnya. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Hapsah berobat ke RSUD Kolonel Abunjani Kota Bangko di Kabupaten Merangin dengan menggunakan JKN-KIS. Pihak medis di sana mengatakan itu adalah tumor dan Ibu Hapsah harus segera dioperasi dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Kota Jambi dan kondisinya pada saat itu sedang lemah. Ibu Hapsah hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Zainuddin (50), bekerja memotong karet dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilan Bapak Zainuddin jika digunakan untuk biaya pengobatan istrinya ke Jambi tidak cukup, belum lagi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah 3 orang anaknya. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Jambi memahami kesulitan yang dialami keluarga ini. Bantuanpun kembali disampaikan untuk membantu biaya tranportasi dan akomodasi selama operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi, Santunan sebelumnya telah disampaikan pada rombongan 1099. Saat ini Ibu Hapsah telah sembuh dan tumor pipi yang dulu menjadi ujiannya kini telah berhasil diangkat. Alhamdulillah saat ini ibu Hapsah sudah sehat seperti sediakala. terimakasih sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 17 Januari 2018
Kurir : @saptuari @shintatantri @fadol_s @limzki_99

Bu Hapsah menderita tumor pipi



ABDUL JABAR (62, Katarak). Alamat : Lorong Papadaan RT. 15, Kelurahan Tungkal ll, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Sudah 2 tahun terakhir, kakek Jabar menderita katarak di kedua matanya, kakek tidak pernah berobat ke dokter karena terkendala biaya. Saat kurir Sedekah Rombongan Jambi mengunjungi kediaman kakek Jabar untuk memberi kabar bahwa akan membantu pengobatan dan pembuatan JKN-KIS, ternyata Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarganya tidak ada. Pembuatan KTP dan KK kakek Jabar dibantu oleh alumni PPA. Alhamdulillah, kakek Jabar telah menjalani operasi katarak mata sebelah kanan di RSUD Dr. Bratanata Jambi, insha Allah 6 bulan lagi baru bisa menjalani operasi mata sebelah kiri. Semoga kakek Jabar bisa segera sembuh dan bisa melihat lagi karena kehidupannya sungguh memprihatinkan, kakek tidak punya anak istri dan hanya tinggal dengan kakak perempuannya yang sudah tua dan menderita katarak juga. Kondisi rumah kakek sangat tidak layak, atapnya bocor di sana sini, dinding yang berlubang serta lantai kayu yg sudah lapuk. Apalagi sekarang lagi musim hujan semakin memperparah keadaan. Tidak ada yang mencari nafkah selama kakek sakit sehingga jangankan memperbaiki rumah untuk makan sehari-hari saja hanya dari pemberian tetangga atau keponakan dan itu jauh dari kata cukup. Alhamdulillah, santunan sebelumnya telah disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan Jambi pada Rombongan 1099. Dan kembali santunan disampaikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan kakek selama control ulang pasca operasi katarak. Semoga kakek Jabar bisa kembali sehat seperti sediakala, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 11 Januari 2018
Kurir: @saptuari @shintatantri rahmayanti yusuf @limzki_99

Kakek Jabar menderita katarak



SURYATI BINTI SARKAWI (60, Lupus). Alamat : Kampung Harapan RT. 28/6 Tejo Agung Metro Timur Kota Metro Provinsi Lampung. Awal sakit 2016 akhir hanya meriang panas dingin yang di rasakan namun karena keseringan kambuh akhirnya 2017 awal di bawa ke dokter di anjurkan untuk tes lab dan dinyatakan menderita sakit lupus namun karena tidak memiliki biaya pasien tidak bisa berobat rutin hingga kini keadaannya melemah dan di anjurkan untuk tes laboratorium lagi. Kondisinya sekarang terkadang membaik dan terkadang juga masih sering ngedrop. Ibu Suryati kini sudah tidak mampu bekerja karena telah berumur dan kondisi sakit yang sedang diderita, sedangkan Alm. Bapak Saleh (60) sudah lama meninggal. Selama melakukan pengobatan, Ibu Suryati menggunakan biaya sendiri karena tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Karenanya, kesulitan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan membuat Ibu Suryati mengalami hambatan dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya proses pengobatan Ibu Suryati. Semoga Ibu Suryati diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 14 Desember 2018
Kurir : @Saesaraya @sayasepti popo @xkurniawatix

Bu Suryati menderita sakit lupus



SUPARYONO BIN NGADONO (53, bronkitis kronis). Alamat : Desa Sumberahayu RT. 3/2 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung. Bapak Suparyono alias Bapak Gopar adalah salah satu pasien Sedekah Rombongan wilayah Lampung, yang baru saja divonis mengalami penyakit bronkitis kronis atau paru-paru. Mulanya setahun yang lalu tepatnya awal tahun 2017 Bapak Gopar sering mengalami batuk berkepanjangan dan seringkali juga melakukan pengobatan di Puskesmas terdekat namun batuk yang diderita tak kunjung membaik. Oleh dokter yang bekerja pada Puskesmas tersebut akhirnya menganjurkan untuk dirujuk ke RSUD Tanggamus. Namun, karena biaya transportasi, Bapak Gopar mengurungkan niatnya berobat ke RSUD Tanggamus. Pada Bulan Desember 2018 kondisi Bapak Gopar semakin memburuk dengan disertai berat badan yang terus mengalami penurunan dan hilangnya nafsu makan. Akhirnya Bapak Gopar memeriksakan penyakitnya ke RSUD Tanggamus dan melakukan check up lanjutan terhadap penyakitnya. Dari hasil rontgen dan check up yang dilakukan, Bapak Gopar divonis mengalami penyakit bronkitis kronis atau paru-paru akut dan harus melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Bapak Gopar sehari-harinya bekerja sebagai pembuat gula aren. Sedangkan Miswati (45) istri dari Pak Gopar hanyalah ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Karena kondisi Bapak Gopar sekarang ini batuk terus, badan yang terus lemas dan berat badan yang selalu menurun, beliau tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Selama melakukan pengobatan, Bapak Gopar menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI Kelas III. Namun karena kendala biaya transportasi, pengobatan dan kontrol Bapak Gopar harus dihentikan. Kurir Sedekah Rombongan tergerak menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan kontrol rutin Bapak Gopar. Semoga Bapak Gopar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam ikhtiarnya menemukan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2018
Kurir : @Saesaraya leni ganang @xkurniawatix

Pak Gopar mengalami penyakit bronkitis kronis



RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Bulan Desember 2018). Alamat : Jl. Zebra No. 24 Sidodadi Kedaton Bandar Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk obat-obatan, membeli kebutuhan P3K, dan Oksigen. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2018
Kurir: @saesarraya @yuliansafri @andhika @xkurniawatix

Biaya operasional RSSR bulan Desember 2018



Abdul Jamil (55, gangguan jiwa ) Kemantren RT.005 . RW. 001. Kec. Tulangan. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa timur.25th lalu, pak Jamil bekerja sebagai kernet angkutan umum, saat sedang mencari penumpang pak Jamil di tinggal oleh supirnya dan pak Jamil pulang kerumah dengan menumpang teman yang sesama supir angkot. Saat sampai rumah beliau seperti orang yang sedang memendam amarah, Krn beliau tidak seperti kebanyakan org yg bisa mengungkapkan emosinya secara langsung. Semenjak saat itu beliau sering melamun, marah marah dan melemparkan barang barang di sekitar nya. Akhirnya pak Jamil di bawa ke rumah sakit Menur selama 1 bulan. Setelah 1bl pak Jamil pulang ke rumah dengan kondisi yang semakin membaik,namun beliau memutuskan untuk berhenti kontrol dan susah di ajak kembali berobat . Suami dari ibu Sunaipah (53 ) 2th berhenti berobat, kejiwaannya semakin parah dan di bawa kembali ke RSJ selama 2bl. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau dan keluarga sehingga di lakukan kembali proses pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp .500.000
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : Mira Wina @mzboz1027 @nurrypay

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUTIK BINTI SUBUWET 1,000,000
2 MADRI BIN JOYO 500,000
3 ASMUJI BIN NGATUN 500,000
4 RICKY AKBAR 1,503,630
5 MUHAMMAD ULIL AMRI 700,000
6 ENA BINTI SAGIAN 500,000
7 MUJAYANA BINTI MUJAR 2,740,000
8 KASLIAH BINTI SUKEMI 500,000
9 JAROT PURNOMO 500,000
10 ANISA NUR HASANAH 1,000,000
11 SAIBAH MEILANI 500,000
12 NASIHIN BIN NGADEMEN 500,000
13 ROHADI BIN MADROPINGI 500,000
14 Tristan abraham Alex Pratama 1,328,500
15 Mudawam bin asro 850,000
16 Andik Kuswanto 500,000
17 PONIRAH BINTI KROMO SUTO 1,000,000
18 MALEM BINTI ARJO UNTUNG 1,000,000
19 SUYITNO BIN SUTO SETU 500,000
20 JUMIATI BINTI SUPANGAT 500,000
21 NURYADI BIN SUPARMIN 500,000
22 ATIK MARYATI BINTI JUARI 1,000,000
23 SILAH BINTI SAIMUN 500,000
24 SRINARTI BINTI SLAMET 500,000
25 SUYATIN BINTI SETU 1,000,000
26 NOVI KURNIASARI 500,000
27 ANDIK ISDIANTO 500,000
28 MARGONO BIN SUKADI 500,000
29 SRI WAHYUNI BINTI AMAT MIMBAR 500,000
30 ARDINDA MAYANG MARSELA 500,000
31 YATMI BINTI RANTI 500,000
32 MUTI BINTI BONTAYIB 500,000
33 IIN SUYATNI BINTI KAMIYUN 500,000
34 FAJRIL REVAN NURAYA 500,000
35 AGUS SUYONO 500,000
36 SURATMI BINTI SINUNG 500,000
37 SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN 500,000
38 KHOIRUL NUR HUDA 500,000
39 KASMI BINTI SAKERAN 500,000
40 MTSR 2 MAGETAN 2,848,051
41 RSSR MAGETAN 772,858
42 ABDULLAH JAMAL 1,000,000
43 ALI SYAIFUDIN 1,300,000
44 MARNINGSIH BINTI SUMARTO 2,000,000
45 HAPSAH ZAINUDDIN 800,000
46 ABDUL JABAR 800,000
47 SURYATI BINTI SARKAWI 2,000,000
48 SUPARYONO BIN NGADONO 500,000
49 RSSR LAMPUNG 1,000,000
50 Abdul Jamil 500,000
Total   40,643,039