Aguswanto (40th, Aguswanto, tulang pinggul) Dusun Warungdowo RT 001 RW 002 ,Pandaan, Pasuruan, Jawatimur Pak Agus mengalami kecelakaan saat ia mengandarai sepeda motornya sepulang kerja di daerah purwodadi,Pasuruan, Jawatimur. Sepeda motor yang ia kendarai ditabrak dari belakang oleh bus antar kota. Pak Agus terjatuh tetapi beruntung kepalanya tidak sampai terbentur ke Aspal. namun, tubuh bagian bawahnya mulai dari perut sampai paha sempat terlindas oleh ban depan sebelah kiri. warga yang berada di sekitar lokasi segera menolong pak Agus dan membawanya kerumah sakit. luka yang di derita cukup parah sehingga pak Agus harus dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan di Surabaya, kondisi pak Agus mulai menunjukkan perkembangan yang baik. kini beliau sudah bisa berjalan dan bekerja kembali. saat ini beliau masih menjalani kontrol rutin setiap bulan.

Jumlah:Rp. 750.000
Tangal:08-11-2026
Kurir:Bambang kuncoro

Pak Agus retak tulang pinggul


PARSINI SARYONO (55/Bantuan Biaya Transport ke RS dan Pembelian Obat diluar tanggungan BPJS, PARSINI SARYONO, Asam Urat) Panusupan RT 002 RW 05 Kec. Rembang Purbalingga Sudah 4 tahun Ibu Parsini mulai mengeluh linu di sekujur tubuhnya. Beliau kemudian dibawa ke klinik terdekat namun belum mengalami perubahan yang signifikan. Setelah berobat ke dokter ternyata Ibu Parsini didiagnosis mengalami asam urat kronis. Ibu Parsini sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Ibu Parsini masih susah untuk menggerakkan tubuh dan hanya berbaring ditempat tidur. Selama berobat Ibu Parsini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya berobat serta akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Parsini dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Parsini segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Kurir : @ddeean @purnawanspd @paulsyifa
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:06-09-2018

Ibu Parsini didiagnosis mengalami asam urat kronis


SITI MAIMUNAH (61, Asma Akult) Alamat : Jalan Tabrani Ahmad gang. Setara RT. 007/RW. 026, Kelurahan Sungai Jawi dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Ibu Siti panggilan beliau adalah seorang janda yang sudah sejak lama di tinggal suami. Sakit yang di derita beliau sejak setelah melahir kan anaknya yang hanya satu-satunya anak perempuan sekitar 35 tahun yang lalu, selama itu beliau sudah harus bolak balik masuk rumah sakit dan di rawat. Sejak 2 tahun terakhir kondisi beliau membaik dari komplikasi penyakit yg di derita, tapi khusus untuk asmanya yang masih terus menyerang seiring dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Sekitar 1 bulan yang lalu ketika beliau harus di opname hampir setiap minggu harus ke UGD untuk di uap karena serangan asmanya tim kurir SR menyarankan agar di belikan alat nebulizer agar bisa di rawat di rumah dengan hanya resep dokter dan tidak harus ke UGD setiap minggu untuk di uap. Alhamdulillah Bantuan Sedekaholic telah di sampaikan pada ibu Siti semoga beliau selalu sehat, amin

Jumlah Bantuan : Rp.650.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2018
Kurir : Hamida, @ahmadtaqiyudin5

Bu Siti menderita asma akut


KASTI BINTI WARMAN (48, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Gedog, RT 2/5, Desa Palugon, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2009, ada benjolan di payudara kiri Ibu Kasti sebesar ibu jari. Beliau tidak merasa nyeri dan disangka hanya benjolan biasa namun semakin lama semakin membesar. Dua tahun kemudian Ibu Kasti memeriksakan diri ke Puskesmas Wanareja dan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Mitra Idaman Banjar Patoman, Jawa Barat. Dokter Bedah mendiagnosis ada tumor di payudara kiri Ibu Kasti. Kemudian dilakukan operasi pengambilan tumor dan beliau harus menjalani kontrol rutin sebanyak 5 kali pasca operasi. Dokter menyarankan untuk rutin kontrol tiap 3 bulan namun saran tersebut tidak dilakukan karena terkendala biaya. Di tahun 2013, benjolan di payudara kiri tumbuh sebesar ibu jari dan terus membesar. Bulan Juni 2017, benjolan di payudara kiri pecah namun Ibu Kasti tidak langsung memeriksakan diri karena terkendala biaya. Bulan September 2017, beliau berobat kembali ke RS Patroman Banjar kemudian dirujuk ke RS Margono Soekarjo Purwokerto dan dilakukan biopsi. Dokter spesialis bedah onkologi menyarankan dilakukan kemoterapi sebanyak 6 kali. Pada tahun 2013, suami Ibu Kasti, Bapak Admin meninggal dunia karena sakit paru-paru. Ibu Kasti tinggal bersama ibu Carsih anak beliau. Penghasilan keluarga Ibu Carsih hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari. Biaya pengobatan Ibu Kasti terbantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun masih terkendala oleh biaya transportasi dan penginapan selama menjalani kemoterapi di RS Margono. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kasti. Santunan dari sedekaholics diberikan untuk membantu operasional radioterapi di RS Margono. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1114. Keadaan Ibu Kasti saat ini masih menjalani proses sinar di RS Margono. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan Ibu Kasti dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2018
Kurir : @ddeean @ddeean @yaswi_rd

Bu Kasti menderita kanker payudara kiri


MUHAMAD FATHUR HIDAYAT (16, Epilepsi + Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak). Alamat : RT 3/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Fathur berusia 4 tahun, ia mengalami demam tinggi dan menggigil. Orang tuanya membawa Fathur ke puskesmas terdekat. Kemudian ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan didiagnosis terkena malaria. Selang waktu 8 tahun, ia kembali mengalami demam tinggi, menggigil hingga kejang-kejang dan keluar busa dari mulutnya. Ia pun segera dilarikan ke RSUD Banyumas dan dirawat inap selama 12 hari dengan diagnosis menderita malaria yang sudah sampai ke otak. Dokter menyarankan agar ia menjalani kontrol rutin setiap bulan. Namun 8 bulan yang lalu, ia kembali kejang-kejang saat membonceng sepeda motor bersama temannya. Setelah diperiksakan di RSUD Banyumas, diketahui ada pendarahan di otaknya. Ia pun dirawat inap selama 7 hari dan harus menjalani kontrol rutin setiap sebulan sekali. Setiap bulan ia harus menebus obat dengan harga yang cukup mahal karena jika tidak mengkonsumsi obat, ia akan kejang-kejang kembali. Ayahnya, Setiyoso sudah meninggal, sedangkan ibunya, Suratmi (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Fathur juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sehingga ia sangat kesulitan untuk menebus obat dan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fathur sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya obat, transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah di sampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1137. Kini Fathur masih menjalani pengobatan kontrol setiap satu bulan sekali ke RSUD Banyumas. Semoga Fathur segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 4 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Fathur menderita malaria yang sudah sampai ke otak


NOVA ELIZA (4, Gangguan Tumbuh Kembang + Jantung bocor ). Alamat : RT 3/5, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Nova terlahir normal namun sejak berusia 5 bulan sampai saat ini tumbuh kembangnya melambat tidak seperti anak-anak seusianya. Sekitar dua tahun yang lalu Nova menderita badan lemas pucat, sesak nafas, batuk dan panas. Ia dibawa berobat ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Nova langsung ditangani oleh dr. Hartono, Sp.A dan didiagnosis menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor. Kaki Nova kaku dan kecil. Ia dianjurkan untuk menjalani fisioterapi dan terapi wicara setiap setengah bulan sekali. Nova adalah anak kedua dari pasangan Wasito (42) dan Sarisah (36). Bapak Wasito bekerja sebagai buruh lepas, sedangkan Ibu Sarisah adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Nova dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas III. Namun Nova dan keluarga masih kesulitan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, transportasi ke rumah sakit dan membayar iuran BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nova sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan hidup sehari-hari, membayar iuran BPJS, akomodasi serta transportasi ke RSUD Banyumas dan ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta tiga bulan sekali. Santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1145. Kondisinya saat ini tuna rungu, kaki lututnya mengecil, pucat, lemas dan kesulitan bicara. Semoga santunan dari sedekaholic dapat bermanfaat dan Nova segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Nova menderita gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta jantung bocor


SUKIJAN BIN SAWIMURI (60, Patah Tulang Paha Kanan). Alamat : Rt 1/3, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 18 Juli 2018 yang lalu, Pak Sukijan mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai penderes nira. Beliau jatuh dari pohon kelapa dan pingsan. Beliau dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari yang kemudian dirujuk ke RS Banyumas dan dirujuk lagi ke RS Wiradadi Husada lalu rawat inap selama 15 hari. Bapak Sukijan mengalami patah tulang paha kanan ditambah syaraf yang ikut terkena karena kecelakaan tersebut. Dokter menganjurkan untuk operasi dan kini kondisi Bapak Sukijan belum bisa berjalan dan diharuskan kontrol setengah bulan sekali. Bapak Sukijan sehari-harinya bekerja sebagai penderes nira, sedangkan istrinya Ludiyah (54) hanya seorang ibu rumah tangga. Selama berobat, Bapak Sukijan dibantu oleh jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Dikarenakan Bapak Sukijan yang saat ini tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga, beliau kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sukijan dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang semoga dapat membantu biaya kebutuhan sehari-hari beliau. Kami berharap semoga Bapak Sukijan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 4 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Bapak Sukijan mengalami patah tulang paha kanan


MAKMURI BIN MANYAMA (49, Gagal Ginjal). Alamat : RT 4/1, Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2013 yang lalu, Bapak Makmuri mengalami sesak nafas, berkeringat dingin dan jantung berdetak kencang sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Kemudian beliau dirawat inap selama 10 hari. Dokter mendiagnosis Bapak Makmuri menderita gagal ginjal. Dokter juga menganjurkan agar beliau menjalani cuci darah rutin dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa dan Jum’at di RSUD Banyumas. Sampai saat ini, beliau masih rutin menjalani cuci darah sudah enam tahun. Sejak sakit, Bapak Makmuri tidak bekerja. Istrinya, Ratiniyem (47) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Bapak Makmuri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Penghasilan keluarga pun terhenti dan mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Makmuri sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-harinya. Santunan sebelumya telah disampaikan dan laporanya terdapat dalam rombongan 1142. Kini beliau masih sering merasa pusing, nyeri di pinggang, mual, dan sesak nafas. Semoga Bapak Makmuri selalu diberi kesabaran dan tetap semangat menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bapak Makmuri menderita gagal ginjal


INDRA SUTIKNO (31, Radang Sendi Tulang Pinggul). Alamat : Desa Karangnangka, RT 4/3, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2000, Bapak Indra mengalami sakit di lutut dan memar. Kemudian dibawa ke pijat syaraf dan diketahui terjadi syaraf kejepit di lutut. Sering kambuh beberapa kali, lutut Bapak Indra bengkak dan tidak bisa jalan. Selain pijat syaraf, usaha lain yang dilakukan adalah periksa ke dokter Yayan Gunawan di Purbalingga. Pada tanggal 8 Juni 2018, pinggang dan selangkangan Bapak Indra terasa sakit sekali dan tidak bisa jalan. Akhirnya beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Nirmala Purbalingga dan dirawat inap selama 10 hari. Kondisi saat ini Bapak Indra masih belum bisa berjalan dan tulang pinggang masih bengkak serta kaku. Sebagai kepala keluarga, saat ini Bapak Indra tidak bisa melaksanakan kewajibannya. Untuk kebutuhan sehari-hari beliau dibantu oleh istrinya yaitu Dwi Yuni Astuti (24) yang bekerja sebagai karyawan swasta salah satu pabrik di Purbalingga. Saat ini beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, Bapak Indra mengalami kesulitan dalam biaya akomodasi rawat jalan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Indra dan bisa menyampaikan santunan dari sedekaholic. Santunan yang diberikan untuk biaya akomodasi rawat jalan Bapak Indra. Semoga beliau lekas sembuh sehingga beliau bisa beraktivitas seperti semula dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 3 September 2018
Kurir : @ddeean Tono @yaswi_rd

Indra menderita saraf kejepit di lutut


JUAN REVI MAHARDIKA (4, Radang Sendi + Leukemia). Alamat : RT 2/4, Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal Juni 2017 orang tua Dik Juan mendapati sendi tangan dan kaki anaknya tiba-tiba membengkak. Kemudian Dik Juan dipijat dengan harapan pembengkakan pada sendinya berkurang namun kondisinya tidak membaik. Lalu ia dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari Buntu dan diberikan beberapa obat, tetapi kondisi sendinya semakin membengkak. Orang tua Dik Juan lalu membawanya ke dokter spesialis anak, dr. Hartono dan dianjurkan untuk kontrol selama 10 hari. Namun setelah kontrol 10 hari kondisi Dik Juan tidak menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Karena kondisinya yang seringkali kambuh, akhirnya orang tua Dik Juan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan harus diopname selama 6 hari. Dokter mendiagnosis Dik Juan menderita radang sendi komplikasi leukemia, lalu dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Karena kondisinya tersebut, saat ini Dik Juan masih menjalani kemoterapi dan transfusi darah di RS Sardjito. Ayahnya, Imam Santoso (29) bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara ibunya, Marhamah (25) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang kecil membuat ayah Dik Juan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai keperluan akomodasi untuk kontrol Dik Juan. Selama berobat, Dik Juan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Juan dan keluarga. Santunan dari sedekaholic diberikan untuk biaya akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakarta dan biaya kehidupan sehari-hari. Santunan sebelumya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1091. Kondisi saat ini Dik Juan masih merasa nyeri dan kesemutan untuk berjalan, telapak kakinya membiru, lemas. Sekarang ia sedang menjalani kemoterapi selama tujuh minggu di RS Sardjito. Semoga Dik Juan dapat kembali sehat dan tumbuh dengan ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Dik Juan menderita radang sendi komplikasi leukemia


SARKAM SANSUMARTO (62, Prostat + Hernia ). Alamat : Jl. Blanak, RT 5/3, Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sarkam lima tahun yang lalu, merasakan sakit pinggang dan tulang selalu terasa linu saat tubuh digerakkan. Sakit tersebut tidak juga berkurang hingga Bapak Sarkam dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Pihak rumah sakit menyatakan beliau menderita penyakit prostat. Kemudian, dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Setelah operasi, Bapak Sarkam belum dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, selang satu minggu dianjurkan untuk operasi yang ke dua karena operasi yang pertama mengalami infeksi. Alhamdulillah keadaannya membaik. Namun lima bulan yang lalu Bapak Sarkam merasakan sakit yang luar biasa kembali di bagian tedun, pusing, dan ulu hati nyeri, beliau langsung dilarikan ke Puskesmas Kroya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil diagnosis Dr. Hermoyo meyatakan bahwa Bapak Sarkam terkena Hernia dan harus menjalani operasi pada tanggal 26 Agustus 2018. Kini beliau sudah menjalani operasi dan rutin menjalani kontrol satu Minggu sekali. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Bapak Sarkam bekerja di sawah sedangkan istrinya, Ibu Wartinah (58) tidak bekerja. Tujuh anaknya satu baru berkeluarga dan masing-masing tinggal di luar kota. Biaya pengobatan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau dan keluarga membutuhkan biaya untuk akomodasi selama melakukan kontrol dan operasional di Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sarkam sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi kontrol. Laporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan baru 8. Semoga dapat meringankan beban dan Bapak Sarkam dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 3 September 2018
Kurir : @ddean Lasminah @yaswi_rd

Pak Sarkam menderita penyakit prostat


WACHID BIN SALIM AMIR SADIRAN (29, Patah Tulang Paha Kanan + Patah Tangan Kanan + Mata Kanan Buta Permanen). Alamat : RT 2/7, Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 17 Juli 2018, Wachid mengalami kecelakaan saat akan berangkat kerja kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari dan dirujuk ke RS Siaga Medika Banyumas. Beliau sempat koma selama 4 hari dan dirawat selama setengah bulan. Setelah sadar, Wachid dianjurkan untuk operasi tulang paha kanan dan operasi mata kanan. Akibat kecelakaan tersebut, syaraf mata kanannya terkena dampaknya dan mengalami buta permanen. Kondisi Wachid saat ini belum bisa berjalan dengan normal dan tangan kanan belum bisa digerakkan, beliau juga diharuskan kontrol setengah bulan sekali. Bapaknya, yaitu Bapak Salim Amir Sadiran (57) bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya yaitu Nasiyah (54) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Wachid dibantu oleh jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Beliau masih memiliki tanggungan biaya rumah sakit sebanyak Rp 35.000.000,- sehingga harus meminjam uang dari tetangga dan saudara. Selain itu Wachid mengalami kesulitan dalam pelunasan biaya tunggakan rumah sakit pasca operasi, transportasi untuk kontrol ke RS Siaga Medika Banyumas dan biaya kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Wachid sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang semoga bisa membantuya. Semoga beliau lekas sembuh, dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Washid menderita Patah Tulang Paha Kanan + patah tangan kanan + mata kanan buta permanen


SYARIFUDIN ABDULRAHMAN FARIH ( 2, Penyumbatan Saluran Kencing). Alamat : Desa Asinam, RT 3/1, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 3 bulan yang lalu, Farih mengeluh sakit ketika buang air kecil. Orangtua Farih membawanya ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara untuk di operasi. Sampai saat ini masih belum diketahui jadwal operasi Farih, sekarang ia hanya minum obat dari dokter saja dan masih merasa sakit ketika buang air kecil. Farih adalah putra dari Bapak Suratno (27) dan Ibu Wastri (26). Bapak Suratno bekerja sebagai petani, sedangkan istrinya hanya seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Farih menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Orang tua Farih kerap mengalami kesulitan dalam hal biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Farih dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Farih cepat mendapatkan jadwal operasi dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 6 September 2018
Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd

Farih menderita penyumbatan saluran kencing


SARTINAH BAWON (61, Buta). Alamat : Desa sered, RT 2/3, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah 9 tahun yang lalu, Ibu Bawon jatuh terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Keluarganya membawa Ibu Bawon ke puskesmas dan ketika sadar Ibu Bawon sudah merasa ada yang aneh pada matanya, Beliau tidak dapat melihat dengan jelas. Dari pihak puskemas diberi rujukan untuk ke rumah sakit, namun oleh suaminya tidak membawa Ibu Bawon ke rumah sakit melainkan ke pengobatan alternatif. 2 tahun kemudian Ibu Bawon baru memeriksakan diri ke rumah sakit, namun penyakitnya sudah semakin parah. Kondisi Ibu Bawon saat ini masih belum bisa melihat. Suaminya, Ahmad (65) bekerja sebagai buruh. Selama pengobatan, beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Bawon mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Bawon dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat, dan Ibu Bawon tetap semangat melawan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 6 September 2018
Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd

Bantuan tunai


ROHYATI NASIM (44, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 4/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Ibu Rohyati bermula dari seluruh dada hingga punggung yang terasa linu dan nyeri. Beliau sempat berobat ke puskesmas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Orthopaedi dan RS Banyumas, namun juga belum ada perkembangan. Semakin lama, payudara kanan Ibu Rohyati mulai membesar, sehingga beliau diperiksakan ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker payudara sebelah kanan yang sudah menyebar hingga ke tulang rusuk. Beliau pun dijadwalkan menjalani operasi pada 17 Mei 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Namun pada awal Januari 2018, payudara pasca operasi ada benjolan lagi sehingga pada 26 Februari 2018 beliau harus dioperasi lagi. Sepekan kemudian operasi ketiga dilakukan untuk penambalan payudara dari daging pahanya. Tiga bulan pasca operasi yang terakhir Alloh berkehendak lain Ibu Rohyati menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto pada tanggal 31 Agustus 2018. Suaminya, Nasim (47) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya tersebut sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Menjelang Ibu Rohyati dioperasi yang ke tiga, Bapak Nasim pergi ke Bandung untuk bekerja mencari tambahan biaya pengobatan istrinya. Ibu Rohyati pun sementara harus tinggal berdua dengan putranya yang masih kelas 5 SD. Biaya pengobatan Ibu Rohyati dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga Ibu Rohyati sehingga dapat menyampaikan santunan kematian dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1137. Semoga Ibu Rohyati meninggal dengan Husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan tetep semangat ikhlas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bu Rohyati menderita kanker payudara kanan


BADRIYAH BIN KASMURI (44, Gagal Ginjal + Hipertensi). Alamat : RT 1/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir tahun 2017, Ibu Badriyah sering mengeluh merasa sesak nafas dan sering merasa sakit pada pinggang dan kepala. Beliau langsung berobat ke bidan setempat, namun tidak kunjung sembuh justru semakin merasa pusing dan muntah. Bulan Februari 2018 lalu, beliau diopname di Rumah Sakit (RS) Manunggal Buntu, kemudian didiagnosis oleh dokter menderita gagal ginjal dan hipertensi. Ibu Badriyah diwajibkan untuk cuci darah 2 kali dalam sepekan yaitu di hari Rabu dan Sabtu. Bulan April lalu beliau harus dirujuk ke RS PKU Gombong dikarenakan kadar hemoglobinnya rendah. Namun Allah berkehendak lain, Ibu Badriyah menghembuskan nafas terakhir tanggal 6 Juli 2018 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Suaminya, Supardi (53) hanya seorang buruh penderes nira. Selama berobat Ibu Badriyah dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Badriyah sehingga dapat menyampaikan santunan kematian dari sedekaholic. Semoga Ibu Badriyah meninggal dengan Husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah @yaswi_rd

Bu Badriyah menderita gagal ginjal dan hipertensi


FARID ATALLAH (1, Hydrocephalus ). Alamat : Desa Bantarwaru, RT 1/3, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Farid sejak lahir sudah mengalami penyakit hydrocephalus dan sudah terlihat dari bentuk fisiknya. Orang tuanya rutin memeriksakan Farid ke puskesmas. 1 bulan yang lalu, Farid mendapat rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Dokter mengatakan bahwa Farid harus melakukan operasi pada tanggal 1 Agustus. Farid adalah putra dari pasangan Muhammad Alvian (21) dan Ika Viatun (18). Ayah Farid bekerja sebagai pedagang, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Selama pengobatan, Farid menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Farid sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Semoga bermanfaat, dan semoga Farid lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 September 2018
Kurir : @ddeeaan Suratno @yaswi_rd

Farid sejak lahir sudah mengalami penyakit hydrocephalus


MARDI BIN SANUMAR (67, Stroke). Alamat : Desa Madukara, RT 4/2, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Kejadiannya berawal dari 3 tahun lalu, Pagi hari ketika Bapak Mardi bangun tidur dan hendak mengambil air wudhu, kakinya terasa kaku dan tidak bisa berjalan. Keluarga membawa Bapak Mardi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara, beliau divonis terkena stroke dan harus rawat inap selama 5 hari. Kondisi Bapak Mardi saat ini sudah membaik dan sudah dapat berjalan namun masih harus menjalani terapi. Istri Bapak Mardi yaitu Ibu Suminah (71) yang sehari-hari merawat beliau. Selama pengobatan, Bapak Mardi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Beliau mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya akomodasi untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mardi dan menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Mardi tetap semangat menjalani terapi dan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 September 2018
Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd

Pak Mardi divonis terkena stroke


PARSINI SARYONO (55, Asam Urat). Alamat : Panusupan RT 002 RW 05 Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Sudah 4 tahun Ibu Parsini mulai mengeluh linu di sekujur tubuhnya. Beliau kemudian dibawa ke klinik terdekat namun belum mengalami perubahan yang signifikan. Setelah berobat ke dokter ternyata Ibu Parsini didiagnosis mengalami asam urat kronis. Ibu Parsini sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Ibu Parsini masih susah untuk menggerakkan tubuh dan hanya berbaring ditempat tidur. Selama berobat Ibu Parsini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya berobat serta akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Parsini dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Parsini segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : 500.000
Tanggal : 6 September 2018
Kurir : @ddeean @purnawanspd @paulsyifa

Ibu Parsini didiagnosis mengalami asam urat kronis


SUMARSO BIN MARTAWI (77, Paru – Paru). Alamat : Panusupan RT 03 RW 05 Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 4 tahun yang lalu Bapak Sumarso mulai mengalami susah bernafas. Beliau kemudian dibawa ke klinik terdekat serta menjalani beberapa pengobatan alternatif namun belum mengalami perubahan yang signifikan. Setelah berobat ke dokter ternyata Bapak Sumarso didiagnosis mengalami penyumbatan di paru-paru. Kemudian setelah konsultasi dengan keluarga dan dokter, Bapak Sumarso akhirnya dirujuk di Rumah Sakit (RS) Gutheng Purbalingga. Bapak Sumarso sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Selama berobat Bapak Sumarso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya kontrol serta akomodasi. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Sumarso dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Sumarso segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 September 2018
Kurir : @deeaan @purnawanspd devyana

Bapak Sumarso didiagnosis mengalami penyumbatan di paru-paru


LUKMAN ROMADONI (19, Paru – Paru Basah). Alamat : Panusupan RT 01 RW 05 Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Lukman menderita gangguan pernapasan sudah lebih dari 3 tahun. Selama ini ia sering berobat ke klinik BP4 Purwokerto. Namun kondisinya tak kunjung membaik. Saat ini kondisi Lukman memerlukan perawatan intensif karena ia sering merasakan sesak napas. Lukman sempat menjalani rawat inap di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Lukman adalah putera dari pasangan Bapak Imam Suparno (52) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Karmini (49) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Imam sebagai buruh sangat kecil sehingga kesulitan memenuhi biaya transportasi dan akomodasi Lukman selama berobat. Pengobatan Lukman dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Lukman dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi Lukman selama berobat. Semoga dapat bermanfaat dan Lukman dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 September 2018
Kurir : @ddeean @purnawanspd @firdhanelis

Lukman menderita gangguan pernapasan sudah lebih dari 3 tahun


SADAR SARYONO (19, Tumor Ganas di Ketiak Kanan). Alamat : RT 10/3, Desa Kejambon, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Seperti remaja pada umumnya, Sadar adalah seorang remaja yang mempunyai banyak teman dan mudah bergaul. Suatu ketika, Sadar merasa gatal di bagian ketiak kanannya. Setelah digaruk, lama-kelamaan benjolan tersebut membesar. Menyadari hal tersebut, Sadar tidak langsung berobat atau memberi tahu kedua orang tuanya. Setelah ditegur oleh rekan kerjanya, barulah ia memeriksakan diri di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita tumor dan harus segera dioperasi. Ia menjalani operasi pembedahan dan pengangkatan tumor pada Januari 2017. Namun pada Juni 2017, jahitan bekas operasinya terlepas saat Sadar bermain bermain bersama temannya di kampung. Ia pun dilarikan keRumah Sakit (RS) Siaga Medika Pemalang. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita tumor ganas. Ia pun dirujuk ke RS Margono untuk menjalani kemoterapi. Bulan Maret 2018, Sadar kembali mengeluh benjolan di ketiaknya tumbuh lagi. Ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke RS Margono dan dianjurkan untuk melakukan proses sinar kembali. Selama pengobatannya, Sadar ditemani ibunya, Masrah (60). Ayahnya, Sukarlan (65) bekerja sebagai buruh tani bersama ibunya. Sebelum sakit, Sadar bekerja sebagai penjahit di sebuah usaha konveksi. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang semenjak Sadar tidak bekerja. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Sadar dioperasi kembali pada awal September. Namun, satu minggu setelah operasi keadaan Sadar semakin drop dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 9 September 2018. Alhamdulillah kami dipertemukan kembali dengan keluarga Sadar dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan masuk dalam rombongan baru 4. Sedekah Rombongan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga, semoga Sadar mendapat tempat terbaik di sisiNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 September 2018
Kurir : @ddeeaan @yaswi_rd

Sadar menderita tumor ganas


JANIYAH BINTI SOLIHUN (32, Luka Kecelakaan di Bagian Wajah). Alamat : RT 2/3, Dusun Biting, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Senin, 2 Juli 2018 pukul 05.00 WIB di pertigaan jalan RT 5/4, Dusun Rejadadi, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, terjadi kecelakaan 2 mobil pick up yang beriringan untuk mengantar sunatan dan hadroh. Saat itu cuaca sedang berkabut dan sopir melihat ada kucing sehingga lewat dan mobil terguling. Ibu Janiah salah seorang keluarga yang mengikuti rombongan. Luka yang dialami di bagian muka. Anaknya, Roliana (11) turut menjadi korban dengan patah tulang pada bagian lengan kiri. Para korban dievakuasi ke PKU Muhammadiyah dan RSUD Purbalingga. Ibu Janiyah dirujuk ke RSUD dan dirawat inap karena lukanya banyak di daerah wajah. Begitu juga dengan Roliana yang harus menjalani operasi untuk memasang gips pada lengannya. Sebelum kecelakaan Ibu Janiah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Suaminya, Bapak Sueb (38) bekerja serabutan sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena menanggung dua anak yang sedang bersekolah. Ibu Janiyah dan Roliana memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Janiyah dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Janiyah dan Roliana segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 September 2018
Kurir : @ddeean Rahayu @yaswi_rd

Bu Janiyah menderita patah tulang pada bagian lengan kiri


AFRIYANTO BINTI RISWANTO (18, Luka Kecelakaan di Kepala). Alamat : RT 2/3, Dusun Biting, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Senin, 2 Juli 2018 pukul 05.00 WIB di pertigaan jalan RT 5/4, Dusun Rejadadi, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, terjadi kecelakaan 2 mobil pick up yang beriringan untuk mengantar sunatan dan hadroh. Saat itu cuaca sedang berkabut dan sopir melihat ada kucing sehingga lewat dan mobil terguling. Bapak Rusminto dan Afri adalah salah seorang keluarga yang mengikuti rombongan. Para korban dievakuasi ke PKU Muhammadiyah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga. Bapak Rusminto dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena koma dan setelah beberapa hari akhirnya beliau meninggal dunia. Sedangkan Afri dirujuk ke RSUD dan dirawat inap karena lukanya di daerah kepala belakang sehingga mengalami hilang ingatan. Ibunya, Ibu Ruswati (40) bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Afri memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Keluarganya masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena menanggung anak dan orang tua yang lanjut usia. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Afri dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari keluarga yang ditinggalkan. Semoga Almarhum Bapak Rusminto diampuni semua dosa, keluarga diberikan ketabahan keikhlasan dan Afri segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal 11 September 2018
Kurir : @ddeean Rahayu @yaswi_rd

Arfi mengalami kecelakaan


TRI YUGA PRASETYA BIN SUNARYO SURIP (9, Patah tulang tangan kiri karena kecelakaan). Alamat : RT 02/03 Dusun Biting Desa Pengalusan Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Senin, 2 Juli 2018 pukul 05.00 WIB di pertigaan jalan RT 5/4 Dusun Rejadadi Desa Serang Kecamatan Karangreja terjadi kecelakaan 2 mobil pick up yang beriringan untuk mengantar sunatan dan hadroh. Saat itu cuaca sedang berkabut dan sopir melihat ada kucing sehingga lewat dan mobil terguling. Adek Tri Yuga salah seorang keluarga yang mengikuti rombongan. Luka yang dialami di yaitu patah tulang pada bagian lengan kiri. Tri Yuga salah satu pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Adek Tri Yuga memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Tri Yuga di tinggal di rumah bersama dua kakaknya, ibunya, Warsih (41) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta sedangkan kakak tertua juga bekerja di Jakarta di proyek bangunan. Ayahnya, Bapak Sunaryo Surip (43) tidak tahu keberadaannya dan tidak mengurusi keluarga, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ibunya harus tega hidup jauh untuk bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Adik Tri Yuga dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Semoga Adik Tri Yuga segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala serta dapat bersekolah kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 September 2018
Kurir : @ddeean rahayu

Tri mengalami patah tulang tangan kiri karena kecelakaan


SAKTIANA ARIFATUN NISA (23, Patah Tulang Paha). Alamat : RT 1/3, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Sabtu, 9 Juni 2018 Saktiana jatuh dari ketinggian 6 meter di Panti Rehabilitasi Wanita Purbalingga. Saat itu Saktiana ingin pulang ke rumah suaminya. Setelah jatuh Saktiana dibawa ke Puskesmas Serayu Larangan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Nirmala Purbalingga. Saktiana menderita patah tulang paha kiri. Saat itu Saktiana baru melahirkan anak pertama. Bidan desa yang bertugas melakukan kunjungan nifas pada ibu melahirkan menemukan Saktiana sedang kesakitan dengan kaki yang terbungkus kain dan kardus. Bidan desa kemudian melaporkan pada Kepala Puskesmas Mrebet yang juga kurir Sedekah Rombongan. Oleh kepala puskesmas segera dikunjungi bersama dokter dan perawat puskesmas dan diambil keputusan segera dirujuk. Namun kesulitan pada kartu jaminan kesehatan yang masih disimpan Ibu Saktiana. Setelah kartu diperoleh ternyata mempunyai tunggakan pembayaran selama 6 bulan. Berhubung kondisi kaki yang mulai membusuk dan menghitam Kepala Puskesmas mengusahakan pembayaran tunggakan BPJS dan berkoordinasi dengan tim Sedekah Rombongan Banyumas Raya dan membawa Saktiana ke RSUD untuk dioperasi. Saat ini Saktiana sudah dioperasi dan sedang dalam masa penyembuhan. Suaminya, Agus Turyanto (33) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu Saktiana memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI Kelas II. Namun beliau masih kesulitan untuk membayar tunggakan BPJS dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Saktiana dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan digunakan untuk membayar tunggakan BPJS dan membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Saktiana segera diberikan kesembuhan dan dapat berjalan kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 September 2018
Kurir : @ddeean rahayu

Saktiana menderita patah tulang paha kiri


SUPANGAT MAKSUM (47, Liver). Alamat : RT 01/RW 01 Desa Campakoah, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah . Sejak kecil Bapak Supangat Maksum sering mengalami sakit perut, namun masih bisa sembuh sendiri. Sekitar 2 tahun yang lalu mulai terasa sakit yang lebih sering tetapi almarhum diam tidak bilang keluarga. Pada bulan Mei 2018 saat menjalankan ibadah puasa baru beberapa hari beliau mengalami nyeri hebat dengan perut yang membesar dan kaki bengkak. Keluarga segera membawanya ke Puskesmas Serayu Larangan dan oleh dokter dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Setelah dirawat 6 hari Bapak Supangat Maksum diperbolehkan pulang. Satu bulan kemudian Bapak Maksum sakit lagi dan dirawat inap selama 3 hari kemudian pulang. Namun setelah 10 hari Bapak Supangat Maksum meninggal dunia setelah muntah darah pada hari Kamis, 17 Agustus 2018. Saat sehat almarhum bekerja sebagai penderes. Namun jumlah anak yang banyak yaitu 8 anak serta istrinya, Ibu Swinani (37) yang tidak bekerja semakin membuat berat biaya hidup sekeluarga. Anak pertama, Wikoyatul Khasanah (15) kelas 1 Madrasah Aliyah tinggal di pondok pesantren. Anak kedua Khamid (13) kelas 2 Madrasah Tsanawiyah. Anak ketiga Kamalatif (12) kelas 6 Sekolah Dasar. Anak keempat dan kelima kembar Khasniyah dan Khusniyah (10) kelas 4 SD. Anak keenam Tina Jayanti (7) kelas 1 SD, anak ketujuh Intan (4) belum sekolah dan terakhir anak ke delapan Ajibulloh (2) belum sekolah. Bapak Supangat mempunyai jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI namun kesulitan untuk biaya hidup dan berangkat kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Supangat Maksum sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantunan diberikan untuk santunan kematian. Semoga almarhum diampuni semua dosa dan diterima semua amal serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 27 September 2018
Kurir : @ddeean Rahayu

Santunan kematian


TUHARDI TUSWAN (64, Asam Urat + Reumatik Kronis). Alamat : Panusupan RT 002 RW 05 Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tuhardi sudah cukup lama menderita asam urat. Penyakit beliau sering kambuh dan kakinya bengkak. Kondisi beliau saat ini perlu penanganan medis karena kesulitan bergerak. Istri beliau, Daliah (56) bekerja sebagai petan. Penghasilannya sebagai petani sangat kecil sehingga kesulitan memenuhi biaya transportasi dan akomodasi berobat suaminya. Selama berobat Bapak Tuhardi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tuhardi dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi beliau selama berobat. Semoga dapat bermanfaat dan Bapak Tuhardi dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 14 September 2018
Kurir : @ddeean @purnawanspd @firdhanelis

Pak Tuhardi menderita asam urat dan reumatik


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 6 terapi suntik dan obat. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama ia menjalani kontrol di RSUD Moewardi bulan November-Desember 2017. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 4 . Kini keadaan Yudi semakin membaik dan sudah dinyatakan sembuh. hanya saja masih harus kontrol 6 bulan sekali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 September 2018
Kurir : @ddeean @menttariii Rahayu

Yudi positif menderita tuberkulosis (TBC)


TASMI BINTI NAHRONI (50, Jantung + Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jetis, RT 2/1, Desa Sumberwulan, Kecamatan Solomerto, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. 2 tahun sudah Ibu Tasmi menderita sakit jantung dan ginjal. Beliau hanya mampu untuk berobat ke Mantri Budi. Mantri Budi menyarankan Ibu Tasmi untuk diopname, mengingat keadaanya yang harus mendapat tindakan medis. Namun beliau menolak dengan alasan terkendala biaya. Kondisi Ibu Tasmi saat ini kaki masih bengak, seringkali sesak nafas, dan hanya bisa duduk. Suaminya yaitu Bapak Slamet (52) hanya bekerja sebagai buruh pasar berpenghasilan kecil. Ibu Tasmi masih terbentur hutang di koperasi sebesar Rp 50.000.000,- sehingga beliau harus menjual rumah. Ibu Tasmi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kesulitan yang dihadapi beliau saat ini adalah pembiayaan akomodasi berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tasmi sehingga dapat menyampaikan santunan yang dapat dipergunakan untuk membantu biaya akomodasi untuk beliau berobat. Semoga Alloh mengangkat penyakit Ibu Tasmi sehingga beliau dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 Mei 2018
Kurir : @ddeean Santo Prihatmoko @yaswi_rd

Ibu Tasmi menderita sakit jantung dan ginjal


NUR ZULFAN LATANSA (11, Asma). Alamat : RT 2/1, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Zulfan mengidap penyakit asma sejak usianya 1 tahun. Karena penyakitnya ini, Zulfan tidak bisa melakukan aktivitasnya secara maksimal ditambah penyakitnya yang seringkali kambuh. Zulfan putra dari Slamet Riyadi (51) yang bekerja sebagai pegawai swasta. Sedangkan ibunya, Suprihatiningsih (38) bekerja sebagai guru PAUD. Karena keadaan ekonomi yang serba pas-pasan, orang tua Zulfan masih mempunyai tanggungan hutang kepada PKK RT untuk biaya berobat Zulfan. Selama pengobatan, Zulfan dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Orang tua Zulfan kerap mengalami kesulitan dalam biaya akomodasi berobatnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zulfan untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic. Semoga santunan yang diberikan dapat meringankan beban orang tuanya dan semoga Zulfan lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 Mei 2018
Kurir : @ddeean santo @yaswi_rd

Zulfan mengidap penyakit asma


SITI NUR (38, Kanker Mulut). Alamat : RT 3/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Januari 2017 Ibu Siti divonis kanker mulut oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Beliau disarankan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 36 kali di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Saat ini Ibu Siti masih menjalani rangkaian kemoterapi tersebut. Suaminya, Muhammad Ansori (45) adalah seorang karyawan pembuat roti. Pasangan ini memiliki 3 anak yang masih kecil. penghasilannya yang kecil hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. bahkan Bapak Ansori sempat izin tidak bekerja selama beberapa hari karena harus mengantar dan merawat Ibu Siti yang sedang sakit. Biaya pengobatan Ibu Siti dibantu jaminan kesehatan beripa JKN-KIS Non PBI Kelas II yang dibayarkan oleh pemilik toko roti tempat Bapak Ansori bekerja. Setelah selesai menjalani kemoterapi, Ibu Siti Nur di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Siti Nur sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke RSUP Sarjito dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1125. Ibu Siti akan menjalani operasi penambalan rahang atas di RSUP Sarjito Yogyakarta. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 9 September 2018
Kurir : @ddeean Lasminah

Ibu Siti divonis kanker mulut


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Aguswanto 750,000
2 PARSINI SARYONO 500,000
3 SITI MAIMUNAH 650,000
4 KASTI BINTI WARMAN 500,000
5 MUHAMAD FATHUR HIDAYAT 500,000
6 NOVA ELIZA 500,000
7 SUKIJAN BIN SAWIMURI 500,000
8 MAKMURI BIN MANYAMA 500,000
9 INDRA SUTIKNO 500,000
10 JUAN REVI MAHARDIKA 500,000
11 SARKAM SANSUMARTO 500,000
12 WACHID BIN SALIM AMIR SADIRAN 1,000,000
13 SYARIFUDIN ABDULRAHMAN FARIH 500,000
14 SARTINAH BAWON 500,000
15 ROHYATI NASIM 1,000,000
16 BADRIYAH BIN KASMURI 1,000,000
17 FARID ATALLAH 500,000
18 MARDI BIN SANUMAR 500,000
19 PARSINI SARYONO 500,000
20 SUMARSO BIN MARTAWI 1,000,000
21 LUKMAN ROMADONI 1,000,000
22 SADAR SARYONO 1,000,000
23 JANIYAH BINTI SOLIHUN 1,000,000
24 AFRIYANTO BINTI RISWANTO 1,000,000
25 TRI YUGA PRASETYA BIN SUNARYO SURIP 1,000,000
26 SAKTIANA ARIFATUN NISA 1,000,000
27 SUPANGAT MAKSUM 1,000,000
28 TUHARDI TUSWAN 1,000,000
29 YUDI PRIANTO 500,000
30 TASMI BINTI NAHRONI 500,000
31 NUR ZULFAN LATANSA 500,000
32 SITI NUR 1,000,000
Total 22,900,000