MARYANTO BIN SULINO (42 / Pasien, MARYANTO BIN SULINO, Ulkus Kronis) Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Dan Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi disana. Ia juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menajalan kontrol rutim secara mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Selama pengobatan Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Pertengahan bulan September ini kondisi kesehatannya semakin menurun dan pada tanggal 18 September hingga 2 Oktber harus dirawat di RSUP Dr Sardjito. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pengobatan dan perawatan luka pasien yang tidak tercover BPJS. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 10.

Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @aji_kristanto @panggihjuni @atinlelyas Rian
JUmlah bantuan:Rp. 1.028.300
Tanggal:05-10-2018

Pak maryanto menderita ulkus kronis


SAMINEM BINTI SODIKROMO (56 / Pasien, SAMINEM BINTI SODIKROMO, Ca Mamae) Dusun Dondong, RT 6/4, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Setahun yang lalu Bu Saminem merasakan benjolan di payudara sebelah kiri. Ia diperiksakan ke RSUD Wonosari, lalu dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Tetapi operasinya urung dilakukan karena saat itu tekanan darahnya tinggi. Bu Saminem pun melakukan pengobatan jalan dan mengonsumsi obat herbal saja. Bulan Juni lalu Bu Saminem merasakan sakit kembali, lalu diperiksakan ke RSUD Wonoasari. Kemudian ia dirujuk ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Alhamdulillah, Bu Saminem bisa melakukan operasi dengan lancar. Mulai tanggal 4 Agustus 2018 lalu Bu Saminem juga memulai kemoterapi yang dijadwalkan setiap dua puluh hari sekali. Selama pengobatan ini, Bu Saminem memanfaatkan fasilitas BPJS dari pemerintah. Suaminya, Sodarmo (68) sangat bersyukur atas kemudahan ini. Tetapi biaya transportasi dan akomodasi selama berobat masih terbilang mahal baginya, terlebih penghasilan sebagai pekebun tidak seberapa. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga Bu Saminem.

Kurir: @anggakusuma @aji_kristanto Wulan Rian Kunto
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:06-10-2018

Bu Saminem menderita ca mamae


FEBRI TRI HANDOKO (10 / Pasien, FEBRI TRI HANDOKO , Tumor) Dusun Cangkring Malang, RT 007, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY Febri, nama seorang anak putra bungsu dari tiga bersaudara Bapak Wakijan dan Ibu Wageti. Di usianya yang ke 10 tahun ini Febri sudah menjalani berbagai cobaan. Pada usia 5 tahun ia telah difonis menderita leukimia. Tahun 2016, saat berusia 8 tahun ia telah menjalani operasi tumor getah bening di leher, ketiak dan tangan. Ia juga menjalani kemo sebanyak 30 kali dan disinar bagian leher sekali untuk mengobati leukimia yang dideritanya. Tahun ini ia juga telah menjalani operasi tumor di pantat dan selakangan. Operasi kista yang dahulu pernah dijalaninya tumbuh lagi dan menjadi tumor. Febri Tri Handoko merupakam anak laki-laki yang kuat menghadapi penyakit ganas yang dideritanya. Bapak Wakijan ayah Febri hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Dalam pengobatan ini Febri menggunakan fasilitas Jamkesmas atau KIS. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke rumah Bapak Wakijan dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics untuk bantuan biaya pengobatan yang tidak tercover Jamkesmas/KIS. Kondisi terakhir dek Febri harus USG dan menjalani operasi tumor lagi ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta. Semoga Febri diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @keliqer @ wulansa43510514 @satyaluke
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:09-10-2018

Febri menderita leukimia


SUPARMO BIN WIRYO DINOMO (56 / Pasien, SUPARMO BIN WIRYO DINOMO, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dusun Nitikan Timur, RT 6/ 11, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Awalnya sekitar dua tahun lalu Bapak Suparmo merasa ada benjolan di lehernya. Keluarga pun segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Selanjutnya Bapak Suparmo dirujuk untuk pemeriksaan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Lalu Bapak Suparmo menjalani kemoterapi yang sudah selesai di bulan januari 2017. Kemudian dokter menyarankan tindakan medis selanjutnya dengan penyinaran. Bapak Suparmo mendapat jadwal sinar di Semarang. Biaya transportasi dan akomodasi selama di Semarang sangat memberatkan keluarga. Terpaksa, pengobatan Bapak Suparmo berhenti. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk sebulan yang lalu benjolan di leher Bapak Suparmo semakin membesar. Pihak keluarga sudah membawa periksa ke RSUP Dr. Sardjito. Dari pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan Bapak Suparmo melakukan tindakan sinar kembali. Mulai Januari 2018 Bapak Suparmo akan menjalani sinar selama 36x. Alhamdulillah Bapak Suparmo menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Istrinya, Kasirah (52) seorang ibu rumah tangga, sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Pasalnya, keluarga telah mencari penginapan di dekat rumah sakit tetapi harga tidak terjangkau bagi keluarga ini. Selama pengobatan di Yogyakarta Bapak Suparmo tinggal sementara di RSSR Jogja, sementara selama pengobatan ini juga mendapat fasilitas jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Upaya pengobatan untuk meriah kersehatan tela ditempuh bapak Suparmo, namun Allah mengkendakinya berpulang pada tanggal 10 Oktober 2018. Bantuan dari sedekahhollics disampaikan untuk membantu biaya pemakaman beliau. Mari kita berdoa semoga Bapak Suparmo khusnul khotimah. Aamiin. Bantunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1112.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @wulansa43510514 @panggihjuni Indo
Jumlah bantuan:Rp. 1.500.000
Tanggal:10-10-2018

Pak Suparmo menderita kanker kelenjar getah bening


MEYFINA NURITA YUDISTIRA (3 / Pasien, MEYFINA NURITA YUDISTIRA, Retinoblastoma) Dusun Dengok, RT 4/10, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY Di usia dua bulan, orangtua Dik Meyfina melihat ada yang aneh di mata sang buah hati. Saat itu tampak ada bintik putih di mata kirinya. Kemudian orangtuanya pun memeriksakan ke klinik dokter terdekat. Lalu Dik Meyfina dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan laboratorium dan kontrol rutin sebanyak 7x diketahui adanya kanker ganas di mata kiri putri dari Bapak Yudiantara (38) dan Ibu Nur Hayati (29) ini. Pada tanggal 7 Juni 2018 lalu dilakukan tindakan operasi pengangkatan mata kiri. Pascaoperasi tersebut Dik Meyfina hanya melakukan 1x kontrol. Pasalnya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Mereka harus menyewa mobil dari rumah dengan biaya tak murah, bahkan sampai saat ini pun mereka belum mampu membayar hutang sewa mobil sejak kontrol pertama. Saat menjenguk Dik Meyfina Kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan keluarga ini. Meskipun memiliki jaminan kesehatan BPJS tetapi masih banyak kendala biaya operasional pengobatan. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Dik Meyfina segera dikaruniai kesembuhan, Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @wulansa43510514 Rian Dani
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:01-10-2018

Meyfina menderita kanker ganas di mata kiri


SUPRIYANTO BIN NGATIRAN (42 / Pasien, SUPRIYANTO BIN NGATIRAN, Tumor pada Tangan) Corot, RT 19/3, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Setahun lalu Mas Supriyanto merantau ke Sumatra, bekerja di perusahaan pengolahan kayu. Ia bekerja sebagai tukang angkut kayu. Selang beberapa waktu muncul benjolan kecil di tangan. Lama-kelamaan benjolannya membesar, diduga karena sering terkena gesekan saat bekerja. Lalu ia memutuskan pulang kampung untuk berobat. Bulan Mei lalu ia periksa ke puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Wonosari dan menjalani rawat inap selama 3 hari. Kemudian ia dirujuk ke RSPAU dr. hardjolukito untuk menjalani tindakan operasi. Saat ini ia telah dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani operasi yang kedua. Alhamdulillah, selama pengobatan ini ia mendapat fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk ia masih terlihat pucat pascaoperasi. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Mas Supri, Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @wulansa43510514 Rian Aris
Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:03-10-2018

Pak Supriyanto menderita tumor pada tangan


JOKO SANTOSA (26 / Pasien, JOKO SANTOSA, Ca Nasofaring) Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Bantuan ini disampaikan untuk bantuan biaya hidup. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 13. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:17-10-2018
Kurir:Angga Kusuma

Joko terdiagnosa menderita kanker nasofaring


MARYANTO BIN SULINO (42, Ulkus Kronis). Alamat : Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Dan Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi disana. Ia juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menajalan kontrol rutin secara mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Selama pengobatan Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Pertengahan bulan September ini kondisi kesehatannya semakin menurun dan pada tanggal 18 September hingga 2 Oktber harus dirawat di RSUP Dr Sardjito. Tiga hari setelah beliau diperkenankan pulang dari RSUP Dr Sardjito Allah SWT memanggilnya pulang ke rumahnya yang abadi. Sedekah rombongan turut beduka atas meninggalnya Bapak Maryanto Bin Sulino. Amanah sedekaholics disampaikan kepada keluarganya untuk biaya pemakaman dan membantu keluarga yang ditinggalkannya. Bantunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 14.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @panggihjuni @atinlelyas Rian

Pak maryanto menderita ulkus kronis


SUMARSO BIN MARTAWI (77/Biaya akomodasi di rumah sakit, SUMARSO BIN MARTAWI , Paru-paru) Panusupan RT 003 RW 05 Kec.Rembang Purbalingga Sekitar 4 tahun yang lalu Bapak Sumarso mulai mengalami susah bernafas. Beliau kemudian dibawa ke klinik terdekat serta menjalani beberapa pengobatan alternatif namun belum mengalami perubahan yang signifikan. Setelah berobat ke dokter ternyata Bapak Sumarso didiagnosis mengalami penyumbatan di paru-paru. Kemudian setelah konsultasi dengan keluarga dan dokter, Bapak Sumarso akhirnya dirujuk di Rumah Sakit (RS) Gutheng Purbalingga. Bapak Sumarso sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Selama berobat Bapak Sumarso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya kontrol serta akomodasi. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Sumarso dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Sumarso segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Kurir : @deeaan @purnawanspd devyana
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:06-09-2018

Bapak Sumarso didiagnosis mengalami penyumbatan di paru-paru


LUKMAN ROMADONI (19/Bantuan biaya Transportasi,Akomodasi di rumah sakit dan kebutuhan kontrol, LUKMAN ROMADONI, Paru-paru Basah) Panusupan RT 001 RW 05 Kec.Rembang Purbalingga Lukman menderita gangguan pernapasan sudah lebih dari 3 tahun. Selama ini ia sering berobat ke klinik BP4 Purwokerto. Namun kondisinya tak kunjung membaik. Saat ini kondisi Lukman memerlukan perawatan intensif karena ia sering merasakan sesak napas. Lukman sempat menjalani rawat inap di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Lukman adalah putera dari pasangan Bapak Imam Suparno (52) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Karmini (49) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Imam sebagai buruh sangat kecil sehingga kesulitan memenuhi biaya transportasi dan akomodasi Lukman selama berobat. Pengobatan Lukman dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Lukman dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi Lukman selama berobat. Semoga dapat bermanfaat dan Lukman dapat kembali sehat seperti sediakala.

Kurir : @ddeean @purnawanspd @firdhanelis
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:06-09-2018

Lukman menderita gangguan pernapasan


KIRANA DERMAWAN (3 / biaya transportasi kontrol, KIRANA DERMAWAN, Kanker Kaki Kanan) RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya. Dari hasil CT scan terakhir diketahui bahwa kanker di kaki kanan Dik Kirana tidak menyebar ke tulang dan sudah mengecil. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi kontrol di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan baru 4. Kini Dik Kirana sedang menjalani kontrol setiap 3 bulan sekali untuk melihat perkembangan sel kanker setelah sinar. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:15-10-2018
Kurir:SR Banyumas Raya

Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya


SITI NUR (38 , SITI NUR, Kanker Mulut) RT 3/2, Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Januari 2017 Ibu Siti divonis kanker mulut oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Beliau disarankan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 36 kali di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Saat ini Ibu Siti masih menjalani rangkaian kemoterapi tersebut. Suaminya, Muhammad Ansori (45) adalah seorang karyawan pembuat roti. Pasangan ini memiliki 3 anak yang masih kecil. penghasilannya yang kecil hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. bahkan Bapak Ansori sempat izin tidak bekerja selama beberapa hari karena harus mengantar dan merawat Ibu Siti yang sedang sakit. Biaya pengobatan Ibu Siti dibantu jaminan kesehatan beripa JKN-KIS Non PBI Kelas II yang dibayarkan oleh pemilik toko roti tempat Bapak Ansori bekerja. Setelah selesai menjalani kemoterapi, Ibu Siti Nur di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito. Alhamdulillah, atas ijin Allah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Siti Nur sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi ke RSUP Sarjito dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1125. Ibu Siti akan menjalani operasi penambalan rahang atas di RSUP Sarjito Yogyakarta. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah: Rp. 1.000.000
Tanggal:09-11-2018
Kurir:SR Banyumas Raya

Ibu Siti divonis kanker mulut


BANJIR BANDANG TANGGAMUS (Bantuan Korban Bencana). Alamat : Kelurahan Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Musim penghujan tahun 2018 ini Kabupaten Tanggamus mendapatkan intensitas curah hujan yang tinggi dengan kurun waktu yang cukup lama, oleh karenanya debit air sungai yang mengaliri ke kecamatan kelumbayan Kabupaten Tanggamus meningkat. Puncaknya hujan yang turun pada tanggal 8 November 2018 yang hampir seharian menyebabkan banjir mulai berdatangan pada pukul 01.00 WIB di daerah Kelumbayan Kabupaten Tanggamus, terutama daerah yang terdekat dengan aliran sungai. Banjir bandang tersebut telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 1 orang, 21 rumah hilang, 49 rumah rusak berat, 97 rumah rusak sedang, dan lainnya rusak ringan. Adapun warga terdampak sebanyak 325 KK dengan kurang lebih 1.000 jiwa. Ada 5 dusun yang aksesnya terputus karena jembatan terputus. Akses jalan dari Kabupaten Tanggamus sedikit tersendat akibat adanya tanah longsor. Warga saat ini membutuhkan logistik, karena stok logistik yang ada di dapur umum persediaan terbatas. Oleh karena itu tim kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak menyampaikan titipan sedekaholics berupa sembako yang dibagi merata kepada warga. Warga berterima kasih pada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 11 November 2018
Kurir : @saesarraya leni @xkurniawatix

Bantuan sembako


MURTAM BIN SAMAN, (58, Hernia) Alamat Karang Anyar RT/RW 003/006, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Murtam sudah mengidap penyakit hernia selama dua tahun terakhir. Bapak Murtam sudah pernah menjalankan operasi di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember dan setelah melakulan operasi beliau sudah menjadi lebih baik. Tetapi, pada 10 bulan terakhir ini terjadi penyempitan saluran kencing dan baru sekarang memulai pemeriksaan kembali. Setelah dilakukannya pemeriksaan di rumah sakit, dokter menyampaikan bahwa Bapak Murtam harus menjalankan operasi lagi. Pada bulan Desember, Bapak Murtam menjalankan kontrol rutin dan penggantian selang kateter. Bapak Murtam mencari nafkah dengan cara bertani sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bapak Murtam tinggal dan dirawat oleh saudara-saudaranya. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama pemeriksaan dirumah sakit dan untuk keperluan lainnya. Semoga beliau segera mendapatakan operasi dan keadaannya semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bapak Murtam mengidap penyakit hernia


AHMAD HASAN ABDILLAH, (10, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian obat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 12

Jumlah Santunan : Rp. 1.241.200,-
Tanggal : 22 Oktober2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Danafathorrohman

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


SAYUDI BIN NAIM, (43, Kanker Usus Besar) Alamat Dusun Langsepan RT/RW 005/006, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tujuah bulan yang lalu, keluar cairan pekat berwarna hitam dari anus Bapak Sayudi saat beliau buang air besar. Selain itu juga tumbuh benjolan sebesar bola pingpong di anusnya. Mengetahui hal tersebut, Bapak Sayudi memeriksakan diri ke Puskesmas Ajung. Beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soebandi Jember. Beliau pun menjalani operasi pengambilan jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker usus besar (ca colon) yang ganas. Pada tanggal 29 Agustus 2018, Bapak Sayudi menjalani operasi colostomy di RSUD Dr. Soebandi Jember. Kini beliau masih merasakan nyeri di bagian anus dan hanya dapat beraktivitas di tempat tidur. Sejak sakit, beliau tidak bekerja. Istrinya, Siti Maryam (37) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang semula kecil kini terhenti, sehingga mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Sayudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III. Namun, pengobatan beliau masih terkendala biaya pembayaran BPJSnya setiap bulan dan akomodasi selama berobat rutin dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sayudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya operasional selama beliau menjalani kontrol di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Sayudi dan semoga cepat diberi kesembuhan seperti sediakala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 637.200,-
Tanggal : 22 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @danafathorrahman

Pak sayudi menderita kanker usus besar


SILA BINTI SUJENTEN, (61, Dhuafa) Alamat Dusun Bedadung Kulon RT/RW 009/013, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sila adalah seorang janda tua yang hidup sebatang kara, dan beliau tinggal di rumah yang berdinding bambu. Keseharian ibu Sila mencari sayur sayuran seperti kangkung, pakis, dan daun kelor untuk dijual di pasar dan hasilnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Sila dengan warga sekitar yang sangat peduli dengan derita yang dialami Ibu Sila. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya kebutuhan sehari hari Ibu Sila. Semoga Santunan lepas yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sila dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bantuan tunai


SUMARTO BIN MADIKYAN (53, SUMARTO BIN MADIKYAN, Stroke) Desa Sindang RT 2 RW 6 Kec Mrebet Kab Purbalingga Pada bulan Agustus 2017, Bapak Sumarto menderita sakit lambung dan darah tinggi. Kemudian beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) PKU Bobotsari Purbalingga dan dirawat inap selama 3 hari. Pada bulan September, Bapak Sumarto merasa penyakitnya kambuh dan akhirnya dilarikan ke RS Siaga Medika Purbalingga dan dirawat inap selama 4 hari. Akhirnya Bapak Sumarto menjalani berobat jalan, dan pada bulan Januari beliau tidak bisa bicara, badan lemas, dan separuh badannya sebelah kanan tidak bisa digerakkan. Kondisi Bapak Sumarto saat ini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Istrinya, Sumartini (50) bekerja sebagai pabrik dan memiliki 2 orang anak. Bapak Sumarto juga tak memiliki jaminan kesehatan apapun. Beliau mengalami kesulitan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keluarganya dan juga ingin memiliki kursi roda. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sumarto sehingga kami dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Bapak Sumarto.

Kurir : @ddeean Didik @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:25-09-2018

Bapak Sumarto menderita sakit lambung dan darah tinggi


SADAR SARYONO (19/Santunan Kematian, SADAR SARYONO, Tumor Ganas di Ketiak Kanan) RT 10/3, Desa Kejambon, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Seperti remaja pada umumnya, Sadar adalah seorang remaja yang mempunyai banyak teman dan mudah bergaul. Suatu ketika, Sadar merasa gatal di bagian ketiak kanannya. Setelah digaruk, lama-kelamaan benjolan tersebut membesar. Menyadari hal tersebut, Sadar tidak langsung berobat atau memberi tahu kedua orang tuanya. Setelah ditegur oleh rekan kerjanya, barulah ia memeriksakan diri di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita tumor dan harus segera dioperasi. Ia menjalani operasi pembedahan dan pengangkatan tumor pada Januari 2017. Namun pada Juni 2017, jahitan bekas operasinya terlepas saat Sadar bermain bermain bersama temannya di kampung. Ia pun dilarikan keRumah Sakit (RS) Siaga Medika Pemalang. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita tumor ganas. Ia pun dirujuk ke RS Margono untuk menjalani kemoterapi. Bulan Maret 2018, Sadar kembali mengeluh benjolan di ketiaknya tumbuh lagi. Ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke RS Margono dan dianjurkan untuk melakukan proses sinar kembali. Selama pengobatannya, Sadar ditemani ibunya, Masrah (60). Ayahnya, Sukarlan (65) bekerja sebagai buruh tani bersama ibunya. Sebelum sakit, Sadar bekerja sebagai penjahit di sebuah usaha konveksi. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang semenjak Sadar tidak bekerja. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Sadar dioperasi kembali pada awal September. Namun, satu minggu setelah operasi keadaan Sadar semakin drop dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 9 September 2018. Alhamdulillah kami dipertemukan kembali dengan keluarga Sadar dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan masuk dalam rombongan baru 4. Sedekah Rombongan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga, semoga Sadar mendapat tempat terbaik di sisiNya.

Kurir : @ddeeaan @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:11-09-2018

Santunan kematian


DIGO APRIANSYAH (4, Suspect TB Pulmo). Alamat : Jl. Pala No. 03, RT/RW 39/18, Kelurahan Iring Mulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Awal September Digo terus menerus mengalami demam tinggi. Digo yang sebelumnya aktif dalam berbagai kesempatan tak lagi bersemangat. Lemas dan lebih senang berdiam diri. Kurang lebih seminggu Digo terus menerus demam. Lalu Digo dilarikan ke dokter setempat lalu langsung disarankan rawat di RS Ahmad Yani. Saat dirawat Digo disarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan, tetapi ternyata jaminan kesehatan tidak bisa digunakan sehingga keluarga menanggungkan pemeriksaan. Ternyata kesehatan Digo tidak mengalami kemajuan. Sedangkan belum ada dana baik untuk jaminan kesehatan juga perawatan secara umum. Akhirnya warga setempat mengadakan penggalangan dana untuk membayar jaminan kesehatan. Dan Digo pun bisa dirawat. Setelah dilakukan pemeriksaan belum diagnosis pasti tetapi sementara didiagnosi TB Pulmo sembari memantau terus kondisi Digo. Digo harus menjalani pengobatan rutin dan disarankan untuk mengkonsumsi susu untuk asupan Digo tetapi keluarga hanya mampu membeli susu kental manis. Dikarenakan penghasilan orangtua Digo, Ahmad Jauhari (38) sebagai buruh serabutan tak mencukupi jika harus membeli susu lain. Dan ibunya, Mariana (33) yang merupakan ibu rumah tangga juga tidak bisa berbuat banyak. Meski Jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III sudah bisa digunakan. Ketika kurir Sedekah Rombongan Lampung bersilaturahmi sang ibu bercerita hanya ini lah yang kami bisa lakukan meski ingin memberi yang terbaik bagi Digo. Untuk sedikit membantu kurir pun menyampaikan titipan sedekaholics guna biaya transportasi dan juga susu bagi Digo. Tak lupa keluarga Digo mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti Siti Aminah @xkurniawatix

Digo didiagnosis TB Pulmo


IHYA RAMADHANI (16, Truncus Arteriosus). Alamat : Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 7 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya telah melakukan operasi pemasangan kateter yang keempat. Diperlukan tindakan operasi besar pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Kondisi Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Untuk memantau kondisinya mengharuskan Ihya kontrol ke RS Harapan Kita Jakarta rutin setiap bulan. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik dengan penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dana akomodasi ke RS harapan Kita. Kedua orangtua Ihya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1139.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 November 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti Siti Aminah @xkurniawatix

Ihya sudah didiagnosis truncus arteriosus


KAYLA ALMIRA FAREN (4, Tetralogy of Fallot). Alamat : Dusun II, RT 1/1, Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar bulan April 2014 atau ketika Kayla berumur 4 bulan, pada saat dimandikan tiba-tiba kulitnya berubah jadi kebiruan. Kemudian Kayla juga mengalami batuk, dan sesak napas. Karena khawatir melihat keadaan Kayla langsung dibawa ke dokter spesialis anak. Mendapatkan diagnosa ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut). Dan disarankan untuk berobat rutin selama 6 bulan. Setelah selesai pengobatan tapi tidak ada perubahan maka dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) atau dikenal dengan kebocoran jantung. Setelah dilakukan echocardiografi diketahui letak kebocoran ada pada serambi. Akhirnya Kayla harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Dan rutin melakukan kontrol setiap 3 bulan sekali untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Orangtua Kayla, Tata Boim (28) dan Yuli Arta (23) sering meninggalkan pekerjaannya sebagai petani untuk mendampingi pengobatan putrinya. Sehingga tidak ada lagi pemasukan tetap. Sehingga Kayla menjadi dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kayla berobat menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri Kelas III. Untuk kembali disampaikan titipan sedekaholics untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RS Harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 1138.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 November 2018
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sigitrudianto2 @xkurniawatix

Kayla menderita kebocoran jantung


MAFAIZA SHAQUEENA FARNAZ (1, Hisprung Disease). Alamat : Dusun 3, RT/RW 14/6, Kelurahan Asto Mulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Saat berusia 7 hari, Adik Mafaiza mulai kembung dan sulit buang air besar, karena khawatir, orangtua Adik Mafaiza membawanya untuk diperiksa di dokter setempat. Lalu dokter langsung merujuk ke RS Mardi Waluyo Metro. Setelah melakukan pemeriksaan Adik Mafaiza didiagnosis mengalami gangguan pada usus yang dalam istilah medisnya disebut Hisprung Disease. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Pada Umur 20 hari Adik Mafaiza melakukan operasi dan untuk sementara pembuangan kotorannya melalui lubang buatan di permukaan perut. Adik Mafaiza akan dipantau terus kondisinya sampai minimal usia 8 bulan untuk dilakukan kembali operasi agar pembuangan kotoran kembali ke anus. Lubang buatan di permukaan perut Adik Mafaiza memerlukan perawatan setiap waktu agar Adik Mafaiza dapat membuang kotoran secara normal dan tidak terjadi infeksi. Meski keperluan perawatan tidak terlalu besar tetapi intensitas waktu sampai menunggu operasi kembali tidaklah sebentar. Sedangkan orangtua Adik Mafaiza, Jawa Hirudin (43) hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak setiap waktu dan ibunya, Khusnul Khotimah (30) merupakan ibu rumah tangga. Sehingga sering kali kesulitan untuk membeli keperluan guna perawatan Adik Mafaiza. Walaupun guna pengobatan Adik Mafaiza telah menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung pun tergerak untuk melihat dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan biaya perawatan Adik Mafaiza. Orangtua Adik Mafaiza mengucapkan terimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti Aria Nirmala @xkurniawatix

Adik Mafaiza didiagnosis mengalami gangguan pada usus


RENDI IRAWAN (7, Tetralogy of Fallot). Alamat : Jl. Merica II RT. 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada tahun 2014 Rendi mengalami sesak dan tubuh membiru, orangtuanya hanya mengira ia sakit biasa. Keesokan harinya saat Rendi ke Posyandu oleh petugas Posyandu Rendi disarankan ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan mengapa tubuhnya membiru. Orangtua Rendi mengikuti saran petugas Posyandu ke RSUD Ahmad Yani (RSAY) Metro dan oleh dokter Rendi dinyatakan sakit Jantung Bocor dan Penyempitan Pembuluh Darah. Rendi dirawat selama 1 bulan di RSAY Metro dan kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, lalu disarankan untuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Dengan berbekal keyakinan dan bantuan dari sanak keluarga serta tetangga, orangtua Rendi, Junaidi (34) dan Sundariah (26) pun membawanya ke RS Harapan Kita. Di RS Harapan Kita Rendi dinyatakan menderita Tetralogy of Fallot atau penyakit jantung bawaan dan disarankan untuk melakukan operasi. Setelah melakukan operasi Rendi disarankan untuk tetap kontrol ke RS Harapan Kita Jakarta sesuai anjuran dokter. Saat ini Rendi melakukan kontrol yang terakhir untuk selanjutnya cukup kontrol di RSAY. Rendi berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Orangtua Rendi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan telah banyak meninggalkan pekerjaan selama merawat Rendi. Karena itulah mereka merasa kesulitan biaya untuk rawat jalan Rendi dari Lampung ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk akomodasi dan transportasi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Sebelumnya Rendi telah dibantu dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 November 2018
Kurir : @saesarraya @sayasepti Siti Aminah @xkurniawatix

Rendi dinyatakan sakit jantung bocor dan penyempitan pembuluh darah


JAROT PURNOMO (31, Asam Urat + Gagal Ginjal + Darah Tinggi). Alamat : Simpang Lopon, RT. 6, Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada tanggal 14 Oktober 2018, Bapak Jarot mengalami tekanan darah tinggi dan terserang stroke ringan sehingga keluarga membawa beliau ke kediaman orang tuanya di Pringsewu Lampung untuk melakukan pengobatan, setelah di bawa ke balai pengobatan terdekat Bapak Jarot didiagnosa terkena gagal ginjal, karena keterbatasan biaya Bapak Jarot dibawa pulang dan dirawat dirumah orang tuanya saja, tetapi pada tanggal 1 November 2018 Bapak Jarot mengalami muntah darah & keluar darah dari hidung sehingga harus dibawa ke rumah sakit kembali dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Bapak Jarot (31) adalah buruh yang berpenghasilan tidak tetap. Semenjak sakit istrinya, Firianingsih (29) yang menggantikan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan transportasi pengobatan, walaupun keluarga ini dibantu fasilitas kesehatan KIS PBI, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Jarot. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan, tetapi Allah SWT berkehendak lain, Bapak Jarot menghembuskan nafas terakhirnya, setelah berjuang melawan penyakitnya, semoga Bapak Jarot tenang di sisi Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 06 November 2018
Kurir : @saesaraya leni nana @xkurniawatix

Bapak Jarot didiagnosa terkena gagal ginjal


SLAMET RIYADI (52, Diabetes + Komplikasi). Alamat : Desa Tambak Rejo, Rt 4/2, Kec. Gading Rejo, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Pak Slamet awal mula diketahui sakit Diabetes semenjak pulang dari kerja di luar daerah dengan kondisi badan yang semakin kurus, pada saat itu tahun 2008. Pak Slamet mencoba untuk berobat jalan dan kondisi nya membaik. Selang 2 tahun yaitu pada tahun 2010 Pak Slamet kambuh kembali dan masih menjalani berobat jalan. Pada tahun 2017 kondisi Pak Slamet semakin memburuk ditandai dengan bengkaknya kaki sebelah kanan. Dengan kondisi seperti itu Pak Slamet diharuskan untuk melakukan operasi pada kaki kanan nya di RS MITRA HUSADA Pringsewu. Pada bulan September 2018 Pak Slamet diketahui kambuh lagi, telapak kaki kanan sempat terkena kerikil yang mengakibatkan luka yang cukup serius dan jari-jari kaki membengkak. Selain itu Pak Slamet juga didiagnosa terkena penyakit jantung dan paru-paru kotor. Semenjak itu Pak Slamet sudah tidak dapat bekerja, untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat mereka menunggu uluran tangan dari saudara, sehingga istri Pak Slamet (Susiasih, 52) membantu untuk bekerja demi kelangsungan hidup dan biaya pengobatan meskipun keluarga ini dibantu dengan jaminan kesehatan berupa KIS PBI kelas III. Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Slamet. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan, semoga Bapak Slamet segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 November 2018
Kurir : @saesaraya leni rani @xkurniawatix

Pak Slamet sakit diabetes


SUDARNI BINTI MARTO DIREJO (78, Kanker Kulit + Rematik). Alamat : Desa Wonodadi, RT. 2/2, Kec. Gading Rejo, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Awal mula sakit Ibu Sudarni pada tahun 2017, tahi lalat yg berada di pipi kanan nya terasa gatal. Setelah beberapa hari gatal yang dirasakan Ibu Sudarni tidak kunjung sembuh hingga mengakibatkan luka. Kemudian Ibu Sudarni diantarkan berobat ke klinik oleh anaknya untuk memeriksakan luka pada pipinya. Selang beberapa minggu berobat lagi ke mantri desa dan masih belum ada perubahan. Ibu Sudarni berusaha lagi berobat ke dokter lainnya, dan belum kunjung sembuh. Selang beberapa bulan luka Ibu Sudarni semakin melebar, anak-anaknya menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Wisma Rini namun Ibu Sudarni menolak karena beralasan takut dan kendala biaya. Kemudian anaknya berinisiatif mamanggil perawat desa untuk merawat dan mengobati luka Ibu Sudarni. Untuk saat ini ganti perban dan pengobatan dilakukan 4 hari sekali. Selain sakit gatal tersebut Ibu Sudarni juga menderita Rematik. Suami Ibu Sudarni (Sai’un,91) sudah tidak mampu untuk bekerja sehingga biaya pengobatan dibantu anaknya yang keadaan ekonominya tidak beda jauh dengan orang tuanya, ditambah keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan. Kurir #sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga ibu Sudarni dan bantuan awalpun diberikan, Semoga Ibu Sudarni lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2018
Kurir : @Saesar leni rani @xkurniawatix

Ibu Sudarni juga menderita rematik dan kanker kulit


BERKAH SEPTIAN (21 / Pasien, BERKAH SEPTIAN , TBC) Dusun Krajan RT4/1, Desa Jelun, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi Sekitar 3 Bulan yang lalu saat masih tinggal di Banyuwangi, Septian begitu ia biasa dipanggil, diperiksakan oleh kelurganya ke rumah sakit Blambangan dan hasil diagnosa dokter dia dinyatakan menderita TBC. Pihak rumah sakit dan dokter yang menangani sdr Septian diarahkan untuk berobat rutin di Rumah Sakit. Namun karena keterbatasan biaya, maka pengobatan Septian tidak di lanjutakan. Ibunya sudah meninggal sejak tahun 2015 silam, hal ini membuatnya tinggal bersama ayah tirinya di Banyuwangi dengan kondisi yang sangat memprihatikan. Sang ayah Mualimin (49) yang bekerja sebagai buruh harian lepas merasakan beban yang sangat berat untuk membiayai pengobatan Septian. Kemudian ia memutuskan untuk mengantarkan Septian ke keluarga yang berada di Sentolo, Kulon Progo. Pada hari Selasa 11 September 2018 malam Septian telah sampai di rumah keluarganya yang berada di Sentolo. Pagi harinya keluarganya di Sentolo sangat terkejut karena Bapak Mualimin meninggalkan Septian begitu saja tanpa pamit. Keluarga di Sentolo kemudian membawa Septian ke Puskesmas Sentolo. Hasil diagnosa Dokter di Puskesmas Septian dinyatakan Postif TBC. Namun karena keterbatasan kondisi ekonomi keluarga yang di Sentolo maka belum bias melanjutkan pengobatannya. Tim Survei Sedekah Rombongan menemukan Septian dan berkesempatan bersilaturahim dengan keluarga yang ada di Sentolo. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Septian segera sembuh. Amin.

Kurir : @anggakusumaari @wulansa 4567213 endro gilang
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:16-10-2018

Berkah menderita TBC


RATMINAH BINTI DOL ROHIM (43 / Pasien, RATMINAH BINTI DOL ROHIM , Diabetes Melitus) Karang RT 63, Desa Tukdono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, D. I. Yogyakarta Pada 2010 silam ibu Ratminah berobat di RSUD Wates, dan dinyatakan sakit Diabetes Melitus kemudian disarankan oleh dokter untuk kontrol setiap 1 bulan sekali. Setiap kali kontrol Ibu Ratminah selalu di temani Bp Saelan, suaminya. Hingga awal tahun 2018 beliau masih rutin kontrol namun pada tanggal 24 Februari 2018 keluarganya mengalami musibah, suaminya meninggal terseret arus sungai dalam perjalanan pulang mencari rumput. Ibu Ratminah masih melanjutkan pengobatan hingga bulan puasa (Mei 2018) beliau diharuskan opname selama 10 hari di RSUD Wates. Pasca opname beliau tidak kontrol lagi karena tidak ada yang mengantar. 2 anak yang tinggal bersamanya masih sekolah dan yang satunya bekerja di pabrik. Sehingga ia harus memanggil perawat setiap 2 hari sekali untuk mengganti perban, dengan biaya sekali panggil Rp. 50.000,-. Beliau memiliki 3 orang anak, 1 orang anaknya telah menikah dan tinggal di Sukoharjo. Untuk kebutuhan berobat Bu Ratminah dan biaya sekolah anaknya Bu Ratminah dibantu anaknya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Gaji yang diperoleh hanya cukup untuk kehidupan sehari hari. Bu Ratminah dan kedua anaknya yang belum berkeluarga tinggal bersama dengan Ibunya, Ngatinem (70) di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sedangkan anaknya sudah berkeluarga jarang untuk pulang. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Bu Ratminah turut merasakan kesulitan mereka, amanah sedekahhollics disampaikan untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga lekas sembuh.

Kurir : @anggakusumaari @wulansa 4567213 endro gilang
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:16-10-2018

Bu Ratminah sakit diabetes melitus


KOMISAH BIN NITIHARJO (43 / Pasien, KOMISAH BIN NITIHARJO , Keterbelakangan Mental) Bapangan Pedukuhan XI RT 46/022 Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, D. I. Yogyakarta Awalnya sekitar tahun 1987 ketika bapaknya (Nitiarjo) meninggal dunia. Mbak Komisah menangis terus menerus hingga kejang-kejang. Setelah itu kadang-kadang menangis tapi tiba-tiba juga tertawa sendiri. Kondisi tersebut berlanjut hingga bertahun tahun. Mbak Komisah belum pernah diperiksakan atau dilakukan pengobatan.terhadap kondisinya. Ia tidak terurus, pakaian tidak layak bahkan kadang makan dari sisa-sisa. Dan tidur beralaskan lantai mendekam di pojok ruangan yang kotor. Untuk kebutuhan sehari-hari makan dan tempat tinggalnya masih jadi satu dengan adiknya. Adiknya bekerja sebagai buruh ngompreng pasir, dimana penghasilan tidak seberapa dan tidak menentu. Selain Ibu Komisah ia mempunyai tanggungan istri dan 2 anaknya. Itulah sekilas kisah hidup Mbak Komisah, yang didapatkan dari hasil survei kurir Sedekah Rombongan. Informasi awal di dapatkan dari laporan tetangga sekitar. Setelah menerima bantuan dari sedekah rombongan keluarga kemudian membelikan pakaian dan kebutuhan yang layak untuk Mbak Komisah yang selama ini tidak punya pakaian yang layak dan makan seadanya. Semoga Mbak Komisah segera sembuh dan kembali ingatannya.

Kurir : @Anggakusumaari @wulansa 4567213 Endro Anas
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:26-10-2018

Pak Komisah menderita keterbelakangan mental


BADRIYONO BIN AMAT WIRADI (55 / Pasien, BADRIYONO BIN AMAT WIRADI , Diabetes Melitus ) Kalangan RT 6 Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta Bapak Badriyono bin Amat Wiradi hanya tinggal bersama seorang anaknya. Dua bulan yang lalu mengalami kecelakaan sehingga harus diamputasi satu jari kakinya dan setelah itu sembuh. Namun kurang lebih satu bulan kemudian muncul luka dibagian kaki yang lain, luka ini makin lama makin melebar. Setelah diperiksakan kerumah sakit ternyata akibat mengalami sakit diabetes. Kemudian diperbolehkan rawat jalan dengan catatan setiap hari lukanya harus dibersihkan. Karena tidak mampu membayar perawat homecare, akhirnya hanya bisa mendatangkan perawat setiap dua hari sekali. Akibat tidak bisa membersihkan setiap hari, akhirnya lukanya timbul belatung. Perawat yang biasanya merawatnya sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan perawatannya, disisi lain Pak Badriyono pun tidak sanggup membayar biaya perawat jika harus mendatangkan perawat homecare. Pak Badriyono sudah mempunyai kartu jaminan kesehatan BPJS namun belum bisa digunakan karena masih baru dan belum aktif. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan mengunjungi kediaman Bapak Badriyono pada malam hari Jumat (26 Oktober) untuk bersilaturahmi dan melihat kondisi luka Pak Badriyono secara langsung. Pagi harinya, Sabtu 27 Oktober 2018, kabar duka kami terima dari kerabatnya yang mengatakan bahwa Pak Badriyono telah meninggal dunia pada malam hari beberapa jam setelah kurir sedekah rombongan mengunjungi kediaman beliau. Sedekah rombongan turut berduka atas kepergiannya dan memberikan amanah dar sedekahhollics untuk bantuan biaya pemakaman kepada keluarga almarhum. Semoga bermanfaat untuk proses pemakaman. Semoga almarhum Bapak Badriyono mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah.

Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:27-10-2018
Kurir:Angga Kusuma

Pak Badriyono menderita diabetes melitus


ETIK MARSININGSIH (33 / Pasien, ETIK MARSININGSIH , Ca Mamae Metatase ke Tulang Pinggul Kanan) Jl. Kyai Legi, Dusun Tegal Tandan, RT 22, Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY Mbak Etik mengidap penyakit kanker payudara dan sudah dioperasi untuk pengangkatan kanker. Namun kemudian sel-sel kanker tersebut bermetatase ke tulang pinggul sebelah kanan. Dokter kemudian mangambil tindakan mengambil tulang pinggulnya sebelah kanan. Saat ini, sel kanker sudah naik ke tulang punggung. Mbak Etik adalah istri dari Bapak Didik yang saat ini sedang tidak bekerja karena terkena-PHK. Dalam mengurusi istrinya, Didik harus tinggal bersama istri, dan seorang anaknya bersama kedua orang tuanya. Saat ini untuk biaya pengobatan Mbak Etik menggunakan fasilitas Jamkesmas atau KIS. Namun ada beberapa obat dan biaya perawatan yang tidak tercover dari KIS, dalam kondisi yang tidak bekerja Mas Didik merasa berat untuk membayar biaya-biaya diluar yang tertanggung oleh KIS. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim ke rumah keluarga Mas Didik untuk meenyampaikan amanah dari Sedekahholics untuk biaya pengobatan Mbak Etik. Semoga amanah tersebut dapat mengurangi beban Mas Didik. Dan semoga mbak Etik diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat bercengkrama dengan keluarganya. Amin. Terimakasih diucapkan Mas Didik dan keluarga terhadap sedekaholics, semoga amal kebaikan semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @keliqer @wulansa4567213 @satyaluke
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:17-10-2018

Mbak Etik mengidap penyakit kanker payudara


KHUSNIA PUTRI KUSUMA NINGRUM (12 / Pelajar, KHUSNIA PUTRI KUSUMA NINGRUM , Biaya Sekolah) Karangnongko RT 5, Karangkulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY Dik Putri saat ini masih bersekolah MTSN 3 Bantul kelas 1 SMP atau kelas VII. Jarak dari rumah ke sekolahnya sekitar 2 km dia tempuh denga sepeda setiap hari. Dia termasuk siswa yang berprestasi dan masuk dalam rangking 10 besar sejak MI (SD). Saat ini ia tinggal di Pondok Hafidz Qur’an TPA Ali Marzuki Imogiri, sehingga ia harus pandai membagi waktu dan pikiran untuk belajar disekolah dan menghafal Al-qur’an di pondok. Dik Putri juga harus memikirkan biaya sekolah untuk meraih cita-citanya di sekolah dan di pondok Hafidz Qur’an. Kebutuhan biaya di MTS dan di Pondok per bulan sebesar Rp. 200.000,- dan juga memerlukan biaya membeli perlengkapan sekolah karena Dik Putri merupakan siswa baru.Dia bukan berasal dari keluarga yang mampu. Untuk membayar biaya daftar ulang dan untuk membayar SPP Pondok yang terlambat selama 7 bulan keluarga dik putri terpaksa berhutang ke tetangga. Ayahnya Kurhad Pesmal Alamsyah (48) terkena serangan stroke sejak 2008, dan sejak saat beliau tidak bekerja lagi. Pak Kurhad Pesmal merupakan tulang punggung bagi kehidupan keluarganya. Sang Ibu (Zumaroh, 45) ikut berkerja sebagai buruh batik di salah satu tetangganya dengan penghasilan Rp. 50.000,- ribu per 1 lembar kain. Proses membatik ini memerlukan waktu sekitar satu minggu setiap lembarnya. Penghasilan ibunya ini hanya cukup untuk membeli beras dan lauk sekedarnya. Dik putri tinggal bersama 5 anggota keluarganya yaitu ayah, ibu, Putri dan ketiga sodaranya. Dengan Bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan ini semoga bisa memberi keringanan keluarga Dik Putri untuk membayar biaya sekolah agar bisa terus bersekolah dan meraih cita-citanya. Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @keliqer @wulansa4567213 @panggihjuni @imbams
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:20-10-2018

Biaya sekolah


WILDAN WICAKSONO (2 / Pasien, WILDAN WICAKSONO, Jantung Bocor) Ngasem RT 5, Kelurahan Timbulharjo Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Adik Wildan mengalami keadaan kelainan jantung bawaan sejak lahir. Namun sakitnya baru ketahuan sejak September 2017 lalu. Saat dibawa opname di RS Sarjito Jogja awalnya didiagnosa pneumonia, kemudian diperiksa oleh dokter jantung ternyata ada kelainan jantung dan infeksi paru karena terkena virus CNV. Setelah di lakukan USG pada jantungnya terdapat kebocoran sebesar 8,5 mm. Kedua orangtua Dik Wildan, Bapak Tugiman bin Cipto Utomo dan Rubiani kuatir dan bingung akan kesehatan anaknya. Tim dokter yang menanganinya beberapa minggu lalu merujuk Dik Wildan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta agar bisa ditangani lebih baik dan kemungkinan dilakukan tindakan operasi agar tidak lebih parah. Biaya pengobatan Dk Wildan menggunakan BPJS. Namun untuk biaya transportasi ke Jakarta dan biaya hidup selama di Jakarta menjadi kendala bagi kedua orang tuanya. Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu dan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dan bersilaturahmi dengan keluarga Dik Wildan untuk menyampaikan amanah dari sedekahhollics guna membantu biaya transportasi dan akomodasi Dek Wildan dan orang tuanya untuk pengobatan selama di RSCM Jakarta. Orang tua Dek Wildan mengucapkan terima kasih yang besar kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics. Semoga sedekah dari para sedekaholics semua bermanfaat untuk kesembuhan Dik Wildan. Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @keliqer @wulansa4567213 @satyaluke
Jumlah:Rp. 2.000.000
Tanggal:30-10-2018

Wildan menderita kelainan jantung dan infeksi paru


TUMIRAH BINTI SASTRODIKROMO (70 / Pasien, TUMIRAH BINTI SASTRODIKROMO , Tumor Leher) Plosodoyong, RT 5/9, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, DIY Awalnya Bu Tumirah hanya mengeluh sakit gigi, tetapi lama-kelamaan membengkak. Oleh Bu Tumirah hanya dibiarkan saja, menduga hanya sakit gigi biasa, pun bengkaknya kemudian menghilang. Sekitar tahun 1991, tumbuh benjolan kecil sebesar kelereng di bagian leher. Seiring berjalannya waktu benjolan tersebut membesar, hingga bulan Agustus lalu benjolannya pecah. Sebelumnya, Bu Tumirah enggan diperiksakan ke rumah sakit, setelah kondisinya tidak stabil ia dipaksa anaknya untuk diperiksakan ke RSPAU dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Ia menjalani rawat inap satu malam, lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tanggal 30 Agustus lalu, Bu Tumirah menjalani operasi. Alhamdulillah, operasinya lancar. Saat ini bekas luka operasi sudah mengering. Selin kontrol rutin, Bu Tumirah juga menjalani kemoterapi tiap 3 minggu sekali. Saat ini kondisinya membaik. Alhamdulillah, selain mendapat keringanan melalui fasilitas BPJS pemerintah, Bu Tumirah dan keluarga juga berterima kasih kepada sedelaholics Sedekah Rombongan atas pendampingan selama pengobatannya. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Tumirah, Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @atinlelyas Rian Tubi
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:05-10-2018

Bu tumirah menderita tumor leher


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48 / Pasien, SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO , Ca Serviks + Kista) Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut yang tidak biasa. Oleh pihak keluarga, Bu Suwarni segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja tak melanjutkan pengobatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain berobat di RSUP Dr. Sardjito, Bu Suwarni juga menjalani sinar radioterapi di RS Margono Purwokerto. Beberapa bulan terakhir ini kondisi Bu Suwarni tidak stabil. Ia yang sebelumnya juga menjalani operasi kista, ternyata tumbuh kista kembali. Serangkaian jadwal kemoterapi pun sudah dilakukan untuk menghentikan sel kankel menjalar namun perutnya terlihat semakin membesar, sangat kesulitan untuk berjalan dan sesak nafas. Berulang kali kondisinya menurun dan rawat inap di rumah sakit. Amanah dari sedekahhollics kepada keluarganya disampaikan untuk bantunan pembelian oksigen dan biaya hidup. Moga anak dan keluarga diber ketabahan dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisinya. Aamiin. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 14.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @atinlelyas Rian
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:21-10-2018

Bu suwarni menderita ca serviks + kista


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48 / Pasien, SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO , Ca Serviks + Kista) Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut yang tidak biasa. Oleh pihak keluarga, Bu Suwarni segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja tak melanjutkan pengobatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain berobat di RSUP Dr. Sardjito, Bu Suwarni juga menjalani sinar radioterapi di RS Margono Purwokerto. Beberapa bulan terakhir ini kondisi Bu Suwarni tidak stabil. Ia yang sebelumnya juga menjalani operasi kista, ternyata tumbuh kista kembali. Serangkaian jadwal kemoterapi pun sudah dilakukan untuk menghentikan sel kankel menjalar namun perutnya terlihat semakin membesar, sangat kesulitan untuk berjalan dan sesak nafas. Berulang kali kondisinya menurun dan rawat inap di rumah sakit. Dan Allah SWT berkendak memanggilnya pulang untuk selamanya. Kurir Sedekah Rombongan turut menghadiri acara pemakamannya, menyampaikan rasa duka dan amanah dari sedekahhollics kepada keluarganya untuk bantunan biaya pemakamannya. Moga anak dan keluarga diber ketabahan dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisinya. Aamiin. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 14.

Kurir : @anggakusumaari @aji_kristianto @panggihjuni Rian
Jumlah:Rp. 1.500.000
Tanggal:29-10-2018

Bu suwarni menderita ca serviks + kista


Kusmiyati (43 / Santunan, Kusmiyati , Luka Bacok) Krajan RT 04 RW 02, Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah Sore itu tanggal 5 september 2018 ibu Kusmiyati tengah beristirahat dari aktivitas pekerjaannya. Diiringi penat menikmati lelap. Tanpa diduga putri sulungnya yang bernama Isti Amanatul Ula(21) yang mengalami gangguan jiwa mengayunkan sebilah parang tepat di kepala bagian kiri ibu Kusmiyati. Kaget heran dan kesakitan, begitu yang beliau rasakan ketika tersadar dari lelapnya. Dipegangilah kepalanya dengan tangan kirinya. Namun naas sabetan yang kedua dilayangkan kembali hingga membuat ketiga jari tangan ibu Kusmiyati terpotong. Alhamdulillah warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dan menjalani perawatan intensif di sana. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Tentara dr. Soedjono Magelang karena harus menjalani operasi. Selama di RSJ ibu Kusmiyati menggunakan fasilitas rawat inap umum sehingga harus membayar biaya administrasi sebesar Rp. 4.409.962 untuk biaya obat dan rawat. Kondisi keluarga membuat mereka tidak mampu untuk membayar biayanya. Suami ibu Kusmiyati, Asroni (47) hanya bekerja sebagai buruh penyadap nira kelapa dengan penghasilan yang tak menentu pula. Dengan kondisi yang demikian itulah Kepala Desa Klegen tempat ibu Kusmiyati tinggal, meminta bantuan dengan mengirimkan surat permohonan kepada Lembaga Amal#SedekahRombongan. Dan alhamdulillah tim #SedekahRombongan segera bergerak memberikan bantuan berupa santunan untuk membantu kesembuhan beliau.Terucap kata terimakasih kepada tim #SedekahRombongan yang sudah berkenan membantu pengobatan beliau.

Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:26-10-2018
Kurir:Muhtar Nawawi

Bu kusmiyati menderita luka bacok


DEWI MIR’ATUL KHAYATI (1, DEWI MIR’ATUL KHAYATI , GIZI BURUK) Dusun Tegalwungu Rt 2 Rw 8 Desa Kupen Kecamatan Pringsurat Kab Temanggung Prov. Jawa Tengah Dik Dewi kami biasa memanggilnya. Semenjak lahir Dik Dewi menderita gizi buruk mengingat kondisi ekonomi keluarga Bapak Slamet Haryanto yang jauh dari kata mampu , Dik Dewi sudah menjadi klien dampingan Puskesmas Rejosari Kec. Pringsurat, ada kendala lain yang dihadapi keluarga slamet haryanto mengingat seluruh keluarganya belum memiliki Kartu Indonesia Sehat PBI. Setelah kurir melakukan asesmen baik dikeluarga dan ke pemerintah desa kupen ternyata keluarga tersebut masuk data BDT PPFM, sehingga sangat mudah proses pengusulan KIS PBI jika keluarga tersebut masuk data BDT PPFM. Setelah sebulan keluarga tersebut akhirnya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat PBI Berkat kerjasama dengan BPJS dan Dinsos Temanggung. Kendala lain yang dihadapi adalah kekurangan suplay makanan bergizi untuk mendorong perkembangan Dik Dewi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Slamet Hayanto, dan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk memberikan bantuan untuk digunakan membeli makanan bergizi dan susu untuk adik Dewi . Keluarga besar adik dewi mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Dewi semakin tumbuh sehat. Jumlah Bantuan : Rp 500.000,00 Tanggal : 30 Oktober 2018

Kurir : @fathurrozaq82, swastiko , @mahendrayudhia
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:30-10-2018

Dewi mengalami gizi buruk


Khusnul Dimas Sujianto (1 / Biaya Santunan , Khusnul Dimas Sujianto , Tumor Hepar (Hepatoblastoma) ) Gerenden RT.039 RW.012 Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah Adalah Khusnul Dimas Sujianto, anak dari pasangan suami istri ibu Sunah(34) dan bapak Sarju Irawan(36). Bayi yang kini usianya belum genap 2 tahun ini sudah divonis mengidap penyakit tumor hepar oleh dokter di RSUD Tidar Magelang ketika menginjak usia 8 bulan kelahiran. Di rumah sakit ini pula dilakukan tindakan operasi terhadap Khusnul. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan scan dan kemoterapi secara rutin. Ternyata bukan kali ini saja keluarga ini keluar masuk rumah sakit. Karena ternyata anak pertama mereka yang bernama Ayuk Yulianti(12) juga mengidap penyakit jantung sejak kecil. Sungguh berat cobaan keluarga ini. Di tengah kondisi perekonomian mereka yang serba kekurangan, mereka harus berjuang untuk hidup, kehidupan, dan masa depan. Orang tua Khusnul bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu pula. Ketika ditemui kurir #SedekahRombongan, Khusnul sudah menjalani satu kali operasi dan enam kali kemoterapi. Dan kini tengah mempersiapkan diri untuk menjalani tahap operasi yang ke dua kalinya. Besarnya harapan mereka membuat kami tersentuh. Alhamdulillah tim #SedekahRombongan segera bergerak memberikan bantuan berupa santunan untuk membantu meringankan beban mereka. Rasa syukur tersirat, terima kasih terucap. Sebuah apresiasi berupa dukungan kepada tim #SedekahRombongan juga mereka sampaikan. Untuk tak pernah berhenti berjuang membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Jumlah:Rp. 1.500.000
Tanggal:04-11-2018
Kurir:Muhtar Nawawi

Khusnul mengidap penyakit tumor hepar


Siti Anisah (45, Siti Anisah, Kaku Tulang) Gener 1 RT 04 RW 01 Desa Girirejo Kec Tegalrejo kab. Magelang Sejak 10 tahun yang lalu ibu Siti mengalami kekakuan tulang pada panggul sampai dengan kakinya, pastinya setelah melahirkan anak pertamanya, waktu usia kandungan memasuki usia 7 bulan ibu Siti mengalami perdarahan yang mengakibatkan rembesnya air ketuban sehingga untuk menyelamatkan janin, Ibu Siti harus menjalani operasi pengeluaran janin. Tanpa persiapan dan demi menyelamatkan sang buah hati yang sudah ditunggu tunggu selama 7 tahun, akhirnya operasi itupun di laksanakan, lahirlah seorang bayi kecil yang tampan, Tetapi tidak sampai di situ bayi kecil itu harus berada di dalam inkubator karena usia yang masih kurang, Dengan kondisi ekonomi yang sangat kurang, di tambah tidak memiliki kartu bantuan apapun suami ibu siti pun berjuang kesana kemari mencari hutang untuk keperluan membiayai kebutuhan rumah sakit agar anak dan istrinya bisa pulang dengan sehat, setelah lebih dari satu minggu akhirnya ibu Siti dan anaknya diperbolehkan untuk pulang, sesampainya di rumah dengan segala keterbatasan yang ada suami ibu Siti harus merawat anak dan istrinya seorang diri, setelah obat yang dari Rumah Sakit habis, ibu Siti tidak mampu membeli obat lagi, sehingga ibu Siti menahan rasa sakit setelah operasi dalam waktu yang lama. Karena terlalu lama berbaring di tempat tidur akhirnya terjadilah kekakuan pada tulang pinggulnya sampai dengan kakinya dan itu sudah terjadi selama 10 tahun sampai dengan sekarang. Alhamdulillah sedekah holic dipertemukan dengan ibu Siti dengan tangis bahagia ibu Siti kini dapat membeli obat untuk menunjang kesembuhannya, dengan tangis ibu Siti berterima kasih atas bantuan yang di berikan.

Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:27-10-2018
Kurir:Unikasari

Ibu Siti mengalami kekakuan tulang pada panggul sampai dengan kaki


Darningsih (36/santunan, Darningsih, Osteoarthritis) Dusun Soroyudan rt 02 RW 06 Desa Jogonegoro Kab. Magelang Ibu Darningsih(36) biasa di panggil mbak Ning, dan suwaminya bernama bapak Susilo (37). Mbak Ning dan pak Susilo tinggal dengan menepati rumah kosong yang di pinjamkan oleh salah seorang warga, di karenakan memang tidak memiliki rumah, mbak Ning memiliki 2 anak. Anak yang pertama bernama Vara(14) dan Abi(3). Mbak Ning tidak bekerja sedangkan pak Susilo bekerja sebagai buruh angkut, kehidupan mereka sangatlah minim tetapi Alloh SWT menitipkan kembali seorang anak kepada mereka, tanpa di sadari oleh mbak Ning dia sudah hamil 3 bulan, setelah usia sembilan bulan dari rencana semula mbak Ning hanya akan bersalin di bidan ternyata Alloh SWT berkehendak lain, saat akan melahirkan mbak Ning mengalami tensi yang tinggi, sehingga oleh bidan yang menangani persalinan mbak Ning harus di rujuk ke Rumah Sakit, dengan berat hati mbak Ning dirujuk ke Rumah Sakit Islam Magelang, mbak Ning dan keluarga ketakutan karena tidak memiliki biaya sama sekali untuk membayar total tagihan dari Rumah sakit, alhamdulillah kurir bertemu dengan mbak Ning dan dapat membantu membayarkan biaya rumah sakit sehingga mbak Ning dapat pupang kerumah, trimakasih yang tak terhingga disampaikan kepada #sedekahrombongan karena telah membantu mbak Ning dan keluarga sehingga mbak Ning dapat pulang kerumah setelah melahirkan.

Jumlah:Rp. 1.500.000
Tanggal:27-10-2018
Kurir:Unikasari

Mbak ning menderita osteoarthritis


SHELLY DWI NOVITASARI BINTI SAGE, Lowsbar Syndrome) Dukuh Daleman Desa Pandansari RT 003 RW 002 Sidoluhur, Kec. Ambal, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah SHELLY DWI NOVITASARI BINTI SAGE (12, Lowsbar Syndrome). Alamat : Dukuh Daleman Desa Pandansari RT 003 RW 002 Sidoluhur, Kec. Ambal, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Menginjak usia tiga tahun, dek Shelly mengalami demam, batuk, dan sesak nafas dalam waktu yang cukup lama. Kadang sembuh seperti tidak terdapat penyakit yang menghampiri dek Shelly, namun tak berselang lama sakitnya kembali muncul. Pihak keluarga dek Shelly sudah memeriksakan kondisi kesehatan dek Shelly ke puskesmas, tetapi kondisi kesehatan dek Shelly belum juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Karena kondisi kesehatan dek Shelly yang belum membaik, akhirnya dek Shelly memperoleh penanganan lebih lanjut dan dirujuk ke RSUD Kebumen. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di poli anak, kondisi kesehatan dek Shelly masih juga seperti sebelumnya, belum memperlihatkan tren positif. Kondisi fisik dek Shelly semakin melemah, dia juga susah untuk makan serta minum. Karena dirasa perkembangannya belum membaik, akhirnya dek Shelly melanjutkan upaya penanganan kesehatannya di BP4 Kebumen. Setelah menjalani proses pengobatan di BP4 ini, kondisi dek Shelly masih tetap pada kondisi yang tidak baik. Pada usianya yang kelima, dek Shelly memperoleh rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Semenjak memasuki proses pengobatan di RSUP dr Sardjito, kondisi dek Shelly tidak bisa berjalan, sulit berkomunikasi, serta kondisi fisiknya yang semakin melemah. Dek Shelly dijadwalkan kcontrol kesehatan di RSUP dr Sardjito sekali dalam dua minggu. Selama ini dek Shelly menjalani pemeriksaan di poli anak, poli neuro, poli respiro, polii gizi, poli tumbuh kembang, rehab medic fisioterapi, terapi wicara, yang membutuhkan waktu hingga 2 hari untuk menyelesaikan sesi kontrol tersebut. Dan selama ini dek Shelly menjalani kontrol ke Yogyakarta menggunakan bus umum sebagai modea transportasinya. Pak Sage (43), ayah dek Shelly yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang petani, sangatlah merasa sedih melihat kondisi anak keduanya tersebut. Bu Misrati (38), ibunda dek Shelly yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga, pun mempunyai perasaan yang sama dengan suaminya. Selain harus merawat kakak dan adek dari dek Shelly, bu Misrati harus memberikan perhatian ekstra untuk menyemangati dek Shelly agat selalu mempunyai daya juang dalam usahanya melawan penyakit yang tengah menyerangnya. Dengan adanya KIS, ayah dan ibu dek Shelly seperti memperoleh angina segar, karena merasa terbantukan untuk masalah pembiayaan bagi segala proses yang ditempuh untuk kembali memperoleh kesehatan bagi dek Shelly. Kurir-kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi dek Shelly dengan sigap segera memberikan bantuan awal, yang merupakan amanah dari #sedekaholik, kepada dek Shelly. Insyaa Allaah bantuan dari #sedekaholik tersebut yang telah disampaikan kepada dek Shelly melalui perantara kurir-kurir #sedekahrombongan mampu menemani dan menghantarkan dek Shelly untuk kembali merasakan indahnya nikmat yang bernama kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani Ning

Shelly menderita lowsbar syndrome


GERSON SUPRIYANTO (55, GERSON SUPRIYANTO, Stroke) Dusun Kliwonan RT 02 Rw 05 desa Kupen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah Pak Gerson adalah seorang Penderita Stroke beliau hidup dengan istrinya dalam kondisi yang serba kekurangan. Sudah 1 Tahun ini beliau menderita stroke. Kondisi fisiknya yang mulai melemah karena sakit yang dideritanya menyebabkan dia tidak bekerja lagi. Setelah Kurir melakukan asesmen ditemani dengan perangkat desa setempat ternyata bapak gerson memiliki hutang yang sangat banyak , Untuk berobat sebenarnya beliau memiliki BPJS namun sudah 4 bulan tidak aktif karena menunggak pembayaran hingga akhirnya beliau hanya mendapatkan perawatan lewat pengobatan alternatif itupun tidak maksimal. Perangkat desa setempat memberikan bantuan berupa pengusulan KIS PBI melalui beberapa tahapan mengingat beliau tidak masuk dalam data kemiskinan.Tujuannya tak lain agar pak gerson bisa mengakses layanan kesehatan dari BPJS. Alhamdulillah Kurir Seekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke tempat Pak Gerson, sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk memberikan bantuan yang bisa digunakan untuk mengaktifkan BPJS juga digunakan untuk Operasional Ke rumah Sakit. Keluarga Pak Gerson mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 30 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, swastiko , @mahendrayudhia

Pak Gerson menderita stroke


SULIMAH BINTI ABDULLAH (55, SULIMAH BINTI ABDULLAH , Liver) Dusun Ngebong RT 03 Rw 08 desa Pingit Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah SULIMAH BINTI ABDULLAH ( 55, Liver ) Dusun Ngebong RT 03 Rw 08 desa Pingit Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sulimah adalah ibu rumah tangga yang hidup dengan anaknya karena sudah lama suami meninggal dunia. Sudah 5 tahun beliau menderita sakit liver.Namun sakit yang dia derita tidak pernah dirasakan. Namun beberapa hari lalu beliau harus dirujuk di RSU Temanggung. Perutnya membesar dan merasakan sesak di dada alhamdulillah Untuk berobat dia memiliki BPJS sehingga tetangga dan ibu yami dibantu ibu kadus kerap mengantar cek ke rumah sakit untuk periksa kesehatan. Untuk biaya operasional/transportasi Ke Rumah Sakit Terkadang tetangga patungan untuk membiayai biaya operasional Ke Rumah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan akhirnya bisa bersilaturahmi ke tempat Ibu Sulimah bersama Ibu Kadus , sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk memberikan bantuan yang bisa digunakan untuk Operasional ke rumah sakit.Ketika Kurir menyambangi kediaman beliau kondisi bu sulimah sudah membaik dan diperboelhakn pulang untuk rawat jalan. Keluarga dan tetangga Bu Sulimah serta Bu Kadus setempat mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, swastiko , @mahendrayudhia

Bu Sulimah menderita sakit liver


KODERI BIN TOHA (57, KODERI BIN TOHA , stroke) Dusun Bolong 3/2 Desa Ngaditirrto, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov Jawa Tengah Pak Kod begitu disapaadalah seorang kepala rumah tangga yang sehari hari bekerja sebagai petani. Beristrikan Ibu Zenab dan mempunyai 2 orang anak yang sudah berumah tangga sendiri. Pak Kod mengalami stroke saat itu sekitar 1 tahun yang lalu. Diawali dari jatuh saat berada dikamar mandi. Saat itu dengan dibantu tetangga segera membawa ke RSUD Temanggung. Setelah mendapatkan perawatan dan menjalani opname selama 5 hari Dokter yang menangani memberitahukan jika Pak Kod mengalami stroke sehingga setelah diperbolehkan pulang harus menjalani terapi rutin setiap minggunya. Meski untuk biaya pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI namun untuk biaya transportasi dan akomodasinya sangatlah membutuhkan mengingat Pak Kod adalah sebagai tulang punggung keluarga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan santunan daripara Sedekahholics dimana bantuan ini digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan dan terapi ke RSUD Temanggung. Keluarga yang mendampingi mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan berharap Pak Kod segera diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko

Pak Kod mengalami stroke


KIRYANTI BINTI ABDUL (28, KIRYANTI BINTI ABDUL, lumpuh) Desa Drono 3/2 , Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov Jawa Tengah. . Kiryanti adalah anak pertama yang mengalami derita lumpuh sejak usia 20 tahun dimana diawali dari jatuh saat pergi ke sawah. Keluarga yang mengetahui kejadian itu segera membawa ke RSUD Temanggung untuk perawatan lebih inensif. Dokter yag menangani memberikan kesimpulan jika Kiryanti mengalami kelumpuhan sehingga harus dilakukan terapi rutin ke RSUD Temanggung. Saat ini Kiryanti masih menjalani terapi ,namun saat ini ada kendala yang membuat terapinya tidak dijalankan dengan rutin mengingat kondisi ekonomi yang sangat membutuhkan meskipun pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI, namun untuk biaya transportasinya sangat kesulitan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan santunan daripara Sedekahholics dimana bantuan ini digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan dan terapi ke RSUD Temanggung. Keluarga yang mendampingi mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan berharap Kiryati segera diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko

Kiryanti mengalami derita lumpuh


MUBARIYAH BINTI SUTARJO (56, MUBARIYAH BINTI SUTARJO , amputasi kaki) Danurejo Gang 8 RT 03/08 Desa Danurejo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah Bu mubariah adalah seorang guru paud di Desanya, aktivitas sehari hari mengajar anak – anak sampai jam 10 pagi sisanya digunakan untuk aktivitas rumah tangga lainnya, suaminya seorang buruh bangunan. Bu Mubariyah sudah mempunyai riwayat penyakit diabetes dan hipertensi. Awal sakit yg sekarang dari luka lecet di jempol kaki kanan, lama kelamaan semakin membengkak dan merembet dari yg awalnha hanya luka kecil. Diperiksakan ke RSK Ngesti Waluyo Parakan kemudian disarankan untuk operasi. Oleh RSK Ngesti Waluyo dirujuk ke RS Sarjito untuk menjalani pemeriksaan kemudian dilakukan pemotongan jempol kaki kanan. Selang berapa hari luka merembes kembali kemudian dibawa ke RS Sarjito lagi dan dilakukan pemotongan kaki kanan hingga lutut. Akibat sakit yang diderita istrinya, suaminya Pak Winarno tidak bisa bekerja, sehingga kebutuhan runah tangga dan untuk sekolah ke – 2 anaknya agak terganggu. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjengu Bu Mubariyah kondisinya masih lemah belum bisa duduk dan luka bekas operasi masih basah sehingga setiap hari di rawat oleh perawat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekah holics, dimana bantuan ini digunakan ntuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapakan terimakasih atas bantuan ini dan berharap semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan menjadi wasilah kesembuhan Bu Mubariyah.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 26 oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Swastiko, Ika widyasari

Bu Mubariyah menderita amputasi kaki


BBM SINERGI SI BULAN DAN SR KEBUMEN, -) KEBUMEN BANTUAN BBM SINERGI SI BULAN DAN SR KEBUMEN. Untuk mendukung kelancaran gerakan #sedekahrombongan wilayah Kebumen, khususnya dalam hal mengantar pasien-pasien dampingan #sedekahrombongan Kebumen yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan baik di wilayah Kebumen ataupun rujukan ke Rumah Sakit di RS Sardjito Yogyakarta dan RS Margono Purwokerto. Karena belum tersedianya #MTSR untuk wilayah Kebumen, dalam proses antar-jemput pasien, #sedekahrombongan wilayah Kebumen bekerja sama dengan Si Bulan. Bantuan yang diberikan kepada Si Bulan digunakan untuk bahan bakar armada yang digunakan untuk membantu kegiatan #sedekahrombongan wilayah Kebumen.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 22 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani

Bantuan bahan bakar


RATNA SULISTYOWATI (47 / Biaya Berobat, RATNA SULISTYOWATI, Syaraf Kejepit) Dusun Kauman Kepil RT 03 / RW 02 Desa Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah RATNA SULISTYOWATI (47, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Kauman Kepil RT 03 / RW 02 Desa Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Awalnya pada tahun 1994 pernah jatuh dari sepeda motor dengan posisi jatuh duduk saat itu hingga setahun tidak merasakan keluhan apapun. Namun setelah beberapa tahun kemudian merasakan sakit di sekitar pinggang, kemudian periksa di RSUD Purworejo pada tahun 1997 dan dirujuk ke RS Sardjito untuk operasi namun karena dokter operasi cuti pendidikan selama 3 bulan maka operasi diurungkan hingga saat ini. Selanjutnya pernah melakukan terapi pijat namun kondisi nya tidak membaik. Kondisi saat ini dia hanya dirumah saja hanya melakukan aktivitas kecil. Kondisi ekonomi minim karena suami nya sudah 2 bulan ini tidak pernah pulang dan memberikan nafkah. Saat ini Bu Ratna berharap kesembuhan namun karena keterbatasan biaya maka pengobatan terhenti. Alhamdulillah Bu Ratna dipertemukan dengan sedekah rombongan dan dapat berupaya berobat kembali dengan dana titipan dari sedekaholics. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Bu Ratna kembali sembuh dan beraktivitas seperti dahulu. Alhamdulillah santunan yang diberikan sedecholic untuk ikhtiar bu Ratna terapi chiropratic di Jogjakarta

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82 Sudiarto Tommy Pramudya

Bu Ratna menderita syaraf kejepit


MARDI BIN SANUMAR (67/Biaya Kebutuhan Sehari-hari, MARDI BIN SANUMAR, Stroke) Desa Madukara, RT 4/2, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Kejadiannya berawal dari 3 tahun lalu, Pagi hari ketika Bapak Mardi bangun tidur dan hendak mengambil air wudhu, kakinya terasa kaku dan tidak bisa berjalan. Keluarga membawa Bapak Mardi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara, beliau divonis terkena stroke dan harus rawat inap selama 5 hari. Kondisi Bapak Mardi saat ini sudah membaik dan sudah dapat berjalan namun masih harus menjalani terapi. Istri Bapak Mardi yaitu Ibu Suminah (71) yang sehari-hari merawat beliau. Selama pengobatan, Bapak Mardi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Beliau mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya akomodasi untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mardi dan menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Mardi tetap semangat menjalani terapi dan lekas sembuh.

Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:07-09-2018
Kurir:SR Banyumas Raya

Pak Mardi divonis terkena stroke


FARID ATALLAH (1/Biaya Akomodasi Berobat, FARID ATALLAH, Hydrocephalus) Desa Bantarwaru, RT 1/3, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Farid sejak lahir sudah mengalami penyakit hydrocephalus dan sudah terlihat dari bentuk fisiknya. Orang tuanya rutin memeriksakan Farid ke puskesmas. 1 bulan yang lalu, Farid mendapat rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Dokter mengatakan bahwa Farid harus melakukan operasi pada tanggal 1 Agustus. Farid adalah putra dari pasangan Muhammad Alvian (21) dan Ika Viatun (18). Ayah Farid bekerja sebagai pedagang, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Selama pengobatan, Farid menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Farid sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Semoga bermanfaat, dan semoga Farid lekas sembuh.

Kurir : @ddeeaan Suratno @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:05-09-2018

Farid sejak lahir sudah mengalami penyakit hydrocephalus


SYARIFUDIN ABDULRAHMAN FARIH, Penyumbatan Saluran Kencing) Desa Asinam, RT 3/1, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 3 bulan yang lalu, Farih mengeluh sakit ketika buang air kecil. Orangtua Farih membawanya ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara untuk di operasi. Sampai saat ini masih belum diketahui jadwal operasi Farih, sekarang ia hanya minum obat dari dokter saja dan masih merasa sakit ketika buang air kecil. Farih adalah putra dari Bapak Suratno (27) dan Ibu Wastri (26). Bapak Suratno bekerja sebagai petani, sedangkan istrinya hanya seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Farih menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Orang tua Farih kerap mengalami kesulitan dalam hal biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Farih dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Farih cepat mendapatkan jadwal operasi dan lekas sembuh.

Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:06-09-2018

Farih menderita penyumbatan saluran kencing


MUHAMMAD FIRMAN (18/Akomodasi Berobat & Biaya Kebutuhan Sehari-hari, MUHAMMAD FIRMAN, Retak Tulang Kaki Kanan) Desa Madukara, RT 2/2, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. 1 bulan yang lalu, Firman berniat untuk berkunjung ke rumah saudara, Di tengah perjalanan, Firman ditabrak dari belakang dan terjatuh. Firman dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas dan diketahui bahwa tulang kaki kanannya retak. Saat ini kondisi Firman sudah mulai bisa berjalan dan masih dalam proses pemulihan. Firman adalah putra dari Bapak Amar (40) yang bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya, Rina (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Firman menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Sedangkan kesulitan yang kerap dihadapi orang tua Firman adalah biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Firman dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga bermanfaat dan Firman lekas sembuh.

Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:08-09-2018

Firman tulang kaki kanannya retak


SARTINAH BAWON (61/Biaya Kebutuhan Sehari-hari, SARTINAH BAWON , Buta) Desa sered, RT 2/3, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. 9 tahun yang lalu, Ibu Bawon jatuh terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Keluarganya membawa Ibu Bawon ke puskesmas dan ketika sadar Ibu Bawon sudah merasa ada yang aneh pada matanya, Beliau tidak dapat melihat dengan jelas. Dari pihak puskemas diberi rujukan untuk ke rumah sakit, namun oleh suaminya tidak membawa Ibu Bawon ke rumah sakit melainkan ke pengobatan alternatif. 2 tahun kemudian Ibu Bawon baru memeriksakan diri ke rumah sakit, namun penyakitnya sudah semakin parah. Kondisi Ibu Bawon saat ini masih belum bisa melihat. Suaminya, Ahmad (65) bekerja sebagai buruh. Selama pengobatan, beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Bawon mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Bawon dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat, dan Ibu Bawon tetap semangat melawan penyakitnya.

Kurir : @ddeeaan suratno @yaswi_rd
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:06-09-2018

Biaya kebutuhan sehari-hari


Tukiyem Binti Sarji (64, Tukiyem Binti Sarji, Diabetes) Desa Kepet, RT 8/2, Kec. Dagangan, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur TUKIYEM BINTI SIRAN (64, Diabetes). Alamat : Dusun Purwojati, RT 8/2, Desa Kepet, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Kiyem adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah sederhana bersama suaminya. Pasangan nenek dan kakek ini sangatlah memprihatinkan, karena di masa tuanya yang seharusnya bisa menikmati bersama anak dan cucunya, malah sebaliknya. Suaminya sakit stroke, tidak bisa bicara dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Sementara mbah Kiyem sendiri menderita diabetes sudah lama. Sebenarnya mbah Kiyem memiliki 3 anak. Namun semuanya sudah berkeluarga dan tidak ada yang tinggal serumah dengan mbah Kiyem. Karena kondisi kehidupan anak – anaknya yang serba pas – pasan juga, maka mereka juga jarang sekali melihat atau menjenguk keberadaan orang tuanya. Sebenarnya suami mbah Kiyem sebelum sakit, masih bisa bekerja di sawah. Namun semenjak sakit, sudah tidak bisa bekerja lagi. Walaupun memilik jaminan kesehatan berupa BPJS, namun mbah Kiyem tidak bisa berobat secara lebih maksimal dikarenakan kesulitan tidak ada yang mengantar untuk berobat. Akhirnya mbah Kiyem dan suami hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialaminya tersebut. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Kiyem dan suami. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat. Mbah Kiyem mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- Tanggal : 1 November 2018

Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:01-11-2018

Mbah Kiyem sendiri menderita diabetes


SURYAMI BINTI SURYAMI, (72, Katarak) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 027,005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mbah Suryami biasa beliau sapa. Sejak delapan bulan lalu merasa terganggu penglihatannya dikarenakan ada selaput putih yg menutupi mata kanannya. Mbah Suryami termasuk salah satu orang yang takut ke dokter dan seumur hidupnya belum pernah pergi ke dokter. Namun dengan keluhan matanya ini Mbah Suryami mengesampingkan rasa takutnya dan atas dorongan anak anaknya memberanikan diri untuk berobat. Namun apa daya. namun ketiadaan dana membuat Mbah Suryami surut kembali semangatnya untuk berobat. Beruntung mbah Suryami bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan santunannya. Semangat berobat dan sembuhnya kembali berkobar. Santunan yg diberikan digunakan untuk pemeriksaan dan pengobatan awal. Dan operasinya pun diharapkan berjalan lancar, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Mbah Suryami menderita katarak


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA, (2, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kedungsuko 003/030, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ika Famawati (23) sedang hamil anak yang ketiga dari pasangan Kukuh Haryadi (31) kandungan istrinya sudah menginjak 10 bulan. Ibu Ika mengalami kesakitan untuk melahirkan Bayinya. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke puskesmas terdekat karena mengalami pendarahan terus menerus, bidan setempat memberikan solusi untuk merujuk ke rumah sakit RSUD Balung Jember karena kondisi Ibu Ika darurat. Setelah sampai di rumah sakit RSUD Balung, selama 30 menit Ibu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung. Bayi pertama mendapatkan perawatan 26 hari di RSUD Balung, tak lama kemudian Dokter merujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena alat RSUD Balung kurang memadai, karena Pasien mengalami Gangguan di kepala. Setelah sampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember bayi tersebut mendapatkan perawatan selama 1 bulan, Dan akhirnya setelah 1 bulan berlalu bayi tersebut dipulangkan, Dokter hanya menyarankan untuk rawat jalan. Karena kondisi keluarga tidak mampu untuk pengobatan anaknya akhirnya tidak Kontrol. Orang tua Adik Rafa kebingungan karena kondisi anaknya semakin menurun, Akhirnya orang tua tersebut mendatangi rumah kepala desanya untuk meminta bantuan. Dan setelah itu Bapak kepala desa setempat mehubungi salah satu Kurir Sedekah Rombongan memohon bantuan untuk mendapampingi selama dirumah sakit dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumah adik Rafa untuk bersilahturahmi kerumahnya untuk membantu biaya pengobatan adik Rafa. Adik Rafa anak dari Pasangan Kukuh Haryadi (31) dan Ibu Ika (23). Bapak Kukuh haryadi bekerja sebagai Tambal Ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Keluarga adik Rafa ini tergolong orang tidak mampu. Dan tempat tinggal yang di tempati hanya menumpang kepada Pamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rafa. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi selama dirumah sakit, Biaya BPJS dan pembelian Suplemen. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 822.000,-
Tanggal : 16 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rafa menderita hydrocephalus


SITI MUAWANAH, (36, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan, pembelian obat yang tak tercover BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 8

Jumlah Santunan : Rp. 1.256.400,-
Tanggal : September 2018, Oktober 2018, 16 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Muawanah mederita tumor otak


SAHWANI BINTI ASJONO (46, Kanker Serviks). Alamat: RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks atau kanker pada leher rahim sejak April 2016. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar Ibu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Setelah operasi, Ibu Sahwani perlu melakukan kemo di RSSA. Pada awal bulan ini, Ibu Sahwani mendapatkan kabar dari dokter untuk simulator dan Ibu Sahwani dijadwalkan untuk melakukan sinar 25 kali. Pada bulan ini, Ibu Sahwani telah menjalani rencana sinar beliau sebnayak 25 kali dan beliau direncanakan lagi oleh dokter untuk melakukan sinar dalam sebanyak 4 kali. Untuk saat ini beliau telah menjalani snar dalam yang ke 3. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya obat-obatan dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (42) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Untuk bulan ini bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan digunakan beliau untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, iuran BPJS dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sahwani dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 505.500,-
Tanggal : 23 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Sahwani menderita kanker serviks


LAILI WAHYUNI, (37, Ca Mamae) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Laili Wahyuni merasakan benjolan pada payudara sebelah kiri sejak satu tahun yang lalu dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Setelah 4 bulan berlalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolann namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu 4 Bulan. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Laili hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Laili langsung dibawa ke salah satu rumah sakit RSUD Dr. Soebandi Jember. Untuk pemeriksaan awal Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Ibu Laili memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang dapat meringankan beban keluarganya untuk pengobatannya. Suami Laili, Bapak Samsul Arifin (45) bekerja sebagai Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka santunan awal di berikan yang dipergunakan untuk Pembayaran BPJS setiap bulan, Akomodasi selama di rumah sakit, dan biaya administrasi Pasien Laili. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Laili dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1

Jumlah Santunan : Rp. 1.017.500,-
Tanggal : Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, Oktober 2018, 21 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Laili menderita ca mamae


EKA RISTIN NIA LESTARI, (32, Struma) Alamat Jl. Jaya Negara 18 Dusun Kaliputih RT/RW 001/001, Kelurahan Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah empat tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Bu Eka. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Bu Eka merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Eka. Lalu Bu Eka memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Bu Eka didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Bu Asih, Pak Heri Subagio (49) yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit lumayan jauh. Ibu Eka memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran, tetapi di saat pertengahan kontrol Ibu Eka tidak membayar iuran BPJS nya karena tidak memiliki uang untuk membayarnya dan Pak Heri pun susah paya mencari penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Setelah Mendengar cerita tentang Bu Eka karena tidak bisa berobat karena BPJS yang dimiliki Ibu Eka menunggak selama satu tahun. kurir Sedekah Rombogan Jember bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pembayaran BPJS Mandiri Kelas III perbulan dan uang saku. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Eka dan Terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 1.285.000,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, Oktober 2018, 22 November 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Bu Eka menderita struma


Diva Ardiansyah (Biaya Sekolah).Musim ujian sekolah sudah tiba. Saatnya para pelajar mulai kembali mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian. Tak terkecuali Diva Ardiansyah, Pelajar SMP N 2 Berbah ini mengalami kesulitan ekonomi yang membuatnya terkendala mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, karena orang tuanya baru saja di PHK dari tempat kerjanya, sehingga Diva harus menunggu mendapatkan bantuan untuk biaya sekolahnya agar bisa mengikuti ujian. Alhamdulillah, pada tanggal 26 November 2018, Titipan langit sebesar Rp. 1.000.000,- disampaikan kepada Diva untuk biaya sekolah. Setidaknya untuk saat ini Diva dapat mengikuti ujian di sekolahnya. Semoga titipan langit dari sedekaholic menjadi berkah bagi pemberi dan penerimanya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 26 November 2018
Rincian : Biaya Sekolah
Kurir : @Saptuari @khaakim Fina Indriana

Biaya sekolah


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Pengobatan Adik Kasih sesuai jadwal tanggal 24 Oktober 2018 menunjukkan kondisi pasien dampingan SR Kalbar ini semakin membaik, Dokter menyampaikan Adik Kasih Nur Vajira pengobatan masih menggunakan obat Metylprednisolone sebelum menggunakan obat lain yg sedang di pesan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu ikhtiar pengobatan selanjutnya. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 10 (Baru).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2018
Kurir: @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12

Kasih menderita syndrom nefrotik + TBC

—————————-

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MARYANTO BIN SULINO 1,028,300
2 SAMINEM BINTI SODIKROMO 1,000,000
3 FEBRI TRI HANDOKO 1,000,000
4 SUPARMO BIN WIRYO DINOMO 1,500,000
5 MEYFINA NURITA YUDISTIRA 1,000,000
6 SUPRIYANTO BIN NGATIRAN 1,000,000
7 JOKO SANTOSA 500,000
8 MARYANTO BIN SULINO 1,500,000
9 SUMARSO BIN MARTAWI 1,000,000
10 LUKMAN ROMADONI 1,000,000
11 KIRANA DERMAWAN 500,000
12 SITI NUR 1,000,000
13 BANJIR BANDANG TANGGAMUS 10,000,000
14 MURTAM BIN SAMAN 10,000,000
15 AHMAD HASAN ABDILLAH 1,241,200
16 SAYUDI BIN NAIM 6,372,000
17 SILA BINTI SUJENTEN 1,000,000
18 SUMARTO BIN MADIKYAN 500,000
19 SADAR SARYONO 1,000,000
20 DIGO APRIANSYAH 500,000
21 IHYA RAMADHANI 1,500,000
22 KAYLA ALMIRA FAREN 1,500,000
23 MAFAIZA SHAQUEENA FARNAZ 500,000
24 RENDI IRAWAN 1,500,000
25 JAROT PURNOMO 500,000
26 SLAMET RIYADI 1,000,000
27 SUDARNI BINTI MARTO DIREJO 500,000
28 BERKAH SEPTIAN 1,000,000
29 RATMINAH BINTI DOL ROHIM 1,000,000
30 KOMISAH BIN NITIHARJO 1,000,000
31 BADRIYONO BIN AMAT WIRADI 1,000,000
32 ETIK MARSININGSIH 1,000,000
33 KHUSNIA PUTRI KUSUMA NINGRUM 1,000,000
34 WILDAN WICAKSONO 2,000,000
35 TUMIRAH BINTI SASTRODIKROMO 1,000,000
36 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 1,000,000
37 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 1,500,000
38 Kusmiyati 1,000,000
39 DEWI MIR’ATUL KHAYATI 500,000
40 Khusnul Dimas Sujianto 1,500,000
41 Siti Anisah 1,000,000
42 Darningsih 1,500,000
43 SHELLY DWI NOVITASARI BINTI SAGE 500,000
44 GERSON SUPRIYANTO 1,000,000
45 SULIMAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
46 KODERI BIN TOHA 1,000,000
47 KIRYANTI BINTI ABDUL 1,000,000
48 MUBARIYAH BINTI SUTARJO 1,000,000
49 BBM SINERGI SI BULAN DAN SR KEBUMEN 1,500,000
50 RATNA SULISTYOWATI 500,000
51 MARDI BIN SANUMAR 500,000
52 FARID ATALLAH 500,000
53 SYARIFUDIN ABDULRAHMAN FARIH 500,000
54 MUHAMMAD FIRMAN 1,000,000
55 SARTINAH BAWON 500,000
56 Tukiyem Binti Sarji 1,000,000
57 SURYAMI BINTI SURYAMI 500,000
58 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 822,000
59 SITI MUAWANAH 1,256,400
60 SAHWANI BINTI ASJONO 505,500
61 LAILI WAHYUNI 1,017,500
62 EKA RISTIN NIA LESTARI 1,285,000
63 Diva Ardiansyah 1,000,000
64 KASIH NUR VAJIRA 500,000
Total 85,027,900