MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, MTSR PURWOKERTO , Biaya Operasional Agustus 2018) Jl.Sokabaru 4 No 327 Rt 2 Rw 4 Berkoh.Purwokerto Selatan Banyumas Jawa Tengah. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar Dan Service Ringan. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 13.

Kurir : @ddeean Khaerul
Jumlah: Rp. 5.119.788
Tanggal:31-08-2018

Biaya operasional Agustus 2018


Tuminah Binti Mohaji (70, Tuminah Binti Mohaji, Katarak) Desa Sareng, RT 12/2, Kec. Geger, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur TUMINAH BINTI MOHAJI (70, Katarak). Alamat : Desa Sareng, RT 12/2, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Minah, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang hidup berdua dengan anak semata wayangnya yang bekerja serabutan di lingkungannya. Suami bu Minah sudah lama meninggal dunia, sehingga semua kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh anaknya tersebut seadanya dan sudah lama mengidap penyakit diabet. Beberapa bulan terakhir bu Minah merasakan kedua matanya kabur bila untuk melihat. Setelah diperiksakan ternyata bu Minah mengalami katarak dan dianjurkan untuk operasi. Namun untuk pelaksanaan operasi, harus menunggu kondisi gulanya normal. Bu Minah sempat putus asa dengan kondisi yang dialaminya tersebut. Beruntung anak semata wayangnya sabar dan telaten merawat ibunya tersebut. Walau hidup sangat sederhana, anaknya bu Minah sangat berharap ibunya bisa sembuh kembali. Dengan memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, bu Minah selalu kontrol untuk kondisi gulanya. Terakhir kontrol, bu Minah mendapatkan rujukan untuk tindakan operasi kataraknya. Anaknya mulai merasa kebingungan karena dengan kondisi yang serba kekurangan, bagaimana nanti bisa mengantar ibunya untuk operasi. Anaknya sangat berharap ibunya bisa dioperasi kataraknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Minah dan anaknya tersebut. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Minah. Betapa gembiranya bu Minah dan anaknya. Tidak lupa bu Minah mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu tuminah menderita katarak


Budi Santoso (45, Budi Santoso, Ca Nasofaring) Jl. Perintis Kemerdekaan, Gg. IV, No. 2, RT7/2, Kec. Katoharjo, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur BUDI SANTOSO (45, Ca Nasofaring). Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan, Gang IV, No. 2, RT 7/2 , Kartoharjo, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Budi, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, adalah seorang bapak dengan dua orang anak. Dulu sebelum sakit, beliau pernah bekerja di Sri Ratu Mall Madiun. Kemudian di PHK karena pengurangan karyawan. Dapat uang PHK 16 juta dan habis untuk berobat, akhirnya minta-minta ke organisasi sosial lain dan mengajukan proposal tidak pernah mendapatkan bantuan. Sakit pak Budi berawal saat menderita penyakit gula sejak tahun 2003, karena tidak pernah berobat akhirnya muncul luka yang mengakibatkan jari kaki kanan diamputasi pada tahun 2015. Dengan berjalannya waktu muncul luka lagi sehingga kaki kiri harus diamputasi di tahun 2016. Waktu terus berjalan tahu – tahu hidung mengeluarkan darah, dari hasil pemeriksaan dan konsul dari dokter bedah ke THT dan hasil pemeriksaan scan disimpulkan ca Nasofaring. Itu terjadi di tahun 2017 dan akhirnya harus dirujuk ke Rsup dr. Sutomo Surabaya. Pak Budi harus menjalani kemoterapi (6x), radioterapi (35x). Mengingat selama pengobatan memerlukan biaya banyak terutama untuk biaya hidup dan sewa tempat kos (walaupun pasien punya KIS). Saat ini masih kemoterapi dan radioterapi di RS dr. Sutomo Surabaya, sambil menunggu evaluasi post radioterapi. Pak Budi merasa sangat berat untuk meneruskan proses pengobatan yang harus dilakukan karena keterbatasan biaya. Informasi tentang pak Budi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Dengan ketidak mampuanya pak Budi terutama dalam hal pembiayaan dan sudah berusaha minta bantuan kesana kemari (walaupun pasien punya KIS) namun juga tidak berhasil. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Budi. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Budi. Pak Budi merasa senang sekalo dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholocs atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Rupin

Pak budi menderita ca nasofaring


Suyatin Binti Setu (68, Suyatin Binti Setu, Leukimia + Diabet + Gagal Ginjal) Desa Suratmajan RT 25/3, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. SUYATIN BINTI SETU (68, Leukimia + Diabet + Gagal Ginjal). Alamat : Desa Suratmajan RT 25/3, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yatin, demikian beliau biasa dipanggil keluarga dan tetangga adalah seorang ibu rumah tangga yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami sakit Leukimia, Diabet dan gagal ginjal. Berawal saat bu Yatin pulang dari sawah dan terjatuh, kondisinya drop dan keluarga membawa ke Rsud. Sayidiman Magetan. Tidak disangka bahwa bu Yatin memiliki 3 penyakit serius setelah diadakan pemeriksaan secara intensif. Karena kondisi ini bu Yatin harus kontrol rutin dan transfusi darah seminggu sekali. Tentu saja keluarga bu Yatin dengan perekonomian dibawah rata-rata sangat keberatan dengan ritme pengobatan yang harus dijalani. Suaminya yaitu bapak Imam Muslih telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu sedangkan anak nya bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Informasi mengenai bu Yatin diperoleh kurir SR saat sedang mendampingi pasien di Rsud. Sayidiman Magetan. Bu Yatin masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 16 Oktober 2018. Santunan awal sebesar Rp. 1.000.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan berobat serta biaya transport. Bu Yatin sangat berbahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Yatin bisa segera sembuh dan pulih seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin @Supriyanto

Bu Suyatin mengalami sakit leukimia


Seno Bin Supani (38, Seno Bin Supani, Gagal Ginjal) Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 4 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 17 Mei 2017. Santunan keenambelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan Lama 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107 ,1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2, 3 ,7 dan 13. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak seno menderita gagal ginjal


Widjie Alwijianto (46, Widjie Alwijianto, Ca Thyroid) Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Saat ini pak Widjie menjalani pengobatan lanjutan dengan kemoterapi rutin. Santunan ketujuhbelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 750.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya masuk dalam rombongan lama 1023, 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1141 dan Rombongan baru 2, 3, 7 dan 13. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul Muklisin

Pak Widji menderita ca thyroid


Warno Bin Sapar (61, Warno Bin Sapar, Tumor Kelenjar Thyroid) RT 02/2 Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur WARNO BIN SAPAR (61, Tumor Kelenjar Thyroid). Alamat : RT 02/2 Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Warno sudah 5 tahun ini menderita sakit tumor kelenjar tiroid. Akan tetapi selama ini beliau nya tidak pernah periksa ke dokter karena beranggapan kalau hanya sakit biasa. Hingga pada bulan Januari kemarin, pak Warno merasakan susah bernafas dan badan terasa demam. Setelah diperiksa kan, pak mantri menyarankan dirujuk ke RSAU dr. Efram Harsama karena kemungkinan ada tumor dan harus segera dioperasi karena berhubungan dengan saraf pernafasan. Setelah sampai di RSAU dr. Efram Harsana langsung ditindak lanjuti operasi. Setelah dilakukan operasi dokter menyarankan pemeriksaan lagi yang lebih teliti ke RS dr. Oen Kandang Sapi Solo untuk memastikan kalau sel tumor nya sudah bersih sepenuhnya. Pak Warno dan istrinya yaitu Bu Sami (48) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk biaya transportasi ke Solo. Saat ini pak Warno sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Informasinya mengenai sakitnya pak Warno diperoleh dari anaknya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan kedua sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Lama 1117. Pak Warno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga sakit yang diderita pak Warno segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Warno menderita sakit tumor kelenjar tiroid


Nuryadi Bin Suparmin (32, Nuryadi Bin Suparmin, Tulang kaki remuk 10 cm) RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Pada bulan Januari 2018 dilakukan operasi untuk pelepasan pen pada kaki nya. Dan pada 30-8-2018 dilakukan operasi pemasangan Ilizarof untuk yang kedua kali. Titipan santunan keduapuluh dari sedekahholic sebesar Rp 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi kontrol, pembayaran Bpjs Mandiri dan biaya akomodasi ranap, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007, 1052, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136 dan Rombongan baru 7 dan 12. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Pak Nur mengalami tulang kaki remuk 10 cm


Novi Kurniasari (25, Novi Kurniasari, Kista Ovarium) Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur NOVI KURNIASARI (25, Kista Ovarium). Alamat : Dukuh Buru RT 1/1, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Novi, demikian biasa dipanggil oleh tetangga adalah seorang wanita usia 25 tahun dan dalam 6 bulan terakhir menderita penyakit Kista Ovarium. Gejala yang dirasakan adalah perut membesar tetapi tidak terasa sakit. Pertama berobat ke RSI Madiun dengan menggunakan fasilitas KIS. Selanjutnya mbak Novi harus di rujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan terkendala biaya untuk transportasi. Mbak Novi yang bekerja sebagai Prt dengan penghasilan ala kadarnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ayah nya sudah lama meninggal sedangkan ibunya yaitu bu Suparmi (60) bekerja sebagai buruh tani. Mbak Novi masuk dalam dampingan Sedekah Rombongan sejak 18 Maret 2018. Operasi sudah terlaksana di Rsdm Solo pada tanggal 29 Mei 2018, dan saat ini melakukan kontrol rutin serta kemoterapi. Informasi mengenai mbak Novi diperoleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan kondisi keluarga mbak Novi. Santunan kelima titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan rawat inap. Santunan sebelum nya telah dilaporkan dan masuk pada Rombongan Lama 1126, 1142, Rombongan Baru 7 dan 12. Mbak Novi dan ibunya merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga mbak Novi bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin @Supriyanto

Bu Novi menderita penyakit kista ovarium


Sudarsi Binti Marto Sirman (43, Sudarsi Binti Marto Sirman, Ca Mamae) Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SUDARSI BINTI MARTO SIRMAN (43, Ca Mamae). Alamat : Dukuh Mbiroto RT 2/2, Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Darsi demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae kurang lebih setahun yang lalu. Penyakit ini ditandai dengan ada nya benjolan pada payudara tetapi karena tidak timbul rasa sakit maka bu Sudarsi membiarkan nya saja. Baru setelah setahun timbul rasa sakit maka bu Sudarsi mencoba periksa ke Rsud. Sayidiman Magetan dan dinyatakan perlu tindakan operasi. Suami bu Sudarsi yaitu pak Muhamad Shokib (59) cukup panik takut biaya yang dibutuhkan tinggi sedangkan keluarga ini belum memiliki Bpjs. Pak Sokib sendiri bekerja dengan beternak kelinci dan ayam serta menjual nya ke pasar, wajar beliau kebingungan dengan biaya operasi untuk istrinya. Akhirnya dengan saran keluarga pak Shokib mendaftarkan Bpjs. Setelah Bpjs aktif, maka bu Darsi melanjutkan pengobatan dan operasi telah dilaksanakan pada awal bulan Desember 2017. Saat ini beliau melakukan pengobatan lanjutan dengan kontrol rutin di Rsud. Sayidiman Magetan. Informasi mengenai bu Sudarsi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kesepuluh titipan para Sedekaholic pun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap setelah sebelum nya masuk Rombongan Lama 1090, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 dan 12. Rasa terimakasih disampaikan untuk bantuan yang telah diterima. Semoga bu Sudarsi bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Bu Darcy menderita ca mamae


Suparno Bin Mangun Dirin (54, Suparno Bin Mangun Dirin, Liver) Jalan Diponegoro Gang Lawu 3 Nomer 5 RT 1/1, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SUPARNO BIN MANGUN DIRIN (54, liver). Alamat : Jalan Diponegoro Gang Lawu 3 Nomer 5 RT 1/1, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Suparno adalah seorang bapak yang mempunyai tanggungan 2 orang anak yang masih sekolah, seorang istri dan ibu nya yang sakit stroke. Selama ini pak Suparno menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan, kadang kuli, kadang menjadi tukang ojek. Istrinya yaitu ibu Mujiati (52) bekeja sebagai pembuat makanan khas Magetan yaitu Jrangking yang penghasilan nya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Setahun terakhir pak Suparno menderita sakit liver sehingga tidak bisa bekerja seperti biasa nya. Tahun lalu beliau menjalani operasi dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri. Pada 3 bulan terakhir pak Parno dirujuk ke Rsup. dr. Moewardi Solo, pengobatan dan kontrol rutin. Informasi mengenai pak Suparno di peroleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya kontrol dan berobat serta pembayaran iuran rutin BPJS Mandiri. Pak Suparno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan untuk keluarga beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Suparno menderita sakit liver


Marsi Binti Joyo Kusno (75, Marsi Binti Joyo Kusno, Retak tulang kaki) Desa Sampung RT 13/3, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur MARSI BINTI JOYO KUSNO (75, retak tulang kaki). Alamat : Desa Sampung RT 13/3, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Marsi demikian beliau biasa disapa oleh saudara dan para tetangga. Mbah Marsi adalah seorang nenek yang tinggal seorang diri di rumah tuanya yang sudah reot. Sebenarnya mbah Marsi memiliki 3 orang anak tapi beliau tidak mau diajak tinggal bersama anaknya, beliau kebih memilih tinggal di rumah tuanya. Anak nya juga kebetulan kurang beruntung dalam hal perekonomian sehingga tidak bisa membantu banyak untuk mbah Marsi. Saat mudanya beliau bekerja sebagai buruh tani, demikian juga suaminya Alm. Mbah Arjo Karno sehingga beliau berdua tidak punya tabungan untuk masa tuanya karena pendapatan nya sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dua tahun yang lalu mbah Marsi jatuh di depan rumahnya sehingga menyebabkan retak pada tulang kaki. Tetapi karena kondisi maka tidak dilakukan pengobatan, hanya memanggil tukang pijat tradisional. Saat ini mbah Marsi berjalan tertatih dengan bantuan tongkat berkaki tiga. Kondisi beliau yang memprihatinkan menjadi perhatian lingkungan dan sering kali tetangga kanan kiri memberikan sayur atau nasi untuk makan sehari-hari beliau. Informasi mengenai mbah Marsi diperoleh kurir Sedekah Rombongan dari tetangga mbah Marsi yang masih perduli dengan kondisi beliau. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- pun telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Mbah Marsi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bantuan para Sedekaholic sekalian berbalas beribu kebaikan dunia dan akherat, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sugino

Mbah marsi mengalami retak pada tulang kaki


Silah Binti Saimun (64, Silah Binti Saimun, Ca Cervix ) Dusun Dadi RT 26/13, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur SILAH BINTI SAIMUN (64, Ca Cervix). Alamat : Dusun Dadi RT 26/13, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bu Silah demikian beliau biasa dipanggil oleh keluarga, saudara dan para tetangga. Sejak April 2018 bu Silah mengalami sakit perut disertai perdarahan tetapi tidak dihiraukan. Baru pada akhir September 2018 melakukan pengobatan di Rsau. Iswahyudi Maospati Magetan dan langsung dirujuk ke Rsdm Solo. Keluarga sangat bingung karena tidak mempunyai cukup biaya untuk berobat ke Solo. Suami bu Silah yaitu pak Sardi (59) bekerja sebagai buruh tani yang pendapatan nya hanya cukup untuk kebutuhan makan seha-hari. Pasutri ini mempunyai 5 anak dan sudah berkeluarga menetap di kota lain. Yang masih serumah ada 2 orang dengan kondisi ekonomi yang dibawah rata-rata. Karena kondisi drop bu Silah sempat menjalani rawat inap di Puskesmas Plaosan. Saat itulah Sedekah Rombongan Magetan mendapat informasi dan segera survey ke rumah bu Silah. Mulai 3 Oktober 2018 dengan di dampingi SR Magetan bu Silah melakukan pengobatan ke Rsdm Solo. Setelah 3 kali berobat di Rsdm Solo, bu Silah akhirnya dirujuk ke Rsup. Karyadi Semarang. Bantuan awal sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi beribat dan kontrol selama di Semarang. Bu Silah sangat bersyukur atas bantuan dari Sedekah Rombongan sehingga beliau bisa melanjutkan pengobatan. Rasa terimakasih pun disampaikan pada para Sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Silah bisa segera sembuh dan beeaktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KhoirulMuklisin @Supriyanto

Bu Silah menderita ca cervix


Khoirul Nur Huda (17, Khoirul Nur Huda, DMP) Dusun Nganjer RT 08/05, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur KHOIRUL NUR HUDA (17, DMP). Alamat : Dusun Nganjer RT 08/05, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Eko demikian biasa dipanggil adalah putra satu-satunya dari bapak Sukadi (57) dan ibu Sarmi (50). Penyakit DMP yang diderita Eko berawal dari usia TK. Dia sering terjatuh. Dan semakin lama kekuatan ototnya semakin melemah. Sampai kelas 3 SD, akhirnya Eko mulai tidak bisa berjalan, kedua kakinya terasa lemas dan kaku pada persendian. Orang tuanya kemudian membawa Eko periksa ke Rumah Sakit Soedono Madiun, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Karena jarak yg terlalu jauh, akhirnya dari Rumah sakit Dr. Soetomo dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Solo biar lebih dekat. Untuk pengobatan Eko menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3, namun biaya akomodasi transport ke Solo dirasa sangat berat. Pak Sukardi yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pendapatan sendiri. Saat ini Eko melakukan pengobatan rutin tiap bulan ke Rumah Sakit Ortopedi Solo dan terapi rutin tiap hari Selasa di Rsud. Sayidiman Magetan. Eko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan sejak 17 Oktober 2018. Bantuan awal sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya terapi yang tidak dicover pembiayaan nya oleh Bpjs. Pak Sukadi dan Bu Sarmi sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga usaha yang dilakukan oleh orang tua Eko bisa membuahkan hasil dan Eko bida kembali hidup normal seperti anak-anak seusianya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rina_MayaRanti @Moch_AnwarYusuf

Eko menderita DMP


Azkanidar maritza (2th/pasien, Azkanidar maritza, Retina blastoma) jalan Joyoboyo 30 E , RT 3 . RW 01. Desa Sawotratap. Kec. Waru. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Aroma rumah sakit , sudah hal biasa bagi adek Azka, sakit yang di rasa di bagian mata membuatnya sabar untuk keluar masuk RS Soetomo ,pengobatan menggunakan kartu berobat BPJS . anak dari bapak Slamet (43) dan ibu Trisnawati (34) ini mengalami benjolan di bagian mata sebelah kiri nya dan mata bagian kanan juga mulai kabur pandangannya, pengobatan yang di lakukan saat ini kemo dan menunggu antrian Operasi. Kondisi nya sering mengalami kemunduran, drop dan lemas . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Azka hingga mampu memaksimalkan proses pengobatan. Kondisi adek Azka saat sudah melalui proses pergantian mata / di ganti dengan mata palsu, kemo masih terus di lakukan utk proses penyembuhan selanjutnya.Semoga adik Azka secepatnya bisa beraktivitas seperti layaknya anak anak lainnya . Aammiin .

Jumlah bantuan:Rp. 780.000
Tanggal:05-09-2018
Kurir:khusen mandala

Azka menderita retinoblastoma


Maulana Putra (3/pasien, Maulana Putra , Busung lapar + paru paru ) Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:17-09-2018
Kurir: khusen mandala

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru dan busung lapar


Henny Fatmawati (24/pasien , Henny Fatmawati, Paru paru basah) Wachid Hasyim RT.14 RW.04 , desa Lebo , kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur Henny panggilan nya sering keluar masuk rumah sakit karena kondisi nya yang sering menurun, berawal dari batuk berkepanjangan, susah makan dan minum karena kondisi tenggorokan yang luka. Badan semakin hari semakin kurus, anak dari bapak Djuniharto dan alm. Ibu Nur Chasanah ini sehari hari bekerja menjaga toko Berangkat pagi pulang malam, selama berobat Henny tidak memiliki kartu berobat BPJS atau yang lainnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Henny dan di lakukan pendampingan untuk proses pengobatan nya hingga sehat kembali.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:08-09-2018
Kurir:khusen mandala

Bu Heni menderita paru paru basah


Mudawam bin asro (67/pasien, Mudawam bin asro, Infeksi saluran kencing) Kalanganyar RT.23. RW. 05. Kalanganyar, kec. Sedati . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Jumlah bantuan:Rp. 850.000
Tanggal:06-09-2018
Kurir:khusen mandala

Pak Mudawam menderita infeksi saluran kencing


Mudawam bin asro (67/pasien, Mudawam bin asro, Infeksi saluran kencing) Kalanganyar RT.23. RW. 05. Kalanganyar, kec. Sedati . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur Mudawam bin asro ( 67 , infeksi saluran kencing ) kalanganyar RT.23 RW. 05 , kalanganyar ,Sedati. Kab. Sidoarjo. Provinsi.jawa timur. Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:25-07-2018
Kurir:khusen mandala

Pak Mudawam menderita infeksi saluran kencing


Mudawam bin asro (67/pasien, Mudawam bin asro, Infeksi saluran kencing) Kalanganyar RT.23. RW. 05. Kalanganyar, kec. Sedati . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi dan Alhamdulillah proses operasi berjalan dengan lancar.

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
TanggaL:18-10-2018
Kurir:khusen mandala

Pak Mudawam menderita infeksi saluran kencing


Tristan Abraham Alex Pratama (4/pasien, Tristan Abraham Alex Pratama, Atresia ani) Jl.kwadengan timur RT.01 RW. 01 ,desa lemah Putro, kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. adek Tristan terlahir cacat , kaki nya nya tidak normal ( membentuk huruf O ) tidak memiliki anus dan tidak dapat bicara. Sakit itu baru di ketahui oleh keluarga saat adek berusia 6 bulan. Dan di lakukan pengobatan di RSUD Jember lalu di rujuk ke RSUD Soetomo , untuk kaki sudah di lakukan pengobatan dari terapi sehingga saat ini usia hampir 4th adek sudah bisa berjalan. Saat usia 6 bulan adek di ketahui juga tidak memiliki anus dan sudah melakukan operasi pertama pada November 2016, setelah operasi pertama berhasil keluarga menunggu panggilan operasi yg ke 2, namun sampai satu tahun yang lalu tidak ada panggilan dan keluarga saat ini sudah mengganti nomor hp dg nomor yg baru. Th 2016 keluarga memutuskan utk berhenti berobat Krn keadaan ekonomi, tidak memiliki biaya utk transportasi,Mrs,dan biaya yg tidak di tanggung BPJS. Alhamdulillah sedekah Rombongan di pertemukan dengan keluarga melalui teman kurir dan setelah di lakukan survey , adek Tristan di uruskan kembali pembayaran BPJS yang sempat terhenti dan di bawa kembali ke RSUD Soetomo, tinggal menunggu antrian kamar.

Jumlah bantuan:Rp. 1.328.500
Tanggal:01-10-2018
Kurir:khusen mandala

Tristan menderita atresia ani


Andik Kuswanto (28/pasien, Andik Kuswanto, Kanker mata) Masangan kulon RT. 006 RW. 002 . Kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi Jawa Timur Mas Andik , panggilan akrabnya , th 2015 lalu mengalami mimisan tanpa henti, merasakan pusing tak terhingga. Oleh keluarga di larikan ke puskesmas terdekat , di beri obat pereda nyeri. Setelah beberapa hari rasa itu kambuh lagi. Dan di bawa lah ke RSUD Sidoarjo, melalui proses pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya mas Andi di vonis kanker mata dan di rujuk lah ke Soetomo. Sempat berhenti berobat 1 th dan memilih pengobatan alternatif, suami dari Intan Febriana ( 25th ) bukan nya semakin sembuh namun semakin parah. Alhamdulillah sedekah Rombongan melalui pesan Viral medsos akhirnya di pertemukan dengan keluarga. Meminta kembali untuk berobat ke RSUD Soetomo dengan langkah awal melunasi BPJS nya. Alhamdulillah pasien dan keluarga mau kembali berobat .

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:30-08-2018
Kurir:khusen mandala

Andi di vonis kanker mata

—-
Andik Kuswanto (28/pasien, Andik Kuswanto, Kanker mata) Masangan kulon RT. 006 RW. 002 . Kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi Jawa Timur Mas Andik , panggilan akrabnya , th 2015 lalu mengalami mimisan tanpa henti, merasakan pusing tak terhingga. Oleh keluarga di larikan ke puskesmas terdekat , di beri obat pereda nyeri. Setelah beberapa hari rasa itu kambuh lagi. Dan di bawa lah ke RSUD Sidoarjo, melalui proses pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya mas Andi di vonis kanker mata dan di rujuk lah ke Soetomo. Sempat berhenti berobat 1 th dan memilih pengobatan alternatif, suami dari Intan Febriana ( 25th ) bukan nya semakin sembuh namun semakin parah. Alhamdulillah sedekah Rombongan melalui pesan Viral medsos akhirnya di pertemukan dengan keluarga. Meminta kembali untuk berobat ke RSUD Soetomo dengan langkah awal melunasi BPJS nya. Alhamdulillah pasien dan keluarga mau kembali berobat. Setelah beberapa bulan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Sidoarjo , Allah berkehendak lain. Mas Andik menghembuskan nafas terakhir, semoga Amal ibadah beliau di terima Allah dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran,ketabahan, serta ke ikhlasan.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:24-10-2018
Kurir:khusen mandala

Andi di vonis kanker mata


Henny Fatmawati (24/pasien , Henny Fatmawati, Paru paru basah) Jl. Wachid hasim RT. 14 RW. 04 . DS. Lebo . Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur Henny panggilan nya sering keluar masuk rumah sakit karena kondisi nya yang sering menurun, berawal dari batuk berkepanjangan, susah makan dan minum karena kondisi tenggorokan yang luka. Badan semakin hari semakin kurus, anak dari bapak Djuniharto dan alm. Ibu Nur Chasanah ini sehari hari bekerja menjaga toko Berangkat pagi pulang malam, selama berobat Henny tidak memiliki kartu berobat BPJS atau yang lainnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Henny dan di lakukan pendampingan untuk proses pengobatan nya hingga sehat kembali.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:07-10-2018
Kurir:khusen mandala

Bu Heni menderita paru paru basah


Farid Abdullah (3/Pasien SR, Farid Abdullah, Atresia ani,jantung) Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung sementara untuk fisioterapi yang awalnya untuk membantu tumbuh kembangnya untuk sementara dihentikan mengingat kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Seringnya bolak-balik ke RS, jarak tempuh yang jauh dan dikarenakan jadwal kontrol yang tidak dalam hari yang sama, memicu kelelehan pada fisik Farid yang mengakibatkan turunnya kondisi kesehatan Farid. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Begitu juga jika akan dilakukan tindakan operasi jantung diharuskan tak ada luka yang masih terbuka. Sementara sampai saat ini masih ada stoma karena belum dilakukan penyambungan usus keanus serta penutupan stoma. Untuk itulah saat ini tetap difokuskan dalam penanganan kondisi anusnya. Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Bulan ini kondisi secara umum normal, tak ada keluhan yang berarti. Untuk tumbuh kembangnya mulai mengalami perkembangan. Farid mulai belajar berjalan meskipun masih perlu di bantu dengan di pegangi. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


Suradi Bin Sonokarto (34/Pasien SR, Suradi Bin Sonokarto, Tb. Tulang) Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selama minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah terjadi pembatalan jadwal operasi yang semula direncanakan bulan Mei, tampaknya Pak Suradi harus kembali bersabar karena operasi kembali di tunda sampai tahun depan. Sementara menunngu jadwal operasi, Pak Suradi tetap diharuskan meneruskan pengobatan parunya. Hal ini untuk mengantisipasi biar tb paru tak kambuh lagi. Seperti diketahui bahwa kemungkinan besar masih ada sisa cairan di tulang belakang Pak Suradi yang membuat syaraf terdesak, hingga menimbulkan rasa nyeri, untuk itulah disarankan untuk jalani operasi lagi. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 September 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB Tulang


Reealino Yuanzah (3/Pasien SR, Reealino Yuanzah, Jantung) Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah REEALINO YUANZAH (3, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia tiga tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan bahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Pasca operasi pemasangan ring ini, kondisi Lino cukup stabil, tak ada keluhan seperti bulan sebelumnya seperti panas, atau diare. Dari segi tumbuh kembangnya, cukup mengalami kemajuan, sudah kuat duduk sendiri, merangkak bahkan berdiri biarpun masih berpegangan. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Tak hanya faktor biaya, faktor kekhawatiran akan kegagalan operasi lanjutan kelak yang membuat orang tua Lino tak berani mengambil keputusan untuk jalani operasi. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


Ibrahim Fatih Pamungkas (3/Pasien SR, Ibrahim Fatih Pamungkas, Paru-paru+gangguan tumbuh kembang) Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (3, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus,Fatih yang saat pertama kali kita tangani hanya bisa berbaring saja, kini sudah mulai berjalan bahkan berlari-lari kecil. Fatih juga mulai jalani terapi wicara dan mulai bisa mengucap sepatah kata. Bulan ini kondisi Fatih cukup stabil. Fatih tetap dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya. Bantuan diberikan tak hanya untuk biaya akomodasi ke RS,tapi juga untuk pembayaran BPJS, pembelian vitamin juga susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita sakit paru-paru+gangguan tumbuh kembang


Katni Jarto (44/Pasien SR, Katni Jarto, Rhabdomyosarcoma) Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni mengalami tak mengalami keluhan tentang kondisinya, dan hanya menjalani chek up rutin saja. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 02 Oktober 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Runi

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


Reealino Yuanzah (3/Pasien SR, Reealino Yuanzah, Jantung) Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah REEALINO YUANZAH (3, kelainan jantung+kelainan fisik). Alamat Dsn. Dologan RT 03/03, Ds. Watusomo, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Balita ini biasa dipanggil Lino sejak lahir memang terdeteksi menderita kelainan jantung, kelainan fisik berupa mata salah satu membesar, kelainan di salah satu telinga serta tak adanya testis di alat kelaminnya. Penyebabnya karena ketidaktahuan ibunya bahwa sedang hamil saat menjalani operasi usus buntu. Efek dari obat bius pada saat penanganan operasi ibunya membuat janin mengalami masalah perkembangan. Sampai usia tiga tahun inipun tumbuh kembang Lino sangatlah lambat. Jika anak seusianya sudah bisa berjalan bahkan berlari, Lino masih tergolek lemah, jangankan berjalan dudukpun belum kuat. Sejak lahir hidup Lino tak lepas dari pengobatan ke RS. Saat ini Lino merupakan pasien rawat jalan di RSD.Moewardi Surakarta. Berangkat sebelum subuh sampai rumah selepas isya’ sudah jadi rutinitas tiap kali kontrol ke RS. Jauhnya jarak tempuh ke RS tentulah jadi salah satu kendala. Belum lagi jarak dari desa tempat Lino tinggal sampai jalan raya juga jauh dan tak ada akses kendaraan umum. Bahkan dalam perjalananpun harus melintasi hutan yang cukup luas. Bisa dibayangkan betapa pelosoknya tempat tinggal Lino. Untuk sampai ke jalan raya mereka harus menyewa mobil tetangga, untuk kemudian disambung naik bus umum. Naik bus umum terpaksa jadi pilihan karena jika menyewa mobil sampai ke Solo sudah pasti membutuhkan biaya lebih banyak apalagi dalam jangka waktu seharian. Biaya sewa tentulah mahal dan mereka tak mampu untuk biaya itu. Tak cukup 500 ribu untuk sekali kontrol. Lino adalah putra kedua dari pasangan Bapak Sular dan Ibu Ratmi. Keseharian orang tua Lino bekerja serabutan. Ayahnya merantau ke Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya sebagai buruh cuci. Sampai saat ini keluarga Lino pun masih menumpang di rumah neneknya Lino. Keluarga Lino memang peserta BPJS Mandiri, yang menjadi kendala tak hanya biaya akomodasi tapi juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mengingat keluarga Lino juga masih membiayai sekolah kakaknya Lino. Bulan ini kondisi Lino kembali mengalami penurunan, dimana Lino menderita demam, sesak nafas bahkan kulit sampai membiru. Bahkan Lino sempat menjalani rawat inap di RS swasta terdekat. Dari segi tumbuh kembangnya, cukup mengalami kemajuan, sudah kuat duduk sendiri, merangkak bahkan berdiri biarpun masih berpegangan. Dari hasil pemeriksaan selama ini di RSD.Moewardi Surakarta, Lino disarankan menjalai operasi di Jakarta. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, sampai sekarang Lino masih bertahan menjalani pengobatan di RSD.Moewardi Surakarta. Tak hanya faktor biaya, faktor kekhawatiran akan kegagalan operasi lanjutan kelak yang membuat orang tua Lino tak berani mengambil keputusan untuk jalani operasi. Tapi melihat kondisi Lino tim dokter meminta segera dilakukan tindakan operasi jantung di Jakarta, yang rencananya akan dilakukan bulan depan. Kini Lino menjadi pasien dampingan #SRWonogiri. Sedekaholic bantu Lino untuk sembuh, harapan kita Lino dapat disembuhkan dan bisa tumbuh seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2018
Kurir : @mawan,@nonis,@dodo

Lino menderita kelainan jantung, kelainan fisik


RSSR WONOGIRI (RSSR, RSSR WONOGIRI, OPERASIONAL RSSR) Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Agustus 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Bagaimanapun RSSR tetap membutuhkan perawatan demi menjaga kebersihan serta kenyamanan untuk pasien. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR.

Operasional : Rp 504.596,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya operasional


Farid Abdullah (3/Pasien SR, Farid Abdullah, Atresia ani+kebocoran jantung+kelainan fisik) Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. FARID ABDULLAH( 2, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung sementara untuk fisioterapi yang awalnya untuk membantu tumbuh kembangnya untuk sementara dihentikan mengingat kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Seringnya bolak-balik ke RS, jarak tempuh yang jauh dan dikarenakan jadwal kontrol yang tidak dalam hari yang sama, memicu kelelehan pada fisik Farid yang mengakibatkan turunnya kondisi kesehatan Farid. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Normalnya satu tahun setelah operasi pembuatan anus, harusnya sudah dilakukan penutupan stoma dan bisa BAB lewat anus. Tapi Farid belum bisa menjalani operasi lanjutan karena kondisi jantung tidak memungkinkan. Begitu juga jika akan dilakukan tindakan operasi jantung diharuskan tak ada luka yang masih terbuka. Sementara sampai saat ini masih ada stoma karena belum dilakukan penyambungan usus keanus serta penutupan stoma. Untuk itulah saat ini tetap difokuskan dalam penanganan kondisi anusnya. Kondisi stoma pu sampai saat ini masih sering mengalami iritasi sampai mengeluarkan darah. Sementara untuk pengobatan jantungnya Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak. Bulan ini kondisi secara umum normal, tak ada keluhan yang berarti. Untuk tumbuh kembangnya mulai mengalami perkembangan. Farid mulai belajar berjalan meskipun masih perlu di bantu dengan di pegangi. Hanya saja BB Farid masih jauh dari normal sesuai usianya. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Tak hanya itu Farid juga membutuhkan perlengkapan medikasi seperti kassa steril, plester dan stomabag selama stoma belum ditutup. Padahal dalam sehari Farid bisa mengganti stomabag lebih dari 6 kali. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 09 Oktober 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


Rengga Putra Pratama (3/Pasien SR, Rengga Putra Pratama, Jantung) Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah RENGGA PUTRA PRATAMA (3, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Alhamdulillah mulai bulan ini kontrol rutin dan pengambilan obat bisa dilakukan di RSUD Wonogiri, akan tetapi chek up tetap dilakukan sebulan dua kali. akan tetapi untuk test excokardiograpi tetap harus dilakukan di RSD.MOEWARDI Surakarta. Bulan ini Rengga menjalani test excokardiografi rutin ke RSD. Moewardi Surakarta. Dan untuk progress kedepannya dokter tetap meminta Rengga dirujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Tapi sampai saat ini belum dijalani mengingat pihak keluarga yang belum siap. Sementara untuk tumbuh kembangnya, Rengga yang memang mengalami keterlambatan tumbuh kembangnya saat ini sudah bisa berjalan dan juga berbicara. Sudah hampir dua tahun, Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Oktober 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Sarno

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


Suradi Bin Sonokarto (34/Pasien SR, Suradi Bin Sonokarto, Tb. Tulang) Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian test mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Dari hasil observasi selama minum obat paru, bulan ini tim dokter pulmologi menyatakan bahwa tb di paru-paru sudah dinyatakan sembuh. Setelah terjadi pembatalan jadwal operasi yang semula direncanakan bulan Mei, tampaknya Pak Suradi harus kembali bersabar karena operasi kembali di tunda sampai tahun depan. Sementara menunngu jadwal operasi, Pak Suradi tetap diharuskan meneruskan pengobatan parunya. Hal ini untuk mengantisipasi biar tb paru tak kambuh lagi. Seperti diketahui bahwa kemungkinan besar masih ada sisa cairan di tulang belakang Pak Suradi yang membuat syaraf terdesak, hingga menimbulkan rasa nyeri, untuk itulah disarankan untuk jalani operasi lagi. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Tapi kini Pak Suradi tak mapu lagi bekerja pasca jalani operasi untuk menjaga kondisinya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan jumlah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Oktober 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Do

Pak Suradi menderita TBC


SULISTIONO BIN ACHMAD MUKHROMI (25 tahun, Kanker Paru stadium 4). Alamat : Rumah Liar (Ruli) di Tembesi Bengkel Kebun RT.002 RW.001 Keluarahan Kibing Kecamatan Batuaji Kota Batam, Kepulauan Riau. Sulis biasanya dipanggil adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang terdiagnosa Kanker Paru stadium 4. Bulan Februari 2018 gejala awal yang dialami oleh mas Sulis yaitu sakit dada sebelah kiri. Bulan April 2018 dibawalah Mas Sulis berobat ke RSUD Embung Fatimah Batam, dan dinyatakan bahwa Mas Sulis mengidap penyakit Kanker Paru stadium 4. Mas Sulis pun menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit tersebut dengan biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mas Sulis adalah tulang punggung keluarganya yang menghidupi kedua orang tua beserta adik perempuannya. Selama dirawat di rumah sakit Mas Sulis sudah tidak bekerja lagi karena kondisi yang tidak memungkinkan. Kesulitan yang dihadapi adalah biaya hidup sehari-hari keluarga, transportasi pasien dari rumah ke rumah sakit PP, dan biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bapaknya, Pak Achmad Mukhromi hanya sebagai petani kebun di dekat rumahnya yang mempunyai penghasilan tidak menentu, dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi, dan biaya obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan selama menjalani ikhtiarnya di RSUD Embung Fatimah Batam. Kemoterapi yang ke-4 dilakukan pada 04 Agustus 2018 dengan hasil yang semakin membaik. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan Baru 9. Semoga Mas Sulis diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Boim

Mas Sulis mengidap penyakit Kanker Paru stadium 4


ALIF HARTO AJI BIN BARIYADI (5 / Akomodasi Berobat, ALIF HARTO AJI BIN BARIYADI, Acute Lymphoblastic leukemia) Dukuh Warudoyong RT 004 RW 002, Desa Widoro, Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah ALIF HARTO AJI BIN BARIYADI (5, acute lymphoblastic leukemia). Alamat: Dukuh Warudoyong RT 004 RW 002, Desa Widoro, Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sekitar akhir bulan Juni 2016, dek Alif mengalami demam yang tak kunjung reda. Karena demam yang belum juga mereda, ayah dan ibu dek Alif memeriksakan kondisi kesehatan dek Alif ke RS dr Sudirman, Kebumen. Pemeriksaan dek Alif ini menggunakan biaya sendiri dari pihak keluarga, dikarenakan dek Alif belum menjadi anggota BPJS. Setelah dilakukan pemeriksaan laborat, dek Alif didiaagnosa mengidap leukemia. Dikarenakan RS dr Sudirman dan juga Rumah Sakit di wilayah Kebumen belum ada yang bisa menangani pengobatan untuk penyakit dek Alif, pihak RS dr Sudirman memberikan rujukan pengobatan lebih lanjut ke RS dr Sarjito, Yogyakarta. Dek Alif mendaftar pengobatan di RS dr Sarjito dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RS dr Sarjito, dek Alif memperoleh rekomendasi untuk melakukan kemoterapi sebanyak 110 kali, dengan pelaksanaan kemoterapi 1 kali setiap minggunya. Kemoterapi pertama yang dijalani dek Alif pada tanggal 6 Agustus 2016. Selama menjalani proses kemoterapi, dek Alif melakukan rawat jalan dan menginap di Rumah Singgah Buah Hati, Jombor, Yogyakarta dari bulan Agustus 2016 sampai bulan Desember 2016. Namun, semenjak bualn Januari 2017 hingga sekarang, dek Alif tidak lagi menjalani rawat jalan dengan menginap di Rumah Singgah Buah Hati, melainkan dek Alif melaju dari Kebumen ke Yogyakarta selama menjalani kemoterapi di RS dr Sarjito. Selama menjalani perjalan Kebumen-Yogyakarta, dek Alif memperoleh bantuan transportasi dari Siaga Ambulan Kebumen, namun sekarang dek Alif malah menggunakan motor dengan kedua orang tuanya selama perjalanan Kebumen-Yogyakarta. Hal ini dikarenakan dek Alif mengalami trauma setelah menggunakan ambulan. Kamis tanggal 5 Maret 2018 merupakan jadwal kemoterapi dek Alif yang ke 84, dan pada bulan September 2018 insyaa Allaah dek Alif telah genap menjalani kemoterapi yang ke 110., namun pihak medis masih khawatir jika masih ada sel-sel kanker yang masih berada di dalam tubuh dek Alif. Untuk itu, pada bulan Oktober 2018 dek Alif dijadwalkan untuk melakukan prosedur operasi sumsum tulang belakang. Operasi tersebut akan dilaksanakan pada 16 Oktober 2018, hingga saat operasi tiba, dek Alif menjalani perawatan di RS dr Sarjito. Kondisi terkini dek Alif sudah membaik, dan masih dalam perawatan dokter. Pak Bariyadi (31), ayah dek Alif yang sehari-hari bekerja sebagai pencari pasir, sangat merasakan betul ketidak nyamanan dek Alif karena penyakit yang dideritanya. Ibu Sura Wiji Anti (25), ibu dek Alif yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, selalu setia menjaga dan mendampingi dek Alif agar tetap semangat untuk memperoleh kesembuhan. Untuk saat ini dek Alif Alhamdulillah sudah menjadi anggota BPJS, sehingga kedua orang tua dek Alif merasa terbantukan untuk masalaha pembiayaan pengobatan dek Alif. Namun masih juga terdapat kesulitan yang masih dialami keluarga dek Alif, yaitu kebutuhan hidup sehari-hari keluarga serta obat yang harus dikonsumsi dek Alif yang ternyata tidak tercover pembiayaan oleh BPJS. Selain itu juga kebutuhan untuk akomodasi dan transportasi selama menjalani pengobatan di RS dr Sarjito. Bantuan awal segera disampaikan oleh kurir-kurir #sedekahrombongan yang memperoleh kabar kondisi dek Alif untuk membantu meringankan beban pengeluaran untuk akomodasi dan juga transportasi selama masa pengobatan dek Alif. Insyaa Allaah segala bentuk bantuan yang telah diberikan #sedekaholic melalui perpanjangan tangan kurir-kurir #sedekahrombongan mampu membantu meringankan beban yang tengah dipikul dek Alif dan keluarga, serta memperoleh ridho dari Allah sehingga penyakit yang tengah diderita dek Alif segera diangkat dan diberikan kesehatan.

Bantuan Awal : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Tuti Fahmi

Alif didiaagnosa mengidap leukemia


MUCHSINUN BIN AHMAD NAHRUDIN (39 / Akomodasi Berobat, MUCHSINUN BIN AHMAD NAHRUDIN, Tumor belakang mata) Kaligubug RT 002 RW 001, Kec. Padureso, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah MUCHSINUN BIN AHMAD NAHRUDIN (39, Tumor belakang mata). Alamat : Kaligubug RT 002 RW 001, Kec. Padureso, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebiha pada akhir tahun 2016, Pak Muchsinun mengeluhkan ketidaknyamanan pada bagian matanya yang sebelah kanan. Ketidaknyamanan tersebut membuat pandangan mata kanan pak Muchsinun menjadi kabur, dan semakin hari pandangan mata kanan pak Muchsinun mulai menghilang. Karena kejadian tersebut yang dirasakan semakin parah, akhirnya pak Muchsinun melakukan pengecekan kondisi kesehatan matanya di RSU Purbowangi Kebumen pada tanggal 1 Maret 2017. Dari hasil pemeriksaan di RSU Purbowangi, dokter mendagnosa adanya kerusakan syaraf pada mata sebelah kanan pak Muchsinun. Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, pak Muchsinun membiarkan kondisi mata sebelah kanannya dan belum melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi mata sebelah kanan pak Muchsinun. Karena lama dibiarkan dan tidak ada tindakan medis lebih lanjut, mata sebelah kanan pak Muchsinun lama-kelamaan menjadi menonjol hingga pada tanggal 30 September 2017 beliau kembali memeriksakan kondisi matanya di RS dr Sudirman Kebumen. Pak Muchsinun menjalani perawatan di RS dr Sudirman karena kondisi fisiknya yang mulai melemah. Disini pak Muchsinun melakukan CT scan untuk mengetahui lebih lanjut kondisi pada mata sebelah kanannya, dan dokter menyimpulkan bahwa pak Muchsinun mengidap tumor syaraf belakan mata kanan. Pada tanggal 2 Oktober 2017, pak Muchsinun memperoleh rujukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut ke bagian Bedah Syaraf RSUD Margono Purwokerto. Di RSUD Margono, dokter menyarankan pak Muchsinun untuk kembali melakukan CT scan, namun karena adanya kendala teknis di RSUD Margono, akhirnya pak Muchsinun melakukan CT scan di RSUD Banyumas. Hasil CT scan di RSUD Banyumas juga memberikan diagnose yang sama yaitu tumor syaraf belakang mata. Dari hasil tersbut, dokter spesialis mata RSUD Margono melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahuia apakah ada kelainan lain yang mungkin terdapat pada mata sebelah kanan pak Muchsinun. Pada tanggal 12 Desember 2017 pak Muchsinun melakukan operasi pengambilan sample jaringan untuk pemeriksaan PA (Patologi Anatomi), hasil pemeriksaan PA selama 10 hari menyimpulkan Tumor Anaplastik Belakang Mata. Dari hasil tersebut kondisi pak Muchsinun dikonsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk melihat apakah tumor tersebut sudah menjalar ke organ lain atau tidak. Analisis dokterpenyakit dalam bahwa tumor tersebut tidak menjalar ke organ lain, sehingga pada tanggal 9 Februari 2017 pak Muchsinun bisa menjalani kemoterpinya yang pertama kali. Setelah menjalani proses kemoterapi, muncul benjolan-benjolan pada leher pak Muchsinun serta mata kirinya menjadi kehilangan penglihatan. Seminggu setelah menjalani kemoterapi yang pertama ini, kondisi leher dan mata kiri pak Muchsinun sudah kembali pulih seperti sediakala. Setelah menjalani kemoterapi sebanyak empat kali, pak Muchsinun menjalani sinar Radioterapi pertama pada tanggal 18 April 2017. Saat ini pak Muchsinun masih rutin melakukan control kondisi kesehatannya sekali dalam sebulan. Kondisi terkini mata kanan pak Muchsinun tidak bisa untuk melihat, sementara penglihatan mata sebelah kiri pak Muchsinun mulai remang-remang, dan mulai sering merasakan nyeri di bagian kepalanya. Endah Ferawati (30), istri pak Muchsinun yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, sangat merasakan kondisi pak Muchsinun yang tidak leluasa seperti dulu. Bu Endah masih tetap setia mendampingi pak Muchsinun dalam menjalani segala proses pengobatan yang harus dijalani. Dengan adanya BPJS, pak Muchsinun beserta keluarga merasa terbantu dalam biaya pengobatan. Karena selain kebutuhan hidup sehari-hari, pak Muchsinun juga harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi serta transportasi selama beliau menjalani program Sinar Radioterapi. Kurir #sedekahrombongan yang mendengar dan mengnetahui kondisi pak Muchsinun segera memberikan bantuan awal yang insyaa Allaah bisa memberikan keringan bagi pak Muchsinun sekeluarga untuk akomodasi serta transportasi selama proses pengobatan. Insyaa Allaah segala bentuk bantuan dari #sedekaholic yang telah disampaikan kepada pak Muchsinun melalui perpanjangan tangan kurir #sedekahrombongan bisa menjadi motivasi bagi pak Muchsinun untuk tetap semangat menjalani proses pengobatan dan memperoleh kembali kesehatan seperti yang dulu dianugerahkan kepadanya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani Han

Pak Muchsinun menderita kerusakan syaraf pada mata sebelah kanan


Prayitno Adi Saputro (13 /Santuna , Prayitno Adi Saputro , Kecelakaan ) Dusun Ngipik 04/01, Desa Tegalsari, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang PRAYITNO ADI SAPUTRO (13, kecelakaan) Alamat : Dusun Ngipik RT 04 RW 01, Desa Tegalsari, Kecamatan Candimulyo, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prayitno Adi Saputro seorang anak yatim yang tinggal bersama ibu kandungnya Robiatu (41) dan adiknya Aulia Putri Agustia (12), bu Robiatu seorang ibu beserta tulang punggung keluarga yang keseharian bekerja sebagai pembantu rumah tangga di dua rumah yang berbeda di perum bumi payudara, semua itu untuk menghidupi keluarganya. Kini anak pertamanya yang bernama Prayitno Adi Saputro yang akrab di panggil Prayitno ini belajar mengendarai sepeda motornya yang dia dapatkan dari mengikuti jalan santai di desanya, Prayitno senang karena mendapat hadiah motor baru bahkan bu Robiatu juga senang tapi di balik kesenanganya malah menjadi tangis karena Prayitno mengalami kecelakaan disaat belajar mengendarai motornya kondisi saat itu sempat tidak sadar ketika di bawah ke Rsu muntilan sehingga Prayitno di rujuk dari Rsu muntilan ke Rsup sarjito jogja setelah semalam di Rsup sarjito Prayitno alhamdulillah sudah sadar tetapi masih ngomel tidak jelas dan kepala Bagian kiri bengkak, setelah semakin baik Prayitno diperbolehkan untuk pulang tetapi juga masih menjalani kontrol di Rsup sarjito setelah menjalani kontrol di Rsup Sarjito kini Prayitno menjalani pemeriksaan di Rst Magelang, dan Yang di keluhkan oleh Prayitno masih pusing dan masih terasa sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu biaya untuk pengobatan dengan memberikan santunan untuk pengobatan semoga Prayitno lekas sembuh seperti layaknya teman-temanya Pihak keluarga Prayitno mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur yang tidak bisa di sebutkan, yang telah menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan semoga para kurir dan donatur selalu di berikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 22 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, Ardo Limar, Agus Santoso

Prayitno mengalami kecelakaan


DARSIYEM BINTI MADISAN (61 / SANTUNAN KEMATIAN, DARSIYEM BINTI MADISAN, STROKE) Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah DARSIYEM BINTI MADISAN (61, Stroke). Alamat : Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 silam, bu Darsiyem terkena penyakit hipertensi dan hanya melakukan kontrol kesehatan ketika bu Darsiyem merasa tidak nyaman dengan kondisi kesehatannya. Ketika tidak terdapat keluhan karena hipertensi yang dideritanya, bu Darsiyem beraktifitas seperti biasa yaitu berjualan jamu gendong. Namun pada tanggal 21 Agustus 2018 saat bangun dari tidurnya, bu Darsiyem tidak bisa menggerakkan badannya dan beliau juga tidak mampu untuk berbicara. Dengan kondisi demikian, keluarga bu Darsiyem memeriksakan kondisi kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak medis memberikan rujukan penangan kesehatan lebih lanjut ke Rumah Sakit. Kemudian keluarga membawa bu Darsiyem berobat ke RSU Purbowangi Kebumen. Setelah menjalani perawatan di RSU Purbowangi selama seminggu, bu Darsiyem diijinkan untuk melakukan rawat jalan. Dan dengan kondisi yang masih terlihat lemah, kaki kanan masih belum bisa digerakkan, serta belum mampu untuk berbicara, bu Darsiyem tetap diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Dua minggu bu Darsiyem menjalani perawatan di rumah kemudian beliau melakukan kontrol kondisi kesehatannya ke dokter spesialis syaraf. Dua hari setelah control tersebut, kondisi kesehatan bu Darsiyem menurun. Dengan kondisi yang belum juga nampak tanda-tanda membaik, pada tanggal 18 September 2018 bu Darsiyem menghembuskan nafas terakhirnya. Ternyata Allah berkehendak lain setelah pihak keluarga bu Darsiyem berusaha sekuat tenaga untuk mencari kesembuhan bagi beliau. Mengetahui kondisi bu Darsiyem ketika beliau semangat untuk memperoleh kesembuhan dari Yang Maha Kuasa, hingga kini bu Darsiyem telah kembali berpulang ke pangkuan Sang Maha Kaya, rekan-rekan kurir #sedekahrombongan menyampaikan tanda bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggal bu Darsiyem. Insyaa Allaah segala amal kebaikan bu Darsiyem berbuah manis, dan juga bisa dirasakan oleh keluarga, tetangga, serta rekan-rekan yang telah ditinggalkannya. Insyaa Allaah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah disampaikan kepada keluarga bu Darsiyem oleh kurir-kurir #sedekahrombonga bisa meringankan beban mereka.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani

Bu Darsiyem menderita stroke


KASID BIN RANAREJA (52 / AKOMODASI BEROBAT, KASID BIN RANAREJA, KANKER LENGAN KIRI) Gumawang RT 001 RW 002, kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. KASID BIN RANAREJA (52, kanker lengan kiri). Alamat : Gumawang RT 001 RW 002, kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih pada bulan Mei 2017 pak Kasid merasakan adanya sesuatu yang janggal pada tangan sebelah kirinya. Ditangan kirinya muncul benjolan yang semakin lama benjolan bertambah besar serta terasa sakit, namun sakit tersebut kadang-kadang hilang. Beliau hanya menggunakan pengobatan alternatif untuk menghilangkan rasa sakit dan benjolan yang muncul di tangan kirinya tersebut dan tak kunjung menunjukkan perubahan positif. Pada tahun berikutnya di bulan Mei 2018, tangan kiri pak Kasid tidak mampu untuk digerakkan, serta benjolan yang dulu muncul sekarang menjadi semakin besar. Melihat kondisi yang semakin tidak nyaman, akhirnya pak Kasid memeriksakan kondsisi kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat. Dari hasil pemeriksaan tenaga medeis, pak Kasid disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit, namun pak Kasid merasa takut jika harus menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit. Tetapi karena kondisi lengan pak Kasid yang semakin terasa sakit, beliau akhirnya mau menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit. Pada bulan Juli 2018 beliau menjalani operasi di RS Purbowangi Kebumen. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, terlihat tanda-tanda keganasan dari banjolan yang berdiam di tangan kiri pak Kasid. Yang kemudian pihak RS Purbowangi memberikan rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RS Margono Purwokerto. Hingga saat ini, pak Kasid tengah menjalani kemoterapi di RS Margono. Bu Rusi (55), istri pak Kasid yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, sangat merasakan sakit yang selalu menghampiri suaminya. Bu Rusi selalu memberikan perawatan terbaik untuk memotivasi pak Kasid agar selalu semangat dalam menjalani berbagai proses pengobatan yang harus dilalui untuk kembali memperoleh kesehatan. Dengan adanya BPJS, pak Kasid seperti memperoleh angina segar dalam masalah pembiayaan segala aktifitas pengobatan yang harus dilakukan pak Kasid. Melihat kondisi pak Kasid yang sangat membutuhkan bantuan, rekan-rekan kurir #sedekahrombongan segera bergerak menyampaikan bantuan yang merupakan amanah dari #sedekaholik. Insyaa Allaah segala bentuk bantuan dari #sedekaholik yang telah diberikan kepada pak Kasid oleh kurir-kurir #sedekahrombongan serta doa, mampu menemani dan menjadi salah satu jalan bagi pak Kasid untuk memperoleh kesembuhan dan kembali dalam kondisi sehat wal afiat.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani

Pak Kasid menderita kanker lengan kiri


LULU FAIZATUL ARIFA BINTI JARKASIH (13 / AKOMODASI BEROBAT, LULU FAIZATUL ARIFA BINTI JARKASIH, Ad OMS Maligna / Anemia Aplastik) Desa Sidoharjo RT 001 RW 004, Kec. Puring, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah LULU FAIZATUL ARIFA BINTI JARKASIH (13, Ad OMS Maligna / Anemia Aplastik). Alamat : Desa Sidoharjo RT 001 RW 004, Kec. Puring, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Mei 2018 dek Lulu mengalami mimisan, yang kemudian oleh kedua orang tuanya diperiksakan ke Puskesmas Petanahan. Setelah menjalani pemeriksaan, kondisi dek Lulu tidak semakin membaik. Akhirnya pihak puskesmas memberikan rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RS PKU Sruweng dan langsung masuk ke bagian ICU. Dokter menduga dek Lulu terjangkit demam berdarah, dan setelah menjalani pemeriksaan laboratorium terlihat bahawa kondisi Hb dek Lulu berada di angka 7. Dokter yang menangani dek Lulu memberikan rujukan penanganan kesehatan lebih lanjut ke RS Sarjito Yogyakarta. Selanjutnya dek Lulu rutin menjalani kontrol kesehatan di RS Sarjito, dan biasanya berangkat satu hari sebelum jadwal kontrol. Hal ini mengharuskan dek Lulu untuk menginap semalam di Yogyakarta, awalnya dek Lulu harus mencari kontrakan untuk menginap, namun sekarang dek Lulu sekarang tidak lagi menginap di kontrakan karena sudah memperoleh tempat bbermalam di rumah singgah Zikry. Pada tanggal 16 Oktober 2018 dek Lulu harus menjalani rawat inap di RS Sarjito karena kondisi kesehatannya yang menururn serta diharuskan memperoleh transfuse darah. Pak Jarkasih (37), ayahanda dek Lulu yang sehari-hari bekerja sebagai petani, sangat sedih memikirkan kondisi keadaan anak pertamanya tersebut. Sementara bu Wiwit Musdalifah (34), ibunda dek Lulu yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga, selalu setia menjaga serta merawat dek Lulu dan anak keduanya dengan penuh kasih sayang. Tak kurang kasing saying yang diberikan pak Jarkasih dan bu Wiwit agar dek Lulu selalu semangat menjalani berbagai proses pengobatan untuk mengapai kesembuhan. Dengan adanya KIS, keluarga dek Lulu merasakan sedikit angina segar. Karena mereka sangat merasa terbantukan dalam hal pembiayaan yang harus dikeluarkan untuk menjalani segala tahap pengobatan dek Lulu. Namun untuk masalah transportasi dan akomodasi ketika menjalani kontrol kesehatan di Sarjito, pihak keluarga dek Lulu harus pandai-pandai memutar otak dan mengatur keuangan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Mendengar kondisi dek Lulu yang tengah semangat menjalani pengobatan, kurir #sedekahrombongan langsung memberikan bantuan awal, yang merupakan amanah dari #sedekaholik. Insyaa Allaah bantuan dari #sedekaholik yang telah tersalurkan kepada dek Lulu melalui perantara kurir-kurir #sedekahrombongan, mampu menambah semangat dek Lulu dalam usahanya menggapai kesembuhan dan bisa menjadi salah satu jalan yang menghantarkan dek Lulu menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2018
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Turyani

Lulu menderita Ad OMS Maligna / Anemia Aplastik


SOVIANA NUR AZIZAH (21, SOVIANA NUR AZIZAH, PATAH TULANG LENGAN KIRI) Dusun Karanganyar, RT 3/5 , Desa Tegowanuh, Kec. kaloran, Kab. Temanggung , Prov. jawa Tengah Soviana adalah anak pertama dari Bapak Slamet (48, Buruh Tani) dan Ibu Wiwit (almarhum). Soviana mengalami patah tulang lengan kiri dan retak kaki kiri beberapa sebulan yang lalu karena kecelakaan di daerah Bulu , Temanggung. Soviana terjatuh setelah mendahului kendaraan lain dan mau kembali ke jalur awal, alangkah naasnya karena tidak bisa menjaga keseimbangan Sovi tergelincir di jalan yg berbeda ketinggian krn sedang dilakukan perbaikan dan penambahan lapisan aspal, alhasil sovi terjatuh ke sisi kiri yang menyebabkan patah lengan dan kaki kiri mengalami keretakan.Tidak lama kemudian Sovi ditolong oleh warga sekitar sambil menunggu kedatangan polisi setempat. Lalu Sovi di bawa ke RSUD Temanggung dan dilakukan pengobatan luka-luka dan disarankan pihak RS untuk melakukan terapi rutin di RSUD Temanggung. Seminggu Sekali Sovi melakukan terapi, meskipun pengobatannya menggunakan Jaminan Kesehatan namun untuk biaya transportasinya sangatlah memberatkan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memberikan santunan dari para Sedekahholics dimana bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi kontrol rutin untuk pengobatannya. Keluarga mengucapkan terikasih atas bantuan ini dan meminta doanya agar Sovi segera diberikan kesembuhan sepertisedia kala. Aminn

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000
Tanggal : 30 Oktober 2018
Kurir : @fathurrozaq82, swastiko, Rita Nurcahyaningsih

Soviana mengalami patah tulang lengan kiri dan retak kaki kiri


RUMANI BIN SAGI (51 , RUMANI BIN SAGI, STROKE) Dusun Tlogowungu RT 01 RW 05 Desa Muncar Kec Gemawang Kab Gemawang Propinsi Jawa Tengah. Pak Rumani adalah seorang kepala keluarga yang setiap harinya bekerja sebagai petani. Pak Rumani mengalami stroke sejak satu tahun lalu. Berawal badannya merasa kaku semuadan dibawa ke Rumah sakit umum kabupaten Temanggung untuk bisa diobati. Sedangkan istrinya tercinta meninggal dunia karena hanyut di sungai saat akan menyebrang untuk pulang setelah bekerja di lading milik orang yang letaknya harus menyebrangi sungai tersebut. hingga sampai saat ini , kondisi istrinya belum bias ditemukan. Sudah berbulan bulan mencarinya namun hasilnya nihil. Pak rumani dikaruniai dua anak yang sekarang telah berkeluarga sendiri.dan pak Rumani hanya hidup berdua dengan anak terakhirnya, dengan kondisi seperti itulah pak Rumani berjuang mengihudupi anaknya yang terakhir. dan menunggu bantuan orang untuk memperkerjakan Pak Rumani dengan upah sekadarnya. Alhamdulliah kurir #Sedekahrombongan bertemu dengan pak RT di mana pak Rumani tinggal dan memberikan bantuan untuk pengobatan serta untuk biaya kehidupan sehari harinya.

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:30-10-2018
Kurir:Muhammad Ilyam

Pak Rumani mengalami stroke


SIRAN BIN DUMEJHO (74, SIRAN BIN DUMEJHO, DHUAFA) Dusun Muncar kulon RT 06 RW 03, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa tengah. Misran masih semangat dan kuat untuk mengais rejeki dikala tubuh dan tenaga tak layak untuk bekerja,tapi mau bagaimana kalau tidak bekerja dapur tidak ngebul pepatah bilang. Siran tiap hari berdoa dan selalu berharap diberi kesehatan dan kemudahan rejeki, tapi Siran hanya berharap dan menunggu ada orang menggunakan jasanya disisa tenaga tubuh yang tua dan tidak kuat lagi untuk bekerja yang berat,dengan kegigihan Siran banyak tetangga sekitar memberikan pekerjaan dengan bayaran sekedarnya cukup untuk makan berdua dengan istri (Sukini). Siran dan istri (57, Sukini) begitu bahagia menerima keadaan yang serba kurang,selama -+ 50 tahun bersama, Siran yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tetap berusaha tegar dan mencari rejeki. Walaupun tidak mempunyai jaminan kesehatan BPJS PBI, Siran dan istrinya selalu berdoa semoga alloh memberi kesehatan untuk mereka berdua. Alhamdulilah kurir#SedekahRombongan mengetahui permasalahan tersebut dari aparat desa setempat dan kurir#SedekahRombongan mengunjungi keluarga Siran. setelah Kurir#SedekahRombongan mengunjungi rumah keluarga Siran,kurir sangat terkejut dan terenyuh melihat semangat Siran dan keadaan keluarga yang begitu serba kurang. dan saat itu kurir #Sedekahrombongan menyampaikan titipan dari Sedekaholic untuk biaya kebutuhan sehari hari. Siran keluarga mengucapkan beribu terima kasih kepada kurir #SedekahRombongan yang sudah membantu Siran sekeluarga. Siran juga mendoakan para donatur #SedekahRombongan agar diberikan limpahan rejeki yang berkah.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:31-10-2018
Kurir:Hajar Herya Kurniawan

Bantuan tunai


SUMARYO BIN MARSIN (45, SUMARYO BIN MARSIN, STROKE) Dusun Krajan RT 02 RW01, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang ,Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa tengah. Sumaryo merasakan Pusing dan sering lemas sejak 1 tahun yang lalu. Keluarga Sumaryo bergegas memeriksakannya ke Dokter terdekat supaya diketahui penyakitnya. Betapa terkejutnya Keluarga dan Istri Sumaryo setelah mendapat penjelasan dari dokter yang menangani penyakit Sumaryo. Rasa takut dan sedih menghantui Keluarga dan Istri Sumaryo. dokter menyarankan Sumaryo dirujuk ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang lebih baik buat Sumaryo.dengan harapan Sumaryo lekas sembuh, tidak berpikir lama keluarga membawa Sumaryo kerumah sakit terdekat. Keluarga dan Istri Sumaryo yang sehari – hari bekerja sebagai buruh tani dan buruh cuci tetap berusaha tegar dan berharap untuk kesembuhan Sumaryo. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan BPJS PBI, tidak lantas membuat keluarga menyerah untuk kesembuhan Sumaryo. di karenakan terkendala biaya transpot dan biaya hidup selama menunggu Sumaryo dirawat. Beruntung kurir #SedekahRombongan mengetahui permasalahan tersebut dari warga desa setempat.dan kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan dari Sedekaholic untuk perjalanan ke RSUD Temanggung. Ibu Sumaryo mewakili keluarga mengucapkan beribu terima kasih kepada #SedekahRombongan yang sudah membantu Sumaryo dan Keluarga. Keluarga Sumaryo juga mendoakan para donatur #SedekahRombongan agar diberikan limpahan rejeki yang berkah barokah. amin ya robal alamin.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000
tanggal:31-10-2018
Kurir:Hajar Herya Kurniawan

Pak Sumaryo menderita stroke


Ulya Rosida (24/biaya persalinan, Ulya Rosida, Biaya persalinan) Dusun Pujan Rt 02 Rw 03 Desa Bawang Kelurahan Bawang Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah Sekitar 2 bulan yang lalu, Bu Ulya melahirkan bayi prematur dengan usia kandungan 6 bulan kurang 1 minggu di Rumah Sakit Swasta di kota Magelang. Sebelumnya kandungan bu Ulya selama ini sehat-sehat saja karena rutin periksa di bidan terdekat, tetapi karena batuk yang berkepanjan selama hampir 1 bulan sehingga memicu konstraksi kandungan bu Ulya. Sehingga walaupun umur kandungan baru 6 bulan, terpaksa bayi bu Ulya harus di lahirkan saat itu juga dengan cara suntik pacu. Dan karena kondisi bayi yang lahir hanya dengan berat 1,5 kg, maka harus ada tindakan perawatan untuk bayi bu Ulya. Tetapi karena keterbatasan biaya persalinan, maka setelah melahirkan, bu Ulya langsung pulang ke rumah, karena biaya persalinan yang sudah mencapai 1,5 juta. Itupun hasil dari meminjam tetangga sekitar dan bantuan dari keluarga. Bu Ulya tadinya hanya bekerja sebagai sales bersama suaminya Asep Sulaiman (23). Ahamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup keluarga bu Ulya dan semoga kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yg diberikan

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:01-01-1970
Kurir:nurchotiah

Bantuan biaya persalinan


JUBAIDAH (27, Tumor Hidung dan Mulut) Alamat : Jalan Jenderal Sudirman RT. 012/RW. 005, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Melanjuti Pengobatan selanjutnya Bu Jubaidah bersemangat menjemput kesembuhannya dengan ditemani sang adik tercinta beliau penuh keyakinan menuju Surabaya, untuk melanjutkan kemo. Seminggu dalam masa pengobatan kabar tak baik datang dari keluarga suami di Lombok tepatnya di Sumbawa. Semangat yang tadi menyala saat itu berangsur redup. Sang adik dengan berbagai cara menyemangati Bu Jubaidah dalam pengobatan. Beliau mulai menurun daya tahan tubuhnya. Tindakan medis dilakukan pada Bu Jubaidah, hasil Laboratorium menunjukan keadaan baik untuk melanjutkan Kemo, namun urusan keluarga yang membuat semangat Bu Jubaidah pudar. Sehingga tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2018 Ibu Jubaidah menghadap Allah. Semoga Amal kebaikan beliau diterima disisi Allah Subhanahuwata’ala. Tidurlah dengan tenang. Bantuan Sedekaholic diberikan tanggal 28 Sepetember 2018 dan bantuan duka diberikan tanggal 9 Oktober 2018

Jumlah Bantuan : Rp. 2.120.544,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @indapras @ahmadtaqiyudin5

Bu Jubaidah menderita tumor hidung dan mulut


ALIF PRADATA (2, Hydrocephallus) Alamat Jalam Raya Kakap Gg. Sehat Pal 9 RT/RW 003/008 Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Perjuangan adik Alif masih sangat panjang, asupan makan masih melalui susu, karena masih belum bisa mengkonsumsi makan balita pada umumnya. Kondisi kepala yang masih membesar membuat luka pada belakan kepala masih menjadi prioritas perawatan. Untuk tetap menjaga kondisi adik Alif selalu sehat susu nutrisi harus tetap dikonsumsi. Pertolongan Allah selalu datang melalui Sedekaholic. Bantuan sebelumnya Adik Alif masuk dalam Rombongan 10 (Baru) dan bantuan diberikan tanggal 13 September 2018. Semoga bantuan yang disampaikan menjadi Ihtiar kesembuhan buat Adik Alif. Amin

Jumlah Bantuan : Rp.3.540.000
Tanggal : 13 Oktober 2018
Kurir : Guntur Radiryo

Alif menderita hydrocephallus


IMAM DARMAWAN (15, Paralis Post Trauma + Decubitus). Alamat : Tembang Kacang, Dusun Karya II, RT 1/4, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Kondisi terakhir adik Imam luka decubitus sudah mengecil, sudah bisa menggerakkan kedua kakinya dan kini berlatih duduk di kursi roda. Berharap kondisi adik Imam semakin membaik dan luka decubitusnya juga sembuh dan kini bisa duduk langkah selanjutnya untuk konsultasi rencana operasi penyambungan Uretra di RS Hasan Sadikin. Doa dan bantuan terbaik dari Sedekaholic menguatan semangat adik Imam untuk menggapai kesembuhannya. Terima kasih tak terhingga dari keluarga dan adek Imam. Bantuan sebelumnya telah diberikan tanggal 18 september 2018. Semoga Allah selalu melancarkan ihktiar pengobanatn ini , amin

Jumlah bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2018
Kurir : Ekasanty, @ahmadtaqiyudin5

Imam menderita paralis post trauma + decubitus


PURI WARASANTO (36, Sakit Tulang belakang + Sesak Nafas) Alamat : Komplek Karya Alam permai Rt 063/009, Kelurahan Pal Sembilan, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Sakit di persendian tulang belakang dan sering sesak napas masih dirasakan mas Puri, bersemangat selalu dalam menggapai kesembuahan mas Puri terus mengikuti terapi walau keadaan terakhir kondisi masih lemah karena hasil pemeriksaan terakhir terdapat luka pada usus beliau. Alhamdulillah bantuan disampaikan lagi dari Sedekaholic untuk nutrisi beliau, semoga bantuan yang sampaikan menguatkan mas Puri dalam menjemput kesembuhannya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 13 Oktober 2018
Kurir : Hamidha, @ahmadtaqiyudin5

Pak Puri sakit di persendian tulang belakang dan sering sesak napas


ABANG SUPERMAN (48, Tumor Hidung) Alamat : Dusun Entikong RT/RW : 005/001 Desa Entikong, Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Bermula adanya benjolan di hidung pak Abang biasa beliau dipanggil, dikira hanya benjolan biasa seperti jerawat tapi ternyata setelah dilakukan pemeriksaan ada Tumor. Pak Abang orang yang tak banyak bicara sehingga beliau pasrah akan sakitnya. Kondisi terakhir kabar dari istri beliau Pak Abang sudah mau makan dan kini benjolan di dalam hidungnya mulai pecah dan masih mengeluarkan lendir. Pengobatan hanya dilakukan dengan cara alternatif menggunakan ramuan tradisiolan dikampungnya. Untuk kelancaran Ihktiar kesembuhan pak Abang Alhamdulillah Bantuan Lepas dari Sedekaholic disampaikan pada Pak Abang semoga penyembuhan penyakit pak Abang berjalan lancar. amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 13 Oktober 2018
Kurir : @indapras, @ahmadtaqiyudin5

Pak Abang menderita tumor hidung


SRI WAHYUNI (36, Kanker Ovarium). Alamat : Jalan Tekam, Perum Permata Seruni, Blok B2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Mbak Sri pasien dampingan SR Kalbar yang masih menjalankan kemoterapi, karena akar kanker masih ada dirahimnya. Bantuan lanjutan untuk cicilan rumah sakit di sampaikan. Sebelumnya bantuan disampaikan tanggal 17 September 2018 dan masuk dalam Rombongan 10 (baru)

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2018
Kurir : @lilikprasetyo19, @ahmadtaqiyudin5

Bu Sri menderita kanker ovarium


TATIK (41, Tumor Payudara) Alamat : Jalan Sungai Raya Dalam Komp.Griya Pesona No.A 32, RT.001/RW 015 Kelurahan Bangka Belitung Kecamatan Pontianak Tenggara Provinsi Kalimantan Barat. Berawal dari tahun 2012 saat Ibu Titik hamil anak ke empat muncul benjolan kecil di payudara sebelah kiri dan tidak terfikir berbahaya karena tidak terasa sakit. Setelah melahirkan dilakukan pemeriksaan dan didiagnosa tumor payudara jinak. pengobatanpun dilakukan dengan observasi dan makan obat selama 9 bulan hasilnya benjolan hilang. Di tahun 2015 ternyata benjolan muncul kembali disertai demam sakit dan nyeri, namum benjolan kali ini tidak dilakukan pemeriksaan medis namun Ibu Tatik berusaha penyembuhan lewat terapi herbal dan obat kampung dikarenakan tidak adanya biaya. Selama 3 tahun berobat ternyata benjolan semakin membesar dan sudah hampir mencapai 2 kg dan dalam 2 bulan terakhir dibawah payudara ada luka dan bernanah. Ibu Tatik ingin memeriksakan benjolannya secara medis dan mengurus BPJS, bersyukur pada Allah Ibu Tatik dipertemukan oleh Kurir Sedekah Rombongan dan bantuan pun disampaikan dari Sedekaholic utnuk memperlancar ihktiar kesembuhan Ibu Tatik, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2018
Kurir : Meha Nuryani, @ahmadtaqiyudin5

Bu tatik menderita tumor payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR PURWOKERTO 5,119,788
2 Tuminah Binti Mohaji 1,000,000
3 Budi Santoso 1,000,000
4 Suyatin Binti Setu 1,000,000
5 Seno Bin Supani 500,000
6 Widjie Alwijianto 750,000
7 Warno Bin Sapar 500,000
8 Nuryadi Bin Suparmin 500,000
9 Novi Kurniasari 500,000
10 Sudarsi Binti Marto Sirman 500,000
11 Suparno Bin Mangun Dirin 1,000,000
12 Marsi Binti Joyo Kusno 1,000,000
13 Silah Binti Saimun 500,000
14 Khoirul Nur Huda 500,000
15 Azkanidar maritza 780,000
16 Maulana Putra 500,000
17 Henny Fatmawati 500,000
18 Mudawam bin asro 850,000
19 Mudawam bin asro 500,000
20 Mudawam bin asro 1,000,000
21 Tristan Abraham Alex Pratama 1,328,500
22 Andik Kuswanto 500,000
23 Andik Kuswanto 500,000
24 Henny Fatmawati 500,000
25 Farid Abdullah 500,000
26 Suradi Bin Sonokarto 750,000
27 Reealino Yuanzah 500,000
28 Ibrahim Fatih Pamungkas 1,000,000
29 Katni Jarto 1,000,000
30 Reealino Yuanzah 1,000,000
31 RSSR WONOGIRI 504,596
32 Farid Abdullah 1,000,000
33 Rengga Putra Pratama 500,000
34 Suradi Bin Sonokarto 500,000
35 SULISTIONO BIN ACHMAD MUKHROMI 1,500,000
36 ALIF HARTO AJI BIN BARIYADI 500,000
37 MUCHSINUN BIN AHMAD NAHRUDIN 500,000
38 Prayitno Adi Saputro 1,000,000
39 DARSIYEM BINTI MADISAN 500,000
40 KASID BIN RANAREJA 500,000
41 LULU FAIZATUL ARIFA BINTI JARKASIH 500,000
42 SOVIANA NUR AZIZAH 1,000,000
43 RUMANI BIN SAGI 1,000,000
44 SIRAN BIN DUMEJHO 500,000
45 SUMARYO BIN MARSIN 1,000,000
46 Ulya Rosida 1,000,000
47 JUBAIDAH 2,120,544
48 ALIF PRADATA 3,540,000
49 IMAM DARMAWAN 2,100,000
50 PURI WARASANTO 500,000
51 ABANG SUPERMAN 1,000,000
52 SRI WAHYUNI 3,000,000
53 TATIK 500,000
Total 50,843,428