MULYONO BIN SULASTO, (45, Lumpuh) Dusun Wonosari RT/RW 004/001, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mulyono adalah seorang muadzin mushola di dekat rumahnya dan bekerja sebagai penyabut rumput jika tetangganya membutuhkannya. Mulyono ini mengalami lumpuh sejak lahir dan saat ini Mulyono tinggal bersama Kakak iparnya bapak Jalil (61) yang bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari dengan Mulyono. Mulyono membutuhkan bantuan kursi roda untuk aktifitas sehari harinya. Dan kakak iparnya Jalil tersebut mengungkapkan kesulitan dan kesedihannya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dari keluarga tersebut. Dengan ini bantuan berupa pengadaan kursi roda senilai Rp 1.000.000 telah diserahkan. Semoga Mulyono bisa dapat lebih beraktifitas dengan baik dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Mulyono ini mengalami lumpuh sejak lahir


SULASTRI BINTI SUGAR, (43, Kanker Serviks) Alamat Jl KH. Hasan No. 118 RT/RW 003/004, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. awal merasakan keputihan yang tidak biasa, dan melakukan pengobatan awal di Mitra Medika Bondowoso selama satu bulan karena tidak ada hasil pindah pengobatan ke RSD H Dr. Koesnadi Bondowoso. sebulan pengobatan sama juga tidak ada hasil kembali bu Sulastri ke dokter yang menangani awal di Mitra Medika. Selama dua bulan pengobatan berjalan sakit yang dirasakan masih sama, dirujuklah beliau ke RS Dr. Soebandi Jember. bulan Juni dokter menyatakan bahwa Bu Sulastri positif mengalami sakit Kanker Serviks. karena trauma medis semua hasil PA disobek dan melakukan pengobatan alternatif. Dan bulan Oktober 2018 karena tidak ada hasil di alternatif kembali Bu Sulastri melakukan upaya medis dengan berobat di RSU Wonolangan Probolinggo dengan memulai lagi tes dari awal karena hasil PA di Soebandi sudah hilang. Hasil PA di Probolinggo sama dengan Hasil di Jember. tgl 17 Oktober 2018 mengambil hasil biopsi untuk menentukan pengobatan lanjutan. Dan pada tanggal 21 Oktober 2018 namun Allah berkehendak lain. Setelah satu bulan kembali dalam masa pengobatan, Ibu Sulastri berpulang menghadap sang Ilahi. semoga keluarga yang ditinggal kan di beri kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Bu Sulastri positif mengalami sakit kanker serviks


NABILA AULIA PUTRI, (3, Atresiani) ALamat Dusun Sekardawung RT/RW 004/007, Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Nabila mengalami kelainan sejak baru lahir. saat terlahir ke dunia tidak memiliki anus, dan harus segera melakukan operasi di RSUD Dr. Soebandi Jember. Diagnosa dari dokter menjelaskan bahwa adek Nabila terkena kelainan Atresiani. Ibunya Indah handayani (33) dan ayahnya M Nasir (33) merasa sangat sedih ketika melihat sang anak yang lahir ke dunia dengan keadaan yang demikian. Pak Nasir yang pekerjaan sehari-harinya sebagai pemulung yang kadang kalanya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan putrinya. Saat ini adek Nabila menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pembelian alat resep dokter dan biaya Transportasi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat untuk adek Nabila. Dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 975.000,-
Tanggal : September 2018, dan 24 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Nabila terkena kelainan atresiani


SUNARSIH BINTI SAMSUNARDI, (63, Pembengkakan Jantung) Alamat Jl PB Sudirman Dusun Paseban RT/RW 004/002, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sunarsih sudah sejak satu tahun yang lalu mengalami pembengkakan jantung dan Batu Empedu yang menyebabkan aktifitas hariannya sebagai pedagang kue. Namun sejak beberapa bulan terakhir kondisi kesehatannya makin menurun dan sering keluar masuk rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Memang untuk biaya pengobatannya sudah dijamin oleh BPJS yang dimiliki namun keluarga terkendala dengan biaya penebusan obat yang tidak di cover oleh BPJS. Maklum saja karena Ibu Sunarsih tidak bekerja dan Suaminya Bapak Sunarto (61) hanya bekerja sebagai Kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka saja tanpa bisa membantu banyak untuk pengobatan sang istrinya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Ibu Sunarsih pun langsung mengunjung Ibu Sunarsih di tempat tinggalnya. Kondisi nya masih terlihat lemah dan tidak bisa diajak berbicara banyak. Bapak Sunarto suami dari Ibu Sunarsih bercerita sudah sekitar beberapa hari di Rawat di RSUD Dr Soebandi Jember karena tiba – tiba pingsan dan kini mereka sedang kebingungan untuk menebus obat yang diberikan oleh dokter dan tidak tercover BPJS. Bantuan disampaikan untuk ibu Sunarsih yang digunakan untuk menebus obat yang tidak tercover oleh BPJS, dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga kondisi kesehatan Ibu Sunarsih cepat pulih seperti sediakala. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp. 714.155
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Ibu Sunarsih mengalami pembengkakan jantung dan batu empedu


ARSYELA AURA PUTRI, (1, Tumor Bibir) Alamat Dusun Krajan A 1 RT/RW 003/015, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Arsyela biasa ia disebut gadis kecil cantik yang sejak lahir terdapat benjolan di bibirnya. Orang tua Arsyela telah memeriksakan kondisi Arsyela ke puskesmas. Karena keterbatasan biaya membuat orang tua Arsyela tidak melanjutkan pengobatan Arsyela pada tahap operasi. Saat ini benjolan yang ada di bibir Arsyela mulai membesar. Ibunya, Wiwit Wulandari (24) dan ayahnya Mohammad Irfan (24) selalu mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Arsyela menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Mohammad Irfan yang selama ini pekerjaannya sebagai wiraswasta sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan Arsyela. Jangankan untuk berobat, kendaraan pun mereka tidak punya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pembayaran BPJS setiap bulan, biaya Akomodasi selama dirumah sakit.

Jumlah Santunan : Rp. 1.004.000,-
Tanggal : Januari 2018, Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, 11 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Arsyela menderita tumor bibir


M ALVIN RISALATUS SHOLEH, (9, Kanker Gusi) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 024/022, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Alvin menderita penyakit serius sejak enam bulan terakhir ini. Tak di sangka beliau menderita Kanker gusi. Awalnya Alvin merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya oleh orang tua Iqbal memeriksakan kondisinya ke Klinik Dokter Gigi. Akan tetapi, pihak Klinik menyarankan untuk diperiksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menajalani pengobatan serta operasi. Namun sayangnya, orang tuanya kebingung dengan masalah biaya pengobatan di RS serta Akomodasi selama di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Alvin memerlukan bantuan pendampingan dalam berobat karena dari keluarga kurang mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Alvin untuk mengurus rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Alvin memiliki Jaminan kesehatan berupa SPM yang meringankan beban keluarganya. Alvin adalah anak yatim yang hanya tinggal bersama Ibunya Siti Mutmainnah (31) yang berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari untuk keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Alvin. Santunan yang diberikan di pergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit dan pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Alvin dan semoga sembuh seperti sediakala, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 696.500,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, 11 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Alvin menderita Kanker gusi


SUKARLIK, (44, TB TULANG) Alamat Dusun Gumuk Bago RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit pada pukul 10.00 WIB Ibu Sukarlik mengalami kecelakaan kerja di sawah, yang sedang mengalamai jatuh atau terpleset di pinggir sawah sehingga Ibu Sukarlik jatuh dan kesakitan di pinggul sebelah kiri. Setelah itu Ibu Sukarlik pulang dan memanggil dukun pijat kerumahnya dan keadaan semakin membaik dan selama 3 bulan selama Ibu Sukarlik mengalami sakit di pinggulnya Ibu Sukarlik pun rutin ke dukun pijat dan akhirnya beliau sakitnya semakin tambah parah, sehingga jalannya tidak normal dan jalan pun memakai alat bantu jalan berupa tongkat kayu yang dibuat oleh Suaminya sendiri. Setelah itu Ibu Sukarlik dilarikan ke klinik untuk menjalani Trapi dan penyakit yang dialaminya semakin parah sehingga tidak bisa berjalan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Ibu Sukarlik memerlukan bantuan untuk dampingan selama berobat dan Keluarga Ibu Sukarlik adalah keluarga kurang mampu dan pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan membantu yang sedang mengalami kesusahan untuk masalah pembiayaan dalam berobat dan pembelian Obat-obat an yang dibutuhkan Ibu Sukarlik. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sukarlik dan setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Sukarlik ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut dan di diagnosa Dokter bahwa Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang dan oleh pihak rumah sakit Ibu Sukarlik untuk segera di Operasi supaya penyakit yang di alami Ibu Sukarlik segera di tangani lebih lanjut. Ibu Sukarlik tinggal bersama Suamianya Bapak Hanafi (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hariNya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sukarlik. Santunan yang diberikan untuk pembayaran Iuran BPJS setiap bulan dan Pembelian Suplemen pasien. semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sukarlik dan mendapatkan kesembuhan seperti beliau masih sehat Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 5

Jumlah Santunan : Rp.691.000,-
Tanggal : Agustus 2018, September 2018, 22 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang


SINDI RAHMADANI, (13, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk pembayaran BPJS dan biaya perawatan dan pengobatan Pasien, dan Biaya Administrasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Aamiin.. santunan sebelumnya masuk dirombongan 1148

Jumlah Santunan : Rp. 580.500,-
Tanggal : Agustus 2018, September 2018, 11 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Sindi mengalami sakit hipospadia


PONIRAN BIN SARINO, (62, Stroke) Alamat Dusun Gumuk Limo RT/RW 017/016, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak 5 bulan yang lalu, Bapak Poniran saat bekerja di tengah sawah beliau tiba-tiba merasakan pusing lalu bersandar ke pondok di tengah sawah dan jatuh pingsan. Bapak Poniran segera dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh temannya. Dokter di Puskesmas menyarankan bapak Poniran untuk banyak istirahat. Dan setelah bapak Poniran sadar dan kembali ketempat tinggalnya. setelah 6 jam berlalu bapak Poniran kembali merasa pingsan dan setengah badan bapak Poniran tidak bisa digerakan. Pihak keluarga lalu membawa beliau kembali ke Puskesmas, setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas, Bapak Poniran terkena Stroke dan menjalani rawat inap selama 2 hari. Kondisi beliau saat ini sulit menggerakkan anggota tubuh bagian kanan. Dokter menyarankan Bapak Poniran untuk di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk berobat rutin atau menjalani terapi. Karena keluarga keterbatasan biaya, bapak Poniran dirawat alakadarnya di tempat tinggalnya. Istrinya, Zainab (55) bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang menggantikan tulang punggung keluarga. Bapak Poniran yang notabene adalah tulang punggung keluarga belum dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari termasuk bekerja karena kondisi kesehatannya yang belum pulih. Beliau kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi untuk berobat rutin dan biaya kehidupan sehari-hari. Bapak Poniran memiliki jaminan berupa JKN KIS NON PBI Kelas III dalam berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Poniran dan keluarga. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi berobat rutin dan pembelian Obat Resep Dokter yang tidak tercover oleh BPJS, dan pembayaran BPJS perbulannya. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan Bapak Ponira dapat kembali sehat seperti sediakala. Aamin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.177.500,-
Tanggal : Februari 2018, Maret 2018, April 2018, Mei 2018, Juni 2018, Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, 11 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Poniran menderita stroke


ASMUJI BIN NGATUN, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Muji sering beliau panggil. Pak Muji adalah buruh tani, setiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah pagi sampai sore. Pak Muji bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Muji tinggal bersama Istri dan anaknya. Kini Pak Muji tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh saat hendak selesai menanam kedelai di Sawah dan tiba tiba Pak Muji sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar badan Pak Muji mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Muji yang semakin memburuk, warga membawanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Muji diagnosis mengalami pecahnya pembuluh darah di kepala dan mengakibatkan Stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Muji memiliki Jaminan Kesehatan Berupa KIS PBI, yang meringankan beban keluarganya dalam pembiayaan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Tetapi biaya hidup dirumah sakit dan Transport ke Rumah sakit, Ibu Sri Wahyuni (36) istri dari Pak Muji dan anaknya kebingungan karena dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar derita dari keluarga Pak Muji, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pak Muji. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Muji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Pak Asmuji menderita stroke


MADRI BIN JOYO, (58, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 012/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Madri, biasa akrab disapa demikian. Beliau hidup berdua dengan sang Istri Ibu Rumiasih (55) di sebuah rumah kecil yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Untuk mencukupi kehidupanya sehari- hari beliau bekerja sebagai buruh tani jika ada yang memanggilnya untuk bekerja. Terkadang bekerja untuk membersihkan rumput rumput di halaman rumah tetangga, namun cara inilah yang digunakan para tetangga untuk membantu beliau dalam mencukupi kebutuhan makan beliau. Karena meski dalam kondisi kekurangan beliau tidak mau meminta- minta kepada tetangga. Beliau ingin bekerja dan dibayar dari hasil tenaganya untuk membeli makan dan kebutuhan hidup lainnya. Pendengaran pak Madri sudah tidak begitu Normal. Yang lebih penting adalah bagaimana agar dia bisa makan dan minum sehari – hari. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Pak Madri. Santunan disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Pak Madri sangat gembira, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


WIDIA KAMELINA PUTRI, (5, Pembengkakan Ginjal). Alamat Dusun Tegalan RT/RW 001/002, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adalah seorang putri dari pasangan Misnari (30) dan Nawiro (28). Adik Widia adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu dengan rumah dinding bambu dan triplek. Pada awalnya Widia diagnosa Dokter Puskesmas menyatakan penyakit usus buntu. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, mengalami infeksi dan pembengkakan. Latar belakang keluarga dari adik Widia adalah dari keluarga kurang mampu dan Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh tani dan menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Dan semenjak adik Widia sakit, praktis sang ayah tidak bisa bekerja lagi. dan untuk keperluan sehari-hari dan makan, saudara-saudara nya yang membantunya. Saat ini adik Widia mendapatkan dampingan dari Kurir Sedekah Rombongan untuk melakukan pemeriksaan dan kontrol rutin di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil operasi ginjal dan volume air kencing dan seberapa lancar untuk bisa normal tanpa menggunakan kateter lagi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Widia. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah sakit dan Pembayaran BPJS setiap bulan. Semoga santunan yang diterima bermanfaat bagi Adik Widia dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1128

Jumlah santunan: Rp. 540.500,-
Tanggal: Juli 2018, Agustus 2018, September 2018, 11 Oktober 2018
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Widia mengalami infeksi dan pembengkakan


AHMAT AZIKUR ROHMAN, (1, Penyakit Jantung Bawakan) Alamat Dusun Karang Semanding RT/RW 001/011, Desa Sukorjo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ahmat Azikur Rohman adalah anak kedua dari pasangan Bapak Ahmad Tauhid (36) dan Ibu Arifah Mahtum (24), yang lahir di Puskesmas Bangsalsari dengan keadaan Normal. Setelah tiga bulan berlalu adik Azikur Rohman mengalami muncul seperti bibir berwarna biru, lidah berwarna biru dan juga sesak pada pernapasan. Lalu oleh pihak keluarga adik Azikur Rohman di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah sampai di Puskesmas, adik Azikur Rohman di periksa dan oleh pihak Dokter menyatakan bahwa adik Azikur Rohman mengalami kelainan pada Jantungnya memerlukan rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena orang tua Aziku Rohman tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan apapun akhirnya Azikur Rohman dirawat di rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa adik Azikur Rohman memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu. Orang tua adik Azikur Rohman bekerja sebagai pedagang arum manis yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal keluarga adik Azikur Rohman dan bersilahturahmi. Karena adik Azikur Rohman memiliki jaminan apapun, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban pembiayaan selama di rumah sakit. Dan setelah Jaminan Kesehatan mulai Aktif Kurir Sedekah Rombongan langsung meminta rujukan dari Puskesmas ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan setelah tiba di RSUD Dr. Soebandi Jember adik Azikur Rohman di periksa dan Dokter menyatakan adik Azikur mengalami kelainan jantung. Dan disarankan untuk opname perbaikan kondisi. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Azikur Rohman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan, pembelian Suplemen dan Akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Azikur Rohman dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1148

Jumlah Santunan : Rp. 613.450-
Tanggal : Agustus 2018, September 2018, 15 Oktober 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Azikur Rohman mengalami kelainan pada jantungnya


MUHAMMAD SANDI RHOMADHON, (3, Bibir Sumbing) Alamat Dusun Tegal Gede Wetan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sandi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita bibir sumbing. Sebelumnya Sandi telah menjalani operasi pada usia enam bulan di RS Haryoto Lumajang tapi kurang dari satu bulan hasil operasi itu lepas. Lalu pada usia satu tahun sandi menjalani operasi lagi di Situbondo dalam kegiatan operasi gratis tapi hasilnya sama, tidak sampai satu bulan lepas lagi. Dan menjalani operasi untuk ketiga kalinya di Rumah sakit Primer Surabaya. Operasi berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus, tapi kurang dari dua bulan kembali lepas karena Sandi jatuh saat bermain. Bulan ini Sandi akan melakukan kontrol kembali untuk melihat perkembangan hasil operasi. Alhamdulillah kondisi Sandi terus membaik. Orang tua Sandi, Bapak Santuso (28) sebagai seorang buruh tani pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, Ibunya Enggar Adita Febriyanto (20) selalu sabar merawat dan mengantar Sandi pergi kontrol, semangatnya untuk Sandi kembali normal sangat besar. Sandi menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri untuk menjalani perawatan medis. Kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan kembali santunan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan pembelian obat. Semoga kondisi Sandi semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Juli 2018 dan 5 Agustus 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Sandi menderita bibir sumbing


ANITA N ULUM (12, Talasemia). Alamat : Dusun Ngantru, RT 2/2, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sejak dari lahir adik Anita telah didiagnosa menderita Talasemia. Sehingga Anita menjalani pengobatannya di Rumah Sakit Soetomo Surabaya. Untuk 1 tahun ini pengobatan Anita telah bisa menjalani pengobatan di RS Iskak Tulungagung untuk tambah darah setiap bulannya. Anita merupakan anak yang aktif diantara teman-temannya, akan tetapi kondisinya yang selalu menurun dan disertai mimisan membuat Anita menjadi tidak bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain. Saat ini Anita selalu rutin untuk transfusi darah sebulan sekali agar tetap bisa beraktivitas secara normal. Ibu Srianik (32) sebagai ibu Anita yang bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan yang sedikit. Ibu Srianik banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan kebutuhan untuk sekolah Anita. Anita yang telah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS sangat membantu dalam pengobatannya. Akan tetapi masih memiliki kendala dalam biaya transportasi untuk ke rumah sakit dan membeli obat-obatan yang tidak menjadi tanggungan kartu jaminan kesehatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Anita dan bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, transportasi ke rumah sakit, membeli obat-obatan dan iuran BPJS. Ibu Srihanik sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Sedekaholics yang di sampaikan atas bantuan Sedekah Rombongan. Santunan untuk Anita pada sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1128. Semoga Anita segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Kriss @SiscaDwi

Anita menderita talasemia


ARFAN KHALIF ARJUN SALEH (0, Infeksi Meningococcus Chemia). Alamat : Perum De Salvia Residence Blok D-11 RT10/11 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada tanggal 1 Juni 2018, Arfan mengalami demam tinggi dengan suhu 41 derajat. Arfan langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit Hermina Malang. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosa bahwa Arfan mengalami infeksi bakteri Meningococcus Chemia. Arfan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan pengobatan yang lebih intensif. Kondisi saat ini Arfan sedang koma dan dirawat di NICU. Arfan kesulitan bernafas sehingga dipasang alat ventilator, selain itu juga muncul bercak-bercak biru di tangan dan kakinya. Dokter menyatakan bahwa infeksi ini termasuk langka terjadi di Indonesia. Orang tua Arfan, yaitu Bapak Setyawan (30) bekerja sebagai guru les dan Ibu Rista (29) hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada saat Arfan masuk rumah sakit Hermina jaminan kesehatannya masih belum jadi sehingga dirawat umum. Biaya rumah sakit sangat membebani keluarga, rumah sakit memberikan kompensasi setelah melihat kondisi keluargan Arfan. Tetapi pada saat dirujuk ke RSSA BPJS kelas III sudah dapat digunakan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Arfan, bantuan diberikan untuk membantu biaya rumah sakit. Semoga pengobatan yang dijalani Arfan dilancarkan dan segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Arfan mengalami infeksi bakteri Meningococcus Chemia


ARSIMA BINTI MISNO (40, Kista Ovarium). Alamat : Dusun Wringin Kurung, RT 11/02 Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada tahun 2017, Ibu Arsima sering merasakan nyeri di tulang panggulnya dan juga merasa mual. Akhirnya Ibu Arsima memeriksakan ke RSUD Bondowoso dan dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember kemudian dirujuk lagi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Bulan ini Ibu Arsima menjalankan kontrol di RSSA Malang. Dokter merencanakan untuk dilakukannya operasi dan masih menunggu jadwal. Ibu Arsima hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan suaminya Bapak Mansur (47) mencari nafkah dengan cara berdagang. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ibu Arsima mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi, bantuan pun diberikan untuk biaya suplemen, biaya transportasi Malang – Bondowoso, biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan dan biaya kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Semoga Ibu Arsima segera diberikan kesehatan dan kesembuhan. Aamiiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 7 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Arifa menderita kista ovarium


ASISEH BINTI SUTIYA (48, Kanker Servik). Alamat : Dusun Banyuwuluh, RT 4/2, Desa Banyuwuluh, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Gejala awal yang dirasakan Ibu Asiseh sudah dari 1 tahun yang lalu. Beliau mengaku kalau sering mengalami pendarahan dan keputihan serta rasa nyeri dibagian alat vital beliau. Beberapa hari kemudian beliau merasa kalau kondisinya semakin lemah dan sering mual-mual. Ibu Asiseh pun akhirnya diperiksakan ke Puskesmas Wringin, Puskesmas puna akhirnya memberikan surat rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lengkap. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya dapat mendiagnosis kalau Ibu Asiseh mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim. Dokter akhirnya memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Ibu Asiseh yang pada awalnya akan direncanakan untuk sinar dirubah oleh dokter dan di rencanakan untuk kemo terapi. Pada bulan ini, Ibu Asiseh menjalankan papsmear ke 1. Ibu Asiseh merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Adenan (47). Bapak Adenan yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang dimiliki Bapak Adenan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Asiseh memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang. Ibu Asiseh merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Asiseh, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari para Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli susu, membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi pulang pergi Malang-Bondowoso. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1143. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Asiseh diberikan kelancaran dan dapat lekas mendapat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy @SiscaDwi

Ibu Asiseh mengalami kanker servik


EDI SUPRAPTO (46, Ca. Nasofaring). Alamat : Jalan A. Yani, RT 01/01, Desa Dasabah, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016 Bapak Edi merasakan sakit ditenggorokannya tetapi beliau abaikan dan tidak diperiksakan ke dokter. Setelah dua bulan berlalu rasa sakitnya semakin parah dan akhinya diperiksakan ke dokter. Selain rasa sakit di tenggorokan Bapak Edi juga mengalami penurunan pengelihatan. Dokter mengarahkan untuk memeriksakan ke dokter saraf. Pada bulan Juli 2016 Bapak edi memeriksakan ke dokter saraf dan melalukan pengobatan sesuai anjuran dokter. Suatu hari tiba-tiba muncul benjolan kecil pada leher Bapak Edi dan semakin lama semakin membesar. Pada tahun 2017 Bapak Edi memeriksakan ke RSUD Bondowoso dan dokter mendiagnosa Ca. Nasofaring. Bapak Edi dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang lebih lengkap. Pada bulan ini Bapak Edi menjalankan evaluasi dengan dokter dan pemeriksaan kanker. Bapak Edi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dan istrinya, Ibu Septin (25) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Edi memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas II yang sangat membantu biya pengobatan beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun disampaikan untuk biaya transportasi dan juga suplemen seperti susu, peptamen. Bantuan sebelumnya telah tercacat dalam nomor rombongan 1143. Semoga Bapak Edi segera diberikan kesehatan agar dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy @SiscaDwi

Pak Edi menderita ca. nasofaring


ENDANG KURNIAWATI (33, Tumor Sumsum Tulang Belakang). Alamat : Dusun Sumurwarak, RT 3/1, Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016 Ibu Endang bekerja di luar negeri dan tiba-tiba tidak bisa berjalan. Akhirnya Ibu Endang dipulangkan ke Indonesia dan menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kemudian Ibu Endang dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo Surabaya dan dilakukan operasi. Keadaan Ibu Endang pasca operasi masih tetap tidak bisa berjalan. Dokter memutuskan untuk dilakukannya operasi lagi karena ditemukan batu disaluran kencing karena penggunaan kateter yang terlalu lama. Kondisi sekarang ini Ibu Endang menjalankan terapi rutin dirumah sakit dan sudah dapat berjalan menggunakan alat bantu. Ibu Endang sekarang sudah tidak bisa bekerja dan dirawat oleh Ibunya, Ibu Mun Saropah (52) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan yang didapatan tidak cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari sehingga dibantu oleh saudara dan tetangga. Ibu Endang memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami, bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1128. Semoga Ibu Endang segera diberikan kesehatan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Kriss @SiscaDwi

Bu Endang menderita tumor sumsum tulang belakang


LAILATUL MUKAROMAH (1, Hydrocephalus) Alamat : Dusun Podokaton, RT 3/11, Desa Bayeman, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Lailatul adalah seorang anak yang dari sejak lahir didiagnosa mempunyai penyakit Hydrocephalus oleh dokter. Dari sejak lahir kelapa Lailatul lebih besar dari badannya sehingga rumah sakit melakukan pemeriksaan. Pengobatan yang dilakukan hanya obat jalan di RSUD Bangil setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Lavalatte Malang untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Pada bulan ini, Lalilatul menjalankan kontrol rutin untuk mengecek selang VP shunt dan hasilnya normal. Orangtua Lailatul, Bapak Mulyadi (25) mencari nafkah sebagai kuli bangunan dan Ibu Rohmania (21) yang hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lailatul memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III sehingga dapat meringankan biaya yang ditanggung. Kendala lain yang dirasakan kedua orangtua Lailatul yaitu biaya pengobatan, biaya transportasi dan tempat tinggal selama masa pengobatan di Malang. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, pada bulan ini bantuan dialokasikan untuk membeli pampers, susu, obat-obatan, kebutuhan rawat luka, dan kebutuhan saat berada di rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1143. Semoga Lailatul lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Lailatul menderita hydrocephalus


LUSIANI BINTI SIKAN (49, Kanker Serviks). Alamat : Jalan Darmawangsa, Dusun Gudangrejo, RT 3/25, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan. Karena hal tersebut beliau langsung di periksakan ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakit yang di alami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa dan telah di diagnosis mengalami Kanker Serviks. Dokter pun menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk perawatan yang lebih intensif. Setelah menjalani kemo terapi, Ibu Lusiani saat ini dijadwalkan dokter untuk dilakukan sinar sebanyak 25 kali. Bulan ini Ibu Lusiani telah menjalani papsmear dan dokter menyarankan untuk melakukan CT scan. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji rumah bekas tahanan. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk biaya transportasi, membeli pampers, obat-obatan, underpat dan biaya saat masuk rumah sakit. Santunan pada bulan sebelumnya telah masuk di rombongan nomor 1139. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Lusiani diberikan kelancaran dan segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Ibu Lusiani mengderita kanker serviks


MIATUL MAULIDAH (18, Suspect Tumor Tulang Pinggul). Alamat : Dusun Krajan I, RT 4/2, Desa Bendoarum, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak awal Bulan Mei 2017, Miatul mulai mengeluh kalau kakinya terasa linu-linu. Semakin lama semakin terasa sakit dan akhirnya diperiksakan ke Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Miatul mengalami suspect tumor tulang. Miatul diberikan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Bulan ini Miatul telah dilakukan kontrol dan menjalankan cek kultur jaringan. Miatul merupakan anak ke 2 dari Bapak Supandi (44) dan Ibu Sukwati (38). Bapak Supandi yang sebagai tulang punggung keluarga bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang sedikit. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang membantu akan biaya berobat. Akan tetapi, keluarga masih terbebani akan kebutuhan sehari-hari dan transportasi saat berobat ke Malang. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info dari Sedekaholics bahwa Miatul memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Miatul untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Miatul. Semoga pengobatan yang dijalani Miatul diberikan kelancaran dan segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Miatul mengalami suspect tumor tulang


MOHAMMAD NUR GHUFRON (42, Tumor Testis) Alamat : Dusun Krajan RT 2/1, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2017, Bapak Ghufron mengalami gejala-gejala seperti sakit diperut bagian bawah, testis membengkak dan terasa sakit. Awalnya sakitnya tidak terlalu parah hanya dibiarkan saja tetapi semakin lama bengkaknya semakin membesar dan sering terasa sakit. Setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso Bapak Ghufron didiagnosa menderita penyakit suspek tumor testis dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah menjalankan pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember, Bapak Ghufron kembali dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalankan pengobatan lebih lanjut. Bulan ini, Bapak Ghufron telah menjalankan kontrol dan menunggu jadwal dari dokter untuk menjalankan CT Scan. Bapak Ghufron mencari nafkah sebagai buruh harian lepas dan penghasilannya hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari sedangkan istri beliau yaitu Ibu Holisah (38) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Bapak Ghufron mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, biaya transportasi Bondowoso – Malang, dan untuk biaya kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan baru 11. Semoga Bapak Ghufron dilancarkan pengobatannya dan segera diberikan kesembuhan. Aamiiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bapak Ghufron menderita penyakit tumor testis


MUHAMMAD ULIL AMRI (3, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Kebonsari Rt 1/11, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada tahun 2017, Ulil merasa perih dimata dan muncul bintik putih pada mata sebelah kiri. Semakin lama semakin membengkak dan pandangan semakin kabur. Setelah mata Ulil semakin membesar orangtuanya memeriksakan ke RSUD Dr. Soebandi Jember kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kondisi sekarang ini mata Ulil yang sebelah kiri sudah tidak bisa melihat dan semakin besar. Pada bulan ini, Ulil menjalankan cek laboratorium, kemoterapi yang ke 3 dan ke 4. Orangtua Ulil yaitu Bapak Hadi Wiyono (42) mencari nafkah sebgai buruh tani dan ibunya, Ibu Nasriyatul Azizah (37) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Ulil mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS yang sangat membantu biaya pengobatan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ulil, bantuan pun diberikan untuk biaya suplemen seperti pampes dan susu, biaya transportasi Jember-Malang dan biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1144. Semoga pengobatan yang dilakukan lancar dan segera diberikan kesehatan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 900.000
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy @SiscaDwi

Ulil menderita retinoblastoma


NAZWA NURAINI (2, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Pomo, RT 6/15, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan November 2016 mata sebelah kiri Nazwa mulai membengkak. Karena khawatir akan keadaan putrinya, kemudian Nazwa dibawa ke rumah sakit swasta di Jember. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan di rumah sakit, dokter menyarankan untuk operasi. Akan tetapi keluarga menolak dikarenakan biaya yang diperlukan untuk operasi sangatlah besar. Karena tidak adanya pengobatan selama menunggu pembuatan jaminan kesehatan akhirnya mata Nazwa bertambah bengkak dan Nazwa pun akhirnya dibawa ke Puskesmas Wuluhan. Dari puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember dan dikarenakan keterbatasan alat, Nazwa pun dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) MALANG. Pada bulan ini, Nazwa menjalankan cek laboratorium, kemoterapi yang ke 5, dan ke 6. Ayah Nazwa, Bapak Nur Kholis (38) bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya dengan upah yang diterima. Sedangkan ibu Nazwa, Ibu Nanik Muliya Ningsih (32) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Nazwa sangat terbantu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III dalam berobat. Akan tetapi, keluarga sangat terbeban akan biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat menjalani pengobatan di Malang. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah dipertemukan dengan Nazwa dan bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, membeli susu dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan baru 11. Semoga Nazwa diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 824.100,-
Tanggal : 29 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Nazwa menderita retinoblastoma


ALMH. NURYATIN BINTI SO’IM (56, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Tlogo RT 4/2, Kelurahan Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016 ditemukan benjolan kecil pada payudara sebelah kanan Ibu Nuryatin. Ibu Nuryatin awalnya hanya melakukan pengobatan herbal dan pada mantra setempat saja. Lalu pada akhir tahun 2017 kanker Ibu Nuryatin meletus dan mengeluarkan banyak nanah dan darah. Ibu Nuryatin segera dibawa ke RSUD Mardiwaluyo Blitar. Setelah dilakukan pengobatan disana Ibu Nuryatin dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Kondisinya sekarang ini lemas dan hanya bisa berbaring ditempat tidur. Pada bulan Mei Ibu Nuryatin menjalankan pemasangan selang kateter, cek laboratorium, kemoterapi yang ke 1. Pada tanggal 25 Mei 2018 dikabarkan telah meninggal dunia. Keluarga merasa sangat kehilangan atas kepergian Ibu Nuryatin. Namun keluarga sudah mengikhlaskan kepergian beliau. Sedekah Rombongan berbelasungkawa dan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ibu Nuryatin. Keluarga Ibu Nuryatin mengucapkan terimakasih dan meminta maaf, santunan pun disampaikan untuk kebutuhan setelah Ibu Nuryatin meninggal dunia. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Keluarga Ibu Nuryatin sekali lagi mengucapkan terimakasih dan semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberi manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.247.300
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Bu Nuryatin menderita kanker payudara


PAISEH BINTI PAISEH (41, Retinoblastoma). Alamat : Dusun Randu Cangkring RT 04/01, Desa Randu Cangkring , Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada tahun 2016, Ibu Paiseh sudah merasakan gejala-gejala yang aneh di mata sebelah kiri seperti mata terasa perih, pandangan kabur, pusing dan bengkak. Semakin lama gejala tersebut semakin sering dan bengkak pun semakin membesar. Kondisi Ibu Paiseh saat ini mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat lagi dan bengkak pun semakin membesar. Ibu Paiseh belum pernah melakukan pengobatan sama sekali sejak tahun 2016. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan langsung diperiksakan ke RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada bulan Maret, Ibu Paiseh menjalankan pemeriksaan mata, cek laboratorium, kontrol, dan dokter menyarankan untuk dilakukan CT Scan. Bulan ini, Ibu Paiseh menjalani kontrol dan menunggu jadwal dari RSSA Malang untuk dilakukan operasi. Ibu Paiseh dan suaminya, Bapak Hosni (58) mencari nafkah dengan cara bertani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ibu Paiseh mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS yang sangat membantu biaya pengobatannya. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami, bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi Malang – Bondowoso, biaya supplement dan biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Semoga pengobatan yang dilakukan Ibu Paiseh diberi kelancaran dan segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Paiseh menderita retinoblastoma


RAFFA ADITYA PRATAMA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jalan Sumber Urip, RT 19/10, Dusun Krajang, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir ada benjolan di belakang kepala bagian atas. Kemudian periksa ke bidan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hartoyo Lumajang. Namun, dari rumah sakit Hartoyo dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena peralatan medis yang lebih lengkap. Saat periksa ke dokter syaraf perkiraan Hydrocephalus. Setelah di CT-SCAN ternyata hasilnya positif Hydrocephalus. Kepala mulai membesar saat Raffa menginjak umur 1 minggu. Makin hari makin dirasa kedua orangtuanya kalau kepala putranya semakin membesar. Namun, dari pihak rumah sakit belum ada penanganan khusus hanya timbang dan ukur tinggi badan saja. Setelah berumur 5 bulan Raffa baru mendapat penanganan dan menentukan jadwal operasi. Bulan ini Rafa menjalani kontrol rutin dan pengambilan obat. Rofik (39), ayah Raffa bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang rendah tiap harinya. Penghasilan tersebut hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja. Sumsila, istri beliau hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Raffa memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, akan tetapi kendala yang dihadapi keluarga ini adalah tidak mempunyai dana untuk pengobatan dan tempat menginap. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, pada bulan ini bantuan dialokasikan untuk membeli pampers, susu, obat-obatan, kebutuhan rawat luka dan biaya iuran BPJS. Pada bulan kemarin bantuan untuk Raffa tercatat dalam nomor rombongan 1139. Semoga pengobatan yang dijalani Raffa diberikan kelancaran dan lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 828.000,-
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Raffa positif hydrocephalus


ALMH. RIATI BINTI TEMIN (41, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Kedunggalih RT 4/8, Desa Rejoso Pinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2015 Ibu Riati mengalami menstruasi yang melebihi jangka waktu wajar. Akhirnya Ibu Riati memeriksakanya ke puskesmas terdekat dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah diperiksa di RSSA Ibu Riati didiagnosa kanker serviks stadium 2B oleh dokter. Sekarang ini Ibu Riati kesulitan untuk berjalan, masih bisa berjalan tetapi hanya jarak dekat saja. Pada bulan Mei Ibu Riati menjalankan kontrol dan pengambilan obat. Pada tanggal 27 Juni 2018 Ibu Riati dikabarkan telah meninggal dunia. Keluarga merasa sangat kehilangan atas kepergian Ibu Riati. Namun keluarga sudah mengikhlaskan kepergian beliau. Sedekah Rombongan berbelasungkawa dan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ibu Riati. Keluarga Ibu Riati mengucapkan terimakasih dan meminta maaf, santunan pun disampaikan untuk kebutuhan setelah Ibu Riati meninggal dunia. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Keluarga Ibu Riati sekali lagi mengucapkan terimakasih dan semoga Sedekah Rombongan semakin banyak memberi manfaat kepada semua orang yang membutuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @SiscaDwi

Alm bu Riantmenderita kanker serviks


SAHWANI BINTI ASJONO (47, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Kalipaten, RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks atau kanker pada leher rahim sejak April 2016. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar Ibu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Setelah operasi, Ibu Sahwani perlu melakukan kemo terapi di RSSA Malang. Setelah menjalani sinar Ibu Sahwani akan menjalani jadwal papsmer. Bulan ini Ibu Sahwani menjalankan kontrol rutin dan pengambilan hasil papsmear. Dokter menyarankan untuk dilakukan papsmear satu bulan sekali. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya obat-obatan dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (43) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Untuk bulan ini bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan digunakan beliau untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1144. Semoga pengobatan yang dijalani Ibu Sahwani lancar dan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy @SiscaDwi

Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks


SALSA SOFIATUN HALIMAH (5, Talasemia). Alamat : Dusun Winony, RT 1/2, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kabar sedih bertambah saat awal mula sakit yang diderita Salsa yaitu perutnya yang membesar, disusul dengan terjadinya komplikasi kelainan darah sampai akhirnya Salsa didiagnosis terkena menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah mulai pertengahan bulan Juli 2016 Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung karena kondisinya membaik. Pada bulan ini Salsa menjalani kontrol rutin dan tranfusi darah agar kondisinya akan tetap membaik. Sempat ngedrop dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Salsa merupakan putri ke-4 dari 5 bersaudara. Ibu Rubiah (33) sebagai ibu Salsa mendapatkan pengahasilan dengan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya karena suami beliau tidak ada sudah hampir 2 tahun ini, padahal masih ada 2 kakak Salsa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Salsa telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi untuk berobat. Santunan sebelumya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Semoga kondisi Salsa akan selalu membaik, sehingga bisa ceria lagi. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Kriss @SiscaDwi

Salsa menderita thalasemia


SARIYAH BINTI MUJIONO (51, Batu Ginjal). Alamat : Jalan Darmoyudo A No. 39, RT 5/1, Desa Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sariyah telah mengalami sakit batu ginjal sejak 2013. Awalnya Ibu Sariyah memeriksakannya ke puskesmas terdekat dan dilakukanya pengobatan jalan. Semakin lama semakin terasa sakit dibagian panggul Ibu Sariyah. Pada saat itu diperiksakan kembali ke puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan dirujuk ke rumah sakit Lavalette Malang. Pada bulan ini, Ibu Sariyah menjalankan kontrol pasca operasi dan juga pelepasan selang drainase. Suami Ibu Sariyah yaitu Bapak Sulkhan sudah tidak bekerja lagi dan Ibu Sariyah hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Biaya kebutuhan sehari-hari ditanggung oleh anaknya yang telah berkeluarga dan juga dibantu oleh tetangga sekitar rumahnya. Ibu Sariyah mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS yang membantu biaya pengobatan beliau. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Sariyah, bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan dan kebutuhan yang lainnya. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1144. Semoga pengobatan yang dilakukan Ibu Sariyah selalu diberikan kelancaran agar segera mendapatkan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rofik @SiscaDwi

Ibu Sariyah telah mengalami sakit batu ginjal


SITI SABIKAH (45, Kanker Ovari). Alamat : Dusun Pujonlor RT 22/22, Desa Pujonlor, Kecamatam Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada bulan November Ibu Sabikah merasa perutnya bertambah besar dan diperiksakan ke rumah sakit Bhayangkara Hasta Brata Batu. Dokter mendiagnosis bahwa terdapat tumor cair di perut Ibu Sabikah dan dirujuk ke rumah sakit Lavalette Malang. Kondisi terkini Ibu Sabikah perutnya semakin membesar dan terkadang terasa kaku dan perih. Setelah operasi Ibu Sabikah dijadwalkan untuk melakukan kemoterapi dan terdapat diagnosa baru yaitu kanker ovari. Pada bulan ini, Ibu Sabikah menjalankan cek laboratorium dan kemoterapi yang ke 5. Suami Ibu Sabikah, yaitu Bapak Sudarno (40) mencari nafkah sebagai tukang ojek. Penghasilan yang didapatkan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya yang masih SMP. Ibu Sabikah mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi, bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi, supplement, dan biaya pengobatan yang tidak menjadi tanggungan jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1144. Semoga Ibu Sabikah diberikan kelancaran dalam pengobatan dan segera diberikan kesehatan. Aamiiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Siti menderita kanker ovari


SRI WAHYUNI (50, Diabet + Gagal Ginjal) Alamat : Jalan Pulosari I No. 1, RT 5/7, Desa Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2009 Ibu Sri sudah menderita diabetes. Pengobatan yang dilakukan selama ini selalu kontrol rutin di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pada tahun 2015 Ibu Sri didiagnosa menderita gagal ginjal, dokter mengharuskan Ibu Sri untuk melakukan cuci darah. Sampai sekarang ini sudah 9x dilakukan cuci darah. Kondisi sekarang ini, Ibu Sri sudah tidak bisa melihat dan badanya selalu lemas. Pada bulan ini, Ibu Sri menjalankan kontrol rutin, cuci darah yang ke 16 dan operasi untuk pemasangan alat cuci darah. Ibu Sri tidak mempunyai pekerjaan atau hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Biaya kebutuhan sehari-hari Ibu Sri ditanggung oleh anaknya Viny (26) yang hanya ibu rumah tangga biasa dan suami Viny bekerja sebagai kuli bangunan. Penghasilannya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Sri mempunyai jaminan kesehatan BPJS kelas III yang dapat meringankan biaya pengobatan dan pembayaran BPJS setiap bulannya dibayarakan oleh tetangga beliau. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri, bantuan pun diberikan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan juga untuk biaya kebutuhan beliau. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1134. Semoga pengobatan yang dilakukan Ibu Sri selalu diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Ibu Sri menderita diabetes


SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Servik). Alamat : Dusun Krajan II, RT 1/-, Desa Palalangan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada 8 bulan yang lalu, Ibu Sunarti mulai merasakan nyeri pada bagian pinggang beliau dan sering mengalami keputihan bercampur dengan darah. Ibu Sunarti pun langsung memperiksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis bahwa beliau mengalami kanker servik atau kanker pada leher rahim beliau. Karena tidak adanya obat-obatan yang dibutuhkan untuk proses pengobatan, Ibu Sunarti pun di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bulan ini April Ibu Sunarti menjalankan cek laboratorium dan pemeriksaan fisik. Bulan Mei Ibu Sunarti menjalankan cek laboratorium, evaluasi untuk persiapan sinar, dan dilakukan sinar ke 1 sampai ke 11. Pada bulan Juni menjalankan sinar yang ke 12 sampai ke 22. Ibu Sunarti merupakan ibu rumah tangga biasa, yang dikepalai oleh Bapak Sudirma (58). Bapak Sudirma yang merupakan tulang punggu keluarga, saat ini bekerja sebagai pedagang di pasar. Penghasilan yang dimiliki Bapak Sudirma hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan Ibu Sunarti memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berobat dan transportasi ke Malang untuk melanjutkan pengobatannya. Selama ini Ibu Sunarti merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKlN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sunarti, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari Sedekaholics. Bantuan yang telah diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, transportasi dan biaya saat masuk rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan baru 8. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Sunarti diberikan kelancaran dan dapat lekas sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 520.000,-
Tanggal : 30 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Sunarti mengalami kanker servik


SUPIYA BINTI NITRO (46, Kanker Servik). Alamat : Dusun Nyato RT 10/02, Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Awalnya pada Bulan Mei 2015, Ibu Supiya mengalami pendaraha dan diperiksakan ke RSUD Waluyo Jati. Ibu Supiya didiagnosa terkena kanker serviks dan dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang (RSSA) untuk menjalankan pengobatan yang lebih intensif. Saat ini Ibu Supiya sudah menjalankan kemoterapi sebanyak 6 kali tetapi masih mengalami pendarahan. Ibu Supiya dijadwalkan untuk sinar dan sudah menjalankan sinar ke 8, ke 9, dan cek laboratorium. Suami Ibu Supiya, yaitu Bapak Supandi (53) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Supiya mempunyai Jaminan kesehatan BPJS kelas III. Alhamdulilah sedekah rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun diberikan untuk biaya transportasi Probolinggo – Malang, untuk pembelian pampes dan supplemen Ibu Supiya. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan baru 12. Semoga pengobatan yang dilakukan Ibu Supiya berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 598.000,-
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Bu Supiya mengalami kanker servik


SUTIK BINTI SUBUT (49, Kanker Tyroid). Alamat : Jalan Cangkring 21 E, RT 5/2, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Mulai 2012 terdapat benjolan di leher kiri Ibu Sutik, karena dianggap hanya benjolan biasa jadi beliau membiarkannya. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut bertambah besar dan Ibu Sutik diperiksakanlah ke Puskesmas Kanigaran. Karena sedikitnya peralatan yang dimiliki, Ibu Sutik pun diberi surat rujukan ke Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Setelah menjalani pemeriksaan dan telah di diagnosis dokter kanker tyroid. Ibu Sutik pun melakukan operasi pengangkatan sel kanker pada tahun 2013 akhir. Selang berapa bulan, muncul benjolan lain yang tumbuh di leher depan dan beliau pun akhirnya periksa lagi ke rumah sakit. Selama tahun 2014, Ibu Sutik telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker di Rumah Sakit Umum Moh Shaleh Probolinggo sebanyak 2 kali. Pada operasi beliau yang terakhir menyebabkan infeksi dan benjolan pun semakin membesar. Akhirnya beliau pun dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Pada bulan ini Ibu Sutik menjalankan pemeriksaan luka, rawat luka, konsultasi dengan dokter mengenai luka, dan pemeriksaan kanker. Ibu Sutik merupakan ibu rumah tangga yang di kepalai Bapak Juli (64) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Pendapat yang dimiliki suami hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI sangat membantu beliau dalam berobat, akan tetapi biaya transportasi dan akomodasi selama di Malang sangat tidak sedikit. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutik, sehingga dapat membantu beliau untuk biaya transportasi, kebutuhan rawat luka dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1139. Semoga Ibu Sutik diberi kelancaran dan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 709.000,-
Tanggal : 28 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Andy @SiscaDwi

Bu Sutik di diagnosis kanker tyroid


TAJIB BIN SUKIMAN (73, Pembengkakan Jantung + Paru Obstruktif Kronis). Alamat : Jalan Selorejo Masjid No 23A RT 08/08 Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Tanggal 19 Juli 2018 Bapak Tajib tiba-tiba sesak nafas, pusing dan tensinya sangat tinggi. Kemudian beliau dibawa ke IGD Rumah Sakit Lavalette Malang untuk menerima perawatan. Bapak Tajib didiagnosa mengalami pembengkakan jantung dan paru obstruktif kronis, beliau dirawat selama 2 hari disana. Kondisi sekarang Bapak Tajib sudah diperbolehkan pulang tetapi badan masih lemas dan sering merasa pusing. Istri Bapak Tajib, yaitu Ibu Siti Suryati (68) mencari nafkah dengan berjualan sayur didepan rumahnya. Penghasilan yang didapatkan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bapak Tajib tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga memberatkan biaya pengobatan beliau. Alhamdulilah sedekah rombongan dipertemukan dengan beliau, bantuan pun diberikan untuk biaya rumah sakit dan untuk biaya kebutuhan lainnya. Semoga pengobatan yang dilakukan Bapak Tajib berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @SiscaDwi

Bapak Tajib didiagnosa mengalami pembengkakan jantung dan paru obstruktif kronis


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami Kanker Servik. Bulan ini Ibu Temon menjalani cek laboratorium. Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1139. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 2 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz @SiscaDwi

Ibu Temon mengalami Kanker Servik


ZAHIRA BILQIS SALSA BILA (4, Retinoblastoma). Alamat : Jalan Koptu Berlian, RT 04/07, Desa Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak dari lahir mata sebelah kiri Zahira sudah membengkak. Setelah empat tahun berlalu Zahira mengeluh kesakitan pada mata sebelah kirinya lalu diperiksakan ke RSUD Dr Soebandi Jember, tapi pengobatan ini tidak dilanjutkan karena keterbatasan biaya. Setelah tiga bulan berlalu, pembengkakan semakin membesar dan terdapat luka di bagian mata sebelah kirinya. Orangtua Zahira membawanya lagi ke RSUD Dr Soebandi Jember karena keterbatasan alat yang dipunyai akhirnya Zahira dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kondisi terakhir Zahira sebelum dialakukan pengobatan di RSSA Malang bola mata sebelah kiri terlihat putih dan kelopak matanya membengkak. Bulan ini Zahira menjalankan cek laboratorium, kemoterapi yang ke 5, dan ke 6. Orangtua Zahira yaitu, Bapak Maryadi (41) mencari nafkah sebagai buruh tani sedangkan Ibu Marlik (29) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Zahira mempunyai jaminan kesehatan BPJS kelas III tetapi kendaala yang dihadapi keluarga Zahira yaitu biya transportasi Jember-Malang, biaya hidup selama di Malang dan juga tempat tinggal selama masa pengobatan di Malang. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Zahira, bantuan pun diberikan untuk membeli susu, pampes, obat-obatan, dan biaya pengobatan lainnya yang tidak ditanggung BPJS. Bantuan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan baru 9. Semoga Zahira segera diberikan kesehatan agar bisa beraktifitas seperti anak-anak lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 819.100,-
Tanggal : 29 Juni 2018
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @SiscaDwi

Zahira menderita retinoblastoma


Januar Daffa Maulana (4/Pasien SR, Januar Daffa Maulana, Ichtyosis Lamelar) Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. JANUAR DAFFA MAULANA (4, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa cukup stabil, kulit mukanya tampak lebih halus,pengelupasan banyak berkurang. Hal dikarenakan Daffa mencoba memakai cream pelembab baru, hanya saja cream ini hanya saja, pemakaian cream ini hanya cocok untuk muka saja,tak cocok untuk bagian tubuh lainnya. Padahal pengelupasan kulit diseluruh bagian tubuhnya. Tapi tak mengapa, cukup menggembirakan setidaknya ada pengurangan dalam pengelupasan kulit muka Daffa sehingga kulit mukanya tampak lebih halus dari sebelumnya. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream untuk bagian tubuh kecuali muka, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga tetap disarankan mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat cukuplah menggembirakan mengingat Daffa bisa mengikuti perkembangan anak seusianya, baik dari segi motorik maupun kemampuan verbalnya. Bahkan saat ini Daffa sudah masuk pendidikan PAUD, mampu bergaul dan berbaur dengan teman-temannya. Meskipun begitu Daffa tetap harus menjaga kondisi kulitnya, disarankan tetap memakai baju panjang agar bisa melindungi kulitnya dari sinar matahari secara langsung, bahkan memakai kacamata gelap jika berada diluar ruangan. Itulah sebabnya Daffa di perkenankan untuk memakai baju bebas, tak harus berseragam seperti teman- temannya. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@sarno

Januar menderita ichtyosis lamelar


Istina Binti Sutarji (41, Istina Binti Sutarji, Ca Servic) Dukuh Gedungbendo RT 2/10, Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. *ISTINA BINTI SUTARJI (41, Ca Servix) Alamat: Dukuh Gedungbendo RT 2/10, Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pasien dampingan #SRsolo sejak 1.5 tahun lalu ini akrab disapa Bu Istina. Beliau mulai merasakan sakit sejak Mei 2016 silam. Berawal dari rasa kembung di perut beliau yang kemudian di periksakan ke puskesmas terdekat namun tak kunjung sembuh. Hingga setelah diperiksa lebih rinci dan dilakukan biopsi diketahui bila beliau menderita tumor ganas di kandungan. Beliau pun kemudian di rujuk ke RS. Dr. Moewardi (RSDM) di Surakarta. Selama berobat, beliau harus melakukan perjalanan Solo – Ngawi menggunakan transportasi umum. Suami beliau, Bapak Sri Handoyo (49) merupakan buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Terlebih setelah Bu Istina sakit, Pak Handoyo lah yang selalu mengantar dan menemani beliau berobat sehingga Pak Handoyo tidak bisa bekerja. Sementara beliau masih memiliki tanggungan 3 orang anak, Istiantoro (23), Handini (14) dan Hasim (7). Biaya transportasi dari Ngawi ke Solo yang menjadi kendala utama keluarga Bu Istina untuk berobat, karena beliau memiliki jamkes KIS sehingga untuk biaya berobat sudah ditanggung. Selama hampir satu tahun dirawat di RSDM, tim dokter memutuskan untuk merujuk beliau ke RS. Kariadi Semarang untuk melakukan sinar yang di jadwalkan pada 23 September 2018. Kurir sedekah rombongan Solo kembali menyampaikan santunan ke-4 untuk biaya akomodasi beliau dari Solo ke Semarang. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 997. Beliau mengucapkan banyak terimakasih serta memohon doa agar proses sinar dapat berjalan lancar dan beliau berangsur pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 September 2018
Kurir: @mawan @anisstya60 @shofawa @wellyanto

Bu Istina menderita kanker servix


Rafael Fajar Sutrisno (1/Pasien SR, Rafael Fajar Sutrisno, Megacolon) Dsn. Baran RT 01/08, Ds. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. RAFAEL FAJAR SUTRISNO (1, Megacolon). Alamat Dsn. Baran RT 01/08, Ds. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bayi mungil lucu ini putra kedua dari Bapak Wahyu Sutrisno dan Ibu Tarti. Rafael, nama panggilan bayi ini terlahir pada tanggal 22 Juni 2018 secara normal di RSUD Wonogiri. Awalnya sempat ditangani bidan terdekat, tapi karena ada indikasi keracunan air ketuban maka segera di rujuk ke RSUD Wonogiri danmasuk ruang perawatan inkubator. Dua hari setelah kelahirannya,Rafael mulai menunjukkan adanya ketidaknormalan, yaitu tak bisa BAB (Buang Air Besar). Sempat dicurigai atresia ani atau tak memiliki lubang anus. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan tak terbukti. Diagnosa sementara waktu itu ditemukan adanya infeksi di usus besarnya, Rafael sementara bisa BAB dengan di bantu obat pacu BAB. Belakangan baru diketahui bahwa Rafael menderita kelainan di ususnya, dimana ada bagian usus yang tak bisa berfungsi. Rafael didiagnosa menderita Megacolon Contingental, dan satu-satunya jalan pengobatan harus dilakukan tindakan operasi, itupun sifatnya segera. Mengetahui kondisi Rafael menderita sakit Megacolon Contingental, tim dokter RSUD Wonogiri segera merujuk Rafael ke RSD Moewardi Surakarta. Selama 21 hari dirawat di RSUD Wonogiri, akhirnya Rafael diperbolehkan pulang untuk melanjudkan pengobatan ke RS rujukan, mengingat RSUD Wonogiri belum memiliki dokter specialis bedah anak. Diperbolehkannya pulang tak lantas membuat keluarga Rafael bernafas lega, tapi justru kebingungan karena ketiadaan dana mengingat Rafael tak memiliki kartu Jaminan Kesehatan apapun. Ayahnya memang terdaftar KIS PBI, namun sayangnya Ibunya belum terdaftar. Hal ini jadi kendala utama kepengurusan BPJS nya karena salah satu keluarga sudah terdaftar KIS PBI maka Rafael tak bisa dibuatkan BPJS Mandiri dengan percepatan aktivasi, artinya harus menunggu 14 hari masa aktif, tak bisa langsung aktif. Sementara kondisi urgent, tindakan operasi harus segera dilakukan, mengingat perut bayi semakin membesar. Pak Wahyu yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu tentulah kebingungan memikirkan biayanya. Untuk biaya selama 21 hari di RSUD memang total sudah di biayai oleh Pemkab, akan tetapi untuk selanjudnya Pemkab tak bisa mengcover lagi karena memang belum ada anggaran untuk biaya RS luar daerah. Mengetahui kondisi salah satu warganya Pak Camat segera menghubungi tim Sedekah Rombongan Wonogiri, bahkan beliau sendiri yang bertindak sebagai surveyornya. Kondisi keluarga Rafael memang benar-benar memprihatinkan. Menempati lahan yang dipinjamkan sementara oleh salah seorang warga, keluarga Rafael tinngal disebuah rumah mungil berdinding papan triplek, beralas tanah. Memang layak dibantu, tim #SR Wonogiri memutuskan melakukan pendampingan segera dan untuk sementara menggunakan biaya umum. Akhirnya setelah dirujuk ke RSD Moewardi Surakarta, Rafael segera tertangani dan menjalani operasi selama kurang lebih 7 jam. Sekitar 20 cm usus Rafael yang tak berfungsi dipotong dan di buang. Pasca operasi kondisi Rafael pun stabil, untuk bulan ini Rafael hanya dijadwalkan kontrol sekali saja, sementara businasi manual tetap harus dilakukan dirumah.. Berkat Sedekaholic Rafael dapat menjalani operasi. Adapun biaya bulan ini digunakan untuk biaya akomodasi dan medikasi.

Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 07 September 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Maria, @ Sarno

Rafael menderita sakit megacolon contingental


MTSR 2 WONOGIRI (AD 9218 KH) (MTSR , MTSR 2 WONOGIRI (AD 9218 KH), OPERASIONAL MTSR ) WONOGIRI MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional September 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR, merupakan MTSR 2 dimana menjadi kendaraan kedua yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Bulan ini biaya operasional antara lain untuk bahan bakar. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Operasional : Rp 850.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @mawan, all tim

Biaya operasional september 2018


MTSR 1 WONOGIRI (AD 9061 PR) (MTSR , MTSR 1 WONOGIRI (AD 9061 PR), OPERASIONAL MTSR ) WONOGIRI MTSR WONOGIRI ( AD9061PR, Operasional September 2018 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 1 (MTSR 1) saat ini hampir setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. MTSR ini sekarang sudah berganti plat nomer kendaraan dari yang awalnya B1732KHZ berubah menjadi AD9061PR. MTSR ini menjadi armada ujung tombak pergerakan #SRWonogiri. Roda MTSR berputar sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer disetiap pergerakannya. Medan yang ditempuhpun tak semudah jalanan kota. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini, walaupun harus naik turun pegunungan, keluar masuk pelosok desa. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Berangkat sehabis subuh pulang malam adalah hal biasa mereka jalani demi mengantar pasien berobat ke RS. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan September ini sebagaimana laporan berikut antara lain biaya operasional seperti bbm.

Operasional : Rp 550.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @mawan,all tim

Biaya operasional september 2018


Rafael Fajar Sutrisno (1/Pasien SR, Rafael Fajar Sutrisno, Megacolon) Dsn. Baran RT 01/08, Ds. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah RAFAEL FAJAR SUTRISNO (1, Megacolon). Alamat Dsn. Baran RT 01/08, Ds. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bayi mungil lucu ini putra kedua dari Bapak Wahyu Sutrisno dan Ibu Tarti. Rafael, nama panggilan bayi ini terlahir pada tanggal 22 Juni 2018 secara normal di RSUD Wonogiri. Awalnya sempat ditangani bidan terdekat, tapi karena ada indikasi keracunan air ketuban maka segera di rujuk ke RSUD Wonogiri danmasuk ruang perawatan inkubator. Dua hari setelah kelahirannya,Rafael mulai menunjukkan adanya ketidaknormalan, yaitu tak bisa BAB (Buang Air Besar). Sempat dicurigai atresia ani atau tak memiliki lubang anus. Setelah diperiksa ternyata kecurigaan tak terbukti. Diagnosa sementara waktu itu ditemukan adanya infeksi di usus besarnya, Rafael sementara bisa BAB dengan di bantu obat pacu BAB. Belakangan baru diketahui bahwa Rafael menderita kelainan di ususnya, dimana ada bagian usus yang tak bisa berfungsi. Rafael didiagnosa menderita Megacolon Contingental, dan satu-satunya jalan pengobatan harus dilakukan tindakan operasi, itupun sifatnya segera. Mengetahui kondisi Rafael menderita sakit Megacolon Contingental, tim dokter RSUD Wonogiri segera merujuk Rafael ke RSD Moewardi Surakarta. Selama 21 hari dirawat di RSUD Wonogiri, akhirnya Rafael diperbolehkan pulang untuk melanjudkan pengobatan ke RS rujukan, mengingat RSUD Wonogiri belum memiliki dokter specialis bedah anak. Diperbolehkannya pulang tak lantas membuat keluarga Rafael bernafas lega, tapi justru kebingungan karena ketiadaan dana mengingat Rafael tak memiliki kartu Jaminan Kesehatan apapun. Ayahnya memang terdaftar KIS PBI, namun sayangnya Ibunya belum terdaftar. Hal ini jadi kendala utama kepengurusan BPJS nya karena salah satu keluarga sudah terdaftar KIS PBI maka Rafael tak bisa dibuatkan BPJS Mandiri dengan percepatan aktivasi, artinya harus menunggu 14 hari masa aktif, tak bisa langsung aktif. Sementara kondisi urgent, tindakan operasi harus segera dilakukan, mengingat perut bayi semakin membesar. Pak Wahyu yang bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu tentulah kebingungan memikirkan biayanya. Untuk biaya selama 21 hari di RSUD memang total sudah di biayai oleh Pemkab, akan tetapi untuk selanjudnya Pemkab tak bisa mengcover lagi karena memang belum ada anggaran untuk biaya RS luar daerah. Mengetahui kondisi salah satu warganya Pak Camat segera menghubungi tim Sedekah Rombongan Wonogiri, bahkan beliau sendiri yang bertindak sebagai surveyornya. Kondisi keluarga Rafael memang benar-benar memprihatinkan. Menempati lahan yang dipinjamkan sementara oleh salah seorang warga, keluarga Rafael tinngal disebuah rumah mungil berdinding papan triplek, beralas tanah. Memang layak dibantu, tim #SR Wonogiri memutuskan melakukan pendampingan segera dan untuk sementara menggunakan biaya umum. Akhirnya setelah dirujuk ke RSD Moewardi Surakarta, Rafael segera tertangani dan menjalani operasi selama kurang lebih 7 jam. Sekitar 20 cm usus Rafael yang tak berfungsi dipotong dan di buang. Pasca operasi kondisi Rafael pun stabil, untuk bulan ini Rafael hanya dijadwalkan kontrol sekali saja, sementara businasi manual tetap harus dilakukan dirumah. Hanya saja ada beberapa obat yang tak tercover BPJS dan harus di beli dengan biaya umum. Berkat Sedekaholic Rafael dapat menjalani operasi. Adapun biaya bulan ini digunakan untuk biaya akomodasi dan pembelian obat.

Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 02 Oktober 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @ Sarno

Rafael menderita sakit megacolon contingental


Estu Putra (3/Pasien SR, Estu Putra, Retino Blastoma) Dsn.Blimbing RT 003/004, Ds.Kopen, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. ESTU PUTRA(3,Retino Blastoma). Alamat Dsn.Blimbing RT 003/004, Ds.Kopen, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Estu ,balita berusia 3 tahun ini sebenarnya anak yang lincah,aktif. Putra kedua pasangan Bapak Katiyo dan Ibu Nuryati ini waktu lahir normal seperti bayi kebanyakan. Tumbuh kembangnya juga optimal, bahkan belum genap berusia satu tahun , Estu sudah bisa berjalan. Masalah mulai muncul saat Estu berusia 9 bulan, saat itu mata kanan Estu mulai muncul bercak putih dan lama kelamaan warna bola mata Estu berubah seperti mata kucing. Pada saat itu kedua orang tua Estu sudah mulai berikhtiar memperjuangkan kesembuhan Estu. Tak hanya di RS Wonogiri saja, tapi ke Solo bahkan dirujuk ke Jogja pun sudah dijalani. Hanya saja karena terbentur biaya, pengobatan Estu tak pernah tuntas, bahkan pada waktu itu sampai belum diketahui penyakit Estu yang sesungguhnya dikarenakan terhentinya pengobatan.kondisi seperti ini dibiarkan saja hingga Estu berusia hampir 3 tahun. Dimana kondisi Estu semakin parah, mata membengkak sampai ke muka,bahkan Estu tak bisa melihat lagi. Panik dengan kondisi Estu yang semakin memburuk, akhirnya dengan keterbatasan biaya orang tua Estu nekat membawa Estu ke RSUD Wonogiri. Dan hari itu diminta untuk dirujuk ke RS yang mempunyai fasilitas medis yang dibutuhkan Estu. Atas saran tim dokter, Estu akhirnya dirujuk ke RS.Dr Kariyadi Semarang. Waktu itu hanya dengan mengendarai sepeda motor, orang tua Estu nekat membawa Estu ke Semarang. Syukur alhamdulillah di RS.Kariyadi Semarang Estu segera ditangani. Serangkaian test segera dilakukan, dan hasinya Estu menderita Retino Blastoma atau tumor bola mata. Estu saat ini sudah kehilangan penglihatannya. Bisa dibayangkan hancurnya perasaan orang tua Estu mengetahui penyakit yang di idap putranya. Estu sudah menjalani kemoterapi yang keenam, dan setelah itu akan di lakukan CT Scan untuk observasi. Dari hasil CT Scan inilah yang nantinya akan menentukan tindakan pengobatan Estu selanjudnya. Balita yang harusnya bisa bermain ,berlari-larian dengan teman seusianya hanya bisa berdiam diri dirumah, berjalan pun dengan meraba-raba tembok agar tak terjatuh. Kondisi Estu bulan ini setelah menjalani kemoterapi bengkak di matanya mulai hilang, akan tetapi Estu masih tetap tak bisa melihat, bahkan kini dua matanya tak bisa melihat semua. Tinggal bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya, Estu tinggal di sebuah rumah mungil. Ayahnya seorang penjahit keliling, sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Estu memang sudah memiliki BPJS, akan tetapi beban yang dirasa cukup berat adalah biaya akomodasinya. Beruntung selama pengobatan di Semarang, Estu bisa menumpang di rumah saudaranya dan ke betulan rumahnya dekat dari RS. Estu masih anak-anak, masa depannya masih cukup panjang, layak diperjuangkan. Dan kini untuk meringankan beban keluarganya, Estu di bantu SR dan menjadi pasien dampingan SR Wonogiri. Semoga saja Estu bisa kembali melanjudkan pengobatan, dan bisa mendapat kesembuhannya. Bantuan bulan ini di berikan kepada Estu untuk biaya akomodasi berobat ke Semarang.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 07 Oktober 2018
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Sarno

Estu menderita restinoblastoma


Saginem Binti Karyoikromo (48/Pasien SR, Saginem Binti Karyoikromo, Ca. Mammae) Alamat Dsn. Garon RT 01/04, Ds. Kalincar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov SAGINEM BINTI KARYOIKROMO( 48, Ca. Mammae). Alamat Dsn. Garon RT 01/04, Ds. Kalincar, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Saginem, begitu sapaan akrab beliau ini, kesehariannya hanya tinggal berdua bersama putra semata wayangnya yang kebetulan juga anak berkebutuhan khusus. Selain dhuafa, Bu Saginem juga seorang janda. Sudah lama sebenarnya beliau merasakansakit di payudara bagian kirinya, hanya saja keaadan yang memaksa beliau mengabaikan rasa sakitnya. Bu Saginem yang sebelum sakit bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu ini sejak beliau sakit total hanya bisa berbaring di rumah saja dan hanya mengharap belas kasihan tetangga sekitar saja. Karena tak menjalani pengobatan lama- kelamaan sakit Bu Saginem semakin parah bahkan mengalami pembengkakan sampai ke tangan kirinya. Akhirnya atas inisiatif warga sekitar dan dengan dana swadaya masyarakat Bu Saginem di bawa ke RSUD Wonogiri, dan akhirnya diketahui bahwa Bu Saginem menderita kanker payudara sudah stadium akhir dan sudah menjalar ke ketiak. Tim dokter mengatakan bahwa peluang kesembuhan kecil sekali bahkan hampir bisa dikatakan tak ada peluang untuk kesembuhan beliau. Bu Saginem yang memang belum memiliki jaminan kesehatan akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaannya, pasrah dengan pnyakitnya. Untuk itulah warga terus berupaya mencarikan bantuan untuk Bu Saginem. Salah satunya lewat Sedekah Rombongan. Tim yang pada saat itu mendengar informasi dan memang di mintai bantuan segera melakukan survey. Dari hasil survey akhirnya diputuskan untuk memberikan santunan lepas pada Bu Saginem untuk meringankan bebannya. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untu Bu Saginem dan keluarganya.

Bantuan : Rp 1.000.000,_
Tanggal : 02 Oktober 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu saginem menderita ca mamae


Januar Daffa Maulana (4/Pasien SR, Januar Daffa Maulana, Ichtyosis Lamelar) Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah JANUAR DAFFA MAULANA (4, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini konsidi Daffa cukup stabil, kulit mukanya tampak lebih halus,pengelupasan banyak berkurang. Hal dikarenakan Daffa mencoba memakai cream pelembab baru, aplicare hanya saja pemakaian cream ini hanya cocok untuk muka saja,tak cocok untuk bagian tubuh lainnya karena cepat kering, sementar kulit Daffa haruslah terjaga kelembabannya. Padahal pengelupasan kulit diseluruh bagian tubuhnya. Tapi tak mengapa, cukup menggembirakan setidaknya ada pengurangan dalam pengelupasan kulit muka Daffa sehingga kulit mukanya tampak lebih halus dari sebelumnya. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan lebih banyak dalam penggunaan cream khusus vasline noroid cream untuk bagian tubuh kecuali muka, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Tak hanya itu, Daffa juga tetap disarankan mandi susu murni paling tidak seminngu sekali. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Untuk proses tumbuh kembangnya saat cukuplah menggembirakan mengingat Daffa bisa mengikuti perkembangan anak seusianya, baik dari segi motorik maupun kemampuan verbalnya. Bahkan saat ini Daffa sudah masuk pendidikan PAUD, mampu bergaul dan berbaur dengan teman-temannya. Meskipun begitu Daffa tetap harus menjaga kondisi kulitnya, disarankan tetap memakai baju panjang agar bisa melindungi kulitnya dari sinar matahari secara langsung, bahkan memakai kacamata gelap jika berada diluar ruangan. Itulah sebabnya Daffa di perkenankan untuk memakai baju bebas, tak harus berseragam seperti teman- temannya. Sebenarnya Daffa sempat akan pindah pengobatan di RS. Indriyati Surakarta sesuai rujukan BPJS, akan tetapi karena di RS rujukan tersebut tak tersedia obat yang diperlukan oleh Daffa, akhirnya Daffa kembali melanjutkan pengobatan di RSD. Moewardi Surakarta. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Dalam satu bulan Daffa membutuhkan cream pelembab paling sedikit 4 pot. Daffa yang sebelum ditangani #Sedekah Rombongan sempat terhenti pengobatannya, merasa sangat terbantu setelah menjadi pesien dampingan #Sedekah Rombongan. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2018
Kurir : @Mawan@Nonis@sarno

Januar menderita ichtyosis lamelar


Mita Dyah Susanti (3/Pasien SR, Mita Dyah Susanti, Retino Blastoma) MITA DYAH SUSANTI (3, RETINO BLASTOMA). Alamat : Dsn Payaman RT 001/002, Ds. Kasihan, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Gadis kecil yang biasa dipanggil Mita ini putri tunggal dari Bapak Sukimin (30 tahun0 dan Ibu Maryati (28 tahun). Terlahir normal dan sehat pada tanggal 18 September 2015. Awalnya Mita tumbuh jadi balita yang sehat, aktif dan ceria seperti balita pada umumnya. Hingga memasuki usia 1,5 tahun, mata kiri Mita mulai mengalami masalah. Mita sering merasakan gatal di matanya, mata juga memerah karena seringnya di kucek. Dikira sakit mata biasa, Mita pun hanya di bawa berobat ke dokter specialist mata. Selain keterbatasan biaya, keluarga Mita memang lebih fokus merawat ibunya Mita yang saat itu menderita gangguan kejiwaan. Namun semua justru berakibat fatal, lama- kelamaan mata Mita mulai berubah warna seperti mata kucing. Tak hanya itu, mata mulai membengkak sampai ke wajahnya hingga Mita tak lagi bisa membuka matanya. Mengetahui kondisi Mita yang semakin parah, keluarga kembali membawa Mita ke dokter dan disarankan berobat ke YAP. Merasa tak ada perubahan pihak YAP merujuk ke RS.Dr Sardjito Jogja. Barulah diketahui bahwa Mita menderita Retino Blastoma, dan yang menyedihkan lagi kanker sudah menyebar dikedua matanya dan di vonis tak bisa melihat lagi. Pilu yang teramat sangat di rasakan keluarga Mita, terutama Ayahnya. Bagaimana tidak?,disaat Mita sakit seperti ini hanya bisa dirawat neneknya tanpa ibunya di karenakan kondisi kejiwaan ibunya yang tak memungkinkan. Di RS Sardjito Mita segera mendapat pelayanan, pengobatan dan perawawatan. Kemoterapi segera dilakukan. Sebulan dua kali paling tidak Mita harus menjalani perawatan, dan rawat inap paling tidak 3 hari itupun jika langsung mendapatkan kamar rawat inap. Jika tidak terpaksa mencari penginapan terdekat dengan RS. Meskipun Mita sudah memiliki BPJS, keluarga Mita mengaku sekali ke RS membutuhkan biaya akomodasi tak cukup 1 juta rupiah mengingat jauhnya jarak tempuh ke RS, serta living cost selama rawat inap. Sementara penghasilan Pak Sukimin sebagai pengrajin anyaman bambu sangatlah pas-pasan itupun tak menentu tergantung adanya pesanan saja tentulah biaya sebesar itu terasa berat. Jika tak ada Pak Sukimin bekerja serabutan. Mengetahui kondisi warganya yang memang memerlukan bantuan, Bapak Camat segera menghubungi tim SR di Wonogiri, beliau sendirilah yang melakukan survey. Saat ini Mita sudah menjalani kemoterapi yang keenam dan dilanjudkan menjalani tindakan CT Scand. Dalam bulan ini setidaknya 4 kali Mita harus bolak balik Wonogiri – Jogja untuk kontrol ke RS. Kini Mita jadi pasien dampingan Wonogiri, semoga dengan bantuan yang di berikan Sedekaholic bisa meringankan biaya Mita dalam usaha mendapatkan kesembuhan. Bantuan : Rp 1.000.000,- Tanggal : 02 Oktober 2018 Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo MITA DYAH SUSANTI (3, RETINO BLASTOMA). Alamat : Dsn Payaman RT 001/002, Ds. Kasihan, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Gadis kecil yang biasa dipanggil Mita ini putri tunggal dari Bapak Sukimin (30 tahun0 dan Ibu Maryati (28 tahun). Terlahir normal dan sehat pada tanggal 18 September 2015. Awalnya Mita tumbuh jadi balita yang sehat, aktif dan ceria seperti balita pada umumnya. Hingga memasuki usia 1,5 tahun, mata kiri Mita mulai mengalami masalah. Mita sering merasakan gatal di matanya, mata juga memerah karena seringnya di kucek. Dikira sakit mata biasa, Mita pun hanya di bawa berobat ke dokter specialist mata. Selain keterbatasan biaya, keluarga Mita memang lebih fokus merawat ibunya Mita yang saat itu menderita gangguan kejiwaan. Namun semua justru berakibat fatal, lama- kelamaan mata Mita mulai berubah warna seperti mata kucing. Tak hanya itu, mata mulai membengkak sampai ke wajahnya hingga Mita tak lagi bisa membuka matanya. Mengetahui kondisi Mita yang semakin parah, keluarga kembali membawa Mita ke dokter dan disarankan berobat ke YAP. Merasa tak ada perubahan pihak YAP merujuk ke RS.Dr Sardjito Jogja. Barulah diketahui bahwa Mita menderita Retino Blastoma, dan yang menyedihkan lagi kanker sudah menyebar dikedua matanya dan di vonis tak bisa melihat lagi. Pilu yang teramat sangat di rasakan keluarga Mita, terutama Ayahnya. Bagaimana tidak?,disaat Mita sakit seperti ini hanya bisa dirawat neneknya tanpa ibunya di karenakan kondisi kejiwaan ibunya yang tak memungkinkan. Di RS Sardjito Mita segera mendapat pelayanan, pengobatan dan perawawatan. Kemoterapi segera dilakukan. Sebulan dua kali paling tidak Mita harus menjalani perawatan, dan rawat inap paling tidak 3 hari itupun jika langsung mendapatkan kamar rawat inap. Jika tidak terpaksa mencari penginapan terdekat dengan RS. Meskipun Mita sudah memiliki BPJS, keluarga Mita mengaku sekali ke RS membutuhkan biaya akomodasi tak cukup 1 juta rupiah mengingat jauhnya jarak tempuh ke RS, serta living cost selama rawat inap. Sementara penghasilan Pak Sukimin sebagai pengrajin anyaman bambu sangatlah pas-pasan itupun tak menentu tergantung adanya pesanan saja tentulah biaya sebesar itu terasa berat. Jika tak ada Pak Sukimin bekerja serabutan. Mengetahui kondisi warganya yang memang memerlukan bantuan, Bapak Camat segera menghubungi tim SR di Wonogiri, beliau sendirilah yang melakukan survey. Saat ini Mita sudah menjalani kemoterapi yang keenam dan dilanjudkan menjalani tindakan CT Scand. Dalam bulan ini setidaknya 4 kali Mita harus bolak balik Wonogiri – Jogja untuk kontrol ke RS. Kini Mita jadi pasien dampingan Wonogiri, semoga dengan bantuan yang di berikan Sedekaholic bisa meringankan biaya Mita dalam usaha mendapatkan kesembuhan.

Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 02 Oktober 2018
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Mita menderita retinoblastoma


Nurani Utami (33/Pasien SR, Nurani Utami, Tumor mata) Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. NURANI UTAMI ( 33, tumor mata). Alamat : Dsn. Sukoroyom RT 001/003, Ds. Pucanganom, Kec. Giritontro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Nurani, begitu biasanya dipanggil oleh warga sekitarnya, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga serabutan. Sementara suaminya bapak Heriyanto juga tak jauh berbeda, keduanya memiliki pekerjaan tak tetap dengan penghasilan yang tak menentu pastinya. Mempunyai dua anak perempuan yang sulung duduk dibangku sekolah menengah pertama, sementara si bungsu masih balita berusia 2 tahun. Sudah barang tentu kebutuhan hidup mereka cukuplah besar, tak seimbang dengan penghasilan mereka. Itulah sebabnya Ibu Nurani rela menunda pengobatannya demi mengutamakan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ibu Nurani sebenarnya sudah mulai merasakn ada masalah dengan penglihatannya sejak dua tahun lalu. Awalnya pembengkakan juga belum sebesar sekarang ini. Sempat berobat ke sebuah klinik mata dan bahkan sempat ada perubahan, pembengkakan berkurang, kemerahan di bola mata juga berkurang. Namun karena mulai terkendala biaya, pengobatan jadi terhenti. Hingga akhirnya terjadi pembengkakan lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya dan mulai tak bisa membaca huruf yang berukuran kecil. Info soal kondisi Ibu Nurani inipun akhirnya sampai ke tim Sedekah Rombongan. Tim segera melakukan survey, melihat kondisi kehidupan sehari-hariyang memang memprihatinkan, tinggal dirumah berdinding kayu beralas tanah, sudah selayaknya Ibu Nurani di bantu Sedekah Rombongan. Saat tim memberi tahu bahwa Ibu Nurani akan di bantu Sedekah Rombongan tampak semangat yang luar biasa dari Ibu Nurani untuk berikhtiar demi kesembuhannya. Belum sampai kita arahkan untuk mengurus surat rujukan , ternyata atas inisiatif sendiri beliau mengurus surat rujukan. Dan dari RSUD Wonogiri Ibu Nurani dirujuk ke RSUP. Dr Sardjito Yogyakarta. Kini Ibu Nurani jadi pasien dampingan tim #SRWonogiri dan #SRJogja. Setelah bulan kemarin berhasil menjalani operasi, akhirnya terbaca bahwa hasil PA sementara menunjukkan ketidak ganasan pada penyakit Bu Nurani. Untuk tindakan selanjudnya akan direncanakan tindakan operasi bahkan radioterapi lagi . Dan untuk penunjangnya Ibu Nurani diharuskan berbagai macam test yang sudah pasti tak selesai dilakukan dalan satu hari. Dalam bulan ini beliau setidaknya lebih dari 4 kali ke RS. Berbagai test dilakukan sebagai penunjang tindakan radio terapi yang rencananya dijdwalkan sekitar bulan November atau jika mundur jadi bulan Desember. Tak hanya itu, Ibu Nurani harus mengkonsumsi obat yang kebetulan tak masuk daftar obat yang dicover BPJS. Ibu Nurani saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri, namun begitu kendala utama yang dihadapi adalah biaya untuk akomodasinya. Apalagi jarak tempuh Wonogiri Jogja cukuplah jauh. Dan berkat bantuan Sedekah Rombongan Ibu Nurani bisa memulai pengobatannya. Semoga saja semua dimudahkan dan Ibu Nurani dapat memperjuangkan pengobatannya.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 03 Oktober 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Bu Nuraini menderita tumor mata


Sokarto Bin Soikromo (67/Pasien SR, Sokarto Bin Soikromo, Tumor Kulit) Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat. Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat.Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Tumor yang sudah menyebar ke bola mata membuat tim dokter mengangkat bola mata Pak Sokarto. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Enam kali opersai sudah di jalani. Sampai saat ini, Pak Sokarto masih tetap rutin seminggu 2 kali menjalani chek up untuk memantau luka pasca operasi sekaligus medikasi. Tak hanya itu, selama dirumah juga harus rutin melakukan medikasi di klinik terdekat seminngu dua kali, dan kebetulan klinik tersebut tak bekerja sama dengan BPJS, maka untuk biaya medikasi dibayar secara umum. Kondisi beliau saat inipun juga jauh lebih baik dari sebelumnya,luka mulai membaik. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2018
Kurir : @Mawan, @Nonis, @sarno

Pak Sokarto menderita tumor kulit


SRI SANJANI (40, Hemoroid Stadium 4). Alamat: Kampung Sido Makmur, RT 02, Rw 12, Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Pada tahun 2015, Bu Sri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Awig Adiyansyah (45) bekerja sebagai buruh lepas. Mereka memiliki tanggungan lima orang anak. Saat hamil anak ke lima tersebut, beliau sering mengalami perdarahan. pada bulan Juli 2017 lalu dirujuk ke IGD RS Tanjung Pinang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4. Bu Sri menjalani kontrol setiap tiga bulan sekali dan melakukan transfusi darah. Setelah 3 kali opname di RS Tanjung Pinang. Akhirnya, pada tanggal 27 Maret 2018 Bu Sri dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bagian Poli Bedah Digestive untuk menjalani penanganan yang lebih lengkap. Kini, Bu Sri masih mengeluh nyeri setiap kali buang air besar. Selama menjalani pengobatan, Bu Sri menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, beliau masih mengalami kesulitan mengenai biaya hidup ketika di Surabaya dan tempat tinggal. Saat mengetahui kondisi Bu Sri, Sedekah Rombongan segera membantu beliau. Bantuan dari para sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan akhirnya disampaikan. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi.
Setelah menjalanin berbagai proses pengecekan di RSUD Dr. Soetomo beliau telah mendapat waiting list untuk menjalanankan operasi, namun karena harus menunggu selama tiga bulan pihak rumah sakit memberikan izin pulang ke Tanjungpinang kepada bu sri sembari melakukan terapi obat selama tiga bulan tersebut, Sesampai di Tanjungpinang beliau selalu rajin melakukan kontrol di RS Tanjungpinang, dan semakin hari kondisi beliau membaik bahkan pihak dokter mengatakan bahwa ibu sri bisa melakukan tindakan Operasi di Tanjungpinang tidak perlu rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Sejak Bulan Juli bu Sri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Kepri wilayah kerja Tanjungpinang, Bantuan digunakan untuk biaya keseharian, pembelian obat, dan transportasi, setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1145, Rombongan Baru 9 , Semoga Bu Sri dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Hanna, Dinda

Bu Sri didiagnosa menderita penyakit hemoroid stadium 4


NURAENI ALIS (45, CA SERVIKS) adalah seorang ibu rumah tangga yang lahir tanggal 20 Juli 1975. Ibu Nuraeni tinggal di Jl M Tahir Latif Kampung Baru RT 02/ RW 03 Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Sebelum ibu Nuraeni sakit, selain mengurus rumah tangga beliau berjualan warung sembako di rumahnya, namun semenjak sakit warung yg menjadi sumber penghidupan keluarga ini habis tidak tersisa. Suaminya, bapak Suparman adalah seorang buruh harian lepas yang kadang bekerja mengantarkan air galon milik tetangga, kadang memenuhi panggilan tetangga sewaktu-waktu dibutuhkan. Ibu Nuraeni mempunyai 4 orang anak, yang pertama Ujang sudah bekerja di LPG selepas tamat SMA dan 2 lainnya masih sekolah SMA dan SD dan yang kecil masih umur 3th.
Dari ujang inilah yang sekarang membantu orang tuanya membiayai adik sekolah dan untuk membeli obat herbal untuk ibunya.
Awal sakitnya bermula sekitar bulan Agustus 2017 ibu Nuraeni sering mengalami keluhan flek darah saat berhubungan. Namun karena mengira akibat pernah keguguran,hal tersebut diabaikan tanpa periksa ke dokter. Suatu ketika, saat menemani anaknya yang demam, ibu Nuraeni mencoba menanyakan keluhannya kepada bidan yang mengobati anaknya. Bidanpun menyarankan supaya periksa ke dokter kandungan. Dari hasil pemeriksaan dokter Devrin tersebut, ibu Nuraeni dinyatakan menderita kanker servix. Pada saat itu juga ibu Nuraeni mengurus pembuatan BPJS, yang kemudian mendapat rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung, dan beliau sudah berusaha memenuhi rujukan tersebut dengan membeli tiket pesawat, namun melihat anaknya yang masih kecil, ibu Nuraeni mengurungkan niatnya berobat ke RS. Selanjutnya untuk menjaga kondisi badan supaya tetap stabil beliau berikhtiar dengan obat-obat herbal seperti pro polis,sarang semut dan minuman kesehatan Milagros. Dengan mengkonsumsi obat herbal, yg dirasakan kondisi badan sedikit fit. Namun ibu Nuraeni sering mengalami pendarahan sampai harus transfusi darah di RSUD Busung sampai 6 kantong.
Pada tanggal 10 Agustus 2018 alhamdulillah Allah mempertemukan ibu Nuraeni dengan Sedekah Rimbongan, Do’a dan harapan kita bersama semoga ada rejeki dari Allah lewat sedekah rombongan yang akhirnya bisa membantu meringankan derita ibu Nuraeni ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Farida

Ibu Nuraeni dinyatakan menderita kanker servix


ROHATI BINTI SALAM (47, Ca Mamae). Alamat : Kampung Sidomulyo Rt. 003 Rw. 013 Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Bu Rohati adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Karawang yang tinggal di Tanjungpinang. Tahun 2013 pasien hijrah bersama suami dan 3 anaknya ke Jambi. Pada awal tahun 2016 pasien merasakan ada benjolan di payudara sebelah kanan, beliau hanya berobat pada orang pintar (tabib kampung) di Jambi. Bu rohati pernah berobat ke rumah sakit di daerah Jambi, dengan diagnosa bahwa Bu Rohati mengidap penyakit Kanker Payudara atau dalam bahasa medis Ca Mamae. Pada bulan Januari 2018 benjolan tersebut pecah dan mengeluarkan banyak darah sehingga menimbulkan bau yang tak sedap. Akhirnya Bu Rohati dibawa pulang oleh anak sulungnya ke Tanjungpinang untuk dilakukan pengobatan dan perawatan. Pasien pun mendapat rujukan dari dokter RS Tanjungpinang ke Rumah Sakit Otorita Batam untuk dikakukan operasi. MInggu ini, beliau sudah melakukan kemoterapi yang ke-8 untuk proses penyembuhan pasca operasi. Suami Bu Rohati, Pak Aminudin (44) adalah buruh serabutan di Jambi yang penghasilannya tak menentu dengan jumlah tanggungan anak sekolah 3 orang. Selama pengobatan dan perawatan di Tanjungpinang dan Batam pasien mendapatkan keringanan dari BPJS Kesehatan. Namun kesulitan yang dihadapi pasien adalah biaya transportasi Tanjungpinang-Batam PP, biaya kehidupan sehari-hari dan biaya menebus obat yang tidak tersedia di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya yang dibutuhkan(transportasi, hidup sehari-hari, obat yang tidak tersedia di rumah sakit) dalam ikhtiarnya mengobati penyakit yang diderita Bu Rohati di RS Otorita Batam. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan Baru 9. Semoga Bu Rohati diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Hanna, Dinda

Bu Rohati mengidap penyakit kanker payudara


ERVINA NURITA BINTI ALKARIM (41, Tulang pinggul pecah pasca melahirkan).Alamat : Baran Satu Meral Rt.003 Rw.003 Kelurahan Baran Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Bu Ervina merupakan pasien Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karimun, sejak 6 tahun lalu merasakan sakit pada pinggulnya yang diakibatkan oleh pecahnya tulang pinggul pasca melahirkan anak kedua. Bu Ervina telah menjalani operasi dan pengobatan dari tahun 2013 di RSCM Jakarta. Minggu ini, beliau kembali menjalani kontrol dan terapi di Rumah Sakit Otorita Batam yang sudah dijadwalkan dokter. Suami Bu Ervina, Pak Dwi Sanjaya (42) adalah seorang buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 2 anak sekolah dan ibu mertuanya yang sakit juga. Selama pengobatan dan perawatan Bu Ervina terbantu dengan JAMKESDA namun kesulitan dalam biaya kehidupan sehari-hari, biaya transportasi Karimun-Batam PP, dan biaya beli obat yang tidak ada di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari, transportasi Karimun-Batam PP, dan beli obat selama beliau menjalani ikhtiarnya di RS Otorita Batam. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan Baru 9. Semoga Bu Ervina diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Sofyan

Bu ervina mengalami pecahnya tulang pinggul pasca melahirkan


RAILAH BINTI ABDUL MUID (64 tahun, Osteoporosis). Alamat : Baran Satu Meral Rt.003 Rw.003 Kelurahan Baran Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Beliau adalah ibu kandung dari Bu Ervina Nurita. Bu Railah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karimun, sejak tahun 2015 merasakan rasa sakit pada lutut kaki sebelah kirinya yang diakibatkan pengapuran tulang (Osteoporosis). Bu Railah sudah melakukan pemeriksaan dan perawatan di RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, dan mendapat rujukan dari dokter ke RSCM Jakarta untuk dilakukan observasi lebih dalam. Dikarenakan beliau dari keluarga yang tidak mampu maka Bu Railah pun tidak sanggup berngkat ke Jakarta karena factor biaya yang cukup besar. Bu Railah hanya melakukan pengobatan dan terapi di RSUD Muhammad Sani dengan biaya seadanya. Minggu kemarin (13/9) Bu Railah sudah menjalani terapi dan mendapatkan saran dari dokter untuk segera dilakukan operasi. Bu Railah adalah janda yang tinggal bersama anaknya Bu Ervina Nurita, dimana biaya hidupnya ditanggung oleh suami Bu Ervina. Selama sakitnya Bu Railah terbantu dengan JAMKESDA untuk pengobatan selama di rumah sakit, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya dan juga obat yang harus dikonsumsi apabila obat tersebut tidak tersedia di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau menjalani ikhtiarnya dalam penyembuhan penyakitnya. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan Baru 9. Semoga Bu Railah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 08 September 2018
Kurir : Sofyan

Bu Railah menderita osteoporisis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MULYONO BIN SULASTO 1,000,000
2 SULASTRI BINTI SUGAR 1,000,000
3 NABILA AULIA PUTRI 975,000
4 SUNARSIH BINTI SAMSUNARDI 714,155
5 ARSYELA AURA PUTRI 1,004,000
6 M ALVIN RISALATUS SHOLEH 696,500
7 SUKARLIK 691,000
8 SINDI RAHMADANI 580,500
9 PONIRAN BIN SARINO 1,177,500
10 ASMUJI BIN NGATUN 500,000
11 MADRI BIN JOYO 500,000
12 WIDIA KAMELINA PUTRI 540,500
13 AHMAT AZIKUR ROHMAN 613,450
14 MUHAMMAD SANDI RHOMADHON 500,000
15 ANITA N ULUM 500,000
16 ARFAN KHALIF ARJUN SALEH 2,000,000
17 ARSIMA BINTI MISNO 500,000
18 ASISEH BINTI SUTIYA 500,000
19 EDI SUPRAPTO 500,000
20 ENDANG KURNIAWATI 500,000
21 LAILATUL MUKAROMAH 500,000
22 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
23 MIATUL MAULIDAH 500,000
24 MOHAMMAD NUR GHUFRON 500,000
25 MUHAMMAD ULIL AMRI 900,000
26 ALMH. NURYATIN BINTI SO’IM 1,247,300
27 PAISEH BINTI PAISEH 500,000
28 RAFFA ADITYA PRATAMA 828,000
29 ALMH. RIATI BINTI TEMIN 1,200,000
30 SAHWANI BINTI ASJONO 500,000
31 SALSA SOFIATUN HALIMAH 500,000
32 SARIYAH BINTI MUJIONO 500,000
33 SITI SABIKAH 500,000
34 SRI WAHYUNI 1,000,000
35 SUNARTI BINTI ARTAYU 520,000
36 SUPIYA BINTI NITRO 598,000
37 SUTIK BINTI SUBUT 709,000
38 TAJIB BIN SUKIMAN 1,000,000
39 TEMON BINTI SAWAL 700,000
40 ZAHIRA BILQIS SALSA BILA 819,100
41 Istina Binti Sutarji 500,000
42 Rafael Fajar Sutrisno 500,000
43 MTSR 2 WONOGIRI 850,000
44 MTSR 1 WONOGIRI 550,000
45 Rafael Fajar Sutrisno 500,000
46 Estu Putra 1,000,000
47 Saginem Binti Karyoikromo 1,000,000
48 Januar Daffa Maulana 500,000
49 Mita Dyah Susanti 1,000,000
50 Nurani Utami 1,000,000
51 Sokarto Bin Soikromo 1,000,000
52 SRI SANJANI 700,000
53 NURAENI ALIS 3,000,000
54 ROHATI BINTI SALAM 1,000,000
55 ERVINA NURITA BINTI ALKARIM 1,000,000
56 RAILAH BINTI ABDUL MUID 1,000,000
Total 44,114,005