SRI SUHARTI (52 / Bantuan akomodasi dan makan, SRI SUHARTI, Ca Mamae) Demangan RT 30/14, Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Bu Suharti sekitar 7 tahun yang lalu ditinggal suaminya yang bernama Eddy Mandang meninggal dunia karena sakit. Kondisi ini membuatnya harus bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan tanggungan 2 anak yaitu Gabrel Meilan Mandang (14) dan Nadin Pasha Mandang (11). Cukup berat cobaan yang di tanggung oleh Ibu Sri Suharti setelah meninggalnya suami. Sekitar 6 tahun yang lalu Ibu Sri Suharti mengalami sakit perut, diperiksakan ke Puskesmas. Dari Puskemas kemudian beliau di Rujuk ke RSUD Wates ternyata dia harus operasi myom/kista karena adanya pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim). Kondisi ekonomi dan rumahtangganya semakin sulit sehingga kedua anaknya di titipkan di Pesantren yatim piatu. Empat tahun berlalu pasca operasi myom, Ibu Sri Suharti kembali merasakan sakit pada payudaranya. Beliau periksa ke Puskesmas dengan jaminan KIS. Dari Puskemas kembali ibu Sri mendapat rujukan ke RSUP Dr Sardjito dan dilakukan tindakan operasi lagi karena ada kanker payudara. kanker payudara tersebut mengakibatkan payudara harus diangkat. Kondisi BU Sri Suharti sangat memprihatinkan walaupun biaya pengobatan ditanggung dengan jaminan KIS, namun untuk kontrol dan melakukan kemoterapi yang telah di jadwalkan ke RSUP Dr. Sarjito harus dilakukan dengan biaya sendiri. Biaya transportasi, dan makan selama sakit di tanggung adiknya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan dari sedekah hollics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan makan.

Kurir : @anggakusumaari wulan endro @ahmad amin
Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 26-09-2018

Bu sri menderita kanker payudara


RADEN NURCHOLIS (42 / Pasien, RADEN NURCHOLIS, Patah Tulang Belakang) Jangkaran RT 1/1, Temon, Kulonprogo, DIY Bulan April 2016 Bapak Raden Nurcholis mengalami kecelakaan di jalan wates dan mengalami patah tulang belakang. Pak Nurcholis dibawa ke RS PKU Gamping. Setelah menjalani perawatan selama 3 hari tidak ada perubahan, beliau dirujuk ke RSUP Dr.Sarjito, dan dirawat selama 21 hari. Pasca perawatan selama 1 tahun beliau melaksanakan kontrol rutin. Transportasi yang digunakan untuk kontrol tersebut beliau sewa mobil tetangga dengan biaya sekali kontrol Rp. 300.000,-, karena tidak bisa dibonceng dengan sepeda motor. Ditengah jadwal kontrol rutin yang harus dijalaninya, beliau dan keluarga tidak mampu lagi membayar biaya transportasi, sehingga setahun setelahnya tidak lagi melaksanakan kontrol rutin yang disarankan tim dokter yang menanganinya. Pertengahan tahun 2018 ini Pak Nurcholis kembali moncoba kontrol ke RSUP Dr. Sardjito dan bulan Agustus 2018 opname lagi selama 40 hari. Atas saran dokter pen penguat yang dahulu dipasang harus dicopot, untuk di ganti dengan sendi. Tim dokter akan melakukan tindakan itu jika kontrol rutin dilakukan untuk menyembuhkan infeksi di tulang pinggulnya. Alhamdulillah tim survei dari sedekah rombongan menemukan beliau dan diberikan kesempatan memberikan bantuan untuk transportasi kontrol rutin ke RSUP Dr Sarjito. Kurir sedekah rombongan juga menyampaikan titipan dari sedekah hollics dalam bentuk bantuan biaya pengobatan Bp. Raden Nurcholis. Semoga pemasangan sendi oleh tim dokter beliau segera terlaksanakan dan kembali sehat.

Kurir : @Anggakusumaari @Endro @ Apri
Jumlah:Rp. 1.000.000
Tanggal:26-09-2018

Pak Raden mengalami patah tulang belakang


RAHAYU BINTI NGATIJO (12 / Pasien, RAHAYU BINTI NGATIJO, Hydrocephalus) Temuwuh, RT 2, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY Bulan Maret 2016, saat Rahayu masih tinggal di Lampung, ia merasakan kepalanya sangat pusing. Orangtuanya segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi karena cairan di kepalanya harus disedot. Alhamdulillah, operasi yang dilakukan sebulan kemudian berjalan lancar. Namun Rahayu mengalami buta mata karena efek syaraf di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Sepuluh hari setelah rawat inap tersebut perut Rahayu membesar karena cairan yang ada di tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Sebulan kemudian cairan di perutnya disedot, tetapi seminggu setelahnya perutnya membesar lagi, sehingga setiap bulan hingga bulan ke-9 cairan di perutnya selalu disedot. Jarak rumah dengan rumah sakit yang memerlukan satu hari penuh untuk sekali perjalanan membuat keluarga rahayu memutuskan pengobatan lanjutan untuk anak ke 4 dari 6 bersaudara ini dilakukan di kampung halaman saja, Yogyakarta. Ayahnya, Ngatijo (60) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya Robiyah (41) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat Rahayu dan seorang saudaranya yang juga mengalami lumpuh kaki. Kadang-kadang ibunya pun turut membantu buruh di ladang, tetapi penghasilan kedua orangtua ini tetap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbekal hasil menjual tanah ibu dan anak ini berangkat ke Yogyakarta, bertekad hendak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Rahayu pun putus sekolah sejak kelas 4 SD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Hampir dua tahun Rahayu menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Serangkaian pengobatan kemoterapi, radioterapi, cek laboratorium, dan kontrol rutin telah dilakukan. Alhamdulillah, dokter memperbolehkan Rahayu pulang ke Lampung, sementara kontrol rutin yang sebelumnya tiga bulan sekali, saat ini dilakukan setahun sekali. Bulan September ini merupakan jadwal Rahayu melakukan kontrol ke RSUP Dr Sardjito. Santunan ini dipergunakan untuk biaya transportasi Lampung – Jogja – Lampung dan biaya hidup selama kontrol. Keluarga Rahayu sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga dengan bantuan sedekaholics ini Rahayu bisa memperoleh kesembuhannya, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1105.

Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN Erwin
Jumlah Bantuan:Rp. 2.400.000
Tanggal:14-09-2018

Rahayu menderita hydrocepalus


MARYANTO BIN SULINO (42 / Pasien, MARYANTO BIN SULINO, Ulkus Kronis) Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Dan Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi disana. Ia juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menajalan kontrol rutim secara mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Selama pengobatan Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Pertengahan bulan September ini kondisi kesehatannya semakin menurun dan pada tanggal 18 September harus dirawat di RSUP Dr Sardjito. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 10.

Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN Perawat RSSR Jogja
Jumlah bantuan:Rp. 1.180.678
Tanggal:17-09-2018

Pak Maryadi menderita ulkus kronis


DEVITA CAHYANINGRUM (18 / Pasien, DEVITA CAHYANINGRUM, Lupus) Dusun Menggoro, Sawah Lor, RT 9/8, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY Awalnya, Devita merasakan penglihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah, namun keluarga ini masih terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Remaja putri berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Bapak Agung Dwi Purnama (43) dan Ibu Ester Purwanti (40). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabiskan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Devita. Amanah dana dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Devita. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat cellceft 500mg dan obat yang tidak tercover BPJS lainnya pada bulan September 2018. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor di Rombongan Baru 10. Keluarga ini menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Devita segera diberi kesembuhan dan beraktivitas seperti teman-teman sebayanya.

Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN Perawat RSSR Jogja
Jumlah bantuan:Rp. 1.007.360
Tanggal:22-09-2018

Devita menderita lupus


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48 / Pasien, SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO, Ca Serviks + Kista) Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut yang tidak biasa. Oleh pihak keluarga, Bu Suwarni segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja tak melanjutkan pengobatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain berobat di RSUP Dr. Sardjito, Bu Suwarni juga menjalani sinar radioterapi di RS Margono Purwokerto. Akhir-akhir ini kondisi Bu Suwarni tidak stabil. Ia yang sebelumnya juga menjalani operasi kista, ternyata tumbuh kista kembali. Serangkaian jadwal kemoterapi pun sudah dilakukan untuk menghentikan sel kankel menjalar. Saat ini perutnya terlihat semakin membesar, sangat kesulitan untuk berjalan. Berulang kali kondisinya menurun dan rawat inap di rumah sakit. Santunan ini digunakan untuk bantunan biaya hidup selama sebulan. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 6. Semoga Bu Suwarni segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN Perawat RSSR Jogja
Jumlah:Rp. 500.000
Tanggal:29-09-2018

Bu Suwarni menderita ca serviks + kista


HUBANATUN BINTI MARJUNI TUHA (23 / Pasien, HUBANATUN BINTI MARJUNI TUHA, Kista) Dusun Tegalsari, RT /1,Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tenga Gejala awal yang dialami Hubanatun ialah saat haid atau menstruasi selalu mengalami pendarahan hebat hingga sering pingsan. Sekitar 2 tahun yang lalu, ia berobat di RSUD Tjitrowardojo Purworejo. Tim Dokter RSUD Tjitrowardojo merujuknya ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan dokter melakukan tindakan operasi kista pada ovarium/indung telurnya dan dirawat disana. Namun saat tim survei sedekah rombongan menemui beliau bulan Januari 2018, ia masih merasa sakit dan sering kambuh seperti pada gejala awal. Ia kemudian berobat lagi ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo, sesuai hasil USG masih terdapat kista pada ovarium/indung telurnya. Kemudian dokter merujuk kembali ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan dilakukan operasi yang kedua. Saat ini ia masih merasa sakit saat menstruasi. Dan dokter menyarankan ia harus kontrol ke Poli Obsgyn RSUP Dr Sardjito setiap 1 bulan sekali. Hubanatun merupakan istri dari Mad Ngalimun (33) yang berprofesi sebagai buruh bangunan dan pendapatannya tidak pasti terkadang untuk makan sehari-hari tidak mencukupi. Orangtuanya Bapak Marjuni Tuha (55) dan Ibunya Mutinah kondisi ekonominya juga tidak berbeda dengannya. Beruntung dalam pengobatan biaya obat dan rumah sakit ditanggung BPJS Kesehatan (PBI Kelas 3). Rumahnya yang berada diperbukitan dan jauh dari kota membuatnya kesulitan ketika akan melakukan kontrol kesehatan yang dijadwalkan dokter. Begitu pula jika ada obat-obat diluar tanggungan BPJS yang harus ia bayar sendiri. Amanah sedekah hollics ini diberikan untuk pembelian obat Visanno Dienogest 2mg yang tidak tercover BPJS. Semoga Mbak Hubanatun segera diberi kesembuhan. Amin.

Jumlah Bantuan:Rp. 508.000
Tanggal:03-10-2018
Kurir:Angga Kusuma

Hubanatun menderita kista pada ovarium/indung telurnya


MARYANTO BIN SULINO (42 / Pasien, MARYANTO BIN SULINO, Ulkus Kronis) Dusun Bohol, RT 8/3, Desa Bohol, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY Semasa kelas 2 SD Pak Maryanto sering belajar di balai-balai dengan penerangan lampu minyak tanah. Di suatu malam saat menggeser lampunya, minyak tumpah dan mengenai muka dan tangan sebelah kanannya. Bapak Maryanto memerlukan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka bakarnya, dan tetap meninggalkan cacat permanen. Kemudian bulan Agustus 2016 lalu, ia merasa gatal-gatal di lengan kanan. Awalnya ia mengira hanya gatal-gatal biasa, tetapi sudah diberi salep tetap tidak sembuh. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas. Lagi-lagi, belum ada perubahan kondisi yang signifikan. Pihak puskesmas pun membuat rujukan untuk berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Bulan Maret 2017, ia dirujuk kembali untuk pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Tetapi karena ketiadaan biaya Pak Maryanto memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pihak keluarga memutuskan menjual tanah untuk bekal biaya pengobatan. Lima bulan kemudian, Pak Maryanto melanjutkan pengobatan. Ia mendapat perawatan di poliklinik, kemudian menunggu panggilan kamar. Sebelum mendapat panggilan untuk rawat inap, kondisinya semakin menurun. Pihak keluarga segera membawanya ke RSPAU dr. Hardjolukito. Dan Pak Maryanto mendapat perawatan medis dan menjalani jadwal kemoterapi disana. Ia juga menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menajalan kontrol rutim secara mandiri, karena istrinya, Wiyarni (31) bekerja sebagai petani sekaligus mengurus dua putra yang masih SD dan balita. Selama pengobatan Pak Maryanto mendapat keringanan biaya dari fasilitas BPJS PBI. Pertengahan bulan September ini kondisi kesehatannya semakin menurun dan pada tanggal 18 September hingga 2 Oktber harus dirawat di RSUP Dr Sardjito. Amanah sedekaholics ini dipergunakan untuk biaya pengobatan dan perawatan pasien. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terlapor pada Rombongan Baru 10. Kurir : @anggakusumaari @aji_kristanto @wulansa43510514 @panggihjuni Rian

Jumlah:Rp. 1.266.300
Tanggal:03-10-2018
Kurir:Angga Kusuma

Pak maryanto menderita ulkus kronis


Nur Azizi (1, Nur Azizi, Bibir Sumbing) Dusun Mlaten, RT 20/3, Desa Geger, Kec. Geger, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur NUR AZIZI (1, Bibir Sumbing). Alamat: Dusun Mlaten, RT 20/3, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Aziz seorang bayi yang Lahir 4 bulan yang lalu dari pasangan ibu Sismiati dan pak Samsi. Aziz lahir dengan kondisi cacat. Bibir Sumbing yang diderita Aziz membuat kedua orang tuanya merasa sedih dan gelisah. Pak Samsi yang mengalami gangguan pada telinganya (tuli) dan latar belakang pendidikan yang kurang, sehingga membuat Aziz ketinggalan banyak kesempatan untuk operasi. Tak hanya itu, di saat sudah mendapatkan yayasan yang siap mengcover operasi dan pengobatan dek Aziz, Namun pak Samsi masih merasa berat karena tidak punya biaya akomodasi selama di Surabaya nanti. Meskipun dek Aziz sudah dibantu oleh Yayasan Cleft Care Indonesia(yayasan peduli bibir sumbing) dan perkiraan jadwal operasi dek Aziz adalah hari Rabu, 26 September 2018, namun untuk akomodasi ke Surabaya pak Samsi tidak mampu untuk biayanya. Dek Aziz memliki fasilitas kesehatan berupa KIS. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Samsi. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dek Aziz. Pak Samsi sangat senang, bersyukur dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk membantu akomodasi dek Aziz selama pengobatan demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @DeniAsri

Aziz menderita bibir sumbing


Juremi Bin Sodimejo (83, Juremi Bin Sodimejo, Dhuafa) Desa Kertobanyon, RT 1/1, Kec. Geger, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur JUREMI BIN SODIMEJO (83, Dhuafa). Alamat: Desa Kertobanyon, RT 1/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Juremi tinggal bersama istrinya di sebuah rumah mungil nan reyot tak layak huni. Beliau dulu bekerja sebagai kuli tebas tebu di perkebunan milik PG Pagotan. Dan karena kondisi beliau yang sudah renta, ditambah lagi penglihatan beliau yang sudah tidak maksimal lagi, beliau tidak mampu untuk bekerja. Saat ini beliau dan istrinya hanya bisa berdiam diri di rumah, mengharap belas kasihan dari tetangga – tetangganya. Sementara istrinya yang sering sakit hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dialaminya, tidak pernah memeriksakan kesehatan ke puskesmas. Kebetulan mbah Juremi tidak dikaruniai anak. Sedangkan familipun sudah tidak ada khabar sejak lama karena berjauhan tempat tinggalnya. Mbah Juremi saat dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan menceritakan kondisinya dengan suara yang lemah. Informasi tentang mbah Juremi diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh mbah Juremi dan istri. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup mbah Juremi. Ucapan terima kaish disampaikan mbah Juremi kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @DeniAsri

Bantuan tunai


Suwarsono Bin Mat Sarbun (42, Suwarsono Bin Mat Sarbun, Patah Kaki) Desa Kertobanyon, RT 1/1, Kec. Geger, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur SUWARSONO BIN MAT SARBUN (42, Patah tulang kaki). Alamat : Desa Kertobanyon, RT 1/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Suwarsono, biasa dipanggil pak Warno adalah seorang tukang batu. Beliau tidak berkeluarga dan hidup dengan ibunya yang sudah tua renta. Beberapa hari yang lalu pak Warno mengalami kecelakaan saat bekerja ikut membangun rumah milik tetangganya. Kecelakaan tersebut menyebabkan kaki kanan beliau patah. Seketika itu beliau dibawa ke RSUD Dr.Soedono dan harus menjalani operasi pemasangan pen saat itu juga. Biaya operasi sebesar 10 juta karena tidak memiliki KIS atau jaminan kesehatan lainnya. Sebenarnya sudah lama pak Warno mengurus agar bisa memiliki jaminan kesehatan, namun belum berhasil. Semenjak pak Warno sakit, akhirnya sudah tidak bisa bekerja lagi. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya sangatlah bergantung dari belas kasihan tetangga. Informasi tentang pak Warno diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Sedangkan untuk pengobatan selanjutnya juga terhambat karena kendala dengan biaya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Warno. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat pak Warno. Pak Warno senang sekali dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk membantu biaya berobat demi menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @DeniAsri

Pak suwarsoni menderita patah kaki


Akad Bin Proyonadi (80, Akad Bin Proyonadi, Dhuafa) Desa Purworejo, RT 30/3, Kec. Geger, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur AKAD BIN PROYONADI (80, Dhuafa). Alamat : Dusun Godongan Lor, Desa Purworejo, RT 30/3, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Akad, demikian para tetangga memanggil beliau. Pak akad adalah seorang dhuafa. Di usianya yang sudah renta beliau tidak punya sanak saudara, tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak punya pekerjaan tetap. Beliau tinggal di sebuah rumah kecil yang berdiri diatas tanah milik orang lain yang dulunya adalah kandang kambing. Beliau berbaik hati dan mengijinkan pak Akad untuk menempati rumah tersebut. Pak Akad bekerja serabutan, biasanya beliau membuat kandang ayam, kursi kecil dari bambu (dingklik) dan terkadang disuruh tetangga untuk membantu membuang tumpukan sampah. Untuk makan setiap hari biasanya tergantung pada tetangganya. Informasi tentang pak Akad diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan. Pada saat bertemu dengan pak Akad, beliau baru saja pulang dari membantu tetangganya di kebun pekarangan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Akad. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya hidup pak Akad. Rasa haru dan bahagia dirasakan oleh pak Akad. Beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk membantu biaya hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Erik6789

Bantuan tunai


Agus Suyono (49, Agus Suyono, Patah tulang kaki) Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kesepuluh pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3, 7 dan 13. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Pak agus menderita patah tulang kaki


Suyitno Bin Suto Setu (59, Suyitno Bin Suto Setu, Diabet Melitus) Dusun Kandenan RT 38/ 7, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. SUYITNO BIN SUTO SETU (59, Diabetes Melitus) Alamat : Dusun Kandenan RT 38/ 7, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, pak Suyitno tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran, oleh istrinya, Hartini Kristiani (55) dan dibantu tetangga sekitar pak Suyitno dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pak Suyitno didiagnosa Diabetes Melitus dan ada gangguan di paru-paru. Oleh dokternya, pak Suyitno dibuatkan rujukan ke RS Hermina Bitung Tangerang karena dipercaya dokter disana mampu untuk menangani penyakit pak Suyitno. Beberapa bulan di RS Hermina Bitung pak Suyitno memutuskan untuk pulang karena kondisi tidak semakin membaik dan biaya hidup di Tangerang yang terlalu tinggi. Setelah pulang ke Magetan pak Suyitno kembali mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke IGD RSUD Magetan, dan disana dirawat beberapa hari. Setelah dinyatakan pulih pak Suyitno diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin. Penyakit Diabetes Melitus yang diderita beliau menyebabkan penglihatan beliau terganggu. Oleh karena itu, dari RSUD Magetan beliau dirujuk ke RS YAP Jogja untuk tindakan mata beliau dan Operasi direncanakan tanggal 4 September 2018. Pak Suyitno saat ini tinggal di rumah kontrakan, kondisi ekonomi beliau tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, Alhamdulillah tetangga masih mau untuk sekedar memberi sekedarnya kepada keluarga beliau, istri beliau yang bekerja sebagai penjahit permak pakaian tidak setiap hari menghasilkan uang, hanya ketika ada tetangga yang mempermak bajunya. Setiap kontrol beliau menggunakan angkutan umum. Barang dan perabot yang beliau punya sudah banyak yang terjual untuk pengobatan dan hidup sehari-hari. Keinginan beliau untuk sembuh sangatlah besar, hal itu dibuktikan dengan semangat berobat beliau & keluarga yang sangat besar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Pak Yitno sudah menjalani operasi katarak mata sebelah kanan dan selanjutnya menunggu jadwal operasi yang sebelah kiri. Beliau sangat gembira dan bersyukur karena dapat melihat lagi sehingga bisa bekerja lagi seperti biasanya. Santunan ketiga diberikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi ke Rs mata Yap Yogyakarta. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dikaporkan pada Rombongan Baru 7 dan 12. Pak Yitno dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal ibadah kurir diterima oleh Allah, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KhoirulMuklisin

Pak suyatno menderita diabetes melitus


Ardinda Mayang Marsela (12, Ardinda Mayang Marsela, Pembengkakan Jantung) Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Alamat : Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan keempat sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3, 7 dan 13. Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 21 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Nandha_Rizky @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Ardinda menderita pembengkakan jantung


Atik Mariyati Binti Juari (26, Atik Mariyati Binti Juari, Polip) Gurdo Barat, Desa Rejuno RT 5/5, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur ATIK MARYATI BINTI JUARI (26, Polip). Alamat : Gurdo Barat, Desa Rejuno RT 5/5, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Atik demikian ibu muda ini biasa disapa oleh sanak saudara dan para tetangga. Mbak Atik menderita sakit polip mulai tahun 2016 ditandai dengan perasaan pusing dan sering mimisan. Awalnya berobat di Rsud. dr. Soeroto Ngawi dan pada bulan April 2016 dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah berobat beberapa saat mbak Atik dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Bulan Juli 2018 penyakitnya kembali kambuh dan berobat lagi di Rsud. Soedono Madiun. Setelah pengobatan selama 3 bulan akhirnya mbak Atik mendapat rujukan pengobatan ke Rsud. Moewardi Solo dan harus melakukan tindakan operasi. Kondisi ini sangat memberatkan mbak Atik dan suaminya yaitu pak Jamun (40) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan pak Jarmun tidak menentu bahkan untuk makan pun kadang masih kurang. Awal berobat mbak Atik dibantu oleh para tetangga dan sanak saudara dengan patungan uang. Alhamdulillah mbak Atik dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi yang masuk dari kurir Sedekah Rombongan Madiun. Mbak Atik akhirnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 21 Oktober 2018 dan melanjutkan pengobatan ke Rsup. Moewardi Solo. Bantuan awal sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport dan pembelian obat diluar Bpjs. Mbak Atik dan suami sangat bersyukur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga mbak Atik bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Nanda_Rizky @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Bu Atik menderita polip


Srinarti Binti Slamet (47, Srinarti Binti Slamet, Ca Cervix + Myom) RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SRINARTI BINTI SLAMET (47, Ca Cervix + Myom). Alamat : RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Narti, demikian beliau biasa disebut oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga. Bu Narti merasakan sakit sejak bulan Januari 2018. Pertama beliau berikhtiar untuk berobat ke Rsud. Sogaten Madiun. Setelah 3 bulan bu Narti di rujuk ke Rsud. Soedono Madiun dan divonis menderita Ca cervix, Myom dan Pembengkakan ginjal. Untuk berobat, bu Narti menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 3. Selanjutnya bu Narti dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo sehingga beliau merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Suaminya yaitu pak Wiyono (49) bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Apalagi saat harus mendampingi istri nya berobat, praktis pak Wiyono tidak busa bekerja sama sekali. Saat ini bu Narti sudah menjalani 5 kali kemoterapi dan rencana nya akan dilanjutkan dengan terapi sinar. Informasi mengenai bu Narti diperoleh dari kurir SR Magetan yang sedang mengantar pasien ke Rsdm Solo. Akhirnya bu Narti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 16 September 2018. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya aklmodasi berobat. Bantuan sebelumnya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 13. Rasa haru dan ucapan terimakasih disampaikan oleh bu Narti atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau segera pulih dan sembuh seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas normal kembali. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Supriyanto

Bu Sri divonis menderita ca cervix, myom dan pembengkakan ginjal


Tinem Binti Saman (61, Tinem Binti Saman, Duafa / Biaya hidup) Dusun Manyul RT. 7/2 Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur TINEM BINTI SAMAN (61, Duafa) Alamat : Dusun Manyul RT. 7/2 Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Tinem hidup sebatangkara, kedua orang tuanya telah lama meninggal dan suaminya pergi entah kemana. Rumah yang ditinggali berada dipinggiran desa persis dipinggir hutan pinus. Penghasilan yang didapat dari berjualan hasil hutan yang setiap hari dipungutnya sedikit demi sedikit, berupa bunga pinus kering dan kayu/ tatal sisa pohon pinus yang akan disadap kemudian dikumpulkan di rumah. Apabila sudah terkumpul baru djual untuk bahan kayu bakar. Untuk satu zak sedang dihargai Rp. 10.000,- s/d Rp. 12.000,-. Apabila musim penghujan bu Tinem beralih pekerjaan menjadi pemungut/ pencari pakis untuk bahan sayur di sungai sebelah rumahnya. Seikatnya biasanya dihargai seribu rupiah. Bu Tinem sudah tidak ingat mulai kapan ia melakukan pekerjaan ini karena sudah berlangsung sangat lama dan Alhamdulillah hasilnya bisa untuk menopang keperluan sehari hari walaupun terkadang juga harus mencari pinjaman ke tetangga untuk keperluan lain yang sekiranya sangat penting. Bu Tinem merupakan sosok wanita yang gigih dan pantang meminta minta. Pada saat kami menyampaikan bantuan yang bersangkutan dengan penuh haru dan syukur menerimanya dan menyampaikan banyak terima kasih atas kepedulian dari para dermawan yang membantunya melalui Sedekah Rombongan. Semoga Allah SWT membalas kebaikannya di akherat kelak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bantuan tunai


Suwarti Binti Admo Sumadi (61, Suwarti Binti Admo Sumadi, Duafa / Lumpuh) Dusun Manyul RT. 2/2 Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. SUWARTI BINTI ADMO SUMADI (61, Duafa + Lumpuh) Alamat : Dusun Manyul RT. 2/2 Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Bu Warti kelihatan pasrah dan ihlas dengan keadaan yang dialaminya, derita yang dirasakan seolah tidak nampak pada raut wajahnya. Hidupnya sangat bergantung pada anak laki laki semata wayangnya. Yang setiap hari dengan telaten memandikan, memasak dan menyuapi makanan padanya. Tepatnya 43 tahun yang lalu bu Warti mendapat musibah jatuh dari pohon yang mengakibatkan kelumpuhan permanen hingga sekarang. Pada saat kejadian anaknya baru berumur kurang dari setahun, yang sekarang mampu merawat ibunya. Pekerjaannya buruh serabutan dengan penghasilan yang pas pasan. Keadaannya sangat sederhana, di rumah ada 2 ekor kambing milik saudara yang dipeliharanya. Rumah yang ditinggali juga sangat sederhana berdinding papan dan berlantaikan tanah. Semoga dengan bantuan yang diterima sedikit bisa meringankan beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bantuan tunai


Welas Bin Samidi (57, Welas Bin Samidi, Duafa / Tuna netra) Dusun Bogem RT. 2/2 Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur WELAS BIN SAMIDI (57, Duafa & buta) Alamat : Dusun Bogem RT. 2/2 Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pak Welas mengalami kebutaan semenjak 7 bulan yang lalu. Semasa mudanya menjadi pekerja keras sebagai buruh serabutan, namun menginjak usia 50 an tahun kondisi fisiknya mulai menurun akibat sakit diabetes yang dideritanya. Semenjak itu beliau tidak mampu bekerja lagi mencari nafkah. Hidupnya sangat bergantung dengan kebaikan orang lain, karena istrinya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak. Pak Welas hidup menumpang pada rumah mantan mertuanya, sehingga untuk keperluan sehari hari terutama makan merekalah yang mencukupinya dan terkadang mendapat bantuan dari sanak familinya dan para tetangganya. Bantuan yang diterima dari para sedekaholic akan dipergunakan untuk biaya hidup dan berobat, mengingat keterbatasan beliau tidak pernah periksa ke dokter. Pak Welas sangat berterima kasih atas bantuan yang diterimanya, semoga Allah melipatgandakan pahala para dermawan semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Pak welas seorang tuna netra


Abbad Haillun Abbidzar (2/Pasien, Abbad Haillun Abbidzar, Jantung bocor) jalan jati raya 76 RT 4 RW 2 , kec. Sidoarjo. Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa timur. Adek Abbad memiliki penyakit jantung bocor sejak lahir, tak jarang tubuh nya membiru. Dari lahir sudah keluar masuk rumah sakit. Anak dari pak sumarnu ( 42 ) dan ibu Suprapti ( 34 ) ini berbeda dengan bayi pada umumnya. Terlihat lemas dan susah untuk makan , ayah nya sebelumnya bekerja sebagai guru honorer , pengobatannya pun rutin di lakukan, kondisi adek semakin membaik, namun beberapa waktu lalu ayah adek Abbad tertimpa musibah dan terpaksa keluar dari pekerjaan nya, saat ini ayah nya kerja serabutan dan ibunya mengasuh adek Abbad dan 2 kakaknya dirumah. Semenjak bekerja serabutan pengobatan adek Abbad pun tak lagi rutin karena besar nya biaya berobat, transportasi dan makan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo bertemu adek Abbad dan keluarga, memutus kan untuk mendampingi pengobatan adek Abbad dan membantu membuat kan kartu pengobatan BPJS .

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:14-09-2018
Kurir:khusen mandala

Abbad memiliki penyakit jantung bocor


Ulfa Imansari (24/pasien , Ulfa Imansari, Kelenjar tiroid ) Bungurasih Timur, RT 007/RW 001. Kec. Taman. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur Berawal dari 5th lalu yang kondisi nya tiba tiba melemah, Ulfa anak dari bapak Alm. Mat Sahlan dan ibu Hanifatul (63) mulai menjalani pengobatan di puskesmas, Penyakit Kelenjar Teroid yang Ulfa rasakan membuat tubuh nya semakin hari semakin melemah. Setelah berobat ke puskesmas ,Ulfa di rujuk ke Rumah Sakit Siti Khotijah. Ulfa menjalani pengobatan selama 1th dan berhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Saat itu Ulfa berobat masih menggunakan kartu berobat BPJS . Dan semenjak berhenti berobat kartu BPJS nya tidak pernah di bayar kan dan tidak bisa di pergunakan . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Ulfa sekeluarga, di awali dari pendataan dan berakhir dengan pendampingan dalam berobat. Alhamdulillah Ulfa kembali berobat ,semoga secepatnya di beri kesembuhan agar bisa beraktivitas kembali.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:21-08-2018
Kurir:khusen mandala

Ulfa menderita kelenjar tiroid


Ulfa Imansari (23/pasien , Ulfa Imansari, Kelenjar tiroid ) Bungurasih Timur, RT 007/RW 001. Kec. Taman. Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur Berawal dari 5th lalu yang kondisi nya tiba tiba melemah, Ulfa anak dari bapak Alm. Mat Sahlan dan ibu Hanifatul (63) mulai menjalani pengobatan di puskesmas, Penyakit Kelenjar Teroid yang Ulfa rasakan membuat tubuh nya semakin hari semakin melemah. Setelah berobat ke puskesmas ,Ulfa di rujuk ke Rumah Sakit Siti Khotijah. Ulfa menjalani pengobatan selama 1th dan berhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Saat itu Ulfa berobat masih menggunakan kartu berobat BPJS . Dan semenjak berhenti berobat kartu BPJS nya tidak pernah di bayar kan dan tidak bisa di pergunakan . Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Ulfa sekeluarga, di awali dari pendataan dan berakhir dengan pendampingan dalam berobat. Alhamdulillah Ulfa kembali berobat ,semoga secepatnya di beri kesembuhan agar bisa beraktivitas kembali.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:27-09-2018
Kurir:khusen mandala

Ulfa menderita kelenjar tiroid


Kuwati binti Abdullah (38/pasien, Kuwati binti Abdullah, Somatoform disoder) Dusun prambon , RT 6 , RW 2 . Prambon . Kec. ,Prambon . Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur Ibu kuwati berawal dari puasa tahun lalu, beliau sering mendengar bisikan bisikan aneh di telinga di Sertai sakit kepala yang berlebihan. Bu Kuwati pernah di bawa kerumah sakit karena gejala awal batuk tidak kunjung sembuh, tidak mau makan dan akhirnya sakit lambung. Pernah opname di Rumah sakit Kartini dan sudah 4 dokter yang menangani nya , namun tidak ada solusi untuk penyakitnya. Setelah itu di rujuk ke rumah sakit umum Soekandar Mojosari ( poli jiwa ) .Bu kuwati Istri dari bapak Zainul kodirin ( 53th ) yang bekerja sebagai penjaga warkop, berpenghasilan 2jt perbulan jika warkop nya rame. Saat ini sudah 1.5bln suami ibu kuwati tidak bekerja karena Bu kuwati tidak bisa di tinggal sendirian, selalu merasa ketakutan. Alhamdulillah Sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi dalam berikhtiar untuk menjemput sembuh.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:28-09-2018
Kurir:khusen mandala

Bu Kawati menderita somatoform disoder

—-
Abdul Jamil (55/pasien, Abdul Jamil , Gangguan jiwa ) Kemantren RT 005 RW 001 kec.Tulangan . Kab. Sidoarjo . provinsi. Jawa Timur 25th lalu, pak Jamil bekerja sebagai kernet angkutan umum, saat sedang mencari penumpang pak Jamil di tinggal oleh supirnya dan pak Jamil pulang kerumah dengan menumpang teman yang sesama supir angkot. Saat sampai rumah beliau seperti orang yang sedang memendam amarah, Krn beliau tidak seperti kebanyakan org yg bisa mengungkapkan emosinya secara langsung. Semenjak saat itu beliau sering melamun, marah marah dan melemparkan barang barang di sekitar nya. Akhirnya pak Jamil di bawa ke rumah sakit Menur selama 1 bulan. Setelah 1bl pak Jamil pulang ke rumah dengan kondisi yang semakin membaik,namun beliau memutuskan untuk berhenti kontrol dan susah di ajak kembali berobat . Suami dari ibu Sunaipah (53 ) 2th berhenti berobat, kejiwaannya semakin parah dan di bawa kembali ke RSJ selama 2bl. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan beliau dan keluarga sehingga di lakukan kembali proses pengobatan.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:28-09-2018
Kurir:khusen mandala

Pak jamil mengalami gangguan jiwa


NAPSIANI BINTI ABDULLAH (61/pasien, NAPSIANI BINTI ABDULLAH, Diabetes DM) jalan Rame RT 21, RW 10. kel. pilang. kec. wonoayu. kab . sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Bu Napsiani sebatang kara , tnggal di sebuah rumah gubuk yang sudah di renovasi oleh pemerintah setempat. Sakitnya berawal dari 10 tahun lalu, beliau mengidap kencing manis dan berobat ke dokter terdekat tidak sampai ke rumah sakit karena keterbatasan biaya dan transportasi yang mahal. berobat pun ke dokter hanya sekali setelah itu pasien meminum obat yang di beri dokter setiap hari hingga puluhan tahun tidak lagi kontrol, itu yang mengakibatkan pendengaran pasien berkurang . Pasien memiliki kartu BPJS, selama ini untuk kehidupannya sehari-hari dapat pemberian tetangga, jika tetangga tidak memberi beliau juga tidak makan, alhamdulillah team Sedekah Rombongan Sidoarjo di pertemukan dengan Bu Napsiani dan di putuskan untuk di berikan santunan agar bisa kembali berikhtiar menjemput sehat. Terima kasih kepada sedekaholoc yang telah membantu meringankan beban para dhuafa, semoga kebaikan sedekaholig di catat dan di balas oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:28-09-2018
Kurir:khusen mandala

Bu Napsiani mengidap kencing manis


Evan Syahputra (10/pasien, Evan Syahputra, Radang otak ) Kebaron RT.4 RW. 1 . Kec. Tulangan . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur Adek Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak sejak usia 3bl, berawal dari demam dan kejang. Keluarga sempat membawa nya ke RSUD Soetomo dan sempat berobat rutin selama 2th. Ibunya ( 33 ) bekerja sebagai buruh pabrik dan bapak nya Adi Suprap ( 43 ) bekerja sebagai buruh tani. Karena biaya semakin hari semakin menumpuk dan hutang semakin banyak untuk transportasi, biaya MRS ,dll. Keluarga memutuskan berhenti berobat, meski selama ini berobat menggunakan kartu berobat BPJS , namun mereka terkendala biaya yang tidak di cover BPJS . Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan adek Evan dan keluarga , berawal dari viral di medsos , sampai berakhir menjadi pasien dampingan

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:29-09-2018
Kurir:khusen mandala

Evan memiliki penyakit radang otak dan penyempitan pembuluh darah di otak


Mudawam bin asro (67/pasien, Mudawam bin asro, Infeksi saluran kencing) Kalanganyar RT.23. RW. 05. Kalanganyar, kec. Sedati . Kab. Sidoarjo . Provinsi. Jawa Timur Pak mudawam merasakan sakit di perut bagian bawah Krn susah buang air kecil sejak 1th lalu. Saat itu hanya sekali pasang kateter karena tidak tahan sakitnya. Setelah proses pengobatan, beberapa bulan kemudian tidak lagi kambuh. Namun saat bulan puasa 2018 kemaren pak mudawam merasakan sakit yg amat sangat, lalu di larikan ke puskesmas terdekat oleh keluarga dan kembali di pasang kateter. Alhamdulilah buang air kecilnya lancar. Suami dari Bu Nur khasanah ( 56th ) ini tidak memiliki kartu berobat apapun. Setiap 2 Minggu sekali ganti selang kateter ke puskesmas. Alhamdulillah sedekah rombongan di pertemukan dengan keluarga dan di dampingi proses pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Jumlah bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:24-08-2018
Kurir:khusen mandala

Pak Mudawarman menderita infeksi saluran kencing


Didik Suhartono (36/pasien, Didik Suhartono, Infeksi saluran kencing) Krembangan RT.04 RW. 01 . Kec. Taman . Kab. Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur Pak Didik yang sehari hari bekerja sebagai penjual pentol itu sudah sebulan tidak bekerja, setiap hari mengeluhkan tubuhnya di daerah prostad. Oleh Bu Indah ( 36th ) istri dari pak Didik di bawa ke puskesmas dan mendapatkan obat. Sampai obat habis , sakitnya tak kunjung sembuh. Setelah dari puskesmas di rujuk ke RS.Siti Khotijah Krian, dokter menyarankan agar melakukan proses CT Scan untuk mengetahui jenis penyakitnya. Namun pak Didik dan keluarga tidak memiliki biaya, beliau memilih untuk pulang karena beliau tidak memiliki kartu BPJS atau kartu berobat lainnya . Penjual pentol setoran ini 2 hari lalu sakitnya bertambah parah dan mengeluarkan cairan nanah pada kelaminnya. Istri yang kebetulan kerja mengasuh anak dg gaji 450rb sebulan ini akhirnya memberanikan diri untuk meminta bantuan pada tetangga kosnya agar suami bisa berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dg pak Didik dan keluarga, sehingga menjalani proses pengobatan dengan baik.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:30-08-2018
kurir:khusen mandala

Pak Didik menderita infeksi saluran kencing


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan September 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti ban dan bahan bakar selama bulan Agustus hingga awal September 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.056.089,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional bulan September 2018


Andik Kuswanto (28/pasien, Andik Kuswanto, Kanker mata) Masangan kulon RT. 006 RW. 002 . Kec. Sukodono. Kab. Sidoarjo . Provinsi Jawa Timur Mas Andik , panggilan akrabnya , th 2015 lalu mengalami mimisan tanpa henti, merasakan pusing tak terhingga. Oleh keluarga di larikan ke puskesmas terdekat , di beri obat pereda nyeri. Setelah beberapa hari rasa itu kambuh lagi. Dan di bawa lah ke RSUD Sidoarjo, melalui proses pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya mas Andi di vonis kanker mata dan di rujuk lah ke Soetomo. Sempat berhenti berobat 1 th dan memilih pengobatan alternatif, suami dari Intan Febriana ( 25th ) bukan nya semakin sembuh namun semakin parah. Alhamdulillah sedekah Rombongan melalui pesan Viral medsos akhirnya di pertemukan dengan keluarga. Meminta kembali untuk berobat ke RSUD Soetomo dengan langkah awal melunasi BPJS nya. Alhamdulillah pasien dan keluarga mau kembali berobat. Setelah beberapa bulan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Sidoarjo , Allah berkehendak lain. Mas Andik menghembuskan nafas terakhir, semoga Amal ibadah beliau di terima Allah dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran,ketabahan, serta ke ikhlasan.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:24-10-2018
Kurir:khusen mandala

Mas Andi di vonis kanker mata


Muhammad Muklis (42/pasien, Muhammad Muklis, Gagal ginjal) Plumbungan RT.4 RW.02 . Sukodono . Kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur Berawal dari 4 th lalu pak Muklis merasakan mual ,muntah ,lemas dan bengkak pada tangan kakinya. Suami dari ibu Ninik Masturoh ( 31 ) sehari hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. 4 th lalu pak Muklis muntah muntah dan akhirnya mengganggu aktivitas beliau sehari hari. Pihak keluarga memeriksa kan pak Muklis ke dokter dan di diagnosis gagal ginjal. Hingga di haruskan menjalani cuci darah seminggu 2x. Pak Muklis berobat ke Rumah sakit Haji Surabaya menggunakan kartu berobat BPJS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Muklis dan keluarga sehingga Sedekah Rombongan Sidoarjo berkesempatan mendampingi proses berobatnya.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:0-10-2018
Kurir:khusen mandala

Pak Muklis di diagnosis gagal ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 SRI SUHARTI 1,000,000
2 RADEN NURCHOLIS 1,000,000
3 RAHAYU BINTI NGATIJO 2,400,000
4 MARYANTO BIN SULINO 1,180,678
5 DEVITA CAHYANINGRUM 1,007,360
6 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 500,000
7 HUBANATUN BINTI MARJUNI TUHA 508,000
8 MARYANTO BIN SULINO 1,266,300
9 Nur Azizi 1,000,000
10 Juremi Bin Sodimejo 1,000,000
11 Suwarsono Bin Mat Sarbun 1,000,000
12 Akad Bin Proyonadi 1,000,000
13 Agus Suyono 500,000
14 Suyitno Bin Suto Setu 500,000
15 Ardinda Mayang Marsela 500,000
16 Atik Mariyati Binti Juari 500,000
17 Srinarti Binti Slamet 500,000
18 Tinem Binti Saman 1,000,000
19 Suwarti Binti Admo Sumadi 1,000,000
20 Welas Bin Samidi 1,000,000
21 Abbad Haillun Abbidzar 500,000
22 Ulfa Imansari 500,000
23 Ulfa Imansari 500,000
24 Kuwati binti Abdullah 500,000
25 Abdul Jamil 500,000
26 APSIANI BINTI ABDULLAH 500,000
27 Evan Syahputra 500,000
28 Mudawam bin asro 1,000,000
29 Didik Suhartono 500,000
30 MTSR JOGJA 9,056,089
31 Andik Kuswanto 500,000
32 Muhammad Muklis 500,000
Total 33,418,427