Agus Suyono (49, Agus Suyono, Patah tulang kaki) Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur AGUS SUYONO (47, patah tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Dusun Godeg RT 1/1, Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus, demikian bapak 2 orang anak ini biasa disapa mengalami kecelakaan pada tanggal 20 Juli 2017. Saat kecelakaan terjadi langsung dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan dan selanjutnya dirujuk ke Rsi Madiun. Saat itu pak Agus belum memiliki Bpjs maka untuk biaya operasi dengan biaya umum sekitar 15 Juta rupiah. Karena kehabisan biaya maka istrinya yaitu bu Hendri Septiani (35) mendaftarkan Bpjs Mandiri. Walaupun sudah mempunyai Bpjs, tetapi biaya operasional untuk pengobatan dirasa masih sangat memberatkan istrinya. Biaya sewa mobil untuk kontrol ke Rsud. Soedono Madiun tiap 2 minggu sekali, obat diluar bpjs dan biaya medikasi luka setiap hari sangatlah berat. Bu Hendri yang bekerja sebagai guru Honorer di SD dengan penghasilan nya tentu tidak mampu menanggung semua biaya tersebut. Informasi mengenai pak Agus diterima dari ibu salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Sejak tanggal 12 Desember 2017 pak Agus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kedelapan pun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya medikasi setiap hari dan pembelian obat diluar Bpjs setelah sebelum nya dibantu dan masuk pada Rombongan Lama 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1142, Rombongan Baru 3 dan 7. Bu Hendri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga pak Agus segera sembuh dan beraktifitas seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Pak Agus mengalami patah tulang kaki karena kecelakaan


Margono Bin Sukadi (33, Margono Bin Sukadi, Pengapuran Ginjal) RT 3/1 Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur MARGONO BIN SUKADI (33, pengapuran ginjal). Alamat : RT 3/1 Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mas Margono menderita sakit kurang lebih enam bulan terakhir, dimulai bulan Februari 2018. Sakit nya ditandai dengan tidak bisa Bab dan setelah sakit selama 2 bulan mas Margono tidak bisa berjalan sama sekali. Selama kurun waktu 6 bulan mas Margono menjalani rawat inap di Rsi selama 10 hari, di Rsud Soedono selama 14 hari, di Rsud Sayidiman Magetan selama 7 hari. Mas Margono divonis menderita pengapuran ginjal. Saat ini sedang menjalani pengobatan rutin di Rsud. Soedono Madiun. Sejak sakit otomatis mas Margono sudah tidak dapat bekerja lagi sedangkan istri nya yaitu bu Lulik Wahyuni (32) seorang ibu rumah tangga sehingga beban biaya pengobatan ini dirasa cukup berat apalagi harus menghidupi 2 anak mereka yang masih sangat kecil. Informasi mengenai mas Margono diperoleh dari salah satu teman kurir SR Magetan. Mas Margono masuk dampingan Sedekah Rombongan Magetan sejak 20 Agustus 2018. Bantuan kedua sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan. Sebelum nya mas Margono telah menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Baru 7. Keluarga mas Margono merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yg telah disampaikan. Semoga mas Margono bisa segera sembuh dan mampu beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP @Rubi_Farma @Supriyanto

Mas Margono divonis menderita pengapuran ginjal


Srinarti Binti Slamet (47, Srinarti Binti Slamet, Ca Cervix + Myom) RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SRINARTI BINTI SLAMET (47, Ca Cervix + Myom). Alamat : RT 14 / 4 Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Narti, demikian beliau biasa disebut oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga. Bu Narti merasakan sakit sejak bulan Januari 2018. Pertama beliau berikhtiar untuk berobat ke Rsud. Sogaten Madiun. Setelah 3 bulan bu Narti di rujuk ke Rsud. Soedono Madiun dan divonis menderita Ca cervix, Myom dan Pembengkakan ginjal. Untuk berobat, bu Narti menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 3. Selanjutnya bu Narti dirujuk ke Rsup. Moewardi Solo sehingga beliau merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Suaminya yaitu pak Wiyono (49) bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Apalagi saat harus mendampingi istri nya berobat, praktis pak Wiyono tidak busa bekerja sama sekali. Saat ini bu Narti sudah menjalani 5 kali kemoterapi dan rencana nya akan dilanjutkan dengan terapi sinar. Informasi mengenai bu Narti diperoleh dari kurir SR Magetan yang sedang mengantar pasien ke Rsdm Solo. Akhirnya bu Narti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai tanggal 16 September 2018. Rasa haru dan ucapan terimakasih disampaikan oleh bu Narti atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau segera pulih dan sembuh seperti sedia kala sehingga bisa beraktifitas normal kembali. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP @Rubi_Farma @Supriyanto

Bu Narti menderita ca cervix, myom dan pembengkakan ginjal


Yudis Evan Wahyudianto (10, Yudis Evan Wahyudianto, Cerebal Palsy) Jalan Anggur RT 1/1 Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur YUDIS EVAN WAHYUDIANTO (10, Cerebal Palsy). Alamat : Jalan Anggur RT 1/1 Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Yudis, demikian adik ini biasa dipanggil oleh keluarga dan tetangga sekitar nya. Lahir sepuluh tahun yang lalu di Bidan Desa dan sudah terdeteksi menderita Cerebal Palsy. Yudis adalah putra pasangan Endah Tri Handayani (27) dan Alm. Pak Darwanto. Yudis menjalani pengobatan dan terapi selama 2 tahun di Rsud. Soeroto Ngawi. Pengobatan terhenti saat ayahnya meninggal dunia. Dan di usia 4 tahun ibu nya menikah lagi. Setelah itu Yudis melanjutkan terapi dan pengobatan rutin sebulan sekali di Rsu. Pangkalan Maospati. Kondisi perekonomian keluarga yang dibawah kemiskinan membuat Yudis tidak mendapatkan gizi yang memadahi sehingga tumbuh kembang nya kurang baik. Informasi mengenai Yudis diperoleh dari salah satu teman kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas senilai Rp. 1.000.000 pun telah diserahkan dan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi terapi sebulan sekali. Bu Endah mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga segala kebaikan para Sedekaholic berbalas beribu kebaikan dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 17 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Mirsa_DP @Rubi_Farma @Supriyanto

Yudis menderita cerebal palsy


Suminem Binti Parlan (58, Suminem Binti Parlan, Tumor Rahim) Desa Gondang RT 6/3, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SUMINEM BINTI PARLAN (58, Tumor Rahim). Alamat : Desa Gondang RT 6/3, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sum demikian biasa ibu ini dipanggil oleh keluarga, sanak saudara dan para tetangga. Sejak awal Agustus 2018 bu Sum mengalami sakit yang luar biasa pada perut nya. Saat diperiksakan ke dokter umum, bu Sum di vonis terkena infeksi usus. Namun dalam pemeriksaan lanjutan juga ditemukan karena pemakaian IUD yang sudah puluhan tahun tapi tidak dilepas. Saat operasi pelepsan IUD dilakukan, ditemukan lagi ada tumor di rahim bu Sum. Pengobatan di lakukan di Rsud. Sayidiman Magetan dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Tetapi karena kondisi bu Sum terus menurun dan tidak punya semangat untuk sembuh maka keluarga tidak membawa berobat ke Solo tetapi hanya kontrol rutin ke Rsud. Sayidiman Magetan. Suami bu Sum sudah lama meninggal dunia dan ketiga anaknya sudah berkeluarga dan kondisi perekonomian nya juga dibawah rata-rata. Berdasarkan survey di lapangan maka Santunan Lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan selanjutnya di Rsud. Sayidiman Magetan. Pak Bandi yang merupakan putra bungsu bu Sum mengucapkan terimakasih atas atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga dapat berguna untuk keluarga bu Sum. Semoga beliau segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2018
Kurir : @ErvinSurvive @ Jeans_Oswolf @Khoirul_Muklisin @Sri_Lestari

Bu Sum menderita tumor di rahim


Widjie Alwijianto (45, Widjie Alwijianto, Ca Thyroid) Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Saat ini pak Widjie menjalani pengobatan lanjutan dengan kemoterapi rutin. Santunan keenambelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta akomodasi sinar setelah sebelum nya masuk dalam rombongan lama 1023, 1030, 1044, 1059, 1069, 1083, 1091, 1107, 1117, 1126, 1136, 1141 dan Rombongan baru 2, 3 dan 7. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin

Pak Widji menderita ca thyroid


Seno Bin Supani (38, Seno Bin Supani, Gagal Ginjal) Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah dua kali seminggu ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 4 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan mulai 17 Mei 2017. Santunan kelimabelas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan Lama 1007, 1030, 1043, 1058, 1069, 1083, 1094, 1107 ,1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2, 3 dan 7. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak seno menderita gagal ginjal


Prasulistyaningtyas Binti Satyo (38, Prasulistyaningtyas Binti Satyo, Gagal Ginjal) Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. PRASULISTYANINGTYAS BINTI SATYO (38, Gagal ginjal). Alamat : Desa Sambirobyong RT 3/2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Tyas, demikian ibu dua orang anak ini biasa disapa menderita gagal ginjal. Pada bulan Oktober 2017 bu Tyas mengalami sakit punggung dan tidak nafsu makan dan karena terus berlanjut maka bu Tyas berobat ke Rsud. Pangkalan Maospati Magetan. Berikutnya saat pulang kampung di Solo, bu Tyas harus menjalani Rawat inap di RS. Panti Waloya selama seminggu di ICU dan dilakukan cuci darah sekali karena ternyata ginjal bu Tyas mengalami penurunan fungsi. Empat hari setelah pulang dari ranap kembali merasa sesak dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS. Panti Waloya lagi dan langsung di lakukan hemodialisa. Saat ini bu Tyas harus menjalani hemodialisa rutin setiap hari Rabu dan Sabtu di Rsu. Oen Kandang Sapi. Suami nya yaitu pak Gito (36) bekerja di bengkel, harus tetap bekerja dan mengurus 2 anak nya yang masih kecil dan ibu dari pak Gito yang juga dalam kondisi sakit. Saat ini bu Tyas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo karena hemodialisa dilakukan di Rumah Sakit area Solo. Bantuan ketujuh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi hemodialisa setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 1090, 1117, 1136, 1142, Rombongan Baru 3 dan 7. Bu Tyas sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Tyas bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Rubi_Farma

Bu Tyas mengalami penurunan fungsi ginjal


Rahma Nurhidayah (6, Rahma Nurhidayah, Kanker Kulit) Dukuh Kedungrejo RT 1/6 Desa Krowe, Kecamatan Lembean, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur RAHMA NURHIDAYAH (6, Kanker Kulit). Alamat : Dukuh Kedungrejo RT 1/6 Desa Krowe, Kecamatan Lembean, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Hida demikian adik ini biasa dipanggil oleh keluarga dan tetangga sekitar nya. Sejak lahir dik Hida mempunyai toh atau tanda lahir ditangan nya dan semakin bertambah lebar seiring bertambahnya usia. Dalam waktu satu tahun terakhir tanda lahir itu terasa gatal dan semakin melebar, malah saat ini sudah memenuhi sekujur kulit tubuhnya bagian kanan. Apabila sakit nya kambuh terasa gatal yang luar biasa tetapi tidak merasakan sakit. Dik Hida sudah berobat ke Dokter umum dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Oleh dokter disarankan untuk operasi saat usianya mencapai 15 tahun. Orang tua dik Hida yaitu pak Wiji (56) dan bu Suratun (51) adalah seorang buruh tani dan ibu rumah tangga sehingga merasa berat untuk membiaya pengobatan dik Hida walaupun sudah mempunyai jaminan Bpjs. Saat ini dik Hida menjalani pengobatan di Rsup. Soetomo Surabaya. Informasi mengenai dik Hida diperoleh dari teman salah satu kurir Sedekah Rombongan. Berdasarkan survey maka santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 pun telah disampaikan dan digunakan untuk tambahan biaya pengobatan. Pak Wiji sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga dik Hida segera meraih kesembuhan dan bisa hidup normal kembali seperti anak-anak sebaya nya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Suprianto

Hida menderita kanker kulit


Andik Isdianto (27, Andik Isdianto, Remuk tulang kaki karena kecelakaan) Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (45) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah (46), seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Saat ini Andik sedang menjalani pengobatan dengan pemakaian Ilizarof (alat untuk terapi penumbuhan tulang) mulai Januari 2017 sampai September 2018. Perkembangan pertumbuhan tulang sudah baik dan operasi pelepasan Illizarof dilaksanakan tanggal 28 September 2018. Santunan ke 8 titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000,-telah disampaikan dan digunakan untuk biaya rawat inap, setelah sebelum nya dilaporkan dan masuk Rombongan Lama 929, 949, 1007, 1058, 1080, 1117 dan Rombongan Baru 3. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Pak andik mengalami remuk tulang kaki karena kecelakaan


Suratmi Binti Sinung (55, Suratmi Binti Sinung, Ca Nasofaring) RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SURATMI BINTI SINUNG (55, Ca Nasofaring). Alamat : RT 25/2 Dusun Dokingkin, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi sudah satu tahun terakhir menderita sakit Ca Nasofaring. Awal nya berobat di Rsud. Sayidiman Magetan, setelah itu dirujuk ke Rsud. Soedono Madiun. Akhirnya bu Ratmi dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo dan dilakukan operasi pada bulan Juli 2017. Saat itu bu Ratmi belum punya Bpjs dan tidak ada yang mengarahkan sehingga pengobatan menggunakan biaya umum sehingga menghabiskan cukup banyak biaya. Suaminya yaitu pak Suparni (62) bekerja sebagai buruh tani sangat merasa berat untuk membiayai pengobatan bu Ratmi, sehingga setelah kontrol 4 kali pengobatan dihentikan karena kehabisan biaya. Pada bulan Desember 2017, penyakit bu Ratmi kambuh dan lebih parah dari sebelum nya. Informasi mengenai bu Ratmi diperoleh dari suami nya yang mendatangi rumah salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bu Ratmi akhir nya masuk menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan pada tanggal 1 Januari 2018. Saat ini beliau kembali menjalani pengobatan di Rsdm Solo dengan plan pengobatan kemoterapi rutin. Bantuan kedelapanpun disampaikan sebesar Rp. 500.000,- dan digunakan untuk akomodasi berobat dan kontrol rutin setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Lama 1107, 1117, 1126, 1136, Rombongan baru 2, 3 dan 7. Bu Ratmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Ratmi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mirsa_DP @Rubi_Farma

Bu Ratmi menderita sakit ca nasofaring


Sundari Binti Kartowiyono (59, Sundari Binti Kartowiyono, Myom) Jalan Tidar No. 20 RT. 8/2 Desa Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. SUNDARI BINTI KARTOWIYONO (59, Myom). Alamat : Jalan Tidar No. 20 RT. 8/2 Desa Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbak Un demikian ibu ini biasa dipanggil oleh keluarga, sanak saudara dan tetangga. Sampai umur 59 tahun mbak Un belum berkeluarga, hidup nya saat ini menumpang pada adiknya. Sejak 2013 mbak Un sudah menderita Myom dan karena keterbatasan biaya hanya melakukan pengobatan alternatif. Setelah 5 tahun sakit kondisinya saat ini sangat lemah karena pendarahan yang dialami tiap hari. Mbak Un akhirnya melakukan pengobatan secara medis di Rsud. Sayidiman Magetan. Namun karena keterbatasan peralatan maka mbak Un di rujuk ke Rsu. Oen Kandang Sapi Solo. Mbak Un berobat dengan jaminan Bpjs dan Rencana operasi akan dilakukan tanggal 4 Oktober 2018. Informasi mengenai mbak Un diperoleh dari tetangga sekitar dan melaporkan pada Kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan awal senilai Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi ranap. Mbak Un sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga mbak Un dapat segera sembuh dan beraktifitas normal seperti biasanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @RinaMayaranti

Mbak Un menderita myom


Ardinda Mayang Marsela (12, Ardinda Mayang Marsela, Pembengkakan Jantung) Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur ARDINDA MAYANG MARSELA (12, pembengkakan jantung). Dusun Suruh RT 04/02, Desa Suruh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Dinda demikian gadis cilik ini biasa dipanggil adalah putri dari bapak Awit Ardino (43) dan bu Marsini (35). Kelainan jantung yang diderita Dinda adalah bawaan dari lahir tetapi baru dirasakan lebih parah pada bulan Maret 2018. Ditandai dengan badan lemas, sering sesak nafas dan sulit makan. Dinda sempat dirawat di Rsud. Soeroto Ngawi sampai akhirnya harus dirujuk ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk pengobatan Dinda menggunakan fasilitas Bpjs Mandiri kelas 3 namun biaya akomodasi transport ke Yogyakarta dirasa sangat berat. Pak Awit yang bekerja di bengkel penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sedangkan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang praktis tidak mempunyai pendapatan sendiri. Terakhir ranap di Rsup. Sardjito Yogyakarta, Dinda diantar pulang oleh Mtsr Yogyakarta. Setelah disurvey oleh kurir Ngawi selanjutnya Dinda menjadi pasien dampingan SR Ngawi sejak 22 Juli 2018. Saat ini Dinda melakukan pengobatan dengan kontrol rutin tiap bulan ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Santunan ketiga sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Bantuan untuk Ardinda sebelum nya telah disampaikan dan dilaporkan pada Rombongan Baru 3 dan 7 Bu Marsini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan pada Dinda. Semoga Dinda segera sembuh dan dapat beraktifitas normal seperti teman-teman sebaya nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 17 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Nandha_Rizky

Dinda menderita pembengkakan jantung


Surip Binti Somo Sarmo (71, Surip Binti Somo Sarmo, Duafa / Nyeri sendi) Dusun Simo RT. 9/ 1 Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur SURIP BINTI SOMO SARMO ( 71, Duafa & Nyeri sendi ) Alamat : Dusun Simo RT. 9/ 1 Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Bu Surip waktu mudanya memang pekerja keras. Sebagai penjual tahu yang sering berjalan cukup jauh untuk menuju ke pasar. Hampir setahun yang lalu mereka sudah tidak mampu untuk bekerja lagi, mengingat kondisi kesehatannya mulai terganggu. Nyeri pinggang dan nyeri pada sendi kakinya sering kambuh. Obat yang diminum obat bebas yang dibelinya dari toko. Keadaannya sangat terbatas, untuk keperluan sehari hari berasal dari anak anaknya dan terkadang mendapat bantuan dari tetangga kanan kirinya. Bu Surip sangat berterima kasih kepada para sedekaholic atas bantuan yang diberikan kepadanya melalui Sedekah Rombongan. Semoga mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Yang Mahakuasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bantuan tunai


Sanem Binti Sonorejo (77, Sanem Binti Sonorejo, Duafa Lumpuh) Dusun Bogem RT. 1/ 2 Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur SANEM BINTI SONOREJO ( 77, Duafa & Lumpuh ) Alamat : Dusun Bogem RT. 1/ 2 Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Bu Sanem semenjak dua tahun yang lalu mengalami kelumpuhan, dan terbaring lemah di tempat tidurnya. Sehingga sudah tidak mampu lagi untuk bekerja. Anak semata wayangnya laki laki lah yang merawatnya, walaupun memiliki keterbatasan mental namun masih bisa menyiapkan makanan menyuapi ibunya yang sedang sakit. Sampai saat ini bu Sanem tidak pernah berobat ke dokter mengingat keterbatasannya. Untuk keperluan sehari hari didapat dari bantuan tetangga dan sanak familinya. Bu Sanem sangat berterima kasih atas kepedulian sedekaholic membantu meringankan beban hidupnya. Semoga Alloh SWT mengabulkan segala hajatnya, diberi umur panjang dan rezeqi yang barokah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bantuan tunai


Siti Aminah Binti Suyanto (26, Siti Aminah Binti Suyanto, Duafa Bibir Sumbing) Dusun Manyul RT. 3 / 2 Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur SITI AMINAH BINTI SUYANTO ( 26, Duafa) Alamat : Dusun Manyul RT. 3 / 2 Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Mbak Siti telah berkeluarga dan sekarang sedang mengandung anak keduanya dengan usia kehamilan 6 bulan, kondisinya sehat. Anak pertamanya laki laki yang sekarang baru sekolah masuk TK. Suaminya bekerja serabutan dan penghasilan yang didapatkan sangat pas pasan. Rumah yang ditinggali masih menumpang pada orang tuanya, dengan kondisi sangat sederhana. Sebagai penyandang bibir sumbing Siti sangat beruntung telah menjalani operasi 4 kali atas kerja keras orang tuanya mencari bantuan. Ia bisa berkomunikasi dengan lancar walaupun terdengar agak sengau. Anak laki lakinya normal. Alhamdulillah Siti dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bisa mendapatkan bantuan lepas untuk biaya hidup sehari hari. Mereka dan kedua orangtuanya sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diterimanya. Semoga para sedekaholic mendapatkan pahala berlipat dan rezeqi yang berlimpah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @Dwi_Sulasno

Bantuan tunai


Siti Fatimah (51, Siti Fatimah , Kanker Rahim) Desa Banjarsari Kulon, RT 5/2, Kec. Dagangan, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur SITI FATIMAH (51, Kanker Rahim). Alamat : Desa Banjarsari Kulon, RT 5/2, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Siti Fatimah biasa dipanggil Bu Siti adalah sosok ibu rumah tangga yang hanya bekerja sebagai pengrajin sapu ijuk rumahan, setelah suami beliau meninggalkan rumah sejak anaknya masih kecil sampai sekarang beliau tinggal hanya bersama anak laki-laki semata wayangnya yang masih duduk di kelas 8, di saat penghasilannya yang hanya pas buat makan sehari-hari, beliau diberi cobaan sakit Ginekologi, sakit yg sudah sejak bulan Januari beliau rasakan sangat menggangu aktifitasnya. Awal sakitnya beliau periksa di puskesmas desa dan karena keterbatasan sarana beliau dirujuk di rumah sakit daerah Madiun, karena sakit beliau akhirnya rumah sakit merujuk ke Muwardi Solo yang lebih lengkap sarana kesehatannya. Melihat anaknya yg masih butuh perhatian, Ibu Siti bertekat untuk bisa sembuh dari sakit yg dideritanya. Untuk saat ini beliau rutin kontrol ke RSU Muwardi Solo, dengan keadaan perekonomian yang pas – pasan beliau harus mengumpulkan uang untuk ke solo naik bis yang terkadang harus berdesak-desakan dengan menahan rasa sakitnya dan kadang harus menginap untuk menunggu hasil kontrol. Bu Siti memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Siti. Bantuan keenampun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, setelah sebelumnya menerima bantuan dan masuk dalam Rombongan Lama 1133 , 1142, Rombongan Baru 2, 3, dan 8. Bu Siti merasa senang sekali, bersyukur kepada Allah, dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk bisa sembuh dari sakit yang menjadi momok semua wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Dedik1914

Bu Siti menderita kanker rahim


Sri Mulyani Binti Sukadi (39, Sri Mulyani Binti Sukadi, Tumor Kandungan) Desa Tawanganom RT 2/4, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur SRI MULYANI BINTI SUKADI (39, Tumor Kandungan). Alamat : Desa Tawanganom RT 2/4, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sri, demikian biasa beliau dipanggil oleh kekuarga dan sanak saudara. Bu Sri sudah menderita sakit semenjak 2 tahun lalu tapi tidak dihiraukan. Karena kondisi semakin memburuk maka bu Sri memutuskan pulang kampung ke Magetan dari rantauan nya di Sumatra. Suaminya yaitu pak Arifai (37) bekerja sebagai nelayan, praktis sudah tidak dapat bekerja lagi setelah pulang ke Magetan. Dua orang anak nya yang masih kecil juga ikut pulang kampung. Sampai di kampung halaman bu Sri dibantu oleh keluarga melakukan pengobatan, dimulai dari Rsud Soedono Madiun dan akhir nya dirujuk ke Rsdm Solo. Pengobatan dilakukan dengan biaya umum karena tidak mempunyai Bpjs sedangkan mau membuat Bpjs Mandiri terbentur oleh Ktp dan surat-surat lain yang hilang saat di perantauan. Karena di Rsdm Solo harus antri untuk tindakan operasi maka keluarga memutuskan untuk melakukan operasi di Klinik Permata Harapan Cancer Centre dan menghabiskan biaya hingga 30 juta. Saat ini bu Sri menjalani kontrol rutin tiap sebulan sekali. Informasi mengenai bu Sri diperoleh dari salah satu sedekaholic lokal Magetan dan disampaikan pada kurir Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.500.000,- pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dsn biaya transportasi. Bu Sri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sri bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Khoirul_Mukhlisin @Sri_Lestari

Bu Sri menderita tumor rahim


Mudjiaman Bin Sadiran (52, Mudjiaman Bin Sadiran, Kanker Leher) Jalan Merpati, Gang Ayam Alas, No. 6B, RT. 7/3, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur MUDJIAMAN BIN SADIRAN (52, Kanker Leher). Alamat : Jalan Merpati, Gang Ayam Alas, No. 6B, RT. 7/3, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Prov. Jawa Timur. Pak Jaman biasa dipanggil demikian oleh tetangga. Pak Jaman awalnya kontrak rumah sendiri di Jl. Merpati Madiun, karena semenjak 4 bulan yang lalu dinyatakan oleh dokter mengidap tumor colli (leher kiri) akhirnya beliau memutuskan untuk pulang kumpul bersama di rumah ibunya (yg hidup sendiri). Pak Jaman adalah seorang dhuafa yang tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak punya pekerjaan tetap. Beliau tinggal disebuah rumah kecil yang berdiri diatas tanah milik orang lain bersama ibunya (80). Untuk makan setiap hari biasanya tergantung pada tetangganya dan saudara jauh. Setelah beliau dinyatakan positif mengidap kanker, beliau rutin untuk periksa yang kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Moewardi Solo. Karena sakit yang dideritanya membutuhkan penanganan yang intensif dan alat yang memadai, maka saat ini beliau dirujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. SedekahRombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Jaman sekeluarga. Santunan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Jaman. Keluarga dari pak Jaman merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Pak Jaman mengidap tumor colli (leher kiri)


MTSR Madiun (0, MTSR Madiun, Biaya Operasional September 2018) Madiun MTSR MADIUN (AD 9383 PR, Biaya Operasional September 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedono, RSUD Dolopo, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. Sarjito dan RSUP Dr. Moewardi dan juga RSUP Dr. Soetomo. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, konsumsi dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan baru 8.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.185.609,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @IqbalFahmi09

Biaya operasional September 2018


Mtsr 1 Magetan September 2018 (0, Mtsr 1 Magetan September 2018, Operasional SR) Jalan Hasanuddin Selosari Magetan Jatim MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional September 2018). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan September 2018 sebesar Rp 2.143.000,- di gunakan untuk pembelian BBM, biaya cuci mobil dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR 1 Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada Rombongan Baru 4

Jumlah Bantuan : Rp 2.143.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional September 2018


Mtsr 2 Magetan September 2018 (0, Mtsr 2 Magetan September 2018, Operasional SR) Jalan Hasanuddin Selosari Magetan Jatim MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional September 2018). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan September 2018 sebesar Rp 3.035.000,- di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, biaya cuci Mtsr serta jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada Rombongan Baru 9.

Jumlah Bantuan : Rp 3.035.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional September 2018


Operasional Rssr Magetan September 2018 (0, Operasional Rssr Magetan September 2018, Operasional SR) Jalan Hasanuddin Selosari Magetan Jatim RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2018). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan September 2018 setelah sebelum nya masuk Rombongan Baru 9.

Jumlah Santunan : Rp 1.756.536,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional September 2018


Sembako Pasien Rssr September 2018 (0, Sembako Pasien Rssr September 2018, Pasien SR) Jalan Hasanuddin Selosari Magetan Jatim RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan September 2018). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien selama bulan September 2018. Laporan sebelum nya masuk Rombongan Baru 9.

Jumlah Santunan : Rp 613.600,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya sembako pasien


MEI NURAZIZAH (25, MEI NURAZIZAH, TB Tulang) Jl.Kh Nursaleh Rt.02 Rw.05 Desa Cisuru Kec.Cipari Kab.Cilacap MEI NURAZIZAH (25, TB Tulang). Alamat : Jalan K.H Nursaleh, RT 2/5, Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2016, sakit yang diderita Mei berawal dari munculnya benjolan di kaki. Kemudian ia memeriksakan diri dan didiagnosis mengidap infeksi tulang. Mei menjalani operasi di salah satu Rumah Sakit di Bogor. Kemudian pindah ke Cisuru, Mei mengalami kejadian terpleset yang mengharuskan ia di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan di vonis terkena TB Tulang. Dari RSUD Banyumas, Mei dirujuk ke Rumah Sakit Soeharso untuk menjalani operasi. Kondisi Mei saat ini masih belum bisa berjalan. Sebelumnya Mei bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik di Bogor. Mengingat keadaanya yang tidak memungkinan, Mei memilih untuk mengundurkan diri. Ibunya, Rohayati (46) bekerja sebagai pedagang jajanan. Selama pengobatan Mei menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mei mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan sudah tidak bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mei untuk menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat dan semoga Mei lekas sembuh.

Jumlah Bantuan:Rp. 1.000.000
Tanggal:08-09-2018
Kurir : @ddeean Khaerul @yaswi_rd

Bu Mei di vonis terkena TB Tulang


NURHIDAYATI ACH NUR SAMSI (58, NURHIDAYATI ACH NUR SAMSI, Kanker Payudara ) JL. Brigjen Jl.Brigjen katamso RT 3 RW 1 Purwokerto Timur Kab.Banyumas. NURHIDAYATI ACH NUR SAMSI (58, Tumor Payudara Kanan). Alamat : Jalan Brigjen Katamso, RT 3/1, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Mulai tahun 2007, Ibu Yati mengalami demam dan sakit pada sekujur tubuhnya terutama bagian dada dan lengan tangan kirinya. Selang beberapa bulan kemudian, kondisi payudara Ibu Yati mulai membesar (payudara kiri). Karena keterbatasaan ekonomi, akhirnya Ibu Yati dan keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan secara tradisional. Setelah rutin melakukan pengobatan tradisional, kondisi Ibu Yati mulai membaik dan sembuh. Namun, pada bulan juni 2018 kondisi Ibu Yati mulai memburuk. Dimulai dari membengkaknya lengan tangan kanan kiri serta payudara kanan sudah membesar. Ibu Yati tidak berani memeriksakan ke rumah sakit karena masalah ekonomi. Kondisi Ibu Yati saat ini payudara sebelah kanan makin membesar. Suaminya yaitu Bapak Ach Nur Samsi (54) hanya seorang buruh. Kendala yang beliau hadapi adalah tidak mempunyai fasilitas kesehatan apapun, dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Yati dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic yang digunakan untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:09-09-2018
Kurir : @ddeean Khaerul @yaswi_rd

Bu Nur menderita kanker payudara


KISLAM WAHYUDI (55, KISLAM WAHYUDI, Fraktur dan Luka Bakar 60%) Dusun Curug Desa Jambusari rt 3/0o kec. Jeruk Legi. Kab. Cilacap. Provinsi jawa tengah KISLAM WAHYUDI (55, Fraktur + Luka Bakar 60%). Alamat : RT 3/1, Dusun Curug, Desa Jambusari, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, Bapak Kislam sedang memasang tenda. Nahas beliau tersengat listrik sehingga terjatuh. Kemudian beliau dibawa ke Klinik Aminah dan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Tangan kirinya harus diamputasi dan 60% tubuhnya terkena luka bakar. Kondisi Bapak Kislam saat ini masih belum bisa berjalan dan luka bakar masih basah. Istrinya yaitu Ibu Ridem (36) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Bapak Kislam menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Beliau menghadapi kesulitan dalam pembelian perban dan juga infus. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Kislam dan menyampaikan santunan yang digunakan untuk pembelian perban dan infus. Semoga bermanfaat dan Bapak Kislam lekas sembuh.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:08-09-2018
Kurir : @ddeean Khaerul @yaswi_rd

Pak Kislam tangan kirinya harus diamputasi dan 60% tubuhnya terkena luka bakar


YULIANTO BIN NASIR (37, YULIANTO BIN NASIR, Gagal ginjal komplikasi) Jl. Kulon, RT 1/ RW 3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas, propinsi Jawa Tengah YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jalan Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu dua kali sepekan. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan Bapak Yulianto dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut, serta untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1145. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa
Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:12-09-2018

Pak Yulianto mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak


SATIMAN BIN SAJUM (55, SATIMAN BIN SAJUM, Gagal ginjal) RT 2/ RW 4, Desa kalisube, kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas, provinsi Jawa Tengah SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak lebih dari 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1145. Kini Bapak Satiman masih sering merasa sesak nafas dan mudah merasa lelah. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Kurir : @ddeean Yunanto @paulsyifa
Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:12-09-2018

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal


MUAISAH BINTI YUGIANTO (2, MUAISAH BINTI YUGIANTO, Hydrocephalus) RT 2 RW 3 Desa Pengalusan kec. Mrebet Kab. Purbalingga Jateng MUAISAH BINTI YUGIANTO (2, Hydrocephalus). Alamat : RT 2/3, Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 8 bulan di dalam kandungan, Aisah sudah didiagnosis menderita hydrocephalus. Berawal ketika ibunya memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Serayu Larangan dan bidan. Beliau direkomendasikan untuk melakukan USG ke rumah sakit karena didiagnosis ada kelainan pada janin. Setelah dilakukan USG di Rumah Sakit (RS) Ummu Hani, diketahui lingkar kepala janin 25 cm dan diagnosis hydrocephalus. Lalu diambil tindakan operasi sesar. Setelah lahir, kepala Aisah membesar. Pada usia 1 bulan, lingkar kepala Aisah sudah 65 cm. Ia pun menjalani operasi pemasangan selang di kepala. Kemudian setiap dua pekan sekali, Aisah menjalani terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Goetheng Taroenadibrata Purbalingga dan kontrol di Rumah Sakit (RS) Margono Soekarjo setiap 6 bulan sekali. Namun, karena terkendala biaya sehingga tidak mampu membayar iuran jaminan kesehatan ke BPJS selama 7 bulan dan akomodasi terapi tiap pekan mengakibatkan Aisah berhenti terapi dan kontrol. Aisah adalah putri Bapak Yugianto (35) dan Ibu Mihanti (33). Bapak Yugi bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta dan Ibu Mihanti bekerja sebagai buruh bulu mata palsu di rumah. Penghasilan mereka yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak bisa membayar iuran BPJS dan biaya akomodasi saat terapi. Aisah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan orang tua Aisah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi terapi di RS Goetheng Purbalingga yang dilakukan tiap pekan. Santunan sebelumya telah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1129. Saat ini kondisi Aisah mengalami kemajuan, sudah mulai bisa tengkurap, dan masih rutin terapi tiap pekan di RSUD dr. R. Goetheng Taroenadibrata Purbalingga.

Kurir : @ddeean Didik Rahayu
Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:06-09-2018

Aisah sudah didiagnosis menderita hydrocephalus


WIDI MUSTIKANINGTYAS (17, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Dusun Katerban, RT 2/4, Desa Katerban, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. 2 tahun yang lalu Widi terjatuh dan tidak di obati karena kondisi ekonomi dan pengetahuan keluarganya yang kurang dianggap hanya kecelakaan kecil biasa. Bulan april 2018 Widi merasakan sakit dan nyeri di bagian tulang belakang. Pada tulang belakangnya terdapat benjolan. Ia oleh keluarganya dibawa berobat ke alternatif sebanyak 3 kali. Karena tidak menunjukan hasil, orangtuanya kemudian membawanya ke Puskesmas pada tanggal 23 Juni 2018 untuk di periksa secara medis. Dari Puskesmas ia di rujuk ke RSUD Tjitrowardoyo Purworejo, dan hasil diagnosa dokter, Widi menderita kanker tulang belakang. Dokter di RSUD Tjitrowardoyo merujuknya ke poli ortopedi RSUP Dr Sardjito yang mempunyai fasilitas pelayanan lebih komplit dan canggih. Pada tanggal 5 September 2018, Widi mejalani operasi di RSUP Dr Sardjito dan dirawat disana selama … hari. Alhamdulillah biaya pengobatan dan rawat di rumah sakit ditanggung dari BPJS/KIS. Pasca operasi ia harus menjalani kontrol rutin dan dokter menyarankan untuk menggunakan korset untuk membantu menopang tulang belakangnya yang tidak ditanggung BPJS. Jarak rumahnya yang jauh ke RSUP Dr Sardjito membuat keluarga ini kesulitan dalam hal transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Kondisi widi saat ini belum bisa duduk, untuk pengobatan harus menggunakan bed. Ayahnya, Bapak Mustarom (50) hanyalah seorang petani desa yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Dan ibunya Endang Aminah (45) ibu rumahtangga yang kadang membantu ayahnya ke sawah disela waktu luangnya mengurus rumah dan anaknya. Sedekah rombongan menyampaikan amanah sedekah holics untuk membeli korset dan obat yang tidak ditanggung BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.113.200,-
Tanggal: 14 September 2018
Kurir: @anggakusumaari @najwaaFN @wulansa43510514 Perawat RSSR Jogja

Widi menderita kanker tulang belakang


PARLAN BIN AMAT MARJUNI (58, Hipertensi + Stroke). Alamat : Sawo RT 6, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, DIY. Mbah Bujang begitu Pak Parlan biasa dipanggil dikampung Sawo, sesuai statusnya yang sampai saat ini masih lajang. Beliau tinggal seorang diri dirumahnya selama bertahun-tahun, dan tahun ini rumahnya di kontrakan dengan menyisakan satu ruangan di belakang.untuk beliau tempati. Pada hari Sabtu tanggal 18 Agustus 2018, Pak Priyo yang mengontrak rumahnya, mendengar suara barang yang terjatuh diikuti suara teriakan Mbah Bujang minta tolong. Pak Priyo menghampirinya, dan mendapati Mbah Bujang dalam keadaan terjatuh dilantai dan mengeluh tangannya tidak bisa digerakkan. Pak Priyo kemudian mengangkatnya ke tempat tidur dengan kasur lantai tipis yang sudah usang, dan mengompresnya dengan air hangat. Keesokan harinya, Mbah Bujang mengalami hal yang sama, kali ini tangannya terluka dan berlumuran darah. Lalu pak Priyo menghubungi saudaranya, Mbah Slamet (yang juga masih bujang). Setelah bermusyawarah, Mbah Bujang dibawa ke RS Nurhidayah dan dirawat di sana selama sepekan. Beliau menderita Stroke, badan sebelah kanannya tidak bisa digerakkan, hanya bisa berbaring, makan dan minum harus dilayani. Pasca perawatan di rumah sakit dokter menyarankannya harus kontrol rutin sepekan sekali. Alhamdulillah Pak Parlan memiliki jamkesda untuk biaya pengobatan dan rumah sakit. Dari rumah sakit ia dibawa ke rumah Mbah Slamet, dirawat disebuah kamar yang cukup sederhana dan belum ada lampunya. Dirumah ini beliau dirawat oleh kakak dan keponakannya. Untuk akomodasi dan transpotasi kontrol rutin beliau mengalami kesulitan, alhamdulillah sedekah rombongan berkesempatan bertemu dengan beliau membantu transportasi dan memberikan amanah sedekah hollics untuk pembelian tempat tidur dan akomodasinya. Saat ini beliau sudah bisa duduk dengan di bantu menggunakan kursi roda. Semoga kondisi Pak Parlan segera pulih.

Jumlah Bantuan : Rp 752.175,-
Tanggal : 27 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @keliqer @wulansa43510514 @satyaluke Shobirin

Pak parlan menderita hipertensi + stroke


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan September 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan wilayah Jogja diberi amanah enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini ialah salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini untuk pembelian bahan bakar selama bulan Agustus hingga awal September 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan.­

Jumlah Bantuan : Rp. 3.481.089,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional September 2018


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan September 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survei target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang, wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Bantuan ini digunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga Awal September 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.481.089,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional September 2018


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Juni 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum. Saat ini, Sedekah Rombongan wilayah Jogja memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama bulan Juli 2018. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.481.089,-
Tanggal : 28 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @anjesmou @panggihjuni

Biaya operasional September 2018


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien September 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pasien-pasien tersebut sedang melakukan pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta, seperti RSUP dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RSPAU dr. Hardjolukito. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Kemudian pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja berasal dari wilayah DIY, tetapi ada juga yang berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Banjarnegara, Temanggung bahkan dari luar pulau seperti Sorong, Batam dsb. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan katering pasien, biaya pembelian suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa roll steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien selama bulan September 2018. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.515.680,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir: @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien September 2018


RSSR JOGJA (Operasional Bulan September 2018). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. RSSR Jogja terdiri dari 2 rumah singgah yaitu RSSR 1 dengan bangunan 2 lantai yang dipergunakan untuk rumah singgah pasien anak dan kantor aadministrasi pusat, dan RSSR 2 untuk pasien dewasa. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan September 2018 yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi perawat, pembelian perlengkapan RSSR, dan biaya listrik/air/internet, biaya pemeliharaan dan perbaikan rumah singgah dan peralatan rumah singgah. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan Baru 9. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.140.775,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @najwaaFN @panggihjuni Perawat RSSR

Biaya operasional September 2018


JOKO SANTOSA (26, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya sangat lemah. Saat itu Joko langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS Mandiri Kelas III. Joko telah menjalani serangkaian jadwal kemoterapi. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin dan serangkaian kemoterapi lanjutan di RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Bantuan ini disampaikan untuk pembelian susu pasien, cek laboratorium dan obat yang tidak tercover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada Rombongan Baru 6. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 672.500,-
Tanggal : 29 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN @wulansa43510514 Perawat RSSR Jogja

Joko menderita kanker nasofaring


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Juni 2018) (-, MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Juni 2018), -) – Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, Tune Up,Ganti Oli Ringan Dan Service Ringan. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1145.

Kurir : @ddeean Khaerul
Jumlah bantuan:Rp. 4.487.622
Tanggal:31-07-2018

Biaya Operasional Juni 2018


BUDI DARMAWAN (44, BUDI DARMAWAN, Batu Ginjal) Panusupan RT 006 RW 02 Alamat : RT 1/5, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Budi mengalami susah buang air kecil dan sakit di daerah punggung. Beliau kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Gutheng Purbalingga. Setelah dicek beberapa kali ternyata Bapak Budi menderita sakit batu ginjal. Beliau pun sudah menjalani perawatan namun ternyata belum ada perubahan. Oleh karena itu pada tanggal 3 Agustus 2018 dokter menyarankan agar Bapak Budi segera menjalani operasi pengambilan batu ginjal. Bapak Budi hanya bekerja sebagai supir.Selama ini kebutuhan sehari-hari keluarganya dibantu anaknya. Selama berobat Pak Budi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan dana untuk biaya operasi, kontrol serta akomodasi. Alhamdulillah sedekah rombongan dipertemukan dengan Bapak Budi dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Budi segera sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Kurir : @ddeean @purnawanspd @paulsyifa
Jumlah bantuan:Rp. 500.000
Tanggal:02-09-2018

Bapak Budi menderita sakit batu ginjal


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR September 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan September 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan

Jumlah Santunan : Rp. 762.500,-
Tanggal : 28 September 2018
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @budaili

Sembako pasien RSSR September 2018


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR September 2018 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Ekspedisi Berkas Dll. yaitu selama bulan September 2018. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 8

Jumlah Santunan : Rp. 1.445.380,-
Tanggal : 30 September 2018
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @danafathorrohman

Biaya operasional September 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + F 6185 BM, Biaya Operasional September 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan Motor Tempur Sedekah Rombongan ini, terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Biaya Kendaraan, Service MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 8

Jumlah santunan: Rp. 1.451.000,-
Tanggal: 26 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @budiali

Biaya operasional September 2018


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional September 2018 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, Perpanjang STNK MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 8

Jumlah santunan: Rp.1.766.000,-
Tanggal: 28 September 2018
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Biaya operasional September 2018


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Agustus 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja memiliki enam unit mobil tanggap, lima mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan satu ambulan untuk area Kulonprogo. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta dan sekitarnya. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR juga sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pajak tahunan kendaraan, pembelian bateray remote kunci dan bahan bakar selama bulan Juli 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada Rombongan Baru 10. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.318.860,-
Tanggal : 31 Agustus 2018
Kurir : @anggakusumaari @anjesmou @wulansa43510514 @panggihjuni

Biaya operasional Agustus 2018


NAZRAN MUHAMMAD AKBAR KHALFANI (2, Gloucoma), Alamat : Dusun Trimulyo RT 02 RW 01 Desa Trimulyo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 1.5 bulan ananda Akbar diberikan ujian dari Alloh. Saat itu gejala awal yang ditunjukkan adalah demam dan kejang, kemudian orang tua membawa Ananda ke bidan desa setempat. Karena kondisi Ananda yang semakin parah lalu dirujuk ke RS. Tjitro Wardjojo Purworejo selama 3 minggu dengan menggunakan fasilitas Jamkesda. Dari efek sakit panas dan kejang kemudian terjadi pendarahan otak yang menyebabkan semakin lama fungsi penglihatan menurun, hydrocepallus dan mengalami perkembangan mental. Atas saran dari dokter yang menangani ananda dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta agar hasil diagnosa dan penanganan lebih lanjut bisa dilaksanakan semaksimal mungkin. Hasil diagnosa dokter gangguan mata ananda karena Gloucoma. Ananda Akbar adalah anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan bapak Bambang Sukmantoro (50) dan ibu Elin Herlina (37). Pak Bambang yang berprofesi sebagai penjual sembako tidak cukup untuk membawa ananda berobat ke RS Sardjito Yogjakarta. Selain hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari pak Bambang juga masih membiayai sekolah kedua kakak ananda Akbar. Alhamduliah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ananda Akbar, kami prihatin dengan kondisi Ananda yang hampir 7 bulan tidak ditanggani medis dengan semestinya. Ananda Akbar telah menjadi pasien dampingan sedekah rombongan lebih dari setahun. Ia sering singgah di rumah singgah sedekah rombongan Jogja selama menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Saat ini ia masih menjalani terapi rutin untuk perkembangan kesehatannya. Bantuan kali ini untuk biaya terapi, pembelian obat yang tidak tercover Jamkesda dan pembelian susu Akbar. Bantuan sebelumnya dimasukkan dalam Rombongan 932.

Jumlah Bantuan : Rp. 555.883,-
Tanggal : 24 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @najwaaFN @wulansa43510514 @panggihjuni Perawat RSSR Jogja

Nazran menderita gloucoma


MTSR JOGJA (AB 1070 RJ, Operasional Bulan September 2018). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Beberapa waktu lalu, seorang sedekaholics menyedekahkan mobilnya untuk dijadikan MTSR. Saat ini mobil ber-merk APV warna putih ini telah beroperasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. MTSR ini diperuntukkan utamanya untuk pasien dhuafa, sebagai fasilitas pendukung proses menjemput kesembuhan. Selain untuk pasien dampingan Sedekah Rombongan, masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Meski masih bisa dibilang baru beroperasi, tetapi tidak menyurutkan semangat kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk memaksimalkan penggunaan MTSR ini. MTSR juga digunakan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. MTSR ini telah diset-up dari mobil pribadi ke ambulans transport demi kenyamanan pasien. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama bulan Agustus 2018. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan baru 6. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics Sedekah Rombongan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2018
Kurir : @anggakusumaari @wulansa43510514 @panggihjuni Endro

Biaya operasional September 2018


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Agus Suyono 500,000
2 Margono Bin Sukadi 500,000
3 Srinarti Binti Slamet 500,000
4 Yudis Evan Wahyudianto 1,000,000
5 Suminem Binti Parlan 1,000,000
6 Widjie Alwijianto 500,000
7 Seno Bin Supani 500,000
8 Prasulistyaningtyas Binti Satyo 500,000
9 Rahma Nurhidayah 1,000,000
10 Andik Isdianto 500,000
11 Suratmi Binti Sinung 500,000
12 Sundari Binti Kartowiyono 500,000
13 Ardinda Mayang Marsela 500,000
14 Surip Binti Somo Sarmo 1,000,000
15 Sanem Binti Sonorejo 1,000,000
16 Siti Aminah Binti Suyanto 1,000,000
17 Siti Fatimah 750,000
18 Sri Mulyani Binti Sukadi 1,500,000
19 Mudjiaman Bin Sadiran 500,000
20 MTSR Madiun 5,185,609
21 Mtsr 1 Magetan 2,143,000
22 Mtsr 2 Magetan 3,035,000
23 Rssr Magetan 1,756,536
24 Sembako Pasien Rssr Magetan 613,600
25 MEI NURAZIZAH 1,000,000
26 NURHIDAYATI ACH NUR SAMSI 500,000
27 KISLAM WAHYUDI 500,000
28 YULIANTO BIN NASIR 500,000
29 SATIMAN BIN SAJUM 500,000
30 MUAISAH BINTI YUGIANTO 500,000
31 WIDI MUSTIKANINGTYAS 1,113,200
32 PARLAN BIN AMAT MARJUNI 752,175
33 MTSR JOGJA 3,481,089
34 MTSR JOGJA 3,481,089
35 RSSR JOGJA 11,515,680
36 RSSR JOGJA 2,140,775
37 JOKO SANTOSA 672,500
38 MTSR PURWOKERTO 4,487,622
39 BUDI DARMAWAN 500,000
40 RSSR JEMBER 762,500
41 RSSR JEMBER 1,445,380
42 MTSR JEMBER 1,451,000
43 MTSR JEMBER 1,766,000
44 MTSR JOGJA 7,318,860
45 NAZRAN MUHAMMAD AKBAR KHALFANI 555,883
46 MTSR JOGJA 500,000
Total 71,927,498