MUHAMMAD ALFA RIZQI, (3, Syndrome Nefrotik ). Alamat : Kp. Kepaduri no.10, Rt 08/10, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Adik manis yang biasa kami panggil Rizqi ini adalah putra bungsu dari pasangan Bapak Jumah (40) dan Ibu Radia (35). Saat menginjak usia 1 tahun, Rizqi mengalami demam dan diare yang tak kunjung sembuh, ia kemudian dibawa berobat ke dokter umum di daerahnya. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa Rizqi hanya mengalami demam dan diare biasa, tidak terjangkit penyakit apapun. Namun, karena demam yang kunjung turun dan diare yang juga belum berhenti, akhirnya ia dibawa berobat ke RS. Harapan Kita, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Rizqi menderita penyakit ginjal bocor, atau secara medis disebut syndrome nefrotik. Saat ini setiap satu bulan satu kali ia harus menjalani control pemeriksaan juga penambahan albumin, dokter pun menyarankan agar Rizqi segera melakukan kemotherapy. Namun karena keterabatasan biaya, saat ini Rizqi belum bisa menjalani kemotheraphy. Ayahnya Jumah (40) adalah seorang sopir yang penghasilannya tak menentu, ia pun memiliki lima tanggungan anak yang kebutuhannya harus dipenuhi setiap hari. Alhamdulillah, kurir #SR ditakdirkan bertemu dengan keluarga Rizqi, kami menyatakan niatan kami untuk sedikit mengurangi beban biaya pengobatan Rizqi. Bantuan lanjutan pun tersalurkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RS. Harapan Kita. Semoga adik kecil segera Allah angkat penyakitnya, agar bisa kembali ceria seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 841.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rianananudz @rexy_eas

Alfa menderita Syndrome Nefrotik

Alfa menderita Syndrome Nefrotik

ACEP ATMA AL WIJAYA, (47, TB Paru dan Asam Urat). Alamat : Kampung Teropong RT. 04/01, Kelurahan Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Acep biasa kami menyapa adalah seorang ustadz yang biasanya mengajarkan mengaji anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya. Namun setahun yang lalu semua aktivitas tersebut terpaksa di hentikan yang di sebabkan oleh kesehatan Pak Acep yang menurun, Pak Acep sering merasakan sesak nafas, sering demam tinggi hingga membuat kondisi fisiknya lemah dan berat badannya menyusut. Karena khawatir, Pak Acep akhirnya dibawa oleh Ibu Elim (43) ke RSUD Kota Bogor untuk memeriksa kondisi kesehatannya dan oleh pihak RSUD di diagnose mengidap TB paru dan harus di rujuk ke RS khusus Paru-paru di Cisarua. Setelah beberapa minggu di rawat Pak Acep di izinkan untuk pulang dengan catatan harus control 2 minggu sekali. Setelah beberapa hari di rumah, Pak Acep kembali merasakan sakit namun sakit yang di rasakan berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini sakit yang di rasakan adalah nyeri pada seluruh badannya yang membuat badannya sulit untuk di gerakan. Akhirnya Pak Acep pun kembali memeriksakan kondisi kesehatannya di RSUD Kota Bogor dan hasil pemeriksaannya Pak Acep juga di diagnosa mengidap Asam Urat. Pak Acep mempunyai tanggungan 4 orang anak yang masih membutuhka biaya untuk sekolah, namun kondisi kesehatan Pak Acep yang menurun membuat ia tidak bisa bekerja menafkahi keluarganya. Alhamdulillah kurir #SR di pertemukan oleh Pak Acep dan Keluarga. Bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk Pak Acep dan keluarga yang dipergunakan untuk akomodasi ke rumah sakit dan untuk biaya selama Pak Acep dirawat di RSUD Kota Bogor. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 859.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas+

Pak acep menderita TB Paru dan Asam Urat

Pak acep menderita TB Paru dan Asam Urat

————-

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN BOGOR, (B 1681 SIF, Biaya Operasional Juni 2016). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya  mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 859

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya operasional

Biaya operasional

———–

NENAH BINTI MAHMUDA (54, Ca Mammae). Alamat : Alamat: Gang Bambu Kuning, Rt. 9/2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berawal dari 2 tahun yang lalu, Mak Nenah biasa kami menyapa merasakan ada hal aneh berupa benjolan kecil di daerah payudaranya. Sempat diperiksa di RSUD kota Bogor dan oleh dokter disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut, namun karena merasa akan sembuh dengan sendiri nya akhirnya Mak Nenah tidak mengikuti saran dari dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah berjalan hampir 1 tahun benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengganggu aktifitas disertai rasa sakit, karena khawatir terjadi sesuatu akhirnya Mak Nenah pun melakukan pemeriksaan kembali di RSUD kota Bogor dan dari hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan bahwa ada kanker yang tumbuh di daerah payudara Mak Nenah. Ikhtiar pengobatan pun dilakukan oleh Mak Nenah mulai dari kemotherapy hingga di jadwalkan untuk operasi pengangkatan kanker tersebut. Alhamdulillah bulan Mei kemarin Mak melakukan operasi awal untuk mengobati kanker tersebut, masih ada operasi lanjutan dan kemotherapy untuk benar – benar memastikan sudah tidak ada sel kanker di tubuh Mak Nenah. Namun sebelum melakukan operasi lanjutan tersebut masih ada tahapan pemeriksaan untuk memastikan kondisi badannya stabil, dari hasil pemeriksaan terakhir kondisi fisik Mak Nenah belum stabil karena tensi darah yang masih tinggi serta. Untuk semua proses pengobatan dan pemeriksaan Mak Nenah memang telah di jamin oleh BPJS, tapi Mak Nenah kesulitan untuk akomodasi dan transportasi control ke RSUD kota bogor mengingat pekerjaan Pak Aan (57) hanya sebagai loper Koran yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Bantuan lanjutan pun disampaikan kepada Mak Nenah untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Mak Nenah control ke RSUD Kota Bogor. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 858.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @Kartimans1 @rexy_eas

Ibu nenah menderita Ca Mammae

Ibu nenah menderita Ca Mammae

———-

DWI SUCI (25, Gangguan Syaraf dan Bantuan Biaya Persalinan) Alamat : Kampung Kencana Rt. 02/09, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dwi biasa ia di panggil ketika masih sekolah di SMK pernah mengalami kecelakaan motor. Ketika hendak pulang ke rumah ternyata di jalan ia bersama temannya mengalami kecelakaan tunggal di daerah bogor, akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu sekarang Dwi suka mengalami kejang – kejang secara mendadak dan menjadi ketergantungan dengan obat – obatan, jika tidak mengkonsumsi obat – obatan tersebut maka akan membuat berbagai aktivitasnya terganggu, Dwi merupakan ibu dari 2 anak yang masih kecil, sekarang Dwi harus rutin memeriksakan dan mengambil obat di puskesmas untuk menjaga kesehatannya agar kejang – kejang yang di deritanya tidak kambuh, memang untuk biaya pengobatannya Dwi memiliki BPJS namun untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS Dwi sering kebingungan, karena suaminya bekerja hanya sebagai juru parkir di sebuah minimarket dan harus menghidupi 2 anak nya yang masih kecil. Kurir #SR yang datang langsung di ceritakan kesulitan yang di hadapi oleh keluarga itu, penghasilan Feri (28) tidak bisa mencukupi untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS. Pada pertengahan Juli yang lalu Dwi pun melahirkan anak ketiganya, karena Dwi memiliki gangguan syaraf jadi harus ada obat yang di tebus namun tidak di cover oleh BPJS. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS dan untuk akomodasi Dwi pulang ke rumahnya setelah melahirkan. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 862

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Gangguan Syaraf dan Bantuan Biaya Persalinan

Gangguan Syaraf dan Bantuan Biaya Persalinan

———–

DEVI SAPUTRI (26, Melahirkan). Alamat : Jl. Cita Karya Ujung Perumahan Malay Asri Blok B 16, Pekanbaru, Riau. Pada Januari 2016, Devi melahirkan anak ketiganya di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Ia dan suaminya, Riska Endryan (33), yang bekerja sebagai pedagang peci di emperan masjid masih hidup dalam kondisi kekurangan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pun keluarga ini sangat sulit, mereka belum tentu mempunyai uang karena nafkah yang diperoleh oleh suami tidak selalu ada, bergantung dari hasil penjualan peci saja. #SedekahRombongan mendengar dari humas RSIA Eria Bunda tentang kondisi Devi yang tidak mampu membayar uang tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan. Hal ini dikarenakan keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah dengan bantuan #SedekahRombongan, tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan Devi bisa dibayarkan secara bertahap sampai lunas. Pembayaran cicilan rumah sakit dibayar secara bertahap oleh #SedekahRombongan tiap bulan sebanyak 5 kali hingga lunas. Alhamdulillah setelah melakukan beberapa kali cicilan, kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan  untuk pelunasan seluruh tunggakan biaya persalinan. Sebelumnya Devi telah dibantu pada rombongan 819.

Jumlah Bantuan : Rp 1.648.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Bantuan biaya persalinan

Bantuan biaya persalinan

————

ERIK ESADA (18 thn, tumor otak). Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep,dan kemoterapi  selama dalam masa perawatan di rumah sakit soebandi jember.

Jumlah santunan: Rp. 2.816.000,-
Tanggal: 26 Juni 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak

————–

M. RIZKY FEBRIAN (4 Bulan, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat Jl. Sialang Bungkuk No.49 Pekanbaru Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Kemudian orang tuanya membawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan ia diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan cara mencicil hingga lunas. Pembayaran cicilan pertama masuk pada Rombongan 855.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

————-

M. RIZKY FEBRIAN (4 Bulan, Saluran Tenggorokan Tersumbat). Alamat Jl. Sialang Bungkuk No.49 Pekanbaru Riau. Rizky lahir dari pasangan Handri Marlinton (28) yang bekerja sebagai petugas SPBU di Jl. Srikandi Pekanbaru dan Ani Yulia (21) seorang ibu rumah tangga. Hingga kini keluarga kecil itu tinggal di rumah nenek Rizky karena gaji Pak Handri tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awal diketahuinya kelainan pada Rizky yaitu saat ia tidak bisa menelan ASI. Kemudian orang tuanya membawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen untuk mengetahui penyebabnya. Hasil rontgen menunjukkan adanya saluran yang buntu di tenggorokan ke arah jantung. Akhirnya operasi awal pun dilakukan untuk memperbaiki saluran tenggorokan Rizky agar ia dapat minum ASI. Keluarga Rizky belum memiliki jaminan kesehatan untuk membiayai pengobatan anaknya karena ketiadaan biaya. Selama berobat, keluarga meminjam uang dari kerabat dan tetangga untuk membiayai operasi Rizky. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rizky dan membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sehingga ia dapat ditangani lebih intensif dan operasi lanjutan dapat dilakukan secepatnya. Alhamdulillah operasi pembuatan saluran tenggorokan Rizky berjalan lancar dan ia diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya operasi dan rawat inap selama dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan cara mencicil hingga lunas. Pembayaran cicilan kedua dibayarkan pada 15 Juni 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

Rizki menderita Saluran Tenggorokan Tersumbat

————-

MUTIA NUR HASANAH (8 bulan, DBD). Alamat : Jl. Tambusai Dusun Sukamaju RT. 4/6 Duri, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Mutia sudah 4 hari mengalami demam tinggi, kurang buang air kecil dan mual. Orang tua Mutia, Bapak Khabul Budiyono (27) dan Ibu Sri Wahyuni (26), membawanya ke rumah sakit terdekat. Saat itu kaki dan tangan Mutia sudah sangat dingin. Kondisi Mutia yang sudah memburuk membuatnya dirujuk ke RSUD Duri dan diberikan penolong shock untuk mengatasi demamnya. Setelah dilakukan pemeriksaan darah, Mutia dinyatakan terkena DBD oleh dokter. Saat dijenguk, kondisi Mutia masih sangat lemah. Ia masih dirawat di ruang ICU dan trombositnya masih rendah. Orang tua Mutia harus menanggung sendiri biaya perawatan Mutia selama di RSUD Duri karena KTP mereka masih dalam pengurusan, sehingga belum bisa menggunakan jaminan kesehatan apapun. Bapak Khabul mendapat penghasilan dari berjualan serabutan dan ibu Sri merupakan ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tidak mencukupi, keluarga ini kesulitan membayar biaya perawatan Mutia, sehingga mereka pun sudah mengambil pinjaman dari KUD. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mutia sehingga dapat membantu keluarga ini untuk membayar biaya perawatan Mutia di RSUD Duri dengan cara dicicil. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membayar cicilan ke-2 sekaligus pelunasan biaya rumah sakit. Sebelumnya ciiclan pertama masuk pada rombongan 855.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 14 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aniepalupi @ririn_restu

Mutia menderita DBD

Mutia menderita DBD

———

DIKI WAHYUDI (5, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jl. Tengku Mahmud, Palas, Simpang Jengkol dekat TPU, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut. Namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun. Saat ini kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Kini mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo. Untuk 1 kali siklus kemo, ia membutuhkan 2 botol obat dengan harga 1,7 juta rupiah/botol. Obat kemo Actinomycin tersebut tidak ditanggung BPJS. Karena kendala biaya itulah ia belum menjalani kemo, sampai pada akhirnya Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi dan menjalani operasi pembuangan tumornya yang pecah. Setelah menjalani operasi, kondisi Diki berangsur membaik. Hingga kini Diki masih menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama dirawat inap saat menjalani kemoterapi. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 855.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @asynulzumarti @ririn_restu

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

———-

ALMH. NUR ANNISA ULFA (18, Kanker Paru-paru). Alamat : Desa Limau Manis RT. 6/3, Kecamatan Kampar Air Tiris, Kabupaten Kampar, Riau. Ulfa adalah anak ke-4 dari lima bersaudara dan baru saja menamatkan pendidikannya di SMA. Ia adalah anak dari pasangan Sahrudin (65) dan Samidar (58). Riwayat penyakit Ulfa berawal pada tahun 2015 saat bencana kabut asap melanda Riau. Ia menderita batuk kering berkepanjangan hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Bangkinang. RSUD Bangkinang kemudian membuat surat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Di RSUD Arifin Achmad Ulfa didiagnosa kanker paru dan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Namun karena kondisi Ulfa yang belum memenuhi syarat untuk kemoterapi, ia urung menjalani pengobatan kemo. Selanjutnya ia sempat dibawa ke RS Eka atas rujukan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dioperasi, namun itu pun tidak jadi dilakukan karena ternyata alat operasi yang diperlukan tidak lengkap. Akhirnya Ulfa dirujuk ke RSCM Jakarta namun Ulfa tidak jadi dibawa ke Jakarta karena ketiadaan biaya. Saat #SedekahRombongan menjenguknya di rumah, kondisi Ulfa semakin mengenaskan. Badannya semakin kurus, di lehernya terdapat benjolan dan tidak bisa ditegakkan, badannya sulit digerakkan dan napasnya hanya bergantung pada oksigen. Namun takdir Allah berkata lain sebelum #SedekahRombongan memberikan bantuan, Ulfa akhirnya meninggal dunia. #SedekahRombongan memberikan santunan duka kepada keluarga Ulfa. Semoga amal ibadah Ulfa diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @darma82 @ririn_restu

Alm nur menderita Kanker Paru-paru

Alm nur menderita Kanker Paru-paru

———-

AHMAD HUZAEMI (8 Bulan, Muntaber Akut). Alamat : Kampung Tenjolahang Dangur RT. 1/1, Desa Tenjolahang, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pada Rabu, 20 Juli 2016 pukul 23.30 Wib, Huzaemi menangis tiada henti karena suhu badannya sangat panas disertai dengan muntaber.  Melihat kondisi anaknya yang menghawatirkan, Ayah Huzaemi, Solihin (55) bertindak cepat membawa anaknya ke Puskesmas Labuan dan akhirnya Huzaemi dirawat. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas ternyata Huzaemi terjangkit muntaber yang akut. Saat dikunjungi kurir #sedekahrombongan, Ibu Huzaemi, Enjum (36), menuturkan perkembangan baik dari Huzaemi, karena di hari kedua ia dirawat panas badannya turun dan tidak muntah hanya masih sering buang air. Akan tetapi menurut dokter, Huzaemi masih harus dirawat secara intensif. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan orang tua Huzaemi menuturkan kesedihan dan kesulitannya mengenai biaya perawatan karena tidak punya BPJS. Alhamdulillah bantuan sedekaholic #sedekahrombongan telah tersampaikan untuk biaya pengobatan dan pembuatan BPJS Huzaemi. Sedekah ini sangat membantu karena ayah Huzaemi hanyalah buruh yang berpenghasilan tak seberapa dan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Semoga Huzaemi lekas sembuh dan pulang ke rumah dengan sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @wiraairiy @nurmanmlana @yadi_uy @oji_fahrur @bapakamin @ririn_restu

Ahmad menderita Muntaber Akut

Ahmad menderita Muntaber Akut

———–

JAMI BINTI JAKA (67, Tunanetra). Alamat : Jl. Imam Bonjol Gg. Sultan Anom No. 14 RT. 1/3, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Jami mengalami rabun biasa tapi semakin lama semakin parah bahkan mata bagian kanannya gelap gulita tak bisa melihat sama sekali. Akhir-akhir ini mata yang bagian kiri pun tidak bisa berfungsi dengan baik, bisa melihat tetapi hanya pada warna yang mencolok saja. Selama ini Ibu Jami tidak pernah berobat karena tidak memiliki biaya dan tidak tahu cara penggunaan BPJS. Hingga kini ia belum mengetahui penyakit apa yang dideritanya dan tidak tahu apa penyebab dari penyakitnya itu. Anak Ibu Jami baru membawanya ke Puskesmas dua minggu yang lalu dan saran dari dokter Puskesmas Ibu Jami harus periksa ke dokter spesialis mata. Karena sakit yang dialami Ibu jami tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ia tinggal dengan anaknya, Leman (34), yang bekerja sebagai buruh bangunan. Meski sudah menggunakan KIS PBI Kelas 3 untuk berobat, Ibu jami masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, karena untuk biaya hidup saja sudah kekurangan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang dialami Ibu Jami. Bantuan awalpun di sampaikan. Semoga Ibu Jami lekas sembuh dan bisa melihat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @wirawiry  @triii20 @evandlendi @indahpujaamelya @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Bu jami seorang Tunanetra

Bu jami seorang Tunanetra

———-

RENDI IRAWAN (7, Tetralogy of Fallot). Alamat : Jl. Merica II RT. 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Rendi merupakan anak pertama dari pasangan Junaidi (34) dan Sundariah (26). Pada tahun 2014 Rendi mengalami sesak dan tubuh membiru, orangtuanya hanya mengira ia sakit biasa. Keesokan harinya saat Rendi ke Posyandu oleh petugas Posyandu Rendi disarankan ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan mengapa tubuhnya membiru. Orangtua Rendi mengikuti saran petugas Posyandu ke RSUD A. Yani Metro dan oleh dokter Rendi dinyatakan sakit Jantung Bocor dan Penyempitan Pembuluh Darah. Rendi dirawat selama 1 bulan di RSUD A. Yani Metro dan kemudian dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung pada November 2014. Kurang lebih 15 hari Rendi dirawat, ia lalu disarankan untuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. Dengan berbekal keyakinan dan bantuan dari sanak keluarga serta tetangga, orangtua Rendi pun membawanya ke RS. Harapan Kita. Di RS. Harapan Kita Rendi dinyatakan menderita Tetralogy of Fallot dan disarankan untuk melakukan operasi. Saat ini Rendi masih rutin menjalankan kontrol ke RS. Harapan Kita Jakarta. Rendi berobat dengan menggunakan BPJS Mandiri Kelas III. Orangtua Rendi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan telah banyak meninggalkan pekerjaan selama merawat Rendi. Karena itulah mereka merasa kesulitan biaya untuk rawat jalan Rendi dari Lampung ke Jakarta. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali memberikan bantuan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Sebelumnya Rendi telah dibantu dalam rombongan 860. Semoga Rendi segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @sayasepti @ririn_restu

Rendi menderita Tetralogy of Fallot

Rendi menderita Tetralogy of Fallot

———-

SARIAH BINTI SARMAN (69, Lumpuh dan Ulkus Decubitus). Alamat: Jl. Darussalam No. 24 RT. 2, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu sariah merasakan tulang-tulang bagian sendi terasa nyeri dan sakit. Lama-kelamaan Ibu Sariah tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena anggota tubuh tidak bisa digerakkan sehingga tidak lagi bisa beraktivitas seperti biasa. Makan, minum, buang air kecil dan aktivitas lainnya dilakukan di tempat tidur dengan bantuan orang lain. Akhir-akhir ini Ibu Sariah mengalami luka di bagian punggung belakang dan semakin melebar karena selalu tidur dengan posisi yang sama. Ibu Sariah hanya berobat di Puskesmas dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 karena Ibu Sariah tidak memiliki uang untuk berobat di rumah sakit yang membutuhkan biaya untuk transportasinya. Kondisi ibu Sariah saat ini lumpuh dan luka dibagian punggungnya semakin melebar atau yang dalam bahasa medis dikenal sebagai ulkus decubitus. Ibu Sariah kini tinggal bersama kedua anaknya, Herman (36) yang bekerja sebagai tukang ojek dan M. Ayub (30) yang bekerja sebagai tukang parkir. Kendala yang dihadapi saat ini adalah biaya untuk berobat dan transportasi sebab penghasilan anaknya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Sariah. Bantuan awalpun disampaikan. Semoga ibu Sariah lekas sembuh dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @trii20 @evandlendi @indahpujaamelya @sayasepti @ririn_restu

Ibu sariah menderita Lumpuh dan Ulkus Decubitus

Ibu sariah menderita Lumpuh dan Ulkus Decubitus

————

VIKO SETIA PRATAMA (4, Hidrosefalus). Alamat : Desa Parerejo RT. 14/5, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya Viko terlahir normal dengan berat badan 3,1 kg, setelah usianya beranjak satu tahun orangtuanya merasakan keanehan di kepala Viko. Semakin hari semakin membesar dan sempat panas tinggi disertai kejang, kemudian keluarga membawa ke Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang dan didiagnosa terkena penyakit Hidrosefalus. Dokter menyarankan untuk dioperasi tetapi karena terkendala biaya akhirnya Viko dibawa pulang dan melakukan pengobatan di rumah dengan dibantu obat herbal. Saat ini kondisi Viko masih lemah dengan kepala semakin membesar dan mengalami gangguan penglihatan. Ayah Viko, Maryono (30) dan ibunya, Rohamah (24) adalah seorang petani, karena pendapatan yang tidak pasti keluarga ini kesulitan untuk transportasi dan biaya berobat ke rumah sakit serta kebutuhan sehari-hari, apalagi keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Maryono dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan semoga bisa membantu biaya pengobatan Viko dan Viko segera membaik kondisi kesehatannya sehingga dapat tumbuh sehat seperti balita seusianya. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @leni @xkurniawatix @ririn_restu

Viko menderita Hidrosefalus

Viko menderita Hidrosefalus

———-

DARYOKO BIN ABDULLAH (70, Suspect Gastritis). Alamat : Dusun Sumberahayu RT. 1/2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Awalnya Pak Daryoko merasakan  panas dingin dan perut terasa perih karna ia mempunyai riwayat sakit maag tetapi hanya ia obati dengan membeli obat di warung. Setelah  dua minggu kondisinya belum juga membaik dan semakin parah disertai dengan sesak napas. Keluarganya membawa Pak Daryoko ke bidan terdekat dan dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit, tetapi karena jauhnya jarak ke rumah sakit dan tidak adanya biaya, akhirnya pihak keluarga membawa Pak Daryoko pulang ke rumah dan hanya diberi obat sakit maag karena dicurigai terkena penyakit maag atau gastritis. Pak Daryoko adalah tulang punggung keluarga yang keseharian adalah mengambil air nira untuk dbuat gula aren, sedangkan istrinya, Sujikem (70) adalah ibu rumah tangga, kondisi ekonomi anaknya pun tidak jauh beda dengan orang tuanya sehingga Pak Daryoko merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk pengobatannya. Terlebih lagi  jauhnya jarak tempuh ke rumah sakit membutuhkan biaya yang besar meskipun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Daryoko dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Pak Daryoko dan keluarganya untuk biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @akuokawai @leni @xkurniawatix @ririn_restu

Pak daryoko menderita Suspect Gastritis

Pak daryoko menderita Suspect Gastritis

————

KATNI BINTI JARTO (43, Rhabdomyosarcoma), Lanjutan pendampingan pasien Sedekah Rombongan untuk bulan April 2016, dhuafa yang tinggal di Dusun Temon Lor 02/05 , Desa Temon, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini divonis mengidap Rhabdomyosarcoma stadium 3, dan positif Hepatitis B. Kanker ganas yang menyerang jaringan lunak ini bersarang di bagian paha sebelah kanan. Perkembangan kanker ini cukup cepat. Awalnya sakit ini berupa benjolan di paha, sempat diangkat benjolan tapi dalam hitungan bulan tumbuh lagi. Diangkat lagi tapi justru luka operasi tak bisa menutup, hingga luka terbuka menganga. Tim dokter sempat kebingungan untuk mengambil tindakan. Jika menunggu granulasi akan memakan waktu lama, artinya kemoterapi tak bisa segera dilakukan, tapi jika melakukan kemoterapi disaat luka terbuka seperti itu juga tak mungkin. Akhirnya untuk mempersingkat waktu diputuskan menutup luka dengan operasi bedah plastik. Begitu kondisi luka menutup dan mengering kemoterapi segera dilakukan. Saat ini pasien sudah menjalani kemoterapi yang keempat kalinya. Harapan kita kondisi terus membaik dan bisa beraktifitas lagi seperti sebelumnya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir : @Mawan@Kikis

Bu katni menderita Rhabdomyosarcoma

Bu katni menderita Rhabdomyosarcoma

—————

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Wonogiri, Operasional April 2016 ). Dengan adanya rumah singgah sangat membantu pergerakan sedekah rombongan dengan baik. Bulan ini beberapa pasien yang sedang akan melakukan upaya medis secara intensif kita inapkan di rumah singgah, jeda waktu kontrol pun yang berdekatan bisa efektif saat pasien berada di rumah singgah, dan segala biaya yang timbul kami bebankan pada anggaran operasional untuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan.

Biaya Operasional : Rp. 2.018.300,-
Tanggal : 31 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@All tim

Biaya Operasional April 2016

Biaya Operasional April 2016

—————

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN ( Wonogiri, Operasional April 2016 ). Sebagaimana bulan sebelumnya kebutuhan akan bahan bakar MTSR bulan ini yang terpakai dalam rangka menghandle pasien, survey sasaran, bawa jenazah dan sebagainya. Termasuk mendukung kegiatan organisasi lain atau masyarakat yang membutuhkan. Mobilitas cukup tinggi hampir setiap hari bergerak tak kenal lelah membantu banyak orang. Selain bahan bakar juga perawatan berkala, semua membutuhkan biaya agar kegiatan MTSR bisa lancar dalam menangani semuanya. Jarak antara satu daerah ke daerah lain khususnya di Wonogiri cukup jauh, medan pun cukup sulit. Hampir setiap hari mobilitas antara wonogiri solo pun kita lakukan. Semua demi menangani serta menghandle pasien sedekah rombongan.

Biaya Operasional : Rp. 6.759.300,-
Tanggal : 31 April 2016
Kurir : @Mawan@All team kurir

Biaya Operasional April 2016

Biaya Operasional April 2016

————–

YENI NURVITA SUPRATIWI (25 Tahun, Patah Tulang Belakang). Yeni tinggal di Gunung Kacangan, Sumberwungu, Tepus, Gunung Kidul, DIY. Ia menikah dengan Endra Riawan, pada tahun 2012 silam. Usai menikah mereka meninggalkan dusun mereka dan hijrah ke Jogja. Mereka bekerja di sana, Riawan di sebuah kios foto copy, Yeni di bagian administrasi sebuah kantor. Ayah Yeni, Pak Handoyo, adalah buruh di pabrik gamping, Ibunya, Sulastri berjualan di warung di depan rumahnya. Pulang kerja sore itu menjadi moment yang tak terlupakan bagi Yeni. Di depan gerbang pintu keluar tiba-tiba pintu besinya menimpa dirinya… Yeni kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, ia pun menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta, dan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. Dokter menyarankan pengobatan jangka panjang dan menjalani terapi akupuntur dan fisioterapi rutin setiap minggu. Namun, karena ia tak memiliki biaya dan ketiadaan transportasi terpaksa pengobatannya dihentikan. Selang beberapa bulan setelah menjalani operasi, muncul luka di tubuh bagian belakang. Ia pun sempat diperiksakan di sebuah rumah sakit tak jau dari tempat tinggalnya. Lukanya sembuh, namun kondisinya masih lumpuh. Karena keterbatasan dana, keluarganya memutuskan untuk menempuh pengobatan alternatif. #SedekahRombongan dihubungi oleh salah satu tetangga yang mencari bantuan, Yeni pun menjadi Pasien Dampingan #Sedekah Rombongan Jogja Raya. Para Kurir tiap minggu bergantian menjemput dari rumahnya menuju RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, dua jam perjalanan. Yeni bahkan pernah kami bawa ke terapi pijat di Pandeglang, Banten. Sudah 4 tahun berlalu… Badan yang lumpuh itu belum sembuh juga. Ayah ibunya yang menjaga Yeni di rumahnya, ke kamar mandi pun Yeni harus digendong. Warung ibunya sudah tak tersisa, waktu sudah banyak tersita mengurus Yeni di awal-awal sakit dulu. Suami Yeni masih bekerja di Jogja, hanya dua minggu sekali mereka bertemu… #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan berupa uang tunai untuk akomodasi dan transportasi selama berobat, serta untuk pembelian obat dan nutrisi yang dibutuhkan. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban hidup mereka. Yeni dan dan seluruh keluarga besarnya mengucapkan terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Juli 2016
Kurir : @Saptuari

Ibu yeni menderita  Patah Tulang Belakang

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang

———–

DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Kakek Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Kakek Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Kakek Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kakek Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satu pun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitu pun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio pun kini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Kakek Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Kakek Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. Ia juga kerap membantu para tetangganya, namun hanya bisa sebatas kemampuannya saja. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Kakek Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Kakek Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Kakek Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kakek Dalio sudah menjalani operasi prostat, alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Kurir dan perawat #SR akan terus mendampinginya hingga ia sembuh. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi dan biaya kebutuhan sehari-hari, serta obat-obatan yang tidak ter-cover BPJS. Semoga Pak Dalio segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @Saptuari

Pak dalio menderita BPH Prostat

Pak dalio menderita BPH Prostat

————-

WASTINAH BINTI PAWIROREJO (51 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wastinah merupakan warga Walikan RT.03/RW.05  Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Di rumah sederhana itu, ia tinggal bersama suami dan anak bungsunya yang kini duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Sementara itu, dua anaknya yang lain sudah dewasa dan sudah berkeluarga. Lima tahun yang lalu, muncul benjolan dai payudaranya. Lama kelamaan semakin besar dan akhirnya pecah. Luka itu pada akhirnya mengering, ia lalu berobat dan saat itu berencana untuk menjalani terapi dan operasi di rumah sakit. Namun, Bu Wastinah urung menjalanakan rencana itu karena takut, belum lagi biaya pengobatan yang tidak sedikit. Bu Wastinah dan suaminya sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain untuk menghidupi keluarga kecilnya. Namun setelah sakit, Bu Wastinah tidak lagi bisa bekerja. Suaminya pun sekarang sudah tak sanggup bekerja lagi karena sudah tua. Karena minimnya tindakan medis, penyakitnya itu pun menjalar ke bagian lain. Bu Wastinah jadi sering kesemutan di bagian tangan dan kaki.  Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan Bu Wastinah, ia pun menjadi Pasien Dampingan #SedekahRombongan Jogja Raya. Tiga tahun berobat berikhtiar mencari jalan kesembuhan dengan didampingi oleh #SedekahRombongan, pada akhirnya ia dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun demikian, ia masih harus menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali untuk mengontrol kondisi kesehatannya dan menjaga kondisinya tetap fit. Setelah sembuh ketika kami tanya mau bekerja apa selanjutnya, Bu Wastinah menjawab kalau sejak dulu ia punya cita-cita punya warung angkringan. Jualan dari sore hingga malam hari di satu sudut ramai di desanya. #SedekahRombongan sekali lagi mencoba mewujudkan mimpi para dhuafa. Kamis, 21 Juli 2016, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan sedekahmu sebesar empat juta rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk  membuka usaha angkringan, supaya ibu ini sanggup berdiri tegar menafkahi anaknya, usai sakitnya yang panjang. Bu Wastinah dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @Saptuari

Bu wastinah menderita Kanker Payudara

Bu wastinah menderita Kanker Payudara

————–

WAHYUNI (48 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wahyuni tercatat sebagai warga Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang sayuran keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit, padahal lengan kirinya sudah mulai membesar. Lama kelamaan, leher dan pipi kirinya juga mengalami pembengkakan. Anehnya, bagian yang bengkak tidak terasa sakit tapi kebas. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul, tetapi setelah diperiksa belum diketahui apa penyakitnya. Bu Wahyuni kemudian dirujuk dari RSUD Wonosari, Gunung Kidul, ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Bu Wahyuni kemudian menjalani serangkaian tes dan observasi untuk mengetahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut, diketahui bahwa Bu Wahyuni menderita kanker payudara. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu Bu Wahyuni dan keluarganya. Bu Wahyuni kemudian menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan memulai proses penyembuhan penyakitnya. Bu Wahyuni menjalani pengobatan kemoterapi di RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Pada Desember 2015 dan April 2016, setelah kemoterapi ia mengalami kejang-kejang di rumah, dan segera dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Rupanya sel kankernya telah bermetastase ke otak dan menyerang syaraf otak. Awal Juni 2016 ini, Bu Wahyuni menjalani operasi pengangkatan kanker payudaranya. Kondisinya semakin membaik, wajahnya lebih sumringah. Kembali, santunan diberikan kepada Bu Wahyuni untuk meringankan biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bu Wahyuni dan pihak keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Semoga Bu Wahyuni segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 05 Juli 2016
Kurir : @Saptuari

bu wahyuni menderita Kanker Payudara

bu wahyuni menderita Kanker Payudara

————-

YENI NURVITA SUPRATIWI (25 Tahun, Patah Tulang Belakang). Yeni tinggal di Gunung Kacangan, Sumberwungu, Tepus, Gunung Kidul, DIY. Ia menikah dengan Endra Riawan, pada tahun 2012 silam. Usai menikah mereka meninggalkan dusun mereka dan hijrah ke Jogja. Mereka bekerja di sana, Riawan di sebuah kios foto copy, Yeni di bagian administrasi sebuah kantor. Ayah Yeni, Pak Handoyo, adalah buruh di pabrik gamping, Ibunya, Sulastri berjualan di warung di depan rumahnya. Pulang kerja sore itu menjadi moment yang tak terlupakan bagi Yeni. Di depan gerbang pintu keluar tiba-tiba pintu besinya menimpa dirinya… Yeni kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, ia pun menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta, dan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. Dokter menyarankan pengobatan jangka panjang dan menjalani terapi akupuntur dan fisioterapi rutin setiap minggu. Namun, karena ia tak memiliki biaya dan ketiadaan transportasi terpaksa pengobatannya dihentikan. Selang beberapa bulan setelah menjalani operasi, muncul luka di tubuh bagian belakang. Ia pun sempat diperiksakan di sebuah rumah sakit tak jau dari tempat tinggalnya. Lukanya sembuh, namun kondisinya masih lumpuh. Karena keterbatasan dana, keluarganya memutuskan untuk menempuh pengobatan alternatif. #SedekahRombongan dihubungi oleh salah satu tetangga yang mencari bantuan, Yeni pun menjadi Pasien Dampingan #Sedekah Rombongan Jogja Raya. Para Kurir tiap minggu bergantian menjemput dari rumahnya menuju RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, dua jam perjalanan. Yeni bahkan pernah kami bawa ke terapi pijat di Pandeglang, Banten. Sudah 4 tahun berlalu… Badan yang lumpuh itu belum sembuh juga. Ayah ibunya yang menjaga Yeni di rumahnya, ke kamar mandi pun Yeni harus digendong. Warung ibunya sudah tak tersisa, waktu sudah banyak tersita mengurus Yeni di awal-awal sakit dulu. Suami Yeni masih bekerja di Jogja, hanya dua minggu sekali mereka bertemu… Kamis, 21 Juli 2016, kami menyampaikan sedekahmu sejumlah tujuh juta rupiah kepada Yeni. Bantuan ini akan digunakan untuk membuka warung lagi di depan rumahnya. Yeni sangat bersemangat, ayahnya yang akan kulakan dagangan ke kota, Yeni akan menjaga warungnya dengan kursi roda sambil menjalani terapi selanjutnya. Satu hari kemudian, terlihat mereka sudah bersiap-siap, barang dagangan sebagian sudah dibeli… Yeni dan keluarganya sangat gembira dan bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun tak henti mengucap terima kasih sembari berdoa untuk #Sedekaholic dan #SedekahRombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban hidup mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @Saptuari

Bu yeni menderita Patah Tulang Belakang

Bu yeni menderita Patah Tulang Belakang

———–

NGATINEM BINTI PARTODIHARJO (39 Tahun, Kanker Hati). Bu Ngatinem tercatat sebagai warga Gedongan KGIII/80 RT.05/RW.02 Purbayan, Kota Gede, Yogyakarta, DIY. Sehari-hari ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Bu Ngatinem memiliki dua orang anak, anak pertamanya tengah duduk di tingkat sekolah menengah atas kejeruruan (SMK). Sementara anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Awal Bulan Juni 2015, Bu Ngatinem merasakan ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya. Ia merasakan sakit pada perutnya, seperti maag. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas Kota Gede, ia kemudian dirujuk ke RSUD Wirosaban Yogyakarta. Di sana, setelah melalui pemeriksaan, Bu Ngatinem didiagnosa menderita infeksi pada usus. Ia pun menjalani rawat jalan pada Poli Spesialis Penyakit Dalam. Semenjak sakit, Bu Ngatinem tidak lagi bisa bekerja, ia pun tidak memiliki penghasilan tetap. Ia dibantu oleh saudara-saudaranya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitu juga ketika ia harus wara-wiri berobat kesana-kemari. Setelah satu bulan, ia merasakan kesehatannya berangsur pulih, ia pun tidak lagi berobat dan kontrol rutin. Sayangnya penyakitnya kembali kambuh, Bu Ngatinem kembali berobat ke RSUD Wirosaban Yogyakartaq. Namun kali ini pindah ke bagian Poli Bedah, karena poli sebelumnya tidak memiliki peralatan yang memadai untuk melihat bagian dalam tubuh. Pertengahan semester pertama tahun ini, Bu Ngatinem terpaksa dilarikan ke RSU Nur Hidayah Bantul karena kondisinya menurun. Dokter menganjurkan agar ia dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan yang intensif. Hasil pemeriksaannya mengatakan, Bu Ngatinem menderita kanker hati. Ia pun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Cukup lama ia antri kamar, akhirnya pada akhir mei, ia mendapat kamar dan segera pindah ke rumah sakit rujukan agar segera mendapat tindakan pengobatan. Selama pengobatan, Bu Ngatinem memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Namun demikian, kondisinya dan keluarganya yang serba kekurangan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari #Sedekaholic. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bu Ngatinem dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sembari kembali menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic. Bantuan ini digunakan untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama berobat. Bu Ngatinem dan pihak keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban deritanya. Semoga Bu Ngatinem segera diberikan kesembuhan agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 2 Juni  2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_st @Jemigigi @RofiqSILVER @Anjesmo

Bu ngatinem menderita Kanker Hati

Bu ngatinem menderita Kanker Hati

———–

YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( santunan ) berdiri tahun 2011 yang beralamat di dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 27 Mei 2016, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan)  menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 500.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————-

PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFAH MUSTIKA TAMA ( Santunan ) yang berada Cemplung, Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta  didirikan pada 19 Juli 2010. Menempati rumah sewa kontrakan hingga tahun 2013, kini Panti Mustika Tama menempati tanah wakaf dan bangunan milik Yayasan yang dibangun atas kepedulian masyarakat, swasta, dan pengurus yang berjumlah 48 orang. Saat ini terdapat 12 anak yang diasuh dalam panti, rata-rata mereka berusia 1 hingga 5 tahun. Mayoritas adalah anak yatim piatu atau anak yang ditinggalkan orangtuanya di panti. Selain anak, Panti Mustika Tama juga merawat 98 orang kaum dhuafa yang bermukim di sekitar lingkungan panti. Pada 27 Mei 2016 Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk Sembako. Semoga bantuan ini meringankan dan membantu Panti Mustika Tama untuk mengasuh anak yatim piatu menjadi anak sholeh dan sholehah berakhlaq mulia serta mandiri mendapat ridho Allah.

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————

PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO beralamat di Susukan , Genjahan Ponjong Gunungkidul Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2000 hingga saat ini menempati sudut sederhana, menempel di bangunan SMP Muhammadiyah Susukan. Ponpes Al Murtadho mendidik 15 santri dan bertambah menjadi 23 tahun ini. Santri berasal dari berbagai provinsi di Indonesia (Klaten, Purwodadi, Gunungkidul, hingga Merauke). Ponpes Al Murtadlo memiliki tujuan untuk memelihara lingkungan masyarakat Gunungkidul. Para santri kebanyakan bersekolah di Sekolah Muhammadiyah. ( 4 SMP dan 11 SMA). Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yg berjumlah 20-an dan Ustadz-uztadzah yang berjumlah 5 orang. Para santri juga didukung untuk berwirausaha di bagian usaha Pondok Pesantren yaitu perikanan. Sebelumnya Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) sudah menyalurkan pernah bantuan  secara rutin dua bula sekali . Alhamdulillah pada 27 Mei 2016, kami kembali berkunjung memberikan santunan berupa sembako Senilai Rp. 1.000.000. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

———–

PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI  yang beralamat di Playen Gunungkidul Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras,minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1000.000,-

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————–

PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH yang beralamat di Siyono, Wonosari, Gunungkidul berdiri sejak tahun 1999. Saat ini jumlah santri yang menuntut ilmu dan diasuh oleh Ponpes Al Mardhotillah berjumlah 150. Semua santri bersekolah di SMK Agribisnis, peternakan dan Madrasah Aliyah. Para santri ini berasal dari berbagai penjuru nusantara. Pondok pesantren Al Mardhotillah menggratiskan biaya pendidikan bagi santri-santrinya, alias gratis. Infaq orangtua bisa dibilang tidak ditentukan dan sangat ringan. Hasil pendidikan ponpes Al Mardhotillah cukup berprestasi. Terdapat santri yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam pidato bahasa Inggris. Namun aktivitas Pondok Pesantren Al Mardhotillah bukan tanpa tantangan. Jumlah santri yang besar, menuntut pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang besar pula. Setiap bulan ponpes ini membutuhkan 1,5 ton beras. Untuk melakukan penghematan, sudah setengah tahun ini para santri dan pengelola hanya makan bubur di pagi hari, dan baru di malam hari dapat menikmati nasi. Bila bahan pokok beras sudah benar-benar habis, maka para santri dan pengelola akan melahap nasi jagung tanpa lauk untuk makan sehari-hari. Pada Kamis, 27 Mei 2016, tim #POPI #SedekahRombongan menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000 yg diwujudkan dalam bentuk. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas di Pondok Pesantren Al Mardhotillah

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————-

PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO yang beralamat di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 6 Maret 2016, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan  Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————-

PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI terletak di pegunungan gersang Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti. Tim POPIMAS #SR  (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan  SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan: 27 Mei 2016
Kurir:  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako

————–

NGATINEM BINTI PARTODIHARJO (39 Tahun, Kanker Hati, Santunan Kematian). Bu Ngatinem merupakan warga Gedongan KGIII/80 RT.05/RW.02 Purbayan, Kota Gede, Yogyakarta, DIY. Sehari-hari ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Kondisinya ekonominya pas-pasan, penghasilannya ia gunakan untuk kebuthan sehari-hari. Bu Ngatinem memiliki dua orang anak, anak pertamanya tengah duduk di tingkat sekolah menengah atas kejuruan (SMK). Sementara anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Awal Bulan Juni 2015, Bu Ngatinem merasakan ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya. Ia merasakan sakit pada perutnya, seperti sakit maag. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas Kota Gede, ia kemudian dirujuk ke RSUD Wirosaban Yogyakarta. Di sana, setelah melalui pemeriksaan, Bu Ngatinem didiagnosa menderita infeksi pada usus. Ia pun menjalani rawat jalan pada Poli Spesialis Penyakit Dalam. Semenjak sakit, Bu Ngatinem tidak lagi bisa bekerja, ia pun tidak memiliki penghasilan tetap. Ia dibantu oleh saudara-saudaranya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitu juga ketika ia harus wara-wiri berobat kesana-kemari. Setelah satu bulan, ia merasakan kesehatannya berangsur pulih, ia pun tidak lagi berobat dan kontrol rutin. Sayangnya penyakitnya kembali kambuh, Bu Ngatinem kembali berobat ke RSUD Wirosaban Yogyakarta. Namun kali ini pindah ke bagian Poli Bedah, karena poli sebelumnya tidak memiliki peralatan yang memadai untuk melihat bagian dalam tubuh. Pertengahan semester pertama tahun ini, Bu Ngatinem terpaksa dilarikan ke RSU Nur Hidayah Bantul karena kondisinya menurun. Dokter menganjurkan agar ia dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan yang intensif. Hasil pemeriksaannya mengatakan, Bu Ngatinem menderita kanker hati. Ia pun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Cukup lama ia antri kamar, akhirnya pada akhir mei, ia mendapat kamar dan segera pindah ke rumah sakit rujukan agar segera mendapat tindakan pengobatan. Tidak ada cobaan yang diberikan Allah SWT, melampaui kemampuan ummat-NYA. Kita manusia hanya bisa berusaha, tapi pada akhirnya Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kondisi kesehatannya kian menurun. Bu Ngatinem akhirnya tak tertolong dan meninggal dunia, innalillahiwainnailaihiroojiun… Kurir #SedekahRombongan kembali bersilaturahmi dan berbelasungkawa sembari menyampaikan santunan belasungkawa dari #Sedekaholic untuk Keluarga Almarhumah Bu Ngatinem. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarganya. Pihak keluarga menyambut baik Kurir #SedekahRombongan dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan selama ini. Pihak keluarga memohon doa untuk almarhumah semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan YME. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan, Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2016
Kurir : @KissHerry @Ekow_st @ Jemiran @RofiqSILVER @Anjesmo

Pak ngatinem menderita Kanker Hati dan Santunan Kematian

Pak ngatinem menderita Kanker Hati dan Santunan Kematian

—————

ERIK ESADA (18 thn, tumor otak). Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep,dan kemoterapi  selama dalam masa perawatan di rumah sakit soebandi jember.

Jumlah santunan: Rp. 5.740.000,-
Tanggal : 29 Mei 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak

———–

DIVIA,( 18 TAHUN , CA MAMAE ). Dusun Wuluhan RT 002 RW 006, Desa Dukuh Dempok , Kabupaten Jember. Anak Dari Bapak Matrawi, Bapak Matrawi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani yang gajinya tidak menentu.
Divia masih duduk di bangku kelas 2 SMK Muhammadiyah Wuluhan. Sepulang sekolah , Divia melajutkan aktivitasnya untuk membagi Ilmu / mengajarkan anak-anak sekitar kampungnya belajar mengaji.
Riwayat sakit Divia dimulai kurang lebih sekitar tiga bulan lalu, diawali dengan nyeri hebat di area payudaranya dan kemudian terjadi pembengkakan. Jelas ini sangat mengganggu aktivitas hariannya.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal Divia didiagnosa mengalami Ca Mamae. Setelah Tim Sedekah Rombongan bersilaturahmi, Divia di rujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi untuk melanjutkan proses pengobatan. Setelah menjalani pemeriksaan, Divia harus segera di operasi supaya benjolan Ca Mamae tidak semakin membesar dan menyebar.
Santunan yang diberikan sebagai akomodasi selama pengobatan di rumah sakit dan susu. Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu proses kesembuhan Divia mendapatkan balasan berlipat-lipat dariNYA. Aamiin

Jumlah Santunan : Rp.780.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto

Divia menderita CA MAMAE

Divia menderita CA MAMAE

————-

SUKARNI ( 56, Hepatitis ). Tinggal di Singodutan RT02/5, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, baru saja sembuh setelah kita handle penanganan secara medis di Rumah Sakit Umum. Hal ini setelah informasi yang diberikan terkait warga yang membutuhkan biaya untuk pengobatannya. Setelah kami cek, belum ada jaminan kesehatan. Sehingga untuk bisa keluar dari rumah sakit membutuhkan biaya umum. Beliau kesehariannya mengumpulkan barang bekas untuk di jual kembali. Kerja tidak pasti, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari pun sulit. Suami telah tiada dan anak sedang mencari nafkah ke luar daerah, pulangnya pun belum tentu waktunya. Dia pun juga berjuang untuk mencari nafkah untuk keluarganya sendiri. Bantuan ini untuk meringankan beban beliau semoga bisa sembuh seperti sediakala.

Bantuan : Rp. 4.860.200,-
Tanggal : 18 April 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Bu sukarni menderita Hepatitis

Bu sukarni menderita Hepatitis

————-

ABI ( 24, Sinositis ). Tinggal di Brajan 02/5, Singodutan, Selogiri, Wonogiri. Abi hidup bersama ayahnya yang bekerja sebagai buruh serabutan. Kondisi ekonomi keluarga ini sangat tidak mampu. Ayahnya pun sudah beberapa kali memeriksakannya ke dokter. Namun, karena keterbatasan upaya tersebut kurang maksimal. Beberapa waktu lalu dia harus masuk rumah sakit untuk penanganan medis sebab dari sakit tersebut membuat kondisi tubuhnya ngedrop dan melemah. Mereka belum mempunyai jaminan kesehatan. Sehingga biaya untuk penanganan ini menggunakan umum. Ayahnya pun bingung untuk membiayai segala kebutuhan selama sakit dan pasca pengobatan. Sinositis yang di derita olehnya memberikan efek pusinh di kepala, operasi dilakukan untuk kesekian kalinya. Dan akibat kambuh, kondisi pasca operasi masih belum stabil. Bantuan ini untuk membantu meringankan beban mereka semoga sakit segera teratasi dan tidak kambuh lagi.

Bantuan : Rp. 4.972.700,-
Tanggal : 15 April 2016
Kurir : @Mawan@Yuli

Abo menderita Sinositis

Abo menderita Sinositis

———–

KARTINI BINTI SAMIYO (57, Ca Mammae), warga Dusun Blimbing 02/07 , Ngadirojo Kidul, Ngadirojo Wonogiri, Jawa Tengah. Hampir satu tahun jadi pasien dampingan kita. Pertama kali kita handle kondisi payudara sebelah kanan membengkak karena sudah terjadi peradangan dengan kondisi luka berlobang menganga di beberapa tempat, berdarah dan bernanah. Kondisi seperti itu sudah 9 bulan beliau derita. Dokter pun sempat mengatakan tak bisa diangkat karena kondisinya sudah seperti itu, khawatir terjadi masalah pasca operasi. Akhirnya dokter mengambil langkah tindakan kemoterapi dahulu selama 3 kali. Ternyata setelah menjalani kemoterapi luka justru mengering, menutup dan payudara juga mengecil. Melihat kondisi yang seperti inilah tim dokter akhirnya berani melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara. Melihat hasil pasca operasi juga bagus, dokter pun memutuskan melanjudkan kemoterapi karena Bu Kartini juga sudah di level stadium 4. Sampai saat ini pasien sudah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisi pasien saat ini juga stabil bahkan sudah bisa beraktifitas seperti sebelum beliau sakit dulu.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Kartini menderita Ca Mammae

Kartini menderita Ca Mammae

————

SATIJEM ( 43, Ca Mamae ). Tinggal di dusun Blimbing RT02/16, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Perkembangan kondisi saat ini cukup bagus. Tiap minggu beliau kami bawa ke RSDM Surakarta untuk mendapatkan penanganan sebagai tindak lanjut upaya penyembuhan. Kemoterapi dilakukan dalam pengobatannya, dan ini pun akan berjalan cukup lama serta membutuhkan energi serta waktu yang tidak sedikit. Proses kemoterapi ke enam telah di laksanakan bulan ini, kemudian dilakukan kembali tes lab untuk evaluasi pasca kemoterapi. Dan selanjutnya akan dilaksanakan proses kemo ke delapan, semoga berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan yang  berarti guna pendampingan dan penyembuhan sakit yang beliau alami selama ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Ibu satijem menderita Ca Mammae

Ibu satijem menderita Ca Mammae

————–

SUYANTI ANTON RAHARJO (38 tahun, Infeksi Luka Pasca Operasi). Bu Suyanti beralamat di Nologaten RT.06/RW.03 Jurangjero, Ngawen, Gunung Kidul, DIY. Riwayat sakitnya bermula pada dua tahun yang lalu. Bu Suyanti mengalami kecelakaan lalu lintas, ia ditabrak sebuah motor. Akibatnya ia mengalami patah tulang paha, setelah itu ia menjalani operasi di RSO Dr. Soeharso Surakarta. Di sana dilakukan operasi pemasangan pen, dan dirawat selama satu minggu lamanya. Setelah beberapa waktu berlalu, lukanya mengalami infeksi sampai keluar nanahnya. Satu bulan lamanya ia hanya melakukan perawatan di rumah. Ia kemudian kontrol rutin satu minggu sekali ke rumah sakit, selama lima bulan. Setelah itu, jadwal kontrol rutin menjadi satu bulan sekali, selama enam bulan. Biaya akomodasi setiap kontrol rutin memerlukan dana yang tidak sedikit. Kini sudah saatnya ia melepas pen, namun lagi-lagi karena keterbatasan biaya operasi pelepasan pen terlambat. Setelah operasi, bekas lukanya kembali bernanah. Kondisi pasien kini sangat kurus dan kekurangan gizi. Kini setiap hari dilakukan perawatan luka bekas operasi. Setiap perawatan membutuhkan biaya sebesar lima puluh ribu rupiah. Bu Suyanti sangat memerlukan uluran tangan dari #Sedekaholic untuk membantu pengobatan sakitnya. Bu Suyanti dan keluarga berasal dari kalangan sederhana. Selama pengobatan mereka sudah merelakan harta benda mereka demi kesembuhan Bu Suyanti. Sawah dan kayu di pekarangan rumah sudah habis mereka jual. Kini Pak Anton Raharjo, suaminya, hanya bisa bekerja sebagai buruh. Keluarga ini memiliki dua anak, yang pertama sudah bekerja, dan yang kedua masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bu Suyanti dan keluarganya dengan cara yang tak pernah disangka. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian memberikan bantuan untuk membantu meringankan beban hidupnya. Bu Suyanti sangat bersyukur tak henti mengucap terima kasih sembari berdoa untuk #Sedekaholic dan #SedekahRombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Mari kita juga berdoa bersama supaya Bu Suyanti segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2016
Kurir : @kissherry, @Aji_Kristanto

Ibu suyanti menderita Infeksi Luka Pasca Operasi

Ibu suyanti menderita Infeksi Luka Pasca Operasi

————

DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya hidup sehari hari. Semoga Pak Dalio selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Pak daliyo menderita BPH Prostat

Pak daliyo menderita BPH Prostat

———–

DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah gubuk milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio dijadwalkan menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya hidup sehari hari. Semoga Pak Dalio selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Pak daliyo menderita BPH Prostat

Pak daliyo menderita BPH Prostat

————-

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien dampingan SR Gunung Kidul maka semakin bertambah juga biaya operasional Untuk MTSR, selama bulan Maret 2016 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 7.131.000. Biaya ini meliputi biaya bensin, servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.131.000
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

———–

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya dengan rata-rata jarak jelajah tiap hari sekitar 200Km. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Dengan semakin bertambahnya jumlah pasien dampingan SR Gunung Kidul maka semakin bertambah juga biaya operasional Untuk MTSR, selama bulan April 2016 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 7.206.500. Biaya ini meliputi biaya bensin, servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.206.500
Tanggal : 30 April 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

————-

SANDI EKA KURNIAWAN ( 7 Tahun, B_Cell Lymphoma) Alamat: Jl. Hayam Wuruk gg 1 no 23 Lingkungan Kaliwates Kudul, Jember, Jawa Timur.  Eka Sandi adalah seorang siswa bangku sekolah dasar kelas 1. Anak pasangan Ahmad Junaedi (32 tahun) & Sami (32 tahun) mengalami bengkak di pipi yang semakin lama semakin membesar dan dibawa ke RS Citra Husada Jember. Sandi (nama panggilan) diopname selama 1 Minggu namun dokter belum memberikan diagnosa yg jelas mengenai penyakit yg dialami sandi. Dokter hanya mengempeskan pipi sandi, setelah di rmh ternyata gusi sandi bengkak kembali dan sandi merasa kesakitan. Sandi di bawa pengobatan di patrang dan mendapat rujukan di RSUD Dr Soetomo dan di diagnosa mengalami sakit B_Cell Lymphoma setelah dilakukan berbagai pemeriksaan dan tes laboratorium. Setelah menjalani kemo yang kedua, sandi mengalami panas tinggi hingga berhari hari. Saat kurir #SR menjenguk, Sandi mulai kehilangan nafsu makan. Kesehataan sandi juga mulai menurun. Kami terus berdoa dan berusaha agar Sandi kembali sehat. Namun keesokan harinya sekitar jam 9 malam, sandi telah dipanggil oleh Allah SWT. Kami beserta keluarga sangat berduka atas meninggalnya sandi. Keluarga Sandi mengucapkan terimakasih atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu selama pengobatan sandi. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,­
Tanggal : 20 April 2016
Kurir :   @wahyu_CSD @dinininutz @Martinomongi

Sandi menderita B_Cell Lymphoma

Sandi menderita B_Cell Lymphoma

————

SANDI EKA KURNIAWAN ( 7 Tahun, B_Cell Lymphoma) Alamat: Jl. Hayam Wuruk gg 1 no 23 Lingkungan Kaliwates Kudul, Jember, Jawa Timur.  Eka Sandi adalah seorang siswa bangku sekolah dasar kelas 1. Anak pasangan Ahmad Junaedi (32 tahun) & Sami (32 tahun) mengalami hidung tersumbat selama satu minggu, kemudian Sandi (Nama panggilan) mengalami sakit gigi di bagian kiri. Sandi dibawa ke mantri, oleh mantri gigi kiri Sandi dibersihkan. Gigi susu Sandi juga dicabut dengan alasan kotor dan nantinya akan yg tumbuh kembali. Satu minggu kemudian pipinya semakin membengkak dan dibawa RS Citra Husada Jember Untuk opname selama 1 minggu, dalam perawatan dokter tidak memberikan informasi mengenai penyakit yang dialami sandi. Setelah beberapa hari rawat di rumah sandi mengalami sakit kembali di bagian giginya dan dibawa ke Patrang. Dirasa belum sembuh maka dokter memberi rujukan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Ketika di poli dan telah melaksanakan berbagai tes laboratorium diketahuilah bahwa sandi memiliki penyakit B_CELL LYMPHOMA. Biaya hidup di kota orang serta keadaan orang tua sandi yang tidak bekerja karena menjaga masa perawatan sandi di rumah sakit terdengar oleh seorang narasumber. Berkat info dari narasumber melalui website #SR, kami melakukan survey ke rumah orang tua Sandi. Akhirnya Sandi menjadi pasien dampingan #SR.  Keluarga sandi mengucapkan terimakasih atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : 16 Maret 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @dinininutz

Sandi menderita B_Cell Lymphoma

Sandi menderita B_Cell Lymphoma

———-

PONDOK PESANTREN AR-RAHMAH (Biaya Pengobatan Santriwati) .Alamat : Kedungbule, Desa Trimurti, Kecamatan Bantul, DIY. Pondok Pesantren Ar-Rahmah berdiri sejak tahun 2012, diasuh oleh Ustad Aonillah, mempunyai sekitar 120 santri dan santriwati. Mereka berasal dari berbagai daerah, Wonosobo, Magelang, bahkan ada beberapa diantaranya berasal dari Ambon dan Nusa Tenggara Timur. Tempat ini sebenarnya panti asuhan yang berbasis pondok pesantren. Banyak diantara santri dan santriwati merupakan yatim, piatu, yatim piatu, dan dhuafa. Walaupun berbasis pondok pesantren, semua santri di pesantren Ar-Rahmah mengenyam pendidikan yang cukup, ada yang duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga ada yang menempuh pendidikan di bangku kuliah dan semuanya mendapat beasiswa. Walaupun biaya pendidikan para santri sudah diringankan, masih ada kebutuhan tak terduga yang harus ditanggung oleh pesantren ini. Contohnya ketika adalah salah satu santriwati yang sakit. Beberapa waktu lalu, ada santriwati yang mengalami kecelakaan. Namanya Nurzaetun atau yang biasa dipanggil Atun. Santriwati yang baru duduk di kelas 2 SMP ini tidak sengaja menelan jarum. Kecelakaan itu membuat pengasuh panik. Atun dilarikan ke Rumah Sakit Jebugan Bantul. Atun melakukan rontgen, namun pihak rumah sakit tidak bisa memberi penanganan lebih lanjut karena harus dilakukan operasi. Atun harus dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Penanganan tertunda hingga esok harinya, ditambah lagi karena tidak ada prasarana yang memadai. Esoknya, berbekal biaya yang minim Atun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan operasi manual. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Kondisi Atun semakin membaik dan bisa bersekolah kembali. Pihak pesantren memang belum memiliki jaminan kesehatan apapun untuk para santri. Maka pembiayaan dan pengobatan dilakukan secara umum. Alhamdulillah, #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan dapat membantu meringankan biaya pengobatan santri Pondok Pesantren Ar-Rahmah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sebesar dua juta rupiah untuk meringankan biaya pengobatan dan untuk kebutuhan yang lain. Pihak Pondok Pesantren Ar-Rahmah mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga #Sedekaholic dan #SedekahRombongan selalu mendapatkan rahmat-Nya. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir : @Saptuari @blur_haikal @cahyo @wuri_shinta

Biaya Pengobatan Santriwati

Biaya Pengobatan Santriwati

————-

NANI MARYANI (50, Susp. Tumor Ovarium). Alamat : Kampung Babakan Baru RT.2/4, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama anak satu-satunya, Bu Nani tinggal di rumah keluarganya. Dengan segala keterbatasan, mereka bahu-membahu saling membantu menjalani kehidupan.  Ketika Bu Nani sakit, keluarganya sekemampuan menjaga dan mendampinginya. Pada awal Januari 2016 Bu Nani merasa sakit di bagian peranakan. Setelah diurut atau dipijat oleh paraji, gejala aneh yang ia rasakan itu bukannya membaik, malah semakin mengakibatkan rasa sakit. Karena kondisi kesehatannya tak kunjung pulih, pada Februari 2016  ia dibawa periksa ke Puskesmas setempat. Karena Puskesmas menyatakan tidak sanggup menangani penyakitnya, akhirnya penanganan penyakit Ibu Nani dirujuk ke RSUD Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Di RSUD ini ia dicek darah dan di-USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Ibu Nani Maryani diduga kuat terkena penyakit Tumor Ovarium. Untuk lebih memastikan penyakitnya, Ibu Nani kembali diperiksakan ke RSHS Bandung. Setelah kembali di-USG , menjalani rontgent, dan berdasarkan pemeriksaan di laboratorium, Ibu Nani dinyatakan mengidap penyakit Tumor Ovarium Ganas dan dianjurkan untuk segera menjalani operasi. Setelah mendaftar serta berdasarkan antrian Ibu Nani akan mendapat jadwal operasi pada Februari 2017. Ibu Nani memohon bantuan doa dari kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya agar tindakan operasinya dapat segera dilaksanakan dan berhasil. Berdasarkan pengamatan kurir yang mengunjunginya, Bu Nani amat layak dibantu. Ibu Nani sangat menderita akibat rasa sakit. “Obat penahan sakit” yang harus diminumnya tidak terbeli. Di samping menanggung penderitaan dari penyakitnya, ia juga mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagai seorang janda dan memiliki tanggungan seorang anak, sekarang ia tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Biaya sehari-hari saat ini dibantu anaknya yang juga sudah berkeluarga. Harapan Bu Nani untuk terus berjuang melawan kanker, akhirnya sampai juga kepada kurir #SR. Pada 22 April 2016, MTSR Bandung sempat mengevakuasi Bu Nani ke IGD RSUD Cicalengka dan IGD RSHS Bandung karena kondisinya menurun drastis. Ia sempat tinggal tiga hari di RSSR.Bandung. Selain mendapatkan dampingan dari #SR, alhamdulillah ia juga mendapatkan bantuan dari sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi selama berobat, membeli obat, san biaya sehari-hari. Pada pertengahan Mei 2016, Bu Nani akhirnya dapat menjalani tindakan operasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. “Karena menunggu antrian untuk masuk ruang rawat inap di RS Cibadak lama, terpaksa kami pindahkan operasinya ke rumah sakit lain. Biayanya dengan menjual rumah kami,” kata anaknya saat dijenguk kurir #SR. Kondisinya kini membaik walau ia harus kontrol satu bulan sekali. Bu Nani masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk mengurangi beban kehidupannya. Berempati atas apa yang dialami Bu Nani, #SedekahRombongan kembali memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 838.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @asepbima @hengkisenandika @lilisdariyah
@mukhtarefendi

Ibu nani menderita Susp. Tumor Ovarium

Ibu nani menderita Susp. Tumor Ovarium

————-

IWAN SETIAWAN (18, Kecelakaan). Alamat: Kampung Ciganitri RT.3/6 Desa Cipagalo, Kelurahan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak muda ini dikenal warga sebagai kuli bangunan, mengikuti jejak ayahnya Nana Setiadi (50). Ibunya Rodiah hanya ibu rumah tangga biasa. Iwan yang masih berusia sekolah ini terpaksa menunda impiannya untuk terus belajar. Kemiskinan dan musibah yang pernah menimpanya telah memupuskan hatapannya untuk memoerbaiki kehidupan ekonomi keluarganya. Pada Juli 2014 Iwan mengalami kecelakaan motor. Dia terjatuh dan masuk selokan yang mengakibatkan kepalanya terbentur. Akibat benturan itu, batok kepala bagian samping depan remuk. Iwan dirawat selama satu bulan di RSHS Bandung. Menurut dokter yang menanganinya, batok kepalanya yang hancur harus diganti dengan bahan logam. Sayang? batok kepala pengganti harus didatangkan dari negara lain yang harganya pada waktu itu berkisar Rp.9.000.000,- (sembilan juta rupiah). Karena tidak memiliki biaya, orang tua Iwan meminta izin pulang dari rumah sakit rujukan nasional itu. Dokter mengizinkannya dengan syarat Iwan berobat rutin untuk memulihkan luka di kepalanya, sambil menyarankan agar batok kepalanya dipasang paling lambat tiga bulan setela Iwan dirawat. Namun, sampai saat ini keluarganya belum bisa melaksanakan saran dokter tersebut. Jangankan untuk mengganti batok kepala, biaya untuk pemeriksaan rutin dan pengobatan pun tidak selalu mereka miliki. Iwan Setiawan termasuk warga miskin yang layak dibantu. Ia putra dari keluarga tidak mampu. Ayahnya hanya seorang buruh bangunan yang bekerja bila ada mandor yang mengajaknya bekerja. Iwan kini tidak sekolah. Ia bekerja bersama ayahnya sebagai buruh bangunan. Penghasilan ayahnya sebagai buruh bangunan dan pendapatan Iwan Setiawan sebagai tukang laden tetap tidak memadai untuk kehidupan mereka yang layak. Mereka hidup dalam kesederhanaan karena kemiskinan. Bahkan biaya untuk ke rumah sakit memeriksakan kepalanya pun sangat sulit dimiliki. Untuk menutupi bekas luka di kepala bagian depan itu, Iwan sengaja memanjangkan rambutnya (gondrog), karena merasa malu atau minder. Saat dikunjungi kurir #SR, keluarganya sangat mengharapkan bantuan agar Iwan segera mendapatkan batok kepala pengganti dan dioperasi untuk pemasangannya. Kalaupun batok kepalanya belum didapatkan, orang tuanya sangat berharap ada yang bisa membantu agar Iwan dapat melanjutkan pengobatan dan melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Kepada kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya, orang tua dan pengurus RW juga setempat meminta pendapat bagaimana caranya agar Iwan bisa memperoleh biaya untuk membeli batok kepala pengganti karena tidak ditanggung oleh BPJS. Sebagai wujud kepedulian dan empati atas apa yang dialami Iwan Setiawan, sedekaholics #SR alhamdulillah memberinya Bantuan Awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS, biaya transportasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Setelah mendapatkan bantuan dan dukungan #SR, Iwan nampak semakin bersemangat menjalani pengobatan di rumah sakit. Perjalanan ikhtiar sehatnya masih memerlukan waktu yang menuntut kesabaran. Iwan masih harus terus berobat ke rumah sakit dan berharap masih mendapatkan dukungan #SR. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, pada akhir Juli 2016, kembali #SR memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 842.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurirr: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @lilisdaryati

Iwan mengalami Kecelakaan

Iwan mengalami Kecelakaan

———-

YANA BIN SUPENA (29, Suspek: Ca Nasofaring). Alamat: Jl. Karyabakti, Kedung Krisik Utara RT.1/5 Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Di usianya yang ke-29, Yana divonis menderita kanker Nasofaring Stadium 4. Saat ini, tukan becak ini tinggal bersama orangtuanya di rumah sederhana di Kota Udang. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga dhuafa ini hanya mengandalkan penghasilan bapaknya, yaitu Pak Supena sebagai tukang becak; ibunya, Yety Hartati sehari-hari hanya disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan Yana yang diuji dengan penyakit cukup lama. Selama sakit, Yana pernah dirawat dan menjalani operasi di RS Gunung Jati, Cirebon. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak Rumah Sakit kemudian merujuknya ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan tindakan operasi. Hal ini dikarenakan di bagian dalam hidung Yana terdapat benjolan sebesar tiga biji kacang hijau dan harus segera dioperasi karena sifatnya sangat ganas dan dikhawatirkan menyebar ke bagian tubuh lain. Saat ditemui kurir Cirebon, kondisi terakhir Yana semakin mengkhawatirkan : penglihatannya mulai rabun dan tubuhnya kian melemah. Keluarga dhuafa ini mengaku semakin kebingungan dengan biaya pengobatan saat Yana divonis menderita kanker ganas. Apalagi, dia harus berobat di Kota Kembang yang tentu saja membutuhkan biaya. Padahal, jangankan untuk biaya berobat, penghasilan Supena yang tak seberapa hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun mengalami kesulitan ekonomi, mereka tetap berikhtiar melakukan berbagai upaya medis untuk kesembuhan anak pertamanya itu. Saat ini untuk biaya pengobatan Yana, mereka hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah setempat dan pinjaman dari saudaranya. Kegigihan dan harapan mereka untuk terus berikhtiar akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan di Cirebon yang kemudian mengunjungi keluarga dhuafa yang tabah ini di rumah mereka yang sangat sederhana. Beberapa hari kemudian, dengan empati sedekaholics #SR, Pak Yana kemudian difasilitasi kurir Cirebon berangkat ke RSHS Bandung didampingi satu orang saudaranya. Pak Yana dan keluarganya layak mendapatkan bantuan dan dorongan. Karena itu, sesampainya di RSSR Bandung, #SR juga memberinya Bantuan Awal yang dipergunakan untuk biaya pengobatan, pembuatan BPJS Kesehatan, dan kebutuhan sehari-harinya selama berobat. Semoga Yana senantiasa diberikan kesembuhan dan keluarganya selalu diberikan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak yana menderita Suspek: Ca Nasofaring

Pak yana menderita Suspek: Ca Nasofaring

————-

KUSWOYO BIN TRIPUNJUL (30, Katarak & Kanker Hidung). Alamat: Kp. Jelekong RT.6/1 Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kuswoyo adalah anak pertama almarhum Bapak Tripunjul dan Ibu Aan binti Cece (51). Kuswoyo memiliki 3 orang adik: satu orang bersekolah di SMA dan dua orang lagi masih di Sekolah Dasar. Sejak tahun 2000 pandangan matanya buram sehingga ia mengalami kesulitan untuk melihat. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita katarak. Kuswoyo pernah menjalani operasi di RS Mata Cicendo Kota Bandung dan dirawat selama satu minggu. Penglihatannya sempat membaik, namun kini pandangan matanya kembali buram, malah semakin parah dan seperti mengalami kebutaan. Selain katarak, sejak tahun 2005 Kuswoyo diduga kuat terjangkit kanker hidung. Semasa ayahnya masih hidup, ia pernah menjalani pengobatan di Kota Solo dan 12 kali menjalani kemoterapi serta dirawat di rumah sakit. Belum tuntas masa pengobatan kanker hidung yang menyerangnya, ayahnya meninggal dunia. Kuswoyo pun kembali pulang bersama ibunya ke Desa Jelekong Kabupaten Bandung dan hanya sesekali memeriksakan penyakit kanker di hidungnya. Bersama ibu dan adiknya kini ia tinggal di rumah bilik yang sangat sederhana. Dengan menanggung beban penyakit yang ia alami, dan demi memenuhi kebutuhan hidupnya, Kuswoyo bekerja sebagai tukang pijat. Karena matanya sudah tidak melihat, ia dikenal sebagai “tukang pijat tuna-netra.” Untuk memudahkan pekerjaannya sebagai “tukang pijat panggilan”, ia dibantu adiknya yang paling besar yang setia mengantar dan menuntunnya ke tempat orang yang membutuhkan jasanya. Karena penghasilannya yang tidak menentu dan harus membantu membiayai keluarganya, Kuswoyo jarang punya biaya untuk kontrol dan berobat. Bahkan setelah pemerintah setempat membuatkan jaminan kesehatan (KIS) pun, Kuswoyo sering tidak punya ongkos untuk berobat ke rumah sakit yang letaknya di Kota Bandung. Padahal penyakit kanker di hidungnya masih harus terus diobati dan penyakit kataraknya semakin membuatnya buta. Cerita duka Kuswoyo dan keluarganya yang dhuafa itu diketahui salah seorang warga yang kemudian menyampaikannya kepada kurir #SedekahRombongan. Bersyukur kurir #SR dapat berkunjung dan bertemu dengan keluarga mereka. Alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics #SR dan akan mendampinginya berobat sampai tuntas. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya transportasi berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada saat kurir #SR menyampaikan bantuan, Kuswoyo sedang ada panggilan memijat ke tempat yang jauh, diantar adiknya. Setelah ditunggu sampai Pukul 21.00, ia belum pulang juga sehingga santunan diterima oleh ibunya disertai kedua adiknya yang masih kecil. Pada pertengahan awal Juni 2016, kurir #SR kembali mengunjunginya untuk yang ketiga kali. Kuswoyo baru selesai menjalani operasi pada matanya. “Besok juga harus ke rumah sakit lagi. Kata dokternya harus setiap hari dikontrol,” jelas ibunya. Selain harus melakukan pemeriksaan ke RS Mata Cicendo, Kuswoyo juga masih harus menjalani kontrol untuk menangani kanker di hidungnya. Pada akhir bulan Juli 2016 kurir #SR kembali menjenguk Kuswoyo.Dari hasil pemeriksaan dokter RSHS, Kuswoyo terserang TB Perut yang disebabkan oleh Kanker hidung dan gangguan saraf matanya. Dia harus berobat jalan dan minum obat selama 9 bulan. Dia masih membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban hidupnya. Berempati atas apa yang dialami Kuswoyo dan keluarganya, kembali kurir #SR di Bandung memberi mereka bantuan lanjutan dari sedekaholics yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum yang ketiga ini tercatat di Rombongan 854.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkisenandika @lilisdariyah @hapsarigendhis

Pak kuswoyo menderita Katarak & Kanker Hidung

Pak kuswoyo menderita Katarak & Kanker Hidung

———-

ROHMAH BINTI SUMHAYI (99, Katarak dan Pendarahan di Mata Kanan). Alamat: Kampung Astakarama RT.2/13 Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda yang paling tua di kampungnya ini tinggal sendirian di rumah peninggalan mendiang suaminya. Sekali-kali ia ditemani saudara jauhnya karena Mak Rohmah memang tak memiliki keturunan. Ia sendirian hidup dalam kemiskinan. Saudara dan tetangganyalah yang menopang kebutuhannya selama ini. Enam bulan terakhir ini Mak Rohmah semakin tak berdaya. Kedua matanya tak bisa melihat dengan normal. Ia mengalami kebutaan. Diduga ia mengalami katarak. Bahkan dalam dua minggu ini dari mata kanannya kerap keluar darah. Kemungkinan karena gatal dan nyeri sehingga ia sering kali menggaruk dan memukul-mukul mata kanannya itu. Keluarga dan warga yang peduli kemudian memeriksakannya ke klinik dan Puskesmas Pasirjambu. Ketika berobat itulah Mak Rohmah bertemu dengan kurir #SedekahRombongan. Ma Rohmah kemudian didampingi ke dokter praktek karena dia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Dokter  menganjurkan Mak Rohmah untuk kontrol seminggu tiga kali sebelum ia berobat ke RSUD Soreang, sambil menunggu SKTM Kabupaten Bandung yang masih diproses oleh pengurus Rukun Warga. Selain itu, alhamdulillah #SedekahRombongan juga membantu Mak Rohmah berupa uang untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari serta menjadikannya pasien dampingan. Pada awal April 2016, warga yang peduli menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa kondisi Ma Rohmah semakin menurun. Bahkan perilakunya berubah seperti anak-anak. Alhamdulillah, saat itu #SedekahRombongan dapat meringankan beban keluarganya dan memberinya bantuan. Pada bulan Juli 2016, kurir #SR di Kabupaten Bandung mengunjunginya untuk yang ketiga kali. Ia masih membutuhkan bantuan para dermawan. Berempati atas apa yang dialami ibu paling tua di desanya itu, kembali #SR menyampaikan bantuan lanjutan kepadanya. Bantuan ketiga yang diterima sanak saudara Ma Omah ini digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 838.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Nek rohmah menderita Katarak dan Pendarahan di Mata Kanan

Nek rohmah menderita Katarak dan Pendarahan di Mata Kanan

————

SITI SENANGSIH, (31, Tumor Lutut Kanan). Alamat: Kampung Lebakwangi RT.1/1, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Suami ibu Siti Senangsih, Sukandi (30) bekerja sebagai buruh di pabrik sepatu. Sejak 18 bulan yang lalu Bu Senangsih didiagnosis menderita tumor di lutut kanan. Ia berobat menggunakan Jamkesmas. Ibu dari satu anak ini seringkali tidak memiliki cukup uang untuk biaya ke rumah sakit sehingga pengobatan sempat dihentikan. Setelah berkali-kali dikemoterapi, dokter menyarankan Bu Senangsih diamputasi sebagai upaya tindakan medis untuk mengatasi tumor yang ia derita. Akan tetapi, Bu Senangsih menolak tindakan itu. “Nggak pak, saya nggak rela diamputasi. Saya ikhlas seperti ini saja sampai takdir Allah menentukan yang terbaik,” kata ibu muda asal Palembang ini. Pada awal bulan Desember 2014 ia menghentikan ikhtiar medisnya di RSHS Bandung. Ia lebih memilih terapi alternatif (ahli tulang dan pijit) dan kontrol ke RSUD Soreang. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan di rumah kontrakannya, awal Januari 2016 benjolan di kakinya tampak semakin mengecil dan dia sudah mulai bisa duduk, berdiri, dan berjalan walau selangkah demi selangkah. Terapi rutin yang kini dia jalani adalah kontrol rutin ke RSUD Soreang dan pengobatan alternatif. Pada Mei 2016 kurir #SedekahRombongan mendapatkan kabar dari suaminya bahwa kondisi Bu Siti menurun drastis. “Hampir tiga minggu istri saya hanya bisa terbaring sambil menahan sakit di kaki kanannya,” kata suaminya. Kurir #SR Bandung Raya kemudian menjenguk Bu Siti Senangsih di rumah kontrakannya dan menyampaikan bantuan lanjutan dari #SR. Pada akhir 22 Juli 2016 pukul 18.30 suaminya menghubungi kurir #SR di Kab Bandung, mengabarkan bahwa kondisi Bu Siti menurun drastis. Menggunakan MTSR, ia kemudian dievakuasi ke RSUD Soreang. Karena di IGD rumah sakit rujukan di Kab. Bandung itu penuh, ia lalu dirujuk ke IGD RSHS Bandung. Dokter menyarankan agar Bu Siti segera diperiksa rutin dan dirawat agar perkembangannya bisa terpantau. Bu Siti Senangsih dan keluarganya masih memerlukan bantuan dan dukungan. Dengan izin Allah Swt, apa yang dialaminya mendapatkan empati sedekaholics.  #SedekahRombongan. Sambil mengantarkannya pulang, alhamdulillah, kurir #SR kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Bu Siti Senangsih. Bantuan yang ia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @hapsarigendhis

Ibu siti menderita Tumor Lutut Kanan

Ibu siti menderita Tumor Lutut Kanan

———-

KIKI BINTI MAMAN (23, Suspek : Ginjal/Hipertensi). Alamat : Jl. Muara Timur 1 Gg. Perikanan 2, RT.3/5 No. 113, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak muda yang sehari hari bekerja sebagai pemulung ini terpaksa harus terbaring tak berdaya. Ia tak bisa Lagi membantu ibunya, Bu Emiyati (55),  mencari nafkah untuk sekadar bertahan hidup. Ibunya — yang juga seorang pemulung– yang selama ini  membersarkan dan membimbingnya menjalani hidup sebagai pemulung. Ayahnya, Pak Maman, sudah lama meninggal dunia. Walau terbiasa dengan hidup serba kekurangan, mereka merasakan beban lebih berat sejak Kiki sakit-sakitan. Sejak April 2016 anak kedua ini mengalami rasa sakit pada punggung sampai paha, yang mengakibatkan ia tidak bisa berjalan. Setiap hari lebih ia banyak terbaring; sesekali duduk apabila akan makan dan minum saja. Karena tidak memiliki biaya, ia tidak segera dibawa berobat oleh ibunya. Pada bulan Juli 2016 ibunya memaksakan membawa Kiki ke dokter untuk berobat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Kiki memiliki tekanan darah tinggi. Untuk menangani rasa sakit di punggung sampai pahanya, dokter menyarankan. untuk memeriksakannya ke rumah sakit. Akan tetapi, karena ibunya hanya seorang pemulung dan tidak memiliki uang, maka sampai saat ini Kiki belum dibawa ke rumah sakit. Bahkan, untuk berobat ke Puskesmas di daerah setempat pun mereka merasa sulit, karena badannya sakit bila digerakkan. Kabar ihwal penderitaan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Kota Bandung atas informasi dari tetangga keluarga Kiki. Bersyukur kurir #SR bisa mengunjungi mereka keluarga dhuafa ini. Mereka amat layak dibantu. Selain karen tanggungan keluarganya cukup banyak (tiga orang), kiki adalah anak yatim yang telah lama ditinghal ayahnya. Walaupun bekerja, ibunya hanya seorang janda yang mencari nafkahnya sekadar mengumpulkan botol-botol dan kardus bekas yang kemudian dijualnya. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah bangunan kecil, berukuran kurang-lebih 2X3 meter. Bangunan itu pun dibuat di belakang gereja atas izin pengurus gereja, yang bahan bangunanya sumbangan dari gereja di daerah itu. Ketika sedang sehat, Kiki membantu ibunya mencari botol dan kardus bekas untuk dijual, sebagai mata pencahariannya. Sehingga, ketika Kiki terserang penyakit, ia tidak bisa membantu mencari nafkah. Kebutuhan sehari-harinya seringkali hanya didapatkan dari pemberian, belas kasihan para tetangganya. Karena kehidupannya yang serba sulit itulah, Ibu Kiki sampai saat ini tidak mampu membawanya ke sumah sakit untuk diperiksa. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (KIS), ibunya kerap tidak memiliki biaya untuk transportasi. Kiki sulit berjalan dan memerlukan kendaraan untuk mengangkutnya, sehingga mereka harus sewa mobil. Memahami betapa beratnya duka keluarga dhuafa ini, sedekaholics #SR, alhamdulillah, berempati kepada Kiki dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan berupa uang. Bantuan Ke-1 yang disampaikan di rumah gubuknya itu digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari mereka. Setelah menerima santunan #SR, esok harinya Kiki langsung diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD setempat yang kemudian merujuknya ke RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan;  Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @HengkiHendrawan

Kiki menderita Suspek : Ginjal/Hipertensi

Kiki menderita Suspek : Ginjal/Hipertensi

————-

DONI SYAIFUL RAHMAN (19, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT.4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni adalah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan  penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat  membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit,  yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tAkan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen  Meskipun tabung oksigen  sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini dan menjadikan Doni sebagai pasien dampingan. Pada pertengahan Mei 2016 kurir #SR Bandung Raya menjenguk Doni di rumahnya dan memberinya bantuan untuk terus berobat rutin karena kondisinya belum membaik. Pada akhir Juli 2016 kurir #SR di Kota Bandung kembali menjenguk Doni di rumahnya. Walau tampak segar, pengobatannya masih harus berlanjut. Dengan rahmat Allah Swt, alhamdulillah #SR kembali menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Bantuan ke-7 yang mereka terima di rumah gubuknya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat rutin, membeli gas oxygen dan pemeriksaan mata ke RS Cicendo. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda  @asepbima @mamahfajar

Doni menderita Thalasemia Major

Doni menderita Thalasemia Major

————

ABDULLAH ADAMIY (70, Sesak nafas Nafas Akut). Alamat: Kampung Pakuluran RT.2/3, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir satu tahun, Abdullah menderita penyakit sesak nafas akut. Di samping usianya yang sudah renta, penyakit itu membuat aktivitasnya menjadi terbatas. Awalnya, Abdullah merasakan sesak nafas secara tiba-tiba. Karena khawatir dengan kondisi suaminya, sang istri, Hamidah, membawa Abdullah berobat ke dokter dekat rumahnya. Dokter pun menyarankan agar Abdullah menjalani pengobatan secara berkelanjutan. Dia kemudian diberi obat untuk meredakan sesak nafas yang dialaminya. Namun setelah obat habis, Abdullah kembali mengalami sesak nafas. Berbekal Kartu Jamkesmas, keluarganya membawa ia diperiksakan ke Puskesmas. kanbtetapi, kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarganya, membuat Abdullah terpaksa menunda pengobatan yang seharusnya dilakukan secara berkelanjutan, terutama ke RSUD. Sang istri yang hanya sebagai ibu rumah tangga juga tak bisa membantu perekonomian keluarga dan pengobatan suami tercintanya. Penderitaan keluarga dhuafa ini akhirnya disampaikan mustahik kepada kurir #SedekahRombongan. Beruntung kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa yang tabah ini. Sebagai wujud kepedulian dan empati atas apa yang dialami Abdullah, beberapa hari kemudian alhamdulillah sedekaholics #SR memberi mereka Bantuan Awal yang digunakan untuk biaya pengobatan dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @BoyDandi @ghildakharisma

Pak abdullah menderita Sesak nafas Nafas Akut

Pak abdullah menderita Sesak nafas Nafas Akut

————

ODAH HAWIYAH (65, Suspek: Radang Tenggorokan, Kaki Bengkak). Alamat: Kampung Pakuluran RT.2/3, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Mak Odah -‘-sapaan akrabnya– adalah janda paruh baya yang di usia senjanya kini didiagnosa menderita radang tenggorokan. Gejala penyakitnya bermula saat awal Juni 2016, Ma’ Odah mengalami batuk terus-menerus disertai sakit kepala dan sakit di ulu hati. Karena khawatir dengan kondisi badannya yang terus melemah, Ma’ Odah pun menjalani pemeriksaan di dokter dekat rumahnya. Di tempat prakter dokter itulah, ia didiagnosa terkena radang tenggorokan. Sampai saat ini, Ma’Odah masih terus mengeluh kesakitan di ulu hati, merasa lemas, sulit tidur, sakit kepala, dan kakinya mengalami pembengkakan. Menurut pernyataan keluarganya, Ma’Odah terpaksa menunda pengobatan lanjutannya karena kesulitan ekonomi yang dialami keluarga. Walaupun memiliki Kartu Jamkesmas, ia masih ragu untuk meneruskan pengobatan ke rumah sakit. Penghasilan sang anak yang hanya bekerja serabutan tak cukup untuk membayar biaya pengobatan Ma’Odah. Penderitaan keluarga dhuafa itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan yang kemudian mengunjungi Ma’Odah dan keluarganya. Kepada kurir #SedekahRombongan, keluarga dhuafa ini memohon agar Ma’Odah bisa dibantu dalam hal biaya untuk berobat. Alhamdulillah harapannya terkabulkan. Dengan empati sedekaholics, pada akhir Juli 2016 kurir #SR dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Ma’Odah dan keluarganya. Bantuan Pertama ini digunakan untuk biaya berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan dari #SedekahRombongan bisa membantu kesembuhan Ma’Odah.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ghildakharisma @BoyDandi

Bu odah menderita Suspek: Radang Tenggorokan, Kaki Bengkak

Bu odah menderita Suspek: Radang Tenggorokan, Kaki Bengkak

————–

DODI HIDAYATULLOH (28, Demam Berdarah). Alamat : Kp. Galian RT. 1/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Dodi mengalami panas tinggi yang kemudian keluarga mengevakuasinya ke Klinik terdekat. Setelah menjalani perawatan di Klinik selama 5 hari, panasnya tidak juga mau turun. Dokter klinik menyarankan agar Dodi secepatnya dirujuk ke rumah sakit dan kemudian ia pun dirujuk ke RS. Ridhoka Salma Cikarang Barat. Dodi tidak memiliki surat jaminan apa-apa, namun mereka berupaya untuk membuatkan BPJS Kesehatan instan. Dodi yang sehari-harinya sebagai guru ngaji sangat merasakan kesulitan untuk bekal selama di rumah sakit. Sedangkan istrinya, Ita Puspita Sari (23) seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan pertama untuk bekal di rumah sakit. Semoga Dodi segera diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Zaenudin

Pak dodi menderita Demam Berdarah

Pak dodi menderita Demam Berdarah

————–

MUHAMMAD ZAINAL (4, Penyumbatan gumpalan darah di kepala). Alamat : Ujung Harapan At Taufiq Gg 2 RT.1/44, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan awal dirumah sakit, ada penyumbatan atau semacam gumpalan darah di kepala, sehingga sampai usia hampir 5 tahun, ia tidak bisa jalan dan bicara, tangannya hanya mengepal seperti bayi. Dengan bermodalkan fasilitas jaminan Kesehatan berupa BPJS, keluarga terus berusaha mengobati dik Zainal meskipun kadang harus cari pinjaman untuk kebutuhan biaya akomodasi ke RSUD Kota Bekasi. Ayahnya bernama Pak Osim (40) seorang petugas kebersihan yang setiap bulannya menerima upah 800 ribu rupiah, sedangkan ibunya, Bu Fatmawati (38) ibu rumah tangga. Dengan penghasilan tersebut, Pak Osim menghidupi keluarga istri dan 2 orang anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu. Saat ini masih harus menjalani beberapa kali teraphy untuk meningkatkan berat badan agar segera dapat dioperasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 848.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Zainal mengalami Penyumbatan gumpalan darah di kepala

Zainal mengalami Penyumbatan gumpalan darah di kepala

———–

TRI PUJIYANTI (21, TB. Paru). Alamat : Kp. Teluk Buyung RT. 2/7, Desa Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah 1,5 tahun Tri menderita TB. Paru dan hingga saat ini masih menjalani pengobatan rutin. Tri sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan dan perawatan di RSUD Kota Bekasi saat kondisinya kritis. Kondisi paru yang sudah parah membuat ia harus dirujuk ke RS. Persahabatan Jakarta dengan jaminan Kartu KIS PBI. Selain itu ia juga sangat bergantung pada oksigen, sebab kalau tidak akan menimbulkan sesak nafas yang membuatnya drop. Sungguh malang nasibnya, di usia remaja ia hanya lebih banyak terbaring di tempat tidur. Ayahnya, Pak Yayah Nurhaya (47) hanya seorang tukang ojek sedangkan ibunya, Bu Sumiati (48) hanya ibu rumah tangga. Ketika Kurir #SedekahRombongan dating menemui Tri di RS. Persahabatan, kondisinya sangat lemah terpasang selang oksigen. Bantuan awalpun disampaikan untuk bekal selama ia menjalani perawatan di RS. Persahabatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Tri menderita TB. Paru

Tri menderita TB. Paru

————-

KEISYA RIA AMANSYAH (6, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Jarak tempuh Cikarang-Bandung membuat Ibunya Keisya mengambil keputusan baru untuk melanjutkan pengobatan Keisya ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 861. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudi @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi

————-

ANDINI KAYLA RAHMA (4, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (27)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (29) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Saat ini Andini berobat rutin ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan untuk pembayaran iuran BPJS. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 831. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia

————

YULIANA SARAGIH (34, Reumatik ). Alamat: Jl. Kelinci 2 RT. 8/15 No. 31, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Wanita yang akrab disapa Bu Yuli ini adalah seorang janda. Sakit yang diderita Bu Yuli berawal dari reumatik setelah melahiran anak pertama. Pada saat itu, ketika ingin buang air kecil, badannya terasa kaku. Kemudian Bu Yuli berobat ke klinik, dokter di klinik setempat menyatakan bahwa ia menderita sakit reumatik. Kemudian Bu Yuli melakukan rawat jalan dan hasilnya rasa sakit yang ia derita dapat sembuh. Namun terkadang sakitnya kambuh lagi apabila tidak minum obat. Selanjutnya Ibu Yuli berobat di RS Bakti Kartini Kota Bekasi. Diagnosa dari dokter rumah sakit tersebut menyatakan bahwa Ibu Yuli menderita rematik akut. Dan dokter menyarankan untuk suntik tiap minggu sekali dengan biaya setiap kali suntik yaitu sebesar Rp 3.000.000,-. Dokter juga menyarankan untuk dilakukan operasi tulang kaki di bagian persendian. Karena saat itu belum ada biaya dan belum ada kartu BPJS, Ibu Yuli akhirnya tidak melanjutkan pengobatan sampai sekarang. Kondisi Bu Yuli saat ini, tidak bisa berjalan dan berdiri. Hanya bisa tidur di atas kasur sejak bulan Oktober 2015. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Yuli dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan beban Bu Yuli. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 841.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Ibu yuliana menderita Reumatik

Ibu yuliana menderita Reumatik

———–

KUTSAR KARMILA (8, Demam Berdarah). Alamat : Kp. Ceger RT. 3/3, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada hari Jumat, 13 Mei 2016, Karmila atau yang biasa dipanggil Mila, mengalami panas tinggi. Upaya Ibunya membawa ke Puskesmas terdekat tidak membuat kondisi Mila membaik, sehingga ia harus dirujuk ke rumah sakit. Karena Mila tidak memiliki jaminan apa-apa, keluarga sempat membawa pulang Mila ke rumah. Tenggah malam kondisi Mila semakin memburuk, bersama Kurir #SedekahRombongan, Mila dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang Barat menggunakan MTSR. Awalnya Mila akan dibuatkan BPJS yang langsung dapat digunakan, namun ada kesulitan pada database kependudukan yang tidak dapat diproses secepatnya. Sehingga Mila tercatat sebagai pasien Umum di RS. Ridhoka Salma. Saat ini Mila menjalani perawatan dengan diagnosa DBD dan kondisi trombosit semakin menurun. Ibunya Mila, Neng Kasniawati (34) adalah seorang janda yang sudah bercerai sejak 6 tahun yang lalu. Kehidupan mereka hanya mengandalkan pamannya yang sebagai buruh pabrik dengan gaji yang tidak mencukupi untuk anak dan istrinya. Saat ini Mila sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dengan menandatangani Surat Perjanjian Hutang. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bayar angsuran kedua di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 858.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

kamila menderita Demam Berdarah

kamila menderita Demam Berdarah

————

AMI BINTI TEDONG (55, Operasi Tangan). Alamat : Kp. Pete Cina RT. 2/3, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Suatu hari saat Bu Ami sedang mencuci pakaian, tangan kanannya tertusuk jarum yang tersemat di pakaian. Karena dirasa ada jarum yang masuk ke dalam daging, akhirnya Bu Ami dibawa ke RS. Ridhoka Salma untuk diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan, keesokan harinya Bu Ami menjalani operasi di RS. Ridhoka Salma Cikarang Barat. Bu Ami tidak memiliki jaminan apa-apa. Suaminya, Pak Nari (60) seorang buruh serabutan. Mereka sangat kesulitan untuk membayar biaya operasi yang mencapai jutaan rupiah. Akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang berusaha membantu agar proses operasi tersebut dilakukan. Proses operasi pun berjalan lancar, sehari setelah menjalani perawatan, Bu Ami sudah diperbolehkan pulang dengan menandatangani Surat Perjanjian Hutang. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar cicilan biaya operasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

bantuan lanjutan untuk membayar cicilan biaya operasi

bantuan lanjutan untuk membayar cicilan biaya operasi

————-

USIH BINTI USIN (31, Susp. Kanker Payudara). Alamat : Kp. Pasir Randu RT. 5/3, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Maret 2013, Usih sudah merasakan adanya benjolan pada payudara kirinya yang semakin lama makin membesar. Awalnya pengobatan yang ia lakukan hanya sebatas pengobatan alternative yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Selama beberapa kali melakukan upaya pengobatan alternative namun tidak dirasakan hasil yang menggembirakan, malah semakin membesar. Waktu itu Usih sempat menghentikan pengobatan, hingga pada awal tahun 2015 ia berupaya menjalani pengobatan medis di klinik terdekat, namun dokter klinik menyarankan agar Usih memeriksakan diri ke rumah sakit. Kendala biaya yang ia rasakan membuat proses pemeriksaan ke rumah sakit tidak terlaksana. Ia tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga sehingga kesulitan untuk mengurus BPJS. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk menebus obat di apotik karena kartu BPJS masih dalam proses pembuatan. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 865.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @DidikDoanks

Bu usih menderita Susp. Kanker Payudara

Bu usih menderita Susp. Kanker Payudara

———–

HIKSANUDIN BIN BURHANUDIN (3, Meningitis). Alamat : Kp. Cikarang Jati RT. 2/1, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Gejala awal yang dialami Hiksan panas tinggi yang sudah hampir 1 minggu namun tidak ada perubahan. Pada tanggal 7 Juli 2016, Hiksan dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dalam keadan gelisah sehingga memerlukan pengawasan ekstra di Ruang Picu. Setelah menjalani serangkain pemeriksaan, dokter mendiagnosa Hiksan menderita meningitis. Saat ini kondisi Hiksan sudah lebih baik, sudah tidak gelisah lagi. Namun Hiksan harus menjalani ST Scan, sayangnya alat yang dibutuhkan sedang rusak, sehingga Hiksan harus menjalani ST Scan ke tempat lain. Meskipun Kartu BPJS yang ia miliki dapat mengcover biaya rumah sakit, namun untuk bekal di rumah sakit mereka sangat kesulitan. Ayahnya, Pak Burhanudin (36) seorang buruh serabutan sedangkan ibunya, Bu Rita (35) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk bekal di rumah sakit. Semoga Hiksan diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Hiksan menderita Meningitis

Hiksan menderita Meningitis

————

NENGSIH BINTI KANIH (22, Melahirkan/Partus). Alamat : Kp. Pulo Puter RT. 6/2, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 17 Juli 2016, Bu Nengsih melahirkan bayi laki-laki di RSUD Kabupaten Bekasi. Kondisi bayi dengan berat badan cukup, akan tetapi ada kelainan pada mulut bayi tersebut yang tidak mempunyai dinding antara mulut dengan hidung atau disebut labio palato. Bukan hanya itu, kedua telinga tidak berlubang, hanya ada daun telinga saja. Tentu saja kesedihan pun menyelimuti keluarga ini. Bu Nengsih memiliki jaminan BPJS PBI, sedangkan bayi tidak memiliki jaminan apa-apa sehingga bayi menggunakan biaya umum selama menjalani perawatan setelah lahir. Suami Bu Nengsih,Pak Bonan (36) adalah seorang supir tembak. Mereka kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit sedangkan untuk bekal menunggu bayi selama dirawat pun sudah tidak ada. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Eni Meiliya

Bantuan biaya melahirkan

Bantuan biaya melahirkan

———-

MUFLIH HARTONO (45, Tumor Lidah). Alamat : Kp. Kali Jeruk RT. 2/3, Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Muflih Hartono yang sehari-harinya biasa dipanggil Pak Anton sudah hampir 2 tahun menderita tumor lidah. Awalnya ada luka di lidah yang tak kunjung sembuh. Pada awal bulan Juni 2016, dengan berbekal jaminan Kartu BPJS, ia memberanikan diri untuk berobat ke rumah sakit. Singkat cerita, ia menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dan kemudian dirujuk ke RS. Persahabatan Jakarta. Saat ini Pak Anton mengalami kesulitan biaya transport ke RS. Persahabatan Jakarta. Semenjak Pak Anton sakit, ia sudah tidak dapat bekerja lagi sebagai buruh serabutan. Sedangkan istrinya, Bu Iis (40) hanya ibu rumah tangga. Untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit. Semoga Pak Anton diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via H. Nasim

Pak muflih menderita Tumor Lidah

Pak muflih menderita Tumor Lidah

————

ENCERIA BR HALOHO (64, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Jl. Meranti Selatan II Blok D No. 223 RT. 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak beberapa bulan terakhir Bu Ria mengalami gangguan pengelihatan pada mata sebelah kanan. Awalnya masih bisa melihat meskipun tidak jelas, namun saat ini mata sebelah kanan sama sekali tidak bisa melihat. Kartu BPJS yang dimiliki Bu Ria belum dibayar 10 bulan karena belum ada uang untuk bayar. Karena itulah hingga saat ini ia tidak bisa memeriksakan diri ke rumah sakit karena BPJS yang dimiliki tidak bisa digunakan. Bu Ria seorang janda yang hidup tinggal bersama anaknya, buruh pabrik yang sudah berkeluarga. Bu Ria sangat berharap agar Kartu BPJS nya bisa dibayar dan dapat digunakan supaya ia bisa menjalani pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian kacamata. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 858.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Ibu ria menderita Gangguan Pengelihatan

Ibu ria menderita Gangguan Pengelihatan

————–

DARIP BIN MISIN (65, Pembengkakan Pembuluh Darah). Alamat : Kp. Srengseng Bungur RT. 3/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya tumbuh benjolan sebesar kepalan tangan pada paha kanan bagian depan yang diduga hanya bisul biasa. Namun setelah menjalani pemeriksaan di klinik terdekat, akhirnya disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit. Selama ini Pak Darip baru 2 kali menjalani pemeriksaan di RS. Bakti Husada Cikarang. Pemeriksaan sempat terhenti Karena ketiadaan biaya ongkos transport meskipun biaya rumah sakit sudah tercover Kartu BPJS PBI. Pak Darip hanya seorang duda, istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Selama ini ia tinggal bersama anaknya yang sudah berkeluarga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit untuk proses pemeriksaan penyakit Pak Darip. Semoga Pak Darip diberi kemudahan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @iidfahrudin

Pak darip menderita Pembengkakan Pembuluh Darah

Pak darip menderita Pembengkakan Pembuluh Darah

————

HALIMAH BINTI RABUN (56, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Muaragembong RT. 3/3, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 12 tahun Bu Halimah menderita diabetes yang awalnya luka kecil sekarang semakin melebar pada jari kaki kanan. Rasa takut yang membuat Bu Halimah sela ini bertahan dengan sakitnya, karena takut diamputasi. Dengan bantuan keluarga yang membujuknya, akhirnya Bu Halimah mau menjalani amputasi jari kaki di RS. Ridhoka Salma dengan Kartu BPJS PBI. Bukan hanya itu, keadan ekonomi mereka pun ikut menjadi factor yang menghalangi keinginan berobat. Suami Bu Halimah, Pak Abdul Rohim (60) seorang nelayan yang penghasilannya tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama ia menjalani pengobatan yang sekaligus memicu keinginan Bu Halimah untuk mau berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Nah Jaronah

Ibu halimah menderita Diabetes Militus

Ibu halimah menderita Diabetes Militus

———–

KRISTIANA VITA SARI (34, Diabetes Melithus). Alamat : Desa Telaga Murni RT. 3/14, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula dari bisul yang terdapat di bokong dan kemudian menyebabkan demam. Saat kondisi demam, Bu Vita dibawa ke klinik dengan biaya umum. Beberapa kali menjalani pengobatan di klinik, ternyata belom ada harapan membaik, namun sebaliknya bisul pecah hingga menimbulkan luka yang melebar. Dokter klinik menyarankan agar Bu Vita melanjutkan pengobatan ke RS. Ridhoka Salma. Setelah dilakukan pemeriksaan teryata harus dilakukan operasi Debridement terhadap luka bisul tersebut dan dari pemeriksaan laboratorium juga menunjukan kalau Bu Vita ada penyakit gulanya (DM). Kemudian dilakukan operasi pada hari itu juga,pada saat operasi teryata bisul/absesnya sudah melebar sehingga nanti setelah operasi perlu dilakukan perawatan luka terbuka . Setelah selesai operasi dan beberapa hari menjalani rawat inap luka yg tadinya terbuka sudah bisa ditutup dengan cara dijahit. Biaya operasi yang sangat besar membuat suami Bu Vita kebingungan. Pak Yudi (38), hanya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan lemari kayu. Karena KTP dan Kartu Keluarga Bu Vita masih wilayah Solo, keluarganya kesulitan dalam memproses Kartu BPJS dalam waktu cepat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan berupaya membuat surat perjanjian hutang yang akan dicicil oleh #SedekahRombongan. Santunan lanjutanpun disampaikan untuk membayar cicilan kedua di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 865.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Zaenal

Ibu vita menderita Diabetes Militus

Ibu vita menderita Diabetes Militus

———–

MUHAMMAD ALFARIZI KURNIAWAN (10 bulan. Gizi Buruk, Radang Paru-paru). Alamat : Jalan Desa No. 4 RT.8/2, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Muhammad Al-Farizi adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, buah pernikahan Pak Anton (26) dengan Ibu Suryani (31). Muhammad lahir dari keluarga dhuafa. Ayahnya sehari-hari bekerja apa saja. Menjadi buruh harian tentu tak seberapa harganya dan tak tentu penghasilannya. Ibunya hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga. Bisa jadi karena kemiskinan dialami keluarga ini, salah satu anak mereka tumbuh tidak seperti umumnya anak-anak normal. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Puskesmas, Al-Farizi diduga menderita gizi buruk sejak usia 7 bulan. Saat ini berat badannya 4,5 kg dengan tinggi badan 59 cm. Sayang sekali ia belum pernah mendapatkan perawatan maksimal di rumah sakit atau dokter. Setelah ada kunjungan dari UPT Puskesmas Babakansari, Al-Farizi dinyatakan menderita Pneumonia (radang paru-paru) berat dan kekurangan energi protein (KEP) berat. Menurut petugas Puskesmas, Al-Farizi harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan dan perawatan. Akan tetapi, apa daya tangan tak sampai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penghasilan ayahnya tak memadai, apalagi untuk biaya berobat. Karena keterbatasan ekonomi itulah ia tidak mempunyai biaya memeriksakan atau mengobati Al-Farizi. Lebih menyedihkan lagi, keluarga mereka tidak memiliki Jaminan Kesehatan apa pun karena mereka tidak memiliki Kartu Keluarga (KK). Kondisi mengkhawatirkan Al-Farizi dan kesulitan ekonomi keluarganya itu akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Kota Bandung atas informasi keluarga dan Ketua Karang Taruna Babakansari Kiaracondong yang sudah mengenal kurir #SR. Kepada kurir yang berkunjung ke rumahnya, mereka menyampaikan keinginannya mendapatkan bantuan untuk biaya merawat dan mengobati anaknya. Bersyukur kurir SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini. Alhamdulillah, pada pertengahan Juni  2016, harapan mereka kemudian mendapatkan empati dari sedekaholics #SR dengan memberi mereka bantuan berupa uang tunai. Bantuan awal yang diterima orangtua Al-Farizi ini digunakan untuk biaya membuat Kartu BPJS serta biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit. Akan tetapi, pada akhir Juli 2016, #SedekahRombongan Bandung mendapat kabar bahwa Al-Farizi meninggal dunia. Inalillahi wa ina ilaihi roji’un. Kurir #SR Bandung segera mengunjungi keluarga yang sedang berduka itu untuk menyampaikan bela sungkawa. Pada kunjungan kedua itu, kurir #SR menyampaikan tanda cinta sedekaholics, berupa santunan sebanyak Rp 500.000,-, untuk biaya pengurusan jenazah dan pemakaman. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 861. Semoga keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan dalam meningkatkan ketakwaan dan musibah ini menjadi tabungan kebaikan bagi orangtuanya!

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @Lilis Dariyah @Tantri

Alfarizi menderita Gizi Buruk, Radang Paru-paru

Alfarizi menderita Gizi Buruk, Radang Paru-paru

———–

UHO BIN JUNAEDI (61. Suspek : Saraf Terjepit, Lumpuh dari Punggung ke Bawah). Alamat: Jl. Desa RT.8/2 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kang Uho –begitu panggilan kesehariannya– tinggal di rumah kecil, berukuran 15 M2, bersama 4 keponakannya yang sudah berkeluarga. Pak Uho sendiri sampai usianya kini belum pernah menikah. Penderitaannya selama puluhan tahun sakit, sepertinya menutup harapannya untuk berkeluaga. Hampir 40 tahun dia mengalami kelumpuhan dari bagian punggung sampai kaki. “Seingat saya, saya mengalami kelumpuhan sejak usia 28 tahun,” katanya lirih saat ia ditanya kurir #SR di Bandung. Bagi kebanyakan orang, pastilah itu penderitaan yang menyesakkan, teramat menyiksa!. Selama Pak Uho sakit, terbaring tak berdaya, keponakannyalah yang membantu kehidupan dan merawatnya. Menurut pemeriksaan dokter di Klinik Pindad Bandung, kelumpuhan yang ia alami diakibatkan oleh adanya syaraf yang terjepit. Namun, berbagai upaya pengobatan medis ia rasakan tidak menghasilkan kesembuhan sehingga menimbulkan keputus-asaan. Maka sejak tahun 1980 pengobatannya dilanjutkan ke pengobatan alternatif. Yang lebih memilukan, sejak 2009, fungsi penglihatan matanya memburam dan terus memburam; gejala ini belum diketahui penyebabnya, apakah akibat ketuaan atau akibat penyakit tertenti yang menyerang matanya. “Meskipun demikian, saya bersyukur keponakan saya mau merawat saya sampai sekarang. Tanpa bantuan mereka, saya tak bisa apa-apa,” tambahnya. Keponakan Pak Uho, walaupun hanya pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, terus berusaha merawat dan membiayai kebutuhan Pak Uha. Karena penghasilan mereka pas-pasan, mereka sangat kesulitan mendapatkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, juga biaya pengobatan Pak Uho. Kabar tentang penderitaan Kang Uho dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan. Pada 12 Maret 2016 alhamdulillah kurir #SR dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Pak Uho dan keluarganya. Pada pertemuan itulah mereka memaparkan kisah duka Pak Uho kepada kurir #SR; mereka juga menyampaikan harapannya untuk terus berikhtiar, melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan Kang Uho ke rumah sakit. Dengan izin Allah Swt, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Pak Uho dengan memasukkannya dalam Daftar Pasien Dampingan #SedekahRombongan Bandung Raya. Pada akhir Juli 2016, kurir #SR mengunjungi Pak Uho untuk ketiga kalinya. Kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan dorongan dan dukungan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada itu kembali kurir #SR dapat menyampaikan bantuan kepadanya. Bantuan Ke-3 yang ia terima langsung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 850.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 Juli  2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hengkihendrawan @lilisdariyah

Pak uho menderita Suspek : Saraf Terjepit, Lumpuh dari Punggung ke Bawah

Pak uho menderita Suspek : Saraf Terjepit, Lumpuh dari Punggung ke Bawah

————

MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Modifikasi). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Upaya modifikasi MTSR pun dilakukan dengan penggantian dan penambahan beberapa komponen agar menjadi ambulan yang selayaknya. Beberapa komponen yang ditambahkan yaitu : Stretcher, Tabung Oksigen, Kotak P3K, Tabung Pemadam, Gantungan Infus, Lampu Penerang, Jok Dokter dan Jok Perawat. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya modifikasi ambulan standar. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat.

Jumlah Bantuan : Rp. 17.000.000,-
Tanggal : 25 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Alle_Recycle

 Biaya Modifikasi

Biaya Modifikasi

———–

TITA BINTI EMED (44. Diagnosa : Sinonasal). Alamat : Kampung Cikukulu RT.23/09 Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan ketiga anaknya, ia tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah mereka bertahun-tahun bekerja keras sebagai buruh harian tak tetap. Suaminya, Pak Baden (53), sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kampungnya. Ibu Tita sendiri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Dengan tanggungan anak tiga orang, cukup berat bagi mereka menjalani tuntutan kehidupan ekonomi keluarganya. Apalagi, setelah Ibu Tita sakit-sakitan dan harus rutin berobat ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, seperti yang dituturkan suaminya kepada kurir #SR di RSSR Bandung. Bagaimana tidak? Sejak bulan April 2016 mereka harus mencari uang untuk biaya berobat, padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun mereka kerap merasakan kesulitan mendapatkannya. Sakitnya berawalnya saat Ibu Tita sering mimisan yang disusul dengan munculnya bentol, dan gumpalan cairan padat seperti gaji. Seiring waktu ia juga kerap merasa sakit di sekitar kepala. Selain ke dokter praktek, suaminga kemudian memeriksakannya ke Puskesmas Parung Kuda dan RSUD Bunut Kab. Sukabumi, menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga pernah dirujuk penanganannya ke RSUD Sekarwangi. Di RSUD itulah ia pernah menjalani operasi dan dirawat satu minggu. Pascaoperasi tim medis kembali merujuknya ke RSHS Bandung, pada pertengahan Juni 2016. Saat berobat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) inilah, Ibu Tita bertemu dengan kurir #SR di Bandung berdasarkan informasi dari keluarga pasien dampingan. Saat itu mereka tengah mengalami kesulitan, kehabisan bekal, padahal tahap pemeriksaan masih lama. Akhirnya ia diajak tinggal di RSSR Bandung. Berdasarkan hasil diagnosa terakhir, Bu Tita harus menjalani terapi sinar di RSHS Bandung. Memahami betapa beratnya beban hidup mereka, kurir #SedekahRombongan menmberi mereka bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, rmembeli obat/vitamin, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal :  28 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Ibu tita menderita Diagnosa : Sinonasal

Ibu tita menderita Diagnosa : Sinonasal

————
REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD ALFA RIZQI 500,000
2 ACEP ATMA AL WIJAYA 1,000,000
3 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN BOGOR 500,000
4 NENAH BINTI MAHMUDA 1,000,000
5 DWI SUCI 1,000,000
6 DEVI SAPUTRI 1,648,000
7 ERIK ESADA 2,816,000
8 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
9 M. RIZKY FEBRIAN 1,000,000
10 MUTIA NUR HASANAH 1,200,000
11 DIKI WAHYUDI 500,000
12 ALMH. NUR ANNISA ULFA 1,000,000
13 AHMAD HUZAEMI 500,000
14 JAMI BINTI JAKA 500,000
15 RENDI IRAWAN 750,000
16 SARIAH BINTI SARMAN 500,000
17 VIKO SETIA PRATAMA 500,000
18 DARYOKO BIN ABDULLAH 500,000
19 KATNI BINTI JARTO 500,000
20 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN WONOGIRI 2,018,300
21 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN WONOGIRI 6,759,300
22 YENI NURVITA SUPRATIWI 2,000,000
23 DALIO 500,000
24 WASTINAH BINTI PAWIROREJO 4,000,000
25 WAHYUNI 2,000,000
26 YENI NURVITA SUPRATIWI 7,000,000
27 NGATINEM BINTI PARTODIHARJO 1,000,000
28 YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ 500,000
29 PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFAH MUSTIKA TAMA 1,000,000
30 PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO 1,000,000
31 PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI 1,000,000
32 PONDOK PESANTREN AL MARDHOTILLAH 1,000,000
33 PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO 1,000,000
34 PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI 1,000,000
35 NGATINEM BINTI PARTODIHARJO 1,000,000
36 ERIK ESADA 5,740,000
37 DIVIA 780,000
38 SUKARNI 4,860,200
39 ABI 4,972,700
40 KARTINI BINTI SAMIYO 500,000
41 SATIJEM 1,000,000
42 SUYANTI ANTON RAHARJO 1,000,000
43 DALIO 500,000
44 DALIO 500,000
45 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL 7,131,000
46 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL 7,206,500
47 SANDI EKA KURNIAWAN 1,000,000
48 SANDI EKA KURNIAWAN 500,000
49 PONDOK PESANTREN AR-RAHMAH 2,000,000
50 NANI MARYANI 500,000
51 IWAN SETIAWAN 500,000
52 YANA BIN SUPENA 1,000,000
53 KUSWOYO BIN TRIPUNJUL 500,000
54 ROHMAH BINTI SUMHAYI 1,000,000
55 SITI SENANGSIH 1,000,000
56 KIKI BINTI MAMAN 500,000
57 DONI SYAIFUL RAHMAN 500,000
58 ABDULLAH ADAMIY 500,000
59 ODAH HAWIYAH 500,000
60 DODI HIDAYATULLOH 500,000
61 MUHAMMAD ZAINAL 500,000
62 TRI PUJIYANTI 500,000
63 KEISYA RIA AMANSYAH 500,000
64 ANDINI KAYLA RAHMA 500,000
65 YULIANA SARAGIH 500,000
66 KUTSAR KARMILA 2,000,000
67 AMI BINTI TEDONG 2,500,000
68 USIH BINTI USIN 500,000
69 HIKSANUDIN BIN BURHANUDIN 500,000
70 NENGSIH BINTI KANIH 500,000
71 MUFLIH HARTONO 500,000
72 ENCERIA BR HALOHO 500,000
73 DARIP BIN MISIN 500,000
74 HALIMAH BINTI RABUN 500,000
75 KRISTIANA VITA SARI 3,000,000
76 MUHAMMAD ALFARIZI KURNIAWAN 500,000
77 UHO BIN JUNAEDI 500,000
78 MTSR BEKASI 17,000,000
79 TITA BINTI EMED 1,000,000
Total 126,882,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 126,882,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 871 ROMBONGAN

Rp. 39,710,574,393,-