NIWATI BIN NOR SUPAKMO (50, Progtosis Tumor Orbita) Alamat : Desa Barat Asari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Niwati, wanita berusia 54 tahun ini menderita penyakit yang bermula dari 5 tahun lalu dengan tanda-tanda gatal di mata yg tak kunjung hilang. Lama kelamaan mulai tumbuh benjolan di sekitar area mata sebelah kiri. Beberapa kali sudah dilakukan proses pengobatan di rumah sakit umum daerah dan terhenti karena tidak adanya biaya pengobatan. Bu Niwati dalam kesehariannya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan pasti. Fasilitas kesehatan yg dimiliki berupa “jamkesda”. Salah satu faktor terkendalanya proses pengobatannya adalah akses dan waktu tempuh belum lagi biaya yang tidak sedikit untuk masyarakat desa terpencil ini. Sebelumnya pada awal tahun 2015 bu Niwati sudah dirujuk dan berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya namun terhenti karena tidak kunjung mendapatkan jadwal operasi, sehingga lama kelamaan benjolan tersebut semakin besar dan semakin terasa sakit. Beruntung beliau bertemu dengan tim #SedekahRombongan. Mulai menjadi pasien dampingan dari akhir september 2015 dan kembali meneruskan ikhtiar mencari kesembuhan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, akhirnya pada 18 desember beliau mendapat jadwal operasi dan tumornya berhasil diangkat. Saat ini beliau melakukan kontrol rutin paska operasi sekali sebulan. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 807, 809 & 832. Semoga kondisi kesehatan bu Niwati semakin membaik.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @RathyaJelita @Martinomongi

Ibu niwati menderita Progtosis Tumor Orbita

Ibu niwati menderita Progtosis Tumor Orbita


LUTFHI ARYA FIRDAUS (15 bulan, Jantung dan Hemangioma). Lutfhi dan orang tuanya saat ini masih tinggal menumpang dirumah kakek dan neneknya, tepatnya di Dusun Pancuran 01/06, Desa Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Putra pertama pasangan Bapak Anton Sujarwo  dan Ibu Siti Aisyah ini dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal BB hanya 5 KG.  Lutfhi mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu Lahir di RS. PKU MUHAMMADIYAH WONOGIRI .Karena ada masalah setelah kelahiran Lutfi lansung masuk dalam perawatan ruang inkubator selama 5 hari untuk menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Ternyata tak sampai situ saja, 7 hari setelah kelahirannya muncul bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuhnya. Keluarga berharap bercak itu akan hilang seiiring bertambah usia. Tapi pada kenyataannya justru sebaliknya bertambahnya usia, bercak semakin banyak. Pertumbuhannya  juga lambat dan sering sakit-sakitan. Dokter di RSUD  WONOGIRI merujuk untuk dilakukan pengobatan ke RSD.Moewardi Surakarta, tapi karena kendala biaya Lutfi tak mendapatkan perawatan secara medis. Hingga akhirnya ada petugas dari Kecamatan yang meminta tolong pada Tim #Srwonogiri. Melihat kondisi Lutfi yang lemah bahkan menangispun dia tak bisa, Tim segera membawa Lutfi ke RSD.Moewardi Surakarta. Tim dokter segera memutuskan langsung menjalani rawat inap. Beberapa test segera dilakukan. Mulai test darah, rongent, USG, CT SCAN, dan yang terakhir test analisa kelainan kromosum. Bahkan untuk test yang terakhir ini biaya tak tercover BPJS dan memakan biaya hampir 2 juta. Dari semua test yang dilakukan Lutfi didiagnosa menderita kelainan jantung dan hemangioma kapiler. Saat ini Lutfi rutin terapi obat jantung, sebulan sekali chek up. Rencananya akan di lanjudkan fisioterapi. Kondisi Lutfi kini mulai aktif bahkan sudah bisa menangis dan berceloteh. Besar harapan kita tentunya agar Lutfi bisa seperti anak seusianya, lebih baik tumbuh kembangnya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Luthfi menderita Jantung dan Hemangioma

Luthfi menderita Jantung dan Hemangioma


DALIMIN ( 62 Tahun, Tumor Pipi ).Saat ini tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Suwondo, RT 01 RW 09, Desa Gumiwang, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini menjalani kemotherapi yang kelima. Himpitan ekonomi yang semakin berat dirasakan Dalimin. Usia yang tak lagi muda dan produktif, tenaga yang tak lagi sekuat dulu, membuatnya hanya pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Dan sakit itu pun terbiarkan selama 10 tahun. Rumahnya sangat sederhana, rumah tua yang berlantaikan tanah dan memprihatinkan, jika hujan lebat tak sedikit air masuk ke rumah karena sebagian genteng bocor. Dia tak pernah mengeluh dengan hidupnya itu. Dia selalu mencoba mensyukuri apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, termasuk pula dengan sakit yang dideritanya selama ini. Semoga harapann dan doa beliau di kabulkan oleh Tuhan YME, dan kami pun bisa selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Kikis

Pak dalimin menderita Tumor Pipi

Pak dalimin menderita Tumor Pipi


JANUAR DAFFA MAULANA (2, Ichtyosis Lamelar), Tinggal di Dusun Gunung Mas, Pagutan , Manyaran Wonogiri, Jawa Tengah. Balita ini mempunyai kelainan kromosum sejak lahir yang menyebabkan Daffa tak memiliki pori-pori ,tak bisa mengeluarkan keringat serta kulit selalu mengelupas. Kelainan ini bersifat herediter , seumur hidup. Putra pertama Bapak Yulianto dan Ibu Rahning Puspitasari. Setiap bulan Daffa menjalani chek up rutin di Poli Kulit dan Kelamin RSD. Moewardi Surakarta. Saat ini tumbuh kembang Daffa juga sudah mengalami peningkatan. Interaksi dengan orang- orang sekitar bahkan dengan orang yang baru dikenel pun bagus.Kondisi kulit masih tetap mengelupas hanya saja tidak sebanyak dulu. Semoga seiring perkembangan usia kondisi Daffa jadi lebih baik.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar

Januar menderita Ichtyosis Lamelar


TRI PURNOMO APRIANTO (59  Tahun, syaraf terjepit), beliau adalah warga Dusun Jarum 01/01, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Sudah hampir 9 bulan ini beliau sakit, keluar masuk RS menjalani rawat inap. Beberapa tahun yang lalu pun beliau sudah sering sakit-sakitan bahkan beberapa kali menjalani operasi diantaranya tyroid dan hernia. Tapi untuk kali ini beliau merasakan sakit dari bahu sampai kaki. Terasa panas, kesemutan sakit untuk melakukan gerakan apalagi untuk berjalan. Kehidupan Pak Tri sangat kederhana bisa dibilang hanya pas-pasan. Sebelum sakit beliau adalah tulang punggung keluarga. Diusia tuanya beliau belum bisa menikmati masa-masa istirahat seperti kebanyakan orang. Beban ekonomi salah satu penyebabnya. Untuk tindakan selanjutnya pasien harus menjalani fisioterapi rutin seminggu dua kali di RSD. Moewardi Surakarta untuk melatih otot dan syaraf yang selama ini mengalami gangguan. Pak Tri ingin sembuh, membesarkan ketiga cucu yatim piatu karena kedua anak-anak ini meninggal dunia setahun lalu karena sakit. Kesembuhan Pak Tri, menentukan masa depan anak-anak yatim piatu ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Kikis

Pak tri menderita syaraf terjepit

Pak tri menderita syaraf terjepit


CAHYO SYAFARRUDIN (4, Megacolon). Tinggal di  Dusun Kaligading RT01/RW01, Desa Tambak Merang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.balita lincah ini saat ini sudah menjalani operasi penyambungan usus san penutupan stoma. Alhamdulillah semua berjalan lancar , tak ada  masalah berarti pasca operasinya dan anus sudah bisa berfungsi kembali. Sampai sekarang Cahyo masih rutin menjalani chek up di RSD. Moewardi Solo untuk menjalani businasi agar ukuran anus sesuai dengan usianya. Cahyo beralamat di Dusun Kaligading, Tambak Merang, Girimarto, Wonogiri, sebuah dusun di puncak pegunungan dekat dengan lereng lawu. Membutuhkan waktu hampir 3 jam untuk sampai ke RSD.Moewardi Surakarta. Pasien dijadwalkan tetap menjalani chek up rutin selama 6 bulan pasca operasi kedua. Semoga semua lancar tak ada masalah dan Cahyo bisa dinyatakan sembuh, normal seperti anak lainnya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis@Kikis

Cahyo menderita Megacolon

Cahyo menderita Megacolon


FARID ABDULLAH Bin SUHARWIN (3, Atresia Ani). Tinggal di Dusun Tahunan 02/06, Desa Sambirejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Bagi sepasang suami istri, kehadiran seorang anak tentulah sangat dinantilkan, apalagi ini adalah anak yang pertama. Sama seperti yang sedang dialami oleh pasangan muda ini. Suharwin (29 tahun ) dan istrinya Yesi Setiani (25 tahun) begitu bahagia saat mengetahui bakal dikaruniai seorang anak. Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga, tanggal 14 Januari 2016 lahirlah putra pertama mereka. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, semua berubah menjadi kesedihan saat mengetahui kondisi putra mereka. Bayi yang akhirnya diberi nama Farid Abdullah ini ternyata  memiliki beberapa kelainan, jauh seperti harapan mereka yang awalnya berharap putranya lahir dengan kondisi sempurna. Farid terlahir tak seperti anak normal. Terlahir dalam keadaan atresia ani atau tak memiliki anus, tak memiliki lubang telinga dan daun telinga sebelah kiri, jari tangan masing-masing hanya 4 jari, telapak tangan bengkok serta adanya kelainan jantung. Sungguh sebuah ujian yang tak ringan bagi keluarga Farid. Ayahnya hanyalah seorang terapis keliling yang hanya bekerja jika ada panggilan saja. Ibunya memilih jadi ibu rumah tangga. Farid tergolong keluarga yang sangat sederhana sekali, bahkan mereka masih menumpang di rumah kakek neneknya. Karena kondisi ekonomi yang seperti itulah, selama dalam kandungan Farid kurang mendapat perawatan pada masa kehamilan. Perkembangannya kurang terpantau, hanya diperiksakan di bidan dengan fasilitas minim dan hanya sekali saja di periksakan ke dokter kandungan. Itupun saat usia kandungan baru menginjak usia 5 bulan jadi belum nampak dengan jelas. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab ketidak normalan yang diderita oleh Farid, karena sampai saat ini Farid belum dikonsultasikan lebih lanjut. Farid yang lahir secara normal di bidan setempat sempat di rujuk ke RSD. Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma sebagai pengganti anus untuk sementara. Di RS pun pasien hanya 4 hari meskipun seharusnya Farid harus tetap di rawat, tapi karena keterbatasan biaya terpaksa pulang paksa. Saat ini untuk sementara Farid dirawat di rumah dengan pengawasan bidan setempat. Satu per satu masalah muncul silih berganti, dan yang membuat mereka kembali terpukul adalah saat mereka di beri tahu bahwa kemungkinan besar Farid menderita kelainan jantung. Ada 4 kebocoran jantung yang harus ditangani di Jogja atau Jakarta. Bayi mungil itu harus menjalani operasi kebocoran jantung. Saat ini pihak keluarga sedang mengusahakan pembuatan BPJS, tapi tetap saja mereka masih berfikir tentang biaya akomodasi ke RS karena jarak rumah mereka ke RS sangatlah jauh. Belum lagi untuk kehidupan mereka sehari-hari. Farid membutuhkan uluran tangan anda. Keluarga Farid tak mengharap kesempurnaan untuk Farid, mereka cukup menerima dengan ikhlas atas ketidak sempurnaan Farid. Tapi bukan berarti mereka berpasrah diri dan menyerah untuk Farid. Untuk memiliki anus Farid masih harus menjalani dua kali operasi lagi. Operasi pembuatan anus, dan operasi penyambungsn usus sekaligus penutupan stoma. Belum lagi untuk operasi jantungnya. Masalah yang berat untuk orang tua Farid yang kebetulan memang baru membina rumah tangga dalam hal ini mereka belum mapan secara ekonomi. Mereka hanya ingin sedikit meringankan dan mengurangi penderitaan Farid. Mereka menyadari  kesempurnaan hanya milik Allah. Farid hanyalah bayi mungil dalam ketidakberdayaan , kondisinya  lemah.  Baru beberapa bulan dia menghirup udara di dunia  ini. Diapun pasti ingin lebih lama lagi berada dalam pelukan kedua orang tuanya di dunia. Berapapun uluran yang anda berikan akan memperpanjang hirupan nafasnya. Yakinlah tak ada yang sia-sia untuk membantu kesembuhan Farid, yakinlah Allah memberi kelebihan pada setiap kekurangan yang dimiliki Farid. Farid berhak mendapatkan kehidupan di balik ketidak sempurnaanya. Dia berhak mendapatkan kehidupn seperti anak-anak normal lainnya. Kita punya dua telinga…dengarkan rintihan tangisan bayi yang hanya mempunyai satu telinga. Kita yang leluasa bernafas…coba rasakan sesaknya dia bernafas. Kita yang punya dua tangan sempurna, cobalah genggam kedua tangan mungilnya yang tak sempurna. Apakah kita ingin menutup mata  melihat keadaan bayi seperti ini? Buka mata hati, buka nurani dan mari berbagi. Sisihkan rejeki anda saatnya kita peduli. Semoga anda adalah orang-orang pilihan Tuhan untuk menjadi perantara   untuk menyampaikan  pertolonganNya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Farid menderita Atresia Ani

Farid menderita Atresia Ani


JALALUDIN BIN YAHYA (51, Stroke) Alamat: Kp. Siluman, RT 002/004, Kel. Sukaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bapak Jalal, yang 5 tahun lalu terkena stroke kini masih terbaring di atas kasur dan masih belum bisa beraktivitas secara normal. Untuk bergerak pun masih terkadang sulit apalagi untuk bekerja sebagai tukang ojeg. Sehari-harinya ia habiskan untuk duduk saja di rumah yang tidak layak huni. Pak Jalal sulit berobat karena tidak ada transportasi yang bisa digunakan dan hanya membeli obat sesekali yang tidak dicover BPJS dan masih melakukan pengobatan alternatif meskipun keadaannya sama sekali tidak membaik.  Istrinya, HAYATI (48) dan anaknya, SITI MARYANA (19) kini senantiasa merawat Pak Jalal dengan sabar. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberi kesempatan kembali untuk bertemu dan membantu  beliau dan menyampaikan santunan kedua dari para sedekaholics untuk keperluan akomodasi dan obat. Semoga Pak Jalal diberi kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti biasa. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp.500.000,-
Tanggal: 24 Juni 2016
Kurir: @mustikanoverita

Pak jalal menderita Stroke

Pak jalal menderita Stroke


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional+Maintenance). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung.  Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 100km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu djalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Juni 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 4.250.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @mustikanoverita @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba, Qiner

Biaya Operasional+Maintenance

Biaya Operasional+Maintenance


SUPRAPTI binti WIRYO SUWITO(46 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Sawah Lor, Banyu Soka, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Ibu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Ibu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Jogjakarta. Ternyata, Ibu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Jogjakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Ibu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat hingga sekarang. Ibu Suprapti kini kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota. Tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ibu Suprapti seharusnya segera melanjutkan proses pengobatannya. Alhamdulillah, Tim #SedekahRombongan kembali menyalurkan bantuan dari #Sedekaholic kepada Ibu Suprapti sebesar Rp. 1.148.800,- yang digunakan untuk membiayai akomodasi dan pengobatan Ibu Suprapti. Ibu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.148.800,-
Penyerahan : 26 Maret 2016
Kurir : @kiss_herry, @aji_kristanto

Bu suprapti menderita Kanker Payudara

Bu suprapti menderita Kanker Payudara


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Emas 15B, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan emas ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk keperluan RSSR pada bulan Juni 2016.

Pengeluaran RSSR Juni 2016 :

1. Konsumsi                              : Rp 1.607.250
2. Perlengkapan+peralatan rssr  : Rp 4.639.000
3. Listrik dan Pdam                   : Rp   579.500
4. Kebutuhan tambahan pasien   : Rp   153.000
5. Fee yang diprofesionalkan      : Rp 3.303.000

Total Pengeluaran Juni 2016  : Rp 10.281.750

Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 10.281.750
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir: @FaizFaeruz @hayyudc

Biaya konsumsi, listrik dan operasional

Biaya konsumsi, listrik dan operasional


PAIDI bin SUWIRYO, (41 Tahun, Gagal Ginjal) Alamat : Ngawu RT 03 RW 01, Ngawu, Playen, Gunung Kidul. Petani dan pekerja Serbutan ini tak menyangka kalau kebiasaannya akan membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Ia memang memiliki riwayat sakit Hipertensi, tetapi karena terkendala biaya tidak terkontrol dan jarang periksa. Memiliki aktivitas lain yakni sebagai atlet voli pak paidi dulu sering mengonsumsi minuman suplemen penambah energy. Tetapi dimungkinkan akibat kebiasaan ini ia mengalami gagal ginjal dan harus rutin melakukan HD.
Awalnya dilakukan di RSUD Wonosari, terkendala adanya sarana kesehatan maka dirujuk ke RS happy land, sang istri Supartini (43) setia membonceng suaminya mengantar ke RS happy land untuk HD tiga kali dalam seminggu. Rutinitas seperti ini membutuhkan banyak biaya, bahkan jumlah yang diperlukan tidak sebanding degan kebutuhan hidup lainnya.
Apalagi, Pak Paidi sering menderita sesak nafas akibat penumpukan cairan di perutnya. Cairan tersebut tidak bisa keluar karena pPk Paidi tidak bisa buang air kecil. Cairan tersebut hanya bisa dikeluarkan lewat HD atau dilakukan penyedotan. Jika sudah tergolong parah, istrinya membawa ke PKU wonosari untuk menyedot cairannya dengan biaya yang tidak sedikit. Selama 2 thun ini sudah dilakukan 8x penyedotan cairan di perut.
Kendala ekonomi keluarga yg kurang, serta sulitnya akomodasi ke RS mengingat kondisi fisik Pak Paidi yang lemah apabila ke RS  dengan dibonceng istrinya menggunakan sepeda motor cukup membahayakan. Kemudian #SedekahRombongan selain memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Paidi, juga melakukan pendampingan termasuk kebutuhan transportasi. Santunan sebesar Rp. 1.017.600,- diberikan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Paidi segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.017.600.,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak paidi menderita Gagal Ginjal

Pak paidi menderita Gagal Ginjal


ARIF SULISTIYA, (27 Tahun, Gagal Ginjal) Alamat: Trengguno lor RT.002/RW.011 Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, DIY. Sebelum divonis sakit gagal ginjal mas arief ini bekerja sebagai sopir bis Jogja Wonosari, sopir material, sopir mobil rental, karena aktifitasnya yang cukup berat mas arief selalu mengkonsumsi minuman berenergi untuk menjaga staminanya, bahkan sehari bisa minum sampai 5 Gelas minuman berenergi tersebut. Pola hidup yang tidak sehat tersebut mengakibatkan mas arief divonis terkena sakit gagal ginjal kronis dan diharuskan untuk cuci darah seumur hidup, mas arief sudah hampir 5 tahun menjalani cuci darah di RS. Happyland Yogyakarta, setiap senin dan kamis mas arief selalu ke Jogja naik sepeda motor untuk melakukan cuci darah, walaupun hujan petirpun tetap harus cuci darah. Akhirnya Allah mempertemukan mas arief dengan #Sedekah Rombongan atas informasi yg masuk ke SR, akhirnya
#SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Mas arief. Santunan sebesar Rp. 867.500 diberikan untuk membantu biaya berobat serta bantuan lain berupa transportasi rutin senin dan kamis untuk cuci darah ke Yogyakarta. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 867.500-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak arif menderita Gagal Ginjal

Pak arif menderita Gagal Ginjal


SUWARNI , 39 Th, (Kanker Payudara). Suwarni dan keluarga kecilnya tinggal di Gangsalan, Nglindur, Girisubo, Gunung Kidul, DIY. Sarjo, suaminya, bekerja sebagai petani, sementara ia sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. PasanganIbu Suwarni dan Pak Sarjo hanya memiliki putra tunggal, usianya sudah menginjak tujuh belas tahun dan kini duduk di bangku kelas sebelas sekolah menengah atas di sebuah SMK di Gunung Kidul. Ibu Suwarni menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya ketika merasakan adanya benjolan di dadanya. Ibu Suwarni kemudian menjalani operasi pertamanya di RSUD Wonosari pada Desember 2014. Operasi yang kedua dan ketiga masih dilakukan di RSUD Wonosari masing-masing pada April 2015 dan September 2015. Pada operasi yang terakhir dilakukan pengambilan sample daging bagian dada untuk diperiksa di labolatorium. Selain menderita kanker payudara, ia juga mengidap penyakit diabetes melitus. Kondisi Ibu Suwarni kini semakin membaik tetapi harus suntik insulin tiga kali sehari setiap hari. Ibu Suwarni memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jaminan kesehatan ini cukup meringankan biaya pengobatan Ibu Suwarni. Namun, Ibu Suwarni mengalami kendala dalam akomodasi karena jarak rumah tinggal dengan rumah sakit cukup jauh. Ibu Suwarni harus menyewa mobil setiap kali akan berobat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat berkunjung dan bersilaturahmi. Santunan sebesar Rp. 1.404.000 digunakan untuk  biaya akomodasi dan pengobatan Ibu Suwarni.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.404.000,-
Penyerahan : 09 April 2016
Kurir : @kiss_herry, @aji_kristanto

Ibu suwarni menderita Kanker Payudara

Ibu suwarni menderita Kanker Payudara


MTSR MALANG ( MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) adalah mobil yang biasanya dikendarai oleh #KurirSR untuk beraktivitas mengantar dan menjemput para pasien dampingan sedekah rombongan di Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari #sahabatSR. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan Juni 2016 ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang dirincikan dibawah ini.

Pengeluaran MTSR Juni 2016 :

1. Solar MTSR            : Rp  2.300.000
2. Servis MTSR          : Rp   1.522.546
3. Pengeluaran Move   : Rp     261.000
4. Hotline MTSR          : Rp    154.500
5. Cuci MTSR             : Rp   118.000

Total Pengeluaran Juni 2016  : Rp 4.356.046

Santunan dari #SahabatSR ini sangat membantu untuk operasional MTSR malang untuk aktivitas pendampingan para pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sahabatSR semua. Aamiiinn

Jumlah Santunan : Rp 4.356.046
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Bantuan biaya BBM, service dan steam

Bantuan biaya BBM, service dan steam


KAMARIAH KUALA DUA (51, Luka Bakar ). Alamat : Dusun Keramat 1 RT. 2/1, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Pada Kamis pagi, 19 Mei 2016, Ibu kamariah tidak menyangka kejadian naas akan menimpa dirinya. Seperti biasa Ibu Kamariah yang sehari – harinya berjualan gorengan mempersiapkan dagangannya sebelum berjualan di pasar ikan, saat menggoreng muncul kobaran api di regulator yang terpasang di gas, api yang begitu besar menyambar muka dan tangannya. Karena Ibu Kamariah takut api menyambar seluruh rumahnya yang rata-rata terbuat dari kayu, ia masih berjuang untuk melepaskan regulator yang terpasang di tabung. Namun usaha Ibu Kamariah sia-sia, karena rasa panas yang tidak bisa tertahankan lagi ia sekuat tenaga berteriak meminta pertolongan. Beruntung ada tetangga yang mendengar sehingga api bisa dipadamkan dan Ibu  Kamariah pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah menjalani pengobatan selama 6 hari di rumah sakit, keluarga membawa pulang paksa Ibu Kamariah dikarenakan biaya rumah sakit yang sudah mencapai 6 juta rupiah. Pada saat kejadian, tetangga membawa ke rumah sakit swasta terdekat yang tidak bekerjasama dengan BPJS sehingga keluarga harus membayar biaya rumah sakit yang tak dapat mereka tanggung karena ketiadaan biaya. Saat berkunjung kerumah Ibu Kamariah, kurir #SedekahRombongan merasakan betul kesulitan keluarganya karena ia tak ada simpanan uang untuk berobat sedangkan ia masih harus mendapat pengobatan. Bantuan awal pun diberikan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin @ririn_restu

Bu kamariah menderita Luka Bakar

Bu kamariah menderita Luka Bakar


ALISKA DISKA SILVINA, (5 Tahun, Glukoma Sekunder) Alamat : Semanu Utara RT. 04 RW. 35, Semanu, Semanu, Gunung Kidul. Meski masih berusia 5 Tahun, cobaan berat menimpanya, Tgl 27 April 2015 pada saat naik motor terkena batu yg terlempar dari truk, sehingga matanya langsung berdarah, kemudian dibawa ke dokter spesialis mata, kemudian dirujuk ke Rs Sardjito, Pada bulan Juli lalu sudah dilakukan operasi penggantian lensa mata, operasi kedua dilaksanakan tgl 25 Agustus utk pembuatan saluran air mata. Belum tuntas indra sebagai jendela dunia Dek Aliska harus menjalani operasi Ketiga pada tanggal 1 September untuk pembersihan saluran air mata, tetapi belum berhasil, disarankan oleh dokter utk pemasangan selang saluran air mata di RS. Dr Yap. Pemasangan saluran mata sudah berhasil, tetapi aliska mengalami benturan pada matanya saat berlari2 disekolah, sehingga selang matanya tidak berfungsi dan harus dirujuk ke RSCM untuk operasi berikutnya. Maka #SedekahRombongan telah memberikan bantuan sebesar Rp. 975.500,- yang digunakan untuk pembelian resep yang tidak dicover oleh BPJS .Semoga Aliska segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 975.500.,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Aliska menderita Glukoma Sekunder

Aliska menderita Glukoma Sekunder


ATEK BINTI SIEM (60, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Pelita RT. 1/11, Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2014  muncul benjolan kecil di payudara Ibu Atek. Karena pada waktu itu tidak terasa sakit dan dianggap hanya benjolan biasa, Ibu Atek tidak memeriksakannya ke dokter. Ia tetap menjalani aktifitasnya seperti biasa yaitu membantu suaminya ke sawah untuk menanam padi. Hingga akhirnya satu tahun berlalu benjolan yang tadinya kecil semakin membesar dan terasa sakit hingga Ibu Atek tidak dapat menjalani aktivitasnya sehari – hari. Jarak rumah sakit yang jauh dari kediaman Ibu Atek serta ketiadaan biaya membuat suami Ibu Atek, Bapak Apheng, hanya bisa membawa istrinya berobat ke pengobatan alternatif. Namun cara tersebut belum menimbulkan hasil yang signifikan, hingga akhirnya saudara dan tetangga membawa Ibu Atek ke RSUD Sudarso Pontianak dikarenakan kondisinya yang mulai lemah akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama dua hari. Ibu Atek sudah menjalani operasi pengangkatan sel tumor dan kanker pada payudaranya. Ia masih harus rutin berobat. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk akomodasi kontrol rutin ke rumah sakit. Sebelumnya Ibu Atek dibantu pada rombongan 854.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu atek menderita Kanker Payudara

Bu atek menderita Kanker Payudara


HERIANTO (47 Th, Gagal Ginjal) merupakan warga Dusun Prampakan 2 RT. 001 RW. 007, Kel. Kenteng, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, DIY. Bapak dari 1 anak ini sebelumnya bekerja sebagai satpam di sekolah swasta dikota Tangerang. Sebagai satpam bapak Heriyanto memiliki kebiasaan minum minuman berenergi untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada tahun 2010 pak heri divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah. Semenjak itu pak Heriyanto tidak bisa bekerja lagi dan memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di gunung kidul. Karena tidak ada pemasukan tetap kehidupan pak Heriyanto semakin memprihatinkan apalagi dengan kondisi kesehatannya pak Heriyanto tidak bisa mencari nafkah dan digantikan oleh istrinya yang ikut membantu pekerjaan tetangganya. #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai pak Heriyanto pada saat pak Heriyanto mengalami pembengkakan disekujur tubuhnya karena sudah terlambat cuci darah selama 1 bulan lebih, akhirnya kurir  #Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan  sebesar Rp. 900.000,- untuk pembelian resep, Cek lab, dll serta bantuan transportasi ke Jogja setiap hari rabu dan sabtu. Semoga bantuan tersebut bisa membuat pak Heriyanto semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak heriyanto menderita Gagal Ginjal

Pak heriyanto menderita Gagal Ginjal


SAHWANI BINTI ASJONO, (46, kanker serviks) menetap di sebuah rumah di RT 12/RW 04, Kalitapen, Kecamatan tapen Kota Bondowoso. Bu Sahwani mulai menderita sakit sejak November, 2015. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar bu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Akhirnya bu Sahwani pun mengikuti hal yang telah disarankan oleh dokter. Setelah operasi, Bu Sahwani perlu melakukan kemo yang otomatis dilakukan di RSSA. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya rumah sakit dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Syukurlah, kami sebagai kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Bantuan senilai Rp 500.000 pun telah tersalurkan untuk biaya transportasi dan uang saku. Bu Sahwani juga telah menjalani foto rontgen bulan kemarin, bulan depan beliau rencana kemo ke 2 di RSSA Malang pada 8 Agustus 2016. Semoga setelah operasi ini, kemo dan pengobatan bu Sahwani semakin lancar, sehingga beliau bisa segera sembuh.

Jumlah : Rp 500.000
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc

Ibu sahwani menderita kanker serviks

Ibu sahwani menderita kanker serviks


YENI NURVITA SUPRATIWI, (25 Tahun, Lumpuh) warga dusun Gununv Kacangan, RT. 01 RW. 16, Kelurahan Sumber wungu, Gunungkidul ini mengalami kecelakaan ditempat kerja keruntuhan pagar besi yang menimpa tubuhnya, sehingga mbak yeni mengalami patah tulang belakang. Operasi pemasangan pen sudah dilakukan di RS. Dr. Suharso, solo, setelah dilakukan operasi ternyata kondisi mbak yeni tidak membaik dan mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah, #SedekahRombongan mulai mendampingi mbak yeni pada tahun 2013 dan sudah menjadi pasien dampingan SR. Seminggu sekali mbak yeni harus melakukan fisioterapi di RSPAU Hardjolukito Yogyakarta dan selalu diantar jemput oleh MTSR, bantuan sebesar Rp. 1.350.000 digunakan untuk membayar biaya resep, Cek lab, yang tidak dicover oleh BPJS, semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk mbak yeni dan semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : 1.350.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu yeni menderita Lumpuh

Ibu yeni menderita Lumpuh


JESICA CLAUDIA PUTRI JARTIKA (2 tahun, Leukimia) tinggal di RT 02/RW 02, Dusun Karangayam, Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Pada awalnya diare menyerang Jesica, maka orang tuanya pun memeriksakan untuk cek lab dan ternyata didiagnosa kelebihan sel darah putih sehingga sel darah merah menjadi kekurangan. April 2016 Jesica telah dibawa ke Rumah Sakit Tulungagung, tetapi dirujuk untuk perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar lebih optimal. Operasi kecil untuk pemasangan infus telah dilakukan, menunggu kondisi stabil untuk pengambilan sumsum tulang belakang dalam rangka keperluan cek lab. Dadang Sujatmiko dan Wiji Septikasari sebagai orang tua Jesica menyatakan kesulitan dalam biaya rumah sakit dan transportasi menuju Malang, bahkan mereka harus berhutang untuk menyewa ambulan dari Tulungagung menuju Malang saat pemberangkatan kemarin. Tim kurir #SedekahRombongan pun besiap membantu keluarga ini. Sekarang Jesica telah membaik dan kemo pada 13 Juli ini pun berjalan lancar, jadwalnya Jesica akan kontrol kembali 8 Agustus. Bulan ini sedekah senilai Rp 1.200.000 pun tersalurkan untuk biaya transportasi, membeli obat non BPJS, dan uang saku MRS Jesica. Semoga dengan sedekahmu, segera mengantarkan jesica pada kondisi yang lebih baik.

Jumlah : Rp 1.200.000
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Jesica menderita Leukimia

Jesica menderita Leukimia


GALANG HAFIZ RAMADHAN, (29 Bulan, Bibir Sumbing dan Katarak) Alamat : Semuluh Kidul, RT. 03 RW. 15, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Cobaan yang diberikan kepada balita ini cukup berat, saat umur 8 bulan ia harus menjalani operasi cacat bawaan bibir sumbing di RS Permata Husada Bantul. Tak cukup hanya itu, ada juga penyakit katarak pada kedua matanya sehingga harus menjalani pengobatan ke RS. Sardjito tetapi kondisi biaya tidak memungkinkan. Kemudian #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan Dek Galang. Rangkaian pengobatan panjang harus dilakukan oleh dek Galang agar kondisinya bisa seperti anak normal pada umumnya,  perkembangan cukup bagus telah dirasa setelah melakukan berbagai terapi yang disarankan oleh dokter. Bantuan sebesar Rp. 500.000 digunakan untuk biaya akomodasi selama dek Galang berobat. Semoga Galang segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 500.000,-
Tangga :  10 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Galang menderita Bibir Sumbing dan Katarak

Galang menderita Bibir Sumbing dan Katarak


ATEK BINTI SIEM (60, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Pelita RT. 1/11, Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2014  muncul benjolan kecil di payudara Ibu Atek. Karena pada waktu itu tidak terasa sakit dan dianggap hanya benjolan biasa, Ibu Atek tidak memeriksakannya ke dokter. Ia tetap menjalani aktifitasnya seperti biasa yaitu membantu suaminya ke sawah untuk menanam padi. Hingga akhirnya satu tahun berlalu benjolan yang tadinya kecil semakin membesar dan terasa sakit hingga Ibu Atek tidak dapat menjalani aktivitasnya sehari – hari. Jarak rumah sakit yang jauh dari kediaman Ibu Atek serta ketiadaan biaya membuat suami Ibu Atek, Bapak Apheng, hanya bisa membawa istrinya berobat ke pengobatan alternatif. Namun cara tersebut belum menimbulkan hasil yang signifikan, hingga akhirnya saudara dan tetangga membawa Ibu Atek ke RSUD Sudarso Pontianak dikarenakan kondisinya yang mulai lemah akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama dua hari. Ibu Atek sudah menjalani operasi pengangkatan sel tumor dan kanker pada payudaranya. Ia masih harus rutin berobat. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pergantian perban dan pengecekan hasil operasi di RS Promedika Pontianak, mengingat pada saat itu RSUD Sudarso Pontianak tempat Ibu Atek berobat sedang dalam masa cuti bersama lebaran maka pengobatan dialihkan ke rumah sakit swasta setempat. Sebelumnya Ibu Atek dibantu pada rombongan 854 dan pada 27 Juni 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu atek menderita Kanker Payudara

Bu atek menderita Kanker Payudara


JULAILA DABONG (38, Tumor Nasofaring). Alamat: Dusun Meriam Jaya RT. 10/1, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Sejak tujuh bulan terakhir Ibu Julaila membantu suaminya sebagai juru masak di tempat suaminya bekerja sebagai buruh bangunan. Satu bulan bekerja Ibu Julaila merasakan ada sesuatu yang aneh di leher sebelah kanan bagian belakang. Di leher Ibu Julaila tumbuh benjolan kecil yang akhirnya karena terasa nyeri ia berobat ke mantri kesehatan di sekitar tempatnya bekerja. Mantri tersebut mengatakan bahwa itu hanya penyakit biasa dan ia memberikan obat untuk penghilang rasa nyeri. Setelah 1 minggu berlalu obat yang diberikan pun sudah habis namun rasa nyeri itu masih ada. Kembalilah Ibu Julaila ke mantri tempat awal ia berobat, dan mantri pun menyarankan untuk segera berobat ke rumah sakit. Karena jarak dari rumah Ibu Julaila ke rumah sakit cukup jauh dan ia tidak punya uang, akhirnya ia belum juga berobat ke rumah sakit. Setelah lima bulan bulan berlalu barulah keluarga membawa Ibu Julaila ke RS Sudarso Pontianak dan setelah menjalani beberapa pemeriksaan medis dokter menyatakan bahwa benjolan tersebut adalah tumor nasofaring dan harus segera dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena ketiadaan biaya, keluarga hanya bisa pasrah karena tak bisa membawa Ibu Julaila berobat. Ibu Julaila sudah beberapa minggu menjalani pemeriksaan di RS Dharmais. Karena Ibu Julaila dalam kondisi hamil, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatan kemoterapi selama masa kehamilan Ibu Julaila. Ibu Julaila pun diperkenankan pulang ke Pontianak. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan transportasi dan kebutuhan selama perjalanan pulang dari Jakarta ke Pontianak. Sebelumnya Ibu Julaila dibantu pada rombongan 868.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Ibu julaila menderita Tumor Nasofaring

Ibu julaila menderita Tumor Nasofaring


KHOIROTUN NASUKHA (23th, Kanker Usus). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak peretengahan bulan oktober 2015. Saat ini Mbak Khoir tinggal bersama suaminya Mas Aziz (25th) dan satu orang anaknya yang masih balita di jalan Sumbersari, Desa Jambesari RT/RW 24/05, Kab. Malang , Jawa Timur. Sejak Remaja, mbak khoir sering mengeluh tidak enak diperut, mual, muntah, terkadang bab berdarah. Keluhan yang dialaminya dianggap seperti angin lalu saja, yang menurut mbak khoir tidak usah dipermasalahkan. Keluhannya semakin memberat setelah menikah. Ditambah lagi kebiasaannya yang sangat menyukai makanan instan cepat saji dan mengandung pengawet. Ia memeriksakan ke dokter tapi jawabannya hanya sakit maagh yang mengharuskan menjaga pola makannya. Setelah pulang dari RS, ia mengeluh mual, muntah, tidak bisa BAB, tidak bisa kentut, makan minum pun susah, Keluarga memutuskan membawa Mbak Khoir ke RSUD Kepanjen. Mbak Khoir mendapatkan tindakan awal pemasangan selang NGT untuk mengurangi keluhan di perutnya yang semakin membesar dan keluarlah tinja dari selang tersebut. Tim Dokter di Kepanjen melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosisnya. Operasi dilakukan untuk membuat saluran pembuangan di perutnya dan mengambil sedikit jaringan untuk dikirim ke lab patologi anatomi di RS Saiful Anwar Malang. Sekitar 36 hari dihabiskan waktunya untuk mencari kesembuhan di RS Kepanjen. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, yang seharusnya melanjutkan kemoterapi di RS Saiful Anwar untuk melanjutkan pengobatannya. Ia merasa kemoterapi adalah hal yang menakutkan karena akan membuat rambutnya rontok, mual, muntah, dan lebih dekat dengan kematian. 13 Juli , kondisi mbak Khoir melemah dan dibawa ke RSUD Kepanjen. 16 Juli, mbak Khoir fisiknya semakin lemah, bahkan sampai ngedrop. Sehingga pada akhirnya, pada 18 Juli dini hari, para kurir menerima kabar bahwa mbak Khoir telah wafat. Semoga amal Mbak Khoir diterima oleh-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan pun diberi ketabahan. Amiiin

Jumlah bantuan : Rp 1.300.000
Tanggal : 18 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @RishadiAlfadianto

Mbak khoir menderita Kanker Usus

Mbak khoir menderita Kanker Usus


PEGGY LESTARI (19, meningokel) merupakan pasien SR Malang sejak Juni 2016. Peggy tinggal di Desa Bareng, Kec. Sugih Waras RT 14 /RW 04 Kab. Bojonegoro bersama kedua orang tuanya yaitu Pak Wasito (54, bekerja sebagai buruh tani) dan Ibu Paini (54, juga bekerja sebagai buruh tani). Awalnya ia pernah jatuh yang mana kepalanya kepentok, kemudian muncul benjolan dan sudah pernah operasi untuk diambil, kemudian kelas 6 SD muncul benjolan di daerah mata setelah itu diperiksakan dan kata dokter harus dilakukan tindakan di rumah sakit besar (RSUD DR. SOETOMO). Kini kondisi Peggy kadang merasakan nyeri di bagian mata yang ada benjolan. Peggy ialah sosok yang terkenal pintar di kelasnya, Alhamdulillah Peggy sudah memiliki kartu BPJS kelas 3, untuk membantu biaya pengobatan nya. Tapi biaya transportasi, dan kebutuhan lain untuk mendukung pengobatan yang tidak tercover BPJS juga memberatkan kedua orangtua Peggy yang bekerja sebagai buruh tani. Peggy telah menjalani operasi dan berjalan lancar, meskipun kata dokter penyakit Peggy tidak hilang seluruhnya, karena dokter takut tulang hidung Peggy patah. Semoga setelah operasi ini Peggy segera sembuh, dan bisa bersekolah kembali.aamiin

Jumlah bantuan : Rp 1.699.816
Tanggal : 1 Juli 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria

Peggy menderita meningokel

Peggy menderita meningokel


MARYATI (45 Tahun, Tumor Hidung), Alamat: Dengok rt. 11 rw. 4 Playen Gunungkidul, dua tahun mengidap tumor hidung, pertama kali hanya merasa seperti flu biasa, setelah ada atau keluar darah darah lalu diperiksakan ke dokter kemudian diagnosa muncul bahwa ia terkena tumor hidung. Upaya pengobatan sudah kemo 4 kali dan juga sinar 9 kali di RSUP dr Sarjito, selama pengobatan HB sering drop. Untuk mengurangi biaya operasional tinggi selama pengobatan Bu Maryati kos di dekat RS Sarjito. Atas adanya kebutuhan biaya yang banyak dan minimnya keuangan keluarga sehingga #SedekahRombongan memberikan bantuan berupa pendampingan selama berobat di RS. Sardjito  serta menyediakan dampingan transport. Setelah sekian lama bu Maryati menjalani serangkaian pengobatan dan kondisinya semakin hari semakin memburuk, akhirnya Allah memanggil bu Maryati untuk kembali ke pangkuanNya pada tanggal 23 April 2016, semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik almarhumah dan memberikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan, aamiin.

Jumlah Bantuan : 1.500.000,-
Tanggal : 24 April 201 6
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu maryati menderita Tumor Hidung

Ibu maryati menderita Tumor Hidung


HARTOYO KARNO, (53 Tahun, Kanker getah bening) Alamat: Duren RT.001/RW.006  Ponjong,Ponjong,Gunungkidul,DIY. Kepala keluarga dengan 1 istri dan 3 Anak ini mengidap penyakit Kanker Getah Bening. pernah dibiopsi tetapi malah menyebar sekarang dalam perawatan kemoterapi. Dalam kondisi mengidap penyakit tersebut ia memiliki tanggungan kepada keluarganya berupa biaya hidup, keinginan memiliki sepeda untuk sekolah anaknya, karena dalam setiap hari harus jalan kaki menempuh jarak lima kilometer untuksampai di sekolah. Selain itu memiliki ranjang/dipan untuk tempat tidur karena selama ini tidur di lantai.
#SedekahRombongan memberikan bantuan berupa pendampingan selama berobat di RS. Hardjolukito dan bantuan transportasi ke RS. Setelah sekian lama menjalani rangkaian pengobatan kondisi pak Karno semakin memburuk dan akhirnya Allah berkehendak lain, pak Karno dipanggil kembali ke pangkuanNya pada tanggal 24 April 2016, semoga Allah menerima semua amal baik almarhum dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000.,-
Tanggal : 25 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

pak hartoyo menderita Kanker getah bening

pak hartoyo menderita Kanker getah bening


SUMIATI BINTI SUHUD (48th, Kanker Payudara). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus 2015. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Tumirin (53th) di Dusun Kartosari RT 01 RW 04, Desa Kandat, Kec Kandat, Kab Kediri, Jawa Timur. Sehari-hari Pak Tumirin bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan istrinya Bu Sumiati tidak bekerja. Beliau sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Bu Sumiati putus-sambung. Awal mula sakit yang diderita beliau pada pertengahan 2014 terdapat benjolan sebesar telur puyuh di payudara sebelah kiri. Dikiranya benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. Pada akhir 2014 pun dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksakan dan mendapat tindakan awal yaitu foto rontgent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian di temukanlah adanya kanker payudara di tubuh beliau. Saat ini beliau menjalani kontrol ke poli onkologi setelah dokter menyatakan jika penyakit Bu Sumiati sudah sampai ke otak. Kondisi beliau sebelumnya sering mengeluh rasa pusing di bagian kepala, karena kanker beliau sudah metastase ke otak. Saat ini Bu Sumiati dirawat di rumah oleh suaminya. Santunan kembali kurir sampaikan kepada beliau berupa uang saku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejumlah Rp 1.200.000. Alhamdulillah setelah beberapa lama kondisi bu Sumiati lemah, Bulan ini kurir senang saat menjenguk beliau dan ternyata bu Sumiati sudah lumayan baikan. Setidaknya bisa merespon yang kami ucapkan, dengan jawaban “ha, he, ha he” dan gerakan tangan. Keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini dan Bu Sumiati dapat segera sembuh Amiin..

Jumlah bantuan: Rp 1.200.000
Tanggal: 25 Juli 2016
Kurir: @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara

Ibu sumiati menderita Kanker Payudara


ALM. HASYIM (57, Infeksi Paru-paru dan Batu Ginjal). Alamat : Jl. Batu Ratna KM 11, RT. 12, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Pak Hasyim sudah mengalami stroke sejak 16 tahun yang lalu. Beberapa bulan yang lalu ia menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit batu ginjal dan infeksi paru – paru. Setelah dirawat di rumah sakit dan beriatirahat selama dua minggu di rumah, Pak Hasyim tidak bisa buang air kecil dan dibawa ke RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dan dirawat di ruang isolasi Karamunting. Karena kondisi Pak Hasyim lemah dan berat badannya hanya 35 kg, dokter tidak berani melakukan tindakan operasi pengangkatan batu ginjal. Keluarga sangat kebingungan karena meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS, mereka tidak memiliki uang untuk kebutuhan selama menunggu Pak Hasyim di rumah sakit. Maklum saja, Pak Hasyim sudah tidak lagi bekerja semenjak sakit sehingga tidak memiliki simpanan uang, sedangkan istrinya, Sudarwati yang menggantikannya mencari nafkah sebagai penyapu jalan di  perumahan Tamansari Bukit Mutiara Balikpapan. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk kebutuhan selama Pak Hasyim di rumah sakit. Kondisi Pak Hasyim semakin lemah hingga takdir berkata lain, ia meninggal dunia pada 16 Juni 2016. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

alm pak hasyim menderita Infeksi Paru-paru dan Batu Ginjal

alm pak hasyim menderita Infeksi Paru-paru dan Batu Ginjal


SUPRAPTI binti WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Alamat: Sawah Lor, Banyu Soka, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Ibu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Ibu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Jogjakarta. Ternyata, Ibu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Jogjakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Ibu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat hingga sekarang. Ibu Suprapti kini kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota. Tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ibu Suprapti seharusnya segera melanjutkan proses pengobatannya. Alhamdulillah, Tim #SedekahRombongan kembali menyalurkan bantuan dari #Sedekaholic kepada Ibu Suprapti sebesar Rp. 1.500.000,- yang digunakan untuk membiayai akomodasi dan pengobatan Ibu Suprapti. Ibu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Penyerahan : 28 April 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


MADINA MUHANI (64, Katarak). Alamat : Dusun Batu Betumpang, RT. 9/4, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Propinsi Bangka Belitung. Pak Madina adalah warga transmigrasi di Pulau Besar yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh tani. Saat ini kondisi kesehatan Pak Madina semakin menurun dan ia menderita katarak. Penyakit katarak yang sudah Pak Madina alami hampir 6 tahun membuatnya tidak jelas lagi melihat. Mata sebelah kanan sudah pernah dioperasi saat acara bakti sosial Pemda setempat. Namun, dua bulan terkahir ini mata kiri Pak Madina juga mulai terasa sakit dan tidak bisa melihat lagi. Pak Madina sudah memiliki BPJS namun ia tidak bisa memeriksakan kondisi matanya ke rumah sakit karena tidak memiliki uang untuk akomodasi ke rumah sakit. Pak Madina harus menempuh jarak yang jauh ke RSUD Pangkalpinang sehingga membutuhkan biaya yang besar. Karena sakitnya Pak Madina tidak bisa lagi mencari nafkah. Istrinya, Ibu Muhani, yang menggantikannya mencari nafkah sebagai buruh harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bersyukur bisa bertemu dengan keluarga Pak Madina dan bisa sedikit berbagi kepada mereka. Bantuan awal diberikan untuk membantu pengobatan dan meringankan beban keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir : @yahyaisyoyok, @Effendy_babel, Ibaddurahman @ririn_restu

Ibu madina menderita Katarak

Ibu madina menderita Katarak


WAHYUNI (45 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wahyuni tinggal di Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang sayuran keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit, padahal lengan kirinya sudah mulai membesar. Lama kelamaan, leher dan pipi kirinya juga mengalami pembengkakan. Anehnya, bagian yang bengkak tidak terasa sakit tapi kebas. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul, tetapi setelah diperiksa belum diketahui apa penyakitnya. Bu Wahyuni kemudian dirujuk dari RSUD Wonosari, Gunung Kidul, ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Bu Wahyuni kemudian menjalani serangkaian tes dan observasi untuk mengetahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut, diketahui bahwa Bu Wahyuni menderita kanker payudara. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu Bu Wahyuni dan keluarganya. Bu Wahyuni kemudian menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan memulai proses penyembuhan penyakitnya. Bu Wahyuni menjalani pengobatan kemoterapi di RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Pada Desember 2015 dan April 2016, setelah kemoterapi ia mengalami kejang-kejang di rumah, dan segera dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Rupanya sel kankernya telah bermetastase ke otak dan menyerang syaraf otak. Rangkaian pengobatan masih terus dilakukan oleh bu wahyuni dalam berikhtiar Untuk sembuh. Bantuan berupa pembelian resep, Cek lab, dll diberikan kepada bu wahyuni agar semakin semangat Untuk sembuh. Semoga Bu Wahyuni segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp 587.550
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal RT. 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan #Sedekahrombongan yang telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini ia sering dirawat untuk tranfusi darah. Seharusnya Zaky menjalani kontrol rutin setiap bulan untuk cek dan transfusi darah bila hasil cek darahnya kurang baik. Namun karena keterbatasan biaya orang tuanya hanya membawa Zaky ke rumah sakit bila memiliki uang untuk transportasi. Karena keterbatasan sarana dan prasarana di Bangka, Zaky disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Zaky dan keluarganya sudah berada di Jakarta dan mulai berobat intensif di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutan diberikan untuk keperluan biaya hidup mereka selama di Jakarta. Sebelumnya Zaky masuk ke rombongan 863.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @yahyaisyoyok, @Effendy_babel via Suharji @ririn_restu

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal RT. 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan #Sedekahrombongan yang telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini ia sering dirawat untuk tranfusi darah. Seharusnya Zaky menjalani kontrol rutin setiap bulan untuk cek dan transfusi darah bila hasil cek darahnya kurang baik. Namun karena keterbatasan biaya orang tuanya hanya membawa Zaky ke rumah sakit bila memiliki uang untuk transportasi. Karena keterbatasan sarana dan prasarana di Bangka, Zaky disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, kondisi Zaky sudah berangsur membaik. Dokter menyarankan Zaky bisa kembali ke Pangkalpinang dan selanjutnya secara rutin menjalani transfusi darah di RSUD Pangkalpinang. Bantuan lanjutan diberikan untuk kepulangan Zaky dan keluarga ke Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky dibantu pada rombongan 863 dan pada 23 Juni 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 26 Juni 201650,000
Kurir : @yahyaisyoyok, @Effendy_babel via Suharji @ririn_restu

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


AWALIA NURHIDAYAH (3.5, Tidak Ada Rasa untuk Buang Air Besar). Alamat : Jl. Masjid Al Husna RT 4/2, Kec, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Prop. Bangka Belitung. Awalia merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan. Awalia sejak lahir memang sudah memililki kelainan, ia hanya Buang air Besar (BAB) sebanyak satu kali dalam dua hari. Saat berusia 6 bulan, Awalia tidak pernah lagi BAB. Karena awam dan menganggap biasa kondisi ini, orang tua Awalia memberikannya obat pencahar untuk merangsang Awalia agar BAB. Hal ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama namun obat ini tidak lagi memberikan pengaruh sehingga akhirnya orang tuanya membawa Awalia ke dokter. Saluran pembuangan (anus) Awalia ada dan normal, namun yang menjadi masalah adalah tidak adanya keinginan untuk BAB. Akibatnya kotoran menumpuk di dalam perut dan ada yang sudah mengeras. Awalia menjalani operasi usus pada bulan Februari lalu. Sebagian kecil ususnya dipotong dan dibuatkan saluran BAB di luar perut. Pada bulan Mei, Awalia kembali menjalani operasi untuk memasukkan usus ke dalam perutnya. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan semoga pasca operasi ini Awalia bisa BAB dengan normal tanpa harus dirangsang terlebih dahulu. Pengobatan Awalia tidak sepenuhnya ditanggung BPJS sehingga masih menyisakan tagihan. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar angsuran tagihan rumah sakit. Sebelumnya Awalia masuk dalam rombongan 811.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Herda @ririn_restu

awalia menderita Tidak Ada Rasa untuk Buang Air Besar

awalia menderita Tidak Ada Rasa untuk Buang Air Besar


SILY BINTI RUSLAN (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Gertak Kuning RT. 5/1, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat. Sily adalah putri pertama dari pasangan Ruslan (56) dan Lasmi (41). Sily mempunyai semangat yang begitu tinggi untuk melanjutkan sekolah. Namun kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuatnya putus asa setelah melihat biaya pendaftaran masuk sekolah yang tidak sedikit. Pak Ruslan sudah enam tahun terakhir tak lagi bekerja karena sakit pada sel syaraf matanya yang membuat ia tak dapat melihat lagi, sedangkan Ibu Lasmi yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya sebagai asisten rumah tangga sebesar Rp.20.000 per hari hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Saat berkunjung kerumah nya kurir #SedekahRombongan merasakan betul kesulitan keluarga ini jangankan untuk membayar biaya pendaftaran sekolah untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya terkadang masih kurang.  Alhamdulillah bantuan pun diberikan untuk biaya sekolah Sily.

Jumlah Bantuan : Rp.1.900.000,-
Tanggal : 23 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

 Bantuan Biaya Sekolah

Bantuan Biaya Sekolah


ALIYA NURIN DINATA (6 Bulan, Jantung Bocor). Alamat : Jl Halmahera, Lrg Kapak No. 21A RT 17, Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Nurin, begitu bayi mungil ini biasa dipanggil, sejak beberapa bulan lalu sering kesulitan bernapas dan tidak mau menyusu. Napasnya sering terengah-engah. Puncaknya, sekitar bulan April 2016 Nurin demam. Keluarga sempat membawanya ke beberapa rumah sakit, namun Nurin tidak mendapat layanan perawatan. Akhirnya Nurin dirawat di RS Siloam Hospital Jambi. Dokter di sana mendiagnosa Nurin menderita Jantung Bocor dan merujuknya ke RS Harapan Kita, Jakarta. Untuk memberangkatkan Nurin, Sriwijaya Air (satu-satunya maskapai yang bersedia menerbangkan) mensyaratkan Nurin harus didampingi dokter dan perawat dari RS Siloam yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun keluarga merasa kesulitan untuk membayar jika menggunakan jasa perawat dan dokter dari RS Siloam dan  biaya transportasi untuk ke Jakarta. Kesulitan keluarga Nurin ini diberitakan oleh sejumlah media massa. Akhirnya Pemerintah Kota Jambi turun tangan membantu biaya keberangkatan Nurin dan pendamping. Sementara #SedekahRombongan Jambi menyediakan ambulans untuk membawa Nurin dari Bandara Soekarno Hatta menuju RS Harapan Kita pada 10 Mei 2016. Akhirnya Nurin dirawat di RS Harapan Kita. Rupanya, butuh waktu hampir 3 bulan untuk menetapkan jadwal operasi Nurin. Sementara, keluarga Nurin kehabisan uang untuk biaya hidup. Beruntung, biaya rumah sakit ditanggung BPJS. Adi, ayah Nurin, hanyalah seorang buruh bangunan yang penghasilannya tidak menentu sedangkan ibunya, Wiwik Farina hanya seorang ibu rumah tangga. Adi mempunyai 2 anak yang harus dihidupinya. Keluargma ini tinggal di sebuah rumah peninggalan kakek Nurin. #SedekahRombongan memberikan santunan kepada keluarga Nurin untuk mebantu biaya hidup keluarga selama mengurus Nurin di RS Harapan Kita.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @arfanesia @ShintaTantri @EmhadiUsman @ririn_restu

aliya menderita Jantung Bocor

aliya menderita Jantung Bocor


ARSINI BINTI WADI (55, Suspek : Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT.2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Akim (70), Ibu Arsini tinggal berdua di rumahnya yang sangat sederhana, yang dibangun atas kepedulian warga. Meskipun tidak dikaruniai anak, pasangan suami-istri dhuafa ini bekerja keras untuk mencari nafkah. Tetapi, karena faktor usia juga pendidikan dan keterampilan yang tendah, mereka sulit keluar dari kubangan kemiskinan. Apalagi, sejak Ibu Arsini sakit, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk. Awalnya, enam tahun lalu (tahun 2000) Ibu Arsini mengalami nyeri di sekitar hidung dan pipi sebelah kirinya. Seiring dengan adanya nyeri di sekitar hidung, tumor juga mulai tumbuh di tulang hidungnya dan semakin hari semakin membesar hingga menutup lubang hidung dan matanya. Upaya penyembuhan tak banyak yang mereka lakukan. Ibu Arisini (55) hanya ibu rumah tangga biasa, dan suaminya sudah lama tidak lagi mencari nafkah. Bahkan, rumah yang mereka tempati kini sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak layak ditempati. Karena faktor ekonomi inilah, selama 6 tahun ini pasien hanya sesekali berobat di Puskesmas. Pada tahun 2016 keluarga dhuafa ini bertemu dengan kader PKK di kampungnya. Berkat bantuan kader itu kemudian Bu Arsini dibantu berobat ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Pihak RS menyatakan bahwa pasien harus dirujuk ke RSHS Bandung. Karena kendala biaya, saat itu pasien tidak dapat diberangkatkan. Berbagai upaya mencari bantuan akhirnya dilakukan, melalui Pemda Cirebon, Dinas Kesehatan, juga berbagai organisasi sosial, tetapi belum membuahkan hasil yang maksimal. Bersyukur, atas kehendak Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan pasien dan keluarganya. Setelah bersilaturahmi dengan mereka, pada 1 Juni 2916, kurir #SR di Cirebon berketetapan hati untuk membantu Ibu Arsini dan mengajukannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada 2 Juni 2016 pasien lalu diberangkatkan ke Bandung untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt pula alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan santunan kepada Bu Arsini. Bantuan awal yang mereka terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan uang saku selama ia berobat di RSHS Bandung. Sebelum Idul Fitri 1437 H Bu Arsini meminta diantar pulang dulu untuk berlebaran bersama keluarganya dan alhamdulillah MTSR bisa memenuhi harapannya. Setelah Idul Fitri keluarganya meminta bantuan #SR untuk menjemputnya. Karena MTSR berhalangan, dia berangkat ke RSHS menggunakan jasa travel. Sejak 17 Juli 2016 Nek Arsini kembali tinggal di RSSR Bandung didampingi suaminya untuk menjalani pemeriksaan rutin. Berdasarkan hasil biopsi tim medis, Bi Arsini harus menjalani 40 kali terapi sinar. Sungguh berat derita nenek dhuafa ini! Berempati atas apa yang dialaminya, kembali sesekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 854.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @Heni_Nuraini

Bu arsini menderita Kanker Tulang Hidung

Bu arsini menderita Kanker Tulang Hidung


ENGKOM BINTI ENTUY (50, Kanker Payudara). Alamat: Kampung Cipagiri Rt.01/09 Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lebih Bu Engkom menderita penyakit kanker payudara. Sejak Mei 2014 silam, janda berusia paruh baya ini hanya bisa terbaring lemah menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya. Selama sakit, ibu rumah tangga ini hanya menjalani pengobatan ke dokter terdekat. Menurut analisa sang dokter, ia harus segera menjalani operasi. Namun, karena penghasilannya sebagai buruh tani hanya cukup untuk bertahan hidup, pengobatan medis lebih lanjut pun dia urungkan. Dia memang termasuk dhuafa yang layak dibantu. bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun ia dibantu saudara-saudaranya. Tempat tinggalnya pun menumpang di rumah orangtuamya. Saat ini, ia hanya bisa terbaring lemas dan tidak bisa duduk kecuali dibantu. Pada tanggal 7 Juli 2016, salah satu bagian payudaranya mengeluarkan banyak darah, hingga menyebabkan Bu Engkom tak sadarkan diri. Dalam ketidakadaan biaya yang menghambat keinginan Bu Engkom dan keluarganya untuk berobat ke rumah sakit sampai sembuh, mereka tetap berusaha sekemampuan. Harapannya untuk bisa terus berobat dan sembuh, akhirnya tersampaikan kepada #SedekahRombongan berkat informasi dari anaknya yang menghubungi kurir #SR di Kabupaten Bandung, Kang Asep Cunarya. Dua hari kemudian, kurir #SR menjenguk Bu Engkom di rumah orangtuanya. Karena dia belum memiliki Jaminan Kesehatan apa pun, keesokan harinya relawan setempat dan anaknya memproses Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang langsung dapat diaktifkan. Setelah kartu jaminan kesehatan dari Pemerintah itu beres dibuatkan, ia lalu dibawa periksa ke Puskesmas Rawabogo Ciwidey dan langsung diantar ke RSUD Soreang setelah mendapatkan rujukan. Mulai 19 Juli 2016, ia menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung untuk memastikan penyakitnya dan alternatif pengobatannya. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, kurir #SR juga dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Bu Engkom yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS Kesehatan, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu engkom menderita Kanker Payudara

Bu engkom menderita Kanker Payudara


ALMH. SALSABILA NADHIFA . (11 Bulan. Suspek : DBD). Alamat : Jln. RTM Kelapadua RT.01/11 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah, ibu dan satu saudara kandungnya ia tinggal rumah peninggalan orangtuanya. Ayahnya, Pak Asep Numan (34) adalah seorang Satpam di Perumahan, bunya, Susi Susilawati (27) adalah ibu rumah tangga yang disibukkan dengan mengurus kedua anak mereka. Keluarga dhuafa ini bertemu dengan #SR setelah Sabila –nama panggilannya– masuk RS Santosa Kopo Bandung saat mereka mengisi libur Lebaran di Garut dan Bandung. Ketika bersilaturahmi keluarga di rumah uwaknya di Cigondewah Kabupaten Bandung, tiba-tiba Sabila muntah-muntah, demam cukup tinggi dan kejang. Pada pukul 19.00 anak kedua ini langsung dievakuasi ke IGD RS Santosa Kopo Bandung, didaftarkan sebagai Pasien Umum. Berbagai upaya pertolongan medis dilakukan. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain yang terbaik bagi Sabila dan keluarganya. Pada pukul 21.00 ia kembali kepada Pemiliknya. Ia meninggal di rumah sakit dengan suspek terserang DBD. Pengurusan administrasi pembayaran rumah sakit sempat tertunda malam itu. Tagihan biaya rumah sakit, Rp. 1.700.000,- membuat mereka kelimpungan. Mereka tidak punya uang sebesar itu. Dalam suasana duka, malam itu keluarga dhuafa ini disibukkan dengan mencari dana talangan. Berita tentang kesedihan dan kesulitan mereka saat itu akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung atas informasi kurir #SR di Depok dan Bekasi. Kurir #SR Bandung segera menemui mereka di RS Santosa. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, #SedekahRombongan dapat menutupi kekurangan biaya tagihan rumah sakit atas nama Salsabila Nadhifa. Pada pukul 01.00 tanggal 20 Juli 2916 jenazah Sabila kemudian diantarkan ke rumah duka menggunakan MTSR Bandung Raya. “Sampaikan terima kasih kami kepada #SR. Tak disangka kami dibantu saat kami bingung. Jazaakumullaah,” doa bapaknya Sabila sambil menangis. Innaa Lillah wa Innaa Ilaihi Raji’un!

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Alm sabila menderita Suspek : DBD

Alm sabila menderita Suspek : DBD


MUHAMMAD SYAKIR (2 Bulan. Pendarahan Intrakranial). Alamat : Kampung Ciputih RT.02/17 Desa Karamat Mulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Muhammad Syakir adalah anak pertama buah pernikahan antara Pak Heri Katrianto (43) dan Ibu Dewi Lilis S.(42). Pada suatu malam di awal Juni 2016 bayi mungil ini tiba-tiba menangis dan terus-terusan rewel. Selain mengalami demam cukup tinggi, ia juga kerap kejang-kejang. Keesokan hari orangtua Syakir memeriksakannya ke dokter praktek dan Puskesmas terdekat. Tim medis di fasilitas kesehatan tingkat satu ini kemudian merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Karena belum memiliki jaminan kesehatan apa pun, ia didaftarkan sebagai pasien umum yang harus membayar sendiri. Sebelum dirujuk ke IGD RSHS Bandung, ia sempat dirawat inap dua hari di RSUD Soreang atas anjuran dokter spesialis anak. Tanpa jaminan kasehatan, Syakir akhirnya dievakuasi ke RSHS Bandung dan terdaftar sebagsi pasien SKTM yang persyaratannya menyusul. Selama dua puluh hari dirawat inap di RSUP itu, ia juga sempat mendapatkan tindakan operasi. Ia bahkan dirawat beberapa hari di ruang PICCU RSHS Bandung. Pada akhir Juni 2016 ia diperbolehkan pulang. Kondisi bayi Syakir alhamdulillah membaik. Perkembangannya sangat menggembirakan. Adapun total tagihan selama ia ditangani di RSHS Bandung adalah Rp.35.001.000,-. Dipotong nominal jaminan dari SKTM Kabupaten Bandung (Rp 5000.000,-) tagihan akhir menjadi Rp.30.001.000,- Mendapat tagihan yang di luar kemampuan mereka, keluarga dhuafa ini hanya bisa terdiam dan menangis. Mereka tergolong dhuafa yang penghasilannya tak menentu. Kebingungan mereka sampai beritanya kepada #SedekahRombongan atas informasi dari kader PKK di desa mereka. Bersama keluarga Syakir, kemudian kurir #SR menemui bagian administrasi keuangan RSHS Bandung, mencari solusi untuk pembayaran tagihan rumah sakit atas nama bayi tersebut. Bersyukur pihak manajemen RSHS amat peduli atas cobaan yang menimpa mereka dengan memberi kemudahan pembayaran secara diangsur selama 12 bulan. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk keluarga M. Syakir yang digunakan untuk membayar Cicilan Pertama tagihan biaya rumah sakit atas nama Muhammad Syakir. Pada hari yang sama alhamdulillah MTSR Bandung juga berkesempatan menjemput M. Syakir dan orangtuanya pulang ke rumahnya. Pada minggu terakhir di bulan Juli 2016 kurir #SR menjenguk M. Syakir di rumah kontrakan. Alhamdulillah kondisinya membaik, dan pada tanggal 21 Juli 2016, kembali #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk membayar Cicilan Kedua tagihan biaya rumah sakit atas nama Muhammad Syakir yang dibayarkan  langsung ke Bagian Keuangan RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 861.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Syakir menderita Pendarahan Intrakranial

Syakir menderita Pendarahan Intrakranial


MUHAMMAD HENDRA (6 Bulan, Hemangioma/ Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Dusun Senami RT. 21/6, Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi. Hendra terlahir melalui operasi caesar di RSUD H. Abdoel Madjid Batoe (HAMBA) Batanghari atas indikasi kehamilan lewat bulan dan ketuban pecah dini, dengan memakai jaminan Jamkesda. Setelah proses kelahiran, diketahui terdapat kelainan kulit yang dialami Hendra. Kulit Hendra terlihat lebih tebal dan keras dibandingkan dengan kulit bayi pada umumnya. Melihat kondisi anaknya, Suprianto (38) beserta istrinya Sumiati (25) membawa Hendra ke Puskesmas Tenam. Melihat kasus yang dialami Hendra termasuk kasus langka, oleh pihak Puskesmas Tenam Hendra dirujuk ke RSUD HAMBA Batanghari. Dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki RS HAMBA Batanghari, akhirnya Hendra dirujuk ke dokter Spesialis Bedah Anak yang terdapat di RSUD Raden Matahher Jambi. Sementara bayi hendra di diagnosis Multiple Abses. Saat pertama kali Hendra dibawa ke RSUD Raden Matahher Jambi, belumlah membuahkan hasil dikarenakan Poli Bedah Anak saat itu sudah tutup. Akhirnya orang tua Hendra membawanya pulang. Pada Akhir Juni 2016, Hendra kembali dibawa untuk memeriksakan diri ke RSUD Raden Matahher. Oleh dokter Spesalis Anak, Hendra disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah dan USG Paha. Pemeriksaan tersebut telah dilakukan dan didapatkan hasil bahwa hendra mengalami penyakit Hemangioma. Saat kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Hendra dan orang tuanya, kami sangat merasakan kesulitan yang dialami oleh keluarga tersebut. Mengingat Suprianto dan Sumiati mengais rezeki menjadi buruh karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi jarak tempat tinggal dengan RSUD Raden Matahher tidaklah dekat, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk kebutuhan transportasi. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @arfanesia@ShintaTantri@YusNilah

Hendra menderita Hemangioma/ Tumor Pembuluh Darah

Hendra menderita Hemangioma/ Tumor Pembuluh Darah


TINI BINTI RASINAH (42, Kanker Servik). Alamat: Kp. Pasir Sareh Rt.04/05, Kelurahan Sinarjaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Awalnya, Tini sering merasakan sakit pada bagian perutnya, namun ia tak pernah  menghiraukan rasa sakit yang dideritanya dan hanya menganggap sakit perut biasa. Setelah dua minggu, sakit perut yang dirasakan Tini tak kunjung membaik dan kondisinya malah semakin parah. Undang (45), suami Tini, tak tega melihat sakit yang diderita istrinya itu. Lantas, ia membawa Tini berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah dua minggu berobat di Puskesmas, dokter belum bisa mendiagnosa penyakit yang dialami Tini. Akhirnya, Tini dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut ke RS Hasan Sadikin Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan, Tini didiagnosa mengidap penyakit Kanker Servix (Kanker Rahim). Selama kurang lebih satu tahun, Tini berikhtiar menjalani pengobatan di RSHS Bandung seorang diri. Undang yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas tidak bisa pergi meninggalkan pekerjaan serta kedua anak mereka di kampung halaman. Itulah yang menyebabkan Tini harus menjalani pengobatan sendirian tanpa ada yang menemaninya. Untuk menjalani pengobatan, Tini mengaku merasa kesulitan dalam hal biaya. Penghasilannya sebagai pembantu rumah tangga dan upah sang suami yang tidak menentu, diakuinya hanya cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak mereka. Setiap berobat ke RSHS Bandung, ia juga kerap kebingungan karena ia tidak punya sanak saudara di Bandung. Kondisi ini membuatnya kesulitan: ia harus bolak-balik menjalani pengobatan tanpa ada yang mendampingi. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan yang berada pada satu ruangan bersama Tini. Kepada kurir #SR, ia lalu menceritakan kegetiran hidup yang dialaminya: tentang mahalnya obat yang harus dibeli, tengang tidak adanya bekal memadai selain sekadar ongkos untuk berobat, juga tentang tidak adanya keluarga yang mendampingi setiap kali ia menjalani kemoterapi. Tangisan dan doanya alhamdulillah didengar Allah Swt. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan bantuan untuk Ibu Tini.  Bantuan lanjutan yang dia terima di Rumah Singgah SR ini digunakan untuk membantu biaya pembelian obat-obatan dan biaya sehari-hari selama di Bandung serta ongkos kembali pulang ke kampung halaman. Saat menerima titipan langit tersebut, Bu Tini mengucapkan banyak terima kasih kepada #SedekahRombongan atas bantuan lanjutan yang diberikan kepadanya. Ia pun mendoakan agar para donatur dan kurir #SR senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Bantuan sebelum ini tercatat diRombongan 848.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 17 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr

Bu tini menderita Kanker Servik

Bu tini menderita Kanker Servik


CICIH JUARSIH (57, Ca Cervix). Alamat : Kampung Cikumbang I RT.2/2 Desa Karyamandala, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu Cicih tak menyangka di hari tuanya harus mengalami penderitaan dan rasa sakit tak terperi. Ia tampak begitu menderita karena selama berobat di RSHS Bandung ia harus berpisah cukup lama dengan suami dan anak-anaknya. Ia kerap terdengar mengaduh merasakan serangan sakit di rahimnya. Itulah kesan pertama saat kurir #SR bertemu dengan Ibu Cicih dan anaknya yang saat itu tengah kebingungan di emperan RSHS Bandung. Rupanya Ibu Cicih termasuk pasien dhuafa yang kehabisan biaya saat berobat ke RSHS Bandung. Berdasarkan penuturannya, ia pernah dorawat do RSUD Singaparna dan RSMenurut hasil pemeriksaan di RSUD Singaparna dan RSHS Bandung, ia diduga mengidap Kanker Rahim (Ca Servix). Hampir satu tahun (sejak 2015) Ibu Cicih dan keluarganya mengikhtiarkan kesembuhan penyakit mematikan itu agar ia bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sambil membantu suaminya, Pak Omo Suparman (65) yang kini sakit-sakitan. Menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indobesia Sehat (KIS), berbagai upaya pengobatan telah ia lakukan, baik pengobatan  nonmedos maupun medis. Ibu Cicih bahkan pernah dirawat di RS dr. Sukarjo dan di RSUD Singaparna. Setelah tiga minggu dirawat di rumah sakit daerah, penanganannya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Selama berobat di Bandung, Ibu Cicih lebih sering tinggal di emperan rumah sakit secara berpindah-pindah; pernah juga menyewa rumah sebulan tetapi tidak dilanjutkan karena terkendala biaya. Walaupun harta bendanya hampir ludes digunakan untuk berobat, ia tak pantang menyerah. Memahami apa yang dialami Ibu Cicih dan keluarganya, kurir #SedekahRombongan berinisiatif menawari mereka untuk tinggal di RSSR Bandung selama Ibu Cicih berobat di RSHS. Menggunakan MTSR Bandung, Ibu Cicih akhirnya dijemput dari emperan parkir sekitar RSHS setelah ia menyatakan kesediaannya. Setelah tiga hari tinggal di RSSR, alhamdulilah, Ibu Cicih mendapat panggilan untuk masuk ruangan inap di Ruangan Kemuning RSHS Bandung. Keluarga dhuafa yang diuji juga dengan penyakit ini amat layak dibantu.  Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Cicih. Santunan yang disampaikan di ruang rawat inap itu digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama Ibu Cicih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat itu. Setelah menjalani pemeriksaan awal secara intensif di RSHS Bandung, janda dhuafa ini akhirnya dirawat hampir satu bulan di Ruang Kemuning RSHS. Bu Cicih dan anaknya tak sempat merayakan Idul Fitri 1437 Hjriyah bersama keluarganya di kampung halaman. Pada minggi pertengahan Juli 2016 akhirnya dia menjalani tindakan operasi yang amat melelahkan. Hampir 8 labu darah ditransfusikan untuk menyelamatkan nyawa Bu Cicih. Pasca operasi ia dirawat inap lagi untuk pemilihan. Kurir #SR terus mendampinginya agar ia termotivasi dan segera sembuh. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain, dan ini semoga menjadi yang terbaik baginya. Pada pukul 23.30 Ibu Cicih Juarsih meninggal dunia di RSHS Bandung. Malam itu juga jenazahnya diantarkan kurir #SR ke kampung halaman tempat ia dilahirkan menggunakan MTSR Bandung. Kurir #SR juga sempat menyampaikan bantuan untuk Bu Cicih Juarsih. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 863. Innaa Lillah wa Innaa Ilaihi Raji’un!

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Almh bu cicih menderita Kanker Servik

Almh bu cicih menderita Kanker Servik


MUHAMMAD RIFKI (9, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT.8/3 Kelurahan Wotgali Kecamatan Plered, Cirebon, Jawa Barat. Rifki seorang anak  yatim piatu yangsaat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup dari kisah mereka: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan sampai sekarang menjadi pasien dampingan kurir #SR di Bandung. Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol rutin ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya, juga dapat menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Pada awal Februari 2016 kurir #SR bertemu kembali dengan Rifki saat ia berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Kondisi Rifki berangsur membaik, meskipun dia masih harus terus berobat karena belum dinyatakan sembuh secara medis. Rifki dan keluarganya masih membutuhka n bantuan untuk melanjutkan terapinya. Dengan bantuan sedekaholics, pada bulan itu alhamdulillah ia bisa berobat menjalani jadwal terapinya. Pada bulan April 2016 ia diperiksakan lagi ke RSHS Bandung sambil menjalani terapi rutin. Pada bulan keempat ini ia juga mendapatkan bantuan dari #SR. Pada Mei 2016 kurir #SedekahRpmbongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya di rumah singgah. Perkembangannnya cukup menggembirakan meskipun ia masih harus menjalani terapi di RSHS Bandung. Selama bulan Juli 2016 ia juga tinggal di rumah singgah untuk meneruskan pengobatan. Karena Rifki dan keluarganya masih membutuhkan dukungan untuk terus berobat, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sedekaholics untuk Rifki. Bantuan yang diterima bibinya ini digunakan untuk membeli obat. Mereka mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics #SR yang terus membantunya saat mereka membutuhkan. “Jazaakumullaah!” Santunan sebelum ini, administrasinya, tercatat di Rombongan 847.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Rifki menderita Leukemia

Rifki menderita Leukemia


NENG RAHMAWATI (9, Leukimia). Alamat: Kp. Cibetik Cipageran, RT.5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. 7 Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani yang upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, setelah menjadi pasien dampingan #SR, pemeriksaan dan kontrol Neng semakin teratur. Kondisinya kini mulai membaik, walaupun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu #SR dapat mengantarkan titipan dari para sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir #SR mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan Maret 2016 kurir #SR kembali bertemu dengan Neng dan ibunya saat mereka menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Pada saat itu kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Titipan Langit kepada mereka yang mereka terima di rumah singgah. Pada akhir Juni 2016 Neng dan ibunya bertemu lagi dengan kurir #SR saat ia berobat ke RSHS Bandung. Kondisinya membaik, tetapi ia masih harus menjalani terapi di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah kembali #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Neng dan keluarganya. Bantuan memberi yang diterima orang tua Neng ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Semoga bantuan sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. catatan adninistrasi sebelum ini ada di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Neng menderita Leukimia

Neng menderita Leukimia


AZAMIL HASAN (5. Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil adalah buah pernikahan antara Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Bersama orangtua dan kedua saudara kandungnya, anak ketiga ini hampir tiga tahun mengidap kanker darah dan harus menjalani serangkaian pengobatan di RSHS Bandung. Sebelum dirujuk ke rumah sakit terbesar di kota Bandung ini, ia diperiksakan ke fasilitas kesehatan di daerahnya dengan menggunakan Kartu Jamkesmas. Ia didiagnosis terserang Leukemia dan harus menjalani kemoterapi setiap minggunya. Tentu saja dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit untuk kelangsungan berobat Azamil. Bapaknya, Nuriban, merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini. Ia hanya seorang buruh harian yang penghasilannya sekadar cukup untuk makan istri dan ketiga anaknya. Beruntung mereka sudah memiliki Kartu Jamkesmas sehingga dalam kondisi berat seperti ini, mereka masih tetap bersyukur dan dapat bersungguh-sungguh  mengupayakan kesembuhan anaknya, tanpa terkungkung oleh persoalan biaya. Memang berat mengobati anak dalam keadaan serba kekurangan. Biaya transportasi dan akomodasi dari Karawang ke Bandung, juga keperluan hidup sehari-hari selama di Bandung, menjadi tambahan beban mereka. Mereka kerap kesulitan untuk sekadar bisa makan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan lagi dengan keluarga tabah dan tegar ini. Azamil dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya menuju kesembuhan. Keluarga pasien dampingan #SR ini berharap bisa melanjutkan kembali ikhtiar mereka meraih kesembuhan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR dapat menyampaikan Santunan Lanjutan kepada Azamil yang diterima ibunya. Begitu juga pada bulan Juli 2016, #SedekahRombongan juga memberi mereka bantuan karena mereka masih membutuhkan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama mereka  berobat di Bandung. Bantuan sebelum masuk di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung@hapsarigendhis

Azamil menderita Leukimia

Azamil menderita Leukimia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT.3/2 Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Saat ini Azka tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia telah menjadi pasien dampingan #SR yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal bulan Maret 2016 #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah. Pada awal bulan April 2016, Azka dan orangtuanya kembali datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung kembali dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang diterima ibunya. Setelah cukup lama tidak bertemu, pada akhir Juli 2016 ia datang kembali berobat ke RSHS Bandung dan tinggal di rumah singgah. Alhamdulillah #SR kembali menyampaikan tanda cinta dhuafa dari sedekaholics. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung@hapsarigendhis

Azka menderita Leukimia

Azka menderita Leukimia


WINDA AMALIA (4, Leukemia Akut). Alamat: Dusun Jambu Aer RT.1/5 Kelurahan Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Winda adalah putri dari pasangan Bapak Ayep (36) dan Ibu Erlin (35). Bapak Winda dikenal sebagai petani di desanya, dan Ibu Erlin (35) sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Keluarga Winda termasuk dhuafa yang tetap semangat menjalani kehidupan meskipun terus-menerus didera cobaan. Bahkan kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk ketika Winda didiagnosa menderita leukemia sejak awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, Winda rutin dibawa berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena itu, keluarga Pak Ayep membutuhkan biaya untuk ongkos dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Harapan keluarga Winda untuk terus mengobati anaknya itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung. Setelah bersilaturahmi dengan Winda dan kedua orangtuanya, kurir #SR alhamdulillah dapat mendampinginya berobat rutin. Sampai saat ini Winda masih harus berobat ke RSHS Bandung dan membutuhkan uluran tangan. Pada minggu kedua bulan Maret 2016 kurir #SR bertemu Winda dan ibunya di rumah singgah saat mereka harus menjalani kontrol rutin di RSHS Bandung, dan memberi mereka bantuan selama berobat. Pada bulan Juni 2016, Winda dan ibunya datang kembali untuk kontrol dan berobat rutin di RSHS Bandung. Mereka masih membutuhkan motivasi dan dorongan untuk terus berikhtiar. Pada Juli 2016 anak periang ini kembali harus mengikuti rangkaian terapi dan pengobatan di RSHS Bandung. Alhamdulillah, sedekaholics #SR terus berempati atas apa yang mereka alami dan kembali memberi mereka santunan. Bantuan yang diterima ibunya di rumah singgah ini akan sangat berarti untuk kelangsungan ikhtiar mereka, terutama untuk membeli obat, yaitu Mercaptopurin, setiap bulannya. Semoga Winda diberi kesembuhan terbaik oleh Allah Swt. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 862.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 23 Juli 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung@hapsarigendhis

Winda menderita Leukimia akut

Winda menderita Leukimia akut


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung, dan sampai saat ini menjadikannya pasien dampingan #SR. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah ia tuntas diikuti. Ia dianjurkan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Karena Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat sampai tuntas dan dinyatakan sembuh, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR untuk Sinta dan keluarganya. Bantuan yang diberikan di rumah singgah ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 828.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Sinta menderita Kanker Darah

Sinta menderita Kanker Darah


MUHAMMAD IBNU RAMADHAN (7, Diagnosa : Usus Buntu Akut). Alamat : Dusun Manis RT.5/1 Desa Pamijahan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibnu –begitu panggilan sehari-harinya– diduga kuat mengidap penyakit “usus buntu akut”. Sejak awal Maret 2016 berbagai upaya penyembuhan hanya dilakukan ibunya, Siti Zulfa. Ayahnya telah lama meninggal dunia. Sampai saat, hampir lima bulan anak yatim itu bolak-balik dibawa periksa ke Puskesmas dan dokter praktek terdekat tetapi belum ada hasil yang memuaskan. Penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSUD Umum 45 Kuningan dan langsung diambil tindakan operasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksama, ternyata ususnya sudah pecah dan perutnya tercemari nanah. Keluarga dhuafa ini semakin panik. Setelah menjalani tindakan operasi, Ibnu dirawat hampir sepuluh hari di rumah sakit daerah itu. Kebingungan mereka semakin menggumpal saat mereka mendapatkan tagihan rumah sakit yang biayanya di luar kemampuan mereka, Rp.12.000.000,-. Ibnu memang belum memiliki jaminan kesehatan apa pun. Saat masuk dan ditangani di RSUD Kuningan, Ibnu didaftarkan sebagai pasien umum yang harus membayar dengan biaya sendiri. Kabar tentang kesulitan yang mereka hadapi, akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Kuningan yang segera menemui mereka di rumah sederhana peninggalan mendiang bapaknya Ibnu. Mereka amat layak mendapatkan bantuan untuk membayar biaya rumah sakit dan meneruskan pengobatan Ibnu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Kuningan dapat menyampaikan Tanda.Cinta Dhuafa untuk Muhammad Ibnu Ramadhan dan ibunya. Bantuan yang diterima ibunya di rumah sakit ini digunakan untuk membayar sebagian biaya rumah sakit dan pembuatan Kartu BPJS Mandiri.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @robby477

Ibnu menderita Diagnosa : Usus Buntu Akut

Ibnu menderita Diagnosa : Usus Buntu Akut


ANDI SAMIN SUHENDRA (37, Sakit Mata). Alamat : Kp. Balekambang RT. 15/6, Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 26 Juni 2016 adalah panen Raya di Kecamatan Cabangbungin, seperti biasanya Pak Andi bekerja seperti biasa semenjak adanya mesin perontok padi (SINTOK) ia menjadi operatornya. Namun malang tak dapat dihindari, bulir padi yang sedang dipanen masuk ke dalam matanya sehingga mengakibatkann matanya bengkak merah dan sangat sakit apabila membuka mata. Keesokannya mata menjadi berwarna putih, diduga buluh padi masih menempel di mata. Semakin hari semakin parah keadaan mata Pak Andi, ia tidak berani untuk berobat karena tidak ada biaya. Kartu jaminan kesehatan tidak ia miliki. Hingga akhirnya Pak Andi dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang berupaya membantunya. Pak Andi dibantu untuk pembuatan Kartu BPJS Kesehatan, selagi menunggu Kartu BPJS aktif, Pak Andi hanya memanfaatkan obat-obatan tradisional untuk matanya. Saat ini Pak Andi sudah tidak dapat bekerja lagi karena merasakan mata yang sakit. Sedangkan istrinya, Bu Nurikmah (26) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan kartu BPJS dan biaya pengobatan selama BPJS belum aktif dan dapat digunakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 201650
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak andi menderita Sakit Mata

Pak andi menderita Sakit Mata


SAMID BIN MININ (43, Susp. Tumor Tulang). Alamat : Kp. Teluk Garut RT. 10/2, Desa Setiajaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Samid awalnya hanya merasakan pegal-pegal pada lengan sebelah kanan. Pernah waktu itu beberapakali diurut oleh tukang urut yang tidak jauh dari rumahnya, namun ia merasakan semakin sakit pada lengan kanannya.Awal Maret 2016, ia mencoba untuk melakukan pengobatan di rumah sakit terdekat dan setelah menjalani pemeriksaan dokter menyarankan agar Pak Samid melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSCM Jakarta karena diduga penyakit yang dialami Pak Samid adalah sejenis Tumor Tulang. Namun semenjak itu ia baru melakukan 1 kali pemeriksaan di RSCM karena kendala biaya akomodasi yang dirasakannya cukup berat. Pak Samid biasa bekerja sehari-hari sebagai buruh serabutan, namun karena kondisi lengan kanan yang sakit, saat ini ia sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya, Bu Rohanih (41) hanya seorang ibu rumah tangga. Saat ini lengan Pak Samid semakin membengkak dan harus segera menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi untuk pengobatan ke RSCM Jakarta. Do`a dari kami semoga Pak Samid segera diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak samid menderita Susp. Tumor Tulang

Pak samid menderita Susp. Tumor Tulang


NANI RUSLIANAWATI, (64, Maag Kronis), Alamat : Kp. Bambu Kuning, Rt 04/02, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Bu Nani, biasa akrab kami memanggilnya. Kurang lebih selama 2 tahun ini beliau mengidap penyakit maag kronis, diawali dengan nyeri pada bagian perutnya, namun ia menganggap hal yang biasa terjadi. Seiring berjalannnya waktu, nyeri di perutnya semakin menjadi. Ia pun kemudian dibawa berobat ke RSUD Bogor oleh suaminya Ahmad Suherman (65). Pasca berobat, kondisi Bu Nani tak juga membaik, ia justru semakin mengeluh merasakan nyeri di bagian perutnya. Suaminya tidak bisa berbuat banyak, ia hanya mampu merawat istrinya di rumah yang kini sudah tidak bisa mengonsumsi nasi. Selama ini Bu Nani hanya mendapat asupan gizi dari telur ayam yang direbus, lambungnya sudah tak mampu lagi mencerna makanan lain. Innalilahi wainna ilaihi rojiun pada tanggal 8 Juli 2016 Bu Nani di panggil oleh sang pencipta setelah berikhtiar 2 tahun untuk kesembuhan sakit yang di rasakannya. Kurir #SR menyampaikan uang duka untuk membantu pak Herman membayar kebutuhan pemakaman dan lain – lainnya. Semoga Bu Nani di tempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Swt. Aamiin. Bantuan Sebelumnya masuk di rombongan 841.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Bu nani menderita Maag Kronis

Bu nani menderita Maag Kronis


YUNIARTI TRI ANDINI (9, Kanker Maligna). Kp. Perigi, Rt.5/6, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat. Yuniarti, gadis cilik yang merupakan putri ketiga dari pasangan Bpk. Wahyudi (42) dan Ibu Sutinah (42) ini pernah menjalani pengobatan penyakit tumornya di RS Fatmawati Jakarta Selatan pada tahun 2015 yang menyebabkan Yuniarti tidak bisa sekolah. Tumor tersebut tumbuh sejak tahun 2014 lalu, kemudian dilakukan tindakan pengangkatan tumor pada bulan Agustus 2015. Namun tiga bulan setelah operasi jaringan tumor tersebut muncul kembali dan semakin membesar dari sebelumnya hingga saat Ini. Terakhir menjalani pengobatan pada tanggal 30 juni 2016 yang merupakan kemoterapi yang pertama. Pak Wahyudi berpenghasilan minim dan hanya bekerja sebagai Satpam Komplek Perumahan Puri Anggrek Mas yang berlokasi di Jl. Sawangan Raya, Parung Bingung-Depok, sedangkan sang istri hanya sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, pengobatan pun harus terhenti karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah, kurir SR pun dipertemukan dengan keluarga Yuniarti, kami menyampaikan titipan bantuan para Sedekaholic SR untuk Yuniarti. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya akomodasi dan transportasi RS. Fatmawati. Semoga Allah Segera mengangkat penyakit yang di rasakan oleh Yuniarti. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @nurmanmlna @rexy_eas

Yuniarti menderita Kanker Maligna

Yuniarti menderita Kanker Maligna

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Niwati 500,000
2 Luthfi 500,000
3 dalimin 500,000
4 Januar 500,000
5 Tri 1,000,000
6 Cahyo 500,000
7 Farid 500,000
8 Jalaludin 500,000
9 MTSR Tasikmalaya 4,250,000
10 Suprapti 1,148,800
11 RSSR Malang 10,281,750
12 Paidi 1,017,600
13 Arif 867,500
14 Suwarni 1,404,000
15 MTSR Malang 4,356,046
16 Kamariah 1,000,000
17 Aliska 975,500
18 Atek 1,000,000
19 Herianto 900,000
20 Sahwani 500,000
21 Yeni 1,350,000
22 Jesica 1,200,000
23 galang 500,000
24 Atek 500,000
25 Julaila 1,500,000
26 KHOIROTUN 1,300,000
27 Peggy 1,699,816
28 Maryati 1,500,000
29 Hartoyo 2,000,000
30 Sumiati 1,200,000
31 ALM. HASYIM 1,500,000
32 SUPRAPTI 1,500,000
33 Madina 1,000,000
34 Wahyuni 587,550
35 M zaki 1,000,000
36 M zaki 1,250,000
37 Awalia 2,000,000
38 Sily 1,900,000
39 Aliya 750,000
40 Arsiini 1,000,000
41 Engkom 1,000,000
42 Salsabila 1,000,000
43 M Syakir 2,000,000
44 M Hendra 750,000
45 Tini 1,000,000
46 Cicih 1,000,000
47 M Rifki 750,000
48 Neng Rahmawati 750,000
49 Azamil 500,000
50 Azka 500,000
51 Winda 500,000
52 Sinta 1,000,000
53 M Ibnu 1,000,000
54 Andi 500,000
55 Samid 500,000
56 Nani 500,000
57 Yuniarti 1,000,000
Total 71,688,562

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,688,562,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 870 ROMBONGAN

Rp. 39,583,692,393,-