Muhammad Karnawi (57 Tahun,Tumor Kalenjer Ludah). Ber Alamat Jalan Imam Bonjol RT 013 RW 003, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Bapak Karnawi mempunyai empat anak dari pasangan Ibu Fatimah (50 tahun), Bapak Karnawi yang hanya bekerja sebagai Guru Madrasah dengan tanggungan 4 seorang anak.
Riwayat sakit semenjak 3 tahun yang lalu terdapat benjolan di leher dan terlah di periksa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso dan diagonosa tumor kalenjer ludah oleh Rumah sakit Bhayangkara dianjurkan untuk operasi di Rumah Sakit Bhayangkara. Dan riwayat pengobatan telah biopsi dan di CT Scan di rumah sakit Bhayangkara dan sudah dilakukan Operasi di bulan April 2016 dan bulan berikutnya hanya kontrol lanjutan.
Kondisi Bapak Karnawi sekarang sudah lebih baik sejak sudah pasca operasi.
Dan Tim SR Jember bersilahturahmi ke tempat tinggal Bapak Karnawi dan menyampaikan santunan untuk pembiayaan Pengobatan. Semoga sedekah para sedekaholic dalam membantu Bapak Karnawi menjadi catatan amal baik dan mendapatkan ganti berlipat ganda dari ALLAH AZZA WA ZALLA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 724.000,-
Tanggal : 19 April 2016 Dan 14, 16 Mei 2016 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari

Pak karnawi menderita Tumor Kalenjer Ludah

Pak karnawi menderita Tumor Kalenjer Ludah


Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jember. Lokasi rumah pasien yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berkali-kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, yang terdiri dari :
RSSR JEMBER BULAN MEI 2016
LOGISTIK RUMAH SINGGAH SR JEMBER    = Rp. 3.000.000,-
KONSUMSI PASIEN PENDAMPING        = Rp. 1.056.000,-
GAJI PENJAGA RUMAH SINGGAH SR JEMBER    = Rp. 1.000.000,-
PEMBELIAN LAMPU RSSR            = Rp.     40.000,-
PEMBAYARAN SPEEDY            = Rp.    622.000,-
PEMBELIAN OBAT-OBATAN RSSR        = Rp.    84.000,-
PEMBAYARAN SPEEDY            = Rp.    845.000,-
PEMBAYARAN HOTLINE PULSA HP 911        = Rp.    70.000,-
GAJI ADMIN JEMBER            = Rp.    600.000,-
PEMBAYARAN LISTRIK DAN PDAM        = Rp.   340.000,-
_________________=
Rp. 7.657.000,-

dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit dr subandi jember, yaitu selama bulan Mei 2016. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Aamiin…

Jumlah Santunan : Rp. 7.657.000,-
Tanggal : 29 Mei 2016
kurir : @yudhoari , @gredyanto

Bantuan operasional

Bantuan operasional


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat RT.4 RW.14 Dukuh Kalenpandan, Desa Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Putra ke-tiga dari Bapak Dartam (53) ini menderita Kanker Tulang sejak 3 tahun yang lalu dan sebelumnya sudah menjalani pengobatan di Jakarta namun tidak dilanjutkan secara konsisten karena kesulitan biaya. Saat kami bertemu Untung dan keluarganya di Brebes, kondisinya cukup lemah dan harus segera mendapat perawatan medis di rumah sakit. Bahkan tempat tinggal mereka menumpang di tanah tetangganya yang juga jadi satu dengan kandang ternak milik tetangganya tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bapak Dartam bekerja sebagai buruh serabutan dibantu putra beliau yang pertama dan ke-dua. Kemudian setelah musyawarah dengan keluarga, kami sepakat untuk membawa Untung berobat ke RS. Dr. Soeharso (RS. Orthopedi) Surakarta dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Solo. Bantuan ini adalah santunan awal untuk membantu biaya akomodasi Untung Sahara dan keluarga berobat ke Solo.

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 9 Maret 2016
Kurir: @indrades

Untung menderita Kanker Tulang

Untung menderita Kanker Tulang


KARYADI BIN TUBI (70, Dhuafa). Alamat: RT 5 / RW 2, Kumejing, Subah, Batang. Tidak terbayang jika pasangan suami istri yang rabun dan pikun harus menjadi gelandangan karena rumahnya roboh. Kondisi Mbah Karyadi rabun sejak beberapa tahun lalu, awalnya kami mengira beliau terkena katarak, ternyata tidak. Sudah beberapa kali Mbah Karyadi dibawa ke pengobatan gratis katarak tetapi ditolak karena menurut dokter, penyakit yang diderita Mbah Karyadi bukan katarak. Keadaan tersebut lebih memprihatinkan karena istri beliau sekarang sudah agak pikun. Sebelumnya istri Mbah Karyadi berjualan sayur keliling, tetapi karena kondisi fisik mulai menurun, akhirnya sekarang sudah berhenti berjualan. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, Mbah Karyadi dan istrinya mendapat bantuan dari warga sekitar. Kondisi rumah Mbah Karyadi sangat memprihatinkan, rumah papannnya hampir roboh, jendelanya terbuat dari kain, dan tidak ada MCK di rumah Mbah Karyadi. Dana bantuan dari rekan-rekan sedekaholics ini digunakan untuk membeli bahan bangunan guna merenovasi rumah Mbah Karyadi.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000
Tanggal: 16 Maret 2016
Kurir: @indrades @onyji @rohandiel

Bantuan untuk membeli bahan bangunan guna merenovasi rumah

Bantuan untuk membeli bahan bangunan guna merenovasi rumah


AGUS SUNARSIH  (47 Tahun, Ginjal) Alamat: Jl. Pulosari Gang 3B, No. 6, Surabaya, Jawa Timur. Bu Sunarsih begitu ia biasa disapa. Bu Sunarsih adalah seorang ibu rumah tangga. Awalnya tahun 2014 beliau pernah mengalami sakit paru-paru. Setelah menjalani pengobatan bu Sunarsih dinyatakan sembuh dari sakit paru-paru. Awal 2015 bu Sunarsih kerap sakit perut, mual & muntah. Keluarga mengira bu Sunarsih mengalami sakit maag, hingga bulan juni bu sunarsih semakin sering muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bu Sunarsih didiagnosa mengalami sakit ginjal. Bu sunarsih menjalani opname dan sempat dinyatakan sembuh. Sebulan berselang ternyata sakit beliau kambuh lagi dan baru diketahui ternyata ginjalnya membesar dan semakin membesar. Akhirnya dokter memutuskan untuk dilakukan cuci darah setiap 2 minggu sekali. Saat ini bu Sunarsih sudah menjalani tes darah sebanyak 16 kali. Meskipun bu Sunarsih menggunakan fasilitas kesehatan BPJS dan bisa men-cover biaya cuci darah, namun beliau dan keluarga tidak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dan ada beberapa obat yang tidak di cover BPJS. Pekerjaan suami beliau, Zainal Arifin (50) sebagai supir taksi yang pendapatannya tidak tetap. Juga akhir-akhir ini kerap tidak bekerja karena menemani sang istri berobat, selain itu keluarga juga masih ada tanggungan biaya sekolah anak kelas 3 SMA. Alhamdulillah kami #SedekahRombongan mendapat info tersebut dan mendapat kesempatan untuk membantu bu Sunarsih. Bu Sunarsih menjadi pasien dampingan #SR Surabaya pada Februari 2016. Saat ini bu Sunarsih rutin melakukan kontrol dan cek darah. Bu Sunarsih dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekahholic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya. Semoga semua amal kebaikan sedekahholic diterima oleh Allah SWT dan rejekinya dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : 12 Maret 2016
Kurir : @Wahyu_CSD  @dinininutz

Pak agus menderita

Pak agus menderita ginjal


NASRIKAH BIN YAIDI (70 Tahun, Dhuafa). Alamat: Dusun Banlebban, Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur. Beliau memiliki nama asli Salatun, tetapi lebih dikenal dengan bapak Nasrikah di desanya. Beliau pindah dari rumah mertuanya sekitar 1 tahun yang lalu dan memilih hidup mandiri dengan istrinya. Pada pernikahan keduanya ini bapak Nasrikah dikarunia anak laki laki yang sekarang masih kelas 3 SD. Pada pernikahan pertama, istrinya meninggal,dan anak2 beliau telah berumah tangga dan hidup sendiri sendiri. Beliau bekerja sebagai pembersih masjid di daerah desa Tentenan. Sebelumnya, beliau bekerja serabutan sebagai kuli di proyek jalan. Istri bekerja di gudang tembakau sebagai perobek kertas rokok. Beliau memiliki 2 tanggungan, yaitu istri (Asbiyah,35 tahun) dan anaknya (Maulana, 9 tahun) yang masih kelas 3 SD. Keluarga beliau tidak memiliki fasilitas kesehatan apapun. Rumah beliau merupakan hasil sumbangan dari warga dan gotong royong warga untuk pembangunannya. Listrik yang mengalir adalah bantuan dari tetangganya. Keadaan rumah pun bisa dibilang sangat memprihatinkan dengan 2 ruangan yg terbuat dari rusuk bambu yg terdiri dari kamar tidur dan dapur. Kamar mandi pun bisa dikatakan tak layak pakai. Hanya ada tong air berkarat dan WC cemplung. Beliau mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan. Semoga sedekahholic dan tim #SedekahRombongan selalu diberi kesehatan dan rizki yang berkah & melimpah. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 19 Maret 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen @u_nitaks

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari


WARKONI BINTI MITRA (53, Anemia Aplastik). Alamat RT.2 RW.5 Desa Pulosari, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Sejak 2 tahun lalu beliau menderita Anemia Aplastik dan sudah menjalani rawat jalan di RSUD Brebes. Kemudian dari RSUD Brebes ibu dari 3 putra ini dirujuk agar menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Suami beliau, Bapak Rasyo (46) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian untuk pengobatan Ibu Warkoni rencananya akan kami teruskan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan beliau akan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Semarang. Bantuan ini adalah santunan untuk membantu biaya akomodasi berobat beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 9 Maret 2016
Kurir: @indrades @onyji @rohandiel

Pak warkoni menderita Anemia Aplastik

Pak warkoni menderita Anemia Aplastik


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Maret 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 11.576.500,-
Tanggal: 31 Maret 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan operasional

Bantuan operasional


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 6.836.500,-
Tanggal: 31 Maret 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi AD 9716 DL, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Semarang dan terpusat di Pekalongan Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Pekalongan ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2016.

Jumlah Bantuan: Rp 6.432.800,-
Tanggal: 31 Maret 2016
Kurir: @indrades All Kurir Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain

Bantuan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain


FARID (1 tahun,CRANIOSYNOSTOSIS), Farid adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu yang beralamatkan di RT 1 RW 1 Lingkungan Krajan, Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penyakit yang dideritanya adalah Craniosynostosis telah dialaminya sejak usia masih sangat kecil. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit hingga sampai bertemu dengan Tim Kurir Sedekah Rombongan yang akhirnya diputuskan untuk mendapatkan pendampingan dari Sedekah Rombongan. Santunan yang diberikan digunakan untuk Kontrol pasca oprasi ke dua.
Santunan yang di berika semoga bermanfaat bagi Adek farid amienn

Jumlah santunan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 09 Mei 2016 Dan 01 Juni 2016 (Akumulasi)
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS


RATNADILLA (17 Thn, CA Kulit) Ber Alamat Dusun Sukolembono RT 030 RW 001 Sumber Gading , Kecamatan Sumber Wringin Kapubaten Bondowoso. Ratnadilla adalah anak Dari Bapak Heru yang sehariannya hanya bekerja pengisi gas Korek keliling yang tidak mampu membiayai Kehidupannya . dan di Tambah penyakit Anaknya yang sedang kambuh untuk di bawa ke rumah sakit. Ratnadilla Anak Pak Heru tergolong Orang tidak mampu,Dan TIM #SRjember Bersilaturahmi Untuk membantu Ratnadilla untuk di Rujuk ke rumah Sakit Agar Penyakitnya segera di tangani Oleh Dokter sehingga tidak semakin parah.
Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk akomodasi selama perawatan rutin dan kebutuhan lainnya selama perawatan di Rumah Sakit. Semoga Ratnadilla segera diberikan jalan kesembuhan dan kontribusi para sedekaholic mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 MEI 2016, 29 MEI 2016 , DAN 29 JUNI 2016 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari

Ratna menderita CA Kulit

Ratna menderita CA Kulit


YUDISTIRA PRATAMA (5, Jantung Bocor dan Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT. 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusinya yang sudah menginjak 5 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang taunya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 853 untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama di menjalani pengobatan di Jakarta. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini Yudistira masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poli di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan @untaririri

Yudistira menderita  Jantung Bocor dan Cerebral Palsy

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Cerebral Palsy


KIRANA SHAHILIA NADIFA (2, Pengerutan Otak). Alamat : Desa Kediri 1, RT. 1, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar satu bulan yang lalu Kirana mengalami panas, demam, mencret dan muntah-muntah hingga kejang. Orangtuanya membawa Kirana ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dan didiagnosa terjadi pengerutan otak. Selama 9 hari dirawat, Kirana belum menunjukkan perubahan, ia sering panas tinggi disertai kejang hingga tak sadarkan diri bahkan sempat masuk ruang ICU selama 3 hari karna koma.  Karena belum juga menunjukan perubahan, Kirana akhirnya dirujuk Ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek Bandar Lampung dan didiagnosa terkena DBD. menurut keterangan dokter Kirana juga harus diterapi untuk pemulihan tulang kaki yang membentuk leter O akibat seringnya kejang. Kirana sudah mulai membaik keadaannya ditandai dengan anggota badan yang sudah mulai bisa digerakkan, walaupun tangan masih bengkak dan terkadang mengalami demam. Orangtua Kirana, Bapak Miran (36) dan Ibu Suprapti (36) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, maklum saja Bapak Miran hanya seorang petani yang memiliki penghasilan tidak tetap. Bapak Miran kebingungan karena tidak punya simpanan uang untuk kebutuhan berobat Kirana, meski Kirana telah menggunakan BPJS kelas 3. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Miran dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk operasional berobat Kirana.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @andradideri @evanledi irawan @xkurniawatix @akuokawai @ririn_restu

Kirana menderita Pengerutan Otak

Kirana menderita Pengerutan Otak


VIVI APRIYANI (41, Anemia dan Haemoroid). Alamat : Jl. Cut Nyak Dien RT. 11/2, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ibu dari empat orang anak ini merasakan ada perubahan pada dirinya setelah melahirkan anak ke-4 pada tahun 2009. Ibu Vivi merasa mudah lemas, lelah, sulit berjalan jauh dan tidur gelisah. Terlebih lagi saat buang air besar disertai darah karena haemoroid atau ambeien yang dideritanya dan membuat Ibu Vivi terasa semakin lemas. Ibu Vivi lalu memeriksakan diri ke rumah sakit dan didiagnosa menderita anemia dan harus dirawat serta dilakukan transfusi darah. Sejak saat itu Ibu Vivi rutin melakukan transfusi darah meskipun terkadang jumlah kantung darah tidak sesuai dengan saran dokter karena golongan darah Ibu Vivi sulit untuk didapatkan yaitu AB rhesus positif. Ibu Vivi melakukan transfusi darah setiap 2 – 3 bulan sekali dan bisa sampai menghabiskan 10 kantung darah setiap kali transfusi. Sang suami, Syaiful Amri (50), bekerja di Bandar Lampung sebagai penjual buah-buahan tetapi sejak Ibu Vivi sakit ia memutuskan untuk mencari penghasilan di Metro sebagai tukang tambal ban, tetapi penghasilan yang didapat hanya cukup untuk makan. Saat kurir #SedekahRombongan kembali menjenguk Ibu Vivi, ia dalam keadaan lemas dan pucat. Akhirnya kurir @sedekahRombongan mengantarkan beliau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Melihat kondisi Ibu Vivi, kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekahholics, yang digunakan untuk biaya transfusi di rumah sakit dan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 843. Semoga keadaan Ibu Vivi cepat membaik. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu vivi menderita Anemia dan Haemoroid

Ibu vivi menderita Anemia dan Haemoroid


IMAM JAENURI ARIF (16, Ca Paru). Alamat : Desa Balerejo 40 A RT. 1/1, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada Februari 2015, ketika Arif begitu ia biasa disapa, sedang berlatih futsal terjadi kecelakaan kecil yang menyebabkan kaki kanannya terkilir. Kemudian oleh neneknya Arif dibawa ke tukang pijat, naas sore harinya Arif menjadi korban tabrakan oleh sebuah motor yang mengenai kaki kanannya juga. Sejak saat itu Arif sering mengeluhkan sakit pada kaki kanannya hingga orangtuanya membawanya ke dokter dan didiagnosa menderita kanker tulang. Arif kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian dirujuk kembali ke RS Ortopedi di Solo. Karena keterbatasalan alat, Arif pun dirujuk ke RS Moewardi Solo, disana kaki kanan Arif harus diamputasi. Arif menjalani pengobatan di Solo selama 8 bulan. Setelah itu kondisi Arif membaik, bobot tubuhnya bertambah. Kurang lebih 4 bulan setelahnya Arif mengeluhkan sesak, oleh keluarga Arif dibawa kembali untuk diperiksa dan hasilnya ternyata kanker tulang Arif telah metasasis atau menyebar ke paru-paru dan akhirnya dirinya oleh dokter didiagnosis terkena kanker paru-paru. Arif telah melakukan kemoterapi yang berakhir tanggal 30 Mei 2016 dan akan dilihat hasilnya pada 28 Juni 2016. Saat ini paru-paru Arif yang berfungsi kurang dari setengahnya sehingga ia membutuhkan bantuan tabung oksigen untuk kesehariannya. Dalam waktu sehari Arif membutuhkan 2-3 tabung oksigen. Hal itu memberatkan keluarga ini, karena orangtunya, Sarjuni (51) yang bekerja sebagai petani plasma sudah tidak lagi bekerja sejak Arif mulai sakit dan istrinya Wiji Lestari (40) hanya ibu rumah tangga biasa. Mendengar kisah Arif kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi keluarga ini, dan bantuan awalpun diberikan untuk membantu pengobatan Arif.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Imam menderita Ca Paru

Imam menderita Ca Paru


YANTO CIPOROKOY (45, Liver). Alamat kampung Ciporokoy RT. 1/3, Desa Sinar Jaya, Kecamatan Mendalawangi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sakit yang dialami Yanto berawal sejak tahun 2014. Awalnya Yanto sakit maag akut, karena pengobatannya tidak maksimal sakitnya semakin parah dan setelah diperiksa ia didiagnosa menderita liver atau kelainan saluran empedu. Tubuhnya semakin kurus dan perutnya sudah mulai membengkak. Yanto sudah memeriksakan penyakitnya ke RSUD setempat, tetapi proses pengobatannya tidak dilakukan secara rutin, hanya ketika ada rezeki lebih atau saat penyakitnya sedang kambuh saja. Meskipun Yanto sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya transportasi dan operasional berobat terasa berat untuknya. Maklum saja Yanto hanya seorang buruh bangunan yang pekerjaannya tak tentu ada. Saat ini Yanto sudah tidak bekerja lagi, kebutuhan sehari-hari keluarga dibantu saudara-saudaranya yang sangat peduli kepadanya. Alhamdulillah ‪Kurir #SedekahRombongan yang mendengar berita ini segera memberikan bantuan untuk operasional berobat. Semoga Yanto segera sembuh kembali, sehingga ia dapat segera berikhtiar mengais rezeki untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Pak yanto menderita Liver

Pak yanto menderita Liver


MUGIYATNA BIN SUANDA (16, Gangguan syaraf). Alamat : Kampung Kaldu Lomber RT. 11/4, Desa Gunung Cupu, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Mugiyatna yang kesehariannya membantu ayahnya bertani mengalami gangguan syaraf sejak 5 bulan yang lalu. Awal penyakitnya ini diakibatkan jatuh dari atap rumah, karena kurang maksimalnya pengobatan sehingga menyebabkan tubuh sebelah kanannya mengalami mati rasa dan jari-jari tangan kanan selalu mengepal. Kemudian Mugiyatna dibawa oleh kakak perempuannya ke Bogor untuk tinggal bersama sekaligus melakukan pengobatan dengan cara pijat refleksi yang dianggap lebih murah dibanding pengobatan secara medis. Maklum saja kakak perempuan Mugiyatna hanya mengandalkan penghasilan suaminya sebagai pekerja buruh yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari saja. Meskipun Mugiyatna sudah melakukan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh, sebaliknya penyakitnya justru bertambah parah. Menurut ahli refleksi yang menanganinya, Mugiyatna menederita saraf sepi yang membuat daging-daging didalamnya habis. Belum lama ini kaki Mugiyatna membengkak dan ada luka di telapak kakinya yang mengeluarkan darah dan nanah dengan bau tidak sedap. Sekarang Mugiyatna kembali ke rumah orang tuanya di Pandeglang, dan hingga kini belum juga melakukakn pengobatan. Meskipun Mugiyatna mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya transportasi dan operasional menjadi beban yang berat bagi orang tuanya, maklum saja ayahnya, Suanda (56), hanya sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu dan ibunya Suhanah (55) hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Kesulitan keluarga Mugiyatna terdengar oleh ‪#‎sedekahrombongan, Alhamdulillah bantuanpun diberikan kepadanya untuk biaya berobat ke Puskesmas atau RSUD. Semoga Mugiyatna segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @@nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Pak mugi menderita Gangguan syaraf

Pak mugi menderita Gangguan syaraf


EDI BIN ENDANG (20, Tumor Mata). Alamat : Kampung Cipacung RT. 2/5, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sudah dua tahun Edi menderita sakit tumor mata. Sebelumnya Edi hanya berobat di pengobatan alternatif saja, alhamdulillah dengan dampingan #sedekah rombongan Edi sudah melakukan ikhtiar dengan cara pengobatan medis. Sejak 23 Mei 2016 Edi berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama berobat di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS, namun operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta menjadi beban yang berat bagi orang tuanya, Endang (41) yang hanya berprofesi sebagai buruh serabutan dan Enong (36), yang hanya ibu rumah tangga biasa. ‪Kurir #‎sedekahrombongan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Edi dan kehidupan sehari -harinya dan orang tuanya yang mendampingi selama di Jakarta. Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholics telah disampaikan kepada Edi untuk membantu biaya operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari, sebelumnya Edi telah dibantu pada rombongan 851. Semoga penyakit Edi segera  membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @harji @ririn_restu

Edi menderita Tumor Mata

Edi menderita Tumor Mata


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu #sedekahrombongan Jakarta, karena ia berobat di RSCM Jakarta. Selama berobat di Jakarta, ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Elia sudah tiga bulan terlambat menjalani pengobatan rutin, sehingga penyakitnya mulai kambuh lagi. Pembuluh darah di tangan dan bibirnya mulai membengkak dan berwarna kehitaman. Keterlambatan berobat dari jadwal yang sudah ditentukan diakibatkan karena ketiadaan biaya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit. Berita tentang kambuh dan keterlambatan Elia berobat ke RSCM didapati dari pesan yang dikirimkan ibu Elia, Ibu Lilis (36), kepada kurir #SR Jakarta. Berita ini diteruskan oleh kurir #SR Jakarta kepada kurir #SR Pandeglang yag akhirnya saling berkoordinasi untuk menjemput Elia dengan MTSR Jakarta. Sesampainya di kediaman Elia, orang tuanya  belum membuat surat rujukan yang dibutuhkan untuk berobat ke RSCM. Hal itu urung dilakukan karena orang tua Elia tidak mempunyai uang. Orang tua Elia kebingungan, karena selain biaya untuk membuat rujukan, mereka juga harus mempersiapkan bekal selama proses pengobatan di RSCM. Belum lagi untuk membeli obat dan alat kesehatan yang tidak dicover BPJS. Saat ini Elia sedang berikhtiar untuk kesembuhannya dengan berobat di RSCM Jakarta dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Rangkaian pengobatan pada bulan Mei 2016 telah dilakukan dan kembali mendapatkan jadwal berobat pada pertengahan bulan Juni 2016. Karena waktu menunggu untuk pengobatan lanjutan masih lama, Ibu Lilis memutuskan untuk pulang dulu ke kampung halamannya, sekaligus  menyambut dan melaksanakan minggu pertama bulan suci Ramadhan bersama keluarganya di kecamatan Carita Pandeglang. Pada 7 Juni 2016, Elia telah kembali ke RSSR dalam rangka melanjutkan pengobatan di RSCM. Alhamdulillah saat ini Elia sudah masuk ruangan untuk persiapan operasi. Saat ini keluarga Elia tidak membawa bekal yang cukup untuk biaya keseharian di RSCM sehingga ibu Elia mengadukan kesulitannya kepada #sedekahrombongan. Alhamdulillah bantuan dari #sedekaholics telah disampaikan kepada Elia untuk operasional berobat Elia setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 851. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Elia.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy  @harji @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


YANI BIN ADJAN (50, GLAUCOMA). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, beliau tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosa menderita Glaucoma (sejenis katarak). Karena tidak sanggup menangani, kemudian ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini Bu Yani masih terus berobat jalan di RSCM namun belum ada perkembangan yang baik dari penyakitnya. Belum dapat diketahui penangana apa yang akan dilakukan untuk mata Bu Yani. Ia masih terus bersemangat menjalani pengobatan dan berharap sembuh agar bisa merawat ayahnya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu yani menderita glaukoma

Ibu yani menderita glaukoma


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jl. Ukir Dalam RT 6/13 No. 54 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Nathan anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Bidan merujuknya ke spesialis anak untuk mengetahui apa yg diderita Nathan. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nathan didiagnosa menderita kelainan jantung. Ia dirujuk ke RSCM Jakarta karena rumah sakit yang selama ini merawatnya tidak mampu menangani. Di usianya saat ini, Nathan belum bisa berjalan, mendengar dan berbicara, terlebih lagi ia menderita kekurangan gizi. Kedua orang tuanya kebingungan karena harus membeli alat bantu dengar yang harganya sangat mahal senilai kurang lebih 10 juta dan tidak ditanggung BPJS. Orangtua Nathan tak mampu membeli alat tersebut, penghasilan yang didapat saja masih terasa kurang untuk membayar kontrakan rumah, membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli susu penambah berat badan untuk Nathan yang harganya juga mahal. Namun Alhamdulillah, Nathan sudah mendapatkan bantuan alat bantu dengar. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Saat ini Nathan sudah bisa pakai alat bantu dengar dengan baik untuk telinganya. Ia masih menjalani terapi bicara dan terapi Motorik di RSUD Cengkareng. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu pemberat badan yang harganya cukup mahal dan harus dikonsumsi rutin untuk kebutuhan terapi yang saat ini sedang dijalani di RSUD Cengkareng. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


MISKA AULIA (3, Rubella Konengital Syndrom). Alamat: Kapuk Pulo RT. 6/10 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Miska adalah anak ke 3 dari Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dan Ibu Musripah yang sehari-harinya mengurus anak dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak balita ada keanehan pada mata kanan Miska, ia lalu diperiksa ke puskesmas terdekat.  Karena kondisinya semakin memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUD Cengkareng dan didiagnosa menderita Katarak pada mata kanannya. Miska sudah menjalani operasi untuk peyakit kataraknya. Selama berobat di RSUD Cengkareng, ditemukan ada penyakit lain. Miska ternyata juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita, dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Hal tersebut jelas membuat bingung keluarganya karena jangankan untuk pengadaan lensa mata, untuk ongkos berobat ke rumah sakitpun mereka kesulitan. Penghasilan Pak Saripudin hanya cukup untuk membayar kontrakan dan memberi makan istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Kondisi tersebut terkadang memaksa Pak Saripudin meminjam uang ke tetangga dan kerabat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Beruntung Miska dibantu Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang sudah meringankan biaya berobatnya. Kondisi Miska perlahan menunjukkan perkembangan namun masih harus melakukan pengobatan. Saat ini Miska masih menungu jadwal di poli jantung RS Harapan Kita dan masih rutin berobat. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang diresepkan dokter yang tidak ditangung BPJS dan biaya ongkos kontrol ke RSCM Jakarta untuk kontrol ke poli THT. Sebelumnya Miska dibantu pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Miska Aulia menderita Rubella Konengital Syndrom

Miska Aulia menderita Rubella Konengital Syndrom


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 No.53 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Karena khawatir, ia langsung memeriksakannya ke RSUD Cengkareng dengan menggunakan BPJS kelas 3. Ia sudah pernah menjalani tindakan CT-Scan sebanyak dua kali namun belum terdeteksi penyakitnya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD Cengkareng, Bu Umi kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta dan dari hasil CT-Scan RSCM Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan  dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Iapun sempat mengalami depresi karena tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Bu Umi seharusnya rutin menjalani rawat jalan di RSCM, namun karena ketiadaan biaya dan bingung meninggalkan anaknya, ia jarang berobat. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Sebelum tindakan operasi, Bu Umi diminta untuk memeriksakan jantungnya di RS Harapan Kita Jakarta dan masih terus berobat jalan rutin. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol ke RS Harapan Kita, RSCM Jakarta dan juga untuk biaya hidup sehari-hari dengan keempat anaknya. Sebelumnya Bu Umi masuk pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


MARWAH HABIBATUN NISA (6, Hidrosefalus). Alamat : Jl. BGN 3 ,RT. 7/2 Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Marwah anak dari pasangan Bu Jamilah (30) dan Pak Asep (40) yang keseharianya berdagang tahu di Pasar Cengkareng dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Marwah terlahir  sehat, hingga saat usia 3 bulan ia sama sekali tidak bisa menangis kemudian dibawa ke RSUD Cengakareng dan  didiagnosa ada cairan berlebih di otak yang ternyata disebabkan oleh sepsis atau infeksi. Sampai saat ini Marwah sudah menjalani 3 kali operasi di kepala untuk memasang selang yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan di kepalanya. Baru beberapa hari ini Marwah dirawat di RSUD Cengkareng di ruang isolasi anak karena Marwah terkena virus yang membuat tubuhnya lemas. Setelah cek darah hasilnya ternyata leukositnya tinggi. Orangtua Marwah sangat kebingungan untuk biaya sehari-hari di RSUD, penghasilan Pak Asep hanya bisa menutupi sewa rumah saja. Kondisi Marwah saat ini sudah mulai membaik, selanjutnya hanya perlu kontrol untuk melihat selang yang ada di kepalanya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan sudah memberikan bantuan lanjutan untuk ongkos kontrol rutin ke RSUD seminggu 2 kali, terapi yang sudah dijadwalkan dan untuk membeli keperluan Marwah lainnya. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 847.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Marwah menderita Hidrosefalus

Marwah menderita Hidrosefalus


SELLA UMI SALAMAH (2,7 bulan, Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal). Alamat: Perum Taman Raya Rajeg, B 11/32 RT. 4/7, Mekar Sari Rajeg, Kab. Tangerang, Banten. Sella anak ke-2 dari pasangan Bu Ristiwana (38) dan Pak Bustomi (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak lahir Sella mengalami kelainan jantung bocor, kemudian berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Beberapa kali berobat di RS Harapan Kita, kemudian diketahui bahwa Sella mengidap penyakit lainya, yaitu, katarak di kedua matanya dan juga terkena virus rubella kongetal. Dikarenakan penyakitnya butuh penanganan yang lebih serius, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian tersebut jelas membuat keluarganya bingung, karena keterbatasan biaya. walaupun Sella pengguna JAMKESDA yang sudah sangat membantu  pengobatanya, tetapi tetap saja mereka harus mengeluarkan biaya, yaitu ongkos ke rumah sakit dan biaya obat yang tidak ditanggung Jamkesda, disamping itu juga Sella harus rutin membeli susu yang harganya cukup mahal. Kondisi Sella belum menunjukkan adanya perkembangan yang baik. Ia masih harus berobat ke RSCM Jakarta dan masih harus rutin kontrol seminggu 3 kali. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu Sella dan operasional berobat ke RSCM dan RSU Tangerang. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 847.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Sella menderita  Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal

Sella menderita Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal


RASYA ALBILLAL SETIAWAN (20 bulan, Hydrocephalus). Alamat: Jln. Kapuk Pasar Darurat RT. 5/12 No. 158. Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Rasya anak sulung dari pasangan Bu Lusi (24) dan Pak Agus Setiawan (26). Kedua orangtua Rasya telah bercerai. Rasya terlahir sehat dan normal, saat usia 1 tahun Rasya mengalami demam, batuk dan pilek yang berkepanjangan hingga dilarikan ke RSUD Cengkareng. Disaat Rasya berobat di RSUD Rasya mengalami kejang hingga koma, dari pemeriksaan CT-scan diketahui ada penyumbatan cairan pada kepala Rasya, kemudian dilakukan operasi pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan. Setelah kejadian tersebut keadaan Rasya sangat memburuk, menurunya berat badan yang sangat drastis dari 10 kg hingga 7 kg, badan Rasya pun kaku dan sulit untuk digerakan sehingga Rasya tidak dapat makan dan minum melalui mulut, dan harus menggunakan selang. Bu Lusi sangat terpukul dengan ujian yang diberikan saat ini, beliau kesulitan biaya untuk membeli obat dan perlengkapan Rasya, sedangkan Bu Lusi terpaksa tidak bekerja karena harus mengurus Rasya. Kondisi Rasya menurun dan sempat dirawat di ruang ICU. #SedekahRombongan  memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari di RSUD Cengkareng selama Rasya dirawat. Sebelumnya Rasya telah dibantu pada Rombongan 847.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Rasya menderita Hydrocephalus

Rasya menderita Hydrocephalus


HARUN AL-RASYID (9, Celebral Palsy). Alamat: Jl. H Jairi RT. 5/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Harun anak pertama dari Bu Samidah (46) yang bekerja sebagai tukang jahit dan Pak Mujiono (47) yang tidak bisa bekerja karena kendala fisik yang sudah tidak mendukung. Saat berusia 2 bulan Harun sakit demam, kejang kemudian dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini, Harun masih sering mengalami kejang sehingga mengakibatkan tubuhnya lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Di usianya kini ia hanya bisa berguling dan semua aktivitas tergantung pada orang tuanya. Harun berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pun berobat dibantu dengan BPJS. Meski pengobatan ditanggung BPJS, orang tua Harus masih menghadapi kendala ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng untuk fisioterapi yang harus dilakukan dengan rutin. Saat ini Harun masih menjalani fisioterapi rutin, dan belum mengalami perkembangan yang signifikan. Kurir #SedekahRombongan kembali  memberikan bantuan untuk biaya pembelian sepatu AFO yang sangat dibutuhkan untuk keperluan terapi di RSUD Cengkareng dan tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Harun dibantu pada Rombongan 487.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Harun menderita Celebral Palsy

Harun menderita Celebral Palsy


ARYA DARMAWAN (22, Leukositosis dan Hypospadia). Alamat : Jalan Semanggi II RT. 3/3, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten. Arya, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa semester VI di UIN Jakarta. Lima hari yang lalu ia mengeluhkan demam dan panas dingin di sekujur badan, oleh teman-teman yang kebetulan satu kosan dengannya, Arya di antarkan untuk periksa dan berobat ke RS UIN. Dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil cek darah, diketahui kadar leukosit (sel darah putih) mencapai 25.400/mgUL, dari jumlah normalnya 8000-10.000/mgUL. Oleh dokter, Arya diputuskan untuk rawat inap. Teman-teman yang kebetulan satu kosan dengan Arya tidak menyangka dan kaget ketika diberitahu dokter tentang penyakit yang sedang dialami Arya, mereka mengira Arya hanya sakit demam, atau masuk angin biasa saja. Kemudian teman-temannya mencoba menghubungi pihak keluarga Arya untuk memberitahu bahwa Arya sedang dirawat di RS UIN. Dari keterangan orang tua Arya yang langsung datang nelihat kondisi anaknya, diketahui bahwa Arya sudah menjalani beberapa kali operasi di RSCM Jakarta yakni operasi Hypospadia, karena ada keabnormalan pada saluran kemihnya yaitu berupa kelainan bawaan dimana lubang kencing tidak terletak di ujung penis melainkan di bawah penis. Akibatnya pasca operasi Arya harus rajin untuk meminum obat, dan mengurangi aktivitas yang membuat badan cepat kelelahan. Akumulasi tingginya sel darah putih dan belum pulihnya kondisi Arya pasca operasi lah yang menyebabkan kondisi tubuh Arya menurun hingga harus dirawat di rumah sakit. Lima hari dirawat di rumah sakit, perlahan kondisi tubuh Arya mulai membaik, demam yang sempat mencapai 40 derajat celcius mulai menurun. Tepat di hari kelima pihak RS UIN memberikan rincian biaya pengobatan dan rawat inap selama lima hari dengan total  kurang lebih Rp6500.000,-. Arya yang dijenguk kurir #SedekahRombongan terlihat pucat dan nampak sedikit tertekan mengetahui besarnya biaya tagihan yang harus dibayar, maklum saja Arya hanya memiliki Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan Kelas III yang ternyata tidak berlaku di RS UIN, dikarenakan pihak RS belum bekerjasama dengan BPJS. Ayah Arya, Suhaeri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kaki lima dengan 5 tanggungan keluarga dibantu teman-teman Arya berusaha mencari pinjaman untuk menutupi biaya perawatan. Teman – teman Arya di kampus pun saling mengumpulkan sumbangan untuk membantu Arya dan pihak keluarga dalam melunasi tagihan rumah sakit. #SedekahRombongan merasakan betul kesulitan Arya dan keluarga, bantuan awalpun disampaikan. Semoga kondisi Arya segera membaik dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat melanjutkan aktivitas kuliah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 3 Juni 2016
Kurir :@wirawiry @nurmanmlana

Arya menderita Leukositosis dan Hypospadia

Arya menderita Leukositosis dan Hypospadia


AYU NOVITA SARI (5, Kelainan Tulang Punggung). Alamat:  Jl. Mandor Baret Pondok Hijau, RT. 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Dibalik keterbatasannya, Ayu begitu ceria. Sorot mata indahnya menampakan keceriaan. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur. Sudah banyak perubahan yang Ayu alami setelah melakukan pengobatan akupuntur. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Ternyata persoalan administrasi kependudukan Ayu dan keluarga masih belum kunjung usai. KTP pak Susanto yang baru jadi itu hilang. oleh karena itu Pak Susanto harus mengurus kembali syarat-syarat pembuatan KTP. Ayu mengalami perkembangan yang cukup baik, berat badannya terus meningkat dan kini ia sudah bisa duduk sendiri. Dokter akupuntur yang menangani Ayu menyarankan agar Ayu terus mengkonsumsi susu guna menguatkan tulangnya dan harus terus rutin menjalani terapi. Kurir juga menyarankan untuk segera mempercepat melakukan pengurusan identitas agar bisa mendaftar sebagai peserta BPJS dan memulai berobat di poli rehabmedis RS Fatmawati Jakarta. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan diberikan untuk membeli susu untuk menunjang pertumbuhan Ayu, operasional akupuntur dan pengurusan administrasi keluarga pak Susanto. Sebelumnya Ayu dibantu #SedekahRombongan pada rombongan 831.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana

Ayu menderita  Kelainan Tulang Punggung

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung


REANG SARTIYAH (76, Nyeri di  Bagian  Kaki). Alamat : Jl.  Kampung Sengkol RT .4/2, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Reang Sartiyah atau yang biasa dipanggil Pak Reang ini adalah seorang lanjut usia  yang malang nasibnya. Di usia yang terbilang sudah lanjut ini pak Reang menempati gubug yang jauh dari kata sederhana. Ia hanya ditemani oleh anaknya, Hasan yang kondisinya cacat pada kaki. Pak Reang diperbolehkan untuk menempati lahan milik orang lain namun tidak diperbolehkan mendirikan bangunan yang permanen. Pak Reang dulunya mempunyai rumah permanen namun sudah dijual untuk membiayai pengobatan Hasan.  Empat tahun yang lalu Hasan mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan tersebut membuat kaki kiri Hasan terpaksa diamputasi. Tidak lama setelah peristiwa yang dialami oleh Hasan, Pak Reang berpisah dengan istrinya, Hariyah (45). Kebutuhan Keseharian pak Reang dibantu oleh Hasan yang bekerja di bengkel. Penghasilan Hasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun Pak Reang selalu bersyukur karena Hasan dengan kondisinya itu masih mau membantu orang tuanya. Kepala RT setempat juga membantu pengadaan dan pembayaran listrik Pak Reang yang dipergunakan untuk penerangan rumahnya. Lama tidak mendengar perkembangan Pak Reang, kurir #sedekahrombongan mencoba bersilaturrahmi ke rumahnya. Kondisi Pak Reang semakin kurus dan rumahnya yang terbuat dari kayu triplek itu semakin usang. Pak Reang bercerita selama ini beliau hanya mengandalkan dari bantuan tetangga sekitar. Beliau tidak mau merepotkan Hasan, karena Hasan juga dalam kondisi kesusahan. Pak Reang sudah lama tidak berobat ke Puskesmas untuk mengecek kondisi kakinya. Pak Reang mengaku sudah semakin kesulitan dalam berjalan karena nyeri pada kakinya yang menghambat aktivitasnya. Bantuan lanjutan #sedekahrombongan diberikan untuk membantu makan sehari-hari pak Reang dan Hasan serta untuk operasional berobat Pak Reang. Semoga Pak Reang selalu disehatkan oleh Allah SWT. Sebelumnya Pak Reang dibantu pada rombongan 732

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu reang mengalami Nyeri di  Bagian  Kaki

Ibu reang mengalami Nyeri di Bagian Kaki


BANDRI BIN SUMANTRI (53, Pembuluh Darah Pecah). Alamat : Karang Tengah RT. 6/8 Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pak Bandri saat ini dirawat di ruang High Care RS Fatmawati Jakarta. Pembuluh darah di bagian kepalanya pecah dan terjadi penyumbatan. Sakitnya Pak Bandri berawal sejak 3 bulan yang lalu. Pak Bandri jatuh sebanyak 3 kali saat berjualan kue di pasar. Terakhir kali terjatuh, Pak Bandri tidak sadarkan diri. Tepatnya pada 6 Maret 2016, Pak Bandri dibawa ke UGD RS Fatmawati pada pukul 7 malam oleh istri dan beberapa rekannya. Pak Bandri mendapatkan tindakan scan di kepalanya. Pada pukul 3 pagi, sang istri, Bu Endah Amalia (43) diberikan surat persetujuan guna tindakan operasi Pak Bandri. Menurut pihak dokter seperti yang disampaikan Bu Endah, bahwa tindakan operasi harus cepat dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah mendapat tindakan operasi, Pak Bandri dipindahkan di ruangan High Care dan kemudian dipindahkan ke ruangan perawatan biasa di gedung Soelarto. Selama hampir 3 bulan Pak Bandri mendapatkan perawatan dan harus menjalani tindakan operasi yang ke-2 karena terjadi penyumbatan pembuluh darah. Operasi berjalan dengan lancar dan untuk pemulihan Pak Bandri kembali menempati ruang High Care. Pihak dokter menyarankan agar Pak Bandri dibelikan kursi roda Paraplegia untuk memudahkan aktivitas Pak Bandri nantinya. Namun anjuran dokter tersebut belum disanggupi oleh Bu Endah karen tidak mempunyai uang sama sekali. Untuk kesehariannya selama menjaga Pak Bandri di rumah sakit saja ia dapatkan dari hasil berutang. Kurir #sedekahrombongan yang mendengar informasi ini segera memberikan titipan dari sedekaholics. Bantuan diberikan untuk membantu membeli kursi roda pak Bandri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak bandri mengalami Pembuluh Darah Pecah

Pak bandri mengalami Pembuluh Darah Pecah


BANDRI BIN SUMANTRI (53, Pembuluh Darah Pecah). Alamat : Karang Tengah RT. 6/8 Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pak Bandri saat ini dirawat di ruang High Care RS Fatmawati Jakarta. Pembuluh darah di bagian kepalanya pecah dan terjadi penyumbatan. Sakitnya Pak Bandri berawal sejak 3 bulan yang lalu. Pak Bandri jatuh sebanyak 3 kali saat berjualan kue di pasar. Terakhir kali terjatuh, Pak Bandri tidak sadarkan diri. Tepatnya pada 6 Maret 2016, Pak Bandri dibawa ke UGD RS Fatmawati pada pukul 7 malam oleh istri dan beberapa rekannya. Pak Bandri mendapatkan tindakan scan di kepalanya. Pada pukul 3 pagi, sang istri, Bu Endah Amalia (43) diberikan surat persetujuan guna tindakan operasi Pak Bandri. Menurut pihak dokter seperti yang disampaikan Bu Endah, bahwa tindakan operasi harus cepat dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah mendapat tindakan operasi, Pak Bandri dirawat di ruang High Care dan kemudian dipindahkan ke ruangan perawatan biasa di gedung Soelarto. Selama hampir 3 bulan Pak Bandri mendapatkan perawatan dan harus menjalani tindakan operasi yang ke-2 karena terjadi penyumbatan pembuluh darah. Operasi berjalan dengan lancar dan untuk pemulihan Pak Bandri kembali menempati ruang High Care. Kondisi Pak Bandri berangsur membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Kini ia sudah dipindahkan dari ruang High Care ke ruang perawatan biasa di gedung Teratai Utara lantai 4. Bu Endah merasa kesulitan dalam menebus obat yang ketersediaannya habis di rumah sakit. Untuk menebusnya Bu Endah harus mencari pinjaman, belum lagi untuk operasional di rumah sakit karena belum diketahui kapan Pak Bandri diperbolehkan pulang. Bantuan lanjutan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membantu biaya operasional berobat dan membeli obat yang ketersediaannya tidak ada di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 750. 000,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak bandri mengalami Pembuluh Darah Pecah

Pak bandri mengalami Pembuluh Darah Pecah


ABDUL FATAH (24, Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak). Alamat : Kampung Jaksi, RT 2/5, Kelurahan Mandalawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Abdul saat ini dirawat di Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Awal mula sakitnya adalah ketika Abdul menjalani profesinya sebagai kuli bangunan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, ia jatuh dari lantai 4 sebuah gedung dan langsung tak sadarkan diri. Abdul langsung dibawa oeh rekan-rekannya ke UGD RS Fatmawati pada 17 April 2016. Setelah dilakukan tindakan CT-Scan, diketahui terdapat penyumbatan pembuluh darah di otak. Dikarenakan rekan Abdul tidak berani mengambil keputusan untuk operasi, maka tindakan dioperasi dilakukan dengan menunggu kehadiran sang kakak, Eneng (35) yang sedang dalam perjalanan dari Tasik menuju Jakarta. Akhirnya tindakan operasi tetap dilakukan karena apabila terlalu lama akan terjadi pembusukkan. Setelah dioperasi, Abdul dirawat di ruang High Care dan setelah kondisinya membaik ia dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Abdul telah dirawat  lebih dari 2 bulan. Kondisi Abdul masih belum mengalami kemajuan, ia hanya bisa berbaring dan sulit berkomunikasi. Pihak dokter menyarankan agar Abdul mempunyai kursi roda Tetraplegia untuk memudahkannya beraktivitas nantinya. Namun mengingat orang tua Abdul, Pak Sutarman (64) dan Ade Karyawati (51) tidak mempunyai biaya mereka kebingungan membelinya. Pak Sutarman yang sudah memasuki usia lanjut masih bekerja sebagai buruh tani di kampungnya. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membeli kursi roda. Abdul selama menjalani pengobatan di RS. Fatmawati menggunakan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.00,-
Tanggal : 10 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Abdul menderita Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak

Abdul menderita Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sudah belasan tahun anak dari pasangan  Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan Celebral Palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi. Saat menjalani protokol ke-3 dengan penambahan dosis obat justru menimbulkan efek berat untuk Dimas sehingga pengobatan untuk kankernya tidak dilanjutkan. Jika Dimas minum obat untuk sakit kankernya akan berdampak pada penyakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri dan harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit. Dimas tidak boleh putus meminum obat. Namun, dibalik kondisi tidak boleh putus minum obat, orang tua Dimas menghadapi kesulitan dimana ketersediaan obat yang dibutuhkan sering tidak ada di rumah sakit, terlebih lagi salah satu obatnya itu sudah tidak dicover BPJS. Karena itulah orangtua Dimas sering kebingungan jika obat tersebut akan habis dan mereka tidak memiliki uang untuk membelinya. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering mengalami kejang dan panas karena tidak teraturnya minum obat. Orangtuanya tak mampu jika harus terus membeli obat di luar. Dimas membutuhkan obat Depakane Syrup dan selang NGT yang silikon. Dosis obat Dimas ditambah karena seringnya ia kejang dan dirawat di rumah sakit. Semakin dosisnya ditambah, semakin banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli obat itu. Kondisi Dimas masih belum begitu banyak perubahan.  Dimas masih suka batuk-batuk dan  kejang-kejang. Bantuan lanjutan diberikan untuk membeli obat, pampers, dan selang NGT. Dimas sebelumnya dibantu pada rombongan 852.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Tanggal : 25 Juni  2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita  Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


WULANSARI BINTI UMED (3, Infeksi Pernapasan dan Pembengkakan Empedu). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Wulansari menderita sakit infeksi pernapasan sejak berusia 3 bulan. Pengobatan hanya dilakukan di Puskesmas, namun hingga ia berusia 3 tahun penyakitnya tak kunjung membaik. Pada April 2016, Wulan kembali berobat di RSUD  Pandeglang dan didiagnosa ada kelenjar di bawah telinga dan pembengkakan empedu. Wulan harus setiap hari minum obat. Saat ini infeksi pernapasan Wulan sedang kambuh namun obat yang harus ia konsumsi telah habis. Untuk berobat selanjutnya orang tua Wulan sangat kebingungan karena iuran BPJS-nya belum terbayar. Ayah Wulan, Bapak Umed (46), hanya seorang buruh nelayan yang penghasilannya tidak seberapa, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Saat ini selain memikirkan pengobatan Wulan, Bapak Umed dan istrinya, Ibu Lilis (40) juga sedang berikhtiar untuk pengobatan anaknya yang lain yang saat ini sedang di rawat di RSCM Jakarta. #SedekahRombongan mengetahui kesulitan orang tua Wulan, bantuan dari sedekaholic telah disampaikan kepadanya untuk operasional berobat Wulan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @harji_anis @ririn_restu

Wulan menderita Infeksi Pernapasan dan Pembengkakan Empedu

Wulan menderita Infeksi Pernapasan dan Pembengkakan Empedu


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru). Alamat : Jombang Kali RT. 1/1 Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasan dan TB paru sejak  tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta seperti RS Polri Kramat Jati, RS Harapan Kita, RSCM dan RS Persahabatan untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati dicover BPJS tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi saat ini penyakit yang dideritanya sedang kambuh sehingga ia tak dapat bekerja dan mendapat penghasilan. Pada 23 Juni 2016 Ibu Fatmawati mendapat jadwal untuk operasi pemasangan alat bantu pernapasan yang baru pada saluran pernapasannya. Ia mengalami kesulitan terkait biaya operasional berobat, selain itu ia juga kebingungan jika ada alat atau obat yang tidak ditanggung BPJS. #SedekahRombongan mengetahui kesulitan yang dialami Ibu Fatmawati dan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional. Sebelumnya Ibu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 855.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :  23 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @harji_anis @ririn_restu

ibu fatma menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru

ibu fatma menderita Benjolan Saluran Pernapasan dan TB Paru


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog  RT. 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Banten. Ibu Hanifah adalah seorang ibu rumah tangga yang kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudaranya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu. Benjolan itu semakin membesar, namun Ibu Halimah belum pernah mencoba memeriksakannya ke rumah sakit. Selama ini ia hanya berobat alternatif, namun bukanya sembuh justru benjolannya semakin membesar. Ibu Hanifah selama ini tidak berobat ke rumah sakit karena takut dengan tindakan medis yang nantinya akan dihadapi. Namun setelah kurir #SR membujuknya dengan sabar akhirnya ia mau untuk berobat ke rumah sakit. Selain itu, yang menjadi alasan Ibu Hanifah tidak beorobat adalah karena keluarga khawatir biaya berobat yang nantinya tidak ditanggung oleh BPJS. Suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan, kini tidak lagi bisa bekerja karena setiap harinya harus merawat Bu Hanifah. Pak Sofyan sudah 2 bulan tidak bekerja, Mereka menumpang tinggal di rumah saudaranya. Untuk makan sehari – hari pun mereka dibantu oleh saudaranya. Ibu Hanifah harus kontrol setiap dua minggu sekali, dan pada 6 April 2016 Ibu Halimah masuk rumah sakit dan dirawat. Ibu Halimah telah menjalani biopsi pada 15 April 2016. Setelah menjalani biopsi empat kali kini kondisi Bu Hanifah semakin membaik. Awalnya payudaranya sudah mulai membesar, kini payudara kanannya semakin mengecil. Bu Hanifah masih harus rutin dibiopsi setiap satu bulan sekali hingga kondisinya siap untuk dioperasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan pada hari ini bisa berkunjung ke rumah Bu Hanifah dan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari hari. Bu hanifah sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 849.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@fauzanhusni13 @ririn_restu

Ai menderita Kanker Payudara

Ai menderita Kanker Payudara


SITI BADRIAH (35, Pembengkakan pada Perut). Alamat : Kp.Cipari, RT. 3/1, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kab. Tangerang. Lima bulan yang lalu Bu Siti merasakan sakit di bagian perutnya. Bu siti mengira sakit itu cuma sakit maag biasa, namun rasa sakit itu semakin sering dirasakanya. Kemudian bu Siti berobat ke dokter umum di daerahnya, namun setelah dua bulan berobat rasa sakit itu tidak kunjung hilang. Bu Siti mencoba berobat ke Puskesmas, karena perutnya semakin membesar. Oleh Puskesmas ia dirujuk ke RS Siloam, namun tidak langsung dilakukannya karena ketiadaan biaya dan belum mempunyai jaminan kesehatan. Suaminya, Mahud (43) tak mampu membiayai pengobatan istrinya. Penghasilannya dari buruh pembersih rumput hanya kurang dari Rp500.000,- per bulan untuk kebutuhan istri dan ketiga anaknya. Bu Siti akhirnya membuat Jamkesda agar bisa berobat dan karena perutnya semakin membesar. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis, Bu Siti didiagnosa kanker rahim dimana sel kankernya sudah menjalar hingga paru – paru. Kondisi Bu Siti semakin menurun hingga mengalami koma. Alhamdulillah hari ini #Sedekah Rombongan bisa datang menjenguk Bu Siti kembali di RS Siloam, dan memberikan bantuan untuk kebutuhan berobat. Bu Hanifah sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 852.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@fquzanhusni13@ririn_restu

Ibu siti menderita Pembengkakan pada Perut

Ibu siti menderita Pembengkakan pada Perut


TUGINEM MURNIYATI (71, Dhuafa) Bertempat tinggal di Sumber Trangkilan RT 2 RW 14, Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Mbah Tuginem panggilannya sudah menjadi janda sejak tahun 2003. Diusianya yg senja beliau masih berjualan kerupuk & karak dengan menggunakan sepeda tua berkeliling di daerah Sumber untuk membantu menopang kehidupan keluarga. Penghasilan yang diperoleh dadi berjualan tersebut, berkisar Rp.300.000,- – Rp. 400.000,- setiap bulan. Pendapatan tersebut digunakan untuk keperluan 2 anak & 3 cucu yang tinggal bersama beliau. Adapun anak cucu yang tinggal dengan Mbah Tugiyem adalah Siti Nurjanah (48 thn), Tiyas Istiqomah (33 thn), Fahri Sukro Nurfais (14 thn), Muhamad Yusuf (4 thn) dan Aisyah Diah Nur (1 thn). Sejak tahun 1990 Mbah Tuginem menderita penyakit Ambien Poliv, untuk kesembuhan beliau beliau berobat ke Puskesmas, atau paling sering minum obat Ambivien, untuk mengurangi darah yg keluar dari anus beliau. Namun, beberapa hari ini, penyakit Ambien Poliv beliau kambuh kembali, meskipun demikian beliau tetap berjualan serta menjaga cucu arena terdesak kebutuhan ekonomi. Sakit yang diderita tidak dirasakan oleh beliau, selama hal tersebut dapat membantj keluarga. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mba Tuginem kemudian menyampaikan titipan dari #sedekahholics untuk membantu meringankan biaya hidup Mbah Tuginem.
Mbah Tuginem berterima kasih atas santunan yang telah  diberikan. Semoga santunan tersebut berguna untuk kehidupan Mbah Tuginem dan menjadi amal sholeh #sedekaholics semuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal :  30Juni 2016
Kurir  :  @Mawan, @aisyahnka, @warihhandoyo

Bantuan untuk membantu meringankan biaya hidup

Bantuan untuk membantu meringankan biaya hidup


MTSR BANDUNG (B 1629 SZF, Biaya Operasional Mei 2016). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan manfaatnya. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasi menyokong misi MTSR dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan #SedekahRombongan telah memberi bantuan untuk Operasional SR bulan Mei 2016 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) biaya servis dan ganti oli; (3) honor supir; (4) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin.
Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 833.

Jumlah Bantuan: Rp.3.500.000,-
Tangggal: 20 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya pembelian bahan bakar,biaya servis dan ganti oli,honor supir

Biaya pembelian bahan bakar,biaya servis dan ganti oli,honor supir


WINDA AMALIA (4, Leukemia Akut). Alamat: Dusun Jambu Aer RT.1/5 Kelurahan Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Winda adalah putri dari pasangan Bapak Ayep (36) dan Ibu Erlin (35). Bapak Winda dikenal sebagai petani di desanya, dan Ibu Erlin (35) sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Keluarga Winda termasuk dhuafa yang tetap semangat menjalani kehidupan meskipun terus-menerus didera cobaan. Bahkan kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk ketika Winda didiagnosa menderita leukemia sejak awal tahun 2015. Berbekal Jamkesmas, Winda rutin dibawa berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena itu, keluarga Pak Ayep membutuhkan biaya untuk ongkos dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Harapan keluarga Winda untuk terus mengobati anaknya itu akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung. Setelah bersilaturahmi dengan Winda dan kedua orangtuanya, kurir #SR alhamdulillah dapat mendampinginya berobat rutin. Sampai saat ini Winda masih harus berobat ke RSHS Bandung dan membutuhkan uluran tangan. Pada minggu kedua bulan Maret 2016 kurir #SR bertemu Winda dan ibunya di rumah singgah saat mereka harus menjalani kontrol rutin di RSHS Bandung, dan memberi mereka bantuan selama berobat. Pada bilan Juni 2016, Winda dan ibunya datang kembali untuk kontrol dan berobat rutin di RSHS Bandung. Mereka masih membutuhkan motivasi dan dorongan untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah, sedekaholics #SR berempati atas apa yang mereka alami dan kembali memberinya santunan yang diterima ibunya di rumah singgah. Santunan #SR ini insya Allah akan sangat berarti untuk kelangsungan ikhtiar mereka, terutama untuk membeli obat, yaitu Mercaptopurin, setiap bulannya. Semoga Winda diberi kesembuhan terbaik oleh Allah Swt. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 816.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 27 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Winda menderita Leukemia Akut

Winda menderita Leukemia Akut


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan terakhir, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Ia sempat menginap di rumah singgah. Di RCAK inilah alhamdulillah pada bulan April 2016 ia mendapatkan lagi bantuan dari #SedekahaRombongan. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, pada pertengaham Mei 2016 dengan empati dari sedekaholics, kembali kurir #SR di Bandung juga dapat menyampaikan Titipan Langit kepada Sopa yang diterima bapaknya. Pada akhir Juni 2016 Sopa dan bapaknya datang kembali ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatan. Berdasarkan informasi dari kurir #SR di Bandung, kondisinya membaik walaupun ia masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Bantuan Lanjutan dapat disampaikan  kurir #SR kepada mereka. Bantuannya yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 846.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 27 Juni  2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda@abahlutung@hapsrigendhis

Sopa menderita Lupus

Sopa menderita Lupus


SYARIF NURDIANSYAH (39, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian diantar ke RSHS Bandung untuk menjalaninya. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung bersyukur bisa  mendampingi Pak Syarif menjalani operasi kecil di RSHS Bandung. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatannya di rumah sakit. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang juga rutin mengajar ngaji anak-anak di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 20 Juni 2016
Kurir.: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


NENG RAHMAWATI (9, Leukimia). Alamat: Kp. Cibetik Cipageran, RT.5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. 7 Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani yang upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, setelah menjadi pasien dampingan #SR, pemeriksaan dan kontrol Neng semakin teratur. Kondisinya kini mulai membaik, walaupun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu #SR dapat mengantarkan titipan dari para sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir #SR mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan Maret 2016 kurir #SR kembali bertemu dengan Neng dan ibunya saat mereka menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Pada saat itu kurir #SedekahRombongan alhamdulillah dapat menyampaikan Titipan Langit kepada mereka yang mereka terima di rumah singgah. Pada akhir Juni 2016 Neng dan ibunya  bertemu lagi dengan kurir #SR saat ia berobat ke RSHS Bandung. Bantuan yang diterima orang tua Neng ini digunakan untuk biaya transportasij-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Semoga bantuan sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di atatan adninistrasi sebelum ini ada di Rombongan 816.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Neng menderita Leukimia

Neng menderita Leukimia


AZAMIL HASAN (5. Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil adalah buah pernikahan antara Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Bersama orangtua dan kedua saudara kandungnya, anak ketiga ini hampir tiga tahun mengidap kanker darah dan harus menjalani serangkaian pengobatan di RSHS Bandung. Sebelum dirujuk ke rumah sakit terbesar di kota Bandung ini, ia diperiksakan ke fasilitas kesehatan di daerahnya dengan menggunakan Kartu Jamkesmas. Ia didiagnosis terserang Leukemia dan harus menjalani kemoterapi setiap minggunya. Tentu saja dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit untuk kelangsungan berobat Azamil. Bapaknya, Nuriban, merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini. Ia hanya seorang buruh harian yang penghasilannya sekadar cukup untuk makan istri dan ketiga anaknya. Beruntung mereka sudah memiliki Kartu Jamkesmas sehingga dalam kondisi berat seperti ini, mereka masih tetap bersyukur dan dapat bersungguh-sungguh  mengupayakan kesembuhan anaknya, tanpa terkungkung oleh persoalan biaya. Memang berat mengobati anak dalam keadaan serba kekurangan. Biaya transportasi dan akomodasi dari Karawang ke Bandung, juga keperluan hidup sehari-hari selama di Bandung, menjadi tambahan beban mereka. Mereka kerap kesulitan untuk sekadar bisa makan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan lagi dengan keluarga tabah dan tegar ini. Azamil dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya menuju kesembuhan. Keluarga pasien dampingan #SR ini berharap bisa melanjutkan kembali ikh . Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR dapat menyampaikan Santunan Lanjutan kepada Azamil yang diterima ibunya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama mereka  berobat di Bandung. Bantuan sebelum masuk di Rombongan 628.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Azamil menderita Leukemia

Azamil menderita Leukemia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT.3/2 Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Saat ini Azka tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia telah menjadi pasien dampingan #SR yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal bulan Maret 2016  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah. Pada awal bulan April 2016, Azka dan orangtuanya kembali datang ke Bandung untul melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung kembali dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang diterima ibunya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 831.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Azka menderita Leukemia

Azka menderita Leukemia


AHMAD MUZAKI (4. Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT.2/1 Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk.menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 831.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Ahmad menderita Leukemia

Ahmad menderita Leukemia


WINARTI BINTI BANDI (18. Retak Tulang Lutut). Alamat : Kampung Cisondari, RT.4/4 Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama ibunya, ia tinggal di rumah sederhana peninggalan mendiang ayahnya, Pak Bandi, yang telah lama meninggal dunia. Anak bungsu ini terpaksa harus berbaring cukup lama meninggalkan aktivitasnya membantu penghasilan keluarga. Awal bulan Mei 2016 ia mengalami kecelakaan di kamar mandi saat dia akan mencuci pakaian. Ia tak bisa berjalan. Keluarganya menduga Winarti hanya mengalami keseleo kecil. Hampir sebulan ia hanya ditangani secara alternatif: terapi tulang. Ia belum pernah diperiksakan serius secara medis ke Puskesmas atau rumah sakit. Akibatnya, dengkulnya mengalami pembengkakan, bernanah dan menimbulkan bau. Keluarganya mulai panik. Mereka meminta bantuan pengurus RW untuk berobat menggunakan Jaminan Kesehatan KIS yang sudah ia miliki. Berdasarkan informasi dari Kepala Desa, pada 16 Juni 2016 MTSR Bandung 2 kemudian membawanya periksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Di hari yang sama ia kemudian diperiksa di Poli Bedah RSUD terbesar di Kabupten Bandung itu. Karena luka di kakinya telah terinfeksi dan perlu penanganan maksimal untuk tulang kakinya, upaya medisnya kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Masih menggunakan MTSR Bandung 2, kurir #SR lalu membawanya ke RSHS Bandung. Hampir dua minggu ia tinggal di RSSR Bandung sambil menjalani pemeriksaan tahap awal sebelum tindakan operasj yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli 2016. Berempati atas apa yang dialami Winarti dan keluarganya, sedekaholics #SR juga menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa kepada Winarti dan keluarganya melaui kurir #Sedekah Rombongan di Bandung. Bantuan awal ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Winarti menderita Retak Tulang Lutut

Winarti menderita Retak Tulang Lutut


USUP BIN BAI (54, Sol Cenfrotenticel). Alamat: Kp. Curug Badag, Rt. 01/06, Desa/Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya. Bapak Usup, seorang kepala keluarga yang harus menghidupi dua orang anggota keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini tinggal di rumah sederhana pemberian almarhum orang tua Bapak Usup. Saat ini, buruh tani ini menderita penyakit Sol Centrotenticel. Awalnya, ia kerap merasa pusing seusai bekerja. Selama sakit, pengobatannya hanya dengan meminum obat-obatan pusing atau obat sakit kepala yang dijual bebas di warung. Suatu ketika, saat bekerja di sawah, Bapak Usup tiba-tiba tersungkur dan jatuh pingsan di sawah. Kemudian, teman seprofesi membawanya pulang ke rumah dan segera memeriksakannya ke Puskesmas setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Puskesmas, ia diduga menderita penyakit yang serius. Tim medis Pukesmas kemudian merujuk penanganannya ke RSUD Kota Tasikmalaya. Sayangnya, karena tidak memiliki banyak biaya untuk berobat, Bapak Usup hanya bisa berobat jalan seminggu sekali. Setelah berobat jalan selama 3 pekan, pihak RSUD Kota Tasikmalaya kemudian memberikan rujukan kepadanya agar dia segera melakukan pengobatan lanjutan ke RS Hasan Sadikin Bandung. Akan tetapi, karena keterbatasan biaya, rujukan tersebut tidak segera ditindaklanjuti. Setahun belalu. Sakit yang dia derita semakin parah. Akhirnya dia dirawat di RS SMC Singaparna selama 10 hari. Pihak rumah sakit menyarankan agar Bapak Usup dirujuk ke RSHS Bandung. Namun, meskipun memiliki kartu jaminan KIS, keluarganya tak segera membawanya periksa di RSHS, karena keluarganya tidak memiliki biaya untuk transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Dengan izin Allah Swt, akhirnya Pak Usup diantar MTSR melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung. Memahami betapa beratnya cobaan yang dialami Pak Usup, pada awal Mei 2016 #SedekahRombongan memberinya santunan untuk biaya sehari-hari selama ia menjalani pengobatan di RSHS. Selama tiga minggu ia tinggal di RSSR Bandung. Akhirnya, pada awal Juni 2016 dia dirawat inap di Ruang Kemuning RSHS Bandung setelah menjalani proses pemeriksaan awal di sana. Pada minggu akhir di bulan Juni 2016, tim medis RSHS mengambil tindakan operasi. Tiga hari pascaoperasi, kondisinya menurun. Ia kemudian dirawat di ruang ICU. Berbagai upaya penyelamatan secara medis telah dilakukan. Tetapi Allah Swt Yang Maha Berkehendak punya ketentuan lain. Pak Usup akhirnya meninggal dunia di RSHS Bandung pada pukul 23.30 tanggal 26 Juni 2016. Innaa lillaah wa innaa ilaihi raaji’uun. Pada dini hari MTSR Bandung kemudian mengantarkan jenazah Pak Usup ke kampung kelahirannya. Kurir #SR juga bersyukur dapat menyampaikan bantuan uang duka yang diterima salah seorang putranya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 856.

Jumlah Santunan: Rp.500.000
Tanggal: 27 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak usup menderita Sol Cenfrotenticel

Pak usup menderita Sol Cenfrotenticel


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (Kabupaten Aceh Besar, 25 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di Aceh. Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ihtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan. #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka. Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 27 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @pratiwi

Biaya pembelian parcel

Biaya pembelian parcel


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA, (50 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan – baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Purwakarta. Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ihtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan. #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka.  Mulai Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, mudah-mudahan parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Serta para #Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000,000,-
Tanggal: 26 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @ula_awwal

Biaya pengadaan paket sembako

Biaya pengadaan paket sembako


ENJANG BIN ARA (64, Sakit Prostat). Alamat : Kampung Kutamaju RT.2/7 Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan anak satu-satunya, pensiunan Satpam ini tingal di rumah pangung berdinding bilik di daerah pegunungan Bandung Selatan. Ia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan karena dia menderita sakit, prostat, sejak 2012. Selama empat tahun ia menganggur dalam keadaan sakit, istrinya, Ibu Erom (61) dan anak perempuannya yang membantu menopang kehidupan keluarga. Selama empat tahun ia tak putus asa mencari sebab untuk kesembuhannya. Bahkan pada Januari 2012 tim medis RSUD Soreang sebenarnya sudah memutuskan tindakan operasi untuk menanggulangi penyakit Pak Enjang, tetapi dia menolaknya dan memilih terapi obat. Berbekal Kartu Jamkesmas, selama beberapa bulan Pak Enjang rutin kontrol. Tetapi, karena tidak ada biaya, dia menghentikan ikhtiar medisnya ke rumah sakit. Dia hanya berusaha mengobatinya secara tradisional. “Kalau bisa berobat lagi ke RSUD Soreang dan memang harus dioperasi, sekarang saya siap. Tetapi saya tidak punya biayanya,” tekadnya saat ditanya kurir #SR bila dia harus menjalani operasi. Tekadnya untuk berobat hingga sembuh, sampai kepada kurir #SR berkat informasi dari Ketua RW yang menuturkan kesulitan hidup yang dialami keluarga Pak Enjang. Selain bersilaturahmi, bersyukur MTSR Bandung pun sempat mengantarnya meminta rujukan ke Puskesmas Pasirjambu dan mendampinginya menjalani pemeriksaan awal di RSUD Soreang. Pada kunjungan yang ketiga kalinya, alhamdulillah, sedekaholics #SR juga memberinya bantuan awal tanggal 21 April 2016 kepada Pak Enjang dan keluarganya sehingga ia bisa terus berobat. Pada pertengahan Juni 2016, Pak Enjang masuk ruang rawat inap RSUD Soreang sebelum mendapatkan tindakan operasi yang dilaksanakan seminggu kemudian. Pasca operasi, ia masih harus dirawat tiga hari. Alhamdulillah operasi prostatnya berhasil. Menggunakan MTSR Bandung, ia lalu dijemput pulang, dan tiga hari kemudian ia juga diantar lagi ke RSUD Soreang untuk menjalani kontrol pertama. Alhamdulillah #SedekahRombongan terus berempati atas apa yang dialami Pak Enjang dengan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya akomodasi selama dirawat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 838.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak enjang menderita Sakit Prostat

Pak enjang menderita Sakit Prostat


DEDI WAHYUDI, (33, Kelainan Darah). Alamat : Cimanggu, Jalan Tijan Rt.01/015 Kel. Kedung Waringin, Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor, Prov. Jawa Barat. Dedi adalah Seorang kepala keluarga yang mempunyai penyakit kelainan pada darahnya yang menyebabkan Dedi cepat lemas dan kondisi badannya menjadi drop, Apabila kondisi hemoglobin (HB) drop di bawah hingga di angka 3-4, Dedi harus segera diberikan transfusi darah di rumah sakit dan banyaknya transfusi darah yang diberikan untuk Dedi sebanyak 5 sampai 7 kantong darah dan Dedi harus dirawat di rumah sakit sekitar 2 sampai 3 hari untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Pada hari minggu tanggal 03 April 2016 kondisi Dedi kembali drop dan oleh kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan kabar bahwa kondisi Dedi kembali drop langsung menuju rumah Dedi dengan MTSR untuk membawa Dedi ke RSUD. Awalnya Dedi menolak untuk di bawa ke RSUD karena dia beranggapan kondisi tubuhnya masih belum terlalu drop, akhirnya dengan di rayu oleh istrinya Dedi pun mau untuk dibawa ke RSUD. Ketika sampai di IGD RSUD dokter pun menyarankan Dedi untuk kembali dirawat untuk memulihkan kesehatannya, namun karena tidak adanya ruangan kosong yang tersedia di RSUD maka Dedi pun dirujuk ke RS. Budi Asih untuk mendapatkan perawatan dan transfuse darah. Ternyata sesampainya di RS. Budi Asih ruangan di Rumah Sakit tersebut pun penuh dan Dedi kembali di rujuk ke RS. BMC. Kejadian yang sama pun terulang di RS. BMC menyatakan bahwa ruangan kelas 3 di RS tersebut pun juga penuh. Melihat kondisi Dedi yang sudah makin menurun dan dengan kordinasi kurir #SR bogor akhirnya Dedi pun dibawa ke Klinik Renata untuk mendapatkan perawatan dan Transfusi darah. Karena Klinik Renata belum menerima biaya pengobatan dengan menggunakan BPJS maka Dedi pun dirawat dengan biaya umum. Dengan kondisi kesehatan Dedi yang mudah drop Dedi seperti ini maka ia tidak bisa bekerja sebagai karyawan sebuah rumah makan untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya dengan tanggungan 3 anak yang masih balita dan istri Dedi. Kurir #SedekahRombongan yang datang merasakan bagaimana kesulitan yang di rasakan Dedi, Bantuan lanjutan pun diberikan untuk membantu membeli obat – obatan yang tidak di cover BPJS dan untuk kebutuhan sehari-hari Dedi karena Dedi sekarang sudah tidak bekerja. Bantuan untuk Dedi sebelumnya masuk di rombongan 859.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak dedi menderita Kelainan Darah

Pak dedi menderita Kelainan Darah


DWI SUCI (25, Gangguan Syaraf) Alamat : Kampung Kencana Rt. 02/09, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dwi biasa ia di panggil ketika masih sekolah di SMK pernah mengalami kecelakaan motor. Ketika hendak pulang ke rumah ternyata di jalan ia bersama temannya mengalami kecelakaan tunggal di daerah bogor, akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu sekarang Dwi suka mengalami kejang – kejang secara mendadak dan menjadi ketergantungan dengan obat – obatan, jika tidak mengkonsumsi obat – obatan tersebut maka akan membuat berbagai aktivitasnya terganggu, Dwi merupakan ibu dari 2 anak yang masih kecil dan sekarang sedang mengandung anak ke 3 dan sudah memasuki usia kandungan bulan ke 6, sekarang Dwi harus rutin memeriksakan dan mengambil obat di puskesmas untuk menjaga kesehatannya agar kejang – kejang yang di deritanya tidak kambuh, memang untuk biaya pengobatannya Dwi memiliki BPJS namun untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS Dwi sering kebingungan, karena suaminya bekerja hanya sebagai juru parkir di sebuah minimarket dan harus menghidupi 2 anak nya yang masih kecil. Kurir #SR yang datang langsung di ceritakan kesulitan yang di hadapi oleh keluarga itu, penghasilan Feri (28) tidak bisa mencukupi untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS apalagi sekarang Dwi sedang hamil 6 bulan dan membutuhkan biaya akomodasi ke RS untuk memeriksakan kandungannya. Jika tidak menebus obat dan vitamin yang diberikan maka Dwi akan sangat mudah mengalami kejang – kejang. Bantuan lanjutan pun diberikan untuk membantu dwi membeli vitamin yang tidak di cover oleh BPJS dan untuk biaya akomodasi dwi untuk memeriksakan kandungannya ke puskesmas. Bantuan sebelumnya masuk ke rombongan 828.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Dwi menderita Gangguan Syaraf

Dwi menderita Gangguan Syaraf


SITI SURYANI (10, Gangguan Jiwa), Alamat : Nyangkokot RT.01/07, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Suryani Biasanya dipanggil oleh rekan – rekannya adalah anak yang dari lahir tidak ada tanda – tanda kelainan apapun, ia sama seperti dengan anak – anak pada umumnya, namun ketika memasuki usia 7 tahun atau tepat nya ketika kelas 1 Sekolah dasar pada saat sedang asik bermain dengan rekan – rekan nya Suryani jatuh dari atas kursi dengan kepala dan bagian wajah membentur lantai, lalu oleh pihak sekolah di bawa ke klinik, selama perjalanan ke klinik dari hidung, mulut, dan telinga Suryani banyak mengeluarkan cairan seperti lendir sangat banyak yang menyebabkan ia mengalami koma selama 1 hari, ketika Suryani sadar ia langsung meronta dan mengamuk tidak karuan hingga ketika dirawat ia harus diikat makin hari setelah dirawat kondisi kejiwaannya makin menurun dan perilakunya makin tidak karuan, ia suka membanting apa saja yang ada di depannya, suka memukul dan akhirnya oleh orang tuanya terpaksa mengikat kaki dan tangan Suryani agar tidak membahayakan yang lain, ketika kurir #SedekahRombongan datang melihat Suryani, orang tua Suryani bercerita bahwa ia memiliki BPJS untuk pengobatannya namun kembali lagi ke permasalahan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit yang menjadi penyebab Suryani terhambat proses pengobatannya. ayah Suryani Kholik (45) merupakan kernet mobil tinja di daerah bogor dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari, dan Lia (42) Ibunda Suryani hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus suryani dan satu anaknya lagi. Bantuan lanjutan pun diberikan semoga memudahkan jalan untuk proses penyembuhan Suryani agar bisa kembali bermain dan bersekolah seperti biasa. Aamiin Allahuma Aamin. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 805.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Siti mengalami Gangguan Jiwa

Siti mengalami Gangguan Jiwa


SUROTO BIN SUPIN (49, Pembengkakan Jantung). Kampung Selakopi RT. 3/3, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Suroto, akrab kami memanggil bapak dari tiga orang anak ini. Ia memiliki usaha kecil-kecilan untuk membiayai hidup keluarganya, yakni menjadi pedagang baso. Empat bulan terakhir ini Pak Suroto sering mengalami pusing dan keram di kaki, ia pun memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Suroto hanya mengalami asam urat. Namun, anaknya masih penasaran dengan hasil pemeriksaan tersebut, mengingat Pak Suroto yang tak juga kunjung sembuh. Beberapa pekan kemudian ia kembali memeriksakan diri ke ke dokter umum, hasilnya masih lama. Anaknya kemudian meminta surat rujukan ke RSUD Kota Bogor agar ayahnya dapat melakukan pemeriksaan disana. Setelah menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan, tim medis RSUD Kota Bogor menyatakan bahwa Pak Suroto mengalami pembengkakan pada jantung. Kini kondisi fisik Pak Suroto semakin memburuk, ia sudah tak mampu lagi berdagang baso yang telah berpuluh tahun ini ia jalani. Ia dan keluarganya pun memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halamannya di Malang, dan menjalani kontrol pengobatan disana. Beruntunglah, Allah mempertemukan kami kurir #SR
dengan keluarga Pak Suroto. Kami menyampaikan titipan bantuan para sedekaholic untuk biaya pengobatan dan biaya sehari-hari
keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas @kartimans1

Pak suroto menderita Pembengkakan Jantung

Pak suroto menderita Pembengkakan Jantung


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN & DHUAFA (50 Paket Sembako). Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, pertanda hari kemenangan akan tiba. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan, baik berupa makanan dan pakaian. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan, seperti yang dialami pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Berbulan – bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih ikhtiar berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan. #SedekahRombongan sangat merasakan kesedihan mereka, melalui dana zakat dan sedekah yang diterima dari para #Sedekaholics, kita buatkan program nasional serentak “Berbagi Parsel Lebaran” untuk mereka. Dari Papua hingga ke Aceh, Kurir #SR menyampaikan amanah para Sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. Semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya untuk para #Sedekaholics yang sudah menyisihkan sebagian hartanya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas @kartimans1 @tutikaendo

Biaya pengadaan paket sembako

Biaya pengadaan paket sembako


MIMI BINTI UJANG (10, Lumpuh). Kp. Kelapa, Rt. 2/5, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Adik kecil yang lahir dari pasangan Ujang (35) dan Rumi (32) ini telah mengalami kelumpuhan sejak pertama ia dilahirkan. Hingga kini, usianya menginjak umur 10 tahun, Mimi pun tak bisa melakukan aktivitas sebagaimana anak kecil pada umumnya, ia tidak bisa sekolah dan bermain seperti yang lain. Kedua orangtuanya tidak bisa berbuat hal banyak demi kesembuhan anaknya tersebut, ayah Mimi yang seorang kuli angkut di pasar, merasa keberatan membiayai biaya therapy Mimi setiap bulannya ke Rumah Sakit. Selain therapy di Rumah Sakit, Mimi pernah menjalani pengobatan tradisional. Namun hasil therapy dan pengobatan tradisional tersebut tak kunjung membuat membuat kondisi Mimi menjadi lebih baik. Meski begitu, kedua orangtuanya tak surut ikhtiar, mereka tetap membawa Mimi melakukan therapy setiap bulannya. Beruntunglah kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Mimi, kami telah mendengar riuh rintih keluarga yang tinggal di kontrakan berukuran 3×3 Meter ini. Kami menyampaikan titipan sedekaholic
#SR untuk meringankan biaya akomodasi Rumah Sakit dan biaya hidup sehari-hari. Semoga ikhtiar untuk kesembuhan Mimi mendapat kemudahan dari Allah Swt. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Mimi menderita Lumpuh

Mimi menderita Lumpuh


ADI MULYONO, (33, Skizofrenia Paranoid). Alamat: Kp. Bambu Kuning Rt.5/8, Kelurahan Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Adi adalah salah satu pasien dampingan #SR yang sudah kurang lebih 8 bulan di dampingi oleh kurir #SR bogor yang mengalami gangguan kejiwaan (Skizofrenia Paranoid). Adi biasa ia dipanggil pada awalnya adalah pemuda yang normal seperti pemuda lainnya kebanyakan hingga pada 11 tahun silam atau tepatnya bulan oktober tahun 2014 mengalami kecelakaan kereta api yang melintas dari arah Bogor menuju Jakarta ketika sedang mencari pakan untuk ternak yang ia miliki di sekitar rumah nya yang memang tidak jauh dari perlintasan kereta api tersebut, setelah kecelakaan Adi tidak sadarkan diri selama 17 hari di RSUD Cibinong, sepulang dari RSUD Cibinong ada perbedaan sikap Adi, ia jadi sering menyendiri dan sering marah – marah tidak jelas di rumah serta sering mengeluh sakit di bagian kepala. Karena khawatir akan kondisi kesehatan anaknya Pak Timin ayah Adi pun membawa Adi untuk CT scan kembali di RSUD Cibinong dan oleh RSUD Cibinong di beritahukan bahwa ada syaraf Adi yang rusak akibat kecelakaan dan Adi di rujuk ke RS Marzuki Mahdi. Di RS Marzuki Mahdi, Adi dirawat sekitar 3 bulan dan ketika di perbolehkan untuk pulang kondisi kejiwaan Adi malah semakin menurun. Berbagai ikhtiar pengobatan telah di jalani oleh Adi mulai dari pengobatan medis hingga pengobatan non medis namun belum ada perkembangan yang signifikan selama 12 tahun. Pak Timin hampir menyerah untuk mengobati Adi karna tidak adanya biaya hingga akhirnya bertemu kurir #SR dan mencoba kembali rangkaian pengobatan kejiwaan Adi di RS Marzuki Mahdi. Alhamdulillah kini perkembangan Adi makin menunjukan hal positif, Adi sudah bisa diajak berkomunikasi dan sudah bisa mengendalikan emosinya. Kurir #SR pun menyampaikan dana titipan #Sedekaholics untuk membiayai akomodasi pengobatan Adi. Semoga ikhtiar yang di jalani oleh Pak Timin diberikan kemudahan oleh Allah Swt. Aamii. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 805.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas

Adi menderita  Skizofrenia Paranoid

Pak Adi menderita Skizofrenia Paranoid


MTSR SURABAYA (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Daihatsu Luxio Type D 2012 dengan Nomor Polisi W 894 PV adalah mobil ambulance operasional #SedekahRombongan wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya, menuntut adanya performa mobil ambulance yang baik. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area Surabaya dan sekitarnya untuk transportasi dari/ke RSSR, maupun dari/ke luar kota untuk menjemput/mengantar pasien dari/ke kampung halaman. Selama januari 2016 ini, MTSR mengeluarkan biaya meliputi biaya pembelian bahan bakar, biaya operasional yang meliputi gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar. Bantuan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien. Bantuan untuk MTSR sebelum ini tercatat di rombongan 780, 811, 831 dan 844. Semoga bantuan dari sedekahholic dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 14.373.000,-
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi

biaya operasional gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar

biaya operasional gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar


MTSR SURABAYA (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Daihatsu Luxio Type D 2012 dengan Nomor Polisi W 894 PV adalah mobil ambulance operasional #SedekahRombongan wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya, menuntut adanya performa mobil ambulance yang baik. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area Surabaya dan sekitarnya untuk transportasi dari/ke RSSR, maupun dari/ke luar kota untuk menjemput/mengantar pasien dari/ke kampung halaman. Selama januari 2016 ini, MTSR mengeluarkan biaya meliputi biaya pembelian bahan bakar, biaya operasional yang meliputi gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar. Bantuan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien. Bantuan untuk MTSR sebelum ini tercatat di rombongan 780, 811, 831 dan 844. Semoga bantuan dari sedekahholic dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp 5.170.500,-
Tanggal : 30 April 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @MasKhus1027 @Martinomongi

biaya operasional gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar

biaya operasional gaji sopir, biaya servis, tune up, ganti oli, juga pembelian drag bar


RSSR SURABAYA (Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya). Alamat: Jl. Semampir Selatan Gang 2A, No. 61, Surabaya. RSSR Surabaya merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama mereka berikhtiar menjemput kesembuhan di Surabaya. Hadirnya RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga dengan tinggal di RSSR mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk RSSR pada bulan Maret.
Pengeluaran RSSR Maret 2016  :

1. Konsumsi  & Medikasi        : Rp.   1.838.000,-
2. BPJS                        : Rp.      960.000,-
3. Operasional                 : Rp.   2.464.000,-

Total Pengeluaran Maret 2016 : Rp. 5.262.000,-
Santunan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Sebelumnya laporan RSSR telah tercatat pada rombongan 811, 831 dan 844 . Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekahholic dan semoga sedekah yang sedekahholic berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan :  Rp. 5.262.000,-
Tanggal     : 31 Maret 2016
Kurir          : @wahyu_CSD  @nambisembilu  @Dinininutz

Bantuan opeasional konsumsi,medikasi dan bpjs pasien

Bantuan opeasional konsumsi,medikasi dan bpjs pasien


RSSR SURABAYA (Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya). Alamat: Jl. Semampir Selatan Gang 2A, No. 61, Surabaya. RSSR Surabaya merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama mereka berikhtiar menjemput kesembuhan di Surabaya. Hadirnya RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga dengan tinggal di RSSR mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk RSSR pada bulan April.
Pengeluaran RSSR April 2016  :

1. Konsumsi  & Medikasi        : Rp.       2.332.000,-
2. BPJS                                  : Rp.        1.359.000,-
3. Operasional                        : Rp.   3.653.815.85,-

Total Pengeluaran Maret 2016 : Rp. 7.344.815.85,-
Santunan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Sebelumnya laporan RSSR telah tercatat pada rombongan 811, 831 dan 844 . Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekahholic dan semoga sedekah yang sedekahholic berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp. 7.344.815.85,-
Tanggal     : 30 April 2016
Kurir          : @wahyu_CSD  @nambisembilu  MasKhus1027 @Martinomongi

Bantuan opeasional konsumsi,medikasi dan bpjs pasien

Bantuan opeasional konsumsi,medikasi dan bpjs pasien


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas 2 sekolah menengah pertama di Pare, Kediri. Ia putra pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Heru Widodo (42) yang bekerja sebagai pedagang asongan dan Ibu Winarti (40) seorang ibu rumah tangga yang juga membantu suaminya berdagang. Awalnya pada september 2015 Bima sering mengeluh cepat capek, merasa lemas yang menyebabkan ia sering demam, setelah itu orang tuanya memeriksakan Bima ke puskesmas. Awal november Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang yang membuat orang tuanya panik, sehingga Bima langsung diperiksakan ke rumah sakit Amelia di Pare, Kediri. Sempat opname beberapa hari, akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya, bahkan KTP ibunya sempat ditahan sebagai jaminan oleh pihak rumah sakit karena belum bisa melunasi kekurangan biaya sebesar 3 juta. Alhamdulillah Bima dipertemukan dengan #SedekahRombongan, dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya terbilang lancar. Sampai januari 2016 Bima sudah menjalani 6 kali kemoterapi, dan pada bulan ini melakukan sekali kemoterapi lagi. Santunan sudah diberikan dan sebelumya tercatat pada rombongan 808, 809, 832 dan 850. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Juga mari bersama-sama kita berdoa semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2016
Kurir : @wahyu_CSD @dinininutz  @Martinomongi

Bima menderita  Kelainan Ginjal

Bima menderita Kelainan Ginjal


NURUL MAULIDIA (3, Meningitis). Alamat : Kp.Kelapa Dua, RT. 5/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Nurul merupakan anak dari pasangan Iman (30) dan Anih (27). Dua bulan yang lalu Nurul mengalami demam tinggi, kemudian Nurul dibawa ke RS Qadar dan didiagnosa menderita sakit Typhus. Setelah dirawat selama satu minggu Nurul diijinkan pulang, namun satu hari kemudian Nurul mengalami demam tinggi lagi dan kembali dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Nurul didiagnosa menderita Meningitis. Sebulan yang lalu Nurul dioperasi. Biaya operasi ditanggung Jamkesda, namun setelah operasi keluarga mengganti jaminan kesehatan mereka dari Jamkesda menjadi BPJS kelas 3. Empat bulan sudah Nurul menderita Meningitis. Hampir setiap minggu ia berobat ke rumah sakit. Berkat kesabaran orangtuanya, Nurul mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dahulu ia hanya bisa terbaring dan untuk makan pun harus melalui selang lewat hidungnya. Kini ia sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walau masih terbata – bata. Nurul dianjurkan untuk berobat setiap dua minggu sekali selama 2 tahun. Selain itu ia juga harus minum susu setiap hari. Ayah Nurul yang bekerja sebagai buruh bongkar muat pasir berpenghasilan sangat kecil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Karena itulah mereka sangat kekurangan terlebih lagi untuk biaya berobat dan membeli susu. Pada 4 April 2016, Nurul kembali masuk rumah sakit akibat diare dan dirawat selama 4 hari. Setelah pulih dari diare yang diderita, kini Nurul mulai beraktifitas seperti biasa. Nurul terlihat lebih ceria setelah sempat koma dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kini ia bisa kembali bercanda ketika kurir #sedekahrombongan menjenguknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurul Maulidia untuk biaya kontrol dan membeli susu setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 849.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @fauzanhusni13 @ririn_restu

Nurul menderita Meningitis

Nurul menderita Meningitis


WIARSO BALARAJA (45,Tumor Mulut Ganas dan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Desa Sentul Jaya, RT. 11/4, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Bapak dua orang anak ini sehari – harinya bekerja sebagai buruh pabrik di daerah Balaraja. Kini ia hanya bisa terbaring di tempat tidur karena sakit yang dideritanya. Tujuh bulan terakhir ini ia merasakan ngilu di giginya, ia hanya menganggap itu sakit gigi biasa. Tidak lama kemudian muncul benjolan kecil di langit – langit mulutnya yang lama kelamaan jumlahnya semakin banyak. Pak Wiarso kemudian berobat di klinik Balaraja. Setelah berobat kondisinya bukannya membaik tetapi justru benjolan di langit-langit mulutnya semakin menyebar ke bagian luar mulutnya. Melihat kondisi Pak Wiarso yang semakin memburuk, ia dirujuk ke RS Tangerang. Dalam waktu empat bulan benjolan di mulut Pak Wiarso semakin banyak. Di RS Tangerang Pak Wiarso menjalani beberapa pemeriksaan medis dan dibiopsi untuk mengetahui penyakit apa yang dideritanya. Pak Wiarso didiagnosa dokter menderita tumor mulut ganas. Satu bulan ia menjalani pengobatan di RS Tangerang, namun kondisinya semakin memburuk dimana tumor di mulutnya semakin menyebar. Melihat kondisi Pak Wiarso yang memprihatinkan dan tidak ada perkembangan yang baik, RS Tangerang merujuknya ke RSCM Jakarta. Kini Pak Wiarso menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Dari hasil pemeriksaan medis di RSCM, selain di mulutnya tumor juga sudah menjalar hingga kelenjar getah beningnya. Pak Wiarso dijadwalkan berobat dua minggu sekali. Hingga kini sudah 7 bulan Pak Wiarso sakit, sejak itu pula ia tidak bisa bekerja. Istrinya, Ibu Lestari yang hanya sebagai ibu rumah tangga mulai kebingungan karena tak ada yang mencari uang. Meskipun selama ini Pak Wiarso berobat menggunakan BPJS, namun operasional berobat ke rumah sakit menjadi beban berat bagi keluarga. Selama ini Pak Wiarso dapat berobat karena masih memiliki simpanan sedikit dan dibantu oleh saudara dan tetangganya. Kini uang simpanan itu sudah habis, untuk kebutuhan sehari – hari saja merkea kebingungan. Terlebih lagi jika berobat Pak Wiarso harus menyewa mobil atau naik taksi karena tidak memungkinkan naik angkutan umum. Alhamdulilah #SedekahRombongan hari ini bisa datang ke rumah Pak Wiarso untuk  memberikan bantuan untuk operasional berobat dan membeli  kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @ririn_restu

Pak wiarso menderita Tumor Mulut Ganas dan Kelenjar Getah Bening

Pak wiarso menderita Tumor Mulut Ganas dan Kelenjar Getah Bening


CICIH AGUSTINI (23, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Bayur, Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Karena penyakit yang dideritanya, Cicih menjadi gadis yang tak percaya diri. Sudha lebih dari enam tahun ia  mengidap kanker pada payudara sebelah kirinya. Pada tahun 2013, Cicih sempat dirawat di Rumah Sakit Adjidarmo Lebak dan dirujuk ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Serang. Sayangnya, proses pengobatan yang dijalaninya terpaksa terhenti karena terkendala biaya. Karena tak pernah berobat, penyakitya tambah parah, dan pada tahun 2016 Cicih kembali berobat ke RSUD Berkah Pandeglang dan mendapat rujukan ke RSCM Jakarta. Ia tak melanjutkan pengobatannya kembali karean tak memiliki uang. Karena sakit yang dirasakan semakin menjadi, ia memeriksakan dirinya kembali pada 20 Juni 2016 ke RSUD Berkah Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RS Fatmawati Jakarta. Meskipun pengobatan ditanggung BPJS, tetapi biaya operasional ke Jakarta menjadi beban yang berat bagi keluarga Cicih. Maklum saja ayahnya, Cihong (61) hanya seorang kuli bangunan dengan penghasilan yang sangat kecil dan ibunya, Neneng (55), hanya ibu rumah tangga biasa. Alhamdulilah bantuan sedekaholic #sedekahrombongan telah disampaikan kepadanya untuk membantu biaya operasional berobat di RS Fatmawati. Semoga Allah segera menyembuhkan Cicih.

Besarnya Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juni 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Cicih menderita Kanker Payudara

Cicih menderita Kanker Payudara


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT. 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sebelumnya Aulia sering merasakan sakit yang luar biasa pada telinganya. Alhamdulillah sakitnya sudah menghilang setelah diperiksakan di Poli THT RS Fatmawati dan berat badannya meningkat. Sandra dan Fajar harus menjalani tes CD4 kembali untuk mengetahui kondisi terkini mereka. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk tes CD4 di laboratorium di luar rumah sakit. Sebelumnya Sandra dibantu pada rombongan 856.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Juli 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Muhammad Karnawi 724,000
2 RSSR Jember 7,657,000
3 Untung Sahara 1,000,000
4 Karyadi 2,000,000
5 AGUS SUNARSIH 500,000
6 NASRIKAH 1,500,000
7 Warkoni 1,500,000
8 RSSR SEMARANG 11,576,500
9 MTSR SEMARANG 6,836,500
10 MTSR SEMARANG 6,432,800
11 Farid 1,000,000
12 Ratnadilla 1,500,000
13 Yudistira 1,000,000
14 Kirana 500,000
15 Vivi 1,000,000
16 Imam 500,000
17 Yanto 500,000
18 Mugiyatna 500,000
19 Edi 500,000
20 Eliatul 500,000
21 Yani 500,000
22 Nathan 500,000
23 Miska 500,000
24 Umi 500,000
25 Marwah 500,000
26 Sella 500,000
27 Rasya 1,000,000
28 Harun 1,500,000
29 Arya 500,000
30 Ayu 1,000,000
31 Reang 1,000,000
32 Bandri 1,500,000
33 Bandri 750,000
34 Abdul 1,500,000
35 Dimas 1,500,000
36 Wulansari 500,000
37 Fatmawati 500,000
38 Ai Hanifah 500,000
39 Siti 500,000
40 Tuginem 750,000
41 MTSR Bandung 3,500,000
42 Winda 750,000
43 Sopa 750,000
44 Syarif 750,000
45 Neng 750,000
46 Azamil 750,000
47 M Azka 500,000
48 Ahmad 500,000
49 Winarti 1,000,000
50 Usup 500,000
51 Parsel Lebaran 2,500,000
52 Parsel Lebaran 5,000,000
53 Enjang 500,000
54 Dedi 1,000,000
55 Dwi 750,000
56 Siti 750,000
57 Suroto 500,000
58 Parsel Lebaran 5,000,000
59 Mimi 500,000
60 Adi 500,000
61 MTSR Surabaya 14,373,000
62 MTSR Surabaya 5,170,500
63 RSSR Surabaya 5,262,000
64 RSSR Surabaya 7,344,815
65 M Bima Adi 500,000
66 Nurul 500,000
67 Wiarso 1,000,000
68 Cicih 500,000
69 Sandra 1,500,000
Total 126,127,115

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 126,127,115,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 862 ROMBONGAN

Rp. 38,631,658,497,-