MTSR MALANG ( MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) adalah mobil yang biasanya dikendarai oleh #KurirSR untuk beraktivitas mengantar dan menjemput para pasien dampingan sedekah rombongan di Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari #sahabatSR. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan Mei 2016 ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang dirincikan dibawah ini.

Pengeluaran MTSR Mei 2016 :

1. Solar MTSR              : Rp  1.633.000
2. Servis MTSR            : Rp      424.101
3. Cuci MTSR               : Rp       80.000
4. Pengeluaran Move     : Rp     565.000

5. Hotline MTSR           : Rp     400.000

Total Pengeluaran         : Rp  3.102.101

Santunan dari #SahabatSR ini sangat membantu untuk operasional MTSR malang untuk aktivitas pendampingan para pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sahabatSR semua. Amiiinn

Jumlah Santunan : Rp 3.102.101
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko

Biaya operasional

Biaya operasional


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang jawa timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan serayu ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir sedekah rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah sedekah rombongan ini maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk di RSSR pada bulan Mei 2016.

Pengeluaran RSSR Mei 2016 :

1. Konsumsi                      : Rp   1.598.402
2. Perlengkapan+peralatan rssr   : Rp  23.738.100
3. Listrik dan Pdam              : Rp   1.631.000
4. Kebutuhan tambahan pasien     : Rp      449.700
5. Fee yang diprofesionalkan     : Rp   1.000.000

Total Pengeluaran Mei 2016       : Rp 28.417.202

Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 28.417.202
anggal : 31 Mei 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Tica_Fajarica

Biaya operasional konsumsi, listrik dll

Biaya operasional konsumsi, listrik dll

—-
RIZQI PAULA (14, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kp. BBC Rancapaku RT 5/3, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Rizqi adalah siswa kelas 6 SDn 3 Rancapaku, putera dari pasangan Pak Jajang dan Bu Dewi Komalasari yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Pada tanggal 31 Mei 2016, Rizqi akan melaksanakan acara perpisahan di sekolahnya. Pagi-pagi sekitar pukul 7.30, setibanya di sekolah Rizqi dan temannya bermaksud pulang dulu ke rumah temannya untuk mengambil memori card HP yang akan dipergunakan untuk berfoto-foto pada saat upacara perpisahan. Ia kemudian meminjam sepeda motor temannya dan pergi berboncengan dengan temannya, agak terburu-buru karena acara perpisahan akan segera dimulai. Suasana jalanan di sekitar sekolahnya memang setiap hari tidak begitu ramai, karena masih termasuk jalan perkampungan. Karena tergesa-gesa, Rizqi memacu sepeda motornya lumayan kencang, dan saat tiba di sebuah tikungan yang licin sepeda motor yang dikendarainya tergelincir karena jalanan aspal yang licin tertutupi pasir. Motor yang terjatuh menabrak sebuah batu besar sehingga keduanya mengalami luka yang cukup parah, sehingga segera dilarikan ke klinik terdekat. Rizqi dan temannya mengalami patah tulang di bagian tangan kirinya, dan yang lebih parah lagi diperkirakan Rizqi mengalamai gegar otak ringan sehingga klinik yang menanganinya segera merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo. Walaupun tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, orang tua Rizqi yang khawatir dengan keadaan anaknya yang beberapa kali muntah darah dengan sangat terpaksa mendaftarkan anaknya sebagai pasien umum, demi menolong anaknya agar dapat segera ditangani pihak rumah sakit. Rizqi menjalani beberapa macam pemeriksaan termasuk CTScan dan rontgen untuk memeriksa kondisi luka di kepala dan tangannya. Setelah hampir seminggu Rizqi dirawat di RSUD, akhirnya ia diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah cukup membaik, sementara patah tulang di tangan kirinya atas permitaan keluarga Rizqi akan diobati dengan pengobatan alternatif.#SedekahRombongan yang sejak awal mendampingi Rizqi memberikan santunan untuk melunasi biaya perawatan Rizqi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan biaya transportasi ambulan klinik dan rumah sakit. Semoga kondisi Rizqi segera membaik, karena ia sebentar lagi akan masuk SMP, amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 4.750.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir: @mustikanoverita @luckhakiem @miftahSR

Rizky menderita Kecelakaan Lalu Lintas

Rizky menderita Kecelakaan Lalu Lintas


NAWIYAH BINTI NAPIS (42, Kista Ovarium). Alamat: Kp. Gaga RT. 1/2, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sekitar 1 tahun yang lalu, Bu Nawiyah sering mengalami sakit perut. Semakin lama perutnya semakin membesar dan lebih sering merasakan sakit.  Pengobatan yang ia lakukan hanya sebatas pemeriksaan ke klinik terdekat dan puskesmas, hal tersebut ia lakukan karena keterbatasan biaya karena jarak dari rumah ke rumah sakit cukup jauh. Sebenarnya Bu Nawiyah sudah lama disarankan agar memeriksakan diri ke rumah sakit, namun hal tersebut baru 1 b ulan yang lalu ia bisa memeriksakan diri ke RS Bakti Husada Cikarang dengan berbekal Kartu KIS PBI yang ia miliki. Serangkaian pemeriksaan pun dilakukan sehingga dokter dapat mendiagnosa penyakit Bu Nawiyah, Kista Ovarium. Saat ini kendala Bu Nawiyah tidak memiliki biaya untuk transport ke rumah sakit dalam proses pengobatan selanjutnya. Suaminya, Pak Rohman (40) hanya seorang buruh serabutan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan. Saat ini Bu Nawiyah sedang gencar melakukan pemeriksaan, ada pemeriksaan EKG yang tidak menggunakan jaminan, sehingga ia harus bayar sendiri. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembayaran EKG dan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 848.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Nah Jaronah

Ibu nawiyah menderita Kista Ovarium

Ibu nawiyah menderita Kista Ovarium


SUKARTA ALPIKARIS (41, Penyumbatan jantung dan Gangguan ginjal). Alamat Kp. Srengseng Jaya RT.2/2, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Riwayat penyakit  Pak Karta berawal  3 tahun yang lalu. Ia mengalami sesak napas dan langsung dibawa  ke Puskesmas Sukatani Bekasi. Setelah diperiksa oleh dokter, ia  Dokter disarankan agar  periksa lebih lanjut ke rumah sakit untuk mengetahui lebih  pasti penyakit apa yang ia  derita. Namun karena merasa kesehatannya sudah membaik, Pak Karta tidak ke rumah sakit sesuai saran dokter.  Pada tanggal 11 Mei 2015, Pak Karta kembali merasakan sesak napas hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari dan segera dibawa berobat ke RS. Medirosa Cikarang menggunakan  kartu BPJS. Di rumah sakit ini Pak Karta dinyatakan mengalami penyumbatan jantung dan gangguan ginjal. Ia dirawat selama 5 hari serta disarankan untuk cuci darah (hemodialisa) rutin setiap  bulan.  Semasa sehatnya  Pak Karta adalah buruh kontrak di sebuah pabrik swasta di Cikarang, namun semenjak sakit ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Kondisi  ini  tentu saja   membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya yang masih sekolah. Istrinya yang bernama Bu Onyih (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Pada tanggal 28 Mei 2016, Pak Karta kondisinya mengkhawatirkan sehingga harus dievakuasi ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama ia dirawat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 708. Semoga Pak Karta diberi kesembuhan dan  keluarga mereka  senantiasa diberi kesabaran oleh Allah. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Zaenudin @hapsarigendhis

Pak sukarta menderita Penyumbatan jantung dan Gangguan ginjal

Pak sukarta menderita Penyumbatan jantung dan Gangguan ginjal


KHALIFI BIN KRISYANTO (5 Bulan, Bronkhopneumoni). Alamat : Kp. Jalen RT. 4/4, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 8 Juni 2016, pagi, Khalifi dibawa ke Poli Anak RSUD Kabupaten Bekasi dengan gejala sesak nafas. Dari Poli Anak, ia disarankan untuk mendapat perawatan mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dibawa pulang ke rumah. Akhirnya Khalifi menjalani perawatan selama 6 hari yang menelan biaya sekitar 800 ribu rupiah karena tanpa surat jaminan apa-apa. Keluarga ini tergolong tidak mampu mengingat ayah Khalifi, Pak Krisyanto (45) hanya seorang buruh serabutan sedangkan ibunya, Bu Siti Fatimah (35) seorang ibu rumah tangga. Ketika Khaliifi sudah diperbolehkan pulang, ia tidak sanggup membayar kekurangannya sebesar 500 ribu rupah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan biaya rumah sakit sehingga keluarga ini dapat berkumpul kembali di rumahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  16 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Khalifi menderita Bronkhopneumoni

Khalifi menderita Bronkhopneumoni


ENCERIA BR HALOHO (64, Gangguan Pengelihatan). Alamat : Jl. Meranti Selatan II Blok D No. 223 RT. 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak beberapa bulan terakhir Bu Ria mengalami gangguan pengelihatan pada mata sebelah kanan. Awalnya masih bisa melihat meskipun tidak jelas, namun saat ini mata sebelah kanan sama sekali tidak bisa melihat. Kartu BPJS yang dimiliki Bu Ria belum dibayar 10 bulan karena belum ada uang untuk bayar. Karena itulah hingga saat ini ia tidak bisa memeriksakan diri ke rumah sakit karena BPJS yang dimiliki tidak bisa digunakan. Bu Ria seorang janda yang hidup tinggal bersama anaknya, buruh pabrik yang sudah berkeluarga. Bu Ria sangat berharap agar Kartu BPJS nya bisa dibayar dan dapat digunakan supaya ia bisa menjalani pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembayaran Kartu BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Ibu ria menderita Gangguan Pengelihatan

Ibu ria menderita Gangguan Pengelihatan


SAIN BIN TIBIN (36, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Gobah RT. 6/6, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir 1 tahun Pak Sain didiagnosa gagal ginjal, saat ini ia harus rutin cuci darah 2 kali dalam seminggu. Karena keterbatasan biaya, Pak Sain sempat menghentikan cuci darah. Pada tanggal 2 Juni 2016, Pak Sain dievakuasi ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya yang drop. Disinilah keluarga Pak Sain bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan dan menceritakan segala kesulitannya dalam upaya pengobatan penyakit Pak Sain. Hingga saat ini Pak Sain belum berkeluarga, ia adalah tulung punggung keluarga untuk kedua orang tuanya. Sebelum sakit, ia seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu untuk menopang kehidupannya sehari-hari. Di saat seperti sekarang ini, di kala ia sedang sakit, perekonomian keluarganya semakin terpuruk. Pak Sain layak dibantu, Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga kondisi Pak Sain semakin membaik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :16 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Pak sain menderita Gagal Ginjal

Pak sain menderita Gagal Ginjal


MARIA ULFAH (45, Gangguan Jiwa). Maria beralamat di Kp. Bogor RT.1/3, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Maria berawal sejak  beberapa tahun yang lalu.  Pikiran Maria terganggu dan  ia lebih sering  melamun serta mengurung diri. Semakin hari kondisi kejiwaannya semakin terganggu sehingga kemudian keluarga membawa ke rumah sakit jiwa di Jakarta.  Saat ini Maria masih menjalani kontrol rutin dengan menggunakan jaminan kartu BPJS di RSUD Kabupaten Bekasi. Hari demi hari keluarga semakin merasakan beban berat biaya transport ke rumah sakit. Maklumlah, ayah Maria, Pak Subro (76) sudah tidak bekerja lagi. Jangankan untuk ongkos, untuk makan sehari-hari saja Pak Subro sudah kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 818. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Supr1ono @hapsarigendhis

Maria menderita Gangguan Jiwa

Ibu Maria menderita Gangguan Jiwa


KRISTIANA VITA SARI (34, Diabetes Melithus). Alamat : Desa Telaga Murni RT. 3/14, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula dari bisul yang terdapat di bokong dan kemudian menyebabkan demam. Saat kondisi demam, Bu Vita dibawa ke klinik dengan biaya umum. Beberapa kali menjalani pengobatan di klinik, ternyata belom ada harapan membaik, namun sebaliknya bisul pecah hingga menimbulkan luka yang melebar. Dokter klinik menyarankan agar Bu Vita melanjutkan pengobatan ke RS. Ridhoka Salma. Setelah dilakukan pemeriksaan teryata harus dilakukan operasi Debridement terhadap luka bisul tersebut dan dari pemeriksaan laboratorium juga menunjukan kalau Bu Vita ada penyakit gulanya (DM). Kemudian dilakukan operasi pada hari itu juga,pada saat operasi teryata bisul/absesnya sudah melebar sehingga nanti setelah operasi perlu dilakukan perawatan luka terbuka . Setelah selesai operasi dan beberapa hari menjalani rawat inap luka yg tadinya terbuka sudah bisa ditutup dengan cara dijahit. Biaya operasi yang sangat besar membuat suami Bu Vita kebingungan. Pak Yudi (38), hanya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan lemari kayu. Karena KTP dan Kartu Keluarga Bu Vita masih wilayah Solo, keluarganya kesulitan dalam memproses Kartu BPJS dalam waktu cepat. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan berupaya membuat surat perjanjian hutang yang akan dicicil oleh #SedekahRombongan. Santunan awalpun disampaikan untuk membayar cicilan pertama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Zaenal

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus

Ibu kristiana menderita Diabetes Melithus


KARNOLO BIN WACA (35, Gangguan Kejiwaan).  Alamat : Kp. Kedaung Gang Kawat RT.3/1, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Begitu berat depresi yang dialami Karnolo sehingga jiwanya terganggu. Dari cita-cita yang tak tersampaikan, pacar tersayang meninggal dunia dan ditambah ayahnya meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. Kejadian tersebut terjadi berturut-turut dengan rentang waktu sangat dekat. Salah satu upaya yang sudah dilakukan keluarga dengan membawanya ke pengobatan alternatif, namun kondisi malah memburuk. Kondisi terburuk dialami Karnolo sekitar lebih 1 tahun yang lalu sehingga membuat ia dirawat di RSJ. Grogol selama 22 hari. Alhamdulillah waktu itu kondisinya berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus tetap menjalani kontrol ke RSJ Grogol dengan taksiran menghabiskan biaya sekitar Rp. 700.000,- per bulan. Karnolo tinggal bersama ibunya, Wanah (58) seorang janda tua. Namun saat ini Karnolo menjalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Kehidupan ekonomi mereka memprihatinkan sehingga Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan titipan sedekaholic untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 787.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Supr1ono

Pak karnolo menderita Gangguan Kejiwaan

Pak karnolo menderita Gangguan Kejiwaan


DEDEN SUGANDI (15, DBD). Alamat : Kp. Gaga RT. 2/4, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Awalnya Deden hanya merasakan lemas, hal tersebut dapat ia maklumi karena sedang berpuasa. Namun ketika siang berganti malam, mendadak suhu tubuhnya panas. Deden langsung dibawa ke klinik terdekat, namun karena kondisinya yang semakin memburuk akhirnya ia dirujuk ke RS. Senta Medika Cikarang dengan bermodal jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Hingga saat ini sudah hari ketiga ia dirawat di rumah sakit, keluarga Deden mulai kebingungan karena untuk bekal selama di rumah sakit sudah habis. Maklum saja, selama ini hanya Deden yang menjadi salah satu tulang punggung keluarga dengan bekerja pada seorang juragan catering. Ayahnya, Pak Karja (60) seorang penjaga sekolah, sedangkan ibunya, Bu Mayasari (55) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal di rumah sakit. Semoga Deden cepat sembuh dan kembali beraktivitas, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nahjaronah

Deden menderita DBD

Deden menderita DBD


KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Tulang Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Karlinan, digunakan untuk akomodasi rutin theraphy ke RSCM Jakarta yang dilakukan tiap sebulan sekali. Akomodasi kali ini untuk menyerahkan semua hasil pemeriksaan dan kontrol yang sudah berjalan selama 1,5 tahun, pasca operasi pertama. Setelah nanti disimpulkan hasilnya bagus, tim dokter akan menjadwalkan operasi lanjutan. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 853. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :  18 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan


AZIZ DEBIA AROBI (21, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz harus rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 833. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay @hapsarigendhis

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


BETSI BINTI ASEP SUNARYA (50, Lumpuh dan Kelainan Syaraf). Alamat: Kp. Kencana, RT. 3/8, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Betsi, panggilan akrab kami untuk perempuan yang bekerja sebagai buruh pembuat kue kering ini, sudah sejak lama ia sering merasakan sakit di pinggangnya saat duduk terlalu lama. Sampai pada suatu hari, ketika ia bangun dari tidurnya, ia kaget karena seluruh anggota badannya hampir tidak bisa digerakkan. Suaminya yakni Pak Aminuddin (54) membawa istrinya tersebut ke RSUD Kota Bogor. Namun karena ruangan rawat inap di RS tersebut penuh, ia pun dirujuk menuju ke RS. Hermina dan menjalani rawat inap disana. Selanjutnya ia harus menjalani pengobatan lanjutan rutin di Dokter khusus yang menangani penyakit syaraf. Pak Aminudin sebagai seorang suami, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai segala pengobatan yang dijalani istrinya yang tidak ditanggung oleh BPJS. Namun pekerjaannya sebagai buruh bangunan, tidak bisa untuk menutupi biaya akomodasi dan transportasi dalam melakukan pengobatan setiap bulannya. Alhamdulillah, kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Betsi. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic SR untuk meringankan biaya pengobatan Bu Betsi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu betsi menderita Lumpuh dan Kelainan Syaraf

Bu betsi menderita Lumpuh dan Kelainan Syaraf


BAYI YOSEP (2 Minggu, Hydrocefalus). Alamat : Panaragan Penggilingan, RT. 5/6, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bayi ini kami panggil Bayi Yosep, sesuai dengan nama ayahnya, karena sampai saat ini ia belum diberi nama. Lahir dalam proses caesar sejak dua minggu yang lalu, dan dengan keadaan kepala yang dipenuhi cairan, atau secara medis disebut Hydrocefalus. Kedua orangtuanya Yosep (25) dan Rista (18) tidak pernah menyangka anaknya akan mengidap penyakit tersebut, pasalnya selama di dalam kandungan Rista sebagai ibunya tidak pernah mengalami hal-hal yang janggal. Setelah empat hari menjalani rawat inap, ibu bayi tersebut yakni Rista (18) diperbolehkan pulang oleh tim medis RS. PMI Bogor. Namun tidak dengan bayi Yosep, ia masih harus tinggal dan berada di ruangan incubator RS tersebut. Beberapa minggu kedepan Bayi Yosep akan menjalani operasi pemasangan selang. Ayahnya yakni Yosep (25) adalah tukang ojek yang biasa mangkal di daerah sekitar rumahnya, ia merasa keberatan dengan biaya proses pengobatan anaknya tersebut. Meskipun biaya melahirkan dan operasi ditanggung oleh BPJS, tapi tidak dengan biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bayi Yosep, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic untuk biaya transportasi dan akomodasi, selama proses pengobatan penyakitnya tersebut. Semoga Allah menguatkan keluarga Bayi Yosep agar terus sabar menjalani proses pengobatan tersebut. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bayi yosep menderita Hydrocefalus

Bayi yosep menderita Hydrocefalus


SUMARTONO BIN AHMADI (51, TB PARU & DIABETES). Alamat: Gang Bambu Kuning, Rt. 9/2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Tono, akrab kami memanggil lelaki yang masih membujang ini. Telah sejak lama ia memiliki riwayat penyakit diabetes, penyakit tersebut diperparah sejak ia sering mengalami demam dan batuk yang terus menerus, hingga badannya pun semakin terlihat kurus. Kemudian ia memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita penyakit baru, yakni TB Paru. Ia pun dirujuk untuk melakukan pengobatan lanjutan di RS. Marzuki Mahdi Bogor setiap dua minggu sekali dengan fasilitas BPJS. Karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, membuatnya tidak lagi mampu bekerja, sehingga untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit pun ia merasa kekurangan dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Dengan takdir Allah, kurir #SR pun dipertemukan dengan Pak Tono yang kini tinggal di rumah adiknya. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic #SR untuk meringankan biaya proses pengobatan Pak Tono. Semoga Allah segera mengangkat penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak sumartono menderita TB PARU & DIABETES

Pak sumartono menderita TB PARU & DIABETES


NAZWA LUTFIA, (5, Tumor Batang Otak). Kp. Sawan Rt. 4/6, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dik Nazwa, akrab kami memanggil bocah kecil ini. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Ahmad Jami (36) dan Ria Apriati (35). Pertumbuhan Dik Nazwa memiliki kelainan, ia berbeda dengan bocah lain seusianya. Selain pertumbuhannya yang tidak normal, Dik Nazwa pun sering kejang dan mengalami demam tinggi. Hal tersebut terjadi semenjak ia berumur satu tahun. Orangtuanya adalah tukang service elektronik, penghasilannya kadang tak menentu. Itulah sebabnya Dik Nazwa selama empat tahun terakhir tidak pernah dibawa berobat kemanapun. Ia baru menjalani pemeriksaan dan pengobatan akhir 2015 lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Nazwa mengidap penyakit Tumor di Batang Otak. Ia harus segera menjalani operasi. Alhamdulillah pada bulan April 2016 kemarin, Dik Nazwa menjalani operasi yang pertama. Hingga saat ini kondisinya masih belum sadar dan terbaring di ruangan HCU RSUD Kota Bogor. Kemudian kurir SR pun ditakdirkan untuk bertemu dengan keluarga Dik Nazwa, setelah mendengar keluh kesah keluarganya, kami pun memutuskan untuk memberikan santunan titipan dari para Sedekaholics SR. Semoga dengan santunan tersebut, beban biaya pengobatan Dik Nazwa menjadi sedikit ringan. Kita doakan semoga kesehatan Dik Nazwa cepat pulih agar bisa kembali ceria dan bermain bersama teman seusianya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nazwa menderita Tumor Batang Otak

Nazwa menderita Tumor Batang Otak


BELLA DAMAYANTI  (13, Infeksi Kelenjar). Alamat : Kedung Halang RT. 1/5, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi  Jawa Barat. Bella, demikian biasa ia dipanggil, mengalami gejala penyakitnya sejak usia 5 tahun. Menurut ibundanya,  Nia Kurnia muncul benjolan di ketiak Bella dan sempat diabaikan karena tidak terasa nyeri. Seiring berjalannya sia Bella,  benjolan tersebut semakin membesar hingga berdiameter 6 cm dan muncul juga benjolan serupa di leher, bawah telinga, dada dan di perut. Satu tahun yang lalu, Bella mulai merasa nyeri dan sering merintih kesakitan karena benjolan tersebut. Ibu Bella kemudian membawanya berobat ke puskesmas dan pengobatan alternatif namun belum ada perbaikan yang Bella rasakan. Berat badan Bella mulai berkurang dan ia terllihat kurus.  Pada tanggal 19 Januari 2016, benjolan di ketiak dan dada mengeluarkan darah dan nanah dan terasa sakit. Bella kemudian dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk pengobatan. Ketika didatangi kurir #SedekahRombongan ibunda Bella merasa menyesal karena mereka tidak memiliki jaminan kesehatan. Bu Nia tidak memiliki cukup uang untuk berobat karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.  Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sedangkan ayah Bella sudah meninggal saat Bella berusia 3 tahun. Alhamdulillah setelah sekitar 5 bulan di damping oleh kurir #SR, kondisi Bella sudah semakin membaik dan benjolan – benjolan yang ada di ketiak Bella pun sudah mulai mengecil, namun Bella tetap harus control ke RSUD Kota Bogor setiap 1 minggu sekali. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi Bella control di RSUD Kota Bogor. Semoga Allah Segera kesembuhan, aamiin. Bantuan untuk Bella sebelumnya masuk di rombongan 809.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bella menderita  Infeksi Kelenjar

Bella menderita Infeksi Kelenjar


ARIFIN BIN M. MAHMUD, (29, TB Paru dan Malnutrisi). Rt. 2/5, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Ipin, begitu panggilan akrab kami untuk lelaki yang biasa menjalani profesi sebagai seorang pengamen di Pasar Anyar Bogor ini. Beberapa bulan terakhir ini profesinya tersebut harus terhenti, disebabkan kondisi fisik Arifin yang sering sakit-sakitan. Bulan April kemarin ia harus dirawat di RS. Cisarua Bogor selama dua minggu, dengan diagnosa penyakit TB Paru dan Malnutrisi. Selama sakit, ia dirawat oleh kedua orangtuanya yang mulai sepuh dan tidak bekerja. BPJS yang dipunya memang sudah mengcover biaya pengobatannya namun untuk akomodasi pengobatan setiap minggunya ke RS. Cisarua yang selama ini menjadi kendala yang membuat pengobatan lanjutan Ipin menjadi terhenti.. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Arifin, kami menyampaikan titipan bantuan awal dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan lanjutan terhadap penyakitnya. Semoga Allah mengangkat penyakit yang dirasakan oleh Ipin. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Arifin menderita TB Paru dan Malnutrisi

Arifin menderita TB Paru dan Malnutrisi


ANDIKA NUGRAHA, (19, TB Paru dan Infeksi Usus). Kp. Cimahpar, Rt. 1/7, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dika, panggilan akrab kami untuk remaja yang kini tengah berusia 19 tahun. Diusianya yang masih remaja ia harus merasakan sakit yang cukup banyak menyita kegiatannya, badannya mulai kurus dan sering demam. Kemudian ia dibawa berobat ke Puskesmas Bogor Utara, tim medis di Puskesmas tersebut mendiagnosa bahwa Dika mengidap penyakit TB. Kronis dan Infeksi Usus. Saat ini Dika harus menjalani kontrol dan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan untuk menunjang kesembuhan penyakitnya di setiap bulan yang dijamin oleh BPJS. Saat tim kurir #SR mendatangi rumahnya untuk melakukan survey, ibunya bercerita bahwa Dika harus putus sekolah karena kendala biaya dan seringnya sakit-sakitan. Maklum saja, ayahnya merupakan seorang sopir lepas dengan penghasilannya tak menentu bahkan terkadang sama sekali tidak ada. Alhamdulillah, tim kurir #SR dapat menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics #SR, bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan lanjutan penyakitnya Dika, juga untuk biaya sehari-hari Dika dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Andika menderita TB Paru dan Infeksi Usus

Andika menderita TB Paru dan Infeksi Usus


RAFI ARYA SATYA (3, Hydrocephalus). Alamat : Jl. Kasuari 03, RT007/003, Desa Tegalreja, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Anak pasangan Mia Rusmiati 28 tahun, dan Muhamad Armanto 29 tahun, ini lahir dari keluarga yang ayahnya bekerja sebagai seorang sopir antar jemput anak sekolah.  Di bulan November 2012 pada usia Rafi yang baru berusia 40 hari, Rafi menderita sakit panas dan setelah panasnya turun, Rafi mengalami kejang-kejang. Oleh orangtuanya, Rafi dibawa ke RS. Hermina Bogor dan karena memerlukan pemeriksaan lebih detail, maka Rafi dirujuk untuk dibawa ke RS lain yang lebih lengkap alatnya, untuk dilakukan CT Scan. Setelah dilakukan proses CT Scan di RS. Azra, Rafi di diagnosa menderita hydrocefalus dan dirujuk ke RS. PMI Bogor dan kemudian setelah dirawat di RS. PMI Bogor, Rafi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan perawatan di RSCM, Rafi dirujuk kembali ke RS. Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi pemasangan selang di kepalanya. Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya dan waktu yang panjang, maka ayah Rafi memutuskan untuk kembali ke Bogor agar dapat bekerja menjemput nafkah. Sehingga Rafi dan orang tuanya kembali ke Bogor dan tinggal di rumah kontrakan di daerah Bantar Jati Atas, RT 03/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Setelah di bulan Februari 2016 pada rombongan 809 diberikan bantuan akomodasi kontrol ke RS Sardjito Yogyakara, Kali ini Bantuan Lanjutan diberikan untuk akomodasi kembali control ke RS Sardjito Yogyakarta

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Rafi menderita Hydrocephalus

Rafi menderita Hydrocephalus


NENAH BINTI MAHMUDA (54, Ca Mammae). Alamat : Alamat: Gang Bambu Kuning, Rt. 9/2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berawal dari 2 tahun yang lalu, Mak Nenah biasa kami menyapa merasakan ada hal aneh berupa benjolan kecil di daerah payudaranya. Sempat diperiksa di RSUD kota Bogor dan oleh dokter disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut, namun karena merasa akan sembuh dengan sendiri nya akhirnya Mak Nenah tidak mengikuti saran dari dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah berjalan hampir 1 tahun benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengganggu aktifitas disertai rasa sakit, karena khawatir terjadi sesuatu akhirnya Mak Nenah pun melakukan pemeriksaan kembali di RSUD kota Bogor dan dari hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan bahwa ada kanker yang tumbuh di daerah payudara Mak Nenah. Ikhtiar pengobatan pun dilakukan oleh Mak Nenah mulai dari kemotherapy hingga di jadwalkan untuk operasi pengangkatan kanker tersebut. Alhamdulillah bulan Mei kemarin Mak melakukan operasi awal untuk mengobati kanker tersebut, masih ada operasi lanjutan dan kemotherapy untuk benar – benar memastikan sudah tidak ada sel kanker di tubuh Mak Nenah. Namun sebelum melakukan operasi lanjutan tersebut masih ada tahapan pemeriksaan untuk memastikan kondisi badannya stabil, dari hasil pemeriksaan terakhir kondisi fisik Mak Nenah belum stabil karena tensi darah yang masih tinggi serta. Untuk semua proses pengobatan dan pemeriksaan Mak Nenah memang telah di jamin oleh BPJS, tapi Mak Nenah kesulitan untuk akomodasi dan transportasi control ke RSUD kota bogor mengingat pekerjaan Pak Aan (57) hanya sebagai loper Koran yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Bantuan awalpun disampaikan kepada Mak Nenah untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Mak Nenah control ke RSUD kota Bogor. Semoga kondisi Mak Nenah cepat pulih sehingga dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @Kartimans1 @rexy_eas

Ibu nenah menderita  Ca Mammae

Ibu nenah menderita Ca Mammae


SRIATI BINTI TASMAN (54, Stroke). Alamat: : JL. Karang Anyar Gg. I RT. 7/8 NO. 32, Kelurahan  Karang Anyar, Kecamatan  Sawah Besar, Jakarta Pusat. Tahun 2012, Ibu Sriati saat bangun tidur dikejutkan dengan tangan dan kaki sebelah kirinya yang tidak bisa digerakkan. Karena khawatir, oleh anaknya langsung dibawa ke RSUD Tarakan, setelah dilakukan beberapa pemeriksaan dokter mengatakan jika  Ibu Sriati menderita Stroke. Sejak saat itu Ibu Sriati menja;lani kontrol rutin di RSUD Tarakan. Tetapi, karena keterbatasan biaya pengobatan yang dijalani oleh Ibu Sriati sempat terhenti. Sampai pada Januari 2016, Ibu Sriati dirujuk ke RSCM dan setelah itu kondisinya benar-benar mengkhawatirkan. Ibu Sriati hanya bisa terbaring ditempat tidur,sementara untuk sehari-hari semua keperluannya dipenuhi oleh anak-anaknya meski dalam keterbatasan. Alhamdulillah, setelah menerima informasi dari social media Kurir #SedekahRombongan langsung bergerak mengunjungi keluarga Ibu Sriati dan menyampaikan bantuan untuk membayar iuran BPJS dan memenuhi kebutuhan harian.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Ibu sriati menderita Stroke

Ibu sriati menderita Stroke


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT. 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk biaya akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 846.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis

Aldi menderita Cerebral Palsy

Aldi menderita Cerebral Palsy


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy dan  Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT. 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi, Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih dihitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke RS. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membayar kontrakan dan biaya transport setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 782. Kini Rahma kecil masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik RSCM. Keluarga Rahma juga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @untaririri

Rahma menderita Epilepsy dan  Cerebral Palsy Spastis

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 831. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kjontrol rutin di RSUD Koja. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies @anasaramadhan @untaririri

Pangestu menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor

Pangestu menderita Down Syndrome dan Jantung Bocor


EMAN BIN AHMAD DJASMA (25, TB Paru). Alamat: Jl Hidup Baru  RT. 2/2 No. 37, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Berawal pada tanggal 19 Agustus 2015, selepas pulang kerja dari sebuah restoran didaerah Cilandak, Eman panggilan akrab pemuda ini, mengalami kecelakaan. Saat itu Eman mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang, namun tiba-tiba ada insiden yang menyebabkan kecelakaan ini terjadi. Sekelompok anak muda yang sedang balap liar menyenggol motor yang dikendarai Eman, alhasil Eman tidak dapat mengontrol laju kendaraannya yang menyebabkan kecelakaan ini terjadi. Eman terjatuh dengan posisi wajah menghantam aspal, yang menyebabkan luka sangat parah di bagian wajah dan dada sebelah kiri karena menghantam trotoar. Eman diselamatkan oleh pengendara motor yang lewat dan langsung membawanya ke RS HUSADA. Eman dirawat selama 15 hari di RS HUSADA, namun keluarga kaget dengan total biaya selama perawatan di rumah sakit yaitu sebesar 24 juta. Sementara jaminan kesehatan yang dia miliki hanya mampu mengcover sebesar 7 juta, sedangkan sisanya sebesar 17 juta dibayar oleh tempatnya bekerja dengan perjanjian hutang kepada tempat dia bekerja. Hutang sebesar 17 juta itu dicicil selama 14 bulan dengan cicilan Rp 1.250.000 setiap bulannya. Sementara penghasilannya sebagai tukang cuci piring di restoran tidak cukup untuk mencicil hutang kepada tempatnya bekerja dan memenuhi kebutuhan Eman, ibu dan adik bungsunya yang saat ini berada di Pesantren di daerah Bogor. Eman ke Jakarta merantau untuk berjuang memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Eman sudah ditinggal oleh sang Ayah yang telah berpulang beberapa tahun silam. Sementara ibunya, Ibu Eni Pujiati (41) kini tinggal di kampong halaman bersama dengan neneknya. Alhamdulillah,  kurir #SR kembali menyampaikan bantuan dari #Sedeholics kepada Eman setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 835, untuk membayar cicilan kepada tempat Eman bekerja. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dipikul oleh Eman.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anies  @anasaramadhan @untaririri

Eman  menderita TB Paru

Eman menderita TB Paru


ENI NURAENI (21, Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT. 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awalnya Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, BApak Husen tidak lagi harus standby menunggu Eni di  Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Romobongan 848 untuk biaya membeli obat yangtidak dicover oleh BPJS dan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.700.000,-
Tanggal: 11 Juni 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis @anasaramadhan

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah

Eni menderita Bells Palsy/ Kelainan pada Syaraf Wajah


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung, RT. 4/4 No. 15. Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM kita mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-hari RRSR menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik untuk 3 rumah singgah dan beberapa kamar kos yang kita sewa. Saat ini pasien yang ada di 3 RSSR berjumlah 11 orang ditambah keluarga yang mendampingi. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Juni 2016 di RSSR Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 840. Semoga pasien-pasien yang sedang berjuang kesembuhan diberi kelancaran dalam proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 10.500.000,-
Tanggal: 30 Mei 2016.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies @untaririri

Bantuan  beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik

Bantuan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik


RAMLAH BINTI ISMAIL (70, Gondok). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 14,5 Blang Bintang, Desa Cot Paya Ue, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Ibu Ramlah sakit sejak 5 tahun yang lalu, tetapi ibu Ramlah tidak mengeluh, sehingga keluarga tidak mengetahui kalau ibu Ramlah menderita gondok. Pada tahun ke 2 keluarga baru mengetahui karena melihat adanya bengkak di bagian leher kanan ibu Ramlah, 4 tahun yang lalu suaminya meninggal dunia karena sakit tidak lama setelah itu ibu Ramlah juga mengalami kelumpuhan akibat dulu pernah terjatuh dan menyebabkan ibu Ramlah tidak bisa berjalan lagi. Tidak hanya itu, 3 tahun yg lalu ibu Ramlah tidak bisa makan nasi lagi seperti biasa karena sulit mengunyah, ibu Ramlah hanya mengkonsumsi pisang dan roti sebagai ganti nasi. Selama ini ibu Ramlah tidak menjalani perawatan karena terbentur biaya, anak-anaknya tidak bekerja dan ibu Ramlah hanya ibu rumah tangga dengan tanggungan 3 orang anak. Fasilitas kesehatan BPJS sudah diurus dari kelurahan tetapi ibu Ramlah belum menerimanya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga kesehatan ibu Ramlah semakin baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @pratiwi

Ibu ramlah menderita Gondok

Ibu ramlah menderita Gondok


KEYZA CAHAYA PUTRI (14 Bulan, Gangguan Pernafasan). Alamat : Kp. Ceger RT. 1/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Suhu badan Keyza yang panas membuatnya harus dirawat di Puskesmas Sukatani. Namun, karena selama dirawat 3 hari tidak ada perkembangan akhirnya Keyza dirujuk ke RS. Ridhoka Salma di Cikarang Barat. Keyza menjalani perawatan selama 1 minggu di rumah sakit, bahkan sempat dirawat di Ruang PICU selama 2 hari karena kondisinya yang mengkhawatirkan. Keyza tidak memiliki jaminan apa-apa, ia terlahir dari pasangan keluarga tidak mampu. Ayahnya bernama Samsudin (34) seorang buruh serabutan sedangkan ibunya Afrikatusobach (28) ibu rumah tangga. Saat ini Keyza sudah diperbolehkan pulang dengan jaminan surat perjanjian hutang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bayar biaya perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Zaenudin

Keyza menderita Gangguan Pernafasan

Keyza menderita Gangguan Pernafasan


KUTSAR KARMILA (8, Demam Berdarah). Alamat : Kp. Ceger RT. 3/3, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada hari Jumat, 13 Mei 2016, Karmila atau yang biasa dipanggil Mila, mengalami panas tinggi. Upaya Ibunya membawa ke Puskesmas terdekat tidak membuat kondisi Mila membaik, sehingga ia harus dirujuk ke rumah sakit. Karena Mila tidak memiliki jaminan apa-apa, keluarga sempat membawa pulang Mila ke rumah. Tenggah malam kondisi Mila semakin memburuk, bersama Kurir #SedekahRombongan, Mila dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang Barat menggunakan MTSR. Awalnya Mila akan dibuatkan BPJS yang langsung dapat digunakan, namun ada kesulitan pada database kependudukan yang tidak dapat diproses secepatnya. Sehingga Mila tercatat sebagai pasien Umum di RS. Ridhoka Salma. Saat ini Mila menjalani perawatan dengan diagnosa DBD dan kondisi trombosit semakin menurun. Ibunya Mila, Neng Kasniawati (34) adalah seorang janda yang sudah bercerai sejak 6 tahun yang lalu. Kehidupan mereka hanya mengandalkan pamannya yang sebagai buruh pabrik dengan gaji yang tidak mencukupi untuk anak dan istrinya. Saat ini Mila sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Biaya perawatan Mila di rumah sakit mencapai 6 juta rupiah yang rencananya akan diangsur untuk pembayarannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bayar angsuran kedua di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 848.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Zaenal

Kutsar menderita Demam Berdarah

Kutsar menderita Demam Berdarah


DWI RETNO BINTI SURATNO. Alm ( 11 tahun, duafa yatim ) Alamat : Desa Bogem RT 04 RW 02 Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dwi, begitu warga sekitar memanggilnya. Dwi adalah anak perempuan belia berusia 11 tahun buah cinta dari pasangan Suratno Alm (48 tahun, ayah) dengan Sulasmi (43 tahun, ibu). Namun saat ini Dwi telah menjadi anak yatim karena ayahnya telah meninggal sekitar setahun yang lalu di karenakan sakit keras sepulang dari perantauan di Kalimantan. Ibunya mengalami gangguan mental sebelum ayah Dwi meninggal dan di rawat oleh orang tuanya sendiri (nenek Dwi dari pihak ibu). Saat ini Dwi hanya tinggal di bersama mbah Sarinem (65 tahun, nenek dari pihak ayah) atau ibu dari Alm ayah Dwi.  Mereka hidup berdua di sebuah rumah tanpa penghasilan karena nenek Dwi sudah tua. Untuk makan dan bersekolah Dwi hanya mengandalkan belas kasih dari tetangganya yang baik hati memberinya uang saku setiap hari. Saat ini Dwi duduk di kelas 6 Sekolah Dasar di desanya dengan menggunakan beasiswa yang di dapat karena prestasinya. Dwi berharap dapat melanjutkan sekolah ke bangku SMP dan SMA. namun karna biaya yang tidak di milikinya dan nenek nya yang sudah tidak mampu bekerja, akhirnya Dwi menjadi perhatian warga sekitar. Dan menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan. Titipan santunan dari sedekaholic  sebesar Rp 1.000. 000 telah disampaikan dan digunakan untuk pendaftaran sekolah Dwi ke tingkat selanjutnya. Rasa terimakasih di sampaikan oleh keluarga Dwi juga warga sekitar kepada Sedekah Rombongan dan para sedekaholic. Semoga bantuan yang telah disampaikan dapat menjadi berkah bagi Dwi dan neneknya.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 12 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Bantuan untuk pendaftaran sekolah

Bantuan untuk pendaftaran sekolah


FATIN TRI MEILANI (3 tahun, Hydrocepalus). Alamat Dukuh Nunut RT 04 RW 01, Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dik Fatin adalah anak ketiga dari bapak Kusno (45 tahun) dan Ibu Tinah (38 tahun). Dik Fatin lahir 27 Mei 2013 di RSUD Sudono Madiun. Sejak dalam kandungan Dik Fatin sudah terindikasi pembesaran di kepalanya yang melebihi ukuran janin normal. Setelah lahir ternyata hal itu benar. Dokter menemukan adanya cairan di kepalanya (Hydrocephalus). Ia pun kemudian dirawat di rumah sakit. Pada 5 Juni 2013 dilakukan pemasangan selang di kepalanya untuk mengeluarkan cairan melalui saluran kencing. Saat tim SR melakukan survey diketahui bahwa orang tua dik Fatin bekerja sebagai buruh tani. Di rumahnya tinggal 7 orang : ayah, ibu, 3 anak, kakek dan nenek. Pengobatan dan perawatan Dik Fatin selama ini menggunakan fasilitas BPJS mandiri. Namun begitu keluarga tetap merasa keberatan karena masih harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga  dan biaya sekolah kedua kakak dik Fatin yang duduk di bangku SD dan SMA. Keluarga dik Fatin membutuhkan pendampingan dan bantuan untuk meringankan bebannya. Sedekah Rombongan hadir untuk membantu proses pengobatan dik Fatin. Santunan ke delapan dari #SR sebesar Rp 500.000 digunakan untuk pembayaran premi bulanan bpjs mandiri. Sebelum nya Dik Fatin telah dibantu pada rombongan 655, 669, 674, 692, 719, 774 dan 800.  Bapak Kusno sekeluarga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas santunan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan

Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Minggu, 12 Juni 2016
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronypratama

Fatin menderita Hydrocepalus

Fatin menderita Hydrocepalus


SUMI BINTI SOMO KARDI (55 tahun, glukoma). Alamat : Dukuh Panasan Desa Mojopurno RT 04 RW 03 Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sumi menderita penyakit mata yaitu glukoma dalam 5 tahun terakhir. Pertama hanya merasa pandangan kabur sampai akhir nya benar-benar tidak bisa melihat. Pernah diperiksakan di rsud Sayidiman Magetan, Rsud Soedono Madiun bahkan sampai Surabaya tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Pak Sumadi (65 tahun) suaminya, bekerja sebagai penjual keliling peralatan rumah tangga yang tidak menentu hasil nya. Sedangkan dua anak mereka sudah berkeluarga dan menetap di Surabaya dengan kondisi perekonomian yang kurang bagus. Karena kurang nya biaya, maka proses pengobatan bu Sumi tidak dilanjutkan. Informasi mengenai Bu Sumi diperoleh dari teman salah satu kurir SR Magetan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan rencananya akan digunakan untuk biaya berobat Bu Sumi. Saat penyerahan santunan, pasutri ini menangis terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 14 Juni 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Zaenal

Ibu sumi menderita glukoma

Ibu sumi menderita glukoma


SANUDI BIN MOKARSO (48 tahun, kanker paru-paru). Alamat : RT 1 RW 1 Desa Wotgalih Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Pak Sanudi adalah seorang kepala keluarga yang mempunyai tanggungan 2 anak dan satu orang istri. Saat masih sehat pak Sanudi bekerja serabutan, kadang kuli bangunan, kadang buruh tani. Sedangkan istrinya yaitu ibu Supiarsih (44 tahun) juga bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan mereka berdua hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dalam kurun waktu setahun terakhir pak Sanudi menderita sakit kanker paru-paru dan melakukan rangkaian pengobatan rutin ke Rsdm Solo dengan menggunkan jaminan kesehatan BPJS. Memang untuk biaya pengobatan hampir seluruhnya dicover oleh BPJS tetapi karena rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan keluarga ini, khusus nya untuk transportasi dan akomodasi saat ranap di Rsdm Solo. Kondisi pak Sanudi sendiri saat ini sudah sangat lemah, kanker telah menjalar sampai kaki sehingga beliau sudah tidak bisa berjalan lagi. Keluarga sudah putus asa karena kehabisan biaya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir membantu di saat yang tepat, karena esok hatinya jadwal beliau kemo di Rsdm Solo. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk melanjutkan pengobatan beliau. Pak Sanudi menangis haru dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besar nya atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Senin, 13 Juni 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Zaenals

Pak sanudi menderita kanker paru-paru

Pak sanudi menderita kanker paru-paru


ALMH. SUMARNI BINTI SUPAR (43 tahun, kanker Ovarium) Alamat : RT 10 RW 2 Dukuh Geneng Desa Slagreng Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sumarni menderita sakit sejak satu tahun yang lalu. Sempat dioperasi di salah satu klinik kandungan di Magetan, sembuh beberapa saat dan kambuh lagi. Untuk melanjutkan pengobatan, beliau mendaftar Bpjs Mandiri.  Sejak bulan Desember 2015 bu Sumarni melakukan pengobatan di Rsu Moewardi Solo. Rangkaian pengobatan yang terus menerus, biaya transportasi, akomodasi serta biaya kost sangat memberatkan beliau. Suami beliau, Pak Suwari (45 tahun) hanya sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu dan masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih sekolah. Bu Sumarni sendiri semasa masih sehat bekerja sebagai buruh tani, tetapi sejak setahun yang lalu praktis tidak bisa bekerja karena sakit yang di derita nya. Rangkaian pengobatan yang dijalani saat ini di rsdm adalah kemoterapi dan kontrol rutin. Informasi mengenai bu Sumarni diperoleh dari saudara salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan dan akhirnya Bu Sumarni menjadi salah satu pasien dampingan. Setelah kurang lebih lima bulan bu Sumarni berobat dalam dampingan penuh Sedekah Rombongan, Allah berkehendak lain. Selasa, 14 Juni 2016 bu Sumarni menghembuskan nafas terakhir.  Santunan kematian titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1. 200. 000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman setelah sebelum nya masuk rombongan 841 dan 855.  Pak Suwari sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas pendampingan dan segala bantuan yang telah diberikan pada keluarganya

Jumlah Santunan : Rp 1.200.000
Tanggal : Selasa, 14 Juni 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Zainal @Wisnu

Alm ibu smarni menderita  kanker Ovarium

Alm ibu samarni menderita kanker Ovarium


RIRIN KUSUMIATI BINTI DULLAH (44 tahun,  duafa, sakit jantung dan indikasi kanker). Alamat : RT 04 RW 02 Dusun Krajan, Desa Ngampel,  Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Ibu Ririn memiliki tiga orang anak. Beberapa bulan terakhir ini ibu Ririn Kusumiati mengalami susah berjalan disebabkan ada benjolan yang semakin membesar dipangkal paha sebesar telor bebek.
Karena tidak memiliki biaya berobat ke rumah sakit, bu Ririn Kusumiati sementara ini hanya dibuatkan ramuan rempah rempah untuk mengurangi rasa nyerinya. Gunardi (46 tahun) adalah suami bu Ririn Kusumiati, bekerja sebagai buruh pekerja lepas harian. Sehingga penghasilannya hanya cukup dipakai menutupi kebutuhan hidup keluarga. Kondisi bu Ririn begitu kurang mendapatkan perhatian. Saat bertemu kurir SR bu Ririn Kusumiati dan pak Gunardi menyampaikan keinginannya untuk berobat hingga memungkinkan operasi penyakitnya. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Bu Ririn Kusumiati dan pak Gunardi sangat terharu atas segala bantuan dan memohon untuk terus pendampingan dari Sedekah Rombongan selama penyembuhan pasca operasi nantinya. Semoga membawa barokah untuk semua pihak.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : Rabu, 15 Juni 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Kosiyar

Ririn menderita sakit jantung dan indikasi kanker

Ibu Ririn menderita sakit jantung dan indikasi kanker


ADRIAN DWI NUGRAHA (14 hari, lahir prematur). Alamat : Dusun Bangon RT 01 RW 04 Desa Kapuran Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Adrian lahir prematur dengan berat badan hanya 1 kg dan harus dirawat di inkubator, sedangkan ibu nya yaitu Fita Endrawati (29 tahun) meninggal dunia saat melahirkan Adrian. Fita memiliki riwayat penyakit jantung sehingga sangat beresiko untuk melahirkan. Ayah Adrian yaitu pak Tukirin (33 tahun) hanyalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan 500ribu per bulan. Kalau musim penghujan hampir nyaris tidak bekerja. Tukirin saat ini sangat membutuhkan uluran bantuan untuk Adrian, yang sedianya akan di rawat di rumah sakit. Namun keterbatasan biaya maka niat tersebut masih ditunda. Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya perawatan Adrian. Pak Tukirin menangis haru dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan untuk meringankan beban keluarganya.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Kamis, 9 Juni 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Kosiyar

Adrian lahir prematur

Adrian lahir prematur


SUTRISNO BIN ATMO JAIMUN (55 tahun, komplikasi) Alamat : RT 16 RW 04 Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Sutrisno seorang pekerja swasta, sejak 2 tahun yang lalu beliau sudah tidak dapat bekerja lagi karena sakit parah. Istrinya harus banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan biaya sekolah 2 orang putranya. Pada Tahun 2015 pak Sutrisno sudah pernah dibawa berobat disebuah RS dan diagnosa dokter menyatakan bahwa pak Sutrisno sakit kanker dan harus menjalani pemeriksaan lanjut. Namun karena kurangnya biaya akhirnya pak Sutrisno tidak melanjutkan berobat ke dokter namun ke alternatif dan di diagnosa pembengkakan jantung  dan Hb dibawah normal. Saat ini kondisi pak Sutrisno memburuk lagi, Alhamdulillah melihat keadaan tersebut bisa mendapatkan santunan dampingan sebesar Rp. 1.000.000 yang digunakan untuk biaya berobat. Pak Tris sekeluarga merasa senang sekali karena bantuan sedekaholic melalui Sedekah Rombongan maka BPJS keluarga pak Tris bisa aktif lagi sehingga bisa digunakan untuk proses berobat. Tidak lupa pak Tris sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Senin, 13 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak sutrisno menderita komplikasi

Pak sutrisno menderita komplikasi


BAEDOWI BIN KHOLIL (63 tahun, Dhuafa). Alamat : Desa Jogodayuh RT 10 RW 02 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Dowi adalah seorang kakek yang tidak menikah hingga usia sekarang. Sebenarnya mbah Dowi orangnya santun dan ramah terhadap semuanya. Sehari – hari mbah Dowi mencari rumput untuk kambing milik kakaknya. Mbah Dowi tinggal serumah dengan saudaranya tersebut. Rumah peninggalan orang tuanya yang sederhana itu tempat berteduh mereka. Merumput untuk kambing kakaknya itulah kegiatan mbah Dowi setiap hari. Dengan mengayuh sepeda tuanya dia mencari rumput ke sawah yang agak jauh dari rumah tinggalnya. Karena dengan merumput mbah Dowi bisa untuk makan sehari – hari, walau sebenarnya sudah renta usianya. Informasi tentang mbah Dowi diperoleh dari salah satu kurir SR Madiun. Alhamdulillah mbah Dowi  mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk memenuhi kebutuhan sehari –  hari sehingga bisa  meringankan beban hidupnya. Mbah Dowi senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sedekacholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Selasa, 14 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari -  hari

Bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari


ERVAN SANTOSO (18 tahun, tidak bisa berjalan dan sulit bicara). Alamat : Desa Kaibon RT 03 RW 01 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur.  Ervan dulunya masih sekolah sampai kelas 3 SD. Tiba – tiba Ervan sakit sampai sulit untuk berjalan. Awal – awalnya pernah diperiksakan ke RS Soedono dan terapi sampai 6 bulan. Karena kekurangan biaya dan jauh akhirnya tidak dilanjutkan. Juga pernah tusuk jarum, namun  belum mendapat kesembuhan. Juga terapi ke orang Cina selama 1 tahun. Terakhir melakukan  terapi  sudah 6 bulan namun juga belum membuahkan hasil. Sebenarnya Ervan mempunyai Bpjs. Bicaranya agak kurang sempurna. Ervan 2 bersaudara. Bapaknya bekerja ikut membantu memasang terop  bila ada hajatan. Tanggungan serumah 5 orang termasuk neneknya. Informasi tentang Ervan diperoleh dari salah satu kurir Madiun.  Alhamdulillah Ervan mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk melanjutkan pengobatan (terapi jalan). Ervan dan kedua orang tuanya merasa senang sekali dan  mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholic atas santunan yang telah disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 15 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ervan tidak bisa berjalan dan sulit bicara

Ervan tidak bisa berjalan dan sulit bicara


SIYEM BINTI SUKIRAN (57 tahun, Janda sakit jantung bengkak, asam urat, lepra). Alamat : Desa Banjarsari kulon RT 05 RW 03 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Siyem adalah seorang ibu yang mempunyai 3 orang anak. Anak pertama di Kalimantan tidak pernah pulang, anak yang kedua sudah berkeluarga namun karena kondisi ekonominya juga minim sehingga juga tidak bisa menopang kehidupan ibunya, sedangkan anak ketiga masih sekolah di SLTA kelas 11. Bu Siyem suaminya sudah lama meninggal dan sejak itu kondisi bu Siyem sering sakit. Sudah pernah diperiksakan dan hasilnya bu Siyem menderita sakit jantung dan kondisi sudah bengkak, juga kena asam urat sehingga untuk berjalan terasa gemetar. Belum lagi penyakit lepra yang sudah lama dideritanya hingga saat ini kondisi jari tangannya sudah tidak sempurna. Dengan kondisi tersebut maka bu Siyem untuk kesehariannya misal ada yang dimasak beliau bisa memasak, namun kalau tidak ada bu Siyem hanya mengharapkan pemberian tetangga yang peduli padanya. Belum lagi kalau kondisi tubuhnya menurun maka sudah tidak bisa memasak. Anaknya yang masih sekolah itulah yang masih bisa membantu ibunya di rumah. Informasi tentang bu Siyem diperoleh dari salah satu kurir SR Madiun.  Pada waktu team SR ke rumahnya bu Siyem baru saja mendapatkan kiriman makanan dari tetangganya. Bu siyem mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk biaya berobat. Bu Siyem terharu menangis bahagia menerimanya dan  mengucapkan banyak terima kasih tak terhingga kepada Sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 15 Juni 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu siyem seorang Janda sakit jantung bengkak, asam urat, lepra

Ibu siyem seorang Janda sakit jantung bengkak, asam urat, lepra


MUHAMMAD SAIFUDDIN (2, Hydrochephalus). Alamat : Jl. Simpang Pematang, Kelurahan Mesuji, Kecamatan Mesuji Barat, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Pada usia kandungan 8 bulan, Ibu Lasmini (21) menjalani USG untuk yang ke-3 kalinya sesuai saran dokter. Hasil dari USG tersebut menunjukkan adanya kelainan pada janin dimana bagian kepalanya membesar dan diduga menderita Hydrochepalus. Kondisi tersebut menyebabkan tidak bisa dilakukannya persalinan secara normal sehingga harus dilakukan operasi caesar pada sebuah rumah sakit di Metro. Setelah dilahirkan Saifuddin dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek dan saat berusia 15 hari ia menjalani operasi pemasangan selang di bagian kepala untuk pembuangan cairan namun gagal. Kemudian selang dicabut kembali dan dilakukan operasi untuk yang kedua kalinya pada Saifuddin berusia 2 bulan.  Sejak itu kondisinya mulai membaik tetapi harus sering kontrol ke RS Abdul Moeloek. Saat menjalani kontrol rutin, Saifuddin menderita batuk, pilek, demam dan susah buang air kecil sehingga ia dirawat di RSUD Abdul Moeloek selama satu bulan. Dokter pun menyarankan operasi yang ke-3 namun harus menunggu Saifuddin berusia 2 tahun. Setelah mendengar informasi mengenai kondisi  Saifuddin, kurir #SedekahRombongan Lampung bergerak menemuinya. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan untuk berobat adalah BPJS Kelas III. Saat ditemui ayah Saifuddin, Pak Samsul (31), yang berprofesi sebagai buruh menceritakan bahwa ia sudah 1 bulan ini mendampingi putranya hingga tidak bisa bekerja, sementara biaya hidup seperti makan, membeli kebutuhan Saifuddin tetap harus dipenuhi. Karena itulah kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan titipan sedekaholis untuk memenuhi keperluan Saifuddin dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @trii20 @evandlendi @akuokawai @ririn_restu

Saefudin menderita Hydrochephalus

Saefudin menderita Hydrochephalus


NABILA AFIFAH MAHARANI (7, Jantung Bocor). Alamat : Jalan Lantana, Gang Kuring No. 36 RT. 5 Lk. II, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kabupaten Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Nabilah adalah buah hati dari pasangan Bapak Sarmani (53) dan Ibu Amsiah (45). Pada saat berusia 6 bulan Nabila mengalami sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Bandar Lampung. Awalnya Dokter mendiagnosa Nabilah hanya terkena flek paru-paru dan selama satu tahun berobat ke dokter anak kondisinya membaik. Setelah menginjak usia tiga tahun, Nabilah mengalami batuk dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Karena detak jantung yang tidak normal akhirnya Nabilah dirujuk ke dokter jantung dan menjalani USG. Dari hasil pemeriksaan USG Nabilah dinyatakan mengalami Jantung Bocor tipe Ventricel Septal Deffect. Pada tahun 2013 Nabilah dianjurkan untuk berobat ke Jakarta agar dapat ditangani lebih lanjut dan intensif. Kondisi Nabilah sekarang masih sering batuk-batuk dan mendapat saran dokter untuk segera dilakukan operasi. Orang tua Nabilah kebingungan karena hidup serba kekurangan. Penghasilan Bapak Sarmani yang hanya seorang supir hanya cukup untuk makan sehari-hari dan rumah pun masih menumpang pada keluarga besarnya. Meski sudah memiliki kartu BPJS PBI kelas 3, keluarga masih kebingungan untuk  biaya akomodasi selama perawatan. Melihat hal tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung langsung mendatangi kediaman Nabilah untuk menyampaikan titipan sedekah dari sedekaholics agar dapat meringankan beban biaya selama pengobatan.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2016
Kurir :@wirawiry @arisasamara @Iloveislam @akuokawai @ririn_restu

Nabila menderita Jantung Bocor

Nabila menderita Jantung Bocor


ROPINGAH BINTI KASMIDI (37, Diabetes dan TB Paru). Alamat : Jln. Bhakti Utama, Gg. Pisang Kepok, RT. 7, Kelurahan Susunan Baru, Kecamatan Tanjung Karang  Barat, Kota Bandar Lampung,  Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Ropingan tidak mengetahui bahwa ia menderita sakit Diabetes dan TB paru, ia hanya mengeluh tangannya terasa pegal-pegal, kesemutan, kepala terasa pusing,  sering buang air kecil dan berat badannya semakin menurun. Karena sakitnya tak kunjung hilang Ibu Ropingah lalu berobat ke Puskesmas terdekat, dan dari hasil pemeriksaan Ibu Ropingah didiagnosa menderita Diabetes. Ibu Ropingah mengalami batuk darah dan harus dirawat di Rumah Sakit Abdul Moeloek selama 1 minggu. Selama di rumah sakit Ibu Ropingah menjalani serangkaian pemeriksaan dan diketahui Ibu Ropingah juga menderita sakit TB Paru dan harus rutin memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Beruntung ia sudah memiliki fasilitas kesehatan BPJS kelas 3 sehingga meringankan biaya pengobatannya. Selama ini Ibu Ropingah yang mencari nafkah dengan bekerja menjadi buruh cuci, ia menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil seorang diri karena sang suami, Bapak Sukidi, sudah lama meninggal dunia. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung Ibu Ropingah, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Ibu Ropingah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi  @liliani  @akuokawai @ririn_restu

Ibu ropingah menderita Diabetes dan TB Paru

Ibu ropingah menderita Diabetes dan TB Paru


YARIP BIN ABDULAH (44, Gout Atritis). Alamat : Jl. Pisang Ambon RT 2, Kelurahan Susunan Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Bapak Yarip menderita sakit asam urat atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai penyakit gout athritis. Pada awalnya sakit ini tidak dirasa oleh Bapak Yarip namun lama-kelamaan ia terganggu karena sakit yang dirasakan, apalagi jika ia salah mengonsumsi makanan asam uratnya kambuh hingga membuatnya sulit berjalan. Setiap Jumat Bapak Yarip selalu memeriksakan diri ke Puskesmas dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS yang dimilllikinya. Jika sakitnya kambuh, Bapak Yarip yang sehari – harinya bekerja menjadi buruh bangunan tidak dapat mencari nafkah, sementara ia memiliki 3 anak yang masih kecil sedangkan sang istri, Ibu Rutini (38), hanya mengurus rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Bapak Yarip. Untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Bapak Yarip.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi  @triii20 @liliani  @akuokawai @ririn_restu

Pak yarip menderita Gout Atritis

Pak yarip menderita Gout Atritis


WAGINAH BINTI MANGUN SETRO (59, Jantung Bengkak dan Gagal Ginjal). Alamat : Jl. Gurame No 4, RT. 1/2, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Waginah sering mengalami keluhan kesemutan terutama saat berjalan. Ibu Waginah dibawa ke Puskesmas untuk berobat dan diagnosa sementara mengalami asam urat. Semakin lama sakitnya semakin hebat dan kondisi tubuhnya menurun. Akhirnya Ibu Waginah dibawa ke Rumah Sakit Muhammadyah Metro untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan adanya pembengkakan jantung dan komplikasi yang mengarah pada gagal ginjal. Saat itu kaki dan perutnya sering bengkak dan nyeri di pinggang. Di rumah sakit Ibu Waginah sudah menerima tranfusi darah sebanyak 2 kolf dan setelah kondisinya membaik ia diizinkan pulang. Berselang satu minggu, kondisi Ibu Waginah kembali menurun dan dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung. Di RSAM Ibu Waginah mendapatkan tranfusi 2 kolf darah dan menurut dokter ia harus menjalani cuci darah. Karena kadar HB-nya tidak mencukupi, tindakan cuci darah tidak dapat dilakukan dan Ibu Waginah harus tranfusi darah lagi. Akhirnya pada 2 Juni 2016, Ibu Waginah bisa menjalani tindakan cuci darah. Suami Ibu Waginah, Bapak Suyatmo (69), juga sering sakit-sakitan. Meski sudah menggunakan BPJS kelas 3, Ibu Waginah terkendala biaya untuk akomodasi saat berobat. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan Ibu Waginah dan dapat memberikan santunan untuk operasional berobat.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @triii20 @akuokawai @rintawulandari

Ibu waginah menderita Jantung Bengkak dan Gagal Ginjal

Ibu waginah menderita Jantung Bengkak dan Gagal Ginjal


SLAMET RIYADI (5, Kejang Demam). Alamat : Gg.Yupiter, Kampung Karang Anyar No. 70 RT. 20 Lingkungan I, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awal mulanya sakitnya, Slamet mengalami panas tinggi selama 15 hari. Karena panasnya tak kunjung turun, orang tuanya membawa Slamet ke Puskesmas Panjang yang kemudian merujuknya ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung dan menjalani rawat inap selama 9 hari. Selama di rumah sakit, ibu Slamet, Romini (30), memerhatikan perut anaknya lama-kelamaan membesar yang mungkin dikarenakan Slamet sulit buat air kecil. Karena kondisi itulah dipasang selang pada tubuh Slamet untuk mengeluarkan air seninya. Setelah 9 hari di rumah sakit, akhirnya dokter mengizinkan Slamet pulang meski kondisinya masih lemas dan tidak bisa berjalan. Selama Slamet dirawat, ayahnya, Idris (32), yang bekerja sebagai buruh tidak dapat bekerja karena harus mengurus keperluan pengobatan anaknya. Selama ini Pak Idris mendapat bantuan dari uang yang dikumpulkan rekan kerjanya. Slamet dan orang tuanya tinggal di kontrakan yang hanya terdiri dari 1 ruangan yang digunakan sebagai ruang tamu, ruang tidur, bahkan juga untuk dapur. Karena keluarga Pak Idris sedang mengalami musibah, pemiliki kontrakan memberikan tenggang waktu pembayaran uang sewa kontrakan dan tidak memaksa keluarga ini untuk segera membayarnya. Melihat kondisi Slamet dan keluarga, kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang berasal dari sedekaholis guna pengobatan dan biaya hidup Slamet.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @ILoveIslam @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Slamet menderita Kejang Demam

Slamet menderita Kejang Demam

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR Malang 3,102,101
2 RSSR Malang 28,417,202
3 Rizqi 4,750,000
4 Nawiyah 1,000,000
5 Sukarta 500,000
6 Khalifi 500,000
7 Enceria 500,000
8 Sain 500,000
9 Maria 500,000
10 Kristiana 2,500,000
11 karnolo 500,000
12 Deden 500,000
13 Karlinan 1,000,000
14 Aziz 500,000
15 Betsi 500,000
16 Bayi Yosep 500,000
17 Sumartono 500,000
18 Nazwa 500,000
19 Bella 500,000
20 Arifin 500,000
21 Andika 500,000
22 Rafi 1,000,000
23 Nenah 500,000
24 Sriati 1,000,000
25 M Aldi 1,000,000
26 Rahma 1,000,000
27 Dalem 500,000
28 Eman 500,000
29 Eni 3,700,000
30 RSSR JAKARTA 10,500,000
31 Ramlah 500,000
32 Keyza 3,000,000
33 Kutsar 2,500,000
34 Dwi 1,000,000
35 Fatin 500,000
36 Sumi 1,000,000
37 Sanudi 1,000,000
38 ALMH. SUMARNI 1,200,000
39 Ririn 1,000,000
40 Adrian 1,000,000
41 Sutrisno 1,000,000
42 Baedowi 1,000,000
43 Ervan 1,000,000
44 Siyem 1,000,000
45 M Saefudin 500,000
46 Nabila 500,000
47 Ropingah 500,000
48 Yarip 500,000
49 Waginah 500,000
50 SLAMET RIYADI 500,000
Total 87,669,303

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 87,669,303,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 858 ROMBONGAN

Rp. 38,248,782,654,-

0