SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 30 Desember 2015 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke lima. Saat ini Dik Septi sedang menunggu antrian kamar untuk rekontruksi tahap ke enam. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 900.000,-
Tanggal 27 April 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @lianhumaira

Septiana menderita Tumor Pipi

Septiana menderita Tumor Pipi


AGUNG PRIO ANGGODO ( 24, PATAH TULANG ) Alamat : Jl. Pelem Gedong RT. 01 RW. 02, Tambakaji, Semarang. Bulan november 2015 saat Agung mau membantu tukang merenovasi rumahnya, Agung justru terjatuh dari ketinggian tiga meter. Begitu jatuh anggota badan sudah tidak bisa digerakkan lagi kemudian Agung dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Agung mengalami patah tulang dan kemudian di operasi tapi masih belum ada perkembangan signifikan. Agung masih tidak bisa menggerakkan anggota badannya dan mati rasa. Karena merasa pesimis dengan rumah sakit akhirnya Agung tidak melanjutkan kontrol lagi. Agung hanya tinggal bersama ibunya. Kondisi ekonomi semenjak mas agung jatuh sakit sudah tidak ada pemasukan lagi. Ayah Agung pergi sejak ia kecil. Sebelum sakit, Agung yang menjadi tulang punggung keluarga. Selama ini mereka hanya hidup berdua dan untuk melanjutkan hidup mereka bergantung pada santunan dari tetangga. Saat tim#Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Agung, Tim kurir #SedekahRombongan berusaha meyakinkan Agung agar mau berobat kembali. Alhamdulillah, Agung berkenan melanjutkan pengobatan dengan didampingi kurir #SedekahRombongan Semarang. Saat ini Agung sedang menjalani kontrol rutin di RSUD Tugu Rejo Semarang. Setelah rutin kontrol di RSUD Tugu Rejo, Agung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif.  Bantuan disampaikan untuk keperluan Agung berobat. Semoga Agung cepat sembuh.

Jumlah Bantuan      : Rp. 500.000
Tanggal             : 27 April 2016
Kurir               : @indrades, @idaiddo, @rishafaiq

Agung menderita PATAH TULANG

Agung menderita PATAH TULANG


SUNARTI BINTI SUPRAT (55, Patah Kaki) adalah seorang Ibu dengan 4 orang anak yang bekerja sebagai buruh di peternakan ayam. Ibu Sunarti bertempat tinggal di Dusun Jetis Desa Margosari RT 04 RW 02 Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bu Sunarti menderita patah kaki setelah mengalami kecelakaan bermotor pada tahun 2003. Kaki kiri bagian tulang kering dan pahanya patah sehingga harus dipasang pen. Selama 12 tahun setelah pemasangan pen, Ibu Sunarti tidak pernah melakukan kontrol ke dokter dikarenakan keterbatasan biaya. Pada bulan November 2015 Ibu Sunarti mulai merasakan sakit di bagian tulang keringnya. Sejak saat itu, Ibu Sunarti mulai melakukan kontrol dan dianjurkan untuk melepas pen yang sudah terlalu lama berada di dalam tubuhnya. Pada tanggal 24 November 2015 Ibu Sunarti menjalani operasi pelepasan pen di RS Permata Medika Ngaliyan. Pen yang dilepas hanya yang berada di tulang kering saja, sedangkan yang di bagian paha belum dilepas dengan alasan tidak terasa sakit. Saat ini Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin di RSUD Soewondo Kendal, tanggal 26 April 2016 lalu Bu Sunarti menjalani operasi pelepasan pen kedua. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal 28 April 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari @Arifin_yaa

ibu sunarti menderita Patah Kaki

ibu sunarti menderita Patah Kaki


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sudah belasan tahun anak dari pasangan  Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan Celebral Palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi. Saat menjalani protokol ke-3 dengan penambahan dosis obat justru menimbulkan efek berat untuk Dimas sehingga pengobatan untuk kankernya tidak dilanjutkan.  Jika Dimas minum obat untuk sakit kankernya akan berdampak pada penyakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri dan harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit. Dimas tidak boleh putus meminum obat. Namun, dibalik kondisi tidak boleh putus minum obat, orang tua Dimas menghadapi kesulitan dimana ketersediaan obat yang dibutuhkan sering tidak ada di rumah sakit, terlebih lagi salah satu obatnya itu sudah tidak dicover BPJS. Karena itulah orangtua Dimas sering kebingungan jika obat tersebut akan habis dan mereka tidak memiliki uang untuk membelinya. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering mengalami kejang dan panas karena tidak teraturnya minum obat. Orangtuanya tak mampu jika harus terus membeli obat di luar. Dimas membutuhkan obat Depakane Syrup dan selang NGT yang silikon. Untuk obat Dimas memang tinggal hitungan hari dan untuk selang NGT sudah waktunya ganti. Selain itu Dimas juga harus menkomsumsi susu dan menggunakan pampers. Dimas sudah menjadi pasien dampingan #sedekahrombongan dan kembali diberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, pampers dan susu Dimas. Dimas sebelumnya dibantu pada rombongan 843.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei  2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


SRIWITI ROCEK (45, Patah Tulang). Alamat : Kampung Tanjakan Bengkel, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Sriwiti adalah seorang janda dengan 3 anak. Untuk menghidupi anak – anaknya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga serabutan. Tiga  minggu yang lalu ia mengalami kecelakaan, saat hendak bekerja di rumah tetangganya, ia jatuh terpeleset dan mengalami patah tulang di bagian mata kakinya. Ia pun berobat pada ahli pijat patah tulang di desanya, tetapi sampai dua minggu tidak ada perkembangan yang membaik. Kakinya justru semakin membengkak sehingga saat ini sehari – harinya ia hanya bisa duduk dan tidak bisa beraktivitas. Ibu Sriwiti ingin memeriksakan patah tulangnya ke rumah sakit tetapi tidak memiliki biaya. Maklum saja Ibu Sriwiti hanya pekerja serabutan di kampungnya, jangankan untuk memeriksakan patah tulangnya ke rumah sakit untuk hidup sehari-hari saja ia masih dibantu saudara atau tetangganya. Selai itu, ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Kabar kesulitan yang dialami Ibu Sriwiti sampai juga pada #SedekahRombongan, Alhamdulillah tanda cinta dari sedekaholic telah sampai kepadanya untuk membuat BPJS dan dan operasional berobat dari Puskesmas sampai ke RSUD Pandeglang.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 mei 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy may humairoh @ririn_restu

Ibu sriwiti menderita Patah Tulang

Ibu sriwiti menderita Patah Tulang


ENOK TUTI BINTI MIMIN (42, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Kalahang Tengah  RT.4/2, Desa Kadudodol, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Istri dari Bapak  Munajat (47) yang bekerja sebagai buruh tani ini menderita tumor di pipi sebelah kanan. Awal mula sakitnya pada tahun 1998, di pipinya terdapat luka seperti jerawat namun lama kelamaan menjadi besar dan bernanah. Setelah diperiksa ternyata itu merupakan tumor, akhirnya pada tahun 2000 Ibu Enok menjalani operasi yang pertama di RS Tugu, Priuk, Jakarta. Operasi pertamanya belum maksimal sehingga Ibu Enok harus dioperasi kembali pada Tahun 2007 di RSUD Pandeglang dengan menggunakan Jamkesmas. Pada Tahun 2008, ia kembali menjalani operasi di RSCM Jakarta. Ternyata tidak cukup sampai di situ, pada tahun 2015 Bu Enok dioperasi lagi di RSCM Jakarta, bahkan mata sebelah kanannya harus diangkat karena sudah tidak berfungsi. Pengobatan yang dijalani menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan (KIS). Setelah menjalani rangkaian tindakan operasi, Bu Enok harus berobat ke RSCM seminggu sekali dan nantinya harus dioperasi di bagian wajah, hidung, telinga, dan bibir. Namun yang lebih diprioritaskan untuk dioperasi adalah bagian lubang telinga karena sudah tidak lagi berfungsi sejak pasca operasi. Suaminya merasa kesusahan untuk biaya transportasi dan operasional berobat ke RSCM Jakarta, walaupun untuk biaya berobat sudah gratis. Maklum saja, jangankan untuk biaya berobat, penghasilannya sebagai buruh tani pun tidak cukup untuk menghidupi ketiga anaknya yg masih sekolah. Bu Enok saat ini masih harus menjalani rawat jalan. Tahap demi tahap  rangkaian pemeriksaan pun dilakukan sehingga terjadwalkan lagi untuk pemeriksaan berikutnya pada 18 Mei 2016. Bu Enok kesulitan untuk biaya transportasi dan operasional berobat. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 811.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy Emay Humairoh @ririn_restu

Bu enok menderita Tumor Pipi

Bu enok menderita Tumor Pipi


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu #sedekahrombongan Jakarta, karena ia berobat di RSCM Jakarta. Selama berobat di Jakarta, ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Elia sudah tiga bulan terlambat menjalani pengobatan rutin, sehingga penyakitnya mulai kambuh lagi. Pembuluh darah di tangan dan bibirnya mulai membengkak dan berwarna kehitaman. Keterlambatan berobat dari jadwal yang sudah ditentukan diakibatkan karena ketiadaan biaya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit. Berita tentang kambuh dan keterlambatan Elia berobat ke RSCM didapati dari pesan yang dikirimkan ibu Elia, Ibu Lilis (36), kepada kurir #SR Jakarta. Berita ini diteruskan oleh kurir #SR Jakarta kepada kurir #SR Pandeglang yag akhirnya saling berkoordinasi untuk menjemput Elia dengan MTSR Jakarta. Sesampainya di kediaman Elia, orang tuanya  belum membuat surat rujukan yang dibutuhkan untuk berobat ke RSCM. Hal itu urung dilakukan karena orang tua Elia tidak mempunyai uang. Orang tua Elia kebingungan, karena selain biaya untuk membuat rujukan, mereka juga harus mempersiapkan bekal selama proses pengobatan di RSCM. Belum lagi untuk membeli obat dan alat kesehatan yang tidak dicover BPJS. Saat ini Elia sedang berikhtiar untuk kesembuhannya dengan berobat di RSCM Jakarta dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Dalam proses pengobatan di RSCM tentunya membutuhkan waktu cukup lama, dan saat ini Elia sudah tidak mempunyai bekal operasional di RSSR. Alhamdulillah sedekah dari #sedekaholics kembali diberikan untuk membantu baiaya operasional selama berobat di Jakarta setelah sebelumnya dibantu pada Rombongan 836.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Mei 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @harji_anis @ririn_restu

Eliatul menderita Tumor Pembuluh Darah

Eliatul menderita Tumor Pembuluh Darah


KUNAWATI BINTI ABDUL GANI, (53, Gagal Jantung dan Gagal Ginjal). Alamat : Jl. AMD. Saburai  RT. 4/-, Lingkungan 2, Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Kunawati hanya tinggal dengan ibunya, Bahuna (74), yang juga dalam kondisi sakit, yakni menderita stroke. Ibu Kunawati dibawa ke RS DKT oleh para tetangga yang melihat kondisi Ibu Kunawati yang memprihatinkan. Pada bulan April lalu, tepatnya pada tanggal 4 April 2016 malam, kondisi Ibu Kunawati tiba-tiba menurun, akhirnya Kurir #SedekahRombongan Lampung membawanya ke UGD RS Abdul Moeloek. Namun dalam beberapa minggu terakhir ini kondisi Ibu Kunawati sudah membaik, dan diperbolehkan melakukan rawat jalan. Ibu Kunawati yang hanya hidup bersama ibunya yang juga mengalami penyakit yang berat, begitu merasa kesulitan sekali untuk menjalani pengobatan karena tidak ada yang membantu baik dalam pengurusan surat-surat ataupun kebutuhan selama di rumah sakit, walaupun ia sudah meggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Ibu Kunawati sudah menjadi pasien dampingan #sedekharombongan. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moleloek. Sebelumnya Ibu Kunawati sudah dibantu dan masuk ke dalam Rombongan 830. Semoga Ibu Kunawati dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Ibu kuniwati menderita Gagal Jantung dan Gagal Ginjal

Ibu kuniwati menderita Gagal Jantung dan Gagal Ginjal

—-
AQILA PUTERI IRDINA (2, Bronkopneumoniae). Alamat: Jl. Terong No. 74 RT. 17/8, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Aqila lahir prematur. Saat berusia 10 bulan Aqila tampak lemas dan tak aktif beramain, ia juga sering sesak dan napasnya tidak teratur. Hal ini menyebabkan Aqila terlihat lebih kurus daripada anak seusianya. Saat berusia 1 tahun Aqila mengalami panas tinggi dan sempat dirawat inap di RSUD A. Yani Metro. Oleh dokter di rumah sakit tersebut disarankan untuk dilakukan rontgen paru Aqila. Dari hasil dari rontgen tersebut menyatakan bahwa Aqila mengidap penyakit Bronkopneumonia atau radang paru-paru. Aqila disarankan berobat rutin ke rumah sakit. Saat ini Aqila sudah berangsur membaik, berat badannya pun sudah meningkat, namun Aqila harus selalu kontrol kesehatan ke rumah sakit. Karena kendala biaya dan akomodasi, Aqila kesulitan untuk berobat. Ibunya, Desi Puji Utami (24) hanya seorang penjaga toko dengan penghasilan yang sangat kecil. Aqila menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung dipertemukan dengan keluarga Aqila dan merasa Aqila patut dibantu oleh #sedekahrombongan agar Aqila terus dapat berobat demi kesembuhannya. #Sedekahrombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat Aqila. Semoga Aqila dan ibunya senantiasa bersemangat untuk berikhtiar mencapai kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Aqila menderita Bronkopneumoniae

Aqila menderita Bronkopneumoniae


SAIDAH LUTVIAH (6, Thalasemia). Alamat : Dusun IV RT. 9/4 Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Saidah adalah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Bermula pada tahun 2013 Saidah mengalami gejala panas tinggi, limpa membengkak seperti gejala yang diperlihatkan kakak keduanya, Naila Fairuzza (8), yang sudah dinyatakan Thalasemia. Karena itulah orang tuanya membawa Saidah untuk cek laboratorium dan hasilnya menyatakan Saidah juga menderita Thalasemia. Saidah lalu dirawat di RSUD A. Yani dan disarankan untuk rutin melakukan transfusi darah. Saat ini Saidah harus melakukan transfusi darah setiap 2 bulan sekali atau sesuai saran dokter dan setiap kali transfusi memerlukan 1-2 kantung darah. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan Lampung, Saidah sedang mewarnai buku bergambarnya dan berceloteh riang ingin bersekolah TK tahun ini. Ayah Saidah, Ahmad Saihu (57), mengungkapkan pekerjaannya sebagai petani kawasan yang berpenghasilan tidak setiap bulan menyulitkan pengobatan Saidah meski ia sudah mempunyai BPJS Mandiri kelas 3, karena kedua anaknya yang Thalasemia harus rutin transfusi darah, dengan jadwal yang tidak sama dan jarak rumah yang jauh dari RSUD A. Yani yang dapat memakan waktu perjalanan 3 jam. Sang istri Siti Mudrikah (48) yang hanya ibu rumah tangga setia mendampinginya dalam merawat kedua anaknya yang Thalasemia. Oleh karenanya kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk keperluan akomodasi dan transportasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Saidah menderita Thalasemia

Saidah menderita Thalasemia


KADIRAH BINTI KASAN (72, Suspect Gastritis Erosif). Alamat : Jl. Apel RT. 7/20, Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Nenek Kasur begitu ia biasa disapa karena profesinya sebagai tukang pembuat kasur kapuk. Sejak anak bungsunya menikah dan hidup terpisah, Nek Kasur hidup   berdua dengan cucunya, Viko Aji Pangestu (13). Nek Kasur biasanya membuat kasur dan menjajakannya menggunakan sepeda. Pada Oktober 2015 saat mengantarkan pesanan kasurnya, Nek Kasur terjatuh dari sepeda. Dalam bulan itu saja Nek Kasur sudah terjatuh beberapa kali. Nek Kasur pun jarang makan, karena menurutnya bila diisi banyak perutnya akan terasa sakit. Ketika sedang berkunjung dan melihat kondisi Nek Kasur, menantunya membawanya ke RSUD A. Yani untuk diperiksa dan oleh dokter Nek Kasur disarankan rawat inap. Selama rawat inap Nek Kasur mendapat transfusi darah sebanyak 5 kantung. Hal tersebut dilakukan karena dicurigai terdapat luka pada lambungnya yang menyebabkan terjadinya perdarahan pada saluran cerna bagian atas, atau dalam bahasa kedokterannya disebut suspect gastritis erosif. Pertengahan bulan April 2016, Nek Kasur kembali rawat inap karena penyakitnya. Saat ini Nek Kasur tidak dapat lagi menerima pesanan kasur karena kondisinya yang terus menurun. Bila kesehatannya menurun Nek Kasur diantar tetangga periksa ke Puskemas terdekat menggunakan KIS PBI kelas 3. Mendengar kondisi Nek Kasur Kurir #SedekahRombongan Lampung pun mengunjungi beliau untuk bersilaturahmi dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya hidup dan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu kadirah menderita Suspect Gastritis Erosif

Ibu kadirah menderita Suspect Gastritis Erosif


MISDAR BINTI LUTMAN (72, Stroke dan Diabetes Melitus). Alamat : Jl. Unyai Gg. Nusantara 3 RT. 20/9, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ibu Misdar sudah menderita diabetes melitus atau kencing manis sejak lama. Pada pertengangan bulan Desember 2014, Ibu Misdar tiba-tiba tidak sadarkan diri. Oleh para tetangga ia dibawa ke RSUD A. Yani Metro. Ibu Misdar didiagnosa Stroke akibat komplikasi penyakit diabetes melitus yang ia derita. Setelah pulang dari rumah sakit Ibu Misdar kembali dirawat inap 3 hari kemudian. Sejak didiagnosa stroke kondisi jari-jari kaki Ibu Misdar kaku sehingga tidak dapat menapak dengan sempurna. Hingga saat ini Ibu Misdar berjalan dengan memegang daerah disekitarnya, jika tidak demikian Ibu Misdar akan terjatuh. Ibu Misdar memeriksakan kondisinya di Puskesmas setempat dengan menggunakan BPJS Mandiri kelas 3. Ibu Misdar hidup berdua dengan anaknya, Ikbal (43), sejak sang suami, Martias Adam, meninggal pada tahun 2013. Ibu Misdar dan anaknya tinggal di rumah kontrakan yang kondisinya tidak layak, tidak ada listrik dan juga toilet. Ibu Misdar hanya dapat berkegiatan di sekitaran rumah, dan anaknya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan sering tidak mendapatkan pekerjaan hingga untuk biaya hidup sering kali dibantu oleh tetangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi Ibu Misdar dan menyampaikan titipan sedekaholic bantuan untuk biaya hidup dan biaya transportasi pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu misdar menderita Stroke dan Diabetes Melitus

Ibu misdar menderita Stroke dan Diabetes Melitus


SUKIJAH BINTI KARDIM (70, Hipertensi dan Suspect Lordosis). Alamat : Dusun Kenanga RT. 2/1, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ibu Sukijah adalah seorang lansia yang hanya tinggal berdua dengan cucunya, Suparno (24), yang mengalami cacat dalam berjalan. Ibu Sukijah bungkuk karena termakan usia atau dalam istilah kedokteran dikenal sebagai lordosis. Ibu Sukijah dan cucunya hanya memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil kerja sebagai buruh serabutan yang tak menentu. Ibu Sukijah pun memiliki rumah hasil bantuan tim Bedah Rumah dan baru beberapa minggu menikmati listrik, itu pun hanya di dapur dan ruang tamu hasil sukarela warga setempat. Ibu Sukijah sering mengeluh pusing dikarenakan penyakit Hipertensi atau darah tinggi yang ia derita. Dirinya hanya bisa kontrol di mantri serta Puskesmas terdekat. Ibu Sukijah merasa sangat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Fasilitas jaminan keshatan yang ia gunakan saat ini adalah Kartu Indonesia Sehat Kelas 3. Ibu Sukijah dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan Lampung di rumahnya seorang diri dan menceritakan kesulitan yang dialaminya. Kurir #SedekahRomongan Lampung merasa Ibu Sukijah berhak dibantu oleh para sedekaholics. Bantuan pun diberikan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari Ibu Sukijah dan biaya akomodasi untuk kontrol ke Puskesmas terdekat. Semoga Ibu Sukijah dan cucunya bisa terus ikhtiar menjalani hidup dan bisa menjaga kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Ibu sukijah menderita  Hipertensi dan Suspect Lordosis

Ibu sukijah menderita Hipertensi dan Suspect Lordosis


REVITA SARI (2, Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor). Alamat: Dusun Pematang Binjai RT.3/2 Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Revita adalah anak bungsu dari 4 bersaudara putri dari Pak Haryono (35) dan Ibu Rumiyati (28). Revita mengalami gizi buruk sejak usianya 9 bulan. Tidak hanya itu, kini ia juga menderita Hydrocephalus dan TB Paru aktif. Dua minggu yang lalu Revita dirawat di RSUD Abdull Moeloek Bandar Lampung untuk penanganan Hydrocephalusnya. Penyakit yang terjadi akibat menumpuknya cairan serebrospinal di dalam otak ini yang mengakibatkan  tekanan di otak sehingga terjadi kerusakan, gangguan fisik dan mental dan berakibat pada perkembangan motorik yang terganggu. Saat ini ia baru mampu membalikkan badan saja.  Kondisi ini diperberat dengan tuberculosis  paru yang ia derita. Pada bulan Juni tahun lalu,Dik Revita kembali kontrol ke RS Abdul Moeloek, tim dokter dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa penyakit TBC parunya bisa diatasi di Puskesmas terdekat, hal ini memudahkan pihak keluarga untuk menjalani terapi pada Dik Revita. Hingga keadaan batuk Dik Revita sudah tertangani, tim dokter menyatakan bahwa penanganan VP shunt dapat segera dilakukan. Saat ini berat badan dik Revita sudah naik ½ kg dari bulan sebelumnya dan rencananya dalam bebrapa waktu dekat ini, dik Revita akan melakukan kontrol ulang ke RS Abdoel Moeleok. Ayah Revita sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Mereka tak pernah putus perjuangan dan doanya demi kesembuhan anak kesayangannya. Saat ini Revita sudah menggunakan fasilitas BPJS kelas III. Bantuan lanjutan pun disampaikan kurir #SedekahRombongan Lampung untuk keperluan operasional pengobatan penyakit Dik Revita dan biaya untuk pembelian keperluan makanan sehari-hari. Setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 830. Semoga dik Revita diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @akhiddd @akuokawai febri @ririn_restu

Revita menderita Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor

Revita menderita Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor


ZALFA ALYA, (6, Tumor Syaraf Otak). Alamat : Desa Adiluwih RT. 6/12, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Si kecil ini selalu bersemangat untuk bersekolah. Tetapi suatu hari ketika Zalfa pulang dari sekolah sekujur tubuhnya lemas, keesokan harinya kejang-kejang, panas di bagian kaki dan tangan, muntah-muntah dan keluar cairan dari hidung. Khawatir dengan kondisi Zalfa, orangtuanya  membawanya ke dokter setempat. Oleh dokter disarankan agar konsultasi ke dokter saraf untuk dilakukan CT Scan pada otaknya. Melihat hasil CT Scan Zalfa, dokter masih ragu mengambil kesimpulan tentang penyakitnya. Akhirnya Zalfa dirujuk ke RSAM Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan di RSAM, tim dokter  menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut di RSCM Jakarta dikarenakan keterbatasan alat-alat. Saat ini Zalfa berada dalam dampingan kurir #SedekahRombongan Lampung dan Jakarta di RSSR Jakarta. Ayah Zalfa, Nargus (35), yang bekerja sebagai buruh dan ibunya, Listiyani (34), yang seorang ibu rumah tangga dengan setia menunggui Zalfa meski harus meninggalkan pekerjaan. Saat ini jaminan kesehatan yang digunakan oleh Zalfa adalah BPJS Mandiri Kelas III. Melihat kondisi tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung pun kembali memberikan dana santunan untuk membantu keluarga Zalfa selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 833. Semoga Allah segera mengangkat rasa sakit yang diderita dik Zalfa. Amiin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir: @wirawiry @arisasamara @harji_anis @akuokawai @ririn_restu

Zalfa menderita Tumor Syaraf Otak

Zalfa menderita Tumor Syaraf Otak


VINO RASENDRIYA (4, Suspest. Gagal Tumbuh Kembang). Alamat: : Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 173, RT. 28/13, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Vino menderita keterbelakangan tumbuh kembang. Ia lahir prematur saat usia kandungan masih 7 bulan. Pada usianya 8 bulan, Vino belum bisa merangkak bahkan untuk miring pun belum bisa. Ketika berusia 1 tahun Vino juga masih belum bisa tengkurap. Orangtua Vino sempat disarankan untuk membawanya terapi di apotek  setempat. Vino pun melakukan terapi, tetapi karena kondisi keluarga kecil ini yang berpindah-pindah membuat Vino tidak lagi menjalani terapi. Vino juga sempat harus dirawat inap karena infeksi telinga. Vino merupakan anak pertama pasangan Febri Lego Asmoro (26) dan Rina Novilia. Pekerjaan sehari-hari ayahnya adalah buruh bangunan sementara ibunya hanya mengurus rumah tangga. Keluarga kecil ini tempat tinggalnya seringkali berpindah-pindah itu pun mengontrak. Penghasilan ayah Vino hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari apalagi keluarga ini juga belum memiliki jaminan fasilitas kesehatan sama sekali, jadi untuk biaya pengobatan Vino terasa berat. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Pak Febri. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu mengurangi beban hidup dan biaya pengobatan Vino. Semoga Vino segera diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @liliani @akuokawai @ririn_restu

Vino menderita Suspest. Gagal Tumbuh Kembang

Vino menderita Suspest. Gagal Tumbuh Kembang


SLAMET ROHANI (51, Anemia Aplastik). Alamat : Jl. Terong No.74, RT 17/8, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Gejala penyakit Pak Slamet berawal pada September 2015 dimana ia mulai merasakan lemas, mudah lelah dan badan sering terasa panas. Hingga kini apa yang dirasakan Pak Slamet semakin menjadi. Sekitar awal bulan Desember 2015, Pak Slamet sempat tidak sadarkan diri setelah pulang dari mengumpulkan rongsokan. Sadar dengan kondisinya Pak Slamet lalu memeriksakan diri ke RSUD  Ahmad Yani Metro dan oleh dokter ia disarankan untuk rawat inap dan melakukan transfusi darah. Ketika dirawat Pak Slamet malakukan serangkaian pemeriksaan dan hasilnya Pak Slamet di diagnosa menderita Anemia Aplastik. Pak Slamet disarankan untuk melakukan pemeriksaan sum-sum tulang dan rutin melakukan transfusi darah. Sejak Desember 2015 – April 2016 Pak Slamet telah 5 kali rawat inap di RSUD A. Yani Metro dan untuk transfusi darah sudah menghabiskan sebanyak 4 – 6 kantung darah. Pak Slamet tidak menceritakan kondisi yang ia rasakan pada istri dan anaknya karena tak ingin keluarga khawatir, terlebih lagi hanya Pak Slamet yang mencari nafkah sebagai pengumpul rongsokan sedangkan istrinya, Ibu Istirohah (47), hanya mengurus rumah tangga. Pak Slamet pun harus membiayai kedua anaknya yang kini bersekolah di kelas 3 SMU da membutuhkan biaya besar. Pak Slamet sudah memiliki jaminan kesehatan KIS PBI kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Pak Slamet. #SedekahRombongan Lampung akhirnya memberikan santunan awal titipan dari para sedekaholic yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan penyakit yang diderita Pak Slamet.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @liliani @akuokawai @ririn_restu

Pak slamet menderita Anemia Aplastik

Pak slamet menderita Anemia Aplastik


QHINAR AZWA SYAFIRA (2, Miningoenchephalitis TB). Alamat : Dusun Giri Klopomulyo, RT. 2/1, Desa  Giriklopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Qhinar biasa dia dipanggil adalah buah hati pasangan Bapak Andri Setiawan (26) dan Ibu Tri Hidayanti (23). Awal mula sakitnya, Qhinar mengalami panas tinggi yang mengakitbatkan kejang-kejang, karena keluarga khawatir kemudian Qhinar dibawa ke klinik Dokter Nila di Way Sekampung Lampung Timur, setelah pulang dari klinik selang beberapa hari kondisi Qhinar kambuh lagi  badannya menjadi lemas serta kaki tidak dapat digerakkan. Keluarga sangat khawatir sehingga membawa Qhinar ke Klinik Dokter Azizah tetapi karena kondisinya masih belum membaik akhirnya Qhinar dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung untuk pengobatan lebih lanjut. Dari hasil diagnosa dokter Qhinar dicurgai terkena penyakit radang selaput otak dan radang otang yang disebabkan oleh infeksi kuman TB atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai menngoenchephalitis TB. Saat ini kondisi Qhinar masih terbaring lemas di ruang Observasi RS Abdul Moeleok Bandar Lampung, kondisi kesadarannya semakin menurun dan masih belum sadarkan diri, sejak saat pertama kali keluarga Qhinar bertemu dengan kurir #SedekahRombonga Lampung dik Qhinar sudah tidak sadar selama dua bulan lebih. Ayah Qhinar adalah seorang buruh tidak tetap, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai tulang punggung keluarga yang baru memiliki satu orang anak Bapak Andri Setiawan merasa kewalahan untuk membiayai pengobatan Qhinar karena pendapatan sebagai seorang buruh yang tak pasti. Qhinar berobat dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Bapak Andri, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung  kembali memberikan santunan dampingan yang sebelumnya sudah pernah masuk dalam rombongan 841, diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan dik Qhinar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @trii20 @liliani @akuokawai @ririn_restu

Qhinar menderita Miningoenchephalitis TB

Qhinar menderita Miningoenchephalitis TB


MARDIAH BINTI SUNARDI (41, Diabetes Melitus dan Susp. Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Suka Bandung, RT. 32, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Awal gejala penyakit yang dirasakan Ibu Mardiah adalah sekitar 4 bulan yang lalu, dirinya mengeluh terdapat bisul-bisul di daerah punggung dan merambah hampir ke seluruh tubuh. Pada saat itu karena ketidakpahaman dan faktor ekonomi, Ibu Mardiah hanya mampu berobat ke mantri di daerah sekitar rumah. Karena tidak ada perubahan pada penyakitnya, kemudian dua bulan berikutnya Ibu Mardiah tidak bisa berjalan dan keluhannya bertambah parah. Atas dorongan masyarakat lingkungan rumah Ibu Mardiah tinggal, akhirnya Ibu Mardiah dibawa ke Rumah Sakit Bintang Amin Malahayati Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan dokter sementara, Ibu Mardiah dicurigai mengidap penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus dan dicurigai terkena gagal ginjal. Kondisi tersebut membuat Ibu Mardiah membutuhkan transfusi darah secara darurat. Suaminya, Bapak Tugiman (51), yang bekerja sebagai buruh tani lepas terkadang masih merasa kesulitan untuk menjalani pengobatan istrinya dikarenakan ia harus meninggalkan pekerjaannya saat menunggui istrinya di rumah sakit. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan saat ini adalah Jamkesmas. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mengetahui berita tersebut dari warga sekitar akhirnya segera menyampaikan santunan dari para sedekaholics untuk mebantu biaya pengobatan dan kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Mardiah selama di rumah sakit. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Ibu Mardiah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @andradideri @akuokawai @ririn_restu

Mardiyah menderita Diabetes Melitus dan Susp. Gagal Ginjal

Mardiyah menderita Diabetes Melitus dan Susp. Gagal Ginjal


YULIATI BINTI SUKARJO (60, Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus Tipe II). Alamat : Jl. Tunggul Ametung No. 23 Kedaton, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Awal tahun 2006 Ibu Yuliati dinyatakan dokter mengidap penyakit diabetes dan harus dirawat di RS Abdul Muluk Bandar Lampung. Pada Oktober 2015 Ibu Yuliati dinyatakan Komplikasi Gagal Ginjal saat dirinya berobat di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung dan diharuskan melakukan cuci darah. Menurut anaknya, Boy Andi (30), keluarga menolak untuk cuci darah karena khawatir Ibu Yuliati akan terus harus cuci darah. Selang satu bulan setelah dinyatakan mengidap gagal ginjal, Ibu Yuliati kembali drop dan diharuskan rawat inap di RS Abdul Muluk. Dua hari perawatan di RS Abdul Muluk Ibu Yuliati mengalami koma dan pihak rumah sakit mewajibkan Ibu Yuliati untuk melakukan cuci darah. Akhirnya keluarga bersedia untuk dilakukan cuci darah di klinik hemodialisa RS Abdul Muluk. Hingga saat ini ia diharuskan melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu, yaitu setiap Selasa dan Kamis. Ia juga harus rutin memeriksakan dirinya di RS Abdul Muluk. Ibu Yuliati saat ini dalam kondisi sangat lemah dan kembali terbaring lemas di tempat tidurnya. Tubuhnya kembali memburuk dengan kaki yang tidak bisa digerakkan. Ibu Yuliati merupakan seorang  ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang cucu yang masih kecil dan masih menjadi tanggungannya. Saat ini dirinya dan ketiga cucunya yang ditinggal cerai oleh orang tua mereka tinggal di rumah kecil yang cukup sederhana. Ia menyewakan kamar yang ada di rumahnya untuk menghidupi keluarganya.  Ia kini tidak bisa beraktifitas layaknya ibu rumah tangga yang lain dikarenakan penyakitnya. Kurir #SedekahRombongan Lampung menjenguknya dan kembali menyampaikan santunan dari para sedekahholic. Santunan ini merupakan santunan kali ke-3 yang diberikan kepada Ibu Yuliati, yang sebelumnya sudah masuk ke Rombongan 822. Bantuan dari para sedekaholic #SedekahRombongan kembali diberikan untuk membantu biaya hidup dan biaya selama Ibu Yuliati melakukan pengobatan. Semoga dengan sedikit biaya yang diberikan dapat membantu meringankan beban beliau. Kurir #SedekahRombongan Lampung menjenguknya dan kembali menyampaikan santunan dari para sedekaholic yang sebelumnya sudah pernah masuk ke Rombongan 833. Bantuan dari para sedekaholic #SedekahRombongan kembali diberikan untuk membantu biaya hidup dan biaya selama Ibu Yuliati melakukan pengobatan dan cuci darah. Semoga dengan sedikit biaya yang diberikan dapat membantu meringankan beban beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @triii20 @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Yulianti menderita Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus Tipe II

Yulianti menderita Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus Tipe II


RSSR LAMPUNG (Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-1 RSSR). Alamat : Jl. Zebra No 24 RT. 6, Lingkungan I, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung. Pada tanggal 1 Mei 2016 dilakukan pembayaran biaya pelunasan pertama Rumah Singgah #SedekahRombongan Lampung. RSSR Lampung ini didirikan untuk membantu pasien-pasien di luar kota Bandar Lampung agar lebih mudah dalam mendapatkan pengobatan dan tempat untuk singgah, khususnya di RSUD Abdul Moeloek, yang merupakan rumah sakit rujukan provinsi dan RS pendidikan dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Mengingat jauhnya jarak antar kabupaten yang kurang lebih minimal memakan waktu sekitar 3 jam dari kota madya dan skala urgenitas untuk pasien-pasien di RSAM, maka kurir #SedekahRombongan Lampung dengan dukungan dari para sedekaholic akhirnya dapat mewujudkan RSSR Lampung ini. Adapun pelunasan yang ke-2 untuk biaya sewa RSSR Lampung akan dilunasi setelah pihak pemilik rumah melakukan renovasi untuk beberapa bagian yang masih dalam tahap perbaikan. Kurir #SedekahRombongan Lampung mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholics dan pihak yang terlibat akan terciptanya RSSR Lampung ini, semoga dengan adanya RSSR Lampung, semakin banyak pasien Lampung yang mendapatkan pengobatan dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal ketika menjalani pengobatan di RSAM. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @akuokawai @ririn_restu

Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-1 RSSR

Pelunasan Pertama Biaya Sewa Tahun Ke-1 RSSR


RSSR LAMPUNG (Inventaris RSSR). Alamat: Jl. Zebra No. 24 RT. 6, Lingkungan I, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak pelunasan biaya sewa pertama tahun ke-1 RSSR Lampung, terhitung dari tanggal 1 Mei 2016, kurir #SedekahRombongan Lampung bersama para tenaga kerja bangunan melaksanakan renovasi untuk RSSR Lampung agar lebih layak dan nyaman ditempati oleh dhuafa sakit yang memutuhkan nantinya. Setelah penyelesaian tahap renovasi, akhirnya tim building RSSR kini menyiapkan berbagai inventaris di RSSR. Pembelian inventaris tersebut terdiri dari matras, sprei, bantal, selimut, dan perlengkapan lainya. Banyak dari sedekaholics yang juga turut membantu dalam meyumbangkan barang-barangnya ke RSSR Lampung seperti lampu, televisi, mesin cuci, piring, gelas, dll. Semoga dengan adanya titipan dari para sedekaholic baik itu dalam bentuk barang dan uang, Rumah Singgah #SedekahRombongan Lampung dapat segera digunakan dan bermanfaat untuk para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arissamara @andradideri @evandlendi @triii20 @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Bantuan untuk inventaris RSSR

Bantuan untuk inventaris RSSR


RSSR LAMPUNG (Renovasi RSSR Lampung). Alamat: Jl. Zebra No 24 RT. 6, Lingkungan I, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak pelunasan biaya sewa pertama tahun ke-1 RSSR Lampung, terhitung dari tanggal 1 Mei 2016, kurir #SedekahRombongan Lampung bersama para tenaga kerja bangunan melaksanakan renovasi untuk RSSR Lampung. Adapun renovasi RSSR Lampung tersebut terdiri dari penggantian beberapa plafond yang rusak pada garasi dan teras, pengecatan tembok luar dan dalam serta pagar halaman. Renovasi yang ke-2 RSSR Lampung ini dilakukan agar keadaan RSSR lebih layak ditempati dan nyaman untuk para pasien #SedekahRombongan Lampung nantinya. Sebelumnya, renovasi RSSR sudah masuk dalam Rombongan 843. Semoga dengan adanya titipan dari para sedekaholic, Rumah Singgah #SedekahRombongan Lampung dapat segera digunakan dan bermanfaat untuk para dhuafa. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @andradideri @evandlendi @triii20 @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Biaya renovasi RSSR Lampung

Biaya renovasi RSSR Lampung


NURUL MAULIDIA (3, Meningitis). Alamat : Kp.Kelapa Dua, RT. 5/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Nurul merupakan anak dari pasangan Iman (30) dan Anih (27). Dua bulan yang lalu Nurul mengalami demam tinggi, kemudian Nurul dibawa ke RS Qadar dan didiagnosa menderita sakit Typhus. Setelah dirawat selama satu minggu Nurul diijinkan pulang, namun satu hari kemudian Nurul mengalami demam tinggi lagi dan kembali dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Nurul didiagnosa menderita Meningitis. Sebulan yang lalu Nurul dioperasi. Biaya operasi ditanggung Jamkesda, namun setelah operasi keluarga mengganti jaminan kesehatan mereka dari Jamkesda menjadi BPJS kelas 3. Empat bulan sudah Nurul menderita Meningitis. Hampir setiap minggu ia berobat ke rumah sakit. Berkat kesabaran orangtuanya, Nurul mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dahulu ia hanya bisa terbaring dan untuk makan pun harus melalui selang lewat hidungnya. Kini ia sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walau masih terbata – bata. Nurul dianjurkan untuk berobat setiap dua minggu sekali selama 2 tahun. Selain itu ia juga harus minum susu setiap hari. Ayah Nurul yang bekerja sebagai buruh bongkar muat pasir berpenghasilan sangat kecil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Karena itulah mereka sangat kekurangan terlebih lagi untuk biaya berobat dan membeli susu. Pada 4 April 2016, Nurul kembali masuk rumah sakit akibat diare dan dirawat selama 4 hari. Setelah pulih dari diare yang diderita, kini Nurul mulai beraktifitas seperti biasa. Nurul terlihat lebih ceria setelah sempat koma dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kini ia bisa kembali bercanda ketika kurir #sedekahrombongan menjenguknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurul Maulidia untuk biaya kontrol dan membeli susu setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 830. Semoga bantuan yang diberikan bisa membantu meringankan keluarganyadan Nurul segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @fauzanhusni13 @ririn_restu

Nurul menderita Meningitis

Nurul menderita Meningitis


SURONO BIN HADISUMARTO (43th, Gagal Ginjal ) alamat Jetak RT 04/ RW 39 Sendangtirto Berbah Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Surono bin Hadisumarto yang berprofesi sebagai buruh harian lepas dalam proyek pembangunan rumah, Suami dari Ibu Ismiyati (40th) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga & buruh harian pada pabrik bakso goreng (home industri), serta Bapak dari 3 orang anak yang masih sekolah.
Bapak Surono sejak seminggu yang lalu menderita sakit, berawal dari telat makan hingga menyebabkan pingsan, Oleh pihak keluarga diperiksakan pada klinik kesehatan terdekat namun oleh ahli kesehatan dirujuk ke RSUP Dr Sarjito.Dari hasil pemeriksaan awal Bapak Surono dianjurkan rawat inap guna kesembuhannya. Dalam pemeriksaan serta observasi ditemukan kreatinin dalam darahnya tinggi sehingga Bapak Surono harus menjalani hemodialisa ( cuci darah) sekali. Kondisi saat ini berangsur mulai membaik dan sudah diijinkan untuk pulang ke rumah oleh Tim medis.Setelah pulang Bapak Surono dianjurkan untuk rawat jalan guna memantau perkembangan kesehatannya.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Bapak Surono, untuk turut serta berpartisipasi dalam meringankan beban dan derita beliau.Dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics guna meringankan biaya pengobatan beliau senilai Rp. 5.000.000 ( Lima Juta Rupiah)

Tanggal: 19 Mei 2016
Jumlah: Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah)
Via:  @Saptuari sugiharto @faisal_gudeg @KedunkUSSIL

Pak surono menderita Gagal Ginjal

Pak surono menderita Gagal Ginjal


EKO RIYADI (15) adalah santri Pondok Pesantren Penghafal Quran di Bolon Palbapang Bantul Yogyakarta, Alamat asal : Tawengan Derongisor Mojotengah Wonosobo, Jawa Tengah. Eko mendadak badannya panas dan timbul bercak di di kulitnya. Setelah diperiksa dokter ternyata sudah terkena demam berdarah level lanjut. Hari itu juga Eko harus segera rawat inap, dan mendapat perawatan penuh dari dokter. Selama seminggu di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul akhirnya Eko membaik dan diperbolehkan pulang. #SedekahRombongan yang selalu mendampingi adik-adik di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren membantu penuh biaya pengobatannya. Semoga segera kembali belajar menjadi penghafal Quran

Jumlah Bantuan: 2.200.000
Tanggal: 15 Mei 2016
Kurir: @Saptuari

Eko menderita  demam berdarah level lanjut

Eko menderita demam berdarah level lanjut


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER. untuk keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke Rumah Sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo  dan Banyuwangi. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk bahan bakar, tap oli, servis ambulance MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan yang maha kuasa. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp.5.675.000,-
Tanggal: 31 Maret 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , Pak Us

Biaya operasional untuk bahan bakar, tap oli, servis ambulance MTSR, dan perawatan lainnya

Biaya operasional untuk bahan bakar, tap oli, servis ambulance MTSR, dan perawatan lainnya


ASMONOWATI (52, KELOID AKUT), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14 Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Tim #SRjember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada.Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk  Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS.

Jumlah santunan: Rp.700.000,-
Tanggal: 14 April 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT

Ibu asmonowati menderita KELOID AKUT


Nurul Huda,(38 Tahun Kanker Usus).Pria berumur 38 Tahun ini merupakan pekerja serabutan. Alamat Jl. manggar Gang 11, RT 2 RW 16, Gebang , Patrang, Jember. Dalam kesehariannya Pak Nurul melakukan Pekerjaan apapun termasuk reparasi alat-alat rumah tangga sampai perihal permesinan. Riwayat sakitnya dimulai kurang lebih setahun lalu ditandai dengan BAB disertai dengan darah segar. Sehingga harus dirawat kurang lebihnya dua minggu di Rumah Sakit Citra Husada. Sebetulnya dokter sudah merekomendasikan untuk segera dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan di ususnya, yang didiagnosanya sebagai tumor usus. Karena keterbatasan biaya Pak Nurul menunda operasinya tersebut. Sampai akhirnya tiga bulan lalu kondisinya menurun dan mengalami pendarahan tiap kali BAB sehingga harus dirawat kembali di Rumah Sakit Citra Husada. 9 kantong darah sudah dihabiskan dalam masa perawatan seminggu itu dan sekali lagi dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah sakit Dr. Soebandi. Bapak dari satu putri ini yang sekarang duduk di kelas 3 SMK benama Nadira. Nadira lah yang memberi informasi terhadap Tim #SRjember dan kemudian dilakukan survey dan pendampingan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan Pak Nurul didiagnosa menderita kanker usus yang harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya akomodasi perawatan dan pembelian obat-obatan yang rutin tiap satu bulan sekali. Semoga ini menjadi catatan amal para sedekaholic dalam membantu kesembuhan Bapak Nurul Huda. Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Pak nurul menderita Kanker Usus

Pak nurul menderita Kanker Usus


Nurul Huda,(38 Tahun Kanker Usus).Pria berumur 38 Tahun ini merupakan pekerja serabutan. Alamat Jl. manggar Gang 11, RT 2 RW 16, Gebang , Patrang, Jember. Dalam kesehariannya Pak Nurul melakukan Pekerjaan apapun termasuk reparasi alat-alat rumah tangga sampai perihal permesinan. Riwayat sakitnya dimulai kurang lebih setahun lalu ditandai dengan BAB disertai dengan darah segar. Sehingga harus dirawat kurang lebihnya dua minggu di Rumah Sakit Citra Husada. Sebetulnya dokter sudah merekomendasikan untuk segera dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan di ususnya, yang didiagnosanya sebagai tumor usus. Karena keterbatasan biaya Pak Nurul menunda operasinya tersebut. Sampai akhirnya tiga bulan lalu kondisinya menurun dan mengalami pendarahan tiap kali BAB sehingga harus dirawat kembali di Rumah Sakit Citra Husada. 9 kantong darah sudah dihabiskan dalam masa perawatan seminggu itu dan sekali lagi dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah sakit Dr. Soebandi. Bapak dari satu putri ini yang sekarang duduk di kelas 3 SMK benama Nadira. Nadira lah yang memberi informasi terhadap Tim #SRjember dan kemudian dilakukan survey dan pendampingan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan Pak Nurul didiagnosa menderita kanker usus yang harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

Santunan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya akomodasi perawatan dan pembelian obat-obatan yang rutin tiap satu bulan sekali. Semoga ini menjadi catatan amal para sedekaholic dalam membantu kesembuhan Bapak Nurul Huda. Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 April 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Pak nurul menderita Kanker Usus

Pak nurul menderita Kanker Usus


Rifatul Umamah (17 Tahun , Gangguan Kantung Kemih). Tinggal di Dusun Kobunduh RT/RW 23/06 Desa Gununganyar, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso. Santriwati  pondok pesantren ini lahir Tanggal 24 Februari 1998 berumur 18 Tahun, putri dua bersaudara ini anak pasangan dari Pak Sabar 44 Tahun yang bekerja sebagai Petani dan Ibu Nurhayati 43 Tahun sebagai Ibu Rumah Tangga.
Sejak kecil Rifatul ini menderita kelainan pada saat buang air kecil yakni tidak bisa memancar dan hanya merembes saja, air seninya sehingga menimbulkan rasa sakit dan ketidak nyamanan pada saat beraktifitas sehingga dalam kesehariannya menggunakan pampers/popok supaya tidak merembes dan itu berlanjut hingga saat ini.
Oleh Puskesmas Dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso dan oleh Rumah Sakit diberikan fasilitas Rawat Jalan dan Obat obatan
Kondisi saat ini sudah lebih membaik pada saat buang air kecil, Sudah bisa lancar walaupun masih ada saran Dokter untuk dilakukan tindakan medis berikutnya.

Santunan yang diberikan untuk biaya akomodasi pasca operasi dan obat-obatan yang tidak tercover oleh BPJS. Semoga ini menjadi catatan amal baik para sedekaholic dalam upaya kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp.2.201.000,-
Tanggal : 19 April 2016 Dan 05 Mei 2016
Kurir : @yudhoari , @gredyanto , @awwaludin_yudha

Rifatul menderita Gangguan Kantung Kemih

Rifatul menderita Gangguan Kantung Kemih


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog  RT. 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Banten. Ibu Hanifah adalah seorang ibu rumah tangga yang kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudaranya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu. Benjolan itu semakin membesar, namun Ibu Halimah belum pernah mencoba memeriksakannya ke rumah sakit. Selama ini ia hanya berobat alternatif, namun bukanya sembuh justru benjolannya semakin membesar. Ibu Hanifah selama ini tidak berobat ke rumah sakit karena takut dengan tindakan medis yang nantinya akan dihadapi. Namun setelah kurir #SR membujuknya dengan sabar akhirnya ia mau untuk berobat ke rumah sakit. Selain itu, yang menjadi alasan Ibu Hanifah tidak beorobat adalah karena keluarga khawatir biaya berobat yang nantinya tidak ditanggung oleh BPJS. Suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan, kini tidak lagi bisa bekerja karena setiap harinya harus merawat Bu Hanifah. Pak Sofyan sudah 2 bulan tidak bekerja, Mereka menumpang tinggal di rumah saudaranya. Untuk makan sehari – hari pun mereka dibantu oleh saudaranya. Ibu Hanifah harus kontrol setiap dua minggu sekali, dan pada 6 April 2016 Ibu Halimah masuk rumah sakit dan dirawat. Ibu Halimah telah menjalani biopsi pada 15 April 2016. Setelah menjalani biopsi empat kali kini kondisi Bu Hanifah semakin membaik. Awalnya payudaranya sudah mulai membesar, kini payudara kanannya semakin mengecil. Bu Hanifah masih harus rutin dibiopsi setiap satu bulan sekali hingga kondisinya siap untuk dioperasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat memberikan bantuan lanjutan kepada Bu Hanifah untuk biaya berobat dan membantu biaya hidup sehari hari. Sebelumnya Bu Hanifah dibantu pada rombongan 830.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@fauzanhusni13 @ririn_restu

Ibu ai menderita Kanker Payudara

Ibu ai menderita Kanker Payudara


ACHMAD FUADZEN (49, Paru-Paru Basah). Alamat: Jl. Betet IV No 32, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang. Pak Achmad, begitu beliau kerap disapa. Beliau bekerja sebagai supir taxi setiap harinya untuk menafkahi istri dan kedua anaknya yg masih duduk di sekolah dasar. Pengasilan beliau sehari – hari hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan, dan biaya sekolah kedua anaknya. Terkadang sisa penghasilanya ia tabungkan walau tak seberapa. Pada awalnya Pak Achmad sering mengalami sesak napas dan batuk batuk. Beliau mengganggap itu hanya masuk angin biasa akibat sering pulang malam dan kelelahan. Kondisi tersebut dialaminya cukup lama. Sampai suatu saat, Pak Achmad mengalami sesak napas yg sangat parah, kemudian oleh istrinya ia dibawa ke dokter. Dokter memberi rujukan agar Pak Achmad langsung dibawa ke RSU Tangerang. Saat dirawat di RSU Tangerang ia divonis menderita paru-paru basah, dan dokter menganjurkan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di paru-parunya. Setelah dioperasi dan dirawat selama setengah bulan, Pak Achmad memaksa untuk pulang dan berobat jalan karena jaminan kesehatan yang ia gunakan, yakni Kartu Multiguna hanya berlaku hingga tahun 2015, sementara keluarga tidak memiliki biaya untuk pengobatan Pak Achmad. Selama ini keluarga Pak Achmad mengandalkan uang tabungan yg dimiliki untuk makan sehari-hari dan operasional selama di rumah sakit. Hingga suatu saat, keluarga Pak Achmad sudah sama sekali tidak pegang uang, dan Pak Achmad harus membeli obat. Selama sakit, ia tidak lagi dapat bekerja. Karena itulah ia sangat membutuhkan biaya untuk berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulilah kondisi Pak Achmad sudah membaik, sesak napas sudah jarang dirasakannya, yang beliau rasakan hanya rasa sakit pada luka akibat operasi dulu. Pak Achmad masih harus menjalani kontrol rutin 3 bulan lagi. Kondisi Pak Achmad kembali menurun, ia kembali masuk ke rumah sakit akibat sesak napas dan badannya membengkak. Ia harus menjalani CT-scan untuk mengetahui penyebabnya. Alhamdulilah #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 830 semoga bisa sedikit membantu keluarga Pak Achmad.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 19 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @fquzanhusni13 @ririn_restu

Pak ahmad menderita Paru-Paru Basah

Pak ahmad menderita Paru-Paru Basah


BAYU ABDULROHMAN (28, Spondilitis TB). Alamat : Jl. Soekarno Hatta, Loa Janan, Kab.Kutai Kartanegara. Sejak di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Bayu merasa kakinya sulit digerakkan namun baru mulai berani berobat pada tahun 2011. Dokter menyatakan bahwa sakit yang diderita adalah Spondilitis TB. Bayu tidak bekerja dan keluarga hanya membuka warung makan sederhana di rumahnya. Fasilitas kesehatan yang dimiliki tidak ada sehingga sulit untuk berobat lebih lanjut. Kurir #sedekahrombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan BPJS kesehatan dan operasional pengobatan lebih lanjut mulai tingkat Puskesmas dan RSUD. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah membantu dalam pembuatan BPJS pada bantuan sebelumnya di Rombongan 811. Bayu mendapatkan rujukan untuk dapat berobat lebih lanjut di RSCM Jakarta. Bantuan ini dipergunakan untuk transportasi Bayu dari Loa Janan, Kukar menuju Bandara Sepinggan Balikpapan dan tiket penerbangan menuju Jakarta bersama 1 orang pendamping.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2016
Kurir: @arfanesia @ichsanaprama @ririn_restu

Bayu menderita  Spondilitis TB

Bayu menderita Spondilitis TB


ALM. ACHMAD FUADZEN (49, Paru-Paru Basah). Alamat: Jl. Betet IV No 32, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang. Bapak dua orang anak yang sehari – harinya bekerja sebagai supir taxi ini mulanya merasakan sesak napas dan batuk – batuk hingga akhirnya didiagnosa menderita paru – paru basah. Dokter menganjurkan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di paru-parunya. Setelah dioperasi dan dirawat selama setengah bulan, Pak Achmad memaksa untuk pulang dan berobat jalan karena jaminan kesehatan yang ia gunakan, yakni Kartu Multiguna hanya berlaku hingga tahun 2015, sementara keluarga tidak memiliki biaya untuk pengobatan Pak Achmad. Pak Achmad telah menjadi pasien dampingan #sedekahrombongan. Kondisi Pak Achmad sering menurun dan ia sempat beberapa kali dirawat inap. Pak Achmad seharusnya masih menjalani pengobatan selama enam bulan, namun Allah berkata lain, Pak Achmad meninggal dunia pada 20 Mei 2016 pukul 05.30 WIB di RSU Tangerang setelah dirawat selama satu minggu. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya pemakaman. Semoga Pak Achmad dilapangkan kuburnya dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Sebelumnya Pak Achmad telah dibantu pada rombongan 830 dan pada tanggal 19 Mei 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @fquzanhusni13 @ririn_restu.

Alm Pak ahmad menderita Paru-Paru Basah

Alm Pak ahmad menderita Paru-Paru Basah


SANDRA WATI (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem RT. 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (36), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya. Ia tampak bersemangat menghadapinya dengan semangat berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (10) positif mengalami sakit yang sama sepertinya sedangkan anak keduanya, Lutfi (8), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktifitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya. Kemauan untuk sembuh sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Kurir #sedekahrombongan yang mendengar kondisi Sandra ini bergegas untuk segera menyampaikan bantuan dari donatur. Bantuan diberikan untuk membantu operasional berobat Sandra beserta suami dan anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubu

Ibu sandra menderita Penurunan Kekebalan Tubu


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 No.53 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Karena khawatir, ia langsung memeriksakannya ke RSUD Cengkareng dengan menggunakan BPJS kelas 3. Ia sudah pernah menjalani tindakan CT-Scan sebanyak dua kali namun belum terdeteksi penyakitnya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD Cengkareng, Bu Umi kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta dan dari hasil CT-Scan RSCM Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan  dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Iapun sempat mengalami depresi karena tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Bu Umi seharusnya rutin menjalani rawat jalan di RSCM, namun karena ketiadaan biaya dan bingung meninggalkan anaknya, ia jarang berobat. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Bu Umi mendapatkan jadwal operasi mata pada 1 Januari 2017. Sebelum tindakan operasi, Bu Umi diminta untuk memeriksakan jantungnya di RS Harapan Kita Jakarta dan masih terus berobat jalan rutin. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol ke RS Harapan Kita, RSCM Jakarta dan juga untuk biaya hidup sehari-hari dengan keempat anaknya. Sebelumnya Bu Umi masuk pada Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 14 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


MISKA AULIA (3, Rubella Konengital Syndrom). Alamat: Kapuk Pulo RT. 6/10 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Miska adalah anak ke 3 dari Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dan Ibu Musripah yang sehari-harinya mengurus anak dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak balita ada keanehan pada mata kanan Miska, ia lalu diperiksa ke puskesmas terdekat.  Karena kondisinya semakin memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUD Cengkareng dan didiagnosa menderita Katarak pada mata kanannya. Miska sudah menjalani operasi untuk peyakit kataraknya. Selama berobat di RSUD Cengkareng, ditemukan ada penyakit lain. Miska ternyata juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita, dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Hal tersebut jelas membuat bingung keluarganya karena jangankan untuk pengadaan lensa mata, untuk ongkos berobat ke rumah sakitpun mereka kesulitan. Penghasilan Pak Saripudin hanya cukup untuk membayar kontrakan dan memberi makan istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Kondisi tersebut terkadang memaksa Pak Saripudin meminjam uang ke tetangga dan kerabat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Beruntung Miska dibantu Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang sudah meringankan biaya berobatnya. Kondisi Miska perlahan menunjukkan perkembangan namun masih harus melakukan pengobatan. Saat ini Miska masih menungu jadwal di poli jantung RS Harapan Kita dan masih rutin berobat. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang diresepkan dokter yang tidak ditangung BPJS dan biaya ongkos kontrol ke RSCM Jakarta, sebelumnya Miska telah dibantu pada Rombongan 840.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 14 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu@ririn_restu

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom


YANI BIN ADJAN (50, GLAUCOMA). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, beliau tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosa menderita Glaucoma (sejenis katarak). Karena tidak sanggup menangani, kemudian ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini Bu Yani masih terus berobat jalan di RSCM namun belum ada perkembangan yang baik dari penyakitnya. Belum dapat diketahui penangana apa yang akan dilakukan untuk mata Bu Yani. Ia masih terus bersemangat menjalani pengobatan dan berharap sembuh agar bisa merawat ayahnya. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membayar kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Yani dibantu pada Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000
Tanggal : 14 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ririn_restu

Ibu yani menderita GLAUCOMA

Ibu yani menderita GLAUCOMA


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jl. Ukir Dalam RT 6/13 No. 54 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Nathan anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Bidan merujuknya ke spesialis anak untuk mengetahui apa yg diderita Nathan. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nathan didiagnosa menderita kelainan jantung. Ia dirujuk ke RSCM Jakarta karena rumah sakit yang selama ini merawatnya tidak mampu menangani. Di usianya saat ini, Nathan belum bisa berjalan, mendengar dan berbicara, terlebih lagi ia menderita kekurangan gizi. Kedua orang tuanya kebingungan karena harus membeli alat bantu dengar yang harganya sangat mahal senilai kurang lebih 10 juta dan tidak ditanggung BPJS. Orangtua Nathan tak mampu membeli alat tersebut, penghasilan yang didapat saja masih terasa kurang untuk membayar kontrakan rumah, membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli susu penambah berat badan untuk Nathan yang harganya juga mahal. Namun Alhamdulillah, Nathan sudah mendapatkan bantuan alat bantu dengar. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Saat ini Nathan sudah bisa pakai alat bantu dengar dengan baik untuk telinganya. Ia masih menjalani terapi bicara dan terapi Motorik di RSUD Cengkareng. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu pemberat badan yang harganya cukup mahal dan harus dikonsumsi rutin untuk kebutuhan terapi yang saat ini sedang dijalani di RSUD Cengkareng. Sebelumnya Nathan dibantu pada Rombongan 843.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


MUHAMMAD RIFAI (18, Varicess Oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT. 1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Muhammad Rifai adalah seorang pelajar SMP anak pasangan Aspar (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (42) seorang ibu rumah tangga. Rifai selama ini mengidap penyakit anemia plastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai sudah ganas. Selama ini Rifai hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis. Akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita Rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya). Saat ini Rifai sudah diperbolehkan untuk kembali ke Lampung dan menjalani kontrol rutin setiap 3 bulan sekali di Jakarta. Untuk proses endoskopi terakhir yang ia jalani didapatkan hasil bahwa varices oesophagus yang diderita oleh Rifai perlu dikontrol untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darahnya di poliklinik Hemato Onkologi di RSCM. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup selama di Jakarta, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 836.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @akuokawai @ririn_restu

Pak rifai menderita Varicess Oesophagus

Pak rifai menderita Varicess Oesophagus


MTSR SOLO RAYA (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) AD 1998 SR Kendaraan bermotif batik yang difungsikan sebagai ambulance untuk mengantar -jemput dhuafa sakit, menyampaikan santunan, mensurvey sasaran ini biasa disebut dengan MTSR.  Dengan nomor hotline 0815-8911-911, selama hampir 1,5 tahun MTSR telah banyak bergerak. Perawatan secara berkala pun terus dilakukan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Bulan APRIL ini, biaya operasional MTSR telah tersampaikan dengan total Rp.8.082.000 dengan jarak tempuh 3.911km
yang digunakan untuk:
Bensin     3.200.000
Service    3.229.000
Driver       1.500.000
Tol                 34.000
Parkir          124.000
Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 828. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp.8.082.000
Tanggal: 07 Mei 2016
Kurir: @Mawan  @aisyahnka

Biaya operasional untuk BBM, service dan jasa driver

Biaya operasional untuk BBM, service dan jasa driver


Octiara Adryandini Dharmawanti (25, Kanker Serviks), ya itulah nama gadis belia yang beralamatkan di Dabasah RT 13/RW 03 Bondowoso.  Darmawan budi harto serta Ibu Herlin Sulistyowati itulah nama kedua orangtuanya yang setia merawatya .Octiara yang memiliki  riwayat penyakit pada bagian vitalnya, gadis yang kini berusia 25 tahun, yang sempat  dirawat Biopsi di RS Sanglah , dari RS Soebandi yang kemudian pada ahirnya dirujuk ke Malang. Octiara mengeluhkan sakit yang berawal dari keputihan, yang tak dirasa lama kelamaan bercak darah pun keluar pada bagian vital Octiara, serta dibarengi dengan rasa sakit. Hingga kini kondisi Octiara masih lemas akibat penyakit yang ia deritanya.saat ini gadis belia ini tinggal bersama neneknya yang tak berpenghasilan. selama pengobatan berlangsung ternyata keluarga masih saja memiliki tanggungan, yakni membiayai semester sekolah untuk kedua anaknya. Octiara pun bertemu dengan tim #SedekahRombongan. Bulan ini Octiara menerima santunan yang dipergunakan untuk membeli obat, uang saku dan operasi dengan jumlah Rp 1.987.800, Operasi pun berjalan lancar dan sekarang Octiara masih dalam tahap pemulihan di Rumah Sakit Saiful Anwar.

Bantuan : Rp 1.987.800
Tanggal :  27 Mei 2016
Kurir : @FaizFaeruz  @Nay_munaa

Octiara menderita Kanker Serviks

Octiara menderita Kanker Serviks


KHOIROTUN NASUKHA (23th, Kanker Usus). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak peretengahan bulan oktober lalu. Saat ini Mbak Khoir tinggal bersama suaminya Mas Aziz (25th) dan satu orang anaknya yang masih balita di jalan Sumbersari, Desa Jambesari RT/RW 24/05, Kab. Malang , Jawa Timur. Sejak Remaja, mbak khoir sering mengeluh tidak enak diperut, mual, muntah, terkadang bab berdarah. Keluhan yang dialaminya dianggap seperti angin lalu saja, yang menurut mbak khoir tidak usah dipermasalahkan. Keluhannya semakin memberat setelah menikah. Ditambah lagi kebiasaannya yang sangat menyukai makanan instan cepat saji dan mengandung pengawet. Ia memeriksakan ke dokter tapi jawabannya hanya sakit maagh yang mengharuskan menjaga pola makannya. Setelah pulang dari RS, ia mengeluh mual, muntah, tidak bisa BAB, tidak bisa kentut, makan minum pun susah, Keluarga memutuskan membawa Mbak Khoir ke RSUD Kepanjen. Mbak Khoir mendapatkan tindakan awal pemasangan selang NGT untuk mengurangi keluhan di perutnya yang semakin membesar dan keluarlah tinja dari selang tersebut. Tim Dokter di Kepanjen melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosisnya. Operasi dilakukan untuk membuat saluran pembuangan di perutnya dan mengambil sedikit jaringan untuk dikirim ke lab patologi anatomi di RS Saiful Anwar Malang. Sekitar 36 hari dihabiskan waktunya untuk mencari kesembuhan di RS Kepanjen. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, yang seharusnya melanjutkan kemoterapi di RS Saiful Anwar untuk melanjutkan pengobatannya. Ia merasa kemoterapi adalah hal yang menakutkan karena akan membuat rambutnya rontok, mual, muntah, dan lebih dekat dengan kematian. Saat ini Mbak Khoir menjalani kemoterapi di RSSA Malang. Kondisi mbak khoir terkini alhamdulillah membaik namun perlu menjaga stamina agar kondisi tidak menurun pasca kemoterapi . Santunan #SedekahRombongan telah kurir sampaikan kepada Mbak Khoir sejumlah Rp 650.000. Sebenarnya pada bulan ini mbak Khoir terjadwal untuk operasi kembali, tapi ternyata belum bisa terlaksana karena mbak Khoir perlu kemoterapi lagi terlebih dahulu.  Sedekahmu tersampaikan hari ini, semoga Mbak Khoir semakin membaik kondisinya dan diberi kesembuhan. Amiiin

Jumlah bantuan : Rp 650.000
Tanggal : 27 Mei 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @Tica_Fajarica

Ibu khoirun menderita Kanker Usus

Ibu khoirun menderita Kanker Usus


SUPIATI BINTI ROFIK (46th, Ca Serviks). Alamat : Desa Sekar Putih RT 19 RW 05, Jalan KH Ali Bondowoso, Jawa Timur. Bu Supiati merupakan pasien dampingan #SRMalang. IBu Supiati adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Supiati mengalami sakit pada awal januari tahun 2013. Awal mula sakitnya yaitu terjadi di bagian pinggang yang terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin di bagian tubuh Bu Supiati. Mengetahui kondisi tersebut Bu Supiati segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Setelah di cek lab kemudian diketahui jika beliau didiagnosa Ca. Serviks. Sakit yang dirasakan selama ini belum seberapa dengan tingkat beban yang ditanggung keluarga Bu supiati.Suami Ibu Supiati bapak Nur Ali yang berusia 50 tahun keseharian beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan Rp 500.000,- per bulan. Dengan Penghasilan tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan 3 orang anaknya. Anak yang pertama bernama Moch Ari Sofianto yang masih duduk di bangku SMA berumur (16th) anak kedua beliau bernama Anita Arfaini juga sekarang duduk di bangku SMA berumur (15th) dan anak ketiga beliau bernama Agung Hendra yang masih duduk di bangku SD berumur (10th). Beliau sekeluarga sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena tidak memiliki biaya dan biaya nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-sehari. Alhamdulilah dengan izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan. Saat ini Bu supiati menjalani kontrol rutin Paspmer setiap 3 bulan sekali di RSSA dan terjadwalkan kontrol kembali 25 Juni 2016.. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Bu Supiati kepada kurir #SedekahRombongan dan para #sedekahholic.Alhamdulillah sedekahmu tersampaikan hari ini semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Supiati dan semoga Ibu Supiati lekas sembuh. Aminn

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 28 Mei 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Dhani_017

Ibu supiyati menderita Ca Serviks

Ibu supiyati menderita Ca Serviks


SRI RAHAYU, (40, kanker mamae). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Edi (45th) dan satu anaknya bernama Hilal (12th) di jalan Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,  Jawa Timur. Sehari-hari Pak Edy bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20rb sampai 30rb. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit tahun 2014  lalu beliau saat merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal dirumah sakit sampai bisa melunasi. Santunan ke-8 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi Kediri-Malang. Kondisi bu Sri yang terakhir ialah telah selesai menjalani kontrol pada 25 Mei 2016, keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah bantuan : Rp 600.000
Tanggal : 28 Mei 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @AfiatBuchori

Ibu sri menderita kanker mamae

Ibu sri menderita kanker mamae


EMPONG binti HARUN (45, Tumor di kaki) Kp. Lewihieum RT 2/4 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Empong, janda yang tinggal bersama kedua orang anaknya ini sudah sekitar 2 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Bu Empong juga luput dari pendataan keluarga miskin, karena itu ia tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, meskipun keadaan keluarganya sanagat layak untuk dibantu. #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi tentang keadaan Bu Empng dari Ketua RT setempat segera mengunjungi rumahnya. Atas persetujuan Bu Empong dan keluarganya, Kami merencanakan untuk memeriksakan Bu Empong ke RSUD dr. Soekardjo setelah mengurus fasilitas Jaminan kesehatan yang akan diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, ajuan fasilitas Jamkeskinda untuk Bu Empong disetujui Dinas Kesehatan, dan dua hari kemudian Kami mengantar Bu Empong untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUD dr. Soekardjo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Rencananya Kami akan membawa Bu Empong ke RSHS hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014. Hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014 Kami mengantar Bu Empong untuk melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Hari Jumat tanggal 28 Nopember ia pulang dulu ke Tasikmalaya dijemput dengan MTSR, untuk selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan 2 minggu yang akan datang. Tanggal 3 Desember Bu Empong kembali menjalani pemeriksaan di RSH Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Hasil biopsi dijadwalkan akan bisa diambil pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014. Tanggal 17 Desember 2014 Bu Empong kembali berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol. Ia juga akan berkonsultasi dengan tim dokter RSHS mengenai rencana tindakan medis yang akan dijalaninya. Awal Februari Bu Empong memenuhi jadwal kontrol untuk pemeriksaan penyakitnya serta konsultasi hasil biopsi untuk penentuan tindakan medis selanjutnya. Tanggal 23 Februari Bu Empong dijadwalkan untuk menjalani operasi dan alhamdulillah sudah mendapatkan ruangan. Bulan April 2015 Bu Empong menjalani kontrol 2 kali seminggu ke RSHS Bandung. Pasca menjalani operasi, Bu Empong mulai menjalani kontrol rutin pada Mei 2015 untuk mengobservasi perkembangan hasil operasinya selanjutnya juga akan ditentukan apakah tindakan medis selanjutnya. Penyakit kanker di kaki Bu Empong masih harus dipantau perkembangannya. Tim dokter masih mempertimbangkan apakah akan dilakukan kemoterapi atau radioterapi, sehingga observasi 2 minggu sekali masih terus dilakukan dalam bulan Juni 2015. Bu Empong bulan Juli 2015 kembali menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali di RSHS Bandung. Tim Dokter masih melakukan observasi terhadap perkembangan kanker di kakinya. Bulan Oktober 2015 Bu Empong menjalani kemoterapi  lanjutan di RSHS Bandung. Beliau tinggal selama seminggu lebih di RSSR Bandung selama menjalani kemoterapi. Bulan Januari 2016 Bu Empong menjalani pemeriksaan dan observasi serta radioterapi di RSHS Bandung. Februari 2016 Bu Empong dua kali pulang pergi ke RSHS untuk menjalani kontrol rutin setiap 2 minggu sekali. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Empong menjalani kontrol di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2016
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR

Pak empong menderita Tumor di kaki

Pak empong menderita Tumor di kaki


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik), Kp. Cigadog RT 4/1 Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Imas, stri dari Pak Diki Permadi (38) seorang tukang jualan cilok (sejenis makanan kecil terbuat dari tepung kanji) ini sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan. Pak Diki yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil ini, segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, tanggal  12 Oktober Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah sampai tgl 18 Oktober 2014. Karena kehabisan bekal, Pak Diki membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Salah seorang kepala perawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya menyarankan Pak Diki untuk menemui Kurir #SedekahRombongan agar mendapat bantuan untuk melanjutkan pengobatan Bu Imas ke RSHS Bandung. Ketika Kami menemi Bu Imas, di rumahnya, kondisinya sudah sangat lemas sehingga atas ijin keluarganya segera mengevakuasinya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 24 Oktober Bu Imas masuk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya, kemudian diberi terapi pengobatan dan alhamdulillah HB-nya naik menjadi 5,9. Selanjutnya Bu Imas dirawat selama 7 hari dan menjalani pengobatan dengan suntikan, infus dan obat-obatan. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, HB-nya naik sampai 7.  Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Pada tanggal 30 Oktober 2014 pukul 21.30 dengan didampingi oleh dua orang perawat dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kami mengantarnya ke RSHS Bandung dengan MTSR untuk selanjutnya ia akan menjalani perawatan di RS tersebut. Pasca menjalani perawatan selama satu minggu di RSHS Bandung, dimana ia menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan sample dari sumsum tulang belakang, dan transfusi WRC golongan darah O+ sebanyak 3 labu, tanggal 5 Nopember 2014 Bu Imas diperbolehkan pulang dengan HB terakhir 9,8. Rabu 12 Nopember Bu Imas dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Hari Selasa 25 Nopember 2014 Bu Imas kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani jadwal kontrol. Alhamdulillah kondisinya membaik dan HB-nya terakhir tercatat 12,2. Meskipun demikian ia tetap harus menjalani kontrol 2 minggu mendatang untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin dwi mingguan di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Bu Imas ke RSSR Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap perkembangan kesehatan Bu Imas dinilai tim dokter sangat bagus, HB terakhir adalah 13,2 sehingga kontrol selanjutnya dijadwalkan tidak dwi mingguan lagi tetapi setiap bulan. Tanggal 5 Januari 2015 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS. Kali ini kondisinya kurang bagus, sehingga ia harus tinggal beberapa hari di Rumah Singgah SR untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan harus kembali ke RSHS tanggal 19 Januari.  Untuk mendukung pengobatan medis dan menjaga kondisinya selain mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, Bu Imas juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Imas bulan Februari menjalani 2 kali kontrol rutin ke RSHS Bandung, jika HB-nya turun ia akan menjalani transfusi darah tipe WRC (Washed Red Cell) di RSHS, karena di UTD PMI Tasikmalaya belum bisa. Bulan April 2015 Bu Imas seminggu 2 kali harus menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Alhamdulillah bulan Mei 2015 Bu Imas kondisinya cukup menggembirakan sehingga ia bisa menjalani kontrol rutin ke RSHS dengan lancar, namun ia disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga HB-nya agar tetap stabil. Kondisi Bu Imas masih belum stabil di bulan Juni 2015, HB-nya kadang bagus tapi lebih sering ngedrop sehingga ia harus kembali ke RSHS Bandung setiap 2 minggu sekali untuk menjalani transfusi darah. Bu Imas masih sering mengalami kondisi kesehatan yang menurun, sehingga pada bulan September ia harus dua kali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Bulan Februari 2016, pukul 21.30 malam,  kondisi Bu Imas kembali ngedrop, MTSR segera menjemput dan mengantarnya ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Setelah menjalani perbaikan KU, besoknya Bu Imas diantar dengan MTSR ke RSSR Bandung, untuk selanjutnya menjalani pengobatan dan transfusi darah di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisinya sedikit-demi sedikit mulai membaik. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan, asupan gizi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani perawatan di RSUD dr. Soekardjo dan RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2016
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik


ENGKOS bin HUDAEMI (70, Diabetes). Alamat: Kp. Gunung Ceuri RT 4/5, Desa Sukakarsa, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Engkos sudah lama menderita penyakit diabetes, namun karena ketiadaan biaya beliau jarang memeriksakan dirinya secara medis, sehingga penyakitnya kerap kambuh karena makanan yang kurang terkontrol. Selain itu yang menjadi kendala adalah tidak ada keluarga yang mengantarnya ke Puskesmas atau ke rumah sakit, karena anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di kota. Kadang kalau ada anaknya yang pulang kampung barulah beliau bisa memeriksakan diri/kontrol ke rumah sakit dengan berbekal kartu Jamkesda yang dimilikinya dan ongkos yang ditanggung anaknya. Pada tanggal 28 Oktober 2015 penyakit gula Pak Engkos kambuh, sehingga ia segera dilarikan ke RSUD dengan bantuan MTSR yang mendapatkan laporan dari ketua RT setempat. Setelah sebelumnya pernah masuk di Rombongan 845, keluarga Pak Engkos kembali meminta bantuan karena pada tanggal 10 Februari 2016, karena kesehatan Pak Engkos  kembali memburuk sehingga harus dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo dan menjalani perawatan di sana.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi sehari-hari selama Pak Engkos dirawat di RSUD dr. Soekardjo.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir: @luchakiem, Atep50

Pak engkos menderita  Diabetes

Pak engkos menderita Diabetes


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (22, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Tanggal 4 Februari 2016 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung., dan #SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk obat-obatan,  transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah dapat terus melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan lebih baik.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 8 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @miftahudinsr

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


DARSIH binti SAPE’I (60, CA Endometrium) Kp. Rancapaku RT 2/3 Desa Rancapaku Kccamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mak Darsih, begitu ia biasa dipanggil, tinggal menumpang di rumah anaknya, Bu Imas (53) yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pak Mamat, menantunya hanya sesekali datang ke rumah itu karena sudah memiliki istri muda. Sementara anaknya ia dan Bu Imas tinggal bersama 3 orang cucu Mak Darsih, 2 orang masih usia sekolah, sedangkan yang sudah dewasa, Yanti, mengalami gangguan jiwa. Kondisi keluarga pra sejahtera ini sangat mengkhawatirkan, tidak terlihat banyak perabotan rumah tangga di rumahnya. Rumah itu pun merupakan hasil jerih payah Bu Imas yang dulu pernah bekerja di Arab Saudi. Karena tidak ada dari anggota keluarganya yang bisa mencari nafkah, sementara Pak Mamat pun hanya sesekali saja memberikan nafkah bagi keluarganya, itu pun hanya cukup dipergunakan untuk keperluan sekolah cucu Mak Darsih, sehingga memaksa Bu Imas kadang-kadang harus mencari nafkah dengan menjadi pengemis di lampu merah di Kota Tasikmalaya. Keadaan ekonomi yang sulit, harus ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Mak Darsih yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di bagian perutnya, sehingga kerap kai harus bolak-balik ke Puskesmas atau memanggil mantri Kesehatan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Pihak Pskesmas sudah menyarankan untuk memeriksakan kondisi Mak Darsih ke Rumah Sakit, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, mereka belum dapat melakukannya. AKhirnya dengan dibantu oleh kepala desa setempat, Mak Darsih berhasil mendapatkan jaminas kesehatan daerah dari PemKab Tasikmalaya. Setelah dibawa ke RSUD SMC, Mak Darsih langsung dirujuk ke RSHS karena diperkirakan menderita penyakit kanker yang stadiumnya sudah cukup parah. Atas informasi dari Kepala Desa setempat, #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan Mak Darsih dan keluarganya, dan mulai bulan April 2015, beliau menjadi pasien dampingan SR, meskipun dala untuk memastikan tindakanm proses pengobatannya Mak Darsih sering tidak ada dari pihak keluarga yang mendampinginya, sehingga harus didampingi Kurir SR. Mak Darsih menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan medis selama di RSHS untuk dapat menentukan tindakan medis selanjutnya, selama sebulan beliau berada di RSSR Bandung. Tanggal 3 Februari 2016, Bu Darsih melanjutkan jadwal Radioterapi luarnya di RSHS Bandung, sehingga untuk sementara beliau tinggal di RSSR bandung karena jadwal radioterapi luarnya hampir setiap hari dilakukan, melanjutkan radioterapi dalam yang sudah diselesaikannya. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan lanjutan untuk biaya  transportasi, dan akomodasi bekal sehari-hari selama Mak Darsih menjalani radioterapi  luar di RSHS Bandung.  Semoga ikhtiar pengobatan Mak Darsih dimudahlancarkan Allah SWT, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR Reza Alba

Ibu darsih menderita CA Endometrium

Ibu darsih menderita CA Endometrium


ETI binti SUKARYA (40, CA Mammae), Kampung Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kecamatan. Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakut kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya ini, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pu banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas ini. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepa Kepala Desa setempat. Pak Asep Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya selama menjalani kemoterapi, Bu Eti juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Saat jadwal kemoterapi bulan Februari 2015 ternyata HB Bu Eti kurang, sehingga dirujuk balik ke RSUD Kab Tasikmalaya untukmenjalani transfusi. Setelah HB-nya cukup Bu Eti akan kembali menjalani kemoterapi lanjutan di RSHS.  Tanggal 2 Maret 2015 Bu Eti kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung. Bulan April 2015 Bu Eti menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung. Bu Eti untuk Bulan Mei 2015 kembali menjalani kemo dan kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Bu Eti menalani jadwal kemoterapi 2 kali di RSHS Bandung. Bu Eti masih menjalani terapi lanjutan di RSHS Bandung selama bulan Juli 2015. Perkembangan penyakitnya cukup menggembirakan, lukanya sekarang keliatan sudah mulai mengering. Bu Eti masih harus menjalani kontrol di RSHS Bandung selam bulan September 2015. Bulan Oktober 2015 Bu Eti menjalani jadwal kemoterapi lanjutan 2 kali di RSHS Bandung. Januari 2016 Bu Eti dua kali menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung.  Kondisi Bu Eti seringkali ngedrop, sehingga untuk menjaga kondisinya beliau harus mengkonsumsi obat-obatan baik medis maupun herbal. Bulan Februari 2016 Bu Eti juga masih menjalani kontrol ke RSHS Bandung. B#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan, vitamin, transportasi serta biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung untuk bulan Februari 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Februari 2016
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr, Qiner

Ibu eti menderita CA Mammae

Ibu eti menderita CA Mammae

REKAPITULASI BANTUAN

No NAMA JUMLAH BANTUAN
1 SEPTIANA 900,000
2 AGUNG 500,000
3 SUNARTI 500,000
4 DIMAS 500,000
5 SRIWITI 500,000
6 ENOK 500,000
7 ELIATUL 500,000
8 KUNAWATI 500,000
9 AQILA 500,000
10 SAIDAH 500,000
11 KADIRAH 500,000
12 MISDAR 500,000
13 SUKIJAH 500,000
14 REVITA 500,000
15 ZALFA 500,000
16 VINO 500,000
17 SLAMET 500,000
18 QHINAR 500,000
19 MARDIYAH 500,000
20 YULIANTI 500,000
21 RSSR LAMPUNG 10,000,000
22 RSSR LAMPUNG 15,000,000
23 RSSR LAMPUNG 5,000,000
24 NURUL 500,000
25 SURONO 5,000,000
26 EKO 2,200,000
27 MTSR JEMBER 5,675,000
28 ASMONOWATI 700,000
29 NURUL 500,000
30 NURUL 500,000
31 RIFATUL UMAMAH 2,201,000
32 AI HANIFAH 500,000
33 ACHMAD FUADZEN 500,000
34 BAYU 2,000,000
35 ALM. ACHMAD FUADZEN 1,000,000
36 SANDRA 1,000,000
37 UMI ALFIAH 1,500,000
38 MISKA AULIA 1,000,000
39 YANI 1,250,000
40 NATHAN 500,000
41 M RIFAI 500,000
42 MTSR SOLO RAYA 8,082,000
43 OCTIARA 1,987,800
44 KHOIROTUN 650,000
45 SUPIATI 500,000
46 SRI RAHAYU 600,000
47 EMPONG 1,000,000
48 IMAS 1,000,000
49 ENGKOS 500,000
50 AISYAH 750,000
51 DARSIH 1,000,000
52 ETI 1,000,000
TOTAL 84,495,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 84,495,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 849 ROMBONGAN

Rp. 37,724,029,784,-