MTSR MALANG ( MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) adalah mobil yang biasanya dikendarai oleh #KurirSR untuk beraktivitas mengantar dan menjemput para pasien dampingan sedekah rombongan di Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari #sahabatSR. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan Februari 2016 ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang dirincikan dibawah ini.

Pengeluaran MTSR Maret 2016 :

1. Solar MTSR            : Rp  3.070.000
2. Hotline MTSR          : Rp     303.000
3. Cuci MTSR             : Rp     127.000
4. Pengeluaran Move      : Rp     150.000
5. Servis                : Rp      360.000

Total Pengeluaran        : Rp   4.010.000

Santunan dari #SahabatSR ini sangat membantu untuk operasional MTSR malang untuk aktivitas pendampingan para pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sahabatSR semua. Amiiinn

Jumlah Santunan : Rp 4.010.000
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir : @FaizFaeruz  @Dhani017

Bantuan pembelian BBM dan service

Bantuan pembelian BBM dan service


STIE TAZKIA (Santunan Anak Yatim dan Anak Difabel), Alamat : Jl. Ir. H. Juanda No.78 Kelurahan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedekah Rombongan dengan LDK Al-Iqtishod dan Gerakan Tazkia Mengajar (GTM) sukses bekerjasama menggelar kegiatan perdana bernama “FESTIVAL ANAK SHOLEH (FAS)” yang bertemakan “Realisasi Hari Pendidikan Nasional dalam Harmoni Islam” pada tanggal 1 Mei 2016 yang bertempat di Lobby luar STEI Tazkia. Puncak acara kegiatan FAS diisi oleh berbagai penampilan dan kreasi anak-anak serta pembagian hadiah bagi para juara. Rangkaian acara yang diselenggarakan sejak tanggal 25 April 2016 ini terdiri dari berbagai kegiatan, diantaranya adalah kegiatan perlombaan yang diikuti oleh anak-anak TPA binaan LDK Al-iqtishod dan GTM, aksi penggalangan dana dengan menggelar “Konser Kemanusiaan Peduli Palestina” yang menghadirkan berbagai artis religi Indonesia, dan pada puncaknya kegiatan sosial yang bertajuk “One Day with Difabels and Orphans” ini menghadirkan sekitar 250 anak yatim dan anak berkebutuhan khusus untuk diberikan santunan. Alhamdulillah Gerakan Sedekah Rombongan dapat ikut andil dalam kegiatan ini, semoga ikut sertanya kami dalam kegiatan tersebut memberikan manfaat, dan sinergitas antara gerakan gerakan sedekah rombongan, gerakan tazkia mengajar juga LDK Al-Iqtishod dapat berlanjut dalam kegiatan lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Santunan Anak Yatim dan Anak Difabel

Santunan Anak Yatim dan Anak Difabel


MAMIN BIN RAHMAT (50, Tumor di Kepala) Kp. Kencana RT. 02/09, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Pak Mamin, sapaan akrab kami untuk seorang bapak dari dua orang anak ini. Awal penyakitnya adalah adanya benjolan di bagian kepala, ia pun menganggapnya hal biasa. Lima tahun kemudian, benjolan tersebut semakin membesar dan semakin sakit, terkadang Pak Mamin sampai pingsan untuk menahan rasa sakitnya tersebut. Saat ini ia baru melakukan pemeriksaan ke puskesmas setempat, ia kemudian dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Kota Bogor. Lagi, karena keterbatasan biaya ia pun menunda niatnya untuk memeriksakan diri ke RSUD, walaupun untuk biaya pengobatan sudah di cover oleh BPJS namun untuk akomodasi pak mamin berobat ke RSUD lah yang menjadi kendala, maklum saja kini Pak Mamin sudah tak mampu lagi bekerja, selain karena usianya yang mulai menua, ia pun tak kuat menahan sakit di kepalanya. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Pak Mamin, kami menyalurkan titipan bantuan dari para sedekahoilics untuk sedikit mengurangi beban biaya pengobatan Pak Mamin dan biaya hidup keluarganya sehari-hari. Semoga Allah segera kembali menyembuhkan Pak Mamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak mamin menderita Tumor di Kepala

Pak mamin menderita Tumor di Kepala


EVA ERI SADEWITA (36, Ca Mamae) Kp. Kedung halang Wates,  RT. 03/01, Kelurahan Tanah Sareal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bu Eva, sapaan akrab kami untuk ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak ini. Awal penyakitnya ditandai dengan nyeri disekitar dadanya, namun ia anggap nyeri biasa. Beberapa bulan kemudian, nyerinya semakin menjadi dan semakin sering. Ia pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat, kemudian ia dirujuk ke RSUD Cisalak untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa Bu Eva mengidap penyakit kanker payudara atau secara medis biasa disebut Ca Mamae. Dokter menyarankan agar Bu Eva segera melakukan operasi agar kanker tersebut tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. Namun, karena keterbatasan biaya dan belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan, maka proses tindakan operasi ditunda dulu. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Eva, kami pun bertemu dengan suaminya Deni Iskandar (39) yang kini sedang tidak memiliki pekerjaan. Bantuan awal pun tersalurkan yang selanjutnya akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ibu eva menderita  Ca Mamae

Ibu eva menderita Ca Mamae


R. ENENG NURJANNAH (45, Sesak Nafas & Anemia) Kp. Cimahpar Rt. 01/07, kelurahan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Bu Neneng, sapaan akrab kami untuk ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak ini. Ia telah lama menderita sesak nafas, selama ini ia  mengonsumsi obat-obatan warung yang hanya bisa meredakan sesaknya sementara. Selain sering sesak, Bu Eneng juga menderita anemia yang membuatnya sering lemas dan tidak bisa melakukan aktivitasnya dengan maksimal. Akhirnya ia pun memeriksakan diri ke puskesmas setempat, pihak puskesmas merujuk Bu Neneng untuk melakukan pengobatan lanjutan di RSUD Kota Bogor. Namun tak dinyana, seminggu lalu tepatnya pada hari selasa tanggal 26 April 2016, rumahnya terkena angin kencang yang menyebabkan sebagian tembok rumahnya roboh dan rusak dan terpaksa sekarang tinggal di sebuah kontrakan. Suami Bu Eneng yakni Pak Budianto (39) adalah seorang sopir tembak, yang penghasilannya tak menentu. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Eneng, kami menyalurkan titipan bantuan dari para sedekahoilic untuk sedikit mengurangi beban biaya pengobatan Bu Eneng dan biaya hidup keluarganya sehari-hari. Semoga Allah segera kembali menyembuhkan Bu Eneng.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu eneng menderita Sesak Nafas & Anemia

Bu eneng menderita Sesak Nafas & Anemia


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang jawa timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan serayu ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir sedekah rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah sedekah rombongan ini maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk di RSSR pada bulan April 2016.

Pengeluaran RSSR April 2016 :

1. Konsumsi                               : Rp   2.456.900
2. Perlengkapan+peralatan rssr   : Rp   5.245.162
3. Kebutuhan tambahan pasien    : Rp      204.000
4. Fee yang diprofesionalkan       : Rp   1.700.000

Total Pengeluaran April 2016      : Rp   9.606.062

Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp   9.606.062
Tanggal : 30 April 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Obybee @Dhani017

bantuan tunai untuk konsumsi dan operasional

bantuan tunai untuk konsumsi dan operasional


MUHAMMAD ALFA RIZQI, (3,5 Tahun, Syndrome Nefrotik). Alamat : Kp. Kepaduri no.10, RT. 08/10, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Adik manis yang biasa kami panggil Rizqi ini adalah putra bungsu dari pasangan Bapak Jumah (40) dan Ibu Radia (35). Saat menginjak usia 1 tahun, Rizqi mengalami demam dan diare yang tak kunjung sembuh, ia kemudian dibawa berobat ke dokter umum di daerahnya. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa Rizqi hanya mengalami demam dan diare biasa, tidak terjangkit penyakit apapun. Namun, karena demam yang kunjung turun dan diare yang juga belum berhenti, akhirnya ia dibawa berobat ke RS. Harapan Kita, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Rizqi menderita penyakit ginjal bocor, atau secara medis disebut syndrome nefrotik. Saat ini setiap satu bulan satu kali ia harus menjalani control pemeriksaan juga penambahan albumin, dokter pun menyarankan agar Rizqki segera melakukan kemotherapy. Namun karena keterabatasan biaya, saat ini Rizqi belum bisa menjalani kemotheraphy. Ayahnya Jumah (40) adalah seorang sopir yang penghasilannya tak menentu, ia pun memiliki lima tanggungan anak yang kebutuhannya harus dipenuhi setiap hari. Alhamdulillah, kurir #SR ditakdirkan bertemu dengan keluarga Rizqi, kami menyatakan niatan kami untuk sedikit mengurangi beban biaya pengobatan Rizqi. Bantuan awal pun tersalurkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RS. Harapan Kita. Semoga adik kecil segera Allah angkat penyakitnya, agar bisa kembali ceria seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Alfa menderita Syndrome Nefrotik

Alfa menderita Syndrome Nefrotik


NANI RUSLIANAWATI (64, Maag Kronis), Alamat : Kp. Bambu Kuning, RT. 04/02, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Bu Nani, biasa akrab kami memanggilnya. Kurang lebih selama 2 tahun ini beliau mengidap penyakit maag kronis, diawali dengan nyeri pada bagian perutnya, namun ia menganggap hal yang biasa terjadi. Seiring berjalannnya waktu, nyeri di perutnya semakin menjadi. Ia pun kemudian dibawa berobat ke RSUD Bogor oleh suaminya Ahmad Suherman (65). Pasca berobat, kondisi Bu Nani tak juga membaik, ia justru semakin mengeluh merasakan nyeri di bagian perutnya. Suaminya tidak bisa berbuat banyak, ia hanya mampu merawat istrinya di rumah yang kini sudah tidak bisa mengonsumsi nasi. Selama ini Bu Nani hanya mendapat asupan gizi dari telur ayam yang direbus, lambungnya sudah tak mampu lagi mencerna makanan lain. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Nani, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic SR. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya akomodasi dan pembelian obat. Semoga Bu Nani segera sembuh dan dapat beraktivitas sebagaimana biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Ibu nani menderita Maag Kronis

Ibu nani menderita Maag Kronis


ASRONI ZEBUA, (36, Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung). Alamat : Kampung Kencana RT.1/9 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tansa, Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Pak Roni, demikian biasa dipanggil adalah seorang perantau dari Kepulauan Nias Sumatera Utara. Bersama adiknya,  ia  sengaja merantau ke Kota Bogor dengan tujuan memperbaiki ekonomi keluarga. Pada Bulan Mei 2015 Pak Roni mengalami kecelakaan di daerah Karadenan Bogor,  saat ia  dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Ia baru pulang tengah malam setelah menanyakan informasi tentang pekerjaan dari rumah temannya. Ia menjadi korban tabrak lari. Tanpa diduga, motor pinjaman yang ia kendarai ditabrak bus dari arah Jakarta. Karena sudah malam dan kondisi jalanan sepi, sopir bus yang menabraknya tidak bisa dikejar oleh warga sekitar untuk dimintai pertanggungjawaban. Saat itu Pak Roni langsung pingsan serta mengalami luka di kaki kanan, pinggang dan punggung. Warga yang melihat kecelakaan tersebut segera menolong dan membawa Pak Roni ke RS. PMI Bogor untuk mendapatkan perawatan. Pada saat kejadian kecelakaan Pak Roni tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia berobat menggunakan biaya pribadi yang diambil dari tabungan yang ia  bawa dari kampung.  Namun semakin hari cadangan uangnya semakin menipis sehingga meski belum sembuh benar Pak Roni terpaksa dibawa pulang. Di rumah ia  hanya dirawat sendiri oleh adiknya  dengan obat seadanya. Kadang ketika adiknya memiliki uang, Pak Roni dibawa ke pengobatan tradisional untuk mengobati lukanya namun karena luka yang dialami parah, hingga saat ini kondisinya belum pulih benar. Pak Roni tinggal berdua saja dengan adiknya di sebuah rumah kontrakan kecil di Bogor. Istrinya sudah meninggal dan kedua anak kini dirawat oleh  orangtua Pak Roni, yaitu Bapak Waosokhi Zebua (71) dan Ibu Manisa Hulu (70) di Nias,  Sumatera Utara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, adik Pak Roni bekerja sebagai tukang kredit keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan. Selama 8 bulan terakhir kondisi Pak Roni saat ini hanya terbaring di tempat tidur. Ia ingin melanjutkan pengobatan agar lukanya sembuh. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisinya segera membantu mengurus jaminan kesehatan untuk Pak Roni. Bantuan awal disampaikan untuk biaya pengurusan BPJS pada tanggal 15 februari dan tanggal 23 februari 2016 untuk biaya perawatan di RSUD cibinong, setelah hampir 1 Bulan di dampingi oleh kurir #SedekahRombongan, alhamdulillah sudah banyak perkembangan yang terlihat mulai. info dari dokter di RSUD bahwa pak roni harus segera di rontgen untuk bisa memastikan kondisi tulang di kaki dan pinggang pak roni. setelah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit dan dengan persetujuan dari pak roni dan adiknya akhirnya sekarang roni dibawa ke pengobatan tradional patah tulang di daerah cimande sukabumi karena biaya untuk di RS semakin besar dengan belum adanya BPJS milik Roni. Alhamdulillah sekarang pak roni sudah bisa untuk duduk dan sedang di latih untuk berjalan. Ketika kurir #SR datang untuk menjemput Pak Roni, Pak Roni hanya bisa mengucapkan rasa terimakasih kepada #SedekahRombongan dan sedekaholic yang sudah banyak membantu proses pengobatan pak roni melalui kurir #SR. Bantuan Lanjutan pun disampaikan untuk membeli keperluan sehari – hari dan untuk membeli obat luka Pak Roni. Penyerahan bantuan sebelumnya masuk di rombongan 835. semoga keinginan Pak Roni untuk kembali pulang ke kampung halamannya di Nias Sumatera Utara dimudahkan oleh Allah SWT dan dapat segera terwujud.Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung

Pak asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung


DEDI WAHYUDI, (33, Kelainan Darah). Alamat : Cimanggu, Jalan Tijan Rt.01/015 Kel. Kedung Waringin, Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor, Prov. Jawa Barat. Dedi adalah Seorang kepala keluarga yang mempunyai penyakit kelainan pada darahnya yang menyebabkan Dedi cepat lemas dan kondisi badannya menjadi drop, Apabila kondisi hemoglobin (HB) drop di bawah hingga di angka 3-4, Dedi harus segera diberikan transfusi darah di Rumah Sakit dan banyaknya transfusi darah yang diberikan untuk Dedi sebanyak 5 sampai 7 kantong darah serta Dedi harus dirawat di Rumah Sakit sekitar 2 sampai 3 hari untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Pada hari minggu tanggal 03 April 2016 kondisi Dedi kembali drop dan oleh kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan kabar bahwa kondisi Dedi kembali drop langsung menuju rumah Dedi dengan MTSR untuk membawa Dedi ke RSUD. Awalnya Dedi menolak untuk di bawa ke RSUD karena dia beranggapan kondisi tubuhnya masih belum terlalu drop, akhirnya dengan dirayu oleh istrinya Dedi pun mau untuk di bawa ke RSUD. Ketika sampai di IGD RSUD dokter pun menyarankan Dedi untuk kembali dirawat untuk memulihkan kesehatannya, namun karena tidak adanya ruangan kosong yang tersedia di RSUD maka Dedi pun dirujuk ke RS. Budi Asih untuk mendapatkan perawatan dan transfuse darah. Ternyata sesampainya di RS. Budi Asih ruangan di Rumah Sakit tersebut pun penuh dan Dedi kembali di rujuk ke RS. BMC. Kejadian yang sama pun terulang di RS. BMC menyatakan bahwa ruangan kelas 3 di RS tersebut pun juga penuh. Melihat kondisi Dedi yang sudah makin menurun dan dengan kordinasi kurir #SR bogor akhirnya Dedi pun dibawa ke Klinik Renata untuk mendapatkan perawatan dan Transfusi darah. Karena Klinik Renata belum menerima biaya pengobatan dengan menggunakan BPJS maka Dedi pun di rawat dengan biaya umum. Dengan kondisi kesehatan Dedi yang mudah drop Dedi seperti ini maka ia tidak bisa bekerja sebagai karyawan sebuah rumah makan untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya dengan tanggungan 3 anak yang masih balita dan istri Dedi. Kurir #SedekahRombongan yang datang merasakan bagaimana kesulitan yang di rasakan Dedi, Bantuan lanjutan pun diberikan untuk membayar biaya perawatan Dedi selama di rawat di Klinik Renata dan untuk membeli obat–obatan. Bantuan untuk Dedi sebelumnya masuk di rombongan 835. Semoga Dedi cepat kembali pulih agar bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @kartimans1 @rexy_eas

Pak dedi menderita Kelainan Darah

Pak dedi menderita Kelainan Darah


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kotamadya Bandung Jawa Barat. Ibu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia terdiaknosa tumor pada ginjal kirinya sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya Ia mengeluhkan nyeri dan pegal dipinggang sebelah kiri. Dan Ibu Ii Tunia  memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini Ibu Ii Tunia sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk Ibu Ii Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19) anak Ibu Ii Tunia yang sedang menempuh pendidikan kuliah dengan Beasiswa yang dia peroleh. Sempat Ibu Ii Tunia  putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Ibu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia termotivasi agar jangan sampai putus pengobatannya. Alhamdulillah kini Ibu Ii Tunia kondisinya membaik setelah pasca operasi penganggatan Batu ginjal pada bulan Juni ini dan telah mulai beraktifitas kembali di rumah dan hanya melanjutkan kontrol rutin 1 bulan sekali di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Innalillahi Wainnalillahi Rojiun setelah lama berjuang  Allah memeliki takdir lain untuk Ibu Ii Tunia, rahasia umur hanya Allah yang tahu. Bulan April kemarin Ibu Ii Tunia sempat kita larikan ke IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin dikarenakan kondisinya yang semakin memburuk dan sempat dirawat selama 2 minggu. Dan akhirnya pihak keluarga membawa pulang Ibu Ii Tunia karena permintaan beliau untuk ingin segera pulang ke rumah .tepat pukul 09.00 di rumah Ibu Ii Tunia menghembuskan nafas terakhirnya saat tertidur pulas. Semoga Allah SWT menerima amal-amal kebaikannya selama hidup di dunia amin YRA. Alhamdulillah #SedekahRombongan  telah menyampaikan santunan terakhir untuk Ibu Ii Tunia yang  digunakan untuk pembelian obat, popok serta susu selama dirawat 2 minggu dan uang duka yang digunakan untuk menambahkan biaya pemakaman Ibu Ii Tunia sejumlah Rp. 1.000.000,- Jazakumullah Sedekahholics.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri


SAUNAH BINTI IRAN (59, Liver). Alamat: Kp. Gaga RT. 3/4, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Bu Unah, begitu beliau akrab disapa. Sejak empat tahun lalu, ibu satu anak ini merasakan sakit di dadanya. Namun karena kekurangan biaya, maka beliau hanya melakukan pengobatan ke bidan dan Puskesmas setempat. Singkat cerita, pada 3 hari yang lalu, badan Bu Unah membengkak dan ia mengalami pendarahan. Oleh keluarga, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai ibu rumah tangga ini dibawa ke klinik. Oleh bidan yang menanganinya, Bu Unah dirujuk ke rumah sakit.  Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dilakukan cek laboratorium, Bu Unah dinyatakan mengidap sakit liver. Tindakan untuk proses penyembuhan, ia harus menjalani rawat inap sampai bengkak pada bagian-bagian tubuhnya mengempes. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Saunah dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan beban beliau. #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @nahjaronah

Ibu saunah menderita Liver

Ibu saunah menderita Liver


SURYA BIN AMIN (57, Stroke). Alamat : Kp. Ceger RT. ¼, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Surya sudah menduda sejak 5 tahun yang lalu. Pekerjaannya hanya seorang tukang gosok batu akik di pinggir jalan depan SMPN 1 Sukatani Kabupaten Bekasi. Namun sejak 3 tahun yang lalu, pekerjaan tersebut sudah ia tinggalkan karena penyakit stroke yang dialaminya. Saat ini ia hanya mengandalkan anaknya yang sudah berkeluarga untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Upaya pengobatan selama 3 tahun sudah ia jalani ke berbagai ahli pengobatan, dari pengobatan alternatif dan medis. Seminggu yang lalu, ia mengalami sesak pada pernafasannya sehingga harus dievakuasi ke rumah sakit. Pada hari itu ia dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dan menjalani perawatan hingga saat ini. Meskipun ia memiliki Kartu BPJS, namun untuk biaya sehari-hari selama ia menjalani perawatan sangat sulit ia dapat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama Pak Surya menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Zaenudin

Pak surya menderita Stroke

Pak surya menderita Stroke


ABDUL PAKAR (36, TB Paru). Alamat : Kp. Setia Jaya RT. 2/2, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Abdul sudah sekitar 5 tahun menderita TB Paru. Karena pengobatannya yang tidak teratur, hingga saat ini tidak ada perubahan dan bahkan semakin memburuk. Ia sudah bercerai dengan istrinya sekitar 5 tahun yang lalu, ketika ia masih bekerja sebagai sopir angkutan umum di Kota Bekasi. Namun, sudah lebih dari 3 bulan ia sudah tidak bekerja lagi karena kondisinya yang menurun drastis. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja Pak Abdul kesulitan. Meskipun ia berobat dengan menggunakan kartu Jaminan KIS dari pemerintah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitannya sehingga menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama ia menjalani kontrol di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Pak abdul menderita TB Paru

Pak abdul menderita TB Paru


ANGKASA RAMADHAN (6, Gangguan Pencernaan). Alamat : Kp. Kumejing RT. 3/6, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Orang tuanya biasa memanggil dengan nama Aang, yang sejak lahir memang sudah ada kelainan. Namun, dokter belum berani untuk ambil tindakan dan harus tunggu ketika ia sudah agak besar. Ada benjolan yang terdapat seperti lubang kecil terletak sekitar 5 cm di atas bokong. Ia tidak pernah merasakn mulas saat akan buang air besar, sehingga kotorannya berceceran saat ia sedang main bersama teman-temannya. Tentu saja hal ini kadang membuat Aang dijauhi dari teman-temannya. Ketika Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, Aang belom memiliki jaminan apa-apa untuk berobat dan rencananya akan segera dibuatkan kartu BPJS. Ayahnya, Pak Joni (44) seorang buruh serabutan, sedangkan ibunnya, Bu Acih (41) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitannya sehingga menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan kartu BPJS dan biaya kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Angkasa menderita Gangguan Pencernaan

Angkasa menderita Gangguan Pencernaan


BENAH ROFI (66, Stroke). Alamat : Kp. Pulo Kecil Kidul RT. 1/2, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awalnya sekitar 1 tahun yang lalu, Bu Benah terjatuh saat sedang ambil air wudhu ketika akan sholat subuh. Bagian tubuh sebelah kanan tidak dapat digerakan karena terasa kaku. Saat itu keluarganya membawa Bu Benah ke pengobatan alternatif di daerah Bogor dengan harapan dapat segera sembuh. Namun ketika pengobatan sudah berlangsung sekitar 3 bulan, tidak ada hasil yang memuaskan sehingga keluarga menghentikan pengobatan alternatif tersebut. Pengobatan Bu Benah sempat terhenti karena ketiadaan biaya dan baru dilanjutkan setelah Kurir #SedekahRombongan berkunjung di kediamannya. Pengobatan pun berlanjut dengan pemeriksaan pertama di puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Dengan berbekal jaminan Kartu Indonesia Sehat, Bu Benah menjalani pengobatan secara rutin di RSUD Kabupaten Bekasi. Bu Benah adalah seorang janda, suaminya meninggal sekitar 8 tahun yang lalu. Selama ini hidupnya bergantung pada anak laki-lakinya yang sudah berkeluarga. Anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan sudah tidak berdaya untuk memenuhi kebutuhan ibunya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama Bu Benah melakukan pengobatan rutin di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Samsudin

Bu benah menderita Stroke

Bu benah menderita Stroke


YULIANA SARAGIH (34, Reumatik ). Alamat: Jl. Kelinci 2 RT. 8/15 No. 31, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Wanita yang akrab disapa Bu Yuli ini adalah seorang janda. Sakit yang diderita Bu Yuli berawal dari reumatik setelah melahiran anak pertama. Pada saat itu, ketika ingin buang air kecil, badannya terasa kaku. Kemudian Bu Yuli berobat ke klinik, dokter di klinik setempat menyatakan bahwa ia menderita sakit reumatik. Kemudian Bu Yuli melakukan rawat jalan dan hasilnya rasa sakit yang ia derita dapat sembuh. Namun terkadang sakitnya kambuh lagi apabila tidak minum obat. Selanjutnya Ibu Yuli berobat di RS Bakti Kartini Kota Bekasi. Diagnosa dari dokter rumah sakit tersebut menyatakan bahwa Ibu Yuli menderita rematik akut. Dan dokter menyarankan untuk suntik tiap minggu sekali dengan biaya setiap kali suntik yaitu sebesar Rp 3.000.000,-. Dokter juga menyarankan untuk dilakukan operasi tulang kaki di bagian persendian. Karena saat itu belum ada biaya dan belum ada kartu BPJS, Ibu Yuli akhirnya tidak melanjutkan pengobatan sampai sekarang. Kondisi Bu Yuli saat ini, tidak bisa berjalan dan berdiri. Hanya bisa tidur di atas kasur sejak bulan Oktober 2015. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Yuli dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan beban Bu Yuli. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Ibu yuliana menderita Reumatik

Ibu yuliana menderita Reumatik


UNYI BINTI EDI RUSMIANTO (47, Ca Mammae). Alamat: Kp. Sukamantri RT. 4/1, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Berawal sekitar 1 tahun yang lalu, terdapat ada benjolan di payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di salah satu rumah sakit sekitar, dokter memutuskan untuk mengangkat benjolan tersebut. Namun benjolan baru tumbuh di sekitar leher samping dan semakin membesar. Saat ini dengan berbekal Kartu KIS, rencananya Bu Unyi akan melanjutkan proses pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi, namun mereka masih kesulitan dengan biaya akomodasi ke rumah sakit. Suaminya, Pak Edi (52) yang bekerja serabutan tidak bisa memenuhi kebutuhan pengobatan Bu Unyi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Zaenudin

Bu unyi menderita Ca Mammae

Bu unyi menderita Ca Mammae


GRACIO MAXIMILLIAN NATANAEL SIAHAAN (4 bulan, Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung). Alamat: Jl. Meranti Selatan II Blok D, No.223 RT. 5/11, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Pada 11 April 2016 lalu, tiba-tiba Gracio mengalami demam, diare dan muntah. Oleh Maria (26), ibunya, ia dibawa ke RS. Rawalumbu. Namun saat itu ruangan di rumah sakit tersebut sedang penuh. Selanjutnya Gracio dibawa ke RS. Elisabeth dan oleh tim dokter Gracio dicek darahnya. Saat itu hasilnya menunjukkan kalau Hb nya rendah. Karena kondisi ruangan juga penuh, pihak rumah sakit  merujuk Gracio ke rumah sakit lain di kota Bekasi, namun di sana Gracio ditolak karena demamnya belum mencapai 40 derajat. Selanjutnya Ibu Gracio membawanya kembali pulang ke rumah. Pada malam harinya Gracio dibawa lagi ke RS. Hermina dan tim dokter melakukan cek urine, feses dan juga rontgen. Dari hasil cek urine menunjukkan kalau Gracio menderita dehidrasi, dari hasil cek feses menunjukkan kalau ada bakteri dan dari hasil rontgen menunjukkan kalau Gracio mengidap infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung. Selanjutnya Gracio dirawat selama satu minggu di RS Hermina. Namun pihak rumah sakit hanya melakukan pengobatan sakit paru-parunya, sedangkan untuk jantung tidak ditangani, hal ini dikarenakan keterbatasan alat di RS tersebut. Selama satu minggu dirawat, Gracio diuap sebanyak 6-7 kali dan diberi obat antibiotik serta parasetamol. Pada hari Sabtu, 16 April Gracio diperbolehkan pulang dan tetap harus menjalani rawat jalan. Selama di rumah, Gracio susah minum. Pada hari Rabu selanjutnya, Gracio melakukan kontrol ke RS dan diberi obat buat mengeluarkan dahak. Karena masih juga demam, Ibu dari Gracio membawanya ke IGD RS. Rawalumbu. Sampai saat ini pihak rumah sakit masih berupaya untuk menyembuhkan Grasio dengan memberi tindakan injeksi dan uap di Ruang NICU. Saat dirawat di rumah sakit sebelumnya, ia menelan biaya sebesar Rp 3.045.000, karena saat itu BPJS belum jadi. Saat ini BPJS sudah ada dan bisa dipergunakan, namun kesulitan mereka tidak hanya sampai di sini, ada obat-obatan yang tidak dapat dicover BPJS dan harus dibeli. Karena Ibu Gracio seorang janda dan saat ini sedang tidak bekerja. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Gracio dan keluarga sehingga bisa membantu meringankan beban mereka. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2016
Kurir: @ddsyefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Gracio menderita Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung

Gracio menderita Infeksi Paru-Paru dan Pembengkakan Jantung


TOTARIA NABABAN (60, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Babakan Jaya RT. 5/2, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada bulan Desember 2014 silam, Bu Ria mengalami pendarahan, karena sakit kanker serviks. Oleh keluarga Bu Ria segera dilarikan ke RS. Darmais Jakarta. Tim dokter rumah sakit tersebut segera melakukan tindakan operasi terhadap Bu Ria. Setelah dilakukan operasi dan dilakukan penyinaran, Bu Ria dinyatakan sembuh. Namun, pada bulan Januari 2015, Bu Ria kembali sakit. Ada cairan yang masuk ke otaknya yang mengakibatkan ia tidak dapat bicara. Karena sakitnya ini, Bu Ria harus dirawat di RSCM Jakarta dan menjalani operasi di bagian kepala. Ia menjalani perawatan dari bulan Januari 2015 sampai dengan Juli 2015. Dan pada bulan Juli beliau diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Namun, ujian kembali dirasakan Bu Ria. Pada bulan September 2015, Bu Ria kembali tidak dapat bicara karena ada cairan yang masuk ke otaknya. Dan operasi di kepala kembali dilakukan pada bulan September. Setelah operasi, Bu Ria dirawat di RSCM sampai bulan Februari 2016. Dan pada bulan April 2016 lalu, Bu Ria kembali dilarikan ke RSCM karena kondisi kesehatannya yang menurun, setelah dilakukan perawatan selama 10 hari, akhirnya pihak rumah sakit memperbolehkan Bu Ria untuk pulang. Namun Bu Ria tetap harus menjalani rawat jalan di RSCM. Suami Bu Ria, Pak Marumun Situmeang (65) sudah tidak bekerja dan hingga saat ini mereka sudah habis-habisan menjual harta benda yang ia miliki untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, meskipun biaya pengobatan Bu Ria sudah dicover BPJS Kesehatan yang ia miliki. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama Bu Ria menjalani pengobatan rutin ke RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @ddsyefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Ibu ria menderita Kanker Serviks

Ibu ria menderita Kanker Serviks


ENGKUS KUSNADI (24, Retak Tulang Kepala Akibat Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat Jl. Raya Samarang Kampung Sinarasih RT.3/4 Kelurahan Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pada Selasa siang, 26 April 2016 Engkus mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di jalan Samarang Garut. Kepalanya luka cukup parah akibat benturan keras dengan step motor yang menabraknya. Tengkorak kepalanya retak dan mata bagian kanan lebam membiru. Engkus langsung dilarikan ke RS dr. Slamet Garut untuk mendapatkan pertolongan pertama. Alhamdulillah nyawanya dapat terselamatkan. Namun, ia harus dioperasi. Karena peralatan di RS dr. Slamet Garut terbatas, dokter kemudian merujuknya ke RSHS Bandung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pada Rabu, 27 April 2016, melalui informasi dari teman kurir #SedekahRombongan di Garut, kurir #SR alhamdulillah dapat dipertemukan dengan Engkus dan keluarganya di RSHS Bandung. Didapatlah info lengkap mengenai keadaan pasien serta administrasi yang harus dibayar: biaya operasi mencapai Rp.13.000.000,. Bersama keluarganya, jaminan Asuransi Jasa Raharja yang menjadi haknya dicoba diuruskan, dan alhamdulillah klaimnya lancar. Pascaoperasi, ia kemudian dirawat selama sepuluh hari di ruang Kemuning RSHS Bandung. Walaupun biaya rumah sakit tidak menjadi kendala, bagi anak yatim dan keluarga dhuafa ini terasa berat menjalani musibah yang tak mereka kira itu. Biaya hidup sehari-hari selama Engkus dirawat sangat membingungkan mereka. Engkus, yang masih lajang ini, belum punya pekerjaan. Sepeninggal ayahnya, kondisi ekonomi keluarganya semakin menurun. Berempati atas apa yang dialmi Engkus dan keluarganya, alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics untuk Engjus dan keluarganya. Bantuan yang disampaikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama Engkus berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @fuaf_baasil

Engkus menderita Retak Tulang Kepala Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Engkus menderita Retak Tulang Kepala Akibat Kecelakaan Lalu Lintas


UNYI BINTI EDI RUSMIANTO (47, Ca Mammae). Alamat: Kp. Sukamantri RT. 4/1, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Berawal sekitar 1 tahun yang lalu, terdapat ada benjolan di payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di salah satu rumah sakit sekitar, dokter memutuskan untuk mengangkat benjolan tersebut. Namun benjolan baru tumbuh di sekitar leher samping dan semakin membesar. Saat ini dengan berbekal Kartu KIS, rencananya Bu Unyi akan melanjutkan proses pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi, namun mereka masih kesulitan dengan biaya akomodasi ke rumah sakit. Suaminya, Pak Edi (52) yang bekerja serabutan tidak bisa memenuhi kebutuhan pengobatan Bu Unyi. Saat ini Bu Unyi menjalani kontrol pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Zaenudin

Bu unyi menderita Ca Mammae

Bu unyi menderita Ca Mammae


ANI SUSANTI (45, Lumpuh). Alamat : Jl. Kunang Gg. Palka RT. 23/5 Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada tahun 2008, Ibu Ani mencoba peruntungan dengan menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia. Pada April 2010, ketika sedang membersihkan pohon di halaman sang majikan dengan menggunakan tangga, Ibu Ani terjatuh mengenai pagar rumah majikannya. Ujung pagar menancap ke leher serta tangan dan kaki sebelah kiri ikut cidera. Selama 1,5 bulan di rawat di rumah sakit setempat di Malaysia, Ibu Ani dibawa kembali ke rumah majikannya, tetapi Ibu Ani bersikeras untuk dipulangkan ke Indonesia. Pada pertengahan bulan Mei 2010, Ibu Ani sampai di Indonesia masih dengan menggunakan kursi roda dengan kondisi tidak bisa berjalan dan beribicara. Sesampainya di kediamannya, oleh keluarga Ibu Ani dibawa terapi hingga dapat berbicara dan berjalan menggunakan tongkat. Tabungan yang diperoleh selama bekerja di Malaysia pun habis untuk biaya pengobatan. Saat ini Ibu Ani dapat berjalan perlahan-lahan dengan kondisi kaki kiri yang gemetar dan tangan kiri yang belum dapat digerakkan. Ibu Ani mencari nafkah dengan membuka warung kecil-kecilan di rumah kontrakan yang ia tinggali bersama seorang anaknya. Ibu Ani memulai lagi terapi untuk kaki dan tangan kirinya menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun yang menjadi kendala adalah biaya transportasi selama terapi dan biaya hidup karena warung yang dibukanya sepi pembeli. Kurir #SedekahRombongan pun memberikan bantuan kepada Ibu Ani untuk keperluan tersebut, dan berharap terapi yang tengah dijalani berjalan dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu ani menderita Lumpuh

Ibu ani menderita Lumpuh


KARSINAH BINTI KASMINI (70, Stroke). Alamat:  Jl. Ahmad Pakuan No 15 RT. 1/2 Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung. Nenek Karsinah, biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya tinggal bersama suaminya di rumah yang sederhana. Awal sakit Nenek Karsinah  adalah ketika darah tinggi atau hipertensi yang dideritanya kumat dan ia merasakan ngilu hingga ke kaki. Ia merasa lemas sehingga susah untuk menggerakan kakinya dan untuk berjalan ia menggunakan tongkat kayu. Ia hanya sesekali berobat ke Klinik Pratama yang ada di dekat rumahnya. Kini Nenek Karsinah hanya bisa beristirahat di rumah saja. Suami Nenek Karsinah, M. Rusdi (74), hanya seorang buruh harian yang sekarang tidak bisa bekerja karena penyakit pembesaran prostat yang dideritanya. Ia hanya bisa membantu mengurus rumah dan merawat istrinya. Nenek Karsinah pun terlihat pasrah dan mengatakan kepada Kurir #SedekahRombongan Lampung yang menjenguknya bahwa ia sudah tidak memiliki keluarga lagi, hanya hidup dengan suaminya dan tidak bisa rutin berobat untuk kesembuhan penyakit mereka. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama ini biaya untuk Nenek Karsinah berobat masih mengandalkan pemberian dari para tetangga, bahkan termasuk untuk makan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Nenek Karsinah kesehatannya segera membaik dan santuan dari sedekaholics bisa meringankan beban Nenek Karsinah dan suaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @Evandlendi @Trii20 @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Ibu karsinah menderita Stroke

Ibu karsinah menderita Stroke


DIAN WIDIASTUTI (14, Ventrikel Septal Deffect). Alamat: RT. 15/4 Desa Taman Sari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Gadis berparas manis itu biasa disapa Dian, ia adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awal mula sakitnya terjadi sekitar liburan sekolah pada tahun 2016, tiba-tiba Dian mengalami pembengkakan di seluruh tubuh sehingga keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat di Lampung Selatan dan ternyata ia didiagnosa awal terkena liver dan harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Karena kondisinya belum membaik, pihak rumah sakit merujuknya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek pada Jumat, 18 Maret 2016. Karena jarak antara rumah sakit di Lampung Selatan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek jauh, Dian mengalami kelelahan dan sesak napas sehingga harus dirawat selama 10 hari. Pihak rumah sakit belum bisa memastikan kondisi kesehatannya dan akhirnya merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta untuk memastikan apakah ia menderita kebocoran jantung tipe Ventrikel Septal Deffect. Dian sudah ditinggal ayahnya, Alm. Paryono, sejak usianya 2 tahun, sedangkan ibunya, Mundiyah (43) sekarang harus menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga untuk membiayai kedua anaknya. Ibu Mundiyah yang keseharianya di sawah dan setelah itu harus bekerja di tempat tetangga sebagai buruh kupas kepiting, merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhan keluarga dan menanggung biaya pengobatan Dian. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan Ibu Mundiyah dan keluarganya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan sehari – hari. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @kurnia_wati99 @akhiddd @akuo_kawai @ririn_restu

Dian menderita Ventrikel Septal Deffect

Dian menderita Ventrikel Septal Deffect


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR MAGETAN). Alamat : Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 25 Magetan Jawa Timur. Setelah 4 tahun berkiprah di Magetan, Sedekah Rombongan berkembang dengan pesat dan mempunyai banyak pasien dampingan. Seiring dengan perkembangan tersebut dibutuhkan rumah singgah yang digunakan untuk transit pasien dari area Madiun dan Ngawi yang akan menjalani pengobatan di Solo. Alhamdulillah sejak bulan Oktober 2015 telah hadir Rumah Singgah Sedekah Rombongan sehingga memudahkan pergerakan pendampingan pasien. RSSR ini kami kontrak selama satu tahun, sehingga, selama satu tahun ke depan pasien yang jauh rumahnya misalnya Ngawi atau Madiun dapat terfasilitasi dengan baik dalam rangka pengobatan mereka. Selama bulan  April 2016 kebutuhan biaya operasional Rssr sebesar Rp. 2.508.400 yang digunakan untuk kebutuhan perlengkapan Rssr, konsumsi pasien, dan biaya listrik, air, telpon. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan Sedekah Rombongan ini. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.508.400
Tanggal : Minggu, 1 Mei 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Allcrew

Bantuan operasional konsumsi pasien, dan biaya listrik, air, telpon

Bantuan operasional konsumsi pasien, dan biaya listrik, air, telpon


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan April 2016 biaya MTSR sejumlah Rp 4.915.000 yang meliputi Bensin mtsr : Rp 2.300.000, biaya servise dan ganti oli mtsr Rp 135.000, Biaya cuci Mtsr Rp 60.000, pembelian 2 buah ban depan Mtsr Rp 920.000 serta Jasa Driver Rp. 1.500.000. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan :  Rp 4.915.000
Tanggal : Minggu, 1 Mei 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Allcrew

Biaya service dan BBM

Biaya service dan BBM


SURYATI BINTI PARTO SARPAN (50 tahun, pendarahan otak) Alamat : RT 07 RW 02 Desa Sumberagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Lek Sur biasa dia dipanggil adalah istri dari Pak Sunarto, beliau adalah pasangan suami istri yang kurang mampu. Sehari-hari Pak Sunar dan Lek Sur ini hanya jadi buruh tani, mereka pun hidup hanya menumpang rumah dari adik ipar Lek Sur. Pada hari Jum’at tanggal 6 April 2016 Lek Sur mengalami kecelakaan kecil yang entah bagaimana kronologi nya tak ada orang yang tau sampai pada tetangga menemukan Lek Sur tergeletak di pinggir jalan dan langsung melarikannya ke rsud Soedono Madiun. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter ternyata Lek Sur mengalami pendarahan pada otak nya. Adik dan suami Lek Sur saat ini sedang bingung dengan keadaan keuangan untuk membayar pengobatan Lek Sur, jaminan kesehatan yang dipunyai Lek Sur bisa digunakan 2 minggu lagi. Sampai pada kurir Sedekah Rombongan menemui Lek Sur yang tergeletak lemas di rsud Soedono Madiun, maka kurir Sedekah Rombongan berniat untuk menyampaikan bantuan guna meringankan beban keluarga mengingat sampai pada 12 April 2016 biaya yang dibutuhkan sudah mencapai Rp 7.000.000. Alhamdulillah, santunan lepas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp 2.000.000 telah disampaikan. Lek sur dan keluarga sangat terharu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholic yang sudah membantu meringankan biaya pengobatan Lek Sur melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Sabtu, 23 April 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama @SonyRS

Ibu suryati menderita pendarahan otak

Ibu suryati menderita pendarahan otak


SUMARNI BINTI SUPAR (43 tahun, kanker Ovarium) Alamat : RT 10 RW 2 Dukuh Geneng Desa Slagreng Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sumarni menderita sakit sejak satu tahun yang lalu. Sempat dioperasi di salah satu klinik kandungan di Magetan, sembuh beberapa saat dan kambuh lagi. Untuk melanjutkan pengobatan, beliau mendaftar Bpjs. Sejak bulan Desember 2015 bu Sumarni melakukan pengobatan di Rsu Moewardi Solo. Rangkaian pengobatan yang terus menerus, biaya transportasi, akomodasi serta biaya kost sangat memberatkan beliau. Suami beliau, Pak Suwari (45 tahun) hanya sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu dan masih mempunyai tanggungan 2 anak yang masih sekolah. Bu Sumarni sendiri semasa masih sehat bekerja sebagai buruh tani, tetapi sejak setahun yang lalu praktis tidak bisa bekerja karena sakit yang di derita nya. Rangkaian pengobatan yang dijalani saat ini di rsdm adalah kemoterapi dan kontrol rutin. Informasi mengenai bu Sumarni diperoleh dari saudara salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan dan akhirnya Bu Sumarni menjadi salah satu pasien dampingan. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di rsud Moewardi Solo. Pak Suwari sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas pendampingan dan segala bantuan yang telah diberikan pada keluarganya.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Kamis, 5 Mei 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @RonyPratama

Ibu sumarni menderita kanker Ovarium

Ibu sumarni menderita kanker Ovarium


DWI NINGSIH BINTI SUYONO (17 tahun, osteoma/ benjolan di dagu). Alamat : Dusun Pondok RT 03 RW 02 Desa Manjung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ningsih biasa dipanggil adalah seorang pelajar kelas 9 di MAN Panekan, ayahnya sudah lama meninggal. Ningsih hidup dan dibiayai oleh ibu kandung nya, yaitu Bu Sumirah (45 tahun). Tiga tahun yang lalu Ningsih mengalami benjolan pada dagu nya tapi hanya di priksakan ke dokter praktek yang hanya diberi obat tanpa ada penjelasan tentang penyakit yang diderita. Akibat keterbatasan biaya akhirnya Ningsih hanya dibiarkan saja oleh ibunya, sampai pada bulan Desember 2015 yang lalu Ningsih mengalami sakit yang luar biasa dengan bertambah besar nya benjolan pada dagunya, akhirnya ibu Sumirah membawa Ningsih ke Rsu Pangkalan Udara Iswahyudi. Dan dikarenakan bersamaan dengan hari Natal sehingga Ningsih tidak dapat pertolongan apapun dari pihak rumah sakit dan kembali dibawa pulang ke rumahnya. Sampai kurir Sedekah Rombongan menemukan dan melihat kondisi yang di alami Ningsih dan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ningsih. Dalam 4 bulan pendampingan Sedekah Rombongan, telah dilaksanakan dua kali operasi di rsud Moewardi Solo. Dan operasi ketiga direncanakan 6 bulan ke depan dengan jadwal kontrol sebulan sekali. Santunan ketiga dari sedekaholic untuk oprasional pengobatan telah di sampaikan sebesar Rp 700.000 setelah sebelumnya masuk rombongan 808. Keluarga Ningsih sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 700.000
Tanggal : Kamis, 5 Mei 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Dwi menderita  osteoma/ benjolan di dagu

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu


ALM. PARTI BINTI MARTO SADAD (61 tahun, Kanker Servik) Alamat : RT 4 RW 2 Dusun Terung Desa Terung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beliau bekerja sebagai buruh cuci baju dan pembantu rumah tangga. Sekitar Dua tahun yang lalu sewaktu periksa di Rumah Sakit Sayidiman Magetan beliau divonis mengidap kanker serviks. Oleh karena itu dokter akan merujuk beliau untuk ke Rumah Sakit yang lebih besar sehingga keluarga beliau mengalami  kesulitan untuk biaya ke Rumah Sakit. Bu Parti tinggal bersama anak perempuan semata wayang nya yang berumur 22 tahun dan suaminya Bapak Sadiran (63 tahun) hanya pekerja serabutan proyek yang pendapatan penghasilan kurang lebih Rp. 35.000/hari. Rumah yang ditinggali beliau pun bukanlah rumah beliau sendiri, melainkan rumah kontrakan. Kurir #SR dipertemukan dengan beliau dan kemudian mendampingi pengobatan beliau. Setelah menjalani kemo, Bu Parti juga harus menjalani pengobatan sinar dalam untuk kesembuhan penyakit beliau. Dan dikarenakan alat sinar yang berada di Solo sedang rusak, maka Bu Parti di rujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta.Therapy penyinaran sebanyak sepuluh kali sudah dilakukan, kondisi ibu Parti Alhamdulillah stabil, team dokter yang menanganinya sudah memperbolehkan pulang dan control selanjutnya sudah bisa dilakukan di rsdm Solo. Setelah kurun waktu 1,5 tahun dalam pendampingan Sedekah Rombongan, kondisi Bu Parti semakin menurun. Sabtu, 16 April 2016 dokter menyatakan menyerah, kemoterapi dan sinar sudah tidak berpengaruh apapun untuk melawan penyakit beliau dan keluarga memutuskan untuk membawa pulang ke Magetan. Akhirnya hari Selasa, 26 April 2016 Bu Parti meninggal dunia. Santunan titipan para sedekaholic sebesar Rp 1.800.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman dan biaya akomodasi perawatan di rsu Moewardi Solo selama 14 hari sebelum beliau meninggal dunia, setelah sebelum nya masuk rombongan 825. Keluarga Bu Parti mengucapkan terimakasih atas semua pendampingan dan bantuan selama ini yang dilakukan oleh semua kurir Sedekah Rombongan khusus nya area Magetan, Solo dan Jakarta. Semoga menjadi catatan amal untuk semua kurir dan para Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000
Tanggal : Selasa, 26 April 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Ronypratama

Almh bu parti menderita Kanker Servik

Almh bu parti menderita Kanker Servik


MUFLIKAH BINTI NUR SYAM (68 tahun, duafa). Alamat : RT 01 RW 01  Desa Prambon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Likah adalah seorang ibu yang hidup sebatang kara dengan keseharian yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, dengan kondisi yang tidak begitu sehat, untuk makan sehari-harinya dia harus berjalan ke sana kemari meminta belas kasihan orang lain. Setelah ditinggal mati kedua orang tuanya, mbah Likah tidak menikah sehingga anakpun tidak punya. Akhirnya hidup sendirian sampai sekarang. Untuk bekerja mbah Likah sudah tidak mampu karena kedua telapak tangannya  ada luka – luka seperti habis terbakar. Pada saat bertemu dengan team SR, mbah Likah hanya duduk saja dan sementara di dekatnya ada setumpuk kain jarik kotor yang belum dicuci. Informasi tentang mbah Likah didapat dari teman kurir SR Madiun. Alhamdulillah mbah Likah mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1000.000. Mbah Likah merasa senang dan sangat terbantu sekali dan mengucapkan banyak terimakasih pada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 1 Mei 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


TUSIYEM BINTI DUL KASAN (76 tahun, dhuafa). Alamat : Desa Prambon RT 06 RW 01 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur.  Mbah Tus biasa dipanggil adalah seorang nenek renta yang hidup sendiri  di sebuah rumah milik orang lain . Mbah Tus tidak memiliki rumah sendiri dari dulu. Beruntung ada rumah tetangga yang kosong disuruh menempati rumah tersebut. Mbah Tus yang tidak menikah itu  mengharapkan belas kasihan orang lain untuk makan sehari-harinya.  Waktu team SR ke rumahnya, mbah Tus sedang merebus air  untuk mandi, memakai kayu bakar kecil-kecil bekas makanan ternak tetangganya. Untuk mandipun mbah Tus masih harus menimba air sumur di depan rumahnya. Informasi tentang mbah Tus diperoleh dari salah satu teman kurir Madiun. Alhamdulillah mbah Tus  mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari. Mbah Tus sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 1 Mei 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


KUNING BIN SOMO SURIP (80Tahun, Janda miskin). Alamat : Dukuh Sawahan, Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun Jawa Timur. Mbah Kuning adalah seorang janda miskin yang hidup sendiri. Sejak dulu mbah Kuning bekerja sebagai tukang pecah batu, hingga sekarang raganya sudah tidak kuat lagi. Saat ini mbah Kuning tinggal dirumah adik iparnya yang bernama mbah Semi, karena rumah mbah Kuning hampir roboh. Mbah Semi bekerja sebagai tukang pecah batu melanjutkan pekerjaan mbah Kuning. Karena mbah Semi pun juga seorang janda dan tidak mampu. Waktu kurir SR berkunjung ke rumahnya, mbah Kuning sedang duduk menemani mbah Semi yang sedang pecah batu disamping rumahnya.  Informasi tentang mbah Kuning didapat dari teman kurir SR Madiun. Alhamdulillah mbah Kuning mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1000.000. Mbah Kuning merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih pada sedekaholic atas bantuan  yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 30 April 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


NUR CHOLIFAH dan SIPON BINTI NGALIMAN (12 tahun dan 57 tahun, dhuafa sakit diabet). Alamat : Desa Slambur RT 03 RW 02 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Sipon adalah janda yang hidup dengan seorang anaknya perempuan kelas 6 SD. Bu Sipon menderita Diabet sejak 2 tahun yang lalu dan sudah berpengaruh ke matanya yang sekarang kabur untuk melihat. Bu Sipon pernah periksa ke Puskesmas dan diberi obat. Sekarang sudah lama tidak ke Puskesmas karena tidak ada yang mengurusi. Suaminya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak, sehingga mengasuh anak orang lain yang sekarang kelas 6 SD bernama Nur. Nur termasuk anak yang pandai dan menyadari dengan kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit –  sakitan. Ke sekolah naik sepeda yang seadanya (kecil sekali kalau untuk ukuran anak kelas 6 dan onderdil banyak yang sudak rusak). Namun Nur tetap semangat. Waktu bertemu dengan kurir SR, Nur mengutarakan kalau ingin melanjutkan ke SMP dan ingin memiliki sepeda baru untuk nanti sekolah SMP. Informasi  tentang  Nur dan bu Sipon diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah bu Sipon dan Nur bisa mendapatkan santunan dampingan untuk ibunya dan santunan lepas untuk pembelian sepeda Nur sebesar Rp. 2.000.000.  Mereka senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan, semoga berkah.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Sabtu, 30 April  2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

santunan lepas untuk pembelian sepeda

santunan lepas untuk pembelian sepeda

M. RISKI ROMADHON (18, Phlegmon) tinggal di jalan Sulawesi no.1. Desa Plandi, Jombang, Jatim ini masihberstatus sebagai pelayar tingkat SMA. Riski menderita infeksi pada rongga mulut sehingga bernanah dan bengkak. Riski sebenarnya telah menjalani operasi di RSUD Jombang, tapi telatnya penangan pasca operasi yang menyebabkan infeksi kemana-mana menjadikan kondisi Riski semakin buruk. Biaya operasi senilai Rp 10.000.000 tentu sangat berat bagi kedua orang tuanya yang bekerja sebagai penjaja sapu keliling. Sampai-sampai 2 unit sepeda motor terjual karena tidak ada lagi aset untuk membiayai operasi. Kesulitan ini menjadikan Riski terpaksa pulang dan tidak mendapat perawatan lanjutan. Ia hanya bisa tidur di atas ksur, berjalan pun tak mampu karena sudah tidak bisa makan seminggu lebih. Kabar terakhir Riski sudah menguning dan kesulitan menelan, sehingga tiada makanan yang masuk untuk asupannya, apalagi bekas operasi yan seharusnya butuh waktu perawatan cukup lama. 23 April Riski dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang untuk mendapatkan penanganan seperti perawatan beks operasi dan pemasangan selang untuk  makan. Tapi malamnya, pasien mengalami tantrum dan berusaha melepas selang makan karena tidak nyaman. Setelah ditenangkan pasien tertidur. 24 April pasien mengalami pingsan berkali-kali sehingga pada pukul 10.30 dinyatakan meninggal. Wajah sendu tergambar di orang tua Riski ayan bernama Ibu Samiati (40) sebagai ibu rumah tangga dan Bapak Abdul Salim (45) sebagai penjaja sapu keliling. Sayangnya juga orang tua tidak memiliki KTP Jombang sehingga tidak ada fasilits kartu kesehatan apapun yang dimiliki keluarga ini. Semoga Riski tenang di sisi-Nya. aamiiin

Jumlah : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajarica

Riski menderita Phlegmon

Riski menderita Phlegmon

—-
HERMAN BIN BURHANUDIN (55, Lumpuh dan Buta Sebelah Mata). Alamat : Jl. Ahmad Akuan No 6 RT. I/I Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pak Herman biasa ia dipanggil, sehari – harinya bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarganya, ia pun sempat menjadi supir angkutan penumpang. Awal tahun 1985, Pak Herman mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan ia mengalami retak pada tulang ekor. Beberapa tahun setelah kejadian Pak Herman mengalami kelumpuhan pada bagian bawah pinggang ke bawah dan ia mengalami kebutaan pada mata kanannya. Sampai saat ini Pak Herman belum pernah memeriksakan keadaannya ke rumah sakit karena tidak punya simpanan uang dan tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki. Kini Pak Herman hanya bisa duduk di kursi roda yang dimilikinya dan lebih banyak berdiam diri di rumah saja. Istri Pak Herman, Ibu Rukiyah (51), mengatakan kepada Kurir #SedekahRombongan Lampung bahwa semenjak Pak Herman sakit keaadaan keluarga mereka sangat sulit apalagi untuk kebutuhan sehari- hari dan juga untuk menanggung biaya sekolah kedua anak mereka. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga kesehatan Pak Herman segera membaik dan bisa mencari nafkah kembali seperti sebelumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @Evandlendi @Triii20 @pipithasan5 @akuokawai @ririn_restu

Pak herman menderita Lumpuh dan Buta Sebelah Mata

Pak herman menderita Lumpuh dan Buta Sebelah Mata


SULARNO BIN SUWITO DIYONO (46, Syaraf Terjepit). Alamat : Dusun Adimulyo RT. 18, Desa Adijaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Sularno sebelumnya bekerja sebagai supir lintas, sekitar 7 tahun lalu tiba-tiba saja tangan kanannya merasa kram dan kesemutan tetapi tak ia hiraukan dan menganggapnya hal biasa. Setelah ia beristirahat rasa kesemutan itu hilang dan ia kembali bekerja.  Namun suatu saat sepulang bekerja tiba-tiba rasa kram dan kesemutan itu muncul lagi bukan hanya di tangannya tapi sampai kedua kakinya terasa lemas hingga tidak dapat berjalan. Pak Sularno sudah tidak dapat beraktivitas dan hanya bisa tiduran di atas tempat tidur. Sempat berobat ke tukang pijat dan pengobatan alternatif namun tidak kunjung sembuh. Keluarga yang merasa khawatir kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat namun belum juga mengalami perubahan. Keluarga, teman, dan tetangga Pak Sularno menyarankannya untuk ke RS Dr. Oen Surakarta  untuk memastikan kondisi penyakit Pak Sularno. Setelah berobat Pak Sularno didiagnosa terkena syaraf terjepit. Karena faktor biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan, pihak keluarga membawa Pak Sularno pulang  ke Lampung dan sampai saat ini kondisinya masih sangat lemah dan masih belum dapat berjalan. Keluarga hanya membawanya ke pengobatan alternatif dan sesekali dibelikan obat herbal. Segala upaya telah dilakukan tetapi Pak Sularno tak kunjung sembuh. Keluarga hanya bisa pasrah dan terus berusaha demi kesembuhan Pak Sularno. Semua aktifitasnya harus dibantu istrinya. Keadaan keluarga Pak Sularno sungguh memprihatinkan, banyak biaya sudah dikeluarkan dan kini ia tak memiliki apa-apa lagi sehingga membuat keluarganya hidup dalam kekurangan. Istri Pak Sularno, Ibu Siti Sugiyanti (34), yang mulanya hanya seorang ibu rumah tangga akhirnya mengambil alih peran Pak Sularno mencari nafkah. Ia bekerja menjadi buruh serabutan dan terkadang menjadi buruh pemotong rumput, itupun jika ada yang memanggilnya. Setelah Pak Sularno sakit, Ibu Siti lebih banyak merawat Pak Sularno dan anaknya yang masih SD, biaya pengobatan Pak Sularno dan anaknya yang masih sekolah  menjadi kesulitan bagi Ibu Siti karena hanya ia yang mencari nafkah. Kurir #SedekahRombongan yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Pak Sularno. Kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sularno.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @liliani  @akuokawai @ririn_restu

Pak sularno menderita Syaraf Terjepit

Pak sularno menderita Syaraf Terjepit


M. FIKRI ARDIANSYAH (3, Tetralogi of Fallot dan Pulmonal Stenosis Berat). Alamat : Dusun Cibiah RT. 1/2, Desa Batu Putu, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pada saat dilahirkan di bidan setempat kondisi Fikri normal, namun saat usianya 7 bulan, Fikri mengalami muntah darah dan langsung dibawa ke RS. Abdul Moeloek. Dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan pemeriksaan echocardiografi atau rekam jantung untuk melihat kelainan yang diderita Fikri. Dokter kemudian mendiagnosa penyakit Fikri adalah penyakit jantung bawaan yang dinamakan Tetralogi of Fallot yang disertai dengan Pulmonal Stenosis Berat atau penyempitan pembuluh darah paru-paru ke jantung. Karena beratnya beban jantung tersebut mengakibatkan Fikri sering lelah saat bernapas, kedua tangan dan kakinya membiru. Akhirnya Fikri dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Pada saat itu keuarga Fikri masih menggunakan Jamsostek, namun dikarenakan biaya hidup dan pengobatan yang cukup mahal di Jakarta, akhirya keluarga menolak untuk dilakukan operasi pada  Fikri. Akhirnya selama satu tahun ini Fikri hanya menjalani terapi herbal di rumah. Ayah Fikri, Johansyah (32), yang bekerja sebagai wiraswasta dan ibunya, Yuli (32), yang dalam kesehariannya hanya merupakan seorang ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk biaya pengobatan dan operasi Fikri apalagi harus membawanya dirujuk ke RS di Jakarta. Fasilitas jaminan kesehatan yang dulu dimiliki sudah tidak aktif, dan kini Fikri dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mengetahui kondisi Fikri merasa prihatin, akhirnya santunan awal dari para sedekahholic pun disampaikan kepada keluarga Fikri untuk membantu biaya pengobatan demi kesembuhannya. Semoga dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup keluarga dik Fikri. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @akuokawai @ririn_restu

Fikri menderita Tetralogi of Fallot dan Pulmonal Stenosis Berat

Fikri menderita Tetralogi of Fallot dan Pulmonal Stenosis Berat


AHMAD WAFI AL HADI (1, Infeksi Paru). Alamat : Jalan Abdul Gani No. RT. 6/4, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Wafi masih sangat dini untuk untuk terbaring lemah di rumah sakit. Awal mula sakitnya adalah Wafi sering mengalami panas yang tinggi kemudian orang tuanya membawa berobat ke bidan terdekat dan kondisinya membaik. Namun selang beberapa hari panasnya kambuh lagi dan semakin tinggi sehingga membuat orang tuanya khawatir. Akhirnya Wafi dibawa berobat ke dokter terdekat dan disarankan untuk melakukan cek darah karena dikhawatirkan terkena penyakit DBD. Hasil cek darah menyatakan negatif terjangkit DBD, kemudian pada saat perjalanan pulang dari berobat tiba-tiba Wafi step dan kejang-kejang sehingga orangtuanya langsung membawanya ke RS Medika di Natar. Sudah diberi berbagai macam obat kondisi Wafi belum juga ada perubahan sehingga dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung dan didiagnosa terkena infeksi paru-paru yang sudah menyebar ke otak. Wafi sudah dirawat selama tiga hari dan kondisinya masih lemah, bernapas pun harus dibantu dengan oksigen. Ayah Wafi, Haryadi (41), adalah seorang buruh yang harus menafkahi anak dan istrinya, Eka Restina (31). Ia merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhan keluarga dan menanggung biaya pengobatan Wafi. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Haryadi dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Wafi segera membaik kondisi kesehatannya. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekaholics dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @kurnia_wati99  @akuokawai @ririn_restu

Ahmad menderita Infeksi Paru

Ahmad menderita Infeksi Paru


ANDIKA PRATAMA (7, Hemofilia). Alamat: Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Andika merupakan anak pertama dari pasangan Hendri Yusri (34) yang sehari – harinya berkebun dan Rita Wati (31). Awal mula Andika menderita Hemofilia atau penyakit kelainan pembekuan darah, adalah saat ia sedang bermain sepeda ia terjatuh dan terluka di bagian bibir hingga darah mengucur deras dari bibirnya. Keluarga melakukan pertolongan pertama sebisanya agar darah tidak keluar terus dari bibirnya, namun sampai beberapa hari darah masih saja keluar dari bibir Andika. Oleh orang tuanya Adika dibawa ke bidan terdekat untuk mengobati bibirnya namun setelah 2 hari  dibawa ke bidan tidak ada perubahan, bibirnya tetap saja mengeluarkan darah. Orang tuanya mulai khawatir dengan kondisi Andika dan akhirnya membawanya ke Puskesmas setempat. Oleh dokter Puskesmas Andika kemudian dirujuk ke rumah sakit di Liwa dan dirawat selama 3 hari.  Karena tidak ada perubahan juga, oleh dokter Adika dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Sampai saat ini darah masih saja keluar dari bibir  Andika dan apabila perlu akan dilakukan transfusi darah. Orang tua  Andika sangat sedih akan derita yang sedang dialami anaknya, mereka tidak menyangka jika Andika menderita sakit yang cukup parah, hanya karena anaknya terjatuh dari sepeda. Keadaan keluarga yang serba kekurangan menjadi beban tersendiri apalagi Andika dirawat di rumah sakit yang cukup jauh dari rumah dan memakan waktu 5 jam perjalanan, ditambah lagi mereka tidak memiliki sanak saudara di Bandar Lampung. Beruntung Andika sudah memiliki jaminan kesehatan JAMKESDA sehingga sedikit meringankan untuk biaya pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui hal ini sangat prihatin atas beban derita yang dialami  keluarga Pak Hendri Yusri, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Andika.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 April2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @sayasepti @liliani @akuokawai @ririn_restu

Andika menderita Hemofilia

Andika menderita Hemofilia


MARSEL ADITYA PRATAMA (5, Meningitis). Alamat : Kampung Brawijaya, RT. 6/4, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Marsel merupakan anak pertama dari pasangan Sumitro (35) dan Arini Dwi (24). Pekerjaan Ayah Marsel bertani sedangkan ibunya hanya mengurus rumah tangga. Awal mula Marsel menderita Meningitis (Radang Selaput Otak) adalah saat ia panas tinggi dan ingin buang air besar, belum sempat orang tuanya mengantarkan untuk buang air besar tiba-tiba Marsel pingsan. Orang tuanya sangat panik dan langsung membawanya ke klinik setempat. Melihat kondisi Marsel yang belum sadarkan diri dokter klinik lalu merujuknya ke RS Abdul Moeloek. Marsel menjalani serangkaian pemeriksaan lalu dokter mendiagnosa Marsel terkena penyakit Meningitis. Orang tua Marsel sangat kaget dan sedih dengan hasil diagnosa dokter. Keadaan ekonomi keluarga yang kekurangan menjadi beban tersendiri apalagi  Marsel harus dirawat di RS Abdul Moeloek yang cukup jauh dari rumahnya, ditambah lagi keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apa pun sehingga biaya untuk pengobatan dik Marsel sangat besar. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui hal ini sangat prihatin atas beban derita yang dialami keluarga Pak Sumitro, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan dik Marsel.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri  @evandlendi @sayasepti @liliani @akuokawai @ririn_restu

Marsel menderita Meningitis

Marsel menderita Meningitis


NOVA SORAYA (12, Pembengkakan Jantung dan Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Semong Induk RT. 10, Kelurahan Ulu Semung, Kecamatan Belu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Awalnya Nova hanya mengeluh batuk berdahak, sering mengeluarkan keringat dingin dan jantung berdebar-debar, kemudian ia dibawa ke Puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan darah di Puskesmas ternyata Nova mengalamai kekurangan sel darah merah dan harus dirujuk ke RSUD Pringsewu untuk mendapatkan tranfusi darah. Namun keluarga ragu, dan memilih pengobatan kepada dukun, tetap tidak ada perubahan, hingga akhirnya Nova dibawa ke RSUD Pringsewu. Setelah mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, ternyata Nova mengalami pembengkakan jantung dan ginjal bocor. Oleh sebab itu, Nova disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit tipe B, yaitu ke RSUD Abdul Moeloek di Bandarlampung. Keluarga mengeluhkan kekhawatirannya mengenai biaya hidup saat menjagai anaknya di rumah sakit nanti. Walaupun Nova memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kelas 3, namun biaya sehari-hari keluarga saat menungguinya pasti tidak sedikit. Apalagi pekerjaan orang tua Nova hanya mengharapkan dari penghasilan bertani. Keluarga masih berunding untuk membawa anaknya ke RS Abdul Moeloek sedangkan Nova terus mengeluh nyeri, keringat dingin dan jantung berdebar hingga menguncang dadanya. Kurir #SedekahRombongan turut merasakan kekhawatiran orang tua Nova. Para kurir memberikan motivasi pada orangtua dan Nova untuk terus berusaha demi kesembuhan Nova. Santunan awal pun diberikan untuk akomodasi ke RSUD Abdul Moeloek yang membutuhkan 3 jam perjalanan dari rumah. Semoga santunan awal ini memberikan dorongan semangat bagi orangtua dan Nova untuk terus berikhtiar menjalani pengobatan demi kesembuhan anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Nova menderita  Pembengkakan Jantung dan Ginjal Bocor

Nova menderita Pembengkakan Jantung dan Ginjal Bocor


KATIJAH BINTI SUPRAPTO (67, Hipertensi). Alamat: Jl. Durian 2 Gg. Pondok No. 59 LK II RT. 8, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak lima tahun belakangan Ibu Katijah mengeluh sakit Hipertensi. Tensi darah ibu Katijah sering naik, mengakibatkan ia harus rutin minum obat serta kontrol ke klinik untuk mengecek tensi darah. Tensi darah yang selalu tinggi, menyebabkan ibu Katijah nonstop meminum obat Hipertensi setiap hari, sedangkan ia tak punya jaminan kesehatan apapun. Ibu Katijah adalah istri dari Bapak Al. Ramin yang meninggal pada usia 70 tahun. Ibu Katijah tinggal dengan anaknya yang juga hidup pas-pasan. Kurir #SedekahRombongan Lampung melihat kondisi Ibu Katijah yang sudah tua dan tak punya penghasilan merasakan kesedihan dan keprihatinan kepadanya. Santunan pun diberikan untuk meringankan pembelian obat Hipertensi, kontrol rutin ke klinik serta meringankan biaya hidup sehari-hari. Semoga pengobatan Ibu Katijah terbantu sehingga ia bisa sehat lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir: @wirawiry @andradideri @evandlendi @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Ibu katijah menderita Hipertensi

Ibu katijah menderita Hipertensi


HERI RUDIANSYAH (48, Tuna Netra). Alamat : Jl. Raden Saleh, Gg. Jati No.42 RT. 1/2 LK. III Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Heri merupakan seorang penyandang tuna netra sejak duduk dibangku SMP. Sejak usia belasan tahun, Pak Heri sudah mengalami kelainan pada matanya, penglihatannya mulai kabur dan berkurang, bahkan menurutnya ia hanya dapat melihat warna putih saja seperti salju. Semakin lama keluhan tersebut semakin berat, namun dikarenakan kondisi keluarga Pak Heri yang tidak mampu, ia tidak pernah menjalani pengobatan. Hingga pada akhirnya, pada tahun 2003 Pak Heri tidak dapat melihat secara total dan akhirnya berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung dan dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar untuk dilakukan tindakan operasi. Menurut dokter spesialis mata yang menanganinya, kasus penyakit Pak Heri kemungkinan dikarenakan faktor genetik dari orang tua dimana menyebabkan lemahnya saraf pada mata Pak Heri. Pak Heri menjalani tindakan operasi sebanyak satu kali namun tidak ada perubahan dan akhirnya ia dinyatakan mengalami kebutaan permanen. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Pak Heri hanya hidup berdua bersama adiknya, Andi Hartawan (39). Untuk mnghidupi dirinya dan adiknya, Pak Heri bekerja serabutan sebagai pengamen di jalanan. Adik beliau ternyata sama-sama merupakan penyandang cacat bawaan, ia dilahirkan dalam kondisi tuna wicara, tuna netra, dan tuna rungu. Sejak saat itulah Pak Heri harus bekerja keras menghidupi dirinya dan adik semata wayang dengan mengandalkan keahlianya dalam memainkan piano dan bernyanyi. Saat ini Pak Heri menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas, beliau selalu berharap penglihatannya bisa kembali normal seperti sediakala. Kurir #SedekahRombongan Lampung akhirnya menemui dan memberikan santunan lanjutan yang sebelumnya masuk dalam rombongan 822. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga titipan yang disampaikan dari para sedekaholics melalui kurir #SedekahRombongan Lampung, dapat meringankan beban yang dijalani oleh Pak Heri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @trii20 @akuokawai @ririn_restu

Pak heri seorang Tuna Netra

Pak heri seorang Tuna Netra


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia dan Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal RT. 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten  Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini ia sering dirawat untuk tranfusi darah. Seharusnya Zaky menjalani kontrol rutin setiap bulan untuk cek dan transfusi darah bila hasil cek darahnya kurang baik, namun karena keterbatasan biaya orang tuanya hanya membawa Zaky ke rumah sakit bila memiliki uang untuk transportasi. Pada beberapa bulan yang lalu, saat kontrol ke RSUD Depati Hamzah Pangkal Pinang, ternyata selain mengalami thalasemia, Zaky pun mengiap penyakit hernia scrotalis atau turunnya usus pada kantung kemaluan. Karena keterbatasan sarana dan prasarana di Bangka, Zaky disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Kembali lagi karena keterbatasan biaya, keluarga Zaky menolak untuk dirujuk ke Jakarta. Ayah Zaky, Bapak Kurdianto (30), hanya bekerja sebagai buruh dan Ibunya, Umi Habiba (22), sehari – harinya megurus keempat anaknya yang lain, yang juga salah satu diantaranya mengidap penyakit thalasemia seperti Zaky. Saat ini Zaky memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Berdasarkan informasi dari dokter di Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan teman sejawat dari salah satu kurir #SedekahRombongan Lampung, akhirnya santunan dari para sedekaholic disampaikan kepada keluarga Zaky untuk membantu biaya pengobatan dan perujukan dari Bangka Belitung. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Zaky.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @ yahyaisyoyok @akuokawai @ririn_restu

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis

Zaki menderita Thalasemia dan Hernia Scrotalis


FITRI BINTI TONI (1, Hydrocephalus). Alamat : Blok A, Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada saat lahir kondisi Fitri normal, ukuran kepalanya layaknya bayi pada umumnya. Namun, ada yang aneh pada bagian belakang kepalanya dan saat diraba terdapat bagian yang lunak dan ternyata Fitri tidak memiliki tulang belakang kepala. Seiring dengan bertambahnya umur, setiap bulan Fitri dibawa ke Posyandu dan selalu disarankan untuk dibawa ke Puskesmas. Namun karena keterbatasan biaya membuat Fitri tak kunjung dibawa ke Puskesmas. Pada saat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016, dokter Puskesmas hadir dalam posko PIN di desanya. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, akhirnya Fitri disarankan untuk mendapatkan penangan lebih lanjut di rumah sakit yang lebih besar. Beberapa hari kemudian Fitri menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah. Oleh dokter spesialis anak di RSUD tersebut, Fitri didiagnosa mengidap peyakit Hydrochephalus atau penumpukan cairan di  otaknya dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta karena keterbatasan alat dan tenaga di RSUD tersebut. Namun dikarenakan keluarganya tidak memiliki biaya akhirnya Fitri kembali dibawa pulang. Pak Toni (40) yang bekerja hanya sebagai buruh tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan dan ongkos selama di Jakarta, sedangkan istrinya, Bu Rohani (35), pun masih harus mengurus kakak-kakaknya selama Fitri Sakit. Untuk sementara ini, Fitri hanya berobat ke Puskesmas untuk demam dan batuknya. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh keluarga Fitri hanyalah kartu keluarga yang dapat dipakai sebagai jaminan kesehatan di Bangka Selatan. Berdasarkan informasi dari dokter di Bangka Belitung yang merupakan teman sejawat dari salah satu kurir #SedekahRombongan Lampung, akhirnya santunan dari para sedekaholic disampaikan kepada keluarga Fitri untuk membantu biaya pengobatan dan perujukan dari Bangka Belitung. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Fitri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @ yahyaisyoyok @akuokawai @ririn_restu

Fitri menderita Hydrocephalus

Fitri menderita Hydrocephalus


QHINAR AZWA SYAFIRA (2, Miningoenchephalitis TB). Alamat : Dusun Giri Klopomulyo, RT. 2/1, Desa  Giriklopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Qhinar biasa dia dipanggil adalah buah hati pasangan Bapak Andri Setiawan (26) dan Ibu Tri Hidayanti (23). Awal mula sakitnya, Qhinar mengalami panas tinggi yang mengakitbatkan kejang-kejang, karena keluarga khawatir kemudian Qhinar dibawa ke klinik Dokter Nila di Way Sekampung Lampung Timur, setelah pulang dari klinik selang beberapa hari kondisi Qhinar kambuh lagi  badannya menjadi lemas serta kaki tidak dapat digerakkan. Keluarga sangat khawatir sehingga membawa Qhinar ke Klinik Dokter Azizah tetapi karena kondisinya masih belum membaik akhirnya Qhinar dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung untuk pengobatan lebih lanjut. Dari hasil diagnosa dokter Qhinar dicurgai terkena penyakit radang selaput otak dan radang otang yang disebabkan oleh infeksi kuman TB atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai menngoenchephalitis TB. Saat ini kondisi Qhinar masih terbaring lemas di ruang Observasi RS Abdul Moeleok Bandar Lampung, kondisi kesadarannya semakin menurun dan masih belum sadarkan diri, sejak saat pertama kali keluarga Qhinar bertemu dengan kurir #SedekahRombonga Lampung dik Qhinar sudah tidak sadar selama 35 hari. Ayah Qhinar adalah seorang buruh tidak tetap, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai tulang punggung keluarga yang baru memiliki satu orang anak Bapak Andri Setiawan merasa kewalahan untuk membiayai pengobatan Qhinar karena pendapatan sebagai seorang buruh yang tak pasti. Qhinar berobat dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Bapak Andri, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung  kembali memberikan santunan dampingan yang sebelumnya sudah pernah masuk dalam rombongan 831, diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan dik Qhinar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @trii20 @liliani @akuokawai @ririn_restu

Qinar menderita Miningoenchephalitis TB

Qinar menderita Miningoenchephalitis TB


BABY HUMAIRA WAHYUD (4, Multiple Congenital Anomali: Omphalochele, Atresia Ani, Agenesis Vaginalis, Skoliosis dan Ectopic Ginjal). Alamat : Jl. Picung No. 33/176 A, Gegerkalong Hilir, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Madya Bandung, Propinsi Jawa Barat. Sejak lahir Baby Humaira sudah mendapatkan beban yang cukup berat dimana ia menderita berbagai kelainan kongenital. Saat ia dilahirkan ususnya terletak di luar perutnya dan dibungkus oleh selaput atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai omphalochele. Baby kemudian menjalani berbagai operasi di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tak hanya itu saja, Baby Humaira divonis megidap penyakit atresia ani atau tidak adanya lubang anus, sehingga lubang anus harus dibuat di perut kanan bawah sambil menunggu persiapan pematangan organ agar terbentuk anus di tempat yang sesuai. Penyakit lain yang diderita Baby Humaira adalah Skoliosis atau bengkok tulang belakang, Agenesis Vaginalis atau ketiadaan vagina disertai dengan ketiadaan kandung kemih, Ectopic Kidney atau tidak terbentuknya ginjal secara sempurna yang mengakibatkan munculnya batu pada air seninya. Saat ini Baby Humaira masih menunggu jadwal operasi di RSHS dan menunggu jadwal pemeriksaan kromosom. Ayahnya, Yudi Wahyudi (40), yang bekerja sebagai buruh kini memiliki banyak utang demi mengobati Baby Humaira, sedangkan ibunya, Siti Sopiah, tidak bisa membantu banyak. Jaminan kesehatan yang dimilliki oleh Baby Humaira saat ini adalah BPJS Mandiri Kelas II. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang berada di Bandung saat itu, mendapatkan berita tentang Baby Humaira. Akhirnya bantuan awalpun diberikan dari para sedekaholics untuk Baby Humaira. Bantuan tersebut digunakan untuk membatu biaya pengobatan dan melunasi utang keluarga Baby Humaira. Semoga Baby Humaira diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @akuokawai @ririn_restu

Baby menderita Multiple Congenital Anomali: Omphalochele, Atresia Ani, Agenesis Vaginalis, Skoliosis dan Ectopic Ginjal

Baby menderita Multiple Congenital Anomali: Omphalochele, Atresia Ani, Agenesis Vaginalis, Skoliosis dan Ectopic Ginjal


RAISA MULYANI (4, Thalasemia). Alamat : Jl. Sam Ratulangi, Gg. Bungsu No 31 RT. 31/5, Kelurahan Panengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Gadis kecil manis ini bernama Raisa, saat ini ia terkulai lemas di rumah bersama ayah dan ibunya. Baru beberapa bulan ini Raisa pulang dari Jakarta setelah menjalani pengobatan untuk penyakit Thalasemia yang dideritanya. Ayahnya tidak sanggup lagi membiayai pengobatannya di RSCM Jakarta dikarenakan biaya yang dibutuhkan sangat besar. Saat ini ayah Raisa, Dedi Mulyadi (29), hanya bekerja sebagai buruh angkut barang di pasar, sedangkan ibunya, Dewi Anzani (28), hanya sebagai ibu rumah tangga. Untuk kebutuhan sehari – hari saja orang tua Raisa sudah cukup kesulitan apalagi ditambah dengan beban biaya pengobatan Raisa yang belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan informasi dari warga setempat akhirnya memberikan bantuan demi membantu biaya pengobatan Raisa, dikarenakan ia harus mendapatkan transfusi darah yang cukup banyak untuk meningkatkan kadar Hemoglobinnya. Semoga dengan bantuan yang dititipkan dari para sedekaholics melalui #SedekahRombongan Lampung dapat meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga Raisa, amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @akuokawai @ririn_restu

Raisa menderita Thalasemia

Raisa menderita Thalasemia


JESICA CLAUDIA PUTRI JARTIKA (1 tahun 10 bulan, Leukimia) tinggal di RT 02/RW 02, Dusun Karangayam, Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Pada awalnya diare menyerang Jesica, maka orang tuanya pun memeriksakan untuk cek lab dan ternyata didiagnosa kelebihan sel darah putih sehingga sel darah merah menjadi kekurangan. April 2016 Jesica telah dibawa ke Rumah Sakit Tulungagung, tetapi dirujuk untuk perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang agar lebih optimal. Operasi kecil untuk pemasangan infus telah dilakukan, menunggu kondisi stabil untuk pengambilan sumsum tulang belakang dalam rangka keperluan cek lab. Dadang Sujatmiko dan Wiji Septikasari sebagai orang tua Jesica menyatakan kesulitan dalam biaya rumah sakit dan transportasi menuju Malang, bahkan mereka harus berhutang untuk menyewa ambulan dari Tulungagung menuju Malang saat pemberangkatan kemarin. Tim kurir #SedekahRombongan pun besiap membantu keluarga ini. Sekarang Jesica terbaring di ruang HCU sehingga kurir belum bisa menjenguknya. Semoga dengan sedekahmu, segera mengantarkan jesica pada kondisi yang lebih baik.

Jumlah : Rp 1.000.000
Tanggal : 8 Mei 2016
Kurir : @FaizFaeruz @LazuardiPermana

Jesica menderita  Leukimia

Jesica menderita Leukimia


ALDI RIZKIAWAN (8, Suspect Acute Limfoblastik Leukemia). Alamat: Desa Talang No. 20, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Saat ini Aldi kembali dirawat di ruang anak RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung, tepatnya di ruangan Almanda. Aldi terlihat semakin lemah, trombositnya menurun dan matanya membengkak. Sejak Juli 2015 lalu, Aldi mulai merasakan sakitnya yang diawali dengan sesak napas, ia pun dirawat di Puskesmas Naningan. Setengah bulan kemudian karena sudah 4 hari merasakan hidung tersumbat, Aldi dibawa keluarga untuk berobat ke RS Pringsewu. Dokter mengatakan Aldi terkena penyakit paru-paru basah. Aldi mengeluh tidak bisa jalan, rambut rontok, mual, muntah, demam dan kelopak matanya semakin membengkak. Aldi akhirnya dirujuk ke RS. Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis anak di RSAM Aldi dinyatakan mengidap penyakit keganasan sel darah putih atau Acute Limfoblastik Leukemia (ALL). Aldi merupakan anak ke-2 dari pasangan Ahmedi (35) dan Marlemi (27). Kedua orang tuanya sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarga. Aldi seharusnya dirujuk ke RSCM Jakarta, namun tindakan tersebut ditunda karena kondisi Aldi yang tidak memungkinkan. Fasilitas jaminan kesehatan yang dipakai Aldi berobat adalah Jamkesmas. Kurir #SedekahRombongan Lampung kembali mengunjungi Aldi dan memberikan santunan lanjutan yang sebelumnya sudah dibantu pada Rombongan 826. Santunan ini digunakan untuk keperluan Aldi berobat dan membantu biaya hidup sehari – hari  dikarenakan orang tuanya telah lama meninggalkan pekerjaan demi menemani dan merawat Aldi di rumah sakit. Semoga bantuan dari para sedekaholic dapat meringankan beban penderitaan yang dialami oleh Aldi dan keluarganya, serta mengangkat penyakit yang diderita Aldi. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April2016
Kurir : @wirawiry @andradideri @evandlendi @akuokawai @ririn_restu

Aldi menderita Suspect Acute Limfoblastik Leukemia

Aldi menderita Suspect Acute Limfoblastik Leukemia


MUHAMMAD ABDUL ROHIM (14, Anemia dan Ulkus Decubitus). Alamat: Jl. Penumangan Baru RT. 12, Kelurahan Penumangan Baru, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Propinsi Lampung. Rohim sudah 3 bulan terbaring di rumahnya dengan kondisi lemah, tidak bisa berjalan dan badan semakin kurus. Tiba-tiba Rohim muntah darah dan orang tuanya membawa Rohim ke dokter terdekat yang kemudian merujuknya ke RS Asyifa Dayamurni.  Rohim menjalani rawat inap selama 5 hari dan harus mendapatkan transfusi darah sebanyak 5 kantong, karena ia menderita Anemia dan pembusukan di bagian tubuh belakang atau ulkus decubitus. Selama pengobatan Rohim tersebut, keluarganya harus menanggung utang sebanyak Rp5.000.000,- karena Rohim tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Akhirnya Rohim dibawa pulang karena terkendala biaya pengobatan. Penyakit Rohim kambuh lagi, dan akhirnya orang tuanya mengurus BPJS Kelas III. Rohim dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RS Handayani Metro dan mendapatkan  transfusi darah merah sebanyak 10 kantong dan darah putih 8 kantong. Rohim kemudian dirujuk lagi ke RS Abdul Moeloek untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena di RS Handayani Metro terkendala peralatan medis. Ayahnya, Sudarno (48) yang bekerja sebagai petani, dan ibunya, Siti (47) yang merupakan seorang ibu rumah tangga merasa kesulitan biaya untuk pengobatan Rohim, terlebih lagi mereka harus meninggalkan ladangnya agar dapat menunggui Rohim di rumah sakit sehingga tak memiliki penghasilan lagi. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendengar kabar tersebut akhirnya memberikan santunan awal dari para sedekaholics untuk membatu biaya pengobatan dan membantu melunasi utang keluarga selama Rohim menjalani pengobatan. Semoga Rohim dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @triii20 @akuokawai @ririn_restu

rohim menderita Anemia dan Ulkus Decubitus

rohim menderita Anemia dan Ulkus Decubitus


MAIDAH KRAJAN (51, benjolan bawah ketiak) beralamat di RT 07/RW 04 Desa Pujon, Kecamatan Pujon, Dusun Krajan, Malang, Jawa Timur. Di bawah ketiak bu Maidah terdapat benjolan sebesar telur puyuh yang bernanah dan bengkak. Pengobatan di Puskesmas telah dijalani mulai dari sekitar Januari 2016. Ibu Maidah adalah seorang janda dari almarhum Bapak Mukhlis, sementara penghasilan saat ini didapat dari menjual gorengan padahal masih ada anak beliau yang masih belajar di sekolah tingkat atas. Ibu Maidah ialah ketua kelompok mengaji di kampungnya yang mempunyai beberapa anak dan cucu tetapi belum bisa membantu keadaan pengobatan sekarang. Awalnya ibu Maidah memiliki beberapa tanah, tapi sudah diwakafkan untuk dijadikan Mushola oleh almarhum suami beliau. 3 minggu yang lalu pasien kontrol ke Puskesmas dengan menggunakan jamkesmas, yang telah diambil oleh petugas dengan alasan sudah tidak berlaku. Sementara pengajuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga selalu ditolak. Ibu Maidah pun kesulitan terutama dalam hal transportasi menuju poli klinik di Malang Kota dan biaya kontrol penyakitnya. Sedekah Rombongan siap membantu, setelah sebelumnya telah ada bantuan dari warga dan tim bedah rumah untuk perbaikan rumah beliau maka kali ini kurir membantu dalam upaya kesehatan beliau. Sedekahmu senilai Rp 500.000 telah tersampaikan, terima kasih atas bantuannya.

Jumlah : Rp 500.000
Tanggal : 7 Mei 2016
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori

Ibu maidah menderita benjolan bawah ketiak

Ibu maidah menderita benjolan bawah ketiak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR MALANG 4,010,000
2 STIE Tazkia 25,000,000
3 Mamin 500,000
4 Eva 500,000
5 R Eneng 500,000
6 RSSR Malang 9,606,062
7 M Alfa 1,000,000
8 Nani 500,000
9 Asroni 500,000
10 Dedi 2,000,000
11 II Tunia 2,000,000
12 Saunah 500,000
13 Surya 1,000,000
14 Abdul 500,000
15 Angkasa 500,000
16 Benah 500,000
17 Yuliana 500,000
18 Unyi 500,000
19 Gracio 500,000
20 Totaria 500,000
21 Engkus 500,000
22 Unyi 500,000
23 Ani Susanti 500,000
24 Karsinah 500,000
25 Dian 500,000
26 RSSR Magetan 2,508,400
27 MTSR Magetan 4,915,000
28 Suryati 2,000,000
29 Sumarni 1,000,000
30 Dwi 700,000
31 Alm Parti 1,800,000
32 Muflikah 1,000,000
33 Tusiyem 1,000,000
34 Kuning 1,000,000
35 Nur 2,000,000
36 Riski 1,000,000
37 Herman 500,000
38 Sularno 500,000
39 Fikri 750,000
40 Ahmad 500,000
41 Andika 500,000
42 Marsel 500,000
43 Nova 500,000
44 Katijah 500,000
45 Heri 500,000
46 M Zaky 1,000,000
47 Fitri 1,000,000
48 Qinar 500,000
49 Baby 1,000,000
50 Raisa 1,000,000
51 Jesica 1,000,000
52 Aldi 500,000
53 M Abdul 500,000
54 Maidah 500,000
Total 84,289,462

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,539,462,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 841 ROMBONGAN

Rp. 37,024,806,238,-