MOCH. HUSEN BAGUS HARIANTO, Glukoma. Lahir Tanggal 12 Desember 1977  , Pak Husen ini bertempat tinggal di Jl. Manyar Lingik puring RT 003 RW 002 Slawu Kec Patrang Kabupaten Jember, Bapak husein ini adalah penjual Mie Keliling , dan bapak husen memiliki penyakit penderita Glukoma yang tak bekerja ini sangat menderita karna penyakit Glukoma Mata yang sudah menyakitinya selama 2 tahun, berbekal fasilitas Jamkesmas yang diperolehnya dari Pemda Jember pak Husen berobat ke dr.soebandi jember.. Cahyo anak pak Husen yang setia mendampingi ayahnya berobat dan menceritakan kesulitan biaya transport, tempat tinggal dan makan mereka kepada #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Tali kasih ini terjalin dan #SR memberi bantuan lanjutan untuk kebutuhan mereka selama berobat jalan.

Santunan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit dr. soebandi Jember

Santunan     : Rp. 500.000,-
Tanggal        : 19 Oktober 2015
Kurir: @Yudhoari , @gredyanto , @manumaulana

Pak husen menderita Glukoma

Pak husen menderita Glukoma


KHOLIFATUZ ZAHRO dan AHMAD MUZAMIL, bantuan sepeda pancal untuk anak yatim piatu. Adalah dua orang anak yang berada di lingkungan pendidikan M.A Al Bahrul Ulum (adik Kholifa) dan MTS. Al Bahrul Ulum (Ahmad) yang terletak di desa tangsil kulon, kecamatan Tenggarang, Kabupaten bondowoso. Mereka adalah yatim piatu yang membutuhkan bantuan sepeda untuk keperluan transportasi berangkat dan pulang sekolah. Setelah silaturahmi dan survey dari tim sedekah rombongan Bondowoso, akhirnya santunan berupa sepeda ini diberikan. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk kedua adik ini dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah ini.

Jumlah santunan: Rp. 1.550.000,-
Tanggal: 22 Oktober 2015
Kurir : @yudhoari @gredyanto @manumaulana

Bantuan sepeda pancal untuk anak yatim piatu

Bantuan sepeda pancal untuk anak yatim piatu


HILATUL AULIA (12 thn), bantuan sepeda untuk yatim. Tinggal di alamat jln imam bonjol no 392 kelurahan kademangan, kabupaten bondowoso. Merupakan seorang anak yang rajin dan tergolong berprestasi di kelasnya. Berasal dari keluarga kurang mampu dan menempuh perjalanan cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki. Sehingga dari hasil survey tim sedekah rombongan, akhirnya bantunan sepeda ini diberikan untuk memudahkan adik hilatul untuk berangkat dan pulang sekolah.

Jumlah santunan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 22 Oktober 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, Awaludin yudha

bantuan sepeda pancal untuk anak yatim piatu

bantuan sepeda pancal untuk anak yatim piatu

—-
ABDUL MUJIB (14, Kanker Getah bening). Alamat: Mujib yang kerap di panggil temanya itu merupakan anak yang pintar dan aktiv di sekeliling teman-temannya. Pada awal sakit ada benjolan di leher terus semakin lama pernafasan dek mujib terganggu. Sehingga dokter harus membuat saluran pernafasan di leher dengan cara melubangi lehernya. Dan untuk makan dek mujib sendiri, dokter harus membuat lubang saluran khusus untuk memasukan makanan langsung ke perutnya. Dan ditambah lagi tumor di paru-paru sehingga membuat dek mujib kesulitan untuk bernfas dan sering mengalami sesak nafas. Ditambah lagi lidahnya keluar dan mulai susah untuk diajak komunikasi. Zainur (40th) ayah mujib bekerja sebagai pembantu sopir angkot di terminal dengan pendapatan pas-pasan. Santunan yang diberikan digunakan untuk biaya transportasi ke Rumah sakit saiful anwar malang.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @FaizFaeruz @kurniawanekko

Abdul menderita Kanker Getah bening

Abdul menderita Kanker Getah bening


Sarkawi, Diabetes dan Kecelakaan Kerja, pria berusia 63 tahun ini tinggal di desa Antirogo RT 001 RW 005 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember ini tinggal di rumah sederhana bersama sang Istri. Dikenal sebagai seorang pekerja keras. Dalam menghidupi keluargnya dia berprofesi sebagai buruh tani. Kisah Pak Sarkawi ini boleh dikatakan unik. Dimulai sekitar 7 tahun silam dikala mengerjakan sawah dengan mesin pembajak kaki kanan beliau terhimpit mesin pembajak sehingga mengalami luka cukup serius, yang membuatnya tak dapat berakvitas selama beberapa minggu. Belum pulih benar kaki kanannya dia harus bekerja memenuhi kebutuhan harian sebagai buruh bangunan kala itu, nahasnya ketika memindahkan batu kaki kanannyapun tertindih batu yang berat itu. Tak ayal kaki kanannya cedera lebih parah lagi. Bulan pun berganti tahun karena ketidakadaan biaya untuk berobat membuat bentuk fisiologi kaki kanannya berubah karena dipaksa untuk berjalan. Fasilitas kesehatan yang dimiliki tidak ada. Setelah tim #SRjember bersillaturahmi ke kediaman beliau diputuskan untuk langsung didampingi. Tindakan awal yang dilakukan membawanya periksa di Puskesmas untuk diagnosa awal dan kemudian mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit untuk tindakan rawat luka tingkat lanjut. Bantuan yang disampaikan berupa obat-obatan untuk rawat luka dan kruk untuk alat bantu berjalan.

Bantuan    : Rp.500.000,-
Tanggal     : 30 Oktober 2015
Surveyor: @yudhoari, @gredyanto

Pak sarkawi menderita Diabetes dan Kecelakaan Kerja

Pak sarkawi menderita Diabetes dan Kecelakaan Kerja


POPPI. SANTUNAN SEPEDA YATIM. MTS BAITUL ARQOM JATIBANTENG SITUBONDO. Alamat kampung sekolahan RT 02 RW 01, desa widoropayung, kecamatan jatibanteng, kabupaten situbondo, jawa timur. Santunan diberikan untuk pembelian sepeda pancal. Hal ini sangat dibutuhkan bagi mereka mengingat jarak sekolahan yang cukup jauh dari rumah tinggal mereka. Tim survey sedekah rombongan mendata ada 19 anak yatim yang membutuhkan bantuan mereka. Lokasi yang cukup masuk ke pedalaman menyulitkan bagi tim sedekah rombongan untuk menyalurkan bantuan ini.

Jumlah santunan: Rp. 15.000.000,-
Tanggal: 23 Mei 2015
Kurir: @yudhoari , @gredyanto, @manumaulana

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda


MURI (48, ASCITES) Ibu MURI seorang janda berusia 48 tahun tinggal berdua dengan Ibundanya yang sudah lanjut usia di Dusun Pulorejo RT 01 RW 02 Menampu Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Tim #SRjember mendapatkan informasi tentang Ibu MURI ini dari seorang rekanan yang rumahnya tak jauh dari kediaman beliau. Tak lama kemudian Tim #SRjember bersillaturahmi Sebagai catatan kecil untuk mencapai lokasi tersebut Tim #SRjember harus melewati medan jalanan berbatu kurang lebih 5km dari jalan utama, hal ini merupakan “tantangan” bagi para driver #MTSRjember karena harus memberikan kenyamanan bagi pasien dengan medan yang “kasar” itu. Bu Muri mengalami pembengkakan perut secara visual mirip seperti wanita hamil besar yang sudah dideritanya selama berbulan-bulan dengan penanganan medis yang sangat minim dikarenakan kondisi perekonomian yang tidak memungkinkan. Dalam kesehariannya Bu MURI hanya terbaring lemah di atas ranjang. Setelah itu Tim #SRjember pun melakukan evakuasi terhadap Bu MURI untuk segera mendapatkan tindakan medis.
Selanjutnya Bu MURI menjalani perawatan intensif di R.S Soebandi selama kurang lebih dua minggu dengan diagnosa Tumor Abdomen, sehingga harus dilakukan beberapa kali tindakan “sedot” cairan perut beliau di R.S Jember Klinik (non BPJS). Setelah itu kondisi beliau berangsur-angsur membaik dan Tim #SRjember pun mengantarnya pulang ke rumah.
Hingga pada suatu malam kita mendapatkan kabar dari keluarga Bu Muri bahwa kondisinya menurun drastis dan tak lama setelah itu Bu MURI meninggal dunia. Setelah berjuang bersama selama kurang lebih empat bulan.
Santunan diberikan untuk biaya pemakaman dan santunan meninggal untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga dapat bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 Juli 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @TaufiqulKhasan @gredyanto

Ibu muri menderita ASCITES

Ibu muri menderita ASCITES


MARYAM (49 THN), Tumor Maxila. Ibu Maryam tinggal di taman RT 062/007, kel. Taman, kec. Grujugan, Bondowoso, Jawa timur. Sejak 1 tahun yang lalu ibu ini telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Kusnadi Bondowoso pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya tim sedekah rombongan menemukan ibu Maryam dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Santunan senilai dibawah ini digunakan sebagai biaya awal yang diperlukan untuk memulai kembali pemeriksaan dan perawatan terhadap penyakit beliau. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Terima kasih untuk para sedekaholics dan semoga mendapatkan balasan yang berlipat-lipat dari Tuhan YME.

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto
Tanggal: 16 April 2015 Dan 23 Juni 2015

Ibu maryam menderita Tumor Maxila

Ibu maryam menderita Tumor Maxila


Mahrus Manisa, ca mamae. beralamat di desa mlandingan wetan kecamatan bungatan kabupaten situbondo. Beliau di diagnosa dokter mengalami Kanker payudara (ca mamae) stadium 4 dan sudah di deritanya kurang Lebih 1 tahun. Bu manisa sudah melakukan kemoterapi sampai enam kali. Ikhtiar selanjutnya adalah dengan cara penyinaran. Penyinaran seri ketiga sudah selesai dilakukan. Stelah dilakukan pemeriksaan ulang dokter menyarankan bu manisa untuk melakukan penyinaran tambahan setelah lebaran. Penyinaran tambahan pun sudah selesai dilakukan. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya bedah rumah ibu manisa yang memang sangat memprihatinkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.585.000,-
Kurir: @yudhoari
Tanggal : 8 April 2015

Ibu manisa menderita ca mamae

Ibu manisa menderita ca mamae


Rumah singgah sedekah rombongan (RSSR) Jember. Lokasi rumah pasien yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berkali-kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Rumah singgah Jember yang beralamat di jalan srikoyo no. 12, patrang, jember. Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis, dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit dr subandi jember. Santunan yang diberikan digunakan untuk penjaga rumah singgah. Ini merupakan gaji terakhir sebelum beliau meninggal yang akhirnya pekerjaan menjaga rumah singgah ini digantikan oleh istri beliau, ibu sugiharto. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Juni 2015
Kurir: @yudhoari

Biaya untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis

Biaya untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis


SITI AISYAH, meningocelle. Alamat dusun tegal batu, RT 3 RW 20, kelurahan sukojember, kecamatan jelbuk, kab. jember, jawa timur. Berasal dari keluarga tidak mampu/duafa. Mempunyai penyakit berupa benjolan di kepala. Ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil benjolan ini telah ada. Hingga sampai sekarang, ia sering mengeluh pusing di kepala. Akhirnya adik siti mendapatkan perawatan dengan dioperasi di kepalanya. Operasi berjalan lancar dan dengan dua kali kontrol, adik siti aisyah akhirnya tidak terlihat lagi benjolan di kepalanya. Santunan yang diberikan digunakan untuk biaya akomodasi awal untuk kontrol di rumah sakit Dr. Soebandi Jember.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 September 2015
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Siti menderita meningocelle

Siti menderita meningocelle


Bambang Prayitno, Komplikasi Organ, Lahir Tanggal 08 Januari 1955, Alamat Jl. Perum pancoran Mas 01 RT 037 RW 13 Desa/kec Pancoran Kabupaten Bondowoso. Pak Bambang seorang Buruh yang mempunyai Penghasilan yang tidak tetap. Sehingga termasuk tergolong keluarga tidak mampu. Ditambah dengan penyakitnya ini sehingga tidak dapat bekerja sehingga tidak memperoleh penghasiln untuk pembiayaan rumah sakit.

Santunan yang di berikan di gunakan untuk Biaya perawatan selama di rumah sakit. Semoga bermanfaat untuk beliau.

Jumlah santunan    : Rp.1.000.000,-
Tanggal        : 22 Agustus 2015
Kurir        : @Yudhoari

Pak b Komplikasi Organambang menderita

Pak b Komplikasi Organambang menderita


AHMAD FAISAL ISMAIL (42 Tahun, Patah Tulang). Ahmad Faisal Ismail atau yang akrab disapa dengan nama Mas Mail ini tinggal bersama keluarganya Jl. Dr. Rajiman, Tridadi, Sleman, Sleman, DIY. Ia merupakan seorang seniman yang terkenal dengan tokoh dan karyanya yang dimuat di Kompas Minggu, Sukribo. Mas Mail merupakan salah satu kontributor di Majalah Tembus Langit #SedekahRombongan yang menyumbangkan karyanya untuk diterbitkan di Majalah Tembus Langit #SedekahRombongan. Beberapa hari yang lalu, Mas  Mail mengalami kecelakaan motor saat perjalanan pulang ke rumah. Saat itu ia baru saja pulang dari pengajian rutin yang di gelar di Magelang, Jawa Tengah. Saat perjalanan menuju ke rumah ia mengalami kecelakaan motor di Jl. Magelang. Ia kemudian segera dilarikan ke RSUD Sleman yang letaknya jauh dari tempat kejadian perkara. Akibat kecelakan tersebut, ia mengalami luka-luka di tangan dan kaki, serta patah tulang pergelangan tangan kiri. Ia pun segera mendapat pertolongan pertama, beruntung lukanya tidak begitu parah dan ia pun diperbolehkan pulang malam itu juga. Kondisinya saat ini memang masih belum pulih, luka-lukanya belum kering, berjalan juga masih pincang, pergelangan tangannya digips, ia pun harus menjalani kontrol rutin di RSUD Sleman. #Sedekaholic dan #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus mengambil peran saat ada saudaranya yang tengah mengalami kesulitan. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan turut memberikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatannya. Mudah-mudahan Mas Mail segera diberikan kesembuhan agar dapat memberikan kontribusi terbaik untuk #SedekahRombongan. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 25 April 2016
Kurir : @Saptuari @NisyaRifiani

Pak ahmad menderita Patah Tulang

Pak ahmad menderita Patah Tulang


KATINI BOYOLANGU ( 47 tahun, Ca Mamae). Bertempat tinggal di Dusun Genting, RT 003 RW 003 Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Bu Katini merupakan pasien kanker payudara dampingan #SRMalang. Bu Katini hidup berdua dengan suami yang setia menemaninya dan selalu mendukung dan memberi semangat kepada bu Katini agar lengkas sembuh. Bu Katini telah menjalani berbagai pengobatan,sayangnya bu Katini sempat mengalami kendala dalam keuangan untuk pengobatannya. Riwayat pengobatan beliau adalah ketika beliau merasakan gejala sakit pada payudaranya di awal tahun 2014, Bu Katini dibawa untuk berobat ke RSUD Tulungagung, kemudian oleh RSUD Tulungagung beliau mendapat rujukan untuk dibawa ke RSSA di Malang untuk melakukan kemoterapi sebanyak 12 x agar sakit pada payudara Bu Katini dapat diobati hingga pulih. Tanggal 17 Februari 2016, adalah pertama kalinya Bu Katini dan suami dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan bu Katini menjadi pasien dampingan #SRmalang . Keadaan bu Katini selama dampingan terkadang mengalami kemajuan yang baik dan terkadang sempat ngedrop. Tetapi tuhan berkehendak lain. Ibu katini menghembuskan nafas terakhirnya di RSSA. Umur manusia memang tidak bisa di perkirakan oleh manusia walaupun kondisinya waktu itu sempat membaik. Santunan kematian pun diberikan kepada keluarga Ibu Katini sebesar Rp 1.850.000 . Semoga amal ibadah ibu Katini diterima disisi allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan yang sebesar-besarnya. Aminnn

Jumlah Bantuan: Rp 1.850.000
Tanggal: April 2016
Kurir : @FaizFaeruz @LazuardiPermana @CandyAryo

Ibu kartini menderita Ca Mamae

Ibu kartini menderita Ca Mamae


IMAM PAMUJI (43, KAKI PALSU). Alamat lengkap :  Kutabanjar RT 01/01 Kecamatan Gayam, Kabupaten Banjarnegara, Jawa. Tengah. Pada tahun 1997, Sdr. Imam mengalami kecelakaan mobil. Pada kecelakaan tersebut, beliau terkena besi yang mengakibatkan telapak kakinya sobek. Saat itu beliau langsung  dibawa ke Puskesmas. Karena fasilitas dan tenaga medis yang kurang memadai, bukannya sembuh, malah terjadi  infeksi yang mengakibatkan luka di kakinya bertambah parah. Akhirnya beliau dipindahkan berobat ke rumah sakit di Solo. Ternyata kondisi infeksi pada telapak kakinya sudah tidak tertolong dan dari hasil pemeriksaan mengharuskan untuk amputasi. Sejak saat itu Sdr. Imam harus memakai kaki palsu untuk bisa mencari nafkah. Alhamdulillah ada pihak yang dapat membantu mengadakan kaki palsu untuk Sdr. Imam. Setelah 10 tahun berlalu, kini kondisi kaki palsu yang selalu dipakainya sudah tidak layak pakai karena sudah mulai pecah sehingga kurang nyaman dipakai. Sudah saatnya kaki palsu Sdr. Imam diganti namun beliau tidak dapat langsung menggantinya karena terkendala biaya. Penghasilan Sdr. Imam sebagai calo penumpang angkot yang sehari hanya menghasilkan sekitar Rp 30.000,- perhari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Riyatun (38), istri Sdr. Imam yang seorang ibu rumah tangga harus pintar-pintar mengatur penghasilan suaminya itu agar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu anak pasangan ini, Faradila Putri (5) yang sebentar lagi masuk sekolah juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga masalah kaki palsu yang sudah rusak pun beliau kesampingkan meski sudah tidak nyaman lagi untuk digunakan. Tim #SedekahRombongan yang mengetahui hal tersebut tergerak untuk membantu kesulitan Sdr. Imam. Bantuan dari #sedekaholic pun disampaikan untuk membantu biaya ganti kaki palsu Sdr. Imam. Semoga bantuan yang #SedekahRombongan berikan dapat bermanfaat dan Sdr. Imam dapat beraktifitas dengan lebih nyaman lagi.

Jumlah santunan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 23 Februari 2016
Kurir: @arfanesia, Nanang, @paulsyifa

Bantuan kaki palsu

Bantuan kaki palsu


Arifin, Cacat Kaki merupakan siswa kelas 5 SD Tenggarang 1 Bondowoso. Bungsu dari tiga bersaudara. Putra dari Ibu Rukmini (62 tahun) berprofesi sebagai penjual kue keliling. Adik Arifin merupakan seorang yatim yang difabel sejak lahir. Adik Arifin lahir dengan kondisi tidak memiliki kedua kaki. Sehingga dalam kesehariannya semua aktifitas gerak menggunakan kedua tangannya. Untuk berangkat ke sekolah dan mengaji pun dia harus mengayuh sepeda dengan jarak tempuh kurang lebih 2 km setiap harinya. Bantuan yang diberikan kepada Adik Arifin adalah sebuah sepeda bermotor roda tiga yang digunakannya untuk kegiatan sehari-hari. Total bantuan yang diberikan berupa sepeda bermotor roda tiga itu sejumlah Rp. 6.466.000,- (Enam Juta Empat Ratus Enam Puluh Enam Ribu).

Jumlah Santunan : Rp.6.466.000,-
Tanggal               : 17 Juni 2015
Kurir: @awwaludinyuda

Bantuan sepeda bermotor roda tiga

Bantuan sepeda bermotor roda tiga


Dasuki, Pembekaan Hati dan Malnutrisi Akut (5 Tahun) Putra dari Pak Matrais seorang buruh tani dan Ibu Sriani seorang Ibu Rumah Tangga. Beralamat di Desa Kembang Sari RT 023 RW 003 Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso. Almarhum Dasuki mengalami pembengkaan hati dan malnutrisi akut sejak lahir dikarenakan kondisi keluarga yang masuk kategori pra-sejahtera. Ketika tim #SRjember bersillaturahmi ke rumah Alm. Adik Dasuki tampak terkulai lemah di atas dipan dengan keterbatasan gerak karena kondisinya tersebut. Sebelumnya keluarga adik Dasuki tidak masuk dalam database kesehatan manapun. Sehingga langkah pertama yang dilakukan adalah pembuatan fasilitas kesehatan BPJS kelas III. Kemudian setelah BPJS aktif Alm. Adik Dasuki dibawa ke Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani rawat inap selama tiga hari. Karena R.S Dr. Koesnadi tidak mampu menangani akhirnya harus segera dirujuk ke R.S Saiful Anwar Malang. Ternyata ALLOH AZZA WA ZALLA berkehendak lain. Ketika dalam perjalanan menuju Malang Adik Dasuki menghembuskan nafas terakhirnya. Total santunan yang sudah diberikan Rp. 2.500.000,- (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan rincian Rp. 1.000.000,- untuk biaya hidup selama rawat inap di R.S Dr. Koesnadi dan Rp. 1.500.000,- untuk santunan kematian.

Total santunan: Rp. 2.500.000,-
Kurir: @awwaludinyuda
Tanggal santunannya : 27 Juli 2015


Budianto,kaki kanannya patah lelaki kelahiran tahun 1989 ini tinggal di Dusun Pecut RT 042 RW 005 Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Kabupaten Jember. Dalam kesehariannya Budianto bekerja sebagai buruh harian lepas. Suatu hari pada saat Budianto akan berangkat kerja, dia mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kaki kanannya patah. Tindakan medis yang harus dilakukan adalah pemasangan pen. Untuk menyambung tulang kaki kanan yang patah. Dengan

Dasuki menderita Pembekaan Hati dan Malnutrisi Akut

Dasuki menderita Pembekaan Hati dan Malnutrisi Akut

fasilitas kesehatan BPJS kelas III yang dimilikinya Budianto menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Santunan yang diberikan sejumlah Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu) digunakan untuk biaya hidup selama perawatan di Rumah Sakit.

Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal   : 18 Agustus 2015
Kurir: @awwaludinyuda

Budianto mengalami kaki kanan patah

Budianto mengalami kaki kanan patah


Kap, CA MAMAE ( Penderita Payudara ). Lahir Tanggal 01 – Juli – 1959, Alamat Jl.Sumber Pinang RT 002 RW 001 Desa Kembangsari Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Bu Kap ini memiliki Penderita CA MAMAE ( Kanker Payudara ) , Bu Kap adalah seorang Buruh Tani , yang memiliki keterbatasan hidup , dan di tambah lagi penyakitnya Penderita Payudara, ya allhamdulillah Tim #SRJember bersilatuhrahmi Untuk membantu Bu Kap untuk Perawatan Di Rumah Sakit.

Jumlah Santunan  : Rp. 1.500.000,-
Tanggal Santunan : 22 Agustus Dan 29 Agustus 2015
Kurir : @yudhoari ,@gredyari , awalayudin yudha ,@maumaulana

Ibu kap menderita kanker payudara

Ibu kap menderita kanker payudara


DIKY MAULANA PUTRA ROSI, Meningocelle + Asfikasi sedang. Alamat Desa Grujugan kidul, RT 018 RW 003, kecamatan Grujugan, kab. Bondowoso. Adik Diky adalah seorang anak yang tidak beruntung karena telah menderita gangguan penyakit tersebut semenjak dilahirkan. Saat ditemukan oleh tim Sedekah rombongan, Adik Diki masih berusia 1 bulan. Lokasi alamat yang cukup jauh dari rumah sakit juga cukup membuat keadaan adik Diky semakin memprihatinkan. Adik Diky adalah seorang anak dari pasangan muda Fatorosi dan Agustianingsih, yang berprofesi sebagai petani/buruh tani sebagai mana umumnya masyarakat di daerah tersebut. Bersama dengan neneknya, adik Diky melakukan pandampingan oleh Tim Sedekah rombongan untuk pemeriksaan awal terhadap gangguan pada bagian kepalanya. Benjolan diatas hidung yang cukup besar ini cukup membuat keadaan si kecil semakin memprihatinkan. Dana santunan yang diberikan sejumlah nominal dibawah ini digunakan untuk biaya kontrol pasca operasi dan biaya hidup keluarga yang mendampingi selama kontrol. Kedepannya, Tim sedekah rombongan akan terus mendampingi Adik Diky dalam masa perawatannya.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Juli 2015
Kurir: @yudhoari @gredyanto, @manumaulana

Diki menderita Meningocelle + Asfikasi sedang

Diki menderita Meningocelle + Asfikasi sedang


JEMI B SUPANDI (51 Tahun), Tumor Perut. Lahir Tanggal 17 Juli 1965   Dusun waduk desa sukokerto, kec pujer bondowoso. Suami Bu Jemi,  P simin Adalah Buruh tani, pekebun, yang tidak memiliki Gaji tetap. Dan bu Jemi ini memiliki penderi Tumor Perut Yang  mulai sakit 6  tahun yang lalu. anaknya pekerjaan kuli bangunan. Bu Jemi ini Tergolong Orang tidak mampu dan rumahnya pun berdinding Bambu, dan Tim #SRJember Bersilahturahmi untuk membantu Bu jemi yang Sedang kesulitan Keuangan dan Transportasi.

Semoga Santunan yang di Beri Semoga Bermanfaat Bagi Keluarga Bu Jemi

Jumlah Santunan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal         :  7 Agustus 2015 Dan 18 Agustus 2015
Kurir    : @yudhoari ,@gredyari ,@maumaulana, awalayudin yudha

Ibu jemi menderita Tumor Perut

Ibu jemi menderita Tumor Perut


SULASTRI (43 thn, Tumor payudara), Alamat RT/RW 21/007 kp glingung, desa kalirejo, kec. sumbermalang, kab. Situbondo, Jatim. Adalah salah seorang ibu yang telah mengidap tumor payudara. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian banyak kasus tumor dan kanker payudara yang telah melalui masa pendampingan perawatan oleh tim sedekah rombongan. Beliau adalah seorang ibu dengan 2 anak. Suaminya bapak Marwi juga seorang buruh tani. Perawatan tumor payudara ibu sulastri menggunakan fasilitas BPJS karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dana santunan yang diberikan digunakan sebagai biaya kemoterapi, transportasi, perpanjangan BPJS, dan biaya-biaya lain yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS.

Jumlah santunan: Rp. 1.750.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, Awaludin Yudha
Tanggal: 2 Juli 2015, 30 Juni 2015

Ibu sulastri menderita Tumor payudara

Ibu sulastri menderita Tumor payudara


SA’IMA (70 thn), tumor pipi. Adalah seorang nenek yang tinggal di Kp. Gumok utara, RT/RW 006/003, kel. Gelung, Panarukan, Situbondo. Menderita tumor leher sudah sejak lama, tetapi karena terbatasnya keadaan ekonomi, akhirnya tidak mendapatkan perawatan secara cepat. Beliau tinggal bersama anaknya yang juga dalam keadaan tidak mampu/duafa. Benjolan ini semakin besar seiring berjalannya waktu. Santunan yang diberikan ini digunakan untuk akomodasi pemeriksaan awal di rumah sakit Dr. Koesnadi Bondowoso.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Juli 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, Awaludin Yudha

Ibu saima menderita tumor pipi

Ibu saima menderita tumor pipi


MOH.JEPRI UBAIDILLAH 7 Tahun, Epilepsi.Alamat Jalan Dusun Jatiombo RT 012 RW 04 Desa Jatitamban Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso. Jepri ini Miliki penyakit Epilepsi ,adalah seorang Anak yang tinggal di sebuah rumah sederhana berdinding Triplex di Jalan Dusun Jatiombo RT 012 RW 04 Desa Jatitamban Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso. Dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Dia memiliki seorang ibu yang bernama Jumariyah yang berusia 40 tahun dan berprofesi sebagai buruh tani. Suatu keadaan yang pas-pasan untuk biaya pengobatan Jepri. Santunan yang diberikan digunakan untuk bantuan selama perawatan di rumah sakit. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk kesembuhan Jepri.

Jumlah Santunan     : Rp.500.00,-
Tanggal Santunan        : 03 Juli 2015
Kurir :  @yudhoari, @gredyanto, Awaludin Yudha,

Jepri menderita Epilepsi

Jepri menderita Epilepsi


M. MUNIDYUDIN (50, Liver). Alamat : Kampung Kalahang Tengah, Desa Kadudodol, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Pak Munidyudin menderita liver sejak tahun 2014. Sebelumnya sakitnya itu ia anggap biasa, pengobatan pun dilakukan ala kadarnya. Hal itu dilakukan karena Pak Munidyudin hanya seorang buruh lepas dengan penghasilan tak seberapa yang harus memenuhi kebutuhan lima orang anak dan seorang istri. Penyakitnya mulai terasa berat sekitar bulan Maret, maka tepatnya pada 18 Maret 2016,  Pak Munidyudin memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan Puskesmas, Pak Munidyudin saat itu juga diminta memeriksakan dirinya ke RSUD Pandeglang. Dari hasil pemeriksaan di RSUD Pandeglang, Pak Munidyudin mendapat rujukan ke RSCM Jakarta. Dengan berbekal BPJS dan uang seadanya yang didapat dari saudara, pada 13 April 2016 Pak Munidyudin berencana memeriksakan dirinya ke RSCM Jakarta. Karena awam prosedur administrasi yang harus dilakukan,  Pak Munidyudin  meminta didampingi. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan Banten, Ibu Emay Humairoh, dapat mendampinginya. Awalnya Pak Munidyudin mengira pengobatannya hanya membutuhkan beberapa waktu saja, namun ternyata proses yang harus dijalani membutuhkan waktu yang panjang dan Pak Munidyidin dijadwalkan kembali ke RSCM pada 18 April 2016. Waktu pun begitu cepat mendekati jadwal berobat, pada 17 April 2016 Pak Munidyudin kebingungan karena belum mempunyai uang untuk berobat lanjutan. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Pak Munidyudin, bantuan pun diberikan kepadanya untuk operasional ke RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 April 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana@yadi_uy emay humairoh @ririn_restu

Pak muni menderita Liver

Pak muni menderita Liver


POPPI. KHITANAN MASSAL YATIM PIATU DI MASJID AZ-ZAHRA TENGGARANG BONDOWOSO. Diselenggarakan oleh takmir masjid Az-zahra tenggarang, bekerja sama dengan tim sedekah rombongan Bondowoso, diadakanlah khitanan massal untuk anak yatim di sekitar masjid. Santunan yang diberikan digunakan untuk biaya operasional acara khitanan massal dan untuk bingkisan bagi anak yatim yang mengikuti acara ini. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk adik-adik yatim ini. Terima kasih disampaikan untuk para donatur sedekaholics yang telah mengamanatkan hartanya melalui sedekah rombongan. Semoga mendapatkan balasan yang berlipat dari Allah SWT. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 7 Juni 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, Awaludin Yudha, Pak Karman

Bantuan khitanan massal

Bantuan khitanan massal


ELIATUL IKHLAS (12, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan RT. 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu #sedekahrombongan Jakarta, karena ia berobat di RSCM Jakarta. Selama berobat di Jakarta, ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Elia sudah tiga bulan terlambat menjalani pengobatan rutin, sehingga penyakitnya mulai kambuh lagi. Pembuluh darah di tangan dan bibirnya mulai membengkak dan berwarna kehitaman. Keterlambatan berobat dari jadwal yang sudah ditentukan diakibatkan karena ketiadaan biaya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit. Berita tentang kambuh dan keterlambatan Elia berobat ke RSCM didapati dari pesan yang dikirimkan ibu Elia, Ibu Lilis (36), kepada kurir #SR Jakarta. Berita ini diteruskan oleh kurir #SR Jakarta kepada kurir #SR Pandeglang yag akhirnya saling berkoordinasi untuk menjemput Elia dengan MTSR Jakarta. Sesampainya di kediaman Elia, orang tuanya  belum membuat surat rujukan yang dibutuhkan untuk berobat ke RSCM. Hal itu urung dilakukan karena orang tua Elia tidak mempunyai uang. Orang tua Elia kebingungan, karena selain biaya untuk membuat rujukan, mereka juga harus mempersiapkan bekal selama proses pengobatan di RSCM. Belum lagi untuk membeli obat dan alat kesehatan yang tidak dicover BPJS. #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan keluarga Elia, bantuan pun diberikan kepadanya untuk operasional berobat dan membuat rujukan ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Elia telah dibantu pada rombongan 759.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


HARDIAN ABUSIRI S, kecelakaan lalu lintas.Mengalami kecelakaan tahun 2007. Pak Hardian hidup sendiri tanpa istri dan anak. Karena keterbatasan geraknya, beliau tidak bisa bekerja secara normal. Keadaan ini berlangsung lama hingga terjadi keterlambatan dalam melepas pen. Keterlambatan ini membuat kakinya membusuk sehingga membutuhkan perawatan yang lebih lama lagi. Santunan yang diberikan digunakan untuk akomodasi dan pembelian obat pasca operasi pelepasan pen dan kontrol ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Jumlah santunan ini adalah akumulasi santunan dari bulan Desember 2015 sampai dengan bulan April 2016 yang diberikan secara bertahap.

Jumlah santunan: Rp. 2.500.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, @manumaulana
Tanggal: 25 April 2016

Pak hardiyan mengalami kecelakaan lalu lintas

Pak hardiyan mengalami kecelakaan lalu lintas


SOHANI BIN SANIAN (47, Hipertensi). Alamat : Kampung Kiara Jangkung RT. 3/1, Desa Pareang, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Bapak yang mempunyai jumlah tanggungan 6 orang ini sudah lama mengalami sakit hipertensi, tetapi penyakitnya ini jarang sekali diperiksakan. Hal ini dikarenakan ia hanya seorang buruh serabutan dengan sedikit upah yang didapat dan tidak punya jaminan kesehatan baik BPJS maupun KIS. Penghasilan yang didapat hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, itupun jauh dari kecukupan. Untuk pengobatannya, ia hanya meminum obat-obatan ala kampung sesuai petunjuk orang-orang di sekitarnya. Tepatnya pada  20 April 2016,  kondisi Pak Sohani sangat menurun, kakinya yang sebelah kiri sudah mati rasa dan membuat keluarga sangat khawatir. Meskipun saat itu tidak ada pegangan uang yang cukup, keluarga Pak Sohani langsung membawanya ke Puskesmas Cimanuk, Pandeglang.  Kondisi Pak Sohani yang sedang gawat diketahui oleh #sedekahrombongan. Tanpa pikir panjang kurir langsung menjenguknya di Puskesmas, tetapi setibanya di Puskesmas Pak Sohani sudah tidak ada, karena sudah dirujuk ke RSUD. Kemudian Kurir #sedekahrombongan mengunjunginya di ruang IGD RSUD. Kurir berbincang-bincang dengan keluarga Pak Sohani, dan diketahuilah bahwa keluarga sedang kebingungan karena tidak ada biaya untuk perawatan Pak Sohani. #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan keluarga Pak Sohani. Saat itu juga diberikanlah bantuan untuk operasional dan pembayaran awal BPJS yang akan diurus oleh kurir #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2016
Kurir: @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @ririn_restu

Pak sohani menderita Hipertensi

Pak sohani menderita Hipertensi


RUMAH SAKIT  ABDUL MOELOEK LAMPUNG (Bantuan Kursi Roda). Alamat : Jl. Dr. Rivai 6, Penengahan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. RSUD Abdul Moeloek merupakan Rumah Sakit Umum Daerah yang menjadi rujukan di Provinsi Lampung. Mengingat hal tersebut dan menyadari pentingnya menjalin kerjasama serta kolaborasi dengan rumah sakit setempat terkait kepentingan dhuafa sakit, kurir #SedekahRombongan Lampung bergerak untuk bersilaturahmi dengan pihak jajaran Direksi RSUD Abdul Moeloek. Setelah melakukan komunikasi intensif, kurir #SedekahRombongan Lampung diundang untuk bertemu dengan Jajaran  Direksi RSUD Abdul Moeloek pada Sabtu, 16 April 2016. Kurir #SedekahRombongan Lampung diterima baik oleh jajaran direksi RSUD Abdul Moeloek. Pertemuan yang singkat tersebut dihadiri oleh Direktur Umum, Kasubbag Umum dan pengurus lainnya serta lima orang kurir #SedekahRombongan. Kurir pun mengenalkan profil #SedekahRombongan dan menjelaskan maksud digelarnya pertemuan tersebut dimana #SedekahRombongan berharap dapat bekerjasama dengan RSUD Abdul Moeloek khususnya terkait  informasi medis, rumah sakit, pasien dhuafa, dan juga kemudahan akses kurir #SedekahRombongan Lampung ke rumah sakit dalam rangka penanganan pasien. Maksud dan tujuan kurir #sedekahRombongan Lampung pun diterima baik oleh Direktur Umum RSUD Abdul Moeloek dan mereka juga berharap kurir #SedekahRombongan Lampung dapat membantu dalam mengedukasi pasien tentang proses pengobatan di rumah sakit. Bersamaan dengan pertemuan silaturahmi tersebut  kurir #sedekahRombongan Lampung menyerahkan bantuan berupa 10 unit kursi roda untuk membantu penanganan medis di RSUD Abdul Moeloek.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.250.000
Tanggal : 16 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @andradideri @evandlendi @triii20 @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Bantuan Kursi Roda

Bantuan Kursi Roda


MUHAMMAD RIFAI (18, Varicess Oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT. 1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Muhammad Rifai adalah seorang pelajar SMP anak pasangan Aspar (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (42) seorang ibu rumah tangga. Rifai selama ini mengidap penyakit anemia plastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai sudah ganas. Selama ini Rifai hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis. Akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita Rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya). Saat ini Rifai sudah diperbolehkan untuk kembali ke Lampung dan menjalani kontrol rutin setiap 3 bulan sekali di Jakarta. Untuk proses endoskopi terakhir yang ia jalani didapatkan hasil bahwa varices oesophagus yang diderita oleh Rifai perlu dikontrol untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darahnya di poliklinik Hemato Onkologi di RSCM. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup selama di Jakarta, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 822. Saat ini Rifai masih menunggu untuk hasil laboratorium terakhir demi pemantauan penyakitnya. Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk Rifai. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @harjie_anis @akuokawai @ririn_restu

Rifai menderita Varicess Oesophagus

Rifai menderita Varicess Oesophagus


Ayyadah, Kista Ovarium. Remaja putri Berusia 17th,Jalan Imam Bonjol Gang 1 No 84 Kelurahan Kademangan Kec Bondowoso Kabupaten Bondowoso. Merupakan putri bungsu dari bapak Abdul jamal yang berprofesi takmir masjid Al- Iklhas Bondowoso. remaja yang sudah Piatu ini dikenal sebagai sosok yang suple dalam pergaulannya / sehariannya . pada suatu hari ayadah mengeluh nyeri parah di area perut Bawah Karna yang sakit yg tidak tertahankan karna itulah dia mengutarakannya kepada sang ayahnya . kemudian dengan singgat bapak abdul jamal membawa ayadah  periksa ke klinik terdekat. dari hasil diaknosa awal ayadah di indikasikan menderita tumor kista ovarium di rahimnya , karna belum memiliki fasilitas kesehatan di karenakan kondisi perekonomian di untuk itu. sehingga untuk melakukan tindakan medis lebih lanjut membantu biaya yang tidak sedikit . akhirnya ayadah harus di rujuk ke rumah sakit Bhayangkara Bondowoso untuk menyalanin Operasi Pengangkatan Kista Ovarium. Bantuan yang di berikan ke adik ayyadah Rp. 2.500.000,- untuk biaya tambhan operasi.

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal   : 19 November 2015
Kurir : @Yudhoari, @Gredyanto

Ayyadah menderita Kista Ovarium

Ayyadah menderita Kista Ovarium


SARNI BINTI SARKUM (45, Stroke dan Lumpuh Sebelah). Alamat : Kampung Cigunung RT. 10/4, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Ibu yang hanya punyai 1 anak ini sudah menjanda, ia masih tinggal serumah dengan orang tuanya. Ia sudah lama merasakan sakit hipertensi namun jarang sekali melakukan pengobatan. Puncaknya pada 2 April 2016, karena hipertensinya itulah ia mengalami stroke, tubuhnya yang sebelah kanan sudah mati rasa dan tangannya tidak bisa digerakkan.  Jika sakitnya tidak segera diobati kemungkinan besar ia akan mengalami lumpuh permanen. Ibu Sarni tidak bekerja, kesehariannya hanya membantu pekerjaan dapur orang tuanya, seprti memasak, mencuci dan membersihkan rumah. Untuk menutupi kebutuhannya dan orang tuanya, ia hanya mengharapkan pemberian dari anaknya yang bekerja sebagai kuli serabutan di luar daerah. Hal itulah yang membuat saat ia mengalami stroke, ia tidak dapat segera berobat. Ia tidak memiliki uang simpanan, terlebih lagi ia pun belum mempunyai kartu jaminan kesehatan baik BPJS atau KIS. Ada perasaan sedih di diri Ibu Sarni, suami sudah tiada, anak semata wayang sedang mengais rezeki di daerah lain, sedangkan keadaan orang tuanya pun bukanlah orang berkecukupan hanya mengandalkan pemberian dari anak-anaknya yang lain. Alhamdulillah Allah mempertemukan ‪#‎SedekahRombongan‬ dengan Ibu Sarni, bantuan awal diberikan kepadanya untuk berobat ke Puskesmas dan membuat BPJS. Semoga Ibu Sarni sehat kembali seperti biasa agar bisa beraktivitas lagi.

Jumlah Bantuan:  Rp. 500.000,-
Tanggal:22 April 2016
Kurir: @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @ririn_restu

Ibu sarni menderita Stroke dan Lumpuh Sebelah

Ibu sarni menderita Stroke dan Lumpuh Sebelah


Bambang Prayitno, Komplikasi Organ, Lahir Tanggal 08 Januari 1955, Alamat Jl. Perum pancoran Mas 01 RT 037 RW 13 Desa/kec Pancoran Kabupaten Bondowoso. Pak Bambang seorang Buruh yang mempunyai Penghasilan yang tidak tetap. Sehingga termasuk tergolong keluarga tidak mampu. Ditambah dengan penyakitnya ini sehingga tidak dapat bekerja sehingga tidak memperoleh penghasiln untuk pembiayaan rumah sakit.

Santunan yang di berikan di gunakan untuk Biaya perawatan selama di rumah sakit. Semoga bermanfaat untuk beliau.

Jumlah santunan    : Rp.1.000.000,-
Tanggal        : 14 September 2015
Kurir            : @Yudhoari

Pak bambang menderita Komplikasi Organ

Pak bambang menderita Komplikasi Organ


RISKY DWI PRATAMA (20, KELAINAN MATA) Risky adalah anak berusia 20 tahun yang tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah milik kakek Risky di Dusun Widoro RT 25 RW 10, Desa Pancoran, Bondowoso. Dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ayahnya bekerja sebagai penjaga pada gudang tembakau, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kesehariannya seperti anak-anak yang lain pada umumnya, hanya saja dia mempunyai kelainan mata sejak kecil. Waktu usia 5 tahun Risky terjatuh saat bermain, dan matanya terkena kayu. Pada saat itu bapaknya langsung membawanya ke Rumah Sakit karena mata Risky banyak mengeluarkan darah. Setelah itu berangsur sembuh, timbullah bintik putih di bola mata kiri bekas luka tadi, namun lama kelamaan bintik putih itu semakin membesar seiring bertambahnya usia Risky, sehingga mata kirinya tidak bisa melihat. Sedekah Rombongan membantu dalam hal pembiayaan operasi karena Risky tidak memiliki Fasilitas Kesehatan apapun sebesar Rp. 2.912.400,-.

Jumlah Santunan: Rp. 543.000,-
Tanggal: 11 Juni 2015 dan 13 Juli 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Rizki menderita KELAINAN MATA

Rizki menderita KELAINAN MATA


Ibu Latifa,malignant mast cell tumour. perempuan berusia 40 tahun ini tinggal di Dusun Krajan 1 RT 04 RW 01 Keluharan Dawuhan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Isteri dari Bapak Suryono yang bekerja sebagai buruh tani harian. Ibu dari dua orang putra ini menderita “malignant mast cell tumour” sejak setahun terakhir. Keluhan yang dialami nyeri perut hebat dan sering mengalami pendarahan ketika buang air besar. Fasilitas yang dimiliki BPJS kelas III. Tindakan medis dilakukan di Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso melalui tahapan evaluasi lebih lanjut tindakan medis dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Santunan yang diberikan dari #SRjember sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya transportasi ke Malang. Dan kemudian proses pendampingan dilanjutkan oleh saudara-saudara #SRmalang

Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal   : 9 juni 2015
Kurir: @yudhoari, @awwaludinyuda

Ibu latifa menderita malignant mast cell tumour

Ibu latifa menderita malignant mast cell tumour


MARWAH BINTI JUNED (7 Bulan, Liver dan Kelainan Saluran Empedu). Alamat : Kampung Bengkok RT. 2/2, Desa Karyasari, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dede Marwah, begitu panggilan sayang orang tuanya, adalah anak ke-4 dari pasangan Bapak Juned (45) dan Ibu Marleni (38). Gejala sakit yang diderita Marwah mulai terlihat sejak ia berusia 40 hari, dimana tubuh dan matanya nampak kekuning-kuningan. Awalnya orang tua Marwah hanya menganggap kelainan pada anaknya itu hal yang biasa, karena menurut bidan desa yang memeriksanya itu hanya akibat kekurangan sinar matahari. Maklum saja bidan desa tersebut tidak mempunyai peralatan kesehatan yang lengkap untuk memeriksa Marwah seperti di rumah sakit. Penyakit Marwah pun tak kunjung sembuh, akhirnya ketika ada rezeki lebih, orang tuanya membawa Marwah untuk menjalani rangkaian pengobatan, mulai dari bidan, Puskesmas hingga klinik praktek dokter. Setelah berobat di berbagai tempat,  kesehatan Marwah justru menurun drastis. Perutnya membuncit dan matanya semakin menguning. Ia pun mulai mengalami batuk yang akut dan kerap menangis siang-malam. Tepatnya pada 17 April 2016, sesuai rujukan Puskesmas, Bapak Juned membawanya ke RSUD Pandeglang. Untung saja Marwah sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS sehingga biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS. Kondisi Bapak Junaedi yang hanya seorang buruh tani kebun dan Ibu Marleni hanya seorang ibu rumah tangga biasa membuat pengobatan Marwah di RSUD menjadi beban yang berat untuk mereka. Hal itu juga membuat Bapak Juned dan Ibu Marlin memutuskan untuk membawa pulang paksa Marwah pada 21 April 2016. Setibanya di rumah, nurani sebagai orang tua membuat mereka tidak tega melihat kondisi anaknya yang tak kunjung ada perubahan. Akhirnya pada 22 April 2016 dengan berbekal BPJS, Bapak Juned kembali membawa Marwah ke RS. Sari Asih Serang untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan di RS. Sari Asih menyatakan bahwa Marwah harus dirujuk ke RSCM Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Namun Bapak Juned belum bisa menentukan kapan akan melaksanakan pengobatan anaknya di RSCM karena ia belum mempunyai uang untuk operasional berobat. Bapak Juned dan Ibu Marleni mengungkapkan kesulitan mereka saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Kurir merasakan kesulitan yang mereka alami sehinggga bantuan awal pun diberikan untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat ke RSCM. Semoga Allah  mengangkat penyakit Marwah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 23 April 2016
Kurir: @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @ririn_restu

Marwah menderita Liver dan Kelainan Saluran Empedu

Marwah menderita Liver dan Kelainan Saluran Empedu


Ana Siti Nurjannah,(17th, TBC). yang tinggal di Desa Taman, RT 002 RW 011, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Gadis Berusia 17th  ini duduk di Kelas 2 SMA 1 Grujugan , dari Putri tunggal dari pasangan Bapak Asmo yang berprofesi sebagai buruh harian lepas dan Ibu Tumini yang kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga. Ana Siti Nurjannah di diagosa mengidap TBC yang sudah dideritanya sekitar 3 bulan terakhir ini. Kondisi keluarganya yang termasuk dalam kategori keluarga tidak mampu dan jarak tempuh menuju Rumah Sakit terdekat sekitar 15 km. Bantuan yang diberikan tim #SRjember berupa santunan sikat lepas sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya akomodasi selama berobat.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal  : 16 April 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto

Ana menderita TBC

Ana menderita TBC


ALDI FIRSA (15, Gangguan Syaraf). Alamat : Jalan Koloner Burlian RT. 14/4, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Propinsi Sumatera Selatan. Lima belas tahun lalu ketika Aldi lahir kondisinya normal dan baik, tetapi setelah beberapa hari kemudian ia mengalami kejang-kejang dan keluarga langsung membawanya ke RS. Antonio Baturaja. Aldi sempat dirawat beberapa hari namun dokter mengatakan kondisinya baik-baik saja. Setelah beberapa tahun tidak terjadi apa-apa, saat Aldi berusia 3,5 tahun, ia kembali mengalami kejang-kejang dan tidak bisa berbicara seperti anak kecil pada umumnya. Orang tua Aldi membawanya ke dokter anak di Baturaja dan dokter menyarankan ia dibawa ke Palembang, namun karena kendala biaya terpaksa Aldi tidak pernah berobat hingga sekarang. Ayah Aldi, Firmanto (45), yang hanya buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu, dan ibunya, Nursanah (42), yang hanya ibu rumah tangga, tak mampu membawa Aldi berobat. Jangankan untuk berobat, untuk makan pun hanya seadaanya. Saat ini Aldi hanya di rumah saja diurus oleh ibunya. Jika Aldi sehat, seharusnya saat ini ia bersekolah di kelas 3 SMP dan bermain dengan teman-teman sebayanya, namun karena sakitnya ia tidak bisa bersekolah. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membeli kebutuhan Aldi. Semoga Aldi mendapatkan gizi yang tercukupi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Febuari 2016
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

Aldi menderita Gangguan Syaraf

Aldi menderita Gangguan Syaraf


Bunadi, Gangguan Prostat Pria yang sudah tidak muda lagi berusia 69 Tahun , Pensiunan Staff ini di sebuah Kantor Pemerintahaan ini , Menderita Gangguan Prostat yang membuatnya tidak produktif lagi. Pria beristri satu ini tinggal di Desa batakan RT 003 RW 005 Kec Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Pak Bunadi Tidak memiliki Penghasilan tetap paska Pensiun, Fasilitas kesehatan yang dimiiki adalah Askess kelas 3 , Pria yang Lanjut usia ini tinggal di rumah yang Berukuran 4×8 Meter berdinding Bambu dan Triplex. Pengobatan Tindakan medis dilakukan di lakukan di rumah sakit Dr.Soebandi Jember.

Bantuan yang di berikan Sebesar Rp.600.000,- Rupiah yang di pergunakan Untuk biaya Akomodasi Selama Pengobatan.

Jumlah Santunan : Rp.600.000,-
Tanggal : 15 Desember 2015
Kurir : @Yudhoari @gredyanto @manumaulana awaludin Yudha

Pak bunadi menderita Gangguan Prostat Pria

Pak bunadi menderita Gangguan Prostat Pria


EKA RAHMAWATI (29tahun, Abses Payudara) Alamat : Sampangan, Mantub RT 04 Banguntapan Bantul. Suaminya, Dianto (29 tahun), bekerja sebagai karyawan di PT Diva Press, sementara anak semata wayangnya berusia 3.5 tahun. Mereka bertempat tinggal serumah dengan ibu kandung dari Ibu Eka. Riwayat penyakitnya dimulai sejak 2015 silam, saat itu ia merasakan rasa nyeri di bagian payudara kirinya dan terjadi pembengkakan kecil. Awalnya ia tak menganggap sakit itu serius, namun pembengkakan semakin membesar ditambah rasa nyeri yang semakin menjadi. Ia kemudian dibawa oleh suaminya ke dokter  dan terdeteksi menderita Mastitis TBC, saat itu ia hanya diberi obat pereda nyeri saja. Beberapa hari setelah periksa ia merasa tidak sanggup menahan rasa nyeri ditambah payudara yang tidak mengecil. Awal Februari 2015 ia dirujuk ke RS Kasih Ibu, di Solo oleh suaminya dan disana menjalankan operasi pengangkatan penyakitnya itu. Ibu Eka menjalani operasi disana menghabiskan dana sebesar Rp. 12.000.000,- Dana tersebut ia dapatkan dari meminjam saudara dan tetangganya. Setelah operasi kondisinya semakin membaik dan rutin menjalani control selama 6 bulan. Setahun pasca operasi ia merasakan nyeri kembali dibagian yang sama ditambah muncul nanah pada payudaranya. Setelah diperiksakan di RS Sardjito ia didiagnosa Abses Payudara. Karena iuran BPJS nya tidak dibayarkan sejak 2015, ia menggunakan layanan pasien umum yang mana setiap cek ke dokter menghabiskan dana Rp. 250.000,- Dan dokter menganjurkan untuk operasi kembali. Beruntung, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Eka Rahmawati. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #SedekahHolic sebesar satu juta rupiah untuk membantu biaya pengaktifan kembali BPJS.  Bu Eka dan pihak keluarga bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh #SedekahHoloc. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2016
Kurir @kissherry @ekow_st @dwiastutihelmy

Eka menderita Abses Payudara

Eka menderita Abses Payudara


SUYATNO (60tahun, Saraf Kejepit) Alamat : Kalangan RT 07 Banguntapan Bantul (Indekos Pak Umbar wiyoro). Istrinya sudah lama meninggal dan ia tinggal bersama anak bungsunya yang kerja buruh harian lepas. Awalnya ia melakukan perjalanan mudik dari Jogja ke Lampung menggunakan motor bersama anaknya, karena kecapean setelah sampai di Lampung ia merasakan pegal bagian pinggangnya, dan dia beinisiatif untuk pijat badan dan bagian kaki diinjak-injak, 2 hari kemudian alih alih sembuh ia malah merasakan lemas setelah selesai pijat, dan ia balik lagi ke tempat pijat untuk dipijat lagi, 2 hari setelah dipijat ia malah tidak bisa berdiri dan BAK tidak lancar. Setelah itu ia ikut anaknya yang bungsu kerja di jogja agar mendapat perawatan di jogja. Setelah periksa ke RS PKU Muhammadiiyah Yogya ia menjalani rawat inap selama 2 hari dan belum ada hasil yang pasti dari dokernya. Perkiraan sementara adalah saraf kejepit dibagian pinggangnya.  Karena tidak ada yang menunggu ia rawat inap selama di rumah sakit ia dibawa pulang oleh keluarganya dan menjalani obat alternatif dari saran orang-orang sekitarnya. Kondisi yang ia rasakan kini kakinya terkadang bergerak sendiri tanpa perintah, dan buang air kecil yang tidak lancar dan menggunakan teter. Beruntung, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Suyatno. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #SedekahHolic sebesar satu juta rupiah untuk membantu biaya pengurusan pemindahan askes dan pengobatannya.  Pak Suyatno dan pihak keluarga bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh #SedekahHolic. Dia mendoakan agar para #SedekahHolic diberi panjang umur dan makin berkah.  Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2016
Kurir @kissherry @ekow_st @dwiastutihelmy

Pak suyatno menderita Saraf Kejepit

Pak suyatno menderita Saraf Kejepit


NANANG PUJIANTO (42 Tahun, Limfoma). Pak Nanang tinggal di sebuah rumah sederhana yang beralamat di Krapyak Kulon RT.09 Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY. Pak Nanang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan di sebuah tempat foto copy kecil yang ada di seputaran Kotagede, Yogyakarta. Penghasilan yang ia dapatkan cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Sementara itu, istrinya bekerja sebagai guru honorer dan anak semata wayangnnya kini tengah duduk di bangku sekolah dasar kelas dua. Keluarga ini belum mempunyai rumah sendiri, mereka tinggal bersama orang tua mereka yang bekerja sebagai buruh tani. Pak Nanang terdiagnosa menderita limfoma sejak sepuluh tahun yang lalu. Limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Pasien yang menderita penyakit ini sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi. Lantaran biaya berobat yang tak terjangkau bagi mereka, akhirnya Pak Nanang tak pernah berobat bahkan hingga sekarang tak pernah tersentuh pengobatan medis. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan hingga akhirnya bertemu dengan Pak Nanang dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian melakukan pendekatan personal dan membujuknya agar mau menempuh pengobatan secara medis. Akhirnya Pak Nanang mau berobat ke rumah sakit, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi pun segera dijadwalkan dan akhirnya dilakukan pada pada awal April 2016 di RSI Hidayatullah Yogyakarta. #Sedekaholic via #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan awal untuk membantu biaya operasi dan pengobatannya, bantuan ini disampaikan oleh Kurir #SedekahRombongan. Selanjutnya, Kurir #SedekahRombongan akan memantau perkembangan kesehatannya dengan melakukan pendampingan berkala. Pak Nanang dan keluarganya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada #Sedekaholic karena berkat sedekah mereka ia mempunyai kesempatan untuk menjemput kesembuhannya. Pak Nanang dan keluargamya juga memohon doa supaya ia segera diberikan kesembuhan. Mari kita berdoa bersama agar Pak Nanang segera diberi kesembuhan agar bisa bekerja dan beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @rizkyaditya4 @keliqer @jemirikab

Pak nanang menderita Limfoma

Pak nanang menderita Limfoma


SAMIJO BIN WONGSODIHARJO (60 Tahun, Hernia). Pak Samijo tinggal bersama istrinya di sebuah rumah kecil dan sederhana di Korasan, RT.04 Palbapang, Palbapang, Bantul, DIY. Sehari-harinya Pak Samijo menjual jasa sebagai pengayuh becak. Bu Sutinah (43 Tahun), istrinya, seorang ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang mereka dapatkan tidak seberapa, tapi mereka manfaaatkan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Awal Januari 2016, Pak Samijo mengeluhkan karena merasa tidak enak badan, ia pun segera berobat ke RS Nur Hidayah Bantul. Setelah melalui proses pemeriksaan, Pak Samijo diketahui menderita penyakit hernia. Dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi supaya penyakitnya tidak bertambah parah. Pak Samijo pun mempersiapkan operasi dan akhirnya menjalani operasi di rumah sakit yang sama pada pertengahan Januari 2016. Operasinya berjalan dengan lancar, empat hari kemudian Pak Samijo sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Tetapi Pak Samijo dan keluarganya kebingungan karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya operasi dan opname selama dirawat di rumah sakit. Belum lagi, ia masih harus melakukan kontrol rutin sebanyak empat kali. Pak Samijo dan keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan dari siapapun yang berpunya. Karena keluarga ini tengah menghadapi kesulitan ekonomi, terutama untuk membayar biaya operasi dan opname. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus mengambil peran saat ada saudaranya yang tengah mengalami kesulitan. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan tunai untuk membantu biaya operasi dan opname yang sempat tertunggak. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankankan beban dan derita beliau. Alhamdulillah, Pak Samijo kini kondisinya kian membaik, ia pun sudah pulang ke rumah. Tak lupa ia mengucap syukur dan sangat berterimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Pak Samijo kemudian memanjatkan doa supaya para #Sedekaholic selalu mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita juga berdoa bersama supaya Pak Samijo segera sembuh dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.074.800,-
Tanggal : 19 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @rizkyaditya4 @jemirikab @keliqer

Pak samijo menderita Hernia

Pak samijo menderita Hernia


SUMARNI BINTI KARTODIMEJO (47 Tahun, Patah Tulang). Sumarni merupakan warga Notoyudan GT II/1231 Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, DIY. Sumarni sehari-harinya bekerja sebagai petugas parkir yang biasa bertugas di seputaran Pasar Patuk, Kota Yogyakarta. Penghasilan yang ia dapatkan tak begitu banyak, tapi cukup untuk membiayai hidupnya. Sekitar dua bulan yang lalu ia mengalami musibah, kakinya terlindas sebuah mobil ketika berada di seputaran Benteng Vrederburg Yogyakarta. Akibat kecelakaan tersebut ia mengalami patah tulang kaki. Ia pun segera dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat yaitu RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Tetapi karena ia tidak mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, ia lantas dirujuk ke RSUD Kota Yogyakarta. Namun, pihak keluarga besar tidak membawanya ke rumah sakit rujukan namun memilih membawanya ke pengobatan alternatif sangkal putung yang berada di Palur, Jawa Tengah. Mereka meyakini pengobatan alternatif sangkal putung lebih manjur, disamping itu biayanya juga lebih murah. Namun setelah berobat ke sangkal putung, kakinya yang patah belum juga sembuh. Semenjak sakit Sumarni tidak lagi mempunyai penghasilan. Karena keterbatasan biaya, ia juga belum berobat lagi ke sangkal putung. Akhirnya Sumarni dirawat di rumah saja oleh kakak dan adiknya, yang juga bukan orang yang berpunya. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Sumarni dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kemudian melakukan pendekatan personal dan membujuknya agar mau menempuh pengobatan secara medis. Setelah berdiskusi akhirnya pihak keluarga setuju akan menempuh pengobatan secara medis. Dalam kesempatan tersebut, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan tunai dari #Sedekaholic. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan awal. Sumarni dan keluarganya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar pengobatannya lancar. Mudah-mudahan ia segera diberi kesembuhan agar dapat bekerja dan beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @rizkyaditya4 @jemirikab

Ibu sumarni menderita Patah Tulang

Ibu sumarni menderita Patah Tulang


TUMINEM BINTI SURAT (75 Tahun, Lumpuh). Bu Tuminem tinggal di sebuah rumah kecil di Kralas RT.06 Canden, Jetis, Bantul, DIY. Ia tinggal bersama suaminya yang bernama Marjo Wiyono (75 Tahun). Suaminya bekerja sebagai buruh tidak tetap, penghasilan yang ia dapatkan pun tidak tetap dan tidak begitu banyak, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Marjo Wiyono, meski sudah renta tetapi ia harus bekerja demi menghidupi dirinya dan istrinya yang lumpuh. Bu Tuminem sendiri lumpuh karena mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu. Tanpa sengaja ia jatuh terpeleset di rumahnya. Lantaran tak mempunyai cukup biaya, saat itu Bu Tuminem tidak dibawa berobat ke pusat kesehatan terdekat. Semakin hari kondisi kaki Bu Tuminem semakin memburuk, lama-kelamaan kakinya mati rasa dan tidak bisa digerakkan, akhirnya kakinya pun lumpuh. Bu Tuminem kemudian dibawa ke dokter untuk diperiksa, menurut dokter syaraf-syaraf pada kaki Bu Tuminem sudah tidak berfungsi lagi. Kondisinya saat ini, ia lumpuh, tidak bisa beraktivitas, dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Selain lumpuh, Bu Tuminem juga memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi. Bu Tuminem memiliki kendala kondisi ekonomi yang serba kekurangan sehingga ia tidak bisa berobat, ia pun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dari  pemerintah. Selain itu masalah lain yang dihadapinya adalah masalah biaya akomodasi & transportasi serta perawatan kesehatan. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus ikut ambil bagian ketika ada saudara kita yang tengah butuh bantuan. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka yang jauh dari kata deferment. Dalam kesempatan itu pula Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Bu Tuminem berupa bantuan tunai untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Bu Tuminem dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 April 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @rizkyaditya4 @jemirikab

Ibu tuminem menderita Lumpuh

Ibu tuminem menderita Lumpuh


MASJID AL-AMIN (Bantuan Renovasi Masjid). Masjid Al-Amin terletak di Dusun Ngepung, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Masjid ini letaknya tak jauh dari Pantai Baron, Gunung Kidul, jaraknya hanya lima kilometer saja. Ada sekitar 80 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar masjid ini dan menggunakan masjid ini sebagai tempat ibadah mereka. Masjid ini memiliki lebih dari 100 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang, jumlah jamaah masjid ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Masjid Al-Amin saat ini tengah melakukan renovasi yang sudah dimulai sejak tiga bulan yang lalu. Renovasi ini adalah renovasi yang pertama sejak awal mula dibangun. Dalam usaha ini, jamaah masjid bersama-sama berpartisipasi untuk merenovasi masjid ini. Jamaah ada yang menyumbang kayu, pasir, dan bahan-bahan lainnya. Selain itu, ta’mir masjid menggalang dana dari masyarakat. Ta’mir masjid juga mendapatkan bantuan tunai dari Yayasan Al-Furqon. Namun dana yang terkumpul belum mencukupi untuk membiayai renovasi masjid ini. Saat ini, bangunan masjid sudah berdiri namun masih perlu berbenah di sana-sini, terutama untuk finishingnya. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses renovasi masjid tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Sabtu, 23 April 2016, Tim Pondok, Panti dan Masjid #SR (Tim Popimas #SR) bersilaturahmi ke Masjid Al-Amin, dan dalam kesempatan tersebut Tim Popimas #SR menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic yang diterima oleh ta’mir masjid mewakili masyarakat muslim di sana. Bantuan yang diberikan berupa barang yaitu keramik lantai dan keramik dinding senilai Rp. 5.000.000,-. Semoga renovasi masjid berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan masjid ini. Amin.

Jumlah bantuan senilai : Rp. 5.000.000,-
Tanggal penyerahan : 23 April 2016
Kurir : @KissHerry @ekow_st @Aji_Kristanto

Bantuan Renovasi Masjid

Bantuan Renovasi Masjid


ATINI BINTI MUKMIN, (47, Gastritis dan Stroke). Alamat: Desa Payang RT.01/RW 01, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  Mbak Tien, demikian panggilan akrabnya. Mbak Tien adalah seorang janda yang sejak tahun 2013 lalu mengalami stroke. Pertama kali mengalami stroke pada tahun 2013 beliau dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati. Karena penyakit strokenya tersebut menjalar sampai meradangnya kinerja lambung, hal tersebut terjadi karena terlalu banyaknya obat yang dikonsumsi. Berbulan-bulan setelah mengalami stroke juga peradangan di lambung beliau terdiagnosa HIV, yang menyebabkan sistem imun tubuhnya mengalami penurunan. Sekarang, Mbak Tien melakukan rawat jalan pada tiap bulannya pada poli saraf, berikhtiyar untuk mendapat kesembuhan agar bisa beraktifitas seperti sediakala. Saat ini Mbak Tien hidup berdua dengan Ibunya Rani (79), yang sudah tua dan juga mengalami gangguan pendengaran. Sedangkan suaminya Suradi dan ayahnya Mukmin(alm) sudah lebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Mbak Tien mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Mbak Tien menceritakan bila dahulu beliau bekerja di salon untuk menghidupi keluarganya, namun ketika penyakit mulai menggrogoti tubuhnya, beliau tidak bisa bekerja kembali menghidupi dirinya dan ibunya, ditambah tidak adanya tulang punggung untuk menyokong kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan berobat. Mbak Tien dan Mbah Rani hanya mengandalkan belas kasih tetangga sekitar yang dengan secara bergantian memberi makan dan kebutuhan sehari-hari. Kadang dengan terpaksa harus sedikit berhutang untuk sedikit memenuhi beberapa kebutuhan mereka berdua. Namun demikian Mbak Tien masih mempunyai beban hutang sebesar Rp. 2.600.000,- pada tetangga, yang dulu dipergunakan untuk mengobati ibunya yang pernah mengalami patah tulang di tangan. Tetapi Alhamdulillah semua biaya sudah tercover dengan Jamkesmas. Lalu #SedekahRombongan memberikan santunan diharapkan semoga sedikit mengurangi beban hidupnya dan bermanfaat untuk keduanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Surveyor : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @nadya

Ibu atini menderita Gastritis dan Stroke

Ibu atini menderita Gastritis dan Stroke


BAMBANG EDI SUWITO, (74, Dhuafa). Alamat: Dusun Ngeluk RT.23/RW.03, Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Bambang merupakan salah satu dhuafa yang belum pernah sakit yang memerlukan penanganan dokter secara intensive. Saat merasa kurang enak badan, beliau hanya mengosumsi obat-obatan ringan yang biasa dibeli di warung dekat rumahnya. Namun akhir-akhir ini seiring bertambahnya usia, penglihatan Pak Bambang mulai kurang begitu jelas. Hal ini menyebabkan Pak Bambang tidak bisa beraktifitas dengan maksimal, dulunya beliau bekerja di Pabrik kapuk, akhirnya beliau menggundurkan diri. Kini hidup beliau hanya menggandalkan warung kecil yang dikelola bersama istrinya Rifkarjatiningsih (70) yang hasilnya pun terkadang tidak mencukupi kebutuhannya. Hidup berdua dengan istrinya, hidup seadanya dan bisa dikatakan juga kekurangan. Sebenarnya Beliau memiliki dua anak namun sudah berkeluarga dan hidup terpisah. Sehingga untuk membantu kedua orang tuanya tidak menentu. Keadaan yang bisa dibilang serba kekurangan membuat Kurir #SedekahRombongan yang menjengukpun merasa prhatin melihat keadaan pasangan renta ini. #SedekahRombongan memberikan santunan dan diharapkan bisa sedikit mengurangi beban hidupnya. Dan semoga pasangan ini selalu dikaruniakan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @nadya

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


NAFIATUN NUR, (23, Lipoma). Alamat: Dukuh Krajan RT.02/RW.01, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Nafiatun yang sejak lahir mengalami kejanggalan di sekitar pantatnya, adanya sebuah benjolan yang tak seperti anak pada umumnya. Kemudian Nafiatun diperiksakan ke RSUD RAA Soewondo Pati, lalu dokter mendiagnosa beliau menderita lipoma. Saat Nafiatun kecil sudah akan dilakukan operasi, namun tiap akan dilakukan operasi, suhu badannnya tinggi, sehingga operasi gagal dilakukan. Hal ini terus berulang hingga Nafiatun beranjak dewasa, tiap hari di bagian benjolan tersebut mengeluarkan nanah yang menimbulkan bau busuk dan harus menggunakan pembalut. Karena kondisi yang kian memprihatinkan akhirnya keluarga membawa Nafiatun menjalani pemeriksaan awal pada 15 Maret 2016 di puskesmas, dokter di puskesmas mendiagnosa Nafiatun menderita penyakit yang sama dan harus dirujuk ke Poli bedah RSUD RAA Soewondo Pati. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjut oleh dokter bedah disarankan untuk rawat inap, agar dapat dilakukan observasi lebih lanjut dan bisa jadi dilakukan tindakan operasi. Dokter juga mengatakan kemungkinan ada kelainan tulang ekor dan infeksi, mungkin karena teralu lama tidak diberi tindakan. Ayahnya Ahmad Mu’rob (63) hanya buruh serabutan dan ibunya Ibu Munawaroh (56) hanya ibu rumah tangga biasa, dengan pernyataan dokter akan kondisi anaknya. Bpk. Mu’rob juga memikirkan biaya akomodasi perjalanan rumahnya ke RSUD RAA Soewondo Pati, karena sangat jauh dan membutuhkan ongkos yang tidak sedikit. Kurir #SedekahRombongan yang menemui Nafiatun dan keluarganya di Rumah Sakit pun ikut merasakan kesusahan yang dialami Nafiatun dan keluarga. Akhirnya #SedekahRombongan memberikan bantuan dampingan awal yang diharapkan bisa untuk biaya transport dan lain-lain yang dibutuhkan selama pengobatan awal.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @Dewa_popfmpati @anggiaprillia

Nafi menderita Lipoma

Nafi menderita Lipoma


RUBIKA SARI, (15, Alergi kulit/Susp. SJS). Alamat: Desa Bancak RT.07/RW.02, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dik Sari adalah siswa kelas V SD Bancak, yang kini seharusnya sudah duduk dibangku kelas VIII SMP, namun hal tersebut tidak bisa terlaksana dikarenakan suatu penyakit alergi kulit yang dialami Dik Sari. Kelainan ini dialami Dek Sari sejak 3 tahun yang lalu dimana tubuh Dik Sari merasa gatal-gatal dan disertai rasa perih, panas dan kulit tubuhnya menghitam serta timbul semacam luka-luka yang mengeluarkan bau. Saat itu Dik Sari pernah mendapatkan perawatan dari RSUD RAA Soewondo Pati, dua kali opname namun hanya diberi obat dan salep. Itu pun tanpa ada perkembangan yang berarti. Dan kelainan kulit Dik Sari pun belum bisa sembuh seperti yang diharapkan dirinya dan keluarganya. Dua Tahun yang lalu Dik Sari terpaksa berhenti bersekolah, karena alergi kulitnya kian parah, timbul seperti luka dan berbau. Ini tentunya sangat menganggu saat teman-temannya belajar di kelas. Setahun yang lalu terpaksa keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan secara medis pada Dik Sari. Keputusan ini diambil karena kondisi ekonomi keluarga Dik Sari memang sangat memprihatinkan. Ayahnya Syakur (39) telah lama pergi meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya, sedangkan Ibunya Kasmini (36) saat ini tengah mengalami kelainan pengeroposan tulang. Sehingga kalau berjalan harus ngesot. Kebutuhan sehari-hari keluarga Dik Sari dibantu oleh paman dan bibinya dengan sederhana. Disamping membantu Dik Sari dan ibunya masih juga harus merawat neneknya Kartini (76) dan adiknya Puji Lestari (5) yang masih sekolah di Taman Kanak-kanak. Kondisi Dik Sari saat ini makin memprihatinkan karena alerginya kian parah, kulit yang menghitam serta berbau menyengat, gatal disekujur tubuhnya dari kepala sampai kakinya dan oleh bibinya hanya diberi ramuan tradisional yang hanya bisa mengurangi rasa gatal dan perihnya dalam jangka waktu sebentar. Kurir #SedekahRombongan yang menyambangi rumah Dik Sari merasa prihatin dengan keadaannya. #SedekahRombongan memberikan bantuan dampingan awal yang ada nantinya bisa untuk pengobatan lebih lanjut demi kesembuhan Dik Sari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Surveyor :@robbyadiarta @Dewa_popfmpati @darul_Next

Rubika menderita Alergi kulit/Susp. SJS

Rubika menderita Alergi kulit/Susp. SJS


KASMINI BINTI SARWI, (36, Ostheoporosis). Alamat: Desa Bancak RT.07/RW.02, Kecamatan Gunung Wungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ibu Kasmini panggilannya, beliau adalah janda dhuafa yang menderita ostheoporosis, penyakit ini sudah diderita tiga tahun yang lalu, yang awalnya kaki Ibu Kasmini sulit digerakkan, hal itu menganggu segala aktifitasnya. Akhirnya melakukan pemeriksaan ke RSUD RAA Soewondo Pati, oleh dokter didiagnosa pengeroposan sendi. Namun pemeriksaan lanjutan tidak diteruskan karena ketiadaan dana untuk transportasi dan pengobatan. Kondisi Ibu Kasmini kian parah fisik dan psikisnya karena harus menanggung dua anak pertama Rubika Sari (15) yang saat ini seharusnya belajar di kelas VIII jenjang menengah pertama, namun juga sama-sama tengah menderita alergi kulit yang bisa dikatakan sudah parah. Anak keduanya Puji Lestari (5) masih duduk di taman kanak-kanak. Beliau Juga menghidupi ibunya Rami (76). Ibu Kasmini tidak bisa berbuat banyak dengan keadaannya sekarang. Apalagi Suaminya Syakur (39) telah meninggalkan keluarganya tanpa jelas dimana keberadaannya. Hidup berempat dengan keadaan yang memprihatinkan. Hidupnya hanya bergantung dari kakaknya yang keadaan yang sangat sederhana. Kurir #SedekahRombongan yang mendatangi rumahnya tidak bisa menahan haru melihat keadaan Ibu Kartini keluarga. #SedekahRombongan memberikan bantuan dengan harapan akan membantu kehidupan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Surveyor : @robbyadiarta @dewa_popfmati @darul_next

Ibu kasmini menderita Ostheoporosis

Ibu kasmini menderita Ostheoporosis


TUKIMIN BIN SANUDIN, (53, Dhuafa, Stroke). Alamat: Desa Pesagi RT.04/RW.02, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pak Tukimin adalah seorang dhuafa yang dari lima tahun yang lalu secara tiba-tiba mengalami stroke pada bagian kakinya. Kakinya kaku sulit untuk digerakkan dan sedikit beraktifitas. Karena ketiadaan biaya, maka tidak ada pengobatan yang dilakukan. Dua tahun terakhir Pak Tukimin akhirnya mengalami stroke total. Kini Pak Tukimin hanya bisa terbaring di tempat tidur saja, beliau hidup bersama istrinya Wagirah (50). Kondisi Ibu Wagirah pun tak jauh berbeda, saat ini beliau terserang penyakit jantung dan asma. Namun walau dengan keadaan seperti itu Bu Wagirah tetap setia merawat Pak Tukimin. Dulunya mereka adalah sepasang suami istri yang dikenal rajin bekerja. Semua pekerjaan dilakoninya, pernah juga merantau di Pulau Sebrang (Sumatra) sebagai buruh kuli angkut sayur. Namun seiring dengan bertambahnya umur mereka, akhirnya mereka memutuskan pulang kampung dan bekerja apa saja. Kini keadaan sudah berbeda, dengan keduanya yang tidak sehat seperti dulu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka mengandalkan uluran tangan para tetangga. Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumah Pak Tukimin merasakan kesusahan pasangan ini.  #SedekahRombongan memberikan bantuan dengan harapan semoga bisa sedikit mengurangi beban yang dialami Pak Tukimin dan istri. Semoga tetap tabah menjalani kehidupan ini.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016.
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @elphint

Pak tukimin menderita stroke

Pak tukimin menderita stroke


SUPARNI BINTI TOYO, (43, Diabetes Mellitus, Asma). Alamat: Desa Blaru RT.01/RW.01, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bu Suparni mengidap penyakit Diabetes Mellitus sudah bertahun-tahun lamanya. Ditambah lagi beberapa tahun terakhir mengalami sesak nafas (Asma), Bu suparni pernah opname di RSUD RAA Soewondo Pati, karena penyakitnya tersebut, bisa dikarenakan pola makan yang tidak terkontrol dan kurangnya olahraga menjadikan beliau mengalami kelebihan kadar gula dalam tubuhnya. Namun kontrol pasca opname yang seharusnya dilakukan rutin perbulan itu tidak terlaksana, bisa juga karena kehidupan ekonomi. Penyakit Asma beliau pun sering kambuh juga tidak ada penanganan obat yang diupayakan. Sebelum beliau mengidap Diabetetes Mellitus dan Asma, keseharian Bu Suparni adalah berkeliling dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung sebagai tukang pijat. Profesi yang sudah dijalani puluhan tahun ini harus terhenti karena penyakitnya. Suaminya Samsuri (50) hanya bekerja sebagai pemulung, tidak bisa menopang kebutuhan keluarganya dengan maksimal. Beliau hidup dengan ketiga anaknya masih menjadi tanggungan mereka. Anak pertama Ika Ramadhani (25) sudah menikah namun telah bercerai dengan suaminya. Anak kedua Fredy (16) tidak lulus sekolah, kegiatan sehari-harinya mengamen di terminal. Dan anak ketiganya Hendra (6) masih kelas satu SD. Keadaan Ibu Suparni yang serba kekurangan ini membuat haru Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung di kediamannya. #SedekahRombongan memberikan bantuan yang diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhannya.

Jumlah Santunan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati

Ibu suparni menderita Diabetes Mellitus, Asma

Ibu suparni menderita Diabetes Mellitus, Asma


ALFAN KURNIAWAN (20 Bulan, Celebral Palsy). Alamat: Kapuk Pulo RT. 10/2. Kapuk Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosa Celebral Palsy dan sampai saat ini Alfan berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Kondisi Alfan saat ini masih lemas dan belum banyak perkembangan. Ia masih harus berobat ke RSUD.  #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membeli susu dan operasional berobat. Sebelumnya alfan telah dibantu pada Rombongan 830.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


SUJARI GARMI, (62, Dhuafa Buta). Alamat:  Dukuh Bringin RT.03/RW.01 Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sujari biasa dipanggil adalah seorang kakek yang kesehariannya mengembala kambing, kakek ini mengalami kebutaan sejak berumur 3 tahun, dahulu sudah berobat kemana-mana tetapi tidak juga sembuh, awal mula kebutaannya beliau sewaktu masih balita Bapak Sujari ini mengalami demam yang sanggat tinggi, berhubung terkendala masalah dana maka orang tua Bapak Sujari ini memeriksakannya dengan jalan pengobatan alternatif, setelah berobat penyakitnya sembuh tetapi kedepannya masih mengalami sering demam tinggi, lama kelamaan pengelihatannya mengalami gangguan dan sampai mengalami kebutaan. Istri Bapak Sujari yang bernama Garmi (64, Buta), kondisi keluarga Bapak Sujari saat ini sanggatlah memperihatinkan dikarenakan fisiknya saat ini tidak bisa bekerja, serta pekerjaannya saat ini hanya bisa mengembala kambing dihalaman orang-orang kampungnya, dalam mengembala beliau sering juga diinggatkan oleh warga karena kambingnnya sering makan tanaman warga, kondisi Ibu Garmi saat ini juga sakit tua yang sekarang tidak bisa aktifitas, kesehariannya hanya berada di atas tempat tidur saja, beliau hanya hidup berdua bersama istrinya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan. Semoga keluarga Bapak Sujari selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan yang Maha Kuasa serta dipermudah dalam segala Hal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @gunadi

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari


RATNA bin NURIL, (3, Demam Berdarah). Alamat: Desa Karangmojo RT.07/RW.08, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ratna nama panggilannya, Dik ratna ini awal mula terkena penyakit Demam Berdarah, saat itu Dik Ratna pada waktu pagi hari masih bermain seperti biasa dan malam harinya badannya terasa panas dingin, semalam itu badannya terasa panas tinggi dan menggigil kedinginan juga, orangtuanya memberikannya obat penurun panas, tetapi dua hari sudah dikasih obat tetapi belum juga sembuh melainkan malah semakin panas, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Doplang dan diperiksa dokter hasilnya terkena demam berdarah, pengobatan tersebut dengan biaya sendiri, setelah menginap selama 6 hari kesehatan Dik Ratna sudah dirasa membaik dan diperkenankan pulang oleh dokter, setelah tiba dirumah satu malam penyakitnya kambuh lagi, langsung DIk Ratna dibawa ke Rumah Sakit Umum Cepu, setelah pemeriksaan demam berdarahnya kambuh lagi dan Alhamdulillah setelah berobat disana selama 5 hari sudah sembuh dan diperbolehkan pulang oleh dokternya. Orangtua Dik Ratna Bapak Nuril (29) pekerjaanya buruh bangunan dan Ibunya Pudjiastutik (25) tidak bekerja hanya ibu rumah tangga, keluarga Bapak Nuril ini tidak bisa membiayai anaknya yang berada dirumah sakit dikarenakan tidak bekerja, karena selama anaknya sakit tidak bisa bekerja #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan ke keluarganya. Semoga keluarga Bapak Nuril selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan yang Maha Kuasa serta dipermudah dalam segala Hal.

Jumlah Bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @gunadi @kiswanto

Ratna menderita Demam Berdarah

Ratna menderita Demam Berdarah


ZAITUN BIN MUNIF (24th, Kanker Ovarium) , Alamat : Dusun Ponco Gading , Kec  Curah Demi , Kab Bondowoso , Jawa Timur.Ibu Zaitun adalah rumah tangga biasa yang menjalani pengobatan C.A Ovarium. Abdul Munif (34) suami beliau yag bekerja sebagai guru ngaji dengan berpendapatan Rp 600.000,- per bulan. Dan Ibu Zaitun yang hanya ibu rumah tangga biasa. Awal sakit pada perut di kira hamil namun ada nyeri hebat yang membuat bu Zaitun semakin bingung. Pada agustus 2012 bu Zaitun kontrol ke RSUD bondowoso dan diketahui menderita C.A Ovarium awal dan harus melakukan oprasi pengangkatan yang di rujuk ke RSSA. Namun, sampai oktober 2012 beliau tidak ke rumah sakit di karenakan keterbatasan biaya untuk pergi kerumah sakit dan belum mengerti birokrasi rumah sakit. Beruntung pada 11 november 2012 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Zaitun yang pada saat itu perutnya sudah membesar seperti hamil 7 bulan. Beliau menyampaikan keluh kesah kepada sedekah rombongan, bantuan diberikan dan akhir november 2012 oprasi  Bu Zaitun selesai. Dan bulan desember bisa kembali ke rumah untuk kontrol di bondowoso. Bantuan sejumlah Rp  517.650 dengan rincian bulan agustus 2015 sampai maret 2016 disampaikan kepada bu zaitun untuk pembayaran BPJS. Ucapan trimakasih disampaikan Bu Zaitun kepada sedekah holiq #SedekahRombongan. Semoga kondisi beliau bisa beraktivitas lagi meskipun tidak sebaik dulu.

Jumlah  : Rp 517.650
tanggal : 1 Maret 2015
Kurir : @FaizFaeruz @Obybee @Dhani_017

Ibu zaitun menderita Kanker Ovarium

Ibu zaitun menderita Kanker Ovarium


TPQ FUTUHIYYAH, (Bantuan Prasarana). Alamat:  Dukuh Ngrowo RT.16/RW.07 Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. TPQ FUTUHIYYAH ini didirikan oleh Bapak Azinar Ismail, beliau mengajarkan ilmu agama ke anak-anak masyarakat Dukuh Ngrowo ini tanpa memunggut biaya, hatinya terketuk melihat anak-anak yang berada di daerahnya untuk bisa mengerti tentang agama, dikarenakan warga di daerahnya masih banyak keluarga yang kurang mampu dan pendidikannya masih banyak yang kurang, rata-rata masyarakat disana bersekolah hanya sampai SMP saja serta masih banyak yang pembelajarannya hanya sampai Sekolah Dasar saja dan untuk ilmu agama disana sudah ada pembelajaran tetapi posisinya cukup jauh, oleh karena itu Bapak Azinar membuka dirumahnya sendiri untuk mengajarkan ilmu agamanya dan Alhamdulillah anak-anak disana responnya bagus untuk mengikuti pembelajaran tersebut, yang ikut belajar disana banyak anak yang kurang mampu dan kondisi tempat belajar disana sangatlah kurang memadahi, disana belum punya tikar untuk alas, mengaji saat ini masih mengunakan layar, kitabnya untuk mengaji hanya terbatas, padahal muridnya banyak. Oleh karena itu Bapak Azinar meminta bantuan fasilitas untuk mengajar dan kurir #SedekahRombongan mendengar hal tersebut. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa barang 5 Kitab Suci Alquran, 3 Kitab Berjanji, 35 Iqro’, 3 buah tikar, kain untuk seragam murid dan Gurunya, uang jahitan dan Almari untuk menyimpan Kitab. Doa diberkan kepada semua kurir #SedekahRombongan semoga selalu diberi kesehatan dilimpahkan rizki dan kesehatan. Selalu dalam lindungan Allah SWT, beliau mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan dan barang tersebut sanggatlah berguna bagi beliau dan murid-muridnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @gunadi @kiswanto

Bantuan Prasarana

Bantuan Prasarana


ANDIKA PUTRA, (3,5. Leukimia). Alamat: Tanjung Kamal Timur, 002/015, Mangaran, Situbondo. Andika adalah putra ke-2 dari pasangan bapak Rawiyatun (41) dan ibu Niwati (35), yang mana keduanya bekerja sebagai buruh tani. Andika adalah anak yang ceria, sampai pada saat 6 bulan yang lalu dia terkena demam yang menyebabkan suhu tubuhnya meningkat. Pada awalnya, orangtua Andika menganggap demam anaknya adalah demam biasa, sampai akhirnya tumbuh benjolan di leher serta perutnya mengeras. Karena gejala yang tidak biasa itulah, orangtua Andika akhirnya membawanya ke RSUD Situbondo untuk mendapatkan penanganan medis, dan hasil diagnosa menunjukkan Andika terkena Leukimia. Setelah dirawat beberapa waktu, pihak RSUD Situbondo memutuskan untuk merujuk Andika ke RS Saiful Anwar Malang untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Saat ini Andika masih menjalani rawat inap karena akan melakukan kemoterapinya yang ke-12. Keluarga Andika memiliki kendala dalam memenuhi biaya pengobatan Andika, dan #SedekahRombongan pun berinisiatif untuk memberikan bantuan. Dengan semangatnya yang tinggi untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala, mari kita dukung dan do’akan Andika agar bisa kembali beraktifitas dengan ceria selayaknya anak seumurannya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 27 April 2016
Kurir : @faizfaerus @Dhani_17

Andika menderita Leukimia

Andika menderita Leukimia


SITI AMINA (64th, Ca Serviks). Bertempat tinggal di Jalan Kh Agus Salim Pelindungan, Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Amina biasa beliau dipanggil merupakan penderita kanker serviks sejak tahun 2014. Awal mula sakit yang diderita beliau di tandai dengan pendarahan secera terus- menerus, mengetahui hal seperti ibu Amina langsung membawanya kerumah sakit Dr. Kusnaidi untuk mencegah pendarahan yang beliau alami. Kemudian beliau di lab dan diketahui jika beliau mengidap kanker serviks, setelah itu beliau dirujuk ke RS Saifyul Anwar untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemotrapi dan sinar. Abdul Bahra 70th suami beliu bekerja sebagai buruhan tani biasa dengan penghasilan tidak menentu. Dengan keterbasan biaya tersebut membuat pengobatan Ibu Amina. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Amina dan menyampaikan santunan sebesar Rp 605.000,- untuk biaya kontrol, biaya MRS, membeli obat, serta uang saku Ibu Amina. Ucapan trimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu proses pengobatan Ibu Amina dan beliau segera diberi kesembuhan Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 605.000
Tanggal :12 April 2016
Kurir : @FaizFaeruz @KurniawanEkk

Ibu siti menderita Ca Serviks

Ibu siti menderita Ca Serviks


SRI RAHAYU, (40, ca mamae). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Edi (45th) dan satu anaknya bernama Hilal (12th) di jalan Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,  Jawa Timur. Sehari-hari Pak Edy bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20rb sampai 30rb. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit tahun 2014  lalu beliau saat merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal dirumah sakit sampai bisa melunasi. Santunan ke-7 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi Kediri-Malang dan cek lab sejumlah Rp 812.500. Kondisi bu Sri yang terakhir ialah telah selesai menjalani kontrol di poli paru-paru dan onkologi, selain itu ada jadwal kemo rutin yang akan beliau jalani. keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah bantuan : Rp 812.500
Tanggal : 21 April 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @Dhani_017

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamae


SULIKAH BINTI AHMAD (51th, Kista Ovarium). Merupakan pasien dampingan #SRMalang pada tahun 2012. Beliau  tinggal bersama anaknya di Jalan Agus Salim RT 01 RW 08, Desa Bening, Kec Wlingi, Kab Blitar, Jawa Timur. Awal mula sakit saat Bu Sulikah mengalami menstruasi secara terus menerus di sertai rasa nyeri pada  bagian perut. Pada pertengahan tahun 2011 timbulah benjolan kecil di bagian perut sebelah kiri. Dikira benjolan biasa sehingga tidak di bawa ke rumah sakit. Namun, lama-kelamaan benjolan semakin membesar. kemudian dibawalah ke rumah sakit untuk di periksakan. Setelah di cek lab dan sebagainya ditemukanlah kista ovarium pada tubuh Bu Sulikah. Akhirnya pada tahun 2012 Bu Sulikah melakukan operasi pengangkatan kista ovarium. Saat ini Bu Sulikah menjalani kontrol rutin 2 bulan sekali di RSSA Malang setelah hasil dari dokter menyatakan jika Bu Sulikah tidak bisa di kemo maupun disinar lagi karena penyakit sudah menyebar sampai ke ginjal, Santunan ke-5 kembali kurir sampaikan kepada beliau senilai Rp 500.000. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang di tanggung keluarga saat ini.

Jumlah santunan: Rp 500.000
Tanggal: 2 April 2016
Kurir : @faizfaeruz @candyaryo

Ibu sulikah menderita Kista Ovarium

Ibu sulikah menderita Kista Ovarium


Octiara Adryandini Dharmawanti, ya itulah nama gadis belia yang beralamatkan di Dabasah Rt 13 Rw 03 Bondowoso.  Darmawan budi harto serta Ibu Herlin Sulistyowati itulah nama kedua orangtuanya yang setia merawat  .Octiara yang memiliki  riwayat penyakit pada bagian vitanya, gadis yang kini berusia 25 tahun, yang sempat  dirawat Biopsi di RS Sanglah , dari RS Soebandi yang kemudian pada ahirnya di rujuk ke Malang. Octiara mengeluhkan sakit yang berawal dari keputihan, yang tak dirasa lama kelamaan bercak darah pun keluar pada bagian vital Octiara, serta dibarengi dengan rasa sakit. Hingga kini kondisi Octiara masih lemas akibat penyakit yang ia deritanya.saat ini gadis belia ini tinggal bersama neneknya yang tak berpenghasilan. selama pengobatan berlangsung ternyata keluarga masih saja memiliki tanggungan, yakni membiayai semester sekolah untuk kedua anaknya. Octiara pun bertemu dengan tim #SedekahRombongan. Bulan ini Octiara menerima santunan yang dipergunakan untuk membeli obat, cek Lab dan biaya transportasi dengan jumlah Rp 1.792.000. Sekarang, Octiara masih menunggu jadwal operasi dari pihak Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang. Semoga segera terjadwal, dan Octiara pun bisa operasi secepatnya.

Bantuan: Rp 1.792.000
Tanggal :  24 April 2016
Kurir : @FaizFaeruz  @Dhani_17

Bantuan untuk membeli obat, cek Lab dan biaya transportasi

Bantuan untuk membeli obat, cek Lab dan biaya transportasi


YATEMI (67) merupakan warga RT 04/04 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah sudah berstatus Janda. Mbah Yat aktivitas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan buruh tani. Beberapa tahun yang lalu sebelum Alm. Mbah Min ( suami  ), mbah Yat bergantung kebutuhan hidupnya pada sang suami yang juga seorang petani. Hasil pertanian seperti padi, palawija, dan sayuran cukup bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari. Namun sejak mbah Min meninggal kini mbah Yat harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Mbah Yat menempati sebuah rumah kecil dari kayu dengan dinding papan, berlantai semen / plesteran. Saat ini mbah Yat hidup bersama kedua anaknya yang sedang sakit yaitu Yusman (40) dan Agus Cahyono (32). Yusman saat ini menderita sakit pada tulang bekakangnya sejak sekitar 20 tahun. Ia saat ini merasakan seluruh tulangnya kaku dan tidak bisa ditekuk, sehingga badannya hanya bisa lurus yang menyebabkan ia tidak bisa duduk. Sedangkan Agus Cahyono juga mengalami permasalahan pada tulang belakang sehingga badannya tidak dapat digerakkan. Sudah sekitar 15 tahun Agus Cahyono hanya terbaring ditempat tidur. Dan kini mbah Yat harus merawat kedua anaknya sendirian.  Untuk meringankan beban mbah Yat,  # SR (Sedekah Rombongan ) menyampaikan bantuan senilai 600.000 yang diwujudkan dalam bentuk sembako. Atas bantuan yang disampaikan mbah Yat merasa senang karena ada yang peduli. Beliau mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga  yang terlibat di #Sedekah Rombongan dilimpahkan rizkinya dan dimudahkan segala urusannya. Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan: 20 April  2016
kurir: @kissherry Via Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


MURNI (87) merupakan warga RT 01/05 Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah , beliau sudah berstatus janda. Mbah Murni sudah menjanda sekitar 25 tahun yang lalu, setelah mbah Pojo (suaminya) meninggal karena sakit.  Mbah Murni kini tinggal bersama anaknya Marfuah (47) dan Tarnyoto (51) yang keduanya berprofesi sebagai buruh tani. Mbah Murni dan anaknya kini menempati rumah dari kayu dan berdinding papan dengan sebagian anyaman bambu (gedeg).  Karena usianya yang sudah lanjut, mbah Murni kini sangat terbatas aktifitasnya. Apalagi sudah sekitar setahun ini mbah Murni mengidap penyakit paru-paru yang menyebabkan pernafasannya menjadi sesak. Bahkan pada pertengahan bulan Januari 2016 mbah Murni dirawat di Rumah Sakit Paru Ario Wirawan (RSPAW)  Salatiga Jawa Tengah karena gangguan paru-paru akut.  Kini hari – hari mbah Murni hanya berbaring di tempat tidur atau amben kayu. Jangankan untuk berjalan atau berdiri, untuk duduk saja tidak mampu lama karena sesak nafas. Bahkan ketika kurir  #SR (#SedekahRombongan ) berkunjung, mbah Murni hanya mampu duduk sekitar 10 menit kemudian berbaring kembali karena nafasnya semakin berat.  Untuk membantu mbah Murni, #SR (SedekahRombongan) menyampaikan bantuan senilai 600.000 yang diwujudkan berupa sembako. Atas bantuan yang disampaikan, mbah Murni dan keluarga merasa senang dan mengucapkan terima kasih serta berdoa semoga sedekaholich dilancarkan  rizkinya dan dimudahkan segala urusannya. Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan: 20 April  2016
kurir: @kissherry Via Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


KARMINAH (78)  merupakan warga RT 05/05 Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dan sudah berstatus janda. Mbah Karminah dulunya berprofesi sebagai seorang buruh tani ketika ia masih sehat dan masih mampu beraktifitas. Namun kini karena usianya yang sudah lanjut dan sering sakit kini mbah Karminah sudah tidak produktif lagi. Mbah Karminah kini menghabiskan hari-harinya dengan duduk dan berbaring. Untuk berpindah tempat mbah Kar harus merangkak. Kini mbah Kar sudah kesulitan untuk berdiri dan berjalan. Semua aktifitasnya dengan duduk dan merangkak. Bahkan untuk salat saja ia harus dengan duduk.  Tidak hanya itu, sudah beberapa bulan ini pandangan mbah Kar mulai kabur bahkan kadang tidak mampu memandang. Ia mengenali seseorang dari suaranya saja. Mbah Karminah tinggal seorang diri disebuah rumah dari kayu dengan dinding dari papan. Untuk aktifitas dan kebutuhan hidup ia banyak dibantu oleh cucunya yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumahnya yaitu Bapak Sholikhun (32) dan istrinya Nurul (27). Untuk meringankan beban mbah Kar, #SR (Sedekah Rombongan) menyampaikan bantuan senilai 600.000 yang diwujudkan berupa sembako. Atas bantuan yang telah disampaikan mbah Kar merasa senang dan berdoa semoga sedekaholich dilancarkan rizkinya dan dimudahkan urusannya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan: 20 April  2016
kurir: @kissherry Via Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


WATIYEM (43) adalah warga RT 03/05 Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah sudah berstatus janda. Ibu Watiyem adalah seorang Ibu Nyai yang turut berdakwah mendampingi suami. Berbagai kegiatan keagamaan terutama dengan jamaah wanita beliau ikuti. Beliau aktif dalam aktifitas dakwah di kampung selain juga sebagai ibu rumah tangga yang berkewajiban mendampingi suami serta mendidik kelima anaknya.  Sudah sekitar 2 tahun lalu Bopo Kyai Mashudi wafat karena jatuh saat hendak mengimami salat jamaah di masjid. Setelah jatuh Bopo Kyai mengalami sakit hingga akhirnya beliau wafat. Semenjak suami wafat Ibu Watiyem mulai merasakan beban hidup. Kini beliau harus berperan sebagai ibu dan juga pencari nafkah. Tentulah ini menjadi hal yang sulit. Apalagi beliau harus menafkahi lima anak, biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Ibu Watiyem tinggal disebuah rumah sederhana dari kayu dengan dinding papan. Walau sederhana namun tampak bersih, rapi dan tertata. Beliau tinggal bersama lima anaknya yaitu Abdul Nafi’ (23), Arifatul Muzaroh (21) yang kini belajar di SMA Muhammadiyah Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah, Amah Tadkhiroh (14) yang Kini belajar di sebuah SLTP di Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Zaimatul Maftuha (9) yang kini belajar di Madrasah Ibtidaiyah Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dan Ahmad Anwar Mazid (3). Untuk meringankan beban ibu Watiyem, #SR (Sedekah Rombongan) menyampaikan bantuan senilai 600.000 yang diwujudkan dalam bentuk sembako. Atas bantuan yang telah disampaikan Ibu Watiyem merasa gembira dan mengucapkan terima kasih seraya berdoa semoga sedekaholich diberi kelancaran rizki dan dimudahkansegalaurusannya

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan: 20 April  2016
kurir: @kissherry Via Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


SARIYEM (43) merupakan warga RT 14/05 Dsn Gombyong Ds. Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang Jawa Tengah.  Ibu Sariyem adalah seorang dhuafa yang saat ini berprofesi sebagai pembantu dan sang suami sebagai penjual wedang ronde dan matean (tukang cuci piring dll di tempat orang punya hajat). Keduanya kini memiliki 2 orang anak yaitu Agus suryanto (17) dan Andi Saputro (16). Ibu Sariyem dan keluarga menempati sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu, dengan lantai tanah dan dinding dari papan dan sebagian anyaman bambu (gedeg). Tidak tampak dalam rumah itu barang-barang seperti tv, kulkas dan prabot mewah. Yang terlihat hanya meja dan kursi dari kayu dan sebuah amben / dipan yang berfungsi sebai tempat tidur dan tempat salat. Dengan profesi Ibu Sariyem sebagai pembantu rumah tangga dan bapak Sabarudin sebagai penjual wedang ronde tentulah perekonomian mereka kurang bagus. Sehingga mereka hanya mampu menyekolahkan anak-anaknya hanya sampai SLTP saja. Dengan kondisi perekonomian yang kurang ini membuat ibu Sariyem harus pandai mengatur pengeluaran. Apa lagi sekarang ini kebutuhan hidup makin meningkat. Untuk membantu Ibu Sariyem dan bapak Sabarudin # SR ( Sedekah Rombongan ) menyampaikan santunan berupa selimut, beras, mie instan, minyak goreng, gula, susu dan kebutuhan hidup lainnya. Atas bantuan yang telah disampaikan,  Ibu Sariyem dan bapak Sabarudin mengucapkan terima kasi dan berdoa semoga seluruh sedekaholic dilalancar rizkinya serta di mudahkan segala urusannya. Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000,-
Tanggal Penyerahan: 20 April  2016
kurir: @kissherry Via Samsudin

Bantuan sembako

Bantuan sembako


MUH. FAIZ MUBAROK  bin SUPRIYONO ( 7,5 Th ) anak semata wayang pasangan Ibu Supiyah dan Alm.Supriyono, yang bertempat tinggal di Tlogo Pragoto Selo Tumpeng Mirit Kab Kebumen Jawa Tengah. Dik Faiz menderita Syndroma Nefrotik ( gangguan fungsi ginjal ). Penyakit yang di derita dik Faiz ini sejak usia 3,5 tahun. Ibunda dik Faiz,Ibu Supiyah  sudah berstatus janda sejak kepergian suaminya karena kecelakaan pada tahun 2013. Dengan kondisi ekonomi yang jauh dari kata layak,  karena beliau tidak bisa bekerja secara maksimal dengan kondisi dik Faiz, Ibunda dari Faiz tetap sabar menemani anaknya  berobat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Praktis biaya hidup Ibu Supiyah ditopang dari saudara dan tetangganya yang ber empati dengan nasib beliau dan anaknya. Meskipun sudah menjadi peserta BPJS , beliau masih terkendala dengan biaya obat ( Selsef ) yang diluar jaminan dan biaya transportasi dari kebumen ke Jogja. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa bertemu dengan dik Faiz dan Ibu Supiyah dan menyampaikan santunan sebesar 1.000.000 untuk pembelian obat serta biaya transport. Semoga Allah segera mencabut penyakit dari diri dik Faiz, dan meng hadiah kan kenikmatan bagi Ibu Supiyah yang dengan sabar menerima cobaan ini. Sesungguhnya Allah yang maha Rahman dan Rahim ketika mengambil sebagian nikmat dari hambanya, pasti Allah akan gantikan dengan yang lebih baik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 27 April  2016
Kurir : @Kissherry

Faiz menderita gangguan fungsi ginjal

Faiz menderita gangguan fungsi ginjal


JAMIK BINTI SUKARTO (60th, Tumor Leher). Alamat : Jalan Gading Kembar 2 RT 30 RW 04, Kec Tumpang, Kab Malang, Jawa Timur. Bu Jamik adalah ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit yang diderita beliau mulai tahun 2004. Pada awal bulan Januari 2004  keluarlah benjolan kecil di leher beliau. Benjolan kecil itu dirasa semakin besar dari tahun ke tahun. Tidak ada rasa nyeri atau rasa sakit yang dialami Bu Jamik hanya berat yang dirasa beliau. Sampai saat ini benjolan semakin besar dan terus membesar seperti ukuran kepala manusia. Beliau bekerja mencari kayu bakar dan menanam padi di ladang orang dengan penghasilan tak tentu. suami beliau yang telah meninggal. Membuat Bu Jamik tidak mempunyai simpanan uang untuk berobat ke rumah sakit karena dari penghasilan beliau hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan lanjutan dari rombongan 787, bantuan sebesar Rp 24.000.228,- yang digunakan untuk biaya operasi pengangkat tumor via umum di RS Lavalatte Malang, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS dan uang saku selama Bu Jamik di rumah sakit. Operasi umum dilakukan karena kondisi Bu Jamik yang semakin melemah dan BPJS milik Bu Jamik masih bermasalah serta tidak memungkinkan untuk menunggu, kini Bu Jamik sudah tidak merasa terbebani akan benjolan pada lehernya dan kembali semangat menanam padi, mencari kayu untuk kehidupan sehari-hari. Bu jamik juga dinyatakan sehat walafiat dan dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @faizfaeruz  @dhani17
tanggal 16 april 2016

Ibu jamik menderita Tumor Leher

Ibu jamik menderita Tumor Leher


Arbai, lelaki separuh baya berusia 46 tahun tinggal di Dusun Krajan RT 002 RW 015 Desa Kotakan Kabupaten Situbondo merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Lelaki yang kesehariannya merupakan seorang buruh bangunan ini menderita cedera parah di otak yang mengakibatkannya koma . Kronologis kecelakaannya sebagai berikut. Di sore hari itu ketika Pak Arbai pulang kerja mengayuh sepeda dari arah belakang ditabrak oleh sebuah kendaraan roda empat. Tak ayal Pak Arbai pun terpental dan mengalami cedera parah dan langsung di bawa ke Puskesmas terdekat. Karena Puskesmas tidak sanggup menanganinya Pak Arbai di rujuk ke Rumah Sakit Situbondo dan mendapatkan perawatan intensif. Karena fasilitas yang kurang lengkap Pak Arbai di rujuk lagi ke Rumah Sakit Soebandi Jember. Penanganan medis yang dilakukan adalah melakukan operasi di daerah kepala untuk mengeluarkan darah beku di otak dan perawatan cedera akibat kecelakaan lalu lintas tersebut.
Ketika tim #SRjember melakukan survey di Rumah Sakit Soebandi Pak Arbai sudah dalam keadaan koma kurang lebih tiga bulan. Santunan yang diberikan sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya hidup selama pengobatan di rumah sakit.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, @manumaulana

Pak arbai menderita korban kecelakaan lalu linta

Pak arbai menderita korban kecelakaan lalu linta


Ibu Supiyah, wanita kelahiran tahun 1965 yang tinggal di Dusun Krajan Lor RT 002 RW 001 Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember ini termasuk dalam kategori keluarga pra sejahtera. Ibu Supiyah dalam kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani lepas harian. Wanita yang berstatus janda ini tinggal seorang diri di sebuah rumah sangat sederhana di atas pekarangan tetangga. Ibu Supiyah menderita asam urat akut yang sangat mengganggu aktvitas sehari-harinya. Nyeri di sendi-sendi kaki membuat ruang gerakknya terbatas. Karena kondisi perekonomian yang sangat minim itu layanan kesehatan pun tak mampu dia dapatkan. Sampai-sampai jika penyakitnya kambuh untuk buang air besar saja Bu Supiyah harus merangkak dan menggali lubang untuk buang hajatnya kemudian menutupnya kembali di dalam rumah yang beralaskan tanah itu. Karena memang fasilitas MCK tidak tersedia disana.
Santunan yang diberikan tim #SRjember sebesar Rp. 1.000.000,- dipergunakan untuk bantuan berobat beliau.

Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto

Bantuan untuk biaya pengobatan

Bantuan untuk biaya pengobatan


RSSR JEMBER. (pembelian hp). RSSR Jember yang terletak di jalan srikoyo no 12 rt 01 rw 3 menampung pasien dan keluarga pasien yang sedang melakukan ikhtiar pengobatan di rumah sakit dr soebandi jember. Pasien yang didampingi di rumah singgah sedekah rombongan jember adalah pasien dari kalangan keluarga tidak mampu/duafa. Bahkan kadang sangat tidak mampu dan memprihatunkan.
Dalam banyak kasus, sering didapati pasien-pasien ini tidak memiliki alat komunikasi sehingga menyulitkan pendampingan. Dengan keadaaan itu diputuskan utk memberikan pinjaman dari inventaris RsSR jember berupa handphone. Nominal seperti di bawah digunakan untuk pembelian inventaris berupa 10 buah handphone yang masing-masing harganya 190rb. Semoga dapat bermanfaat untuk ikhtiar pasien sedekah rombongan jember.

Jumlah santunan: Rp. 1.900.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto

Pembelian hp

Pembelian hp


POPPI BONDOWOSO.PEMBELIAN SEPEDA UNTUK ANAK YATIM SDN SUMBERANYAR 2 MAESAN BONDOWOSO.Santunan untuk anak yatim di SDN 2 Maesan , kecamatan Maesan, kabupaten Bondowoso, Jawa timur berupa sepeda pancal. Hal ini berguna untuk anak-anak ini mengingat jarak tempuh anak yatim ini dengan sekolahan yang cukup jauh. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk mereka. Dan terima kasih untuk para sedekaholics yang telah memberikan amanatnya kepada sedekah rombongan.

Jumlah santunan: Rp. 8.640.000,-
Tanggal: 1 Juni 2015
Kurir: @yudhoari, @gredyanto6

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda


POPI JEMBER. Santunan Sepeda Untuk Anak Yatim. Diberikan kepada Anak-anak di Panti Asuhan AL-Barokah yang terletak di Jalan Manggis V Kreongan Kec Patrang Kabupaten Jember Jawa Timur. Berikut ini Daftar Anak-anak Penerima Sepeda :
1. Nama : Adam Bagus Tri Putra
Orang Tua : Suwarni (Almh)
Alamat : Jl. Nusa Indah Kreongan – Jember
2. Nama : Andika
Orang Tua : Yani Purnomo (Alm)
Alamat : Jl. Belimbing Kreongan – Jember
3. Nama : Wardatul Jannah
Orang Tua :
Alamat : Dukuh Mencek – Sukorambi
4. Nama : Arif Ayubi Fatahillah
Orang Tua : Holila
Alamat : Darungan – Panti – Jember
5. Nama : Dimas
Orang Tua : Ibu May
Alamat : Jl. Mastrip – Jember
6. Nama : Joko Eiski Adi Bing Slamet
Orang Tua : Jumaati
Alamat : Jl. Selamet Riyadi – Baratan – Jember
7. Nama : Leo Agus Saputro
Orang Tua : Sulis
Alamat : Dusun Krajan Pakusari – Jember
8. Nama : M. Aris Yulianto
Orang Tua : Ali
Alamat : Dusun Gempal Kertosari
9. Nama : M. llham
Orang Tua : Warsito (Alm)
Alamat : Jl. Slamet Riyadi – Patrang – Jember
10. Nama : M. Risqi Isnoto
Orang Tua : Suroto
Alamat : Dusun Krajan Kertosari
11. Nama : M. Rois Waliam
Orang Tua : Jumila
Alamat : Dusun Krajan Kertosari
12. Nama : Nasrul Abdillah
Orang Tua : M. Asyik
Alamat : Jl. Cendrawasih – Patrang – Jember
13. Nama : Rizaldi Setiawan
Orang Tua : Reni Setiawan
Alamat : Jl. Manggis – Kreongan – Jember
14. Nama : Yunda Wahyu Septarini
Orang Tua : Siti Ansiani
Alamat : Jl. Nusa Indah – Kreongan – Jember
15. Nama : Mita
Orang Tua : Bpk. Tris
Alamat : Jl. Kaca Piring Gg. Panggang – Jember
16. Nama : Ponadi
Orang Tua : Santo
Alamat : Jl. Srikoyo Gg. Buana Patrang
17. Nama : Solihin
Orang Tua : Santo
Alamat : Jl. Srikoyo Gg. Buana Patrang
18. Nama : Farel
Orang Tua : Suyitno (Alm)
Alamat : Jl. Srikoyo Gg. Buana Patrang
19. Nama : Rahma
Orang Tua : Suyitno (Alm)
Alamat : Jl. Srikoyo Gg. Buana Patrang
20. Nama       : Yanto
Orang Tua : Suyitno (Alm)
Alamat : Jl. Srikoyo Gg. Buana Patrang

Semoga Santunan yang Di berikan Bermanfaat untuk Anak-anak Panti Asuhan AL-Barokah

Jumlah Santunan : 12.000.000
Tanggal : 03 Juli 2015
Kurir : @Yudhoari

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Januari 2016.

Jumlah Bantuan : Rp9.834.615,-
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Bantuan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana

Bantuan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Januari 2016.

Jumlah Bantuan : Rp 6.595.000,-
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin

Bantuan untuk servis mobil, bensin


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi AD 9716 DL, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Semarang dan terpusat di Pekalongan Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Pekalongan ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Januari 2016.

Jumlah Bantuan : Rp 5.365.143,-
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @indrades dan All Kurir Area Semarang

Bantuan untuk servis mobil, bensin

Bantuan untuk servis mobil, bensin


ESKA YULIANTO (15 Tahun, Kontraktur Otot & Skoliosis). Eska tinggal bersama orangtua dan kakaknya di Dawuhan RT.09/RW.03 Tretep, Temanggung, Jawa Tengah. Eska merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Sutopo (47 tahun) dan Manisah (42 tahun). Ayah Eska bekerja sebagai petani sementara ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Eska mempunyai kakak perempuan lulusan sekolah menengah atas, namanya Septian (20 Tahun). Eska anak yang lahir dan tumbuh dengan normal, hingga usianya mencapai delapan tahun ia mengalami musibah yang merubah hidupnya. Secara tiba-tiba, Eska jatuh begitu saja ketika berjalan padahal tidak terantuk batu atau apapun. Tak lama setelah itu, ia merasa tidak enak badan kemudian diperiksakan ke puskesmas terdekat. Semenjak saat itu, ia jadi sering tidak enak badan dan berkali-kali berobat ke puskesmas. Lima bulan setelah jatuh ia mulai merasakan tubuhnya lemas dan tidak kuat berdiri. Lama kelamaan ia tidak bisa berjalan lagi dan hanya bisa duduk di kursi saja. Eska kemudian menjalani delapan kali fisioterapi di RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah. Namun hasilnya belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Eska masih mempunyai semangat belajar yang tinggi meski tubuhnya mengalami kelumpuhan. Eska berjuang agar tetap bisa bersekolah. Setiap hari ia berangkat sekolah digendong oleh ibunya sehingga membuat guru-guru di sekolahnya merasa iba. Eska kemudian mendapat bantuan kursi roda dari pemerintah desa atas rekomendasi tetangganya. #SR dipertemukan dengan Eska dan keluarganya pada medio semester pertama tahun 2015. #SR kemudian memberikan saran supaya keluarganya mengurus surat rujukan dari RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah, ke RSUP Dr. Sarjito, Yogyakarta, agar Eska dapat menjalani pengobatan di rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. Setelah mendapatkan rujukan, Eska dan ibu serta kakaknya pindah sementara ke Yogyakarta demi menjemput kesembuhannya. Eska pun menjadi pasien dampingan #SR Jogjakarta. #SR dan keluarga bersama-sama mengusahakan kesembuhan Eska. Kini Eska tengah menjalani pengobatan syaraf dan orthopedi, terapi rutin fisio dan kontrol poli anak. Kondisinya stagnan, tubuhnya semakin kurus, ototnya kian mengalami pemendekan dan tulang punggungnya semakin bengkok (skoliosis). Pihak rumah sakit telah mengupayakan yang terbaik untuk Eska, tapi tidak ada perkembangan kondisi. Saat ini Eska melakukan fisioterapi di rumahnya, dibantu oleh kakaknya. Sebulan sekali, Eska kembali ke Jogja untuk kontrol rutin di RSUP Dr. Sarjito. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari #SahabatSR untuk biaya akomodasi kontrol Eska. Eska dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #SR dan #SahabatSR atas bantuan yang telah diberikan selama ini. Semoga kesabaran selalu mendampinginya sampai kesembuhan datang kepadanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal :3 April 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Eska menderita Kontraktur Otot & Skoliosis

Eska menderita Kontraktur Otot & Skoliosis


JIHAN FATIN (10 Bulan, Atresia Bilier & Sirosis). Jihan merupakan anak ketiga dari A. Mujib (37 Tahun) dan Etik (30 Tahun), mereka tinggal Wiyono RT.04/RW.02 Grabag, Kec. Grabag, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usianya dua bulan, bayi mungil ini mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke sebuah tempat praktek bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Berdasarkan observasi, dokter mendiagnosa menderita atresia bilier atau kelainan fungsi hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis atau kerusakan hati. Pengobatan untuk penyakit ini yaitu dapat ditempuh dengan cara cangkok hati dengan estimasi biaya 1‒1,5M. Jihan memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Meski memiliki jaminan kesehatan, namun tidak bisa dimaksimalkan karena maksimal mengcover 250 juta rupiah. Riwayat kesehatannya yaitu pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai mempengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayahnya, bekerja sebagai karyawan swasta, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah, melalui salah satu tokoh masyarakat, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Jihan dan keluarganya. Melalui persetujuan dua belah pihak, akhirnya bayi berusia sepuluh bulan ini menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Setelah menjalani rawat inap selama lebih dari lima bulan, akhirnya Jihan diperbolehkan untuk rawat jalan. Jihan dijadwalkan kontrol setiap dua minggu sekali di poli anak, poli kulit, poli syaraf dan poli penyakit dalam di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. #SedekahRombongan kemudian memberikan bantuan biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi. Mari kita juga berdoa bersama supaya Jihan segera sembuh, aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 1.481.652
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita Atresia Bilier & Sirosis

Jihan menderita Atresia Bilier & Sirosis


ESKA YULIANTO (15 Tahun, Kontraktur Otot & Skoliosis). Eska tinggal bersama orangtua dan kakaknya di Dawuhan RT.09/RW.03 Tretep, Temanggung, Jawa Tengah. Eska merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Sutopo (47 tahun) dan Manisah (42 tahun). Ayah Eska bekerja sebagai petani sementara ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Eska mempunyai kakak perempuan lulusan sekolah menengah atas, namanya Septian (20 Tahun). Eska anak yang lahir dan tumbuh dengan normal, hingga usianya mencapai delapan tahun ia mengalami musibah yang merubah hidupnya. Secara tiba-tiba, Eska jatuh begitu saja ketika berjalan padahal tidak terantuk batu atau apapun. Tak lama setelah itu, ia merasa tidak enak badan kemudian diperiksakan ke puskesmas terdekat. Semenjak saat itu, ia jadi sering tidak enak badan dan berkali-kali berobat ke puskesmas. Lima bulan setelah jatuh ia mulai merasakan tubuhnya lemas dan tidak kuat berdiri. Lama kelamaan ia tidak bisa berjalan lagi dan hanya bisa duduk di kursi saja. Eska kemudian menjalani delapan kali fisioterapi di RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah. Namun hasilnya belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Eska masih mempunyai semangat belajar yang tinggi meski tubuhnya mengalami kelumpuhan. Eska berjuang agar tetap bisa bersekolah. Setiap hari ia berangkat sekolah digendong oleh ibunya sehingga membuat guru-guru di sekolahnya merasa iba. Eska kemudian mendapat bantuan kursi roda dari pemerintah desa atas rekomendasi tetangganya. #SR dipertemukan dengan Eska dan keluarganya pada medio semester pertama tahun 2015. #SR kemudian memberikan saran supaya keluarganya mengurus surat rujukan dari RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah, ke RSUP Dr. Sarjito, Yogyakarta, agar Eska dapat menjalani pengobatan di rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. Setelah mendapatkan rujukan, Eska dan ibu serta kakaknya pindah sementara ke Yogyakarta demi menjemput kesembuhannya. Eska pun menjadi pasien dampingan #SR Jogjakarta. #SR dan keluarga bersama-sama mengusahakan kesembuhan Eska. Kini Eska tengah menjalani pengobatan syaraf dan orthopedi, terapi rutin fisio dan kontrol poli anak. Kondisinya stagnan, tubuhnya semakin kurus, ototnya kian mengalami pemendekan dan tulang punggungnya semakin bengkok (skoliosis). Pihak rumah sakit telah mengupayakan yang terbaik untuk Eska, tapi tidak ada perkembangan kondisi. Saat ini Eska melakukan fisioterapi di rumahnya, dibantu oleh kakaknya. Sebulan sekali, Eska kembali ke Jogja untuk kontrol rutin di RSUP Dr. Sarjito. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan dari #SahabatSR untuk biaya kontrol dan pembelian obat. Eska dan keluarganya sangat berterima kasih kepada #SR dan #SahabatSR atas bantuan yang telah diberikan selama ini. Semoga kesabaran selalu mendampinginya sampai kesembuhan datang kepadanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 501.540
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Eska menderita Kontraktur Otot & Skoliosis

Eska menderita Kontraktur Otot & Skoliosis


MALIK WIBIJATI ALFARIZKI (15 Bulan, Thalassemia Mayor & TB Paru-paru). Wibi berasal dari Desa Dermaji RT.01/RW.03 Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Wibi merupakan anak pertama dari pasangan Ahmad (30 Tahun) dan Yunisah (25 Tahun). Orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilan yang mereka dapatkan tak menentu. Hasil kerja keras mereka dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Wibi terdiagnosa mengidap thlassemia mayor sejak usianya menginjak 3 bulan, saat itu keluarga ini masih tinggal di Indramayu, Jawa Barat. Semenjak Bulan Januari 2016, keluarga ini pindah ke orang tua mereka (alamat yang sekarang). Setiap bulan, Wibi harus selalu melakukan transfusi darah karena hemoglobin (protein yang terdapat pada sel darah merah) tidak bisa berfungsi secara normal, ia pun menjalani pengobatan di RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Alhamdulillah, Allah menuntun langkah Kurir #SedekahRombongan Wilayah Purwokerto untuk bertemu Wibi dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan titipan dari #Sedekaholic. Di tengah proses pengobatannya, termyata bocah mungil ini terdiagnosa menderita TB Paru-Paru, ia kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kurir #SedekahRombongan Wilayah Purwokerto pun segera berkoordinasi dengan #SedekahRombongan Wilayah Jogja Raya untuk bersama-sama memantau pasien ini. Selama menjalani pengobatannya di Jogjakarta, pasien ini berada di bawah pantauan #SedekahRombongan Wilayah Jogja Raya. Wibi dan keluarganya sangat memerlukan bantuan, karena selain berasal dari keluarga yang kurang mampu, keluarga ini tak lagi mempunyai penghasilan. Ayahnya belum mendapatkan pekerjaan lagi, sementara ibunya harus menjaga Wibi sepanjang hari. Kurir #SedekahRombongan Wilayah Jogja Raya kembali menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic kepada Wibi dan keluarganya. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya kos selama di Jogja karena Wibi menderita suspect TB Paru-paru sehingga tidak diperbolehkan tinggal sementara di Rumah Singgah #SedekahRombongan dan biaya transportasi Jogja-Purwokerto. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit beban dan derita mereka. Tak lupa pihak keluarga mengucapkan terima kasih. Sebelumnya, Wibi telah masuk dalam Rombongan 814.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Malik menderita Thalassemia Mayor & TB Paru-paru

Malik menderita Thalassemia Mayor & TB Paru-paru


NICHOLAS ALVERO ANDRIANTO (3th, Atresia Ani dan Jantung Bocor) Alamat Gang Soka RT 05 RW 03 No. 55 Kebumen. biasa dipanggil  Nico Lahir di Kebumen, 17 April 2012. Ibunya Ratna Diana Wati (30) bekerja seorang ibu rumah tangga sekaligus mengasuh empat anak. Kakak-kakak Nico yaitu Kelvin Rafli Smith (13), Revando Afrianto (8), Jonathan Valentino (7) dan semuanya masih duduk di sekolah dasar. Ayah Nico bernama Irfan Andrianto (33) pernah bekerja sebagai sales, lalu menjadi sopir bus. Hanya saja, sejak November 2015 ayah Nico tak bekerja lagi.  Nico ini menderita kelainan fisik sejak lahir. Ia tidak memiliki anus sehingga pada usianya yang baru 4 hari,  Nico harus menjalani operasi colostomi di RSUP Dr. Sardjito pada tanggal 21 April 2012. Operasi kedua yang dijalani  Nico dilaksanakan Tanggal 27 Juni 2012, yaitu operasi PRSAP (pembuatan anus buatan). Nico dijadwalkan akan menjalani operasi lagi, tetapi tersendat biaya adminisatrasi karena tunggakan iuran BPJS. Untuk meringankan biaya operasi dan pengobatan #SedekahRombongan melalui #SahabatSR membayarkan iuran asuransi BPJS Nico selama 12 bulan. Semoga Nico segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 741.200
Tanggal : 4 April 2016
Kurir: @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Nikholas menderita Atresia Ani dan Jantung Bocor

Nikholas menderita Atresia Ani dan Jantung Bocor


Suyanti (40 tahun, Postpartum dan Hbsag). Bu Suyanti dan keluarganya tinggal di Pedukuhan Peniron Kulon RT.01/RW.02 Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Salamon Fatkhah Solmon (43 tahun), suaminya, berprofesi sebagai petani. Bu Suyanti pun, dulunya, ialah petani, sebelum ia menderita sakit ini. Penyakit yang diderita beliau adalah ikterik seluruh tubuh dan oedema, postpartum 18 hari dengan Hepatitis B dan oedem sejak 2 minggu sebelum partus. Pada tanggal 3 Maret 2016 saat inpartu di puskemas diketahui Hbsag+ dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Bu Suyanti saat ini tengah menjalani rawat jalan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan, namun keluarga ini mempunyai kendala dalam biaya pengobatan bahkan terpaksa harus berhutang ke bank. Apa lagi pada waktu bersamaan ada anggota keluarga yang lain yang tengah menderita sakit juga. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan,namun keluarga ini mempunyai kendala dalam biaya pengobatan,bahkan terpaksa harus berhutang ke bank. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suyanti lewat jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan dana sedekah merasa harus mengambil peran saat ada saudara yang tengah mengalami kesulitan. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan tunai Rp. 500.000,-. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankankan beban dan derita beliau. Bu Suyanti dan pihak keluarga mengucapkan terima kasih, mereka juga memohon doa dari #Sedekaholic dan #SedekahRombongan agar cepat diberikan kesembuhan.  Laporan perkembangan Ibu Suyanti sebelumnya ada di Rombongan 833.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal : 27 April 2016
Kurir: @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @JemiRikab

Ibu suyanti menderita Postpartum dan Hbsag

Ibu suyanti menderita Postpartum dan Hbsag


SHAVIQ NASRUDIN (3 Tahun, Cerebral Palsy). Shaviq merupakan bungsu dari tiga bersaudara pasangan Rasmadi (38 Tahun) dan Sri Pantes (28 Tahun). Aditya (14 Tahun), kakak pertamanya duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas satu. Selvia (10 Tahun), kakak keduanya duduk di bangku sekolah dasar kelas empat. Keluarga kecil ini tinggal di Bendungan RT.08/RW.02 Tretep, Temanggung, Jawa Tengah. Ayah Shaviq bekerja sebagai petani, sedangkan ibu Shaviq ialah ibu rumah tangga biasa. Mereka tinggal di sebuah rumah yang tergolong sangat sederhana, letaknya tepat bersebelahan dengan kandang ternak. Shaviq divonis menderita cerebral palsy, gejalanya muncul saat usianya menginjak satu tahun. Kala itu, ia mengalami demam tinggi sampai wajahnya membiru. Orang tuanya kemudian membawanya berobat ke puskesmas terdekat karena khawatir akan keadaan anaknya yang mengalami demam yang tak kunjung reda dalam waktu yang lama. Sampai di puskesmas, ia segera diperiksa, diberi obat penurun panas dan diperbolehkan untuk pulang. Panasnya sempat turun tapi beberapa hari kemudian demam lagi, kondisi ini berlangsung beberapa kali sehingga orang tuanya terpaksa membawanya bolak-balik dari rumah ke puskesmas. Pada puncaknya, ia mengalami panas dan kejang sehingga ia segera dilarikan ke rumah sakit daerah terdekat dan rawat inap selama lebih dari dua minggu. Dokter memberikan saran supaya pihak keluarga mengurus surat rujukan dari RSUD ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, supaya bocah itu mendapatkan perawatan yang lebih baik. Keluarga pun mengurus surat rujukan dan memulai pengobatannya di Kota Yogyakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Shaviq dan keluarganya. Shaviq kemudian menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Yogyakarta sejak pertengahan Tahun 2015. Shaviq dan keluarganya mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Shafiq beserta ayah dan ibunya tinggal di RSSR Jogja 1 selama setengah tahun untuk memudahkan mereka menjalani proses pengobatan Shaviq. Shaviq menjalani sejumlah terapi dan kontrol rutin, diantaranya terapi syaraf, terapi fisio dan terapi wicara, serta kontrol di poli anak dan poli mata di RSUD Djojonegoro Temanggung, Jawa Tengah. Saat ini Shaviq belajar untuk bisa duduk normal. Satu bulan sekali ia kontrol di RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta. Mari kita berdoa bersama supaya Shaviq segera sembuh. Aamiin… Sebelumnya laporan Shaviq ada di Rombongan 832.

Jumlah Bantuan : Rp 527.190
Tanggal : 15 April 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Shafiq menderita Cerebral Palsy

Shafiq menderita Cerebral Palsy


HELMY TAQIYUDIN (5 tahun, Retinoblastoma). Helmy adalah putra dari Bapak Turisman (37) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (35) yang merupakan Ibu Rumah Tangga. Keluarga ini tinggal di Desa Danasri RT 002 Rw 001, Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan Gombong Kebumen. Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Alhamdulillah, Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Helmy. Helmy sudah menjalani operasi dan 105 kali kemoterapi. Dokter sudah menyatakan, Helmy sembuh. Tetapi, Helmy masih perlu kontrol rutin enam bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito untuk memantau perkembangan kondisinya.
Bantuan ini merupakan biaya akomodasi kontrol bulan April di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta  dan akomodasi selama di Yogyakarta. Sebelumnya Helmy ada di Rombongan 776.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal : 21 April 2016
Kurir: @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Helmi menderita Retinoblastoma

Helmi menderita Retinoblastoma

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 M Husen 500,000
2 KHOLIFATUZ ZAHRO dan AHMAD MUZAMIL 1,550,000
3 Hilatul 700,000
4 Abdul 500,000
5 Sarkawi 500,000
6 Poppy 15,000,000
7 Muri 1,000,000
8 Maryam 1,000,000
9 Mahrus 4,585,000
10 RSSR Jember 1,000,000
11 Aisyah 500,000
12 Bambang 1,000,000
13 Ahmad 2,000,000
14 Katini 1,850,000
15 Imam 2,000,000
16 Arifin 6,466,000
17 Dasuki 2,500,000
18 Budianto 500,000
19 Kap 1,500,000
20 Diky 500,000
21 Jemi 1,200,000
22 Sulastri 1,750,000
23 Saima 500,000
24 Jepri 500,000
25 MUNIDYUDIN 500,000
26 Poppi khitanan massal 2,000,000
27 Eliatul 500,000
28 Haridyan 2,500,000
29 Sohani 500,000
30 RS Abdul Moeloek 8,250,000
31 M Rifai 500,000
32 Ayyadah 2,500,000
33 Sarni 500,000
34 Bambang Prayitno 1,000,000
35 Risky 543,000
36 Ibu Latifa 500,000
37 Marwah 500,000
38 Ana 500,000
39 Aldi 1,000,000
40 Bunadi 600,000
41 Eka 1,000,000
42 Suyatno 1,000,000
43 Nanang 1,000,000
44 Samijo 6,074,800
45 Sumarti 1,000,000
46 Tuminem 1,000,000
47 Masjid Al Amin 5,000,000
48 Atini 1,000,000
49 Bambang 1,000,000
50 Nafiatun 500,000
51 Rubika 750,000
52 Kasmini 1,000,000
53 Tukimin 1,000,000
54 Suparni 1,000,000
55 Alfan 750,000
56 Sujari 1,000,000
57 Ratna 1,000,000
58 Zaitun 517,650
59 TPQ Futuhiyah 3,500,000
60 Andika 500,000
61 Siti 605,000
62 Sri 812,500
63 Sulikah 500,000
64 Octiara 1,792,000
65 Yatemi 600,000
66 Murni 600,000
67 Karminah 600,000
68 Watiyem 600,000
69 Sariyem 600,000
70 Faiz 1,000,000
71 Arbai 500,000
72 Supiyah 1,000,000
73 RSSR Jember 1,900,000
74 Poppi Bondowoso 8,640,000
75 Poppi Jember 12,000,000
76 RSSR Semarang 9,834,615
77 MTSR Semarang 6,595,000
78 MTSR Semarang 5,365,143
79 Eska 500,000
80 Jihan 1,481,652
81 Eska 501,540
82 Malik 1,100,000
83 Nicholas 741,200
84 Suyanti 500,000
85 Shaviq 527,190
86 Helmy 500,000
Total 160,482,290

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 160,482,290,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 836 ROMBONGAN

Rp. 36,761,597,211,-