SUMININGSIH BINTI SUKADIS (41, Bronchitis). Alamat: Jalan II Desa Karang Endah RT. 11, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Ibu Ningsih biasa orang memanggilnya, ia adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah dan anaknya. Awal mula sakitnya sekitar tahun 2015, Ibu Ningsih mengeluh sakit pernafasan kemudian beliau berobat ke RS Yukum Medical Centre pada September 2015 dan didiagnosa terkena Bronchitis. Sejak mengetahui terkena penyakit itu Ibu Ningsih hanya sesekali memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit karena jauhnya jarak ke rumah sakit dan tidak ada uang untuk transportasi. Sehingga sampai sekarang kondisi Ibu Ningsih masih sering sesak nafas dan hanya beristirahat di rumah karena belum sembuh. Suaminya, Bapak Ahmad Fatoni (43), adalah seorang marbot masjid dan guru ngaji yang pendapatannya tidak pasti, apalagi ada tiga anak yang masih butuh biaya sekolah, tempat tinggal mereka pun masih menumpang di rumah milik masjid setempat. Fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah Kartu Indonesia Sehat, namun mereka masih membutuhkan biaya untuk operasional berobat. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Bu Ningsih dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Ibu Ningsih dan keluarganya. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholic dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @siskakhadija @akuokawai @ririn_restu

Ibu ningsih menderita Bronchitis

Ibu ningsih menderita Bronchitis


PURWANTO BIN HADI SUWITO (50, Anemia). Alamat: Desa Wates RT.4/5 Kecamatan  Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Propinsi Lampung. Pak Wanto biasa beliau dipanggil adalah seorang buruh yang memiliki dua orang anak. Pak Wanto memang sudah memilki riwayat sakit anemia, dan sekitar 4 bulan yang lalu Pak Wanto merasakan badan yang lemah tidak bertenaga dan kepala pening, tetapi beliau masih memaksakan untuk bekerja. Dalam perjalanan pulang dari tempat kerja saat mengendarai motor sendirian Pak Wanto terjatuh karena badannya tiba-tiba lemas. Ia kemudian dibawa warga setempat ke dokter terdekat dan diagnosa terkena anemia dengan tekanan darah 100/50. Setelah jatuh dari motor, Pak Wanto sudah tidak bisa bekerja lagi dan puncaknya di empat hari yang lalu tiba-tiba kondisinya sangat menurun, keluarga khawatir akhirnya dibawalah Pak Wanto ke Rumah Sakit Umum Pringsewu untuk pengobatan lebih lanjut. Pak Wanto dan istrinya, Rusiyem (49), memilki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan baru lulus sekolah menengah atas. Karena selama ini hanya Pak Wanto yang bekerja sehingga pada saat ia jatuh sakit keluarga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pak Wanto memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI  kelas III. Karena beban biaya hidup keluarga yang berpenghasilan tidak tetap, maka kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan santunan berupa uang untuk membantu biaya hidup keluarga Pak Wanto selama belum bisa menjemput rezeki. Semoga santunan dari para sedekaholic yang diberikan kepada Pak Wanto dapat membantu meringankan beban dirinya dan keluarganya. Semoga Pak Wanto dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Pak wanto menderita Anemia

Pak wanto menderita Anemia


RENDI IRAWAN (7, Tetralogy of Fallot). Alamat : Jl. Merica II RT. 8/4, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Rendi merupakan anak pertama dari pasangan Junaidi (34) dan Sundariah (26). Pada tahun 2014 Rendi mengalami sesak dan tubuh membiru, orangtuanya hanya mengira ia sakit biasa. Keesokan harinya saat Rendi ke Posyandu oleh petugas Posyandu Rendi disarankan ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan mengapa tubuhnya membiru. Orangtua Rendi mengikuti saran petugas Posyandu ke RSUD A. Yani Metro, oleh dokter Rendi dinyatakan sakit Jantung Bocor dan Penyempitan Pembuluh Darah. Rendi dirawat selama 1 bulan di RSUD A. Yani Metro, kemudian ia dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung pada November 2014. Kurang lebih 15 hari Rendi dirawat, ia lalu disarankan untuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. Dengan berbekal keyakinan dan bantuan dari sanak keluarga serta tetangga, orangtua Rendi pun membawanya ke RS. Harapan Kita. Di RS. Harapan Kita Rendi dinyatakan menderita Tetralogy of Fallot dan disarankan untuk melakukan operasi. Rendi mendapat jadwal operasi kurang lebih setahun kemudian. Pada 25 Februari 2016 Rendi melakukan operasi sesuai saran dokter. Setelah operasi Rendi disarankan untuk tetap melakukan rawat jalan ke RS. Harapan Kita sesuai jadwal yang diberikan. Saat ini fasilitas jaminan kesehatan yang dimliki Rendi adalah BPJS Mandiri Kelas III. Orangtua Rendi yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan telah banyak meninggalkan pekerjaan selama merawat Rendi. Saat ini orangtua Rendi merasa kesulitan biaya untuk rawat jalan Rendi dari Metro ke Jakarta. Mendengar hal tersebut kurir #SedekahRombongan Lampung segera bergerak memberikan bantuan awal kepada orangtua Rendi untuk biaya akomodasi dan transportasi untuk berobat jalan ke RS. Harapan Kita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rendi menderita Tetralogy of Fallot

Rendi menderita Tetralogy of Fallot


MUHAKKIQ BIN JEPRI (4, Kekurangan Energi Protein). Alamat : Desa Sungai Limau RT. 3, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dik Muhakkiq adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dik Muhakkiq memiliki berat badan yang kurang dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Usia Dik Muhakkiq 4 tahun, namun berat badannya hanya 11 kg. Dik Muhakkiq memang terlihat kurus, hanya kepalanya yang sedikit terlihat besar. Nafsu makan Dik Muhakkiq baik, namun karena kondisi ekonomi yang sulit orang tuanya tak sanggup membeli makanan yang bergizi. Hanya lauk pauk seadanya saja karena untuk membeli ikan apalagi daging keluarga ini tak mampu. Keluarga Dik Muhakkiq sebenarnya mendapatkan pemantauan dari Puskesmas. Terkadang Dik Muhakkiq mendapatkan susu dari Puskesmas untuk menambah gizinya, namun jika susunya habis, keluarga ini tak mampu lagi membelinya sehingga Dik Muhakkiq akhirnya hanya minum air teh saja. Tak hanya Dik Muhakkiq, kedua kakaknya pun terlihat kurus. Dik Muhakkiq dan keluarga baru beberapa bulan pindah ke Pulau Sebatik untuk merantau dan mencari kerja yang lebih layak. Keluarga Dik Muhakkiq tak punya cukup uang untuk beli susu dan lauk pauk yang bergizi. Penghasilan ayah Dik Muhakkiq hanya sebesar 100 Ringgit Malaysia atau sekitar 300 ribu rupiah per bulan dari hasil menggarap kebun coklat milik orang lain. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang berada di Kalimantan Utara turut merasakan kesedihan atas kekurangan keluarga Dik Muhakkiq, apalagi melihat kondisinya yang kurus dan kekurangan gizi yang sangat mungkin rentan terkena penyakit akibat imunitasnya pun berkurang. Keluarga ini belum memiliki kartu jaminan kesehatan apapun. Santunan dari para sedekahholic diberikan untuk keluarga Dik Muhhakiq yang dipergunakan untuk membeli susu dan makanan bergizi untuk mengatasi masalah kekurangan energi protein yang dihadapi Dik Muhakkiq.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir :@wirawiry @arisasamara @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Muhakkiq menderita Kekurangan Energi Protein

Muhakkiq menderita Kekurangan Energi Protein


FADHIL BIMO PRATAMA (10, Meningoenchephalitis). Alamat: : Jl. Pejaten Barat 2,  No. 22 RT 7/8 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bimo biasa dia disapa adalah seorang pelajar yang masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar Bangka 3 Pagi. Awalnya Bimo berasa lemas dan pusing saat di sekolah, sesampainya di rumah ibunda Bimo memberikan obat warung setengah butir kepada Bimo untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya, tetapi rasa sakitnya tak kunjung reda malah makin menjadi. Akhirnya pada malam harinya orang tua Bimo memutuskan untuk membawa Bimo ke RSUD Pasar Minggu, dan Bimo sempat dirawat di IGD RSUD Pasar Minggu selama 3 hari. Bimo juga harus menjalani CT Scan untuk mengetahui penyakit yang diderita, karena peralatan medis di RSUD Pasar Minggu belum memadai akhirnya Bimo dirujuk ke RS M.H Thamrin Salemba untuk perawatan lebih lanjut. Saat ini Bimo masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dikarenakan Bimo mengalami koma. Dari hasil pemeriksaan dokter dicurigai Bimo terkena penyakit meningoenchephalitis atau radang otak dan selaput otak. Ayah Bimo, Suprapto (35) dan ibunya, Nur Qhomariah (36),  mengungkapkan kesedihan atas kondisi Bimo saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Sebagai tulang punggung keluarga Pak Suprapto bekerja sebagai Security untuk menafkahi istri dan anaknya. Fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah BPJS Kelas 3. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Jakarta berdasarkan info dari #SedekahRombongan Lampung dengan Pak Suprapto dan keluarganya. Bantuan dampingan disampaikan digunakan untuk melunasi biaya rumah sakit yang tidak dicover BPJS. Sebelumnya Bimo pernah dibantu dan masuk ke dalam rombongan 829. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin. Semoga Bimo kembali pulih sehingga ia dapat sekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @harji_anis @anassaramadhan @siskakhadija @akuokawai @ririn_restu

Fadhil menderita  Meningoenchephalitis

Fadhil menderita Meningoenchephalitis


MARYATI BINTI TUKIMAN (52, Foot Diabetikum). Alamat: Jalan Gunung Agung, RT. 6, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Propinsi Lampung. Ibu Mar biasa beliau disapa adalah ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang anak. Awal mula sakitnya sekitar tahun 2013, beliau sering tiba-tiba luka di kakinya dan membengkak hingga keluar cairan. Ia hanya berobat ke mantri tetapi tidak lama lukanya kambuh lagi dan puncaknya sekitar Desember 2015 tiba – tiba muncul luka di kaki kiri yang membengkak dan mengeluarkan cairan. Keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Pringsewu untuk perawatan kakinya agar tidak bengkak dan membersihkan cairan yang terus menerus keluar. Kurang lebih sepuluh hari beliau dirawat di Rumah Sakit Umum Pringsewu. Karena kakinya sempat berlubang dan tidak bisa berjalan, Ibu Mar sekarang harus tertatih saat berjalan. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Mar dinyatakan mengidap penyakit foot diabetikum atau kaki diabetes. Suami Ibu Mar, Hanafi (58) adalah seorang buruh tidak tetap yang harus membiayai ketiga anaknya, belum lagi untuk biaya berobat istrinya. Untuk berobat membutuhkan biaya yang besar karena untuk ke rumah sakit harus menempuh jarak yang sangat jauh. Saat ini fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Kelas 3 Non PBI. Sulitnya beban hidup dan biaya pengobatan membuat keluarga Pak Hanafi kewalahan, alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Ibu Mar dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup Ibu Mar dan keluarganya. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekaholic dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Ibu maryati menderita Foot Diabetikum

Ibu maryati menderita Foot Diabetikum


SUTIYAH BINTI KASAN TIRTO (63, Komlikasi Keloid, Maag dan Darah Tinggi). Alamat: Jalan Gunung Agung, RT.6, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Propinsi Lampung. Mbah Iyah biasa beliau dipanggil adalah seorang janda yang memiliki tujuh orang anak. Beliau mulai merasakan gejala awal sakitnya sekitar tahun 2005, dimana dulu pernah terkena penyakit cacar tapi hanya ditangani dengan bedak saja. Lama-kelamaan bukannya sembuh tapi semakin melebar dan seperti mengakar, beliau sering merasa panas dan cenut-cenut setiap malam. Selain itu juga beliau sering merasa pusing, mual dan kembung, kemudian pihak keluarga membawanya ke rumah sakit dan didiagnosis terkena keloaid, maag, dan darah tinggi. Beliau pun dirawat di Rumah Sakit Umum Pringsewu, dan setelah keadaannya membaik diperbolehkan pulang tetapi harus rawat jalan. Untuk penyembuhan penyakit keloidnya, kurang lebih setengah bulan beliau harus rawat jalan yaitu dengan disuntik bagian yang terkena keloid selama 10 kali dan itu dil uar biaya yang ditanggung jaminan kesehatan, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk tidak rawat jalan lagi karna kesulitan biaya. Saat keloidnya kambuh, Mbah Iyah hanya menaruh air hangat didadanya untuk mengurangi rasa sakitnya. Mbah Iyah sudah lama ditinggal suaminya, Alm. Noto Waluyo, dan sekarang tinggal bersama anak dan cucunya. Anaknya, Suryono (50) adalah seorang buruh tidak tetap dan anak yang lainnya kehidupannya pun tidak jauh beda dengan orang tuanya. Mereka merasa kesulitan untuk biaya berobat yang tidak ditanggung jaminan kesehatan meskipun keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Mbah Iyah dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup dan biaya pengobatan Mbah Iyah. Mereka sangat berterimakasih kepada Sedekahholic dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Ibu sutiyah menderita Komlikasi Keloid, Maag dan Darah Tinggi

Ibu sutiyah menderita Komlikasi Keloid, Maag dan Darah Tinggi


RIDHO TRI SANJAYA (11, Talasemia). Alamat : Jl. Dipenogoro RT. 38/8, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung. Saat berusia 2 tahun Ridho mengalami panas tinggi, muntah-muntah, lemas dan pucat. Khawatir dengan keadaan Ridho, orangtua Ridho, Ghozali AZ (48) dan Sunting Mas (38) membawanya ke Puskesmas terdekat, oleh pihak Puskesmas Ridho dirujuk ke RSUD A. Yani untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan Ridho menderita Talasemia yang membuatnya harus menerima transfusi darah secara rutin. Saat ditemui kurir #SedekahRombongan, Ridho semangat bercerita tentang apa yang dirasakannya. Ia mengungkapkan ketika selesai melakukan transfusi darah, Ridho dapat melakukan aktifitas kesehariannya dengan baik. Tetapi saat sudah mendekati jadwal transfusi darah, siswa kelas 5 di SD Negeri 2 Metro Pusat ini tidak dapat melakukan banyak kegiatan karena ia merasakan mudah lelah dan lemas. Kini Ridho harus melakukan transfusi darah sebanyak 2 kantung setiap 20-30 hari sekali. Orangtua Ridho yang hanya seorang tukang becak juga mengungkapkan ingin terus melanjutkan pengobatan Ridho. Tetapi penghasilan yang diperoleh kadang tidak mencukupi dan membuat pengobatan Ridho terkadang tidak sesuai dengan jadwal yang disarankan, meskipun pegobatan telah dijamin oleh Kartu Indonesia Sehat tetapi biaya hidup saat harus menunggui Ridho di rumah sakit pun menjadi beban tersendiri. Oleh karenanya kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan awal kepada keluarga ini yang dipergunakan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup saat menunggui Ridho di RS. Semoga Ridho dapat terus melakukan aktifitas hariannya dengan baik.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiri @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ridho menderita Talasemia

Ridho menderita Talasemia


SUMARSIH BINTI RONO PAWIRO (54, Cacat Bawaan). Alamat : Jl. Kunang Gg. Palka I RT. 34/5, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Ppovinsi Lampung. Ibu Sumirah sejak lahir tidak memiliki bentuk kaki yang sempurna, hal itu membuatnya tidak pernah merasakan berjalan secara normal. Saat usianya menginjak 1 tahun sang ayah, Rono Pawiro, meninggal dunia. Selanjutnya ia dirawat oleh ibu dan saudaranya. Sang Ibu, Usillah, juga telah meninggal pada tahun 2013 yang lalu. Kondisi kakinya yang tidak sempurna membuat ibu Sumarsih tidak dapat melakukan banyak kegiatan dan lebih banyak berdiam di rumah. Ketika sakit Ibu Sumarsih telah menggunakan Kartu Indonesia Sehat yang dimilikinya dengan baik. Kini Ibu Sumarsih dirawat oleh kemenakannya Hadi Goantoro (48) dan Soleh Hati (37). Ketika kurir #SedekahRombongan Lampung menemuinya, Ibu Sumarsih bertutur ada rasa tidak enak hati karena tidak bisa membantu kemenakannya karena kemenakannya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan mesti mengurusi 5 orang anak dan juga dirinya. Kurir #Sedekah Lampung pun memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga ini untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @warawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Bantuan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari.

Bantuan biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari.


M. RIZKY FADILLAH (14, Gizi Buruk dan Cerebral Palsy). Alamat : Dusun II Rt. 5/3 Kelurahan Siraman, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini dilahirkan di Jakarta, karena saat itu keluarga ini tinggal di Cawang, Jakarta Timur. Ketika berusia 3 bulan Rizky mengalami kejang hebat, sebagian tubuhnya menjadi kaku. Oleh orangtua ia dibawa ke rumah sakit. Dokter menjelaskan keadaan tersebut disebabkan saraf Rizky yang bermasalah dan terjadi kelumpuhan otak atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai penyakit cerebral palsy sehingga menyebabkan tangan dan kaki Rizky kaku dan sulit digerakkan. Ada beberapa saraf yang sudah putus, seiring berjalannya waktu hanya saraf pendengaran dan penglihatan yang masih berfungsi normal. Rizky pun telah melakukan pengobatan rutin di rumah sakit selama keluarga ini menetap di Jakarta. Tetapi pada tahun 2010 keluarga ini terkena penggusuran yang membuat mereka kembali ke Lampung. Orangtua Rizky, Rudy Hartono (36), harus memulai kehidupannya dari nol, bekerja sebagai buruh serabutan, perekonomiannya tak kunjung membaik sehingga pengobatan Rizky pun terhenti. Melihat kondisi Rizky yang tak lagi maksimal menyerap gizi yang diberikan membuat sang ibu, Nur Sumarni (35), memutuskan menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Taiwan dengan harapan dapat melanjutkan pengobatan Rizky, karena walaupun sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat, tetapi jarak tempat tinggallah yang menjadi hambatan karena jauh dari rumah sakit. Sejak tahun 2016 Rizky telah dirawat di rumah sakit sebanyak 3 kali. Oleh Dokter Rizky dinyatakan kekurangan cairan dan gizi buruk. Rizky hanya dapat mengonsumsi bubur karena kondisi paru-parunya juga tidak bagus. Kurir #SedekahRombongan Lampung mendengar hal tersebut dan segera bergerak membantu keluarga ini. Santunan yang diberikan diharapkan dapat mengurangi beban orangtua Rizky yang harus menunggui, dan meninggalkan pekerjaannya demi menjaga Rizky serta membantu pengobatan dik Rizky. Amin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Rizky menderita Gizi Buruk dan Cerebral Palsy

Rizky menderita Gizi Buruk dan Cerebral Palsy


JUMANSIH BINTI AKSAH (52, Non Keratinizing Squamous Cell Carcinoma Cervix).  Alamat: Jl. Zulkifli 3 RT. 6 No.28, Kelurahan Tengah Padang, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Ibu Jumansi merupakan anak dari pasangan suami istri Alm. Aksa (68) dan  Nahya (83) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pada mulanya pasien mengeluh sering mengalami keputihan sejak 2 tahun yang lalu, keputihan berbau busuk dan banyak. Karena tidak ada uang, pasien hanya berobat alternatif dan sesekali menjalani pengobatan di bidan. Selain itu keluhan lain yang dirasakan oleh Ibu Jumansih adalah setiap habis berhubungan selalu mengeluarkan darah, kemaluan terkadang tearsa perih dan panas. Akhirnya pasien berobat ke dokter kandungan dan awalnya dikatakan sebagai peradangan saja, tapi keluhan tidak kunjung sembuh. Akhirnya Ibu Jumansih berobat ke dokter lain untuk sekaligus dilakukan biopsi jaringan dan hasilnya dinyatakan positif terkena kanker serviks. Akhirnya dari RSUD Dr. M Yunus Bengkulu, tim dokter merujuk ke RS Darmais Jakarta karena alat dan prasana di RSUD yang kurang memadai dalam bidang kebidanan dan kandungan. Ibu Jumansih adalah ibu dari satu orang anak yang bekerja sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap, dan suaminya  merupakan seorang supir namun sudah beristri lagi. Saat ini Ibu Jumansih sudah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas III dengan bantuan pemerintah. Keberangkatannya ke Jakarta pun disokong dana oleh warga masyarakat setempat di desanya. Saat ini Ibu Jumansih sedang berada di Bengkulu untuk menunggu jadwal kemoterapi di  RS Dharmais bulan April ini. Dikarenakan untuk keberangkatan sebelumnya Bu Jumansi masih menggunakan biaya dari koperasi dan tetangga, akhirnya kurir SedekahRombongan Lampung bersama kurir Bengkulu menyampaikan dana santunan yang dipergunakan untuk biaya pembelian tiket ke Jakarta, biaya pengobatan dan biaya hidup selama di Jakarta saat menjalani pengobatan. Saat ini ibu Jumansih masih berada dalam dampingan kurir Sedekah Rombongan Lampung, Bengkulu dan  Jakarta yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 811. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dampingan yang digunakan untuk biaya keberangkatan dan pengobatannya ke RS Dharmais Jakarta. Semoga Bu Jumansi dapat segera pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @AldiMeifi @akuokawai @ririn_restu

Ibu jumansih menderita  Non Keratinizing Squamous Cell Carcinoma Cervix

Ibu jumansih menderita Non Keratinizing Squamous Cell Carcinoma Cervix


NURILAM BINTI RUMLI (70, Reumatoid Athritis dan Hipertensi). Alamat: Jln. Pramuka Gang Suparman No. 77, RT. 2/3, Desa Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Nenek Nuril biasa beliau disapa adalah seorang janda yang hidup dengan anak dan cucunya. Awal mula sakitnya sekitar 7 bulan yang lalu, Nenek Nuril sering mengeluh sakit kepala, leher terasa berat, sendi ngilu serta sering merasakan mual, kembung dan perih di perutnya. Nenek Nuril kemudian hanya minum obat yang dibelikan di warung tapi ternyata belum sembuh juga, akhirnya keluarga membawa beliau berobat ke Rumah Sakit Bhayangkari di Pramuka Bandar Lampung. Setelah diperiksa dokter ternyata  Nenek Nuril memiliki penyakit darah tinggi dengan tensi 295, maag dan gejala reumatik atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai penyakit rheumatoid athritis. Beliau belum diperkenankan pulang sehingga harus dirawat selamat 4 hari. Nenek Nuril sudah lama ditinggal suaminya, Alm. Ngadimun, sekarang beliau hanya tinggal bersama anaknya yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan kehidupannya pun masih sulit. Anaknya harus membiayai kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya pengobatan Nenek Nuril terlebih lagi beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Allah SWT. mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Nenek Nuril dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, Alhamdulillah, titipan dari sedekaholics telah disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Nenek Nuril. Mohon doa terbaik semoga Nenek Nuril diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @trii20 @kurnia_wati99 @akuo_kawai @ririn_restu

Ibu nurilam menderita Reumatoid Athritis dan Hipertensi

Ibu nurilam menderita Reumatoid Athritis dan Hipertensi


SAROFAH ( 72, stroke) Mutihan RT 01 RW 14 Kelurahan Gunung Pring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.
Bu Sarofah hidup sebatang Kara tidak mempunyai suami dan juga tidak mempunyai saudara. Bu Sarofah selama ini hidup ditanggung oleh orang lain yang bernama pak Joko yang merasa kasihan dengan kondisi bu Sarofah. 2 tahun yang lalu ketika bu Sarofah berada di Bandung pernah terjatuh dan kaki bagian kiri tidak bisa digerakkan, akhirnya oleh pak Joko dibawa untuk berobat alternatif alhamdulillah kondisi berangsur membaik. Sejak terjatuh 2 tahun yang lalu, bu Sarofah mengandalkan orang lain untuk berjalan, 3 minggu yang lalu bu Sarofah sempat terjatuh lagi dan sempat pingsan -/+ 1 jam. Ketika bangun kaki kanan kiri tidak bisa digerakkan sama sekali, oleh pak Joko akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pak Joko yang bekerja hanya sebagai buruh bangunan merasa berat harus membiayai bu Sarofah selama di Rumah Sakit.
Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #SedekahRombongan dengan Bu Sarofah untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Februari 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Resti Aulia

Ibu sarofah menderita stroke

Ibu sarofah menderita stroke


DIMAS PUTRA ( 10, duafa yatim) Ngablak RT 03 RW 21 Desa Keji Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Dik Dimas anak semata wayang dari bu Purwatiningsih (29),
Dik Dimas yang selama ini hanya hidup berdua dengan ibunya merupakan anak yang aktif. Sekitar 4 tahun yang lalu, ayahnya meninggalkan dik Dimas dan ibunya untuk menikah dengan orang lain. Selama 4 tahun itu juga ayah dari dik Dimas tidak pernah mengirimkan uang untuk hidup dik Dimas dan ibunya.
3 hari yang lalu, pada sore hari tiba-tiba saja badan dik Dimas panas tinggi, karena ibunya tidak memiliki biaya dik Dimas hanya diberi obat yang dibeli ibunya di warung.
Sejak diberi obat panas dik dimas tak kunjung turun dan oleh tetangganya disarankan untuk dibawa ke rumah sakit.
Karena ibunya yang tidak bekerja dan ayahnya tidak bisa dihubungi, ibunya keberatan untuk membawa dik Dimas ke Rumah Sakit karena tidak mempunyai biaya untuk membiayai dik Dimas selama di Rumah Sakit.
Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan Dik Dimas untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban ibunya dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Resti Aulia

Bantuan tunai untuk biaya pengobatan

Bantuan tunai untuk biaya pengobatan


TIARA LISTRIANI PUTRI (18, USUS BUNTU) alamat Dusun Bringin Wetan RT 013 RW 006 Desa Bringin Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Tiara adalah putri pertama pasangan Bapak Utamamik (42,Tani) dan Ibu Khusnul (37,Ibu rumah tangga). Tiara adalah anak yang pintar, Tiara kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Semarang dengan jalur beasiswa. 2 bulan yang lalu, setiap Tiara pulang ke rumah selalu mengeluh demam dan nyeri perut pada bagian kanan bawah. Oleh ayahnya karena dikira hanya sakit biasa Tiara diberi obat yg dibeli di warung, Namun kondisi itu tidak berubah sehingga dibawa ke Bidan Desa setempat dan disarankan untuk USG. Dari hasil USG diketahui Tiara mengalami Usus Buntu dan disarankan untuk segera di bawa ke RSUD Magelang. Saat ini Tiara masih dirumah dan hanya mengkonsumi obat jalan dikarenakan belum mempunyai uang untuk melakukan operasi karena tidak memiliki Jaminan Kesehatan. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan Tiara untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban orang tuanya dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan diterima oleh ayahnya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal Penyampaian : 02 Maret 2016
Kurir : : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @slametseto

Tiara menderita usus buntu

Tiara menderita usus buntu


ALI TEGO ( 65thn, Pembengkakan Jantung) alamat Dusun Pokoh RT 01 RW 14 Desa Giripurno Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Mbah Ali nama akrabnya adalah seorang buruh tani dan istrinya Ny.Pariyem (55, Penjual kayu bakar). Seperti biasa pagi itu Mbah Ali menjalankan aktifitasnya karena sebagai tulang punggung keluarga namun tiba-tiba saja Mbah Ali merasakan sakit di dada dan merasakan sesak nafas. Oleh keluarga Mbah Ali dibawa ke UPKPM Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat disana, kondisi Mbah Ali berangsur membaik dan diperbolehkan pulang. Namun kondisi serupa terjadi lagi beberapa saat yang lalu, sehingga dengan berbekal JAMKESMAS dibawa ke RSUD Magelang untuk mendapat perawatan. Saat ini kondisi beliau berangsur angsur membaik namun teteap harus melakukan kontrol rutin ke RSUD Magelang.  Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan Ali Tego untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan bebannya dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @slametseto

Pak ali menderita Pembengkakan Jantung

Pak ali menderita Pembengkakan Jantung


ANISATUL ISTIKHOMAH ( 18,infeksi saluran pencernaan) Alamat Sudimoro RT 05 RW 03 Sudimoro Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Anisa begitu panggilannya selama ini hidup di pondok watucongol. Anisa adalah anak pertama dari bpk wajiyo (47)dan ibu supriyati (39). 2 hari yang lalu anisa tiba-tiba saja mengeluh pusing badan panas, batuk, diare, lemas, dan tidak nafsu makan. Oleh kedua orang tuanya anisa dijemput untuk dibawa pulang, 1 hari dirawat di rumah oleh orang tuanya, kondisi anisa tidak berangsur membaik, bahkan semakin parah. Anisa hanya terbaring lemas di tempat tidur. Oleh saudaranya Anisa disarankan untuk dibawa ke rumah sakit tetapi karena orang tuanya hanya berdagang kecil-kecilan di rumah dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, orang tuanya menolak untuk membawa anisa ke Rumah Sakit. Orang tuanya merasa keberatan untuk membiayai perawatan anisa selama di Rumah Sakit. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  Sedekah Rombongan dengan Anisa untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban kedua orang tuanya dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @restiaulia

Anisa menderita infeksi saluran pencernaan

Anisa menderita infeksi saluran pencernaan


RIRIN YUNITA SARI ( 17, syncope dan sesek) Alamat Pondok Pesantren Watu Congol RT 03 RW 09 Gunung Pring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Ririn adalah anak pertama dari bpk Mahmudi (46) dan ibu aminah (43). Ririn selama ini hidup di pondok watucongol Muntilan. 3 bulan yang lalu Ririn sering merasa pusing kemudian sesak dan tidak lama pingsan. Kemudian oleh teman-teman di pondok ririn di bawa periksa di tempat bidan setempat, kondisi ririn berangsur membaik dan tidak pernah pingsan lagi. Tetapi sekitar 1 minggu yang lalu kondisi ririn kembali lemah dan lebih sering pingsan, sesak nafas dan lemas. Oleh pihak pondok ririn disarankan untuk dibawa ke rumah sakit, tetapi ayahnya yang bekerja di luar jawa dan ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Sleman merasa keberatan karena tidak adanya biaya untuk perawatan di rumah sakit. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan  #Sedekah Rombongan dengan Ririn untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban kedua orang tua dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Resti Aulia

Ririn menderita syncope dan sesek

Ririn menderita syncope dan sesek


MUHAMMAD HADIBULLAH (1, Kelainan Fungsi Jantung) adalah buah hati dari pasangan Bapak Imron Zahid (33) dan Ibu Zulaikah (22). Dik Hadibullah tinggal bersama kedua orangtua serta neneknya di Srowol RT 3/RW 6, Progowati, Mungkid, Kabupaten Magelang. Sehari-hari Ayah Dik Hadi bekerja sebagai penjual bakso keliling sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dik Hadibullah menderita TGA IVS atau kelainan fungsi dan struktur jantung bawaan sejak lahir. Dia lahir pada tanggal 3 Juli 2013 dengan kondisi biru pucat dan susah nafas. Kemudian dipasang bas (balon) di RS Sardjito dan diopname selama 1 minggu. Pada bulan Agustus 2013 dibawa ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan dirawat selama 2 minggu. selanjutnya di bulan September 2013 menjalani operasi bedah sebanyak 2 kali. Sejak saat itu dik Hadi rutin menjalani control di RS. Sardjito. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan pihak keluarga untuk menyampaikan titipan #sedekaholics dan Bantuan ini digunakan untuk akomodasi kontrol ketiga pasca operasi di RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @noventata

Hadi menderita Kelainan Fungsi Jantung

Hadi menderita Kelainan Fungsi Jantung


DEWI NATALIA SETIARINI (39, CA OVARIUM) Alamat Dusun Kenalan RT 04 RW 03 Desa Kranggan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Ibu Dewi bersuamikan Pak Hariono (40, Wiraswasta), namun sayang pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Suaminya meninggalkannya dikala Ibu Dewi sedang sakit. Derita sakit ini dimulai sejak satu tahun yang lalu. Keluarga ini sebenarnya tinggal di Solo Jawa Tengah, dan Ibu Dewi bekerja sebagai penjahit namun setelah di tinggal suaminya Ibu Dewi dibawa Kakaknya ke Temanggung. Ibu Dewi lantas di periksakan ke RSUD Temanggung mengguakan Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri, Hasil pemeriksaan Dokter RSUD Temanggung diketahui Ibu Dewi menderita sakit CA Ovarium. Dari RSUD Temanggung diberikan rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Namun lagi lagi kendala danalah yang menyebabkan Ibu Dewi dan Kakaknya sangat kesulitan untuk membawanya ke RS Sardjito Yogyakarta, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Dewi Natilia Setiarini untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya berobat ke RS Sardjito Yogyakarta. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantunya selama ini.

Jumlah Bantuan Rp 500.000,-
TANGGAL : 25 Desember 2015
KURIR : @MarjunulNP @fathurrozaq82 swastiko

Ibu dewi menderita CA OVARIUM

Ibu dewi menderita CA OVARIUM


JIHAN FATIN (7 Bulan, Athresia & Sirosis) Alamat Dusun Wiyono RT 4/2 Grabag, Kec. Grabag Kabupaten Magelanh Prop. Jawa Tengah. Dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh “kuning”. Adik JIHAN dibawa orang tuanya, Ayah  bernama A. Mujib (37, swasta) dan Etik (30, Ibu Rumah Tangga) ke RSU Magelang. Hasil observasi dokter mengatakan ATHRESIA. Dokter pun memvonis tidak akan berumur lama. Keadaan ini membuat kedua orang tuanya sedih. Melihat kondisi ini, mereka berdua membawa kembali ke RS. Sardjito Jogja atas rujukan dari RSU Magelang. Sudah dua bulan ini mondok di RS. Sardjito, diagnosa dokter mengarah kepada penyakit SIROSIS. Solusi dari penyakit ini adalah cangkok hati dengan estimasi biaya 1-1,5M. Walaupun BPJS sudah ada, namun BPJS tidak bisa dimaksimalkan karena hanya mengkover maksimal 250jt. Kesulitan juga dirasakan kedua pasangan suami istri ini yakni Transportasi dari Grabag ke Jogja serta pembelian susu PREGISTIMILK. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh tokoh masyarakat bernama Adi ke rumah beliau. Selain ikut merasakan keluhan-keluhan yang dialami orang tuanya,  #SedekahRombongan juga memberikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi hasil dari sumbangan #Sedekahollics. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq Wasono Saputro.

Jihan menderita Athresia & Sirosis

Jihan menderita Athresia & Sirosis


DARYATI MREBET (42thn, Bantuan modal usaha) Warga Desa Bojong Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam keseharianya bekerja keras bikin kue donat dan bakpao, usaha ini sudah ia jalani sejak tahun 2005 hingga sekarang. Usahanya di awali dari jualan sekedarnya , dari adonan 10kg. Hingga saat ini bisa produksi sampai 40kg adonan. Dari hasil usahanya dia belanjakan untuk menghidupi 12 orang keluarganya terdiri dari 3 anaknya , 2 orang jompo/orang tuanya, dan 5 orang famili lain dan itupun hanya cukup untuk makan dengan sangat sederhana. Daryati sudah sejak lama mengidamkan adanya mesin roll /penggiling adonan yang membantu produksinya. Sehingga mengurangi beban fisiknya untuk mengolah adonan dengan manual (tangan). Bahkan dia memimpikan bisa memproduksi aneka kue kering yang lebih tahan lama untuk dipasarkan. Saat di hubungi kurir Cahyo , dia membutuhkan dana sekitar 2 jutaan untuk memesan alat tersebut. Alhamdulillaah bantuan dari Sedekah Rombongan sebesar 2.000.000 bisa mewujudkan keinginan Ibu Daryati untuk pengadaan mesin Roll / molen untuk menggiling adonan. Semoga menjadikan barokah atas semua .Aamiin

Jumlah santunan : 2.000.000
Tanggal : 23 Januari 2016
Kurir : @arfanesia, cahyo, Didik

Bantuan modal usaha

Bantuan modal usaha


INDAH SRI RAHAYU (10, LEUKIMIA). Alamat : Karanganyar RT 06 RW 03, Kec. Purwonegoro, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Indah, panggilan akrabnya, adalah anak dari pasangan Admin (36) dan Maryati (33). Pada Juli 2016, badan Indah mengalami panas tinggi yang terus menerus hingga beberapa hari. Orang tuanya kemudian membawa ke RS Islam Bawang untuk berobat dan sempat dirawat inap. Namun setelah beberapa hari pulang dari rumah sakit, tubuh Indah kembali panas tinggi. Pak Admin kembali membawa Indah ke rumah sakit tersebut untuk diperiksa lagi. Setelah beberapa hari dirawat, tidak ada perkembangan pada kondisi Indah sehingga dirujuk ke RSUD Banjarnegara. Seminggu dirawat di RSUD Banjarnegara, kondisi Indah belum juga membaik. Dokter pun merujuk ke RS. Sardjito untuk pengobatan Indah. Setelah diperiksa di Laboratorium RS. Sardjito, pada tanggal 3 Juli 2016 hasil laboratorium menunjukkan bahwa Indah didiagnosa menderita leukimia. Sejak saat itu, Indah melakukan terapi pengobatan secara rutin setiap 3 minggu sekali. Alhamdulillah jaminan kesehatan yang dimilikinya dapat membantu biaya pengobatan, namun transportasi menjadi masalah bagi proses pengobatan Indah. Mengingat jarak rumah ke RS. Sardjito yang sangat jauh dan tidak adanya transportasi umum yang dapat mencapai rumah sakit. Pak Admin yang hanya bekerja sebagai buruh tani, harus berpikir dan bekerja ekstra keras untuk mengatasi masalah tersebut. Penghasilannya yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, sangatlah kurang untuk menanggung biaya transportasi pengobatan Indah. Mendengar kabar tersebut, tim #SedekahRombongan mengupayakan bantuan untuk mengatasi masalah transportasi pengobatan Indah. Semoga pengobatan Indah lancar dan penyakit Indah segera diangkat sehingga Indah dapat sehat kembali.

Santunan : Rp 2.000.000,-
Kurir : @arfanesia, @olipe_oile,  nanang, @paulsyifa
Tanggal : 11 Februari 2016

Indah menderita leukimia

Indah menderita leukimia


KRISDIYANTO (39, sakit pembuluh darah arteri). Alamat. Dusun Kotabaru RT 02/10 Desa Kutasari Kec. Cipari Kab. Cilacap, Jawa Tengah. Pada tahun 2007, Krisdiyanto terkena penyakit yang menyerang pembuluh arteri pada kedua kakinya. Beliau sudah berusaha berobat kesana-kemari hingga akhirnya di Solo pada tahun 2008, Dokter mengharuskan kaki kanan Krisdiyanto untuk diamputasi pada bagian bawah lutut. Setelah 3 tahun kaki kanannya diamputasi, sakit kembali dirasakan Krisdiyanto pada kaki kirinya. Beliau pun segera berobat ke Rumah Sakit dan ternyata Dokter juga mengharuskan amputasi pada kaki kirinya (tahun 2011). Sejak saat itu Krisdiyanto dan keluarga harus ikhlas dengan keadaan kedua kakinya yang diamputasi. Dengan berjalan pada kedua lututnya, Krisdiyanto harus bekerja walau serabutan untuk menghidupi  istri (Sumarni, 35) dan kedua orang anaknya, Sri Mulyani (15) dan Iqbal Saefani (5). Selama 6 tahun lebih Krisdiyanto hidup dalam kondisi tersebut. Bertahan dengan segala ketidaknyamanan kondisinya sehingga tidak leluasa beraktifitas seperti dulu. Penghasilan dari pekerjaannya yang serabutan tidak mencukupi untuk membeli kaki palsu. Selama itu pula belum ada pihak yang memberikan bantuan kaki palsu kepadanya. Mengetahui hal tersebut tim #SedekahRombongan tergerak untuk membantu kesulitan Krisdiyanto. Dengan memakai kaki palsu, diharapkan kesulitan Krisdiyanto dapat berkurang dan dapat hidup lebih produktif lagi.

Jumlah bantuan : Rp 4.000.000,-
Tanggal eksekusi : 12 Januari 2016
Kurir : @arfanesia, Nanang, @paulsyifa

Bantuan kaki palsu

Bantuan kaki palsu


RUNTAH (63th, GATAL, SESAK NAFAS & HIDUP SENDIRIAN) beralamat di Dusun Selaganggeng RT 01 RW 01 Selaganggeng, Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah. Sejak kecil Bu Runtah sering merasakan gatal-gatal di seluruh tubuh, sering sesak nafas ketika berbicara dan berjalan. Kondisi yang demikian masih beliau rasakan sampai sekarang. Bu Runtah memiliki kartu jamkesmas sehingga  untuk pengobatan Alhamdulillah terbantu olehnya. Saat ini beliau hidup sendirian di rumah. Dulu Bu Runtah bekerja serabutan terkadang mencari rongsokan dan di umurnya yang sudah sepuh sudah tidak memungkinkan untuk bekerja. Sejak ditinggal meninggal oleh suami enam bulan lalu tidak ada yang menafkahi dan anak semata wayangnya yang bekerja di Jakarta pun jarang pulang. Kurir SR ikut merasa prihatin dengan kondisi yang dialami Bu Runtah. Santunan disampaikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari Bu Runtah. Mudah-mudahan Bu Runtah selalu diberi kesehatan dan ketegaran dalam hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @arfanesia, Rahayu, @kaaimaa

Ibu runtah menderita  GATAL, SESAK NAFAS

Ibu runtah menderita GATAL, SESAK NAFAS


SHAVIQ NASRUDIN (3 Tahun, Cerebral Palsy). Shaviq merupakan bungsu dari tiga bersaudara pasangan Rasmadi (38 Tahun) dan Sri Pantes (28 Tahun). Aditya (14 Tahun), kakak pertamanya duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas satu. Selvia (10 Tahun), kakak keduanya duduk di bangku sekolah dasar kelas empat. Keluarga kecil ini tinggal di Bendungan RT.08/RW.02 Tretep, Temanggung, Jawa Tengah. Ayah Shaviq bekerja sebagai petani, sedangkan ibu Shaviq ialah ibu rumah tangga biasa. Mereka tinggal di sebuah rumah yang tergolong sangat sederhana, letaknya tepat bersebelahan dengan kandang ternak. Shaviq divonis menderita cerebral palsy, gejalanya muncul saat usianya menginjak satu tahun. Kala itu, ia mengalami demam tinggi sampai wajahnya membiru. Orang tuanya kemudian membawanya berobat ke puskesmas terdekat karena khawatir akan keadaan anaknya yang mengalami demam yang tak kunjung reda dalam waktu yang lama. Sampai di puskesmas, ia segera diperiksa, diberi obat penurun panas dan diperbolehkan untuk pulang. Panasnya sempat turun tapi beberapa hari kemudian demam lagi, kondisi ini berlangsung beberapa kali sehingga orang tuanya terpaksa membawanya bolak-balik dari rumah ke puskesmas. Pada puncaknya, ia mengalami panas dan kejang sehingga ia segera dilarikan ke rumah sakit daerah terdekat dan rawat inap selama lebih dari dua minggu. Dokter memberikan saran supaya pihak keluarga mengurus surat rujukan dari RSUD ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, supaya bocah itu mendapatkan perawatan yang lebih baik. Keluarga pun mengurus surat rujukan dan memulai pengobatannya di Kota Yogyakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Shaviq dan keluarganya. Shaviq kemudian menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Yogyakarta sejak pertengahan Tahun 2015. Shaviq dan keluarganya mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Shafiq beserta ayah dan ibunya tinggal di RSSR Jogja 1 selama setengah tahun untuk memudahkan mereka menjalani proses pengobatan Shaviq. Shafiq menjalani sejumlah terapi dan kontrol rutin, diantaranya terapi syaraf, terapi fisio dan terapi wicara, serta kontrol di poli anak dan poli mata di RSUD Djojonegoro Temanggung, Jawa Tengah. Satu bulan sekali ia kontrol di RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta. Mari kita berdoa bersama supaya Shaviq segera sembuh. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp 709.840
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_@atinlelyas

Shaviq menderita  Cerebral Palsy

Shaviq menderita Cerebral Palsy


NURUL FADILAH  (17, TBC &Jantung Lemah) beralamat di Jalan Kebalen Wetan VII no.39 RT14 RW 02 Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Nurul adalah anak ke 4 Dari 5 bersaudara kelima saudara ini memiliki riwayat TBC melalui ibunya, Ibu dan kakak pertama Nurul sudah meninggal beberapa tahun silam karena sakit serupa, awal Februari Nurul didiagnosa jantung lemah dan TBC, akhirnya keluarga sigap untuk pengobatan rawat jalan di puskesmas terdekat untuk pemulihan dan penyembuhan TBC. Nurul saat ini menempuh jenjang pendidikan di SMK N 6 Malang, merupakan anak yang berprestasi dan giat dalam belajar, saat ini Bapak Ahmad syafi’ih 67th selaku orang tua satu satunya Dari dek Nurul yang bekerja sebagai buruh jahit pakaian dengan penghasilan 800rb per bulan dirasa belum tercukupi kebutuhan sekolah 3 anaknya. Keluarga menyampaikan keluh kesahnya kepada sedekah rombongan, dengan adanya program pemerintah untuk penderita TBC, Sedekah Rombongan terbantu. Bantuan disampaikan besar harapan Nurul dapat kembali beraktifitas sebaik dulu.

Total bantuan :  Rp 1.000.000
Tanggal bantuan : 16 maret 2016
Kurir : @faizfaeruz @afiat buchori, @ekokurniawan

Nurul menderita TBC &Jantung Lemah

Nurul menderita TBC &Jantung Lemah


Nazhmuddin Haziq Fazani (3th, epilepsi) alamat desa Dagan RT 002 RW 005 Kec. Bobotsari Kab. Purbalingga, Jawa Tengah. Putra kedua dari bpk A. Syaekhun (38th) Penjual fried chicken dan Ibu Latri (37th) ini menderita epilepsi. Bermula pada umur 3 bulan Fazani terkena cacar air, panas dan kejang-kejang hingga step, kejadian tersebut sering terjadi jika Fazani panas. Pada umur 1 th sakit Fazani oleh dokter anak didiagnosa  menderita infeksi radang paru2 sehingga harus berobat rutin. Sejak itu, Fazani sering bolak-balik dirawat d RSUD hingga 13 kali opname dan terakhir hasil diagnosa Fazani juga menderita syaraf otak dan eplipsi. Saat ini Fazani masih sering tiba2 panas dan step, menurut dokter harus berobat rutin selama 2 tahun. Meski punya BPJS, orang tua Fazani harus beli obat rutin. Setiap 2 minggu biaya beli obat Rp 250.000,-. Karena penghasilan ayahnya sebagai penjual fried chicken tidak mencukupi, akhirnya pengobatan tidak dilanjutkan. Bantuan disampaikan untuk membantu pengobatan agar dilanjutkan kembali.
Orang tua Fazani menyampaikan bantuan akan digunakan berobat dan periksa lagi ke THT. Keluarga juga mengucapkan terima kasih dan semoga SR selalu diberikan kelancaran dan keberkahan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2016
Kurir : @arfanesia, Didik

Fazani menderita epilepsi

Fazani menderita epilepsi


KATIJAH KARANGNANGKA (67 th, BANTUAN MODAL). Alamat : RT 004 RW 003 dusun Cocok desa Karangnangka Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pada tanggal 21 Maret 2016, atas informasi salah seorang warga, kurir #SedekahRombongan mengunjungi kediaman bu Katijah. Bu Katijah memiliki usaha jualan snack di depan SDN Karangnangka di dekat rumahnya. Kondisi snack jualannya semakin lama semakin sedikit karena modal tergerus untuk bayar utang sehingga pendapatannya rendah. Penghasilan yang diperoleh dari usahanya tersebut hanyalah Rp 20.000,- perharinya. Setelah bercerita banyak dengan kurir #SedekahRombongan, diketahui bahwa bu Katijah juga memiliki hutang di kredit harian sebesar Rp 500.000,-. Jangankan untuk melunasi hutang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sulit. Penghasilan dari usaha jualan snack belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari ibu Katijah bersama cucunya yang ditinggal orang tuanya bekerja di luar kota. Sedangkan orang tua dari cucunya jarang membantu kebutuhan sehari-harinya. Untuk meringankan beban keluarga bu Katijah, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan modal. Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat digunakan sebagai modal untuk menambah snack jualannya. Atas bantuan yang disampaikan, bu Katijah menyampaikan terimakasih dan berdo’a semoga orang-orang yang berada di #SedekahRombongan dimudahkan segala urusannya dan mendapat rizki yang berkah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal eksekusi : 24 Februari 2016
Kurir : @arfanesia, Didik

Bantuan modal usaha

Bantuan modal usaha

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Suminingsih 500,000
2 Purwanto 500,000
3 Rendi 1,500,000
4 Muhakkiq 1,000,000
5 Fadhil 2,000,000
6 Maryati 500,000
7 Sutiyah 500,000
8 Ridho 500,000
9 Sumarsih 500,000
10 M Rizki 500,000
11 Jumansih 2,000,000
12 Nurilam 500,000
13 Sarofah 500,000
14 Dimas 750,000
15 Tiara 500,000
16 Ali 500,000
17 Anisatul 500,000
18 Ririn 500,000
19 MUHAMMAD HADIBULLAH 1,500,000
20 Dewi 500,000
21 Jihan 500,000
22 Daryanti 2,000,000
23 Indah 2,000,000
24 Krisdayanto 4,000,000
25 Runtah 500,000
26 Shaviq 709,840
27 Nurul 1,000,000
28 Nazhmuddin 2,000,000
29 Katijah 500,000
Total 28,959,840

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 28,959,840,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 832 ROMBONGAN

Rp. 36,343,360,506,-