MEGA RISMA (12 THN), colonthree emotikon. Adalah seorang anak gadis dari pasangan ibu Samsiyah (43 tahun) dan alharhum bapak Hawi (53 thn), yang tinggal di alamat desa koncer kidul, RT 16 RW 6, kecamatan tenggarang, Kabupaten bondowoso, Jawa timur. Mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dengan adanya penyakit yang diderita anak ini semakin layak untuk mendapatkan bantuan. ditambah sejak 3 bulan yang lalu, ayahnya meninggal dunia. Adik Mega sudah sejak 2 bulan yang mengalami sakit yang didiagnosa adalah usus buntu. Tetapi ternyata banyak infeksi yang terjadi pada ususnya. Kemudian dokter menyatakan anatomi susu adik mega adalah buruk dan banyak terdapat benjolan. Saat benjolan usus ini meletus, akan akan terjadi kebocoran pada ususnya. Sehingga selama 2 bulan tersebut adik risma tidak bisa BAB sehingga badannya menjadi sangat kurus. Kondisi ini terjadi karena tubuhnya tidak bisa menyerap sari makanan dengan baik dan karena kebocoran saluran ususnya ini.
Setelah ayahnya meninggal, praktis ibunya saja yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi karena kondisi sakit adik Mega ini, maka ibunya juga tidak bekerja karena harus mendampingi Mega. Kakak Mega yang pertama baru saja lulus SMK sehingga masih belum mendapatkan pekerjaan, sedangkan kakak keduanya masih duduk di bangus SMA. Mega juga mempunyai seorang adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kelas 6 SD.
Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk biaya operasi adik Mega dan obat-obatan serta susu setelah operasinya.

Jumlah santunan: Rp. 22.239.000,-
Tanggal: 29 Pebruari 2016
Kurir: @gredyanto, @yudhoari

Bantuan biaya operasi adik Mega dan obat-obatan serta susu setelah operasinya.

Bantuan biaya operasi adik Mega dan obat-obatan serta susu setelah operasinya.


MTSR SURABAYA (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Daihatsu Luxio Type D 2012 dengan Nomor Polisi W 894 PV adalah mobil ambulance operasional #SedekahRombongan wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan Surabaya, menuntut adanya performa mobil ambulance yang baik. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area Surabaya dan sekitarnya untuk transportasi dari/ke RSSR, maupun dari/ke luar kota untuk menjemput/mengantar pasien dari/ke kampung halaman. Selama januari 2016 ini, MTSR mengeluarkan biaya meliputi biaya pembelian bahan bakar dan biaya operasional yang meliputi gaji sopir, biaya servis, tuneup, ganti oli. Bantuan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien. Bantuan untuk MTSR sebelum ini tercatat di rombongan 780. Semoga bantuan dari sedekahholic dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 9.238.500,-
Tanggal : 29 Januari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @GPremadi @nambisembilu

Biaya operasional  gaji sopir, biaya servis, tuneup, ganti oli

Biaya operasional gaji sopir, biaya servis, tuneup, ganti oli


ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhon mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada Pak Romadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 29 Februari 2016 Pak Romadhon menjalani kemoterapi ke-3 dengan hasil yang cukup baik sehingga diperbolehkan pulang, dan dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 8 Maret 2016. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 822.575,-
Tanggal : 1 Maret 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza

Pak romadon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


ABDUROHIM BIN SAFARIYANTO (9, Kanker Kelenjar Getah Bening). Putra kelima dari pasangan Bapak Safariyanto (42) pekerjaan sebagai Buruh Serabutan dan Ibu Sriani (46) adalah seorang Ibu Rumah Tangga warga desa Plosok Rt 03 Rw 04  Kec.Jati Kab.Kudus Jawa Tengah. Sejak sekitar tahun 2008 Dik Rohim sudah mengalami gejala sakit Kanker Kelenjar Getah Bening dan sudah mulai menjalani berbagai pengobatan di RSUD Kudus dan di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mengusahakan kesembuhannya. Sampai suatu saat proses pengobatan ini sempat dihentikan karena keterbatasan biaya. Hingga kami dipertemukan dengan Dik Abdurohim sekitar 2 tahun lalu hingga saat ini kami mendampingi proses pengobatan Dik Rohim selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Rohim sudah menjalani operasi, kemoterapi dan perawatan rutin untuk terus memantau perkembangan sel kankernya tersebut. Kondisi terbaru Dik Rohim menjalani program Kemoterapi ke 3 dan rawat inap di RS Kariadi selama 10 hari. Untuk perkembangan sel kanker mengalami pembesaran jika setelah program kemoterapi ke 3 dan kanker tetap membesar maka akan dilakukan CT Scan dan Bioksi. Bantuan sedekah ini diberikan untuk membantu biaya hidup selama rawat inap di RS Kariadi dan akomodasi pengobatan Dik Rohim.

Jumlah Bantuan : Rp 1.300.000,-
Tanggal : 11 Maret 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @mbakipa

Rohim menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Rohim menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong Rt 03/ Rw 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semoga proses pengobatan Dik Maghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan  : Rp 1.264.000,-
Tanggal         : 11 Maret 2016
Kurir           : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


SEMIN BIN DANURI (62, Benigna Prostat Hepertropy) Alamat: Wahyurejo RT 7 RW 1 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang Jawa Tengah. Pak Semin tinggal bersama istri yaitu Ibu Maryuti yang sedang menderita stroke. Pada awal tahun 2014, Pak Semin merasa kesakitan ketika kencing. Hampir setiap hari Pak Semin harus menahan rasa sakit saat kencing. Namun Pak Semin belum terlalu mengkhawatirkan penyakitnya. Semakin lama bukan kesembuhan yang Pak Semin rasakan, tetapi sakitnya semakin parah. Pak Semin tidak hanya kesakitan saat kencing tapi tidak bisa kencing. Atas saran warga sekitar kemudian Pak Semin dibawa berobat ke RSUD Ambarawa, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Semin benderita Benigna Prostat Hepertropy dan harus segera dilakukan operasi. kemudian Pak Semin dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi. Tetapi lagi-lagi perseolan biaya. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS namun keluarga Pak Semin tidak mempunyai cukup biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Pada saat itu juga diputuskan bahwa Pak Semin tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya segera dilakukan operasi agar Pak Semin bisa kencing. Alhamdulillah pada pertegahan bulan Januari 2016, kami dipertemukan dengan keluarga Pak Semin. Saat ini Pak Semin telah menjadi pasien dampingan SR Semarang sehingga Pak Semin dapat melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian pengecheckan, Pak Semin menjalani operasi pemasangan selang untuk membantu proses buang air kecil. Serangkaian operasi berjalan dengan lancar. Pak Semin sekarag sdh kembali bisa kencing dengan lancar. Dan sedang dalam proses pemulihan pasca operasi. Setelah masa pemulihan pasca operasi, Pak Semin kembali melanjutkan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. Rp. 800.000
Tanggal  : 14 Maret 2016
Kurir  : @indrades , @idaiddo , @ulizphd

Pak semin menderita Benigna Prostat Hepertropy

Pak semin menderita Benigna Prostat Hepertropy


Maryati binti Tanijah (31, KANKER PAYUDARA), Alamat: Jln. Kakaktua RT.04/RW.03 No.10, Gang 1 Randu Gunting Kecamatan Tegal Selatan. Sejak 2013 lalu Ibu Mariyati binti Tanijah mengalami benjolan di bagian payudaranya. Kemuadian beliau memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Ibu Mariyati binti Tanijah menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis dokter merujuk Ibu Mariyati binti Tanijah berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Pengobatan pertama dilakukan setelah Ibu Mariyati binti Tanijah melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan Kanker nya dioperasi dikarenakan saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar dokter menyarankan Ibu Mariyati binti Tanijah dioperasi akan tetapi Ibu Mariyati binti Tanijah tidak berani dan karena keterbatasan biaya juga akhirnya kanker dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Ibu Mariyati binti Tanijah sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suaminya Bp Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Ibu Mariyati binti Tanijah, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Ibu Mariyati binti Tanijah terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Ibu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RS Kariadi dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Dua minggu lagi beliau dijadwalkan untuk kontrol pasca kemoterapi. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang ditemani oleh suaminya.
#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya sehari hari selama Ibu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 800.000 ,-
Tanggal :22 Maret 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NoniiFurry

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA


ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhon mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada Pak Romadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 8 Maret dan 10 Maret 2016 dilakukan kontrol sekaligus cek darah di Poli Onkologi RS Dr Kariadi dengan hasil keseluruhan baik. Pada tanggal 22 Maret 2016 Pak Romadhon menjalani kemoterapi ke-4 dan dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 5 April 2016. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.584.975,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza @desiariyanii

Pak romadon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI (10, Jantung Bocor) Bojong Minggir, RT 11 RW 6 Kecamatan Bojong Kab Pekalongan. Sejak lahir  Dik Yusuf sudah menderita penyakit batuk, hidung tersumbat dan sesak nafas. Hal ini menjadikan aktifitas Dik Yusuf terbatas, tidak seperti aktifitas anak seumurannya. Pada  saat Dik Yusuf menginjak umur 40 hari, pihak keluarga pun memutuskan untuk mengantarkan Dik Yusuf berobat di RSUD setempat. Akan tetapi, pihak dokter belum mendiagnosa kalau Dik Yusuf terkena penyakit Jantung Bocor. Dan pada saat Dek Yusuf menginjak umur 1,5 tahun, Dik Yusuf masuk lagi di RSUD setempat, karena sakit yang tidak kunjung sembuh . Baru pada saat inilah, Pihak Dokter mendiagnosa bahwa Dik Yusuf mengalami Jantung Bocor. Dokter menyarankan agar Dik Yusuf melakukan kontrol secara rutin demi kelancaran proses pengobatan. Hingga Dokter menganjurkan agar Dik Yusuf segera melakukan operasi pembedahan jantung. Akan tetapi karena keterbatasan biaya orang tua Dik Yusuf menghentikan pengobatan dan tidak menyetujui anjuran dari pihak dokter tersebut. Dek Yusuf, yang terlahir dari pasangan suami istri, dimana sang ayah yang bernama Muji Slamet (46) yang hanya bekerja sebagai buruh dan ibunya  yang bernama Syarifah (36) hanya sebagai Ibu Rumah Tangga, menyadari kalau untuk pengobatan Jantung Bocor Dek Yusuf itu memerlukan Dana yang Cukup Besar. Akhirnya, pengobatan Dek Yusuf pun berhenti ketika Dek Yusuf berumur 2 Tahun . Alhamdulillah, atas ijin Allah tim#SedekahRombongan bertemu dengan Dik Yusuf pada saat berusia 10 tahun. Dik Yusuf kembali menjalani serangkaian pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang demi kesembuhan. Saat ini Dik Yusuf sudah melakukan operasi cabut gigi dan diminta untuk kontrol di poli anak sebelum melakukan operasi jantung. Semoga  Dek Yusuf dapat kembali sehat seperti anak-anak seumurannya dan terima kasih #sahabatSR sudah membantu biaya pengobatan Dik Yusuf. Bantuan ini disampaikan guna meringankan biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000
Tanggal : 24 Maret 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @nisa_unnes

Yusuf menderita Jantung Bocor

Yusuf menderita Jantung Bocor


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43, PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH) Alamat :Jl.sadewo VII/40 RT.001/RW.004 kel.Pendrikan Lor, Semarang Tengah, Jawa Tengah. Bu Juariyah adalah seorang guru les dan mengaji bagi anak-anak disekitar rumahnya. Bu Juariyah  telah mengalami kelumpuhan dan penjepitan syaraf tulang belakang selama 10 tahun, hal ini menyebabkan Bu Juariyah hanya bisa duduk dan tidak bisa jalan. Suami Bu Juariyah yaitu Pak Wawan (48) hanyalah seorang tukang pijat dan mengalami kebutaan. Dari penghasilan sebagai guru les dan tukang pijat membuat mereka belum bisa membawa Bu Juariyah berobat secara maksimal. Pada pertengahan bulan Juli 2015 kurir #SRSemarang bertemu dengan Bu Juariyah dan keluarga. Alhamdulillah kini Bu Juariyah telah menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Bu Juariyah telah menjalani paket Terapi  berupa fisioterapi (FT) dan Okupasi terapi (OT) untuk mempertahankan kekuatan dan agar semua anggota tubuh bisa digerakkan dengan baik. Kemudian karena setelah dilakukan Terapi Okupasi dan bagian tangan respon cukup baik dan kemampuannya meningkat, maka disarankan dokter untuk menjalani Okupasi Terapi (OT) dan melatih gerakan tangannya dirumah sendiri. Sampai saat ini bu juariyah menjalani fisioterapi selama dua minggu berturut- turut , terakhir kaki beliau disinar dan berusaha untuk diluruskan tetapi mengalami kesakitan pada kakinya dan akan dilakukan bergantian dengan Okupasi Terapi.Terima kasih #Sedekaholic yang telah  ikut membantu untuk pengobatan Bu Juariyah, semoga Bu Juariyah segera pulih dan bisa lebih bermanfaat bagi sesama.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000
Tanggal  : 27 Maret 2016
Kurir  : @indrades , @idaiddo , @syamok , @restianii

Ibu juariyah  PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH

Ibu juariyah PENDERITA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG DAN LUMPUH


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS, (9, Miningoecephalitis). Alamat Dusun Nepak RT 02 RW 02 Kel. Bulurejo Kec. Mertoyudan Kab. Magelang, Jawa Tengah. Dik Ilham adalah putra dari bapak Zaenal Arifin (42) buruh lepas bengkel cat mobil dan Ibu Yayuk Siamussia (43) pembantu rumah tangga. Sekitar 1 tahun lalu,  Dik Ilham mengalami panas dan kejang. Dik Ilham langsung dilarikan ke RSU Magelang, karena pihak RSU tidak bisa menangani sakitnya, akhirnya Dik Ilham dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan menjalani perawatan rawat inap selama 3 bulan. Selanjutnya rawat jalan dan terapi di rumah oleh terapis RSU Magelang dengan membayar biaya Rp 50.000,- . Saat ini, Dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, dan terapi tersebut terakhir yang dilakukan pada bulan agustus 2015. Belum ada tindakan lebih lanjut lagi yang dilakukan oleh keluarganya karena BPJS terakhir dibayar bulan juli 2015 dan sudah tidak memiliki biaya untuk mengundang terapis lagi. Alhamdulillah keluarga Dik Ilham dipertemukan oleh Allah SWT dengan tim #Sedekah Rombongan dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Ilham sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Ilham sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Ilham selama di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.964.000,-
Tanggal :16 Maret 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo

Pradana menderita Miningoecephalitis

Pradana menderita Miningoecephalitis


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 30 Desember 2015 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke lima. Saat ini Dik Septi sedang menunggu antrian kamar untuk rekontruksi tahap ke enam. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 1.200.000,-
Tanggal 29 Maret 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @Arifin_yaa

Septi menderita Tumor Pipi

Septi menderita Tumor Pipi


PRADANA ILHAM PAMUNGKAS, (9, Miningoecephalitis). Alamat Dusun Nepak RT 02 RW 02 Kel. Bulurejo Kec. Mertoyudan Kab. Magelang, Jawa Tengah. Dik Ilham adalah putra dari bapak Zaenal Arifin (42) buruh lepas bengkel cat mobil dan Ibu Yayuk Siamussia (43) pembantu rumah tangga. Sekitar 1 tahun lalu,  Dik Ilham mengalami panas dan kejang. Dik Ilham langsung dilarikan ke RSU Magelang, karena pihak RSU tidak bisa menangani sakitnya, akhirnya Dik Ilham dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan menjalani perawatan rawat inap selama 3 bulan. Selanjutnya rawat jalan dan terapi di rumah oleh terapis RSU Magelang dengan membayar biaya Rp 50.000,- . Saat ini, Dik Ilham masih terbujur kaku di tempat tidur karena rawat jalan, kontrol, dan terapi tersebut terakhir yang dilakukan pada bulan agustus 2015. Belum ada tindakan lebih lanjut lagi yang dilakukan oleh keluarganya karena BPJS terakhir dibayar bulan juli 2015 dan sudah tidak memiliki biaya untuk mengundang terapis lagi. Alhamdulillah keluarga Dik Ilham dipertemukan oleh Allah SWT dengan tim #Sedekah Rombongan dan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Ilham sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Ilham sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Ilham selama di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.964.000,-
Tanggal :29 Maret 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo, @Arifin_yaa

Pradana menderita Miningoecephalitis

Pradana menderita Miningoecephalitis


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Pasca operasi pengangkatan kanker, Bu Musiyam telah menjalani kemoterapi lanjutan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Namun setelah menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali, hasil USG menunjukkan bahwa kanker pada rahim Bu Musiyam tumbuh lagi, sehingga harus dilakukan operasi kembali. Sampai saat ini Bu Musiyam masih menunggu hasil rapat dokter untuk tindakan operasi kedua. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.304.400,00
Tanggal            : 31 Marer 2016
Kurir                 : @indrades, @idaiddo, @fatkhiyaah

ibu siti menderita Kanker Ovarium

ibu siti menderita Kanker Ovarium


ALFAN TAUFIQU (11, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dinyatakan telah selesai. Saat ini Dik Alfan sedang menjalani kemoterapi tahap ke dua siklus ketujuh di RSUP Dr Kariadi. Dan sudah dilakukan perawatan yang insetif oleh para Dokter di RSUP Dr Kariadi. Alhamdulilah berkat bantuan dan doa dari Sedekaholiq kondisi Dik  Alfan semakin membaik. Proses Kemoterapi akan dilanjutkan untuk menekan benjoln pada Limfa. Semoga Allah memudahkan pengobatan Dik Alfan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.900.000
Tanggal : 24 Maret 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


Siti Aisyah (3, Tumor Pembuluh Darah). Aisyah adalah putri pertama dari Ibu Tarmini  (32) dan Bapak Mujahidin (37) yang beralamat di Padamura Kec. Kramat Kab. Tegal, Jawa Tengah. Awal mulanya, ada benjolan kecil di samping hidung Aisyah sejak usianya 2 bulan, kemudian dibawa ke RSUD Kardinah Tegal untuk mendapat perawatan secara intensif. Dokter mendiagnosa bahwa Aisyah menderita tumor pembuluh darah dan harus segera dilakukan operasi biopsy untuk menentukan keganasan tumor. Setelah biopsy, dokter merujuk Aisyah untuk berobat ke RS Kariadi. Namun keterbatasan biaya membuat proses pengobatan Aisyah tertunda. Aisyah hanya mendapat perawatan ala kadarnya dirumah. Sesekali dibawa ke rumah sakit untuk berobat apabila ada rejeki lebih. Alhamdulillah atas ijin Allah, Tim Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Aisyah. Saat ini Aisyah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Aisyah dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi. Setelah menjalani beberapa tindakan medis, dokter menyatakan bahwa keadaan Aisyah sudah cukup baik. Apabila tidak ada kucuran darah dari letak tumor tersebut, maka Aisyah tidak perlu kontrol kembali ke Kariadi. Jika ada keluhan, bisa kontrol di rumah sakit daerah. Santunan disampaikan untuk membantu meringankan biaya akomodasi Aisyah dan keluarga selama di Semarang.

Jumlah : 1.200.000
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @indrades , @iddaiddo, @harumNHS

Siti menderita Tumor Pembuluh Darah

Siti menderita Tumor Pembuluh Darah


MOHAMAD BIMA ADI (15 Tahun, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas 2 sekolah menengah pertama di Pare, Kediri. Ia putra pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Heru Widodo (42) yang bekerja sebagai pedagang asongan dan Ibu Winarti (40) seorang ibu rumah tangga yang juga membantu suaminya berdagang. Awalnya pada september 2015 Bima sering mengeluh cepat capek, merasa lemas yang menyebabkan ia sering demam, setelah itu orang tuanya memeriksakan Bima ke puskesmas. Awal november Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang yang membuat orang tuanya panik, sehingga Bima langsung diperiksakan ke rumah sakit Amelia di Pare, Kediri. Sempat opname beberapa hari, akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya, bahkan KTP ibunya sempat ditahan sebagai jaminan oleh pihak rumah sakit karena belum bisa melunasi kekurangan biaya sebesar 3 juta. Alhamdulillah Bima dipertemukan dengan #SedekahRombongan, dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya terbilang lancar. Sampai januari 2016 Bima sudah menjalani 4 kali kemoterapi, dan pada februari ini melakukan sekali kemoterapi lagi. Santunan sudah diberikan dan sebelumya tercatat pada rombongan 808 dan 809. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Juga mari bersama-sama kita berdoa semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @wahyu_CSD

Bima menderita Kelainan Ginjal

Bima menderita Kelainan Ginjal


RIZA SAPUTRI (16, Sinoviosarkoma). Alamat : Ds. Teluk Kandai RT. 1/1, Kelurahan Teluk Kandai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Gadis manis yang akrab disapa Riza ini adalah siswi kelas 2 SMP yang telah cuti selama 6 bulan karena harus menjalani proses pengobatan yang panjang. Bermula pada bulan Juli 2015 silam, di paha sebelah kanan Riza terdapat benjolan sebesar telur ayam, beberapa bulan sebelumnya sudah ada tapi Riza tidak berani mengatakan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, orang tua Riza membawa Riza berobat ke RS. San Sani, tapi pihak dokter tidak mengetahui diagnosa pasti dari sakit yang diderita Riza. Tidak puas berobat di rumah sakit tersebut, orang tua Riza kemudian membawa Riza berobat ke RS. Eka Hospital, disana dokter mengatakan jika Riza menderita Tumor Jinak, tapi karena keterbatasan alat akhirnya pihak rumah sakit merujuk Riza ke RS. Arifin Ahmad Pekan Baru. Di RS. Arifin Ahmad, Riza langsung dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada bulan November 2015, Riza bersama dengan kedua orangtuanya berangkat ke Jakarta untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Di RSCM Riza langsung mendapat penanganan medis, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, bulan Desember 2015, Riza dilakukan tindakan biopsi dan dari hasil biopsi tersebut dokter mengatakan jika Riza menderita Sinoviosarkoma. Setelah dilakukan tindakan biopsi, benjolan di paha Riza sempat membesar. Selama ini pengobatan yang dijalani adalah pemberian kemoterapi. Nanti untuk tindak lanjutnya akan dilakukan tindakan pengangkatan tumornya jika respon pemberian terapi posistif. Hampir Selama 6 bulan Riza dan kedua orang tuanya berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan tentu bukan menjadi hal yang mudah. Sebelum ke Jakarta ayah Riza, bapak Syafrizal (43) adalah seorang petani kebun dan ibunya, ibu Santi (38) sehari- hari menjadi ibu rumah tangga biasa. selama di Jakarta bapak Syafrizal tidak bisa berkebun lagi, untuk kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta harus berhemat. Alhamdulillah Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan untuk kebutuhan selama di rumah sakit. Riza dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Riza juga meminta doa dari #SahabatSR semoga jalan dia untuk mencari kesembuhan diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 1 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @untaririri @ayax

Riza menderita Sinoviosarkoma

Riza menderita Sinoviosarkoma


JUMAROH BINTI DAKIR (33, Soft Tissue Tumor  Regio Temporalis Sinistra). Alamat : Kp. Tanah Merah Plumpang B RT. 3/11 Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ibu Jumaroh beliau akrab disapa, adalah seorang janda dengan 2 orang anak yang sedang berjuang untuk melawan penyakit tumor yang dideritanya saat ini. Waktu itu tahun 2011, Ibu Jumaroh saat duduk dan hendak berdiri tanpa memperhatikan sekitarnya, beliau terbentur kayu pelipis kirinya. Awalnya hanya sering pusing dan merasakan nyeri di daerah bekas benturan, tapi oleh ibu Jumaroh tidak dihiraukan. Sampai beberapa bulan muncul benjolan yang perlahan tambah membesar. Hingga tahun 2014 benjolan itu menjadi besar, saat itu ibu Jumaroh masih di Subang, sehingga beliau berobat ke RSUD Subang dan dilakukan tindakan operasi disana untuk pengangkatan benjolan tersebut. Setahun berselang, benjolan itu tumbuh lagi. Oleh beberapa tetangga, disarankan untuk melakukan pengobatan alternatif ke daerah Sumedang, bukan kesembuhan yang didapat tapi benjolan yang diderita ibu Jumaroh malah semakin membesar. Akhirnya tahun 2015, memutuskan untuk ikut merantau bersama kakaknya dan melanjutkan pengobatan di Jakarta. 3 bulan ibu Jumaroh menjalani rawat jalan di RS Koja, benjolan yang dideritanya kian membesar sampai melebihi bola tenis karena keterbatasan fasilitas rumah sakit, lalu ibu Jumaroh dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo. 4 bulan ibu Jumaroh bolak balik kontrol dan melakukan segala macam pemeriksaan. Sampai minggu kemarin, saat ibu Jumaroh kontrol mengalami perdarahan di benjolannya. Kemudian oleh dokter disarankan untuk menjalani rawat inap dan dijadwalkan untuk segera dilakukan operasi. Alhamdulillah hari Senin, 28 Maret 2016 kemarin telah dilakukan tindakan operasi untuk ibu Jumaroh. Sekarang beliau menjalani kontrol rutin di Poli Bedah RSCM. Dibalik proses pengobatan yang panjang, ada derita tersendiri yang harus dipikul ibu Jumaroh. Di tengah kondisinya yang seperti itu, ibu Jumaroh harus tetap berjuang seorang diri untuk membesarkan kedua orang anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 4 tahun. Selama tinggal ditempat kakaknya di daerah Koja, ibu Jumaroh harus rela banting tulang sebagai buruh cuci harian demi anak-anaknya. Hasil itupun tidak seberapa sehingga untuk makan sehari-hari ibu Jumaroh bergantung pada kakaknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan bisa turut membantu meringankan kebutuhan ibu Jumaroh selama menjalani perawatan. Ibu Jumaroh berharap penyakitnya segera diangkat, sehingga ibu Jumaroh bisa bekerja kembali dan dapat membesarkan kedua anaknya sampai mereka lulus sekolah nanti. Ibu Jumaroh juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan #SahabatSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @untaririri @ayax

Bu jumaroh menderita Soft Tissue Tumor  Regio Temporalis Sinistra

Bu jumaroh menderita Soft Tissue Tumor Regio Temporalis Sinistra


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome, bocor jantung dan paru-paru), Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara anak dari bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan ibu Oneng Sri Wulan (46) sejak dilahirkan memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukannya di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja Jakarta Utara, bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun, dengan terjangkit tbc paru. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 816. Setelah dirujuk ke RSCM Jakarta dan melakukan beberapa tes laboratorium, Dalem Pangestu akan melakukan konsul ke poli anestesi sebelum masuk pada penjadwalan operasi besar pada jantungnya. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Dalem menderita  Down Syndrome, bocor jantung dan paru-paru

Dalem menderita Down Syndrome, bocor jantung dan paru-paru


AHMAD JUNIAR (6, Leukimia). Kp. Darangdan RT.25/7 Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ahmad Januar adalah seorang anak piatu, belum lama ini ibunya meninggal dunia. Gores kesedihan masih nampak di wajahnya. Saat ini, ia hidup bersama neneknya yang mulai menua. Beberapa hari lalu, Ahmad terlihat sering lemas dan pucat, untuk berjalan pun Ahmad sering terlihat kelelahan, tutur sang Nenek pada kami #kurirSR. Karena khawatir, Neneknya pun membawa Ahmad ke Puskesmas setempat, disana ia menjalani tes darah. Hasil tes darah menunjukan bahwa Ahmad mengidap penyakit Leukimia. Kemudian ia pun dirujuk untuk melakukan pengobatan di RSUD Bayu Asih. Saat kami #kurirSR menemui Ahmad di RSUD Bayu Asih, ia sedang terbaring lemah di ruang observasi khusus anak, kurang lebih 1 minggu ia disana ditemani Nenek dan Kakaknya. Pada tanggal 22 Februari 2016, Ahmad dirujuk untuk melakukan pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, kabarnya hingga pada tanggal 25 Februari 2015, Ahmad telah menerima transfusi darah sebanyak 13 kolf, dengan kondisi yang juga belum membaik. Dengan ijin Allah, kami #kurirSR bisa bertemu dengan keluarga Ahmad, menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk meringankan beban biaya akomodasi selama di RSBA & RSHS, maklum saja Ayah Ahmad (Iskandar, 28) adalah seorang buruh serabutan, penghasilannya tidak menentu, kadang dalam beberapa minggu ia tak mendapat penghasilan untuk menafkahi keluarganya. Bantuan sebelum ini telah tersalurkan dan tercantum pada rombongan 675. Allah Maha Baik, mari doakan bersama agar Allah segera angkat penyakitnya dan diberikan takdir terbaik menurutNya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ula_awwal @hapsarigendis

Ahmad menderita Leukimia

Ahmad menderita Leukimia


MUHAMAD DENIS FEBRIAN (4, Hemofilia Tipe A) Alamat: Kp.Nanggeleng RT. 4/2 Desa. Depok Kec. Darangdan, Kab.Purwakarta, Jawa Barat. Dimas begitu ia disapa, ketika berumur satu tahun, bibir atas bagian dalam Denis tertusuk bolpen. Darah yang mengucur terus keluar dan tidak bisa berhenti. Denis segera dibawa ke RS. Amira dan dokter mendiagnosa Denis mengidap HEMOFILIA tipe A yaitu suatu kelainan pada sistem pembekuan darah. Penderitanya akan berdarah lebih lama dan kehilangan darah lebih banyak. Pada kejadian tersebut darah mengucur dari jam 5 sore sampai jam 2 malam. Gejala lain yang sering terjadi pada Denis yaitu demam tinggi, kaki, lutut, sikut, pinggul, bengkak dan biru lebam seperti memar  Selanjutnya Denis dirujuk ke RSHS Bandung. Penanganan selanjutnya setiap bulan Denis diberikan injeksi pada lutut kiri dan kanan. Biaya yang harus dikeluarkan setiap injeksi lebih dari 8 juta rupiah. Alhamdulillah biaya injeksi setiap bulan ditanggung oleh jaminan BPJS tapi tidak bisa menutup biaya injeksi penyakit bawaan sehingga ayahnya Pak Oman (39) harus meminjam kemana-mana setiap anaknya harus menjalani kontrol ke RSHS, maklum saja Pak Oman hanya bekerja sebagai pesuruh di sebuah pabrik yang penghasilannya hanya cukup untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Denis, ibunya Ai (33) menceritakan kebingugannya membawa Denis yang sudah kesakitan harus mendapatkan injeksi di RSHS namun tidak mempunyai biaya dan pinjaman uang. Bantuan awalpun tersampaikan dari #Sedekaholics yang masuk dalam rombongan 816. Awal bulan April kami mengunjungi rumah Denis kebetulan penyakitnya sedang kumat, ia tidak bisa berjalan dan badannya penuh dengan memar kondisinya begitu memprihatinkan, Kami pun menyampaiakan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat jalan Denis ke RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, kelancaran dan kesabaran untuk Denis. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @hapsarigendhis

Denis menderita Hemofilia Tipe A

Denis menderita Hemofilia Tipe A


RIFKI SEPTIAWAN HARUN (16, Lumpuh). Alamat: Kp. Cibogo Peuntas RT. 7/3 Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Rifki begitu ia disapa, seorang anak yatim yang tinggal bersama kedua adiknya di rumah uwaknya (kakak dari ibu),  seorang janda dengan dua anak. Dua tahun yang lalu ayahnya meninggal dunia, kemudian ibu Rifki meninggalkan anak-anaknya di rumah kakaknya dan pergi merantau menjadi tenaga kerja di Arab Saudi. Namun hingga saat ini tidak ada kabar berita dari ibunya. Kelumpuhan yang dialami Rifki berawal 4 tahun yang lalu, saat ia baru saja lulus sekolah dasar. Tiba-tiba Rifki terjatuh dan tidak bisa berdiri dengan tegak, dan semakin lama semakin mengalami kelemahan hingga akhirnya lumpuh. Kedua tungkainya semakin mengecil. Kedua orangtua Rifki tidak membawanya berobat dengan maksimal karena faktor biaya. Setelah kedua tungkainya tidak dapat digerakkan, Rifki hanya bisa mengesot karena tidak mampu berjalan lagi. Rifki tidak ingin merepotkan uwaknya, Bu Ai (46) yang bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Rifki sudah kehilangan harapan untuk berobat namun ia masih bersemangat mencari uang sendiri untuk membiayai adiknya yang masih sekolah kelas 5 SD dan yang masih balita. Dari modal bantuan pemberian seorang dermawan, ia meminta Bu Ai membeli kentang dan kulit lumpia. Rifki ingin berjualan stik kentang yang dibalut kulit lumpia. Ia membuat sendiri dan menggorengnya di dapur kemudian Bu Ai membantu menjualnya dengan harga Rp. 1000/5biji. Ketika mengunjungi Rifki, kurir #SedekahRombongan tidak bisa menahan tangis haru sekaligus ada rasa kagum dengan kemandirian Rifki yang gigih membuat stik kentang dengan segala keterbatasannya.  Kurir #SR memberi semangat Rifki agar kembali  berikhtiar berobat agar kondisinya pulih.  Alhamdulillah Rifki begitu bersemangat untuk berobat dan ingin sembuh seperti sebelumnya. Bantuan awal dari sedekaholics #SR  pun bisa tersampaikan dan tercatat dalam rombongan 810. Setelah beberapa kali menjalani therapy kakinya terasa jauh lebih baik dan berat badannya bertambah. Pihak Puskesmas mengunjungi rumahnya dan mengambil sampel BAB untuk cek lab. Namun jualannya menjadi berhenti, tidak ada yang mau membeli stik kentang buatan rifki karena merasa jijik dan takut tertular. Meskipun demikian Rifki tetap tersenyum dan bersyukur bisa menjalani pengobatan dengan lancar, bantuan lanjutan pun tersampaian untuk biaya transport Rifki berobat ke rumah sakit dengan jaminan Jamkesda. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Rifki agar bisa berjalan kembali dan beraktifitas seperti biasanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @hapsarigendhis

Rifki menderita Lumpuh

Rifki menderita Lumpuh


MUHAMMAD RAMA AFRIADI (4, Hidrocepalus dan Epilepsi). Alamat: Jln. Terusan Kapten Halim Gg. Benteng RT.9/3 No. 21, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Rama, sapaan akrabnya, balita berusia 4 tahun 10 bulan.  Sejak lahir ia sudah mengalami hidrocepalus  (Hydrocepalus Kongenital). Ia dilahirkan di Rumah Sakit Ramahadi Purwakarta dibantu oleh Dr Zulbahri SpOG. Dokter yang menolong persalinan  Ibu Rama, Ayu Puspita  (23), menyarankan  Rama segera dioperasi agar cairan  di kepalanya segera dapat dikeluarkan. Namun karena keterbatasan biaya, saat itu ayah dan ibu Rama belum bisa membawanya ke rumah sakit.  Setelah 2 bulan, ayah Rama, Didin Wahyudin (32) mengurus surat kelengkapan untuk persyaratan agar Rama mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan. Akhirnya saat umur 2 bulan, Rama pun dioperasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi Rama setelah operasi membaik. Ia tumbuh dan berkembang meski tidak maksimal. Saat berusia  3 tahun,  tiba-tiba Rama sering kejang. Rama mendapat pemeriksaan dan pengobatan dari dokter puskesmas yang mengunjungi rumahnya 1 bulan sekali. Rama juga menderita epilepsi dan pemendekan otot tungkai kaki sebelah kanan. Kedua orangtua Rama mengungkapkan kesedihannya kepada kurir #SR, karena mereka merasa belum mampu melakukan pengobatan terbaik untuk anak semata wayangnya itu. Ayah Rama bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak menentu, untuk makan dan biaya hidup sehari-hari pun kadang tak cukup. Bantuan awal pun telah tersampaikan, tak henti doa-doa kebaikan terucap dari ayah dan ibu Rama untuk para sedekaholics dan kurir #SR. Bantuan sebelum ini telah tercantum pada rombongan 810. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ula_awwal @fentifatima @hapsarigendis

Rama menderita Hidrocepalus dan Epilepsi

Rama menderita Hidrocepalus dan Epilepsi


WEST AL QORONI (15, Gangguan Syaraf di Kepala). Alamat: Kp. Sukamulya RT.17/4, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang santri anak penjual siomay keliling yang bernama West Al Qoroni terjatuh dari lantai 2 gedung pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu agama. Saat itu juga, West dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat pertolongan pertama karena bagian telinga kirinya mengeluarkan darah. Di klinik tersebut ia dirujuk untuk segera dibawa ke Rumah Sakit. Akhirnya West dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Karawang. Setelah mendapat penanganan medis, West diharuskan menjalani perawatan. Saat itu ia tidak memiliki jaminan apa-apa sehingga orangtua West harus membayar biaya rumah sakit sebesar 7 juta rupiah. Bagi keluarga ini, nilai tersebut sangatlah besar, apalagi ayah West, Pak Mastori hanya seorang pedagang siomay keliling dengan penghasilan tidak seberapa. Belum lagi Pak Mastori harus membayar biaya rumah kontrakannya tiap bulan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan sedikit beban pak Mastori untuk selama di rumah sakit. Semoga keluarga ini diberi kemudahan dalam menjalani ikhtiar, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @SuharnaYana @kosasihsidik

West menderita Gangguan Syaraf di Kepala

West menderita Gangguan Syaraf di Kepala


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT. 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sejak 2 tahun yang lalu Bu Juriah merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan namun tidak ia hiraukan. Baru sekitar enam bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Karena keadaan ekonomi yang kurang mampu membuat keluarga ini hanya melakukan pengobatan alternatif yang terdekat dari kediamannya. Alhamdulillah, Bu Juriah akhirnya dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang selanjutnya dapat membantu kesulitan Bu Juriah dalam menjalani pengobatan secara medis. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan didampingi Kurir #SedekahRombongan, Bu Juriah diantar ke RS. Hasan Sadikin Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Saat ini Bu Juriah sementara tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung sambil menunggu proses pemeriksaan di rumah sakit. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Karena keadaannya keluarga ini memang sangat layak dibantu, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama ia menjalani pengobatan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Semoga Bu Juriah dan keluarga diberi kemudahan dalam ikhtiarnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @SuharnaYana @kosasihsidik

Ibu juriah menderita Ca Mammae

Ibu juriah menderita Ca Mammae


TATA WIRANTA, (27, Lumpuh karna Kecelakaan). Alamat: Kampung Lubang Sari RT.03/13, Karawang Timur, Kab. Karawang. Sekilas anak muda ini nampak sehat, namun sayangnya kondisinya justru sebaliknya, Ranta begitu biasa ia dipanggil, yang hanya hidup bersama ibundanya Amah (55) ini mengalami kelumpuhan di separuh bagian tubuhnya dari pinggang hingga kaki. Peristiwa ini terjadi satu tahun yang lalu, saat itu Ranta sedang bekerja demi menafkahi ibunya yang hidup seorang diri, ayahnya telah lama meninggal dunia. Sebagai seorang pekerja, Ranta diminta untuk memanjat pohon buah ketapang oleh majikannya. Naas, saat tengah memanjat pohon itu Ranta tersengat listrik yang mengakibatkan dirinya terjatuh. Ranta langsung dilarikan ke RSUD kab. Karawang, dan sempat mendapatkan perawatan rawat inap selama 3 hari. Diagnosa dokter pada saat itu adalah pasien menderita patah di tulang rusuknya dan berakibat mielopati lumbalis karena terjatuh dengan posisi duduk. Saat itu pasien belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan, sehingga harus menghentikan pengobatannya karena kesulitan biaya. Setahun berlalu dan menjalani pengobatan secara rawat jalan, kondisinya masih belum mengalami perbaikan. #KurirSR mendapatkan informasi ini dari tetangga pasien. Saat ini Ranta sudah dibuatkan fasilitas kesehatan BPJS dan berniat untuk melanjutkan pengobatannya, karena selain mengalami kelumpuhan, Ranta juga mengalami gangguan sekresi mengakibatkan perutnya sering terasa sakit sehingga Ranta harus kembali mendapatkan perawatan di ruang Rengas Dengklok RSUD kab. Karawang. #Kurir SR mendampingi Ranta untuk dapat terus mendapatkan pengobatan dan terapi yang seharusnya dilakukan. Bantuan awal disampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ranta dan ibunya selama di rumah sakit. Semoga Allah memudahkan segala upaya bagi Ranta agar dapat berjalan kembali, Aamiin ya Rab.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 6 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu

Pak tata menderita Lumpuh karna Kecelakaan

Pak tata menderita Lumpuh karna Kecelakaan


MUHAMMAD NABIL SATRIA, (5, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Kampung Warudoyong Selatan RT.42/9, Gg. Haji Munir, Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang. Nabil, berusia 2 tahun ketika pertama kali kesehatannya terganggu diakibatkan oleh adanya benjolan kecil dibagian lehernya. Saat itu oleh ayahnya yang bernama Asep (40), Nabil diperiksakan ke dokter  dan dokter menyarankan untuk dilakukan biopsi. Ayah Nabil yang bekerja sebagai buruh tentu berupaya keras agar anaknya bisa mendapatkan pengobatan, salah satu nya dengan membuat fasilitas jaminan kesehatan. Bersama sang istri, KIKI (36), seorang IRT, pasangan suami istri ini memulai pengobatan Nabil dengan dilakukan biopsi. Hasil biopsi menunjukan diagnosa bahwa Nabil terkena kanker kelenjar getah bening (NHML) dan dokter menyarankan agar Nabil melakukan kemoterapi. Dengan penghasilan yang pas-pasan orangtua Nabil berjuang demi kesembuhan anaknya dengan menjalankan kemoterapi untuk anaknya di RSHS Bandung. Selama pengobatan dilakukan, ayah Nabil kehilangan pekerjaan dan membuat keluarga ini kesulitan melanjutkan pengobatan Nabil, akibatnya pengobatan Nabil terhenti dan mengakibatkan kondisinya makin melemah. Nabil mengalami demam tinggi sehingga orang tuanya melarikan Nabil malam hari ke IGD RSUD Karawang. Disinilah #KurirSR bertemu Nabil dan langsung membantunya. Kemudian MTSR membawa Nabil untuk dirujuk ke RSHS Bandung, saat ini Nabil melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung, semoga Nabil mendapatkan kesembuhan, Amiiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu

Nabil menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Nabil menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


FADIL BIN USEN (4, Gizi Buruk). Alamat: Dusun Cibarusah, RT.2/1 Desa Gempol Karya, Kecamatan Tirta Jaya, Kabupaten Karawng, Provinsi Jawa Barat. Fadil adalah potret bagaimana kita sering lengah memperhatikan sekitar, bahwa ketika perut kita kenyang, saudara kita sungguh dalam keadaan “lapar”. Fadil mengalami gizi buruk. Badannya kurus dan berat badannya jauh dari berat ideal anak seusianya. Sejak masih di dalam kandungan ibundanya, Aisah (34), Fadil tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga saat dilahirkan berat badannya rendah. Hal ini kemungkinan terjadi karena kondisi sehari-hari keluuarga ini sangat memprihatinkan. Usen (36), ayah Fadil seorang pengemis. Rumah berukuran 3×3 meter persegi yang mereka tempati, jauh dari kata ‘layak’. Kondisi tempat tinggal Fadil memperburuk kondisi kesehatannya, apalagi orangtuanya tidak pernah membawanya ke fasilitas kesehatan mana pun karena tidak mampu. Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-haripun mereka harus berjuang keras mendapatkannya. Saat ini kurir #SedekahRombongan sedang membantu mereka membuatkan Jaminan Kesehatan Keluarganya. Santuan awalpun diberikan untuk membeli makanan yang bergizi. Semoga Fadil sehat dan tumbuh kembangnya baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 4 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @H.kosasih @hapsarigendhis

Fadil menderita  Gizi Buruk

Fadil menderita Gizi Buruk


APEN BINTI ALEH (55, Kanker Rahim). Alamat: Desa Cihuni Lebak, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Apen adalah seorang janda dengan dua orang anak. Kini ia hidup seorang diri, terpisah dengan anak-anaknya yang menetap di Magelang dan Karawang. Ketika kondisinya masih fit dan sehat, Bu Apen bekerja di Kantor Desa Cihuni Purwakarta (LINMAS). Dua tahun yang lalu, gejala penyakitnya mulai timbul. Bu Apen mulai merasakan nyeri di perut bagian bawah, namun ia tidak segera memeriksakan diri karena tidak memiliki biaya. Keluhan nyeri itu terpaksa ia abaikan. Satu tahun berlalu, sakit yang dirasakan Bu Apen semakin parah hingga akhirnya Bu Apen tidak sanggup untuk bekerja lagi. Saat itulah Bu Apen mulai membuat kartu jaminan kesehatan BPJS, dan kemudian memeriksakan diri ke RSU Bayu Asih Purwakarta. Hasil pemeriksaan dokter sungguh membuatnya sedih. Ia menderita kanker rahim stadium akhir. Bu Apen seharusnya melanjutkan pengobatan dengan menjalani kemoterapi, namun ia memilih tidak melanjutkan pengobatan karena tidak memiliki biaya untuk membayar kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit dan biaya untuk membayar iuran bulanan jaminan kesehatan yang dimilikinya. Satu tahun lamanya Bu Apen bergulat menahan sakitnya di rumah, bahkan karena tak tertahankan, akhir-akhir ini ia sering menjerit kesakitan. Kondisi Bu Apen sudah parah dan semakin menguatirkan. Alhamdulillah pertolongan Allah datang. Anak Bu Apen yang berada di Magelang menginformasikan tentang kondisi Bu Apen kepada kepada kurir #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta. Informasi tersebut diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh kurir #SR Wilayah Barat. Setelah dilakukan pembicaraan dengan keluarga, keputusannya Bu Apen dirawat oleh anaknya yang berada di Karawang. Seelanjutnya, kurir #SR Karawang membawa Bu Apen ke RSUD Kabupaten Karawang untuk melanjutkan pengobatan. Kurir #SR Karawang juga menyampaikan santunan dari sedekaholics #SR. Semoga Allah mengangkat segala sakit yang diderita oleh Bu Apen. Aamiin Aamiin ya Rabb..

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @H.Kosasih @hapsarigendhis

Bu apen menderita Kanker Rahim

Bu apen menderita Kanker Rahim


M. ABDUL JABBAR (8, Ambigous Genitalia). Beralamat di Kampung Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Abdul mengalami kelainan pada alat kelaminnya.   Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas, Saat usia 1 tahun baru terlihat ada alat kelamin laki-laki dengan ukuran kecil.  Masalah yang dialami anak dari pasangan Rosyid (29) dan Inah Sri  (27) ini yaitu  saat buang air kecil tidak bisa lewat kelamin laki-lakinya, melainkan lewat lubang yang di sekitar kandung  kemihnya. Masalah lain muncul  karena ia malu dengan teman-teman sebayanya yang lain. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan di RSHS dan 4 kali menjalani suntik hormon di Klinik Harmoni Bandung, Abdul harus menunggu antrian jadwal operasi.  Pada tanggal 6 April 2016, Abdul dan orang tuanya berangkat ke RS. Hasan Sadikin Bandung sesuai informasi yang diterima dari pihak rumah sakit untuk menjalani operasi. Namun sayangnya ia harus menunggu lagi selama 2 minggu karena kamar untuk perawatan belum ada yang kosong. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk membayar tunggakan BPJS dan biaya akomodasi ke RSHS. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 706. Semoga diberi kemudahan untuk Abdul, anak kelas 2 Sekolah Dasar yang sudah tidak sabar ingin dikhitan seperti teman-teman sebayanya

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Abdul menderita Ambigous Genitalia

Abdul menderita Ambigous Genitalia


ABIDIN BIN SIDIK (42, TB Paru). Alamat : Kp. Pulo Kecil Kidul Rt.1/2, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Tinggal sebuah rumah bilik berlantai tanah dan atap yang bocor disaat hujan turun menambah penderitaan Pak Abidin yang 5 tahun menderita TB paru tanpa diobati dengan baik, pengobatannya di puskesmas tidak maksimal karena asupan makanan yang kurang baik dan tempat tinggal yang hanya berlantai tanah, hingga saat ini penyakitnya tidak kunjung sembuh. Keterbatasan biaya yang membuat pengobatannya menjadi tidak teratur. Saat ini hidupnya terlunta-lunta tinggal bersama ibunya, Bu Sunil (77) yang sudah tua renta. Seminggu yang lalu Pak Abidin menjalani perawatan di RS. Ridhoka Salma Cikarang Barat selama 4 hari dan diharuskan menjalani kontrol. Mereka sangat kesulitan untuk makan sehari-hari, apalagi untuk ongkos berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 818. Semoga Pak Abidin diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Syamsudin_Zebros, Zaenudin

Pak abidin menderita TB Paru

Pak abidin menderita TB Paru


NARI BINTI NAWI (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Rawa Keladi RT.2/2, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mbah Nari, begitulah masyarakat sekitar mengenalnya. Mbah Nari kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Berawal dari kejadian 3 tahun yang lalu, saat Mbah Nari sedang tidur tiba-tiba ia terjatuh dari tempat pembaringannya. Sejak saat  itu, Mbah Nari tidak lagi bisa berjalan dan tubuhnya  terasa lemas. Selama 3 tahun itu juga Mbah Nari tidak pernah berobat ke rumah sakit. Oleh cucunya sesekali ia dibawa ke pengobatan alternatif. Ketiadaan biaya adalah alasan kenapa cucu Mbah Nari tidak membawanya berobat ke rumah sakit. Selama ini cucunyalah yang terus bersabar merawat Mbah Nari meski kondisi ekonominya terbatas. Sampai saat Kurir #SedekahRombongan mendatangi rumahnya, terlihat Mbah Nari  hanya berbaring di tempat tidur karena anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. Sang cucu berharap ada bantuan sekedar untuk membeli pampers dan keperluan sehari-hari Mbah Nari. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan segera menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan beban keluarga ini.  Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 773. Semoga Allah memberi kekuatan dan kesembuhan kepada Mbah Nari.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @Alle_Recycle @hapsarigendhis

Ibu nari menderita Lumpuh

Ibu nari menderita Lumpuh


TIAR ADRIAN (15, Patah Tulang Kaki). Alamat : Kp. Rawa Gebang RT. 1/3, Desa Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Tian mengalami patah tulang kaki kiri karena jatuh. Kejadiaan itu ia alami saat Tiar hendak pergi belajar kelompok di rumah temannya, namun tiba-tiba sepeda yang ia naiki  terserempet mobil. Tiar tersungkur di pinggir jalan dengan luka di kaki kirinya. Ia segera dibawa ke RS. Ridhoka Salma Cikarang Barat, dan dilakukan operasi. Karena ini termasuk kasusnya kecelakaan, untuk biaya operasi ia mendapat jaminan  suransi Jasa Raharja. Ayah Tiar, Pak Saipul Bahri (39) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.  Sedangkan ibunya, Bu Sadiyah (35) seorang  ibu rumah tangga. Untuk bekal selama dirawat,  mereka kesulitan, karena semenjak Tiar dirawat, Pak Saipul lebih banyak waktu untuk menemani putranya itu  sehingga untuk sementara waktu tidak bekerja. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya sehari-hari selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Ibu tiar menderita Patah Tulang Kaki

Ibu tiar menderita Patah Tulang Kaki


SURYA BIN KURDI (39, TB Paru). Alamat : Kp. Gandu RT. 1/5, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Surya mengalami sesak nafas sejak 2 bulan yang lalu.  Ia sudah berobat ke puskesmas, dan kemudian dirujuk ke RS. Anissa Lemah Abang untuk memastikan penyakitnya dengan jaminan Kartu BPJS. Setelah dinyatakan menderita  TB Paru, Pak Surya harus  menjalani pengobatan rutin selama 7 bulan dan  kontrol setiap 2 minggu.  Pekerjaan Pak Surya sehari-hari adalah pedagang pakaian di pasar malam yang lokasinya berpindah-pindah. Tempatnya berjualan adalah di lahan kosong di lapangan terbuka. Semenjak sakit ini Pak Surya tidak berjualan lagi sehingga ia merasa kesulitan biaya transport  ke rumah sakit. Istrinya, Bu Tumih (35) hanya ibu rumah tangga setia mendampinginya berobat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal biaya transport dan akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @abu_fatan @hapsarigendhis

Pak surya menderita TB Paru

Pak surya menderita TB Paru


KEISYA RIA AMANSYAH (6, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Jarak tempuh Cikarang-Bandung membuat Ibunya Keisya mengambil keputusan baru untuk melanjutkan pengobatan Keisya ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 795. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 April 2016
Kurir: @ddsyaefudi @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Kesya menderita Epilepsi

Kesya menderita Epilepsi


FIKRI BIN MADRUDIN (6, Hemophilia). Alamat: Kp. Pulo Kukun RT.2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Fikri putra Pak Madrudin (36) dan Ibu Engkar (32). Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak membiru dan pucat. Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transport berobat ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 763.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Fikri menderita Hemophilia

Fikri menderita Hemophilia


ANDINI KAYLA RAHMA (3, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (27)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (29) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG, Andini dinyatakan menderita epilepsi dan harus berobat rutin ke RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 750. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia


ASRONI ZEBUA (36, Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung). Alamat : Kampung Kencana RT.1/9 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tansa, Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Pak Roni, demikian biasa dipanggil adalah seorang perantau dari Kepulauan Nias Sumatera Utara. Bersama adiknya,  ia  sengaja merantau ke Kota Bogor dengan tujuan memperbaiki ekonomi keluarga. Pada Bulan Mei 2015 Pak Roni mengalami kecelakaan di daerah Karadenan Bogor,  saat ia  dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Ia baru pulang tengah malam setelah menanyakan informasi tentang pekerjaan dari rumah temannya. Ia menjdi korban tabrak lari. Tanpa diduga, motor pinjaman yang ia kendarai di tabrak bus dari arah Jakarta. Karena sudah malam dan kondisi jalanan sepi, sopir bus yang menabraknya tidak bisa dikejar oleh warga sekitar untuk dimintai pertanggungjawaban. Saat itu Pak Roni langsung pingsan serta mengalami luka di kaki kanan, pinggang dan punggung. Warga yang melihat kecelakaan tersebut segera menolong dan membawa Pak Roni ke PMI Bogor untuk mendapatkan perawatan. Pada saat kejadian kecelakaan Pak Roni tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia berobat menggunakan biaya pribadi yang diambil dari tabungan yang ia  bawa dari kampung.  Namun semakin hari cadangan uangnya semakin menipis sehingga meski belum sembuh benar Pak Roni terpaksa dibawa pulang. Di rumah ia  hanya dirawat sendiri oleh adiknya  dengan obat seadanya. Kadang ketika adiknya memiliki uang, Pak Roni dibawa ke pengobatan tradisional untuk mengobati lukanya namun karena luka yang dialami parah, hingga saat ini kondisinya belum pulih benar. Pak Roni tinggal berdua saja dengan adiknya di sebuah rumah kontrakan kecil di Bogor. Istrinya sudah meninggal dan kedua anak kini dirawat oleh  orangtua Pak Roni, yaitu Bapak Waosokhi Zebua (71) dan Ibu Manisa Hulu (70) di Nias,  Sumatera Utara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, adik Pak Roni bekerja sebagai tukang kredit keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan. Selama 8 bulan terakhir kondisi Pak Roni saat ini hanya terbaring di tempat tidur. Ia ingin melanjutkan pengobatan agar lukanya sembuh. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisinya segera membantu mengurus jaminan kesehatan untuk Pak Roni. Bantuan awal disampaikan untuk biaya pengurusan BPJS pada tanggal 15 februari dan tanggal 23 februari 2016 untuk biaya perawatan di RSUD cibinong, setelah hampir 1 Bulan di dampingi oleh kurir #SedekahRombongan, alhamdulillah sudah banyak perkembangan yang terlihat mulai. info dari dokter di RSUD bahwa pak roni harus segera di rontgen untuk bisa memastikan kondisi tulang di kaki dan pinggang pak roni. setelah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit dan dengan persetujuan dari pak roni dan adiknya akhirnya sekarang roni di bawa ke pengobatan tradional patah tulang di daerah cimande sukabumi karena biaya untuk di RS semakin besar dengan belum adanya BPJS milik Roni. Alhamdulillah sekarang pak roni sudah bisa untuk duduk dan sedang di latih untuk berjalan. Ketika kembali di kunjungi oleh kurir #SR di tempat pengobatan tradisional tersebut, pak roni tidak berhenti mengucapkan rasa terimakasih kepada #SedekahRombongan dan sedekaholic yang sudah banyak membantu proses pengobatan pak roni melalui kurir #SR, Bantuan Lanjutan pun di sampaikan untuk bekal selama pak roni di rawat di sukabumi. penyerahan bantuan sebelumnya masuk di rombongan 828. Semoga Allah selalu memudahkan segala usaha dan ikhtiar pak roni dan kurir #SR untuk kesembuhan pak roni. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung

Pak asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung


BAJURI BIN MUHAMMAD (30, Kanker Leher) Alamat : Kampung Kemang Rt. 03/03, Kelurahan Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bajuri sekitar 5 tahun lalu merasakan ada hal yang aneh pada badannya, di bagian punggung, lengan kiri dan kanan, dan perut muncul benjolan sebesar telur puyuh yang membuat ia kesakitan jika sedang berbaring atau benjolan tersebut terkena benda – benda tumpul, namun setahun belakangan ini benjolan – benjolan tersebut sudah tidak membuat sakit namun di bagian leher sebelah kiri yang lama kelamaan sakit di bagian leher tersebut tumbuh menjadi benjolan yang sebesar sekepalan tangan orang dewasa. akhirnya oleh keluarga bajuri di bawa berobat ke puskesmas dan di rujuk ke RSUD cibinong kabupaten bogor dan ketika sudah di RSUD ternyata bajuri harus di rujuk kembali ke dharmais untuk melakukan pemeriksaan ulang dan ternyata setelah beberapa kali periksa di RS dharmais Bajuri di diagnosa menderita kanker leher dan sudah di jadwal untuk operasi di RS. Dharmais pada awal bulan maret kemarin namun karena ketiadaan biaya untuk akomodasi dan bekal jadi operasi tersebut pun urung untuk di lakukan. dan sekarang sudah ada penjadwalan ulang untuk operasi di RS dharmais. Bajuri merupakan buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu yang harus menghidupi 1 istri dan 1 anak. alhamdulillah kurir #SR di pertemukan oleh bajuri ketika sedang menebus obat penahan rasa sakit di RSUD kabupaten Bogor, Ketika itu dia bercerita bahwa ia sangat ingin untuk sembuh supaya bisa kembali mencari rezeki untuk istri dan anaknya karena sudah 5 bulan ini bajuri tidak bisa bekerja karna mudah lelah dan merasakan kesakitan di lehernya. Setelah 1 bulan lebih di damping oleh #SedekahRombongan Alhamdulillah sekarang bajuri sudah jarang merasakan kesakitan di lehernya dan kelelahan. Bajuri masih harus rutin control ke RS Dharmais Jakarta agar kanker leher yang ia derita tidak bertambah parah. Insya Allah kurir #SR dan MTSR siap untuk selalu mendampingi proses pengobatan bajuri sampai sembuh. Bantuan lanjutan dari sekedaholic pun di sampaikan untuk bajuri untuk bekal bajuri selama control ke RS dharmais, bantuan sebelumnya untuk bajuri masuk ke rombongan 820. Semoga proses Pengobatan bajuri berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak bajuri menderita Kanker Leher

Pak bajuri menderita Kanker Leher


AAN HANDAYANI (36, Ca Mamae) Alamat: Jl. Industri Gg Ali Hamdan RT.13/4, Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Teh Aan, begitu sapaan kami #kurirSR pada perempuan pekerja keras ini. Sejak hamil anaknya yang pertama, tahun 2011 silam ia merasakan nyeri di sekitar payudaranya. Hal ini ia abaikan, dan ia anggap nyeri biasa. Dua tahun berlalu, tepatnya pada 2013 rasa nyeri tersebut semakin menjadi-jadi hingga menimbulkan luka di bagian payudaranya. Akhirnya dengan menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS, ia pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Dari Rumah Sakit tersebut, kemudian ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Karena kendala biaya, pemeriksaan pun hanya sampai pada tahap rontgen dan USG, terhitung sejak dua tahun lalu Teh Aan pun tidak mampu untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya. Pada tanggal 26 Februari 2016 lalu, Allah mempertemukan kami #kurirSR dengan Teh Aan dan keluarga, saat itu Teh Aan baru saja pulang dari tempat kerjanya. Kami #kurirSR pun keheranan, dengan luka menganga dan penuh nanah di payudaranya disertai nyeri yang menjadi, tapi ia masih bisa beraktifitas membantu suaminya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Teh Aan bekerja di pabrik dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 17.00 sore, suaminya Lukman Shaleh (39) adalah seorang sopir angkot, penghasilannya tidak menentu, itulah mengapa Teh Aan pun ikut serta bekerja mengais rezeki, selain mempunyai tanggungan 2 orang anak, ia dan suaminya juga memiliki Ibu yang biaya hidupnya mengandalkan pemberian dari mereka berdua. Pada hari kamis 17 Maret 2016 kemarin, ia baru saja menjalani proses biopsy di RSHS Bandung, hasilnya menunjukkan bahwa ia harus menjalani operasi di RSHS Bandung. Kami kurir #SedekahRombongan selalu dibuat kagum olehnya, semangatnya untuk sembuh kembali sangatlah tinggi. Karena Teh Aan masih harus menjalani tahapan operasi dan pengobatan, maka #SedekahRombongan pun terus melakukan pendampingan, bahkan santunan lanjutan pun disampaikan kepada Teh Aan. Santunan dari sedekaholics #SR yang ia terima akan digunakan untuk biaya pembelian obat dan akomodasi travel dari Purwakarta menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat dalam Rombongan 816 dan 825.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah

Ibu aan menderita Ca Mamae

Ibu aan menderita Ca Mamae


ICOT BINTI UNA (92, Gangguan Penglihatan & Asma). Alamat : Kp. Margasaluyu II RT. 3/2 Desa Cisarua,  Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta Provinsi  Jawa Barat. Mak Icot adalah seorang janda yang kini hidup sendiri di sebuah gubuk peninggalan almarhum suaminya yang telah meninggal 40 tahun yang lalu. Mak Icot mempunyai 3 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Sejak ditinggalkan suaminya Mak Icot tidak pernah menikah lagi. Rumah Mak Icot bersebelahan dengan rumah anak perempuan satu-satunya yaitu Mak Rodiah (59) seorang janda yang bekerja sebagai petani. Sejak 20 tahun yang lalu, Mak Icot mulai sering sakit. Ia sering dibawa berobat ke puskesmas dan dokter terdekat. Diusia 70 tahun itu Mak Icot sudah tidak dapat melihat dengan jelas karena penglihatannya mulai terganggu. Ia juga mempunyai riwayat penyakit asma sejak kecil dan sering  merasa sesak. Karena  tidak ada biaya, Mak Icot hanya bisa pasrah dan terbaring lemah sampai saat ini. Pada saat dijenguk kurir #SedekahRombongan, Mak Rodiah yang dengan sabar mengurusi ibunya,  mengungkapkan kesedihan atas keadaan mereka.  Untuk makan dan biaya sehari-hari saja Mak Rodiah harus turun melawan pekatnya tanah sawah. #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan, kelancaran dan kesabaran untuk Mak Icot. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @lilis @hapsarigendhis

Icot menderita Gangguan Penglihatan & Asma

Icot menderita Gangguan Penglihatan & Asma


UNEH BINTI HAMEDI (73, TB Paru & Asma). Alamat : Kp. Pangkalan RT. 10/1 Desa Palinggihan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta  Provinsi Jawa Barat. Mak Uneh adalah seorang ibu rumah tangga, dengan 1 orang anak. Suaminya,  Pak Eman(67) bekerja sebagai tukang ojek. Mereka  tinggal di rumah yang dibangun di atas tanah milik PT. KAI. Sejak 15 tahun yang lalu, Mak Uneh sudah sering sakit, namun karena ketiadaan  biaya Mak Uneh tidak pernah memeriksakan kesehatannya. Mak Uneh mempunyai riwayat penyakit asma sejak kecil. Keadaan suaminya pun sering sakit-sakitan dan fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk mencari nafkah. Anak semata wayang mereka pamit pergi bekerja di Bekasi sejak 5 bulan yang lalu, akan tetapi sampai saat ini tidak ada kabar berita keberadaannya. Demi terpenuhinya kebutuhan sehari-hari, Mak Uneh masih harus menjadi seorang kuli bungkus kerupuk di dekat rumahnya. Ia terkadang menjadi tukang pijat yang dibayar alakadarnya. Pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan, Mak Uneh terlihat sedang duduk lemah dan batuk, serta  mengeluhkan bahwa dirinya sudah 3 hari tidak dapat pergi bekerja ke pabrik kerupuk. Kurir #SedekahRombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun tersampaikan untuk biaya berobat jalan Mak Uneh ke rumah sakit. Semoga kesehatan Mak Uneh segera membaik agar dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @lilis @hapsarigendhis

Bu uneh menderita TB Paru & Asma

Bu uneh menderita TB Paru & Asma


MUHAMMAD FARID (6, Bronhitis &Gizi buruk) Alamat : Kp. Cipeucang, RT.2/1 Desa Gandsoli Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Farid, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar RA kelas A di Madrasah Raudhatul Atfal Al-Barokah Plered. Pada saat usianya 2 tahun,  kedua orangtua Farid berpisah. Semenjak itu asupan gizi dan kesehatannya mulai terganggu. Farid sering mengalami demam tinggi dan batuk yang tidak kunjung sembuh. Sesekali Farid dibawa ke puskesmas terdekat dan mendapatkan obat. Ayah Farid, Pak Heryanto (40) bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Pak Heri kemudian menikah lagi dengan Ibu Ika yang kemudian merawat  Farid dengan ikhlas layaknya anak sendiri. Karena melihat kondisi Farid yang tak kunjung sembuh Pak Heri mengumpulkan uang untuk pergi berobat ke RSUD Bayu Asih. Dari hasil pemeriksaan, ternyata Farid menderita bronchitis dan harus berobat rutin sampai penyakitnya benar-benar sembuh dengan masa percobaan 1 tahun. Pak Heri berusaha keras mencari nafkah dengan berdagang es kelapa dan melakukan pekerjaan serabutan lainnya. Setelah 1 tahun masa pengobatan selesai, usaha dagangnya mengalami kebangkrutan. Pak heri dan keluarganya menjalani kehidupan sehari-hari dengan tawakal dan makan seadanya. Mereka ingin sekali memulai usaha baru namun tidak mempunyai modal. Bersyukur Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan  Farid. Saat ditemui, Farid mengalami batuk berdarah dan mimisan, Pak Heri merasa khawatir karena sudah hampir 3 bulan kejadian itu selalu kambuh di malam hari, namun ia sangat kebingungan membawa Farid berobat karena tidak memiliki uang.  Kurir #SR merasakan kesulitan mereka dan segera menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Farid segera mendapat kesembuhan agar ia dapat menjalani aktifitas sekolah seperti biasanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @asepdimyati @hapsarigendhis

Farid menderita  Bronhitis &Gizi buruk

Farid menderita Bronhitis &Gizi buruk


NENENG FATMAWATI (20 Bulan, Thalasemia) Alamat: Kp. Citeko Kaler RT 9/4 Desa Citeko Kaler Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Anak ke-11 putri dari Bapak  Wahyudin (45) dan Ibu Nurmalasari (40) ini mengalami penyakit thalassemia sejak lahir. Ternyata bukan hanya Neneng saja,  namun semua anak-anak Pak Wahyudin menderita penyakit yang sama.  Setiap bulannya Pak Wahyudin harus membawa anak-anaknya  menjalani terapi dan pengobatan di RSBA Purwakarta. Beruntungnya, bapak Bupati Purwakarta mengeluarkan kebijakan untuk para penderita thalasemia, yakni pengobatan dan fasilitas ruang rawat inap gratis. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk anak pertama hingga anak ketiganya saja, sementara kedelapan anaknya yang lain menggunakan biaya pribadi. Pak Wahyudin yang seorang buruh harian lepas, merasa sangat berat jika harus menanggung sendiri seluruh biaya pengobatan anak-anaknya itu.  Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan Neneng, sehingga amanah dari sedekaholics #SR dapat disampaikan. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Neneng serta anak-anak Pak Wahyudin lainnya. Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @lani @hapsarigendhis

Neneng menderita Thalasemia

Neneng menderita Thalasemia


ASEP DEDI MULYADI (45, Gangguan Thyroid). Alamat: Kp. Pasantren RT.8/4 Desa Palinggihan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Lelaki ini biasa dipanggil Mang Asep. Ia adalah seorang buruh harian lepas yang pekerjaannya tidak menentu, kadang dapat pekerjaan kadang pun tidak sama sekali. Beberapa bulan ini ia mengeluh kakinya tidak bisa digerakkan, sehingga tidak mampu berjalan. Ia juga mengeluh sesak nafas berat.  Untuk aktivitas buang air besar dan buang air  kecil-pun terpaksa dilakukan  di tempat tidurnya.  Ia kemudian dibawa berobat oleh istrinya, Ibu  Ai (40) ke klinik dr. Ghalib di Plered Purwakarta. Di klinik ini ia menjalani pemeriksaan darah di laboratorium klinik dan hasilnya Mang Asep mengalami penyakit gangguan thyroid  (penyakit gondok beracun). Ia disarankan untuk menjalani kontrol setiap bulan dan rutin minum obat, sebab  jika tidak, dikuatirkan penyakitnya mengenai bagian tubuh yang lain.  Semenjak sakit Mang Asep tidak mampu lagi bekerja untuk menghidupi keluarga, padahal ia memiliki tanggungan empat orang anak yang masih sekolah.  Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan Mang Asep, sehingga santunan dari sedekaholics #SR dapat disampaikan. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Mang Asep diberi kesembuhan terbaik dari Allah SWT, dan dapat bekerja seperti biasa lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @hapsarigendhis

Pak asep menderita Gangguan Thyroid

Pak asep menderita Gangguan Thyroid


AHMAD Zainuri (19th, Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung) yang biasa dipanggil Zainuri beralamat di Jl Ki Ageng Gribig Gang  6 RT 02 RW 05  Kelurahan Madyopuro  Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Zainuri sudah sejak 2015 menderita Kanker Nasofaring, Zainuri harus menjalani 12 x kemoterapi di RS Syaiful Anwar Malang. Saat ini Zainuri sedang menjalani kemoterapi ke2, bantuan lanjutan dari rombongan 829,  bantuan digunakan untuk biaya transportasi menuju rumah sakit dan uang saku berobat apabila terdapat administrasi yang tidak ditanggung fasilitas kesehatannya. Semoga  bantuan #sahabatSR untuk pengobatan rutin Zainuri dapat bermanfaat,  Zainuri lekas sehat dan bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala agar dapat bekerja membantu kehidupan ekonomi keluarganya selanjutnya.

Jumlah Bantuan Rp 500.000
Tanggal:  30 Maret 2016
Kurir: @faizfaerus @dhani

Ahmad menderita Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung

Ahmad menderita Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung


ANDIKA PUTRA, (3,5. Leukimia). Alamat: Tanjung Kamal Timur, 002/015, Mangaran, Situbondo. Andika adalah putra ke-2 dari pasangan bapak Rawiyatun (41) dan ibu Niwati (35), yang mana keduanya bekerja sebagai buruh tani. Andika adalah anak yang ceria, sampai pada saat 6 bulan yang lalu dia terkena demam yang menyebabkan suhu tubuhnya meningkat. Pada awalnya, orangtua Andika menganggap demam anaknya adalah demam biasa, sampai akhirnya tumbuh benjolan di leher serta perutnya mengeras. Karena gejala yang tidak biasa itulah, orangtua Andika akhirnya membawanya ke RSUD Situbondo untuk mendapatkan penanganan medis, dan hasil diagnosa menunjukkan Andika terkena Leukimia. Setelah dirawat beberapa waktu, pihak RSUD Situbondo memutuskan untuk merujuk Andika ke RS Saiful Anwar Malang untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Saat ini Andika masih menjalani perawatan, dan telah melakukan kemoterapinya yang ke-11. Keluarga Andika memiliki kendala dalam memenuhi biaya pengobatan Andika, dan #SedekahRombongan pun berinisiatif untuk memberikan bantuan. Dengan semangatnya yang tinggi untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala, mari kita dukung dan do’akan Andika agar bisa kembali beraktifitas dengan ceria selayaknya anak seumurannya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @faizfaerus @dhani

Andika menderita Leukimia

Andika menderita Leukimia


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43th, Kanker Serviks). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45th) tinggal di rumah singgah atau RSSR Malang yang bertempat di Jalan Serayu No. 07 Malang. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19th) dan Anirahayu (11th). Sebelum sang istri sakit Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Bu Kasiani merasakan sakit sejak bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah kista dan jarak satu minggu kemudian Bu Kasiai menjalani operasi pengangkatan kista di RSUD Palembang. Kista tersebut kemudian di P.A dan dinyatakan masih ada penyakit yang tertinggal di tubuhnya. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemotrapi di RS Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Saat ini beliau telah menjalani kemotrapi ke 6 di RSSA Malang, kondisi beliau terkini alhamdulilah membaik dan perlu menjaga stamina agar kondisi tetap terjaga. Santunan kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi rumah sakit, transportasi ke rumah tinggal dan obat-obatan yang tidak tercover bpjs sejumlah Rp 600.000 setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776, 786, 787,793 dan 798. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #SahabatSR serta kurir. Semoga Bu Kasiani dapat segera sembuh Amin..

Jumlah Bantuan : Rp 600.000
Tanggal : 30 Maret  2016
Kurir : @FaizFaeruz @Dhani_017

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks

Ibu kasiani menderita Kanker Serviks


KATINI BOYOLANGU ( 47 tahun, Kanker Payudara). Bertempat tinggal di Dusun Genting, RT 003 RW 003 Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Bu Katini merupakan pasien dampingan #SRMalang. Bu Katini tidak hidup sendirian, namun beliau hidup bersama suaminya yaitu Bapak Sugiono yang selalu mendampingi. Riwayat pengobatan beliau adalah ketika beliau merasakan gejala sakit pada payudaranya di awal tahun 2014, Bu Katini dibawa untuk berobat ke RSUD Tulungagung, kemudian oleh RSUD Tulungagung beliau mendapat rujukan untuk dibawa ke RS Syaiful Anwar Malang untuk melakukan kemoterapi sebanyak 12 kali. Namun, selain keterbatasan biaya, beliau dan suami memiliki masalah transportasi dan tempat tinggal apabila melakukan kemoterapi di Malang. Santunan lanjutan dari rombongan 829 kembali diberikan kepada Bu Katini digunakan untuk uang saku kontrol selama di RS Syaiful Anwar dan transport sewa mobil dari Tulung Agung ke Malang karena jarak rumah yang jauh dari kota sehingga belum ada transportasi seperti bus atau travel yang dapat menuju rumahnya. Alhamdullilah  Bu Katini sekeluarga sangat senang atas bantuan dari #sedekahholic. Semoga rezeki para #sedekahholic selalu di lancarkan dan Ibu Katini juga segera di beri kesembuhan. aminn

Jumlah Bantuan: Rp 800.000
Tanggal: 26 Maret 2016
Kurir : @FaizFaeruz @afiatbuchori

Ibu katini menderita Kanker Payudara

Ibu katini menderita Kanker Payudara


SITI KHOTIMAH (62 tahun, Katarak & Liver). Ibu Khotimah sekarang berdomisili di Jalan Satria nomor 125 RT 003 RW 001 Bale Arjosari Kabupaten Malang, Provinsi Jawa T. Hingga saat ini, Ibu Siti Khotimah hidup sendiri karena suami beliau telah wafat dan hidup dengan orang tua beliau Ibu Esyah dan Bapak Markowih. Riwayat sakit beliau sebelum ditemukan SR adalah beliau mulai menderita katarak pada awal tahun 2005, 6 tahun kemudian tahun 2011 beliau berencana untuk melakukan operasi katarak. Namun sebelum dilakukannya operasi, beliau sempat dirawat opname selama sebulan disebabkan oleh kurangnya darah hingga menghabiskan 7 kantong darah. Beliau juga menjalani operasi untuk diambil sampel di sumsum tulang belakang untuk mengetahui kondisi lab pra-operasi katarak, tapi sempat tertahan dan kondisi kesehatan beliau menurun dan operasi dibatalkan dikarenakan suami beliau meninggal. Saat ini, Ibu Siti Khotimah merasa mesulitan dalam berjalan dan badannya terasa sering pegal-pegal. Alasan beliau dibantu oleh SR adalah karena keterbatasan biaya dan tenaga untuk melakukan pengobatan selanjutnya. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, pada tanggal 24 Januari 2016, Ibu Siti Khotimah dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan dapat meringankan kendala keterbatasan biaya pengobatan juga membantu mengantar beliau selama pengobatan katarak dan badan beliau. Sampai saat ini bu Khotimah telah menjalani kontrol rutin dan cek lab untuk mendapat pemeriksaan yang lebih baik.

Jumlah bantuan : Rp 738.250
Tanggal : 3 Maret 2016
Kurir : @FaizFaeruz @KurniawanEkk

Ibu siti menderita Katarak & Liver

Ibu siti menderita Katarak & Liver


SITI KOPSOH (46th, Kanker Payudara) Bertempat tinggal di Dsn Tegal Rejo, RT01 RW01, Wonorejo, Kecamatan Ngadi luwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Ibu Siti Kopsoh atau yang biasa di panggil Bu Kopsoh adalah penderita ca mamae (kanker payudara) sejak 2013. Awal gejala darah tinggi, kepala pusing dan mulai terlihat benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Benjolan tersebut dirasa semakin lama semakin membesar dan berwarna merah disertai badan terasa panas dingin. Sempat dibawa ke alternatif manapun namun tak kunjung sembuh. Akhirnya pada awal tahun 2015 beliau memeriksakan ke puskesmas terdekat. Namun, dari puskesmas dirujuk ke rumah sakit Gambiran dan pada saat itu beliau masih tidak mempuyai jaminan kesehatan apapun dimana biaya operasi tersebut sekitar 7 juta. Alhamdulilah dari bantuan perangkat desa diuruskan dan dibuatkan bpjs untuk membantu beliau. Akhirnya pada tanggal 28 April 2015 penyakit beliau diangkat. IbuKopsoh adalah ibu rumah tangga biasa untuk kebutuhan sehari-hari dibantu anak-anak mereka yang sudah tidak satu rumah karena sudah berkeluarga. Suami beliau telah meninggal pada tahun 2004 lalu. Pada 29 Maret kemarin beliau telah selesai dari kontrol bulan ini. Beliau telah menjalani pengobatan kemotrapi ke 4 tanggal 15 Februari 2016 di RSSA Malang. Santunan ke-3 kembali kurir sampaikan kepada beliau sejumlah Rp 500.000 untuk membantu biaya akomodasi RS. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan dan mempermudah pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 600.000
Tanggal: 29 Maret 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Dhani_017

Ibu siti menderita Kanker Payudara

Ibu siti menderita Kanker Payudara


PONINTEN BINTI SUWITO, (43 tahun, Kanker Tulang). Ibu 43 tahun ini ditemukan kurir SR sedang terbaring lemah di kasurnya. Tinggal dengan suami dan anak di Dusun Krajan, RT 23/02, Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Dampit, Malang, Jawa Timur. Beliau pasrah menerima ketentuan-Nya. Tak banyak yang dapat beliau lakukan, sakit yang beliau derita membuat beliau tak bisa bergerak bebas melakukan berbagai macam kegiatan. Luka bakar di setengah badan bagian bawah beliau yang menyebabkan tidak dapat banyak bergerak. Terlebih, kulit beliau sangat sensitif, sehingga saat tumbuh tidak berpori dan menyebabkan retak di kulit saat musim panas tiba. Kondisi tersebut lama-kelamaan membuat kaki kiri beliau membusuk hingga hampir ke lutut, disertai dengan nanah dan daging mengelupas membuat tulang kering beliau terlihat. Nyeri sudah tentu beliau rasakan, namun karena ketiadaan biaya menyebabkan beliau tidak melanjutkan pengobatan. Beliau pun masih memiliki hutang sebesar Rp.10 juta saat menjalani pengobatan di Puskesmas Dampit, RS. Kepanjen serta RSSA Malang. Selain itu, kesulitan transportasi menjadi penyebab lain beliau tidak bisa berobat secara rutin. Kurir #SRMalang kemudian membawa beliau untuk tinggal di RSSR Malang sebelum melakukan pengobatan lanjutan. Jumat, 22 Januari 2016 kurir dan pendamping pasien membawa beliau untuk berobat. Rencananya akan dilakukan amputasi pada kaki kiri beliau, karena beliau didiagnosa menderita kanker tulang. Kesakitan karena luka d kaki ibu Poninten memerlukan pengobatan segera.  Syukurlah tindakan amputasi berhasil dilaksanakan satu bulan lalu di salah satu rumah sakit swasta di kota Malang. Operasi berhasil dan kini Bu Poninten sedang memulihkan kondisi badannya pasca operasi di RSSR Malang. Kini ibu Poninten telah rutin menjalani kontrol dan mengonsumsi obat untuk kesembuhan beliau. Senyum merah merona sudah terlihat kembali di wajah IbuPoninten. Bantuan pun tersampaikan, beliau sekeluarga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada #SahabatSR yang telah membantu meringankan beban sakit yang diderita selama ini.

Jumlah bantuan : Rp 522.500
Tanggal : 29 Maret 2016
Kurir : @faizfaerus @fa @Dhani_017

Ibu poninten menderita Kanker Tulang

Ibu poninten menderita Kanker Tulang


KHOIROTUN NASUKHA (23th, Kanker Usus). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak peretengahan bulan oktober lalu. Saat ini Mbak Khoir tinggal bersama suaminya Mas Aziz (25th) dan satu orang anaknya yang masih balita di jalan Sumbersari, Desa Jambesari RT/RW 24/05, Kab. Malang , Jawa Timur. Sejak Remaja, mbak khoir sering mengeluh tidak enak diperut, mual, muntah, terkadang bab berdarah. Keluhan yang dialaminya dianggap seperti angin lalu saja, yang menurut mbak khoir tidak usah dipermasalahkan. Keluhannya semakin memberat setelah menikah. Ditambah lagi kebiasaannya yang sangat menyukai makanan instan cepat saji dan mengandung pengawet. Ia memeriksakan ke dokter tapi jawabannya hanya sakit maagh yang mengharuskan menjaga pola makannya. Setelah pulang dari RS, ia mengeluh mual, muntah, tidak bisa BAB, tidak bisa kentut, makan minum pun susah, Keluarga memutuskan membawa Mbak Khoir ke RSUD Kepanjen. Mbak Khoir mendapatkan tindakan awal pemasangan selang NGT untuk mengurangi keluhan di perutnya yang semakin membesar dan keluarlah tinja dari selang tersebut. Tim Dokter di Kepanjen melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosisnya. Operasi dilakukan untuk membuat saluran pembuangan di perutnya dan mengambil sedikit jaringan untuk dikirim ke lab patologi anatomi di RS Saiful Anwar Malang. Sekitar 36 hari dihabiskan waktunya untuk mencari kesembuhan di RS Kepanjen. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, yang seharusnya melanjutkan kemoterapi di RS Saiful Anwar untuk melanjutkan pengobatannya. Ia merasa kemoterapi adalah hal yang menakutkan karena akan membuat rambutnya rontok, mual, muntah, dan lebih dekat dengan kematian. Saat ini Mbak Khoir menjalani kemoterapi di RSSA Malang. Kondisi mbak khoir terkini alhamdulilah membaik namun perlu menjaga stamina agar kondisi tidak menurun pasca kemoterapi . Santunan #SedekahRombongan telah kurir sampaikan kepada Mbak Khoir sejumlah Rp 520.000 untuk biaya pengobatan mbak khoir. Sedekahmu tersampaikan hari Semoga Mbak Khoir semakin membaik kondisinya dan diberi kesembuhan. Amiiin

Jumlah bantuan : Rp 520.000
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir: @FaizFaeruz  @Dhani_017

Ibu khoir menderita Kanker Usus

Ibu khoir menderita Kanker Usus


AHMAD SODIK (39 thn), batu ginjal. Yang tinggal di alamat jln darmawangsa, gang bentul, kaliwining, rambipuji, jember, jawa timur. Bapak Ahmad sodik adalah seorang suami yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga dengan 2 orang anak yang masih kecil. satu anak masih duduk di bangku SD dan yang kedua duduk di bangku TK. Sebelum sakit, bapak ahmad sodik bekerja sebagai sopir untuk sebuah industri kecil makanan ringan, tetapi setelah menderita sakit batu ginjal ini, beliau sudah tidak bisa bekerja lagi. Bapak ahmad sodik sudah menderita sakit sejak 2 bulan yang lalu sehingga sudah tidak berpenghasilan sejak itu.
Diagnosa dokter menyatakan kedua ginjal terkena batu ginjal. Ginjal sebelah kiri hampir semua sudah tertutup batu ginjal. Penanganan dokter menjadi agak lama karena harus memasang selang di ginjal sebelah kanan untuk membantu pengeluaran saluran kencingnya, serta memulihkan kondisi ginjal kanan sebelum operasi ginjal bagian kiri. Santunan yang diberikan digunakan untuk membantu pembiayaan selama di rumah sakit sejak bulan Nopember hingga bulan desember 2015. Semoga amanah yang diberikan oleh para sedekaholick dapat bermanfaat untuk kesembuhan pasien sedekah rombongan secara keseluruhan. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 5.500.000,-
Tanggal: 23 Desember 2015
Kurir: @gredyanto, @yudhoari

Pak ahmad menderita batu ginjal

Pak ahmad menderita batu ginjal


BAKTI SOSIAL SR JEMBER BERSAMA ACASI BONDOWOSOPagi itu suasana di Kantor Kecamatan Maesan Bondowoso terasa berbeda dengan hari-hari biasanya. Sedikitnya 10 Banner menghiasi kantor kecamatan pada hari itu. Banner yang biasanya tidak ada, hari itu menempel rapi disetiap sudut halaman depan kantor kecamatan Maesan Bondowoso. Beberapa karpet dan tikar juga sudah tertata rapi di depan teras kantor.
Hari itu 6 Desember 2015 di Kantor Kecamatan Maesan Bondowoso memang akan dilaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Penyuluhan Kesehatan dan Akupreseur Untuk Para Difabel. Acara ini dilaksanakan oleh ACASI (Asosiasi Chiropraktor dan Akupreseur Seluruh Indonesia) yang didukung penuh oleh Sedekah Rombongan.
Para peserta dari acara ini adalah para penyandang Difabel dan Cerebral Palsy di daerah Bondowoso. Kebanyakan dari mereka adalah merupakan pasien dampingan dari Sedekah Rombongan wilayah Jember dan Bondowoso.
Tepat pukul 07.00 para peserta dan keluarga sudah memenuhi halaman kantor kecamatan Maesan Bondowoso.  Suasana hangat terpancar dari senyum manis dan candaan para peserta. Tim panitia dari ACASI juga sudah mulai menyiapkan perlengkapan untuk suksesnya acara ini.
Acara diawali dengan bacaan basmallah dan rasa syukur kepada Allah atas segala karunia dan rahmat yang diberikan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dari ACASI yaitu dr. Rasmono. Beliau juga merupakan tim dokter dari Rumah Sakit dr. Koesnadi Bondowoso, yang menangani para pasien dampingan Sedekah Rombongan penderita difabel dan Cerebral Palsy.
Setelah dr. Rasmono memberikan sambutan, kali ini giliran perwakilan dari Sedekah Rombongan yang memberikan sambutan untuk peserta dan orang tua yang hadir. Yudho Ari, Koordinator Sedekah Rombongan wilayah Jember dan sekitarnya berkesempatan memberikan sambutan pada acara itu.
Jam menunjukkan pukul 8.30. dr. Rasmono selaku ketua panitia mengajak para peserta dan orang tua untuk melakukan senam chi. Para kurir Sedekah Rombongan juga tidak ketinggalan untuk mengikuti senam chi tersebut. Senam itu dilakukan demi mempertahankan sistem kesehatan tubuh dan juga daya tahan tubuh dari berbagai penyakit. Antusias dan gemuruh keceriaan para peserta membuat acara tersebut menjadi sangat meriah.
Setelah senam chi ini selesai, dari wajah para peserta tergambar jelas semangat dan kegembiraan. Tibalah pada acara inti yaitu sesi pijat memijat. Pijat memijat ini dilakukan oleh semua tim panitia dari ACASI yang terdiri dari dokter yang ahli pada bidangnya untuk para peserta. Pijatan ini dilakukan kepada para peserta penyandang difabel dan Cerebral Palsy untuk memperbaiki kualitas aktivitas hidup mereka. Para pasien dampingan Sedekah Rombongan seperti Ega Luchy (13, Epilepsy), Dhafir (3, Cerebral Palsy), Agham (3, Cerebral Palsy) dan Naura (17 bln, Afiksia) merasakan pijatan dari para panitia yang ahli dalam bidang tersebut.
Ada yang ketawa geli, namun ada juga yang berteriak. Tim ACASI dengan telaten memberikan pijatan kesehatan tersebut. Dibantu oleh tim kurir Sedekah Rombongan dan para orang tua peaerta yang membuat acara ini berjalan dengan lancar dan semakin menguatkan ikatan silaturahmi.
2 jam telah berlalu, sesi pijat memijat pun usai. Dan kegiatan hari itu diakhiri dengan acara ramah tamah beserta pemberian santunan dari Sedekah Rombongan untuk para peserta.

Jumlah santunan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 6 Desember 2015
Kurir: @gredyanto @manumaulana @yudhoari

Bantuan tunai untuk acara bakti sosial

Bantuan tunai untuk acara bakti sosial


ARIS MUDAKIR (46tahun, Infeksi Lambung) beralamat di Bakpo RT 013 Ngepringan, Jenar, Sragen, Jawa Tengah. Sekitar tahun 2009, Pak Aris yang saat itu masih bekerja sebagai buruh penebang tebu sering mengalami sakit pada bagian perut. Berbulan-bulan hanya berobat di bidan setempat. Setelah tidak kuat menahan sakitnya, akhirnya dibawa ke RSUD Sragen. Oleh dokter didiagnosa usus buntu, sehingga disarankan untuk operasi. Keluarga setuju dan dilakukan operasi. Setalah menjalani operasi, Pak Aris kembali bekerja lagi sebagai buruh penebang tebu karena menurutnya kesehatannya sudah pulih. Pekerjaan yang menguras tenaga tersebut mengakibatkan kesehatan Pak Aris memburuk. Selama 4 tahun terakhir ini, kesehatannya menurun. Sering merasakan sakit dan panas pada bagian perut, menurut dokter di salah satu klinik, Pak Aris menderita infeksi lambung. Pak Aris selalu mengkonsumsi obat bebas apabila sudah tidak bisa menahan sakitnya.
Bahkan Pak Aris sudah tidak kuat apabila harus berjalan jauh. Oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Amal Sehat tanpa menggunakan fasilitas kesehatan karena RS tersebut swasta. Pak Aris 3 kali dirawat di RS Amal Sehat dengan biaya kurang lebih Rp 5.000.000,00 setiap dirawa. Untuk menutupi biaya tersebut, Ibu Sami (45tahun) meminjam uang kepada keluarganya. Sampai saat ini belum bisa melunasinya. Ibu Sami tidak memiliki pendapatan yang pasti karena penebangan tebu hanya dilakukan apabila musimnya. Bahkan rumah yang ditempati keluarganya, atap banyak yang berlubang, lantainya masih berupa tanah,  dan berdinding anyaman bambu. Selama 4 tahun menahan sakit, Pak Aris sudah tidak lagi bekerja. Padahal masih memiliki tanggungan anak keduanya Astuti Wulandari (9 tahun) yang masih sekolah kelas 3 di SD N 1 Ngperingan. Sedangkan anak pertama Endi Setiyobudi (21 tahun) yang hanya lulusan SD ini bekerja di pengisian air ulang dengan upah Rp 50.000,00 setiap kerja apabila musim kemarau karena kebutuhan air yang banyak. Uang tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar biaya sekolah adiknya dan untuk biaya berobat Pak Aris. Keluarga membutuhkan bantuan untuk pengobatan Pak Aris. Saat ini Pak Aris dirawat di RS Dr.Moewardi Solo. Santunan pertama sudah disampaikan kepada Pak Aris dan masuk dirombongam 763, 775. Saat ini Pak Aris rutin menjalani pengobatan dan menuntunya harus pulang pergi dari Sragen ke Solo. Kami menyampaikan sedekah dari #sedekahholic sebesar Rp 500.000,00 untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Keluarga tak henti-henti berucap syukur dan berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan.

Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @mawan, @aisyahnka, @shofawa

Pak aris menderita Infeksi Lambung

Pak aris menderita Infeksi Lambung


SUPRIYADI BIN MITRO SARJONO (39, Kanker Nosofaring) beralamat di Ngrejeng 8/2 Klandungan, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah. Mas Supri 2 tahun yang lalu mengalami gejala pusing dan tuli saat masih bekerja di Flores sebagai pedagang. Karena keterbatasan pelayanan kesehatan disana dan tidak ada keluarga yang merawat, Mas Supri memutuskan pulang ke rumah. Sekitar bulan Mei 2015 menjalani kontrol pertama di RSUD Sragen, dan disarankan untuk menjalani rawat inap dan menjalani biopsi. Hasil biopsi mengatakan terdapat tumor. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo. Pada bulan Juni 2015  mulai menjalani kemoterapi dan sinar, hingga sekarang masih rutin. Setiap seminggu 2-3 kali Mas Supri harus menempuh perjalanan yang jauh untuk tiba di Solo menggunakan bus. Efek samping yang muncul setelah menjalani kemoterapi, rambut rontok. Dan efek samping sinar yang dialami Mas Supri, kulitnya menjadi hitam gosong. Karena hal itu, tetangga Mas Supri banyak yang menjauh. Mas Supri saat ini tinggal bersama orang tua dan kakak laki-lakinya. Mas Supri mengalami kesulitan ketika makan, sehingga makannya harus berupa bubur. Bapak Mitro Sarjono (70 tahun) bekerja sebagai tukang kayu dan Ibu Suparmi (65 tahun) sebagai ibu rumah tangga. Kakak laki-laki, Mas Harsono ( 46 tahun) juga sedang sakit. Dengan keadaan Mas Supri saat ini, sehingga tidak bisa bekerja lagi. Sedangkan Mas Supri harus menjalani kontrol rutin setiap minggunya ke Solo. Oleh karena itu, kami menyampaikan sedekah dari sedekahholic sebesar Rp 1.500.000,00 untuk akomodasi berobat. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan: Rp 1.500.000,00
Tanggal: 10 April 2016
Kurir: @mawan @aisyahnka @shofawa

Pak supri menderita Kanker Nosofaring

Pak supri menderita Kanker Nosofaring


MARDALINA BINTI LOSO NEGER (23, Tumor Pantat) Pasien dampingan #SRsolo sejak satu tahun lalu ini bertempat tinggal di Sugehwaras RT 02/06, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.  Berawal dari benjolan kecil di bagian pantat yang telah ada sejak Mbak Lina kecil yang terus membesar hingga beranjak dewasa mengakibatkan aktivitas Mbak Lina terganggu. Kemudian 2010 lalu, Mbak Lina pun memeriksakan ke RS. Pandaran Boyolali hingga diberikan rujukan ke RS. Moewardi untuk dilakukan operasi. Namun, semenjak operasi pertama, Mbak Lina tidak lagi melanjutkan pengobatan karena terkendala biaya. Kedua orangtuanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak seberapa, Mbak Lina pun ditinggal oleh sang ayah sejak mengetahui kondisi sakit Mbak Lina. Tinggal bersama Ibu dan neneknya, untuk menyambung hidup, Mbak Lina bekerja sebagai pengasuh anak dengan gaji Rp. 400.000,-/bulan. Sejak #KurirSR dipertemukan dengan Mbak Lina, ia pun melanjutkan kembali pengobatannya, 29 Mei 2015 Mbak Lina menjalani operasi kedua. Operasi ketiga Tgl 3 Februari 2016. 19 maret 2016  mbak Lina kontrol dan menjalani rawat inap di RSDM untuk  rencana operasi keempat. Santunan kembali disampaikan kepada Mbak Lina sejumlah Rp. 500.000,- untuk akomodasi selama rawat inap. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 715, 738, 793, 824. Semoga Mbak Lina lekas sembuh, sehingga beraktivitas kembali. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,00
Tanggal:09 April 2016
Kurir: @mawan,  @aisyahnka, @shofawa

Mardalina menderita Tumor Pantat

Mardalina menderita Tumor Pantat


SRI REJEKI (40, Kanker Servik) Ibu Sri, tinggal bersama dengan suami, anak dan kedua orang tuanya di Kalitan RT 1/1, Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, beliau didiagnosa menderita kanker servik. Pasien dampingan #SRsolo selama 1 bulan. Awal april lalu setelah memperoleh santunan dari #SR yang masuk dalam rombongan 824, beliau kembali menjalani kontrol untuk persiapan kemo. Namun kondisi beliau mengalami penurunan sehingga harus menjalani rawat inap. Selama 5 hari di RS beliau akhirnya pulang, namun sesampainya di rumah beliau mengalami kejang-kejang. Keluarga sudah pasrah dan memohon doa yang terbaik untuk beliau, hingga malam hari Jumat, 8  April 2016 beliau berpulang.  Santunan sejumlah Rp. 1.000.000,- disampaikan kepada beliau untuk biaya pemakaman. Pihak keluarga berterimakasih serta memohon doa untuk beliau agar amal ibadah beliau diterima. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @Mawan , @aisyahnka , @roschandra

Ibu sri menderita Kanker Servik

Ibu sri menderita Kanker Servik


NABBITA ANUGERAH MUKTI (3,5 tahun, Kelainan Tulang Kaki) Lahir pada 23 Juli 2011, Dik Bita sapaannya tinggal dengan ibunya, Bu Dwi (33th) di Pangen, Juru Tengah, RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Ayahnya tidak lagi diketahui dimana keberadannya sejak mengetahui sang anak lahir dengan keadaan tidak normal. Dik Bita mengalami kelainan pada tulang kaki sejak lahir yang menyebabkan ia tidak dapat berjalan dengan normal. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sang ibu bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan rata-rata Rp.800.000 perbulan. Pengobatan Dik Bita sudah berjalan sejak 2013 silam, Dik Bita menjalani operasi tulang belakang di RS. Sarjito dan untuk penyembuhan kaki telah di pasang gips sebanyak 3 kali pada 2014 silam di RS.Ortopedi. Setelah pemasangan gips, Dik Bita menggunakan sepatu AFO agar dapat berjalan. Pengobatan selanjutnya dilakukan dengan kontrol rutin 1 bulan sekali di RS.Ortopedi Surakarta. Kurir #Sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan ke 11 untuk Dik Bita sebesar Rp 500.000,- untuk biaya akomodasi di rumah sakit pasca operasi. Sebelumnya, santunan terakhir sebesar Rp 1.000.000,- disampaikan untuk biaya transportasi dan pelunasan pembelian sepatu AFO yang rusak. Saat ini Dik Bita sedang berlatih berjalan dengan menggunakan walker. Keluarga Dik Bita mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekahrombongan untuk santunan yang diberikan guna membantu kesembuhan Dik Bita. Semoga Dik Bita segera sembuh dan dapat tumbuh seperti balita lain seumurnya. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal: 12 April 2016
Kurir : @mawan, @aisyah, @ciciiiinta,  @gabeeela

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki


FOGGING (PENGASAPAN) KELURAHAN BABAKAN II TANGERANG SELATAN. Semakin maraknya wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Tangerang Selatan, oleh karena itu kurir #sedekahrombongan yang bermitra dengan Pekerja Sosial Masyarakat kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan pengasapan (Fogging) sebagai upaya preventif terhadap wabah Demam Berdarah. Setelah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan warga setempat, kegiatan tersebut dapat kami laksanakan di Kelurahan Babakan RT 1, 2, 5, 6, RW 3, Kecamatan Setu, sebanyak 425 KK mendapat pengasapan. Target utamanya adalah wilayah kumuh dan terdapat penderita demam berdarah. Kurir #sedekahrombongan juga mensosialisasikan anjuran Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengenai 3 M sebagai langkah pencegahan timbulnya wabah demam berdarah :

1. Menguras:
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
2. Menutup:
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum, dan lain-lain.
3. Mengubur:
Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

Semoga dengan adanya kegiatan Fogging ini bisa mencegah timbulnya penderita demam berdarah.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan pengadaan kegiatan pengasapan (Fogging)

Bantuan pengadaan kegiatan pengasapan (Fogging)


FOGGING (PENGASAPAN) KELURAHAN LEGOSO TANGERANG SELATAN. Semakin maraknya wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) di Wilayah Tangerang Selatan, oleh karena itu kurir #sedekahrombongan yang bermitra dengan Pekerja Sosial Masyarakat kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan pengasapan (Fogging) sebagai upaya preventif terhadap wabah Demam Berdarah. Setelah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan warga setempat, kegiatan tersebut dapat kami laksanakan di Kelurahan Legoso RT 2/5, Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 86 KK mendapat pengasapan. Target utamanya adalah wilayah kumuh dan terdapat penderita demam berdarah. Kurir #sedekahrombongan juga mensosialisasikan anjuran Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengenai 3 M sebagai langkah pencegahan timbulnya wabah demam berdarah :

1. Menguras:
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
2. Menutup:
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum, dan lain-lain.3. Mengubur:
3.Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

Semoga dengan adanya kegiatan Fogging ini bisa mencegah timbulnya penderita demam berdarah.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
kurir : @wirawiry @nurmanmlana

Bantuan pengadaan kegiatan pengasapan (Fogging)

Bantuan pengadaan kegiatan pengasapan (Fogging)


SARKINI HARTONO (61, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Persatuan RT 3/3, Cinere, Jakarta Selatan. Bu Sarkini adalah seorang lansia sebatang kara, anak dan suaminya telah meninggal dunia. Bu Sarkini positif menderita kanker payudara setelah melakukan perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Awal sakitnya sekitar 1 tahun yang lalu, di payudara sebelah kirinya timbul benjolan, namun benjolan tersebut hanya dihiraukan saja olehnya. Beberapa bulan kemudian, benjolan tersebut semakin membesar. Bu Sarkini mencoba memeriksakan di Puskesmas Cinere. Oleh pihak puskesmas, Bu Sarkini disarankan untuk membuat BPJS. Kemauan untuk sehat Bu Sarkini sangatlah tinggi. Dengan dibantu oleh tetangga, Bu Sarkini mendaftar sebagai peserta BPJS. Setelah mendapat kartu BPJS dan bisa digunakan, Bu Sarkini kembali mendatangi Puskesmas dan kemudian dirujuk ke poli bedah kanker RS Fatmawati. Bu Sarkini beberapa kali melakukan rawat jalan secara mandiri. Setelah melakukan semua petunjuk dokter, Bu Sarkini dibiopsi pada 31 Maret 2016, setelah itu ia menjalani rawat inap dan diperbolehkan pulang pada 5 April 2016. Bu Sarkini dianjurkan untuk kembali ke poli bedah kanker. Kemungkinan Bu Sarkini akan mendapatkan tindakan kemoterapi. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membantu biaya pulang setelah dirawat. Bu Sarkini tidak mempunyai uang sama sekali. Bu Sarkini sehari-harinya sebagai pedagang sayur. Semoga kemudahan selalu diberikan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu sarikini menderita Kanker Payudara

Ibu sarikini menderita Kanker Payudara


AYU NOVITA SARI (4, Kelainan Tulang Punggung). Alamat:  Jl. Mandor Baret Pondok Hijau, RT. 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Dibalik keterbatasannya, Ayu begitu ceria. Sorot mata indahnya menampakan keceriaan. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur. Sudah banyak perubahan yang Ayu alami setelah melakukan pengobatan akupuntur. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Belum ada perkembangan yang berarti pada kondisi Ayu. Ia masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Berat badannya mengalami peningkatan dibandingkan saat pertama kali kurir menemuinya. Ia belum bisa berobat ke rumah sakit karena persoalan administrasi yang belum kunjung usai. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan diberikan untuk membeli susu untuk menunjang pertumbuhan Ayu, operasional akupuntur dan pengurusan administrasi. Sebelumnya Ayu dibantu #SedekahRombongan pada rombongan 826. Sebagai informasi, Ayu kini sudah bisa duduk sendiri. Pengobatan Akupuntur Ayu saat ini menggunakan jarum ukuran orang dewasa. Hal itu ditujukan untuk merangsang syaraf yang masih kaku. Semoga kemudahan selalu diberikan Allah SWT untuk Ayu.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sejak masih bayi, paha bagian kiri Dimas terlihat lebih besar seperti ada benjolan. Oleh orang tuanya dihiraukan saja dengan harapan nantinya akan kembali normal. Namun sejak usia 5 bulan, tidak ada perubahan pada paha kiri Dimas, akhirnya oleh orang tuanya ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan menderita tumor otot namun masih jinak. Karena ketiadaan biaya, Dimas tidak mendapatkan pengobatan, hingga akhirnya pada usia 5 tahun tumor yang dialaminya sudah meningkat menjadi kanker stadium 4. Setelah itu, Dimas menjalani protokol pertama kemoterapi selama dua tahun di RS St. Carolus Jakarta dengan biaya asuransi dari tempat ayahnya bekerja. Setelah selesai menjalani kemoterapi protokol pertama, Dimas kembali mendapat pemeriksaan lanjutan dan ternyata hasilnya masih ada sel kanker dalam otot Dimas. Karena itulah, Dimas diharuskan menjalani protokol kemoterapi yang kedua selama dua tahun. Rupanya, pengobatan Dimas terpaksa dihentikan karena ayah Dimas, Agus Budi Saputro (41) diberhentikan dari tempatnya bekerja karena terlalu sering tidak masuk untuk merawat Dimas. Akhirnya Dimas hanya dirawat di rumah oleh orang tuanya tanpa tindakan pengobatan. Alhamdulillah, sejak adanya KJS, Dimas dapat kembali menjalani pengobatan kemoterapi di RS Dharmais Jakarta. Namun yang menyedihkan, protokol kedua tuntas dilakukan Dimas belum juga menunjukkan kesembuhan, justru kankernya bertambah parah. Oleh dokter Dimas kembali dianjurkan untuk menjalani kemoterapi dengan penambahan dosis obat. Namun, karena Dimas juga mengalami Celebral Palsy, penambahan dosis obat kemoterapi menimbulkan efek kejang yang tidak baik untuk sakit Celebral Palsy yang dialaminya. Akhirnya, dokter memutuskan penyakit kanker otot Dimas sudah tidak bisa ditangani lagi. Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah fokus pada sakit Celebral Palsynya dan membuat Dimas selalu dalam kondisi nyaman. Dimas menjalani pengobatan Celebral Palsy di RS Harapan Kita Jakarta. Ibu Dimas, Nurjanah (39) tak hilang sabar mengurus Dimas. Dimas tidak boleh putus minum obat, karena jika ada salah satu obat yang tidak diminum dia akan kejang dan harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit. Namun, dibalik kondisi tidak boleh putus minum obat, orang tua Dimas menghadapi kesulitan dimana ketersediaan obat yang dibutuhkan sering tidak ada di rumah sakit terlebih lagi salah satu obatnya itu sudah tidak dicover BPJS. Karena itulah orangtua Dimas sering kebingungan jika obat tersebut akan habis dan mereka tidak memiliki uang untuk membelinya. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering mengalami kejang dan panas karena tidak teraturnya minum obat. Dalam Bulan Februari saja ia sudah dua kali dirawat di RS Harapan Kita. Orang tua Dimas sangat khawatir Dimas akan dirawat lagi. Karena itulah mereka berusaha agar obat Dimas selalu tersedia. Senin, 11 April 2016, Dimas melakukan kontrol di RS Harapan Kita dan mengganti selang NGT. Kurir #sedekahrombongan kembali memberikan bantuan untuk membeli obat dan operasional berobat serta untuk membeli selang NGT. Dimas menggunakan selang NGT yang terbuat dari silikon. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 823. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk Dimas.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


ALMH. MARDIYAH BINTI SAI (70, Gula dan Luka Pada Lambung). Jalan Mujahidin RT 9/4, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Bu Mardiyah Meninggal pada Selasa, 29 Maret 2016. Bu Mardiyah sebelumnya sakit gula dan ada luka pada lambungnya. Bu Mardiyah pada Januari 2016 sering mengalami muntah-muntah. Oleh sang anak, Maryanti (30) dengan dibantu suaminya Barzak (40) membawa Bu Mardiyah ke Puskesmas. Oleh pihak Puskemas, bu Mardiyah dirujuk ke RS Soeyoto. Oleh pihak RS Soeyoto, Bu Mardiyah didiagnosa mengalami luka pada lambungnya dan kadar gulanya tinggi. Bu Mardiyah dirawat selama 2 Minggu. Tiga bulan kemudian, kondisi Bu Mardiyah kembali drop. Ia sering muntah-muntah dan mengalami sakit pada perutnya, namun dalam kondisi tersebut Maryanti tidak membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. Maryanti merasa tidak mampu membiayai perawatan di rumah sakit karena penghasilan Darzak yang bekerja sebagai buruh bangunan tidaklah cukup. Selasa, 29 Maret 2015 pukul 6 sore, Bu Mardiyah meninggal dunia. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membantu pemulasaran jenazah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana

Ibu almh mardiyah menderita Gula dan Luka Pada Lambung

Ibu almh mardiyah menderita Gula dan Luka Pada Lambung


LILIS MAHWATI (60, Retak Tulang Punggung). Alamat : Kampung Sawah, Jalan Ciputat Baru RT 1/5 Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu yang biasa dipanggil Lilis saat ini terbaring lemah di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Bu Lilis mengalami retak pada tulang belakangnya akibat kecelakaan. Beliau saat itu berkendara dibonceng oleh anaknya, Ambar Putra Wandani (29) dan ditabrak oleh mobil di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Oleh pengendara mobil tersebut, Bu Lilis dibawa ke RS Fatmawati Jakarta. Putra tidak mengalami cidera serius namun Bu Lilis kondisinya mengkhawatirkan. Ternyata pengendara mobil tersebut langsung menghilang dari rumah sakit. Bu Lilis mengalami retak pada tulang belakangnya. Setelah beberapa hari di UGD RS Fatmawati, Bu Lilis dipidahkan ke ruangan di Gedung Soelarto. Sudah 1 bulan lamanya Bu Lilis dirawat. Tindakan operasi pemasangan pen sudah dilakukan. Bu lilis dianjurkan untuk membeli alat brace untuk menopang punggungnya. Putra merasa tidak mampu untuk membelinya karena pendapatannya sebagai tukang parkir tidak mampu menutupinya. Suami Bu Lilis, Darmadi (66) juga sudah tidak bekerja. Bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk membeli alat brace. Bu Lilis menggunakan BPJS selama berobat di RS Fatmawati.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu lilis menderita Retak Tulang Punggung

Ibu lilis menderita Retak Tulang Punggung


IRFAN HAKIM, (3, TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang). Alamat: Jln. Hidayah No.70 Komplek Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Dik Irfan, kini kondisinya sudah mulai membaik dan diperbolehkan untuk pulang dan menjalani pengobatan rawat jalan. Sejak berusia 3 bulan Irfan sudah mengalami kejang tetapi keluarga hanya membawanya berobat jalan. Setelah memasuki usia 1 tahun penyakitnya kambuh dan dibawa ke RSU Pringsewu karena pada saat itu keluarga irfan tinggal di Tanggamus tempat neneknya. Setelah 5 hari dirawat di RSU Pringsewu Irfan diperbolehkan pulang, dan keluarga irfan kembali tinggal di rumahnya di Bandar Lampung. Tidak lama di rumah, penyakitnya kambuh lagi dan dibawalah Irfan oleh  keluarganya ke RS Bintang Amin dan dirawat selama 5 hari.  Setengah bulan keluar dari rumah sakit Irfan pun kambuh lagi dan dibawa ke RS Bayangkara tetapi kondisinya masih belum membaik sehingga pihak rumah sakit merujuknya ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk penanganan lebih lanjut. Saat di RS Abdul Moeloek Irfan didiagnosis terkena penyakit Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak yang menyebabkan Irfan sering mengalami kejang, TBC Paru serta Gizi Kurang. Irfan sudah ditinggal ayahnya, Alm. Taufik Hidayat, saat usia 3 bulan dan ibunya, Ny. Sulastri (32), sekarang harus menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga untuk membiayai kedua anaknya. Ibu Sulastri yang keseharianya sebagai buruh cuci di lingkungan setempat, merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhan keluarga dan menanggung biaya pengobatan Irfan apalagi Irfan sering keluar masuk rumah sakit. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Daerah. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Bu Sulastri dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, santunan dampingan pun kembali disampaikan kepada Dik Irfan yang sebelumnya sudah masuk ke rombongan 829. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya berobat jalan secara rutin dan biaya untuk membeli makanan-makanan yang bergizi untuk membantu memperbaiki gizi dik Irfan. Mereka sangat berterima kasih kepada Sedekahholic dan #SedekahRombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evanlendi @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Irfan menderita  TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang

Irfan menderita TBC Paru + Cerebral Palsy + Gizi Kurang


QHINAR AZWA SYAFIRA (2, Miningoenchephalitis TB). Alamat: Dusun Giri Klopomulyo, RT. 2/1, Desa  Giriklopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Qhinar biasa dia dipanggil adalah buah hati pasangan Bapak Andri Setiawan (26) dan Ibu Tri Hidayanti (23). Awal mula sakitnya, Qhinar mengalami panas tinggi yang mengakitbatkan kejang-kejang, karena keluarga khawatir kemudian Qhinar dibawa ke klinik Dokter Nila di Way Sekampung Lampung Timur, setelah pulang dari klinik selang beberapa hari kondisi Qhinar kambuh lagi  badannya menjadi lemas serta kaki tidak dapat di gerakkan, keluarga sangat khawatir sehingga membawa Qhinar ke Klinik Dokter Azizah tetapi karena kondisinya masih belum membaik akhirnya Qhinar dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung untuk pengobatan lebih lanjut. Dari hasil diagnosis dokter dik Qhinar dicurgai terkena penyakit radang selaput otak dan radang otang yang disebabkan oleh infeksi kuman TB atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai menngoenchephalitis TB. Saat ini kondisi Qhinar masih terbaring lemas di ruang Observasi RS Abdul Moeleok Bandar Lampung, kondisi kesadarannya semakin menurun dan masih belum sadarkan diri. Ayah Qhinar adalah seorang buruh tidak tetap, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai tulang punggung keluarga yang baru memiliki satu orang anak Bapak Andri Setiawan merasa kewalahan untuk membiayai pengobatan Qhinar karena pendapatan sebagai seorang buruh yang tak pasti. Qhinar berobat dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Mandiri Kelas 3. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga Bapak Andri, untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung  kembali memberikan santunan dampingan yang sebelumnya sudah pernah masuk dalam rombongan 828, diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan dik Qhinar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @trii20 @liliani @akuokawai @ririn_restu

Qinaar menderita Miningoenchephalitis TB

Qinaar menderita Miningoenchephalitis TB


RIZKI SETIAWAN (2, Hydrochaephallus). Alamat : Jl. Raya Hajimena Puri Sejahtera Gg. Melati No 3 RT. 1/2, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Dik Rizki kini terbaring lemah  di rumahnya. Dik Rizki yang terlahir kembar memiliki kelainan di bagian kepalanya sejak lahir. Kepalanya yang terlihat lebih besar dibandingkan dengan anak-anak bayi pada umumnya. Saat usianya baru menginjak 12 hari, Rizki mengalami kejang–kejang dan saat itu pula dibawa oleh orang tuanya berobat ke RS Abdul Moeloek. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak serta dokter spesialis Bedah syaraf, Dik Rizki dinyatakan mengidap penyakit Hydrochaephalus atau penyumbatan saluran cairan di otak yang menyebabkan cairan di otak tertimbun dan tidak bisa masuk ke saluran sumsum tulang belakangnya. Dik Rizki saat ini masih menjalani pengobatan rawat jalan di RS Abdul Moeleok dan direncanakan akan dioperasi. Dik Rizki merupakan buah hati Bapak Anantha (32) dan Ibu Lena (30). Saat ini Dik Rizki menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas III dalam membantu pengobatannya. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendapatkan berita mengenai kondisi Dik Rizki, merasa sangat iba karena melihat kondisinya yang semakin parah tanpa didampingi oleh ibu kandungnya, sedangkan ayahnya harus menanggung biaya hidup keluarga dengan bekerja semampunya dan hasil yang seadanya. Akhirnya kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak untuk menyampaikan kembali santunan dampingan kepada Dik Rizki yang sebelumnya masuk dalam rombongan 825, titipan dari para sedekahkholic digunakan untuk membantu pengobatan dik Rizki selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moeleok. Semoga Allah segera mengangkat sakit yang diderita dik Rizki. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir: @wirawiriy @arisasamara @evandlendi @ trii20 @akuokawai @ririn_restu

Rizki menderita Hydrochaephallus

Rizki menderita Hydrochaephallus


BAHUNA BINTI UDIN (83, Stroke). Alamat: : Jalan AMD Saburai Lingkungan 2 RT. 4 Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Nenek Bahuna biasa beliau disapa adalah seorang yang selalu semangat walaupun sakit menyerang di usianya yang sudah senja. Ibu Bahuna sudah mengalami stroke selama 15 tahun. Sejak terkena stroke beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur, makan sampai buang air pun dilakukan di tempat tidur, pendengaran beliau pun sudah tidak berfungsi lagi. Nenek Bahuna (83) sudah lama ditinggal Suaminya, Alm. A. Gani, sejak saat itu Nenek Bahuna tinggal dengan cucu dan anaknya, Kunawati (53), yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, namun semenjak terkena penyakit paru-paru dan jantung tidak ada lagi yang menafkahi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Terkadang mereka mengandalkan hidup hanya dari belas kasihan para tetangga. Fasilitas kesehatan pun belum dimiliki. Karena beban biaya hidup keluarga yang berpenghasilan tidak tetap, maka kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan santunan berupa uang untuk membantu biaya hidup dan pengobatan keluarga Nenek Bahuna. Semoga santunan dari para sedekahkholic yang diberikan kepada Nenek Bahuna  dapat membantu meringankan beban dirinya dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evanlendi @trii20 @liliani @akuokawai @ririn_restu

Ibu bahuna menderita Stroke

Ibu bahuna menderita Stroke


NURIDAH BINTI WADDIN (80, Suspect Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Durian 2 Gg. Pondok No. 60 RT. 8/3, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Sudah sejak dua tahun belakangan ini, Nenek Nur sudah tidak bekerja karena usianya semakin tua dengan kondisi fisik yang sudah tidak kuat lagi untuk bekerja, ditambah lagi ia sering batuk-batuk, nyeri pada tulang belakang dan ada gangguan pada penglihatannya. Batuk berdahak yang membuatnya semakin terlihat kurus ini dicurigai adalah penyakit Tuberculosis pada paru atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai infeksi oleh kuman Tuberculosis atau penyakit flek paru. Sementara untuk saat ini Nenek Nur tidak bisa berobat karena keterbatasan uang. Nenek Nur hanya bisa meminum obat warung dengan harga Rp 500 – Rp. 1.000 untuk penyakit flek parunya tersebut. Nenek Nur kini tinggal di rumah berdinding papan dan geribik yang sudah mulai bolong-bolong dan terlihat semakin renta, seperti kondisi Nenek Nur. Rumah itu pun bukan miliknya, namun atas kebaikan seorang warga di daerah tersebut, Nenek Nur diperbolehkan menumpang di rumah itu dan tinggal bersama cucu dan anak yang mengalami depresi atau gangguan jiwa. Sejak suaminya meninggal, Alm.  Bapak Ibrahim, sekitar 26 tahun yang lalu, Nenek Nur mulai bekerja seorang diri banting tulang sebagai tulang punggung keluarga untuk menghidupi dan menopang kebutuhan keluarganya. Dengan mengandalkan tenaganya, Nenek Nur rela bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dari rumah ke rumah.  Fasilitas Jaminan Kesehatan pun belum ia miliki dikarenakan Nenek Nur tidak bisa mengurus jaminan kesehatannya sendiri. Disaat usianya yang sudah semakin senja beliau terus berusaha bertahan hidup dengan segala keterbatasan demi menghidupi anak dan cucunya yang masih kecil. Akhirnya melalui uluran tangan dari para sedekahholic, kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan santunan dampingan untuknya yang sebelumnya pernah dibantu di rombongan 822. Semoga dengan santunan yang disampaikan dapat membantu meringankan sedikit kesulitan dan beban hidup yang dihadapinya. Bantuan yang diberikan digunakan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga Allah selalu memeberikan kesehatan dan kekuatan untuk Nenek Nur. Amin.

Jumlah Bantuan :  Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @wirawiry @risasamara @evandlendi @trii20 @akuokawai @ririn_restu

Ibu nuridah menderita Suspect Tuberculosis Paru

Ibu nuridah menderita Suspect Tuberculosis Paru


KROMO BIN RESO (88, Hernia). Alamat : Jl. Padjajaran Gg. Dahlia No. 8 Jagabaya II, RT. 5, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Sejak 3 tahun lalu Bapak Kromo merasakan sakit dan nyeri di bagian saluran kencingnya, bahkan mengalami pembengkakan organ vital. Saat sakitnya kumat, Bapak Kromo bahkan tidak bisa berjalan. Akhirnya ia dibawa ke klinik Kosasih terdekat untuk mendapatkan penanganan awal. Karena belum juga ada perubahan, akhirnya Bapak Kromo berobat di RSUD Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Ternyata Bapak Kromo selama ini menderita Hernia (turun berok), lalu dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Namun keluarganya menolak dikarenakan tidak memiliki biaya operasi. Sebelumnya Bapak Kromo juga menderita rabun yang parah pada matanya, dan kesulitan mendengar karena faktor usia. Bapak Kromo tidak memiliki kartu jaminan kesehatan sama sekali. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari pun susah, karena Bapak Kromo hanya seorang pedagang kerupuk. Istri Bapak Kromo, Ibu Tugiyem (60), sudah sakit-sakitan dan hanya mengurus rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan yang di alami Bapak Kromo dan keluarga. Ketiadaan jaminan kesehatan, dan kondisi kesehatan yang semakin menurun membuat Bapak Kromo pantas di bantu oleh sedekahholics #Sedekahrombongan. Santunan diberikan kepada Bapak Kromo untuk meringankan biaya kehidupan sehari-hari, administrasi pembuatan jaminan kesehatan, serta meringankan biaya berobat. Semoga dengan adanya bantuan dari sedekahholics bisa meringankan beban keluarga dan Bapak Kromo terus ikhtiar agar tubuhnya kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @wirawiri @arisasamara @evanlendi @triii20 @rintawulandarii @akuokawai

Ibu kromo menderita  Hernia

Ibu kromo menderita Hernia


NARSIH BINTI NATO (26, Suspek Tumor Perut). Alamat: Dusun Tengah, RT .1/1, Desa Teluk Bango, Kec. Batujaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Narsih, seorang ibu rumah tangga, mulai merasakan gejala penyakitnya sejak satu tahun yang lalu. Keluhan nyeri di bagian perutnya hanya ia anggap sakit perut biasa dan hanya berobat ke bidan setempat. Ternyata semakin lama sakitnya semakin hebat hingga Bu Narsih kemudian mengalami buang air besar darah selama hampir 2 bulan. Sgala usaha pengobatan dicoba oleh Bu Narsih, termasuk melakukan pijat. Namun, akibatnya, perut Bu Narsih semakin besar dan justru kesulitan buang air besar. Pak Kardi (36), suaminya, sehari-harinya bekerja sebagai pemulung dengan pendapatan yang sangat minim. Meski ingin sekali membawa Bu Narsih berobat, namun ia tidak memiliki biaya. Akhirnya Bu Narsih dibawa ke klinik terdekat karena kesakitan hebat. Setelah mendapatkan pengobatan sementara di klinik tersebut, kondisi Bu Narsih semakin menurun karena ia terus menerus muntah hingga akhirnya dibawa ke IGD RSUD Karawang menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ia miliki. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan diduga Bu Narsih menderita tumor perut dan disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Akhirnya Bu Narsih dan suaminya pun berangkat ke RSCM dan meninggalkan putri semata wayang mereka yang berusia 3 tahun di rumah. Saat ini Bu Narsih berada di Rumah Singgah RSCM untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan penyakitnya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal untuk biaya kebutuhan sehari-hari Bu Narsih selama berada di rumah sakit. Semoga Bu Narsih diberi kesembuhan oleh Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @kosasih @zerinabanu via @harji @hapsarigendhis

Ibu narsih menderita Suspek Tumor Perut

Ibu narsih menderita Suspek Tumor Perut


RENAH BINTI ABDULLAH (56, Diabetes Melitus dan Gangguan Lambung  Kronis). Alamat:  Kp. Tanjung Wari RT/RW 1/2, Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bu Renah, biasa ia dipanggil, adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak tahun 2010 Bu Renah mulai mengalami gejala penyakit yang ia derita saat ini. Ketika itu anak semata wayangnya baru saja meninggal. Bu Renah pernah menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA Purwakarta, namun karena kendala biaya sampai saat ini ia tak pernah menjalani pengobatan lagi. Suaminya, Pak Wikanta (61) menderita penyakit TB Paru sehingga tidak mampu mencari nafkah lagi. Saat ini mereka berdua tinggal di rumah adiknya, karena rumah yang mereka  miliki  sudah hampir roboh dan tak layak huni. Selain dibiayai oleh adinya, Pak Wikanta dan istrinya juga sering mendapat bantuan dari tetangga sekitar yang iba melihat keadaannya. Alhamdulilah, kurir #SR dipertemukan dengan Bu Renah, sehingga santunan dapat disampaikan. Semoga Bu Renah diberi kesembuhan oleh Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nilwan_zen @hapsarigendis

Ibu renah menderita Diabetes Melitus dan Gangguan Lambung  Kronis

Ibu renah menderita Diabetes Melitus dan Gangguan Lambung Kronis


SABRINA ADIBATUL FITRIA (2, Hydrochepalus). Alamat : Kp. Pulo RT.5/3 Desa Sukakarya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sabrina lahir pada tanggal 13 Agustus 2013 lalu. Saat dilahirkan, Sabrina terlihat sehat seperti bayi baru lahir pada umumnya. Setelah Sabrina berusia 2  minggu mulai terjadi pada perubahan fisiknya. Kepalanya terlihat mulai membesar dan membuat orantuanya kebingungan, hingga kemudian mereka membawa Sabrina  berobat.  Karena ukuran kepala Sabrina terlihat semakin lama semakin membesar dan tumbuh kembangnya terganggu, orangtua Sabrina membawanya berobat ke RS Mitra Keluarga saat Sabrina berusia 1 tahun. Namun,  karena keterbatasan biaya orang tua Sabrina memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Orang tua Sabrina hanya bisa pasrah dan berharap ada donatur yang berbaik hati mau membantu membiayai pengobatan anak mereka. Ayahnya, Pak Jumhari (41) adalah seorang buruh pabrik, sedangkan ibunya, Siti Romlah (38) ibu rumah tangga. Tanggal 3 April 2016, Sabrina kembali dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya yang mengkhawatirkan. Ia menjalani perawatan di ruang PICU selama beberapa hari karena tidak sadarkan diri. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan lanjutan untuk bekal selama Sabrina di rawat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 809. Semoga santunan ini dapat membantu meringankan beban orang tua Sabrina. Mohon doa terbaik untuk Sabrina kecil, semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Sabrina.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Emma Hermawati @hapsarigendhis

Ibu sabrina menderita Hydrochepalus

Ibu sabrina menderita Hydrochepalus


SAHAYA BINTI SAITEN (75, Fraktur Tungkai kiri).  Alamat : Kp. Gili-gili RT. 1/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bu Sahaya mengalami kecelakaan 8 bulan yang lalu. Oleh karena itu, dilakukan operasi pemasangan pen di lutut kirinya di rumah sakit  di Cikarang. Lima bulan kemudian,  ternyata pen yang terpasang bergerak dan merobek kulit di bagian lutut sehingga menimbulkan luka yang cukup lebar. Selama 3 bulan ia pasrah dengan kondisi pen yang keluar menembus daging,  dan  hanya mampu menahan sakit tanpa berobat ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Hingga akhirnya Bu Sahaya bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan yang kemudian mendampinginya dan membawa  RS Ridhoka Salma Cikarang Barat untuk menjalani tindakan operasi (dilakukan debridement app plate and screw) dengan biaya umum (pribadi) yang pembiayaannya dibantu #SedekahRombongan. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan sukses. Sehari-hari Bu Sahaya yang sudah 20 tahun menjanda ini, hidup  bersama anaknya yang sudah berkeluarga dan bekerja sebagai buruh serabutan. Total biaya keseluruhan operasi hampir mencapai 10 juta rupiah. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000,-
Tanggal : 5 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Ibu sahaya menderita  Fraktur Tungkai kiri

Ibu sahaya menderita Fraktur Tungkai kiri


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT. 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sejak 2 tahun yang lalu Bu Juriah merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan namun tidak ia hiraukan. Baru sekitar enam bulan yang lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Karena keadaan ekonomi yang kurang mampu membuat keluarga ini hanya melakukan pengobatan alternatif yang terdekat dari kediamannya. Alhamdulillah, Bu Juriah akhirnya dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang selanjutnya dapat membantu kesulitan Bu Juriah dalam menjalani pengobatan secara medis. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya ia dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan didampingi Kurir #SedekahRombongan, Bu Juriah diantar ke RS. Hasan Sadikin Bandung menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Saat ini Bu Juriah sementara tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung sambil menunggu proses pemeriksaan di rumah sakit. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Karena keadaannya keluarga ini memang sangat layak dibantu, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bu Juriah yang akan dipergunakan untuk akomodasi dan bekal selama ia menjalani pengobatan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Semoga Bu Juriah dan keluarga diberi kemudahan dalam ikhtiarnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @SuharnaYana @kosasihsidik

Ibu juriah menderita Ca Mammae

Ibu juriah menderita Ca Mammae


AHMAD MUZAKI (4. Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT.2/1 Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk.menjalani terapi rutin. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 816.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

zaki menderita Leukemia

zaki menderita Leukemia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT.3/2 Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Saat ini Azka tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia telah menjadi pasien dampingan #SR yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal bulan Maret 2016  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah. Pada awal bulan April 2016, Azka dan orangtuanya kembali datang ke Bandung untul melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholocs #SR, kurir #SR di Bandung kembali dapat menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang diterima ibunya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 816.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 April 2016
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis0

Azka menderita menderita Leukemia

Azka menderita menderita Leukemia


SYAHRONI BIN AHMAD RIFAI (57, Pengerasan Ginjal). Alamat : Jl. Kancil No 5 B LK II RT. 9, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Pak Syahroni panggilannya, beliau kini sedang terbaring di RS Umum Urip Soemoharjo dan sedang menjalani cuci darah rutin di sana. Pak Syahroni menderita Calculus of Kidney with calculus of ureter atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai pengerasan ginjal dan saluran kemih, diakibatkan karena adanya batu ginjal yang menutupi semua ginjalnya baik pada ginjal kanan maupun ginjal kiri. Keadaan tersebut bermula sejak bulan Ramadhan tahun lalu tepatnya Juli 2015, saat beliau sedang menjalani puasa terlihat sangat lemah dan pucat kemudian didapatkan keluhan buang air kecil semakin tidak lancar dan terasa nyeri pada pinggangnya. Akhirnya Pak Syahroni dibawa ke RS Urip Soemoharjo Bandar Lampung untuk diberikan pengobatan dan menjalani pemeriksaan USG di RS Advent Bandar Lampung. Keluhan  yang dirasakan oleh Pak Syahroni tidak kunjung berkurang, nyeri yang dirasakannya semakin hebat dan buang air kecil terkadang disertai dengan butiran pasir. Kelurganya sudah tidak mampu lagi untuk membawa Pak Syahroni berobat dikarenakan biaya pengobatan rumah sakit yang cukup mahal. Pak Syahroni dalam kesehariannya sudah tidak bekerja, dan hanya mengandalkan biaya hidup dari pensiunannya, belau kini hidup berdua dengan istrinya, Ny. Hayati (53), di rumah yang cukup sederhana. Sebelumnya Pak Syahroni hanya meminum ramuan herbal dari toko herbal yan ada di daerahnya. Bukannya semakin membaik, ternyata kerusakan ginjal yang terjadi padanya semakin parah sehingga ginjal Pak Syahroni semakin tidak bisa berfungsi akibat adanya penyempitan pada sel-sel ginjal dan akhirnya menyebabkan kematian pada sel-sel ginjal tersebut. Hal itu menyebabkan Pak Syahroni harus perlu melakukan cuci darah sebanyak 2 – 3 kali dalam seminggu. Jaminan kesehatan yang digunakan Pak Syahroni adalah BPJS ketenagakerjaan. Saat ini pun biaya untuk cuci darah, pembelian obat-obatan, dan ongkos untuk berobat terkadang dibantu oleh saudaranya. Keadaan Pak Syahroni semakin melemah dan harus melakukan persiapan menuju operasi pengangkatan batu di ginjal kanannya, cuci darahnya pun masih wajib dilakukan. Pada 26 Februari 2016 kurir #SR Lampung mendapatkan kabar bahwa Pak Syahroni harus segera melakukan operasi pada ginjalnya. Kemudian pada 28 Februari 2016, Pak Syahroni menjalani operasi ginjal di RS Urip Soemoharjo Bandar Lampung. Dikarenakan banyak biaya rumah sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS, akhirnya keluarga Pak Syahroni harus meminjam uang kepada teman dan kerabat-kerabatnya untuk melunasi biaya pengobatannya selama di rumah sakit. #SR Lampung merasakan kesulitan mereka, sebelumnya Pak Syahroni telah dibantu pada  Rombongan 822 dan kini bantuan disampaikan kembali untuk membantu melunasi utang keluarga Pak Syahroni. Santunan dari para Sedekahholic pun akhirnya diberikan kepada keluarga beliau. Semoga Pak Syahroni dapat kembali pulih sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evanlendi @akuokawai @ririn_restu

Pak syahroni menderita Pengerasan Ginjal

Pak syahroni menderita Pengerasan Ginjal


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah. Pada pertemuan terakhir, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR memberinua bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir #SedekahRombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Ia semlat menginap di rmah singgah. Walaupun Sopa.nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, dengan empati dari sedekaholics, kembali kurir #SR di Bandung dapat menyampaikan Titipan Langit kepada Sopa yang diterima bapaknya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 798.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 11 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsrigendhis

Sopa menderita Lupus

Sopa menderita Lupus


MUHAMMAD RIFKI (9, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT.8/3 Kelurahan Wotgali Kecamatan Plered, Cirebon, Jawa Barat. Rifki seorang anak  yatim piatu yang saat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup dari kisah mereka: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan masih menjadi pasien dampingan.  Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya dan dapat menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Pada awal Februari 2016 kurir #SR bertemu kembali dengan Rifki saat ia berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Kondisi Rifki berangsur membaik, meskipun dia masih harus terus berobat karena belum dinyatakan sembuh secara medis. Rifki dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan terapinya. Dengan bantuan sedekaholics, pada bulan itu alhamdulillah ia bisa berobat menjalani jadwal terapinya. Pada bulan April 2016 ia diperiksakan lagi ke RSHS Bandung sambil menjalani terapi rutin. Karena Rifki dan keluarganya masih membutuhkan dukungan untuk terus berobat, alhamdulillah, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan sedekaholics untuk Rifki. Bantuan yang diterima bibinya ini digunakan untuk membeli obat. Mereka mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics #SR yang terus membantunya saat mereka membutuhkan. “Jazaakumullaah!” Santunan sebelum ini, administrasinya, tercatat di Rombongan 805.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 11 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Rifki menderita Leukemia

Rifki menderita Leukemia


TRIYONO SAPUTRA (60, TB Paru). Alamat:  Jl. Baru RT. 15/7, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Triyono, bapak yang sudah sepuh ini, dahulunya merupakan seorang pelaut. Pada tahun 1995 ia berhenti bekerja. Pak Triyono dan keluarga memutuskan untuk pulang kampung ke Purwakarta pada tahun 2008, sejak ia mulai sakit dan tidak mampu lagi untuk mencari nafkah. Dengan rasa malu, istrinya Euis (53) memberanikan diri menjadi seorang pengamen di daerah Subang, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kota Subang dipilih agar anak bungsunya yang  putus sekolah tidak mengetahui aktivitasnya tersebut. Pak Triyono setiap harinya hanya bisa terbaring lemah di kamar rumahnya, menunggu istrinya pulang mengamen. Ya, Pak Triyono sejak lama telah menderita penyakit TB Paru, namun tidak  pernah kontrol ke rumah sakit karena jaminan kesehatannya tidak dapat digunakan lagi. Beruntung di Purwakarta ada pengobatan gratis. Ia sudah mengikuti sebanyak 4 kali pengobatan tersebut. Penuh haru saat kurir #SedekahRombongan mendatangi kontrakannya untuk menyurvey, mendampingi dan menyampaikan santunan kepadanya. Titipan dari  sedekaholics #SR digunakan untuk biaya berobat dan ditabung untuk kebutuhan sehari-hari agar Bu Euis tidak perlu mengamen lagi. Semoga Allah memberi kesehatan dan kemudahan urusan Pak Triyono, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @fentifatimah @hapsarigendhis

Triyono menderita TB Paru

Triyono menderita TB Paru


OMI BIN HERMAN (57, Usus Buntu).  Alamat: Kampung Parakan Kembang RT.5/1,  Kelurahan Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Mimi, demikian biasa ia dipanggil,  sejak 1 bulan yang lalu mulai merasakan sakit di bagian perut  hebat yang membuatnya kadang-kadang sampai pingsan. Ia hanya minum obat yang dibeli di warung, karena ia pikir hanya sakit maag biasa. Namun karena tidak kunjung sembuh, akhirnya ia dibawa berobat ke IGD RS Yonkes Pomad Bogor pada tanggal 31 Maret 2016. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Cibinong sesuai saran dokter. Meski dibawa dengan mobil pick up, Alhamdulillah Bu Mimi sampai ke rumah sakit dan segera mendapat penanganan. Bu Mimi mengalami usus buntu dan harus segera menjalani operasi. Karena belum memiliki jaminan kesehatan, ia dirawat dengan menggunakan biaya umum (pribadi). Untuk rencana tindakan operasi menungu jaminan kesehatannya selesai dibuat. Kurir #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi segera menyurvey dan mendampingi Bu Mimi. Dari total biaya sebesar 3,5 juta rupiah, keluarga ini sudah membayar setengahnya karena tidak ada uang simpanan lagi. Bu Mimi adalah janda-suaminya sudah lama meninggal dan kini ia tinggal bersama anaknya di rumah kontrakan. Bantuan awal segera disampaikan yang digunakan untuk melunasi biaya rumah sakit dan untuk kebutuhan sehari-hari Bu Mimi di rumah sakit. Rasa terimakasih dan doa terucap dari Bu Mimi. Semoga Allah memberi kesembuhan dan kelancaran pengobatan Bu Mimi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas @hapsarigendhis

Ibu omi menderita Usus Buntu

Ibu omi menderita Usus Buntu


LUTIYATMI TUGINEM (50, Tumor Leher). Alamat: Kampung Bedahan RT. 4/2, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Yatmi sudah mengetahui dirinya mengalami benjolan di lehernya sejak 12 tahun lalu. Namun karena belum ada keluhan yang dirasakan, ia membiarkan benjolan tersebut tanpa berobat. Satu tahun terakhir, benjolan di leher Bu Yatmi semakin membesar dan mulai muncul keluhan nyeri di leher yang mengganggunya. Bersama suaminya, Pak Khalil (55) ia berobat ke RSUD Cibinong, dan kemudian dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Bu Yatmi kontrol rutin setiap bulan untuk persiapan operasi. Ia sudah berulang kali dijadwalkan operasi namun belum terlaksana karena tekanan darahnya selalu tinggi. Akhirnya sejak Desember 2015 Bu Yatmi menghentikan pengobatannya karena keterbatasan ongkos pulang pergi ke rumah sakit. Untuk biaya transport kadang mereka harus meminjam ke saudara. Saat ini Bu Yatmi dan Pak Khalil  tinggal di rumah kontrakan yang biaya sewanya dibayar oleh adik mereka. Bu Yatmi sehari-hari bekerja  sebagai buruh cuci sedang Pak Khalil sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Saat dikunjungi Kurir #SedekahRombongan mereka sedang dalam persiapan pulang  ke kampung halamannya di Jogjakarta. Alasan ingin  pulang kampung karena  merasa malu dengan kondisi tumornya yang  mengeluarkan nanah dan berbau tidak sedap selama 2 minggu terakhir. Kurir #SR segera dihubungi untuk mendampingi pengobatan Bu Yatmi selanjutnya  di Jogja. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transport. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas @hapsarigendhis

Ibu yatmi menderita Tumor Leher

Ibu yatmi menderita Tumor Leher


MTSR JAKARTA, (B 1360 SZG, Perpanjang STNK). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau dikenal dengan MTSR, yang selama ini mengiring pengkhidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa antar jemput berobat. Dan juga berfungsi sebagai kendaraan pengantar jenazah bagi masyarakat umum yang membutuhkannya, maka dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga – Perawatan pada kendaraan-kendaraan tersebut menjadi rutinitas yang wajib dilakukan seperti ganti oli dan service regular. Saat ini Jakarta telah memiliki 3 MTSR dan MTSR bernomor polisi B 1360 SZG telah melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraannya pada tahun ini, agar siap kembali menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat.

Biaya Service : Rp. 2.825.000,-
Tanggal: 1 April 2016.
Kurir : @ddsyaefudin  AhmadHaryono

Biaya Perpanjang STNK

Biaya Perpanjang STNK


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung, RT. 4/4 No. 15. Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 10 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan April 2016 di RSSR Jakarta.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 14.200.000,-
Tanggal: 1 April 2016.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Bantuan operasional untuk beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik

Bantuan operasional untuk beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listrik


MTSR JAKARTA, (B 1130 FKN, Perpanjang STNK). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau dikenal dengan MTSR, yang selama ini mengiring pengkhidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa antar jemput berobat. Dan juga berfungsi sebagai kendaraan pengantar jenazah bagi masyarakat umum yang membutuhkannya, maka dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga – Perawatan pada kendaraan-kendaraan tersebut menjadi rutinitas yang wajib dilakukan seperti ganti oli dan service regular. Saat ini Jakarta memiliki 3 MTSR dan MTSR bernomor polisi B 1360 SZG telah melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraannya, agar siap kembali menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat.

Biaya Service : Rp. 2.600.000,-
Tanggal: 1 April 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @BuyungBamboo

Biaya Perpanjang STNK

Biaya Perpanjang STNK


ASEP SUPRIATNA (34, Hepatitis). Alamat: Desa Gempoljaya, RT.6/2, Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.  Pak Asep, demikian biasa ia dipanggil, adalah seorang buruh harian lepas yang juga aktif sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Kesibukannya membantu orang lain telah membuat ayah tiga orang anak ini lupa memerhatikan dirinya sendiri. Beberapa bulan yang lalu, Pak Asep mulai merasakan sakit di bagian perut dan punggungnya. Dengan menggunakan  jaminan kesehatan Karawang Sehat, ia memeriksakan diri ke RSUD Kab. Karawang. Ia ternyata mengalami infeksi hati sehingga harus dirawat dan kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Namun karena tidak ada biaya transpor, Pak Asep memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Di rumah ia dirawat istrinya, Bu Karsih (30). Selang beberapa waktu kemudian, kondisi fisiknya mulai menurun lagi, sehingga ia harus dibawa ke IGD RSUD Kab. Karawang lagi. Alhamdulillah salah seorang kurir #Sedekahrombongan Karawang merupakan teman Pak Asep di kelompok Pekerja Sosial Masyarakat. Kurir #SedekahRombongan Karawang menyampaikan santunan untuk membantu biaya sehari-hari Asep dan keluarga yang menunggu di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik untuk Pak  Asep. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @H.kosasih @hapsarigendhis

Pak asep menderita Hepatitis

Pak asep menderita Hepatitis


BACHTIAR SAKHI (1 bln, Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat : Jl. Otista 4 Tanjung Lekong RT. 7/7, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Bayi mungil yang terlahir sebulan lalu ini bernama Bachtiar Sakhi. Bachtiar terlahir layaknya bayi sehat pada umumnya. Tapi saat menginjak 3 hari pasca kelahiran, Bachtiar mengalami demam tinggi dan lemas sehingga oleh keluarga dibawa ke UGD RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu kondisi Bachtiar terus menurun sehingga harus menjalani perawatan di ruang Perina RSCM. Bachtiar harus menggunakan alat bantu pernapasan. Dan untuk menopang nutrisinya Bachtiar harus minum susu yang harganya terbilang mahal. Hampir 4 minggu menunggu Bachtiar di RS, orang tua Bachtiar, bapak Saiful Bahri (26) dan ibu Sakhi Bachri (25) mulai kebingungan untuk biaya membeli susu untuk Bachtiar. Pak Saiful, sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta dan ibu Sakhi adalah seorang ibu rumah tangga. Selain untuk memenuhi kebutuhan Bachtiar mereka masih harus membayar biaya kontrakan. Alhamdulillah, ada saudara yang mengenalkan dengan Kurir #SedekahRombongan. Siang itu #KurirSR langsung menemui orang tua Bachtiar dan menyampaikan santunan untuk biaya membeli susu Bachtiar. Semoga Bachtiar kecil kondisinya lekas membaik dan diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Bachtiar mengalami  Gangguan Tumbuh Kembang

Bachtiar mengalami Gangguan Tumbuh Kembang


ENI SUHENI (51, Tumor Payudara). Alamat : Jl. Budimulia RT.10/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Enie Suheni yang sehari – harinya berprofesi sebagai buruh cuci sudah 4 tahun ini menderita sakit tumor payudara. Gejala awal dirasakannya ada benjolan kecil dan sakit jika disentuh pada payudaranya. Pengobatan pertama dilakukan di puskesmas terdekat dan dari puskesmas ibu Enie Suheni kemudian dirujuk ke RSUD Sukmul Jakarta Utara, namun karna keterbatasan peralatan di RSUD tersebut, ibu Enie Suheni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Husada Jakarta Pusat. Operasi pengangkatan tumor pernah dilakukannya 3 tahun yang lalu di RSUD Koja Jakarta Utara, namun karna kehidupan yang miskin dan keterbatasan biaya pasca operasi ibu Enie Suheni tidak pernah melakukan control rutin dan melanjutkan pengobatannya tumor pada payudaranyapun tumbuh kembali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Enie Suheni, bantuan lanjutan kembali untuk biaya menebus obat yang tidak dijamin oleh BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 829. Operasi pengangkatan tumor pada payudaranya sudah dilakukan dan Alhamdulillah berhasil, dan menurut team dokter yang menanganinya pasca operasi pengobatan lanjutannya akan dilakukan dengan 3 kali kemotherapi, saat dikunjungi Kurir #SR, ibu Eni Suheni kondisinya masih lemah dan sedang mempersiapkan kondisinya untuk melakukan kemotherapi. Semoga pengobatannya dimudahkan dan ibu Eni Suheni diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 9 April 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu eni menderita Tumor Payudara

Ibu eni menderita Tumor Payudara


SANIA PUJI RIANI (7, Jantung Bocor). Alamat: Nayu Barat, RT.5/13, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Sania, biasa ia dipanggil. Sejak lahir mengalami kelainan organ dalam, yaitu jantung bocor. Namun hal itu baru diketahui beberapa tahun terakhir ini. Awalnya, Bapak Bambang Sumedi (31) dan Ibu Dwi Wulandari (25) memeriksakan kondisi Sania ke puskesmas terdekat. Dari Puskesmas dirujuk ke RSDM Moewardi Surakarta. Setelah beberapa kali pemerikasaan. Akhirnya pihak RS merujuk Sania ke RSCM. Tim kurir #SR sendiri mendapat informasi terkait kondisi Sania melalui PMI Surakarta. Setelah melakukan koordinasi, kurir #SR langsung survei. Ketika itu, kami dapati bahwa keluarga Bapak Bambag tinggal dalam rumah seukuran 2x4m. Berdampingan dengan rumah neneknya. Selama ini Bapak bambang bekerja dengan penghasilan tidak menentu. Rata-rata 20.000 s.d 35.000 rupiah per hari. Adapun Ibu Dwi, ia bekerja sebagai juru masak di warung milik tetangga dengan penghasilan kurang lebih 25.000 rupiah per hari. Pada bulan agustus 2014 dan januari 2015, tim kurir #SR telah memberikan santunan pertama sebesar Rp.500.000, dan Rp.1.000.000,-. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya pengobatan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 829. Saat ini Sania Puji Riani sudah kembali berada di RSSR Jakarta dan sudah memulai tindakan echo ulang sebelum masuk pada tindakan operasi besar pembedahan jantungnya. Kondisi Sania Alhamdulillah stabil, mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir: @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik @lastiko @Cicicinta00

sania menderita Jantung Bocor

sania menderita Jantung Bocor


RSSR SURABAYA (Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya). Alamat: Jl. Semampir Selatan Gang 2A, No. 61, Surabaya. RSSR Surabaya merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama mereka berikhtiar menjemput kesembuhan di Surabaya. Hadirnya RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga dengan tinggal di RSSR mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Kurir #SedekahRombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk RSSR pada bulan Desember.

Pengeluaran RSSR Januari 2016  :

1. Konsumsi            : Rp 1.774.200,-

2. Medikasi            : Rp 713.140,-

3. BPJS                : Rp 969.000,-

3. Operasional         : Rp 2.907.283.29,-

Total Pengeluaran Januari 2016  : Rp 6.363.623.29,-

Santunan dari sedekahholic sangat membantu kinerja kurir #SedekahRombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari sedekahholic dan semoga sedekah yang sedekahholic berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan :  Rp. 6.363.623.29,-
Tanggal     : 31 Januari 2016
Kurir          : @wahyu_CSD  @nambisembilu  @_ariina

Bantuan operasional

Bantuan operasional, konsumsi, medikasi, bpjs


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat : Dusun Cangaan, Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini sakit sejak 3 tahun yang lalu, pertama kali beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istri mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang dideritanya. Beliau sempat menunda untuk berangkat ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri Bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika habis mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur Bu Utri kepada kami, kurir #SedekahRombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata, sekarang beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Selama di Surabaya beliau dan istri memilih untuk tinggal di kos depan rumah sakit untuk menghemat waktu dan menjaga agar kondisi Pak Abdul supaya tidak menurun karena kecapekan. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 807 dan 809.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 27 Februari 2016
Kurir :   @wahyu_CSD

Pak abdul menderita Kanker Nasofaring

Pak abdul menderita Kanker Nasofaring


DIARDO BRIGITA WIRYAWAN (5 Tahun, Postop Kloaka). Alamat:Perumahan Kramat 1 blok M-8, Kab. Jember, Jawa Timur. Diardo biasanya ia dipanggil oleh ayah dan ibunya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak awal kelahirannya dik Diardo sudah terdeteksi adanya daging tumbuh pada saluran anusnya, sehingga pada usia 2 bulan dik Diardo harus melakukan operasi pembuatan anus di perut sebelah kiri. Genap usia 10 bulan dilakukan operasi kedua yaitu pengangkatan daging tumbuh yang ada di dalam anusnya. Semua operasi ini dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan SKTM karena RS di jember tidak mampu menangani adik Diardo. Beberapa waktu kemudian penggunaan SKTM untuk pengobatan dihapuskan oleh pemerintah dan keluarga Dik Diardo langsung membuat BPJS agar pengobatan dapat terus berjalan. Selama proses pengobatan biaya yang digunakan untuk transportasi dari Jember ke Surabaya tidaklah murah, sehingga mau tidak mau orang tua dik Diardo harus mencari pinjaman sana sini agar proses pengobatan dapat terus berjalan. Alhamdulillah dik Diardo dan keluarga dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga berkesempatan membantu membiayai proses pengobatannya. Saat ini dik Diardo oleh dokter disarankan untuk melakukan suntik hormone satu kali setiap bulannya sebelum dilakukan proses operasi selanjutnya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 812. Semoga kondisi dik Diardo semakin hari semakin baik sehingga memudahkan proses pengobatan yang masih harus dijalani selanjutnya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal:  8 Februari 2016
Kurir:  @wahyu_CSD @kurnia_isw

Diardo menderita Postop Kloaka

Diardo menderita Postop Kloaka


DJOEMAIRAH BINTI SAKIYAH (51 tahun, Jantung Koroner) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok 4/22 Surabaya, Jawa Timur. Bu Djoemairah begitu beliau biasa disapa sudah setahun ini bolak balik opname di RS. Dr. Soewandi karena sakit jantung yang dideritanya. Namun setelah 5 bulan semenjak kematian suaminya beliau tidak lagi melakukan kontrol rutin ke rumah sakit karena tidak ada lagi yang mengantar dan sudah tidak memiliki uang untuk pengobatan. Meski dalam kondisi sakit, beliau harus tetap berkeliling untuk berjualan bubur, yang penghasilannya digunakan untuk menafkahi dua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 13 tahun. Sisanya baru digunakan untuk menabung, untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Belakangan ini sakitnya kambuh dan tidak bisa lagi berjualan. Anaknya pun putus sekolah karena harus merawat ibundanya. Ibu yang sehari-hari berjualan bubur “Suwun” keliling ini sekarang hanya diam di rumah, beruntung Bu Djoemairah memiliki tetangga yang baik dan perduli, yang dalam keseharian sering menyisihkan sebagian rejekinya untuk diberikan kepada Bu Djoemairah untuk biaya makan sehari-hari. Melalui tangan Allah, alhamdulillah kami #SedekahRombongan bisa bertemu bu Djoemairah Djoemairah dan bisa membantu pengobatan beliau. Saat ini ikhtiar berobat Bu Djoemairah adalah melakukan kontrol rutin di RS William Booth, Surabaya. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 808 & 809. Bu Djoemairah mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Rabu, 13 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @RathyaJelita

Ibu djumairah menderita Jantung Koroner

Ibu djumairah menderita Jantung Koroner


ERISKA DWI NOFITRI (11 Tahun, Kanker Ginjal). Alamat: Dusun Sugian RT 03, RW 02, Desa Sukorejo, Kec. Parengan, Kab. Tuban, Jawa Timur. Riska biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, pada bulan 10 tahun 2013 mengalami demam tinggi dan perutnya mulai mengeras. Orang tua Riska membawa ke dokter praktek yang kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di Bojonegoro. Setelah menjalani berbagai macam rangkaian pemeriksaan, Riska terdiagnosis mengidap penyakit tumor yang menempel pada ginjal sebelah kiri. Kemudian setelah 7 hari di rumah sakit, Riska menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri dengan biaya mandiri. Pada februari 2014 kondisinya kembali menurun. Berbekal kartu jamkesnas, keluarga membawanya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan lebih lanjut. Dokter mendiagnosis adanya bekas tumor yang berkembang menjadi kanker pada saluran ginjal kanan. Dokter tidak berani melakukan operasi karena ginjal kiri Riska sudah diangkat dan hanya sisa ginjal sebelah kanan. Oleh karena itu tindakan yang dilakukan adalah kemoterapi dan penyinaran. Saat itu pihak keluarga mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Riska. Setelah melalui survey, Riska resmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Riska melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 809. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Riska masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Riska bisa segera diobati dan Riska bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir : @wahyu_CSD @RathyaJelita

Eriska menderita Kanker Ginjal

Eriska menderita Kanker Ginjal


MUNAWIR BIN WASIMIN (45, Glukoma). Alamat: Dsn. Wringin Tengah RT02/RW06 Kel. Wringin, Kec. Wringin, Kab.  Bondowoso, Jawa Timur. Sama seperti pasien #SRSurabaya yang lain, Pak Munawir datang ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan penyakit glukoma yang dideritanya. Saat pertama kali datang kondisi mata Pak Munawir sudah cukup parah, kedua matanya tidak lagi bisa melihat. Pak Munawir adalah salah satu pasien #SR Surabaya yang progress pengobatannya cepat dan unpredictable. Saat pertama kalinya kontrol, Pak Munawir masuk ke poli mata, dan pada hari itu juga beliau langsung opname dan dijadwalkan operasi pembersihan mata sebelah kanan keesokan harinya. Sampai disini kami masih merasa biasa saja. Operasi berjalan lancar dan beliau diperbolehkan untuk pulang. Serangkaian proses tersebut dilalui Pak Munawir hanya dalam empat hari dan beliau kembali ke rumah singgah #SRSurabaya. Selama di rumah singgah, tidak sengaja kami melihat kegiatan keseharian mereka dan kami tertarik untuk mengamatinya. Ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka berdua  tinggalkan,  meskipun Pak Munawir sendiri belum bisa melihat. Setelah sholat dilanjutkan dengan mengaji, istri beliau yang mengaji dan beliau menyimak dan mendengarkan di sebelahnya. Saat menjelang siang, sholat dhuha pun menjadi santapan keduanya. Hingga saat tengah malam tiba, sholat tahajud menjadi bunga mimpi mereka. MashaAllah..! setelah kontrol pasca operasi yang kedua mereka kembali ke poli mata, dengan keadaan Pak Munawir yang belum bisa melihat. Dan dihari itu juga mereka mendapat keputusan bahwa jika Pak Munawir ingin bisa melihat kembali, beliau harus melakukan cangkok mata, sedangkan biasanya donor mata sangat sulit untuk didapat. Dengan perasaan pesimis akhirnya beliau dan istri memutuskan untuk pulang ke Bondowoso. Mereka pun diantarkan oleh kami sampai terminal bus Bungurasih Surabaya, dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Baru menginjakkan kaki di rumah, tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa ada pendonor mata untuk Pak Munawir, dan beliau harus segera kembali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk opname dan operasi keesokan harinya. Pada hari itu juga Pak Munawir dan istri berangkat kembali ke Surabaya. Masuk ke rumah sakit dan menjalani operasi cangkok mata, alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sukses. Tiga hari setelah operasi, saat pertama kali uji coba mata , Pak Munawir bisa kembali melihat kecantikan istrinya. Alhamdulillah.. walaupun harus membayar biaya alat sebesar Rp. 4.000.000,- tetapi setelah kami berusaha melakukan negosiasi ahirnya mendapatkan harga Rp. 2.500.000,-. Namun setelah itu Pak Munawir harus tetap melakukan kontrol secara rutin. Saat ini kondisi mata sebelah kiri beliau sudah normal kembali, tapi masi perlu dilakukan pengobatan, namun kondisi mata kanan beliau masih belum bisa melihat. Pak Munawir masih menunggu datangnya dermawan yang mau mendonorkan matanya, untuk mata kanan beliau. Saat ini Pak Munawir masih rajin untuk datang ke Surabaya untuk melakukan kontrol rutin 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 791 dan 809. Pak Munawir mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD

Pak munawir menderita Glukoma

Pak munawir menderita Glukoma


NIKEN PUTRI ANANDA (19 Tahun, Tumor Ovarium) Alamat: Jl. Kismangunsarkoro RT 004/ RW 001, Gang Cincin Mas, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak april tahun 2015 lalu pelajar yang baru lulus SMA ini mengalami sakit di bagian bawah perut dimana diagnosis dokter di salah satu rumah sakit daerah Bondowoso menjelaskan bahwa Niken mengidap tumor ovarium. Semakin hari semakin terasa sakit hingga akhirnya mendapat rujukan berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya untuk ongkos pulang pergi saja Niken yang orang tuanya hanya seorang pekerja serabutan dan ibu rumah tangga harus menghabiskan uang di tabungannya untuk berobat di Surabaya. Beruntung beliau bertemu dengan #SedekahRombongan. Setelah bulan lalu menjalani kemoteraphy yang pertama, bulan ini Niken melanjutkan proses kemoteraphy yang keempat dan kelima. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 807 & 815. Terima kasih, berkat bantuan para sedekahholic, Niken tetap bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir :   @wahyu_CSD   @dinininutz

niken menderita Tumor Ovarium

niken menderita Tumor Ovarium


NIWATI BIN NOR SUPAKMO (50, Progtosis Tumor Orbita) Alamat : Desa Barat Asari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Niwati, wanita berusia 54 tahun ini menderita penyakit yang bermula dari 5 tahun lalu dengan tanda-tanda gatal di mata yg tak kunjung hilang. Lama kelamaan mulai tumbuh benjolan di sekitar area mata sebelah kiri. Beberapa kali sudah dilakukan proses pengobatan di rumah sakit umum daerah dan terhenti karena tidak adanya biaya pengobatan. Bu Niwati dalam kesehariannya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan pasti. Fasilitas kesehatan yg dimiliki berupa “jamkesda”. Salah satu faktor terkendalanya proses pengobatannya adalah akses dan waktu tempuh belum lagi biaya yang tidak sedikit untuk masyarakat desa terpencil ini. Sebelumnya pada awal tahun 2015 bu Niwati sudah dirujuk dan berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya namun terhenti karena tidak kunjung mendapatkan jadwal operasi, sehingga lama kelamaan benjolan tersebut semakin besar dan semakin terasa sakit. Beruntung beliau bertemu dengan tim #SedekahRombongan. Mulai menjadi pasien dampingan dari akhir september 2015 dan kembali meneruskan ikhtiar mencari kesembuhan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, akhirnya pada 18 desember beliau mendapat jadwal operasi dan tumornya berhasil diangkat. Saat ini beliau melakukan kontrol rutin paska operasi sekali sebulan. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 807 & 809. Semoga kondisi kesehatan bu Niwati semakin membaik.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @RathyaJelita

Ibu niwati menderita Progtosis Tumor Orbita

Ibu niwati menderita Progtosis Tumor Orbita


NJOO SWIE FOEN (61 Tahun, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi no 35, Jember, Jawa Timur. Ibu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya adalah salah satu pasien #SedekahRombongan yang telah meninggal dunia. Beliau tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Sakitnya berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan Bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan Bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Pada saat kemoterapi dan sinar radiotherapy, Bu Gio sudah dalam dampingan #SedekahRombongan. Semua proses kemoterapi dan sinar sudah selesai, namun saat ini muncul lagi benjolan yang semakin membesar di punggung beliau dan masih dalam tahap diagnosis. Bantuan sudah disampaikan ke Bu Gio untuk biaya berobat & transportasi dari Jember ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 791 dan 809. Saat ini Bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2016
Kurir :   @wahyu_CSD  @SantiDwi

Ibu njoo menderita Kanker Payudara

Ibu njoo menderita Kanker Payudara


MUHAMMAD NURFAIZ (2, Tumor Jinak). Alamat: Kampung Taman RT 09 RW 04, Desa Mrawan, Kec. Tapen, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Saat awal kelahirannya, kondisi Faiz terlihat normal, namun beberapa minggu kemudian terlihat benjolan kecil di bagian leher. Waktu itu belum ada respon dari orang tua karena dikira hal yang wajar. Menginjak usia 1 tahun, benjolan pada leher terlihat semakin besar, akhirnya Faiz diperiksakan oleh orang tuanya ke rumah sakit daerah di Bondowoso dan didiagnosa mengidap tumor jinak. Sempat dilakukan penyuntikan pada benjolannya dan dinyatakan dokter tidak ada hal yag perlu dikhawatirkan. Setahun berselang walaupun tidak terasa sakit namun benjolan tersebut lama kelamaan semakin membesar, hingga akhirnya kembali diperiksakan ke rumah sakit daerah di Bondowoso. Setelah itu Faiz mendapat surat rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tepatnya 10 desember 2015 Faiz mulai menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang sudah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi musti mengeluarkan dana untuk biaya pengobatan. Setelah 3 kali kontrol di Poli Bedah RSUD Dr. Soetomo, Faiz mendapat jadwal operasi pada 29 desember 2015. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sekarang benjolan di lehernya sudah terangkat. Saat ini kegiatan yang dilakukan Faiz adalah kontrol paska operasi, dan dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu sekali. Bantuan sudah disampaikan untuk kebutuhan selama Faiz kontrol di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah masuk di rombongan 808 & 809. Semoga Faiz bisa segera sembuh total dan menjadi balita normal seperti anak-anak seusainya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir : @wahyu_CSD @Dinininutz

Faiz menderita Tumor Jinak

Faiz menderita Tumor Jinak


SARNO BIN SETRO GIMUN (45 Tahun, Prostat). Alamat: Desa Karangrejo RT 21 RW 09, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pak Sarno telah menderita prostat sejak lima tahun yang lalu. Beliau tinggal bersama bapak, istri dan seorang anaknya. Bapaknya bernama Setro Gimun berumur 72 tahun yang sudah tidak bisa bekerja. Istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu yang penghasilan perbulannya sekitar Rp.600.000,- tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sarno. Pada tahun 2010 lalu Pak Sarno mengalami gangguan saluran kencing dan divonis terkena prostat. Pak Sarno sudah berusaha berobat ke rumah sakit dengan biaya umum. Sudah beberapa kali berobat namun belum mendapatkan hasil yang baik. Karena keterbasan biaya akhirnya pengobatanpun berhenti. Akhirnya lama kelamaan muncul benjolan di buah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin membesar bila Pak Sarno kelelahan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja sampai sekarang. Benjolan itu mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter atau alat bantu buang air kecil. Bahkan bila benjolan itu kambuh, Pak Sarno tidak bisa berjalan. Bila kambuh, keluarga hanya bisa memberikan pengobatan ke dokter umum terdekat saja karena keterbatasan dana. Sekarang Pak Sarno telah memiliki BPJS dan ingin berobat ke rumah sakit kembali. Namun karena kondisinya yang terbatas Pak Sarno masih kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Pak Sarno dipertemukan dengan #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SedekahRombongan. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan #SedekahRombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Rencana besarnya Pak Sarno akan melakukan operasi, namun saat ini tim dokter masih mengumpulkan data dan melihat perkembangan kondisi Pak Sarno dengan kontrol rutin 2 minggu sekali. Pak Sarno menyatakan bahwa semenjak berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mulai ada perkembangan kondisi yang semakin baik. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 780, 808 dan 809. Keluarga Pak Sarno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD

Pak sarno menderita Prostat

Pak sarno menderita Prostat


SUCI RAMADANI (3 Tahun, Kelumpuhan Saraf Otak). Alamat: Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di RS William Booth, Surabaya. Terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 791 & 809. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2016
Kurir :   @wahyu_CSD @RathyaJelita

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak

Suci menderita Kelumpuhan Saraf Otak


SUGITO BIN KASENI (51 Tahun, Tumor Pipi). Alamat: Dusun Gragalan Rt 01 Rw 01, Desa Soso, Kec. Gandusari, Blitar, Jawa Timur. Pak Gito biasa dipanggil, dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Jawa Timur. Beliau tinggal bersama istrinya (Ibu Sarifah) di sebuah rumah yang sangat kecil dengan berlantai tanah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari istrinya bekerja sebagai buruh di sawah. Pada mulanya Pak Gito merasakan sakit pada matanya, dan muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional dengan menggunakan duri pada pohon jeruk, namun benjolannya malah menjadi semakin besar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri, namun karena peralatan yang kurang memadai kemudian beliau dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar Kota Malang. Pengobatanpun tidak berlanjut karena tidak adanya biaya. Pada awal bertemu dengan #SedekahRombongan, kondisi pak Gito sangat memprihatinkan, benjolan di pipi yang sangat besar dan tubuh yang sangat kurus. Kemudian Pak Gito dirujuk untuk menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.  Pengobatan berupa kemoterapi yang dilakukan rutin setiap bulan. Alhamdulillah benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 791 & 816. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi kelima yang dilakukan di awal bulan febuari. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD

Pak sugito menderita Tumor Pipi

Pak sugito menderita Tumor Pipi


SUPARNO BIN MARTO KARYALEGI (62 Tahun, Tumor Leher) Alamat: Dusun Kwarasan Lor RT 10 RW 03, Desa Tiru Kidul, Kec. Gurah, Kab. Kediri, Jawa Timur. Pak Suparno biasa disapa, beliau bekerja sebagai buruh tani. Meski usianya sudah lanjut beliau masih terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau mempunyai tanggungan seorang istri dan 2 orang anak (kelas 3 SMA & usia 4 tahun). Pak Suparno divonis menderita penyakit tumor pada alat pencernaannya sejak 8 bulan yang lalu. Awal tahun 2015 yang dirasakan beliau seperti amandel, 2 bulan kemudian timbul benjolan di sekitar leher yang awal mulanya kecil. Lalu 3 bulan kemudian benjolan itu membesar seperti genggaman tangan. Pak Suparno awalnya dirawat di Rumah Sakit Pare Kediri, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada akhir bulan April 2015. Profesi beliau sebagai buruh tani tidak memungkinkan untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dikarenakan kesulitan membayar biaya berobat, transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Alhamdulillah melalui info dari kurir #SedekahRombongan di Kediri, kami #SedekahRombongan Surabaya bisa dipertemukan dengan Pak Suparno. Tanpa tunggu lama, kami langsung membawa Pak Suparno ke Surabaya dengan ambulan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya beliau mendapat jadwal kemoterapi. Sebulan lalu Pak Suparno sudah menjalani  kemoterapi yang kedua, dan saat ini beliau sedang menjalani kemoterapi yang ketiga & keempat. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 808 & 812. Pak Suparno & keluarga sangat berterima kasih atas bantuan para sedekah holic yang telah memberikan sebagian rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @kurnia_isw

Pak suparno menderita Tumor Leher

Pak suparno menderita Tumor Leher


WIKANTA BIN ABDULLAH (61, TB Paru). Alamat:  Kp. Tanjung Wari, RT 1/2 Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Wikanta dahulu bekerja sebagai  buruh tani di desanya. Ia biasa mengurusi sawah dan kebun milik orang lain. Pekerjaannya tersebut menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan istrinya, karena anak mereka satu-satunya telah meninggal 5 tahun yang lalu.  Sejak beberapa bulan ini aktivitas bertaninya terganggu, karena ia kondisinya lemah dan sering sakit. Ia pernah menjalani pemeriksaan dan hasilnya ia mengalami penyakit TB Paru. Keinginannya untuk berobat terkendala biaya. Ia terpaksa tidak melanjutkan pengobatan.  Bersama istrinya, ia kini tinggal di rumah adiknya, karena rumah mereka hampir roboh dan tak layak huni. Selain dibiayai oleh adiknya, Pak Wikanta dan istrinya juga sering mendapat bantuan dari tetangga sekitar yang iba melihat keadaannya. Alhamdulilah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Pak Wikanta, sehingga dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics #SR untuk biaya berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nilwan_zen @hapsarigendis

Pak wikanta menderita TB Paru

Pak wikanta menderita TB Paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Mega 22,239,000
2 MTSR Surabaya 9,238,500
3 Romadhon 822,575
4 Abdurohim 1,300,000
5 Maghfiroh 1,264,000
6 Semin 800,000
7 Maryati 800,000
8 Romadhon 2,584,975
9 M Yusuf 1,800,000
10 Juariyah 1,000,000
11 Pradana 964,000
12 Septiana 1,200,000
13 Pradana 964,000
14 Siti 1,304,400
15 Alfan 900,000
16 Siti 1,200,000
17 M Bima Adi 500,000
18 Riza 500,000
19 Jumaroh 500,000
20 Dalem 500,000
21 Ahmad 1,000,000
22 Denis 500,000
23 Rifki 500,000
24 M Rama 500,000
25 West 500,000
26 Juriah 1,500,000
27 Tata 500,000
28 M Nabil 500,000
29 Fadil 1,000,000
30 Apen 1,000,000
31 Abdul 1,000,000
32 Abidin 500,000
33 Nari 500,000
34 Tiar 500,000
35 Surya 500,000
36 Keisya 500,000
37 Fikri 500,000
38 Andini 500,000
39 Asroni 1,000,000
40 Bajuri 750,000
41 Aan 500,000
42 Icot 500,000
43 Uneh 500,000
44 M Farid 500,000
45 Neneng 500,000
46 Asep 500,000
47 Ahmad 500,000
48 Andika 500,000
49 Kasiani 600,000
50 Katini 800,000
51 Siti 738,250
52 Siti 600,000
53 Poninten 522,500
54 Khoirotun 520,000
55 Ahmad 5,500,000
56 BAKTI SOSIAL SR JEMBER 2,500,000
57 Aris 500,000
58 Supriyadi 1,500,000
59 mardalina 500,000
60 Sri Rejeki 1,000,000
61 Nabbita 500,000
62 Fogging kel. Babakan II Tangsel 700,000
63 Fogging kel. Legoso Tangsel 700,000
64 Sarkini 500,000
65 Ayu 750,000
66 Dimas 1,000,000
67 Alm Mardiyah 1,000,000
68 Lilis 1,000,000
69 Irfan 500,000
70 Qinar 500,000
71 Rizky 500,000
72 Bahuna 500,000
73 Nuridah 500,000
74 Kromo 500,000
75 Narsih 500,000
76 Renah 500,000
77 Sabrina 500,000
78 Sahaya 5,500,000
79 Juriah 500,000
80 Ahmad 500,000
81 Azka 500,000
82 Syahroni 2,000,000
83 Sopa 750,000
84 Rifki 1,000,000
85 Triyono 500,000
86 Omi 1,000,000
87 Lutiyatmi 1,000,000
88 MTSR Jakarta 2,825,000
89 RSSR Jakarta 14,200,000
90 MTSR Jakarta 2,600,000
91 Asep 500,000
92 Bahctiar 500,000
93 Eni 700,000
94 Sania 700,000
95 RSSR Surabaya 6,363,623
96 Abdul 500,000
97 Diardo 500,000
98 Djoemairah 500,000
99 Eriska 600,000
100 Munawir 500,000
101 Niken 500,000
102 Niwati 500,000
103 Njoo 500,000
104 M Nurfaiz 500,000
105 Sarno 500,000
106 Suci 500,000
107 Sugito 500,000
108 Suparno 500,000
109 Wikanta 500,000
Total 142,800,823

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 142,800,823,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 831 ROMBONGAN

Rp. 36,314,400,666,-