ANAH BINTI SAHADI (39, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Babakan RT. 2/14 Kel. Cigadung, Kec. Karang Tanjung, Kab. Pandeglang. Ibu Anah yang sehari – harinya sebagai ibu rumah tangga ini merasakan ada benjolan pada payudaranya sekitar pertengahan tahun 2005. Karena benjolan tersebut, kesehatannya mulai terasa menurun seperti sering demam, akhirnya diperiksakan ke RSUD Pandeglang. Hasil dari diagnosa dokter Bu Anah menderita kanker payudara. Dokter menganjurkan agar Bu Anah dioperasi. Sihabudin, suami Bu Anah yang hanya buruh serabutan merasa khawatir dan kebingungan, karena pada waktu itu belum mempunyai Kartu Jaminan Sosial, pernah mencoba mengumpulkan uang untuk operasi tapi tak kunjung tercapai, karena Pak Sihabudin mempunyai tanggungan 3 orang anak. Akhirnya pada pada tahun 2007 Bu Anah mencoba berobat ke tabib yang dianggap tidak membutuhkan biaya besar, tabib pun melakukan operasi kanker payudara dengan cara tabib  itu sendiri. Dua tahun Bu Anah merasa sembuh dari sakit kankernya, tetapi pada tahun 2009 penyakitnya mulai terasa kambuh kembali dan semakin sakit. Dari tahun 2009 tersebut sampai dengan Januari 2016 tidak pernah dilakukan pengobatan. Karena sakit yang terasa semakin parah, maka pada Februari 2016 dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas, dan mendapat rujukan ke RSUD Berkah Pandeglang. Meskipun sekarang sudah memegang KIS tetapi Pak Sihabudin belum bisa membawa Bu Anah berobat ke RSUD sesuai rujukan dari Puskesmas karena ketiadaan biaya untuk operasional. Pak Sihabudin pun dengan setia mendampingi proses pengobatan istrinya. Alhamdulillah setelah proses pemeriksaan selama beberapa hari, pada 28 Maret 2016 operasi pengangkatan kanker yang ada di payudaranya dilaksanakan di RSUD Berkah Pandeglang dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).  Operasipun berhasil dilaksanakan, tetapi bu anah diminta untuk memeriksakan kanker yang telah diangkat dari payudaranya di Laboratorium Biomed yang ada di luar  lingkungan RSUD. Biaya pemeriksaan di laboratoritum Biomed tidak ditanggung KIS, Bu anah dan Pak Sihabudin kebingungan karena sudah tidak ada biaya lagi. Jangankan biaya pemeriksaan laboratorium, untuk operasional menginap menemani istrinya di rumah sakit saja Pak Sihabudin kebingungan. Alhamdulillah kembali Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bu Anah. Bantuan lanjutan pun diberikan kepadanya untuk biaya pemeriksaan laboratorium dan Operasional di RSUD. sebelumnya Bu Anah telah dibantu pada Rombongan 812.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea Emay Humaeroh @ririn_restu

Ibu anah menderita Kanker Payudara

Ibu anah menderita Kanker Payudara


SELLA UMI SALAMAH (2,6 bulan, Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal). Alamat: Perum Taman Raya Rajeg, B 11/32 RT. 4/7, Mekar Sari Rajeg, Kab. Tangerang, Banten. Sella anak ke-2 dari pasangan Bu Ristiwana (38) dan Pak Bustomi (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak lahir Sella mengalami kelainan jantung bocor, kemudian berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Beberapa kali berobat di RS Harapan Kita, kemudian diketahui bahwa Sella mengidap penyakit lainya, yaitu, katarak di kedua matanya dan juga terkena virus rubella kongetal. Dikarenakan penyakitnya butuh penanganan yang lebih serius, akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian tersebut jelas membuat keluarganya bingung, karena keterbatasan biaya. walaupun Sella pengguna JAMKESDA yang sudah sangat membantu  pengobatanya, tetapi tetap saja mereka harus mengeluarkan biaya, yaitu ongkos ke rumah sakit dan biaya obat yang tidak ditanggung JAMKESDA, disamping itu juga Sella harus rutin membeli susu yang harganya cukup mahal. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sella dan sudah diberikan bantuan awal untuk membeli susu dan ongkos ke RSCM Jakarta. Kondisi Sella saat ini, terbaring lemas dan menurun berat badannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ozancrutz

Sella menderita Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal

Sella menderita Komplikasi Jantung, Katarak dan Rubella Kongetal


ALFAN KURNIAWAN (20 Bulan, Celebral Palsy). Alamat: Kapuk Pulo RT. 10/2. Kapuk Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Alfan anak sulung dari pasangan Bu Sani (22) dan Pak Iwan (23) yang bekerja sebagai buruh lepas. Sejak lahir Alfan sudah terdiagnosa Celebral Palsy dan sampai saat ini Alfan berobat di RSUD Cengkareng. Alfan sering kejang-kejang disertai melemasnya badan dan otot-otot. Di usianya yang hampir 2 tahun Alfan hanya terbaring lemas, berat badan kurang dan cenderung gizi buruk. Alfan berobat menggunakan BPJS kelas 3, namun orang tua Alfan kesulitan untuk ongkos ke RSUD dan untuk membeli susu karena penghasilan Pak Iwan yang tidak mencukupi untuk keperluan Alfan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan sudah memberikan bantuan awal untuk membeli susu dan ongkos ke RSUD. Kondisi Alfan saat ini masih terbaring lemas dan masih harus berobat ke RSUD.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Alfan menderita Celebral Palsy

Alfan menderita Celebral Palsy


RASYA ALBILLAL SETIAWAN (1,9 bulan, Hydrocephalus). Alamat: Jln. Kapuk Pasar Darurat RT. 5/12 No. 158. Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Rasya anak sulung dari pasangan Bu Lusi (24) dan Pak Agus Setiawan (26). Kedua orangtua Rasya telah bercerai. Rasya terlahir sehat dan normal, saat usia 1 tahun Rasya mengalami demam, batuk dan pilek yang berkepanjangan hingga dilarikan ke RSUD Cengkareng. Disaat Rasya berobat di RSUD Rasya mengalami kejang hingga koma, dari pemeriksaan CT-scan diketahui ada penyumbatan cairan pada kepala Rasya, kemudian dilakukan operasi pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan. Setelah kejadian tersebut keadaan Rasya sangat memburuk, menurunya berat badan yang sangat drastis dari 10 kg hingga 7 kg, badan Rasya pun kaku dan sulit untuk digerakan sehingga Rasya tidak dapat makan dan minum melalui mulut, dan harus menggunakan selang. Bu Lusi sangat terpukul dengan ujian yang diberikan saat ini, beliau kesulitan biaya untuk membeli obat dan perlengkapan Rasya, sedangkan Bu Lusi terpaksa tidak bekerja karena harus mengurus Rasya.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Rasya, dan sudah memberikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke RSUD dan untuk membeli susu. Saat ini kondisi Rasya hanya terbaring dan mengkonsumsi makan dan minum melalui selang.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ririn_restu

Rasya menderita Hydrocephalus

Rasya menderita Hydrocephalus


ASIH PUJIYATI (28, Tumor Kalenjar Betah Bening).  Alamat:  Jln. Karang Anyar RT. 1/1 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Asih,  biasa beliau dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya tinggal berdua bersama suaminya di rumah yang sederhana. Awal sakit Ibu Asih sendiri yaitu saat beliau merasakan pusing, muntah-muntah dan tidak nafsu makan. Saat dipaksakan untuk makan bagian leher Ibu Asih merasakan sakit seperti ada yang mengganjal. Sang suami yang menyadari segera membawa Ibu Asih ke klinik yang dekat dari rumah dan diberi obat oleh dokter di klinik tersebut. Sudah 6 kali Ibu Asih berobat jalan di klinik tersebut namun keaadaannya belum juga membaik, malah tambah parah dan akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit daerah Kota Agung. Karena terkendala peralatan medis, Ibu Asih pun dirujuk lagi ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Menurut diagnosa dokter, Ibu Asih mengidap Tumor Kelenjar Getah bening dan harus dioperasi pada Rabu, 23 Maret 2016. Kondisi Ibu Asih setelah dioperasi masih merasakan muntah dan nyeri di tenggorokan. Suami Ibu Asih, Dedi Aris (24) hanya seorang petani kebun yang penghasilannya pun tidak menentu untuk menghidupi mereka berdua. Ia terlihat pasrah dan mengatakan kepada Kurir #SedekahRombongan Lampung yang menjenguknya bahwa ia berharap Ibu Asih bisa segera sembuh dan bisa kembali pulang, terlebih lagi banyaknya biaya hidup selama di rumah sakit yang harus dikeluarkan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya hidup selama di rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Asih. Semoga Ibu Asih kesehatannya segera membaik dan santuan dari sedekahholic bisa meringankan beban Ibu Asih dan suaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @Evandlendi @Triii20 @akuokawai @ririn_restu

Ibu asih menderita Tumor Kalenjar Betah Bening

Ibu asih menderita Tumor Kalenjar Betah Bening


DENY RAMON, (1, Cranyosinositosis). Alamat : Jln KH. Mas Mansyur No.18 RT. 1 Rawalaut, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak lahir, Dik Deny selalu sakit-sakitan. Belakangan ini Dik Deny sakitnya makin menjadi. Ia selalu rewel sulit tidur dan sering mencret buang air besarnya. Dik Deny dibawa ke RS Abdoel Moeloek untuk mendapatkan perawatan. Kini ia sudah dirawat selama 3 hari. Menurut dokter spesialis anak, setelah dilihat dari hasil CT Scan ternyata Dik Deny mengalami cranyosinositosis atau pengerasan ubun-ubun sebelum waktunya, hal ini lah yang menyebabkan Dik Deny sering sakit-sakitan. Sering muntah, mual, sulit tidur, hingga mencret dan rewel. Rencananya akan dilakukan tindakan operasi namun masih konsultasi dan menunggu keputusan dokter spesialis bedah anak. Dik Deny adalah anak dari pasangan Bapak Irwan Fahlevi (32) dan Ibu Dewi Armayantu Armesa (29). Ayah Dik Deny hanya seorang buruh, sedangkan ibunya hanya Ibu Rumah Tangga (IRT). Keluarga Dik Deny mengaku kesulitan biaya, selama ini mereka hanya mengharap belas kasihan keluarga untuk meringankan biaya pengobatan yang tak dicover Jamkesmas dan biaya sehari-hari keluarga yang menunggui Dik Deny di rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan Lampung saat menjenguk Dik Deny di rumah sakit turut prihatin dengan keadaan dan kondisi Dik Deny. Ditambah lagi, jika Dik Deny harus dioperasi pasti butuh waktu yang lebih lama untuk perawatan pasca operasi, dan itu artinya membutuhkan biaya yang lebih banyak. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasa bahwa Dik Deny bisa di bantu dari #Sedekahrombongan. Dana santunan diberikan untuk meringankan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Semoga Dik Deny segera sembuh dan bisa ceria lagi bersama keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evanlendi @triii20 @abahnyamarlele @rintawulandarii @akuokawai @ririn_restu

Deni menderita Cranyosinositosis

Deni menderita Cranyosinositosis


SLAMET WIDODO (38, tidak bisa buang air kecil/kencing batu). Alamat di Tegalsari RT 3 RW 10 Kelurahan Magersari Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang Jawa Tengah. Mas Slamet adalah anak dari Bapak SUMEDI (ALM) dan Ibu WAHINEM (66) yang sudah tidak bekerja. Mas Slamet masih lajang dan  tidak bisa bekerja (karena cacat fisik sejak kecil). Pada tanggal 5 Pebruari 2016 mengalami sakit sulit untuk buang air kecil, pada saat malam hari tidak kuat menahan sakit dan sodaranya membawa ke RSUD TIDAR MAGELANG. Kemudian Langsung di tangani oleh dokter jaga di UGD dan dipasang selang utuk pembuangan air kencing, sebetulnya harus menjalani opname tapi karena biaya yang cukup besar kurang lebih Rp 8.000.000 maka pihak keluarga membawanya pulang. Saat ini menjalani obat jalan dengan kondisi selang juga masih terpasang, sebenarnya selang akan dilepas namun harus dibawa kerumah sakit, Karena alasan biaya maka tidak jadi dan di bawa pulang lagi apalagi Mas slamet tidak mempunyai jaminan kesehatan apa pun.  Mas Slamet tinggal bersama ibunya saja yang juga tidak bekerja, saudara mas Slamet sudah tidak ada yang tinggal bersamanya karena sudah berkeluarga.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan mas Slamet sehingga bisa membatu biaya pengobatan serta pembuatan BPJS KESEHATAN. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 09 Maret 2016
Kurir: @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Pak slamet tidak bisa buang air kecil/kencing batu

Pak slamet tidak bisa buang air kecil/kencing batu


ADRIYAN SAPUTRO bin TRI WIYATNO  (1,5 Th, gangguan tumbuh kembang) Bolong Wetan RT 8 RW 3 Desa Tegalsari, Candimulyo, Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Adriyan merupakan putra dari pasangan Tri Wiyatno bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Susi Susilowati sebagai ibu rumah tangga ini mengalami masalah pada saat proses kelahirannya sehingga ada gangguan pada syaraf dan mengganggu tumbuh kembang. Setelah lahir Adriyan sempat masuk ICU RS Budi Rahayu Magelang selama 3 minggu. Kemudian mendapat saran dokter untuk menjalani terapi dirumah sakit. Sempat rutin terapi 2 kali seminggu selama 3 bulan walau kemudian terpaksa berhenti. Saat ini kondisi Adriyan belum bisa berjalan dan perkembangannya tidak sesuai dengan anak-anak seusianya.
Alhamdulillah  #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan orang tua dari Adriyan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya berobat. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @debitakusuma

Adriyan menderita gangguan tumbuh kembang

Adriyan menderita gangguan tumbuh kembang


RAHMAN BAIHAQI BIN SUKRISTIYO (1, Hernia) Bolong Wetan RT 8 RW 3 Desa Tegalsari, Candimulyo, Kabupate. Magelang, Jawa Tengah.
Rahman Baihaqi merupakan putra pertama dari pasangan bapak Sukristiyo (35) dan ibu Arifatul Fauziyah (24). Bapak Sukristiyo bekerja sebagai buruh serabutan dan terkadang sebagai kuli penambang pasir sungai sementara ibu Arifatul hanya sebagai ibu rumah tangga. Semenjak dari lahir, putra dari pasangan tersebut didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit hernia. Dikarenakan kondisi perekonomian yang minim maka Rahman Baihaqi belum dapat diberi pengobatan yang memadai, hanya sesekali pernah dibawa ke puskesmas terdekat bahkan juga dipijat. Disisi lain juga keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga kesulitan untuk mengurus pengobatan. Dan saat ini, Rahman Baihaqi tidak mendapatkan pengobatan apapun.
Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga ini untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pembuatan jaminan kesehatan BPJS. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada teman- teman #Sedekah Rombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @marjunulNP  @fathurrozaq82 @debitakusuma

Rahman menderita Hernia

Rahman menderita Hernia


FATHUL ARDIANSYAH (13, Liver) Alamat Dusun Candi RT 01 RW 02 Desa Candisari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Fathul merupakan Anak pertama dari pasangan SUWANDI (34, Tani) dan WINARTI (33, Ibu rumahtangga). Dik Fathul mengalami sakit liver dimulai sejak 1 tahun yang lalu ini diawali dari panas yang tidak kunjung sembuh. Keluarga membawanya ke Puskesmas dan disarankan ke RSUD Temanggung. Dari RSUD diberikan perawatan dan diperbolehkan pulang. Namun 3 bulan ini perut dik Fathul semakin membesar meskipun dia sekarang masih sekolah. Keluarga sebenarnya ingin membawanya ke RSUD Temanggung dengan menggunakan JAMKESMAS namun keterbatasan dana utuk biaya akomodasi yang telah membuat keluarga ini belum membawa ke RSUD dan hanya obat dari Puskesmas. Saat ini masih sekolah dan perutnya keliatan membesar sedangkan badannya sangat kecil. Alhamdulillah dengan didampingi Bapak Kamiso dari Puskesmas Bansari #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Fathul Ardiansyah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan akomodasi ke RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan yang telah membantunya sehingga bisa membawa anakanya ke RSUD Temanggung.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 05 Maret 2016
Kurir :@MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

fathul menderita Liver

fathul menderita Liver


IDA SURYANI (37, Jantung Koroner) Alamat Desa Bagusan RT 04 RW 02 Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Mbak Ida begitu di sapa adalah ibu rumah tangga, suaminya Agus Dwi W (40,Buruh), dan mempunya dua orang putri Annisa Fridawati (17, Pelajar) dan Safira Maulida (12, Pelajar). Derita Mbak Ida dimulai sejak satu tahun yang lalu. Awalnya hanya dirasakan sesak didadadan tidak dirasa, Namun sejak dua bulan lalu sering dirasakan kejang-kejang dan kesemutan di tangannya. Saat itu langsung dibawa ke RSUD Temanggung, setelah dilakukan cek oleh dokter diketahui menderita jantung Koroner sehingga diberikan penanganan oleh Dokter RSUD Temanggung. Saat ini Mbak Ida sudah ada dirumah namun masih diharuskan kontrol rutin ke RSUD Temanggung setiap minggunya. Suaminya yang hanya sebagi buruh harian sangat kesulitan biaya untuk membawa kontrol rutin ke RSUD Temanggung karena juga harus membiayai kedua anaknya yang masih sekolah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Mbak Ida Suryani untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya kontrol rutin di RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterimakasih kepada #SedekahRombongan mudah mudah bantuan ini bisa bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 05 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko

Ida menderita Jantung Koroner

Ibu Ida menderita Jantung Koroner


WAHID ISTIAWAN (8, Kelainan Mata) Dusun Bongkol RT 05 RW 01 Desa Candisari Kecamaan Bansari Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Wahid Begitu disapa adalah anak pertama dari pasangan Alwanto (44,Tani) dan Waltini (42,Ibu rumahtangga). Dik Wahid mengalami kelainan pada matanya diketahui sejak umur 2 tahun. sehingga keluarga membawanya ke RSUD Temanggung dan diketahui mengalami ganggunan min dan disarankan jika sudah umur 4 tahun dibelikan kacamata. Setelah umur 4 tahun diberikan kacamata hingga saat ini. Namun seiring bertambah usia kacamata yang dulu ini sekarang kurang maksimal dalam membantu untuk sekolah sehingga diperlukan kacamata yang baru. Saat ini masih sekolah dan masih menggunakan kacamata yang dulu sehingga harus duduk di depan dan kurang maksimal dalam kegiatan belajar. Meskipun Wahid mempunyai Jamkesmas keluarga sangat kesulitan untuk membelikan kacamata yang sesuai dengan kebutuhannya sekarang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Wahid Istiawan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk membeli kacatamata minus. keluarga sangat senang dan mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 05 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

Wahid menderita  Kelainan Mata

Wahid menderita Kelainan Mata


MUHAMMAD WILDAN SULKHAN (9, LUMPUH) Alamat Dusun Badran RT 01 RW 08 Desa Badran Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Wildan adalah pertama yang terlahir dari pasangan Royis (49, Tani) dan Almh Muriah. Derita Wildan dimulai sejak umur 1.5 tahun, saat itu mengalami panas dan kejang, orang tuanya langsung membawanya ke RSUD Temanggung. seteleah dilakukan cek Dokter diketahui Wildan mengalami kelainan fisiknya. Setelah diberikan penanganan disarankan untuk melakukan terapi rutin setiap minggunya. Namun Ayahnya tidak bisa memberikan kontrol rutin dikarenakan sang Ibu juga mengalami sakit hingga meningggal. Sampai usia Wildan 8 tahun baru dilakukan terapi oleh ayahnya, namun kendala biaya yang membuat ayahnya tidak bisa rutin memeriksakan meskipun sudah memiliki JAMKESMAS namun untuk biaya transportasi sangat kesulitan. Alhamdulillah dengan di dampungi Ibu Sekretaris Desa #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga M Wildan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya kontrol dan Transportasi.vKeluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 05 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

Wildan menderita LUMPUH

Wildan menderita LUMPUH


ALIF RIFQI RAHMADANI (7, LUMPUH dan KELAINAN MATA) Alamat Dusun Karangbendo RT01 RW 03 Desa Tegal Roso Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Dek Alif adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Turahman (37, Buruh Tani) dan Almh Miftakhul Arifah (28). Dek Alif menderita cacat sejak lahir, dilahirkan secara normal namun mengalami kelainan pada kakinya. Waktu itu dibawa oleh orangtuanya ke Puskesmas dan disarankan untuk dibawa ke RSUD Temanggung. Namun keluarga tidak membawa ke RSUD Temanggung dikarenakan tidak mempunyai Jaminan Kesehatan sehingga hanya diobati sampai Puskesmas hingga usia sekarang. Namun diawal tahun 2016 ini Dek Alif mendapat Jamkesmas sehingga keluarga membawa ke RSUD Temanggung. Dari Dokter diberikan fisioterapi dan disarankan seminggu melakukan terapi sebanyak 3x. Saat Terapi yang kedua ternyata diketahui ada gangguan pada matanya sehingga diberikan rujukan ke RS YAP Yogyakarta. Saat ini Dek Alif hanya bisa tiduran dan duduk saja dan jika mau kemana kemana di gendong Ayah atau Neneknya. Ayahnya yang sekarang tidak bekerja setelah istrinya meninggal dan harus merawat anaknya sangat kesulitan untuk membawa Dek Alif ke RS YAP Yogyakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Alif Rifqi untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya Akomodasi Ke RS YAP Yogyakarta. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan dan berharap semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 05 Maret 2015
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Swastiko

Wildan menderita LUMPUH dan KELAINAN MATA

Wildan menderita LUMPUH dan KELAINAN MATA


FAJAR SETIAWAN (11, Santunan Anak Dhuafa) Alamat dusun Blawong Wetan RT 03 RW 09 Desa Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Dik Fajar biasa dipanggil adalah putra dari pasangan Muradi (55) dan Barokah (44). Dik Fajar sejak lahir tidak berjalan layaknya anak anak seusianya. Ibunya menyadari hal tersebut ketika dik Fajar berumur 2 bulan. Keluarga sudah membawa berobat ke sana ke mari dari RSUD Temanggung sampai dirujuk ke BP GAKI Magelang namun hasilnya nihil, sehingga sampai saat ini hanya dirawat dirumah. Dik fajar saat ini di asuh oleh ibunya saja karena sang ayah Muradi pergi sejak Fajar berumur 1 Tahun hingga sekarang tidak pernah pulang Alhamdulilah #SedekahRombongan di pertemukan dengan keluarga dik Fajar diberikan bantuan dari #Sedekaholics untuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung dan membeli makanan tambahan. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal  : 2 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @M_Ilyam17

Bantuan tunai untuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung dan membeli makanan tambahan

Bantuan tunai untuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung dan membeli makanan tambahan


PUJO WARSITO (62, JATUH DARI PLAFON) Alamat Kampung Dumpoh RT 07 RW 07 Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah. Pak Pujo begitu ia biasa disapa adalah seorang buruh lepas, memiliki seorang istri bernama SUGIHARTINI (51, Ibu Rumah Tangga) dan memiliki seorang anak yang masih menjadi tanggungan. Sebagai seorang buruh harian lepas pekerjaan dan penghasilannya pun tidak menentu berdasarkan orang lain yang ingin memakai jasanya. Pak Pujo saat ini tinggal di rumah warisan orang tuanya dengan kondisi rumah yang sangat sederhana. Awal mula kecelakaan yang dialami Pak Pujo adalah saat hari minggu 21 Pebruari 2016 ia mendapatkan pekerjaan untuk memperbaiki atap salah satu gedung sekolah. Namun pak Pujo mengalami kecelakaan karena plafon yang ia injak jebol dan mengakibatkan jatuh menimpa kursi ruang kelas. Seketika Pak Pujo di larikan ke Rumah Sakit Tentara Magelang untuk diberi pertolongan namun karena patah tulang dan kondisinya parah maka pak Pujo dirawat di ICU selama 9 hari. Jumlah tagihan pembayaran mencapai Rp. 31.200.000,- dikarenakan pak Pujo tidak memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulliah #sedekahrombongan dipertemuakan dengan keluarga pak Pujo untuk menyampaikan titipan #sedekaholics guna membantu meringankan biaya pembayaran tagihan rumah sakit. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 deria

Pak pujo JATUH DARI PLAFON

Pak pujo JATUH DARI PLAFON


ATIN LELYA SUKOWATI (24 Tahun, Radang Hati dan Batu Empedu). Atin merupakan warga Gelaran 1 RT.05/RW.15 Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DIY. Ia tinggal di rumah kos yang berada di kawasan Jl. Semangu Gang. Mawar No. 20, Gedongkuning, Kota Yogyakarta, DIY. Atin merupakan salah seorang staff #SedekahRombongan yang bertugas sebagai reporter Majalah Tembus Langit #SedekahRombongan. Atin sedang berikhtiar menjemput kesembuhannya. Sejak April 2015, Atin merasa kondisi tubuhnya kurang fit. Ia kemudian memeriksakan diri ke RSKIA Sadewa, Babarsari, Yogyakarta. Hasil cek labolatorium untuk sgpt/sgot/hbsag menunjukkan angka yang tinggi. Ia melakukan usg upper abdomen, hasilnya organ dan jaringan hati dalam keadaan baik namun mengalami gastritis parah. Dokter menyarankan untuk penelusuran hepatitis lanjut, tapi saat itu tidak melakukannya karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meski memiliki jaminan kesehatan tapi prosesnya terlalu berbelit-belit, karena harus mengurus rujukan dari puskesmas domisili. Sejak sakit ia rutin mengkonsumsi curcuma, alhamdulillah kondisinya membaik. Setelah itu ia pun menghentikan mengonsumsi curcuma dan jarang kontrol ke dokter. September 2015, kondisinya kembali menurun. Ia mengalami mual, muntah, mudah lelah, kekurangan cairan, dan nafsu makan menurun. Ia kembali memeriksakan diri, hasil tes sgpt/sgot/hbsag menunjukkan angka yang tinggi. Saat melakukan usg upper abdomen ditemukan adanya batu empedu. Dokter menyarankan segera melakukan operasi, dengan syarat hati dan empedu dalam kondisi yang sehat agar tidak terjadi pendarahan. Kondisinya itu memaksanya rawat inap di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Kini ia sedang memulihkan kondisinya dengan pengobatan intensif untuk persiapan operasi. Namun perkembangannya sangat lambat, ia mudah lelah dan angka sgpt/sgot/hbsag pun masih tinggi. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial aktif menyalurkan sedekah tentu tak dapat tinggal diam saat ada saudara kita yang sedang membutuhkan. #SedekahRombongan kemudian mendampinginya dalam proses pengobatannya. Setelah hati dan empedunya dalam kondisi sehat, Atin siap menjalani operasi. Jumat, 19 Februari 2016 ia menjalani operasi batu empedu di RS Nur Hidayah Bantul. Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar dan proses pemulihannya pun tidak membutuhkan waktu lama. #SahabatSR dan #SedekahRombongan turut memberikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatannya. Kini Atin telah kembali sehat dan mampu bekerja seperti sedia kala. Mudah-mudahan Atin selalu sehat dan memberikan kontribusi terbaik untuk #SedekahRombongan. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 12.597.902,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Ibu atin menderita Radang Hati dan Batu Empedu

Ibu atin menderita Radang Hati dan Batu Empedu


YAUDIN (35, Patah tulang) Alamat Dusun Tlogopucang Selatan, RT 2 / RW 4 Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Pak Yaudin begitu disapa di desanya adalah seorang buruh tani di Desanya, awal mula derita Pak Yaudin ini dimulai saat beliau sedang mencari kayu di bulan Februari dengan memanjat pohon, tak di sangka kayu yang diinjak licin dan patah sehingga Pak Yaudin terjatuh dari pohon sekitar 4 meter. Saat itu langsung di bawa ke PUSKESMAS dan langsung mendapat rujukan ke RSUD Temanggung. RSUD langsung memberikan penanganan dengan cara di operasi. Saat ini beliau masih dalam penyembuhan di rumah dengan kontrol ke RSUD Temanggung. Namun bekas operasi belum kering dan masih mengeluarkan air sehingga kakinya belum bisa digerakkan. Pak Yaudin yang merupakan tulang punggung keluarga sekarang belum bisa bekerja sehingga Istrinya Titik (45) yang berjuang mencari nafkah meski hasilnya tidak seberapa. Saat itu #SedekahRombongan dapat bersilaturahi ke rumahnya sehingga bisa melihat secara langsung kehidupan keluarga ini. Alhamdulilah #SedekahRombongan di pertemukan dengan keluarga pak Yaudin, untuk berbagi dan membantu meringankan beban keluarga ini dengan memberikan bantuan dari #Sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya kontrol ke RSUD Temanggung dan membeli obat yang tidak diberikan Dokter. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan mudah mudahan bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 6 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @gusdurholics

Pak yaudin menderita Patah tulang

Pak yaudin menderita Patah tulang


SUSWOTO (55th, Jantung, Paru paru & kencing manis) Alamat Dusun Tegalurung RT02 RW11, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Pak Sus begitu di panggil adalah suami dari Ibu Iswatun (52, Ibu rumah tangga), Sakit yang di derita Pak Sus ini bermula saat tanggal 10 Januari 2016 beliau merasakan pusing dan lemas. Saat itu langsung dibawa ke bidan desa, seminggu kemudian karena tidak ada perubahan beliau meminta tolong kepada tetangga untuk diantar periksa di RSUD Magelang. Dari hasil awal pemeriksaan diketahui tensi 100/60 dan gula darah 400. Maka diminta untuk dirawat di RSUD Magelang. Pak Sus tidak mempunyai Jaminan Kesehatan sehingga dengan sangat terpaksa menggunakan umum dan menghabiskan total biaya Rp. 5.500.000 dan sudah dibayar Rp.2.000.000,- sehingga masih ada kekurangan Rp.3.500.000,-. Alhamdulillah pihak RSUD Magelang bersedia memberikan keringanan sehingga hanya membayar Rp. 3.800.000,- Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Pak Sus untuk turut serta berpartisipasi membantu meringankan beban keluarga dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya di RSUD Magelang. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.800.000,-
Tanggal Penyampaian : 25 Maret 2016
Kurir : @MarjunulNP  @fathurrozaq82  @masdodo_1983

Pak suswoto menderita Jantung, Paru paru & kencing manis

Pak suswoto menderita Jantung, Paru paru & kencing manis


ERIKA LITHASARI PONGANAN, (15, Leukemia). Alamat: Banaran 8 Rw 08 Banaran , Playen , Gunung Kidul. Awalnya, gadis yatim ini terdeteksi terkena gejala Typus pada Bulan Desember lalu, sehingga ia harus di rawat inap di RS Nur Rohmah, Playen, Gunungkidul. untuk memaksimalkan pengobatan setelahnya, ia harus kontrol di dr. wiratmo, akibat kondisi kesehatannya mengalami penurunan, kemudian ia dirujuk ke RS dr Sardjito untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa kejadian serangan penyakit yang menimpa tubuh anak ke 2 dari 2 bersaudara ini pernah dirasakan, seperti apa rasanya pembengkakan kelenjar dan juga merasakan bagaimana mengalami pembengkakan di bagian perut. Ia harus bersabar dengan kondisi keuangan orangtuannya yang berprofesi sebagai petani. Upaya dan fasilitas pengobatan beberapa kali terkendala, terlebih saat ia dinyatakan terkena Leukimia sekitar 2 bulan lalu, jaminan Jamkesos pun tak mampu diandalkan sepenuhnya untuk biaya kontrol 5-6 kali dalam 1 bulan. Umur ibunya yang tak lagi muda juga tak dapat dijadikan penopang perekonomian keluarga, praktis kakaknya yang bekerja pada sebuah toko menjadi pengganti layaknya kepala keluarga, bertindak sebagai tulang punggung bagi ibu dan adiknya. Hari-hari Erika penuh perjuangan dalam menghadapi penyakit, kondisi tubuh lemas, mata terkadang buyar, hingga pusing menjadi hal yang biasa ia alami.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan biaya keluarga Erika,  bersamaan bantuan awal yang disampaikan, teriring permohonan kondisinya segera membaik., aamiin

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 maret 2016
Kurir : @kisshery, @aji_kristanto

Ibu Erika menderita Leukemia

Ibu Erika menderita Leukemia


ADINDA SYTA MELANI (7,5, Typus) Alamat : Selorejo Rt 05 Rw 01 Paliyan, Gunungkidul. Gadis cantik yang telah kehilangan ayahnya ini setelah mendapat perawatan selama 6 hari di RSUD Wonosari  di diagnosa Typus.
Tetapi setelah kondisi yang sering dirasakan terkadang pusing, lemas, nampaknya pihak medis belum memastikan itu merupakan penyakit satu-satunya, atau menurut pengakuan keluarga belum di ketemukan penyakitnya, maka pihak  rumah sakit menyuruh scan ke RS dr Sardjito supaya lebih jelas.
Anak dari ibu Wiji Rahayu Pemilik jaminan KIS ini mengalami kendala dalam hal pembiayaan, terlebih Ayahnya telah tiada. #SedekahRombongan yang melihat kondisi sulit ini tergerak untuk menyampaikan santunan awal.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 maret 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Adinda menderita Typus

Adinda menderita Typus


RAMA FABIAN PURWANEGARA (11th, PEMBENGKAKAN SYARAF MATA) alamat desa Teluk, Jl. Lensanpura RT 006 RW 001, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Dik Rama mengalami sakit mata kurang lebih satu tahun yang lalu ketika menginjak kelas 4 SD. Dik Rama mengeluh matanya sering sakit dan pandangannya kabur. Orang tua dik Rama langsung membawa ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandaka Purwokerto. Dari hasil diagnosa dokter, dik Rama mengalami pembengkakan syaraf mata. Menurut dokter untuk kasus dik Rama ini tidak perlu tindakan operasi tetapi harus rutin melakukan terapi agar pembengkakan syaraf mata yang diderita dik Rama bisa sembuh total. Saat ini mata kiri dik Rama sudah agak jelas melihat benda-benda sekitar dan membaca tulisan kecil. Penghasilan ayah dik Rama (Tn. Suhendar, 37th) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga dik Rama masih tinggal bersama kakeknya yang bernama Tn. Abdul Aziz dan berprofesi sebagai porter angkut barang di terminal Purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka. Santunan pun disampaikan. Santunan yang diberikan #SedekahRombongan dipergunakan untuk biaya perpanjang BPJS. Sebelumnya dik Rama adalah pasien dampingan #SR rombongan 789.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @ddeean, @kaaimaa

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA


KHOULAH JAMILAH (10bln, GIZI BURUK) alamat Sokaraja Wetan RT 02 RW 03 Kec. Sokaraja, Kab. Banyumas, Jawa Tengah.  Sewaktu lahir berat badan dik Khoulah normal yakni 3.1 kg, akan tetapi setelah usia tiga bulan berat badan dik Khoulah semakin kurus dan berat badan tidak naik sesuai dengan usianya. Sedangkan keluarga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi dik Khoulah karena penghasilan sang ayah Pak Tarwin (40th) tidak cukup untuk makan dan kebutuhan sekolah dua anaknya. Alhamdulillah keluarga dik Khoulah dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Santunan pun disampaikan untuk membantu memenuhi gizi dik Khoulah. Semoga dik Khoulah dapat tumbuh sehat sesuai dengan usianya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @arfanesia @dddeean @kaaimaa

Khouljah menderita  GIZI BURUK

Khouljah menderita GIZI BURUK


RANI SEPTIANA ( 14th, PENYUMBATAN SALURAN RAHIM) alamat Sokaraja Kulon RT 04 RW 06 Kec. Sokaraja, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Rani biasa ia dipanggil, adalah putri dari Koderi (66th) dan Sarniyah (61th). Sejak 7 bulan yang lalu dik Rani mengalami kesakitan pada perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di poli kebidanan RS Banyumas dokter mendiagnosa tidak adanya lubang di saluran rahim dik Rani yang menyebabkan ia tidak menstruasi. Operasi dilakukan untuk membuat lubang pada saluran rahim dik Rani. Pasca operasi menstruasi dik Rani berjalan sesuai jadwal namun sekitar tiga bulan yang lalu dik Rani tidak menstruasi lagi. Karena panik keluarga pun membawa dik Rani ke RS Wiradadi keluarga karena lebih dekat dengan rumah. Disana dik Rani didiagnosa usus buntu dan dilakukan tindakan operasi. Pasca operasi kondisi dik Rani makin menurun dan keluarga kembali membawa dik Rani ke RS Banyumas. Menurut dokter spesialis kandungan terjadi kesalahan diagnosa di RS Wiradadi Keluarga. Dik Rani bukan mengalami usus buntu melainkan adanya penyumbatan di saluran rahim yang menyebabkan dik Rani tidak menstruasi sesuai jadwal. Sampai saat ini perut dik Rani masih terasa sakit dan sudah kurang lebih tiga bulan tidak menstruasi. Keluarga bersyukur biaya pengobatan dik Rani dapat terbantu oleh BPJS, namun meski demikian keluarga masih terkendala biaya operasional untuk berobat ke RS Banyumas serta biaya obat yang tidak tercover oleh BPJS. Hal itu karena penghasilan Pak Koderi sebagai buruh harian lepas hanya dapat untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Bantuan disampaikan pada keluarga dik Rani untuk membantu kebutuhan pengobatan dik Rani.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @arfanesia, @dddeean, nanang, @kaaimaa

Rani menderita PENYUMBATAN SALURAN RAHIM

Rani menderita PENYUMBATAN SALURAN RAHIM


AKMAL REZA RAMADHAN (12, Nefrotik Syndrome dan Penyakit Jantung Reumatik). Alamat : Dusun VI Desa Sumber Sari RT. 7/6, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar 8 bulan yang lalu tepatnya Agustus 2015 Reza mengalami sakit, tiba-tiba seluruh badannya terasa pegal-pegal, bengkak, dan timbul bercak-bercak seperti gumpalan darah yang membeku. Oleh orang tuanya Reza dibawa ke RSIA Anugrah Medical Centre Metro dan hasil diagnosa dokter Reza mengalami Nefrotik Syndrome atau Ginjal Bocor. Setelah dirawat selama 6 hari Reza diperbolehkan pulang dan kondisinya sempat fit selama 3 bulan, namun ia kambuh lagi dan kembali dirawat di RSUD A. Yani Metro. Menurut keterangan dokter, Reza harus dirujuk ke rumah sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung karena kemungkinan terdapat penyakit lain. Setelah dirujuk, dari hasil diagnosa dokter Reza mengalami kelainan Penyakit Jantung Reumatik. Iapun dirawat selama 15 hari kemudian diperbolehkan pulang.  Seminggu kemudian Reza kambuh lagi dan kondisnya drop, akhirnya ia dibawa ke RS Muhamadiyah Metro. Karena trombositnya menurun dan juga keterbatasan alat medis, Reza dirujuk ke rumah sakit Abdoel Moeloek. Kondisi putra dari Sultoni (39) dan Leni Susanti (34) ini masih lemas, pucat, dan terdapat bercak-bercak di beberapa bagian tubuhnya, serta sudah menerima 2 kantong transfusi darah. Lokasi RS Abdul Moeloek yang berada di Bandar Lampung jauh dari rumah Reza di Lampung Timur membuat kedua orangtuanya terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh. Mereka pun merasa kesulitan untuk biaya pengobatan serta biaya hidup selama menunggui Reza di rumah sakit. Berita ini diketahui oleh #SedekahRombongan Lampung, kemudian kurir pun meneruskan amanah dari para sedekahholic berupa bantuan kepada keluarga ini.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @triii20 @abahnyamarlele @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Akmal menderita Nefrotik Syndrome dan Penyakit Jantung Reumatik

Akmal menderita Nefrotik Syndrome dan Penyakit Jantung Reumatik


JUMSIAH BINTI ABDURAHMAN (51, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal Kronis). Alamat : Jl. Ikan Paus No. 19 RT. 17 LK I, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sejak satu tahun lalu, Ibu Jumsiah memiliki sakit diabetes yang kronis. Ia sempat dirawat di RS Graha Husada dan dokter menyarankan agar Ibu Jumsiah langsung menjalani cuci darah. Karena sakit diabetes melitus atau kencing manis yang dideritanya itu menyebar, menyebabkan komplikasi pada ginjalnya yang sudah tak mampu menyaring kotoran darah melalui urine dengan maksimal. Namun Ibu Jumsiah menolak saran dokter tersebut dikarenakan takut dengan pelaksanaan cuci darah itu. Akhirnya Ibu Jumsiah memutuskan untuk pulang. Bulan lalu, Ibu Jumsiah kembali dirawat di RSUD Abdoel Moleoek dengan keluhan yang sama. Dokter RS tersebut pun menyarankan agar Ibu Jumsiah segera menjalani cuci darah karena ginjal Ibu Jumsiah sudah semakin menurun kinerjanya dan nantinya akan membahayakan Ibu Jumsia sendiri. Namun lagi-lagi Ibu Jumsiah  tak mengikuti saran dokter dikarenakan tidak ada yang menemani, karena suami Ibu Jumsiah juga sudah tua. Ibu Jumsiah merupakan istri dari Bapak Abdullah (55) yang kini tak memiliki pekerjaan lagi. Ibu Jumsiah masih menolak dilakukan cuci darah karena tidak mengetahui prosedur tindakan cuci darah dan bingung melakukan proses administrasinya karena tidak adanya saudara yang bisa menemani dan melengkapi proses administrasinya. Padahal Ibu Jumsiah sudah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kelas 3. Akhirnya Ibu Jumsia memilih pulang atas permintaan sendiri. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasa iba melihat keadaan Ibu Jumsiah saat ditemui di rumahnya. Ibu Jumsiah terlihat kurus, dan selalu sering merasa ingin buang air kecil, namun urinenya hanya sedikit yang keluar. Kurir #Sedekah Rombongan Lampung mencoba memberikan pengertian tentang tindakan cuci darah, dan menjelaskan sedikit mengenai pengurusan administrasi. Kini kendala bertambah karena Ibu Jumsiah tidak memiliki biaya lagi untuk operasional ke rumah sakit. Santunan awal diberikan kepada Ibu Jumsiah untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya berobat. Semoga dengan bantuan dari sedekahholics #SedekahRombongan, Ibu Jumsiah bisa berobat dan kondisinya kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @rintawulandarii @ akuokawai @ririn_restu

Ibu jumsiah menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal Kronis

Ibu jumsiah menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal Kronis


KATMAN BINTI KASAN (74, Vertigo dan Gastritis Erosif). Alamat: : Jalan Ikan Paus No.18, RT. 17 Lingkungan I, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Nenek Katman demikian warga memanggilnya, beliau adalah seorang dhuafa jompo yang menderita sakit karena usia yang kian renta. Sang suami, Pak Hasan Basri, telah mendahului dipanggil Yang Maha Kuasa dan itu membuatnya tidak bisa menjalankan aktifitas. Nenek Katman tinggal bersama anaknya, Pak Ari (35)  dan menantunya. Menurut menantunya, Nenek Katman sering merasakan sakit di lambungnya atau dalam bahasa medis dikenal dengan sebutan gastritis erosif. Kepalanya pun sering terasa pusing berputar dan sesak napas, tetapi anaknya hanya mampu memberinya obat-obatan warung saja. Nenek Katman sendiri sangat susah jika diajak ke dokter, beliau baru mau ke dokter jika kondisinya sudah sangat parah. Saat ini Nenek Katman hanya bisa terbaring di kamarnya saja. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat merasa prihatin atas beban yang diderita dan ditanggung Nenek Katman. Untuk mengurangi beban hidupnya dan agar nenek Katman dapat menjalani pengobatan, #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Nenek Katman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @liliani @akuokawai @ririn_restu

Ibu katman menderita Vertigo dan Gastritis Erosif

Ibu katman menderita Vertigo dan Gastritis Erosif


KUNAWATI BINTI ABDUL GANI (53, Gagal Jantung dan Gagal Ginjal). Alamat : Jl. AMD. Saburai  RT. 4 Lingkungan 2, Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Ibu Kunawati hanya tinggal dengan ibunya, Bahuna (74), yang juga dalam kondisi sakit, yakni menderita stroke. Ibu Kunawati dibawa ke RS DKT oleh para tetangga yang melihat kondisi Ibu Kunawati yang memprihatinkan. Ibu Kunawati mengalami sakit perut disertai dengan keram, kejang dan demam tinggi . Hasil diagnosa dokter ia mengidap radang paru-paru dan jantung. Ibu Kunawati telah melakukan rekam jantung, USG dan rontgen, selama dirawat di rumah sakit. Ia disarankan untuk menambah darah sebanyak 3 kantung, tetapi beliau hanya mampu menebus 1 kantung darah. Kini Ibu Kunawati disarankan untuk kembali ke rumah dan melakukan pengobatan rawat jalan untuk sementara waktu. Pada 4 April 2016 malam, kondisi Ibu Kunawati tiba-tiba menurun, akhirnya Kurir #SedekahRombongan Lampung membawanya ke UGD RS Abdul Moeloek. Ibu Kunawati yang hanya hidup bersama ibunya yang juga mengalami penyakit yang berat, begitu merasa kesulitan sekali untuk menjalani pengobatan karena tidak ada yang membantu baik dalam pengurusan surat-surat ataupun kebutuhan selama di rumah sakit, walaupun ia sudah meggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat kondisi Ibu Kunawati dan keluarganya yang begitu memprihatinkan, akhirnya kembali menyampaikan titipan dari para sedekahholic yang dipergunakan sebagai santunan dampingan untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit Abdul Moleloek. Sebelumnya Ibu Kunawati sudah dibantu dan masuk ke dalam Rombongan 826.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @evandlendi @triii20 @akuokawai @ririn_restu

Ibu kuniati menderita Gagal Jantung dan Gagal Ginjal

Ibu kuniati menderita Gagal Jantung dan Gagal Ginjal


MARIAM BINTI MANAP (67, Stroke). Alamat: Jl.Ikan Paus No. 11 RT. 14/2 LK 1, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Nenek Mariam biasa beliau disapa adalah seorang janda. Awal mula sakitnya sekitar tahun 2013, beliau mengalami sakit sehingga oleh keluarga dibawa ke dokter terdekat. Setelah beberapa hari, sakitnya kambuh lagi dan lebih parah sehingga keluarga membawanya ke rumah sakit. Setelah dirawat di rumah sakit kondisi Nenek Mariam semakin melemah, beliau tidak bisa bangun dan hanya berbaring di tempat tidur dan dokter menyatakan beliau terkena stroke. Karena kondisi keuangan yang kekurangan, keluarga membawa Nenek Mariam pulang untuk melakukan pengobatan di Puskesmas atau Kosasih yang dekat dengan tempat tinggal beliau. Kondisi Nenek Mariam sudah mulai stabil tapi badannya sudah rentan dan susah untuk berjalan. Nenek Mariam sudah lama ditinggal suaminya, sekarang beliau hanya tinggal bersama anaknya yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan kehidupannya pun masih kesulitan. Anaknya harus membiayai kebutuhan sehari-hari, belum lagi untuk biaya pengobatan ditambah lagi Nenek Mariam tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan Kurir #SedekahRombongan Lampung dengan Nenek Mariam dan keluarganya. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, Alhamdulillah, titipan dari sedekaholics telah disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Nenek Mariam. Mohon doa terbaik semoga Nenek Mariam diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Ibu mariam menderita Stroke

Ibu mariam menderita Stroke


DJITU SUBOKO (54, Kanker Duodenum). Alamat:  Jln. Hayam Huruk Gg Pelita 3 No 12 RT. 6 Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Djitu,  biasa ia dipanggil adalah seorang kepala keluarga yang bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Awal tahun 2015 Pak Djitu mengeluh sakit perut dan mual dimana setiap meminum air putih beliau selalu muntah. Pak Djitu akhirnya memeriksakan keadaannya ke RS Graha Husada Bandar Lampung, hasil diagnosa dokter beliau menderita kanker duodenum yang bermetastase ke gaster atau kanker usus halus yang menyebar ke lambung. Selama dirawat di rumah sakit, keadaan Pak Djitu sedikit membaik hingga akhinya dilakukan operasi pada 30 September 2015. Selang beberapa bulan setelah operasi, Pak Djitu kembali memeriksakan penyakitnya. Dokter mengatakan seharusnya ia melakukan kemoterapi tetapi tindakan itu belum bisa dilakukan karena Pak Djitu mempunyai penyakit lever/hati dan sel tumornya sudah menjalar ke hati dan empedu beliau. Saat ini Pak Djitu kembali dirawat di ruang penyakit dalam RS. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan menjalani CT Scan Abdomen untuk menentukan masa tumor yang ada di usus halus atau duodeum Pak Djitu. Istri Pak Djitu, Ibu Mutmainah (37), hanya seorang ibu rumah tangga yang harus merawat kedua anak mereka yang masih kecil. Istri Pak Djitu pun mengeluh karena semenjak suaminya sakit tidak ada yang bisa mencari nafkah dan anak mereka hampir putus sekolah karena tidak ada biaya. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan hanya memiliki Fasilitas Kartu Indonesia Sehat Kelas III. #SedekahRombongan Lampung kembali memberikan santunan dampingan dari para sedekahkholics, karena merasakan kesulitan  yang dialami oleh keluarga Pak Djitu yang sebelumnya sudah masuk ke dalam rombongan 826. Santunan digunakan untuk membantu biaya pengobatan selama melakukan perawatan di RS. Abdul Moeleok. Semoga Pak Djitu kesehatannya segera membaik .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @Evandlendi @Triii20 @abahnyamarlele @akuokawai @ririn_restu

Ibu djitu menderita Kanker Duodenum

Ibu djitu menderita Kanker Duodenum


HAIRUDIN BIN HASAN BASRI (40, Stroke). Alamat: Jl. Ikan Paus No. 4 RT. 14/2 LK. 1, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Om Din biasa ia disapa adalah seseorang yang sederhana dalam kesehariannya. Awal mula sakitnya terjadi sekitar tahun 2000. Om Din mengalami panas yang tinggi kemudian oleh pihak keluarga dibawa ke Rumah Sakit Pemerintahan Kota untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Karena kondisinya sudah membaik, Om Din diizinkan untuk pulang, namun beberapa lama kemudian ia kambuh lagi, tetapi keluarga hanya membawanya ke alternatif. Setelah berobat ke alternatif, kondisi Om Din belum juga mengalami perubahan dan kondisinya semakin menurun. Puncaknya sekitar pertengahan tahun 2000 Om Din jatuh pingsan, dan keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Bandar Lampung dan dinyatakan koma. Setelah koma selama 2 bulan, kondisi kesehatan Om Din berangsur-angsur membaik tetapi masih agak susah untuk berjalan. Ayahnya, Hasan Basri, sudah meninggal sedangkan ibunya, Siti Aminah (60) adalah seorang buruh yang tidak memiliki pendapatan pasti. Meski sudah dewasa, Om Din masih bergantung hidup karena  sakit yang dideritanya yang menyebabkan ia tidak dapat bekerja lagi. Karena beratnya beban biaya hidup dan biaya pengobatan terlebih lagi ia belum memiliki fasilitas kesehatan seperti BPJS, maka kurir #sedekahrombongan tergerak hatinya untuk menyampaikan titipan dari sedekahholic demi kesembuhan Om Din dan semoga bisa membantu biaya pengobatan dan segera membaik kondisi kesehatannya sehingga dapat beraktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @kurnia_wati99 @akuokawai @ririn_restu

Pak hairudin menderita Stroke

Pak hairudin menderita Stroke


REVITA SARI (2, Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor). Alamat: Dusun Pematang Binjai RT.3/2 Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Revita adalah anak bungsu dari 4 bersaudara putri dari Pak Haryono (35) dan Ibu Rumiyati (28). Revita mengalami gizi buruk sejak usianya 9 bulan. Tidak hanya itu, kini ia juga menderita Hydrocephalus dan TB Paru aktif. Dua minggu yang lalu Revita dirawat di RSUD Abdoel Muluk Bandar Lampung untuk penanganan Hydrocephalusnya. Penyakit yang terjadi akibat menumpuknya cairan serebrospinal di dalam otak ini yang mengakibatkan  tekanan di otak sehingga terjadi kerusakan, gangguan fisik dan mental dan berakibat pada perkembangan motorik yang terganggu. Saat ini ia baru mampu membalikkan badan saja.  Kondisi ini diperberat dengan tuberculosis  paru yang ia derita. Tepat pada tanggal 18 Juni ini Dik Revita kembali kontrol ke RS Abdul Moeloek, tim dokter dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa penyakit TBC parunya bisa diatasi di Puskesmas terdekat, hal ini memudahkan pihak keluarga untuk menjalani terapi pada Dik Revita. Hingga keadaan batuk Dik Revita sudah tertangani, tim dokter menyatakan bahwa penanganan VP shunt dapat segera dilakukan. Ayah Revita sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Mereka tak pernah putus perjuangan dan doanya demi kesembuhan anak kesayangannya. Saat ini Revita sudah menggunakan fasilitas BPJS kelas III dan masih tinggal menumpang di rumah dompet dhuafa. Bantuan lanjutan disampaikan kurir #SedekahRombongan untuk keperluan operasional pengobatan penyakit Dik Revita dan biaya untuk pembelian keperluan makanan sehari-hari dan pengobatannya setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 782. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir :  @wirawiry @arisasamara @akhiddesniyanto @akuo_kawai @ririn_restu

Revita menderita Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor

Revita menderita Hydrocephalus; TB; Malnutrisi tipe Kwashiokor


SURYAWATI BINTI SAFARI  (38, Ca Mamae). ALamat : Kota Baru RT. 7/2 Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Sekitar 2 tahun lalu tepatnya tahun 2013, Bu Suryawati mendapati benjolan kecil pada payudara sebelah kiri nya. Ia kira hanya gigitan semut atau serangga saja, sehingga hanya diobati dengan balsem atau obat gosok biasa yang ia dapatkan di warung. Selang beberapa bulan kemudian, Bu Suryawati merasakan benjolannya tak kunjung sembuh dengan obat gosok yang ia oleskan. Bu Suryawati penasaran dan mengajak suaminya pergi ke dokter untuk memeriksakan penyakitnya itu. Dengan biaya yang ada dan ditambah pinjaman dari tetangga, mereka lalu pergi ke dokter di daerah Bandarsari untuk kejelasan penyakit yang ia derita. Dari hasil pemeriksaan dokter itulah diketahui bahwa ia mengidap penyakit Kanker Payudara. Namun apa daya, dengan beban hidup yang ditanggungnya saat ini ia hanya mampu berobat sekedarnya saja, mengingat suaminya hanya berpenghasilan dari hasil buruh yang tak menentu, dari hasil kerjanya itu untuk biaya hidup sehari-hari saja bahkan kurang. Dengan tanggungan tiga orang anak, suaminya bekerja sebagai buruh kuli di lapak sawit dan singkong yang hasilnya untuk makan saja masih susah, apalagi ke rumah sakit. Disarankan oleh tetangga untuk membuat BPJS kesehatan, dan sudah dilakukan, namun hingga saat ini belum selesai. Saat ini Bu Suryawati belum menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dalam bentuk apa pun. Alasan mengapa Kurir #SedekahRombongan membantu dikarenakan beliau berasal dari keluarga tak mampu dan memiliki kendala dalam biaya pengobatan. Kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan titipan langit dari para Sedekahkholic demi kesembuhan Bu Suryawati yang sebelumnya pernah dibantu dan masuk dalam rombongan 775.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @siskakhadija @akuokawai @ririn_restu

Ibu Surya menderita Ca Mamae

Ibu Surya menderita Ca Mamae


SITI SAFIKA AZZAHRA (3, Cedera Kepala). Alamat: Desa Aji Kuning RT. 7, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pagi tadi Ayah Fika melaksanakan tugas sampingannya selain sebagai petani, yakni menjadi buruh di tempat pencucian motor. Fika yang berusia 3 tahun, saat itu sedang bermain-main dengan temannya dan naik ke atas tempat pencucian motor. Karena licin dan basah mereka terpeleset dan jatuh di sela-sela tembok tinggi antara tempat pencucian motor yang satu dengan yang lainnya. Fika jatuh dan kepalanya terbentur. Ia juga tertimpa temannya yang juga terpeleset jatuh dari atas. Tidak terlihat adanya luka di tubuh Fika, hanya ada bengkak di belakang kepalanya, berbeda dengan temannya yang mengalami luka di kepalanya hingga mengeluarkan banyak darah. Namun, orang tua Fika sangat terkejut saat mengetahui anaknya muntah bewarna coklat kemerahan dan mimisan keluar darah dari hidungnya. Tanpa pikir panjang, pukul 11.00 WITA orangtua Fika langsung membawanya ke Puskesmas Aji Kuning. Di sana Fika kembali muntah darah hingga dua kali dan mimisan di hidungnya terus keluar sedikit demi-sedikit. Fika mendapatkan pengobatan berupa obat minum dan cairan infus. Karena keterbatasan alat sedangkan Fika harus segera di CT Scan, maka dokter Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Nunukan yang memiliki fasilitas lebih baik. Ayah Fika hanya seorang petani dan buruh di tempat pencucian motor, sedangkan Ibunya hanya ibu rumah tangga. Fika adalah anak pertama, dan saat ini ibunya sedang mengandung anak ke-2. Fika tak punya jaminan kesehatan apapun. Untuk dirujuk orangtuanya terkendala dana. Kecelakaan yang dialami Fika ini tiba-tiba, sedangkan orangtuanya tak memiliki uang simpanan. Biaya perawatan di Puskesmas, obat, ongkos naik speedboat, hingga biaya jemput ambulance sudah mahal yang setelah dirinci sebesar Rp. 810.000,-.  Saat itu kurir #SRlampung yang sedang bertugas di Puskesmas Aji Kuning melihat kesedihan dan kesulitan keluarga Fika. Orang tua Fika bingung dan berunding dengan beberapa saudara karena harus segera melunasi biaya perawatan Puskesmas dan harus menyiapkan biaya transportasi menuju rumah sakit. Kurir #sedekahrombongan merasakan kesedihan keluarga tidak mampu ini. Jika Fika tak segera dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Nunukan, dikhawatirkan kondisinya semakin parah. Kurir #SR menganjurkan agar keluarga segera mengurus jaminan sosial BPJS. Sayangnya, mereka tidak bisa segera membuat BPJS karena mereka baru pindah dari Berau, Provinsi Kalimantan Timur sehingga belum memiliki KTP wilayah Sebatik. Terlebih lagi Fika juga belum memiliki akta kelahiran. Kurir #Sedekahrombongan memberikan donasi awal untuk melunasi tunggakan Puskesmas dan biaya transportasi rujuk ke RSUD Nunukan agar lebih meringankan keluarga dalam menjalani pengobatan Fika.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 1 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @rintawulandari @akuokawai @ririn_restu

Siti menderita Cedera Kepala

Siti menderita Cedera Kepala


DWI PRIYANTO (37, Kauda Equino Syndrome). Alamat : Jl. Satelit I No. 32      RT. 6/3, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada November 2013, ayah dua orang anak ini melakukan pekerjaannya sebagai buruh bangunan, tetapi naas tak dapat ditolak, Pak Dwi jatuh dari ketinggian bangunan yang sedang dibangunnya. Melihat kondisi Pak Dwi jatuh, rekan sejawatnya langsung membawa ke RSUD Achmad  Yani Metro. Di hari yang sama Pak Dwi langsung dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Di sana dilakukan tindakan operasi. Setelah siuman Pak Dwi merasakan area pinggang sampai ke kakinya mati rasa dan tidak dapat digerakan yang dalam istilah medis penyakit ini dinamakan Kauda Equino Syndrome. Oleh dokter, Pak Dwi disarankan untuk kontrol dan melakukan terapi. Tetapi Pak Dwi hanya melakukan satu kali kontrol dan beberapa kali terapi. Setelah beberapa kali menjalani terapi namun tidak dirasakan adanya perubahan pada area pinggang sampai kakinya, Pak Dwi pun memutuskan untuk tidak melanjutkan proses tersebut. Hal tersebut juga disebabkan oleh keterbatasan biaya yang dimiliki. Kini Pak Dwi hanya bisa terbaring di rumahnya. Seiring berjalannya waktu kaki Pak Dwi mengecil sendiri ukurannya dan terdapat luka di beberapa bagian. Kartu Indonesia Sehat yang dimilikinya digunakan untuk mengobati luka yang tak terasa pada kakinya. Setelah tidak bisa lagi melakukan pekerjaannya, Pak Dwi menggantungkan hidup pada orangtuanya, Satimin (60), dan Sri Rastuti (55). Tetapi sang bapak yang juga seorang buruh bangunan juga tidak bisa lagi melakukan pekerjaannya karena sakit diabetes. Untuk biaya hidup sehari-hari keluarga ini mengandalkan bantuan dari sanak keluarga. Dengan harapan dapat meringankan beban biaya hidup sehari-hari keluarga ini, Kurir #SedekahRombongan Lampung mengunjungi rumah Pak Dwi dan memberikan bantuan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiri @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Ibu dwi menderita Kauda Equino Syndrome

Ibu dwi menderita Kauda Equino Syndrome


TUGINO BIN PONIRAN (53, Gastritis Erosif). Alamat : Tejosari RT. 10/3 Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sudah lama suami dari Kartinem (56) ini merasakan perih dan sakit di area lambung. Ia sempat dirawat di rumah sakit pada tahun 2014 karena penyakit gastritis erosif atau luka lambung. Pada awal Maret 2016, Pak Tugino merasakan perih dan sakit perut yang semakin menjadi, ia bahkan beberapa kali pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit. Saat buang air besar ataupun kecil pun terasa sakit. Melihat kondisi Pak Tugino, keluarga membawanya ke dokter Ade, oleh dokter dinyatakan terkena penyakit gastritis erosif atau luka lambung. Ia sempat menjalani tindakan USG dan oleh dokter disarankan untuk rutin kontrol juga meminum obat. Tetapi, hanya satu kali Pak Tugino mampu membeli semua obat, untuk selanjutnya ia hanya mampu membeli 1 dari 3 jenis obat yang diresepkan dokter. Dokter juga menyarankan Pak Tugino untuk melakukan rontgen ke rumah sakit. Meskipun telah memiliki Kartu Indonesia Sehat, sampai saat ini Pak Tugino belum juga menjalani rontgen karena terkendala biaya transportasi ke rumah sakit. Pak Tugino juga sudah lama tidak melakukan pekerjaannya sebagai buruh tani, karena kondisinya yang semakin lemah. Ia hanya bisa mengonsumsi bubur namun selalu muntah ketika perih dan sakit melanda perutnya. Untuk biaya kehidupan sehari-hari, Pak Tugino dibantu sang istri, anak-anak dan juga tetangga. Ada keinginan besar Pak Tugino dan keluarga untuk memeriksakan kondisi Pak Tugino ke rumah sakit. Oleh karenanya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan awal untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @arisasamara @sayasepti @akuokawai @ririn_restu

Pak tugino menderita Gastritis Erosif

Pak tugino menderita Gastritis Erosif


EMAK IYAH (80, Lumpuh dan Stroke). Alamat: Kp. Nunjuk Desa Baros, Kec. Warung Gunung, Kab. Lebak, Propinsi Banten. Nenek yang hidup sebatang kara tidak bersuami, tidak punya anak dan jauh dari saudara ini mengalami sakit sekitar tahun 2013. Sakit yang dialaminya adalah darah tinggi. Pemeriksaan sempat dilakukannya ketika penyakitnya belum begitu parah. Karena Emak Iyah seorang du’afa lanjut usia, pengobatannya pun tidak dilakukan dengan maksimal. Sekitar tahun 2014 Emak Iyah mengalami lumpuh, dengan kondisi tubuh mati sebelah. Kondisi Emak Iyah yang dhuafa, sakit, dan hidup sebatang kara ini, tidak heran jika membuat Emak kebingungan menutupi kebutuhannya. Dengan berat hati ia menjual kekayaan satu-satunya yaitu rumah serta tanah kepada tetangganya. Uang hasil penjualan rumahnya digunakan untuk bekal hidupnya. Pasca menjual rumahnya, Emak Iyah dibuatkan oleh warga setempat berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu berukuran kurang lebih 5 x5 diatas tanah milik salah satu warga. Sekarang Emak Iyah sudah tidak punya apa-apa, hasil penjualan rumahnya entah akan bertahan berapa lama dan yang pasti sekarang Emak Iyah sangat kesulitan. Kesehariannya ia dibantu oleh warga terdekat, salah satunya adalah Mak Emah (70) yang menyediakannya makanan, minuman, membersihkannya dan sebagainya. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Emak Iyah, bantuanpun diberikan kepadanya untuk membeli obat seperlunya dan biaya hidup kesehariannya, karena Emak Iyah sudah tidak bisa beraktifitas dan takut terjadi sesuatu maka #SedekahRombongan memberitahukan dan memperlihatkan santunan kepada Emak Emah dan tetangga sekitar.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy A@ravi_tea emay humairoh, windi @ririn_restu

Emak iyah menderita Lumpuh dan Stroke

Emak iyah menderita Lumpuh dan Stroke


SARAH SUBANDI (39, Liver dan Jantung). Alamat:  Kp. Pasirmuncang Desa Bayumundu, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Bu Sarah mengalami sakit sejak tahun 2014. Pengobatan awalpun sudah dilakukan di Puskesmas dan mantri kesehatan di wilayahnya. Sebetulnya pada waktu itu ada rujukan dari Puskesmas untuk berobat lanjutan ke RSUD, tetapi suaminya, Subandi (50), yang hanya buruh serabutan yang juga sesekali bekerja sebagai tukang ojeg di kampungnya merasa keberatan untuk membawa istrinya ke RSUD, karena ia menganggap berobat ke RSUD membutuhkan biaya besar. Setelah memiliki BPJS, maka pada 6 April 2016 Bu Sarah berobat ke RSUD Pandeglang, itupun untuk transportasi dibantu keluarganya. Pemeriksaan di RSUD belum selesai sehinga doker yang memeriksanya menjadwalkan tanggal 13 April 2016 harus diperiksa kembali dengan menjalani tindakan rontgen, USG, cek darah dan sebagainya. Pak Subadi kebingungan untuk berobat nanti, karena selain mengurusi istrinya yang sedang sakit, ia masih mempunyai tanggungan 4 orang anak. Berita inipun sampai kepada #SedekahRombongan. Alhamdulillah #SedekahRombongan memberikan bantuan kepadanya untuk biaya transportasi ke RSUD dan biaya lainnya yang sekiranya tidak di cover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiriy @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @emay humairoh, rini artini @ririn_restu

Ibu sarah menderita Liver dan Jantung

Ibu sarah menderita Liver dan Jantung


ACHMAD FUADZEN (49, Paru-Paru Basah). Alamat: Jl. Betet IV No 32, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang. Pak Achmad, begitu beliau kerap disapa. Beliau bekerja sebagai supir taxi setiap harinya untuk menafkahi istri dan kedua anaknya yg masih duduk di sekolah dasar. Pengasilan beliau sehari – hari hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan, dan biaya sekolah kedua anaknya. Terkadang sisa penghasilanya ia tabungkan walau tak seberapa. Pada awalnya Pak Achmad sering mengalami sesak napas dan batuk batuk. Beliau mengganggap itu hanya masuk angin biasa akibat sering pulang malam dan kelelahan. Kondisi tersebut dialaminya cukup lama. Sampai suatu saat, Pak Achmad mengalami sesak napas yg sangat parah, kemudian oleh istrinya ia dibawa ke dokter. Dokter memberi rujukan agar Pak Achmad langsung dibawa ke RSU Tangerang. Saat dirawat di RSU Tangerang ia divonis menderita paru-paru basah, dan dokter menganjurkan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di paru-parunya. Setelah dioperasi dan dirawat selama setengah bulan, Pak Achmad memaksa untuk pulang dan berobat jalan karena jaminan kesehatan yang ia gunakan, yakni Kartu Multiguna hanya berlaku hingga tahun 2015, sementara keluarga tidak memiliki biaya untuk pengobatan Pak Achmad. Selama ini keluarga Pak Achmad mengandalkan uang tabungan yg dimiliki untuk makan sehari-hari dan operasional selama di rumah sakit. Hingga suatu saat, keluarga Pak Achmad sudah sama sekali tidak pegang uang, dan Pak Achmad harus membeli obat. Selama sakit, ia tidak lagi dapat bekerja. Karena itulah ia sangat membutuhkan biaya untuk berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulilah kondisi Pak Achmad sudah membaik, sesak napas sudah jarang dirasakannya, yang beliau rasakan hanya rasa sakit pada luka akibat operasi dulu. Pak Achmad masih harus menjalani kontrol rutin 3 bulan lagi. Mudah mudahan setelah selesai menjalani kontrol rutin selama 6 bulan Pak Achmad sembuh dari penyakitnya. Aamin. Alhamdulilah #SedekahRombongan kembali dapat memberikan bantuan lanjutan kepada beliau. mudah-mudahan bisa sedikit membantunya. Sebelumnya ia telah dibantu pada Rombongan 809.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@ozancrutz @ririn_restu

Pak achmad menderita Paru-Paru Basah

Pak achmad menderita Paru-Paru Basah


NURUL MAULIDIA (3, Meningitis). Alamat : Kp.Kelapa Dua, RT. 5/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Nurul merupakan anak dari pasangan Iman (30) dan Anih (27). Dua bulan yang lalu Nurul mengalami demam tinggi, kemudian Nurul dibawa ke RS Qadar dan didiagnosa menderita sakit Typhus. Setelah dirawat selama satu minggu Nurul diijinkan pulang, namun satu hari kemudian Nurul mengalami demam tinggi lagi dan kembali dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Nurul didiagnosa menderita Meningitis. Sebulan yang lalu Nurul dioperasi. Biaya operasi ditanggung Jamkesda, namun setelah operasi keluarga mengganti jaminan kesehatan mereka dari Jamkesda menjadi BPJS kelas 3. Empat bulan sudah Nurul menderita Meningitis. Hampir setiap minggu ia berobat ke rumah sakit. Berkat kesabaran orangtuanya, Nurul mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dahulu ia hanya bisa terbaring dan untuk makan pun harus melalui selang lewat hidungnya. Kini ia sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walau masih terbata – bata. Nurul dianjurkan untuk berobat setiap dua minggu sekali selama 2 tahun. Selain itu ia juga harus minum susu setiap hari. Ayah Nurul yang bekerja sebagai buruh bongkar muat pasir berpenghasilan sangat kecil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Karena itulah mereka sangat kekurangan terlebih lagi untuk biaya berobat dan membeli susu. Pada 4 April 2016, Nurul kembali mauk rumah sakit akibat diare dan dirawat selama 4 hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali dapat menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurul untuk biaya kontrol dan membeli susu. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan keluarganya. Semoga Nurul segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sebelumnya Nurul telah dibantu pada Rombongan 809

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur @ririn_restu

Nurul menderita Meningitis

Nurul menderita Meningitis


AI HANIFAH (27, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Nagrog  RT. 3/7, Curug Wetan, Curug, Kab. Tangerang, Banten. Ibu Hanifah adalah seorang ibu rumah tangga yang kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Satu tahun yang lalu Ibu Hanifah mulai merasakan ada benjolan di payudaranya, namun ia tidak mempedulikan benjolan itu. Benjolan itu semakin membesar, namun Ibu Halimah belum pernah mencoba memeriksakannya ke rumah sakit. Selama ini ia hanya berobat alternatif, namun bukanya sembuh justru benjolannya semakin membesar. Ibu Hanifah selama ini tidak berobat ke rumah sakit karena takut dengan tindakan medis yang nantinya akan dihadapi. Namun setelah kurir #SR membujuknya dengan sabar akhirnya ia mau untuk berobat ke rumah sakit. Selain itu, yang menjadi alasan Ibu Hanifah tidak beorobat adalah karena keluarga khawatir biaya berobat yang nantinya tidak ditanggung oleh BPJS. Suaminya, Pak Sofyan yang tadinya bekerja sebagai supir serabutan, kini tidak lagi bisa bekerja karena setiap harinya harus merawat Bu Hanifah. Pak Sofyan sudah 2 bulan tidak bekerja, Mereka menumpang tinggal di rumah saudaranya. Untuk makan sehari – hari pun mereka dibantu oleh saudaranya. Ibu Hanifah harus kontrol setiap dua minggu sekali, dan pada 6 April 2016 Ibu Halimah masuk rumah sakit dan dirawat. Ibu Halimah akan menjalani biopsi sebelum tindakan operasi yang rencananya akan dilaksanakan pada 15 April 2016. Syukur Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke rumah Ibu Hanifah dan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan membantu biaya hidup sehari hari. Sebelumnya Ibu Hanifah telah dibantu pada Rombongan 811.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@ozancrutz @ririn_restu

Ai menderita Kanker Payudara

Ai menderita Kanker Payudara


KARTINI MINAN (30, Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan). Alamat:  Kampung Bencongan RT. 7/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Bu Tini, begitu beliau biasa disapa, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 5 (lima) orang anak. Pasca melahirkan puteri bungsunya pada tanggal 6 Februari 2015, Bu Tini mengeluhkan badannya yang terasa sakit semua, sulit untuk jalan dan terkadang dada terasa sesak. Oleh suaminya, Bapak Minan (55) yang bekerja sebagai pemulung, diantarlah Bu Tini berobat ke RS Siloam Tangerang. Dari pemeriksaan awal yang dijalani yakni pemeriksaan laboratorium dan radiologi, didapatlah hasil bahwa terdapat pembengkakan perut dengan cairan di dalam paru-paru dan terdapat kista pada ginjal sebelah kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya Bu Tini dirawat di RS Siloam Tangerang dengan jaminan Jamkesda. Pada minggu ketiga dirawat, suami Bu Tini dipanggil oleh dokter yang merawat dan mendapat berita bahwa sebenarnya penyakit Bu Tini sudah bisa dikatakan sembuh atau sudah tidak ada penyakit, kecuali tumor yang sudah sampai ke paru-paru. Namun dokter juga belum bisa memastikan, apakah itu tumor atau kanker, karena belum ada pemeriksaan lebih lanjut. Dikarenakan Bu Tini sering mengalami sesak nafas, maka dokter memutuskan untuk melakukan Trakeostomi (membuat lubang di leher dan memasukkan selang oksigen untuk membantu pernafasan). Setelah tindakan tersebut dilakukan, pada hari ke-28 dirawat, dokter yang menangani Bu Tini menyarankan kepada suaminya bahwa lebih baik marawat Bu Tini di rumah. Pak Minan menuruti saran dokter tersebut dan sekarang Bu Tini dirawat di rumah, dengan harus menghabiskan oksigen sebanyak 4 tabung per hari yang harga pertabungnya sebesar Rp. 20.000,-.  Beruntunglah ada beberapa tetangga yang baik hati dengan meminjamkan tabung oksigen, namun tetap saja penghasilan Pak Minan sebagai pemulung kurang dari cukup untuk bisa membiayai kebutuhan oksigen Bu Tini dan juga biaya hidup keluarga, meskipun sudah disambung dengan menjual barang-barang dimilikinya. Kondisi ekonomi seperti inilah membuat  4 orang anaknya berusia sekolah tidak bisa bersekolah. Bu Tini mulai bisa berbicara walau belum lancar. Sebelumnya ia tidak bisa bicara karena lubang di lehernya. Kondisi Bu Tini berangsur membaik setelah diganti selang yang terpasang di tenggorokannya. Bu Tini di anjurkan oleh dokter untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Awalnya jika ia bernapas terdengar suara, kini tidak terdengar lagi, perut yang awalnya membuncit sekarang mulai mengecil.  Namun ia masih harus tetap rutin kontrol. Untuk itu, Bu Tini sangat membutuhkan bantuan, penghasilan suaminya yg sebagai pemulung hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional berobat. Sebelumnya Bu Tini dibantu pada rombongan 812.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratamachatur @fauzanhusni @ririn_restu

Ibu kartini menderita Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan

Ibu kartini menderita Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan


KAZIK ISMAIL (2 Bln, Suspect Tumor Perut). Alamat :  Jl Cengkong Abang RT 1 , Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung. Kazik, bayi lucu dari pasangan Bapak Gusnayadi dan Ibu Sumarni ini, mendapatkan perawatan intensif di RS Bhakti Wara karena terindikasi mengidap tumor di dalam perutnya. Kazik perlu melewati beberapa pemeriksaan sampai diketahui penyakitnya. Kazik masih terlihat lemah dan banyak menangis selama di rumah sakit. Penyakit yang diidap Kazik masih dalam observasi pihak dokter. Selama dalam perawatan di rumah sakit, Kazik dan keluarga berstatus pasien umum karena mereka belum memiliki jaminan kesehatan BPJS. Kazik dirawat selama 2 hari dan rasa khawatir keluarga mengenai biaya tidak bisa disembunyikan. Benar saja, Kazik akhirnya terpaksa pulang paksa karena keluarga tidak sanggup lagi dengan biaya yang harus dikeluarkan. Padahal dokter tidak mengizinkan pulang karena kondisi Kazik masih lemah dan harus dirawat intensif. Pak Gusnayadi yang belum memiliki penghasilan tetap dari pekerjaannya sebagai penyadap karet terpaksa mendapatkan uang pinjaman untuk menutupi biaya tersebut. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan bisa bertemu dengan Kazik, Bapak Gusnayadi dan keluarga. Bantuan awal disampaikan untuk membantu mereka mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok via Herda @ririn_restu

Kazik menderita Suspect Tumor Perut

Kazik menderita Suspect Tumor Perut


DIAH NUR SAFITRI (13, Neurogenic Blader) Alamat: Jl. Wijaya Kusuma RT 12 W 01 No. 9 Sukabumi Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah, seorang gadis kecil yang telah menderita tumor di tulang belakangnya sejak ia berusia tujuh bulan. Ketika kambuh, badan Dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki secara tiba-tiba. Pada usia 1 tahun, Dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi dan juga mengkonsumsi obat herbal, namun tidak mendapatkan hasil apapun. Ketika Dik Diah berusia tiga tahun, ayahnya meninggal dunia dan Bu Sujinah (Ibu Dik Diah – 43 Tahun) menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan jika kondisi Dik Diah sedang baik, sore harinya Bu Sujinah membuat krupuk gulung untuk dijual. Tahun 2006 Dik Diah mendapat rujukan dari puskesmas setempat untuk berobat ke RSUD Malang. Dengan berbekal surat keterangan tidak mampu Dik Diah menjalani MRI dan dianjurkan untuk terapi. Ikhtiar untuk kesembuhan Dik Diah dilakukan dengan melakukan terapi secara rutin 1-2 kali dalam satu minggu dan telah dijalani selama dua tahun, namun ternyata hasilnya masih nihil. Akhirnya Dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Biayanya pun cukup mahal, namun dengan menggunakan sisa uang pinjaman dan sumbangan dari dermawan ahirnya Dik Diah bisa menjalani operasi. Setelah menjalani operasi, kondisi Dik Diah mulai membaik. Kram di kaki, sakit di perut, dan badan panas secara tiba-tiba sudah jarang kambuh. Namun ada keluhan lain yang dirasakan. Sampai sekarang Dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Saat ini dokter menganjurkan untuk melakukan operasi lagi untuk menutup klep yang bocor di saluran tersebut. Dengan segala keterbatasan, Dik Diah dan keluarganya hanya bisa berharap dan berdoa agar mendapat jalan keluar dari sakit yang dideritanya sekarang. Saat ini kami beserta keluarga dik Diah sedang mengusahakan supaya operasi untuk dik Diah bisa segera terlaksana, karena terkendala fasilitas yang dimiliki dik Diah hanya jamkesmas, hal ini membuat prosesnya menjadi sangat lama. Alhamdulillah kabar baiknya, operasi akan segera dilaksanakan pada awal februari 2016. Semoga persiapan dan proses operasi bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan pasien dan keluarga.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Selasa, 12 Januari 2016
Kurir :  @wahyu_CSD @dinininutz

Diah menderita Neurogenic Blader

Diah menderita Neurogenic Blader


PANTI ASUHAN RAUDHATUL JANNAH, Alamat: Desa PademawuTimur, Kec. Pademawu Kab. pamekasan Madura, Jawa timur. Panti asuhan ini menmbantu  39 anak yatim, piatu dan yatim piatu mulai SD-SMA. Terdapat sekitar kurang lebih 10 pengurus. Namun tidak semua adek-adek tinggal di panti. Saat ini yg tinggal di panti hanya 7 orang. Sisanya tinggal dirumah masing-masing namun tiap hari ada saja yang berkunjung, menjelang malam mereka kembali kerumah masing-masing. Karena tempat tinggal di panti tidak cukup jika semua adek adek tinggal di sana. Di dalam panti hanya ada 3 kamar tidur dan 1 ruangan menonton TV yang biasa ditempati jika ada acara dan bimbingan bersama. Dan karena juga tidak memungkinkan jika putra dan putri tinggal dalam 1 rumah yg sama. Adek adek ini memiliki kegiatan rutin setiap minggu pagi sekitar jam 8 – 10, kegiatan diisi kajian bersama, belajar bersama atau apa saja yg penting setiap minggu pagi selalu berkmpul di panti semua.         Setelah kami tanyakan apa keluhan mereka selama ini, apakah ada yg sakit, minus, dll, alhamdulillah tidak ada yang sakit parah dan adapun yg minus sudah menggunakan kacamata. Rata-rata mereka bersekolah di MAN, SMA Pademawu, SMK, STM yg SMP di SMP 1 & 2 Pademawu. Mereka berangkat sekolah diantar bergantian atau berangkat dari rumah. Alhamdulillah sekarang sudah punya sepeda sendiri sendiri yg bisa dipakai ke sekolah.          Setelah kami mengobrol lama dan kami tanyakan apa saja kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adek adek, pengasuh mengatakan bahwa jika dikatakan mendesak tidak ada, namun yg sangat dirasa sulit adalah dari segi pendanaan. Karena panti ini tdak memiliki bnyak donatur tetap,  hanya 5 – 10. Sedangkan panti harus membiayai uang SPP, seragam serta buku adek -adek. Kadang spp dan uang buku mereka telat bayar, dan kalopun panti sedang tidak ada uang sama sekali, biaya kebutuhan sekolah dg sangat terpaksa dibagi dua dg orang tua. Pengasuh sangat bahagia jika SR bisa membantu sedikit meringankan beban adik adik. Apapun yang dberikan, mereka terima dengan senang hati. Namun jika ditanya apa yang sangat mendesak,  sebenernya kebutuhan terbesar mereka adalah dana untuk membiayai sekolah adek-adek. Untuk konsumsi sehari-hari masih mencukupi. Sampai kadang beberapa pengasuh harus memutar uangnya agar bisa membiayai kebutuhan adek adek. Terima kasih atas bantuan sedekahholic yang disampaikan melalui tim #SedekahRombongan, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan para sedekahholic selalu diberi rejeki yang lancar dan berkah. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen @radityorenal

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PARJIANTO LEGINAH (53 Tahun, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Dusun Oro-Oro Ombo, RT 01 RW 04, Desa Pagung, Kec. Semen, Kediri, Jawa Timur. Pak Parjianto dan istrinya, Ibu Leginah adalah pendatang dari Kediri, yang baru 2 bulan merantau ke Balikpapan. Mereka berdomisili sementara di KM 13 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikapan Utara. Pak Parjianto belum mempunyai pekerjaan tetap selama di Balikpapan dan menjadi buruh serabutan. Pada 2 Januari 2016, beliau mengalami kecelakaan tabrak lari di Jalan Raya Balikpapan – Samarinda. Sejak saat itu, beliau dirawat di ruang ICCU RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Begitu pula KTP sebagai identitas diri hilang pada saat kecelakaan. Akibat kecelakaan tersebut beliau menderita pendarahan otak dan sudah dilakukan operasi pada senin, 11 Januari 2016. Saat ini kondisinya sudah membaik dan bisa merespon. Beliau dirawat di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Alhamdulillah tim #SedekahRombongan diberikan kesempatan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Pak Parjianto. Ucapan terima kasih disampaikan oleh istri beliau mewakili keluarga, kepada sedekahholic dan tim #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2016
Kurir : @wahyu_CSD @dimas_gingin

Pak parjianto mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Pak parjianto mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


SUKAMTO BIN SUSENO (58 Tahun, Jantung). Alamat: Dukuh Kupang Barat I Buntu 3 Blok 2/46 Surabaya, Jawa Timur. Pak Kamto biasa dipanggil, dulu bekerja sebagai seorang sopir setiap harinya. Namun sekarang semenjak kesehatannya menurun, pak Kamto sudah tidak bisa bekerja lagi. Pada akhir tahun 2015 sakit pak Kamto kambuh, sehingga perlu perawatan intensif. Pak Kamto punya tanggungan seorang istri dan 2 anak dan tidak mempunyai biaya untuk berobat. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa memberi sedikit bantuan untuk biaya pengobatan pak Kamto. Pak Kamto dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 30 Januari 2015
Kurir :  @wahyu_CSD @Bjb_Imanda

Pak sukamto menderita  Jantung

Pak sukamto menderita Jantung


HELMIATUS SOLEKAH (6 Tahun, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10 RW 04, Desa Pocangan, Kec. Sukowono, Kab. Jember, Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita Tumor Mata, sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari #SedekahRombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015, Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan kedepan, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Miaresmi menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan Mia bisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @wahyu_CSD

Hemiatus menderita Tumor Mata

Mia menderita Tumor Mata


SUHAR NITAM (50 THN), komplikasi. Adalah seorang pria yang tinggal dengan alamat di jalan flamboyan, gang 4, rt 2 rw 3, desa pilang, kademangan, probolinggo, jawa timur. Istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sebagai tulang punggung keluarga, beliau sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan kurang lebih hanya sebesar 25 rb saja, dan ini merupakan jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beliau memiliki 2 orang anak. satu anak sudah berkeluarga, dan yang lainnya masih duduk di bangku SMP. Dan semenjak satu tahun yang lalu, beliau mengidap penyakit komplikasi liver, paru, ginjal, dan jantung. Setelah dirawat di rumah sakit setempat di bondowoso, rencananya akan di rujuk ke rumah sakit dr soebandi jember, takdir telah berkata lain. Beliau telah meninggal dunia sebeluk di rujuk ke rumah sakit jember. Santunan yang diberikan adalah santunan untuk yang tinggalkan. semoga beliau mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan yang mana esa.

Jumlah santunan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 29 Pebruari 2016
Kurir: Firman/@sinchanedan, Ade, @yudhoari

Pak suhar mengidap penyakit komplikasi liver, paru, ginjal, dan jantung

Pak suhar mengidap penyakit komplikasi liver, paru, ginjal, dan jantung


MISDIN (55 thn), komplikasi. Yang bertempat tinggal di RT 16 RW 4, dusun cangkring 1, desa suco lor, kecamatan maesan, kabupaten bondowoso, jawa timur. Beliau menderita penyakit komplikasi dari berbagai penyakit jantung bocor, liver, hernia, dan ginjal. Pekerjaan sehari-hari beliau sebagai buruh tani. Setelah mendapatkan dampingan dari tim sedekah rombongan jember, kurang lebih selama 1 bulan, akhirnya beliau meninggal karena penyakitnya ini. Santunan yang diberikan digunakan selama pendampingan dan santunan kematian untuk keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah santunan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 2 Desember 2015
Kurir: Ussaimi, awaludi yuda, @yudhoari

Ibu misdin menderita penyakit jantung bocor, liver, hernia, dan ginjal.

Alm Pak misdin menderita penyakit jantung bocor, liver, hernia, dan ginjal.


SULASTRI (43 thn, Tumor payudara), Alamat RT/RW 21/007 kp glingung, desa kalirejo, kec. sumbermalang, kab. Situbondo, Jatim. Adalah salah seorang ibu yang telah mengidap tumor payudara. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian banyak kasus tumor dan kanker payudara yang telah melalui masa pendampingan perawatan oleh tim sedekah rombongan. Beliau adalah seorang ibu dengan 2 anak. Suaminya bapak Marwi juga seorang buruh tani. Perawatan tumor payudara ibu sulastri menggunakan fasilitas BPJS karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dana santunan yang diberikan digunakan sebagai biaya kemoterapi, transportasi, perpanjangan BPJS, dan biaya-biaya lain yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS. Setelah sekian lama mendapatkan pendampingan dari sedekah rombongan, segala upaya telah dilakukan semaksimal mungkin, tetapi kehendak Tuhan berkata lain, Bu sulastri telah meninggal dunia karena penyakitnya ini. Semoga mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan yang maha Kuasa.

Jumlah Santunan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 22 Desember 2015
Kurir: Awaludin Yudha, @yudhoari

Bu sulastri menderita Tumor payudara

Bu sulastri menderita Tumor payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Anah 500,000
2 Sella 500,000
3 Alfan 500,000
4 Rasya 500,000
5 Asih 500,000
6 deny 500,000
7 Slamet 1,000,000
8 Adriyan 500,000
9 Rahman 500,000
10 Fathul 1,000,000
11 Ida 1,000,000
12 Wahid 500,000
13 Wildan 1,000,000
14 Alif 500,000
15 Fajar 1,000,000
16 Pujo 2,500,000
17 Atin 13,597,902
18 Yaudin 1,000,000
19 Suswoto 1,800,000
20 Erika 1,000,000
21 Adinda 1,000,000
22 Rama 500,000
23 Khouljah 1,000,000
24 Rani 1,500,000
25 Akmal 500,000
26 Jumsiah 500,000
27 Katman 500,000
28 Kunawati 500,000
29 Mariam 500,000
30 Djitu 500,000
31 Hairudin 500,000
32 Revita 500,000
33 Suryawati 500,000
34 Siti 1,000,000
35 Dwi 500,000
36 Tugino 500,000
37 Emak 500,000
38 Sarah 500,000
39 Achmad 500,000
40 Nurul 500,000
41 Ai 500,000
42 Kartini 500,000
43 Kazik 1,000,000
44 Diah 500,000
45 PA RAUDHATUL JANNAH 1,200,000
46 Parjianto 2,000,000
47 Sukamto 1,000,000
48 Helmiatus 500,000
49 Suhar 1,500,000
50 Misdin 1,250,000
51 Sulastri 2,500,000
Total 54,847,902

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,847,902,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 830 ROMBONGAN

Rp. 36,171,599,843,-