DIAH PALUPI (41, Bantuan Biaya Belajar Braille), beralamat di Jl. Pademangan Timur II Gg.4 No.38 Pademangan, Jakarta Utara. Puteri dari pasangan Alm. Soetjipto dan Alm. Soekarti lahir secara sempurna baik fisik maupun mentalnya dan tumbuh secara normal dibawah kasih sayang keluarganya hingga pada saat kelas 3 SD Diah kecil mengalami kecelakaan kendaraan yang ditumpanginya bersama kelurga yang mengakibatkan salah satu saudaranya meninggal dunia, sedangkan yang lain mengalami luka ringan dan luka berat termasuk Diah yang mengalami benturan keras di kepalanya, akibatnya setelah mengalami kecelakaan itu penglihatannya pun menjadi terganggu dan menurut hasil pemeriksaan dokter benturan itu berakibat pada syaraf matanya sehingga harus dibantu menggunakan kacamata agar tetap dapat melihat dan beraktifitas seperti biasanya, sambil terus berusaha melakukan pengobatan dengan harapan penglihatannya akan kembali normal seperti sedia kala. Menghadapi kenyataan seperti itu maka orang tuanya terus berusaha membawa Diah berobat ke beberapa dokter dan Rumah Sakit spesialis mata selain berobat ke Puskesmas Tambora Jakarta Barat juga berobat ke Rumah Sakit besar seperti Rumah Sakit AINI, RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Klinik Nusantara di daerah Cawang Jakarta Timur. Seiring berjalannya waktu meskipun upaya pengobatan sudah dilakukan semaksimal mungkin namun kemampuan daya penglihatannya semakin lama semakin menurun hingga kacamata yang dipakainya pun semakin lama semakin tebal. Namun meski kondisinya demikian semangat belajarnya tak pernah pudar, buah dari semangat belajarnya itu setelah lulus SMU melalui penyaringan Test Sipenmaru pada saat itu mbak Diah  melanjutkan pendidikannya ke Universitas Udayana Bali. Namun karena lokasinya terlalu jauh dari rumah orangtuanya dan pertimbangan daya penglihatannya yang semakin menurun, maka pada tahun berikutnya mbak Diah kembali mengikuti test Sipenmaru dan dapat diterima di Jurusan Sastra Bahasa di Universitas Indonesia. Setelah menamatkan kuliahnya sambil berharap mendapat kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil maka mbak Diah mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar bantuan di beberapa Sekolah Menegah Pertama daerah sekitar tempat tinggalnya sambil terus berusaha menjalani pengobatan matanya. Bertolak belakang dengan semangatnya untuk mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan kondisi penglihatannya terus mengalami penurunan hingga akhirnya pada tahun 2009 mbak Diah harus menerima kenyataan pahit bahwa kondisi matanya mengalami kebutaan total dan sudah tidak dapat diselamatkan lagi, hal itu tentu saja membuatnya sangat terpukul dan menggangu kondisi mentalnya, apalagi jika mengingat kejadian itu terjadi saat sudah tidak mempunyai kedua orangtua lagi karena sudah pergi menghadap Sang Pencipta. Keceriaan dan semangat hidupnya kini menjadi gelap seperti gelapnya dunia yang keindahan panoramanya tidak bisa ia nikmati lagi, segala aktfitas yang pernah ia jalani kini menjadi terhenti dan menjadi pribadi yang tertutup dan lebih banyak mengurung diri meratapi nasib yang menimpa dirinya, menjauh dari teman-teman dan sahabatnya. Kini mbak Diah tinggal hanya berdua bersama Bu Tati di rumah peninggalan orang tuanya, Bu Tati adalah kakak yang selalu setia mengayomi dan membantu walau dengan segala keterbatasannya terus berusaha memenuhi segala kebutuhan hidup mereka berdua,  sambil berharap ada orang lain yang bisa membantu mengembalikan kepercayaan diri mbak Diah untuk bangkit kembali menapaki masa depan yang diimpikannya. Tuhan memang Maha Bijaksana, seiring harapan dan doanya ada seorang teman baik Mbak Diah semasa Kuliah dulu yang datang dan memberi motivasi yang sangat berarti hingga mampu membangkitkan kembali gairah hidupnya dan kembali pada jati dirinya yang selama ini seakan terkubur dalam kegelapan yang dirasakannya. Atas motivasi dan bimbingan temannya itu kini mbak Diah mulai berbenah diri dan menapaki hari untuk  menjadi pribadi yang tegar dan mandiri, mulai dari berpenampilan selayaknya wanita muslimah, belajar ilmu-ilmu agama, Tahfidz Alquran dan lain sebagainya, alhamdulillah melalui bimbingan temannya itu akhirnya mbak Diah sadar dan memenerima segala apa yang dialaminya sebagai sebuah ujian yang harus dijalaninya dengan sabar dan tawakal. Selain kegiatan yang sedang dijalaninya itu, ada keinginan untuk bisa mempelajari Alquran Braille yang belum terwujud karena terbatasnya informasi harus kemana dan kepada siapa ia bisa mempelajarinya. Allah kembali menunjukkan jalan pada ummatNya yang bersungguh-sungguh serta memiliki keinginan mengenal keagunganNya melalui ayat-ayatNya, sehingga atas kemudahan yang Allah berikan setelah menghubungi dan mengunjungi beberapa lembaga pendidikan Alquran untuk penyandang tuna netra yang berada di sekitar Jabodetabek alhamdulillah  Kurir #SedekahRombongan dapat memfasilitasi dan membantu mewujudkan keinginan mbak Diah tersebut. Dengan penuh rasa haru dan syukur yang tidak terhingga kini jari jemarinya mulai dapat meraba dan merasakan getaran indah dari deretan ayat–ayat Allah yang terkandung dalam Alquranul Karim dibawah tuntunan dan bimbingan ustadz Budi Santoso yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas dan tenaga pengajar di Yayasan Tuna Netra Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan. Dalam kesempatan itu juga Kurir #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan dari para #sedekaholic berupa 1 set Alqur’an Braille (berisi 30 juzz) serta bantuan awal untuk keperluan biaya transportasi dan kebutuhan lain selama proses belajar mengajar berjalan. Semoga segala upaya yang kita lakukan bersama menuntun kita dalam menggapai ridlo Allah Azza Wajalla.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal  : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @alexfirdaus @dadang_alatif

Bantuan Biaya Belajar Braille

Bantuan Biaya Belajar Braille


WAWAN BIN MUHAMMAD (60, Infeksi Paru-paru) Alamat : Kampung Kedung Halang Central Rt. 02/ 03, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berawal sekitar 3 tahun yang lalu pak wawan sudah sering merasakan sesak pada bagian pernapasan nya, namun karena merasa masih bisa melakukan kegiatan maka sesak napas yang ia rasakan tersebut ia abaikan dan hanya diobati dengan obat dari warung, hingga pada akhirnya sekitar 8 bulan ketika sedang tidur tiba – tiba wawan muntah darah, ketika muntah darah tersebut pak wawan kembali hanya di berikan obat-obatan warung saja tanpa di bawa ke rumah sakit sampai ketik pak wawan muntah darah untuk yang kedua kalinya barulah bu minah (56) istri dari pak wawan membawa pak wawan ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya, ketika sudah di bawa ke puskesmas oleh pihak puskesmas pak wawan di rujuk ke RS Paru cisarua. setelah sekitar 4 hari di rawat di RS Paru cisarua pak wawan sudah diperbolehkan pulang namun masih harus rutin kontrol ke RS tersebut untuk memastikan kondisinya sudah lebih baik dan tidak mengalami sesak nafas dan muntah darah lagi, kurir #SR yang datang melihat kondisi pak wawan di rumahnya di ceritakan tentang kesulitannya pak wawan untuk kontrol ke RS cisarua, mengingat jarak dari rumahnya ke RS cisarua cukup jauh , walaupun untuk biaya pengobatan sudah di cover oleh BPJS namun tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk sekali periksa di RS, Bantuan Awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pak wawan untuk kontrol ke RS cisarua. semoga allah semoga mengangkat penyakit yang dialami oleh pak wawan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak wawan menderita Infeksi Paru-paru

Pak wawan menderita Infeksi Paru-paru


DWI SUCI (25, Gangguan Syaraf) Alamat : Kampung Kencana RT.02/09, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Dwi ketika masih sekolah di SMK pernah mengalami kecelakaan motor, waktu itu dia pulang sekolah bersama teman nya, ketika hendak pulang kerumah ternyata di jalan ia bersama temannya mengalami kecelakaan tunggal di daerah bogor, akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu sekarang dwi suka mengalami kejang – kejang secara mendadak dan menjadi ketergantungan dengan obat – obatan, jika tidak mengkonsumsi obat – obatan tersebut maka akan membuat berbagai aktivitasnya terganggu, dwi merupakan ibu dari 2 anak yang masih kecil dan sekarang sedang mengandung anak ke 3 dan sudah memasuki usia kandungan bulan ke 6, sekarang dwi harus rutin memeriksakan dan mengambil obat di puskesmas untuk menjaga kesehatannya agar kejang – kejang yang di deritanya tidak kambuh, memang untuk biaya pengobatannya dwi memiliki BPJS namun untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS dwi sering kebingungan, karena suaminya bekerja hanya sebagai juru parkir di sebuah minimarket dan harus menghidupi 2 anak nya yang masih kecil. kurir #SR yang datang langsung di ceritakan kesulitan yang di hadapi oleh keluarga itu, penghasilan Feri (28) tidak bisa mencukupi untuk membeli vitamin yang tidak di cover BPJS apalagi sekarang dwi sedang hamil 6 bulan dan membutuhkan biaya akomodasi ke RS untuk memeriksakan kandungannya. Jika tidak menebus obat dan vitamin yang diberikan maka dwi akan sangat mudah mengalami kejang – kejang. Bantuan awal pun diberikan untuk membantu dwi membeli vitamin yang tidak di cover oleh BPJS dan untuk biaya akomodasi dwi untuk memeriksakan kandungannya ke puskesmas

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Dwi menderita Gangguan Syaraf

Dwi menderita Gangguan Syaraf


KELOMPOK PENGAJIAN SUKARESMI (Bantuan Alquran/Karpet) Alamat : Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Kelompok Pengajian ini menempati bangunan yang di lantai 2 kelurahan sukaresmi yang dipinjamkan untuk melaksanakan kegiatan pengajian. Jadwal Pengajian ini setiap rabu dan setiap kamis, di mana setiap hari rabu kelompok pengajian ini diikuti oleh remaja yang ada di wilayah sukaresmi dan ketika hari kamis kelompok pengajian ini diikuti oleh ibu-ibu di wilayah sukaresmi, mengingat banyaknya anggota yang menghadiri pengajian ini maka dibutuhkan karpet dan Al-Qur’an tambahan untuk mendukung kegiatan pengajian di wilayah sukaresmi tersebut. Bantuan pun diberikan untuk membantu pengadaan karpet dan Al-Qur’an. Semoga dengan bantuan yang diberikan akan menambah semangat warga di lingkungan kelurahan sukaresmi untuk mengaji.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Bantuan Alquran/Karpet

Bantuan Alquran/Karpet


SRI ASRIANI (52, Diabetes) Griya Kencana R.1/11 Desa Kencana Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Ibu Sri, biasa akrab kami memanggilnya, di usianya yang senja ia masih mampu berkeliling kampung menjajakan kue untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, aktivitasnya tersebut mulai terhambat saat ia mulai merasakan gejala awal penyakitnya yang ditandai dengan adanya luka hitam di sekitar kakinya, ia mengira bahwa luka tersebut hanya luka biasa saja. Seiring dengan berjalannya waktu, luka tersebut semakin parah, kemudian melebar dan tak kunjung sembuh. Tepat 1 tahun kemarin, ia baru memeriksakan dirinya ke puskesmas setempat, dokter mendiagnosa bahwa ia menderita penyakit diabetes dan harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di RSUD Bogor, namun karena keterbatasan biaya, saat ini Ibu Sri hanya mengandalkan pengobatan dari dokter keliling yang mengunjungi desanya. Suaminya Agus Pribadi (67) sudah lama tidak mampu untuk bekerja, karena ia menderita penyakit lumpuh. Saat ini, Ibu Sri lah yang berjuang untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Alhamdulillah, kurir #SR pun dipertemukan dengan keluarga Ibu Sri, kami pun menyatakan niatan kami untuk membantu pengobatan penyakitnya, raut bahagia nampak di wajahnya yang mulai menua. Bantuan awal pun tersalurkan, bantuan ini selanjutnya akan digunakan Bu Sri untuk biaya pengobatan lanjutan. Mari doakan bersama, semoga Allah segera mengangkat penyakit yang ada di tubuh Ibu Sri.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Ibu sri menderita Diabetes

Ibu sri menderita Diabetes


MASNAH BINTI AHMAD RIFAI (60, Gejala Dispepsia) Kp. Kencana RT.4/9 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Ibu Masnah, sapaan akrab kami untuk perempuan yang telah sejak lama ditinggal suaminya wafat ini. Diusianya yang menua, ia sering sakit-sakitan. Sejak 1 tahun lalu, ia merasakan sakit di bagian perut yang berulang dan tak kunjung sembuh, namun ia membiarkannya dan menganggap sakit perut biasa. Kemudian disusul dengan sesak nafas hebat selama kurang lebih 3 bulan ini, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas oleh anak semata wayangnya. Dokter di puskesmas tersebut menyarankan agar Ibu Masnah menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di RSUD Kota Bogor, namun karena keterbatasan biaya ia pun hanya bisa meminum obat seadanya saja tanpa memeriksakan penyakitnya ke RSUD Kota Bogor. Anaknya pun belum mampu membiayai pengobatan ibunya, saat ini ia hanya bisa memberi biaya hidup sehari-hari dan merawatnya dengan baik di rumah. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Ibu Masnah dan mendoakan kesembuhannya. Dengan empati sedekaholiks #SR, bantuan awal dari #SR pun telah disampaikan yang akan digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi berobat dan biaya sehari-hari Bu Masnah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Bu masnah menderita Gejala Dispepsia

Bu masnah menderita Gejala Dispepsia


DEWI WAHYUNI (37, Kecelakaan Lalu Lintas) Kp. Kencana RT.02/09 Desa Kencana Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Teh Dewi kami memanggilnya, karena usianya masih terbilang muda. Tepatnya 3 minggu lalu ia mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai motor, kecelakaan ini menyebabkan tulang pada bahunya patah hingga menonjol keluar dari kulitnya, dan luka memar di sekujur badannya. Dengan sigap suaminya Adi Marhadi (39) membawa istrinya tersebut ke tukang pijat setempat, namun bukannya membaik, kondisinya saat ini justru semakin memburuk dan membuat tulang teh dewi seperti patah. Sampai saat ini, ia belum diobati dan dilakukan pemeriksaan secara medis, hanya mampu sebatas menjalani pengobatan tradisional. Suaminya yang seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, belum mampu membawa istrinya tersebut ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Teh Dewi, kami pun menyampaikan titipan bantuan para sedekaholic. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan Teh Dewi. Semoga Teh Dewi segera sembuh, dan bisa kembali melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Ibu dewi mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Ibu dewi mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


FARID ARIBA (40, Stroke) Alamat : Jalan Keramat Asem RT.007/005 No 37, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, Propinsi DKI Jakarta.Berawal ketika 3 bulan lalu pak farid sedang mengambil barang di terminal kampung rambutan, saat sedang menunggu barang datang tiba – tiba pak farid mengalami pusing yang membuat pandangan nya menjadi berbayang serta mendadak bagian tubuh sebelah kanan pak farid menjadi mati rasa dan ia langsung meminta tolong ke satpam di terminal kampung rambutan untuk membawanya ke klinik untuk memeriksakan keadaannya, ketika sampai di klinik langsung pak farid disarankan oleh dokter di klinik untuk di bawa ke RS Harapan Bunda Pasar Rebo agar bisa melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya, saat di rumah sakit harapan bunda pak farid di diagnosa mengalami stroke dan oleh dokter disarankan untuk melakukan therapy agar bagian tubuh sebelah kanan nya bisa kembali di gerakan seperti biasa, karena keluarga merasakan kurang puas dengan hasil yang di berikan rumah sakit Harapan Bunda maka keluarga langsung membawa pak farid ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun setelah di rawat sekitar 1 bulan di RS Persahabatan namun tidak menunjukan perkembangan yang signifikan lalu dokter di RS Persahabatan Rawamangun menyarankan agar pak farid mencoba pengobatan dengan therapi infus di daerah rawamangun yang biaya sekali therapinya 700.000 dan tidak ditanggung BPJS. Pak Farid bekerja sebagai pengajar di pondok pesantren Persis 69 jakarta timur sebagai guru honorer yang harus menghidupi seorang istri dan 2 orang anak yang masih kecil, Ketika kurir #SedekahRombongan datang melihat kondisi pak farid di sebuah rumah kecil yang disediakan oleh pesantren untuk pak farid dan keluarga, istri pak Farid Bu Nia Kurniati (38) bercerita bahwa untuk pengobatan dan check up di rumah sakit pak farid memiliki BPJS yang tidak dikenakan biaya namun untuk melakukan therapy infus tidak di cover oleh bpjs dan therapy tersebut harus rutin dilakukan 1 minggu 1 kali, kadang untuk melakukan therapy pak farid mendapatkan sumbangan dari rekan – rekan guru di pondok pesantren 69 tersebut namun jika tidak memiliki biaya maka terpaksa pak farid menunda untuk melakukan therapy.Alhamdulillah sekarang kondisi kesehatan pak Farid sudah ada kemajuan yang lumayan signifikan. Bantuan Lanjutan pun di sampaikan untuk membantu biaya therapy pak farid. bantuan sebelumnya masuk di rombongan 809. semoga Allah segera mengangkat penyakit pak farid agar bisa kembali mengajar di pondok pesantren setelah 4 bulan tidak bisa bekerja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak Farid menderita Stroke

Pak Farid menderita Stroke


YADI BIN AGUS (17, Gangguan Fungsi Ginjal dan Hati) Alamat : Gang Aup RT. 01/10 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.Yadi biasa ia dipanggil sudah sejak Sekolah dasar sering mengalami gangguan kesehatan mulai dari gampang lelah, hingga sering pingsan pada akhirnya ketika memasuki SMP kondisi kesehatannya makin menurun dan menyebabkan yadi tidak bisa berjalan karena kakinya mengalami bengkak-bengkak, Agus (45) Ayah yadi akhirnya membawa anaknya ke puskesmas untuk memeriksakan lebih lanjut kondisi kesehatannya, ketika diperiksa di puskesmas, dokter di puskesmas hanya menyebut kalau yadi mengalami gangguan fungsi ginjal dan harus segera dirujuk ke rumah sakit supaya bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun karena tidak adanya biaya dan BPJS yang dia punya pun menunggak 3 bulan, akhirnya yadi pun urung dibawa ke RSUD untuk diperiksa. yadi sudah beberapa bulan tidak sekolah karena tidak kuat untuk berjalan dan ayahnya harus bekerja untuk menghidupi yadi dan kakeknya, pak Amas Nurjaman yang sekarang pun sedang sakit stroke, kurir yang datang dan mendengarkan cerita dari kakek yadi yang menyebutkan bahwa yadi masih bersemangat untuk bersekolah namun karena tidak adanya sarana pendukung untuk ia sekolah akhirnya terpaksa yadi hanya bisa diam di rumah karena pekerjaan ayahnya hanya sebagai tukang parkir di sebuah minimarket dengan penghasilan tidak seberapa, mendengar cerita tersebut kurir #SedekahRombongan langsung melakukan kordinasi ke kordinator kota bogor untuk membelikan yadi sebuah kursi roda untuk membantu aktivitas sehari-hari yadi, bantuan awalpun disampaikan untuk yadi berupa pembelian 1 unit kursi roda dan sejumlah uang tunai yang digunakan untuk melunasi BPJS yadi yang menunggak, Semoga dengan adanya kursi roda tersebut dapat membantu aktivitas yadi untuk bersekolah dan kegiatan lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Yadi menderita Gangguan Fungsi Ginjal dan Hati

Yadi menderita Gangguan Fungsi Ginjal dan Hati


ENDUD BIN AHMAD (35, Lumpuh Layuh), Alamat : Kampung Panagan, RT.10/02 Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Berawal ketika Endud berusia 5 tahun mengalami kejang-kejang dan demam yang sangat tinggi, karena khawatir orangtua endud membawa Endud ke mantri desa untuk mendapatkan perawatan, sesampainya di mantri desa Endud hanya diberi obat penurun demam dan mantri mengatakan jika dalam 3 hari panasnya tidak turun maka sebaiknya dibawa ke RS untuk memeriksakannya lebih lanjut. Ternyata benar setelah 3 hari meminum obat yang diberikan oleh mantri demam yang dirasakan Endud belum menunjukkan penurunan, malah demam tersebut mengakibatkan organ-organ tubuh Endud mengecil dan sulit untuk digerakkan, awalnya orangtua Endud tidak bisa membawa Endud untuk diperiksa di rumah sakit karena tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, akhirnya dibantu oleh tetangga dan pihak dari kelurahan setempat akhirnya Endud dibuatkan jaminan kesehatan supaya bisa memeriksa kesehatannya di RSUD Sukabumi. Segala ikhtiar pengobatan sudah dilakukan pak Ahmad (66) mulai dari pengobatan di rumah sakit hingga ke pengobatan tradisional pun sudah dijalani namun belum ada perkembangan yang signifikan pada Endud, kurir #SR yang mendapatkan info dari seorang ustadz langsung mendatangi Endud di rumah nya yang sederhana, ketika dikunjungi pak Ahmad pun bercerita kalau anaknya sudah lama tidak melakukan pengobatan ke rumah sakit karena semenjak ibunya meninggal pak Ahmad yang menjaga Endud dan membuat pak Ahmad tidak bisa bekerja lagi. Bantuan awalpun disampaikan agar Endud bisa melanjutkan pengobatan ke rumah sakit dan untuk biaya sehari-hari pak Ahmad dan Endud. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran untuk pak Ahmad dan Endud dalam menghadapi ujian hidup. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2016
Kurir  : @ddsyaefudin @omguguh @deri_darusman @rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak endud menderita Lumpuh Layuh

Pak endud menderita Lumpuh Layuh


MTSR BOGOR, (B 1481 SIF, Operasional dan BBM). Seperti daerah-daerah lainnya, Bogor pun memiliki kendaraan mobilisasi yang disebit MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Berfungsi untuk mengantarkan dan menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan. Mobil ini setiap hari beroperasi di area Bogor Kota dan Kabupaten, Driver yang merawat dan mengemudikan MTSR ini setiap saat memberikan laporan penggunaan jarak dan biaya operasionalnya. Dalam sebulan dibuat Laporan Operasional tersebut dan dilaporakan kepada Admin untuk diselanjutnya dinaikan dalam Web #SedekahRombongan. Bulan Maret 2016 ini mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota Bogor kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibuatkan laporannya. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien yang berjarak jauh dari Rumah Sakit dapat terus terlayani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas @hapsarigendhis

Bantuan operasional untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya

Bantuan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya


NENENG SUKAESIH (16, Mata Silinder) Kelurahan Ciwaringin Rt 04/04 Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Neneng, adalah seorang pelajar yang kini duduk di kelas 3 SMA. Diusianya yang masih belia, ia mengalami gangguan pada penglihatannya. Sering buram dan berbayang jika melihat benda, dan merasakan sakit kepala saat focus melihat suatu benda, ujarnya pada kami kurir #SR. Kemudian ia pun melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit dengan berbekal jaminan kesehatan berupa BPJS. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Neneng mengalami silinder pada matanya, ia harus segera memakai kacamata untuk membantu penglihatannya. Namun, kacamata dan obat yang harus dibeli Neneng tidak sepenuhnya ditanggung BPJS., ia masih memerlukan uang untuk mendapatkan kacamata dan obat matanya tersebut. Alhamdulillah, kurir #SR pun dipertemukan dengan keluarga Neneng, kami pun menyatakan niatan kami untuk membantu biaya pembelian kacamata Neneng. Ayahnya Babay (50) yang seorang penjual ikan di pasar, sangat bahagia saat kami mendatangi rumahnya dan menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya pembelian obat dan kacamata yang tidak seluruhnya ditanggung BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Neneng menderita Mata Silinder

Neneng menderita Mata Silinder


ASRONI ZEBUA (36, Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung). Alamat : Kampung Kencana RT.1/9 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tansa, Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Pak Roni, demikian biasa dipanggil adalah seorang perantau dari Kepulauan Nias Sumatera Utara. Bersama adiknya,  ia  sengaja merantau ke Kota Bogor dengan tujuan memperbaiki ekonomi keluarga. Pada Bulan Mei 2015 Pak Roni mengalami kecelakaan di daerah Karadenan Bogor,  saat ia  dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Ia baru pulang tengah malam setelah menanyakan informasi tentang pekerjaan dari rumah temannya. Ia menjdi korban tabrak lari. Tanpa diduga, motor pinjaman yang ia kendarai di tabrak bus dari arah Jakarta. Karena sudah malam dan kondisi jalanan sepi, sopir bus yang menabraknya tidak bisa dikejar oleh warga sekitar untuk dimintai pertanggungjawaban. Saat itu Pak Roni langsung pingsan serta mengalami luka di kaki kanan, pinggang dan punggung. Warga yang melihat kecelakaan tersebut segera menolong dan membawa Pak Roni ke PMI Bogor untuk mendapatkan perawatan. Pada saat kejadian kecelakaan Pak Roni tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga ia berobat menggunakan biaya pribadi yang diambil dari tabungan yang ia  bawa dari kampung.  Namun semakin hari cadangan uangnya semakin menipis sehingga meski belum sembuh benar Pak Roni terpaksa dibawa pulang. Di rumah ia  hanya dirawat sendiri oleh adiknya  dengan obat seadanya. Kadang ketika adiknya memiliki uang, Pak Roni dibawa ke pengobatan tradisional untuk mengobati lukanya namun karena luka yang dialami parah, hingga saat ini kondisinya belum pulih benar. Pak Roni tinggal berdua saja dengan adiknya di sebuah rumah kontrakan kecil di Bogor. Istrinya sudah meninggal dan kedua anak kini dirawat oleh  orangtua Pak Roni, yaitu Bapak Waosokhi Zebua (71) dan Ibu Manisa Hulu (70) di Nias,  Sumatera Utara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, adik Pak Roni bekerja sebagai tukang kredit keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan. Selama 8 bulan terakhir kondisi Pak Roni saat ini hanya terbaring di tempat tidur. Ia ingin melanjutkan pengobatan agar lukanya sembuh. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisinya segera membantu mengurus jaminan kesehatan untuk Pak Roni. Bantuan awal disampaikan untuk biaya pengurusan BPJS pada tanggal 15 februari dan tanggal 23 februari 2016 untuk biaya perawatan di RSUD cibinong, setelah hampir 1 Bulan di dampingi oleh kurir #SedekahRombongan, alhamdulillah sudah banyak perkembangan yang terlihat mulai. info dari dokter di RSUD bahwa pak roni harus segera di rontgen untuk bisa memastikan kondisi tulang di kaki dan pinggang pak roni. setelah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit dan dengan persetujuan dari pak roni dan adiknya akhirnya sekarang roni di bawa ke pengobatan tradional patah tulang di daerah cimande sukabumi karena biaya untuk di RS semakin besar dengan belum adanya BPJS milik Roni. Alhamdulillah sekarang pak roni sudah bisa untuk duduk walaupun masih hanya sebentar namun perkembangan ini membuat ia sangat bahagia karena selama 9 bulan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Bantuan Lanjutan pun di sampaikan untuk bekal selama pak roni di rawat di sukabumi. penyerahan bantuan sebelumnya masuk di rombongan 809, rombongan 811 dan rombongan 820. Semoga Allah selalu memudahkan segala usaha dan ikhtiar pak roni dan kurir #SR untuk kesembuhan pak roni. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung

Pak Asroni menderita Luka di kaki kanan, pinggang dan punggung


TPA DAN SEKOLAH ANAK JALANAN KAWULA. Alamat: Jl. Soemantri Brojonegoro RT. 3/2 LK I No. 13 Kelurahan Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Taman Pendidikan Anak dan Sekolah Anak Jalan Kawula merupakan suatu sekolah yang dibangun oleh tim birohmah mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai Fakultas yang ada di Universitas Lampung (Unila). Selama lima tahun terakhir ini banyak sekali anak-anak jalan disekitar Unila yang sudah dapat melanjutkan sekolahnya dan dapat bisa membaca serta menulis baik dalam huruf Hijaiyah ataupun kegiatan sekolah anak-anak umum seperti biasa. Setiap sore hari dari sekitar jam 16.00 s.d 18.00 kegiatan di Kawula dimulai. Bersama ummi dan abi, begitulah sapaan para pengajar di Kawula dipanggil, semua anak-anak jalanan yang biasanya mereka berkeliaran menjual koran dan mengamen di area Unila sudah wajib melaksanakan shalat ashar berjamaah, menghafal Al Quran dan belajar menulis serta membaca. Tak heran kadang mereka datang dengan baju seadanya tanpa membawa buku dan alat tulis sama sekali. Bahkan untuk untuk menulis pun mereka terkadang hanya di lembaran kertas yang diberikan oleh ummi dan abi di Kawula. Tetapi walaupun begitu semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an yang mereka miliki tidak pernah menurun, walaupun dengan fasilitas seadanya. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat semangat belajar anak-anak di TPA dan sekolah jalanan Kawula merasakan kepedulian terhadap semangat anak-anak tersebut, santunan dari para sedekaholics diberikan untuk dipergunakan dalam pembelian alat-alat tulis, buku, Al-Quran, Iqro dan seragam bagi anak-anak tersebut. Semoga dengan adanya sedikit bantuan akan menambah semangat belajar dan menghafal Al-Quran.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @andradideri

Bantuan pembelian alat-alat tulis, buku, Al-Quran, Iqro dan seragam

Bantuan pembelian alat-alat tulis, buku, Al-Quran, Iqro dan seragam


YAYASAN DHARMASARI, adalah PANTI ASUHAN SLB YATIM PIATU. Alamat : Jl. Ratudibalau No. 137 Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Yayasan Dharmasari merupakan sebuah Yayasan pertama yang di bangun sejak tahun 1978 oleh Alm. Dr. Subyan, Sp. S yang bergerak dalam bidang pemeliharaan dan pengembangan sumberdaya manusia khususnya untuk anak-anak penyandang reterdasi mental, yatim piatu, autisme dan Attantion Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD). Yayasan ini menapung sekitar 20 anak yatim piatu dan 37 anak hingga orang dewasa yang memeliki keterbelakangan mental yang sudah yatim piatu. Dalam kesehariannya kegiatan di yayasan ini adalah mengembangkan kemampuan komunikasi, megurus diri agar para anak-anak yang mengalami keterbelakangan mental hingga menjadi seseorang yang terbentuk untuk mampu latih dan mampu didik. Tak bisa dipungkiri terkadang pihak pengurus yayasan setiap kali haruslah memandikan, menggantikan popok dan menyuapi mereka ketika makan. Selain sulit berkomunikasi, terkadang mereka juga sering sekali marah, memukul orang dan sulit dikondisikan. Selain itu anak-anak yatim piatu yang berada di yayasan tersebut memerlukan banyak kebutuhan khususnya untuk sekolah, seperti pembelian buku, alat tulis, dan lain-lain. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang mendatangi Yayasan Dharmasari merasa iba dan terketuk hatinya untuk menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk membantu biaya operasional Yayasan tersebut dalam pembelian popok, beras, alat tulis, dan alat mandi untuk anak-anak penyandang keterbelakangan mental maupun anak-anak yatim piatu yang berada di Yayasan tersebut. Semoga dengan sedikit bantuan yang disampaikan dapat meringankan sedikit beban yang dirasakan oleh anak asuh di Yayasan Dharmasari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @andradideri

Bantuan pembelian popok, beras, alat tulis, dan alat mandi

Bantuan pembelian popok, beras, alat tulis, dan alat mandi


ADE WATI (62, Tumor di Anus) Kp. Cilimus RT 3/1 Desa Darangdan Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Mak Ade, biasa akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama ia merasakan ada benjolan di sekitar anusnya, ia berpikir bahwa benjolan tersebut hanya penyakit ambeien semata. Ternyata, seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin membesar, hingga Mak Ade pun dibawa oleh anak-anaknya ke RSBA untuk melakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa sementara, Mak Ade menderita penyakit tumor anus. Tindakan sementara yang dilakukan dokter RSBA adalah melakukan operasi pemindahan saluran pembuangan air besar. Operasi pun berhasil dilakukan, tindakan selanjutnya adalah operasi pengangkatan tumor pada anusnya. Namun karena di RSBA tidak adanya peralatan yang lengkap untuk dilakukan operasi, maka dari itu Mak Ade pun dirujuk menuju ke RSHS Bandung. Saat ini, tiap harinya ia masih harus melakukan pemeriksaan dan control di RSHS. Beruntungnya, ia memiliki anak-anak yang mau merawat dan menjaganya. Sudah 1 minggu ini ia berada di RSSR Bandung bersama kedua anaknya. Suaminya Enem (74) sudah tidak sanggup lagi bekerja, ia dan istrinya Mak Ade hanya bisa mengandalkan pemberian dari anak-anaknya. Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan Mak Ade dan keluarga, kami menyampaikan titipan dari para sedekahoilic untuk membantu meringankan biaya pemeriksaan dan akomodasi selama di Bandung. Semoga Allah segera mengangkat penyakit yang diderita Mak Ade.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ula_awwal @hapsarigendis

Ibu ade menderita Tumor di Anus

Ibu ade menderita Tumor di Anus


YUSRIL HIDAYAT (10, Demam Berdarah) Desa Darangdan RT 17/5 Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Yusril, biasa kami akrab memanggilnya, adalah seorang anak yatim, belum lama ini ayahnya Dadang (alm) meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Pada tanggal 15 Maret 2016 kemarin, ia mengalami demam yang tinggi disertai muntah-muntah. Karena kondisinya yang semakin melemah, ia pun dibawa oleh Ibunya Ima (35) dan tetangga sekitar untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas, 3 hari yusril terbaring lemah di ruang rawat Puskesmas Darangdan dengan diagnosa penyakit Typus. Namun, setelah 3 hari ia melakukan pengobatan di Rumah Sakit, kondisinya malah semakin memburuk, ia pun kemudian dirujuk ke RSIA ASRI Purwakarta. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit tersebut menunjukkan bahwa ia menderita penyakit Demam Berdarah. Selama 1 minggu ia berada di ruang perawatan, yang kadang ditemani oleh ibu atau tetangga sekitarnya. Ibunya Ima (35) tidak memiliki pekerjaan, sedangkan ia memiliki tanggungan 3 orang anak, 1 anak yang paling kecil berumur 8 bulan belum bisa ditinggal pergi, itulah alasan kenapa ia belum mencari pekerjaan. Saat ini, biaya sehari-hari kadang menerima pemberian dari para tetangga sekitarnya. Alhamdulillah, kami #kurirSR pun ditakdirkan untuk bisa bersilaturahim ke rumah keluarga Yusril, kami amat sangat merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga tersebut, karena ternyata saat ini bukan hanya Yusril yang sakit, tapi juga kakaknya yang beberapa minggu lalu ditabrak oleh sebuah mobil sepulang menziarahi makam ayahnya. Bantuan awal pun tersalurkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan Yusril. Semoga Allah meringakan segala lara dan derita keluarga Dik Yusril.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ula_awwal @hapsarigendis

Yusril menderita Demam Berdarah

Yusril menderita Demam Berdarah


ILMAN ZAENUL HAYAT (17, Kecelakaan Kendaraan) Desa Darangdan RT. 17/5 Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Ilman, remaja yang berumur 17 tahun ini adalah seorang yatim. Beberapa hari lalu, ia menziarahi makam ayahnya yang berada di Depok Darangdan. Saat itu Ilman pergi sendiri mengendarai motor, ia hanya ingin sedikit mengobati rasa rindu yang mendalam pada ayahnya tersebut. Sepulang ziarah, saat itu hujan deras disertai angin dan kabut yang menghalangi jarak pandang. Tiba-tiba dari arah depan, sebuah mobil menabrak Ilman hingga ia pun terjatuh dan mengalami luka memar di bagian kepala dan tangannya. Saat itu, ia langsung dibawa ke Puskesmas setempat, beruntungnya ia tak mengalami luka dalam, hanya luka diluar saja. Kemudian ia dibawa pulang dan menjalani pengobatan di rumahnya. Ibunya Ima (35) tidak memiliki pekerjaan, sedangkan ia memiliki tanggungan 3 orang anak, 1 anak yang paling kecil berumur 8 bulan belum bisa ditinggal pergi, itulah alasan kenapa ia belum mencari pekerjaan. Saat ini, biaya sehari-hari kadang menerima pemberian dari para tetangga sekitarnya. Alhamdulillah, kami #kurirSR pun ditakdirkan untuk bisa bersilaturahim ke rumah keluarga Ilman, kami amat sangat merasakan kesedihan yang dirasakan keluarga tersebut, karena ternyata saat ini bukan hanya Ilman yang sedang sakit, tapi juga adiknya yang beberapa hari kemarin harus masuk Rumah Sakit karena penyakit DBD. Bantuan awal pun tersalurkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan Ilman dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Allah meringakan segala lara dan derita keluarga Ilman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ula_awwal @hapsarigendis

Ilman mengalami Kecelakaan Kendaraan

Ilman mengalami Kecelakaan Kendaraan


ABDUL KARIM (58, Asam Urat & TB Paru) Alamat: Kp Jawa RT 5/3 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Mang Karim begitu sapaan akrabnya, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai guru mengaji di rumahnya mempunyai lima orang anak dan masih ada yang sekolah, istrinya sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Berawal tahun 2008 ia sering merasakan sakit pinggang sampai tidak bisa berjalan, ia pun dibawa berobat ke klinik terdekat dan menjalani tes asam urat. Ternyata beliau mempunyai asam urat yang sangat tinggi dan harus menjalani berobat jalan. Namun Mang Karim hanya mendiamkan diri saja dan memilih obat kampung yang membuatnya menjadi tidak bisa melihat dan berjalan lagi. Bulan November 2015 ia jatuh pingsan di kamar mandi dan tidak sadarkan diri, Mang Karim pun langsung masuk IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta. Dokter mengatakan bahwa terdapat pendarahan di otak. Karena kendala biaya dan tidak mempunyai jaminan apapun, terpaksa ia dibawa pulang oleh anaknya dan menjalani perawatan di rumah. Maklum saja ia sekarang tinggal dengan anaknya Siti Badriah (35) dan suaminya Priatna (40) yang hanya bekerja sebagai tukang ojeg dengan penghasilan tidak menentu. Untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah ketiga anaknya saja masih jauh dari cukup apalagi untuk biaya berobat Mang karim dan kebutuhan adiknya yang masih kecil. Bersyukur dengan izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mang Karim yang kondisinya semakin memprihatinkan. Bantuan awal #Sedekaholics pun tersampaiakn untuk biaya berobat Mang Karim ke Rumah Sakit. Semoga Allah mengangkat penyakitnya agar Mang Karim bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @hapsarigendis

Abdul menderita Asam Urat & TB Paru

Abdul menderita Asam Urat & TB Paru


AYUT BINTI ANO (93, Rematik & Asma) Alamat: Kp Jawa RT 5/3 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Mak Ayut sapaan akrabnya, hidup sebatang kara yang hanya mendapatkan belas kasihan dari cucunya Siti Badriah (35). Berawal tahun 2010 ia sudah sering sakit-sakitan hingga kemarin kondisi tubuhnya semakin melemah, kakinya yang bengkak dan nafasnya yang selalu sesak. Mak Ayut sudah berikhtiar mencoba berobat ke klinik terdekat namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Karena keterbatasan biaya Mak Ayut tidak pergi berobat lagi, kakinya hanya bisa dikompres dengan air hangat saja. Bulan Februari 2015 Mak Ayut jatuh di kamarnya yang membuatnya tidak bisa lagi berjalan dan tidak ingat dengan siapapun (pikun). Kini dia hanya bisa terbaring lemah di kamar tidurnya yang kumuh, sesekali cucunya menggendong Mak Ayut untuk buang air kecil/besar ke kamar mandi, namun jika tidak ada cucunya Mak Ayut melakukan semuanya di kamar. Mak Ayut selalu berteriak-teriak merintih kesakitan dan ingin pergi berobat agar bisa berjalan lagi. Namun apa daya cucunya tidak mampu mengantarnya karena untuk kebutuhan sehari-harinya saja ia masih kebingungan. Alhamdulillah atas izin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali dengan dhuafa yang begitu membutuhkan. Santunan awal pun tersampaikan untuk biaya berobat Mak Ayut ke Rumah Sakit. Semoga keberkahan bersama #Sedekaholics yang sudah berkenan membahagiakan para dhuafa dan mudah-mudahan Mak Ayut segera mendapat kesembuhan untuk bisa berjalan lagi. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @hapsarigendis

Mak ayut menderita Rematik & Asma

Mak ayut menderita Rematik & Asma


JUJU JUARIAH BINTI MOMO (96, Hipertrnsi & Asma) Alamat: Kp. Jawa RT 5/3 Ds. Cibogohilir Kc. Plered Kab. Purwakarta Jawa Barat. Wa Jua begitu ia dikenal di kampungnya.  Sejak tahun 1975  ia adalah seorang guru mengaji anak-anak. Kini ia hidup sebatang kara karena tidak mempunyai anak dan suaminya sudah meninggal 15 tahun yang lalu. Untuk kesehariannya ia hanya mendapatkan belas kasihan dari saudara dan tetangganya. Kini diusianya yang senja ia sudah tidak bisa mendengar dan berjalan jauh ditambah ia memiliki hipertensi dan sesak nafas yang harus diobati. Namun apa daya ia harus mengurungkan niatnya untuk pergi berobat karena ketidakmampuan biaya. Ketika kurir #SedekahRombongan mengujungi rumahnya, ia hanya bisa pergi ke kamar mandi dengan mendorong tong sampah pelastik agar tidak jatuh. Ia pun bercerita tentang kehidupannya yang begitu memprihatinkan namun tetap bersyukur dengan keadannya saat ini, sungguh wanita yang sangat luar biasa banyak hikmah yang kami dapat dari pengalaman hidup beliau. Kami mencoba mengajak beliau pergi berobat ke Klinik terdekat, Wa Jua begitu bahagia karena setidaknya rasa sakit penyakitnya bisa kunjung sembuh. Bantuan awal #Sedekaholics pun tersampaikan untuk biaya berobat jalan beliau ke Rumah Sakit Plered. Mudah-mudah Allah senantiasa memberi kesehatan, kesabaran dan ketegaran beliau dalam menjalani kehidupannya. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @hapsarigendis

Ibu juju menderita Hipertrnsi & Asma

Ibu juju menderita Hipertrnsi & Asma


VINDIA PUTRI WINAHYU, (1, Radang Paru-Paru). Alamat:  Kp. Rawaselapan  RT. 5/- Dusun 4, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Orang tua Vindi merasakan ada perubahan pada Vindi sejak tanggal 14 Maret 2016, dimana 3 hari sebelumnya Vindi juga melakukan imunisasi polio pada tanggal 11 Maret 2016 Raihan,  yaitu sehari setelahnya, tepatnya tgl 15 Maret 2016 dik Vindi mengalami demam tinggi, mencret, muntah dan kejang. Kedua orangtuanya lalu membawa ke Dokter setempat, setelah mendapat obat vindi dibawa kembali ke rumah tapi sampai keesokan harinya Vindi masih saja demam tinggi, rasa tidak sabar orang tua atas keadaan Vindi mendorong orangtua Vindi untuk menemui kembali dokter setempat. Kemudian dokter di puskesmas tersebut merujuk ke RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda, selama 3 hari perawatan dirasakan tidak ada perubahan pada  dik Vindi yang semula di duga menderita anemia, Vindi dirujuk kembali ke RSUD Abdoel Moeloek. Kini Vindi terbaring  di ruang Observasi RSUD Abdoel Moeloek dengan kesimpulan sementara Radang Paru-Paru yang sampai tanggal 28 Maret 2016 telah melakukan 3 kali transfusi darah. Untuk memastikannya  akan dilakukan pemeriksaan USG. Orangtua Vindi, Bapak Hartomo (38), hanya seorang buruh tani dan  Ibu Yulia Kurniasih (32) hanyalah seorang ibu rumah tangga, mereka harus meninggalkan kedua anaknya yang lain kepada saudara di kampung. Mereka pun merasa kesulitan untuk biaya hidup selama menunggui dik Vindi di rumah sakit. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka,  dan memberikan bantuan untuk biaya hidup kedua orangtua Vindi. Semoga Vindi kesehatannya segera membaik.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir :  @ddsayefudin @arisasamara @evandlendi @trii20 @sayasepti @akuokawai

Vindia menderita Radang Paru-Paru

Vindia menderita Radang Paru-Paru


ELIANA BINTI DEDI RUSADI (15, Anemia) Alamat : Waras Jaya RT. 2/1 Desa Mekar Mulya Kecamatan Palas  Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Mulanya Eliana mengalami sakit diseputaran lambung selama beberapa hari, kemudian sehat kembali tetapi 1 Minggu kemudian Eliana demam/panas tinggi, tangan dan kaki mengalami bengkak, dan pucat. Melihat kondisi Eliana oleh pihak keluarga Eliana dibawa ke RSUD Dr.H.Bob Bazar, SKM Kalianda selama 1 hari 1 malam, lalu oleh pihak RS Eliana dirujuk ke RS Abdoel Moeloek di Bandar Lampung. Oleh dokter Eliana dinyatakan terkena Anemia. Selama kurang lebih 15 hari dirawat Eliana sudah melakukan transfusi darah sebanyak 33 kantung dan rencananya masih akan ditambah lagi 5 kantung darah. Eliana juga akan melakukan pemeriksaan BMP. Sang ibu Nani Anggraeini (38) harus menunggui Eliana sendirian karena sang ayah Dedi Rusadi (43) bekerja sebagai TKI. Orangtua Eliana mengalami kesulitan dalam biaya sehari hari selama menunggui Eliana. Melihat kondisi tersebut #SedekahRombongan Lampung tergerak memberikan bantuan kepada orangtua Eliana. Tim #SedekahRombongan Lampung berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan Eliana segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @trii20 @sayasepti @akuokawai

Eliana menderita Anemia

Eliana menderita Anemia


FIRLIAN DAFA (4, Leukemia) Alamat :  Dusun Sidomukti RT. 18/19 Kelurahan Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Dafa, begitu panggilan anak dari Aan Adnanto (33) dan Siti Aisyah (27). Sejak 2 bulan yang lalu dikeluhkan pucat, lemas dan demam naik turun diikuti dengan gusi berdarah dan lebam-lebam di badan. Kemudian oleh orangtua, Dafa  dibawa berobat ke puskesmas Sukadamai dan didiagnosis mengidap anemia atau kekurangan sel darah merah.  Akhirnya oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSAM. Selama 14 hari di rawat di ruang anak RSAM, Dafa mendapatkan terapi transfusi sel darah merah, sudah sekitar 40 kantong.  Dari pemeriksaan darah didapatkan peningkatan sel darah putih yang cukup drastis. Kemudian pasien pulang dan akhirnya dirawat kembali setelah 1 minggu di rumah. Saat ini pasien sudah dirawat kembali selama 15 hari di RSAM sambil menunggu rencana BMP(Bone Marrow Pressure) dan sedang di transfusi darah. Orang tua Dafa yang hanya seorang petani, terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya sebagai untuk menunggui Dafa di Rumah Sakit, mengalami kesultan untuk biaya sehari hari selama menunggui Dafa. Oleh karena itu tim #SedekahRombongan tergerak untuk memberikan bantuan kepada orangtua Dafa dalam menghadapi kesulitannya tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandendi @trii20 @sayasepti @akuokawai

Firlian menderita Leukemia

Firlian menderita Leukemia


HAFIZ MAHARDIKA, (1, suspect. Pendarahan di Otak). Alamat: Kampung Garuntang LK II RT. 2/-  Ketapang Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung.  Dua hari yang lalu Hafiz mengalami demam tinggi kemudian orangtuanya memberikan obat Paracetamol syrup. Demam turun sebentar, namun Dik Hafiz kembali kejang-kejang. Menurut bidan yang merawat Hafiz, jika Hafis tak juga mau minum ASI setelah kejang ini, Hafiz harus di rujuk ke RS Abdul Muloek Provinsi Lampung. Ternyata Hafiz memang belum juga mau minum ASI. Efek dari kejang itu menyebabkan Hafiz belum sadarkan diri hingga sekarang, karena Hafiz tak juga menangis hingga kejang kemarin berlalu. Dokter mencurigai adanya perdarahan otak akibat kejang yang terjadi. Saat ini Hafiz menjalani perawatan di ruang rawat Alamanda RSAM untuk di observasi kejang, serta pemantauan minum obat, dan makanan. Hafiz dipasangi selang makan (NGT) dari hidungnya, karena belum juga sadar. Daerah ekstremitas (kaki-tangan) Hafiz terasa dingin. Hafiz menggunakan jaminan keseharan KIS (Kartu Indonesia Sehat) kelas III. Hafiz adalah anak semata wayang dari Bapak Rahmatullah (24) dan Ibu Rika (21). Orangtua Hafiz  bekerja sebagai seorang buruh, lalu ibu Hafis hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi rumah. Orangtua Hafiz bingung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga  yang menunggui anaknya di rumah sakit, serta untuk membayar obat yang tak di cover oleh fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Saat itu kurir #SedekahRombongan Lampung turut merasakan kesulitan yang dialami keluarga Hafiz, ditengah kesedihan kondisi anaknya yang belum juga ada perubahan. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasa bahwa Hafiz bisa dibantu oleh sedekah kholics #Sedekahrombongan. Donasi diberikan untuk meringankan beban keluarga Hafiz dan membantu pembiayaan berobat. Semoga dengan diberinya bantuan, keluarga tetap semangat berikhtiar demi kesembuhan Dik Hafiz.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal Donasi : 2 April2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evanlendi @trii20 @rintawulandari @akuokawai

Hafiz menderita Pendarahan di Otak

Hafiz menderita Pendarahan di Otak


MELDA YANTI ( 12, Meningitis) Alamat : Marga Dalam Desa Batu Menyan Rt. 01/04 Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran Provinsi Lampung. Melda adalah siswi Sekolah Dasar kelas VI di desanya. Berawal sekitar awal bulan Maret 2016 Melda mengalami panas tinggi, lalu oleh keluarga di bawa ke mantri setempat. Melda di bawa kembali ke rumah untuk dilihat keadaannya tetapi dalam beberapa hari panas tubuh melda tidak kunjung turun, lalu dibawa kembali ke mantri setempat, yang kemudian di rujuk ke RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, setelah beberapa hari dirawat lalu di rujuk lagi ke RSUD Abdoel Moeloek, sempat tidak sadarkan diri, baru sadarkan diri pada tanggal 24 Maret 2016. Orangtua Melda M. Saleh (60) dan Zakiyah (40) yang menunggui melda di rumah sakit terpaska meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh tani, tetapi terkadang harus bergantian dengan kakek dan nenek Melda karena orangtua Melda kembali ke Desa untuk mengurusi 5 saudara Melda yang lain. Tim #SedekahRombongan pun memberikan bantuan kepada orangtua Melda untuk meringankan beban mereka, dan berharap Melda segera sembuh dan bisa bersekolah serta mengikuti ujian.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @trii20 @sayasepti @akuokawai

Ibu melda menderita Meningitis

Melda menderita Meningitis


NABILA AN NAZWA, (1, Hydrochaephalus). Alamat: Dusun III RT. 11/4 Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung. Nabila panggilanya seorang balita yang masih sangat dini untuk untuk berbaring lemah di rumah sakit, Ibu Rohimah melahirkan Nabila dengan cara disesar dan Nabila sejak lahir sudah mengalami hydrochaephalus atau penumpukan cairan pada otak, pada saat itu Nabila harus dioperasi tetapi karena terkendalanya biaya, maka pihak keluarga memutuskan untuk membawa nabila pulang dengan maksud berobat secara alternative saja. Tetapi karena sekian lama tidak ada perubahan dan kepala Nabila tambah membesar, badan lemah serta demam yang tinggi, maka orang tua Nabila membawanya ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk pengobatan penyakitnya. Orang tua Nabila Bapak Sunta (29) dan Ibu Rohimah (26) adalah seorang pedagang dan ibu rumah tangga, sebagai tulang punggung keluarga Bapak Sunta harus menafkahi istri dan anaknya. Fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah Kartu Indonesia Sehat. Karena beratnya beban biaya hidup dan pengobatan Nabila maka kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak hatinya untuk menyampaikan titipan dari sedekahholic demi kesembuhan Nabila dan semoga bisa membantu biaya pengobatan dan segera membaik kondisi kesehatannya sehingga dapat tumbuh sehat seperti balita seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara  @evandlendi @trii20 @kurnia_wati99 @akuokawai

Nabila menderita Hydrochaephalus

Nabila menderita Hydrochaephalus


QHINAR AZWA SYAFIRA, (2, Miningitis TB). Alamat: Dusun Giri Klopomulyo RT. 2/1 Desa  Giriklopo Mulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Qhinar biasa dia dipanggil adalah buah hati pasangan Bapak Andri Setiawan (26) dan Ibu Tri Hidayanti (23). Awal mula sakitnya, Qhinar mengalami panas yang tinggi kemudian mengakitbatkan kejang-kejang karna keluarga khawatir kemudian Qhinar dibawa ke klinik Dokter Nila di Way Sekampung Lampung Timur, setelah pulang dari klinik selang beberapa hari kondisi Qhinar kambuh lagi  badannya menjadi lemas serta kaki tidak dapat di gerakkan, keluarga sangat khawatir sehingga membawa Qhinar ke Klinik Dokter Azizah tetapi karena kondisinya masih belum membaik akhirnya Qhinar dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung untuk pengobatan lebih lanjut. Dari hasil diagnosis dokter dik Qhinar dicurgai terkena peyakit radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi kuman TB. Ayah Qhinar adalah seorang buruh tidak tetap, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, sebagai tulang punggung keluarga yang baru memiliki satu orang anak Bapak Andri Setiawan merasa kewalahan untuk membiayai pengobatan Qhinar karna pendapatan sebagai seorang buruh yang tak pasti, fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa BPJS Mandiri Kelas 3, Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaannya sangat prihatin atas beban derita yang ditanggung keluarga bapak Andri untuk mengurangi beban hidupnya #SedekahRombongan Lampung memberikan bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Qhinar.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 April 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @trii20 @liliani @akuokawai

Qhinar menderita Miningitis TB

Qhinar menderita Miningitis TB


AZAMIL HASAN (2, Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil berasal dari keluarga yang secara ekonomi termasuk dhuafa. Ayahnya bernama Nuriban (55) dan ibunya bernama Kartini (48). Dengan jumlah tanggungan tiga orang, cukup berat keluarganya menjalani kehidupan. Apalagi ketika Azamil didiagnosis mengidap Leukemia setahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, Azamil rutin menjalani rawat jalan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menangani serangan kanker darah yang mengancam nyawa anak periang ini. Ia harus menjalani kemoterapi setiap minggu agar keadaannya segera pulih dan sel-sel kanker hilang dari tubuhnya. Ayah Azamil merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini karena penghasilannya sebagai buruh harian hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka membutuhkan biaya transport Karawang-Bandung dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan. Pada akhir Desember 2015 kurir #SR bertemu dengan Azamil dan ibunya saat mereka kontrol ke RSHS Bandung dan memberinya bantuan untuk tambahan membeli obat. Begitu juga pada pertengahan Februari 2014, ia bertemu lagi dengan kurir #SR di RSHS Bandung; Selain mendampinginya, #SR juga dapat menyampaikan bantuan sedekaholik saat itu. Pada.akhir Maret 2016, Azamil berobat lagi ke Rumah Sakit Rujukan Pusat (RSUP) itu. Kondisi Azamil alhamdulillah mengalami perbaikan, meskipun belum dinyatakan sembuh secara medis. Ia masih harus menjalani pemeriksaan dan kemoterapi. Oleh karena itu, #SedekahRombongan terus mendampinginya berobat dan kembali menyampaikan bantuan untuk Azamil yang diterima oleh ibunya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini dipergunakan untuk biaya membeli obat (Mercaptopurin). Bantuan #SR sebelum ini telah tercatat di Rombongan 804.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Azamil menderita Leukemia

Azamil menderita Leukemia


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung, dan sampai saat ini menjadikannya pasien dampingan #SR. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan, meskipun ia masih harus menjalani pengobatan. Kini Sinta tengah menjalani kemoterapi ke-51 dari 52 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Karena Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat sampai tuntas dan dinyatakan sembuh, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR untuk Sinta dan keluarganya. Bantuan yang diberikan di rumah singgah ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 804.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Sita menderita Kanker Darah

Sita menderita Kanker Darah


MASJID AL HIKMAH, alamat desa Sibrama RT 02 RW 08 Grumbul Nusaduren , Kec. Kemranjen, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Pembangunan masjid tersebut membutuhkan dana kurang lebih sebesar 170.000.000,- sedangkan swadaya masyarakat telah terkumpul sekitar sebesar 90.000.000,- dan telah diwujudkan dalam bentuk bangunan dan pembebasan tanah. Sebagian dana tersebut diperoleh dari beberapa TKI asal desa tersebut yang bekerja di Jepang dan swadaya warga setiap kali panen. Saat ini telah terkumpul dana dari para donatur dan warga sekitar 30.000.000,- sehingga untuk pembangunan masih kekurangan dana sebesar 50.000.000,-. Sedangkan  kemampuan masyarakat umat Islam di grumbul Nusaduren untuk berswadaya terbatas sehingga pembangunan masjid tersebut mengalami kendala biaya. Bantuan disampaikan untuk membantu pembangunan masjid berupa bahan material dan sebuah  pompa air .

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @arfanesia,Yunanto, @kaaimaa

Bantuan pembangunan masjid berupa bahan material dan sebuah  pompa air .

Bantuan pembangunan masjid berupa bahan material dan sebuah pompa air .


DEVI SAPUTRI (26, Melahirkan). Alamat : Jl. Cita Karya Ujung Perumahan Malay Asri Blok B 16, Kota Pekanbaru, Riau. Pada Januari 2016, Devi melahirkan anak ketiganya di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Ia dan suaminya, Riska Endryan (33), yang bekerja sebagai pedagang peci di emperan mesjid masih hidup dalam kondisi yang kekurangan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pun keluarga ini sangat sulit, mereka belum tentu mempunyai uang karena nafkah yang diperoleh suami tidak selalu ada, bergantung dari hasil penjualan peci saja. #SedekahRombongan mendengar dari humas RSIA Eria Bunda tentang kondisi Devi yang tidak mampu membayar uang tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan. Hal ini dikarenakan keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah dengan bantuan #SedekahRombongan, insyaa Allah tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan Devi bisa dibayarkan secara bertahap sampai lunas. Cicilan awal biaya rumah sakit alhamdulillah sudah dibayarkan pada Februari 2016 dan masuk pada Rombongan 819. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk membayarkan cicilan ke-2.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @ririn_restu

Bantuan biaya melahirkan

Bantuan biaya melahirkan


MUHAMMAD IRFANDI (16, DBD). Alamat : Jl. Utama Gang Perum Korem RT. 2/11, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Irfandi merupakan putra dari pasangan Ferizal (45) dan Asrilis (41). Awalnya Irfandi mengalami demam tinggi dan Ibu Asrilis membawanya ke bidan. Oleh bidan Irfandi diberikan vitamin, tetapi demamnya tidak juga turun sehingga ia dibawa ke dokter umum di dekat rumahnya. Dokter kemudian memberikan resep obat penurun panas, sehingga demamnya turun dan ia mulai beraktifitas seperti biasa. Seminggu kemudian Irfandi kembali mengalami demam, bahkan mengalami pendarahan dari gusinya saat sedang di sekolah. Salah satu kurir #SRRiau, yang kebetulan juga guru Irfandi langsung berinisitif membawa Irfandi ke RS Ahmad Yani. Istri dari kurir tersebut bekerja di RS Ahmad Yani sehingga Irfandi bisa langsung ditangani dokter dengan menggunakan depositnya sebagai karyawan. Dokter menyatakan Irfandi terkena DBD dan kondisinya sangat kritis karena trombositnya hanya 14.000 sedangkan jumlah trombosit normal mencapai 150.000 – 450.000. Ibu Asrilis sangat panik saat melihat putranya mengalami pendarahan dan dinyatakan kritis oleh dokter. Irfandi langsung dirawat inap karena harus menjalani perawatan intensif. Bapak Ferizal hanya bekerja serabutan dan menjadi tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu sedangkan Ibu Asrilis adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini harus membayar biaya perawatan Irfandi secara mandiri karena belum memiliki BPJS. Alhamdullilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Irfandi, sehingga bisa menyampaikan bantuan untuk membantu pelunasan tagihan rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @uldharma @ririn_restu

Irfandi menderita DBD

Irfandi menderita DBD


RIFKI EFENDI (16, Tumor Testis). Alamat : Jl. Garuda RT. 2/2, Perumahan Ginting 02 Kubang, Kota Pekanbaru (samping PAUD Ar Rahma). Ketika Rifki duduk di kelas 3 SMP, ia sudah merasakan ada sesuatu yang mengganjal di testisnya. Namun hal itu tidak dihiraukan oleh Rifki hingga testisnya membengkak. Oleh ibunya, Yulia Refni (46), Rifki dibawa ke Klinik Anisa Medika Panam. Dari klinik ini Rifki kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Panam. Hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa Rifki terkena tumor testis, bahkan ada kemungkinan tumor yang menyerangnya termasuk tumor ganas. Rifki kemudian menjalani operasi di RS Awal Bros Panam untuk mengangkat tumornya. Setelah selesai operasi ternyata tumor tersebut belum sembuh, sehingga RS Awal Bros Panam merujuk Rifki ke RSUD Arifin Achmad untuk melakukan kemoterapi. Rifki harus menjalani sampai 9 kali kemoteropi di RSUD Arifin Achmad. Saat ini Rifki sudah menjalani 8 kali kemoterapi, ia juga sudah bisa melakukan aktifitas seperti anak lain pada umumnya, hanya saja Rifki sudah tidak lagi bersekolah. Ibu Yulia bekerja sebagai tukang cuci di pesantren dekat rumah mereka, dan ayah Rifki, Sofyan Efendi (47) bekerja sebagai tukang. Karena ada perbedaan pendapat mengenai pengobatan Rifki, Ibu Yulia saat ini sudah tidak tinggal bersama suaminya. Penghasilan Ibu Yulia sebagai tukang cuci sebesar 1,3 juta setiap bulannya. Beliau harus menghidupi sendiri keluarga dan anak-anaknya, membayar sewa rumah, termasuk membayar biaya kemoterapi Rifki yang tidak semuanya ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rifki untuk menyampaikan bantuan biaya kemoterapi Rifki. Semoga Rifki segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 21 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @uldharma @captoel @ririn_restu

Rifki menderita Tumor Testis

Rifki menderita Tumor Testis


AQILA BINTI BAMBANG (3 bulan, Post Colostomy ec Atresia Ani). Alamat : Jl. Gajah Mada Gang Sumber Rejeki 2 Sebanga Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Aqila lahir dari seorang ibu rumah tangga yang bernama Desi (20). Ayahnya, Bambang (20), bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sejak lahir bayi Aqila tidak memiliki lubang anus. Awalnya pada umur 7 hari Aqila mengalami demam, kemudian dibawa ke RSUD Duri dan dirawat dalam inkubator selama 5 hari. Sebelum dilakukan operasi awal, pengeluaran BAB Aqila melalui kemaluannya. Pada umur 1 bulan Aqila mengalami demam kembali dan didiagnosa terkena infeksi pada perutnya. Kemudian ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dioperasi. Selama perjalanan menuju Pekanbaru, Aqila mengalami muntah-muntah dan kejang. Sesampainya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, ia langsung dibawa ke IGD dan dirawat kembali di inkubator selama 8 hari. Setelah kondisinya stabil, akhirnya dilakukan operasi pembuatan saluran pembuangan di perutnya untuk sementara. Saat kurir #SedekahRombongan datang untuk survey, kondisi Aqila sudah memiliki saluran pembuangan di perut yang setiap saat harus dibersihkan agar tidak infeksi. Napasnya sering tersengal-sengal karena paru-parunya juga ada cairan. Aqila memiliki jaminan kesehatan Jamkesda dan BPJS. Kendala yang dihadapi adalah akomodasi keluarga Aqila selama ia dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk menunjang kebutuhan akomodasi mereka selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @eniepalupi @ririn_restu

Aqila menderita Post Colostomy ec Atresia Ani

Aqila menderita Post Colostomy ec Atresia Ani


MURNI KAMPAR (55, Lumpuh). Alamat : Dusun Melati RT. 2/2, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Bu Murni hanya tinggal bersama anak bungsu dan cucunya, karena suaminya yang bernama Zulkarnain sudah meninggal dunia. Awalnya 5 tahun yang lalu Bu Murni merasakan lengan kirinya kesemutan seperti kram. Kram yang dirasakan Bu Murni menjalar sampai ke kaki. Akibat kram yang dialami Bu Murni, tubuhnya akhirnya susah digerakan. Karena khawatir, oleh anaknya ia dibawa berobat ke bidan di sekitar Desa Sukaramai yang dekat dengan tempat tinggalnya. Pengobatan itu tidak memberikan hasil yang baik dan akibat ketiadaan biaya akhirnya pengobatannya tidak dilanjutkan. Lama-kelamaan sakit yang diderita Bu Murni semakin menjadi. Diawali kaki kirinya yang mengalami kram dan lumpuh, akhirnya seluruh bagian tubuh sebelah kiri juga lumpuh. Saat ini, untuk membalikkan badan saja beliau harus dibantu. Bu Murni dirawat oleh anaknya yang paling bungsu, anaknya sangat berbakti dan rela berpisah sementara dengan suaminya yang bekerja di desa Lipat Kain. Beliau juga dirawat oleh cucu laki – lakinya dari anak perempuan tertuanya. Cucu Bu Murni harus putus sekolah demi membantu menafkahi Bu Murni karena bantuan dari anak-anak beliau tidak cukup. Bu Murni tidak memiliki jaminan kesehatan karena Kartu Keluarga dan KTP hilang. Saat kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Bu Murni, kondisinya memprihatinkan karena hanya dapat berbaring di kasur. #SedekahRombongan memberikan bantuan pembelian pampers dan untuk membantu perawatan Bu Murni sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
‌Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhphita @darma82 @ririn_restu

BU murni menderita Lumpuh

BU murni menderita Lumpuh


MULYANI BAMBANG SUBONO (38, Kelainan pada Kandungan). Alamat : Kulim 5 RT. 2/3, Pematang Pudu Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ibu Mulyani tinggal bersama ketiga anak dan suaminya, Bambang Subono (49), yang bekerja sebagai pendodos sawit dan paling banyak mendapat 300 kg dengan upah Rp25/kg. Keluarga ini memiliki penghasilan rata-rata Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per bulannya. Suatu hari, Ibu Mulyani yang sedang hamil 24 minggu mengalami sakit perut selama tiga hari disertai perdarahan yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan kepalanya pusing. Akhirnya ia dibawa ke UGD RSUD Duri dengan menumpang mobil pengangkut sawit. Ketika kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumah Ibu Mulyani, ia masih mengalami kontraksi namun janinnya masih diusahakan untuk dipertahankan. Jika tidak kunjung membaik akan ada penyelamatan bayi dengan tindakan medis. Ibu Mulyani tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena ia tidak memiliki KTP, begitu juga suaminya yang KTP-nya sudah tidak berlaku lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan memberikan bantuan kepada keluarga Ibu Mulyani sehingga ia dapat membayarkan biaya pengobatannya di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Ibu mulyani menderita Kelainan pada Kandungan

Ibu mulyani menderita Kelainan pada Kandungan


IDRIS BIN YASRIYADI (23, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Jalan Sadewa RT. 3/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Awal mula Idris mengalami gangguan jiwa adalah akibat dari pergaulannya dengan tetangga yang kurang baik. Ia sering mengisap lem sejak berumur 6 tahun hingga saat ini. Saat kurir datang untuk survey melihat kondisi Idris, ia dalam keadaan diikat/dipasung di kamar selama beberapa tahun karena ia sering mengamuk ketika sedang kumat. Ayah Idris, Yasriyadi (50), bekerja serabutan mencari brondolan sawit yang tercecer di jalan. Penghasilan yang tidak tetap dengan maksimal perolehan per-harinya Rp 50.000 digunakan untuk membeli beras. Namun itu pun selalu kurang, sehingga untuk biaya sehari-hari keluarga ini selalu dibantu anaknya dan tetangga sekitar. Idris dan keluarga memiliki jaminan kesehatan yaitu Jamkesda, namun untuk pengobatan Idris tetap terkendala dengan biaya transportasi untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Idris dan memberikan santunan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi Idris ke RSJ. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Idris dan ia segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Idris menderita Gangguan Jiwa

Idris menderita Gangguan Jiwa


SUMIDI RIAU (40, Patah Tulang). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur RT 024 RW 006 Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Sumidi bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan istrinya, Sri Rahayu (42), membantu suaminya berjualan makanan di SD dekat rumah mereka. Sekitar dua tahun yang lalu ketika ia sedang bekerja sebagai buruh di kebun sawit kakinya terkena mesin parang babat. Akibatnya kaki sebelah kiri di atas mata kaki tulangnya putus semua dan tinggal otot yang masih menempel. Meskipun saat ini luka di kakinya sudah mengering, namun ia masih merasakan kebas dan kakinya menjadi mengecil. Kakinya belum bisa menapak karena masih terasa sakit dan membengkak bila dipaksa untuk menapak. Sudah sekitar 2 tahun ini ia tidak pernah lagi mengecek kondisi kakinya karena terbentur masalah biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga harus meminjam uang untuk biaya berobat. Alhamdulillah setelah dibantu oleh #sedekahrombongan, Pak Sumidi sudah memiliki BPJS dan bisa menggunakannya untuk melanjutkan pengobatan. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan kepada Pak Sumidi untuk biaya transportasi berobat di RS Efarina, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Sebelumnya Pak Sumidi dibantu pada Rombongan 811. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan biaya transportasi kepada Pak Sumidi untuk melakukan kontrol lanjutannya ke RSUD Selasih. Semoga Pak Sumidi segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Pak sumidi menderita Patah Tulang

Pak sumidi menderita Patah Tulang


FIKRI ARIS PRATAMA (1, Wilms Tumor). Alamat : Jl. Limbungan No. 107B RT.2/5, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Fikri terlahir normal dengan bantuan bidan. Sebulan terakhir perutnya membesar dan sering demam. Setelah dilakukan pemeriksaan ke Spesialis Urologi di RS Eria Bunda Pekanbaru dan dilakukan pengecekan darah, hasil tumor marker menunjukkan Fikri menderita penyakit Wilms Tumor (kanker ginjal). Fikri adalah anak pertama dari pasangan Armaidi dan Risa. Pak Armaidi bekerja sebagai teknisi lepas yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan Ibu Risa adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga Fikri masih tinggal menumpang dengan kakeknya yang bekerja sebagai pemulung dan neneknya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Saat pertama kali Kurir #SedekahRombongan membantu Fikri, BPJS Fikri masih dalam pengurusan. Selain dibantu #SedekahRombongan, biaya pengobatan Fikri saat itu juga digalang oleh masyarakat sekitar dan beberapa kolega dokter di RSIA Eria Bunda yang ikut peduli dengan kondisi Fikri. Mengingat biaya pengobatan Fikri yang besar karena masih berstatus sebagai pasien umum kelas 3 di RSIA Eria Bunda. Kurir #SedekahRombongan berusaha untuk membantu Fikri sebagai pasien dampingan hingga Fikri sembuh total. Alhamdulillah, #SedekahRombongan selama ini telah menyampaikan bantuan untuk membeli obat kemoterapi awal yang tidak ditanggung BPJS. Bantuan terakhir untuk Fikri tercatat dalam Rombongan 802. Semoga kesehatan Fikri semakin membaik dan ia bisa sembuh total dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @ririn_restu

Fikri menderita Wilms Tumor

Fikri menderita Wilms Tumor


DIKI WAHYUDI (5, Tumor di Dada Kiri). Alamat : Jl. Tengku Mahmud, Palas, Simpang Jengkol dekat TPU, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Diki menderita tumor otot pada dada kirinya, sakit yang dideritanya dialami sejak ia usia balita. Pada usia 1,5 tahun, ia sudah menjalankan operasi pertama pengangkatan tumor tersebut. Namun setelah operasi pertama dilakukan, sekitar 8 bulan kemudian massa tumor kembali tumbuh di tempat yang sama. Hingga usia 4,5 tahun ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Setelah operasi terakhir pada usia 4,5 tahun, Diki diharuskan menjalankan kemoterapi. Orang tuanya sudah tidak memiliki biaya untuk pengobatannya. Ia dirawat di rumah tanpa pengawasan dokter hingga usia 5,5 tahun. Saat ini kondisinya semakin parah dengan tumor yang mengalami pembengkakan dan pecah. Kini mau tidak mau orang tua Diki harus membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter menganjurkan Diki menjalani kemoterapi sebanyak 18 siklus kemo. Untuk 1 kali siklus kemo, ia membutuhkan 2 botol obat dengan harga 1,7 juta rupiah/botol. Obat kemo Actinomycin tersebut tidak ditanggung BPJS. Karena kendala biaya itulah ia belum menjalani kemo, sampai pada akhirnya Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarganya oleh salah satu dokter yang menangani Diki. #SedekahRombongan memutuskan membantunya sebagai pasien dampingan. Alhamdulillah pengobatan Diki berjalan lancar dan ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapi Actinomycin ke-3. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat kemo tersebut. Semoga dengan pendampingan #SedekahRombongan, Diki bisa menjalani pengobatannya hingga ia sembuh total. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 811.

Jumlah bantuan : Rp 3.400.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @karin_lathief @ririn_restu

Diki menderita Tumor di Dada Kiri

Diki menderita Tumor di Dada Kiri


ALM. ARSYA BIN MUKSON (3, Leukemia). Alamat : Jl. Wonosari No. 2, RT 23, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Arsya adalah anak dari pasangan Mukson (45) dan Robiatussa’adah (39).  Profesi Pak Mukson adalah guru agama di SMK dan Ibu Robiatussa’adah adalah guru TK serta mengajar mengaji Al Quran. 3 bulan yang lalu Arsya menderita demam dan keluar bercak-bercak biru (lebam) di sekujur tubuh. Ia lalu berobat ke Klinik Ibnu Sina Balikpapan dan didiagnosa menderita DBD. Ia kemudian dirujuk ke RS Tentara Balikpapan. Seminggu kemudian panasnya semakin tinggi dan diambil darah untuk pemeriksaan laboratorium. Ia lalu didiagnosa positif leukemia. Ia dirawat selama 15 hari dan ditransfusi darah sebanyak 14 kantong. Setelah itu ia dirujuk ke RS Soetomo Surabaya. Pada saat pengambilan sample darah ditemukan trombosit sejumlah 15.000. Karena trombosit dibawah 50.000, maka pengobatan tidak bisa dilanjutkan. Kemudian dibawa ke klinik herbal di Malang, ada kemajuan dan membaik dan ia dibawa pulang ke Balikpapan. Dua minggu setelah di Balikpapan itu kondisinya menurun dan masuk UGD RSUD Gunung Malang Balikpapan dengan HB 2 dan trombosit hanya 4.000. Ia dirawat selama sebulan di RSUD Gunung Malang Balikpapan dan mendapatkan transfusi 56 kantong darah. Pada 14 Maret 2016, Arsya dirujuk ke RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk perawatan lanjutan. Saat keluar RSUD Gunung Malang, trombositnya masih 11.000, sedangkan trombosit normal 150.000. BPJS baru saja dibayar dan baru aktif pada 15 Maret 2016. Selama dalam perawatan di rumah sakit, Arsya mengalami trauma, ketakutan dan selalu menangis. Kedua kaki Arsya pun membengkak karena diinfus. Setelah keluar rumah sakit dan selama berada di rumah, Arsya kembali ceria dan tertawa bahagia di tengah keluarganya. Sehingga keluarga memilih untuk memulihkan kondisi psikologis Arsya sambil berikhtiar terapi alternatif. Namun Allah berkata lain, Arsya berpulang ke pangkuan Allah SWT pada Jumat 25 Maret 2016 pukul 15:30.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 3 April 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Alm Arsya  menderita  Leukemia

Alm Arsya menderita Leukemia


JENY OKTAVIA SAPUTRI (5 Tahun, Leukimia). Alamat: RT.03/RW.06 Dusun Tugu, Desa Ngunut, Kecamatan Badar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Jeny merupaka putri pertama dari Heri Budi Prasetyo (30 Tahun) yang berkerja sebagai wiraswasta, dan Murdaningsih (28 Tahun) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Riwayat penyakit leukimia balita berusia lima tahun ini berawal dari tahun 2013. Saat itu ia mengalami penyumbatan darah sehingga terpaksa menjalani operasi di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo, Jawa Timur. Alhamdulillah, berkat operasi tersebut penyakitnya dapat diangkat meski harus menghabiskan biaya lebih dari tiga puluh juta rupiah. Jeny kembali mengalami sakit mulai bulan Februari 2014. Ia kemudian dirujuk untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalani serangkaian cek, Jeny divonis menderita leukimia atau kanker darah. Jeny kemudian dijadwalkan menjalani kemoterapi. Pihak keluarga merasa kebingungan dalam membiayai pengobatan putri mereka terlebih kondisi ekonomi mereka kurang mampu. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sembari menyalurkan bantuan. Jeny kemudian menjadi pasien dampingan #SR Yogyakarta. Setiap bulannya ia harus kontrol dan kemoterapi, saat kontrol Jeny dan keluarganya transit di RSSR Yogyakarta. Kini kondisinya stabil dan kian membaik. Bantuan kali ini digunakan untuk biaya transportasi Pacitan-Yogyakarta serta membeli obat yang tidak terkover BPJS. Semoga bantuan dari #Sedekaholic dapat meringankan beban keluarganya, Aamiin. Orang tua Jeny sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan selama ini…

Jumlah Bantuan : Rp 621.919
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Jeni menderita  Leukimia

Jeni menderita Leukimia


MUHAMMAD MUSTAKHIM BIN BAKAR (17 tahun, duafa) Alamat : Jalan Kyai Sholikin 14 RT. 02 RW.01 Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Mustakim adalah seorang pelajar MTs. Darul Huda Mayak Ponorogo. Sudah sejak lulus SD memiliki kemauan keras untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Kendala mobilitas dan keuangan sekolah membuat Mustakhim terlintas untuk drop out dari sekolahnya. Melihat keadaanya yang sebegitu pelik ada niat masyarakat untuk memberdayakan sebagai petugas kebersihan masjid dekat rumahnya. Sementara takmir hanya mampu membantu dalam bentuk pembayaran SPP. Untuk berangkat sekolah yang jarak dari rumah ke sekolah kurang lebih10 km membonceng teman dan tidak jarang ditempuh jalan kaki. Jangankan untuk membelikan sepeda bekas, untuk mencukupi kebutuhan makan keluarga saja bapak Bakar ayah dari Muhammad Mustakhim ini merasa berat. Beban itu dirasakan semakin berat ketika warung tempat ibunya bekerja terbakar habis beberapa bulan yang lalu. Informasi mengenai Mustakim diperoleh dari salah satu kurir Ponorogo. Alhamdulillah Mustakim mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 2.000.000 yang diwujudkan berupa sepeda dan uang tunai yang digunakan untuk biaya sekolah. Pak Bakar sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Jum’at, 1 April 2016
Kurir : @Mawan @Aisah @ErvinSurvive @Ronypratama @Kosiyar

Bantuan berupa sepeda dan uang tunai yang digunakan untuk biaya sekolah

Bantuan berupa sepeda dan uang tunai yang digunakan untuk biaya sekolah


MTSR SOLO RAYA (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) AD 1998 SR Kendaraan bermotif batik yang difungsikan sebagai ambulance untuk mengantar -jemput dhuafa sakit, menyampaikan santunan, mensurvey sasaran ini biasa disebut dengan MTSR.  Dengan nomor hotline 0815-8911-911, selama hampir 1,5 tahun MTSR telah banyak bergerak. Perawatan secara berkala pun terus dilakukan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Bulan ini, santunan ke- untuk biaya operasional MTSR telah tersampaikan dengan total Rp.6.025.000
yang digunakan untuk:
MTSR Maret 2016 dengan roncian
Bensin 4.350.000
Parkir        50.000
Drivee  1.500.000
Plt nmr   125.000
Dengan Jarak tempuh 6.088km
Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 629, 632, 647, 657, 668, 677, 705, 719, 730, 736, 740, 811. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp.6.025.000
Tanggal: 2 April 2016
Kurir: @Mawan , @aisyahnka

Bantuan operasional bensin, service dan jasa driver

Bantuan operasional bensin, service dan jasa driver


RSSR SOLO (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN SOLO) tempat bernaung sementara bagi pasien dampingan #SRsolo yang beralamat di Jalan Tarumanegara, RT 02/09, Banjarsari, Banyuanyar, Surakarta, Jawa Tengah, ini sudah berjalan hampir 1 taun. Difungsikan sebagai tempat pasien dampingan untuk singgah sementara selama menjalani pengobatan untuk menjemput kesembuhan. RSSR memudahkan para pasien yang tinggal jauh dari RS tempat mereka berobat dan harus menjalani rawat jalan. Sehingga, dengan tinggal di RSSR, mereka tidak perlu bolak-balik melakukan perjalanan untuk kontrol. Karenanya, RSSR terus dikontrol dan dirawat oleh para kurir maupun pasien. Bulan ini anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan RSSR bulan Maret sebesar Rp 10.917.114,-
yang dipergunakan untuk:
RSSR SoloRaya Maret 2016
1. Kebutuhan RSSR (belanja, stok kebutuhan harian, konsumsi) Rp 7.746.000,-
2. Listrik Maret 2016 Rp 600.000,-
3. Aqua+Gas Rp 196.000,-
4. Inventaris Rp 883.000,-
a. Sprei+sarung bantal Rp 251.000,-
b. Dipan Rp 425.000,-
c. Pispot Rp 33.000,-
d. Walker Rp 46.000,-
e. Ember+colokan,dll Rp 128.000,-
5. Obat2an Rp 196.000,-
6. Hotline MTSR Rp 100.114,-
7. Administrasi bank Rp 196.000,-
8. Intensif takmir RSSR Rp 1.000.000,-
Total Rp 10.917.114,-
Santunan untuk RSSR telah disampaikan, dan sebelumnya masuk dalam rombongan 677, 679, 685, 692, 696, 705, 710, 730, 732, 733, 753 dan 764, 811. Semoga tercatat sebagai amal baik bagi kita semua kelak. Aaamiiin.

Jumlah Santunan:Rp 10.917.114,-
Tanggal: 2April 2016
Kurir: @Mawan, @aisyahnka

Operasional untuk konsumsi, perlengkapan rssr

Operasional untuk konsumsi, perlengkapan rssr

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Diah 1,500,000
2 Wawan 500,000
3 Dwi 500,000
4 KELOMPOK PENGAJIAN SUKARESMI 1,000,000
5 Sri 750,000
6 Masnah 500,000
7 Dewi 500,000
8 Farid 1,000,000
9 Yadi 1,000,000
10 Endud 1,000,000
11 MTSR Bogor 1,500,000
12 Neneng 750,000
13 Asroni 500,000
14 TPA DAN SEKOLAH ANAK JALANAN KAWULA 1,500,000
15 YAYASAN DHARMASARI 1,500,000
16 Ade 1,000,000
17 Yusril 500,000
18 Ilman 500,000
19 Abdul 500,000
20 Ayut 500,000
21 Juju 500,000
22 Vindia 500,000
23 Eliana 500,000
24 Firlian 500,000
25 Hafiz 500,000
26 Melda 500,000
27 Nabila 500,000
28 Qhinar 500,000
29 Azamil 1,000,000
30 Sinta 1,000,000
31 Masjid Al Hikmah 5,000,000
32 Devi 1,000,000
33 MUHAMMAD IRFANDI 1,500,000
34 RIFKI EFENDI 1,700,000
35 Aqila 500,000
36 Murni 500,000
37 Mulyani 1,000,000
38 Idris 500,000
39 Sumidi 500,000
40 Fikri 1,700,000
41 Diki 3,400,000
42 Alm Arsya 1,500,000
43 Jeni 621,919
44 MUHAMMAD MUSTAKHIM 2,000,000
45 MTSR SOLO RAYA 6,025,000
46 RSSR SOLO 10,917,114
Total 61,364,033

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,364,033,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 828 ROMBONGAN

Rp. 35,930,423,497,-