Bayi Ny. DIAH PERMATASARI (35 hari, BBLSR) Alamat: Kp. Cidahon RT 19/5, Desa Kartamukti, Kec. Cimerak, Kab. Pangandaran, Jawa Barat. Ayah Sugiantoro (20, Buruh Tani) Ibu Diah (20, MRT) tanggungan 2 orang, fasilitas jaminan kesehatan belum ada. Bayi dari pasangan ibu Diah dan bapak Sugiantoro ini, yang sejak dua puluh hari yang lalu dilahirkan di Puskesmas dengan berat hanya 1,6 kilogram. Karena berat badan bayi di bawah normal, maka bayi Ny. Diah harus dirawat secara khusus lalu dirujuk ke RSUD Banjar, namun karena penuh kemudian dirujuk ke RSUD Ciamis. Lagi-lagi RSUD CIamis juga penuh, sehingga akhirnya dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah Bayi Ny. Diah dapat dirawat di RSUD dr. Soekardjo. Sampai saat ini sudah 18 hari dirawatnya karena orang tuanya tidak punya biaya bayi mau dibawa pulang paksa. Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat terus mendampingi bayi keluarga ini sehingga perawatannya bisa dilanjutkan, karena bayi ini masih butuh perawatan khusus yang intensif dan harus diinkubator. Bayi Ny. Diah ternyata harus mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soekardjo cukup lama karena kondisinya masih belum cukup kuat untuk dibawa pulang. Ia harus terus diinkubator untuk menjaga kondisinya agar tetap stabil. #SedekahRombongan menyampaikan santunan pada tanggal 7 Juli 2015 untuk akomodasi sehari-hari dan pada tanggal 17 Juli 2015 alhamdulillah kondisi bayi Ny. Diah sudah dierbolehkan pulang. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi mencarter mobil ke Pangandaran, karena kebetulan hari itu MTSR sedang dipergunakan untuk mengantar pasien lain ke Bandung, dan untuk membantu biaya transport kontrol selanjutnya ke Puskesmas di Pangandaran, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 823. Semoga Bayi Ny. Diah berlanjut membaik kondisinya, sehat walafiat, dan dapat berkembang sebagaimana layaknya bayi seusianya, amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 7 dan 17 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Bayi ny diah menderita BBLSR

Bayi ny diah menderita BBLSR


SILVIANI NUR ROBANI binti SULAEMAN (4 bulan, Bocor Jantung). Alamat: Jln. Paseh H. Hasan, Rt. 4/4, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak dari pasangan Bapak Sulaeman (28) dan Ibu Yani Nuryani (29) ini didiagnosa menderita penyakit yang berkenaan dengan kelainan jantung semenjak dilahirkan di Puskesmas beberapa bulan lalu. Kemudian, pihak Puskesmas menyarankan agar Silviani segera dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya. Namun, Silviani hanya bisa dirawat di rumah saja dikarenakan sang ayah yang bekerja sebagai pengayuh becak tak mampu membiayai  pengobatan anaknya di rumah sakit.  Sebagai tulang punggung keluarga yang harus memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, Bapak  Sulaeman harus bekerja extra keras tanpa menghiraukan letih yang dirasakan karena mengayuh becak. Pendapatan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari membuat beliau tidak bisa melanjutkan pengobatan anaknya yang masih bayi tersebut. Akibatnya, lama-kelamaan penyakit yang diidap Silviani semakin parah, ia sempat kritis dan tak sdarkan diri. Akhirnya, ia pun segera dirujuk ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Saat ini, sudah 5 hari Silviani mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit. #SedekahRombongan pun memberikan santunan kepada Silviani agar ia bisa melanjutkan perawatan dan lekas sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Silvi menderita Bocor Jantung

Silvi menderita Bocor Jantung


Bayi Ny. ELIS SRIMULYAWATI (12 Hari, BBLSR) Kp Mulyamekar RT 37/6, Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayi Bu Elis (40) yang lahir  melalui proses normal dengan bantuan bidan desa pada usia kandungan 8 bulan ini memiliki berat badan yang rendah, yaitu 1.4 kilogram. Mengetahui bayi yang lahir tergolong kategori BBLSR, yaitu lahir kurang dari 1,5 kilogram, bidan kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pak Muhaimin (46), ayah dari bayi yang belum diberi nama ini kebingungan karena tidak memiliki uang untuk biaya transportasi ke RSUD yang letaknya cukup jauh dari tempat ia tinggal, uang simpanan yang ia miliki sudah dipergunakan untuk biaya persalinan bayinya. Pak Muhaimin sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh tani, bekerja di sawah membantu tetangganya, atau kadang juga sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Keluarga pemegang fasilitas Jamkesmas ini memiliki tanggungan 4 orang yang harus dipenuhi kebutuhan sehari-harinya.  Alhamdulillah di tengah kebingungan keluarga ini, Allah mempertemukan Pak Muhaimin dengan #SedekahRombongan yang segera memberikan bantuan berupa santunan untuk meringankan beban keluarga ini. Bantuan santunan yang diterima keluarga ini dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi sehari-hari keluarga Bu Elis yang mendampingi selama bayinya dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 dan 16 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik, Herman

Bayi ny elis menderita BBLSR

Bayi ny elis menderita BBLSR


RAINA DEWI SHAKILA binti YADI SUPRIADI ( 19 hari, BBLSR). Alamat: Kp Ciseuti Girang, Rt. 1/10, Desa Pageursari,  Kec. Pagerageung, Kab. Tasikmalaya. Putri dari pasangan suami istri Bapak Yadi Supriadi (30) dan Ibu Dede Nurwuln (26) ini terlahir dengan berat badan yang rendah. Bapak Yadi bekerja sebagai seorang buruh tani, sementara itu Ibu Dede bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga. Keduanya memiliki 4 orang tanggungan. Bayi Raina sudah 19 hari dirawat di RSUD Dr. Seokardjo karena berat badannya dibawah normal yaitu hanya 1,3 kg. Kondisi tersebut membuat bayi Raina harus dirawat secara intensif. Namun, Bapak Yadi yang hanya bekerja sebagai buruh tani sangat mengeluh dengan kondisi yang harus dijalani keluarganya. Beliau tak mampu membiayai perawatan bayinya, terlebih biaya hidup selama bayinya menjalani rawat inap di RSUD. Walaupun biaya pengobatan dibantu dengan jaminan Jamkesda,tetap saja penghasilannya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Karena kondisi tersebut, #SedekahRombongan memberikan santunan kepada bayi Raina dan keluarga agar bayi Raina tetap mendapat perawatan inteasif di RSUD.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Raina menderita BBLSR

Raina menderita BBLSR


SOLIH bin SURYANA (57, Stroke). Alamat: Kp. Mekarjaya, Rt. 10/2, Desa Cikondang, Kec. Cineam, Kab. Tasikmalaya. Bapak Soleh adalah seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai seorang buruh tani di kebun. Beliau memiliki istri bernama Ibu Purnama (46) yang tidak bekerja, beliau seorang Ibu rumah tangga biasa. Keduanya memiliki tanggungan 2 orang. Sayangnya, kesehatan Bapak Soleh terganggu, beliau mengidap penyakit Stroke sejak 1 tahun yang lalu. Penyakit yang beliau derita sempat sembuh, namun saat ini penyakit tersebut terasa kambuh kembali. Beliau memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas menyarankan  agar beliau segera dirujuk ke RSUD Dr. Sokekardjo. Akhirnya, tim medis memutuskan bahwa beliau harus menjalani rawat inap dan sampai hari ini sudah 6 hari beliau dirawat di RSUD Dr. Soekardjo. #SedekahRombongan memberikan santunan kepada Bapak Soleh untuk biaya perawatan di RSUD, karena selama beliau sakit tidak ada yang bekerja mencari nafkah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

PAk solih menderita Stroke

PAk solih menderita Stroke


EUIS KOMARIAH binti ENGKIK (43, chronic gastritis unspecitied) Kp Rancabungur, Kelurahan Bungursari, Kec Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami DUDUNG (47) Pekerjaan Buruh harian lepas, dengan tanggungan 4 orang, sedangkan penghasilan yang ia dapatkan, hanya cukup untuk kebutuhan pokok hidup sehari-hari saja. Dan pak Dudung harus mencari biaya tambahan untuk sekolah anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekarang pak Dudung bertambah bebannya lagi, ia harus membiayai istrinya yang sedang dirawat di RSUD. Meski Ibu Euis punya jaminan kesehatan dari pemerintah, tapi untuk biaya bekal selama dirawat tidak ada jaminan. Sejak delapan bulan yang lalu ibu Euis komariah, mengindap penyakit chronic gastritis unspecitied. Yang berawal dari seringnya mengalami sakit pada bagian dalam perut. lalu ia berobat ke Puskesmas, Satu minggu sekali selama dua bulan. Namun belum membuahkan hasil. Kemudian ia melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr Soekardjo kota Tasikmalaya satu minggu sekali selama satu bulan,dengan bantuan kartu Jamkesmas. Tetapi bu Euis komariah sempat berhenti berobat, karena tidak adanya biaya. Dengan seiringnya waktu, penyakit yang diderita oleh bu Euis semakin bertambah. Ia pun sempat mengalami kritis, dan tak sadarkan diri. Keluarga bu Euis membawanya ke Puskesmas, setelah dua hari dirawat inap ia ahirnya dirujuk ke RSUD dr.Soekardjo kota Tasikmalaya. Sudah lima hari bu Euis dirawat di sana. Tanggal 9 Juli 2015 Bu Euis kembali harusmasuk RSUD dan dirawat di sana. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Euis dirawat, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 821.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 10 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu euis menderita chronic gastritis unspecitied

Ibu euis menderita chronic gastritis unspecitied


Bayi SISKA binti NONO (10 hari, Kejang-kejang). Kp. Bebedilan RT 3/13 Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak pertama dari Bapak Nono (22)dan Ibu Siska (16) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangungan ini sering  mengalami kejang-kejang sejak kelahirannya. Keluarga dengan tanggungan 2 orang ini termasuk keluarga tidak mampu sehingga mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan Jamkeskinda dari Pemkot Tasikmalaya. Bayi yang lahir di Rsud dr. Soekardjo ini sejak lahir belum bisa dibawa pulang ke rumahnya, sudah 10 hari harus dirawat di ruang khusus RSUD dr. Soekardjo. Bayi Siska di awal Juli 2015 masih harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo ,karena kondisinya belum memungkinkan untuk dibawa pulang. Kedua orangtuanya harus menunggu di rumah sakit secara bergiliran, dan kadang-kadang pulang ke rumahnya untuk mengurus ank-anaknya yang lain. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk akomodasi sehari-hari selama bayi Siska dirawat di RSUD dr. Soekardjo, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 823.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 1 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Bayi siska menderita Kejang-kejang

Bayi siska menderita Kejang-kejang


EDI SURYADI bin TOHIR (39, sinusitis,polip) Kp Cisaro Rt 2/6,Desa Cisaro,Kec Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Edi sudah lama sering mengeluh hidungnya seperti  tersumbat, hidung berair, kesulitan bernapas, gangguan pada indera penciumannya. Namun karena kesulitan ekonomi, ia tidak pernah memeriksakan kondisinya tersebut ke dokter atau pun rumah sakit karena beliau khawatir tidak bisa membayar biayanya. Lama kelamaan penyakit Pak Edi semakin ia rasakan mengganggu aktivitas sehari-harinya. Sering ia tidak bisa bekerja karena sakitnya ini. Alhamdulillah Allah mentakdirkan Pak Edi untuk bertemu dengan Kurir SR yang memahami kesulitannya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada Pak Edi agar ia dapat memeriksakan dan mengobati penyakitnya ke rumah sakit. Bulan Juni 2015 Pak Edi kembali menjalani pemeriksaan penyakitnya di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 8 Juli 2015 Pak Edi menjalani operasi poplip di hidungnya, alhamduillah operasi beliau berjalan lancar, dan ia sempat harus dirawat sebelum dan pasca operasi selama beberapa hari di RSUD dr. Soekardjo. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Pak Edi untuk biaya transportasi dan akomodasinya sehari-hari selama beliau menjalani operasi polip di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 823. Semoga Pak Edi dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja mencaari nafkah untuk keluarganya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 9 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik Eros Rosmiati

Pak edi menderita sinusitis,polip

Pak edi menderita sinusitis,polip


SITI binti SAHRO (43, Pendarahan di rahim). Alamat: Kp Leuwihieum RT 4/4, Kel. Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Bu Siti, Bapak Tiar Lesmana (44) memiliki tanggungan 5 orang anak dan istrinya. Sepuluh bulan yang lalu Bu Siti mengikuti Program Keluarga Berencana dengan menggunakan IUD. Namun sejak satu minggu yang lalu bu Siti mengalami pendarahan, yang keluar dari rahimnya. Awalnya ia sering sakit di bagian rahim, yang kemudian mengeluarkan gumpalan darah. Lalu ia berobat ke Puskesmas, dan setelah diperiksa Bu Siti harus dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya, karena peralatan Puskesmas tidak memadai. Namun Bu Siti tidak melanjutkan pengobatannya, karena ketiadaan biaya. Tiga hari kemudian ia mengalami pendarahan hebat, sehingga atas bantuan saudara dan tetangganya, ahirnya bu Siti dibawa ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya dengan berbekal Jaminan Jamkeskinda Kota Tasikmalaya. Bu Siti pun dirawat sudah empat hari, dan mereka sudah kehabisan bekal. Pak Tiar Lesmana, suami bu Siti, sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh galian pasir, terkadang juga menjadi kuli panggul di pasar, penghasilannya tidak tetap dan tak seberapa, hanya bisa menutupi kebutuhan pokok sehari-hari. Pak Tiar Lesmana sangat terpukul dan terbebani dengan kondisi yang menimpa keluarganya. Ia harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan istrinya yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Ia pun sering meminjam ke tetangga untuk biaya sekolah anaknya yang sedang duduk di bangku SD dan SLTP. Pak Tiar Lesmana dan keluarganya berharap, semoga ada yang memberi bantuan dan meringankan beban yang menimpa keluarganya, supaya bisa melanjukan pengobatan istrinya yang sedang dirawat. Tanggal 25 Juni 2015 Bu Siti masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo dan bekalnya sudah habis. Awal Juli 2015 Bu Siti harus menjalani beberapa kali jadawal rawat jalan pasca beliau dirawat inap di RSUD dr. Soekardjo, sehingga  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke-3 untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Bu Siti menjalani rawat jalan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu siti mengalami Pendarahan di rahim

Ibu siti mengalami Pendarahan di rahim


ERLIANA binti DADANG (19, Pembengkakan Jantung). Alamat: Kp./Sosopan, Rt. 010/001, Ds. Sukarame Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya. Erliana adalah seorang pasien yang mengalami pembengkakan jantung. Ayah Erliana, Bapak Dadang, bekerja sebagai tukang ojeg di pasar dengan penghasilan yang tidak menentu. Dengan penghasilan seadanya, beliau harus memenuhi kebutuhan 11 orang anggota keluarga. Keadan Erlina amat mengkhawatirkan, ia  terpaksa harus selalu menahan sakit karena keterbatasan biaya untuk berobat. Penyakit yang ia derita bermula pada tahun 2014 dengan gejala sesak nafas dan nyeri di bagian punggung. Keterbatasan biaya membuat ia hanya bisa berobat ke mantri terdekat. Karena melihat anaknya sering menahan sakit yang luar biasa, maka Bapak Dadang mebawa anaknya untuk melakukan tindakan medis berupa rongten ke RS SMC dengan biaya hasil pinjam dari tetangga. Hasilnya begitu mengejutkan, ternyata anak beliau mengidap kelainan jantung dan harus dirawat secara serius. Melihat hasil dan mendengarkan saran dokter, Bapak Dadang segera membuat BPJS. Namun, sebelumnya beliau juga telah konsultasi dengan Kades setempat untuk keringanan pembayaran iuran BPJS dikarnakan jumlah anggota keluarga yang banyak. Berkenaan dengan hal tersebut, daftar anggota Kartu Keluarganya dipecah. Namun amat disayangkan, penggunaan kartu BPJS tersebut belum dapat meringankan Bapak Dadang, karena beliau merasa kesulitan untuk menanggung beban biaya harian selama berada di rumah sakit. Hal ini juga menjadi penghambat bagi Erliana untuk menjalani pengobatan medis secara serius. Erliana hanya bisa menjalani perawatan di rumah saja. Ketika ia merasakan nyeri dan sesak, keluarganya harus memanggil mantri karena Erliana tidak sanggung untuk berjalan dan duduk terlalu lama. Dalam seminggu, bisa 2 kali Erliana diperiksa oleh mantri dengan biaya sekali pemeriksaan sebesar Rp. 30.000. Atas izin Allah, #SedekahRombongan memmbantu Erliana. Semoga Ia bisa menjalani perawatan medis secara lebih intensif di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu erliana menderita Pembengkakan Jantung

Ibu erliana menderita Pembengkakan Jantung


FITRI ABHA AFREENIA Binti ENDANG SUDIRMAN (14 Hari, BBLSR) Kp. Rancabakung, RT. 05/05, Desa Karangmekar, Kec. Karangnunggal, Kab Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak dari pasangan Endang Sudirman (35) yang bekerja sebagai buruh tani dan Rohayati (30) seorang ibu rumah tangga. FITRI terlahir dengan berat badan di bawah normal (berat badan lahir rendah). Sejak 14 hari yang lalu,FITRI dirawat di Rumah sakit  karena harus mendapat penanganan secara intensif. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan FITRI setelah mendapat laporan dari perawat rumah sakit bahwa ada pasien dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan. #SedekahRombongan mencoba sedikit meringankan beban kedua orang tua FITRI dengan memberikan santunan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Fitri dirawat di rumah sakit yang diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 29 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr, Herman

Fitri menderita BBLSR

Fitri menderita BBLSR


ENTIN KARTINI binti MEMED( 55, Diabetes Mellitus). Alamat: Kp. Panyingkiran RT 4/6, Desa sukakarsa, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu Entin adalah seorang janda yang bekerja sebagai buruh cuci, dengan penghasilan yang sangat minim. Ia menggeluti pekerjaan ini setelah ditingalkan suaminya yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia juga punya tanggungan satu orang putri. Sejak 3 bulan yang lalu, ia mengidap penyakit yang sampai sekarang belum juga sembuh, walaupun sudah berobat berkali-kali ke Puskesmas sampai harus dirujuk dan dirawat inap di RSUD Kota Tasikmalaya. Sampai saat dirawat di RSUD dr. Soekardjo, belum ada perubahan berarti pada kesehatan bu Entin. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada bu Entin untuk biaya pengobatan dan bekal selama beliau dirawat di rumah sakit sehingga ia tidak bisa bekerja.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 29 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Ibu entin menderita Diabetes Mellitus

Ibu entin menderita Diabetes Mellitus


AAN binti ADNAN (55, Komplikasi). Kp. Sukahurip, RT 15/5, Desa Sukapura, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Janda tua yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini didiagnosa menderita TB Paru-paru, komplikasi dengan penyakit jantung. Kesulitan ekonomi keluarga Bu Aan yang memiliki tanggungan 2 orang ini nyaris memutuskan rangkaian pengobatan rutin yang harus dijalani Bu Aan. Dengan dibantu fasilitas kesehatan Jamkesda, Bu Aan dijadwalkan untuk menjalani program pengobatan TB Paru-paru selama enam bulan di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, selain ia juga mendapatkan pengobatan untuk penyakit jantungnya. Saat ini pengobatan TB Paru-paru Bu Aan baru memasuki bulan kedua, namun Bu Aan tanggal 25 Juli 2015 harus menjalani rawat inap karena kondisi kesehatannya memburuk. Alhamdulillah Bu Aan dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi, pembelian obat -obatan, dan membantu biaya akomodasi sehari-hari selama beliau dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu aan menderita Komplikasi

Ibu aan menderita Komplikasi


AANG ABDUL FATAH (52, Diabetes+Gagal Ginjal). Kp. Kaliki Desa Cikunir Kec. Singaparna Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sosok Ustad di daerahnya, yang sehari-harinya berpenghasilan dari membudidayakan ikan di kolat kecil setelah melaksanakan pengajian. Penyakitnya berawal sekitar 13 tahun lalu diawali badan terasa pegal dan kaku. Ketika memeriksakan diri ke dokter, dari serangkaian pemeriksaan maka diketahui beliau mengidap diabetes hanya kadarnya masih rendah. Sekitar 1,5 tahun silam kadar gulanya meningkat mencapai >500 sehingga badannya drop dan harus dibawa ke RSUD dr. Soekarjo dengan berbekal kartu BPJS. Setelah diperiksa ternyata dalam tubuhnya telah terdapat cairan yang tidak larut, yang mengakibatkan kerusakan sebagian organ tubuhnya dan harus diambil tindakan amputasi, maka pa Aang pun dirujuk ke RSHS Bandung. Kurang lebih 1,5 bulan beliau dirawat di RSHS Bandung, menjalani operasi amputasi dan perawatan pemulihan pasca operasi. Istrinya yang hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa dengan sabar menemani dan merawat sang suami yg sedang sakit. Akhir Juli 2015, Pak Ustadz Aang harus menjalani pemasangan AV-Shunt di RSKG Ny.R.A. Habibie di Bandung, agar memudahkan proses cuci darah 2 kali seminggu, yang mulai saat itu harus dijalani Ustadz Aang. #SedekahRombongan ikut merasakan beban yang dirasakan Ustadz Aang dan keluarganya yang sedang diuji dengan penyakit yang berat, dan kembali menyampaikan bantuan berupa biaya transportasi dan akomodasi untuk beliau menjalani perawatan di RSKG Ny. R.A. Habibie Bandung, sehingga beliau  dapat melanjutkan pengobatannya dan semoga beliau segera pulih dari sakitnya, amiin.

Jumlah bantuan:Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Pak aang menderita  Diabetes+Gagal Ginjal

Pak aang menderita Diabetes+Gagal Ginjal


ZAKKI bin SUPARMAN (17, Tertembak Senapan Angin di Kepala). Alamat: Kp. Corenda RT 1/18 Desa Margaluyu, Kec. Leles,  Kab. Garut, Jawa Barat. Zakki adalah anak pertama dari pasangan Bapak Suparmandan Ibu Masparida. Bapak Suparman sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Zakki sendiri tercatat sebagai salah seorang siswa Kelas 3 di SMA Mu’alimin Persis. Pada akhir bulan Juli 2015, Zakki mengalami kecelakaan secara tidak sengaja kepalanya tertembak senapan angin dari jarak dekat. Awal kejadian saat itu ia lagi bermain senapan angin, dan secara tidak sengaja temannya menarik pelatuk senapan angin sehingga terkena kepala Zakki. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Leles Garut, namun kemudian dirujuk ke RSUD Garut, dan RSUD pun langsung merujuknya ke RSHS Bandung karena dengan peralatan yang ada, mereka tidak bisa menangani Zakki. Akhirnya dengan berbekal kartu BPJS dan sedikit uang tabungan mereka, berangkatlah Zakki ke RSHS Bandung. Di RSHS Bandung baru mereka ketahui ternyata BPJS tidak bisa menjamin pengbatan untuk kasus seperti yang dialami Zakki, sehingga mereka terpaksa harus menggunakan fasilitas umum. Keluarga Pak Suparman yang hanya punya uang Rp. 2 jt, itu pun sebagian hasil dari meminjam dari kerabatnya, nekat menyetujui pengobatan dengan fasilitas umum, karena mereka megkhawatirkan keselamatan Zakki. Alhamdulillah, operasi Zakki berhasil dilaksanakan dengan lancar, dan ia dirawat selama 10 hari di RSHS. Pada saat Zakki sudah diperbolehkan pulang, mereka kebingungan karena terkendala belum bisa melunasi biaya tagihan operasi dan perawatannya sebesar Rp 16.094.200. Meski mereka memiliki kartu BPJS, tetapi BPJS tidak bisa menjaminnya, krn kecelakaan dianggap akibat kelalaian pasien. Di tengah kebingungan, alhamdulillah keluarga Zakki dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitan mereka. Setelah melakukan survey dan verifikasi ke bagian kasir RSHS, #SedekahRombongan pun menyampaikan santunan untuk melunasi biaya tagihan rumah sakit. Semoga Zakki dapat segera sembuh dan bisa sekolah kembali, amiin.

Jumlah bantuan:Rp. 16.100.000,-
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @luchakiem Tya Setiawati

Zakki Tertembak Senapan Angin di Kepal

Zakki Tertembak Senapan Angin di Kepala


YADI SURYADI bin YAYA (30, Komplikasi Paru-paru dan Diabetes). Alamat: Kp. Borolong, Rt. 02/0, Desa Cilampung Hilir, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya. Pasien Yadi merupakan salah satu pasien yang memiliki penyakit komplikasi diusia yang bisa dikatakan masih muda. Usianya sekarang ini yaitu 30 tahun. Ia seorang pemuda yang belum menikah dan masih tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Yaya dan Ibu Ucu. Kondisi tubuhnya sangat memprihatunkan, tubuhnya semakin hari semakin kurus. Bentuk kerangka tulangnya terlihat begitu jelas. Kondisinya tersebut membuat ia tidak bekerja, sedangkan kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Penghasilan keduanya tidak dapat memenuhi biaya pengobatan Yadi. Oleh karena itu, Yadi tengah diajukan sebagai masyarakat yang berhak mendapat UPCPK dari pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan kondisinya yang semakin parah tersebut, sayangnya Yadi belum memiliki rencana untuk memeriksakan kesehatannya. Lagi-lagi berkenaan dengan keterbatasan biaya. #SedekahRombongan bergegas memberikan santunan kepada Yadi agar ia segera mendapat pemeriksaan sekaligus perawatan dari tim medis di Rumah Sakit.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000
Tanggal: 14 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @KangAjatAchok

Pak yadi menderita  Komplikasi Paru-paru dan Diabetes

Pak yadi menderita Komplikasi Paru-paru dan Diabetes


SUDIA bin NASUHA (80, Diagnosa Katarak). Alamat : Kp m Borolong, Rt. 2/1, Desa Cilmpung Hilir, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya. Bapak Sudia adalah seorang Bapak sekaligus Kakek yang sudah berusia 80 tahun. Dimasa senjanya beliau masih aktif bekerja sebagai kuli masak maupun buruh harian lepas. Semakin lama, indera penglihatannya semakin terasa bermasalah, saat ini beliau diduga terkena penyakit katarak. Penglihatannya sudah tak jelas sehingga mengganggu aktifitasnya sehari-hari. Sayangnya, meskipun telah memiliki kartu Jamkesmas, beliau belum pernah berobat untuk memeriksakan kedua matanya. Penghasilan beliau hanya cukup untuk biaya sehari-hari, maklum saja tenaga beliau sudah tak sekuat semasa muda yang bisa menghasilkan uang jauh lebih banyak. #SedekahRombongan segera membantu beliau agar beliau bisa memeriksakan kedua matanya untuk mengetahui pasti apa penyakit yang beliau derita. Rencananya, beliau akan berobat ke RS. Rancamaya sebagai langkah awal pengobatan.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 14 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @KangAjatAchok

Pak sudia menderita Diagnosa Katarak

Pak sudia menderita Diagnosa Katarak


NENG DAHLIA (45, Patah Tulang Rusuk). Alamat: Kp. Cijeuruk, Rt. 10/04, Desa Cintaraja, Kec. Singaparna. Kab. Tasikmalaya. Ibu Neng adalah seorang guru honorer yang memgalami kecelakan beberapa waktu lalu. Beliau telah berusia 45 tahun. Kecelakan yang beliau alami mengakibatkan 8 tulang rusuk beliau patah. Bagian tulang rusuk yang patah adalah tulang rusuk bagian depan sekaligus belakang. Keadaan beliau sangat memperihatinkan karena ada patahan tulang yang menusuk bagian belakang perutnya, sehingga menyebabkan luka berlubang. Beliau hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Beliau tengah dibuatkan surat rujukan dari RS. Rancamaya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit Bandung. Menurut pihak medis, beliau harus mendapat tindakan operasi untuk pemasangan cincin. Namun, keterbatasan biaya membuat pengobatan beliau terhenti sesaat. Persediaan obat beliau pun telah habis. Selama ini, Alhamdulillah biaya pengobatan beliau diringankan dengan bantuan kartu jaminan BPJS kelas 3. Hanya saja, untuk biaya operasi beliau merasa kesulitan. Maklum saja, gaji seorang guru honorer hanya bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk menutupi biaya pengobatan lanjutan Ibu Neng di Bandung.

Jumlah Santunan: Rp. 1.500.000
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @KangAjatAchok

Ibu neng menderita Patah Tulang Rusuk

Ibu neng menderita Patah Tulang Rusuk


WAPA AINURAIDA (17, Operasi Kuret). Alamat: Kp. Mancagahar RT 1/7 Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Wapa adalah ibu muda yang 3 bulan yang lalu pernah mengalami keguguran pada saat usia kandungannya memasuki usia bulan keenam. Pasca mengalami keguguran itu Wapa sering mengeluh pusing, lemas, dan kerap mengalami pendarahan. Wapa sudah mencoba berobat ke Puskesmas Pameungpeuk dan sudah menjalani terapi pengobatan dengan minum obat, tetapi apa yang menjadi keluhannya beum juga berkurang, sehingga ia kembali mendatangi Puskesmas, dan dokter akhirnya merujuk Wapa ke rumah sakit, karena diperkirakan pasca mengalami keguguran ada jaringan plasenta tertinggal dalam dinding rahim sehingga  menimbulkan hambatan pada rahim untuk berkontraksi. Akibatnya bila rahim tak bisa berkontraksi, rahim tidak bisa menutup pembuluh darah yang terbuka sehingga perdarahan terus terjadi. Selain itu jaringan sisa ini merupakan tempat berkembang biaknya kuman, sehingga infeksi mudah terjadi. Untuk itu dokter menyarankan agar Wapa melakukan operasi kuret, dengan dilakukan kuret maka semua jaringan yang menganggu akan dikeluarkan dan rahim dapat berkontraksi sempurna sehingga perdarahan pun berhenti dan infeksipun terhindar. Wapa tidak mempunyai fasiitas jaminan kesehatan, meskipun dari pengamatan Kurir yang menyurveynya ke sana keluarganya tergolong keluarga tidak mampu, apalagi saat itu Wapa sudah ditinggalkan cerai suaminya, sehingga tidak ada yang memberikan nafkah sehari-hari untuk dia, selama ini Wapa masih tinggal bersama kedua orang tuanya yang hanya seorang buruh tani dengan penghasilan tidak seberapa. Alhamdulillah atas informasi dari pasien dampingan SR, Wapa dipertemukan dengan #SedekahRombongan, yang kemudian menyampaikan santunan untuk biaya operasi kuret Wapa di RSUD Garut. Semoga semua keluhan penyakit yang diderita Wapa selama ini dapat sembuh setelah ia menjalani operasi kuret, amiiin.

Jumlah Santunan: Rp. 4.000.000
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @luchakiem

Bantuan biaya untuk Operasi Kuret

Bantuan biaya untuk Operasi Kuret


RUSTAM NAWAWI (29, Tumor Telinga). Alamat: Kp. Pasir Galatik RT 7/2 Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rustam adalah anak dari Pak Jajang (52) dan Ibu Karyamah (48) yang kesehariannya sebagai penjual sayuran di pasar. Pekerjaan Rustam sendiri juga membantu orang tuanya berjualan sayuran. Rustam sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Istrinya, Herlina, adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya disibukkan dengan urusan mengurus urusan rumah tangga. Sudah 4 bulan Rustam merasakan ada sesuatu yang tidak beres di telinganya. Ia kerap merasakan sakit yang luar biasa di daerah sekitar telinga sebelah kirinya. Setelah beberapa kali memeriksakan diri ke Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke RSUD Garut, karena diduga ada tumor yang tumbuh di dalam telinga Rustam. Dengan berbekal kartu BPJS, Rustam berangkat  ke RSUD Garut menggunakan mobil carteran, dan menempuh jarak yang cukup jauh dari rumahnya di daerah Garut Selatan. Dari RSUD Garut ia langsung dirujuk ke RSHS Bandung, karena ia dinyatakan positif menderita tumor di telinganya dan harus menjalani operasi di RSHS Bandung. Setelah beberapa kali bolak-balik ke RSHS Bandung dengan menggunakan mobil carteran, akhirnya RUstam menjalani operasi pengangkatan tumor yang ada di telinganya. Operasi berhasil sukses, namun ia masih harus menjalani beberapa kali kontrol pasca operasi. #SdekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi sewa mobil, obat-obatan di luar jaminan BPJS, dan akomodasi sehari-hari selama Rustam dirawat di RSHS Bandung.

Jumlah Santunan: Rp. 3.000.000
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @luchakiem

Pak rustam mengalami  Tumor Telinga

Pak rustam mengalami Tumor Telinga


HENI HERMAWATI binti MAMAT (28, Lumpuh dan Buta Pasca Melahirkan). Alamat: Kp. Lengkong Sari, Desa Nangerang, Kec. Cigalontang, Kab. Tasikmalaya. Istri dari Bapak Dani Kurnia ini mengalami kebutaan di kedua matanya setelah melahirkan. Ibu Heni adalah seorang Ibu Rumah Tangga biasa, sedangkan suaminya bekerja sebagai seorang pedagang yang harus menghidupi 2 orang anggota keluarga. Berawal ketika Ibu Heni tengah hamil 7 bulan, mendadak tubuh beliau terasa lemas, terutama tangan kiri beliau yang seakan mati rasa. Satu bulan kemudian kaki kiri beliau yang terasa lemas mati rasa. Alhamdulillah, keadaan tersebut tidak menghambat proses persalinan beliau. Namun, 8 bulan setelah melahirkan kedua mata Ibu Heni mengalami kebutaan total. Hingga saat ini beliau telah menjalani hidup dalam kebutaan selama kurang lebih 2 tahun. Rencananya, beliau akan menjalani pemeriksaan di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Selama beliau menjalani pengobatan, Alhamdulillah biaya pengobatan dibantu dengan fasilitas Jamkesda. Tapi, tetap saja beliau masih membutuhkan biaya lain untuk menutupi seluruh biaya pengobatan selama di RSUD nanti. #SedekahRombongan bergerak membantu Ibu Heni agar beliau bisa mendapat pengobatan intensif di RSUD demi kesembuhannya.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 8 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @KangAjatAchok, Bezo Kulu

Ibu heni mengalami  Lumpuh dan Buta Pasca Melahirkan

Ibu heni mengalami Lumpuh dan Buta Pasca Melahirkan


NURHASANAH binti HOMIR (51, Abses di Perut). Alamat : Kp. Borolong, Rt. 01/02, Kab. Tasikmalaya. Ibu Nurhasanah adalah seorang janda karena sang suami telah meninggal dunia. Beliau tinggal bersama empat orang anaknya di sebuah rumah kecil yang keadaannya sudah rusak. Bisa dikatakan rumah beliau ini sudah tidak layak untuk dihuni. Beliau bekerja sebagai buruh cuci demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mau tidak mau beliau harus kerja keras menjadi tulang punggung keluarga semenjak suaminya meninggal dunia. Sayangnya, kondisi kesehatan Ibu Nurhasanah sedikit terganggu ketika di tubuhnya terdapat benjolan sebesar biji kemiri. Beliau tidak menyangka bila benjolan tersebut semakin lama semakin membesar hingga sebesar telur ayam. Tak lama, benjolan itu kemudian memerah dan pecah. Anenhnya, benjolan tersebut mengeluarkan butiran berupa jaringan lemak sebesar biji kelereng. Kemudian, keesokan harinya benjolan itu kembali mengeluarkan butiran yang sama. Sampai saat ini, lubang bekas butiran tersebut masih ada dan mengeluarkan cairan berupa nanah. Tak hanya nanah, kadang juga bercampur darah. Ternyata Ibu Nurhasanah telah menderita penyakit seperti ini selama kurang lebih 1 tahun. Meskipun beliau memiliki kartu Jamkesmas untuk berobat, tetap saja beliau membutuhkan biaya lain untuk pengobatannya. Hal tersebut dapat dimaklumi, karena pendapatan beliau selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Beliau tidak memiliki sumber penghasilan lain. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk Ibu Nurhasanah agar beliau bisa segera melakukan pemeriksaan sekaligus perawatan terbaik secara medis.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000
Tanggal: 20 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @KangAjatAchok, Bezo Kulu

Ibu nur mengalami Abses di Perut

Ibu nur mengalami Abses di Perut


SITI MARYATI (16, Bocor Jantung). Alamat: Kp. Citatah rt 1/6 Desa Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Siti Maryati adalah anak sulung dari pasangan Bapak Iin Solihin (45) seorang pedagang bakso dan Ibu Eks (40) yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan ketiga anaknya. Siti sejak bayi memang sudah divonis dokter menderita kelainan jantung bawaan, namun selama ini ia belum pernah mendapatkan pengobatan yang serius oleh dokter spesialis jantung. Ia hanya sesekali memriksakan kondisinya ke dokter/rumah sakit jika kondisinya dirasa mulai merasakan sakit, seperti mudah merasa lelah dan tangannya kebiruan. Memang sejak kecil Siti kerap menderita sakit, sehingga badannya pun kurus dan kurang berkembang. Di sekolah ia jarang ikut pelajaran olah raga karena jika ia kelelahan, maka sakitnya akan kambuh, dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Seiring berjalannya waktu, Siti pun tumbuh dengan segala keterbatasannya. Saat ini ia sudah bersekolah di SMK jurusan Farmasi. Namun kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan membuat Siti seringkali berurusan dengan pihak sekolah karena orang tuanya kerap telat membayar kewajiban ke pihak sekolah. Seperti yang terjadi pada bulan Mei 2015, Siti terancam tidak bisa ikut ujian karena ia belum memenuhi kewajiban membayar iuran hampir selama setahun, ditambah dengan uang masuk yang masih tertunggak. Total ia harus melunasi pembayaran sebesar Rp 3.788.000,00 agar ia dapat ikut ujian. Orang tua Siti sudah mencoba meminta keringanan kepada pihak sekolah, apalagi saat itu ibunya Siti juga sedang melahirkan anak ketiganya dan dirawat di rumah sakit. Namun karena pihak sekolah tidak juga memberikan keringanan, akhirnya Pak Iin Solihin memberanikan diri meminta bantuan ke pada #SedekahRombongan. Alhamdulillah, gayung pun bersambut, #SedekahRombongan yang memahami keulitan Siti dan orang tuanya, memberikan bantuan berupa santunan dari #SahabatSR untuk melunasi semua tunggakan Siti ke pihak sekolah. Tanggal 22 juli 2015 Siti mendapatkan telpon dari RSHS Bandung agar pada hari Senin 26 Juli 2015 menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. #SedekahRombongan pun segera menyampaikan santunan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Siti menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 813. Semoga pengobatan penyakit bocor jantung Siti dapat dilanjutkan sampai sembuh. amiiin.

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 25 Juli 2015
Kurir: @luchakiem Reza Alba

Siti menderita Bocor Jantung

Siti menderita Bocor Jantung


TUTI ALAWIYAH (34), Alamat Perum Rancapaku Blok K/67B RT 3/4, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, tinggal menumpang di rumah kakaknya. Ayah Engkar Sudarman, sudah almarhum, ibu Oneng Kurniasih (60) ibu rumah tangga, tanggungan 2 orang. Diagnosa dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya. Sejak lahir ia memang menderita kelainan paru-paru. Tahun 1996 Tuti pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka dalam, sejak saat itulah ia kerap sakit-sakitan. Kamis tanggal 22 Agustus 2013 penyakitnya kambuh dan kondisinya memburuk, wajahnya membiru dan kesulitan bernafas. Melihat kondisi Tuti seperti ini, keluarganya panik dan segera membawanya ke klinik yang terdekat dari tempat tinggalnya, Zarra Medika di Jalan Raya Timur Singaparna, Cintaraja. Ia pun masuk IGD dan setelah dilakukan pertolongan pertama dan kondisinya membaik, langsung masuk ruang rawat inap sampai akhirnya diperbolehkan pulang. Hari Selasa tanggal 14 Januari 2014, kondisi Tuti kembali memburuk, #SedekahRombongan segera membawanya ke IGD RSUD Kabupaten Tasikmalaya dan ia pun diharuskan menjalani rawat inap untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Setelah menjalani perawatan selama 4 hari di RSUD Kabupaten Tasikmalaya, Tuti diperbolehkan pulang, namun ia disarankan memiliki Nebulizer sebagai alat bantu jika suatu saat ia mengalami sesak nafas lagi. Tanggal 18 Juli Keluarga Tuti menelepon Kurir SR dan mengungkapkan kesulitan yang sedang mereka hadapi. Mereka sedang kesulitan karena dihadapkan pada biaya kuliah Tuti, yaitu biaya untuk KKN yang harus segera dibayar, karena selama ini Tuti masih sering berobat sehingga biaya untuk membayar uang kuliah sering dipakai untuk berobat. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga yang tergolong tidak mampu ini, dan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya kuliah Tuti, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 506.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2015
Kurir : @luchakiem

Ibu tuti  Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya

Ibu tuti Tuti menderita penyakit asma dan ada cairan masuk ke paru-parunya


ENDANG SHOFWAN (24, Kelainan Hormon). Alamat: Kp. Rancapaku, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Shofwan adalah seorang pemuda yang kegiatan sehari-harinya cukup aktif. Selain mengajar mengaji, ia pun menjadi salah seorang ketua pemuda dan santri di daerahnya. Namun dibalik semua itu keadaan pribadinya sangat jauh dari penampilannya sehari-harinya. Sebenarnya ia sering merasa minder dengan keadaan dirinya yang tidak seperti pemuda normal lainnya. Namun ia sering menutupi keadaannya sehingga orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui keadaan dirinya yang sebenarnya, kecuali orang tuanya sendiri. Shofwan hanya bisa mengadu kepada orang tuanya, dan orang tua Shofwan kerap melihat dia murung dan menangis di kamar tidurnya. Merasa khwatir dengan kondisi anaknya, orang tua Shofwan mencoba memeriksakan keadaan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, menurut dokter RSUD, Shofwan menderita kelainan hormon, sehingga perlu dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Di RSHS Bandung, setelah mendapatkan berbagai pemeriksaan dan test laboratorium, Shofwan diharuskan menjalani terapi suntik hormon sebanyak 5-6 kali, yang biayanya 3 jutaan sekali berobat dan tidak dijamin oleh BPJS. Karena sayang sama anak, orang tua Shofwan berusaha sekuat tenaga mencari biaya untuk pengobatan anaknya, bahkan sampai pinjam uang ke sana ke mari. Bulan Juni 2014, Shofwan menjalani terapi suntik hormon pertamanya di RSHS Bandung, alhamdulillah ia sudh merasakan ada sedikit perubahan dalam dirinya. Ia dijadwalkan untuk menjalani terapi kedua dua bulan berikutnya, pada bulan Agustus 2014. Sayang sekali, karena ketiadaan biaya Shofwan tidak dapat memenuhi jadwal terapi keduanya. Berbulan-bulan Shofwan kembali murung, harapannya untuk dapat sembuh seakan sirna. Melihat kondisi anaknya seperti itu, bulan Februari 2015 orang tua Shofwan memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada #SedekahRombongan agar pengobatan anaknya dapat dilanjutkan kembali, meskipun dengan permintaan agar identitas anaknya dapat dirahasiakan. Bulan Juli 2015 Shofwan menjalani pengobatan lanjutan dengan terapi suntikan hormon di RSHS Bandung. Alhamdulillah, melalui bantuan dari para sedekaholic #SahabatSR, Shofwan dapat melanjutkan kembali terapi pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 813. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Shofwan untuk mencapai kesembuhan, amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 3.500.000,-
Tanggal : 8 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @Rahmat Muzacky

Shofwan mengalami Kelainan Hormon

Shofwan mengalami Kelainan Hormon


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (21, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Mei 2015 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Aisyah menjalani jadwal transfusi di RSHS untuk bulan Juli 2015, dan #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan akomodasi Aisyah ke RSHS, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 9 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


EMPONG binti HARUN (45, Tumor di kaki) Kp. Lewihieum RT 2/4 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Empong, janda yang tinggal bersama kedua orang anaknya ini sudah sekitar 2 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Bu Empong juga luput dari pendataan keluarga miskin, karena itu ia tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, meskipun keadaan keluarganya sanagat layak untuk dibantu. #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi tentang keadaan Bu Empng dari Ketua RT setempat segera mengunjungi rumahnya. Atas persetujuan Bu Empong dan keluarganya, Kami merencanakan untuk memeriksakan Bu Empong ke RSUD dr. Soekardjo setelah mengurus fasilitas Jaminan kesehatan yang akan diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, ajuan fasilitas Jamkeskinda untuk Bu Empong disetujui Dinas Kesehatan, dan dua hari kemudian Kami mengantar Bu Empong untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUD dr. Soekardjo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Rencananya Kami akan membawa Bu Empong ke RSHS hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014. Hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014 Kami mengantar Bu Empong untuk melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Hari Jumat tanggal 28 Nopember ia pulang dulu ke Tasikmalaya dijemput dengan MTSR, untuk selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan 2 minggu yang akan datang. Tanggal 3 Desember Bu Empong kembali menjalani pemeriksaan di RSH Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Hasil biopsi dijadwalkan akan bisa diambil pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014. Tanggal 17 Desember 2014 Bu Empong kembali berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol. Ia juga akan berkonsultasi dengan tim dokter RSHS mengenai rencana tindakan medis yang akan dijalaninya. Awal Februari Bu Empong memenuhi jadwal kontrol untuk pemeriksaan penyakitnya serta konsultasi hasil biopsi untuk penentuan tindakan medis selanjutnya. Tanggal 23 Februari Bu Empong dijadwalkan untuk menjalani operasi dan alhamdulillah sudah mendapatkan ruangan. Bulan April 2015 Bu Empong menjalani kontrol 2 kali seminggu ke RSHS Bandung. Pasca menjalani operasi, Bu Empong mulai menjalani kontrol rutin pada Mei 2015 untuk mengobservasi perkembangan hasil operasinya selanjutnya juga akan ditentukan apakah tindakan medis selanjutnya. Penyakit kanker di kaki Bu Empong masih harus dipantau perkembangannya. Tim dokter masih mempertimbangkan apakah akan dilakukan kemoterapi atau radioterapi, sehingga observasi 2 minggu sekali masih terus dilakukan dalam bulan Juni 2015. Bu Empong bulan Juli 2015 kembali menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali di RSHS Bandung. Tim Dokter masih melakukan observasi terhadap perkembangan kanker di kakinya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari di RSSR dan selama Bu Empong menjalani kontrol pasca operasi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR

Bu empong menderita Tumor di kaki

Bu empong menderita Tumor di kaki


ETI binti SUKARYA (40, CA Mammae), Kampung Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kecamatan. Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakut kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya ini, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pu banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas ini. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepa Kepala Desa setempat. Pak Asep Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya selama menjalani kemoterapi, Bu Eti juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Saat jadwal kemoterapi bulan Februari 2015 ternyata HB Bu Eti kurang, sehingga dirujuk balik ke RSUD Kab Tasikmalaya untukmenjalani transfusi. Setelah HB-nya cukup Bu Eti akan kembali menjalani kemoterapi lanjutan di RSHS.  Tanggal 2 Maret 2015 Bu Eti kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung. Bulan April 2015 Bu Eti menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung. Bu Eti untuk Bulan Mei 2015 kembali menjalani kemo dan kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Bu Eti menalani jadwal kemoterapi 2 kali di RSHS Bandung. Bu Eti masih menjalani terapi lanjutan di RSHS Bandung selama bulan Juli 2015. Perkembangan penyakitnya cukup menggembirakan, lukanya sekarang keliatan sudah mulai mengering. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan dan suntik vitamin, transportasi serta biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani kemoterapi di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2015
Kurir : @luchakiem

Ibu eti menderita CA Mammae

Ibu eti menderita CA Mammae


MOCHAMAD FARHAN NURROHMAN (7 bln, Hydrocephalus) Kp. Tanjungwangi RT 2/14, Desa Sukanegara, Kec Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Farhan, begitu ia dipanggil, adalah putera dari Bapak Edi Supriadi (40) seorang buruh serabutan, dan Ibu Yuyum Sutarsih (39). Keluarga Pak Edi adalah keluarga besar dengan tanggungan 4 orang anak yang masih kecil-kecil. Dengan penghasilan sebagai seorang buruh serabutan yang tidak menentu per harinya, tentu saja cukup berat bagi Pak Edi untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kesulitan keluarga ini tidak berhenti sampai di situ, sejak usia 2 bulan, anak keempatnya Farhan, kepalanya terus membesar. Pak Edi dan Bu Yuyum kemudian membawa Farhan ke Puskesmas, namun pihak Puskesmas langsung merujuk Farhan ke RSUD dr. Soekardjo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, karena diperkirakan Farhan menderita hydrocephalus. Denagn bantuan fasilitas jaminan BPJS kelas 3 yang dimilikinya, Pak Edi pun melanjutkan pengobatan anaknya ke RSUD dr. Soekardjo. Di rumah sakit ini, pada tanggal 7 Januari 2015, Farhan menjalani operasi pertamanya, yang dlanjutkan dengan operasi kedia pada tanggal 22 Januari 2015. Namun meskipun sudah menjalani 2 kali operasi, kondisi Farhan belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan keluarganya. Bahkan Farhan yang tadinya harus menjalani rawat jalan secara berkala terancam tidak bisa melanjutkan pengobatannya, karena Pak Edi sudah kehabisan biaya, sementara anak-anaknya yang lain pun sangat membutuhkan biaya juga untuk kebutuhan sehari-harinya. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitan mereka. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban kesulitan mereka, terutama untuk biaya akomodasi selama dirawat di RSUD dr. Soekardjo karena pada akhir bulan Juli 2015, Farhan harus kembali dirawat di RSUD. Selain itu santunan dipergunakan untuk membeli susu, obat-obatan dan keperluan bayi, serta untuk kebutuhan sehari-hari mereka, sehingga Farhan dapat melanjutkan pengobatannya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 821.

Jumlah bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 29 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Farhan menderita Hydrocephalus

Farhan menderita Hydrocephalus


DARSIH binti SAPE’I (60, CA Endometrium) Kp. Rancapaku RT 2/3 Desa Rancapaku Kccamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mak Darsih, begitu ia biasa dipanggil, tinggal menumpang di rumah anaknya, Bu Imas (53) yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pak Mamat, menantunya hanya sesekali datang ke rumah itu karena sudah memiliki istri muda. Sementara anaknya ia dan Bu Imas tinggal bersama 3 orang cucu Mak Darsih, 2 orang masih usia sekolah, sedangkan yang sudah dewasa, Yanti, mengalami gangguan jiwa. Kondisi keluarga pra sejahtera ini sangat mengkhawatirkan, tidak terlihat banyak perabotan rumah tangga di rumahnya. Rumah itu pun merupakan hasil jerih payah Bu Imas yang dulu pernah bekerja di Arab Saudi. Karena tidak ada dari anggota keluarganya yang bisa mencari nafkah, sementara Pak Mamat pun hanya sesekali saja memberikan nafkah bagi keluarganya, itu pun hanya cukup dipergunakan untuk keperluan sekolah cucu Mak Darsih, sehingga memaksa Bu Imas kadang-kadang harus mencari nafkah dengan menjadi pengemis di lampu merah di Kota Tasikmalaya. Keadaan ekonomi yang sulit, harus ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Mak Darsih yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di bagian perutnya, sehingga kerap kai harus bolak-balik ke Puskesmas atau memanggil mantri Kesehatan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Pihak Pskesmas sudah menyarankan untuk memeriksakan kondisi Mak Darsih ke Rumah Sakit, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, mereka belum dapat melakukannya. AKhirnya dengan dibantu oleh kepala desa setempat, Mak Darsih berhasil mendapatkan jaminas kesehatan daerah dari PemKab Tasikmalaya. Setelah dibawa ke RSUD SMC, Mak Darsih langsung dirujuk ke RSHS karena diperkirakan menderita penyakit kanker yang stadiumnya sudah cukup parah. Atas informasi dari Kepala Desa setempat, #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan Mak Darsih dan keluarganya, dan mulai bulan April 2015, beliau menjadi pasien dampingan SR, meskipun dala untuk memastikan tindakanm proses pengobatannya Mak Darsih sering tidak ada dari pihak keluarga yang mendampinginya, sehingga harus didampingi Kurir SR. Mak Darsih menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan medis selama di RSHS untuk dapat menentukan tindakan medis selanjutnya, selama sebulan beliau berada di RSSR Bandung. Bulan Juni 2015 Mak Darsih mulai kembali observasi di RSHS Bandung, setelah akhir Mei yang lalu kembali ke Tasikmalaya. Bulan Juli 2015, Mak Darsih mulai menjalani radioterapi dalam di RSHS Bandung. Selama menjalani terapi Mak Darsih tidak ada yang menemani dari pihak keluarganya, sehingga harus didampingi secara bergantian oleh Kurir SR dan seorang relawan. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan  transportasi, dan akomodasi bekal sehari-hari selama Mak Darsih menjalani radioterapi dalam di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824.  Semoga ikhtiar pengobatan Mak Darsih dimudahlancarkan Allah SWT, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 4 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu darsih menderita CA Endometrium

Ibu darsih menderita CA Endometrium


KHOERUNNISA ASWANDA (1 thn, Hirschprung Desease).  Jl. Cipedes 1 RT 3/1 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Buah hati dari Ibu Yuli, seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai staf di sebuah TPA ini, dari semenjak bayi sering sakit-sakitan. Sang bayi kerap menangis dan susah BAB, sehingga perutnya membesar. Bu Yuli membawa Khoerunnisa ke Bidan, lalu bidan langsung merujuknya ke RSUD karena diperkirakan bayinya menderita kelainan saluran pencernaan.  Akhirnya Khoerunnisa menjalani operasi pemindahan lobang pembuangan sementara (colostomy) di RSUD dr. Soekardjo, karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia menderita Hirschprung Desease.  Awalnya Bu Yuli masih mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari mantan suaminya, namun setelah berpisah ia dan bayinya tidak dapat lagi menerima manfaat BPJS karena sudah dicabut keanggotaannya/tidak dilanjutkan. Untuk pengobatan selanjutnya, Khoerunnisa dirujuk ke RSHS Bandung, karena operasi pertama bertujuan hanya sebagai tindakan medis sementara agar Khoerunnisa tidak kesulitan BAB. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban Bu Yuli, yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi serta akomodasi sehari-hari selama Khoerunnisa menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Khoerunnisa kembali menjalani 2 kali jadwal kontrol dan observasi di RSHS Bandung. Khoerunnisa masih harus menjalani beberapa pemeriksaan pra operasi di bulan Juli 2015. Ia harus kembali 2 kali pulang pergi Tasikmalaya-Bandung.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk mendukung kelancaran pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824. Semoga Khoerunnisa dapat menjalani pengobatan lanjutannya dengan lancar dan segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsrn

Nisa menderita Hirschprung Desease

Nisa menderita Hirschprung Desease


NUNUNG binti MUNIR (37, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 4/4, Kel.Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Nunung berasal dari keluarga yang sederhana. Ia merasakan ada benjolan di payudaranya sejak sekitar 8 bulan yang lalu, namun karena kekurangtahuan dan kekhawatiran harus mengeluarkan baya yang besar, ia pun belum memeriksakannya ke dokter. Benjolan yang asalnya kecil lama kelamaan bertambah besar dan sering terasa sakit. Barulah setelah ia merasa tidak kuat lagi karena sering kesakitan, ia menceriterakan keadaannya kepada seorang bidan yang tinggal tidak begitu jauh dari rumahnya. Kemudian ia disrankan untuk memeriksakannya ke dokter Puskesmas, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, kembali Bu Nunung mengurungkan niatnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Bu Nunung dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitannya. Dengan berbekal surat Keterangan Tidak Mampu dari RT,RW dan Kelurahan, Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda melaui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dan alhamdulillah 2 hari kemudian selesai. Bu Nunung pun mulai pemeriksaan penyakitnya secara berjenjang mulai dari Puskesmas, yang kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dokter RSUD melakukan observasi selama kurang lebih seminggu, dokter menyarankan Bu Nunung untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Awalnya Bu Nunung merasa shock medengar saran dokter ini, namun setelah mendapatkan penjelasan dari dokter akhirnya ia bersedia untuk menjalani operasi pada tanggal 14 April 2015. Bulan Mei 2015 Bu Nunung memulai pengobatan lanjutannya di RSHS Bandung pasca menjalani operasi di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Bulan Juni 2015 Bu Nunung menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung untuk menentukan terapi lanjutan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Bu Nunung 2 kali mengunjungi RSHS Bandung dan mulai menjalani kemoterapi pada bulan Juli 2015. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan akomodasi selama Bu Nunung menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824. Semoga Bu Nunung cepat pulih dan bisa beraktifitas lagi seperti semula, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 28 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Ibu nunung menderita Kanker Payudara

Ibu nunung menderita Kanker Payudara


FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH (2, Hidrosefalus, TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 01/08, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2015 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta. Santunan kembali disampaikan untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Mei 2015. Fairus selama bulan Juni 2015 kembali menjalani pengobatan TB Paru dan terapi rutin setiap 2 minggu sekali di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya. Bulan Juli 2015 Fairus masih melanjutkan terapi pengobatan di RSUD dr. Soekardjo dan klinik swasta Syifa Medina Tasikmalaya. santunan kembali disampaikan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 824. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 28 Juli 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Fairuz menderita Hidrosefalus, TB Paru

Fairuz menderita Hidrosefalus, TB Paru


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional+Maintenance). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung. Selain itu MTSR Tasikmalaya juga sedikit bermasalah pada bagian stir-nya. Mengingat frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya yang tinggi karena harus bisa menghandle pasien-pasien baik di area Priangan Timur, dan agar kondisi mobil tetap prima, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya service MTSR Tasikmalaya. Bulan Januari 2015 MTSR Tasikmalaya kembali melakukan service kaki-kaki dan penggantian satu set ban yang sudah mulai menipis agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan pengemudi. Frekuensi penggunaan MTSR semakin tinggi, seiring dengan semakin dikenalnya kiprah #SedekahRombongan di wilayah Priangan Raya, sehingga untuk mendukung kelancaran operasional MTSR Bulan Juli 2015, kembali titipan #SahabatSR dipergunakan untuk biaya operasional, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Juli 2015.

Jumlah Bantuan: Rp 3.900.000,-
Tanggal : 31 Juli 2015
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba, Qiner

Biaya Operasional dan Maintenance

Biaya Operasional dan Maintenance


Masjid Al Mu’min Banyuanyar, Surakarta,  Jawa Tengah. Masjid yang berdiri di lingkungan Kelurahan Banyuanyar, RT.004/RW.009, Kec. Banjarsari Kotamadya Surakarta ini dibangun sekitar tahun 2002. Yang memang terletak tidak jauh dari RSSR Soloraya. Pada bulan desember 2015 lalu, Ketua Takmir masjid menyampaikan langsung kepada kurir Sedekah Rombongan, bahwa ada niat untuk merenovasi masjid. Ini merupakan renovasi pertama. Rencana, masjid akan dibuat lebih modern dan dibuat lebih nyaman dengan kapasitas jamaah yang lebih banyak.  Direncanakan masjid dibangun 2 lantai dengan bahan bangunan terkini yang didukung dengan tenaga ahli. Setelah kurir SR melakukan survei awal februari 2016 lalu. Saat ini Masjid Al mu’min sudah mulai direnovasi. Sudah terdapat beberapa tiang-tiang baru, dan beberapa material atau gempuran bangunan lama. Renovasi sendiri dimulai pertengahan bulan januari 2016. Ditargetkan, renovasi senilai 1,2M ini bakal selesai pada Ramadhan 1437 H atau pada sekitar  bulan juni 2016. Ada beberapa bahan yang belum terpenuhi, misalnya Kubah, Baja ringan, pasir dan semen. Maka dari itu, #SedekahRombongan melalui #SedekahHolic menyampaikan bantuan dana sebesar Rp. 3.000.000,- untuk memperlancar kegiatan renovasi dan membantu pemenuhan kebutuhan.
Takmir menyampaikan banyak terima kasih dan bersyukur.  Semoga kurir serta para sahabat SR diberi keberkahan olehNya. Aamiin

Jumlah santunan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 30 Maret 2016
Kurir: @Mawan @aisyahnka @TorianuWisnu

Bantuan biaya untuk memperlancar kegiatan renovasi dan membantu pemenuhan kebutuhan.

Bantuan biaya untuk memperlancar kegiatan renovasi dan membantu pemenuhan kebutuhan.


YAYASAN RAUDLATUL MAKFUFIN (Taman Tunanetra, Bantuan Operasional), Alamat: Jalan Raya Puspitek, Gang Rais, No.10A RT.002/05, Kampung Jati, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten 15316 adalah merupakan lembaga ketunanetraan yang secara khusus menyelenggarakan Pendidikan Agama Islam. Didirikan pada tanggal 26 November 1983 di Rawamangun Jakarta timur oleh Raden Muhammad Halim Sholeh yang merupakan seorang guru Agama Islam di Sekolah Luar Biasa Bagian Tunanetra bersama-sama dengan teman penyandang tuna netra lainnya bermodalkan tekad dan tawakal serta keyakinan akan datangnya pertolongan dari yang maha kuasa dan maha kaya, mereka mulai mendirikan sebuah yayasan  dengan dana awal hanya sebesar Rp. 250.000-(dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang diberi nama “Yayasan Raudlatul Makfufin” dengan tujuan utamanya sebagai wadah pembinaan kaum tunanetra dalam bidang keagamaan serta turut serta mengupayakan terciptanya kesejahteraan di kalangan tunanetra khususnya yang beragama Islam. Landasan didirikannya yayasan ini adalah atas dasar kenyataan pada era tahun 80-an, kondisi kesadaran beragama para penyandang tunanetra sangat memprihatinkan khususnya yang beragama islam, maka Raden Muhammad Halim Sholeh merasa terpanggil jiwa dakwahnya untuk mensyiarkan islam serta mengajak kawan senasib dan seperjuangannya untuk menyelematkan mereka dari kebutaan di negeri akhirat kelak. Adapun Visi dari yayasan ini adalah  “Terwujudnya peningkatan kualitas kehidupan beragama dan kesejahteraan sosial tunanetra muslim menuju pada kebahagiaan dunia akhirat melalui pendidikan, pembinaan keislaman, peningkatan ketrampilan, berwirausaha dan bantuan kesejahteraan sosial yang diikuti dengan penyediaan sarana atau layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan tunanetra”, sedangkan Misi yang ingin dicapai adalah: “(1) Menyelenggarakan pendidikan dan kursus-kursus keagamaan dan da’wah. (2) Menyediakan buku-buku sumber agama dalam huruf braille atau rekaman dan penyiapan tenaga pelaksana yang profesional. (3) Menyelenggarakan kursus ketrampilan usaha. (4) Mengupayakan bantuan sosial bagi tunanetra yang membutuhkan”. Untuk mewujudkan visi dan misinya itu Yayasan Raudlatul Makfufin menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pengajaran seperti mengadakan: Kursus-kursus keagamaan, kursus pemberantasan buta huruf alqur’an braille, kursus pembinaan seni baca alqur’an (tilawatil qur’an), Majlis ta’lim, Pesantren tunanetra, merayakan Peringatan Hari Besar Islam, menyediakan Perpustakaan buku keislaman braille ataupun ebook serta Pembuatan alqur’an dan buku sumber keislaman dalam huruf braille – See more at: http://www.makfufinonline.or.id. Dalam perkembangannya Yayasan Raudlatul Makfufin sering kali mengalami pasang surut, mulai dari penyandang dana, keterbatasan lahan, keterbatasan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana lainnya untuk menunjang terselenggaranya pendidikan yang memadai bagi para penyandang tuna netra, namun hal itu tidak dijadikan kendala utama bagi keberlangsungan yayasan melainkan sebagai tantangan tersendiri bagi para pengurus untuk tetap mengabdi dan menebar manfaat kepada orang lain yang membutuhkannya, terbukti dengan semakin banyaknya penyandang tunanetra yang tertarik dan ikut belajar menuntut ilmu serta dapat meraih berbagai prestasi dan penghargaan dalam berbagai bidang. Kini Yayasan Raudlatul Makfufin telah memiliki bangunan sendiri yang berdiri di atas tanah wakaf  dari seorang donatur dan sebuah lembaga yang perduli akan keberadaan dan keberlangsungannya, sebagai yayasan yang berdiri sendiri dan tidak memungut biaya dari para santrinya maka seluruh biaya pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan, pembuatan Alqur’an dan Buku Pengetahuan Islam Braille serta kegiatan lainnya yang membutuhkan biaya cukup besar  masih mengandalkan partisipasi dan sumbangsih dari para donatur yang peduli akan kebutuhan biaya tersebut. Alhamdulillah setelah berkunjung ke lokasi dan bersilaturrahmi dengan para pengurus yayasan, Kurir #SedekahRombongan dalam misinya “Menyampaikan titipan dari langit tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit”  banyak memperolah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga tentang arti hidup yang tetap harus disyukuri walau dalam keadaan bagaimanapun. Bantuan awal untuk operasional pembuatan Alquran Braille disampaikan kepada pengurus yayasan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 2.500.000,-
Tanggal :  24 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @dadang_alatif

Bantuan awal untuk operasional pembuatan Alquran Braille

Bantuan awal untuk operasional pembuatan Alquran Braille


RATNA JARE (59, Kanker Rahim,). Alamat: Jl. Basuki Rahmat KM 8, Remu Selatan, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Derita seorang ibu tua lajang bernama Ratna Jare yang sudah 2 tahun lamanya tersiksa dengan penyakit kanker Rahim yang dideritanya,  Ibu Ratna sehari-hari tidak bekerja dan hanya tinggal di atas rumah panggung kayu bersama kakak sepupunya yang setia mengurusnya. Ibu Ratna adalah anak dari pasangan Alm. Abdullah Jare dan Alm. Halimah Agia, hidup dalam kondisi tergolong prasejahtera, jangankan untuk berobat, kebutuhan sehari-haripun mereka kurang. Ihtiar berobat sudah bu Ratna lakukan selama ini dengan berbekal Jamkesmas, dari mulai Puskesmas sampai RSUD – namun itu semua belumlah memadai saat bu Ratna tak memiliki biaya transportasi dan operasional ke RSUD Sorong membuatnya makin berat menanggung beban penyakitnya, ditambah lagi ia harus dirujuk ke rumah sakit besar di Maksar atau Jakarta karna RSUD tak memiliki kelengkapan peralatannya. Hanya tangis dan kesedihan selalu setia menemani bu Ratna, hampir tak dapat berucap apapun dari mulut bu Ratna, sampai Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini. Dengan mediasi dan support dari Kurir #SR Sorong, bu Ratna siap melanjutkan lagi perobatannya, bahkan sampai ia dapat dirujuk #SR akan setia menemani dan merasakan duka bu Ratna. Bantuan awal untuk melanjutkan perobatan disampaikan kepada bu Ratna dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin dan Dani Baginda

Ibu ratna menderita Kanker Rahim

Ibu ratna menderita Kanker Rahim


MUHAMMAD KEVIN (12, Patah Tulang Kaki Kiri dan Telapak Kaki Hampir Putus). Alamat : Jl Kampung Rawa RT. 1/1 Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Kevin, nama panggilan anak ini,berawal pada tanggal 4 Oktober 2015, Kevin mengalami kecelakaan parah di daerah sekitar Bintara Raya, motor ayahnya yang saat itu membawa 4 orang anak di tabrak oleh mobil dari arah belakang, dan pada saat itu kevin yang berada dibelakang kakinya terselip ke roda gir motor yang mengakibatkan kakinya hampir putus dan mengalami kecacatan sekitar 70%. sampai saat ini kevin harus terus menjalani rawat jalan dan setiap bulannya membutuhkan biaya untuk berobat. Biaya yang dibutuhkan Rp. 600.000,-  untuk sekali berobat dan menebus obat setiap bulannya. Audrey Asaunan (43) adalah ayah dari Kevin dan ketiga  saudaranya, bapak Audrey bekerja sebagai tukang ojek, dan Rini Suharini (37) ibunda Kevin hanya bekerja sebagai Ibu rumah tangga yang mengurus ke empat orang putranya. Alhamdulillah, hari ini Kurir #SR menyampaikan titipan dari #sedekaholic kepada Kevin,  semoga bantuan ini bisa sedikit banyak membantu meringankan beban keluarga sederhana ini.  kita doakan bersama semoga Kevin dilancarkan dalam menjalan pengobatannya dan Kevin diberikan kesembuhan yang maksimal. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @anasaramadhan

Kevin menderita Patah Tulang Kaki Kiri dan Telapak Kaki Hampir Putus

Kevin menderita Patah Tulang Kaki Kiri dan Telapak Kaki Hampir Putus


ADRY NOVITA RADITYA (23, Gluteus Sarkoma). Alamat: Jl. Sukamaju 5 RT. 4 No. 17. Kp. Melayu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Adry Novita Raditya atau lebih akrab disapa Adry, ini adalah perempuan kuat yang berhasil menyelesaikan pendidikan DIII Jurusan Akuntansi di Universitas Bengkulu ditengah rasa sakit yang dideritanya. Awal tahun 2012 lalu, saat Adry masih duduk dibangku kuliah semester 5, Adry merasakan ada benjolan kecil di pantatnya. Hingga benjolan itu terus membesar dan akhirnya Adry harus menjalani 2x proses operasi di RSUD Bengkulu pada bulan April dan Juni 2012. Kondisinya terus membaik dan Adry kembali melanjutkan kuliahnya. Tapi tidak bertahan lama, bulan September Adry harus merasakan hal yang sama benjolan itu tumbuh lagi. Pihak RSUD, menyarankan supaya Adry dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Adry berangkat bersama dengan ibunya Sulasmi (50) untuk melanjutkan proses pengobatan. Adry harus menjalani operasi kembali dan sinar radioterapi sebanyak 35x selama 2 bulan. Waktu itu, dokter mangatakan Adry sembuh. Lama tidak ada keluhan, Adry tenang melanjutkan kuliah sampai akhirnya berhasil lulus diploma. Adry sempat bekerja di salah satu perusahaan di Samarinda, ia bertekad ingin mengubah kondisi ekonomi keluarganya. Tapi, September 2015 kondisi kesehatan Adry menurun dan benjolan itu tumbuh lagi. Adry sempat dibawa ke RS M. Yunus Kota Bengkulu sebelum dirujuk ke RSUD Dharmais Jakarta. Di RSUD Dharmais, pihak dokter mengatakan jika salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk Adry adalah dengan operasi amputasi. Tapi saat itu Adry belum siap, sehingga memilih untuk pulang ke Bengkulu. Beberapa bulan berselang, tepatnya 29 Januari 2016 kondisi Adry kembali memburuk bahkan luka dibekas operasi sebelumnya membusuk dan timbul benjolan-benjolan baru. Adry dibawa ke RSUD Bengkulu, sempat mengalami masa kritis, sampai akhirnya Adry harus kembali dirujuk ke Jakarta. Tanggal 04 Februari 2016, Adry berangkat ke Jakarta bersama dengan ibu dan Kakaknya untuk melanjutkan pengobatannya di RSUD Dharmais. Kali ini dokter memberi pilihan lain untuk Adry, yaitu dilakukan kemoterapi. Adry setuju, tapi sampai saat ini proses perawatan yang dijalani masih sebatas perbaikan kondisi karena kemarin Hb-nya Adry sempat drop sehingga harus dilakukan transfusi darah terlebih dahulu. Sekarang Adry masih harus menunggu jadwal kemoterapi untuk pengobatan selanjutnya. Meski begitu, Adry sangat kuat dan tetep menjadi Adry yang periang. Bahkan di depan teman-temannya pun ia tak menampakkan kesedihannya. Selama di Jakarta, Ibu dan Kakak Adry tinggal di Rumah Singgah Khusus Kanker (Belakang Slipi Jaya) dengan biaya 10ribu/orang/hari. Ditengah kondisi anaknya yang sedang berjuang melawan penyakitnya ayah Adry, bapak Sapuan (51) terpaksa tidak turut mendampingi putrinya. Karena harus tetap bekerja di Bengkulu sebagai supir angkot dan mengurus anak bungsunya yang masih duduk dibangku SMP. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat meringankan beban keluarga ini, namun tinggal lama di Jakarta tentu tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua Adry. Sementara bapakk Sapuan, penghasilannya juga tidak menentu. Dan proses pengobatan Adry pun belum diketahui sampai kapan. Ibu Sulasmi berharap, akan ada seseorang yang akan bisa membantu meringankan sedikit banyak beban yang beliau rasakan. Alhamdulillah, hari ini Kurir #SR menyampaikam titipan dari #Sedekaholics untuk Adry, semoga bisa sedikit banyak membantu meringankan bebannya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Adry juga memohon doa dari rekan-rekan semua, semoga pengobatan yang dijalaninya ini akan membawa kesembuhan dikemudian hari. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @untaririri

Ibu adri menderita Gluteus Sarkoma

Ibu adri menderita Gluteus Sarkoma


TINI BINTI RASINAH (38, Kanker Servik), yang beralamat Kp. Pasir Sareh,RT.04/05 Kelurahan Sinarjaya, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. bu Tini yang di kesehariannya  bekerja sebagai pembantu rumah tangga harian, kurang lebih sudah 1 tahun  lamanya beliau berikhtiar berobat untuk sembuh dari kanker yang menetap pada tubuhnya . Sedangkan sang suami pak Undang  (45) yang bekerja sebagai buruh harian lepas tidak bisa pergi meninggalkan pekerjaan dan kedua anaknya di kampung halaman yang menyebabkan ibu Tini harus berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin sendirian tanpa ada yang menemaninya . Penghasilan yang ia peroleh hanya dapat membiayai hidup sehari-hari keluarganya, belum lagi untuk membayar biaya sekolah kedua  anak-anaknya itu. Sedangkan Bu Tini tidak mempunyai sanak saudara di kota Bandung ini. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh salah satu pasien Sedekah Rombongan yang berada pada satu ruangan bersama Bu Tini dan menceritakan keluh kesah derita yang dialami bu Tini tentang mahalnya obat yang harus di beli, tidak adanya bekal yang dibawa oleh bu Tini kecuali untuk biaya ongkos ke Bandung dan tidak ada yang mendampingi beliau hampIr setiap  menjalani kemotrapi. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari Sedekahholic yang akan digunakan untuk membantu biaya pembelian obat-obatan ibu tini dan biaya sehari hari selama di bandung dan ongkos kembali ke kampung halaman. Bu Tini mengucapkan banyak terima kasih kepada SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Ia mendoakan agar para donator dan #SedekahRombongan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin

Jumlah Bantuan :  Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2016
Kurir :  @ddsyaefudin @avinptr

Ibu tini menderita Kanker Servik

Ibu tini menderita Kanker Servik


REYHAN WAFI GUNAWAN (1, RetinoblAstoma). Beralamat tinggal di Desa Selagedang, RT.01/04 Kelurahan Lembur Situ, Kecamatan Lembur Situ, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Putra dari Ibu Widia Eka Putri (20) yang saat ini tidak bisa bekerja lagi dikarenakan Pemutusan Hubungan Kerja dari  Pabriknya karena fokus berobat dan berikhtiar untuk anaknya ini, harus menjalani pengobatan yang panjang di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Semanjak 6 bulan yang lalu Reyhan mulai berobat bersama sang Ibu di Rumah Sakit Mata Cicendo dan sempat tidak kontrol kembali selama 2 bulan dikarenakan tidak adanya biaya untuk ongkos ke Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh dik Reyhan di Masjid RS Cicendo yang selama ini menjadi tempat bersitirahat dan bermalam ketika menunggu jadwal di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun membawa dan mengajak keluarga kecil ini untuk tinggal bersama di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung dan Bantuan awal disampaikan untuk bekal selama berobat. Kini Dik Reyhan kembali memulai pengobatan dari awal lagi di RS.Cicendo. Semoga Rayhan selalu diberi kekuatan oleh Allah Swt. Ibunda Rayhan mengucapkan banyak terima kasih kepada #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan :  Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2016
Kurir :  @ddsyaefudin @avinptr

reyhan menderita RetinoblAstoma

reyhan menderita RetinoblAstoma


AGIS GINANJAR (23, Hancur Tulang Telapak Kaki Kiri). Alamat: Kampung Cikidang RT.2/1 Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan anaknya, Agis tinggal di rumah orang tuanya. Sampai saat ini ia belum memiliki pekerjaan yang mapan untuk menghidupi keluarganya. Istrinya juga, Dhella Indriyani, tak ada kegiatan lain selain menjadi ibu rumah tangga muda. Mereka termasuk keluarga kecil berpenghasilan kecil. Mereka dhuafa yang layak dibantu agar bisa keluar dari belenggu yang memasung kehidupan mereka. Kondisi ekonomi keluarga Agis semakin terpuruk semenjak ia sakit, sementara ia tak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk biaya berobatnya. Pada tanggal 18 juli 2015 ia mengalami kecelakaan lalu lintas (tabrakan) yang menyebabkan telapak kaki kirinya hancur. Agis langsung ditangani di RS 45 Kuningan dengan biaya pengobatan dibantu orang tua. Di rumah sakit itu Agis langsung mendapatkan tindakan operasi penyambungan tulang dengan menggunakan dua besi. Biaya yang dikeluarkan sekitar 16 jutaan. Pasca operasi ia harus rutin melakukan kontrol ke RS; setiap kontrol biaya operasional dan akomodasi rata-rata Rp.600.000 sampaj Rp.800.000,- Yang lebih memberatkan Agis kini ia harus melakukan operasi ulang dikarenakan satu posisi pen ada yg keluar dan yang satunya lagi posisinya di luar posisi awal. Saat ini keluarga Agis mulai kehabisan biaya. Penghasilan orangtua Agis pun tak seberapa dan tak menentu. Mereka hanya menjual jasa sebagai penjahit di kampung. Penderitaan Agis dan keluarganya akhirnya sampai beritanya kepada #SedekahRombongan atas informasi kurir asal Majalengka, Saudara Dandi. Alhamdulillah kurir #SR dapat berkunjung ke rumah keluarga Agis. Kepada kurir #SR mereka memohon bantuan agar Agis bisa melanjutkan pengobatan sampai sembuh san dapat melanjutkan cita-citanya membangun keluarga. Alhamdulillah sedekaholics #SR ikut merasakan kesulitan hidup Agis dan keluarganya serta berempati atas apa yang mereka alami. Dengan izin Allah Swt, pada akhir Maret 2016 kurir #SR pun menyampaikan Titipan Langit kepada Agis berupa uang. Bantuan awal yang ia terima di rumah ibunya ini digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @boydandi @hapsarigendhis

Agis mengalami Hancur Tulang Telapak Kaki Kiri

Agis mengalami Hancur Tulang Telapak Kaki Kiri


TINI BINTI ENDANG  (40, Suspek  Tumor Lidah). Alamat : Kampung Pasir Sereh RT.5/4 Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan dua anaknya, Bu Tini tinggal di rumah panggung amat sederhana di kampung daerah pegunungan. Suaminya, Pak Undang Awan (47) seorang buruh tani yang ulet bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Bagi keluarga prasejahtera ini, tanggungan tiga orang cukup memeras keringat mereka dalam berjibaku menjalankan roda ekonomi keluarga. Anak pertama mereka yang sudah menikah,  juga tinggal di rumah yang sama. Sejak Agustus 2015 keluarga dhuafa ini semakin merasakan beratnya beban kehidupan akibat sakit yang dialami Bu Tini sampai saat ini. Bu Tini sering mengalami demam berkepanjangan, mengalami sariawan juga mual disertai  muntah bahkan kesulitan bicara dan berat badannya menurun drastis. Berbagai ikhtiar untuk penyembuhan penyakit Bu Tini terus dilakukan, baik melalui pengobatan alternatif maupun pengobatan medis. Berbekal kartu Jamkesmas, keluarga Bu Tini membawanya periksa ke puskesmas dan RSUD Selamet Garut.  Jarak rumah sakit dari kampung mereka cukup jauh dan jalannya sulit dilalui kendaraan. Beberapa dokter praktek yang ada di Garut juga pernah didatanginya untuk berkonsultasi dan berobat. Akan tetapi, kondisi fisik Bu Tini belum membaik.  Bu Tini kemudian dirujuk  RSHS Bandung dengan suspek tumor lidah. Setelah hampir tiga minggu rencananya ke rumah sakit rujukan tertunda, akhirnya Bu Tini dibawa berobat juga. Bu Tini sempat putus asa. “Jangankan untuk berobat di Bandung, berobat di sini pun biayanya berat sekali. Kami tak punya biaya lagi,” kata ayah Bu Tini sambil menyeka air matanya. Kabar ihwal musibah yang dihadapi Bu Tini dan keluaganya akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi calon kurir Garut bagian selatan, yakni Elif. Pada Jumat 25 Maret 2016, kurir #SR di Bandung, Fuad Basil kemudian menemui Bu Tini di rumah orangtuanya, di Kampung Cisero Cisurupan. Karena hampir sepuluh hari tak bisa makan dan minum, ba’da Subuh Bu Tini dibawa ke IGD RSHS Bandung menggunakan MTSR (B 1629 SZF). Setelah dibujuk dan diberi motivasi, akhirnya Bu Tini bersedia melanjutkan pengobatan di Kota Kembang, didampingi anak dan menantunya. Melalui pemeriksaan yang cepat di IGD RSHS Bandung, Bu Tini dianjurkan untuk berobat jalan ke Poli THT setelah dipasang selang dari hidung ke lambung (NGT) untuk memasukkan makanan berupa bubur dan susu. Bu Tini kemudian diantar ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Memahami betapa beratnya musibah yang dihadapi Bu Tini dan keluarganya, alhamdulillah bantuan awal dari sedekaholics #SR segera diberikan, berupa uang. Tanda Cinta Dhuafa yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari selama Bu Tini berobat di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kirir : @ddsyaedudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu tini menderita Suspek  Tumor Lidah

Ibu tini menderita Suspek Tumor Lidah


KUNAWATI BINTI ABDUL GANI (53, Radang Paru-Paru dan Jantung) Alamat : Jl. AMD. Saburai  RT. 4/-  Lingkungan 2, Gunung Sulah Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Ibu Kunawati hanya tinggal dengan ibunya Ny. Bahuna (74) yang juga dalam kondisi sakit, yaitu sakit stroke. Ibu Kunawati di bawa ke RS DKT oleh para tetangga yang melihat kondisi ibu Kunawati  yang memprihatinkan. Dimana ibu Kunawati mengalami sakit perut disertai dengan keram, kejang dan demam tinggi . Hasil diagnosa dokter ibu Kunawati mengidap radang paru-paru dan jantung. Ibu Kunawati telah melakukan rekam jantung, USG, rontgen, selama dirawat di Rumah Sakit. Ibu Kunawati disarankan untuk tambah darah sebanyak 3 kantung, tetapi beliau hanya mampu menebus 1 kantung darah. Kini ibu Kunawati di sarankan untuk kembali ke rumah dan melakukan pengobatan rawat jalan untuk sementara waktu. Dirinya yang hanya hidup bersama ibunya yang juga mengalami penyakit yang berat, begitu merasa kesulitan sekali untuk menjalankan pengobatan karena tidak ada yang membantu baik dalam pengurusan surat-surat ataupun kebutuhan selama di Rumah Sakit, walaupun Ibu  Kunawati sudah meggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Tim #SedekahRombongan Lampung yang melihat kondisi ibu Kunawati dan keluarganya yang begitu memprihatinkan, akhirnya menyambangi kediaman ibu Kunawati untuk menyampaikan bantuan awal titipan dari para sedekah kholic yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit atau pun pengobatan rawat jalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Ibu kunawati menderita Radang Paru-Paru dan Jantung

Ibu kunawati menderita Radang Paru-Paru dan Jantung


DJITU SUBOKO, (54, Kanker Duodenum). Alamat:  Jln. Hayam Huruk Gg Pelita 3 No 12 RT. 6/- Kedamaian Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Pak Djitu,  biasa ia dipanggil adalah seorang kepala keluarga yang bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.  Awal tahun 2015Pak Djitu mengeluh sakit perut dan mual setiap meminum air putih beliau selalu muntah kemudian Pak Djitu akhirnya memeriksakan keadaannya ke RS Graha Husada Bandar lampung, hasil diagnosa dokter adalah bahwa beliau menderita kanker duodenum yang bermetastase ke gaster atau kanker usus halus yang menyebar ke lambung. Selam dirawat di rumah sakit keadaan Pak Djitu sedikit membaik hingga akhirnya harus melakukan operasi pada tanggal 30 September 2015 selang beberapa bulan setelah operasi Pak Djitu kembali kontor dan dokter mengatakan seharusnya Pak Djitu melakukan kemoterapi tetapi dokter belum bisa melakukannya dikarenakan Pak Djitu mempunyai penyakit lever/hati dan sel tumornya sudah menjalar ke hati dan empedu beliau. Kini Pak Djitu hanya melakukan kontrol dan istirahat di rumah saja. istri Pak Djitu Ibu Mutmainah (37) hanya seorang ibu rumah tangga yang harus merawat kedua anak mereka yang masih kecil, istri Pak Djitu pun mengeluhkan karna semenjak Pak djitu sakit tidak ada yang bisa mencari nafkah dan anak Pak Djitu sendiri hampir putus sekolah dikarenakan biaya yang tidak dimiliki menurut cerita istri Pak Djitu kepada Kurir #Sedekah Rombongan Lampung. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan hanya memiliki Fasilitas Kartu Indonesia Sehat Kelas III, Saat ini pun biaya untu kontrol Pak Djitu pun masih mengandalkan pemberian dari para tetangga. Mereka tinggal di rumah sederhana dan hanya menumpang tanah pada warga yang lain. #SedekahRombongan Lampung merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Djitu kesehatannya segera membaik  dan bisa mencari nafkah kembali seperti sebelum beliau sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @Evandlendi @Triii20

Pak djitu menderita Kanker Duodenum

Pak djitu menderita Kanker Duodenum


M. FIKRAM ZUL FAKAR (14, Suspect Leukimia). Alamat: Duri IV RT. 7/3 Gunung Pasir Jaya Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Awalnya Fikram hanya mengalami sakit biasa dengan gejala panas tinggi dan sering merasakan sakit perut dan mual saja, karena keluhannya tersebut keluarga Fikram hanya memeriksakan keadaan Fikram ke puskesmas sekampung dan sampai dengan Fikram tidak merasaka sakitnya lagi . Beberapa bulan kemudian Fikram kembali demam tinggi dan sakit perut yang menyebabkan dik Fikram merasakan sakit yang perih dibagian perut. karna kondisi Fikram yang dirasa keluarga sangat kesakitan keluarga memutuskan untuk membawa Fikram ke rumah sakit lampung timur, karna keterbatasan peralatan medis pihak rumah sakit menyarankan Fikram untuk dirujuk ke rumah sakit daerah abdul moeluk bandar lampung untuk mendapatkan perawatan yang lebih optimal. Kondisi Fikram sampai di Rumah sakit abdul muluk masih sakit pada bagian perut yang terasa perih, dan Fikram diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Menurut dokter Fikram mengalami kelainan darah yang menyebabkan Fikram sering mual dan demam tinggi dan keadaan fikram masih haru sterus dirawat di rumah sakit sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. Seminggu berada di rumah sakit abdul muluk dokter yang merawat Fikram menyarankan harus segera di rujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk perawatan yang lebih optimal disana, keluarga fikram sempat menolak dan ingin di rawat di rumah sakit abdul muluk sampai sembuh, namun atas penjelasan dari dokter dan perawat di rumah sakit keluarga Fikram berkenan untuk membawa Fikram berobat ke RS Fatmawati Jakarta. Sampai dengan kurir #SedekahRombongan  Lampung mengunjungi Fikram keadaan fikram masih merasakan sakit dibagian perutnya yang diharuskan perut Fikram Dikompres Air Hangat, Fikram juga harus menerima transfusi Trombosit 10 Kantong dikarnakan trombositnya yang menurun hingga 40.000. dan keluarga pun masih menunggu kepastian rujuk ke RS Fatmawati dikarenkan belum tersedianya ruangan di RS tersebut.  Fikram merupakan anak  pertama dari pasangan Tn. Giman (44) dan Ny. Lidiawati (39).  Ayah Fikram bekerja sebagai wiraswasta yang bekerja tidak menentu kini harus meninggalkan pekerjaannya sementara, untuk mengantar dan menemani dik Fikram  di RS. Tabungan yang dimiliki kelurganya pun sudah mulai habis, karena digunakan untuk biaya hidup sehari-hari selama di RSAM karena pengobatan dik Firham sudah ditanggung oleh Fasilitas Jaminan Kesehatan BPJS Kelas III dari bantuan pemerintah.  Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaan dik Firham, merasa iba akan hal tersebut. Akhirnya santunan dari para sedekahkholic  disampaikan kepada keluarga dik Firham untuk membantu biaya hidup selama tinggal dan menjalani pengobatan di RSAM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @Trii20

Fikram menderita Suspect Leukimia

Fikram menderita Suspect Leukimia


MUHAMMAD  FARHAN (5, Suspect Hemofilia). Alamat: Jl. Pasar Minggu RT.  003/- Kecamatan Puri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Awalnya pada bulan November 2015 Farhan mengalami mimisan yang hebat selama 4 hari 4 malam mimisan Farhan tidak juga berhenti dan terus mengeluarkan darah orang tua Farhan ketakutan dan Farhan dibawa untuk diperiksa ke puskesmas Bengkulu Utara namun puskesmas tidak sanggup untuk menangani dik Farhan dan diharuskan rujuk ke RS M. Yunus Bengkulu kemudian dirawat di rumah sakit dan ditangani secara optimal dirumah sakit tersebut. Menurut dokter di RS M. Yunus Bengkulu hasil laboratorium Farhan dinyatakan mengidap penyakit Hemofili atau kelainan pembekuan darah, dan karena terkendala alat dan obat, Farhan diharuskan dirujuk ke RSCM Jakarta. Akhirnya orang tua Farhan bersedia dikarenakan ingin melihat dik Farhan sembuh, setelah beberapa hari dirawat Farhan dinyatakan membaik dan diizinkan untuk pulang dan menurut hasil pemeriksaan dokter di RSCM dik Farhan negatif Hemofili dan Farhan pulang kerumah kerabatnya di Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara Propinsi lampung. Namun selang beberapa hari setelah pulang dari RSCM Farhan kembali mengalami mimisan selama dua hari dua malam, dan orang tua Farhan kembali memeriksakan farhan dipuskesmas terdekat namun pihak puskesmas merujuk dik farhan ke RS Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara namun karena peralatan yang kurang memadai pihak rumah sakit akhirnya merujuk kembali dik farhan ke RS Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung sudah seminggu terakhir Farhan dirawat di RS Abdul muluk tetapi belum jelas penyakit yang diderita dik Farhan menurut diagnosa terakhir dik Farhan anemia dan masih diperiksa kembali apakah positif Hemofili. Keluarga Farhan sangat ingin dik Farhan bisa kembali sehat dan segera tahu apa sebenarnya penyakit yang diderita anaknya tersebut. Dik Farhan merupakan anak kedua dari pasangan Tn. Sabran (37 tahun) dan Ny. Uswanti (36 tahun).  Ayah Farhan bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ayah Farhan yang merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga saat ini haruslah tidak bekerja demi melaksanakan pengobatan anaknya di Bandar Lampung. Bahkan simpanan mereka pun sudah habis digunakan untuk bekal mereka di RSAM dan pembayaran  fasilitas kesehatan yang digunakan keluarganya berupa BPJS Kelas III mandiri. kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat keadaan Farhan merasa sangat memprihatinkan tersebut akhirnya menyampaikan santunan dari para sedekahkholic untuk keluarga dik Farhan agar dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya selama tinggal di RSAM. Semoga Dik Farhan segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @trii20

Farhan menderita Suspect Hemofilia

Farhan menderita Suspect Hemofilia


EL AZZAM ABIYA BANU FASYA (1, Jantung Bocor) Azzam biasa di panggil. Alamat: Jl. Dr cipto mangunkusumo Gg Danau Ranau 3 No 15 Sumur Batu Kecamatan teluk betung Kota Bandar Lampung  Provinsi Lampung. Awalnya saat Azzam lahir bibir Dik Azzam membiru tapi orang tua Azzam menganggap itu hal yang biasa dan bebrapa lama kemudian biru pada bibir Azzam tersebut mulai menghilang, namun pada saat usia azzam 6 bulan Dik Azzam selalu mengalami batuk pilek yang tidak kunjung sehat dan terus mengalami batuk dan pilek dan orang tua selalu memeriksakan keadaan Azzam kepada bidan terdekat. Kondisi Azzam yang tidak kunjung membaik dan selalu mengalami batuk dan pilek walaupun slalu diperiksakan ke bidan tetap belum membaik, sehingga bidan yang memeriksa Azzam menyarankan dik Azzam untuk memeriksakan kesehatannya dengan dokter spesialis anak di rumah sakit urip sumoharjo, dan orang tua Azzam bersedia untuk merujuk azzam ke rumah sakit urip sumoharjo dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas III pribadi yang dimilikinya. Dokter menyarankan Azzam untuk melakukan oprasi di rumah sakit harapan kita Jakarta, dan orang tua Azzam menyanggupi untuk melakukan operasi walaupun keterbatasan biaya yang dimilikinya demi kesembuhan dik Azzam. Dik Azzam merupakan anak  kedua dari pasangan Tn. Faisal Amin Jaya (34 tahun) dan Ny. Dewi Mayasari (32 tahun).  Ayah Azzam bekerja sebagai wiraswasta yang bekerja tidak menentu dalam kesehariannya harus bersusah payah mencari dana hingga meminjam ke sanak saudara dan tetangga untuk biaya hidup dan pengobatan dik Azzam selama di RSAM Bandar Lampung, sedangkan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang menjenguk azzam sangat prihatin akan penyakit yang diderita dan beban keluarga yang dialami. Akhirnya kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan titipan dari para sedekahkholic untuk meringankan sedikit beban yang diderita oleh keluarga dik Azzam untuk membantu biaya kehidupan dan pengobatan selama di RSAM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @Triii20

Azzam menderita Jantung Bocor

Azzam menderita Jantung Bocor


ALDI RIZKIAWAN (8, Leukemia + Efusi Pleura). Alamat : Desa Talang No. 20 Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Saat ini dik Aldi kembali dirawat di ruang anak RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung, tepatnya di ruangan Almanda. Aldi kini terlihat semakin lemah dengan kondisinya sekarang. Terlihat mata Aldi membengkak. Kondisi dik Aldi semakin  melemah, trombositnya kembali menurun. Sejak bulan juli 2015 lalu Aldi mulai merasakan sakitnya. Diawali dengan sesak nafas. Kemudian Aldi dirawat di Puskesmas Naningan. Sembuh. Setengah bulan kemudian karena sudah 4 hari merasakan hidung tersumbat, Aldi dibawa keluarga untuk periksa di RS Pringsewu. Dokter mengatakan Aldi terkena penyakit paru-paru basah. Pasien terus kembali untuk  berobat ke RS setempat. Kemudian 20 hari sebelum masuk RS tersebut, pasien mengeluh tidak bisa jalan, rambut rontok, mual, muntah, demam hilang timbul lalu kelopak mata dik Aldi semakin membengkak. Akhirnya Aldi dibawa ke RS Wisma Rini Pringsewu kemudian dirawat selama 4 hari. Kemudian Aldi di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tanggal 23 Januari 2016. Tim dokter di RS Abdoel Moeloek mencurigai bahwa Aldi terkena penyakit Leukemia atau kanker sel darah putih dan effusi pleura yaitu suatu kondisi dimana paru-paru terendam oleh cairan akibat adanya proses metastasis dari sel cancer yang ada pada tubuh dik Aldi. Saat ini Rencana pasien akan dilakukan tindakan BMP/ Bone Marrow Presure (Pengambilan sedikit jaringan sumsum tulang belakang untuk mengetahui jenis kanker) namun keluarga menolak dengan alasan kasian dengan kondisi pasien yang semakin menurun. Di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung pasien sudah mendapatkan tranfusi darah merah dan trombosit berkali-kali. Aldy sudah menerima 40 kantong darah merah dan 20  lebih kantung trombosit. Namun komponen darahnya belum juga normal. Terakhir hasil pemeriksaan darah HB: 4 dan trombosit hanya 13.000 . Kemudian limpa nya semakin membengkak dan kondisi jantung dik aldi yang semakin lemah. Pasien direncanakan rujuk ke RSCM namun menolak dengan alasan biaya.  Keluarga dik Aldi mengaku merasa kesulitan untuk merujuk ke Jakarta dikarenakan kondisi ekonomi yang lemah, tidak adanya sanak saudara menjadi kendala tambahan yang dipikirkan oleh keluarga dik Aldi.Fasilitas kesehatan dik Aldi saat ini adalah menggunakan Jamkesmas.   Keberangkatan dik Aldi ke RSCM saat ini pun  ditunda untuk sementara waktu sampai dengan keadaan dik Aldi membaik kembali. Aldi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Tn. Ahmedi (35) dan Ny. Marlemi (27). Kedua orang tuanya selama kesehariannya bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarganya.Tim kurir #SedekahRombongan Lampung kembali mengunjungi dik Aldi dan memberikan santunan ke tiga, yang sebelumnya santunan dik Aldi sudah masuk ke Rombongan 819. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya hidup sehari – hari kepada keluarga dik Aldi dikarenakan orangtua dik Aldi telah lama meninggalkan pekerjaanya demi menemani dan merawat dik Aldi di RS Abdoel Moeloek. Semoga bantuan dari para sedekahkholic dapat meringankan beban penderitaan yang dialami oleh dik Aldi dan keluarganya, serta mengangkat penyakit yang diderita dik Aldi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arissamara @evandlendi @sayasepti

Aldi menderita Leukemia + Efusi Pleura

Aldi menderita Leukemia + Efusi Pleura


I WAYAN PAGEH (50, Dhuafa). Alamat : Jalan Noja No. 3 Denpasar, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Ibu Pageh adalah seorang pemulung. Setiap harinya ia keliling Kota Denpasar untuk mencari barang bekas. Biasanya Ibu Pageh mencari barang bekas bersama suami dan ananya yang masih kecil, tetapi sekarang ia berjuang sendiri karena sang suami sudah kembali ke sisi Tuhan. Ibu Pageh harus menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil, sungguh berat beban yang ditanggung oleh Ibu Pageh. Syukur Tuhan mempertemukan Ibu Pageh dengan kurir #sedekahrombongan. Pertemuannya pun sangat mengharukan, kurir melihat Ibu Pageh mendorong gerobaknya dimana di dalamnya terdapat anaknya yang masih sangat kecil yang sudah basah kuyup karena kehujanan. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh Ibu Pageh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret  2016
Kurir :@arfanesia @tuniknata @ririn_restu

Bantuan tunai untuk ibu pageh seorang dhuafa

Bantuan tunai untuk ibu pageh seorang dhuafa


CACIH BINTI SAHIM (63, Pembengkakan Kaki dan Tangan). Alamat : Komplek Taman Angsoka Permai RT. 2/6, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang. Bu Cacih setelah ditinggal suaminya memilih tinggal bersama anak perempuannya, Elis (43), yang sama-sama sudah menjanda. Ibu Cacih mengalami sakit pembengkakan di tangan dan kaki sejak tahun 2010, dan sampai sekarang ia belum mengetahui pasti apa penyakitnya karena belum pernah diperiksakan. Ibu Elis yang mempunyai tanggungan enam anak ini ingin sekali mengobati ibunya, tapi apa daya ia hanya seorang tukang pijit di sekitar rumahnya yang penghasilannya tidak seberapa. Jangankan untuk mengobati ibunya, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keenam orang anaknya saja ia merasa kewalahan. Kondisi Bu Cacih pun terdengar oleh kurir #sedekahrombongan dan alhamdulilah dapat memberikan batuan untuk memeriksakan penyakit Bu Cacih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 maret 2016.
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy Emay Humairoh @ririn_restu

Ibu cacih menderita Pembengkakan Kaki dan Tangan

Ibu cacih menderita Pembengkakan Kaki dan Tangan


AKBAR WAHYUDI (15 tahun, gangguan kejiwaan). wahyu tinggal bersama orang tua serta neneknya di Desa Polagan, Sampang Madura. Wahyu kerap kali mondar-mandir di dalam rumah, tiba-tiba marah dan tiba-tiba hanya diam saja sambil menunduk, tidak mau makan dan tidak bisa tidur. Ibunya khawatir Wahyu akan membahayakan dirinya sendiri jika ditinggal sendirian di rumah. Jadilah ayahnya saja yang mencari nafkah.  Wahyu masih bersekolah kelas 2 SMP dengan bapak seorang tukang becak dan ibu seorang asisten rumah tangga panggilan. Bapaknya memiliki penghasilan 300.000/bulan dan tambahan harian 3.000-12.000, tergantung jumlah penumpang hari itu. Penghasilan rata-rata ibunya 300.000/bulan. Namun, sejak wahyu sakit, ibunya tidak bisa bekerja karena khawatir meninggalkan Wahyu sendirian di rumah.  Wahyu dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Untuk mendaftar BPJS, ayahnya tidak sanggup untuk membiayai iuran bulanan untuk 1 keluarga.  Wahyu membutuhkan pengobatan rawat jalan di Surabaya yang harus dikontrol tiap minggu untuk 1-2 bulan awal, kemudian berangsur kontrol tiap 2 minggu serta tiap bulan. Beruntung kami #SedekahRombongan dapat bertemu dan membantu Wahyu dalam proses pengobatan. Santunan sudah disampaikan ke keluarga. Wahyu dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal     : 20 Januari 2016
Kurir : @dr.erien

Akbar menderita gangguan kejiwaan

Akbar menderita gangguan kejiwaan


AYU NOVITA SARI (4, Kelainan Tulang Punggung). Alamat:  Jl. Mandor Baret Pondok Hijau, RT. 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Dibalik keterbatasannya, Ayu begitu ceria. Sorot mata indahnya menampakan keceriaan. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur. Sudah banyak perubahan yang Ayu alami setelah melakukan pengobatan akupuntur. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Belum ada perkembangan yang berarti pada kondisi Ayu. Ia masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Berat badannya mengalami peningkatan dibandingkan saat pertama kali kurir menemuinya. Ia belum bisa berobat ke rumah sakit karena persoalan administrasi yang belum kunjung usai. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan diberikan untuk membeli susu untuk menunjang pertumbuhan Ayu, operasional akupuntur dan pengurusan administrasi. Sebelumnya Ayu dibantu #SedekahRombongan pada rombongan 814.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3, ADHD Kombinasi). Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak  Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Beberapa hari terakhir ini, kondisi fisik Rifki menurun, ia sering muntah – muntah terus. Rifki dibawa ke poli THT RSCM. Rifki diberikan Rhinos Junior dan BNS untuk semprot hidung. Kista Rifki agak membesar. Rifki masih serin tantrum dan tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga sulit bersosialisasi dengan anak sebayanya. Zaskia cenderung lebih tenang meski perkembangan intelektualnya cenderung lamban namun hasilnya cukup menggembirakan. Sedangkan Alisha ia semakin agresif dan suka marah – marah tidak jelas, bahkan ia suka merampas milik orang lain. Ketiganya masih harus menjalani terapi. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan kembali disampaikan untuk biaya operasional ke rumah sakit setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 823.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Rifki menderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan

Rifki menderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


WAHYUNI (38 Tahun, Kanker Payudara). Bu Wahyuni tinggal di Dusun Walikan RT.04/RW.05 Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pedagang sayuran keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Bu Wahyuni terdiagnosa menderita kanker payudara sejak medio Tahun 2015. Pada awalnya ia tidak merasakan sakit, padahal lengan kirinya sudah mulai membesar. Lama kelamaan, leher dan pipi kirinya juga mengalami pembengkakan. Anehnya, bagian yang bengkak tidak terasa sakit tapi kebas. Bu Wahyuni kemudian memeriksakan diri ke RSUD Wonosari, Gunung Kidul, tetapi setelah diperiksa belum diketahui apa penyakitnya. Bu Wahyuni kemudian dirujuk dari RSUD Wonosari, Gunung Kidul, ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Bu Wahyuni kemudian menjalani serangkaian tes dan observasi untuk mengetahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut, diketahui bahwa Bu Wahyuni menderita kanker payudara. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan kepada Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu Bu Wahyuni dan keluarganya. Bu Wahyuni kemudian menjadi salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan Wilayah Jogjakarta dan memulai proses penyembuhan penyakitnya. Bu Wahyuni menjalani pengobatan kemoterapi di RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta. Pada Desember 2015 dan April 2016, setelah kemoterapi ia mengalami kejang-kejang di rumah, dan segera dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pertolongan pertama segera diberikan, kini keadaannya sudah membaik meski harus rawat inap di rumah sakit. Rupanya sel kankernya telah bermetastase ke otak dan menyerang syaraf otak. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan kepada Bu Wahyuni untuk biaya pengobatan, biaya pembelian obat (yang tak ter-cover bpjs), dan biaya akomodasi & transportasi. Semoga Bu Wahyuni segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 21 Maret 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara

Ibu wahyuni menderita Kanker Payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Bayi Ny Diah 1,500,000
2 Silviani 1,000,000
3 Bayi Ny Elis 1,500,000
4 Raina 1,000,000
5 Solih 1,000,000
6 Euis 500,000
7 Bayi siska 500,000
8 Edi 1,000,000
9 Siti 500,000
10 Erliana 1,500,000
11 Fitri 1,000,000
12 Entin 1,000,000
13 Aan 1,000,000
14 Aang 2,000,000
15 Zakki 16,100,000
16 Yadi 1,000,000
17 Sudia 500,000
18 Neng 1,500,000
19 Wapa 4,000,000
20 Rustam 3,000,000
21 Heni 500,000
22 Nurhasanah 500,000
23 Siti 1,000,000
24 Tuti 1,500,000
25 Endang 3,500,000
26 Aisyah 750,000
27 Empong 1,000,000
28 Eti 1,500,000
29 M Farhan 1,500,000
30 Darsih 1,500,000
31 Khoerunnisa 1,000,000
32 Nunung 1,000,000
33 Fairuz 1,000,000
34 MTSR Tasik 3,900,000
35 Masjid al mukmin 3,000,000
36 YAYASAN RAUDLATUL MAKFUFIN 2,500,000
37 Ratna 1,000,000
38 M kevin 1,000,000
39 Adry 1,000,000
40 Tini 1,500,000
41 Reyhan 500,000
42 Agis 500,000
43 Tini 1,000,000
44 Kunawati 500,000
45 Djitu 500,000
46 M Fikram 500,000
47 M Farhan 500,000
48 El Azzam 500,000
49 Aldi 500,000
50 I Wayan 500,000
51 cacih 500,000
52 Akbar 500,000
53 Ayu 750,000
54 M Rifki 1,000,000
55 Wahyuni 500,000
Total 80,000,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 80,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 826 ROMBONGAN

Rp. 35,781,904,598,-