MAHMUD BIN MADRAWI (52, Infeksi Akut Luka pada Kaki). Alamat :  Kp. wates RT. 2/3, Desa Waringinjaya, Kec. Cigeulis, Kab. Pandeglang. Pak Mahmud saat ini berada di rumah ayahnya, Madrawi, di Kec. Cibaliung yang berjarak sekitar 15 km dari rumahnya. dari kec. cigeulis. Abah Madrawi tidak tega melihat anaknya dalam keadaan sakit apalagi istrinya sedang hamil. Karena Pak Mahmud sakit sehingga tidak mampu bekerja lagi, kondisi sehari-harinya sangat mengkhawatirkan. Menurut Abah Madrawi lebih baik Pak Mahmud tinggal dulu di rumahnya karena walau sedikit masih bisa dicukup-cukupi untuk makan. 40 hari yang lalu, tepatnya sekitar pertengahan Februari 2016, Pak Mahmud mengalami luka pada mata kakinya sebesar pentul korek api akibat lecet karena gesekan sepatu saat menjadi buruh bangunan. Ia pun merasa kaget karena dua hari berikutnya kakinya langsung membengkak sebesar termos air. Pengobatan pun dilakukan di Puskesmas Cibaliung. Hasil pemeriksaan Puskesmas menyatakan bahwa Pak Mahmud harus dirawat. Akhirnya Pak Mahmud dirawat selama sehari semalam, tetapi lukanya tidak terlihat adanya perkembangan, malah menjadi borok yang semakin melebar dan semakin ke dalam. Bau amis pun tercium menyengat,  kondisi fisiknya menurun, tensi darah tidak stabil, selama semalam dirawat menghabiskan  7 botol infusan. Karena Pak Mahmud dan Abah Madrawi sudah tidak memiliki uang, sehingga Pak Mahmud memutuskan untuk pulang, selain itu juga ia merasa sungkan mengganggu pasien lain karena bau amis di kakinya. Setelah pulang rawat inap di Puskesmas, Pak Mahmud hanya bisa pasrah di rumah dengan harapan lukanya membaik dengan sendirinya. #SedekahRombongan mendapat kabar terkait Pak Mahmud dari sahabat kader desa yang ada di Cibaliung, dan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan selajutnya. Selain memberikan bantuan, kurir #SR pun membawanya langsung ke klinik terdekat karena melihat kondisi Pak Mahmud yang butuh pengobatan segera.  Sebelum pamit kurir #SR menyarankan untuk berobat ke RSUD dengan menggunakan KIS sesuai rujukan yang diberikan oleh Puskesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 maret 2016.
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy Emay Humairoh @ririn_restu

Pak mahmud menderita Infeksi Akut Luka pada Kaki

Pak mahmud menderita Infeksi Akut Luka pada Kaki


LATIFA NURUL QALBU (4 Bulan, Hidrosefalus). Alamat : Desa Siabun Jaya RT. 11/4, Kel. Riak Siabun, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prop. Bengkulu. Sejak dua bulan terakhir, penyakit Latifa baru diketahui lantaran kepalanya mangalami pembesaran. Warga setempat melihat ada yang aneh dalam pertumbuhan Latifa, sehingga Pak Kades setempat memberanikan diri untuk membawanya ke RS M. Yunus Bengkulu. Meskipun kedua orang tuanya tidak mempunyai BPJS dan  jaminan kesehatan lainnya, kedua orang tuanya berusaha agar penyakit yang diderita tidak semakin parah. Setelah beberapa hari dirawat di RS M. Yunus, diketahui Latifa menderita hidrosefalus. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta atau Palembang serta menyarankan untuk membuat BPJS dulu. Setelah diketahui penyakit Latifa, kedua orang tuanya pun kebingungan dan sedih karena tidak mempunyai uang untuk pengobatan Latifa dan membuat BPJS. Akhirnya Pak Kades berinisiatif mengekspos kondisi Latifa ke koran lokal di Bengkulu, dan ternyata ada beberapa sumbangan yang masuk dan itu semua dipergunakan untuk membuat BPJS serta bekal saat pengobatan lanjutan nantinya. Pihak keluarga memutuskan untuk meminta surat rujukan dari RS M. Yunus ke RS Moh. Husen Palembang. Alhamdulillah kurir #SR Kota Bengkulu dipertemukan dengan Latifa dan siap membantunya untuk melanjutkan pengobatan di Palembang. Lalu kurir #SR Kota Palembang melanjutkan estafet dalam membantu pengobatan Latifa. Kurir #SR Kota Palembang melakukan survey ulang pada 11 Maret 2016. Menurut informasi dari pihak RS Moh. Husein, Latifa dijadwalkan untuk operasi tanggal 16 Maret 2016. Pada tanggal yang sama saat Latifa dioperasi, kurir #sedekahrombongan menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari. Namun, saat penyerahan santunan Latifa masih belum melewati masa kritis paska operasi. Semoga Latifa diberikan kekuatan untuk melewati ini semua dan bantuan ini bisa meringgankan beban orang tuanya saat berada di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000.-
Tanggal   : 16 Maret 2016
Kurir        : @arfanesia Via Hery Setyawan @dokterhewanmuda @ririn_restu

Latifa menderita Hidrosefalus

Latifa menderita Hidrosefalus


FEBRIANTO BIN TERIMAN (4, Lakalantas). Alamat : Jl. Mulawarman Gg. Perjuangan, RT 12 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada Kamis, 25 Februari 2016 jam 5 pagi, Febrianto dengan kakaknya Dani Eko Purnomo (15), berboncengan menggunakan sepeda motor mengantar neneknya, Wakila, ke pasar untuk berjualan sayur. Setelah mengantar neneknya ke pasar, Dani dan Febri pulang ke rumah untuk mengambil helm. Kemudian mereka berdua pergi lagi dan mengalami kecelakaan tunggal. Posisi Febri saat kecelakaan berdiri di depan dan terlempar. Saat terlempar kepala Febri membentur aspal dan wajahnya penuh luka. Dalam kondisi pingsan ia dibawa ke UGD RS Siloam Balikpapan untuk penanganan pertama. Setelah itu untuk perawatan lanjutan dibawa ke NICU RSU Kanujoso Djatiwibowo dan baru sadar 2 hari kemudian. Febrianto didiagnosa CKS (Cedera Kepala Sedang) dengan sedikit pendarahan di otak, yang mengakibatkan syaraf matanya terganggu. Saat luka-lukanya sudah mengering dan diperbolehkan untuk pulang, ayahnya, Teriman (48), tidak memiliki biaya untuk membayar tagihan rumah sakit. Ia sehari – harinya bekerja sebagai kuli bangunan sedangkan istrinya, Santi (32), adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Dompet Dhuafa Balikpapan bersedia menjamin pelunasan biaya rumah sakit Febrianto dan ia bisa keluar rumah sakit pada 11 Maret 2016. Setelah keluar dari rumah sakit Febrianto memerlukan biaya rawat jalan untuk menjalanai kontrol rutin di rumah sakit. #SedekahRombongan membantu memberikan santunan untuk biaya rawat jalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Febri mengalami Lakalantas

Febri mengalami Lakalantas


MULYANI SARNO (60, Selulitis). Alamat : Jl. Minangkabau Gang Damai III No. 42 RT. 4, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Ibu Mulyani mengalami meriang panas dingin pada 31 Januari 2015 dan masuk RS Restu Ibu Balikpapan dengan diagnosa asam urat tinggi, kolesterol tinggi dan ada penyumbatan pembuluh darah di kaki kiri. Ia diberikan obat-obatan untuk rawat jalan. Kemudian pada 2 Februari 2016 ia kembali ke RS Restu Ibu, karena luka melepuh di kaki membesar kemudian dilakukan tindakan untuk mengeluarkan cairan dari luka tersebut. Setelah dirawat selama 5 hari, kondisi kakinya memburuk karena terjadi infeksi. Oleh pihak rumah sakit ditawarkan untuk dilakukan operasi dengan biaya Rp. 28 juta. Karena RS Restu Ibu ini adalah rumah sakit swasta, dan keluarga sudah mengeluarkan biaya rawat inap sebesar 12 juta selama 5 hari, maka pihak keluarga meminta dirujuk ke RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan menghidupkan kembali BPJS beliau yang sudah menunggak pembayaran selama 1 tahun. Di RSU Kanujoso Djatiwibowo, beliau dirawat selama 3 minggu dan menjalani operasi kaki sebanyak 3 kali. Rencananya akan dilakukan operasi ke-4 untuk membersihkan luka dan pencangkokan daging untuk menutup luka tersebut. #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya perawatan di rumah yang dilakukan oleh perawat dari rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2016
Kurir : @arfenesia @fperwiro @ririn_restu

Ibu mulyani menderita Selulitis

Ibu mulyani menderita Selulitis


DIAH KRISTIYANI (51th, Cidera Kepala).  Yang bertempat tinggal di  Jln. Berlian Raya 176, Sumur Batu, Kemayoran. Tanggal 17 Januari 2016 yang lalu Ibu Diah dan suami (Judi Purwanto, 55 thn) berencana untuk menghadiri pernikahan salah seorang kerabat, namun di tengah perjalanan Ibu Diah beserta suami mengalami kecelakaan. Suami Ibu Diah mengalami luka yang menyebabkan tidak bisa berjalan. Ibu Diah mengalami trauma di bagian kepala belakang. Ibu Diah sempat dirawat di RSUP Persahabatan kamar Anggrek No. 5. Saat ini perekonomian Ibu Diah saat ini tidak menentu dikarenakan sang suami tidak bisa bekerja dan saat ini suami memilih untuk tinggal bersama ibunya. Ibu Diah menginginkan untuk pulang dan menjalani perawatan di Solo dikarenakan hampir semua keluarga ada di Solo dan Ibu Diah masih memiliki anak di Solo yang masih sekolah. Alhamdulillah pada hari sabtu 6 Feb 2016 bu Diyah diantarkan pulang ke Solo ke Jl. Empu Barada 1, RT1/1, Kemlayan, Serengan. Mulai Februari Bu Diyah melanjutkan kontrol di Puskesmas Serengan. kurir sedekah rombongan menyampaikan Santunan ke dua  sekaligus santunan lepas sebesar Rp1.000.000 santunan sebelumnya dari Jakarta. Keluarga bu Diah mengucapkan terimakasih atas santunan yang diberikan. Dan meminta doa semoga bu Diah segera diberikan kesembuahan. Amiin.

Jumlah Santunan : Rp1.000.000,-
tanggal :23 Maret 2016
kurir :@mawan, @Aisyah, @Anissetya60

Ibu diah menderita Cidera Kepala

Ibu diah menderita Cidera Kepala


SRI DWI UNTARI (36 Tahun, Kanker Telinga) tinggal di kontrakannya Desa  Gentan, Rt 01/04 Tlobong, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Mbak Uun beliau biasa dipanggil memutuskan berpisah dengan suaminya dan menjadi orang tua tunggal sejak 4 tahun yang lalu. Sejak berpisah dengan suaminya Mbak Uun tinggal bersama 2 anaknya Rasya oktaviati (8 tahun) & Nasywa destiani (12 tahun) anak yang ketiga diasuh kakaknya.  Sehari-hari Mbak Uun bekerja sebagai satpam di salah satu pabrik daerah Sukoharjo dengan penghasilan Rp 1.200.000,-. Mbak Uun sering kali pulang larut malam karena sudah menjadi tuntutan profesi. Satu tahun yang lalu sepulang kerja pada malam hari Mbak Uun dibegal, dipukul di kepala bagian belakang hingga bengkak di telinga. Dari pukulan itu menjadikan infeksi ditelinga yang akhirnya mengakibat sel kanker tumbuh. Hingga saat ini mbak Uun sudah menjalani 4 kali operasi, untuk tindakan selanjutnya Mbak Uun disarankan untuk menjalani sinar dijakarta. Allhamdulilah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Mbak Uun pada tanggal 15 Januari 2015 di RS Moewardi pasca operasi yang ke-4 dan saat itu kondisinya masih lemah. Proses penyembuhan Mbak Uun yang masih panjang untuk itu Mbak Uun menjadi pasien dampingan #SRsolo. Saat ini Mbak Uun masih menjalani medikasi rutin di RSI Klaten 3kali dalam seminggu. Sebenarnya mbak Uun harus sudah sinar di Jakarta. Namun karena terkendala dari keluarga yang mendampingi dan masih ada tangguangan anak yang sedaang Ujian, pengobatan di Jakarta ditunda. Santunan kedua sekaligus santuanan Lepas dari #SedekaHolic sebesar Rp 1.500.000,00 telah disampaikan, santunan sebelumnya masuk rombongan 798. Mbak Uun mengucapkan terimakasih kepada para #SedekahHolic dan #KurirSR dan juga mengharapkan do`a supaya lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Santunan : Rp 1.500.000,-
Tanggal    : 23 Maret 2016
Kurir         : @mawan, @aisyah, @ciciiiinta

Ibu sri menderita Kanker Telinga

Ibu sri menderita Kanker Telinga


ASRO BIN JAELANI (48, Kanker Kelenjar Getah Bening). Bapak Asro bertempat tinggal di Prembaen Selatan No. 21, RT. 5, RW.4, Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Kira-kira 1.5 tahun yang lalu, Bapak Asro mendapati benjolan kecil di lehernya. Awalnya beliau mengira benjolan tersebut hanya benjolan biasa yang akan hilang dengan sendirinya, namun semakin hari benjolan di lehernya tersebut semakin membesar dan beliau mulai merasakan nyeri di bagian leher sampai kepala. Kemudian, beliau memeriksakan diri ke dokter di sebuah klinik di Kota Semarang. Dokter mendiagnosis bahwa Bapak Asro menderita kanker kelenjar getah bening dan memberi rujukan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang. Karena terkendala oleh biaya, Bapak Asro memutuskan untuk tidak berobat ke RS Kariadi dan memilih untuk meminum obat-obatan herbal. Bapak Asro hanya bekerja sebagai tukang tambal ban dan buruh serabutan lepas dengan pendapatan tidak menentu. Sedangkan istrinya hanya bekerja sebagai buruh pencuci piring di sebuah Event Organizer. Jika pendapatan Bapak Asro dan isterinya digabungkan, kira-kira hanya mencapai Rp900.000,- tiap bulan. Beliau memiliki seorang anak yang saat ini sedang duduk di bangku SMA. Rumah yang beliau tempati pun, meskipun layak huni tetapi rumah itu merupakan rumah orang tuanya. Selain itu, beliau belum memiliki jaminan kesehatan apapun yang dapat membantu melunasi biaya pengobatan beliau. Pada awal tahun 2016 ini, Bapak Asro dipertemukan dengan Sedekah Rombongan. Setelah melalui beberapa proses survey dan wawancara, akhirnya beliau mendapatkan bantuan melalui Sedekah Rombongan. Santunan awal digunakan untuk akomodasi dalam mengurus berkas-berkas yang belum dipunyai oleh Bapak Asro seperti KK, Kartu BPJS, dan surat rujukan baru.

Jumlah             : Rp 1.000.000,-
Tanggal           : 14 Februari 2016
Kurir                : @indrades @idaiddo @fatkhiyaah

Pak asro menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak asro menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


SITI FATIMAH, (27, Eritroderma) adalah warga Karaban RT.05/RW.07, Kec. Gabus, Kab. Pati, Jawa Tengah. Bu Siti tinggal bersama suaminya yaitu Pak Rochmad (34) yang berprofesi sebagai pedagang dan dua orang anaknya. Sakit Bu Siti berawal 8 bulan lalu setelah beliau melahirkan dua orang putrinya secara Caesar. 2 minggu kemudian beliau mengalami panas tinggi dan masuk ke RSUD Suwondo Pati, setelah 3 minggu muncul penyakit kulit seperti Campak di sluruh tubuh dan tampak menguning di seluruh pergelangan serta bengkak dan keluar cairan protein. Selanjutnya Bu Siti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Beliau dirawat selama 18 hari dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Lalu pada tanggal 22 Januari 2016, Bu Siti kembali dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperbaiki kondisi umumnya. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 3 minggu, Bu Siti diperbolehkan pulang dan untuk selanjutnya melakukan kontrol rutin satu minggu sekali di RSUD Suwondo Pati. Saat ini Bu Siti sedang menjalani kontrol rutin di RSUD Suwondo Pati. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Bu Siti selama di Pati.

Jumlah bantuan :  Rp. 1.595.000
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @yodhadidot @sriantini422

Ibu siti menderita Eritroderma

Ibu siti menderita Eritroderma


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara). Desa Tengki RT.02/04, Brebes, Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suni’ah memeriksakan diri di Rumah Sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Bu Suniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang.  Bu Suniah telah menjalani kemoterapi ke 1 pada tanggal 22 Januari. Saat ini Bu Suniah telah menjalani kemoterapi ke 2 pada tanggal 12 Februari 2016 dan  dijadwalkan kontrol pada bulan Maret. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Suniah selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal:  13 februari 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @restirianii, @arifin_yaa

Ibu suniah menderita Kanker Payudara

Ibu suniah menderita Kanker Payudara1


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang Jawa Timur. Rumah singgah sedekah rombongan memiliki staf medis yang  bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan, dan konsultasi pada pasien dampingan RSSR Malang. Setiap pasien yang berada di RSSR Malang karena sedang tidak berada di Rumah Sakit saat menunggu jadwal cek atau pengobatan di Rumah Sakit, maupun pasien yang memerlukan dampingan medis saat perjalanan dari rumah tinggalnya ke RSSR Malang atau sebaliknya berhak memperoleh hak dampingan dari tim medis. Tim medis RSSR Malang diprofesionalkan untuk meningkatkan pemantauan kondisi pasien sehingga pemeriksaan, pelayanan dan perawatan yang didapatkan pasien RSSR Malang tidak hanya berasal dari dokter di Rumah Sakit. Diharapkan dengan adanya tim medis yang berkompeten ini pasien dimudahkan untuk konsultasi dan mendapatkan perawatan lebih lanjut sehingga kesembuhan pasien lebih mudah untuk didapatkan.

Jumlah Santunan : Rp 1.819.970
Tanggal : 31 November 2015
Kurir: @FaizFaeruz @Obybee @Dhani_017

Bantuan operasional

Bantuan operasional


AHMAD Zainuri (19th, Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung) yang biasa dipanggil Zainuri beralamat di Jl Ki Ageng Gribig Gang  6 RT 02 RW 05  Kelurahan Madyopuro  Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Rumah berukuran 4m  x 6 m  harus dihuni 5 orang,  Zainuri bersama kedua kakak adiknya dan kedua orangtuanya Bapak Hendri & Ibu Ngateni . Bapak Hendri  bekerja sebagai sopir travel serabutan dan Ibu Ngateni  bekerja sebagai buruh linting  disebuah pabrik rokok di Kota Malang,  penghasilan perbulannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari.  Penghasilan kedua orangtua Zainuri belum mencukupi apabila harus digunakan untuk renovasi rumahnya, atap rumah Zainuri sering bocor apalagi pada musim hujan seperti ini. Perabot rumah tangga seperti tempat tidur, bantal dan lainnya terkadang basah terkena tetesan air hujan. Zainuri beserta keempat keluarganya harus tidur bersama kasur yang lembab setiap harinya, tentulah menjadi kurang nyaman dan tidak nyenyak apabila lembab menyelimuti tidurnya. Sedekah Rombongan merasakan penderitaan Zainuri sehingga Sedekah Rombongan membantu biaya pembelian kasur, bantal dan guling agar Zainuri dan keluarganya bisa kembali tidur nyenyak dan nyaman dikasur yang tidak lembab.

Jumlah Bantuan Rp 850.000
Tanggal:  3 Maret 2016
Kurir: @faizfaerus @afiatbuchori @mfyusuf

Ahmad menderita Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung

Ahmad menderita Kanker Nasofaring /Rongga belakang hidung


ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhon mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada Pak Romadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 22 Februari 2016 Pak Romadhon menjalani kontrol di Poli Bedah Onkologi RS Dr Kariadi dengan hasil keseluruhan cukup baik sehingga dijadwalkan kemoterapi ke-3 pada tanggal 29 Februari 2016. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 915.075,-
Tanggal : 23 Februari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


Muhammad Ma’syum (69 tahun, pemulihan pasca stroke). Bertempat tinggal di Jl Anjasmoro Rt 02 Rw 04 Desa Turirejo, kecamatan Lawang, Malang Jawa Timur. Bapak tua ini sempat jatuh di rumahnya dan mengalami serangan stroke pada akhir bulan Februari 2016. Sejak saat itu, kehidupan Bapak Ma’syum menurun drastis. Secara fisik, tangan dan kaki kanan beliau susah untuk digerakkan, sistem ekskresi beliau bermasalah karena beliau tidak bisa buang air besar walaupun beliau bisa menelan makanan dan minuman. Bapak Muhammad Ma’syum tinggal di sebuah rumah kos dan sebelum beliau terkena stroke, beliau tidak memiliki pendapatan pasti karena beliau bekerja pulang pergi dari Lawang ke Singosar sebagai ipenjual buku di pasar singosari. Setelah Bapak Muhammad Ma’syum terkena stroke, anak beliau yang bekerja di Jakarta memutuskan untuk berhenti dan keluar dari tempat ia bekerja untuk berbakti menemani Bapaknya yang sedang sakit. Alhamdulillah atas ijin Allah, Bapak Muhammad Ma’syum  dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan dapat membantu meringankan biaya pengobatan beliau pasca stroke.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 6 Maret 2016
Kurir    :  @faizfaerus @afiatbuchori @EkoKurniawan

Pak masyum mengalami pemulihan pasca stroke

Pak masyum mengalami pemulihan pasca stroke


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Kini Bu Musiyam tengah menjalani program kemoterapi lanjutan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Hingga Februari 2016, Bu Musiyam telah menjalani 3 kali kemoterapi. Selanjutnya program kemoterapi lanjutan ke 4 rencana akan dilaksanakan bulan Maret setelah dilakukan cek kondisi perkembangan Kanker Bu Siti Musiyam. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.400.000,00
Tanggal        : 29 Februari 2016
Kurir          : @indrades, @idaiddo, @Restiariani

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


ROMADHON BIN ALI SODIKIN (20 , Kanker Prostat) Alamat : Jl. Jatayu No.9 Panjang Wetan , Pekalongan Jawa Tengah. Romadhon adalah salah satu pemuda yang kurang beruntung , karena di usia muda Romadhon harus maingidap penyakit kanker prostat. Romadhon adalah anak dari Bapak Ali Sadikin dan Ibu Siti Fatimah , Pak Ali bekerja sebagai buruh serabutan dan saat ini Pak Ali sudah berusia senja dan sakit sakitan. Sekarang Pak Ali  bekerja sebagai penjaga tempat tenis meja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Pak Ali memiliki 7 anak, Romadhon adalah putra ke 4. Karena alasan ekomoni, Romadhon tidak bisa melanjutkan sekolah dan Romadhonmemilih bekerja sebagai tukang las didekat rumahnya. Sakit yang dialami Romadhon berawal dari susah buang air kecil dan semakin lama terasa sakit pada bagian alat vital. Keluarga membawa Romadhon ke Puskesmas terdekat dan langsung dirujuk ke RSUD Keraton untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah diperiksa ternyata Romadhon menderita kanker prostat ganas. Kemudian diputuskan dokter untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk membantu buang air kecil. Pengobatan selanjutnya harus dilanjutkan di RSUP Dr. Kariadi sehingga Romadhon dirujuk ke Semarang. Meskipun ada BPJS sebagai jaminan kesehatan namun keluarga tidak memiliki cukup biaya untuk membawa Romadhon ke Semarang. Alhamdulillah atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dan saat ini Romadhon menjadi dampingan #SR Semarang. Tanggal 6 Januari 2016 Romadhon sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi pemasangan selang berhasil dilakukan, tindakan selanjut nya adalah kemoterapi pertama, Alhamdulillah kemoterapi pertama berjalan lancar, namun selang beberapa minggu pasca kemoterapi pertama selang yang terpasang untuk saluran buang air kecil ini lepas dan Mas Romadhon sering mengalami kesakitan, setelah beberapa kali lepas , kemudian berusaha di pasang kembali oleh perawat namun lepas kembali , Akhirnya untuk sementara kondisi dibiarkan seperti itu dan Mas Romadhon semakin mengalami kesakitan, dan baru di ketahui bahwa ternyata Sel kanker telah menyebar dan metastase ke organ vital dalam tubuh, Mas Romadhon harus menunggu tindakan yang harus dilakukan dari pihak dokter bedah yang tentunya tidak boleh sembarangan dan memerlukan beberapa pertimbangan dokter ahli, karena Romadhon semakin mengalami kesakitan yang luar biasa, sehingga belakangan Romadhon sudah mulai mau mengancam ingin melakukan bunuh diri dengan loncat dari gedung, Kurir #SRSemarang  memberikan support kepada Romadhon agar kondisi psikis nya semakin baik , dan kembali bersemangat untuk sembuh, Akhirnya perawat membawa Romadhon ke Ruang Psikiatri untuk sementara untuk pemulihan kondisi mental, agar tetap bersemangat untuk sembuh. Saat ini Romadhon sedang menjalani rawat inap untuk menjalani operasi lanjutan. Kemudian Romadhon kembali melakukan terapi di ruang psikiatris dan keadaan sedikit membaik, Romadhon sudah tidak berteriak histeris.  Namun selang beberapa hari Romadhon mulai drop dan bicaranya mulai ngelantur dan tubuhnya semakin kurus. Akhirnya dokter mengijinkan pulang untuk menjalani perawatan dirumah. Romadhon sangat senang mendengar kabar bahwa ia diijinkan pulang. Sesampainya dirumah smua keluarga menyambut dengan hangat. Selang beberapa hari setelah pulang kerumah, kondisi Romadhon semakin drop dan meninggal dunia. Semoga Romadhon mendapat tempat terbaik disisi Allah. Terimkasih sahabat#SR atas bantuanya sampai saat ini. Bantuan disampaikan untuk keperluan akomodasi saat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @dreamprayaction , @jummhann

Romadhon menderita Kanker Prostat

Romadhon menderita Kanker Prostat


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 30 Desember 2015 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke lima. Saat ini Dik Septi sedang menjalani rawat jalan guna pemulihan kondisi luka pasca operasi. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal 20 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @jummhann

Septiana menderita Tumor Pipi

Septiana menderita Tumor Pipi


MUVI MAESAROH (35, Patah Tulang) Ibu Muvi Maesaroh Isteri dari Bapak Butuk Bin Sastro Sucipto (43), Yang Beralamat di Jl.Lobak RT 06 RW 05 Desa Sendangguwo kec.Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah. Ibu Muvi tinggal bersama mertuanya Bapak Sucipto (55) dan ibu mertuanya bu Sutini (50). Bu Muvi bekerja sebagai  pembantu sedangkan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Orang Tua dari Pak Butuk sudah  tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Kondisi rumah merekapun tidak layak untuk ditempati, karena hanya sebatas kamar tidur dan dapur saja. Setiap malam Pak Butuk dan Bu Muvi terpaksa harus tidur di teras depan rumah karena terbatasnya ruang dalam rumah. Pak Butuk dan Bu Muvi belum dikaruniai anak jadi belum ada tanggungan. Awal mulanya terjadi kecelakaan pada hari senin 11 Januari 2016, bu Muvi diserempet oleh orang yang tidak dikenal naik sepeda motor di Jalan Pandanaran Semarang. Bu muvi hendak ke rumah Orang tua di Desa Tegalsari Semarang dengan naik sepeda. Orang yang menabrak bu Muvi tidak bertanggung jawab dan melarikan diri, ketika itu bu Muvi ditolong oleh orang-orang yang lewat dan dilarikan ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Sesampainya di RSUP Dr.Kariadi bu Muvi di operasi kecil untuk menutup lukanya dan diketahui menderita patah tulang pada kaki kanan, dan harus segera dilakukan operasi. Karena tidak ada biaya untuk operasi Bu Muvi sementara menjalani rawat inap di kamar Rajawali RSUP Kariadi. Dikenakan biaya rumah sakit karena masuk lewat jalur umum. Oleh pihak Rumah Sakit bu Muvi diberi waktu tiga hari untuk mengurus Jamkesmaskot/BPJS, Karena kondisi Bu Muvi tidak mempunyai BPJS. tetapi karena keterbatasan pengetahuan pak Butuk dan bu Muvi hanya lulusan SD tidak tahu harus berbuat apa, dan tidak ada keluarga yang bisa menguruskan jamkesmaskot/BPJS. Selama rawat jalan Bu Muvi mempunyai tunggakan 2 juta untuk biaya pengobatan di Rumah sakit dan belum terbayarkan.Selama empat hari saudara dari Bu Muvi berusaha untuk mencari jalan keluar dan alhamdulilah bertemu dengan kurir SR Semarang. Kemudia Bu Muvi dibantu dalam menguruskan Jamkesmaskot/BPJS untuk dilakukan operasi patah tulang. Saat ini Bu Muvi tinggal di RSSR Semarang untuk menunggu antrian kamar di RSUP Dr.Kariadi yang akan dijadwalkan Operasi pada tanggal 27 Januari 2016. Saat ini Bu Muvi telah menjalani operasi pemasangan pen pada kaki. Dan Bu Muvi sedang menjalani kontrol rutin pasca operasi di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Semoga Allah memudahkan pengobatan bu Muvi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya pengobatan bu Muvi dan keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 2.351.000
Tanggal : 17 Februari 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Ibu muvi menderita Patah Tulang

Ibu muvi menderita Patah Tulang


M. ALDI NAHWA (19 Bulan, Bibir Sumbing dan Langit-Langit). Alamat: Gg. Madrasah RT 18/ 4 Kec. Tembok luwung, Tegal. Sejak lahir Dik Aldi mengalami kelainan kongenital yaitu Labiopalatoskisis (Bibir dan langit2 sumbing). Ayah Dik Aldi, Pak Suswanto (25th) adalah seorang penjual bakso keliling dan ibu Dik Aldi, Bu Muzayanah (21) seorang ibu rumah tangga. Bu Muzayanah tidak bisa bekerja dikarenakan harus mengurus Dik Aldi. Keterbatasan biaya membuat Dik Aldi tidak dapat melanjutkan pengobatan pada mestinya. Kartu BPJS belum dapat digunakan dan mereka harus menunggu beberapa minggu agar kartu BPJS bisa di gunakan. Hingga atas ijin Allah, tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Aldi. Sekarang Dik Aldi telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada awal oktober 2015 kurir #SedekahRombongan membawa Dik Aldi ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Dr. Kariadi guna mengetahui tidakan medis selanjutnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, pada tanggal 26 oktober 2015 Dik Aldi telah menjalani operasi pada bibir sumbing dan langit-langit. Setelah 3 bulan pasca operasi, Dik Aldi dianjurkan oleh dokter RSUD Dr. Kariadi untuk melakukan kontrol di RSUD Dr. Soeselo Slawi guna melakukan terapi wacana dan tidak perlu melakukan kontrol di RSUD Dr. Kariadi. Bantuan disampaikan guna keperluan akomodasi Dik Aldi dan keluarga selama di Semarang. Semoga Dik Aldi lekas sehat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 15 Februari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @bram_gp

Aldi menderita Bibir Sumbing dan Langit-Langit

Aldi menderita Bibir Sumbing dan Langit-Langit


DEWI MAISYAROH (23, Kecelakaan Motor) bertempat tinggal di Pasar Bendungan Selatan Rt 01 Rw 05 Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Dewi merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara dari alm bapak Abdul Aziz dan Ibu Chasanah yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Dewi memiliki kakak yang bekerja sebagai guru mengaji. Dewi sendiri bekerja di toko sembako di Bangil. Awal mula kejadiannya yaitu terjadi saat Dewi pergi bekerja ternyata pada saat perjalanan kerja dewi mengalami kecelakaan lalu lintas. Kondisi motor nya yang tidak dalam keadaan stabil tersebut terseret dan terlindas truk mini pengangkut ayam.Dewi mengalami luka yang parah terutama di bagian kaki dan akhirnya oleh warga sekitar  Dewi segera dilarikan kerumah sakit terdekat yaitu RS Bangil. Oleh pihak rumah sakit Bangil Dewi di rujuk ke RSSA Malang untuk ditindak lebih lanjut. Setelah ditindak lanjuti ternyata biaya yang harus dikeluarkan Dewi untuk pengobatan Dewi tidaklah sedikit. Pihak keluarga pun kebingungan mencari uang kesana kemari untuk biaya pengobatan Dewi. Alhamdullilah Keluarga Dewi dipertemukan oleh #sedekahrombongan Malang. Sedekah rombongan Malang lewat bantuan donasi dari #sedekahholic membantu biaya umum rumah sakit sebesar 10 juta dan 200 ribu untuk uang saku. Keluarga sangat senang dan terbantu atas bantuan dari #sedekahholic walaupun akhirnya Allah SWT berkehendak lain yaitu Dewi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah rombongan Malang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dewi. Semoga amal ibadah alm diterima disisi Allah SWT, di ampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Amiinn.

Jumlah Santunan   : Rp. 10.200.000
Tanggal Santunan : 8 maret 2016
Kurir                   : @faizfaeruz @afiatbuchori @kurniawanekk

Dewi menderita Kecelakaan Motor

Dewi menderita Kecelakaan Motor


ALFAN TAUFIQU (11, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dinyatakan telah selesai. Saat ini Dik Alfan sedang menjalani kemoterapi tahap ke dua siklus ketujuh di RSUP Dr Kariadi. Dan sudah dilakukan perawatan yang insetif oleh para Dokter di RSUP Dr Kariadi. Alhamdulilah berkat bantuan dan doa dari Sedekaholiq kondisi Dik  Alfan semakin membaik. Proses Kemoterapi akan dilanjutkan untuk menekan benjoln pada Limfa. Semoga Allah memudahkan pengobatan Dik Alfan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp.1.300.000
Tanggal : 29 FEBRUARI 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


M Fahri Ramadhan (9bulan,Infeksi Paru-paru) bertempat tinggal di Jalan Sumber Sari Rt 24 Rw 05 Jambesari, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Fahri merupakan anak dari Ibu Khoirotun Nasukha yang berusia 24 tahun dan bapak Azizul Hamidz yang berusia 25 tahun. Fahri adalah anak dari pasien dampingan SR malang yaitu Khoirotun Nasukha yang sampai sekarang menjadi dampingan Sedekah Rombongan Malang dengan sakit Kanker Usus. Fahri adalah balita yang aktif yang suka bermain dan mencoba apa saja yang dia liat. Pada saat itu fahri sedang bermain toples yang berisi kerupuk,. Pada saat sedang asyik bermain tiba-tiba toplesnya tumpah dan kerupuk di dalam toples tersebut jatuh ke lantai. Karena fahri masih balita dia tidak tau kalau makanan yang jatuh ke lantai itu terkena kotor,oleh Fahri kerupuk di lantai itu dia makan. Selang beberapa saat kemudian setelah fahri memakan kerupuk tersebut dia batuk-batuk tiada henti. Keluarga mengira awalnya Fahri terkena demam berdarah ternyata setelah diperiksa  ternyata Fahri terkena Infeksi paru-paru. Kondisi Fahri saat itu demam tinggi, batuk dan pilek. Oleh dokter Fahri disarankan untuk opname beberapa hari itu memulihkan keadaannya. Tetapi keluarga gelisah karena keluarga memiliki keterbatasan biaya dan ibunya sendiri juga sedang sakit, selain itu Fahri juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdullilah lewat bantuan dari #sedekahholic sedekah rombongan membantu pengobatan Fahri sebesar Rp 800.000. Keluarga sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh #sedekahholic . Semoga Fahri cepat diberikan kesembuhan dan bisa ceria seperti sedia kala dan para #sedekahholic diberi kelancaran rezeki dan kesehatan selalu. Aminnnn.

Jumlah santunan      : Rp. 800.000
Tanggal Santunan    : 14 maret 2016
Kurir                : @faizfaeruz @dhani_017 @kurniawaneko

Fahri menderita Infeksi Paru-paru

Fahri menderita Infeksi Paru-paru


Maryati binti Tanijah (31, KANKER PAYUDARA), Alamat: Jln. Kakaktua RT.04/RW.03 No.10, Gang 1 Randu Gunting Kecamatan Tegal Selatan. Sejak 2013 lalu Ibu Mariyati binti Tanijah mengalami benjolan di bagian payudaranya. Kemuadian beliau memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Ibu Mariyati binti Tanijah menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis dokter merujuk Ibu Mariyati binti Tanijah berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Pengobatan pertama dilakukan setelah Ibu Mariyati binti Tanijah melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan Kanker nya dioperasi dikarenakan saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar dokter menyarankan Ibu Mariyati binti Tanijah dioperasi akan tetapi Ibu Mariyati binti Tanijah tidak berani dan karena keterbatasan biaya juga akhirnya kanker dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Ibu Mariyati binti Tanijah sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suaminya Bp Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Ibu Mariyati binti Tanijah, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Ibu Mariyati binti Tanijah terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Ibu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RS Kariadi dan telah menjalani 5 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil. Dua minggu lagi beliau dijadwalkan kontrol kembali pasca menjalani kemoterapi ke 5. Selama menjalani pengobatan Ibu Maryati tinggal di RSSR Semarang ditemani oleh suaminya.
#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya sehari hari selama Ibu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.600.000 ,-
Tanggal :29 Februari 2016
Kurir : @Indrades @Ida @NonyFurri @Restirianii

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA

Ibu maryati menderita KANKER PAYUDARA


HIKMAWATI BINTI SAIMAN (3, Cerebral Palsy) Hikmah merupakan pasien dampingan #SRpurworejo sejak September 2015 lalu yang selanjutnya di transfer ke wilayah #SRsolo. Putri dari pasangan Bapak Saiman (35) dan Ibu Rayem (25) bertempat tinggal di RT 006/003, Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah. Sejak lahir Hikmah sudah mengalami kelainan kaki hingga berumur 1 tahun kemudian diperiksakan ke RSUD setempat. Operasi dan pemasangan gips pun telah dilakukan, namun tetap tidak ada perkembangan, karena keterbatasan biaya pihak keluarga kemudian memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Sejak menjadi pasien dampingan, Hikmah sudah berulang kali menjalani kontrol dan rawat inap di RS. Ortopedi Solo. Rabu, 27 Januari 2016 Hikmah menjalani gips terakhir dan  11 februari 2016 jam 12 dek hikmah menjalani operasi di RSO. Tgl 13 Februari 2016 dek hikmah selesai ranap. Tanggal 2 Maret 2016 dik Hikamah lepas gips dilanjutkan menggunakan sepatu AFO. 23 Maret 2016 dik Hikmah rawat  inap untuk persiapan operasi kaki kiri. Santunan ke lima sebesar Rp. 500.000,- kurir sampaikan guna akomodasi kebutuhan selama perawatan di RS. Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 800. Mari mendoakan kesembuhan untuk Hikmah sehingga dapat bermain bersama dengan teman sebayanya yang lain, amiiiiin.

Jumlah Santunan:Rp 500.000
Tanggal: 24 Maret 2016
Kurir: @mawan, @aisyahnka , @ciciiii @hendra

Hikma menderita Cerebral Palsy

Hikma menderita Cerebral Palsy


ISNAINI ZUHRIATUS SHOLICHAH (28 tahun, dhuafa) Bu Isna, biasa beliau di panggil, ber tempat tinggal di Bendosari RT 05/03 Kel. Pajang, Kec. Laweyan Surakarta Jawa Tengah. Satu bulan lalu, Bu Isna melahirkan putri ketiganya melalui proses operasi caesar di RSIA Amanah Ibu Surakarta dengan biaya pasien umum karena Ibu Isna tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Suaminya, Pak Bayu yang bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan di Kota Solo meninggalkan rumah sejak Bu Isna mengandung tiga bulan anak ketiganya. Bu Isna yang sehari – hari bekerja sebagai guru mengaji privat dengan penghasilan sekitar Rp100.000 – Rp200.000,- per bulan tidak mampu melunasi sisa biaya operasi caesar sebesar Rp6.846.000,- dan terpaksa harus meminjam uang kepada keluarganya. Bu Isna memiliki 3 orang putri, yaitu Dini (9tahun) pelajar kelas 4 SD Ar-Risalah yang juga memerlukan biaya sekolah, Tsaniya (3.5 tahun),  dan Adzkiya (1 bulan). Saat ini Bu Isna memerlukan biaya untuk melunasi sisa pembayaran operasi caesar anak ketiganya. Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan Bu Isnaini,  dan menyampaikan titipan dari pada sedekaholic sebesar Rp2.000.000,- untuk membantu meringankan sisa biaya operasi caesar kelahiran anak ketiganya. Ibu Isnaini mengucapkan banyak terima kasih atas santunan yang diberikan.

Jumlah santunan :Rp2.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @mawan , @aisyahnka , @gabeeela

Bantuan untuk meringankan sisa biaya operasi caesar kelahiran anak ketiga

Bantuan untuk meringankan sisa biaya operasi caesar kelahiran anak ketiga


SULASTRI BINTI NGALIMAN (50 tahun, gagal ginjal dan pendarahan retina) Ibu Lastri, biasa beliau dipanggil, bertempat tinggal di Jl. Flamboyan dalam RT 02/11 Kelurahan Purwosari Kec. Laweyan Surakarta Jawa Tengah. Sejak tiga tahun lalu Ibu Lastri menderita penyakit gagal ginjal yang mengharuskan beliau menjalani cuci darah setiap dua kali dalam seminggu di RS. Kasih Ibu Surakarta menggunakan fasilitas kesehatan jamkesmas. Penyakit ini membuat Ibu Lastri tidak bisa lagi berjualan gorengan untuk membantu perekonomian keluarga karena fisik yang melemah. Dua bulan yang lalu kadar glukosa tubuh Bu Lastri mengalami kenaikan yang menyebabkan pendarahan pada retina mata kiri beliau. Pendarahan retina ini mengakibatkan penglihatan pada mata kirinya kabur dan lama kelamaan tidak bisa digunakan untuk melihat. Setelah dilakukan pemeriksaan di RS Kasih Ibu, dokter merujuk Bu Lastri ke RS Dr. Sardjito Yogyakarta untuk pengobatan lebih lanjut. Dalam dua kali sebulan, beliau harus menjalani terapi avastin untuk mata kirinya dan terapi laser untuk mata kanan sebagai pencegahan penyebaran pendarahan. Namun karena kekurangan biaya, Ibu Lastri baru sekali menjalani terapi. Suami beliau, Bapak Sriyanto (57 tahun) sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi dengan pendapatan yang kurang lebih Rp600.000,- perbulan tidak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan istrinya yang harus dua kali dalam sebulan berobat ke Yogyakarta. Anak kedua beliau, Toto (25tahun) tidak lagi bekerja untuk mendampingi pengobatan ibunya, sedangkan anak ketiga beliau yaitu Puput (18 tahun) yang mengalami tuna rungu membutuhkan biaya untuk bersekolah. Ibu Lastri membutuhkan biaya akomodasi selama pengobatan di Yogyakarta. Pada tanggal 23 Maret 2016, kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Lastri, dan menyampaikan santunan pertama sebesar Rp500.000,- untuk biaya akomodasi pengobatan ke Yogyakarta. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas santunan yang diberikan dan memohon doa untuk kesembuhan Bu Lastri.

Jumlah santunan: Rp500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @mawan , @aisyahnka , @gabeeela , @ciciii

Ibu sulastri menderita gagal ginjal dan pendarahan retina

Ibu sulastri menderita gagal ginjal dan pendarahan retina


ELI NURJANAH ( 42, TUMOR DAGU ) Alamat : DK Tumpek Rt 04/06, Pakujati, Kec. Paguyangan, Brebes. Bu Eli begitu biasa ia dipanggil. Ketik pertama kali ada benjolan kecil di dagu nya, beliau hanya mengira bahwa itu hanyalah jerawat dan dibiarkan begitu saja. Namun, lama kelamaan karena terasa nyeri beliau memeriksakan benjolan di dagunya ke rumah sakit bedah Jatiwinangun di ketahui bu eli menderita tumor ganas stadium awal, bahasa medisnya Mentalis Pheriferal Sheet Nerve Tumor Maligna atau benjolan dagu membesar cepat. Dari RS Jatiwinangun Purwokerto dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Kalau beliau ingin mendaftar sebagai pasien umum akan segera di tangani tapi dengan biaya Operasi sebesar Rp. 20.000.000. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu dan saat ini pun bu eli masih belum punya rumah sehingga masih hidup bersama di keluarga mertua serta suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan, membuat mereka melupakan niat untuk operasi dengan dana sebesar itu. Namun, tim #Sedekah Rombongan akan mengusahakan agar bu eli bisa di operasi dengan BPJS kesehatan. Pada tanggal 7 desember bu eli telah di operasi pengambilan tumor di dagu dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Hasil operasi bu eli bagus hanya saja memang bagian wajah agak miring sehingga di butuhkan kemo terapi dan kemungkinan ke depan akan dilakukan operasi lagi untuk me rekontruksi bentuk wajah agar kembali normal dan tidak miring. Pada tanggal 27 februari bu eli mulai proses kemo terapi yang pertama dan seharusnya kemo terapi lagi pada tanggal 15 Maret hanya saja ternyata leukositnya tidak mencukupi sehingga harus minum penambah leukosit baru kemudian kontrol lagi apda tanggal 21 Maret. Jika Leukosit sudah mencukupi tanggal 21 Maret bu Eli dijadwalkan untuk kemo yang kedua. #Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk biaya akomodasi bu Eli.

Jumlah Bantuan     : Rp 1.100.000
Tanggal            : 4 Maret 2016
Kurir              : @indrades , @idaiddo , @sekarkusumadewi

Eli menderita TUMOR DAGU

Eli menderita TUMOR DAGU


MARDALINA BINTI LOSO NEGER (23, Tumor Pantat) Pasien dampingan #SRsolo sejak satu tahun lalu ini bertempat tinggal di Sugehwaras RT 02/06, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.  Berawal dari benjolan kecil di bagian pantat yang telah ada sejak Mbak Lina kecil yang terus membesar hingga beranjak dewasa mengakibatkan aktivitas Mbak Lina terganggu. Kemudian 2010 lalu, Mbak Lina pun memeriksakan ke RS. Pandaran Boyolali hingga diberikan rujukan ke RS. Moewardi untuk dilakukan operasi. Namun, semenjak operasi pertama, Mbak Lina tidak lagi melanjutkan pengobatan karena terkendala biaya. Kedua orangtuanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak seberapa, Mbak Lina pun ditinggal oleh sang ayah sejak mengetahui kondisi sakit Mbak Lina. Tinggal bersama Ibu dan neneknya, untuk menyambung hidup, Mbak Lina bekerja sebagai pengasuh anak dengan gaji Rp. 400.000,-/bulan. Sejak #KurirSR dipertemukan dengan Mbak Lina, ia pun melanjutkan kembali pengobatannya, 29 Mei 2015 Mbak Lina menjalani operasi kedua. Operasi ketiga Tgl 3 Februari 2016. 19 maret 2016  mbak Lina kontrol dan mondok di RSDM untuk  rencana operasi keempat. Santunan Kelima kembali disampaikan kepada Mbak Lina sejumlah Rp. 500.000,- untuk akomodasi selama rawat inap. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 715, 738, 793. Semoga Mbak Lina lekas sembuh, sehingga beraktivitas kembali. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Maret 2016
Kurir: @mawan,  @aisyahnka, @ciciiii, @hendra

Mardalina menderita Tumor Pantat

Mardalina menderita Tumor Pantat


GILANG ADI SAPUTRO (15, Yatim). Dek Gilang, begitu biasa ia disapa. Saat ini tinggal bersama neneknya di Desa Pelem Renteng, Kel. Kacangan, Kec. Andong, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Ia adalah Salah seorang santri di Pondok “Gerah Polo” yang berada tidak jauh dari rumah sang nenek. Dek Gilang yang seharusnya saat ini duduk di kelas 9, terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena terhalang biaya.  Sejak usia 2 tahun Dek Gilang sudah berpisah dengan ibu kandungnya (Alm. Suryanti) Lantaran meninggal. Bapaknya, Akin Asikin sudah lama berpisah jua. Entah sejak kapan, Sang Bapak memilih kerja di Jakarta sebagai Buruh Pabrik elektroni. Keadaan ini membuat Dek Gilang jarang ketemu sama bapaknya. Dek Gilang sendiri, akhirnya memilih untuk tinggal bersama sang nenek. Ketika kurir menemuinya pada 8-3-2016 lalu di pondoknya, dek gilang sudah mempunyai dua jus hafalan (30 dan 29). Ia juga sempat menceritakan kalau buku pelajaran sekolahnya telah dijual sang nenek untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dek Gilang berharap, ia tetap bisa melanjutkan sekolah. Alhamdulillah, ada salah seorang guru sekolah swasta di daerah Dek Gilang tinggal yang berinisiatif untuk mencarikan sekolah baru dan membantu surat pindahnya. Sejauh ini, tinggal mengurus surat pindah dari sekolah lama ke sekolah baru. Akan tetapi, ada beberapa perlengkapan sekolah Dek Gilang yang kurang. Karena itu, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa Perlengkapan sekolah dan alat tulis sejumlah Rp. 1.000.000,- hal ini tentu tak lepas dari sumbangsih #SedekahHolic sekalian. Semoga Allah membalas para #SedekahHolic dengan kebaikan yang jauh lebih baik. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Maret 2016
Kurir: @mawan, @aisyahnka @TorianuWisnu

Bantuan berupa Perlengkapan sekolah dan alat tulis

Bantuan berupa Perlengkapan sekolah dan alat tulis


PATMI BINTI SOIKROMO SIMIN (52, Kanker Payudara) Mbah Patmi merupakan pasien dampindan #SRsolo sejak 1,5 tahun yang lalu, beliau bertempat tinggal di Brak Bunder, RT 10, Katelan, Tangen, Sragen, Jawa Tengah. Tinggal di rumah sederhana dengan seorang menantu dan kedua cucunya, beliau membantu kebutuhan keluarga dengan berjualan di pasar. Namun, sejak mengalami kecelakaan yang menyebabkan payudara sebelah kirinya semakin lama semakin bengkak dan sakit, beliau tidak lagi bekerja. Dan karena ketiadaan biaya, beliau tidak melanjutkan pengobatannya. #KurirSR dipertemukan dengan beliau kemudian mulai mendampingi beliau untuk berobat diawali dengan membawa beliau le RSU Sragen untuk pemeriksaan awal. Selanjutnya diketahui bila beliau menderita kanker payudara dan harus dirujuk ke RS. Moewardi. Operasi dilanjut dengan 6 kali kemoterapi telah beliau jalankan selama 1,5 tahun. Kini beliau hanya membutuhkan kontrol 2 bulan sekali untuk menjaga kondisi beliau agar tetap fit. Santunan ke 5 sejumlah Rp. 500.000,- kembali disampaikan kepada beliau untuk keperluan akomodasi, setelah santunan sebelumnya berada di rombongan 798. Beliau merasa bersyukur dan berterimakasih atasq kedermawanan hati #SahabatSR semua. Semoga amal baik kita diterima oleh Allah SWT., dan beliau dapat segera sembuh. Aaamiiin.

Jumlah Santunan: Rp 500.000
Tanggal: 25 maret 2016
Kurir: @mawan, @aisyahnka, @cici

Ibu patmi menderita Kanker Payudara

Ibu patmi menderita Kanker Payudara


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang) Untung, pasien dampingan #SRbrebes sejak awal Maret yang kini dirujuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Untung merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Tinggal dengan ayahnya Dartam (53) dan dua orang adiknya di Dukuh Kalenpandan RT 4/14, Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Rumah yang sangat sederhana itu bukanlah milik mereka, melainkan rumah sewaan dari tetangga sekitar yang prihatin dengan kondisi Untung. Mereka harus berbagi rumah dengan ayam-ayam yang ada disana. Beberapa tahun lalu, adik bungsunya meninggal karena sakit dan tak ada biaya untuk berobat. Sementara sakit yang dideritanya bermula setelah ia mengalami kecelakaan pada 2012 setelah lulus SMK. Sejak itu, kaki sebelah kirinya sering terasa nyeri, namun ia diamkan karena ia harus bekerja membantu ayahnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun semakin lama kondisinya justru semakin menurun, ia pun kemudian memeriksakan diri ke RS Brebes kemudian dirujuk ke RSCM. Sampai sana, untung didiagnosa menderita kanker tulang dan harus dilakukan amputasi karena tulang engselnya sudah mengeropos. Karena tak memiliki biaya ia memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan pengobatan. Hingga awal Maret lalu Kurir memperoleh info mengenai Untung kemudian langsung menuju lokasi serta mengurus rujukan agar Untung dapat melanjutkan pengobatan. 15 Maret lalu Untung sampai Solo dan langsung memeriksakan diri ke RS. Ortopedi. Kontrol lanjutan masih harus dilakukan oleh Untung Kamis, 24 Maret 2016. Kurir menyampaikan santunan ke-2 untuk kebutuhan harian selama berada di Solo sejumlah Rp. 500.000,-. Keluarga merasa bersyukur atas santunan yang disampaikan semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2016
Kurir : @Mawan, @aisyahnka, @roscandra

Untung menderita  Kanker Tulang

Untung menderita Kanker Tulang


SRI REJEKI (40, Kanker Servik) Ibu Sri, tinggal bersama dengan suami, anak dan kedua orang tuanya di Kalitan RT 1/1, Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, beliau didiagnosa menderita kanker servik. Sakit yang dideritanya telah dialami sejak 2013 silam. Pasca melahirkan, beliau sering merasakan keram disekitar perut. Hingga beliau pun memeriksakan diri ke klinik Sarana Medika, dan didiagnosa mengalami Kanker Servik hingga beliau dirujuk ke RS. Moewardi. Karena sudah menyebar ke usus besar, operasi pun dilakukan untuk membuat saluran BAB melalui perut sebelah kiri. Setelahnya, kondisi beliau semakin menurun, beliau sudah tidak bisa berjalan atau duduk dan hanya bisa terbaring. Sinar 36 kali sudah beliau lakukan, pada awal 2014. Namun karena ketiadaan biaya tidak beliau lanjutkan. Suami beliau, Andri (30) tidak lagi bekerja sejak beliau sakit, karena harus mengurus beliau. Sementara sang anak diurus oleh kedua orangtua beliau. Sehingga mereka mengandalkan pemberian saudara dan tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat ini beliau masih harus melakukan kemo sebanyak 12 kali. Namun, terhenti di kemo ke-5 karena kehabisan biaya untuk transportasi dari rumah ke rumah sakit. Untuk berobat,  beliau sudah menggunakan bpjs. Santunan sejumlah Rp. 500.000,- disampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi berobat. Beliau dan keluarga merasa senang dan bersyukur. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @Mawan , @aisyahnka , @roschandra

Ibu sri menderita Kanker Servik

Ibu sri menderita Kanker Servik


ETI binti SUKARYA (40, CA Mammae), Kampung Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kecamatan. Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakut kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya ini, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pu banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas ini. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepa Kepala Desa setempat. Pak Asep Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya selama menjalani kemoterapi, Bu Eti juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Saat jadwal kemoterapi bulan Februari 2015 ternyata HB Bu Eti kurang, sehingga dirujuk balik ke RSUD Kab Tasikmalaya untukmenjalani transfusi. Setelah HB-nya cukup Bu Eti akan kembali menjalani kemoterapi lanjutan di RSHS.  Tanggal 2 Maret 2015 Bu Eti kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung. Bulan April 2015 Bu Eti menjalani kemoterapi dan kontrol ke RSHS Bandung. Bu Eti untuk Bulan Mei 2015 kembali menjalani kemo dan kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Bu Eti menalani jadwal kemoterapi 2 kali di RSHS Bandung, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan dan suntik vitamin, transportasi serta biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani kemoterapi di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 821.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr

Ibu eti menderita CA Mammae

Ibu eti menderita CA Mammae


YAYU MEIDINI (10, Lupus), Kp. Pagerageung RT 2/6 Desa Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Anak kedua dari Bapak Nana (48) yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang sopir angkot ini didiagnosa menderita penyakit lupus sejak 9 bulan yang lalu. Setelah sempat dirawat beberapa kali di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan di RS Prasetya Bunda Tasikmalaya, anak kesayangan Ibu Maryati (42) ini akhirnya dirawat ke RSHS Bandung. Dengan bermodalkan Kartu BPJS, keluarga yag memiliki tanggungan 2 orang ini memberanikan diri membawa Dik Yayu ke RSHS, meskipun mereka samasekali belum pernah memiliki pengalaman pergi ke RSHS Bandung. Dengan bertanya ke sana ke mari akhirnya mereka bisa juga mendampingi anak tercintanya ini melakukan rangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS. Sampai saat ini Dik yayu yang masih bersekolah di kelas 4 SD ini sudah menjalani tiga kali kemoterapi di RSHS dari 6 kali yang direncanakan. Saat ini Dik Yayu dan orang tuanya tinggal di RSSR Bandung sambil menunggu jadwal kemoterafi keempatnya. Sebelum ini mereka harus menyewa tempat kost di sekitar RSHS saat menunggu jadwal kemo. Untunglah akhirnya mereka bertemu dengan Kurir #SR yang kemudian membawanya ke RSSR Bandung. Tanggal 21 Desember 2014 Dik Yayu kembali harus berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterafi kelimanya. Untuk itu ia tinggal sementara di RSSR Badung, karena jadwal kemoterapinya adalah hari Senin tanggal 22 Desember 2014 keesokan harinya. Alhamdulillah Dik Yayu dapat menjalani kemoterafi kelimanya dengan lancar dan kondisinya pun semakin membaik. Bulan April 2015 Yayu kembali harus menjalani jadwal kemoterapi lanjutan di RSHS Bandung. Yayu melanjutkan jadwal kemoterapinya di RSHS Bandung untuk bulan Mei 2015. Bulan Juni 2015 Yayu kembali menjalani jadwal kemoterapi di RSHS Bandung,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan ke-5, untuk transportasi dan biaya sehari-hari selama Dik Yayu menjalani kemoterapi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik Faisal

Yayu menderita Lupus

Yayu menderita Lupus


DARSIH binti SAPE’I (60, CA Endometrium) Kp. Rancapaku RT 2/3 Desa Rancapaku Kccamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mak Darsih, begitu ia biasa dipanggil, tinggal menumpang di rumah anaknya, Bu Imas (53) yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pak Mamat, menantunya hanya sesekali datang ke rumah itu karena sudah memiliki istri muda. Sementara anaknya ia dan Bu Imas tinggal bersama 3 orang cucu Mak Darsih, 2 orang masih usia sekolah, sedangkan yang sudah dewasa, Yanti, mengalami gangguan jiwa. Kondisi keluarga pra sejahtera ini sangat mengkhawatirkan, tidak terlihat banyak perabotan rumah tangga di rumahnya. Rumah itu pun merupakan hasil jerih payah Bu Imas yang dulu pernah bekerja di Arab Saudi. Karena tidak ada dari anggota keluarganya yang bisa mencari nafkah, sementara Pak Mamat pun hanya sesekali saja memberikan nafkah bagi keluarganya, itu pun hanya cukup dipergunakan untuk keperluan sekolah cucu Mak Darsih, sehingga memaksa Bu Imas kadang-kadang harus mencari nafkah dengan menjadi pengemis di lampu merah di Kota Tasikmalaya. Keadaan ekonomi yang sulit, harus ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Mak Darsih yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di bagian perutnya, sehingga kerap kai harus bolak-balik ke Puskesmas atau memanggil mantri Kesehatan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Pihak Pskesmas sudah menyarankan untuk memeriksakan kondisi Mak Darsih ke Rumah Sakit, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, mereka belum dapat melakukannya. AKhirnya dengan dibantu oleh kepala desa setempat, Mak Darsih berhasil mendapatkan jaminas kesehatan daerah dari PemKab Tasikmalaya. Setelah dibawa ke RSUD SMC, Mak Darsih langsung dirujuk ke RSHS karena diperkirakan menderita penyakit kanker yang stadiumnya sudah cukup parah. Atas informasi dari Kepala Desa setempat, #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan Mak Darsih dan keluarganya, dan mulai bulan April 2015, beliau menjadi pasien dampingan SR, meskipun dala untuk memastikan tindakanm proses pengobatannya Mak Darsih sering tidak ada dari pihak keluarga yang mendampinginya, sehingga harus didampingi Kurir SR. Mak Darsih menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan medis selama di RSHS untuk dapat menentukan tindakan medis selanjutnya, selama sebulan beliau berada di RSSR Bandung. Bulan Juni 2015 Mak Darsih mulai kembali observasi di RSHS Bandung, setelah akhir Mei yang lalu kembali ke Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan  transportasi, dan akomodasi bekal sehari-hari selama Mak Darsih menjalani observasi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822.  Semoga ikhtiar pengobatan Mak Darsih dimudahlancarkan Allah SWT, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR Reza Alba

Ibu darsih menderita CA Endometrium

Ibu darsih menderita CA Endometrium


EMPONG binti HARUN (45, Tumor di kaki) Kp. Lewihieum RT 2/4 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Empong, janda yang tinggal bersama kedua orang anaknya ini sudah sekitar 2 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Bu Empong juga luput dari pendataan keluarga miskin, karena itu ia tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, meskipun keadaan keluarganya sanagat layak untuk dibantu. #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi tentang keadaan Bu Empng dari Ketua RT setempat segera mengunjungi rumahnya. Atas persetujuan Bu Empong dan keluarganya, Kami merencanakan untuk memeriksakan Bu Empong ke RSUD dr. Soekardjo setelah mengurus fasilitas Jaminan kesehatan yang akan diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, ajuan fasilitas Jamkeskinda untuk Bu Empong disetujui Dinas Kesehatan, dan dua hari kemudian Kami mengantar Bu Empong untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUD dr. Soekardjo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Rencananya Kami akan membawa Bu Empong ke RSHS hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014. Hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014 Kami mengantar Bu Empong untuk melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Hari Jumat tanggal 28 Nopember ia pulang dulu ke Tasikmalaya dijemput dengan MTSR, untuk selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan 2 minggu yang akan datang. Tanggal 3 Desember Bu Empong kembali menjalani pemeriksaan di RSH Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Hasil biopsi dijadwalkan akan bisa diambil pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014. Tanggal 17 Desember 2014 Bu Empong kembali berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol. Ia juga akan berkonsultasi dengan tim dokter RSHS mengenai rencana tindakan medis yang akan dijalaninya. Awal Februari Bu Empong memenuhi jadwal kontrol untuk pemeriksaan penyakitnya serta konsultasi hasil biopsi untuk penentuan tindakan medis selanjutnya. Tanggal 23 Februari Bu Empong dijadwalkan untuk menjalani operasi dan alhamdulillah sudah mendapatkan ruangan. Bulan April 2015 Bu Empong menjalani kontrol 2 kali seminggu ke RSHS Bandung. Pasca menjalani operasi, Bu Empong mulai menjalani kontrol rutin pada Mei 2015 untuk mengobservasi perkembangan hasil operasinya selanjutnya juga akan ditentukan apakah tindakan medis selanjutnya. Penyakit kanker di kaki Bu Empong masih harus dipantau perkembangannya. Tim dokter masih mempertimbangkan apakah akan dilakukan kemoterapi atau radioterapi, sehingga observasi 2 minggu sekali masih terus dilakukan dalam bulan Juni 2015.#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari di RSSR dan selama Bu Empong menjalani kontrol pasca operasi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR Reza Alba

Ibu empong menderita Tumor di kaki

Ibu empong menderita Tumor di kaki


IMAS KARTINI (28 thn, Anemia Hemolitik), Kp. Cigadog RT 4/1 Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Imas, stri dari Pak Diki Permadi (38) seorang tukang jualan cilok (sejenis makanan kecil terbuat dari tepung kanji) ini sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan. Pak Diki yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil ini, segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, tanggal  12 Oktober Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah sampai tgl 18 Oktober 2014. Karena kehabisan bekal, Pak Diki membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Salah seorang kepala perawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya menyarankan Pak Diki untuk menemui Kurir #SedekahRombongan agar mendapat bantuan untuk melanjutkan pengobatan Bu Imas ke RSHS Bandung. Ketika Kami menemi Bu Imas, di rumahnya, kondisinya sudah sangat lemas sehingga atas ijin keluarganya segera mengevakuasinya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 24 Oktober Bu Imas masuk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya, kemudian diberi terapi pengobatan dan alhamdulillah HB-nya naik menjadi 5,9. Selanjutnya Bu Imas dirawat selama 7 hari dan menjalani pengobatan dengan suntikan, infus dan obat-obatan. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, HB-nya naik sampai 7.  Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Pada tanggal 30 Oktober 2014 pukul 21.30 dengan didampingi oleh dua orang perawat dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kami mengantarnya ke RSHS Bandung dengan MTSR untuk selanjutnya ia akan menjalani perawatan di RS tersebut. Pasca menjalani perawatan selama satu minggu di RSHS Bandung, dimana ia menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan sample dari sumsum tulang belakang, dan transfusi WRC golongan darah O+ sebanyak 3 labu, tanggal 5 Nopember 2014 Bu Imas diperbolehkan pulang dengan HB terakhir 9,8. Rabu 12 Nopember Bu Imas dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Hari Selasa 25 Nopember 2014 Bu Imas kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani jadwal kontrol. Alhamdulillah kondisinya membaik dan HB-nya terakhir tercatat 12,2. Meskipun demikian ia tetap harus menjalani kontrol 2 minggu mendatang untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin dwi mingguan di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Bu Imas ke RSSR Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap perkembangan kesehatan Bu Imas dinilai tim dokter sangat bagus, HB terakhir adalah 13,2 sehingga kontrol selanjutnya dijadwalkan tidak dwi mingguan lagi tetapi setiap bulan. Tanggal 5 Januari 2015 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS. Kali ini kondisinya kurang bagus, sehingga ia harus tinggal beberapa hari di Rumah Singgah SR untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan harus kembali ke RSHS tanggal 19 Januari.  Untuk mendukung pengobatan medis dan menjaga kondisinya selain mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, Bu Imas juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Imas bulan Februari menjalani 2 kali kontrol rutin ke RSHS Bandung, jika HB-nya turun ia akan menjalani transfusi darah tipe WRC (Washed Red Cell) di RSHS, karena di UTD PMI Tasikmalaya belum bisa. Bulan April 2015 Bu Imas seminggu 2 kali harus menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Alhamdulillah bulan Mei 2015 Bu Imas kondisinya cukup menggembirakan sehingga ia bisa menjalani kontrol rutin ke RSHS dengan lancar, namun ia disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga HB-nya agar tetap stabil. Kondisi Bu Imas masih belum stabil di bulan Juni 2015, HB-nya kadang bagus tapi lebih sering ngedrop sehingga ia harus kembali ke RSHS Bandung setiap 2 minggu sekali untuk menjalani transfusi darah. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan, asupan gizi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani perawatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik


FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH (2, Hidrosefalus, TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 01/08, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2015 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta. Santunan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Mei 2015. Fairus selama bulan Juni 2015 kembali menjalani pengobatan TB Paru dan terapi rutin setiap 2 minggu sekali di RSUD dr. Soekardjo dan klikin Syifa MEdina Tasikmalaya, santunan kembali disampaikan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Fairus menderita  Hidrosefalus, TB Paru

Fairus menderita Hidrosefalus, TB Paru


MUHAMMAD AKBAR JOHAR MUSTOFA (15, Susp. Chronic Myelocytic Leukimia). Alamat Jl Pertanian RT 7/15, Kel. Cilembang, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Akbar begitu biasa ia dipanggil, diperkirakan menderita kanker darah. Dua tahun terakhir ini ia harus bolak balik ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan penyakitnya ini, sehingga orang tua Akbar kewalahan dengan biaya pengobatan Akbar, terutama biaya transportasi dan akomodasi sehari-harinya, karena untuk biaya pengobatan Akbar sudah memiliki kartu BPJS, meskipun beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium ada juga yang di luar jaminan BPJS. Tim Dokter RSHS mendiagnosa Akbar menderita kanker darah, namun untuk jenis spesifiknya belum dapat ditentukan. Akbar masih harus menjalani beberapa tes untuk dapat menentukan jenis kanker darah yang dideritanya, sehingga ia harus terus menerus bolak-balik Bandung-Tasikmalaya. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga Akbar dan segera menyampaikan santunan dari para #SahabatSR untuk membantu kesulitannya, yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama Bulan Juni 2015 Akbar menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Akbar sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan dan para #SahabatSR yang telah memberikan bantuan, sehingga dapat meringankan beban keluarga mereka. Semoga Akbar dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatannya dengan lancar, amiiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Akbar menderita Susp. Chronic Myelocytic Leukimia

Akbar menderita Susp. Chronic Myelocytic Leukimia


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (21, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Mei 2015 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung, dan #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan akomodasi Aisyah ke RSHS, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 8 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik.

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


NUNUNG binti MUNIR (37, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 4/4, Kel.Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Nunung berasal dari keluarga yang sederhana. Ia merasakan ada benjolan di payudaranya sejak sekitar 8 bulan yang lalu, namun karena kekurangtahuan dan kekhawatiran harus mengeluarkan baya yang besar, ia pun belum memeriksakannya ke dokter. Benjolan yang asalnya kecil lama kelamaan bertambah besar dan sering terasa sakit. Barulah setelah ia merasa tidak kuat lagi karena sering kesakitan, ia menceriterakan keadaannya kepada seorang bidan yang tinggal tidak begitu jauh dari rumahnya. Kemudian ia disrankan untuk memeriksakannya ke dokter Puskesmas, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, kembali Bu Nunung mengurungkan niatnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Bu Nunung dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitannya. Dengan berbekal surat Keterangan Tidak Mampu dari RT,RW dan Kelurahan, Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda melaui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dan alhamdulillah 2 hari kemudian selesai. Bu Nunung pun mulai pemeriksaan penyakitnya secara berjenjang mulai dari Puskesmas, yang kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dokter RSUD melakukan observasi selama kurang lebih seminggu, dokter menyarankan Bu Nunung untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Awalnya Bu Nunung merasa shock medengar saran dokter ini, namun setelah mendapatkan penjelasan dari dokter akhirnya ia bersedia untuk menjalani operasi pada tanggal 14 April 2015. Bulan Mei 2015 Bu Nunung memulai pengobatan lanjutannya di RSHS Bandung pasca menjalani operasi di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Bulan Juni 2015 Bu Nunung menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung untuk menentukan terapi lanjutan penyakit kanker payudara yang dideritanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan akomodasi selama Bu Nunung menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 812. Semog2a Bu Nunung cepat pulih dan bisa beraktifitas lagi seperti semula, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Ibu nunung menderita Kanker Payudara

Ibu nunung menderita Kanker Payudara


RENA SETIAWATI (5 tahun), Kp. Dadaha Gunung Jati RT. 4/3 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Dik Rena tinggal di rumah bilik milik neneknya, karena ayahnya meninggalkannya sejak 3 tahun yang lalu, meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi ibu dan dirinya sampai saat ini, bahkan sudah menikah lagi. Meskipun harus bergelut dengan kerasnya kehidupan, ibunya, Tia Maesaroh (22) berusaha sekuat tenaga berikhtiar untuk merawat Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani). Dik Rena pernah menjalani sekali operasi sewaktu ia berusia satu tahun, dan seharusnya menjalani perawatan dan kontrol rutin ke RSHS Bandung tempat ia menjalani operasi pertama. Namun, jangankan untuk biaya transportasi bolak-balik ke Bandung, untuk makan sehari-hari saja keluarga miskin ini sudah sangat kesulitan, meskipun untuk biaya pengobatan dan rumah sakit mereka memiliki fasilitas Jamkesmas. #SedekahRombongan sangat prihatin dengan kondisi Dik Rena dan keluarganya, apalagi setelah melihat keadaan rumah tempat tinggalnya yang sempit dan kurang layak huni. Sekarang Dik Rena sudah berada di Rumah Singgah SR di Bandung untuk mulai rangkaian pemeriksaan pra operasi. Setelah bulan Februari 2014 Dik Rena selesai menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung, tanggal 10 April ini ia kembali harus melakukan kontrol ke RSHS untuk mengetahui perkembangannya sebelum mendapatkan jadwal operasi. Tanggal 5 Mei 2014 Dik Rena kembali harus menjalani jadwal kontrol ke RSHS Bandung. Setelah memperpanjang surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya, tanggal 3 Juni 2014 Dik Rena kembali harus menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Dik Rena menjalani operasi kedua hari Kamis tanggal 26 Juni 2014 di RSHS Bandung. Alhamdulillah, operasi yang dimulai dari pukul 12.00 sampai pukul 17.30 itu berjalan lancar. Pasca operasi ia masih harus dirawat beberapa hari, dan juga harus membeli peralatan untuk busi, suprasob dan gel-nya. Tanggal 20 Juli Dik Rena kembali menjalani kontrol dan perawatan di RSHS Bandung. Tanggal 26 Juli 2014 Dik Rena mengalami pendarahan di bagian bekas operasinya, sehingga harus dilarkan ke IGD RSHS Bandung. Tanggal 15 Agustus Dik Rena akan diobservasi kembali di RSHS Bandung untuk persiapan menjalani operasi ulang karena ia sempat mengalami pendarahan, dan menurut dokter bekas operasinya robek sehingga antara anus dan vagina jaraknya terlalu dekat. Dik Rena tinggal di RSSR Bandung selama ia menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSHS. Tanggal 16 Oktober 2014 Bu Tia Setiawati, Ibu Dik Rena mendapatkan telepon dari pihak RSHS agar bisa datang untuk menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung pada hari Senin tanggal 20 Oktober 2014. Tanggal 3 Desember 2014 Dik Rena kembali menjalani jadwal kontrol rutin ke RSHS Bandung, untuk mengobservasi perkembangan penyakitnya, serta untuk persiapan operasi ketiganya. Tanggal 21 Februari Dik Rena kembali kontrol ke RSHS Bandung untuk persiapan operasi ketiganya. Tanggal 10 Maret 2015 Dik Rena harus dirawat di RSHS karena bekas operasinya mengalami pendarahan. Bulan April 2015 Rena menjalani kontrol 2 kali ke RSHS Bandung. Bulan Mei, Rena kembali dipanggil oleh pihak RSHS untuk menjalani observasi persiapan operasi ketiganya. Pada bulan Juni 2015 Rena harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS untuk mengetahui perkembangan operasi terdahulunya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Dik Rena yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi bekal sehari-harinya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822. Alhamdulillah, dengan bantuan para sedekaholics, pengobatan Dik Rena yang sempat tertunda selama 3 tahun sekarang bisa dilanjutkan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2015.
Kurir : @luchakiem Tya Setiawati

Rena menderita atresia ani

Rena menderita atresia ani


EMAN bin JAHIDI (61, Stroke)Kp Cicurug RT.13/3,Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika masih sehat Pa Eman bekerja sebagai seorang buruh tani yang ulet. Isteri tercinta, Ibu Mamah (55) bekerja membantu suami untuk menghidupi kedua buah hatinya yang kini telah beranjak dewasa dan masih tinggal satu rumah dengan Pa Eman. Penyakit yang dirasakan Pa Eman bermula sejak 5 bulan yang lalu, tekanan darah Pa Eman tidak stabil, detak jantungnya tidak teratur. Pa Eman sempat beberapa kali jatuh pingsan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Pa Eman sering merasa sesak nafas dan nyeri di dada sebelah kiri yang sangat hebat. Pada Awal Juni 2015 kemarin Pa Eman sempat mendapat perawatan selama 15 hari di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Tasikmalaya. Kini Pa Eman tengah menjalani rawat jalan, kaki dan tangan kirinya tidak bisa digerakan. Keterbatasan mobilisasi membuat Pa Eman harus dibantu dan didampingi terus untuk menjalankan semua aktivitasnya. Hal ini membuat isteri Pa Eman merasa bingung karena tidak dapat bekerja untuk mencari nafkah. Keterbatasan ekonomi ditambah biaya pengobatan Pa Eman membuat keluarga merasa putus asa dan berharap ada uluran tangan dari pihak yang peduli dengan kondisi mereka saat ini. #SedekahRombongan melalui kurir Miftahudin bersilaturahim dengan keluarga Pa Eman dan menyampaikan santunan awal untuk pembuatan BPJS dan untuk akomodasi berobat ke RSUD.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015.
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr

Pak eman menderita Stroke

Pak eman menderita Stroke


KHOERUNNISA ASWANDA (1 thn, Hirschprung Desease).  Jl. Cipedes 1 RT 3/1 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Buah hati dari Ibu Yuli, seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai staf di sebuah TPA ini, dari semenjak bayi sering sakit-sakitan. Sang bayi kerap menangis dan susah BAB, sehingga perutnya membesar. Bu Yuli membawa Khoerunnisa ke Bidan, lalu bidan langsung merujuknya ke RSUD karena diperkirakan bayinya menderita kelainan saluran pencernaan.  Akhirnya Khoerunnisa menjalani operasi pemindahan lobang pembuangan sementara (colostomy) di RSUD dr. Soekardjo, karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia menderita Hirschprung Desease.  Awalnya Bu Yuli masih mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari mantan suaminya, namun setelah berpisah ia dan bayinya tidak dapat lagi menerima manfaat BPJS karena sudah dicabut keanggotaannya/tidak dilanjutkan. Untuk pengobatan selanjutnya, Khoerunnisa dirujuk ke RSHS Bandung, karena operasi pertama bertujuan hanya sebagai tindakan medis sementara agar Khoerunnisa tidak kesulitan BAB. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban Bu Yuli, yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi serta akomodasi sehari-hari selama Khoerunnisa menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Bulan Juni 2015 Khoerunnisa kembali menjalani 2 kali jadwal kontrol dan observasi di RSHS Bandung, #SedekahRombongan mendampingi dan kembali menyampaikan santunan untuk mendukung kelancaran pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 822. Semoga Khoerunnisa dapat menjalani pengobatan lanjutannya dengan lancar dan segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsrn

Nisa menderita Hirschprung Desease

Nisa menderita Hirschprung Desease


SITI binti SAHRO (43, Pendarahan di rahim). Alamat: Kp Leuwihieum RT 4/4, Kel. Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Bu Siti, Bapak Tiar Lesmana (44) memiliki tanggungan 5 orang anak dan istrinya. Sepuluh bulan yang lalu Bu Siti mengikuti Program Keluarga Berencana dengan menggunakan IUD. Namun sejak satu minggu yang lalu bu Siti mengalami pendarahan, yang keluar dari rahimnya. Awalnya ia sering sakit di bagian rahim, yang kemudian mengeluarkan gumpalan darah. Lalu ia berobat ke Puskesmas, dan setelah diperiksa Bu Siti harus dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya, karena peralatan Puskesmas tidak memadai. Namun Bu Siti tidak melanjutkan pengobatannya, karena ketiadaan biaya. Tiga hari kemudian ia mengalami pendarahan hebat, sehingga atas bantuan saudara dan tetangganya, ahirnya bu Siti dibawa ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya dengan berbekal Jaminan Jamkeskinda Kota Tasikmalaya. Bu Siti pun dirawat sudah empat hari, dan mereka sudah kehabisan bekal. Pak Tiar Lesmana, suami bu Siti, sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh galian pasir, terkadang juga menjadi kuli panggul di pasar, penghasilannya tidak tetap dan tak seberapa, hanya bisa menutupi kebutuhan pokok sehari-hari. Pak Tiar Lesmana sangat terpukul dan terbebani dengan kondisi yang menimpa keluarganya. Ia harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan istrinya yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Ia pun sering meminjam ke tetangga untuk biaya sekolah anaknya yang sedang duduk di bangku SD dan SLTP. Pak Tiar Lesmana dan keluarganya berharap, semoga ada yang memberi bantuan dan meringankan beban yang menimpa keluarganya, supaya bisa melanjukan pengobatan istrinya yang sedang dirawat. Tanggal 25 Juni 2015 Bu Siti masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo dan bekalnya sudah habis, sehingga  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke-2 untuk akomodasi sehari-hari selama Bu Siti dirawat di RSUD dr. Soekardjo.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu siti menderita Pendarahan di rahim

Ibu siti menderita Pendarahan di rahim


E KURAESIN binti IKIN (44, Tumor Padat pada Rahim). Alamat: Kp. Gunung Balaba RT 1/12, Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak dua tahun yang lalu, E Kuraesin mengidap kanker rahim. Meskipun sudah berkali-kali berobat jalan di puskesmas satu minggu sekali selama dua bulan,  sayangnya, belum ada kemajuan yang begitu berarti sehingga seiring berjalannya waktu perutnya tambah membuncit seperti yang sedang hamil tua. Kemudian ia berobat ke RSUD Tasikmalaya atas rujukan puskesmas. E Kuraesin divonis kanker setelah melakukan beberapa prosedur pemeriksaan oleh tim medis kemudian dan menjalani rawat inap beberapa minggu namun harus pulang dengan surat izin pulang paksa karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan. E Kuraesin tinggal bersama suaminya, Jaenudin (47) yang bekerja sebagai tukang becak dan ketiga anaknya. Sebenarnya ia membutuhkan biaya untuk melanjutkan pengobatan penyakitnya tapi penghasilan suaminya tidak memadai meskipun mereka mempunyai Jamkesda tetapi pengunaannya belum bisa dimaksimalkan karena tidak memiliki biaya untuk akomodasinya. Bulan Juni 2015 Bu E Kuraesin kembali menjalani perawatan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Tanggal 28 Juni 2015 Bu E. Kuraesin akan menjalani kontrol pasca ia dirawat di RSUD. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan ke-3 agar Bu E Kuraesin dapat melanjutkan pengobatannya dan segera pulih dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan:Rp. 500.000
Tanggal: 28 Juni 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Ibu kuraesin menderita Tumor Padat pada Rahim

Ibu kuraesin menderita Tumor Padat pada Rahim


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional+Maintenance). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung. Selain itu MTSR Tasikmalaya juga sedikit bermasalah pada bagian stir-nya. Mengingat frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya yang tinggi karena harus bisa menghandle pasien-pasien baik di area Priangan Timur, dan agar kondisi mobil tetap prima, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya service MTSR Tasikmalaya. Bulan Januari 2015 MTSR Tasikmalaya kembali melakukan service kaki-kaki dan penggantian satu set ban yang sudah mulai menipis agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan pengemudi. Bulan Februari 2015 MTSR Tasikmalaya melakukan penggantian satu set kopling,  per belakang, dan pembelian Accu. Frekuensi penggunaan MTSR semakin tinggi, seiring dengan semakin dikenalnya kiprah #SedekahRombongan di wilayah Priangan Raya, sehingga untuk mendukung kelancaran operasional MTSR Bulan Juni 2015, kembali titipan #SahabatSR dipergunakan untuk biaya operasional, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Juni 2015.

Jumlah Bantuan: Rp 3.100.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba, Qiner

Bantuan biaya  Operasional+Maintenance

Bantuan biaya Operasional+Maintenance


Inventarisasi Handphone Perawat SR Jogja. Semakin bertambahnya pasien dampingan #SedekahRombongan di wilayah Jogja, #SRJogja juga berusaha meningkatkan fasilitas untuk mempermudah komunikasi antara pasien dengan perawat. Tanggal 10 Maret 2016 telah dibeli handphone Asus Zenfone go New Ram 1 Gb Internal 8GB seharga Rp. 1.125.000 yang digunakan khusus untuk Hotline Perawat. Handphone ini menjadi alat komunikasi andalan antara perawat dan pasien, misalnya berkaitan dengan jam periksa di rumah sakit, pasien urgen, kebutuhan obat pasien, dll. Handphone ini juga dilengkapi dengan Memori Card 8 GB seharga Rp. 50.000, kartu perdana internet 3 Aon 3GB seharga Rp. 52.000. perdana Simpati seharga Rp. 15.000, dan pulsa 25.000 seharga Rp 26.500.  Semoga adanya alat komunikasi ini bisa meningkatkan kinerja perawat RSSR Jogja.

Jumlah bantuan : Rp. 1.268.500
Tanggal: 10 Maret 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana

Bantuan handphone untuk Hotline Perawat.

Bantuan handphone untuk Hotline Perawat.


WASTINAH (47th, Ca Mammae) Alamat Walikan Rt.03/Rw.05 Pulutan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul. Ia tinggal bersama suami Ngadino alias Mursidi Utomo  keduanya serta anak terakhirnya yang duduk di bangku SD Kelas 5. Suaminya yang pertama meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan memiliki 2 anak yang sekarang sudah berkeluarga masing-masing. Bu Wastinah dan suami sehari-harinya menjadi petani di lahan orang lain untuk menghidupi ia dan anaknya. Awalnya bu Wastinah ini 5 tahun yang lalu timbul benjolan yang lama kelamaan pecah dan menjadi kering. Ia sempat berobat ke warga sekitar yang bernama Pak Budi dan menghabiskan biaya sekitar 355rb. Rencananya Bu Wastinah ini akan di terapi atau di operasi di rumah sakit namun ia menolak dengan alasan takut. Karena minimnya tindakan medis yang didapat oleh bu Wastinah, penyakitnya pun menjalar seperti kesemutan di tangan dan kaki. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat serta akomodasi bu Wastinah di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 651.000
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine
Tanggal : 31 Agustus 2015

Ibu wastinah menderita Ca Mammae

Ibu wastinah menderita Ca Mammae


WARTI (37th, Ca Mammae). Alamat Bogor 1 rt 23 rw 25, Playen, Gunungkidul , Ibu Warti yang setiap harinya sebagai ibu rumah tangga. Ibu Warti mulai merasakan sakit sekitar 4 bulan trakhir, tp prediksi dokter sudah sekitar 2 tahun, awal terasa pegal2 tapi rasa sakitnya di abaikan.dulu menyusui anak keduanya hanya menggunakan satu sisi (payudara kiri) dan hanya sampai anaknya umur 13 bulan.sudah dilakukan biopsi tgl 31 okt 14 dan payudara kiri sudah diangkat tgl 27 november 2014 di hardjolukito.diagnosa: ca mamae stadium 3c. 6. Jaminan kesehatan: jamkesmas. Suami Karyadi 9 Umur 37th Pekerjaan  buruh tani dan kerja serabutan,dari pasangan ini mempunyai anak putrid kelas 2 SMP dan kelas 1 SD. Bu Warti sakit kankernya sudah stadiumnya cukup tinggi, kondisi rumahnya sangat sederhana, suami tidak berpenghasilan tetap dan setelah bu warti sakit suaminya jd tidak kerja karena ikut mengurusi bu warti. Saat kontrol disardjito kemarin di rujuk utk sinar dan cek lab PA, tapi bingung dimana ruangan dan prosedur utk sinar sehingga kemarin hanya cek lab PA di FK ugm saja. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk akomodasi kontrol,obat di Rumah Sakit dan Kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp 934.000
Tanggal : 30 April 2015
Via: @RofiqSILVER @inejuine @erna_nh

Ibu warti menderita Ca Mammae

Ibu warti menderita Ca Mammae


MARDIWIYONO (71th, Hernia Mata ) alamat Ngijo RT/RW 03/02 Srimulyo, Piyungan. tinggal bersama dua keluarga dalam satu rumah, beliau tidak memiliki pekerjaan, memiliki anak bernama Slamet (40) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Dari penghasilan anaknya tersebut terkadang untuk makan sehari-hari juga masih kurang. Riwayat sakit beliau adalah bermula hanya luka dimata kanan tetapi tidak dihiraukan selam kurang lebih 5tahun dan sekarang terlihat seperti tumor  kemudian menjalar ke mata sebelah kiri. Saat ini mata sebelah kiri tidak bisa melihat karena keterbatasan biaya jadi beliau belum pernah diperiksakan sama sekali. Sebelumnya beliau pernah mendapatkan bantuan dari pihak Puskesmas setempat namun tidak ada hasil, Mbah Mardiwiyoni memiliki Jamkesmas.Alhamdulilah, #sedekahrombongan memberikan bantuan tersebut untuk pembelian perlengkapan medikasi setiap hari. Keluarga Mbah Mardiwiyono mengucapkan terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang di berikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 649.000
Kurir: @RofiqSILVER @inejuine @ratna_prwt
Tanggal : 30 April 2015

Pak mardi menderita Hernia Mata

Pak mardi menderita Hernia Mata


YENI NURVITA (23th, Patah Tulang Belakang)  Alamat  dusun Gunung Kacangan Sumberwungu Tepus Kab. Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. istri dari Endra Riawan (27) yang bekerja sebagai pegawai jasa fotocopy di Kotagede Yogyakarta. Mbak Yeni mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun lalu, tepatnya setelah 2 bulan menikah, yaitu pada tanggal 4 agustus 2012. Mbak Yeni tertindih pagar saat sedang bekerja dan mengakibatkan patah tulang belakang, beliau pernah dioperasi di RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo dan menghabiskan biaya sekitar 40an juta. Selang beberapa bulan setelah operasi ada luka di tubuh bagian belakang, sempat diperiksakan di rumah sakit Mumtazam Wonosari, karena keterbatasan dana lalu pindah ke pengobatan alternatif dan lukanya berhasil sembuh, akan tetapi kondisinya masih lumpuh. Dahulu, dari pihak RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo mbak Yeni disuruh untuk rutin terapi satu minggu sekali, tetapi karena keterbatasan dana dan tidak adanya transport keluarganya keberatan dan terpaksa terapi dihentikan. Akhirnya kami membawa mbak Yeni kontrol ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo, dokter menyarankan untuk dilakukan fisioterapi dan akupuntur. Kemudian kami mendampinginya dengan melakukan terapi akupuntur di RSUP Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk pembelian Susu protein, biaya fisioterapy, pembelian minyak untuk terapy .

Jumlah Bantuan : Rp 1.950.000
Tanggal : 30 April 2015
Via: @RofiqSILVER @inejuine @ernanh

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang


ARTI ( 52th, Ca Mammae) Alamat di Kempong RT 040/ RW 019 Banjaroyo kec. Kalibawang kab. Kulonprogo Yogyakarta. Bu Arti yang setiap harinya beliau sebagai petani untuk menanggung biaya hidup anaknya yang masih sekolah kelas 2 SMK dan kelas 1 SMP. Kadang beliau juga dibantu oleh 2 anak lainnya yang sudah bekerja. Bu Arti menderita kanker payudara dan sudah menjalar ke tangan sejak 4 tahun yang lalu. Menggunakan fasilitas jamkesmas, Ddlu bu arti dibawa ke RSUD Wates dan pernah menjalani operasi. Setelah 3tahun kembali merasakan sakit, beliau dibawa ke RSUD Wates untuk kontrol. Oleh dokter beliau dirujuk ke RS Sardjito dan dianjurkan kemoterapi. Sampai sekarang beliau belum juga kemo karena sudah 4 kali berangkat ke Sarjito tetapi kemoterapi diundur. Dan untuk saat dari team Sedekah Rombongan membawa bu Arti ke Rumah Singgah untuk mempermudah pengobatan kemoterapy di RS.Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk pemeriksaan ER, PR, Her 2 CITO, Akomodasi, susu protein tinggi dan uang saku.

Jumlah Bantuan : Rp. 934.000
Kurir: @RofiqSILVER @juine_ine
Tanggal :  30 Juni 2015

Ibu arti menderita Ca Mammae

Ibu arti menderita Ca Mammae


DALIYO (82th,Prostat dan Jantung) Alamat di Pundungsari Kec Semin Kab Gunungkidul. Mbah Daliyo menderita sakit prostat dan jantung sejak 10 tahunan yang lalu, mbah dalio sebelum sakit bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya,sehari harinya mbak Daliyo tinggal sendiri dirumah gubuknya. Istri beliau meninggal sudah berpuluh2an taun yang lalu ,mbah Daliyo mempunyai anak tapi dia tidak mau merawat dan peduli dengan bapaknya, padahal anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah mbah dalio sendiri. Mbah daliyo tinggal di rumah gubuk bambu milih bapak dukuh setempat, mbah dalio mengalami postrat sudah 10 taun yang lalu dan belum diperiksakan sama sekali sampai kami menemukan beliau dan kami mendampingi pengobatan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan ini diberikan untuk biaya kontol, obat jantung, daftar poli, uang saku dan akomodasi untuk kebutuhan sehari hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 934.000
Tanggal: 30 Juni 2015
Kurir : @RofiqSILVER via Ine_juine

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung


DYAH WURYATININGSIH (45th,Ca Mammae) Beliau tinggal di Penambongan Rt. 2 Rw.1 Purbalingga. Sejak 3 tahun lalu menderita ca mamae dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Pengobatan Bu Dyah membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga untuk biaya pengobatannya Bu Dyah harus menggadaikan rumah miliknya untuk biaya pengobatan tersebut. Namun, di akhir tahun 2012 tumbuh lagi benjolan di sekitar ketiaknya sehingga Bu Dyah harus kembali menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Ibu Dyah telah menjalani pengobatan pasca operasi untuk penyinaran dan kemoterapi lanjutan di RS. Sardjito Yogyakarta.  Kini bu Dyah dirujuk pengobatannya di RS Hardjolukito. Bantuan ini merupakan biaya untuk cek Laboratorium, kontrol, dan pembelian susu Peptamen.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.178.000
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine

Ibu dyah menderita Ca Mammae

Ibu dyah menderita Ca Mammae


ESTI BUDIARTI (33th,Tumor Pangkal Paha) Alamat Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang adalah seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri dari bapak Jumari yang bekerja sebagai seorang petani. Pasangan ini dikaruniai 2 anak yang berumur 10 tahun dan 1,5 tahun. Mereka tinggal di Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang bersama ayah dari ibuEsti yaitu bapak Kusmiati (57) yang bekerja sebagai petani seperti suami dari bu Esti. Ibu Esti sejak 2 tahun terakhir mengidap tumor di bagian pangkal paha setelah kepulangannya dari arab. Sebelumnya sudah pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh besar lagi selama kurang lebih 1 tahun hingga saat ini. Biaya ini digunakan untuk uang saku saat rawat inap di RS.Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.617.000
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @RofiqSILVER @KedunkUSSIL  @bintang_pamungkas

Ibu esti menderita Tumor Pangkal Paha

Ibu esti menderita Tumor Pangkal Paha


RSSR JOGJA yang beralamatkan di Bumen Wetan RT 7, Utara Masjid Mujahidin. Jl. Wonosari KM7 Mantup Banguntapan Yogyakarta 55197 . Rumah singgah yang berfungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke Sardjito , Hardjolukito, RS Nur Hidayah yang berasal dari daerah luar kawasan kota Jogja dan luar jogja yang mencakup jawa tengah dan sekitarnya. yang sehat pasti ada makanan sehat yang dikonsumsi pula. Para pasien-pasien yang tinggal di 2 Rumah Singgah #SedekahRombongan juga terus berupaya untuk sehat, salah satu caranya adalah dengan makan 4 sehat 5 sempurna. Tim #SedekahRombongan selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan para pasien yang tinggal di RSSR untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Selain mengantar para pasien berobat ke rumah sakit, mereka juga butuh makan yang cukup dan bergizi. Oleh karena itu biaya makan para pasien yang tinggal di RSSR per bulannya pun kami tanggung secara penuh. Biaya ini operasional non medis air minum isi ulang, bahan makanan, listrik, bayar sampah, dll

Jumlah bantuan : Rp. 4.325.945
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @RofiqSILVER seluruh kurir #SRJogja

Biaya  operasional non medis air minum isi ulang, bahan makanan, listrik, bayar sampah, dll

Biaya operasional non medis air minum isi ulang, bahan makanan, listrik, bayar sampah, dll


DYAH WURYATININGSIH (45th,Ca Mammae) Beliau tinggal di Penambongan Rt. 2 Rw.1 Purbalingga. Sejak 3 tahun lalu menderita ca mamae dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Pengobatan Bu Dyah membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga untuk biaya pengobatannya Bu Dyah harus menggadaikan rumah miliknya untuk biaya pengobatan tersebut. Namun, di akhir tahun 2012 tumbuh lagi benjolan di sekitar ketiaknya sehingga Bu Dyah harus kembali menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Ibu Dyah telah menjalani pengobatan pasca operasi untuk penyinaran dan kemoterapi lanjutan di RS. Sardjito Yogyakarta.  Kini bu Dyah dirujuk pengobatannya di RS Hardjolukito. Bantuan ini merupakan biaya untuk cek Laboratorium, kontrol, dan pembelian susu Peptamen.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.565.000
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine

Ibu dyah menderita Ca Mammae

Ibu dyah menderita Ca Mammae


SUYATMI (54th, Diabetes) adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari bapak Rusdi (58) yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di perempatan pojok beteng wetan Jogja. Ibu Suyatmi yang bertempat tinggal di Soronanggan RT 42 RW 21 desa Tawang Sari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulonprogo, beliau memiliki 5 anak dan 6 cucu, hanya anak bungsu yang masih ikut beliau. Berawal dari sakit gula dan sempat kehilangan memorinya, sekarang beliau tidak bisa melihat dengan jelas, setiap benda yang dilihat hanya berupa bayangan hitam. Saat ini suaminya menganggur karena harus menjaga Ibu Suyatmi. Bantuan ini di gunakan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk beli obat yang tak tanggung oleh BPJS. Semoga bantuan dari #SahabatSR dapat meringan beban hidup Bu Suyatmi dan keluarganya. Mereka sangat berterima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang di berikan hingga hari ini. Mereka senantiasa mendoakan para kurir dan #SahabatSR agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.026.000
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @watsik

Ibu suyatmi menderita Diabetes

Ibu suyatmi menderita Diabetes


YENI NURVITA (23th, Patah Tulang Belakang)  Alamat  dusun Gunung Kacangan Sumberwungu Tepus Kab. Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. istri dari Endra Riawan (27) yang bekerja sebagai pegawai jasa fotocopy di Kotagede Yogyakarta. Mbak Yeni mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun lalu, tepatnya setelah 2 bulan menikah, yaitu pada tanggal 4 agustus 2012. Mbak Yeni tertindih pagar saat sedang bekerja dan mengakibatkan patah tulang belakang, beliau pernah dioperasi di RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo dan menghabiskan biaya sekitar 40an juta. Selang beberapa bulan setelah operasi ada luka di tubuh bagian belakang, sempat diperiksakan di rumah sakit Mumtazam Wonosari, karena keterbatasan dana lalu pindah ke pengobatan alternatif dan lukanya berhasil sembuh, akan tetapi kondisinya masih lumpuh. Dahulu, dari pihak RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo mbak Yeni disuruh untuk rutin terapi satu minggu sekali, tetapi karena keterbatasan dana dan tidak adanya transport keluarganya keberatan dan terpaksa terapi dihentikan. Akhirnya kami membawa mbak Yeni kontrol ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo, dokter menyarankan untuk dilakukan fisioterapi dan akupuntur. Kemudian kami mendampinginya dengan melakukan terapi akupuntur di RSUP Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk pembelian Susu protein, biaya fisioterapy. Semoga bantuan dari #SahabatSR dapat meringan beban hidup Yeni Nurvita dan keluarganya. Mereka sangat berterima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang di berikan hingga hari ini. Mereka senantiasa mendoakan para kurir dan #SahabatSR agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.864.000
Tanggal : 31 Mei 2015
Via: @RofiqSILVER @inejuine

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Mahmud 500,000
2 Latifa 800,000
3 Febrianto 500,000
4 Mulyani 1,500,000
5 Diah 1,000,000
6 Sri 1,500,000
7 Asro 1,000,000
8 Siti 1,595,000
9 Suniah 800,000
10 RSSR Malang 1,819,970
11 Ahmad 850,000
12 Romadhon 915,075
13 M Masyum 1,000,000
14 Siti 1,400,000
15 Romadhon 2,000,000
16 Septiana 500,000
17 Muvi 2,351,000
18 M Aldi 1,000,000
19 Dewi 10,200,000
20 Alfan 1,300,000
21 Fahri 800,000
22 Maryati 1,600,000
23 Hikmawati 500,000
24 Isnaini 2,000,000
25 Sulastri 500,000
26 Eli 1,100,000
27 Mardalina 500,000
28 Gilang 1,000,000
29 Patmi 500,000
30 Untung 500,000
31 Sri 500,000
32 Eti 1,500,000
33 Yayu 1,000,000
34 Darsih 1,500,000
35 Empong 1,000,000
36 Imas 1,500,000
37 Fairus 1,000,000
38 Akbar 1,000,000
39 Aisyah 750,000
40 Nunung 1,500,000
41 Rena 1,000,000
42 Eman 1,000,000
43 Khoerunnisa 1,000,000
44 Siti 500,000
45 e kuraesin 500,000
46 MTSR Tasik 3,100,000
47 Inventarisasi Handphone Perawat SR Jogja 1,268,500
48 Wastinah 651,000
49 Warti 934,000
50 Mardiwoyono 649,000
51 Yeni 1,950,000
52 Arti 934,000
53 Daliyo 934,000
54 Dyah 1,178,000
55 Esti 617,000
56 RSSR Yogya 4,325,945
57 Dyah 1,565,000
58 Suyatmi 1,026,000
59 Yeni 1,864,000
Total 77,777,490

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 77,777,490,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 824 ROMBONGAN

Rp. 35,638,464,962,-