RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang jawa timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan serayu ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir sedekah rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah sedekah rombongan ini maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  ini rincian pengeluaran RSSR yang Ke 2.

Pengeluaran RSSR Ke 2 :
1. Pengeluaran Agustus 2015 : Rp 85.860
Rincian :    – bpjs aini             : Rp 42.500
– bpjs zaitun         : Rp 43.360

2. Pengeluaran September 2015  : Rp 530.000
Rincian :     – bpjs aini             : Rp 59.500
– bpjs afandi          : Rp 42.500
– fisiotrapi aqil        : Rp 360.00
– bpjs salsa           : Rp 25.500
– bpjs zaitun          : Rp 42.500

3. Pengeluaran Oktober 2015      : Rp 200.000
Rincian :    – saku ramadani    : Rp 200.000

4. Pengeluaran November 2015   : Rp 1.449.360
Rincian :    – bpjs afandi          : Rp 59.500
– bpjs aini             : Rp 42.500
– bpjs salsa          : Rp 51.510
– bpjs zaitun         : Rp 85.850
– saku ramadani    : Rp 300.000
– saku aqil            : Rp 200.000
– kasur musaidi     : Rp 510.000
– saku musaidi      : Rp 200.000

Total Pengeluaran RSSR Ke 2  : Rp 2.265.220
Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 2.265.220
Tanggal : 31 November 2015
Kurir: @FaizFaeruz @Obybee @Dhani_017

Bantuan untuk membeli obat-obatan dan akomodasi yang diperlukan selama mendapatkan pendampingan.

Bantuan untuk membeli obat-obatan dan akomodasi yang diperlukan selama mendapatkan pendampingan.


FARID (1,CRANIOSYNOSTOSIS).Farid adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu yang beralamatkan di RT 1 RW 1 lingkungan krajan, desa kayu putih, kecamatan panji, kabupaten situbondo, jawa timur. Penyakit yang dideritanya adalah craniosynostosis telah dialaminya sejak usia masih sangat kecil. Keterbatasan ekonomi membuatnya sulit mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit hingga sampai bertemu dengan tim kurir sedekah rombongan yang akhirnya diputuskan untuk mendapatkan pendampingan dari sedekah rombongan. Santunan yang diberikan digunakan untuk membeli obat-obatan dan akomodasi yang diperlukan selama mendapatkan pendampingan.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Desember 2015
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS

Farid menderita CRANIOSYNOSTOSIS


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2 (Biaya  Operasional). #RSSR Jogja 1 dan 2 beralamat di Jl. Wonosari Km. 7 Bumen Wetan RT.07 Mantup, Banguntapan, Bantul, DIY. #RSSR Jogja 1 dan 2 merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara bagi para pasien dampingan #SedekahRombongan. #RSSR Jogja 1 dan 2 kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan #SedekahRombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum dibawa berobat ke rumah sakit, setelah selesai berobat dipulangkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di #RSSR Jogja 1 dan 2 mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. #RSSR ada karena tuntutan kebutuhan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. #RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekah #SahabatSR yang menitipkannya melalui #SedekahRombongan. Selama Bulan Februari 2016, #RSSR Jogja 1 dan 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 38.078.932,- Biaya ini meliputi biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, serta keperluan lain di #RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya logistik untuk menunjang gizi pasien dampingan #SedekahRombongan. Biaya medikasi terdiri dari perawatan dan pembelian alat dan obat-obatan. RSSR Jogja 1 dan 2 juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja #SedekahRombongan secara nasional. Biaya administrasi terdiri dari biaya perkantoran. Sedekah dari #SahabatSR sangat membantu dan menunjang kebutuhan Tim #SedekahRombongan dalam menyantuni dan melayani para dhuafa. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi #SahabatSR. Mudah-mudahan kedermawanan #SahabatSR dibalas dengan berkah di dunia dan di akhirat. Amin.

Jumlah bantuan : Rp. 38.078.932,-
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Bantuan operasional biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air

Bantuan operasional biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA RAYA (Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar). #MTSR merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan #SedekahRombongan. #MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. #SedekahRombongan Jogja Raya kini mempunyai tiga unit mobil tanggap, dua diantaranya adalah mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga unit #MTSR ini mengcover wilayah Kota Jogja dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menelepon ke nomor hotline 081906800900. Alhamdulillah, keberadaan MTSR telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat dan kaum dhuafa yang membutuhkan.  Setiap hari, #MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. #MTSR juga dipakai wara-wiri oleh para Kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien. Tak hanya itu, #MTSR kerap digunakan untuk mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Semakin hari pergerakan #MTSR semakin tinggi, maka tak heran pengeluarannya pun juga tinggi. Selama Bulan Februari 2016, #MTSR Jogja Raya membutuhkan biaya sebesar Rp. … Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan bakar dan biaya perawatan operasional lainnya yang meliputi biaya servis, tuneup, ganti oli, ganti ban, dan cuci mobil. Sedekah dari #SahabatSR sangat membantu dan menunjang kebutuhan Tim #SedekahRombongan dalam menyantuni dan melayani para dhuafa. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi #SahabatSR. Mudah-mudahan kedermawanan #SahabatSR dibalas dengan berkah di dunia dan di akhirat. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 16.015.439,-
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional dan Pembelian Bahan Bakar


JAINAH (60 Tahun). Alamat: Duren RT.04/RW06 Ponjong, Ponjong, Gunung Kidul, DIY. Bu Jainah bekerja sebagai ibu rumah tangga, ia memiliki dua orang anak salah satunya sudah menikah dan yang lainnya masih menjadi tanggungannya. Sementara itu suaminya bekerja sebagai petani/pekebun, penghasilannya hanya dapat mencukupi kebutuhan harian mereka. Bu Jainah mempunyai riwayat penyakit kanker. Sebelumnya pernah dioperasi di RS Pelita Husada, Semanu, Gunung Kidul, DIY. Kondisi kini kian memprihatinkan karena sel kankernya tumbuh kembali. Ternyata Bu Jainah mengidap kanker ganas yang termasuk langka, yaitu sel kanker dapat bermetastase (berpindah tempat). Kali ini sel kankernya bermetastase dan tumbuh tempat berbeda, yaitu menyerang daerah selangkangannya dan menimbuklan kanker kulit ganas (squoma cell carsinoma). Karena terkendala kondisi keuangan yang serba kekurangan maka ia tak memeriksakan penyakitnya itu dan hanya dibiarkan begitu saja. Kurir #SedekahRombongan menyempatkan diri untuk mengunjunginya di kediamannya. Melihat kondisinya yang demikian parah, Kurir #SR kemudian segera membawanya berobat ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Jogjakarta. Bu Jainah kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, setelah kontrol di poli onkologi dan sejumlah cek (usg, thorax, roentgen, abdomen, dll) ia langsung dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi karena kondisinya yang sudah parah. Kini Bu Jainah menjadi pasien dampingan #SR Jogja dan untuk memudahkan mobilitasnya selama proses pengobatan ia tinggal di RSSR Jogja. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu kesulitannya. Bu Jainah dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan dari #SahabatSR dan #SedekahRombongan dapat sedikit meringankan biaya pengobatannya. Mudah-mudahan kesabaran selalu mendampinginya sampai kesembuhan datang kepadanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dengan riwayat kanker

Bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dengan riwayat kanker


DALIO (82 Tahun, BPH Prostat). Pak Dalio bertempat tinggal di Pundung Sari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul, DIY. Pak Dalio tinggal sendirian di rumah mungil yang ia sebut dengan gubuk. Rumah itu bukan miliknya sendiri melainkan milik bapak dukuh setempat, yang berdiri di atas lahan milik tetangganya. Ya, ia hanya tinggal menumpang di rumah dan tanah tetangga yang masih punya belas kasihan padanya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Dalio mempunyai dua orang anak, namun tak ada satupun yang peduli dan enggan mengurusnya padahal jarak rumah mereka tak terlalu jauh. Begitupun dengan keluarganya yang lainnya, sama sekali tidak ada yang memperhatikannya. Pak Dalio pun kini hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Ia juga menderita sakit jantung yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Kini, Pak Dalio dibantu para tetangganya untuk urusan makan sehari-hari. Ia juga kerap membantu para tetangganya, namun sebatas kemampuannya saja. #SedekahRombongan Wilayah Jogja kemudian mendampinginya untuk memulai pengobatannya. Ternyata, Pak Dalio selama sakit sama sekali belum pernah diperiksakan. Tetapi, Pak Dalio begitu bersemangat berikhtiar untuk menyambut kesembuhannya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Awal Tahun 2016, Pak Dalio mengeluh tidak bisa buang air kecil, badannya pun terasa sangat lemas. Pak Dalio segera dilarikan ke UGD RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menggunakan MTSR. Setelah melalui pemeriksaan, dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Pak Dalio kemudian menjalani operasi setelah mendapat kamar dan jadwal operasi, dan alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Kini Pak Dalio masih dalam masa penyembuhan pasca operasi. Kurir dan perawat #SR akan terus mendampinginya hingga ia sembuh. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi, pembelian susu, biaya kebutuhan sehari-hari, dan obat-obatan yang tidak ter-cover BPJS. Semoga Pak Dalio segera pulih dan selalu diberikan kekuatan untuk melewati cobaan penyakitnya dan segera mendapat kesembuhan, amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Februari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Pak daliyo menderita BPH Prostat

Pak daliyo menderita BPH Prostat


SUPRAPTI BINTI WIRYO SUWITO (46 Tahun, Kanker Payudara). Bu Suprapti tinggal di Sawah Lor, Banyu Soka, Playen, Gunung Kidul, DIY. Sudah dua tahun lamanya Bu Suprapti menderita kanker payudara. Kanker ini pada awalnya hanya berupa benjolan kecil saja, namun lama kelamaan ukurannya semakin membesar. Bu Suprapti kemudian memeriksakannya ke poliklinik umum dan langsung dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito di Jogjakarta. Ternyata, Bu Suprapti masih dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito di Jogjakarta dan disarankan untuk segera menjalani kemoterapi. Bu Suprapti kemudian menjalani kemoterapi, tetapi hanya dua kali dari enam kali kemoterapi yang telah dijadwalkan. Kankernya pun belum diangkat hingga sekarang. Bu Suprapti kini kerap merasakan nyeri di payudaranya. Hal tersebut karena terkendala biaya pengobatan yang terbilang berat baginya dan keluarganya. Belum lagi, biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan untuk menempuh perjalanan dari rumahnya yang berada di pelosok kabupaten menuju ke pusat kota, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suaminya bekerja sebagai pekebun, sementara ia sendiri bekerja sebagai pedagang makanan. Hasil kerja dan usaha mereka hanya cukup digunakan untuk membiayai hidup harian. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Suprapti. Ia kemudian menjadi pasien dampingan dan segera melanjutkan proses pengobatannya. Saat ini ia sedang menunggu jadwal operasi. Bu Suprapti kini telah tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri. Jadi biaya pengobatan dan rawat inap sudah tercover BPJS. Hanya obat-obatan khusus saja yang harus dibeli sendiri. #SahabatSR melalui #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Suprapti. Bantuan ini berupa pemenuhan gizi, serta biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Bu Suprapti dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #SedekahRombongan. Mari kita berdoa bersama agar Bu Suprapti segera sembuh…

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 25 Februari 2016
Kurir  : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara

Ibu suprapti menderita Kanker Payudara


ALVARO RIZKY ADITYA (3 Tahun, Kanker Mata). Alvaro (3 Tahun) adalah putra Pak Kirman (29 Tahun) dan Miyanti (26 Tahun). Mereka adalah warga Karang Banjar RT.21/RW.09 Kecamatan Bonjongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik di ibu kota, sementara ibunya bekerja sebagai buruh pabrik yang letaknya tak jauh dari rumah tinggal mereka. Alvaro menderita retinoblastoma atau tumor ganas primer mata pada anak. Bermula saat usianya menginjak empat bulan mata kanannya berwarna merah dan terus mengeluarkan air. Orang tuanya hanya mengira ia terkena konjungtivitis atau belekan. Gejala ini umumnya memang tidak disadari oleh orang tua sebagai suatu tanda tumor ganas. Lama kelamaan, bola mata kanannya semakin membesar, hingga sebesar bola pingpong. Sementara bola mata kirinya kian mengecil dan mengakibatkan penglihatannya tidak berfungsi secara maksimal. Alvaro hanya diperiksakan ke puskesmas dan tidak pernah dibawa ke rumah sakit yang lebih besar oleh pihak keluarganya untuk berobat karena keterbatasan biaya. Hal tersebut terdengar oleh salah seorang tetangga mereka yang akhirnya berinisiatif untuk membawa bocah ini ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Alvaro kemudian dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, yaitu RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah diperiksa, Alvaro disarankan untuk segera menjalani operasi dan kemoterapi. Keluarga sangat bingung karena biaya operasi dan kemoterapi terbilang cukup mahal bagi mereka. Belum lagi memikirkan kondisi keuangan yang kian menipis karena digunakan untuk biaya hidup di Yogyakarta. Saat itulah, Tuhan mempertemukan #SedekahRombongan Yogyakarta dengan Keluarga Alvaro. #SedekahRombongan Yogyakarta kemudian mendampinginya dalam proses operasi dan kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Alvaro dijadwalkan menjalani 105 minggu kemoterapi, saat ini sudah melewati 66 minggu kemoterapi. Alvaro juga sudah menjalani operasi mata kanan dan kini bola mata kanannya telah diganti dengan mata boneka. Sementara rencana operasi pada mata kiri harus ditunda sampai ia cukup usia dan ketahanan tubuhnya stabil. Kini Alvaro juga menjalani terapi fisio setiap hari senin dan kamis, serta terapi wicara setiap hari selasa. Alvaro dan keluarganya tinggal di RSSR Yogyakarta selama menjalani pengobatan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya inhalasi, biaya akomodasi, dan uang saku.

Jumlah Bantuan : Rp. 519.480,-
Tanggal : 28 Februari 2016
Kurir :  @KissHerry @namaku_arini @chandiana_

Alvaro menderita Kanker Mata

Alvaro menderita Kanker Mata


BELLA SABINAH (1th , Hidrocepalus) Alamat di Dusun Windusari RT 01 RW 01 Bandarsedayu Windusari Magelang Jawa Tengah, anak keempat dari pasangan Lilik Tri Murti dan Suheri. Sehari-hari, pak Suheri bekerja sebagai supir di proyek material. Dek Bella tinggal di Dusun Windusari RT 01 RW 01 Bandarsedayu Windusari Magelang Jawa Tengah, bersama orang tuanya dan kakek neneknya yang bekerja sebagai seorang petani. Mulai terdiagnosa hidrocepalus semenjak usia 4 bulan, kemudian ditangani di RS Sardjito. Selama14 hari pertama dek Bellamengalami kejang dan demam tinggi kemudian dirawat di RS Sardjito dengan biaya sendiri. Setelah itu, dipasang selang untuk pengeluaran cairan di kepalanya. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi di RSSR, susu protein, kontrol rutin,pembelian alat fisioterapi, akomodasi di Rumah Sakit Pusat Sardjito Jogja.

Jumlah Bantuan : Rp. 896.840
Tanggal : 7 Agustus 2015
Kurir : @RofiqSILVER  @inejuine  @putri

Bella menderita Hidrocepalus

Bella menderita Hidrocepalus


ESTI BUDIARTI (33th,Tumor Pangkal Paha) Alamat Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang adalah seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri dari bapak Jumari yang bekerja sebagai seorang petani. Pasangan ini dikaruniai 2 anak yang berumur 10 tahun dan 1,5 tahun. Mereka tinggal di Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang bersama ayah dari ibuEsti yaitu bapak Kusmiati (57) yang bekerja sebagai petani seperti suami dari bu Esti. Ibu Esti sejak 2 tahun terakhir mengidap tumor di bagian pangkal paha setelah kepulangannya dari arab. Sebelumnya sudah pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh besar lagi selama kurang lebih 1 tahun hingga saat ini. Biaya ini digunakan untuk uang saku saat rawat inap di RS.Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 31 Agustus 2015
Kurir : @RofiqSILVER via @ KedunkUSSIL  @jemi_rikab

Ibu Esti menderita Tumor Pangkal Paha

Ibu Esti menderita Tumor Pangkal Paha


SAMIYAH ( 76, Operasi Katarak ). Tinggal di ds. Tunggur RT03/2, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup sangat miskin dan membutuhkan bantuan untuk pelaksanaan operasi mata yang terkena katarak. Jangankan untuk biaya operasi yang cukup tinggi, sebab jaminan kesehatan saat itu belum ada. Kondisi yang demikian membuat beban hidup beliau sangat berat. Alhamdulillah pengobatan bisa berjalan dengan baik, dan beliau pun kembali ke rumah untuk perawatan lebih lanjut. Pembelian obat dan kebutuhan akomodasi selama di rumah sakit kami bantu. Jangankan untuk membiayai segala pengobatannya, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari pun cukup sulit. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau.

Bantuan : Rp. 7.620.050,-
Tanggal : 4 Februari 2016
Kurir : @Mawan@Teguh

Ibu samiyah menderita Operasi Katarak

Ibu samiyah menderita Operasi Katarak


SUNARDI ( 72, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds. Plosorejo, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Sedekah rombongan bergerak dalam membantu warga miskin, dengan bentuk pendampingan pasien maupun bantuan langsung. Mbah Nardi merupakan warga sangat miskin dan membutuhkan bantuan untuk menunjang kehidupannya sehari – hari. Beliau sudah cukup tua, produktifitaspun sudah tidak berkembang lagi. Informasi saat itu berasal dari salah seorang sopir minibus yang kenal dengan salah satu kurir kami, akhirnya pun kita lakukan survey sebagai tindak lanjut. Memang kondisi kehidupannya sangat memprihatinkan. Sehingga kami memutuskan memberikan bantuan tunai, semoga meringankan beban hidup beliau saat ini.

Bantuan : Rp. 1.850.000,-
Tanggal : 4 Ferburai 2016
Kurir : @Mawan@Teguh via Gatot

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


SIMAN HARTADI ( 68, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds Jatisuko RT03/1, Jatipuro, Karanganyar, Jawa Tengah. Beliau kesehariannya hanya seorang buruh tani, kondisinya pun sering sakit. Tekanan darah cukup tinggi, sering merasa pusing dan lemas. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas diketahui bahwa beliau mempunyai gejala stroke. Hidup seorang diri karena sudah cukup lama di tinggalkan oleh istri karena meninggal, Paidi yang seorang buruh tani dan merupakan tetangganya pun sering memberikan bantuan. Walaupun tidak banyak, namun agar beban kehidupan Siman pun berkurang. Bantuan tunai ini dimaksudkan selain mengganti biaya saat pengecekan kondisi kesehatannya juga untuk membeli kebutuhan hidup sehari – harinya. Semoga bisa meringankan beban beliau saat ini.

Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2016
Kurir : @Mawan@Teguh via Paidi

Bantuan tunai untuk membeli kebutuhan hidup sehari – harinya

Bantuan tunai untuk membeli kebutuhan hidup sehari – harinya


LARMIN SUMINTO ( 67,Bantuan Tunai ), tinggal di Kayuloko, Sidoharjo RT04/2, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, keseharian hanya sebagai petani yang hidupnya pun memprihatinkan. Beliau sangat membutuhkan bantuan serta uluran tangan kita agar beban kehidupan menjadi lebih ringan. Mbah Larmin sangat berterimakasih dengan bantuan kepadanya saat ini, doa agar semua diberikan kemudahan pun terucapkan. Bantuan ini sebagian akan dibelikan kambing katanya, agar menambah jumlah yang dipeliharanya suatu saat bisa berkembang dengan baik. Semoga hal ini bisa terwujudkan serta memberikan semangat bagi beliau saat ini. Selain itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya. Mudah – mudahan ini bisa meringankan beban beliau saat ini.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2016
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan tunai untuk kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya.

Bantuan tunai untuk kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya.


LALA binti NURBAN (15, Patah Tulang Kaki). Alamat: Kp. Cikuya, Bojong Sari, Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Lala awalnya terlahir sebagai anak yang normal dengan kondisi fisik baik. Menginjak dua tahun ketika Lala belajar berjalan, tiba-tiba ia terjatuh ke lantai dengan keadaan kaki terlipat kemudian patah karena tulang kakinya yang masih rapuh. Sempat dibawa ke puskesmas dan rumah sakit namun tidak ada tindakan yang bisa dilakukan. Keluarganya pun pernah membawanya ke tukang pijat untuk memulihkan kondisi tulang kakinya. Namun kakinya malah semakin parah dan sekarang ia hanya bisa berjalan dengan satu kaki dan tidak bersekolah karena kemampuan finansial keluarga yang tidak memadai. Kini ia tinggal bersama Ibunya, Tati (45) seorang ibu rumah tangga dan keenam saudaranya. Ia dan ibunya dinafkahi oleh kakak-kakaknya yang sudah bekerja. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan jauh sekali dari jalan raya dan rumah sakit sehingga kebingungan untuk melanjutkan pengobatan. #SR pun merasakan beban yang mereka alami dan bantuan awal pun disampaikan agar Lala bisa berobat lebih lanjut sehingga kakinya bisa normal kembali.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal:  7 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @mustikanoverita

Lala menderita Patah Tulang Kaki

Lala menderita Patah Tulang Kaki


TATA bin RASWADI (35, Pendarahan Otak). Alamat: Kp. Cilangkap RT 28/09, Gunung Tanjung, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Tata adalah seorang pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan. Ketika ia hendak pergi membeli sesuatu, ia mengalami kecelakaan karena tertabrak oleh truk. Kemudian ia dibawa ke rumah sakit dan setelah diperiksa ternyata ada pendarahan di otak. Setelah darah di otaknya dikeluarkan, ia pulang ke rumah setelah beberapa hari dirawat di RS. Beberapa hari kemudian, ia merasakan sakit kepala yang sangat dan limbung ketika ia mencoba untuk berjalan setelah pemulihan. Ketika diperiksa kembali ke RS, ternyata terjadi pendarahan lagi di kepalanya. Asalnya keluarga Tata ingin meminta pertanggungjawaban supir truk yang menabraknya namun tidak tega karena supir tersebut berasal dari keluarga tidak mampu dan sekarang mereka kebingungan untuk mencari biaya berobat. Tata pun hanya bisa berdiam diri di rumah bersama ayahnya, Raswadi (61) dan ibunya, Nani (59), mereka bekerja sebagai  buruh serabutan yang penghasilannya tidak seberapa. Mereka tinggal di sebuah rumah yang jauh dari jalan raya dan puskesmas. Sehingga kesulitan untuk melakukan pemeriksaan. #sedekahrombongan pun memberikan bantuan awal untuk meringankan biaya pengobatan Tata agar ia bisa bekerja seperti sedia kala.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 7 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @mustikanoverita

Tata menderita Pendarahan Otak

Tata menderita Pendarahan Otak


YAYAN bin JUHADI (43, Susp. Kelenjar Getah Bening). Alamat: Kp. Peuteuy Jaya RT 2/3 Desa Girimukti Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Informasi tentang Pak Yayan diterima Kurir SR ketika beliau sudah berada di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Beliau dibawa ke RSUD dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan, sudah beberapa hari tdak bisa masuk makanan, sehingga harus ditangani di IGD. Setelah menjalani pengobatan untuk perbaikan Kesehatan Umum, beliau langsung dirujuk ke RSHS Bandung, namun keluarga tidak memiliki biaya untuk transport ambulan rumah sakit dan harus didampingi perawat RSUD karena dirujuk ke IGD RSHS. #SedekahRombongan segera menjumpai keluarga Pak Yayayn dan menyampaikan santunan untuk membantu Pak Yayan sehingga beliau bisa segera diberangkatkan ke IGD RSHS Bandung. Semoga Pak Yayan dapat segera ditangani di RSHS dan dapat menjalani pengobatan selanjutnya dengan lancar, amiiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.750.000,-
Tanggal: 24 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Pak yayan menderita Susp. Kelenjar Getah Bening

Pak yayan menderita Susp. Kelenjar Getah Bening


Bayi Ny. DEDE MARHAMAH (5 hari, Atresia Ani+kelainan pernafasan). Alamat: Kp. Cihaur RT 1/3 Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayi dari pasangan Bapak Purwanto (41) dan Ibu Dede Marhaman (40) ini lahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus dan kelainan pada saluran pernafasannya. Bayi Ny. Dede lahir di rumah melalui persalinan normal dengan bantuan bidan desa. Melihat kondisi bayi yang lahir dengan kondisi seperti itu, bidan desa langsung merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo. Pak Purwanto, yang sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan tnggungan 4 orang  ini belum memliki fasilitas jaminan kesehatan, keluarga ini luput dari pendataan sebagai penerima Jamkesmas, walau pun kondisi keluarganya termasuk keluarga yang tidak mampu. Kurir SR segera membantu pengajuan pembuatan Jamkesda Kabupaten Tasikmalaya melalui UPCPK dan Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya untuk mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah daerah. Bayi Ny. Dede harus mendapatkan perawatan di ruangan khusus Neonatal (NICU) RSUD dr. Soekardjo untuk waktu yang lama, sampai lebih dari sebulan, sehingga selama bulan Mei #SedekahRombongan mebantu keluarga ini untuk memenuhi , transportasi dan akomodasi sehari-harinya. Orang tua bayi harus bolak-balik ke RSUD dan bergantian menjaga buah hatinya ini. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya kebutuhan obat-obatan di luar jaminan Jamkesda, transportasi dan akomodasi sehari-hari bayi dan keluarga Ny. Dede Marhamah.

Jumlah bantuan: Rp 2.500.000,-
Tanggal: 2 dan 16 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Bayi ny dede menderita Atresia Ani+kelainan pernafasan

Bayi ny dede menderita Atresia Ani+kelainan pernafasan


UTEP bin WAWAN (19, Kecelakaan Patah Tulang Rahang). Alamat: Cihideung II RT 2/11 Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Usep mengalami kecelakaan lalu lintas, ia menjadi korban tabrak lari mobil yang ugal-ugalan ketika sedang pergi ke pasar Cikurubuk karena disuruh orang tuanya membeli barang dagangan. Pengemudi tak bertanggung jawab itu langsung melarikan diri, sementara Usep yang naik sepeda motor sendirian dibiarkan tergeletak begitu saja di pinggir jalan, saat itu suasana sudah gelap, sekitar pukual 20.30 malam. Usep yang pingsan ditemukan oleh pengendara mobil yang kebetulan lewat jalan tersebut, ia kemudian membawa Usep ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, hasil rontgen menunjukkan rahang Usep ada yang patah sehingga harus dioperasi dan dilakukan pemasangan pen seharga 9 juta rupiah. Pak Wawan yang datang ke IGD beberapa saat kemudian merasa kebingungan karena mereka tidak memiliki biaya sebesar itu, jangankan uang 8 juta, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga pun mereka sering kesulitan. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT, di tengah kebingungannya, Pak Wawan dipertemukan dengan #SedekahRombongan, yang memahami kegalauan Pak Wawan. Melalui titipan sedekah dari para sedekahoocs SR, #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keluarga Usep, yang dipergunakan untuk biaya pembelian pen yang diperlukan pada saat operasi nanti. Bulan Mei 2015 Utep kembali harus menjalani kontrol rutin pasca operasi, seminggu sekali, selain itu ia pun harus mengkonsumsi obat-obatan yang harus ia beli di apotik, untuk itulah #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 817. Semoga Usep bisa segera sembuh dan dapat membantu Pak Wawan bekerja lagi, amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik @miftahudinsr

Utep menderita Kecelakaan Patah Tulang Rahang

Utep menderita Kecelakaan Patah Tulang Rahang


YAYU MEIDINI (10, Lupus), Kp. Pagerageung RT 2/6 Desa Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Anak kedua dari Bapak Nana (48) yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang sopir angkot ini didiagnosa menderita penyakit lupus sejak 9 bulan yang lalu. Setelah sempat dirawat beberapa kali di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan di RS Prasetya Bunda Tasikmalaya, anak kesayangan Ibu Maryati (42) ini akhirnya dirawat ke RSHS Bandung. Dengan bermodalkan Kartu BPJS, keluarga yag memiliki tanggungan 2 orang ini memberanikan diri membawa Dik Yayu ke RSHS, meskipun mereka samasekali belum pernah memiliki pengalaman pergi ke RSHS Bandung. Dengan bertanya ke sana ke mari akhirnya mereka bisa juga mendampingi anak tercintanya ini melakukan rangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS. Sampai saat ini Dik yayu yang masih bersekolah di kelas 4 SD ini sudah menjalani tiga kali kemoterapi di RSHS dari 6 kali yang direncanakan. Saat ini Dik Yayu dan orang tuanya tinggal di RSSR Bandung sambil menunggu jadwal kemoterafi keempatnya. Sebelum ini mereka harus menyewa tempat kost di sekitar RSHS saat menunggu jadwal kemo. Untunglah akhirnya mereka bertemu dengan Kurir #SR yang kemudian membawanya ke RSSR Bandung. Tanggal 21 Desember 2014 Dik Yayu kembali harus berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterafi kelimanya. Untuk itu ia tinggal sementara di RSSR Badung, karena jadwal kemoterapinya adalah hari Senin tanggal 22 Desember 2014 keesokan harinya. Alhamdulillah Dik Yayu dapat menjalani kemoterafi kelimanya dengan lancar dan kondisinya pun semakin membaik. Bulan April 2015 Yayu kembali harus menjalani jadwal kemoterapi lanjutan di RSHS Bandung. Yayu melanjutkan jadwal kemoterapinya di RSHS Bandung untuk bulan Mei 2015. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan ke-4, untuk transportasi dan biaya sehari-hari selama Dik Yayu menjalani kemoterapi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 817.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik Faisal

Yayu menderita Lupus

Yayu menderita Lupus


ALAN FADLAN bin SUHARDI (15, Osteosarcoma). Alamat: Jl. Ramajaksa Kelurahan Winduherang Kecamatan Cigugur Kab. Kunigan Jawa Barat. Anak pertama dari pasangan bapak Suhardi (36) dan Ibu Emah (32) ini adalah seorang pelajar kelas 9 SLTPN I Cigugur. Riwayat penyakit Alan berawal 1 tahun yang lalu. Alan, biasa anak lelaki tampan ini disapa oleh rekan-rekannya adalah anak yang aktif diberbagai kegiatan disekolah. Ia tergabung di beberapa kegiatan ekstra kurikuler seperti basket, futsal dan pencak silat. Karena aktifitasnya yang begitu padat membuat kedua orangtuanya kuatir Alan kelelahan. Ayah Fadlan, Bp. Suhardi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya, Emah bertugas mengurus rumah tangga. Mereka kuatir karena Alan kecil sudah terbiasa keluar masuk rumah sakit karena penyakit tipus yang ia derita. Sampai suatu hari Alan mengeluh nyeri dipergelangan kaki kanannya saat ia pulang pertandingan Futsal disekolahnya. Ibunda Alan hanya memberikan minyak kayu putih agar nyeri yang dirasakan mereda, namun sebaliknya nyeri dirasakan makin hebat disertai timbul rasa panas dan kakinya mulai membengkak. Ia segera dibawa ke RSUD 45 Kuningan. Setelah dilakukan pemeriksaan foto rontgen kaki didapatkan adanya retak di tulang pergelangan kaki kanannya. Setelah diberikan obat pereda rasa nyeri dan bengkak Alan diperbolehkan pulang. Lalu atas inisiatif Ny.Emah, Alan dibawa ke tukang urut namun ternyata sesudah itu kaki Alan semakin mmbengkak seukuran buah kelapa. Kedua orangtua Alan lalu membawanya berobat ke dokter spesialis otrhopedi dr.Risa,Sp.O. Dari berbagai rangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, Alan diketahui menderita Osteosarcoma, yaitu suatu keganasan di jaringan tulang. Ia harus dirujuk dan mendapat penanganan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sejak bulan Pebruari 2014 Alan mulai melakukan rawat jalan diruang Poli Orthopedi RSHS Bandung. Kurir #SedekahRombongan mendapatkan informasi tentang Alan pada tanggal 17 Januari 2015. Rencananya ia akan menjalani kemoterapi di RSHS, dan berangkat Minggu malam, tanggal 18 Januari 2015 menggunakan jasa tranportasi travel. Biaya transport yang cukup besar dan akomodasi selama menjalani rawat jalan ke RSHS cukup membebani ekonomi keluarganya. Ia berharap ada bantuan untuk mereka. Untuk pemeriksaan dan biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS kelas 3. Tanggal 23 Februari 2015 Alan dijadwalkan untuk menjalani kemoterafi di RSHS Bandung. Akhirnya Alan harus merelakan kakinya diamputasi, agar kanker di kakinya tidak terus menyebar. Bulan Mei 2015 Alan harus melanjutkan perawatannya di RSHS Bandung sebanyak 2 kali.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan dari #SahabatSR guna meringankan beban keluarga Alan yang dipergunakan untuk trnasportasi dan akomodasi sehari-hari selama Alan menjalani perawatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 684.

Jumlah Bantuan : Rp 1.750.000,-
Tanggal : 15 Mei 2015
Kurir: @luchakiem Faisal

Alan menderita Osteosarcoma

Alan menderita Osteosarcoma


ROHMAT bin SUMITRA (52, Stroke+Jantung). Alamat: Dusun Pasirjaya RT 1/3 Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pak Rohmat tinggal di daerah pegunungan, di kaki gunung Cakrabuana. Daerah tempat tinggal Pak Rohmat berada di perbatasan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Majalengka, sehingga walaupun desanya masuk ke wilayah Kabupaten Ciamis, namun justru RSUD yang terdekat adalah ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, itu pun masih sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan medan jalan yang sulit karena infrastruktur jalan yang rusak berat. Di rumah bilik yang sempit dan gelap, ia tinggal bersama ketiga anaknya, dan satu anaknya sudah berkeluarga. Pak Rohmat yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani, masih memiliki anak usia sekolah, sehingga semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun ia terbiasa bekerja di ladang, sawah, atau kebun orang, kini semakin berkurang tawaran untuk bekerja menjadi buruh tani karena tenaganya sudah tidak sekuat sewaktu ia masih muda dulu. Padahal, setiap rupiah dari penghasilan per hari kerjanya amat dibutuhkannya untuk memenuhi kebtuhan sehari-hari. Pada pertengahan bulan April 2015, tiba-tiba Pak Rohmat terjatuh dan pingsan sewaktu ia sedang bekerja di sawah. Warga yang melihat kejadian tersebut segera membawa Pak Rohmat ke Puskesmas terdekat, itu pun jaraknya cukup jauh. Puskesmas menyatakan tidak sanggup untuk merawat Pak Rohmat, dan beliau dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Keluarga yang kebingungan dengan biaya perawatan Pak Rohmat, tadinya menolak untuk membawa Pak Rohmat ke RSUD, namun melihat kondisi Pak Rohmat yang mengkhawatirkan akhirnya mereka membawanya ke RSUD, meskipun mereka tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Untunglah ada warga yang berbaik hati meminjamkan mobilnya untuk membawa Pak Rohmat ke RSUD dr. Soekardjo, sehingga Pak Rohmat bisa segera dibawa ke IGD RSUD. Hampir sebulan Pak Rohmat dirawat di RSUD dr. Soekardjo sampai kondisinya menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan, ia sudah sadar dan dapat berkomunikasi, namun sebelah kanan badannya belum bisa digerakkan, dan beliau sudah diperbolehkan pulang. Perkembangan kesehatan Pak Rohmat yang cukup menggembirakan tidak serta merta disertai dengan kebahagiaan penuh keluarga, karena mereka dihadapkan dengan tagihan rumah sakit yang cukup berat untuk ukuran mereka. Biaya total perawatan Pak Rohmat sejumlah Rp 3.692.479,- tidak bisa mereka lunasi, karena untuk bekal sehari-hari selama ini pun keluarga Pak Rohmat hanya mengandalkan bantuan dari kerabat dan tetangganya. Di tengah kebingungan untuk melunasi biaya rumah sakit, Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitan keluarga Pak Rohmat. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada Pak Rohmat yang akan dipergunakan untuk melunasi biaya rumah sakit dan juga kepulangan Pak Rohmat ke rumahnya diantar dengan MTSR, gratis. Ucapan syukur, tangis kebahagiaan, dan ucapan terima kasih serta do’a mereka ucapkan untuk para sedekaholic dan Kurir SR, alhamdulillah.

Jumlah Bantuan : Rp 3.700.000,-
Tanggal : 17 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @Ade SRTasik Obet Pond

Pak rohmat menderita Stroke+Jantung

Pak rohmat menderita Stroke+Jantung


RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT (3 thn, Hipospadia), Kampung Salamnunggal Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Anak dari pasangan Bapak Dayat (44) dan Ibu Yati Mulyati (31) ini terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani). Pak Dayat sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, atau kadang-kadang kalau sedang tidak ada pekerjaan ia berjualan tahu. Penghasilannya yang tidak menentu membuat keadaan ekonomi keluarganya sulit, apalagi Pak Dayat harus membiayai keempat orang anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Keadaan ekonomi yang sudah sulit dirasakan tambah berat dengan kondisi Dik Rayhan yang memerlukan biaya perawatan yang cukup memperberat kesulitan keluarga mereka. Keluarga Pak Dayat tercatat sebagai penerima fasilitas Jamkeskinda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun hal ini tidak serta merta menjamin pengobatan Dik Rayhan dapat dengan mudah dilakukan, karena pengobatannya harus dirujuk ke RSHS Bandung yang membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar dan cukup memberatkan untuk ukuran keluarga ini. Setelah empat kali melakukan pemeriksaan ke RSHS, mereka hampir menyerah dan nyaris menghentikan pengobatan Dik Rayhan. Setelah hampir 2 bulan didampingi oleh #SedekahRombongan, Bu Yati akhirnya bercerita kalau Dik Rayhan menderita Disorder of Sexual Development (DSD) with ambiguous genitalia atau kelainan perkembangan seksual (Sex Ambiguity). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan termasuk test kromosom di RSHS Bandung, Dik Rayhan dinyatakan positif berjenis kelamin laki-laki. Untuk itu sebelum dilakukan tindakan operasi, ia diharuskan mendapatkan suntikan hormon sebanyak 5 kali yang dijadwalkan 1-2 minggu sekali. Setelah mendapatkan suntikan hormon yang pertama tanggal 25 Maret 2014, minggu ini Dik Rayhan berangkat lagi ke Bandung untuk kembali disuntik hormon yang kedua kalinya tanggal 10 April 2014. Hari Senin tanggal 5 Mei 2014 kembali Dik Rayhan akan menjalani jadwal suntik hormon untuk yang ketiga kalinya. Untuk yang keempat kalinya hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 kembali Dik Rayhan akan menjalani suntik hormon. Akhir Nopember 2014 Dik Rayhan mendapat panggilan dari pihak RSHS untuk datang ke RSHS pada tanggal 1 Desember 2014. Dik Rayhan langsung masuk ruangan untuk persiapan operasi, dan saat ini masih menunggu jadwal operasinya di RSHS Bandung. Sudah dua minggu Dik Rayhan dirawat inap di RSHS menunggu jadwal operasi yang direncanakan pada hari Jumat tgl 19 Desember 2014. Bu Ai, ibunya Dik Rayhan tanggal 20 Februari 2015 mendapatkan panggilan agar hari Selasa 24 Februari anaknya menjalani pemeriksaan untuk persiapan jadwal operasi. Untuk itu mereka berangkat hari Senin tanggal 23 Februari dan beristirahat sehari di RSSR BAndung. Setelah menjalani pemeriksaan mereka belum mendapatkan ruangan yang kosong, sehingga setelah menunggu sampai tanggal 27 Februari 2015, mereka disarankan untuk pulang dulu dan menunggu panggilan berikutnya. Rayhan kembali menjalani jadwal kontrol ke RSHS Bandung untuk persiapan operasinya pada tanggal 13 Maret 2015. Bulan Mei 2015 Rayhan kembali mendapatkan panggilan untuk menjalani perawatan lanjutan di RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan biaya kebutuhan sehari-hari selama ia menjalani rawat jalan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 813.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Rayhan menderita Hipospadia

Rayhan menderita Hipospadia


RENA SETIAWATI (5 tahun), Kp. Dadaha Gunung Jati RT. 4/3 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Dik Rena tinggal di rumah bilik milik neneknya, karena ayahnya meninggalkannya sejak 3 tahun yang lalu, meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi ibu dan dirinya sampai saat ini, bahkan sudah menikah lagi. Meskipun harus bergelut dengan kerasnya kehidupan, ibunya, Tia Maesaroh (22) berusaha sekuat tenaga berikhtiar untuk merawat Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani). Dik Rena pernah menjalani sekali operasi sewaktu ia berusia satu tahun, dan seharusnya menjalani perawatan dan kontrol rutin ke RSHS Bandung tempat ia menjalani operasi pertama. Namun, jangankan untuk biaya transportasi bolak-balik ke Bandung, untuk makan sehari-hari saja keluarga miskin ini sudah sangat kesulitan, meskipun untuk biaya pengobatan dan rumah sakit mereka memiliki fasilitas Jamkesmas. #SedekahRombongan sangat prihatin dengan kondisi Dik Rena dan keluarganya, apalagi setelah melihat keadaan rumah tempat tinggalnya yang sempit dan kurang layak huni. Sekarang Dik Rena sudah berada di Rumah Singgah SR di Bandung untuk mulai rangkaian pemeriksaan pra operasi. Setelah bulan Februari 2014 Dik Rena selesai menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung, tanggal 10 April ini ia kembali harus melakukan kontrol ke RSHS untuk mengetahui perkembangannya sebelum mendapatkan jadwal operasi. Tanggal 5 Mei 2014 Dik Rena kembali harus menjalani jadwal kontrol ke RSHS Bandung. Setelah memperpanjang surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya, tanggal 3 Juni 2014 Dik Rena kembali harus menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Dik Rena menjalani operasi kedua hari Kamis tanggal 26 Juni 2014 di RSHS Bandung. Alhamdulillah, operasi yang dimulai dari pukul 12.00 sampai pukul 17.30 itu berjalan lancar. Pasca operasi ia masih harus dirawat beberapa hari, dan juga harus membeli peralatan untuk busi, suprasob dan gel-nya. Tanggal 20 Juli Dik Rena kembali menjalani kontrol dan perawatan di RSHS Bandung. Tanggal 26 Juli 2014 Dik Rena mengalami pendarahan di bagian bekas operasinya, sehingga harus dilarkan ke IGD RSHS Bandung. Tanggal 15 Agustus Dik Rena akan diobservasi kembali di RSHS Bandung untuk persiapan menjalani operasi ulang karena ia sempat mengalami pendarahan, dan menurut dokter bekas operasinya robek sehingga antara anus dan vagina jaraknya terlalu dekat. Dik Rena tinggal di RSSR Bandung selama ia menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSHS. Tanggal 16 Oktober 2014 Bu Tia Setiawati, Ibu Dik Rena mendapatkan telepon dari pihak RSHS agar bisa datang untuk menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung pada hari Senin tanggal 20 Oktober 2014. Tanggal 3 Desember 2014 Dik Rena kembali menjalani jadwal kontrol rutin ke RSHS Bandung, untuk mengobservasi perkembangan penyakitnya, serta untuk persiapan operasi ketiganya. Tanggal 21 Februari Dik Rena kembali kontrol ke RSHS Bandung untuk persiapan operasi ketiganya. Tanggal 10 Maret 2015 Dik Rena harus dirawat di RSHS karena bekas operasinya mengalami pendarahan. Bulan April 2015 Rena menjalani kontrol 2 kali ke RSHS Bandung. Bulan Mei Rena kembali dipanggil oleh pihak RSHS untuk menjalani observasi persiapan operasi ketiganya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Dik Rena yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi bekal sehari-harinya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 817. Alhamdulillah, dengan bantuan para sedekaholics, pengobatan Dik Rena yang sempat tertunda selama 3 tahun sekarang bisa dilanjutkan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2015.
Kurir : @luchakiem Tya Setiawati

Rena menderita atresia ani

Rena menderita atresia ani


NUNUNG binti MUNIR (37, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 4/4, Kel.Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Nunung berasal dari keluarga yang sederhana. Ia merasakan ada benjolan di payudaranya sejak sekitar 8 bulan yang lalu, namun karena kekurangtahuan dan kekhawatiran harus mengeluarkan baya yang besar, ia pun belum memeriksakannya ke dokter. Benjolan yang asalnya kecil lama kelamaan bertambah besar dan sering terasa sakit. Barulah setelah ia merasa tidak kuat lagi karena sering kesakitan, ia menceriterakan keadaannya kepada seorang bidan yang tinggal tidak begitu jauh dari rumahnya. Kemudian ia disrankan untuk memeriksakannya ke dokter Puskesmas, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, kembali Bu Nunung mengurungkan niatnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Bu Nunung dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitannya. Dengan berbekal surat Keterangan Tidak Mampu dari RT,RW dan Kelurahan, Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda melaui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dan alhamdulillah 2 hari kemudian selesai. Bu Nunung pun mulai pemeriksaan penyakitnya secara berjenjang mulai dari Puskesmas, yang kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dokter RSUD melakukan observasi selama kurang lebih seminggu, dokter menyarankan Bu Nunung untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Awalnya Bu Nunung merasa shock medengar saran dokter ini, namun setelah mendapatkan penjelasan dari dokter akhirnya ia bersedia untuk menjalani operasi pada tanggal 14 April 2015. Bulan Mei 2015 Bu Nunung memulai pengobatan lanjutannya di RSHS Bandung pasca menjalani operasi di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan akomodasi selama Bu Nunung menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di ROmbongan 812. Semoga Bu Nunung cepat pulih dan bisa beraktifitas lagi seperti semula, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 8 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Ibu nunung menderita Kanker Payudara

Ibu nunung menderita Kanker Payudara


DARSIH binti SAPE’I (60, CA Endometrium) Kp. Rancapaku RT 2/3 Desa Rancapaku Kccamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mak Darsih, begitu ia biasa dipanggil, tinggal menumpang di rumah anaknya, Bu Imas (53) yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pak Mamat, menantunya hanya sesekali datang ke rumah itu karena sudah memiliki istri muda. Sementara anaknya ia dan Bu Imas tinggal bersama 3 orang cucu Mak Darsih, 2 orang masih usia sekolah, sedangkan yang sudah dewasa, Yanti, mengalami gangguan jiwa. Kondisi keluarga pra sejahtera ini sangat mengkhawatirkan, tidak terlihat banyak perabotan rumah tangga di rumahnya. Rumah itu pun merupakan hasil jerih payah Bu Imas yang dulu pernah bekerja di Arab Saudi. Karena tidak ada dari anggota keluarganya yang bisa mencari nafkah, sementara Pak Mamat pun hanya sesekali saja memberikan nafkah bagi keluarganya, itu pun hanya cukup dipergunakan untuk keperluan sekolah cucu Mak Darsih, sehingga memaksa Bu Imas kadang-kadang harus mencari nafkah dengan menjadi pengemis di lampu merah di Kota Tasikmalaya. Keadaan ekonomi yang sulit, harus ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Mak Darsih yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di bagian perutnya, sehingga kerap kai harus bolak-balik ke Puskesmas atau memanggil mantri Kesehatan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Pihak Pskesmas sudah menyarankan untuk memeriksakan kondisi Mak Darsih ke Rumah Sakit, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, mereka belum dapat melakukannya. AKhirnya dengan dibantu oleh kepala desa setempat, Mak Darsih berhasil mendapatkan jaminas kesehatan daerah dari PemKab Tasikmalaya. Setelah dibawa ke RSUD SMC, Mak Darsih langsung dirujuk ke RSHS karena diperkirakan menderita penyakit kanker yang stadiumnya sudah cukup parah. Atas informasi dari Kepala Desa setempat, #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan Mak Darsih dan keluarganya, dan mulai bulan April 2015, beliau menjadi pasien dampingan SR, meskipun dala untuk memastikan tindakanm proses pengobatannya Mak Darsih sering tidak ada dari pihak keluarga yang mendampinginya, sehingga harus didampingi Kurir SR. Mak Darsih menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan medis selama di RSHS untuk dapat menentukan tindakan medis selanjutnya, selama sebulan beliau berada di RSSR Bandung. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan  transportasi, dan akomodasi bekal sehari-hari selama Mak Darsih menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 812.  Semoga ikhtiar pengobatan Mak Darsih dimudahlancarkan Allah SWT, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 4 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu darsih menderita CA Endometrium

Ibu darsih menderita CA Endometrium


EMPONG binti HARUN (45, Tumor di kaki) Kp. Lewihieum RT 2/4 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Empong, janda yang tinggal bersama kedua orang anaknya ini sudah sekitar 2 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Bu Empong juga luput dari pendataan keluarga miskin, karena itu ia tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, meskipun keadaan keluarganya sanagat layak untuk dibantu. #SedekahRombongan yang mendapatkan informasi tentang keadaan Bu Empng dari Ketua RT setempat segera mengunjungi rumahnya. Atas persetujuan Bu Empong dan keluarganya, Kami merencanakan untuk memeriksakan Bu Empong ke RSUD dr. Soekardjo setelah mengurus fasilitas Jaminan kesehatan yang akan diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, ajuan fasilitas Jamkeskinda untuk Bu Empong disetujui Dinas Kesehatan, dan dua hari kemudian Kami mengantar Bu Empong untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUD dr. Soekardjo. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Rencananya Kami akan membawa Bu Empong ke RSHS hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014. Hari Minggu tanggal 23 Nopember 2014 Kami mengantar Bu Empong untuk melakukan pemeriksaan di RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Hari Jumat tanggal 28 Nopember ia pulang dulu ke Tasikmalaya dijemput dengan MTSR, untuk selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan 2 minggu yang akan datang. Tanggal 3 Desember Bu Empong kembali menjalani pemeriksaan di RSH Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Hasil biopsi dijadwalkan akan bisa diambil pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014. Tanggal 17 Desember 2014 Bu Empong kembali berangkat ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol. Ia juga akan berkonsultasi dengan tim dokter RSHS mengenai rencana tindakan medis yang akan dijalaninya. Awal Februari Bu Empong memenuhi jadwal kontrol untuk pemeriksaan penyakitnya serta konsultasi hasil biopsi untuk penentuan tindakan medis selanjutnya. Tanggal 23 Februari Bu Empong dijadwalkan untuk menjalani operasi dan alhamdulillah sudah mendapatkan ruangan. Bulan April 2015 Bu Empong menjalani kontrol 2 kali seminggu ke RSHS Bandung. Pasca menjalani operasi, Bu Empong mulai menjalani kontrol rutin pada Mei 2015 untuk mengobservasi perkembangan hasil operasinya selanjutnya juga akan ditentukan apakah tindakan medis selanjutnya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari di RSSR dan selama Bu Empong menjalani kontrol pasca operasi di RSHS Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 817.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu empong menderita Tumor di kaki

Ibu empong menderita Tumor di kaki


IMAS KARTINI (28 thn, Anemia Hemolitik), Kp. Cigadog RT 4/1 Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Imas, stri dari Pak Diki Permadi (38) seorang tukang jualan cilok (sejenis makanan kecil terbuat dari tepung kanji) ini sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan. Pak Diki yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil ini, segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, tanggal  12 Oktober Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah sampai tgl 18 Oktober 2014. Karena kehabisan bekal, Pak Diki membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Salah seorang kepala perawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya menyarankan Pak Diki untuk menemui Kurir #SedekahRombongan agar mendapat bantuan untuk melanjutkan pengobatan Bu Imas ke RSHS Bandung. Ketika Kami menemi Bu Imas, di rumahnya, kondisinya sudah sangat lemas sehingga atas ijin keluarganya segera mengevakuasinya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 24 Oktober Bu Imas masuk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya, kemudian diberi terapi pengobatan dan alhamdulillah HB-nya naik menjadi 5,9. Selanjutnya Bu Imas dirawat selama 7 hari dan menjalani pengobatan dengan suntikan, infus dan obat-obatan. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, HB-nya naik sampai 7.  Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Pada tanggal 30 Oktober 2014 pukul 21.30 dengan didampingi oleh dua orang perawat dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kami mengantarnya ke RSHS Bandung dengan MTSR untuk selanjutnya ia akan menjalani perawatan di RS tersebut. Pasca menjalani perawatan selama satu minggu di RSHS Bandung, dimana ia menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan sample dari sumsum tulang belakang, dan transfusi WRC golongan darah O+ sebanyak 3 labu, tanggal 5 Nopember 2014 Bu Imas diperbolehkan pulang dengan HB terakhir 9,8. Rabu 12 Nopember Bu Imas dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Hari Selasa 25 Nopember 2014 Bu Imas kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani jadwal kontrol. Alhamdulillah kondisinya membaik dan HB-nya terakhir tercatat 12,2. Meskipun demikian ia tetap harus menjalani kontrol 2 minggu mendatang untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin dwi mingguan di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Bu Imas ke RSSR Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap perkembangan kesehatan Bu Imas dinilai tim dokter sangat bagus, HB terakhir adalah 13,2 sehingga kontrol selanjutnya dijadwalkan tidak dwi mingguan lagi tetapi setiap bulan. Tanggal 5 Januari 2015 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS. Kali ini kondisinya kurang bagus, sehingga ia harus tinggal beberapa hari di Rumah Singgah SR untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan harus kembali ke RSHS tanggal 19 Januari.  Untuk mendukung pengobatan medis dan menjaga kondisinya selain mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, Bu Imas juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Imas bulan Februari menjalani 2 kali kontrol rutin ke RSHS Bandung, jika HB-nya turun ia akan menjalani transfusi darah tipe WRC (Washed Red Cell) di RSHS, karena di UTD PMI Tasikmalaya belum bisa. Bulan April 2015 Bu Imas seminggu 2 kali harus menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Alhamdulillah bulan Mei 2015 Bu Imas kondisinya cukup menggembirakan sehingga ia bisa menjalani kontrol rutin ke RSHS dengan lancar, namun ia disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga HB-nya agar tetap stabil. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan, asupan gizi,  dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani perawatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 817.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2015
Kurir : @luchakiem

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik

Ibu imas menderita Anemia Hemolitik


FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH (2, Hidrosefalus, TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 01/08, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2015 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta. Santunan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Mei 2015, sebelumnya masuk di Rombongan 817. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 2 dan 16 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Fairus menderita Hidrosefalus, TB Paru

Fairus menderita Hidrosefalus, TB Paru


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (21, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Mei 2015 Aisyah kembali menjalani jadwal transfusi di RSHS Bandung, dan #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan akomodasi Aisyah ke RSHS, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 812. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan.

Jumlah bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 16 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


EWON NURWAN (75, Stroke, Maag, Vertigo). Alamat: kp. Nempel RT 22/5, Pasir Panjang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Lima tahun lalu, bapak Ewon merasakan sakit kepala yang sangat dan memutuskan untuk berobat ke dokter terdekat dan ternyata bapak Ewon mengidap vertigo dan maag. Tapi karena tidak mempunyai biaya, beliau hanya istirahat saja di rumah sampai beberapa tahun kemudian ia terserang stroke dan berhenti bekerja. Selama stroke, beliau hanya berobat kepada dokter terdekat dan sama sekali tidak melakukan pengobatan atau rawat inap di puskesmas atau rumah sakit. Bapak Ewon hanya tinggal berdua bersama istrinya, Entin (65) yang hanya bekerja serabutan. Entin menuturkan untuk mendapatkan lima ribu rupiah pun ia harus bekerja seharian dan meninggalkan suaminya sendirian di rumah yang kecil dan tidak steril karena anak-anaknya sudah menikah dan lepas tangan untuk mengurus ayahnya. Entin bercerita bahwa ia dan suaminya pernah ditawari untuk membuat BPJS oleh RT setempat namun tidak ada kelanjutan dan ia mengaku bahwa keluarganya awam tentang administrasi seperti itu. Ketika dikunjungi kurir #SedekahRombongan, Entin menangis karena sebenarnya ia ingin membawa suaminya ke rumah sakit namun tidak mempunyai kendaraan ataupun ongkos ke kota karena jarak rumah ke rumah sakit begitu jauh. Bantuan awal pun disampaikan pada bapak Ewon agar ia bisa berobat dan segera pulih sehingga fisiknya bisa menjadi lebih kuat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @mustikanoverita

31 ewon

Pak ewon menderita Stroke, Maag, Vertigo


KHOERUNNISA ASWANDA (1 thn, Hirschprung Desease).  Jl. Cipedes 1 RT 3/1 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Buah hati dari Ibu Yuli, seorang single parent yang sehari-hari bekerja sebagai staf di sebuah TPA ini, dari semenjak bayi sering sakit-sakitan. Sang bayi kerap menangis dan susah BAB, sehingga perutnya membesar. Bu Yuli membawa Khoerunnisa ke Bidan, lalu bidan langsung merujuknya ke RSUD karena diperkirakan bayinya menderita kelainan saluran pencernaan.  Akhirnya Khoerunnisa menjalani operasi pemindahan lobang pembuangan sementara (colostomy) di RSUD dr. Soekardjo, karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia menderita Hirschprung Desease.  Awalnya Bu Yuli masih mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari mantan suaminya, namun setelah berpisah ia dan bayinya tidak dapat lagi menerima manfaat BPJS karena sudah dicabut keanggotaannya/tidak dilanjutkan. Untuk pengobatan selanjutnya, Khoerunnisa dirujuk ke RSHS Bandung, karena operasi pertama bertujuan hanya sebagai tindakan medis sementara agar Khoerunnisa tidak kesulitan BAB. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban Bu Yuli, yang dipergunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi serta akomodasi sehari-hari selama Khoerunnisa menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Semoga Khoerunnisa dapat menjalani pengobatan lanjutannya dengan lancar dan segera sembuh, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 19 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Nisa menderita Hirschprung Desease

Nisa menderita Hirschprung Desease


ATI SUMIATI (15, Kista) Kp. Ronjong RT 2/5, Desa Sindang Raja, Kec. Jamanis Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Ati adalah seorang pelajar SMP mempunyai kepribadian riang dan disukai teman-temannya. Kegiatan sehari-harinya diisi sebagaimana anak sebayanya. Belajar dan bermain, kadang pergi mengaji ketika sore tiba. Namun mulai sekitar setahun yang lalu Ati terlihat sering mengeluh sakit di sekitar perutnya. Padahal fisik Ati termasuk kuat. Semakin hari mulai terasa ada benjolan di dalam perutnya dan sakitnya mulai semakin parah. Karena ketiadaan biaya, kemudian orang tua Ati mencoba berobat dan membawa anaknya ke berbagai macam pengobatan alternatif, namun belum ada perubahan yang menggembirakan, Ati masih kerap merasakan sakit. Akhirnya mereka memberanikan diri berobat ke Puskesmas terdekat, dan ternyata Ati diperkirakan menderita kista, dan ia pun dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah melewati berbagai macam pemeriksaan Ati kemudian dirujuk ke ke RSHS Bandung dan kini tinggal di Rumah Singgah  #SedekahRombongan dan akan berobat lebih lanjut dengan jaminan Jamkesmas. Ati berharap agar ia segera sembuh dan bisa belajar seperti biasa. Bulan Mei 2015 Ati kembali menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung untuk mengobservasi penyakit kistanya. Semoga banyak sahabat #SR yang terketuk hatinya untuk membantu Ati agar bisa meraih masa depan yang cerah nantinya. Cepat sembuh, Ati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 3 Mei 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Ibu ati menderita Kista

Ibu ati menderita Kista


YANI binti ADAM (45, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Legok Oncom RT 3/5 Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Yani, begitu ia biasa dipanggil, adalah istri dari Pak Mahpud (48), seorang buruh tani yang kerjaan sehari-harinya lebih banyak mencangkul di sawah milik orang lain. Penghasilan per harinya berkisar antara 25-40 ribu. Dengan penghasilan sebesar itu mereka harus menafkahi kedua anaknya yang masih tinggal bersama mereka. Ibu Yani sewaktu masih sehat sering ikut membantu meringankan beban keluarga dengan menjadi buruh cuci di tetangganya. Namun sejak penyakitnya bertambah parah, ia tidak bisa lagi bekerja membantu suaminya. Beliau hanya bisa terbaring di tempat tidur. Pengobatan sudah mereka upayakan dengan bantuan Jamkesda Kabupaten Tasikmalaya, namun keseringannya Bu Yani tidak bisa berangkat berobat karena tidak memiliki biaya untuk transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan #SedekahRombongan, yang segera menyampaikan santunan untuk embantu pengobatan Bu Yani. Santunan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi Bu Yani berobat ke RSUD. Kondisi Bu Yani saat bertemu dengan #SedekahRombongan terlihat sudah sangat mengkhawatirakan, beliau belum bisa melanjutkan pengobatannya ke RSHS karena harus menjalani perbaikan Kesehatan Umum dulu di RSUD, namun di tengah ikhtiarnya untuk berobat, beliau telah dipanggil Allah SWT. Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. #SedekahRombongan menyampaikan santunan sebagai uang duka untuk keluarga Bu Yani. Semoga almarhumah diberi tempat yang indah di Sisi Allah SWT, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @KangAjatAchok

Pak yani menderita Kanker Payudara

Ibu yani menderita Kanker Payudara


PAJRI MAULANA YUSUF (3 thn, Cairan di Otak), Kp. Bebedahan RT 9/3 Desa Serang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Putera dari Bapak Husen (45) seorang buruh serabutan dan Ibu Neni (44) ini didiagnosa terdapat cairan di otaknya sehingga harus menjalani operasi. Dengan fasilitas jaminan Jamkesda yang dimilikinya, Bu Neni merasa khawatir kalau ada biaya yang harus mereka bayar karena tidak dijamin oleh fasilitas jaminan kesehatan yang mereka miliki, sementara kemampuan mereka terbatas. Selain rumah panggung tempat mereka tinggal, tak ada lagi harta lain yang bisa mereka jual. Seminggu yang lalu Bu Neni bertemu dengan Kurir #SR di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ketika itu ia sedang memeriksakan Dik Pajri yang sedang sakit, dan menurut hasil pemeriksaan dokter diperkirakan ada cairan di kepala Dik Pajri yang masuk ke bagian otaknya sehingga harus menjalani CTScan. Jika hasilnya positif, maka ia harus menjalani operasi. Benar saja ternyata hasil CTScan menunjukkan ada cairan yang masuk ke bagian otak Dik Pajri, dan Bu Neni pun menghubungi Kurir #SR untuk meminta bantuan. Kami segera menenangkan Bu Neni dan berusaha untuk meyakinkankan bahwa Kami dari #SR akan semaksimal mungkin membantu mendampingi pengobatan Dik Pajri. Alhamdulillah akhirnya pada tanggal 24 Desember 2014 operasi Dik Pajri dapat dilaksanakan dan berhasil dengan selamat. Dik Pajri kemudian menjalani perawatan pasca operasi selama 3 hari dan akhirnya diperbolehkan pulang untuk selanjutnya akan menjalani rawat jalan untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Tanggal 6 April 2015 Pajri mengalami kejang-kejang sehingga ia harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo. Tanggal 14 Mei 2015 Dik Pajri kembali masuk ke RSUD dan harus dirawat selama 5 hari di sana. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan di luar jaminan, dan biaya sehari-hari selama Dik Pajri menjalani pengobatan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di R0mbongan 817

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Pajri menderita Cairan di Otak

Pajri menderita Cairan di Otak


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional+Maintenance). Mulai Bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 3 November 2014 MTSR Tasikmalaya mengalami kerusakan pada perseneling pada saat sedang dalam perjalanan menjemput pasien ke RSSR Bandung. Selain itu MTSR Tasikmalaya juga sedikit bermasalah pada bagian stir-nya. Mengingat frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya yang tinggi karena harus bisa menghandle pasien-pasien baik di area Priangan Timur, dan agar kondisi mobil tetap prima, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk biaya service MTSR Tasikmalaya. Bulan Januari 2015 MTSR Tasikmalaya kembali melakukan service kaki-kaki dan penggantian satu set ban yang sudah mulai menipis agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan pengemudi. Bulan Februari 2015 MTSR Tasikmalaya melakukan penggantian satu set kopling,  per belakang, dan pembelian Accu. Untuk mendukung kelancaran operasional MTSR Bulan Mei 2015, kembali titipan #SahabatSR dipergunakan untuk biaya bahan bakar, service rutin, ganti oli, berikut ongkos pengerjaannya selama bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan: Rp 4.150.000,-
Tanggal : 29 Mei 2015
Kurir : @luchakiem @miftahudinsr Reza Alba, Qiner

Bantuan Operasional+Maintenance

Bantuan Operasional+Maintenance


MTSR BOGOR, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. (B 1481 SIF, Instalasi Karoseri Ambulance). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya  memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholic yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. dengan kehadiran MTSR untuk wilayah bogor tentunya di perlukan perubahan pada interior dan eksterior MTSR agar membuat nyaman pasien-pasien dampingan bogor yang meliputi pembelian stretcher, pembuatan rel untuk stretcher, pembelian tabung oksigen, Alat pemadam Api ringan serta untuk pembelian Ligthbar. Rincian biaya yang dikeluarkan untuk Karoseri Rp.16.000.000,- dan Lightbar Rp.4.000.000,-. Semoga dengan adanya MTSR di wilayah kota dan kabupaten bogor bisa dapat memudahkan para dhuafa untuk mendapatkan akses untuk berobat kerumah sakit, dan semoga orang – orang yang sudah memberikan sedekah dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 20.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh

Bantuan tunai untuk pembelian stretcher, pembuatan rel untuk stretcher, pembelian tabung oksigen, Alat pemadam Api ringan serta untuk pembelian Ligthbar.

Bantuan tunai untuk pembelian stretcher, pembuatan rel untuk stretcher, pembelian tabung oksigen, Alat pemadam Api ringan serta untuk pembelian Ligthbar.


ASWATI BINTI ASMAYA (50, Asma). Alamat: Kp. Cukang Galih Rt. 6/1 Kelurahan Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.Ibu Aswati begitu beliau sering disapa, adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari merawat anak dan mengurus rumah. Sejak 6 bulan yang lalu mengeluh sering merasakan sesak nafas. Tapi tidak begitu dihiraukan, karena berfikiran mungkin efek kecapekan. Kejadian itu berulang sampai ibu Aswati merasakan begitu sesak. Akhirnya, oleh keluarga ibu Aswati dibawa berobat ke Rumah Sakit terdekat dan dokter mengatakan jika ibu Aswati menderita asma. Seharusnya ibu Aswati harus membeli inhaler (obat hirup untuk Asma), tapi karena keterbatasan biaya akhirnya ibu Aswati belum bisa membelinya. Suami ibu Aswati, bapak Suhendra (64) bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilan tidak menentu. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga ibu Aswati dan menyampaikan santunan untuk membeli inhaler. Ibu Aswati dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh #SahabatSR.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik

Aswati menderita Asma

Aswati menderita Asma


TITIAN KASIH NAULI (9, Hydrosepallus), beralamat di Jl. Babakan Cihapit No.178 RT.8/6, Kel. Pasir  Layung, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung . Dik Titian adalah anak tunggal dari ibu Neni (33) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sudah tidak mempunyai ayah lagi karena sang ayah meninggal di saat dik Titian masih dalam kandungan sang ibu. Berawal dari dik Titian saat berumur 4 bulan, sang ibu merasa ada pembesaran di kepala dik Titian yang mengakibatkan retina matanya seakan-akan seperti tertarik ke atas, dengan segera sang ibu membawa dik Titian ke Rumah Sakit terdekat untuk mengetahui apa yang terjadi pada dik Titian. Dokter menginformasikan bahwa dik Titian didiagnosa Hydrocephalus (terdapat sumbatan cairan pada kepalanya) yang mengakibatkan pembesaran pada kepalanya. Saat ini dik Titian sudah berumur 9 tahun dan Alhamdulillah sudah menjalankan operasi pemasangan selang di kepalanya dan menjalani kontrol rutin di rumah sakit sebulan sekali. Berawal dari informasi seorang sahabat Sedekah Rombongan di Jakarta akhirnya Kurir Sedekah Rombongan Bandung bisa bersilaturahmi bersama keluarga kecil ini dan langsung menyampaikan bantuan awal untuk keperluan sehari hari dan susu dik Titian, Jazakumullah khairan katsiran Sedekahholics.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @tantan

Titian menderita Hydrosepallus

Titian menderita Hydrosepallus


SUMIYATI BINTI HAWA (48, Ca Mammae) Alamat : Kampung Cibayur,RT.2/4, Kelurahan Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat . Suami dari bu Sumyati ialah Pak Mamat (55) yang sehari-harinya bekerja sebagai montir kapal kapal nelayan di daerah Surade Jawa Barat dan mempunyai 3 orang anak yang 2 di antaranya masih dalam tanggunangan mereka. Berawal dari akhir  tahun 2013 lalu, Bu Sumiati merasakan ada yang aneh pada payudara sebelah kirinya yang tumbuh benjolan yang semakin hari semakin membesar. Kemudian ia memutuskan untuk memeriksakan ke RSUD Jampang yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter memvonis bahwa Ibu Sumyati terdiaknosa Ca Mammae atau sering di sebut dengan kanker payudara. Selanjutnya Bu Sumyati dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Pak Mamat, sang suami langsung tanpa piker panjang membawa sang istri menuju RS. Hasan Sadikin Bandung setelah memperoleh surat rujukan dari RSUD setempat. Dengan mengendarai motor milik anaknya, Pak Mamat membelah kemacetan sepanjang jalan Sukabumi hingga Bandung bersama sang istri yang menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam lamanya perjalanan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga ini di RS. Hasan Sadikin Bandung dan kami mengajak nya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang tidak jauh dari RSHS untuk singgah sementara menunggu jadwal operasi yang telah di tentukan. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut yang di pergunakan untuk membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS kesehatan serta bekal selama berobat di Bandung, membeli obat yang tidak tercover BPJS dan biaya pulang ke kampung halaman. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 756 bulan Oktober tahun lalu .

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu sumiyati menderita Ca Mammae

Ibu sumiyati menderita Ca Mammae


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kotamadya Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia menderita tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Alhamdulillah kini ibu Ii kondisinya membaik setelah pasca operasi penganggatan Batu ginjal pada bulan Juni ini dan telah mulai beraktifitas kembali di rumah dan hanya melanjutkan kontrol rutin 1 bulan sekali di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin YRA. Saat ini #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat-obatan paska operasi yang cukup mahal yang tak ter-cover oleh BPJS kesehatan. Ibu Ii Tunia yang sebelumnya masuk pada Rombongan 800.kini kondisi ibu Ii Tunia sedang memburuk tidak mampu berdiri dan hanya terbaring lemah di rumahnya , Yaa Allah semoga bu Ii Tunia bisa jalan dan sehat kembali, Amin..

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 23 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri


RANIA DAN GILANG (2 minggu, melahirkan). Bertempat tinggal di Desa Sumber Patung RT 6 RW 4, Kecamatan Kalipare, Kabupaten  Malang, Provinsi Jawa Timur. Rania dan Gilang merupakan sepasang anak kembar berumur 2 minggu, lahir dari pasangan Ibu Iis Junaedah 38th dan Bapak Waluyo Hermanto 40th .  Namun di sayangkan Rania Dan Gilang lahir secara prematur, dan di lahirkan dalam keadaan kritis karena terjadi kesalah pahaman dengan pihak rumah sakit hingga si bayi harus di sinar dengan tidak mempunyai bpjs. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan Ibu Iis kesulitan dalam biaya rumah sakit serta keluarga yang minim birokrasi rumah sakit. Dimana tidak Ibu Iis dan Bapak Waluyo hanya sebekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rania dan Gilang dan menyampaikan santunan sebesar Rp 2.000.000 ,-. Ucapan trimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu biaya rumah sakit Rania dan Gilang. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp2.000.000
Tanggal : 2 September 2015
Kurir : @FaizFaeruz @Gustiannisa @Dhani_017

Bantuan biaya melahirkan

Bantuan biaya melahirkan


M. TOSAN (58th, korban penganiayaan). Bertempat tinggal di Jalan Watu Pecak, Dusun Krajan 2, Desa selok Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Pak Tosan sapaan beliau merupakan korban penganiayaan oleh teman sepekerjanya, beliau di aniyaya sampai tak sadarkan diri oleh temannya hingga beliau harus dilarikan ke RSSA untuk mendapatkan perawatan medis. Dan beliau langsung mendapat perawatan di ICCU RSSA Malang selama 2 minggu. Beliau bekerja di sebuah tambang pasir selok awar dengan penghasilan tidak menentu. Kendala yang di hadapi beliau dari keluarga tidak mampu dan rumahnya yang di areal persawahan dimana yang sudah tidak berfungsi karena penambangan liar. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Tosan dan menyampaikan santunan lepas sebesar Rp 3.000.000 ,- untuk biaya akomodasi rumah sakit diberikan kepada keluarga bapak Tosan karena Pak Tosan masih berada di ruang ICCU . Ucapan trimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan membantu proses pengobatan Pak Tosan di RSSA Malang. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir : @FaizFaeruz @Dhani_017

Pak tosan mengalami korban penganiayaan

Pak tosan mengalami korban penganiayaan


RSSR BANDUNG, (Pengeboran Air Bersih). Pada awal Februari 2016, Alhamdulillah #SedekahRombongan semakin mendapatkan kepercayaan sedekaholics untuk mengontrak kembali Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung di lokasi yang lebih strategis. Tidak tanggung-tanggung, rumah yang lokasinya di pinggir jalan kelurahan ini dikontrak selama tiga tahun ke depan, sampai 2019. Dalam pergerakan #SR di Bandung, tahun 2016 adalah tahun keempat #SR Bandung mendapatkan amanah untuk meningkatkan pengkhidmatan melalui pelayanan di RSSR terhadap dhuafa sakit yang sedang berjuang mengikhtiarkan kesembuhan, berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo, dan rumah sakit lainnya yang berada di Kota Bandung. Salah satu sarana penting untuk membahagiakan dhuafa sakit adalah adanya ketersediaan air bersih yang sangat dibutuhkan dalam keseharian mereka selama tinggal di RSSR Bandung. Kapasitas layanan PAM yang sudah ada di rumah yang dikontrak itu tidak akan mencukupi untuk memenuhi pemakaian air harian. Oleh karena itu, diputuskanlah Pengeboran Air Bersih yang pengerjaannya diserahkan kepada pihak ketiga. Pelaksana pengeboran adalah warga sekitar RSSR, kontrak kerjanya : “Sistem borong pekerjaan”. Biaya kerjanya Rp.4.000.000,-. #SR yang menyiapkan alat-alat pengeboran, bahan-bahan, dan instalasi yang diperlukan sampai air bisa dimanfaatkan. Biaya pembelian alat-alat, pipa, lem, semen, bata, jet-pump, dan penunjang lain mencapai Rp. 4.810.000,- Alhamdulillah dalam waktu satu minggu pengeboran membuahkan hasil. Pengeboran mencapai 26 meter. Berkat kepedulian #Sedekaholics, alhamdulillah kini RSSR Bandung sudah memiliki sumber air bersih yang debit dan volumenya lebih memadai. Semoga sedekah jariah berupa sarana air bersih ini pahalanya berlipat ganda sampai hari Kiamat dan dapat menghidupkan kehidupan, seperti Firman Allah Swt : “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu menjadi hidup ….” Aamiin ya Rabbal aalamiin!

Jumlah Bantuan : Rp. 8.810.000,-
Tanggal : 7 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bantuan Pengeboran Air Bersih

Bantuan Pengeboran Air Bersih


MTSR BANDUNG (B 1629 SZF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Maka ketersediaan bahan bakar MTSR Bandung dan penggantian pelumas secara rutin menjadi suatu keharusan; begitu juga dengan servis rutin. Alhamdulillah para #Sedekaholic #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian BBM/bensin Premium MTSR Bandung dari bulan Februari 2016 serta pembelian pelumas dan servis rutin. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Bantuan operasional sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 802. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.500.000,-
Tangggal: 20 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya pembelian BBM/bensin Premium MTSR Bandung

Biaya pembelian BBM/bensin Premium MTSR Bandung


YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Pada awal Agustus 2015 kembali MTSR Bandung mengantar-jemput Bu Yulnida kntrol ke RSHS dan menjalani hemodialisis. Akhir September 2015 ia kontrol juga ke RS Mata Cicendo Kota Bandung karena ia kehilangan 30 persen fungsi matanya. Selain ada gangguan lain di matanya, ia juga harus mengganti kacamata. Alhamdulillah #SR membantu membelikannya. Akhir Oktober 2015, Bu Yulnida kembali menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada 25 November 2015 kondisi Bu Yulnida menurun drastis. Saat menjalani hemodialisis, ia muntah-muntah, tak bisa bergerak dan sempat pingsan. Ia kemudian dievakuasi di IGD RSHS Bandung. Masa kritisnya alhamdulillah dapat terlewati. Pada 19 Januari 2016 keluarganya mengontak kurir #SR memberitakan bahwa Bu Yulnida tak bisa berjalan ketika akan pergi menjalani hemodialisa. MTSR 1629 kemudian menjemput dia ke rumahnya. Pada pertengahan Maret 2016, kurir SR mendampinginya kembali kontrol dan cuci darah di RSHS Bandung. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Fungsi matanya semakin menurun walaupun dibantu dengan kaca mata. Dia masih harus rutin kontrol dan menjalani hemodialisis delapan kali sebulan. Karena ikhtiar pengobatan Bu Yulnida masih harus dilakukan, kembali #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk transportasi, akomodasi, dan biaya sehari-hari selama ia berobat, yang dia terima dalam perjalanan pulang diantar MTSR Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 810.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik


SUDRAJAT BIN DAHLAN (30, Ĺumpuh). Alamat: Kampung Gunung Leutik RT.2/16 Kecamatan Nagreg, Kababupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelum mengalami kelumpuhan, Pak Sudrajat dikenal warga sebagai pembuat gorengan dan jajanan di kampung, dibantu istrinya, Eulis (40) dan ibunya. Pak Ajat.–demikian panggilan kesehariannya– menjajakan makanan dan jajanan produksinya berkeliling kampung dibantu oleh Ibu dan istrinya. Hanya dari membuat dan menjual jajanan itulah keluarga mereka mencari nafkah. Akan tetapi, sejak tahun 2005, ayah dari satu anak ini tidak bisa lagi menjalankan usahanya karena ia sakit-sakitan. Bahkan kini ia hanya terbujur tak berdaya. Usaha kecilnya, membuat makanan dan berdagang, kemudian dilanjutkan oleh ibu dan istrinya. Berdasarkan penuturan keluarganya, awalnya Pak Sudrajat mengalami sakit panas yang sangat lama. Berbagai ikhtiar pengobatan dilakukan. Segala obat pernah ia coba, mulai “obat warung” sampai obat dari Puskesmas, tetapi sakit panasnya tidak kunjung turun apalagi hilang. Karena sakitnya itu ia terus terbaring; seiring perjalanan waktu, kakinya terasa tidak berdaya dan mengalami kelumpuhan. Sayang, pengobatannya belum maksimal. Padahal, Pak Ajat sangat menimpikan untuk bisa sembuh seperti semula agar bisa bekerja menafkahi keluarganya. Kabar mengenai penderitaan Pak Ajat dan keluarganya yang dhuafa itu akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan di Bandung Alhamdulillah, kurir #SR dapat mengunjungi dan bertemu dengan keluarga Pak Ajat. Kepada kurir #SR, Pak Ajat dan keluarganya menceritakan kesulitan hidup mereka: “Karena kesulitan ekonomi yang kami alami, seringkali kami tidak mempunyai ongkos dan biaya untuk berobat ke dokter atau rumah sakit. Ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas dengan menggunakan fasilitas BPJS,” tambah istrinya sambil menunduk. Mereka sangat berharap mendapatkan bantuan uuntuk biaya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah.sesekaholics #SR memahami apa yang menjadi impian Pak Ajat serta berempati atas aoa yang menimpa mereka dengan memberunya Bantuan Awal yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azbim @LilisDariyah @muchtar @hapsarigendhis

Pak sudrajat menderita Ĺumpuh

Pak sudrajat menderita Ĺumpuh


AZKA KENZIE PRASETYA (2, Diagnosa : Tumor Testis). Alamat : Gang Karya Bakti RT.6/1 No 166 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Bersama ayah dan ibunya, Dek Azka tinggal di rumah kontrakan sederhana ukuran 8 meter persegi. Ibunya, Nury Mulyani, sehari-hari disibukkan dengan pekerjaan mengurus rumah tangga, kini ia bahkan tengah mengandung anak yang kedua. Bapaknya Dek Azka, Ahmad Setiaji (26) sehari-hari bekerja sebagai buruh di pabrik. Walaupun tanggungan keluarga ini tidak banyak, mereka nampak kesulitan menghadapi tuntunan kebutuhan hidup. Apalagi, sejak Dek Azka sakit-sakitan dan diduga terserang Tumor Testis. Berbagai upaya mereka lakukan untuk mengobatinya. Beruntung Dek Azka bisa didaftarkan sebagai peserta jaminan kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung, yang dikenal sebagai Jamkes SKM (Surat Keterangan Miskin). Berbekal jaminan kesehatan itu, Dek Azka diperiksakan ke Puskesmas Pagarsih Kota Bandung, dokter prakek, dan Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) di Kota Bandung. Setelah melewati berbagai tahapan pemeriksaan di RSU Immanuel Bandung, Dek Azka akhirnya menjalani tindakan operasi di rumah sakit swasta yang menerima jaminam SKM itu. Ia sempat dirawat inap dua hari di sana. Alhamdulillah tumornya bisa diangkat, dan ia disarankan untuk kontrol seminggu sekali. Akan tetapi, belum juga tuntas menangani tumor di testisnya, tim medis menemukan benjolan juga di perut Dek Azka. Tentu saja kondisi ini semakin menambah kekhawatiran orangtuanya, kekhawatiran di tengah-tengah keterbatasan mereka. Kecemasan mereka akan nasib anaknya dan harapan mereka untuk terus berjuang demi anak tersayang, akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan melalui media soial. Saat dikunjungi kurir #SR di rumah kontrakan, orangtuanya tampak begitu bersemangat untuk terus berikhtiar. Alhamdulillah sedekaholics #SR berempati atas apa yang mereka alami dengan memberinya Bantuan Awal untuk biaya berobat Dek Azka. Bantuan yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari keluarga dhuafa ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Azka menderita Diagnosa : Tumor Testis

Azka menderita  Tumor Testis


KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Saat ini Karlinan harus menjalani therapy rutin ke RSUD Kota Bekasi seminggu 2 kali dan ke RSCM sebulan sekali. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantual lanjutan untuk Karlinan, digunakan untuk akomodasi rutin theraphy ke RSCM Jakarta yang di lakukan tiap dua pekan sekali. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 802. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan


DIDI SAMSUDI (44, Susp. Tumor Leher). Alamat : Kp. Ketapang RT. 2/2, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Awalnya sekitar tahun 2010, tumbuh benjolan sebesar telur ayam di leher Pak Didi. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar dan pada awal tahun 2014, Pak Didi berupaya memeriksakan ke RSUD Kota Bekasi. Karena keterbatasan alat, Pak Didi dirujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya pemeriksaan itu tidak berjalan mulus dan mengakibatkan terhenti sebelum waktunya dikarenakan ketiadaan biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat membantu melakukan pendampingan proses pengobatan. Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki Pak Didi sudah 2 tahun tidak terbayarkan, karena ketiadaan biaya. Pak Didi adalah seorang buruh serabutan, sedangkan istrinya, Lia Nuralih (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Pak Didi tetap berupaya menafkahi keluarganya meskipun kondisinya sedang sakit. Istri dan keempat orang anaknya hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kesembuhan Pak Didi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk membayarkan kartu BPJS dan biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Mamat Maksudi

Pak didi menderita Susp. Tumor Leher

Pak didi menderita Susp. Tumor Leher


MANAH BINTI JAYA (74, Gangguan Jantung dan Hypertensi). Alamat : Kp. Srengseng RT. 5/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sekitar 6 bulan yang lalu, Bu Manah mengalami sesak napas dan sering merasakan capek. Keluarga berinisiatif membawa Bu Manah ke klinik terdekat. Karena keterbatasan peralatan medis di klinik, ia dirujuk ke rumah sakit yang peralatannya lebih memadai. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kemudian Bu Manah dinyatakan terkena gangguan jantung dan hypertensi. Bu Manah pun menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi selama kurang lebih 2 minggu. Saat ini Bu Manah rutin menjalani kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu BPJS. Bu Manah adalah seorang janda tua, suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Untuk hidup sehari-hari, ia masih berharap pada anak-anaknya yang sudah berkeluarga yang penghasilannya kurang memadai. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan keprihatinan kepada Bu Manah dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Zaenudin

Bu manah menderita Gangguan Jantung dan Hypertensi

Bu manah menderita Gangguan Jantung dan Hypertensi


IRFAN HAKIM (16, Osteosarcoma). Alamat : Kp. Terusan RT. 7/3, Desa Setiajaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bengkak pada kaki kiri Irfan sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu, dari bengkak yang kecil hingga saat ini semakin membesar. Pernah sekitar bulan Januari 2016, ia dibawa ke RS. Hasan Sadikin Bandung, Namun ketika dokter menyarankan agar kaki Irfan harus diamputasi, Kedua orang tuanya tidak setuju, karena ia tidak tega melihat anaknya kelak memiliki satu kaki. Akhirnya Irfan dibawa pulang untuk menjalani perawatan di rumah. Kondisi saat ini semakin memburuk dengan perawatan yang seadanya di rumah. Ayah Irfan, Pak Mastur (40) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan. Keinginan untuk mengobati anaknya masih ada, meskipun ia menempuh jalur pengobatan alternatif. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban Irfan dan kedua orang tuanya. Semoga Irfan selalu di beri kemudahan dalam menghadapi penyakitnya, aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Karmo

Irfan menderita

Irfan menderita


ENGKES BINTI MAAT (53, Tulang Pinggang Bergeser). Alamat : Kp. Pisangan RT.3/2, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Penyakit pinggang yang Bu Engkes rasakan sudah menahun sehingga membuatnya tidak normal saat berjalan. Bermula dari aktifitas Bu Engkes saat masih sehat, berjualan ikan keliling dengan bakul yang digendong di samping. Setelah sekitar 10 tahun berjualan rutin, satu tahun terakhir, pinggangnya sering terasa sakit. Kemudian berobat ke RSUD Karawang menggunakan biaya umum dan dianjurkan rawat jalan seminggu sekali. Karena menggunakan biaya umum, ia kesulitan melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan Kartu BPJS dan biaya akomodasi kontrol rutin ke RSUD Karawang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Kaam Suwardi

Bu engkes menderita Tulang Pinggang Bergeser

Bu engkes menderita Tulang Pinggang Bergeser


MUHAMAD SOLEH (35, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Kp. Blokang RT. 1/1, Desa Karangsentosa, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Kecelakaan yang terjadi pada tanggal 26 Februari 2016 adalah awal dari perestiwa naas yang dialami Soleh. Ia dinyatakan sebagai korban tabrak lari yang ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan dengan luka pada bagian kepala. Berdasarkan KTP yang ditemukan di saku celananya, Soleh pun diantarkan ke alamat tempat tinggalnya yang kemudian langsung dievakuasi ke RS. Mutiara Husada Sukatani tanpa memiliki jaminan. Namun karena keterbatasan alat yang dimiliki oleh RS. Mutiara Husada, Soleh dirujuk ke RS. Ridhoka Salma Cikarang Barat. Kurir #SedekahRombongan berupaya mengurus ke pihak Jasa Raharja untuk meringankan biaya perawatan selama ia dirawat. Soleh yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan sangat kesulitan dalam biaya akomodasi selama di rumah sakit dan biaya transport mengurus jaminan ke Jasa Raharja. Istrinya, Bu Neneng Patonah (32) yang hanya seorang ibu rumah tangga hanya bisa pasrah dan berdoa melihat kondisi suaminya yang tergeletak di ruang perawatan RS. Ridhoka Salma.  Setelah Asuransi Jasa Raharja selesai diurus, ternyata masih ada selisih yang harus di bayar. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar sisa biaya rumah sakit dan bekal selama ia dirawat. Sebelumnya masuk di Rombongan (Belum ada di Web). Semoga Pak Soleh dan keluarga diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Via Zaenudin

Pak soleh menderita Kecelakaan Lalu Lintas

Pak soleh mengalami Kecelakaan Lalu Lintas


EMI BINTI ABDULLAH (90, Sakit Persendian). Alamat: Kp. Pisangan RT.3/2, Desa Karang patri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Di usianya yang hampir 1 abad, Nek Emi, biasa dia di panggil, hidup menjanda sejak 25 tahun yang lalu. Saat ini hidup bersama sang Cucu, Abdul (35), seorang pedagang sayur, yang memiliki tanggungan 3 orang anak. Meski sering sakit karena faktor usia lanjut, Nek Emi tidak pernah berobat ke rumah sakit. Selain karena tidak punya pasilitas jaminan kesehatan, cucunya pun, Pak Abdul, tidak memiliki biaya untuk membawanya berobat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan, menyampaikan bantuan awal titipan Sodaqoh untuk dhuafa miskin ini, bantuan akan digunakan untuk biaya membawa Nek Emi berobat ke klinik terdekat. Karena saat ini kondisi Nek Emi sedang sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Kaam Suwardi

Ibu emi menderita Sakit Persendian

Ibu emi menderita Sakit Persendian


DANI BIN ABDULLAH (9, Encephalitis). Alamat: Kp. Teluk Ambulu RT. 3/1, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pada mulanya, Dani menderita sakit panas. Oleh keluarga, Dani dirawat di rumah dan menghabiskan infus sebanyak dua botol. Namun setelah satu minggu, belum ada perubahan yang signifikan. Selang satu hari kemudian, tubuh Dani kembali diserang panas. Dani yang kesehari-hariannya dirawat oleh kakek dan bapanya ini (karena ayah dan ibunya sudah berpisah), akhirnya dibawa ke Puskesmas pada tanggal 14 Maret 2016. Dari Puskesmas, Dani langsung dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekas. Selama menjalani perawatan di ruang PICU RSUD, Dani diharuskan menjalani transfusi darah yang menghabiskan beberapa kantung. Ayah Dani, Pak Abdullah yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas ini, merasa berat menanggung biaya rumah sakit. Karena beliau tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah ataupun pihak swasta. Melihat kondisi Dani yang memprihatinkan, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan kepada Dani sehingga dapat membantu meringankan bebannya. Bantuan yang diberikan digunakan untuk membeli darah di PMI. Sementara surat jaminan masih dalam proses dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Dani menderita Encephalitis

Dani menderita Encephalitis


ARYA HERMAWAN BIN ELFIN (11, Leukemia). Alamat : Jl. Mega Ujung Gunung Ilir Kota Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Arya merupakan anak pertama  dari pasangan Bapak Elfin (35) dan Ibu Simah (34). Kedua orang tua dik Arya kini ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan di Menggala dan ibunya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, mereka hidup sangan sederhana bersama kelima anak nya. Awal mula sakit yang diderita dik Arya adalah sejak sekitar 3 bulan yang lalu, Arya serng mengalami demam dan sakit kepala. Selain itu juga dik Arya sering mengeluh sering mengalami pusing dan terlihat pucat. Kemudian orang tua dik Arya membawanya berobat ke puskesmas dan bidan terdekat, Karena orang tua hanya mengira bahwa dik Arya hanyalah sakit biasa saja. Selang beberapa hari kemudian dik Arya mengalami panas yang tinggi dan demam disertai sakit perut yang hebat, dikarenakan panik akhirnya dik Arya dibawa ke RSUD Menggala. Selama menjalani pengobatan di RSUD Menggala oleh tim dokter di RS tersebut, akhrnya diputuskan bahwa dik Arya harus mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut di RS yang lebih besar yaitu di RSUD Abdoel Moeleok (RSAM) Bandar Lampung. Dari hasil pmeriksaan darah yang dilakukan selama di RSAM, dik Arya dinyatakan mengidap penyakit Leukemia atau keganasan sel darah putih. Akhirnya tim dokter spesialis anak yang berada di RSAM menyarankan untuk melakukan rujuk ke RS yang lebih lengkap yaitu di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tetapi, dikarenakan kondisi ekonomi yang kurang mendukung dan tak ada sanak saudara satupun yang dikenal, keluarga dik Arya menolak untuk dilakukan proses rujukan kesana. Terlebih lagi, orang tua dik Arya masih harus menanggung hidup keempat anaknya yang lainyang masih kecil-kecil. Akhirnya dikarenakan kondisi keuangan yang sudah tidak cukup lagi untuk menjalani pengobatan di RSAM, keluarga dik Arya meminta untuk pulang paksa dari RSAM. Namun setelah tiba di rumah, selama 2 hari dik Arya kembali sakit dan akhirnya dibawa kembali ke RSAM untuk menjalani pengobatan. Hingga kemarin tanggal 15 Maret 2016, kondisi dik Arya masih terlihat sangat lemah. Dik arya beberapa kali mengalami demam naik turun. Kurir #SedekahRombongan Lampung yang melihat kondisi dik Arya, merasa sangat iba karena kondisinya yang semakin melemah. Akhirnya Kurir#SR Lampung berusaha menyampaikan santunan dari para sedekahkholic untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari selama di RSAM, dikarenakan ayah nya harus turut menunggui dik Arya dan tidak bisa bekerja. Saat ini dik Arya menggunakan fasilitas kesehatan BPJS kelas III yang disokong oleh pemerintah untuk rakyat Indonesia yang kurang mampu. Semoga dengan sedikit bantuan dari para sedekahkholic yang disantunkan oleh kurir #SRLampung dapat membantu demi tercapainya kesembuhan dik Arya seperti yang diharapkan oleh orang tuanya dan dik Arya bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Arya menderita Leukemia

Arya menderita Leukemia


MUHAMMAD RIFAI, (18, Varicess Oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT.1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. M.Rifai, Pelajar SMP anak pasangan Aspar (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (42) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga. M.Rifai selama ini mengidap penyakit anemia aplastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai kaganasan, selama ini pasien hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya). Saat ini Muhammad Rifai, atau Fa’i begitu kerap disapa oleh teman-temannya sudah diperbolehkan untuk kembali ke Lampung dan menjalani kontrol rutin setiap 3 bulan sekali di Jakarta. Untuk proses endoskopi terakhir yang dia jalani didapatkan hasil bahwa varices oeophagus yang dijalani oleh Rifai perlu di kontrol untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darahnya di poliklinik Hemato Onkologi di RSCM. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk ongkos pulang ke Mesuji Lampung dan untuk biaya pengobatandi Jakarta, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 686. Saat ini Rifai masih dalam dampingan kurir #SedekahRombongan Lampung dan Jakarta di Rumah Singgah Jakarta serta masih menunggu untuk hasil laboratorium terakhir demi pemantauan penyakitnya. Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk Muhammad Rifai. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @harjie_anis

Rifai menderita Varicess Oesophagus

Rifai menderita Varicess Oesophagus

—-
NURIDAH  BINTI WADDIN (80, Suspect Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Durian 2 Gg. Pondok No. 60 RT. 08/03 Kelurahan Durian Payung , Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Nenek Nur panggilannya, beliau merupakan seorang nenek tua yang hidup bersama seorang anak dan cucunya. Nenek Nuridah merupakan warga dari Kelurahan Durian Payung yang hidup ditengah kota dengan kehidupan yang sangat memprihatinkan. Nenek Nur yang biasa disapa tinggal di rumah yang berdinding papan dan geribik yang sudah mulai bolong-bolong yangterlihat semakin renta, seperti di usia nenek Nur yang semakin senja. Rumah itu pun bukanlah milik dirinya, namun atas kebaikan seorang warga di daerah tersebut, nenek Nuridah diperbolehkan menumpang dirumah itu dan tinggal bersama anak yang mengalami depresi atau gangguan jiwa dan cucunya. Sejak suaminya meninggal, Alm.  Bapak Ibrahim sekitar 26 tahun yang lalu, nenek Nur mulai bekerja seorang diri banting tulang sebagai tulang punggung keluarga untuk menghidupi dan menopang kebutuhan keluarganya. Dengan mengandalkan tenaganya, Nenek Nur rela bekerja sebagai buruh tukang cuci dan setrika dari rumah ke rumah. Namun, sudah sejak  dua tahun belakangan ini, nenek Nur sudah tidak bekerja karena kondisinya yang semakin tua dan kondisi fisik yang tidak kuat lagi untuk bekerja ditambah lagi dengan keadaannya yang sering batuk-batuk dan nyeri pada tulang belakang, serta gangguan pada penglihatan matanya. Batuk-batuk berdahak yang membuatnya semakin terlihat kurus ini dicurigai merupakan suatu penyakit Tuberculosis pada paru atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai infeksi oleh kuman Tuberculosis atau penyakit flek paru. Sementara untuk saat ini Nenek Nur tidak bisa berobat karena keterbatasan uang. Nenek Nur hanya bisa meinum obat warung dengan harga Rp 500,- sd Rp. 1000,- untuk penyakit flek parunya tersebut. Fasilitas Jaminan Kesehatan pun belum dia miliki dikarenakan Nenek Nur tidak bisa mengurus jaminan kesehatannya sendiri. Hingga tadi sore, Kurir #SRLampung menemui nenek Nur beliau sedang duduk – duduk di depan teras rumahnya, beliau bercerita dalam usianya yang sudah renta berharap ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan cucunya, beliau ingin sekali memiliki tempat yanglayak huni dan berharap masih adayang pduli dengan nasibnya saat ini karena  saat ini beliau hanya bisa mengandalkan pemberian dari orang – orang terutama warga sekitar yang peduli. Beliau juga sebenarnya merasa sedih dikarenakan setiap hari makan dengan beras bantuan dari tetangga yang harganya Rp.20.000,- / 10 kg. Tak jarang nenek Nur, bersama anak dan cucunya hanya makan menggunakan nasi dan garam. Kurir #SRLampung yang datang kekediaman Nenek Nur merasa sangat iba melihat kondisi Nenek Nur yang begitu memprihatinkan. Disaat usianya yang sudah semakin senja beliau masih saja hidup bertahan dengan segala keterbatasan demi menghidupi anak dan cucunya yang masih kecil. Akhirnya melalui uluran tangan dari para sedekah kholic, kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan santunan. Semoga dengan santunan yang kita sampaikan dapat membantu meringankan sedikit kesulitan dan beban hidup yang dihadapinya. Bantuan yang diberikan digunakan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan hidup seharai-hari. Semoga Allah selalu memeberikan kesehatan dan kekuatan untuk Nenek Nuridah… Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.00,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Ibu nuridah menderita Suspect Tuberculosis Paru

Ibu nuridah menderita Suspect Tuberculosis Paru


YULIATI BINTI SUKARJO  (60, Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus). Alamat : Jl. Tunggul Ametung No 23 Kedaton Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Ibu YULIATI sapaanya, beliau merupakan seorang  ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang Cucu yang masih kecil dan masih menjadi tanggungannya. Saat ini dirinya dan ketiga cucu ibu Yuliati tinggal dirumah kecil yag cukup sederhana. Dalam kesehariannya ibu Yuliati bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan menyewakan kamar yang ada dirumahnya untuk menghidupi keluarganya dan tidak bisa beraktifitas layaknya Ibu Rumah Tangga yang lain dikrnakan penyakitnya. Awal Taun 2006 ibu Surinah dinyatakan dokter mengidap penyakit diabetes dan harus di rawat dirumah sakit Abdul Muluk Bandar Lampung, dan terus berobat untuk kesembuhan penyakit diabetesnya, pada oktober 2015 Ibu Yuliati dinyatakan Komplikasi Gagal Ginjal saat dirinya periksa di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dan diharuskan melakukan Cuci Darah tetapi menurut anak Beliau Boy Andi (30) keluarga menolak untuk cuci darah krna khawatir Ibu Yuliati akan terus harus cuci darah, Selang satu Bulan setelah dinyatakn mengidap Gagal Ginjal Ibu Yuliati kembali Drop dan diharuskan rawat Inap di Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung, 2 hari perawatan di Abdul Muluk Ibu Yuliati mengalami Koma dan pihak rumah sakit mewajibkan ibu Yuliati untuk melakukan cuci darah dan akhirnya keluarga bersedia untuk dilakukan Cuci darah di klinik hemodialisa RS. Abdul Muluk samping PMI Provinsi Lampung dan sampai saat ini beliau diharuskan melakukan cuci darah  dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Kamis dan harus rutin memeriksakan diri di rumah Sakit Abdul Muluk.Ibu Yuliati sampai saat ini terlihat lemah dan tidak bertenaga dikarenakan banyak makanan yang pantang untuk dimakan oleh dirinya sekalipun mengkonsumsi buah dan hanya diizinkan mengkonsumsi buah pada saat sedang Cuci Darah, dan jika ibu Yuliati terlalu banyak minum air mineral akan terjadi pembengkakan pada bagian muka ibu Yuliati, sehingga dalam sehari hanya dapat mengkonsumsi air mineral maksimal 4 gelas dikarenakan keadaan gagal ginjal yang menimpanya. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki oleh beliau adalah BPJS mandiri. Kurir #SRlampung yang melihat kondisi Ibu Yuliati yang sudah memperihatinkan karena tidak bisa beraktivitas dan lebih banyak berdiam di tempat tidur yang terus akhirnya menjenguk beliau kembali untuk menyampaikan santunan dari para sedekahkholic. Santunan ini merupakan santunan kali ke 2 yang diberikan kepada Ibu Yuliati, yang sebelumnya sudah masuk ke Rombongan —. Saat ini kondisi ibu Yuliati sangat memprihatinkan terlebih beliau harus menanggung tiga orang cucu yang sudah ditinggal cerai oleh orang tuanya.  Donasi dari para sedkahkholic #SedekahRombongan  kembali diberikan untuk  membantu biaya hidup dan biaya selama ibu Yuliati melakukan pengobatan baik di RSAM maupun di klinik Hemodialisa. Semoga dengan sedikit biaya yang diberikan dapat membantu meringankan beban beliau.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :18 Maret 2016
Kurir :@ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @Triii20

Ibu yulianti menderita Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus

Ibu yulianti menderita Gagal Ginjal Kronis et causa Diabetes Melitus


DARMAWAN BIN ABDUL YANI (50, Tumor Intra Abdomen). Alamat : Jl. Lintas Timur Desa Wangun Sari, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Pak Darmawan merupakan seorang ayah dari 2 anak dan memiliki Istri yang bernama Ibu Nurhayati (47). Beliau kini terbaring lemas dalam perawatan di ruang kelas III khusus bedah pria Rumah Sakit Abdul Moeolek (RSAM). Dirinya kini tidak bisa menjalani aktifitas sehari-hari sebagai petani di perkebunan kopi untuk menghidupi keluarganya dikarenakan kondisi sakitnya yang semakin parah. Awal mula sakit yang diderita Pak Darmawan hanyalah berupa sakit perut biasa. Lama kelaman, penyakitya yang menahun tersebut dirasakan semakin sakit, terasa keras, kembung, pedih, dan sering sekali terasa mual. Kemudian keluarganya membawa pasien berobat dikarenakan keadaannya yang terus-terusan melemah. Dari hasil analisa dari Rumah Sakit Handayani Kotabumi, setelah serangkaian pemeriksan dokter, USG dan rontgen ternyata pada perut bapak Darmawan ditemukan tumor (tumor intra abdomen) dan batu ginjal. Kemudian dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih besar fasilitasnya yaitu Rumah Sakit Abdoel Moeleok Bandar Lampung. Saat di RSAM kondisi Bapak Darmawan semakin melemah, penyakit ginjal dan tumor intra abdomen atau tumor perut yang dideritanya membuat kondisi kadar Haemoglobin pak Darmawan semakin menurun sehingga beliau akhirnya mndapatkan transfusi sebanyak empat kantung. Pada tanggal 29Februari 2016 akhirnya Pak Darmawan menjalani operasi pertaa untuk pengangkatan tumor pertaa yang ada di perutnya dan kemungkinan besar akan dilakukan operasi yang lebih besar lagi untuk pengangkatan tumor yang ada di ginjalnya. Seminggu kemudian setelah operasi Pak Darmawan diperbolehkan pulang dan menjalani kontrol rutin di Rumah Sakit, namun beberapa hari setelahnya, kondisi Pak Darmawan semakin drop dan akhirnya Pak Darmawan kembali di rawat di Rumah Sakit Abdoel Moeleok. Melihat kondisi pasien yang melemah dan perekonomian keluarganya yang semakin sulit, ditambah lagi dengan jarak tempuh dari Lampung Barat ke RSAM sekitar 8 jam serta pasien harus menebus obat yang tidak ditanggung oleh fasilitas jaminan kesehatan BPJS pemerintah kelas III yang digunakan Pak Darmawan saat ini, akhirnya kurir #SedekahRombongan Lampung menyampaikan titipan dari para sedekahkholic untuk membantu kesembuhan dalam biaya pengobatan dan akomodasi yang dibutuhkan oleh pasien. Semoga Pak Darmawan dapat kembali seperti semula dan penyakitnya dapat diangkat oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Pak darmawan menderita Tumor Intra Abdomen

Pak darmawan menderita Tumor Intra Abdomen


HERI RUDIANSYAH BIN HARTAWAN (48, Tuna Netra). Alamat : Jl. Raden Saleh, Gg. Jati No.42 RT. 001/02 LK. III Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Heri sapaanya, beliau merupakan seorang penyandang tuna netra sejak duduk dibangku SMP. Sejak usia belasan tahun, saat duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama,Pak Heri sudah mengalami kelainan pada matanya, penglihatannya dirasakan mulai kabur dan berkurang,bahkan pandangannya kabur dan menurutnya ketika melihat dia hanya dapat melihat warna putih saja seperti salju. Semakin lama keluhan tersebut semakin berat, namun dikarenakan kondisi keluarga Pak Heri saat itu terbilang tidak mampu, maka Pak Heri tidak menjalani pengobatan sama sekali. Hingga pada akhirnya, pada tahun 2003pak Heri tidak dapat melihat secara total. Ditahun yang sama, Pak Heri akhirnya berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung dan dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar untuk dilakukan tindakan operasi. Menurut dokter spesialis mata yang menangani kasus penyakit Pak Heri, faktor penyebab dari penyakit yang ia alami adalah dikarenakan faktor genetik dari orang tua, hal ini menyebabkan lemahnya saraf pada mata Pak Syahroni. Kemudian Pak Heri menjalani tindakan operasi sebanyak satu kali naun tidak ada perubahan saa sekali dan akhirnya Pak syahroni dinyatakan mengalami kebutaan permanen. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Pak Heri hanya hidup berdua bersama adiknya bernama Andi Hartawan (39), untuk mnghidupi dirinya dan adiknya, Pak Heri bekerja serabutan sebagai pengamen di jalanan. Adik beliau ternyata sama-sama merupakan penyandang cacat bawaan, adiknya yang dilahirkan dalam kondisi tuna wicara, tuna netra, dan tuna rungu. Sejak saat itulah Pak Heri harus bekerja keras menghidupi dirinya dan adiknya semata wayang dengan mengandalkan keahlianya dalam memainkan piano dan bernyanyi. Yang penting baginya, walau dia bekerja serabutan adalah kehalalan rezeki yang dia dapat. Tak jarang juga beliau mendapatkan bantuan dari para tetangga sekitarnya untuk membantu kehidupannya sehari-hari. Saat ini Pak Heri menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas, beliau selalu berharap bahwa penglihatannya bisa kembali normal seperti sediakala. Kurir #SedekahRombongan Lampung akhirnya menemui Pak Heri di kediamannya. Kurir #SR Lampung begitu ingin membantu menyampaikan titipan dari para sedekahkholic kepada Pak Heri untuk membantu dalam proses penyembuhan matanya. Semua semangat hidup yang dijalani Pak Heri dan adiknya membuat hati semakin tergerak untuk membantu Pak Heri agar selalu senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Semoga titipan yang disampaikan dari para sedekhakholic melalui kurir #SR Lampung, dapat meringankan beban yang dijalani oleh Pak Heri dan adiknya. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisamara @evandlendi @triii20

Pak heri menderita Tuna Netra

Pak heri menderita Tuna Netra


MARHANI BIN MATSARI (70, Penyakit Paru Obstruksi Kronis + Gastritis Kronis). Alamat : Jl. Raden Soleh, Gg. Jati Baru I No 22, RT. 01/04 LK I, Kel Durian Payung, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.  Bapak Marhani merupakan seorang ayah yang bekerja sebagai petugas kebersihan keliling demi menghidupi kelima anaknya dan istrinya yaitu Ibu Rohana (60). Beliau di usianya yang semakin renta, tetap terus bekerja dan tak kenal lelah walaupun kondisi fisikinya yang semakin lemah. Setiap pagi menyambangi jalanan di jalan-jalan raya untuk membersihkan debu-debu dan sampah yang berserakan di pusat kota Bandar Lampung. Hingga akhinya beliau saat ini sering sekali merasakan sesak napas. Sesak napas yang beliau alami bermula sejak tahun 2010 silam. Sesak dan batuk yang beliau rasakan sering sekali kumat-kumatan ketika terkena debu maupun asap kendaraan jalanan. Selain keluhan sesak yang Pak Marhani rasakan, beliau juga sering merasakan nyeri perut yang hebat. Bagaimana tidak, untuk menghidupi dirinya sendiri dia sering kali berpuasa seharian dan tidak makan. Akhirnya Pak Marhani berobat ke Rumah Sakit Abdoel Mooleok (RSAM) dan diagnosa oleh dokter mengidap penyakit gastritis kronis atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai penyakit maag kronis dan penyakit paru obstruksi kronis yang mengakibatkan penyempitan pada saluran napas dari tenggorokan hingga paru-paru Bapak Marhani sehingga beliau sering mengalami kesulitan bernapas. Dikarenakan ketiadaan biaya untuk membayariuran Fasilitas Jaminan Keehatan BPJS mandiri kelas III, Pak Marhani tidak bisa menjalani pengobatan kembali di RSAM. Keluhan yang ia rasakan semakin lama semakin parah dan bahkan dalam dua tahun belakangan ini penglihatan  mata kiri Pak Marhani semakin tidak berfungsi dan mata kanan semakin kabur. Selain itu  juga fungi pendengaran Pak Marhani semakin menurun. Beliau kini hanya bisa berjalan dengan menggunakan tongkat dan tidak bisa lagi menafkahi keluarganya. Keluarganya dan Pak Marhani kini hanya bisa pasrah dalam menghadapi penderitaan mereka. Kurir #SedekahRombongan Lampung merasa iba akan penyakit dan kesusahan yang diderita oleh Pak Marhani, akhirnya menyampaikan santunan kepada beliau untuk dipergunakan sebagai biaya pengobatan penyakit yang diderita. Santunan yang diberikan oleh para sedekahkholic melalui tim #SedekahRombongan akhirnya disampaikan kepada Pak Marhani, semoga dengan santunan tersebut Pak Marhani dapat kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit agar beliau dapat kembali beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Pak marhani menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis + Gastritis Kronis

Pak marhani menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis + Gastritis Kronis


SYAHRONI BIN AHMAD RIFAI (57, Pengerasan Ginjal), Alamat : Jl. Kancil No 5 B LK II RT. 09/-,Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Pak Syahroni panggilannya, beliau kini sedang terbaring di RS Umum Urip Soemoharjo sedang menjalani cuci darah rutin disana. Calculus of Kidney with calculus of ureter atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai  penyakit kalsifikasi atau pengerasan dari ginjal dan ureter atau saluran kemih diakibatkan karena adanya penyakit batu ginjal yang menutupi semua ginjalnya baik pada ginjal kanan maupun ginjal kiri. Keadaan tersebut bermula sejak bulan Ramadhan tahun lalu, tepatnya bulan Juli tahun 2015, keluhan bermula saat beliau sedang menjalani puasa terlihat sangat lemah dan pucat kemudian didapatkan keluhan buang air kecil semakin tidak lancar dan terasa  nyeri pada bagian pinggang kanan dan kiri. Akhirnya Pak Syahroni dibawa ke RS Urip Soemoharjo untuk diberikan pengobatan dan menjalani pemeriksaan USG di RS Advent Bandar Lampung. Keluhan  yang dirasakan oleh Pak Syahroni tidak kunjung berkurang, nyeri yang dirasakannya semakin hebat dan buang air kecil terkadang disertai dengan butiran pasir. Kelurganya sudah tidak mampu lagi untuk membawa Pak syahroni berobat dikarenakan biaya pengobatan rumah sakit yang cukup mahal. Pak Syahroni dalam kesehariannya sudah tidak bekerja, dan hanya mengandalkan biaya hidup dari pensiunannya, belau kini hidup berdua dengan istrinya Ny. Hayati (53) di rumah yang cukup sederhana. Sebelumnya Pak syahroni hanya meminum ramuan – ramuan herbal dari toko – toko herbal yan ada di daerahnya. Bukannya semakin membaik, ternyata kerusakan ginjal yang terjadi padanya semakin parah sehingga ginjal Pak Syahroni semakin tidak bisa berfungsi keduanya akibat adanya penyempitan pada sel-sel ginjal dan akhirnya menyebabkan kematian pada sel-sel ginjal tersebut sehingga perlu dilakukan cuci darah sebanyak 2 sd. 3x dalam seminggu di RS. Jaminan kesehatan yang digunakan saat ini oleh Pak Syahroni adalah BPJS ketenagakerjaan. Saat ini pun biaya untuk cuci darah, pembelian obat-obatan, dan ongkos untuk berobat terkadang perlu ditanggung oleh saudaranya. Keadaan Pak Syahroni semakin melemah dan masih harus melakukan persiapan menuju operasi pengangkatan batu di ginjal kanannya, cuci darah masih wajib dilakukan. Akhirnya pada tanggal 26 Februari kemarin tim kurir #SR Lampung mendapatkan kabar dari salah satu anggota keluarga pasien bahwa Pak Syahroni harus segera melakukan operasi pada ginjalnya.  Kemudian pada tanggal 28 Februari 2016, Pak Syahroni menjalani operasi ginjal di RS Urip Soemoharjo Bandar Lampung. Dikarenakan banyak biaya rumah sakityang tidak ditanggung oleh fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Bpk Syahroni, akhirnya keluarga Pak Syahroni harus meminjam uang kepada teman dan kerabat-kerabatnya untuk melunasi biaya pengobatannya selama di Rumah Sakit Urip Soemoharjo Bandar Lampung. #SR Lampung merasakan kesulitan mereka, sebelumnya bantuan telah  disampaikan di Rombongan 805, dan ini merupakan santunan ke tiga yang digunakan untuk membantu melunasi hutang-hutang keluarga Pak Syahroni. Santunan dari para Sedekahkholic pun akhirnya diberikan kepada keluarga beliau. Semoga Pak Syahroni dapat kembali pulih sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @triii20

Pak syahroni menderita pengerasan hati

Pak syahroni menderita pengerasan hati


NENI BINTI SARMANI (41, Soft Tissue Tumor). Alamat : Kampung Baru, RT. 003/003 Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Beliau merupakan seorang Ibu Rumah tangga dari Bapak Mamat (48) yang bekerja sebagai buruh tani dan memiliki 4 orang anak. Sakit yang dialami ibu Neni ini terjadi sekitar pada tahun 2000 lalu. Awalnya nya terdapat benjolan kecil pada daerah bokong sebelah kanan. Namun semakin lama benjolan tersebut semakin membesar dan bertambah besar sampai sekarang. Disisi lain ibu Neni juga menderita penyakit gondok pada lehernya. Sejak tahun 2002, namun dengan segala upaya yang dilakukan oleh ibu Neni bersama suaminya dengan pengobatan di Puskesmas dan mantri terdekat, kemudian dibantu pengobatan herbal dan pada akhirnya penyakit gondok yang diderita ibu neni sudah sembuh. Namun benjolan di bagian bokongnya sampai saat ini masih belum sembuh. Pengobatan demi pengobatan dijalani ibu Neni walaupun dengan keadaan perekonomian yang sangat-sangat terbatas. Dengan pekerjaan sang suami yang hanya sebagai buruh dan mempunyai tanggungan 4 anak yang kesemuanya masih memerlukan biaya baik untuk sekolah maupun biaya hidup, belum lagi biaya pengobatan tentu sangat dirasakan betapa beratnya sang suami ibu Neni menanggungnya, ibu Neni ini bersama keluarga menempati rumah milik kakaknya dan hidup menumpang disana, dengan pekerjaan yang hanya buruh pasir Bapak Mamat berusaha mencukupi semua kebutuhan keluarga, walau sebenarnya tidaklah bisa dibilang cukup dengan apa yang didapat sebagai buruh bongkar muat pasir. Apa lagi ditambah dengan biaya pengobatan istrinya, tentu itu semua jauh untuk dibilang cukup. Namun dengan bantuan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas ibu neni sudah berusaha untuk menjalankan pengobatan demi kesembuhan, pada tahun 2015 di RS. Mulia Husada Bandarjaya sampai  4 kali pengobatan. Namun hanya menjalani rawat inap biasa karena keterbatasan biaya, namun demikian belum juga ada tanda-tanda membaik, kemudian di bulan Januari 2016 yang lalu ibu Neni juga berobat ke RSUD. Demang Sepulau Raya Lampung Tengah dan disana dirawat selama 6 hari, dirasa tak ada perkembangan akhirnya ibu Neni memutuskan untuk pulang. Sampai saat kurir #SR mendatangi kediaman ibu Neni, kondisi ibu neni semakin memprihatinkan, dengan segala keterbatasan biaya ibu neni hanya bisa menjalani hidupnya dengan menerima takdir yang sudah digariskan-Nya. Untuk itu sekiranya disetujui kurir #SR Lampung berusaha untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami ibu Neni saat ini, walau mungkin belum bisa mencukupi semua, namun kami kurir #SR lampung merasa prihatin atas apa yang dialami ibu Neni dengan segala kekurangan saat ini. Semoga dengan uluran tangan dari para sedekah kholic yang disampaikan melalui #SedekahRombongan setidaknya mampu memberikan sedikit keringanan atas semua beban hidup yang dirasakan saat ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arissamara @Ahnu_Ngarsono

Ibu neni menderita Soft Tissue Tumor

Ibu neni menderita Soft Tissue Tumor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Malang 2,265,220
2 Farid 500,000
3 RSSR Jogya 38,078,932
4 MTSR Jogya Raya 16,015,439
5 Jainah 500,000
6 Dalio 500,000
7 Suprapti 600,000
8 Alvaro 519,480
9 Bella 896,840
10 Esti 500,000
11 Samiyah 7,620,050
12 Sunardi 1,850,000
13 Siman 2,500,000
14 Larmin 1,500,000
15 Lala 500,000
16 Tata 500,000
17 Yayan 1,750,000
18 Bayi ny dede 2,500,000
19 Utep 1,000,000
20 Yayu 1,000,000
21 Alan 1,750,000
22 Rohmat 3,700,000
23 Rayhan 750,000
24 Rena 1,000,000
25 Nunung 1,500,000
26 Darsih 1,500,000
27 Empong 1,000,000
28 Imas 1,000,000
29 Fairus 1,000,000
30 Aisyah 750,000
31 Ewon 1,000,000
32 Khoerunnisa 1,000,000
33 Ati 750,000
34 Yani 1,000,000
35 Pajri 750,000
36 MTSR Tasikmalaya 4,150,000
37 MTSR Bogor 20,000,000
38 Aswati 1,000,000
39 Titian 500,000
40 Sumiyati 1,000,000
41 II Tunia 1,500,000
42 Rania 2,000,000
43 M Tosan 3,000,000
44 RSSR Bandung 8,810,000
45 MTSR Bandung 5,500,000
46 Yulnida 500,000
47 Sudrajat 500,000
48 Azka 500,000
49 Karlinan 1,000,000
50 Didi 1,000,000
51 Manah 500,000
52 Irfan 500,000
53 Engkes 500,000
54 M Soleh 2,000,000
55 Emi 500,000
56 Dani 1,000,000
57 Arya 500,000
58 M Rifai 500,000
59 Nuridah 500,000
60 Yulianti 500,000
61 Darmawan 500,000
62 Heri 500,000
63 Marhani 500,000
64 Syahroni 2,500,000
65 Neni 500,000
Total 162,005,961

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 162,005,961,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 822 ROMBONGAN

Rp. 35,347,687,472,-