SUREM, (53 Tahun, Asma dan Benjolan di Leher) Janda anak satu yang tinggal di Kanigoro RT.03/RW.06 Tambakromo,Ponjong,Gunungkidul ini mengidap asma dan adanya benjolan di leher. Sehingga sembari mendapat perawatan dari puskesmas setempat juga diberikan rujukan agar pengobatan dilanjutkan ke rumah sakit. Karena terkendala dalam pembiayaan maka #SedekahRombongan tergerak untuk memberikan santunan, uang senilai satu juta rupiah diberikan untuk membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 23 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Bu surem menderita Asma dan Benjolan di Leher

Bu surem menderita Asma dan Benjolan di Leher

YENI NURVITA SUPRATIWI, (25 Tahun,) warga dusun Gununv Kacangan, RT. 01 RW. 16, Kelurahan Sumber wungu, Gunungkidul ini mengalami kecelakaan ditempat kerja keruntuhan pagar besi yang menimpa tubuhnya, sehingga mbak yeni mengalami patah tulang belakang. Operasi pemasangan pen sudah dilakukan di RS. Dr. Suharso, solo, setelah dilakukan operasi ternyata kondisi mbak yeni tidak membaik dan mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah, #SedekahRombongan mulai mendampingi mbak yeni pada tahun 2013 dan sudah menjadi pasien dampingan SR. Kasur Decubitus yang dimiliknya sumbangan dr mantan bosnya sudah rusak sehingga SR membantu membelikan kasur Decubitus yang baru untuk mbak yeni, semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk mbak yeni dan semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : 850.000,-
Tanggal : 20 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Yeni menderita Lumpuh

Yeni menderita Lumpuh

———-

ARISWANTO SUPARNO (59 Tahun, Gagal Gijal Kronis), alamat: klampok rt.13/rw,04, kalitekuk, semin. sejak tahun 2013, upaya pengobatan dilakukan dengan operasi batu ginjal dan pengangkatan 1 ginjalnya yang sudah rusak sejak th 2013, kemudian di lakukan HD di RSUP dr. Sarjito dengan periode 2 kali dalam seminggu, sampai sekarang sudah 1 bulan ini HD dilakukan di RSUD Wonosri. Asset rumah dan tanah sudah dijual untuk biaya berobat, sehingga saat ini tinggal di tempat saudaranya. Begitu beratnya beban hidup Pak Arismanto Suparno, sehingga #SedekahRombongan memberikan santunan satu juta rupiah dan menyediakan transport setiap Rabu dan Sabtu Ke RSUD Wonosari.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,- dan transport setiap Rabu dan Sabtu Ke RSUD Wonosari.
Tanggal : 14 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak aris menderita Gagal Gijal Kronis

Pak aris menderita Gagal Gijal Kronis

————

SUNGKONO (59 Tahun, Gagal Gijal Kronis), Alamat: Ngepong, RT 04/ RW 04, Ngepong, Karangmojo, Gunungkidul. sejak tahun 2014, upaya pengobatan dilakukan dengan operasi batu ginjal dan pengangkatan 1 ginjalnya yang sudah rusak sejak th 2014, kemudian di lakukan HD di RSUP dr. Sarjito dengan periode 2 kali dalam seminggu, sampai sekarang sudah 1 bulan ini HD dilakukan di RSUD Wonosri. Begitu beratnya beban hidup Pak Sungkono, sehingga #SedekahRombongan memberikan santunan satu juta rupiah dan menyediakan transport setiap Rabu dan Sabtu Ke RSUD Wonosari.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,- dan transport setiap Rabu dan Sabtu Ke RSUD Wonosari.
Tanggal : 14 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak sungkono menderita Gagal Gijal Kronis

Pak sungkono menderita Gagal Gijal Kronis

————

MARYATI (45 Tahun, Tumor Hidung), Alamat: Dengok rt. 11 rw. 4 Playen Gunungkidul, dua tahun mengidap tumor hidung, pertama kali hanya merasa seperti flu biasa, setelah ada atau keluar darah darah lalu diperiksakan ke dokter kemudian diagnosa muncul bahwa ia terkena tumor hidung. Upaya pengobatan sudah kemo 4 kali dan juga sinar 9 kali di RSUP dr Sarjito, selama pengobatan HB sering drop. Untuk mengurangi biaya operasional tinggi selama pengobatan Bu Maryati kos di dekat RS Sarjito. Atas adanya kebutuhan biaya yang banyak dan minimnya keuangan keluarga sehingga #SedekahRombongan memberikan santunan satu juta rupiah serta menyediakan dampingan transport.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,- dan pendampingan.
Tanggal : 02 Desember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu maryati menderita Tumor Hidung

Ibu maryati menderita Tumor Hidung

————-

NGADI (40 Tahun, kanker kelenjar getah bening stadium 3 degan DICUBITUS), Lelaki yang tinggal di Batusari Rt 05/ Rw 04, Batusari, Kampung, Ngawen ini menderita penyakit kanker kelenjar getah bening stadium 3 degan DICUBITUS, akibatnya ia hanya dapat terbaring di tempat tidur saja. Selama kurang lebih satu tahun rutinitas keluar masuk rumah sakit biasa dilakukan sebagai upaya penyembuhan.

Kondisi semakinmemprihatinkan saat ia mengalami kelumpuhan separo anggota gerak. Terdapat pula luka di bagian tulang pinggul dan tulang blakang. Saat ini Sudah mendapatkan perawatan luka dari petugas kesehtan serta di ajarkan kepada kluarganya utuk membantu penanganan dan perawatan lukanya.  #SedekahRombongan memberikan santunan berupa kasur decubitus untuk meringankan beban Ngadi. . Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 850.000,-
Tanggal : 15 Desember  2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak ngadi menderita kanker kelenjar getah bening stadium 3 degan DICUBITUS

Pak ngadi menderita kanker kelenjar getah bening stadium 3 degan DICUBITUS

————

RUKINI, (48 Tahun, Diabetes Basah) Alamat: Gunung Kacangan, RT. 01 RW. 16, Sumberwungu, Tepus, Gunung Kidul. Istri dari Sujono yang berprofesi sebagai sopir ini menderita penyakit Diabetes Basah. Penyakit ini sudah ada selama kurang lebih lima tahunan upaya pengobatan sudah pernah dirawat di Klinik Multazam dan RSUD Wonosari selama 1 minggu. Selain itu upaya perawatan dan pengobatan tak henti-henti dilakukan, namun kondisi semakin memprihatinkan Rukini alami, yakni kaki kiri sudah mengalami pembusukan sehingga sebagian jari-jarinya sudah lepas karena mengalami pembusukan dan kondisi lukanya basah. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Rukini. Uang tunai Rp. 1.100.000,- diberikan untuk biaya berobat. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.100.000.,-
Tanggal : 29 Desember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Ibu rukini menderita Diabetes Basah

Ibu rukini menderita Diabetes Basah

———–

HARTOYO KARNO, (53 Tahun, Kanker getah bening) Alamat: Duren RT.001/RW.006  Ponjong,Ponjong,Gunungkidul,DIY. Kepala keluarga dengan 1 istri dan 3 Anak ini mengidap penyakit Kanker Getah Bening. pernah dibiopsi tetapi malah menyebar sekarang dalam perawatan kemoterapi. Dalam kondisi mengidap penyakit tersebut ia memiliki tanggungan kepada keluarganya berupa biaya hidup, keinginan memiliki sepeda untuk sekolah anaknya, karena dalam setiap hari harus jalan kaki menempuh jarak lima kilometer untuksampai di sekolah. Selain itu memiliki ranjang/dipan untuk tempat tidur karena selama ini tidur di lantai.

#SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Hartoyo Karno. Uang tunai Rp. 500.000,- diberikan untuk akomodasi pasien. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 500.000.,-
Tanggal : 29 Desember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak hartoyo menderita Kanker getah bening

Pak hartoyo menderita Kanker getah bening

———–

SUPARNO, (50 Tahun, Kanker paru2 stadium 4) Tukang Bakso yang tinggal di Sambirejo Rt.05 Rw. 04, Semanu, Gunung Kidul divonis Kanker paru2 stadium 4 saat periksa di RS. Hardjolukito pada bulan Juli 2015 karena mengalami sesak nafas, sebelumnya tidak mengalami riwayat sakit apapun dan tidak merokok. Upaya pengobatan yang sudah pernah ditempuh diantaranya; dibawa ke RS Panti Rahayu, RSUD Wonosari, dan RS. Hardjolukito, serta RS. Sardjito.

Beberapa waktu lalu tindakan kemo belum bisa dilakukan karena kondisinya tidak stabil. Kondisi semakin akut dengan semakin sering mengalami sesak nafas dan tiap 4 hari sekali cairan paru-paru harus dikeluarkan sebanyak 1-2 liter. Karna beliau tidak bisa bekerja lagi seperti biasa sehingga tidak ada pemasukan sama sekali utk keluarganya, maka #SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Suparno. Uang tunai Rp. 1.000.000,- diberikan untuk biaya berobat. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000.,-
Tanggal : 7 Januari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak suparno menderita Kanker paru2 stadium 4

Pak suparno menderita Kanker paru2 stadium 4

———–

ALISKA DISKA SILVINA, (5 Tahun, Kecelakaan Mata) Alamat : Semanu Utara RT. 04 RW. 35, Semanu, Semanu, Gunung Kidul. Meski masih berusia 5 Tahun, cobaan berat menimpanya, Tgl 27 April 2015 pada saat naik motor terkena batu yg terlempar dari truk, sehingga matanya langsung berdarah, kemudian dibawa ke dokter spesialis mata, kemudian dirujuk ke Rs Sardjito, Pada bulan Juli lalu sudah dilakukan operasi penggantian lensa mata, operasi kedua dilaksanakan tgl 25 Agustus utk pembuatan saluran air mata. Belum tuntas indra sebagai jendela dunia Dek Aliska harus menjalani operasi Ketiga pada tanggal 1 September untuk pembersihan saluran air mata, tetapi belum berhasil, disarankan oleh dokter utk pemasangan selang saluran air mata di RS. Dr Yap. Pemasangan saluran mata sudah berhasil, tetapi aliska mengalami benturan pada matanya saat berlari2 disekolah, sehingga selang matanya tidak berfungsi dan harus dirujuk ke RSCM untuk operasi berikutnya. Maka #SedekahRombongan memberikan tiket dan uang akomodasi untuk biaya hidup selama dijakarta. Uang tunai serta tiket senilai Rp. 3.035.000,- .Semoga Aliska segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 3.035.000.,-
Tanggal : 9 Januari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Aliska mengalami Kecelakaan Mata

Aliska mengalami Kecelakaan Mata

————

PAIDI, (41 Tahun, Gagal Ginjal) Alamat : Ngawu RT 03 RW 01, Ngawu, Playen, Gunung Kidul. Petani dan pekerja Serbutan ini tak menyangka kalau kebiasaannya akan membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Ia memang memiliki riwayat sakit Hipertensi, tetapi karena terkendala biaya tidak terkontrol dan jarang periksa. Memiliki aktivitas lain yakni sebagai atlet voli pak paidi dulu sering mengonsumsi minuman suplemen penambah energy. Tetapi dimungkinkan akibat kebiasaan ini ia mengalami gagal ginjal dan harus rutin melakukan HD.

Awalnya dilakukan di RSUD Wonosari, terkendala adanya sarana kesehatan maka dirujuk ke RS happy land, sang istri Supartini (43) setia membonceng suaminya mengantar ke RS happy land untuk HD tiga kali dalam seminggu. Rutinitas seperti ini membutuhkan banyak biaya, bahkan jumlah yang diperlukan tidak sebanding degan kebutuhan hidup lainnya.

Apalagi, Pak Paidi sering menderita sesak nafas akibat penumpukan cairan di perutnya. Cairan tersebut tidak bisa keluar karena pPk Paidi tidak bisa buang air kecil. Cairan tersebut hanya bisa dikeluarkan lewat HD atau dilakukan penyedotan. Jika sudah tergolong parah, istrinya membawa ke PKU wonosari untuk menyedot cairannya dengan biaya yang tidak sedikit. Selama 2 thun ini sudah dilakukan 8x penyedotan cairan di perut.

Kendala ekonomi keluarga yg kurang, serta sulitnya akomodasi ke RS mengingat kondisi fisik Pak Paidi yang lemah apabila ke RS  dengan dibonceng istrinya menggunakan sepeda motor cukup membahayakan. Kemudian #SedekahRombongan selain memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Paidi, juga melakukan pendampingan termasuk kebutuhan transportasi. Uang tunai Rp. 1.000.000,- diberikan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Paidi segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000.,-
Tanggal : 10 Januari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak paidi menderita Gagal Ginjal

Pak paidi menderita Gagal Ginjal

———–

JUMARWAN, (44 Tahun, ginjal) Alamat: Gelaran 2, RT 02, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Suami dari Mardiyah (39) tahun ini pernah menjalani pengangkatan ginjal sebelah kanan. Sebelumnya, diawali dengan sakit yang membuat keluarnya air kencing berupa darah kental mirip cendol, sebanyk dua botol sekitar 1.5 liter. Setelah ginjal dioperasi sembuh. Kemudian Jumarwan dapat menjalani aktivitas seperti biasa, jualan Koran dan menjadi tukang parkir pernah dia lakoni. Sebelum akhirnya sekitar dua tahun kemudian tiba-tiba merasa kesemutan lalu setelah periksa ke RSUD dirujuk ke Sardjito unk menjalani MRI, karena alat tidak bisa kemudian dirujuk ke Panti Rapih. Diagnosa dokter ada masalah di tulang belakang semacam saraf kejepit, kemudian dokter menyarankan dua pilihan antara operasi dan terapi. Dua pilihan dengan resiko yang tidak sepele, apabila operasi gagal ada kemungkinan tidak bisa berbicara. Maka pilihan penyembuhan dilakukan dengan terapi. Terapi sudah ditempuh selama 3 bulan. Keterbatasan ekonomi dirasa sangat berat untuk pembiayana terapi secara rutin. Untuk mencukupi kebutuhan hidup istrinya, Mardiyah bekerja serabutan, terakhir kerja dipasar. Dua dari tiga anaknya yang masih menempuh pendidikan di SMA dan SMP terkadang ikut membantu. Kondisi semakin sulit tatkala intrinya terpaksa berhenti bekerja Karena harus menjaga anaknya yang sempat sakit opname dirumah sakit karena sakit asma.

Dapat dibilang sebagai pemenuhan makan Jumarwan mengandalkan belas kasihan tetangganya, lebih memilukan, kondisi kesehatannya semakin memburuk, kondisik edua tangannya selalu seperti menggenggam tidak bisa membuka lagi. Aktivitas lebih banyak di tempat tidur saja, upaya berjalan terkendala karena tidak memiliki kruk dan kursi roda. Sekedar meminjam saja juga tidak ada. Kondisi ini yang membuat #SedekahRombongan memberikan bantuan ikut meringankan beban Jumarwan. Uang tunai satu juta delapan ratus lima puluh ribu diberikan untuk biaya berobat dan berupa kasur Decubitus

Jumlah Bantuan : 1.850.000,-
Tanggal : 14 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak jumarwan menderita ginjal

Pak jumarwan menderita ginjal

———–

SOSENTONO (70Tahun, Tumor Hidung) Alamat: Nologaten, rt.01/ rw.03, Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul, DIY. SOSENTONO menderita Tumor Hidung, Di dalam lubang hidung terdapat benjolan, kondisi ini berlangsung kurang lebih 5 th. Karena terkendala biaya ia tdk mau di periksakan ke rumah sakit.Ia hidup satu rumah degan saudaranya, rumahnya menumpang di pekarangan saudaranay tersebut. ruangan yang ditempatinya cukup sempit, hanya berukuran 2×3 m. kebutuhan makan sehari-hari ia gantungkan dari hasil jualan kayu bakar, dari pekerjaannya mencari ranting itu ia mendapat hasil 6 ribu rupiah untuk satu ikat. Termasuk kedalam warga miskin terkadang mendapat bantuan sembako dari dinas sosial dan juga raskin dari pemerintah desa setempat. Untuk membantu biaya hidup, #SedekahRombongan tergerak untuk memberikan santunan, uang senilai satu juta rupiah diberikan untuk membantu biaya hidupnya.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 14 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak susentono menderita Tumor Hidung

Pak susentono menderita Tumor Hidung

———–

ALISKA DISKA SILVINA, (5 Tahun, Kecelakaan Mata) Alamat : Semanu Utara RT. 04 RW. 35, Semanu, Semanu, Gunung Kidul. Meski masih berusia 5 Tahun, cobaan berat menimpanya, Tgl 27 April 2015 pada saat naik motor terkena batu yg terlempar dari truk, sehingga matanya langsung berdarah, kemudian dibawa ke dokter spesialis mata, kemudian dirujuk ke Rs Sardjito, Pada bulan Juli lalu sudah dilakukan operasi penggantian lensa mata, operasi kedua dilaksanakan tgl 25 Agustus utk pembuatan saluran air mata. Operasi pemasangan selang air mata dilakukan di RS. Sardjito. Operasi lanjutan dilakukan di RSCM pada tgl 11 Januari 2016 dikarenakan terjadi benturan pada mata dek aliska, dan pada tanggal 21 Januari 2016 aliska diijinkan pulang kembali ke jogja oleh karena itu #Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa tiket kereta api untuk kepulangan dek aliska ke jogja senilai Rp. 1.209.000,- .Semoga Aliska segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.200.000.,-
Tanggal : 21 Januari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Aliska mengalami Kecelakaan Mata

Aliska mengalami Kecelakaan Mata

————

DALIO, (79 Tahun, Prostat) Alamat Dusun Pundungsari RT. 03 RW. 05, Kelurahan Pundungsari, Kec. Semin, Kab. Gunung Kidul. Mbah dalio merupakan pasien dampingan #Sedekah Rombongan yang kontrol rutin sebulan sekali ke RS. Sardjito, beliau hidup sebatang kara yang mengandalkan uluran tangan dari tetangga sekitarnya untuk kehidupan sehari-harinya. Rumah yang ditinggali Sekarang merupakan rumah bantuan dari warga dusun yang dibangun diatas tanah kas dusun dan dibangun secara gotong royong. #Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa  uang tunai sebesar satu juta rupiah yang diberikan untuk biaya biaya hidup sehari-hari Mbah dalio. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 500.000-
Tanggal : 3 Desember  2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak dalio menderita Kecelakaan Mata

Pak dalio menderita Kecelakaan Mata

————

ARIF SULISTIYA, (27 Tahun, Gagal Ginjal) Alamat: Trengguno lor RT.002/RW.011 Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, DIY. Sebelum divonis sakit gagal ginjal mas arief ini bekerja sebagai sopir bis Jogja Wonosari, sopir material, sopir mobil rental, karena aktifitasnya yang cukup berat mas arief selalu mengkonsumsi minuman berenergi untuk menjaga staminanya, bahkan sehari bisa minum sampai 5 Gelas minuman berenergi tersebut. Pola hidup yang tidak sehat tersebut mengakibatkan mas arief divonis terkena sakit gagal ginjal kronis dan diharuskan untuk cuci darah seumur hidup, mas arief sudah hampir 5 tahun menjalani cuci darah di RS. Happyland Yogyakarta, setiap senin dan kamis mas arief selalu ke Jogja naik sepeda motor untuk melakukan cuci darah, walaupun hujan petirpun tetap harus cuci darah. Akhirnya Allah mempertemukan mas arief dengan #Sedekah Rombongan atas informasi yg masuk ke SR, akhirnya
#SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Mas arief. Uang tunai sebesar satu juta rupiah diberikan untuk membantu biaya berobat serta bantuan lain berupa transportasi rutin senin dan kamis untuk cuci darah ke Yogyakarta. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000-
Tanggal : 18 Januari 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Arif menderita Gagal Ginjal

Arif menderita Gagal Ginjal

————

DWI CAHYO DONI PURWANTO, (25 Tahun, Gagal Ginjal) Alamat: Kranggan RT.005/RW.011 Ngeposari, Semanu, Gunungkidul, DIY. Sebelum divonis sakit gagal ginjal mas doni ini bekerja sebagai sopir bis DAMRI lampung Jogja ,  karena aktifitasnya yang cukup berat mas doni selalu mengkonsumsi minuman berenergi untuk menjaga staminanya, bahkan sehari bisa minum sampai 3 Gelas minuman berenergi tersebut. Pola hidup yang tidak sehat tersebut mengakibatkan mas arief divonis terkena sakit gagal ginjal kronis dan diharuskan untuk cuci darah seumur hidup, mas doni sudah hampir 3 tahun menjalani cuci darah di RS. Happyland Yogyakarta bahkan mas doni sudah pernah  mengalami operasi pada pusar karena pembengkakan , setiap senin dan kamis mas doni selalu ke Jogja naik sepeda motor untuk melakukan cuci darah, walaupun hujan petirpun tetap harus cuci darah. Akhirnya Allah mempertemukan mas doni dengan #Sedekah Rombongan atas informasi yg masuk ke SR, akhirnya
#SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban biaya pengobatan kepada Mas doni. Uang tunai sebesar satu juta rupiah diberikan untuk membantu biaya berobat serta bantuan lain berupa transportasi rutin senin dan kamis untuk cuci darah ke Yogyakarta. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000-
Tanggal : 18 Januari 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Dwi menderita Gagal Ginjal

Dwi menderita Gagal Ginjal

————

GALANG HAFIZ RAMADHAN, (29 Bulan, Bibir Sumbing dan Katarak) Alamat : Semuluh Kidul, RT. 03 RW. 15, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Cobaan yang diberikan kepada balita ini cukup berat, saat umur 8 bulan ia harus menjalani operasi cacat bawaan bibir sumbing di RS Permata Husada Bantul. Tak cukup hanya itu, ada juga penyakit katarak pada kedua matanya sehingga harus menjalani pengobatan ke RS. Sardjito tetapi kondisi biaya tidak memungkinkan. Kemudian #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan Dek Galang. Uang tunai satu juta rupiah  diberikan untuk biaya mengurus BPJS serta fasilitas pendampingan berupa transportasi + rumah singgah selama berobat di RSm Sardjito juga diberikan.Semoga Galang segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000,-
Tangga :  6 Februari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Galang menderita Bibir Sumbing dan Katarak

Galang menderita Bibir Sumbing dan Katarak

————-

WIJI, (65, Perut Membesar) Alamat: Jambu Rt 05 /05 Hargosari, Tanjungsari, Gunung Kidul. Tidak tahu apa sebutannya, yang jelas sekitar enam bulan yang lalu perut Pak Wiji mual-mual mual di sertai sakt terasa keras di ulu hati . Oleh keluarga Pak Wiji di bawa ke RSUD Wonosari lantas langsung di rujuk ke RS Sardjito karena peralatannya kurang lengkap.Setelah di periksa di RS. Sardjito Pak Wiji harus opnam untuk tindakan pengobatan selama 9 hari. Perut Pak Wiji di sedot, cairan sebanyak 3 botol aqua ukuran 1,5L keluar. Setelah itu kondisi sudah lumayan perut mengempes kemudian sudah perbolehkan pulang. tetapi setelah di rumah beberapa bulan kambuh lagi, hal yang sama terjadi yaitu perut membesar.Kondisi ini membuat Pak Wiji semakin kurus, bahkan untuk sekedar duduk saja sulit sekali. dr swasta dari RS Sardjito  sudah merasa maksimal dalam memberikan penanganan. Apabila di lakukan tindakan operasi kondisi sudah tidak memungkinkan. Kondisi demikian membuat sulit perekonomian keluarganya, selain untuk perawatan, suaminya, Pak Usman yang bekerja sebagai buruh tani tak mampu diandalkan untuk menopang segala kebutuhan hidup. Kemudian #SedekahRombongan memberikan santunan untuk meringankan beban Pak Wiji. Uang tunai satu juta rupiah diberikan untuk biaya berobat beliau. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000.,-
Tanggal : 4 Februari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak wiji menderita Perut Membesar

Pak wiji menderita Perut Membesar

————-

YATNO WARDOYO, (45 Tahun, Penyempitan Syaraf) suami dari Sepini ini menderita penyempitan syaraf di belakang leher dan pada tulang belakang. Ini bermula saat kecelakaan sekitar 1.5 bulan yang lalu terjadi. Aktivitas keseharian lebih banyak ia habiskan ditempat tidur saja sehingga mengakibatkan luka di tubuh bagian belakang. Dalam kondisi seperti ini biaya dari keluarga tidak mendukung, sehingga #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan. Uang tunai satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah diberikan untuk biaya berobat dan kasur decubitus serta fasilitas pendampingan juga dilakukan. Semoga beliau segera diberikan kesembuhan oleh Yang Maha Menyembuhkan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 6 Februari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak yatno menderita Penyempitan Syaraf

Pak yatno menderita Penyempitan Syaraf

—————

HADI SALAM MAJID (1,5 Tahun, Down Syndrome). Ia merupakan putra dari Bapak Suradi Argo Baskoro yang bekerja serabutan dan Ibu Sri Widyarini bekerja sebagai GTT TK bertempat tinggal di RT 01/11, Tengaran, Sumberejo. Dik Hadi selain menderita Down Syndrome, juga menderita Asma dan tidak memiliki Anus untuk BAB. Dia sudah menderita penyakit tersebut sejak lahir dan sudah melakukan 3x operasi yakni pertama di R.S. Tirtonegoro pada saat lahir, kedua di R.S. Sardjito pada saat berumur 4 bulan untuk pembuatan lubang di Anus, serta yang terakhir pada saat berumur 8 bulan di R.S. Sardjito lagi. Semua biaya operasi tersebut ditanggung oleh BPJS. Selain melakukan operasi, anak tersebut juga melakukan terapi untuk reflek Anus tersebut dengan dipancing agar bergerak.  Karena penyakit Down Syndrome, anak tersebut baru bisa tengkurap pada umur 1 tahun. Anak tersebut juga mengidap penyakit bawaan asma, yang mana sangat rentan akan sakit batuk apabila terkena debu dan kotoran. Terakhir kontrol yang dilakukan anak tersebut pada Oktober 2015 yang lalu. Dik Hadi memiliki kakak bernama Vias Fajista (15th) masih bersekolah kelas 3 SMP dan Najid Adi H. (4th). Dik Hadi pernah dibantu oleh Kedaulatan Rakyat sebesar Rp. 6,3 juta melalui rubric sosialnya. Setiap kontrol anak tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. 500.000,- untuk kendaraan. Orang tua dari Dik Hadi harus membayar sejumlah 120rb rupiah per bulan untuk iuran BPJS. Dengan kondisi seperti ini, #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan. Uang tunai satu juta rupiah diberikan untuk biaya pengobatan serta fasilitas pendampingan juga dilakukan. Semoga Dik Hadi segera diberikan kesembuhan oleh Yang Maha Menyembuhkan. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Hadi menderita Down Syndrome

Hadi menderita Down Syndrome

————

PAERAN EDI SUGIANTORO, (63 Tahun, Kanker kandung kemih) Penjual Wedang Ronde ini tinggal di Walikan Rt. 01 Rw. 05, Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul Riwayat penyakit yang diderita, sekitar 2 Tahun yang lalu mengalami kencing darah, sebelumnya ia sudah pernah dirawat di RS Sardjito sekitar 15 Tahun yang lalu karena kencing batu, diagnosa akhir ia mengalami Kanker kandung kemih, upaya penanganan dengan melakukan transfusi untuk menaikkan HB, tetapi apabila Pak Paeran kencing darah maka HB akan drop lagi. Pernah dirawat di RS. Hardjolukito sekitar bulan Oktober untuk memperbesar lubang saluran kencing, saat ini msh rawat jalan di RS Sardjito sampai tahap kemoterapy. Hingga saat ini masih sering mengalami kencing darah kental, juga HB beliau sering drop. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan. Uang tunai satu juta rupiah diberikan untuk biaya pengobatan dan akomodasi serta fasilitas pendampingan juga dilakukan. Semoga Alloh menyembuhkan Pak Paeran sehingga dapat berjualan seperti sebelumnya. Amin

Jumlah Bantuann : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak paeran menderita Kanker kandung kemih

Pak paeran menderita Kanker kandung kemih

————

SUPARNO, (50 Tahun, Kanker paru2 stadium 4) Tukang Bakso yang tinggal di Sambirejo Rt.05 Rw. 04, Semanu, Gunung Kidul divonis Kanker paru2 stadium 4 saat periksa di RS. Hardjolukito pada bulan Juli 2015 karena mengalami sesak nafas, sebelumnya tidak mengalami riwayat sakit apapun dan tidak merokok. Upaya pengobatan yang sudah pernah ditempuh diantaranya; dibawa ke RS Panti Rahayu, RSUD Wonosari, dan RS. Hardjolukito, serta RS. Sardjito.

Beberapa waktu lalu tindakan kemo belum bisa dilakukan karena kondisinya tidak stabil. Kondisi semakin akut dengan semakin sering mengalami sesak nafas dan tiap 4 hari sekali cairan paru-paru harus dikeluarkan sebanyak 1-2 liter. Berbagai tindakan medis sudah dilakukan untuk penyembuhan pak suparno, tetapi Allah berkehendak lain, Ia dipanggil untuk menghadap Illahi pada tgl 23-2-2016 lalu setelah sempat dirawat selama 1,5 bulan di RS Sardjito. Semoga arwah beliau diterima disisiNya, diterima semua amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, aamiin

Jumlah santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Februari  2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

24 SUPARNO

Almh pak suparno menderita Kanker paru2 stadium 4

————-

JAENAH, (55 Tahun, Kanker Ganas), Ibu rumah tangga yang tinggal di Duren RT.004 / RW. 006 Ponjong, Ponjong, Gunungkidul ini mengidap penyakit kanker ganas. Upaya pengobatan pernah dilakukan operasi di RS Pelita Husada. Tetapi, kanker ternyata tumbuh kembali di tempat yang berbeda bahkan kondisinya semakin parah, karena keterbatasan biaya akhirnya keluarga pasrah, Bu Jaenah lebih banyak tergeletak tidur di rumah saja. Kurir #SedekahRombongan yang mengetahui kondisi demikian berupaya bergerak cepat dengan memberikan santunan untuk biaya pengobatan serta fasilitas pendampingan, tetapi Allah menginginkan beliau kembali kepadaNya, pada tgl 19 Feb 2016 Bu Jaenah meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS. Sardjito selama 3 minggu. Doa kami mengalir mengiringinya, Semoga Amal dan Ibadah diterima Alloh SWT.

Jumlah santunan : Rp.1.500.000-
Tanggal : 19 Februari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Alm ibu jaenah menderita Kanker Ganas

Alm ibu jaenah menderita Kanker Ganas

————-

MTSR JOGJA (Mobil Tanggap #SedekahRombongan) Untuk meningkatkan pelayanan #SedekahRombongan kepada para pasien dampingan, disediakan 2 MTSR khusus untuk wilayah operasional Gunungkidul. Dua unit MTSR ini digunakan untuk melayani antar-jemput pasien dhuafa di 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya mengantar pasien di RSUD Gunungkidul saja, tetapi mengantar ke beberapa rumah sakit provinsi rujukan RSUD. Jarak tempuh antarkecamatan yang tak bisa dibilang dekat tak menyurutkan semangat para kurir menyampaikan titipan sedekaholic. Pengunaan untuk bulan Januari ini meliputi bensin, servis, cuci mobil.

Jumlah  : Rp. 6.960.000,-
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Biaya operasional bensin, servis, cuci mobil.

Biaya operasional bensin, servis, cuci mobil.

————

MTSR Jogja (Mobil Tanggap #SedekahRombongan) Untuk meningkatkan pelayanan #SedekahRombongan kepada para pasien dampingan, disediakan 2 MTSR khusus untuk wilayah operasional Gunungkidul. Dua unit MTSR ini digunakan untuk melayani antar-jemput pasien dhuafa di 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya mengantar pasien di RSUD Gunungkidul saja, tetapi mengantar ke beberapa rumah sakit provinsi rujukan RSUD. Jarak tempuh antarkecamatan yang tak bisa dibilang dekat tak menyurutkan semangat para kurir menyampaikan titipan sedekaholic. Pengunaan untuk bulan Februari ini meliputi bensin, servis, cuci mobil.

Jumlah. : Rp. 5.962.000,-
Tanggal.: 29 Februari 2016
Kurir. : @kissherry, @aji_kristanto

Biaya operasional bensin, servis, cuci mobil.

Biaya operasional bensin, servis, cuci mobil.

————–

SAJIRAH BINTI AMAT YAKUB (72 Tahun, Lumpuh). Bu Sajirah tinggal di RT.03/RW.01 Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, DIY. Bu Sajirah tinggal berdua saja dengan anak tunggalnya, karena suaminya sudah lama meninggal. Bu Sajirah mengalami lumpuh pada kedua kakinya sejak sepuluh tahun yang lalu yaitu saat bencana Gempa Bumi Yogyakarta 2006. Ia sedang berada di dalam rumah saat gempa terjadi. Ia langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah. Namun malang, bangunan rumahnya runtuh dan menimpa kakinya. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat pertolongan pertama. Saat itu ia masih bisa berjalan namun harus menggunakan alat bantu jalan. Ironis, beberapa bulan kemudian ia jatuh dan ia pun kehilangan fungsi kedua kakinya. Sejak saat itu ia mengalami kelumpuhan, dan ia pun ‘berjalan’ dengan cara merangkak. Sejak saat itu ia tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan anak tunggalnya yang hanya bekerja sebagai tukang parkir. Tentu penghasilan yang mereka dapatkan kurang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Padahal Bu Sajirah harus kontor secara rutin di RSUD Wirosaban Kota Yogyakarta. Meski mempunyai kartu jaminan kesehatan, sayangnya kartu tersebut tidak bisa digunakan. Sungguh ironis kehidupan mereka, kadang-kadang untuk makan sehari-hari mereka dibantu oleh tetangga mereka. Kondisi ekonomi yang serba kekurangan membuat keluarga ini sangat membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, Allah menuntun Kurir #SedekahRombongan untuk bertemu dengan Keluarga Bu Sajirah. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan untuk Keluarga Bu Sajirah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #SahabatSR berupa kursi roda baru dan uang tunai yang akan digunakan untuk biaya perawatan dan akomodasi ke rumah sakit. Keluarga Bu Sajirah mengucapkan terimakasih kepada #SahabatSR dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 1.000.000
Tanggal :  20 februari 2016
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @rizkyaditya4

Ibu sajirah menderita Lumpuh

Ibu sajirah menderita Lumpuh

————-

RAHMAT EKO RAMADHAN ( 4th, Atresia Ani & Jantung Bocor) Alamat Jogotamu RT 01/RW 07 Loano Purworejo Jawatengah. Dik.Rahmat anak dari ke 1  Ibu.Siti Zulaikah (32th) yang berprofesi petani dan ibu rumah tangga pada tahun 2013 #SedekahRombongan mendamping proses pembuatan saluran sekresi di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta secara jalur pengobatan umum .Pada tanggal 5/12/2014 Dik Rahmat Kontrol pembuatan saluran sekresi serta tindakan echo untuk mengetahui perkembangan katup  kebocoran jantungnya,  1 tahun yang akan datang baru akan  kembali kontrol . untuk perkembangan hari ini Alhamdulillah untuk anus nya sudah baik dan jantung bocor nya bulan ini kontrol terakhir sudah di nyatakan tertutup, tinggal kontrol rutin untuk perkembangan anusnya. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan untuk biaya akomodasi serta kontrol senilai Rp.500.000

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 500.000
Tanggal :  1 Maret 2016
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER

Raahmat menderita Atresia Ani & Jantung Bocor

Raahmat menderita Atresia Ani & Jantung Bocor

———–

GHANI SUDJONO (49 Tahun, Cacat Kaki). Pak Ghani tinggal bersama istri dan kedua anaknya di Tegal Layang RT.01/RW.22 Catur Harjo, Pandak, Bantul, DIY. Pak Ghani sehari-harinya bekerja sebagai buruh perajin mainan edukasi untuk anak-anak. Istrinya, Jumini (43 Tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga, sembari membantu jualan mainan edukasi yang dibuat oleh suaminya. Sampai Tahun 1998, Pak Ghani bekerja sebagai buruh di pasar malam di Bogor, ia pulang ke kampung halamannya karena krisis moneter. Pak Ghani pulang menggunakan kereta barang, di dalamnya ia berdesak-desakan dengan orang lain. Saat kereta tiba di Stasiun Lempuyangan, orang-orang saling mendorong dan secara tak sengaja ia jatuh dari kereta. Akibatnya, kedua kakinya terlindas kereta yang tengah melintas. Pak Ghani segera dibawa ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter menyarankan kakinya diamputasi karena tidak bisa berfungsi lagi, akhirnya Pak Ghani terpaksa merelakan kedua kakinya. Hingga saat ini ia masih menyisakan hutang di rumah sakit tersebut sebesar tiga juta tujuh ratus ribu rupiah. Tahun 2009, Pak Ghani kembali mengalami kecelakaan. Ia tertabrak mobil, akibatnya tempurung lututnya hancur dan harus dipasang pen seharga sembilan juta rupiah. Jasa Raharja membantu biaya pemasangan pen sebesar lima juta rupiah, sisanya ia harus membayarnya sendiri dengan uang pribadinya. Tahun 2015 Pak Ghani menjalani operasi pangkal tenggorokan karena menderita penyakit tiroid. Pasca operasi ia masih harus menjalani kontrol rutin. Meski biaya operasi dibiayai oleh Jamkesmas, tetapi Pak Ghani masih terkendala biaya akomodasi dan biaya kontrol rutin. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang aktif dalam menyalurkan sedekah merasa harus ikut membantu saat ada saudara kita yang membutuhkan. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi dan menyampaikan titipan langit sebesar Rp. 1.000.000 Semoga Pak Ghani senantiasa diberi ketabahan dalam menjalani hidupnya. Mudah-mudahan penyakitnya segera sembuh dan Pak Ghani dapat menjalankan aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 18 February 2016
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @FahmiSQ @Puputwe

Pak ghani menderita Cacat Kaki

Pak ghani menderita Cacat Kaki

———–

ADI TIMO (60, Saraf Kejepit). Tinggal di Dusun  Wirik RT. 003 RW. 005, Kel. Umbulrejo, Kec. Ponjong, Kab. Gunungkidul, DIY. Pak Adi Timo pernah menjalani operasi karena penyakit Saraf Kejepit, satu kali operasi pernah dilakukan di di RS Sardjito, tetapi dokter belum menyatakan sembuh sehingga masih disarankan untuk menempuh operasi ke dua. Meski tindakan operasi sangat mendesak, namun Ia mengurungkan niat tersebut lantaran terkendala biaya. Praktis ia hanya tergeletak menahan sakit di rumah, dalam kondisi tidak bisa bangun itu, ia masih berusaha menanggung perawatan dan biaya hidup seorang anak piatu dari tetangganya. Dimana bapak dari anak tersebut telah pergi tidak bertanggung jawab. Kondisi ini yang membuat #SedekahRombongan terjun turun tangan ikut meringankan beban Adi Timo. Uang tunai satu juta rupiah diberikan untuk biaya berobat. Semoga ia segera diberikan kesembuhan. Santunan dapat menambah semangatnya untuk sembuh dan tetap bermanfaat bagi orang lain meski dalam keterbatasan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 14 Nopember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak adi menderita Saraf Kejepit

Pak adi menderita Saraf Kejepit

————-

FITRIANINGSIH (10 Th, Cerebral Palsy) beralamat di Dusun Kwangen Lor RT. 07 RW. 16, Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kab. Gunung Kidul, DIY merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak lahir putri dari alm. Bp. Paijo ini mengalami cacat bawaan sejak lahir, Dek fitri tidak tumbuh seperti anak balita seusianya, dek fitri hanya bisa berbaring dan belum bisa merespon apabila diajak berinteraksi. Ibunya tanpa lelah rutin membawa dek fitri berobat kemana saja, terakhir dek fitri rutin diterapi akupuntur dengan biaya sendiri, sebab tidak dicover oleh bpjs, banyak perkembangan yang dialami oleh dek fitri Semenjak rutin diterapi akupuntur di RS Sardjito. Untuk meringankan beban fitri maka kurir #Sedekah Rombongan menyampaikan santunan berupa uang tunai sebesar satu juta rupiah untuk meringankan biaya berobat dek fitri serta memfasilitasi dek fitri dengan mtsr setiap kali mau terapi. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dek fitri dan dek fitri semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2015
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Fitriani menderita Cerebral Palsy

Fitriani menderita Cerebral Palsy

————

HERIANTO (47 Th, Gagal Ginjal) merupakan warga Dusun Prampakan 2 RT. 001 RW. 007, Kel. Kenteng, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, DIY. Bapak dari 1 anak ini sebelumnya bekerja sebagai satpam di sekolah swasta dikota Tangerang. Sebagai satpam bapak Heriyanto memiliki kebiasaan minum minuman berenergi untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada tahun 2010 pak heri divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah. Semenjak itu pak Heriyanto tidak bisa bekerja lagi dan memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di gunung kidul. Karena tidak ada pemasukan tetap kehidupan pak Heriyanto semakin memprihatinkan apalagi dengan kondisi kesehatannya pak Heriyanto tidak bisa mencari nafkah dan digantikan oleh istrinya yang ikut membantu pekerjaan tetangganya. #Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai pak Heriyanto pada saat pak Heriyanto mengalami pembengkakan disekujur tubuhnya karena sudah terlambat cuci darah selama 1 bulan lebih, akhirnya kurir  #Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang tunai sebesar satu juta rupiah serta bantuan transportasi ke Jogja setiap hari rabu dan sabtu. Semoga bantuan tersebut bisa membuat pak Heriyanto semakin semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Pak herianto menderita Gagal Ginjal

Pak herianto menderita Gagal Ginjal

————

FITRIANINGSIH (10 Th, Cerebral Palsy) beralamat di Dusun Kwangen Lor RT. 07 RW. 16, Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kab. Gunung Kidul, DIY merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak lahir putri dari alm. Bp. Paijo ini mengalami cacat bawaan sejak lahir, Dek fitri tidak tumbuh seperti anak balita seusianya, dek fitri hanya bisa berbaring dan belum bisa merespon apabila diajak berinteraksi. Ibunya tanpa lelah rutin membawa dek fitri berobat kemana saja, terakhir dek fitri rutin diterapi akupuntur dengan biaya sendiri, sebab tidak dicover oleh bpjs, banyak perkembangan yang dialami oleh dek fitri Semenjak rutin diterapi akupuntur di RS Sardjito. Untuk meringankan beban fitri maka kurir #Sedekah Rombongan menyampaikan santunan berupa uang tunai sebesar satu juta Lima puluh ribu rupiah untuk membeli sepatu bantu untuk membantu dek fitri belajar jalan. Semoga dengan adanya sepatu tersebut dek fitri semakin bagus perkembangannya dan tumbuh menjadi gadis yang bisa Mandiri, sehat, dan membanggakan orang tuanya, aamiin

Jumlah Bantuan : Rp.1.050.000,-
Tanggal : 5 Februari 2016
Kurir : @kissherry @aji_kristanto

Fitriani menderita Cerebral Palsy

Fitriani menderita Cerebral Palsy

————

TEGUH SERIANI (40, Melahirkan). Alamat : Jalan Raya Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kotamadya Denpasar, Propinsi Bali. Saat menjelang kelahiran bayinya, Ibu Teguh dievakuasi ke RS Bhakti Rahayu Denpasar. Proses Persalinan pun berjalan lancar, Ibu Teguh melahirkan seorang bayi laki – laki dalam keadaan sehat dengan jalan oprasi caesar. Namun sayangnya ketika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Ibu Teguh tidak dapat melunasi sisa tagihan rumah sakit sebesar Rp. 5.800.000,-. Selama ini mereka tinggal di sebuah rumah kost. Sehari – hari Ibu Teguh adalah ibu rumah tangga dengan tiga orang anak, sedangkan suaminya, Didik Purnomo (43), adalah seorang tukang sapu. Di masa kelahiran bayinya ia tinggal jauh dari kampung halamannya, Jawa Timur. Tiada sanak saudara yang bisa membantu. Di tengah – tengah kebingungannya, setelah sebelumnya membantu mencicil sebagian tagihan, kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan bantuan untuk melunasi biaya persalinannya. Sebelumnya Ibu Teguh telah dibantu pada Rombongan 815.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.850.000
Tanggal : 17 Februari 2016
Kurir :@arfanesia @tuniknata @athaya336 @ririn_restu

Bantuan untuk melunasi biaya persalinannya.

Bantuan untuk melunasi biaya persalinannya.

————–

DEVI SAPUTRI (26, Melahirkan). Alamat : Jl. Cita Karya Ujung Perumahan Malay Asri Blok B 16, Pekanbaru, Riau. Pada bulan Januari 2016, Devi melahirkan anak ketiganya di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Ia dan suaminya, Riska Endryan (33), yang bekerja sebagai pedagang peci di emperan mesjid masih hidup dalam kondisi yang kekurangan. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pun keluarga ini sangat sulit, mereka belum tentu mempunyai uang karena nafkah yang diperoleh oleh suami tidak selalu ada, bergantung dari hasil penjualan peci saja. #SedekahRombongan mendengar dari humas RSIA Eria Bunda tentang kondisi Devi yang tidak mampu membayar uang tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan. Hal ini dikarenakan keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah dengan bantuan #SedekahRombongan, insyaa Allah tagihan rumah sakit untuk biaya melahirkan Devi bisa dibayarkan secara bertahap sampai lunas.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @karin_latief @ririn_restu

Bantuan untuk melunasi biaya persalinannya.

Bantuan untuk melunasi biaya persalinannya.

————

BONAR SIHOMBING (53, Patah tulang). Alamat : Dusun 03 Handayani RT 2/1 Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Pada 13 Januari 2008, Pak Bonar mengalami kecelakaan sepeda motor di jalan Lintas Sukaramai, Ujung Batu. Pak Bonar mengalami tabrakan dengan pengendara sepeda motor lainnya yang berlawanan arah   Ia mengalami luka parah, tungkai lengan bagian kanannya terlepas dari bahu dan mengalami patah tulang di bagian pahanya. Pak Bonar telah melakukan berbagai pengobatan hingga menghabiskan biaya, namun tidak ada perkembangan sehingga beliau membiarkan sakitnya sampai sekarang. Saat kurir #sedekahrombongan melakukan survey, keadaan Pak Bonar memprihatinkan, ia tidak bisa berdiri terlalu lama dan beraktivitas secara normal. Harapan Pak Bonar apabila dia layak mendapat santunan, beliau meminta tangan kanannya diamputasi saja, sebab tangan kanannya sudah tidak aktif dan mengganggu aktivitasnya. Pak Bonar tinggal bersama istrinya Mina Simanjuntak (53) yang bekerja sebagai pencari pinang di ladang tetangga. Selama Pak Bonar sakit, istrinya lah yang menggantikan beliau sebagai tulang punggung keluarga. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pak Bonar tidak pernah digunakan sebab adanya kendala biaya. #SedekahRombongan memberikan bantuan sembako untuk meringankan biaya hidup mereka sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @darma82 @ririn_restu

Pak bonar menderita Patah tulang

Pak bonar menderita Patah tulang

————–

SARIMAH BENGKALIS (76, Syaraf Kaki Mati). Alamat: Jl. Sudirman Gg Damai RT 9/3 Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tiga tahun yang lalu, Ibu Sarimah mengalami gangguan pada kakinya, yaitu mati rasa, kebas, dan susah berjalan. Diagnosa dokter menyatakan syaraf kaki Ibu Sarimah sudah mati. Akibatnya kaki Ibu Sarimah mengecil dan tulangnya menjadi pipih. Sampai saat ini, Ibu Sarimah sudah tidak bisa melihat, tidak bisa berjalan dan sering sesak napas. Ia hanya bisa beraktivitas dengan meraba keadaan sekelilingnya. Ia memiliki dua anak perempuan yang sudah menikah, tetapi kedua menantunya tidak bekerja. Ibu Sarimah tinggal bersama anaknya yang menjadi penjual sayur. Penghasilan anaknya hanya 300 ribu/minggu, sebagian untuk dibelikan keperluan anak dan sisa dari penjualan digunakan untuk makanan sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Ibu Sarimah dan memberikan bantuan pampers untuk menunjang kebutuhan kesehatannya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Ibu sarimah menderita Syaraf Kaki Mati

Ibu sarimah menderita Syaraf Kaki Mati

————

SUIMAH BENGKALIS (74, Lumpuh). Alamat: Jl. Obor Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Awalnya Ibu Suimah mengalami keluhan pada pinggang dan kakinya, lalu ia berobat ke Klinik Nayaka di Duri. Dari sana ia dirujuk ke RS Permatahati dan dokter menganjurkan untuk minum vitamin dan susu. Sebelumnya ia pernah berobat ke RSUD Duri namun tidak dilanjutkan karena kendala biaya transportasi. Pekerjaannya sehari-hari adalah berjualan makanan ringan di pinggiran sekolah dengan keuntungan yang diperoleh sekitar Rp.10.000 – Rp.15.000/hari. Saat ini Ibu Suimah tinggal bersama anak semata wayangnya dan seorang cucunya yang berumur 13 tahun. Ia sudah memiliki kartu jaminan kesehatan hanya saja ia juga memiliki tunggakan pembayaran uang sewa rumah 4 bulan sebesar    Rp 1.100.000,-. Ia berharap dapat melunasi utang uang sewa rumah dan sedikit modal untuk usaha kecilnya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan  dengan Ibu Suimah dan memberikan santunan untuk pelunasan tunggakan biaya sewa rumah serta sedikit modal untuk usahanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 22 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @eniepalupi @ririn_restu

Ibu sumiah menderita Lumpuh

Ibu sumiah menderita Lumpuh

————

RUMAH QUR’AN (RQ). Alamat: Desa Bukit Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Rumah Qur’an (RQ) didirikan oleh Susliana dengan waqaf tanah dari warga pada bulan Desember 2015. Saat ini RQ memiliki 98 murid dari berbagai kalangan umur, anak-anak hingga dewasa. Pembangunan RQ telah dimulai sejak beberapa bulan lalu dengan swadaya warga sekitar. Pembangunan dilakukan dengan menggunakan bahan bangunan yang sebagian besar merupakan bahan bekas pakai sumbangan dari warga, seperti kayu bekas (papan,tiang kusen) dan seng bekas. Bangunan untuk proses belajar mengajar telah rampung dan diresmikan pada 31 Januari 2016. Fasilitas kamar mandi untuk ustadz dan murid masih dalam tahap pembangunan. Untuk kebutuhan listrik masih memanfaatkan sambungan dari rumah sekitar yang cukup jauh juga jaraknya (sekitar 50 meter). Sementara itu kebutuhan air masih menumpang di rumah-rumah warga sekitar. Jumlah tenaga pengajar (Ustadz) ada 3 orang, satu orang dari warga setempat dan dua lainnya didatangkan dari Duri Kabupaten Bengkalis. Kafalah (Imbalan/Gaji) per bulan untuk tenaga pengajar masing-masing Rp. 1.000.000, kecuali Ustadz setempat diberikan Rp. 600.000. Untuk kebutuhan makan tenaga pengajar ditanggung oleh warga sekitar secara bergantian. Total biaya operasional dan Kafalah (Imbalan/Gaji) tenaga pengajar tiap bulannya sekitar Rp 3.000.000. Untuk keperluan operasional dan Kafalah (Imbalan/Gaji) tenaga pengajar, tiap murid yang memiliki kemampuan dipungut SPP per bulan yang sifatnya sukarela sedangkan murid dhuafa dibebaskan SPP-nya. Rata-rata dari SPP tersebut tiap bulannya terkumpul dana Rp. 1.300.000,-. Kekurangannya didapat dari donatur tidak tetap dan pengurus RQ. Ketika kurir #SedekahRombongan berkunjung untuk survey, ternyata kebutuhan air sangat mendesak di sana. #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membeli pompa air sebagai penunjang kebutuhan air bagi para murid di Rumah Qur’an.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Bantuan untuk membeli pompa air

Bantuan untuk membeli pompa air

————

NURHASAN BIN KARMUJI (16, Lakalantas). Alamat : Langkan RT 2/1, Desa Langkan, Kecamatan Langgap, Kabupaten Pelalawan, Riau. Nurhasan merupakan putra pertama dari Bapak Karmuji (58) dan Ibu Suefni (68). Suatu sore, Nurhasan dibonceng temannya mengendarai sepeda motor di Padang Luas Langkan. Karena tidak bisa menguasai sepeda motornya, mereka menabrak pohon sawit dan terjatuh di tumpukan kayu dekat pohon sawit. Teman Nurhasan yang membawa motor meninggal di tempat kecelakaan. Sementara Nurhasan mengalami patah tulang pinggang bagian kanan, selain itu tulang bahu kanan dan sikutnya juga bergeser. Keluarga Nurhasan sebenarnya telah memiliki BPJS, namun untuk kasus kecelakaan yang di alami Nurhasan, BPJS tidak bisa menanggung biaya perawatannya, sehingga Bapak Karmuji harus membayar sendiri semua perawatan Nurhasan selama di rumah sakit. Padahal Bapak Karmuji hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu dan Ibu Suefni adalah seorang ibu rumah tangga. Ketika Nurhasan keluar dari rumah sakit, tagihan biaya perawatannya mencapai 12 juta. Bapak Karmuji kemudian dibantu tetangganya untuk membayar biaya perawatan Nurhasan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Karmuji sehingga bisa menyampaikan bantuan untuk melunasi tagihan perawatan Nurhasan selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @agunglabay @ririn_restu

Nurhasan menderita Lakalantas

Nurhasan menderita Lakalantas

—————

SUJOKO SUJANI (29, Tumor Perut Jinak). Alamat : Desa Banjar Panjang RT. 2/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pada umur 9 tahun Sujoko merasakan sakit di perut dan lama kelamaan perutnya bertambah besar, nafas terasa sesak. Ia berobat ke puskesmas terdekat namun tidak bisa ditangani, kemudian dirujuk ke RSUD Selasih Pelalawan. Karena tidak ada biaya, Sujoko pun pulang. Kehidupan keluarga Sujoko semakin sulit sejak ayahnya yang bernama Sujani meninggal dunia. Saat ini tinggal dengan ibunya, Tumiyem, seorang ibu rumah tangga. Untuk pengobatan Sujoko pihak keluarga mengajukan bantuan ke aparat desa dan akhirnya dibantu untuk membuat rujukan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dari sana kemudian ia dirujuk lebih lanjut ke RSCM Jakarta. Menurut dokter di RSCM, ia harus menunggu 2 tahun lagi karena belum cukup usianya. Namun hingga sekarang ia sudah berumur 29 tahun belum ada tindak lanjut. Kondisi Sujoko saat ini perutnya membesar, badannya kurus sekali, dan tangan kakinya mengecil. Hal ini menyebabkan ia tidak dapat beraktivitas banyak karena bila terlalu capek nafasnya sering sesak dan perutnya terasa sakit. Alhamdulillah, akhirnya Sujoko bisa berobat ke dokter Spesialis Bedah Digestif di RSUD Arifin Achmad dan #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 802.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Pak sujoko menderita Tumor Perut Jinak

Pak sujoko menderita Tumor Perut Jinak

————-

SOBARI BIN JUHRI (60, BURUH TANI). Alamat : Kp. Kalahang Tengah RT 6/2 Desa Kadudodol, Kecamatan Cimanuk, Kab. Pandeglang, Banten. Pak Sobari adalah seorang buruh tani yang sekarang tidak bisa bekerja lagi. Ia mengalami sakit di dadanya sejak tahun 2013. Karena keterbatasan ekonomi, Pak Sobari  hanya memeriksakan penyakitnya ke mantri kesehatan yang tak jauh dari desanya dan hasil diagnosa dari mantri kesehatan Pak Sobari menderita penyakit jantung. Ingin sekali Pak Sobari berobat rutin ke rumah sakit, tapi apa daya karena sekarang ia tidak mampu bekerja, sehingga tidak ada biaya untuk berobat, ditambah lagi ia belum memiliki jaminan kesehatan baik BPJS maupun KIS. Biaya sehari-hari pun mengandalkan ikhtiar istrinya yang bejualan nasi uduk dan kue keliling di kampungnya. Pengobatan rutin ke mantri kesehatan dilakukannya setiap obatnya telah habis atau kurang lebih 1 minggu sekali. Besar biaya untuk sekali berobat kurang lebih Rp. 100.000,-. Uang untuk berobat didapat dari hasil ikhtiar istrinya yang dikumpulkan setiap harinya, terkadang jika tidak ada uang untuk berobat, Pak Sobari rela menahan sakit di dadanya. Kurir #sedekahrombongan prihatin mendengar kesulitan yang dialami Pak Sobari, kurir #SR pun mengunjunginya dan didapati Pak Sobari sedang kambuh, kaki mulai bengkak dan napas mulai terengah-engah. Bantuan pun diberikan kepadanya agar pak sobari dapat berobat dan  membuat BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 maret 2016
kurir : @wirawiry @nurmanmlana emay humairoh @yadi_uy @ravi_tea @ririn_restu

Bantuan tunai untuk berobat dan membuat BPJS.

Bantuan tunai untuk berobat dan membuat BPJS.

————-

NURHADI ARIYANTO (36, Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus). Alamat : Pondok Arum Blok B7 No.  Kel. Nambo Jaya Kec. Karawaci, Kota Tangerang.  Pada Kamis, 5 November 2015 tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Nurhadi terkena ledakan tabung kompresor di halaman rumahnya. Ledakan tersebut hingga mengenai bagian matanya dan menyebabkan luka yang cukup parah. Oleh tetangganya Nurhadi langsung dilarikan ke RSU Tangerang dan pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi, namun di RSU Tangerang tidak ada peralatan medis yang memadai untuk dilakukan operasi mata.  Setelah berpindah-pindah ke lebih dari dua rumah sakit dan berdasarkan saran dokter, Nurhadi dirujuk ke rumah sakit khusus mata RS Aini. Di RS Aini operasi dapat dilakukan namun biaya yang dibutuhkan sangat besar. Biaya operasi diperkirakan sekitar Rp. 30.000.000,- itupun belum termasuk obat-obatan dan ruang rawat inap. Mengingat penghasilan Suami dari Suryanti (32) ini sebagai buruh lepas/serabutan tidak menentu, ia tak mampu membiayai operasi tersebut. Bu Suryanti pun sudah menjadi tukang urut untuk menambah-nambah penghasilan keluarga. Pada Selasa, 10 November 2015, Nurhadi mendapat tindakan operasi. Secara fisik, bentuk kelopak mata Nurhadi memang terlihat normal namun ternyata syaraf matanya ada yang putus. Kini matanya semakin membaik dan ia mulai bisa melihat dengan normal. Bantuan lanjutan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan membayar cicilan. Sebelumnya, Nurhadi dibantu pada rombongan 803.

Jumlah Bantuan: Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @nurzainpriyatno @ririn_restu

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus

————–

SUJOKO SUJANI (29, Tumor Perut Jinak). Alamat : Desa Banjar Panjang RT. 2/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pada umur 9 tahun Sujoko merasakan sakit di perut dan lama kelamaan perutnya bertambah besar, nafas terasa sesak. Ia berobat ke puskesmas terdekat namun tidak bisa ditangani, kemudian dirujuk ke RSUD Selasih Pelalawan. Karena tidak ada biaya, Sujoko pun pulang. Kehidupan keluarga Sujoko semakin sulit sejak ayahnya yang bernama Sujani meninggal dunia. Saat ini tinggal dengan ibunya, Tumiyem, seorang ibu rumah tangga. Untuk pengobatan Sujoko pihak keluarga mengajukan bantuan ke aparat desa dan akhirnya dibantu untuk membuat rujukan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dari sana kemudian ia dirujuk lebih lanjut ke RSCM Jakarta. Menurut dokter di RSCM, ia harus menunggu 2 tahun lagi karena belum cukup usianya. Namun hingga sekarang ia sudah berumur 29 tahun belum ada tindak lanjut. Kondisi Sujoko saat ini perutnya membesar, badannya kurus sekali, dan tangan kakinya mengecil. Hal ini menyebabkan ia tidak dapat beraktivitas banyak karena bila terlalu capek nafasnya sering sesak dan perutnya terasa sakit. Alhamdulillah, akhirnya Sujoko bisa berobat ke dokter Spesialis Bedah Digestif di RSUD Arifin Achmad dan #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 802.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 30 Januari 2016
Kurir : @arfanesia @nhpita @aansiswanto10 @ririn_restu

Pak sukojo menderita Tumor Perut Jinak

Pak sukojo menderita Tumor Perut Jinak

————

SAMSUDIN BIN OTO (58, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT.3./10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya, menyampaikan bantuan dari sedekaholics serta mendaftarkannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillh masa kritisnya telah terlewati. Tetapi ia harus rutin kontrol dan berobat ke rumah sakit. Pada minggu kedua di bulan Maret 2016 kurir #SR di Bandung kembali menemu Pak Samsudin di rumahnya. Walaupun nampak membaik, ia masih harus melanjutkan berobatnya. Karena itu, kembali kurir #SR menyampaikan titipan sedekaholics #SR kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumahya ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS, transportasi ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 799.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @lilisdaryati@hapsarigendhis

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal

————-

ENEN MARYANI (43, TB Paru) Kp. Pangkalan RT. 4/2 Desa Pangkalan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Sejak awal Februari 2015 lalu, Bu Enen merasakan sesak dan batuk, ia menganggapnya hanya penyakit biasa saja. Ia pun hanya membeli obat warung untuk meredakan rasa sakitnya. Hingga pada bulan Juni, penyakitnya tak kunjung sembuh, akhirnya ia memeriksakan diri ke Puskesmas Plered. Ia pun dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih. Hasil rontgen menunjukan bahwa Bu Enen positif mengidap penyakit TB Paru, dan harus menjalani pengobatan setiap bulannya. Suaminya Anwar Sanusi (48) merupakan seorang buruh lepas, penghasilannya sebesar Rp. 50.000/hari kadang tak cukup untuk membiayai istri dan keempat anaknya, itupun kalau memang sedang ada yang membutuhkan jasanya, kalau tidak maka ia pun tak memiliki penghasilan sama sekali. Kondisi Bu Enen saat ini semakin menurun, badannya semakin kurus, pengobatannya belum tuntas karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Bu Enen, kami pun menyampaikan titipan bantuan para sedekaholic. Bantuan tersebut akan digunakan Bu Enen untuk biaya akomodasi Rumah Sakit nantinya. Semoga Allah segera angkat penyakitnya Bu Enen. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah

Bu enen menderita TB Paru

Bu enen menderita TB Paru

————-

YOYOH KHODIJAH (66, Typus) Gang Sekolah RT/RW 8/3 Desa Plered Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Bu Yoyoh, begitu akrab ia dipanggil, pada 29 Februari kemarin ia mengalami panas tinggi dan badannya lemas. Selama 1 minggu ia hanya dirawat di rumah dan meminum obat warung. Tetapi kondisinya semakin parah, ia pun dibawa oleh tetangganya ke klinik setempat. Dari klinik tersebut ia dirujuk untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih. Akhirnya Bu Yoyoh menjalani rawat inap di RS tersebut sejak tanggal 5 Maret, hingga hari ini tepatnya tanggal 11 Maret ia belum juga diperbolehkan pulang oleh dokter di RSBA. Bu Yoyoh merupakan seorang janda, suaminya sejak lama meninggal dunia. Saat ini untuk biaya hidupnya ia mengandalkan pertolongan dari tetangga terdekat dan keluarganya. Bu Yoyoh memiliki 1 anak perempuan dan 1 orang cucu, anaknya tersebut tidak bisa membantu banyak untuk biaya hidup dan pengobatan Bu Yoyoh, karena anaknya tersebut pun adalah seorang janda dan tidak memiliki pekerjaan. Dengan takdir Allah, kurir #SedekahRombongan pun dipertemukan dengan Bu Yoyoh dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic, bantuan ini selanjutnya akan digunakan Bu Yoyoh untuk biaya akomodasi Rumah Sakit. Mari doakan bersama, semoga Allah angkat penyakit yang ada pada tubuh Bu Yoyoh. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah

Bu yoyoh menderita Typus

Bu yoyoh menderita Typus

————

NANA SUTARNA (51, Benjolan di Sendi Kaki). Kp. Jawa RT.8/4 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Pak Nana, begitu sapaan akrabnya. Ia mengalami kecelakaan motor pada tahun 2015 yang mengakibatkan cedera pada bagian lututnya. Kemudian ia dibawa berobat ke Puskesmas Plered, ia pun dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di RS Bayu Asih, namun karena kendala biaya ia belum mampu dibawa ke RS tersebut oleh keluarganya. Semakin hari lututnya semakin sakit dan timbul benjolan besar, akhirnya pada bulan Februari kemarin, dengan bantuan keluarga lainnya ia pun dibawa berobat ke RS Bayu Asih. Hasil rontgen dan pemeriksaan menunjukan bahwa bagian lutut Pak Nana harus segera dioperasi.  Hal ini membuat ia dan keluarganya kebingungan, pasalnya semenjak sakit Pak Nana tidak sanggup untuk kembali berjualan, ia pun tidak lagi memiliki penghasilan, ditambah ia masih memiliki 5 tanggungan anak yang harus ia biayai. Saat kami kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Pak Nana dan menyampaikan niat kami untuk membantu pengobatan Pak Nana, ia pun menyambut kami penuh dengan haru dan bahagia. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic, bantuan ini akan digunakan Pak Nana untuk biaya akomodasi Rumah Sakit dan bekal hidupnya selama dioperasi. Mari doakan bersama, semoga Allah segera menyembuhkan Pak Nana. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000
Tanggal : 11 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah

Pak nana menderita Benjolan di Sendi Kaki

Pak nana menderita Benjolan di Sendi Kaki

————

AAN BIN ENTO (83, Penyakit Ginjal & Hipertensi) Kp. Jawa RT. 8/4 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Mak Aan begitu sapaan akrabnya, selama 3 minggu ini mengalami bengkak pada bagian kakinya, selain itu kulit pada bagian kaki yang bengkak pun terlihat seperti luka bakar dan melepuh. Belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita oleh Mak Aan, diagnosa sementara menurut bidan setempat Mak Aan mengalami kelainan fungsi ginjal. Ia disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di RS Bayu Asih Purwakarta, namun karena keterbatasan biaya ia belum mampu untuk berangkat ke RS tersebut. Mak Aan adalah seorang pemulung, penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, ia memiliki seorang anak yang sudah menikah namun tinggal jauh dari rumahnya dan kini hidup seorang diri. Saat kami kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah Mak Aan dan menyampaikan niat kami untuk membantu pengobatan Mak Aan, ia pun menyambut kami penuh dengan haru dan bahagia. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic, bantuan ini akan digunakan Mak Aan untuk biaya akomodasi Rumah Sakit dan bekal hidupnya. Mari doakan bersama, semoga Allah segera menyembuhkan penyakit yang diderita Mak Aan. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000
Tanggal : 11 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah

Bu aan menderita Penyakit Ginjal & Hipertensi

Bu aan menderita Penyakit Ginjal & Hipertensi

———–

ALDI RIZKIAWAN BIN AHMADI (8, Leukemia + Efusi Pleura). Alamat : Desa Talang No 20 Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Aldi merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Tn. Ahmedi (35) dan Ny. Marlemi (27). Kedua orang tuanya selama ekesehariannya bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarganya. Saat ini dik Aldi masih dalam perawatan intensif di ruang anak RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung, tepatnya di ruangan Almanda. Aldi kini terlihat semakin lemah dengan kondisinya sekarang. Terlihat mata Aldi membengkak. Kondisi dik Aldi semakin  melemah, trombositnya kembali menurun.Sejak bulan juli 2015 lalu Aldi mulai merasakan sakitnya. Diawali dengan sesak nafas. Kemudian Aldi dirawat di Puskesmas Naningan. Sembuh. Setengah bulan kemudian karena sudah 4 hari merasakan hidung tersumbat,Aldi dibawa keluarga untuk periksa di RS Pringsewu. Dokter mengatakan Aldi terkena penyakit paru-paru basah. Pasien terus kembali untuk  berobat ke RS setempat. Kemudian 20 hari sebelum masuk RS tersebut, pasien mengeluh tidak bisa jalan, rambut rontok, mual, muntah, demam hilang timbul lalu kelopak mata dik Aldi semakin membengkak. Akhirnya Aldi dibawa ke RS Wisma Rini Pringsewu kemudian dirawat selama 4 hari. Kemudian Aldi di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tanggal 23 Januari 2016.Tim dokter di RS Abdoel Moeloek mencurigai bahwa Aldi terkena penyakit Leukemia atau kanker sel darah putih dan effusi pleura yaitu suatu kondisi dimana paru-paru terendam oleh cairan akibat adanya proses metastasis dari sel cancer yang ada pada tubuh dik Aldi. Saat ini Rencana pasien akan dilakukan tindakan BMP / Bone Marrow Presure (Pengambilan sedikit jaringan sumsum tulang belakang untuk mengetahui jenis kanker) namun keluarga menolak dengan alasan kasian dengan kondisi pasien yang semakin menurun. Di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung pasien sudah mendapatkan tranfusi darah merah dan trombosit berkali-kali. Aldy sudah menerima 4 kantong darah merah dan 12  kantung trombosit. Namun komponen darahnya belum juga normal. Terakhir hasil pemeriksaan darah HB: 7,4 dan trombosit hanya 16 ribu. Pasien direncanakan rujuk ke RSCM namun menolak dengan alasan biaya.  Keluarga dik Aldi mengaku merasa kesulitan untuk merujuk ke Jakarta dikarenakan kondisi ekonomi yang lemah, tidak adanya sanak saudara menjadi kendala tambahan yang dipikirkan oleh keluarga dik Aldi.Fasilitas kesehatan dik Aldi saat ini adalah menggunakan Jamkesmas. Kurir #SRlampung berusaha membujuk keluarga pasien agar mau di rujuk ke RSCM untuk pengobatan yang lebih baik. Keluarga pasien resah gelisah karena jika di rujuk butuh biaya yang tak murah untuk makan sehari-hari dan tempat tinggal. Namun kurir #SRlampung menjelaskan dengan baik, bahwa keluarga Aldi tidak perlu khawatir jika sudah di Jakarta. Karena Aldi dan keluarganya akan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Jakarta dan biaya sehari-hari akan ditanggung oleh tim kurir #SedekahRombongan di Jakarta melalui dana dari para Sedekah kholics se-Indonesia. setelah mendapatkan penjelasan tersebut. Akhirnya keluarga Aldi bersedia di rujuk ke RSCM. Namun saat akan dilakukan proses rujukan ke RSCM Jakarta, kondisi dik Aldi kian hari , kian melemah, trombositnya semakin menurun dan sel darah putihnya semakin meningkat. Akhirnya keberangkatan dik Aldi ke RSCM ditunda untuk sementara waktu sampai dengan keadaan dik Aldi membaik kembali. Tim kurir #SedekahRombongan Lampung kembali mengunjungi dik Aldi dan memberikan santunan ke dua, yang sebelumnya santunan dik Aldi sudah masuk ke Rombongan 809. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya hidup sehari – hari kepada keluarga dik Aldi dikarenakan orangtua dik Aldi telah lama meninggalkan pekerjaanya demi menemani dan merawat dik Aldi di RS Abdoel Moeloek. Semoga bantuan dari para sedekahkholic dapat meringankan beban penderitaan yang dialami oleh dik Aldi dan keluarganya, serta mengangkat penyakit yang diderita dik Aldi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arissamara @evandlendi

Aldi menderita Leukemia + Efusi Pleura

Aldi menderita Leukemia + Efusi Pleura

—————

SARBIYATI BINTI ABDULLAH, (62, Chronic Heart Failure). Alamat:  Desa Sidoharjo RT. 007/002 Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu Sarbiyati biasa beliau disapa tetangganya adalah seorang pedagang yang hanya memiliki satu orang anak. Semenjak ditinggal suaminya Sugito (Alm) 10 tahun yang  lalu, ibu Sarbiyati bekerja sebagai pedagang di sekolah dasar yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya sebagai orang tua tunggal yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga beliau harus bekerja keras. Awal mula sakit yang beliau derita terjadi sekitar bulan Ramadhan tahun 2015 lalu, pada saat sholat tarawih hari ketiga Ibu Sarbiyati merasa tidak enak badan serta keluar keringat yang banyak kemudian saat keluar dari masjid beliau terjatuh di halaman masjid.  Tetapi beliau tetap  memaksakan diri untuk pulang ke rumah karena memang jarak rumah dengan masjid tidak terlalu jauh. Dengan badan yang gemetar serta jantung berdetak kencang, sampailah ibu Sarbiyati di rumahnya. Kemudian meminum obat yang waktu itu pernah berobat sebelumnya setelah itu beliau hanya berbaring dikursi karena anaknya sedang tidak ada dirumah, Setelah pagi hari baru anaknya membawa kemantri terdekat dan didiagnosa terkena penyakit jantung sehingga harus beristirahat karena tidak dapat melakukan aktifitas berdagang seperti biasanya dan terkadang jika sedang kambung jantung tiba-tiba terasa deg-deg kan yang kencang dan badan gemetar. Akhirnya beliau berobat ke salah satu rumah sakit terdekat di daerahnya, dan dokter mendiagnosisnya terkena penyakit Chronic Heart Failure atau dalam bahasa awamnya dikenal sebagai gagal jantung. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh penyakit hipertensiatau darah tinggi yang ia derita tidak terkontrol dengan baik. Selama ini beliau belum memiliki fasilitas kesehatan dalam bentuk apapun. Kurir #SedekahRombongan Lampung tergerak hatinya untuk memberikan santunan kepada Ibu Sarbiyati dalam membantu proses penyembuhan penyakitnya. Semoga santunan dari para sedekahkholic yang dititipkan ke #Sedekah Rombongan bisa membantu biaya pengobatan Ibu Sarbiyati dan kesulitan yang sedang beliau hadapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99

Ibu sarbiyati menderita Chronic Heart Failure

Ibu sarbiyati menderita Chronic Heart Failure

———–

PONIMIN BIN PRAWITO, (72, Hernia). Alamat:  Jl. 2 Karang Endah RT. 09/02. Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Min biasa beliau disapa, beliau dan istrinya Ibu Poniyah  (70) adalah seorang petani yang memiliki tiga orang anak, dan semuanya telah menikah, kedua anaknya tinggal di luar daerah dan ada satu yang tinggal tidak jauh dari rumahnya, anaknya juga seorang petani yang kondisinya tidak jauh beda dengan orang tuanya, Sekitar lima tahun yang lalu, Pak Min memang sudah sering sakit-sakitan dikarenakan usianya yang memang sudah senja, sekitar akhir februari 2016 penyakit beliau kembali kambuh. Beliau merasakan demam disertai sesak nafas kemudian oleh keluarga di bawa ke bidan terdekat. Tetapi setelah beberapa hari Pak Min tidak menunjukan keadaan yang membaik, keluarga menjadi khawatir sehingga membawanya kembali ke Rumah Sakit Bunda di Bandar Jaya. Selama lima hari berturut-turut beliau dirawat di rumah sakit tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang merawatnya ternyata Pak Min tidak hanya mengidap penyakit gagal  jantung tetapi juga ditemukan benjolan di daerah kemaluannya atau dalam bahasa medis dinamakan Hernia.  Dikarenakan  keterbatasan fasilitas di rumah sakit tersebut dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Muluk untuk pemeriksaan jantung dan operasi hernia. Setelah lima hari dirawat disana keluarga beliau  membawa pulang karena keterbatasan biaya. Sekarang Pak Min menjalani pemulihan sakitnya dirumah. Sudah sekitar lima tahun terakhir Pak Min tidak bisa bekerja seperti biasanya dikarenakan penyakit yang dideritanya tersebut. Fasilitas kesehatan yang dimiliki beliau saat ini  adalah BPJS Kelas 3. Karena beratnya biaya hidup yang keluarga ini jalani, maka kurir #SedekahRombonan Lampung  menyampaikan titipan dari para sedekahkholic untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup keluarga Pak Min sehari-hari. Semoga dengan adanya santunan tersebut Pak Min dapat kembali bersemangat dan pulih dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99  @siskakhadija

Pak ponimin menderita Hernia

Pak ponimin menderita Hernia

————-

TUKIYAH BINTI MEDI, (62, Hemiparese dextra et causa Stroke Non Haemoragik). Alamat:  Desa Sidoharjo RT.2/5 Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Ibu Situk biasa orang memanggilnya, dirinya adalah seorang pedagang sayuran di pasar. Suami ibu Situk yaitu Bapak Abdul Rohim (73) adalah seorang buruh yang berpenghasilan tidak tetap. Mereka berdua hidup sangat sederhana di desa kecil di Kabupaten Pringsewu. Selama pernikahannya mereka  belum pernah dikaruniai anak. Namun, walaupun begitu mereka tetap berusaha mengasuh anak-anak yang diangkat dari saudaranya. Kini Bu Situk tidak bisa beraktifitas seperti biasanya, badannya lemas lengan kanan dan kaki kanannya tidak dapat digerakan seprti sedia kala. Awal mula sakitnya terjadi sewaktu pulang berjualan dari pasar pagi hari sekitar jam 10 pagi tahun 2014, tiba-tiba Ibu Situk merasa sakit kepala hebat dan sempat tidak sadarkan diri. Kemudian, karena didaerah tersebut kurang tenaga kesehatan akhirnya dipanggilkan mantri terdekat untuk memeriksa keadaan beliau. Ternyata dirinya diagnosa terkena darah tinggi namunkemudian tiba-tiba lengan  dan kaki sebelah kanan tidak dapat digerakan. Akhirnya pihak keluarga membawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu dan dirawat selama satu minggu. Dikarenakan belum ada perubahan yang signifikan dan keluarga kehabisan biaya, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang saja dan dilakukan pengobatan dirumah. Sampai saat ini ibu Situk tidak dapat berjalan seperti biasanya dan hanya bisa tiduran dan sesekali keluarga meletakan dikursi depan rumah agar dapat melihat pemandangan luar. Berbagai pengobatan alternative sudah di jalani selama beberapa tahun terakhir ini, tetapi belum ada perubahan sehingga pihak keluarga hanya bisa pasrah dengan keadaan beliau. Melihat kondisi suami beliau juga yang sudah tua, walaupun Ibu Situk memiliki jaminan kesehatan bpjs kelas III, dirinya sulit untuk diajak berobat. Jarak tempuh rumah sakit umum yang cukup jauh dari rumahnya, dan belum lagi keluarga harus mengangkut Ibu Situk kedalam kendaraan jika ingin melakukan pengobatan. Karena beban biaya pengobatan yang tinggi dan keluarga yang berpenghasilan tidak tetap, maka kurir #SedekahRombongan Lampung memberikan santunan berupa kursi roda dan uang untuk biaya pengobatan. Semoga santunan dari para sedekahkholic yang diberikan kepada ibu Situk dapat membantu meringankan beban dirinya dan keluarganya. Semoga Ibu Situk dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99

Bu tukiyah menderita Hemiparese dextra et causa Stroke Non Haemoragik

Bu tukiyah menderita Hemiparese dextra et causa Stroke Non Haemoragik

————

MUJIYONO BIN RUPOMO  (55, Stroke + Diabetes Melitus ). Alamat : Jl. Cengkeh No 4A RT 01/-Gedung Meneng Kecamatan Raja Basa Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Bapak Mujiono sapaanya, beliau merupakan seorang  tulang punggung keluarga yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil dan masih menjadi tanggungannya. Saat ini dirinya beserta istri ibu Mujiyati (48) dan keempat anaknya tinggal dirumah kecil yag sangat sederhana. Dalam kesehariannya Bapak Mujiyono bekerja sebagai buruh dan sang istri sebagai ibu rumah tangga, untuk menghidupi keluarganya saat ini sang istri ikut bekerja berjualan nasi uduk dan lontong sayur di dekat rumah mereka. Saat ini Bapak mujiyono sendiri tidak bisa beraktifitas layaknya kepala keluarga yang lain dikarenakan penyakitnya yang membuat beliau stroke total. Awal Tahun 2012 bapak mujiyono mengalami hipertensi yang membuatnya harus di rawat di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung, dan terus berobat untuk kesembuhan penyakit hipertensinya, namun saat perawatan tersebut Bapak Mujiyono bukannya membaik tetapi keadaannya bertambah buruk dan beliau dinyatakan  terserang Stroke oleh dokter yang merawatnya. Selain itu juga tanpa diketahui oleh dirinya Bapak Mujiono ternyata sudah lama mengidap penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus. Bapak Mujiyono sendiri dinyatakan harus melakukan pemeriksaan gula darah rutin setahun belakangan Ini. Pada hari Jum’at malam tanggal 26  Februari 2016, Bapak Mujiyono tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit DKT. Dokter menyatakan bapak mujiyono harus di rawat di bagian isolasi. Namun akhirnya keluarga kembali memilih untuk merawat dirumah saja dan dilakukan pengobatan rawat jalan. Untuk biaya pengobatan selama di Rumah Sakit ini, Pak Mujiyono menggunakan jaminan kesehata Kartu Indonesia Sehat. Kurir #SRlampung pada hari sabtu 27 Februari 2016 melihat kondisi bapak mujiyono di rumah beliau, dan keadannya sudah sangat memperihatinkan karena tidak bisa beraktivitas Beliau hanya lebih banyak berdiam di tempat tidur yang terus di tempat tidur. Kondisi Bapak Mujiyono sangat memprihatinkan terlebih beliau harus makan menggunakan selang yang langsung masuk ke lambungnya,  dikarenakan tidak bisa menggerakan badannya lagi dan dicurigai ada kelemahan syaraf yang fungsinya untuk menelan makanan. Beban hidup yang ditanggung oleh Pak Mujiyono dan istrinya semakin berat, terlebih pula anak beliau yang masih kecil dan masih harus menjadi tanggungan beliau. Pada Hari Minggu 28 Februari 2015 Pukul 12.00 WIB Kurir #SRlampung mendapat kabar duka dari keluarga beliau yang menyatakan bahwa Bapak Mujiyono sudah berpulang ke Rahmatullah dan dimakamkan sore itu juga. Donasi dari para sedkahkholic #SedekahRombongan diberikan untuk santunan duka keluarga Bapak Mujiyono. Semoga dengan sedikit santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga beliau.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 1 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @Triii20

Pak mujiono menderita Stroke + Diabetes Melitus

Pak mujiono menderita Stroke + Diabetes Melitus

————-

YULIANA BINTI DAMAN (60, Hipertensi dan Gastritis Kronis). Alamat : Dusun Sungai Limau RT. 03/–, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kurir #SRLampung yang saat ini sedang bertugas di Kalimantan Utara menemui Ibu Yuliana saat sedang duduk di depan rumahnya yang sederhana sambil memetik bunga pepaya yang ada di depan rumah sederhana anak bungsunya. Ibu Yuliana adalah seorang janda yang tinggal di rumah anaknya yang bungsu. Dua anak Ibu Yuliana sudah menikah. Anak pertama bekerja sebagai buruh di negara tetangga (Malaysia). Walaupun Ibu Yuliana tinggal dengan anak bungsunya yang sudah menikah, Bu Yuliana tak mau membebankan hidupnya dengan anaknya yang juga serba pas-pasan. Maka untuk memenuhi biaya hidupnya seorang diri, Bu Yuliana berkebun di kebun orang lain. Kadang ada uang yang diberi oleh pemilik kebun, namun lebih sering Bu Yuliana hanya mendapatkan sedikit hasil kebun, seperti sayuran. Dan sayuran itu dipakai untuk lauk masakan. Karena usianya, Bu Yuliana sering mengeluhkan sakit-sakitan di badan. Kadang ia tak mampu duduk membersihkan kebun  berlama-lama karena kepalanya bisa tiba-tiba saja pusing. Dan semua gelap. Ini yang membuat Bu Yuliana merasa tak bisa kelelahan sedikit. Jika sempat, dan anaknya tak sibuk.. Bu Yuliana minta antar anaknya untuk ke Puskesmas Pembantu yang ada di daerah Desa Sungai Limau untuk melakukan pengecekan tensi darah. Tenyata memang tensi darah bu Yuliana tinggi.. terakhir tensinya 200/110 Mmhg. Bu Yuliana konsumsi obat yang diberikan di puskesmas daerahnya. Bu Yuliana juga memiliki sakit gastritis kronis atau dalam bahasa awamnya penyakit maag kronis yang kadang-kadang bisa kambuh. Bu Yuliana hanya makan seadanya, padahal diusia yang cukup tua ini ia butuh banyak vitamin dan nutrisi, namun apa daya.. karena kesulitan keuangan. Bu Yuliana hanya bisa menahan sakit maag nya dengan banyak minum air putih dan mengunyah nasi putih. Kurir #SedekahRombongan merasa sedih dengan kondisi Ibu Yuliana. Ibu Yuliana dan keluarga anak bungsunya serba dalam keterbatasan. Ibu Yuliana mencoba bertahan dengan keadaannya sekarang, namun kurir #SedekahRombongan merasa Ibu Yuliana perlu dibantu oleh sedekah kholics supaya ibu Yuliana bisa memenuhi kebutuhan hidupnya agar tetap sehat.. dapat membeli makanan bergizi, susu, atau membeli bibit sayuran agar bisa menanam bibit makanan sehat di depan rumahnya. Yang paling penting adalah agar Ibu Yuliana bisa membeli obat ketika sakit, atau memiliki dana akomodasi untuk membuat kartu jaminan kesehatan. Karena untuk mengurus kartu jaminan kesehatan harus menggunakan speedboat dengan ongkos 200 ribu pulang-pergi. Akhirnya kurir #SRLampung yangsedang bertugas di Kalimantan Utara menyampaikan titipan dari para sedekahkholic untuk Ibu Yuliana demi kesembuhan dan kebutuhan hidup sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @rintawulandari

Ibu yuliana menderita Hipertensi dan Gastritis Kronis

Ibu yuliana menderita Hipertensi dan Gastritis Kronis

————–

KARTIA BINTI ARIFIN (40, Migrain dan Osteoporosis). Alamat : Dusun Sungai Limau RT.01/–, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ibu Kartia adalah seorang janda beranak 4. Keempat anaknya adalah laki-laki. Dan Ibu Kartia berjuang menghidupi anak-anaknyas sendiri, setelah bercerai dengan suaminya bertahun-tahun lalu. Ibu Kartia ditemui kurir #SRlampung di Kalimantan Utara. Saat itu Ibu Kartia sedang duduk-duduk di depan rumahnya yang kecil. Ibu Kartia tinggal dibawah kolong rumah warga. Warga yang termasuk tetangga dekatnya ini mengikhlaskan kolong rumahnya sebagai tempat Ibu Kartia dan anak-anaknya berlindung dari perubahan musim Kalimantan yang tropis. Rumah warga di Kalimantan Utara, khususnya wilayah Pulau Sebatik memang memiliki khas rumah panggung ala suku Bugis, karena memang disini sebagian besar warga bersuku Bugis. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu Kartia membantu merawat kebun oranglain, dibantu anak tertuanya yang berusia 24 tahun. Meskipun begitu, masih tidak cukup juga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Anak kedua Ibu Kartia merantau (22 tahun) dan belum pernah kembali, sedangkan anak ketiga dan empat masih sekolah, dan membutuhkan banyak biaya untuk perlengkapan sekolah. Dari kondisi rumahnya, terlihat rumah Ibu Kartia yang sudah bolong-bolong dimakan rayap. Banyak kerusakan rumah disana-sini. Padahal rumah kecil ini sebagai tempat berteduh anak-anaknya. Ibu Kartia juga memili sakit migrain dan osteoporosis. Oleh karena itu Ibu Kartia sering merasakan kesakitan atau nyeri pada kaki dan kepala jika terlalu lelah bekerja. Hal ini menyebabkan pekerjaannya terganggu dan memperngaruhi penghasilan keluarganya. Jika sakit Migrain dan osteoporosis nya kambuh, Ibu Kartia ke Puskesmas  Pembantu terdekat di daerahnya, namun untuk berobat jika ibu Kartia punya rejeki. Karena Ibu Kartia belum memiliki kartu jaminan kesehatan sama sekali. Melihat kondisi rumah Ibu Kartia, melihat pekembangan sakitnya Ibu Kartia.. kurir #Sedekahrombongan merasakan kesedihan dan kesulitan keluarga Ibu Kartia. Ibu Kartia ingin memperbaiki rumahnya yang sudah bolong, lalu memiliki obat yang ada saat ia butuhkan serta ingin sekali memiliki tabungan untuk dua anak-anaknya untuk kebutuhan sekolah. Harapan yang baik dari seorang ibu.. kurir #SedekahRombongan Lampung, di Kalimantan Utara mendonasikan uang sedekah dari sedekahkholic Indonesia kepada Ibu Kartia dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arissamara @rintawulandari

Ibu kartia menderita Migrain dan Osteoporosis

Ibu kartia menderita Migrain dan Osteoporosis

————-

MUHAMMAD FARHAN BIN ABDURRAHMAN  (12, Cedera Kepala + Patah tulang bahu kiri). Alamat : Jl. Negara Ratu 2 RT. 05/02 Kecamatan Natar Kabupaten lampung Selatan Provinsi Lampung. Farhan sapaanya, Farhan merupakan seorang siswa MTS kelas 7 di pondok pesantren Al-Fatah Natar. Saat ini dirinya tinggal beserta Ayah Abdurrahman (47) dan ibu Suratin (41) dan kedua saudara kandungnya yang masih kecil mereka tinggal disebuah rumah yang seerhana. Dalam kesehariannya Bapak Abdurrahman ayah farhan bekerja sebagai buruh dan Ibu Farhan sebagai ibu rumah tangga, untuk menghidupi keluarganya. Saat ini Farhan tidak bisa beraktifitas layaknya siswa MTS lainnya dikarnakan kecelakaan yang dialaminya yang menyebabkan dia mengalami retak tulang dibagian bahu dan sakit dibagian Kepala. berawal Saat Farhan bersama rekannya pulang dari kegiatan pondok pesantren pada malam senin tanggal 21 februari 2016 motor yang dikendarai temannya hilang kendali dan tabrakan motor dengan motor sehingga farhan terpental jauh dari motor. Setelah itu farhan tidak sadarkan diri kemudian dibawa oleh masyarakat ke Rumah sakit Abdul Muluk Bandar Lampung karna Kondisi yang lumayan Parah. Pada Keesokan Harinya setelah dirawat dan diperiksa oleh dokter hasil pemeriksaan Rotgen Farhan diyatakan retak dibagian bahu dan diharuskan untuk dirawat inap di Rumah Sakit Abdul Muluk, Selama 6 hari Farhan dirawat di Abdul Muluk. Dokter menyatakan Farhan sudah bisa dibawa pulang. Namun tidak diperkenankan untu menggerakan bagian bahu terlebih dahulu dikarenakan masih retaknya bahu kanan dik Farhan, Menurut dokter kemungkkinan keretakan pada bahu Farhan dapat tersambung kembali kurang lebih sebulan dkrnakan farhan yang masih dalam usia perkembangan. Untuk biaya pengobatan selama di Rumah Sakit ini, Orang Tua Farhan menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Kurir #SRlampung pada hari Minggu 28 Februari 2016 melihat kondisi Farhan di rumah beliau, dan keadannya hanya tertidur di kasur karena tidak bisa beraktivitas farhan hanya lebih banyak berdiam di tempat tidur. Farhan   tidak bisa menggerakan badannya dikarnakan bahunya yang masih belum pulih. Beban hidup yang ditanggung oleh orang tua Farhan semakin berat, terlebih pula saudara kandung Farhan yang masih kecil dan masih harus mengeluarkan biaya selama merawat Farhan sampai sembuh. Donasi dari para sedkahkholic #SedekahRombongan diberikan untuk santunan biaya pengobatan selama farhan belum pulih dari patah tulang bahu kirinya dan membantu membeli kebutuhan farhan selama sakit. Semoga dengan sedikit santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga farhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @evandlendi @Triii20

Farhan menderita Cedera Kepala + Patah tulang bahu kiri

Farhan menderita Cedera Kepala + Patah tulang bahu kiri

————-

RODE TABITA PALSU (82, Susp.Osteoporosis) beralamat di Jalan Protokol Distrik Muara Tami Kp.Skouw Mabo RT. 02/01.Jayapura-Papua. Pasien ibu Rode ini informasinya didapatkan dari kerabat #SRlampung yang ada di pelosok Papua ini, pun lokasinya cukup jauh dari lokasi tim #Sedekahrombongan Papua Barat. Maka, kembali melalui kerabat kurir inilah perpanjangan tangan #sedekahrombongan sampai ke perbatasan Indonesia-Papua New Guinea untuk dhuafa sakit sampai pelosok negeri. Keadaan Ibu Rode sudah sangat ringkih, namun ia harus mengasuh cucunya seorang diri. Hal ini dikarenakan anaknya bekerja di desa sebelah dengan lama perjalanan 30-45 menit. Pergi pagi dan pulang sore. Ibu Rode sudah tidak bisa kerja yang berat karena usia yang sudah renta. Sebagai seorang wanita yang sudah tua, kadang Ibu Rode merasakan badannya sakit, terutama pada kaki yang sering kesemutan, nyeri bahkan kadang tak bisa berjalan. Hal ini karena faktor usia, namun Ibu Rode tak mengeluhkannya, ibu Rode hanya meminum minuman herbal pereda nyeri. Nyeri sering terjadi berulang. Namun, karena memang tak ada yang mengantar dirinya ke Puskesmas,serta ketiadaan biaya. Meskipun ibu Rode memiliki jaminan KIS (Kartu Indonesia Sehat) namun akses yang jauh dari rumah menuju puskesmas cukup menyulitkan dirinya berobat dan bertanya tentang penyakit yang dialaminya. Untuk dugaan sementara dari keluhan Ibu Rode, penyakit beliau adalah osteoporosis yang sudah sangat lama dikarenakan kondisinya sudah sangat tua. Ibu Rode merupakan janda tua yang serba kekurangan. Untuk kehidupan sehari-hari Ibu Rode hidup dengan hasil kerja anaknya yang bekerja sebagai buruh kebun di desa tetangga. Kondisi rumah Ibu Rode pun kurang memadai. Rumah panggung kayu, berpintu namun tak memiliki jendela. Jadi saat naik ke atas. Dapat terlihat seluruh isi dari rumah ibu Rode, karena ketiadaan penutup(jendela). Kerabat kurir #Sedekahrombongan yang mendatangi kediaman ‘Mace’ Rode ini melihat kondisi rumah yang terbatas, akibat karena banyaknya bolongan kayu membuat Ibu Rode tidak nyaman tinggal dirumahnya. Karena angin malam selalu masuk dan membuat seisi rumah kedinginan. Kelambu yang di gunakan ibu Rode pun sudah buruk, setelah pembagian kelambu insektisida dari Puskesmas berbulan-bulan lalu. Karena daerah Papua yang endemis Malaria ini, Ibu Rode jadi khawatir akan kesehatan cucu, anak dan dirinya sendiri.  Kerabat kurir #Sedekahrombongan ini merasa  Mace Rode perlu dibantu oleh sedekah kholics untuk biaya pengobatan, biaya pembelian kelambu insektisida yang baru serta untuk biaya perbaikan rumah serta kehidupan sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 13 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @rintawulandari

Ibu rode menderita Susp.Osteoporosis

Ibu rode menderita Susp.Osteoporosis

————

SITI NURJAYA BINTI WAMUKU (39, LUMPUH). Alamat: Jalan Perbatasan RI-Papua New Guinea Distrik Muara Tami Kp. Skouw Sae (Transad) RT.03/ 02 Jayapura Papua. Kurir #SRlampung yang sedang bertugas di Kalimantan Utara mendapat informasi dari rekan kerja yang berada di Papua.. tepatnya di perbatasan Indonesia-Papua New Guinea. Dan ternyata lokasi pasien yang di informasikan, sangat jauh lokasinya dengan tim #Sedekahrombongan yang ada di Papua Barat. Oleh karenanya, Kurir #SRlampung meminta izin pada Bagian Operasional Nasional #SR untuk berkoordinasi dengan teman yang di Papua. Dan diizinkan, agar teman kurir #SRlampung yang di Papua bisa menjadi perpanjangan tangan #sedekahrombongan untuk membantu dhuafa di wilayah pelosok tanah air. Ibu Siti, begitulah beliau akrab disapa, lima bulan sejak melahirkan anak kedua satu tahun lalu, Bu Siti merasakan kakinya kaku dan layu, entah mengapa tak tau sebab. Ibu Siti merasakan kedua kakinya tak bisa digerakkan. Ibu Siti hanya melakukan pijat secara mandiri. Karena Ibu Siti tidak memiliki uang melakukan pengobatan atau ke puskesmas. Karena disisi lain, keluarga bu Siti sangat terbatas, tidak memiliki kendaraan bahkan berobat ke Puskesmas, karena akses jalan yang tidak mendukung. Ibu Siti memiliki tiga orang anak yang seluruhnya masih balita. Usia anak pertama 4 tahun, anak kedua berusia 2 tahun, anak ketiga berusia 8 bulan. Selama ini kehidupan ibu Siti dan keluarga mengandalkan penghasilan suaminya yang tak menentu. Suaminya pergi ke hutan untuk mencari kelapa atau mengambil pinang untuk dijual kembali. Namun penghasilan pun tidak seberapa untuk menghidupi anggora keluarga plus satu orangtua yang tinggal bersama. Selama ini Bu Siti beraktifitas dengan menggunakan kursi plastik  yang ia dorong kemana-mana dengan di seret pakai tangan. Padahal menurut bidan setempat, kondisi lumpuh seperti ini masih bisa di sembuhkan dengan melakukan terapi fisioterapi. Namun Bu Siti mengurungkan niat untuk berobat karena keterbatasan ekonomi. Ibu Siti saat dijumpai walau dalam kondisi lumpuh, tetap menjaga anak-anaknya yang masih kecil. Kerabat kurir #sedekahrombongan yang ada di wilayah setempat merasa bahwa Ibu Siti Nurjaya berhak dibantu oleh sedekah kholics, maka santunan diberikan untuk Ibu Siti Nurjaya, untuk biaya berobat, untuk terapi, serta untuk pemenuhan kehidupan keluarga sehari-hari dengan anak-anak yang masih kecil dan membutuhkan susu, serta agar terpenuhi makanan sehat untuk keluarga Ibu Siti Nurjaya di pedalaman Papua.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 12 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @rintawulandari

Ibu siti menderita LUMPUH

Ibu siti menderita LUMPUH

————–

SALAMAN BIN NGATEMIN, (55, Foot Diabetikum). Alamat:  Jl. Merdeka Gang Duku Lingkungan 1 RT.06/03, Desa Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar,  Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pak Man biasa beliau dipanggil. Pak  Man dan istrinya Ibu Sri Harmiyati  (48) kini tinggal di rumah yang cukup sederhana di daerah Bandar Jaya. Beliau berusaha menafkahi kedua orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dengan bekerja sebagai supir truk singkong, selain itu juga istrinya harus bekerja sebagai penjual jamu keliling demi mencukupi kebutuhan hidup mereka. Walau pun saat ini beliau sedang sakit tetapi Pak Man tetap gigih dalam bekerja. Sebelumnya Pak Man memang sudah memiliki riwayat peyakit Diabetes Melitus sejak kurang lebih 2 tahun terakhir ini namun tidak terkontrol. Luka dikakinya bermula sejak enam bulan yang lalu tanpa sengaja sewaktu membersihkan rumput di halaman rumah beliau menginjak batu dan mengakibatkan luka dikakinya. Kemudian dibawa keluarganya ke balai pengobatan terdekat, tidak lama kemudian luka di kakinya semakin menjadi lebar sehingga pak man tidak dapat berjalan. Pak Man mau dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya tetapi beliau menolak karna takut, akhirnya keluarga membawanya ke pengobatan alternative. Selama kurang lebih lima bulan Pak man tidak bias berjalan dengan baik. Penyakit Diabetes Melius atau kencing manis yang dia derita membuat luka di kaki kanannya semakin parah. Keadaan kadar gula yang tinggi di dalam tubuh Pak Man membuat luka yang ada pada kakinya menjadi sulit sembuh, membusuk dan akhirnya mengakibatkan jari kakinya terputus. Dalam dunia kedokteran penyakit seperti ini dinamakan foot diabetikum atau kaki diabetikum. Karena belum bisa bekerja sepert sediakala, selama ini untuk pengobatannya beliau mengambil biaya dari tabungan dan bantuan lingkungan sekitar. Semenjak beliau sakit istrinya pun tidak dapat berjualan karna harus mengurusi suaminya. Jaminan Kesehatan pun belum dia miliki sama sekali. Akhirnya kurir #SRLampung mendatangi kediaman Pak Man di Bandar Jaya, dan menyampaikan santunan dari para sedekah kholic #SedekahRombongan  untuk memberikan santunan kepada Pak Man dalam membantu pengobatannya, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Salaman  segera membaik dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99  @siskakhadija

Pak salaman menderita Foot Diabetikum

Pak salaman menderita Foot Diabetikum

————

EMAN BIN RAUF (60, Susp. Asma Akut). Beralamat di Kampung Belentuk RT. 002/01 Desa Langensari, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi. Bapak tua ini adalah seorang buruh tani yang pekerjaannya tidak menentu. Ayah dua orang anak ini hidup sendiri di rumahnya yang sangat sederhana setelah anak-anaknya berkeluarga dan hidup terpisah dengan orang tuanya. Sementara itu Ibu Enah isterinya  telah meninggal dunia akibat kanker Rahim yang dideritanya  dan tidak tertolong setelah menjalani perawatan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Sejak lima tahun lalu Pak Eman merasakan kelainan pada salurah pernafasannya, ia sering mengalami sesak dan sakit di bagian dada dan paru-parunya, setiap kali rasa sakitnya itu datang Pak Eman hanya mampu mengobatinya dengan mengkonsumsi obat-obatan yang dibelinya di warung dekat rumahnya karena tidak memiliki biaya untuk memeriksakan kesehatannya itu ke Klinik atau Puskesmas terdekat. Karena penyakitnya itu tidak ditangani dengan baik secara medis maka semakin penyakitnya itu semakin akut. “Setiap kali Pak Eman menghela nafas bunyinya bisa bisa terdengan sampai keluar rumahnya”, demikian seorang tetangga dekat rumahnya menggambarkan betapa penyakit Asma yang diderita Pak Eman itu perlu segera diobati secara serius. Mendapat laporan dari saudaranya tentang keadaan Pak Eman yang demikian membutuhkan bantuan, akhirnya atas kehendak Allah SWT. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan bisa mengunjungi dan memberikan bantuan biaya untuk keperluan pengobatan sekaigus untuk biaya pembuatan BPJS agar dapat berobat dengan baik dan layak secara rutin sesuai kondisi kesehatannya dengan harapan Pak Eman dapat kembali sehat dan dapat melakukan aktifitasnya seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @BuyungBambu @dadang_alatif

Pak eman menderita Susp. Asma Akut

Pak eman menderita Susp. Asma Akut

————

MUHAMMAD SAEFULLAH (2, Virus pada Otak). Balita berusia 2 tahun ini merupakan anak dari Pasangan ayah bernama Edi (37) dan Ibu bernama Kasyati (23) yang berasal dari Kebumen Jawa Tegah dan kini tinggal di rumah kontrakannya di Gg. Leo RT.16/07, Pejaten Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pak Edi kesehariannya berjualan koran perempatan lampu merah Matraman Jakarta Timur merupakan seorang penyandang difabilitas dimana kaki kanannya terpaksa harus diamputasi setelah tergilas Kereta Api di daerah Jatinegara Jakarta Timur. Pada hari Sabtu, 20 Februari 2016 sebuah Media Online memberitakan bahwa anak Pak Edi yang bernama Muhammad Saeifullah sedang terbaring lemah di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan diagnosa terserang virus pada otak dan telah 2 hari dirawat di ruang steril itu dalam kondisi tak sadarkan diri. Saat Kurir #SedekahRombongan datang dan langsung bertatap muka dengan Pak Edi dan Isterinya di Ruang Tunggu, Pak Edi menceritakan jika sejak seminggu yang lalu anak satu-satunya ini mengalami muntah-muntah, ia menduga tubuh Saifullah sedang beradaptasi dengan cuaca karena keadaan cuaca memang sedang tidak menentu sehingga anaknya ini tidak dibawa ke dokter, namun kali ini keadaannya lain setelah disuapi makan selain muntah-muntah Saifullah langsung pingsan, dalam kondisi panik dan bingung itu tanpa berfikir panjang Pak Edi langsung pinjam motor tetangganya dan langsung membawa Saifullah ke Rumah Sakit tanpa tahu Rumah Sakit mana yang akan ia tuju, hingga akhirnya sampai di depan RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Mengingat minimnya penghasilan sebagai penjual koran dan tidak memiliki biaya maka Pak Edi meminta agar Saifullah dapat dirawat di kelas 3 saja, namun karena menurut pihak Rumah Sakit bahwa ruang kelas 3 sedang penuh akhirnya Saifullah dirawat di kelas 2 yang dengan konsekwensi biaya rawat inap sebagai pasien umum yang lebih mahal karena belum memiliki fasilitas Jaminan Kesehatan berupa Jamkesmas, BPJS maupun KIS. “Jangankan BPJS, KTP saja saya tidak punya, ini baru mau saya urus”, demikian Pak Edi berujar. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa Saifullah terserang Virus pada otak, kenyataan itu membuat Pak Edi semakin kalut ditambah harus bersedia menandatangani kesanggupan membayar biaya perawatan di ruang PICU yang biayanya llebih mahal tentunya, selain itu ia harus membayar uang muka biaya perawatan Saifullah yang dibayarnya dari tabungan pribadi dan pinjaman dari temannya sebesar Rp 1,5 juta, untuk ruang rawat inap di kelas 2 Ruang Dahlia sebesar Rp 2,6 juta. Sementara di ruang PICU per malam Rp 1,5 juta belum termasuk biaya dokter Rp 100 ribu sekali kunjungan dan belum termasuk biaya pembelian  obat-obatan yang harus ditebusnya setiap hari. Namun Edi tak patah semangat, kenyataan tersebut dihadapinya dengan pasrah dan penuh keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Atas bantuan sebuah media online dan sejak tersiarnya kabar kondisi Saifullah, banyak pihak yang akhirnya datang baik secara perorangan maupun kelembagaan yang langsung datang menemui Pak Edi dan memberikan bantuan secara langsung. Alhamdulillah dalam kesempatan itu juga Kurir #SedekahRombongan berkesempatan menemui Pak Edi dan turut memberikan bantuan dengan harapan dapat meringankan beban yang ditanggung Pak Edi dan keluarganya. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un, kabar meninggalnya Saifullah tersiar melalui media pada hari selasa dini hari pukul 02.30 WIB. akhirnya Saifullah meninggal dan rencananya akan dimakamkan di Kebumen, Jawa Tengah.  Dituliskan pula dalam media tersebut Pak Edi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik doa maupun materi selama anaknya dirawat di rumah sakit.  “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan bantuan, semoga Allah yang membalas,” ujar Pak Edi sebagaimana tertulis dalam media tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal :  21 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin, @dadang_alatif

Saef menderita Virus pada Otak

Saef menderita Virus pada Otak

————-

IDRIS BIN ABDUL SALAM (28, Kecelakaan Motor), Alamat : Kampung Belimbing Sawah RT.6/3 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat. Idris pada pagi itu seperti biasa melakukan aktivitas dengan bekerja sebagai pegawai harian sebagai teknisi, seperti biasa Idris berangkat kerja bersama teman nya dengan mengendarai sepeda motor. karena ketika itu waktu masih sekitar pukul 04.30 pagi dan kondisi jalanan masih sepi maka motor yang dikendarai oleh idris dan teman nya melaju dengan kecepatan tinggi, naas ketika di sebuah belokan tiba – tiba Idris dan temannya menabrak mobil yang ada di depan nya, seketika Idris dan teman nya pun pingsan di tempat, lalu oleh pengendara mobil yang di tabrak oleh idris, di bawa lah idris dan temannya ke rumah sakit mitra keluarga depok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan ketika di UGD rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan ternyata ada pendarahan dalam usus besar idris yang cukup besar dan kaki kanan yang patah dan harus di lakukan tindakan operasi untuk mengobati pendarahan dan kaki idris yang patah, setelah di operasi ternyata kondisi kesehatan idris makin menurun dan harus di rawat di ruangan ICU, Idris di rawat di ruangan ICU menggunakan biaya umum karena tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, Kurir #SR yang mendapatkan kabar tersebut langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi idris, Sapuroh (26) Istri idris bercerita total tagihan rumah sakit sampai hari itu sekitar 70 juta dan baru di bayarkan sebanyak 16 juta, yang diperoleh dari sumbangan sanak keluarga dan tetangga, bantuan awal pun di sampaikan kepada idris untuk membantu biaya perawatan selama di rumah sakit, namun selang beberapa hari setelah di datangi oleh kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa pada hari rabu tanggal 02 Februari 2016 Idris di panggil oleh Allah Swt pukul 16.50, kurir yang mendapatkan info langsung segera kerumah sakit bersama MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) untuk membawa jenazah idris dari rumah sakit ke rumah duka, namun ketika akan di bawa pulang ternyata masih ada masalah administrasi yang belum di selesaikan yang membuat jenazah idris belum bisa di bawa pulang, setelah melakukan negosiasi dengan pihak rumah sakit dan membuat perjanjian untuk pelunasan sisa pembayaran akhirnya jenazah almarhum idris bisa di bawa ke rumah duka, suasana menharukan sangat terasa ketika jenazah sampai di rumah duka karena idris merupakan seorang anak, suami dan ayah bagi keluarganya, Bantuan lanjutan pun di sampaikan semoga bisa membantu untuk biaya pemakaman dan keperluan lainnya. semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan bagi istri dan anak – anak almarhum idris. Aamiin Yaa robbal alamin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas @Hapsarigendhis

Pak idris mengalami Kecelakaan Motor

Pak idris mengalami Kecelakaan Motor

————–

NANI HASANAH, (42, Katarak) Alamat : Kampung Lebak , RT.002/006 Kelurahan Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, kabupaten Bogor. Ibu Nani Sejak umur 6 tahun sudah menderita rabun dekat (plus) yang dikarenakan suka membaca Al – Qur’an dan buku bacaan dengan jarak dekat. karena pada waktu itu pencahayaan di rumahnya kurang baik makanya rabun dekat yang di derita bu Nani makin bertambah parah yang menyebabkan daya penglihatannya makin menurun walaupun sudah memakai kacamata, karena keterbatasan biaya dan ketidaktahuan tentang medis maka bu nani membiarkan matanya seperti itu yang jelas sangat menggangu aktivitasnya bu nani. Alhamdulillah bu Nani bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang mencoba untuk mengajak bu nani untuk memeriksakan matanya di Bogjior Eye Center Bogor. dari hasil pemeriksaan di Bogor Eye Center di ketahui ternyata mata Bu nani menderita katarak di mata sebelah kanannya dan ternyata lensa yang selama ini dipakai tidak sesuai dengan penyakit mata yang dideritanya yang menyebabkan daya penglihatan matanya makin menurun. oleh dokter mata di Bogor Eye Center bu nani di minta untuk melakukan USG di cibinong Eye Center di karenakan peralatan di Bogor Eye Center belum lengkap untuk USG. Pada tanggal 03 Februari kurir #SR mendampingi bu nani untuk melakukan pemeriksaan mata di RSUD ciawi sebelum melakukan operasi katarak. untuk mengetahui hasil pemeriksaan hari ini maka akan melakukan kontrol lagi pada tanggal 09 februari 2016 yang insya allah akan tetap di dampingi oleh kurir #SR sampai sembuh dan beraktifitas seperti biasa.Bu nani memiliki fasilitas kesehatan BPJS Dan suaminya (H. Didin,50 tahun) merupakan pengasuh pondok Pesantren Al muhajirin yang khusus untuk menampung anak yatim yang tidak mampu di daerah leuwiliang dan memiliki anak 2 orang yang semuanya juga merupakan pengurus di pondok pesantren tersebut. pondok pesantren tersebut memiliki 30 anak asuh yang di asuh di pesantren tersebut tanpa dikenakan biaya sedikitpun. Bantuan awal untuk bu nani di sampaikan pada tanggal 29 januari 2016 masuk di rombongan 801. Bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya rumah sakit yang tidak di cover oleh BPJS. semoga Allah SWT memudahkan proses kesembuhan bu nani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 –
Tanggal : 3 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartiman @Hapsarigendhis

Ibu nani menderita Katarak

Ibu nani menderita Katarak

————–

WIJI SEKAR SULISTIYOWATI, (12, Jantung Bocor). Alamat: Dusun Ngrebo, Desa Kedungrejo, Kec. Purwodadi, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Dik Wiji Sekar mengidap kelainan jantung sejak kecil, tahun 2014 lalu tiba-tiba penyakitnya kambuh kemudian orangtuanya membawa Dik Wiji Sekar ke dokter spesialis anak. Setelah diperiksa ternyata Dik Wiji Sekar mengidap penyakit jantung bocor, mengetahui hal tersebut, Dik Wiji Sekar dirujuk ke RS. Moewardi Solo dan karena situasi serta kondisi akhirnya Dik Wiji Sekar dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. Karena keterbatasan biaya, orangtua Dik Wiji Sekar memakai fasilitas kesehatan BPJS agar bisa menutup biaya pengobatan,meskipun itu semua belum bisa menutup seluruh biaya pengobatannya. Karena hal tersebut DIk Wiji Sekar belum bisa dioperasi dan terbaring lemah di rumahnya dan belum bisa dibawa ke Rumah Sakit. Setelah mengetahui informasi tentang Dik Wiji Sekar tim #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk dampingan awal sebagai akomodasi
.
Jumlah bantuan:  Rp. 500.000,-
Tanggal:  5 Maret 2016
Kurir:  @robbyadiarta @Slamet72184

Wiji menderita Jantung Bocor

Wiji menderita Jantung Bocor

————–

SUDJONO (61, Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri). Adalah Pak Sudjono seorang yang tinggal di desa Taman RT 089/008, kel. Taman, kec. Grujugan, kab. Bondowoso yang bekerja sebagai pengantar/ojek untuk anak sekolah. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan itu. Kondisi ini diperparah dengan pengobatan yang pernah dilakukan yang akhirnya terputus ditengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan kakinya tersebut. Sebelumnya pengobatan telah beliau lakukan di dokter praktek di sekitar kota bondowoso, yang akhirnya pengobatan ini terputus di tengah jalan karena keterbatasan biaya setiap kali pergi ke dokter. Santunan kedua ini diberikan untuk meringankan beban pak Sudjono untuk kebutuhan makan dan tambahan obat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Mei 2015
Kurir: @yudhoari ; Awaludin Yudha @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

Sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

————-

MUJINEM (63 Tahun, Stroke). Bu Mujinem tinggal di rumah mungilnya yang sederhana di Banyuurip RT.08 Jatimulyo, Dlingo, Bantul, DIY. Bu Mujinem menempati rumahnya sendirian saja, suaminya sudah meninggal. Ia mempunyai dua orang anak, semuanya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah darinya. Anak-anaknya terkadang menjenguknya dan menginap di rumahnya, namun hanya beberapa hari saja. Bu Mujinem terkena serangan stroke pada saat terjadi gempa pada tahun lalu. Awalnya ia merasa terkejut karena gempa yang lumayan kencang, lalu ia jatuh dan tak sadarkan diri. Ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat, dan dirawat selama sepuluh hari. Saat sadar kondisi tubuhnya mati rasa sebagian, bicaranya tak jelas, menghitung tidak bisa. Setelah keluar dari rumah sakit, Bu Mujinem kemudian mengikuti terapi di sebuah tempat praktek pengobatan tradisional yang ada di Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Jadwal terapinya dilakukan setiap satu minggu sekali, namun karena ada perkembangan yang signifikan jadwal terapinya kini bisa dilakukan satu bulan sekali saja. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa berjalan kembali, bicaranya pun semakin lancar. Namun ia harus menjalankan terapinya ini secara rutin agar bisa sembuh total. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai petani, semenjak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Sehari-harinua ia dirawat oleh keluarganya (adik dan adik iparnya). kebutuhan hidup dan biaya pengobatannya –termasuk biaya obat, akomodasi dan transportasi– ditanggung oleh adik dan adik iparnya tersebut. Anak-anakya hanya sesekali mengirimkan uang. Bu Mujinem sama sekali tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah sehingga jika berobat di rumah sakit menggunakan jalur umum. Pengobatan Bu Mujinem kini sedang terhenti karena kondisi keuangan keluarga adiknya sedang kekurangan, terlebih keluarga adiknya juga berasal dari keluarga yang sederhana. #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah turut merasakan kesulitan yang dialami oleh saudara kita. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah Bu Mujinem. Pada kesempatan itu pula Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dari #SahabatSR kepada Bu Mujinem. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat, akomodasi dan transportasi. Terimakasih #SahabatSR berkat sedekahmu kini Bu Mujinem dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @kissherry @RofiqSILVER @imbams

Ibu mujinem menderita Stroke

Ibu mujinem menderita Stroke

————

SEMIN BIN DANURI (62, Benigna Prostat Hepertropy) Alamat: Wahyurejo RT 7 RW 1 Kel. Pringapus Kec. Pringapus  Kab. Semarang Jawa Tengah. Pak Semin tinggal bersama istri yaitu Ibu Maryuti yang sedang menderita stroke. Pada awal tahun 2014, Pak Semin merasa kesakitan ketika kencing. Hampir setiap hari Pak Semin harus menahan rasa sakit saat kencing. Namun Pak Semin belum terlalu mengkhawatirkan penyakitnya. Semakin lama bukan kesembuhan yang Pak Semin rasakan, tetapi sakitnya semakin parah. Pak Semin tidak hanya kesakitan saat kencing tapi tidak bisa kencing. Atas saran warga sekitar kemudian Pak Semin dibawa berobat ke RSUD Ambarawa, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Semin benderita Benigna Prostat Hepertropy dan harus segera dilakukan operasi. kemudian Pak Semin dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi. Tetapi lagi-lagi perseolan biaya. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS namun keluarga Pak Semin tidak mempunyai cukup biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Pada saat itu juga diputuskan bahwa Pak Semin tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya segera dilakukan operasi agar Pak Semin bisa kencing. Alhamdulillah pada pertegahan bulan Januari 2016, kami dipertemukan dengan keluarga Pak Semin. Saat ini Pak Semin telah menjadi pasien dampingan SR Semarang sehingga Pak Semin dapat melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian pengecheckan, Pak Semin menjalani operasi pemasangan selang untuk membantu proses buang air kecil. Serangkaian operasi berjalan dengan lancar. Pak Semin sekarag sdh kembali bisa kencing dengan lancar. Dan sedang dalam proses pemulihan pasca operasi. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi Pak Semin dan keluarga selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 30 Januari 2016
Kurir  : @indrades , @idaiddo , @syamok

Pak semin menderita Benigna Prostat Hepertropy

Pak semin menderita Benigna Prostat Hepertropy

—————

SUDJONO (61, Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri). Adalah Pak Sudjono seorang yang tinggal di desa Taman RT 089/008, kel. Taman, kec. Grujugan, kab. Bondowoso yang bekerja sebagai pengantar/ojek untuk anak sekolah. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan itu. Kondisi ini diperparah dengan pengobatan yang pernah dilakukan yang akhirnya terputus ditengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan kakinya tersebut. Sebelumnya pengobatan telah beliau lakukan di dokter praktek di sekitar kota bondowoso, yang akhirnya pengobatan ini terputus di tengah jalan karena keterbatasan biaya setiap kali pergi ke dokter. Santunan kedua ini diberikan untuk meringankan beban pak Sudjono untuk kebutuhan makan dan tambahan obat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Juni 2015
Kurir: @yudhoari ; Awaludin Yudha @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

————-

SUDJONO (61, Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri). Adalah Pak Sudjono seorang yang tinggal di desa Taman RT 089/008, kel. Taman, kec. Grujugan, kab. Bondowoso yang bekerja sebagai pengantar/ojek untuk anak sekolah. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan itu. Kondisi ini diperparah dengan pengobatan yang pernah dilakukan yang akhirnya terputus ditengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan kakinya tersebut. Sebelumnya pengobatan telah beliau lakukan di dokter praktek di sekitar kota bondowoso, yang akhirnya pengobatan ini terputus di tengah jalan karena keterbatasan biaya setiap kali pergi ke dokter. Santunan kedua ini diberikan untuk meringankan beban pak Sudjono untuk kebutuhan makan dan tambahan obat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juni 2015
Kurir: @yudhoari ; Awaludin Yudha @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

————-

SUDJONO (61, Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri). Adalah Pak Sudjono seorang yang tinggal di desa Taman RT 089/008, kel. Taman, kec. Grujugan, kab. Bondowoso yang bekerja sebagai pengantar/ojek untuk anak sekolah. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan itu. Kondisi ini diperparah dengan pengobatan yang pernah dilakukan yang akhirnya terputus ditengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan kakinya tersebut. Sebelumnya pengobatan telah beliau lakukan di dokter praktek di sekitar kota bondowoso, yang akhirnya pengobatan ini terputus di tengah jalan karena keterbatasan biaya setiap kali pergi ke dokter. Santunan kedua ini diberikan untuk meringankan beban pak Sudjono untuk kebutuhan makan dan tambahan obat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Agustus 2015
Kurir: @yudhoari ; Awaludin Yudha @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

Pak sudjono menderita Odema Tungkai/pembengkakan kaki di bagian kiri

————

ROMADHON BIN ALI SODIKIN (20 , Kanker Prostat) Alamat : Jl. Jatayu No.9 Panjang Wetan , Pekalongan Jawa Tengah. Romadhon adalah salah satu pemuda yang kurang beruntung , karena di usia muda Romadhon harus maingidap penyakit kanker prostat. Romadhon adalah anak dari Bapak Ali Sadikin dan Ibu Siti Fatimah , Pak Ali bekerja sebagai buruh serabutan dan saat ini Pak Ali sudah berusia senja dan sakit sakitan. Sekarang Pak Ali  bekerja sebagai penjaga tempat tenis meja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Pak Ali memiliki 7 anak, Romadhon adalah putra ke 4. Karena alasan ekomoni, Romadhon tidak bisa melanjutkan sekolah dan Romadhonmemilih bekerja sebagai tukang las didekat rumahnya. Sakit yang dialami Romadhon berawal dari susah buang air kecil dan semakin lama terasa sakit pada bagian alat vital. Keluarga membawa Romadhon ke Puskesmas terdekat dan langsung dirujuk ke RSUD Keraton untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah diperiksa ternyata Romadhon menderita kanker prostat ganas. Kemudian diputuskan dokter untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk membantu buang air kecil. Pengobatan selanjutnya harus dilanjutkan di RSUP Dr. Kariadi sehingga Romadhon dirujuk ke Semarang. Meskipun ada BPJS sebagai jaminan kesehatan namun keluarga tidak memiliki cukup biaya untuk membawa Romadhon ke Semarang. Alhamdulillah atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dan saat ini Romadhon menjadi dampingan #SR Semarang. Tanggal 6 Januari 2016 Romadhon sudah bisa melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi pemasangan selang berhasil dilakukan, tindakan selanjut nya adalah kemoterapi pertama, Alhamdulillah kemoterapi pertama berjalan lancar, namun selang beberapa minggu pasca kemoterapi pertama selang yang terpasang untuk saluran buang air kecil ini lepas dan Mas Romadhon sering mengalami kesakitan, setelah beberapa kali lepas , kemudian berusaha di pasang kembali oleh perawat namun lepas kembali , Akhirnya untuk sementara kondisi dibiarkan seperti itu dan Mas Romadhon semakin mengalami kesakitan, dan baru di ketahui bahwa ternyata Sel kanker telah menyebar dan metastase ke organ vital dalam tubuh, Mas Romadhon harus menunggu tindakan yang harus dilakukan dari pihak dokter bedah yang tentunya tidak boleh sembarangan dan memerlukan beberapa pertimbangan dokter ahli,
karena Romadhon semakin mengalami kesakitan yang luar biasa, sehingga belakangan Romadhon sudah mulai mau mengancam ingin melakukan bunuh diri dengan loncat dari gedung, Kurir #SRSemarang  memberikan support kepada Romadhon agar kondisi psikis nya semakin baik , dan kembali bersemangat untuk sembuh, Akhirnya perawat membawa Romadhon ke Ruang Psikiatri untuk sementara untuk pemulihan kondisi mental, agar tetap bersemangat untuk sembuh. Saat ini Romadhon sedang menjalani rawat inap untuk menjalani operasi lanjutan. Bantuan disampaikan untuk keperluan akomodasi Romadhon dan keluarga saat berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo ,@arifin_yaa

Romadhon menderita Kanker Prostat

Romadhon menderita Kanker Prostat

—————

ROMADHON BIN CUNDUK, (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat: Tondano No.18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Hingga pada akhir bulan Juli 2015, keluarga mulai mengkhawatirkan kondisi Pak Romadhon karena benjolan pada lehernya semakin membesar, berat badan terus menurun dan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya. Pada awal bulan Agustus 2015 keluarga memutuskan membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Dari pemeriksaan, dokter menyimpulkan Bpk Romadhon mengidap Kanker Kelenjar Getah Bening dan harus segera dilakukan operasi. Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2015 dilakukan operasi kepada Pak Romadhon oleh tim dokter RSUD Bendan. Pasca operasi kondisi Bpk Romadhon membaik. Dokter menyarankan agar Bpk Romadhon tetap rutin melakukan kemoterapi dan radiasi, namun beliau tidak melakukannya. Pada bulan Oktober 2015, benjolan pada lehernya tumbuh kembali dan semakin cepat membesar hingga mengeluarkan darah. Pihak keluarga tidak membawa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Sejak Bpk Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Padahal beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Bpk Romadhon dengan kurir #Sedekah Rombongan. Tim SR membawa Bpk Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pada tanggal 5 Februari 2016 Pak Romadhon menjalani kontrol di Poli Bedah Onkologi RS Dr Kariadi dengan hasil keseluruhan cukup baik sehingga dijadwalkan kontrol kembali pada tanggal 22 Februari 2016. Apabila nantinya kondisi tetap baik dan stabil, akan dilakukan kemoterapi yang ke-3. Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @dianfariza

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Pak romadhon menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

—————-

AMIZA NATASYA CANTIKA (5 Bulan ,KEJANG DAN VIRUS SALURAN KENCING) Alamat: Jl. Pandansari 9 , Semarang , Jawa Tengah. Dik Amiza adalah anak dari pasangan Turangga (33) dan Wita (30), dimana Bapaknya hanyalah seorang buruh dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Awalnya Dik Amiza menderita kejang 4 kali kemudian dilarikan ke RST Semarang selama 3 hari, Karena alasan biaya maka keluarga memutuskan untuk membawa pulang Dik Amiza. Setelah selang sehari, Dik Amiza mengalami kejang lagi dan dilarikan lagi ke Rumah Sakit Hermina, karena untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik maka dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi. Bapak dan ibunya bingung karena masalah biaya pengobatan. Alhamdulillah #KurirSR bertemu dengan keluarga Dik Amiza, dan berkat bantuan #Sedekaholic akhirnya biaya pengobatan dek Amiza dapat terbayarkan. Terima kasih atas bantuan #Sedekaholic sehingga Dik Amiza bisa tersenyum dan berkempul dengan keluarga kembali.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000
Tanggal  : 7 Februari 2016
Kurir  : @indrades , @idaiddo , @syamok, @rishafaiq

Amiza menderita KEJANG DAN VIRUS SALURAN KENCING

Amiza menderita KEJANG DAN VIRUS SALURAN KENCING

————

SUNARTI BINTI SUPRAT (55, Patah Kaki) adalah seorang Ibu dengan 4 orang anak yang bekerja sebagai buruh di peternakan ayam. Ibu Sunarti bertempat tinggal di Dusun Jetis Desa Margosari RT 04 RW 02 Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bu Sunarti menderita patah kaki setelah mengalami kecelakaan bermotor pada tahun 2003. Kaki kiri bagian tulang kering dan pahanya patah sehingga harus dipasang pen. Selama 12 tahun setelah pemasangan pen, Ibu Sunarti tidak pernah melakukan kontrol ke dokter dikarenakan keterbatasan biaya. Pada bulan November 2015 Ibu Sunarti mulai merasakan sakit di bagian tulang keringnya. Sejak saat itu, Ibu Sunarti mulai melakukan kontrol dan dianjurkan untuk melepas pen yang sudah terlalu lama berada di dalam tubuhnya. Pada tanggal 24 November 2015 Ibu Sunarti menjalani operasi pelepasan pen di RS Permata Medika Ngaliyan. Pen yang dilepas hanya yang berada di tulang kering saja, sedangkan yang di bagian paha belum dilepas dengan alasan tidak terasa sakit. Saat ini Ibu Sunarti dalam keadaan baik namun sudah tidak bekerja pasca operasi.  Saat ini Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Dan bu Sunarti sedang menjalani kontrol rutin di RSUD Soewondo Kendal sebelum menjalani operasi kedua. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan persiapan pengobatan selanjutnya untuk melepas pen yang tersisa.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal 3 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @firmansyah2308

Ibu sunarti menderita Patah Kaki

Ibu sunarti menderita Patah Kaki

—————-

SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala) adalah warga Sidorejo Tengah RT/RW 005/004 Balong Kembang Jepara. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternative, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Proses pengobatan beliau masih panjang. Dan dengan bantuan #Sedekaholics , PakSudi terus bisa melakukan pengobatan. Santuan yang disampaikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @desiariyanii @harumNHS

Pak sudi menderita Tumor Kepala

Pak sudi menderita Tumor Kepala

—————-

AHMAD ARIF SETIAWAN (14, TUMOR TANGAN) Alamat Desa Gebangkarep RT 002 RW 002 Kelurahan Gebangkarep Kecamatan Sragi Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Tumor yang dialami dik Ahmad muncul sejak dia masih bayi. Awalnya hanya berupa garis garis hitam di tangan kirinya dan orangtua nya pun mengira itu hanyalah bawaan bayi. Namun seiring bertambahnya usia Dik Ahmad, garis garis hitam itu terus berkembang menjadi benjolan dan lama kelamaan semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan telah di lakukan mulai dari operasi amputasi hingga pengobatan tradisional. Bukannya mengecil dan sembuh, tumor ini malah semakin membesar dan membuat gerak dik Ahmad menjadi terbatas. Ayah dik Ahmad sehari harinya bekerja sebagai buruh dan Ibunya yang hanya ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena adanya keterbatasan biaya. Hingga akhirnya di bulan Februari 2015 kami  di pertemukan dengan keluarga dik Ahmad di Pekalongan. Mengingat tindakan medis dik Ahmad sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama pengobatan di RSUP Dr. Kariadi  Semarang. Saat ini tindakan pengobatan pun telah di lakukan, yakni dik Ahmad telah melakukan operasi tahap pertama di bulan Maret 2015, tahap kedua tanggal 28 April 2015 hingga operasi tahap ketiga di tanggal 3 Agustus 2015. Dan alhamdulillah berkat doa dari #sahabatSR dik Ahmad telah melakukan operasinya dengan lancar. Dokter pun mengatakan Ahmad bisa kontrol lagi 6 bulan kemudian atau di bulan Februari 2016. Pada tanggal 10 Februari 2016 dik Ahmad melakukan kontrol rutin ke RSUP Dr. Kariadi dan hasil kontrol tersebut menjelaskan perkembangan pengobatan dik Ahmad semakin hari semakin membaik. Bahkan pihak Dokter mengatakan dik Ahmad bisa kontrol jika hanya ada keluhan saja.
Santunan sebesar lima ratus ribu rupiah dari #sahabatSR kami sampaikan kepada dik Ahmad untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang dan biaya transportasi untuk kembali pulang ke Pekalongan. Tak lupa Dik Ahmad dan keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih atas dampingan dari para kurir Sedekah Rombongan dan santunan dari #sahabatSR selama ini sehingga bisa sangat membantu biaya akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan  : Rp 500.000,-
Tanggal  : 10 Februari 2016
Kurir  : @Indrades,@fecafeilenling, @colourish_

Ahmad menderita TUMOR TANGAN

Ahmad menderita TUMOR TANGAN

—————

MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong Rt 03/ Rw 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semogo proses pengobatan Dik Maghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

JumlahBantuan  : Rp 1.214.000,-
Tanggal : 11 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04, @fatkhiyaah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

—————-

SENTOT SOWIKROMO (93, Kelainan Kulit) adalah seorang kakek yang hidup sebatang kara di Dusun Gedangan RT 02 RW 06 Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Sehari-hari Mbah Sentot, panggilan akrab beliau bekerja mengumpulkan barang-barang bekas kemudian dijual ke pengepul demi mendapatkan beberapa rupiah untuk biaya makan dan kebutuhan lainnya. Terkadang Mbah Sentot juga mengumpulkan bunga di kuburan dan membantu para peziarah untuk membersihkan pusara keluarganya. Mbah Sentot sudah lama tinggal sendiri, istri dan anaknya sudah meninggal. Satu-satunya keluarga yang tersisa dan biasa mengurus Mbah Sentot juga sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Jadilah saat ini Mbah Sentot hidup sebatang kara di rumah salah satu tetangganya yang dipinjamkan pada Mbah Sentot. Karena memang pada dasarnya Mbah Sentot tidak memiliki tempat tinggal. Awal mula penyakit Mbah Sentot, dulu sewaktu masih muda muncul benjolan kecil di bagian dada, namun tidak ditangani dengan pengobatan apapun. Lalu benjolan tersebut di kelupas sehingga menimbukan luka. Luka yang tidak dapat penanganan dengan baik akhirnya menyebabkan rongga dada Mbah Sentot berlubang. Apabila batuk, dahaknya sering keluar dari lubang tersebut. Belum jelas penyakit apa yang diderita Mbah Sentot , karena setiap periksa ke dokter umum hanya disarankan untuk ke spesalis kulit. Tidak ada keluhan rasa sakit dari dada yg berlubang itu. Namun hanya ketika batuk, dahak yang bercampur darah sering keluar dari lubang tersebut. Selama ini pengobatan hanya dilakukan jika Mbah Sentot ada keluhan seperti sesak dada, tidak enak badan dll, karena tidak ada keluhan dari lubang di dada tersebut. Pengobatan juga hanya dilakukan di dokter umum yang buka praktik di sekitar rumah saja. Santunan ini ditujukan untuk biaya berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal 11 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari

Pak sentot menderita Kelainan Kulit

Pak sentot menderita Kelainan Kulit

————-

AGUNG PRIO ANGGODO ( 24, PATAH TULANG ) Alamat : Jl. Pelem Gedong RT. 01 RW. 02, Tambakaji, Semarang. Bulan november 2015 saat Agung mau membantu tukang merenovasi rumahnya, Agung justru terjatuh dari ketinggian tiga meter. Begitu jatuh anggota badan sudah tidak bisa digerakkan lagi kemudian Agung dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Agung mengalami patah tulang dan kemudian di operasi tapi masih belum ada perkembangan signifikan. Agung masih tidak bisa menggerakkan anggota badannya dan mati rasa. Karena merasa pesimis dengan rumah sakit akhirnya Agung tidak melanjutkan kontrol lagi. Agung hanya tinggal bersama ibunya. Kondisi ekonomi semenjak mas agung jatuh sakit sudah tidak ada pemasukan lagi. Ayah Agung pergi sejak ia kecil. Sebelum sakit, Agung yang menjadi tulang punggung keluarga. Selama ini mereka hanya hidup berdua dan untuk melanjutkan hidup mereka bergantung pada santunan dari tetangga. Saat tim#Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Agung, Tim kurir #SedekahRombongan berusaha meyakinkan Agung agar mau berobat kembali. Alhamdulillah, Agung berkenan melanjutkan pengobatan dengan didampingi kurir #SedekahRombongan Semarang. Saat ini Agung sedang menjalani konrol rutin di RSUD Tugu Rejo Semarang. Bantuan disampaikan untuk keperluan Agung berobat. Semoga Agung cepat sembuh.

Jumlah Bantuan      : Rp. 1.000.000
Tanggal                : 11 Februari 2016
Kurir                     : @indrades , @idaiddo ,  @sekarkusumadewi

Pak agung menderita PATAH TULANG

Pak agung menderita PATAH TULANG

————-

ABDUROHIM BIN SAFARIYANTO (8, Kanker Kelenjar Getah Bening). Putra kelima dari pasangan Bapak Safariyanto (42) pekerjaan sebagai Buruh Serabutan dan Ibu Sriani (46) adalah seorang Ibu Rumah Tangga warga desa Plosok Rt 03 Rw 04  Kec.Jati Kab.Kudus Jawa Tengah. Sejak sekitar tahun 2008 Dik Rohim sudah mengalami gejala sakit Kanker Kelenjar Getah Bening dan sudah mulai menjalani berbagai pengobatan di RSUD Kudus dan di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mengusahakan kesembuhannya. Sampai suatu saat proses pengobatan ini sempat dihentikan karena keterbatasan biaya. Hingga kami dipertemukan dengan Dik Abdurohim sekitar 2 tahun lalu hingga saat ini kami mendampingi proses pengobatan Dik Rohim selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Rohim sudah menjalani operasi, kemoterapi dan perawatan rutin untuk terus memantau perkembangan sel kankernya tersebut. Kondisi terbaru Dik Rohim sedang menjalani program Kemoterapi ke 2 dan rawat inap di RSUP Dr. Kariadi selama 10 hari. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya hidup selama rawat inap di RSUP Dr. Kariadi dan akomodasi Dik Rohim dan keluarga
.
Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @mbakipa

Abdurrohim menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Abdurrohim menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

————-

MUHAMMAD ASYARI, (22, Kanker Hidung). Alamat: desa tluwuk rt 8 rw 2 wedarijaksa pati. Ari, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa semester 7 di STAIN Kudus. Gejala penyakitnya berawal bulan oktober 2014, awalnya pilek terus2n tpi cuma bagian kiri aja. Lama kelamaan berbau lalu muncul benjolan tapi belum bengkak.Kedua orangtuanya khawatir terhadap kondisi anaknya sehingga memeriksakan kondisi ari ke puskesmas. Setelah diberi obat dari puskesmas, benjolannya kempes. Akan tetapi muncul benjolan lagi jika obatnya habis. Kemudian ari dirujuk ke poli tht RS.Soewondo. Di RS.Soewondo sampel diambil lalu dikirim ke RSUP Karyadi untuk dianalisis. Setelah dianalisis, didiognosa tumor ganas. Setelah pemerikasaan dan pengambilan sampel di RS.Soewondo Pati, Ari mengalami pembengkakan di luar hidung. Kemudian dilakukan operasi di RSUP.Karyadi untuk diambil PA nya. Pada PA pertama diagnosa acute maxsiori sinusitis yg menyerang sel lalu karena mengalami pendarahan pada kemo kedua kemudian disinar dulu dan dilakukan PA ulang ternyata hasilnya berbeda yaitu didiagnosa LNH signosial yg menyerang kelenjar kemudian diganti obatnya dan mengulang program kemo dari pertama. Setelah tahu bahwa anaknya didiagnosis kanker oleh pihak RS kedua orang tua Ari mengalami kebingungan mengenai biaya untuk pengobatan karena tidak diberi kartu jamkesmas oleh pihak desa. Setelah mencari informasi data di puskesmas ternyata ari terdaftar sebagai penerima kartu jamkesmas. Belum usai kegelisahan yang dialami, kedua orang tua Ari harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Ayah Ari, Said (50) dan ibunya, Uswatun Hasanah (45) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #?SedekahRombongan . Maklum saja bapak Said bekerja menjadi buruh jemur gabah dan bu Uswatun Hasanah tidak bekerja dengan menanggung hidup kedua anaknya. Mereka bolak-balik semarang-pati untuk menjalani pengobatan. Jika terpaksa harus bermalam, ibu Uswatun Hasanah dan Ari menginap di rumah singgah RSUP Karyadi yang harganya tergolong murah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Program kemo pertama sudah usai. Sebelum merancang program selanjutnya, untuk saat ini dokter masih memantau perkembangan kesehatan Ari melalui kontrol, endoscopy, ct-scan dan radiasi nuklir. Kini kondisi Ari semakin membaik. Hasil radiasi nuklir kemarin sudah baik. rencana kontrol selanjutnya 3 bulan lagi. Ibu Uswatun sempat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan bahwa merasa bersyukur dan terbantu sejak dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Semoga kesehatan Ari segera pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @vazen , @syamok

Asyari menderita Kanker Hidung

Asyari menderita Kanker Hidung

————-

DEWI PORWANTI (30, Batu Ginjal) Alamat: Jl Pedurungan Tengah RT 7 RW 2 Semarang , Jawa Tengah. Bu Dewi memiliki 2 orang anak, Eko yang masih duduk di kelas 2 SD dan Erma yang masih berusia 2 tahun. Suami Bu Dewi meninggal saat Eko masih berusia 1,5 tahun. Kemudian Bu Dewi menikah lagi, tetapi suami kedua Bu Dewi tersebut pergi meninggalkan keluarganya tanpa memberikan kabar sama sekali saat bu Dewi sedang hamil Erma di usia 7 bulan kandungan. Kehidupan keluarga Bu Dewi serba kesulitan, Bu Dewi menafkahi keluarganya dengan berjualan kecil-kecilan di kamar kosnya yang hanya berukuran 3X3 meter, kadang Bu Dewi juga berjualan keliling, menjajakan makanan kecil. Tetapi semanjak menderita sakit batu ginjal, Bu Dewi tidak dapat berjualan keliling lagi karena tidak kuat. Melihat kondisi ibunya, Eko yang masih kecil rela menggantikan ibunya untuk berjualan keliling. Hampir setiap sore sepulang sekolah Eko menjajakan makanan ringan yang disiapkan ibunya dengan menggunakan sepedanya. Alhamdulillah karena berita yang disampaikan oleh netizen tentang keadaan keluarga Bu Dewi akhirnya atas izin Allah Bu Dewi dapat dipertemukan oleh #SedekahRombongan. Santunan sebesar Rp.1.000.000 diberikan kepada Bu Dewi untuk biaya pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal              : 7 Febuari 2016
Kurir                   : @indrades, @idaiddo, @rishafaiq

Dewi menderita Batu Ginjal

Dewi menderita Batu Ginjal

————–

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2.  #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah dan menyantuni dhuafa kian membutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung segala aktivitasnya. Pembangunan Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) adalah salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. RSSR merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara bagi para pasien dampingan #SedekahRombongan. Mereka tengah melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. #SedekahRombongan Wilayah Jogja Raya kini memiliki dua rumah singgah yang letaknya berdekatan. RSSR Jogja 1 dan 2 beralamat di Jl. Wonosari Km. 7, Bumen Wetan, Mantup, Banguntapan, Bantul, DIY. RSSR Jogja 1 dan 2 khusus mengcover pasien dampingan yang berasal dari Jogja dan sekitarnya. RSSR Jogja 1 & 2 dikelola dari dana para #Sedekaholic yang menitipkannya melalui #SedekahRombongan. Selama Bulan Oktober 2015, RSSR Jogja 1 dan 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 18.205.633  yang meliputi biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, serta keperluan lain di #RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya logistik untuk menunjang kesehatan pasien dampingan #SedekahRombongan. Biaya medikasi terdiri dari perawatan dan pembelian alat dan obat-obatan. RSSR Jogja 1 dan 2 juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja #SedekahRombongan secara nasional. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp 18.205.633
Tanggal : 31 Oktober 2015
Kurir :  @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi.

Biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi.

————–

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2.  #SedekahRombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan sedekah dan menyantuni dhuafa kian membutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung segala aktivitasnya. Pembangunan Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) adalah salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. RSSR merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara bagi para pasien dampingan #SedekahRombongan. Mereka tengah melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. #SedekahRombongan Wilayah Jogja Raya kini memiliki dua rumah singgah yang letaknya berdekatan. RSSR Jogja 1 dan 2 beralamat di Jl. Wonosari Km. 7, Bumen Wetan, Mantup, Banguntapan, Bantul, DIY. RSSR Jogja 1 dan 2 khusus mengcover pasien dampingan yang berasal dari Jogja dan sekitarnya. RSSR Jogja 1 & 2 dikelola dari dana para #Sedekaholic yang menitipkannya melalui #SedekahRombongan. Selama Bulan November 2015, RSSR Jogja 1 dan 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 24.991.559 yang meliputi biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi. Biaya operasional terdiri dari biaya listrik dan air, serta keperluan lain di #RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya logistik untuk menunjang kesehatan pasien dampingan #SedekahRombongan. Biaya medikasi terdiri dari perawatan dan pembelian alat dan obat-obatan.RSSR Jogja 1 dan 2 juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja #SedekahRombongan secara nasional. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp 24.991.559
Tanggal : 30 November 2015
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi.

Biaya administrasi, biaya operasional, biaya konsumsi dan biaya medikasi.

————

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JOGJA 1 & 2 (Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional). RSSR Jogja 1 dan 2 beralamat di Jl. Wonosari Km. 7, Bumen Wetan, Mantup, Banguntapan, Bantul, DIY. RSSR Jogja 1 & 2 merupakan rumah singgah dan/atau rumah tinggal sementara bagi pasien dampingan #SedekahRombongan yang tengah melakukan proses pengobatan. RSSR 1 & 2 juga digunakan sebagai kantor pusat #SR yang mendukung kerja ratusan Kurir #SR yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Hadirnya RSSR merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada umumnya dan pasien dampingan #SR pada khususnya. RSSR Jogja 1 & 2 dikelola dari dana #SahabatSR yang menitipkannya melalui #SR. Selama Bulan Desember RSSR 1 & 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 41.180.956 yang meliputi biaya medikasi, konsumsi, dan operasional. Biaya operasional terdiri dari biaya air, listrik, serta keperluan lain di RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya catering sehat untuk menunjang kesehatan pasien dampingan #SR. Biaya medikasi terdiri dari perawatan dan pembelian alat kesehatan dan obat-obatan. Sedekah dari #SahabatSR sangat bermanfaat dalam upaya pemulihan kesehatan bagi para dhuafa sakit. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME. Terimakasih, #SahabatSR…

Jumlah bantuan : Rp 41.180.956
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional

Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional

————–

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 & 2 (Biaya Medikasi, Konsumsi, Operasional dan Administrasi). RSSR hadir dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada umumnya dan pasien dampingan #SR pada khususnya. Fungsi RSSR yaitu sebagai rumah singgah dan/atau rumah tinggal sementara bagi pasien dampingan #SR yang tengah melakukan proses pengobatan. RSSR dikelola dari dana #SahabatSR yang menitipkannya melalui #SR. RSSR Jogja 1 dan 2 beralamat di Jl. Wonosari Km. 7, Bumen Wetan, Mantup, Banguntapan, Bantul, DIY. RSSR Jogja 1 dan 2 juga digunakan sebagai kantor pusat #SR yang mendukung kerja ratusan Kurir #SR yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selama Bulan Januari 2016, RSSR Jogja 1 dan 2 membutuhkan biaya sebesar Rp 37.224.974
Biaya ini meliputi biaya medikasi, konsumsi, operasional dan administrasi. Biaya operasional terdiri dari biaya air, listrik, serta keperluan lain di RSSR. Biaya konsumsi meliputi biaya catering sehat untuk menunjang kesehatan pasien dampingan #SR. Biaya medikasi yang terdiri dari perawatan dan pembelian alat kesehatan dan obat-obatan. Biaya administrasi yang terdiri pembelian alat-alat perkantoran dan kebutuhan lain untuk menunjang kegiatan #SR dari seperti cetak amplop santunan, dan lain sebagainya. Sedekah dari #SahabatSR sangat bermanfaat dalam upaya pemulihan kesehatan bagi para dhuafa sakit dan mereka yang membutuhkan. Sedekah dari #SahabatSR juga sangat membantu kinerja Staff dan Kurir #SR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan para pasien dampingan #SR. Semoga sedekah dari #SahabatSR dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan pahalanya dilipatgandakan oleh Tuhan YME. Amin…

Jumlah bantuan : Rp 37.224.974
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @kissherry @namaku_arini @chandiana_

Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional

Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional

———–

Inventarisasi Laptop Database Pasien #SRJogja. Sedekah Rombongan selalu berusaha meningkatkan layanan terhadap pasien dampingan. Tentu saja, selain tetap terus bergerak mencari pasien dhuafa untuk mendapatkan manfaat dari sedekah #SahabatSR. Sebagai bentuk tanggungjawab Sedekah Rombongan terhadap masyarakat luas pada umumnya dan #SahabatSR pada khususnya, SedekahRombongan ingin selalu tertib dalam melaporkan perkembangan #SR salah satunya yang berkaitan dengan pasien. Untuk mendukung hal ini, perawat #SR Jogja membeli laptop Acer seharga Rp 3.600.000 yang digunakan khusus oleh perawat. Laptop ini berfungsi untuk memperbarui database pasien dampingan meliputi data diri pasien, data keluarga, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan pasien, tindakan dokter, jadwal pemeriksaan/terapi, dll. Dengan adanya database pasien ini diharapkan dapat mempermudah melihat perkembangan kesehatan pasien baik pasien dampingan lama maupun pasien baru.

Jumlah bantuan : Rp 3.600.000
Tanggal : 3 November 2015
Kurir : @saptuari @chandiana @bbbintanggg

Pengadaan inventaris laptop

Pengadaan inventaris laptop

————–

SYAHPUTRA RAHMAN (14, HIPOSPEDIA) Adalah anak yatim yang berasal dari Gang Malabar, Kotakulon RT 21 RW 03, Bondowoso. Dia tinggal bersama ibunya dan 3 orang adiknya. Ibunya bekerja di Pulau Bali dan ketika ibunya bekerja, Syahputra lah yang harus merawat ke 3 adiknya di rumah sepulang sekolah. Warga sekitar juga ikut membantu untuk merawat adiknya.
Syahputra menderita penyakit ini sejak lahir. Ibunya pernah membawanya berobat tapi hasilnya belum maksimal. Dan ibunya menghentikan usahanya karena ketersediaan biaya yang kurang. Syahputra memiliki Fasilitas Kesehatan berupa BPJS.
Hingga akhirnya Syahputra bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam hal pendampingan saat berobat dan kebutuhannya.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Oktober 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Syahputra menderita HIPOSPEDIA

Syahputra menderita HIPOSPEDIA

————

DIDIK (32, DIABETES MELITUS) Adalah seorang buruh bangunan yang tinggal di Dusun Padasan RT 02 RW 03 Desa Darsono, Arjasa, Jember. Dia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pemulung di sebuah rumah berdinding bambu. Untuk menuju rumahnya harus menyeberangi sungai dengan jembatan kecil dari bambu.
Dia sudah menderita penyakit ini sejak 2 tahun yang lalu ketika masih bekerja di Bali sebagai buruh bangunan, ketika itu dia menginjak paku saat sedang bekerja dan akhirnya menimbulkan infeksi. Kemudian Didik pulang ke Jember dan tinggal bersama istrinya. Beberapa bulan kemudian istrinya meninggalkannya karena luka pada kaki Didik yang tak kunjung sembuh. Kondisi ekonomi yang parah dan rumah yang tidak layak huni membuat luka semakin membusuk dan menimbulkan bau yang menyengat. Kulit dan daging pada jari kaki sudah mengelupas sehingga hanya terlihat tulang. Syaraf di telapak kaki kanan sudah tidak berfungsi. Kondisi ini membuatnya membutuhkan amputasi kaki tidak semakin menjalar.
Sedekah Rombongan membantu dalam hal pembiayaan saat di rumah sakit, serta dalam hal kebutuhannya.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Juni 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Didik menderita DIABETES MELITUS

Pak Didik menderita DIABETES MELITUS

———–

DIDIK (32, Diabetes Melitus) Adalah seorang buruh bangunan yang tinggal di Dusun Padasan RT 02 RW 03 Desa Darsono, Arjasa, Jember. Dia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pemulung di sebuah rumah berdinding bambu. Untuk menuju rumahnya harus menyeberangi sungai dengan jembatan kecil dari bambu.
Dia sudah menderita penyakit ini sejak 2 tahun yang lalu ketika masih bekerja di Bali sebagai buruh bangunan, ketika itu dia menginjak paku saat sedang bekerja dan akhirnya menimbulkan infeksi. Kemudian Didik pulang ke Jember dan tinggal bersama istrinya. Beberapa bulan kemudian istrinya meninggalkannya karena luka pada kaki Didik yang tak kunjung sembuh. Kondisi ekonomi yang parah dan rumah yang tidak layak huni membuat luka semakin membusuk dan menimbulkan bau yang menyengat. Kulit dan daging pada jari kaki sudah mengelupas sehingga hanya terlihat tulang. Syaraf di telapak kaki kanan sudah tidak berfungsi. Kondisi ini membuatnya membutuhkan amputasi kaki tidak semakin menjalar.
Sedekah Rombongan membantu dalam hal pembiayaan operasi amputasi saat di rumah sakit.

Jumlah Santunan: Rp. 21.393.750,-
Tanggal: 4 Juli 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Didik menderita DIABETES MELITUS

Didik menderita DIABETES MELITUS

————

DIDIK (32, DIABETES MELITUS) Adalah seorang buruh bangunan yang tinggal di Dusun Padasan RT 02 RW 03 Desa Darsono, Arjasa, Jember. Dia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pemulung di sebuah rumah berdinding bambu. Untuk menuju rumahnya harus menyeberangi sungai dengan jembatan kecil dari bambu.
Dia sudah menderita penyakit ini sejak 2 tahun yang lalu ketika masih bekerja di Bali sebagai buruh bangunan, ketika itu dia menginjak paku saat sedang bekerja dan akhirnya menimbulkan infeksi. Kemudian Didik pulang ke Jember dan tinggal bersama istrinya. Beberapa bulan kemudian istrinya meninggalkannya karena luka pada kaki Didik yang tak kunjung sembuh. Kondisi ekonomi yang parah dan rumah yang tidak layak huni membuat luka semakin membusuk dan menimbulkan bau yang menyengat. Kulit dan daging pada jari kaki sudah mengelupas sehingga hanya terlihat tulang. Syaraf di telapak kaki kanan sudah tidak berfungsi. Kondisi ini membuatnya membutuhkan amputasi kaki tidak semakin menjalar.
Sedekah Rombongan membantu dalam hal pembiayaan rawat luka pasca operasi, pembelian susu, serta dalam hal kebutuhannya.

Jumlah Santunan: Rp. 2.432.000,-
Tanggal: 4 Juli 2015
Kurir: @yudhoari @manumaulana @gredyanto @TaufiqulKhasan

Didik menderita DIABETES MELITUS

Didik menderita DIABETES MELITUS

————-

MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL (Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SR Gunung Kidul yang masuk dalam wilayah kerja Jogja Raya kini mempunyai 2 unit MTSR yang mencover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak pasien dari Gunung Kidul yang dirujuk ke Jogjakarta. Selama bulan Desember 2015 MTSR Gunung Kidul membutuhkan biaya sebesar Rp. 4.339.000. Biaya ini meliputi biaya servis, tune up, ganti oli,  dan cuci mobil. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.339.000
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @Kissherry @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

—-
MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL Selain menyediakan fasilitas MTSR untuk pasien dhuafa, dana sedekah melalui #SedekahRombongan ini juga disalurkan untuk biaya rumah sakit, terlebih bagi pasien yang belum mendapatkan asuransi pemerintah. Kadang-kadang, pasien juga dirujuk untuk cek lab di laboratorium khusus sehingga biaya harus ditanggung sendiri. Biaya akomodasi pasien ini digunakan untuk biaya cek lab, membeli obat, fotokopi berkas, dll.  Semua pasien merasa lega setelah mendapat manfaat dari penggunaan dana ini.

Jumlah.     : Rp. 3.655.550
Tanggal.    : 31 Januari 2016
Kurir.      : @kissherry, @aji_kristanto

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

Biaya Operasional & Pembelian Bahan Bakar

—————-
REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 SUREM 1,000,000
2 YENI NURVITA SUPRATIWI 850,000
3 ARISWANTO SUPARNO 1,000,000
4 SUNGKONO 1,000,000
5 MARYATI 1,000,000
6 NGADI 850,000
7 RUKINI 1,100,000
8 HARTOYO KARNO 500,000
9 SUPARNO 1,000,000
10 ALISKA DISKA SILVINA 3,035,000
11 PAIDI 1,000,000
12 JUMARWAN 1,850,000
13 SOSENTONO 1,000,000
14 ALISKA DISKA SILVINA 1,200,000
15 DALIO 500,000
16 ARIF SULISTIYA 1,000,000
17 DWI CAHYO DONI PURWANTO 1,000,000
18 GALANG HAFIZ RAMADHAN 1,000,000
19 WIJI 1,000,000
20 YATNO WARDOYO 1,350,000
21 HADI SALAM MAJID 1,000,000
22 PAERAN EDI SUGIANTORO 1,000,000
23 SUPARNO 1,500,000
24 SUPARNO 1,000,000
25 JAENAH 1,500,000
26 MTSR JOGJA 6,960,000
27 MTSR Jogja 5,962,000
28 SAJIRAH BINTI AMAT YAKUB 1,000,000
29 RAHMAT EKO RAMADHAN 500,000
30 GHANI SUDJONO 1,000,000
31 ADI TIMO 1,000,000
32 FITRIANINGSIH 1,000,000
33 HERIANTO 1,000,000
34 FITRIANINGSIH 1,050,000
35 TEGUH SERIANI 2,850,000
36 DEVI SAPUTRI 1,000,000
37 BONAR SIHOMBING 500,000
38 SARIMAH BENGKALIS 500,000
39 SUIMAH BENGKALIS 1,300,000
40 RUMAH QUR’AN 1,500,000
41 NURHASAN BIN KARMUJI 2,000,000
42 SUJOKO SUJANI 500,000
43 SOBARI BIN JUHRI 500,000
44 NURHADI ARIYANTO 1,000,000
45 SUJOKO SUJANI 700,000
46 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
47 ENEN MARYANI 500,000
48 YOYOH KHODIJAH 500,000
49 NANA SUTARNA 500,000
50 AAN BIN ENTO 500,000
51 ALDI RIZKIAWAN BIN AHMADI 500,000
52 SARBIYATI BINTI ABDULLAH 500,000
53 PONIMIN BIN PRAWITO 750,000
54 TUKIYAH BINTI MEDI 1,500,000
55 MUJIYONO BIN RUPOMO 500,000
56 YULIANA BINTI DAMAN 1,000,000
57 KARTIA BINTI ARIFIN 1,000,000
58 MUHAMMAD FARHAN BIN ABDURRAHMAN 750,000
59 RODE TABITA PALSU 1,500,000
60 SITI NURJAYA BINTI WAMUKU 1,500,000
61 SALAMAN BIN NGATEMIN 500,000
62 EMAN BIN RAUF 500,000
63 MUHAMMAD SAEFULLAH 2,500,000
64 IDRIS BIN ABDUL SALAM 2,000,000
65 NANI HASANAH 1,000,000
66 WIJI SEKAR SULISTIYOWATI 500,000
67 SUDJONO 500,000
68 MUJINEM 1,000,000
69 SEMIN BIN DANURI 500,000
70 SUDJONO 500,000
71 SUDJONO 500,000
72 SUDJONO 500,000
73 ROMADHON BIN ALI SODIKIN 1,000,000
74 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
75 AMIZA NATASYA CANTIKA 1,000,000
76 SUNARTI BINTI SUPRAT 1,000,000
77 SUDI BIN KASDI 500,000
78 AHMAD ARIF SETIAWAN 500,000
79 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 1,214,000
80 SENTOT SOWIKROMO 1,000,000
81 AGUNG PRIO ANGGODO 1,000,000
82 ABDUROHIM BIN SAFARIYANTO 1,200,000
83 MUHAMMAD ASYARI 500,000
84 DEWI PORWANTI 1,000,000
85 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2 18,205,633
86 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 DAN 2 24,991,559
87 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JOGJA 1 & 2 (Biaya Medikasi, Konsumsi, dan Operasional) 41,180,956
88 RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN JOGJA 1 & 2 (Biaya Medikasi, Konsumsi, Operasional dan Administrasi) 37,224,974
89 Inventarisasi Laptop Database Pasien #SRJogja 3,600,000
90 SYAHPUTRA RAHMAN 1,000,000
91 DIDIK 500,000
92 DIDIK 21,393,750
93 DIDIK 2,432,000
94 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL 4,339,000
95 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL 3,655,550
Total 251,994,422

[TOTAL]