SITI MARYAM BIN ADRIAN (17, Lambung Akut). Alamat Dusun Petobo kelurahan Ganti, kab. Donggala, Sulawesi Tengah.Sitti Maryam sehari setelah lebaran idul fitri dirawat di RSUD Umum Palu selama kurang lebih 8 hari lamanya akibat penyakit Lambung akut yang diderita. Namun karena tidak ada perubahan maka Sitti Maryam di bawa pulang oleh keluarga.Ayahnya, Adrian bin M.Papuarenda (45) hanya pegawai harian di Pemkab Donggala. ia harus menanggung 4 saudara Sitti Maryam yaitu perempuan 3 orang dan laki-laki 1 orang. Sementara ibunya sudah lama meninggal. Selang beberapa minggu di rawat di rumah, kondisi Sitti Maryam justru semakin drop dan badan terus mengalami penurunan. Maka keluarga melarikan Sitti Maryam ke RSUD Kabelota Donggala, dan seminggu penuh dirawat di rumah sakit. Namun kondisi Sitti Maryam tidak juga mengalami perubahan, sehingga keluarga kembali melakukan perawatan di rumah seadanya. Kondisi ini ditempuh oleh keluarga karena ayahnya harus bekerja sedangkan yang menemani selama di RS hanya nenek saja. Hanya selang 2 hari semenjak keluar dari RSUD Kabelota Donggala, Sitti Maryam menghembuskan nafas terakhir (Rabu, 12 Agustus 2015 pkul. 07.00 wita).
Sedekah rombongan memberi bantuan untuk membantu meringankan biaya selama Sitti  Maryam dirawat di RSUD Kabelota Donggala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2015
Kurir : Abdul Rasyid

Ibu siti menderita

Siti menderita lambung akut


ISKANDAR BIN HAMZAH ( 72, Dhuafa Miskin) Alamat jl. Banawa no. 71 kelurahan Maleni Kec. Banawa kab. Donggala Sulawesi Tengah. Pak Iskandar sudah sejak tiga tahun tinggal di rumah reyot. Rumah tersebut dipinjamkan oleh seorang dermawan di kampungnya.  Saat ini, ia hanya tinggal sebatang kara dan sudah sakit sakitan.
Sewaktu masih kuat, Pak Iskandar bekerja sebagai buruh pelabuhan. Namun usianya yang makin renta membuat ia sulit jadi buruh di pelabuhan. ia pun istirahat total di rumahnya.
Selama ini pak Iskandar memenuhi kebutuhan hidupnya hanya mengharapkan bantuan tetangga semata. Karena dengan kondisi umur dan fisik nya pak Iskandar sudah sulit untuk menjadi buruh pelabuhan lagi.
Sedekah rombongan memberi bantuan untuk dapat membantu meringankan biaya berobat dan beban hidup pak iskandar.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2015
Kurir : Abdul Rasyid

Bantuan tunai untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari


DAENG ALIMUDDIN (40, Dhuafa Gila).  Alamat Jalan Poros Makassar Maros Km 30, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel Alimuddin (40) hanya bisa pasrah menjalani hari-harinya. Kakanya Dg Nassa (45) memasungnya di teras belakang rumah akibat penyakit gila yang ia alami sejak 10 tahun lalu. Dg Nassa khawatir Alimuddin mengganggu orang jika dilepas. Olehnya itu jalan terbaik adalah memasung dan mengikatnya di rumah agar tidak berkeliaran. Awalnya Alimuddin menderita sakit typus. Karena tak ada biaya, orang tuanya hanya membiarkan Alimuddin melawan sendiri sakitnya. Selain karena keterbatasan pengetahuan tentang penyakit tersebut karena Ibunya Dg Becce (70) buta huruf. Alimuddin terus mengalami kesakitan, kejang-kejang hingga oleh kakak dan tetangga ia dimasukkan ke rumah sakit Salewangan, Kab Maros.
Alimuddin hanya dirawat tiga hari di Rumah sakit. Dg Nassa meminta ia dirawat di rumah saja karena khawatir biaya rumah sakit membengkak. Sementara mereka tak punya biaya untuk membayar pengobatan Alimuddin. Sejak saat itu Alimuddin dirawat di rumah. Setelah sembuh dari sakit typus, Alimuddin sudah bisa beraktivitas. Namun sudah berbeda. Ia seringkali tak bisa mengontrol perkataannya. Cepat  marah dan biasa mengganggu warga kampung. Melihat situasi yang tk baik tersebut Alimuddin diamankan oleh dg Nassa dan dipasung di belakang rumah hingga sekarang. Ilbunya yang menghidupi kebutuhan sehari-hari mereka. Tinggal di gubuk dan penghasilan tidak tetap membuat Dg Becce kewalahan mencari biaya hidup. Selama ini Dg Becce hanya mengandalkan kebun kecil di pekarangan rumah, itupun jika sayuran yang ditanam berhasil. Hasilnya pun tidak seberapa. Selama ini kebutuhan hidup mereka dibantu oleh Dg Nassa yang bekerja sebagai buruh sawah.
Santunan #SR disampaikan kepada Dg Becce untuk kebutuhan keluarganya dan Alimuddin sebesar Rp. 500.000,-  Keluarga mengucap syukur dan terimakasih serta doa yang terbaik untuk kurir #tSR. Semoga beliau dapat segera sembuh. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @ismawan_As
Tanggal : 21 November   2015

Bantuan tunai untuk kebutuhan keluarganya

Bantuan tunai untuk kebutuhan keluarganya


PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MADURA (Bantuan Kacamata). Panti asuhan ini memiliki anak asuh yang sedang menempuh pendidikan mulai dari SD hingga SMA dan sederajat dengan bantuan pembiayaan pendidikan dari yayasan. Sebagian diantaranya memiliki orang tua lengkap namun tidak berkecukupan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk kebutuhan pendidikan. Sebagian yang lain adalah yatim piatu. Meski begitu, adik-adik ini memiliki hafalan Al-Quran yang baik dan prestasi sekolah yang cukup membanggakan. Sayangnya, adik-adik ini belum memiliki akses kesehatan dalam hal medical check up rutin.  Sehingga pada bulan Ramadhan, 1428 H yang lalu, beberapa dermawan mengadakan skrining kesehatan mata pada beberapa orang adik-adik ini dalam salah satu rangkaian acara pondok ramadhan. Namun, masalah atau kelainan mata yang ditemukan pada 14 orang diantaranya saat skrining ini belum dapat ditindaklanjuti saat itu juga. Barulah kemudian kurir #SedekahRombongan Madura dipertemukan dengan adik-adik ini oleh Allah untuk melanjutkan kebutuhan selanjutnya, yaitu penanganan lanjutan berupa pemeriksaan yang lebih baik dan memadai di fasilitas kesehatan yang lebih baik juga untuk menentukan apakah kelainan mata yang dialami adik-adik ini dapat diperbaiki dengan kacamata atau tidak. Pada kesempatan kali ini dibutuhkan 14 kacamata, maka dari itu #SedekahRombongan menanggung untuk semua kacamata yang dibutuhkan adik adik ini.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal        : 30 September 2015
Kurir          : @ivaninteen @erdytaa @radityorenal

Bantuan Kacamata

Bantuan Kacamata


KHITAN MASSAL (Pamekasan Madura) Pada bulan Desember #SedekahRombongan Madura bekerjasama dengan LMI (Lembaga Managemen Infaq) untuk kegiatan khitanan massal gratis di daerah Pamekasan Madura yang ditujukan pada dhuafa. Pada kegiatan kali ini Alhamdulillah berjalan lancar dan banyak peserta yang antusias pada kegiatan yang diadakan memang tepat pada masa libur sekolah ini. Kali ini tim #SedekahRombongan menyokong dalam  bantuan dana agar acara ini teselenggara dengan baik. Pada kegiatan kali ini terdapat lebih dari 100 peserta yang dikhitan.  Ini merupakan kegiatan pertama tim #SedekahRombongan bekerja sama dengan lembaga lain, harapan kami kedepannya tim #SedekahRombongan Madura bisa mempunyai banyak link dan hubungan yang baik dengan banyak lembaga di Madura.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal        : 27 Desember 2015
Kurir          : @ivaninteen @radityorenal

Bantuan dana untuk kegiatan sunatan massal

Bantuan dana untuk kegiatan sunatan massal


SAHLA AMIRA RAHMA binti NURUL HUDA (1 thn, Hydrocephalus). Alamat: Jln. Berdikari, Kp. Cimanjah, RT 02/07, Desa Limbangan Timur, Kec. Blubur Limbangan, Kab. Garut. Sahla menderita hydrocephalus sejak berusia 5 bulan. Anak dari pasangan suami istri Bapak Nurul Huda dan Ibu Wanti Ariestantia ini berusia 13 bulan dengan lingkar kepala yang semakin hari semakin bertambah besar. Gejala awal terlihat pada saat Sahla berusia 3 bulan, kepala yang biasanya tegak sering terlihat berat sehingga membuat kepalanya tertunduk. Keadaan tersebut membuat tumbuh kembangnya terhambat. Diusia 5 bulan, terlihat jelas perubahan ukuran kepala Sahla, kepalanya mulai membesar. Setelah hari raya Idul Fitri tahun 2015 lalu, orang tua Sahla memutuskan untuk memeriksakan kondisi Sahla ke RS Al-Islam Bandung meskipun saat itu tidak memiliki biaya lebih dan belum memiliki BPJS. Keterbatasan biaya yang dimiliki orang tua Sahla membuat Sahla tidak bisa menjalani semua rangkaian pemeriksaan. Namun, hasil diagnosa menunjukkan bahwa Sahla menderita Hydrocephalus dan harus segera dioperasi. Mendengar hal tersebut, Ibu Wanti kaget, beliau sulit menerima kenyataan yang harus dihadapi anaknya. Dengan terpaksa, kedua orang tua Sahla membawa Sahla pulang ke Garut. Dalam batin Ibu Wanti, beliau tidak tega kalo anaknya harus menjalani operasi. Selain itu, beliau dan suami juga tidak memiliki uang untuk membayar biaya operasi. Selama beberapa bulan Sahla hanya dirawat di rumah sementara kepalanya semakin hari semakin membesar. Akhirnya, Sahla menempuh pengobatan alternatif karena dianggap relatif lebih murah. Kedua orang tua Sahla berharap anaknya bisa sembuh tanpa tindakan operasi. Ibu Wanti sering mengukur diameter kepala anaknya untuk sekedar mengetahui cepat atau lambatnya pembesaran kepala Sahla. Keterbatasan biaya lagi-lagi membuat pengobatan Sahla sering tersendat. Jika kebetulan tidak ada uang maka Sahla tidak bisa berobat. Alhamdulillah, akhirnya melalui Kurir #SedekahRombongan Bekasi, Allah mempertemukan Sahla dengan kurir #SedekahRombongan Tasikmalaya. Santunan diberikan kepada Sahla agar pengobatannya bisa tetap dilanjutkan. Selain itu, Alhamdulillah saat ini Sahla juga bisa berobat dengan bantuan jaminan BPJS, namun karena Bu Wanti dan Pak Huda belum tega jika buah hatinya harus dioperasi, maka untuk beberapa bulan ke depan mereka masih akan berupaya menjalani pengobatan alternatif dengan obat-obatan herbal.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000 ,-
Tanggal: 18 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @fhier_dha @nitaapuji

Sahla menderita Hydrocephalus

Sahla menderita Hydrocephalus


PATIMAH binti AAN (50, Komplikasi Gagal GInjal, Anemia, TB Paru). Alamat: Kp. Gunung Kalawagar, RT 11/02, Desa Cintaraja, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu yang memiliki seorang anak ini menderita komplikasi penyakit  anemia, gagal ginjal dan TB paru-paru. Di usia 50 tahun, beliau  menderita penyakit yang sedemikian berat tanpa adanya sang suami karena suami beliau telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Saat ditemui Kurir SR, Bu Patimah sudah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama 2 minggu. Karena penyakit gagal ginjal dideritanya, beliau sampai harus menjalani beberapa kali cuci darah. Dengan kondisi ekonomiyang serba kekurangan, beruntunglah beliau mendapatkan fasilitas Jamkesda, melalui UPCPK dari pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun, sekarang ini keluarga Ibu Patimah sudah kehabisan bekal untuk biaya hidup sehari-hari selama di rumah sakit. Melihat kondisi Bu Patimah yang sangat memprihatinkan, kurir #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan kepada beliau agar Ibu Patimah dapat terus menjalani perawatan intensif di rumah sakit demi kesembuhannya. Namun takdir berkata lain, beberapa hari setelah mendapatkan santuna dari #SedekahRombongan, Bu Patimah meninggal dunia sewaktu masih menjalani rawat inap di RSUD dr. Soekardjo. Ikhtiar pengobatan sudah dilakukan, semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 07 Februari 2016
Kurir: @luchakiem Rahmat Muzacky @nitaapuji

Ibu patimah menderita Komplikasi Gagal GInjal, Anemia, TB Paru

Ibu patimah menderita Komplikasi Gagal GInjal, Anemia, TB Paru


ANDIN SILVANIA (5, Thalasemia Mayor). Alamat: RT 002/006, Desa Cibeuti, Kec. Kawalu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Andin Silvania atau lebih akrab disapa Andin adalah seorang anak yang menderita Thalasemia Mayor. Ia sudah puluhan kali keluar masuk rumah sakit sejak masih berusia 6 bulan. Kondisi terakhir ketika ia ditemui oleh kurir #SedekahRombongan di kediaman neneknya adalah perutnya terlihat membesar. Hal itu terjadi karena terjadi pembengkakan pada limpanya. Saat itu, kondisinya begitu memprihatinkan, ia merintih kesakitan karena kakinya juga membengkak. Beberapa hari sebelumnya, Ibunda Andin, Ibu Nia bercerita bahwa Andin merasa tak nyaman ketika disentuh karena seluruh anggota badannya terasa sakit semenjak kakinya membengkak. Hal yang amat memilukan bagi anak sekecil Andin adalah karena kondisinya ini ia tidak bisa ikut berenang dan bermain bersama teman-temannya sesama penderita Thalassaemia yang didampingi oleh Pak Aos dkk. Pak Aos adalah seseorang relawan yang mempertemukan Andin sekeluarga dengan kurir #SedekahRombongan. Andin sendiri tak kunjung berhenti menangis merintih kesakitan, sehingga membuat sang Ibu kebingungan harus bagaimana. Sang Ayah, Bapak Utis Sutisna hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dan penghasilannya tak menentu. Penghasilan beliau bergantung pada upah yang diberikan orang ketika menyuruhnya melakukan suatu pekerjaan. Tak jarang beliau pun rela menjalani berbagai jenis pekerjaan seperti menjadi tukang ojek, kuli dan tukang bangunan demi mencari rezeki yang halal untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan memenuhi biaya lain ketika Andin menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Andin sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat yang mengcover hampir seluruh biaya pengobatan yang ia jalani. Namun, kedua orang tuanya merasa kesulitan untuk biaya transportasi sekaligus biaya hidup sehari-hari ketika Andin harus dirujuk ke RSHS (Rumah Sakit Hasan Sakidin) Bandung untuk menjalani pengobatan lebih intens di bagian Poli Hemato Onkologi, orang tua Andin merasa kebingungan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan bisa membantu kesulitan mereka dengan mengantar langsung Andin ke RSHS Bandung menggunakan MTSR. Kemudian, selama di Bandung, kedua orang tua yang mengantar Andin bisa beristirahat di RSSR dan tidak perlu pulang pergi Tasikmalaya-Bandung. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSHS, diketahui bahwa Andin ternyata menderita Leukimia, setelah seminggu lebih dirawat, akhirnya Andin berpulang ke pangkuan Allah SWT di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2016
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR Qiner @nitaapuji

Andin menderita Thalasemia Mayor

Andin menderita Thalasemia Mayor


NOOH binti UCA (80, Jompo,Patah Tulang Paha). Alamat: Karang Resik, RT 02/10, Kel. Sukamanah, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu Nooh adalah seorang janda yang sudah tiga minggu mengalami patah tulang. Istri dari Alm. Bapak Karno ini terjatuh di rumahnya setelah selesai menjemur pakaiannya sendiri. Kejadian itu bermula ketika beliau tengah melangkahkan kaki menuju dapur rumahnya, beliau tak sengaja terpeleset dan jatuh dengan posisi duduk. Karena hal tersebut, tulang pahanya terbentur lantai dan patah. Ibu Nooh saat ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dengan pengobatan seadanya. Beliau tidak bisa berdiri seperti sedia kala, seharusnya beliau menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, karena tidak adanya biaya untuk perawatan dan transportasi ke rumah sakit terpaksa beliau hanya berobat seadanya di rumah. Ibu Nooh tinggal bersama satu orang anak laki-laki yang bekerja sebagai buruh bangunan atau kadang-kadang bekerja sebagai buruh tani. Ibu Nooh sendiri bekerja sebagai buruh serabutan, kondisi tersebut yang membuat Ibu Nooh tidak memiliki biaya lebih untuk memeriksakan tulang pahanya ke rumah sakit meskipun beliau memiliki jaminan KIS. Dengan alasan tersebut, maka kurir #SedekahRombongan memberikan santunan kepada Ibu Nooh agar beliau bisa melakukan perawatan intensif di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR Obet Pond @nitaapuji

Ibu nooh mengalami Patah Tulang Paha

Ibu nooh mengalami Patah Tulang Paha


NANANG KOSIM bin UDUNG (29, Radang Usus, Ambeien Kronis). Alamat: Kp. Nangoh RT 01/03, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Nanang Kosim adalah anak dari Alm. Bapak Udung dan Ibu Popon. Ia adalah seorang buruh yang bekerja serabutan. Ia menderita radang usus serta ambeien kronis yang membuatnya selalu BAB secara tidak normal. Sudah dua bulan ini kondisinya semakin mengkhawatirkan. Ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja. Semenjak ayahnya meninggal, ia merupakan tulang punggung keluarga. Namun, dengan kondisinya saat ini ia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya. Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda dengan mengajukannya ke Dinas Kesehatan Kota Tasik, dan alhamdulillah Nanang mendapatkan Jaminan Kesehatan dari Pemkot Tasikmalaya. Selama ini ia belum pernah memeriksakan kondisinya ke rumah sakit, karena tidak adanya biaya untuk berobat,  transportasi, serta khawatir harus mengeluarkan biaya dyang besar, karena mereka tidak sanggup jika harus bayar biaya perawatan atau beli obat, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka serba kekurangan. #SedekahRombongan memahami kesulitan mereka dengan memberikan santunan kepada pasien Nanang agar ia bisa segera mendapat perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 14 Januari 2016
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR @nitaapuji

Pak nananag menderita Radang Usus, Ambeien Kronis

Pak nananag menderita Radang Usus, Ambeien Kronis


TITI binti DAHOLI (66, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Simpang, RT14/3 , Desa Sukamahi, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Istri dari Bapak Junaedi (68) ini menderita kanker payudara. Ibu Titi seorang ibu rumah tangga yang memiliki satu orang anak yang masih harus dibiayai oleh beliau dan suami. Sudah satu tahun penyakit kanker payudara itu diidap oleh Ibu Titi. Beliau pernah menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Bahkan beliau pun sempat di operasi, namun sayangnya beliau tidak pernah melanjutkan pengobatan lanjutan yang telah disarankan oleh dokter. Seharusnya beliau menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, namun alasan keterbatasan biaya membuat beliau tidak melanjutkan pengobatan. Untuk meringankan biaya pengobatan, beliau juga mengandalkan kartu jaminan kesehatan KIS. Kondisi beliau menunjukkan adanya kemungkinan sel kanker yang kembali tumbuh karena setelah 6 bulan di operasi muncul benjolan di payudaranya. Untuk melanjutkan pengobatan, beliau merasa kesulitan karena tidak ada biaya untuk berobat di RSHS Bandung. Penghasilan sang suami yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa memenuhi biaya transport dan kemoterapi. Karena hal tersebut, maka kurir #SedekahRombongan memberikan santunan kepada Ibu Titi agar beliau bisa memeriksakan kondisinya saat ini dan segera mendapatkan perawatan terbaik di RSHS Bandung.

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 19 Februari 2016
Kurir : @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu titi menderita Kanker Payudara

Ibu titi menderita Kanker Payudara


AULIA NURPADILAH binti AJAT (2,5th, Susp. Pendarahan di Otak dan TB Paru). Alamat: Kp. Citengah , RT 1/2 , Desa Kertaraharja, Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak dari Bapak Ajat dan Ibu yang lalu Wina ini menderita pendarahan di otak dan TB paru-paru. Kurang lebih sudah sejak 4 bulan, Aulia yang masih berusia 2,5 tahun tersebut sering tak sadarkan diri dan nafasnya berat, kadang terengah-engah seperti yang sedang kecapaian. Kondisi Aulia saat ini masih terbaring lemas dan masih sering tak sadarkan diri. Sudah 30 hari ia dirawat di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Meskipun selama ini ia berobat menggunakan Jamkesmas, namun saat ini kedua orang tua Aulia sudah kehabisan biaya untuk bekal selama dirawat di RSUD sekaligus biaya untuk membeli obat. Bapak Ajat hanya bekerja sebagai buruh harian lepas yang terpaksa tidak dapat bekerja lagi karena harus menemani Aulia di RSUD.  #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada keluarga Aulia agar ia dapat terus menjalani perawatan infensif di RSUD. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk Aulia.

Jumlah Santunan: Rp  1.000.000,-
Tanggal: 12 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR

Aulia menderita Susp. Pendarahan di Otak dan TB Paru

Aulia menderita Susp. Pendarahan di Otak dan TB Paru


ICAH CASRIAH (61, Diabetes Mellitus/Hipertensi/Retinopati). Alamat: RT 07/03 Dusun Pahing Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kurang lebih 42 tahun hidup berumah tangga Ibu Icah dan suaminya, Suharno 75 tahun (almarhum ), tidak kunjung dikaruniai anak dan menghabiskan masa tuanya sendiri setelah suaminya meninggal 5 tahun yang lalu,membuat kondisi Ibu Icah memprihatinkan. Diagnosa medis menyatakan ia menderita diabetes mellitus grade 2, dan retinopati, gangguan pada retina akibat komplikasi DM yang membuat ia tidak bisa melihat dengan jelas. Tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil Ibu Icah dibantu oleh tetangganya yang juga masih kerabatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengobatan penyakit yang dijalaninya telah membuat seluruh harta peninggalan almarhum terkuras, ia berharap ada secercah harapan untuk membantunya dalam pengobatan,karena keterbatasan biaya bahkan fasilitas jaminan kesehatan pun tidak punya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa dipertemukan oleh Allah dan bisa bersilaturahim membantu memberikan senyuman kebahagiaan kepada Ibu. Icah. Subhanalloh, Mahasuci Allah yang telah membuat skenario hidup begitu indah dan bermakna.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 06 Maret 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Ibu icah menderita Diabetes Mellitus/Hipertensi/Retinopati

Ibu icah menderita Diabetes Mellitus/Hipertensi/Retinopati


RASTONO BIN SURADIJAYA (66, Haemaptoe e.c TB Paru, Hipertensi, Anemia).Alamat : Dusun Wage RT 06/05 Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pak Rastono semasa sehat bekerja sebagai buruh pengumpul kayu bakar, isteri tercinta telah meninggal dunia 5 tahun silam. Pak Rastono hidup bersama putri bungsunya, Tika(36). Pekerja keras, tekun merupakan gambaran sosok pria paruh baya ini. Sekitar 1 tahun terakhir Pa Rastono mengalami gangguan kesehatan, penyakit sesak nafas yang dialaminya membuat ia harus berhenti bekerja. Keringat dingin, nyeri dada sebelah kiri dan kepala terasa sakit terus dirasakan Pak Rastono saat penyakitnya mulai muncul. Pengobatan ke Puskesmas telah ia jalankan dengan dibantu fasilitas jaminan kesehatan yang ia miliki. Namun kondisi kesehatannya belum menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik. Pada 25 Maret 2015, tepatnya pukul 09.00 kondisi Pak Rastono kembali memburuk. Pak Rastono mengalami sesak nafas, batuk darah, mimisan. Keluarganya membawa Pa Rastono ke Puskesmas dengan dibantu beberapa tetangga. Pak Rastono dirawat di Puskesmas guna membantu memulihkan kondisinya.Namun kondisinya tak kunjung membaik Pa Rastono mengalami muntah darah, batuk darah, mimisan dan terlihat gelisah. Dokter Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan Pak Rastono di diagnosa Tuberculosis paru dan anemia aplastic. Pak Rastono mendapat tambahan darah karena kadar hemoglobulinnya menurun hingga 3 gr%. Di tengah kebingungan keluarga dengan kondisi keuangan yang terbatas alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Tika, putri bungsu Pak Rastono. Rasa haru dan derai airmata menghiasi pertemuan Kami. Santunan awal disampaikan guna membantu akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga menjadi berkah untuk semua.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 April 2015
Kurir : @luchakiem @fauzisedekah84 Wiri Widyasari

Pak rastono menderita Haemaptoe e.c TB Paru, Hipertensi, Anemia

Pak rastono menderita Haemaptoe e.c TB Paru, Hipertensi, Anemia


TARHUDI BIN ASTRAPERWATA (76, Lumpuh e.c). Alamat: Kp.Cangkuang,    dusun Wage RT 04/ RW 05 Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Suami dari Ibu Tarsinah (57, Mengurus Rumah Tangga) ini semasa sehatnya bekerja sebagai penjual buah kelapa ke Pasar tradisional. Hasil kerja kerasnya mengais rejeki dari pohon serba guna tersebut telah berhasil membangun sebuah rumah dan memberikan pendidikan sampai ke jenjang Universitas bagi putri bungsunya. Pa Tarhudi dan Ibu Tarsinah dikaruniai 3 orang putra putri, semuanya kini telah menikah dan pergi merantau. Kini tinggal Pa Tarhudi bersama isteri. Keadaan ekonomi Pa Tarhudi dirasakan semakin sulit saat musibah menimpa Pa Tarhudi tiga tahun silam. Pa Tarhudi terjatuh dari pohon kelapa saat ia hendak memetik buah kelapa yang akan ia jual ke pelanggan di Pasar. Kejadian tersebut membuat tulang punggung Pa Tarhudi retak dan harus mendapat perawatan selama 2 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Empat Lima Kabupaten Kuningan. Pa Tarhudi sempat mendapat penanganan di RSUD Gunung Jati Cirebon namun kondisi Pa Tarhudi tidak menunjukan perbaikan, kini bahkan Pa Tarhudi tidak bisa bergerak. Kedua kakinya saat ini menekuk hingga sulit diluruskan. Semua aktifitasnya dibantu oleh isteri tercinta. Jaminan kesehatan yang dimilikinya tidak dapat membantu secara optimal, berbagai cara sudah ditempuh guna mencari kesembuhan. Namun tidak kunjung membaik, harta benda yang ia miliki pun berangsung berkurang untuk biaya pengobatan. Diagnosa dokter Pa Tarhudi mengalami Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau penyempitan di daerah tulang belakang. Kini Pa Tarhudi hanya terbaring di sebuah kamar ukuran tiga meter persegi dan beralaskan kasur lusuh yang sudah banyak terdapat robekan. Pa Tarhudi berharap ada jalan keluar untuk dirinya agar dapat sembuh seperti sediakala. Saat Kurir dipertemukan rasa haru bercampur bahagia menyelimuti pasangan lanjut usia ini. Isteri Pa Tarhudi berharap suaminya bisa sembuh dan kembali menjadi tulang punggung keluarga. Santunan diberikan guna membantu memfasilitasi Pa Tarhudi memeriksakan diri ke Poliklinik Orthopedi RS Umum Daerah 45 Kabupaten Kuningan.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 April 2015
Kurir : @luchakiem @fauzisedekah84 Widya

Pak tarhudi menderita Lumpuh e.c

Pak tarhudi menderita Lumpuh e.c


IWAN IRWANSYAH (26, Neprotic Syndrome).Alamat: Kp.Dukuh Girang, RT 01/01 Desa Sukaharja Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Iwan merupakan putra sulung dari pasangan Bapak Rasim (56) yang berprofesi sebagai buruh pembuat batu bata dan Ibu Taspi (45) yang sehari-hari mengurus rumah tangga. Kehidupan ekonomi keluarga Pa Rasim tergolong sangat sederhana, rumah yang masih beralaskan tegel atau ubin dan dinding masih semi permanen dengan menggunakan bilik bambu. Penyakit yang dialami Iwan terjadi sejak 6 bulan lalu. Iwan sering mengeluh gatal dan bengkak diseluruh tubuhnya, pinggangnya pun sering terasa sakit saat buang air kecil. Iwan yang pernah bekerja sebagai sales motor disebuah dealer di daerah Kuningan ini sering manyembunyikan keluhan yang Ia rasakan karena khawatir keluarganya akan panik. Namun tetap saja gejala yang ditimbulkan membuat Iwan terpaksa harus mendapat perawatan di Puskesmas akibat demam tinggi dan kulit melepuh dan terasa gatal di seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan sementara dokter hanya mendiagnosa dermatitis. Namun orang tua Iwan mencoba berusaha mencari jalan alternatif ke beberapa tempat pengobatan yang ada di Kuningan hasilnya tidak menunjukan perubahan yang baik. Iwan akhirnya dirujuk pada akhir tahun  2014 ke RSUD 45 Kuningan dan mendapat penanganan instensif di ruang perawatan penyakit dalam. Kini Iwan secara rutin harus kontrol seminggu sekali ke RS. Tentunya hal ini membuat orangtuanya merasa kebingungan, biaya transportasi yang besar karena harus naik ojek atau angkutan umum dengan biaya sekali jalan sampai Rp.100.000. Hal ini membuat Iwan hanya bisa berharap ada uluran tangan bagi Ia untuk biaya pengobatan karena selama ini Iwan tidak memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah Kurir #SR diberikan kesempatan untuk silaturahim ke kediaman Iwan, santunan awal diterima langsung oleh Ibu Taspi karena Iwan pergi berobat bersama pamannya. Santunan dipergunakan untuk pembuatan BPJS dan biaya kontrol Iwan bulan April ini ke RSU El Syifa Kuningan.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 April 2015
Kurir : @luchakiem @fauzisedekah84

Iwan menderita Neprotic Syndrome

Iwan menderita Neprotic Syndrome


WARTIWI BIN SURJA (60, Kelenjar Getah Bening). Alamat: RT13/05 Kp.Karang Bantay, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Suami Ibu Tiwi telah lama meninggal dunia akibat Cancer Paru yang dideritanya. Ibu tiwi dikaruniai 2 orang anak yang telah menikah dan ikut dengan suami bekerja di luar kota. Ibu Tiwi sendiri berprofesi sebagai penjual serabi, setiap pagi Ia menjajakan serabi di pinggir jalan bahkan terkadang harus keliling menjual ke pelanggannya. Penyakit yang diderita Ibu Tiwi dirasakan sejak 6 bulan lalu, benjolan yang ada di leher dirasakannya semakin mebesar dan terasa nyeri. Ibu Tiwi dengan dibantu oleh Keponakannya, Ahmad (45) menjalani pengobatan ke RS Paru Sidawangi Kuningan namun karena kondisi Ibu Tiwi yang semakin renta, Ia memutuskan berhenti berobat. Ditambah dengan biaya transportasi yang cukup besar Ibu Tiwi hanya bisa membeli obat penahan rasa nyeri disaat penyakit yang Ia rasakan kambuh. Ibu Tiwi berharap bisa memiliki Jaminan Kesehatan karena Ia sangat kesulitan saat harus berobat ke fasilitas kesehatan. #Sedekah Rombongan melalui Kurir Widya dapat dipertemukan dengan Ibu Tiwi di kediamannya yang tergolong cukup sederhana. Segelas air putih menemani pembicaraan Kami dengan Ibu Tiwi. Ibu Tiwi berharap ada bantuan dari donatur guna memberikan kemudahan dalam pembuatan BPJS. Santunan telah diberikan guna meringankan beban Ibu Tiwi dalam akses ke Rumah Sakit.

Jumlah santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 April 2015
Kurir : @luchakiem @fauzisedekah84 Widya

Ibu wartiwi menderita Kelenjar Getah Bening

Ibu wartiwi menderita Kelenjar Getah Bening


DASWI BINTI SASTRA (71,TB Paru dan Schizoprenia). Alamat: Kp.Curugoong, RT03/04 Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Suami Ibu Daswi, Rohman (78) bekerja sebagai buruh pengangkut batu di daerah sungai Cijangkelok. Pasangan suami isteri ini dikarunia 6 orang putra dan putri. Ketiga anaknya telah menikah dan hidup mandiri, Ibu Daswi hidup bersama suami dan anak bungsunya tinggal di rumah saudara yang ditinggalkan karena merantau ke luar jawa. Ibu Daswi tidak memiliki rumah, penghasilan suami sebagai buruh hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Penyakit sesak nafas, batuk dan nyeri dada yang dirasakan Ibu Daswi membuat Ia harus istirahat total. Saat ditemui Ibu Daswi terlihat murung dan gelisah, Penyakit schizoprenia (Gangguan kejiwaan) yang dialami Ibu Daswi selama dua tahun terakhir ini membuat Ia tidak bisa tenang bahkan sering teriak dan berontak. Ibu Daswi telah menjalani pengobatan ke beberapa tempat baik medis maupun spiritual. Namun karena terkendala biaya, Ibu Daswi terpaksa istirahat di rumah, putri bungsunya yang kini merawat Ibu Daswi. Ibu Daswi tidak bisa hidup mandiri, makan dan menyiapkan baju harus dibantu oleh orang lain. Bapak Rohman sempat mengurung Ibu Daswi karena takut akan membuat onar karena sering berteriak dan marah secara tiba-tiba. Ibu Daswi kini dalam penanganan dokter spesialis jiwa RSUD 45 Kuningan.Dengan bantuan fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki Ibu Daswi berobat rutin setiap seminggu sekali namun terkadang harus mengurungkan niat berangkat karena terkendala biaya. Untuk menebus obat saja Ibu Daswi harus menjual semua perhiasan yang Ia miliki. bapak Rohman berharap ada kemudahan dalam mengurus dan membantu pengobatan Ibu Daswi. Kurir Sedekah rombongan bisa silaturahmi dengan Ibu Daswi setelah meminta izin dari pihak keluarga karena takut Ibu Daswi akan tersinggung dan marah-marah. Alhamdulillah Ibu Daswi bersikap komunikatif dan menceritakan keluh kesahnya kepada Kurir #SR. Santunan awal diberikan guna biaya kontrol ke RSUD 45 Kuningan.

Jumlah santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 April 2015
Kurir : @luchakiem @fauzisedekah84 Widya

Ibu daswi menderita TB Paru dan Schizoprenia

Ibu daswi menderita TB Paru dan Schizoprenia


DASUKI BIN RAHMAT (78, Soft Tisue Carcinoma), Alamat: RT.1/1 Dusun 1 Cikananga Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Jawa Barat. Pak Dasuki memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas dengan tanggungan keluarga 3 orang. Ia tinggal bersama istrinya Darpi (70) yang menderita epilepsi dan anak serta cucunya. Abah Suki biasa ia dipanggil sehari-hari, bekerja sebagai petani yang menggarap sawah milik orang lain. Ia mengalami karsinoma soft tissue di hidung. Awalnya muncul benjolan semacam kutil (papiloma). Semakin lama benjolan tersebut semakin membesar yang mengakibatkan fungsi pernafasan mulai terganggu. Timbul juga luka yang terus membesar dan darah terus mengalir hingga membuat keluarga kuatir. Mantri di dekat rumah abah menyarankan ia berobat ke rumah sakit, namun karena keterbatasan biaya ia pulang ke rumah lagi. Alhamdulillah SR telah menyampaikan santunan awal di Rombongan 661 guna pengobatan awal.Saat ini Abah Suki dalam masa perawatan karena tekanan darah tingginya belum stabil hingga dokter memutuskan menunda tindakan pada hidung Abah Suki. Santunan lanjutan telah diberikan pada tanggal 4 April 2015 guna memfasilitasi Abah Suki menebus obat guna menghentikan perdarahan di hidung yang sering keluar.Semoga Abah Suki selalu diberikan kekuatan.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 14 April 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Pak dasuki menderita Soft Tisue Carcinoma

Pak dasuki menderita Soft Tisue Carcinoma


FAIRUS SAFANA binti HIDAYATULLAH (2, Hidrosefalus, TB Paru). Alamat: Kp. Talaga RT 01/08, Sukamaju Kidul, Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Orangtua Fairus, Hidayatullah (47) dan Irmawati (36) sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas, mengingat Hidayatullah hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya mereka mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi mereka mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para sedekaholic, mereka mengungkapkan kelegaannya karena bisa melanjutkan pengobatan Fairus yang diperkirakan oleh dokter akan memakan waktu yang lama, mengingat Fairus menderita beberapa penyakit komplikasi yang cukup berat. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya, amiin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 16 Maret 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Fairuz menderita Hidrosefalus, TB Paru

Fairuz menderita Hidrosefalus, TB Paru


AISYAH binti YAYAT SUPRIATNA (21, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (49), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Tanggal: 16 April 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Aisyah menderita Thalasemia

Aisyah menderita Thalasemia


RENA ASTUTI binti NANA (13, Recurrent Dislocation and Subluxation Multiple). Alamat: Jl. RSU Gang.Cintarasa RT. 01/001 Kel. Kahuripan Kec. Tawang Kota asikmalaya. Rena adalah seorang anak yang baru duduk dikelas 1 SMP. Ia eorang anak perempuan dengan penyakit yang disebut Recurrent Dislocation and Subluxation Multiple. Awalnya, sekitar akhir bulan Oktober 2015 Rena mengalami sakit pada bagian pinggulnya, ia merintih kesakitan tanpa terjadinya benturan atau jatuh sebelumnya. Rena merasakan sakit yang menurutnya tidak biasa, sehingga orang tuanya membawa Rena ke RSUD. Untungnya, lokasi kontrakan Rena dekat dengan RSUD dan ia juga memiliki kartu sakti KIS, sehingga ia bisa memeriksakan kondisinya ke RSUD. Karena terbentur alat medis yang kurang memadai, dokter dari RSUD tidak dapat menangani Rena lebih lanjut. Oleh karena itu, pihak RSUD memberikan rujukan kepada Rena agar dibawa ke Solo. Hal itu membuat pengobatan Rena terhenti karena terbatasnya biaya untuk pengobatan, transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Pengobatan terakhir Rena dilakukan di RSHS Bandung dan saat ini ia sedang menjalani rangkaian pemeriksaan dan observasi. Untuk itu, ia tinggal di RSSR Bandung selama menjalani pengobatan dan pulang ke Tasikmalaya bila jadwal pemeriksaan berikutnya lebih dari satu minggu. Semoga Allah memberi kesabaran dan kesembuhan untuk Rena.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Nopember 2015
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR

Rena menderita Recurrent Dislocation and Subluxation Multiple

Rena menderita Recurrent Dislocation and Subluxation Multiple


DARSIH binti SAPE’I (60, CA Endometrium) Kp. Rancapaku RT 2/3 Desa Rancapaku Kccamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mak Darsih, begitu ia biasa dipanggil, tinggal menumpang di rumah anaknya, Bu Imas (53) yang sehari-harinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pak Mamat, menantunya hanya sesekali datang ke rumah itu karena sudah memiliki istri muda. Sementara anaknya ia dan Bu Imas tinggal bersama 3 orang cucu Mak Darsih, 2 orang masih usia sekolah, sedangkan yang sudah dewasa, Yanti, mengalami gangguan jiwa. Kondisi keluarga pra sejahtera ini sangat mengkhawatirkan, tidak terlihat banyak perabotan rumah tangga di rumahnya. Rumah itu pun merupakan hasil jerih payah Bu Imas yang dulu pernah bekerja di Arab Saudi. Karena tidak ada dari anggota keluarganya yang bisa mencari nafkah, sementara Pak Mamat pun hanya sesekali saja memberikan nafkah bagi keluarganya, itu pun hanya cukup dipergunakan untuk keperluan sekolah cucu Mak Darsih, sehingga memaksa Bu Imas kadang-kadang harus mencari nafkah dengan menjadi pengemis di lampu merah di Kota Tasikmalaya. Keadaan ekonomi yang sulit, harus ditambah lagi dengan kondisi kesehatan Mak Darsih yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di bagian perutnya, sehingga kerap kai harus bolak-balik ke Puskesmas atau memanggil mantri Kesehatan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Pihak Pskesmas sudah menyarankan untuk memeriksakan kondisi Mak Darsih ke Rumah Sakit, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, mereka belum dapat melakukannya. AKhirnya dengan dibantu oleh kepala desa setempat, Mak Darsih berhasil mendapatkan jaminas kesehatan daerah dari PemKab Tasikmalaya. Setelah dibawa ke RSUD SMC, Mak Darsih langsung dirujuk ke RSHS karena diperkirakan menderita penyakit kanker yang stadiumnya sudah cukup parah. Atas informasi dari Kepala Desa setempat, #SedekahRombongan dapat bersilaturahim dengan Mak Darsih dan keluarganya, dan mulai bulan April 2015, beliau menjadi pasien dampingan SR, meskipun dalam proses pengobatannya Mak Darsih sering tidak ada dari pihak keluarga yang mendampinginya, sehingga harus didampingi Kurir SR. #SedekahRombongan memberikan santunan awal untuk pengurusan surat-surata rujakan, transportasi, dan akomodasi bekal sehari-hari selama Mak Darsih menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung.  Semoga ikhtiar pengobatan Mak Darsih dimudahlancarkan Allah SWT, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 24 Maret 2015
Kurir: @luchakiem @MiftahudinSR

Ibu darsih menderita CA Endometrium

Ibu darsih menderita CA Endometrium


NUNUNG binti MUNIR (37, Kanker Payudara). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 4/4, Kel.Sukarindik, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Nunung berasal dari keluarga yang sederhana. Ia merasakan ada benjolan di payudaranya sejak sekitar 8 bulan yang lalu, namun karena kekurangtahuan dan kekhawatiran harus mengeluarkan baya yang besar, ia pun belum memeriksakannya ke dokter. Benjolan yang asalnya kecil lama kelamaan bertambah besar dan sering terasa sakit. Barulah setelah ia merasa tidak kuat lagi karena sering kesakitan, ia menceriterakan keadaannya kepada seorang bidan yang tinggal tidak begitu jauh dari rumahnya. Kemudian ia disrankan untuk memeriksakannya ke dokter Puskesmas, namun karena khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, kembali Bu Nunung mengurungkan niatnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Bu Nunung dengan #SedekahRombongan yang memahami kesulitannya. Dengan berbekal surat Keterangan Tidak Mampu dari RT,RW dan Kelurahan, Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda melaui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dan alhamdulillah 2 hari kemudian selesai. Bu Nunung pun mulai pemeriksaan penyakitnya secara berjenjang mulai dari Puskesmas, yang kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dokter RSUD melakukan observasi selama kurang lebih seminggu, dokter menyarankan Bu Nunung untuk menjalani operasi pengangkatan payudara. Awalnya Bu Nunung merasa shock medengar saran dokter ini, namun setelah mendapatkan penjelasan dari dokter akhirnya ia bersedia untuk menjalani operasi. Pada tanggal 14 April 2015. #SedekahRombongan mendampingi pengobatan Bu Nunung dan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pengurusan surat-surat Jamesda, transportasi, dan akomodasi selama Bu Nunung menjalani operasi. Alhamdulillah operasi Bu Nunung berjalan dengan lancar. Semoga Bu Nunung cepat pulih dan bisa beraktifitas lagi seperti semula, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 10 April 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Ibu nunung menderita Kanker Payudara

Ibu nunung menderita Kanker Payudara


ALDI NURJAMAN (15, Lumpuh). Alamat: Kp. Cisitu Kaler, Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Aldi adalah anak yang terlahir secara normal pada awalnya, tumbuh secara normal dan bisa berjalan sampai usia 2 tahun. Menginjak umur 3 tahun, Aldi mengalami sakit panas dan kejang-kejang sehingga keluarganya memutuskan untuk membawanya untuk berobat ke puskesmas namun sakitnya tidak kunjung sembuh. Kemudian, Aldi dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Beberapa kali berobat tetapi tidak menunjukkan kemajuan untuk sehat. Keluarganya semakin khawatir dan mulai takut Aldi tidak bisa bertahan dan akhirnya mereka membawa Aldi ke tukang pijat di kampungnya. Sayang, yang terjadi Aldi malah tidak bisa berjalan. Entah karena pijatan atau karena telat ditangani sehingga menginjak umur 15, Aldi hanya bisa duduk di rumah dan segala kebutuhannya dibantu keluarga. Ia pun tidak bisa bersekolah seperti teman yang lainnya padahal Aldi ingin  mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Aldi tinggal bersama ibunya, Nyai Suryati (38) dan beberapa sanak keluarganya di rumah yang agak sempit karena Ayahnya, Abdul Khobir (43) adalah seorang pedagang di Jakarta. Sempat meminta bantuan ke pemerintah daerah setempat tapi tidak ada tindakan. Tadinya ingin melanjutkan pengobatan tetapi tidak ada biaya ditambah jaminan seperti BPJS dan Jamkesmas tidak bisa digunakan. Ketika dikunjungi #SedekahRombongan keluarganya menunjukkan kegembiraannya karena Aldi bisa mendapatkan kursi roda untuk memudahkan aktivitasnya sehari-hari. Semoga Aldi bisa melanjutkan hidup dengan kursi roda dari para donatur #SedekahRombongan dan mengembangkan senyumnya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 16 April 2015
Kurir: @luchakiem, @mustikanoverita, Miftah

Aldi menderita Lumpuh

Aldi menderita Lumpuh


DENA ADRIAN ( 12 Thn, DHF/Demam Berdarah) Kp Karang Resik RT 2/1 Kel. Sukamenak Kec. Cipedes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Tanggal 19 Feruari 2015, Dena, putera dari pasangan Bapak Karyadi dan Ibu Een terkena Demam Berdarah. Melihat kondisi anaknya, kedua orang tuanya panik dan segera mebawanya ke RSUD dr. Soekardjo meskipun saat ituh sudah hampir dini hari. Meski pun dengan berbekal uang seadanya, merekara membawa Dena ke IGD RSUD agar anaknya segera mendapatkan pertolongan pertama. Besoknya Bapak Karyadi yang perkerjaannya hanya seorang buruh serabutan ini kebingungan karena khawatir tidak dapat membayar tagihan rumah sakit. Alhamdulillah keluarga dengan tanggungan 3 orang ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang segera bergerak membantu membuatkan Jamkeskinda ke Dinkes Kota Tasikmalaya agar biaya perawatan Dena dapat dijamin oleh pmerintah daerah setempat, mengingat keluarga Pak Karyadi sesuai dengan hasil survey Kurir SR dan keterangan RT/RW setempat tergolong kategori keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Jamkeskinda pun didapatkan Pak Karyadi, biaya pengobatan bisa di-cover oleh Pemkot Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk akomodasi bekaal sehari-hari selama Dena dirawat, karena selama ia sakit, Pak Karyadi praktis tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggui anaknya dirawat di RSUD dr. Soekardjo.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 21 Februari 2015
Kurir: @luchakiem @Obet Pond

Dena menderita DHF/Demam Berdarah

Dena menderita DHF/Demam Berdarah


ENJUM AI NURLELA (Melahirkan Caesar). Alamat: Dusun Tonggoh RT/RW 006/003 Desa Sindang Barang, Kec. Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Istri dari Bapak Ajat yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, pada tangggal 10 Februari 2015 harus menjalani persalinan dengan cara caesar di RSUD Ciamis. Meski pun keluarga ini baru memiliki tanggungan seorang anak usia sekolah, namun karena keadaan ekonominya yang sulit membuat mereka sangat kesulitan saat dihadapkan dengan biaya operasi yang lumayan besar untuk ukuran mereka. Bukannya Pak Ajat tidak memiliki uang, namun tabungan yang ia persiapkan untuk biaya bersalin tidaklah cukup. Dengan bantuan Jamkesmas biaya persalinan bisa dijamin Pemerintah, namun Bu Enjum tetap harus membayar biaya tagihan rumah sakit, karena bayinya sempat masuk ICU. Apalagi tempat tinggal mereka sangat jauh dari rumah sakit, sehingga mereka harus mencarter mobil untuk bisa tiba di RSUD Ciamis, alhamdulillah atas inisiatif warga dan tetangganya yang patungan biaya transport keberangkatan ke RSUD Ciamis bisa mereka bayar. Saat Bu Enjum melahirkan, suaminya sedang bekerja di Kalimantan. Alhamdulillah Allah mempertemukan mereka dengan #SedekahRombongan yang langsung meluncur ke RSUD Ciamis untuk membantu Bu Enjum.  #SedekahRombongan memberikan santunan yang digunakan untuk membayar tagihan biaya perawatan bayi Bu Enjum dan mengantarkannya pulang sampai ke rumahnya jauh di pelosok Ciamis dengan medan jalan yang cukup sulit. Setibanya di rumahnya Bu Enjum dan keluarganya bisa tersenyum lega dan mengucapkan terima kasih dan do’a kepada para sedekaholic dan Kurir #SedekahRombongan atas bantuannya. Semoga Bu Enjum dan bayinya selalu sehat dan diberkahi kebahagiaan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 11 Februari 2015
Kurir: @luchakiem @Obet Pond

Bantuan biaya melahirkan

Bantuan biaya melahirkan


DEDI bin AMAS (50, Hernia). Alamat: Cibogor RT 06/14, Kel. Cipedes, Kec. Sukamanah,  Kota Tasikmalaya, Jaw Barat. Pak Dedi adalah seorang supir angkot, namun karena penyakit hernianya sudah tergolong berat, ia sudah tidak dapat bekerja lagi selama 2 minggu. Istrinya Bu Nanah, hanya bisa menangis sesenggukan ketika didatangi Kurir #SR. Bisa dibayangkan dengan tanggungan 5 orang anak yang keluarga ini miliki, dari mana lagi mereka mendapatkan penghasilan, sementara selama ini nafkah keluarga hanya bergantung pada penghasilan dari Pak Dedi. Alhamdulillah keluarga ini ditengah kebingungannya dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sehingga akhirnya Kami dapat medampingi Pak Dedi untuk menjalani operasi Hernia di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, berbekal kartu Jamkesmas yang dimilikinya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi bekal selama Pak Dedi dirawat dan menjalani oerasi, juga untuk menunjang biaya sehari-hari keluarga ini karena sudah berminggu-minggu Pak Dedi sebagai tulang punggung keluarga tidak dapat bekerja. Alhamdulillah operasi Pak Dedi berhasil dilaksanakan, semoga Pak Dedi cepat pulih sehingga dapat bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya, amiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 23 Februari 2015
Kurir: @luchakiem  @MiftahudinSR Obet Pond

Pak dedi menderita Hernia

Pak dedi menderita Hernia


ABDUL AZIS (19, Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan), Kp Nangoh RT.2/9 Kel Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Abdul Azis selepas magrib pada tanggal 1 Desember 2014 mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Ranjeng, tak jauh dari rumahnya. Ia yang naik sepeda motor tertabrak sepeda motor lain yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan. Azis sendiri sedang dibonceng oleh temannya, tapi temannya hanya mengalami patah tulang jari tangan dan dapat ditangani di Puskesmas terdekat. Namun Azis sendiri terluka cukup parah, tulang betis kanannya patah, sehingga ia langsung dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo. Kami segera membuatkan Jaminan Jamkeskinda ke Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya karena walaupun Azis termasuk keluarga kurang mampu, namun ia luput dari pedataan penerima Jamkesmas maupun Jamkeskinda. Alhamdulillah Jamkeskinda segera dapat dipergunakan untuk erawatan Azis, namun anak Pak Nana (54) yang sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh serabutan ini harus membeli ven yang harganya sekitar 15 juta rupiah. Keluarga yang masih memiliki tanggungan 4 orang ini pun kebingungan karena mereka sama sekali tidak memiliki uang, sementara pihak yang menabrak pun tidak dapat membantu karena sama-sama dari keluarga kurang mampu. Setelah mereka mencari bantuan dengan meminjam kesana kemari akhirnya mereka bisa mengumpulkan uang sebesar 3 juta rupiah. Abdul Azis masih menjalani perawatan dan kontrol rutin pasca operasi patah tulang di awal Desember 2014. Bulan Januari 2015 kembali ia membayar kekurangan biaya operasinya yang masih tertunggak. Bulan Februari 2015, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk keluarga Abdul Azis dengan menyampaikan santunan dari para sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk membantu pengobatan Abdul Azis setelah sebelumnya masuk di Rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Abdul mengalami Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan

Abdul mengalami Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan


NGATINI binti SUROSO (50, Susp. Kelenjar Getah Bening). Alamat: Kp. Cibeureum RT 2/3 Kel. Sukalaksana Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya. Jawa Barat. Bu Ngatini, berasal dari Jawa Tengah, namun ia tinggal dan merantau bersama suaminya di Tasikmalaya. Sejak setahun terakhir ia merasakan ada benjolan di lehernya, amun awalnya ia hanya benjolan kecil biasa sehingga Bu Ngatini tidak terlalu merisaukannya. Lama kelamaan benjolan tersebut terus membesar, dan Bu Ngatini pun mulai khawatir. Karena ketiadaan biaya, ia hanya coba mengobatinya dengan pengobatan tradisional, dengan bertanya kesana kemari dan mencoba mengkonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh kenalannya. Sudah berbagai obat ia coba, namun ternyata benjolannya tidak kunjung sembuh, malah terus membesar. Karena benjolannya semakin kelihatan, kadang ia malu untuk beraktivitas ke luar rumah. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan, bukannya tidak mau mengobati istrinya secara medis, namun ia khawatir biayanya besar sehingga tidak bisa membayarnya. Alhamdulillah, melalui aparat desa setempat, yang salah seorang warganya pernah dibantu #SR, Bu Ngatini dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Setelah Kurir #SR melakukan survey dan bersilaturahim dengan keluarga Bu Ngatini, Kami segera mempersiapkan surat-surat kelengkapan administrasi untuk pengajuan Jamkeskinda ke Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, karena kebetulan Bu Ngatini belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Kondisi perekonomian keluarga Bu Ngatini termasuk yang serba kekurangan, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka sering merasa kesulitan. #SedekahRombongan menyampaikan santunan agar Bu Ngatini bisa segera mendapatkan pengobatan terbaik untuk penyakitnya. Segera setelah Jamkeskinda-nya selesai dibuat, beliau akan segera memulai pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Ibu ngatini menderita Susp. Kelenjar Getah Bening

Ibu ngatini menderita Susp. Kelenjar Getah Bening


Bayi SITI JAMILAH (7 hari, Hirschprung Disease). Alamat:  Jl. Benda, Kampung Ciranjang RT 4/13, Kelurahan Cikalang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayi Bu Siti Jamilah dilahirkan secara normal dengan dibantu oleh  Bidan Puskesmas. Namun Bidan mencatat bahwa Bayi Bu Siti Jamilah  tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir), sampai sehari setelah dilahirkan,  besoknya, berdasarkan pengamatan Bidan sepertinya bayi tersebut tidak bisa BAB, sehingga segera merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirawat beberapa hari dan mendapatkan pemeriksaan yang lebih intensif, Bayi Bu Siti diperkirakan menderita Hirschprung desease, dan perutnya terus membesar sehingga harus segera dilakukan tindakan operasi. Mendapatkan keadaan seperti ini Bu Siti gelisah dan kebingungan karena untuk dilakukan operasi pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari saja pun mereka sering kesulitan, maklum suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, yang kadang dapat penghasilan kadang juga tidak, jika sedang tidak mendapatkan pekerjaan. Kesulitan Bu Siti didengar oleh tetangganya, yang kebetulan pernah dibantu #SedekahRombongan ketika anaknya dirawat di rumah sakit. Ia kemudian mengontak Kurir #SR yang segera menemui Bu Siti Jamilah dan menengok bayinya yang sedang dirawat di rumah sakit. Atas permintaan keluarga Bu Siti Jamilah, Kami segera mengajukan fasilitas Jamkeskinda kepada Dinkes Kota Tasikmalaya, dan alhamdulillah Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan dapat membantu baya operasi Bayi Bu Jamilah. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi, pembelian obat-obatan di luar jaminan, dan membantu biaya sehari-hari keluarga ini. Alhamdulillah operasi Bayi Bu Siti Jamilah berhasil dilaksanakan, dan beberapa hari kemudian bisa dibawa ke rumah Bu SIti Jamilah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik @MiftahudinSR

Bayi siti menderita Hirschprung Disease

Bayi siti menderita Hirschprung Disease


TUTI ROSTIKA (50, Pembengkakan Jantung). Alamat: Kp. Bojongkupa 01/08, Sukamaju Kaler, Indihiang Jawa Barat. Bu Tuti,  biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya tinggal bersama anaknya karena suaminya bekerja di luar kota. Diawali dengan sakit sekitar ulu hati, kemudian beliau berobat ke dokter tetapi atas saran dokter beliau harus dirujuk ke RS. Karena rasa sakitnya sudah tidak bisa ditahan maka keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke RSUD Tasikmalaya. Sayangnya, keluarga harus menelan pahit karena tidak mampu dengan biaya pengobatan sehingga Ibu Tuti melakukan pengobatan ke dokter ahli penyakit dalam tetapi belum ada kemajuan yang berarti. Akhirnya Ibu Tuti berobat ke salah satu dokter di sekitar rumahnya dan mulai menunjukkan perubahan fisik yang asalnya bengkak di sekitar dada dan mengalami kenaikan berat badan, kini mulai membaik. Sekarang Ibu Tuti memilih untuk berobat jalan seminggu sekali dengan biaya lima ratus ribu tiap berobat karena tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS.  Ketika dikunjungi kurir dari #SedekahRombongan beliau menunjukan sikap yang sabar dan menerima atas ujian penyakitnya dan menyampaikan ucapan terima kasih atas santunan dari SR. Maklum, karena beliau jauh dari suami yang bekerja sebagai satpam di Sukabumi dan kini beliau tinggal menumpang di rumah saudara bersama satu anaknya yang sudah menjanda.  #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  dan kembali menyampaikan bantuan untuk membantu pengobatan Bu Tuti. Semoga Ibu Tuti segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 April 2015
Kurir : @luchakiem @mnoverita

Ibu tuti menderita Pembengkakan Jantung

Ibu tuti menderita Pembengkakan Jantung


APIF KALYUBI BIN SUMANTA (15, Kanker hati). Alamat lengkap : Rt 03/ Rw 01 Dusun kliwon Desa Kamarang Kec. Greged Kab. Cirebon. Ananda apif adalah seorang anak yatim piatu. Orang tuanya meninggal karna kecelakaan motor. Sejak usia 3,5 tahun apif di rawat dan di besarkan oleh bibinya, namanya ibu Suharti. Bersama bibinya, Apif tumbuh menjadi anak yang aktif. Dan sekarang Apif duduk dikelas 3 SLTP. Awalnya Apif punya penyakit lipoma atau benjolan lemak. Dan dia sering mengeluhkan kalo ulu hatinya sakit. Lalu Apif diperiksakan ke dokter, dan di rujuk ke Rumah Sakit Waled. Setelah di Rumah Sakit, Apif lalu disuruh menjalani oprasi. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata Apif mengidap Kanker hati stadium lanjut. Dokter pun tidak sanggup untuk melakukan oprasi, dikarnakan tidak lengkapnya peralatan medis dan Apif harus melakukan pencangkokan hati. Setelah mendengar penjelasan dari Dokter, keluarga pun pasrah, karna mungkin akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, sedangkan keadaan ekonomi keluarganya sangat tidak memungkinkan untuk biaya pencangkokan hati. Setelah 2 bulan kemudian, keadaan Apif semakin mengkhawatirkan, karna perutnya membesar dan tubuhnya semakin kurus. Kemudian tetangganya berinisatif memasukan poto Apif ke social media, sehingga banyak yang merepost poto tersebut, lalu banyak yayasan yang menanggapi dan bersedia mendampingi dan membantu pengobatan Ananda Apif. Termasuk kami kurir dari #SedekahRombongan pun ikut bergerak menyampaikan santunan dari para sedekaholic yang akan dipergunakan untuk biaya transport. Insyaallah kami pantau info pengobatan Ananda Apif. Semoga Allah beri kemudahan untuk kesembuhan Ananda Apif, sehingga bisa melanjutkan sekolahnya lagi dan menggapai cita-citanya, juga untuk keluarganya semoga diberi kelapangan rezeki dan kesabaran dalam merawat Ananda Apif, dan untuk kita semua semoga Allah beri keberkahan untuk setiap langkah dan perjalanan dalam menyampaikan amanah #SedekahRombongan. Innalillahi wainna ilaihi rojiuun, kabar duka Kami terima pada tanggal  24 Desember 2015, Ananda Apif meninggal dunia dalam perawatan di RSPAD Jakarta.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 9 Desember 2015
Kurir : @luchakiem @evainhere Mellysa, Dedeh Juhaeriyah

Apif menderita Kanker hati

Apif menderita Kanker hati


SULISTIO DIAN EKOWANTO bin SURAHMAN (33, Clavus/mata ikan). Alamat : Jln Cijoho Landeuh Pondok Yudistira, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bapak sulistio adalah seorang kepala rumah tangga dengan 4 orang anak. Beliau tadinya adalah seorang buruh bangunan. Sedangkan istri beliau adalah buruh cuci. Sejak 9 bulan terakhir ini beliau mengidap penyakit mata ikan di bagian telapak kaki. Awalnya sekitar Sembilan bulan yang lalu, ada benjolan kecil ditelapak kaki yang lama kelamaan semakin parah. Kemudian beliau periksakan ke mantri, dan setelah diperiksa ternyata beliau terkena penyakit mata ikan. Setelah di rujuk ke rumah sakit dan diperiksa dokter, ternyata didalam lukanya ada belatung. Dan dokter menyarankan untuk operasi, karna lukanya sudah infeksi. Setelah operasi yang pertama, ternyata luka beliau tidak langsung sembuh, malah semakin buruk saja keadaannya. Lalu sekitar 3 bulan setelahnya beliau melakukan operasi lagi yang kedua. Setelah operasi yang kedua pun tidak ada hasilnya. Dan dokter menyarankan untuk mengamputasi setengah telapak kakinya, dikarnakan jaringan syarafnya ada yang mati dan membusuk. Tapi beliau menolak dan yang di amputasi hanya dua jari tengahnya saja. Saat ini beliau sedang mengurus untuk operasi selanjutnya, walaupun beliau memanfaatkan kartu asuransi kesehatan, beliau membutuhkan biaya kendaraan dan administrasi yang lainnya. Karna itulah @SedekahRombongan bergerak untuk membantu beliau.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000.
Tanggal: 18 september 2015.
Kurir : @luchakiem @evainhere @IrsyadHafeezh

Pak sulistyo menderita Clavus/mata ikan

Pak sulistyo menderita Clavus/mata ikan


ANGGARA ARYA PRATAMA (4, Traumatic Catarac H261). Alamat: Karang Resik RT 1/1, Kel. Sukamanah, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Anak yang sudah tak memiliki ayah ini menderita penyakit Traumatic Catarac H261 dan diperkirakan kelainan ini sudah ia derita tak lama sejak setelah ia dilahirkan. Awalnya Anggara sering mengeluarkan air mata, bahkan jika tanpa ada sebab apa-apa sebelumnya. Ia sudah berobat berkali-kali mulai dari menjalani pemeriksaan di Puskesmas, klinik dan dokter khusus mata, namun sayangnya penyakit yang ia derita belum menunjukkan perubahan berarti sehingga ia dirujuk ke RS dr. Soekardjo. Sudah 4 tahun Ibu dari Anggara mengupayakan pengobatan untuk anaknya. Walaupun kondisi ekonomi yang serba kekurangan, Ibu Anggara selalu berusaha untuk bisa mengobati Anggara secara rutin. Tak jarang, beliau sering meminjam uang untuk biaya pengobatan anaknya. Melihat segala keterbatasan dan usaha yang dilakukan oleh Ibu Anggara demi anaknya, maka #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga Anggara ini. Semoga dengan segala ikhtiar yang dilakukan Ibu dan anak ini, Allah memberikan kesembuhan untuk Anggara.

Jumlah Bantuan:  Rp 1.500.000,-
Tanggal: 19 September 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik Obet Pond @nitaapuji

Anggara menderita Traumatic Catarac H261

Anggara menderita Traumatic Catarac H261


RASKINI binti AHMAD SURYA (40, Kanker Kulit). Alamat: Desa Cimara, RT 03/03, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Ibu Raskini adalah salah satu pasien yang menderita kanker kulit. Suami beliau bernama Bapak Wahid (40) dan bekerja sebagai buruh bangunan. Sejak beberapa tahun lalu, Ibu Raskini awalnya mempunyai tahi lalat di dekat mata. Karena beliau merasa terganggu, kemudian Ibu Raskini mencoba untuk menghilangkan tahi lalat tersebut. Beliau menghilangknnya dengan mengoleskan minyak, ntah minyak apa namun beliau mempercayai bahwa minyak tersebut bisa menghilangkan tahi lalatnya. Namun, lama kelamaan tahi lalat itu tidak kunjung hilang hingga akhirnya menjadi luka. Sayangnya beliau tidak memeriksakan lukanya ke pihak medis dan memilih pengobatan non medis. Karena sering terjadi interaksi antara tangan dengan lukanya tersebut, akibatnya luka Ibu Raskini mengalami infeksi dan hampir menutupi mata sebelah kirinya. Barulah setelah keluarganya menyarankan beliau ke dokter, beliau baru mau memeriksakan lukanya. Setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Kuningan. Kemudian, beliau pun memeriksakan ke RSUD. Hasilnya, dokter memvonis bahwa Ibu Raskini terkena penyakit kanker kulit. Lalu, beliau disarankan untuk melakukan operasi di RSHS Bandung. Tapi, beliau harus menghadapi kendala yang cukup serius, yaitu ketidakadaan biaya untuk berobat ke Bandung. Hal tersebut karena beliau hanya pedagang ketupat dan suaminya bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan keduanya memiliki tanggungan 2 orang anak yang harus dibiayai. Ibu Raskini pun tidak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS atau jaminan kesehatan sejenisnya. Maka dari itu, kurir #SedekahRombongan memberikan santunan kepada beliau agar bisa melanjutkan pengobatan ke RSHS Bandung. Terlebih lukanya tidak terasa sakit namun sudah menjalar ke sekitar mata. Dikhawatirkan penyakitnya semakin parah. Semoga Ibu Raskini segera mendapatkan pengobatan yang lebih infensif agar beliau lekas sembuh.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 18 Februari 2016
Kurir: @luchakiem @Evainhere Dedeh Juhaeriyah @nitaapuji

Ibu raskini menderita Kanker Kulit

Ibu raskini menderita Kanker Kulit


ONAH MUHSONAH (51, Sirosis Hepatis). Alamat: Dusun Randegan ll, Rt. 2/9, Desa Raharja, Kec Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. Istri dari Bapak Amir Saripudin (56) ini menderita Sirosis Hepatitis. Sudah dua tahun Ibu Onah menderita penyakit tersebut. Ikhtiar demi ikhtiar telah beliau jalani, namun meskipun beliau sudah berobat ke klinik dan Puskesmas terdekat belum ada tanda-tanda adanya perkembangan baik berkenaan dengan kesehatannya. Suami Ibu Onah bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu. Bapak Amir bekerja demi memenuhi kebutuhan tiga anggota keluarganya. Bebannya bertambah manakala sang istri menderita penyakit Sirosis Hepatitis. Saat ini, beliau tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pngobatan istrinya walaupun ada jaminan Jamkesda. Biaya untuk kebutuhan sehari-hari diluar bantuan dari jaminan kesehatan tersebut masih harus ditanggung oleh Bapak Amir dan Ibu Onah sendiri. Hal tersebut yang membuat beliau memutuskan untuk melanjutkan pengobatan seadanya dengan mengonsumsi obat-obatan warung yang dijual bebas di kampung. Kondisi terkini Ibu Onah sangatlah memprihatinkan, beliau hanya bisa terbaring tak berdaya di tempat tidurnya. Karena alasan diatas, maka kurir #SedekahRombongan memberikan santunan agar beliau bisa kembali menjalani pengobatan dengan baik.

Jumlah Santunan: Rp 1,000.000,-
Tanggal: 13 Januari 2016
Kurir: @luchakiem @fhier_dha @miftahudinsr @nitaapuji

Ibu onah menderita Sirosis Hepatis

Ibu onah menderita Sirosis Hepatis


WARMI (48 Tahun, Kistoma Ovari ), Tinggal di Sanggrahan RT02/8, Ngadirojo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri. Sekitar setahun yang lalu menderita sakit tapi belum bisa melakukan pengobatan. Beliau sering mengalami sakit bagian perut dan mengalami pendarahan. Beliau adalah tulang punggung keluarga karena suaminya, Bapak Sukijo tak bisa mencari nafkah karena menderita sakit juga karena stroke. Sementara mereka masih harus membiayai sekolah kedua anaknya yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Kondisi seperti inilah yang membuat beliau tak menghiraukan sakitnya karena lebih mementingkan kebutuhan keluarganya. Beliau sekeluarga pun tak ada yang memiliki jaminan kesehatan baik yang dari pemerintah maupun yang mandiri. Lama kelamaan pada akhirnya Bu Warmi tak kuat juga menahan sakitnya. Sekitar 4 bulan yang lalu beliau  benar-benar drop dan harus dilarikan ke RS. Hasilnya cukup mengkhawatirkan beliau didiagnosa menderita kistoma ovari. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan kistanya. Tak memiliki jaminan kesehatan, tak memiliki biaya, membuat beliau pasrah pada keadaannya. Belum lagi masih harus merawat suaminya yang sakit, sementara beliau sendiri juga sakit. Kami segera buatkan BPJS, dan begitu BPJS aktif tak perlu menunggu lama, kami segera membawa beliau ke RSUD Wonogiri. Seperti saran dokter sebelumnya, tetap harus dilakukan operasi. Pihak RSUD pun segera menjadwalkan operasi akan dilakukan awal bulan Januari. Dan untuk sementara waktu sebelum dilakukan pengangkatan, beliau diberikan resep anti nyeri. Harapan Bu Warmi bisa kembali sehat seperti sedia kala, bisa merawat suaminya yang sakit, bisa mengurus keluarganya dan terutama bisa mencari nafkah kembali. Kita handle proses pendampingan untuk beliau saat ini, semoga mendapatkan kemudahan selalu.

Bantuan : Rp. 1.408.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Noniska

Ibu warmi menderita Kistoma Ovari

Ibu warmi menderita Kistoma Ovari


M. MUIS (15 thn), tulang bengkok. Adalah seorang anak dari pasangan keluarga kurang mampu yang tinggal di dusun gayasan, desa gunung malang, kecamatan sumber jamber, jember , jawa timur. TInggal di rumah yang terbuat dari bambu dan Muis mengalami gangguan tulang belakang bengkok sehingga mengalami kesulitan gerak di usia belajarnya itu. Ditambah lagi, ternyata setalah dilakukan rontgen, Muis mengalami hernia juga.
Santunan yang diberikan senilai di bawah ini digunakan untuk biaya administrasi perawatan ke rumah sakit dr soebandi yang berjarak kurang lebih 35 km dari rumah tinggalnya. selain biaya transportasi karena M muis didampingi dan dijemput dengan mobil MTSR jember untuk perawatannya ke rumah sakit. Jalannya pun tidak mudah dilewati.
Keadaan sumber daya manusia (SDM) dari keluarga M Muis membuat tim sedekah rombongan harus memberikan pendampingan secara rutin dan total untuk perawatan adik Muis ini.

Jumlah santunan: Rp. 1.900.000,-
Tanggal: 29 Pebruari 2016
Kurir: @yudhoari

Muis menderita tulang bengkok

Muis menderita tulang bengkok


MOH. SUHRI (28 Tahun, TBC Tulang). Alamat: Dsn. Sumber Selatan, Desa Pagendingan, Kec. Galis, Kab.Pamekasan, Jawa Timur. Pak Suhri tidak bisa berjalan dengan baik dan hanya bisa dibantu dengan tongkat yang dibuat sendiri oleh keluarga dikarenakan nyeri pada bagian pinggang dan susah digerakkan. Gejala penyakitnya berawal ketika januari 2015 terasa sakit dan kaku pada bagian pinggang. Setelah diperiksakan ke dokter, Pak Suhri didiagnosis mengalami saraf kejepit dan telah kontrol 2 kali namun belum ada perubahan. Ketika periksa ke dokter berikutnya, beliau didiagnosis terkena typus yang menyebar ke hepar sehingga terjadi pembengkakan. Penyakit ini tak kunjung sembuh sehingga keluarga memilih untuk melakukan pemeriksaam ke dokter berikutnya. Beliau kembali diagnosis mengalami saraf kejepit dan telah kontrol 17 kali. Dirasa cukup ada perubahan, nyatanya hal tersebut tidak berlangsung lama berkisar antara 2-3 hari dan harus periksa lagi ke dokter terakhir tersebut.  Pada hari ke 21 bulan ramadhan 2015 pasien sudah susah menggerakkan kakinya dikarenakan nyeri dan kaku sehingga untuk berjalan pun dirasa cukup sulit. Pada saat itu juga telah dilakukan 2 kali terapi di RSUD Pamekasan. Ikhtiar beliau belum berakhir, sekitar akhir november 2015 beliau periksa ke dokter dan di diagnosis menderita TBC tulang, dan dirujuk ke Puskesmas Galis untuk pemberian obat dengan durasi 6 bulan dan dilimpahkan ke Puskesmas Larangan. Setelah itu Pak Suhri tidak pernah kontrol lagi karena rasa sakit yang di deritanya ketika perjalanan menuju ke Puskesmas, sehingga beliau biasa kontrol dengan perawat yang datang ke rumah dan hanya mendapatkan suntik vitamin saja. Saat masih sehat, Pak Suhri bekerja sebagai kernet dengan penghasilan sekitar 20 ribu sehari dan istrinya, Hanifah (25) sebagai seorang ibu rumah tangga. Pak Suhri masih tinggal serumah dengan orang tuanya. Bapak beliau, Asmoyo (57) bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu, kadang sehari 5-10 ribu perhari kadang juga tidak memperoleh pendapatan sama sekali. Ibu beliau Lita (55) seorang buruh tanam. Pak Suhri memiliki seorang putri yang masih sekolah TK. Uang untuk berobat didapatkan dari pinjaman-pinjaman yang diusahakan oleh orang tua beliau. Beruntung kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Suhri dan bisa segera memberi bantuan. Beliau sekeluarga merasa sangat terbantu dan juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekahholic melalui #SedekahRombongan. Semoga Pak Suhri semakin semangat dalam melanjutkan proses pengobatan, dan semoga beliau segera mendapat kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Desember 2015
Kurir :   @aryorapopo @ivanineteen

Suhri menderita TBC Tulang

Suhri menderita TBC Tulang


PUTRA PRATAMA (5 Tahun, Kelenjar Tyroid) Alamat: Jl Raya Gapura RT 3 RW 2 Desa Paberasan, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Dik Putra terlahir prematur dengan berat badan minim, perut buncit dan kulit perut sedikit transparan sehingga organ dalam sedikit kelihatan dari luar membuat Dik Putra sering bolak-balik ke dokter spesialis untuk berobat. Di usia 5 tahun, perut buncit & kulit transparan sudah berangsur pulih. Namun berat badannya masih belum normal yaitu 19 kg. Setelah diperiksakan ke  RSUD Kab. Sumenep, Dik Putra dinyatakan mengalami kelainan katup jantung & hernia. Dokter langsung merujuk Dik Putra ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dik Putra lahir dari kalangan keluarga miskin, terbukti dulunya memiliki jaminan kesehatan yaitu Surat Pernyataan Miskin (SPM). Bapaknya, Yanto (47) sebagai pekerja serabutan dan ibunya, Waqiah (43) sebagai ibu rumah tangga biasa hanya berpenghasilan 10 ribu sampai 15 ribu perhari yang notabene sudah membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sangatlah memberatkan apabila musti menanggung biaya berobat anaknya ke Surabaya. Dengan bantuan dari tetangga dan perangkat desa, Dik Putra melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi jantung dan dirujuk ke RS. PHC Perak Surabaya, karena selain keadaan Dik Putra yang sudah lanjut, juga agar mendapat jadwal operasi yang lebih cepat. Tim #SedekahRombongan bertemu dengan Dik Putra pada bulan ini. Bantuan telah disampaikan ke Dik Putra sebesar Rp. 1.000.000,- untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga dengan bantuan ini semakin menambah semangat Dik Putra dan keluarga dalam ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal        : 28 Desember 2015
Kurir          : @ivaninteen @erdytaa @radityorenal

Putra menderita Kelenjar Tyroid

Putra menderita Kelenjar Tyroid


GILANG TRISEPTA SHABIRILLAH (9 Tahun, Dhucenne Muscular Dystrophy). Alamat: Jl. Brawijaya RT 08/ RW 01 Kalianget Timur, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Dek Gilang begitu biasa ia dipanggil, anak dari Sutomo (38) dan Rindy (35) adalah seorang anak yang mempunyai penyakit Dhucenne Muscular Dystrophy. Penyakit langka yang sampai saat ini masih susah untuk pengobatannya, terjadi pada usia 10-12 tahun menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan. Dek Gilang sering mengeram kesakitan pada lututnya, tak jarang saat bermain dia sering terjatuh. Bu Rindy yang seorang guru SD telah berusaha untuk mencari bantuan kepada Bupati Madura namun belum membuahkan hasil, bahkan sampai mengirim email kepada Pak Dahlan Iskan, Pak Presiden Jokowi namun juga tidak ada respon. Beruntung kami #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dek Gilang dan bisa segera  memberi antuan. Setelah melalui beberapa diskusi dengan dokter dan mendapat informasi dari internet, ternyata pengobatan Dek Gilang menggunakan stem cell yang biayanya cukup mahal yakni 3.2 juta untuk 1 CC suntikan. Pengobatan ini harus dilakukan secara rutin setiap bulan, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, bantuan dari sedekahholic sangat membantu Dek Gilang dalam menjalani masa pengobatannya. Terimakasih banyak kepada para donatur #SedekahRombongan, semoga kita semua senantiasa diberi rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 3.200.000,-
Tanggal : 26 Desember 2015
Kurir :   @aryorapopo @ivanineteen

Gilang menderita Dhucenne Muscular Dystrophy

Gilang menderita Dhucenne Muscular Dystrophy


RAYHANA QURRATUL AINI (4 Tahun, Jantung Bocor). Alamat: Jl. Teja, Kel. Jung Cangcang, Kab. Pamekasan, Jawa Timur. Dik Rayhana begitu ia biasa disapa. Sebelumnya Dik Rayhana tidak pernah mengalami sakit. Namun ketika itu tubuh Dik Rayhana panas, kemudian ia minum susu instan dan malah membuat kelenjar tyroidnya terasa sakit & membesar. Sempat dibawa ke dokter spesialis anak di RS. Pamekasan dan menjalani rawat inap selama 5 hari, namun kondisinya tak kunjung membaik. Berbekal BPJS Dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya untuk melanjutkan proses pengobatan yakni operasi. Dik Rayhana sudah menjalani operasi dan kondisinya baik. Selang pada jantung sudah dilepas namun kepala Dik Rayhana belum bisa digerakkan. Dokter menuturkan Dik Rayhana masih harus opname beberapa hari lagi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selama berobat di Surabaya, Dik Rayhana hanya didampingi oleh ibunya, Bu Rasti (46). Bu Rasti adalah seorang janda dengan 6 orang anak termasuk Dik Rayhana. Namun malang, Bu Rasti tidak mempunyai penghasilan yang pasti, dan beliau ini merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga. Selama mendampingi anaknya berobat di Surabaya,  beliau tidak bisa mencari nafkah. Kami  #SedekahRombongan bertemu dengan Bu Rasti dan  Dik Rayhana pada bulan desember ini. Melihat keadaan beliau dan besarnya semangat dalam menjemput kesembuhan, kami tidak ragu untuk memberi bantuan.  Bantuan telah disampaikan sebesar Rp. 500.000,-. Bantuan tersebut diberikan untuk mencukupi biaya transportasi dan pengobatan. Bu Rasti dan Dik Rayhana mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekahholic yang memberikan bantuan melalui #SedekahRombongan. Semoga kita semua senantiasa diberi rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Desember 2015
Kurir :   @aryorapopo @ivanineteen

Rayhana menderita Jantung Bocor

Rayhana menderita Jantung Bocor


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA. Pada akhir tahun silam, tepatnya pada awal bulan Desember 2015, Kurir #SedekahRombongan mendapat kejutan dari seorang Hamba Allah. Beliau adalah seorang #Sedekaholic yang selama ini memantau pergerakan #SedekahRombongan. Beliau juga rutin menyalurkan sedekahnya melalui #SedekahRombongan. Beliau mengabarkan niatnya yang akan memberikan sebuah mobil operasional. Alhamdulillah, tentu Tim #SedekahRombongan menyambut baik berita ini. Selanjutnya, sebuah mobil APV GX baru berwarna silver diberikan langsung oleh beliau. Mobil penumpang ini akan dialihfungsikan menjadi ambulans dan akan dipergunakan untuk mengcover wilayah Gunung Kidul, DIY. Mobil ini kemudian dimodifikasi, mulai dari branding #SedekahRombongan, pemasangan lampu, pemasangan sirine multi fungsi, pemasangan stretcher, dragbar, dan tabung oksigen, hingga pembelian perlengkapan ambulans seperti masker, sarung tangan karet, seperangkat obat-obatan untuk pertolongan pertama, dan lain sebagainya. Beliau juga terlibat langsung dalam proses branding dan modifikasi ini. Proses ini memakan waktu yang tak begitu lama, kira-kira hanya satu bulan lamanya. Setelah itu, MTSR Gunung Kidul ini siap membelah jalanan Kota Jogja dan Gunung Kidul, menjemput dan mengantar pasien dari rumah tinggal – rumah singgah ke rumah sakit, maupun sebaliknya. Semoga mobil ini memberikan manfaat dan menjadi amal baik bagi pemberinya. Mudah-mudahan, beliau dan keluarganya terus diberi keberkahan dan digantikan rejeki yang berlimpah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 205.219.000,-
Tanggal : 11 Januari 2016
Kurir : @Kisherry @Aji_Kristanto

Pengadaan armada baru MTSR Gunung Kidul

Pengadaan armada baru MTSR Gunung Kidul


FORUM DAKWAH ASSALAM adalah sebuah forum pemuda yang menjadi wadah dakwah di daerah pedesaan, Sekretariat forum ini ada  di RT 04/04 Desa Kalimaro Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.  Forum ini banyak menjadi fasilitator terselenggaranya kegiatan-kegiatan dakwah baik secara langsung maupun tidak langsung.. Sebagai pusat kegiatan adalah rumah ketua yaitu Ustad Muhammad sayroji. Forum ini terdiri dari remaja dan pemuda baik yang masih tinggal di desa maupun yang sudah berpindah tempat tinggal namun pada waktu yang ditentukan akan berkumpul bersama membahas tentang program dilapangan. Banyak kegiatan yang ditangani oleh forum ini seperti pengelolaan dan pengembangan  Madrasah diniyah, memfasilitasi kajian-kajian keilmuan. Selain itu, forum ini juga ada kegiatan sosial , seperti menyantuni anak yatim dan Dhuafa. Untuk Menunjang kegiatan mereka #SR memberikan kontribusi untuk dana pengembangan sebesar Rp.4.000.000 untuk menunjang prasarana bagi kegiatan mereka dilapangan dan memberikan dukungan bagi tenaga pengajar yang memang tidak mendapatkan imbalan, bantuan diterima oleh salah satu wakil forum yaitu Misbakhul Munir. Atas bantuan yang disampaikan, segenap pengurus forum mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga orang-orang yang ada di #Sedekah Rombongan ditambah nikmat & rizkinya serta dimudahkan segala urusannya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal  penyerahan 6 Maret  2016
Kurir : @Kisherry Via Samsudin

Bantuan dana pengembangan

Bantuan dana pengembangan kegiatan sosial


LUTFHI ARYA FIRDAUS (11 Bulan, Hemangioma Kapiler), Tinggal di dsn. Pancuran RT01/06, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Lahir pada 18 Januari 2015. Putra pertama pasangan Bapak Anton Sujarwo  dan Ibu Siti Aisyah ini dilihat secara sepintas memang seperti anak yang tak normal. Dengan BB yang hanya 5 KG, jelaslah bahwa perkembangannya tak normal. Lutfhi dan orang tuanya saat ini masih tinggal menumpang dirumah kakek dan neneknya. Lutfhi memang mengalami masalah kesehatan sejak lahir. Terlahir dalam keadaan terlambat satu minggu dari jadwal kelahiran membuat bayi ini harus dilahirkan lewat proses dipacu, karena terlambat beberapa menit saja mungkin nyawa Lutfhi tak terselamatkan. Lahir di RS. Pku Muhammadiyah Wonogiri Lutfhi terlahir dalam keadaan tak bisa menangis untuk beberapa waktu karena terlanjur minum air ketuban ibunya. Untuk menyelamatkan nyawanya, Lutfhi segera dirawat di inkubator  dan dipasang beberapa alat bantu, baik alat bantu pernapasan ataupun alat bantu makanan. Selama 5 hari di inkubator Lutfhi menjalani perawatan dan fisiotherapi agar bisa menyusu tanpa alat bantu selang. Dinilai sudah sehat Lutfhi akhirnya diperbolehkan pulang. Masalah mulai muncul saat Lutfhi baru berusia satu minggu. Awalnya mulai ditemukan bercak warna merah di telapak kaki seperti keloid. Tapi lama kelamaan tumbuh lagi dibeberapa tempat. Lutfhi sempat dibawa ke dokter dan dari penjelasan dokter waktu itu menyatakan bahwa seiring bertambahnya usia bercak merah itu bakal hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata keadaan tak seperti itu adanya, semakin bertambah usia becak –bercak di kulit itu semakin banyak bahkan justru berbentuk benjolan seperti daging tumbuh. Bukan hanya itu saja, Lutfhi juga sering sakit, panas, batuk, pilek, tak ada hentinya. Usia 3 bulan Lutfhi dibawa ke salah satu Dokter specialis anak di Wonogiri bahkan sempat dirujuk untuk dirawat di RSUD Wonogiri. Analisa sementara waktu itu Lutfhi mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Tak hanya itu saja Lutfhi dikhawatirkan menderita kanker kulit. Untuk memastikan kondisinya pihak RS menyarankan untuk melanjudkan pengobatan ke RS yang lebih lengkap tim dokter ahlinya, dalam hal ini RSD. Moewardi lah yang ditunjuk. Tapi karena ketiadaan biaya, keluarganya hanya pasrah. Untuk sekedar berobat di RSUD Wonogiri saja keluarga harus menunggu punya uang dulu, terbayang dalam pikiran mereka  mereka berapa banyak biaya yang harus mereka keluarkan untuk pengobatan ke Solo. Tak mendapat pengobatan selama kurang lebih 8 bulan sudah pasti membuat kondisi Lutfhi semakin buruk. Lemah ,dan menderita gizi buruk. Lutfhi sebenarnya sudah memiliki BPJS, tapi  untuk mengangsur BPJS sebesar Rp.25.500,00 saja mereka tak mampu. Tim SR mendapatkan informasi soal Lutfhi dari salah satu bidan desa dan petugas TKSK Selogiri. Benar saja, pada saat dilakukan survey kami mendapati kondisi Lutfhi sangat memprihatinkan. Lemah, kurus, tak ada senyum sama sekali diwajah mungilnya. Angsuran BPJS pun nunggak 5 bulan sampai membuat kartu tak bisa dipakai karena sempat dinonaktifkan. Kamipun segera mengurus pengaktivan kembali BPJS nya dengan melunasi semua tunggakan termasuk membayar premi bulan berikutnya. Setelah semua berkas lengkap kami segera membawa Lutfhi berobat kembali ke RSUD Wonogiri. Pengobatan pertama setelah sempat terhenti selama 8 bulan. Melihat kondisinya pihak RSUD Wonogiri segera merujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Kami pun bergerak membawa Lutfhi ke RSD.Moewardi. Tak berbeda dengan RS sebelumnya, pihak RSD.Moewardi segera ambil tindakan cepat. Hari itu juga Lutfhi langsung  diminta menjalani rawat inap. Beberapa test langsung dilakukan karena Lutfhi dicurigai menderita beberapa penyakit. Beberapa dokter specialist juga ikut terlibat dalam penanganan Lutfhi. Mulai dokter anak, hematologi, paru, jantung, urologi dan syaraf ikut melakukan pemeriksaan. Diagnosa awal Lutfhi menderita hemangioma kapiler,infeksi paru-paru, kelainan jantung, microtestis, bahkan curiga ke arah microcepalus mengingat ukuran kepalanya yang kurang untuk anak seusianya. Test darah, USG, Rongent, EKG, bahkan CT Scan dijalani saat rawat inap selam 18 hari. Hasilnya Lutfhi hanya menderita hemangioma kapiler itupun tak begitu membahayakan dan kelainan jantung. Sementara untuk paru-paru dinyatakan tak ada masalah, masalah pernapsan yang sebenarnya justru disebabkan karena kelainan jantungnya. Mikrocepalus juga tak ditemukan karena dari hasil CT Scan tidak ditemukan kelainan hanya karena faktor kurangnya BB saja.  Akan tetapi ada kecurigaan yang cukup mencengangkan. Lutfhi dicurigai menderita kelainan kromosum yang memungkinkan dia mengidap satu diantara syndrom 9. Dan untuk mengetahui kepastian sakitnya Lutfhi disarankan menjalani test , hanya saja biaya test tak murah dan tak tercover BPJS. Bahkan test hanya bisa dilakukan di Jakarta. Sementara tanpa kepastian hasil test tim dokter tak bisa mengambil langkah pasti untuk pengobatan selanjutnya. Sementara ini  Lutfhi menjalani pengobatan rawat jalan dengan diberi obat jantung sambil tetap menjalani observasi dan evaluasi. Untuk msalah kelainan kromosum ini Lutfhi ditangani oleh dokter endokrin anak. Itu artinya saat ini Lutfhi ditangani 4 dokter specialis, yaitu dokter specialis anak, jantung, hematologi dan endokrin anak. Semoga saja setelah diketahui penyakit yang sebenarnya Lutfhi segera mendapatkan penanganan yang tepat. Lutfhi membutuhkan uluran tangan kita untuk kesembuhannya. Orang tuanya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan  sangat kesulitan membiayai pengobatan Lutfhi. Biaya berobat ke Solo juga tidaklah sedikit. Apalagi biaya menjalani test ke Jakarta sudah pasti akan membutuhkan banyak memakan biaya, karena bagaimanapun mereka membutuhkan biaya untuk keseharian selama mereka di Jakarta. Belum lagi susu yang dikonsumsi Lutfhi pun khusus. Kedua orang tua Lutfhi terpaksa harus bekerja semua demi membiayai hidup, sementara Lutfhi diasuh neneknya di rumah. Belum lagi kakek Lutfhi saat ini juga sedang menderita stroke, mau tak mau beban orang tua Lutfhi pun jadi bertambah. Tak heran, untuk membayar premi BPJS per bulan pun mereka kesulitan. Masa depan Lutfhi masih panjang, disaat anak seusianya sudah bisa belajar berjalan, dia hanya berbaring lemah karena kondisinya. Keterlambatan dalam tumbuh kembangnya karena dipengaruhi oleh sakitnya. Semoga dengan pengobatan yang akan dijalaninya nanti Lutfhi mendapat kesembuhan dan bisa normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp. 3.735.500,-
Tanggal : 16 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Noniska

Luthfi menderita Hemangioma Kapiler

Luthfi menderita Hemangioma Kapiler


ZAHRA AMIRA (1 tahun, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun Krajan RT 11 RW 03, Desa Tambakrejo, Kec.Tongas, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Zahra begitu ia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Gejala awal yang dialami Dik Zahra adalah wajahnya pucat disertai demam. Kemudian Dik Zahra diperiksakan ke Puskesmas setempat, lalu berlanjut diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Probolinggo. Kondisinya berangsur membaik dan dinyatakan sembuh karena hanya terkena sakit demam biasa. Namun sekitar april 2015 kembali terulang, keadaan tersebut membuat orang tuanya panik dan Dik Zahra kembali diperiksakan ke rumah sakit di Probolinggo. Dokter menyatakan ada kelainan pada jantung Dik Zahra, dan dokter langsung memberikan rujukan untuk berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Zahra sempat menunda proses pengobatan ke Surabaya. Alhamdulillah melalui info penduduk sekitar, bertemulah Dik Zahra dengan kurir #SedekahRombongan Probolinggo. Informasi tersebut langsung disalurkan ke kurir #SedekahRombongan Surabaya dan Dik Zahra langsung diantar ke Surabaya untuk melanjutkan proses pengobatan. Menjadi pasien dampingan sejak mei 2015, alhamdulillah saat ini kondisi Dik Zahra semakin membaik. Ikhtiar yang dilakukan adalah  kontrol rutin sebulan 1 – 2 kali di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Orang tua Dik Zahra mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekahholic, berkat bantuannya sampai saat ini Dik Zahra masih bisa berikhtiar untuk mencari kesembuhan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat & Kasih Sayang-Nya untuk kita semua yang mempunyai niat ikhlas membantu sesama. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2016
Kurir :   @wahyu_CSD  @_ariina

Zahra menderita Kelainan Jantung

Zahra menderita Kelainan Jantung


SHELLA ASYIFA (7, Komplikasi Kanker Hati, Hydrochepalus dan  Tumor Otak). Alamat: Jl. Ali Hamzah, RT.09, Payo Lebar, Kec. Jelutung, Kota Jambi, Propinsi Jambi. Shella, begitulah masyarakat sekitar biasa memanggilnya. Ia  merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Riwayat penyakit  Shella sudah bermula sejak ia kecil.  Namun, ketika itu orang tuanya sama sekali  tidak menemukan gejala yang aneh terkait pertumbuhan anaknya. Shella sering mengalami demam tinggi, ketika itu orang tuanya membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan. Saat Shella beranjak berusia 7 tahun, dari hasil pemeriksaan dokter baru diketahui bahwa Shella mengidap penyakit kanker hati komplikasi. Saat itu kondisi Shella sangat memprihatinkan, dikarenakan penyakit Kanker hati yang dideritanya sudah mengenai saraf mata sehingga menyebabkan kedua bola mata Shella nyaris keluar. Kesedihan kian melanda keluarga Shella, ayahnya, Alm. Muhardi, beberapa minggu setelah hari raya tahun 2015 lalu meninggal dunia. Kondisi yang begitu sulit tersebut membuat pengobatan Shella terpaksa dihentikan. Saat itu ibu Shella hanya merawatnya di rumah. Namun atas dorongan tetangga dan keluarga yang lain, akhirnya Shella dibawa ke RSUD Mattaher Jambi untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Ibu Shella, Ny. Sari Putri (26) hanya seorang ibu rumah tangga, dan almarhum ayahnya hanya seorang penyadap karet. Sebelum meninggal ayahnya sempat mengurus BPJS, sehingga pada saat Shella dirawat di rumah sakit ada sedikit kemudahan perihal pembiayaan selama disana. Hanya saja, kebutuhan perawatan disana yang banyak memakan biaya, dan tanggungan adiknya yang masih kecil juga lumayan memberatkan, mengingat ibu Shella tidak bekerja. Shella sudah berada kurang lebih 45 hari di RSUD Mattaher Jambi, pada tanggal 23 Februari lalu operasi telah dilakukan, kabar buruk kembali merundung keluarga Shella. Dokter mendapati cairan dibagian kepala Shella yang terus menumpuk, Dokter menyampaikan bahwa Shella juga menderita Hydrochepalus. Selain itu dokter juga menemukan ada benih-benih tumor dikepala Shella yang jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kondisi Shella semakin memburuk. Saat ini Shella masih terbaring di RSUD Mattaher. Kondisinya masih sangat memprihatinkan, selang yang di masukkan di dalam dadanya membuat ia kesulitan untuk bergerak seperti biasa. Ibu Shella mengungkapkan keluhannya perihal biaya perawatan  Shella selama di rumah sakit, selain itu adiknya yang masih kecil masih harus rutin mengkonsumsi susu, sehingga ini terasa berat bagi ibu Shella. Saat ini ibu Shella bersama dengan neneknya yang rutin mendampingi Shella di rumah sakit. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal kami sampaikan. Semoga Shella segera bisa diangkat penyakitnya dan bisa beraktifitas normal seperti anak-anak normal lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Februari 2016
Kurir: @arfanesia @shintatantri @pian_al_qassam @ririn_restu

Shella menderita Komplikasi Kanker Hati, Hydrochepalus dan Tumor Otak

Shella menderita Komplikasi Kanker Hati, Hydrochepalus dan Tumor Otak


ARINDA KIRANIA (6, Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut). Alamat : Jl. Bhina Bakti RT. 5, Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Propinsi Kalimantan Timur. Anak   ke-tiga dari pasangan M. Ridwan (45) dan Alin Marliani (33) ini pada bulan Desember 2014 perutnya  membuncit, dan menurut diagnosa dokter ada tumor jinak di perut. Akhirnya dilakukan pembedahan oleh dokter spesialis bedah anak untuk mengangkat tumor tersebut. Kemudian di bulan Mei 2015 perut Arinda kembali membuncit, kali ini dilakukan pembedahan kedua dan ditemukan gumpalan daging yang menempel hati dan berbentuk seperti rentengan buah anggur. Menimbang terjadinya resiko pendarahan hebat apabila semuanya diambil, maka dokter memutuskan hanya mengambil tiga butir daging untuk pemeriksaan laboratorium. Terhitung sejak pembedahan kedua tersebut, Arinda menjalani kemoterapi setiap 21 hari sekali. Dan setiap proses kemoterapi tersebut berjalan selama 7 hari. Karena pertumbuhan kanker dalam rongga perut Arinda saat ini menekan hingga ke rongga dada, membuat Arinda kesulitan bernapas sehingga diberikan oksigen. Kedua kakinyapun membengkak dan Arinda hanya bisa duduk saja. Saat ini Arinda sedang menjalani kemoterapi ke-10. Arinda berobat di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan menggunakan Jamkesda. Pak M. Ridwan sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas dan tukang ojek. Selama menunggu Arinda menjalani kemoterapi ia tidak dapat bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Karena itulah ia sangat membutuhkan bantuan untuk berobat Arinda, terlebih lagi ia  memiliki utang saat Arinda menjalani kemoterapi ke-3 dan ke-4. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan untuk operasional berobat Arinda.

Jumlah santunan : Rp 1.500.000,-
Tanggal penyerahan santunan : 6 Februari 2016
Kurir : @arfanesia Muhammad Yasin @fperwiro @ririn_restu

Arinda menderita Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut

Arinda menderita Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut


ARINDA KIRANIA (6, Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut). Alamat : Jl. Bhina Bakti RT. 5, Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Propinsi Kalimantan Timur. Anak   ke-tiga dari pasangan M. Ridwan (45) dan Alin Marliani (33) ini pada bulan Desember 2014 perutnya  membuncit, dan menurut diagnosa dokter ada tumor jinak di perut. Akhirnya dilakukan pembedahan oleh dokter spesialis bedah anak untuk mengangkat tumor tersebut. Kemudian di bulan Mei 2015 perut Arinda kembali membuncit, kali ini dilakukan pembedahan kedua dan ditemukan gumpalan daging yang menempel hati dan berbentuk seperti rentengan buah anggur. Menimbang terjadinya resiko pendarahan hebat apabila semuanya diambil, maka dokter memutuskan hanya mengambil tiga butir daging untuk pemeriksaan laboratorium. Terhitung sejak pembedahan kedua tersebut, Arinda menjalani kemoterapi setiap 21 hari sekali. Dan setiap proses kemoterapi tersebut berjalan selama 7 hari. Karena pertumbuhan kanker dalam rongga perut Arinda saat ini menekan hingga ke rongga dada, membuat Arinda kesulitan bernapas sehingga diberikan oksigen. Kedua kakinyapun membengkak dan Arinda hanya bisa duduk saja. Saat ini Arinda sedang menjalani kemoterapi ke-10. Arinda berobat di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan menggunakan Jamkesda. Pak M. Ridwan sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas dan tukang ojek. Selama menunggu Arinda menjalani kemoterapi ia tidak dapat bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Karena itulah ia sangat membutuhkan bantuan untuk berobat Arinda, terlebih lagi ia  memiliki utang saat Arinda menjalani kemoterapi ke-3 dan ke-4. Arinda masih harus menjalani rangkaian kemoterapi demi kesembuhannya. Kurir #sedekahrombongan pun memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Arinda.

Jumlah santunan : Rp 1.500.000,-
Tanggal penyerahan santunan : 2 Maret 2016
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Arinda menderita Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut

Arinda menderita Kanker Teratoma/Kanker Dinding Perut


SAKINEM BINTI KELIP (58 tahun, janda dhuafa). Alamat : Desa Dempelan RT 23 RW 04 Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Sakinem adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suami meninggal dunia karena sakit. Sebenarnya mempunyai anak satu, namun karena sudah rumah tangga dan jauh di luar kota sehingga hampir tidak pernah melihat ibunya karena keadaan ekonomi juga pas-pasan. Belum lagi karena usia sudah tua bu Sakinem sering sakit-sakitan sehingga untuk bekerja sudah tidak mampu. Akhirnya bu Sakinem pasrah dengan keadaannya yang seperti itu. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan minum didapat dari belas kasihan orang lain karena bu Sakinem tidak mempunyai keluarga dekat. Informasi tentang bu Sakinem diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah bu Sakinem mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bu Sakinem senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu,  6 Maret 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari


KOMARIYAH BINTI SADINEM (56 tahun, Dhuafa). Alamat : Desa Dempelan RT 24 RW 4 Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Ibu Komariyah adalah warga desa Dempelan yang tidak menikah sampai sekarang dan sudah tidak mempunyai keluarga dekat yang bisa menemani di rumah sehari-harinya. Ibu Komariyah sudah tidak bisa bekerja dikarenakan sering sakit – sakitan di usianya yang sudah tidak muda lagi. Sakit yang dirasakan adalah sering tinggi tekanan darahnya. Sehingga untuk kebutuhan sehari-harinya ibu Komariyah yang sebatang kara ini terpaksa menunggu bantuan dan belas kasihan orang lain. Informasi tentang ibu Komariyah diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah bu Komariyah mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 sehingga bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari – harinya. Ibu Komariyah merasa senang dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu,  6 Maret 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari


SYIFA SYAFIRA dan RAYA FIKRI (8 tahun dan 5 tahun, yatim dhuafa). Alamat : Desa Dempelan, RT 18 RW 03 Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur. Syifa dan Fikri adalah kakak beradik yatim karena bapaknya meninggal 1 tahun yang lalu akibat sakit. Syifa sekarang kelas 2 SD sedangkan adiknya Fikri masih di bangku TK.  Sekarang bersama ibunya menempati rumah budhenya yang kosong karena juga baru meninggal dunia. Semenjak bapaknya meninggal dunia, ibunya yang bernama bu Epin harus bekerja keras agar bisa mencukupi kebutuhan sehari – harinya dan yang lebih penting untuk biaya sekolah kedua anaknya. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga pocokan yang berangkat pagi pulang sore dengan naik sepeda pancal berjarak kurang lebih 6 km dari rumahnya. Dengan gaji Rp.400.000 tiap bulan maka bu Epin harus bisa mencukupi segala kebutuhan kedua anaknya. Waktu bertemu dengan team kurir, bu Epin sangat berharap ingin mempunyai usaha (berjualan) di rumahnya agar bisa mengawasi kedua anaknya dan tetap bisa bekerja. Karena selama ini  kalau bu Epin bekerja maka kedua anaknya dititipkan ke tetangganya yang dekat. Dan kalau pulang sudah terasa lelah,  jadi anaknya kurang mendapat perhatian. Informasi tentang keluarga bu Epin diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah bu Epin dan kedua anaknya bisa mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 yang bisa digunakan untuk modal usaha dan biaya sekolah Syifa dan Fikri. Atas nama Syifa dan Fikri, bu Epin mengucapkan banyak terimakasih atas santunan dari sedekaholic yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu,  6 Maret 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk modal usaha dan biaya sekolah Syifa dan Fikri

Bantuan tunai untuk modal usaha dan biaya sekolah Syifa dan Fikri


NURIL EZZEDINE (3 tahun, Tumor di belakang otak). Alamat : RT 07 RW 03 Desa Uteran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Ezze biasa dipanggil adalah anak kembar berusia 3 tahun duduk di Kelompok Bermain Az-Zahra Uteran. Sebelumnya Ezze adalah anak periang dan lincah. Sejak 20 Januari 2016 pada malam hari Ezze mengigau dan panas tinggi. Mulai saat itu akhirnya Ezze mengalami gangguan keseimbangan jalan 2 kakinya (sempoyongan) dan pandangan mata tidak bisa fokus. Pernah diperiksakan disarankan untuk ke dokter syaraf dan dokter menyarankan untuk scan di Rumah Sakit. Dari hasil scan ternyata terdapat tumor di belakang otak dan dokter menyarankan untuk dibawa pulang saja karena tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi. Bapak ibunya akhirnya mengupayakan pengobatan alternatif.  Alhamdulillah Ezze mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk keperluan pengobatan dan tambahan nutrisi sehari-hari karena bapak ibunya tidak mempunyai pekerjaan tetap. Orang tua Ezze mengucapkan banyak terima kasih atas santunan dari sedekaholic yang telah disampaikan kepada Ezze.  Informasi tentang Ezze diperoleh dari salah satu kurir Madiun.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 5 Maret 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Nuril menderita Tumor di belakang otak

Nuril menderita Tumor di belakang otak


TUMIRAH BIN MAD YASIR (67 Tahun, Janda Miskin). Alamat : RT 01 RW 01 Desa Kranggan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bu Tumirah adalah seorang janda miskin, hidup sebatangkara sejak ditinggal suami dan anaknya meninggal dunia. Rumahnya yang beberapa tahun yang lalu dibangun desa, namun tidak layak untuk dihuni karena tidak ada fasilitas air bersih. Bu Tumirah selalu pergi ke sungai untuk mandi & mencuci. Bahkan saat musim kemarau tiba, bu Tumirah harus mencari air ke sumur timba milik tetangganya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari bu Tumirah menjual daun pisang dan beberapa sayuran yang ditanam di lahan kosong milik tetangganya dan hasil jualannya dibagi dengan pemilik tanah tersebut. Informasi tentang bu Tumirah diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah bu Tumirah mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 yang digunakan untuk pengadaan sumur pompa. Bu Tumirah merasa senang dàn berterimakasih sekali kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh  Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 5 Maret 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan tunai untuk pengadaan sumur pompa

Bantuan tunai untuk pengadaan sumur pompa


SUPI BINTI SARIYO (57 tahun, ca servik stadium 2) Alamat : Jln. Kalimantan no 55 Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Supi, begitu warga sekitar memanggilnya. Nenek berusia 57 tahun ini tinggal di rumah anak pertamanya di karenakan sakit yang di deritanya dan tidak ada yang merawat. Ibu 4 anak ini menderita sakit kanker servik sejak 6 bulan yang lalu. Ibu Supi hanya bekerja sebagai buruh cuci saat beliau masih sehat sehingga beliau tidak memiliki cukup tabungan untuk berobat ke rumah sakit. Memang biaya rumah sakit di tanggung oleh Bpjs, namun ibu Supi kesulitan untuk biaya operasional bolak balik ke Rumah sakit dr Oen Solo di karenakan peralatan di Rumah sakit setempat tidak memadahi yang akhirnya menyaran kan ibu Supi di rujuk ke Rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. Informasi tentang ibu Supi diperoleh dari ketua RT setempat yang mengajukan permohonan bantuan operasional kepada tim #Sedekah Rombongan Magetan. Santunan lepas titipan dari para sedekaholic di sampaikan sebesar Rp 2.000.000 dan digunakan untuk biaya operasional ibu Supi berobat . Rasa terima kasih dan doa di sampaikan kepada #SR dan para sedekaholic yang telah menyedekahkan sebagian hartanya untuk beliau melalui #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Minggu, 6 Maret 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Ronypratama

Bu supi menderita ca servik stadium 2

Bu supi menderita ca servik stadium 2


FERI SUBEKTI BIN SUWARNO ( 27 Tahun, Kaki Kanan Amputasi, Tangan Kiri dan Kaki Kiri Tidak Berfungsi ). Alamat : Dusun Lobentak RT 3 RW 1 Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dulu pada bulan Juli 2012 Feri mengalami kecelakaan  di Desa Pesu, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan Jawa Timur pada saat pulang  menjemput teman, sehingga menyebabkan tulang lutut pecah dan  remuk kemudiaan saat itu Feri di evakuasi ke Rumah  Sakit Dr. Soedono Madiun dan dirawat 1 hari. Karena kondisi  pasien parah dan Rumah Sakit Dr. Soedono Madiun saat itu tidak mampu  menangani maka Feri di rujuk ke Rumah Sakit Dr.  Moewardi Surakarta. Pada saat itu kondisi Feri tidak  sadarkan diri ( koma) Selama 2 minggu. Saat di tangani oleh  dokter di Rs. Mowardi Surakarta Dokter menganjurkan pasien untuk  amputasi bagian kaki yang mengalami cidera, saat pasien sudah sadar dan  mendengar anjuran dari dokter akan tetapi pasien saat itu tidak mau di  amputasi dan minta pulang. Sesampai nya dirumah Feri dirawat  oleh mantri desa yakni Bapak Triono. Setelah mengetahui bahwa  Feri kondisinya sudah parah dan harus di amputasi  maka Mantri Desa berusaha membujuk Feri untuk mau di  amputasi kaki nya mengingat kondisinya sudah parah dan membusuk. Usaha  membujuk Feri berhasil dengan di bantu teman teman  dekat Feri. Kemudian Feri di bawa ke RS. Dr. Soetomo Surabaya menggunakan Jamkesmas pada tahun 2012. Penanganan medis dan operasi amputasi Feri selama 2 bulan telah berhasil di lakukan.  Dan Feri diperbolehkan untuk pulang. Dengan  keadaan yang memprihatinkan Feri merasa sudah putus  asa dalam hidupnya sehingga sudah tidak ada lagi  semangat untuk hidup,  karena setalah musibah kecelakaan yang di alaminya membuat seluruh  bagian tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakan. Selama tahun  2012 – 2016 Feri tidak bisa berbuat apa-apa hanya  berbaring di kamar dan  untuk duduk pun harus di bantu serta harus  ditali sebab jika tidak di tali maka Feri tidak  memiliki keseimbangan tubuh dan bisa terguling. Kondisi keluarga  Feri  hidup dengan keadaan pas-pas an. Ayah Feri  bernama Bapak Suwarno Usia 53 Tahun Pekerjaan  pengayuh becak berlokasi di depan Bank BRI Sleko Jl. Trunojoyo Kota  Madiun. Saat ini Pak Suwarno Sudah Tidak bisa lagi mengayuh becak dan  mencari nafkah untuk keluarga nya  dikarenakan Pak Suwarno Sedang  mengalami Sakit Diabetes dan Tangan Kiri nya Membesar Beserta Jari Jari  nya Terluka dan Mengalami Pembusukan. Ibu Feri bernama Bu Marsih Usia 49 Tahun pekerjaan Buruh Masak / Pembantu  Rumah Tangga Selama ini Bu Marsih yang Menopang Ekonomi Keluarga. Informasi mengenai Feri diperoleh dari teman salah satu kurir SR. Santunan titipan sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Rs Ortopedi Solo guna melakukan terapi. Keluarga bapak Suwarno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan, semoga menjadi berkah.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 6 Maret 2016
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Ronypratama

Feri menderita Kaki Kanan Amputasi, Tangan Kiri dan Kaki Kiri Tidak Berfungsi

Feri menderita Kaki Kanan Amputasi, Tangan Kiri dan Kaki Kiri Tidak Berfungsi


ANAH BINTI SAHADI (39, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Babakan RT. 2/14 Kel. Cigadung, Kec. Karang Tanjung, Kab. Pandeglang. Ibu Anah yang sehari – harinya sebagai ibu rumah tangga ini merasakan ada benjolan pada payudaranya sekitar pertengahan tahun 2005. Karena benjolan tersebut, kesehatannya mulai terasa menurun seperti sering demam, akhirnya diperiksakan ke RSUD Pandeglang. Hasil dari diagnosa dokter Bu Anah menderita kanker payudara. Dokter menganjurkan agar Bu Anah dioperasi. Sihabudin, suami Bu Anah yang hanya buruh serabutan merasa khawatir dan kebingungan, karena pada waktu itu belum mempunyai Kartu Jaminan Sosial, pernah mencoba mengumpulkan uang untuk operasi tapi tak kunjung tercapai, karena Pak Sihabudin mempunyai tanggungan 3 orang anak. Akhirnya pada pada tahun 2007 Bu Anah mencoba berobat ke tabib yang dianggap tidak membutuhkan biaya besar, tabib pun melakukan operasi kanker payudara dengan cara tabib  itu sendiri. Dua tahun Bu Anah merasa sembuh dari sakit kankernya, tetapi pada tahun 2009 penyakitnya mulai terasa kambuh kembali dan semakin sakit. Dari tahun 2009 tersebut sampai dengan Januari 2016 tidak pernah dilakukan pengobatan. Karena sakit yang terasa semakin parah, maka pada Februari 2016 dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas, dan mendapat rujukan ke RSUD Pandeglang. Meskipun sekarang sudah memegang KIS tetapi Pak Sihabudin belum bisa membawa Bu Anah berobat ke RSUD sesuai rujukan dari Puskesmas karena ketiadaan biaya untuk operasional. Alhamdulillah Allah telah mempertemukan #SedekahRombongan dengan Bu Anah, bantuan awalpun diberikan untuk operasional berobat ke RSUD BERKAH Pandeglang.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea Emay Humaeroh

Ibu anah menderita Kanker Payudara

Ibu anah menderita Kanker Payudara


KARTINI MINAN (30, Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan). Alamat:  Kampung Bencongan RT. 7/1, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Bu Tini, begitu beliau biasa disapa, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 5 (lima) orang anak. Pasca melahirkan puteri bungsunya pada tanggal 6 Februari 2015, Bu Tini mengeluhkan badannya yang terasa sakit semua, sulit untuk jalan dan terkadang dada terasa sesak. Oleh suaminya, Bapak Minan (55) yang bekerja sebagai pemulung, diantarlah Bu Tini berobat ke RS Siloam Tangerang. Dari pemeriksaan awal yang dijalani yakni pemeriksaan laboratorium dan radiologi, didapatlah hasil bahwa terdapat pembengkakan perut dengan cairan di dalam paru-paru dan terdapat kista pada ginjal sebelah kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya Bu Tini dirawat di RS Siloam Tangerang dengan jaminan Jamkesda. Pada minggu ketiga dirawat, suami Bu Tini dipanggil oleh dokter yang merawat dan mendapat berita bahwa sebenarnya penyakit Bu Tini sudah bisa dikatakan sembuh atau sudah tidak ada penyakit, kecuali tumor yang sudah sampai ke paru-paru. Namun dokter juga belum bisa memastikan, apakah itu tumor atau kanker, karena belum ada pemeriksaan lebih lanjut. Dikarenakan Bu Tini sering mengalami sesak nafas, maka dokter memutuskan untuk melakukan Trakeostomi (membuat lubang di leher dan memasukkan selang oksigen untuk membantu pernafasan). Setelah tindakan tersebut dilakukan, pada hari ke-28 dirawat, dokter yang menangani Bu Tini menyarankan kepada suaminya bahwa lebih baik marawat Bu Tini di rumah. Pak Minan menuruti saran dokter tersebut dan sekarang Bu Tini dirawat di rumah, dengan harus menghabiskan oksigen sebanyak 4 tabung per hari yang harga pertabungnya sebesar Rp. 20.000,-.  Beruntunglah ada beberapa tetangga yang baik hati dengan meminjamkan tabung oksigen, namun tetap saja penghasilan Pak Minan sebagai pemulung kurang dari cukup untuk bisa membiayai kebutuhan oksigen Bu Tini dan juga biaya hidup keluarga, meskipun sudah disambung dengan menjual barang-barang dimilikinya. Kondisi ekonomi seperti inilah membuat  4 orang anaknya berusia sekolah tidak bisa bersekolah. Bu Tini mulai bisa berbicara walau belum lancar. Sebelumnya ia tidak bisa bicara karena lubang di lehernya.  Setelah dirawat sepuluh hari di rumah sakit untuk yang kedua kalinya akibat sesak napasnya kambuh lagi, Bu Tini sudah diijinkan pulang. Kondisi Bu Tini berangsur membaik setelah diganti selang yang terpasang di tenggorokannya. Bu Tini di anjurkan oleh dokter untuk kontrol setiap dua minggu sekali. Untuk itu, Bu Tini sangat membutuhkan bantuan biaya kontrol dan membeli  oksigen, Penghasilan suaminya yg sebagai pemulung hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari hari. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Bu Kartini dibantu pada rombongan 797.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratamachatur @fauzanhusni @ririn_restu

Ibu kartini menderita Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan

Ibu kartini menderita Pembengkakan Perut dengan Cairan dan Kista pada Ginjal Kanan


NENG IPIT (31, Benjolan di Otak Belakang). Alamat:  Kp. Cigunung RT.10/4, Ds. Cimanuk, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang, Banten. Bu Neng adalah seorang ibu rumah tangga yang telah dikaruniai 1 orang anak. Pada tanggal 7 Maret 2016 pukul 17.20 WIB, kondisi kesehatan Bu Neng menurun hingga tak sadarkan diri dan disertai kejang-kejang. Akhirnya ia dirawat di Puskesmas Cimanuk. Gejala penyakit Bu Neng bermula pada awal November 2010, dimana ia sering mengalami demam tinggi, kejang-kejang, dan sakit kepala. Emosinya tidak terkendali saat sedang marah dan sering tertawa berlebihan tanpa disadari. Sang suami, Wawan (38), menduga hal tersebut adalah bawaan sifat istrinya. Hingga sampai pada puncaknya tanggal 14 Agustus 2015, Bu Neng kejang-kejang, mulut berbusa dan tak sadarkan diri. Bu Neng langsung dibawa ke Puskesmas Cimanuk dan langsung dirujuk ke RSUD Pandeglang dengan diagnosa sementara suspect meningitis. Untuk memastikannya  masih menunggu pemeriksaan CT-Scan kepala. Hasil CT-Scan sangat mengejutkan dimana ada benjolan di bagian otak belakang Bu Neng. Dokter RSUD Pandeglang menyarankan pasien harus segera dioperasi. Pak Wawan mengungkapkan  kesedihannya saat dijenguk kurir #sedekahrombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan terapi 2 minggu sekali ke RSUD Pandeglang. Saat ini pun biaya berobat dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Pak Wawan hanya seorang montir kendaraan yang penghasilannya tidak menentu untuk menafkahi keluarganya. Sehari – harinya mereka tinggal di rumah orang tua. #Sedekahrombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Bu Neng kesadarannya segera membaik dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 7 Maret 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ravi_tea @yadi @ajey @may @ririn_restu

Ibu neng menderita Benjolan di Otak Belakang

Ibu neng menderita Benjolan di Otak Belakang


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang jawa timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan serayu ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir sedekah rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah sedekah rombongan ini maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk di RSSR pada bulan Februari 2016.

Pengeluaran RSSR Februari 2016 :

1. Konsumsi                                : Rp   3.277.230
2. Perlengkapan+peralatan rssr   : Rp   2.705.300
3. Listrik dan Pdam                     : Rp      547.473
4. Kebutuhan tambahan pasien   : Rp   1.014.000
5. Fee yang diprofesionalkan       : Rp   3.000.000

Total Pengeluaran Februari 2016  : Rp 10.544.003
Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 10.544.003
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Obybee @Dhani017

Bantuan operasional untuk konsumsi, listrik

Bantuan operasional untuk konsumsi, listrik, air dan perlengkapan


MTSR MALANG ( MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) adalah mobil yang biasanya dikendarai oleh #KurirSR untuk beraktivitas mengantar dan menjemput para pasien dampingan sedekah rombongan di Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari #sahabatSR. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan Februari 2016 ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang dirincikan dibawah ini.
Pengeluaran MTSR Februari 2016 :

1. Bensin MTSR           : Rp  3.600.000
2. Hotline MTSR          : Rp     504.000
3. Cuci MTSR              : Rp      80.000
4. Pengeluaran Move    : Rp    260.000
5. Servis                       : Rp 1.950.000

Total Pengeluaran        : Rp 6.394.000
Santunan dari #SahabatSR ini sangat membantu untuk operasional MTSR malang untuk aktivitas pendampingan para pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sahabatSR semua. Amiiinn

Jumlah Santunan : Rp 6.394.000
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Obybee @Dhani017

Biaya operasional BBM, Service, steam

Biaya operasional BBM, Service, steam


KELOMPOK BELAJAR BUNGA PAPUA (Bantuan operasional sekolah) adalah Kelompok Belajar yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga asli Papua Barat yang ada di Sorong. Kelompok Belajar Bunga Papua saat ini beroperasi di 3 kampung, yaitu Inamo (masyarakat Inanwatan moi), KM 7 gunung (masyarakat Bintuni) dan Aspen (masyarakat Biak) Propinsi Papua Barat. Lokasi pertama di Kompleks  Aspen, Kelurahan Klagete, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong; terdapat 15 anak peserta belajar, dan 2 bunda pendamping. Kelompok kedua di Kampung Inamo, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong; terdapat 18 anak peserta belajar, dan 2 bunda pendamping. Serta kelompok ketiga di Kompleks kilo 7 gunung, Kota Sorong; terdapat 13 anak. Lokasi-lokasi tempat belajar ini merupakan daerah masyarakat ekonomi lemah, dengan profesi buruh, penjual sayur di pasar, dan nelayan. Kelompok Belajar ini gratis, tidak memungut biaya pendidikan. Namun kemudian ada ide setiap lokasi menyediakan sebuah kaleng “Aksi Seribu” yang bisa diisi kapan saja oleh orang secara sukarela. Untuk menghemat biaya, Bunga Papua membuat sendiri buku-buku pelajaran membaca dan juga menciptakan alat-alat peraganya. Selain murah, cara ini juga dapat membuat materi belajar lebih kontekstual. Di daerah Papua Barat, termasuk di Sorong, pengelola Bunga Papua sering menemukan anak-anak yang kesulitan membaca. Bahkan anak kelas 3-4 SD masih banyak yang belum lancar membaca, atau masih mengeja. Jika ketrampilan dasar ini tidak dikuasai, maka akibatnya anak-anak semakin kesulitan menerima pengetahuan saat mereka di kelas yang lebih tinggi. Anak-anak juga akan merasa tidak percaya diri dan semakin bosan sekolah atau belajar. Bagian terbesar anak yang mengalami masalah tersebut adalah anak-anak dari keluarga miskin. Karena orang tuanya sibuk mencari nafkah dari pagi hingga malam, sehingga tidak ada yang mendampingi anak belajar di rumah. Sejauh pengalaman pengelola Bunga Papua menjalankan program ini, anak-anak yang tidak kenal huruf hingga bisa membaca membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 bulan. Dengan intensitas dan suasana menyenangkan tetap terjaga, maka tujuan akan lebih cepat dicapai. Kelompok belajar ini sudah dimulai dari tahun 2012. Kurir #sedekahrombongan mendengar beberapa kebutuhan seperti untuk mengecat sanggar belajar Inamo, foto copy lembar kerja siswa dan buku2 belajar di Inamo, membuat meja belajar di KM7 gunung, membuat alat-alat belajar dan foto copy buku belajar mebaca di aspen, serta honor bunda-bunda pengajar di aspen, inamo, dan Km  Gunung. Santunan untuk membantu biaya kelompok belajar disampaikan kepada pengelola Kelompok Belajar Bunga Papua. Dokumentasi kegiatan Belajar Bunga Papua dapat dilihat di: https://m.facebook.com/bungabungapapua/

Jumlah bantuan: Rp. 5.650.000,-
Tanggal: 26 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Danar

Bantuan operasional sekolah

Bantuan operasional sekolah


SMU MUHAMMADIYAH SORONG (Bantuan guru honorer). Alamat: Jl. Merpati No. 17, Kelurahan Remu Utara, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Sekolah SMU Muhammadiyah Kota Sorong adalah sekolah swasta dibawah naungan Yayasan Muhammadiyah. Sekolah ini mempunyai 160 orang siswa dan diantaranya ada 47 orang siswa dari keluarga tidak mampu. Sekolah ini mempunyai kendala dalam menggaji para guru honorer. Rata-rata guru honor mendapat Rp 800.000,-/bulan karena sekolah hanya mengandalkan pemasukan dari iuran siswa saja. Dengan demikian sangat mempengaruhi kesejahteraan para guru honor ini dan sangat jauh dari standar apalagi untuk ukuran biaya hidup di Papua Barat. Sebelumnya kurir sudah berdiskusi dengan Kepala Sekolah SMU Muhammdiyah, yaitu Ibu Dra.Nurfin Moha dan Ketua Muhammadiyah Bapak Drs.Mungawan bahwa bantuan yang diberikan bersifat meringankan beban. Semoga bantuan melalui #sedekahrombongan ini dapat membantu pembiayaan guru honor sampai 3 bulan. Sebagai tindak lanjut, kurir berupaya menyampaikan kebutuhan ini kepada pihak Pemerintah Daerah maupun lembaga donor lainnya.

Jumlah bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal: 2 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Bantuan pembiayaan guru honor sampai 3 bulan

Bantuan pembiayaan guru honor sampai 3 bulan


TK AISYIYAH SORONG (Biaya guru honorer). Alamat: Jl. Poncowati KM 12, Kelurahan Klasaman, Kecamatan Sorong Timur, Propinsi Papua Barat. Sekolah TK Aisyiyah 3 Kota Sorong adalah Lembaga Pendidikan Islam di bawah naungan Yayasan ‘Aisyiyah yang juga dibawah binaan Yayasan Muhammadiyah. Sekolah TK ini mempunyai siswa sekitar 180 orang. Dalam operasional rutin, TK ini mempunyai kendala dalam menggaji para guru honorernya. Pada umumnya para guru honorer ini hanya mendapat sekitar Rp 700.000,- / bulan. Kepala Sekolah, Ibu Harmini mengatakan kepada kurir bahwa memang sebelumnya sudah pernah mengajukan permohonan biaya honorer ini kepada Pemerintah Daerah, tapi sampai saat ini belum ada respon. Dari pihak yayasan pun masih berupaya mencari alternatif pembiayaan guru honorer ini. Bantuan melalui #sedekahrombongan kami serahkan kepada ibu kepala sekolah TK Aisyiyah.

Jumlah bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal: 2 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Bantuan pembiayaan guru honor sampai 3 bulan

Bantuan pembiayaan guru honor sampai 3 bulan


HAJIA RUMBOUW (21 thn, Biaya sekolah ). Alamat: Jl. Durian, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Hajia Rumbouw adalah seorang mahasiswi semester 3 di STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Sorong, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ayah Hajia seorang petani sayur Bayam di Pulau Seram, Maluku, dan termasuk keluarga tidak mampu. Hajia mempunyai tekad kuat untuk belajar sampai meninggalkan Maluku, walaupun tidak ada kerabat satupun di Sorong. Dengan bekal modal uang seadanya Hajia mencoba untuk mengatur keuangan untuk biaya sekolah, kos dan biaya hidup harian. Namun, terakhir ini lewat temannya Hajia, kurir #sedekahrombongan mendengar bahwa Hajia mempunyai kesulitan biaya karena kiriman uang dari orang tuanya semakin berkurang. Kebutuhan biaya tersebut meliputi biaya kos dan kuliah. Bantuan biaya sekolah kemudian diberikan melalui melalui Sedekah Rombongan untuk meringankan beban kebutuhan mahasiswi yang merantau ini. Hajia sangat berterima kasih kepada tim Sedekah Rombongan yang sudah peduli dengan masa depan pendidikannya. Tindak lanjut dari pertemuan ini, kurir mencoba menemui manajemen Kampus STAIN guna mencari peluang beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.

Jumlah bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 2 Februari 2016
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Ammar Malik

Bantuan biaya sekolah

Bantuan biaya sekolah


MASJID AGENG AL MUBAROQ yang terletak di RT 02/05 Desa Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah, Masjid ini menjadi pusat kegiatan ibadah untuk warga sekitar. Selain di gunakan untuk ibadah maghdah , ada kegiatan rutin tiap senin malam berupa kajian yang sudah berjalan secara istiqomah. Kegiatan Kajian  Al-quran Hadist, fiqih, muamalah mejadi topic dalam setiap pertemuan. Hal ini sangat perlu sekali dilakukan karena masih banyak hal yang harus di sampaikan kepada warga masyarakat sehingga apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ajaran yang syar’i. Bukan tanpa kendala, setiap kegiatan pasti ada halangan dan kendalanya, salah satunya adalah ketersediaan logistik untuk mendukungnya. Untuk itu SedekahRombongan memberikan sedikit santunan senilai Rp. 2.250.000, yang diterima oleh Bapak Munari. Dan atas bantuan yang diberikan , atas nama pengurus dan Takmir mengucapkan terimakasih, semoga para sedekaholic dimudah dalam setiap urusannya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.250.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 Maret  2016
Kurir : @kissherry Via Samsudin ( kontributor )

Bantuan biaya untuk pengadaan kajian untuk warga sekitar

Bantuan biaya untuk pengadaan kajian untuk warga sekitar


INEM PAWIRO (75, Patah Tulang) beralamat di Gandrung 2/1 Klandungan, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah.  Beberapa hari yang lalu saat Mbah Inem sedang berjalan di rumahnya, tiba-tiba sang cucu Raka (4 tahun) mendorongnya dari belakang dan menyebabkan Mbah Inem terjatuh dan tidak bisa bangun kembali. Oleh menantunya, Mbah Inem dibaringkan di tempat tidur dan sehari kemudian tetap tidak bisa bangun. Akhirnya keluarga membawa Mbah Inem ke klinik atau untuk menjalani pengobatan tradisional, warga sering menyebutnya sebagai ahli tulang. Sudah beberapa hari ini Mbah Inem menjalani perawatan di klinik tersebut, namun tidak banyak mengalami perubahan, karena faktor usia pula sehingga pengobatannya menjadi lama dan tidak maksimal. Mbah Inem memiliki 3 anak dan sudah berkeluarga semua. Pariyem (50 tahun) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 30.000,00 setiap bekerja, anak kedua Sukidi (45 tahun) bekerja sebagai buruh tani dan Ngatimin (34 tahun) sedang merantau di Sumatra untuk bekerja sebagai buruh sawit. Mbah Inem sudah ditinggalkan oleh suaminya sejak melahirkan anak ketiganya. Saat ini Mbah Inem tinggal bersama menantunya, Ibu Sri Rejeki (31 tahun). Keadaan Mbah Inem saat ini sudah tidak bisa berdiri, bahkan untuk bangun saja harus dibantu, ketika duduk harus bersandar. Keluarga membutuhkan biaya untuk pengobatan Mbah Inem dan kruk. Maka dari itu, kami menyampaikan sedekah dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000,00 untuk membeli walker Rp 80.000,00 dan Rp 920.000,00 untuk biaya berobat. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 6 Maret 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @shofawa

Ibu inem menderita Patah Tulang

Ibu inem menderita Patah Tulang


SUGIMAN BIN KROMO PAIMAN (52 tahun, TBC ) Pak Sugiman yang beralamatkan di Gumukrejo Rt 25, Kelurahan Soko, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa tengah ini sebelumnya adalah tukang ojek di wilayah Miri 3 bulan lalu, kemudian beliau merasakan badannya sekian hari semakin panas dingin dan hanya berobat  dengan obat-obatan warung, karena di rasa tidak ada perkembangan memutuskan berobat ke dokter dan di berikan obat setelah di berikan obat di minum dan ada perkembangan tapi setelah obatnya habis panas demamnya kambuh lagi sampai tiga kali pergi ke dokter dan hasilnya sama saja, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Paru di Jajar, oleh RS Paru diminta untuk mengecek kondisi tubuhnya dan dinyatakan hasilnya positif paru, sementara ini karena terbatasnya biaya berobat pihak keluarga memutuskan berobat di Rumah Sakit terdekat di Gemolong Sragen dan  sampai saat ini masih menginap di RSUD Gemolong, Sejak 1 bulan lalu pun Bapak Sugiman rutin periksa di RSUD menggunakan BPJS, beliau memiliki tanggungan 1 orang nenek dan seorang istri , sebenarnya bapak Sugiman memiliki 1 anak tetapi sudah berkeluarga, justru bapak Sugiman ini tinggal bersama anaknya karena tidak memiliki rumah, Kondisi beliau saat ini menurun drastis, meskipun masih bisa berjalan dan melakukan kegiatan lain, namun sejak tiga bulan lalu beliau sulit untuk mencari nafkah, Saat ini Penghasilan beliau perbulan tidak menentu karena hanya sebagai tukang ojek dan istri beliau hanya sebagai ibu rumah tangga sementara biaya di tanggung oleh anaknya. Maka dari itu #sedekahrombongan menyampaikan santunan lepas kepada Bapak Sugiman sebesar Rp 1.000.000,-. Keluarga Bapak Sugiman mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh #sedekahholic dan para kurir sedekahrombongan, semoga dimudahkan segala urusannya dan di lancarkan rezekinya. Aamiin.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal    : 7 Maret 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @KyaiAgeng

Pak sugiman menderita TBC

Pak sugiman menderita TBC


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2 Tahun, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun.Larangan RT 12 RW 04, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kab. Kediri, Jawa Timur. Dik Bedjo, begitu dia dipanggil adalah seorang balita berusia dua tahun. Seperti anak-anak seusianya Dik Bedjo sangat aktif dan menggemaskan. Namun ketika Dik Bedjo kelelahan, maka seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Semenjak usia 2 bulan Dik Bedjo sudah memiliki masalah di pernafasannya. Setelah diperiksakan di RS. PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa ada masalah di jantung Dik Bedjo, atau istilah umunya Dik Bedjo mengalami jantung bocor. Ayah Dik Bedjo hanya seorang kuli bangunan yang mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan pengobatan Dik Bedjo butuh biaya yang tidak sedikit karena perlu perawatan yang intensif dan continues. Sekarang Dik Bedjo sudah di rujuk untuk melakukan pengobatan secara rutin di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan sudah disampaikan oleh #SedekahRombongan dan sebelumnya sudah tercatat pada rombongan 780. Semoga Dik Bedjo segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 11 Desember 2015
Kurir :   @aryorapopo  @GPremadi @WimpiSancaka

Bedjo menderita Kelainan Jantung

Bedjo menderita Kelainan Jantung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Siti Maryam 500,000
2 Iskandar 1,000,000
3 Ali 500,000
4 Daeng 500,000
5 PA Muhammadiyah Madura 1,500,000
6 Khitan Masal 2,000,000
7 Sahla 500,000
8 Patimah 1,000,000
9 Andin 1,500,000
10 Nooh 500,000
11 Nanang 500,000
12 Titi 1,000,000
13 Aulia 1,000,000
14 Icah 500,000
15 Rastono 500,000
16 Tarhudi 500,000
17 Iwan 500,000
18 Wartiwi 500,000
19 Daswi 500,000
20 Dasuki 500,000
21 Fairuz 1,000,000
22 Aisyah 750,000
23 Rena 1,000,000
24 Darsih 1,500,000
25 Nunung 1,000,000
26 Aldi 1,000,000
27 Dena 500,000
28 Enjum 1,500,000
29 Dedi 1,000,000
30 Abdul 2,000,000
31 Ngatini 1,000,000
32 Bayi Siti 1,500,000
33 Tuti 500,000
34 Apif 500,000
35 Sulistyo 500,000
36 Anggara 1,500,000
37 Raskini 500,000
38 Onah 1,000,000
39 Warmi 1,408,000
40 Muis 1,900,000
41 Suhri 500,000
42 Putra 1,000,000
43 Gilang 3,200,000
44 Rayhana 500,000
45 MTSR Gunung Kidul 205,219,000
46 Forum dakwah As Salam 4,000,000
47 Luthfi 3,735,500
48 zahra 500,000
49 Shella 750,000
50 Arinda 1,500,000
51 Arinda 1,500,000
52 Sakinem 1,000,000
53 Komariah 1,000,000
54 Syifa 1,000,000
55 Nuril 1,000,000
56 Tumirah 1,000,000
57 Supi 2,000,000
58 Feri 1,000,000
59 Anah 500,000
60 Kartini 500,000
61 Neng Ipit 500,000
62 RSSR Malang 10,544,003
63 MTSR Malang 6,394,000
64 KELOMPOK BELAJAR BUNGA PAPUA 5,650,000
65 SMU MUHAMMADIYAH SORONG 5,000,000
66 TK AISYIYAH SORONG 5,000,000
67 HAJIA RUMBOUW 3,000,000
68 Masjid Ageng Al Mubaroq 2,250,000
69 Inem 1,000,000
70 Sugiman 1,000,000
71 BEDJOE ARYO SAPUTRO 700,000
Total 309,500,503

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 309,500,503,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 812 ROMBONGAN

Rp. 34,155,020,021,-