PAWITRI BINTI BOYADI, (44 tahun, Bantuan Tunai), Pageran, RT.03/RW.10, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Pawitri seorang janda yang ditinggal pergi oleh suaminya tanpa alasan yang jelas, beliau memiliki 4 anak yang masih kecil, anak pertama masih kelas 5 SD sedangkan yang paling kecil baru berumur 2 tahun. Ibu Pawitri tinggal dirumah ibunya yang sudah tua, mereka berdua lah yang merawat dan mencukupi kebutuhan hidup keempat anak itu. Ibu Pawitri menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya pergi, beliau bekerja sebagai buruh tani mengolah tanah milik tetangga jika musim tanam tiba dan jika musim kemarau Ibu Pawitri bekerja sebagai pemetik cengkeh dan pengumpul daun cengkeh kering di kebun cengkeh milik tetangganya. Beban ekonomi yang ditanggung oleh Ibu Prawitri yang berat membuat wajahnya menjadi lebih tua dari umur sebenarnya. Kondisi rumah mereka juga sangat sederhana, lantainya masih tanah. Anaknya pertama yang perempuan biasanya setelah pulang sekolah membantu mengurusi adik-adiknya ketika ditinggal oleh ibu dan neneknya bekerja. Berdasarkan informasi yang diterima Mas Kusnadi dari tetangganya tetang kondisi keluarga Ibu Pawitri yang serba kekurangan dengan ada tanggungan biaya sekolah anaknya belum mampu terbayar. Mas Kusnadi kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #SedekahRombongan, melalui Regu Semut #SR kemudian Mas Kusnadi dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.500.000,- agar bisa dipakai untuk membantu membayar tunggakan biaya sekolah anaknya dan membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 November 2015

Bantuan tunai untuk membayar tunggakan biaya sekolah anaknya dan membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Bantuan tunai untuk membayar tunggakan biaya sekolah anaknya dan membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari.


SIGI BINTI SONO, (64 tahun, Sakit Asma Akut ), Bubakan, RT.03/RW.08, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Sigi tinggal bersama cucunya di sebuah rumah kampung yang sederhana, usia beliau yang sudah tua dan sakit asma akut membuat beliau sudah tidak mampu bekerja seperti dulu. Cucu beliau yang sekarang merawat dan mencukupi kebutuhan makan dan obat untuk sakitnya. Cucunya bekerja sebagai buruh serabutan dan buruh tani. Penyakit asma Ibu Sigi sudah sangat akut sehingga butuh untuk dibawa berobat ke Puskesmas, maka sebulan yang lalu #SedekahRombongan sudah nenitipkan bantuan untuk dipakai berobat ke Puskesmas. Ibu Sigi harus neminum obat yang diberikan dokter untuk mengurangi sakit asmanya, jika obatnya habis Ibu Sigi harus menebus obat lagi. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki cucunya maka, dia meminta pada Mas Kusnadi untuk bisa dibantu lagi untuk menebus obat untuk neneknya. Berdasarkan informasi yang diterima Mas kusnadi merekomendasikan Ibu Sigi untuk bisa dibantu biaya menebus obat. Melalui Regu Semut #SR kemudian Mas Kusnadi dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai membeli obat asma untuk Ibu Sigi. Bantuan diterima oleh cucu seimbah Sigi Binti Sono

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 November 2015

Ibu sigi menderita Sakit Asma Akut

Ibu sigi menderita Sakit Asma Akut


Ibu Sri Murni, 50thn. Bertempat tingga diaebuah kamar kos2an berukuran 3×3 dengan suami dan kedua anaknya di jl.manukan rt.05/14 celeban, umbulharjo, yogyakarta. Ibu bekerja sebagai buruh cuci di kampungnya dan sebagai penjaga kos2an, setiap hari ibu membersihkan lingkungan kamar anak kos sebelum bergegas menjadi buuh cuci. ibu sering merasakan nyeri berkepanjangan dan kesakitan di bagian payudarany. Setelah diperiksakan ke dokter, beliau divonis kanker payudara stadium 2. Ada benjolan dan cairan yg mengendap di kelenjar payudara ibu Murni. Saran dokter benjolan ini harus segera diangkat, karena klo tidak, akan sangat membahayakan kesehatan ibu dan semakin membesar dan menyebar. saat ini ibu tidak bisa banyak beraktivitas, karena klo kelelahan sedikit saja ibu akan pingsan. Sering merasa kesakitan dan nyeri parah di bagian payudaranya. Saat ini ibu harus banyak istirahat dan segera melakukan operasi. Suami ibu yg juga sedang sakit stroke 4 bulan terakhir ini tidak mampu belerja lagi. Hanya anak2nya dan terkadang dibantu anak2 kos dalam merawatnya. Penghasilannya tak seberapa, untuk biaya sekolah kedua anaknya dan makan sehari-hari saja tidak cukup. Di jogja ini ibu tidak ada sanak saudara. Benjolan di payudara ibu harus segera dioperasi, kanker payudara sebelah kiri harus segera diangkat agar tidak menyebar ke organ tubuh yg lain, biaya yg dibutuhkan masih kurang 2juta. Selama ini ibu berobat dibantu oleh sumbangan anak2 kos dan sang pemilik kos2an. Namun karena biaya operasi yg dibutuhkan cukup banyak maka ibu belum bisa melakukan operasi.

Tanggal 22-02-2016
Rp 2.000.000,00
Kurir Saptuari via @mymalindaa

Ibu sri menderita kanker payudara

Ibu sri menderita kanker payudara


ANI IJAH (21, TB Tulang). Alamat : Kampung Nyalindung RT 1/4, Kelurahan Gununggeulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dua tahun yang lalu, di punggung Ani timbul satu benjolan namun hanya dibiarkan saja. Benjolan tersebut semakin membesar dan tumbuh benjolan yang baru. Efek dari benjolan tersebut terkadang membuat Ani tidak kuat berjalan namun tidak dalam waktu yang lama. Lama-kelamaan efek tersebut sering muncul. Sejak lima bulan yang lalu, Ani mulai secara intensif memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Istri dari Aldi Sofyan (26) itu mendatangi Puskesmas Sukaraja. Oleh pihak Puskemas, Ani dirujuk ke RSPG Cisarua Bogor. Dikarenakan ketiadaan alat di rumah sakit tersebut, Ani dirujuk ke RSUD Ciawi. Kondisi Ani saat itu masih bisa berjalan walaupun terasa sangat berat. Ani disarankan menggunakan korset dan diminta kontrol kembali lagi tiga bulan kemudian. Setelah tiga bulan, kondisi Ani bukannya membaik justru ia menjadi tidak bisa berjalan. Oleh pihak RSUD Ciawi, Ani dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Oleh dokter RS Fatmawati, Ani dinyatakan terkena TB Tulang. Ani mendapatkan tindakan operasi dengan pengangkatan benjolan yang ada di punggung serta bagian tulang yang terkena bakteri. Benjolan tersebut diangkat dan dilakukan tindakan cangkok tulang. Setelah tindakan tersebut, Ani juga akan mendapatkan tindakan operasi di bagian perut guna membersihkan sisa-sisa bakteri. Ani disarankan menggunakan alat penyangga tulang punggung. Apabila Ani belum memiliki alat tersebut, Ani tidak diperbolehkan untuk duduk. Aldi merasa keberatan karena penghasilannya sebagai tukang kaca film keliling tidak mampu membeli alat tersebut. Ani masih tinggal bersama orang tuanya, Bu Ijah (44). Bu Ijah sudah menjanda selama 21 tahun. Bu Ijah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membeli alat bantu penyangga tulang punggung. Biaya pengobatan Ani selama di rumah sakit menggunakan BPJS

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu ani menderita TB Tulang

Ibu ani menderita TB Tulang


RHENDY THON CRUC (8, TB Tulang). Alamat : Kampung Kapling RT 6/1, Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Bocah yang biasa dipanggil Rhendy ini kini terbaring lemah di gedung perawatan Soelarto, RS Fatmawati Jakarta. Rhendy menurut diagnosa dokter terkena TB Tulang. Anak dari pasangan Anton (31) dan Rusminah (26) itu sudah dua bulan lebih dirawat. Awal mula sakit Rhendy itu pada April 2015, ia sempat terjatuh saat bermain namun hanya dirasakan saja dan tidak mengeluh kesakitan. Ternyata akibat jatuh tersebut timbul luka di bagian pantat Rhendy. Luka tersebut menjadi bisul yang besar kemudian pecah. Sejak saat itu ia pun sering tidak nafsu makan. Oleh orang tuanya, Rhendy dibawa ke Puskesmas. Oleh pihak Puskesmas, Rhendy dirujuk ke RS Bhakti Husada Cikarang. Karena ketidaklengkapan alat, Rhendy dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Oleh pihak RSUD Kabupaten Bekasi, Rhendy dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Di rumah sakit tersebut Rhendy dirawat delama 12 hari. Rhendy dinyatakan terkena TB Tulang dan dianjurkan untuk melakukan MRI di RS Fatmawati. Tindakan MRI tersebut dijalani Rhendy pada 15 Desember 2015. Setelah itu, Rhendy mendapatkan perawatan itensif di RS Fatmawati. Oleh pihak dokter, Rhendy dianjurkan memakai kursi roda paraplegia yang sudah dimodifikasi agar tetap bisa menjalani aktifitas sehari – hari. Namun, Bu Rusminah merasa keberatan karena suaminya tidak mempunyai uang untuk membelinya. Penghasilan sebagai buruh bangunan sangat jauh dari cukup. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Rhendy. Dengan segera, bantuan dari donatur diberikan untuk membeli kursi roda. Selama berobat, Rhendy menggunakan BPJS. Semoga Allah SWT memudahkan pengobatan Rhendy.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 20 Februari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Rhendi menderita TB Tulang

Rhendi menderita TB Tulang


ALM. NOPIYANTI BINTI SANGSANG (23, Kelainan Hati dan Ginjal). Alamat : Kp. Lampe RT. 2/2, Kel. Cigondang, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang, Banten. Janda satu anak ini mengalami sakit karena depresi disakiti dan diceraikan oleh suaminya. Sejak saat itu, kesehatannya terus menurun dan sering sakit – sakitan. Pada Juni 2015, sakit yang diderita Nopiyanti semakin parah dan akhirnya pada Agustus 2015 ia diperiksakan ke Puskesmas Labuan. Karena tidak ada perubahan, Pada September 2015 ia dirawat di Klinik Al-Furqon Labuan, tetapi tetap saja tidak ada perkembangan. Pada Januari 2016, Nopiyanti dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang dan dianjurkan untuk dirawat. Beberapa lama kemudian tepatnya pada Februari 2016, Nopiyanti harus dirawat lagi. Meski berobat dengan menggunakan KIS, Nopiyanti hanya bisa dirawat selama seminggu karena ayahnya, Bapak Sangsang (73) yang selama ini tinggal dengannya tak sanggup membiayai pengobatan Nopiyanti, terlebih lagi adanya tagihan 2 kantung darah seharga Rp. 1.400.000,-. Penghasilan Pak Sangsang sebagai tukang Becak hanya bisa dicukup-cukupi untuk makan sehari-hari. Akhirnya Pak Sangsang memilih untuk membawa Nopiyanti pulang. Berita inipun diketahui oleh #SR pada tanggal 25 Februari 2016, kurir #SR Pandeglang langsung melakukan kunjungan untuk survey dan datang pada pukul 16.00 WIB. Tetapi Tuhan berkehendak lain, pada saat sampai di rumahnya, Nopiyanti telah menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.00 WIB. Pada saat kurir #SR datang proses pemakaman sedang dilaksanakan. Kurir #SR memberikan bantuan santunan untuk biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @ririn_restu

Alm nopiyanti menderita Kelainan Hati dan Ginjal

Alm nopiyanti menderita Kelainan Hati dan Ginjal


AHMAD FAUZI, 3 thn (meningokel, hidrosephalus) adalah seorang anak dari pasangan bapak buniman (43 thn) dan ibu sipa (41 thn) yang bekerja sebagai buruh tani dan ibu rumah tangga. Mereka tinggal di desa mrawan, rt/rw 01/04 kecamatan tapen, kab bondowoso jawa timur. Saat ditemui tim sedekah rombongan, adik Fauzi sedang dalam pengobatan yaitu pemasangan selang di saluran kepala dan operasi daging meningokele nya. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu dan layak dibantu. Tinggal bersama mertuanya, pak Buniman tinggal dalam satu rumah dengan bangunan lama. Secara ekonomi, Fauzi berasal dari keluarga yang penuh dengan keterbatasan, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari saja. Hal ini sangat tidak memungkinkan bagi perawatan penyakit hidrosephalus dengan kondisi kepala yang besar di usianya yang masih kecil itu. Akhirnya setelah bertemu dengan tim kurir sedekah rombongan jember, akhirnya diputuskan untuk mendampingi adik Fauzi selama pengobatan mengingat juga jarak yang cukup jauh dari rumah sakit terdekat yaitu sekitar 25 km. Keberadaan tim sedekah rombongan sangat direspon positif dari pihak keluarga terutama untuk masalah transportasi MTSR dan menginap di rumah singgah. Kondisi jalan juga cukup berat mengingat jalan berbatu.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Januari 2016
Kurir: @yudhoari

Ahmad menderita meningokel, hidrosephalus

Ahmad menderita meningokel, hidrosephalus


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER. untuk keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para kurir sedekah rombongan, mobil ambulance yang di dalam sedekah rombongan disebut sebagai MTSR, mobil ambulance terus bergerak wara-wiri ke rumah sakit setiap hari di area jember, bondowoso, besuki, dan situbondo. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk bahan bakar mobil ambulance MTSR, service, dan penggantian oli, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan yang maha kuasa. aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 4.870.000,-
Tanggal: 30 Januari 2016
Kurir: @yudhoari, Awaludinyudha, pak us

Bantuan operasional untuk bahan bakar mobil ambulance MTSR, service, dan penggantian oli, dan perawatan lainnya.

Bantuan operasional untuk bahan bakar mobil ambulance MTSR, service, dan penggantian oli, dan perawatan lainnya.


Rumah singgah sedekah rombongan (RSSR) Jember. Lokasi rumah pasien yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berkali-kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Rumah singgah Jember yang beralamat di jalan srikoyo no. 12, patrang, jember. Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis, dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit dr subandi jember, yaitu selama bulan Pebruari 2015. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 2.935.000
Tanggal; 30 Januari 2016
Kurir: @yudhoari

Bantuan operasional untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis.

Bantuan operasional untuk keperluan konsumsi rumah singgah, logistik, Antiseptik, alat tulis.


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara). Desa Tengki RT.02/04, Brebes, Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suni’ah memeriksakan diri di Rumah Sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Alhamdulillah kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Bu Suniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi I pada tanggal 22 Januari dan akan menjalani kemoterapi selanjutnya dibulan Februari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.400.000,-
Tanggal: 23 Januari 2016
Kurir: @indrades, @idaiddo, @restirianii, @desiariyanii

Ibu suniah menderita Kanker Payudara

Ibu suniah menderita Kanker Payudara


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) .Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan suami istri Bapak Yunan Purnomo (45) dan Ibu Nur Alfiana (42) yang beralamat di Ds. Godong Rt 03/ Rw 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan, Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarganya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang seharusnya masih panjang. Pada Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dalam dampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Bantuan pun di sampaikan guna membantu kebutuhan akomodasi Dik Maghfiroh dan keluarga selama di Semarang. Mohon doa nya semoga proses pengobatan Dik Maghfiroh berlajan dengan lancar dan segera sehat kembali.

JumlahBantuan : Rp 2.008.340,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @auliarahman04

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


SEPTIANA DEWI (3, Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl. Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Septi, nama panggilannya, mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. 30 Desember 2015 lalu, Dik Septi telah menjalani operasi rekonstruksi tahap ke lima. Saat ini Dik Septi sedang menjalani kontrol rutin untuk pemulihan kondisi luka pasca operasi. Santunan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi selama di Semarang.

Jumlah Bantuan Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @haurilmnisfari, @fatkhiyaah

Septiana menderita Tumor Pipi

Septiana menderita Tumor Pipi


MUHAMMAD ASYARI, (22, Kanker Hidung). Alamat: Desa Tluwuk RT 8 RW 2 Wedarijaksa Pati, Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil adalah seorang mahasiswa semester 7 di STAIN Kudus. Gejala penyakitnya berawal bulan oktober 2014, awalnya flu terus menerus tapi hanya bagian kiri saja. Lama kelamaan berbau lalu muncul benjolan tapi belum bengkak. Kedua orangtuanya khawatir terhadap kondisi anaknya sehingga memeriksakan kondisi ari ke puskesmas. Setelah diberi obat dari puskesmas, benjolannya kempes. Akan tetapi muncul benjolan lagi jika obatnya habis. Kemudian Ari dirujuk ke poli tht RSUD Soewondo Pati. Di RSUD Soewondo, sampel diambil lalu dikirim ke RSUP Dr. Karyadi untuk dianalisis. Setelah dianalisis, didiognosa tumor ganas. Setelah pemerikasaan dan pengambilan sampel di RS.Soewondo Pati, Ari mengalami pembengkakan di luar hidung. Kemudian dilakukan operasi di RSUP Dr. Kariadi untuk diambil PA nya. Pada PA pertama diagnosa acute maxsiori sinusitis yg menyerang sel lalu karena mengalami pendarahan pada kemo kedua kemudian disinar dulu dan dilakukan PA ulang ternyata hasilnya berbeda yaitu didiagnosa LNH signosial yg menyerang kelenjar kemudian diganti obatnya dan mengulang program kemo dari pertama. Setelah tahu bahwa anaknya didiagnosis kanker oleh pihak RS kedua orang tua Ari mengalami kebingungan mengenai biaya untuk pengobatan karena tidak diberi kartu jamkesmas oleh pihak desa. Setelah mencari informasi data di puskesmas ternyata ari terdaftar sebagai penerima kartu jamkesmas. Belum usai kegelisahan yang dialami, kedua orang tua Ari harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang. Ayah Ari, Said (50) dan ibunya, Uswatun Hasanah (45) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir #‎SedekahRombongan . Maklum saja bapak Said bekerja menjadi buruh jemur gabah dan bu Uswatun Hasanah tidak bekerja dengan menanggung hidup kedua anaknya. Mereka bolak-balik semarang-pati untuk menjalani pengobatan. Jika terpaksa harus bermalam, ibu Uswatun Hasanah dan Ari menginap di rumah singgah RSUP Karyadi yang harganya tergolong murah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Program kemo pertama sudah usai. Sebelum merancang program selanjutnya, untuk saat ini dokter masih memantau perkembangan kesehatan Ari melalui kontrol, endoscopy dan ct-scan. Kini kondisi Ari semakin membaik. Hasil endoscopy terakhir sudah bagus, jaringan matinya sudah berkurang. Langkah selanjutnya yaitu radiasi nuklir. Ibu Uswatun sempat bercerita kepada kurir #SedekahRombongan bahwa merasa bersyukur dan terbantu sejak dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Semoga kesehatan Ari segera pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @vazen , @fatkhiyaah

Asyari menderita Kanker Hidung

Asyari menderita Kanker Hidung


ELI NURJANAH ( 42, TUMOR DAGU ) Alamat : DK Tumpek Rt 04/06, Pakujati, Kec. Paguyangan, Brebes. Bu Eli begitu biasa ia dipanggil. Ketik pertama kali ada benjolan kecil di dagu nya, beliau hanya mengira bahwa itu hanyalah jerawat dan dibiarkan begitu saja. Namun, lama kelamaan karena terasa nyeri beliau memeriksakan benjolan di dagunya ke rumah sakit bedah Jatiwinangun di ketahui bu eli menderita tumor ganas stadium awal, bahasa medisnya Mentalis Pheriferal Sheet Nerve Tumor Maligna atau benjolan dagu membesar cepat. Dari RS Jatiwinangun Purwokerto dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Kalau beliau ingin mendaftar sebagai pasien umum akan segera di tangani tapi dengan biaya Operasi sebesar Rp. 20.000.000. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu dan saat ini pun bu eli masih belum punya rumah sehingga masih hidup bersama di keluarga mertua serta suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan, membuat mereka melupakan niat untuk operasi dengan dana sebesar itu. Namun, tim #Sedekah Rombongan akan mengusahakan agar bu eli bisa di operasi dengan BPJS kesehatan. Pada tanggal 7 desember bu eli telah di operasi pengambilan tumor di dagu dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Hasil operasi Bu Eli bagus hanya saja memang bagian wajah agak miring sehingga di butuhkan kemo terapi dan kemungkinan ke depan akan dilakukan operasi lagi untuk me rekontruksi bentuk wajah agar kembali normal dan tidak miring Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Eli dan keluarga selama berobat disemarang.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000
Tanggal : 20 Januari 2016
Kurir : @indrades , @idaiddo , @sekarkusumadewi

Ibu eli menderita TUMOR DAGU

Ibu eli menderita TUMOR DAGU


USMAN (60, Komplikasi, Diabetes). Alamat Desa Kolai, Kecamatan Bonto, Kabupaten Enrekang. Sehari hari Usman bekerja sebagai buruh tani.
Usman (60) adalah seorang pekerja buruh tani di kampung Doloh. Pekerjaan yang ia geluti tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Sebagai buruh tani, Usman hanya mendapat pendapatan sekitar 300-500 Ribu/ bulan.
Sakit yang dialami Usman sudah dirasakan sejak 5 tahun lalu. Namun karena tidak ada biaya, ia tidak peduli dengan kesehatannya. Ia hanya dirawat oleh istrinya di rumahnya. Pernah di bawah ke puskesmas namun hanya pengobatan biasa yang ia dapatkan. Seiring waktu berjalan, usia Usman makin bertambah tua dan kesehatannya makin menurun.
Sebagai tambahan pemasukan, Usman membuka warung yang dikelola oleh istrinya Becce (58). Sumber penghasilan keluarga boleh dikata terbantukan dengan warung kecil namum suatu waktu karena istrinya juga sakit, maka warung yang dikelola sering tutup, pada akhirnya modal bantuan dari tetangga dan keluarga dekat semakin kecil.
Hingga akhirnya dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan. Usman mendapat bantuan Rp 750.000 untuk biaya berobat, akomodasi. Dengan adanya bantuan dana dari sedekah rombongan, keluarga Usman mengucapkan banyak terima kasih, semoga membawa berkah bagi keluarga Usman, kurir #SR dan donator dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000.
Kurir : @areefy_dip @ Ismawan_AS @Syarif_Taki
Tanggal : 19 Oktober 2015

Pak usman menderita Komplikasi, Diabetes

Pak usman menderita Komplikasi, Diabetes


DARAWIA (50, Dhaufa Miskin). Alamat Kampung Doloh, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulsel. Sehari hari Darawia menjadi tukang kebun untuk membiayai keluarganya.
Darawia merupakan Dhuafa yang tinggal sendiri di rumah panggung peninggalan orang tuanya. Sehari hari ia bekerja sebagai buruh di kebun. Ia tinggal bersama adiknya yang tidak waras (gila). Ia merawatnya seorang diri dengan memberi makanan apa adanya saja.
Pendapatan Darawia tiap bulan tidak menentu. Biasa ia mendapat sebulan Rp 300-500 ribu. Jika musim kemarau tiba, hasil kebun sangat minim sehingga kadang tidak ada yang bisa dipakai belanja kebutuhan.
Darawia mengalami keterbatasan fisik sejak kecil. Ia tidak bisa bicara. Sehingga dalam berkomunikasi hanya mengandalkan isyarat. Olehnya itu, hanya berkebun yang ia bisa kerjakan. Tidak ada pekerjaan lain. Dalam kondisi paceklik, tetangga yang prihatin dengan kehidupan Darawia memberi bantuan. Namun kadang tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.
Sedekah rombongan merasakan kegalauan keluarga Darawia. Bantuan sedekah rombongan sebanyak Rp. 750 000 pun diberikan untuk kebutuhan keluarga Darawia. Ia amat senang, dan mendoakan #SR mendapat ridha Allah SWT

Jumlah Bantuan Rp 750.000
Kurir @Ismawan_As @ Syarif Taki
Tanggal 15 Oktober 2015

Bantuan tunai untuk kebutuhan keluarga ibu Darawia

Bantuan tunai untuk kebutuhan keluarga ibu Darawia


JAWAK (70, Lumpuh ). Alamat Kampung Kolai, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jawak (70), adalah seorang nenek yang sudah usial lanjut. Di usia yang renta tersebut ia tinggal berdua dengan anaknya yang kurang waras. Mereka tinggal di gubuk yang berukuran 4×4 meter. Namun, anaknya Wela (35) jarang ada di rumah. Ia berkeliaran di sekitar kampung. Sehingga Jawak tinggal sendiri di rumah.
Kondisi fisik Jawak cukup memprihatinkan, ia sudah tidak bisa berjalan. Oleh tetangganya Pintu kamarnya dipasangi kayu palang. Hal itu untuk menjaga agar Jawak tidak jatuh dari rumah panggung tersebut. Untuk kebutuhan makan, keluarga dekatnya menyiapkan makanan setiap harinya.
Jawak menderita lumpuh sejak 10 tahun lalu, awalnya ia merasa kakinya kram. Namun itu tidak dihiraukan. Ia menganggap hanya penyakit biasa. Jawak tidak berobat ke dokter karena jarak puskesmas sangat jauh. Disamping itu tidak ada yang bisa mengantar setiap saat ke puskesmas. Saat lumpuh total, ia hanya bisa tinggal di rumah.
#SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya, bantuan Rp 750.000 diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Jawak amat berterima kasih pada SR. Ia mendoakan semoga berkha dan ridha Allah selalu ada untuk SR.

Jumlah bantuan Rp 750.000
Kurir @areefy_dip @Ismawan_As @Syarif Taki
Tanggal 21 Oktober 2015

Ibu jamak menderita  Lumpuh

Ibu jamak menderita Lumpuh


MIRA (60, Dhuafa Tuna Netra). Alamat Kampung Kolai, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulwesi Selatan. Mira adalah seorang tuna netra. Sejak lahir ia sudah ditakdirkan tidak bisa melihat. Sehari harinya dihabiskan di rumah panggung peninggalan orang tuanya. Awalnya ia hanya merangkak di dalam rumah. Karena sudah mulai hafal, ia kemudian bisa berjalan dengan memegang dinding rumah.Setiap pagi ia duduk di beranda, kadang kala hingga siang. Lalu kembali lagi dudu kdi beranda jika sore hari. Tapi ia sangat rajin sholat. Selama ini ia melaksakan kewajiban itu dengan sendirinya.
Mira tinggal bersama kakaknya. Mereka hanya berdua di rumah tersebut. Kakaknya Rahima (70) juga seorang janda. Anak anaknya sudah merantau ke Makassar.Sehingga kebutuhan sehari-hari mengandalkan uluran tetangga dan keluarga. Mira dan Rahima adalah dua orang tua yang sudah lanjut usia. Mereka sulit menemukan sumber penghidupan yang senantiasa dibutuhkan setiap saat. Mira tidak pernah berobat ke dokter. Alasan biaya yang tidak ada dan belum ada kejelasan kesembuhan membuat ia hanya pasrah pada takdir Allah. Sedekah rombongan bertemu dengan Mira, Ia amat bahagia mendapat bantuan. Selama ini belum pernah mendapat bantuan yang besar. Bantuan Rp 500 ribu diberikan.

Jumlah Bantuan Rp 500.000
Kurir @areefy_dip @Ismawan_As @Isna
Tanggal 23 Oktober 2015

Bantuan tunai untuk ibu mira seorang tuna netra

Bantuan tunai untuk ibu mira seorang tuna netra


SUBARI (23 thn), Regio nasal. Adalah seorang pemuda yang tinggal di dusun timur sawah, RT/RW 06/03, Tenggaran, Bondowoso, Jatim. Ayahnya bernama Buhari . Mereka berasal dari keluarga kurang mampu, dengan pekerjaan pak buhari sebagai buruh tani. Subari menderita penyakit Regio nasal sejak usia sekolah SD. Penyekit ini menyebar di sekitar wajah dan hidung dan terus membesar dan menyebar. Dengan penyakit ini, subari akhirnya menjadi kurang percaya diri sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah SD waktu itu. Dan dikarenakan penyakit ini juga, Subari diindikasikan ada gangguan penyakit kejiwaan karena depresi. Hal ini ditemukan setelah didampingi oleh tim sedekah rombongan, yang akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan penanganan kondisi kejiwaan terlebih dahulu. Penyakit regio nasal dirujuk ke Rumah sakit Dr sutomo, tetapi karena kondisi kejiwaan yang terganggu, perawatan dilakukan di rumah sakit Dr kusnadi bondowoso untuk memulihkan kondisi kejiwaannya terlebih dahulu. Santunan yang diberikan digunakan untuk biaya perawatan dan transportasi selama didampingi oleh tim sedekah rombongan, yang akhirnya perawatan dilanjutkan di rumah sakit soebandi jember. Semoga ini menjadi kebaikan bagi subari dan keluarga.

Jumlah santunan: Rp. 1.200.000,-
Kurir: @yudhoari, Awaludin yudha
Tanggal: 16 Pebruari 2016

Subari menderita Regio nasal

Subari menderita Regio nasal


DIRMAN (55 Tahun, Pembengkakan Usus). Alamat Kampung Doloh, Kecamatan Malua, Kabupatan Enrekang, Sulawesi Selatan. Dirman mengalami pembengkalan usus sejak setahun lalu. Ia tidak pernah menyadari jika ia akan mengalami penyakit tersebut. Awalnya hanya sakit biasa di sekitar perutnya. Perutnya biasa sakit jika ia bergerak. Bahkan kadang kala amat nyeri. Sehingga ia hanya bisa tidur di kasur. Dirman sudah berupaya menggunakan obat tradisional, namun belum ada tanda tanda bakal sembuh. Profesi Dirman hanya seorang buruh tani di sawah. Ia mengerjakan sawah orang lain. Jika panen ia mendapat bagian. Itu pun tidak seberapa. Jika dikalkulasi, ia hanya bergaji Rp 500 Ribu/ bulan. Ia tinggal bersama istrinya Indo (45). Istrinya lah yang berupaya mencari kebutuhan hidup selama suaminya tidak bisa bekerja. Dulu pernah ada niat ke Rumah Sakit. Namun Dirman memutuskan tidak berobat ke dokter. Jarak yang jauh dan susah akses kendaraan. Apalagi ia tidak punya kartu BPJS. Sedekah Rombongan bertemu dengannya. Bantuan pun diberikan Rp 500.000. Dirman amat senang, ia berterima kasih pada keluarga #SR. Bantuan itu digunakan untuk kebutuhan berobat jalan.

Jumlah Rp 500.000
Kurir @areefy_dip @Ismawan_As @Syarif Taki
Tanggal 24 Oktober 2015

Pak dirman menderita Pembengkakan Usus

Pak dirman menderita Pembengkakan Usus


MURSYID (11 Tahun, Yatim Dhuafa Penghafal Al Quran). Alamat Kampung Kolai, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Mursyid, seorang anak yang masih duduk di bangku SD kelas V SDN 38 Kolai. Ia berprestasi karena selalu mendapat peringkat pertama. Sejak kelas I bahkan beberapa lomba tingkat kabupaten telah diperoleh. Namun, ia sering kesulitan dalam membayar uang sekolah jika waktunya tiba.
Warga sekitar kapung agak prihatin karena ia telah ditinggal oleh bapaknya (yatim). Ia sekarang tinggal bersama ibunya yang merawat 4 saudaranya yang masih kecil. Ibunya Rahma (55) hanya seorang ibu rumah tangga. Sejak ditinggal ayahnya, Ibunya bekerja di kebun salak. Namun seringkali Salak tidak berbuah dan harga jual yang rendah.
Mursyid berharap ada yang membantu hingga ia bisa selesaikan sekolahnya. Sedekah rombongan mendengar harapan anak tersebut. Ia berterima kasih telah mendapat bantuan Sedekah Rombongan sebanyak Rp. 350.000. Bantuan #SR tersebut cukup memberi motivasi meningkatkan prestasinya karena terbukanya kehidupan yang akan datang,

Jumlah Rp 350.000
Kurir @areefy_dip @Ismawan_As @Syarif Taki
Tanggal 22 Oktober 2015

Bantuan tunai untuk mursyid seorang Yatim Dhuafa Penghafal Al Quran

Bantuan tunai untuk mursyid seorang Yatim Dhuafa Penghafal Al Quran


HAFIDAH BINTI MONCONG (57, Tuberculosis “TBC” Kronis). Alamat: KM. 127 Poros Makassar- Bulukumba, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Hafida, panggilan sehari- harinya, didiagnosis menderita penyakit Tuberculosis atau TBC oleh dokter sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu, berbagai upaya pengobatan dilakukannya sejak saat itu, dari tindakan medis ringan di Puskesmas hingga meminum ramuan tradisional. Hingga saat ini, belum dirasakan kesembuhan yang berarti, malah semakin terasa sakitnya, hingga akhir tahun 2014 jatuh sakit, batu berdahak lebih sering dari biasanya, bahkan demam/ meriang yang cukup tinggi hingga beberapa hari lamanya. Saat itu hanya dirawat di rumah oleh anak semata wayangnya, Nur Rezki (20). Dan hasil pemeriksaan foto rontgen terakhir memperlihatkan kondisi salah satu paru- parunya yng mulai rusak, berat badannya pun turun drastis hingga 37 Kg.
Muh. Reza (58) suaminya bekerja di Kalimantan sebagai buruh bangunan dengan sistem gaji harian Rp.80.000,-/ Hari yang diterima disetiap akhir bulan. Tapi terkadang harus meminta gaji lebih awal untuk biaya pengobatan isteri dan biaya kuliah anaknya, Nur Rezki (20). Untuk sedikit memenuhi kebutuhan hidupnya, ibu Hafida membuka TPA (Taman Pendidikan Al Quran) di rumahnya, hanya saja sejak beberapa tahun terakhir, santrinya semakin berkurang, mungkin karena kekhawatiran beberapa orang tua santri dengan penyakit yang di deritanya. Selama ini, ibu Hafida melakukan pemeriksaan medis dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan BPJS, hanya saja Gratis belum tentu tidak mengeluarkan biaya, karena tetap memerlukan biaya transpor dan terkadang beberapa rekomendasi obat dari dokter harus dibeli di apotek karena diluar tanggungan BPJS.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi ibu Hafida Rahwa semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @muhardin
Tanggal : 10 November 2015

Ibu hafidah menderita Tuberculosis “TBC” Kronis

Ibu hafidah menderita Tuberculosis “TBC” Kronis


SUBAEDAH Binti HASAN, (61, Sakit pada tulang leher). Alamat: Kamp. Panramputang, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Subaedah pernah mengalami kecelakan 2 (dua) tahun yang lalu di sekitar pertengahan tahun 2013, saat itu tidak menjalani penanganan medis secara serius, hingga kini keluhan masih tetap dirasakan sakit dibelakang tulang lehernya, usianya yang sudah lanjut membuatnya sudah tidak bisa beraktifitas banyak, selain rasa sakit pada lehernya, kedua lututnya juga sudah mengalami pembengkakan, aktifitasnya kini lebih banyak dilakukan dalam rumahnya.
Suaminya Abu S, sudah meninggal sejak tahun 2006, ketiga anaknya semuanya telah berkeluarga yang saat ini semuanya merantau ke Malaysia sebagai buruh tani di perkebunan kelapa sawit, Ibu Subaedah tidak bisa berharap banyak kepada ketiga anaknya yang merantau, dia sadar bahwa mereka juga hidup dengan serba keterbatasan diperantauan. Saat ini hanya tinggal berdua dengan salah seorang cucunya, Hasna (18). Untuk sedikit membantu kebutuhan neneknya, Hasna kerja serabutan di kampung, sebagai buruh tani rumput laut hingga membantu orang lain menanam padi pada saat musim tanam tiba. Aktifitas yang lain juga memelihara ternak, beberapa ekor kambing yang sesekali dijualnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ibu Subaedah, berobat dengan menggunakan Jamkesda.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi kesehatan Ibu Subaedah semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @muhardin
Tanggal : 10 November 2015

Ibu subaedah menderita Sakit pada tulang leher

Ibu subaedah menderita Sakit pada tulang leher


JUNA BINTI MALAYU, (75, Asma Akut). Alamat: Kamp. Bombong dalam, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Juna, panggilan sehari- harinya, menderita Asma sejak usia masih muda, hanya saja waktu itu tidak pernah dilakukan pengobatan secara continyu, hanya sesekali berobat jika Asmanya kambuh. Di usianya yang sudah lanjut, penyakit Asmanya semakin Akut dan itu sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir. Jika Asmanya sudah mulai kambuh, Juna merasakan sesak pada saluran pernafasannya dan pada malam harinya sangat sulit untuk tidur.
Saat ini Juna hanya tinggal berdua dengan salah seorang anak gadisnya , Tina (27). Sehari- harinya bekerja sebagai buruh tani rumput laut, jika musim panas tiba pasca panen, Tina bekerja pada pabrik pengeringan gabah/ padi, dengan upah pengeringan Rp.2000,-/ Karung dengan berat 80- 90 Kg. Sesekali jika Asmanya kambuh lagi, Juna berobat ke Puskesmas dengan menggunakan kartu Jamkesda.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi kesehatan Rahwa semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @muhardin
Tanggal : 10 November 2015

Pak juna menderita Asma Akut

Pak juna menderita Asma Akut


MUHAMMAD HAVIV (9 tahun), tb tulang. adalah seorang anak dari pasangan bapak sukriyanto (34 thn) dan ibu neny (32 thn) yang tinggal di desa pondok, rt 14 rw 04 Klabang, Kabupaten Bondowoso jawa timur. Bapak sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu neny bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik muhammad haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek muhamad haviv. Dan karena sakit ini, adik haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk biaya rumah sakit dr koesnadi bondowoso dengan fasilitas umum.

Jumlah santunan: Rp. 2.068.050,-
Tanggal: 1 Pebruari 2016
kurir: @yudhoari , Awaludin yudha

Haviv menderita tb tulang

Haviv menderita tb tulang


MISTI (67 thn), Katarak. Beliau adalah seorang nenek yang hidup sendiri, yang memiliki seorang anak yang tinggal di kampung sebelah. Keadaan ekonomi yang kurang mampu membuat penyakit katarak ibu Misti hingga 2 tahun tidak mendapatkan pengobatan. Kondisi rumah ibu Misti terbuat dari dinding bambu yang dingin. Untuk hidup sehari-hari, sang nenek sering mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar. Ibu Misti tinggal di dusun Plumpang, RT 05 RW 03, Cumedak, Sumber jambe, Kabupaten Jember, Jawa timur. Kondisi jalan tanah dan jarak rumah yang cukup dari puskesmas dan rumah sakit terdekat, membuat tim sedekah rombongan Jember memutuskan untuk mendampingi Ibu Misti selama mendapatkan perawatan dari Rumah sakit dr. Soebandi Jember. Santunan yang diberikan senilai di bawah ini digunakan untuk bantuan akomodasi yang diperlukan untuk kontrol ke rumah sakit, dan membantu keperluan ibu Misti. Semoga santunan yang diberikan ini dapat bermanfaat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp 500.000,-
Tanggal: 2 Pebruari 2016
Kurir: @yudhoari

Ibu misti menderita Katarak

Ibu misti menderita Katarak


ERIK ESADA (18 thn), tumor otak. Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep, selama dalam masa perawatan di rumah sakit soebandi jember.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Pebruari 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak


ERIK ESADA (18 thn), tumor otak. Adalah seorang remaja yang tinggal di dusun krajan rw 04 Sidorejo, Umbulsari, Jember, Jawa timur. Merupakan putra dari Bapak Candra Hadi Iswanto (66 thn). Berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah bambu dan triplek dan menumpang di tanah milik gereja. Kondisi ini sungguh memprihatinkan mengingat penyakit yang diderita Erik yang tergolong penyakit urgen dan berat. Hal ini juga pernah menimbulkan warga sekitar sempat menggalang sumbangan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit jember dan surabaya. Sebelum ditemukan tim sedekah rombongan jember, Erik telah mengalami operasi 2 kali. Benjolan di kepala terus membesar dan sering membuat Erik kejang. Kondisi ini mengharuskan Erik untuk melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dr Soebandi Jember. Kondisi pasca operasi yang sering mengalami perembesan luka mengharuskan perawatan intensif dengan kasa tertentu dan salep tertentu yang tidak murah dan tidak dicover oleh BPJS kesehatan. Santunan yang diberikan senilai dibawah ini digunakan untuk bantunan perawatan Erik dan pembelian kasa, salep, selama dalam masa perawatan di rumah sakit soebandi jember.

Jumlah santunan: Rp. 5.700.000,-
Tanggal: 23 Pebruari 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Erik menderita tumor otak

Erik menderita tumor otak


MUHAMMAD NUR RIZKY (17, Hipospadia) Alamat Desa Rejosari, Kec Grabag, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tinggal bersama neneknya yang sudah tidak mampu bekerja, Ayahnya meninggalkannya sejak ia kecil sedangkan Ibunya merantau untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Rizky menderita hipospadia atau kelamin ganda sejak lahir. Awalnya rizky menjalani kehidupan sebagai seorang anak perempuan, hingga masuk SMK akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Muhammad Nur Rizky karena lebih dominan sifat laki-laki daripada sifat perempuannya. Pada bulan januari 2016 #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rizky. Dan Rizky menjadi pasien dampingan #SRSemarang. Saat ini Rizky telah dirujuk di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mejalani pengobatan dan telah dijadwalkan untuk melaksanakan operasi pertama. Bantuan dari #sahabatSR ditujukan untuk Rizky dan keluarga untuk biaya operasional selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,00
Tanggal : 28 Januari 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @fatkhiyaah

Nur rizki menderita Hipospadia

Nur rizki menderita Hipospadia


SITI FATIMAH, (Eritroderma, 27) adalah warga Karaban RT.05/RW.07, Kec. Gabus, Kab. Pati, Jawa Tengah. Bu Siti tinggal bersama suaminya yaitu Pak Rochmad (34) yang berprofesi sebagai pedagang dan dua orang anaknya. Sakit Bu Siti berawal 8 bulan lalu setelah beliau melahirkan dua orang putrinya secara Caesar. 2 minggu kemudian beliau mengalami panas tinggi dan masuk ke RSUD Suwondo Pati, setelah 3 minggu muncul penyakit kulit seperti Campak di sluruh tubuh dan tampak menguning di seluruh pergelangan serta bengkak dan keluar cairan protein. Selanjutnya Bu Siti dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Beliau dirawat selama 18 hari dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Lalu pada tanggal 22 Januari 2016, Bu Siti kembali dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk memperbaiki kondisi umumnya. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 3 minggu, Bu Siti diperbolehkan pulang dan untuk selanjutnya melakukan kontrol rutin satu minggu sekali di RSUD Suwondo Pati. Bantuan yang diberikan ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Bu Siti selama berobat di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @indrades @idaiddo @yodhadidot @desiariyanii

Siti menderita Eritroderma

Siti menderita Eritroderma


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Kini Bu Musiyam tengah menjalani program kemoterapi lanjutan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada. Hingga Januari 2016, Bu Musiyam telah menjalani 2 kali kemoterapi. Selanjutnya program kemoterapi lanjutan ke 3 rencana akan dilaksanakan bulan Februari. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.220.000,00
Tanggal : 30 Januari 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @syamok

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


MUVI MAESAROH (35, Patah Tulang) Ibu Muvi Maesaroh Isteri dari Bapak Butuk Bin Sastro Sucipto (43), Yang Beralamat di Jl.Lobak RT 06 RW 05 Desa Sendangguwo kec.Tembalang, Kota Semarang Jawa Tengah. Ibu Muvi tinggal bersama mertuanya Bapak Sucipto (55) dan ibu mertuanya bu Sutini (50). Bu Muvi bekerja sebagai pembantu sedangkan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Orang Tua dari Pak Butuk sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Kondisi rumah merekapun tidak layak untuk ditempati, karena hanya sebatas kamar tidur dan dapur saja. Setiap malam Pak Butuk dan Bu Muvi terpaksa harus tidur di teras depan rumah karena terbatasnya ruang dalam rumah. Pak Butuk dan Bu Muvi belum dikaruniai anak jadi belum ada tanggungan. Awal mulanya terjadi kecelakaan pada hari senin 11 Januari 2016, bu Muvi diserempet oleh orang yang tidak dikenal naik sepeda motor di Jalan Pandanaran Semarang. Bu muvi hendak ke rumah Orang tua di Desa Tegalsari Semarang dengan naik sepeda. Orang yang menabrak bu Muvi tidak bertanggung jawab dan melarikan diri, ketika itu bu Muvi ditolong oleh orang-orang yang lewat dan dilarikan ke Puskesmas terdekat, kemudian dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Sesampainya di RSUP Dr.Kariadi bu Muvi di operasi kecil untuk menutup lukanya dan diketahui menderita patah tulang pada kaki kanan, dan harus segera dilakukan operasi. Karena tidak ada biaya untuk operasi Bu Muvi sementara menjalani rawat inap di kamar Rajawali RSUP Kariadi. Dikenakan biaya rumah sakit karena masuk lewat jalur umum. Oleh pihak Rumah Sakit bu Muvi diberi waktu tiga hari untuk mengurus Jamkesmaskot/BPJS, Karena kondisi Bu Muvi tidak mempunyai BPJS. tetapi karena keterbatasan pengetahuan pak Butuk dan bu Muvi hanya lulusan SD tidak tahu harus berbuat apa, dan tidak ada keluarga yang bisa menguruskan jamkesmaskot/BPJS. Selama rawat jalan Bu Muvi mempunyai tunggakan 2 juta untuk biaya pengobatan di Rumah sakit dan belum terbayarkan.Selama empat hari saudara dari Bu Muvi berusaha untuk mencari jalan keluar dan alhamdulilah bertemu dengan kurir SR Semarang. Kemudia Bu Muvi dibantu dalam menguruskan Jamkesmaskot/BPJS untuk dilakukan operasi patah tulang. Saat ini Bu Muvi tinggal di RSSR Semarang untuk menunggu antrian kamar di RSUP Dr.Kariadi yang akan dijadwalkan Operasi pada tanggal 27 Januari 2016. Saat ini Bu Muvi telah menjalani operasi pemasangan pen pada kaki. Semoga Allah memudahkan pengobatan bu Muvi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya pengobatan bu Muvi dan keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.800.000
Tanggal : 31 Januari 2016
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu,

Ibu muvi menderita Patah Tulang

Ibu muvi menderita Patah Tulang


Ace Hariski (15, Kelainan Syaraf) yang bertempat tinggal di Wringin Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke RS, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namu tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat ke RS dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembiayaan dan pendampingan saat berobat. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Santunan yang diberikan senilai di bawah ini digunakan untuk pembelian suplemen rutin yang diperlukan selama 6 bulan sesuai resep dokter.

Jumlah Bantuan: Rp. 760.000,-
Tanggal: 4 Desember 2015
Kurir: @yudhoari @gredyanto @taufiqulkhasan @manumaulana

Ace  menderita Kelainan Syaraf

Ace menderita Kelainan Syaraf


SURONO BIN TARMUJI , (42, patah kaki & stroke). Alamat: Desa Jawisari RT. 01 RW. 01 Kecamatan Limbangan, Kendal Jawa Tengah. Di tahun 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA Jogjakarta bagian administrasi kemudian menikah di tahun 1996. Pada tanggal 3 December 2009 Pak Surono mengalami stroke ringan di sebelah kiri. Pihak keluarga membawa Pak Surono ke RS. Bethesda Jogja untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah itu stroke Pak Surono sering kambuh sampai menyerang tubuh bagian kanan hingga menyebabkan bibir memerot kesamping. Kondisi Pak Surono tak kunjung menunjukkan perbaikan justru di tahun 2010 penyakit Pak Surono semakin parah sampai menyerang kondisi kejiwaan dan membuat kesehatanya tidak stabil. Belum lepas dari stroke ringan yang di derita, pada awal bulan november 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan bersama anak pertama beliau. Hingga menyebabkan kaki Pak Surono patah dan harus dilakukan operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogja. Dibutuhkan biaya sekitar 25 juta untuk operasi pemasangan pen di kaki namun apa daya keluarga tidak mempunyai simpanan uang sebanyak itu. Setelah meminjam kesana kemari keluarga Pak Surono hanya memperoleh pinjaman 2 juta, hanya cukup untuk menebus obat dan membayar administrasi rumah sakit. Pengobatan Pak Surono pun ditunda hingga tahun 2013. Alhamdulillah atas ijin Allah, pertengahan tahun 2013 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Surono. Setelah mengalami tahap survey, saat ini Pak Surono telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan Pak Surono dapat melanjutkan pengobatan kembali. Pak Surono telah menjalani serangkaian pengecheckan secara intensif di RSUD Tugurejo Semarang, dan saat ini Pak Surono telah menjalani operasi pengambilan pen pada kaki. Bantuan pun disampaikan guna keperluan berobat dan keseharian Pak Surono selama menunggu panggilan untuk operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Semoga Pak Surono lekas sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan: 500.000
tanggal: 30 januari 2016
kurir: @indrades @idaiddo @rifqiizzaturrijal

Pa surono menderita patah kaki & stroke

Pa surono menderita patah kaki & stroke


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) Alamat Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RSUD Kajen Pekalongan dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pada tanggal 1 Oktober 2015, akhirnya kanker dalam rahim Bu Musiyam diangkat melalui operasi yang berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Setelah melalui masa pemulihan paska operasi, kini Bu Musiyam masih menunggu panggilan dari RSUP Kariadi untuk program selanjutnya yaitu kemoterapi. Bantuan dari #sahabatSR ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat pengobatan di Semarang.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 8 Desember 2015
Kurir : @indrades, @idaiddo, @Qiiyu

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


GANANG PRASETYO Bin alm.MULYADI ( 12 Tahun, DB ), tinggal di ds Ngroto, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Dia awalnya merasakan pusing dan sedikit mual, kemudian pulang mendahului dari sekolah minta izin karena sakit. Sampai di rumah kondisi semakin buruk dan muntah – muntah. Ibu nya pun kebingungan, kemudian di bawa ke puskesmas setempat. Setelah di cek, HB nya rendah sehingga harus segera di rujuk ke RSUD Wonogiri. Alhamdulillah setelah mendapatkan infus, kondisi nya berangsur membaik. Diagnosa menjelaskan bahwa anak tersebut terkena Demam Berdarah. Dengan perawatan beberapa hari, keadaannya berangsur membaik dan saat ini sudah sehat seperti sebelumnya walau kondisi masih sedikit lemas. Semoga bantuan ini meringankan beban keluargnya.

Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Teguh@Waryadi

Ganang menderita DB

Ganang menderita DB


MARSINI Binti Alm. SADIMIN WIRYOSUTARDI ( 69 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds. Tanggulangin RT03/1, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau sudah cukup tua dan sering sakit – sakitan. Saat tim ke rumahnya, beliau sedang terbaring lemah di tempat tidurnya. Beberapa hari belum bisa beraktivitas karena kaki kanan yang di rasakan seperti ngilu, mungkin karena usia sehingga terjadi pengapuran. Kondisi rumah pun memprihatinkan. Untuk pemenuhan kebutuhan sehari – hari cukup sulit. Melihat kondisi beliau seperti itu, tim memberikan bantuan tunai padanya agar meringankan beban hidupnya saat ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan tunai untuk kebutuhan harian  ibu marsini

Bantuan tunai untuk kebutuhan harian ibu marsini


PRATIWI Binti Alm. SUKADI ( 47 tahun, Bantuan Tunai ) tinggal di ds Gunungsari RT04/2, Jatisrono, Wonogiri, Jawa tengah. Beliau mempunyai seorang anak yang sedang duduk di kelas 3 Sekolah Dasar dan saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk biaya hidup sebagian mencukupi kebutuhan sekolah anaknya. Suami pergi merantau ke Jakarta, dan belum tentu mengirimkan uang karena di perantauan juga sekedar buruh bangunan dengan hasil yang pas – pas an. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya, Pratiwi cukup kesulitan. Terkadang dengan kondisi itu dia pun berhutang ke tetangga untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan. Bantuan tunai ini untuk meringankan beban hidup untuk digunakan mencukupi kebutuhan pokok serta kebutuhan sekolah anaknya serta mengurangi beban tanggungan yang telah dia alami. Semoga meringankan beban keluarga tersebut.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Teguh@Haryanto

Bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan pokok serta kebutuhan sekolah

Bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan pokok serta kebutuhan sekolah


MENIK PUJIASTUTI ( 54 Tahun, Usus Buntu ). Tinggal di Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Menik hidup kurang mampu dan sedang menderita sakit usus buntu. Saat tim ke rumahnya beliau masih tergolek lemas pasca operasi. Beliau pun cukup kesulitan dalam memenuhi kebutuhan serta upaya pengobatan di rumah sakit. Saat pengobatan beberapa hari di rumah sakit, beliau meminjam uang pada tetangga untuk membayar biaya yang telah digunakan. Belum mempunyai jaminan kesehatan, sehingga biaya tersebut menggunakan biaya umum. Total biaya penanganan operasi saat itu kurang lebih 4 jutaan, untuk meringankan beban beliau saat ini kami memberikan bantuan tunai agar sedikit membantu tanggungan pembayaran yang telah dikeluarkannya. Dan harapan kami, semoga kondisi beliau semakin membaik dan bisa kembali bekerja sebagai penjual sayur di pasar agar kebutuhan sehari – harinya pun tercukupi.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via Waryadi

Ibu menik menderita Usus Buntu

Ibu menik menderita Usus Buntu


TARINI Binti Alm. SUKIJO ( 56 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di Gambiranom, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini hidupnya kurang mampu dan sedang mengalami sakit stroke sehingga tak mampu bangun dari tempat tidurnya. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat kondisi ibu ini semakin kesulitan. Mencari nafkah dengan menjadi pembantu rumah tangga, dan setelah kurang lebih 5 bulan tidak mampu bekerja karena sakit yang di alami beliau saat ini. Dengan kondisi seperti ini, kami merasa bahwa beliau sangat membutuhkan uluran tangan. Kami pun memberikan bantuan untuk meringankan beban hidupnya. Walau tidak seberapa, paling tidak bisa meringankan bebannya. Semoga bermanfaat.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 oktober 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via Waryadi

Bantuan tunai untuk kebutuhan harian ibu tarini

Bantuan tunai untuk kebutuhan harian ibu tarini

​—
Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ( MTSR,, Operasional ) WONOGIRI. Alhamdulillah dengan kondisi MTSR Wonogiri yang saat ini sudah mempunyai dua armada semakin bergerak cepat membantu banyak sekali dhuafa, pasien dampingan memberikan kemampuan semaksimal mungkin bahkan masyarakat yang membutuhkan ambulan untuk membawa jenazah baik dari rumah sakit maupun tempat pemakaman. Bergerak bersama saling sinergi memberikan kemampuan kami semaksimal mungkin. Untuk kebutuhan operasional armada MTSR di Kabupaten Wonogiri, sebagaimana kami laporkan di website ini semoga semakin banyak yang terbantu dengan keberadaan sedekah rombongan di daerah sekitar Surakarta. Aamiin.

Biaya Operasional : Rp. 2.410.000,- ( Kebutuhan Oktober 2015 )
Tanggal : 28 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Yuli@Teguh@Nonis@Kikis@Dodo

Biaya operasional untuk BBM dan Service

Biaya operasional untuk BBM dan Service


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( RSSR, Operasional ) WONOGIRI. Selain sarana pendukung yang berupa Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, di Kabupaten Wonogiri juga terdapat Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang lokasinya tepat berada di depan kelurahan Wonokarto, Wonogiri. Kebutuhan sinergi antara MTSR dan RSSR dalam upaya memberikan dampingan, penyembuhan serta survey sasaran maupun penyaluran bantuan kami laksanakan sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan di sedekah rombongan. Kebutuhan rumah tangga RSSR yang digunakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasien yang singgah sebelum dan sesudah penanganan di rumah sakit atau tempat transit utamanya pasie yang lokasinya jauh dari rumah sakit. Semoga banyak pasien tertangani, dan keberadaan RSSR ini cukup membantu dalam upaya penyembuhan mereka.

Biaya Operasional : Rp. 1.345.800,- ( Listrik, Air, Kebutuhan makan pasien, Kebersihan, dll )
Tanggal : 29 Oktober 2015
Kurir : @Mawan@Nonis@Yuli

Bantuan operasional  untuk Listrik, Air, Kebutuhan makan pasien, Kebersihan, dll

Bantuan operasional untuk Listrik, Air, Kebutuhan makan pasien, Kebersihan, dll


SARNI ( 39 Tahun, Operasi Cesar ). Tinggal di RT03/2, Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Mbak Sarni merupakan salah satu warga miskin dengan kondisi keluarga yang perlu untuk membutuhkan bantuan saat beliau melahirkan belum mempunyai jaminan kesehatan dan dilakukan operasi cesar agar bayi keluar dengan selamat. Informasi kami dapatkan setelah selama kurang lebih 8 hari di rumah sakit, dan siap untuk di bawa pulang. Namun, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit sehingga kemampuan keluarga ini pun belum tercukupi. Alhamdulillah, kondisi ibu dan bayi nya lahir dengan sempurna dan baik – baik saja. Agar bisa segera di bawa pulang biaya operasi dan kebutuhan selama di rumah sakit kami bantu. Semoga meringankan beban keluarga mereka saat ini.

Bantuan : Rp. 14.921.628,-
Tanggal : 20 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan biaya operasi ceasar

Bantuan biaya operasi ceasar


PARMIN ( 74 Tahun, Sesak Nafas ) tinggal di RT03/4, Pungasari, Jatipuro, Karanganyar. Mbah Parmin saat ini terbaring lemas karena mengalami gejala sesak nafas yang cukup parah, beliau hidup kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Untuk membawa ke Puskesmas setempat, tetangga bersama dengan beberapa warga menyewa mobil,lokasi dengan Puskesmas cukup jauh. Penanganan medis dengan cek tekanan darah, serta paru – paru. Ada radang yang terjadi sehingga, saat itu kondisi beliau cukup panas. Kebutuhan selama di rumah sakit pun dari warga mengumpulkan sekitar, sebab beliau hidup seorang diri dan kebutuhan makan juga di cukupi oleh mereka yang merasa iba pada beliau. Bantuan ini semoga meringankan beban beliau, untuk mencukupi selama di rawat serta kebutuhan sehari lainnya, semoga bermanfaat.

Bantuan : Rp. 1.830.500,-
Tanggal : 22 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via Sumarno

Pak parmin menderita Sesak Nafas

Pak parmin menderita Sesak Nafas


PONIYEM ( 79 Tahun, Bantuan Tunai ) , beliau hidup dan tinggal di rumah sederhana, tepatnya di ds. Tanjungrejo, Badegan, Ponorogo, Jawa Timur. Poniyem sering merasakan sakit di kaki, sebab usia pun sudah cukup tua. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sangat sulit, apalagi kondisi rumah yang jauh dari kota. Tidak mempunyai sanak saudara, sehingga beliau pun berjuang sendiri untuk kebutuhan sehari – hari. Bantuan tunai untuk sedikit meringankan beban beliau saat ini semoga bermanfaat. Masih banyak warga miskin seperti beliau, sedekah rombongan berusaha bersama bergerak memberikan bantuan untuk meringankan beban hidup mereka. Semoga senantiasa kami diberikan kesehatan dan kemudahan untuk tetap bergerak membantu sesama. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan untuk kebutuhan harian mbah poniyem

Bantuan untuk kebutuhan harian mbah poniyem


ERIKA SUSANTI Binti GALIH PRASETYAWAN ( 12 Tahun, Muntaber ). Tinggal di ds. Kaliancar RT04/2, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Dik Rika panggilan akrabnya masih terlihat lemas di bed saat di rawat di rumah sakit wonogiri. Dia sudah berangsur membaik setelah beberapa hari mendapatkan perawatan secara medis. Sebelumnya, Rika tiba – tiba merasakan pusing kepala, kemudian perut mual dan demam tinggi. Hari itu juga dia tidak bisa masuk sekolah, selang siang hari sekitar pukul 14.00 WIB kondisi semakin parah. Kemudian Ibunya langsung membawa ke ruah sakit agar segera mendapatkan penanganan, infus pun segera di pasang. Alhamdulillah, kondisi semakin membaik. Keluarga belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga untuk biaya rumah sakit yang tidak sedikit, ibunya mesti mencari bantuan kesana kemari. Informasi sampai di sedekah rombongan di wonogiri, kemudian tim meluncur ke rumah sakit untuk menjenguk sekaligus melihat secara langsung kondisi Rika dan keluarganya. Kami bantu sebagian biaya rumah sakit, semoga hal ini bisa meringankan beban ibu nya dan dek Rika segera pulih dan bersekolah lagi. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.900.000,-
Tanggal : 15 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh@Runi

Erika menderita Muntaber

Erika menderita Muntaber


JINEM Binti alm. SADIMIN ( 78 Tahun, Ca Mamae ), tinggal di ds Sonoharjo RT03/1, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau sakit kanker payudara atau yang disebut dengan Ca Mamae. Mbah Jinem mengeluh sakit sudah sejak lama, kurang lebih sakit yang beliau derita berjalan hampir dua tahun. Karena faktor ekonomi makan sakit pun tak di hiraukannya, dan saat ini pun sudah cukup parah. Kemudian beliau kami bawa untuk cek ke laboratorium atau di rumah sakit setempat. Kondisi sakitnya pun terdeteksi cukup parah dan memerlukan kemo untuk mengurangi rasa sakit itu. Rencanana akan di lakukan tahapan kemo kurang lebih 13 kali. Untuk kebutuhan tersebut, kami mencoba untuk melakukan pendampingan terhadap pasien tersebut. Semoga langkah ini memperoleh berkah dan kemudahan dari Tuhan YME. Amiin.

Bantuan : Rp. 1.623.900,-
Tanggal : 25 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Mbah jinem menderita Ca Mamae

Mbah jinem menderita Ca Mamae


SAMIJAN ( 72 Tahun, Gula Darah, Gejala Stroke ). Tinggal di ds Karangjoho RT04/3, Badegan, Ponorogo, Jawa Timur. Beliau hidup kurang mampu dan saat ini menderita sakit komplikasi antara sakit diabetes dan gejala stroke. Kondisi sebelum kami bawa ke rumah sakit sangat lemah, sehingga saat ini membutuhkan perawatan secara medis oleh tim dokter. MTSR bergerak cepat walau jarak cukup jauh, agar semua bisa terkendali dengan baik. Alhamdulillah, berkat bantuan warga sekitar yang membantu untuk membawa ke perbatasan di wonogiri akhirnya efektifitas dan efisiensi waktu pun bisa memberikan penanganan yang maksimal. Kurang lebih dua minggu berada di rumah sakit, akhirnya Samijan diperbolehkan untuk pulang. Kondisi berangsur membaik, namun masih membutuhkan perawatan serta kontrol agar semakin sehat. Kontrol akan dilakukan rencananya hari Senin, tanggal 16 Nopember 2015, untuk efisiensi waktu sehari sebelumnya kami bawa ke RSSR. Sebab lokasi rumah yang jauh, serta agar kondisi beliau tidak terlalu capek saat harus melakukan perjalanan jauh. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau saat ini, doa untuk kurir semua agar selalu di berikan kesehatan dan kemudahan dan tetap bergerak untuk memberikan bantuan pada orang yang kurang mampu yang sangat membutuhkan bantuan kita bersama.

Bantuan : Rp. 6.532.000,-
Tanggal : 11 Nopember 2015
Kurir : @Mawan@Teguh informan Hendri

Mbah samijan menderita Gula Darah, Gejala Stroke

Mbah samijan menderita Gula Darah, Gejala Stroke


WINARSIH (38th, Ca mamae). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Februari 2016. saat ini beliau tinggal bersama suaminya Bapak Gimo dan 1 orang anaknya di Desa Puncu RT 01 / RW 03, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bu Winarsih adalah penderita kanker payudara sejak tahun 2014. awal mula sakit timbul benjolan kecil hingga sampai tahun 2015 benjolan semakin membesar. Sewaktu benjolan masih kecil Bu Winarsih sudah pernah memeriksakan ke RS Pare Kediri dan belaiu diagnosa menderita ca mamae awal dan dianjurkan untuk oprasi. Namun Bu Winarsih menolak karena beliau berfikir jika penyakit kankernya diangkat akan membuat kematianya lebih cepat, sehingga beliau mencoba pengobatan alternatif pada bulan April hingga Desember 2015. Pada saat bu Winarsih menjalani pengobatan alternatif hanya diberi pil kapsull dan jamu saja, hingga membuat benjolan tersebut semakin membesar dan pecah. Akhirnya beliau berhenti melakukan pengobatan alternatif dan membawanya untuk periksa di RS pare Kediri dan di anjurkan untuk kemo. Namun di RS Pare tersebut tidak ada alat untuk kemo hingga Bu Winarsih di rujuk ke RSSA Malang. Seminggu Bu Winarsih menjalani rawat inap dan menjalani rangkaian pengobatan di RSSA hingga Bu Winarsih mengalami drop parah dan kondisi yang trus menurun hingga Bu Winarsih meninggal dunia. Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan kesedihan yang di alami keluarga dan menyampaikan satunan sebesar Rp 1.000.000,- sebagai santunan terakhir untuk biaya pemakaman beliau. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 807. Ucapan trimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang telah di berikan, semoga almarhumah Bu Winarsih di terima disisi Allah SWT. Amiin..

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 29 Februari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @CandyAryo

Ibu winarsih menderita Ca mamae

Ibu winarsih menderita Ca mamae


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas 2 sekolah menengah pertama di Pare, Kediri. Ia putra pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Heru Widodo (42) yang bekerja sebagai pedagang asongan dan Ibu Winarti (40) seorang ibu rumah tangga yang juga membantu suaminya berdagang. Awalnya pada september 2015 Bima sering mengeluh cepat capek, merasa lemas yang menyebabkan ia sering demam, setelah itu orang tuanya memeriksakan Bima ke puskesmas. Awal november Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang yang membuat orang tuanya panik, sehingga Bima langsung diperiksakan ke rumah sakit Amelia di Pare, Kediri. Sempat opname beberapa hari, akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya, bahkan KTP ibunya sempat ditahan sebagai jaminan oleh pihak rumah sakit karena belum bisa melunasi kekurangan biaya sebesar 3 juta. Alhamdulillah Bima dipertemukan dengan #SedekahRombongan, dan saat itu juga kurir #SedekahRombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya terbilang lancar. Saat ini Bima sudah menjalani 2 kali kemoterapi. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 595.000,-
Tanggal : 17 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Bima menderita Kelainan Ginjal

Bima menderita Kelainan Ginjal


MUHAMMAD NURFAIZ (2, Tumor Jinak). Alamat: Kampung Taman RT 09 RW 04, Desa Mrawan, Kec. Tapen, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Saat awal kelahirannya, kondisi Faiz terlihat normal, namun beberapa minggu kemudian terlihat benjolan kecil di bagian leher. Waktu itu belum ada respon dari orang tua karena dikira hal yang wajar. Menginjak usia 1 tahun, benjolan pada leher terlihat semakin besar, akhirnya Faiz diperiksakan oleh orang tuanya ke rumah sakit daerah di Bondowoso dan didiagnosa mengidap tumor jinak. Sempat dilakukan penyuntikan pada benjolannya dan dinyatakan dokter tidak ada hal yag perlu dikhawatirkan. Setahun berselang walaupun tidak terasa sakit namun benjolan tersebut lama kelamaan semakin membesar, hingga akhirnya kembali diperiksakan ke rumah sakit daerah di Bondowoso. Setelah itu Faiz mendapat surat rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tepatnya 10 desember 2015 Faiz mulai menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang sudah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi musti mengeluarkan dana untuk biaya pengobatan. Setelah 3 kali kontrol di Poli Bedah RSUD Dr. Soetomo, Faiz mendapat jadwal operasi pada 29 desember 2015. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sekarang benjolan di lehernya sudah terangkat. Saat ini kegiatan yang dilakukan Faiz adalah kontrol paska operasi. Bantuan awal sudah disampaikan untuk kebutuhan selama Faiz kontrol dan opname di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Nurfaiz menderita Tumor Jinak

Nurfaiz menderita Tumor Jinak


SAYUTI BIN SANPURONUDJI (55 Tahun, Hidronephrosis). Alamat : RT 12 RW 06 Desa Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Bapak Sayuti adalah seorang pekerja swasta. Saat ini beliau tidak dapat bekerja untuk keluarganya karena menderita sakit Hidronephrosis dan harus menjalani operasi. Namun kondisinya yang memburuk karena infeksi pada usus sehingga leukositnya tinggi, dan Hemoglobin nya rendah, maka pak Sayuti harus menjalani rawat inap dan transfusi darah selama beberapa hari sebelum dilaksanakan operasi yang rencananya dilaksanakan besok Senin, 29 Pebruari 2016. Seminggu terakhir pak Sayuti diperbolehkan pulang sambil menunggu pelaksanaan operasi. Informasi tentang pak Sayuti diperoleh dari salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah pak Sayuti mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000. Pak Sayuti merasa senang dan terbantu sekali atas bantuan tersebut karena bisa untuk biaya pengobatan selanjutnya. Pak Sayuti mengucapkan banyak terimakasih dan bersyukur atas bantuan yang telah disampaikan sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 27 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak sayuti menderita Hidronephrosis

Pak sayuti menderita Hidronephrosis


SUBANDI BIN ARJO (43 tahun, kaki membesar/Filariasis) Alamat : Jalan Rimba Raya Nomer 7 Kelurahan Kartoharjo RT 29 RW 8 Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun Jawa Timur.
Pak Subandi asli dari Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun Jawa Timur. Dulu karena orang tuanya merantau ke kota menjadi tukang parkir di pasar besar kota Madiun, maka sampai sekarang dia tetap domisili di Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo kota Madiun. Pak Bandi memiliki 1 anak usia TK sedang istrinya bekerja sebagai tukang masak. Rumah yang ditempati bukan milik sendiri, pak Subandi hanya menunggu rumah tersebut karena pemiliknya tinggal di Surabaya. Pada awalnya, 1 tahun yang lalu kaki pak Subandi sobek terkena Ger becak yang dipakainya untuk bekerja. Lama kelamaan terasa panas dan memerah kemudian bertambah besar. Pada tanggal 18 November 2015, Pak Bandi menginginkan untuk operasi dan minta rujukan dari Puskesmas Oro-oro Ombo ke rsud Soedono, tetapi oleh rsud Soedono diberi rujukan lagi untuk rsu Soetomo Surabaya. Karena terbentur biaya, akhirnya pak Subandi menyerah dan tidak melanjutkan rujukan tersebut. Sebenarnya pak Subandi ingin sekali segera dioperasi. Alhamdulillah pak Bandi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan setelah 1 bulan menjalani pemeriksaan awal dilaksanakan operasi di rsdm Solo. Hasil operasi pertama menunjukkan bahwa kaki pak Bandi tidak bisa dipertahankan, harus diamputasi. Operasi amputasi kaki telah dilaksanakan hari Selasa, 9 Pebruari 2016. Saat ini pak Bandi menjalani kontrol rutin untuk penyembuhan luka pasca operasi amputasi kaki. Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama 2 minggu dirawat di rsdm setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 788. Pak Bandi bersyukur sekali dan mengucapkan terima kasih kepada sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000
Tanggal : Jum’at, 19 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Pak subandi menderita kaki membesar/Filariasis

Pak subandi menderita kaki membesar/Filariasis


AZZAM SYAFA AZENA (4,5 tahun, leukimia) Alamat : Desa Sekarjati RT 03 RW 03 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Azzam adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan bapak Miftah (35 tahun) dengan ibu Lestari (30 tahun). Azzam mengalami sakit yang di diagnosa dokter adalah LEUKIMIA yang juga menyebabkan pembengkakan di kedua mata nya. Sakit itu dimulai seksk 2 bulan silam setelah dia dan keluarganya pulang dari perantauan di NTT kembali ke tanah kelahirannya di sebuah desa di Kabupaten Ngawi. Awalnya Azzam hanya mengalami panas dingin dan di bawa ke puskesmas setempat. Namun, betapa kagetnya orang tua Azzam mengetahui bahwa dokter memfonis anak nya mengidap penyakit yang serius dan harus di rujuk ke RSUD dr Mowardi Solo. Biaya pengobatan Azzam sepenuhnya di tanggung oleh BPJS Mandiri. Tetapi karena baru 2 bulan pindahan dan belum mendapatkan pekerja an tetap, orang tuanya pun kesulitan mendapat kan biaya oprasional selama di rumah sakit. Maklum, selama di perantauan ayah Azzam hanya bekerja sebagai penjual cilok keliling dan ibu Azzam hanya ibu rumah tangga. Saat kurir mendatangi rumah untuk melakukan survei yang lokasinya cukup sulit di jangkau di pedalaman. Azzam sudah melakukan perawatan di RS Mowardi Solo dengan biaya oprasional seadanya. Informasi tentang Azzam di dapat dari salah satu orang yang mengaku juga menjadi sedekaholic. Bantuan berupa Santunan lepas sebesar Rp 1.500.000 di sampaikan guna membantu biaya oprasional keluarga Azzam selama di rumah sakit. Rasa terimakasi dan doa di sampaikan keluarga Azzam untuk semua kurir Sedekah Rombongan dan sedekaholic yang sudah membantu dan mensedekahkan sebagian hartanya kepada Azzam melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Sabtu, 27 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama @Cici_cinta

Azzam menderita  leukimia

Azzam menderita leukimia


DWI NINGSIH BINTI SUYONO (17 tahun, osteoma/ benjolan di dagu). Alamat : Dusun Pondok RT 03 RW 02 Desa Manjung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ningsih biasa dipanggil adalah seorang pelajar kelas 9 di MAN Panekan, ayahnya sudah lama meninggal. Ningsih hidup dan dibiayai oleh ibu kandung nya, yaitu Bu Sumirah (45 tahun). Tiga tahun yang lalu Ningsih mengalami benjolan pada dagu nya tapi hanya di priksakan ke dokter praktek yang hanya diberi obat tanpa ada penjelasan tentang penyakit yang diderita. Akibat keterbatasan biaya akhirnya Ningsih hanya dibiarkan saja oleh ibunya, sampai pada bulan Desember 2015 yang lalu Ningsih mengalami sakit yang luar biasa dengan bertambah besar nya benjolan pada dagunya, akhirnya ibu Sumirah membawa Ningsih ke Rsu Pangkalan Udara Iswahyudi. Dan dikarenakan bersamaan dengan hari Natal sehingga Ningsih tidak dapat pertolongan apapun dari pihak rumah sakit dan kembali dibawa pulang ke rumahnya. Sampai kurir Sedekah Rombongan menemukan dan melihat kondisi yang di alami Ningsih dan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ningsih. Dalam 2 bulan pendampingan Sedekah Rombongan, telah dilaksanakan dua kali operasi di rsud Moewardi Solo. Santunan kedua dari sedekaholic untuk oprasional pengobatan dan akomodasi rawat inap selama dua kali telah di sampaikan sebesar Rp 1.500.000 setelah sebelumnya masuk rombongan 796. Keluarga Ningsih sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Sabtu, 27 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu


MUJIYEM BINTI RESOBEJO (60 tahun, Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih) Alamat : RT 45 RW 4 Dukuh Biting Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Mujiyem mengalami gejala sakit dengan ada nya perdarahan selama 9 tahun terakhir. Karena tidak menimbulkan rasa sakit jadi tidak pernah dibawa ke rumah sakit ataupun dokter. Sejak September 2015 baru dirasakan gejala sakit yang serius sehingga mulai menjalani pengobatan secara serius di awali di rsud Sayidiman Magetan kemudian dirujuk ke rsud Soedono Madiun dan dalam 2 bulan terakhir telah menjalani pengobatan di rsud Moewardi Solo. Saat di rsdm Solo inilah diketahui komplikasi penyakit bu Mujiyem yaitu Bisitopenia, Myoma Uteri dan kista ovary. Operasi pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Januari 2016. Bu Mujiyem bekerja sebagai buruh tani, demikian juga suaminya yaitu bapak Jarwo (60 tahun) juga bekerja sebagai buruh tani yang sangat keberatan untuk membiayai pengobatan bu Mujiyem. Kebetulan pasutri ini tidak dikaruniai anak sehingga selama sakit didampingi oleh saudara-saudara terdekat nya. Dalam waktu 5 bulan terakhir sudah 9 kali keluar masuk ranap di rsu sehingga harus menjual satu-satu nya tanah yang dimiliki. Bu Mujiyem tercover Jamkesmas, tetapi untuk biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit dirasa sangatlah berat. Informasi mengenai bu Mujiyem diperoleh melalui facebook dan saat kurir Sedekah Rombongan mensurvey rumah dan kondisi bu Mujiyem memang layak dibantu. Keluarga bu Mujiyem sangat berharap bantuan dari Sedekah Rombongan untuk meringankan beban keluarganya. Alhamdulillah bu Mujiyem akhir nya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan santunan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan setelah sebelum nya masuk rombongan 798. Santunan kedua digunakan untuk biaya akomodasi selama perawatan di rsu Moewardi Solo. Keluarga bu Mujiyem sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu , 20 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Bu mujiyem menderita Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih

Bu mujiyem menderita Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih


Karmin Bin Martolono (49 tahun, duafa) Alamat : RT 2 RW 3 Dusun Nglemi Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Karmin adalah seorang duafa yang mempunyai 3 orang anak yang masih kecil-kecil, istrinya meninggal karena sakit tiga tahun yang lalu. Anak yang paling besar kelas 5 SD, anak nomor dua kelas 1 SD dan anak ke tiga msh TK. Anak yg paling kecil terpaksa di rawat oleh saudaranya karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan. Pak Karmin hanya seorang buruh tani yg bekerja jika saat musim tanam atau musim panen saja. Sudah 2 bulan ini pak Karmin tidak mendapatkan penghasilan untuk hidup sehari hari sehingga kadang harus meminjam tetangga. Rumah nya sangat memprihatikan sekali hanya ada satu kamar untuk tidur dan lantainya masih tanah. Setelah mensurvey kondisi pak Karmin sekeluarga, kurir Sedekah Rombongan memutuskan untuk menyampaikan bantuan berupa uang tunai dan sepasang kambing senilai Rp 2.000.000. Diharapkan dengan bantuan tersebut dapat memberikan pendapatan keluarga pak Karmin dimasa yang akan datang. Pak Karmin dan kedua anak nya sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga menjadi berkah kebaikan untuk keluarga Pak Karmin.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Senin, 29 Februari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Bantuan uang tunai dan sepasang kambing

Bantuan uang tunai dan sepasang kambing


SUBUH ( 69 TAHUN, ASMA ). Alamat di Kampung Beru, Dusun Bontomanai, Desa Lassa, Kec. Bontolempangan, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan.
Pada tanggal 25 mei 2015 Bapak Subuh merasakan ada gejala gejala penyakit dalam dirinya, Bapak Subuh pada hari itu merasakan pusing di kepalanya dan muntah muntah dan akhirnya tidak berdaya, hari itu juga keluarga yang melihat kondisi Bapak. Subuh tidak berdaya langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan, setelah 3 hari di rawat di Puskesmas keluarganya pun membawanya kembali ke rumah karena melihat kondisinya sedikit membaik namun sekitar 5 hari setelah keluarnya dari Puskesmas Bapak Subuh pun kembali tak berdaya alias penyakitnya kambuh kembali tapi keluarga tidak membawa ke Puskesmas untuk kedua kalinya akhirnya Bapak Subuh dirawat jalan.
Bapak Subuh adalah seorang petani yang tergolong masuk usia purna bakti, meski usianya yang sudah tidak produktif lagi Bapak Subuh mau tidak mau harus tetap bekerja keras untuk menopang keluarganya terutama istri dan tiga orang cucu yang tinggal bersamanya, sungguhpun Bapak. Subuh mengaku masih memiliki semangat tinggi tentu itu hanya sebatas pernyataan saja karena kondisinya semakin hari semakin melemah.
sebagai seorang petani pendapatannya relatif kecil sekitar 500 ribu perbulan yang harus di perhadapkan dengan tuntutan kebutuhan yang serba mahal.
Sewaktu kurir #SR mengunjunginya Bapak Subuh mengutarakan harapannya yakni semoga kondisi kesehatannya bisa kembali normal seperti sediakala agar dia tetap bisa beraktivitas untuk mencari nafkah hidup keluarga.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun diberikan. Semoga Bapak Subuh segera membaik dan kesehatannya pulih kembali Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dip @muhridwan
Tanggal : 25 Oktober 2015

Pak subuh menderita ASMA

Pak subuh menderita ASMA


SUPARNO BIN MARTO KARYALEGI (62, Tumor Leher) Alamat: Dusun Kwarasan Lor RT 10 RW 03, Desa Tiru Kidul, Kec. Gurah, Kab. Kediri, Jawa Timur. Pak Suparno biasa disapa, beliau bekerja sebagai buruh tani. Meski usianya sudah lanjut beliau masih terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau mempunyai tanggungan seorang istri dan 2 orang anak (kelas 3 SMA & usia 4 tahun). Pak Suparno divonis menderita penyakit tumor pada alat pencernaannya sejak 8 bulan yang lalu. Awal tahun 2015 yang dirasakan beliau seperti amandel, 2 bulan kemudian timbul benjolan di sekitar leher yang awal mulanya kecil. Lalu 3 bulan kemudian benjolan itu membesar seperti genggaman tangan. Pak Suparno awalnya dirawat di Rumah Sakit Pare Kediri, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada akhir bulan April 2015. Profesi beliau sebagai buruh tani tidak memungkinkan untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dikarenakan kesulitan membayar biaya berobat, transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Alhamdulillah melalui info dari kurir #SedekahRombongan di Kediri, kami #SedekahRombongan Surabaya bisa dipertemukan dengan Pak Suparno. Tanpa tunggu lama, kami langsung membawa Pak Suparno ke Surabaya dengan ambulan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya beliau mendapat jadwal kemoterapi. Saat ini beliau sudah melakukan kemoterapi yang kedua. Pak Suparno & keluarga sangat berterimakasih atas bantuan para sedekah holic yang telah memberikan sebagian rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : Selasa, 29 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Pak suparni menderita Tumor Leher

Pak suparni menderita Tumor Leher


SARNO BIN SETRO GIMUN (45 tahun, Prostat) Alamat : Desa Karangrejo RT 21 RW 09 Kec. Kawedanan Kab. Magetan Jawa Timur. Pak Sarno telah menderita prostat sejak lima tahun yang lalu. Beliau tinggal bersama bapak, istri dan seorang anaknya. Bapaknya bernama Setro Gimun berumur 72 tahun yang sudah tidak bisa bekerja. Istri Pak Sarno bekerja sebagai penjual jamu yang penghasilan perbulannya sekitar Rp.600.000,- tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sarno. Pada tahun 2010 lalu Pak Sarno mengalami gangguan saluran kencing dan divonis terkena prostat. Pak Sarno sudah berusaha berobat ke rumah sakit dengan biaya umum. Sudah beberapa kali berobat namun belum mendapatkan hasil yang baik. Karena keterbasan biaya akhirnya pengobatanpun berhenti. Akhirnya lama kelamaan muncul benjolan dibuah zakarnya. Benjolan tersebut mengeluarkan nanah dan semakin membesar bila Pak Sarno kelelahan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja sampai sekarang. Benjolan itu mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter atau alat bantu buang air kecil. Bahkan bila benjolan itu kambuh, Pak Sarno tidak bisa berjalan. Bila kambuh, keluarga hanya bisa memberikan pengobatan ke dokter umum terdekat saja karena keterbatasan dana. Sekarang Pak Sarno telah memiliki BPJS dan ingin berobat ke rumah sakit kembali. Namun karena kondisinya yang terbatas Pak Sarno masih kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Pak Sarno dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari saudara salah satu kurir #SR. Setelah selama 5 bulan berobat di RSUD Soedono Madiun dalam dampingan Sedekah Rombongan, Pak Sarno dirujuk dokter untuk melanjutkan pengobatan di Surabaya. Saat ini Pak Sarno sedang melakukan proses pengobatan di RS. Unair yang dianggap juga telah memiliki fasilitas lengkap untuk pengobatan pasien. Selain itu pak Sarno juga harus rutin mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter, yaitu paracetamol dan ciprofloxacin untuk anti infeksinya.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Selasa, 29 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @GPremadi @Rathyajelita

Pak sarno menderita Prostat

Pak sarno menderita Prostat


DJOEMAIRAH BINTI SAKIYAH (51 tahun, Jantung Koroner) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok 4/22 Surabaya, Jawa Timur. Bu Humairah begitu beliau biasa disapa sudah setahun ini bolak balik opname di RS. Dr. Soewandi karena sakit jantung yang dideritanya. Namun setelah 5 bulan semenjak kematian suaminya beliau tidak lagi melakukan kontrol rutin ke rumah sakit karena tidak ada lagi yang mengantar dan sudah tidak memiliki uang untuk pengobatan. Meski dalam kondisi sakit, beliau harus tetap berkeliling untuk berjualan bubur, yang penghasilannya digunakan untuk menafkahi dua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 13 tahun. Sisanya baru digunakan untuk menabung, untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Belakangan ini sakitnya kambuh dan tidak bisa lagi berjualan. Anaknya pun putus sekolah karena harus merawat ibundanya. Ibu yang sehari-hari berjualan bubur “Suwun” keliling ini sekarang hanya diam di rumah, beruntung Bu Humairah memiliki tetangga yang baik dan perduli, yang dalam keseharian sering menyisihkan sebagian rejekinya untuk diberikan kepada Bu Humairah untuk biaya makan sehari-hari. Melalui tangan Allah, alhamdulillah kami #SedekahRombongan bisa bertemu bu Humairah dan bisa sedikit membantu pengobatan beliau.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : Rabu, 23 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD

Ibu humairah menderita  Jantung Koroner

Ibu humairah menderita Jantung Koroner


ALI MUSTOFA (24 tahun, Fraktur Tulang Belakang) Alamat : Desa Junke, Kec. Karas, Kab. Magetan, Jawa Timur. Pada saat masih SMA, mas Ali mengalami kecelakaan dan karena merasa baik-baik saja sehingga mas Ali dan keluarga tidak melalukan pemeriksaan medis. Setelah 3 tahun tepatnya pada bulan Desember 2013 mas Ali mengalami sakit yag luar biasa pada tulang belakang, seluruh tubuhnya mulai merasakan pegal yang belum diketahui sebabnya. Kemudian keluarga membawa mas Ali ke salah satu rumah sakit yang ada di magetan, Jawa Timur. Pihak rumah sakit belum bisa mendiagnosis penyakit mas Ali, kemudian dirujuk RS Dr Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga mengurungkan niat untuk melanjutkan pengobatan. Keluarga mas Ali adalah keluarga petani yang hidup dengan sederhana dan seadanya di desa. Semakin lama kondisi mas Ali semakin memburuk, maka dengan bantuan beberapa sanak saudara, ahirnya mas Ali bisa diberangkatkan ke RS Dr Soetomo. Kemudian dipertemukan dengan kurir #Sedekah rombongan. Saat bertemu dengan mas Ali, kondisinya sangat memprihatinkan. Tubuh mas Ali sangat kurus rentan, dan dia tidak bisa duduk apalagi berdiri. Sepanjang hari mas Ali hanya bisa berbaring dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo dokter masih belum bisa mengetahui jenis penyakitnya, Sampai pada bulan Januari 2015 masih menunggu hasil pemeriksaan sum-sum tulang belakang, dan akhirnya dokter mendiagnosis bahwa mas Ali mengalami kangker di sum-sum tulang belakngnya. Tindakan medis yang dilakukan untuk mas Ali adalah melakukan kemoterapi secara rutin. Saat ini mas Ali masih terus menjalani kemoterapi terkadang 2 minggu sekali, terkadang 1 bulan sekali. Kondisi Mas Ali masih sama, yaitu hanya bisa berbaring, namun alhamdulillah kondisi mas Ali dirasa semakin membaik dan bahkan rambut mas Ali sudah mulai tumbuh pasca kemoterapi. Bersama #SRSurabaya, semoga kondisi mas Ali bisa segera membaik.. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000
Tanggal : Rabu, 16 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Pak ali menderita Fraktur Tulang Belakang

Pak ali menderita Fraktur Tulang Belakang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Pawitri 1,500,000
2 Sigi 1,000,000
3 Sri murni 2,000,000
4 Ani 1,000,000
5 Rhendy 1,600,000
6 Alm noviyanti 1,000,000
7 Ahmad 500,000
8 MTSR Jember 4,870,000
9 RSSR Jember 2,935,000
10 Suniah 1,400,000
11 Maghfiroh 2,008,340
12 Septiana 1,700,000
13 Asyari 500,000
14 Eli 800,000
15 Usman 750,000
16 Darawia 750,000
17 Jawak 750,000
18 Mira 500,000
19 Subari 1,200,000
20 Dirman 500,000
21 Mursyid 350,000
22 Hafidah 500,000
23 Subaedah 500,000
24 Juna 500,000
25 Haviv 2,068,050
26 Misti 500,000
27 Erik 500,000
28 Erik 5,700,000
29 M Nur Rizki 500,000
30 Siti 500,000
31 Siti musiyam 1,220,000
32 Muvi 800,000
33 Ace 760,000
34 Surono 500,000
35 Siti musiyam 1,000,000
36 Ganang 1,600,000
37 marsini 1,000,000
38 Pratiwi 1,500,000
39 Menik 2,000,000
40 Tarini 1,000,000
41 MTSR Wonogiri 2,410,000
42 RSSR Wonogiri 1,345,800
43 Sarni 14,921,628
44 Parmin 1,890,500
45 Poniyem 1,000,000
46 Erika 3,900,000
47 Jinem 1,623,900
48 Samijan 6,532,000
49 Winarsih 1,000,000
50 M Bima 595,000
51 M Nurfaiz 500,000
52 Sayuti 1,000,000
53 Subandi 1,500,000
54 Azzam 1,500,000
55 Dwi 1,500,000
56 Mujiyem 1,000,000
57 Karmin 2,000,000
58 Subuh 750,000
59 Suparno 1,000,000
60 sarno 500,000
61 Djoemairah 500,000
62 Ali 700,000
Total 97,930,218

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 97,930,218,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 808 ROMBONGAN

Rp. 33,367,220,110,-