RSSR JAKARTA 2, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Sejak bulan Juni 2013 #SedekahRombongan telah menyewa Rumah di sekitar RSCM yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Namun para pasien rawat jalan dari Kabupaten-kabupaten yang berasal dari luar Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya semakin banyak dan RSSR yang ada sebelumnya sangat tidak mencukupi kapasitas tampungnya. Alhamdulillah, semakin banyak muzakih mengamanahkan sedekah kepada #SedekahRombongan dalam kebersamaan memberikan kebahagian para pasien dhuafa dan pada awal Januari 2014 sebuah lembaga ZIS bernama BAZMA PERTAMINA membiayai sewa rumah berkapasitas 7 kamar untuk menampung para pasien dhuafa yang sebelumnya tidak tertampung. BAZMA PERTAMINA adalah Lembaga Zakat yang dibentuk oleh PERTAMINA, yang bergerak untuk mengangkat harkat hidup para dhuafa dengan memaksimalkan potensi dana zakat dan infaq dari insan muslim Pertamina. Memasuki tahun ketiga kembali BAZMA melanjutkan bantuan untuk biaya sewa tahun 2016 dan pengelolaan sehari-harinya diserahkan kepada #SedekahRombongan untuk pasien-pasiennya. Semoga BAZMA Pertamina semakin maju dan dapat terus membantu dan bekerja sama untuk membantu para dhuafa.

Alamat RSSR Jakarta 2, di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung, Jakarta Pusat.
Bantuan Sewa Rumah : Rp. 40.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Bantuan untuk biaya sewa tahun 2016

Bantuan untuk biaya sewa tahun 2016


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (1 tahun, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februaru 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali bulan depan. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Alhamdulillah, sedekaholiks #SR kembali memberinya bantuan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini masuk di Rombongan 789.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita Meningokel

Shiddiq menderita Meningokel


KAMILAH binti AHMAD, (85, Fraktur Tertutup os Femur Sinistra). Alamat: Desa Terbanggi Besar  RT 003.006, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Fraktur tertutup os femur sinistra atau dalam bahasa awamnya dikenal patah tulang tertutup bagian paha sebelah kiri, yang di derita Ibu Kamilah ini sejak tahun 2013 lalu tepatnya bulan Juli 2013 membuatnya tak dapat berjalan hingga saat ini. Berawal ketika ingin mengambil air wudhu saat hendak shalat subuh terpeleset. Berbagai usaha untuk pengobatan pun sudah dilakukan antara lain ke Sangkal Putung 5 kali pengobatan, kemudian ke bidan 2 kali dan ke mantri kesehatan sudah berkali-kali, namun sampai saat ini kondisi Ibu Kamilah tetap saja tak bisa berdiri, dan hanya mampu berjalan dengan ngesot. Jika ingin duduk di kursi atau duduk-duduk di kursi teras depan rumahnya maka ia minta tolong kepada anaknya atau tetangga yg kebetulan sering melewati depan rumahnya. Keluhan lain yang dirasakan hingga saat ini oleh Ibu Kamilah masih sering dirasakan sakit dan nyeri pada tulang paha sebelah kiri. Selain itu sering mengalami kepala pusing, dan ketika melihat sesuatu di sekitarnya kelihatan muter-muter semua. Kedua orang tua nya sudah meninggal, Ayahnya yang bernama Ahmad (Almarhum) dan ibunya Sawirah (Almarhumah) keduanya sudah lama meninggal. Ibu Kamilah ini sebenarnya mempunyai 4 orang anak, namun meninggal 1, jadi tinggal 3 orang anak. Ibu Kamilah tinggal hanya berdua dengan anak nya yang bungsu yang bernama Samian  (45th) yang bekerja sebagai seorang petani yang hanya menggarap beberapa petak sawahnya, terkadang juga bekerja sebagai buruh di sawah tetangganya dan bekerja serabutan apa saja yang penting menghasilkan uang. Samian sudah lama berpisah dengan istrinya dan belum dikaruniai anak. Dengan kehidupan yang pas-pasan ia  merupakan tempat bergantung bagi ibunya yakni Ibu Kamilah. Sampai saat ini kondisi Ibu Kamilah hanya bisa berjalan dengan bertumpu pada kedua tangannya. Fasilitas kesehatan pun tak ada, sehingga tak banyak yang diharapkan kecuali  hanya mampu pasrah menjalani kondisi hidupnya saat ini. Semoga bantuan yang diberikan oleh #Sedekah Rombongan bisa meringankan beban hidup nya dan bisa untuk berobat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 15 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ Arisasamara @Ahnu_Ngarsono

Ibu kamilah menderita Fraktur Tertutup os Femur Sinistra

Ibu kamilah menderita Fraktur Tertutup os Femur Sinistra


MAHMUDI bin KROMO SENDOYO, (75, Athritis Gout). Alamat:  Desa Terbanggi Besar Rt. 003/006,  Kelurahan Terbanggi Besar, Kec : Terbanggi Besar Kab : Lampung Tengah. Pak Mahmudi  menderita sakit Athritis Gout atau dalam bahasa awamnya adalah Asam Urat kurang lebih setahun yang lalu. Namun tak begitu di hiraukan karena dikira hanya kecapean dan karena usia yang sudah tua. Namun puncaknya seminggu yang lalu setelah mandi dan shalat Zuhur lalu tidur, saat bangun dari tidur Pak Mahmudi tidak bisa bangun dikarenakan kaki kanan nya terasa bengkak, berat dan takdapat digerakkan. Kemudian istrinya Ibu Klumpuk (65th) membawa ke bidan kesehatan terdekat dibantu tetangganya, dari bidan tersebut dinyatakan bahwa Pak Mahmudi mengidap asam urat yg sudah lumayan parah. Namun setelah mengkonsumsi obat yang diperoleh dari bidan bengkak dikakinya sudah hilang, hanya untuk berjalan harus dibantu dengan istrinya karena masih dirasakan ngilu pada persendian dan sering mengalami kesemutan pada kakinya, sehingga jika kesemutan menyerang kakinya susah digerakkan. Sebelumnya Pak Mahmudi hanya mampu bekerja di kebun sekeliling rumahnya saja karena memeng sudah tak kuat untuk bekerja berat, juga tak mampu berjalan jauh atau mengeluarkan tenaga yang lebih. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari justru istrinya ibu Klumpuk yang lebih banyak bekerja diluar rumah. Kedua orang tua Pak Mahmudi, Ibunya bernama Ibu Maryam (Almarhumah) dan bapaknya bapak Kromo Sendoyo (Almarhum) sudah meninggal lama. Ibu Klumpuk bekerja sebagai buruh disawah tetangga, buruh menanam padi dan terkadang kalau ada singkong ia membuat kerupuk opak singkong untuk dijual kembali.  Keempat anaknya sudah berkeluarga semua dan tinggal jauh dari orang tuanya, maka Pak Mahmudi hanya tinggal berdua dengan istrinya. kami Tim Kurir #Sedekah Rombongan mendatangi rumahnya dan kami hanya diduk di lantai beralaskan tikar karena memang kondisi kehidupan mereka hanya pas-pasan saja, hingga bangku atau kursi tamu saja tak terbeli, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja cukup mereka sudah bersyukur, demikian yg dikatakan saat kami berbincang-bincang. Dengan kondisi ekonomi yang hanya pas-pasan dan fasilitas kesehatan pun tidak punya maka saat ini Pak Mahmudi hanya mampu berobat ke bidan desa atau Puskesmas saja. Dan saat ini ia hanya bisa  menunggu menghabiskan obat dari bidan dengan harapan  kembali sembuh. Bantuan yang diberikan #SedekahRombongan ini semoga bisa membantu untuk biaya berobat kembali sehingga Pak Mahmudi semakin membaik kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal: 15 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @Ahnu_Ngarsono (seno)

Pak mahmudi menderita Athritis Gout

Pak mahmudi menderita Athritis Gout


MAMIN bin ABDULLAH, (54, Penyakit Paru Obstruksi Kronis). Alamat: Desa Sungai Limau Rt.003, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pakcik Bungkuk, itulah panggilan untuk Pak Mamin di sekitar rumahnya. Ya, seiring usia senjanya, Pak Mamin mengalami bungkuk pada punggungnya. Pak Mamin adalah lelaki tua sebatang kara yang tinggal di rumah yang sangat kecil dan sempit. Pak Mamin memiliki istri dan dua orang anak, namun setelah bercerai istri dan anak-anak Pak Mamin pindah ke Sulawesi dan meninggalkannya sendirian. Meskipun begitu, Pak Mamin masih bisa berkebun untuk memenuhi kesehariannya yang penuh keterbatasan. Sejak tahun 2008 Pak Mamin mengidap sesak nafas, kemudian beberapa tahun lalu Pak Mamin mengidap TBC. Dahulu beliau masih sering kontrol ke puskesmas, serta sudah mendapatkan pengobatan rutin 3 bulan bagi pengidap Tuberculosis Paru. Pak Mamin juga dulunya pernah di rujuk ke RS di Nunukan, Kalimantan Utara. Namun setelah dirawat dan kembali, Pak Mamin tidak melakukan kontrol lagi. Karena sulitnya akses dari rumah ke puskesmas. Beberapa bulan belakangan Pak Mamin masih sering merasakan sesak, bahkan batuk kering. Jika cuaca dingin, Sesak nafas Pak Mamin sering kambuh. Namun Pak Mamin tak kemana-mana, ia hanya berdiam diri di rumahnya, atau jika sudah tak tahan, ia sering memeluk pohon pepaya, untuk menahan sesaknya.

Rumah Pak Mamin sangat tidak layak dihuni, hanya seperti gardu kecil dengan ukuran yang sangat minimalis, hanya bisa ditempati satu orang, sangat tak layak disebut rumah. Kegiatan Pak Mamin tidur dan makan dirumahnya yang kecil itu. Terkadang jika hujan sangat deras dan angin kencang, Pak Mamin menumpang menginap di rumah tetangganya yang juga cukup jauh dari rumahnya. Rumah kecil Pak Mamin berada diatas bukit dan ditengah kebun yang lebih mirip seperti hutan. Saat tim #SedekahRombongan menemuinya, Pak Mamin terlihat tak terurus. Selama ini Pak Mamin hidup dengan menggarap kebun orang. Fasilitas jamkesmas yang dipakai Pak Mamin selama ini. Sesekali tetangga mengirim kan makanan untuk Pak Mamin. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Mamin. Semoga Pak Mamin bisa lebih baik lagi, dan terpenuhi kebutuhannya, serta mampu berobat. Donasi diberikan berupa bahan pokok. Alat kebersihan tubuh, obat-obatan serta pakaian.
Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @arisasamara @rintawulandari

Pak mamin menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis

Pak mamin menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis


TUHADI BIN SAMIN, (63, Stroke Haemoragik). Alamat:  Dusun Sinarsari RT.01/06, Gunung Sari, Ulubelu, Tanggamus, Lampung. Pak Tuhadi sapaan akrabnya, selama kesehariannya beliau bekerja sebagai seorang petani, Awal mula sakit yang dideritanya berawal dari hipertensi atau dalam bahasa awamnya adalah darah tinggi  pada tahun 2014. Pak Tuhadi sering sekali megeluhkan nyeri dikepala, tetapi selama ini hanya berobat ke mantri saja. Kemudian saat di tahun 2015, beliau pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Pringsewu selama 5 hari karena mengalami kelemahan pada lengan dan tungkai kirinya, namun setelah itu Pak Tuhadi kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.  Tak disangka olehnya, karena Pak Tuhadi tidak pernah menjalani kontrol rutin seperti yang disarankan oleh dokter akhirnya penyakitnya kembali kambuh pada tanggal  20 Januari 2016 dan terasa semakin memberat.  Dirinya mengeluh terasa sakit dikepala disertai muntah-muntah, dan sempat pingsan. Kemudian Pak Tuhadi segera dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dan dirawat di ruang ICU seama 2 hari dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah siuman walaupun keadaannya belum begitu membaik,  keluarga Pak Tuhadi membawanya pulang dari Rumah sakit dikarenakan faktor biaya pengobatan yang tidak dapat ditanggung lagi oleh keluarga. Saat ini  Pak Tuhadi tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa karna hanya bisa berbaring ditempat tidur dan tangan serta kakinya sebelah kanan tidak dapat digerakan karena terserang stroke haemoragik atau pecahnya pembuluh darah di otak diakibtkan penyakit darah tinggi yang tidak terkontrol. Selama ini Pak Tuhadi dan istrinya Ibu Mujiati (53) bekerja dikebun tetangga untuk menghidupi kelima anaknya. Beliau merupakan tulang punggung keluarga yang begitu gigih dalam memperjuangkan kehidupan anak-anak dan keluarganya. Saat ini Fasilitas kesehatan belum dimiliki sama sekali oleh Pak Tuhadi. Untuk keseharian makan saja Pak Tuhadi dan keluarganya terkadang harus  berhutang dengan tetangga, begitu juga untuk berobat selama ini, baik berobat ke mantri setempat atau untuk berobat kerumah sakit. Jarak tempuh yang harus dilaluinya pun sekitar + 3 Jam dari kediamannya. Diakrenakan beratnya beban biaya hidup, jarak tempuh pengobatan dan biaya untuk pengobatan, Kurir #SedekahRombongan tergerak hatinya untuk menyampaikan titipan dari para sedekahkholic demi kesembuhan Pak Tuhadi. Semoga kesembuhan dapat segera dirasakan oleh Bapak Tuhadi dan segera dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99

Pak tuhadi menderita Stroke Haemoragik

Pak tuhadi menderita Stroke Haemoragik


MUHAMMAD RIFAI, (17 thn, Varicess oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT.1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. M.Rifai, Pelajar SMP anak pasangan Aspar (45) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (42) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga.  M.Rifai selama ini mengidap penyakit anemia aplastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai kaganasan, selama ini pasien hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya). Saat ini Muhammad Rifai, atau Fa’i biasa dia dipanggil sedang dalam pengobatan rawat jalan di RSCM setelah hasil CT Scan ulangnya didapatkan hasil adanya proses pembentukan terjadinya sirosis dibagian hati akibat komplikasi dari penyakitnya dan ditemukan sumbatan di pembuluh darah besarnya di bagian hati. Selain itu juga saat ini Rifai sedang dalam pengobatan di Poli bedah RSCM untuk menantikan jadwal operasi ulang berikutnya di RSCM dalam proses ligasi atau pengikatan pembuluh darahnya di oesophagus yang kedua, kmudian dari para tim medis sedang berusaha melakukan pemeriksaan demi mengurangi komplikasi yang terjadi pada Rifai. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya hidup  di RSSR Jakarta dan pengobatan di RSCM khususnya pada proses ligasi varices oesophagusnya, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 686. Saat ini Rifai sedang berada di RSCM setelah melakukan CT Scan ulang, Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk Muhammad Rifai. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 10 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @harjie_anis

Rifai menderita  Varicess oesophagus

Rifai menderita Varicess oesophagus


MOMON BIN OPI (56, Kencing Manis dan Gangguan Paru). Alamat: Kp. Gang Sakola RT.9/3 Desa Plered Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Pak Momon menderita penyakit paru dan kencing manis sejak  Januari 2015 lalu. Ikhtiar terus menerus dilakukan telah ia dan keluarga lakukan, bahkan Pak Momom sering dirawat di rumah sakit. Pada tanggal 2 Januari 2016, kondisi fisik  Pak Momon menurun dan segera dibawa  ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Beruntungnya, dhuafa yang sakit di wilayah Purwakarta dapat  menggunakan fasilitas Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS) untuk biaya pengobatan dan rawat inap di Rumah Sakit Daerah Purwakarta. Batas penggunaan kartu JAMPIS  hanya  10 hari, dan apabila dirawat lebih dari waktu tersebut tidak dicover jaminan serta harus mengeluarkan biaya pribadi.  Setelah 10 hari dirawat, akhirnya Pak Momon pun dibawa pulang. Ia merasa tidak ada memiliki pilihan lain karena adanya  keterbatasan biaya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Momon dan keluarga sehingga bantuan awal dapat disampaikan untuk biaya berobat selanjutnya yang tercatat dalam #Rombongan 797. Pada tanggal 7 Februari Pa Momon kembali menjalani rawat inap di RSUD Bayu Asih, bantuan lanjutan pun di sampaikan untuk biaya akomodasi biaya sehari-hari di RS. Allah Maha Kuasa, pada tanggal 13 Februari 2016 pukul 12.00 WIB Pak Momon meninggal dan dikebumikan di Plered Purwakarta, Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amalnya dan  memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @hapsarigendis

Momon menderita Kencing Manis dan Gangguan Paru

Momon menderita Kencing Manis dan Gangguan Paru


MUHAMMAD RIDWAN (4, Susp. Tumor Perut). Alamat: Kp. Hegarmanah RT. 9/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ridwan sudah hampir 2 tahun mengalami kelainan di perut. Dari pertama orang tuanya tidak menyangka kalau Ridwan perutnya ada kelainan karena tidak ada keluhan sebelumnya. Namun pada usia 1 tahun terlihat mata RidWan merah seperti sakit mata. Akhir-akhir ini perut Ridwan membesar dan langsung dibawa ke klinik bidan praktek terdekat. Bidan hanya memberikan Ridwan obat cacing. Tapi lama kelamaan perut Ridwan mulai terlihat membesar,yang mulanya kecil,sedang dan lama lama membesar seperti saat ini. Pernah juga Ridwan dibawa ke Puskesmas setempat, namun disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan peralatan lebih memadai. Orang tua Ridwan dan keluarga tidak bisa membawa Ridwan berobat ke rumah sakit karena terkait biaya, biaya transportasi maupun biaya untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Maklum saja, ayahnya Ridwan, Pak Ayi Nasrudin (44) hanya seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Lia Nuraliah (32) ibu rumah tangga. Untuk makan sehari-hari mereka kesulitan apalagi ditambah untuk biaya pengobatan Ridwan akan terasa berat beban mereka. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan kartu BPJS dan biaya akomodasi di RS. Bayu Asih Purwakarta. Tanggal 5 Desember 2015 Ridwan bersama ibunya dibawa ke RSHS Bandung untuk melakukan cek lab. Ridwan tinggal di RSSR untuk menjalani cek lab selanjutnya. Sedekah rombongan memberikan bantuan lanjutan Ridwan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat jalan ke RSHS. Kini Ridwan harus menjalani cek lab pengambilan sempel dari sumsum tulang belakang untuk mengetahui jenis tumornya dan kemudian menjalani operasi. Bantuan sebelumnya sudah tercatat di #Rombongan 783 dan 797. Semoga Allah senantiasa memberikan kelancaran dan kesembuhan untuk Ridwan. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @cucucuanda @hapsarigendis

Ridwan menderita Susp. Tumor Perut

Ridwan menderita Susp. Tumor Perut


TATI BINTI KOMARUDIN (34, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Tegal Datar RT.19/5 Desa Gunung Karung Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Bi Tati biasa ia akrab dipanggil, mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan penuturan suaminya, Didin (41), gangguan jiwa yang dialami Bi Tati berawal sejak tahun 2015 lalu.  Pak Didin tidak dapat menjelaskan penyebab istrinya mengalami perubahan perilaku seperti menjadi sering marah-marah dan mengamuk dan pergi keluar rumah tengah malam. Bi Tati bahkan pernah loncat dari atap rumah tanpa ada alasan yang jelas. Bi Tati kini sudah tak ingat lagi, bahwa ia memiliki suami dan 3 orang anak yang masih membutuhkan perawatan darinya. Saat ini kondisi Bi Tati tenang, di ruangang  yang dibuat khusus untuknya. Hal ini dilakukan agar ia tidak kabur dan mengamuk kepada warga sekitar. Keluarganya belum membawa Bi Tati ke rumah sakit manapun karena keterbatsan biaya. Maklum saja,  suaminya adalah seorang buruh yang upah kerjanya hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bi Tati dan keluarga, sehingga  santunan dari #sedekaholics #SR dapat disampaikan. Semoga Allah segera mengangkat gangguan yang dialami Bi Tati  dan ia kembali pulih serta dapat beraktivitas biasa. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @halimah @hapsarigendhis

Ibu tati menderita Gangguan Jiwa

Ibu tati menderita Gangguan Jiwa


YAYASAN LENTERA KASIH BANGSA (YLKB), Bantuan Operasional. Alamat: Komplek Pondok Ciptamas Blok A14 RT.1/16 Jl. Kerkop Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Yayasan ini  berdiri pada tahun 2009,  berawal dari inisiatif beberapa karyawan Biofarma Bandung yang peduli akan kehidupan anak yatim piatu yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dan dhuafa.  Anak-anak dari keluarga fakir-miskin ini ditampung di rumah yang diwakafkan seorang dermawan, agar mereka dapat hidup wajar, dapat bersekolah dan mengembangkan potensi dirinya serta dapat menggapai cita-citanya.  Ada 25 anak yang tinggal di yayasan ini. Selain dibina kemandirian, anak-anak tersebut juga mendapatkan pengajaran dan pendidikan agama. Mereka diwajibkan mengikuti pengajian di yayasan –dibimbing beberapa ustad yang juga tinggal di sana– dan kegiatatan sosial-keagamaan di lingkungan yayasan. Mereka juga belajar di sekolah formal, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kota Bandung dan Kota Cimahi. Mereka berasal dari berbagai wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat.  Anak-anak binaan laki-laki dan perempuan ditempatkan di asrama yang berbeda. Cukup besar kebutuhan yayasan ini untuk menyelenggarakan pengkhidmatan kepada mereka. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan berempati atas upaya mulia Yayasan Lentera Kasih Bangsa (YLKB) Bandung dan menyampaikan tanda cinta dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholics #SR. Santuan yang diterima Ustadz Nurdin dan disaksikan sebagian anak-anak asrama putra ini digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantun : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 9 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu tati menderita Gangguan Jiwa

Ibu tati menderita Gangguan Jiwa


OMAH BINTI AWIN (52, Gejala Stroke). Kp. Cidahu RT.17/5 Desa Tegal Datar Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Sejak 1 tahun lalu, tepatnya pada Bulan Januari 2015,  Bu Omah merasakan nyeri kepala berulang. Saat dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Maniis ternyata tekanan darahnya tinggi hingga mencapai 180/100 mmHg. Bu Omah segera  dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.  Bu Omah belum sempat dibawa ke rumah sakit, saat mulai mengalami gejala stroke karena tekanan darahnya yang tidak kunjung turun. Keluhan yang ia alami saat itu adalah mulut dan tangannya mulai sulit untuk digerakkan. Karena terkendala biaya, Bu Omah hanya melakukan pengobatan tradisional setempat, dengan cara dipijat. Kondisi yang dialami Bu Omah memburuk, ia  menjadi lumpuh, seluruh tubuhnya tidak mampu ia gerakkan, ditambah penglihatannya yang mulai berkurang. Saat ini, Bu Omah tergolek lemah di rumahnya karena keluarga belum mampu membawanya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Omah dan keluarga, sehingga santunan dari  #sedekaholics #SR dapat disampaikan. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Bu Omah dan  ia sembuh  seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @halimah @hapsarigendhis

Ibu omah menderita Gejala Stroke

Ibu omah menderita Gejala Stroke


DEDEN SOPIAN (17, Patah Tulang dan Luka ). Alamat: Kp Maniis RT.16/7 Desa Gunung Karung Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta Provinsi  Jawa Barat. Deden, begitu sapaan akrabnya,   mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus dibawa ke pengobatan patah tulang. Pada hari Minggu pagi, Deden seperti biasa membantu pekerjaan ayahnya, Pak Ahmad,  mencari kayu bakar di hutan dan memasukkan bahan-bahan jamur di rumahnya. Pagi itu, ia menjemput temannya terlebih dahulu menggunakann motor.  Di pertengahan perjalanan menuju  ke Gunung Karung, ia mengalami kecelakaan. Motor yang ia kendarai menabrak motor lain di depannya. Deden pun terpental 3 meter jauhnya, demikian juga motornya pun ikut terpental ke parit dan rusak parah. Saat itu Deden segera  dibawa oleh warga setempat ke pengobatan patah tulang, dan setelah  selesai pengobatan di tempat itu, Deden disarankan untuk  berobat ke dokter, karena dikuatirkan mengalami luka dalam. Setelah dibawa berobat ke puskesmas, Deden dirujuk ke rumah sakit untuk yang lebih lengkap. Namun karena kendala biaya, keluarga hanya melakukan pengobatan seadanya saja di rumah. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Deden dan keluarga, sehingga bantuan untuk berobat dapat disampaikan. Semoga Deden segera sembuh dan pulih kembali, agar ia bisa bersekolah seperti biasa. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @halimah @hapsarigendhis

Deden menderita  Patah Tulang dan Luka

Deden menderita Patah Tulang dan Luka


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan. (Pindah Alamat). Berawal pada tahun 2013 #SedekahRombongan mengontrak Rumah yang terletak tak jauh dari RSUP Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kota/kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota seperti Jogja, Jakarta, Malang, Semarang, Surabaya, Purwokerto dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memiliki RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kembali lagi sedekaholics menyampaikan bantuan untuk pembelian sembako RSSR Bandung untuk memenuhi kebutuhan pasien. Semoga Allah SWT membalas amal baik bagi semuanya Sedekaholics dengan membahagiakan para dhuafa di RSSR.
Alamat RSSR BANDUNG, di Jl. H.Yasin No.56, RT.2/2, Sukabungah, Sukajadi, Kota Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin  @avinptr

Bantuan tunai untuk pembelian sembako

Bantuan tunai untuk pembelian sembako


SUTEJA BIN ALI (61, Tumor Lidah). Alamat: Pulobaru Selatan Gang 7 No. 55 RT.2/7  Desa Pulosaren Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat. Pak Suteja merupakan kepala keluarga yang diberi ujian kesabaran oleh Allah yang di usia senjanya. Saat ini ia harus berjuang melawan tumor yang dengan tumor yang bersarang di tubuhnya. Suami dari  ibu Suhartini (55),  yang bekerja sebagai  penjual agar-agar keliling ini merasakan adanya benjolan di lidahnya 4 bulan yang lalu. Semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengganggu saat Pak Suteja sedang makan. Karena terus menerus merasakan tidak nyaman di lidahnya, Pak  Suteja memberanikan untuk periksa ke puskesmas dan kemudian ia disarakan berobat  ke RSUD Arjawinangun Cirebon. Karena memerlukan pengobatan yang lebih lengkap, Pak Suteja dirujuk ke  Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah kurir #SR dipertemukan dengan Pak Suteja dan istrinya di saat mereka kebingungan mencari tempat tinggal sementara.  Kini Pak Suteja tinggal di  Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung tanpa dipungut biaya sepeserpun. Pak Suteja dijadwlakan menjalani pemeriksaan CT-SCAN untuk mengetahui apakah penyebaran tumor yang dideritanya. Semoga Pak Suteja diberi kesembuhan, aamiin. Bantuan lanjutan telah disampaikan untuk pembelian obat dan bekal pak suteja selama tinggal di Bandung .sebelumnya bantuan tercatat pada rombongan 797.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir :  @ddsyaefudin  @avinptr  @hapsarigendhis

Pak suteja menderita Tumor Lidah

Pak suteja menderita Tumor Lidah


RAHMADANI AMI FAJAR (20, Susp. Ca Mamae). Alamat : Perum Pesona Gading Blok D2/39 RT.2/15, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah sejak setahun yang lalu Rahma mengalami  luka di payudara kanannya. Semakin lama luka tersebut semakin melebar dan terasa nyeri. Satu minggu yang lalu Rahma memeriksakan diri ke RSUD Kabupaten Bekas, dan  ia disarankan berobat lebih lanjut ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Menurut dokter yang memeriksakan gejala yang dialami Rahma sudah parah. Rahma telah menjadi yatim piatu sejak kecil. Kini ia tinggal bersama sepupunya yang sudah berkeluarga, yaitu Pak Sukamto (48) yang bekerja sebagai supir dan istrinya, Bu Sukinah (45) seorang ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga mereka yang pas-pasan hampir saja membatalkan rencana pengobatan lanjut ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Saat ini Rahmadani menjalani kemoteraphy yang ke 5 yang dilakukan selama 2 minggu sekali. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan lanjut untuk pembelian vitamin saat kemoteraphy dan bekal selama menjalani pengobatan di RSHS.  Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 797. Semoga Allah mengangkat penyakitnya, Aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu rahma menderita Susp. Ca Mamae

Ibu rahma menderita Susp. Ca Mamae


HENDRA GUNAWAN (26, Giant Cell Tumor). Alamat: Kampung Rawa Sentul RT.2/4 Desa Jaya Mukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Sejak 3 tahun yang lalu  Hendra mulai merasakan nyeri dan bengkak di lutut kiri. Ia sudah berobat secara tradisional selama satu tahun, namun penyakitnya bertambah parah. Bengkak di lututnya semakin besar hingga akhirnya ia berobat ke RS Medirosa Bekasi. Hendra dinyatakan mengalami tumor di lutut kiri dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pada tahun 2012, Hendra sudah menjalani operasi pertama dan dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 30 kali. Selama rutinitas pengobatan Hendra tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Kini Hendra harus menerima keputusan yang sangat berat, tim Dokter yang menangani Hendra berobat di RSHS Bandung tidak bisa mengangkat PEN yang sudah lama tertanam di kakinya dan  memutuskan bahwa Hendra harus menjalani operasi amputasi pada kakinya . semoga Hendra di beri ketabahan oleh Alah SWT amin ya robbal alamin. Kini Hendra menjalani kontrol rutin di RSHS Bandung . Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di RS. Hasan Sadikin dan pembelian obat actonel yang sebutirnya Rp.132.000,- yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya untuk Hendra masuk pada Rombongan 783 Bulan November yang lalu .

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Hendra menderita Giant Cell Tumor

Hendra menderita Giant Cell Tumor


ADE SAPRI (27, Radang  Usus Besar). Alamat:  Dusun Manis RT.1/2 Desa Mertapada Kulon,  kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ade putra dari Bapak Abdullah (56) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan Ibu Sri Mulyati,  seorang ibu rumah tangga. Gejala penyakit yang dirasakan Ade adalah rasa tidak nyaman di perutnya seperti begah. Ia juga mengeluh sering mual dan kerap kali kelelahan saat melakukan aktivitas. Orangtua Ade segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat dan ketika keadaan fisik Ade semakin memburuk, sang ibu membawa Ade ke Rumah Sakit Umum Daerah Cirebon.  Ade lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup panjang dan melelahkan, Ade dinyatakan mengalami radang usus besar. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan dapat  menyampaikan bantuan awal untuk pembelian obat Ade dan bekal selama berada di Bandung. Saat ini Ade tinggal sementara waktu di Rumah Singgah Sedekah Rombongan  (RSSR) Bandung bersama 16 pasien  dampingan #SR lainnya dan kami menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat sulcolon yang harga selembarnya 98.000 dandi resepkan 6 lembar untuk sebulan yang tidak di cover BPJS. Jazakumullah khairan katsiran kepada para sedekahholics #SR bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 794,  Semoga Ade lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr  @hapsarigendhis

Andre menderita Radang  Usus Besar

Andre menderita Radang Usus Besar


HANI NURHAWATI (35, Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah walau kini ia ditinggal suaminya yang tak kuat menerima ujian. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga saat ia dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah dibantu sedekaholics #SR. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meninta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport-akomodasi berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 789.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

—-
NOVIA NUR WULANSARI (5, Thypus dan TB Paru). Alamat: Kampung Mekarmaju RT.2/2 Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak yatim ini biasa disapa Ovi. Dia adalah anak bungsu –dari empat bersaudara– buah pernikahan almarhum Pak Oman S dengan Ibu Elin Herlina (47). Ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Kini ibu dan kakak pertamanya-lah yang bekerja banting tulang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan yang lama dialami keluarga ini. Selain harapan, almarhum ayahnya tak meninggalkan warisan harta yang berarti untuk kelanjutan hidup mereka. Bahkan rumah pun tak mereka punyai. Sampai kini Ovi dan orangtuanya tinggal berpindah-pindah. Hampir sepanjang hidupnya Ovi merasakan kegetiran hidup akibat kemiskinan dan penyakit. Kalau selama ini Ovi kerap menyaksikan betapa ayahnya harus jatuh bangun melawan penyakit yang menyerangnya, kini ia pun harus merasakannya sendiri. Selama bulan November 2015 ia sering sakit. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan disertai muntah-muntah. Sudah tiga kali ia diperiksakan  ibu dan kakaknya ke Puskesmas dan klinik. Dokter di klinik dan Puskesmas Ciwidey akhirnya merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengalami thypus dan TB. Paru. Akan tetapi, anjuran itu belum mereka jalankan karena ketidakadaan biaya dan jaminanan kesehatan. Ibunya kemudian meminta bantuan #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan anak pendiam ini. Alhamdulillah, dengan kehendak Allah SWT, para sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya. MTSR Bandung sempat mengevakuasi Ovi ke klinik saat dia mengalami muntaber. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Ovi dan keluarganya. Kini masa kritisnya telah terlewati. Akan tetapi, ia masih harus berobat jalan sebulan sekali. Karena anak yatim ini masih mebutuhkan batuan, kembali.#SedekahRombongan memberinya bantuan yang digunakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum yang kedua ini, administrasinya tercatat di Rombongan 783.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Nadia menderita Thypus dan TB Paru

Novia menderita Thypus dan TB Paru


PAING bin KARDI, (57, Dhuafa Cacat ). Alamat: Desa Kayen RT.03/RW.09, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Paing, demikian warga memanggilnya, lelaki sepuh dengan ciri khas kaki kanannya berjinjit ketika berjalan (karena cacat bawaan sejak lahir), hal itu membuat setiap warga sangat mengenal Mbah Paing. Beliau hidup seorang diri di gubug reot dipinggir sawah tanpa ada yang menemani. Di gubug kecil tersebut yang sudah tidak layak huni Mbah Paing tinggal bersama beberapa ekor kambing peliharaannya. Gubug sebagai rumah tersebut berfungsi juga sebagai kandang kambing, selain itu semua kegiatan sehari-harinya seperti memasak, makan, tidur pun menjadi satu di gubug reot itu. Tidurnya pun hanya diatas bangku yang terbuat dari bambu beralaskan tikar yang sudah penuh dengan robekan. Beberapa waktu yang lalu sempat beberapa kali harus dibawa ke RSUD Kayen karena terserang penyakit thypus fever. Tetangga terdekat dengan ikhlas membantu merawat Mbah Paing hingga sehat kembali. Secara umum kondisi kesehatan Mbah Paing saat ini sehat, namun pendengaran yang sudah mulai berkurang menjadikan Mbah Paing sulit untuk diajak komunikasi dan Mbah Paing yang hidup sebatang kara dan serba kekurangan, membuat kurir #Sedekah Rombongan merasa haru ketika menengoknya. Apalagi saat kita menyambangi gubugnya Mbah Paing yang tengah menanak nasi dengan lauk seadanya. Kesulitan hidup Mbah Paing ini juga dirasakan #Sedekah Rombongan dan bantuan diberikan dengan harapan membantu mengurangi kesulitan hidup yang dirasakan Mbah Paing saat ini.

Jumlah santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal   : 14 Februari 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati Imam Teguh Muhammad Miftah

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


RUMIJAH bin KARMO, (65, Dhuafa ). Alamat: Desa Kayen RT.04/RW.09, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mbah Rumijah, demikian tetangga memanggilnya, nenek renta dengan tongkat kayu selalu ditangan kanannya yang membantu menyangga tubuhnya saat berjalan. Mbah Rumijah yang sebatang kara tinggal seorang diri di gubug bambu yang hampir rubuh dan oleh warga beberapa waktu gubug tersebut telah diperbaiki, sehingga sedikit layak untuk dtempati. Saat ini Mbah Rumijah diusia senjanya sedikit terganggu dengan penyakit yang menderanya yaitu asam urat dan darah tinggi, jika penyakitnya kambuh oleh tetangga sekitar hanya dipanggilkan mantri kesehatan yang berdinas di desanya dengan biaya ditanggung bersama oleh warga. Dengan kesendiriannya, Mbah Rumijah hanya mengandalkan bantuan dari tetangga, mulai dari makan minum, termasuk mandi pun menumpang di tetangga. Kurir #SedekahRombongan yang melihat kondisi gubugnya, walaupun sudah diperbaiki tetap saja memprihatinkan karena tempat tidur yang menyatu dengan dapur dan keadaannya sangat berantakan kotor sekali. Keadaan yang serba kekurangan inilah yang menggerakkan nurani #SedekahRombongan untuk membantu, semoga bisa sedikit mengurangi beban hidupnya.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2016
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @Imam @Teguh @MuhammadMiftah

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


SEPTIANA SUKRISNO, (29, Polio). Alamat: Jl. Sadewa VII Desa Kutoharjo RT.04/RW.09, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Septi demikian gadis ini biasa di panggil. Gadis belia berparas cantik yang hanya bisa duduk ini sangat membuat haru biru bagi yang memandangnya. Iba melihatnya karena untuk berjalan pun harus dipapah (dipegangi) oleh ibunya Erna (70). Cacat yang diderita Septi ini bermula setelah dilahirkan secara normal, seminggu setelahnya Septi mengalami muntaber. Oleh dokter diobati dan beberapa hari kemudian dinyatakan sembuh. Namun beberapa waktu kemudian sakit kembali menyerang Septi, panas badannya tinggi. Padahal saat itu orang tua Septi hendak pergi merantau, yang sudah dipastikan di daerah perantauan fasilitas kesehatannya sangat kurang. Disaat bersamaan dengan itu, Septi harus mendapatkan imunisasi. Setelah diimunisasi, Septi yang dalam keadaan panas, keadaannya lemah dan mengalami beberapa kali step lalu dibawa ke dokter dan Rumah Sakit. Namun sayang keadaannya tidak tertolong, Septi mengalami cacat fisik hingga usia dewasa. Keadaan Septi bisa diajak komunikasi namun tidak bisa berbicara dengan jelas, cacat juga diderita pada tubuhnya yang membuatnya hanya bisa duduk bersimpuh dan kalaupun berjalan harus dipapah. Jika ibunya ingin mengajaknya berjalan-jalan harus dengan kursi roda, didorong oleh ibunya. Hidup berdua dengan ibu kandung dimana ayahnya Sukrisno (alm) sudah lebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, membuat Bu Erna harus membanting tulang demi menghidupi anak semata wayang yang mengalami cacat fisik. Semua pekerjaan dilakoninya, menjadi buruh cuci, membersihkan rumah tetangga, sampai memandikan,merawat tetangga yang tengah mengalami stroke dijalaninya. Tanpa mengenal lelah dan mengeluh Bu Erna tetap semangat mencari nafkah berapapun rupiah yang diperoleh demi melihat senyum Septi anak gadisnya. Itulah gambaran peribahasa yang nyata “Kasih Ibu Sepanjang Jalan”. Perasaan  haru, terenyuh, iba itulah yang dirasakan kurir #SedekahRombongan saat mengunjungi rumah Bu Erna dan dalam kesempatan yang tersebut Bu Erna sempat mengutarakan keinginannya untuk bisa berdagang kecil-kecilan agar bisa bekerja di rumah saja tanpa harus meninggalkan Septi seorang diri saat dia bekerja ke rumah tetangga. #SedekahRombonganpun memahami dan mengulurkan bantuan, semoga bisa mewujudkan keinginan Bu Erna untuk berdagang kecil-kecilan di rumah. Semoga Allah SWT senantiasa membuka jalan rejekinya, Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Februari 2016
Kurir  : @robbyadiarta @dewa_popfmpati @sriantini422 @Imam @Teguh @MuhammadMiftah

Septiana menderita Polio

Septiana menderita Polio


PANTI ASUHAN YATIM  & DHUAFA LA TAHZAN  beralamat di dusun Jurugentong, JG 2 No. 21, RT 08, RW 34 Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Panti Asuhan yang berdiri pada bulan April 2015 memiliki 30 anak, yang terdiri dari siswa SMP dan SMA. Anak  asuh berasal dari berbagai daerah di wilayah Indonesia bahkan ada yang dari Malaysia. Program utama dari panti asuhan ini adalah Tahfidz Quran, diharapkan anak–anak panti bisa menjadi penghafal Qur’an. Saat ini semua biaya operasional panti berasal dari infak dan sedekah para donatur  karena pihak panti tidak memungut biaya dari orang tua anak asuh yang mondok disana. Untuk ikut membantu kebutuhan Panti yang belum terpenuhi, pada hari Selasa 9 Februari 2016, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan) memberikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yang di wujudkan dalam bentuk sembako. Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan pengelola dan pengasuh Panti dalam menjaga dan merawat santri dhuafa di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa La Tahzan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 9 Februari 2016
Kurir : @kissherry @eko_st @iblisganteng

Bantuan sembako

Bantuan sembako


REDI GUSTIANDI (23, Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak kedua dari Bapak Aman (56) dan ibu Leni (56) ini tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey bersama ketiga saudara kandungnya. Lima tanggungan keluarga ini amat memberatkan mereka. Apalagi, sejak empat tahun yang lalu, Redi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, sampai mereka menjadi pasien dampingan #SR. Sebelum mendapatkan bantuan rutin dari sedekaholics #SR, Redi tidak memiliki jaminan kesehatan, baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluarga ini tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan. Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit, dan kini sudah meninggal dunia (wafat: Oktober 2015). Karena Redi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Redi sudah memiliki Kartu BPJS Mandiri dan sudah termanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Redi kerap meresahkan warga, sehingga kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selama 19 hari akhirnya Redi dirawat inap di RSHS Bandung dengan dampingan #SedekahRombongan. Pada 5 Mei 2015 Redi diizinkan pulang dan harus kontrol seminggu kemudian. Kini pengobatan Redi bisa dilakukan di RSUD Soreang. Ia kontrol rutin sebulan sekali. Pada bulan Desember 2015, MTSR 1629 sempat mengantarnya ke RSUD Soreang bersama pasien yang lain. Pada 6 Februari 2016, ibunya memberitahu kurir #SR bahwa kondisi kejiwaan Redi memburuk. Karena keluarganya masih sangat membutuhkan biaya untuk meneruskan pengobatan Redi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi-akomodasi, membayar iuran BPJS, dan keperluan sehari-hari. Titipan dari langit ini diterima ibunya. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 789.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Redi menderita Gangguan Kejiwaan

Redi menderita Gangguan Kejiwaan


AGUS BIN OJI (38, Tumor Leher). Alamat: Kampung Sasak Munding RT.3/2 Desa Neglasari, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Agus,  adalah seorang pemuda seperti kebanyakan anak muda lainnya hingga  3 tahun lalu mulai muncul kelainan di lehernya. Ia mengeluh ada benjolan kecil di leher bagian belakang yang  membuatnya sudah menggerakkan kepala. Awalnya ia mengira hanya digigit  serangga dan akan sembuh dengan sendirinya jika  diberi minyak urut serta dipijat, namun lama kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa nyeri. Agus juga mulai sering sakit kepala dan merasakan telinganya  berdengung. Petugas kelurahan tempat Agus  tinggal sudah melakukan dampingan untuk proses pengobatan hingga penjadwalan operasi di RSUD Cianjur, namun Agus masih belum siap masuk ke ruang operasi sehingga rencana operasi  tersebut batal 6 bulan yang lalu. Kini ia memilih menjalani pengobatan tradisional yang ada di Cianjur. Agus  sudah tidak memiliki orang tua lagi. Empat tahun yang  lalu ibunya meninggal dunia. Ia kini ini tinggal di sebuah kamar berukuran 1 x 1.5 meter persegi  milik sanak saudaranya dan Agus dipisahkan oleh keluarganya karena mereka kuatir dengan penyakit diderita Agus terjadi pada mereka. Ketika kurir #SedekahRombongan datang menemuinya, kurir #SR harus melalui jendela karena karena pintu yang digunakan untuk masuk ke dalam kamar tersebut sudah ditutup dan  tidak bisa di buka lagi. Saat itu Agus sedang merintih kesakitan karena merasakan nyeri hebat  di leher dan kepala. Sakit tersebut juga terjadi karena benjolan tumornya sudah pecah dan banyak mengeluarkan darah serta nanah yang menimbulkan bau tidak sedap. Kurir #SR sangat merasakan kesedihan Agus yang saat sakit seperti ini dia diasingkan oleh keluarga sendiri. Ia menuturkan keinginannya untuk sembuh dan ingin menikah. Ia kini juga sudah tidak bisa bekerja lagi karena karena kondisi badannya yang lemah. Kesehariannya hanya berbaring dan duduk saja, karena untuk berjalan ia tidak mampu. Untuk makan dan minum sehari-hari Agus hanya bisa menunggu belas kasih dari saudaranya yang membawakan makanan untuknya. Agus memiliki jaminan BPJS untuk biaya pengobatannya. Kurir #SR memberikan pengertian kepada Agus bahwa apabila ia dioperasi kemungkinan besar kesehatannya dapat  kembali pulih.  Kurir #SR juga memotivasi agar ia berani masuk keruang operasi untuk proses pengangkatan tumor yang dia derita. Alhamdulillah Agus setuju, dan dalam minggu ini ia akan kontrol ke rumah sakit dan penjadwalan operasi pengangkatan tumor. Bantuan awal pun disampaikan kepada  Agus yang digunakan untuk biaya transport dan biaya Agus selama di rumah sakit. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan agar Agus bisa sabar menghadapi segala cobaan dan ujian yang dijalaninya.  Semoga Allah segera mengangkat penyakit Agus dan mengabulkan harapannya untuk menikah.  Aamiin Allahuma Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2016
Kurir :  @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak agus menderita Tumor Leher

Pak agus menderita Tumor Leher


YATINI BINTI SATAM, (43, Asam Urat dan Gangguan Pendengaran). Alamat:  Lingkungan VI B RT.032/012, Yukum Jaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah Lampung. Mamak A’ang biasa dipanggil di lingkunganya, beliau seorang ibu rumah tangga yang penyabar, awal mula terganggu pendengarannya karena pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya beberapa tahun silam, benturan keras ditelinga membuatnya kehilangan pendengaranya dan sekitar tahun 2015 tepatnya setelah hari raya idul adha. Ibu Yatini juga merasa sakit pada bagian pinggul sampai ke kaki, karna dikira hanya keletihan beliau pergi ketukang urut, tapi bukannya menjadi sembuh malah tambah sakit. Kemudian beliau berobat ke Puskesmas di Bandarjaya dan didiagnosa terkena penyakit asam urat. Untuk meredakan rasa sakit di pinggul sampai kakinya, ibu yatini meminum obat yang diberikan pihak puskesmas namun dikarenakan ketidakadaan biaya yang dimiliki oleh ibu Yatini terkadang  setelah obatnya habis tetangga disekitarnya membantu memberikan obat-obat herbal dan ada juga yang membelikan alat pendengaran. Hingga sekarang masih seringa sekali terasa nyeri pada kakinya, sehingga agak kesulitan untuk berjalan. Semenjak ditinggal suaminya Parsono (50) Ibu Yatini berkerja sebagai buruh cuci ditempat tetangga untuk membantu kebutuhan rumah  karna harus mengurus dua anaknya yang masih di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama serta untuk membayar biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Fasilitas kesehatan yang dimiliki berupa Jamkesmas. Beliau merupakan  orangtua tunggal yang berpenghasilan tidak tetap dan butuh biaya untuk berobat, santunan dari #Sedekah Rombongan sudah disampaikan semoga bisa membantu biaya pengobatan dan segera membaik kondisi kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99

Ibu yatini menderita  Asam Urat dan Gangguan Pendengaran

Ibu yatini menderita Asam Urat dan Gangguan Pendengaran


SRI YANTI, (30, Lipoma). Alamat: Saribumi RT.001/001, Wates, Pringsewu Lampung. Ibu Yanti nama panggilanya adalah seorang ibu rumah tangga yang masih muda. Awal mula sakit yang diderita berawal dari  munculnya  sebuah benjolan diatas payudara sebelah kiri sekitar 14 bulan lalu kira-kira oktober 2014, tapi tidak pernah beliau rasa, dan sekitar bulan agustus 2014 beliau melahirkan anak keduanya, setelah agak lama dari proses persalinan kadang-kadang terasa nyeri di payudaranya, keluarga khawatir dengan keadaan ibu yanti karna sering merasa nyeri sehingga dibawalah ke alternative dan didiagnosa terkena daging tumbuh, dan ibu yanti diberi obat herbal untuk pengobatanya, tetapi terkadang rasa nyeri itu dirasa sangat sakit,  sehingga beliau tidak bisa memberikan ASI pada anaknya yang kedua dan badannya lama kelamaan menjadi kurus. Suami Ibu Yanti, Budiman (35) seorang buruh yang berpenghasilan tidak tetap, mereka mempunyai dua anak, anak pertamanya sudah sekolah kelas satu di sekolah dasar dan anak keduanya berumur empat bulan, selama ini tidak pernah berobat ke medis karna takut dengan operasi padahal memiliki fasilitas kesehatan BPJS, sehingga hanya berobat ke alternative dengan biaya berobat seikhlasnya, tetapi untuk ke alternative terkadang berhutang dengan tetangga untuk menyewa mobil karna jarak yang ditempuh jauh dan sebulan harus dua kali ke alternative dengan biaya transport  Rp. 350.000,-  sekali jalan, itu yang membuat kewalahan, belum lagi harus membeli susu untuk anaknya yang seminggu bisa habis Rp. 70.000,-, bantuan dari #Sedekah Rombongan sudah disampaikan semoga bisa membantu biaya pengobatan dan segera membaik kondisi kesehatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @kurnia_wati99

Ibu sri menderita Lipoma

Ibu sri menderita Lipoma


SITA KHAERUNISA (12, Kelainan Tulang). Alamat : kampung Pasar Leutik Rt.17/05 Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Sita, demikian ia biasa dipanggil,  adalah seorang murid kelas 1 SMP di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Sita dilahirkan sehat, namun saat ibu Sita, Dedeh (43) sedang memandikannya, ia melihat ada perbedaan pada tulang belakang anaknya. Perbedaan tersebut dibiarkan saja oleh Bu Dedeh karena ketidaktahuannya dan berpikir pertumbuhan Sita tidak akan terganggu.  Namun saat Sita semakin besar, kelainan tulangnya semakin terlihat. Bu Dedeh kemudian membawa Sita  berobat ke rumah sakit. Setelah dirontgen, mereka baru menyadari bahwa tulang belakang Sita bengkok dan jika tidak ditangani akan mengganggu kesehatan Sita, bahkan kemungkinan tulang tersebut jika dibiarkan akan menusuk ke daerah jantung yang bisa berakibat fatal. Mendapat kabar seperti itu Bu Dedeh sangat sedih dan kebingungan, karena Sita belum mempunyai jaminan kesehatan dan Bu dedeh hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang pas-pasan. Pak Kusmayadi (46),  ayah Sita hanya bekerja sebagai buruh bangunan lepas, yang penghasilannya juga terbatas. Mereka tidak mempunyai uang yang cukup untuk mebawa Sita ke rumah sakit, karena  jarak dari rumah mereka ke RSUD Cianjur cukup jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat. Ketika Kurir #SedekahRombongan mengunjungi Sita, Bu Dedeh menceritakan kebingungan dan kekuatirannya akan kondisi kesehatan anaknya. Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dan segera menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk pembuatan jaminan  BPJS dan biaya transport. Semoga proses pengobatan Sita berjalan lancar, dan Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendh

Sita menderita Kelainan Tulang

Sita menderita Kelainan Tulang


JUANSIH BINTI HOMSIN (53, Kanker Payudara & patah tulang kaki). Alamat: Kp. Jaya Mukti RT.1/1 Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Bu Juansih saat ini berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan ( RSSR) Bandung didampingi suaminya. Riwayat penyakitnya, hamper 5 tahun yang lalu bu Juansih menderita kanker payudara. Awalnya ia hanya  merasa nyeri di payudaranya, namun kemudian timbul benjolan yang semakin membesar. Ia sudah berobat ke Puskesmas Surade dan RS Jampang Sukabumi, lalu dirujuk ke RS Samsudin Sukabumi dan dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Bu Juansih berobat dengan menggunakan Jamkesmas. Ia perlu dibantu karena membutuhkan tempat tinggal selama berobat. Ia juga memerlukan kendaraan yang memudahkan mobilisasi karena patah tulang kakinya menyebabkan bu Juansih sulit berjalan dan duduk. Kondisi keuangan yang terbatas  membuat ia hanya mengandalkan uang kiriman dari anak-anaknya.  Bu Juansih merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan, sebelumnya pada rombongan 782 Pada awal Januari Bu Juansih Harus Di bawa ke RSUD Sukabumi Karena Kondisi nya menurun sehingga harus dilakukan penambahan darah (Biopsi), Alhamdulillah melalui bantuan Sedekah Holic, #SedekahRombongan mengantarkan Ibu Juansih untuk berobat dari RSHS menuju RSUD Sukabumi dengan menggunakan bantuan MTSR, selama seminggu Ibu Juansih di rawat dan pada saat itu kondisinya sudah membaik, setelah kami bawa ke rumah singgah Bandung dan setelah beberapa hari menginap , ibu Juansih meminta untuk pulang ke Kampungnya Di Sukabumi, karena proses pengobatan berikutnya dua minggu lagi, maka diperbolehkan untuk pulang. Namun setelah satu minggu di Kampungnya kami mendapat kabar bahwa ibu Juansih sudah meninggal dunia, dan informasi tersebut disampaikan oleh anak dari Ibu Juansih, belia menyampaiakn pesan terima kasih kepada #SedekahRombongan dan Para Sedekah Holic, tidak terasa hamper satu tahun lebih Almarhum Ibu Juansih Bersama-sama kami, semoga ini jalan yang terbaik untuk Ibu Juansih, mengingat penyakit yang dideritanya sangat berat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-,
Tanggal: 4 Desember  2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @avinptr @hapsarigendhis

Ibu juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki

Ibu juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki


ANDIKA SURYA (6, ALL). Alamat:  Kp. Gunung Guruh RT.35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Andika Surya sudah 14 bulan menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan, Andika  terserang  penyakit Akut Leukimia Limfoblastik awal mula yang dirasakan adalah kondisi tubuhnya sering sakit dan berat badannya menyusut, Andika terlahir dari  keluarga yang  dikategorikan kurang mampu. Ayahnya  Andika bapak  Sumanto (31), sehari- harinya hanya seorang  guru honorer di salah satu sekolah di sukabumi. Sedangkan  ibunya,  Rini Andrian (31) aktifitas sehari–hari sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini sangat minim dan hanya cukuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja.  Andika saat ini sedang menjalani terapi pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehata BPJS. Kondisi terakhir dari Pasien Andika sangat baik , bahkan dari hasil BMP evaluasi Tim dokter Hermato RSHS, hasilnya menunjukan kondisi Andika  menuju ke arah sehat. Untuk menjalani pengobatan Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung, selama menjalani pengobatan tersebut, Andika membutuhkan uang transport dan bekal selama di bandung, Sebelumnya di rombongan  752, pasien Andika telah di berikan santunan awal oleh #SedekahRombongan untuk pembelian obat Mercapto yang tidak di cover oleh BPJS, Keluarga dhuafa ini memerlukan bantuan lanjutan untuk membeli obat serta transport untuk melakukan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Januari 2016
Kurier: @ddsyaefudin @deri_darusman @abahlutung @hapsarigendhi

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik


MUHAMAD RIFKI BIN UJANG ADIR (9, Eksim Kering). Alamat:  Kampung Cijambu, RT.2/1 Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Menurut penuturan orang tuanya, sejak usia 6 tahun mengalami gatal di sekujur tubuhnya. Awalnya kedua orangtua Rifki tidak mengetahuinya, namun karena setiap hari mengeluh gatal, Rifki dibawa berobat ke puskesmas. Selama 3 tahun ini  ternyata penyakit itu tak kunjung sembuh dan bagian kulitnya menjadi hitam karena penyakit gatalnya sudah menjalar ke sebagian tubuh dan kakinya. Pada awal Bulan Januari 2016, kurir  #SedekahRombongan mendapat informasi oleh relawan yang menjabat petugas desa mengenai kondisi Rifki. Esok harinya kurir #SR berangkat menemui Rifki di rumah kontrakan keluarga Bapak Ujang Adir yang sangat sempit. Pengobatan yang tidak teratur dan kebersihan yang membuat kesembuhan penyakit Rifki belum maksimal. Ayah Rifki,  Ujang Adir adalah seorang buruh bangunan yang bekerja di ibu kota, sehingga Rifki tidak diawasi secara benar pengobatannya. Sedangkan ibunya, Nurjanah adalah seorang ibu rumah tangga.  Setelah mendengar cerita dari ibu Rifki mengenai perjalan pennyakit Rifki, kurir #SedekahRombongan berdiskusi dan menyampaikan saran agar proses pengobatan dilanjutkan kembali. Kurir #SR juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan diri dan pola hidup yang teratur. Selain mendampingi, kurir #SR juga menyampaikan santunan  awal untuk pemeriksaan kembali ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Rifki, aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Januari 2016
Kurier: @ddsyaefudin @deri_darusman  @hapsarigendhis

Fikri menderita Eksim Kering

Fikri menderita Eksim Kering


RYANUL HAKIM (10, Kelainan Tulang/Lumpuh). Alamat : Kampung Babakan Hurmat RT.2/1, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Haur Wangi, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Rian sejak lahir mengalami kelainan tulang yang sangat memprihatinkan, di usianya yang menginjak 10 tahun ia hanya bisa berbaring di tempat tidur karena kelainan tulang yang ia derita membuat ia tidak bisa berjalan bahkan untuk duduk. Ia juga tidak bisa berbicara.  Ketika datang ke kontrakan keluarga Rian,  kesedihan dirasakan oleh kurir #SedekahRombongan  karena menyaksikan kondisi Rian yang tidak bisa bermain seperti anak seusianya. Sehari-hari Rian berjuang melawan penyakit yang ia derita. Sejak lahir Rian tidak pernah sekalipun dibawa kerumah sakit  karena mereka tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan. Ibu Rian, Ismayanti (45),  bercerita, bahwa setiap hari Rian ditinggal bekerja dari pagi  hingga sore hari. Rian hanya makan sebelum ibunya berangkat dan sesudah pulang bekerja.  Ibu Rian bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan yang seadanya. Serita tersebut menambah kesediahan kurir #SR. Ayah Rian, Pak Iden Supiandi (75) sudah tidak mampu bekerja lagi saat ini dan  hanya bisa terbaring di rumah. Bu Isma merasakan beban yang harus ditanggungnya sungguh berat. Kurir #SR bersyukur dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan awal-pun  segera disampaikan yang digunakan untuk pembuatan jaminan kesehatan dan untuk membeli  makanan yang bergizi. Kurir #SR belajar banyak tentang arti kesabaran dan perjuangan dalam menjalani kehidupan dari diri Bu Isma.  Semoga Allah SWT selalu memberikan ketabahan kepada keluarga ini. Semoga Allah memberi kesehatan dan kesembuhan kepada Rian. Aamin  Allahuma Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Rian menderita Kelainan Tulang/Lumpuh

Rian menderita Kelainan Tulang/Lumpuh


ANIH SUMARNI (59, Suspek Stroke). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda mendiang Pak Mamat ini tinggal di daerah pegunungan. Di rumah bilik yang sempit dan gelap, ia tinggal bersama kedua anaknya yang sudah berkeluarga. Sejak ditinggal mati suaminya, Mak Anih semakin merasakan beratnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun ia terbiasa bekerja di ladang, sawah, atau kebun orang, kini semakin berkurang tawaran untuk bekerja menjadi buruh tani. Padahal, upah Rp.25.000,- per hari kerja pun amat dibutuhkannya. Selain karena faktor usia, rupanya kondisi fisik dan kesehatan Mak Anih kini tak memungkinkannya lagi bisa bekerja seperti biasa. Hasil pemeriksaan Puskesmas Sugihmukti menduga ia mengalami stroke ringan. Kaki kirinya tak bisa digerakkan dengan sempurna. Seminggu sekali dia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan dan terapi. Untung saja dia sudah lama terdaftar sebagai peserta Jamkesmas dan dapat memanfaatkannya untuk berobat ke rumah sakit. Yang menjadi kendala untuk berobat adalah biaya transportasi, akomodasi, dan pembelian obat yang tidak dijamin Jamkesmas. Keinginan Mak Anih untuk terus berobat sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi pengurus Rukun Warga. Alhamdulillah, dengan cepat, empati kurir #SR membukakan harapannya untuk terus berikhtiar mengobati penyakit yang hampir melumpuhkan semangat hidupnya. Bantuan Awal dari #SedekahRombongan kemudian disampaikan kepada Mak Anih pada 24 September 2015. Pada kunjungan kurir #SR tanggal 30 November 2015, Ma Anih menceritakan perkembangan kesehatannya yang semakin membaik tetapi dia masih harus berobat rutin. Pada awal Februari 2016, nenek yang tabah ini menuturkan rencananya untuk kontrol ke RSUD Soreang. Ia masih memerlukan uluran tangan sedekaholics. Alhamdulillah harapannya terkabulkan.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepadanya yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Sebelum ini, bantuan #SR untuk janda tua dhuafa ini tercatat di Rombongan 779.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu anih menderita Suspek Stroke

Ibu anih menderita Suspek Stroke


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11-September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali ke Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Kondisinya masih belum menggembirakan. Begitu juga, pada 12 Februari 2016, saat dikunjungi #kurir #SR, Pak Didin mengurarakan rencananya untuk berobat lagi pada 16 Februari 2016. Ia masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS, biaya transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 778.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul


MAMIN MANAF (64, TB Paru).  Alamat: Bantarjati Atas RT.3/13 Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat.Pak Mamin, seorang buruh harian lepas,  menderita tuberculosis paru (TB Paru) beberapa tahun yang lalu. Penyakit tersebut membuatnya tidak dapat beraktivitas maksimal karena kondisi fisiknya yang mudah lelah disertai batuk darah. Setelah minum obat rutin yang diberikan dari Puskesmas Bogor Utara, kondisi kesehatannya mulai membaik. Gejala yang ia keluhkan hilang dan ia merasa sembuh sehingga Pak Mamin mulai jarang kontrol dan tidak mau minum obat lagi. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama, karena ia merasakan gejala yang sama lagi awal tahun ini. Ia kembali harus banyak istirahat dan minum obat rutin lagi. Yang menjadi kendala berobat adalah ia tidak memiliki biaya karena penghasilannya tidak menentu, bahkan  kadang untuk makan sehari-hari pun kurang. Pak Mamin tinggal seorang diri di sebuah rumah kecil. Anak-anaknya sudah tinggal terpisah dan tidak setiap saat dapat  menengok ayahnya.  Istri Pak Mamin sudah lama meninggal. Ketika dikunjungi kurir #SedekahRombongan,  Pak Mamin bercerita bahwa ia memiliki jaminan kesehatan Jamkesda, namun untuk ongkos ke puskesmas dan pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS ia tidak memiliki uang. Ia juga menuturkan, untuk makan sehari-hari pun terkadang diberikan oleh tetangganya, apalagi semenjak ia sakit dan tidak bisa bekerja. Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan Pak Mamin. Bantuan awal pun segera disampaikan yang di gunakan untuk biaya berobat ke puskesmas dan keperluan sehari-hari. Semoga yang diberikan oleh sedekaholics #SR  bermanfaat untuk Pak Mamin. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit Pak Mamin agar bisa kembali bekerja seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @omguguh @dimassenja @hapsarigendhis

Ibu mamin menderita TB Paru

Ibu mamin menderita TB Paru


DAMITA BINTI RIDWAN (3, Demam Berdarah Dengue).  Alamat: Perum Griya Plered RT.8/2 Desa Sindangsari Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Mita,  biasa akrab ia dipanggil, pada  tanggal 23 Januari 2016  mengalami demam tinggi hingga  39 derajat Celcius. Ia bahkan sampai mengalami mimisan. Ibunya, Dewi (27) langsung membawanya ke Puskesmas Plered, dan berharap anaknya segera sembuh. Namun setelah minum obat,  demamnya malah naik dan turun selama empat hari berturut-turut. Ibu Mita kemudian membawa berobat ke klinik Budi Bakti dan Mita kemudian dirujuk RS Gunung Putri Purwakarta untuk  pengobatan lebih lanjut. Di rumah sakit ini Mita menjalani  pemeriksaan laboratorium darah menggunakan dengan biaya umum karena tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Hasilnya, nilai trombosit Mita rendah dan dinyatakan menderita DBD.  Mita harus  menjalani rawat inap, namun setelah empat hari dirawat, keluarga tidak mempunyai biaya lagi dan memilih pulang paksa. Saat kembali ke rumah, nilai  trombosit Mita belum normal. Ayah Mita, Ridwan (32) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek yang penghasilannya hanya cukup untuk makan hari itu. Ibu Mita sehari-hari seorang ibu rumah tangga. Tanggungan keluarga mereka 3 orang. Untuk biaya rumah sakit, mereka pinjam dari kerabat yang bersedia membantu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mita. Kurir #SedekahRombongan mendengarkan cerita Ibu Dewi yang ingin anaknya berobat sampai anaknya benar-benar sembuh. Alhamdulillah bantuan awal #sedekaholics #SR  sampai kepada keluarga Mita untuk biaya transportasi dan biaya berobat ke Rumah Sakit Gunung Putri. Mudah-mudahan Allah memberikan kelancaran dan kesembuhan untuk Mita. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @hapsarigendhis

Daminta menderita Demam Berdarah Dengue

Daminta menderita Demam Berdarah Dengue


UMAR HASAN (36, Gangguan Penglihatan). Alamat : Kampung Warung Sawah RT.1/4, Desa Rumpin Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Acan, demikian nama panggilannya sehari-hari berjualan di seputaran SD Negeri 1 Rumpin. Ia memanggul sendiri dagangannya. Pada hari Kamis, 4 Febuari 2016, saat kurir #SedekahRombongan mengunjunginya, ia sedang berjualan bersama  istri dan anaknya yang semangat membantunya. Ada rasa prihatin saat melihat Pak Umar Hasan menjajakan dagangannya lalu meraba-raba uang kembalian karena ia tak mampu melihat secara jelas uang dalam  genggamannya. Sang istri pun dengan sigap segera membantu Pak Umar untuk menghitung uang kembalian. Pak Umar hasan menderita gangguan penglihatan. Kurir #SedekahRombongan menanyakan perkembangan dari pengobatan yang telah dilakukan Pak Umar. Menurut penuturannya, setelah berobat di RSUD Leuwiliang Bogor, penglihatannya yang masih terasa kabur, namun  nyeri kepala yang sebelumnya terus dirasakan sudah mulai berkurang. Pak Umar bersyukur mendapat bantuan dari #SR karena biaya transport ke rumah sakit yang sebelumnya menjadi kendala kini teratasi. Untuk biaya pengobatan Pak Umar menggunakan jaminan Kartu Indonesia Sehat. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, kurir #SedekahRombongan  membawa Pak Umar Hasan ke rumah sakit khusus mata. Hal ini dilakukan untuk  mengetahui pengobatan apa yang terbaik untuk Pak Umar. Kurir#SR juga memberi bantuan kaca mata gelap kepada Pak Umar Hasan. Dari keterbatasan penglihatan Pak Umar, Kurir #SedekahRombongan banyak belajar mengenai pentingnya kesyukuran dalam nikmat yang diberikan dari Allah,  harus terikrar setiap waktu, baik dikala senang ataupun sempit, dikala nikmat diberi ataupun diambil kembali. Kurir #SR menyadari karena pada hakikatnya segala sesuatu hanyalah milikNya, Sang Maha Pemberi. Hikmah yang kurir #SR rasakan, berserah diri atas segala ketentuanNya akan membuat jiwa menjadi lebih tenang dan menjadi pribadi yang ikhlas. Terimakasih Pak Umar Hasan,  kami banyak belajar darimu.. Santunan lanjutan disampaikan, setelah sebelumnya masuk di rombongan 783.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @prapancadimas @hapsarigendhis

Pak umar menderita Gangguan Penglihatan

Pak umar menderita Gangguan Penglihatan


ULAN BUDIYANINGSIH (9, Cacar air) Alamat: Kp. Pangkalan RT .12/9 Desa Palinggihan Kecamatan Plered Purwakarta Provinsi  Jawa Barat. Ulan begitu ia akrab disapa, mengalami cacar air.  Pada tanggal 5 Februari 2016 Ulan mulai mengalami gejala  demam dan keluar bintik-bintik merah di kulitnya yang berisi cairan dan terasa gatal. Ibunya, Endang (39) tidak bisa segera membawanya ke dokter, karena tidak memiliki biaya berobat. Semenjak suaminya meninggal, kondisi Bu Endang memprihatinkan. Sehari-hari ia bekerja berdagang  lauk matang keliling buatan tetangganya. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, ia menjadi buruh cuci panggilan. Penghasilannya perhari yang berkisar 10-20 ribu rupiah habis untuk kebutuhan sehari-hari kedua anaknya yang masih kecil. Saat ini kedua anaknya terkena cacar air. Sudah satu minggu ini pula ia tidak bisa berjualan. Ia terpaksa menggadaikan barang berharga yang ada di rumahnya, seperti magic-com dan televisi. Alhamdulillah informasi mengenai kondisi Bu Endang, anaknya, Ulan dan adiknya sampai kepada Kurir #SedekahRombongan dari tetangga mereka. Rasa haru datang ketika kurir #SR berkunjung ke rumah kontrakannya, Bu Endang langsung memeluk kami dan bercerita tentang keprihatinannya. Bantuan awal pun disampai kepada Ibu Endang untuk biaya berobat kedua anaknya ke dokter.  Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan kepada Ulan dan adiknya serta kemudahan segala urusan kepada Bu Endang. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 10 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @hapsarigendis

Ulan menderita Cacar air

Ulan menderita Cacar air


DUDUNG BIN INTA, (Bantuan Penerangan). Alamat: Kp Cibolang RT.5/2 Desa Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Pak Dudung begitu ia disapa, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek. Motor yang ia gunakan mencari nafkah adalah motor sewaan dengan setoran 15 ribu rupiah perhari. Terkadang Pak Dudung bingung untuk membayar setoran harian itu. Beruntung, istrinya Bu Titi (43) membantunya memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai buruh cuci gosok dengan upah 70 ribu rupiah perminggu. Rumah mereka  yang masih bilik dan dihuni oleh istri, 4 anak, mertua dan satu cucunya, selama ini tidak mempunyai aliran listrik sendiri. Agar tidak gelap, mereka menumpang aliran listrik  ke tetangganya. Semenjak anaknya, Mamad mengalami gangguan jiwa, Pak Dudung  tidak bisa membayar listrik ke tetangganya sampai akhirnya aliran listriknya pun diputus. Sekarang  kondisi  rumah Pak Dudung sangat memprihatinkan karena tidak ada aliran listrik yang dapat menerangi rumah mereka terutama di malam hari saat anak-anak Pak Dudung belajar. Dengan ijin Allah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan keluarga Pak Dudung sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk pemasangan listrik rumah Pak Dudung. Rasa syukur dan bahagia yang terlihat dari keluarga Pak Dudung sehingga anak dan keluarganya bisa menjalani aktivitas seperti biasanya. Doanya, semoga keberkahan senantiasa diberikan kepada  #sedekaholics #SR  yang berkenan membahagiakan kaum dhuafa. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.1.700.000,-
Tanggal : 8 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @ukhti_fuzi @hapsarigendhis

Bantuan untuk pemasangan listrik rumah Pak Dudung.

Bantuan untuk pemasangan listrik rumah Pak Dudung.


KOMARIAH BINTI AHMAD (66, DHERMATITIS / RADANG KULIT), Alamat : Gang Dodol Rt. 03/10, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Kokom Biasa ia dipanggil oleh keponakannya dan tetangga nya, berawal ketika sekitar 50 tahun lalu iya menderita sakit yang menyerupai sakit Campak, oleh bu kokom hanya di obati di mantri kampung dan diberikan obat seadanya, setelah diobati makin lama kondisi kesehatannya bukan makin baik tetapi malah makin menurun dengan kulit disekujur tubuhnya yang melepuh seperti luka bakar karena khawatir dengan kondisi kesehatannya maka iya memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dengan biaya dari bantuan sanak saudara nya karena pada waktu itu belum ada jaminan kesehatan dan diagnosa dari dokter bu kokom mengalami peradangan kulit atau Dermatitis karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh bu kokom dan keluarga maka pengobatan bu kokom hanya sebatas di puskesmas bogor selatan. Bu kokom mempunyai BPJS untuk Berobat di rumah sakit namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki menyebabkan bu Kokom tidak bisa melanjutkan pengobatan di Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut atas penyakitnya, akibat penyakit yang di deritanya bu kokom sampai umur 66 tahun tidak mempunyai suami, sekarang pun kesehatan bu kokom sudah mulai menurun dengan daya penglihatan dan pendengaran sudah berkurang dan ketika berjalan sudah tertatih dan harus dibantu oleh keponakannya, Alangkah Terkejutnya Kurir #SedekahRombongan yang datang ke tempat tinggal bu kokom dan keponakannya, dirumah yang berukuran sempit tersebut bu kokom tidur di lantai tanah yang hanya beralaskan tikar dan sebuah karpet tipis. bu kokom bercerita sangat ingin sembuh agar tidak merasakan gatal dan rasa seperti terbakar pada kulit nya ketika malam hari tiba. dengan jaminan kesehatan Jamkesda yang dimiliki bu kokom sebenarnya biaya untuk pengobatannya gratis namun yang menjadi kendala adalah biaya untuk ongkos kerumah sakit untuk check up tersebut yang bu kokom tidak ada. mengingat bu kokom yang tidak bekerja dan keponakannya hanya sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang tidak seberapa. Bantuan Awalpun disampaikan semoga bantuan yang diberikan oleh sedekaholic bermanfaat untuk bu kokom agar pengobatan nya bisa kembali dilanjutkan

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2016,-
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @Hapsarigendhis

Ibu komariah menderita DHERMATITIS / RADANG KULIT

Ibu komariah menderita DHERMATITIS / RADANG KULIT


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung, dan sampai saat kini menjadikannya pasien dampingan #SR. Alhamdulillah kondisi Sinta menggembirakan dan terus mengalami perbaikan, meskipun ia masih harus menjalani pengobatan. Kini Sinta tengah menjalani kemoterapi ke-50 dari 52 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Karena Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik untuk Sinta dan keluarganya, yang dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Februari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Sinta menderita Kanker Darah

Sinta menderita Kanker Darah


WINDA AMALIA (4, Leukemia Akut). Alamat: Dusun Jambu Aer RT.1/5 Kelurahan Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Winda adalah putri dari pasangan Bapak Ayep (36) dan Ibu Erlin (35). Bapak Winda dikenal sebagai seorang petani di desanya dan Ibu Erlin (35) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Winda termasuk dhuafa yang tetap semangat menjalani kehidupan meski terus-menerus didera cobaan. Bahkan kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk ketika Winda didiagnosa menderita leukemia sejak aatu  tahun yang lalu (awal 2015). Berbekal Jamkesmas, Winda rutin dibawa berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena itu, keluarga Pak Ayep membutuhkan biaya untuk ongkos dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Harapan keluarga Winda untuk terus mengobati anaknya akhirnya sampai beritanya kepada kurir #SedekahRombongan si Bandung. Setelah bersilaturahmi dengan Winda dan kedua orangtuanya, kurir #SR alhamdulillah dapat mendampinginys berobat rutin. Sampai saat ini Winda masih harus berobat ke RSHS Bandung dan membutuhkan uluran tangan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali memberinya santunan yang diterima ibunya di rumah singgah. Santunan #SR ini akan sangat berarti untuk kelangsungan ikhtiar mereka, terutama untuk membeli obat, yaitu Mercaptopurin, setiap bulannya. Semoga Winda diberi kesembuhan yang terbaik oleh Allah. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 798.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @hapsarigendhis

Winda menderita Leukemia Akut

Winda menderita Leukemia Akut


AZAMIL HASAN (2, Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil berasal dari keluarga yang secara ekonomi termasuk dhuafa. Ayahnya bernama Nuriban (55) dan ibunya bernama Kartini (48). Dengan jumlah tanggungan tiga orang, cukup berat keluarganya menjalani kehidupan. Apalagi ketika Azamil didiagnosis mengidap Leukemia setahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, Azamil rutin menjalani rawat jalan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menangani serangan kanker darah yang mengancam nyawa anak periang ini. Ia harus menjalani kemoterapi setiap minggu agar keadaannya segera pulih dan sel-sel kanker hilang dari tubuhnya. Ayah Azamil merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini karena penghasilannya sebagai buruh harian hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka membutuhkan biaya transport Karawang-Bandung dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan. Pada akhir Desember 2015 kurir #SR bertemu dengan Azamil dan ibunya saat mereka kontrol ke RSHS Bandung dan memberinya bantuan tambahan membeli obat. Begitu juga pada pertengahan Februari 2014, ia bertemu lagi dengan kurir #SR di RSHS. Alhamdulillah #SedekahRombongan terus mendampinginya berobat dan kembali menyampaikan bantuan untuk Azamil, yang dipergunakan untuk membeli obat (Mercaptopurin). Bantuan #SR sebelum ini telah tercatat di Rombongan 790.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Azamil menderita Leukemia

Azamil menderita Leukemia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Jakarta 40,000,000
2 M Shiddiq 500,000
3 Kamilah 500,000
4 Mahmudi 500,000
5 Mamin 1,000,000
6 Tuhadi 1,000,000
7 M Rifai 1,250,000
8 Momon 500,000
9 M Ridwan 500,000
10 Tati 500,000
11 Yayasan lentera kasih bangsa 1,000,000
12 Omah 500,000
13 Deden 500,000
14 RSSR Bandung 3,000,000
15 Suteja 750,000
16 Rahmadani 500,000
17 Hendra 1,500,000
18 Andre 750,000
19 Hani 500,000
20 Novi 500,000
21 Paing 1,000,000
22 Rumijah 1,000,000
23 Septiana 1,000,000
24 PA La Tahzan 1,000,000
25 Redi 500,000
26 Agus 1,000,000
27 Yatini 500,000
28 Sri Yanti 500,000
29 Sita 500,000
30 Juansih 500,000
31 Andika 500,000
32 Rifki 500,000
33 Ryanul 500,000
34 Anih 500,000
35 Didin 500,000
36 Mamin 500,000
37 Damita 500,000
38 Umar 500,000
39 Ulan 500,000
40 Dudung 1,700,000
41 Komariah 500,000
42 Sinta 750,000
43 Winda 500,000
44 Azamil 500,000
Total 71,700,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,700,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 804 ROMBONGAN

Rp. 32,880,540,080,-