RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan. (Pindah Alamat). Berawal pada tahun 2013 #SedekahRombongan mengontrak Rumah yang terletak tak jauh dari RSUP Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kota/kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota seperti Jogja, Jakarta, Malang, Semarang, Surabaya, Purwokerto dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memiliki RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah, Setelah kontrak RSSR diselesaikan. Kini para #Sedekaholics menyampaikan bantuan untuk melengkapi keperluan dan fasilitas di RSSR baru seperti: Toren Air, Instalasi Listrik, Tambah Daya, Pembelian Kasur, Bantal, Selimut, Kitchen set, Lemari, Loker, Kulkas, Tempat Obat, Kipas Orbit, Dll. Semoga Allah SWT membalas amal baik bagi semuanya Sedekaholics dengan membahagiakan para dhuafa di RSSR.
Alamat RSSR BANDUNG, di Jl. H.Yasin No.56, RT.2/2, Sukabungah, Sukajadi, Kota Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 26.726.400,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @avin_ptr

Pembelian Toren Air, Instalasi Listrik, Tambah Daya, Pembelian Kasur, Bantal, Selimut, Kitchen set, Lemari, Loker, Kulkas, Tempat Obat, Kipas Orbit.

Pembelian Toren Air, Instalasi Listrik, Tambah Daya, Pembelian Kasur, Bantal, Selimut, Kitchen set, Lemari, Loker, Kulkas, Tempat Obat, Kipas Orbit.


ALMH.DINAH BINTI H.GULIN (60, Leukimia). Alamat : Kp. Pamahan V  RT. 4/9, Jatimekar , Kecamatan jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Dinah adalah seorang janda dengan 2 orang anak yang belum masuk usia produktif, pekerjaan sehari-hari berprofesi sebagai buruh cuci pakaian yang tekun ia jalani untuk menghidupi kedua anaknya bersama. Sejak 1 tahun yang lalu berjuang melawan ganasnya kanker darah Akut (ALL-HR). Penyakit yang ibu Dinah alami  ini mengharuskan  untuk  berobat dan dirawat di RSUD Kota Bekasi. Namun karena keterbatasan kamar ICU di RSUD Kota Bekasi, Ibu Dinah diharuskan rujuk ke RSCM Jakarta. Perjuangan beliau belum selesai sampai disini, Beliau harus berjibaku melawan sakit selama perjalanan menuju RSCM Jakarta. Di RSCM Jakarta Ibu Dinah belum juga mendapat ruangan ICU dan mengharuskan beliau untuk menginap di lorong semalaman. Alhamdulilah keesokan harinya Ibu Dinah mendapatkan kamar ICU. Namun Allah berkehendak lain, pada tanggal 17 Januari 2016 Ibu Dinah menghembuskan nafas terakhirnya, Inalilahi Wainalilahirojiun Ibu Dinah meninggal dunia.  Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan berupa uang duka kepada keluarga Ibu Dinah. Semoga diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa

Almh bu dinah menderita Leukimia

Almh bu dinah menderita Leukimia


ZAENUDIN BIN ABIH (57, TB Paru). Alamat:  Kampung Cemplang Baru RT.1/4  Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Propinsi Jawa Barat. Saat Pak Udin berusia 30 tahun, ia  sudah sering merasa kurang fit yang menyebabkan aktivitasnya terganggu. Pak Udin kemudian berobat ke  puskesmas dan diberikan obat paket yang harus diminum secara rutin. Karena merasa badannya sudah pulih dan sudah tidak ada keluhan, Pak Udin menghentikan sendiri obat tersebut walaupun obat yang semestinya ia minum belum habis. Pada akhir  tahun  2015, Pak Udin kembali mengalami gejala sakit berupa demam, sesak nafas dan batuk yang kadang disertai darah. Ia ingin sekali berobat agar peyakitnya sembuh, namun tidak memiliki ongkos ke rumah sakit meskipun memiliki jaminan BPJS. Akhirnya pak Udin hanya dirawat oleh istrinya, Ibu Isnawati (40) di rumah. Pak Udin mempunyai tanggungan 3 anak. Pekerjaan Pak Udin sehari-hari adalah pemulung, namun semenjak sakit Pak Udin tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya, sehingga kedua anaknya  terpaksa tidak sekolah karena tidak ada ongkos.  Mereka tinggal di gubuk kecil berukuran 3x3m2 di tanah milik KOREM Bogor Barat.  Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat kondisi pak Udin merasa sangat iba. Kurir melihat, kadang mereka tidak makan karena tidak adanya uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.  Bantuan awalpun langsung disampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari–hari.  Semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit yang diderita pak Udin dan memberinya kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak zaenudin menderita TB Paru

Pak zaenudin menderita TB Paru


ARYA PRATAMA (13, Hepatitis Akut). Alamat : Kp Perigi RT.2/2,  Kelurahan  Bojong gede, Kecamatan  Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Arya adalah seorang anak kelas 6 SD yang sejak kecil diasuh oleh kakek dan neneknya. Seperti kebanyakan anak-anak seusianya, perkembangan Arya baik. Ia seorang anak yang penurut dan patuh. Satu  bulan lalu Arya mendadak sering merasa mual, disertai sakit kepala dan nyeri di perut bagian atas. Bagian mata Arya terlihat kuning. Kakek dan neneknya memberi Arya obat yang dibeli di warung saja.  Dua minggu  yang lalu ketika Arya sedang berlibur di rumah ibunya barulah diketahui penyakit yang dialami Arya.  Ibu Arya, Aryani (37) membawa berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Berdasarkan hasil laboratorium, Arya dinyatakan menderita infeksi hati akut dan harus dirawat untuk memulihkan kondisinya. Ibu  Aryani menolak anaknya dirawat karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan biaya untuk merawat Arya di rumah sakit. Ayah kandung Arya sudah meninggal ketika Arya masih kecil. Ibu Ariyani sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin di sekolah dan ayah tiri Arya, Pak Ato (40) bekerja sebagai penjual bensin eceran dengan tanggungan 2 orang anak. Kurir #SedekahRombongan yang datang melihat keadaan Arya merasakan kesulitan yang ia alami, sampai saat ini BPJS Arya belum aktif. Bantuan lanjutan disampaikan kepada Arya disampaikan yang digunakan untuk menebus obat. Semoga kesehatan Arya cepat pulih dan dapat bersekolah seperti biasa lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Januari 2016
Kurir  : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas @hapsarigendhis

Arya menderita Hepatitis Akut

Arya menderita Hepatitis Akut


MOHAMMAD AZRIAL (1, Hydrocepalus). Alamat: Kp. Padurenan RT.2/6 Cibinong, Kabupaten Bogor. Lahir dari pasangan muda Cahyo Prayitno (25) dan Novi (22), Sejak lahir Azrial sudah menampakan gejala kurang sehat pada pertumbuhannya hingga dinyatakan Hydroceplaus. Saat usia 3 bulan Azrial sudah dioperasi untuk dipasang selang pembuang cairan dari kepalanya, namun hingga Juli terakhir ia kontrol sampai saat ini tak pernah lagi kedua orangtuanya membawanya ke rumah sakit. Padahal BPJS telah mereka miliki untuk berobat Azrial, operasional transportasi mereka perlu biaya serta makanan nutrisi tambahan tak dapat mereka beli untuk daya tahan tubuh Azrial. Maklum saya Cahyo hanya seoranh buruh garmen dan Novi hanya istri yang harus merawat Azrial setiap saat. Azrial belum menampakan perkembangan yang baik dan biaya tambahan untuk rutin berobat tak mereka milik, keluhan disampaikan kedua orangtuanya yang sesungguhnya ingin sekali anaknya dapat tumbuh sehat seperti yang diharapkan. #SedekahRombongan memahami kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk persiapan lanjutan kontrol perobatan dan terapi Azrial.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ramyarashad

Azrial menderita Hydrocepalus

Azrial menderita Hydrocepalus


AHMAD RIFAI (27, Kaki Gajah). Alamat: RT 03/RW 04 Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Kaki Rifai sejak kecil sudah membesar, namun Rifai masih mampu berjalan meski sedikit kesulitan. Dalam dua tahun terakhir ini atau mulai sekitar tahun 2014 kaki Rifai mengalami pembesaran yang makin menjadi hingga seukuran orang dewasa, hal ini tentu menyulitkan Rifai untuk berjalan, apalagi beraktivitas yang lain. Bahkan kondisi sekarang Rifai sudah tidak bisa berjalan, sehingga buang air besar maupun kecil di tempat tidur. Rifai sendiri ialah anak yatim dari bapak alm. Solihin. Sementara Rifai hanya tinggal berdua dengan ibunya, Jiyem yang juga memiliki sakit stroke, yang menyebabkan ekonomi keluarga ini hanya bergantung pada keluarga dan tetangga karena kondisi keduanya yang tidak memungkinkan untuk bekerja. Kondisi Rifai dan keluarga masih buruk karena hidup mereka yang kian sulit dengan mengharap bantuan orang lain. Rifai hanya menjalani pengobatan-pengobatan alternative karena takut kakinya diamputasi jika ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan yang turut merasakan kesulitan keluarga ini pun membantu dalam bentuk santunan, bantuan awalpun disampaikan kepada keluarga Rifai sejumlah Rp 1.079.000  keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk sahabat kurir. Semoga Rifai dapat segera di beri kesembuhan amiin..

Jumlah Bantuan : Rp 1.079.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @faizfaeruz @candyaryo

Pak rifai menderita Kaki Gajah

Pak rifai menderita Kaki Gajah


RAMI BINTI RAWA (84, asam urat tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Sebetulnya rumah nenek Rami berdekatan dengan anaknya, namun tidak bisa mengupayakan untuk membawanya ke Puskesmas terdekat. Keluarga ini takut seandainya nenek Rami dirawat ada biaya yang harus dibayar. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke puskesmas dan kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 757.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Mbah rami menderita asam urat tinggi

Mbah rami menderita asam urat tinggi


YAYASAN AL FAJAR BERSERI (Bantuan Operasional). Alamat : Jl. Kp. Pulo RT. 4/37 No.44, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Yayasan Al Fajar Berseri berdiri sejak tahun 2008. Bapak Marsan,  pimpinan yayasan ini  memulai niatnya membangun panti berawal dari rasa iba melihat para penyandang gangguan mental yang semakin hari semakin banyak. Maka dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, lelaki paruh baya ini memberanikan diri memberikan pelayanan rehabilitasi di rumahnya sendiri. Berbagai tantangan, penderitaan, pengorbanan dan perjuangan berupaya menghidupi  pasien-pasien gangguan kejiwaan yang terlantar yang diambil dari jalanan kemudian ditampung di rumahnya yang berfungsi  sebagai panti. Dengan perjuangan yang cukup berat, Pak Marsan terus mengusahakan agar dapat menampung mereka. Prinsipnya:  “mereka manusia yang sama seperti kita mahluk Allah SWT yang membutuh makan, minum, pakaian dan tempat tinggal untuk bernaung.” Berbekal tekad itulah, pelan-pelan namun pasti beliau mendirikan sebuah Panti Rehabilitasi gangguan kejiwaan/disabilitas mental dengan nama “Yayasan Al Fajar”.  Saat ini jumlah penghuni panti sebanyak 155 orang.  Pengelolaan panti terdiri 15 orang yaitu ketua, sekretaris, bendahara, kepala panti, kepala bidang  kesehatan, kepala bidang konsumsi, dan petugas yang merawat penghuni panti. Kegiatan yang dilakukan terhadap penderita ganggguan mental laki-laki dan perempuan yang berada di panti ini beragam, diantara berkumpul untuk meningkatkan ketrampilan social dan interaksi di antara mereka. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bersilaturrahmi dan menyampaikan santunan lanjutan guna membantu meringankan beban Pak Marsan  dan pengurus panti.  Santunan ini digunakan untuk keperluan operasional Yayasan Al Fajar. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 787.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Biaya operasional untuk konsumsi dan obat-obatan

Biaya operasional untuk konsumsi dan obat-obatan


TEGUH PURWANTO (27, Gangguan Kejiwaan). Alamat : Kp. Babelan RT.5/3 No.66, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Teguh adalah nama panggilannya, ia mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2008. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh keluarga demi kesembuhan Teguh, yakni salah satunya dengan pengobatan alternatif. Sayangnya kondisi malah semakin memburuk sehingga pada tahun 2011 sampai dengan 2015 Teguh menjalani pengobatan di RSJ. Marzoeki Mahdi di Bogor. Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik dan saat ini mejalani kontrol di RSUD Kabupaten Bekasi. Teguh tinggal bersama ibunya, Bu Marinah (54) sedangkan ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan, belum lagi harus mengeluarkan biaya transport ketika akan menjalani kontrol ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 787.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @ SuharnaYana @Supr1ono

Teguh menderita Gangguan Kejiwaan

Teguh menderita Gangguan Kejiwaan


SAMSUDIN BIN OTO (58, Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT.3./10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah #SR bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya, menyampaikan bantuan dari sedekaholics serta mendaftarkannya sebagai pasien dampingan #SR. Alhamdulillh masa kritisnya telah terlewati. Tetapi ia harus rutin kontrol dan berobat ke rumah sakit. Karena itu, kembali kurir #SR menyampaikan titipan sedekaholics #SR kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumahya ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS, transportasi ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 783.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @lilisdaryati @hapsarigendhis

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal

Pak samsudin menderita Diabetes Melitus dan Gagal Ginjal


IMAS ROSMIATI (52, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT.3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58) bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami Bu Imas. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics  #SR menjawab keinginan Bu Imas dan dapat mendampinginya berobat sampai saat ini. Kondisi terakhir Bu Imas masih stagnan. Ia masih harus kontrol rutin ke RSUD dan masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan usahanya untuk sembuh. Memahami derita yang dialami Bu Imas dan keluarganya, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan sedekaholik. kepadajya. Bantuan yang disampaikan di rumahnya ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS, biaya transportasi-akomodasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 783.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hengky @hapsarigendhis

Ibu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke

Ibu imas menderita Darah Tinggi dan Stroke


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. De Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol lagi dan memerikasakan matanya ke RS Mata Cicendo. Pada 20 November 2015 Pak Otong kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid nya masih ada, dan ia masih harus kontrol rutin sebelum dihentikan oleh tim dokter yang menanganinya. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai Allah Swt menentukan kesembuhannya. Alhamdulillah, sedekaholics #SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan memberinya santunan lanjutan. Bantuan yang disampikan di rumah kontrakannya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat administrinya di Rombongan 775.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

Pak otong menderita Gangguan Tiroid


MUHAMMAD TIO HANDIKA (2,5 tahun, Hernia dan Tuberculosis/TB Paru). Alamat: Kampung Cikondang RT.2/21 Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orang tuanya, Tio tinggal di kawasan pertanian di Ciwidey. Kehidupan mereka sederhana. Ayah Tio bernama Tardi (31) dan ibunya, Ema (20). Pak Tardi hanyalah buruh tani harian di kampung yang mengandalkan tenaganya untuk bekerja di ladang milik orang. Ibunya lebih banyak mengerjakan urusan rumah tangga. Walau tanggungannya hanya dua orang, Tardi merasakan sesaknya beban kehidupan di tengah kemiskinan yang menghimpitnya. Apalagi, kini, anak semata wayangnya mengalami hernia. Gejala sakitnya sudah terlihat beberapa hari setelah ia dilahirkan, namun saat itu orangtuanya masih menganggapnya hal biasa. Tio kemudian diperiksakan ke dokter atas saran warga setempat. Kesimpulan dokter, Tio menderita hernia. Selanjutnya, ia berobat rawat jalan menggunakan jaminan kesehatan BPJS di Puskesmas, klinik, dan RSUD Soreang. Tim medis RSUD Soreang menyarankan tindakan operasi hernia bagi Tio setelah ia selesai menjalani terapi TB Paru. Pada kontrol Februari 2015, alhamdulillah, TB Paru yang diidap Tio dinyatakan dapat teratasi. Pada 30 dan 31 Maret 2015 MTSR Bandung kembali mendampinginya ke RSUD Soreang. Hasilnya, dokter menunda tindakan operasinya sampai kondisi Tio siap. Pada akhir Mei 2015 ia diperiksakan lagi ke RSUD Soreang karena mengalami demam cukup lama. Pada akhir Mei 2015  kurir #SR menemui Tio dan keluarganya untuk melanjutkan pengobatan. Akan tetapi, orangtuanya memilih menunda sementara pengobatan medisnya. “Kita akan coba berobat ke alternatif dulu,” kata bapaknya. Pada akhir Januari 2016, tanpa disengaja, ibunya Tio bertemu dengan kurir #SR dan mengutarakan keinginan mereka untuk menuntaskan ikhtiar medis untuk kesembuhan Tio. Setelah memperoleh Surat Rujukan dari Klinik, MTSR 1629 kemudian mendampingi Tio menjalani pemeriksaan di RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Selain itu, alhamdulillah, untuk kelanjutan ikhtiar keluarga dhuafa ini, kembali #SedekahRombongan menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics #SR untuk biaya berobat. Bantuan yang diterima orangtua Tio di rumahnya ini digunakan untuk biaya akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini, administrasinya, tercatat di Rombongan 751.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Tio menderita Hernia dan Tuberculosis/TB Paru

Tio menderita Hernia dan Tuberculosis/TB Paru


SRI DWI UNTARI (36 Tahun, Kanker Telinga) tinggal di kontrakannya Desa  Gentan, Rt 01/04 Tlobong, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Mbak Uun beliau biasa dipanggil memutuskan berpisah dengan suaminya dan menjadi orang tua tunggal sejak 4 tahun yang lalu. Sejak berpisah dengan suaminya Mbak Uun tinggal bersama 2 anaknya Rasya oktaviati (8 tahun) & Nasywa destiani (12 tahun) anak yang ketiga diasuh kakaknya.  Sehari-hari Mbak Uun bekerja sebagai satpam di salah satu pabrik daerah Sukoharjo dengan penghasilan Rp 1.200.000,-. Mbak Uun sering kali pulang larut malam karena sudah menjadi tuntutan profesi. Satu tahun yang lalu sepulang kerja pada malam hari Mbak Uun dibegal, dipukul di kepala bagian belakang hingga bengkak di telinga. Dari pukulan itu menjadikan infeksi ditelinga yang akhirnya mengakibat sel kanker tumbuh. Hingga saat ini mbak Uun sudah menjalani 4 kali operasi, untuk tindakan selanjutnya Mbak Uun disarankan untuk menjalani sinar dijakarta. Allhamdulilah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Mbak Uun pada tanggal 15 Januari 2015 di RS Moewardi pasca operasi yang ke-4 dan saat itu kondisinya masih lemah. Proses penyembuhan Mbak Uun yang masih panjang untuk itu Mbak Uun menjadi pasien dampingan #SRsolo. Santunan pertama dari #SedekaHolic sebesar Rp 500.000,00 telah disampaikan, Mbak Uun mengucapkan terimakasih kepada para #SedekahHolic dan #KurirSR dan juga mengharapkan do`a supaya lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal    : 20 Januari 2016
Kurir         : @mawan, @aisyah, @ciciiiinta

Ibu sri menderita Kanker Telinga

Ibu sri menderita Kanker Telinga


SUMAIRA (81,Ibu Rumah Tangga) alamat di Jl Pramuka no 8 Peterongan Jombang. Biasa dipanggil ibu Sumaira. Beliau adalah seorang pensiunan guru dari pondok pesantren darul ulum jombang. Beliau mengalami sakit sejak 3 tahun lalu. Beliau mengalami sakit katarak di salah satu matanya yaitu sebelah kiri. Katarak di matanya sempat diobati tetapi belum sembuh total perlu adanya pengobatan dan operasi lanjutan. Selain sakit katarak beliau juga mengidap hepatitis A. Dalam kesehariannya beliau hidup mengontrak dengan anaknya yang bernama Nurdin dan menantunya. Sebelumnya beliau mempunyai tempat tinggal sendiri namun karena beliau sudah tidak bekerja dan suaminya pun sudah meninggal dunia maka ibu Sumairah menjual rumahnya untuk memenuhi kehidupan hidup sehari-hari dan biaya pengobatan untuk sakit nya. Hal tersebut dilakukan karena beliau sudah tidak bekerja dan untuk makan sehari-sehari beliau sering kesulitan maka dari itu beliau sampai menjual rumah untuk biaya hidup sehari-hari dan pengobatan sakitnya. Kegiatan ibu Sumairah sekarang terkadang mengajar murid les privat di rumahnya. Dengan badan yang sudah tua,tangannya yang bergetar dan mulai tidak kuat untuk berjalan ibu Sumaira masih semangat untuk memberikan murid-murid les nya ilmu yang bermanfaat. Beruntung ibu Sumairah dipertemukan dengan tim #SR. Ibu Sumairah mengungkapkan kesedihan yang dialaminya saat ini, kurir #Sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan Ibu Sumaira, bantuan sejumlah Rp 2.000.000 disampaikan kepada keluarga beliau dengan rincian bulan November Rp 1.500.000 dan Januari Rp 500.000 disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya kehidupan sehatri-hari  Ibu Sumairah. Semoga dengan sedekah yang di berikan bisa membantu ibu Sumaira menjadi sehat seperti sedikala.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal: 15 Januari 2016
Kurir : @faizfaeruz @oby_bee @asyitamaliyah

Bantuan tunai untuk membantu biaya pengobatan dan biaya kehidupan sehari-hari

Bantuan tunai untuk membantu biaya pengobatan dan biaya kehidupan sehari-hari


NUR FITRIATI (1,5 th Meningokel). Alamat Dusun Pegangan RT 03 RW 01 Desa Sokaan, Kecamatan Krenjengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Putri pertama pasangan Bapak Sugi (49th) dan Ibu Aisyah (31th) sejak lahir harus menderita kelainan tidak terbentuknya selaput di kepala yang mengakibatkan bocornya cairan kepala di rongga kosong atau meningokel. Sebagai seorang buruh tani, Bapak Sugi hanya bisa membiayai pengobatan putrinya di RS Waluyo Jati Probolinggo yang berjarak 3km dari rumahnya. Ketika usia 3 bulan, dik Nur Fitriati harus di rujuk ke RS Syaiful Anwar Malang untk dilakukan operasi. Keterbatasan biaya transportasi dan kebutuhan selama pengobatan yang harus rutin kontrol setiap 2 bulan di Malang usai operasi menjadi kendala pengobatan dik Nur Fitrianti hingga akhirnya dipertemukan dengan #Sedekah Rombongan dan dapat membantu meringankan biaya selama pengobatan dik Nur Fitriati di Malang

Jumlah Bantuan  : Rp 500.000
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Dhani_017

Nur menderita Meningokel

Nur menderita Meningokel


ALMH.NURIDA CATUR MEILANI ( 2 tahun, DEMAM BERDARAH) bertempat tinggal di Jl. Terusan Batu Bara Blimbing, Malang, Jawa Timur. Nurida mengidap sakit deman berdarah  kurang lebih seminggu. Awalnya Nurida hanya dibawa ke puskesmas terdekat oleh orang tuanya karena tidak memiliki biaya dan bpjs. Orang tuanya hanya bekerja sebagai pekerja serabutan,maka dari itu mereka tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit dan tidak memiliki bpjs karena surat kependudukannya tidak lengkap. Karena demam berdarahnya semakin parah dan Nurida tidak sadarkan diri akhirnya Nurida dibawa kerumah sakit lavalette malang oleh orang tuanya. Tetapi 2 hari dirumah sakit ternyata Allah SWT  berkehendak lain, Nurida menghembuskan nafas terakhir. Biaya pengobatan yang dibebankan kekeluarga sebesar 16 juta rupiah, untuk membayar biaya tersebut keluarga melunasinya dengan menggadaikan barang-barang berharga dan kendaraanya. Untuk pulang ke rumah pun keluarga sempat kesulitan, tetapi alhamdullilah keluarga Nurida dipertemukan dengan #sedekahrombongan . Akhirnya Nurida dan keluarga dibawa pulang diantar dengan mobil tanggap sedekah rombongan sampai kerumah duka. Dan santunan sebesar 1.000.000 rupiah pun di berikan kepada keluarga Nurida untuk sedikit membantu pemakaman dan biaya-biaya lainnya. Keluarga Nurida sangat berterima kasih dengan #sedekahholic atas bantuan yang diberikan  dan semoga amal ibadah Nurida diterima disisi allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan aminnn.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal: 19 Januari 2016
Kurir: @faizfaeruz @nursadino @oby_bee

Almh nurida menderita demam berdarah

Almh nurida menderita demam berdarah


MUJIONO, (56. Korban Tabrak Lari). Alamat Desa Pringsari RT.03/RW.02, Kec. Pringapus Kab Semarang. Mbah Jiono beliau biasa dipanggil adalah korban tabrak lari yang mengakibatkan kaki kirinya harus di amputasi dikarenakan kerusakan yang sangat parah dan tidak memungkinkan untuk disambung kembali, kejadian ini terjadi bulan september sekitar tanggal 25. Pada saat itu beliau sedang dalam perjalanan menjenguk salah seorang anaknya, ditengah perjalanan sewaktu akan menyeberang jalan ada mobil dengan kecepatan tinggi menyambar tubuhnya dan Mbah Jiono saat itu juga tidak sadarkan diri dan oleh warga yang melihat kejadian itu langsung dilarikan ke RS. Ken Saras, Kec. Bergas, Kab. Semarang. Pihak RS menghubungi pihak keluarga dan meminta persetujuan untuk melakukan amputasi kaki kiri, dan melakukan perawatan lain seperti menjahit bagian kaki kanan, jahit bagian kepala dan melakukan pasang pen lengan tangan. Pihak RS segera melakukan penanganan setelah ada persetujuan dari keluarga. Tanggal 10 januari 2016 Tim dari #sedekahrombongan melakukan kunjungan ke rumah Mbah Jiono dan sangat tersentuh melihat kondisi beliau. Pada saat tim #SedekahRombongan melakukan kunjungan posisi Mbah Jiono sudah pulang dari RS. Ken Saras. Mbah jiono tinggal dirumah yang sangat sederhana yang tidak ada perabotan lain selain tempat tidur, satu buah meja dan kursi seadanya. Bahkan menurut informasi dari tetangga beliau rumah yang beliau tempati juga adalah hasil gotong royong dan iuran dari warga. Untuk makan sehari-hari mengandalkan tetangga, ada yang memberi karena kondisi istrinya yang juga sakit pasca operasi gondok dan juga karena beliau sudah tidak bisa mencari nafkah dikarenakan tidak bisa jalan. Kepada Tim #SedekahRombongan beliau meminta bantuan kaki palsu, akomodasi dan transportasi ke RS supaya beliau bisa jalan dan bekerja mencari nafkah. 14 januari 2016 tim #SedekahRombongan memeriksakan ke RS, setelah sampai dirumah sakit tim #SedekahRombongan mendapatkan informasi bahwa kaki palsu sudah di cover oleh BPJS, sehingga tim #SedekahRombongan melakukan pendampingan sampai nanti saatnya dipasang kaki palsu, karena masih harus melakukan banyak terapi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir : @robbyadiarta, @agtianrestiarto

Pak mujiono Korban Tabrak Lari

Pak mujiono Korban Tabrak Lari


PUNARTI (65th. Tidak Dapat Berjalan). Alamat: Lingkungan Klego RT.01/RW 01, Desa Ngempon, Kec. Bergas, Kab. Semarang. Beliau biasa dipanggil oleh tetangganya dengan panggilan Mbah Pun, beliau adalah janda tanpa anak yang dimana suaminya telah meninggal dan hidup sendiri dirumah yang sederhana. Sebelum sakit sehari-harinya Mbah Pun bekerja serabutan sebagai buruh rumah tangg,untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Sudah semenjak 2 bulan ini Mbah Pun sudah tidak bisa berjalan apalagi bekerja, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari hanya mengandalkan perhatian dari para tetangga, saat ini Mbah Pun tinggal dengan tetangganya yang masih keponakan dari Alm suaminya. Karena kondisi ekonomi Mbah Pun hanya sesekali berobat ke dokter puskesmas terdekat, 10 Januari 2016 Tim Sedekah Rombongan menjenguk Mbah Pun dan merasa tersentuh untuk memberikan bantuan supaya beliau bisa melakukan pemeriksaan dokter terkait sakit yang dideritanya sehingga bisa mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Bantuan biaya akomodasi dan pemeriksaan ke dokter

Bantuan biaya akomodasi dan pemeriksaan ke dokter


RAHMAD MIRZA UKHAIL, (1, Hernia). Alamat: Randu Kuning RT.13/RW.02, Kec. Pati, Kab.Pati. Mirza nama panggilannya, dia adalah balita yang riang, murah senyum dan ganteng. Pada Usia 3 bulan tepatnya pada 03 April 2015 Mirza mengalami demam tinggi dan terdapat kejanggalan dibuah dzakarnya, mendapati hal tersebut neneknya (Sulistyowati, 52) panik lalu dibawalah Mirza ke Puskesmas, setelah diperiksa dokter mengatakan jika Mirza harus dibawa ke RSUD untuk melakukan operasi hernia, mendengar kabar seperti tersebut neneknya sedih dan bingung membawa pulang Mirza karena tidak punya biaya untuk membawa ke RSUD. Sampai pada umur 11 bulan, setiap Mirza menangis buah dzakarnya bengkak dan uratnya terlihat, neneknya hanya berharap Mirza bisa sembuh. Ayah Mirza, Muh.Farid Saputra (21) meninggalkan Mirza dan Ibunya Ratih Ajeng Handayani (21) dari ketika Mirza masih didalam kandungan. Kepada Kurir #SedekahRombongan Sang Nenek menceritakan lika-liku kehidupan Ibu Ajeng yang ditinggal oleh suaminya dan harus menghidupi Mirza, juga dengan penyakit Mirza, bingung dan sedih diungkapkan neneknya, tabungan tidak ada, jaminan kesehatan tidak ada, bahkan rumahpun sudah dijual tetapi dengan kebaikan hati pembelinya yang masih membolehkan bu Susilowati menempati Rumah tersebut dengan kedua anaknya yang masih sekolah dan ibunya Mirza. Kakeknya, Siswanto (59) hanya bekerja serabutan untuk menghidupi anak dan cucunya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk pembuatan jaminan kesehatan (BPJS) dan pengobatan awal, Semoga Mirza kesehatannya pulih kembali sehingga dapat tumbuh seperti anak-anak lainnya yang sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir : @robbyadiarta @jeanseamaurer

Rahmad menderita Hernia

Rahmad menderita Hernia


KASIO ADIN NGARI, (57, Dhuafa’ Buta). Alamat: Ngandong, Bumiharjo RT.01/RW.07, Kec. Keling, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Pak Kasio nama panggilan sehari-harinya, beliau adalah seorang pengangguran yang hanya bisa duduk dirumah karena dari lahir beliau mengalami kelainan penglihatan (Buta). Dari kecil beliau diasuh oleh neneknya yang bernama Mbah Tuminah (90) di rumah kayu lama seadanya. Tapi hal tersebut tidak membuat Pak Kasio tidak berbuat apapun, sesekali beliau membantu neneknya membuang sampah yang diwadahi ember kecil, ataupun mencabuti rumput dibelakang rumahnya, tak banyak yang bisa dilakukan tapi setidaknya beliau sedikit membantu neneknya yang sudah tua. Dengan kondisi yang begitu memilukan Mbah Tuminah dan Pak Kasio tidak mengharap dikasihani oleh tetangga-tetangganya, terkadang Mbah Tuminah mengambil gori dari belakang rumah untuk lauk santapnya dengan Pak Kasio, bahkan menanam beberapa sayuran dan beberapa tumbuhan warung hidup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Walaupun tidak adanya jaminan kesehatan dan bantuan dana untuk warga miskin didaerah sana, hal tersebut menjadikan mereka mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kepada kurirr #SedekahRombongan Pak Kasio becerita kehidupannya sehari-hari yang tinggal di pinggir perkebunan karet, suasana yang jauh dari pemukiman orang lain, jauh dari perhatian aparat-aparat desa, menjadikan kesulitan bertambah. #SedekahRombongan menyatu dengan kesulitan dan kesedihan yang mereka rasakan, bantuan santunanpun disampaikan. semoga santunan tersebut bisa berguna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bermanfaat untuk Pak Kasio dan Mbah Tuminah.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1,000.000,-
Tanggal         : 16 Januari 2016
Kurir           : @robbyadiarta @jeanseamaurer

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari


ALI MAHMUDI, (38, Patah Tulang Belakang). Alamat: Pondowan Gading RT.03/RW.03, Kec. Tayu, Kab. Pati, Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu di desanya, 8 bulan yang lalu ketika Pak Ali bekerja merenovasi teras rumah milik seorang perantauan dari Arab Saudi, pada saat itu beliau sedang duduk diatas stager dirumah, kemudian penglihatan Pak Ali tertuju pada sebuah paku yang menancap pada sebuah dinding, lalu diambillah paku tersebut dan ternyata cor dinding itu masih basah, kecelakaan pun tak terhindari. Tubuh Pak Ali terhempas ketanah disusul dengan jatuhnya rangkaian teras rumah yang menimpa tubuh Pak Ali. Akibat dari kecelakaan tersebut, Pak Ali mengalami cedera patah tulang, penggungnya patah dan hari itu Pak Ali ditemani istrinya (Sulistyowati,33) dibawa ke RSI Ngemplak Pati. Tapi karena kurang lengkapnya alat medis disana, akhirnya RSI menyarankan untuk melakukan operasi di RS. Kharisma Solo, dengan terburu-buru pak ali dibawa ke RS. Kharisma Solo dengan harapan bisa segera mendapat penanganan yang tepat. Dengan hanya membawa kartu Jamkesmas Bu Sulis (nama panggilannya) mendaftarkan Pak Ali untuk segera ditangani, namun RS.Kharisma tidak menerima BPJS dan mengatakan jika mau dioperasi harus membayar sebesar 35 juta. Dengan bingung Bu Sulis meminta solusi bagaimana agar suaminya bisa dioperasi segera. Kemudian dengan menandatangani berkas-berkas RS yang tidak dipahami sama-sekali. RS Kharisma membuatkan rujukan untuk berobat di RS.Soeharso Solo dan mengantarkannya kesana. Di RS. Soeharso Solo Operasi ditanggung oleh yang pundikerjakan oleh Pak Ali. Namun tidak dengan kontrol pengobatan sepenuhya, Berbagai cara dilakukan Bu Sulis untuk mengobatkan Pak Ali, walaupun tidak rutin setiap bulannya. Beliau menyisihkan sedikit dari hasil kerjanya ditambah beberapa hasil pinjaman dari kelurga yang sekarang masih ada tagihan sekitar 4 jutaan. Dan sudah 4 bulan Pak Ali tidak kontrol lagi karena keuangan tidak mencukupi untuk kontrol pengobatan. Ketika Dikunjungi Kurir #SedekahRombongan Bu Sulis menceritakan bagaimana susah dan sedihnya beliau melihat suaminya kesakitan yang hanya bisa berbaring dikasur dengan hanya TV sebagai hiburan dan celotehan Dek Hana. Pak Ali yang juga sebagai kepala rumah tangga tidak bisa bekerja lagi, dan Bu Sulis yang dulunya ibu rumah tangga, kini bekerja sebagai buruh lepas di PT. Djarum karena bingung bagaimana menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8 th) yang masih sekolah dibangku kelas 4 SD dan Hanna Khoirunnisa (2th) ditambah lagi dengan kontrol rutin Pak Ali. #SedekahRombongan serasa menyatu dengan kehidupan kebingungan Bu Sulis dan Pak Ali, bantuan awalpun disampaikan, untuk kontrol pengobatan, semoga Pak Ali segera membaik dan bisa pulih kembali seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal        : 16 Januari 2016
Kurir          : @robbyadiarta @JeanseaMaurer @dewa_popfmpati @DarulNext

Pak Ali menderita Patah Tulang Belakang

Pak Ali menderita Patah Tulang Belakang


WAGISAN, (75, Dhuafa’ Kecelakaan Tabrak Lari). Alamat: Ds.Kedungcino, Kec, Mlonggo, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Mbah Keple nama sapaan Mbah Wagisan didaerahnya, beliau adalah salah satu dhuafa yang tinggal disebuah bangunan rusuh yang terbuat dari seng dan hanya cukup digunakan untuk tidur dirinya, diatas tanah milik orang lain bercampur dengan pohon-pohon karet yang banyak dengan nyamuk dan tidak adanya penerangan, gelap gulita dan sepi. 3 tahun yang lalu ketika beliau sedang berjalan menjemput rizki untuk mendapat sesuap nasi, beliau mengalami kecelakaan (tabrak lari) diseret sebuah motor sampai terluka dan kini membuat postur tubuhnya sedikit membengkok. Karena tidak adanya biaya dan jaminan kesehatan yang digunakan untuk berobat, akhirnya beliau hanya membiarkan luka dan rasa sakitnya begitu saja. Bahkan ketika Kurir #SedekahRombongan mengunjungi beliau bercerita kalau 3 hari yang lalu sakit panas,bahkan sampai pingsan ketika sedang berjalan yang kemudian ditolong oleh warga yang sedang lewat. Menurut cerita dulunya Mbah Keple tinggal didaerah Bandengan Jepara, yang kemudian pindah di Ds. Kedungcino kemudian menikah namun tidak dikaruniai keturunan,  8 tahun belakangan sang istri meninggalkan mbah keple tanpa sebab yang jelas. Diusia yang tidak lagi muda dan sehat, Mbah Keple hidup sebatang kara makan pun harus menunggu belas kasih orang lain dan tak jarang pula harus puasa. Mendapat Info yang begitu memilukan seakan #SedekahRombongan merasakan pedihnya hidup Mbah Keple dan memberikan bantuan santunan yang sekiranya nanti dipergunakan membenahi tempat tidur Mbah Keple yang layak juga dengan bantuan warga sekitar tentunya juga untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal        : 16 Januari 2016
Kurir          : @robbyadiarta @JeanseaMaurer @dewa_popfmpati @DarulNext

Mbah wagisan seorang Dhuafa’ Kecelakaan Tabrak Lari

Mbah wagisan seorang Dhuafa’ Kecelakaan Tabrak Lari


NGASIRAH, (90, Dhuafa). Alamat: Kembang RT.03/RW.02 Jinggotan, Kab. Jepara, Jawa Tengah. Mbah Ngasirah sapaannya, beliau adalah lansia yang hidup didalam rumah sederhana tanpa keluarga yang sehari-hari hanya bisa menghabiskan waktunya diatas tempat tidur, karena beliau sudah pikun dan kehilangan pendengaran (hearing loss), rumah yang dulunya dihuni oleh Mbah Ngasirah dan suaminya (Masran, Alm) kini menjadi rumah sunyi. Mbah Ngasirah tidak memiliki keturunan, dari pernikahan-pernikahannya dan sekarang Mbah Ngasirah diasuh oleh Bu Karilah (73th) yang tak lain adalah adik ipar dari suami Mbah Ngasirah yang terakhir (Masran, Alm), setiap hari mbah karilah memberi makan, membersihkan rumah dan mencucikan baju Mbah Ngasirah. Karena pikunnya Mbah Ngasirah sudah berbulan-bulan dan sekarang sudah berganti tahun tidak pernah mau dimandikan dibersihkan oleh Mbah Karilah. Ntah karena alasan apa, bahkan beristinja’ pun diatas tempat tidur. Ketika kurir #SedekahRombongan datang mengunjungi senyum Mbah Ngasirah terlihat begitu bahagia karena kami mengajak beliau untuk berinteraksi, sedikit menghibur kesepian beliau walau rumah tersebut penuh dengan bau-bau yang beraneka ragam. #SedekahRombongan merasa pilu melihat keadaan Mbah Ngasirah, Bantuan santunan ini disampaikan dengan tujuan membantu untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000-
Tanggal        : 16 Januari 2016
Kurir          : @robbyadiarta @JeanseaMaurer @dewa_popfmpati @DarulNext

Bantuan tunai untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Bantuan tunai untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.


MBAH KASEMI, (75, Scabies Chronic). Alamat: Desa Dermolo RT.04/RW.07, Kec. Kembang, Kab. Jepara. Mbah Kas nama panggilannya, beliau adalah seorang janda dhuafa yang tinggal disebuah rumah lusuh seorang diri dan telah lama pula mengidap penyakit Scabies Chronic. Awalnya Mbah Kas hanya merasakan gatal-gatal biasa dibagian kepala, Mbah Kas mengira itu adalah kutu yang tumbuh dirambutnya, lalu tidak dihiraukan rasa gatal itu. Namun rasa gatal menjalar sampai sekujur tubuh Mbah Kas, kini sudah 1 tahun lamanya beliau merasakan gatal yang tak tertahankan. Pak Sabar (52) adalah kerabat jauh yang kadang meluangkan waktu memberi makan dan menengok Mbah Kas. Pernah Pak Sabar memeriksakan penyakit Mbah Kas, tetapi dokter hanya berkata bahwa itu gatal biasa. Mbah Kas yang juga memiliki riwayat Hypertension kadang merasakan pusing sampai jantung berdebar. Pak Sabar yang hanya bekerja sebagai buruh penyadap karet tak bisa membantu banyak untuk pengobatan Mbah Kasemi. Alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Mbah Kasemi. Bantuan ini disampaikan guna keperluan berobat Mbah Kasemi dan beberapa keperluan sehari-hari, semoga Mbah Kasemi lekas sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal        : 16 Januari 2016
Kurir          : @robbyadiarta @JeanseaMaurer @dewa_popfmpati @DarulNext

Mbah kasemi menderita Scabies Chronic

Mbah kasemi menderita Scabies Chronic


SITI FATIMAH, (27, Eritroderma). Alamat: Karaban RT.05/RW.07, Kec. Gabus, Kab.Pati. Siti Fatimah mengidap Eritroderma bermula setalah melahirkan 2 putri kembar secara caesar, 2 minggu kemudian panas tinggi, masuk RSUD  SUWONDO PATI, lalu setelah 3 minggu muncul penyakit kulit kalau orang jawa bilang dabagen semacam bentol2 merah yang menyerang pada sekujur tubuh, lalu tampak menguning di seluruh pergelangan dan bengkak serta keluar cairan protein, lalu dibawa ke RSUP Kariadi Semarang,  selama 18 hari dirawat di RSUP Kariadi dengan bantuan Jaminan Kesehatan BPJS, kulit mengalami pengelupasan dengan siklus setiap bulan seperti  ular ganti kulit dan diikuti bengkak, robek seluruh tubuh dan keluarnya cairan protein. Hal itu disertai rasa sakit yang luar biasa, panas, perih dan gatal-gatal. Siklus pengelupasan itu terjadi setiap hari terus menerus sampai saat ini, sudah hampir 8 bulan. Beliau memiliki 2 putri kembar yaitu: Sri Maharani Arsala Qudsy dan Sri Maharani Amira Tungga Dewi yg kini berumur 8 bulan, saat ini putri kembarnya dirawat oleh neneknya dan diberikan susu formula.. Beliau seorang penghafal Al – Qur’an saat ini sedang terbaring sakit di rumah karena keterbatasan biaya, diagnosa dari dokter beliau terkena penyakit eritroderma, kulit mengelupas sudah hampir 1 tahun terbaring tanpa bisa beraktivitas. Pak Rochmad (34), dengan penuh kesabaran merawat membersihkan bekas terkelupasnya kulit Bu Siti, setiap hari beliau berdoa supaya Allah memberikan kesembuhan kepada istrinya. Alhamdulillah Bu Siti bertemu dengan #SedekahRombongan dan bantuan awalpun disampaikan semoga Allah memberi Skenario terbaik untuk bu siti, agar bisa sembuh sediakala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 januari 2016
Kurir  : @robbyadiarta  @JeanseaMaurer

Ibu siti menderita Eritroderma

Ibu siti menderita Eritroderma


SHOLEH IBNU AL GIFARI (1, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat: Ds. Bajangan, RT.11/RW.01, Kel. Sambirejo, Kec. Bringin, Kab. Semarang. Dek Ibnu adalah panggilannya, sekarang berumur kurang lebih 1 thn. Dek Ibnu lahir pada tanggal 29 Januari 2015 dari pasangan suami istri Alm. Bapak Jumari dan Ibu Nyi Rapiah, diusia yang hampir 1 thn ini Dek Ibnu masih terlihat seperti bayi yang berusia 3 bln, makan dan minumnya lancar namun tidak bisa tersalurkan dengan baik, anatomi tubuh belum sempurna, tulang kepala belum menyatu, bahkan untuk menggerakkan tubuhpun sulit. Hal ini disebabkan karena Dek Ibnu mengalami gangguan pada jantungnya yang semenjak lahir, jantungnya bocor bahkan setelah dilakukan pemeriksaan terdapat 2 titik kebocoran. Dengan kondisi Dek Ibnu yang seperti ini seharusnya mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang intensif namun apadaya Dek Ibnu terlahir yatim dari keluarga yang tidak mampu, SDM yang rendah sehingga orangtuanya pun bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ibu Nyi Rapiah, ibunda Dek Ibnu adalah single parent setelah suaminya meninggal karena sakit, memiliki tanggungan 2 anak salah satunya Dek Ibnu dan 1 orang tua. Beruntungnya masih ada tetangga, aparat desa dan bidan yang peduli dengan kondisi Dek Ibnu, bahkan bidan desa ini yang selalu memberi saran kepada ibunda Dek ibnu dan mengantarkannya berobat bahkan untuk biaya pengobatan adalah swadaya dari masyarakat. Sebelum Tim #SedekahRombongan datang, Dek Ibnu sudah pernah dirujuk di RSUD ambarawa dan RSUP dr. Kariadi Semarang dan hasil terakhir hanya diketahui sumber penyakit dan belum ada tindak lanjut karena masalah biaya dan jaminan kesehatan yang tidak mengcover, berdasarkan informasi dari aparat desa setempat sebenarnya desa sudah menguruskan jaminan kesehatan bagi Dek Ibnu namun sudah berbulan-bulan belum jadi juga sampai dengan Tim #SedekahRombongan datang berkunjung. Jaminan kesehatan yang dimaksud adalah BPJS Non PBI. Tanggal 14 Januari, setelah mendapatkan informasi bahwa ada saudara kita perlu bantuan Tim #sedekahRombongan  mendatangi kediaman Dek Ibnu. Melihat kondisi Dek Ibnu dan Keluarganya, Tim #SedekahRombongan merasa tergerak untuk membantu maka dengan tidak membuang waktu dengan mengambil tindakan secepatnya dengan membuatkan BPJS berbayar yang biaya bulanannya ditanggung oleh #SedekahRombongan a.n Dek Ibnu, tim #SedekahRombongan akan segera membawa Dek Ibnu ke Jakarta guna mendapatkan perawatan yang lebih baik dan lebih intensif. Pada 22 Januari 2016 BPJS Dek Ibnu sudah selesai dan tim sudah bersiap-siap membawa Dek Ibnu ke salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Pada 23 Januari 2016 pukul 19.00 WIB Dek Sholeh Ibnu Al Gifari diambil oleh Yang Maha Kuasa Allah SWT, Innalillahi wa’ innaillaihi roji’un Allah SWT lebih sayang kepada Dek Ibnu dengan tidak membiarkannya menderita sakit yang lebih lama lagi, semoga khusnul khotimah, mendapatkan tempat yang tertinggi disisi Allah SWT dan menjadi penolong bagi kedua orangtuanya di akhirat kelak, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @faizal @muhtadin

Sholeh menderita Penyakit Jantung Bawaan

Sholeh menderita Penyakit Jantung Bawaan


SOLBI (65, TBC). Alamat: Dempel, Candirejo RT.02/RW.01,  Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Solbi nama panggilannya, adalah tulang punggung keluarga. Bersama istri (Jitun, 40) dan anaknya (Manah, 16, Down Syndrom) mereka tinggal di rumah papan sempit, berada di belakang permukiman warga dan dekat kebun. Pak Solbi bekerja sebagai pengrajin bambu kerik sebagai satu-satunya usaha untuk menafkahi keluarga. Sejak beberapa bulan Pak Solbi mengindap TBC, dia hanya terbaring lemas, karena kurang asupan makanan dan ditambah pinggangnya yang sakit sehingga sulit untuk berjalan. Ikhtiar berobat sudah beliau lakukan, dengan periksa ke mantri setempat dan puskesmas. Setelah beberapa pengobatan beliau lalui, batuk dan sesak nafas masih dirasakan, hingga 10 Januari 2016, tim #SedekahRombongan menengok kondisi Pak Solbi dan memang benar Pak Solbi berbaring lemas di kursi tamu, disertai batuk dan sulit untuk bangun. Jitun (40) mengungkapkan kerepotannya mengurus Pak Solbi dan anaknya, sehingga Jitun sangat berharap Pak Solbi bisa sehat dan bisa membuat bambu kerik kembali untuk menafkahi keluarga. Pada 24 Januari 2016, tim #SedekahRombongan menengok perkembangan Pak Solbi, alhamdulillah kondisi Pak Solbi membaik, batuk berkurang dan cukup kuat untuk berjalan meski tertatih. Saat itu pula, tim #SedekahRombongan menyampaikan bahwa perlu ikhtiar pengobatan dan kesabaran untuk mengobati sakit yg diderita Pak Solbi. Alhamdulillah, setelah sedikit pengarahan akhirnya Pak Solbi bersedia dan siap untuk melakukan pengobatan rutin ke Puskesmas. #SedekahRombongan merasakan kesusahan Pak Solbi, bantuan awal untuk pengobatan telah disampaikan. Semoga Pak Solbi diberi kesembuhan dan kesehatan, sehingga bisa bekerja untuk menafkahi keluarga kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2016
Kurir : @robbyadiarta @faizalmoo @muhtadinexc @indahmey

Pak solbi menderita TBC

Pak solbi menderita TBC


SEMIN, (62th, Benigna Prostate Hepertropy). Alamat: Desa Wahyurejo RT.07/RW.01, Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Mbah Semin lahir pada tanggal 16 Februari 1954 di Desa Wahyurejo, pekerjaan sehari hari sebagai buruh tani, beliau adalah kepala rumah tangga yang harus menafkahi dan merawat istrinya yang sudah stroke. Kurang lebih 1 th yang lalu beliau mengeluh sakit yang teramat sangat pada saat akan buang air kecil, oleh keluarganya akhirnya Mbah Semin dibawa ke RSUD Ambarawa dan harus harus rawat inap, oleh dokter Mbah Semin di diagnosa sakit “benigna prostate hepertropy” dan diberi rujukan ke RSUP Kariadi Semarang untuk secepatnya melakukan operasi. Dikarenakan kondisi keuangan dan perekonomian yang tidak mampu Mbah Semin yang waktu itu belum pulih total akhirnya memutuskan pulang dan tidak melanjutkan pengobatan. Satu tahun kemudian tepatnya bulan Desember 2015 Mbah Semin mengeluhkan sakit lagi dan kali ini sakitnya lebih parah dari tahun sebelumnya, Mbah Semin kemudian opname yang kedua kalinya ke RSUD Ambarawa dan kembali diberi rujukan ke RSUP Kariadi Semarang untuk melakukan operasi. Untuk kesekiankalinya dikarenakan kondisi keuangan, Mbah Semin yang belum sembuh total memutuskan untuk pulang kerumah dalam kondisi masih memakai kateter untuk membantu buang air kecil. Kateter ini masih dipakai bahkan lebih dari 3 minggu setelah pulang dari Rumah Sakit sampai ketika Tim Sedekah Rombongan mengunjungi beliau. Pada 16 Januari 2016, Tim #SedekahRombongan silahturahmi ke  kediaman beliau dan tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban Mbah Semin dan pada 26 Januari 2016, Mbah Semin diantar dan didampingi oleh Tim #SedekahRombongan ke RSSR Semarang guna untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan lebih lanjut

Tanggal : 26 Januari 2016
Jumlah Donasi : Rp 500.000,-
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto

Pak semi menderita Benigna Prostate Hepertropy

Pak semin menderita Benigna Prostate Hepertropy


SUNIA (54 thn, Tumor abdomen bawah). Alamat: Jl. Furia Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, Propinsi Papua. Bu Sunia menderita pembesaran pada perutnya, didiagnosa sebagai Tumor abdomen bagian bawah. Awalnya Bu Sunia merasakan seperti ada bisul kecil diperut, yang tiba-tiba membesar dengan sangat cepat setelah 5 bulan. Gejala lain yang dirasakan seperti rasa sakit seperti ditarik pada bagian perutnya. Bu Sunia kemudian dibawa ke bagian bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dok 2 Jayapura. Menurut penuturan dokter disana, fasilitas kurang memadai untuk menangani kondisi Bu Sunia sehingga harus segera dirujuk ke RSCM Jakarta. Bu Sunia merupakan salah satu keluarga yang kurang mampu, penghasilan harian mengandalkan hasil kerja suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Sehubungan tidak mempunyai biaya untuk menempuh rujukan ke Jakarta, pada tanggal 24 Desember 2015, Bu Sunia masuk RS Dian Harapan. Informasi medis terakhir menyebutkan bahwa tumornya sudah masuk jaringan pembuluh darah dan kondisinya makin memburuk apabila dibiarkan. Namun fungsi hati, ginjal dan jantung masih baik. Informasi mengenai Bu Sunia didapat dari suaminya yang dahulu sempat bekerja merenovasi rumah kurir #sedekahrombongan di Jayapura. Dalam upaya untuk memberangkatkan Bu Sunia ke Jakarta, kurir bersama teman-teman mengumpulkan dana untuk tiket pesawat yang setelah dicek mencapai 52 juta sekali jalan. Biaya tersebut mempertimbangkan kondisi pasien yang sudah memprihatinkan, tidak bisa duduk karena beresiko sehingga harus berbaring dan membawa 1 perawat serta 2 orang keluarga pendamping (total 15 kursi). Pada tanggal 7 Januari 2016, pukul 11 siang waktu Jayapura, Alhamdulillah Bu Sunia berangkat dengan menggunakan maskapai Sriwijaya ditemani 2 anaknya dan 1 perawat. Kurir #sedekahrombongan juga berkolaborasi dengan gerakan Jalinan Tali Cinta Kasih (JTCK), dimana nanti penanganan selama di Jakarta akan dibantu relawan JTCK. Dalam proses bantuan Bu Sunia, santunan melalui #sedekahrombongan digunakan untuk meringankan biaya pembelian tiket pesawat.

Jumlah bantuan: Rp. 16.000.000,-
Tanggal: 7 Januari 2016
Kurir: @bratamanggala via Wa Hasana

Ibu sunia menderita Tumor abdomen bawah

Ibu sunia menderita Tumor abdomen bawah


TASLIMA NURHADI (57 thn, Diabetes dan sakit punggung). Alamat: Jl. Amabi RT/RW 32/12, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Taslima didiagnosa menderita Diabetes. Gejala yang dirasakan yaitu rasa cepat lapar, lemas dan kaki sering sakit. Bu Taslima sebelumnya sempat berobat ke Puskesmas dan hanya diberikan Parasetamol. Setelah minum obat tersebut, Bu Taslima sempat merasa baikan. Tetapi diakhir Desember 2014 terasa sakit yang sama dan lebih parah sampai harus diopname di RSU Kupang. Pada saat itu dokter baru mengetahui bahwa Bu Taslima menderita Deabetes dan diberikan obat. Setelah keluar RSU, selama setahun lebih ini Bu Taslima tidak melakukan pemeriksaan rutin lagi karena kekurangan biaya. Bu Taslima adalah seorang ibu rumah tangga dengan 1 orang anak perempuan kini kelas 3 SMA. Suami Bu Taslima seorang buruh bangunan yang kebetulan saat itu sedang bekerja di luar pulau, yaitu di Kabupaten Rote. Kurir #sedekahrombongan menyampaikan santunan untuk biaya Bu Taslima kembali berobat serta mengurus BPJS.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 Januari 2016
Kurir: @bratamanggala via Tety Baun

Ibu taslima menderita Diabetes dan sakit punggung

Ibu taslima menderita Diabetes dan sakit punggung


RIFAI ZULKARNAIN (40 thn, Diabetes dan sakit punggung). Alamat: Jl. Sunan Ampel RT/RW 02/01, Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Rifai didiagnosa menderita penyakit gula atau Diabetes. Riwayat penyakitnya diawali sejak tahun 2014. Pak Rifai mengalami pusing, lemas, rasa lapar dan kencing terus menerus.  Pak Rifai sempat dibawa ke RSU Prof.DR Johannes Kupang dan diopname selama kurang lebih 3 bulan.. Selama Pak Rifai menjalani perawatan di rumah sakit, istrinya terpaksa berhenti bekerja karena tidak ada yang merawatnya. Sebelumnya, istri Pak Rifai bekerja sebagai karyawan disebuah toko di Kupang. Namun setelah keluar dari rumah sakit, Pak Rifai merasa  tidak ada kemajuan yang berarti. Pak Rifai dan keluarganya termasuk keluarga yang kurang mampu. Saat Kurir #sedekahrombongan mengunjungi tempat tinggal Pak Rifai, beliau sedang istrahat siang. Santunan disampaikan untuk tambahan biaya pengobatan dan membeli nutrisi makanan khusus penderita diabetes.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2015
Kurir: @bratamanggala via Tety Baun

Pak rifai menderita Diabetes dan sakit punggung

Pak rifai menderita Diabetes dan sakit punggung


MADON (37 thn, Luka bakar). Alamat: Jl. Lembah Sunyi, Kelurahan Angkasa, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Propinsi Papua. Pada tanggal 24 November 2015, Pak Madon seorang pedagang bakso tersiram kuah bakso yang sedang dimasaknya. Bersama istrinya, Pak Madon segera dibawa kerumah sakit. Sekujur tubuhnya menderita luka bakar yang cukup parah. Pak Madon tinggal dirumah kontrakan dengan istri dan anaknya yang masih balita. Akibat luka bakar ini, selama proses penyembuhan terpaksa Pak Madon tidak bisa berjualan lagi. Sumbangan dana dikumpulkan bersama tetangga dan teman-temannya Pak Madon untuk membantu pengobatan. Hingga kini Pak Madon diharuskan berobat rutin ke rumah sakit Marthen Indey Jayapura. Santunan disampaikan kurir #sedekahrombongan untuk biaya rutin pemeriksaan dan obat Pak Madon.

Jumlah bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 29 Desember 2015
Kurir: @bratamanggala via Wa Hasana

Pak madon menderita luka bakar

Pak madon menderita luka bakar


MUHAMMAD ARNAN ZAHIRUL HAQ (3 Tahun. Diagnosa: Mikrosefalus). Alamat terbaru: Kampung Rancaselang RT.2/13 Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sebelum pindah ke kampung halaman ibunya, ia tinggal di Jalan Permaesuri RT.2/1 Tanjung Uban Bintan. Tempat sewaan itu ia jadikan tempat tinggal sekaligus tempat usaha, berjualan martabak. Saat bertemu kurir #SR di Batan, Arnan tinggal dengan nenek dari pihak bapaknya. Waktu iti ibu dan kedua adiknya sudah lebih dulu kembali ke Bandung. Arnan –demikian panggilan sehari-harinya– tumbuh kembangnya terhambat karena kelainan otak yang dideritanya sejak lahir. Ia juga terlahir prematur di usia kehamilan 8 bulan dengan berat badan 1,5 Kg yang menurut dokter akibat virus toksoplasmosis. Pada usia 1 bulan, ketika masih di Bandung, Arnan pernah dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk mengetahui penyakitnya. Setelah penyakitnya diketahui, pengobatan tidak dilanjutkan karena ketiadaan biaya. Mereka termasuk dhuafa yang layak dibantu. Ayah Arnan, Fermansyah (25), hanya seorang pedagang martabak di pinghgir jalan. Kini di Bandung, setelah mereka berkumpul kembali, Pak Fermansyah belum punya pekerjaan atau usaha yang jelas untuk menyambung kehidupan keluarganya. “Saya masih mencari-cari usaha yang cocok di sini,” kata Pak Ferman ketika bertemu dengan kurir Bandung. Ibunya, Fitri Susanti (25) tidak bisa membantu suaminya secara materi karena ia hanya seorang IRT yang hari-harinya disibukkan dengan mengurus anak-anaknya yang masih kecil (anak pertama, umurnya 4 tahun, yang kedua, yaitu Afnan berusia 3 tahun, yang ketiga, usianya 1 tahun, dan satu lagi bayi usia sebulan). Dokter pernah menyarankan agar Arnan meminum susu Pediasur. Tetapi, karena tidak mampu membelinya, dia hanya mampu minum susu Dencow. Terkadang ia diberi sereal, namun BAB-nya sering kesulitan sehingga harus dibantu dengan mikrolak. Dengan izin Allah Swt, di Bandung, ia dipertemukan juga dengan kurir #Sedekah Rombongan. Dan dengan pertolongan Allah Swt, insya Allah, ikhtiar bersama untuk kesembuhan Dik Arnan bisa dilanjutkan di RSUD Al Ihsan Baleendah Bandung dan di RSHS Bandung. Pada silaturahmi di rumah kontrakannya, alhamdulillah #SedekahRombongan juga dapat menyampaikan Santunan Lanjutan dari sedekaholiks #SR yang digunakan  untuk membeli susu, transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 759.

Jumlah Bantuan : Rp8.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @saptuari

Arnan menderita Mikrosefalus

Arnan menderita Mikrosefalus


DIMAS DWI NUGROHO (12, Kanker Otot dan Celebral Palsy). Alamat : Jl. H. Salim Gg. Bidan RT.9/6 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan. Sejak masih bayi, paha bagian kiri Dimas terlihat lebih besar seperti ada benjolan. Oleh orang tuanya dihiraukan saja dengan harapan nantinya akan kembali normal. Namun sejak usia 5 bulan, tidak ada perubahan pada paha kiri Dimas, akhirnya oleh orang tuanya ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan menderita tumor otot namun masih jinak. Karena ketiadaan biaya, Dimas tidak mendapatkan pengobatan, hingga akhirnya pada usia 5 tahun tumor yang dialaminya sudah meningkat menjadi kanker stadium 4. Setelah itu, Dimas menjalani protokol pertama kemoterapi selama dua tahun di RS St. Carolus Jakarta dengan biaya asuransi dari tempat ayahnya bekerja. Setelah selesai menjalani kemoterapi protokol pertama, Dimas kembali mendapat pemeriksaan lanjutan dan ternyata hasilnya masih ada sel kanker dalam otot Dimas. Karena itulah, Dimas diharuskan menjalani protokol kemoterapi yang kedua selama dua tahun. Rupanya, pengobatan Dimas terpaksa dihentikan karena ayah Dimas, Agus Budi Saputro (41) diberhentikan dari tempatnya bekerja karena terlalu sering tidak masuk untuk merawat Dimas. Akhirnya Dimas hanya dirawat di rumah oleh orang tuanya tanpa tindakan pengobatan. Alhamdulillah, sejak adanya KJS, Dimas dapat kembali menjalani pengobatan kemoterapi di RS Dharmais Jakarta. Namun yang menyedihkan, protokol kedua tuntas dilakukan Dimas belum juga menunjukkan kesembuhan, justru kankernya bertambah parah. Oleh dokter Dimas kembali dianjurkan untuk menjalani kemoterapi dengan penambahan dosis obat. Namun, karena Dimas juga mengalami Celebral Palsy, penambahan dosis obat kemoterapi menimbulkan efek kejang yang tidak baik untuk sakit Celebral Palsy yang dialaminya. Akhirnya, dokter memutuskan penyakit kanker otot Dimas sudah tidak bisa ditangani lagi. Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah fokus pada sakit Celebral Palsynya dan membuat Dimas selalu dalam kondisi nyaman. Dimas menjalani pengobatan Celebral Palsy di RS Harapan Kita Jakarta. Ibu Dimas, Nurjanah (39) tak hilang sabar mengurus Dimas. Dimas tidak boleh putus minum obat, karena jika ada salah satu obat yang tidak diminum dia akan kejang dan harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit. Namun, dibalik kondisi tidak boleh putus minum obat, orang tua Dimas menghadapi kesulitan dimana ketersediaan obat yang dibutuhkan sering tidak ada di rumah sakit terlebih lagi salah satu obatnya itu sudah tidak dicover BPJS. Karena itulah orangtua Dimas sering kebingungan jika obat tersebut akan habis dan mereka tidak memiliki uang untuk membelinya.  Saat ini Dimas masih menjalani rawat jalan di RS Harapan Kita Jakarta  untuk Celebral Palsynya.  Untuk makan dan minum, dimas mendapat asupan lewat selang silicon NGT. Meski dicover BPJS, selang tersebut sering tidak tersedia sehingga orang tua Dimas harus membeli di luar itupun juga sulit didapat dan orang tua Dimas juga tidak memiliki uang untuk membelinya. Dimas bisa saja menggunakan selang biasa namun hanya bisa digunakan untuk waktu seminggu sedangkan dengan silicon NGT pergantian dilakukan sebulan sekali. #Sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk membeli selang NGT yang berbahan silicon. Semoga selalu ada kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada Dimas dan Keluarga. Sebelumnya dimas dibantu pada rombongan 795.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal : 21Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy

Dimas menderita Kanker Otot dan Celebral Palsy


SITI ROMLAH (51, TB Tulang). Alamat : Pamulang 2 RT 7/13, Kel. Benda Baru, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bu Siti Romlah saat ini dirawat di Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Bu Siti Romlah didiagnosa menderita TB Tulang. 6 bulan yang lalu, Bu Siti sedang melakukan aktifitasnya sebagai pedagang kue di pasar Ciputat, karena tidak melihat lubang saat berjalan, tiba-tiba ia terperosok dan jatuh. Setelah terjatuh, ia masih bisa langsung berdiri dan melanjutkan kembali aktifitasnya. Namun keesokan harinya tubuhnya merasakan seperti ada hal yang aneh. Ia kemudian mengalami demam dan kedua kakinya merasakan nyeri yang luar biasa. Oleh suaminya, Muhammad Khasani (48) Bu Siti dibawa ke Puskesmas Pondok Benda dekat rumahnya dengan angkutan umum. Karena keterbatasan alat, Puskesmas merujuknya ke RSUD Tangerang Selatan. Setelah beberapa hari dirawat di RSUD Tangerang Selatan, kondisi Bu Siti tidak banyak mengalami perkembangan dan harus dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta. Oleh dokter RS Fatmawati, Bu Siti didiagnosa menderita pengeroposan tulang belakang dan TB Tulang. Bu Siti kemudian mendapatkan tindakan operasi. Sudah lebih dari dua bulan ia dirawat di RS Fatmawati. Badannya semakin kurus dan tak lagi bisa berjalan sehingga membutuhkan kursi roda. Senin, 1 Februari 2015, Bu Siti diperbolehkan pulang. Oleh pihak dokter, Bu Siti diberikan resep untuk membeli kursi roda paraplegia. Pak Muhammad yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak mempunyai uang untuk membeli kursi roda tersebut. Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal Bantuan : 19 Januari 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu siti menderita TB Tulang

Ibu siti menderita TB Tulang


ABDUROHMAN BIN KUSJAYA (34, Tumor Tulang Belakang). Alamat : Kampung Duku RT 9/12, Kel. Kebayoran Lama Selatan, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Abdurohman kini terbaring sakit di Gedung Soelarto, RS Fatmawati Jakarta. Ia bercerita bahwa awal penyakitnya muncul pada tahun 2010. Pada saat itu pinggangnya terasa sakit dan pahanya tiba-tiba terasa panas. Namun ia tidak memeriksakannya ke dokter dan hanya membiarkannya saja. Kondisi tersebut mulai parah pada Maret 2015 dimana kakinya terasa lemas dan sudah tidak mampu menahan tubuhnya. Ia berobat ditemani oleh ibunya, Kasinah, 54, ke Puskesmas Kebayoran Lama. Oleh pihak Puskesmas, Abdurohman dirujuk Ke RS Soeyoto Jakarta. Di RS Soeyoto, ia menjalani pengobatan rawat jalan di bagian Poli Bedah. Oleh dokter RS Soeyoto, ia dinyatakan mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada bulan September 2015, Abdurohman menjalani tindakan biopsi. Kemudian ia dirujuk ke RSCM untuk menjalani tindkaan radiasi. Hingga bulan Oktober, ia telah mendapat tindakan radiasi sebanyak 25 kali. Setelah tindakan radiasi selesai dilakukan, ia disarankan untuk melanjutkan kontrol di RS Soeyoto. Namun pihak keluarga salah menangkap informasi sehingga membawanya ke RSCM pada 21 Desember bukan ke RS Soeyoto. Oleh pihak RSCM Abdurohman disarankan untuk kembali ke RS Soeyoto. Keesokkannya, Pihak keluarga mendatangi Poli Bedah RS Soeyoto namun saat itu dokternya tidak sedang praktek. Karena kelelahan, kondisi Abdurohman menjadi lemah. Kemudian oleh pihak keluarga, Abdurohman dibawa ke UGD RS Soeyoto. Karena berbagai pertimbangan, Abdurohman dirujuk ke RS Fatmawati dan hingga kini sudah hampir 1 bulan lamanya dirawat. Oleh dokter, Abdurohman disarankan untuk membeli Walker atau kursi roda untuk membantunya berjalan. Namun, keluarga tidak mempunyai uang sama sekali, biaya berobat selama ini saja ia dibantu oleh adiknya yang hanya mempunyai penghasilan pas-pasan. Dengan jalan Allah, #sedekahrombongan dipertemukan dengan Abdurohman untuk menyampaikan bantuan untuk membeli kursi roda. Semoga Abdurohman segera disembukan oleh ALLAH SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal Bantuan : 25 Januari 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak abdurrihman menderita Tumor Tulang Belakang

Pak abdurrihman menderita Tumor Tulang Belakang


MAT UMAR (57, HNP). Alamat : Panaragan Jaya, RT 4/1, Desa Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Barat, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Dua tahun yang lalu, Pak Umar mengalami kecelakaan jatuh dari genteng. Beberapa bulan kemudian ia merasakan ada yang aneh pada kakinya. Ia telah berobat ke beberapa pengobatan alternatif dan ke klinik di daerahnya namun tidak ada perubahan. Kondisi pada kaki Pak Umar perlahan-lahan mengecil dan terasa lemas. Ditemani istrinya, Eeni Yevie (41), ia memeriksakan kondisinya ke Puskesmas. Oleh pihak Puskesmas, Pak Umar dirujuk ke RS Abdul Muluk Lampung. Oleh pihak dokter RS Abdul Muluk, Pak Umar dinyatakan menderita HNP. Pada lehernya terdapat syaraf yang bermasalah. Karena berbagai pertimbangan, Pak Umar dirujuk ke RSUP Fatmawati Jakarta. Lebih dari empat bulan Pak Umar dirawat di RS Fatmawati. Iapun telah menjalani tindakan operasi pada lehernya dan paska operasi ia menggunakan penyangga leher. Sudah banyak biaya yang Pak Umar keluarkan selama berobat di Jakarta, bahkan  sawah yang ia miliki yang sebelumnya sebagai sumber pendapatan pun mau tidak mau harus dijual. Ia dan istrinya juga khawatir dengan kedua anaknya, Marya Agustina (10) dan Rizkia (5) yang ia titipkan pada saudaranya di Lampung. Pak Umar sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, namun ia kebingungan bagaimana caranya ia bisa kembali pulang ke Tulang Bawang karena ia sudah tidak mempunyai uang sama sekali. Selain sudah menjual sawahnya, untuk operasional sehari-hari itu ia dapatkan dari pinjaman kerabat di kampung. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Umar. Kurir #sedekahmemberikan memberikan bantuan untuk membantu biaya pulang pak Umar ke Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pak Umar disarankan untuk melanjutkan pengobatan Fisioterapi di RS Abdul Muluk, Lampung.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Bantuan : 19 Januari 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Pak umar menderita HNP

Pak umar menderita HNP


UMI ALFIAH (36, Tumor Pembuluh Darah). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 No.53 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak 2011 lalu, terdapat benjolan pada mata bagian kiri Bu Umi. Karena khawatir, ia langsung memeriksakannya ke RSUD Cengkareng dengan menggunakan BPJS kelas 3. Ia sudah pernah menjalani tindakan CT-Scan sebanyak dua kali namun belum terdeteksi penyakitnya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD Cengkareng, Bu Umi kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta dan dari hasil CT-Scan RSCM Bu Umi didiagnosa menderita tumor pembulu darah. Sebelumnya, Bu Umi berdagang sayuran di pasar namun karena gampang lelah, kondisinya sering menurun akhirnya ia tidak bisa lagi berdagang. Sudah beberapa bulan ini ia mengandalkan bantuan  dari saudara-saudaranya di kampung dan tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Iapun sempat mengalami depresi karena tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Ia kebingungan bagaimana menafkahi keempat anaknya dalam kondisi sakit seperti ini. Bu Umi seharusnya rutin menjalani rawat jalan di RSCM, namun karena ketiadaan biaya dan bingung meninggalkan anaknya, ia jarang berobat. Ia pun sering kebingungan untuk membayar kontrakan karena sudah tidak lagi berdagang. Alhamdulillah #sedekahrombongan telah memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari, bayar sewa kost dan biaya transportasi ke RSCM untuk berobat jalan. Berobat Jalan dilakukan untuk persiapan operasi mata yg sudah dijadwalkan tanggal 1 Januari 2017. Bu Umi sebelumnya telah dibantu pada Rombongan 792.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ozan_crutz @ririn_restu

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu umi menderita Tumor Pembuluh Darah


MISKA AULIA (3, Rubella Konengital Syndrom). Alamat: Kapuk Pulo RT. 6/10 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Miska adalah anak ke 3 dari Pak Saripudin yang bekerja sebagai buruh konveksi dan Ibu Musripah yang sehari-harinya mengurus anak dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak balita ada keanehan pada mata kanan Miska, ia lalu diperiksa ke puskesmas terdekat.  Karena kondisinya semakin memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUD Cengkareng dan didiagnosa menderita Katarak pada mata kanannya. Miska sudah menjalani operasi untuk peyakit kataraknya. Selama berobat di RSUD Cengkareng, ditemukan ada penyakit lain. Miska ternyata juga menderita kelainan jantung bawaan jenis PA VSD. RSUD Cengkareng merujuknya ke RS Harapan Kita Jakarta. Di RS Harapan Kita, dilakukan kateterisasi untuk persiapan operasi bedah thorax yang masih dalam penjadwalan. Sambil menunggu jadwal operasi, Miska dirujuk ke RSCM untuk pemeriksaan penunjang penyakit kataraknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinyatakan Miska memerlukan lensa mata yang tidak dicover BPJS. Hal tersebut jelas membuat bingung keluarganya karena jangankan untuk pengadaan lensa mata, untuk ongkos berobat ke rumah sakitpun mereka kesulitan. Penghasilan Pak Saripudin hanya cukup untuk membayar kontrakan dan memberi makan istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Kondisi tersebut terkadang memaksa Pak Saripudin meminjam uang ke tetangga dan kerabat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Beruntung Miska dibantu Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang sudah meringankan biaya berobatnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh keluarga Miska dan telah memberikan bantuan lanjutan untuk melunasi pembayaran lensa mata yang tidak di tanggung oleh BPJS/KJS setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 797. Saat ini Miska sedang menunggu jadwal check telinga di RSCM dibagian poli THT.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abdullahicall @ozan_crutz @ririn_restu

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom

Miska menderita Rubella Konengital Syndrom

—-
YANI BIN ADJAN (50, GLAUCOMA). Alamat: Jln. Ukir Dalam RT 6/13 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Bu Yani berasal dari keluarga yang kurang mampu, beliau tinggal di kontrakan sepetak bersama sang ayah yang sudah sangat sepuh, Pak Adjan (80). Sejak 3 tahun lalu, kedua mata Bu Yani memerah, ia lalu berobat ke Puskesmas dan langsung dirujuk ke RSUD Cengkareng untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya. Setelah beberapa kali berobat di RSUD akhirnya ia didiagnosa menderita Glaucoma (sejenis katarak). Karena tidak sanggup menangani, kemudian ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bu Yani berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Yani tidak bekerja, ia pun belum menikah. Selama ini ia dibantu oleh tetanganya. Kondisi saat ini Bu Yani sama sekali tidak bisa melihat dan tumbuh benjolan di bagian leher yang belum pernah ia periksakan. Pengobatan untuk matanya pun sempat tertunda karena tidak memeliki uang untuk ongkos ke RSCM. Saat ini belum ada perkembangan baik untuk Bu Yani dan ia masih harus berobat jalan ke RSCM bagian poli mata. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan kembali dengan Bu Yani dan dapat memberikan bantuan lanjutan untuk membayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya transportasi ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Bu Yani dibantu  pada Rombongan 792.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ozan_crutz @ririn_restu

Ibu yani menderita GLAUCOMA

Ibu yani menderita GLAUCOMA


NATHAN LEVINE SUWANTO (2, Bocor Jantung). Alamat: Jl. Ukir Dalam RT 6/13 No. 54 Pedongkelan Depan, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Nathan anak pertama dari Bu Sisca (28) dan Pak Wawan (30) yang bekerja sebagai supir pribadi. Sejak Nathan lahir sudah ada kelainan pada hidungnya dimana warna hidungnya terlihat kebiru-biruan tidak seperti bayi pada umumnya. Bidan merujuknya ke spesialis anak untuk mengetahui apa yg diderita Nathan. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nathan didiagnosa menderita kelainan jantung. Ia dirujuk ke RSCM Jakarta karena rumah sakit yang selama ini merawatnya tidak mampu menangani. Di usianya saat ini, Nathan belum bisa berjalan, mendengar dan berbicara, terlebih lagi ia menderita kekurangan gizi. Kedua orang tuanya kebingungan karena harus membeli alat bantu dengar yang harganya sangat mahal senilai kurang lebih 10 juta dan tidak ditanggung BPJS. Orangtua Nathan tak mampu membeli alat tersebut, penghasilan yang didapat saja masih terasa kurang untuk membayar kontrakan rumah, membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli susu penambah berat badan untuk Nathan yang harganya juga mahal. Namun Alhamdulillah, Nathan sudah mendapatkan bantuan alat bantu dengar. Kondisi jantungnya juga semakin membaik dan ia harus kontrol setahun sekali untuk memeriksakan jantungnya. Saat ini Nathan sudah bisa pakai alat bantu dengar dengan baik untuk telinganya. Selanjutnya dirujuk balik untuk terapi bicara dan terapi Motorik di RSUD Cengkareng. Namun ia masih juga harus kontrol ke RSCM Jakarta. #Sedekahrombongan memberikan bantuan lanjutan untuk ongkos pulang pergi ke RSUD Cengkareng dan RSCM Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 792.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @abudullahicall @ozan_crutz @ririn_restu

Nathan menderita Bocor Jantung

Nathan menderita Bocor Jantung


OYA SARI (10, MAAG). Alamat : Kp. Pakohaji Kel. Pager Batu,  Kec. Majasari Kab.Pandeglang, Banten. Oya adalah Putri pertama pasangan Bapak Oyon (32) dan Ibu Imas (26). Oya mengalami sakit sejak pertengahan bulan November 2015. Sakit yang dideritanya diawali dengan muntah-muntah, keluarganya mengira hanya masuk angin biasa, tetapi semakin hari kondisi Oya semakin melemah dan sering terlihat murung. Sejak sakit, aktivitasnya sebagai seorang pelajar kelas IV SD Pager Batu 3 menjadi terganggu, ia sering tidak masuk sekolah dan hanya hadir saat ujian semester di bulan Desember 2015. Ayahnya, Pak Oyon, merasa kebingungan untuk membawa Oya berobat. Penghasilannya tidak menentu karena sering tidak ada pekerjaan. Oya sudah dua kali dibawa berobat ke Puskesmas, namun kondisinya justru semakin memburuk. Pertengahan Desember 2015, kondisi Oya semakin mengkhawatirkan, ia sudah tidak bisa bangun dan berbicara, bahkan pancaran matanya terlihat kosong. Meskipun Oya pemegang jaminan kesehatan KIS, ketiadaan biaya untuk akomodasi dan operasional obat membuat ayahnya  hanya mampu memanggil mantri kesehatan kampung terdekat untuk menginfus Oya di rumah saja. Belum ada diagnosa pasti apa penyakit yang Oya derita. Dokter hanya mendiagnosa bahwa Oya menderita Maag. Alhamdulillah Allah mempertemukan #Sedekahrombongan dengan keluarga Oya yang sedang kesulitan dan kebingungan. Bantuan awalpun diberikan untuk akomodasi dan operasional pengobatan ke rumah sakit. Dengan biaya dari sedekah yang ikhlas semoga menjadi jalan untuk kesembuhan Oya,  sehingga Oya yang cantik ini dapat kembali bersekolah dan bercengkrama dengan teman-temannya seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 26 januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @akhmadrajei @ririn_restu

Oya menderita Maag

Oya menderita Maag


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI Blok B Seruni 7/2/1 RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Iswah Yudi sudah 10 hari berbaring di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati, Jakarta. Bagian kaki Yudi dipastikan akan lumpuh seumur hidup karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu pada November 2014. Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di Poli Rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh. Karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya. Karena itu, timbul luka dibagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia. Istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan BPJS. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan Indri mengundurkan diri untuk merawat Yudi. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Beruntung #sedekahrombongan dipertemukan oleh Allah dengan keluarga Yudi. Kurir #sedekahrombongan turut prihatin atas kondisi Yudi.  Bantuan dari #sedekahrombongan diberikan untuk membeli kursi roda.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000
Tanggal : 1 Februari 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ravi_tea @akhmadrajei @ririn_restu

Pak yudi menderita Lumpuh

Pak yudi menderita Lumpuh


MTSR PANTURA TIMUR atau Mobil Tanggap #SedekahRombongan, (Ambulance Baru Untuk Area Pantura Timur). MTSR merupakan Ambulance untuk membantu dampingan pasien-pasien di #SedekahRombongan, di beberapa daerah cakupan #SedekahRombongan sudah dilengkapi MTSR, menyusul untuk mensupport area Pantura Timur yang meliputi kota Kudus, Demak, Jepara, Pati, Grobogan, Rembang, Blora, Salatiga, dll. MTSR ini akan sangat membantu mengingat daerah cakupan  #SedekahRombongan untuk Pantura Timur sangat luas, dimana RSUP dr. Kariadi di Semarang merupakan rujukan pusat, khususnya untuk pasien yang datang dari cakupan kota di Pantura Timur. Terlebih pasien dampingan #SedekahRombongan bervariasi, pasien yang urgent dan tidak dapat duduk dikursi dan harus rebahan karena penyakitnya sangat membutuhkan MTSR. MTSR untuk area Pantura Timur ini akan stay di Kudus sebagai pusat koordinasi untuk Pantura Timur, namun sesuai kebutuhan di berbagai kota di Pantura Timur, MTSR ini akan mobile. MTSR ini menggunakan mobil Suzuki APV tipe SGX yang dibeli second tahun 2012 dengan keadaan sangat bagus dan nantinya akan dirombak untuk kegunaan menjemput pasien dan juga dapat dipergunakan untuk mobil jenazah. Semoga dengan adanya MTSR baru untuk area Pantura Timur akan dapat lebih cepat dan lebih baik dalam menjemput dan mendampingi dhuafa sakit dampingan #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 116.000.000,-
Tanggal: 1 Desember 2015
Kurir: @robbyadiarta

Pengadaan MTSR baru untuk area Pantura Timur

Pengadaan MTSR baru untuk area Pantura Timur

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR Bandung 26,726,400
2 Dinah 1,000,000
3 Zaenudin 500,000
4 Arya 500,000
5 M Azrial 1,000,000
6 Ahmad Rifai 1,079,000
7 Rami 500,000
8 Yayasan Al fajar 1,000,000
9 Teguh 500,000
10 Samsudin 500,000
11 Imas 500,000
12 Otong 500,000
13 M Tio 500,000
14 Sri 500,000
15 Sumaira 2,000,000
16 Nur Ftiriati 500,000
17 Nurida 1,000,000
18 Mujiono 1,000,000
19 Punarti 1,500,000
20 Rahmad 750,000
21 Kasio 1,000,000
22 Ali 500,000
23 Wagisan 1,000,000
24 Ngasirah 1,000,000
25 Mbah Kasinem 1,000,000
26 Siti 500,000
27 Sholeh 500,000
28 Solbi 500,000
29 Semin 5,000,000
30 Sunia 16,000,000
31 Taslima 1,000,000
32 Rifai 500,000
33 Madon 3,000,000
34 M Arnan 8,000,000
35 Dimas 500,000
36 Siti 1,500,000
37 Abdurrohman 1,500,000
38 Mat Umar 2,000,000
39 Umi Alfiah 1,000,000
40 Miska 1,000,000
41 Yani 500,000
42 Nathan 500,000
43 Oya 500,000
44 Iswah 1,500,000
45 MTSR Pantura Tumur 116,000,000
Total 208,055,400

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 208,055,400,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 799 ROMBONGAN

Rp. 32,488,319,198,-