MUHAMMAD IMAM SUPRIYADI (3, Hernia). Alamat: Jl.  Cigondewah Kidul RT .1/4 Desa Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Imam, demikian biasa ia dipanggil adalah putra Bapak Mulyadi (34) dan Ibu Siti. Ayah Imam bekerja sebagai pencari kardus bekas untuk dijual ke pengepul dengan pendapatan berkisar 30.000-50.000 rupiah perhari. Gejala penyakit yang dialami Imam, berawal saat ia sering merasa nyeri saat buang air kecil. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit ia dianjurkan segera menjalani operasi di RS Hasan Sadikin Bandung. Namun karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan bingung memikirkan biaya operasi, Pak Mulyadi bersedih dan bercerita kepada tetangganya. Alhamdullah melalui tetangga mereka, Lia, informasi mengenai kondisi Imam dapat diketahui #SedekahRombongan. Kurir  #Sedekahrombongan bersilaturahmi ke rumah pak Mulyadi untuk bertemu  Imam dan memberikan bantuan awal untuk pembuatan jaminan kesehatan keluarga ini agar Imam dapat segera  melanjutkan pengobatannya sampai tuntas. Bantuan juga digunakan untuk keperluan selama pengobatan. Jazakumullah khairan katsiran sedekahholics #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Januari 2016
Kurir :  @ddsyaefudin  @avinptr @hapasarigendhis

Imam menderita  Hernia

Imam menderita Hernia


NURYADI BINTI SUPARMIN ( 29 tahun, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1 RW 3 Dusun Basri Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun, pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar sepuluh bulan yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 1 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke empat Nur di lakukan tanggal 20 Januari 2016. Titipan santunan kedua dari sedekahholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di rs Orthopedi Solo setelah sebelum nya masuk rombongan 785. Nur sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Jum’at, 22 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama@Cici_cinta

Pak nur menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja

Pak nur menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


IRMA KURNIAWATI (20 tahun, Ca Mamae) Alamat : Dusun Jejer Desa Pleset RT 01 RW 03 Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Dua tahun yang lalu Irma divonis terkena kanker payudara sebelah kanan dan di lakukan operasi di rsu Caruban. Saat itu dokter tidak menyarankan kemo dan hanya beberapa kali kontrol. Dua tahun berikut nya Irma mengalami sesak nafas dan ketika melakukan pemeriksaan ternyata sel kanker payudara telah mengalami metastase sampai ke paru-paru. Selama ini pengobatan dilakukan dengan fasilitas Jamkesmas. Namun keluarga kesulitan biaya pengobatan, terutama untuk transportasi ke RSDM Solo karena bapak dik Irma yaitu Pak Mujiono (48 tahun) hanya sebagai buruh serabutan dengan pendapatan rata-rata Rp 800.000 per bulan. Ibunya, yaitu Bu Sri Arwani hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih sekolah. Informasi tentang dik Irma di peroleh dari salah satu kurir #Sedekah Rombongan Wonogiri. Titipan santunan kedua sebesar Rp 500.000 dari para sedekaholic telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama perawatan di rsud Moewardi Solo setelah sebelum nya masuk rombongan 744. Pak Mujiono sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Jum’at, 22 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Cici_cinta

IRma menderita  Ca Mamae

Irma menderita Ca Mamae


MUJIYEM BINTI RESOBEJO (60 tahun, Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih) Alamat : RT 45 RW 4 Dukuh Biting Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Mujiyem mengalami gejala sakit dengan ada nya perdarahan selama 9 tahun terakhir. Karena tidak menimbulkan rasa sakit jadi tidak pernah dibawa ke rumah sakit ataupun dokter. Sejak September 2015 baru dirasakan gejala sakit yang serius sehingga mulai menjalani pengobatan secara serius di awali di rsud Sayidiman Magetan kemudian dirujuk ke rsud Soedono Madiun dan dalam 2 bulan terakhir telah menjalani pengobatan di rsud Moewardi Solo. Saat di rsdm Solo inilah diketahui komplikasi penyakit bu Mujiyem yaitu Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih. Dan saat ini sedang proses menunggu jadwal operasi yang dijadwalkan hari Kamis, 22 Januari 2016. Bu Mujiyem bekerja sebagai buruh tani, demikian juga suaminya yaitu bapak Jarwo (60 tahun) juga bekerja sebagai buruh tani yang sangat keberatan untuk membiayai pengobatan bu Mujiyem. Kebetulan pasutri ini tidak dikaruniai anak sehingga selama sakit didampingi oleh saudara-saudara terdekat nya. Dalam waktu 5 bulan terakhir sudah 9 kali keluar masuk ranap di rsu sehingga harus menjual satu-satu nya tanah yang dimiliki. Bu Mujiyem tercover Jamkesmas, tetapi untuk biaya akomodasi dan transportasi untuk ke rumah sakit dirasa sangatlah berat. Informasi mengenai bu Mujiyem diperoleh melalui facebook dan saat kurir Sedekah Rombongan mensurvey rumah dan kondisi bu Mujiyem memang layak dibantu. Keluarga bu Mujiyem sangat berharap bantuan dari Sedekah Rombongan untuk meringankan beban keluarganya. Alhamdulillah bu Mujiyem akhir nya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan. Santunan awal digunakan untuk biaya akomodasi selama perawatan di rsu Moewardi Solo. Keluarga bu Mujiyem sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Jum’at, 22 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Cici_cinta

Bu mujiyem menderita Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih

Bu mujiyem menderita Bisitopenia, Myoma Uteri, Kista Ovari, infeksi saluran kemih


WILHDA INDAH SAPUTRI (5 bln, Bibir sumbing). Alamat: Jl. Brawijaya RT/RW 02/ 01, Kelurahan Majener, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Indah adalah anak pertama dari Bapak Wawan (29 thn) dan Ibu Waidah (20 thn). Dik Indah lahir dengan keadaan bibir sumbing. Kedua org tuanya sedih karena putrinya lahir mempunyai hambatan. Pada usia 1 bulan, orangtuanya Dik Indah mengkonsultasikan kondisinya dibawa ke dokter. Menurut saran dokter, Dik Indah harus melalui operasi dan menunggu sekitar 3 bulan. Namun karena terkendala biaya, hingga kini Dik Indah belum bisa dibawa untuk operasi. Pekerjaan ayah Indah sebagai buruh dan ibunya seorang ibu rumah tangga.  Demi operasi bibir sumbing Dik Indah, orangtuanya berupaya menyisihkan sebagian penghasilan tetapi dirasa sangat lambat karena bayaran buruh kerja sangat kecil. Ketika berkumpul bersama tetangga dan anak-anaknya, ibunya Indah terkadang merasa minder karena kondisi putrinya dan tidak kunjung bisa dioperasi. Dik Indah dan orangtuanya belum punya tempat tinggal dan masih menumpang dirumah keluarga. Rencananya tanggal 5 Januari 2016 adalah jadwal operasi, kurir #sedekahrombongan menemui Dik Indah dan keluarga dan menyampaikan dana dari sedekahholic untuk meringankan biaya operasi.

Jumlah bantuan: Rp.2.000.000,-
Tanggal: 31 Desember 2015
Kurir: @bratamanggala via Yuyanti

Wildha menderita Bibir sumbing

Wildha menderita Bibir sumbing


MESJID AL MUTAQIN (Biaya renovasi). Alamat: Satuan Pemukiman Transmigrasi 4, Kampung Makbalim, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Mesjid Al Mutaqin adalah mesjid kecil dipemukiman transmigrasi di Kabupaten Sorong. Mesjid ini awalnya hanya menampung 80 orang jamaah, namun seiring bertambahnya penduduk dipemukiman tersebut maka dilakukan perluasan dan renovasi. Mesjid tersebut sudah berjalan 4 tahun dari tahun 2011 hingga tahun 2016. Pengelola mesjid mempunyai kendala dalam proses pembangunan dan renovasi mesjid. Kurir berdiskusi sebelumnya dengan pengelola mesjid dan melihat kebutuhan pada renovasi dinding mesjid. Renovasi dibutuhkan untuk memperbaiki dinding bagian kiri dan kanan mesjid. Kurir #sedekahrombongan menyampaikan dana sebesar 5 juta rupiah yang akan dipergunakan untuk membeli material dan semen. Serah terima dilakukan oleh Mba Riyanti, rekan kurir, kepada Ketua Ta’mir Mesjid Bapak Suryadi.

Jumlah bantuan: Rp.5.000.000,-
Tanggal: 10 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya renovasi

Biaya renovasi


AMAK (53 thn, Gangguan paru dan Asma). Alamat:  Desa Malaos, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Sejak  6 bulan yang lalu, Pak Amak mengalami sakit-sakitan. Penyakit yang dideritanya adalah paru-paru, hemoglobin rendah, Asma, dan gangguan Liver. Pak Amak rajin berobat ke puskesmas dan mantra, bahkan sempat dirujuk ke RSUD kabupaten Sorong. Jarak ke pusat layanan kesehatan cukup jauh. Puskesmas terdekat sejauh 7 km, sedangkan untuk pergi ke RSUD Kabupaten Sorong kurang lebih 45 km. Pak Amak tinggal bersama istri dan satu orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Semenjak menempati rumah transmigrasi hingga sekarang, kondisi rumah pak Amak sangat memprihatinkan. Rumahnya terbuat dari papan yang mulai usang di makan usia dan berlantaikan tanah. Pak Amak adalah seorang pekerja keras yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Semenjak menderita sakit-sakitan, Pak Amak sudah tidak mampu lagi bekerja. sehingga istrinyalah yang menggantikan Pak Amak bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Penghasilan rutin Pak Amak dengan mengandalkan hasil tani sayuran, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya berobat didapat dari urunan keluarga dan tetangga yang simpati terhadap kondisi keluarga Pak Amak. Dengan keterbatasan inilah, Pak amak sangat membutuhkan bantuan untuk biaya berobatnya. Melihat kondisi Pak Amak, kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan dana kepada pak Amak untuk melanjutkan pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp.2.000.000,-
Tanggal: 31 Desember 2015
Kurir: @bratamanggala via Endang, Hamdani

Pak amak menderita Gangguan paru dan Asma

Pak amak menderita Gangguan paru dan Asma


SMA MUHAMMADIYAH KOTA SORONG (Biaya renovasi). Alamat: Jl. Merpati No.17, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Sekolah SMA Muhammadiyah adalah sekolah swasta dari Muhammadiyah dengan jumlah siswa sekitar 120 orang. Pada bulan November 2015 terjadi gempa di Sorong yang merusak beberapa bangunan rumah, salah satunya sekolah SMA Muhammadiyah. Dinding tembok perpustakaan roboh dan beberapa ruang belajar retak. Pihak sekolah berharap mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah setempat namun belum mendapatkan respon. Setelah melakukan kunjungan survey awal, dari hasil diskusi dengan pihak sekolah, dibutuhkan dana untuk membeli material dan semen untuk pembangunan kembali dan memperbaiki dinding yang rusak. Dengan demikian kurir #sedekahrombongan kembali mendatangi pihak sekolah dan menyerahkan langsung dana untuk meringankan biaya pembangunan. Penyerahan dana diberikan kepada kepala sekolah dan staf guru, serta melibatkan Ketua Muhammmadiyah Kota Sorong. Kepala Sekolah Ibu Drs.Nurfin Moha menyambut baik dan mengucap terima kasih kepada Sedekah Rombongan serta para penyantun.

Jumlah bantuan: Rp.5.000.000.
Tanggal: 20 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Biaya renovasi

Biaya renovasi


SARNI (51 thn, Kanker Serviks). Alamat: Jl. Jalan Sungai Maruni KM 10, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Ibu Sarni menderita Kanker Serviks stadium 2. Berbagai Kemoterapi dan Radioterapi sudah dilakukan dirumah sakit Surabaya selama 1 tahun dengan fasilitas Kartu BPJS. Suaminya Bu Sarni adalah seorang ABK di Perusahaan Kapal. Namun hasil survey kami menunjukkan ternyata hidup keluarga Bu Sarni jauh dari kondisi mapan. Tabungan keluarga habis untuk biaya selama perawatan di Surabaya. Beberapa obat juga tidak ditanggung BPJS dan mahal sehingga menghabiskan simpanan dana Bu Sarni dan keluarga. Sehubungan tinggal di Surabaya juga memakan biaya, dengan demikian diputuskan untuk kembali ke Kota Sorong. Tetapi tidak sampai 1 bulan, Bu Sarni kembali drop dan dilarikan ke RSUD Kabupaten Sorong. Keluarga Bu Sarni diberikan cobaan kembali, dari hasil diagnosa Bu Sarni menderita penyakit lain seperti Liver dan Ginjal. Bantuan dana  disampaikan kurir #sedekahrombongan anaknya Bu Sarni, yaitu Ardiansyah.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal

Bu sarni menderita  Kanker Serviks

Bu sarni menderita Kanker Serviks


ACHMAD FUADZEN (49, Paru-Paru Basah). Alamat: Jl. Betet IV No 32, Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang. Pak Achmad, begitu beliau kerap disapa. Beliau bekerja sebagai supir taxi setiap harinya untuk menafkahi istri dan kedua anaknya yg masih duduk di sekolah dasar. Pengasilan beliau sehari – hari hanya cukup untuk makan, membayar kontrakan, dan biaya sekolah kedua anaknya. Terkadang sisa penghasilanya ia tabungkan walau tak seberapa. Pada awalnya Pak Achmad sering mengalami sesak napas dan batuk batuk. Beliau mengganggap itu hanya masuk angin biasa akibat sering pulang malam dan kelelahan. Kondisi tersebut dialaminya cukup lama. Sampai suatu saat, Pak Achmad mengalami sesak napas yg sangat parah, kemudian oleh istrinya ia dibawa ke dokter. Dokter memberi rujukan agar Pak Achmad langsung dibawa ke RSU Tangerang. Saat dirawat di RSU Tangerang ia divonis menderita paru-paru basah, dan dokter menganjurkan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di paru-parunya. Setelah dioperasi dan dirawat selama setengah bulan, Pak Achmad memaksa untuk pulang dan berobat jalan karena jaminan kesehatan yang ia gunakan, yakni Kartu Multiguna hanya berlaku hingga tahun 2015, sementara keluarga tidak memiliki biaya untuk pengobatan Pak Achmad. Selama ini keluarga Pak Achmad mengandalkan uang tabungan yg dimiliki untuk makan sehari-hari dan operasional selama di rumah sakit. Hingga suatu saat, keluarga Pak Achmad sudah sama sekali tidak pegang uang, dan Pak Achmad harus membeli obat. Akhirnya Pak Ahmad meminjam uang ke tetangganya. Untuk saat ini Pak Achmad dalam proses pembuatan BPJS. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau. Dan bantuan awal di berikan kepada pak Ahmad untuk keperluan membeli obat dan transport berobat jalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 21 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @pratama_chatur@ozancrutz @ririn_restu

Pak fuadzin menderita Paru-Paru Basah

Pak fuadzin menderita Paru-Paru Basah


BAYI NY. IIS ISMAKIYAH BIN IBNU HASAN (15 Hari, Tetanus). Alamat : Kp.Warung Panto, Desa Jadi Dodol, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bayi perempuan dari pasangan Ibnu Hasan (35) dan Iis Ismakiyah (32) ini lahir pada 4 Januari 2016. Saat usianya 9 hari ia mengalami panas, orang tuanya mengira panas yang dialami hanya panas biasa, namun lama kelamaan suhunya semakin tinggi hingga mengalami kejang. Akhirnya dengan kondisi panik, bayi tersebut dibawa ke bidan. Dari hasil pemeriksaan bidan, bayi tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit. Orang tuanya segera membawanya ke RSUD Berkah Pandeglang dan disana ia didiagnosa menderita Tetanus. Menurut dokter, kasus penyakit ini sudah jarang ditemukan dan obatnya tidak tersedia di RSUD Berkah.  Dokter memberikan resep ATS 200 sebanyak tiga paket. Satu paket obat tersebut seharga Rp. 1,3 juta sehingga Pak Ibnu harus mengeluarkan uang senilai Rp. 3,9 juta untuk membeli tiga paket obat tersebut. Pak Ibnu yang sehari-harinya hanya seorang pedagang pupuk kecil dan istrinya yang tidak bekerja kebingungan untuk membeli obat tersebut karena mereka tidak memiliki uang. Alhamdulillah pada 16 Januari lalu mereka bisa membeli obat, itupun dari hasil bantuan kerabat. Bayi mereka diperkirakan dirawat lebih dari tujuh hari. Mereka sangat kebingungan mengingat sudah tidak lagi memiliki uang sehingga mereka sangat mengharapkan adanya bantuan. Kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan salah satu kerabatnya dan memberikan bantuan untuk operasional selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Bayi ny.iis menderita Tetanus

Bayi ny.iis menderita Tetanus


PANTI ASUHAN MATA HATI Dusun Karangmojo B, Desa Grogol Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta memiliki 42 anak asuh dari anak yatim piatu dan terlantar. Anak-anak mulai dari tingkat Taman kanak-kanak hingga SLTA ini mendapatkam pendampingan sehingga diharapkan akan menjadi anak yang pintar dan sholeh.  Rumah Singgah Mata Hati dibawah Yayasan Mata Hati usianya baru 1 tahun 4 bulan, atau tepatnya berdiri pada 14 Februari 2013. Selain memiliki anak asuh yang menetap sebanyak 42 anak yang berasal dari anak yatim, piatu, anak yatim, anak terlantar dan anak miskin dari berbagai penjuru desa di Gunungkidul, juga memiliki anak asuh yang masih menempat di rumah orang tuanya atau saudaranya sebanyak 39 anak, sehingga totalnya ada 81 anak.  Anak-anak yang semula bernasib tidak beruntung, yang sempat putus sekolah karena kondisi ekonomi, kini boleh menuntut ilmu seperti teman-temannya lain sebayanya. “Mereka bisa melanjutkan sekolah sesuai dengan jenjangnya di sekolah formal, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai SLTA, ” kata Feratri Rahmattilah Ketua Asrama didampingi Suyanto salah seorang pendamping di PA Mata Hati. Dilihat dari usianya yang masih begitu muda, tentu saja panti asuhan ini masih menghadapi berbagai problema terutama untuk menghidupi dan membiayai sekolah anak-anak asuhnya. Sumber dana yang diperoleh yayasan ini utamnya dari para pendiri diantaranya dr Eko Darmawan Sp Hd selaku Pembina, dr Ida Rochmawati MSc SpKj dan dr Ima Dewi Rismawati SpTHT MSc selaku pimpinan yayasan  juga dari para donatur baik dari Gunungkidul dan Yogyakarta. untuk itu Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan bantuan dari para sedekaholics berupa sembako senilai senilai Rp. 1.000.000

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 27 Desember 2015
Kurir : @kissherry @ekow_st @fahmiSQ

Bantuan sembako

Bantuan sembako


MASJID ‘AINUNNAJAH (Bantuan Renovasi) beralamatkan di Kanoman, Girimulyo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakata. Masjid ini berlokasi didaerah yang berbukit-bukit di selatan kota Yogyakarta, dan berdekatan dengan lokasi Makam Raja-raja Imogiri, Bantul. Masjid ‘Ainunnajah sudah berdiri sejak tahun 1982, dan dibangun secara swadaya serta gotong royong masyarakat sekitar. Luas bangunan Masjid ‘Ainunnajah sendiri sekitar 8 x 8 m2, dengan luas tanah 202 m2. Masjid ‘Ainunnajah menjadi tempat anak-anak sekitar Kanoman untuk belajar baca tulis Al-Qur’an, serta menjadi pusat pengajian warga. Namun kegiatan tersebut belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Rencana pembangunan masjid ini harus dilakukan karena melihat kondisi masjid yang sudah tidak lagi memadai, dan sudah banyak terjadi kerusakan dibanyak tempat didalam ruangan masjid. Tujuan renovasi masjid juga dimaksudkan agar jama’ah dan masyarakat sekitar Kanoman dapat memiliki masjid yang representatif, yang dapat digunakan untuk berbidah secara aman, nyaman, dan khusyuk. Saat ini pembangunan masjid sudah berjalan, namun masih kekurangan dana untuk menyelesaikannya. Warga dan jama’ah Masjid ‘Ainunnajah sendiri sudah bergotong royong mengumpulkan dana secara swadaya untuk renovasi masjid, namun hal itu dirasa juga masih kurang. Pembangunan masjid ini dikerjakan beberapa tukang sebagai tenaga utama, dan dibantu gotong royong oleh masyarakat sekitar Kanoman. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan titipan dari para #Sedekaholics untuk membantu masjid ini. Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000. Bantuan yang diterima akan dipergunakan untuk biaya renovasi masjid ini. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000
Tanggal : 25 Desember 2015
Kurir  : @kisherry @ekowi_st @faisal_gudeg @imbams

Bantuan Renovasi

Bantuan Renovasi


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan. (Pindah Alamat). Berawal pada tahun 2013 #SedekahRombongan mengontrak Rumah yang terletak tak jauh dari RSUP Hasan Sadikin Bandung yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS yang berasal dari daerah luar kota/kabupaten Bandung. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota seperti Jogja, Jakarta, Malang, Semarang, Surabaya, Purwokerto dan kota lainnya, maka melihat dari kebutuhan tersebut kini Bandung telah memiliki RSSR untuk tempat istirahat sementara para pasien dari: Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah memasuki tahun ke-4, kita pindah ke rumah kontrakan baru, Pindah ke tempat yang lebih baik agar pasien lebih nyaman dalam beristirahat serta memudahkan MTSR mobilisasi dan demobilisasi pengantaran pasien. Kita kontrak selama 3 tahun ke depan dan Biaya Kontrak Rumah Singgah berasal dari para sedekaholics #SedekahRombongan. Semoga Allah SWT membalas amal baik bagi semuanya Sedekaholics dengan membahagiakan para dhuafa di RSSR.
Alamat RSSR BANDUNG, di Jl. H.Yasin No.56, RT.2/2, Sukabungah, Sukajadi, Kota Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 110.000.000,-
Tanggal : 21 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin

Biaya kontrak RSSR 3 tahun

Biaya kontrak RSSR 3 tahun


FATAHIAH BINTI ECIM, (10, Keterbelakangan IQ), Alamat: Jl. Warakas 1, RT.13/1, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta. Ipat biasa Fatahiah dipanggil, adalah anak yang cantik buah dari pasangan ECIM (38) dan Linah (38). Kasihan sekali Ipat, yang memiliki penyakit yang sangat aneh yaitu Kelebihan Genetik, sudah beberapa tahun mereka berupaya berobat bahkan dibantu oleh Media dan Lembaga Sosial namun tidak konsisten dan berhenti di tengah jalan – terakhir berobat tahun 2011. Penyakit Ipat membuat perhatian banyak orang, bahkan hampir ada yang memanfaatkan untuk dijadikan obyek mencari uang demi bisnis pribadi karna hampir seluruh bagian badan depan dan belakang hingga kaki Ipat ditumbuhi bulu dan pernah baru sekali dioperasi sebagian kulitnya yang memerlukan waktu bertahap dan seharusnya terus berlanjut ke operasi berikutnya, maklum waktu itu yang harus sedianya membantu raib tak melanjutkan bantuannya – Sementara Ecim hanya bekerja sebagai penambal ban di pinggir jalan kampung serta Linah beburuh sebagai Kuli Cuci Gosok. Karna penyakit aneh itu yang membuat Ipat rendah diri serta keadaan ekonomi keluarga Ecim yang menanggung 6 jiwa dengan penghasilan di bawah kecukupan itu, Ipat pun kini tidak dapat melanjutkan sekolah. Harapan mereka Ipat dapat dibantu lagi dan tumbuh sehat seperti rekan-rekan sebayanya untuk menatap masa depannya dengan baik, Alhamdulillah – beberapa #Sedekaholics menginfokan tentang keberadaan Ipat dan menitipkan bantuannya khusus untuk Ipat hingga proses operasi pada bagian kelaminnya sudah dilakukan walau kedua orangtuanya memutuskan untuk operasi kulitnya tidak dilanjutkan, Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya therapy belajar Ipat karna hingga saat ini belum ada perkembangan yang baik dari hasil belajarnya, Ipat masih belum dapat membaca. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 795. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Tanggal : 25 Januari 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Fatahiah menderita Keterbelakangan IQ

Fatahiah menderita Keterbelakangan IQ


YAYASAN GALUH (Pusat Rehabilitasi Cacat Mental), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT.3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi. Ketua: Bpk. Suhanda Gendu, 59 tahun, anak dari Gendu Mulatip (Pendiri). Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/Gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan sejak tahun 1980, Diatas Tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini ada sekitar 320an pasien dari Bekasi dan luar kota lainnya, Kebutuhan beras dalam sebulan mencapai 6 Ton + Lauk Pauk yang harus mereka siapkan dibantu relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang terpilih Tuhan dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan rutin menyampaikan untuk keperluan operasional Yayasan Galuh dan pada bulan Januari 2016 kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 786. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2016.
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik

Bantuan untuk konsumsi dan obat-obatan

Bantuan untuk konsumsi dan obat-obatan


DEDE IYAN MARYANA (20, Ditembak Begal). Alamat: Desa Timbang RT. 16/02 Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hari Minggu 3 Januari 2016 merupakan hari yang tidak akan dapat dilupakan oleh Dede, Pada hari itu jam 10 pagi Dede mengunjungi rumah pamannya di Tegal Alur Cengkareng. Sesampai di lokasi Dede memarkirkan motor pinjaman dari kakaknya ini di pinggir jalan yang tidak jauh dari rumah pamannya, Dede terkejut karena pamannya menunjuk ke arah motornya yang terparkir sambil bertanya apakah orang yang sedang memundurkan motornya itu adalah temannya?. Seketika itu juga Dede langsung membalikkan badan, melihat motornya sedang dimundurkan oleh orang tak dikenal dan iapun langsung berlari menuju motornya. Tarik menarik saling bertahanpun terjadi, sekuat tenaga Karyawan yang baru saja bekerja selama 4 bulan ini melakukan perlawanan namun tanpa disadari tiba-tiba datang seseorang dari belakang tanpa basa basi langsung mengeluarkan senjata api dan menyarangkan timah panas ke perut Dede dan seketika itu juga Dede langsung terkapar ditempat. Dede hanya bisa melihat motornya dibawa oleh kedua pelaku, Ia berlumuran darah tak berdaya. Pamannya dibantu oleh warga sekitar membawa Dede ke RS Cengkareng, Alhamdulilah Tuhan masih menyayangi Dede karena setibanya di IGD langsung mendapatkan tindakan dari para petugas RS Cengkareng, Petugas RS Cengkareng memberikan rujukan agar Dede segera dipindahkan ke RS Polri. Saat Kurir #SedekahRombongan menjenguk buah dari pasangan Ahmad Hidayat (45) dan Lasmana (43) ini, ia masih terbaring di ICU B RS. Polri paska operasi hati. Rencana akan dilakukan operasi pengambilan proyektil peluru yang masih bersarang di perut bagian belakang, namun pihak dokter masih harus menunggu luka bekas operasi pertama mengering. Bantuan awal disampaikan untuk biaya selama di berobat di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Bantuan biaya rawat inap dede karena Ditembak Begal

Bantuan biaya rawat inap dede karena Ditembak Begal


SURYANTO BIN DARMIN (29, Penyempitan Saluran Kencing). Alamat : Tri Mulyo III RT. 3/4, Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pada Januari tahun 2005, saat itu Suryanto sedang mengantarkan temannya membeli buku. Tapi nasib tak beruntung menghampiri di perjalanan menuju toko buku, Suryanto mengalami kecelakaan dan menabrak truk. Kondisinya tidak sadarkan diri, dan langsung dilarikan ke RSUD  Lampung. Suryanto mengalami penyempitan saluran kencing dan retak pada tulang pelvis hingga kantong kemihnya robek. Di RSUD Suryanto telah menjalani 5x operasi sebelum akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Januari 2005, Suryanto menjalani operasi pertamanya yaitu pemasangan selang untuk melebarkan saluran kencingnya. Beberapa bulan berselang, Suryanto melakukan operasi untuk tulang pelvisnya. Sampai yang ketiga yaitu operasi  lanjutan dari operasi yang pertama. Selepas itu kondisi Suryanto berangsur membaik, tapi 10 tahun berselang keluhan yang sama muncul kembali. Suryanto merasakan jika buang air kecil sakit.  Januari 2015, Suryanto kembali ke meja operasi untuk melakukan pemasangan selang untuk melebarkan saluran kencingnya. Berlanjut pada masih pada bulan yang sama, ternyata di kandung kemih Suryanto terdapat batu. Sehingga harus dilakukan sinar untuk menghancurkan batu tersebut. Total di Lampung Suryanto sudah menjalani 5x operasi, tapi karena masih ada tindakan yang harus dilakukan yaitu pemotongan dan penyambungan saluran kencing. Sementara di RSUD alatnya tidak ada, jadi Suryanto harus dirujuk ke RSCM. April 2015, Suryanto bersama sang ibu datang ke Jakarta. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin di Poli Urologi RSCM, Suryanto akhirnya menjalani operasi lagi pada bulan Juli 2015 untuk pemotongan saluran kencing. Desember 2015, Suryanto harus kembali merasakan perjuangan di meja operasi untuk pemasangan selang. Selama 10 tahun ini, Suryanto total sudah menjalani 7x operasi. Dan sekarang masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Urologi RSCM. Semangatnya untuk sembuh begitu luar biasa. Suryanto berharap bisa kembali pulih, dan bisa bekerja supaya bisa meringankan beban kedua orang tuanya. Terlebih selama 9 bulan hidup di Jakarta, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tuanya. Orang tua Suryanto, Bapak Darmin (60 tahun) bekerja sebagai petani dan ibu Jumini (55 tahun) sebagai ibu rumah tangga. Suryanto masih mempunyai 5 orang adik yang masi bersekolah. Sementara ibunya menunggu proses pengotan Suryanto di Jakarta, sang Ayah di Lampung harus berjuang keras untuk bekerja dan mengurusi adik-adik Suryanto yang masih kecil dan mengirim uang untuk biaya hidup Suryanto di Jakarta. 9 bulan bukan waktu yang sebentar, Suryanto dan ibunya kadang harus menahan lapar kalau uang kiriman dari bapaknya belum sampai. Sekarang Suryanto tinggal di Rumah Singgah RSCM. Suryanto, berharap ada donatur yang bisa membantu meringankan bebannya selama proses pengobatan disini. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan harian selama proses pengobatan. Sosok yang terus semangat menjalani hari-harinya meskipun dalam kondisi yang sakit. Mohon doa terbaik dari #SahabatSR untuk Suryanto, semoga lekas diberi kesehatan dan kondisinya kembali pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000, –
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @untaririri

Pak suryanto menderita Penyempitan Saluran Kencing

Pak suryanto menderita Penyempitan Saluran Kencing


ABID SAHRUL RAMADHAN (20, Soft Tissue Tumor). Alamat : RT. 2/3, Desa Sei Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Tahun 2000, saat itu Abid masih duduk dibangku kelas 6 SD. Abid merasakan ada benjolan kecil di pelvis sebelah kanan. Awalnya Abid tidak begitu menghiraukan benjolan itu, tapi lama kelamaan benjolan itu kian membesar. Oleh keluarganya tidak kunjung dibawa ke RS karena ketiadaan biaya. Baru pada tahun 2013, saat benjolan itu kian membesar, keluarga membawa Abid ke RSUD Raden Mataher. Tapi karena keterbatasan alat, akhirnya pihak RSUD menyarankan agar Abid dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Setelah menjalano beberapa pemeriksaan hasilnya Abid menderita Tumor Pelvis Dextra dan menjalani operasi pertamanya di tahun 2013. 2 tahun berselang, September tahun 2015 Abid sering merasakan nyeri di lutut kanannya dan kemudian mengalami pembengkakan yang semakin hari semakin membesar. Karena khawatir kejadian sebelumnya terulang, orang tua Abid membawa Abid ke RSUD Sultan Taha Tebo, yang kemudian di rujuk ke RSUD Raden Mataher sampai akhirnya dirujuk lagi ke RSCM. 4 bulan Abid di Jakarta dan menjalani beberapa pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan jika tumor tersebut adalah metastase dari tumor sebelumnya, dokter mengatakan jika Abid menderita Soft Tissue Tumor dan dijadwalkan untuk operasi tanggal 13 Januari 2016.  Tanggal 12 Januari, Abid mulai dirawat di Gedung A Lantai 4 kamar 411. Operasi yang harusnya dilakukan tanggal 13 Januari terpaksa harus ditunda sehari karena ada pasien lain yang cito. Hari ini Kamis, 14 Januari Abid dijadwalkan untuk menjalani operasi. Jam 12.00 Abid masuk ruang operasi, selama 11 jam  berjuang di meja operasi dan setelah sadar Abid harus menerima bahwa kini kakinya tinggal satu, karena kaki kanannya telah di amputasi. Namun Abid tetap semangat, untuk melewati ini semua. Dokter sudah menjadwalkan untuk observasi kondisi Abid selama 15 hari ke depan, sambil menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi. Orang tua Abid, Bapak Qosasi (65 tahun) sudah tidak lagi bekerja dan Ibu Kustiawani (43 tahun) adalah seorang buruh di kebun sawit dengan penghasilan Rp. 49.000,-/hari dan kerjanya hanya seminggu 3x. Dengan bekal yang terbatas dan harus bertahan hidup di Jakarta lebih dari 4 bulan tentu membuat Pak Qosasi bingung apa yang harus beliau lakukan. Untuk tempat tinggal, alhamdulillah sudah ada sebuah lembaga lain yang memberinya tumpangan untuk tidur. Sesekali anaknya yang di Jambi mengirim uang untuk biaya transportasi dan makan tapi hanya cukup untuk beberapa hari. Saat ini Pak Qosasi bingung memikirkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari  selama Abid masih menjalani perawatan. Pak Qosasi berharap ada orang yang berbaik hati untuk membantu meringankan bebannya. Melihat semangat Abid untuk sembuh mungkin adalah salah satu alasan kenapa Pak Qosasy terus melanjutkan pengobatan untuk anaknya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan turut berbagi untuk meringankan beban Abid dan orangtuanya. Pak Qosasi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,  juga meminta doa dari rekan-rekan semua untuk kesembuhan Abid.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 15 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @suharji_anis @untariri

Abid menderita Soft Tissue Tumor

Abid menderita Soft Tissue Tumor


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat : Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1, Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Pandeglang Banten. Aminah Binti Hata tadinya mengira goresan biru pada kelopak mata kanannya adalah bawaan saat ia mengandung anak ke duanya pada tiga tahun yang lalu, namun pasca melahirkan, goresan biru pada kelopak mata kanannya lambat laun dirasakannya membengkak dan terus memerah, ibu Aminah Binti Hata kemudian memeriksakan kondisinya tersebut ke puskesmas terdekat, dan dari hasil pemeriksaan dokter di puskesmas, ibu Aminah Binti Hata diharuskan melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya ke RSUD Betah Pandeglang Banten, karna keterbatasan biaya pengobatannya tidak dilanjutkan. Karna kondisi sakitnya dirasakan makin mengkhawatirkan, tahun 2015 ini ibu Aminah Binti Hata kembali melakukan ikhtiar pengobatan untuk kesembuhannya, dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Betah Pandeglang Banten, ibu Aminah Binti Hata terdiagnosa tumor mata karna keterbatasan peralatan di RSUD Tersebut, ibu Aminah kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu ibu Aminah dan suaminya bapak Iyan (31) yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh serabutan ini dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, namun biaya harian dan mahalnya biaya kos untuk tinggal sementara menjadi kendala keluarga ini, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan ikut membantu kesulitan yang dialami oleh ibu Aminah. Bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya untuk menebus obat kembali disampaikan setelah bantuan sembelumnya masuk pada Rombongan 795. Sampai saat ini belum ada pemanggilan dari team dokter yang menanganinya untuk penjadwalan operasi yang akan dilakukannya. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi ibu Aminah Binti Hata Alhamdulillah stabil

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu aminah menderita Tumor Mata

Ibu aminah menderita Tumor Mata


MULYADI BIN DA’AM (42, Patah Tulang Belakang), Alamat : WatGalih RT. 12/4, Kelurahan Sidoasri, Kecamatan Candi Puro, Lampung Selatan. Mulyadi Bin Daam seorang penjahit, bapak 2 anak, suami dari ibu Jamsiah (30) ketika bekerja, tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2015 mengalami musibah terjatuh dari ketinggian 3 meter, bapak Mulyadi kemudian dibawa ke RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur, dan dari hasil pemeriksaan dokter bapak Mulyadi terdiagnosa patah tulang belakang (fraktur kompresi L1) dan penanganannya harus segera dilakukan operasi, karna bias mengakibatkan kelumpuhan, namun karna tidak memiliki biaya lagi bapak Mulyadi pulang paksa dan kembali ke kampungnya di Lampung. Semangat untuk sembuh kembali tumbuh, sesampainya di Lampung, bapak Mulyadi kemudian  mengurus surat fasilitas kesehatan BPSJ dan kembali melanjutkan pengobatannya. Bapak Mulyadi kemudian berobat ke RSUD Abdul Muluk Lampung, dan dari RSUD Abdul Muluk bapak Mulyadi dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Tanggal 22 Desember 2015 di RSCM Jakarta, bapak Mulyadi melakukan operasi tulang belakang, pasca operasi bapak Mulyadi masih terus menjalani perawatan lanjutan sampai tulangnya menyatu kembali. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Mulyadi dalam menjalani pengobatannya, namun biaya harian dan biaya tempat tinggal sementara sangat memberatkannya apalagi selama sakit bapak Mulyadi sudah tidak punya penghasilan lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan ikut meringankan beban bapak Mulyadi. Bantuan awal untuk biaya harian sudah disampaikan, semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Pak muulyadi menderita Patah Tulang Belakang

Pak muulyadi menderita Patah Tulang Belakang


M. SOLEH (80, Benjolan pada leher). Engkong Soleh, demikian warga Pancoran Selatan RT.2/6 Kel. Pancoran, Kec. Pancoran, Jakarta selatan ini biasa dipanggil merupakan sosok kakek yang bersahaja dan sederhana, meskipun hidup ditengah gemerlap kota metropolitan namun kata sejahtera tidak berpihak pada dirinya dan keluarganya. Sejak ditinggal isterinya kini Engkong Soleh tinggal di rumahnya yang sudah tua bersama anak bungsunya yang belum menikah dan belum bekerja, sementara anak lainnya yang sudah berkeluarga sudah tidak lagi tinggal bersamanya. Mengingat usianya yang sudah renta ia pun sudah tidak lagi mampu bekerja untuk mencari nafkah, sementara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia hanya mengandalkan pemberian dari anaknya meskipun jumlahnya tidak cukup dan tidak menentu karna anak-anaknyapun masih termasuk keluarga prasejahtera, sesekali warga dan tetangganya ikut memberikan bantuan guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sejak lima tahun lalu Engkong sebetulnya sudah merasakan adanya keganjilan pada lehernya yaitu adanya benjolan kecil yang tumbuh tanpa diketahui penyebabnya, namun lama kelamaan benjolan itu tumbuh menjadi besar karena dibiarkan dan tidak pernah diobati secara serius dengan alasan tidak punya biaya untuk berobat, sementara untuk menghilangkan rasa sakit yang sesekali dirasakannya Engkong hanya mengobatinya dengan obat-obatan yang dibelinya di warung samping rumahnya. Atas informasi warga sekitar Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Engkong Soleh guna menyampaikan santunan dari para #Sedekaholics dengan harapan dapat meringankan sedikit beban hidupnya serta dapat memenuhi biaya pembuatan Jaminan kesehatan berupa BPJS sehingga dapat berobat secara gratis dan berkesinambungan dan segera terlepas dari rasa sakit yang dideritanya selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @sr_haryono

Pak soleh menderita Benjolan pada leher

Pak soleh menderita Benjolan pada leher


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah. Pada pertemuan terakhir, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan, karena Sopa masih harus berobat ke #RSHS, Santunan lanjutan dari sedekaholics #SR kembali disampaikan kepada Sopa yang diterima bapaknya. Bantuan yang disampaikan di rumah singgah ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Bantuan tersebut juga digunakan untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini telah tercatat di Rombongan 737

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapasrigendhis

Sopa menderita  Lupus

Sopa menderita Lupus


WINDA AMALIA (4, Leukemia Akut). Alamat: Dusun Jambu Aer RT.1/5 Kelurahan Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Winda adalah putri dari pasangan Bapak Ayep (36) dan Ibu Erlin (35). Bapak Winda dikenal sebagai seorang petani di desanya dan Ibu Erlin (35) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Winda termasuk dhuafa yang tetap semangat menjalani kehidupan. Kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk ketika Winda didiagnosa menderita leukemia sejak satu tahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, Winda rutin dibawa berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Karena itu, keluarga Pak Ayep membutuhkan biaya untuk ongkos dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Winda dan kedua orangtuanya serta bisa mendampingi berobat rutin. Sampai saat ini Winda masih harus berobat ke RSHS Bandung dan membutuhkan uluran tangan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali memberinya santunan yang diterima ibunya di rumah singgah. Santunan #SR ini akan sangat berarti untuk kelangsungan ikhtiar mereka, terutama untuk membeli obat, yaitu Mercaptopurin, setiap bulannya. Semoga Winda diberi kesembuhan yang terbaik oleh Allah. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 764.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Winda menderita Leukemia Akut

Winda menderita Leukemia Akut


AHMAD MUZAKI (4, leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT.2/1 Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak saru tahun yang lalu, Zaki didiagnosis menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Saat ini Zaki tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Karena itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan BPJS yang di milikinya. “Jazakumullah sedekahholics! Semoga sedekah para dermawan membawa keberkahan dan kebaikan bagi semua, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 787.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2016
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Zaki menderita leukemia

Zaki menderita leukemia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT.3/2 Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Saat ini Azka tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia telah menjadi pasien dampingan #SR yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung.  Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang diterima ibunya di rumah singgah, yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 764.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2016
Kurir :  @ddsyaefudin  @abahlutung @hapsarigendhis

Azka menderita leukemia

Azka menderita leukemia


SRI BINTANG WISNU WARDHANA (8, Epilepsi). Alamat: Jl. Nirbaya Raya Kec. Makasar Kel. Pinang Ranti Jakarta Timur. Derita seorang anak malang bernama Bintang ia biasa dipanggil, sejak kecil menderita penyakit epilepsi dan gejala leukimia. Lahir dari pasangan Sukada (46) yang berprofesi sebagai Supir Angkot dan Nurmilawati (37) yang sehari-hari mengais rezeki sebagai Buruh Cuci Gosok, Bintangpun memiliki adik yang masih berusia 5 bulan bernama Gelen yang juga sama tidak beruntungnya dimana lahirnyapun premature dan kini didiagnosa ada kelainan pada jantungnya. Bintang sejak lahir didiagnosa gejala leukemia sampai dengan umur 3 tahun, dalam masa perawatan pada umur 4 tahun kembali terdiagnosa epilepsi sampai dengan saat ini. Tentang Gelen, dari MRI RSCM terdapat kelainan pada otak yang menyebabkan kesulitan dalam perekam memorinya, perawatan yang dilakukan hanya dibawa ke Rumah Sakit apabila mengalami sesak saja.  Lengkap sudah derita keluarga ini, memiliki 2 anak titipan Tuhan dalam keadaan sakit. Berbekal BPJS selama ini Bintang berobat, namun demi kemajuan hasil berobatnya Bintang harus mendapatkan perawatan secara rutin untuk menyembuhkan penyakitnya, adapun jenis perawatannya antara lain Terapi 4x dalam seminggu di RSCM dan RSUD Pasar Rebo, adik Bintang juga harus mengkonsumsi obat-obatan seperti Depaken, Luminal, Venitoil serta Sanmol sirup. Untuk ongkos serta pembelian obat  selama seminggu keluarga ini harus mempersiapkan dana sebesar 500rb. Sementara Gelen dianjurkan oleh dokter agar disiapkan oksigen di rumah untuk membantu apabila sewaktu-waktu terjadi sesak.
Pada saat Kurir #Sedekah Rombongan menjenguk, Ibu Nurmilawaty menyampaikan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. #SedekahRombongan memahami kesulitan mereka dan bantuan awalpun disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Bintang menderita Epilepsi

Bintang menderita Epilepsi


NURWIDAH  BINTI HARTONO (28 th.Sectio Caesar) ibu muda yang beralamat di desa Dawung Tengah  RT 04 RW 14 Serengan Surakarta. Setelah dilakukan pemeriksaa karena bayi tidak segera lahir di tanggal yang di tentukan dokter. Keluarga cemas dan memeriksakan ke dokter saat diperiksa, posisi kehamil putri ke-3 ibu Nurwaidah ternyata sungsang yang mengharuskan dilakukan operasi Sectio caesar. Bapak Joko Haryono (35th) yang bekerja menjadi karyawan pabrik Macaroni. Bingung dengan biaya yang harus dibayar untuk opersi. Karena penghasilan  beliau yang hanya 1,2jta dan menghidupi orang tua saat ini beliau kesulitan membiayai oparasi kelahiran putri ke-3 mereka. mempertimbangkan keselamatan ibu dan anak keluarga menyetujui dialakukan operasi. Operasi dilakukan, lahir bayi perempuan berat 3,1kg karena kondisi ibu dan anak harus di observasi terlebih dahulu setelah operasi, maka ibu dan bayi harus dirawat di RS selama 2 hari. Untuk melunasi biaya perawatan dan operasi keluarga terpaksa meminjam tetangga untuk melunasi biaya persalinan, agar segera bisa pulang dan tidak menambah biaya perawatan. Sedekah rombongan mendapatkan informasi dan melakukan survai ke RS PKU Delanggu. Untuk meringankan beban ibu Nurwaidah. Sedekah rombongan menyampaikan titipan Sedekahholic sebesar Rp. 2.000.000. ibu Nurwaidah sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan.

jumlah Santunan : Rp. 2.000.000
tanggal : 20 Januari 2015
kurir : @Mawan @aisyahnka @ anissetya60

Bantuan biaya operasi cesar

Bantuan biaya operasi cesar


UFAIRAH MUMTAZAH  (3 bulan, yang lahir pada 3 September 2015, Atresia Bilier) beralamar di Drugan RT.11/RW.002, Desa Trobayan, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Anak pasangan dari Ikhsan Arifudin (30 tahun) dan Dyah Fajar Indriyani (27 tahun). Biasa dipanggil Dik Ufairah. Lahir normal dengan berat 2,9 Kg di Rumah Sakit di Gemolong, saat usianya menginjak tiga hari, keluarga baru menyadari ada sesuatu yang ganjil, fesesnya berwarna kuning keruh, pada bagian putih matanya berwarna kuning. Ketika ditanyakan ke bidan setempat, mengatakan kalau hal tersebut wajar dan nanti bisa sembuh sendiri, namun beberapa minggu tidak ada perubahan. Sehingga keluarga memutuskan untuk memeriksakan Dik Ufairah ke rumah sakit. Oleh dokter di rumah sakit gemolong dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Solo dan dirawat 2 minggu, dan akhirnya dirujuk RS Dr. Moewardi. Didiagnosa menderita Atresia Bilier, kegagalan fungsi saluran empedu yang membuat Dik Ufairah tidak bisa mencerna asupan ASI. Pertumbuhan Dik Ufairah terbilang lambat. Diusia 4 bulan berat badannya hanya 4,6 kg. Tim Dokter menyarankan supaya Dik Ufairah menjalani Operasi untuk membuatkan saluran Empedu yang menghubungkan Hati dengan usus. Pada 11 November, Operasi digelar Tim Dokter di RSUD dr. Moewardi, namun tidak bisa dilanjutkan karena antara hati dan usus tidak ditemukan saluran. Dokter mengatakan Operasi itu tidak bisa dipaksakan karena bisa berdampak lebih buruk. Akhirnya memberi surat rujukan ke RS dr. Sardjito Jogja untuk penanganan Operasi Transplantasi Hati. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa Dik Ufairah adalah dengan Operasi Cangkok Hati, namun Biayanya ditaksir lebih dari 1 Miliar.  Sebagai seorang karyawan swasta, Arif kebingungan untuk mendapatkan Dana sebesar itu. Untuk dapat menjalani operasi, ada syarat yang harus terpenuhi yaitu berat badan kurang lebih 9-10kg dan umur 1 tahun. Saat ini Dik Ufairah sedang menjalani rawat jalan, setiap 2 minggu sekali harus ke RS dr.Sardjito Jogja dan seminggu 2 kali harus suntik vitamin K di Puskesmas Kalijambe Sragen. Keluarga harus semaksimal mungkin menjaga kesehatan Dik Ufairah, agar tidak sakit karena sistem imunnya yang rendah. Untuk menjalani operasi, keluarga membutuhkan bantuan biaya dan saat ini, dari rekan dan teman-teman dari orangtua Dik Ufairah sedang menggalang dana dan baru terkumpul Rp9.000.000,00 sedangkan dana yang dibutuhkan sekitar 1M. Maka dari itu, kami menyampaikan sedekah dari sedekahholic sebesar Rp 2.500.000,00. Semoga dapat membantu biaya operasi Dik Ufairah dan bisa sembuh. Selain itu, kita doakan semoga berat badan Dik Ufairah bisa segera naik agar operasi bisa segera dilaksanakan. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga sedekah tersebut bermanfaat dan sedekahholic diberikan kesehatan dan dimudahkan rejekinya oleh Allah.

Santunan : Rp 2.500.000,00
Tanggal : 21 Januari 2016
Kurir : @mawan @aisyahnka @shofawa

Ufairah menderita  Atresia Bilier

Ufairah menderita Atresia Bilier


NABBITA ANUGERAH MUKTI (3,5 tahun, Kelainan Tulang Kaki) Lahir pada 23 Juli 2011, Dik Bita sapaannya tinggal dengan ibunya, Bu Dwi (33th) di Pangen, Juru Tengah, RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Ayahnya tidak lagi diketahui dimana keberadannya sejak mengetahui sang anak lahir dengan keadaan tidak normal. Dik Bita mengalami kelainan pada tulang kaki sejak lahir yang menyebabkan ia tidak dapat berjalan dengan normal. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sang ibu bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan rata-rata Rp.800.000 perbulan. Pengobatan Dik Bita sudah berjalan sejak 2013 silam, Dik Bita menjalani operasi tulang belakang di RS. Sarjito dan untuk penyembuhan kaki telah di pasang gips sebanyak 3 kali pada 2014 silam di RS.Ortopedi. Setelah pemasangan gips, Dik Bita menggunakan sepatu AFO agar dapat berjalan. Pengobatan selanjutnya dilakukan dengan kontrol rutin 1 bulan sekali di RS.Ortopedi. Kurir #Sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan ke 10 untuk Dik Bita sebesar Rp1000.000,- untuk biaya transportasi dan biaya pelunasan pembelian sepatu AFO yang rusak. Sebelumnya, santunan terakhir sebesar Rp750.000,- disampaikan untuk biaya akomodasi dan biaya awal pembelian sepatu. Keluarga Dik Bita mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekahrombongan untuk santunan yang diberikan guna membantu kesembuhan Dik Bita. Semoga Dik Bita segera sembuh dan dapat tumbuh seperti balita lain seumurnya. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp1.000.000,-
Kurir : @mawan, @aisyah, @ciciiii ta,  @gabeeela
Tanggal : 18 Januari 2016

Nabbita menderita  Kelainan Tulang Kaki

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki


NOVI BINTI SATINO (34 Tahun,Kanker Payudara) Beralamat di Manisharjo RT 02/RW 03 Tepisari,Polokarto,Sukoharjo,Jawa Tengah. Mbak Novi biasa beliau di panggil,menderita Kanker Payudara Stadium 3b di bagian kiri. Awalnya sejak Februari 2013 yang lalu terdapat benjolan kecil di bagian payudara Mbak Novi. Sampai akhirnya Mbak Novi membawanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo (DKR) tetapi di sana tidak di berikan penanganan khusus hanya di infus saja. Lalu Dokter menyarankan untuk di bawa pulang. Setelah pulang dari Rumah Sakit, Mbak Novi merasa kesakitan dan benjolanya semakin membesar, lalu Mbak Novi membawanya berobat ke alternatif di daerah Klaten. Setelah beberapa bulan tidak ada perubahan dan keluarga sudah kehabisan biaya untuk berobat lagi. Alhamdulillah Mbak Novi di pertemukan  dengan #Sedekahrombongan pada tanggal 5 Agustus 2013. Akhirnya Mbak Novi menjalani operasi yang pertama di Rumah Sakit Sarjito pada tanggal 23 Agustus 2013 dan didampingi oleh #SRJogja. Setelah itu Mbak Novi hanya disarankan untuk kontrol saja dan dokter pun menyarankan untuk kontrol di Rumah Sakit terdekat. Lalu Mbak Novi kontrol rutin di RSUD Sukoharjo. Karena di sarankan oleh dokter untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Daerah, sehingga dari #SRJogja tidak lagi mendampingi Mbak Novi. Setelah 1 tahun, kemudian kanker Mbak Novi kembali tumbuh ,lalu Mbak Novi kontrol kembali ke Rumah Sakit dan dokter menyarankan untuk operasi lagi. Karena pertimbangan kanker yang kembali tumbuh, saat ini Mbak Novi kembali didampingi oleh #SRSolo. Alhamdulillah Mbak Novi menjalani operasi dengan lancar pada tanggal 11 Agustus 2015. Santunan kedua dari #SedekahHolic Sebesar Rp 500.000,00 telah di sampaikan kepada Mbak Novi. Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mbak Novi cepat di beri kesembuhan. Amin

Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal    : 19 Januari 2016
Kurir         : @Mawan @Aisyah@cicicinta @aldimeifi

Ibu novi menderita Kanker Payudara

Ibu novi menderita Kanker Payudara


PATMI BINTI SOIKROMO SIMIN (52, Kanker Payudara) Mbah Patmi merupakan pasien dampindan #SRsolo sejak 1,5 tahun yang lalu, beliau bertempat tinggal di Brak Bunder, RT 10, Katelan, Tangen, Sragen, Jawa Tengah. Tinggal di rumah sederhana dengan seorang menantu dan kedua cucunya, beliau membantu kebutuhan keluarga dengan berjualan di pasar. Namun, sejak mengalami kecelakaan yang menyebabkan payudara sebelah kirinya semakin lama semakin bengkak dan sakit, beliau tidak lagi bekerja. Dan karena ketiadaan biaya, beliau tidak melanjutkan pengobatannya. #KurirSR dipertemukan dengan beliau kemudian mulai mendampingi beliau untuk berobat diawali dengan membawa beliau le RSU Sragen untuk pemeriksaan awal. Selanjutnya diketahui bila beliau menderita kanker payudara dan harus dirujuk ke RS. Moewardi. Operasi dilanjut dengan 6 kali kemoterapi telah beliau jalankan selama 1,5 tahun. Kini beliau hanya membutuhkan kontrol 2 bulan sekali untuk menjaga kondisi beliau agar tetap fit. Santunan ke empat sejumlah Rp. 500.000,- kembali disampaikan kepada beliau untuk keperluan akomodasi, setelah santunan sebelumnya berada di rombongan 696. Beliau merasa bersyukur dan berterimakasih atasq kedermawanan hati #SahabatSR semua. Semoga amal baik kita diterima oleh Allah SWT., dan beliau dapat segera sembuh. Aaamiiin.

Jumlah Santunan: Rp 500.000
Tanggal:19 Januari 2016
Kurir: @mawan , @aisyahnka , @cici

Ibu patmi menderita Kanker Payudara

Ibu patmi menderita Kanker Payudara


PANTI ASUHAN dan PONDOK PESANTREN DARUL YATAMA yang berada di dusun Blotan Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Saat ini mengasuh anak 70 orang utk yang tinggal di panti,belum termasuk warga sekitar yang ikut menimba ilmu di PA dan PP tersebut. Darul Yatama mengembangkan kegiatan belajar untuk santrinya secara mandiri,dimulai dari TK hingga Madrasah Tsanawiyah ( setingkat SLTP) sementara anak asuh yang sudah SMU dan perguruan tinggi bersekolah di luar Pondok.Kegiatan belajar di sana tidak diwajibkan membayar SPP hanya ada Infak 200/ bulan bagi yang mampu. Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Darul Yatama di awal berdirinya hanya menampung Yatim dan piatu saja,tetapi pada akhirnya juga menampung anak anak dari golongan keluarga dhuafa dan sekarang Panti ini sudah menjadi Yayasan sebagai ketuanya Bapak Sularno,Pengasuh Pondok Pak Labib. Saat kurir #SedekahRombongan bersilahturahmi ke Panti bertemu dengan Kepala sekolah MTS , Pak Fauzi. Saat ini Panti tersebut sedang kesulitan untuk biaya operasional, karena dana BOPNAS yang selama ini menopang kegiatan belajar para anak asuh disana sudah lama tidak mereka dapat. Alhamdulilla atas Seijin Allah,#SR diperkenankan menyalurkan bantuan untuk operasional tersebut senilai Rp. 5.000.000,semoga bermanfaat

Total Bantuan : Rp.5.000.000
Tanggal penyerahan : 13 Nov 2015
Kurir : @Saptuari @Kissherry

Bantuan untuk operasiona panti

Bantuan untuk operasiona panti


SUNATAN MASAL YATIM DAN DHUAFA yang di motori oleh Pondok Pesantren Al Ihsan Temanggung tahun 2015 yang dilaksanakan di kantor PMI Kab Temanggung , untun tahun ini terdapat 50 anak yang mengikutinya. Ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh pondok pesantren Al Ihsan bekerja sama dengan PMI, harapan dari acara sunatan ini , bisa membantu para yatim dan dhuafa untuk melaksanakan sunah Nabi Ibrahim yang menjadi kewajiban bagi anak yang sudah baligh, Acara yang dimulai tepat pukul 09.15 ini, dibuka oleh sambutan-sambutan mulai dari ketua Panitia, ketua PMI dan yang terakhir oleh Bapak Irawan Prasetyadi, S. Si selaku Wakil Bupati. Ketua panitia menyampaikarasa terima kasih kepada #SedekahRombongan atas bantuan manyalurkan dana bantuan  dari para #Sedekahollics senilai Rp. 4.000.000 untuk diberikan kepada para peserta. Kami panitia berharap agar agenda ini menjadi kegiatan rutin tahunan dalam rangka membantu warga kab. Temanggung yang tidak mampu secara finansial untuk mengkhitankan anak-anaknya. Di akhir acara, santriwati dari pondok pesantren Al Ihsan mendoakan kebaikan baik bagi para panitia, relawan, dan donatur yang sudah membantu terselenggarakanya acara ini dengan lancar dan tertib.

Total Bantuan : Rp.4.000.000
Tanggal penyerahan : 23 Desember 2015
Kurir : @Kissherry @Wasono_putro

Santuan untuk peserta sunatan massal

Santuan untuk peserta sunatan massal


DONASI BIAYA BAGASI PANITIA SUNATAN MASAL di OESALAN. Sebuah wilayah terpencil di ujung timur Indonesia memang tidak banyak yang tahu tentang daerah ini. Daerah yang merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, memiliki rona kehidupan masyarakatnya yang jauh terbelakang apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain terutama di pulau Jawa. Daerah yang hanya terdiri dari 2 kecamatan , dengan  65 Kepala Keluarga, hendak melaksanakan khitanan masal yang dimotori Ust Waris Fahrudin (45 Th ) yang berasal dari Temanggung Jawa Tengah. Untuk keperluan tersebut ada sedikit kekurangan biaya untuk membayar kelebihan bagasi pesawat atas alat – alat yang dibawa dari Jawa. Alhamdulillah melalui #SedekahRombongan, biaya tersebut bisa terbayarkan.  Melalui Ust. Waris juga, kiriman doa semoga semua kurir #SedekahRombongan dan para Sedekaholics mendapat amal jariyah, dan bisa selamat dunia dan akherat.

Jumlah : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2015
Kurir : @Kissherry @Wasono_saputro , Ust Waris Fahrudin

Bantuan untuk kekurangan biaya  membayar kelebihan bagasi pesawat atas alat – alat yang dibawa dari Jawa.

Bantuan untuk kekurangan biaya membayar kelebihan bagasi pesawat atas alat – alat yang dibawa dari Jawa.


AL BAROKAH merupakan  organisasi social yang mengkhususkan pada bidang dakwah ini,beralamat di Masjid Baitus Solikhin RT 14 /04 Dsn Bakalan Desa Kebowan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa tengah. Organisasi Sosial ini  dibawah binaan Ust Masimin, yang membina lebih dari 100 anggota yang terdaftar dalam dakwah mereka. Selain itu, Al Barokah selain  memiliki unit unit Kajian, pendidikan  tarbiyah juga mengasuh serta membina anak – anak yatim dan dhuafa. Tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan untuk gerakan organisasi social dakwah ini, yang semuanya di dapat dari iuran maupun infak dan sodaqoh anggota maupun para donatur yang bersimpati terhadap gerakan ini. Untuk menunjang kegiatan mereka, Alhamdulillah #SedekahRombongan diberi kesempatan untuk berkontribusi dengan memberikan donasi senilai Rp. 4000.000, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pupuk bagi perkembangan Al Barokah. Atas bantuan yang disampaikan ini, pengurus Al Barokah mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga para sedekaholics dimudahkan urusannya dan dilapangkan rezekinya, aamiin.

Total Bantuan : Rp.4.000.000
Tanggal penyerahan : 4 Januari 2016
Kurir : @Kissherry Via Samsudin

Bantuan untuk kegiatan sosial

Bantuan untuk kegiatan sosialf


FOSDA AL HIDAYAH (Forum Silaturahmi Dan Dakwah Al-hidayah ) beralamat di Masjid Al Hidayah Ds kalimaro Kec Kedungjati Kab Grobogan Jawa tengah , berdiri sejak tahun 1991 dibawah koordinasi Ustadz Masri. FOSDA ALHIDAYAH sudah banyak mencetak santri santri yang sudah tersebar di pelbagai tempat.  Forum ini selalu mengadakan komunikasi lintas generasi baik anak-anak, remaja, pemuda dan jamaah tua untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan memaksimalkan dakwah. Sudah lazim dan jamak, setiap aktivitas dakwa memang perlu pengorbanan dan juga dedikasi ,tenaga ,fikiran juga materi. Hal ini lah yang menjadikan semangat bagi para santri dan alumni nya untuk senantiasa istiqomah dengan mengandalkan Daya yang ada tanpa menunggu harus ada semuanya baru bergerak.  Hal inilah yang menggerakan kami #SedekahRombongan untuk ikut ambil bagian dengan memberikan donasi dan beberapa perangkat sholat untuk dibagikan bagi jamaah binaan, semoga bantuan yang amatlah  kecil dibanding nilai yang telah mereka keluarkan, tetapi paling tidak bisa menjadikan amal jariyah bagi sedekaholics dengan ikut berpartisipasi dalam pengembangan ilmu yang bermanfaat.  Atas bantuan yang disampaikan, Ustadz  Masri mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholic ditambah rizkinya . Aamiin.

Total Bantuan : Rp.2.000.000
Tanggal penyerahan :10 Januari 2016
Kurir : @Kissherry Via Samsudin

Bantuan tunai dan  beberapa perangkat sholat

Bantuan tunai dan beberapa perangkat sholat


JOKO SUSILO (43 Th/ hernia) beralamat di Gatak Tuan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Pak Joko seorang buruh serabutan yang menderita hernia sudah bertahun-tahun, apabila kambuh ia merasakan sakit yang tak terperikan pada bagian perutnya. Beberapa minggu yang lalu bapak dua anak ini mencoba memeriksakan sakitnya ke rumah sakit. Dokter menyarankan untuk operasi agar segera sembuh dan tidak kambuh lagi. Ternyata biaya yang dibutuhkan cukup besar sekitar 8 juta.  Beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, dan beliau mengambil tabungannya untuk berobat, tetapi masih kurang. Bantuan dari #SedekahRombongan ini dipergunakan untuk meringankan beban biaya pengobatan yang beliau tanggung. Semoga bermanfaat dan lekas sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500.000
Tanggal Penyerahan : 26 Novemver 2015
Kurir : @Kissherry @dhe_mang @widjiyono

Pak joko menderita hernia

Pak joko menderita hernia


MTSR KLATEN sejak bulan Juni 2015 – Desember 2015 sudah ber operasional melayani warga klaten dan sekitarnya. Cukup banyak yang sudah menggunakan layanan Mobil Tangga Sedekah Rombongan atau lebih dikenal dengan MTSR. Dari permintaan mengantar Jenazah, orang sakit, hingga yang sifatnya mendadak misalnya karena kecelakaan akibat laka lantas. Tanpa terasa sudah 7 bulan kami berkhidmat melayani Dhuafa berobat dari Rumah sakit ke rumah maupun dari rumah sakit ke rumah sakit. Untuk kegiatan tersebut MTSR menghabiskan anggaran operasioanal Rp. 3.088.500.  Semoga dengan adanya 1 unit MTSR di wilayah Klaten dapat terus melayani dan berkhidmat bagi warga yang kurang beruntung.

Jumlah : Rp 3.088.500,-
Tanggal : 5-01-2016
Kurir : @Kissherry @dhe_mang

Bantuan operasional pembelian BBM

Bantuan operasional pembelian BBM


DHIMAS HARDIANSYAH ( 9th, khitan/sunat) putra  dari pasangan Bpk Supriyono 40th, dan Ibu Nur fanjiati 35 th, yang beralamat di Semen, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Kedua orang tua Dhimas  berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga. Dhimas tidak berbeda dengan anak  lain yang seumuran sebaya nya yang sebetulnya sudah saat nya khitan. Namun karena keterbatasan orang tuanya,Dhimas harus menunggu untuk bisa di sunat, Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan dik Dhimas untuk memberikan santunan biaya sunat / khitan, kini dia sudah bisa tersenyum bersama dengan teman teman sebayanya. Terima kasih #sedekahholics, semoga menjadi amal kebaikan kita semua. Aammiinn..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 30 Oktober 2015
Kurir : @Kissherry @dhe_mang, Gufron

Santunan biaya sunat / khitan

Santunan biaya sunat / khitan


IBU MISDELI, glukoma. Ibu Misdeli adalah seorang janda yang tinggal di Dusun Mesjid Utama RT03 RW01 Kelurahan Plereyan Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember tinggal seorang diri di rumahnya yang sangat sederhana itu. Kesan itu nampak benar ketika tim #SRjember bersillaturahmi ke rumahnya. Kedatangan kami di sore yang gerimis itu disambut hangat oleh para tetangga Ibu Misdeli yang sudah renta itu. Bu Misdeli berusia 84 tahun baru saja ditinggal “berpulang” oleh Suami tercinta sehingga hidup dalam kesendirian. Sudah kurang lebih 10 tahun Ibu Misdeli menderita Glukoma yang membuatnya kehilangan kemampuan melihat. Waktu mendiang Suaminya masih hidup dialah yang merawat Ibu Misdeli dengan penuh kasih sayang, keterangan itu didapat dari kesaksian para tetangga waktu tim #SRjember bersillaturami kesana. Sore ini tanggal 24 Januari 2016 tim #SRjember menyampaikan santunan Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup Ibu Misdeli yang sekarang ini hidup sendiri. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk beliau, dan semoga para sedekaholiks yang telah mengamanatkan hartanya kepada sedekah rombongan ini dapat mendapatkan balasan yang berlipat ganda. semoga. aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Januari 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Ibu misdeli menderita glukoma

Ibu misdeli menderita glukoma


MA’I BAWI, janda. Ibu Ma’i adalah seorang janda. Yang lebih memprihatinkan adalah beliau hidup sebatang kara tanpa anak. Beliau telah berusia senja dan hidup dalam keterbatasan/kurang mampu secara finansial. Saat tim survey sedekah rombongan mengunjungi beliau. beliau yang telah berusia 63 tahun ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan dan layak untuk mendapatkan bantuan. Keadaan semakin memprihatinkan dengan kondisi rumah yang akan runtuh. Beliau tinggal seorang diri di Desa Randu Agung Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember. Tim #SRjember mendapatkan informasi mengenai seorang janda yang rumahnya sudah hampir roboh, kemudian kami melakukan klarifikasi dan survey lokasi tersebut. Ternyata memang benar. Memang keadaan rumah Bu Ma’i memang memprihatinkan. Ketika hujan turun lebih mengenaskan karena bocor dimana-mana. Kemudian tim #SRjember memberikan santunan untuk membantu perbaikan rumah beliau. Dokumentasi berupa foto kondisi rumah sebelum, ketika di rehap dan setelah di rehap pun menggambarkan jelas kondisi di lapangan. Bu Ma’i Bawi tinggal seorang diri tanpa ada kerabat dekat. Alhamdulillah setelah rumahnya di renovasi senyum pun nampak di wajahnya. Terimakasih untuk para sedekaholics semua. semoga mendapatkan balasan dari Tuhan yang maha esa secara berlipat ganda. aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal santunan: 24 Januari 2016
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Bantuan perbaikan rumah

Bantuan perbaikan rumah


SUNTARI Binti BAPOH (44th, Tumor Gusi). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Budi (47th) dan kedua orang anaknya yang masih menempuh jenjang pendidikan di kelas 3 SMA dan di kelas 3 SMP di Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sehari-hari Pak Budi bekerja sebagai penjual bakso keliling dengan penghasilan tidak menentu. Dan Ibu Suntari hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Beliau mengalami sakit berawal dari tahun 2003, saat Bu Suntari mengalami nyeri di bagian gusi, dirasa nyeri biasa sehingga di obati dengan obat ala kadarnya. Sempat menjalani pengobatan tradisional selama 1 tahun namun tidak membuahkan hasil justru bengkakan pada gusi semakin membesar. Setelah dibawa kerumah sakit kemudian diketahui jika beliau di diagnosa menderita Amiloblastoma. Saat ini beliau telah lepas jahitan pasca oprasi pelepasan pen di RSSA Malang kondisi terkini beliau alhamdulilah membaik dan jadwal kontrol sekarang per 6 bulan sekali. Santunan ke-4 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi rumah sakit dan obat-obatan yang tidak tercover bpjs sejumlah Rp 500.000 . keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk sahabat kurir. Semoga Bu Suntaari dapat segera sembuh amiin..

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 12 Januari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @HestyWulandari

Ibu suntari menderita Tumor Gusi

Ibu suntari menderita Tumor Gusi


SUMIATI BINTI SUHUD , (48th, Ca Mamae). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus 2015. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Tumirin (53th) di Dusun Kartosari RT 01 RW 04, Desa Kandat, Kec Kandat, Kab Kediri, Jawa Timur. Sehari-hari Pak Tumirin bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan istrinya Bu Sumiati tidak bekerja. Beliau sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Bu Sumiati putus-sambung. Awal mula sakit yang diderita beliau pada pertengahan 2014 diketahui benjolan sebesar telur puyuh di ketahui di payudara sebelah kiri. Dikira benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. kemudian pada akhir 2014 dibawa ke rumah sakit Bayangkara untuk diperiksakan. Akhirnya mendapat tindakan awal dirumah sakit yaitu foto rogsent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian di temukanlah ca mamae awal di tubuh beliau. Selanjutnya bu sumiati di rujuk ke RSSA Malang. Saat ini beliau menjalani kemotrapi tambahan di RSSA Malang. Kondisi beliau terkini alhamdulilah membaik namun sedikit merasa pusing di bagian kepala. Santunan ke-5 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi rumah sakit sejumlah Rp 500.000 . keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk sahabat kurir. Semoga Bu Sumiati dapat segera sembuh amiin..

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 14 Januari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Rishadiii

Ibu sumiati menderita Ca Mamae

Ibu sumiati menderita Ca Mamae


KASIANI Binti NITIGIMAN, (43th, Ca Serviks). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45th) tinggal di rumah singgah atau RSSR Malang yang bertempat di Jalan Serayu No. 07 Malang. Beliau mempunyai 2 orang bernama Edwin (19th) dan Anirahayu (11th). Sebelum sang istri sakit Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Bu Kasiani Merasakan sakit sejak bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah kista dan jarak satu minggu kemudian beliau menjalani oprasi pengangkatan kista di RSUD Palembang. Kista tersebut kemudian di P.A dan dinyatakan masih ada penyakit yang tertinggal di tubunya. Kemudian beliu disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemotrapi di RS Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemotrapi di Malang. Saat ini beliau telah menjalani kemotrapi ke 5 di RSSA Malang, kemotrapi selanjutnya dijadwalkan tanggal 2 Februari 2016 dari pihak RSSA Malang. Santunan ke-6 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi rumah sakit dan obat-obatan yang tidak tercover bpjs sejumlah Rp 500.000 setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776, 786, 787 dan 793. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #SahabatSR serta kurir. Semoga Bu Kasiani dapat segera sembuh dari penyakitnya. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @FaizFaeruz @Dhani_017

Ibu kasiani menderita Ca Serviks

Ibu kasiani menderita Ca Serviks


KHOIROTUN NASUKHA (23th, Kanker Usus). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak peretengahan bulan oktober lalu. Saat ini Mbak Khoir tinggal bersama suaminya Mas Aziz (25th) dan satu orang anaknya yang masih balita di jalan Sumbersari, Desa Jambesari RT/RW 24/05, Kab. Malang , Jawa Timur. Sejak Remaja, mbak khoir sering mengeluh tidak enak diperut, mual, muntah, terkadang bab berdarah. Keluhan yang dialaminya dianggap seperti angin lalu saja, yang menurut mbak khoir tidak usah dipermasalahkan. Keluhannya semakin memberat setelah menikah. Ditambah lagi kebiasaannya yang sangat menyukai makanan instan cepat saji dan mengandung pengawet. Ia memeriksakan ke dokter tapi jawabannya hanya sakit maagh yang mengharuskan menjaga pola makannya. Setelah pulang dari RS, ia mengeluh mual, muntah, tidak bisa BAB, tidak bisa kentut, makan minum pun susah, Keluarga memutuskan membawa Mbak Khoir ke RSUD Kepanjen. Mbak Khoir mendapatkan tindakan awal pemasangan selang NGT untuk mengurangi keluhan di perutnya yang semakin membesar dan keluarlah tinja dari selang tersebut. Tim Dokter di Kepanjen melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosisnya. Operasi dilakukan untuk membuat saluran pembuangan di perutnya dan mengambil sedikit jaringan untuk dikirim ke lab patologi anatomi di RS Saiful Anwar Malang. Sekitar 36 hari dihabiskan waktunya untuk mencari kesembuhan di RS Kepanjen. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, yang seharusnya melanjutkan kemoterapi di RS Saiful Anwar untuk melanjutkan pengobatannya. Ia merasa kemoterapi adalah hal yang menakutkan karena akan membuat rambutnya rontok, mual, muntah, dan lebih dekat dengan kematian. Saat ini Mbak Khoir menjalani kemotrapi yang ke 3 di RSSA Malang. Dan kondisi ia terkini alhamdulilah membaik namun kadang kala terasa nyeri di bagian perut. Santunan ke- 3 kembli kurir sampaikan kepada Mbak Khoir sejumlah Rp 1.071.780 untuk biaya obat yang tidak tercover bpjs dan keperluan selama di RS. Sedekahmu tersampaikan hari Semoga Mbak Khoir semakin membaik kondisinya dan diberi kesembuhan. Amiiin

Jumlah bantuan : Rp 1.071.780
Tanggal : 25 januari 2016
Kurir: @faizfaeruz  @Dhani_017 @KurniawanEkk

Mbak khoir menderita Kanker Usus

Mbak khoir menderita Kanker Usus


SRI RAHAYU, (40, ca mamae). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Pak Edi (45th) dan satu anaknya bernama Hilal (11th) di jalan Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. gempolan Kec.Gurah, Kab.Kediri,  Jawa Timur. Sehari-hari Pak Edy bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan antara 20rb sampai 30rb. Dan ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit tahun 2014  lalu beliau saat merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal dirumah sakit sampai bisa melunasi. Saat ini beliau menjalani kontrol rutin 1 bulan sekali ke poli ongkologi RSSA Malang. Kondisi terkini, beliau sering mengeluh cenat-cenut di pergelangan tangannya. Santunan ke-5 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi Kediri-Malang dan obat-obatan yang tidak tercover BPJS sejumlah Rp 500.000. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776 dan 787 keluarga merasa bersyukur atas santunan yang diberikan semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung saat ini.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 14 Januari 2016
Kurir: @faizfaeruz  @HestiWulandari

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamae


ANDIRO ADREANSAH (6 Bln, GIANT LYMPHOMA ). Si Kecil Andiro sapaanya merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan September 2015. Anak pasangan dari Bapak Saman (34th) dan Ibu Ulfa (28th). Ia tinggal bersama kedua orang tuaya dan kakaknya bernama Siti Mariyam (7th) di Dusun Krajan RT. 02 / RT. 01 Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bapak Saman bekerja sebagai pencari tokek dengan prnghasilan tak menentu dan Ibu Ulfa hanya sebagai Ibu rumah tangga biasa dan  mengurus kedua anaknya. Sejak lahir Si Kecil Andiro sudah memiliki benjolan di tubuhnya. Namun, karena tidak mempunyai biaya untuk membawa ke rumah sakit akhirnya si kecil andiro tidak diperiksakan. Sang ayah mengobati Si Kecil Andiro ke pengobatan alternatif yang tak jauh dari kampung mereka. Tapi, keadaannya bukannya membaik, benjolan itu malah semakin hari semakin membesar. Padahal, awalnya benjolan ini ukurannya kecil. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Beberapa kali periksa, tetapi petugas medis tidak dapat mendiagnosa penyakit apa yang tengah diderita Si Kecil Andiro. Petugas medis di puskesmas tersebut menyarankan untuk membawa Si Kecil Andiro ke RSUD. Dr. Soebandi yang merupakan rumah sakit besar di kota Jember. Tentu berat rasanya jika harus membawa anaknya berobat ke rumah sakit. saat ini Dik Andiro menjalani tindakan injeksi di RSSA Malang. Namun karena keadaan yang semakin membaik dan benjolan semakin mengecil. Membuat injeksi Dik Andiro dihentikan dan jika dalam jangka 6 bulan benjolan tidak membesar, bisa oprasi bersih pada benjolan Dik Andiro. Santunan ke-5 kembali kurir sampaikan kepada Dik Andiro untuk biaya beli susu, dan transport Malang-Jember. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776, 780 dan 787 keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Dik Andiro cepet diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin..

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 8 Januari 2015
Kurir :@faizfaeruz  @Kurniawanekk

Andiro menderita GIANT LYMPHOMA

Andiro menderita GIANT LYMPHOMA


SITI NURFADILA (3th, miningokel). Biasa di panggil Dek Dila merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus lalu. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, sang ayah bernama Saiful Anwar (23th) dan ibunya bernama Irfatus Zulfa (22th) di Jalan Kh. Wachid Hasyim RT44 / RW 09 , Betek Sananrejo Turen , Malang , Jawa Timur. Sehari-hari Saiful bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 50.000,- perhari. Dan Irfatus Zulfa ibu Dila tidak bekerja hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Sejak lahir tidak seperti anak pada umumnya dengan kepala besar dan tumbuh bulu dihidungnya. Dek Dila lahir dengan keadaan prematur masih berada dalam 7 bulan didalam perut ibunya. Saat Dek Dila menginjak umur 2 bulan ia mulai diperiksakan ke puskesmas terdekat. Saat lahir sudah mempunyai berat badan yang sangat kecil sekali dengan berat badan hanya 1,5 Kg. Pada umumnya bayi lahir dengan berat badan 3,5 Kg. Sempat Dek Dila menjalani oprasi Hidrosefalus di Rumah Sakit Kanjuruhan Malang dan selanjutnya oprasi pengangkatan Miningokel di RST Soepraon. Dek Dila menderita 2 penyakit yaitu Hydrosefalus dan Miningokel. Saat ini Dek Dila menjalani Fisiotrapi dan perbaikan Gizi di RSSA Malang. Kondisi terkini Dek Dila Sudah bisa duduk sendiri tanpa bersandar di tembok namun masih membutuhkan pengawasan dari orang tua. Selanjutnya Dek Dila menjalani terapai gerak dan jalan di YPAC Malang. Santunan ke-4 kembali kurir sampaikan kepada Dek Dila untuk biaya fisiotrapi, susu tumbuh kembang anak dan kebutuhan lainya. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776 dan 793. keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung keluarga saat ini dan Dek Dila dapat beraktivitas seperti anak seusianya. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 11 Januari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @LazuardiPermana

Siti menderita miningokel

Siti menderita miningokel


SULIKAH BINTI AHMAD (51th, Kista Ovarium). Merupakan pasien dampingan #SRMalang pada tahun 2012. Beliau  tinggal bersama anaknya di Jalan Agus Salim RT 01 RW 08, Desa Bening, Kec Wlingi, Kab Blitar, Jawa Timur. Awal mula sakit saat Bu Sulikah mengalami menstruasi secara terus menerus di sertai rasa nyeri pada  bagian perut. Pada pertengahan tahun 2011 timbulah benjolan kecil di bagian perut sebelah kiri. Dikira benjolan biasa sehingga tidak di bawa ke rumah sakit. Namun, lama-kelamaan benjolan semakin membesar. kemudian dibawalah ke rumah sakit untuk di periksakan. Setelah di cek lab dan sebagainya ditemukanlah kista ovarium pada tubuh Bu Sulikah. Akhirnya pada tahun 2012 Bu Sulikah melakukan oprasi pengangkatan kista ovarium. Sempat dinyatakan sembuh oleh dokter setelah menjalani kemo 6x dan sinar 25x. Karena di rasa ada yang aneh maka beliau memeriksakan ke RSSA Malang dan beliau dinyatakan masih ada penyakit yang tetinggal di tubuh Bu Sulikah dan beliau divonis harus menjalani kemo lagi. Santunan ke-3 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi RS dan transport Blitar-Malang. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776, 780. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang di tanggung keluarga saat ini.

Jumlah santunan: Rp 500.000
Tanggal: 25 januari 2016
Kurir : @faizfaeruz @Dhani_017

Ibu sulikah menderita Kista Ovarium

Ibu sulikah menderita Kista Ovarium


SUTINI SUYITNO (50th , Kanker Payudara). Kerap di panggil Bu Sutini merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Di Jalan Sudiro RT08/RW02, Bululawang, Malang, Jawa Timur. Sehari-hari Suyitno (70th) suami beliau bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan 30.000 per hari dan Bu Sutini  membuat kerupuk dari kerak nasi dengan penghasilan tak menentu. Awal mula sakit saat keluar benjolan kecil sebesar 5cm. Ditemukan oleh abin bidan yang pada saat itu sedang mendapat tugas penyuluhan di desanya. Riwayat pengobatan yang beliau jalani saat itu di RS Kepanjen dan RSSA, ini terhenti karena tidak adanya biaya tranpostasi, padahal uang yang digunakan adalah santunan pemerintah BLT. Dari hasil pemeriksaan sementara beliau divonis mengidap tumor ganas di payudaranya. Kendala pasien saat ini, beliau tidak mempunyai kerabat untuk menemani berobat ke RS. Selain itu, suami yang harus bekerja dan kesulitan memahami birokrasi RS. Saat ini beliau menjalani oprasi pengangkatan Ca Mamae (Kanker Payudara) di RSSA Malang. Kondisi terkini beliau alhamdulilah membaik untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSSA Malang. Santunan ke- 4 kembali kurir sampaikan kepada beliau untuk biaya akomodasi RS. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776, 787, 780, Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan segera di angkat penyakitnya serta dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang di tanggung keluarga saat ini.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 4 januari 2016
Kurir : @faizfaeruz @RobiatulAdawiyah

Ibu sutini menderita  Kanker Payudara

Ibu sutini menderita Kanker Payudara


FERA FERNANDA, (4th, Tumor Bibir Atas), Alamat : Cakruk RT 03 RW 04 Kepuharjo  Kecamatan Nyantru , Kabupaten TulungAgung , Jawa Timur. Tidak sama seperti anak kecil lainnya pada umumnya, sejak lahir diantara bibir dan hidung terdapat tumor sebesar telor ayam. kemudian fera dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, sewaktu akan dioperasi Fera terkendala oleh Fasilitas Jamkesda yang pada saat itu  tidak bisa digunakan dan membuat Fera tidak dapat dioperasi. Fera sejak lahir hanya tinggal bersama ibunya (Komsatun, 41th) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak seberapa sekitar 25.000,- perhari . Itu dirasa sulit oleh ibunya untuk membawanya ke rumah sakit jika pengobatan anaknya itu tidak tercover oleh jamkesda.  Karena keterbatasan biaya akhirnya Fera dipertemukan kepada kurir #SedekahRombongan. Para kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh ibu Fera. Bantuan tersampaikan kepada Fera sejumlah Rp 555.000 untuk biaya akomodasi selama di Rumah sakit. Semoga Dek Fera bisa sembuh dan bisa beraraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan: Rp 555.000
Tanggal: 29 Agustus2015
Kurir: @faizfaeruz @Shita_amaliya

Fera menderita Tumor Bibir Atas

Fera menderita Tumor Bibir Atas


FERA FERNANDA, (4th, Tumor Bibir Atas). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus 2015. Ia tinggal bersama ibunya Komsatun (41th) di Jalan Cakruk RT 03 RW 04 Kepuharjo  Kecamatan Nyantru , Kabupaten TulungAgung , Jawa Timur. Tidak sama seperti anak kecil lainnya pada umumnya, sejak lahir diantara bibir dan hidung terdapat tumor sebesar telor ayam. kemudian fera dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, sewaktu akan dioperasi fera terkendala oleh Fasilitas Jamkesda yang pada saat itu  tidak bisa digunakan dan membuat fera tidak dapat dioperasi. Fera sejak lahir hanya tinggal bersama ibunya (Komsatun, 41th) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak seberapa sekitar 25.000,- perhari . saat ini vera menjalani kontrol 3 bulan sekali untuk mengondisikan bibirnya agar tidak membesar dan tetap jika sudah stabil maka vera bisa melakukan tindakan oprasi pembuatan bibir. Santunan ke- 2 kembali kurir sampaikan kepada Dek Vera untuk biaya akomodasi RS. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Dek Vera segera diberi kesembuhan dan segera di angkat penyakitnya. Amiin..

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal:  28 Oktober 2015
Kurir : @faizfaeruz @Shita_amaliya

Fera menderita Tumor Bibir Atas

Fera menderita Tumor Bibir Atas


FERA FERNANDA, (4th, Tumor Bibir Atas) ). Merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan Agustus 2015. Ia tinggal bersama ibunya Komsatun (41th) Di Cakruk RT 03 RW 04 Kepuharjo  Kecamatan Nyantru , Kabupaten TulungAgung , Jawa Timur. Tidak sama seperti anak kecil lainnya pada umumnya, sejak lahir diantara bibir dan hidung terdapat tumor sebesar telor ayam. kemudian fera dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, sewaktu akan dioperasi fera terkendala oleh Fasilitas Jamkesda yang pada saat itu  tidak bisa digunakan dan membuat fera tidak dapat dioperasi. Fera sejak lahir hanya tinggal bersama ibunya (Komsatun, 41th) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak seberapa sekitar 25.000,- perhari . kondisi fera saat ini alhamdulilah membaik dan kontrol jika ada keluhan minimal 6 bulan sekali. Jika 6 bulan kedepan kondisi bibir vera tidak membesar insyaallah bisa dilakukan tindakan oprasi untuk pembuatan bibir.
Santunan ke- 3 kembali kurir sampaikan kepada Dek Vera untuk biaya obat-obatan yang tidak tercover bpjs dan untuk biaya akomodasi RS. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Dek Vera segera diberi kesembuhan oleh yang maha kuasa. Amiin..

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal:  22 Januari 2015
Kurir : @faizfaeruz @Dhani_017

Fera menderita Tumor Bibir Atas

Fera menderita Tumor Bibir Atas


RIFKI FAIRUZ (17 bulan, HERNIA) bertempat tinggal di Sido Mukti, Singosari, Malang, Jawa Timur. Rifki merupakan putra dari pasanga suami istri bernama Rohman berusia 24 tahun dan Santi yang berusia 22 tahun. Orang tua rifki bekerja sebagai buruh dengan penghasilan 50rb perhari, dengan penghasilan tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rifki mengidap penyakit hernia sejak lahir. Jika Rifki mengalami letih hernianya akan kambuh. Padahal usia-usia balita seperti rifki adalah usia dimana aktif-aktifnya rifki karena dia masih kecil dan masih banyak mengenal hal-hal yang baru. Selama ini rifki di obatkan oleh keluarga nya ke puskesmas terdekat. Keluarga nya tidak bisa membawa ke rumah sakit dan dioperasi karena terbatasnya biaya. Kondisi ekonomi keluarga rifki tergolong kurang. Keluarga rifki tinggal di rumah berukuran 4×6 dan rumah tersebut di huni sebanyak 8 orang. Untuk biaya sehari-hari pun Rohman harus bekerja banting tulang demi menghidupi keluarganya. Oleh sebab itu untuk pengobatan Rifki keluarga kurang maksimal untuk mengobati rifki karena terbatasnya biaya. Alhamdullilah keluarga Rifki di pertemukan oleh #sedekahrombongan dan keluarga sangat bersyukur atas bantuan #sedekahholic semoga bantuan yang diberikan bisa membantu pengobatan rifki dan semoga rifki cepat diberi kesembuhan. Aminnn

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 2 Januari 2016
Kurir: @faizfaeruz @kurniawanEkk @myusuf

Rifki menderita HERNIA

Rifki menderita HERNIA


WIRAWAN SUNYOTO (29th, Ca Usus). Alamat : trenggalek, gandusari rt 01 rw 01, desa karanganyar. Biasa dipanggil Wirawan adalah seorang guru di papua. Mengalami sakit kanker usus sejak 3 tahun lalu, hal ini disebabkan Wirawan merupakan seorang perokok aktiv dan minum-minuman alkohol aktiv. Riwayat pengobatan yang dijalani ialah Kemoterapi dari 2013 sampai 2015, kemo 5seri (2minggu sekali ). Kondisi terkini Wirawan sudah menjalani 1bulan 4hari rawat inap RSSA Malang. Sempat mengalami drop parah sehingga  tidak bisa jalan. Disamping itu Wirawan dibuatin kantong untuk bab dan HB turun 7 dan sudah menjalani tranfusi darah.  Sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat, maklum meskipun biaya pengobatan di tanggung BPJS Wirawan dan keluarga masih membutuhkan biaya lebih untuk biaya di rumah sakit misal untuk biaya kebutuhan di RS dan obat yang tidak tercover BPJS . Beruntung keluarga Wirawan ditemukan dengan tim #SR. Kurir #Sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan kelurga, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi RS sejumlah Rp 1.000.000,-. sedekahmu tersampaikan sepenuhnya, semoga dengan sedekahmu dapat meringankan dan pengobatanya lancar dan Wirawan segera diberi kesembuhan. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 24 Januari 2015
Kurir: @FaizFaeruz @KurniawanEkk

Pak wirawan menderita Ca Usus

Pak wirawan menderita Ca Usus


RIFKI FAIRUZ (17 bulan, HERNIA) atau yang biasa dipanggil Rifki merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak awal bulan januari 2016. Rifki merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Rohman (24th) dan Santi (22th) bertempat tinggal di Sido Mukti, Singosari, Malang, Jawa Timur. Sang ayah Rohman bekerja sebagai buruh dengan penghasilan 50rb per hari. Rifki mengidap penyakit hernia sejak lahir dan diketahui ketika ia baru berumur 2 bulan saat telur yang ada di alat kelaminnya membesar jika ia merasa letih. Padahal usia balita seperti rifki adalah usia dimana aktif-aktifnya anak kecil.  Selama ini Rifki di obatkan ke puskesmas terdekat oleh keluarganya karena keterbatasan biaya keluarga yang dimiliki, Rifki tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. saat ini Rifki telah menjalani oprasi hernia di RS Lavalet. Dan tindakan lanjutan adalah kontrol luka pasca oprasi. Santunan ke-2 kembali kurir sampaikan kepada Rifki sejumlah Rp 7.050.000,-  untuk biaya oprasi. Keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk #SahabatSR serta kurir. Semoga Rifki dapat segera sembuh amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 7.050.000,-
Tanggal : 25  Januari 2016
Kurir: @faizfaeruz @LiskaDinata

Rifki menderita HERNIA

Rifki menderita HERNIA


APIP  BIN  SALMAN (38, TB Paru). Alamat : Kp.Bengkung, RT.01/01, Desa Dalembalar, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang. Pak Apip adalah duda yang mempunyai seorang anak laki-laki berusia 4 tahun. Ia sudah tiga tahun tidak bekerja sejak penyakit yang menggrogotinya semakin parah. Dalam kesehariannya Pak Apip hanya diam di rumah, semua kebutuhan hidupnya terpenuhi dari penghasilan ibunya, Siti Asiah (56), yang berdagang sayuran keliling kampung. Dua tahun yang lalu, tepatnya bulan Oktober 2013, Pak Apip mulai merasakan gejala batuk-batuk dan sesak nafas. Awalnya ia menganggap itu akibat masuk angin, dan ia pun hanya minum obat warung. Namun, sudah dua pekan batuk dan sesak nafasnya tak kunjung hilang. Pak Apip mencoba memeriksakannya ke Puskesmas. Dari hasil diagnosa dokter Puskesmas, ia terjangkit penyakit TB dan harus ditangani secara intensif. Kondisi Pak Apip dari hari kehari semakin menurun dan membuat ia harus berhenti dari pekerjaannya. Yang menyedihkan, sang istri tercinta meminta cerai di tengah sakitnya. Selama  enam bulan secara teratur Pak Apip berobat ke Puskesmas namun tidak ada perkembangan. Oleh karena itu, pihak Puskesmas merujuknya ke RSUD Pandeglang. Karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan kesehatan, Pak Apip urung berobat ke RSUD. Pada saat dijenguk oleh Kurir #sedekahrombongan, Ibu Asiah menyampaikan kesulitannya dan memohon agar bisa dibantu untuk pembuatan BPJS dan operasional berobat ke RSUD. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk pembuatan BPJS dan operasional berobat. Semoga Pak Apip segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 19 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ravi_tea @yadi_uy @ajai @ririn_restu

Pak apip menderita TB Paru

Pak apip menderita TB Paru


ADIT HERMAWAN (19, Benjolan di Batang Hidung dan Ada Cairan di Kornea Mata). Alamat : Kp.Melengseng, RT. 13/6 Desa Kadudodol, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang. Adit adalah putra ke-3 dari Bapak Suherman (60) dan Ibu Sukmariah (55). Mereka tinggal di sebuah rumah bilik dengan ketiga anaknya. Sehari-harinya Pak Suherman bekerja sebagai pemulung, sedangkan Bu Sukmariah adalah seorang ibu rumah tangga. Menurut keterangan dari Pak Suherman, Adit sudah memiliki kelainan sejak lahir, yaitu terdapat benjolan di bagian batang hidung atas dan pada mata sebelah kanan terdapat  cairan dibalut selaput berwarna putih  yg menutupi kornea matanya. Pada saat berusia tiga tahun, Adit dibawa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Serang untuk dioperasi benjolan di hidungnya. Ia dirawat selama satu bulan di RSUD. Biaya operasi dan pengobatan Adit menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dokter di RSUD Serang menganjurkan agar Adit menjalani operasi mata, namun karena keterbatasan biaya, mata Adit tidak dioperasi dan iapun tidak pernah berobat lagi. Orangtua Adit kebingungan terkait biaya dan operasional berobat Adit.  #Sedekahrombongan memberikan bantuan untuk biaya berobat. Semoga Adit diberi kesembuhan dan kemudahan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 Januari 2016
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ravi_tea @yadi_uy @ajai @may @ririn_restu

Adit menderita Benjolan di Batang Hidung dan Ada Cairan di Kornea Mata

Adit menderita Benjolan di Batang Hidung dan Ada Cairan di Kornea Mata


RSSR MALANG ( RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN MALANG) Beralamat di Jalan Serayu No 7, kelurahan bunulrejo,kecamatan blimbing kota malang jawa timur. Rumah singgah sedekah rombongan yang berada di jalan serayu ini merupakan saksi bisu perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir sedekah rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sediakala. Agar para pasien nyaman, tenang dan tidak stress tinggal di rumah singgah sedekah rombongan ini maka para #KurirSR senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu #KurirSR menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang digunakan di RSSR. Berikut  rincian pembelian untuk di RSSR pada bulan Desember.

Pengeluaran RSSR Desember 2015 :

1. Konsumsi                                        : Rp  2.609.500
2. Seminar Kanker                              : Rp  3.179.600
3. Iuran Sampah                                  : Rp     420.000
4. DP Kontrakan                                  : Rp  6.500.000
5. Adm. Bank                                     : Rp     103.000
6. Fee yang di Profesionalkan             : Rp  3.100.000
7. Iuran Rakor Jogja                            : Rp     780.000
8. Bpjs                                                 : Rp     372.810

Total Pengeluaran Desember 2015     : Rp 17.064.910
Santunan dari #SahabatSR sangat membantu kinerja #KurirSR dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari #SahabatSR dan semoga sedekah yang #SahabatSR berikan dapat menjadi ladang amal diakhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Santunan : Rp 17.064.910
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @faiz_faeruz @oby_bee @dani017

Bantuan operasional

Bantuan operasional


MAULANA FAIZ MAFAZA (11 tahun,LUKA BAKAR) bertempat tinggal di Jl. Laksda Adi Sucipto Gg. Taruna VII/43 A Panti Asuhan Yazuka Malang, Jawa timur. Faiz merupakan anak Yatim yang di asuh di Panti Asuhan Yazuka Malang. Di Panti Asuhan Yazuka yang menjadi wali dari faiz adalah bapak Moch Munir Cholily. Faiz mulai menjadi anak asuh di panti sejak dia kelas 2 SD karena keluarganya hidup pas-pas an dan tidak ada yang membiaya i. Awal mula kenapa Faiz bisa terkena luka bakar yaitu pada waktu itu perpustakaan panti sedang di renovasi, pada saat itu Faiz dan teman-teman sepantinya sedang bermain disekitar area yang sedang di renovasi itu. Pada saat itu Faiz dan teman-temannya menemukan tiner milik tukang yang disembunyikan untuk merenovasi perpusnya. Tiner itu di gunakan oleh Faiz untuk bermain sembur-semburan dengan api tanpa sepengetahuan pengurus panti  dan ternyata semburan tersebut malah kembali mengenai muka nya. Teman-temannya kaget terdiam dan tidak ada yang berani melapor ke pengurus karena takut di marahin. Akhirnya luka bakar tersebut sementara hanya di obati dengan di kompres es batu oleh faiz. Lama kelamaan pengurus panti mengetahuinya dan akhirnya di bawa ke rumah sakit untuk di obati. Kebetulan pengurus panti kenal dengan beberapa kurir #sedekahrombongan Malang dan pengurus pun menceritakan alur kejadiannya. Kurir sedekah rombongan pun akhirnya ikut membantu pengobatan luka bakar Faiz setelah mendengar cerita dari pengurus panti  agar wajah Faiz kembali normal seperti semula. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Faiz  untuk menyampaikan santunan lepas  #Sedekaholics senilai Rp. 500.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan luka bakar Faiz. Semoga Faiz cepat sembuh aminnn.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Tanggal: 5 Januari 2016
Kurir: @faizfaeruz @oby_bee @afiatbuchori

Rifai menderita Kaki Gajah

Maulana menderita luka bakar


SITI KOPSOH (46th, ca mamae) Bertempat tinggal di Dsn Tegal Rejo, RT01 RW01, Wonorejo, Ngadi luwih Kediri, Jawa Timur. Ibu Siti Kopsoh atau yang biasa di panggil Bu Kopsoh adalah penderita ca mamae (kangker payudara) sejak 2013. Awal gejala darah tinggi, kepala pusing dan mulai terlihat benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Benjolan tersebut dirasa semakin lama semakin membesar dan berwarna merah disertai badan terasa panas dingin. Sempat di bawa ke alternatif manapun namun tak kunjung sembuh. Akhirnya pada awal tahun 2015 beliau meriksakan ke puskesmas terdekat. Namun, dari puskesmas dirujuk ke rumah sakit Gambiran dan pada saat itu beliau masih tidak mempuyai jaminan kesehatan apapun dimana biaya oprasi tersebut sekitar 7jt. Alhamdulilah dari bantuan perangkat desa di uruskan dan dibuatkan bpjs untuk membantu beliau. Akhirnya pada tanggal 28 April 2015 penyakit beliau diangkat. Ibu Kopsoh adalah ibu rumah tangga biasa yang dimana kebutuhan sehari-hari dibantu anak-anak mereka yang sudah tidak satu rumah karena sudah berkeluarga. Suami beliau telah meninggal pada tahun 2004 lalu. Saat ini beliau menjalani pengobatan kemotrapi di RSSA Malang, kondisi terkini beliau alhamdulilah membaik. bantuan kembali disampaikan kepada beliau sejulsm Rp 500.000 untuk membantu biaya akomodasi RS, transport Kediri-Malang dan obat yang tidak tertanggung bpjs. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan dan mempermudah pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan: 500.000
Tanggal: 25 Januari 2016
Kurir: @FaizFaeruz @Dhani_017

Ibu siti menderita ca mamae

Ibu siti menderita ca mamae


MTSR MALANG ( MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) adalah mobil yang biasanya dikendarai oleh #KurirSR untuk beraktivitas mengantar dan menjemput para pasien dampingan sedekah rombongan di Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari #sahabatSR. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan Desember 2015 ini pengeluaran yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Malang dirincikan dibawah ini.

Pengeluaran MTSR Desember 2015
1. Bensin MTSR          : Rp 2.930.000
2. Hotline MTSR       : Rp    300.000
3. Servis MTSR            : Rp    250.000
4. Cuci MTSR             : Rp    125.000
5. Pengeluaran Move : Rp    350.000

Total Pengeluaran  : Rp 3.964.000
Santunan dari #SahabatSR ini sangat membantu untuk operasional MTSR malang untuk aktivitas pendampingan para pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi #sahabatSR semua. Amiiinn

Jumlah Santunan : Rp 3.964.000
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @faiz_faeruz @oby_bee @dani017

Biaya bensin, service dan steam

Biaya bensin, service dan steam


ANINDA KHOIRUN NISA ( 7 Hari, Lahir tanpa batok kepala). Alamat: Dusun Sukolelo Rt/ RW 03/ 01, kelurahan Sukolelo Kecamatan Prigen. Aninda ialah putri dari Bapak  Wartam, dan Ibu Sulastri ,dimana  mereka berdua berprofesi sebagai buruh serabutan. Mereka mempunyai putri yang kini berumur 7 hari, Aninda dilahirkan di Pasuruan, normal, berat saat lahir 3,8 Kg, dikarenakan terlihat janggal di bagian kepala mengetahui hal itu kemudian Aninda langsung dilarikan ke rumah sakit ternama di Kota Malang, salah satunya yaitu RSSA. Namun dikarenakan Aninda tidak memiliki BPJS, akhirnya pembayaranpun terpaksa melalui pembayaran umum serta aninda di rawat di RSSA hingga sekarang.  Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kedua orang tua Aninda saat ini. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Aninda dan menyampaikan santunan lepas  senilai Rp. 2.000.000 untuk membantu biaya pengobatan di RSSA Malang. Ucapan trimakasih disampaikan keluarga Aninda kepada #SedekahHolis dan keluarga bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mendoakan keberkahan untuk sahabat kurir. Semoga Aninda segera diberi kesembuhan. Amin..

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 25 Januari 2016
Kurir: @Faizfaeruz @Dhani_017

Anida Lahir tanpa batok kepala

Anida Lahir tanpa batok kepala

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 M Imam 750,000
2 Nuryadi 500,000
3 Irma 500,000
4 Mujiyem 500,000
5 Wilhda 2,000,000
6 Masjid Al Mutaqin 5,000,000
7 Amak 2,000,000
8 SMA Sorong 5,000,000
9 Sarni 1,000,000
10 Achmad Fuadzen 500,000
11 Bayi ny iis 500,000
12 Panti Asihan Mata Hati 1,000,000
13 Masjid Ainunnajah 5,000,000
14 RSSR Bandung 110,000,000
15 Fatahiah 3,600,000
16 Yayasan Galuh 2,500,000
17 Dede 1,000,000
18 Suryanto 500,000
19 Abid 500,000
20 Aminah 500,000
21 Mulyadi 500,000
22 M Soleh 500,000
23 Sopa 500,000
24 Winda 500,000
25 Ahmad 500,000
26 M Azka 500,000
27 Sri 1,000,000
28 Nurwindah 2,000,000
29 Ufairah 2,500,000
30 Nabbita 1,000,000
31 Novi 500,000
32 Patmi 500,000
33 Panti Darul Yatama 5,000,000
34 Sunatan Masal dan dhuafa 4,000,000
35 Donasi Sunatan Masal 1,000,000
36 Al Barokah 4,000,000
37 Fosda 2,000,000
38 Joko 4,500,000
39 MTSR Klaten 3,088,500
40 Dhimas 500,000
41 Misdeli 1,000,000
42 Mai Bawi 1,000,000
43 Suntari 500,000
44 Sumiati 500,000
45 Kasiani 500,000
46 Khoirotun 1,071,780
47 Sri 500,000
48 Andiro 500,000
49 Siti 500,000
50 Sulikah 500,000
51 Sutini 500,000
52 Fera 555,000
53 Fera 500,000
54 Fera 500,000
55 Rifki 500,000
56 Wirawan 1,000,000
57 Rifki 7,050,000
58 Apip 500,000
59 Adit 500,000
60 RSSR Malang 17,064,910
61 Maulana 500,000
62 Siti Kopsoh 500,000
63 MTSR Malang 3,964,000
64 Anida 2,000,000
Total 219,644,190

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 219,644,190,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 798 ROMBONGAN

Rp. 32,280,263,798,-