SUTARTI BINTI SUHADI (60, Lakalantas) beralamatkan di Gampingan WB I/8 kelurahan Pakuncen,Kec. Wirobrajan, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta. beliau mempunyai suami bernama Agus Suhari (46), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir serabutan. Suami Bu Sutarti sendiri berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Pada tanggal 22 November lalu, Bu Sutarti mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda motor di daerah Karanganyar, Surakarta. Kemudian beliau dibawa ke RSUD. Karanganyar Jengglong, dan dari pemeriksaan medis dinyatakan beliau hanya mengalami luka di bagian jidat. Setelah mendapat jahitan dan diobati, Bu Sutarti diperbolehkan untuk pulang. Sekembalinya ke Jogja, beliau merasakan sakit pada rusuk atas sebelah kanan. Oleh keluarga, Bu Sutarti awalnya akan dibawa ke rumah sakit, namun beliau menolak karena takut jika sampai dioperasi. Kemudian keluarga membawa Bu Sutarti ke pengobatan alternatif di daerah Kalirejo, sebelah barat Godean, Sleman. Menurut ahli pengobatan alternative, Bu Sutarti mengalami patah tulang rusuk yang akan menusuk ke paru-paru beliau, tetapi ini hanya analisa, bukan atas dasar foto rontgen medis. Karena pihak keluarga khawatir akan terjadi luka yang lebih parah, pihak keluarga membujuk Bu Sutarti agar mau dibawa ke rumah sakit, namun beliau tetap menolak dan tetap memilih pengobatan dengan “operasi ghoib” di pengobatan alternative tersebut. Kondisi terkini pasca “operasi ghoib”, Bu Sutarti menuturkan sudah mulai berkurang rasa sakit yang beliau derita. Namun untuk kepastian medis, keluarga sendiri masih belum mengetahui hasilnya. Beliau sendiri juga tidak mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, sehingga harus membayar sendiri jikalau harus berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah dipertemukan dengan keluarga Bu Sutarti untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan beliau.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal :23 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @Jemirikab

Ibu sutarti mengalami Lakalantas

Ibu sutarti mengalami Lakalantas


INDRA SRI LESTARI (36, Paraplegi/Lumpuh) beralamatkan di Dusun Jajar RT 007/RW 003, Kel. Sumberjosari, Kec. Karangrayung, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Namun sekarang Bu Sri mengontrak rumah di  Jl.Boyong Km 1, RT 4/RW 5, Dsn. Ngampel, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Biaya sewa rumah tersebut perbulannya adalah Rp. 100.000, dan untuk membiaya hidup sehari-hari dan biaya sewa, Bu Sri berjualan pulsa. Beliau mempunyai suami bernama Muhammad Juhai (27), yang sekarang bekerja sebagai buruh di Cileungsi. Kondisi suami beliau juga memprihatinkan, karena tangan kirinya harus diamputasi karena kecelakaan kerja pada tahun 2006 silam. Bu Sri juga masih mempunyai orang tua, ayah beliau bernama Pak Supar (73) dan ibu bernama Suminah (65). Awal sakitnya Bu Sri berawal ketika beliau terpeleset di kamar mandi pada tahun 2001 silam, beliau berpikir hanya sakit biasa, sehingga hanya dibawa ke RS. Cikarang, karena waktu itu beliau masih merantau.  Enam bulan kemudian, Bu Sri baru merasakan mati rasa dari bagian perut sampai kaki (paraplegi). Tahun 2003, beliau menjalani operasi di RS. Karyadi Semarang, karena pihak dokter mengira bahwa Bu Sri lumpuh akibat tumor, namun ternyata hanya gelembung kecil di daging. Dokter juga pernah menyarankan bahwa kaki beliau dapat dilatih untuk digerak-gerakkan dengan cara menggunakan tangan agar tidak lumpuh, namun hal tersebut malah membuat kaki Bu Sri lumpuh total. Alhasil beliau dibawa ke Sangkal Putung oleh keluarga pada tahun 2004, dan kemudian selebihnya beliau hanya menjalani pengobatan alternatif. Kondisi terkini Bu Sri kini hidup sendirian di rumah kontrakan, karena suami bekerja di Cileungsi. Untuk aktifitas sehari-hari beliau menggunakan kursi roda, dan sekarang sedang mengandung empat bulan.Beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun dari pemerintah, jika harus berobat atau kontrol kandungan, beliau hanya ke Puskesmas terkedat dan harus membayar. Bu Sri juga pernah berhutang kepada saudaranya untuk biaya hidup maupun berobat, dan juga kepada tetangga beliau. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Bu Sri untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp.1.000.000 yang dipergunakan  untuk biaya kehidupan sehari-hari dan pengobatan beliau.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal :23 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @Galih

Ibu sri menderita Paraplegi/Lumpuh

Ibu sri menderita Paraplegi/Lumpuh


THERESIA SUTARMIYATI (65, Stroke) beralamatkan di Padepokan/Perumahan Tamansiswa, Dusun Jatirejo RT 03 RW 021, Desa Sendan Adi, Kec. Mlati, Kab. Sleman, Prop. D.I. Yogyakarta. Beliau mempunyai suami bernama Bapak Thomas Contantius Subagiyanto (65), yang sekarang sudah tidak lagi bekerja karena harus merawat Bu Sutarmiyati. Bu Sutarmiyati sendiri dahulu bekerja sebagai guru di Taman Dewasa Jetis, namun karena sekolah tersebut berstatus swasta, beliau tidak mendapat uang pensiun. Beliau mempunyai tiga orang anak dari pernikahan dengan Bapak Thomas, dan anak pertamanya meninggal dunia, sedangkan adik-adiknya sudah menikah. Awal sakitnya beliau disebabkan karena kondisi fisik beliau yang down, karena memikirkan anak sulung beliau yang meninggal dunia. Ketika mulai sedikit sehat dan bermaksud ingin berjalan-jalan, naas beliau mengalami kecelakaan saat itu juga. Kejadian tersebut terjadi kurang lebih sudah tiga tahun yang lalu. Semenjak awal jatuh sampai dengan sekarang, beliau tidak memeriksakan diri ke rumah sakit, namun hanya dibawa ke tempat pengobatan alternatif, yaitu dengan dipijat. Beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan dari pemerintah, sehingga jika berobat pun harus mengeluarkan uang pribadi. Selama ini yang menanggung biaya kehidupan sehari-hari beliau dan suami adalah putra yang kedua, yang kini telah berkeluarga. Sedangkan putri beliau yang bungsu, telah menikah dan ikut suaminya. Beliau kini tidak dapat beraktifitas mandiri, dan harus selalu didampingi oleh suami. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah dipertemukan dengan keluarga Bu Sutarmiyati untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal :4 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @JemiRikab

Ibu sutarmiyati menderita Stroke

Ibu sutarmiyati menderita Stroke


GIYATMI (46, Benjolan di Payudara) beralamatkan di Saradan, RT 04, Terong, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, D.I. Yogyakarta. Mbah Giyatmi mempunyai suami yang sudah meninggal, bernama Alm. Bapak Sokiran, yang sudah meninggal sejak tahun 1993 lalu. Mbah Giyatmi sehari-hari bekerja membuat anyaman yang merupakan bahan dasar pembuatan ceting. Sehari-hari Mbah Giyatmi mampu membuat 5-7 anyaman, dan satu anyaman dihargai Rp. 1.500. Mbah Giyatmi mempunyai dua orang anak, yang keduanya juga sudah berkeluarga dan mengikuti suami. Awal sakitnya Mbak Giyatmi terjadi pada tahun 2011, saat itu beliau merasakan pegal dibagian payudara, namun sampai beberapa tahun tidak diindahkan. Akhirnya pada 11 November 2015, beliau memeriksakan diri ke Puskesmas, dan ternyata terdapat benjolan di payudara sebelah kiri. Beliau kemudian dirujuk ke RS. Nur Hidayah pada tanggal 13 November 2015. Pada tanggal 20 November 2015, pihak RS. Nur Hidayah mengambil tindakan operasi untuk Mbah Giyatmi. Mbah Giyatmi juga diharuskan untuk tetap kontrol rutin di RS. Nur Hidayah. Untuk berobat, Mbah Giyatmi sendiri mempunyai jaminan kesehatan Jamkesmas dari pemerintah. Kondisi terkini beliau masih menjalani kontrol rutin, dan sudah dalam kondisi pemulihan pasca operasi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Mbah Giyatmi untuk ikut meringkan beban derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal : 12 Desember 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Imbams

Ibu giyatmi menderita Benjolan di Payudara

Ibu giyatmi menderita Benjolan di Payudara


SUWARTO (65, Tumor) beralamatkan di Kradenan, RT 08, Girirejo, Imogiri, Bantul, D.I. Yogyakarta. Beliau mempunyai istri bernama Warjiyem (53) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pak Suwarto sendiri bekerja sebagai sopir dahulunya, namun kini sudah berhenti sejak tiga bulan yang lalu. Pak Suwarto beserta istri mempunyai empat anak, namun dua anak beliau sudah menikah, dan dua sisanya masih bersekolah dibangku SMP dan SD. Awal sakit Pak Suwarto bermula ketika tahun 2014, beliau sering batuk dan tidak kunjung sembuh, yang kemudian diperiksakan ke tempat praktek dr. Rohadi. Oleh dokter disana, beliau disarankan untuk berhenti merokok. Februari 2014, beliau memeriksakan diri ke RS. Sardjito, karena batuk yang masih belum kunjung sembuh. Setelah diambil sample, ternyata beliau menderita tumor jinak. Untuk proses penyinaran, beliau harus mengantri selama setahun. Selama menunggu proses sinar di RS. Sardjito, beliau tetap berobat, namu karena takut kualitas obat kurang baik jika dengan Jamkesmas, beliau menggunakan uang pribadi. Alhasil, uang jerih payah beliau bekerja habis terkuras untuk berobat. Setelah dilakukan endoskopi di RS. Sardjito, ternyata tumor sudah mendekati pita suara, karena Pak Suwarto sudah sampai tidak dapat bersuara dan susah sekali bernafas. Bulan Oktober 2015, Pak Suwarto menjalani operasi di RS. Sardjito, beliau dibuatkan lubang dileher untuk membantu pernafasan, dan diharuskan untuk opname selama satu minggu. Sampai saat ini tumor tersebut belum disinar, karena harus menunggu. Beliau juga harus mengonsumsi makanan dan minuman yang halus, serta susu ensure untuk kekuatan badan. Untuk biaya pengobatan dan operasi, beliau terbantu oleh jaminan kesehatan Jamkesmas dari pemerintah, namun untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit, beliau harus merogoh kocek pribadi. Setelah opname, beliau juga dharuskan untuk tetap kontrol, pada awalnya seminggu lima kali, namun sekarang hanya sebulan sekali. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Suwarto untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000  yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi beliau.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal : 13 Desember 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Imbams

Pak suwarto menderita Tumor

Pak suwarto menderita Tumor


MUJIYAH BINTI MUJISUTRISNO (54, Kanker Payudara) beralamatkan di Kojo RT23, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta. Beliau mempunyai suami bernama Dalino (60) yang berprofesi sebagai tukang becak. Bu Mujiyah sendiri dahulu bekerja sebagai buruh tani dan buruh tukang cuci sebelum sakit dan berhenti total. Mbah Mujiyah juga mempunyai tiga orang anak, dan kesemuanya sudah menikah dan tinggal bersama pasangan. Anak yang lelaki bekerja di Sumatera sebagai buruh penyadapan karet. Saat Mbah Mujiyah sakit, hanya tinggal suami beliau yang bekerja, sehingga pendapatan tidak menentu jika mengandalkan dari membecak dan menjadi buruh tani. Dahulu saat gempa, rumah beliau ambruk dan rata dengan tanah, dan tidak ada lagi yang bersisa. Namun Allah mempunyai cerita yang lain untuk Mbah Mujiyah sekeluarga, ternyata ada warga Negara Belanda yang membantu beliau untuk membangun kembali rumah beliau. Disamping bantuan pemerintah, bantuan dari warga negara asing tersebut membuat rumah Mbah Mujiyah sekeluarga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan suami Mbah Mujiyah sendiri tidak habis pikir, karena jika tidak ambruk, mungkin beliau sekeluarga tidak akan mendapat rumah sebagus ini.Cerita sakitnya Mbah Mujiyah diawali pada tahun 2008, itu terjadi dua tahun setelah gempa. Mbah Mujiyah merasakan ada benjolan di payudara bagian kanan dan sering terasa nyeri. Dahulu pernah diperiksakan ke mantra desa, namun mantra tersebut memperkirakan benjolan tersebut bukan penyakit, hanya kantong susu. Saat membantu tetangga saat ada hajatan, beliau kembali merasakan nyeri yang teramat sangat, hingga kemudian diperiksakan bidan. Bidan tersebut mendiagnosa ada kanker dipayudara Mbah Mujiyah. Mbah Mujiyah kemudian dibawa ke RS. Panembahan Senopati, Bantul. Dokter menyarankan untuk di rontgen, dan hasilnya ternyata Mbah Muji terkena kanker payudara yang sudah kronis. Saat itu juga dokter mengharuskan Mbah Mujiyah untuk langsung dioperasi. Mbah Mujiyah beserta suami merasa kebingungan untuk masalah biaya, karena pada saat itu Mbah Mujiyah tidak mempunyai bantuan jaminan kesehatan apapun dari pemerintah. Akhirnya tetangga beliau menawarkan bantuan dengan meminjamkan uang untuk operasi, dan Mbah Mujiyah akhirnya mendapatkan penanganan serta pengangkatan kanker. Seharusnya saat itu Mbah Mujiyah harus menjalani kemo setelah operasi, namun karena ketiadaan biaya, beliau tidak menyanggupi. Tahun 2014 lalu, Mbah Mujiyah merasakan kembali benjolan kecil di payudara bagian kanan, namun beliau berusaha untuk tidak memikirkan hal tersebut dan akhirnya tidak dibawa ke dokter. Beliau memilih untuk berobat secara alternatif, karena saat itu masih belum mempunyai bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah, dan ditakutkan akan menelan biaya yang banyak jika harus mendapatkan penanganan medis. Namun ternyata benjolan tersebut semakin membesar, dan memaksa Mbah Mujiyah untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Saat itu Mbah Mujiyah dibawa ke RS. PKU Muhammadiyah Bantul, dan harus opname selama empat hari. Saat di RS. PKU Muhammadiyah tersebut, dokter menyarankan untuk segera dioperasi, namun kembali karena biaya, beliau tidak menyangupi. Beruntung Mbah Mujiyah mempunyai tetangga yang baik hati, tetangga beliau ternyata mengusahakan supaya Mbah Mujiyah mendapat bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah, yaitu Jamkesmas. Akhirnya Mbah Mujiyah mendapatkan Jamkesmas, dan langsung dibawa ke RS. Panembahan Senopati untuk melakukan tindakan operasi. Dua bulan setelah operasi tersebut, Mbah Mujiyah juga harus menjalani operasi kembali untuk pengangkatan seluruhnya. Mbah Mujiyah harus mendapatkan empat kali tindakan operasi untuk mengangkat kanker di payudara beliau. Dahulu saat akan operasi, Mbah Mujiyah selalu merasakan sesak nafas, sehingga harus diundur waktu operasi beliau. Sekarang Mbah Mujiyah sudah menjalani 54 kali kemoterapi, dan terakhir pada bulan November 2015 lalu. Setelah kemoterapi terakhir tersebut, Mbah Mujiyah hanya harus kontrol setiap hari Jum’at. Kondisi terkini dari Mbah Mujiyah masih merasa sering lemas, dan pernah pingsan tidak sadarkan diri selama tiga hari sebelum menjalani kemoterapi yang terakhir. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Mbah Mujiyah untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi beliau.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal : 30 Desember 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Hutdi_Nur

Ibu muji menderita Kanker Payudara

Ibu muji menderita Kanker Payudara


TUMIYEM BINTI MERTO SENTIKO (73, Patah Tulang) bertempat tinggal di Celeban UH3/588, RT33/RW08, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta. Beliau mempunyai suami bernama Setrowikromo (90) yang bekerja sebagai petani dirumahnya, Gunungkidul. Beliau mempunyai lima orang anak, yang kesemuanya sudah menikah dan berpindah ke Kota Yogyakarta, sehingga awalnya Mbah Tumiyem dan suami hanya tinggal berdua dirumah Gunungkidul. Di alamat Yogya tersebut, Mbah Tumiyem tinggal bersama putrinya yang bernama Anik Purwati, dan menetap dirumah kontrakan. Bu Anik belum mempunyai rumah sendiri di Kota Yogya, sehingga harus mengontrak didaerah Celeban, Umbulharjo. Bu Anik sendiri berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan suaminya bekerja di toko material. Kronologi sakitnya Mbah Tumiyem berawal ketika beliau sedang menyapu didepan rumah disuatu hari di bulan Juli. Lalu Mbah Tumiyem diperkirakan terpeleset dan jatuh dalam posisi duduk, karena saat itu tidak ada orang didekat beliau. Ketika tersadar Mbah Tumiyem jatuh, suami beserta saudara dan tetangga segera mengangkat beliau kedalam rumah, namun Mbah Tumiyem terus merasa kesakitan dibagian bawah pinggang. Pada malam harinya, Mbah Tumiyem dibawa ke RS. Pelita, Semanu, Gunungkidul. Dokter menjelaskan bahwa Mbah Tumiyem harus dioperasi, karena mengalami patah tulang, namun karena sudah berumur lanjut, dokter menyatakan sulit untuk dilakukan secepatnya. Atas inisiatif keluarga, Mbah Tumiyem dibawa ke Kota Yogyakarta dikontrakan Bu Anik, lalu kemudian dibawa ke Sangkalputung, Klaten, untuk mendapatkan pengobatan alternatif patah tulang. Di tempat tersebut, beliau mendapatkan penanganan dengan di gips, dan diharapkan tidak bergerak selama 20 hari. Setelah 20 hari dilalui, ternyata kondisi Mbah Tumiyem tetap sakit, dan tidak ada kemajuan berarti. Setelah itu, Mbah Tumiyem kembali mendapatkan pengobatan medis, dengan keluarga beliau meminta bantuan perawat RS. Panti Rapih untuk datang kerumah merawat beliau. Namun hal tersebut hanya berlangsung selama satu bulan, karena ketiadaan biaya untuk terus melanjutkan. Setelah itu, Mbah Tumiyem tidak lagi mendapatkan penanganan, baik medis maupun alternatif. Kondisi terkini Mbah Tumiyem masih belum dapat berjalan sendiri, jika ke kamar kecil harus dibopong oleh anak mertua beliau atau tetangga kontrakan. Kaki beliau juga terkadang bengkak, namun hilang dengan sendirinya. Beliau tidak pernah dibawa kerumah sakit, karena keluarga beliau sedikit kesusahan mengurus rujukan Jamkesmas, karena harus bolak-balik Gunungkidul. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Mbah Tumiyem untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan beliau.

Jumlah bantuan : Rp1.000.000
Tanggal : 30 Desember 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Hutdi_Nur

Ibu tumiyem menderita Patah Tulang

Ibu tumiyem menderita Patah Tulang


SURATI (87, Stroke dan Infeksi Ginjal) bertempat tinggal Dusun Grogol IX RT 01/09, Desa parangtritis, Bantul, D.I. Yogyakarta. Beliau sudah sepuh dan tinggal sebatang kara, karena suami dan anak-anak beliau sudah pergi meninggalkan beliau sejak 10 tahun yg lalu. Beliau sakit stroke dan infeksi ginjal, dan untuk makan sehari-hari, Mbah Surati menggantungkan pada warga sekitar. Sehari-hari, beliau tidak ada yang menemani dan membantu. Mbah Surati baru sekali berobat dan untuk menebus obat, beliau tidak ada biaya dan belum ada warga yang dapat membantu, karena rata-rata warga di desa ini berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Saat ginjal beliau sakit, Mbah Surati hanya berbaring di kasur dan menunggu tetangga yang datang untuk memberi makan. Dahulu Mbah Surati pernah dibawa ke Dinsos, namun tidak dapat dibantu karena tidak ada yang bertanggung jawab atas Mbah Surati. Tetangga Mbah Surati, yaitu Bu Prapti, biasa membantu Mbah Surati untuk menyediakan makanan dan berkomunikasi tentang kondisi beliau. Beliau tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun dari pemerintah, sehingga sangat kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah dipertemukan dengan Mbah Surati untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 2.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp.2.000.000
Tanggal : 10 Desember 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Mymalinda

mbah surati menderita Stroke dan Infeksi Ginjal

mbah surati menderita Stroke dan Infeksi Ginjal


SUMIRAH (89 Radang Paru-paru dan Infeksi Saluran Kencing) beralamatkan di Dusun grogol 12, Desa Parangtritis, Bantul, D.I. Yogyakarta. Beliau hanya hidup dengan seorang anak perempuan di rumah kecil yang cukup sempit. Simbah Sumirah sakit radang paru-paru dan infeksi saluran kencing sejak beberapa bulan yang lalu. Setahun yang lalu, Mbah Sumirah masih aktif berkegiatan meski usianya sudah sepuh, namun setelah sakit beliau hanya dapat duduk dan berbaring saja. Kondisi beliau makin sekarang makin melemah karena penyakit tersebut. Anak permpuan Mbah Sumirah sehari-hari berjualan kue gulung yang dititipkan ke warung-warung atau kantin SD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Tidak banyak warga yang dapat membantu Mbah Sumirah, dikarenakan banyaknya warga di dusun ini yang berasal dari ekonomi menengah kebawah. Anak perempuan Mbah Sumirah berkeinginan untuk memeriksakan Mbah Sumirah ke rumah sakit, namun belum ada biaya dan keluarga ini tidak memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas dari pemerintah. Mbah Sumirah membutuhkan banyak makanan yang bergizi untuk menunjang kesehatannya, namun untuk memenuhi hal tersebut putri beliau belum mampu.. Jikalau tidak ada nasi, Mbah Sumirah hanya makan jagung rebus atau singkong untuk sehari-harinya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah dipertemukan dengan Mbah Sumirah untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.500.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp1.500.000
Tanggal : 4 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Mymalinda

Mbah samirah menderita Radang Paru-paru dan Infeksi Saluran Kencing

Mbah samirah menderita Radang Paru-paru dan Infeksi Saluran Kencing


FITRA RADITYA AKBAR (3, Megacollon Post Cullostomy) beralamatkan di Gandukulon RT 01/RW 01, Ngadirejo, Temanggung, Jawatengah. Dik Fitra merupakan putra kedua dari pasangan Bapak Supriyadi dan Ibu Novi. Ayahnya bekerja sebagai kuli dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Dik Fitra didiagnosa dokter menderita kelainan pada ususnya, sehingga direkomendasikan untuk mendapat perawatan yang lebih intensif di RS. Sardjito, Yogyakarta. Saat perawatan di RS. Sardjto, Dik Fitra sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali. Bekas luka operasi tersebut kadang seperti membesar, sehingga menyebabkan Dik Fitra kesakitan. Selama menjalani pengobatan di RS. Sardjito, seluruh biayanya tercover oleh BPJS Kesehatan, sehingga semuanya gratis. Namun yang menjadi kendala adalah biaya hidup sehari-hari orang tua Dik Fitra selama menemaninya. Pada saat akan berobat yang kali ini, Dik Fitra diharuskan oleh dokter untuk rawat inap setelah menjalani cek kesehatan. Namun kondisi di rumah sakit yang sudah terisi penuh, mengharuskan Dik Fitra untuk pulang terlebih dahulu agar mendapat kepastian dari RS. Sardjito kapan dapat rawat inap. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Dik Fitra untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 500.000 yang dipergunakan untuk biaya hidup sehari-hari  orang tua Dik Fitra,

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal :11 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL via @Fikri_item

Fitra menderita Megacollon Post Cullostomy

Fitra menderita Megacollon Post Cullostomy


IMANUEL GALERANO ARIF NUGROHO (18 hari, Prematur, Kekurangan Berat Badan, dan Jantung Tidak Sempurna) bertempat tinggal di Jalan Ahmad Yani 57, RT 7/RW 12, kab. Purworejo, Jawa Tengah. Dik Imanuel merupakan putra kedua dari pasangan Bapak FX. Sutrisno (23) dan Ibu Monika Kartika Nugrahani (29). Pak Sutrisno bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan swasta sedangkan Bu Monika berwiraswasta. Ibu Monika awalnya akan menjalani proses melahirkan di RS. Purworejo, Jawa Tengah, namun harus dirujuk dan dilarikan ke RS. Sardjito karena air ketuban yang keluar terus menerus. Setelah 14 hari melahirkan, Dik Imanuel harus masuk ke alat yang biasa digunakan untuk menangani bayi dengan berat badan kurang. Dik Imanuel sekarang sedang menjalani perawatan untuk jantung dan paru di Ruang Nicu IMP Perinatal di RS. Sardjito, dikarenakan ada kelainan pada jantungnya. Sesuai analaisa dokter yang menanganinya, jantung Dik Imanuel tidak menutup. Saat ini Dik Imanuel harus menjalani beragam macam perawatan intensif karena permasalahan jantung tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Dik Imanuel untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai  Rp 500.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya berobat Dik Imanuel. Dari pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 14 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @Satyaluke

Imanuel menderita Prematur, Kekurangan Berat Badan, dan Jantung Tidak Sempurna

Imanuel menderita Prematur, Kekurangan Berat Badan, dan Jantung Tidak Sempurna


ARYA PANDU PINUNTUN (5, Leukemia) beralamatkan di Jalan Anggrek, RT 02 / RW 7, Desa Maos Lor, Kec. Maos, Kab. Cilacap, Jawa Tengah. Dik Arya merupakan putra dari Bapak Muslimin dan Ibu Ria Sumali. Bapak Muslimin bekerja sebagai satpam, sedangkan Bu Ria sendiri merupakan ibu rumah tangga. Semenjak divonis mengidap leukimia oleh dokter, Dik Arya diharuskan untuk dirawat di RS. Sardjito, karena kondisinya yang sangat drop dan harus mendapatkan penanganan yang khusus. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Dik Arya untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai  Rp 500.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya berobat Dik Arya. Dari pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 14 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @Satyaluke

Arya menderita Leukemia

Arya menderita Leukemia


SUMIYO (53 Tahun, Lemah Jantung). Pak Sumiyo tinggal bersama istrinya di Bumen Wetan RT.07 Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY. Pak Sumiyo bekerja sebagai buruh servis AC. Sementara Bu Rubiyo, istrinya bekerja sebagai buruh serabutan. Awal Bulan Januari 2016, Pak Sumiyo merasakan dada kirinya serasa ditusuk-tusuk. Ia pun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan mengalami keringat dingin. Istrinya menawarinya untuk kerokan, tapi Pak Sumiyo menolak dan minta segera dibawa ke rumah sakit. Akhirnya Pak Sumiyo dibawa ke RSI Hidayatullah, Yogyakarta. Ternyata Pak Sumiyo terkena serangan jantung ringan dan kondisi jantungnya lemah. Untungnya Pak Sumiyo segera diberi obat dan diinfus sehingga jiwanya tertolong. Kondisinya saat ini lemah dan sering pusing. Selanjutnya Pak Sumiyo melanjutkan pengobatan dan kontrol rutin di RS Bethesda Yogyakarta. Sejak sakit ia tidak bisa bekerja dan kesulitan untuk membiayai pengobatan beserta akomodasinya. Alhamdulillah, Allah meringankan langkah Kurir #SedekahRombongan untuk datang bersilaturahmi sembari menyampaikan bantuan tunai sebesar Rp. 4.000.000,-. Bantuan ini akan digunakan untuk membayar biaya obat dan kontrol rutin. Pak Sumiyo sangat berterima kasih kepada #Sedekaholic atas bantuan yang diberikan. Mari kita berdoa bersama supaya Pak Sumiyo segera sembuh dan dapat bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah bantuan : Rp 4.000.000
Tanggal : 12 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @ImamNurHuda @Teguh_bcg

Pak sumiyo menderita Lemah Jantung

Pak sumiyo menderita Lemah Jantung


Alm. SUYANTO (64 tahun, komplikasi) Jomblangan RT12/30, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.Kabar duka menyelimuti keluarga ibu Sri Wartiningsih (istri). Siang itu Pak Suyanto yang telah menderita stroke sejak lama harus dilarikan ke rumah sakit karena hanya terkulai lemas tak bergerak. Biasanya selalu memanggil istri atau anaknya jika membutuhkan sesuatu. Namun, kali ini sedari pagi hanya diam. Sementara istrinya sibuk dengan pekerjaan rumahtangga.Memang sejak pak Suyanto sakit, semua pekerjaan dilakukan oleh istrinya. Sedang keadaan ini semakin berat dengan jatuh sakitnya Anak kedua Yusuf Wibisono (25 tahun) yang didiagnosa menderita kanker tulang. Sehingga ia pun tidak sanggup membantu ekonomi keluarga.  Ibu Sri Wartiningsih sendiripun tidak mempunyai pekerjaan tetap. Motor yang satu-satunya dipunyai pun sudah digadai untuk operasi. Siang itu pak Suyanto dibawa ke ICU RS Harjolukito Jogja. Menurut dokter bapak memgalami lemah kesadaran, gagal fungsi ginjal. Akhirnya tidak berselang lama, pak Suyanto meninggal dunia.Ibu Sri kesulitan membayar tagihan rumah sakit #SedekahRombongan kemudian menjenguk dan memberikan santunan sebesar dua juta rupiah kepada Ibu Sri Wartiningsih Semoga santunan dari #Sedekaholic dapat membantu meringankan biaya rumah sakit Pak Suyanto.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @Keliqer

Alm pak suyanto menderita komplikasi

Alm pak suyanto menderita komplikasi


DWI NINGSIH BINTI SUYONO (17 tahun, osteoma/ benjolan di dagu). Alamat : Dusun Pondok RT 03 RW 02 Desa Manjung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ningsih biasa dipanggil adalah seorang pelajar kelas 9 di MAN Panekan, ayahnya sudah lama meninggal. Ningsih hidup dan dibiayai oleh ibu kandung nya, yaitu Bu Sumirah (45 tahun). Tiga tahun yang lalu Ningsih mengalami benjolan pada dagu nya tapi hanya di priksakan ke dokter praktek yang hanya diberi obat tanpa ada penjelasan tentang penyakit yang diderita. Akibat keterbatasan biaya akhirnya Ningsih hanya dibiarkan saja oleh ibunya, sampai pada dua minggu yang lalu Ningsih mengalami sakit yang luar biasa dengan bertambah besar nya benjolan pada dagunya, akhirnya ibu Sumirah membawa Ningsih ke Rsu Pangkalan Udara Iswahyudi. Dan dikarenakan bersamaan dengan hari Natal sehingga Ningsih tidak dapat pertolongan apapun dari pihak rumah sakit dan kembali dibawa pulang ke rumahnya. Sampai kurir Sedekah Rombongan menemukan dan melihat kondisi yang di alami Ningsih dan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ningsih. Santunan pertama dari sedekaholic untuk oprasional pengobatan Ningsih telah di sampaikan sebesar Rp 500.000. Keluarga Ningsih sangat sangat mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di berikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Rabu, 6 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Jeans_Oswolf @Tuju2588

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu

Dwi menderita osteoma/ benjolan di dagu


KASIM BIN SUMO SADIMUN (62 tahun, Tumor, stroke). Alamat : Desa Kaibon RT 18 RW 4 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Kasim adalah bapak dari 2 anak yang hidup sebagai petani. Satu keluarga keturunan semua mengalami penyakit  tumor jadi hampir sekujur tubuhnya pak Kasim ada benjolan – benjolan banyak sekali. Bahkan anaknya yang pertama namanya Ichwanudin di wajah pipi tumor tumbuh besar sekali dan sudah 5 kali dioperasi ini masih tumbuh lagi. Sampai Ichwan putus asa sekarang tidak mau dioperasi. Ichwan inilah yang menjadi tulang punggung keluarga, padahal Ichwan kerjanya serabutan, kadang mencangkul di sawah, atau diajak tetangga menjadi kuli bangunan. Sedangkan  adiknya perempuan tumor tumbuh di kaki bagian bawah. Ichwanudin merasa jadi manusia kok berkali-kali diethet-ethet (bahasa Jawa). Daripada dioperasi milih diberi pekerjaan saja. Sedangkan istri pak Kasim seorang ibu rumah tangga yang setiap hari dengan telaten merawat pak Kasim semampunya. Informasi tentang keluarga pak Kasim didapat dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah, Santunan lepas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 2.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk berobat serta bisa mengurangi beban  sehari- harinya pak Kasim dan keluarga. Pak Kasim sekeluarga sangat berterima kasih sekali dan bersyukur atas santunan yang telah disampaikan semoga berkah dan manfaat.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Minggu, 10 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak kasim menderita Tumor, stroke

Pak kasim menderita Tumor, stroke


ALMARHUM SUYANTO BIN KUAT (55 tahun, kanker paru-paru). Alamat : Desa Sewulan RT 11 RW 3 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Yanto pada saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Soedono Madiun kamar Wijaya Kusuma B1. Hasil diagnosa pak Yanto adalah sakit kanker paru-paru. Dan akan dilakukan  scan untuk mastikan jenis penyakit pak Yanto. Sakit pak Yanto bermula pada waktu lebaran kemarin awalnya periksa katanya asam lambung. Di lain hari sakit lagi kemudian diperiksakan lagi dan menurut hasil pemeriksaan kena batu ginjal dan harus  dioperasi. Namun setelah itu kondisi badan pak Yanto tambah semakin kurus dan kena jantung juga. Kemudian pak Yanto periksa lagi akhirnya disuruh ke Rumah Sakit Paru Dungus. Dan 5 bulan terakhir ini berturut-turut  keluar masuk rumah sakit. Terakhir paru-paru dironsen sudah nampak putih semua. Akhirnya sampai sekarang pak Yanto rawat inap di RS Soedono Madiun. Istrinya yang seorang ibu rumah tangga merasa sedih sekali melihat kondisi suaminya itu. Dia berharap sekali suaminya bisa sehat kembali. Informasi tentang pak Yanto didapat dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah pak Yanto mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 dari sedekaholic lewat Sedekah Rombongan. Namun sehari sebelum santunan disampaikan pak Yanto meninggal dunia. Semoga arwah pak Yanto diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran. Keluarga almarhum Pak Yanto mengucapkan terima kasih atas santunan yang disampaikan sedekaholic lewat Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 10 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Alm. Pak suyanto menderita kanker paru-paru

Alm. Pak suyanto menderita kanker paru-paru


TUKIMIN BIN MAD SAERAN (75 tahun, tb paru). Alamat : Desa Sewulan RT 11 RW 3 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Tukimin adalah seorang buruh tani yang sudah 13 tahun menderita sakit paru-paru. Untuk pengobatan pak Tukimin pernah dilakukan di Rumah Sakit Dungus. Awalnya paru – paru pak Tukimin yang baik hanya seperempat bagian saja. Dengan telaten pak Tukimin melakukan pengobatan. Karena sakit sehingga  pak Tukimin tidak bisa bekerja, akhirnya istrinya harus bekerja keras untuk bisa mencukupi keluarga dan biaya berobat. Pekerjaan istrinya kadang disuruh tetangga memasak atau mencuci, kadang juga ke sawah. Sampai sekarang pak Tukimin masih berobat terus. Kalau dulu masih belum ada bpjs dan bulan Januari waktunya cek ulang lagi. Selama 6 bulan pak Tukimin cek sampai 3 kali. Januari nanti waktunya cek dahak dan rongent. Untuk proses pengobatan pak Tukimin ada anak perempuannya yang dengan sabar mengantarkan pak Tukimin. Kadang ke laboratorim Sarana Medika Madiun sendiri. Informasi tentang pak Tukimin diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Sebenarnya istri pak Tukimin ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan agar bisa meringankan biaya hidup sehari-harinya. Informasi tentang pak Tukimin diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah pak Tukimin sekeluarga mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 dari sedekaholic lewat Sedekah Rombongan. Pak Tukimin sekeluarga senang sekali dan berterima kasih atas  santunan yang telah disampaikan, sehingga bisa digunakan untuk berobat dan meringankan beban keluarganya.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Minggu, 10 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak tukimin menderita tb paru

Pak tukimin menderita tb paru


GUFRON BIN HERI ROSYID (19 tahun, Yatim, Difable). Alamat : Desa Sumberejo RT 19 RW 09 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Gufron adalah seorang pemuda yatim yang mempunyai kelainan pada kakinya. Kakinya tidak bisa tumbuh normal terutama jarinya melengkung. Bicaranyapun tidak bisa jelas. Tangan juga tidak bisa tumbuh sempurna. Jadi untuk kemana – mana tidak bisa berjalan sendiri, harus memakai kursi roda. Pada saat ayahnya masih hidup Gufron masih sering diobatkan kemana-mana, tapi masih tetap belum ada kesembuhan. Namun setelah ayahnya meninggal pada saat Gufron masih berumur 6 tahun, ibunya pasrah dengan kondisi Gufron karena untuk wira-wiri repot tidak sanggup lagi terutama untuk biayanya. Menurut ibunya Gufron bukan menderita folio, tapi diketahui sejak kecil kondisi sudah seperti itu. Dulu ayahnya tukang kayu meninggal dunia karena kecelakaan pulang kerja, ibunya hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak bekerja. Sekarang untuk biaya hidup sehari -hari tergantung dari kakaknya Gufron yang sudah keluarga sendiri sebagai tukang kayu juga. Dulu waktu usia sekolah sebenarnya ibunya juga ingin menyekolahkan di SLB, namun tidak mempunyai biaya dan juga tidak bisa antar jemputnya karena jauh. Informasi tentang Gufron didapat dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah Gufron  mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk berobat dan meringankan beban ibunya sehari – hari. Gufron dan ibunya merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic lewat Sedekah Rombongan atas santunan yang disampaikan. Semoga bermanfaat dan berkah.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jumat,  8 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Gufron seorang Yatim, Difable

Gufron seorang Yatim, Difable


SAERAN BIN DULKARI (65 tahun, tuna netra). Alamat : Desa Geger RT 8 RW 1 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pak Saeran adalah seorang warga desa yang dulu pada masa mudanya bekerja sebagai tukang kuli batu (pecah batu). Bekerjanya pindah – pindah dari desa/daerah satu ke daerah lain. Saat bekerja 3 tahun yang lalu mata pak Saeran kena percikan batu kecil dan akhirnya menjadi buta sampai sekarang ini. Kasihan sekali nasib pak Saeran karena sekarang sudah tidak bisa beraktifitas apa – apa, jadi hanya berdiam di dalam rumah dengan istrinya yang juga sudah tidak bisa apa – apa karena lumpuh/tidak bisa jalan sudah lama. Jadi keduanya sehari – hari di dalam rumah yang sangat memprihatinkan kondisinya. Sampai buang air kecilpun  di tempat. Beruntung  ada satu tetangganya yang peduli dengan sepasang kakek nenek ini. Makan minum menunggu belas kasihan dari tetangga, karena pak Saeran tidak mempunyai anak. Sebenarnya kondisi ini sudah sering dilaporkan ke perangkat desa tapi kurang ada tanggapan. Rumah pak Saeran pernah  direhap oleh desa namun tidak lama malah semakin banyak yang rusak. Atap terasnya hampir ambruk jadi mengkhawatirkan, kalau hujan bocor dimana-mana. Dan posisi rumah terpencil di belakang jauh dari tetangga. Kondisi ini sudah kurang lebih 3 tahun terakhir. Informasi tentang pak Saeran diperoleh dari teman salah satu kurir Madiun. Pada saat bertemu dengan SR pak Saeran mengutarakan kesulitan keluarganya yang selalu tergantung dengan pertolongan tetangganya. Alhamdulillah titipan santunan lepas dari para sedekaholic sebesar Rp.2.000.000 telah disampaikan. Pak Saeran mengucapkan terimakasih dan bersyukur lagi karena dengan santunan tersebut maka tokoh masyarakat   dan perangkat desa berencana akan merenovasi rumah Pak Saeran.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Jumat, 8 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak saeran seorang tuna netra

Pak saeran seorang tuna netra


UMI JAMILAH BINTI MASDUKI (38 tahun, janda duafa gangguan jiwa) Alamat : Desa Klorogan RT 15 RW 3 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jatim. Mbak Umi adalah seorang janda tidak mempunyai anak yang kasihan sekali nasibnya karena sebenarnya dia itu dulu  pandai namun setelah dicerai suaminya dia mengalami gangguan jiwa. Oleh ibunya sudah sering sekali diperiksakan dan diobatkan namun masih tetap belum sembuh. Terakhir berobat ke Surabaya menurut keterangan ibunya sebelumnya juga pernah ke Solo.  Kejadian itu terjadi setelah dia menikah dibawa suaminya ke Kalimantan kemudian karena ada masalah akhirnya cerai dan mbak Umi mengalami gangguan jiwa. Sampai sekarang kondisi masih dipasung. Mbak Umi di rumah dengan ibunya yang telaten dan sabar  merawatnya. Menurut ibunya dulu sebelum dipasung sangat merepotkan  ibunya karena misalnya mbak Umi sampai ke rumah tetangga dan dia tiba-tiba tidur di kamar tempat tidur tetangga maka diajak pindah tidak mau dan menunggu sampai mbak Umi sendiri berkeinginan pindah, jadi tetangga juga merasa terganggu. Sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari  tergantung dari ibunya  yang hanya buruh tani. Menurut ibunya sebenarnya ingin membawa mbak Umi ke seorang ustad di Jombang untuk pengobatan namun belum terlaksana karena tidak mempunyai biaya. Informasi tentang mbak Umi didapat dari teman salah satu kurir Madiun. Alhamdulillah mbak Umi mendapatkan santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000. Keluarga mbak Umi menyampaikan rasa senang dan  terima kasih sekali kepada sedekaholic lewat Sedekah Rombongan atas santunan tersebut, sehingga bisa untuk biaya pengobatan dan mengurangi beban ibunya

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jumat,  8 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Ibu umi seorang janda duafa gangguan jiwa

Ibu umi seorang janda duafa gangguan jiwa


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan Oktober 2015 biaya MTSR sejumlah Rp 1.340.000 yang meliputi Bensin mtsr : Rp 610.000 Biaya servis kaki-kaki Rp 700.000 serta biaya cuci  MTSR Rp 30.000. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan :  Rp 1.340.000
Tanggal : Minggu,  1 November 2015
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @ronypratama

Biaya BBM, service dan steam

Biaya BBM, service dan steam


TAYEM BINTI SIRMAN, (45 tahun, diabetes, komplikasi). Alamat : Dusun Ngampin Desa Plumpung RT 04 RW 04 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mbah Tayem biasa dipanggil adalah duafa yang mengidap penyakit diabetes, ke 4 anaknya sudah berkeluarga dan jarang menjenguk mbah Tayem. Beliau tinggal hanya dengan suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan hasil yang tidak menentu. Sejak 3 tahun lalu mbah Tayem mengidap penyakit diabetes tersebut dan hanya di priksa kan ke Puskesmas terdekat, sebenarnya pihak puskesmas menganjurkan mbah Tayem untuk berobat ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut penyakit nya. Karena minimnya biaya, mbah Tayem dan suami hanya bisa pasrah dan berobat ketika penyakit mbah Tayem kambuh. Informasi mengenai mbah Tayem diperoleh dari masyarakat sekitar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan hadir untuk meringankan beban Mbah Tayem dengan menyampaikan titipan santunan lepas dari para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk melanjutkan pengobatan beliau. Keluarga Mbah Tayem merasa senang dan sangat berterima kasih atas bantuan dari #Sedekahholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Jum’at, 8 Januari 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Tuju2588 @Ronypratama

Bu tayem menderita diabetes, komplikasi

Bu tayem menderita diabetes, komplikasi


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan November 2015 biaya MTSR sejumlah Rp 5.355.000 yang meliputi Bensin Mtsr : Rp 2.925.000, Biaya servise, ganti oli dan perawatan mtsr Rp 400.000, Biaya cuci Mtsr Rp 30.000, DP mutasi Mtsr Rp 1.000.000 dan Jasa Driver Rp 1.000.000. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan :  Rp 5.355.000
Tanggal : Selasa,  1 Desember 2015
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Biaya BBM, service dan steam

Biaya BBM, service dan steam


SUMINI BINTI MANGUNSARI (50 tahun, tuna netra sejak lahir) Alamat : Dusun Mesih RT 6 RW 1 Desa Sumber Agung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sumini sejak lahir menderita tuna netra. Karena kondisi inilah beliau masih melajang diusia nya yang sudah 50 tahun. Selama ini hidup bu Sumini ditanggung oleh adik perempuan nya. Namun demikian bu Sumini tetap bisa bekerja sebagai pembuat sapu ijuk dan sapu bambu. Hasil nya Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau. Bu Sumini membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha pembuatan sapu nya. Informasi mengenai bu Sumini diperoleh dari salah satu kurir SR Magetan. Sedekah Rombongan hadir untuk membantu bu Sumini dengan menyampaikan santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 yang akan digunakan sebagai modal untuk mengembangkan usaha nya. Rasa syukur dan terimakasih yang tidak terhingga disampaikan oleh Bu Sumini kepada para Sedekaholic atas santunan lepas melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 8 Januari 2016
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Tuju258

Bantuan tunai modal untuk mengembangkan usaha nya

Bantuan tunai modal untuk mengembangkan usaha nya


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan Desember 2015 biaya MTSR sejumlah Rp 4.770.000 yang meliputi Bensin mtsr : Rp 2.600.000, Biaya servise, ganti oli dan perawatan mtsr Rp 360.000, Biaya cuci Mtsr Rp 60.000, Biaya sewa Elf dan solar Rp 750.000 serta Jasa Driver Rp. 1.000.000. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan :  Rp 4.770.000
Tanggal : Jum’at, 1 Januari 2016
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama

Biaya BBM, service dan steam, sewa elf dan jasa driver

Biaya BBM, service dan steam, sewa elf dan jasa driver


Ustadzah Ni’maturrohimah Al Hafidzoh (37) pengajar di Rumah Tahfiz Al Aiman Ngajek Kalasan, istri dari Ustadz Saiful Azhari, beliau seorang hafizah Quran yang sakit kanker payudara dalam kurun waktu 4 tahun ini. Dalam kondisi sakit beliau masih terus mengajar Al Quran. Setelah berjuang melawan kanker, tanggal 16 Januari 2016 beliau meninggal dunia di RS Sarjito Jogjakarta. Meninggalkan 4 orang anak dan ratusan murid-muridnya. Insya Allah jadi bekal abadi di akherat. Dari #SedekahRombongan membantu proses pemulangan jenazah hingga sampai di pondok Tahfiz Quran Al Aiman, juga bantuan dana 2.000.000 untuk pengurusan jenazah.

Jumlah Bantuan: 2.000.000
Tanggal penyampaian: 16 Januari 2016
Kurir penyampai: @Saptuari & Rahmanti Ika

Bantuan proses pemulangan jenazah hingga pengurusan jenazah

Bantuan proses pemulangan jenazah hingga pengurusan jenazah


SITI NURFADILA (3th, miningokel). Biasa di panggil Dek Dila merupakan pasien dampingan #SRMalang sejak bulan Agustus lalu. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, sang ayah bernama Saiful Anwar (23th) dan ibunya bernama Irfatus Zulfa (22th) di Jalan Kh. Wachid Hasyim RT44 / RW 09 , Betek Sananrejo Turen , Malang , Jawa Timur. Sehari-hari Saiful bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 50.000,- perhari. Dan Irfatus Zulfa ibu Dila tidak bekerja hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Sejak lahir tidak seperti anak pada umumnya dengan kepala besar dan tumbuh bulu dihidungnya. Dek Dila lahir dengan keadaan prematur masih berada dalam 7 bulan didalam perut ibunya. Saat Dek Dila menginjak umur 2 bulan ia mulai diperiksakan ke puskesmas terdekat. Saat lahir sudah mempunyai berat badan yang sangat kecil sekali dengan berat badan hanya 1,5 Kg. Pada umumnya bayi lahir dengan berat badan 3,5 Kg. Sempat Dek Dila menjalani oprasi Hidrosefalus di Rumah Sakit Kanjuruhan Malang dan selanjutnya oprasi pengangkatan Miningokel di RST Soepraon. Dek Dila menderita 2 penyakit yaitu Hydrosefalus dan Miningokel. Saat ini Dek Dila menjalani Fisiotrapi dan perbaikan Gizi di RSSA Malang. Kondisi terkini Dek Dila Sudah mulai membaik dan ada perubahan setelah fisiotrapi. Selanjutnya Dek Dila menjalani terapai gerak dan jalan di YPAC Malang. Santunan ke-3 kembali kurir sampaikan kepada Dek Dila untuk biaya fisiotrapi, susu tumbuh kembang anak dan kebutuhan lainya. Setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 776. keluarga merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban yang ditanggung keluarga saat ini dan Dek Dila dapat beraktivitas seperti anak seumuranya amin..

Jumlah Bantuan: Rp 574.350,-
Tanggal: 23 Desember 2015
Kurir: @FaizFairuz @AfiatBuchori

Siti menderita miningokel

Siti menderita miningokel


TAUFIQ MACHRUSSE ( 29, Stroke)  Alamat Desa Sidomukti Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo  Provinsi Jawa Tengah . Pak Taufik suami dari Yuli Astuti (29) , ibu rumah tangga mempunyai anak satu bernama Barik (4 tahun) . Mereka masih tinggal di rumah orang tua yang bekerja sebagai tukang pembuat kursi bambu. Kehidupan keluarga ini pas-pasan karena kursi dagangan ini belum tentu laku. Mas Taufik bekerja sebagai guru honorer di salah satu Sekolah Dasar  di Purworejo. Dari rumahnya kurang lebih Pulang Pergi 50 kilometer. Ia berangkat pulang pergi dengan naik motor setiap hari. Mas Taufik sering sakit kepala migrain sejak masih duduk di bangku SMA. Saat ini sering sakit sakitan dengan keluhan sakit kepala. Lima bulan yang lalu di rawat di RSUD Tjitro Wardoyo (dulu RSUD Saras Husada ) Purworejo selama 11 hari, kemudian 3 bulan berikutnya di rawat lagi selama 9 hari dengan keluhan yg sama. Tanggal 3 Desember 2015 masuk RSUD Tjitro Wardoyo lagi namun minta pulang paksa tanggal 4 Desember 2015 karena tidak punya biaya lagi. Karena gajinya sebagai guru honorer tidak mencukupi. Mas Taufik dan keluarganya tidak punya jaminan  kesehatan apa pun. Kurir sedekah rombongan mendapat informasi dari tetangganya segera memberi bantuan dengan mengupayakan agar dapat dibuatkan Jaminan kesehatan daerah sehingga bisa meringankan biaya pengobatan mas Taufik. Ketika tanggal 10 Desember 2015 opname lagi dengan keluhan sakit kepala dan alat gerak kaki dan tangan terasa lemas. Dari hasil pemeriksaan SC Scan ternyata di bagian otak ada penyumbatan sehingga ini menyebabkan sering sakit kepala dan sebagian alat gerak mengalami kemunduran (lemas -lemas).  Alhamdulillah berkat bantuan dari semua pihak Jamkesda berlaku dan sedekah rombongan memberikan bantuan kekurangan  biaya selama 6 hari opname di rumah sakit. Semoga mas Taufik semakin sehat dapat mengajar kembali di sekolah.

Jumlah bantuan : Rp.1.610.000
Tanggal :18 Desember 2015
Kurir :  @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Susanto dan Mila Utama.

Taufiq menderita Stroke

Taufiq menderita Stroke


Almarhumah ALMIRA MEIKAYLA QUMAIRA binti Ferry Sunarya (7 bulan, Diare dehidrasi berat) . Alamat Desa Sawit RT 01 RW 01 Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Provinsi JawaTengah. Anak pertama dari pasangan suami Ferry Sunarya umur 28 tahun pekerjaan guru honorer pada sekolah dasar di Wilayah Kecamatan Banyuurip  dan istri Dwi Cahyani umur 19 tahun, ibu rumah tangga.  Dik Almira lahir dengan kelainan bawaan juga mengalami gizi buruk. Sering sakit- sakitan dan kalo sakit selalu berobat ke tenaga kesehatan terdekat yaitu bidan desa. Keluarga ini tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apa pun dan masih menumpang di rumah orang tuanya.  Pada tanggal 18 Desember 2015 dik Almira masuk  RSUD Tjitro Wardoyo Purworejo karena diare dehidrasi berat, gangguan nafas dan hiperglikemi serta hernia. Karena kondisinya yang kurang baik dik Almira langsung dirawat di ruang ICU dengan terpasang endrotracheal tube. Sebelum masuk rumah sakit sudah berobat ke bidan desa dan disarankan untuk opname. Namun karena kondisi keuangan tidak memungkinkan dik Almira tidak dibawa ke rumah sakit. Hingga pada akhirnya tanggal 18 Desember 2015 masuk rumah sakit , sempat mendapat perawatan selama 5 hari sampai pada  tanggal 23 Desember 2015 kondisi dik Almira kritis dan dinyatakan meninggal pada pukul 19.05 . Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Ferry  Sunarya dan istri. Melalui kurirnya sedekah rombongan sedikit memberikan bantuan untuk perawatan di rumah sakit dan biaya pemakaman dik Almira. Semoga dik Almira menjadi “tabungan” buat orang tuanya kelak di syurga dan keluarga tabah menerima cobaan ini.

Jumlah bantuan : Rp.2.000.000
Tanggal :26 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP. Toto Sudiarto dan Mila Utama

Almh Almira menderita Diare dehidrasi berat

Almh Almira menderita Diare dehidrasi berat


SUTOYO bin Tirto Sentono (50, Hepatitis) alamat dukuh Katerban RT 4 RW 1 Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Pekerjaan buruh tani dan penggembala kambing milik orang lain ( nggado). Suami dari Wakinem umur 51 tahun sebagai ibu rumah tangga. Pak Sutoyo mempunyai 4 orang anak, dimana 2 orang sudah remaja selesai sekolah dan 2 orang lagi masih siswa SMP klas 3 dan SD klas 6. Pak Sutoyo 9 bulan yang lalu mengeluh sakit perut dan lemas serta tidak ada nafsu makan. Sudah berusaha melakukan upaya pengobatan dengan berobat jalan di salah satu klinik di daerah Wates Kulon Progo. Alhamdulillaah sakitnya mulai berkurang namun 6 bulan kemudian pak Sutoyo sakit lagi dan sempat opname di RS PKU Muhammadiyah Purworejo selama 11 hari dengan  fasilitas Jamkesmas, ada perbaikan. Saat ini Pak Sutoyo opname lagi di rumah sakit yang sama dengan keluhan badan panas, rasa mual dan ingin muntah dada terasa sakit jika untuk bernafas. Dari hasil pemeriksaan USG diketahui pak Sutoyo ini menderita hepatitis dan gangguan lambung sehingga harus istirahat penuh dan diperhatikan asupan gizinya supaya cepat sembuh. Kurir sedekah rombongan sedikit memberikan santunan dari para sedekaholiks untuk pak Sutoyo. semoga bermanfaat untuk keluarga pak Sutoyo.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 29 Desember 2015
Kurir : @Marjunul NP dan Toto Sudiarto.

Pak sutoyo menderita Hepatitis

Pak sutoyo menderita Hepatitis


KHITANAN MASSAL. Dalam rangka bakti sosial Klinik Pratama Rawat Inap dan Persalinan “UMIYAH” ( KPRI UMIYAH) yang beralamat di Jalan Raya Berjan no.287 Rt 04 Rw 03 Desa Lugosobo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah , pada tanggal 29 Desember 2015  tepatnya hari selasa mulai pukul 07.30 sampai selesai  KPRI -UMIYAH , bekerja sama dengan JAVA MOTOR Purworejo dan Sedekah Rombongan (SR) mengadakan kegiatan khitanan massal yang diikuti oleh anak anak sekitar klinik tersebut. Peserta khitanan ada 17 anak yang berusia sekitar 8 tahun sampai 14 tahun . Mereka rata rata murid SD kelas 3 dan kelas 4 bahkan ada yang kelas 1 SMP. Kebanyakan peserta adalah dari keluarga tidak mampu sehingga khitanan massal ini sangat membantu orang tua mereka ditengah kebutuhan  hidup sehari hari yang semakin sulit dan tidak terjangkau.  Karena orang tua tidak dipungut biaya sepeser pun untuk kegiatan ini. Bahkan anak – anak yang dikhitan mendapat bingkisan berupa seperangkat alat sholat yang terdiri dari sarung, baju koko dan kopiah. Disamping itu juga mendapat fasilitas gratis obat-obatan dan kontrol pengobatan (buka jahitan). Sementara itu Sedekah Rombongan memberikan bingkisan berupa alat tulis sekolah kepada 17 anak yang dikhitan berupa 2 pak buku tulis (@ isi 10 buku) , 1 buah penggaris, 1 buah pensil, 1 buah polpen ,dan 1 buah karet penghapus. Kesemuanya itu berasal dari sedekaholiks yang menitipkan sedekahnya pada kurir Sedekah Rombongan Purworejo. Selain itu  MTSR berperan mengantar anak yang dikhitan pulang ke rumahnya. Semoga anak- anak yang dikhitan cepat sembuh dan dapat belajar kembali di sekolah serta menjadi anak sholeh. Para orang tua juga mengucapkan terima kasih kepada semuanya dan khususnya para sedekaholiks semoga mendapat imbalan dan rezeki yang melimpah.

Jumlah bantuan dari SR : Rp. 890.000
Tanggal : 29 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan Rani UMP.

Bantuan pengadaan khitanan massal

Bantuan pengadaan khitanan massal


MUKHAMAD SUKRON MAKMUN bin Sueb  (34, Parapleglia) alamat Dusun Trukan, RT 001/003 Desa Winong, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Anak ke 7 dari pak Sueb umur 76 tahun dan Ibu Swasingah umur 67 tahun. Orang tua mas Sukron sebagai petani kecil. Mas Sukron sendiri sampai sekarang belum menikah dan masih tinggal dengan orang tuanya. Mas Sukron mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya karena kurang lebih 9 tahun yang lalu dirinya terjatuh dari pohon kelapa. Saat itu dia akan memasang antene televisi tetapi karena pelepah daun kelapa yang ia pegang lepas dari pohonnya sehingga ia terjatuh bersama pelepah tersebut. Kejadian ini terjadi di Sulawesi Selatan. Waktu itu ia merantau di luar Jawa berwiraswasta jualan bibit tanaman. Saat itu juga dia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sempat dirawat selama 1 bulan dan dokter menyarankan untuk operasi karena dari hasil rontgen ada bagian tulang belakang yang patah. Ini yang menyebabkan kelumpuhan mas Sukron. Keluarga keberatan untuk operasi akhirnya setahun kemudian mas Sukron dibawa pulang ke kampung halaman yaitu di Purworejo dengan kondisi masih lumpuh. Di rumah mas Sukron diobati dengan cara alternatif baik dengan pijat urut ataupun dengan ramuan jamu lainnya, karena mas Sukron tidak punya fasilitas jaminan kesehatan apapun. Bahkan pernah dibawa juga je dukun cilik “Ponari” yang di Jawa Timur. Tetapi hasilnya tetap saja sama belum bisa berjalan. Saat ini mas Sukron hanya bisa rebahan duduk di tempat tidur saja. Kalau mau bangun ke kamar mandi mas Sukron harus pegangan tali yang digantung di samping tempat tidur. Sedekah Rombongan memahami kondisi ini dan melalui kurirnya setelah mendapat informasi dari teman mas Sukron, segera mengunjungi rumahnya. Alhamdulillah kurir diterima dengan baik. Sambil memberi motivasi dan memberikan dukungan semangat untuk sembuh kurir menyampaikan sedikit bantuan dari para sedekaholiks untuk mas Sukron ini. Disamping itu juga memberikan saran pada mas Sukron untuk melakukan pengobatan Chiro agar dapat sembuh. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk mas Sukron.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal 31 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP dan Toto Sudiarto.

Pak sukron menderita Parapleglia

Pak sukron menderita Parapleglia


BONIYATI ( 43, Pharapharersis/lumpuh kaki ). Alamat RT 05 RW 04 Kelurahan Doplang Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Bu Boniyati adalah Istri dari Bapak Sutarman (45, buruh toko bangunan). Pada bulan Juli 2015 lalu bu Boni mengalami lumpuh pada kedua kakinya, dibawa ke RSUD Tjitro Wardojo Purworejo dengan fasilitas jamkesmas. Karena dari hasil pemeriksaan sakitnya bu Boni sudah cukup parah akhirnya bu Boni dirujuk ke RSAU Hardjolukito Jogjakarta. Disana diterapi suntikan yang harus ditebus setiap kali periksa di luar tanggungan Jamkesmas sekitar Rp.1.500.000,- sudah dilakukan sebanyak 7 kali. Saat ini kaki dan tangannya sudah dapat digerakkan tetapi belum bisa untuk jalan. Disamping itu juga belum bisa buang air kecil (BAK) sehingga dipasang DC /kateter terus menerus serta setiap minggu harus diganti  dan membayar yang merawat Rp.100.000. Dokter menyarankan untuk operasi tetapi bu Boniyati dan keluarga masih mempertimbangkan biayanya karena selama di rumah sakit sudah habis 18 juta itu pun suami harus hutang ke bank 15 juta dengan jaminan sertifikat tanah rumah. Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi ini segera bersaturahmi ke rumahnya dan  memberikan bantuan untuk meringankan beban bu Boniyati. Semoga bantuan ini bermanfaat, bu Boniyati bisa sehat kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 4 Januari 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto , Nurul nDut, dan Anik Baelah.

Ibu boniyati menderita Pharapharersis/lumpuh kaki

Ibu boniyati menderita Pharapharersis/lumpuh kaki


MBAH SEPINAH (95, Lumpuh) Alamat Dukuh Kriyan RT 01 RW 01 Desa Popongan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Janda dhuafa yang dulu berprofesi sebagai dukun beranak, 6 tahun yang lalu mengalami lumpuh pada kedua kakinya. Waktu itu ketika subuh hendak mengambil air wudlu , beliau merasa berat untuk melangkahkan kakinya dan akhirnya “ndeprok” lemas jatuh tidak bisa digerakkan lagi oleh anaknya segera diangkat dan direbahkan di tempat tidur. Tidak pernah dibawa ke fasilitas  pelayanan kesehatan karena tidak ada biaya dan tidak punya jaminan kesehatan apapun. Hanya dipijit dan diolesi ramuan jamu -jamu tradisional. Namun usaha ini tidak membuahkan hasil, kedua kakinya sudah tidak dapat lagi untuk melangkah. Kalau pun dipaksa harus di papah dan menggunakan tongkat. Mbah Sepinah sering jatuh bahkan pernah jatuh di kamar mandi tidak ada orang yang mengetahui hampir seharian. Saat ini hanya berbaring di tempat tidur dan duduk-duduk di pinggiran tempat tidur. Kalau mau beraktifitas ke kamar mandi harus diangkat oleh cucunya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari mbah Sepinah mendapat bantuan/kiriman dari anaknya yang di Bandung yang bekerja sebagai pengrajin tempe. Kurir sedekah rombongan menyambangi rumahnya dan sedikit menyampaikan sedekah dari para sedekaholiks untuk meringankan derita  mbah Sepinah. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mbah Sepinah .

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto.

Mbah sepinah menderita Lumpuh

Mbah sepinah menderita Lumpuh


Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Purworejo. MTSR Purworejo semakin eksis dan bermanfaat dalam mendukung operasional penyampaian santunan dari para sedekaholiks lewat para kurir #SedekahRombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya seperti Kebumen. Disamping itu juga membantu merujuk pasien dampingan  #Sedekah Rombongan baik ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jogjakarta maupun Solo dan Rumah Sakit di Purworejo baik milik pemerintah maupun swasta serta Rumah Sakit jiwa Magelang.
Disamping itu juga untuk koordinasi kurir antar kota seperti Kebumen, Purwokerto, Jogjakarta dan Solo. MTSR ini baru ada sekitar bulan Mei 2015 . Pada bulan Desember 2015 dan Januari 2016 biaya yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Purworejo adalah sebagai berikut ;
Pembelian BBM untuk survey  wilayah Purworejo Rp.100.000,- tanggal 6 Desember 2015.
Pembelian BBM  mengantar pasien Anwar ke Sentolo Kulonprogo Rp. 100.000,- tanggal 7 Desember 2015
Pembelian  BBM mengantar pasien bu Septiana ke Jogjakarta Rp.200.000,- tanggal 9 Desember 2015
Pembelian pengharum mobil Rp.21.200,- tanggal 16 Desember 2015
Pembelian BBM mengantar pasien Uswatun ke Jogjakarta  Rp.100.000,- tanggal 17 Desember 2015
Pembelian BBM mengantar pasien Eko ke Jogjakarta  Rp.150.000,- tanggal 20 Desember 2015
Pembelian BBM mengantar pasien Rangga ke Jogjakarta  Rp.200.000,- tanggal 25 Desember 2015
Pembelian masker Rp.50.000,- tanggal 25 Desember 2015
Pembelian BBM mengantar keluarga Rangga ke Jogjakarta  Rp.250.000,- tanggal 28 Desember 2015
Pembelian BBM jemput mengantar pasien Sudesh Kebumen ke Jogjakarta  Rp.200.000,- tanggal 3 Januari 2016
Pembelian BBM jemput mengantar pasien Anwar ke Sentolo Kulonprogo  Rp.150.000,- tanggal 4Januari 2016
Pembelian BBM  mengantar pasien Bu Boniyati ke Sentolo Kulonprogo  Rp.100.000,- tanggal 4Januari 2016
Pembayaran pembuatan kaca film Rp.130.000,- tanggal 11 Januari 2016
Pembelian BBM  jemput antar pasien Bu Boniyati , Anwar, Dwi Priyono terapi di Purworejo Rp.245.000,- tanggal 12 Januari 2016
Pembayaran pembuatan kaca film Rp.80.000,- tanggal 13 Januari 2016

Jumlah : Rp. 2.076.200 ,-
Tanggal 15 Januari 2016
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan semua kurir

Biaya BBM dan pembelian kaca film

Biaya BBM dan pembelian kaca film


MUJIANTO (65, PENYAKIT KULIT BERSISIK DAN GATAL) Alamat : Madigondo, RT.22 RW.08 Sindoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY Bapak Mujianto sudah selama 11 tahun mengalami sakit gatal kulit memerah dan bersisik. Sudah berobat ke puskesmas, rumah sakit, dokter spesialis kulit, dan lainnya dengan Jamkesmas, namun sampai sekarang belum sembuh juga. Kondisi sekarang tangan, badan, kaki gatal-gatal dan merah-merah dan pecah (kaya sisik ular). Dan selama berobat memiliki kendala dana operasional karena kondisi kelurga yang tidak mampu.
#SedekahRombongan bertemu keluarga Bapak Mujianto untuk menyampaikan santunan dari #sedekaholic. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :28 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @Yudan @marwiyah @iman.

Pak mujiyanto menderita PENYAKIT KULIT BERSISIK DAN GATAL

Pak mujiyanto menderita PENYAKIT KULIT BERSISIK DAN GATAL


KIPTITAH (65, TUMOR) Alamat : Madigondi RT. 27/RW. 11, Sindoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY.
Nyonya Kiptitah sudah 3 tahun sakit Tumor di pinggul, dan pengobatan selama ini melalui puskesmas, dan RSUD Wates dengan Jamkesmas. Disarankan untuk operasi. Kondisi masih belum sembuh dan semakin membesar benjolan di pinggul. Dan tetap pemeriksaan rutin ke RSUD Wates. Kendala keluarga adalah kondisi ekonomi yang tidak mampu dan kehabisan dana untuk operasional pengobatan ke RSUD Wates.
#SedekahRombongan bertemu keluarga Ny. Kiptitah untuk menyampaikan santunan dari #sedekaholic. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @Yudan @Amin

Ibu kutipah menderita tumor

Ibu kutipah menderita tumor


SUKARMAN (64, STROKE DAN KOMPLIKASI) Alamat : Madigondi RT. 21/RW. 08,  Sindoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Bapak Sukarman sakit Stroke dan komplikasi sudah 5 tahun berjalan, pengobatan melalui puskesmas, dan RSUD Wates dengan Jamkesmas dan kondisi sekarang masih belum sembuh dan semakin parah, untuk berjalan susah. Pemeriksaan rutin ke RSUD wates. Kendala ekonomi kurang mampu untuk operasional pengobatan.
#SedekahRombongan bertemu keluarga Bapak Sukarman untuk menyampaikan santunan #sedekaholic. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @Yudan @Amin

Pak sukarman menderita STROKE DAN KOMPLIKASI

Pak sukarman menderita STROKE DAN KOMPLIKASI


ELIKA FITRIANA (10 bulan, ATRESIA BILLIER). Alamat : Dusun 1 Centilan RT.6/1, Kelurahan Lebak, Kecamatan Greget, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Elika Fitriana putri dari bapak Eno Raharjo (32) dan ibu Danasih (28) sejak dilahirkan sudah menderita sakit dengan diagnosa Atresia Billier, yang ditadai dengan tubuh yang menguning dan perut membuncit. Pengobatan pernah dilakukannya pada puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Cirebon, dari hasil pemeriksaan team dokter RSUD Cirebon, Elika Fitriana terdiagnosa Atresia Billier (kanker). Pengobatan kemudian dilanjutkan ke RSCM Jakarta, Tingginya biaya harian dan biaya kos selama empat bulan menjalani pengobatan di RSCM sangat memberatkan bapak Eno Raharjo yang sehari – harinya berprofesi sebagai pedagang buah keliling ini, pengobatan Elika Fitriana tidak bisa dilanjutkan lagi. Kondisi Elika Fitriana semakin hari semakin menurun, badannya panas dan lemas, melihat kondisi putrinya ini bapak Eno Raharjo kembali membawa putrinya ke RSCM Jakarta untuk melanjutkan pengobatannya, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk membantu biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 782. Saat dikunjungi Kurir #SR Elika Fitriana masih melakukan perbaikan pada kondisinya dengan diberikan asupan susu pertament untuk menaikan berat badannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik

Elika menderita ATRESIA BILLIER

Elika menderita ATRESIA BILLIER


DEWI RUSTARIA, (39, Asma dan hepatitis B). Alamat: Jalan Raya Ciracas Gang Dewa RT. 2/2, No.80 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Ibu Dewi Rustaria seorang single parent dengan tiga orang anak yang saat ini sedang hamil besar. Sementara sang suami entah kemana tak ada kabar berita, diketahui pergi dari rumah sejak mengetahui istrinya hamil anak keempatnya. Dibantu anak pertamanya yang sudah bekerja dengan hasil yang hanya cukup untuk membayar uang kontrakan dan sedikit memenuhi kebutuhan harian, beliau bekerja serabutan. apa saja asalkan halal. Dalam kondisi hamil yang semakin membesar pun masih tetap melakukan pekerjaan seperti mencuci dan menyetrika baju para tetangga. Namun belakangan beliau tidak kuat lagi bekerja karna kondisi kehamilannya sudah memasuki usia persalinan, alhasil beliau hanya menggantungkan gaji dari anak sulungnya dan belas kasihan para tetangga saja untuk hidup sehari-hari. Beban pikiran dan stress berimbas kepada kesehatan beliau. Beliau sering mengalami sesak napas, dari hasil pemeriksaan dokter ibu Dewi Rustaria terdiagnosa asma dan hepatitis B. Melihat kondisi kehamilannya dokter menyarankan untuk melahirkan secara caesar karena riwayat penyakit tersebut. InsyaAllah operasi akan dilaksanakan tanggal 4 Januari 2015 di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur dengan fasilitas jaminan Kesehatan BPJS. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Dewi Rustaria, bantuan untuk biaya transportasi berobat dan juga biaya persalinan telah disampaikan, Semoga Allah memberikan kelancaran untuk operasi caesar beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ernatsan @endangnumik

Dewi menderita Asma dan hepatitis B

Dewi menderita Asma dan hepatitis B


EULIS YAYA HALIMAH (68, Benjolan di Leher). Alamat: Kampung Salamanjah RT.4/4 Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Di kampungnya sehari-hari ia dipanggil Mak Eulis. Janda mendiang Pak Tarya ini tak punya pekerjaan lain selain menemani cucu-cucunya. Masih ada dua anaknya yang belum berumah tangga yang masih menjadi tanggungannya. Beban hidupnya semakin berat ketika ia kerap sakit-sakitan yang karena adanya  benjolan di lehernya. Hampir setahun sudah ia merasakan sakit, pegal, dan nyeri di lehernya. Benjolan yang awalnya berupa tahi lalat itu kerap membengkak dalam dua bulan terakhir.  Bu Eulis menyatakan pada r#SR bahwa ia ingin sekali berobat tuntas sampai sembuh. Pengobatan yang selama ini pernah ia jalani hanya ke Puskesmas dan dokter praktek. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit, karena tidak ada biaya dan tidak punya kartu Jamkesmas atau jaminan BPJS. “Jangankan untuk biaya berobat; untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat berat bagi kami. Saya ingin sekali berobat ke rumah sakit,” kata Bu Eulis. Keinginan Bu Eulis itu sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari kader PKK Desa Mekarmaju. Setelah dibuatkan kartu BPJS dan dapat dimanfaatkan, Bu Eulis kemudian diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu. Karena penanganannya dirujuk ke RSUD Soreang, kurir #SR mendampinginya kembali. Pada 5 Januari 2016 ia akhirnya dioperasi di rumah sakit rujukan Kab. Bandung itu. Alhamdulillah sedekaholics #SR berempati juga atas apa yang dialami Bu Eulis dengan memberinya santuan awal yang digunakan untuk biaya membuat BPJS, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari selama ia dirawat inap di RSUD Soreang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 1 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu eulis menderita Benjolan di Leher

Ibu eulis menderita Benjolan di Leher


DUDI MAX (66, Stroke dan Gangguan Jantung). Alamat: Kampung Pagersari RT.2/5 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Dudi Max –yang sehari-hari dipanggil Idud– dikenal warga desa sebagai pelaku seni Sunda. Hanya itulah aktivitasnya untuk menopang kehidupan keluarganya. Tak ada pekerjaan lain. Istrinya, Ibu Ai Rosita (60) sehari-hari seorang ibu rumah tangga. Bersama istri dan satu anaknya yang belum berkeluarga, ia tinggal di rumah panggung amat sederhana di tengah perkampungan padat. Di gubuk inilah ia membesarkan anak-anaknya dalam kemiskinan. Di hari tuanya kini,  Pak Idud semakin terseok-seok dalam ketidakpastian semenjak ia sakit-sakitan. Pada pertengahan tahun 2014 ia tak mampu lagi menjalankan kewajibannya mencari nafkah setelah ia menderita stroke dan gangguan jantung. Awalnya, tangan kanannya tak bisa digerakkan. Beberapa minggu kemudian menyusul kaki kanannya tak bisa melangkah. Saat itu upaya medis yang bisa ia lakukan hanya berobat ke puskesmas. Ketika ia dirujuk ke rumah sakit, ia tidak mampu melanjutkannya.. Pak Idud dan keluarganya tak sanggup untuk membiayai pengobatan. Ia juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Dengan bantuan warga yang membuatkan Kartu BPJS untuk Pak Idud, akhirnya ia bisa berobat ke RSUD Soreang. Sebelum tuntas berobat di RSUD Soreang, keuarganya menghentikan ikhtiarnya itu karena lagi-lagi ada kendala.  Bahkan iuran bulanan BPJS pun tak terbayar. Hampir 15 bulan ia hanya berobat ala kadarnya, padahal, ia masih bersemangat untuk terus mengupayakan kesembuhan. Harapan Pak Idud itu akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi kepala dusun di desanya. Dengan empati sedekaholics #SR, kurir #SR kemudian menemui Pak Idud di rumahnya dan menyampaikan titipan langit kepadanya yang digunakan untuk biaya melunasi tunggakan Iuran BPJS Mandiri Kelas 3. Setelah tagihannya terbayarkan, pada tanggal 5 Januari 2016, alhamdulillah ia memulai kembali pengobatannya ke Puskesmas Ciwidey.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak dudi menderita Stroke dan Gangguan Jantung

Pak dudi menderita Stroke dan Gangguan Jantung


MUHAMMAD RAKYAN (18 bulan; suspek Thypus dan Bronchitis). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah, RT.2/7 Desa Ciwidey,  Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Muhammad Rakyan adalah anak bungsu dari dua bersaudara, buah pernikahan Pak Ahmad Sugandi (39) dengan Ibu Enden Juriah (34). Pak Sugandi, ayahnya hanyalah seorang buruh harian yang bekerja sebagai penjahit di perusahaan konveksi rumahan di kampungnya. Ibunya sehari-hari lebih banyak disibukkan dengan mengurus rumah tangga di rumah kontrakan mereka.  Keluarga Rakyan –begitu panggilannya– termasuk warga miskin yang layak mendapat bantuan. Untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pun mereka tampak kewalahan. Kini beban kehidupan mereka bertambah sejak Rakyan jatuh sakit dan harus berobat. Dalam dua bulan terakhir balita ini kerap demam berkepanjangan dan sesekali muntah. Berkali-kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Dugaan sementara, ia terserang typhus dan bronchitis. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena keluarga dhuafa ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Berita mengenai keinginan mereka untuk membawa  Rakyan berobat  ke rumah sakit sampai pada kurir #SR atas informasi dari kader PKK Desa Ciwidey. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membuat kartu BPJS, transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Rakyan menderita suspek Thypus dan Bronchitis

Rakyan menderita suspek Thypus dan Bronchitis


PASYA MOCH. RIDWAN (9, Suspek infeksi amandel). Alamat : Kampung Hegarsari RT.1/3 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasya — begitu panggilannya sehari-hari– tinggal bersama ayah dan kakak kandungnya di rumah kontrakan yang sempit berukuran 7x7m2. Ayahnya, Pak Atep  (38) bekerja mencari nafkah sebagai pengemudi ojeg di depan Taman Kota Ciwidey. Ibunya, Bu Herawati, sudah meninggal tiga bulan yang lalu setelah dua tahun berjuang melawan kanker. Sungguh berat cobaan yang dialami keluarga ini:  kemiskinan dan kesakitan,  menjadi cerita harian yang memilukan. Pasya sering sakit-sakitan. Siswa kelas dua sekolah dasar ini kerap merasakan sakit  di tenggorokannya. Setelah diperiksakan puskesmas, ia diperkirakan menderita infeksi amandel. Ia dianjurkan periksa lebih lanjut ke RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Akan tetapi, pengobatannya belum dilanjutkan karena orangtuanya tidak memiliki biaya untuk berobat dan Pasya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Harapan mereka  untuk meneruskan ikhtiar sampai kepada #SedekahRombongan ketika kurir #SR bertemu secara tidak sengaja dengan Pak Atep. Alhamdulillah santunan dari sedekaholics #SR yang berempati dapat disampaikan untuk Pasya. Bantuan yang diterima digunakan untuk biaya membuat Kartu BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pasya menderita Suspek infeksi amandel

Pasya menderita Suspek infeksi amandel


DANI SUBARA (36, Benjolan di Usus dan TB Paru). Alamat: Hegarsari RT.1/3 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan dua anaknya, Dani Subara tinggal di rumah kontrakan amat sederhana. Sehari-hari ia bekerja sebagai montir motor di Terminal Ciwidey. Dengan penghasilannya yang di bawah UMR, tampak sulit baginya untuk mensejahterakan ekonomi keluarganya. Istrinya, Ida S (30), menghabiskan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yaitu  mengurus tiga anak. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu. Apalagi, sejak bulan November 2015 Dani harus keluar-masuk rumah sakit. Berbekal Jamkesmas, keluarga Dani memeriksakan penyakitnya ke puskesmas, RSUD Soreang, dan RSUD Al Ihsan Baleendah. Di rumah sakit binaan Pemprov. Jabar ini ia bahkan pernah dirawat dua minggu, karena ada benjolan di ususnya. Sepulang rawat inap, semestinya Dani rutin kontrol tiap minggu ke RSUD Al Ihsan. Akan tetapi, ia tidak menjalaninya karena kendala biaya. Pada awal Januari 2016, kondisinya memburuk. Ia kerap muntah-muntah dan selama tiga hari tak masuk asupan makaman. Kondisi kritis Dani kemudian diinformasikan pengurus RW kepada kurir #SedekahRombongan. Malam itu juga Dani dievakuasi MTSR 1629 langsung ke IGD RSU Santosa 2 Bandung. Berdasarkan pemeriksaan medis, ternyata ia juga mengidap TB Paru dan harus dirawat di ruang isolasi. Karena di RS Santosa  2 ruang isolasinya penuh, ia kemudian dibawa ke IGD RS Paru Rotinsulu Bandung dan sempat dirawat enam jam. Dengan alasan tidak ada ruangan isolasi yang kosong, Dani dirujuk lagi ke RSHS Bandung dan sempat dirawat inap dua malam. Berempati atas musibah yang menimpa keluarga Dani, malam itu juga #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan biaya sehari-hari selama dirawat. Pada Jumat pukul 08.30 pagi kondisi Dani memburuk. Orangtuanya meminta bantuan kurir #SR untuk menjemputnya pulang. Sesampainya kurir #SR di IGD RSHS, tepatnya pada pukul 09.15, Dani meninggal dunia dalam pelukan ibunya. Innaa lillaah wa innaa ilaihi rooji’uuuun. Semoga Allah Swt mengampuni dosanya dan menerima iman, islam, dan amal ibadahnya. Aamiin!

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak dani menderita Benjolan di Usus dan TB Paru

Pak dani menderita Benjolan di Usus dan TB Paru


MARYATI BINTI ANDI (55, Kelainan Tulang Tangan Kanan). Alamat: Kampung Kaum Kidul Timur RT.3/15 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Janda ini di kampungnya biasa dipanggil Mak Ati. Dia tinggal di rumah kontrakan sederhana, ikut menumpang pada anaknya yang sudah berkeluarga.  Suami Mak Ati telah meninggal. Perkerjaan sehari-harinya tak menentu. Yang paling sering dijalaninya menjadi pengasuh anak. Sejak mengalami musibah jatuh dan tangan kanannya tak berfungsi seperti biasa, ia tak bisa melakukan aktivitas dan bekerja secara maksimal. Tulang tangan kanannya terasa nyeri dan linu. Peristiwa naas itu terjadi pada tahun 2014. Karena tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan apa pun, ia belum pernah memeriksakan kelainan tangannya itu ke rumah sakit, padahal ia sangat mengharapkan kesembuhan serta dapat bekerja untuk bertahan hidup. Ikhtiar yang dijalani hanya menggunakan pengobatan alternatif; itu pun tidak rutin. Pada awal 2015 anak Mak Ati pernah membuatkan BPJS Mandiri Kelas 3, namun hanya satu kali kartu itu dimanfaatkan dan hanya satu kali juga iurannya terbayarkan.  Keinginan Mak Ati untuk meneruskan  berobat ke rumah sakit sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi dari perangkat Desa Ciwidey. Alhamdulillah kurir #SR beserta petugas dari desa Ciwidey dapat bersilaturahmi langsung dengan Mak Ati, sekaligus menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk biaya memproses kembali kegunaan BPJS,  membayar tunggakan iuran BPJS Mandiri, ongkos berobat, serta biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu maryati menderita Kelainan Tulang Tangan Kanan

Ibu maryati menderita Kelainan Tulang Tangan Kanan


WARTA BIN SAR’I (72, Stroke) Alamat: Kp. Pasantren RT.8/4 Desa Palinggihan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat.  Sebelumnya Bapak Warta  bekerja sebagai marbot  di Masjid Assalam Plered. Ia memiliki 8 anak dan semuanya sudah menikah. Istinya, Marfuah sudah meninggal. Gejala penyakit Pak Warta berawal tahun 2010, yaitu rasa nyeri mendadak dibagian lengan, kaki, sebagian dada, serta sebagian wajah. Ia juga mengalami  hilang keseimbangan. Pak Warta kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas, dan ternyata ia mengalami stroke ringan. Pak Warta hanya mau alternatif yaitu rutin memanggil tukang pijat kerumah agar keseimbangan tubuhnya kembali normal. Namun bukannya sembuh, ia  justru mengalami kelumpuhan total. Kini Pak Warta tinggal bersama anak perempuannya,  Ai Saidah (42)  yang bekerja sebagai penjual donat dan makanan ringan keliling. Suami Ibu Ai, Pak Asep sehari-hari bekerja sebagai supir yang penghasilannya tidak menentu. Keluarga sudah berupaya membawa Pak Warta berobat kerumah sakit dengan jaminan JAMKESDA namun belum ada perkembangan. Karena keterbatasan biaya sehari-hari rawat inap Pak Warta lebih memilih dirawat di rumah saja. Tahun 2015 bulan Nopember Pak Warta jatuh di kamar mandi dan di bawa ke RS Siloam Purwakarta untuk rawat inap. Berdasarkan hasil rontgen, diketahui ia mengalami  patah tulang panggul dan harus segera di operasi. Pada tanggal 2 Desember  2015 Pak Warta menjalani operasi. Karena sudah lanjut usia tindakannya harus dipasang implan dan dikeluarkan pecahan tulangnya. Kondisi Pak Warta  semakin lemah namun ia dibawa pulang kerumah karena tidak mempunyai biaya akomodasi sehari-harinya. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bu Ai menceritakan kesedihannya karena tidak bisa membawa ayahnya kontrol ke rumah sakit. Melihat keprihatinan keluarga Pak Warta,  #SedekahRombongan segera menyampaikan bantuan awal tanpa rumit dan berbelit. Bantuan ini digunakan untuk  biaya transport berobat ke rumah sakit. Mudah-mudahan Allah memberi kelancaran dan kesembuhan untuk Pak Warta. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Pak warta menderita Stroke

Pak warta menderita Stroke


MAMAD ISMAIL (17, Gangguan Jiwa).   Alamat: Kp. Cibolang RT.5/2 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Gejala yang dialami Mamad berawal bulan Januari tahun 2013. Ia mempunyai keinginan membeli sepeda motor tetapi karena ayahnya tidak mampu membelikan. Pak Dudung (56), ayah Mamad sehari-harinya bekerja  menjadi pengemudi ojeg dari motor sewaan sebesar 15 ribu/hari. Sejak itu Mamad mulai jarang pulang, dan setiap pulang ke rumah, ia selalu marah-marah dan terus merengek minta dibelikan motor. Bapak Dudung sangat sedih, bagaimana tidak, untuk kebutuhan sehari-hari saja penghasilannya masih belum cukup untuk menghidupi keluarga. Karena emosi yang tidak terkontrol akhirnya Mamad mengalami depresi, sering mengamuk  dan berbicara ngelantur. Keluarga akhirnya membawa Mamad pergi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan jaminan JAMKESDA. Karena kondisi Mamad semakin memburuk, ia dibawa ke RSJ Cisarua untuk dirawat inap. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan  bantuan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Rasa syukur dan terimakasih keluarga Mamad untuk sedekaholics #SR yang berkenan membantu mereka. Semoga  Mamad segera diberi kesembuhan dan dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Mamad menderita Gangguan Jiwa

Mamad menderita Gangguan Jiwa


ISMAIL MARJUKI BIN JAJA (30, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Kp. Pasir Embe RT.8/2 Desa  Cijantung Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Sejak  kecil usia 2 tahun Ismail sudah menjadi anak yatim piatu. Ismail diurus oleh saudara dari keluarga ayahnya yang  bernama ibu Minah(56),  seorang janda yang bekerja serabutan. Ismail mulai menderita sakit sejak  usia 15 tahun tapi hanya dibawa ke Puskesmas terdekat karena ketidakmampuan biaya. Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja Ibu Miinah dibantu tetangga yang kasihan dan empati dengan kehidupanya. Pada awal bulan Desember 2015,   Ismail mengalami muntah darah dan hanya diberi obat kampung saja. Pada tanggal 24 Desember 2015 Ismail jatuh pingsan kemudian langsung dibawa oleh tetangganya ke RSUD Bayu Asih dan masuk Ruangan IGD dengan biaya umum. Tanggal 28 Desember Ismail mulai menjalani cuci darah. Namun sampai sekarang kondisi Ismail semakin memburuk. Ia hampir tiap hari mengalami muntah darah dan buang air kecil bercampur darah. Ismail bisa menggunakan jaminan JAMKESDA untuk rawat inap namun harus membayar biaya rawat inap sebelumnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melihat Ibu Minah yang begitu kebingungan dan menangis menceritakan keadaan Ismail yang ingin cepat sembuh, kurir #SedekahRombongan langsung menyampaikan bantuan awal untuk membayar rawat inap selama di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Kebahagian tidak terkira terlihat dari diri Ibu Minah dan Ismail. Ia sangat berterimakasih kepada sedekaholics #SR yang berkenan membantu anaknya dan memberi harapan baru Ismail untuk sembuh. Semoga Allah memberi kesembuhan, kelancaran dan kesabaran untuk Ismail. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Ismail menderita Gagal Ginjal Kronik

Ismail menderita Gagal Ginjal Kronik


AAN HASANAH (47, Diabetes).   Alamat: Kp. Cibolang RT.1/1 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered  Kabupaten Provinsi Purwakarta Jawa Barat. Bu Aan adalah seorang kader Posyandu yang biasa membantu mengantar pasien sakit berobat ke rumah sakit.  Ia mempunyai tiga anak yang masih bersekolah. Gejala penyakit Bu Aan mulai pada tahun 201. Kondisi fisik Bu Aan selalu lelah dan lemas. Ia kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium darah di puskemas.  Hasil pemeriksaannya menunjukkan kadar gula yang tinggi melebihi batas normal. Karena kondisi fisiknya lemah, Bu Aan tidak bisa membantu lagi warga untuk berobat ke rumah sakit. Semakin hari berat badannya menurun dan ia terlihat semakin kurus dan kulit kukunnya  menghitam. Pada Bulan Oktober 2015,  Bu Aan jatuh pingsan dan kemudian dibawa ke  rumah sakit. Sampai kini ia masih rutin kontrol ke rumah sakit.  Namun ia sering kebingungan biaya berobat. Suami Bu Aan, Bapak Endang Hidayat (47) sehari-hari bekerja sebagai supir angkot yang penghasilanya tidak cukup untuk membeli obat Bu Aan yang tidak tercover oleh JAMKESDA. Ketika bertemu Kurir #SedekahRombongan Bu Aan menangis karena keadaannya yang semakin melemah namun tidak ada daya upaya. Alhamdulillah  Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk pergi berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan dan Bu Aan kembali beraktifitas  menjadi kader posyandu. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Ibu aan menderita diabetes

Ibu aan menderita diabetes


AI SUTARSIH (49, Kista dan Darah Tinggi).  Alamat: Kp. Banten RT.9/2 Desa Anjun Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Ibu Ai adalah seorang ibu rumah tangga dan tidak mempunyai anak. Pada Bulan Maret 2014,  Ibu Ai merasakan sakit perut di bagian bawah. Ia memeriksakan diri ke bidan dan dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, namun  ia tidak berangkat karena waktu itu suaminya, Pak Herman (43) sedang mengganggur dan  tidak memiliki uang untuk biaya transport ke rumah sakit dii kota Purwakarta yang cukup jauh dari rumahnya. Kemudan Ibu Ai mencoba pengobatan alternatif,  namun kondisinya belum menunjukkan perbaikan. Ia sempat pingsan dan kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih. Dari hasil  USG, ia menderita penyakit kista yang sudah parah dan harus diangkat, namun karena keterbatasan biaya dan tidak mempunyai jaminan,  Ibu Ai terpaksa di bawa pulang. Pada tahun 2015 bulan Oktober,  Ibu Ai jatuh pingsan lagi dan dibawa kembali ke rumah sakit, hingga akhirnya dilakukan operasi pengangkatan kista dengan biaya bantuan dari saudara dan tetangga. Setelah operasi, ternyata penyembuhan luka cukup lama. Bu Ai  masih harus kontrol setiap minggu. Karena suaminya bekerjanya serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, Ibu Ai kebingungan memikirkan biaya berobat. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan langsung bergerak memberi bantuan awal untuk biaya transportasi-akomodasi berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kelancaran untuk ibu Ai. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Ibu ai menderita Kista dan Darah Tinggi

Ibu ai menderita Kista dan Darah Tinggi


DODI SETIADI (25, Gangguan Jiwa). Alamat Kp. Jawa RT.5/4, Ds. Cibogogilir, Kec.Plered, Kab.Purwakarta, Jawa Barat. Anak kedua dari 7 bersaudara, mempunyai 5 adik. Ayahnya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Kakaknya sudah menikah dan tinggal jauh dari Purwakarta. Dodi menjadi tulang punggung ibu dan adik-adiknya dengan berjualan balon. Hari Jumat 11 September 2015 Dodi mengalami gangguan jiwa, dia pergi jauh dan tidak pulang-pulang. Kemudian ada yang mengantarnya pulang Dodi terlihat linglung dan berbicara tidak nyambung. Ibunya membawa ke ajengan untuk diobati. Dodi bilang ada yang selalu memberinya makanan sejenis mie kuah dicampur dengan daun kecubung (istilah sunda diparab agar sedikit mabuk), disamping itu Dodi mengalami tekanan bathin karena pacarnya menikah dengan orang lain. Dodi juga frustasi dengan masalah ekonomi karena penghasilan yg kurang untuk makan adik-adiknya dan Asep adiknya yang ke-3 tidak bisa melanjutkan sekolah berhenti sampai kelas 4 SD. Jika sedang kambuh Dodi mengalami demam tinggi dan melempar barang-barang yang ada, menyakiti adiknya dan pergi jauh. Sampai ibunya mengikat Dodi di pohon dengan rantai agar tidak kabur dari rumah. Ibunya tidak mampu mengobati anaknya karena tidak punya penghasilan. Kakanya bekerja berjualan balon juga dan hanya bisa menghidupi istri dan anaknya. Tidak bisa membantu Dodi berobat. Kini untuk kebutuhan makan ibunya mencoba berjualan donat berkeliling kampung dan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Namun kadang donat tersebut tidak ada yang membeli dan hanya meminta belas kasihan dari tetangga untuk makan anak-anaknya. Setelah berobat jalan ke RSJ Cisarua, Dodi mengalami perkembangan yang cukup bagus, namun masih harus berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, karena cara berjalan dan bicara masih terlihat linglung, namun sekarang Dodi lebih sering shalat berjama’ah ke masjid dan kadang berjualan balon. Agar Dodi bisa sembuh total #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transfortasi berobat jalan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 783. Semoga Dodi segera mendapatkan kesembuhan dan bisa menjalani aktifitas secara normal. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2016
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsari.gendhis

Dodi menderita gangguan jiwa

Dodi menderita gangguan jiwa


LILIS NURAINI (53, CA Mamae). Alamat: Lingkungan Lio Desa Cimeungpeuk RT. 4/6 Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Ibu Lilis istri dari Pak Pepen Supendi (51) berasal dari keluarga yang kurang mampu dan mempunyai 3 orang anak, Bu Lilis dan suaminya berprofesi sebagai pedagang hewan ternak kelinci. Sejak awal tahun 2011 lalu Bu Lilis menderita penyakit di bagian payudara sebelah kiri, yaitu Kanker payudara (CA MAMAE), awalnya Bu Lilis merasakan  sakit di bagian payudara dan tumbuh benjolan berwarna merah, Bu Lilis tidak terlalu menghiraukan benjolan tersebut karena menurut beliau itu hanya benjolan biasa. 2 bulan kemudian rasa sakit itu kembali dan benjolanyapun semakin membesar, Pak Pepen tidak bisa tinggal diam dan langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah 2 minggu berobat di puskesmas penyakitnya belum terdeteksi lalu dirujuk ke RSUD Sumedang untuk memastikan penyakit tersebut, setelah di Biopsi (operasi kecil) di RSUD Sumedang terdiagnosa Kanker payudara. Berangsur-angsur beliau berobat dan pulang pergi ke RSUD Sumedang kondisinya semakin memburuk dan akhirnya dirujuk lagi ke RSHS Bandung karena tidak sanggup untuk menangani penyakit tersebut. Ibu Lilis hanya mempunyai JAMKESDA dan uang seadanya untuk berobat di Bandung. Alhamdulillah beliau dapat info dari dokter RSHS untuk menghubungi #SedekahRombongan supaya bisa menginap di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) karena penyakitnya butuh waktu yang cukup lama. Saat ini Bu Lilis sedang menjalani kemotrapi.dan bantuan sudah kami sampaikan untuk meringankan beban Bu Lilis selama menjalani pengobatan selama di RSHS Bandung . Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 783 dan  bantuan sekarang ini di pergunakan untuk membeli vitamin untuk kemotrapi yang ke 3, obat dan bekal selama di Bandung

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu lilis menderita CA Mamae

Ibu lilis menderita CA Mamae


ALMH. SUMIATI BONANDI (50, Gangguan Ginjal dan Diabetes). Alamat : Karang Mulya RT. 10/2, Pangkalan Banteng, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.  Sumiati adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya Bonandi (55) bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Meskipun sudah 3 tahun belakangan beliau mengalami gangguan kesehatan namun penyakitnya tidak pernah ditangani secara medis. Ketidaktahuannya tentang penyakit yang diderita, serta ketiadaan biaya membuatnya tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Akhirnya setelah dibawa ke rumah sakit, baru diketahui adanya beberapa komplikasi penyakit yang ia derita yaitu anemia, diabetes dan ginjal yang kondisinya memburuk karena sudah kronis. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk meringankan biaya pengobatan beliau selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 792. Namun takdir Allah berkata lain, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya pada tanggal 21 November 2015, Bu Sumiati meninggal dunia. Semoga almarhumah khusnul khotimah dan segala amal ibadahnya diterima Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 14 November 2015
Kurir : @arfanesia Via Daryanto @mardisay

Almh. ibu sumiyati menderita Gangguan Ginjal dan Diabetes

Almh. ibu sumiyati menderita Gangguan Ginjal dan Diabetes


KHOIRUNNISA BINTI SUKARTO (11, Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf). Alamat : Jl. Depati Hamzah RT. 4/2, Desas Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kotamadya Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Sekitar 3 tahun lalu, Annisa pernah jatuh dari bermain sepeda. Saat itu Annisa tidak merasakan sakit dan tidak ada juga indikasi yang lainnya. Di tahun 2013, Annisa kembali terjatuh dari pohon. Sejak saat itu Annisa mulai ada indikasi mulai cepat letih dan sering demam. Upaya orang tua Nissa pernah membawanya ke sebuah rumah sakit di Pangkalpinang. Hasil rontgen menunjukkan tidak ada tulang yang patah. Annisa akhirnya dibawa berobat ke tukang urut sebagai alternatifnya. Selang beberapa bulan di tahun 2013 juga, Annisa kembali terjatuh saat jalan. Dia menabrak adukan semen dan akhirnya kakinya kembali sakit. Saat itulah ia kembali dibawa ke tukang urut yang sama. Alhamdulillah terlihat hasilnya juga membaik. Pada tahun 2014, Annisa kembali jatuh menabrak batako hingga menyebabkan dia lumpuh tidak bisa bergerak. Sudah dicoba ke tukang urut yang sama tetapi tidak bisa kembali normal. Annisa dibawa ke rumah sakit dan dokter memvonis Annisa mengalami penyempitan syaraf akibat seringnya jatuh sehingga membuat Annisa lumpuh. Dokter menyarankan untuk di MRI dan selanjutnya operasi di Jakarta, tetapi keluarga belum mau karena masalah ketiadaan biaya. Ayah Annisa, Pak Sukarto yang bekerja sebagai pegawai honor di salah satu kantor pemerintahan, terus berikhtiar maksimal untuk mencoba menyembuhkan Annisa. Dengan bantuan BPJS, Annisa sudah beberapa kali menjalani pengobatan medis dan fisioterapi di Rumah Sakit di Pangkalpinang. Hasil check up terakhir muncul keluhan terbaru yakni dari hasil CT Scan, di kepala Annisa juga terindikasi adanya cairan. Dokter kembali menyarankan agar Annisa segera dirujuk dan dioperasi di Jakarta. Alhamdulillah, Annisa dan keluarga sudah berada di Jakarta sejak tanggal 30 November 2015 untuk melanjutkan pengobatan di RS Gatot Subroto Jakarta. Annisa sudah menjalani operasi kepala untuk mengeluarkan cairan dari kepalanya dan proses operasinya berjalan lancar. Tim Kurir #SedekahRombongan Jakarta kemballi membantu keluarga Annisa selama di Jakarta dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 792.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @mayzashafie @yahyaisyoyok @mardisay

Annisa menderita Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf

Annisa menderita Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf


KARLINAWATI KATIPAH (19, Kanker Rahim). Alamat : Desa Kurau Barat RT. 2, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Lina , biasa ia dipanggil sehari-hari adalah seorang anak yatim yang sudah ditinggal pergi oleh Ayahnya 10 bulan yang lalu. Sebelumnya tinggal di Jakarta dan setelah tamat SMA, ia pernah kerja di Hotel selama beberapa bulan, semenjak sakit ia berhenti bekerja. Penyakit yang diderita Lina sudah dialami sekitar 9 bulan yang lalu, awalnya perut Lina masih normal, beberapa bulan kemudian perutnya semakin membesar. Lina pernah berobat diantar ibunya ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Jakarta pada saat ia masih tinggal di Jakarta, diagnosa awal dari Dokter yang menangani Lina mengalami Myoma Uteri, dikarenakan pada saat itu tidak ada biaya untuk berobat secara intensif orang tua Lina, Bu Katipah binggung untuk mencari biaya pengobatan Lina. Akhirnya mereka pindah dari Jakarta ke kampung halaman dengan menjual barang-barang yang selama ini ada di Jakarta untuk biaya transport pulang. Hingga saat ini kondisi perut Lina semakin hari semakin membesar dan badannya semakin kurus akibat penyakit yang dideritanya. Pada tanggal 2 Desember 2015, Lina dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Depati Hamzah dan dari hasil pemeriksaan dokter, Lina didiagnosa mengalami Tumor Rahim sehingga menyebabkan perutnya menjadi besar. Dari pihak rumah sakit dan BPJS kesehatan memberikan rujukan untuk berobat ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Bu Katipah (38) hanyalah seorang janda, dimana ayah Lina sudah meninggal 10 bulan yang lalu, ia pun mengungkapkan kesedihannya pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan pada tanggal 7 Desember 2015, menurutnya Lina adalah anak semata wayang yang dulunya adalah anak yang ceria, baik dan pintar. Semenjak mengalami sakit, Lina menjadi pemurung dan malu untuk keluar rumah. Semenjak tinggal di kampung halaman, awalnya mereka tinggal bersama dengan Nenek Lina di daerah Trans Kurau yang kondisi rumahnya belum ada penerangan listrik, kemudian 1 bulan terakhir mereka pindah dan menumpang tinggal di rumah Bibi Lina ( Kakak dari Ibu Katipah) yang juga masih mengontrak di Desa Kurau. Ibu Katipah sekarang sudah tidak bekerja lagi dan untuk hidup sehari-hari hanya dibantu oleh keluarga-keluarga dan tetangga. Ibu Katipah tidak  mempunyai simpanan uang untuk biaya pengobatan anaknya ke RSPAD Gatot Subroto. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan dan keprihatinan melihat kondisi Lina yang terbaring di rumah keluarganya, bantuan lanjutan disampaikan kepada Lina dan keluarga untuk biaya akomodasi selama di Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 792. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini Lina bisa kembali ceria dan beraktivitas normal kembali dan cepat sembuh, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel @mardisay

Lina menderita kanker rahim

Lina menderita kanker rahim


LEPI FIRMANDA (8, Talasemia).  Alamat : Dusun 1 RT. 1 , Desa Air Buluh, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Lepi Firmanda atau yang biasa dipanggil Lepi ini adalah seorang pelajar SD Negeri Air Buluh Kelas 1. Dikarenakan sakit yang dideritanya menyebabkan Lepi tidak bisa melakukan aktivitas sekolah seperti anak-anak seusianya, dengan usia yang sekarang seharusnya Lepi sudah Kelas 3. Penyakit yang diderita Lepi mulai diderita sejak umur 3 tahun dan sudah beberapa kali dibawa ke Rumah Sakit Bakti Wara Pangkal Pinang dan RS Umum Depati Hamzah Pangkal Pinang untuk dilakukan pengobatan dan dilakukan transfusi darah secara rutin. Akan tetapi setahun belakangan orang tua Lepi tidak lagi mempunyai biaya untuk melakukan pengobatan secara rutin di rumah sakit dikarenakan keterbatasan biaya untuk berobat, sehingga berdampak ke kondisi berat badan yang turun, kulit di kaki / tangan menjadi kuning serta perutnya membesar dan keras. Sementara ini keluarga Lepi hanya bisa membawa Lepi ke pengobatan alternatif. Ayah Lepi, Andri (28) adalah seorang duda yang sudah pisah dengan istrinya 10 bulan yang lalu. Pekerjaan sehari-hari Pak Andri hanyalah seorang buruh harian sebagai penebang kayu di hutan yang penghasilannya tidak menentu. Beliau mengungkapkan kesedihannya pada saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Menurut Pak Andri, Lepi adalah anak satu-satunya, merupakan anak yang baik dan tidak pernah mengeluh mengenai penyakit yang dideritanya, dia tetap punya keinginan untuk bersekolah walaupun dengan kondisi fisiknya yang kadang melemah. Untuk berobat secara intensif sekarang keluarga tidak memiliki banyak biaya dan simpanan  lagi, hanya mampu berobat alternatif untuk kesembuhan Lepi. Saat ini, semenjak ibu kandung Lepi berpisah dengan ayahnya, ia dirawat oleh neneknya yang juga menderita penyakit kornea mata. Kurir #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dan keprihatinan melihat kondisi Lepi  waktu bersilahtuhrahmi ke rumah keluarganya, bantuan awal pun disampaikan ke keluarga Lepi untuk biaya pengobatan dan kontrol ke rumah sakit. Semoga Lepi cepat sembuh sehingga dapat beraktivitas secara normal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @mardisay

Lepi menderita Talasemia

Lepi menderita Talasemia


WAGIRAH  BINTI MARTOJO (40, Bantuan Tunai). Alamat : Terukis Baru, RT.1/4, Desa Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Sumatera selatan.  Mbak Gira ia biasa dipanggil bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga sekaligus pengasuh. Mbak Gira biasa bekerja dari pukul 06.30 sampai 16.00 sore. Ia memiliki 3 orang anak, yang pertama Intan Susanti (22) sudah menikah, tapi masih tinggal dengan orang tua, memiliki satu anak, yang kedua Hendra Anggara (18) sudah tamat sekolah tapi belum mendapatkan pekerjaan sampai saat ini dan yang terakhir Sesti Lestari (12) yang masih bersekolah di MTS kelas 7. Penghasilan Mbak Gira sebagai Pembantu Rumah tangga sangat kecil dan hanya cukup untuk makan sehari-hari, apalagi anak yang pertama juga tinggal bersama Mbak Gira dan masih menggantungkan kebutuhan sehari-hari dengan orang tua, sedangkan suami Mbak Gira, Surakat Adinata (69) yang hanya sebagai buruh harian lepas penghasilannya tidak menentu. Saat Kurir #SedekahhRombongan berkunjung kerumah Mbak Gira, ia bercerita saat hujan turun dapur Mbak Gira penuh dengan air hujan, dikarenakan genting-gentingnya semua sudah bocor, air hujan yang masukpun tidak sedikit, bisa hampir selutut orang dewasa, kamar Mbak Gira dan suami yang bersampingan dengan dapur juga ikut banjir karena air yang masuk. Papan papan didapur pun masih pinjam dengan tetangga, apabila tetangga Mbak Gira ingin membangun rumah, papan-papan itupun sewaktu-waktu bisa diambil pemiliknya jika pemiliknya sudah akan membangun rumah. Untuk membeli genting atau asbes juga belum bisa, karena uang gaji habis untuk makan sehari-hari. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk pembelian Asbes. Semoga ketika hujan datang pada malam hari, Mbak Gira dan suami bisa tidur dengan tenang. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @mardisay

Bantuan tunai untuk pembelian asbes

Bantuan tunai untuk pembelian asbes


KOMANG ANDIKA PRATAMA (13, Gagal Ginjal).  Alamat : Br. Jl. Mulawarman Abian Base, Banjar Tedung, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Andika lahir dari keluarga yang sederhana. Nama ayah Andika, Komang Hartawan (40) bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan nama ibunya Made Ribek (Almh) sudah meninggal sejak 5 bulan yang lalu akibat menderita hepatitis B. Andika dari kecil sudah menderita sakit asma, sudah sering keluar masuk rumah sakit dan ketika  umur 6 tahun andika didiagnosa  menderita gagal ginjal stadium 5.  Andika harus melalukan cuci darah 3 kali dalam seminggu. Dan sekarang mengeluh perutnya membesar. Pak Komang sudah 1 tahun belakangan tidak bekerja lagi karna harus menemaninya untuk melakukan pengobatan. Andika melakukan cuci darah di RS. Sanglah Denpasar.  Karena Pak Komang tidak bekerja lagi, beliau sering meminjam uang ke saudaranya untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi untuk pengobatan Andika. Biaya yang dibutuhkan sangat besar karena harus bolak-balik Gianyar ke Denpasar. Dan ia pun harus menanggung kakak Andika yang masih sekolah. Di tengah cobaan yang menimpa Andika bersama keluarga Tuhan mempertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan dan ikut merasakan kesulitan mereka dengan menyampaikan bantuan tunai untuk biaya transportasi. Semoga #SedekahRombongan bisa selalu membantu Andika dalam proses penyembuhannya agar Andika lekas sembuh sehingga bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @lusi @Tuniknata @mardisay

Komang menderita Gagal Ginjal

Komang menderita Gagal Ginjal


NOVAN KURNIA ISTIYANTO (4 th,Luka Bakar). Alamat: Dsn Kepanjen RT 07/RW 40 no.317B Jaranan,Banguntapan,Bantul. Novan,biasa ia dipanggil kini tidak bisa merasakan riangnya bermain seperti layaknya anak seusianya dan hanya bisa terbaring dengan luka bakar yang meliputi hampir sebagian besar tubuhnya.Riwayat sakitnya berawal saat Novan sedang bermain kejar-kejaran dengan temannya di warung angkringan milik ibunya.saat dia berlari,Novan secara tidak sengaja menabrak kompor dengan ceret berisi air mendidih dan novanpun terjatuh lalu air dalam ceret tersebut tumpah nengenai tubuhnya.Novan segera dilarikan ke RSI Hidayatullah dsn mendapat penanganan di IGD setempat.karena luka bakarnya cukup luas,maka Novan disarankan untuk rawat inap dan menjalani operasi untuk membersihkan lukanya.Novan opname di Rumah Sakit dari tanggal 28-3-2015 s/d 2-4-2015 dengan total biaya Rp 3.469.800,- seperti diungkapkan kedua orang tua Novan,Bp Yuli Istiyanto (32) dan Ibu Sustiyanwati (29) kepada tim #Sedekah Rombongan.Kini Novan terpaksa harus menjalani perawatan untuk lukanya di rumah,dengan mengundang tetangganya yang kebetulan berprofesi sebagai perawat karena ketiadaan biaya untuk kontrol di poli luka bakar RSUP dr.Sardjito,seperti yang disarankan oleh dokter yang merawat sebelumnya.Orang tua Novan belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan,pada waktu rawat inap keluarga novan mencoba mengurus Jamskesda Kab. Bantul,namun dikarenakan kesalahan teknis,hingga tenggat waktunya surat jaminan tersebut belum jadi dan Novan dianggap pasien umum biasa.Dengan bantuan santunan dari #Sedekah Rombongan,semoga Novan bisa melanjutkan kontrolnya dan dapat segera pulih seperti sediakala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 Januari 2016
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @imamnurhuda

Novan menderita luka bakar

Novan menderita luka bakar

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sutarti 1,000,000
2 Indra 1,000,000
3 Theresia 1,000,000
4 Giyatmi 1,000,000
5 Suwarto 1,000,000
6 Mujiyah 1,000,000
7 Tumiyem 1,000,000
8 Surati 2,000,000
9 Sumirah 1,500,000
10 Ftira 500,000
11 Imanuel 500,000
12 Arya 500,000
13 Sumiyo 4,000,000
14 Alm Suyanto 2,000,000
15 Dwi 500,000
16 Kasim 2,000,000
17 Alm Suyanto 1,000,000
18 Tukimin 1,000,000
19 Gufron 1,000,000
20 Saeran 2,000,000
21 Umi 1,000,000
22 MTSR Magetan 1,340,000
23 Tayem 1,000,000
24 MTSR Magetan 5,355,000
25 Sumini 1,000,000
26 MTSR Magetan 4,770,000
27 Ustadzah Ni’maturrohimah Al Hafidzoh 2,000,000
28 Siti 574,350
29 Taufiq 1,610,000
30 Almh Almira 2,000,000
31 Sutoyo 500,000
32 Khitanan Massal 890,000
33 MUKHAMAD SUKRON MAKMU 500,000
34 Boniyati 1,000,000
35 Mbah Senipah 1,000,000
36 MTSR Purworejo 2,076,000
37 Mujiyanto 1,000,000
38 Kiptitah 1,000,000
39 Sukarman 1,000,000
40 elika 1,000,000
41 Dewi 1,000,000
42 Eulis 500,000
43 Dudi 500,000
44 M Rakyan 500,000
45 Pasya 500,000
46 Dani 750,000
47 Maryati 750,000
48 Warta 500,000
49 Mamad 500,000
50 Ismail 1,000,000
51 Aan 500,000
52 Al sutarsih 500,000
53 Dodi 500,000
54 Lilis 1,000,000
55 Almh Sumiyati 3,000,000
56 Khoirunnisa 1,500,000
57 Karliana 1,500,000
58 Lepi 500,000
59 Wagirah 1,000,000
60 Komang 1,000,000
60 Novan 500,000
Total 74,115,350

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,115,350,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 796 ROMBONGAN

Rp. 31,915,558,360,-