SAMSUDDIN (55 thn, Tuberkolosis Paru). Alamat: Jl. Perikanan, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Samsuddin menderita penyakit Tuberkolosis. Gejala yang dirasakan Pak Samsuddin seperti nyeri dada, sesak napas dan seringkali demam. Sehari-hari, Pak Samsuddin bekerja sebagai buruh dipabrik olahan ikan dan tinggal digudang pabrik yang tidak terpakai. Tempat tinggal Pak Samsuddin tersebut tidak layak huni, karena tempatnya kecil dan tidak ada fentilasi udara. Pak Samsuddin hidup sebatang kara. Kader pendamping Tuberkolosis menemukan Pak Samsuddin dan rutin melihat kondisi dan kesehatan Pak Samsuddin. Informasi dari kader tersebut sampai kepada kurir #sedekahrombongan dan kemudian mengunjungi Pak Samsuddin. Santunan ditujukan untuk pemeriksaan rutin penyakit Tuberkolosisnya dan dibelikan makanan bergizi.

Jumlah bantuan: Rp: 1.000.000,-
Tanggal: 8 Desember 2015
Kurir: @bratamanggala via Rima

Pak samsudin menderita Tuberkolosis Paru

Pak samsudin menderita Tuberkolosis Paru


DESI WULANSARI (14, Kanker Epidermoid Muricula) Desi sapaan akrabnya merupakan pasien dampingan #SRsolo sejak Juni 2015 lalu. Putri ketiga dari pasangan Bapak Suradi (umur) dan Ibu Yatun (umur) ini tinggal di Rt.01 Rw. 04 Dusun Krajan, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Juni 2015 lalu, Desi mulai menjalani pengobatan di RS. Dr. Moewardi Solo, setelah melakukan berbagai macam tes laboratorium dan observasi oleh tim dokter, pada 19 Agustus 2015 Desi menjalani operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, meskipun demikian Desi masih harus menjalani kontrol rutin terlebih dahulu.  Kondisi Desi sekarang pun semakin membaik dan sudah dapat kembali bersekolah. Santunan ke-3 untuk Desi kembali disampaikan oleh #KurirSR sejumlah Rp. 500.000,- untuk biasa akomodasi kontrol dari Pacitan menuju Solo. Sebelumnya santunan untuk Desi masuk dalam rombongan 751. Pihak keluarga merasa sangat senang dan bersyukur atas santunan yang disampaikan. Semoga Desi dapat segera sembuh. Aamiiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Desember 2015
Kurir: @mawan , @aisyahnka , @ciciiii

Desi menderita Kanker Epidermoid Muricula

Desi menderita Kanker Epidermoid Muricula


ZAHIDA NABILA ( 1,5, Infeksi Paru-Paru) Anak kedua dari pasangan Bapak Mulyono (38) dan Ibu Isti Tsamania (33) yang tinggal di Ngruki RT 09/17, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah ini mengidap infeksi paru-paru. Sakit bermula dari batuk, panas serta pilek. Meski sudah diperiksakan ke bidan setempat namun tidak ada kemajuan, hingga pihak keluarga pun memeriksakan ke dokter spesialis. Tetapi, tetap tidak ada hasil, hingga keluarga membawa Dik Nabila ke Klinik Mojosongo, Ngruki. Menjalani rawat inap selama 4 hari di klinik tersebut, Dik Nabila tetap tidak kunjung sembuh, total biaya berobat pun mencapai Rp. 3.550.000,-. Karena tidak ada hasil, Dik Nabila dirujuk ke RS. Dr. Oen yang memiliki peralatan lebih lengkap. Namun karena sang ayah bekerja sebagai buruh  dengan penghasilan Rp.900 000/bln, tentu pihak keluarga merasa kesulitan, meskipun Dik Nabila dan keluarga sudah memiliki bpjs namun bpjs tidak dapat digunakan karena menunggak pembiayaan selama 6 bulan. #KurirSR dipertemukan dengan keluarga Dik Nabila kemudian menyampaikan santunan sejumlah Rp. 1.000.000,-. Pihak keluarga merasa bersyukur dan mendoakan keberkahan untuk #SahabatSR dan kurir semua. Semoga Dik Nabila dapat segera sembuh. Aamiiiin.

Jumlah Santunan: Rp.1.000 000,-
Tanggal: 31 Desember 2015.
Kurir: @mawan , @aisyahnka , @muslim

Zahida menderita Infeksi Paru-Paru

Zahida menderita Infeksi Paru-Paru


RUSTIYANTO (29, GAGAL GINJAL) Alamat Dusun Batikan RT 01 RW 04 Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Mas Yanto begitu disapa mempunyai Istri Sri Astuti (28, Ibu rumah tangga)dan seorang putri Nadia W (4). Derita yang dialami pria yang bekerja sebagai buruh tani ini bermula sejak Agustus 2015, gejalanya setiap hari dirasakan mual dan muntah berkali kali serta mengalami tekanan darah yang sangat tinggi. Saat itu dengan menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS nya Mas Yanto memeriksakan ke Puskesmas Pringsurat dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Temanggung. Dari hasil pemerikasaan yang dilakukan Dokter RSUD Temanggung diketahui beliau mengalami gagal ginjal dan di sarankan untuk dilakukan cuci darah setiap minggunya. Saat ini Mas Yanto hanya tidur dan duduk di kasur saja sambil setiap minggunya harus kontrol dan cuci darah di RSUD Temanggung. Sebagai kepala keluarga yang sedang mengalami sakit dan istrinya yang hanya ibu rumah tangga Mas Yanto sangat membutuhkan dana untuk melakukan kontrol setiap minggunya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Rustiyanto untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya Kontrol ke RSUD Temanggung. Mas Yanto sangat berterimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah memberikan bantuan yang sangat berharga dan bermanfaat ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
TANGGAL : 25 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko

Pak rustiyanto menderita GAGAL GINJAL

Pak rustiyanto menderita GAGAL GINJAL


ANGGER VAHESYA PUTRA (11, HEMOFILIA) Alamat Dusun Kemloko RT 02 RW02 Desa Kemloko Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Angger begitu disapa adalah anak pertama dari pasangan Walyono (35, Buruh Tani) dan Waltinah (38, Ibu Rumahtangga). Derita Angger dimulai saat ia berumur 3,5th, saat itu dia terjatuh dan mengalami pendarahan di kepala. Kemudian langsung dibawa ke RSUD Temanggung dan langsung dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Setelah menjalani perawatan diperbolehkan pulang, namun belum bisa berjalan dan berbicara. Di usia 4,5 tahun terjadi pendarahan lagi di kepala dan dideteksi mengalami Hemofilia. Berbekal Jaminan Kesehatan yang dimilikinya dirinya menjalani perawatan di RS Sarjito Yogyakarta. Selama hampir 4 tahun dia harus menjalani rawat jalan di RS Sarjito Yogyakarta. Saat ini Dirinya hanya tidur dan duduk dirumah karena masih sulit untuk berjalan. Dari RS Sarjito diberikan memo agar kontrol seminggu sekali di lakukan di RSUD Temanggung. Namun jika kondisi tidak memungkinkan dianjurkan segera ke RS Sarjito Yogyakarta. Ayahnya yang bekerja hanya sebagi buruh tani sangat kesulitan untuk membiayai kontrol anaknya ke RSUD Temanggung setiap minggunya sehingga kadang kadang keluarga tidak bisa membawa Angger kontrol rutin ke RSUD Temanggung. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Angger untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya Kontrol rutin ke RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan yang telah bersedia membantu kepada anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Desember 2015
KURIR : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko

Angger menderita HEMOFILIA

Angger menderita HEMOFILIA


SRI NURYATI, ( 34, ANESTESI BLOK MANDIBULA ) Klodran RT 05 RW 06 Gemawang Temanggung Jawa Tengah. Sri Nuryati begitu disapa, istri dari Nur Rohim (40, Petani ) mengalami sakit Anestesi blok Mandibula sejak satu bulan yang lalu.
Awalnya hanya sakit gigi, kemudian bu Sri memeriksakan ke Mantri lalu disuntik rahang giginya, namun seminggu kemudian mengalami pembengkakan di bagian rahang giginya.
Setelah kejadian tersebut , Bu Sri  dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung 3 hari dirawat, diberi pengobatan biasa namun sampai hari ke 6 penyakitnya tidak kunjung sembuh, lalu dokter memutuskan untuk dioperasi hari itu juga dengan biaya perkiraan 7 – 8 juta.
Karena pasien tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, dari pihak kelurahan bisa menguruskan Jamkesda untuk meringankan biaya operasi dan perawatan selama di rumah sakit.
9 hari dirawat di rumah sakit akhirnya pasien diperbolehkan pulang. Kondisi sekarang bu Sri diharuskan kontrol ke Rumah sakit setiap 2 minggu sekali.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dengan ijin Allah SWT dapat dipertemukan dengan keluarga pasien untuk memberikan santunan dari #Sedekaholics guna membantu biaya operasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari #Sedekahrombongan yang diberikan.

Jumlah Santunan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @Ilyamsudirohuso

Ibu sri menderita ANESTESI BLOK MANDIBULA

Ibu sri menderita ANESTESI BLOK MANDIBULA


BINTANG WAHYUDI (15, Beasiswa) Dogaten, RT 1/ RW 1, Sukorejo Mertoyudan Magelang Jawa Tengah.
Bintang Wahyudi adalah anak dari Bapak Suhadi (50) dan Ibu Eni (40), Bapaknya bekerja sebagai buruh bangunan dan ibu bekerja sebagai buruh cuci dan seterika dengan penghasilan yang tidak menentu. Dengan semangatnya Adek Bintang setiap harinya berangkat sekolah dengan menaiki sepeda butut yang selalu mengantarkannya ke sekolah dengan jarak tempuh kurang lebih 6 km, demi menimba ilmu di SMP PGRI Tempuran, Magelang. Alhamdulillah  #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Adek Bintang Wahyudi untuk turut serta berpartisipasi membantu biaya sekolah demi untuk mencapai apa yang dia cita-citakan dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya sekolah. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @Sigit Purnomo

Beasiswa untuk biaya sekolah

Beasiswa untuk biaya sekolah


JULIANA FADJRIYA ( 5, Perlambatan Tumbuh Kembang ) Alamat : dusun Kauman RT 03 RW 12 Parakan Kab. Temanggung Propinsi Jawa Tengah.
Juliana Fadjriya terlahir dari pasangan Bapak Muntholip ( 60 ) dan Ibu Munawaroh ( 55, pedagang makanan kecil ). Sejak kecil dik Juli ditinggal ayahnya ( Sakit Jiwa ) dan setiap harinya dirawat oleh ibuya yang hanya jadi pedagang makanan ringan di salah satu Sekolah swasta di parakan.
dik Juli menderita perlambatan tumbuh kembang. Dan saat itu ibunya baru penyadari ketika dik Juli berumur 4 bulan. Saat ini kondisi dik Juli tidak bisa jalan dan Belum bisa bicara seperti teman teman seusianya.
Dik Juli juga sudah pernah dirawat / diterapi di RSJ Magelang dan BP2 GAKI Magelang. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan apapun dan sekarang oleh ibunya hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Keluarga kecil ini juga menumpang di rumah tetangga menempati bekas dapur dan kamar mandi. Ruangannya pun hanya 3 X 4 M.  ekonomi juga termasuk tidak mampu.
Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT #sedekahrombongan  dipertemukan dengan keluarga dik juli untuk menyerahkan bantuan dari #Sedekaholics guna biaya beli susu, akomodasi dan berobat ke pengobatan alternatif.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 26 Desember 2015
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82 @ilyamsudirohuso

Juliana mengalami Perlambatan Tumbuh Kembang

Juliana mengalami Perlambatan Tumbuh Kembang


ASTRI WULANSARI (15, Scoliosis, Cerebalpalsi, Sepastik Deplejik). Alamat Pongangan, RT 1 RW 12, Wates, Magelang, Jawa Tengah. Adek Wulan adalah anak dari Bapak Mustofa (46) dan Ibu Cicik Wahyuningrum (40),
Bapak mustofa bekerja di toko, Ibu Cici bekerja sebagai  pedagang madu dan buah keliling. Adek Wulansari menderita sakit sejak lahir dan sampai saat ini masih membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri karena dia mengalami cacat ganda jadi kalau Ibu Cici bekerja kemanapun dia selalu ikut keliling karena tidak bisa ditinggal dirumah. Saat ini Adek Wulan membutuhkan penyangga punggung pengganti karena penyangga punggung yang lama sudah kekecilan sehingga kalau dipakai merasa kesakitan dan nyeri. Adek Wulan harus memakai alat tersebut jika beraktifitas, dan saat ini sangat ingin segera mempunyai penyangga punggung yang baru agar nyaman dipakai.
Alhamdulillah  #Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Adek Astri Wulansari untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya berobat. Keluarga sangat berterimakasih kepada teman- teman #Sedekah Rombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 3.200.000,-
Tanggal : 25 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82 @Sigit Purnomo

Astri menderita Scoliosis, Cerebalpalsi, Sepastik Deplejik

Astri menderita Scoliosis, Cerebalpalsi, Sepastik Deplejik


TPQ ” NURUL HUDA” Alamat Dusun Lempong RT 02 RW 03  Desa Kemiriombo Kec. Gemawang Temanggung Jawa Tengah. TPQ ” NURUL HUDA ” ini berdiri sejak 2 tahun yang lalu yang menempati rumah bapak Didik Triyono  sebagai tempat belajar mengajar dan dengan jumlah santri putra 30 dan santri putri 40. Dengan berbagai kekurangan dan kelebihan TPQ ini sendiri merupakan sebuah jenjang pendidikan yang sangat penting dan strategis dalam upaya mencetak dan membina sumber daya yang berkualitas.
TPQ saat ini lagi membangun sebuah gedung baru untuk kegiatan mengaji. Kegiatan TPQ ini dimulai 15.00 Wib sampai waktunya sholat isya. Adapun ustadz – ustadzahnya berjumlah 4 orang,
namun dengan keikhlasan mampu membina anak anak usia PAUD, TK,  SD untuk belajar agama islam sebagai bekal hidupnya. TPQ ” NURUL HUDA ”  nantinya diharapkan bisa mencetak generasi muda yang beriman, berakhlaq mulia, cerdas,  mandiri dan bisa menjadi solusi kebutuhan kader islami.
Mengingat anak – anak saat ini butuh  pendampingan serius karena tantangan zaman yang semakin kompleks dan perlunya pendidikan dasar agama yang kuat sebagai benteng.
Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari #Sedekaholic guna membantu biaya pembangunan gedung baru TPQ.
Atas nama pengurus TPQ NURUL HUDA mengucapkan banyak banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 BASORI

Bantuan biaya pembangunan gedung baru TPQ.

Bantuan biaya pembangunan gedung baru TPQ.


ABDUL KHAMID (55, Lumpuh). Alamat  Busekan RT 1 RW 6, Klopo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pak Abdul Khamid adalah Anak dari Bapak MAHARI (ALM) dan Ibu SURATMI (ALM) mengalami sakit Pada awal mulanya beberapa tahun lalu ketika masih duduk di bangku sekolah SD kelas 6 mengalami jatuh. Dulu ketika masih kecil oleh orang tuanya di bawa ke tukang urut dan mantri di sekitar desa Klopo. Pak Mantri bilang ini kena sarafnya, karena kondisi orang tua yang kurang ekonomi maka hanya bisa rutin di bawa ke tukang urut saja. Bapak ABDUL KHAMID hingga saat ini sakit sudah kurang lebih 30 th. Karena kondisi untuk bergerak sakit,  jika bapak ABDUL KHAMID merasa kesakitan keluarga hanya bisa memanggil manteri di sekitar desa, itupun kalau pihak keluarga ada rejeki. Saat ini pak KHAMID hanya dapat berbaring, tangan sebelah kanan dapat bergerak sedikit, sedangkan untuk penglihatan, berbicara, dan pendengaran masih setabil. Bapak ABDUL KHAMID saat ini tinggal bersama keponakan anak dari kakak nya yang bernama Bapak RAHMAT SUKUR (43) yang sehari-hari berkerja sebagai buruh tani dan juga sebagai kepala keluarga.
Bapak ABDUL KHAMID belum pernah mendapatkan bantuan berobat dari lembaga apapun cuma  dapat jamkesmas saja.
Alhamdulillah #SEDEKAHROMBONGAN di pertemukan dengan bapak ABDUL KHAMID sehingga dapat meringankan biaya pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan terimakasih kepada  #SedekahRombongan atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Desem er 2015
Kurir: @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus santoso

Pak abdul menderita Lumpuh

Pak abdul menderita Lumpuh


MTSR Magelang ( BBM bensin, Kaca Film ) Seiring dengan banyaknya pasien yang harus didampingi di wilayah Magelang Temanggung maka mobilitas Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Magelang semakin tinggi.
Dengan semakin seringnya mobilitas itu maka kebutuhan akan BBM Bensinpun semakin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan sedekah rombongan serta melayani permintaan Warga untuk antar jemput ke rumah sakit. Penggunaan MTSR sangat bermanfaat bagi pasien dampingan dan warga sekitar, pemakaian rutin adalah untuk mengantar pasien dampingan dari ngadirejo Temanggung ke RS Moewardi Solo dan pasien dari Salaman Magelang ke RS Sardjito Jogjakarta. MTSR juga digunakan melayani warga untuk mengantar jenazah, serta melayani dhuafa dari RSUD Magelang ke rumah pasien yang akan pulang kerumahnya.
Penggunaan anggaran minggu ini juga untuk membeli dan memasang kaca film MTSR dengan ukuran 80% karena kaca film yang ada terlalu transparan.

Jumlah : Rp. 700.000.-
Tanggal : 31 Desember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Sigit Purnomo

Biaya BBM bensin, Kaca Film

Biaya BBM bensin, Kaca Film


HIKMAWATI bin SAIMAN (3, Cerebal Palsy) bertempat tingga di Desa Pamriyan RT 006 RW 003, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah. Dik Hikma putri dari pasangan suami istri Bapak SAIMAN (35) pekerjaan buruh proyek dan ibu RAYEM (25) pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Dik Hikma menderita kelainan sejak  lahir dengan riwayat persalinan Secar di RSUD Saras Husada Purworejo. Pada waktu umur 1 tahun dik Hikma dibawa ke RSUD Purworejo untuk pengobatan. Pada awalnya dipasang Gips pada kedua kakinya selama 4 bulan, kemudian dilepas untuk dilakukan Operasi. Namun, sampai sekarang tidak ada perubahan. Setelah Operasi dik Hikmah kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keterbatasan ekonomi & tidak memiliki jaminan kesehatan akhirnya pengobatan dihentikan. September 2015 Kurir #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dik Hikmah, untuk membantu mebuatkan BPJS dan melanjutkan pengobatan. 1 November 2015 dik Hikma diantar ke Solo untuk melanjutkan pengobatan di RS Ortopedi. Dokter yang merawat dik Hikma mengatakan dik hikma harus menjalani gips terlebih dahulu untuk meluruskan kaki, Kemudian setelah itu baru di operasi. Saat ini dik Hikma sudah menjalani pemasangan gips setiap minggu di ganti. Karena tulang kaki semakin membaik   Desember 2015 kontrol dilakukan setiap 2 minggu 1kali. Untuk memaksimalkan pengobatan saat ini dik Hikma dan kedua orangtua tinggal di RSSR Solo. Sedekah rombongan menyampaikan titipan dari sedekaholic sebesar 500.000 guna akomodasi selama pengobatan di Solo.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 15 Desember 2015.
Kurir : @Mawan @aisyahnka, @cicicinta

Hikma menderita Cerebal Palsy

Hikma menderita Cerebal Palsy


DIAH NUR SAFITRI (12, Tumor Tulang Belakang) Alamat : Jl. Wijaya Kusuma RT 12 W 01 No. 9 Sukabumi Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah, seorang gadis kecil yang telah menderita tumor di tulang belakangnya sejak ia berusia tujuh bulan. Ketika kambuh, badan Dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki secara tiba­tiba. Pada usia 1 tahun, Dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi dan juga mengkonsumsi obat herbal, namun tidak mendapatkan hasil apapun. Ketika Dik Diah berusia tiga tahun, ayahnya meninggal dunia dan Bu Sujinah (Ibu Dik Diah – 43 Tahun) menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan jika kondisi Dik Diah sedang baik, sore harinya Bu Sujinah membuat krupuk gulung untuk dijual. Tahun 2006 Dik Diah mendapat rujukan dari puskesmas setempat untuk berobat ke RSUD Malang. Dengan berbekal surat keterangan tidak mampu Dik Diah menjalani MRI dan dianjurkan untuk terapi. Ikhtiar untuk kesembuhan Dik Diah dilakukan dengan melakukan terapi secara rutin 1­2 kali dalam satu minggu dan telah dijalani selama dua tahun, namun ternyata hasilnya masih nihil. Akhirnya Dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Biayanya pun cukup mahal, namun dengan menggunakan sisa uang pinjaman dan sumbangan dari dermawan ahirnya Dik Diah bisa menjalani operasi. Setelah menjalani operasi, kondisi Dik Diah mulai membaik. Kram di kaki, sakit di perut, dan badan panas secara tiba­tiba sudah jarang kambuh. Namun ada keluhan lain yang dirasakan. Sampai sekarang Dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Saat ini dokter menganjurkan untuk melakukan operasi lagi untuk menutup klep yang bocor di saluran tersebut. Dengan segala keterbatasan, Dik Diah dan keluarganya hanya bisa berharap dan berdoa agar mendapat jalan keluar dari sakit yang dideritanya sekarang. Saat ini kami beserta keluarga dik Diah sedang mengusahakan supaya operasi untuk dik Diah bisa segera terlaksana, karena terkendala fasilitas yang dimiliki dik Diah hanya jamkesmas, hal ini membuat prosesnya menjadi sangat lama.. Dan kabar baiknya, dokter pengganti yang bisa menangani pengobatan dik Diah sudah ada, sebelumnya proses pengobatan terkendala karena dokter yang menangani dik Diah harus melanjutkan studi ke luar negri.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Selasa, 22 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @RathyaJelita

Diah menderita Tumor Tulang Belakang

Diah menderita Tumor Tulang Belakang


EMI YUNIATI (33, Kanker Payudara) Alamat : Desa Lemper Kec Pademawu Pamekasan Madura. Bu emi adalah seorang janda beranak 2 dan bekerja sebagai guru honorer di MTS MIFTAHUL QULUB Toroan Pamekasan Madura. Bu Emi menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal cerai dengan suaminya, sekarang bu Emi membiayai hidup 1 orang anak perempuannya dan ibunya. Beliau menderita Kangker Payu dara sejak tahun 2014 lalu. Saat tim #SedekahRombongan bertemu dengan bu Emi, beliau telah menjalani kemo terapi 4 kali di Pamekasan. Biaya kemoterapi saat itu sekitar Rp. 1.700.000 di RSUD Pamekasan karena saat itu RSUD Pamekasan tidak menyediakan obat kemo maka harus beli di Surabaya. Bu emi sudah habis banyak dana dan sampai meminjam kanan kiri untuk biaya pengobatan, sedangkan jaminan kesehatannya tidak menanggung biaya obat kemo. Saat kurir pertama bertemu bu emi, payudara bu emi sudah mulai terdapat luka yang cukup besar mencakup seluruh payudara bagian
kirinnya. Tim #SedekahRombongan bertemu bu Emi pada bulan Februari 2015 dan mulai melakukan kemoterapi yang harus dimulai dari awal lagi karena lukanya sudah mulai membengkak kembali. Hingga saat ini bu Emi telah menjalankan 8 kali kemoterapi, yang pada awalnya RSUD Pamekasan tidak mengcover biaya kemo, sekarang RSUD Pamekasan telah mengcover biaya kemoterapi. Tim #SedekahRombongan membantu uang saku selama sebulan untuk tiap bulannya, kontrol di Surabaya untuk penanganan lebih lanjut dan penentuan operasi atau masih akan disinar. Bantuan yang sudah disalurkan tim sedekahrombongan pada bu emi ini telah mencapai Rp. 11.105.000, biaya tersebut termasuk biaya kemo dan uang saku bu Emi tiap bulannya.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000
Tanggal : 16 Desember 2015
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen @radityorenal

Ibu emi menderita Kanker Payudara

Ibu emi menderita Kanker Payudara


PONDOK TETIRAH ZIKIR yang beralamat di Kuton Tegaltirto Berbah Sleman Yogyakarta, fokus menampung orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan karena stres maupun narkoba. Saat ini pondok tersebut dihuni oleh 40 orang, yang dirawat oleh pak Tri Hardono. Bantuan masih sangat dibutuhkan oleh mereka karena saat ini jatah makan untuk korban narkoba hanya 3000/orang dari pemerintah. Sedangkan yang stress malah tidak mendapat jatah bantuan. #SedekahRombongan ingin selalu hadir ditengah para pengelola pondok dan panti di manapun berada, agar menjadi sinergi yang berkelanjutan dalam bergerak untuk kemanusiaan. Kali ini kami membantu untuk pembelian alat komunikasi HP pengurus agar mudah dalam mengirim foto untuk pelaporan.

Jumlah Bantuan: 1.500.000
Tanggal penyerahan: 30 Januari 2016
Kurir: @Saptuari @AvinPutra

Bantuan pembelian alat komunikasi HP

Bantuan pembelian alat komunikasi HP


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46 Tahun, Tumor Mata ) Alamat : Desa Dawuhan, Batu, Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal puasa september tahun 2014 lalu ibu 2 anak ini tumbuh benjolan dimana diagnosis dokter di salah satu rumah sakit daerah Bondowoso menjelaskan bahwa Bu Nur mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolan tersebut bertambah besar hingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorab ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya untuk ongkos pulang pergi saja beliau yang hanya seorang ibu rumah tangga harus menghabiskan uang ditabungannya untuk berobat di Surabaya. Beruntung beliau bertemu dengan tim Sedekah Rombongan, hingga saat ini beliau sudah menjalani proses kemoteraphi. Berkat bantuan para sedekah holic sampai saat ini beliau masih bisa tetap berikhtiar dengan pengobatannya agar bisa segera sembuh. Terimakasih, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat & Kasih Sayang­Nya untuk kita semua yang mempunyai niat ikhlas membantu sesama. Aamiin.. Saat ini Bu Nurhosna masi rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Selasa, 29 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @Rathyajelita

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata

Ibu nurhonsa menderita Tumor Mata


SITI RAHMI (19, Carsinoma Sinonasal) Alamat : Desa Pindahan Baru, Kec. Beruntung, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan Rahmi biasa dia dipanggil, adalah seorang gadis yang lahir di Jambu Burung pada 17 April 1996. Merupakan anak kedua dari Bapak Abdullah (49) dan Ibu Faridah (46). Keduanya bekerja sebagai buruh tani di desa sekitar tempat tinggalnya. Gejala penyakit Rahmi berawal pada tahun 2012, muncul benjolan di gusi Rahmi. Hasil pengobatan di Rumah sakit setempat mengharuskan rahmi untuk menjalani operasi kecil untuk mengambil cairan pada gusinya yang benjol. Menurut Dokter cairan tersebut adalah cairan sinusitis. Selang dua tahun kemudian Rahmi mengalami sakit gigi hebat sehingga dari puskesmas setempat menyarankan Rahmi untuk dirujuk di Rumah Sakit besar yaitu RSUD Ulin Banjarmasin. Pada saat itu Rahmi duduk di bangku kelas 3 SMK Negeri 1 Takisung. Lokasi rumah sakit yang jauh, serta bersamaan dengan berlangsungnya ujian kelulusan maka Rahmi beserta orang tuanya memutuskan untuk menunda pengobatan sampai ujian selesai. Selama empat bulan Rahmi menahan sakit gigi yang luar biasa dan sesak yang kerap hadir di setiap malam. Seusai ujian kelulusan Rahmi melanjutkan pengobatan ke RSUD. Ulin Banjarmasin menggunakan fasilitas jamkesda. Dari hasil pemeriksaan ternyata Rahmi harus segera dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena langit­langit mulut Rahmi sudah sangat tipis. Pekerjaan kedua orang tuanya yang hanya mengandalkan hasil buruh tani rasanya hanya seperti mimpi Rahmi bisa berobat ke Surabaya.
Melalui Tangan­Tangan Allah, keadaan Rahmi tersebut sampailah ke kurir #SedekahRombongan, dan Alhamdulillah Rahmi bisa berobat ke Surabaya pada Bulan Maret 2015 ditemani oleh ayahnya. Sesampainya di Surabaya, setelah melewati serangkaian pemeriksaan melalui Poli Gigi dan Posa THT di RSUD Dr. Soetomo Rahmi dinyatakan mengidap kangker saluran sinus stadium 3 atau istilah kedokterannya adalah “Carsinoma Sinonasal” yang berada di area sekitar hidung, bawah pipi kanan, dan merambat sampai rongga mulut atas, dan Ahirnya diputuskan bahwa Rahmi akan menjalani operasi besar yang melibatkan dokter ahli bedah THT, dokter ahli bedah saraf, dan dokter ahli dari poli Gigi. Rahmi dioperasi pada Bulan April 2015, operasi yang sangat panjang yang dimulai pada pukul 07.00 pagi hingga 18.00 malam. Langit­langit rongga mulut dan seluruh gigi rahmi yang ada di sebelah kanan atas diambil agar penyakit Rahmi tidak menjalar lagi dan dituntaskan sampai ke akarnya. Kemudian rahmi dibuatkan langit­langit rongga mulut palsu, dan sampai saat ini Rahmi tidak memiliki sebagian gigi atasnya, hal ini membuat Rahmi sedikit kesusahan untuk makan dan bahkan bicaranya pun menjadi tidak jelas. Setelah operasi, pengobatan Rahmi belum selesai. Dia harus melakukan serangkaian proses kemoterapi dan melakukan sinar radioterapi sebanyak 25 kali untuk membunuh sel sel kangker yang dikhawatirkan masih aktif. Sampai saat ini, alhamdulillah Rahmi telah melewati lima kali proses kemoterapi dan sudah selesai 25 kali sinar radioterapi. Semoga pengobatan Rahmi bisa segera selesai dan dokter menyatakan bahwa Rahmi telah sembuh. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Rabu, 23 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Ibu siti menderita Carsinoma Sinonasal

Ibu siti menderita Carsinoma Sinonasal


SAHANDI (64, Tumor Usus) Alamat : Desa Tenggarang Kec. Tenggarang Kab. Bondowoso Jawa Timur. ak Sahandi biasa disapa, beliau bekerja sebagai buruh bangunan lepas. Meski usianya sudah lanjut beliau masih terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari­hari. Beliau mengidap penyakit tumor usus sejak 6 bulan yang lalu, dan beliau tidak pernah mengeluhkan akan penyakitnya hingga semakin parah dan parah.. Diawali dengan BAB yang berdarah setiap hari, yang kemudia diduga bahwa beliau mengidap sakit ambien biasa. Semakin lama berat badan Pak Sahandi terus menurun secara drastis sampai­sampai terlihat seperti tinggal tulang dan beliau tidak kuat lagi untuk berdiri. Putra beliau bernama Mas Rege (34) mengupayakan pengobatan secara tradisional dan herbal, namun belum kunjung ada hasilnya. Sampai ahirnya Pak Sahandi dibawa periksa ke dokter di RS. Bhayangkara Bondowoso. Setelah dilakukan USG, ahirnya diketahui bahwa terdapat tumor di usus Pak Sahandi, dan dokterpun menyatakan bahwa tidak bisa melakukan pengobatan di RS. Bhayangkara Bondowoso karena keterbatasan alat dan tenaga medis. Namun, alasan sangat klasik karena keterbatasan biaya pak Sahandi harus menunda keberangkatannya ke Surabaya, karena tidak ada kerabat yang bisa menampung mereka selama pengobatan dan kondisi beliau yang sudah sulit untuk dibawa untuk perjalanan jauh. Namun Mas Regi tidak tinggal diam, dia berusaha mengumpulkan uang untuk biaya ke Surabaya, dan Alhamdulillah,, melalui info dari mulut ke mulut kami #SedekahRombongan bisa dipertemukan dengan mereka. Tanpa tunggu lama, kami langsung membawa Pak Sahandi ke Surabaya dengan ambulan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah rombongan). Sesampainya di Surabaya kami langsung membawa Pak Sahandi ke IGD untuk bisa segera ditangani, karena memang keadaan beliau sudah sangat drop. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan dan diberi obat penahan sakit beliau diperbolehkan pulang ke rumah singgah #SRSurabaya. Selama di rumah singgah, beliau sering merasakan nyeri yang luar biasa di usunya sehingga menyebabkan beliau tidak bisa tidur semalaman. Keesokan harinya kami langsung membawa beliau ke IGD RSUD Dr. Soetomo, dan setelah diberikan obat pereda nyeri beliau bisa tenang dan bisa beristirahat. Hanya sekitar satu minggu Pak Sahandi bersama kami, sampai ahirnya Allah SWT memanggil beliau dan membebaskan segala derita beliau. Hari senin, 28 Desember 2015, di sore hari kondisi beliau menurun secara drastis. Kami langsung membawa beliau ke IGD. Kondisi beliau sudah terlihat sangat lemah dan pucat sekali, bahkan badannya sudah terasa dingin. Namun kami terus mengupayakan dan mendoakan semoga keadaan beliau membaik. dan Pada ahirnya selasa dini hari beliau telah dipanggil oleh Allah dan tiada untuk selamanya. Kami dan keluarga sangat berduka, namun Alhamdulillah keluarga beliau telah ikhlas dan menerima kepergian beliau. Keluarga Pak Sahandi sangat berterimakasih atas bantuan para sedekah holic yang telah memberikan sedikit rezekinya melalui #SedekahRombongan sehingga bisa membantu proses pengobatan Pak Sahandi.. Almarhum Pak Sahandi telah meninggal dengan khusnul khotimah, semoga semua amal kebaikan beliau diterima oleh Allah SWT. Aamiin.. Kami #SedekahRombongan juga berterimakasih kepada mas Regi, karena didalam kesempitannya, beliau mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu di #Sedekah rombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 3.050.000,­
Tanggal : Rabu, 28 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Pak sahandi menderita Tumor Usus

Pak sahandi menderita Tumor Usus


SUGITO BIN KASENI. (51, Tumor Pipi) Alamat : Dusun Gragalan Rt 01 Rw 01, Desa Soso, Kec.Gandusari, Blitar, Jawa Timur. Pak Gito biasa dipanggil, dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Jawa Timur. Beliau tinggal bersama istrinya (Ibu Sarifah) di sebuah rumah yang sangat kecil dengan berlantai tanah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari­hari istrinya bekerja sebagai buruh di sawah. Pada mulanya Pak Gito merasakan sakit pada matanya, dan muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional dengan menggunakan duri pada pohon jeruk, namun benjolannya malah menjadi semakin besar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri, namun karena peralatan yang kurang memadai kemudian beliau dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar Kota Malang. Pengobatanpun tidak berlanjut karena tidak adanya biaya. Pada awal bertemu dengan #SedekahRombongan, kondisi pak Gito sangat memprihatinkan, benjolan di pipi yang sangat besar dan tubuh yang sangat kurus. Kemudian Pak Gito dirujuk untuk menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pengobatan berupa kemoterapi yang dilakukan rutin setiap bulan. Alhamdulillah benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi nya yang dilakukan dipertengahan bulan Januari. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 659.500,­
Tanggal : Selasa, 29 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @FajarSR2

Pak sugito menderita Tumor Pipi

Pak sugito menderita Tumor Pipi


AISYAH RANI (2, Kelainan Katup Jantung) Alamat : Jalan Diponegoro gang 7, rumah dinas sebelah barat SDN Banyuanyar 3, Sampang, Madura. Aisyah Rani adalah anak pertama dari Ny. Tika. Awalnya tidak ada keluhan, Rani yang saat itu berusia 4 bulan, dibawa berobat ke Spesialis anak di Pamekasan (1 jam dari kab. Sampang) karena sakit batuk. Tapi, setelah pemeriksaan lengkap oleh dokter, dikatakan bahwa ada masalah pada jantungnya dan disarankan untuk pemeriksaan echocardiography sekaligus berobat ke Surabaya. Ibu dan ayahnya tidak membawa Rani berobat karena masih takut dan kendala biaya. Setelah berusia 1 tahun, berat badan Rani tidak kunjung naik. Baru kemudian orang tuanya membawa Rani ke RS Dr. Soetomo untuk diperiksa lebih lengkap. Dokter spesialis anak yang menangani saat itu menjelaskan bahwa ini kelainan jantung bawaan dan dapat menyebabkan gagal jantung serta menyarankan untuk dilakukan operasi sebagai satu­satunya solusi yang bisa dikerjakan. Tapi, orang tua Rani masih belum berkenan karena masalah biaya. Rani dibawa berobat jalan setiap bulannya ke Surabaya. 2­3x Rani absen kontrol karena biaya yang seharusnya digunakan untuk berobat, digunakan untuk kepentingan lain. Akibatnya Rani menjadi sesak nafas dan mudah lelah jika beraktivitas. Dalam dunia medis, ini adalah salah satu gejala gagal jantung dan jika dibiarkan dapat mengenai organ lain seperti edema paru (paru terisi cairan yang merembes dari jantung), bengkak seluruh tubuh serta mengganggu pertumbuhan dan perkembangan Rani. Rani tidak bisa beraktivitas aktif seperti anak­anak seusianya karena akan mudah lelah dan mudah sesak. Ayah Rani adalah PNS guru SD dengan gaji rata­rata 2 jutaan, ditambah sampingan bekerja bengkel. Ibu Rani adalah lulusan perawat yang menjadi ibu rumah tangga dan saat ini sedang hamil 7 bulan. Gaji ayah Rani digunakan sekitar 1.200.000 setiap bulannya untuk biaya kontrol Rani ke Surabaya (sudah termasuk transportasi, akomodasi, obat­obatan dan jasa dokter). Orang tua Rani berencana membawa Rani kontrol bulan Desember depan sekaligus berkonsultasi perihal persiapan dan rencana operasi untuk Rani. Saat ini, Rani sudah terdaftar dalam BPJS, namun untuk melakukan operasi itu BPJS tidak menanggung keseluruhan biaya. Belum lagi daftar antrian operasi yang panjang menyebabkan Rani sangat perlu didampingi oleh #SedekahRombongan. Selain itu, biaya transportasi, akomodasi selama Rani dirawat sebelum/setelah operasi dirasa masih kesulitan untuk dipenuhi. Bantuan dari #SRSurabaya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk biaya kontrol ke dokter sebelum/setelah operasi serta untuk biaya operasinya sendiri.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000
Tanggal : 05 Desember 2015
Kurir : @wahyu_CSD @ivanineteen @radityorenal

Aisyah menderita Kelainan Katup Jantung

Aisyah menderita Kelainan Katup Jantung


SITI NUR AZIZAH (1.5 Tahun, TUMOR MATA) Alamat : Dsn. Bataan RT11/RW04, Ds. Bataan, Kec. Tenggarang, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Dik Azizah begitu ia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Gejala awal yang dialami Dik Azizah adalah warna mata yang berubah menjadi kuning. Kemudian Dik Azizah diperiksakan ke salah satu rumah sakit yang ada di Bondowoso, namun pihak dokter tidak memberitahukan penyakit apa yang diderita oleh Dik Azizah dan langsung memberikan rujukan untuk berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Karena keterbatasan biaya, Dik Azizah hanya dibawa ke RS. jember. Hasil diagnosis RS. Jember menyatakan bahwa Dik Azizah sakit katarak dan infeksi mata saja karena pada saat diperiksa kondisi mata Dik Azizah sudah tidak kuning tetapi berwarna putih dan ujung kanan kiri kemerahan. Setelah diberikan resep oleh dokter Dik Azizah pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan. Pada saat awal penggunaan resep tersebut kondisi mata Dik Azizah membaik, namun lama kelamaan obat tersebut tidak memberikan hasil lagi. Hingga akhirnya mata Dik Azizah membengkak dan semakin besar di salah satu sisi hingga mendesak bola matanya keluar. Melihat kondisi Dik Azizah yg semakin parah maka orang tuanya pun memutuskan untuk membawa Dik Azizah ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dengan berbekal uang pinjaman dari koperasi di desa setempat sebesar Rp. 3.000.000,­ mereka melanjutkan ikhtiar untuk putri kesayangannya ini. Kondisi Dik Azizah semakin menurun karena pertumbuhan tumor semakin cepat hingga ke leher sehingga menyebabkan Dik Azizah tidak dapat makan lagi dan hanya bisa mengkonsumsi susu dan air saja. Selain itu balita mungil ini juga hanya bisa berbaring di kasur saja. Langkah awal pengobatan Dik Azizah adalah dengan melakukan kemoterapi secara rutin yaitu 2­3 kali dalam satu minggu. Saat ini Dik Azizah teah melakukan kemoterapi yang ke delapan, dan benjolan di matanya berangsur mulai mengecil. Kabar terbaru di Azizah, setelah dilakukan pemeriksaan kembali dengan melakukan tes tulang, dik azizah terdiagnosis menderita leukimia :( sehingga dokter ingin fokus pada penyembuhan leukimianya terlebih dahulu. Dokter juga menyarankan supaya dik Azizah kembali mengkonsumsi susu nutren junior untuk membantu proses penyembuhannya..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Selasa. 22 desember 2015
Kurir : @aryorapopo @GPremadi @wahyu_CSD

Siti menderita TUMOR MATA

Siti menderita TUMOR MATA


NJOO SWIE FOEN. (60, Kangker Payudara). Alamat : Jl. Syamanhudi no 35, Jember, Jawa Timur. Ibu Njoo biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya adalah salah satu pasien #SedekahRombongan yang telah meninggal dunia. Beliau tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya. Berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dokter mendiagnosa Bu Njoo menderita kanker payudara stadium 3. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,­ dan Bu Njoo membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara­saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan Bu Njoo untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Pada saat kemoterapi dan sinar radiotherapy, Bu Njoo sudah dalam dampingan kami. Semua proses kemoterapi dan sinar sudah selesai, namun saat ini muncul lagi benjolan yang semakin membesar di punggung beliau dan masih dalam tahap diagnosis. Saat ini Bu Njoo sedang rutin untuk kontrol ke RSUD Dr. Soetomo setiap 2 minggu sekali. Kami akan terus berikhtiar untuk kesembuhan beliau.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Kamis, 17 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Ibu njo menderita Kanker Payudara

Ibu njo menderita Kanker Payudara


MUNAWIR BIN WASIMIN (45, Glukoma) Alamat : Dsn. Wringin Tengah RT02/RW06 Kel. Wringin Kec. Wringin Kab. Bondowoso, Jawa Timur Sama seperti pasien #SRSurabaya yang lain, Pak Munawir datang ke Surabaya untuk
melanjutkan pengobatan penyakit blastoma yang dideritanya. Saat pertama kali datang kondisi mata Pak Munawir sudah cukup parah, kedua matanya tidak lagi bisa melihat. Pak Munawir adalah salah satu pasien #SR Surabaya yang progress pengobatannya sangat cepat dan yang utama adalah unpredictable. Saat pertama kalinya kontrol, Pak Munawir masuk ke poli mata, dan pada hari itu juga beliau langsung opname dan dijadwalkan operasi pembersihan mata sebelah kanan keesokan harinya. Sampai disini kami masi merasa biasa saja. Operasi berjalan lancar dan beliau diperbolehkan untuk pulang. Serangkaian proses tersebut dilalui Pak Munawir hanya dalam empat hari dan beliau kembali ke rumah singgah #SRSurabaya. Selama di rumah singgah, tidak sengaja kami melihat kegiatan keseharian mereka dan kami tertarik untuk mengamatinya. Ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka berdua tinggalkan, meskipun Pak Munawir sendiri belum bisa melihat. Setelah sholat dilanjutkan dengan mengaji, istri beliau yang mengaji dan beliau menyimak dan mendengarkan di sebelahnya. Saat menjelang siang, sholat duha pun menjadi santapan keduanya. Hingga saat tengah malam tiba, sholat tahajud menjadi bunga mimpi mereka. MashaAllah..! setelah kontrol pasca operasi yang kedua mereka kembali ke poli mata, dengan keadaan Pak Munawir yang belum bisa melihat. Dan dihari itu juga mereka mendapat keputusan bahwa jika Pak Munawir ingin bisa melihat kembali, beliau harus melakukan cangkok mata, sedangkan biasanya donor mata sangat sulit untuk didapat. Dengan perasaan pesimis akhirnya beliau dan istri memutuskan untuk pulang ke Bondowoso. Mereka pun diantarkan oleh kami sampai terminal bus Bungurasih Surabaya, dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Ada satu kejadian di dalam bus saat mereka dalam perjalanan pulang, uang saku dari #SedekahRombongan yang akan digunakan untuk
membayar bus hilang dari amplopnya. Tetapi alhamdulillah beliau masi ada uang simpanan untuk membayar bus tersebut. Baru menginjakkan kaki di rumah, tiba­tiba mereka mendapatkan kabar bahwa ada pendonor mata untuk Pak Munawir, dan beliau harus segera kembali ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk opname dan operasi keesokan harinya. Pada hari itu juga Pak Munawir dan istri berangkat kembali ke Surabaya. Masuk ke Rumah sakit dan menjalani operasi cangkok mata, alhamdulillah operasi berjalan lancar dan sukses. Tiga hari setelah operasi, saat pertama kali uji coba mata , Pak Munawir bisa kembali melihat kecantikan istrinya. Alhamdulillah.. walaupun harus membayar biaya alat sebesar Rp. 4000.000,­ tetapi setelah kami berusaha melakukan negosiasi ahirnya mendapatkan harga Rp. 2.500.000,­. Namun Pak Munawir harus masih tetap melakukan kontrol secara rutin. Saat ini kondisi mata sebelah kiri beliau sudah normal kembali, tapi masi perlu dilakukan pengobatan, namun kondisi mata kanan beliau masih belum bisa melihat. Pak Munawir masih menunggu datangnya dermawan yang mau mendonorkan matanya, untuk mata kanan beliau. Saat ini Pak Munawir masih rajin untuk datang ke Surabaya untuk melakukan kontrol rutin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Minggu, 20 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @rathyajelita @WimpiSancaka

Pak munawir menderita Glukoma

Pak munawir menderita Glukoma


Suci Ramadani (3 Tahun, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Dukuh Kupang Barat 1 buntu 3 blok II no 58 Surabaya (status rumah adalah kos) Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba­tiba sakit panas dan kejang­kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT­Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu­waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRSurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannyapun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT­Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama­sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan Balita mungil ini bisa
tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,­
Tanggal : Kamis, 17 Desember 2015
Kurir : @aryorapopo @wahyu_CSD @WimpiSancaka

Suci mengalami Kelumpuhan Saraf Otak

Suci mengalami Kelumpuhan Saraf Otak


PARTI BINTI MARTO SADAD (61 tahun, Kanker Servik) Seorang warga kurang mampu yang bertempat tinggal di RT.4/2 Dusun Terung Desa Terung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beliau bekerja sebagai buruh cuci baju dan pembantu rumah tangga. Sekitar 5 bulan yang lalu sewaktu periksa di Rumah Sakit Sayidiman Magetan beliau divonis mengidap kanker serviks. Oleh karena itu dokter akan merujuk beliau untuk ke Rumah Sakit yang lebih besar sehingga keluarga beliau mengalami  kesulitan untuk biaya ke Rumah Sakit. Bu Parti tinggal bersama anak perempuan semata wayang nya yang berumur 21 tahun dan suaminya Bapak Sadiran (63 tahun) hanya pekerja serabutan proyek yang pendapatan penghasilan kurang lebih Rp. 35.000/hari. Rumah yang ditinggali beliau pun bukanlah rumah beliau sendiri, melainkan rumah kontrakan. Kurir #SR dipertemukan dengan beliau dan kemudian mendampingi pengobatan beliau. Setelah menjalani kemo, Bu Parti juga harus menjalani pengobatan sinar dalam untuk kesembuhan penyakit beliau. Dan dikarenakan alat sinar yang berada di Solo sedang rusak, maka Bu Parti di rujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi pulang kampung kembali disampaikan setelah bantuan sebelumya masuk pada rombongan 786. Therapy penyinaran sebanyak sepuluh kali sudah dilakukan, kondisi ibu Parti Alhamdulillah stabil, team dokter yang menanganinya sudah memperbolehkan pulang dan control selanjutnya sudah bisa dilakukan di RSUD Solo.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.155.000,-
Tanggal : 17 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @aisyahnka, @ciciii @endangnumik

Ibu parti menderita  Kanker Servik

Ibu parti menderita Kanker Servik


PANIEL SYAHAILATUA (6 bulan, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Hative Kecil RT. 4/1, Kelurahan Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kabupaten Ambon Maluku. Paniel Syahailatua adalah anak dari Bapak Ferdinan Syahailatua (32) dan Ibu Tineke Selestiawati (32) sejak dilahirkan sudah menderita Hydrocephalus (akumulasi cairan yang berlebihan di dalam otak) yang ditandai dengan gejala sering mengalami kejang – kejang dan lingkaran kepala yang terus membesar. Pengobatan pertama pernah dilakukannya di RSUD Ambon namun karena keterbatasan peralatan, Paniel Syahailatua kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Paniel Syahailatua. Operasi pemasangan shunt (alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah kedalam kepala dengan tujuan mengalirkan cairan otak ke bagian  tubuh lain untuk selanjutnya diserap oleh pembuluh darah) pernah dilakukannya di RS. M.H. Thamrin Jakarta namun pasca operasi tersebut, Paniel Syahailatua sering mengalami kejang dan sesak nafas. Team dokter yang menanganinya meminta Paniel Syahailatua untuk sementara diharuskan tingal di ruangan yang sejuk. Bapak Ferdinan Syahailatua yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini tidak mampu untuk tinggal di tempat kost yang ber-Ac seperti yang disarankan oleh dokter, apalagi selama mendampingi anaknya Bapak Ferdinan Syahailatua sudah tidak bekerja lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk membantu biaya sewa kost kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 774. Saat dikunjungi Kurir #SR, kondisi Paniel Syahailatua masih lemah dan dalam masa pemulihan pasca operasi penyedotan cairan pada kepalanya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik

Paniel menderita Hydrocephalus

Paniel menderita Hydrocephalus


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Kenari II Inspeksi Kali Ciliwung, RT. 4/4 No. 15. Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 18 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Januari 2016 di RSSR Jakarta, Bantuan operasional sebelumnya masuk pada Rombongan 784.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 11.500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Bantuan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Januari 2016

Bantuan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan Januari 2016


EVA SURYATI (34, Riwayat sakit : Retinaglauman), Alamat : Jl. Budimulia RT.4/.4, Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan berlalulintas menggunakan sepeda motor, Ibu Eva Suryati mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Sejak saat itu mata kanan ibu Eva Suryati sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva Suryati yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan kerumah sakit. Eva Suryati ibu satu anak warga kontrakan di Pademangan Barat ini, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Meningitis dan Retinaglauma. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan, namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva Suryati, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan biaya menebus obat yang tidak dijamin BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 782. Operasi besar pada bagian kepala ibu Eva Suryati selama lima jam sudah dilakukan dan Alhamdulillah berhasil mengangkat cairan dari tumornya, saat ini ibu Eva Suryati sudah bisa control pasca operasinya. Mohon doa dari rekan sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu eva menderita  Riwayat sakit : Retinaglauman

Ibu eva menderita Riwayat sakit : Retinaglauman


RENDRA MITRA (8. Syndrom Von Willebrand), Alamat: Jln. Budi Mulya RT.11/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Mengidap leukimia sejak enam bulan lalu, Rendra sudah tidak tahan lagi dengan deritanya dan dengan bekal seadanya mencoba untuk berobat ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (29) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor, dan ibunya Ita (26) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggui buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Rendra Mitra untuk biaya transportasi selama rawat jalan di RSCM, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 764. Dari hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya, kemungkinan dibagian dalam kepala Rendra Mitra mengalami pendarahan, untuk memastikannya dokter memintanya untuk melakukan ctscan dan tes laboratorium, saat dikunjungi #Kurir SR, kondisi Rendra Mitra terlihat stabil.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Rendra menderita Syndrom Von Willebrand

Rendra menderita Syndrom Von Willebrand


ASA BIN HANI (28, TUMOR PADA KAKI), Alamat : Kp. Cijeruk Batas RT. 15/4 Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang Banten. Asa bin Hani seorang pemuda yatim yang belum memiliki pekerjaan tetap sudah dua tahun ini menderita sakit pada kedua kakinya. Gejala dan keluhan awal yang dialami Asa bin Hani ia sering mengalami gatal – gatal pada kedua kakinya yang kemudian timbul benjolan, pengobatan pernah dilakukannya beberapa kali pada mantri desa terdekat namun rasa gatal semakin menjadi dan benjolan pada kedua kakinya semakin membesar. Pengobatan dilanjutkan setelah dirujuk ke RSUD Serang dan dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Serang, pengobatan Asa bin Hani harus dilanjutkan ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat meringankan Asa bin Hani untuk melanjutkan pengobatannya di RSCM Jakarta namun biaya transportasi dan juga biaya harian sangat memberatkannya, Alhamdulillah #SedekahRombongan sangat memahami kesulitan yang dialami pemuda miskin ini. Bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 749. Asa Bin Hani kembali akan melakukan operasi selanjutnya. Penjadwalan operasinya sudah dijadwalkan pada bulan Desember 2015. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Asa menderita TUMOR PADA KAKI

Asa menderita TUMOR PADA KAKI


CHAERU NISA (7, Tumor ginjal). Alamat:  Dusun 3 Blok Serut  RT .2/5 Kelurahan Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat. Chaeru Nisa merupakan anak tunggal Bapak Mahmud (37) dan Ibu Saadah (34). Pak Mahmud adalah  buruh harian lepas yang tidak memiliki penghasilan tetap dan bekerja bila ada yang membutuhkan tenanganya saja. Keluarga kecil ini mendapat ujian ketika Chaeru Nisa dinyatakan menderita tumor ginjal saat usianya 5 tahun.  Pengobatan sudah rutin dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan jaminan BPJS kelas 3. Chaeru Nisa juga menjalani kemoterapi setiap bulannya di Ruang Kenanga RSHS. Alhamdulillah kondisinya semakin membaik. Kini ia tinggal sementara waktu di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung bersama 14 pasien dampingan #SR lainnya. Setelah Bantuan awal disampaikan untuk keperluan membeli obat yang tidak dijamin BPJS . selama 5 bulan kita damping di sedekah rombongan 22 Desember lalu dik Chaeru Nisa tidak kuat untuk menjalankan Kemotrapi di Ruang Kenanga Rumah Sakit RSHS Bandung dan menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 14.00 . kini bantuan lanjutan kembali di sampaikan untuk biaya akomodasi mengantar jenazah dik Chaeru nisa menuju kampung halaman di Cirebon dan Uang duka kepada pihak keluarga untuk mengurus pemakaman dik Cheru Nisa, selamat jalan dik selamat bermain di taman syurgaNya  . Bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 783.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Tanggal: 12 Desember 2015
Kurir :  @ddsyaefudin  @avinptr @hapsarigendhis

Pak chaeru menderita Tumor ginjal

Pak chaeru menderita Tumor ginjal


MUHAMMAD RIFAI, (17, Varicess oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT.1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. M.Rifai, Pelajar SMP anak pasangan Aspar (44) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (41) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga.M.Rifai selama ini mengidap penyakit anemia aplastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai kaganasan, selama ini pasien hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya).Saat ini Muhammad Rifai, atau Fa’i biasa dia dipanggil sedang dalam masa rawat jalan di RSCM setelah hasil CT Scan ulangnya didapatkan hasil adanya proses pembentukan terjadinya sirosis dibagian hati akibat komplikasi dari penyakitnya dan ditemukan sumbatan di pembuluh darah besarnya di bagian hati. Selain itu juga saat ini Rfai sedang dalam pengobatan di Poli bedah RSCM untuk mendapatkan jadwal operasi ulang di RSCM untuk ligasi atau pengikatan pembuluh darahnya di oesophagus.#SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya hidup  di RSSR Jakarta dan pengobatan di RSCM, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 686. Saat ini Rifai sedang berada di RSCM setelah melakukan CT Scan ulang, Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk Muhammad Rifai. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 15 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @harjie_anis

Rifai menderita Varicess oesophagus

Rifai menderita Varicess oesophagus


SAMRONI BIN ABDULLAH (43, Tumor Mediastinum), Alamat: Jl. Imam Bonjol Gg. Satria No. 45 Kel, Langkapura Kec. Kemiling Kota Bandar Lampung. Seorang ayah yg memiliki 1 orang istri yang bernama Rohani (40 thn) dan memiliki 2 putra serta 1 orang putri yang bekerja sebagai buruh panggul alat2 berat disebuah gudang di seputaran kota bandar lampung. Istri nya bekerja sebagai buruh cuci rumah tangga, anak pertama bekerja sebagai buruh panggul ditempat pasien bekerja juga, sedangkan anak ke 2 nya masih duduk dikelas 3 SMP dan anak terakhir nya duduk di kelas 3 SD.Pak Samroni dan keluarganya saat ini hidup dalam keterbatasan dengan kondisi rumah juga yg terbuat dari bilik bambu (geribik).Pak Samroni, begitu sapaannya dipanggil, tiba-tiba merasakan panas di dada kurang lebih sejak satu setengah bulan, dan langsung di bawa ke RS DKT menggunakan fasilitas jaminan umum, namun kurang ketersediaan alat sehingga di RS DKT selama 3 hari tidak dilakukan tindakan medis (tidak diinfus, ksh obat atau lainnya), dipindah rujukan ke RS abdul muluk  selama 3 minggu masih menggunakan umum,  belum sembuh namun direkomendasikan utk pulang, kemudian di rumah dada nya merasakan panas kembali dan tidak mau makan, badan nya menjadi kurus kering, di rujuk kembali ke rumah sakit BW selama seminggu, kemudian dilakukan pembedahan pada dada bagian kanan untuk di ambil sample tumor nya, akhir nya diketahui bahwa pasien menderita penyakit tumor di bagian dadanya. Saat ini, hasil biopsi tumor tersebut dalam proses laboratorium lebih lanjut untuk diketahui apakah tumor ganas atau ringan.Dari Hasil laboratorium menunjukkan bahwa tumor yang diderita Pak Samroni tidak bisa dioperasi namun hanya dilakukan kemotherapy. Jenis tumor yang diderita Pak Samroni berada di ruang rongga dada atau dibagian mediastinum. Pada minggu pertama bulan desember 2015 kemarin akhirnya beliau kembali masuk ke rumah sakit umum abdul muluk untuk dilakukan tindak lanjut tentang hasil laboratorium yaitu kemotherapy, kemudian dilakukan perawatan di rumah sakit abdul muluk selama 4 hari, dan selanjutnya setiap 3 minggu sekali dilakukan kemoterapy selama 4 hari. Sekarang fasilitas kesehatan yang digunakan adalah BPJS. Melihat sulitnya beban penyakit yang dialami Pak Samroni, hati para kurir #SedekahRombongan tergerak untuk membantu penyembuhan penyakit pak Samroni. Semoga uluran tangan yang diberikan dari para #Sedekaholics melalui kurir #SR. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk beliau.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 14 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @arif_neji

Pak samroni menderita Tumor Mediastinum

Pak samroni menderita Tumor Mediastinum


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (16 bulan, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT.2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu  Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang  dapat  dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan  tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu  20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan segera menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport dan akomodasi ke RSCM Jakarta. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Rika Febrika @hapsarigendhis

Irfan menderita  Atresia Bilier

Irfan menderita Atresia Bilier


UJANG JUARDI (42, Sirois Hepatis dan Pembengkakan Jantung) Alamat: Rawa Mekar RT3/1 Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi  Jawa Barat. Bapak Ujang Juardi adalah seorang buruh harian lepas (buruh bangunan) di desanya. Ia tinggal bersama adiknya yang tidak bekerja dan anaknya yang bekerja di toko dengan pendapatan 400-600 ribu rupiah per bulan. Semenjak 4 bulan yang lalu Pak Juardi sering merasa lemas dan tidak bertenaga disertai mual dan muntah hingga berat badannya terus menurun. Ia terlihat kurus dan menjadi kesulitan dalam beraktivitas karena  aktivitas sedikit langsung sesak nafas.  Satu bulan yang lalu kondisi fisiknya semakin melemah, badannya semakin mengecil, namun  perut dan kakinya bengkak. Pak Juardi  segera berobat dengan meminjam uang dari tetangga. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Pak Ujang menderita sirosis hepatis dan pembengkakan jantung. Pak Juardi diberi obat dan disarankan untuk dirawat, namun ia tidak memiliki biaya selama perawatan di rumah sakit. Ia juga tidak kontrol sesuai yang dijadwalkan karena tidak ada yang membawanya ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk tranportasi-akomodasi rawat inap di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta dan biaya makan untuk yang menunggu. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 789. Hari Senin tanggal 28 Desember 2015 Pak Ujang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Mudah-mudahan semua amal ibadah Pak Ujang diterima Allah SWT. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @WiwidWardiah @hapsarigendhis

Pak ujang menderita Sirois Hepatis dan Pembengkakan Jantung

Pak ujang menderita Sirois Hepatis dan Pembengkakan Jantung


OLIS BINTI WIRA (65, Tumor Abdomen). Alamat: Kp. Cikondang RT.9/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Bu Olis begitulah orang memanggilnya, sejak tahun 2012 sering mengeluh sakit perut. Saat itu Bu Olis mengira hanya sakit maag, sehingga hanya diberi obat warung saja. Ia sempat juga berobat ke bidan desa dengan keluhan yang sama dan diberikan onat untuk nyeri perutnya.  Setahun lamanya Bu Olis menahan rasa sakit, namun  keluhan itu tidak berkurang malah sebalinya semakin bertambah dan disertai perut yang  mengeras dan membesar. Saat itu Bu Olis sempat berobat ke Puskesmas, dan kemudian ia dirujuk  karena Bu Olis juga sudah mempunyai Jamkesmas sehingga biaya berobat ditanggung. Namun keluarga keberatan, dengan alasan tidak mempunyai biaya transport ke rumah sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat pas-pasan apalagi jika harus ditambah dengan bolak balik ke rumah sakit.  Akhirnya, keluarga memutuskan untuk merawat Bu Olis di rumah saja. Saat ini, sudah kurang lebih 2 tahun Bu Olis menahan sakitnya tanpa berobat. Kondisinya Bu Olis sangat lemah, hanya bisa terbaring ditempat tidur dan tumornya semakin membesar. Suami Bu Olis, Pak Aceng (85) sebenarnya tidak tega melihat istrinya seperti itu. Ia sangat berharap ada orang yang peduli dengan mereka supaya Bu Olis bisa berobat dan kembali sembuh. Dan jawaban dari doa-doa Pak Aceng datang, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini. Saat ini Bu Olis sedang menjalani kontrol di RSHS Bandung. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 783. Mohon doa dari sedekaholics #SR semoga proses pengobatan Bu Olis diberi kelancaran dan lekas mendapatkan kesembuhan. Aamiin. Alhamdulillah kondisi Bu Olis sudah jauh lebih baik dan menunggu hasil pemeriksaan CT-SCAN untuk menunggu keputusan langkah selanjutnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @Hapsarigendhis

Ibu olis menderita Tumor Abdomen

Ibu olis menderita Tumor Abdomen

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah bantuan
1 Samsudin 1,000,000
2 Desi 500,000
3 Zahida 1,000,000
4 Rustiyanto 1,500,000
5 Angger 1,000,000
6 Sri 3,000,000
7 Bintang 1,000,000
8 Juliana 2,000,000
9 Astri 3,200,000
10 TPQ Nurul huda 1,000,000
11 Abdul 1,000,000
12 MTSR Magelang 700,000
13 Hikmawati 500,000
14 Diah 500,000
15 Emi 700,000
16 Pondok Tetirah Zikir 1,500,000
17 Nurhosna 500,000
18 Siti 500,000
19 Sahadi 3,050,000
20 Sugito 659,500
21 Aisyah Rani 600,000
22 Siti nur 500,000
23 Njo 500,000
24 Munawir 500,000
25 Suci 500,000
26 Parti 1,155,000
27 Paniel 1,000,000
28 RSSR Jakarta 11,500,000
29 Eva 1,000,000
30 Rendra 500,000
31 Asa 500,000
32 Chaeru 1,500,000
33 M Rifai 1,250,000
34 Samroni 1,000,000
35 Irfan 500,000
36 Ujang 500,000
37 Olis 500,000
Total 48,314,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 50,514,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 791 ROMBONGAN

Rp. 31,672,700,478,-