NARTI BINTI KARYO NOTO (45, Kanker Ovarium) Pasien dampingan #SRsolo yang bertempat tinggal di Ngampo, RT 3/1 Ngepringan, Jenar, Sragen, Jawa Tengah ini akrab disapa Ibu Narti oleh kurir. Tinggal bersama suami Bapak Loso (56) yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp. 20.000/hari sementara ketiga anaknya merantau di luar kota. Sakit yang beliau derita sudah dirasakan sejak 2 taun silam, namun beliau abaikan karena menganggap hanya kelelahan. Hingga awal Januari diperiksakan ke puskesmas dan dinyatakan menderita infeksi kandungan. Setelah berobat ternyata sakit tersebut kambuh lagi 3 bulan kemudian, hingga dibawa ke RSIA Dentatama Sragen, yang kemudian diketahui bila Ibu Narti menderita Kanker Ovarium dan dirujuk RS. Moewardi Solo untuk berobat. Sempat tidak melanjutkan pengobatan karena keterbatasan biaya, alhamdulillah kurir dipertemukan dengan beliau. 13 Agustus lalu beliau menjalani operasi. 21 Desember lalu beliau menjalani cek laborat. Santunan ke-3 pun kembali disampaikan kepada beliau sejumlah Rp. 500.000,- untuk biaya akomodasi, santunan sebelumnya masuk di rombongan 732, 738. Keluarga mengucap syukur dan terimakasih serta doa yang terbaik untuk kurir dan #SahabatSR. Semoga beliau dapat segera sembuh. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @mawan , @aisyahnka , @ciciiii , @eliyana_pertiwi

Ibu narti menderita Kanker Ovarium

Ibu narti menderita Kanker Ovarium


KHOIRUNNISA BINTI SUKARTO (11, Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf). Alamat : Jl. Depati Hamzah RT. 4/2, Desas Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kotamadya Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Sekitar 3 tahun lalu, Annisa pernah jatuh dari bermain sepeda. Saat itu Annisa tidak merasakan sakit dan tidak ada juga indikasi yang lainnya. Di tahun 2013, Annisa kembali terjatuh dari pohon. Sejak saat itu Annisa mulai ada indikasi mulai cepat letih dan sering demam. Upaya orang tua Nissa pernah membawanya ke sebuah rumah sakit di Pangkalpinang. Hasil rontgen menunjukkan tidak ada tulang yang patah. Annisa akhirnya dibawa berobat ke tukang urut sebagai alternatifnya. Selang beberapa bulan di tahun 2013 juga, Annisa kembali terjatuh saat jalan. Dia menabrak adukan semen dan akhirnya kakinya kembali sakit. Saat itulah ia kembali dibawa ke tukang urut yang sama. Alhamdulillah terlihat hasilnya juga membaik. Pada tahun 2014, Annisa kembali jatuh menabrak batako hingga menyebabkan dia lumpuh tidak bisa bergerak. Sudah dicoba ke tukang urut yang sama tetapi tidak bisa kembali normal. Annisa dibawa ke rumah sakit dan dokter memvonis Annisa mengalami penyempitan syaraf akibat seringnya jatuh sehingga membuat Annisa lumpuh. Dokter menyarankan untuk di MRI dan selanjutnya operasi di Jakarta, tetapi keluarga belum mau karena masalah ketiadaan biaya. Ayah Annisa, Pak Sukarto yang bekerja sebagai pegawai honor di salah satu kantor pemerintahan, terus berikhtiar maksimal untuk mencoba menyembuhkan Annisa. Dengan bantuan BPJS, Annisa sudah beberapa kali menjalani pengobatan medis dan fisioterapi di Rumah Sakit di Pangkalpinang. Hasil check up terakhir muncul keluhan terbaru yakni dari hasil CT Scan, di kepala Annisa juga terindikasi adanya cairan. Dokter kembali menyarankan agar Annisa segera dirujuk dan dioperasi di Jakarta. Annisa dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS Gatot Subroto Jakarta. Kurir #SedekahRombongan menyalurkan bantuan kedua untuk membantu Annisa berangkat ke Jakarta menjalani pengobatan intensif selanjutnya. Uang santunan digunakan untuk pembelian tiket dan sebagai pegangan selama perjalanan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 29 November 2015
Kurir : @arfanesia @mayzashafie @yahyaisyoyok

Nisa menderita Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf

Nisa menderita Cairan di Kepala & Lumpuh Syaraf


LILI SOMANTRI (41, Kecelakaan kerja). Alamat : Jl. Suka Karya Perumahan Tuah Karya Blok C1, Kelurahan Tarai Gading, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Riau. Ketika Pak Lili sedang bekerja menegakkan sebuah besi di sebuah rumah berlantai 2, besi tersebut menyangkut di kabel listrik sehingga menyebabkan tangan Pak Lili tersengat listrik dan kemudian membakar sebagian tubuh sebelah kanan hingga kaki. Bukan hanya itu, ia pun terjatuh sekitar 4 meter dari lantai 2 rumah tersebut yang menyebabkan kaki kiri bagian tulang keringnya patah. BPJS kelas 3 yang dimiliki Pak Lili tidak dapat digunakan untuk berobat di rumah sakit karena kecelakaan berlangsung di tempat kerja, sehingga rumah sakit hanya menerima BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan kesehatan untuk pasien yang mengalami kecelakaan di tempat kerja. Hingga saat ini, pengobatan luka bakar dan patah kaki Pak Lili menggunakan pengobatan alternatif yang dilakukan oleh warga sekitar. Pak Lili masih belum bisa berdiri sempurna dan masih belajar berjalan menggunakan bantuan tongkat kayu yang dibuat oleh saudaranya. Pak Lili adalah seorang buruh bangunan serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap. Istrinya, Atikah (28) adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini tengah mengandung anak ke 3. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini yang mengalami kesulitan keuangan selama Pak Lili belum bisa mencari nafkah akibat kondisi fisiknya yang belum layak untuk bekerja kembali. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 785.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 November 2015
Kurir : @arfanesia @mursyidafw @agunglabay @captoel

Pak lili mengalami Kecelakaan kerja

Pak lili mengalami Kecelakaan kerja


FIKRI ARIS PRATAMA (12 Bulan, Wilms Tumor). Alamat : Jl. Limbungan No. 107B RT.2/5, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Fikri lahir normal dengan bantuan bidan. Sebulan terakhir perutnya membesar dan sering demam. Setelah dilakukan pemeriksaan ke Spesialis Urologi di RS Eria Bunda Pekanbaru dan dilakukan pengecekan darah, hasil tumor marker menunjukkan Fikri menderita penyakit Wilms Tumor (kanker ginjal). Fikri adalah anak pertama dari pasangan Armaidi dan Risa. Pak Armaidi bekerja sebagai teknisi lepas yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan ibu Risa adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga Fikri masih tinggal menumpang dengan kakeknya yang bekerja sebagai pemulung dan neneknya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Saat pertama kali Kurir #SedekahRombongan membantu Fikri, BPJS Fikri masih dalam pengurusan. Alhamdulillah saat ini BPJS Fikri sudah selesai diproses. Ternyata obat kemoterapi yang digunakan Fikri tidak masuk dalam daftar obat yang ditanggung BPJS, sehingga Fikri tetap harus membayar sejumlah biaya obat kemoterapi pasien umum kelas 3. Pada tanggal 8 Desember 2015, Kurir #SR mendapatkan kabar bahwa kondisi kesehatan Fikri menurun karena jumlah leukositnya yang sangat rendah hingga timbul bercak-bercak merah hampir di seluruh tubuhnya dan sering mengalami demam. Dokter menyarankan agar segera dilakukan transfusi darah putih Trombo Faresis (tidak ditanggung BPJS), agar kondisi Fikri kembali stabil dan dapat segera dilakukan kemoterapi ke 6. Kurir SR segera mendampingi ayah Fikri ke PMI untuk mendapatkan leukosit tersebut agar dapat dilakukan transfusi darah putih untuk Fikri secepatnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli darah di PMI karena tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 777. Semoga kondisi Fikri kembali pulih dan segera diberikan kesembuhan untuk penyakitnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 3.753.000,-
Tanggal : 8 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @nhpita @mursyidafw @agunglabay @captoel

Fikri menderita Wilms Tumor

Fikri menderita Wilms Tumor


ALMH.FRISKA PLEWANG (54, Kanker Payudara).  Alamat : Jalan Beruang 2 RT.1/2, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sekitar satu tahun yang lalu, mulai ada benjolan yang dirasakan oleh Ibu Friska di payudara sebelah kirinya. Namun dibiarkan saja karena ia tidak memiliki biaya untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu Friska yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung ini hanya tinggal dengan anak lelaki satu-satunya di sebuah lapak pemulung, sedangkan suaminya sudah lama meninggal. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk makan dan membayar kontrakan, itupun juga sudah dibantu anaknya yang sehari-harinya mengamen karena sudah tidak lagi bersekolah. Satu tahun kemudian, kondisi payudaranya mulai mengkhawatirkan, tidak hanya terdapat benjolan namun juga sudah mulai ada luka yang bermunculan. Akhirnya oleh anaknya dibawa ke sebuah klinik gratis masjid namun ia harus dirujuk ke rumah sakit besar. BPJS saat itu belum ia miliki, dengan berbekal KTP Ia dapat berobat gratis di RSUD Tangerang Selatan. Namun di RSUD Tangerang Selatan hanya bisa dilakukan operasi kecil untuk mengetahui penyakit apa yang diderita Ibu Friska. Akhirnya pada 28 Oktober 2015 Ibu Friska menjalani operasi kecil di RSUD Tangerang Selatan. Ia didiagnosa menderita kanker payudara dan harus berobat di rumah sakit yang lebih besar. Paska operasi kondisinya semakin menurun karena ia patah semangat menghadapi penyakitnya. Apalagi ia harus dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Ibu Friska dijadwalkan berobat ke Poliklinik Bedah Tumor RS Fatmawati Jakarta pada 23 Desember mendatang. Kondisi Ibu Friska semakin menurun,  ia tidak mau makan sehingga tidak ada asupan makann ke dalam tubuhnya. Ia terus merintih dan mulai meracau.  Karena itulah ia dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Sudah lebih dari seminggu ia dirawat di RSUD Tangerang Selatan. Kondisinya terus menurun, hingga akhirnya ia meninggal dunia pada 24 Desember 2015 sekitar pukul 10 malam. Innalillahiwainnailaihi raaji’uun semoga Amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. #Sedekahrombongan memberikan bantuan untuk pemulasaran jenazah. Sebelumnya Ibu Friska telah dibantu oleh #sedekahrombongan pada rombongan 786.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bu friska menderita Kanker Payudara

Bu friska menderita Kanker Payudara


NURHADI ARIYANTO (36, Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus). Alamat : Pondok Arum Blok B7 No.  Kel. Nambo Jaya Kec. Karawaci, Kota Tangerang.  Pada Kamis, 5 November 2015 tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Nurhadi terkena ledakan tabung kompresor di halaman rumahnya. Ledakan tersebut hingga mengenai bagian matanya dan menyebabkan luka yang cukup parah. Oleh tetangganya Nurhadi langsung dilarikan ke RSU Tangerang dan pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi, namun di RSU Tangerang tidak ada peralatan medis yang memadai untuk dilakukan operasi mata.  Setelah berpindah-pindah ke lebih dari dua rumah sakit dan berdasarkan saran dokter, Nurhadi dirujuk ke rumah sakit khusus mata RS Aini. Di RS Aini operasi dapat dilakukan namun biaya yang dibutuhkan sangat besar. Biaya operasi diperkirakan sekitar Rp. 30.000.000,- itupun belum termasuk obat-obatan dan ruang rawat inap. Mengingat penghasilan Suami dari Suryanti (32) ini sebagai buruh lepas/serabutan tidak menentu, ia tak mampu membiayai operasi tersebut. Bu Suryanti pun sudah menjadi tukang urut untuk menambah-nambah penghasilan keluarga. Pada Selasa, 10 November 2015, Nurhadi mendapat tindakan operasi. Secara fisik, bentuk kelopak mata Nurhadi memang terlihat normal namun ternyata syaraf matanya ada yang putus. Setelah beberapa kali kontrol paska operasi, ia harus kembali lagi awal bulan Januari mendatang. Kontrol tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan matanya paska tindakan operasi. Kondisi mata Nurhadi saat ini sudah mulai membaik dan rasa sakitnya sudah mulai berkurang, namun masih perlu waktu untuk penyembuhan kurang lebih 2-3 bulan ke depan. Bantuan lanjutan dari #sedekahrombongam diberikan untuk membantu biaya kontrol dan operasi Nurhadi. Nurhadi sudah mulai menjalani aktifitasnya sehari-hari, namun ia tetap kebingungan karena kontrol belum bisa dilakukan di RSU Tangerang dimana ia bisa menggunakan BPJSnya. Selain untuk biaya kontrol yang membuat ia bingung, ia juga masih harus membayar cicilan utang untuk biaya operasi yang lalu. Sebelumnya,Nurhadi dibantu pada rombongan 782 .

Jumlah Bantuan: Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 18 Desember 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @nurzainpriyatno @ririn_restu

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus


ROKHAYAH BIN SUKIRNO, (35th, HUTANG KE RUMAH SAKIT an. Alm. SUKIRNO) beralamat di Jl. HM Bachroen RT 04 RW 01, Purwokerto Wetan. Sekitar Oktober lalu suaminya (Alm. Sukirno, 45th) mengalami kecelakaan tunggal hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Margono. Namun beberapa jam setelahnya, Pak Sukirno menghembuskan nafas terakhirnya. Bu Rokhayah tidak mampu membayar tagihan yang dibebankan oleh Rumah Sakit karena penghasilan sebagai buruh cuci hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dengan dua anaknya. Sampai bulan ini tagihan  tersebut masih belum bisa dibayar dan sudah ditagih oleh Rumah Sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bu Rokhayah dan akhirnya Sedekah
Rombongan  memutuskan memberi bantuan untuk melunasi hutang pada Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 3.523.550,-
Tanggal : 18 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @olipe_oile, dani, @kaaimaa

Bantuan biaya pelunasan Rumah Sakit

Bantuan biaya pelunasan Rumah Sakit


RAMA FABIAN PURWANEGARA (11th, PEMBENGKAKAN SYARAF MATA) alamat desa Teluk, Jl. Lensanpura RT 006 RW 001, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Dik Rama mengalami sakit mata kurang lebih satu tahun yang lalu ketika menginjak kelas 4 SD. Dik Rama mengeluh matanya sering sakit dan pandangannya kabur. Orang tua dik Rama langsung membawa ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandaka Purwokerto. Dari hasil diagnosa dokter, dik Rama mengalami pembengkakan syaraf mata. Menurut dokter untuk kasus dik Rama ini tidak perlu tindakan operasi tetapi harus rutin melakukan terapi agar pembengkakan syaraf mata yang diderita dik Rama bisa sembuh total. Saat ini mata kanan sudah bisa melihat normal walau hanya satu arah (tidak bisa melihat ke kanan dan kiri). Sudah sekitar lima bulan ini dik Rama tidak menjalani terapi karena orangtua dik Rama tidak mampu membayar biaya pengobatan. Seharusnya terapi dilakukan seminggu sekali. Untuk sekali kontrol membutuhkan dana sekitar 200 sampai 300 ribu. Sedangkan dik Rama tidak memiliki BPJS. Penghasilan ayah dik Rama (Tn. Suhendar, 37th) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga dik Rama masih tinggal bersama kakeknya yang bernama Tn. Abdul Aziz dan berprofesi sebagai portir angkut barang di terminal Purwokerto yang penghasilan hariannya sekitar 30-50 ribu. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka. Santunan pun disampaikan. Santunan yang diberikan #SedekahRombongan dipergunakan untuk biaya terapi dik Rama.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : Desember 2015
Kurir : @arfanesia @ddeean, @kaaimaa

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA

Rama menderita PEMBENGKAKAN SYARAF MATA


MESJID MUAAWANAH, Berlokasi dekat dengan RSSR Jakarta di Jl. Kenari 2, RT.3/4, Senen, Jakarta Pusat. Saat ini masih dalam tahap penyelesaian renovasi dan masih memerlukan bantuan dari para donatur, meskipun sudah 2 tahun lebih dilakukan pembangunan namun karna keterbatasan dana namun Alhamdulillah saat ini sudah mencapai 80%  progresnya. Mesjid ini disediakan untuk ibadah warga sekitar Kenari yang kebetulan padat penduduknya termasuk pasien-pasien #SedekahRombongan yang tinggal di RSSR. Selain berfungsi untuk tempat peribadatan juga terkadang berfungsi untuk tempat kordinasi warga seperti saat ini daerah sekitar sedang dilanda banjir musim hujan. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan Infaq untuk membeli material bangunan dan diterima langsung oleh bendahara Mesjid Al-Muawanah, Infaq sebelumnya masuk di Rombongan 506.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin
Tanggal : 24 Desember 2015

Bantuan untuk membeli material bangunan

Bantuan untuk membeli material bangunan


KINAH BINTI GUBRAG (42, TB Paru). Alamat : Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah sekitar 1,5 tahun lamanya Bu Kinah mengidap penyakit TB Paru. Satu tahun yang lalu Bu Kinah menjalani pengobatan di Puskesmas namun belum ada perbaikan. Pada bulan Juli 2015, ia mulai menjalani pengobatan di klinik di Sukatani Bekasi. Di klinik inilah mulai terasa ada perkembangan, namun sayangnya di tempat ini tidak menerima pembayaran dengan jaminan kesehatan. Bu Kinah harus mengeluarkan uang sebesar 350 ribu rupiah untuk sekali berobat  untuk mendapatkan obat yang tersebut hanya cukup untuk 2 minggu lamanya. Suaminya, Pak Cadih (47) hanya seorang tukang becak dengan penghasilan tidak menentu, sehingga untuk membeli obat terkadang harus mencari tambahan dengan meminjam uang  ke tetangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Kinah dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat. Hingga saat ini Bu Kinah sudah 6 bulan menjalani pengobatan TB Paru. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 782. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Ibu kinah menderita TB Paru

Ibu kinah menderita TB Paru


ALM. MASTUR SUNARYA (45, Infeksi di kemaluan). Alamat kontrakan: Ujung Harapan Gang Sejahtera RT.1/17, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awalnya gatel gatel dibagian kemaluan karena sering digaruk akhirnya menimbulkan infeksi, bengkak dan membesar. Setelah berpisah dengan isterinya sekitar 3 tahun lalui, saat ini Pak Mastur yang mantan supir ini tinggal sendirian di kontrakan. Hanya berobat seadanya, karena untuk makan sehari-haripun hanya dari belas kasihan tetangga. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi kekediaman Pak Mastur, luka pada alat kelaminnya sudah membesar dan pecah bahkan mengeluarkan nanah. Setiap hari Pak Mastur merintih kesakitan. Pak Mastur sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa tiduran dan pasrah. Sejak beberapa hari yang lalu Pak Mastur menjalani perawatan di RS. Persahabatan Jakarta karena mengalami pendarahan secara tiba-tiba. Innaa lillahi waa innaa ilaihi raajiuun, hari Jum’at, 11 Desember, Pak Mastur meninggal dunia di rumah kontrakannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya pemakaman Pak Mastur. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 782.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Bantuan untuk biaya pemakaman Pak Mastur

Bantuan untuk biaya pemakaman Pak Mastur


MUHAMMAD RIFKI (9, Leukemia). Alamat: Blok Pakupatan RT.8/3 Kelurahan Wotgali Kecamatan Plered, Cirebon, Jawa Barat. Rifki seorang anak  yatim piatu yang saat ini diasuh oleh paman dan bibinya. Ia menderita kanker darah sejak 6 bulan yang lalu. Paman yang mengasuhnya, Warnijan (47) dan Bibinya, Salamah (45) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu meringankan beban hidupnya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Rifki serta bibinya dan dapat mengambil pelajaran hidup: ketabahan dan kesabaran. Mereka pernah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung dan masih menjadi pasien dampingan.  Pendampingan untuk Rifki dilakukan sampai kini karena ia masih harus kontrol ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah Swt, pada akhir Desember 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu kembali dengan Rifki dan keluarganya dan dapat menyampaikan kembali bantuan untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Santunan untuk Rifki sebelum ini, administrasinya, tercatat di Rombongan 673. Mereka mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics #SR yang terus membantunya saat mereka membutuhkan. “Jazaakumullaah!”

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Rifki menderita Leukemia

Rifki menderita Leukemia


NAWAN BIN GOMPAL (60, Diabetes Miletus dan Hypertensi). Alamat : Kp. Ceger RT.2/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Nawan menderita sakit diabetes melitus sejak 10 tahun yang lalu. Selama ini ia berobat ke puskesmas ketika  saat kondisi fisiknya menurun. Satu minggu yang lalu, Pak Nawan fisiknya melemah, nyeri di uluhati dan nyeri di bagian dada sebelah kanan. Ia segera dibawa ke RS Mutiara Husada Sukatani, Bekasi agar mendapat perawatan. Ia menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Pak Nawan selama ini sudah tidak bekerja, sedangkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari ia dapat dari anaknya yang sudah berkeluarga. Oleh karena itu, Pak Nawan kebingungan ketika harus menghadapi tagihan rumah sakit yang jumlahnya cukup besar. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan datang bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban Pak Nawan. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Pak Nawan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Zaenudin  @hapsarigendhis

Pak nawan menderita Diabetes Miletus dan Hypertensi

Pak nawan menderita Diabetes Miletus dan Hypertensi


OJI BIN MUKSIN (49, Patah tulang paha kanan). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT.10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Oji mengalami patah tulang paha. Awalnya, 2 minggu yang lalu, ia mengalami musibah saat sedang mengangkut sekarung gabah di bahu dan kemudian ia terpeleset sehingga paha kanan tertimpa karung gabah yang ia bawa. Pak Oji segera dibawa berobat ke pengobatan urut tradisional dan klinik di dekat rumahnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ia dianjurkan berobat ke rumah sakit. Pak Oji adalah tulang punggung keluarga yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh kasar di sawah. Tetangga sekitarnya sering meminta jasa Pak Oji sebagai pengangkut gabah dan membantu pekerjaan memanen padi. Karena sakitnya, kini ia sudah tidak bisa bekerja lagi dan hanya berbaring di tempat tidur. Sedangkan istrinya, Bu Namih (48) ibu rumah tangga, tidak dapat berbuat banyak untuk menambah penghasilan. Setelah melihat secara langsung keadaan keluarga ini, Kurir #SR menyimpulkan keluarga ini sangat layak dibantu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Pak Oji cepat sembuh dan bisa bekerja kembali untuk menafkahi keluarganya. Aamiin,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak oji mengalami Patah tulang paha kanan

Pak oji mengalami Patah tulang paha kanan


IIN SOLIHIN (16,  Suspect: Lumpuh Layu). Alamat : Kampung Arca RT.1/27 Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Iin Solihin seari-hari dipanggil Ihin– adalah anak pertama dari tiga bersaudara, bukti kasih pasangan suami istri, Pak Yana (41) dan Ibu Siti Nuraeni (38). Di kampungnya, ayah Ihin dikenal sebagai buruh bangunan yang bekerja berpindah-pindah bahkan sampai ke luar Jawa. Karena itu, Iin jarang bercengkerama dengan ayahnya. Ibunyalah yang sehari-hari menemaninya dan mengurus anak-anaknya yang lain. Sampai usia sembilan tahun, Iin menjalani masa kanak-kanaknya seperti anak-anak lainnya: sehat dan ceria. Akan tetapi, menjelang usia sepuluh tahun, Iin terserang sakit. Hampir dua tahun ia kerap mengalami demam berkepanjangan dan sesekali kejang-kejang. Ia pernah diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek tetapi belum pernah ditangani secara serius di rumah sakit. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya selalu khawatir kalau berurusan dengan rumah sakit. Pada tahun 2010, kondisi Iin semakin memburuk. Ia mengalami kelumpuhan total. Tenaga medis di Puskeamas menduga Iin terserang lumpuh layu. Sayang, pengobatan Iin hanya dijalani secara tradisional: diurut dan diberi ramuan berdasarkan informasi yang mereka dapat. Iin terpuruk tak berdaya; keluarganya hanya bisa berdoa di tengah kemiskinan mereka. Bahkan kini mereka tinggal di rumah saudaranya karena rumah kecil mereka tinggali kini sudah berpindah tangan. Kegetiran hidup yang dialami keluarga ini sampai kepada sedekaholics #SR berdasarkan informasi dari kader kesehatan di RSUD Soreang. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini, juga dapat menyampaikan bantuan untuk melanjutkan biaya pengobatan dan biaya sehari-hari Iin dan keluarganya. Pada Kamis, 20 Agustus 2015 Iin mengawali pemeriksaannya di RSUD Soreang. Rumah sakit daerah Kab. Bandung ini kemudian merujuk penanganan Ihin ke RSHS Bandung. Tiga hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Iin menjalani pemeriksaan awal ke Poli Tulang, Poli Syaraf, dan Poli Dalam. Dia juga sempat tiga hari. di Rumah Singgah SR (RSSR) karena kondisinya menurun. Pada 21 dan 22 September 2015 Iin harus kontrol lagi ke RSHS Bandung, sekaligus mengawali program psioterapi. Pada pertengahan November 2015, kondisi Iin memburuk. MTSR kemudian mengevakuasinya ke IGD RSUD Soreang. Pada Senin, 23 November 2015, Iin dirujuk kembali penanganannya ke RSHS Bandung.  MTSR kembali mengantar-jemputnya ke rumah sakit. Pada 22 Desember 2015 kurir SR menjemput Iin untuk pemeriksaan dan psioterapi di RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Mereka masih memerlukan bantuan untuk membeli obat, biaya sehari-hari serta biaya transport dan akomodasi selama berobat. Bantuan #SR sebelum ini telah tercatat di Rombongan 775. Semoga Allah memberi kemudahan untuk ikhtiar dan kesembuhan Iin Solihin! Amiin

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 22 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (1 tahun, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Pada kontrol ketiga, bulan November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo. Keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuha Shiddiq. Alhamdulillah, sedekaholiks #SR kembali memberinya bantuan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini masuk di Rombongan 774.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Shiddiq menderita Meningokel

Shiddiq menderita Meningokel


SYARIF NURDIANSYAH (38 Tahun. Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung dan ia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia harus kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Pada bulan November 2015 ia tidak mendapatkan terapi bedah bekunya karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir sudah mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Dia masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberinya santun untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang juga rutin mengajar mengaji di mushola ini. Saat menerima bantuan, mereka mendoakan kebaikan untuk sedekaholics dan semua kurir #SR sambil menangis. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 759.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


FATMAWATI BINTI PANDI (40. Susp. Asam Urat, Darah Tinggi). Alamat: Kampung Cihanjawar RT.2/2, Desa Margamulya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Ibu Fatmawati biasa dipanggil Wati. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Sehari-hari pekerjaannya menjadi pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangga yang bergantian mempekerjakannya. Suaminya, Agus (45) adalah pekerja serabutan. Keluarga dhuafa ini semakin jatuh dalam kemiskinan semenjak Ibu Wati tak bisa lagi bekerja membantu penghasilan suaminya. Dalam dua bulan ini Ibu Wati tidak bisa bekerja seperti biasa karena kedua kakinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Ia merasakan nyeri saat berjalan. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena tidak punya jaminan kesehatan. Padahal, dokter di Puskesmas telah merujuknya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengidap asam urat dan darah tinggi. Keinginannya untuk terus berobat ke rumah sakit sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi Kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Ibu Wati dan keluarganya serta membantunya menjadi pasien dampingan #SR. Pada 22 Desember 2015 buruh cuci ini berobat lagi ke Puskesmas Pasirjambu. Ia juga mendapat rujukan untuk diperiksakan di RSUD Soreang. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan uluran tangan untuk terus mengikhtiarkan kesembuhan dari sakit yang diderita. Alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepada mereka dan kembali memberinya bantuan kedua yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 759.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu fatma menderita Susp. Asam Urat, Darah Tinggi

Ibu fatma menderita Susp. Asam Urat, Darah Tinggi


IIM NURJANAH (32 Tahun. Kanker Payudara Kanan). Alamat: Kampung Banjarsari RT.5/9 Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Bu Iim tinggal bersama suami dan anak-anaknya  di rumah kontrakan yang kecil dan pengap. Suaminya, Agus Sajidin (29), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Iim tidak menyangka di usianya kini ia harus mengalami derita sakit yang berat. Ia menderita kanker payudara, sementara anaknya yang masih menyusui mendeita hernia. Terenyuh mendengar cerita hidupnya. Ia mengatakan terus-terusan nasibnya seperti ini, padahal mereka orang tidak berpunya. Sekarang, ia dan anaknya harus terus berobat. Bisa dibayangkan kepedihan keluarga mereka terutama saat Bu Iim sakit dan tak bisa menjalankan tugas mulianya mengurus rumah tangga serta ketiga anaknya dengan baik karena harus lebih banyak istirahat. Penyakit kanker yang menyerangnya itu muncul hampir dua tahun yang lalu diawali dengan munculnya benjolan di payudara kanannya. Semakin lama benjolan di payudara sebelah kanannya semakin membesar dan akhirnya pecah disertai nanah dan membusuk. Puting payudaranya kini rusak, padahal ibu ini masih menyusui anak ketiganya. Pada awalnya keluarga tidak memeriksakan Bu Iim ke rumah sakit, karena kuatir masalah biaya. Keluarga dhuafa ini layak dibantu karena penyakit dan risikonya cukup besar jika tidak diobati. Alasan lainnya, tanggungan mereka juga cukup banyak dan anak ketiganya mengalami hernia. Selama didampingi kurir #SedekahRombongan, ia rutin berobat jalan ke RS Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan RSUD Soreang. Alhamdulillah bercak di payudaranya sudah kering. Akan tetapi, ia masih harus terus kontrol empat minggu sekali. Bahkan, pada 26 September 2015 ia harus dievakuasi ke RS Al Ihsan karena pingsan. Menggunakan kendaraan sewaan, ia dibawa ke RSUD Al Ihsan Baleendah Bandung untuk pemeriksaan dan pengobatan. Pada akhir Desember 2015, ia kembali menjalani kontrol dan pemeriksaan di RSUD Al Ihsan Kab. Bandung. Kurir #SR berkunjung kemudian berkunjung ke rumahnya. Ia menuturkan bahwa perkembangan kesehatannya membaik meskipun ia masih harus konteol sebulan sekali. Memahami beratnya ujian yang dialami Bu Iim, kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan yang dia terima di rumahnya. Bantuan kali ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi ke rumah sakit, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini telah teradministrasikan di Rombongan 753.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu iim menderita Kanker Payudara Kanan

Ibu iim menderita Kanker Payudara Kanan


ADI CARDIA, (52, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia juga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik dan masa kritisnya terlewati. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholiks #SR terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor. Pada 9 Februari 2015 Pak Adi menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Karena kondisinya memburuk, jadwal operasinya belum bisa ditentukan. Selasa 14 April 2015 dia didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya baru bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya yang terus ia jalani sampai awal Juni 2015. Alhamdulillah, berkah sedekah, kini Pak Adi sudah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan operasi. Pak Adi tinggal menunggu panggilan untuk dirawat inap dan dioperasi di RSHS Bandung. Pada 3 dan 10 Agustus 2015 Pak Adi ke RSHS lagi untuk menjalani kontrol. Pada Kamis 24 September 2015, kurir #SR menemui Pak Adi di rumahnya, memotivasinya untuk melanjutkan pengobatan. Pada Selasa (29/9/15) MTSR Bandug membawanya kontrol lagi ke RSHS. Sampai akhir Desember 2015, dia belum mendapatkan panggilan dari Bagian Rawat Inap RSHS karena belum ada kamar yang kosong. Sambil menunggu panggilan dari RSHS, dia masih harus kontrol dua minggu sekali ke RSUD Soreang untuk mengganti kateter. Memahami betapa beratnya tahapan pemulihan kesehatan Pak Adi, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 751.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak adi menderita Batu Ginjal

Pak adi menderita Batu Ginjal


SANDI RUSTANDI (26, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Ciranjang RT.4/8 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orangtua dan satu adik kandungnya, Sandi tinggal di rumah sederhana di daerah perbukitan. Ayahnya, Pak Adas (58), sehari-hari berdagang keliling, menjajakan jam tangan, jam dinding dan melayani servis jam. Ibunya, Bu Juariah (62) hanya mejalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Setelah tamat SMU, Sandi pernah dua kali bekerja tetapi akhirnya berhenti. Bertahun-tahun ia hanya menganggur. Ia lebih sering terlihat menyendiri. Seiring perjalanan waktu, kesehatan mental Sandi mulai terganggu. Ia kerap terlihat berbicara sendiri tanpa ada yang mengajaknya bercakap-cakap serta tak jarang menunjukkan perilaku agresif. Rumah dan perabotannya sering kali menjadi sasaran kemarahannya. Keluarga dhuafa ini tak mengira akan mendapatkan musibah yang tak mereka bayangkan. Tepatnya tahun 2011, Sandi diduga mengalami gangguan kejiwaan. Berbekal Jamkesmas, ia pernah diperiksakan ke Puskesmas dan kemudian pengobatanya dirujuk ke rumah sakit. Sayang, keluarganya lebih sering memilih pengobatan alternatif. Cukup besar biaya yang mereka keluarkan untuk memulihkan kesehatan Sandi melalui pengobatan alternatif. Ketika berbagai upaya mereka dianggap tak berhasil sedangkan biaya sudah habis, keluarganya hanya bisa pasrah. Kondisi Sandi semakin memprihatinkan bahkan meresahkan warga. Maka pengurus lingkungan memotivasi keluarga dhuafa ini untuk terus berikhtiar. Warga juga menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatannya ke rumah sakit. Malam itu juga Sandi dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat. Alhamdulillah ia langsung dirawat inap di rumah sakit rujukan di Jawa Barat ini. Setelah dua bulan dirawat dan dua kali kontrol, perkembangannya mulai membaik, tetapi dia masih harus lama kontrol rutin ke RSUD Soreang. Sebulan sekali kini dia diperiksa di rumah sakit rujukan Kab. Bandung itu. Rustandi dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat sampai sembuh. Harapan mulia mereka dipahami sedekaholics #SR dengan memberi mereka santunan yang kedua kalinya. Bantuan yang diterima orangtuanya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 763.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tangggal : 25 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Sandi mengalami Gangguan Jiwa

Sandi mengalami Gangguan Jiwa


MAULANA MUHAMMAD IBRAHIM (42, Susp. TB. Paru). Alamat: Kampung Tonggohgudang RT.1/7 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari warga mengenalnya sebagai Kang Ahmad. Ia hidup sendiri. Ibunya, Rukayah, sudah lama meninggal dunia, juga ayahnya,  Kandar. Sampai usianya kini ia belum berkeluarga. Kedua tangannya tak berfungsi, semenjak musibah yang ia alami tiga tahun lalu yaitu tersengat aliran listrik ketika ia bekerja sebagai instalatir listrik. Akhirnya, ia kehilangan pekerjaan. Ia hampir tak memiliki apa-apa lagi, selain harapan. Tempat tinggalnya pun berpindah-pindah. Kini ia ditempatkan warga di madrasah setempat. Lebih memilukan lagi, sejak sejak Oktober 2015 ia diduga menderita  TB Paru. Tanpa jaminan kesehatan, ia hanya mampu berobat ke Puskesmas. Kisah dhuafa ini sampai kepada #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Margamulya. Ketika kurir #SR menemuinya di madrasah, ia menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. #SedekahRombongan berempati atas apa yang dialaminya dan insya Allah terus mendampinginya berobat sampai sembuh. Dibantu perangkat Sesa Margamulya, alhamdulilkah Kartu Keluarga (KK) dan KTP Pak Jeje sudah sibuatkan, juga Kartu BPJS Kelas 3. Dia sudah mulai berobat ke klinik dan Puskesmas setempat. Pada akhir Desember 2015 kurir #SR berkunjung lagi ke tempat tingggal sementaranya karena mendapatkan informasi bahwa pengobatannya dirujuk ke RSUD Soreang dan RS Paru Rotinsulu Kota Bandung. Karena ia bersemangat untuk terus berobat, kembali sedekaholics #SR memberinya bantuan untuk biaya transportasi-akomodasi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 770.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 27 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Maulana menderita Susp. TB. Paru

Maulana menderita Susp. TB. Paru


REKSA MUHAMMAD RAMADAN, (15, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Cimuncang Utara RT.1/8, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Eja saat ini masih bersekolah kelas 3 SMP. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama orangtua dan kedua kakaknya di tanah sewaan milik PJKA. Ayahnya, Rahmat Taufik (46 tahun) pedagang makanan di sekolah dan dikenal dengan panggilan “Rahmat Cireng.” Ibunya, Eulis (40) seorang ibu rumah tangga. Sejak dua tahun yang lalu Eja menderita gangguan jiwa setelah peristiwa kecelakaan yang dia alami. Perilaku dan psikologisnya terganggu diduga akibat adanya benturan di kepala. Upaya melakukan terapi medis dan nonmedis sudah dilakukan. Eja bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan jaminan pembiayaan Jamkesmas. Sampai saat ini Eja rutin kontrol sebulan sekali ke RSJ Cisarua. Ayah Eja menceritakan beratnya beban yang mereka rasakan dengan keadaan Eja saat ini. Namun di balik itu, Pak Rahmat bersyukur karena Eja terlihat semakin pulih. Ia kembali rutin mengaji walau kegiatan sekolahnya terhenti sementara. Setelah memperoleh Hasil Ujian Persamaan Paket C, Eja berminat melanjutkan pendidikannya ke SMU atau Madrasah Aliyah. Ia amat bersemangat untuk terus bersekolah sambil belajar di pesantren tradisional di kampungnya. Pada akhir Desember 2015 kurir #SR mendapat informasi dari tetangganya bahwa Eja sakit hampir dua minggu. Kurir #SR kemudian menjenguk Eja di rumahnya. Sampai kini ia masih harus kontrol rutin sebulan sekali ke RSJ Cisarua. Eja dan keluarganya masih memerlukan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah, sedekaholics #SR kembali berempati kepadanya dan memberinya santunan lanjutan. Bantuan yang diterima orangtua Eja di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi ke RSJ Cisarua Lembang dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 757.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Reksa mengalami Gangguan Jiwa

Reksa mengalami Gangguan Jiwa


REDI GUSTIANDI (23, Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak kedua dari Bapak Aman (56) dan ibu Leni (56) ini tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey bersama ketiga saudara kandungnya. Lima tanggungan keluarga ini amat memberatkan mereka. Apalagi, sejak empat tahun yang lalu, Redi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, sampai mereka menjadi pasien dampingan #SR. Sebelum mendapatkan bantuan rutin dari sedekaholics #SR, Redi tidak memiliki jaminan kesehatan, baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluarga ini tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan. Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit, dan kini sudah meninggal dunia (wafat: Oktober 2015). Karena Redi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Redi sudah memiliki Kartu BPJS Mandiri dan sudah termanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Redi kerap meresahkan warga, sehingga kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selama 19 hari akhirnya Redi dirawat inap di RSHS Bandung dengan dampingan #SedekahRombongan. Pad.a 5 Mei 2015 Redi diizinkan pulang dan harus kontrol seminggu kemudian. Kini pengobatan Redi bisa dilakukan di RSUD Soreang. Ia kontrol rutin sebulan sekali. Pada bulan Desember 2015, MTSR 1629 sempat mengantarnya ke RSUD Soreang bersama pasien yang lain. Karena keluarganya masih sangat membutuhkan biaya untuk meneruskan pengobatan Redi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi-akomodasi, membayar iuran BPJS, dan keperluan sehari-hari. Titipan dari langit ini diterima Redi dan kakaknya. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 770.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

redi mengalami Gangguan Jiwa

redi mengalami Gangguan Jiwa


HANI NURHAWATI (35, Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah walau kini ia ditinggal suaminya yang tak kuat menerima ujian. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga saat ia dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah dibantu sedekaholics #SR. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 770.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Desember 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


UJANG JUARDI (42, Sirois Hepatis dan Pembengkakan  Jantung) Alamat: Rawa Mekar RT3/1 Kecamatan Purwakarta Kabipaten Purwakarta Provinsi  Jawa Barat. Bapak Ujang Juardi adalah seorang buruh harian lepas (buruh bangunan) di desanya. Ia tinggal bersama adiknya yang tidak bekerja dan anaknya yang bekerja di toko dengan pendapatan 400-600 ribu rupiah per bulan. Semenjak 4 bulan yang lalu Pak Juardi sering merasa lemas dan tidak bertenaga disertai mual dan muntah hingga berat badannya terus menurun. Ia terlihat kurus dan menjadi kesulitan dalam beraktivitas karena  aktivitas sedikit langsung sesak nafas.  Satu bulan yang lalu kondisi fisiknya semakin melemah, badannya semakin mengecil, namun  perut dan kakinya bengkak. Pak Juardi  segera berobat dengan meminjam uang dari tetangga. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Pak Ujang menderita sirosis hepatis dan pembengkakan jantung. Pak Juardi diberi obat dan disarankan untuk dirawat, namun ia tidak memiliki biaya selama perawatan di rumah sakit. Ia juga tidak kontrol sesuai yang dijadwalkan karena tidak ada yang membawanya ke rumah sakit. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk tranportasi-akomodasi berobat jalan dan biaya makan untuk yang menunggu apabila ia rawat inap. Mudah-mudahan Allah memberikan kelancaran dan kesembuhan untuk pak Juardi. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @WiwidWardiah @hapsarigendhis

Pak ujang menderita Sirois Hepatis dan Pembengkakan Jantung

Pak ujang menderita Sirois Hepatis dan Pembengkakan Jantung


EUIS NENIH BINTI RAEDI (49, TB Paru). Alamat Kp. Cilangkap RT.10/5 Desa Cadasari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Ibu Euis adalah seorang ibu rumah tangga. Ia tinggal besama suaminya, Pak udi (56). Gejala penyakit Bu Euis mulai dirasakan 1 tahun yang lalu. Ia kerap batuk, nyeri di dada, kehilangan nafsu makan dan berat badannya menurun. Badannya sering berkeringat terutama di malam hari. Dengan jaminan Jamkesmas Bu Euis berobat ke Puskesmas Tegalwaru, namun karena kondisinya semakin memburuk ia dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakara untuk dirawat. Setelah dirawat inap selama 4 hari, kondisi Bu Euis pulih kembali dan diperbolehkan rawat jalan di puskesmas. Pak Udi setia mendampingi dan merawat Bu Euis, namun ia kebingungan  bila harus membeli obat dengan biaya pribadi. Pekerjaan Pak Udi sehari-hari adalah buruh pabrik genteng dengan penghasilan 400 ribu rupiah/bulan. Pendapatan itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Kurir #SedekahRobongan dipertemukan Allah dengan keluarga ini sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transport dan membeli obat. Semoga Allah memberikan kelancaran dan kesembuhan kepada Bu Euis. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @KikiZakiah @UlfahFauziah @hapsarigendhis

Ibu euis menderita TB Paru

Ibu euis menderita TB Paru


ULFA KURBANIATI (7, Sinusitis). Alamat : Kampung Babakan RT.11/6 Desa Sadarkarya Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Ulfa Kurbaniati, adalah siswi kelas 2 SDN 1 Sadarkarya. Ia mengalami demam tinggi sejak hari Rabu, tanggal 9 Desember 2015. Selain demam tinggi Ulfa pun mengeluh nyeri  disertai darah yang terus menerus keluar dari hidungnya selama 3 hari. Pada hari Sabtu 12 Desember 2015, barulah Ulfa dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta dengan keadaan hidung bagian kanan yang membengkak dan  dipenuhi darah kering serta mata yang rapat dan sulit dibuka sampai ia tidak sadarkan diri. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, Ulfa terus menerus mengeluh kesakitan. Ia langsung dibawa masuk ke ruang IGD, dan dilakukan pemeriksaan lengkap. Ulfa menderita sinusitis dan destruksi tulang rawan hidung karena infeksi tersebut. Untuk sementara, Ulfa diperbolehkan rawat jalan. Selanjutnya ia disarankan agar nanah di hidungnya dibersihkan (aspirasi) lalu dipasang penyangga disisi tulang rawannya. Ada haru saat Kurir #SedekahRombongan menjenguk Ulfa di rumahnya. Ibunya, Yuyun (40) menangis bahagia saat #SR menyerahkan bantuan. Maklum saja, ayahnya Pak Asep (45) adalah seorang pedagang keripik keliling dengan penghasilan yang tidak menentu dan dan hanya cukup untuk makan hari itu. Beruntungnya, di Purwakarta tersedia pelayanan  Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS), sehingga bantuan #SR dapat digunakan untuk biaya transport ke rumah sakit dan keperluan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2015
Kurir : @ddsyaefudin @kikizakiah @awwal_ula @hapsarigendhis

Ulfa menderita Sinusitis

Ulfa menderita Sinusitis


RAMTO BIN GITO (38, Lumpuh) Alamat Dukuh Brambang RT 28/12, Kelurahan Wonokerso, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mas Ramto sejak di survei kurir sedekah rombongan bulan lalu kini sudah ada perkembangan, Mas Ramto mulai rutin kontrol ke rumah sakit. Atas saran dan support dari Kurir sedekah rombongan, Mas Rudi yang merupakan kakak dari Mas Ramto memanfaatkan secara maksimal santunan yang diberikan #SR untuk kemudian gunakan untuk biaya pengobatan Mas Ramto. Hingga Mas Ramto oleh keluarga di bawa kontrol dan berobat ke RSUD Sragen. Dengan proses yg dijalani selama pengobatan, saat ini sedikit demi sedikit mulai nampak perkembangan untuk kondisi fisik mas ramto. Kata Dokter “kalau sudah bisa tidur agak lama berarti sudah ada perkembangan”  dan sekarang sudah mulai terasa perkembangannya dengan cukup tidur dan nafsu makan meningkat. Ada juga peningkatan untuk mas ramto bisa berbicara, hal ini menunjukkan perkembangan gizi untuk Mas Ramto ada penjngkatan yang berarti. Tim Dokter dan medis menyarankan agar Mas Ramto segera di bawa ke RS Dr Moewardi Solo dikarenakan sarana dan prasaranya yang lebih lengkap sehingga bisa di periksa kakinya yang mengalami kelumpuhan agar tertangani secara maksimal. Namun, keluarga tidak mendukung sepenuhnya dengan pengobatan yang harus dijalani Mas Ramto, maka dari itu kami menyampaikan santunan terakhir sebesar Rp 500.000,00 agar dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk kesembuhan Mas Ramto. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 751, 762, 764. Keluarga mengucapkan terima kasih sekali kepada #SedekahRombongan atas santunan yang di berikan, dan berdoa agar sedekahnya di balas oleh Allah dengan balasan yang berlipat-lipat.

Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal : 27 Desember 2015
Kurir : @mawan @aisyahnka @aldimeifiin

Pak ramto menderita Lumpuh

Pak ramto menderita Lumpuh


KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV) Tinggal bersama dengan kedua orang tua dan sang adik di Lawatan RT 1/I Dukuh Turi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sejak lahir, Ridho panggilan akrabnya mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya sehingga ia tidak bisa berjalan dan menggengam dengan normal. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai buruh dan Ibunya Kurninda (35) merupakan seorang ibu rumah tangga. Februari lalu datang donatur yang rela membantu pengobatan di RS. Dr. Soeharso Solo. Ridho telah menjalani operasi pertama pada 28 April 2015 dan direncakan akan menjalani operasi lanjutan serta fisioterapi. Namun, pada Agustus 2015 donatur tersebut berhenti membantu biaya pengobatan Ridho. Keluarga yang sudah diberikan pesangon untuk membayar BPJS tetap melanjutkan pengobatan meski dana seadanya. Alhamdulillah, #KurirSR dipertemukan dengan keluarga beliau, keluarga saat ini tinggal sementara di RSSR Solo. Pasca kontrol kemarin dokter menyatakan perkembangan kakinya bagus sehingga kontrol lanjutan dilaksanakan 2 minggu kemudian. Keluarga pun sementara pulang ke Tegal, #KurirSR kemudian memberikan santunan ke-3 sebesar Rp. 750.000,- untuk biaya tranaportasi ke Tegal. Keluarga merasa senang dan bersyukur dengan bantuam yang ada serta memohon doa agar Ridho lekas sembuh sehingga dapat kembali bersekolah. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal:
Kurir: @mawan , @aisyahnka , @ciciiii

Ridho menderita CTEV

Ridho menderita CTEV


KURNIANDI METIARIDHO (11, CTEV) Tinggal bersama dengan kedua orang tua dan sang adik di Lawatan RT 1/I Dukuh Turi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sejak lahir, Ridho panggilan akrabnya mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya sehingga ia tidak bisa berjalan dan menggengam dengan normal. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai buruh dan Ibunya Kurninda (35) merupakan seorang ibu rumah tangga. Februari lalu datang donatur yang rela membantu pengobatan di RS. Dr. Soeharso Solo. Ridho telah menjalani operasi pertama pada 28 April 2015 dan direncakan akan menjalani operasi lanjutan serta fisioterapi. Namun, pada Agustus 2015 donatur tersebut berhenti membantu biaya pengobatan Ridho. Keluarga yang sudah diberikan pesangon untuk membayar BPJS tetap melanjutkan pengobatan meski dana seadanya. Alhamdulillah, #KurirSR dipertemukan dengan keluarga beliau. Kemudian memberikan santunan ke-2 sebesar Rp. 1.350.000 untuk biaya pembelian sepat AFO. Ridho pun telah melaksanakan operasi yang kedua dan pemasangan gips. Keluarga merasa senang dan bersyukur dengan bantuam yang ada serta memohon doa agar Ridho lekas sembuh sehingga dapat kembali bersekolah. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.350.000,-
Tanggal: 14 Desember 2015

Kurir: @mawan , @aisyahnka , @ciciiii

Ridho menderita CTEV

Ridho menderita CTEV

EKO PRASETYO BIN BEDJO (7, Serebral palsy ). Alamat : Desa Karangrejo RT 03/02 Loano,Purworejo, Jawa Tengah. Putra dari bapak Bedjo (33 tahun) bekerja sebagai buruh pengantar pasir di proyek dan ibu Sri Sutianingsing (30 tahun) sebagai ibu rumah tangga, sudah berusia 7 tahun tetapi belum bisa berjalan. Saat dik Eko lahir, umur kehamilan ibunya masih 7 bulan alias lahir premature. Bayi Eko lahir sendiri sebelum bidan datang untuk menolong persalinan ibunya. Berat Badan Lahir saat itu pun hanya 1500 gram. Bayi Eko kemudian dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Saras Husada Purworejo sampai 8 hari lamanya. Karena pertumbuhan dik Eko tidak seperti anak sehat yang lain maka orang tua dik Eko memeriksakan ke dokter. Dokter mendiagnosa dik Eko menderita cerebal palsy dan disarankan oleh dokter harus melakukan operasi di RS Orthopedi Surakarta dengan fasilitas BPJS mandiri. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga dik Eko. Minggu, 29 November 2015 sedekah dari #SahabatSR sebesar Rp. 500.000 untuk pasien dampingan disampaikan kepada keluarga dik Eko. Santunan rencananya akan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol di rumah sakit. Sebelumnya kurir #SedekahRombongan Purworejo mengantarkan dik Eko dan Keluarganya pada tanggal 18 Oktober 2015 ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Solo. Dari hasil pemeriksaan dik Eko dioperasi tanggal 10 Nopember 2015. Saat ini kaki dik Eko sebelah kanan dipasang gips dan kontrol 2 minggu sekali. Kontrol selanjutnya besok senin tanggal 30 November 2015. Keluarga memohon doa kepada semua agar pengobatan dik Eko diberi kelancaran dan dik Eko bisa sembuh sehingga bisa bersekolah seperti teman-temannya. Amin

Jumlah santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 November 2015
Kurir : @Mawan @Aisyah @cicicinta @gabeeela @ayak

Eko menderita Serebral palsy

Eko menderita Serebral palsy


DEDI SAPUTRA (17, Bantuan Tunai). Alamat: Talang Kilap RT.1/2, Tanjung Kemala Barat,  Martapura, Oku Timur, Sumatera Selatan. Dedi, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas 10 di SMA N 2 Martapura. Anak kedua dari 6 bersaudara ini juga bekerja sebagai penyekop pasir pada waktu libur sekolah. Kakak Dedi, Rahmat Habib (22) yang hanya tamatan SD juga belum bisa banyak membantu kebutuha keluarga, sedangkan ketiga adik Dedi masih bersekolah, Nurul Safitri (14) kelas 7 di SMP 1 Martapura dan adik ke 4 dan ke 5  Agus Husen (10), Mardalena (8) kelas 5 dan 3 yang bersekolah di SD 2 Tebat Sari. Ketiga saudara ini untuk berangkat ke sekolah harus berjalan kaki melewati pepohonan karet, jarak antara rumah dan sekolahpun cukup jauh. Ayah Dedi, Jailani (67) dan Ibunya Ruslaini (40) yang hanya sebagai buruh bangunan mengungkapkan pendapatan yang didapat pun hanya cukup untuk kebetuhan sehari-hari. Jika ada sisa uang lebihpun digunakan untuk uang transportasi ketiga orang anaknya untuk ke sekolah. Mereka tinggal di Ladang seseorang dan dibuatkan rumah seadanya tanpa ada arus listrik. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan berupa 2 buah sepedapun disampaikan. Semoga Dedi dan adiknya tambah bersemangat lagi pergi bersekolah untuk menuntut ilmu dan cita-citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa

Bantuan berupa 2 buah sepeda

Bantuan berupa 2 buah sepeda


NAILA PUTRI ANDINI (4, Syaraf Lemah). Alamat : Jalan Lekol M. Arif, Lorong Singa RT.1/3, Paku Sengkunyit, Martapura, Oku Timur, Sumatera Selatan. Menurut orang tuanya, waktu Putri beranjak umur 1 tahun ia tidak tumbuh seperti anak normal lainnya, untuk merangkak atau jalan sangat sulit dilakukan Putri. Karena orang tua Putri tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit, mereka membawanya ke pengobatan alternatif. Usaha kemana-mana sudah dilakukan tapi tetap saja tidak membuahkan hasil. Orang tua Putri pernah membawanya berobat ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, itupun karena adik kedua Putri juga mengalami penyakit Atresia Ani, tapi karena operasi ke 3 gagal adik Putri tidak tertolong. Putri sempat di CTscan dan periksa di Poli THT, karena kondisi kupingnya memerah. Namun pengobatan Putri tertunda sampai sekarang karena kendala biaya. Ayah Putri, Andika Parwis (28) dan Ibunya, Kiki Oktari (28) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja ayah Putri belum mendapatkan pekerjaan, sedangkan Ibunya hanya sebagai honorer di salah satu Dinas Martapura. Sedangkan untuk biaya berobat dan pembayaran BPJS masih meminjam ke keluarga lainnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Putri dapat sembuh dan dapat bermain seperti anak lainnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa

Naila menderita Syaraf Lemah

Naila menderita Syaraf Lemah


MARTOJO MARTAPURA (88, Bantuan Tunai). Alamat: Terukis Baru RT.1/4, Terukis Rahayu, Martapura, Oku Timur, Sumatera Selatan. Bapak Martojo biasa ia dipanggil bekerja sebagai buruh rongsokan keliling, biasanya ia mencari rongsokan pagi-pagi sekali dengan menggunakan sepeda ontel yang dimilikinya. Istri Bapak Martojo, Maimunah (70) yang hanya bekrja sebagai Ibu Rumah Tangga tidak dapat banyak membantu kebutuhan sehari-hari mereka. Apa lagi dengan kondisi yang sudah semakin tua. Untuk bekerja beratpun sudah tidak memungkinkan, anak-anak Bapak Martojo semuanya sudah berumah tangga dan tidak tinggal lagi bersama beliau. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan berupa 2 ekor kambing disampaikan. Keluarga Bapak Martojo mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diterimanya. Semoga mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa

Bantuan berupa 2 ekor kambing

Bantuan berupa 2 ekor kambing


SUMIATI MARTAPURA (91, Bantuan Tunai). Alamat : Jatirejo RT.2/2, Vetran Jaya, Martapura, Oku Timur, Sumatera Selatan. Sekitar 2 bulan lalu Ibu Sumiati mengalami kecelakaan yang menyebabkan beliau lumpuh dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Suami beliau Jailani (64) yang hanya bekerja sebagai buruh rongsokan tidak mampu untuk membawa Ibu Sumiati periksa ke puskesmas, hanya waktu itu Bidan datang untuk periksa kondisi beliau, namun tidak ada tindakan lanjutan lagi sampai saat ini. Dengan kondisi ekonomi yang jauh dari cukup, Bapak Jailani hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, itupun masih dibantu oleh keluarga beliau yang tiap bulan mengirimkan beras atau makanan untuk mereka. Ibu Sumiati dan Bapak Jailani tidak memiliki anak, sehingga ketika Ibu Sumiati sakit hanya suaminya yang mengurusnya di rumah.  #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


SUYADI RIAU (39, Gangguan pengelihatan). Alamat : Desa Mekar Sari, RT.2/2, Kecamatan Mekar Sari, Kabupaten Indragiri Hulu, Lirik, Riau. Pada usia 3 tahun Pak Suyadi mengalami gangguan pada inderanya, penglihatannya kabur. Sampai saat ini, pak Suyadi sudah tidak dapat melihat sama sekali. Pak Suyadi pernah melakukan pengobatan di Padang, pengobatan menggunakan pengobatan alternatif. Namun tidak ada kemajuan dan tidak membuahkan hasil sama sekali. Pak Suyadi juga pernah mendapat pengobatan gratis di RS. Pematang Rebah, namun tidak ada kemajuan. Penghasilannya sebagai tukang urut yang tidak memiliki penghasilan yang tetap membuat keuangannya tidak mencukupi untuk biaya berobat. Keadaan pak Suyadi saat ini yaitu kondisi mata sebelah kiri mengalami pencekungan ke dalam, mata sebelah kanan sudah mengalami perubahan warna menjadi putih. Mata sebelah kanan ketika terpejam masih bisa dapat melihat cahaya walaupun hanya sedikit. Hingga kini Pak Suyadi tinggal sendirian di rumahnya, kadang ia ditemani oleh tetangga setempat di desanya yang membantunya untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan Pak Suyadi dan memberikan bantuan untuk pengurusan biaya membuat BPJS agar bisa digunakan untuk berobat nanti. Semoga Pak Suyadi selalu diberikan kesabaran untuk segera  mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @aansiswanto10 @nhpita @agunglabay

Pak suyadi mengalami Gangguan pengelihatan

Pak suyadi mengalami Gangguan pengelihatan


MUHAMMAD REHAN MUBAROK (9, Khitan/ Sunat). Alamat : Desa Simpang Terusan RT.5, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi. Rehan, biasa ia dipanggil adalah seorang siswa kelas IV SD Negeri No. 70/ I Desa Simpang Terusan. Sejak lama ia mengatakan kepada orang tuannya bahwa liburan semester gasal tahun ajaran 2015/2016 ingin dikhitan, karena ia melihat teman-teman sebayanya sudah banyak yang dikhitan. Namun orang tuanya belum bisa memenuhi keinginannya dikarenakan faktor biaya. Rehan merupakan anak pertama dari pasangan Subhan Yasir (36) dan Siti Kholifatul Jannah (34). Keseharian beliau saat ini masih pengangguran dikarenakan Subhan mempunyai penyakit asma dan sering kambuh. Demi memenuhi keinginan Rehan, orang tuanya berusaha mencari informasi mengenai kegiatan khitan massal dan beliau menemukan informasi gerakan sosial #SedekahRombongan. Beliau pun menghubungi salah satu Kurir #SedekahRombongan dan menceritakan keinginan anaknya. Pada tanggal 21 Desember 2015, Kurir #SedekahRombongan ditemani dengan tim medis mendatangi kediaman Subhan dan melakukan khitan pada Rehan. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya khitan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Desember 2015
Kurir : @arfanesia @IlfaMid

Khitan Gratis

Khitan Gratis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Narti 500,000
2 Khoirunnisa 1,750,000
3 Lili 500,000
4 Fikri 3,753,000
5 Friska 500,000
6 Nurhadi 1,000,000
7 Rokhayah 3,523,550
8 Rama 1,000,000
9 Mesjid 5,000,000
10 Kinah 500,000
11 Mastur 1,500,000
12 M Rifki 500,000
13 Nawan 500,000
14 Oji 500,000
15 Iin 750,000
16 M Shiddiq 750,000
17 Syarif 750,000
18 Fatmawati 750,000
19 Iim 750,000
20 Adi 750,000
21 Sandi 750,000
22 Maulana 750,000
23 Reksa 500,000
24 Redi 500,000
25 Hani 500,000
26 Ujang 500,000
27 Euis 500,000
28 Ulfa 500,000
29 Ramto 500,000
30 Kurniandi 750,000
31 Kurniandi 1,350,000
32 Eko 500,000
33 Dedi 2,000,000
34 Naila 1,000,000
35 Martojo 1,500,000
36 Sumiati 500,000
37 Suyadi 500,000
38 M Rehan 500,000
Total 39,126,550

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 39,126,550,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 789 ROMBONGAN

Rp. 31,571,459,406,-