MASJID AL-FATTAH ( Bantuan Pembuatan Atap Canopi Teras Masjid ), terletak di lingk. Bulurejo, RT02/1, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Untuk menutupi serta menjaga teras masjid dari genangan air ketika hujan, perlu di buatkan atap canopi di atas teras masjid ini. Bahan terbuat dari rangka besi serta galvalum, dengan ukuran 9 meter x 2,5 m. Juga dibuat atap di atas tempat berwudhu, agar ketika hujan pun jamaah masjid bisa melakukan wudhu dengan baik dan tidak kehujanan. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan tersebut, dan semakin banyak jamaah untuk beribadah dengan nyaman di masjid ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2015
Kurir : @Mawan

 Bantuan Pembuatan Atap Canopi Teras Masjid

Bantuan Pembuatan Atap Canopi Teras Masjid


PANTI SOSIAL DAN DHUAFA HAFARA (Medikasi). Panti Hafara beralamat di Jalan Tempuran, Brajan RT. 08 Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183. Panti Hafara merupakan sebuah lembaga sosial yang hadir dalam upaya pengentasan, pemberdayaan, dan pembinaan bagi mereka penyandang masalah kesejahteraan sosial. Fokus utama Panti Hafara adalah menangani anak yatim, anak jalanan, eks. penderita gangguan jiwa, dan eks. korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Selain itu Panti Hafara juga mengurus jenazah terlantar yang tidak memiliki keluarga. Panti Hafara saat ini menampung 45 orang warga binaan yang menderita gangguan jiwa. Panti ini diasuh oleh dengan 10 orang relawan dan/atau pekerja sosial yang mengurus panti sederhana ini. Panti Hafara menempati bangunan sewaan yang dibangun di atas lahan kas desa. Panti Hafara telah bekerja sama dengan dinas sosial setempat dan mendapat bantuan rutin berupa santunan tunai bagi yang masih anak-anak dan modal usaha bagi yang telah dewasa. Meski demikian, Panti Hafara masih sangat membutuhkan bantuan dan santunan terutama dari masyarakat umum. Terlebih saat ini terdapat warga binaan panti yang menderita gangguan jiwa. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang aktif dalam gerakan menyampaikan sedekah merasa harus ikut ambil bagian saat gerakan lain yang serupa merasa butuh bantuan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan dari para #Sedekaholic untuk membantu Panti Hafara. Bantuan 20 kasur yang di cover vinyl dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari

Jumlah Bantuan : Rp. 12.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @RizkyAditya4 @VitraSQ @FahmiSQ
Tanggal : 20 November 2015

Bantuan 20 kasur yang di cover vinyl dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan 20 kasur yang di cover vinyl dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari


SUYADI ( 56 Tahun, HB Tinggi ). Tinggal di RT03/2, Pokoh Kidul , Wonoboyo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup sangat miskin, dan tiba – tiba jatuh sakit. Badan menggigil dan demam tinggi. Mempunyai 4 anak yang sudah besar dan bekerja serabutan, ada yang menjadi buruh serta kondektur. Karena ketidakmampuan biaya, mereka hanya mendiamkan pak Suyadi di rumah saja, bingung mau berbuat apa dengan kondisi tersebut. Keluarganya mengira hanya sakit biasa, dan menganggap akan segera sembuh setelah diberikan obat dari warung. Setelah beberapa hari, sakit beliau semakin parah. Sampai badan menggigil, dan lemas tak berdaya. Seperti orang yang sudah sekarat, suara tidurnya pun sudah ngorok. Anak- anaknya tidak mampu membawa ke rumah sakit karena tidak mempunyai biaya. Kemudian, salah satu tetangganya memberi tahu kepada kami tentang kondisi keluarga ini. Esoknya kami segera meluncur ke rumah mereka. Dan disana sudah banyak orang yang menjenguk kondisi pak Suyadi ini. Karena sudah cukup parah, maka beliau kami bawa ke rumah sakit umum Wonogiri. Agar segera mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Tidak ada jaminan kesehatan, dan biaya pun menggunakan umum. Sebab, kondisi yang tidak memungkinkan jika harus menunggu jaminan kesehatan jadi. Dokter dan perawat langsung memberikan penanganan di ruang ICU. Dan kemudian mendapatkan perawatan intensif. Hemoglobin darah sangat tinggi, di luar batas normal. Hal ini yang menyebabkan beliau lemas dan menggigil serta seperti telah di ujung sakartul maut. Alhamdulillah, dengan penanganan rumah sakit yang cepat beliau akhirnya dapat tertolong. Kurang lebih hampir dua minggu, beliau mondok dan di rawat di rumah sakit. Dan akhirnya kondisi berangsur normal dan saat ini pun sudah sembuh. Semoga bantuan ini meringankan beban, dan bagi para sedekaholics melalui sedekah rombongan mendapatkan kebaikan yang banyak atas segala bantuan untuk keluarga ini. Doa dan terimakasih yang luas untuk tim sedekah rombongan terucap dari keluarga dan para tetangga yang menyaksikan serta ikut membantu upaya penanganan penyembuhan sakit yang di alami Suyadi. Semoga berkah. Aamiin.

Bantuan : 19.696.044,-
Tanggal : 15 September 2015
Kurir : @Mawan@Yuli

Pak suyadi menderita HB Tinggi

Pak suyadi menderita HB Tinggi


SULASMI BATAM (65, Bantuan Tunai). Rumah Liar Batu Aji, Kotamadya Batam, Kepulauan Riau. Bu Sulasmi adalah dhuafa yang tinggal di salah satu sudut wilayah Kota Batam. Ia mengasuh anak yatim piyatu dari adiknya yang meninggal dunia saat melahirkan. Kini anak itu sudah SMP namanya Rangga Agung Prasetia (13) .  Bu Sulasmi bekerja sebagai buruh cuci di sebuah Klinik tak jauh dari rumahnya dengan penghasilan rata-rata Rp. 500.000,-/bulan. Ukuran penghasilan yang sangat kecil di wilayah Kota Batam. Ibunya Rangga (adik Bu Sulasmi) meninggal saat melahirkan Rangga, sedangkan ayahnya Rangga sudah meninggal terlebih dahulu saat Rangga usia 5 bulan dalam kandungan. Hingga saat ini Bu Sulasmi yang mengasuh Rangga. Sedangkan suami dari Bu Sulasmi udah meninggal sejak 5 tahun yang lalu. Tempat tinggal Bu Sulasmi semi permanen terbuat dari bahan kayu dan teriplek didaerah Kawasan Rumah Liar, yakni tempat yang sewaktu-waktu dapat digusur oleh pemerintah. Kehidupan sehari-harinya sangat memperihatinkan dan layak dibantu. Alhamdulillah, Bu Sulasmi dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan, sehingga Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan tunai untuk meringankan beban kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 November 2015
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman

Bantuan tunai untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

Bantuan tunai untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari.


PARTIWI BINTI EKO AGUS (42 tahun, batu empedu dan liver). Alamat : RT 10 RW 01 Desa Brumbun Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Jawa Timur. Partiwi adalah seorang ibu yang sejak tahun 2000 sudah merasakan penyakit yang dideritanya, entah karena dikira tidak terlalu bahaya atau apa sehingga penyakit tersebut belum diobatkan secara serius, baru tahun 2006 bu Partiwi menjalani pengobatan secara intensif karena perutnya semakin hari semakin besar. Bulan puasa kemarin ràwat inap di RS Sogaten Madiun, kemudian di RS Soedono. Terakhir di RS Mbathil Dolopo Madiun yang menangani adalah dr.  Sutowo dan dr. Doni. Karena di RS sebelumnya pun belum lunas biaya berobatnya dan takut bertambah banyak lagi biayanya maka dibawa pulang, padahal seharusnya perlu dilakukan operasi. Akhirnya dokter memberi rekom untuk rawat jalan. Biaya rumah sakit dirasa sangat lah berat karena suami bu Partiwi hanya bekerja serabutan dan mempunyai 4 anak yang masih sekolah semua sehinģga memerlukan biaya yang tidak sedikit.Informasi mengenai ibu Partiwi didapat dari teman salah satu kurir SR di Kabupaten Madiun. Alhamdulillah beban ibu Partiwi bisa berkurang melalui santunan dari Sedekah Rombongan. Santunan lepas sebesar Rp.2.000.000 telah tersampaikan dan digunakan untuk membantu pengobatan Bu Partiwi. Semoga mendatangkan mukjizat dan diberi kesembuhan. Tak lupa Bu Partiwi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Minggu, 29 November 2015
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Ronypratama @Mundiwati

Ibu partiwi menderita batu empedu dan liver

Ibu partiwi menderita batu empedu dan liver


ORPA MOKTIS (65 thn, Gangguan lambung). Alamat:  Kampung Kaironi, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Mama Orpa adalah seorang janda, mempunyai anak yang semuanya sudah berkeluarga. Namun kini, Mama Orpa tinggal sendirian, dan untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, Mama Orpa harus bekerja dikebun. Hasil kebunnya berupa singkong, pisang keladi dan petatas, itu sebagian menjadi makanan pokok dan sebagiannya dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Dalam kesehariannya bekerja memenuhi kebutuhan, Mama Orpa sering lupa makan sehingga mama Orpa menderita sakit yang sangat pada bagian lambungnya. Penyakit lainnyapun mengikuti seperti sakit pinggang dan sakit rematik. Sejak penyakitnya ini muncul, Mama Orpa jadi sulit sekali bekerja. Berhubungan dengan dana yang terbatas, dengan demikian Mama Orpa hanya bisa berobat berobat di mantri setempat. Sampai saat ini penyakitnya tidak kunjung sembuh. Maka dengan bantuan melalui #sedekahrombongan ini, Mama Orpa akan berobat ke puskesmas atau rumah sakit umum daerah terdekat dan mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

Jumlah bantuan Rp: 750.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu orpa menderita Gangguan lambung

Ibu orpa menderita Gangguan lambung


SUDARTIK (42 thn, Tumor dilengan). Alamat: Jl. Timor, Kelurahan Majaran, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Sudartik diberikan cobaan penyakit dimana sudah 5 Bulan didiagnosa menderita tumor dilengan kanannya. Ada pembesaran yang tidak wajar dibagian lengannya kemudian diperiksakaan di Puskesmas terdekat. Bu Sudartik kemudian dirujuk ke RSUD setempat namun tidak kunjung berangkat karena takut dikenakan biaya yang mahal. Penghasilan harian Bu Sudartik sekeluarga mengandalkan dari hasil tani. Penghasilan yang tidak tetap membuat keluargapun patah harapan untuk mendukung pengobatan Bu Sudartik. Dilingkungannya, keluarga Bu Sudartik termasuk keluarga tidak mampu. Santunan melalui #sedekahrombongan digunakan untuk membantu Bu Sudartik berobat dan membiayai perjalanan ke RSUD karena terbilang sangat jauh dari Majaran.

Jumlah bantuan Rp: 2.000.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Ibu sudartik menderita Tumor dilengan

Ibu sudartik menderita Tumor dilengan


ELISABET WARAMUI (53th, Kaki bengkak luka). Alamat: Kampung Kaironi, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Mama Elisabet  mempunyai 3 orang anak, 2 diantaranya sudah berkeluarga dan yang satu masih sekolah SMA. Mama Elisabet adalah seorang janda dan pekerjaannya berkebun singkong,pisang, jagung, dan petatas. Mama Elisabet beberapa bulan terakhir ini mengalami gejala pembengkakan pada kakinya dan luka yang tidak kunjung sembuh. Gejala lainnya yang menyertai seperti sakit lambung dan sakit pinggang. Gejala ini tambah buruk apabila Mama Elisabet bekerja berat dan minum yang manis-manis. Untuk mengobati penyakitnya, Mama Elisabet sempat pergi ke Puskesmas. Mantri yang ada di puskesmas mengatakan bahwa Mama Elisabet sakit karena terlambat makan  dan terlalu banyak mengkansumsi makanan dan minuman yang manis. Sehubungan kondisinya tidak ada perubahan, Mama Elisabet berharap dapat berobat ke Rumah Sakit Umum namun tidak punya biaya. Melalui santunan #sedekahrombongan ini, Mama Elisabet sangat bersyukur dan bersiap untuk berangkat ke RSUD.

Jumlah bantuan Rp: 750.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu elisabet mengalami Kaki bengkak luka

Ibu elisabet mengalami Kaki bengkak luka


YUMTE KABUAYA (55 thn, Patah tulang). Alamat: Jl. Jendral Ahmad Yani, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Gempa bumi sebesar 6,8 SR pada September lalu mengguncang Kota Sorong. Banyak warga dilaporkan menjadi korban dan menderita luka-luka. Bu Yumte adalah salah satu korban dari gempa bumi tersebut. Bu Yumte Menderita patah tulang pada bagian kakinya akibat benturan kayu roboh. Paska gempa, Bu Yumte dilarikan ke RSUD Sorong untuk pengobatan awal. Saat ditemui Bu Yumte hannya bisa berbaring saja sambil menunggu pemeriksaan lanjutan di RSUD. Seharusnya Bu Yumte sudah kembali ke RSUD namun karena tidak punya biaya, Bu Yumte hanya bisa menunggu saja dirumah. Bu Yumte termasuk keluarga miskin dan penghasilan utamanya dari bertani. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan agar Bu Yumte dapat memeriksakan kembali kakinya yang patah.

Jumlah bantuan Rp: 1.000.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima

Ibu yumte menderita Patah tulang

Ibu yumte menderita Patah tulang


AGUSTINA WARAMUI (60 thn, Gangguan lambung). Alamat: Kampung Sidey Makmur, SP 11 Jalur 7,  RT 07/RW 04 Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Bu Agustina sering menderita gangguan lambung hingga susah berkegiatan. Bu Agustina mempunyai suami dan 5 orang anak yang semuanya sudah berkeluarga. Pekerjaan Bu Agustina membantu suaminya dengan berkebun pisang, keladi, singkong dan jagung. Dari hasil kebun inilah Bu Agustina dan suaminya bisa memenuhi kebutuhan mereka. Terkadang anaknya yang no-2 suka memberikan uang kepada mereka walaupun tidak rutin membantu karena harus membiayai ketiga anaknya lagi yang masih sekolah. Pekerjaan anak no-2 hanya sebagai mandor kelapa sawit. Jarak rumah dengan kebun Bu Agustina sekitar 2-3 km, dan itu hanya ditempuh dengan jalan kaki. Dengan jarak yang cukup jauh ini dan ditempuh hampir tiap hari membuat Bu Agustina sering menderita sakit pinggang, dan sakit lutut. Tidak hanya itu, karena kerja berlebih, Bu Agustina sering lupa makan sehingga mengalami sakit lambung. Saat sakit, Bu Agustina hanya bisa berobat di mantri setempat. Bantuan melalui #sedekahrombongan disalurkan agar membantu meringankan biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya selama berobat nanti.

Jumlah bantuan Rp: 500.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu agustina menderita Gangguan lambung

Ibu agustina menderita Gangguan lambung


MINCE AMNAN (48 thn, Sakit Ayan). Alamat: Kampung Kaironi, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Bu Mince menderita sakit Ayan sejak usia remaja. Apabila bekerja terlalu berat, Bu Mince langsung mengalami pusing-pusing. Saat gejala penyakit Ayan kambuh, Bu Mince mengalami kejang dan tidak sadarkan diri. Bu Mince pernah berobat di puskesmas setempat, tetapi tidak ada perubahan. Dengan kondisinya ini, Bu Mince merasa minder untuk mencari pasangan sehingga sampai saat ini belum menikah. Pekerjaan Bu Mince setiap harinya adalah berkebun jagung, singkong dan beberapa jenis tanaman yang bisa dijual. Bu Mince dan keluarganya termasuk keluarga tidak mampu. Dengan demikian, kurir #sedekahrombongan menyalurkan bantuan pengobatan kepada Bu Mince agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

Jumlah bantuan Rp: 750.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu mince menderita epilepsi

Ibu mince menderita epilepsi


MARTINA FARIAN (48 thn, Gangguan lambung). Alamat: Kampung Kaironi, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Bu Martina mempunyai suami dan 4 orang anak. Dari keempat anaknya, 2 sudah berkeluarga dan 2 masih bersekolah. Penghasilan keluarha Bu Martina dan suami hanya mengandalkan berkebun, seperti berkebun pisang, keladi, singkong dan jagung. Ditengah kebutuhan ekonomi yang meningkat, Bu Martina terkadang ikut bekerja disebuah perusahaan kelapa Sawit dekat tempat tinggalnya dan menjadi buruh harian disana. Karena terlalu banyak bekerja, Bu Martina selalu terlambat makan sehingga Martina mengalami gangguan lambung. Apabila kambuh, Bu Martina hanya bisa tiduran saja sambil menahan rasa sakit. Sekali Bu Martina pernah berobat  di rumah sakit melalui biaya yang ditanggung oleh pemerintah kampung melalui dana otonomi khusus (Otsus). Namun, Bu Martina merasa harus berobat rutin sebab belum ada perubahan signifikan dari penyakitnya, yang kini semakin sering kambuh. Santunan melalui #sedekahrombongan disalurkan guna membantu Bu Martina berobat dan menanggung biaya yang tidak ditanggung program jaminan kesehatan.

Jumlah bantuan Rp: 750.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Martina menderita Gangguan lambung

Martina menderita Gangguan lambung


EMA AWOPI (54 thn, Asma) Alamat: Kampung Kaironi, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat.  Bu Ema menderita asma yang kambuhan. Sakit asmanya ini terkadang muncul saat sakit lambungnya kumat. Usaha pengobatan sudah pernah dilakukan melalui mantri kesehatan dikampung setempat. Bu Ema mempunyai 5 anak dan semua sudah berkeluarga. Kebutuhan harian ditanggung sendiri dan terkadang di bantu oleh anaknya yang ke-4, yang bekerja sebagai seorang guru honorer di SD. Bu Ema sendiri mata pencahariannya dengan berkebun singkong dan jagung. Hasil panen kebunnya tidak seberapa, hanya bisa digunakan untuk makan dan sedikit yang bisa dijual. Ingin rasanya Bu Ema untuk pergi ke rumah sakit memeriksakan keluhan penyakit asmanya yang masih kambung dan sangat mengganggu. Kurir #sedekahrombongan kebetulan mendengar kondisi Bu Ema dan segera mengunjungi dan menyerahkan santunan untuk biaya berobat.

Jumlah bantuan Rp: 750.000,-
Tanggal: 9 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu ema menderita Asma

Ibu ema menderita Asma


SUTARDI (49 Tahun, Lumpuh). Pak Sutardi tinggal bersama istrinya di Klayar RT.05/RW.02 Sendangtirto, Berbah, Sleman DIY. Pak Sutardi mengalami lumpuh akibat kecelakaan saat bekerja delapan tahun yang lalu. Pak Sutardi jatuh di tempat kerjanya yang ada di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sebelum kedua kakinya lumpuh total, ia masih bisa berjalan dengan bantuan tongkat. Tetapi, lama kelamaan ia menjadi sulit berjalan dan akhirnya lumpuh total. Pak Sutardi pernah menjalani pengobatan di rumah sakit, ia terdiagnosa mengalami kondisi syaraf terjepit. Pak Sutardi disarankan untuk segera menjalani operasi, namun ia menolaknya karena tidak berani mengambil resiko yang tinggi. Terlebih, biaya operasi juga tidak sedikit membuatnya berpikir ulang jika ingin menjalani operasi. Akhirnya ia memilih jalan pengobatan alternatif dengan mendatangi sejumlah tempat pengobatan tradisional di Jawa barat. Beberapa tempat telah ia datangi dan ia pun menjalani terapi dengan baik, namun hasilnya belum menunjukkan hasil yang signifikan. Tiga tahun setelah kecelakaan tersebut, ia dan keluarganya kembali ke kampung halamannya di Yogyakarta. Pada akhirnya ia hanya dirawat di rumah saja. Sejak kakinya mengalami kelumpuhan tentu Pak Sutardi tidak lagi bisa bekerja. Kuntum Ferdina (45 Tahun), istrinya, kini yang menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga. Istrinya berkerja sebagai pedagang kecil-kecilan di pasar dan membuka warung jajanan di rumahnya. Penghasilan yang ia dapatkan tentu sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang aktif dalam menyalurkan sedekah merasa tergerak untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan. #SR kemudian memodifikasi motor yang dimiliki Pak Sutardi sehingga dapat digunakan lebih maksimal. Biaya modifikasi ini membutuhkan biaya sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah. Rencananya, dengan motor yang telah dimodifikasi ini akan digunakan untuk berjualan di pasar dan usaha lainnya. Pak Sutardi sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh #SahabatSR. Semoga bantuan dari #SahabatSR dapat meningkatkan kualitas hidup Pak Sutardi dan keluarganya. Amin…

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 29 November 2015
Kurir : @Saptuari @NisyaRifiani

Bantuan biaya Biaya modifikas untuk pak sutardi yang menderita lumpuh

Bantuan biaya Biaya modifikas untuk pak sutardi yang menderita lumpuh


RUMAH CINTA ANAK KANKER (RCAK) BANDUNG adalah rumah singgah khusus untuk memfasilitasi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit kanker dari seluruh penjuru Jawa Barat yang berobat ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RS Mata Cicendo, bahkan ada yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. RCAK BANDUNG ini terletak di Jl. Bijaksana Dalam No.11, RT.10/3, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi Kodya Bandung. RCAK didirikan oleh Bapak Supendi Wijaya dua tahun lalu, yang tujuan utamanya meringankan beban anak-anak penderita kanker berserta orangtuanya yang tidak mampu secara ekonomi. Fasilitas yang diberikan berupa makanan sehat yang setiap hari diberikan secara gratis, baik kepada pasien dan keluarganya yang tinggal di RCAK maupun mereka yang sedang dirawat di rumah sakit. RCAK juga memberikan dana transportasi bahkan membelikan obat bagi pasien keluarga dhuafa. Selain itu, RCAK juga menyelenggarakan sekolah informal sebagai wahana pembelajaran, motivasi edukasi serta pembinaan karakter bagi pasien dan orangtuanya. Memahami betapa besarnya kebutuhan operasional RCAK, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk meneruskan pengkhidmatan bagi anak-anak fakir-miskin penderita kanker yang sedang dalam penderitaan. Santunan sebelum ini masuk di Rombongan 758.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 20 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung

Bantuan operasional untuk kebutuhan harian pasien

Bantuan operasional untuk kebutuhan harian pasien


YAYAT MUKDIYAT (39, Katarak Kedua Mata dan Alergi).  Alamat: Jl. Ibrahim Aji 9 RT.2/8 Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiara Condong, Kotamadya Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Yayat –begitu sapaannya– sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam (penjaga keamanan) di sebuah yayasan di Bandung. Ia juga menekuni keahliannya mendesain dan mendekorasi taman untuk menghidupi keluarganya. Dia dianugerahi dua anak, buah pernikahannya dengan istrinya yang kini telah meninggalkannya sejak Pak Yayat mengalami kebutaan. Pada pertengahan 2014 kedua mata Pak Yayat terkena penyakit katarak. Mata kanannya sudah dioperasi di RS Cicendo Kota Bandung, menggunakan dana patungan teman-teman dan keluarganya, serta pembiayaan  jaminan BPJS Kelas 2 yang pembuatannya juga berasal dari bantuan mereka. Setelah dioperasi, diketahui juga Pak Yayat mengalami alergi. Kemungkinan ini merupakan  efek samping dari  obat yang dikonsumsinya.  Bila minum obat seluruh tubuhnya merah-merah dan gatal sampai ke wajah, sehingga setiap hari ia harus menggunakan obat berupa salep yang harganya cukup tinggi. Setelah mengalami kebutaan, Pak Yayat kehilangan pekerjaannya sebagai tenaga lepas desainer dekorasi di beberapa supermarket dan mall. Ia tidak bisa bekerja lagi. Setelah lama menganggur, istrinya pergi meninggalkannya dan secara sepihak, menceraikannya. Bersama kedua anaknya, kini ia tinggal di rumah orang-tuanya. Setahun sejak dioperasi Pak Yayat tidak lagi bisa membayar iuran BPJS. Dengan matanya yang tidak normal lagi, sekarang ia bekerja sebagai penjaga malam (keamanan) di sebuah yayasan dengan upah 1,1 juta per bulan padahal ia harus membiayai kedua anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SLTA. Terpaan musibah yang dialami Pak Yayat akhirnya sampai kepada penyiar RRI Bandung yang kemudian meneruskannya kepada penyiar radio lain yang juga kurir #SR, yaitu Kang Bonie dan Kang Asep Bima. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan berempati atas apa yang dialami Pak Yayat dan segera menyampaikan Titipan Langit kepadanya. Bantuan awal yang diterima langsung oleh Pak Yayat ini digunakan untuk melunasi tunggakan iuran BPJS Kelas 2 (selama 14 bulan) dan biaya transportasi-akomodasi selama ia menjalani pemeriksaan sebelum tindakan operasi mata kirinya.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 18 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hapsarigendhis

Pak yayat menderita Katarak Kedua Mata dan Alergi

Pak yayat menderita Katarak Kedua Mata dan Alergi


IYUK RUKMANA (45, diabetes mellitus). Alamat: Kampung Ciloa RT.3/11 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan kedua anaknya, kini,  lelaki yang akrab dipanggil Eruk di kampungnya ini tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Rumah yang pernah ia bangun dari hasil keringatnya telah terjual dan uangnya habis digunakan untuk biaya berobat. Dia tak bisa lagi berdagang keliling. Sejak Pak Eruk sakit, istrinya, Ratmini (39), yang menggantikan posisinya mencari rezeki dengan membuka warung. Pada akhir tahun 2014 Pak Eruk mendapatkan musibah: iamenderita kencing manis. Tanpa jaminan kesehatan apa pun, keluarganya memeriksakan Pak Eruk ke dokter praktek dan rumah sakit. Berbulan-bulan lamanya ia sempat beberapa dirawat di rumah sakit untuk mengupayakan kesembuhannya. Akhirnya, tim medis RSUD Soreang memutuskan untuk mengamputasi telapak kaki kirinya. Hampir setahun ia berjalan merangkak. Jangankan untuk membeli tongkat, untuk biaya hidup sehari-hari dan kontrol pun ia harus meminjam uang. Kisah duka Pak Rukmana akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari pengurus Karang Taruna Desa Panyocokan. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Pak Eruk dan keluarganya serta menyampaikan Tanda Cinta Dhu’afa dari sedekaholics #SR kepadanya. Bantuan yang diterima langsung Pak Eruk ini digunakan untuk membeli tongkat, obat, transportasi-akomodasi kontrol, dan biaya sehari-hari. Ia begitu gembira menerima bantuan ini, apalagi kini ia juga sudah memiliki Jamkesmas untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak iyuk menderita diabetes mellitus

Pak iyuk menderita diabetes mellitus


ROSMIATI SUANDI (35,  Suspek Infeksi Telinga dan gangguan kelenjar getah bening di leher).  Alamat: Kampung Pasirtilil RT.3/11 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Ati –begitu panggilan sehari-hari ibu muda ini tinggal bersama suami dan dua anaknya di rumah panggung milik orang tuanya. Di rumah tua ini ikut menumpang juga dua keluarga lainnya. Berdesakan! Suaminya, Agus Suandi (38), dalam setahun ini tak punya pekerjaan tetap setelah kebagkrutan usaha dagangnya di emperan Pasar Ciwidey. Tampak betapa beratnya mereka menjalani kehidupan keluarganya, walaupun anaknya hanya dua orang. Apalagi sejak September 2015 Bu Ati sering sakit-sakitan. Ia mudah demam, kemampuan pendengarannya menurun dan telinganya sering berdengung. Ia juga kerap mengalami mual-mual. Di sekitar lehernya pernah muncul juga benjolan yang kemudian mengecil.  Ia diduga mengalami infeksi telinga, namun ada juga indikasi ia mengidap gangguan kelenjar getah bening di leher. Untuk memastikannya, memerlukan pemeriksaan lanjutan secara saksama seperti harapannya. Keinginan Bu Ati dan keluarganya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit sampai kepada kurir #SedekahRombongan atas informasi perangkat Desa Ciwidey.  Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Bu Ati dan keluarganya. Suami Bu Ati menuturkan bahwa pada bulan April 2015 Bu Ati pernah didaftarkan sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3 saat ia terserang thypus. Tetapi hampir enam bulan kemudian iurannya tidak terbayar karena ketidakadaan biaya. Berempati atas apa yang dialami keluarga dhuafa ini, #SedekahRombongan menyampaikan Tanda Cinta Dhu’afa kepadanya berupa bantuan untuk melunasi tunggakan iuran BPJS serta biaya transport-akomodasi berobat ke klinik dan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Rosmiati menderita Suspek Infeksi Telinga dan gangguan kelenjar getah bening di leher

Rosmiati menderita Suspek Infeksi Telinga dan gangguan kelenjar getah bening di leher


TATI KARYATI (55, Suspek TB Paru dan penyakit Jantung). Alamat : Kampung Nangkerok RT.2/1 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Mak Tati –begitu sapaan sehari-hari di kampungnya– tinggal di alamat tersebut di atas bersama suami dan anak bungsunya. Suaminya, Bapak E. Muhtadin (60) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harian. Bu Tati sendiri, selain sebagai ibu rumah tangga, sering bekerja menjadi buruh tani.  Walaupun tanggungan keluarga hanya dua orang, mereka terkategori keluarga pra sejahtera. Berdasarkan penuturan suaminya, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-haripun mereka sering kewalahan. Sejak bulan September 2015, beban hidup mereka semakin berat karena Bu Tati harus berobat rutin ke dokter praktek dan rumah sakit. Mereka bisa bertahan berkat bantuan dari keluarga, sanak saudara dan tetangga. Sangat disayangkan, kartu Jamkeamas yang sudah lama mereka miliki tidak dimanfaatkan karena mereka tidak tahu penggunaannya. Berdasarkan pemeriksaan dokter praktek dan dokter di Puskesmas Ciwidey, Bu Tati diduga menderita TB Paru dan serangan jantung. Untuk penanganan lebih lanjut akhirnya Bu Tati dirujuk ke RSUD Soreang. Kesulitan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SedekahRombongan atas informasi dari pengurus RW. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan Bu Tati sekaligus mengantarnya  ke IGD RSUD Soreang. Setelah ditangani di ruang gawat darurat, ia kemudian dirawat di Ruang Isolasi RSUD Soreang. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan  juga menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama ia dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu tati menderita Suspek TB Paru dan penyakit Jantung

Ibu tati menderita Suspek TB Paru dan penyakit Jantung


ADE IRMA NOVIANTI (15, Asma dan Gangguan Lambung).  Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.1/9 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim-piatu ini sehari-hari dipanggil Ade. Ia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, buah pernikahan pasangan suami-istri, Pak Dedi Setiadi dan Ibah Salimah; keduanya telah meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Ade dan kakaknya tinggal berdua di rumah sangat sederhana ukuran 6×6 m2, peninggalan mendiang orang tuanya. Gubuk pengap ini menjadi saksi sejak pertengahan November 2015 siswa kelas 5 SD ini terbujur sakit. Hampir dua minggu lamanya ia tidak masuk sekolah  dan ikut mengaji. Penyakitnya cukup serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter praktek dan dokter di Puskesmas Ciwidey, Ade mengalami asma dan gangguan lambung kronik. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit karena paman dan bibinya menguatirkan biaya rumah sakit yang besar bila berobat menggunakan biaya pribadi. Ade belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas atau BPJS Mandiri. Kebingungan mereka disampaikan kepada kurir #SedekahRombongan saat menjenguk anak yatim-piatu pendiam ini, berdasarkan informasi dari tetangganya yang berempati dan kerap membantunya. Alhamdulillah kurir #SR juga menyampaikan bantuan awal kepadanya. Tanda Cinta Dhu’afa yang diterima kakaknya ini digunakan untuk biaya pembuatan BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 23 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ade menderita  Asma dan Gangguan Lambung

Ade menderita Asma dan Gangguan Lambung


ALM. ABID ABDUL AZIS (39, Tumor Hidung & Ca Nasofaring). Alamat: Kampung Cipondok RT.1/3 Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Di kampung ini Pak Azis tinggal bersama ibunya sejak ia jatuh sakit dan harus rutin ke rumah sakit. “Setahun lalu ia masih tinggal ngontrak di Bandung sambil kerja di sana. Mungkin karena tak tahan mengurus Pak Azis yang sakit-sakitan, istrinya meminta cerai,” tutur ibunya, Hamidah (59) saat menceritakan riwayat sakit anak ketiganya ini. Sejak dia ngontrak di Bandung, berbagai ikhtiar medis dan nonmedis telah dilakukan sampai akhirnya dia ditangani di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional inilah, Pak Azis bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, ketika Azis dan keluarganya kehabisan biaya untuk menyewa rumah dan meneruskan tindakan kemoterapi. Hampir satu bulan Azis dan keluarganya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pada 20 November 2015, kondisi Pak Azis menurun drastis. Dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR), ia kemudian dievakuasi ke IGD RSHS Bandung. Pada pukul 01.15 WIB  tanggal 21 November 2015, Pak Azis akhirnya meninggal dunia dalam penanganan maksimal tenaga medis RSHS Bandung. Berbagai upaya lahir-batin sudah dilakukan untuk mengobati kanker yang menggerogoti Pak Aziz. Tetapi, Allah Swt Mahatahu jalan terbaik baginya. Innaa lillaah wa innaa ilaihi rooji’uun. Malam itu juga jenazahnya dievakuasi menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan sampai di rumah duka pukul 04.30.WIB. Memahami betapa beratnya musibah yang menimpa keluarga dhuafa ini,  #SR menyampaikan santunan duka yang diterima ibundanya.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 21 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Alm. Pak aziz menderita Tumor Hidung & Ca Nasofaring

Alm. Pak aziz menderita Tumor Hidung & Ca Nasofaring


PARTI BINTI MARTO SADAD (61 tahun, Kanker Servik) Seorang warga kurang mampu yang bertempat tinggal di RT 4 RW 2 Dusun Terung Desa Terung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beliau bekerja sebagai buruh cuci baju dan pembantu rumah tangga. Sekitar 5 bulan yang lalu sewaktu periksa di Rumah Sakit Sayidiman Magetan beliau divonis mengidap kanker serviks. Oleh karena itu dokter akan merujuk beliau untuk ke Rumah Sakit yang lebih besar sehingga keluarga beliau mengalami  kesulitan untuk biaya ke Rumah Sakit. Bu Parti tinggal bersama anak perempuan semata wayang nya yang berumur 21 tahun dan suaminya Bapak Sadiran (63 tahun) hanya pekerja serabutan proyek yang pendapatan penghasilan kurang lebih Rp. 35.000/hari. Rumah yang ditinggali beliau pun bukanlah rumah beliau sendiri, melainkan rumah kontrakan. Kurir #SR dipertemukan dengan beliau dan kemudian mendampingi pengobatan beliau. Setelah menjalani kemo, Bu Parti juga harus menjalani pengobatan sinar dalam untuk kesembuhan penyakit beliau. Dan dikarenakan alat sinar yang berada di Solo sedang rusak, maka Bu Parti di rujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta. Bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumya masuk pada rombongan 764. Ibu Parti saat ini sudah berada di RSSR Jakarta, Alhamdulillah kondisi ibu Parti stabil, untuk tindakan medisnya di RSCM Jakarta, ibu Parti masih menunggu penjadwalan untuk therapy penyinaran. Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah dan ibu Parti diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @aisyahnka, @ciciii @endangnumik

Ibu parti menderita  Kanker Servik

Ibu parti menderita Kanker Servik


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 773. Alhamdulillah kondisi Eni Nuraeni stabil dan saat ini Eni Nuraeni masih menunggu panggilan dari ruang rawat inap untuk kelanjutan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 25 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


AMINAH BINTI HATA (32, Tumor Mata). Alamat : Kampung Pasir Peteuy RT. 2/1, Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari Pandeglang Banten. Aminah Binti Hata tadinya mengira goresan biru pada kelopak mata kanannya adalah bawaan saat ia mengandung anak ke duanya pada tiga tahun yang lalu, namun pasca melahirkan, goresan biru pada kelopak mata kanannya lambat laun dirasakannya membengkak dan terus memerah, ibu Aminah Binti Hata kemudian memeriksakan kondisinya tersebut ke puskesmas terdekat, dan dari hasil pemeriksaan dokter di puskesmas, ibu Aminah Binti Hata diharuskan melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya ke RSUD Betah Pandeglang Banten, karna keterbatasan biaya pengobatannya tidak dilanjutkan. Karna kondisi sakitnya dirasakan makin mengkhawatirkan, tahun 2015 ini ibu Aminah Binti Hata kembali melakukan ikhtiar pengobatan untuk kesembuhannya, dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Betah Pandeglang Banten, ibu Aminah Binti Hata terdiagnosa tumor mata karna keterbatasan peralatan di RSUD Tersebut, ibu Aminah kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu ibu Aminah dan suaminya bapak Iyan (31) yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh serabutan ini dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, namun biaya harian dan mahalnya biaya kos untuk tinggal sementara menjadi kendala keluarga ini, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan ikut membantu kesulitan yang dialami oleh ibu Aminah. Bantuan awal untuk biaya harian telah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Ibu aminah menderita Tumor Mata

Ibu aminah menderita Tumor Mata


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11-September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali ke Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Pak Didin masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS, ongkos, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 747.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 November 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul


UYUM BINTI ARJU (72, Katarak). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Uum –begitu panggilannya– dikenal warga tempat tinggalnya kini sebagai “janda tua sebatang kara”. Dari beberapa kali pernikahannya, ia tidak memiliki keturunan. Saudara sekandungnya sudah lama meninggal dunia; begitu juga orangtua dan suami terakhirnya. Satu-satunya harta peninggalan yang ia miliki adalah rumah kecil sederhana yang kini sudah berpindah tangan. Untung saja ada warga yang berempati kepadanya, membawanya tinggal serumah, dan mengurusnya seperti orangtua sendiri. Ma Uum memang layak dibahagiakan. Apalagi kedua matanya tak bisa melihat lagi sejak tiga bulan yang lalu. Gelap! Dunia semakin gelap baginya! Tragisnya, ia belum pernah memeriksakan ke dokter apalagi berobat ke rumah sakit. Kartu Jamkesmas yang telah ia miliki hilang bersama Kartu Tanda Pendudik (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kisah pilu anak cucu Adam-Hawa ini sampai kepada #SedekahRombomgan atas informasi warga kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke tempat tinggalnya yang sekarang, yaitu di rumah keluarga Bu Anih S yang sempit, gelap dan sederhana. Menurut keterangan Bu Anih, kegiatan utama Ma Uum setiap hari hanya duduk, beribadah, berdoa, berbaring dan tidur. Ketika diajak bercakap-cakap, Ma Uum sendiri sempat mengutarakan keinginannya untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit. Mata Ma Uum diduga menderita katarak. Berempati atas apa yang dialami Ma Uum, #SedekahRombongan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya pembuatan BPJS, transportasi ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Doa Ma Uum selama ini tak sia-sia. Kehadiran #SR telah membukakan secercah harapannya untuk kembali melihat kekuasaan Allah Swt di muka bumi. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu BPJS, Bu Uum semakin bersemangat untuk berobat ke RSUD Soreang dan RS Mata Cicendo. Untuk melanjutkan pengobatan, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Uum yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 756.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 30 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin.@cucucuanda @hapsarigendhis

Ma Uum menderita Katarak

Ma Uum menderita Katarak


PAIZHIN THOHIR (50, luka di bokong).  Alamat:  Kp. Galian Bunut RT.1/5, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Paizhin Thohir yang sehari-harinya biasa dipanggil Pak Thohir. Berawal sejak 8 bulan yang lalu, muncul benjolan di bokong kanan seperti bisul yang semakin lama semakin membesar hingga menyebabkan luka berlubang. Kondisinya  saat ini memprihatinkan. Pak Thohir hanya bisa berbaring tertidur dan tidak bisa duduk. Keluarga sudah berusaha memeriksakan Pak Tohir ke puskesmas dan klinik terdekat. Hanya itu yang dapat mereka lakukan karena keterbatasan keluarga untuk mendampingi. Pak Tohir hanya tinggal bersama istri dan kedua anak yang masih kecil. Istrinya, Bu Marfuah (41) tidak bisa terus menjaganya apabila Pak Thohir harus dibawa dan dirawat di rumah sakit karena harus mengurusi anak-anaknya di rumah. Dalam keadaan seperti ini Pak Thohir mengutarakan permintaan kepada istrinya untuk membawanya pulang kampong ke Brebes Jawa Tengah.  Bu Marfuah kebingungan karena untuk membawa Pak Thohir pulang ke Brebes harus menyewa mobil karena kondisinya tidak memungkinkan naik angkutan umum. Pada tanggal 14 Mei 2015, MTSR Bekasi mengantarkan Pak Tohir beserta istrinya ke kampung halamannya di Brebes. Sekitar 2 bulan lamanya di kampung halaman, ia kembali lagi ke Bekasi karena penyakitnya sudah sembuh dan membuka usaha baru sebagai pemulung. Namun semua itu tidak berlangsung lama, pertengahan September 2015, Pak Tohir sakit lagi dan hanya terbaring lemah. Semenjak itulah istrinya yang berganti peran sebagai pencari nafkah. Pada hari Rabu pagi, 25 November 2015, istri Pak Tohir meninggal dunia mendadak tanpa ada yang tahu penyebabnya. Karena Pak Tohir tidak ada yang merawat akhirnya minta dipulangkan kembali ke Brebes. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan yang ke 2 untuk biaya kepulangan Pak Tohir ke Brebes. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 705.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @Alle_Recyclle @hapsarigendhis

Pak paizin menderita luka di bokong

Pak paizin menderita luka di bokong


MASTUR SUNARYA (45, Infeksi di kemaluan). Alamat kontrakan: Ujung Harapan Gang Sejahtera RT.1/17, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awalnya gatel gatel dibagian kemaluan karena sering digaruk akhirnya menimbulkan infeksi, bengkak dan membesar. Setelah berpisah dengan isterinya sekitar 3 tahun lalui, saat ini Pak Mastur yang mantan supir ini tinggal sendirian di kontrakan. Hanya berobat seadanya, karena untuk makan sehari-haripun hanya dari belas kasihan tetangga. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi kekediaman Pak Mastur, luka pada alat kelaminnya sudah membesar dan pecah bahkan mengeluarkan nanah. Setiap hari Pak Mastur merintih kesakitan. Pak Mastur sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa tiduran dan pasrah. Sejak beberapa hari yang lalu Pak Mastur menjalani perawatan di RS. Persahabatan Jakarta karena mengalami pendarahan secara tiba-tiba. Saat ini sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah agak membaik. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi kepulangan Pak Mastur ke rumah kontrakannya yang baru. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 761.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Pak mastur menderita Infeksi di kemaluan

Pak mastur menderita Infeksi di kemaluan


OLIS BINTI WIRA (65, Tumor Abdomen). Alamat: Kp. Cikondang RT.9/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Bu Olis begitulah orang memanggilnya, sejak tahun 2012 sering mengeluh sakit perut. Saat itu Bu Olis mengira hanya sakit maag, sehingga hanya diberi obat warung saja. Ia sempat juga berobat ke bidan desa dengan keluhan yang sama dan diberikan onat untuk nyeri perutnya.  Setahun lamanya Bu Olis menahan rasa sakit, namun  keluhan itu tidak berkurang malah sebalinya semakin bertambah dan disertai perut yang  mengeras dan membesar. Saat itu Bu Olis sempat berobat ke Puskesmas, dan kemudian ia dirujuk  karena Bu Olis juga sudah mempunyai Jamkesmas sehingga biaya berobat ditanggung. Namun keluarga keberatan, dengan alasan tidak mempunyai biaya transport ke rumah sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat pas-pasan apalagi jika harus ditambah dengan bolak balik ke rumah sakit.  Akhirnya, keluarga memutuskan untuk merawat Bu Olis di rumah saja. Saat ini, sudah kurang lebih 2 tahun Bu Olis menahan sakitnya tanpa berobat. Kondisinya Bu Olis sangat lemah, hanya bisa terbaring ditempat tidur dan tumornya semakin membesar. Suami Bu Olis, Pak Aceng (85) sebenarnya tidak tega melihat istrinya seperti itu. Ia sangat berharap ada orang yang peduli dengan mereka supaya Bu Olis bisa berobat dan kembali sembuh. Dan jawaban dari doa-doa Pak Aceng datang, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini. Saat ini Bu Olis sedang menjalani kontrol di RSHS Bandung dan untuk sementara tinggal di RSSR Bandung. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 764. Mohon doa dari sedekaholics #SR semoga proses pengobatan Bu Olis diberi kelancaran dan lekas mendapatkan kesembuhan. Aamiin. Semarang sudah hampir sebulan bersama kami di Rumah Singgah Sedekah Rombongsn Bandung .

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 30 November 2015
Kurir: @ddsyaefudin via Kiki Zakiyah @hapsarigendhi

Bu olis menderita Tumor Abdomen

Bu olis menderita Tumor Abdomen


SANTUNAN KACAMATA untuk 43 siswa dhuafa yang bersekolah di M.A dan M.T.S Al Bahrul Ulum dengan alamat Desa Tangsil Kulon Kabupaten Bondowoso. Di tengah sillaturahmi tim #SRjember ke Yayasan Pendidikan Al Barokah, kami mendapati informasi bahwa beberapa siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut mengalami kendala dalam proses belajar mengajar dikarenakan gangguan penglihatan. Melalui program POPPI tim #SRjember meminta pihak guru untuk mendata berapa siswa yang mengalami gangguan penglihatan tersebut. Terkumpul 43 daftar nama siswa. Setelah dilakukan proses kir dan verifikasi pembuatan kacama pun dibuat. Dan penyerahan dilakukan oleh Mas Yudho Ari selaku korwil #SRjember secara langsung kepada 43 siswa yang bersangkutan.

tanggal: 6 Nopember 2015
Jumlah santunan: Rp. 6.450.000,-
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Santunan kacamata untuk 43 siswa dhuafa

Santunan kacamata untuk 43 siswa dhuafa


SANTUNAN KACAMATA M.A Al Barokah Bangsalsari Jember. Di sekolah ini tim #SRjember mendapati 12 orang siswa yang mengalami gangguan penglihatan yang mengganggu proses belajar mereka. Setelah tim #SRjember melakukan cross cek dan verifikasi ternyata benar 12 siswa tersebut termasuk siswa dhuafa. Tim #SRjember pun melakukan uji kir dan pembuatan kacamata untuk ke 12 orang siswa tersebut. Setelah proses pembuatan kacamata selesai tim #SRjember menyerahkan langsung kacamata tersebut kepada 12 orang siswa dengan disaksikan para staf pengajar M.A Al Barokah. Semoga 12 orang siswa tersebut semakin berprestasi dan mengukir masa depan yang lebih cerah. Aamiin.

Tanggal: 17 Nopember 2015
Jumlah santunan: Rp. 1.800.000,-
Kurir: @yudhoari @gredyanto

Santunan kacamata  M.A Al Barokah Bangsalsari Jember

Santunan kacamata M.A Al Barokah Bangsalsari Jember

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Masjif Al Fattah 6,000,000
2 Panti Sosial Harafa 12,000,000
3 Suyadi 19,696,044
4 Sulasmi 500,000
5 Partiwi 2,000,000
6 Orpa 750,000
7 Sudartik 2,000,000
8 Elisabet 750,000
9 Yumte 1,000,000
10 Agustina 500,000
11 Mince 750,000
12 Martina 750,000
13 Ema 750,000
14 Sutardi 2,500,000
15 RUMAH CINTA ANAK KANKER (RCAK) BANDUNG 2,500,000
16 Yayat 750,000
17 Iyuk 500,000
18 Rosmiati 750,000
19 Tati 500,000
20 Ade 750,000
21 Abid 750,000
22 Partiwi 500,000
23 Eni 500,000
24 Aminah 500,000
25 Didin 500,000
26 Uyum 750,000
27 Paizhin 1,000,000
28 Mastur 500,000
29 Olis 500,000
30 Santunan kacamata Al Bahrul Ulum 6,450,000
31 M.A Al Barokah Bangsalsari Jember 1,800,000
Total 69,446,044

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,446,044,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 778 ROMBONGAN

Rp. 30,622,079,062,-