MUH JUMADI BIN KASAN BASRI (70, Komplikasi Jantung) beralamatkan di Dukuh Sawahan, RT 05/RW 29, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kab. Sleman, Prop D.I.Yogyakarta. Beliau mempunyai istri bernama Alm. Marjanah Binti Joyo Suparto yang meninggal kurang lebih dua minggu yang lalu. Beliau memiliki anak, yang kesemuanya sudah berkeluarga. Beberapa hari yang lalu, gula dan tensi beliau dirasakan tidak stabil, dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Kondisi terkini dari Pak Jumadi masih belum stabil, dan masih dirawat di ICU RSA. UGM selama 13 hari. Disaat yang bersamaan, cucu beliau mendapat musibah, yaitu kecelakaan karena tertabrak motor. Kondisi ekonomi yang sulit, karena harus menanggung beban pengobatan Pak Jumadi dan cucunya, membuat keluarga sedikit kebingungan. Biaya pengobatan Pak Jumadi di RSA. UGM juga masiih belum dapat dipastikan terbayar, walaupun beliau memiliki Jamkesmas. Alhamduillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Jumadi untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 2.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan Pak Jumadi. Keluarga Pak Jumadi mengucapkan banyak terimakasih untuk bantuan ditengah sulitnya ekonomi keluarga beliau, semoga bermanfaat bagi keluarga dan Anda sekalian #Sedekaholics.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @JemiRikab

Pak jumadi menderita Komplikasi Jantung

Pak jumadi menderita Komplikasi Jantung


TUKIMAN BIN YOSO SUPRAPTO (63, Stroke) bertempat tinggal di Jl. Pendawa No. 8, Bantulan Janti RT 2/ RW 1, Catur Tunggal, Depok, Sleman, DIY. Beliau merupakan suami dari Wagiyem (63), dan sudah tiga tahun menderita stroke yang bermula saat kaki kiri beliau tidak dapat digerakkan. Beliau pernah menjalani terapi di Umbulharjo (pengobatan alternatif) hampir 10 kali. Pada saat itu, beliau masih dapat berjalan, tetapi kemudian sudah tidak dapat berjalan kembali. Satu tahun terapi ditempat tersebut, Pak Tukiman tidak merasakan perubahan yang signifikan. Beliau sudah pernah menjalani banyak terapi, diantaranya di Bandung dan Kebumen. Beliau juga pernah berobat pada dokter spesialis, namun tiba-tiba muntah dan batuk-batuk yang tidak diketahui penyebabnya. Pak Tukiman juga sudah menjalani terapi wicara, listrik dan macam terapi. Beliau juga pernah bisa berjalan, namun tiba-tiba lumpuh lagi. Hasil dari tes darah di sebuah klinik juga didapatkan bahwa beliau memiliki asam urat. Selama ini biaya pengobatan beliau tergantung pada anaknya, Nia (32). Saudara Nia dahulu bekerja sebagai TKW dan gajinya digunakan untuk pengobatan Pak Tukiman selama dua tahun lebih. Dan semenjak saat ini, terhitung sudah lebih dari satu tahun Pak Tukiman tidak lagi berobat. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Tukiman untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu pengobatan Pak Tukiman. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan ini, semoga menjadi berkah bagi keluarga dan dapat digunakan untuk membantu pengobatan bapak Tukiman.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 3 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @Fikri_Item

Pak tukiman menderita Stroke

Pak tukiman menderita Stroke


BULAN WAHYU PUTRI AZIZAH (14 bln, Demam Berdarah) beralamatkan di Jetis RT 30 RW 08, Sorosutan, Umbulharjo, Kodya Yogyakarta, DIY. Dik Bulan merupakan putri dari pasangan Bapak Triyanto Bin Arjo Sayuti (51) dan Ibu Tujinah Binti Atmo Sentono (50). Pak Triyanto bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan Bu Tujinah bekerja sebagai buruh cuci. Pada tanggal 4 September 2015 pukul 23.00, Dik Bulan mendadak deman dan diberikan obat Paracetamol oleh orang tuanya, dan demamnya kemudian turun. Namun pada pukul 00.30, Dik Bulan mendadak demam dan kejang-kejang kurang lebih satu menit. Kemudian pada pukul 08.30, Dik Bulan kejang-kejang lagi dan langsung dilarikan ke RSUD. Wirosaban dan harus opname selama limat hari. Selama lima hari tersebut, keadaan Dik Bulan semakin drop dan akhirnya dirujuk ke RS. Sardjito. Di RS. Sardjito, Dik Bulan harus opname di PICU selama lima hari, dengan rincian biaya kurang lebih Rp. 2.500.000/hari. Dik Bulan diperbolehkan pindah lagi ke RSUD. Wirosaban dengan jaminan sebuah sepeda onthel yang harus ditinggal di RS. Sardjito. Kondisi terkini dari Dik Bulan sudah membaik, walaupun trombositnya masih rendah. Gusi dari Dik Bulan juga sudah berangsur membaik. Dik Bulan juga belum masuk jaminan kesehatan, karena masih belum masuk ke daftar keluarga. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 2.000.000 untuk membantu pengobatan Dik Bulan saat di RSUD. Wirosaban.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 12 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @RizkyAditya6

Bulan menderita sakit Demam Berdarah

Bulan menderita sakit Demam Berdarah


NGATINEM BINTI PARTODIHARJO (38, Infeksi Usus) beralamatkan di Gedongan KGIII/80, RT05/RW02, Kelurahan Purbayan, Kotagede, DIY. Beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga di tempat tetangga beliau, dan mempunyai dua orang anak. Anak pertama sudah bersekolah pada tingkat SMK, sedangkan anak keduanya masih SD. Setelah sakit, beliau tidak lagi bekerja dan tidak mempunyai penghasilan tetap. Bu Ngatinem dibantu oleh saudara-saudaranya untuk kebutuhan sehari-hari, begitu juga ketika harus berobat kesana kemari. Sakit Bu Ngatinem bermula ketika awal puasa tahun 2015, beliau merasakan sakit pada perut seperti maag. Bu Ngatinem kemudian berobat ke Puskemas Kotagede, dan kemudian dirujuk ke RSUD Wirosaban. Di RSUD Wirosaban, beliau didiagnosa menderita infeksi pada usunya, dan mendapatkan pengobatan rawat jalan pada Poli Spesialis Penyakit Dalam.  Setelah lebaran, beliau merasakan kesehatannya berangsur-angsur pulih dan tidak lagi kontrol ke RSUD Wirosaban. Namun beliau merasa sehat hanya selama sebulan, setelah itu beliau merasakan sakit lagi pada bagian perutnya. Beliau kemudian menjalani pengobatan lagi di RSUD Wirosaban, namun kali ini pada Poli Bedah, karena alat pada Poli Spesialis Penyakit Dalam tidak mempunyai peralatan yang cukup untuk melihat bagian dalam. Selama pengobatan, beliau menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah berupa Jamkesmas. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Bu Ngatinem untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya akomodasi. Bu Ngatinem mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholics, semoga bantuan ini dapat membantu untuk kesembuhan beliau.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 6 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @JemiRikab

Ibu ngatinem menderita Infeksi Usus

Ibu ngatinem menderita Infeksi Usus


SUMARNO (35, Tumbuh Benjolan di Kulit) beralamatkan di Dusun Ngemplak RT64/RW28, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, D.I.Yogyakarta. Rumah beliau kurang lebih 5 km di selatan Sendang Sono. Pak Sumarno hidup sebatang kara dan bekerja sebagai pembantu tukang bangunan. Beliau kini tinggal dirumah seukuran T36 dengan tembok batako. Rumah beliau sendiri dibangun atas dasar inisiatif dan kepedulian dari pemuda setempat dan kampung sekitarnya, dan itupun dengan dana iuran pemuda. Yang terlihat dirumahnya hanya ada beberapa peralatan masak seadanya, dan tidak terlihat kursi atau meja. Beliau juga mempunyai beberapa ekor ayam, yang dahulunya merupakan pemberian dari jamaah masjid. Dirumah beliau juga hanya ada satu lampu penerangan yang mengambil daya dari lampu penerangan jalan, sehingga hanya bisa menyala sesuai lampu penerangan jalan. Semenjak kelas 6 SD, pada kulit beliau tumbuh benjolan, pada awalnya memang belum terlalu banyak. Beliau kemudian diperiksakan ke RS Sardjito waktu itu, namun hanya rawat jalan dan divonis dokter penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Karena keadaan ekonomi yang sulit, memaksa keluarga beliau untuk tidak melanjutkan pengobatan. Mulai kelas 1 SMP, benjolan pada kulit beliau makin banyak, dan sampai menjalar disekujur tubuh. Beliau sebenarnya mempunyai Jamkesmas, namun karena keadaan ekonomi dan ketidak tahuannya, sampai saat ini beliau belum berani menanyakan apakah penyakitnya bisa dicover dengan Jamkesmas atau tidak. Kini benjolan pada kulit beliau lebih banyak menjalar pada sekujur tubuh, dan yang paling parah di bagian paha kanan. Terdapat juga benjolan panjang dan melebar membentuk kantong panjang yang terasa sangat berat untuk beliau berjalan dan beraktifitas. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Pak Sumarno untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk membantu biaya hidup serta berobat.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER KedunkUSSIL @JemiRikab

Pak sumarno mengalami Tumbuh Benjolan di Kulit

Pak sumarno mengalami Tumbuh Benjolan di Kulit


ANDI SURYAPUTRA (54, Bantuan Tunai) bertempat tinggal di Randusari/Sambisari, RT 05/RW 03, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Beliau memiliki istri bernama Rini (51) dan tiga orang anak. Pak Andi sendiri bekerja sebagai penjual kue, dan istrinya merupakan ibu rumah tangga. Beliau sekeluarga mempunyai keinginan merenovasi rumah, namun saat ini yang mereka anggap penting adalah memperbaiki kondisi sumur dan pompa air karena selama satu tahun ini sumur tidak bisa digunakan akibat kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam (tergerus air). Keluarga tidak memiliki biaya yang cukup untuk memperbaiki sumur, karena dana sebelumnya digunakan untuk biaya pengobatan Pak Andi yang mengalami kecelakaan. Sebelumnya, Pak Andi pernah mengalami kecelakaan sepeda motor, sehingga pengelihatan beliau berkurang dan mata kiri sampai mengalami kebutaan total. Selama satu tahun ini, beliau sekeluarga meminta air kepada tetangga. Beliau juga sudah pernah menggunakan jasa suntik sumur dan menghabiskan biaya Rp 600.000, namun tetap saja tidak ada perubahan signifikan setelah itu. Selain pada sumur, lantai kamar mandi juga tergerus air sehingga amblas pada bagian tengahnya. Untuk memperbaiki sumur tersebut, diperkirakan menghabiskan biaya Rp 3.000.000, namun itu masih belum biaya pasti. Selain itu, keluarga Pak Andi juga mempunyai hutang sebesar Rp. 600.000 dan Rp. 700.000 kepada Yayasan Tuna Netra. Mereka harus mencicil hutang tersebut selama 10 kali pembayaran. Alhamdulillaah, #SedekahRombongan telah dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Andi untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 2.000.000 yang dipergunakan untuk memperbaiki sumur dan pompa air. Keluarga pak Andi mengucapkan Alhamdulillaah dan terimakasih kepada seluruh  #Sedekaholics yang telah membantu meringankan beban keluarga beliau, semoga mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 24 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER KedunkUSSIL @Fiktri_Item

Bantuan tunai untuk memperbaiki sumur dan pompa air

Bantuan tunai untuk memperbaiki sumur dan pompa air


ABDULLAH JINDAR HAMIDI (15, Demam Berdarah) tinggal di Panti Putra Islam, Dusun Sawahan, Banaran, Galuh, Kulonprogo, DIY.Hamid adalah anak pertama dari 6 bersaudara, pekerjaan ayah serabutan dan Ibu sebagai ibu rumah tangga, anak ke2 umur 14th, anak ke 3 11th, anak ke 4 8th, anak ke 5 6th, anak ke 6 4th. Hamid merasakan demam naik turun sejak seminggu yg lalu (29/10) kemudian dibawa RSUD Wirosaban sejak 01 nov 2015. Dokter mendiagnosa demam berdarah, karena tromboit yang menurun maka belum di perbolehkan pulang. Beliau mengalami kendala bahwa jamkesmas tidak bisa diurus karena ada perbedaan data. Kartu keluarga tidak ada (hilang), sedangkan jamkesmas ikut kebumen, jadi pasien masuk golongan umum. Kini keadan Hamid sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang. sedangkan biaya rumah sakit selama opname sebesar Rp 935.815. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Abdullah Jindar Hamidi untuk turut serta berpartisipasi meringangkan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics yang digunakan untuk biaya rumah sakit dan kebutuhan makanan dan minuman pendamping selama dirawat senilai 1.000.000,-

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Anjesmo

Abdullah menderita Demam Berdarah

Abdullah menderita Demam Berdarah


WALJIYANTO BIN NOTOKARJONO (27, infeksi paru-paru), Bertempat tinggal di Gedongan Rt 08 Rw 3, Kotagede, Yogyakarta. Waljiyanto adalah anak kelima dari lima bersaudara, putra dari pasangan Almarhum Notokarjono dan Ngatini (60 th). Waljiyanto mempunyai seorang kakak yaitu anak pertama Supriyanto 39th, anak kedua Prih Sumartini 37th, anak ketiga Tri Wibowo 34th, anak keempat suparjiono 30th. Riwayat sakit berawal ketika Beliau sedang berada di Parang Kusumo lalu jatuh, sehingga membentur benda keras serta mengalami sakit di punggung dan belakang kepala. Beliau langsung di bawa ke RS Nur Hidayah dan dirawat selama tiga hari, disana beliau hanya rongent karena merasa sakit di punggung, hasilnyapun baik, setelah pulang tiga hari dirumah Beliau merasakan sesak nafas yang begitu berat, lalu keluarga sepakat membawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dokter menduga TBC namun setelah pmeriksaan lebih lanjut ternyata mengalami infeksi paru-paru. sehingga harus dirawat intensif kurang lebih selama 6 sampai 9 bulan, karena obat dan perawatanya tidak boleh telat atau mengulangi dari awal lagi yaitu minimal 6 bulan. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Waljiyanto untuk turut serta berpartisipasi meringangkan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics yang digunakan untuk biaya rumah sakit dan kebutuhan akomodasi senilai Rp 500.000,-

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @Anjesmo

Pak waljianto menderita infeksi paru-paru

Pak waljianto menderita infeksi paru-paru


WALJIYANTO BIN NOTOKARJONO (27, Trauma Frakture) beralamatkan di Gedongan KG III RT 08/RW 03, Purbayan, Kotagede, Kodya Yogyakarta, DIY. Mas Waljiyanto merupakan anak ke-5 dari lima bersaudara, dan merupakan putra dari pasangan Alm. Bapak Notokarjono dan Ibu Ngatini (78). Ibunya sendiri merupakan ibu rumah tangga. Dua minggu yang lalu, Mas Waljiyanto terkena musibah, karena menderita sakit akibat kecelakaan saat latihan beladiri. Dia diharuskan untuk opname selama tiga hari di RS. Nur Hidayah dengan fasilitas kesehatan umum, karena mendadak dan tidak menggunakan jaminan kesehatan apapun. Disebabkan hal tersebut, biaya rumah sakit menjadi tanggungan keluarga secara pribadi, dan itu menyebabkan keluarga menjadi kebingungan, karena ketiadaan biaya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Mas Waljiyanto untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics sebesar Rp. 2.230.000 yang dipergunakan untuk biaya pengobatan selama opname di rumah sakit. Pihak keluarga sangat berterimakasih kepada #Sedekaholics, semoga bantuan ini membuat Mas Waljiyanto menjadi semangat untuk sembuh kembali.

Jumlah bantuan : Rp 2.230.000
Tanggal : 27 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL@RizkyAditya4

Pak waljianto menderita Trauma Frakture

Pak waljianto menderita Trauma Frakture


KANAYA BINTI SUWARDI (1th, Virus CMV ) Alamat desa Kalangan Orang tua Ibu Lestari (25thn) dan bapak suwardi (32thn) sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan terkadang membantu pekerjaan ibu-ibu tetangganya. Naya positif terkena virus CMV yg menyebabkan dia mengalami keterlambatan dalam perkembangannya. Otot-ototnya kaku dan virus ini menyerang bagian otaknya. Dia harus menjalani terapi sampai sembuh, mulai dari fisioterapi, terapi makanan dan terapi obat. Tentu hal ini membutuhkan biaya yg banyak, sebab kalau tidak dilakukan terapi akan berakibat fatal terhadap perkembangan fisik dan mentalnya. Seminggu 3x harus fisioterapi dan menjalani pengobatan layaknya kemo selama 10hari. Naya tinggal bersama kedua orangtua nya di Pandeyan, Yogyakarta. Rumah tersebut berstatus mengontrak dan akan diminta oleh pemiliknya,saat kurir memberikan santunan, Naya sedang menangis kesakitan dan memberontak.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 10 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @mymalinda

Kanaya terserang Virus CMV

Kanaya terserang Virus CMV


KAYANA HASNA (9 bulan, Virus CMV ) Alamar Melati Sleman Jogja. ini putri dari Ibu Anisa dan Pak Husni. Bayi ini mengalami keterlambatan dalam perkembangannya yg disebabkan oleh virus CMV. Diagnosa dokter, virus ini sudah menyerang sampai otaknya. Sejak usianya 5 bulan, Bayi ini sudah menjalani fisioterapi dan pengobatan. Namun semakin bertambah usia perkembangannya makin banyak gejala2 fisik yg muncul karena virus tsb. Sehingga mengharuskan bayi ini menjalani pengobatan seperti kemo untuk mematikan virus2nya. Penghasilan Ayah hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kerjanya serabutan ikut orang, ibunya dirumah mendampinginya selalu. Untuk pengobatan kali ini mereka sangat membutuhkan biaya yg cukup banyak. Saat ini mereka mengontrak di rumah berukuran 8×5 meter di daerah mlati sleman dan itu belum membayar selama 2 tahun karena uangnya habis utk berobat.

Jumlah bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal : 31 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @mymalinda

Kanaya terserang Virus CMV

Kanaya terserang Virus CMV


DWI ENDAHWATI (16, Tumor Punggung) beralamatkan di Panti Asuhan Putri Khoirunnisa, Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Dik Dwi merupakan anak asuh dari panti asuhan tersebut, dan sekarang bersekolah kelas 2 SMP. Dik Dwi merasakan sakit sejak kelas 5 SD, saat itu ada benjolan kecol di punggung bagian bawah. Saat kecil, Dik Dwi tidak dapat berbuat apa-apa dengan sakitnya tersebut, karena orang tuanya tidak mempunyai biaya. Setelah masuk ke panti, barulah Dik Dwi mendapat perhatian untuk penyakitnya tersebut. Dik Dwi dibawa ke RS. Nur Hidayah pada tanggal 14 September 2015, dan langsung dioperasi sehari kemudian. Dik Dwi juga tidak harus menjalani opname lama pasca operasi pengangkatan tumor tersebut, karena dijinkan pulang beberapa hari setelahnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak panti untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 5.170.000 yang dipergunakan untuk biaya pengobatan Dik Dwi.

Jumlah bantuan : Rp 5.170.000
Tanggal : 27 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL@Hutdi_Nur

Dwi menderita Tumor Punggung

Dwi menderita Tumor Punggung


DANISH ZULFIAN AKMAL FAHREZHA (6bln, Miningitis Tibi dan Infeksi Paru-Paru) beralamatkan di Dukuh Sitiadi RT 01/RW 03, Kelurahan Banjar Pasar, Kecamatan Bulu Pesantren, Kab. Kebumen, Prop. Jawa Tengah. Dik Danish merupakan putri dari pasangan Bapak Muhammad Abdurahman (25) dan Ibu Diyah Febriyanti (25). Ayahnya sendiri bekerja sebagai pegawai kontrak Satpol PP dengan gaji Rp. 900.000, dan ibunya merupakan Guru Tidak Tetap Sekolah Dasar dengan honor Rp. 300.000 per bulan. Pada Umur empat hari, Dik Danish sakit batuk dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Dirumah sakit, Dik Danish dirontgen dan hasilnya normal, setelah dua kali kontrol rawat jalan, Alhamdulillah dinyatakan sembuh. Pada umur lima bulan, Dik Danish batuk lagi, dan dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma, dan diagnosa terkena radang paru-paru. Dik Danish diharuskan opname selama enam hari, dan kemudian dinyatakan oleh dokter sudah sembuh. Satu bulan kemudian, ternyata sakit Dik Danish kambuh lagi, kemudian dibawa ke RSUD Sudirman Kebumen karena mengalami sesak nafas. Di rumah RSUD Sudirman, Dik Danish kejang dan tidak sadar selama 15 hari. Dikarenakan tidak ada perkembangan kesehatan, orang tua pasien meminta untuk dirujuk ke RS. Sardjito. Di RS. Sardjito, Dik Danish didiagnosa menderita Miningitis Tibi dan Infeksi paru-paru. Saat ini Dik Danish dirawat di PICU RS. Sardjito, dan sudah menjalani opname selama 12 hari dalam kondisi tidak sadar dan menggunakan bantuan ventilator. Biaya perawatan selama empat hari sebesar Rp. 25.000.000, dan selebihnya belom terkonfirmasi. Kondisi terkini Dik Danish masih belum stabil, kadang kritis. Kendala yang dialami oleh keluarga adalah biaya berobat, karena keluarga terpaksa harus meminjam kepada bank untuk menutup biaya tersebut. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Dik Danish untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics sebesar Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk biaya pengobatan selama opname di rumah sakit. Pihak keluarga sangat berterimakasih kepada #Sedekaholics, semoga bantuan ini membuat Dik Danish sembuh kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1,00.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @jemirikab

Danish menderita Miningitis Tibi dan Infeksi Paru-Paru

Danish menderita Miningitis Tibi dan Infeksi Paru-Paru


SURATINAH ( 47th, Stroke ) Alamat Gedongan KG III RT 01 RW 01 Purbayan Kotagede Jogja. Bu Surat pertama kali yang di rasakan pusing pusing biasa karena darah tinggi, kolesterol saat lebaran Qurban tahun lalu, sempat di bawa Puskesmas lalu dari Puskesmas di rujuk ke rsud kota Jogja rawat inap 11 hr lalu kontrol obat jalan baru 2x pasca rawat inap dan selanjutnya tidak di teruskan di karena kan keterbatan biaya akomodasi ke rumah sakit. Suami Sukasman 66th, pekerjaan buruh, pasangan ini mempunyai putra putri,anak pertama Etik Deniati 20th bekerja di warung Makan, adiknya Aji Seto Prahara 12th smp kelas 1, Bu Surat sebelum sakit menjadi buruh cuci di tetangga. Orang tua Darmo wijoyo painah umur 90th, Sedekah Rombongan memberikan untuk akomodasi.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @rizkyaditya4

Ibu suratinah menderita Stroke

Ibu suratinah menderita Stroke


SRI SUDARWIYANTI (49th, Kanker Payudara ) alamat Rotowijayan RT 043 / RW 012 Kadipaten Kraton Kodya Yogyakarta DIY , Ibu Sri Sudarwiyanti (49th) yang berprofesi juru masak serta ibu dari seorang anak sejak 1 tahun yang lalu menderita sakit kanker payudara sebelah kiri ,adapun riwayat pengobatanya pada bulan juli 2014 menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSUD Jogja untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta guna tindakan lebih lanjut ,kondisi saat ini pasca kemotherapy 1 dari 6 kali yang dijadwalkan selama menjalani proses kesembuhannya menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3 Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan Ibu Sri Sudarwiyanti untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban penderitaan beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics guna meringankan biaya akomodasi selama menjalani proses kesembuhan beliau.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @rizkyaditya4

Ibu sri menderita Kanker Payudara

Ibu sri menderita Kanker Payudara


SRI SUYATMI (58th, kanker payudara) alamat Selokraman RT 046/011 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Suaminya bernama pak Suprihatin (67 th). Bu Sri merasakan ada benjolan pada payudaranya pada bulan Mei 2014. Kemudia beliau periksa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Hidayatulloh. Setelah diperiksa ke RS Hidayatulloh, beliau dianjurkan dokter untuk dilakukan operasi. Akhirnya operasi pengangkatan bagian kanker/ mastektomi dilakukan pada bulan September 2014. Dari pihak RS Hidayatullah merujuk beliau ke RS. Sardjito untuk dilakukan kemoterapi, dimulai kemo pertama pada tanggal 24 Desember 2014 dan kemo selanjutnya dilakukan setiap 3 minggu sekali, hingga total 6 kali kemoterapi. Bu Sri dan suaminya bekerja dengan membuka warung di rumahnya, karena suami bu Sri sudah tidak mampu bekerja berat akibat sakit diabetes. Putra beliau yang pertama bernama Agung Yulianto (34 th) bekerja di event organizer,putra kedua Fitrian Prihantoro (29th) bekerja marketing di Walls. Kami memberinya santunan untuk membantu biaya akomodasi pemeriksaan beliau ke rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2015
Kurir : @KissHerry @RofiqSILVER @KedunkUSSIL
@rizkyaditya4

Ibu sri menderita Kanker Payudara

Ibu sri menderita Kanker Payudara


HELMY TAQIYUDIN (3th, Retinoblastoma) Alamat di Desa Danasri RT 002 Rw 001, Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan Gombong Kebumen. Dek Helmyadalah putra dari Bapak Turisman (35) yang bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33) yang merupakan seorang Ibu Rumah Tangga.. DekHelmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy Dan terdapat 105 kali kemo yang dijadwalkan oleh dokter dan harus dijalani oleh Dek Helmy. Kami akan terus mendampingi dekHelmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya akomodasi kontrol terakhir Sardjito Yogyakarta  dan Akomodasi selama di Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal: 21 Oktober 2015
Kurir: @KissHerry   @RofiqSILVER Admin

Helmi menderita Retinoblastoma

Helmi menderita Retinoblastoma


MTSR GUNUNG KIDUL (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) mobil SUZUKI APV TYPE G TAHUN 2013 adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Gunung Kidul dan sekitarnya. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Gunung Kidul Jogja, Klaten Jateng. Selain itu, ambulance MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini di gunakan membranding tulisan MTSR, Ambulan Srbergerak.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000
Tanggal: 8 September 2015
Kurir: @KissHerry   @RofiqSILVER @mutawan

Biaya membranding tulisan MTSR, Ambulan Srbergerak

Biaya membranding tulisan MTSR, Ambulan Srbergerak


PANTI ASUHAN IBNU FATAH beralamat di Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Panti Asuhan ini memiliki 30 santri putra. Usia para santri mulai tingkat Sekolah dasar hingga Sekolah menengah atas dan sebaga pengasuhnya adalah Bapak Taufik. Semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun kebutuhan sembako berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, mie instant, gula pasir, minyak goreng, susu, teh, bumbu dapur, kecap, perlengkapan mandi dan perlengkapan mencuci.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 November 2015
Kurir : @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN YATIM AL-HUDA beralamat di Sidodadi, Manjung, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah. Panti Asuhan ini memiliki 10 anak asuh putra yang berusia dari Sekola Dasar hingga Sekola Menenga Atas dan sebagai pengasuhnya adalah bapak Syaiful. Semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaolic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk mie instant, beras, kecap, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, susu kental manis, perlengkapan mandi dan perlengkapan mencuci.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal Penyerahan : 17 November 2015
Kurir : @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PONPES DAN PANTI ASUHAN YATIM PIATU DHU’AFA AL – MUJIIB beralamat di Pondok Suruh, Bimomrtani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Panti Asuhan dan pondok Pesantren yang diasuh oleh ustadz Gunarto ini mengasuh 55 anak asuh yatim-piatu dan dhuafa, putra dan putri. Dengan 55 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti kebutuhan sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako setiap bulan kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan berupa: beras, mie instant , gula pasir, teh, susu, minyak goreng, bumbu dapur, kecap, perlengkapan mandi, perlengkapan mencuci dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan  : 16 November  2015
kurir        : @kissherry @ekow_st  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN PUTRI NURUL YASMIN, terletak di Sleman propinsi Yogyakarta, Indonesia. Alamat tepatnya adalah Jl. Kaliurangg Km 14 Kroco Rt 02 Rw 08 Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581. Berdiri pada tanggal 29 Maret 2002 atau 1 Muharom 1423 yang dikelola di rumah keluarga Bp. Muji Pranoto.Melihat begitu banyaknya anak putus sekolah, membuat para pengurus panti asuhan Nurul Yasmin tergerak hatinya dengan niat tulus untuk membantu melanjutkan masa depan anak-anak tersebut. Pertama kali berdiri, anak yang tinggal di Panti Asuhan ini hanya 3 orang. Seiring berjalannya waktu maka semakin banyak anak yang tinggal di Panti Asuhan ini, sampai saat ini ada 35 anak yang tinggal di panti Asuhan Putri Nurul Yasmin. Yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Magelang, Pemalang, dan daerah Yogyakarta sendiri. Saat ini panti ini dikelola oleh sepasang suami istri Bp. Drs. S Agus Siswanto dan Ibu Dra. Giyanti. Dalam kesempatan kali ini SR melalui tim Popi mengunjungi anak-anak panti untuk diperiksa kesehatan matanya dan memberikan kacamata kepada anak-anak santri yang kesehatan matanya bermasalah.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal : 15 November 2015
Kurir : @kissherry @ekow_st, @arizafuadi

Bantuan Kacamata

Bantuan Kacamata


PONIRAH (94 Tahun, Lumpuh). Bu Ponirah tinggal di RT.09/RW.01 Dusun Tahunan, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Bu Ponirah tinggal berdua saja dengan anaknya yang belum menikah, bernama Bu Dasiyem (65 Tahun). Bu Ponirah sehari-harinya hidup mengandalkan penghasilan yang didapat oleh anaknya tersebut. Anaknya bekerja sebagai pedagang pecel keliling menggunakan sepeda butut miliknya. Penghasilannya tentu tidak begitu besar, apalagi jika dagangannya sedang sepi pembeli. Bu Ponirah sudah mengalami lumpuh kurang lebih dari 10 tahun lamanya, tepatnya sejak Tahun 2005. Sejak mengalami sakit, Bu Ponirah belum pernah diperiksa di puskesmas maupun rumah sakit. Selama ini, Bu Dasiyem merawat Bu Ponirah di rumah saja. Bu Dasiyem dengan sabar selalu melayani semua kebutuhan ibunya. Mulai dari membantunya makan, minum, mandi, dan lain-lain, semuanya dilakukan sendiri oleh Bu Dasiyem. Saat Bu Dasiyem bekerja, ia terpaksa meninggalkan ibunya sendirian di rumah sederhana mereka, karena tidak ada orang lain yang bisa menjaga ibunya. #SedekahRombongan turut merasakan beban kehidupan yang sedang mereka alami. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi sekaligus menyampaikan bantuan sebesar satu juta rupiah. Bu Ponirah dan Bu Dasiyem sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan. Bantuan ini akan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, sekaligus untuk menambah modal berjualan pecel keliling.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2015
Kurir : @kissherry, @aji_kristanto

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari, sekaligus untuk menambah modal berjualan pecel keliling.

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari, sekaligus untuk menambah modal berjualan pecel keliling.


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (13, Kaki Leter O) bertempat tinggal di Semoyan RT 01, Banguntapan, Banguntapan, Bantul, DIY. Dik Fauzan sudah mengalami kaki leter O semenjak kecil, sehingga sangat sulit baginya untuk berjalan. Keluarga Dik Fauzan juga sudah berusaha untuk mendapatkan pengobatan untuk kakinya, sehingga semoga Dik Fauzan diharapkan dapat berjalan normal seperti teman-teman lainnya. Untuk berjalan sehari-sehari, Dik Fauzan sangat kesulitan untuk berjalan, sehingga membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Namun karena tidak ada biaya, keluarga tidak dapat membelikan kursi roda untuk Dik Fauzan. Walaupun bertempat tinggal di Bantul, DIY, Dik Fauzan mendapatkan penanangan di RS. Suradji Tirtonegoro, Klaten. Untuk mencapai RS. Suradji Tirtonegoro, keluarganya sangat kesulitan, karena tidak ada kendaraan yang dipergunakan untuk mengantarkannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Dik Fauzan untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.500.000 yang dipergunakan untuk pembelian kursi roda, serta untuk membantu biaya akomodasi dari rumahnya ke RS. Suradji Tirtonegoro, Klaten. Keluarga Dik Fauzan mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholics atas bantuannya, semoga bantuan ini dapat membantu dalam mempercepat kepulihan Dik Fauzan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal: 22 Oktober 2015
Kurir: @KissHerry  @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @emaanggita

Fauzan menderita Kaki Leter O

Fauzan menderita Kaki Leter O


NARDI UTOMO (71, Lumpuh) beralamatkan di Dusun Rejokusuman RT 03, Tamanan, Banguntapan, Bantul. DIY. Beliau mempunyai istri bernama Boniyem (72), dan mempunyai lima anak juga cucu. Beliau mengalami kelumpuhan sejak setahun yang lalu, dulu pernah dibawa ke rumah sakit dan opname selama 10 hari, namun tidak dilanjutkan pengobatannya karena keluarga tidak mempunyai biaya. Beliau juga pernah menjalani terapi selama dua minggu dengan dokter, namun juga harus berhenti karena alasan yang sama. Beliau sekeluarga tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, sehingga semua biaya pengobatan ditanggung pribadi. Karena mengalami kelumpuhan, beliau membutuhkan kursi roda untuk beraktifitas, dan oleh sebab itu keluarga mengusakannya dengan menyewakan sebuah kursi roda untuk beliau. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Nardi untuk menyampaikan santunan titipan #Sedekaholics senilai Rp. 1.500.000 yang dipergunakan untuk membeli kursi roda serta meringankan beban biaya pengobatan beliau. Keluarga menyampaikan terimakasih sebanyak-banyak bantuan yang telah diberikan oleh #Sedekaholics, semoga bermanfaat bagi Pak Nardi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal: 21 Oktober 2015
Kurir: @KissHerry  @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @anggiazainur

Bantuan untuk membeli kursi roda serta meringankan beban biaya pengobatan pak nardi yang menderita lumpuh

Bantuan untuk membeli kursi roda serta meringankan beban biaya pengobatan pak nardi yang menderita lumpuh


MTSR KLATEN (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) h mobil SUZUKI APV TYPE GX TAHUN 2008 adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Kalasan, Klaten  Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Jogja Klaten Jateng. Selain itu, ambulance MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini di gunakan untuk memodifikasi menjadi ambulan, berupa pelunasan perapian bordes dan kursi samping.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000
Tanggal: 8 September 2015
Kurir: @RofiqSILVER @RizkyAditya4

Biaya untuk memodifikasi menjadi ambulan, berupa pelunasan perapian bordes dan kursi samping.

Biaya untuk memodifikasi menjadi ambulan, berupa pelunasan perapian bordes dan kursi samping.


WAHYU PURWANINGSIH (31 Tahun, Kanker Otot).  Pasangan Ibu Wahyu (31) dan Ardani Dwisantoso (32) tinggal di sebuah rumah sederhana yang beralamat di Paten RT.05 Srihardono, Pundong, Bantul, DIY. Rumah sederhana yang mereka tinggali merupakan rumah bantuan dari program Java Reconstruction Fund atau JRF. Sang suami bekerja sebagai tenaga honorer pemadam kebakaran di Kota Jogja. Sementara sang istri bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pasangan ini memiliki anak laki-laki berusia lima tahun yang kini bersekolah di taman kanak-kanak. Ibu Wahyu terdiagnosa menderita kanker otot sejak tiga tahun yang lalu, atau tepatnya tahun 2012. Saat itu usianya tengah menginjak dua puluh delapan tahun. Kanker otot yang dideritanya menerang bagian lengan. Ia kemudian menjalani proses pengobatan untuk menyembuhkan penyakitnya. Selama tiga tahun belakangan, ia sudah menjalani operasi sebanyak tiga kali dan kemoterapi sebanyak empat belas kali, dan masih membutuhkan beberapa kali kemoterapi lagi. Kondisi tubuhnya saat ini sangat lemah, ia pun mengalami kesulitan berjalan. Tapi Ibu Wahyu bertekad untuk tetap melanjutkan pengobatannya hingga selesai dan dinyatakan sembuh. Untuk menyelesaikan proses pengobatannya tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara kondisi ekonominya tergolong pas-pasan karena hanya bergantung pada penghasilan suaminya. #SedekahRombongan sebagai sebuah gerakan sosial yang aktif dalam gerakan menyampaikan sedekah turut merasakan kesulitan Ibu Wahyu. #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan kepada Ibu Wahyu. Bantuan berupa uang tunai sebesar satu juta rupiah yang akan dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan, akomodasi dan transportasi Ibu Wahyu. Ibu Wahyu dan keluarganya mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholic dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal: 29 September 2015
Kurir: @KissHerry  @RofiqSILVER @VitraSQ @BlurHaikal

Ibu wahyu menderita Kanker Otot

Ibu wahyu menderita Kanker Otot


JOYCE NATHALIA (22 Tahun, Gejala Demam Berdarah). Alamat Asal: Bronggang, Suruh RT.01/RW.27 Agromulyo, Cangkringan, Sleman, DIY. Natha merupakan anak tunggal, namun kini telah yatim – piatu, ayahnya sudah meninggal ketika ia berusia dua tahun, sedangkan ibunya meninggal karena menderita kanker serviks dan gagal ginjal yang berpulang pada medio tahun ini. Ibunya, Eni Anggraeni merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan. Natha selalu mendampingi ibunya selama proses pengobatan ibunya. Ia juga membantu membiayai pengobatan ibunya, biayanya ia peroleh dari hasil bekerja di  sebuah toko swalayan. Namun ia memutuskan untuk berhenti dari tempatnya bekerja karena ingin fokus merawat ibunya. Sepeninggalan ibunya, gadis berusia dua puluh dua tahun ini hidup sebatang kara karena tidak ada sanak saudara kandung. Sebenarnya masih ada ibu angkat dari ibunya dan dua saudara tiri ibunya, namun ia merasa tidak enak hati membebankan hidupnya kepada mereka. Natha kemudian hijrah ke Kota Jogja, beruntung ada sahabat yang berbaik hati memberinya tempat tinggal. Kini, Natha bekerja sebagai pramuniaga di sebuah toko busana muslim di seputaran Malioboro, Yogyakarta. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Natha yang kala itu sedang sakit, ternyata ia menderita gejala demam berdarah. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan bantuan dari #Sedekaholic untuk membantu biaya pengobatannya. Alhamdulillah, keadaannya kian membaik dan beberapa hari setelah pengobatan ia sudah bisa beraktivitas kembali. Natha sangat senang, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #Sedekaholic atas bantuan yang diberikan kepadanya.

Jumlah Bantuan : Rp 1.450.000
Tanggal: 13 September 2015
Kurir: @KissHerry  @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @EmaAnggita

Joyce menderita Gejala Demam Berdarah

Joyce menderita Gejala Demam Berdarah


ADI ROMANSA (16 Tahun, Hipospadia). Adi ialah seorang anak yatim, ia tinggal berdua saja bersama ibunya di Mlobo, Karangkajen, Secang, Magelang, Jawa Tengah. Adi sejak lahir menderita hipospadia, yaitu kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki yang dicirikan dengan letak abnormal lubang kencing tidak berada di ujung kepala kemaluan. Adi sudah pernah dioperasi sebanyak tiga kali, dan sebenarnya masih harus melakukan serangkaian pengobatan medis lanjutan. Namun karena keterbatasan biaya, ia tidak bisa melanjutkan pengobatan medis yang diperlukan. Adi berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu. Barliah (45 Tahun), ibunya ini hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan adi dan keluarganya, beberapa bulan yang lalu. Kini Adi telah menjadi salah satu pasien dampingan mandiri #SedekahRombongan wilayah Jogja. Adi pun memulai lagi proses pengobatannya dan mempersiapkan operasi berikutnya. Adi kembali masuk ruang operasi di RSU Nur Hidayah Bantul pada bulan agustus 2015 lalu. Operasi berjalan dengan lancar dan kini masih dalam tahap penyembuhan, selanjutnya masih harus kontrol rutin. Adi dijadwalkan menjalani operasi lanjutan satu tahun lagi. #Sedekaholic melalui #SedekahRombongan memberikan bantuan tunai untuk membantu biaya operasi sekaligus biaya kontrol dan akomodasinya. Sebelumnya, Adi telah masuk dalam rombongan 530, 521, 520, 409 dan 294.

Jumlah Bantuan : Rp 5.000.000
Tanggal: 13 September 2015
Kurir: @KissHerry  @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @Faturrozak

Adi menderita Hipospadia

Adi menderita Hipospadia


ADRIAN BIN SUSANTO (6, Hepatitis B). Alamat : Kp. Kalapa Cagak, RT 1/7, Desa Teluk Lada, Kec. Sobang, Kab. Pandeglang, Prop. Banten. Adrian divonis menderita Hepatitis B dan harus segera dilakukan cangkok hati. Biaya yang dibutuhkan untuk cangkok hati sebesar 1,2 Milyar tak sanggup dipenuhi oleh ayah Adrian, Susanto (28), yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu Adrian, Waskem (28), pergi ke Taiwan untuk bekerja sebagai TKW demi kesembuhan Adrian dan mengirimkan uang sejumlah Rp. 2.000.000,- tiap bulannya,  tetapi tetap saja tidak bisa menutupi biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Adrian. Di tengah kemiskinan yang mendera, BPJS yang dimiliki tidak mengcover penuh biaya yang dibutuhkan. Demi Adrian, ayahnya berusaha semaksimal mungkin hingga rela berjalan ribuan meter dari rumahnya di Pandeglang menuju ke istana untuk menghadap Presiden Jokowi dengan membawa selembar poster. “Pak Jokowi Tolong Beli Ginjal Saya, Anak Saya Butuh Operasi 1,2 M,” begitulah tulisan yang terpampang pada poster yang dibawanya. Dalam poster tersebut juga terpasang foto Adrian ketika masih sehat dan ketika sakit. Ia berharap apa yang diupayakannya dapat membuahkan hasil untuk kesembuhan anaknya. Sakit Adrian bermula sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya ia menderita sejenis penyakit kulit yang akut dan dari sela-sela jari tangan dan kakinya  mengeluarkan cairan seperti nanah. Tidak hanya itu saja, pada alat kelaminya terdapat kelainan dimana ketika ia buang air kecil, air seninya seperti keluar dari beberapa titik. Ia pun sering merasakan sakit saat buang air kecil dan besar, bahkan sering keluar darah. Ia sudah menjalani pengobatan walaupun belum sepenuhnya sembuh. Beberapa bulan kemudian, penyakit lain menyerangnya. Ia menderita penyakit seperti kanker pada dahinya dan telah dilakukan operasi kecil. Sekitar bulan Februari yang lalu, Adrian mengalami pembengkakan pada perutnya. Ia dibawa berobat oleh ayahnya ke RS Cipto Mangunkusumo dan diagnosa menderita Hepatitis B atau gangguan pada hati dan varises pada ususnya. Kondisinya semakin lama semakin buruk, terlebih lagi ia juga menderita gizi buruk karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tak mampu dipenuhi orang tuanya. Pengobatan yang dianjurkan dokter untuk Adrian adalah segera dilakukan pencangkokan hati. Kejadian yang menimpa Adrian ini sudah ramai diberitakan di media massa. #Sedekahrombongan turut serta memberikan bantuan untuk operasional berobat. Semoga Allah SWT memberikan jalan termudah untuk kesembuhan Adrian. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Adrian menderita Hepatitis B

Adrian menderita Hepatitis B


SANIMAN BIN SADRUKI (69 th,neoplasma ganas di gluteal) Alamat : dusun pengumben RT/RW:03/01 Gunung geni Banyuanyar Kab.Probolinggo , Jawa Timur.  Pak Saniman adalah seorang bapak dari 3 anak  yang menderita neoplasma ganas. Selama ini beliau sudah menempuh rawat jalan pasca operasi pengangkatan pada Bulan Mei 2015. Pengobatan beliau terbantu dengan adanya BPJS. Selama rawat jalan beliau kesulitan untuk buang air besar maupun hanya sekedar kencing dikarenakan rasa sakit di gluteal dan kondisi kamar mandi yang tidak layak. Selama menjalani rawat jalan pak Saniman tidak dapat bekerja sebagai buruh seperti biasanya dan dengan penghasilan sebelumnya yang sebesar 600ribu. Ditambah beliau harus menghidupi istri dan 1 anaknya setara SMA, 2 anak beliau bekerja sebagai buruh dan sudah berkeluarga. Namun karena semakin banyak kebutuhan lainnya seperti obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS maka keluarga ini menyampaikan kesulitannya kepada #sedekahrombongan. Kurir #sedekahrombongan merasakan kesulitan yang dirasakan pak saniman saat ini. Dan menyampaikan bantuan kepada keluarga beliau sejumlah Rp 3.767.900 dengan rincian dari bulan maret sampai agustus yang dipergunakan beliau untuk beli obat-obatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya akomodasi saat dirumah sakit. semoga pak Saniman dapat beraktivitas meskipun dengan kondisi tidak sebaik dulu.

Jumlah bantuan: Rp 3.767.900
Tanggal: 21 agustus 2015
Kurir: @FaizFaeruz @sinchanedan

Pak saniman menderita neoplasma ganas di gluteal

Pak saniman menderita neoplasma ganas di gluteal


SRI RAHAYU BINTI EDI, (40, ca mamae). Alamat Tawangsari RT 05 RW 05, Ds. Gempolan, Kec.Gurah, Kab.Kediri – Jawa Timur, Ibu rumah tangga ini sedang sakit ca mamae. Tahun 2014 beliau merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS.Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal dirumah sakit sampai bisa melunasi. Akhirnya kurir atas nama bobi mendapatkan info tersebut disampaikan kepada #sedekahrombongan ,bantuan awal akhirnya diberikan beliau melunasi tunggak’an rmh sakit dan mendampingi beliau sampai menjalani kemo di RSSA malang sampai saat ini 1 tahun lebih.Suami beliau yang bekerja sebagai penjual buah keliling yang berpenghasilan Rp 600.000,- bulan masih belum mencukupi untuk biaya berobat ditambah bu sri rahayu memiliki putra yang masih berusia 5 tahun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, dan santunan sejumlah sejumlah Rp 551.078 disampaikan kepada keluarga ibu Sri Rahayu untuk biaya pembayaran BPJS dan akomodasi selama kontrol di RSSA Malang. Sedekahmu tersampaikan hari ini semoga ibu sri rahayu bisa sembuh meskipun tidak seperti dulu.

Jumlah bantuan : Rp 551.078,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @faizfaeruz @shelly_jayanti

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamae


SUTINI SUYITNO (50, Kanker Payudara). Alamat: Sudiro RT08/RW02, Bululawang, Malang, Jawa Timur. Bu Sutini yang biasa di panggil oleh tetangganya itu mempunyai penyakit kangker payudara yang masih kecil berbentuk benjolan sebesar 5cm. Ditemukan oleh abin bidan yang pada saat itu sedang mendapat tugas penyuluhan di desanya. Kondisi Bu Sutini sekarang sedang batuk-batuk serta merasakan cenat-cenut di bagian benjolannya. Riwayat pengobatan beliau di RS Kepanjen dan RSSA ini terhenti karena tidak adanya biaya tranpostasi, padahal uang yang digunakan adalah santunan pemerintah BLT. Dari hasil pemeriksaan sementara Bu Sutini divonis mengidap tumor ganas di payudaranya. Kendala pasien saat ini beliau tidak mempunyai kerabat untuk menemani berobat ke RS. Selain itu, suami yang harus bekerja dan kesulitan memahami birokrasi RS. Pekerjaan beliau saat ini membuat kerupuk dari kerak nasi dan penghasilan tak tentu ada. Suyitno (70) suami dari Sutini hanya bekerja sebagai tukang becak dengan berpenghasilan Rp 30.000 –  Rp 50.000 per hari, terkadang tidak mendapatkan serupiah pun sehari kalau becaknya sedang sepi. Beliau mempunyai seorang anak yang tinggal di tulungagug usia (34) namun sudah tak serumah lagi karena sudah berkeluarga serta mempunyai  4 orang anak dan masih kecil. Dari segi ekonomi pasangan suami istri tersebut tidak mempunyai rumah, rumah gubug yang saat ini mereka huni hanyalah bantuan sementara di tanah orang. Untuk saat ini meraka hanya memiliki fasilitas BPJS namun tak terpakai karena terkendala oleh biaya transportasi ke RS. Karena penghasilan beliau yang hanya cukup untuk makan sehari-hari, maka #sedekahrombongan memberikan bantuan pertama untuk Bu Sutini sejumlah Rp 1.050.000 dengan rincian bulan april Rp 50.000 dan agustus Rp 1.000.000 di berikan kepada keluarga bu sutini. Agar bu sutini  bisa berobat ke RS. Teriring do’a semoga beliau cepat segera ditangani, sembuh dan bisa berincian aktivitas kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1.050.000
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @faizfaeruz @adegmaniez

Sutini menderita Kanker Payudara

Sutini menderita Kanker Payudara


KASIANI BINTI NITIGIMAN, (43th, Ca Serviks). Alamat : Jalan Lintas Sumatera, Kampung Lima, Kec Muarinim, Kab Muarinim, Sumatera Selatan. Awal mula sakit terjadi di bagian pinggang yang terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin di bagian tubuh bu kasiani. Dengan kejadian seperti itu bu kasiani di bawa ke dokter praktek untuk diperiksakan. Setelah itu bu kasiani pergi ke rumah sakit Muaraingin untuk cek lab. Sesudah hasil lab keluar bu kasiani di rujuk untuk rawat inap dirumah sakit. Rawat inap dijalani bu kasiani selama 5 hari dirumah sakit. Karena kondisi membaik akhirnya bu kasiani pulang kerumah. Namun, setelah 5 hari kepulangan beliau, terjadi sakit hebat seperti semula. Kemudian dibawa kembali bu kasiani ke rumah sakit oleh keluarganya dan menjalani rawat inap selama 4 hari di rumah sakit Muaraingin di Palembang. Setelah itu bu kasiani di USG dan ditemukanlah kista. Satu minggu kemudian pada tanggal 02 April 2015 bu kasiani menjalani oprasi pengangkatan kista di rumah sakit Palembang. Kista tersebut kemudian di P.A dan dinyatakan masih ada penyakit yang tertinggal di tubuh bu kasiani. Kemudian bu kasiani disarankan untuk kemotrapi di RS Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemotrapi di Malang. Sakit yang dirasakan selama ini belum seberapa dengan tingkat beban yang ditanggung keluarga saat ini. Lil Aswardi (45th) suami beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pengasilan Rp 50.000 sehari. Itu dirasa sulit oleh beliau dimana mereka harus menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Anak beliau yang pertama bernama Edwin Sahera (18th) saat ini yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 3 SMA dan anak kedua beliau yang bernama anirahayu (10th) yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Suami beliau sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk biaya berobat istrinya karena keterbatasan biaya dimana beliau mempunyai kewajiban untuk membiayai kedua anaknya yang masih membutuhkan biaya hidup itu. Jaminan kesehatan yang di miliki bu kasiani saat ini ialah jamkesmas. Beliau juga menpunyai kendala tempat tinggal selama mencari pengobatan di malang. Karena saudara yang jauh, terkadang bu kasiani sampai rela tidur di kaki lima rumah sakit  RSSA malang demi menunggu hasil besok yang di jadwalkan sehari setelah melakukan cek darah, foto thorax dll. Karena untuk pulang ke rumah saudara dan besok yang harus kembali ke rumah sakit dirasa sulit oleh bu kasiani dan suaminya karena keterbatasan biaya untuk pulang pergi rumah sakit. Lil Aswardi suami beliau mengungkapkan kesedihan yang mendalam kepada kurir #Sedekahrombongan yang datang pada saat itu. Dan kurir #SedekahRombongan juga merasakan kesedihan dan beban yang mendalam yang dirasakan kelurga bu kasiani saat ini, bantuan awal pun disampaikan kepada keluarga bu kasaini untuk membantu biaya akomodasi rumah sakit. Semoga bu kasiani bisa sembuh dan bisa bertemu dengan anaknya yang beliau tinggalkan di Palembang untuk mencari pengobatan di Malang saat ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 25 Agustus 2015
Kurir : @faizfaeruz @dhani_017

Ibu kasiani menderita Ca Serviks

Ibu kasiani menderita Ca Serviks


SUMIATI BINTI SUHUD , (48th, Ca Mamae). Alamat : Dusun Kartosari RT 01 RW 04 , Desa Kandat , Kec Kandat , Kab Kediri , Jawa Timur. Ibu Sumiati adalah ibu rumah tangga biasa. Awal mula beliau sakit pada pertengahan 2014 diketahui benjolan sebesar telur puyuh di ketahui di payudara sebelah kiri. Dikira benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. kemudian pada akhir 2014 dibawa ke rumah sakit Bayangkara untuk diperiksakan. Akhirnya mendapat tindakan awal dirumah sakit yaitu foto rogsent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian di temukanlah ca mamae awal di tubuh beliau. Selanjutnya bu sumiati di rujuk ke RSSA Malang. Pak Tumirin (53th) suami beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 400.000,- per bulan. Dengan kondisi beliau saat ini memberatkan beliau untuk berobat ke Malang. Karena pengasilan mereka yang hanya cukup untuk kebutuhan dan makan sehari-hari. Fasilatas jaminan kesehata bu sumiati saat ini ialah jamkesmas. Beliau sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Bu Sumiati putus-sambung. Disamping itu mereka yang tinggal berdua dan tidak mempunyai anak. Pak Tumirin suami beliau mengungkapkan kesedihan kepada kurir #SedekahRombongan saat di temui di depan rumah sakit yang saat itu beliau lagi istirahat didepan rumah sakit. Karena rumah yang jauh dan tak mumpunyai ongkos pulang krumah akhirnya beliau rela menunggu untuk jadwal selanjutnya. Kurir #Sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan kelurga Bapak Tumirin dan Bu Sumiati, bantuan sejumlah Rp 1.080.000,- disampaikan kepada beliau untuk membantu biaya akomodasi rumah sakit da uang saku selama dirumah sakit. Semoga bu sumiati lekas sembuh dan bisa beraktivitas meskipun tidak sebaik dulu.

Jumlah bantuan: Rp 1.080.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2015
Kurir : @faizfaeruz @rishadiii

Ibu sumiati menderita Ca Mamae

Ibu sumiati menderita Ca Mamae


SULIKAH BINTI AHMAD (51th, Kista Ovarium). Alamat : Jalan Agus Salim RT 01 RW 08, Desa Bening, Kec Wlingi, Kab Blitar, Jawa Timur. Awal mula sakit saat Bu Sulikah mengalami menstruasi secara terus menerus di sertai rasa nyeri pada  bagian perut. Pada pertengahan tahun 2011 timbulah benjolan kecil di bagian perut sebelah kiri. Dikira benjolan biasa sehingga tidak di bawa ke rumah sakit. Namun, lama-kelamaan benjolan semakin membesar. kemudian dibawalah ke rumah sakit untuk di periksakan. Setelah di cek lab dan sebagainya ditemukanlah kista ovarium pada tubuh Bu Sulikah. Sempat beliau mengalami drop parah, sehingga membuat beliau harus dirawat di RS Ngudi waliyo Wlingi. Bu Sulikah sendiri bekerja sebagai buruh tukang cuci dengan penghasilan Rp 15.000,- sampai Rp 20.000,-. Dengan keterbatasan dan kondisi beliau yang tinggal bersama anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMA dan masih membutuhkan biaya hidup, membuat beliau enggan untuk pergi kerumah sakit. Ditambah lagi suami beliau yang telah meninggal. Membuat Bu Sulikah kesusahan mencari tambahan uang untuk beliau berobat. Maklum saja beliau tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Akhirnya pada tahun 2012 Bu Sulikah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan melakukan oprasi pengangkatan kista ovarium. Kondisi terkini Bu Sulikah membaik. Namun, ada rasa nyeri saat mau BAB dan saat mau tidur. Beliau tidak mempunyai uang untuk berobat ke Malang karena penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir #Sedekahrombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Bu Sulikah saat ini. bantuan kembali disampaikan kepada beliau untuk membantu biaya transportasi Blitar-Malang dan  akomodasi rumah sakit. Semoga bu Sulikah lekas sembuh dan bisa beraktivitas meskipun tidak sebaik dulu.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir: @faizfaeruz @dhani_017

Ibu Sulikah menderita Kista Ovarium

Ibu Sulikah menderita Kista Ovarium


JAMIKEM BINTI alm. SUNARYO DIKROMO ( 79 Tahun, Bantuan Tunai ), tinggal di Tunggur RT04/2, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Mbah Jamikem hidup menjanda sudah cukup lama, suaminya meninggal karena sakit. Beliau hidup miskin dan sebatang kara, dan untuk kebutuhan pokok sehari – hari cukup kesulitan. Mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar, semoga bantuan ini meringankan beban hidupnya saat ini dan bermanfaat untuk sementara waktu memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari. Masih banyak warga miskin yang membutuhkan bantuan seperti beliau, semoga semakin banyak yang tergerak hatinya bersama sedekah rombongan untuk meringankan beban hidup dhuafa dan orang yang kurang mampu.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 September 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari

Bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari


GALIH BINTI alm. MARSIDI ( 10 tahun, Demam Tinggi ), tinggal bersama neneknya di sebuah dusun di Pandeyan RT03/2, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Dek Galih saat ini hanya tinggal dan di asuh oleh neneknya , mbah Jaikem yang sudah cukup tua. Ibunya pergi merantau ke jakarta sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan sang ayah meninggal dunia karena sakit beberapa tahun yang lalu, hidupnya kurang beruntung saat usia sekecil ini menanggung beban yang cukup berat. Ketika sakit demam tinggi, nenek nya pun tak mampu berbuat banyak, kemudian kami bawa ke rumah sakit terdekat, akhirnya mendapatkan penanganan beberapa hari. Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah membaik. Galih terkena sakit typus. Mungkin karena asupan energi dari makanan yang seadanya, sebab untuk mencukup kebutuhannya sang ibu juga belum tentu tiap bulan mengirimkan uang. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari dibantu oleh pamannya yang saat ini bekerja sebagai kuli di pasar. Semoga bantuan ini meringankan beban hidupnya, selain untuk biaya pengobatan juga bantuan untuk menambah kebutuhan gizi dek Galih pasca perawatan. Semoga sedikit meringankan beban hidupnya saat ini.

Bantuan : Rp. 2.860.000,-
Tanggal : 7 September 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan biaya pengobatan juga bantuan untuk menambah kebutuhan gizi dek Galih pasca perawatan demam tinggi.

Bantuan biaya pengobatan juga bantuan untuk menambah kebutuhan gizi dek Galih pasca perawatan demam tinggi.


ANDIRO ADREANSAH (3 BULAN, GIANT LYMPHOMA ) Alamat : Dusun Krajan RT. 02 / RT. 01 Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak lahir Si Kecil Andiro sudah memiliki benjolan di tubuhnya. Benjolan ini ada pada dada sebelah kiri melingkar ke belakang sampai ke dada kanan. Seharusnya sejak mengetahui adanya benjolan itu orang tuanya segera memeriksakan si kecil andiro ke Rumah Sakit. Namun, karena tidak mempunyai biaya untuk membawa ke rumah sakit akhirnya andiro tidak diperiksakan. Sang Ayah hanya seorang pencari katak dan tokek, hasil buruannya tersebut kemudian dijual dan hanya dihargai sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari. Pendapatannya mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan harian. Sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa yang diam di rumah merawat anak-anak mereka. Kakak perempuan Si Kecil Andiro berusia lima tahun dan tidak bersekolah karena tidak mempunyai biaya. Sang Ayah pernah mengobati Si Kecil Andiro ke pengobatan alternatif tak jauh dari kampung mereka. Tapi, keadaannya bukannya membaik, benjolan yang ada pada tubuh Si Kecil Andiro malah semakin membesar. Padahal, awalnya benjolan ini ukurannya kecil saja. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Beberapa kali periksa, tetapi petugas medis tidak dapat mendiagnosa penyakit apa yang tengah diderita Si Kecil Andiro. Petugas medis di puskesmas tersebut menyarankan untuk membawa Si Kecil Andiro ke RSD. Dr. Soebandi yang merupakan rumah sakit besar di kota Jember. Tentu berat rasanya jika harus membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Pada tanggal 4 September 2015 lalu, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Si Kecil Andiro. Tim #SedekahRombongan segera membawa Si Kecil Andiro untuk berobat ke RSD. Dr. Soebandi untuk pemeriksaan awal. Sesampainya di RSD. dr. Soebandi Si Kecil Andiro langsung diperiksa, dan dari hasil pemeriksaan tersebut Si Kecil Andiro didiagnosa menderita Giant Low Abdoment. Si Kecil Andiro kemudian dirujuk ke RS. Dr. Saiful Anwar di Kota Malang yang memiliki peralatan lebih lengkap. Hari berikutnya, Tim #SedekahRombongan mengantarkan Si Kecil Andiro ke RS. Dr. Saiful Anwar di Malang. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada Andiro sebesar Rp. 4.674.870 yang digunakan untuk biaya akomodasi selama di RS. Pihak keluarga merasa bersyukur semoga Andiro lekas sembuh. #SedekahRombongan Mari kita berdoa semoga Si Kecil Andiro segera sembuh dan tumbuh menjadi anak yang cerdas amin.

Jumlah Santunan: Rp. 4.674.870
Tanggal: 28 September 2015
Kurir: @faizfaeruz  @dhani_017

Andrio menderita GIANT LYMPHOMA

Andrio menderita GIANT LYMPHOMA


CICI ASRI WAKYUSI Binti Eko Wahyono (14th, Miningokel) , Alamat : Jalan Bedagung RT 02 / RW 03 , Pelem Pare , Kediri , Jawa Timur. Dek Cici adalah pasien yang menderita miningokel sejak lahir. Pada usia 8 tahun sempat menjalani oprasi rumah sakit HVA pare. Dek Cici merupakan siwa berprestasi di kelasnya yang masih peringkat 5 besar dari SD sampai SMP. Dengan semangat yang tinggi dan keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk berprestasi. Dek Cici merupakan anak pertama dari 4 bersaudara yang berusia 8 tahun, 6 tahun dan 4 tahun. Orang tua Cici yang bekerja di pabrik sepatu di kediri dan ibunya hanya rumah tangga biasa membuat pengobatan dek cici tertati-tatih. Pada pertengahan tahun 2011 keluarga menyampaikan kesedihan kepada dampingan #SedekahRombongan. Akhirnya pada tahun 2011 menjadi dampingan #SedekahRombongan dan dirujuk dari RSUD ke RSSA malang. Dan menjalani oprasi pada awal 2012 dan 2014. Bantuan sejumlah Rp 715.850 kembali disampaikan kurir #sedekahRombongan kepada dek cici  dengan rincian untuk di bulan agustus sejumlah Rp 43.350 sebagai pembayaran BPJS dan bulan september sejumlah Rp 672.500 di sampaikan kepada dek cici digunakan untuk biaya berobat Dek Cici selama di Kediri. Kondisi terkini Dek Cici sekarang bisa beraktivitas lebih baik dari pada sebelumnya. Ucapan trimakasih di sampaikan Dek Cici kepada #SedekahHoliq. Semoga Dek Cici bisa beraktivitas dan percaya diri untuk hari-hari selanjutnya.

Jumlah  Bantuan: Rp 715.850
tanggal: 16 september 2015
Kurir: @faisfaeruz @rizkafirdausi_

Cici menderita Miningokel

Cici menderita Miningokel


HARNI BINTI Alm. PONIYO ( 76 Tahun, Bantuan Tunai ) beliau hidup seorang diri di ds. Sukoboyo RT02/1, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan pokok hidup beliau. Hidup sendiri dan sudah cukup tua, untuk kebutuhan makan pun sulit. Saat kami temui di rumah yang berdindingkan bambu, beliau mengeluh sakit di bagian perutnya. Kami sarankan untuk memeriksakan di bidan setempat, agar mendapatkan obat. Kami koordinasikan dengan bu bidan agar kesehatan mbah Harni mendapatkan pemantauan. Untuk kebutuhan awal serta bantuan mencukupi kebutuhan pokoknya, kami berikan bantuan tunai. Semoga ini meringankan beban beliau saat ini. Kedepannya insyaallah akan kami pantau kembali kondisi beliau, agar beliau pun tidak mengeluh sakit lagi. Mudah – mudahan langkah ini berjalan dengan baik, sebagaimana pancaran harapan yang ada di pelupuk mata beliau saat mengucapkan terimakasih untuk para sedekaholics melalui sedekah rombongan yang telah memberikan bantuan baginya.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 September 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan pokok harian

Bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan pokok harian


SITI SA,ADAH BIN SULAIMAN (45, Kanker Serviks), Alamat; perum rakyat adi mulyo rt3 rw 12 bok jl 8, candirenggo, Singosari-Kab Malang, JawaTimur. Ibu Siti sa’adah adalah penderita kanker serviks (Cervical Cancer ), selama ini beliau sudah melakukan pengobatan secara medis dengn dibantu perangkat desa setempat untuk fasilitas kendaraan dan biaya selama melakukan pengobatan. Suami beliau Bapak Mulyono (53) bekerja sebagai tukang kebun di sekolah menengah atas dengan pendapatan perbulanya 1jt rupiah. Dengan tanggunan 3 anak, Ibu Siti Sa’adah saat ini juga mengajar mengaji pada masjid didekat rumah beliau.Setelah melakukan kontrol kepada dokter spesialis RSUD Syaiful Anwar- Malang, maka diputuskan untuk melakukan tindakan operasi dengan biaya minimal operasi 10jt rupiah. Dengan biaya sebesar itu keluarga mengurungkan niat untuk melakukan operasi, namun dengan tidak adanya lanjutan kontrol dan tindakan operasi rasa nyeri hebat semakin terasa pada daerah perut. Rasa sakit hebat semakin terasa setelah 3 bulan terakhir kontrol ke RSUD – Malang, dengan pertimbangan itu perangkat desa melakukan donasi terhadap ibu Siti Saadah namun donasi tidak mencukupi. Alhamdulilah Allah mempertemukan keluarga bu Saadah dengan kurir #sedekahrombongan. bertemu dengan beliau di RSUD- Malang saat kontrol terakhir untuk tindakan optemberperasi. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan beliau, bantuan sejumlah 1.251.510 di sampaikan kepada keluarga bu sa’adah dengan rincian bulan agustus sejumlah Rp 26.010 dan di lanjutkan pada bulan september sejumlah Rp 1.225.500 dimulai dengan pembuatan kartu BPJS dan pembayaran tiap bulannya. dan santunan dampingan selama kontrol pra dan pasca operasi, dengan harapan Ibu Siti Sa’adah mampu beraktifitas seperti semula.

jumlah bantuan: Rp 1.251.510
tanggal: 15 September
kurir: @faizfaeruz @anty_arjanti @afiatbuchori

Ibu siti menderita Kanker Serviks

Ibu siti menderita Kanker Serviks


SITI NURFADILA (3th, miningokel). Alamat : Jalan Kh. Wachid Hasyim RT44 / RW 09, Betek Sananrejo Turen, Malang , Jawa Timur. Siti Nurfadila atau yang biasa di panggil dila adalah anak pertama dari pasangan suami istri Saiful Anwar  dan Irfatus Zulfa. Dila merupakan anak yang lucu dan cerdas. Namun dari sejak lahir, dila lahir tidak seperti anak pada umumnya dengan kepala besar dan tumbuh bulu dihidungnya. Dila lahir dengan keadaan prematur yang masih berada dalam 7 bulan didalam perutnya ibunya. Saat dila menginjak umur 2 bulan dila mulai diperiksakan ke puskesmas terdekat. Saat lahir dila mempunyai berat badan yang sangat kecil sekali dengan berat badan yang hanya 1,5 Kg itu. Pada umumnya bayi lahir dengan berat badan 3,5 Kg. Sempat dila menjalani oprasi hidrosefalus di Rumah Sakit Kanjuruhan Malang. Setelah itu dila dirujuk ke RST Soepraon untuk tindakan selanjutnya yaitu oprasi pengangkatan miningokel. Sakit yang dirasakan selama ini  belum seberapa dengan tingkat beban yang di tanggung keluarga saat ini. Saiful Anwar (23th) ayah dila bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 50.000 per hari. Dan Irfatus Zulfa (22th) ibu dila tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan penghasilan Rp 50.000 , penghasilan tersebut hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk beli susu. Sempat Saiful Anwar atau ayah dila itu mengalami putus asa dalam usahanya untuk biaya berobat dek dila. Jaminan kesehatan yang mereka punya saat ini ialah BPJS. Kendala yang dihadapi oleh dik dila saat ini karena keterbatasan biaya untuk transport dan biaya rumah sakit serta menderita  2 penyakit yaitu hedrosefalus dan miningokel. Beruntung keluarga dila dipertemukan dengan tim #SedekahRombongan. Isfatus zulfa mengungkapkan kesedihan yang di alami keluargannya saat ini. Kurir #SedekahRombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang sangat mendalam yang dirasakan keluarga ayah dila saat ini. Bantuan sejumlah Rp 585.850 disampaikan kepada dek dila dengan rincian bulan agustus sebesar 43.500 untuk biaya pembayaran BPJS dan di bulan september sembesar RP 542.500 untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Sedekahmu hari ini dari sahabat #SedekahRombongan tersampaikan sepenuhnya. Semoga dengan sedekahmu dapat menbantu meringankan beban orang tua untuk biaya pengobatan dek dila saat ini. Semoga dila sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp 585.850,-
Tanggal: 23 september 2015
Kurir : @faizfaeruz @dhani_017

Siri menderita miningokel

Siri menderita miningokel


DIKEM ( 73 Tahun, Sakit Mata ), beliau tinggal di dsn. Tengger, RT04/2, Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah. Hidup nenek ini sangat memprihatinkan, saat ini pun untuk mencukupi kebutuhan pokoknya sulit, terlebih ketika salah satu matanya sakit. Yaitu mata sebelah kanan, selalu mengeluarkan belek yang cukup mengganggunya. Kemungkinan ini adalah gejala katarak, namun beliau tidak mau kami bawa ke rumah sakit. Biar dijalani seperti ini saja, kata beliau saat kami menyampaikan maksud untuk membantu penyembuhan atas sakit yang di alami Dikem. Mungkin karena merasa sudah cukup tua, dan untuk ke rumah sakit juga cukup jauh letaknya. Sehingga beliau merasa tidak kuat. Bantuan untuk beliau meringankan beban hidupnya saat ini, untuk biaya memeriksakan ke puskesmas setempat serta kebutuhan lainnya semoga bisa bermanfaat.

Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 9 September 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via @Karmin

Ibu dikem mederita miningokel

Ibu dikem mederita miningokel


SRI RAHAYU BINTI EDI , (40, ca mamae). Alamat : Tawangsari RT 05 RW 05 Desa Gempolan, Kec Gurah, Kab Kediri, Jawa Timur. Awal mula sakit pada tahun 2014 saat beliau merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS. Amelia namun pihak rmh sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tdk mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal dirumah sakit sampai bisa melunasi. Akhirnya kurir atas nama bobi mendapatkan info tersebut disampaikan kepada #sedekahrombongan ,bantuan awal akhrnya diberikan beliau melunasi tunggak’an rmh sakit dan mendampingi beliau sampai menjalani kemo di RSSA malang sampai saat ini 1thn lebih.Suami beliau yang bekerja sebagai penjual buah keliling yang berpenghasilan Rp 600.000,- bulan masih belum mencukupi untuk biaya berobat ditambah bu sri rahayu memiliki putra yang masih berusia 5tahun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan kembali disampaikan kepada keluarga bu Sri Rahayu sejumlah Rp 757.500 untuk biaya selama di rumah sakit dan untuk transport kediri-malang, semoga ibu sri rahayu bisa kembali beraktifitas meski dengan kondisi yang tidak sebaik dulu.

Jumlah bantuan : Rp 757.500
Tanggal: 22 september 2015
Kurir : @faizfaeruz @candyaryo

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamae


KARSINAH ( 81 Tahun, Bantuan Tunai ), beliau tinggal di sebuah dusun yang terpencil dan hidup sebatang kara. Menjanda sudah cukup lama, dan sangat membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan makan sehari – hari serta kebutuhan lainnya.  Sebuah rumah kayu di Golo, RT04/3, Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah sebagai tempat tinggalnya saat ini. Berlantaikan tanah serta genteng yang sudah banyak berlubang. Ketika hujanpun banyak bocor disana sini. Sungguh memprihatinkan. Sehingga kami memberikan bantuan tunai untuk beliau, semoga bisa meringankan beban hidupnya saat ini. Untuk kebutuhannya sehari – hari. Semoga bermanfaat.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 September 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via @Pratikno

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari


ANDIRO ADREANSAH (3 BULAN, GIANT LYMPHOMA ) Alamat : Dusun Krajan RT. 02 / RT. 01 Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak lahir Si Kecil Andiro sudah memiliki benjolan di tubuhnya. Benjolan ini ada pada dada sebelah kiri melingkar ke belakang sampai ke dada kanan. Seharusnya sejak mengetahui adanya benjolan itu orang tuanya segera memeriksakan si kecil andiro ke Rumah Sakit. Namun, karena tidak mempunyai biaya untuk membawa ke rumah sakit akhirnya andiro tidak diperiksakan. Sang Ayah hanya seorang pencari katak dan tokek, hasil buruannya tersebut kemudian dijual dan hanya dihargai sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari. Pendapatannya mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan harian. Sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa yang diam di rumah merawat anak-anak mereka. Kakak perempuan Si Kecil Andiro berusia lima tahun dan tidak bersekolah karena tidak mempunyai biaya. Akhirnya pada pertengahan bulan oktober Si Kecil Andiro menjalani oprasi pengangkatan giant lymphoma di RSSA. Kondisi Si Kecil Andiro saat ini lebih baik dari pada sebelumnya.  Pasca oprasi Si Kecil Andiro menjalani perawatan luka dan benjolan dikit demi sedikit mulai mengecil. Namun, Si Kecil Andiro masih membutuhkan pengobatan yang cukup lama untuk andiro bisa seperti anak pada umumya. #KurirSR menyampaikan santunan kedua kepada Andiro sebesar Rp. 1.934.100 yang digunakan untuk biaya obat dan keperluan adiro selama di RS. Pihak keluarga merasa bersyukur semoga Andiro lekas sembuh. #SedekahRombongan Mari kita berdoa semoga Si Kecil Andiro segera sembuh dan tumbuh menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.943.100
Tanggal : 16 Oktober 2015
Kurir : @faizfaeruz  @dhani_017

Andiro menderita GIANT LYMPHOMA

Andiro menderita GIANT LYMPHOMA


SITI NURFADILA (3th, miningokel). Alamat : Jalan Kh. Wachid Hasyim RT44 / RW 09 , Betek Sananrejo Turen , Malang , Jawa Timur. Siti Nurfadila atau yang biasa di panggil dila adalah anak pertama dari pasangan suami istri Saiful Anwar  dan Irfatus Zulfa. Dila merupakan anak yang lucu dan cerdas. Namun dari sejak lahir, dila lahir tidak seperti anak pada umumnya dengan kepala besar dan tumbuh bulu dihidungnya. Dila lahir dengan keadaan prematur yang masih berada dalam 7 bulan didalam perutnya ibunya. Saat dila menginjak umur 2 bulan dila mulai diperiksakan ke puskesmas terdekat. Saat lahir dila mempunyai berat badan yang sangat kecil sekali dengan berat badan yang hanya 1,5 Kg itu. Pada umumnya bayi lahir dengan berat badan 3,5 Kg. Sempat dila menjalani oprasi hidrosefalus di Rumah Sakit Kanjuruhan Malang. Setelah itu dila dirujuk ke RST Soepraon untuk tindakan selanjutnya yaitu oprasi pengangkatan miningokel. Sakit yang dirasakan selama ini  belum seberapa dengan tingkat beban yang di tanggung keluarga saat ini. Saiful Anwar (23th) ayah dila bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 50.000 per hari. Dan Irfatus Zulfa (22th) ibu dila tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan penghasilan Rp 50.000 , penghasilan tersebut hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk beli susu. Sempat Saiful Anwar atau ayah dila itu mengalami putus asa dalam usahanya untuk biaya berobat dek dila. Jaminan kesehatan yang mereka punya saat ini ialah BPJS. Kendala yang dihadapi oleh dik dila saat ini karena keterbatasan biaya untuk transport dan biaya rumah sakit serta menderita  2 penyakit yaitu hedrosefalus dan miningokel. Beruntung keluarga dila dipertemukan dengan tim #SedekahRombongan. Isfatus zulfa mengungkapkan kesedihan yang di alami keluargannya saat ini. Kurir #SedekahRombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan yang sangat mendalam yang dirasakan keluarga ayah dila saat ini. Bantuan sejumlah Rp 9.726.050 pun disampaikan kepada dek dila untuk biaya beli alat oprasi yang tidak tertanggung BPJS. Sedekahmu hari ini dari sahabat #SedekahRombongan tersampaikan sepenuhnya. Semoga dengan sedekahmu dapat menbantu meringankan beban orang tua untuk biaya pengobatan dek dila saat ini. Semoga dila sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : 9.726.050,-
Tanggal: 31 oktober 2015
Kurir: @faizfaeruz , @dhani_017

Siti menderita miningokel

Siti menderita miningokel


KHADIR ROMADHONI, (43, Gagal Ginjal). Alamat: Desa Ketindan RT01/RW03, Kec Lawang, Kab Malang , Jawa Timur. Ustad Khadir (43) sapaan masyarakat sekitar kepada beliau karena beliau termasuk tokoh agama di desa itu. Namun beberapa bulan terakhir ini beliau mengalami sakit ginjal yang membuat beliau terbaring dirumah dan tidak bisa beraktivitas lagi. Pada mulanya sebelum sakit beliau sering dan suka meminum jamu aduk untuk mengobati asam uratnya. Tapi beliau tidak mengetahui kalau jamu itu mengedap di ginjalnya dan membuat ginjalnya tidak kuat untuk menyaring sari yang ada di jamu itu. Akibatnya beliau positif gagal ginjal dan harus menjalani hemodialisa 1 minggu 2 kali. Saat ini beliau tidak mempunyai pekerjaan tetap hanya relawan guru ngaji dan khotbah jum’at.  Beliau mempunyai seorang istri bernama SITI MAYSAROH (38) dan dua orang anak yang masih sekolah. Sebelum suaminya sakit sang istri bekerja di sebuah pabrik roti kecil dengan berpenghasilan Rp 20.000 – Rp 25.000. Sebelum sakit Pak Khadir sempat bekerja sebagai karyawan Patal Lawang dan saat ini perusahaan sudah 2 tahun tutup, jadi untuk menghidupi kedua anaknya itu dari hasil suka rela khotbah jum’at dan menjadi guru ngaji untuk anak kecil didesa itu. Siti Maysaroh istri dari Ustad Khadir itu mengungkapkan kesedihan kepada kurir #sedekahrombngan karena tidak mempunyai simpanan untuk berobat dan fasilitas BPJS yang masih belum bisa di fungsikan karena baru mendaftar, untuk itu saat ini dan biaya dibantu oleh saudara dan tetangga sekitar. Dari hasil pemeriksaan dokter tersebut beliau di haruskan untuk menjalani hemodialisa 1 minggu 2 kali. Setelah Pak Khadir merasa sembuh dan tidak mau HD lagi pak khadir memutuskan untuk lepas dampingan dari kurir #SedekahRombongan. Namun, pada awal bulan oktober  tahun 2015 Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Pak Khadir meninggal di RSSA setelah mendapat pengobatan selama 12 jam. Ucapan mohon maaf dari keluarga Pak Khadir ke #SedekahHoliq dan kurir #SedekahRombongan yang sudah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran non materil untuk Pak Khadir sewaktu masih menjadi dampingan pasien #SedekahRombongan. Santunan sejumlah Rp. 1.500.000,- kembali disampaikan oleh kurir sedekah rombongan kepada beliau, santunan ini sekaligus sebagai santunan terakhir untuk biaya pemakaman beliau. Ucapan terimakasih dari keluarga Pak Khadir untuk para sedekaholic yang telah memberikan santunan melalui #SedekahRombongan. Semoga semua amal ibadah pak Khadir ditrima disisi Allah SWT amin.

Jumlah santunan: Rp 1.500.000
Tanggal : 5 Oktober  2015
Kurir : @faizfaeruz @rishadiii @dewipuspith

Khadir menderita Gagal Ginjal

Khadir menderita Gagal Ginjal


KHOIROTUN NASUKHA (23, Kanker  Colon Sigmoid) Alamat : Dsn Sumbersari, Ds Jambesari RT/RW 24/05, Kab. Malang , Jawa Timur. Sejak Remaja, Khoirotun Nasukha atau sering dipanggil mbak khoir oleh keluarganya sering mengeluh tidak enak diperut, mual, muntah, terkadang bab berdarah. Keluhan yang dialaminya dianggap seperti angin lalu saja, yang menurut mbak khoir tidak usah dipermasalahkan. Keluhannya semakin memberat setelah menikah. Ditambah lagi kebiasaannya yang sangat menyukai makanan instan, cepat saji, dan mengandung pengawet. Ia memeriksakan ke dokter, tapi jawabannya hanya sakit maagh, yang mengharuskan menjaga pola makannya.  Selama menikah Ia ikut di rumah mertua, dan menjalani masa kehamilannya dirumah mertua. Selama masa kehamilan tidak ada keluhan yang dirasakan. Proses kelahiran bayinya harus dirujuk dari Puskesmas dan dilakukan secara operasi sectio caesaria di RSUD Kepanjen. Akhirnya pada tanggal 25 Juli 2015 lahirlah seorang bayi laki-laki yang lucu. Namun sayang berat badan lahir bayi hanya 2,1 kg, yang artinya berat badannya kurang dan harus dirawat inap dulu di RS. Selama 7 hari di RS bayinya diperbolehkan pulang. Setelah pulang dari RS, ia mengeluh mual, muntah, tidak bisa BAB, tidak bisa kentut, makan minum pun susah, Keluarga memutuskan membawa Mbak Khoir ke RSUD Kepanjen. Mbak Khoir mendapatkan tindakan awal pemasangan selang NGT untuk mengurangi keluhan di perutnya yang semakin membesar dan keluarlah tinja dari selang tersebut. Tim Dokter di Kepanjen melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosisnya. Operasi dilakukan untuk membuat saluran pembuangan di perutnya dan mengambil sedikit jaringan untuk dikirim ke lab patologi anatomi di RS Saiful Anwar Malang. Sekitar 36 hari dihabiskan waktunya untuk mencari kesembuhan di RS Kepanjen. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, yang seharusnya melanjutkan kemoterapi di RS Saiful Anwar untuk melanjutkan pengobatannya. Ia merasa kemoterapi adalah hal yang menakutkan karena akan membuat rambutnya rontok, mual, muntah, dan lebih dekat dengan kematian. Kondisinya semakin menurun akhirnya dibawa ke RST Soepraoen. Sudah seminggu ini ia dirawat di RST Soepraoen namun belum ada perkembangan dan keluargnya memutuskan pindah ke RS Kepanjen. Suaminya, Aziz 25 serta kakaknya, Imam 23 mengungkapkan kesedihan dan penyesalannya saat dijenguk kurir #sedekahrombongan. Maklum saja mereka tidak mempunyai simpanan uang untuk berobat meskipun telah memiliki kartu BPJS. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka dan bantuan awalpun disampaikan kepada mereka sejumlah Rp. 2.000.000,-. Pihak keluarga merasa sangat bersykur dan berterimakasih dengan santunan yang diberikan. Semoga Khoirotun Nasukha semakin membaik kondisinya dan diberi kesembuhan. Amiiin

Jumlah bantuan : Rp 2.100.000,-
Tanggal : 17 oktober 2015
Kurir: @faizfaeruz @dhani_017

Khoir menderita Kanker Colon Sigmoid

Khoir menderita Kanker Colon Sigmoid

—-
SITI MABRUROH (52Th, gagal ginjal) istri dari Imron Rosyadi (57Th,Stroke). Alamat : Jl Kertarejasa gang 7 no 7 Singosari – Kab. Malang, Jawa timur. Bu mabruroh yang biasa dipanggil oleh tetangga adalah ibu rumah tangga dan guru di MI ar rodho lawang dan beliau tidak mempunyai anak.  Beberapa bulan terakhir ini beliau sakit gagal ginjal yang membuat beliau terbaring dirumah, sempat menjalani rawat jalan berupa hemodialisa, namun proses rawat jalan tersebut dirasa sulit karena keterbatasan biaya jumlah penghasilan keluarga yang kurang dari Rp. 400.0000 untuk makan dan  untuk transportasi dari rumah menuju RSSA malang, sedangkan suami beliau tidak bekerja karena sakit stroke  beliau enggan untuk meminta bantauan tetangga  meskipun hanya sekedar transportasi karena sebelumnya kontribusi tetangga yang sangat besar, dan tidak mau merepotkan tetangga terlalu banyak lagi. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS. Keluarga penyampaikan kesedihannya kepada #Sedekah Rombongan yang kesulitan untuk biaya transportasi hemodialisa 2 kali seminggu. Namun karena keadaan bu mabruroh semakin menurun akhirnya meninggal. Kesedihan dirasakan kurir #SedekahRombongan saat menjenguk beliau dirumahnya. Santuan sejumlah Rp 1.000.000 telah di sampaikan kepada alm bu mabruroh. santunan ini sekaligus sebagai santunan terakhir untuk biaya pemakaman beliau. Ucapan terimakasih dari keluarga bu Mabruroh untuk para sedekaholic yang telah memberikan santunan melalui #SedekahRombongan. Semoga smua bu mabruroh ditrima disisi Allah SWT.

Jumlah santunan: Rp 1.000.000
Tanggal : 10 oktober 2015
Kurir : @faizfaeruz ,@kurniawanekko, @adegmaniez

Siti menderita gagal ginjal

Siti menderita gagal ginjal


MATSARI  (43th, Hemoroid).  Alamat :  Jln. Pelabuhan Bakauheni RT 2 RW 6, Klayatan Gg III, Sukun, Malang Jawa Timur. Matsari, biasa ia dipanggil adalah seorang kepala keluarga dari keempat buah hatinya. Dua hari yang lalu ia merasakan ada yang keluar dari anusnya. Gejala penyakitnya dirasakan sekitar dua tahun yang lalu. Pada saat itu, benjolan di anus belum sampai keluar. Buang air berdarah pun sering dialaminya, namun ia tidak pernah mengeluhkan hal itu. Matsari adalah seorang kuli panggul di pabrik penggilingan kopi. Memikul satu karung penuh seberat 100 kg dari truk ke tempat penggilingan merupakan pekerjaan ia  sehari-hari. Rutinitas tersebut semakin memperberat penyakitnya, semakin ia memikul semakin berat pula penyakitnya. Istrinya menduga ini merupakan suatu kewajaran karena resiko pekerjaannya. Matsari tidak pernah sekalipun memeriksakan kondisi penyakitnya. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja dirasa kurang, apalagi untuk berobat. Keluarga Matsari mulai menguatirkan keadaan Matsari ketika  puncaknya Matsari terbaring lemas tak berdaya menahan sakitnya. Istrinya, Sarinah (43) mengungkapkan  kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan Fasilitas Kartu BPJS Kesehatanpun belum bisa. Saat inipun biaya sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sarinah mengais rezeki dan menafkahi 4 orang anaknya dengan menjadi buruh tani. Mereka tinggal di rumah kecilnya itu. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan kepada mereka sejumlah Rp 500.000,- keluarga sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan tersebut. Semoga Matsari kondisinya segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2015
Kurir : @faizfaeruz @dhani_017 @rishadiii

Pak matsari menderita Hemoroid

Pak matsari menderita Hemoroid


M.RODIANSYAH (9th, Retinomasarcoma) , Alamat : Dusun. Kroncong RT01RW03 desa purworejo kediri jawa timur. Awal mula sakit seperti digigit semut sehingga membuat kedua matanya merah dan benjolan kecil di bawah mata seperti isi kacang tanah. Karena sang ayah juga sakit dan tidak bisa bicara. Akhirnya ayah rodian dirujuk dulu ke rumah sakit pare dan dilakukan tindakan oprasi. Kemudian saat kelas 2 SD Rodian melanjutkan periksa lagi di rumah sakit pare kediri. Saat diperiksa ternyata rodian di diagnosa mengalami retinomasarcoma dan tindakan lanjutan adalah kemotrapi  yang harus dilakukan di RSSA malang. Mendengar hal itu dirasa sulit oleh kedua orang tua rodian karena keterbatasan biaya jumlah penghasilan keluarga yang kurang untuk makan dan  untuk transportasi dari rumah menuju RSSA malang. Di suatu sisi terpaksa rodian tidak melanjutkan sekolahnya dikarenakan jadwal untuk berobat di RSSA sangat padat dan keterbatasan biaya untuk biaya sekolah. Winlanto (43) ayah rodian bekerja sebagai serabutan dengan penghasilan Rp 30.000 sampai 50.000 perhari, terkadang tidak bekerja kalau tidak ada orang mengajaknya bekerja. Istrinya, Sulistiyowati  (41) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saat ini mereka tinggal di atas tanah pemerintah yang suatu saat bisa digusur. Dan fasilitas jamkesda yang hanya mereka punya saat ini. Keluarga menyampaikan kesedihan kepada kurir #SedekahRombongan. Akhirnya pada awal bulan september rodian  menjadi pasien dampingan kurir #SedekahRombongan. bantuan awalpun disampaikan kepada mereka sejumlah Rp 1.600.000,- dengan rincian bulan september sejumlah Rp 1.200.000 dan bulan oktober sejumlah Rp 400.000 untuk biaya transportasi dan uang saku selama menjalani kemotrapi di RSSA Malang. keluarga sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan tersebut. Semoga rodian kondisinya segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat melanjutkan sekolah dan menjadi anak yang pintar kelak nanti.

Jumlah santunan: Rp 1.600.000
Tanggal: 15 september  2015
Kurir : @faizfaeruz @rishadiii @shelly_jayanti

Rodian menderita Retinomasarcoma

Rodian menderita Retinomasarcoma


PARIYEM (62 TAHUN, KANKER TULANG BELAKANG ), ini merupakan bantuan kelima dalam proses penyembuhan pasien Pariyem yang kami handle. Tinggal di dusun Klampisan RT02/10, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.  Setelah menjalani proses medis selama kurang lebih 1,5 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta, akhirnya beliau di perbolehkan untuk kembali ke rumah. Secara medis, dokter menilai jika perkembangan pasca operasi semakin membaik. Operasi dilakukan dua kali, setelah 10 bulan berjalan untuk pengobatan beliau saat ini, kondisinya sudah berangsur membaik. Pariyem bisa duduk dan rasa sakitnya sudah berkurang. Pariyem hanya tinggal menjalani proses kontrol rutin yang sudah terjadwalkan. Seminggu dilakukan kontrol dua kali ke RSDM Solo. Dan kami pun mendampingi secara full time untuk pasien dampingan sedekah rombongan, agar berkelanjutan upaya penyembuhan tidak sia – sia. Semoga nantinya beliau benar – benar bisa tersembuhkan secara total.

Bantuan : Rp. 1.475.000,-
Tanggal : 10 September 2015
Kurir : @Mawan@Nonis@Yuli

Ibu pariyem menderita kanker tulang belakang

Ibu pariyem menderita kanker tulang belakang


SANIMAN BIN SADRUKI (69 th,neoplasma ganas di gluteal) Alamat : dusun pengumben RT/RW:03/01 Gunung geni Banyuanyar Kab.Probolinggo , Jawa Timur.Pak Saniman adalah seorang bapak dari 3 anak  yang menderita neoplasma ganas. Selama ini beliau sudah menempuh rawat jalan pasca operasi pengangkatan pada Bulan Mei 2015. Pengobatan beliau terbantu dengan adanya BPJS. Selama rawat jalan beliau kesulitan untuk buang air besar maupun hanya sekedar kencing dikarenakan rasa sakit di gluteal dan kondisi kamar mandi yang tidak layak. Selama menjalani rawat jalan pak Saniman tidak dapat bekerja sebagai buruh seperti biasanya dan dengan penghasilan sebelumnya yang sebesar 600ribu. Ditambah beliau harus menghidupi istri dan 1 anaknya setara SMA, 2 anak beliau bekerja sebagai buruh dan sudah berkeluarga. Namun karena semakin banyak kebutuhan lainnya seperti obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS maka keluarga ini menyampaikan kesulitannya kepada #sedekahrombongan. Tapi tuhan berkehendak lain pak saniman telah dipanggil oleh Allah SWT karena kondisi yang semakin menurun dan tidak mau di bawa ke rumah sakit. #sedekahrombongan memberikan santunan  kepada keluarga beliau sejumlah Rp 1.000.000 . santunan ini sekaligus santunan terkahir untuk pak saniman yang disampaikan kurir #SedekahRombongan kepada keluarga pak saniman untuk biaya pemakaman. Semoga amal ibadah beliau ditrima disisi Allah Swt.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal  : 15 oktober 2015
Kurir : @FaizFaeruz @sinchanedan

Pak saniman menderita neoplasma ganas di gluteal

Pak saniman menderita neoplasma ganas di gluteal


SRI RAHAYU, (40, ca mamae). Alamat : Dusun Tawangsari RT 05 RW 05 Desa Gempolan Kec , Gurah , Kab Kediri ,  Jawa Timur. Awal mula sakit pada Tahun 2014 beliau merasakan sakit dipayudara dan lambat laun semakin membesar sampai akhirnya menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke RS Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani akhirnya dibawa kebhayangkara dan dilakukan operasi tanpa melihat biaya untuk penanganan tersebut. Sampai pihak rumah sakit membolehkan pulang dan keluarga harus melunasi biaya sampai Rp. 15.600.000 keluarga tidak mampu menebus biaya tersebut dan pasien ditahan untuk tetap tinggal drmh sakit sampai bisa melunasi. Akhirnya kurir atas nama bobi mendapatkan info tersebut disampaikan kepada #sedekahrombongan ,bantuan awal akhrnya diberikan beliau melunasi tunggak’an rumah sakit dan mendampingi beliau sampai menjalani kemo di RSSA malang sampai saat ini 1thn lebih.Suami beliau yang bekerja sebagai penjual buah keliling yang berpenghasilan 600rb bulan masih belum mencukupi untuk biaya berobat ditambah bu sri rahayu memiliki putra yang masih berusia 5tahun. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan kembali oleh kurir # SedekahRombongan. sejumlah Rp 500.000 untuk biaya selama kontrol di RSSA Malang dan transport Kediri-Malang. Sedekahmu tersampaikan hari ini semoga ibu sri rahayu bisa sembuh meskipun tidak seperti dulu.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal: 13 oktober 2015
Kurir : @FaizFaeruz  @shelly_jayanti

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamae


CAHYO SAFFARUDIN Bin SUPRIYONO ( 3 Tahun, Megacolon ) tinggal di Dusun Kaligading RT01/RW01, Desa Tambak Merang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Ini merupakan bantuan lanjutan dalam penghandelan pengobatan Cahyo yang mengalami sakit megacolon. Hasil dari operasi serta pendampingan selama ini cukup memuaskan, dek cahyo pun bisa tertawa bahagia. Teringat saat awal kami bertemu dengannya, kondisinya sangat tragis. Bocah sekecil itu harus membawa beban di perutnya. Namun setelah kami handle dengan penuh tanggungjawab, dan kontrol rutin pasca operasi perutnya, insyaallah Cahyo mempunyai masa depan yang cerah. Anak ini pintar, cara berpikir serta tingkah polahnya lucu. Ketika bertemu dengan kami selalu tertawa riang saat ini, karena paham betul bahwa selama ini sedekah rombongan membantu upaya penyembuhannya. Nonis, pun seperti punya teman baru dalam setiap bergerak ke RSDM bersamanya. Cerita lucu ceplas ceplos pun terucap dari mulut mungil Cahyo. Dan kami juga membelikan mainan kesukaannya, yaitu mobil – mobilna truck. Dia sangat riang sekali, dan juga kami telah berjanji membelikan celana yang ada ikat pinggangnya. Karena selama menahan serta membawa beban perut yang besar, dia tak bisa memakai sabuk di celananya. Saat ini sudah bisa. Alhamdulillah, menjadi seperti sebuah keluarga dalam proses penghandelan pasien – pasien kami selama ini. Canda tawa selalu teriring dalam perjalanan MTSR membawa mereka ke rumah sakit. Semoga kami bisa selalu memberikan yang terbaik bagi para pasien sedekah rombongan, seperti yang kita telah lakukan selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2015
Kurir : @Mawan@Nonis@Yuli@Teguh

Cahyo menderita Megacolon

Cahyo menderita Megacolon


SUMIATI BINTI SUHUD , (48th, Ca Mamae). Alamat : Dusun Kartosari RT 01 RW 04 , Desa Kandat , Kec Kandat , Kab Kediri , Jawa Timur. Ibu Sumiati adalah ibu rumah tangga biasa. Awal mula beliau sakit pada pertengahan 2014 diketahui benjolan sebesar telur puyuh di ketahui di payudara sebelah kiri. Dikira benjolan biasa namun lama kelamaan semakin membesar. kemudian pada akhir 2014 dibawa ke rumah sakit Bayangkara untuk diperiksakan. Akhirnya mendapat tindakan awal dirumah sakit yaitu foto rogsent. Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian di temukanlah ca mamae awal di tubuh beliau. Selanjutnya bu sumiati di rujuk ke RSSA Malang. Pak Tumirin (53th) suami beliau bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp 400.000,- per bulan. Dengan kondisi beliau saat ini memberatkan beliau untuk berobat ke Malang. Karena pengasilan mereka yang hanya cukup untuk kebutuhan dan makan sehari-hari. Fasilatas jaminan kesehata bu sumiati saat ini ialah jamkesmas. Beliau sempat mengalami putus asa dalam usahanya untuk berobat. Karena pekerjaan sebagai buruh harian lepas membuat proses pengobatan Bu Sumiati putus-sambung. Disamping itu mereka yang tinggal berdua dan tidak mempunyai anak. Pak Tumirin suami beliau mengungkapkan kesedihan kepada kurir #SedekahRombongan saat di temui di depan rumah sakit yang saat itu beliau lagi istirahat didepan rumah sakit. Karena rumah yang jauh dan tak mumpunyai ongkos pulang krumah akhirnya beliau rela menunggu untuk jadwal selanjutnya. Kurir #Sedekahrombongan yang datang pada saat itu merasakan kesedihan mendalam yang dirasakan kelurga Bapak Tumirin dan Bu Sumiati, bantuan sejumlah Rp 1.281.620,- dengan rincian bulan september Rp841.620,- dan oktober Rp 440.000,- kembali disampaikan kepada beliau untuk membantu biaya akomodasi rumah sakit dan ongkos transpot Kediri-Malang. Semoga bu sumiati lekas sembuh dan bisa beraktivitas meskipun tidak sebaik dulu.

Jumlah bantuan: Rp 1.281.620,-
Tanggal: 20 oktober 2015
Kurir: @faizfaeruz @rishadiii @kurniawanekko

Ibu sumiati menderita Ca Mamae

Ibu sumiati menderita Ca Mamae


JAMIK BINTI SUKARTO (60th, Tumor Leher). Alamat : Jalan Gading Kembar 2 RT 30 RW 04 , Kec Tumpang , Kab Malang , Jawa Timur. Bu Jamik adalah ibu rumah tangga biasa. Awal mula sakit yang diderita beliau mulai tahun 2004. Pada awal bulan januari 2004  keluarlah benjolan kecil di leher beliau. Benjolan kecil itu dirasa semakin besar dari tahun ke tahun. Tidak ada rasa nyeri atau rasa sakit yang dialami Bu Jamik hanya berat yang dirasa beliau. Sampai saat ini benjolan semakin besar dan terus membesar seperti ukuran kepala manusia. Beliau bekerja mencari kayu bakar dan menanam padi di ladang orang dengan penghasilan tak tentu. suami beliau yang telah meninggal. Membuat Bu Jamik tidak mempunyai simpanan uang untuk berobat ke rumah sakit karena dari penghasilan beliau hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini beliau tidak pernah memeriksakan ke rumah sakit karena takut akan biaya rumah sakit yang mahal. Beliau mempunyai 1 anak perempuan berusia (37th) dan sudah berkeluarga namun sudah berpisah. Saat ini Bu Jamik tinggal bersama anak dan cucunya. Beliau sebenarnya berkeinginan untuk pergi kerumah sakit untuk memerikasakan penyakitnya. Namun, beliau mempunyai kendala BPJS yang masih belum aktiv dan masih dalam proses . Bu Jamik mengkupkankan kesedihan yang mendalam kepada kurir #SedekahRombongan. Bantuan kembali disampaikan kepada Bu Jamik sejumlah Rp 2.431.700,- dengan rincian bulan september Rp 2.331.700,- dan bulan oktober Rp 100.000,- untuk biaya USG Abdomen, Foto Thyroid dan Foto Rontgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut Bu jamik sudah bisa dioprasi. Namun, dikarenakan BPJS yang masih belum aktiv akhirnya beliau menunggu dengan sabar dan berharap BPJS punya Bu jamik ini segera aktiv. Karena biaya umum untuk oprasi beliau sekitar 30jt an. # Keluarga mengungkapkan rasa bersyukur dan rasa trimakasih kepada #SedekahHoliq dan Kurir #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan dan meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk membantu beliau . Sedekahmu terasampaikan hari ini semoga bu jamik bisa cepat tertangani. Dan proses BPJS bisa segera aktiv untuk tindakan oprasi beliau.

Jumlah bantuan: Rp 2.431.700,-
Tanggal: 30 Oktober 2015
Kurir: @faisfaeruz @rishadiii

Ibu jamik menderita Tumor Leher

Ibu jamik menderita Tumor Leher


SRI MUBIKA ISTRI DARI BINTI MUJAYIN,(52,ca mamae). Alamat: Ds. Bangkok RT 3 RW 1, Kecamatan Gurah ,Kab Kediri – Jatim. Ibu Mubika adalah ibu rumah tangga yang juga memiliki pekerjaan sambilan sebagai pembantu rumah tangga. Beliau  menderita ca mamae sejak 2014, dan harus menjalani pengobatan diRSUD sampai akhrnya dirujuk di RSSA Malang.Awal menjalani kemo ke-2 ini bu mubika terbantu dengan adanya layanan Jamkesmas. Namun pulang pergi dari rumah menuju RSSA Malang keluarga membutuhkan biaya 500ribu untuk sekali rawat jalan menjadi salah satu faktor kesulitan. Ditambah suami bu Mubika yang sudah meninggal 15 tahun silam karena kecelakaan ketika melahirkan anak ke 5, bu Mubika memiliki tanggungan 2 putra yang masih SMP dan setara SMA. untuk pengobatan saat ini, beliau ditanggung oleh sanak keluarga. Namun karna semakin banyak kebutuhan lain seperti obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS maka keluarga ini menyampaikan kesulitannya kepada #SedekahRombongan, 2014 Sedekah Rombongan mendampingi pengobatan beliau. Selama ini pengobatan kemoterapi beliau sudah sampai 10kali sampai akan kemo ke 11 beliau mengalami kondisi badan yang semakin melemah di rumah dan harus menjalani perawatan di RS Siti Khotijah Kediri. Selama 7hari perawatan tidak ada hasil dirujuklah ke RSUD Pare dan menjalani perawatan selama 6 hari. setelah tetap tidak ada perubahan, akhirnya dipulangkan oleh pihak rumah sakit dan mencoba jalur umum pengobatan selama 9 hari namun tetap tidak ada perubahan. Akhirnya keluarga memutuskan untuk dirawat dirumah saja, dan selang 5 hari kepulangan beliau dari rumah sakit beliau meninggal. Ucapan Trimakasih disampaikan kepada #SedekahHoliq dan kepada kurir #SedekahRombongan yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk ibu sri Mubika. Bantuan  sejumlah 9.420.031dengan rincian 8.420.031 telah di sampaikan kepada keluarga ibu Sri Mubika untuk biaya pengobatan beliau selama dirumah sakit pare Kediri dan sejumlah Rp 1.000.000,- untuk santunan kematian diberikan kepada keluarga beliau untuk biaya pemakaman. Santunan ini sekaligus santunan terkahir untuk bu sri mubika. #SedekahRombongan telah menyampaikan amanah para dermawan untuk beliau hingga akhir masa hidupnya. Semoga amal ibadah ibu sri Mubika ditrima disisi Allah SWT.

Jumlah bantuan: Rp 9.420.031,-
Tanggal: 27 Agustus 2015
Kurir: @FaizFaeruz @Rihadiii @shelly_jayanti

Ibu sri menderita ca mamae

Ibu sri menderita ca mamaes


MUSIMAH (65 thn, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Brawijaya RT/RW 01/03 Kampung Matawolot, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Musimah sudah 6 bulan terakhir ini  menderita batuk tidak kunjung sembuh. Setelah diperiksakan ke dokter, Bu Musimah didiagnosa menderita Tuberkolosis. Bu Musimah tinggal berdua dengan suaminya, Pak Saidi (80 th). Pak Saidi bekerja sebagai petani Palawija. Saat ini Bu Musimah masih menjalani pengobatan jalan, dokter menyarankan untuk mengkonsumsi obat secara disiplin dan diharuskan makan makanan yang bergizi. Mengingat keadaan Bu Musimah dan Pak Saidi yang sudah tua dan ekonomi mereka yang kekurangan, kurir #sedekahrombongan memberikan santunan untuk biaya berobat jalan dan makanan bergizi. Santunan diserahkan langsung ditempat tinggalnya Bu Musimah.

Jumlah bantuan Rp: 1.000.000,-
Tanggal: 2 November 2015
Kurir: @bratamanggala via Yuyanti

Pak musimah menderita tuberkulosis

Bu musimah menderita tuberkulosis


HARDI (25 thn, Infeksi paru). Alamat: Jl. Basuki Rahmat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Hardi didiagnosa menderita Infeksi Paru-paru setelah hasil pemeriksaan di Puskeksmas setempat. Saat ditemui Hardi terlihat lemah dan terkadang batuk. Sebelumnya dikabarkan Hardi mengalami gejala sering demam, sesak napas berkelanjutan dan bahkan batuk sampai mengeluarkan darah. Orang tuanya tidak mampu membawa Hardi ke RSUD untuk pemeriksaan lanjutan, karena sepertinya ada pengobatan yang belum tuntas. Sehubungan kondisinya ini, Hardi tidak sanggup lagi membantu orangtuanya bekerja seperti biasanya. Bapaknya Hardi bekerja sebagai buruh bangunan dan termasuk keluarga miskin dilingkungannya. Bantuan diberikan kepada Hardi untuk biaya check up, transportasi dan obat-obatan.

Jumlah bantuan Rp: 2.000.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima

Pak hardi menderita Infeksi paru

Pak hardi menderita Infeksi paru


MESINAH (48 thn, Infeksi lambung). Alamat: Jl. Ternate, Kecamatan Majaran, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Ibu Mesinah, seorang ibu rumah tangga ini, 2 bulan sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Sorong akibat menderita infeksi lambung. Bu Mesinah merasakan gejala mual, muntah dan rasa sesak yang sangat pada bagian ulu hatinya. Sayangnya, Bu Mesinah tidak mempunyai kartu Jamkesmas sehingga tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang ada sampai tetangga sekitar akhirnya patungan mengumpulkan dana. Bu Mesinah kini dirawat oleh keluarganya Bu Jumriah yang bekerja sebagai petani. Walaupun sudah keluar rumah sakit, Bu Mesinah masih merasakan gejala lambungnya yang menyiksa. Apabila ada dana, beliau akan coba kembali berobat ucapnya kepada kurir #sedekahrombongan. Santunan untuk biaya berobat ke RSUD dan makanan bergizi disampaikan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Endang

Ibu Mesinah menderita Infeksi lambung

Ibu Mesinah menderita Infeksi lambung


DONOR DARAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SORONG (Komunitas, Donor darah). Lokasi: Jl. Pendidikan No. 27 Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Sebagai bagian dari event rutin Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong, para mahasiswa mengadakan program sosial donor darah. Kegiatan ini diadakan menimbang kurangnya persediaan labu darah di Kota Sorong. Kurir #sedekahrombongan yang juga terlibat pada kegiatan donor darah ini mendengar langsung bahwa banyak pasien dari beberapa rumah sakit, khususnya mereka dari warga miskin kesulitan mendapatkan labu darah di PMI setempat. Alhamdulillah berkat terselenggaranya kegiatan ini, didapat pendonor sebanyak 108 orang. Banyak mahasiswa dan staf kampus berbondong-bondong menjadi pendonor. Sumbangan dari #sedekahrombongan sebesar 500 ribu digunakan untuk membeli makanan bergizi dan makanan tambahan sebagai bagian kontribusi dari acara ini.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani

Bantuan tunai untuk membeli makanan bergizi dan makanan tambahan

Bantuan tunai untuk membeli makanan bergizi dan makanan tambahan


PANTI ASUHAN KANAAN JAYA (Komunitas, Renovasi Panti). Alamat: Distrik Sentani Barat, Kelurahan Sabron Sari, Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua Barat. Panti Asuhan Kanaan Jaya mulai beroperasi pada tahun 1990, dibawah kepengurusan Pdt. Ariyati Serpara. Panti asuhan ini melayani 36 anak asuh dimana keseluruhannya berisi anak pribumi Papua. Mungkin dikarenakan lokasinya jauh dari ibukota Kabupaten Jayapura yaitu Sentani, panti ini sangat jarang mendapat bantuan ataupun uluran tangan dari pemerintah maupun masyarakat. Setelah mendengar berita tentang kondisi Panti ini, kurir #sedekahrombongan langsung bergerak menuju lokasi. Survey awal dilakukan, bertemu pengurus panti, anak-anak dan melihat kondisi bangunan. Dari hasil pengamatan, panti ini bangunannya sudah tua dan banyak sekali bagian yang harus diperbaiki. Karena jarang mendapat bantuan, sehingga upaya perbaikan sangat lambat. Beberapa yang prioritas perbaikan seperti misalnya langit-langit dibagian dapur dan rumah bagian depan sudah sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, santunan diberikan kepada pengurus panti yang ditujukan untuk renovasi beberapa bagian bangunan yang rusak tersebut.

Jumlah bantuan Rp: 2.000.000.
Tanggal: 2 November 2015
Kurir: @bratamanggala via @toAn_R

Bantuan Renovasi Panti

Bantuan Renovasi Panti


IMAM ROHANI (72 Tahun, Dhuafa). Pak Imam Rohani tinggal berdua saja bersama istrinya di Plakaran Lor, Gilang, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY. Pak Imam bekerja sebagai pengurus masjid yang letaknya tak jauh dari rumah mereka yang sederhana. Ia mempunyai tugas untuk membersihkan masjid sekaligus menjadi muadzin. Setiap waktu sholat tiba, ia datang ke masjid jauh lebih awal daripada jamaah yang lainnya. Ia kemudian mengumandangkan adzan, sekaligus iqomat beberapa saat setelah adzan. Tapi pada suatu hari ia merasakan sakit pada matanya, dan sudah ia obati dengan obat tetes biasa. Alih-alih menjadi sembuh justru pengobatan ini malah menyebabkan kebutaan. Semenjak saat itu ia pensiun menjadi muadzin. Kini, Pak Imam hanya bisa tinggal di rumah saja sementara istrinya menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga. Istrinya bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Tentu penghasilan yang didapatkan tidak seberapa, mereka harus menghemat dalam membelanjakan hasil kerja keras mereka. #SedekahRombongan yang mempunyai rumah singgah yang letaknya tak jauh dari lingkungan rumah tinggalnya tentu tak bisa tinggal diam ketika ada tetangga yang sedang kesulitan. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan tunai sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Pak Imam dan istrinya mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekaholic. Mereka memanjatkan doa agar #Sedekaholic selalu mendapat keberkahan dari Tuhan YME. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 November 2015
Kurir : @Saptuari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari


ATMO PONIRAH (75 Tahun, Dhuafa). Bu Atmo Ponirah tinggal di rumah mungilnya yang sederhana yang beralamat di Bumen Wetan, Banguntapan, Bantul, 55198. Ia hanya tinggal sendirian karena suaminya sudah lama meninggal, sementara ia tidak punya anak. Dulu, ia bekerja sebagai buruh tani, tapi kini tidak lagi bisa bekerja karena usianya yang sudah tua. Ia pun tidak mempunyai penghasilan lagi. Sehari-harinya ia hidup dari sedekah yang diberikan para tetangganya. Beruntung, ia mempunyai tetangga yang masih peduli dengannya. Kegiatannya sehari-harinya hanya tinggal di rumah saja. Tetapi setiap hari ia selalu pergi ke masjid ketika tiba waktu shalat fardhu. Ia juga selalu berusaha datang jika ada acara pengajian di lingkungan sekitar rumahnya. #SedekahRombongan yang mempunyai rumah singgah yang letaknya tak jauh dari rumah tinggalnya tentu tak bisa tinggal diam ketika ada tetangga yang sedang kesulitan. Kurir #SedekahRombongan kemudian bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan tunai sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Bantuan ini akan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Bu Atmo kemudian memanjatkan doa supaya para #Sedekaholic selalu mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 November 2015
Kurir : @Saptuari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 M Jumadi 2,000,000
2 Tukiman 1,000,000
3 Bulan 2,000,000
4 Ngatinem 1,000,000
5 Sumarno 1,000,000
6 Andi 2,000,000
7 Abdullah 1,000,000
8 Waljiyanto 500,000
9 Waljiyanto 2,230,000
10 Kanaya 1,500,000
11 Kanaya 3,000,000
12 Dwi 5,170,000
13 Danish 1,00,000.00
14 Suratinah 500,000
15 Sri 1,000,000
16 Sri Suyatmi 1,000,000
17 Helmi 1,000,000
18 MTSR Gunung Kidul 700,000
19 PA Ibnu Fatah 1,000,000
20 PA Al Huda 1,000,000
21 Ponpes Al Mujiib 1,000,000
22 PA Putri Nurul Yasmin 3,300,000
23 Ponirah 1,000,000
24 M Fauzan 1,500,000
25 Nardi 1,500,000
26 MTSR Klaten 1,100,000
27 Wahyu Purwaningsih 1,000,000
28 Joyce 1,450,000
29 Adi 5,000,000
30 Adrian 500,000
31 Saniman 3,767,900
32 Sri 551,078
33 Sutini 1,050,000
34 Kasiani 500,000
35 Sumiati 1,080,000
36 Sulikah 500,000
37 Jamik 1,500,000
38 Galih 2,860,000
39 Andiro 4,674,870
40 Cici 715,850
41 Harni 1,500,000
42 Siti 1,257,510
43 Siti Nurfadila 585,850
44 Dikem 1,350,000
45 Sri 757,500
46 Karsinah 2,000,000
47 Sutini 500,000
48 Andiro 1,943,100
49 Siti 9,726,050
50 Khadir 1,500,000
51 Khoirotun 2,100,000
52 Siti Mabruroh 1,000,000
53 Matsari 500,000
54 M Rodiansyah 1,600,000
55 Pariyem 1,475,000
56 Saniman 1,000,000
57 Sri Rahayu 500,000
58 Cahyo 1,000,000
59 Sumiati 1,281,620
60 Jamik 2,431,700
61 Sri Mubika 9,420,031
62 Musimah 1,000,000
63 Hardi 2,000,000
64 Mesinah 1,000,000
65 Donor Darah Univ Muhammadiyah Sorong 500,000
66 PA Kanaan Jaya 2,000,000
67 Imam 750,000
68 Atmo 750,000
Total 115,578,059

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 115,578,059,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 776 ROMBONGAN

Rp. 30,506,206,018,-