ANDIKA HENGKI PRASETYO ( 11 tahun, Talasemi dan Leukimia) Alamat : Dusun Kedungpanji RT 05 RW 02 Kelurahan Kedunpanji Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jawa Timur. Andika adalah anak pertama dari pasangan Tri Mulyani dengan Sri Minten. Andika mengidap penyakit leukimia dan talasemia sejak usianya menginjak 7 tahun. Andika harus menjalani pengobatan hampir setiap bulan  di rsud setempat untuk transfusi darah. Namun, karena ada salah satu obat  yg tidak tersedia di rsud setempat ayah Andika yaitu Pak Tri Mulyani harus mengambil obat tersebut ke apotek rsu dr Soetomo Surabaya. Andika juga mendaftarkan diri ke Bpjs Mandiri. Namun, 6 bulan terakhir ayah nya kesulitan membayar iuran bulanan Bpjs . Maklum saja orang tuanya hanya bekerja  sebagai buruh serabutan yg tidak tentu pekerjaan nya dengan upah 24rb perhari dan ibunya yg bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Informasi tentang Andika di dapat dari salah seorang perawat di rsud setempat. Bantuan yang di harapkan berupa biaya oprasional untuk berobat dan bpjs selama 6 bulan terakhir. Alhamdulilah santunan lepas sejumlah Rp 2.000.000 telah disampaikan pada Andika. Keluarga Pak Tri Mulyani mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2015
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Tuju2588

Andika menderita Talasemi dan Leukimia

Andika menderita Talasemi dan Leukimia


HIKMATUL ULYA BINTI NUR ROCHMAT, ( 11 tahun, Usus Buntu dan Infeksi Usus), Sawit, RT.02, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Adik Ulya pada tanggal 8 Oktober harus dirawat di RS Panembahan Senopati Bantul karena sudah beberapa hari perutnya merasa sakit dan tidak bisa kentut. Perut Adik Ulya menjadi keras, tubuhnya lemas tidak nafsu makan wajahnya menjadi pucat. Oleh ayahnya yaitu Bapak Rohmat, Adik Ulya pada malam itu juga dibawa periksa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul dan diharuskan untuk opnam. Berdasarkan diagnosis dokter penyakit dalam, Adik Ulya harus segera dioperasi karena ada kemungkinan terjadi infeksi pada ususnya. Pada tanggal 10 Oktober Adik Ulya akhirnya menjalani operasi bedah berupa pemotongan usus yang terkena infeksi dan pengambilan usus buntu. Operasi Adik Ulya berjalan dengan lancar dan sukses. Pasca operasi Adik Ulya harus dirawat di ruang ICU untuk mengembalikan kondisi tubuhnya, dia berada di ruang ICU selama tiga hari sebelum pindah ke ruang bangsal perawatan. Pada tanggal 16 Oktober Adik Ulya sudah bisa diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, dia harus kembali kontrol sebanyak tiga kali untuk pengecekan bekas jahitan dan meenebus obat. Kurir Rudi menitipkan bantuan dari #SedekahRombongan untuk membantu biaya operasional selama di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebesar Rp 1.000.000,-. Alhamdulillah semua biaya operasi dan obat selama dirawat di RS bisa menggunakan Jamkesda sehingga gratis semua biaya operasi dan perawatan. Semoga Adik Ulya segera sembuh pasca operasi dan bisa sekolah lagi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: Rudianto
Tanggal Pemberian: 10 Oktober 2015

Hikmatul menderita Usus Buntu dan Infeksi Usus

Hikmatul menderita Usus Buntu dan Infeksi Usus


JUMARI BIN KARYOREJO, (50 tahun, Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH), Mbangi, RT.04, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bapak Jumari sudah hampir 11 bulan ini menderita sakit lumpuh sehingga untuk berjalan harus dibantu dengan tongkat kaki empat. Semenjak sakit beliau sudah tidak bisa bekerja lagi sebagai pelayan toko Diantama yang sudah hampir 20 tahun beliau lakukan. Ketika Bapak Jumari sakit pihak toko tempat beliau bekerja sudah banyak membantu biaya pengobatannya dari yang medis, rukyah dan alternatif yang berjalan hampir 7 bulan, namun belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bapak Jumari sudah berkeluarga memiliki seorang istri dan 3 anak yang masih bersekolah semua. Sejak 4 bulan terakhir Bapak Jumari dirawat oleh kakaknya karena di rumah istrinya tidak kunjung ada peningkatan kesehatan. Oleh kakaknya beliau dibawa ke laboratorium iridiologi untuk cek darah dengan hasil Bapak Jumari terkena virus TORCH dengan hasil cek darah di laboratorium virus TOXO (virus kucing) = 40 dan viruc CMV (virus unggas) = 57. Oleh saran Bapak Tery beliau dibawa berobat ke klinik Bapak H. Juanda sepesialis penyakit virus TORCH Bapak Jumari disarankan untuk menjalani terapi ramuan herbal aquatreat therapy selama 6 bulan berturut-turut dengan dosis sehari satu takaran. Satu botol besar ramuan herbal itu untuk 24 hari dengan harga Rp. 1.000.000,-. Ramuan itu berupa ekstrak buah pace yang di tambahi ramuan rahasia keluarga Bapak H Juanda untuk mengatasi virus TORCH. Bapak Jumari sudah tiga kali menjalani terapi ramuan herbal aquatreat therapy dan hasilnya cukup signifikan beliau sudah mampu berjalan sendiri walaupun jika sore hari dan kondisi stamina menurun beliau terpaksa harus berpengangan dinding jika ingin berjalan. Informasi tetang kondisi Bapak Jumari diperoleh dari Bapak Tery yang mengatakan bahwa untuk biaya menebus ramuan herbal aquatreat therapy yang ke empat ini Bapak Jumari sudah tidak memiliki biaya lagi. Bapak Tery kemudian merekomendasikan untuk Bapak Jumari bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan untuk menebus ramuan herbal aquatreat therapy sebesar Rp. 1.000.000,-. Regu Semut #SR melalui Mas Harmoko menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp. 1.250.000,- untuk membantu biaya terapi Bapak Jumari, semoga beliau selalu memiliki semangat untuk sembuh dan segera diberikan jalan kesembuhan untuk sakit lumpuh yang beliau derita.
Bapak Jumari bin Karyorejo sudah pernah menerima santunan dari donatur #SedekahRombongan pada rombongan 741.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Relawan Pemberi: Rudianto, Harmoko
Tanggal Pemberian: 13 September 2015

Pak jumari menderita  Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH

Pak jumari menderita Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH


SUTARMI BINTI KARSO KROMO, (48 tahun, Bantuan Tunai), Kutukan, RT.01/RW.04, Sendangrejo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Sutarmi adalah seorang janda yang hidup seorang sendiri di rumah peninggalan suaminya.  Beliau tidak mempunyai anak dari pernikahannya. Suaminya meninggal dunia 3 tahun yang karena kecelakaan lalu lintas. Pekerjaaan suaminya dahulu seorang supir angkutan desa. Saat ini Ibu Sutarmi bekerja sebagai buruh cuci pakaian untuk menyambung hidup. Penghasilan beliau dari buruh cuci itu sangatlah minim karena sekarang tidak banyak tetangga yang membutuhkan jasa cuci Ibu Sutarmi, mereka lebih memilih ke jasa laundri pakaian. Jika tidak ada tetangga yang minta tolong untuk mencuci Ibu Sutarmi bisa sampai seminggu cuma menganggur di rumah sehingga tidak mempunyai penghasilan, beruntung kakak beliau terkadang membantu memberi beras. Ibu Sutarmi ingin sekali punya usaha yang bisa rutin setiap hari seperti membuat tempe namun tidak mempunyai modal. Oleh seorang tetangga beliau yaitu Bapak Suharno direkomendasikan untuk bisa dibantu oleh #SedekahRombongan berupa modal untuk membuat tempe. Melalui Mas Edy Regu Semut #SR memberikan titipan sedekah sebesar Rp.500.000,- untuk digunakan sebagai modal usaha Ibu Sutarmi membuat tempe. Semoga bantuan itu dapat bermanfaaat dan memberi berkah untuk beliau dan usaha membuat tempenya dapat berkembang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 03 Oktober 2015

Bantuan tunai sebagai modal usaha Ibu Sutarmi membuat tempe

Bantuan tunai sebagai modal usaha Ibu Sutarmi membuat tempe


SAMIYEM BINTI SAKINO, (50 tahun, Bantuan Tunai), Duren Wetan, RT.02/RW.06, Sendangrejo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Samiyem saat ini tinggal berdua dengan cucunya yang masih berumur 2 tahun yang bernama Adik Farhan. Semenjak dua bulan yang lalu anak dan menantunya bekerja merantau ke kota Semarang untuk mencari rejeki. Mereka berdua tidak membawa anaknya ikut merantau tetapi menitipkan ke Ibu Samiyem untuk merawat anak mereka. Semenjak merawat cucunya beliau tidak bisa bekerja sebagai buruh tani lagi, untuk makan dan membeli susu untuk cucunya saat ini sudah kesulitan. Anaknya sampai sekarang belum mampu memberikan kiriman uang untuk biaya kebutuhan hidup anak dan ibunya, mungkin penghasilan anak bekerja belum ada sisa untuk dikirim ke ibu dan anaknya. Bahkan menurut informasi tetangganya saat ini cucunya tidak pernah diberi susu, Ibu Sumiyem sudah bersyukur bisa makan setiap hari. Oleh seorang tetangga beliau yaitu Bapak Suharno direkomendasikan untuk bisa dibantu oleh #SedekahRombongan berupa uang tunai untuk membeli kebutuhan beliau dan cucunya sehari-hari. Melalui Mas Edy Regu Semut #SR memberikan titipan sedekah sebesar Rp.500.000,- untuk dipakai membeli sembako dan susu untuk cucunya. Semoga bantuan itu dapat bermanfaat dan memberi berkah untuk beliau dan cucunya dan semoga anaknya segera bisa kirim uang untuk biaya hidup anaknya.

Jumlah Bantunan : Rp.500.000,-
Relawan : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 03 Oktober 2015

Bantuan tunai untuk membeli sembako dan susu untuk cucunya

Bantuan tunai untuk membeli sembako dan susu untuk cucunya


TEGUH CIPTO WIYONO BIN KATIMAN, (60 tahun, Sakit Patah Tulang), Munggung, RT.03/RW.01, Saradan, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Sebulan yang lalu Bapak Teguh mendapat musibah terjatuh dari tangga ketika bekerja memperbaiki rumah tetangganya. Pekerjaan beliau sebagai tukang batu. Akibat terjatuh dari ketinggian 2 meteran itu kaki sebelah kanan beliau mengalami patah tulang. Seminggu setelah kejadian itu baru dibawa berobat ke RSUD Wonogiri karena ketika dibawa berobat ke tukang urut tidak kunjung sembuh malah tambah bengkak dan tidak bisa untuk berjalan. Hasil rongsen dari rumah sakit menunjukkan tulang kering kakinya patah dan harus dioperasi. Beruntung Bapak Teguh menggunakan Jamkesmas untuk jaminan biaya operasi dan perawatan di rumah sakit, sehingga dapat gratis biaya pengobatannya. Paska operasi beliau harus kontrol ke rumah sakit dan minum susu kalsium untuk mempercepat proses penyambungan tulang yang patah. Biaya untuk kontrol tahap pertama tidak ada masalah, namun untuk kontrol yang kedua ini Bapak Teguh tidak mempunyai uang. Informasi tentang kesulitan yang dialami bekiau sampai ke salah seorang kurir #SR yaitu Mas Putut. Dia kemudian merekomendasikan untuk dapat dibantu biaya kontrol yang dibutuhkan Bapak Teguh sebesar Rp.750.000,-. Kurir Rudi Regu Semut #SR kemudian menitipkan bantuan dari donatur #SR ke Mas Putut untuk disampaikan kepada Bapak Teguh. Mas Putut kemudian menyampaikkan titipan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp.750.000,- untuk dipakai biaya akomodari sewa mobil karena jarak rumah Bapak Teguh yang cukup jauh dari rumah sakit, membeli susu kalsium dan menebus obat. Semoga Bapak Tegus segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000.-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Ristianto
Tanggal Pemberian: 28 September 2015

Pak teguh menderita  Sakit Patah Tulang

Pak teguh menderita Sakit Patah Tulang


ALIF MARJOKO UTOMO BIN MARSIDI, (30 tahun, Bantuan Tunai), Cengkal, RT.03/RW.03, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Bapak Alif baru saja mendapat titipan dari Allah berupa sorang anak. Seminggu yang lalu istrinya melahirkan seorang anak perempuan dengan persalinan secara operasi cesar disebuah klinik di kota Wonogiri. Sebenarnya mereka ingin melahirkan anaknya dengan normal namun karena kondisi pinggul sang ibu yang sempit dan memiliki gejala sakit liver, bidan yang menanganinya kemudian memberikan rujukan untuk melakukan persalinan di sebuah klinik swasta di kota Wonogiri. Alhamdulilah operasi cesar istrinya dapat berjalan dengan lancar dan sukses, kondisi anaknya sehat begitu juga dengan ibunya. Masalah yang timbul adalah ketika biaya operasi cesar yang harus ditanggung oleh Bapak Alif begitu besar diluar kemampuanya. Biaya yang harus dibayar sekitar Rp.12.500.000,-, pihak Bapak Alif dan keluarga baru memiliki uang sekitar Rp.7.500.000,- masih kurang Rp.5.000.000,-. Bapak Alif sudah berusaha mencarikan kekurangannya namun belum berhasil. Kondisi ekonomi beliau belum mapan, beliau bekerja sebagai satpam baru disebuah pabrik jamu dan istrinya bekerja sebagai guru honorer dengan gaji yang minim. Informasi tentang kondisi dan kesulitan yang dihadapi Bapak Alif dan istrinya disampaikan kepada kurir Rudi oleh seorang teman yang bernama Mas Edy, beliau merekomendasikan agar Bapak Alif bisa dibantu oleh #SR dengan harapan anak dan istrinya bisa segera dibawa pulang setelah biaya administrasi persalinan di klinik dibayar lunas. Setelah berembug dengan kurir Iqbal di Regu Semut #SR kemudian diputuskan untuk membantu kesulitan yang dihadapi Bapak alif dan istrinya. Kurir Rudi melalui Mas Edy kemudian menitipkan bantuan dari donatur #SR berupa uang tunai sebesar Rp.5.000.000,- untuk melunasi kekurang biaya persalinan, alhamdulilah anak dan istri Bapak Alif bisa dibawa pulang.

Jumlah Bantunan : Rp. 5.000.000,-
Relawan : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 29 September 2015

Bantuan tunai untuk melunasi kekurang biaya persalinan

Bantuan tunai untuk melunasi kekurang biaya persalinan


ANRINE FERIL PERTIWI BINTI SUPARTINI, (4 tahun, Sakit Asma Akut), Sembuh Wetan, RT.03/RW.25, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kurir Yuli Teguh ketika berkunjung ke rumah Ibu Supartini untuk menengok kondisi anaknya yaitu Adik Feril yang sedang sakit, dia sedang tidur di kamar badannya panas dan nafasnya tersengal karena sakit asma. Saat itu Adik Feril ditungguin oleh ibu dan budenya. Adik Feril sudah anak yatim ayahnya sudah lama pergi tanpa alasan, dia tinggal bertiga dengan ibu dan kakaknya. Hari ini Adik Feril tidak bisa bermain seperti biasa dengan teman-teman sebayanya karena sakit asmanya kambuh. Jika sedang kambuh Adik Feril harus segera dibawa ke rumah sakit namun kadang tidak dapat terlaksana karena masalah biaya yang tidak ada. Kartu BPJS yang dimilikinya tidak bisa diterima di rumah sakit sehingga semua biaya berobat harus ditanggung sendiri oleh ibunya. Gaji yang diperoleh Ibu Supartini yang berprofesi sebagai pembuat minuman di warung dekat sebuah pabrik mebel selalu habis untuk biaya periksa dan membeli obat untuk anaknya. Hampir sebulan sekali Adik Feril diharuskan kontrol ke rumah sakit dengan biaya yang tidak sedikit. Kurir Yuli Teguh kemudian menyerahkan titipan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp.1.000.000,- untuk membatu biaya periksa dan membeli obat sakit asma yang diderita Adik Feril, semoga Ibu Supartini diberi kemudahan dalam merawat anaknya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh.
Tanggal Pemberian: 25 September 2015

Antrine menderita  Sakit Asma Akut

Antrine menderita Sakit Asma Akut


NGATIMIN CIPTO MARTONO BIN KARYODIKROMO, (65 tahun, Maag Akut dan Pembengkakan Ginjal), Tempel, RT.05/RW.15, Jagalan, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah. Sebulan yang lalu Bapak Ngatimin harus opnam di klinik swasta karena mersakan sakit yang sangat di bagian perutnya. Diagnosis dokter mengatakan jika beliau menderita maag akut dan pembengkakan ginjal sehingga harus opnam beberapa hari di klinik. Kartu jamkesmas yang dilimiliki Bapak Ngatimin tidak dapat diterima di klinik itu sehingga biaya administrasinya harus ditanggung keluarganya. Selama dua hari beliau opnam, setelah kondisinya stabil Bapak ngatimin diperbolehkan pulang, biaya administrasi dapat diselesaikan oleh putra-putranya. Bapak Ngatimin harus kontrol dan menebus obat jika seminggu yang akan datang obatnya habis atau kondisi badanya menurun. Kondisi ekonomi anak-anaknya belum mapan namun tetap ingin merawat orang tuanya sebaik mungkin. Kurir Rudi yang mengetahui kondisi Bapak Ngatimin memutuskan untuk menyampaikan titipan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk biaya kontrol dan menebus obat ke klinik, karena dua hari yang akan datang beliau harus kontrol.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lina Yuliani
Tanggal Pemberian: 24 September 2015

Pak ngatimin menderita Maag Akut dan Pembengkakan Ginjal

Pak ngatimin menderita Maag Akut dan Pembengkakan Ginjal


SUGENG HARYANTO BIN LUKMANTO, (37 tahun, Sakit Batu Ginjal), Miri, RT.08, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Tanggal 15 September Bapak Sugeng merasakan sakit yang sangat di perut bagian kiri yang membuatnya tidak bisa berangkat bekerja. Sudah hampir seminggu sakit itu beliau rasakan oleh adiknya Bapak Sugeng dibawa periksa ke Puskesmas 1 Sewon. Dokter yang memeriksa beliau memberikan surat rujukan untuk periksa lebih detail ke poli dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pada sore harinya Bapak Sugeng ditemani kurir Rudi, kurir Iqbal dan mas Yuli diantar oleh ambulan MTSR untuk periksa di poli dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul. Hasil pemeriksaan laboratorium dan rongsen selama hampir 3 jam dokter yang memeriksa beliau mendiagnosis bahwa ada pecahan batu ginjal sebesar 0,5 cm yang menyumbat saluran kencingnya. Dokter mengatakan jika sakit batu ginjal beliau belum terlalu parah masih bisa diobati dengan meminum obat sehingga tidak mendesak untuk tindakan operasi, namun dokter tetap membuatkan surat rujukan ke RS Sarjito jika sewaktu-waktu butuh penanganan operasi. Biaya untuk periksa dan membeli obat selama di RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan kartu Jamkesmas yang Bapak Sugeng miliki sehingga gratis semua biaya periksa dan obat. Bapak sugeng harus istirahat minimal 1 minggu untuk memulihkan kondisinya dan harus memperbanyak minum air putih. Kondisi keluarga bapak sugeng yang memiliki 3 anak yang 2 masih balita cukup memprihatinkan, beliau sebagai tulang punggung keluarga yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya terpaksa harus beristirahat dulu. Kurir rudi memutuskan untuk memberikan titipan bantuan dari donatur #SR sebear Rp.500.000,- agar bisa digunakan untuk makan sehari-hari keluarganya dan biaya kontrol ke rumah sakit dan membeli obat. Semoga beliau lekas sembuh.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yulianto Baliztik
Tanggal Pemberian: 16 September 2015

Pak sugeng menderita Sakit Batu Ginjal

Pak sugeng menderita Sakit Batu Ginjal


AYU TEODORA BINTI TURIMAN, (13 tahun, Bantuan Tunai). Tegal Kamulyan, RT. 04/03,  Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Teodora saat ini tinggal di sebuah rumah yang sederhana dipinggir bantaran sungai, ia tinggal bersama ibu dan kakaknya. Ayah Adik Teodora seorang nelayan di pesisir Cilacap, setahun yang lalu beliau meninggal karena mengalami kecelakaan laut saat sedang mencari ikan. Sejak saat itu Adik Teodora menjadi anak yatim, ibunya yang bernama Ibu Manisem sekarang menjadi tulang punggung mencari nafkah, beliau bekerja sebagai tukang cuci di sekitar kampungnya. Kakak laki-laki Adik teodora setelah lulus SMP tidak melanjutkan ke SMA karena tidak ada biaya dan sekarang dia mulai belajar menjadi seorang nelayan dibawah bimbingan Pak RT Tegal Kamulyan. Adik Teodora sekarang sudah kelas 9 (3) SMP, pihak sekolah sudah berusaha untuk memberi kebijakan meringankan biaya sekolah Adik Teodora namun masih ada biaya yang harus ditanggung sendiri. Adik Teodora direkomendasikan oleh ibu Retno seorang guru di sekolah Adik Teodora untuk dibantu oleh #SR sebesar Rp.1.000.000,- untuk membayar uang gedung dan iuran PMBS.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, S.Pd
Tanggal Pemberian: 06 September 2015

Bantuan tunai untuk membayar uang gedung dan iuran PMBS

Bantuan tunai untuk membayar uang gedung dan iuran PMBS


MUHAMAD SADHILI BIN KASAN MISWADI, (38 tahun, Bantuan Tunai), Krajan Kidul, RT.04/RW.05, Ploso, Pacitan, Pecitan, Jawa Timur. Nasib tragis harus dialami oleh Bapak Sadhili, sekitar 7 tahun yang lalu ketika beliau bekerja sebagai tukang petik buah kelapa, beliau terjatuh dari pohon kelapa. Akibat kejadian itu beliau mengalami kebutaan permanen karena syaraf penglihatannya rusak. Ketika itu Bapak Sadhili sudah menikah, selama sakit istrinya yang merawat beliau namun karena sakit beliau yang tidak kunjung sembuh istrinya malah memutuskan pergi meninggalkan suaminya. Semenjak ditinggal pergi oleh istrinya Bapak Sadhili mengalami depresi berat, harus hidup seorang diri dalam kondisi buta. Para tetangga beliau menjadi prihatin melihat kondisinya sehingga dengan secara bergiliran membantu beliau memberikan makan setiap hari dan secara gotong royong membuatkan rumah di tanah magersari milik salah seorang warga. Sampai sekarang sakit kebutaan yang diderita Bapak Sadhili belum sembuh. Informasi tentang kondisi Bapak Sadhili diperoleh Mas Kusnadi dan Mas Arif yang merekomendasikan agar bisa dibantu oleh #SedekahRombongan, mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Bapak Sadhili agar digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 04 September 2015

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari

Bantuan tunai untuk biaya hidup sehari-hari


ZALFA MUFIDA BINTI EFENDI, (7 tahun, Bantuan Tunai), Sooka, RT.01/RT.10, Sooka, Punung, Pacitan, Jawa Timur. Adik Zalfa tinggal bersama ibunya disebuah rumah kampung yang sederhana, lantainya masih tanah dan dinding rumahnya 60 % terbuat dari gedeg bambu. Ibunya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang sangat minim, hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari mereka. Ayahnya sudah lama merantau ke kota namun jarang sekali mengirimi biaya untuk biaya hidup anak dan istrinya bahkan beberapa tahun terahir tidak pernah pulang menengok kondisi anak dan istrinya. Adik Zalfa baru saja diterima sekolah di SD N Sooko kelas 1 untuk kebutuhan seragam sekolah merah putihnya sudah ada namun belum mempunyai sepatu untuk sekolah, seragam sekolah batik dan baju olah raga, semua itu harus dibeli dari sekolahnya. Adik Zalfa sudah masuk sekolah hampir 1,5 bulan ini, namun ibunya belum sanggup melunasi biaya seragam sekolah anaknya karena memanh belum punya uang. Informasi tentang kondisi Adik Zalfa disampaikan oleh Bapak RT setempat kepada Mas Arif dan Mas Kusnadi, ketika mereka berdua melakukan survei target ternyata kondisi Adik Zulfa memang layak dibantu. Mereka kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh #SedekahRombongan. Mas Arif kemudian menyampaikan titipan bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar digunakan untuk melunasi biaya seragam sekolah Adik Zalfa yaitu seragam batik dan olah raga sisanya akan digunakan untuk membeli sepatu dan tas sekolah serta buku dan alat tulis . Semoga Adik Zalfa dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 04 September 2015

Bantuan tunai  untuk melunasi biaya seragam sekolah dan peralatan sekolah

Bantuan tunai untuk melunasi biaya seragam sekolah dan peralatan sekolah


ACE HARISKI (15, Kelainan Syaraf) yang bertempat tinggal di Wringin Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke RS, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namu tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat ke RS dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembiayaan dan pendampingan saat berobat. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Santunan senilai berikut ini digunakan untuk pembelian obat syaraf sebagaimana yang diresepkan oleh dokter di rumah sakit soebandi. Semoga kondisinya segera membaik. aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 760.000,-
Tanggal: 12 Nopember 2015
Kurir: @yudhoari @gredyanto @taufiqulkhasan @manumaulana

Ace menderita Kelainan Syaraf

Ace menderita Kelainan Syaraf


RSSR JOGJA atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan,beralamat di Bumen Wetan RT 7 Jl.Wonosari KM 7 Mantup Bantul jogja. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RS.Sardjito, RSUP Hardjolukito, RSA UGM, RSUD Bantul, RSUD Sleman,RS Nur Hidayah Bantul dan RS umum lainnya, yang berasal dari daerah luar Kota Jogja. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota lain seperti, Jakarta, Malang, Solo, Semarang, Purwokerto dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Jogja, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki rumah singgah . Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Purwokerto, Cilacap, Brebes, Kebumen, Magelang, Temanggung, wonosobo, Gununkidul, Bantul dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Biaya ini digunakan untuk biaya konsumsi pasien dan pendamping pasien di RSSR Jogja di Dua Rumah Singgah berupa keperluan gaji pegawai, pengiriman paket bulan maret 2015.

Jumlah bantuan : Rp 8.028.350
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @RofiqSILVER Admin dan Semua Kurir Jogja

Biaya ini digunakan Bantuan tunai untuk biaya konsumsi pasien dan pendamping pasien di RSSR Jogja di Dua Rumah Singgah,gaji pegawai, pengiriman paket bulan maret 2015

Biaya ini digunakan Bantuan tunai untuk biaya konsumsi pasien dan pendamping pasien di RSSR Jogja di Dua Rumah Singgah,gaji pegawai, pengiriman paket bulan maret 2015


PANTI SOSIAL DAN DHUAFA HAFARA (Medikasi). Panti Hafara beralamat di Jalan Tempuran, Brajan RT. 08 Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183. Panti Hafara merupakan sebuah lembaga sosial yang hadir dalam upaya pengentasan, pemberdayaan, dan pembinaan bagi mereka penyandang masalah kesejahteraan sosial. Fokus utama Panti Hafara adalah menangani anak yatim, anak jalanan, eks. penderita gangguan jiwa, dan eks. korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Selain itu Panti Hafara juga mengurus jenazah terlantar yang tidak memiliki keluarga. Panti Hafara saat ini menampung 45 orang warga binaan yang menderita gangguan jiwa. Panti ini diasuh oleh dengan 10 orang relawan dan/atau pekerja sosial yang mengurus panti sederhana ini. Panti Hafara menempati bangunan sewaan yang dibangun di atas lahan kas desa. Panti Hafara telah bekerja sama dengan dinas sosial setempat dan mendapat bantuan rutin berupa santunan tunai bagi yang masih anak-anak dan modal usaha bagi yang telah dewasa. Meski demikian, Panti Hafara masih sangat membutuhkan bantuan dan santunan terutama dari masyarakat umum. Terlebih saat ini terdapat warga binaan panti yang menderita gangguan jiwa. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang aktif dalam gerakan menyampaikan sedekah merasa harus ikut ambil bagian saat gerakan lain yang serupa merasa butuh bantuan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan dari para #Sedekaholic untuk membantu Panti Hafara. Bantuan ini dimanfaatkan untuk pembelian obat-obatan, terutama obat penenang untuk para penghuni panti yang menderita gangguan jiwa. Mereka sangat membutuhkan obat ini karena jika tidak maka mereka akan merasakan sakit yang luar biasa. Semoga santunan yang diberikan oleh #Sedekaholic dapat bermanfaat bagi Panti Hafara dan para warga binaannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Penyerahan : Kamis, 12 November 2015
Kurir : @Saptuari.

Bantuan pembelian obat-obatan terutama obat penenang

Bantuan pembelian obat-obatan terutama obat penenang


MIFTAHUDIN HASNAN (16 Tahun, patah tulang kaki karena laka lantas) Alamat : Desa Mbasri RT 03 RW 01 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa timur. Hasnan adalah siswa Man Paron Ponpes Jambangan Ngawi. Suatu hari Hasnan ingin pulang ke rumahnya di desa Mbasri Kabupaten Ngawi. Saat melintas di perlintasan KAI sepeda yg di boncengi nya terpleset perlintasan Kereta api. Seketika sepeda yang di kemudikan temannya jatuh dan menyebab kan tulang pinggul dan jari tangan Hasnan patah. Hasnan sempat di larikan ke RSUD setempat, namun karena keterbatasan peralatan di RSU setempat Hasnan di rujuk ke RS Ortopedi Solo. Namun, lagi lagi biaya lah yang menjadi masalah Muradi 54 tahun (ayah) Sundari 47 tahun  (ibu) yg hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Hasnan baru mendaftarkan diri ke BPJS  mandiri pada tanggal 20 Oktober 2015 setelah mengalami kecelakaan dan baru bisa di gunakan pada tanggal 4 November 2015. Informasi tentang Hasnan di dapat dari ayah nya yang mendatangi rssr Magetan untuk meminta bantuan dari Sedekah Rombongan. Santunan awal sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk pembuatan Bpjs mandiri. Pak Muradi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Hasnan mengalami  patah tulang kaki karena laka lantas

Hasnan mengalami patah tulang kaki karena laka lantas


YUFIKA TYASAPUTRI (2,5 tahun, hydrosepalus), Alamat : Kedungsari rt 5 rw 6 desa kedung sari kecamatan magelang utara kota magelang. Yufika anak pertama dari pasangan bapak tri budisusanto (30) dan ibu hevo yuli (24). Putri mereka sejak lahir sudah memiliki kelainan di bagian kepalanya. Dek yufika divonis mengidap penyakit hydrosepalus. Selain bentuk kepala yang membesar, hidungnya juga mengalami penyusutan cairan sehingga mengganggu indera pernapasannya. Sejak lahir di RS sarjito pada 2012 Yufika sudah di vonis menderita hydrosepalus. Orang tua pada waktu itu sangat kebingungan karena tidak adanya biaya yang cukup karena pekerjaan orangtuanya hanya sebagai tukang pasang tenda musiman dan ibu rumah tangga. Akhirnya bertemulah orang tua yufika dengan pihak sedekah rombongan. Setelah cukup umurnya yufika beberapa kali kami bantu untuk operasi di RS sarjito. Hasilnya ada beberapa perkembangan. Kepala dek yufika tidak terlalu besar karena sudah beberapa kali diambil cairannya dan menunjukkan reaksi yang positif. Walaupun sampai saat ini Yufika masih belum bisa bicara dan berjalan tapi semangat dari orang tua dan Yufika sangat besar. Kondisi terkini Yufika menjalani fisioterapis di Rs Magelang. Alhamdulillah sekarang sudah bisa duduk sendiri tanpa dibantu. Untuk tindakan medis selanjutnya Yufika akan beberapa kali konsultasi ke dokter di Rs Sarjito tentang hasil fisioterapisnya dan langkah selanjutnya. Yufika bisa berkembang baik seperti ini tak lepas dari Allah dan bantuan dari para #sedekahholics. Mohon doa dari rekan #sedekahholics untuk kelancaran dan kesembuhan dari adik Yufika semoga diberi kesehatan seperti anak-anak yang lain pada umumnya.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 11 Mei 2015
Kurir : @RofiqSILVER @ZuhdanmTata

Yufika menderita hydrosepalus

Yufika menderita hydrosepalus


AMBARWATI BINTI SUPAR (12 tahun minus mata) Alamat: Dusun Duet RT 27 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa timur. SUJIATI BINTI SUWAJI ( 14 tahun minus mata) Alamat : Dusun Gemutri RT 06 RW 03 Kelurahan Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa timur. HARTOYO BIN SURADI (15 tahun, minus mata) Alamat : Dusun Muning RT 5 RW 2 Desa Sendanagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ambar, Sujiati dan Hartoyo adalah tiga anak didik SMP Negeri 3 Plaosan yang duduk di kelas 7 dan 9. Ketiganya mengeluh tidak dapat melihat tulisan yang ada di papan tulis ruang kelas dari tempat duduk masing masing di karenakan minus mata yang akhirnya oleh wali kelas di tempat kan di tempat duduk paling depan agar mereka tidak ketinggalan pelajaran. Karena wali kelas merasa kasihan dan menilai keduanya dari kluarga kurang mampu. Akhirnya wali kelas nya berinisiatif melaporkan masalah tersebut kepada kurir Sedekah Rombongan Magetan agar di usahakan bantuan kaca mata minus dan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah kurir menyurvei rumah ketiganya, para kurir tercengang karena orang tua Ambar, Hartoyo ataupun Sujiati tidak mengetahui hal tersebut. Karena orang tua mereka masing masing hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak pasti. Maka orang tua ketiga anak tersebut langsung meminta bantuan Sedekah Rombongan untuk memeriksakan dan memohon bantuan kacamata untuk anak mereka. Alhamdulillah santunan lepas dari  para Sedekaholic senilai Rp 1.000.000 yg digunakan untuk pengadaan kacamata minus telah disampaikan. Pihak sekolah dan orang tua ketiga anak ini mengucapkan terimakasih atas santunan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2015
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Tuju2588

Bantuan untuk untuk pengadaan kacamata minus

Bantuan untuk untuk pengadaan kacamata minus


MASITOH KHURINTIN AL KHANZA (2 bulan, kelainan jantung). Alamat : RT 3 RW 3 Dusun Gedangan Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Masitoh adalah putri ketiga pasangan Bapak Misyanto (40 tahun) dan ibu Supartini (37 tahun) yang terlahir prematur di usia 7 bulan dalam kandungan. Selama 45 hari Masitoh harus menjalani perawatan dalam Inkubator rsud Sayidiman Magetan. Masitoh divonis menderita kelainan jantung dan dirujuk ke rsud Moewardi Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi karena keterbatasan biaya, Pak Misyanto belum bisa melanjutkan pemeriksaan Masitoh. Pak Misyanto bekerja sebagai sales makanan ringan dengan pendapatan rata-rata Rp 1.000.000 dalam 1 bulan dan harus menanggung seorang istri sebagai ibu rumah tangga dan 3 orang anak. Masitoh sudah memiliki bpjs non premi, akan tetapi karena keterbatasan biaya belum dapat memeriksakan ke rsud Moewardi Solo. Informasi tentang Masitoh diperoleh dari Pak Misyanto yang mendatangi salah satu kurir Sedekah Rombongan. Santunan awal sebesar Rp 500.000 telah disampaikan untuk melanjutkan proses pemeriksaan Masitoh. Pak Misyanto sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic dan dampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Masitoh menderita kelainan jantung

Masitoh menderita kelainan jantung


PAIYEM BINTI MUSNADI (90 tahun, Duafa dan sebatangkara). Alamat : Dusun Tegalrejo RT 05 RW 02 Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Mbah Paiyem, biasa dipanggil adalah duafa lanjut usia yang hidup sebatang kara. Suaminya meninggal sudah lama, dan tidak mempunyai anak. Mbah Paiyem tidak punya sanak saudara, beliau tinggal sendirian dirumah. Karena kondisi Mbah Paiyem yang sudah tua dan harus berjalan dengan tongkat, jadi tidak memungkinkan Mbah Paiyem untuk bekerja. Setiap harinya Mbah Paiyem makan seadanya dari pemberian tetangganya. Pada tahun 2012  #SedekahRombongan sudah pernah membantu membuat kan rumah mungil untuk Mbah Paiyem, karena saat itu  kondisi rumahnya sangat tidak layak huni. Dan sekarang ketika #Kurir Sedekah Rombongan survei pasien di dekat rumah Mbah Paiyem, kurir memutuskan untuk singgah ke rumah mbah Paiyem dan menyampaikan santunan lepas untuk biaya makan dan hidup sehari-hari. Mbah Paiyem merasa senang sekali dan berterima kasih atas bantuan #Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : 500.000
Tanggal : Minggu, 8 November 2015
Kurir :  @Mawanhananto @Ervinsurvive @ronypratama @Tuju2588

Santunan lepas untuk biaya makan dan hidup sehari-hari mbah paiyem seorang dhuafa dan sebatang kara

Santunan lepas untuk biaya makan dan hidup sehari-hari mbah paiyem seorang dhuafa dan sebatang kara


HANNA PUTRI SALMA (10 tahun, Flu Singapura). Dik Hanna yang tinggal di Jalan Mangga RT 02 RW 01 Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur. Awal mula penyakit yang di derita adek Hanna adalah demam biasa dan diperiksakan ke dokter mendapatkan pereda demam biasa, demam sudah mulai reda dan pada akhirnya kembali demam dan panas dalam selama 5 hari, pada saat itu bibir terlihat seperti sariawan biasa dan hanya di obati dengan abotil. Sariawan di mulut dan bibir itu semakin hari semakin membengkak dan membesar di sertai keluar darah dan nanah. Pada akhirnya dari pihak keluarga di bawa ke RSUD Dolopo dan di vonis terjangkit virus Flue Singapur. Pekerjaan Ayah (Inggiryanto, 49 tahun) sebagai buruh pabrik yang berpenghasilan tidak menentu serta ibu nya yaitu Bu Komsiyah (46 tahun) hanya berjualan kerupuk untuk menopang ekonomi keluarga, tanggungan keluarga anak pertama sudah berkeluarga sehingga tinggal 2 anak tanggungan, anak kedua kelas 2 SMA serta adik Hanna sendiri kelas 5 SD. Informasi mengenai adek Hanna diperoleh dari warga sekitar rumahnya. Saat Sedekah Rombongan hadir untuk menyampaikan santunan, adek Hanna yang sensitif dan takut membuat kurir tidak dapat memfoto adik Hanna dan  harus menunggu adik Hanna tidur dulu untuk mendapatkan foto. Santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 digunakan untuk membantu meringankan biaya perawatan di RS yang sudah 10 hari di rawat dan untuk obat-obatan. Keluarga Pak Inggiryanto sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Sabtu, 7 November 2015
Kurir : @mawanhananto @Ervinsurvive @Ronypratama @Wahyukristianto

Hana menderita Flu Singapura

Hana menderita Flu Singapura


SADIMIN BIN KASMAN (70 Tahun, Stroke) RANU BINTI MANGUN RANU (65 Tahun, Stroke dan kebutaan) Alamat : Dusun Tulung RT 04 RW 02 Kelurahan Ringinagung Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur.  Pak Sadimin dan ibu Ranu adalah pasangan suami istri yang tinggal di sebuah rumah tua di wilayah kabupaten Magetan. Keduanya saat ini mengalami stroke dan hanya dapat berbaring di tempat tidur tanpa alas yang layak dan kotor. Pak Sadimin mulai mengidap stroke lebih dari 2 tahun yang lalu dan bu  Ranu juga mengalami nasib yg sama sekitar 4 tahun yang lalu. Sebelumnya bu Ranu masih bisa mencari nafkah dari anyaman bambu walau dengan pengelihatan yang tidak berfungsi sama sekali. Setelah Bu Ranu mengalami stroke, keluarga yang masih memiliki satu anak laki laki yang saat ini oleh warga di titipkan untuk belajar di sebuah PONPES yg sekarang sudah menginjak kelas 3 SMA itu, hanya menunggu belas kasihan dari warga sekitar untuk makan sehari hari dan kebutuhan PAMPERS yg habis setiap 5 hari sekali. Dan anak yang bersekolah di PONPES itu harus berusaha pulang pergi untuk merawat kedua orang tuanya. Informasi tentang keluarga pak Sadimin di dapat kurir Sedekah Rombongan dari warga sekitar rumah Pak Sadimin. Bantuan berupa pampers, sembako dan kebutuhan sehari-hari yang senilai Rp 1.000.000 telah disampaikan. Pak Sadimin bersama istri sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Senin, 9 November 2015
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive @Ronypratama

Pak sadimin menderita Stroke

Pak sadimin menderita Stroke

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Andika 2,000,000
2 Hikmatul 1,000,000
3 Jumari 1,250,000
4 Sutarmi 500,000
5 Samiyem 500,000
6 Teguh 750,000
7 Alif 5,000,000
8 Anrine 1,000,000
9 Ngatimin 1,000,000
10 Sugeng 500,000
11 Ayu 1,000,000
12 M Sadhili 1,000,000
13 Zalfa 1,000,000
14 Ace 760,000
15 RSSR Jogya 8,028,350
16 Panti Harafa 8,000,000
17 Miftahudin 500,000
18 Yufika 1,000,000
19 Ambarwati 1,000,000
20 Masitoh 500,000
21 Paiyem 500,000
22 Hana 1,000,000
23 Sadimin 1,000,000
Total 38,788,350

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 38,788,350,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 767 ROMBONGAN

Rp. 29,786,149,659,-