RAFA UBAIDILLAH (5, Pembengkaan Kelenjar Getah bening) Alamat Dusun Pojok  RT 03 RW 05 Desa  Pucang Kec. Secang Kab. Magelang Prop. Jateng. Sudah 3 tahun ini dik Rafa mengidap penyakit di Kelenjar Getah Bening. Awal mula dik Rafa mengalami sakit terjadi keanehan meskipun konsumsi makanan banyak akan tetapi justru badan semakin kurus dan kepala semakin membesar, juga di sertai BAB keluar minyak, dalam satu hari dik Rafa bisa BAB 8 sampai dengan 10 kali. Dik Rafa juga mengalami benjolan di bagian anusnya. Sebagai upaya medis dik Rafa sudah pernah dirawat di rumah sakit dan sekarang menjalani rawat jalan. Untuk itu keluarga sangat membutuhkan bantuan biaya untuk rawat jalan.
Alhamdulillah  #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga dik Rafa untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya berobat rawat jalan ke Rumah sakit. Keluarga sangat berterimakasih kepada team #SedekahRombongan atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 10  Nopember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 M Abadi

Rafa menderita Pembengkaan Kelenjar Getah bening

Rafa menderita Pembengkaan Kelenjar Getah bening


OPERASIONAL MTSR MAGELANG ( BBM bensin ) Seiring dengan banyaknya pasien yang harus didampingi di wilayah Magelang Temanggung bahkan sampai ke wilayah  Purwokerto maka mobilitas Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Magelang semakin tinggi.
Dengan semakin seringnya mobilitas itu maka kebutuhan akan BBM Bensin pun semakin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan sedekah rombongan serta melayani permintaan Warga untuk antar jemput ke rumah sakit.

Jumlah : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 11 Nopember 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Sigit Purnomo

Biaya operasional

Biaya operasional untuk BBM MTSR Magelang


DWI HARTATI (47, Jantung bengkak,pengapuran dikaki dan keseleo yang menyebabkan tidak bisa berjalan), ibu dwi hartati bertempat tinggal di Jl. Sidodadi no 645 RT 01 RW 07 kel/desa.purwokerto kidul, kec. Purwokerto selatan kab.banyumas.jawa tengah. Sejak 8 bulan yang lalu bu dwi mengalami sakit dibagian kaki karena keseleo setelah jatuh dr motor, namun demikian rasa sakit tersebut juga disebabkan karen pengapuran dibagian kakinya, dan ia juga sering mengalami jantung berdebar yg tidak wajar, akibatnya ia tidak bisa berjalan dan tidak bisa menjalani pekerjaanya sebagai penjahit. Sekitar bulan juni beliau sudah pernah dibantu tim #Sedekahrombongan dan sudah ada di laporan web www.sedekahrombongan.com di rombongan 722 dan 765, untuk periksa di RS Wijayakusuma Purwokerto dan dirawat selama 7 hari, setelah dilakukan rontgen dan pemeriksaan dokter diketahui penyakitnya adalah jantung bengkak dan pengapuran di kaki. Dan kali ini beliau mendapatkan santunan kembali dari #SedekahHolics untuk biaya kontrol dan biaya hidup.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 oktober 2015
Kurir : @arfanesia via yunanto

Ibu dwi menderita Jantung bengkak,pengapuran dikaki dan keseleo yang menyebabkan tidak bisa berjalan

Ibu dwi menderita Jantung bengkak,pengapuran dikaki dan keseleo yang menyebabkan tidak bisa berjalan


PAIJO (54, KANKER HIDUNG) Alamat Dusun Ngento RT 44 RW 19 Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo DIY. Bapak Paijo mengalami kanker hidung, yang diawali dengan batuk dan pilek. Bapak Paijo hidup bersama adiknya yang berprofesi sebagai pengayuh becak yang juga mencukupi kebutuhan istri dan kedua anaknya. Sakit ini sudah dijalani hampir setahun. Sudah ikhtiar berobat dengan bekal Jamkesmas ke RSUD Wates, dan dirujuk ke RSUP Sarjito dan diagnosa kanker hidung sudah menjalar ke mata dan sudah 8 kali kontrol. Saat ini, Bapak Paijo menunggu penyinaran di RSUP Sarjito Januari 2016. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pak Paijo untuk menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya operasional berobat. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
TANGGAL : 07 November 2015
KURIR : @MarjunulNP @yudan

Pak paijo menderita kanker hidung

Pak paijo menderita kanker hidung


FATKHUR ABDUL ROHMAN bin M Lukman Hakim ( 7 ,Thalasemia mayor ), Alamat : Depok RT 02 RW 02 Desa Depokrejo Kecamatan Kebumen kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Nama orang tua, Ayah: M LUKMAN HAKIM Pekerjaan : buruh Ibu : Sari Dwi cahyani sebagai ibu rumah tangga. Fatkhur diketahui Thalasemia sejak tahun 2014, sebelumnya hanya didiagnosa anemia kronis (kurang darah kronis), berobat dengan biaya sendiri. Namun karena harus berobat rutin,akhirnya ikut BPJS mandiri 1 (satu) keluarga dengan iuran kelas 3. Fatkhur diikutkan yang kelas 1. Ikut BPJS sejak Januari 2014 itu pun hanya mampu membayar 1 kali. Sejak saat itu sampai sekarang
sudah 23 bulan tidak bisa membayar BPJS padahal Fatkhur harus tranfusi darah lagi. Apabila mau berobat dengsn BPJS harus membayar tunggakan sebesar  Rp. 2 juta lebih. Seminggu yang lalu bapaknya  menjual TV laku seharga 250 ribu untuk membayar tunggakan. Keluarga sudah tidak punya barang berharga yg mau dijual lagi. Kurir Sedekah Rombongan mengeahui  informasi ini dan melakukan krosscek menanyakan ke bagian pembiayaan Dinas Kesehatan  Kebumen ternyata tunggakan kurang dari  2,5 jt an. Apabila tanggal 10 November 2015 ini bisa melunasi tunggakan,  dari  Dinas Kesehatan akan memindahkan ke BPJS tanggungan pemerintah sehingga Fatkhur bisa segera diobati dan tranfusi darah lagi. Oleh Sedekah Rombongan disantuni Rp.2.500.000 untuk melunasi tunggakan BPJS mandiri. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk Fatkhur.

Jumlah santunan : Rp 2,500.000
Tanggal : 7 November 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Susanto, Yoga ndutz, Ani Baelah, dan Ato Suprapto

Fakhur menderita Thalasemia mayor

Fakhur menderita Thalasemia mayor


SYAFI’I (47, Diabetes Melitus) alamat KTP RT 39/12 Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Jawa Barat, tidak bekerja. Suami dari Mufingah (45) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Syafi’i ini tadinya seorang karyawan pabrik  namun karena pabrik mengalami pailit pak Syafi’i di PHK. Uang pesangon PHK oleh pak Syafi’i dijadikan modal usaha ternak ayam. Namun  usahanya ternak ini tidak berkembang bahkan modalnya habis sampai dia harus menjual tanah pekarangan untuk menutupi modal pinjaman. Sejak saat itu pak Syafi’il merasa putus asa hingga mengganggu kesehatannya. Pada tahun 2000 pak Syafi’i diketahui menderita Diabetes Melitus (DM). Sudah berobat ke sarana kesehatan dengan menggunakan fasilitas BPJS . Sudah sering keluar masuk rumah sakit. Saat ini Pak Syafi’i  tinggal di rumah mertuanya di Desa Rimun Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa Tengah bersama istrinya. Penyakit DM nya kini sudah komplikasi menyerang  ginjalnya sehingga tubuhnya banyak yang bengkak terutama kakinya kelihatan besar. Disamping itu paru parunya juga banyak cairannya. Saat ini pak Syafi’i dirawat di RSUD Tjitro Wardojo Purworejo dan sudah opname selama 15  hari. Sedekah Rombongan mengerti derita Pak Syafi’i. Melalui kurirnya sedikit memberikan santunan untuk meringankan beban derita Pak Syafi’i. Semoga Pak Syafi’i sabar menerima cobaan ini dan semoga penyakitnya segera sembuh.

Jumlah santunan : Rp.500.000
Tanggal : 28 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNp, Toto Sudiarto dan Rani UMP.

Pak syafii menderita Diabetes Melitus

Pak syafii menderita Diabetes Melitus

—-
SULAEMAN MARKOS SAMSI bin Musaelisa Yahya (25 Mengalami lumpuh, tunawicara & kelainan mental) Alamat : Desa Kaliurip Rt 01 Rw 02 Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.
Ayah : Musaelisa Yahya (47) Pekerjaan Buruh Ibu : Umiasih (50) Pekerjaan Ibu rumah tangga. Riwayat sakit : Pada usia 7 bulan Sulaiman panas dan kejang-kejang. Oleh orang tuanya  langsung dibawa ke  Rumah Sakit Umum Daerah Purworejo sempat  dirawat selama 3 hari. Setelah panasnya turun dan kondisi membaik Sulaeman diperbolehkan pulang.Selanjunya diteruskan dengan rawat jalan di RSUD Purworejo. Bahkan pernah juga dibawa ke pengobatan alternatif sampai Sulaeman berusia 15 tahun.Namun usaha ini  tetap tidak membuahkan hasil. Sulaeman tetap tidak dapat berbicara  dan tidak dapat berjalan. Saat ini di usianya yang sudah menginjak 25 tahun Sulaeman  harus dibantu oleh ibunya jika akan melakukan sesuatu kegiatan sehari-hari. Bahkan harus digendong ibunya. Sementara ibunya tinggal sendiri karena ayah Sulaeman bekerja merantau. Sedekah Rombongan melalui kurirnya membantu memberikan kursi roda untuk meringankan beban ibu Sulaeman.

Jumlah bantuan :’Rp. 825.000
Tanggal ; 6 November 2015
Kurir : @ Marjunul NP, Toto Sudiarto, Wiwit dan Asri.

Sulaeman menderita Mengalami lumpuh, tunawicara & kelainan mental

Sulaeman menderita Mengalami lumpuh, tunawicara & kelainan mental


YASIMAH bin Ahmad Dahrudi (35, Lumpuh, tuna wicara,kelainan mental). Tinggal di Dusun 1, RT 1 / RW 1. Desa Tulusrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Anak dari Ahmad Dahrudi (mbah Punjen) 80 tahun dan  Ponirah (75).  Pekerjaan sehari hari sebagai petani dan disaat ada waktu luang membuat kerajinan kepis atau tempat ikan, istrinya membuka  warung kecil kecilan diemperan rumah. Yasimah mengalami cacat sejak lahir, yaitu tuna wicara, kelainan mental dan lumpuh. Keluarga ini tidak mempunyai jaminan kesehatan apa pun. Dari kecil sudah diupayakan berobat ke RSUD,ataupun kealternatif tetapi tidak ada perubahan. Kendala yang dihadapi setiap kali ingin keluar rumah, ke kamar, ke ruang tamu dan aktifitas lainnya Yaminah harus digendong, sedangkan ayah dan ibu sudah lanjut usia dan hanya tinggal bertiga,sehingga tidak kuat untuk menggendong. Sedekah Rombongan memahami kondisi ini. Melalui kurirnya Yaminah diberikan bantuan berupa kursi roda agar memudahkan saat beraktifitas dan meringankan orang tuanya.

Jumlah bantuan : Rp.825.000,-
Tanggal : 6 November 2015
Kurir : @MarjunulNP ,Toto Sudiarto, Yoga ndutz

Ibu yasimah menderita Lumpuh, tuna wicara,kelainan mental

Ibu yasimah menderita Lumpuh, tuna wicara,kelainan mental


ABDUL ROZAK (19, Susp. Hemoroid).  Alamat : Kp. Pulo Murub RT.8/3, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Rozak berawal awal bulan September 2015 yang lalu. Rozak mengalami rasa sakit hebat saat buang air besar (BAB). Oleh keluarga, ia  langsung dibawa ke klinik terdekat. Setelah diperiksa, hari itu juga Rozak diperbolehkan pulang dengan membawa beberapa macam obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Pada tanggal 15 Oktober 2015, keluhan yang sama  terjadi lagi saat Rozak sedang buang air besar, bahkan kali ini sampai mengeluarkan darah dari anus, hingga tubuhnya lemas dan tidak mampu berjalan. Keinginan keluarga untuk membawanya ke rumah sakit tidak terwujud karena tidak ada biaya untuk mengevakuasi Rozak meskipun ia memiliki kartu Jamkesmas. Saat itu Kurir #SedekahRombongan segera berkunjung ke rumahnya untuk membantu proses evakuasi.  Abdul Rozak adalah seorang anak yatim, ayahnya sudah meninggal saat Rozak masih kecil.  Saat ini ia hanya tinggal bersama ibunya, Siti Jubaedah (50), seorang ibu rumah tangga. Selama ini Rozak-lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-harinya Rozak bekerja sebagai tenaga pengajar honorer di sebuah sekolah yang tidak jauh dari rumahnya. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan berobat  ke RS. Bakti Husada Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 765. Semoga Rozak cepat sembuh, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin Via Jaenudin @hapsarigendhis

Abdul menderita Susp. Hemoroid

Abdul menderita Susp. Hemoroid


AGITA SRI RAHAYU (16, Radang Selaput Otak). Alamat : Jl. Panorama RT .5/5, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat,  Kota Bogor. Ayu  adalah nama panggilan dari Agita Sri Rahayu, anak remaja yang sudah menjalani kerasnya hidup sejak  kecil. Saat usia Ayu masih  10 tahun,  ibunda Ayu sakit keras sehingga Ayu mengorbankan dirinya tidak sekolah dan memilih mengurus ibunya. Setelah merawat ibunya dengan sepenuh cinta,  ibunda Ayu  meninggal dunia, meninggalkan Ayu bersama ayah dan kakaknya. Ayahanda Ayu, Bapak Jaya (60) hanya bekerja sebagai pemulung barang bekas yang pendapatannya tidak menentu dan hanya cukup untuk makan hari itu. Karena kondisi tersebut, Ayu tidak melanjutkan sekolahnya dan memilih untuk bekerja membantu meringankan nafkah keluarganya. Ayu bekerja menjadi pembantu rumah tangga dan tinggal terpisah dari keluarganya. Kehidupan semakin dirasakan berat saat sekitar 2 tahun yang lalu, Ayu mulai sering mimisan dan sering sakit panas. Karena kuatir  dengan biaya rumah sakit yang mahal, keluhan penyakit Ayu sering diabaikan dan diatasi dengan minum obat yang dibeli di warung. Gejala tersebut semakin sering berulang, namun Ayu seolah tidak merasakannya dan tetap bekerja seperti biasa. Dua tahun berlalu, gekala penyakit Ayu semakin sering dialami. Dalam kondisi seperti itu, Ayu hidup menumpang di rumah saudaranya karena kondisi jarak rumah yang sangat jauh dari rumah ayahnya. Puncaknya adalah pada tanggal 5 November 2015, Ayu menderita demam tinggi, disertai mimisan dan hingga tidak sadarkan diri. Ayu hanya berbarinng di kamar dan tidak segera dibawa ke rumah sakit karena kendala biaya. Namun setelah melalui pertimbangan alot,  akhirnya keesokan harinya Ayu dibawa ke RSUD kota Bogor oleh saudara Ayu. Setelah dilakukan tindakan di UGD dan mendapat pertolongan 1 malam di RSUD, kondisi Ayu sudah tidak tertolong lagi. Ayu meninggal dunia pada tanggal 7 November 2015, pukul 11.00 WIB. Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan duka kepada keluarga Ayu dan mengantarkan jenazah ke rumah ayahnya di daerah Dramaga, Leuwiliang Kabupaten Bogor. Innalillahiwainnailaihirrojiun.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 November 2015
Kurir  :@ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Agita menderita Radang Selaput Otak

Agita menderita Radang Selaput Otak


YOGI GUSNAWAN BIN ANIM (32,  kanker kulit).  Alamat. : Kampung Cimoboran, RT 1 /1  Desa Sukawening,  Kecamatan Dramaga  Kabupaten Bogor. Yogi adalah seorang bapak dan kepala keluarga dari seorang istri dengan 3 orang anak  berusia balita. Pekerjaan yogi adalah buruh bangunan serabutan.  Penyakit Yogi sudah dialami sejak usianya masih 10 tahun.  Ketika itu  orang tua Yogi beternak ayam di dekat rumahnya. Yogi mengeluh sering mengalami gatal di l di bagian punggungnya. Lama kelamaan rasa gatal semakin hebat dan menyebar ke seluruh punggungnya. Oleh orangtuanya Yogi saat itu hanya diobati dengan minum jamu. Tidak diketahui alasan mengapa Yogi tidak dibawa berobat ke pengobatan medis. Semakin lama keluhan di sekitar punggung menyebar hingga  ke seluruh permukaan kulit, muncul berupa benjolan-benjolan. Setelah benjolan tersebut  muncul,  rasa gatal yang sebelumnya dirasakan menjadi hilang.  Dini,  istri Yogi mengatakan  bahwa Yogi sangat ingin sembuh  agar dapat  bekerja sebagai kuli bangunan ke kota besar  seperti Jakarta. Saat ini Yogi  sering tidak diajak bekerja karena kondisi fisiknya seperti itu dan yang lebih  menyedihkan lagi, ia merasa mulai dikucilkan oleh keluarga dekatnya. Kini Yogi beserta istri dan anak-anaknya tinggal di kontrakan di kampungnya sendiri. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan. : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak yogi menderita kanker kulit

Pak yogi menderita kanker kulit


CHAERU NISA (7, Tumor ginjal). Alamat:  Dusun 3 Blok Serut  RT .2/5 Kelurahan Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat. Chaeru Nisa merupakan anak tunggal Bapak Mahmud (37) dan Ibu Saadah (34). Pak Mahmud adalah  buruh harian lepas yang tidak memiliki penghasilan tetap dan bekerja bila ada yang membutuhkan tenanganya saja. Keluarga kecil ini mendapat ujian ketika Chaeru Nisa dinyatakan menderita tumor ginjal saat usianya 5 tahun.  Pengobatan sudah rutin dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan jaminan BPJS kelas 3. Chaeru Nisa juga menjalani kemoterapi setiap bulannya di Ruang Kenanga RSHS. Alhamdulillah kondisinya semakin membaik. Kini ia tinggal sementara waktu di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung bersama 14 pasien dampingan #SR lainnya. Bantuan awal disampaikan untuk keperluan membeli obat yang tidak dijamin BPJS dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2015
Kurir :  @ddsyaefudin  @avinptr @hapsarigendhis

Cherunnisa menderita Tumor ginjal

Cherunnisa menderita Tumor ginjal


ASEP SOLEH SUNJAYA (40, Neurofibromatosis). Alamat:  Kp.Haur Cucuk RT.3/12 Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pak Asep merupakan seorang kepala keluarga dan ayah dari 4 anak yang masih kecil.  Sebelum mengalami sakit, Pak Asep bekerja sebagai buruh harian lepas yang menawarkan jasa tenaganya agar dapat menghidupi keluarganya. Sejak 2 tahun terakhir  ia tidak mampu bekerja seperti biasa, karena fisiknya yang semakin melemah akibat sakit yang dideritanya.  Karena tidak ingin menjadi beban keluarganya,  Pak Asep pergi berobat sendiri tanpa ada keluarga yang mendampingi. Istrinya, Satimah (37) mengurus rumah tangga mereka di kampung.  Kini  Pak Asep tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Saat  ditemui kurir #SedekahRombongan, Pak Asep sedang tertidur beralas kain sarung di salah satu sudut RS Hasan Sadikin Bandung. Dinginnya udara malam Kota Bandungtidak ia hiraukan. Setelah dilakukan survey, dandinilai  layak untuk disantuni serta didampingi, kurir #SR mengajaknya  menetap di RSSR sementara waktu  bersama 14 pasien dampingan lainnya. Pak Asep kini dapat tidur dengan nyaman dan tidak terkena angin malam lagi. Santunan awal diberikan untuk pembelian obat yg tidak tercover BPJS, kassa, sarung dan bekal selama berobat.  Jazakumullah khairan katsiran, ucapnya. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak Asep menderita Neurofibromatosis

Pak Asep menderita Neurofibromatosis


TITIN BINTI JEJE (57, stroke). Alamat: Kp. Ciledug RT .1 /4 Ds. Panggalih, Kec. Cisewu, Kab. Garut Jawa Barat. Ibu Titin memiliki penyakit stroke sejak tahun 2005. Kondisi fisiknya lemah. Ia mengalami kelumpuhan mulai dari bagian pinggang ke bawah sehingga tubuh di bagian itu tidak dapat digerakkan sama sekali. Gejala awal penyakit Bu Titin dirasakan ketika suatu pagi ia terbangun dan mengeluh tulang iganya terasa sakit secara tiba-tiba. Perlahan, bagian tubuhnya mulai dari pinggang sampai kakinya terasa berat untuk digerakkan dan akhirnya lumpuh serta tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya tidurnya. Pak Kosim (57), suami ibu Titin terus memperjuangkan kesembuhannya sampai sekarang. Pak Kosim bercerita bahwa  harta bendanya habis dipergunakan untuk biaya pengobatan istri tercintanya itu, mulai dari  menjual sawah, ladang dan bahkan rumah tinggalnya. Sekarang mereka tinggal di rumah baru seadanya di tengah sawah. Bu Titin pernah  dibawa berobat ke rumah sakit dulu pada tahun 2005, namun  karena alasan biaya yang tidak mencukupi, akhirnya pengobatan medis itu tidak diteruskan. Ia berlanjut ke pengobatan tradisional yang dilakukan oleh tabib dengan cara  diurut. Sudah belasan tabib yang mereka datangi, hingga pada akhir tahun 2012 muncul harapan baru.  Pak Kosim menceritakan, kaki Bu Titin sedikit demi sedikit bisa digerakkan lagi, walaupun untuk duduk masih belum bisa dilakukan. Alhamdulillah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang mereka rasakan dan melihat kondisi terakhir pada saat survey di rumah Bu Titin. Saat ini Bu Titin masih  belum mampu melakukan aktivitas apapun dan masih kesulitan untuk duduk ataupun berdiri tanpa dibantu. Santunan awal segera disampaikan untuk biaya berobat ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @ceppymooien @hapsarigendhis

Ibu titin menderita stroke

Ibu titin menderita stroke


SURI (75, Dispnea). Warga terlantar yang ditemukan oleh Satpol PP di Jalan Sudirman, Klandasan Ilir RT.1, Balikpapan pada tanggal 16 September 2015 dalam kondisi tergeletak lemah. Pak Suri saat itu juga langsung dievakuasi ke RSUD Gunung Malang oleh Disnakersos Balikpapan. Berdasarkan diagnosa dispnea (sesak nafas) dikarenakan ada masalah pembesaran jantung, ditemukan cairan di paru-paru, penumpukan cairan di rongga perut, penumpukan cairan di kaki yang mengakibatkan kaki bengkak dan juga terindikasi pernah terkena stroke. Saat ini pihak Disnakersos kesulitan berkomunikasi karena Pak Suri sudah pikun. Pak Suri tidak memiliki BPJS, untuk biaya perawatan di RSUD Gunung Malang dibantu oleh Disnakersos Balikpapan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk membeli pakaian dan pampers.

Jumlah Bantuan : Rp. 528.100,-
Tanggal : 23 September 2015
Kurir :  @arfanesia @fperwiro

Pak suri menderita Dispnea

Pak suri menderita Dispnea


RAFI ARYA SATYA (3, Hydrocephalus). Alamat: Jl. Kasuari 03, RT007/003,Desa Tegalreja,Kelurahan Tegalreja,Kecamatan Cilacap Selatan. Anak pasangan Mia Rusmiati 28 tahun, dan Muhamad Armanto 29 tahun, ini lahir dari keluarga yang ayahnya bekerja sebagai seorang sopir antar jemput anak sekolah.  Dibulan November 2012 pada usia Rafi baru 40 hari, Rafi menderita sakit panas dan setelah panasnya turun,rafi mengalami kejang-kejang. Oleh orangtuanya,Rafi dibawa ke RS. Hermina Bogor dan karena memerlukan pemeriksaan lebih detail,maka Rafi dirujuk untuk dibawa ke RS lain yang lebih lengkap alatnya,untuk dilakukan CT Scan. Setelah dilakukan proses CT Scan di RS.Azra, Rafi  didiagnosis menderita hydrosefalus dan dirujuk ke RS.PMI Bogor dan kemudian setelah dirawat di RS.PMI Bogor,Rafi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan perawatan di RSCM, Rafi dirujuk ke RS.Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi pemasangan selang dikepalanya. Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya dan waktu yang panjang,maka ayah Rafi memutuskan untuk kembali ke Bogor agar dapat bekerja menjemput nafkah. Sehingga Rafi dan orang tuanya kembali ke Bogor dan tinggal di rumah kontrakan didaerah Bantar Jati Atas, RT 03/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Saat ini Rafi tidak tinggal di rumah kontrakan tersebut karena kontrakannya digusur. Kondisi ini memaksa ibu nya menumpang di rumah temannya dan tinggal di ruang tamu. Dalam kondisi memprihatinkan tersebut, Rafi mengalami kejang dan panas sehingga harus dibawa ke RSUD Kota Bogor. Kurir #SR memberikan bantuan setelah sebelumnya Rafi pernah dibantu pada Rombongan 738, bantuan ini untuk digunakan sebagai transport dan membeli susu untuk Rafi. Semoga Rafi bisa sembuh dan ceria kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Rafi menderita Hydrocephalus

Rafi menderita Hydrocephalus


NURHADI ARIYANTO (36, Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus). Alamat : Pondok Arum Blok B7 No.  Kel. Nambo Jaya Kec. Karawaci, Kota Tangerang.  Pada Kamis, 5 November 2015 tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Nurhadi terkena ledakan tabung kompresor di halaman rumahnya. Ledakan tersebut hingga mengenai bagian matanya dan menyebabkan luka yang cukup parah. Oleh tetangganya Nurhadi langsung dilarikan ke RSUD Tangerang dan pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi, namun RSUD tidak ada peralatan medis yang memadai untuk dilakukan operasi mata.  Setelah berpindah-pindah ke lebih dari dua rumah sakit dan berdasarkan saran dokter, Nurhadi dirujuk ke rumah sakit khusus mata RS Aini. Di RS Aini operasi dapat dilakukan namun biaya yang dibutuhkan sangat besar. Biaya operasi diperkirakan sekitar Rp. 30.000.000,- itupun belum termasuk obat-obatan dan ruang rawat inap. Mengingat penghasilan Suami dari Suryanti (32) ini sebagai buruh lepas/serabutan tidak menentu, ia tak mampu membiayai operasi tersebut. Bu Suryanti pun juga menjadi tukang urut untuk menambah-nambah penghasilan keluarga. Saat ini Nurhadi dirawat di RS Aini. RS Aini tidak bisa menggunakan BPJS sehingga Nurhadi berobat dengan umum. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena pihak keluarga dan kerabatnya menginginkan tindakan terbaik untuk Nurhadi mengingat ia sudah mendatangi beberapa rumah sakit di Tangerang namun tidak bisa menangani kondisi Nurhadi. Kerabat Nurhadi sangat bingung bagaimana cara agar mendapatkan dana untuk membiayai operasi Nurhadi. Meskipun tidak bisa menggunakan BPJS, kerabatnya tetap berupaya untuk membuat BPJS Nurhadi. #Sedekahrombongan memberikan bantuan untuk operasional pengobatan Nurhadi.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal : 6 November 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @nurzainpriyatno @ririn_restu

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus

Pak nurhadi menderita Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus


SAEPUDIN BIN KOSMAN (44, Lumpuh kaki). Alamat: Kp. Ciledug RT.3/11, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pak Saepudin mengalami kelumpuhan pada kakinya sejak tahun 1998. Beliau menceritakan dulu tidak pernah terlintas sedikitpun kalau keadaannya akan seperti ini. Pak Saep mengalami kecelakaan ketika beliau sedang memanjat pohon kelapa di dekat rumahnya. Beliau sudah biasa memanjat pohon kelapa, tapi naas takdir berkata lain, waktu itu pada tahun 1998, ketika sedang memanjat pohon kelapa, Pak Saep kehilangan keseimbangan dan jatuh seketika. Pak Saep tidak pernah dibawa ke Rumah Sakit dengan alasan tidak ada biaya, beliau hanya diperiksa ke Puskesmas dan sering ke tabib/tukang urut. Sudah 17 tahun, Pak Saep berusaha tabah menerima ujian dari Tuhan ini, beliau hanya bisa mengesotkan tubuhnya untuk bergerak, sehingga kulit di bokongnya banyak yang luka. Sejak kejadian kecelakaan itu, Pak Saep hidup sendiri dan diurus bergantian oleh orang tua serta anak laki-laki semata wayangnya. Alhamdulillah, akhirnya Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Saep, bantuan awalpun  disampaikan untuk santunan sembako dan kursi roda. Jazakumullah khairan katsiran.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ceppymoieen @avinptr

Pak saepudin menderita Lumpuh kaki

Pak saepudin menderita Lumpuh kaki


ANDIKA HENGKI PRASETYO ( 11 tahun, Talasemi dan Leukimia) Alamat : Dusun Kedungpanji RT 05 RW 02 Kelurahan Kedunpanji Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jawa Timur. Andika adalah anak pertama dari pasangan Tri Mulyani dengan Sri Minten. Andika mengidap penyakit leukimia dan talasemia sejak usianya menginjak 7 tahun. Andika harus menjalani pengobatan hampir setiap bulan  di rsud setempat untuk transfusi darah. Namun, karena ada salah satu obat  yg tidak tersedia di rsud setempat ayah Andika yaitu Pak Tri Mulyani harus mengambil obat tersebut ke apotek rsu dr Soetomo Surabaya. Andika juga mendaftarkan diri ke Bpjs Mandiri. Namun, 6 bulan terakhir ayah nya kesulitan membayar iuran bulanan Bpjs . Maklum saja orang tuanya hanya bekerja  sebagai buruh serabutan yg tidak tentu pekerjaan nya dengan upah 24rb perhari dan ibunya yg bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Informasi tentang Andika di dapat dari salah seorang perawat di rsud setempat. Bantuan yang di harapkan berupa biaya oprasional untuk berobat dan bpjs selama 6 bulan terakhir. Alhamdulilah santunan lepas sejumlah Rp 2.000.000 telah disampaikan pada Andika. Keluarga Pak Tri Mulyani mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2015
Kurir : @Mawanhananto @Ervinsurvive

Andika menderita Talasemi dan Leukimia

Andika menderita Talasemi dan Leukimia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Rafa 1,000,000
2 MTSR Magelang 1,000,000
3 Dwi 1,000,000
4 Paijo 500,000
5 Fakhur 2,500,000
6 Syafii 500,000
7 Sulaeman 825,000
8 Yasmin 825,000
9 Abdul 500,000
10 Agita 1,000,000
11 Yoga 500,000
12 Chaeru 500,000
13 Asep 1,000,000
14 Titin 500,000
15 Suri 528,100
16 Rafi 500,000
17 Nurhadi 500,000
18 Saepudin 1,500,000
19 Andika 2,000,000
Total 17,178,100

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 17,178,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 766 ROMBONGAN

Rp. 29,747,361,309,-