WANDI BIN USEP (6, Rabdhomyosarcoma). Alamat: Kampung Karangmulya Desa Karangmulya RT.1/7 Kecamatan Kadungora, Kjabupaten Garut, Jawa Barat. Ayahnya, Usep Sumardi (45) sehari-hari bekerja sebagai supir. Ibunya, Kokom Komara (40), hanya ibu rumah tangga yang disibukkan dengan pengurusan anak-anaknya. Kesibukan dan beban hidup keluarga dhuafa ini semakin berat sejak Wandi sakit-sakitan. Dua tahun yang lalu ia didiagnosi menderita tumor otot dan jaringan (rabdhomyosarcoma) di wajah dan kakinya. Berbekal Jamkesmas, Wandi  akhirnya menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Sekuat tenaga, orangtu Wandi berupaya mengobati anak pendiam ini agar ia segera membaik. Namun karena kendala biaya transport, Wandi sering terlambat datang untuk kemoterapi. Meskipun biaya kemoterapi ditanggung jaminan kesehatan dari Pemerintah Pusat, tetapi masih ada obat utama yang harus dibeli, yaitu Dactisin yang harganya Rp.1.200.000,- per vial. Alhamdulillah Allah mempertemukan kuris #SR dengan Wandi dan kedua orangtuanya. Keluarga ini perlu dibantu. Selain dhuafa, pengobatan Wandi membutuhkan waktu lama. Ketika pertama kali bertemu #SR, pengobatan Wandi harus kembali ke protokol kemotrapi awal. Pada pertengahan bulan September 2015, Wandil kembali menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Karena ia masih membutuhkan obat yang harus dibeli, kembali sedekaholik #SR memberi mereka bantuan yang mereka terima di rumah singga (Bantuan #SR sebelum ini tercatat di Rombongan 723). Akan tetapi, ia memaksa pulang dari rumah sakit padahal ia masih harus dirawat. MTSR Bandung alhamdulillah bisa mengantarkannya pulang ke kampung halamannya. Pada Minggu 20 September 2015 kurir #SR menerima telepon dari orangtua Wandi, mengabarkan bahwa Wandi meninggal dunia di rumah, di tempat kelahirannya. Innaa lillaah wa innaa ilaihi roojiuun!

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 15 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Wandi menderita Rabdhomyosarcoma

Wandi menderita Rabdhomyosarcoma


ASMANING (40, TUMOR) Alamat Dumpoh RT 06 RW 07 Kelurahan Potrobangsan Kec. Magelang Utara Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah. Menderita sakit tumor sejak 7 bulan yang lalu, awal mula penyakit mbak Asmaning hanya merasakan pening dibagian kepala namun lama kelamaan timbul benjolan. Setelah di periksa ke RSUD Magelang ternyata dokter menyatakan sakit tumor di bagian belakang kepala dan menyebar ke beberapa bagian yang lain dan di rujuk ke RS Sardjito. Sebagai upaya penyembuhan pihak keluarga membawa ke RS Sardjito dan sempat dirawat selama 10 hari namun karena keterbatasan biaya akhirnya dibawa pulang ke rumah. Saat ini mbak Asmaning tidak bisa bangun dari tempat tidur dan tidak bisa beraktifitas apapun. Pihak keluarga mengalami kesulitan untuk membeli obat di karenakan kondisi ekonomi keluarga yang minim, suami mbak Asmaning  adalah pak Paino (40) bekerja sebagi buruh serabutan. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga mbak Asmaning untuk menyampaikan titipan #sedekaholics guna membantu meringankan biaya berobat.
Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 09 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Ibu asmaning menderita tumor

Ibu asmaning menderita tumor


YESICHA GALUH SETIAWAN (5, CELEBRAL PALSY) Alamat Dusun Nepak RT 08/RW 02 Bulurejo Mertoyudan Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Dik Yesicha dahulu lahir prematur pada usia kandungan 6 bulan, sehingga mengalami gangguan saraf motorik kanan. Saat ini dik Yesicha sudah usia 5 tahun namun belum bisa berjalan bahkan hanya bisa tertidur di kasur saja. Ibu kandung dik Yesicha sudah meninggal sejak 1 tahun yang lalu karena sejak mengandung sudah mengalami sakit, saat ini dik Yesicha tinggal berdua dengan neneknya
Sulastri (57). Keluarga sudah berikhtiar dengan membawa dik Yesicha ke RSU Magelang dan ke RS Bethesda Jogja namun karena keterbatasan biaya sekarang hanya menjalani therapy tradisional saja. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan pihak keluarga untuk menyampaikan titipan #sedekaholics guna membantu biaya berobat. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Yesika menderita CELEBRAL PALSY

Yesika menderita CELEBRAL PALSY


ROMADHON (36, Paru-paru) Alamat Rejomulyo 1 RT 03 RW 09 Sidoagung Kec. Tempuran Kab. Magelang Propinsi Jawa Tengah. Mas Romadhon setiap hari bekerja sebagai buruh bakar batu bata dan genteng, tetapi semenjak bulan juli 2015 dia tidak dapat bekerja lagi karena mengalami sakit paru-paru sampai sekarang. Pada bulan September 2015 periksa di RS paru-paru Magelang dan dinyatakan bahwa paru-paru mas Romadhon sudah mengalami kerusakan. Akhirnya dirujuk ke RST Magelang disana dirawat selama 7 hari dan dilakukan penyedotan cairan sebanyak 15 cc, saat ini masih rawat jalan dan rutin melakukan chek up. Karena keterbatasan biaya mas Romadhon merasa kesulitan untuk sering ke klinik rumah sakit karena dia adalah tulang punggung keluarga yang mempunyai seorang istri Rusmini (35, ibu rumah tangga) dan dua orang anak. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan oleh Allah SWT  dipertemukan dengan mas Romadhon untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban keluarga dengan menyampaikan santunan #Sedekaholics untuk biaya berobat. Mas Romadhon & keluarga mengucapkan terimakasih kepada #Sedekaholics dan semoga bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk biaya pengobatan dan bisa sembuh agar bisa bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Sigit Purnomo

Pak romadon menderita  Paru-paru

Pak romadon menderita sakit Paru-paru


MARJU bin ZARKASI (60, PARU-PARU). Alamat Plekoran RT 02 RW 03 Kalibanger Gemawang Kab. Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Pak Marju mengalami kecelakaan jatuh dari pohon pada tanggal 28 September 2015. Bersamaan dengan peristiwa tersebut maka ia mengalami patah tulang rusuk dan mengenai paru-paru dan langsung dibawa ke RSUD Temanggung. Saat ini Pak Marju sedang menjalani pengobatan rawat jalan ke RSUD Temanggung, namun karena keterbatasan biaya pihak keluarga mengalami kesulitan untuk berobat. Selain butuh biaya buat berobat, pak Marju yang merupakan tulang punggung keluarga sangat membutuhkan bantuan setelah mengalami peristiwa yang menimpanya. Atas ijin Alloh SWT #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Marju untuk membantu meringankan biaya untuk berobat. Keluarga sangat terharu dan berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan.
Jumlah : Rp. 1.000.000,-

Tanggal : 11 Oktober 2015
Kurir : @marjunulNP
@fathurrozaq82  Basori

Pak marju menderita menderita sakit Paru-paru

Pak marju menderita menderita sakit Paru-paru


HAMSAD RANGKUTI (73, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat : Jalan Bangau 6 no. 268 RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Depok. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Sang istri, Nurwindasari, dengan berlinangan air mata menuturkan apa yang dialami Pak Hamsad, “Sudah tiga bulan belakangan ini Bapak tidak pernah lagi meminum obat darah tingginya karena tak punya uang, akibatnya beliau terkena serangan stroke mendadak saat makan siang”.   Pak Hamsad kini dirawat di RS Harapan Depok. Lingkungan rumah Pak Hamsad juga sangat tidak sehat karena berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Antara rumah Pak Hamsad dengan TPSS hanya berjarak tujuh meter dan sampah sering dibiarkan berbulan-bulan, akibatnya seluruh anggota keluarga sering jatuh sakit. Ironisnya, TPSS tersebut dibangun di atas tanah milik Pak Hamsad, namun keluarga tak pernah mendapatkan kompensasi apapun. Keluarga Pak Hamsad sudah menolak tegas pembangunan TPSS ini, merekapun telah mengeluhkan dampak buruknya terutama yang menimpa keluarga pada pemerintah Depok, namun tidak ada hasil. Ditengah sakit yang mendera, Pak Hamsad, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia ini justru harus akrab dengan bau sampah di rumahnya sendiri. Kurir #SedekahRombongan merasakan kepedihan yang dirasakan istri Pak Hamsad. Bantuan diberikan untuk meringankan biaya pengobatan Pak Hamsad. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hamsad sehingga bisa berkarya dan membagi ilmunya pada bangsa.

Jumlah Bantuan :  Rp. 2.000.000,-
Tanggal :  11 Oktober 2015
Kurir : @wirawiry @ririn_restu

Pak hamsad menderita Darah Tinggi dan Stroke

Pak hamsad menderita Darah Tinggi dan Stroke


PINAH BINTI CAPLIN (37, Usus Buntu). Alamat: Kp. Pulo Drowak RT.4/2 Desa Karang Jaya, Kecamatan Perbayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bu Pinah adalah seorang janda dengan satu anak bernama Nengsih Nuratika. Suami Bu Pinah sudah meninggal  5 tahun yang lalu. Kini  Bu Pinah tinggal bersama dengan Ibunya, Mak Gebog (51) di sebuah rumah sederhana di kampungnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Pinah bekerja serabutan sebagai buruh tani. Ujian datang saat Bu Pinah, sebagai tulang punggung keluarga itu sering merasakan nyeri di perut bagian kanan bawah. Dengan menggunakan Jamkesmas, Bu Pinah memulai pengobatan di salah satu rumah sakit di Bekasi. Oleh dokter  ia dinyatakan menderita usus buntu. Karena gejalanya sudah parah, ia dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan ke RSHS Bandung, pihak keluarga mulai bingung dengan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Dan di tengah kepasrahan itu, Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Pinah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport  ke Bandung. Senyum tangis bahagia dan harapan itu hadir kembali. Semoga dengan bantuan ini Bu Pinah lekas diberikan kesembuhan supaya dapat beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @aaiyom via Kaam Suwardi @hapsarigendhis

Ibu pinah menderita Usus Buntu

Ibu pinah menderita Usus Buntu


SANOL BINTI KISPAN (61, infeksi ginjal dan pembengkakan pembuluh darah). Alamat: Kp. Pulo Panjang RT.1/2 Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bu Sanol, sejak 2 tahun yang lalu sering merasakan sakit. Namun karena ketiadaan biaya, Bu Sanol hanya membeli obat warung dan sesekali ke klinik berharap rasa sakitnya segera hilang. Namun 2 bulan terakhir, Bu Sanol sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi sehingga oleh keluarga dibawa ke RS. Harapan Keluarga Cikarang. Di rumah sakit ini  Bu Sanol menjalani beberapa pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan ginjal Bu Sanol terdapat luka dan terjadi pembengkakan pembuluh darah. Karena kondisi Bu Sanol yang semakin memprihatinkan dan kuatir  penyakitnya akan semakin parah,  dokter menyarankan sebaiknya Bu Sanol menjalani operasi saja dengan estimasi biaya mencapai 100 juta,  karena Bu Sanol belum memiliki jaminan kesehatan. Mendengar kata “operasi” sudah menjadi tekanan sendiri untuk keluarga Bu Sanol, karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Dan dengan pertimbangan biaya yang terlampau tinggi, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Bu Sanol. Agar pengobatan Bu Sanol bisa terus berlanjut tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, pihak keluarga mulai mengurus pembuatan BPJS. Bagi suami Bu Sanol, Pak Kaprawi (71) yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh lepas harian, biaya tersebut sangatlah tidak masuk akal. Untuk membiayai hidup sehari-hari dengan 6 orang anak saja sudah dirasakan berat. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Pak Kaprawi dengan Kurir SR, Pak Kaprawi menceritakan panjang lebar tentang kondisi istrinya sambil sesekali mengusap matanya. Kemudian Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal kepada Bu Sanol untuk pembuatan BPJS dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan ini adalah salah satu jalan Bu Sanol untuk memperoleh kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000, –
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnaYana @iyom_romli via Opsah @hapsarigendhis

Ibusanol menderita infeksi ginjal dan pembengkakan pembuluh darah

Ibusanol menderita infeksi ginjal dan pembengkakan pembuluh darah


OLIS BINTI WIRA (65, Tumor Abdomen). Alamat: Kp. Cikondang RT.9/4, Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Bu Olis begitulah orang memanggilnya, sejak tahun 2012 sering mengeluh sakit perut. Saat itu Bu Olis mengira hanya sakit maag, sehingga hanya diberi obat warung saja. Ia sempat juga berobat ke bidan desa dengan keluhan yang sama dan diberikan onat untuk nyeri perutnya.  Setahun lamanya Bu Olis menahan rasa sakit, namun  keluhan itu tidak berkurang malah sebalinya semakin bertambah dan disertai perut yang  mengeras dan membesar. Saat itu Bu Olis sempat berobat ke Puskesmas, dan kemudian ia dirujuk  karena Bu Olis juga sudah mempunyai Jamkesmas sehingga biaya berobat ditanggung. Namun keluarga keberatan, dengan alasan tidak mempunyai biaya transport ke rumah sakit. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat pas-pasan apalagi jika harus ditambah dengan bolak balik ke rumah sakit.  Akhirnya, keluarga memutuskan untuk merawat Bu Olis di rumah saja. Saat ini, sudah kurang lebih 2 tahun Bu Olis menahan sakitnya tanpa berobat. Kondisinya Bu Olis sangat lemah, hanya bisa terbaring ditempat tidur dan tumornya semakin membesar. Suami Bu Olis, Pak Aceng (85) sebenarnya tidak tega melihat istrinya seperti itu. Ia sangat berharap ada orang yang peduli dengan mereka supaya Bu Olis bisa berobat dan kembali sembuh. Dan jawaban dari doa-doa Pak Aceng datang, Allah mempertemukan Kurir #SedekahRombongan dengan keluarga ini. Kurir #SedekahRombongan langsung bersilaturahmi ke rumah Bu Olis dan segera memutuskan untuk membantu proses pengobatan Bu Olis dengan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport  ke rumah sakit. Saat itu kurir #SR  bersama dengan keluarga Bu Olis sepakat membawanya  ke RS Bayu Asih Purwakarta. Setelah menjalani pemeriksaan USG dan rongent, didapatkan hasil adanya tumor perut, kista dan batu Ginjal. Mohon doa dari sedekaholics #SR semoga proses pengobatan Bu Olis diberi kelancaran dan lekas mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @aaiyom via Kiki Zakiyah @hapsarigendhis

Ibu olis menderita Tumor Abdomen

Ibu olis menderita Tumor Abdomen


ABU HANIF RAHMAN (16, retak tulang wajah). Alamat: Kp. Sukamulya RT.5/6 Desa Jomin Barat Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang Jawa Barat. Abu Hanif, saat itu sedang mengendarai sepeda motornya seorang diri. Tiba-tiba di depannya ada sepeda motor lain yang hendak menyeberang, Abu kaget dan langsung membanting motornya sampai lepas dari aspal dan jatuh. Saat itu Abu sempat tidak sadar, dengan kondisi luka di bagian muka dan membengkak. Oleh warga sekitar sempat dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan CT-Scan, alhamdulillah tidak ada gangguan di sistem syarafnya. Ia  hanya retak di bagian wajah.  Abu harus tetap berobat jalan ke rumah sakit untuk memulihkan kondisinya. Orang tua Abu, Pak Anas Abdullah (55) dan Bu Umi (48) sempat kaget  mendapat kabar anaknya kecelakaan. Bukan hanya cemas tentang kondisi Abu, tapi juga bingung jika mengenai  biaya yang dibutuhkan yang jumlahnya sangat besar. Pak Anas sehari-hari bekerja sebagai penjual susu dengan penghasilan yang pas-pasan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan dari sedekaholics #SR  kepada Abu, untuk biaya berobat dan transport ke rumah sakit. Pak Anas sangat berterima kasih atas bantuan yang #SedekahRombongan berikan.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @aaiyom via Kaam Suwardi @hapsarigendhis

Abu menderita retak tulang wajah

Abu menderita retak tulang wajah


MUHAMMAD RIYADUSSHOLIHIN (2 bulan, Penyakit Jantung Bawaan dan gangguan Limpha). Alamat: Kp. Kerajan RT.13/4 Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Muhammad Riyadussholihin, begitulah orang tua Muhammad memberikan nama untuknya. Sejak lahir, Muhammad sudah menderita Penyakit Jantung Bawaan dan Limpha. Dan sejak saat itu pula,  Muhammad harus sering bolak balik ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Kurang lebih seminggu ini ia  sedang menjalani perawatan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Dan menjalani operasi pada hari Selasa, 6 Oktober 2015. Sebelumnya pihak keluarga sudah hampir putus asa dan ingin membawa  Muhammad pulang, karena keluarga mulai bingung dengan biaya kebutuhan sehari-hari selama di Bandung. Orang tua Muhammad, Pak Didin Muhyidi (54) adalah seorang buruh tani dengan pengasilan pas-pasan dan Bu Ihat Solihat (39) adalah seorang ibu rumah tangga. Bahkan tak jarang, kadang mereka harus puasa saat menunggu  Muhammad. Saat mendapat informasi tentang kondisi Muhammad, Kurir #SedekahRombongan langsung bergerak menuju ke RS. Hasan Sadikin. Alhamdulillah, titipan dari sedekaholics #SR  telah disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama  Muhammad menjalani perawatan. Mohon doa terbaik semoga Muhammad diberikan kesembuhan dan kelak Muhammad dapat tumbuh menjadi anak yang sholeh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @aaiyom  @abahlutung @hapsarigendhis

Muhammad menderita enyakit Jantung Bawaan dan gangguan Limpha

Muhammad menderita enyakit Jantung Bawaan dan gangguan Limpha


EDI MUHIDIN (34, Suspek Tumor Kulit di wajah). Alamat : Kp. Pulo bambu RT.14/6, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Semenjak lahir sudah terdapat tanda hitam di bawah kelopak mata, menurut keterangan bidan itu hanya semacam tanda lahir. Oleh karena itu, kedua orang tua Edi – panggilan Edi Muhidin – tidak begitu menghiraukan tentang keberadaan tanda lahir tersebut. Semakin lama ternyata tanda hitam tersebut semakin melebar dan membesar. Karena ketiadaan dana, Edi dan keluarga hanya bisa pasrah. Tapi kemudian, dalam pergaulannya sehari-hari Edi, merasa minder dan malu dengan kondisi pipi berwarna hitam yang sudah menutupi sebagian wajahnya. Pada bulan Agustus 2014, dengan ada nya BPJS, Edi termotivasi untuk berobat. Hanya saja karena ketidak mengertian tahapan proses yang harus dilakukan dan tidak ada dana untuk transport ke rumah sakit, BPJS yang sudah dibuatpun tidak digunakan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Edi sehingga dapat menjelaskan prosedur berobat dengan kartu BPJS dan juga menyampaikan bantuan untuk biaya transport selama melakukan proses pengobatan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk Edi menjalani pengobatan di rumah sakit, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @aaiyom @mardisay & Kades Zai @hapsarigendhis

Pak edi menderita  Suspek Tumor Kulit di wajah

Pak edi menderita Suspek Tumor Kulit di wajah


SAKUM WIJAYA (60, gangguan lambung  Kronis). Alamat : Kp. Pulo Gelatik RT.1/1 Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak 2 tahun yang lalu, Pak Sakum mulai merasakan gejala awal sering nyeri di lambungnya.  Usaha keluarga yang dilakukan hanya sebatas pengobatan di puskesmas yang jaraknya sekitar 700 meter dari rumah. Namun ketika disarankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit, keluarga tidak membawa berobat lebih lanjut  karena terkendala masalah biaya. Hingga pada tanggal 30 September 2015, kondisinya melemah sehingga akhirnya dengan berbekal kartu jamkesda, Pak Sakum dibawa ke RS. Bakti Husada Cikarang dengan menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Bekasi. Melihat kondisinya yang memburuk, dokter menyarankan untuk merawat Pak Sakum. Namun karena tidak ada perubahan selama 4 hari, keluarga membawa pulang Pak Sakum. Istrinya, Bu Sukanah (55) hanya bisa pasrah melihat keadaan suaminya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi selama 4 hari di rumah sakit. Namun, sehari setelah kepulangannya dari rumah sakit, Pak Sakum meninggal. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Pak sakum menderita  gangguan lambung  Kronis

Pak sakum menderita gangguan lambung Kronis


ANANG MA’RUF (13, Gejala meningitis dan demam typhoid). Alamat: Jl. Persahabatan RT.1/10, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Anang merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara, merupakan pelajar kelas 5C di SDN Sukmajaya 5 Depok. Ayahnya bernama Wardilah bin kodori (42), sehari-hari bekerja sebagai supir pabrik roti rumahan dan ibunya, Siti Hotijah (34) bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Gejala yang dialami Anang ini awalnya demam disertai dan batuk terus menerus satu bulan. Namun karena tidak ada biaya berobat, Anang hanya dirawat seadanya oleh kedua orangtuanya di rumah kontrakan. Saat perwakilan sekolah dari dewan kelas dan guru berkunjung, betapa kagetnya mereka melihat kondisi Anang yang lemah dengan kesadaran yang mulai menurun.  Akhirnya atas bantuan dari sekolah,  Anang dibawa ke RS HGA Depok. Di rumah sakit ini, ia dikatakan menderita  anemia karena demam  dan intake sulit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Hb 6.40 g/dl, leukosit: 5.780, trombosit 131.000, dan hematokrit 18%. Anang disarankan untuk segera dilakukan transfusi darah. Mengingat dana bantuan sekolah dan dewan kelas terbatas dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS, Anang dipindahkan ke RSUD cibinong dengan harapan biaya pengobatan lebih ringan dan terjangkau. Hasil diagnosis sementara di RSUD Cibinong ia menderita meningitis, DBD, tifus, dengan anemia dan dehidrasi berat. Sampai hari ke-3 di RSUD Cibinong transfusi darah sudah dilakukan 2 kali. Selanjutnya akan dilakukan rontgen paru. Saat ini Anang sudah sadar dan kondisinya  berangsur membaik, matanya  sudah terbuka dan ia sudah bisa diajak berkomunikasi. Bantuan diberikan untuk pembuatan kartu BPJS dan melanjutkan pengobatan di RSUD Cibinong.

Jumlah Bantunan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @wirawiry @saifulaziz @hapsarigendhis

Anang menderita Gejala meningitis dan demam typhoid

Anang menderita Gejala meningitis dan demam typhoid


DINI MARYANI (31,  Suspek Infeksi Saluran Kencing). Alamat: Kampung Ciawitali RT.2/6 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan kedua anaknya, Bu Dini tinggal berdesakan di rumah orangtuanya yang sederhana. Suaminya, Abdul Jalal (35) tidak punya pekerjaan tetap. Ia sehari-hari menunggu panggilan dari pemilik sawah untuk bekerja dengan upah Rp.35.000 per hari. Bu Dini sendiri terkadang bekerja harian juga di sawah atau kebun dengan upah Rp.25.000 per hari. Mereka tergolong warga dhuafa yang layak dibantu. Apalagi setelah Bu Dini diuji juga dengan penyakit sejak Agustus 2014. Pada bagian perut sebelah kiri dan kanannya kerap merasakan nyeri. Berkali-kali ia datang ke puskesmas dan diduga ia mengalami masalah pada usus buntunya. Puskesmas Sindangkerta menyarankan ia menjalani pemeriksaan di RSUD Cililin Bandung Barat. Tetapi, karena kuatir masalah biaya, pengobatannya tidak berlanjut. Pada awal Oktober 2015 Bu Dini tak sadarkan diri di rumahnya. Keluarganya kemudian membawa Bu Dini ke IGD RSUD Cililin tanpa kartu jaminan kesehatan. Tim medis di rumah sakit terakhir ini menduga ia mengalami infeksi saluran kemih. Ia kemudian dirujuk ke IGD RS Dustira Kota Cimahi dan akhirnya dirawat inap di rumah sakit binaan TNI AD ini. Ia didaftarkan sebagai pasien Gakinda dengan bantuan kurir #SedekahRombongan di Bandung Barat, Fauzan Husni. Alhamdulillah atas informasi Kades Sindangkerta, #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan Bu Dini dan keluarganya serta dapat menyampaikan bantuan dari sedekaholics #SR. Santunan ini digunakan untuk biaya sehari-hari selama ia dirawat dan biaya pembuatan BPJS Kelas 3 agar biaya perawatan rumah sakit tercukupi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal :  5 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Dini menderita  Suspek Infeksi Saluran Kencing

Dini menderita Suspek Infeksi Saluran Kencing


PRINCE ONDIKELEUW (36 thn, Patah kaki). Alamat: Kampung Sereh RT/RW 02/07, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua. Pada tanggal 10 September 2015, kurir mendapatkan informasi dari rekannya di Jayapura bahwa ada ketua RT mengabarkan salah satu warganya membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena tidak mampu. Warga tersebut bernama Prince, mengalami patah tulang kaki akibat kecelakan tunggal 8 bulan lalu. Prince sempat menjalani rawat inap selama 8 bulan di RSUD Dok 2 Jayapura. Namun 2 minggu paska kecelakaan, Prince tidak langsung ke rumah sakit dan kondisinya waktu itu sangat memprihatinkan karena seolah tidak ada yang merawat. Pada saat bersamaan setelah kecelakaan itu juga, istrinya yang sudah dinikahinya selama 14 tahun meninggalkannya. Kini Prince sudah keluar dari rumah sakit dan menjalani pemulihan dirumahnya. Selama pemulihan, yang membantu hanya saudara-saudaranya. Prince mempunyai 4 saudara dan kini hidupnya tergantung dari saudaranya tersebut. Pekerjaan sehari-hari Prince sebelum kecelakaan adalah sebagai ojek. Bantuan melalui #sedekahrombongan diserahkan untuk biaya pemulihan patah kakinya Prince.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Pak price menderita Patah kaki

Pak price menderita Patah kaki


NINTEN (90 thn, Sakit pinggang dan perut). Alamat: Jalur 5 RT/RW 03/04 SP 11, Distrik Sidey Makmur, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Kurang lebih sebulan lalu, kurir #sedekahrombongan Manokwari bertemu dengan seorang bapak yang tinggal di Distrik Sidey Makmur. Dari beliau didapat informasi mengenai kondisi kesehatan pinggang Mbo Ninten yang dalam masa tuanya mengalami keluhan sakit pada bagian pinggang dan perut disebabkan terjatuh 4 bulan lalu. Keluarga Mbo Ninten adalah peserta transmigrasi dari Jawa. Mbo Ninten memiliki 6 orang anak dan saat ini tinggal bersama anaknya yang ke-2, yang bekerja sebagai petani. Keterbatasan ekonomi dan jarak yang cukup jauh dari kota menyebabkan pemeriksaan kesehatan Mbo Ninten tidak maksimal serta hanya mampu mengakses puskesmas setempat. Keseharian Mbo Ninten hanya diisi dengan menemani dan menjaga cucu-cucunya. Santunan disalurkan untuk biaya pemeriksaan dan transportasi ke RSUD Manokwari.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Ibu ninten menderita Sakit pinggang dan perut

Ibu ninten menderita Sakit pinggang dan perut


TOMAS MATABUA (47 thn, Paska amputasi kaki). Alamat: Jalur 7 RT/RW 04/05 SP 11, Distrik Sidey Makmur, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Jauh sebelum membantu Pak Tomas, kurir sempat mengetahui kondisi Pak Tomas yang memiliki gejala pembengkakan pada bagian tubuhnya. Seiring berjalannya waktu, kurir mendapat informasi bahwa Pak Tomas menderita penyakit diabetes yang menyebabkan kakinya yang bengkak tersebut harus diamputasi. Sejak diamputasi, Tomas tidak banyak membantu keluarga untuk mencari nafkah. Pekerjaan Pak Tomas dikala masih sehat sebagai buruh tani. Kini kebutuhan ekonomi ditopang oleh anak dan istrinya walaupun serba terbatas. Harta bendanya terkuras ketika menjalani pengobatan sampai amputasi kakinya. Kini untuk berobat jalan, Tomas terpaksa harus mencari bantuan dari keluarga dan tetangganya. Kurir #sedekahrombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan. Diketahui besok harinya, Pak Tomas ditemani relawan setempat berangkat ke puskesmas.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Bantuan biaya pengobatan pasca amputasi kaki

Bantuan biaya pengobatan pasca amputasi kaki


VERONIKA MANIM (46 thn, Gumpalan darah dikepala). Alamat: Jalur 6 RT/RW 07/04 SP 11, Dusun Kasbaderi, Kampung Sidey Makmur, Distrik Sidey Makmur, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Bu Veronika mengalami gejala sakit kepala dan pandangan terkadang gelap setelah kejadian kekerasan rumah tangga yang dialaminya. Suami Bu Veronika, seorang Kepala Suku Mea, saat bertengkar memukul kepala Bu Veronika dengan menggunakan senter panjang pada bagian kepala. Akibat kejadian tersebut Bu Veronika langsung dibawa ke puskesmas untuk dirawat. Paska kejadian tersebut gejala sakit kepala, pandangan menjadi gelap dan pingsan sering dialami. Terlebih apabila kepalanya terkena sinar matahari, bagian sakitnya tersebut langsung mengalami pembengkakan. Bu Veronika sempat ke RSUD Manokwari untuk melakukan cek up kesehatan dan menurut dokter ada gumpalan darah dikepalanya. Dokter telah menganjurkan agar veronika menjalani operasi dan biaya operasi sekitar 8 juta rupiah. Tentu saja Bu Veronika tidak sanggup dengan biaya operasi yang ditawarkan karena untuk kebutuhan harian saja kekurangan. Bu Veronika mencari nafkah dengan berkebun dan juga ditopang dari Bantuan Langsung Tunai pemerintah. Walaupun memiliki anak dan cucu, namun anak-anaknya beliau sangat malas dan ketergantungan. Bu Veronika tinggal dengan 2 anak kandung, 1 mantu dan 3 cucu. Sudah 2 tahun lamanya Bu Veronikapun tidak dinafkahi suaminya dan kini suaminya tinggal bersama istrinya yang ke-5, sekitar 100 meter dari rumah Bu Veronika. Apabila bertemu, suaminya kerap memukul dan memeras Bu Veronika apabila ketahuan mempunyai uang. Mengetahui kondisi Bu Veronika, kurir langsung menuju ke tempat tersebut dengan menempuh 5 jam perjalanan pulang pergi. Santunan #sedekahrombongan diserahkan kepada Bu Veronika untuk membiayai scan kepala dan pengobatan dari rumah sakit yang ada di SP 7.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Veronika mengalami Gumpalan darah dikepala

Veronika mengalami Gumpalan darah dikepala


ILA DADA (63 thn, Tuberkolosis). Alamat: Desa Hodi Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.  Ibu Ila mengalami sakit Tuberkolosis delapan tahun yang lalu. Suaminya bekerja sebagai petani dan Bu Ila sendiri kegiatan sehariannya sebagai ibu rumah tangga. Bu Illa dan suami tinggal disebuah gubuk beratapkan daun dan hidup serba kekurangan. Bu Ila sudah pernah ke dokter, namun tidak sering karena tempat tinggal cukup jauh dan butuh biaya transportasi. Dalam masa pengobatan, Bu Ila dianjurkan untuk membeli obat  tambahan juga di apotik. Penderita Tuberkolosis memerlukan pengobatan secara disiplin, tetapi Bi Ila tidak konsisten mengkonsumsi obatnya sehingga sampai kini tidak kunjung membaik. Saat kurir #sedekahrombongan mengunjunginya, Bu Ila diminta untuk kembali berobat secara rutin. Santunan diberikan untuk transportasi ke puskesmas dan kebutuhan membeli obat tambahan untuk menyembuhkan penyakitnya Bu Illa.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Oktober 2015
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Ibu ila menderita  Tuberkolosis

Ibu ila menderita Tuberkolosis


JIMMY KRISTIAN (28, Carcinoma Nasofaring). Merupakan anak ke dua dari pasangan suami istri Bapak Musa Paksono Sidiq (75) yang sudah tidak bekerja lagi dan Ibu Maria Kehan (65) yang bekerja sebagai buruh cuci dan bertempat tinggal di Jl. Rambutan Dalam, Gang SMS No. 1688 RT.43/11, Kelurahan 30, Kecamatan Ilir, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Selama kurang lebih 2 tahun Tn. Jimmy Kristian atau yang akrab disapa dengan panggilan Jimmy ini mengidap penyakit Carcinoma Nasofaring atau dalam bahasa awamnya lebih dikenal dengan sebutan tumor ganas hidung saluran tenggorokan. Carcinoma nasofaring yang diderita olehnya ini bermula saat terdapat benjolan pada leher kanannya kemudian lama kelamaan semakin membesar dan membuat pendengarannya pada telinga kananya semakin menurun. Tidak hanya itu saja Jimmy mulai merasakan keluhan-keluhan yang lain yaitu pnurunan lapang pandang diikuti dengan lemasnya kelopak mata pada mata bagian kanan dan kesulitan menelan atau yang biasa disebut dalam istilah medis adalah sindrom horner. Sindrom Horner ini merupakan tanda patognomonik pada penyakit Carcinoma Nasofaring. Selain itu juga penyebaran pada Carcinoma Nasofaringyang diderita oleh Jimmy sudah menjalar sampai kekelenjar getah bening di daerah leher dan ketiaknya. Saat ini Jimmy sudah menjalani pengobatan kemoterapi sebanyak 6 kali dengan menggunakan fasilitas BPJS kelas III, namun dikarenakan ketiadaan biaya dan perubahan akhirnya keluarga pasien melakukan pengobatan alternatif pada Jimmy. Rasa sakit yang dialami oleh Jimmy membuatnya kini tidak dapat bekerja lagi dan  beraktivitas sehari-hari. Hal ini membuat para Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari para sedekahkholic untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh Jimmy.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2015
Kurir : @Saptuari @akuoka

Pak jimmy menderita Carcinoma Nasofaring

Pak jimmy menderita Carcinoma Nasofaring

—-
MUHAMMAD FADILLAH (47 hari, Penyumbatan pembuluh darah di otak). Alamat : Jl. M. Ali (belakang  Kantor Jamsostek) RT.1/7, Perawang, Riau. Ayahnya bernama Fandi (26) bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Rini (27) adalah seorang ibu rumah tangga. Fadillah – panggilan Muhammad Fadillah – adalah anak ke 4 dari 4 bersaudara. Anak ke 3 keluarga Pak Fandi sebelumnya didiagnosa penyakit yang sama dengan Fadillah. Namun ketiadaan biaya membuat anak ke 3 mereka terlambat untuk ditangani, hingga akhirnya meninggal dunia.Saat ini Fadillah masih dirawat di ICU RSUD Pekanbaru. Orang tua Fadillah tidak memakai jaminan kesehatan apapun untuk membiayai pengobatan Fadillah, karena mereka tidak memiliki dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda/BPJS. Sehingga pihak RSUD Pekanbaru memutuskan untuk menanggung penuh biaya perawatan Fadillah tetapi dengan status ‘anak terlantar’. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan dana kepada orang tua Fadillah untuk membantu biaya harian mereka selama Fadillah masih dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2015
Kurir : @arfanesia @nhpita @agunglabay @mursyidafw @captoel

Fadilah mengalami Penyumbatan pembuluh darah di otak

Fadilah mengalami Penyumbatan pembuluh darah di otak


MUHAMMAD FAQIH (9 bulan, Pneumonia, GDD, ASD). Alamat : Jl. Sungai Nyiur ​ RT.4/5, Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Ayahnya, Misruhim (36) bekerja sebagai buruh gerobak dengan penghasilan tidak tetap dan ibunya, Nur Komariah (30) seorang ibu rumah tangga. Faqih adalah anak 3 dari 3 bersaudara. Faqih mengalami jantung bocor dan diharuskan menjalani operasi pemasangan ring bila usianya sudah 3 tahun, pemeriksaan kondisi Faqih tsb sudah dilakukan di RS Harapan Kita Jakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui CT Scan, ternyata Faqih juga mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya dan akan dirujuk ke RSCM Jakarta untuk penanganan yang lebih intensif. Selama ini orang tua Faqih menggunakan Jamkesda dan uluran tangan orang-orang yang peduli untuk membantu biaya pengobatan Faqih. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menjenguk Faqih yang masih dirawat di RSUD Pekanbaru dan menyampaikan santunan dana untuk membantu biaya harian orang tua Faqih selama menunggu Faqih di rumah sakit. Sampai saat ini kondisi Faqih masih belum stabil untuk diberangkatkan ke Jakarta.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2015
Kurir : @arfanesia @nhpita @agunglabay @mursyidafw

Faqih menderita  Pneumonia, GDD, ASD

Faqih menderita Pneumonia, GDD, ASD


SR KIRIM AIR  (Pekanbaru) merupakan salah satu dari berbagai program kemanusiaan yang diprakarsai oleh #SedekahRombongan. #SRKirimAir bertujuan untuk meringankan kebutuhan akan air bersih di daerah yang mengalami kekurangan air. Tim #SedekahRombongan akan mensurvey terlebih dahulu daerah prioritas yang layak mendapatkan air bersih. Jika daerah yang telah disurvey memenuhi kriteria, Tim #SRKirim air akan menyalurkan bantuan air bersih ke daerah tersebut. Kriteria daerah yang layak mendapat bantuan air bersih yaitu, (1) Daerah yang kering, (2) Tidak ada mata air dan/atau ada mata air tapi terlalu jauh untuk menjangkaunya, (3) Tidak terjangkau PDAM dan hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan airnya.

Daerah-daerah yang dibantu berlokasi di :

Jl. Hangtuah Ujung, Jalan Badak Kanan, RT.4/26, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru;
Jl. Budi Luhur, Kelurahan Kulim, Kelurahan Sail, , RT.3/10, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru
Jl. Limbungan RT.3/7 Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru.

Alhamdulillah, sebanyak 24.000 liter air bersih telah disampaikan di 3 lokasi tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 20 September 2015
Kurir : @arfanesia @nhpita @agunglabay @captoel @mursyidafw @uldharma & Seluruh Kurir SR Pekanbaru

Bantuan air bersih

Bantuan air bersih

—-
SULFI UDIN (5 bulan, Hydrocephalus). Alamat:  Desa Petlean Kec. Dorosagu Maba Utara, Kab. Halmahera Timur. Sekarang menumpang tinggal di Kel. Jambula RT.6/3 Kecamatan Kota Ternate Selatan, Maluku Utara. Awalnya kelahiran Sulfi berjalan normal, namun setelah 4 hari setelah kelahirannya ada tanda di jidat berwarna merah dan kepala mulai membesar. Sulfi sudah pernah berobat di puskesmas Maba Utara dan mendapat rujukan untuk berobat ke rumah sakit yang peralatannya lebih memadai. Sulfi disarankan untuk durujuk ke RSCM Jakarta. Saat ini pembuatan kartu BPJS sedang diusahakan. Sayangnya, medan yang sulit ditempuh menjadi kendala dalam proses pembuatan kartu BPJS, namun usaha maksimal tetap akan dilakukan. Kondisi ekonomi orang tua Sulfi tergolong tidak mampu, Ayahnya, Pak Siri (43) seorang buruh tani dan ibunya, Bu Latifa (40) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi mengurus kartu BPJS sebelum berangkat ke RSCM Jakarta. Semoga diberi kemudahan untuk Dik Sulfi dalam menjalani pengobatan, aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 September 2015
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama

Sulfi menderita  Hydrocephalus

Sulfi menderita Hydrocephalus


RAFARDAN ASLA (44 hari, Kelainan ginjal dan penyumbatan di saluran kemih). Alamat : Jl. Bhakti Gg. Arwana/Jl. Aman Ujung (belakang Miso) Kopelapip, Duri – Riau. Proses kelahiran Rafa terbilang normal dengan bantuan bidan, namun semakin hari perutnya semakin membesar. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Duri dan RSUD Pekanbaru, Rafa didiagnosa mengalami kelainan ginjal dan penyumbatan di saluran kemihnya, sehingga hal itu menyulitkannya untuk buang air kecil. Untuk sementara ini, dokter baru memasangkan kateter untuk membantu proses buang air kecil Rafa dan belum melakukan tindakan apapun mengingat kondisi Rafa yang masih bayi. Hingga saat ini Rafa masih dalam perawatan di rumah sakit dengan fasilitas kartu Jamkesda. Rafa adalah anak ke 2 dari pasangan Jarianto (32) dan Eka Karnika (28). Pak Jarianto bekerja sebagai buruh kebun yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan ibu Eka adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi menjenguk Rafa yang saat ini masih dirawat di RS. M. Jamil Padang dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya harian orang tua Rafa selama menunggu di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2015
Kurir : @arfanesia @nhpita @bennybern @gina_kartika

Rafa menderita Kelainan ginjal dan penyumbatan di saluran kemih

Rafa menderita Kelainan ginjal dan penyumbatan di saluran kemih


SUNIA SARIF ( 41, Penumpukan cairan di lutut). Alamat:  Desa Mesa Dusun 2, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tenggah, Provinsi Maluku Utara. Bu Sunia menderita penyakit penumpukan cairan di lutut yang  awalnya hanya terkilir namun tidak berobat. Hingga sekarang sudah 2 tahun, ia hanya merasakan nyeri di lulut dan pinggul. Pada bulan Juni 2015, lulutnya bengkak, kemudian dibawa ke RSUD Bisore Ternate dan dilakukan rontgen. Dari hasil rontgen terlihat ada penumpukan cairan di lutut, tulang lututnya juga renggang. Sudah dua kali berobat di RSUD Ternate tidak rawat inap hanya rawat jalan. Akhirnya Bu Sunia beralih pemeriksaan ke sebuah Klinik dengan biaya umum.  Dokter klinik melakukan penyedotan cairan di lutut sudah 2 kali dari yang seharusnya 5 kali. Karena tidak ada biaya, akhirnya pengobatan tidak dilanjutkan dan ia pun pulang ke kampungnya. Kondisi sekarang dibagian lulut masih bengkak dan ada luka sering keluar nanah, bahkan tidak bisa jalan. Suami Bu Sunia, Abdul Wahab Do Iskandar pekerjaan sebagai petani. Mempunyai tanggungan 5 anak. Dulu Bu Sunia pernah buka warung jualan kecil-kecilan jualan kebutuhan pokok. Waktu jatuh sakit, Bu Sunia tidak jualan lagi dan warungnya ditutup, sudah tidak ada yang dapat dijual lagi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi selama menjalani perawatan pasca operasi di RSUD Halmahera Tengah. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 753. Semoga Bu Sunia cepat sembuh. Aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2015
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama

Ibu sunia menderita Penumpukan cairan di lutut

Ibu sunia menderita Penumpukan cairan di lutut


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal bulan April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015nia menjalani kontro lagi dan memerikasakan mayanya ke RSM. Cicendo. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, sedekaholik SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan memberinya santunan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi, pembelian kaca mata baru dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 733.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

Pak otong menderita Gangguan Tiroid


AGUS BIN MOMO (48, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT.1/10 Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-bhahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia masih merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi kini Pak Agus  sebagai tulang punggung keluarga mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon saat mengambil buah konyal lima bulan yang lalu. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Sampai kini ia menunggu jadwal panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui #SedekahRombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa in, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi Pak Agus memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam hari, dia kemudian dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Tanggal 12 September 2015 dia diharuskan kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemput Pak Agus dan memberinya bantuan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi pengobatan serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Karena ikhtiar kesembuhan Pak Agus masih cukup lama, kembali #SR memberinya bantuan untuk biaya transportasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari selama berobat ke rumah sakit. Bantuan #SR sebelum ini, tercatat di Rombongan 745.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 6 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak agus menderita Lumpuh

Pak agus menderita Lumpuh


MAJALAH “TEMBUS LANGIT” #SedekahRombongan Menapaki usia lebih dari 4 tahun, #SedekahRombongan mencoba membuka babak baru. Selain sebagai bentuk inovasi, pembuatan majalah dirasa perlu sebagai bentuk lain pelaporan kepada sedekaholic pada khususnya dan khalayak umum tentang penyaluran dana yang dititipkan kepada #SedekahRombongan selama ini. Selain itu, semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat dengan jangkauan area lebih luas.
Pengerjaan majalah edisi perdana ini dilakukan selama 22 Agustus 2015 – 22 September 2015 dan dicetak sebanyak 1000 eksemplar. Proses pengerjaan dan percetakan majalah mengeluarkan biaya Rp 15.000.000 dengan rincian Rp 8.000.000 untuk biaya pengerjaan dan biaya produksi sebesar Rp 7.000.000. Harapannya, majalah ini dapat terbit rutin setiap bulan.

NB: biaya ongkos kirim masuk dalam pengeluaran admin, jadi tidak diikutkan foto laporan majalah

Biaya produksi

Biaya produksi


OPERASIONAL MTSR MAGELANG (BBM bensin) Seiring dengan banyak nya pasien yang di dampingi di wilayah Magelang Temanggung dan Wonosobo maka mobilitas Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) semakin tinggi. Untuk menunjang mobilitas itu maka kebutuhan akan BBM Bensinpun semakin banyak untuk mengantar dan menjemput pasien. Adapun anggaran yang digunakan untuk pembelian bensin adalah  sebesar Rp. 500.000.-

Jumlah : Rp. 500.000.-
Tanggal : 22 September 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Biaya operasional

Biaya operasional


ESTI BUDIARTI (33 Tahun). Ibu Esti ialah survivor tumor pangkal paha. Ia menderita tumor kanker paha sejak dua tahun yang lalu, tepatnya setelah kepulangannya dari arab. Ibu Esti pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh, bahkan tumbul lebih besar daripada sebelumnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Esti sehinga bisa mendampinginya berobat hingga dinyatakan sembuh. Proses pengobatannya memakan waktu yang tak sebentar, hampir satu tahun lamanya, akhirnya beliau dinyatakan sembuh pada bulan Agustus 2015. Ibu Esti bersama Bapak Jumari, suaminya, tinggal di Pedukuhan Bayur, Kelurahan Bojong RT.11/RW.03 Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang masing-masing berusia sepuluh tahun dan dua tahun. Bapak Jumari bekerja sebagai petani dan Ibu Esti adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini sangat pas-pasan sehingga memaksa mereka untuk hidup sederhana. Ibu Esti ingin sekali membantu suaminya mencari nafkah, terlebih karena beliau sudah sembuh dari sakitnya. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang memiliki komitmen untuk selalu membantu sesama, merasa tergerak untuk membantu Ibu Esti. #SedekahRombongan kemudian memberikan bantuan berupa satu unit mesin jahit senilai Rp. 3.500.000,-. Ibu Esti sangat senang menerima bantuan dari #Sedekaholic dan mengucapkan banyak terima kasih.Semoga dengan hadirnya mesin jahit ini beliau bisa menjalankan usaha barunya, sekaligus mendapatkan penghasilan agar bisa memperbaiki kualitas hidupnya, amin.

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2015
Kurir : @Saptuari, Kelik, Mul

Bantuan satu unit mesin jahit

Bantuan satu unit mesin jahit


FAHRI ABDULLAH (42, Kolostomi). Alamat : Desa Dote Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Namun sementara saat ini menumpang di rumah saudaranya di Kelurahan Jati Perumnas Ternate. Selain Kolostomi, Pak Fahri juga mengindap penyakit usus buntu dan hernia. Sekitar 2 bulan yang lalu sudah ia jalani operasi pertama hernia di RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah dan yang ke 2 operasi kedua kalostomi di RSUD Bisorie Ternate dengan fasilitas kartu BPJS. Selama menunggu tindakan selanjutnya ia tinggal di Ternate rumah saudaranya karena dari Ibukota Ternate pejalanan 16 jam ke kampungnya. Pak Fahri pekerjaan sebagai petani, mempunya tangunggan istri dan 6 orang anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersempat mengunjungi Bapak Fahri yang menumpang tinggal di rumah saudaranya di Ternate setelah operasi di RSUD Bisorie Ternate. Kurir #SedekahRombongan merasakan penderitaannya menyampaikan bantuan awal untuk membeli kantong kolostomi. Semoga diberi kemudahan untuk Pak Fahri, aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2015
Kurir : @arfanesia @mahfudsalama

Pak fahri menderita Kolostomi

Pak fahri menderita Kolostomi


DAFFA ALEXIA (5 bulan, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat : Gang Makmur 2 RT.7/6, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Daffa adalah anak dari pasangan Yasin (40) dan bu Rohayati (29). Dafa menderita penyakit jantung bawaan dengan diagnosa penyempitan saluran aorta. Daffa masuk ke RS. Harapan Kita pada tanggal 17 April 2015. Pada saat itu Daffa mengalami sesak nafas dan dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Orang tua Daffa belum mempunyai BPJS. Oleh karena itu, tindakan operasi Daffa menggunakan jaminan umum. Ada keinginan orang tua untuk mengeluarkan Daffa dari rumah sakit mengingat penghasilan Pak Jasin yang bekerja sebagai Office Boy sangat jauh dari kata cukup. Namun saat melihat kondisi Daffa, sangat tidak mungkin apabila Daffa harus keluar dari rumah sakit. Hal ini dikarenakan dalam 2 bulan terakhir ini, Daffa berulang kali masuk ruangan ICU, ruang intermediate, dan ruang perawatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Daffa di rumah sakit. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi Daffa dan orang tuanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 September 2015
Kurir : @wirawiry @Cyntia @ririn_restu

Daffa menderita Penyakit Jantung Bawaan

Daffa menderita Penyakit Jantung Bawaan


KORBAN KEBAKARAN LEBAK BULUS. Alamat : Lapak Pemulung Lebak Bulus V, Cilandak, Kota Jakarta Selatan. Lebih dari 500 jiwa kehilangan tempat tinggal dalam musibah kebakaran di daerah Lebak Bulus V, Jakarta Selatan. Di atas tiga hektar lahan milik pemerintah, lebih dari 200 Kepala Keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai pemulung membangun rumah semi permanen yang kini hangus rata dengan tanah. Mereka berasal dari berbagai daerah dari luar Jakarta dan tidak memiliki identitas setempat. Selain itu, 8 Kepala Keluarga yang merupakan warga asli daerah setempat juga harus rela kehilangan istana mereka. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebab kebakaranpun masih dalam penyelidikan kepolisian, namun menurut penuturan beberapa warga kebakaran itu akibat korsleting listrik salah satu rumah. Kini mereka masih menempati lahan tersebut. Sebagian membangun bangunan ala kadarnya dari kayu dan triplek sisa kebakaran, sebagian lainnya tidur di tenda darurat buatan sebuah yayasan sosial dan di masjid yang lolos dari lahapan si jago merah. Belum ada kepastian korban masih bisa menempati lahan itu atau tidak, karena menurut keterangan warga setempat lahan tersebut akan dibangun sebuah waduk. #SedekaRrombongan turut prihatin atas musibah kebakaran tesebut. Bantuan diberikan untuk dibelikan sejumlah pakaian dalam, alat mandi dan cuci yang menjadi kebutuhan para korban. Semoga para korban dapat menempati tempat tinggal yang baru dan lebih layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal: 9 Oktober 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan untuk korban kebakaran

Bantuan untuk korban kebakaran


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (4 Bulan, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan denhan tondakan.operasi. hari. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq harus kontrol lagi ke RSHS Bandungi. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhan Shiddiq. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, biaya sehari-hari dan membayar iuran BPJS kelas 2. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 733.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Shiddiq menderita Meningokel

Shiddiq menderita Meningokel


CUCU SUMIATI (45, Kanker Payudara). Alamat: Kampung Ciseupan RT.5/18 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Cucu tinggal bersama suaminya, Rukman Rohendi (47), dan dua anaknya di rumah kecil dan sederhana. Rumah itu kini tengah ditawarkan untuk dijual. Hal itu mereka lakukan karena suaminya yang berprofesi sebagai buruh bangunan kini hampir tak mampu menghidupi keluarganya dengan layak. Semenjak anak pertamanya, Abdullah Ridwan (22), menjadi korban tabrak lari dan istrinya diketahui mengalami kanker payudara, kondisi ekonomi mereka semakin menurun. Gejala penyakit Bu Cucu dirasakan sejak setahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, ia tak kenal lelah berjuang mengobati penyakitnya. Pada bulan Desember 2014 ia sempat dirawat di RSUD Soreang. Di rumah sakit ini ia menjalani operasi pengangkatan tumor. Ia kontrol rawat jalan di RSUD Soreang dan pada Maret 2015 dirujuk ke RS Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung. Di rumah sakit ini ia menjalani kemoterapi. Selama berobat, Bu Cucu didampingi saudaranya, Bu Imas, kader PKK di Desa Panyocokan. Bu Imas inilah yang menyampaikan kegetiran hidup keluarga Bu Cucu kepada #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Allah Swt mempertemukan #SR dengan mereka. Sampai saat ini ia telah menjalani empat kali kemoterapi dari enam kali kemo yang dijadwalkan. Pada 13 Juli 2015 ia didampingi #SedekahRombongan menjalani kontrol pasca kemoterapi yang ke-4 di RSUD Al Ihsan. Pada 15 Juli 2015 Bu Cucu dianjurkan konsultasi ke RSHS dengan rujukan dari RS Al Ihsan. Sampai saat ini, Bu Cucu rutin dua.minghu sekali kontrol.dan kemoterapi ke RSUD Al Ihsan dan RSHS Bandung. Kondisi saat ini alhamdulillah membaok. Karena tahapan pengobatan Bu Cucu masih cukup lama, kembali Titipan Langit dari sedekaholics #SR disampaikan kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumah kontrakannya ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari.. Bantuan untuk Bu Cucu sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 728.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu cucu menderita  Kanker Payudara

Ibu cucu menderita Kanker Payudara


AWALUDIN BIN SLAMET (52 / Jatuh dari pohon kelapa) Alamat Sampangan, RT 001 RW 003, Jurangombo Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Pak Awaludin adalah suami dari Ibu HARYATI (47) yang pekerjaanya sekedar serabutan dan tidak pasti. Pak AWALUDIN anak dari Bapak SLAMET (80) dan Ibu AMINAH (ALM). Pak AWALUDIN dulunya bekerja sebagai buruh panjat pohon, pada tahun 2012 Pak AWALUDIN mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa. Seketika itu Pak AWALUDIN langsung di bawa ke RSU TIDAR MAGELANG dan menjalani rawat inap, dokter RSU TIDAR memberikan rujukan ke RS SARJITO. Setelah di tangani dokter RS SARJITO. Dokter menyatakan kemungkinan sembuh kurang dari 10% karena organ bawah sudah tidak dapat berfungsi. Saat ini Pak AWALUDIN hanya bisa tidur dan ketika ingin duduk harus di bantu. Kaki kanan dan kiri sudah tidak berfungsi dan untuk buang air kecil di selang dan buang air besar keluarga memasangkan pempres dikarenakan Pak AWALUDIN sudah tidak terasa ketika buang air kecil dan air besar.
Alhamdulillah #SEDEKAHROMBONGAN dipertemukan dengan Pak AWALUDIN sehingga dapat membantu biaya pembelian kursi roda dan biaya pembelian pampers. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih Kepada #SEDEKAHROMBONGAN atas bantuan yang diberikan.

Jumlah : Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 09 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, AGUS SANTOSO

Bantuan biaya pembelian kursi roda dan biaya pembelian pampers

Bantuan biaya pembelian kursi roda dan biaya pembelian pampers


PESANTREN WIRAUSAHA AL IHSAN TEMANGGUNG Alamat Bebengan RT 02 RW 03 Kertosari Temanggung Jawa Tengah. Berawal dari panggilan hati yang melihat kondisi moral para remaja dewasa ini, maka selaku orang-orang yang tergabung dalam wadah PEMBINAAN TUNAS BANGSA TEMANGGUNG (PTBTMG) membentuk sebuah  Pesantren yang bernama Pesantren Wira Usaha Al ihsan yg bertujuan untuk membina  karakter dan pendidikan di bidang agama dan akademis. Sekarang sudah memiliki Jumlah santri   11 anak, dimana
anak-anak beraktivitas dan tinggal masih menumpang di loteng rumah milik pewakaf. Pewakaf sudah memberikan sebidang tanah dengan luas 96m² untuk dibangun pesantren ini. Mengingat proses pembangunan yang saat ini masih berlangsung, untuk sementata barang – barang yang digunakan untuk menunjang pembelajaran dan aktivitas masih pinjam. Alhamdulillah Alloh telah mempertemukan #Sedekah Rombongan dengan Pesantren Wirausaha Al Ihsan untuk membantu menunjang aktivitas di pesantren tersebut, semoga pembangunan pesantren segera selesai dan mengharap doa dari para #SedekahHolics agar diberi kekuatan istikomah dalam mengelola.

Jumlah : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2015
kurir : @MarjunulNP, @fathurrozaq82, @wasono_milanisty

Bantuan pembangunan pesantren

Bantuan pembangunan pesantren


MUNIFATUL FAUZIAH ( 5, Perlambatan Tumbuh Kembang ) Alamat dusun Klodran RT 04 RW 06 Gemawang Kab. Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Dik fauziah terlahir dari pasangan Bapak Tas’an dan Ibu Pujiati. Keduanya hanya bekerja sebagai petani diladang milik orang. Dik fauziah menderita perlambatan tumbuh kembang dan saat itu ibunya baru penyadari ketika dik fauziah berumur 2 bulan. Saat ini kondisi dik fauziah tidak bisa jalan dan belum bisa bicara seperti teman teman seusianya. Dik fauziah sudah pernah dirawat / diterapi di RSJ Magelang selama 4 hari dan dirujuk ke BP2 GAKI Magelang. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan apapun dan tidak melanjukan pengobatan karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu. Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT #sedekahrombongan  dipertemukan dengan keluarga dik fauziah untuk menyerahkan bantuan dari sahabat #SR guna biaya transport dan berobat ke RSU Temanggung.

Jumlah : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 09 Oktober 2015
Kurir : @marjunulNP
@fathurrozaq82
@ilyamsudirohuso

Munifatul menderita  Perlambatan Tumbuh Kembang

Munifatul menderita Perlambatan Tumbuh Kembang


TPQ ” DARUSSALAM” Alamat Dusun Klodran RT 01 RW 06  Desa Gemawang Kec. Gemawang Temanggung.
TPQ ” DARUSSALAM ” ini berdiri sejak 6 tahun yg lalu yang menempati rumah bapak Fahrurodin sebagai tempat belajar mengajar dan dengan jumlah santri putra 12 dan santri putri 18 dengan berbagai kekurangan dan kelebihan.
TPQ ini sendiri merupakan sebuah jenjang pendidikan yang sangat penting dan strategis dalam upaya mencetak dan membina sumber daya yang berkualitas. TPQ saat ini masih memerlukan perlengkapan yaitu Al Quran, Buku Iqro, karpet lipat dan Almari buku untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kegiatan TPQ ini dimulai setelah sholat magrib sampai waktunya sholat isya, adapun ustadz-ustadzahnya berjumlah 4 orang.
Namun dengan keikhlasan mampu membina anak anak usia PAUD, TK,  SD untuk belajar agama islam sebagai bekal hidupnya. TPQ ” DARUSSALAM ”  nantinya diharapkan bisa mencetak generasi muda yang beriman, berakhlaq mulia, cerdas,  mandiri dan bisa menjadi solusi kebutuhan kader islami mengingat anak-anak saat ini butuh  pendampingan serius karena tantangan zaman yang semakin kompleks dan perlunya pendidikan dasar agama yang kuat sebagai benteng. Alhamdulillah kami #sedekahrombongan dapat membantu  membelikan 15 Alquran, 10 buku iqro’ , 5 buah karpet dan satu unit almari buku untuk kegiatan mengaji.

Jumlah : Rp. 1.500.000
Tanggal : 09 Oktober 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @ilyamsudirohuso

Bantuan alat belajar

Bantuan alat belajar


MURSIDI BIN SUTOPO (58, Kebakaran Rumah) Alamat Krajan II RT 05 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Pak Mur adalah seorang buruh tani yang mempunyai seorang istri Ibu Siti Martonah (57, Ibu Rumahtangga) dan mempunyai dua orang anak yang masih sekolah. Hari itu Kamis 1 Oktober 2015 sekitar jam 5 sore terjadi kebakaran dirumah Pak Mur. Kejadian berawal dari api bekas obongan dedaunan di belakang rumahnya. Pak Mur mengira api itu sudah padam sehingga beliau dan keluarganya duduk di rumah bagian depan. Namun ternyata api itu masih menyala dan merembet ke rumah melalui perantara damen atau rumput kering. Dalam sekejap api menjalar ke kandang dan dapur serta kamar. Pak Mur pun segera meminta tolong warga sekitar, dengan menggunakan peralatan sederhana akhirnya api itu bisa di padamkan. Namun kandang kambing dan dapur serta kamarnya ludes terbakar dan hewan kambingnya ikut mati terpanggang. Saat ini Pak Mur tidur di serambi depan dan ruang tamunya yang selamat dari api. Pak Mur dan warga sekitar hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan sambil berusaha menyingkirkan puing puing yang masih tersisa dan mengumpulkan barang yang masih bisa dipakai.    Alhamdulillah dengan ditemani Bapak Kades Rejosari dan Perangkat Desa setempat #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Bapak Mursidi untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan  menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk pembelian bahan bangunan berupa semen dan kayu. Keluarga dan warga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim #SedekahRombongan dan InsyaAllah warga sekitar siap bergotong royong untuk membangunkan kembali rumah Bapak Mursidi.

Jumlah : Rp 2.500.000,-
Tanggal : 08 Oktober 2015
KURIR : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Swastiko

Pak mursidi menderita Kebakaran Rumah

Pak mursidi menderita Kebakaran Rumah


MUJIWATI binti HADI SUDARSONO (58, Stroke) Alamat : Notoprajan NG 1/271 Yogyakarta. Bu Mujiwati berusia 58 tahun, ketika pertama kali menderita hipertensi, dan beliau sudah sering mengalami sesak nafas. Sekarang berdomisili di Babarsari, kost dengan putri satu-satunya seharga 300ribu / bulan. Selama ini hidup dg biaya ditanggung oleh keluarganya yaitu, kakak dan adiknya. Namun karena tidak cocok dengan pendirian putrinya maka, bantuan finansial sehari-hari dihentikan. Bu Mujiwati telah bercerai, orangtua tunggal yang tangguh bagi putri semata wayangnya. Beliau kadang merasa lelah, namun tidak menyerah ketika hipertensi yang dideritanya membuat tangan kanan dan kaki kanannya mengalami stroke. Bagi beliau, berjuang melawan penyakit adalah jihad. Beliau adalah anak ke 5 dari sembilan bersaudara. Beliau awalnya berwiraswasta dengan membuka wartel dan warung soto, namun kemudian berhenti. Beliau tidak mengeluh meskipun putrinya belum bisa bekerja, dan beliau justru dengan penuh kasih sayang mendukung putri tunggalnya untuk tetap belajar dalam segala hal. KTP yang kedaluarsa menjadi penghalang baginya untuk memiliki BPJS dan jaminan sosial lainnya. Hal itu membuat kebingungan ibu anak ini untuk bisa keluar RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, tagihan sudah mencapai Rp 8.400.000.
Alhamdulillah relawan SR dipertemukan dengan ibu Mujiwati untuk membantu beliau melunasi biaya rumah sakit.  Pada tanggal 28 Agustus 2015, biaya tersebut telah lunas dan Ibu Mujiwati bisa kembali pulang ke rumah, untuk berobat jalan.

Jumlah bantuan : Rp. 8.500.000
Tanggal : 29 Agustus 2015
Kurir : @Saptuari @MarjunulNP.

Ibu muji menderita Stroke

Ibu muji menderita Stroke


FARZANA AHZA HAFIY SYAHMI (8 bulan, Bronkopneumonia). Alamat : Jl. Haji Gamun, RT.5/11 Jatimakmur, Pondok gede, Bekasi.Farzana didiagnosis bronkopneumonia (radang paru-paru). Dokter klinik tempat  Farzana diperiksa mengharuskan ia segera dibawa ke rumah sakit, karena kondisi Farzana sesak nafas disertai diare terus-menerus. Saat dibawa  ke RS Bunda Aliyah, Farzana harus mendapatkan perawatan khusus di ICU dan  mereka diwajibkan membayar deposit karena tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Ayah Farzana, Bpk. Reza (30) bekerja  sebagai operator telepon dan ibunya, Hilda (27) seorang ibu rumah tangga biasa. Saat ini mereka dalam kesulitan untuk membayar tagihan biaya rumah sakit. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan santunan terakhir untuk pelunasan biaya rumah sakit kembali disampaikan.  Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 735.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa @hapsarigendhis

Farzana menderita Bronkopneumonia

Farzana menderita Bronkopneumonia


ALWAN INAYATULLAH ( 12, Neurofibroma ). Alamat : Kp. Ceger RT.7/3, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Memiliki kelainan/tumbuhan di batok kepala bagian depan, belakang telinga dan pangkal paha. Saat usia 3 tahun, ada kelainan di beberapa bagian tubuhnya, tumbuh beberapa tonjolan seperti daging yang setelah diperiksa beberapa waktu kemudian oleh Dokter di RS.Sumber Waras, disimpulkan bahwa kelainannya adalah penyakit Neurofibroma, harus di operasi, tapi belum cukup umurnya, harus menunggu usia sekitar 9 tahun, baru operasi pengangkatan bisa di lakukan. Saat usia Alwan 9 tahun, keluarga mulai berusaha kembali dalam upayanya mengobati sang buah hati. Hanya saja, kembali keluarga mengalami kendala saat RSUD Cibitung Kabupaten Bekasi merujuk anak dari Hasan Basri (51) mengharuskannya ke RSHS Bandung. Sementara pekerjaan sang ayah hanya tukang Tambal Ban dan kerjaan Ibundanya, Neneng Suryani (47) adalah Ibu Rumah Tangga, tidak terbayang dana dari mana untuk biaya akomodasi jika harus sering PP Bekasi-Bandung, sementara tanggungan jiwa masih ada 2 orang di rumahnya. Selama ini Alwan sangat menderita jika setiap malam, kumat sampai kejang, bahkan bisa 3 kali dalam semalam. Karena sakit yang di deritanya, pertumbuhan rohaninya agak terganggu bahkan dia tidak bisa bersekolah. Saat ini Alwan sedang menjalani kontrol dan pemeriksaan di RSHS Bandung guna menjalani operasi benjolan di bagian paha kiri. #SedekahRombongan kembali menyampaikan Titipan Langit untuk keperluan Alwan selama menjalani kontrol, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 749.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom

Alwan menderita Neurofibroma

Alwan menderita Neurofibroma


FIKRI AHMAD MULYANA (2, Infeksi telinga kanan). Alamat: Kampung Babakan Sukamenak RT.1/14, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Bersama kedua orangtua dan kakak kandungnya Fikri tinggal rumah berukuran 15 meter persegi peninggalan kakek Fikri. Di rumah ini tinggal pula ini keluarga paman Fikri. Hendra (32), ayah Fikri adalah buruh tani sesekali-kali jual beli ayam kampung untuk tambahan nafkah keluarga. “Penghasilan saya mah tak seberapa dan tak menentu, Pak, ” ungkapnya sambil menunduk getir. Istrinya, Yayah (30), berdagang warung kelontong di sudut rumahnya yang sempit dan kumuh ini. Tersirat gambaran kemiskinan di keluarga ini. Kesedihan mereka semakin menjadi saat mendapati Fikri mengalami kecelakaan ketika bermain bersama kakak dan teman-temannya di dekat rumah. Fikri mengalami benturan pada kepala, akibatnya dari dalam telinga kanan keluar cairan. Berdasarkan keterangan dokter Puskesmas yang memeriksanya, ada infeksi di gendang telinga kanan Fikri. Berbekal Jamkesmas,  Fikri sudah beberapa kali diperiksakan di Puskesmas serta diberi rujukan ke RSUD Soreang. Awalnya saran itu belum dapat  mereka sanggupi karena masalah biaya. Dana untuk berobat ke dokter dan rumah sakit pun kerap mereka peroleh dari pinjaman pihak ketiga dan bantuan saudara. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga miskin yang tabah ini dan mendampinginya berobat sampai saat ini. Berkah sedekah, dua bulan yang lalu, cairan pada telinga kirinya semakin berkurang dan frekuensi keluarnya pun semakin jarang. Yang keluar dari telinga kirinya hanya cairan bening. Akan tetapi, sayang, pada kunjunhan akhir September 2015, dari kedua telinganya kerap keluar lagi cairan. Karena itu, sampai kini, Fikri masih rutin diperiksakan ke Puskesmas dan klinik rujukan. Mereka masih memerlukan bantun untuk terus berikhiar. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk ongkos, akomodasi dan biaya sehari-hari selama pengobatan Fikri. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombonngan 717.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal :  30 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Fikri menderita Infeksi telinga kanan

Fikri menderita Infeksi telinga kanan


REKSA MUHAMMAD RAMADAN, (15, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Cimuncang Utara RT.1/8, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Eja saat ini masih bersekolah kelas 3 SMP. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama orangtua dan kedua kakaknya di tanah sewaan milik PJKA. Ayahnya, Rahmat Taufik (46 tahun) pedagang makanan di sekolah dan dikenal dengan panggilan “Rahmat Cireng.” Ibunya, Eulis (40) seorang ibu rumah tangga. Sejak dua tahun yang lalu Eja menderita gangguan jiwa setelah peristiwa kecelakaan yang dia alami. Perilaku dan psikologisnya terganggu diduga akibat adanya benturan di kepala. Upaya melakukan terapi medis dan nonmedis sudah dilakukan. Eja bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan jaminan pembiayaan Jamkesmas. Sampai saat ini Eja rutin kontrol sebulan sekali ke RSJ Cisarua. Ayah Eja menceritakan beratnya beban yang mereka rasakan dengan keadaan Eja saat ini. Namun di balik itu, Pak Rahmat bersyukur karena Eja terlihat semakin pulih. Ia kembali rutin mengaji walau kegiatan sekolahnya terhenti sementara. Setelah memperoleh Hasil Ujian Persamaan Paket C, Eja berminat melanjutkan pendidikannya ke SMU atau Madrasah Aliyah. Ia amat bersemangat untuk terus bersekolah. Alhamdulillah, #SR bertemu kembali dengan Eja dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuknya. Bantuan yang diterima Eja di rumahnya ini digunakan untuk ongkos ke RSJ Cisarua Lembang dan biaya sehari-hari. Bantuan untuk Eja sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 731.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 8 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Reksa mengalami Gangguan Jiwa

Reksa mengalami Gangguan Jiwa


SITI JULAEHA (69, Stroke dan Darah Tinggi). Alamat: Kampung Andir RT.4/11 Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Maman (76), Ibu Eha, begitu panggilan kesehariannya, kini tinggal di rumah salah satu anaknya. Suaminya sudah tidak bekerja lagi. Ibu Eha sakit-sakitan sejak dua bulan yang lalu. Ia bahkan sempat tidak mampu berdiri. Keluarganya kemudian memeriksakan Bu Eha ke beberapa dokter praktek di kampungnya. Ia juga pernah dirawat inap di RS Immanuel Kota Bandung dengan biaya yang didapat dari patungan dari anak-anaknya dan juga pinjaman dari keluarga dekat  dengan menghabiskan biaya Rp.30.000.000.-. Alhamdulillah gejala penyumbatan pembuluh darahnya dapat  teratasi. Masa kritisnya juga telah terlewati. Tetapi kini ia tetap harus melanjutkan pengobatan yaitu rawat jalan, satu minggu sekali. Bu Eha dan keluarganya merasa berat dalam hal pembiayaannya. Salah seorang keluarganya kemudian menghubungi kurir #SedekahRombongan dan meminta bantuan untuk kelanjutan pengobatan Bu Eha. Alhamdulillah kurir #SR bisa bersilaturahmi dengan Bu Eha dan keluarganya serta dapat menyampaikan bantuan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS dan biaya transport.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal :  5 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu siti menderita Stroke dan Darah Tinggi

Ibu siti menderita Stroke dan Darah Tinggi


ANDRI JUHANDI (46, Lumpuh akibat kecelakaan lalu lintas). Alamat: Kampung Cieundeur RT.1/1 Desa Bunisari, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur. Pak Andi –begitu nama panggilan sehari-harinya — tinggal di rumah sederhana yang ia bangun sendiri hasil pekerjaannya sebelum ia lumpuh dan tak dapat beraktivitas lagi. Istrinya, Susi Susilawati (42) tidak bisa berbuat banyak menggantikan peran suaminya mencari nafkah. Selama ini ia hanya terbiasa menjadi ibu rumah tangga yang disibukkan dengan mengurus kedua anaknya yang belum mandiri. Bagi Pak Andi, tidaklah gampang menghidupi ketiga tanggungannya, apalagi setelah ia mengalami kecelakaan tunggal saat ia mengendarai motor pada tahun 2014. Ia sebenarnya sudah lama memiliki Kartu Jamkesmas yang dapat dipergunakan untuk biaya berobat di rumah sakit. Akan tetapi, karena kurangnya pengetahuan tentang penggunaan Jamkesmas, selama ini ia lebih banyak berobat dengan menggunakan biaya sendiri dan bantuan dari keluarganya. Ikhtiar pengobatanya kerap terhenti karena masalah biaya. Ia kini mengalami kelumpuhan di tubuh bagian kirinya. Kepedihan yang dialami Pak Andi dan keluarganya sampai kepada kurir #SR, Fuad Basil. Berdasarkan hasil survey lokasi, kendala biaya operasional juga menjadi alasan mengapa ia layak dibantu. Sejak kecelakaan setahun yang lalu otomatis keluarganya kehilangan peran kepala keluarga yang menafkahi mereka. Hampir tiga bulan Pak Andi praktis tidak bisa berobat karena biaya semakin mahal dan himpitan kebutuhan sehari-hari yang semakin tinggi. Alhamdulillah, sedekaholics #SR berempati kepada keluarga dhuafa ini.  Bantuan awal untuk biaya transportasi-akomodasi menjalani pemeriksaan ke RSUD Cianjur dan biaya kebutuhan sehari-hari yang sangat mereka perlukan saat ini, telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2015
Kurir : ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Andri menderita Lumpuh akibat kecelakaan lalu lintas

Andri menderita Lumpuh akibat kecelakaan lalu lintas


NURYATI BINTI ADIH (43,  suspek tumor di leher). Alamat: Kedung Halang Wesel  RT.3/3 Rw.03 , Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Jawa Barat. Nuryati,  biasa dipanggil Yati adalah seorang ibu rumah tangga dan memiliki 4 orang anak. Semua  anaknya telah  berumah tangga. Yati tinggal bersama salah satu anaknya dicsebuah rumah kontrakan kecil berukuran 3 x 7 meter persegi.  Sudah sejak 2 tahun yang lalu Yati mengetahui ada benjolan yang mengeras sebesar ujung jari di lehernya. Namun karena tidak ada rasa sakit dan tidak mengganggu maka Yati mengabaikan saja dan tidak merasa perlu untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Bu Yati baru merasa dan melihat benjolan itu sudah membesar dan ia menjadi sering merasa sesak bila dalam posisi berbaring, 3 bulan ini. Selain itu Yati sering mual dan sering keluar cairan kental serta  berbusa dari mulutnya. Dalam seminggu belakangan ini hampir setiap malam Yati mengalami demam. Oleh anak perempuannya, Eneng (30), Bu  Yati diantar berobat ke puskesmas dengan menggunakan BPJS yang dimilikinya. Dari puskesmas,  Yati disarankan berobat ke RSUD. Namun Yati belum melanjutkan pengobatan ke RSUD karena tidak mengetahui caranya dan juga tidak mempunyai ongkos berobat.  Dalam kesehariannya sebelum sakit Bu Yati biasa berjualan peyek yang ia buat sendiri dan ia jajakan keliling kampung di sekitar tempat tinggalnya. Bapak Majid (73), suaminya, tidak dapat berbuat banyak. Pak Majid sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di kantor Kelurahan Sukaresmi dengan upah 300 ribu  rupiah perbulan. Sementara anak-anak Bu Yati bekerja sebagai  pemulung dan  pedagang bantal keliling.  Kurir #SedekahRombongan mengunjungi dan mendampingi Bu  Yati untuk melanjutkan pengobatan. Kurir #SR mendapati kartu BPJS Bu Yati sudah tidak aktif karena sudah satu tahun terakhir tidak dibayar preminya. Bantuan #SR digunakan untuk mengaktifkan kembali BPJS dan untuk ongkos berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu nuryati menderita suspek tumor di leher

Ibu nuryati menderita suspek tumor di leher


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu warga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya harian telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 749. Kondisi Suhayat Oyo Alhamdulillah stabil. Saat dikunjungi Kurir #SR. Suhayat Oyo masih menunggu panggilan dari ruang rawat inap untuk penjadwalan operasi bedah plastic pada telinganya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak suhayat menderita Tumor pada Telinga

Pak suhayat menderita Tumor pada Telinga


MUH. RIZKI (5, Rabdomiosarcoma) Alamat: kampung Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, Sejak Kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 749. Kondisi Muh. Rizki sedikit agak menurun dan sering mengeluarkan darah dari hidung jika ia sedang menangis. Team dokter yang menanganinya meminta Muh. Rizki kembali melakukan beberapa pemeriksaan ulang dan ctscan ulang, setelah ada hasil ctscan yang terbaru dilanjutkan pemeriksaan ke poli hematologi anak dan ke poli mata gedung Kirana RSCM Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Rizki menderita Rabdomiosarcoma

Rizki menderita Rabdomiosarcoma


RAMI BINTI RAWA (83, asam urat tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Sebetulnya rumah nenek Rami berdekatan dengan anaknya, namun tidak bisa mengupayakan untuk membawanya ke Puskesmas terdekat. Keluarga ini takut seandainya nenek Rami dirawat ada biaya yang harus dibayar. Suami nenek Rami sudah sekitar 20 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat dan kebutuhan lainnya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 745.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Nenek rami menderita asam urat tinggi

Nenek rami menderita asam urat tinggi


ABU HAMZAH (54, Batu ginjal dan asam urat tinggi). Alamat: Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Satu  tahun yang lalu,  Pak Abu, mengalami gejala nyeri pinggang disertai pembengkakan pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Dengan berbekal kartu BPJS keluarga Pak Abu membawanya ke RS. Sentra Medika Cikarang Bekasi. Pak Abu disarankan oleh dokter  untuk dirawat. Selama dalam masa perawatan di rumah sakit ini, menjalani  pemeriksaan penunjabg termasuk pemeriksaan laboratorium dan USG. Dari hasil USG dokter menyatakan Pak Abu menderita batu ginjal dan harus dioperasi, namun karena ada kendala asam urat tingguyang dideritanya, Pak Abu tidak segera dioperasi. Setelah menjalani perawatan selama 8 hari di RS. Sentra Medika, kadar asam uratnya mulai menurun. Ia diperbolehkan pulang dan selanjutnya harus kontrol seminggu sekali. Pada awal Mei 2015, Pak Abu menjalani penyinaran batu ginjal dengan jaminan kartu BPJS di RS. Sentra Medika Cibinong, tetapi karena ukuran batunya yang terlalu besar, proses penyinaran harus dilakukan beberapa kali. Sayangnya, ketika akan menjalani penyinaran laser yang ke 2, pihak BPJS Kesehatan menyatakan keberatan dan diminta agar penanganannya dilakukan di rumah sakit yang ada di sekitar Bekasi dan bisa melakukan penyinaran laser. Akhirnya, keluarga mengupayakan mencari rumah sakit yang ada di sekitar Bekasi, ternyata bisa RS. Karya Medika Cikarang . Pak Abu sudah hampir  4 tahun menganggur setelah di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, istrinya yang bernama Bu Karyati (45) terpaksa harus bekerja sebagai pelayan warung bakso untuk menafkahi 3 tanggungan keluarga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi selama menjalani kontrol ke RS. Karya Medika. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 746.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Pak abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi

Pak abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi


KINAH BINTI GUBRAG (42, TB Paru). Alamat : Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah sekitar 1,5 tahun lamanya Bu Kinah mengidap penyakit TB Paru. Satu tahun yang lalu Bu Kinah menjalani pengobatan di Puskesmas namun belum ada perbaikan. Pada bulan Juli 2015, ia mulai menjalani pengobatan di klinik di Sukatani Bekasi. Di klinik inilah mulai terasa ada perkembangan, namun sayangnya di tempat ini tidak menerima pembayaran dengan jaminan kesehatan. Bu Kinah harus mengeluarkan uang sebesar 350 ribu rupiah untuk sekali berobat  untuk mendapatkan obat yang tersebut hanya cukup untuk 2 minggu lamanya. Suaminya, Pak Cadih (47) hanya seorang tukang becak dengan penghasilan tidak menentu, sehingga untuk membeli obat terkadang harus mencari tambahan dengan meminjam uang  ke tetangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Kinah dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat. Hingga saat ini Bu Kinah sudah 4 bulan menjalani pengobatan TB Paru, hari Sabtu tanggal 17 Oktober akan kembali menjalani kontrol. Bantuan sebelumnya masuk di Rmbongan 753. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis+

Ibu kinah menderita TB Paru

Ibu kinah menderita TB Paru


MTSR BEKASI, (B 1349 SZM, Servis dan perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan dhuafa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Oleh karena itu perlu adanya perawatan rutin Servis dan ganti oli pelumas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah membiayai servis, ganti oli MTSR Bekasi dan penggantian tali gas. Insya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan servis sebelumnya masuk di Rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle

Biaya service

Biaya service

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Wandi 1,000,000
2 Asmaning 1,000,000
3 Yesicha 1,000,000
4 Romadon 1,000,000
5 Marju 1,000,000
6 Hamsad 2,000,000
7 Pinah 500,000
8 Sanol 500,000
9 Olis 500,000
10 Abu hanif 500,000
11 M Riyadusholihin 500,000
12 Edi 1,000,000
13 Sakum 500,000
14 Anang 1,000,000
15 Dini 1,000,000
16 Prince 500,000
17 Ninten 500,000
18 Tomas 500,000
19 Veronika 1,000,000
20 Ila 500,000
21 Jimmy 2,000,000
22 M Fadilah 500,000
23 M Faqih 500,000
24 SR Kirim Air 1,200,000
25 Sulfi Udin 1,500,000
26 Rafardan 1,100,000
27 Sunia 500,000
28 Otong 1,000,000
29 Agus 1,000,000
30 Majalah tembus langit 15,000,000
31 MTSR Magelang 500,000
32 Esti 3,500,000
33 Fahri 1,000,000
34 Daffa 2,000,000
35 Korban Kebakaran Lebak Bulus 4,000,000
36 M Shiddiq 1,000,000
37 Cucu 1,000,000
38 Awaludin 1,500,000
39 Pesantren Al Ihsan 2,000,000
40 Muhifatul 1,000,000
41 TPQ Darussalam 1,500,000
42 Mursidi 2,500,000
43 Mujiwati 8,500,000
44 Farzana 500,000
45 Alwan 500,000
46 Fikri 500,000
47 Reksa 500,000
48 Siti 500,000
49 Andri 750,000
50 Nuryati 500,000
51 Suhayat 500,000
52 M Rizky 500,000
53 Rami 500,000
54 Abu hamzah 500,000
55 Kinah 500,000
56 MTSR Bekasi 1,500,000
Total 78,050,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 78,050,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 757 ROMBONGAN

Rp. 28,774,231,877,-