PONDOK PESANTREN AL-MUTTAQIN (Komunitas, Kebakaran). Alamat: Jl. Merah Putih, Bumi Perkemahan Cendrawasih, Distrik Heram, Kota Jayapura, Propinsi Papua. Senin pagi tanggal 24 Augustus 2015, pukul 05.10 WIT, saat santri-santri Ponpes Al-Muttaqin akan belajar Lugo (Bahasa Arab) di mesjid selepas shalat Subuh, tiba-tiba 2 orang santri melihat api mulai menyulut bangunan asrama putra (Al- Jundi). Santri yang melihat segera melaporkan kondisi tersebut kepada kakak kelasnya untuk mengecek. Istri Ustadz Sugiyanto, salah satu pengelola Ponpes juga melihat kejadian tersebut dan menyaksikan api sudah membesar. Seluruh warga pesantren kontan berhamburan untuk menyelamatkan benda-benda  yang tersisa. Salah satu asrama akhirnya terbakar total tidak bisa dipadamkan dengan air, lalu api cepat merambat ke bangunan lainnya. Akhirnya, setelah beberapa jam berselang, api alhamdulillah berhasil dipadamkan. Kebakaran tersebut menyebabkan 5 gedung terdampak (terdiri dari 3 kelas dan 2 asrama putra), kerusakan kelengkapan belajar dan hangusnya barang-barang santri dari mulai seragam sampai Al-Quran. Kurir #sedekahrombongan mendengar kejadian tersebut dan segera menuju lokasi untuk mendata kebutuhan yang belum terpenuhi. Bantuan dalam bentuk barang diserahkan kepada Ustadz Sugiyanto disertai para santri untuk 45 orang seperti set seragam (lengan panjang dan celana panjang), buku dan alat tulis serta Al-Quran. Para santri ini umumnya berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal didaerah transmigrasi dan sekitar Jayapura. Informasi mengenai kebakaran Pondok Pesantren Al- Muttaqin diliput beberapa media sebagai berikut:
http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/08/25/76661/bangunan-pesantren-al-muttaqin-papua-dilalap-si-jago-merah.html
http://papua.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=284582

Jumlah bantuan: Rp. 11.610.000,-
Tanggal: 17 September 2015
Kurir: Kurir: @bratamanggala via @toAn_R

Bantuan untuk korban kebakaran

Bantuan untuk korban kebakaran


USMAN ABBAS (65 Thn, Stroke ringan). Alamat: Kelurahan Hambala RT/RW 25/07, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Usman bekerja sebagai nelayan, namun sejak 5 tahun yang lalu mengalami sakit darah tinggi dan stroke ringan sehingga Pak Usman sulit bekerja, susah tidur, kepala sakit dan sering emosian. Pak Usman sudah pernah ke dokter tetapi belum mengalami perkembangan. Berhubung ada obat-obatan yang harus dibeli, Pak Usman dan keluarga tidak sanggup untuk membelinya karena penghasilan yang tidak menentu dari hasil laut. Informasi mengenai kesulitan Pak Usman didapat dari seorang relawan yang bekerja dikoperasi setempat, yang kebetulan sering lewat rumah Pak Usman. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk bantuan berobat Pak Usman.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak usman menderita Stroke ringan

Pak usman menderita Stroke ringan


TAMAN BACA KAMPUNG LEGOK (Pelajar SD kelas 1- 6, Bantuan buku bacaan). Alamat : Jln. Slamet Riyadi RT.10/0, Kelurahan Legok, Kecamatan Telani Pura, Jambi. Mereka terdiri dari cucu Bu Nurjanah (adik Bu Nurlela) dan teman-temannya. Adik-adik berusia rentang 5 tahun sampai 13 tahun, beberapa juga ada yang usia 14 dan 15 tahun. Semuanya bersekolah di tempat yang berbeda, mereka mendapatkan bantuan biaya sekolah yang diberikan oleh pemerintah. Pertemuan #SedekahRombongan dengan adik-adik ini bisa dibilang sambil nyelam minum air. Mereka adalah adik-adik yang ditemui #SedekahRombongan ketika melakukan survey untuk pasien Bu Nurlela (Rombongan 747). Bermula ketika Kurir #SedekahRombongan  melakukan survey dan dipertemukan dengan mereka yang kala itu sedang ramainya bermain. Adik-adik ini dengan sigapnya menunjukkan lokasi rumah, menemani saat survey dan bercerita segala kegiatannya. Ada yang sudah bisa baca,ada yang belum. Ada yang rajin ke langgar buat ngaji. Tapi dari pertemuan singkat dan kelucuan adik-adik ini Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan semangat positif dari adik-adik ini. Ketika kehebohan adik-adik ini yang sibuk bercerita kehebatannya masing-masing, tanpa sengaja muncul obrolan tentang taman bacaan yang ada tapi cukup jauh dari lokasi tinggal mereka. Melalui #SedekahRombongan, keinginan sederhana mereka ini diwujudkan dengan pengadaan buku-buku bacaan bagi adik-adik ini. Alangkah indahnya jika bibit-bibit generasi muda Indonesia seperti mereka ini, diberikan wadah positif yang membantu mereka menjadi pemuda-pemudi tangguh walau dengan segala keterbatasan yang ada. Respon positif mereka menimbulkan semangat tersendiri untuk melakukan inisiasi gerakan cinta membaca yang semoga dapat berlanjut menjadi taman bacaan bagi adik-adik ini di kemudian hari.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @shintatantri

Bantuan buku bacaan

Bantuan buku bacaan


MASTUR SUNARYA (45, Infeksi di kemaluan). Alamat kontrakan: Ujung Harapan Gang Sejahtera RT.1/17, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awalnya gatel gatel dibagian kemaluan karena sering digaruk akhirnya menimbulkan infeksi, bengkak dan membesar. Setelah berpisah dengan isterinya sekitar 3 tahun lalui, saat ini Pak Mastur yang mantan supir ini tinggal sendirian di kontrakan. Hanya berobat seadanya, karena untuk makan sehari-haripun hanya dari belas kasihan tetangga. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi kekediaman Pak Mastur, luka pada alat kelaminnya sudah membesar dan pecah bahkan mengeluarkan nanah. Setiap hari Pak Mastur merintih kesakitan. Saat ini pak mastur sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa tiduran dan pasrah. Saat ini Pak Mastur dirawat di RSUD Kota Bekasi, namun karena ruang rawat kelas 3 tidak tersedia maka Pak Mastur dirawat di ruang kelas 2 dengan membayar sisa tagihan kamar dan pelayanan medis yang tidak ditanggung BPJS. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit bantuan lanjut untuk membantu biaya kamar rawat dan pelayanan di RSUD Kota Bekasi. Semoga ia diberi kesembuhan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 749.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Pak mastur menderita Infeksi di kemaluan

Pak mastur menderita Infeksi di kemaluan


WINDA AMALIA (4, Leukemia Akut). Alamat:  Dusun Jambu Aer RT.1/5 Kelurahan Sindulang Kecamatan Cimanggung Sumedang Jawa Barat. Winda adalah putri dari pasangan Bapak Ayep (36) dan Ibu Erlin (35). Bapak Winda dikenal sebagai seorang petani di desanya dan Ibu Erlin (35) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Winda termasuk dhuafa yang tetap semangat menjalani kehidupan. Kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk ketika Winda didiagnosa menderita leukemia sejak satu tahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, Winda rutin dibawa berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Karena itu, keluarga Pak Ayep membutuhkan biaya untuk ongkos dan membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Winda dan kedua orangtuanya serta bisa mendampingi mereka dan memberikan bantuan dari sedekaholics #SR. Santunan #SR ini tentu akan sangat berarti untuk kelangsungan ikhtiar mereka, terutama untuk membeli obat, yaitu Mercaptopurin, setiap bulannya. Semoga Winda diberi kesembuhan yang terbaik oleh Allah. Karena sampai saat ini Winda masih harus berobat, kembali Sedekaholiks #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 704.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 15 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @abahlutung@hapsarigendhis

Winda menderita Leukemia Akut

Winda menderita Leukemia Akut


ERINA NURFADILAH (4, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Balita buah cinta pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukemia sejak satu tahun yang lalu. Sebelumnya Erina sering mengeluh merasa nyeri di tubuhnya disertai llemas. Melihat kondisi fisiknya yang terus menurun, orangtuanya kemudian membawa Erina ke RSUD Karawang untuk diperiksa. Setelah mendapat perawatan sementara di rumah sakit ini, Erina kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung karena penyakit yang dideritanya memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap di RSHS Bandung, tim mesis RSHS menyimpulkan bahwa Erina mengidap Leukimia Limpoblastik Akut dan harus menjalani delapan kali kemoterapi. Berbekal Fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) mereka berikhtiar untuk kesembuhan Erina, dan ini cukup meringankan biaya berobatnya. Pak Ahmad, ayah Erina, hanyalah buruh tani harian. Pada saat #SedekahRombongan bertemu pertama kali dengan Erina, ia terlihat hampir tidak bisa berjalan karena kanker darahnya sudah menyebar ke tulang. Tanpa berbelit-belit dan rumit, titipan dari langit untuk Erina segera disampaikan. Erina rutin dibawa kontrol teratur ke rumah sakit setiap bulannya. Alhamdulillah, kemajuan perkembangan kesehatan Erina sangat menggembirakan. Saat ini ia sudah dapat bermain, berlari dan terlihat lincah seperti anak seusianya. Karena Erina masih harus menjalani terapi, #SedekahRombongan terus melakukan pendampingan, bahkan santunan lanjutan pun disampaikan kepada Erina untuk membeli obat Mercapto. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat dalam Rombongan 737.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 15 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung@hapsarigendhis

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut


AZAMIL HASAN (2, Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Azamil berasal dari keluarga yang secara ekonomi termasuk dhuafa. Ayahnya bernama Nuriban (55) dan ibunya bernama Kartini (48). Dengan jumlah tanggungan tiga orang, cukup berat keluarganya menjalani kehidupan. Apalagi ketika Azamil didiagnosis mengidap Leukemia setahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, Azamil rutin menjalani rawat jalan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menangani serangan kanker darah yang mengancam nyawa anak periang ini. Ia harus menjalani kemoterapi setiap minggu agar keadaannya segera pulih dan sel-sel kanker hilang dari tubuhnya. Ayah Azamil merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini karena penghasilannya sebagai buruh harian hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka membutuhkan biaya transport Karawang-Bandung dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan.  Alhamdulillah #SedekahRombongan terus mendampinginya berobat dan kembali menyampaikan bantuan untuk Azamil, yang dipergunakan untuk membeli obat (Mercaptopurin). Bantuan #SR sebelum ini telah tercatat di Rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 15 September 2015
Kurir:  @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Azamil menderita  Leukemia

Azamil menderita Leukemia


REGI OCTIVANI (14, Leukemia). Alamat:  Dusun Pulo Harapan RT .6/2  Desa Kampung Sawah Kecamatan Jayakerta  Kabupaten Karawang  Jawa Barat. Orangtua Regi, Bapak Salamut Topik  (41) bekerja sebagai buruh lepas. Ibunya, Fatmawati (40) seorang ibu rumah tangga. Regi menderita leukemia sejak setahun yang lalu. Dalam satu tahun ini pula Regi berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Sebagai gambaran, leukemia merupakan penyakit kanker darah yang mempengaruhi sumsum tulang belakang dan produksi sel darah putih. Leukemia terjadi karena proses pembentukan sel darahnya tidak normal. Sel induk darah gagal terbentuk dan tidak matang tepat pada waktunya. Akibatnya jumlahnya berlebih dan berkembang menjadi dua tipe sel darah putih abnormal sehingga fungsi sel darah putih yang tadinya hanya bertugas melindungi dan melawan infeksi, berubah menjadi sel ganas yang menyebabkan gejala seperti mudah lelah, anemia, mimisan, dan gejala lainnya. Keluarga Regi sendiri merasa sudah habis-habisan mengeluarkan biaya berobat dan sering kesulitan masalah biaya pengobatan. Apalagi saat ini mereka harus rutin membeli Mercaptopurin sebanyak 45 tablet per bulan. Kedua orangtua Regi bingung karena tidak memiliki uang sebesar harga obat itu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan Allah dengan Regi dan keluarganya, dan bisa mendampinginya berobat hingga saat ini. Karena Regi masih harus menjalani pengobatan dan kemoterapi,  kembali sedekaholiks #SR menyampaikan santunan yang mereka terima di rumah singgah. Bantuan sebelum ini tercatat masuk si Rombongan 704.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 15 Septemberi 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Regi menderita Leukemia

Regi menderita Leukemia


ANNISA BINTI WAWAN (3, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015 #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka untuk mengurangi beban hidup dan kegalauan mereka. Bantuan yang mereka terima di rumah saudaranya ini digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, membayar iuran BPJS, serta membeli obat (kandistatin) dan biaya keperluan sehari-hari. Bantuan untuk Annisa sebelum ini administrasinya sudah masuk di Rombongan 737.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  14 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Annisa menderita Hydrochepalus

Annisa menderita Hydrochepalus


MTSR BANDUNG, (B 1629 SZF, Biaya Servis dan Ganti Ban). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Maka keberadaan ban MTSR yang laik pakai menjadi suatu keharusan. Sebelum ini MTSR Bandung telah mengganti dua bannya. Kini diperlukan tiga ban baru lagi karena yang digunakan sekarang sudah rusak dan tak layak pakai. Alhamdulillah para sedekaholik #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian ban MTSR Bandung. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholiks #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Bantuan untuk operasional MTSR sebelum ini tercatat di Rombongan 740.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tangggal: 16 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Servis dan Ganti Ban

Biaya Servis dan Ganti Ban


ANGGI AROVA DEWI (6, Polydactili tangan kanan). Alamat: Kampung Sukamenak RT.1/14, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orangtua dan kakaknya, Anggi tinggal di rumah sederhana yang dindingnya terbuat dari bambu. Meski begitu rumah itu terlihat rapi dan bersih. Ayah Anggi, Asep Hermawan (39), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak tetap dan tidak seberapa. “Hanya cukup untuk beli tahu. Itu pun kalau ada yang mempekerjakannya,” jelas ayah Anggi memberi gambaran pendapatan sehari-harinya. Ibunya, Erni Nurhayati (37), hanya lulusan sekolah dasar, tak mampu membantu suaminya mendongkrak ekonomi keluarga mereka. Dengan jumlah tanggungan keluarga 3 orang, cukup berat tantangan kehidupan yang dirasakan keluarga miskin ini. “Bujeng-bujeng kanggo lalandong Si Eneng, kanggo sadidinten ge repot, Pak,” katanya polos saat #SedekahRombongan pertama kali bertemu dan menanyakan riwayat penyakit dan pengobatan untuk anak bungsu mereka. Anggi mengalami cacat bawaan: ada gumpalan daging, yang menempel di jempol tangan kanannya sehingga terlihat ia mempunyai 6 jari (polydactili). Keluarganya baru membawa Anggi ke rumah sakit setelah mengetahui gangguan yang dialami Anggi dapat diatasi. Awalnya mereka kuatir masalah biaya jika berurusan dengan dokter dan rumah sakit karena mereka menyadari tak ‘kan mampu membayar biaya berobat/operasi dan tak punya jaminan kesehatan. Kini Anggi dan keluarganya tidak khawatir untuk berobat di klinik dan RSUD Soreang Kabupaten Bandung karena sudah memiliki Kartu BPJS. Sebulan sekali Anggi menjalani kontrol ke Puskesmas dan klinik rujukan. Rencananya, setelah Anggi berusia enam tahun, tindakan operasinya baru akan dilakukan. Mereka masih memerlukan bantuan untuk kelanjutan pengobatan Anggi. Alhamdulillah, kembali @SRbergerak menyampaikan bantuan untuk ongkos, bayar BPJS, dan biaya sehari-hari Anggi selama berobat. Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 717.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 15 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Anggi menderita Polydactili tangan kanan

Anggi menderita Polydactili tangan kanan


HANI NURHAWATI (34 , Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah walau kini ia ditinggal suaminya yang tak kuat menerima ujian. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya  di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 737.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 18 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


SITI SENANGSIH, (30, Tumor Lutut Kanan). Alamat: Kampung Lebakwangi RT.1/1, Sekarwangi, Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Suami ibu Siti Senangsih, Sukandi (30) bekerja sebagai buruh di pabrik sepatu. Sejak 18 bulan yang lalu Bu Senangsih didiagnosis menderita tumor di lutut kanan. Ia berobat menggunakan Jamkesmas. Ibu dari satu anak ini seringkali tidak memiliki cukup uang untuk biaya ke rumah sakit sehingga pengobatan sempat dihentikan. Setelah berkali-kali dikemoterapi, dokter menyarankan Bu Senangsih diamputasi sebagai upaya tindakan medis untuk mengatasi tumor yang ia derita. Akan tetapi, Bu Senangsih menolak tindakan itu. “Nggak pak, saya nggak rela diamputasi. Saya ikhlas seperti ini saja sampai takdir Allah menentukan yang terbaik,” kata ibu muda asal Palembang ini. Pada awal bulan Desember 2014 ia menghentikan ikhtiar medisnya di RSHS Bandung. Ia lebih memilih terapi alternatif (ahli tulang dan pijit) dan kontrol ke RSUD Soreang. Saat terakhir dikunjungi #SedekahRombongan di rumah kontrakannya, 16 Juli 2015, benjolan di kakinya tampak mengecil dan dia sudah mulai bisa duduk dan berdiri. Karena Bu Senangsih masih bersemangat untuk terus berobat, kembali #SedekahRombongan mendampinginya untuk berobat dan menyampaikan santunan lanjutan kepadanya. Bu Senangsih tampak semakin bahagia dan senang dengan pilihannya itu. Bantuan dari sedekaholics #SR kali ini digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan membeli obat. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 731.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 17 September 2015
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu siti menderita  Tumor Lutut Kanan

Ibu siti menderita Tumor Lutut Kanan


IIN SOLIHIN (16,  Suspect: Lumpuh Layu). Alamat : Kampung Arca RT.1/27 Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Iin Solihin sehari-hari dipanggil Ihin– adalah anak pertama dari tiga bersaudara, bukti kasih pasangan suami istri, Pak Yana (41) dan Ibu Siti Nuraeni (38). Di kampungnya, ayah Ihin dikenal sebagai buruh bangunan yang bekerja berpindah-pindah bahkan sampai ke luar Jawa. Karena itu, Ihin jarang bercengkerama dengan ayahnya. Ibunyalah yang sehari-hari menemaninya dan mengurus anak-anaknya yang lain. Sampai usia sembilan tahun, Ihin menjalani masa kanak-kanaknya seperti anak-anak lainnya: sehat dan ceria. Akan tetapi, menjelang usia sepuluh tahun, Ihin terserang sakit, Hampir dua tahun ia kerap mengalami demam berkepanjangan dan sesekali kejang-kejang. Ihin pernah diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek tetapi belum pernah ditangani secara serius di rumah sakit. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya selalu khawatir kalau berurusan dengan rumah sakit. Pada tahun 2010, kondisi Ihin semakin memburuk. Ia mengalami kelumpuhan total. Tenaga medis di Puskeamas menduga Ihin terserang lumpuh layu. Sayang, pengobatan Ihin hanya dijalani secara tradisional, yaitu: diurut dan diberi ramuan berdasarkan informasi yang mereka dapat. Ihin terpuruk tak berdaya; keluarganya hanya bisa berdoa di tengah kemiskinan mereka. Bahkan kini mereka tinggal di rumah saudaranya karena rumah kecil mereka tinggali kini sudah berpindah tangan. Kegetiran hidup yang dialami keluarga ini sampai kepada sedekaholics #SR berdasarkan informasi dari kader kesehatan di RSUD Soreang. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini, juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk melanjutkan biaya pengobatan dan biaya sehari-hari Ihin dan keluarganya. Pada hari Kamis, 20 Agustus 2015 Ihin mengawali pemeriksaannya di RSUD Soreang. Rumah sakit daerah Kab. Bandung ini kemudian merujuk penanganan Ihin ke RSHS Bandung. Tiga hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Iin menjalani pemeriksaan awal ke Poli Tulang, Poli Syaraf, dan Poli Dalam. Dia juga sempat tiga hari tinggal di Rumah Singgah SR (RSSR) karena kondisinya menurun. Pada 21 dan 22 September 2015 Iin harus kontrol lagi ke RSHS Bandung, sekaligus mengawali program psioterapi. Mereka masih memerlukan bantuan untuk membeli obat dan biaya sehari-hari serta biaya transport dan akomodasi selama berobat. Bantuan #SR sebelum ini telah tercatat di Rombongan 737. Semoga Allah memberi kemudahan untuk ikhtiar dan kesembuhannya! Amiin

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu


DANDI SUGIANTO (15, Pendarahan di kepala). Alamat :  Jati Padang Gang Saibun RT.9/14, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan  Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dandi Sugianto atau yang biasa dipanggil dengan Dandi saat ini terbaring di ruang rawat inap RS. Fatmawati, Jakarta Selatan. Dandi mengalami musibah kecelakaan motor di daerah Pasar Minggu pada hari Sabtu, 12 September 2015. Saat itu Dandi dibonceng oleh temannya. Entah karena tidak fokus dalam mengendarai kendarannya, teman Dandi tersebut kaget karena tibar-tiba didepannya ada seorang tukang parkir. Karena terkejut, teman Dandi tersebut seketika langsung membelokkan kekanan, namun di sebelah kanan ada mobil yang melintas. Akhirnya mereka berdua jatuh dari kendaraan. Pengemudi motor tersebut hanya terkena luka-luka kecil namun tidak bagi Dandi. Dandi oleh warga yang melihat langsung dibawa ke UGD RS. Fatmawati karena terjadi pendarahan di kepala sehingga Dandi dirawat di ruang ICU selama 2 hari. Setelah dari ruang ICU, Dandi dipindahlan ke ruang rawat biasa. Untuk pembiayaan RS, Dandi menggunakan jaminan umum. Hal ini dikarenakan Dandi tidak mempunyai BPJS atau KJS (Kartu Jakarta Sehat). Dandi dibantu oleh Yayasan KAISA, tempat Dandi belajar atau sekolah informal.  Dandi hanyalah tamatan SD. Selepas lulus SD ia tidak melanjutkan sekolah dan langsung bekerja sebagai penarik gerobak sampah. Profesi itu juga yang dilakukan oleh ayah, Amay (42) dan kakaknya, Deny Sunandi (23). Ibu Dandi, Bu Oni  sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Bantuan dari #SedekahRombongan digunakan untuk biaya operasional di RS.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2015
Kurir : @wirawiri @nurmanmlana @restu_ririn

Dandi menderita Pendarahan di kepala

Dandi menderita Pendarahan di kepala


FAJAR INDRA CITRA (36, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Gang Asem RT. 2/5 , Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. “Sekujur tubuh langsung lemas, saat itu saya benar-benar putus asa dan ingin marah” ujar Sandrawati (42) saat mengetahui dirinya dinyatakan positif terjangkit Penurunan Kekebalan Tubuh akibat infeksi virus. Kondisi tersebut ia alami setelah suaminya, Fajar Indra Citra (36), terinfeksi lebih dulu. Gejala  penyakit itu sudah mereka rasakan sejak tahun 2010. Putus asa tidak ada gunanya, karena itu mereka terus bersemangat untuk berobat meski harapan kesembuhan kecil. Selama ini mereka berobat di RS. Fatmawati Jakarta dengan biaya sendiri. Mulanya biaya tersebut masih bisa mereka keluarkan karena Fajar masih bisa bekerja, namun sekarang untuk makan sehari-hari saja terkadang mereka kesulitan. Hal tersebut membuat mereka menghentikan pengobatan sejak Februari 2015 yang lalu. Sebagai kepala keluarga, Fajar kini tak bisa lagi bekerja karena kondisi fisiknya terus menurun. Ia sering sesak nafas dan mudah lelah karena ada  gangguan  paru. Tak hanya itu, ia juga mengalami infeksi toksoplasma di otak.  Kini istrinya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja freelance memasarkan asuransi namun penghasilannya tidak menentu.  Fajar sebelumnya melakukan kontrol dan memberikan hasil lab di Fatmawati. Setelah melihat hasil CD4 Auly, dokter memberikan pengantar bahwa Aulia sudah bisa melakukan program minum obat. Aulia sebelumnya sempat terkena campak namun alhamdulillah campak tersebut perlahan sudah mulai menghilang. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan digunakan untuk operasional berobat keluarga di RS Fatmawati. Sebelumnya Fajar dibantu pada Rombongan 740

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Fajar menderita  Penurunan Kekebalan Tubuh

Fajar menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


EEN QOMARIAH ( 39 Tahun, Hepatitis B). Alamat : Jl H. Kabun RT. 5/9 No. 62, Kel. Rengas, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sejak 6 bulan yang lalu, Ibu Een Qomariah (39) mengalami pembesaran di perutnya. Mulanya hanya perut bagian kanannya saja, namun kini seluruh bagian perutnya membesar dan terlihat seperti perempuan yang hamil tua. Pertama kali berobat Ibu Een dibawa oleh suaminya Wahyudin (29) ke RSUD Tangerang Selatan, namun setelah beberapa kali berobat belum juga ada kepastian penyakit apa yang dideritanya. Ibu Een kemudian dirujuk ke RS Soeyoto Veteran, Bintaro. Di sana Ibu Een menjalani tindakan USG dan didiagnosa menderita Hepatitis B. Dari RS Soeyoto, Ibu Een dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Ia berobat ke bagian penyakit dalam dan didiagnosa ada masalah di bagian livernya dan kemungkinan ada tumor. Ia diminta untuk periksa darah dan tindakan Scan di kemudian harinya. Namun, sudah lebih dari seminggu belakangan ini, Ibu Een tidak berobat ke RS Fatmawati karena tidak kuat jika saat berobat harus menunggu lama dalam posisi duduk, sedangkan kondisi ruang tunggu poli penyakit dalam memungkinkan pasien hanya bisa duduk saja. Akhirnya, pemeriksaan darah dan Scan pun urung dilakukan. Ibu Een berobat menggunakan BPJS. Ibu Een terkadang muncul rasa sakit yang luar biasa pada perutnya itu pada saat adzan Ashar dan Magrib. Oleh karena itu pak Wahyudin ingin berikhtiar mencoba membawa bu Een untuk mendapatkan ruqyah. Bantuan lanjutan dari #sedekahrombongan digunakan untuk operasional rawat jalan di RS dan pengobatan ruqyah. Sebelumnya bu Een dibantu pada rombongan 748

Tanggal bantuan : 14 september 2015
Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu een menderita Hepatitis B

Ibu een menderita Hepatitis B


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia menderita tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Alhamdulillah kini ibu Ii kondisinya membaik setelah pasca operasi penganggatan Batu ginjal pada bulan Juni ini dan telah mulai beraktifitas kembali di rumah dan hanya melanjutkan kontrol rutin 1 bulan sekali di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin YRA. Saat ini #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat-obatan paska operasi yang cukup mahal yang tak ter-cover oleh BPJS kesehatan. Ibu Ii Tunia yang sebelumnya masuk pada Rombongan 747

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri


RAHMANSYAH (5, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ayahnya Rahmansyah, Martono (55) sehari-hari bekrja sebagai buruh tani  yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga dhu’afa ini ada 3 orang. Mereka menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas. Sampai  usianya kini 5 tahun, Rahmansyah  tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia alami. Saat usia satu tahun ia mengalami  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami  TB tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah tiga tahun orangtua Rahmansyah  berikhtiar untuk  kesembuhan bagi anak keduanya ini. RS Hasan Sadikin Bandung menjadi rumah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS.  Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) serta mendapatkan dampingan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk Rahmansyah telah disampaikan kembali. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini akan dipergunakan untuk membeli obat (Oscall), diapers, susu serta untuk keperluan sehari-hari selama  berobat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 738. Perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Ia sudah bisa berjalan pascaoperasi dan telah dilakukan pemasangan kaki palsu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Kini ia rajin  menjalani fisioterapi seminggu 3 kali  di RSHS. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Rahmansyah yang sudah lebih dari 1 tahun kita dampingi bersama Sedekah Rombongan dan sekarang Rahmansyah sudah mulai sekolah bersama para relawan di RSHS, belajar membaca,menulis dan berhitung bersama para pasien anak anak yang lain.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Rahman menderita  TB. Tulang

Rahman menderita TB. Tulang


ROHENDI (44,  Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher). Alamat: Kp. Bojong Gede RT.2/16 Desa Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Rohendi sehari-harinya adalah buruh. Ia mulai merasakan pgejala penyakitnya sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan benjolan yang muncul di lehernya disertai nyeri. Bersama istrinya, Nani (38) Rohendi berobat ke RSUD Garut selama 3 bulan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan yang lebih. Mereka sempat bingung mengambil keputusan berangkat ke Bandung atau tidak karena harus meninggalkan tiga anak da nada keterbatasan biaya bekal berobat.  Namun karena ingin sembuh, akhirnya Rohendi bertekad berangkat dan menitipkan anak mereka ke orangtua Rohendi. Untuk biaya transport mereka terpaksa meminjam ke tetangga. Setelah diperiksa ternyata Rohendi mengalami penyakit kelenjar getah bening. Selama di Bandung mereka tidur di koridor rumah sakit selama satu bulan sampai akhirnya bertemu dengan #SedekahRombongan. Kurir #SR segera mengajak untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Rohendi sangat bersyukur dan berharap cepat sembuh agar ia dapat  bekerja lagi. Namun takdir berkata lain, tepat pada tanggal 14 September 2015 Pak Rohendi kembali kepada sang Pencipta Allah SWT dan kurir  #SedekahRombongan mengantarkan almarhum Pak Rohendi ke rumah duka di daerah leleus Kabupaten Garut kami menyampaikan santunan terakhir untuk pengurusan pemakaman Pak Rohendi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 738. Selamat jalan Pak Rohendi, yang sudah 6 bulan kita dampingi bersama sama di #SedekahRombongan Bandung berkat sedekahmu  ..

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 21 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Alm. Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

Alm. Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung dan hingga saat ini terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 6 bulan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita Kusta Basah

Siti menderita Kusta Basah


ISAN BIN SIAN, (68, Susp. Tumor perut). Alamat : Kp. Gili-gili RT.2/6, Desa Sukajadi,  Kecamatan Sukakarya,  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah sejak 4 bulan yang lalu Pak Isan merasa perutnya semakin membesar dan mengeras disertai nyeri saat disentuh. Karena ketiadaan biaya, Pak Isan hanya menjalani pengobatan di Puskesmas Sukatani Bekasi meskipun ia sudah disarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Pak Isan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, namun karena penyakit yang dideritanya ia sudah tidak bekerja sejak beberapa bulan terakhir sehingga jangankan untuk ongkos berobat ke rumah sakit, untuk  kebutuhan dapur sehari-hari pun terasa sulit. Istrinya, Bu Kasih (51) hanya bisa pasrah meratapi nasib keluarganya. Meskipun Pak Isan memiliki Kartu Jamkesmas, ia hanya bisa merintih kesakitan di rumah tanpa mendapatkan penanganan yang semestinya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Ucapan terimakasih terucap lirih dari Pak Isan dan istri atas bantuan dari #SedekahRombongan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 743.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Pak isan menderita Susp. Tumor perut

Pak isan menderita Susp. Tumor perut


M. YADI MAHARUDIN (31, Batu Empedu dan Gangguan Hati). Alamat; Kp. Gili-gili RT.2/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Yadi yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek didaerah Bekasi, ini berawal sejak satu bulan yang lalu.  Ia merasakan nyeri hebat di bagian pinggang kanan. Keluarganya segera membawa Pak Yadi  ke RSUD Cibitung Bekasi, dan kemudian ia dirawat selama 6 hari dengan  jaminan Jamkesmas. Setelah kondisinya mulai membaik, Pak Yadi dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung, karena gangguan hati dan penyakit batu empedu yang ia derita membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah beberapa kali kontrol ke RS. Hasan Sadikin Bandung, keluarga mulai tak sanggup untuk mencari dana transport ke Bandung, karena untuk perawatan di RSUD Cibitung Bekasi saja mereka sudah banyak meminjam uang ke tetangga dan saudara. Pak Yadi sudah tidak bisa bekerja lagi semenjak ia sakit, sehingga tidak memiliki penghasilan. Istri Pak Yadi,  Jubaedah (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Yadi tinggal sementara di RSSR Bandung selama dalam masa pemeriksaan penyakitnya. Dokter menyarankan agar segera dilakukan MRCP di RS. Sentosa Bandung yang biayanya tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya MRCP di RS. Sentosa. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 737. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 20 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis.

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati


AGIL SAPUTRA, (4 bulan, Malnutrisi). Alamat : Jl. Suka Makmur RT. 9/0 , Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Kotamadya Pangkalpinang, Bangka Belitung. Adik Agil, nama yang biasa dipanggil, merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Erwin (43) dan Ibu Asti (32). Pada awalnya, Adik Agil yang terlahir pada usia kehamilan 8 bulan, memiliki perkembangan/pertumbuhan berat badan yang normal. Akan tetapi pada usia 3 bulan terakhir ini, Adik Agil sering terkena penyakit flu batuk disertai panas, sehingga menurunkan berat badannya secara drastis. Besar keinginan Bapak Erwin dan Ibu Asti untuk memeriksakan kondisi penyakit Agil ke Rumah Sakit, tetapi dengan kondisi Bapak Erwin yang bekerja sebagai buruh harian di pelabuhan dan Ibu Asti sebagai ibu rumah tangga, memaksa mereka untuk menangguhkan niat tersebut karena tidak ada biaya dan belum mempunyai fasilitas kartu BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya perawatan Dik Agil. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 749. Semoga Adik Agil bisa segera sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.258.850,-
Tanggal : 9 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @yahyaisyoyok

Agil menderita  Malnutrisi

Agil menderita Malnutrisi


RUMIYATI TONGIL (37, keracunan obat/ stepen johnzen) juga sedang hamil 13 minggu, Alamat dusun Crogol Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Jawa Tengah .Istri dari pak Tongil (47, buruh serabutan)
Saat ini merupakan kehamilan yang ke 10, namun anak yang hidup hanya 5 orang.  Sayangnya ditengah kehamilannya, bu Rumiyati mengalami gangguan kesehatan yang sangat menyedihkan karena kulit di sekujur tubuhnya mengelupas dan melepuh. Hal ini dikarenakan kemungkinan keracunan obat. Kejadiannya kira-kira satu bulan yang lalu bu Yati mengeluh sakit perut. Kemudian berobat ke mantri kesehatan. Seminggu kemudian sakitnya tidak sembuh malah kulitnya terasa panas seperti terbakar dan mengelupas. Akhirnya dirujuk Ke Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada Purworejo dan opname selama 9 hari, belum sembuh total bu Yati minta pulang paksa karena tidak tahan sakit yang luar biasa. Juga merasa putus asa. Di rumah ternyata sakitnya tambah parah seminggu kemudian dibawa lagi ke Puskesmas terdekat. Namun Puskesmas juga tidak sanggup dan harus dirujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih mampu. Keluarga tidak mau dan pasrah saja seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan. Berkat motivasi dari camat setempat akhirnya bu Rumiyati dibawa lagi ke RSUD Saras Husada Purworejo dengan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas ). Sedekah Rombongan membantu meringankan derita keluarga Pak Tongil ini dg 2 x bantuan.

Jumlah bantuan Rp. 1.000.000
Tanggal : 28 Agustus 2015 dan 6 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto sudiarto, Any Baelah dan Yoga ndut.

Ibu rumiyati menderita keracunan obat/ stepen johnzen

Ibu rumiyati menderita keracunan obat/ stepen johnzen


FAJRI SAMAU’AL (12, Lumpuh) Alamat RT 02 RW 04 Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo JawaTengah. Dik Fajri adalah anak kedua dari pasangan Bapak Sarjono (42 th) pekerjaan buruh sraburan dan ibu Supriatun (43 th) ibu rumah tangga. Menderita lumpuh sudah sejak bayi ketika umur 7 bulan diketahui perkembangannya tidak seperti bayi seusia dirinya.Riwayat kelahiran dik Fajri ini lahir prematur, umur 6 bulan kehamilan ibunya terjatuh di kamar mandi sehingga menimbulkan flek-flek perdarahan layaknya orang mau melahirkan. Saat itu juga bu Supriatun dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan persalinan. Dengan operasi sesar terpaksa bayinya harus dilahirkan demi menyelamatkan kedua nyawa tersebut. Sejak saat itu bu Supriatun memberi perhatian khusus pada bayinya. Dan begitulah ketika umur 7 bulan kelainan Fajri mulai nampak.Pernah dibawa ke Laboratorium GAKI di Borobudur Magelang ternyata tidak terbukti kekurangan Iodium bahkan curiga terkena virus tokso saat kehamilannya. Disamping itu pernah menjalani terapi saat umur 3 tahun selama kurang lebih 1 tahun, namun juga dik Fajri ini belum bisa apa apa hanya tergolek lemas. Akhirnya dik Fajri diobati secara alternatif sampai keluar kota Purworejo, namun juga belum membuahkan hasil. Saat ini dik Fajri hanya duduk  lemas di kursi roda yang sudah rusak. Kurir sedekah Rombongan mendatangi rumahnya sekedar memberikan bantuan untuk keperluan sehari hari dik Fajri dan jika memungknkan akan dibantu juga untuk pembelian kursi roda yang baru .

Jumlah bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal 31 Agusutus 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan Asri

Fajri menderita lumpuh

Fajri menderita lumpuh


ALVIAN ZIDNI RAMAD ( 2, hidrocepalus) Alamat Kelurahan Pangenjurutengah RT : 002 RW 001 Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.
Dik Alvi anak dari Pasangan Sukardi 31 tahun pekerjaan buruh bengkel motor dan   Nugraheni 23 tahun buruh di pabrik Bayan. Pada waktu lahir bayi Alvi normal dengan berat badan 2,5 kg dan panjang 48 cm. Awal diketahui menderita hidrocepalus mula-mula dik Alvi sakit panas, muntaber dibawa ke bidan terdekat diobati tidak sembuh kemudian dibawa ke dokter ahli anak juga tidak sembuh bahkan malah mencret. Waktu itu  umur 5 bulan dibawa ke rumah sakit opname selama 3 hari. Setelah  dinyatakan sembuh dik Alvi diperbolehkan pulang . Pada umur 7 bulan mata dik Alvi seperti juling (tertarik ke belakang) dan kejang- kejang.Oleh ibunya diperiksakan ke bidan namun bidan tidak berani mengobati dan disarankan dirujuk ke dokter ahli mata. Dokter mata menyatakan tidak ada masalah namun disarankan periksa ke dokter anak. Dari hasil pemeriksaan ubun-ubunya, dokter curiga hidroepalus. Dik Alvi dirujuk ke RS Parahita untuk cek EEG dan USH kepala. Disamping itu juga dilakukan CT SCAN di RSUP DR Sardjito. Dari hasil Ct Scan diketahui dik Alvi menderita hidrocepalus tetapi masih ringan. Oleh dokter disuruh opname utk operasi pemasangan selang. Saat ini selang sudah terpasang. Kondisi sekarang dik Alvi belum bisa bicara dan hanya tiduran saja.Kurir #Sedekah Rombongan sedikit memberikan santunan untuk pembelian vitamin yang diperlukan dik Alvi, karena untuk pemeriksaan kesehatan sudah memiliki jaminan kesehatan yang dikelola BPJS bidang Kesehatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 31 Agustus 2015.
Kurir @MarjunulNP, Toto Sudiarto.

Alvian menderita  hidrocepalus

Alvian menderita hidrocepalus


SRI HARIATI binti MULYONO  (20, lumpuh) Alamat: Desa Pamrian RT 004 RW 002, Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah.
Dik Sri Hartati putri ke-2 dari pasangan suami istri Bapak Mulyono(47). Pekerjaan buruh.Ibu Nikem(46) pekerjaan ibu rumah tangga. Pada umur 1 tahun dik Sri menderita panas dan kejang karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan letaknya yang jauh dari fasilitas kesehatan Sri kecil saat itu tidak diberikan pengobatan medis hanya dikompres saja. Sampai saat ini pun belum pernah diperiksakan ke rumah sakit  hanya berobat di alternatif.
Aktivitas di dalam rumah hanya merangkak karena tidak mempunyai kursi roda,komunikasinya lancar namun intonasinya tidak jelas. Alasan orang tua tidak memeriksakan ke  Rumah sakit karena faktor biaya dan tidak mempunyai Jaminan Kesehatan apa pun. kurir #Sedekah Rombongan menyambangi rumahnya untuk mengetahui kondisi terkini dari dik Sri . Disamping itu juga sedikit menyampaikan santunan dari para sedekaholiks untuk meringankan beban keluarga dari pak Mulyono dan insyaallaah akan mengusahakan permintaan kursi roda untuk mobilitas dik Sri. Karena pihak keluarga pernah mengajukan kursi roda sudah dua (2) tahun lebih  belum pernah direspon oleh pemerintah setempat.

Jumlah bantuan ; Rp.500.000
Tanggal : 5 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto sudiarto, Jo Markijo, Ria Wikantari, Asri dan Galuh

Sri menderita lumpuh

Sri menderita lumpuh


HIKMAWATI bin SAIMAN (3, Cerebal Palsy) Alamat: Desa Pamriyan Rt 006 Rw 003, Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah.
Dik Hikma anak dari pasangan suami istri Bapak SAIMAN(35) pekerjaan buruh proyek dan ibu RAYEM(25) pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Dik Hikma menderita kelainan sejak  lahir dengan riwayat persalinan Secar di RSUD Saras Husada Purworejo. Pada waktu umur 1 tahun dik Hikma dibawa ke RSUD Purworejo untuk pengobatan. Pada awalnya dipasang Gips pada kedua kakinya selama 4 bulan, kemudian dilepas untuk dilakukan Operasi. Namun sampai sekarang tidak ada perubahan. Setelah Operasi dik Hikmah kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keadaan ekonomi yang kurang mapan akhirnya pengobatan dihentikan. Disamping itu juga keluarga ini tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kurir #Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke keluarga ini untuk menyampaikan titipan sedekah dari para sedekaholiks untuk dapat digunakan dalam pembuatan BPJS sehingga dik Hikma dapat diteruskan pengobatannya.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 5 Septembet 2015.
Kurir ; @MarjunulNP,  Toto Sudiarto, Jo Markijo, Ria Wikantari, Asri dan Galuh.

Hikmawati menderita Cerebal Palsy

Hikmawati menderita Cerebal Palsy


SUPARJO (38, lumpuh) Alamat Kluwung Rt 03 Rw 03 Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo Pripinsi Jawa Tengah.
Suami dari Ny. Binti Mustafrido (33) dengan Seorang anak berumur 13 tahun. Delapan tahun yang lalu bapak Suparjo ikut gotong royong membuat rumah, pada waktu itu Pak Parjo sedang memasang usuk dan terjatuh dalam posisi duduk.Begitu jatuh pak Parjo langsung dibawa ke tukang urut. Setelah dari tukang urut bapak Suparjo dibawa ke Rumah Sakit Purwa Husada Purworejo selama 12 hari. Hasil pemeriksaan  rontgen ternyata tulang belakang patah. Pak Parjo harus dioperasi  untuk    pemasangan Pen. Pak Parjo dengan fasilitas jamkesmas Sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Orthopedi Solo namun dokter  menyatakan tidak bisa sembuh akhirnya pak Parjo dibawa pulang kembali ke Purworejo. Saat ini keluhannya kesakitan pada selangkangan sampai tulang ekor dan ada luka dikubitus di pantat karena kebanyakan tidur. Selama 5 tahun jika mau BAK di selang.BAK/BAB hanya dilakukan di tempat tidur. Istrinya sekarang menjadi tulang punggung keluarga yang kesehariannya bekerja serabutan membantu saudara menjual daging ayam. Kurir #Sedekah Rombongan menyampaikan sedikit santunan dari para sedekaholiks untuk membantu meringankan derita pak Parjo.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 4 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto sudiarto, Jo Narkijo, Ria Wikantari, Asri dan Galuh.

Pak suparjo menderita Cerebal Palsy

Pak suparjo menderita Cerebal Palsy


WARIDI Bin SURATMAN (49 ,kanker lidah) Alamat Desa Maron Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah.
Pekerjaan pak Waridi buruh serabutan, istrinya bernama Siti Darojah (40) pekerjaan  pembantu rumah tangga. Pak Waridi menderita kanker lidah penyebabnya setahun yang lalu lidahnya tergigit. Karena  dibiarkan saja ternyata terjadi infeksi dan tidak sembuh-sembuh. Air liur keluar dengan sendirinya dan terus menerus mengalir karena lidah sudah tidak berfungsi. Enam bulan kemudian diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada Purworejo dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Pengobatan ini hanya rawat jalan, karena belum sembuh juga akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito di Jogjakarta. Setelah diperiksa sampel lidahnya akhirnya diketahui bahwa pak Waridi ini terkena kanker lidah. Pada tanggal 8 Mei 2015 dilakukan operasi pemotongan lidahnya dan harus opnane selama kurang lebih satu bulan. Bapak dua anak ini  sekarang harus menjalani kemoterapi setiap 3 minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta. Saat ini sudah menjalani kemo yang keempat kalinya. Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi ke rumahnya sekedar ikut prihatin merasakan derita pak waridi ini dengan sedikit menyampaikan santunan dari para sedekaholiks untuk dapat digunakan dalam keperluan pak Waridi selama menjalani kemoterapy.

Jumlah bantuan : Rp.1,000.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Ari Loano dan Anang Jetis

Pak waridi menderita kanker lidah

Pak waridi menderita kanker lidah


YULIANTI ISWADI (35, melahirlan dengan Sectio Cesarea).   Alamat : Rumah Kontrakan Graha Nadya Blok F No.57 RT.7/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Bu Yuli sudah hamil cukup bulan, dan pada Jum’at malam (18 September 2015) pukul 22.40 WIB, ia dibawa ke klinik dekat rumah karena merasa ingin melahirkan. Bidan yang biasa menanganinya  menyarankan agar Bu Yuli dirujuk ke rumah sakit. Malam itu pun bu Yuli dibawa ke RS. Bakti Husada Cikarang. Pada Sabtu pagi Bu Yuli  menjalani operasi SC.  Bayi kembarpun dilahirkan dengan selamat.  Namun,  karena keadaan bayi  Bu Yuli memerlukan penanganan intensif di Ruang NICU.   Sayangnya salah satu bayi Bu Yuli meninggal dan kini satu  bayi  bu Yuli masih dirawat di ruang NICU. Setelah 3 hari dalam perawatan, biaya yang dibutuhkan ditaksir sekitar 25 juta rupiah, karena Bu Yuli tidak memiliki jaminan kesehatan. Pembayara awal (DP) yang sudah dibayarkan sebesar 4 juta, sehingga masih ada  tanggungan  yang sangat besar. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin @hapsarigendhis

Bantuan biaya persalinan

Bantuan biaya persalinan


BALBINA FONTES (31,melahirkan dengan Sectio Cesarea). Alamat : Jalan Buyan I No. 2, Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kotamadya Denpasar, Provinsi Bali. Saat menjelang kelahiran bayinya, Ibu Balbina dievakuasi ke RS. Bhakti Rahayu Denpasar karena harus dengan opersi. Proses operasi pun berjalan lancar, ibu Balbina melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat badan 3100 gram, panjangnya 50 cm dalam keadaan sehat. Namun sayangnya ketika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Ibu Balbina tidak dapat melunasi sisa tagihan rumah sakit sebesar 3,6 juta rupiah. Selama ini mereka tinggal disebuah rumah kost. Ibu Balbina sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sedangkan suaminya Longuinos Gusmao (28) seorang tukang kebun ditempat istrinya bekerja. Dimasa kelahiran bayinya ia tinggal jauh dari kampung halamannya, Nusa tenggara Timur. Tiada Sanak saudara yang bisa membantu. Di tengah-tengah kebingungan mereka, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @tuniknata,@athaya336

Bantuan biaya persalinan

Bantuan biaya persalinan


MASEM (80, Bantuan Hidup Layak).  Alamat : Br. Semana Mambal Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung Provinsi Bali. Nenek Masem hidup sebatang kara, sejak suaminya meninggal. Ia tidak mempunyai anak. Sehari-hari nenek masem mencari uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dengan membuat banten (Khusus Hindu) yang penghasilannya anatara Rp. 3000,- sampai Rp. 10.000,- perhari. Keadaan ekonominya memprihatinkan. Ia tinggal disebuah rumah petak dan tidak memiliki tempat tidur yang layak, dengan kondisi fisik yang kurang sehat. Untuk sekedar makan , nenek masem hanya bisa mengandalkan belas kasihan kepada keponakannya, itupun jika keponakannya sedang memiliki kelebihan uang karena juga keterbatasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu dengan nenek masem. Saat ditemui ia sedang berbaring di tikar tipis tepat di depan rumahnya. Kurir #SR segera membantu agar nenek masem bisa tidur dengan kasur yang layak dan melengkapi fasilitas rumah nenek Masem. Terlihat rona bahagia dan perasaan haru. Kini, saat ini Nenek Masem dapat tidur nyaman dan melanjutkan pekerjaannya membuat peralatan banten. Saat kurir #SedekahRombongan mendatangi rumah nenek Masem untuk kedua kalinya dan melihat nenek Masem duduk di dapur seorang diri sambil makan nasi pemberian orang lain. Nenek Masem sangat gembira melihat kedatangan kami dan ia menyebut kami kurir #SedekahRombongan sebagai cucunya. Bantuan lanjutan pun kami sampaikan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, karena nenek Masem sudah tidak bisa bekerja lagi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 735.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @tuniknata @athaya336 @hapsarigendhis

 Bantuan Hidup Layak

Bantuan Hidup Layak


AINUR ASYILA (3, Myastenia Gravis), Alamat: ke BTN KODAM III BLOK A6 NO.11, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam ilmu kedokteran penyakit saraf (neurologi), MG termasuk jenis penyakit sulit yang tingkat kegawatannya sangat tinggi, dimana penderita mengalami kelumpuhan otot secara bertahap dan jika akut akan mengalami gagal napas yang bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit ini salah satunya, mengalami kelelahan terus-menerus, dan pagi hari, saat bangun tidur, terasa ada ketidakberesan dengan mata yang kelopaknya menjadi separuh tertutup. Lalu, siang hari mata menjadi tertutup karena merasa ngantuk dan lemas. Sekedar diketahui, Myasthenia gravis termasuk penyakit langka. Penderitanya boleh dibilang 1 di antara 1.000. MG disebabkan karena terjadinya kekacauan penyimpangan antara saraf dan otot (neuro muscular junction disorder), yang antara lain memengaruhi kekebalan tubuh manusia. Penyakit yang menimpa anaknya ini mulai menjalar sejak tahun 2013 lalu, dimana saat diperiksakan ke rumah sakit ternyata, dokter mendiagnosa Asyila menderita penyakit Myastenia Gravis. Meski mendapatkan pengobatan rutin dari dokter, namun penyakitnya bertambah parah bahkan Asyila saat ini ketergantungan obat, sehingga Ia memutuskan untuk merawat anaknya dirumah karena alasan biaya. Asyila hingga sekarang belum mendapatkan perawatan medis yang semestinya lantaran berasal dari keluarga kurang mampu. Kini orangtua Asyila, hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang diharuskan meminum obat 6 kali sehari, jika terlambat semenit saja meminum obat dia akan lumpuh tak bisa bergerak seperti mumi. Ironisnya lagi, obat yang dikomsumsi tidak dijual di Makassar, melainkan harus dipesan khusus di Jakarta, belum lagi harga obat tersebut sangat mahal dimana dengan dosis 40 miligram harus ditebusnya dengan harga Rp 10 ribu perbijinya, sebotol Rp. 1,5 juta ditambah biaya perawatan, karena harus bolak balik rumah sakit. Pengobatan yang harus ditempuh Asyila, yakni melalui terapi Stem Cells, tapi pengobatan itu hanya ada di Jakarta. Dan itu membutuhkan biaya besar, hingga mencapai ratusan juta. sementara untuk membeli obat sehari-harinya saja sudah tidak mampu lagi, Sebenarnya ada proses penyembuhan di makassar tapi harus melalui operasi belah dada, tapi ibunya tidak berani. Ayahnya bernama Muhammad Syaeful (36) yang setiap harinya bekerja sebagai pedagang roti mantao di salah satu pinggir jalan di kota makassar. Ibunya Andi Harmiah (29) akrab disapa ibu mia. Ia, ibu rumah tangga biasa. Hidup pas- pasan dengan mengontrak rumah.Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan lanjutan untuk biaya tes laboratorium yang tidak terjamin oleh BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 748. Kondisi Ainur Asyila Alhamdulillah stabil, pemberian obat myastik prednisolon (untuk menekan reaksi system kekebalan tubuh) dari team dokter yang menanganinya membuat Ainur Asyila selalu terlihat aktif namun menurut dokter pemberian obat ini tidak bisa terlalu lama karna akan menimbulkan pengeroposan tulang bahkan kanker darah untuk mencegah hal tersebut  Ainur Asyila diminta untuk mengkomsumsi vitamin D dan untuk melihat dosis yang tepat, team dokter memintanya kembali melakukan tes lab yang bertujuan melihat berapa dosis vitamin D yang tepat yang dibutuhkan oleh tubuh Ainur Asyila.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 12 September 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @Ismawan_as @endangnumik

Ainur menderita Myastenia Gravis

Ainur menderita Myastenia Gravis


NONENG SOLIHAT (37, Ca Mammae). Alamat: Kampung Nangkerok RT. 13/1 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan anak semata wayangnya, Bu Oneng tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Anang S (43), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Walaupun tanggungan keluarganya hanya dua orang, menurut pengakuan Pak Anang, ia merasakan berat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Noneng hanya bisa membantu suaminya menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga. Dalam setahun ini, keluarga dhuafa ini semakin menderita semenjak Bu Oneng didiagnosa mengidap kanker payudara. Meskipun Bu Oneng sudah memiliki Jamkesmas, pengobatannya sering tertunda karena terkendala masalah biaya operasional ke rumah sakit dan biaya hidup sehari-hari. Pada 16 September 2015 kondisi Bu Oneng memburuk. Keluarga dan warga kemudian membawanya ke IGD RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Selama dua hari dua malam ia dirawat di IGD RSHS Bandung. Karena masih belum mendapatkan kamar untuk rawat inap, pada 18 September 2015 Bu Noneng memaksa pulang dari rumah sakit. Salah seorang keluarganya kemudian menghubungi kurir #SR, meminta bantuan untuk menjemputnya tengah malam. Ahamdulillah amanah dari sedekaholics #SR bermanfaat dan  membahagiakan hati Bu Noneng: membawanya pulang dan memberinya bantuan untuk biaya pengobatan lanjutan dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu noneng menderita Ca Mammae

Ibu noneng menderita Ca Mammae


RIKA AGUSTIN (14, Polio dan Gizi Buruk). Alamat : Kp. Pasir Randu RT.5/3, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Rika menderita penyakit polio serta gizi buruk.  Tiga minggu yang lalu, Rika menjalani 5 hari perawatan di RS. Amanda Bekasi. Saat ini Rika  harus kontrol dan melakukan pemeriksaan dua kali dalam satu pekan, yaitu hari Selasa dan Jumat.  Rika saat ini sedang menjalani terapi uap agar tidak sesak napas serta fisioterapi. Pengobatan ini dilakukan sampai dengan perkembangan Rika membaik. Ayahnya, Pak Agus (47) sehari-harinya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan ibunya, Emih (43) seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke RS. Amanda, membayar iuran BPJS dan membeli makanan bergizi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan putri Pak Agus ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharna_Yana @Iyom_Romli @hapsarigendhis.

Rika menderita Polio dan Gizi Buruk

Rika menderita Polio dan Gizi Buruk


ACIP BIN ABDULLAH (67, Tumor jinak mata). Alamat : Kp. Pulo RT.2/37, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bermula sekitar lima belas  tahun yang silam, Pak Acip merasakan mata kirinya  terasa gatal disertai bengkak. Empat tahun kemudian bengkak di mata Pak Acip semakin membesar. Oleh keluarga, Pak Acip dibawa berobat ke RSUD Bekasi, kamudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Sampai dengan pemeriksaan ke-7 di RSCM, keluarga sudah tidak punya uang lagi untuk transport sehingga pengobatan Pak Acip menjadi tertunda. Saat Kurir #SedekahRombongan  bersilaturahmi ke rumahnya, Pak Acip sudah pasrah dengan penyakitnya karena ia merasa sudah tua dan takut jika harus  menjalani operasi. Disamping itu,  Bu Gorom (65), juga terganggu penglihatannya. Keluarga tidak dapat memaksa sehingga akhirnya hanya bisa mengikuti keinginan Pak Acip. Bantuan awal dari #SR-pun diberikan untuk biaya berobat.  Semoga Pak Acip dan keluarga diberi kemudahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2015
Kurir:@ddsyaefudin @Suharna_Yana @Iyom_Romli via Teh Rika @hapsarigendhis

Pak acip menderita Tumor jinak mata

Pak acip menderita Tumor jinak mata


ADE SAPUTRA (60, Penyakit Paru). Alamat : Kp. Cibitung RT.7/1, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Ade menderita penyakit paru sejak  8 tahun yang lalu. Semenjak itu Pak Ade sudah tidak bekerja lagi sebagai supir, sehingga ia tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga. Karena tidak mengerti manfaat fasilitas jaminan kesehatan, pak Ade hanya menggunakan obat yang dibelinya di warung jika kondisinya badannya  memburuk. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mengandalkan pemberian anaknya yang bekerja sebagai karyawan swasta. Sementara istri Pak Ade, Bu Inah (54) ibu rumah tangga, tidak bisa banyak membantu perekonomian keluarga. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Ade, sehingga selain dapat menjelaskan manfaat fasilitas Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) sekaligus  juga menyampaikan bantuan untuk biaya transport  selama menjalani pemeriksaan ke puskesmas dan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @Suharna_Yana @Iyom_Romli @hapsarigendhis

Pak ade menderita Penyakit Paru

Pak ade menderita Penyakit Paru


RAHMADANI AMI FAJAR (20, Susp. Ca Mamae). Alamat : Perum Pesona Gading Blok D2/39 RT.2/15, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah sejak setahun yang lalu Rahma mengalami  luka di payudara kanannya. Semakin lama luka tersebut semakin melebar dan terasa nyeri. Satu minggu yang lalu Rahma memeriksakan diri ke RSUD Kabupaten Bekas, dan  ia disarankan berobat lebih lanjut ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Menurut dokter yang memeriksakan gejala yang dialami Rahma sudah parah. Rahma telah menjadi yatim piatu sejak kecil. Kini ia tinggal bersama sepupunya yang sudah berkeluarga, yaitu Pak Sukamto (48) yang bekerja sebagai supir dan istrinya, Bu Sukinah (45) seorang ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga mereka yang pas-pasan hampir saja membatalkan rencana pengobatan lanjut ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport berobat.  Semoga Allah mengangkat penyakitnya, aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @avinptr @hapsarigendhis

Ramadhani menderita Susp. Ca Mamae

Ramadhani menderita Susp. Ca Mamae


DEDEN ZAENUDIN (20, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Warung Bambu RT.1/9, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak setahun yang lalu kondisi kejiwaan Deden mulai terganggu. Kondisi ekonomi keluarga  juga membuat orang tua Deden tidak berani membawanya berobat ke rumah sakit. Mereka bingung  dengan  ongkos transport membayar biaya pengobatan rumah sakit, semua itu  terus menghantui pikiran orang tua Deden. Maklum saja, ayahnya Pak Misda (45) hanya seorang buruh tani, yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-haru sangat sulit. Bahkan ibunya, Bu Ipit (45)ikut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi buruh cuci di sebuah perumahan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan untuk biaya transport  ke rumah sakit serta membuatkan Kartu BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Deden menderita Gangguan Jiwa

Deden menderita Gangguan Jiwa


ARWATI NASOKA (62, Luka bakar). Alamat : Sepanjang Jaya RT.3/1, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Luka bakar yang dialami Bu Arwati berawal ketika ia  sedang membakar sampah tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba  tanpa ia sadari ada kaleng bekas pylox di tempat sampah  tersebut sehingga menimbulkan ledakan yang mengenai muka dan lehernya. Dengan kondisi kulit muka dan leher yang melepuh, ia langsung dibawa  ke UGD RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan pertolongan. Karena tidak memiliki surat jaminan apapun, akhirnya ia terpaksa menggunakan biaya pribadi  yang menghabiskan biaya tujuh ratus ribu rupiah. Dengan uang pinjaman dari tetangga, Bu Arwati dapat melunasi biaya rumah sakit. Namun saat tiba waktu yang ditentukan untuk menjalani kontrol ia tidak datang karena tidak punya biaya. Suaminya, Pak Nasoka (65)  sehari-harinya mengais rejeki dengan memulung dan harus menghidupi 4 orang tanggungan anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya dan akomodasi ke rumah sakit serta untuk membeli obat luka bakar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Ibu arwati menderita Luka bakar

Ibu arwati menderita Luka bakar


MARDIANSYAH (55, Membayar hutang biaya rumah sakit). Alamat : Jl. Cipto Mangunkusumo RT. 1/0,  Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami oleh bapak 3 anak ini. Anak bungsunya yang bernama Ronny Hermansyah (26) meninggal karena kecelakaan lalu lintas, dan meninggalkan beban hutang yang harus ia tanggung sendirian. Ketika Kurir #SedekahRombongan Samarinda berkunjung ke rumahnya yang sangat sederhana, yang berlantai tanah dan berdinding papan seadanya. Air matanya tak dapat ia tahan saat menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia mulai kehilangan kontak anaknya pada hari Rabu, 26 Agustus 2015. Meski berulang kali mencoba menghubungi, namun HP anak bungsunya tersebut tidak aktif. Ia tidak tahu, bahwa pada hari itu anaknya telah mengalami kecelakaan dan sedang koma di RSUD. I.A Moeis Samarinda. Dan baru pada hari Jum’at, 28 Agustus 2015, ia berhasil menghubungi HP anaknya dan diangkat oleh seseorang yang kemudian mengabarkan bahwa anaknya telah mengalami kecelakaan dan koma serta masih dirawat di rumah sakit. Dua hari kemudian anaknya menghembuskan nafas terakhir, meninggal dunia. Sedih tak terkira yang dirasa oleh pria paruh baya yang akrab dipanggil pak Imur ini. Belum lagi kemudian ia mendapat kabar bahwa ia harus melunasi biaya rumah sakit sebesar Rp. 11.360.875,- agar dapat membawa pulang dan mengebumikan anaknya. Apalagi ia dan anaknya bukanlah peserta jaminan kesehatan. Beruntung ada kerabat dan beberapa tetangga dekat yang kemudian dengan ringan tangan bersedia membantu pinjamaan agar si bungsu bisa segera dibawa pulang. Namun saat ini itulah yang menjadi bebannya. Ia harus menanggung beban hutang dan melunasi pinjaman dari kerabat serta tetangganya. Dengan pekerjaan sebagai penjaga malam,yang gajinya hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, ia kebingungan untuk menyelesaikan hutang-hutangnya. Kedatangan Kurir #SedekahRombongan Samarinda menyampaikan bantuan untuk meringankan beban hutang-hutang pak Imur, cukup membuatnya tersenyum. Meski bantuan akan diberikan secara bertahap, setidaknya ia tahu bahwa ada orang-orang yang peduli dan berkenan membantu meringankan beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000,-
Tanggal : 14 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @RyanWidiyantoMI

Bantuan pelunasan biaya RS

Bantuan pelunasan biaya RS


DEVAN NOUFAL ARGANI (10 bulan, Hydrocephalus) . Alamat : Kavling Serpong RT .4/3, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Devan Noufal Argani adalah anak kedua, putra  pasangan Dian Yos Prasetyo (31) dan Mia Suryatiningsih (28). Bayi mungil yang biasa dipanggil dengan Devan itu secara fisik terlihat seperti normal seperti anak-anak seusianya. Namun bila diperhatikan lebih seksama, terlihat bagian kepala Devan membesar perlahan-lahan. Pembesaran itu mulai terlihat saat ia berusia 3 bulan. Oleh ibunya Devan dibawa ke Puskesmas Serpong. Dari puskesmas, Devan dirujuk ke rumah sakit, namun karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS, mereka tidak melanjutkan pengobatan.  Alhamdulillah kini Devan dan keluarga sudah memiliki BPJS. Devan mendapat rujukan berobat ke RS. Siloam dari klinik dekat rumahnya. Devan segera akan mendapatkan tindakan scan kepalanya. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan diberikan untuk membantu biaya operasional berobat Devan. Bayi mungil ini terlihat sangat aktif dan tidak terlihat seperti sedang sakit. Sebelumnya Devan dibantu pada rombongan 700

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2015
Kurir :  @wirawiry @nurmanmlana @ndaaaaayy @ririn_restu

Devan menderita Hydrocephalus

Devan menderita Hydrocephalus


AMSIAH BINTI AMSIR (40, Janda Dhuafa). Alamat ; di Kp. Pendurenan RT 1/4, Kel. Cilandak Timur Kec.Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Amsiah adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Suaminya yang seorang mu’alaf sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena sakit. Pesan dari almarhum suaminya selalu diingatnya “jangan kamu gadai iman kamu, dan jaga selalu mulutmu”. Sepeninggal suaminya, ia harus banting tulang seorang diri menghidupi keluarga kecilnya. Mulai dari menjadi buruh cuci, jualan makanan hingga mengumpulkan gelas plastik air mineral bekas, terakhir ia menjadi cleaning service di sebuah rumah sakit, namun tak lama ia harus kehilangan pekerjaannya. Sejak saat itu, ia tak lagi berpenghasilan, untuk membiayai keperluan anaknya sekolah ia kesulitan dan minta bantuan kesana sini. Untuk makanpun sulit, terlebih lagi kontrakan yang ia tinggali bersama anak-anaknya harus ia tinggalkan karena tak mampu lagi membayar dan ia pun saat itu masih punya utang tunggakan sewa kontrakan selama 3 bulan. Ia merasa kebingungan, tak jarang ia menangis karena masalah yang dihadapinya. Di satu sisi ia terus dikejar untuk membayar utang sewa kontrakan, disisi lain ia harus mencari kontrakan baru dimana nantinya ia akan tinggal, namun ia tidak punya uang. Mungkin jika sang suami masih ada kondisi tidak akan seperih ini pikirnya. Namun ia tidak boleh menyesalinya, teringat nasehat seorang teman padanya bahwa ia harus terus bersholawat, berzikir dan meminta pada Allah SWT. Alhamdulillah kini Ibu Amsiah sudah bekerja lebih dari 1 bulan sebagau asisten rumah tangga di dekat kontrakan yang ditinggalinya. Penghasilannya sebagai asisten rumah tangga sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, membayar kontrakan juga membiayai sekokah ketiga anaknya. “Tapi alhamdulillah ada aja rezekinya, majikan saya juga suka kasih uang lebih. Allah sayang banget sama saya, selalu ada jalan,” ungkapnya saat kurir #sedekahrombongan menemuinya di rumah majikannya. Ibu Amsiah sebelumnya pernah dibantu oleh #sedekahrombongan pada rombongan 570. Bantuan yang sekarang diberikan diperuntukkan untuk biaya sekolah anaknya. Semoga Allah selalu memberi kemudahan untuk Ibu Amsiah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal Bantuan: 21 September 2015
Kurir: @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan tunai

Bantuan tunai


REDI GUSTIANDI (23, Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak kedua dari Bapak Aman (56) dan ibu Leni (56) ini tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey bersama ketiga sausata kandunhnya. Lima tanggungan keluarga ini amat memberatkan keluarga dhu’afa ini. Apalagi, sejak empat tahun yang lalu, Redi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, karena sampai saat ini keluarga miskin ini tidak punya jaminan kesehatan, baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluarga ini tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan. Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit. Karena Redi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Redi sudah dibuatkan BPJS dan mulai bisa dimanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Redi kerap meresahkan warga, sehingga kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selama 19 hari akhirnya Redi dirawat inap di RSHS Bandung dengan dampingan #SedekahRombongan. Pada 5 Mei 2015 Redi diizinkan pulang dan harus kontrol seminggu kemudian. Kini pengobatan Redi bisa dilakukan di RSUD Soreang dan ia harus kontrol sebulan sekali. Karena mereka masih sangat membutuhkan biaya untuk meneruskan pengobatan Redi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport, bayar BPJS dan keperluan sehari-hari. Titipan dari langit ini diterima Redi dan ibunya di rumah yang dipinjamkan seorang warga yang dermawan. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 731.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Redi mengalami Gangguan Kejiwaan

Redi mengalami Gangguan Kejiwaan


ESTI DAROMAS WIDIJASTI (43, lumpuh) Alamat Desa Jetis Rt 01 Rw 04, Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.
Bu Esti adalah istri dari Pak Joko Purnomo (43) bekerja sebagai wiraswasta menerima pesanan kue-kue kecil. Punya anak 1 putri klas 1 SMP. Riwayat penyakit kejadian tanggal 11 Nopember 2010 jam 03.30 bu Esti mau ke pasar pagi untuk belanja. Tiba-tiba ada bus yang melaju kencang dan bu Esti berusaha menghindari bus sampai harus turun dari bahu jalan (ngrolak) dan jatuh tergelincir karena ada sisa abu bekas letusan gunung Merapi. Ibu Esti kemudian dibawa ke RSUD Saras Husada Purworejo untuk dilakukan pemeriksaan foto rontgen. Hasilnya tulang belakang sebagai bantalan /penyangga pecah serta posisinya jadi bergeser. Karena ingin sembuh bu Esti dioperasi di RS Margono Purwokerto dan dilakukan pemasangan pen pada lumbal ke 5. Opname selama 26 hari dilanjutkan fisioterapi di rumah dengan tenaga dari RS Saras Husada Purworejo. Karena biaya terbatas akhirnya berhenti.  Dilanjutkan pijat ahli syaraf namun tetap tidak ada perubahan apapun. Saat ini bu Esti hanya tiduran dirumah terlentang tidak bisa aktifitas sendiri, semua dibantu oleh  suaminya. Bagian tubuh dari pinggang ke bawah tidak bisa digerakan sama sekali. Bu Esti didiagnosa lumpuh permanen. Meskipun punya fasilitas jamkesmas namun bu Esti enggan menggunakannya karena untuk mobilitas dirinya sangat sulit. Kurir #Sedekah Rombongan mengunjungi bu Esti untuk sedikit berbagi memberikan santunan titipan sedekah dari para sedekaholiks. Semoga santunan ini sedikit memberi rasa lega pada keluarga bu Esti.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 5 September 2015.
kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Ari Loani dan Anang Jetis.

Ibu esti menderita lumpuh

Ibu esti menderita lumpuh


WRESTHI WAHYU SAPUTRI (14, Anemia) Alamat : Desa Mudal RT 01 RW 3 Kecamatan Purworejo,Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah.
Dik Wresthi Siswi MTs N Purworejo klas 8. Anak  dari pasangan suami istri Bapak Wahidin yg pergi tidak mengurusi anaknya, dan ibunya  Ahwaliyah yang sudah meninggal dunia sejak Wresthi berusia 5 tahun.Saat ini Dik Wresti  tinggal bersama pakdenya yang  bernama Karsono pekerjaan buruh. Sejak kecil dik Wresti sering sesak nafas dan pingsan jika kelelahan. Hingga pada suatu ketika pernah opname 2 kali dalam waktu dekat di RSU Saras Husada karena sering pingsan dan mengalami gangguan anemia (kurang darah). Dik Wresti ini tidak mempunyai Jaminan kesehatan apa pun, maka ketika dirinya sakit dan harus diopname di rumah sakit Pakdenya mengurus surat keterangan  miskin karena keluarga ini termasuk tidak mampu. Surat keterangan miskin ini  membantu dalam pembiayaan pengobatan Dik Wresti khususnya di RSUD Saras Husada Purworejo. Karena dengan surat itu mendapatkan keringanan biaya pengobatan sampai 50 %. Kurir #SedekahRombongan mengunjungi dik Wresti untuk melihat kondisi kesehatannya dan menyampaikan titipan sedekah dari para sedekaholiks sebagai rasa simpatik atas derita yang dialami oleh dik Wresti.

Jumlah bantuan Rp.500.000
Tanggal : 5 September 2015.
kurir @Marjunul NP, Toto Sudiarto, Ari Loano dan Anang Jetis.

Wresti menderita Anemia

Wresti menderita Anemia


TARUNA INDRAGUPTA (10, leukemia ) Alamat : Kelurahan Sindurjan RT 04 RW 01 Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dik Indra adalah pelajar kelas 5 SD, anak dari bapak Teguh Budi Prabowo (38, buruh serabutan) penghasilan perbulan tidak pasti. Nama ibu :’Agus Fitriyani (36, ibu rumah tangga) kadang membantu buruh laundry, penghasilan kurang lebih Rp.400.000 per bulan dan kadang tidak pasti juga. dik Indra mempunyai seorang kakak yang sekarang masih duduk di bangku  klas 3 SMP. Jaminan kesehatan yang dimilikinya yaitu BPJS mandiri kelas 3. Waktu liburan sekolah kemarin dik Indra merasakan gejala seperti flu dengan keadaan leher membengkak, sebelumnya tidak pernah mengira ada leukimia, kemudian dibawa ke puskesmas terdekat dari puskesmas dirujuk ke RSUD Saras Husada Purworejo, dari hasil pemeriksaan diketahui ternyata dik Indra menderita leukemia.  karena di RSUD Purworejo tidak bisa untuk pengobatan akhirnya diirujuk ke RS Moewardi  Solo.Sempat opname beberapa hari di rumah sakit karena harus menjalani beberapa  pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan sumsum tulang belakang diketahui dik Indra terkena Acut Limpoblastic Leuukemia tipe L.1 {ALL L1) dan terapi yang dijalani dik Indra harus beberapa tahap. Sementara itu berat badan dik Indra turun drastis karena tidak ada nafsu makan, sebelumnya dokter mencoba untuk pasang selang lewat hidung untuk jalan makanan tetapi tidak bisa karena ada gumpalan di daerah hidung. Saat ini dik Indra sudah menjalani Induksi ( kemoterapi) yang keempat kali dari rencana 17 kali paket pengobatan ALL -HR. Kurir  #Sedekah Rombongan mengunjungi  rumahnya untuk  menyampaikan amanat dari para sedekaholiks menyampaikan santunan yang kedua setelah yang pertama pada tanggal 12 Agustus 2015 yang sudah diposting di Rombongan 746. Semoga santunan ini bermanfaat apalagi saat ini ayah dik Indra tidak bekerja hanya ibunya yang buruh sebagai tukang cuci.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 7 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan Endah Kesga.

Indra menderita Anemia

Indra menderita Anemia


PANTI ASUHAN MAMBAUL HISAN Alamat Banjaran,  RT 74 RW 22, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo DIY.
Berdiri sejak tahun 1991 dengan 2 santri yg menginap.Pada waktu itu Pak Amir Syarifudin Jami’ (pengasuh panti) hanya berdagang baju di Kalimantan. Oleh saudaranya beliau disarankan nyantri di Gresik. Setelah selesai beliau disarankan untuk. mengasuh anak yatim yang dititipkan dari pondok di gresik. Tdk ada fasilitas di panti asuhan tetapi yang mondok semakin banyak. Pada tahun 1996 ada 10 santri dan pak amir sempat menolak 2 santri yg akan mondok, tetapi beliau di sarankan untuk tetap menerima santri tersebut dengan keterbatasan dana yg ada. Pada saat itu pak Amir menolong seorang yang terpeleset akibat licin di guyur hujan dan ternyata beliau adalah pak Kapolres. Setelah beliau bercerita tentang panti yg dikelola seperti hidup segan mati tak mau karena keterbatasan dana, pak Kapolres memberi bantuan dana untuk mendirikan Panti Asuhan yang layak. Setelah tahun 2006 santri bertambah banyak dan di perlukan dana utk pengelolaan.
Program panti adalah menggratiskan biaya sekolah karena kebanyakan santri dari golongan tdk mampu dan anak yatim. Biaya asrama dan fasilitas sekolah juga gratis. Sekarang ada 65 santri yang menginap. Terdiri dari 20 putri dan 45 putra. Santri bersekolah di SD, SMP, MTS, dan SMK yg ada disekitar Panti Asuhan. Fasilitas transportasi ke sekolah sangat terbatas, yaitu menggunakan sepeda yang sudah dalam kondisi memprihatinkan. Berdasarkan informasi tersebut kurir #SedekahRombongan tergerak untuk menyalurkan bantuan dari para sedekaholiks dengan memberikan sepeda sebanyak 5 buah dan beras sekitar 1 Kwintal. Disamping  itu dari para kurir #Sedekah Rombongan Purworejo secara berjamaah juga memberikan bantuan berupa paket sembako senilai sekitar Rp. 1.000.000,- . Semoga bantuan yang diberikan dapat menambah semangat para santri dalam.menuntut ilmu dunia maupun ilmu akherat.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 13 september 2015.
Kurir : @MarjunulNP, Toto sudiarto, Ernaningsih,  Dwi Hartanto, Yoga Ndut, Endah Kesga, Wiwid, Edo, Ari Loano dan Anang Jetis.

Bantuan sembako

Bantuan sembako


SUDHES ABDUL RAZIQ (7, leukemia). Alamat : Desa Tambak Progaten RT01 RW06 Kecamatan Klirong, Kabupaten  Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Anak dari Bapak : Ahmad Muslihudin (34, Petani  dan buruh tani sawah kecil), Ibu: Mukhsinatun (28, ibu rumah tangga). Dik Sudhes mulai sakit pada tanggal 18 Januari 2015. Awalnya terlihat pucat, lemas, dan panas kemudian dibawa ke bidan tetapi panasnya tidak turun juga. Lalu diperiksakan ke dokter spesialis anak di PKU Kebumen dan sempat opname. Karena belum sembuh juga akhirnya dirujuk ke RSUD Kebumen. Di RSUD Kebumen ini juga sempat opname dan diketahui mengidap leukemia dan  harus dirujuk ke RSUP  Sardjito Jogjakarta. Saat ini sudah menjalani kemoteraphi yang ke 30 dari rencana 111 minggu. Harus pulang pergi Kebumen Jogjakarta untuk pengobatan dik Sudhes ini.Meskipun dengan fasilitas BPJS klas tiga orang tuanya merasa keberatan karena saat ini tidak bekerja dan punya hutang perseorangan sampai 25 juta. Sementara dana yang dikeluarkan untuk pengobatan dik Sudhes sudah menghabiskan 15 juta lebih. Kurir #Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumahnya setelah ayahnya Sudhes menghubungi salah satu kurir dan minta bantuan. Akhirnya dik Shudes untuk sementara dibantu transportasi ke Jogjakarta dengan menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Purworejo dan santunan untuk bekal di Jogjakarta selama menjalani kemoterapi. Ini merupakan bantuan yang kedua. Yang pertama dulu dibantu SR Jogjajarta 1 juta.

Jumlah bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Yoga Ndut dan Wiwid.

Sudhes menderita leukemia

Sudhes menderita leukemia


UNTUNG SETIYONO (39, lumpuh) Alamat : Tugono RT 3/RW 9 desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah. Duda yang menderita kesakitan ini tinggal berdua dengan ibunya.
Riwayat sakit : Pak Untung Pada tanggal 26 juni 2015 Jatuh dari pohon dengan ketinggian 5 meter kemudian di bawa ke RS swasta Panti waluyo Purworejo untuk rontgen dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Dari hasil foto rontgen ditemukan patah tulang belakang Lumbal 1 dan tidak di periksa dokter orthopedi karena dokter sedang pergi umroh.Keluarga kemudian memutuskan untuk dibawa pulang saja dan diobati dengan pengobatan alternatif yaitu di bawa ke sangkal putung. Karena belum ada perbaikan kesembuhan akhirnya mondok di Puskesmas selama 1 minggu. Belum sembuh juga kemudian dirujuk ke RSUD Saras Husada Purworejo di rawat 1 minggu. Di RSUD ternyata harus dirujuk ke RS Sardjito namun tidak mondok karena tidak ada tempat. Sejak saat itu dirawat di rumah oleh  ibunya, sampai sekarang.
Kondisi saat ini pak Untung dalam keadaan lumpuh dengan luka dekubitus (luka tekanan) karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Pak Untung mengandalkan hidup dari ibu dan bantuan tetangga-tetangganya. Keluarga tidak mampu lagi mengobatkan Pak Untung. Kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya  menyarankan untuk mondok lagi di RS dan meminta bantuan bidan setempat untuk menguruskan  surat rujukan. Disamping itu juga menyampaikan titipan sedekah dari para sedekaholiks untuk meringankan beban derita Pak Untung.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto sudiarto, Susanto, Anik baelah dan Endah Kesga

Pak untung menderita lumpuh

Pak untung menderita lumpuh


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) Purworejo. MTSR Purworejo keberadaannya sangat mendukung dalam operasional penyampaian santunan dari para sedekaholiks lewat para kurir #SedekahRombongan Purworejo.Bantuan kepada keluarga dhuafa, pasien dan juga dalam penyampaian sedekah lain baik ke masjid, pondok pesantren maupun panti asuhan yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya seperti Kebumen. Disamping itu juga membantu merujuk pasien dampingan  #SedekahRombongan baik ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jogjakarta maupun Solo dan Rumah Sakit. Bahkan diperlukan juga untuk mengantar jenazah jika dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. MTSR ini baru ada sekitar bulan Mei 2015 . Pada bulan Agustus dan September  2015 Biaya yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Purworejo adalah sebagai berikut :
Pembelian BBM ke Bandung dalam rangka milad SR  Rp.300.000 tgl 2 Agustus 2015 (subsidi)
Pembelian BBM koordinasi kurir ke Jogjakarta Rp.150.000 tgl. 6 Agustus 2015
Pembelian BBM mengantar santunan ke Rumah Tahfid Kemiri Purworejo Rp.100.000 tgl 17 Agustus 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke Solo Rp.200.000 tgl 20 Agustus  2015
Pembelian BBM mengantar pasien a/n Anwar ke Sentolo Wates Kulonprogo Rp. 100.000 tgl 24 Agustus2015
Pembelian BBM ke Jogjakarta mengantar pasien a/n Ani Tuti Herawati Rp.150.000 tgl 26 Agustus 2015
Pembelian BBM mengantar pasien     ke RSSR Solo a/n pasien Taruna Indra Gupta Rp.300.000 tgl. 30 Agustus 2015
Service ganti oli, spare part,dan lain – lain Rp. 720.000 tanggal 1 September 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke Jogjakarta a/n Anwar Rp. 80.000 tgl. 2 September 2015
Pembelian BBM ke Kebumen survey sasaran Rp. 150.000 tgl. 2 September 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke RSSR Jogjakarta a/n Sudhes Abdul Razid dari Kebumen Rp. 200.000 tgl 6 September 2015
Pembelian BBM mengantar pasien a/n Wahid Hasyim ke RS. Nur Hidayah Jogjakarta 150.000 tgl.9 September 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke Sentolo Wates a/n Anwar Rp. 100.000 tgl. 14 September 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke Solo Rp.200.000 tgl.17 September 2015
Pembelian BBM survey ke sasaran wilayah Purworejo Rp.100.000 tgl. 19 September 2015

Jumlah : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 20 September 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto dan Semua kurir Purworejo.

Biaya operasional

Biaya operasional


NYOMAN SUPIR (70, Bantuan Hidup Layak). Alamat : Dinas Mampeh, Kecamatan Kayubihi, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Nenek Supir tinggal bersama anak tirinya Ketut Wates (50) yang bekerja sebagai Buruh Tani. Nenek Supir tidak bisa bekerja lagi dan hanya mengandalkan anak tirinya. Keadaan ekonominya sangat memprihatinkan. Ia tinggal disebuah rumah dengan satu kamar yang atapnya sudah bocor dan dindingnya sudah rapuh. Nenek Supir juga memasak dan tidur dalam satu kamar. Dengan restu Tuhan #SedekahRombongan dapat bertemu dengan nenek Supir, saat ditemui dirumahnya, nenek Supir sedang duduk di tempat tidur seorang diri dan anaknya pergi bekerja. Kurir #SedekahRombongan bergegas mengampiri nenek Supir, dan menyampaikan santunan untuk keperluan sehari-hari. Nenek Supir terlihat sangat bahagia dan mengucapkan banyak terimakasih kepada #SedekahRombongan, sambil meneteskan air mata.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2015
Kurir : @tuniknata @athaya336

Bantuan Hidup Layak

Bantuan Hidup Layak


NAAN BIN ABDULLAH (45, Gangguan kelenjar getah bening). Alamat : Kp. Baru RT.2/3, Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak 3 tahun yang lalu, Pak Naan mulai merasakan adanya benjolan di lehernya. Semula benolan ini dianggap gondokan biasa yang akan mengecil sendiri, namun seiring berjalannya waktu, ternyata justru semakin membesar, dan  terkadang membuat dirinya demam dan mudah lelah. Pak Naan hanya mengobati penyakitnya itu dengan minum obat yang dibeli di warung. Beberapa bulan yang lalu, Pak Naan memeriksakan diri ke klinik di dekat rumahnya. Ia disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit. Karena ketiadaan dana dan tidak memiliki jaminan kesehatan, Pak Naan tidak pernah berobat ke rumah sakit, padahal keinginannya untuk sembuh cukup besar. Pak Naan seorang duda dengan tanggungan 3 orang anak. Akibat  sakit yang dideritanya membuat ia tidak bisa maksimal bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih sekolah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit dan membantu pengurusan kartu jaminan kesehatan BPJS. Semoga Pak Naan diberi kemudahan, aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @suharnayana @iyom_romli @hapsarigendhis

Pak naan menderita Gangguan kelenjar getah bening

Pak naan menderita Gangguan kelenjar getah bening


HASANAH BINTI TASAR, (43, Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan). Alamat: Kampung Babakan RT. 01/10 No.29 Tapos, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Ibu Hasanah istri dari Bapak Saripin, seorang marbot masjid, sejak tahun 2010 mengidap Hypertiroid. Karena sering mengalami kejang, beliau sempat beberapa kali dirawat di RS. Simpangan, Depok. Ternyata Allah masih menguji keluarga ini dengan yang lebih berat, beliau terkena stroke. Kondisi ini membuat Bapak Saripin yang awalnya bekerja sebagai penjaja roti keliling akhirnya berhenti dan  fokus merawat ibu Hasanah sambil menjadi marbot masjid di kampungnya. Upaya pengobatan telah dilakukan oleh keluarga ini dengan berbagai cara dan sudah banyak biaya yang dikeluarkannya termasuk menjual semua harta yang ada, bahkan tanah dan rumah yang mereka tempatipun ikut terjual. Keluarga ini kini menumpang tinggal di rumah family. Ibu Hasanah sempat mengalami putus asa dengan penyakit dan keadaannya yang mengakibatkan beliau koma selama beberapa bulan di awal tahun 2015 lalu. Rumah sakit tempaat beliau dirawat sebelumnya merujuk ibu Hasanah ke RS Tugu Ibu Cimanggis Depok untuk melanjutkan pengobatannya. Berobat dengan menggunakan Fasilitas Kesehatan BPJS sangat membantu dalam berikhtiar untuk kesembuhannya namun biaya obat-obatan yang tidak dijamin oleh BPJS sangat memberatkan apalagi selama ibu Hasanah sakit bapak Saripin sudah tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat – obatan yang tidak dijamin oleh BPJS dan biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 9 September 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @ernatsan @endangnumik

Ibu hasanah menderita Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan

Ibu hasanah menderita Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan

—-
SUMIRAH BINTI A SAYUTI, (62, Appendicitis kronis).Alamat: Jalan Dewa RT.2/2 no.59 Ciracas Kota Jakarta Timur. Ibu Sumirah hidup seorang diri di Kota Jakarta ini setelah berpisah dengan suaminya beberapa tahun silam. Keseharian beliau adalah menjadi pedagang sayur keliling. Sekitar tahun 2012 Ibu Sumirah mengalami sakit perut yang amat sangat. Kemudian ibu Sumirah memeriksakan keluhannya tersebut ke Puskesmas terdekat dan dari Puskesmas tersebut ibu Sumirah kemudian dirujuk ke RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur untuk melanjutkan pengobatannya. Dari hasil pemeriksaan team dokter yang menanganinya di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur, ibu Sumirah terdiagnosa usus buntu dan harus segera dilakukan tindakan operasi, karena ketiadaan biaya, operasi pun urung dilakukan dan pengobatannya dilajutkan dengan berobat jalan saja. Tahun 2015 ini pengobatan ibu Sumirah dilanjutkan kembali, berobat dengan jaminan kesehatan BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu ibu Sumirah dalam menjalani ikhtiar pengobatannya namun biaya transportasi selama berobat sangat memberatkannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Sumirah dan memberikan bantuan untuk biaya transportasi selama masa pengobatan. Semoga Allah memberi kesembuhan dan kelancaran untuk beliau. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ernatsan @endangnumik

Ibu sumirah menderita Appendicitis kronis

Ibu sumirah menderita Appendicitis kronis


YAYASAN BINA ANAK PERTIWI (Rumah Singgah Anak Jalanan). Alamat : Jalan Bacang RT.9/1 No. 46, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lebih dari 18 tahun yayasan yang berfokus pada anak jalanan ini berdiri. Ada sekitar 800 anak baik yang tinggal di dalam maupun di luar rumah singgah yang menjadi binaan yayasan ini. Sekitar 20 anak  tinggal di rumah singgah sedangkan yang lainnya tinggal di rumah mereka masing-masing. “Kami mengutamakan dan mengupayakan agar anak-anak kembali ke rumah mereka, karena sebaik-baiknya tempat adalah keluarga,” ungkap Mas Ali (32) salah satu pengurus Yayasan Bina Anak Pertiwi. Mas Ali sendiri merupakan angkatan pertama yang menjadi binaan yayasan ini, ia adalah mantan anak jalanan yang dibina, disekolahkan hingga kini ia bisa mandiri, bisa berkuliah dan mengabdi pada yayasan. Yayasan Bina Anak Pertiwi mengurusi banyak hal yang berkaitan dengan anak, mulai dari anak jalanan, anak terlantar hingga anak yang bermasalah dengan hukum. Dari cerita Mas Ali, apa yang kita lihat di TV seperti kasus penyewaan anak untuk mengemis, bayi yang diberi obat saat mengemis dan kasus jalanan yang terdengar sangat miris itu ternyata benar adanya. “Kehidupan jalanan begitu keras, pendekatan yang baik adalah menerima mereka bukan dengan kekerasan juga,” ungkapnya. Menurutnya juga, anak jalan tidak selalu akibat faktor ekonomi, ada beberapa anak yang menjadi binaan yayasan ini yang berasal dari keluarga mampu namun kondisi keluarga yang tidak harmonis membuat anak lebih memilih untuk keluar rumah dan tinggal di jalan. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah peredaran obat-obatan yang rentan di lingkungan anak. “Mereka sangat mudah mendapatkan obat-obatan dengan harga murah,” ceritanya. Yayasan Bina Anak Pertiwi memiliki berbagai kegiatan antara lain kegiatan belajar non formal, sekolah paket untuk anak putus sekolah, kegiatan bermusik dan lain-lain. Namun, banyak kendala yang dihadapi yayasan ini. Kini, legalitas yang dimiliki yayasan ini sudah habis masa berlakunya dan hal tersebut menyebabkan yayasan ini tidak lagi mendapat program dari pemerintah. Kendala finansial membuat yayasan ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan operasional yayasan. Terlebih lagi puluhan anak harus di sekolahkan dan diberi makan. “Kami sudah berjanji pada orang tua mereka untuk membiayai sekolah mereka, karena penghasilan mereka di jalan sangat besar, jadi harus ada yang menarik mereka agar terus memperhatikan pendidikan, karena itulah mereka kami sekolahkan,” jelas Mas Ali. Pengurus yang ada terus berusaha agar anak-anak terus bisa makan dan bersekolah. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi sekretariat sekaligus rumah singgah yayasan itu, memang kondisinya jauh dari cukup. Bantuan diberikan untuk operasional rumah singgah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 21 September 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan tunai

Bantuan tunai


IBRAHIM CIAKAR (54, Asma) Alamat: Kampung Cipari, RT. 3/1, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Sebelum mengidap penyakit asma, Pak Ibrahim bekerja sebagai buruh tani. Dalam waktu 6 bukan terakhir, gejala penyakit asmanya sering timbul sehingga mengganggu aktifitas Pak Ibrahim. Pak Ibrahim sering merasakan sesak dalam bernapas. Penyakit tersebut akhirnya membuat Pak Ibrahim harus meninggalkan profesinya.  Selama sakit Pak Ibrahim hanya mengonsumsi obat-obat biasa. Pak  Ibrahim belum pernah memeriksakan sakitnya ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Kondisi tersebut dikarenakan pak Ibrahim tidak mempunyai biaya, selain itu jarak rumahnya di Kampung Cipari dengan fasilitas kesehatan terdekat cukup jauh.  Untuk makan sehari-hari, Pak Ibrahim juga sangat kekurangan. Ia dibantu oleh anaknya yang bekerja sebagai buruh pabrik dimana penghasilannya juga terbilang jauh dari kata cukup. Bantuan dari #SedekahRombongan digunakan untuk membantu biaya operasional ke Puskesmas. Untuk jaminan kesehatannya, Pak Ibrahim sudah mempunyai JAMKESMAS. Semoga Allah memudahkan jalan Pak Ibrahim untuk berobat.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal: 21 September 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmaulana @pratama_chatur @ririn_restu

Pak ibrahim menderita Asma

Pak ibrahim menderita Asma


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4), ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang; LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3), ADHD Kombinasi. Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak  Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki perlahan-lahan mulai mengalami perkembangan yang positif. Di mana daya tahan tubuhnya semakin baik. Rifki sudah tidak sering sakit serta ia sudah tidak lagi menggunakan pampers. Perubahan juga dialami oleh Zaskia. Perkembangan otak Zaskia juga bagus. Walaulun  Zaskia saat ini masih belum bisa berbicara secara lancar. Untuk Alisha masih belum menunjukkan perubahan positif. Alisha masih terlihat sangat agresif. Ketiganya masih harus kontrol ke psikatri RSCM dan ketiganya juga akan dites darah untuk mengetahui apakah penyakitnya ini ada unsur genetika atau tidak.  Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan kembali disampaikan untuk biaya operasional ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 721.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2015
Kurir : @wirawiry @nurmanmlana

Bantuan tunai

Bantuan tunai


SARYADI BIN DAKIR (42, Diabetes Melitus dan gangguan jantung). Alamat: Kp. Kaliabang RT.3/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Saryadi sudah 2 tahun menderita penyakit  kencing manis dan gangguan jantung. Awalnya ia hanya menderita diabetes namun  1 tahun kemudian muncul  gangguan jantung. Hingga saat ini Pak Saryadi masih menjalani kontrol rutin di RS Medirosa Cikarang dengan menggunakan kartu Jamkesmas. Kendala terjadi ketika pengobatan rutin yang selama ini ia jalani membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ia pernah sampai dirawat selama 1 minggu karena terlambat kontrol. Maklum saja selama Pak Saryadi sakit ia sudah tidak bisa bekerja sebagai pedagang mainan keliling, bahkan untuk ongkos berobat ia pinjam ke tetangga. Istrinya, Bu Darinah (38) seorang ibu tangga. Mereka masih mesti membiayai kedua anak mereka yang masih sekolah. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transport ke rumah sakit untuk menjalani kontrol rutin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 720.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Pak saryadi menderita asma

Pak saryadi menderita diabetes melitus dan jantung


MUHAMAD SAEFULLOH (20, Kusta). Alamat  Kp. Pulo Gelatik RT.3/3, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Muhamad Saefulloh yang sehari-hari biasa disapa Aep adalah remaja tamatan SMA yang sejak 1 tahun yang lalu diketahui menderita penyakit kusta (Morbus Hansen).  Ayahnya, Pak Tabroni setahun yang lalu meninggal karena penyakit yang sama.  Bukan hanya Aep saja, ibu dan kedua adiknya juga positif menderita kusta. Ibunda Aep, Bu Siti Nayati (38) merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dan tercatat di Rombongan 634. Saat ini beliau sudah  sembuh dari penyakit tumor ovarium yang dideritanya. Meski cobaan datang lagi kepada keluarga ini, mereka tetap semangat menjalani pengobatan di RS. dr. Sitanala Tangerang. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah diberikan kepada Aep dan keluarganya. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan transport selama menjalani pengobatan ke RS. Sitanala. Rencananya hari Sabtu, tanggal 26 September 2015 akan menjalani tes laboratorium di RS. Sitanala Tangerang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 695.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000, –
Tanggal: 25 September 2014
Kurir : @ddsyaefudin @aaiyom @mardisay @hapsarigendhis

Muhammad Seafulloh menderita kusta

Muhammad Seafulloh menderita kusta


ANDINI KAYLA RAHMA (2, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (26)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (28) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG, Andini dinyatakan menderita epilepsi dan harus berobat rutin ke RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. @SRbergerak kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 715. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Andini suspek thalasemia

Andini suspek thalasemia


KATINEM BINTI KAIMEN ( 56 tahun Ca mamae) Alamat : Dusun Sentul Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Tinem, begitu warga sekitar memanggilnya. Nenek berusia 56 tahun ini menderita tumor payudara sebelah kanan hingga menyebabkan tangan kanan nya membengkak hingga dua kali lipat dari ukuran biasa. Bu Tinem pernah menjalani operasi 2 tahun yg lalu dan di sarankan kemo setelah menjalankan operasi. Namun, setelah menjalan kan 2 kali kemo, bu Tinem tidak mampu lagi menjalankan kemo . Walopun bu Tinem tercover JAMKESDA, beliau tdak lagi bisa membiayai biaya operasional trasport rumah sakit. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani dan anak satu satunya bekerja sebagai sales makanan ringan, sehingga sangat kesulitan untuk biaya pengobatan. Karna tumor yang mulai tumbuh lagi dalam waktu 2 bulan terakhir, bu Tinem mengharapkan bantuan operasional untuk menjalani kontrol kembali yang mungkin juga akan menjalankan operasi kembali. Berdasarkan informasi dari warga, akhirnya Bu Katinem dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan. Santunan awal sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan Bu Katinem bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Keluarga Bu Katinem mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Senin, 21 September 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronypratama

Katinem menderita Ca mamae

Katinem menderita Ca mamae


JUMILAH BIN WIRSAM (82 tahun pergeseran tulang paha karna jatuh). Alamat: Dusun Candi RT 06 RW 02 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mbah Jum, begitu warga sekitar memanggil nya. Mbah Jum saat ini menderita pergeseran tulang akibat terjatuh saat mengejar ayam peliharaan nya. Saat ini Mbah Jum tinggal bersama 2 orang adik perempuan dan 1anak perempuan nya. Mbah Jum pernah d bawa ke rumah sakit tetapi menolak untuk dioperasi. Beruntung mbah Jum mendapat fasilitas Jamkesmas yang dapan meringankan biaya rumah sakit. Namun, karena kluarga nya yang semua adalah perempuan yg bekerja serabutan, Mbah Jum kesulitan untuk mengadakan biaya oprasional ke rumah sakit sehingga pengobatan dihentukan. Informasi tentang mbah Jum di peroleh dari salah satu kurir. Santunan lepas sejumlah Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk tambahan biaya kehidupan sehari-hari. Mbah Jum sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Senin, 21 September 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronypratama

Jumilah sakit pergeseran tulang paha karna jatuh

Jumilah sakit pergeseran tulang paha karna jatuh


KEVIN KRISTORIYO (14 tahun, hydrosefalus) Alamat : Dusun Setren RT 10 RW 4 Desa Bendo Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sejak lahir dek Kevin sudah menderita hydrosefalus, umur 6 tahun baru dioperasi karena ketiadaan biaya. Pasca operasi tidak pernah lagi melakukan kontrol maupun terapi seperti layak nya penderita hydrosefalus yg lain. Dek Kevin selama ini tinggal bersama kakek yaitu Hadi Sumarno (48 tahun) dan nenek nya yaitu Bu Parmi (54 tahun), sedangkan kedua orang tua nya yaitu Enik Mariyati (33 tahun) dan ayahnya yaitu Abram (35 tahun) mengadu nasib di Jakarta bersama 2 anaknya. Pekerjaan ayah nya sebagai buruh pabrik hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, jadi sangat kesulitan untuk pengobatan Dek Kevin. Walaupun tercover Jamkesmas tetapi tidak pernah digunakan untuk berobat karena keterbatasan biaya. Saat kurir Sedekah Rombongan survey ke rumah nya, kakek nya sangat berharap bantuan utk dik Kevin berobat dan biaya kehidupan sehari hari. Alhamdulillah harapan keluarga dek Kevin terkabul, santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan. Keluarga dek Kevin sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Senin, 21 September 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronypratama

66 kevin

Kevin menderita hydrosefalus


ALM. SUWARSO (74 tahun, Komplikasi).
Alamat : Ngruki RT 6 RW 17 Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Biasa dipanggil pak Warso, saat ini bekerja sebagai marbot masjid dengan penghasilan Rp. 600.000 tiap bulan. Pak Warso didiagnosa dokter mengidap penyakit komplikasi, prostat, jantung dan kolesterol. Penyakit ini sudah sering kambuh dan puncaknya di alami 3 minggu lalu ,sehingga perlu di rawat inap di RS Nirmala Suri Surakarta.  Saat rawat inap di RS kondisi semakin memburuk karena peralatan di RS tersebut kurang lengkap, sehingga di rujuk ke RSDM Surakarta. Pak Warso tidak memiliki fasilitas kesehatan, sehingga pak Warso masuk pasien umum. Saat ini pak Warso tidak bisa membayar tunggakan di RS Nirmala Suri sebesar Rp. 6.135.500.  Sampai saat ini pak Warso masih4 menjalani rawat inap di RSDM dan masuk pasien umum. Istri pak Warso bernama bu Siti bekerja sebagaibtukang jahit yang penghasillanya tidak menentu sekitar kurang lebih Rp. 800.000. Pak Warso memiliki 4 orang anak yang semuanya sudah berumah tangga dan sudah memiliki anak semua . Adapun anak beliau adalah: 1. Abdullah Mustaqim (44)ustadz pondok
dipesantren, penghasilan rata-rata Rp 3.000.000-5.000.000 per bulan, anaknya 6.
2.  Muslih (42) wiraswasta tinggal di mantung Grogol,penjual rambak sambil guru ngaji, penghasilan rata-rata Rp 2.000.000/bln,anaknya 2.
3. Siti Nurhayah (35) ustadzah pondok
, ibu rumah tangga, suami ngajar di pondok Pesantren di Magetan anaknya 4.,Penghasilan Rp. 1.500.000/bln.
3. Mus ab (31) dai kampung tinggal di lampung pekerjaan guru ngaji atau ustad sambil ikut tani di mertuanya, tinggal di tawang mangu,penghasilan sekitar 2.000.000/ bln, anak nya 2 . Alhamdulillah pak Warso di pertemukan oleh Allah SWT dengan kurir #SedekahRombongan. Anamun kabar duka diterima pada hari Ahad ,20 September 2015 sehingga santunan dari para #SedekahHolic di salurkan sebesar Rp. 1.000.000 disampaikan kepada keluarga pak Warso. Rencananya santunan digunakan untuk pemakaman. Keluarga mengucapkan terima kasih sekali kepada #SedekahRombongan yang telah memberikan santuanan kepada keluarga beliau serta memohon doa kepada semua agar pak Warso diampuni dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.Amin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal :  20 September 2015
Kurir : @lastiko

Santunan untuk Alm Suwarso yang sakit komplikasi

Santunan untuk Alm Suwarso yang sakit komplikasi


PONDOK RAUDHATUL MUTA’ALIMIN yang beralamat di Jl.Suryodiningratan Gg. R. Djamadi no.855 (belakang kantor kelurahan Suryodiningratan) Mantrijeron Yogyakarta merupakan pondok penghafal Qur’an dimana para santriwatinya yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. Berdiri tahun 2014 saat ini jumlah santri ada 11 anak yang diasuh oleh Bp. Franz Maulana dan dibantu 3 ustadz dan 1 ustadzah. Semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan sehari-hari berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) pada tanggal 1 September 2015 menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 500.000,-. Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan pengelola dan pengasuh Panti dalam menjaga dan merawat para santri dhuafa.

Jumlah Bantuan Total : Rp.500.000
Tanggal Penyerahan : 1 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @nuliwsaputri

68 pa raudotul

Bantuan sembako PONDOK RAUDHATUL MUTA’ALIMIN


Pondok Pesantren Ta’limul Quran beralamat di Sudimoro, Puluhan, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Pondok Pesantren ini memiliki 20 santri putra dan putri. Usia para santri mulai tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah menengah atas. Sebagai pengasuhnya adalah bapak Zainal Arifin. Semua biaya operasional pondok baik itu untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp.4.000.000 yang digunakan untuk biaya pasang plafon ruangan pondok pesantren yang sudah rusak.

Jumlah Bantuan Total : Rp 4.000.000
Tanggal Penyerahan : 16 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Pondok Pesantren Ta'limul Quran

Bantuan untuk Pondok Pesantren Ta’limul Quran


Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu’afa Al – Munir beralamat di Pantisari, Gumul, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah. Panti Asuhan ini memiliki 35 santri putra dan putri. Usia para santri yaitu usia sekolah dasar dan Sekolah menengah atas. Semua biaya operasional panti asuhan ini baik itu untuk biaya pendidikan mupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp.1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, gula pasir, minyak goreng, mie instant,  bumbu dapur, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci serta pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

70 pa al munir

Bantuan untuk Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu’afa Al – Munir


Panti Asuhan Al – Husna Lestari beralamat di Wuningan, Tambongwetan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Panti Asuhan ini memiliki 25 santri putra dan putri. Usia para santri yaitu usia sekolah Dasar hingga sekolah menengah atas. Sebagai pengasuhnya adalah Bapak Ustadz Faizin dan sebagai pendirinya yaitu ibu Puji Lestari. Semua biaya operasional panti asuhan ini baik itu untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari uang pribadi pemilik panti dan donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako dan pakaian senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, mie instant, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci, gula pasir, minyak goreng, teh, kecap dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Panti Asuhan Al - Husna Lestari

Bantuan untuk Panti Asuhan Al – Husna Lestari


Panti Asuhan Yapitu  beralamat di Wanujoyo, Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Panti asuhan putra ini memiliki 55 santri putra dan putri. Usia para santri adalah sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Sebagai pengasuh sekaligus pendirinya adalah Bapak H. Sholeh dan semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk:  minyak goreng,gula pasir, bumbu dapur, mie instant, kecap, beras, perlengkapan mandi, perlengkapan mencuci serta pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Panti Asuhan Yapitu

Bantuan untuk Panti Asuhan Yapitu


Pondok Pesantren Ki Ageng Gribig beralamat di Jl. Raya Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Pondok Pesantren ini memiliki 15 santri putra dan putri. Usia para santri mulai tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah menengah atas dan sebagai pengasuhnya adalah Ustadz Anas. Semua biaya operasional pondok baik itu untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur dan yayasan. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: beras, gula pasir, minyak goreng, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci, bumbu dapur dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Pondok Pesantren Ki Ageng Gribig

Bantuan untuk Pondok Pesantren Ki Ageng Gribig


Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Baiturrahman yang di asuh oleh Mas Ipin dan istrinya ini beralamat di Sabrangan, Gumul, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah. Saat ini panti asuhan Baiturrahman mengasuh 20 santri yatim-piatu dan dhuafa, putra dan putri. Dengan 20 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan bahan pokok atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membatu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampikan batuan dari sedekaholic senilai Rp. 1.000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa: mie instant , gula pasir, beras, teh, minyak goreng, kecap, bumbu dapur, perlengkapan mandi dan cuci serta pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Baiturrahman

Bantuan untuk Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Baiturrahman


Panti Asuhan Darul Hadlonah YKMNU  beralamat di Batur, Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Panti Asuhan ini memiliki 40 santri putri. Usia para santri mulai tingkat Sekolah dasar hingga Sekolah menengah atas dan sebagai pengasuhnya adalah bapak Marzuki. Semua biaya operasional panti asuhan baik untuk biaya pendidikan maupun biaya kebutuhan harian berasal dari para donatur dan yayasan. Untuk ikut membantu kebutuhan rutin sembako Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa sembako senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk: mie instant, beras, minyak goreng, gula pasir, bumbu dapur, perlengkapan mandi, perlengkapan cuci dan pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk Panti Asuhan Darul Hadlonah YKMNU

Bantuan untuk Panti Asuhan Darul Hadlonah YKMNU


PANTI ASUHAN ISLAM YATIM DAARUL QOLBI beralamat di Prigen, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Panti ini memiliki 13 santri putra dan putri yang berusia balita hingga sekolah menengah pertama. Panti asuhan ini diasuh oleh bapak Priyogo. Kebutuhan panti asuhan  khususnya untuk kebutuhan sembako ditopang oleh para donatur. Untuk ikut membantu mencukupi kebutuhan rutin sembako Tim Popimas #sr (Pondok pesantren panti asuhan dan masjid #sedekahrombongan) menyampaikan bantuan dari  sedekaholic senilai Rp. 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk sembako berupa: beras, mie instant, bumbu dapur, minyak goreng, gula pasir, teh, perlengkapan mandi dan cuci serta pembalut wanita.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.000.000
Tanggal Penyerahan : 12 September 2015
Kurir: @kissherry @ekow_st @widjiyono

Bantuan untuk PANTI ASUHAN ISLAM YATIM DAARUL QOLBI

Bantuan untuk PANTI ASUHAN ISLAM YATIM DAARUL QOLBI


MASJID UKUWAH AL-JAMIAH (Bantuan Bahan Bangunan). Dusun Wukirsari RT.08/RW.02 Imogiri, Bantul, DIY, merupakan suatu daerah yang warga masyarakatnya mayoritas beragama non-muslim. Hanya ada sekitar empat puluh keluarga muslim dari ratusan keluarga beragama non-muslim yang bermukim di dusun tersebut. Belum ada tempat ibadah di sana dan warga muslim di sana tentu cukup kesulitan mencari tempat ibadah karena jarak masjid terdekat cukup jauh. Seorang tokoh masyarakat muslim memiliki inisiatif mendirikan sebuah masjid. Tujuannya untuk memudahkan umat muslim minoritas di sana untuk beribadah. Alhamdulillah, inisiatif ini disambut hangat oleh warga masyarakat muslim di sana. Bahkan, ada seorang warga yang ikhlas mewakafkan sebidang tanahnya untuk dibangun menjadi sebuah masjid.  Takmir masjid segera dibentuk dan warga pun mulai mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Ukuwah Al-Jamiah. Setelah dana terkumpul cukup banyak, dimulailah proses pembangunan masjid. Saat ini, bangunan masjid sudah berdiri namun masih perlu berbenah di sana-sini. #SedekahRombongan turut berpartisipasi dalam proses pembangunan masjid tersebut dengan menyampaikan titipan #Sedekaholic. Selasa, 15 September 2015, Bapak H. Suwanto, Ketua Takmir Masjid Ukuwah Al-Jamiah ‒mewakili masyarakat muslim di sana‒ menerima santunan dari #SedekahRombongan berupa barang yaitu keramik lantai dan keramik dinding senilai Rp. 5.000.000,- Semoga pembangunan masjid berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya dapat memakmurkan masjid ini. Amin.

Jumlah Bantuan Total :  Rp. 5.000.000,-
Penyerahan : 15 September 2015
Kurir : @kissherry @ekow_st @aji_kristanto

Bantuan bahan bangunan MASJID UKUWAH AL-JAMIAH

Bantuan bahan bangunan MASJID UKUWAH AL-JAMIAH


BAKHIROH BIN MUHAJID (53th,Gagal Ginjal) Alamat di Ngentak RT 04 Timbulharjo Sewon Bantul. adalah seorang lelaki berprofesi penjahit Bermodalkan kios sempit ala kadarnya ia bersama istri berjuang untuk menghidupi keluarganya.Sang istri yang bernama Resmi Mujiwati beberapa tahun belakangan bekerja keras menggantikan suaminya untuk menjahit baju-baju pelanggan. Mempunyai dua anak yang duduk di bangku SD kelas 6 dan kelas 3 membuat bu Resmi semangat menggantikan posisi suaminya yang sudah tidak lagi mampu menjahit terus menerus. Kondisi fisik yang lemah tersebut lantaran beliau menderita gagal ginjal. Sudah selama 2 tahun ini,beliau menjalani cuci darah 1 minggu 2x di RS Wirosaban.Cuci darah rutin tersebut dilakukan setiap hari senin dan kamis.Biasanya setelah cuci darah berlangsung, kondisi fisik menjadi lemah sehingga beliau tidak dapat bekerja(menjahit).  Selama proses cuci darah berlangsung,pak Bakhiroh  terkadang naik motor sendiri atau minta diantarkan tetangga dan bila terpaksa beliau naik becak. Beban operasional berobat tersebut tidak sebanding dengan jahitan yang tidak mesti ada setiap hari,sehingga terkadang menunggu uluran warga sekitar yg  membantu.Keuangan keluarga hasil menjahit hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.Akhirnya warga sekitar berinisiatif membuatkan jaminan BPJS,yg mana polis angsuran ditanggung wrga masyarakat setempat/tetangga. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pak Bakhiroh bin Muhajid  untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahollics yang dipergunakan untuk pengobatan senilai Rp. 1.000.000. Pak Bakhiroh bin Muhajid mengucapkan terimakasih banyak kepada #Sedekaholics dan semoga bantuan ini dapat membantu dalam pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal: 8 September 2015
Kurir: @Kissherry @RofiqSILVER @haniaamien @anjesmou2542848

Bakhiroh menderita Gagal Ginjal

Bakhiroh menderita Gagal Ginjal


MUHAMMAD REYHAN(11bulan,Atresia Duodeni) tinggal di Wonokromo I RT 01 Pleret Bantul. Adik ini   merupakan anak pertama dari seorang guru les yang bernama Ahmad Zaki. Lelaki yang tinggal di Wonokromo I rt 01 ini setiap harinya mencari rizki dengan menjadi guru les dari lembaga satu ke lembaga yang lain hingga memberikan les privat pada muridnya. Setelah menikah beliau dikarunia seorang anak laki-laki sebagai anak pertamanya. Namun beberapa bulan menjelang,dokter mendiagnosa atresia duodeni  sehingga menyebabkan gangguan pencernaan. Upaya pengobatan terus dilakukan oleh kedua orang tuanya. Sejak bulan Ramadhan sampai pada bulan kemarin, Muh Reyhan bolak balik masuk rawat inap karena diare dan gangguan pencernaan yang dimilikinya. Beruntung Reyhan telah menggunakan jaminan BPJS. Namun biaya berobat diluar BPJS membeli obat juga cukup besar yaitu kebutuhan membeli obat 10tablet/bulan dengan total 3,5juta ditanggung biaya sendiri. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Muhammad Reyhan  untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahollics yang dipergunakan untuk pengobatan senilai Rp. 1.000.000. Ahmad Zaki yg merupakan ayahanda dari Muh Reyhan  mengucapkan terimakasih banyak kepada #Sedekaholics dan semoga bantuan ini dapat membantu dalam pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal:11 September 2015
Kurir: @Kissherry @RofiqSILVER @haniaamien @anjesmou

Reyhan menderita Atresia Duodeni

Reyhan menderita Atresia Duodeni

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Ponpes Al Muttaqin 11,610,000
2 Usman Abbas 500,000
3 Taman Baca Kampung Legok 500,000
4 Mastur 1,000,000
5 Winda 500,000
6 Erina 500,000
7 Azamil 500,000
8 Regi 500,000
9 Annisa 500,000
10 MTSR Bandung 1,500,000
11 Anggi 500,000
12 Hani 500,000
13 Siti 500,000
14 Iin 1,000,000
15 Dandi 500,000
16 Fajar 1,000,000
17 Een 1,000,000
18 Ii Tunia 500,000
19 Rahmansyah 750,000
20 Rohendi 2,000,000
21 Siti 500,000
22 Isan 500,000
23 M Yadi 3,500,000
24 Agil 2,258,850
25 Rumiyati 1,000,000
26 Fajri 500,000
27 Alvian 500,000
28 Sri 500,000
29 Hikmawati 500,000
30 Suparjo 500,000
31 Waridi 1,000,000
32 Yulianti 1,000,000
33 Balbina 1,000,000
34 Masem 500,000
35 Ainur 1,350,000
36 Neneng 1,000,000
37 Rika 500,000
38 Acip 500,000
39 Ade 500,000
40 Ramadhani 1,000,000
41 Deden 500,000
42 Arwati 500,000
43 Mardiansyah 5,500,000
44 Devan 500,000
45 Amsiah 1,000,000
46 Redi 500,000
47 Esti 500,000
48 Wresti 500,000
49 Taruna 500,000
50 PA Mambaul Hisan 5,000,000
51 Sudhes 500,000
52 Untung 500,000
53 MTSR Purworejo 3,000,000
54 Nyoman 1,000,000
55 Naan 500,000
56 Hasanah 3,500,000
57 Sumirah 500,000
58 Yayasan bina anak pertiwi 1,000,000
59 Ibrahim 500,000
60 M Rifkiansyah 1,000,000
61 Saryadi 500,000
62 M Saefulloh 500,000
63 Andini 500,000
64 Katinem 500,000
65 Jumilah 1,000,000
66 Kevin 1,000,000
67 Alm Suwarso 1,000,000
68 Pondok Raudhatul Mutaalimin 500,000
69 PP Talimul quran 4,000,000
70 PA Al Munir 1,000,000
71 PA Al Husna 1,000,000
72 PA Yapitu 1,000,000
73 PP Ki Ageng Gribig 1,000,000
74 PA Baiturrahman 1,000,000
75 PA Darul Hadlonah 1,000,000
76 PA Daarul Qolbi 1,000,000
77 Masjid Ukuwah Al Jamiah 5,000,000
78 Bakhiroh 1,000,000
79 M Reyhan 1,000,000
Total 94,968,850

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 94,968,850,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 750 ROMBONGAN

Rp. 28,335,099,298,-