PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURTADLO beralamat di Susukan, Genjahan Ponjong Gunungkidul Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 2000 hingga saat ini menempati sudut sederhana, menempel di bangunan SMP Muhammadiyah Susukan. Ponpes Al Murtadho mendidik 15 santri dan bertambah menjadi 23 tahun ini. Santri berasal dari berbagai provinsi di Indonesia (Klaten, Purwodadi, Gunungkidul, hingga Merauke). Ponpes Al Murtadlo memiliki tujuan untuk memelihara lingkungan masyarakat Gunungkidul. Para santri kebanyakan bersekolah di Sekolah Muhammadiyah. ( 4 SMP dan 11 SMA). Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yg berjumlah 20-an dan Ustadz-uztadzah yang berjumlah 5 orang. Para santri juga didukung untuk berwirausaha di bagian usaha Pondok Pesantren yaitu perikanan. Sebelumnya Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) sudah menyalurkan pernah bantuan  secara rutin dua bulan sekali.  Alhamdulillah pada tanggal 12 September  2015, kami kembali berkunjung memberikansantunan berupa sembako Senilai Rp. 1.000.000. Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk membangun Gunungkidul dari pesantren. Serta mendukung kesehatan santri agar dapat terus semangat belajar.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 September  2015
Kurir :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DARUL MAGHFIRAH beralamat di Dusun Kedungpoh Lor RT 1/RW3 Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar Gunung Kidul Yogyakarta  merupakan sekolah dan asrama sekaligus yang menyantuni dhuafa untuk dapat mengenyam bangku sekolah gratis. 30 santri di Darul Maghfirah bersekolah gratis di SMPIT Al Maghfirah, dan berasrama di pondok putra dan putri. 6 orang diantaranya merupakan anak yatim, sedangkan yang lain merupakan anak keluarga dhuafa yang berasal dari Wonosari dan sekitarnya. Setiap bulan Darul Maghfirah membutuhkan 100kg beras untuk konsumsi. Kebutuhan beras kadang dibantu pula oleh orang tua mereka yang mayoritas petani. Sehingga kebutuhan seperti minyak, gula dan bahan lauk sebenarnya lebih dibutuhkan. Asrama putri saat ini juga masih sangat sederhana dan bangunannya belum sepenuhnya jadi. Untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari hari.Tanggal 12 September 2015 Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan) menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk beras, minyak goreng, teh, kopi, susu dan gula pasir. Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan pengelola dan pengasuh Panti dalam menjaga dan merawat santri dhuafa di Pondok Pesantren Darul Maghfirah.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 September  2015
Kurir  :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL MURATDLO  berdiri tahun 2000 terletak di komplek SMP Muhammadiyah Ponjong yang beralamat di Susukan, Genjaha, Ponjong, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta. Saat ini Ponpes Al Murtadlo memiliki 31 santri, di antaranya ada 5 satri yang baru. Para santri ini kebanyakan bersekolah pada jenjang SMP dan SMA yang setiap harinya harus menempuh jarak yang cukup jauh ke sekolahnya. Pada hari Minggu 7 September 2015 tim #POPI Sedekeh Rombongan menyampaikan bantuan dalam bentuk 5 buah sepeda untuk santri di Ponpes Al Murtadlo agar para santri nanti lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

Jumlah bantuan : Rp 4.500.000
tanggal penyerahan : 7 September 2015
kurir  : @kissherry  @ekow_st  @ilhamasmara

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda


MASJID AGUNG KARANG   ( Bantuan Tunai ) yang berada di dusun Karang Desa  Ampel Boyolali Jawatengah. Masjid ini merupakan pusat kegiatan keagamaan maupun sosial warga sekitar , salah satunya kegiatan dakwah di kaki gunung merbabu. Kegiatan dakwah ini sudah berjalan cukup lama, dan yang menjadi motor penggerak nya adalah BKPRMI ( Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia). Banyak hal yang sudah BKPRI lakukan untuk melakukan dakwah di kaki Merapi sisi utara yang masuk wilayah boyolali ini. Meski kondisi medan cukup terjal karena memang letak geografisnya di pegunungan, semangat rekan – rekan BKPRMI tidak pernah surut, untuk menjalankan gerakan Dakwah Fi sabilillah. Untuk menunjang kegiatan ini, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan BKPRMI  turut serta berpartisipasi dalam gerakan dakwah mereka.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MASJID BAITUL MUTTAQIEN  ( Bantuan Tunai ) yang berada di dusun Tomo Desa Ngadirojo Kecamatan Ampel Boyolali Jawatengah. Masjid ini merupakan pusat kegiatan keagamaan maupun sosial warga sekitar , salah satunya kegiatan dakwah di kaki gunung merbabu. Kegiatan dakwah ini sudah berjalan cukup lama, dan yang menjadi motor penggerak nya adalah IRDAT ( Ikatan Remaja Dakwa Tomo ). Banyak hal yang sudah IRDAT lakukan untuk melakukan dakwah di kaki merbabu ini. Meski kondisi medan cukup terjal karena memang letak geografisnya di pegunungan, semangat rekan – rekan IRDAT seperti air yang mengalir, yang setiap saat selalu ada generasi penerusnya untuk menjalankan amar makruf nahi munkar ini. Untuk menunjang kegiatan ini, #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan IRDAT  turut serta berpartisipasi dalam gerakan dakwah yang sudah berjalan cukup lama, semoga dengan bantuan ini , memberi manfaat bagi kegiata mereka.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ALMH. SUNARSIH BINTI MUH. YASIN (36 tahun, gagal ginjal), adalah seorang duafa yang tinggal di Desa Bogem RT 1 RW 2 Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sudah setahun terakhir Bu Sunarsih mengalami sakit gagal ginjal dan diharuskan cuci darah seminggu sekali, yaitu tiap hari Rabu di rsud Soedono Madiun. Suami nya yaitu Pak Harsono (36 tahun) bekerja sebagai buruh pengergajian kayu yang gajinya sebulan sekitar Rp. 600.000. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang masih kelas 2 SD. Untung nya Bu Sunarsih tercover Jamkesmas sehingga bisa cuci darah secara gratis di rsud Soedono Madiun tiap hari Rabu. Namun demikian ada dana Rp 100.000 yang harus dibayar tiap 2 bulan sekali dan Rp 50.000 tiap sebulan sekali untuk keperluan check lab berkala dan tidak tercover Jamkesmas. Tiap ke Madiun Pak Harsono selalu meminjam motor ke tetangga nya untuk mengantar istri nya cuci darah. Bisa dibayangkan betapa Bu Sunarsih tiap minggu harus menempuh jarak 30 km, dengan kondisi lemah dan bersepeda motor. Alhamdulillah Bu Sunarsih dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan sudah lebih dari 15 kali MTSR Magetan mengantar Bu Sunarsih cuci darah di rsud Soedono Madiun. Ikhtiar maksimal telah dilakukan, tapi Allah berkehendak lain, pada Senin 7 September 2015 Bu Sunarsih telah berpulang. Semoga smua amal beliau diterima disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Santunan kematian sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan kepada keluarga, Pak Harsono mengucapkan terimakasih atas smua bantuan dari Sedekah Rombongan selama 3 bulan terakhir.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @jeansoswolf @ronypratama

Almh. Sunarsih menderita gagal ginjal

Almh. Sunarsih menderita gagal ginjal


NOVI BINTI SATINO (34 Tahun,Kanker Payudara) Beralamat di Manisharjo RT 02/RW 03 Tepisari,Polokarto,Sukoharjo,Jawa Tengah. Mbak Novi biasa beliau di panggil,menderita Kanker Payudara Stadium 3b di bagian kiri. Awalnya sejak Februari 2013 yang lalu terdapat benjolan kecil di bagian payudara Mbak Novi. Sampai akhirnya Mbak Novi membawanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo (DKR) tetapi di sana tidak di berikan penanganan khusus hanya di infus saja. Lalu Dokter menyarankan untuk di bawa pulang. Setelah pulang dari Rumah Sakit, Mbak Novi merasa kesakitan dan benjolanya semakin membesar, lalu Mbak Novi membawanya berobat ke alternatif di daerah Klaten. Setelah beberapa bulan tidak ada perubahan dan keluarga sudah kehabisan biaya untuk berobat lagi. Alhamdulillah Mbak Novi di pertemukan  dengan #Sedekahrombongan pada tanggal 5 Agustus 2013. Akhirnya Mbak Novi menjalani operasi yang pertama di Rumah Sakit Sarjito pada tanggal 23 Agustus 2013 dan didampingi oleh #SRJogja. Setelah itu Mbak Novi hanya disarankan untuk kontrol saja dan dokter pun menyarankan untuk kontrol di Rumah Sakit terdekat. Lalu Mbak Novi kontrol rutin di RSUD Sukoharjo. Karena di sarankan oleh dokter untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Daerah, sehingga dari #SRJogja tidak lagi mendampingi Mbak Novi. Setelah 1 tahun, kemudian kanker Mbak Novi kembali tumbuh ,lalu Mbak Novi kontrol kembali ke Rumah Sakit dan dokter menyarankan untuk operasi lagi. Karena pertimbangan kanker yang kembali tumbuh, saat ini Mbak Novi kembali didampingi oleh #SRSolo. Alhamdulillah Mbak Novi menjalani operasi dengan lancar pada tanggal 11 Agustus 2015. Santunan pertama dari #SedekahHolic Sebesar Rp 500.000,00 telah di sampaikan kepada Mbak Novi. Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mbak Novi cepat di beri kesembuhan. Amin

Santunan : Rp 500.000,00
Tanggal    : 8 September 2015
Kurir         : @ Lastiko, @cicicinta @aldimeifi

Ibu Novi menderita Kanker Payudara

Ibu Novi menderita Kanker Payudara


SR BAGI AIR DI KAB. BLORA Sedekah Rombongan kali ini kembali menebar Air di Kecamatan Jati., kabupaten Blora,Jawa tengah. Hampir semua warga kesusahan dalam pencarian air bersih akibat dampak dari musim kemarau yang panjang ini, dalam pecarian air warga sampai rela mencari mata air yang dari domisili hingga 2-5km. Kurir Sedekah Rombongan setelah mendengar informasi dan dipertemukan Allah dengan warga akhirnya menyalurkan santunan sebesar Rp 1.000.000 Dengan rincian harga air / tangki @200.000 dapat 5 tangki, dan cetak banner/mmt dengan ukuran 2x1m harga Rp.40.000. Dengan adanya saluran atau uluran tangan dari sedekah rombongan warga yang berada di dusun Ngrombo, Ngrasak, Mbaru, Ngasem. Ds Randulawang Kec. JATI. Kab. Blora Jawa Tengah sangat senang dan sangat terbantu sekali dgn di datangkannya air bersih ini, harapan dari warga semoga kegiatan ini terus berlanjut kedepannya mengingat musum kemarau masih berjalan dan kemukinan musim kemarau akan berakhir di bulan desember 2015.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 September 2015
Kurir : Gunadi Blora

SR berbagi air

SR berbagi air


SURONO BIN TARMUJI (42, patah kaki & stroke). Alamat: Ds. Jawisari Rt.01/Rw.01 Kec.Limbangan Kendal. Sejak th 1992 Pak Surono kerja di RB PURA RAHARJA bag administrasi. Beliau menikah pada tahun 1996, kemudian pada tanggal  3 Desember 2009 mengalami serangan stroke ringan sebelah kiri bagian tubuhnya. Saat terjadi serangan tersebut Pak Surono diantar keluarganya berobat RS BETHESDA. Sampai tahun 2010 stroke yang diderita memberat bahkan sempat terjadi serangan beberapa kali. Hingga secara psikis Pa Surono Terganggu.  Tanggal 13 November 2011 Pak Surono mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara bersama dengan  anak pertama beliau hingga patah kaki dan harus opname di RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk operasi pemasangan pen dengan biaya sebesar 25 juta rupiah. Padahal saat itu Pak Surono hanya membawa uang sebesar 100rb rupiah itupun uang pinjaman.  Karena masalah keuangan tersebut Pak Surono urung dilakukan operasi pemasangan pen. Pada bulan Mei 2013 beliau baru melaksanakan operasi pemasangan pen dan biayanya didapat dari santunan #SR dan beberapa dokter yg menangani beliau. Hingga saat ini pen yang ada di kakinya belum diambil kembali. Ketika kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rmhnya,beliau langsung meneteskan air mata dan berkata “Saya terharu mas ternyata ada yang peduli dengan saya,padahal SR baru saja saya hubungi tiba-tiba sudah disini”. Saat ini istri Pak Surono hanya berkerja sebagai buruh cuci dan berjualan bensin eceran untuk menyekolahkan 4 orang anaknya dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”. Bantuan dari #SedekaHolics ini disampaikan sebagai santunan awal untuk membantu Pak Surono memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Pak Surono bisa segera sehat dan bisa kembali bekerja.

Jumlah Bantuan:  Rp 1.000.000
tanggal: 29 Juli 2015
kurir: @indrades, Rifqi Izzaturrijal

Pak surono menderita patah kaki & stroke

Pak surono menderita patah kaki & stroke


SITI SAPUROH (17 TH, TB TULANG) merupakan pasien dampingan kurir SR Tegal-Solo sejak 6 bulan terakhir. Siti didiagnosis TB tulang oleh dokter spesialis bedah RSUD Dr Soeselo Kab.Tegal dan karena terjadi pembengkokan tulang belakang yang diakibatkan infeksi tersebut akhirnya Siti dirujuk ke RS Orthopedi Soeharso Surakarta untuk dikonsultasikan lebih lanjut. Di sana Siti diberi saran untuk dilakukan operasi perbaikan tulang belakang. Tulang belakangnya yang melengkung lebih dari 30 ° dikhawatirkan akan menyulitkan aktifitasnya di kemudian hari. Tanggal 21 April 2015 lalu Alhamdulillah Siti telah menjalani operasi perbaikan tulang belakang di RS Soeharso Solo. Atas doa #SedekaHolics sekalian operasi Dik Siti berjalan lancar,meski akibat kehilangan banyak darah selama operasi Siti harus memperoleh transfusi darah. Sebulan kemudian Siti kontrol pertama kali pasca operasi. Selama menunggu waktu kontrol Siti dirawat di RSSR Solo untuk perawatan luka yang dilakukan oleh salah seorang kurir SedekahRombongan yang berprofesi sebagai perawat. Tanggal 23 Juni 2015 kemarin Siti menjalani kontrol kedua pasca operasi. Menurut dokter keadaan Siti membaik, disarankan untuk sering bersepeda untuk mempercepat perbaikan tulang belakangnya. Setelah kontrol ini Dek Siti sudah tidak diwajibkan kontrol teratur lagi, dapat kontrol bila terjadi keluhan. Alhamdulillah saat ini Dek Siti dapat kembali bersekolah mengejar ketinggalannya selama pengobatan demi mengejar cita-citanya menjadi seorang guru matematika. Santunan dari #SedekahHolics disampaikan kepada Siti untuk biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS Soeharso Solo.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Juli 2015
Kurir : @indrades, @kumells

Ibu siti menderita TB TULANG

Ibu siti menderita TB TULANG


EKA NOVIANTI (17 , Kanker Tulang) adalah putri dari Bapak Imron (48) dan Ibu Lastri (37) warga Kelurahan Panjang Wetan Gang 5 , Rt 5 Rw 5 kota Pekalongan , Jawa Tengah. Keseharian Bapak Imron Buruh serabutan di Tempat Pelelangan ikan Pelabuhan Pekalongan,sedangkan Ibu Lastri seorang ibu rumah tangga sesekali membantu membuat kerupuk. Dek Eka adalah seorang siswi SMA negeri di pekalongan yang gemar berolahraga. Setahun yang lalu berawal dari kegemaran nya berolahraga karena kurang berhati-hati Dik Eka terjatuh yang mengakibatkan ia mengalami cidera. Cidera kaki yang dialami merupakan luka pembengkakak, dan dianggap bukan luka serius. Orangtua Dik Eka kemudian mengantar Dik Eka ke tukang pijat. Setelah beberapa hari dipijat bukan kesembuhan yang di dapat namun semakin hari kaki nya meraskan semakin sakit. Karena salit yang tidak kunjung membaik Dik Eka dinatar orangtuanya ke RS Budi Rahayu Pekalongan untuk diperiksakan dan ternyata benjolan tersebut bukan lah benjolan biasa dan oleh dokter didiagnosis kanker tulang  dan kemudian Dik Eka dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lanjut termasuk kemoterapi . Setelah beberapa kali kemoterapi Dik Eka disarankan oleh dokter untuk dilakukan operasi amputasi kaki karena kanker tulang yang sudah ganas dan dikhawatirkan menyebar ke organ vital yang lain . Setelah beberapa hari mempertimbangkan dengan matang akhirnya operasi amputasi dilaksanakan. Pasca operasi kondisi Dek Eka tak kunjung membaik karena mengalami sesak nafas. Sesak nafas yang dialami semakin hari makin memberat dan diketahui di jantung terdapat cairan. Sel kanker juga diketahui sudah mencapai paru-paru sehingga oleh dokter Dik Eka dijadwalkan memperoleh kemoterapi kembali. Bantuan dari #SedekaHolics kami sampaikan untuk membantu akomodasi berobat kontrol pasca operasi bagi Dik Eka dan keluarganya selama di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @fatkhiyaah

Eka menderita Kanker Tulang

Eka menderita Kanker Tulang


PANTI ASUHAN BUNYANUN MARSUS, adalah Panti Asuhan yang beralamat di Jl. Kedungmundu Lama RT.2 RW.5 Semarang Jawa Tengah. Pada 5 Juli 2015 kami bersama komunitas Hijabers di Semarang mengadakan kegiatan buka bersama dan agenda dalam rangka menyambut Idul Fitri 1436H kemarin. Bersama sekitar 50 anak asuh dengan usia beragam dari balita hingga usia SD, diadakan acara seperti fun game, tadarus, dan sebagainya. Panti Asuhan ini juga tiap harinya mengadakan kegiatan belajar mengajar sendiri selain pendidikan formal yang dijalani para anak asuhnya di sekolah formal di luar Panti. Dan sedekahmu ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan adik-adik di Panti Asuhan Bunyanun Marsus.

Jumlah Bantuan: Rp 3.000.000
Tanggal: 5 Juli 2015
Kurir: @indrades @syamok @evazena @desiariyanii @Arifin_yaa

Bantuan tunai

Bantuan tunai


SURAHMIN BIN SAWAN (42, Tumor Pipi). Beliau adalah warga Jl. Mangunharjo RT.1 RW.2 Kel. Mangunharjo Kec. Tugu Kota Semarang Jawa Tengah ini sejak 4 tahun terakhir menderita Tumor Pipi yang menggerogoti bagian pipi dan wajah beliau. Pak Surahmin sudah kami dampingi pengobatannya sejak tahun 2012 dan hingga saat ini beliau sudah menjalani banyak tindakan medis seperti kemoterapi, operasi, dan rencananya kali ini akan dilanjutkan dengan program terapi penyinaran di RS. Kariadi Semarang. Pak Surahmin tinggal bersama Bu Darsih (45) memiliki 5 orang anak dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Darsih yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh bangunan karena Pak Surahmin tidak dapat bekerja dan putra putri mereka juga masih kecil. Tim kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi Pak Surahmin di RS.Kariadi Semarang yang saat ini dalam penyinaran rutin, setelah sebelumnya beliau menjalani kemoterapi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000
Tanggal: 5 Juli 2015
Kurir : @indrades @afrizacool @Arifin_yaa

Pak surahmin menderita Tumor Pipi

Pak surahmin menderita Tumor Pipi


KASMONAH (80, Dhuafa). Alamat: RT.03 RW.01 Ds.Karanggeneng Kec.Kandeman Kab. Batang Jawa Tengah. Ibu Kasmonah saat ini tinggal bersama putranya yang bekerja sebagai nelayan, yang kadang pulang hanya 2 minggu hingga 1 bulan sekali. Saat ini Ibu Kasmonah sering mengalami sakit karena sudah sepuh, untuk berobat biasanya beliau berobat di puskesmas desa setempat. Selain itu, penghasilan putra beliau sebagai nelayan yang minim membuat beliau harus sangat berhemat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk keperluan berobat. Sedekahmu ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan Ibu Kasmonah berobat dan membantu kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000
Tanggal: 12 Juli 2015
Kurir : @indrades @Onyji

Bantuan tunai

Bantuan tunai


WISNU ANGGARA (13, Dhuafa). Alamat: RT.03 RW.04 Ds. Bantarsari Kel. Cikeusal Kidul Kec.Ketanggungan Kab.Brebes Jawa Tengah. Bersama sang adik, Aldi (8) tinggal dengan nenek mereka Soenah (60) karena orang tua mereka sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Dengan segala keterbatasan mereka, karena sang nenek juga sudah sepuh dan sering sakit-sakitan. Wisnu harus menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan sate sejak sekitar setahun lalu demi memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan sekolah sang adik. Selain itu, Wisnu juga terpaksa berhenti sekolah saat kelas 5 SD, padahal usianya sudah memasuki usia SMP. Dengan menggunakan sepeda tuanya, Wisnu berkeliling beberapa desa dekat rumahnya. Bahkan saat kami temui, sepeda Wisnu dalam keadaan yang memprihatinkan karena ban sepeda ditambalnya dengan menggunakan karung goni. Aah, menetes air mata kami saat datang ke rumahnya saat itu menjelang maghrib di bulan ramadhan dengan sedikit gerimis membasahi tanah kampung Wisnu yang terlihat lumayan gersang. Sedekahmu ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan agar bisa dijadikan modal usaha Wisnu bersama nenek dan adiknya.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000
Tanggal: 15 Juli 2015
Kurir : @indrades @astialfatin

Bantuan tunai

Bantuan tunai


HEIN AWON (1 Thn, Gizi buruk dan gangguan imunitas). Alamat: Jl. Manado RT 01 RW 05 Borobudur, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat.  Atas informasi dari seorang relawan yang merupakan tenaga medis di RSUD Manokwari, kurir #sedekahrombongan Manokwari mendapat informasi kebutuhan pasien Adik Hein. Kondisi fisik adik Hein sangat memprihatinkan karena kelihatan kurus sekali dan  berat badan tidak ideal untuk anak seumurnya. Pada bulan Mei 2015 Hein pernah dirawat selama 21 hari di RSUD Manokwari.  Setelah itu pulang ke rumah, karena kondisi kesehatan menurun maka orang tuanya kembali membawa Hein ke rumah sakit dan mulai menjalani rawat inap sejak Juli 2015 lalu hingga saat ini. Menurut diagnosa dokter Adik Hein didiagnosa suspect TBC, Malaria, Anemia dan Gizi buruk. Orang tua Hein bernama Dolfius Awon (24) dan Miriam Bonggribo(23).  Orang tua Adik Hein tidak punya pekerjaan tetap dan sangat bergantung bantuan dari kerabatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terkadang Ayah Hein mengikuti perahu nelayan kenalannya dan pergi mencari ikan. Kondisi keuanganpun sangat buruk sehingga pengobatan yang ada cuma berharap pada pengertian rumah sakit. Terhitung tanggal 26 Agustus 2015 biaya rumah sakit yang harus di bayar Rp. 8.639.000. Adik Hein sebenarnya memiliki seorang kakak namun kakaknya meninggal pada usia 10 bulan dengan penyakit  yang sama sepertinya. Pada tanggal 02 September 2015 Adik Hein melalui keluarganya, menerima santunan #sedekahrombongan untuk membantu biaya kesehatan dan membeli susu serta makanan bayi.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Hein menderita Gizi buruk dan gangguan imunitas

Hein menderita Gizi buruk dan gangguan imunitas


MAGDALENA GOLE (34 Thn, Gondok). Alamat: Desa Dikir, RT/RW 01/02, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Magdalena menderita penyakit Gondok sejak 5 tahun lalu dan sekarang semakin membesar. Informasi mengenai bu Magdalena didapat dari relawan yang tinggal didaerah tersebut. Kegiatannya harian Bu Magdalena sebagai ibu rumah tangga dengan 4 orang anak. Keluarga Bu Magdalena mengandalkan hasil kebun jagungnya untuk penghasilan utamanya, jika musim hujan, Bu Magdalena membantu suaminya dikebun. Sebagian hasil jagungnya dikonsumsi sampai panen berikutnya, namun tidak bisa menutup kebutuhan harian. Rumah Bu Magdalena terbuat dari bambu dan atap alang-alang. Jika ada yang sakit, jarak tempuh ke puskesmas terdekat cukup jauh dari desa tempat tinggal sehingga hanya mengandalkan bidan saja untuk pemeriksaan kesehatan. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk keperluan check up dan pengobatan Bu Magdalena.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Ibu maghdalena menderita Gondok

Ibu maghdalena menderita Gondok


ADRIANA INA (34 Thn, Gondok). Alamat: Umbarade, RT/RW 02/02, Desa Kalebudara Wone, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ina menderita penyakit gondok hampir 12 tahun lamanya. Lehernya terasa terus membesar dan membuat Ina sulit menelan dan agak sesak. Saat ini Ina belum berkeluarga, penghasilan sehari-hari didapat dari bertani dan berkebun bersama keluarganya. Sebelumnya, pengobatan masih dibantu oleh keluarganya tetapi tidak maksimal dan belum ada perubahan. Santunan #sedekahrombongan ditujukan untuk pengobatan penyakitnya Ina dan biaya transportasi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Ibu adriana menderita gondok

Ibu adriana menderita gondok


NGONGO KAKA (63 Thn, Benjolan dikaki). Alamat: Merdekalada RT/RW 01/02, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Ngongo awalnya menemukan bejolan kecil pada kakinya, kemudian karena dirasa belum mengganggu akhirnya dibiarkan. Kini setelah 7 tahun berselang, benjolan tersebut mulai terasa sakit dan kaku, terlebih saat digunakan beraktifitas. Pak Ngongo bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang minim karena untuk berobat saja tidak punya biaya. Pak Ngongo dikarunia 2 orang anak. Bantuan #sedekahrombongan disampaikan untuk cek up benjolan kaki Pak Ngongo ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak ngongo menderita Benjolan dikaki

Pak ngongo menderita Benjolan dikaki


BILI PEKA (55 Thn, Tulang keropos). Alamat: Desa Dikir RT/RW 01/02, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Diagnosa dokter menyebutkan Pak Bili menderita penyakit keropos tulang. Keluhan yang dialami adalah sakit sendi-sendi yang sangat mengganggu saat berkegiatan. Pak Bili mengalami keluhan tersebut sudah 7 tahun dan belum mendapatkan pengobatan yang komprehensif karena hambatan biaya. Pak Bili dikaruniai 3 orang anak. Pekerjaan harian Pak Bili sebagai petani, Sejak mulai mengalami gejala sakit sendi, Pak Bili semakin mengurangi kegiatannya bertani. Bantuan #sedekahrombongan disalurkan untuk biaya pemeriksaan ke puskesmas dan rumah sakit daerah.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak bili menderita Tulang keropos

Pak bili menderita Tulang keropos


YUSUF KEWA (39 Thn, Benjolan dibahu). Alamat: Desa Dikir, RT/RW 01/02, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Yusuf menderita benjolan dibahu kanan dan kirinya sudah sekitar 10 tahun lamanya. Kini benjolan tersebut semakin besar dan terasa sakit. Pak Yusuf sangat ingin berobat namun tidak mempunyai biaya. Pekerjaan utama Pak Yusuf sebagai petani dengan penghasilan yang minim. Beliau berencana ke RSUD apabila ada biaya. Semoga santunan melalui #sedekahrombongan dapat meringankan biaya pengobatan Pak Yusuf

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak yusuf menderita Benjolan dibahu

Pak yusuf menderita Benjolan dibahu


YUSUF REGA (34 Thn, Benjolan dibahu kiri). Alamat: RT/RW 01/02 Desa Dikir, Kecamatan Wejewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Yusuf Rega menderita penyakit ini sejak 5 tahun lalu. Saat ditanya, Yusuf belum pernah memeriksakan kondisinya karena dipikirnya akan kembali kempis seiring berjalan waktu. Yusuf mulai merasa ada sakit akibat benjolan yang semakin membesar ini. Yusuf sudah berkeluarga dan bekerja sebagai petani. Sekarang Yusuf sedang mengumpulkan biaya untuk berobat. Berita ini terdengar oleh kurir #sedekahrombongan di NTT. Bantuan berupa santunan disampaikan kepada Yusuf untuk segera digunakan berobat serta memeriksakan kondisinya kerumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: Kurir: @bratamanggala via Robby Nabuasa

Pak yusuf menderita Benjolan dibahu kiri

Pak yusuf menderita Benjolan dibahu kiri


MUHAMMAD ASYARI (22, Tumor Hidung) putra Bapak Said dan Ibu Uswatun Hasanah yang beralamatkan di Ds.Tluwuk Rt 08 Rw 02 kec.wedarijaksa Kab Pati, Jawa Tengah. Awal sakit bulan November mengalami flu tapi sebelah kiri saja dan mengeluarkan ingus yang berbau tak sedap selain itu juga ada benjolan menyerupai jerawat, setelah di lakukan pemeriksaan di RSUD Soewondo, selama di RSUD Soewondo Pati dilakukan pengambilan sample, ternyata mengidap tumor hidung. Untuk kedua kalinya pengambilan tumor dan slanjutnya priksa di RSUP Dr. Kariadi. Pasien sudah menjalani kemo 3x untuk selanjutnya pasien harus melakukan kemo sampai 6x dan dilakukan penambalan hidung yang berlubang. Semua pemeriksaan di tanggung oleh jamkesmas akan tetapi untuk biaya operasional untuk melakukan pengobatan sampai selesai masih mengalami kesulitan. Ayahnya hanya buruh jemur padi di tempat penggilingan padi di daerahnya dan ibunya ibu rumah tangga selain itu jugga adiknya baru saja sembuh dari sakit lambungnya. Sampai kemudian ada laporan ke tim SR tgl 20 Mei 2015 dan saat ini langsung kita tangani. Sedekahmu sampai ke keluarga Asyari, dan semoga semua berjalan lancar Asyari segera membaik dan normal, keluarga pun tak perlu repot memikirkan biaya lainnya, sehingga Asyari bisa meneruskan semua impiannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2015
Kurir : @indrades @UlizPhd

Asyari menderita Tumor Hidung

Asyari menderita Tumor Hidung


MUHAMMAD RIF’AN FAIZIN (11, Kanker Leher). Alamat  RT 2 RW 2 Desa Wantilgung Blora Jawa Timur. Dik Rifan adalah putra pasangan Bpk Ngasto dan ibu Rubiyatun . Bungsu dari 3 bersaudara ini merasakan adanya benjolan pada kepalanya semenjak umur 9 tahun. Benjolan yang awalnya kecil, lama-lama menjadi sebesar telur ayam. Sempat mendapatkan perawatan di RS Blora dan RS Purwodadi, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Baru dari sinilah diketahui bahwa Dik Rifan terdiagnosa kanker leher. Tahun 2013 Dik Rifan menjalani operasi pertama di RS Kariadi. Namun benjolan kembali tumbuh dan harus dioperasi lagi 1,5 tahun kemudian. Kesembuhan belum juga diperolehnya, benjolan tersebut tumbuh kembali dan semakin membesar.  Ayahnya yang seorang petani dan ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Rifan. Pengobatan alternatif pun dipilihnya untuk kesembuhan sang anak. Namun benjolan tersebut malah pecah dan semakin membesar.  Akhirnya di bulan Maret 2015 tim #SRsemarang dipertemukan dengan Dik Rifan dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Setelah 1 bulan menjalani rawat inap dan perbaikan KU di ruang anak RS Kariadi, tanggal 13 april 2015 Dik Rifan menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan luka berangsur membaik. Kini Dik Rifan telah menjalani kemoterapi ke 4, dan kemoterapi selanjutnya (ke 5) dijadwalkan tanggal 12 Agustus 2015. Bantuan dari #SedekaHolics ini diberikan guna membantu meringankan biaya akomodasi selama kontrol rawat jalan dan kemoterapi di RS Kariadi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.400.000
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir: @indrades @DiahPertiwi1110 @n155a_gizi

Rifan menderita Kanker Leher

Rifan menderita Kanker Leher


MUHAMMAD MUSLIH (94, Komplikasi) merupakan warga Jalan Brotojoyo Timur VI RT 09 RW 02 Panggung Kidul Semarang Utara. Beliau tinggal berdua bersama istrinya, Ibu Sugiarti (69) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.  Pak Muslih adalah mantan karyawan di sebuah toko bangunan. Ketika masih muda, beliau bekerja dengan sangat gigih angkat junjung besi. Tapi di masa tuanya kini baru terasa efek nya. Sekitar tahun 2008 Pak Muslih mulai merasakan sesak nafas dan sakit pada persendiannya. Awalnya sakit ini tak dihiraukannya, tapi lama kelamaan tak tertahan. Sempat berobat di RS Kariadi beberapa bulan lalu dan sempat rawat inap dengan Faskes Jamkesmas. Saat ini beliau hanya bisa berobat di Puskesmas saja. Dan berobat hanya ketika sakitnya kambuh. Santunan ini kami sampaikan untuk membantu beliau berobat dan untuk membantu kehidupan sehari – hari. Terimakasih kepada #Sedekaholic yang telah membantu meringankan pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal              : 8 Agustus 2015
Kurir                   : @indrades @desiariyanii @colourish_

Pak muslih menderita Komplikasi

Pak muslih menderita Komplikasi


WAHYU HADI PRASETYO (4, Hydrocephalus dan Epilepsi). Alamat : Sidorejo, RT 05/ RW 04, Kel. Sidorejo, kec. Karangawen, Kab. Demak , Propinsi Jawa Tengah . Wahyu balita kecil ini lahir dalam keadaan normal. Namun sejak awal umur 6 bulan mulai merasa sakit-sakitan dan di situ mulai terlihat ada keganjalan dalam perkembangan bocah kecil ini. Lahir ditengah keluarga yang pas-pasan bapaknya hanya seorang buruh serabutan dan ibunya yang seorang ibu rumah tangga hidup mereka, karena desakan ekonomi lah bapak wahyu Pak Didi ada tawaran untuk menjadi penjaga kos kosan di daerah Unnes Gunung Pati Semarang, setelah beberapa lama bergaul ngobrol akhirnya salah satu aktivis mengetahui kabar bahwa wahyu putra dari pak didi mengalami sakit dan akhirnya dibantu dalam proses pengobatan hingga operasi di usia nya yg ke 3 tahun. Sebelum mereka lulus mereka juga dengan semangat masa muda sosial mereka membantu membuatkan BPJS. Setelah mereka lulus semua akhirnya pengobatan dilepas dan Pak Wahyu diharapkan bisa mandiri dengan dibuatkannya BPJS tersebut. Sampai sekarang wahyu masih rawat jalan rutin seminggu 2 kali datang ke kariadi . Dari informasi yang ada akhirnya tim kurir semarang mengetahui kabar tersebut dalam mengalami kendala ingin memiliki kursi roda kamis sore tim kurir semarang akhir nya terjun dengan dibawakannya kursi roda yang jauh hari dipersiapkan. Setelah sampai lokasi dan bertemu dek wahyu berserta keluarga ternyata sudah mendapat bantuan kursi roda berasal dari terang bangsa, akhirnya tim kurir semarang memutus kan untuk memberi santunan untuk biaya akomodasi bolak balik berobat ke rumah sakit kariadi Semarang

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @indrades @arifin_yaa

Wahyu menderita Hydrocephalus dan Epilepsi

Wahyu menderita Hydrocephalus dan Epilepsi


EEN QOMARIAH ( 39 Tahun, Hepatitis B). Alamat : Jl H. Kabun RT. 5/9 No. 62, Kel. Rengas, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sejak 6 bulan yang lalu, Ibu Een Qomariah (39) mengalami pembesaran di perutnya. Mulanya hanya perut bagian kanannya saja, namun kini seluruh bagian perutnya membesar dan terlihat seperti perempuan yang hamil tua. Pertama kali berobat Ibu Een dibawa oleh suaminya Wahyudin (29) ke RSUD Tangerang Selatan, namun setelah beberapa kali berobat belum juga ada kepastian penyakit apa yang dideritanya. Ibu Een kemudian dirujuk ke RS Soeyoto Veteran, Bintaro. Di sana Ibu Een menjalani tindakan USG dan didiagnosa menderita Hepatitis B. Dari RS Soeyoto, Ibu Een dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Ia berobat ke bagian penyakit dalam dan didiagnosa ada masalah di bagian livernya dan kemungkinan ada tumor. Ia diminta untuk periksa darah dan tindakan Scan di kemudian harinya. Namun, sudah lebih dari seminggu belakangan ini, Ibu Een tidak berobat ke RS Fatmawati karena tidak kuat jika saat berobat harus menunggu lama dalam posisi duduk, sedangkan kondisi ruang tunggu poli penyakit dalam memungkinkan pasien hanya bisa duduk saja. Akhirnya, pemeriksaan darah dan Scan pun urung dilakukan. Ibu Een berobat menggunakan BPJS, namun karena penghasilan sang suami yang hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Een sering dibawa berobat dengan motor. Saat kurir #SedekahRombongan ke rumahnya sekitar pukul 4 sore, Ibu Een terus merintih kesakitan. Menurut keterangan suaminya, perutnya semakin membesar dan jika buang air besar terasa perih. Suaminya kebingungan tindakan terbaik apa yang bisa ia lakukan untuk istri tercintanya. Terlebih lagi, ia kesulitan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai staf delivery di sebuah toko roti karena sudah terlalu sering tidak masuk kerja. Malam harinya, kurir #SedekahRombongan dihubungi oleh suami Ibu Een karena Ibu Een sudah tidak kuat lagi menahan sakit. Akhirnya oleh kurir #SedekahRombongan Ibu Een dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Di sana ia diperiksa darahnya dan diberikan obat untuk tiga hari. Sekitar pukul 4 pagi, Ibu Een diperbolehkan pulang dan diminta untuk kontrol setelah obat yang diberikan habis. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Een sehingga ia bisa kembali berkumpul dengan ceria bersama suami dan keempat orang anaknya. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk operasional berobat.

Tanggal bantuan : 7 Agustus 2015
Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Ibu een menderita Hepatitis B

Ibu een menderita Hepatitis B


PANIEL SYAHAILATUA (5 bulan, Hydrocephalus). Alamat : Kampung Hative Kecil RT. 4/1, Kelurahan Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kabupaten Ambon Maluku. Paniel Syahailatua adalah anak dari Bapak Ferdinan Syahailatua (32) dan Ibu Tineke Selestiawati (32) sejak dilahirkan sudah menderita Hydrocephalus (akumulasi cairan yang berlebihan di dalam otak) yang ditandai dengan gejala sering mengalami kejang – kejang dan lingkaran kepala yang terus membesar. Pengobatan pertama pernah dilakukannya di RSUD Ambon namun karena keterbatasan peralatan, Paniel Syahailatua kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Paniel Syahailatua. Operasi pemasangan shunt (alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah kedalam kepala dengan tujuan mengalirkan cairan otak ke bagian  tubuh lain untuk selanjutnya diserap oleh pembuluh darah) pernah dilakukannya di RS. M.H. Thamrin Jakarta namun pasca operasi tersebut, Paniel Syahailatua sering mengalami kejang dan sesak nafas. Team dokter yang menanganinya meminta Paniel Syahailatua untuk sementara diharuskan tingal di ruangan yang sejuk. Bapak Ferdinan Syahailatua yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini tidak mampu untuk tinggal di tempat kost yang ber-Ac seperti yang disarankan oleh dokter, apalagi selama mendampingi anaknya Bapak Ferdinan Syahailatua sudah tidak bekerja lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan awal untuk membantu biaya sewa kost sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @endangnumik

Paniel menderita Hydrocephalus

Paniel menderita Hydrocephalus


RAHMA RAHAYU (5 bulan, Meningokel). Alamat: Kampung Situ Gede RT.1/7, Desa Padasuka, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut Jawa Barat. Rahma anak ke 3 dari Ibu Yati (29) dan Pak Itang (30), mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sejak Rahma umur 1 bulan mulailah tumbuh benjolan tepat di kepalanya, Bu Yati sang ibunda langsung membawanya ke RSUD Garut agar anaknya segera ditangani, setelah umur 5 bulan kondisi Rahma semakin memburuk dan benjolanya pun semakin membesar, akhirnya di rujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Ibu Yati sempat kebingungan karena sang Suami pergi mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga kecilnya dan mencari bekal untuk berobat sang buah hati tercinta. Akhirnya Bu Yati bertekat untuk membawa anaknya berobat ke RS. Hasan Sadikin Bandung dengan membawa bekal seadanya, saat ini Rahma sedang di rawat di RSHS Bandung di ruang Kemuning lantai 2 untuk menunggu jadwal operasi ke 2 ,dengan jaminan  BPJS kelas 3 yang dia miliki . Alhamdulillah Bu Yati mendapat info dari temannya yang berada di RSHS Bandung untuk segera menghubungi #SedekahRombongan karena beliau sangat layak di bantu. Bantuan awal kami berikan untuk perbekalan dan pembeliat alat selang untuk mengeluarkan cairan di kepalanya yang tidak tercover oleh  BPJS Kesehatan. Jjazakumulloh khairan katsiran..

Jumlah Bantuan : Rp. 750,000.-
Tanggal : 21 Agustus 2015
Kurir @ddsyaefudin @avinptr

Rahma menderita Meningokel

Rahma menderita Meningokel


AINUR ASYILA (3, Myastenia Gravis). Alamat: ke BTN KODAM III BLOK A6 NO.11, Kota Makassar – Sulawesi Selatan. Dalam ilmu kedokteran penyakit saraf (neurologi), MG termasuk jenis penyakit sulit yang tingkat kegawatannya sangat tinggi, dimana penderita mengalami kelumpuhan otot secara bertahap dan jika akut akan mengalami gagal napas yang bisa mengakibatkan kematian. Gejala penyakit ini salah satunya, mengalami kelelahan terus-menerus, dan pagi hari, saat bangun tidur, terasa ada ketidakberesan dengan mata yang kelopaknya menjadi separuh tertutup. Lalu, siang hari mata menjadi tertutup karena merasa ngantuk dan lemas. Sekedar diketahui, Myasthenia gravis termasuk penyakit langka. Penderitanya boleh dibilang 1 di antara 1.000. MG disebabkan karena terjadinya kekacauan penyimpangan antara saraf dan otot (neuro muscular junction disorder), yang antara lain memengaruhi kekebalan tubuh manusia. Penyakit yang menimpa anaknya ini mulai menjalar sejak tahun 2013 lalu, dimana saat diperiksakan ke rumah sakit ternyata, dokter mendiagnosa Asyila menderita penyakit Myastenia Gravis. Meski mendapatkan pengobatan rutin dari dokter, namun penyakitnya bertambah parah bahkan Asyila saat ini ketergantungan obat, sehingga Ia memutuskan untuk merawat anaknya dirumah karena alasan biaya. Asyila, hingga sekarang belum mendapatkan perawatan medis yang semestinya lantaran berasal dari keluarga kurang mampu. Kini orangtua Asyila, hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang diharuskan meminum obat 6 kali sehari, jika terlambat semenit saja meminum obat dia akan lumpuh tak bisa bergerak seperti mumi. Ironisnya lagi, obat yang dikomsumsi tidak dijual di Makassar, melainkan harus dipesan khusus di Jakarta, belum lagi harga obat tersebut sangat mahal dimana dengan dosis 40 miligram harus ditebusnya dengan harga Rp 10 ribu perbijinya, sebotol Rp. 1,5 juta ditambah biaya perawatan, karena harus bolak balik rumah sakit. Pengobatan yang harus ditempuh Asyila, yakni melalui terapi Stem Cells, tapi pengobatan itu hanya ada di Jakarta. Dan itu membutuhkan biaya besar, hingga mencapai ratusan juta. sementara untuk membeli obat sehari-harinya saja sudah tidak mampu lagi, Sebenarnya ada proses penyembuhan di Makassar tapi harus melalui operasi belah dada, tapi ibunya tidak berani. Ayahnya bernama Muhammad Syaeful (36) yang setiap harinya bekerja sebagai pedagang roti mantao di salah satu pinggir jalan di kota makassar. Ibunya Andi Harmiah (29) akrab disapa ibu Mia. Ia, ibu rumah tangga biasa. Hidup pas- pasan dengan mengontrak rumah. Saat ini Asyila bersama ibunya berada di RSSR Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut di RSCM Jakarta. Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatan Asyila. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 746. Semoga kesehatan Asyila semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.900.000,-
Tanggal : 1 September 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis @Ismawan_as @endangnumik

Ainur menderita Myastenia Gravis

Ainur menderita Myastenia Gravis


BAGUS HARYANTO (24 , TB Paru ) Alamat : Banowati tengah 60, Bululor Rt 08 Rw 05 Semarang utara. Pak Bagus seorang yang masih muda dan belum beristri ini, kini tampak kurus karena penyakit yang menggerogotinya, yakni TB paru. Sejak awal penyakitnya ini tak terkondisikan sejak dari setahun yang lalu. Seperti orang pada umumnya pak bagus bekerja di Bali sebagai buruh kontraktor yang pada gejalanya mulai dari batuk batuk hingga sesak nafas. Sejak saat itu Pak Bagus di berobatkan di Bali namun pada akhirnya di rujuk pulang karena disana tidak ada keluarga yang merawat, hingga baru diketahui bahwa Pak Bagus ternyata menderita TB paru sampai ini beliau harus selalu menggunakan tabung oksigen untuk setiap saat aktivitasnya. Pak Bagus untuk saat ini masih ditangani perwatan di rumah sakit tugu rejo semarang. Hingga akhirnya tim #SR membawa rombongan menyampaikan sedekahmu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dan tanggungan Pak Bagus Harianto selagi berobat perawatan dirumah sakit Tugurejo Semarang

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Agustus 2015
Kurir : @indrades @zenirofiqoh @arifin_yaa

Bagus menderita TB Paru

Bagus menderita TB Paru


PARYATI BINTI NGADIMAN, (57, TB dan kanker payudara). Alamat: Pucang Sari Timur 7 nomor 7, Pucang Gading, Semarang. Bu Paryati, adalah istri seorang penjahit bernama Bapak Achmad Bisri Mustofa. Ibu Paryati memang mempunyai riwayat penyakit TB sejak lama (lebih dari 5 tahun). Selama ini sering pusing lemah dan badannya sakit. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dokter mendiagnosa bahwa ada indikasi penyakit kanker payudara juga. Suami Ibu Paryati sering mengajak istrinya berobat alternatif sampai ke luar kota, hingga menghabiskan banyak dana, ada sedikit perubahan seperti tenaganya bertambah. Namun sayang, hal itu tidak bertahan lama, akhir-akhir ini kondisinya melemah dan sempat kejang. Akhirnya dibawalah ke RSUD Kota Semarang dan kanker payudara dinyatakan ganas. Sang suami hanya bekerja sebagai penjahit yang mendapat kerjaan musiman saja seperti musim sekolah dan hanya mampu mengambil sedikit jahitan karena tenaga yang sudah berkurang, biaya hidup pun seadanya. Pengobatan untuk kanker secara medis tidak dilanjutkan lagi, karena kondisi fisik Ibu Paryati yang dirasa lemah dan lebih memilih di rumah. Hanya menjalankan pengobatan untuk meringankan penyakit TB nya saja yang sudah bertahun-tahun diidapnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya berobat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @indrades @harumNHS

Ibu paryati menderita  TB dan kanker payudara

Ibu paryati menderita TB dan kanker payudara


AHMAD ARIF SETIAWAN (14, Tumor Tangan) Alamat Desa Gebangkarep RT 002 RW 002 Kelurahan Gebangkarep Kecamatan Sragi Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Tumor yang dialami dik Ahmad muncul sejak dia masih bayi. Awalnya hanya berupa garis garis hitam di tangan kirinya dan orangtua nya pun mengira itu hanyalah bawaan bayi. Namun seiring bertambahnya usia Dik Ahmad, garis garis hitam itu terus berkembang menjadi benjolan dan lama kelamaan semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan telah di lakukan mulai dari operasi amputasi hingga pengobatan tradisional. Bukannya mengecil dan sembuh, tumor ini malah semakin membesar dan membuat gerak dik Ahmad menjadi terbatas. Ayah dik Ahmad sehari harinya bekerja sebagai buruh dan Ibunya yang hanya ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena adanya keterbatasan biaya. Hingga akhirnya di bulan Februari 2015 kami  di pertemukan dengan keluarga dik Ahmad di Pekalongan. Mengingat tindakan medis dik Ahmad sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama pengobatan di RSUP Dr. Kariadi  Semarang. Saat ini tindakan pengobatan pun telah di lakukan, yakni di bulan maret 2015 dik Ahmad telah melakukan operasi pertamanya pengangkatan tumor secara bertahap sedikit demi sedikit. Pasca operasi pertama ini membuat kondisi dik Ahmad sedikit menurun dan mengalami pendarahan. Selang beberapa hari setelah kondisinya membaik, dik Ahmad tetap harus rutin kontrol ke RSUP Dr. Kariadi guna medikasi luka (penggantian perban). Di tanggal 20 April 2015 saat kontrol rutin untuk yang kedua kalinya, luka Dik Ahmad pasca operasi semakin melebar, lembab dan membusuk. Lantas pihak Dokter pun menyarankan dik Ahmad untuk segera melakukan operasi kedua pengangkatan tumornya guna mengantisipasi resiko terburuk. Dik Ahmad melakukan operasi kedua di tanggal 28 April 2015, dan Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini, dik Ahmad juga telah selesai menjalani operasi tahap ketiga pada tanggal 3 Agustus 2015 dan alhamdulillah berkat doa dari para #SahabatSR operasi berjalan lancar.  Santunan sebesar satu juta rupiah dari #sahabatSR kami sampaikan kepada dik Ahmad untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Tak lupa Dik Ahmad dan keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih atas dampingan dari para kurir Sedekah Rombongan dan santunan dari #sahabatSR selama ini sehingga bisa sangat membantu biaya akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @indrades, @desiariyanii @colourish

Ahmad menderita Tumor Tangan

Ahmad menderita Tumor Tangan


KASTUMI BINTI SETU (65th, Stroke dan Hipertensi) Alamat: jl kauman selatan rt 3 rw 1 patemon gunungpati semarang. Tujuh tahun yang lalu bu kastumi mengalami stroke sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk opname, serta pernah dirawat juga karena vertigo 4 th yang lalu. Paska stroke, artikulasi berbicara ibu kastumi menjadi tidak jelas, walau masih dapat dipahami. Sampai saat ini ibu kastumi berobat rutin untuk mengontrol tekanan darahnya yang tinggi ke klinik terdekat 4 hari sekali atau tiap obat habis. Sekali berobat, bu kastumi harus merogoh kantong sebesar 125.000 jika obat untuk 4 hari, atau 145.000 jika obat untuk 6 hari. Klinik terdekat yang dituju tidak melayani BPJS. Pekerjaan pak kuswadi, suami bu kastumi sebagai petani tegalan dengan penghasilan sebesar 1,6juta dalam setahun setiap panen tidak dapat memenuhi kebutuhan. Untuk makan sehari hari pasangan bu kastumi pak kuswadi selalu diantarkan oleh anak yg rumahnya berdekatan. Jika obat habis atau terlambat berobat karena sedang tidak ada biaya, timbul pusing, tidak bisa tidur, serta sesak napas / asma. Sehari hari aktivitas bu kastumi sangat terbatas, hanya dapat mandi, makan, shalat. Segala keperluan disiapkan oleh suaminya, pak kuswadi atau anak yg kebetulan lokasi rumahnya berdekatan. #SRsemarang ikut merasakan kesulitan, dan bantuan tunai disampaikan. Bantuan dari #Sedekaholics ini diberikan guna membantu biaya berobat rutin ke klinik terdekat.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir: @indrades @Syamok @n155a_gizi

Ibu kastumi menderita Stroke dan Hipertensi

Ibu kastumi menderita Stroke dan Hipertensi


SEFITA BINTI MUHTAROM (2.5, Hydrocephalus dan Gizi Buruk) adalah putri pertama dari Bapak Muhammad Muhtarom (24) dan Ibu Epi Daryani (24), warga Karanganyar RT. 27, RW. 12, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Bapak Muhtarom setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan lepas, sedangkan Ibu Epi hanya sebagai ibu rumah tangga. Sefita menderita penyakit Hydrocephalus sejak lahir. Pada usia 6 bulan, ia diperiksakan ke dokter dan dokter menganjurkan untuk operasi. Karena terbentur biaya, sampai usianya 2 tahun, Sefita tidak mendapatkan penanganan medis. Hingga pada awal Maret 2015, Sefita bertemu dengan Sedekah Rombongan dan mendapat kesempatan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang dengan menggunakan Kartu BPJS Kesehatan yang ia miliki. Dokter di RS Kariadi mendiagnosis Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk. Berat badan Sefita sangat tidak ideal, yaitu di usianya yang sudah 2.5 tahun, berat badannya hanya 4 kg. Lalu, dokter menganjurkan agar Sefita untuk sementara waktu diperiksakan ke rumah sakit daerah terlebih dahulu untuk perbaikan gizi dan mengikuti pemeriksaan rutin di Posyandu. Setelah berat badannya mencapai 10 kg, Sefita diminta kontrol kembali ke RS Kariadi Semarang untuk selanjutnya dilakukan tindakan operasi. Hingga saat ini, berat badan Sefita mengalami fluktuasi pada rentang 6-7 kg. Angka tersebut masih jauh dari anjuran dokter yaitu 10 kg. Sehingga, sampai saat ini masih diupayakan perbaikan gizi untuk Sefita. Bantuan dari Sedekah Rombongan telah disampaikan untuk membeli susu formula, bubur bayi, dan biaya pengobatan Sefita di Tegal.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @indrades @astialfatin @fatkhiyaah

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk


TURMUDZI BIN TASMIDI (52, Kelainan Lambung Akut) Alamat :  Desa Jeruk Sari  Rt.01/Rw.04 Pekalongan,Jawa Tengah. Pak Turmudzi yang sehari-hari nya berprofesi sebagai kuli bangunan tinggal bersama istrinya Ibu Sarofah dan seorang anak nya yang masih sekolah bernama Ahmad Irham. Sudah 4 tahun ini beliau tidak bekerja, dikarenakan sakit yg ia derita. Awalnya beliau hanya merasa sakit pada perut nya, dan dikira sakit perut biasa. Namun lama-kelamaan rasa sakit itu tak kunjung sembuh, dan akhirnya diperiksakan ke dokter. Dari hasil pemeriksaan ,beliau harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yg lebih baik. Dari sini baru diketahui bahwa Pak Turmudzi terdiagnosis radang lambung yang mengharuskan beliau dirawat inap. Namun karena keterbatasan biaya beliau tidak dapat melanjutkan pengobatan dan memilih untuk berobat jalan. Pernah sekali beliau paksakan untuk bekerja namun yg terjadi beliau pingsan dan muntah darah, tubuh nya pun lemas. Sementara itu untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari istri beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bantuan yang diberikan ini ditujukan untuk membantu berobat dan memenuhi kebuthan sehari-hari. Salam dan ucapan terimakasih disampaikan dari keluarga untuk #Sedekaholics yang telah membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 1000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2015
Kurir : @Indrades @Jummhann @rDySK @bram_gp

Pak turmudzi menderita Kelainan Lambung Akut

Pak turmudzi menderita Kelainan Lambung Akut


MUHAMMAD RIF’AN FAIZIN (11) atau biasa dipanggil dik Rifan adalah putra pasangan Bpk Ngasto dan ibu Rubiyatun warga RT 2 RW 2 Desa Wantilgung Blora. Bungsu dari 3 bersaudara ini merasakan adanya benjolan pada kepalanya semenjak umur 9 tahun. Benjolan yang awalnya kecil, lama-lama menjadi sebesar telur ayam. Sempat mendapatkan perawatan di rs Blora dan rs Purwodadi, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke rs kariadi semarang. Baru dari sinilah diketahui bahwa dik rifan terdiagnosa kanker leher. Tahun 2013 dik rifan menjalani operasi pertama di rs kariadi. Namun benjolan kembali tumbuh dan harus dioperasi lagi 1,5 tahun kemudian. Kesembuhan belum juga diperolehnya, benjolan tersebut tumbuh kembali dan semakin membesar. Ayahnya, seorang petani dan sang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan dik rifan. Pengobatan alternatif pun dipilihnya untuk kesembuhan sang anak. Namun benjolan tersebut malah pecah dan semakin membesar.  Akhirnya di bulan maret 2015 tim #SRsemarang dipertemukan dengan dik rifan dan sepakat untukmendampingi proses pengobatannya. Setelah 1 bulan menjalani rawat inap dan perbaikan KU di ruang anak rs kariadi, tanggal 13 april 2015 dik rifan menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan luka berangsur membaik. Kini dik rifan telah menjalani kemoterapi ke 5 disertai kontrol dan cek laboratorium.
Kemoterapi selanjutnya (ke 6) dijadwalkan tanggal 2 September 2015. Bantuan dari #Sedekaholics ini diberikan guna membantu meringankan biaya akomodasi selama kontrol rawat jalan dan kemoterapi di RS. Kariadi Semarang.

Jumlah bantuan: Rp 1.400.000
Tanggal: 26 agustus 2015
Kurir: @indrades @syamok  @n155a_gizi

Rifan menderita Kelainan Lambung Akut

Rifan menderita Kelainan Lambung Akut


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6th, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan Bapak Yunan Purnomo dan Ibu Nur Alfiana yang beralamatkan di Ds.Gondang RT.3RW.1 Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak lahir, Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya. Beberapa hari setelah kelahiran, Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP.Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarga memutuskan tidak melanjutkan proses pengobatan yang harusnya masih panjang. Sejak Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi dalam pendampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Sedekah anda ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan akomodasi keluarga Dik Maghfiroh selama di Semarang. Mohon doanya agar proses pengobatan untuknya lancar dan semoga Dik Maghfiroh segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.906.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2015
Kurir : @indrades @auliarahman04 @diahpertiwi @doniwahyu

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala) adalah warga Sidorejo Tengah RT/RW 005/004 Balong Kembang Jepara. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternative, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Berkat bantuan dari #SahabatSR saat ini Pak Sudi telah menjalani kemoterapi yang ke-5. Selanjutnya, beliau akan menjalani kontrol dan kemoterapi ke-6. Mohon doa dari #SahabatSR semoga pengobatan Pak Sudi bisa terus dilakukan hingga dinyatakan sembuh. Bantuan yang disampaikan kali ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.300.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2015
Kurir : @indrades @syamok @DiahPertiwi1110 @desiariyanii

Pak sudi menderita  Tumor Kepala

Pak sudi menderita Tumor Kepala


MARIA VERONICA SUYATI (62, Kelainan Syaraf) atau biasa dipanggil Bu Vero bertempat tinggal di kampung Jambemalang nomor 287 C RT 4 RW 5 Kec. Semarang Timur Kel. Karangturi Semarang. Bu Vero adalah seorang janda yang saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya yaitu Bapak Radi (94, Petani) dan Ibu Warti (85, IRT). Bu Vero memiliki seorang anak laki – laki bernama Joni Prasetyo (26, Penjaga Gudang). Keseharian Bu Vero adalah seorang ibu rumah tangga. Sakitnya saat ini sudah membersamai beliau sejak lama. Awalnya merasa nyeri pada bagian duburnya. Lama – lama sakitnya ini tak tertahankan hingga akhirnya keluarga harus membawanya berobat ke rumah sakit. Awal di bawa ke Rumah Sakit Panti Wiloso dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Untuk berobat, beliau menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kondisi beliau saat ini susah untuk berjalan. Perlu walker untuk membantu memudahkan aktifitas beliau. Karenanya, melalui sedekah dari #Sedekaholics, kami membelikan beliau walker untuk membantunya berjalan. Dan santunan tunai diberikan untuk membantu memenuhi kehidupan sehari – hari. Doa dan ucapan terimakasih disampaikan beliau untuk #Sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp 1.315.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2015
Kurir : @indrades @syamok @desiariyanii

Maria menderita Kelainan Syaraf

Maria menderita Kelainan Syaraf


TASMI BINTI SAMIUN (70, Patah Persendian) merupakan warga Pedurungan Tengah VI, RT. 2, RW. 2, Kota Semarang. Pada 2012 lalu, Ibu Tasmi terjatuh dari sepeda saat sedang bekerja menjual makanan kecil keliling kampung. Kaki kirinya mengalami cidera yang mengakibatkan beliau tidak bisa berjalan dengan normal. Kemudian beliau dibawa ke rumah sakit daerah dan dokter mendiagnosis bahwa persendian di kaki kirinya patah. Sehingga, dilakukan operasi pada persendian kaki kirinya. Tak lama setelah dioperasi, beliau terjatuh lagi di kamar mandi dan mengakibatkan kaki kanannya mengalami cidera. Namun, karena terbatasnya biaya, beliau tidak bisa melanjutkan pengobatan di rumah sakit daerah. Bahkan untuk membeli kruk sebagai alat bantu berjalan pun beliau tidak mampu. Sehingga, anaknya membuatkan kruk dari kayu bekas. Saat ini, kondisi kruk masih baik dan masih bisa difungsikan, hanya saja sering membuat Ibu Tasmi terpeleset karena sifatnya yang licin. Suami Ibu Tasmi telah meninggal. Ibu Tasmi memiliki 6 anak, namun 3 anaknya  juga telah meninggal. Ketiga anaknya yang masih hidup tidak semuanya bekerja. Hanya 1 anak laki-lakinya yang bekerja sebagai sales marketing dengan pendapatan di bawah UMR. Ibu Tasmi saat ini tinggal di rumah kos bersama 2 cucunya. Karena kedua kakinya sudah tidak bisa digunakan untuk berjalan dengan normal, beliau tidak bisa bekerja lagi. Biaya makan sehari-hari ditanggung oleh anak-anaknya ataupun pemberian dari tetangga. Kondisi Ibu Tasmi sehat, namun kadang-kadang kedua kakinya terasa nyeri. Beliau hanya berobat ke Puskesmas ketika kakinya terasa nyeri. Sejak setelah dioperasi, Ibu Tasmi memiliki keinginan untuk membeli kruk baru yang layak pakai. Namun, karena terbatasnya biaya dan Kartu Indonesia Sehat yang beliau miliki tidak dapat digunakan untuk mengajukan bantuan kruk, maka beliau tetap bertahan dengan kruk kayunya. Pada Agustus 2015, tetangga Ibu Tasmi mempertemukan beliau dengan Sedekah Rombongan. Setelah melalui beberapa proses survey dan wawancara, akhirnya lewat sedekahmu dapat membantu Ibu Tasmi. Bantuan dari rekan-rekan #SahabatSR telah disampaikan untuk biaya berobat dan untuk membeli kruk baru.

Jumlah : Rp 1.189.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2015
Kurir : @indrades @fatkhiyaah

Ibu tasmi menderita Patah Persendian

Ibu tasmi menderita Patah Persendian


HERU PURWOKO (37, Kanker Hiperteroid) Alamat: Jl. Ringinwok Kelurahan Purwoyoso RT 03/ 09 Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah. Pak Heru, suami dari Ibu Musariah (32 tahun) ini adalah seorang penjual pia mawar yang penghasilannya tak menentu tiap bulannya. Ia tinggal bersama mertua, istri, dan dua anaknya yaitu mawar yang berumur 10 tahun, dan Melati yang belum genap berumur 3 tahun. Sejak tahun 2011 pak Heru mengalami kanker hiperteroid. Jika penyakitnya ini kambuh, kondisi badan Pak Heru sangat buruk sampai lumpuh bahkan pernah sampai hilang ingatan. Segala pengobatan mulai dari berobat ke rumah sakit sampai pengobatan alternatif sudah ia jalani meskipun tidak rutin. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan biaya untuk berobat, dan waktu yang terbatas karena Pak Heru harus bekerja menjual pia mawar bersama istrinya setiap hari, serta kendala psikologis yang dialami Pak Heru yaitu sering merasa putus asa dan depresi karena penyakit yang dihadapinya. Selain usaha pia yang sekarang terhambat karena keterbatasan tenaga, Pak Heru juga masih punya tanggungan hutang di bank sebesar 4 juta rupiah yang ia gunakan untuk berobat, ungkapnya pada kurir #SedekahRombongan. Sekarang beliau memiliki Fasilitas Kartu BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yangbisa ia gunakan untuk meringankan beban biaya berobat. Bantuan awalpun disampaikan, semoga Pak Heru bisa rutin dan bersemangat berobat kembali dan lekas diberikan kesembuhan agar bisa  mengembangkan usaha pianya kembali.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir: @indrades @nisa_unnes @fatkhiyaah

Pak heru menderita Kanker Hiperteroid

Pak heru menderita Kanker Hiperteroid


KARTINI BINTI KARNO (39 tahun, Tumor Tulang Panggul Kiri). Alamat Kentangan Selatan-jagalan RT. 2 RW. 5 Semarang Tengah Jawa Tengah. Tinggal bersama sang suami Ahmad Ikhsan (55 tahun)  yang bekerja sebagai penjahit di belakang pasar Johar Semarang.  Dan bersama dua purti tercinta Dewi (13 tahun) dan Ria (10 tahun)  yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bersama kedua saudara sang suami yg berada dalam satu atap rumah. Karena kondisi ekonomi yang menghimpit. Kartini berusaha membantu sang suami dengan membuat kue pia pia makanan khas semarang. Dan dititipkan kepada tetangganya agar dijual di pasar johar demi meringankan beban sang suami tercinta. Pada awalnya KARTINI melahirkan anak ketiga dengan cara operasi. Namun sayang sang buah hati hanya mampu bertahan sehari. Dikarenakan kondisi badan yg lemah. Kartini dan keluarga merasakan kesedihan yang mendalam dan kondisi beliau msh belum pulih. Selang beberapa bulan beliau mengeluhkan sakit pada bagian kaki, kemungkinan karena operasi pasca kelahiran. Kemudian beliau kembali lagi ke RS. KARIADI untuk berobat. Karena ketebatasan biaya Kartini menggunakan dana bantuan BPJS untuk meringankan biaya pengobatan. Dan diketahui penyakitnya adalah Tumor Tulang di panggul kiri, beliau disarankan oleh dokter untuk tidak melakukan aktifitas menggunakan kaki. Sehingga dalam proses penyembuhan hanya mampu berbaring. Pada akhir Agustus alhamdulilah KARTINI dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan dapat menyampaikan titipan langit #Sedekahholics untuk biaya berobat selama penyembuhan. Dan untuk pembelian satu buah kursi roda untuk meringankan beban beliau, sehingga dapat sembuh dengan cepat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.900.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2015
Kurir : @indrades @Syamok @FajarHidayatNur

Ibu kartini menderita Tumor Tulang Panggul Kiri

Ibu kartini menderita Tumor Tulang Panggul Kiri


PANTI ASUHAN AL MAA’UUN PATI. Alamat di Jalan Pangeran Diponegoro nO.119 Pati saat ini  mengasuh anak2 yatim dan dhuafa  putra di bawah pimpinan Bpk H. Sri Widojo BA, sebanyak 11 anak. 3 anak di SMP Muh yaitu Iwan, Raihan, Nur, sedangkan 8 lainnya di SMK Muh, yaitu Anif, Yalik Yono, Purwanto, Afif, Syafiq, Zaenuri.Prasetyo. Mereka membutuhkan sepeda untuk transportasi ke sekolah, karena setiap pagi anak2 betangkat sekolah naik angkot, sedangkan uang saku perhari hanya 5 ribu rupiah, sehingga uang jajan habis buat naik angkot pp. Di panti ada sepeda akan tetapi kurang layak untuk di pakai, karena sudah tidak ada remnya. Mengetahui kondisi tersebut , Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan) menyampaikan santunan yang di wujudkan berupa sepeda dengan nominal Rp 8.000.000 untuk para santri agar para santri lebih semangat dalam menuntut ilmu.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @indrades @syarief_ahmadd

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 PA Al Murtadlo 1,000,000
2 PA Darul Maghfiroh 1,000,000
3 PA Al Murtadlo 4,500,000
4 Masjid Agung Karang 5,000,000
5 Masjid Baitul Muttaqien 5,000,000
6 Almh Sunarsih 1,000,000
7 Novi 5,000,000
8 SR Berbagi Air 1,000,000
9 Surono 1,000,000
10 Siti 500,000
11 Eka 1,500,000
12 PA Bunyanun 3,000,000
13 Surahmin 1,000,000
14 Kasmonah 1,000,000
15 Wisnu Anggara 1,500,000
16 Hein 1,000,000
17 Maghdalena 500,000
18 Adriana 500,000
19 Ngongo 500,000
20 Bili 500,000
21 Yusuf 500,000
22 Yusuf Rega 500,000
23 M Asyari 500,000
24 M Rifan 1,400,000
25 M Muslih 1,000,000
26 Wahyu 1,000,000
27 Een 1,000,000
28 Paniel 1,500,000
29 Rahma 750,000
30 Ainur 2,900,000
31 Bagus 1,000,000
32 Paryati 1,000,000
33 Ahmad Arif 1,000,000
34 Kastumi 1,000,000
35 Sefita 2,000,000
36 Turmudzi 1,000,000
37 Rifan 1,400,000
38 Maghfiroh 1,906,000
39 Sudi 1,300,000
40 Maria 1,315,000
41 Tasmi 1,189,000
42 Heru 500,000
43 Kartini 1,900,000
44 PA Al Maaun 8,000,000
Total 71,560,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,560,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 748 ROMBONGAN

Rp. 28,181,240,448,-